RENUNGAN HARIAN Senin, 21 November 2016 MENANGISI DOSA

advertisement
REC
A CHURCH WHERE CARE, TEACHING, AND MISSION MEET TOGETHER
Susunan Liturgi Ibadah Minggu
Panggilan beribadah
Pengkhotbah
Votum
Pengkhotbah
Bacaan Bertanggapan
Pujian Pengakuan Dosa
Doa Pengakuan Dosa Secara Pribadi
Doa Pengakuan Dosa
Berita Anugerah
Petunjuk Hidup baru
Pujian “Salam Damai” / “Shalom shalom”
Pujian Syukur 1
Pujian Syukur 2
Pengakuan Iman
Pujian
Doa Firman Tuhan
Khotbah
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Jemaat
Liturgos
Liturgos
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Liturgos & Jemaat
Pengkhotbah
Pengkhotbah
Persembahan
Liturgos & Jemaat
Doa Persembahan & Doa Syafaat
Pengumuman & Seri Pembinaan
Doxology /
“Kami memuji Kebesaran-Mu”
Doa berkat
Amin / “Thank You Lord”
Theme Song “Jesus At The Center“
Petugas Doa
Pengkhotbah
Hamba Tuhan REC
GEMBALA SIDANG SENIOR
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M
Telp : 0815 5055 985
Email: [email protected]
Pengkhotbah
Pengkhotbah
Pengkhotbah
Pengkhotbah
GEMBALA BAVARIAN
Pdt. Reyco Wattimury, S.Th.
Telp.081-331515954
Email: [email protected]
GEMBALA LOKAL NGINDEN
Ev. Yohanes Dodik Iswanto, M.A
Telp : 0812 3378 0070
Email: ev.yohanesdodik@gmail.
com
2
e
Kh o tb ah M in gg u | #T E AC H I N G
MAGZ
BERPUASA
(Matius 6:16-18) | Mimbar REC | Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M
K
ewajiban
agama
terakhir
yang disinggung oleh Tuhan
Yesus di Matius 6 adalah berpuasa.
Dalam Alkitab berpuasa bukanlah
praktek relijius yang asing. Kata
dasar “puasa” muncul 68 kali dalam
Alkitab (perhitungan berdasarkan
LAI:TB). Para pengikut Yohanes
Pembaptis
maupun
golongan
Farisi rutin berpuasa (9:14; Luk
5:33). Orang-orang Farisi bahkan
berpuasa dua kali dalam seminggu
(Senin dan Kamis), dan mereka
sangat membanggakan hal tersebut
(Luk 18:12). Gereja mula-mula juga
menerapkan puasa, terutama dalam
situasi-situasi yang khusus (Kis 13:23; 14:23). Salah satu tulisan Kristen
kuno di akhir abad ke-1 Masehi
(disebut Kitab Didachē) memuat
nasihat kepada orang-orang Kristen
untuk berpuasa di Hari Rabu dan
Jumat supaya tidak sama dengan
orang-orang Farisi yang munafik.
Di Matius 6:16-18 Tuhan Yesus
tidak
memerintahkan
para
pengikut-Nya untuk berpuasa. Ia
mengasumsikan bahwa mereka
sudah mempraktekkannya. Ia hanya
3
e
Kh o tb ah M in gg u | #T E AC H I N G
MAGZ mengajarkan tentang cara kematian Tuhan Yesus (Luk 24:17).
Dalam salah satu kitab apokrifa,
berpuasa yang benar.
kata skythrōpos dikenakan pada
Berpuasa yang keliru (ayat 16) suami yang memiliki isteri jahat
(Sirakh 25:23). Semua penjelasan
Sebagaimana dalam hal bersedekah ini menunjukkan bahwa skythrōpos
(6:1-4) dan berdoa (6:5-13), sesuatu disebabkan oleh kesedihan yang
yang rutin dilakukan bukan berarti tidak biasa. Seperti itulah wajah
telah dilakukan secara benar. yang dipasang oleh orang-orang
Ada banyak macam kesalahan Farisi pada waktu mereka berpuasa.
dalam hal berpuasa, namun ayat Mereka benar-benar terlihat sedang
16 ini hanya menyoroti dari sisi sangat murung.
motivasi. Beberapa orang yang
mempraktekkan puasa telah berlaku Kedua, mereka mengubah air
mukanya (ayat 16b). Secara
munafik.
hurufiah kata kerja aphanizō
Apa yang dilakukan oleh mereka? (LAI:TB “mengubah”) mengandung
Mengapa tindakan itu disebut arti “merusakkan” (6:20) atau
“melenyapkan” (Kis 13:41; Yak 4:14).
munafik?
Kita tidak tahu persis sejauh mana
Orang-orang munafik melakukan mereka membuat wajah mereka
dua hal supaya orang lain tahu bahwa terlihat “rusak” atau “lenyap”. Mereka
mereka sedang berpuasa. Pertama, mungkin tidak merusakkan wajah
mereka memasang wajah muram mereka secara ekstrim sampai tidak
(ayat 16a). Kata Yunani skythrōpos dapat dikenali. Jika ini yang mereka
digunakan untuk menggambarkan lakukan, tujuan untuk dilihat dan
kesedihan para pegawai Firaun yang dipuji orang tidak akan tercapai.
dipenjara bersama-sama dengan Mereka mungkin menaruh kain
Yusuf (Kej 40:7 LXX). Kata yang sama kabung dan menaburkan abu di
juga dipakai untuk menggambarkan wajah maupun kepala mereka.
kesedihan dan keputusasaan dua
murid yang sedang memikirkan
4
e
Kh o tb ah M in gg u | #T E AC H I N G
MAGZ Dua tindakan di atas
dilakukan mereka dengan
satu tujuan: “supaya orang melihat
bahwa mereka sedang berpuasa”
(ayat 16c). Di mata orang lain mereka
terlihat begitu saleh. Mereka tidak
hanya terlihat sedang berpuasa.
Mereka juga tampak berpuasa
secara sungguh-sungguh. Namun,
benarkah demikian?
Apa yang mereka lakukan masuk
dalam kategori munafik. Mengapa
demikian? Karena apa yang terlihat
dari luar tidak sama dengan apa
yang ada di dalam! Penampilan
dan motivasi tidak selaras. Alkitab
berkali-kali mengaitkan berpuasa
dengan merendahkan diri (Im
16:29, 31; 23:27, 29, 32; Ez 8:21),
tetapi orang-orang Farisi justru
memanfaatkan puasa supaya terlihat
hebat di mata orang lain. Berpuasa
menurut Alkitab berarti menangisi
dosa-dosa (1 Sam 7:6; Neh 9:1-2),
namun orang-orang munafik justru
mendapatkan kesenangan (pujian
dari orang lain) melalui tangisan
palsu mereka. Berpuasa seharusnya
disertai dengan pengakuan dosa
(Dan 9:3-6), tetapi orang-orang
Farisi justru berbuat dosa melalui
puasa mereka.
Jika orang-orang munafik hanya
mengharapkan pujian dari manusia,
mereka hanya akan mendapatkan
itu. Mereka sudah mendapatkan
upahnya (ayat 16d). Sebagaimana
sudah dibahas sebelumnya, “sudah
mendapatkan” berarti “sudah lunas
dibayar”. Tidak ada lagi upah yang
lain dari Allah.
Berpuasa yang benar (ayat 1718)
Ayat 17 diawali dengan negasi atau
kontras yang disertai penekanan.
Secara hurufiah bagian ini dapat
diterjemahkan “tetapi kalian, ketika
kalian berpuasa”. Tuhan Yesus sedang
membandingkan praktek puasa
yang dilakukan oleh orang-orang
munafik dengan yang seharusnya
dipraktekkan oleh murid-muridNya.
Meminyaki rambut dan mencuci
wajah (ayat 17) merupakan rutinitas
setiap hari bagi orang-orang Yahudi.
Tidak ada yang istimewa dengan
dua tindakan ini. Dengan kata lain,
Tuhan Yesus sedang menasihati
5
e
Kh o tb ah M in gg u | #T E AC H I N G
MAGZ para
pengikut-Nya
untuk berperilaku dan
berpenampilan seperti hari-hari
biasa tatkala mereka tidak sedang
berpuasa. Ini sesuai dengan tujuan
dari nasihat ini, yaitu “supaya jangan
dilihat oleh orang bahwa engkau
sedang berpuasa” (ayat 18a).
Jika meminyaki rambut dan
mencuci wajah adalah aktivitas
yang tidak lazim, orang lain tetap
akan mengetahui bahwa ada sesuatu
yang spesial dengan orang yang
meminyaki rambut dan mencuci
wajahnya. Mereka akan mencari tahu
alasan di balik tindakan tersebut.
Jika ini yang terjadi, kemunafikan
tetap masih bisa terjadi, hanya saja
penampilan luarnya berbeda.
cara yang biasa.
Orang lain tidak perlu mengetahui
puasa yang kita sedang lakukan,
karena puasa terutama adalah
tentang kita dengan Allah. Puasa
ditujukan kepada Allah, bukan
kepada manusia. Puasa merupakan
salah satu wujud pertobatan kita
di hadapan Allah (Yoel 2:12).
Bangsa Niniwe memaklumkan
puasa nasional sebagai tanda
pertobatan (Yun 3:5). Puasa adalah
wujud persandaran yang total dan
sungguh-sungguh kepada Allah.
Ester, Mordekhai, dan seluruh orang
Yahudi di pembuangan berpuasa
sambil mempertaruhkan nasih
mereka ke dalam tangan TUHAN
(Est 4:3, 16). Jemaat mula-mula
berdoa dan berpuasa tatkala mereka
menyerahkan Barnabas dan Saulus
untuk tugas pemberitaan injil (Kis
13:2-3). Demikian pula dengan
para rasul yang menyerahkan para
penatua di setiap kota ke dalam
tangan Tuhan melalui puasa bersama
(Kis 14:23). Puasa adalah tentang
kita dan Allah.
Puasa bukanlah alasan untuk
melarikan diri dari aktivitas dan
tanggung-jawab kita setiap hari. Yang
berbeda pada saat puasa bukanlah
penampilan dan aktivitas kita,
melainkan hati dan fokus hidup kita.
Apa gunanya puasa jika seseorang
hanya menghabiskan waktu tidur
seharian di dalam rumah? Puasa
harus menjadi sesuatu yang biasa Kalaupun sebuah puasa berkaitan
bagi kita, dan juga dilakukan dengan dengan orang lain, tujuan dari puasa
6
e
Kh o tb ah M in gg u | #T E AC H I N G
MAGZ yang semacam itu adalah untuk kepentingan orang lain, bukan
diri sendiri. Daud berpuasa dan menangisi kemalangan yang
menimpa orang lain (Mzm 35:13-14). Puasa yang dilakukan oleh bangsa
Yehuda dikecam oleh Nabi Yesaya karena mereka tidak memperhatikan
kesusahan orang lain (Yes 58:3-7).
Bagi mereka yang berpuasa secara benar, Bapa di surga tidak akan menutup
mata terhadap hal itu. Apa yang dilakukan di tempat yang tersembunyi
akan diketahui oleh Bapa yang juga berada di tempat yang tersembunyi
(ayat 18b). Pandangan orang lain adalah tidak penting.
Allah bukan hanya mengetahui. Dia pun memberikan upah. Dalam
kedaulatan dan anugerah-Nya Allah telah menetapkan ini sebagai sebuah
pola rohani. Tindakan yang dilakukan tanpa motivasi untuk mendapatkan
apapun justru akan diapresiasi dengan upah ilahi.
Apa yang Tuhan Yesus ajarkan hari ini sangat perlu digarisbawahi. Disiplin
rohani berupa puasa seringkali diabaikan oleh banyak orang Kristen.
Kita terjebak pada rutinitas kehidupan sehingga lupa meluangkan waktu
secara khusus bersama Allah di dalam doa dan puasa. Kita seringkali
menganggap dosa menjadi hal yang terlalu biasa sehingga kita tidak
merasa perlu untuk menangisi dosa-dosa itu secara sungguh-sungguh di
dalam puasa kita. Kita juga tidak jarang merasa diri kuat tanpa campur
tangan Tuhan. Itulah sebabnya kita merasa tidak perlu untuk berpuasa
secara khusus pada waktu merencanakan atau melakukan sesuatu.
Dengan berpuasa kita disadarkan dan diingatkan bahwa kita begitu lemah.
Tanpa makanan dan minuman saja kita begitu tidak berdaya, apalagi hidup
tanpa Tuhan, Sang pemberi makanan dan minuman. Dengan berpuasa
kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu. Keinginan untuk makan
dan minum dikontrol sedemikian rupa sehingga kita dapat berfokus pada
Allah. Soli Deo Gloria.
7
e
MAGZ
Po ko k Do a Syafaat | #T E AC H I N G
POKOK DOA SYAFAAT
1. Doakan untuk korban gempa di Malang.
•Doakan agar pemerintah dapat memperhatikan korban gempa
•Doakan agar mereka mendapatkan penghiburan dan kekuatan
dalam menghadapi masa sulit yang ada.
2. Doakan untuk pertumbuhan kerohanian jemaat REC.
•Doakan agar jemaat dapat mengenali dan mewaspadai
kelemahan pribadi, agar bisa mencapai kemenangan.
•Doakan agar jemaat memiliki disiplin rohani yang baik
•Doakan agar jemaat dapat mengetahui karunia Tuhan bagi
mereka dan dapat mempersembahkan dirinya untuk melayani
Tuhan
8
e
MAGZ
K atek ism us Wes t m i n s t e r | #T E AC H I N G
KATEKISMUS WESTMINSTER
Pertanyaan 90:
Apa tugas kewajiban yang pelaksanaannya Allah tuntut dari manusia?
Jawaban :
Tugas kewajiban yang pelaksanaannya Allah tuntut dari manusia
ialah ketaatan pada kehendak-Nya yang dinyatakan.
a. Rom 12:1-2; Mik 6:8; 1Sa 15:22.
9
e
Al l Ab o ut Mar r i age | #C AR E
MAGZ
Apa yang anda harapkan?
Menebus Realitas Pernikahan | Menemukan Kekuatan Disaat Hidup Berantakan
B
agaimanapun keadaan Anda
saat ini, entah malapetaka
sedang menimpa kita atau di saat
hidup kita baik-baik saja, kami
yakin Anda akan mendapatkan
sesuatu di dalam kehidupan Kelima
Wanita yang luar biasa, yang kami
paparkan dalam buku ini. Dan Allah
dapat menggunakannya untuk
memberikan kepada Anda suatu
bentuk kekuatan yang berbeda.
Jalan
yang
Sesungguhnya
Menuju Kekuatan
Kami ingin membawa Anda untuk
melihat bagaimana Allah sangat
memperhatikan hal-hal paling kecil
yang terjadi di dalam hidup kita.
Kita mulai dari daftar silsilah Tuhan
Yesus.
“Abraham memperanakkan Ishak
…
Yehuda
memperanakkan
Peres dan Zerah dari Tamar …
Salmon memperanakkan Boas
dari Rahab, Boas memperanakkan
10
e
Al l Ab o ut Mar r i age | #C AR E
MAGZ
Obed dari Rut … Daud
memperanakkan Salomo
dari istri Uria [Batsyeba] … Yakub
memperanakkan Yusuf suami
Maria, yang melahirkan Yesus yang
disebut Kristus” (Mat 1:1-16).
Nya. Tetapi Dia bisa menggunakan
kekeliruan
atau
kesalahan
yang dilakukan manusia untuk
menggenapi semua tujuan dan
rencana-Nya. Selain itu, di dalam
kehidupan kelima orang biasa ini,
kita bisa menemukan sifat-sifat
Pada jaman itu kaum wanita yang luhur bersamaan dengan
seringkali berada di belakang segala kekurangan dan kelemahan
panggung,
Matius
justru manusia mereka.
menempatkan mereka di atas
panggung – menjadi pusat perhatian. Sebuah Misteri Besar
Maria dan Rut bisa kita mengerti,
tetapi apa maksudnya dengan Masih ada sebuah misteri besar
memasukkan Tamar, Rahab, dan lainnya: Mengapa Allah mengijinkan
Batsyeba.
kita memiliki kehendak bebas –
penyebab sebagian besar hal buruk
Tamar seorang janda yang ditinggal yang terjadi di dalam kehidupan
mati kedua suaminya. Lalu ia merayu kita – dan pada saat yang sama
mertuanya sehingga memperoleh melaksanakan tujuan dan rencana
anak kembar. Rahab seorang ilahi-Nya?
perempuan
sundal.
Batsyeba
berselingkuh.
Terlepas dari segala kekurangan
dan kelemahan mereka, ada banyak
hal yang bisa kita pelajari dari
pengalaman ketiga wanita yang
memiliki reputasi buruk ini. Yang
utama harus kita ingat adalah Allah
tidak memerlukan kesempurnaan
kita untuk melakukan kehendak11
e
Al l Ab o ut Mar r i age | #C AR E
MAGZ
Dan kisah dari Kelima
Wanita yang ada di dalam
daftar silsilah Kristus menunjukkan
bahwa Allah, dengan kemurahan
hati-Nya yang luar biasa, bekerja
untuk membebaskan orang-orang
berdosa … orang-orang yang suka
berbohong, mencuri, menipu,
berzinah, dan membunuh. Kisahkisah ini membuktikan bahwa Allah
sedang bekerja, sekalipun saat hidup
ini berantakan. Meskipun umat-Nya
tidak bisa memandang tangan-Nya
yang penuh kasih, Dia tetap sedang
bekerja.
daya tarik bagi hasrat manusia
untuk menentukan tujuan hidupnya
sendiri.
Ini Semua Dimulai dari Betty
Betty Friedan meluncurkan “gerakan
wanita” (1963), yang mengajar para
wanita untuk mengejar kekuatan dari
luar diri mereka. Dia berkata bahwa
para wanita yang kuat mengejar
kekuatan dan kekuasaan yang
membawa mereka pada aktualisasi
diri dan kebahagiaan.
Daya Tarik Kemerdekaan Kaum
Jalan yang Salah Menuju Kekuatan Wanita
Tahun 2001 adalah “Jaman Oprah.”
Ia seorang pemandu acara yang
sangat terkenal. Oprah Winfrey
selalu memusatkan karirnya pada
pencarian makna untuk perjalanan
hidup. Filosofi Oprah ini kombinasi
dari aliran New Age, feminisme,
humanistis, dan aliran shamanistis,
yang memfokuskan pada perasaan
yang baik dan mengajar mereka
untuk yakin bahwa mereka dapat
melakukan dengan lebih baik tanpa
menempatkan
batasan-batasan
atau tuntutan-tuntutan pada diri
mereka sendiri. Ini juga menjadi
Pada tahun 1970-an, kekuatan
Gloria Steinem sebagai seorang
bintang telah mengubah fokus aliran
feminisme. Bahkan ia menjadikan
ideologinya sebagai trend pada
masa itu: tidak menikah, tidak
memiliki anak, dan kaya raya. Gloria
menyebut wanita menikah sebagai
“para pelacur paruh-waktu” dan
kamar tidur pasangan suami istri
sebagai “tempat perkosaan di malam
hari.” Ironisnya, Gloria menikah
pada musim panas tahun 2000.
12
e
Al l Ab o ut Mar r i age | #C AR E
MAGZ Apa Kebenaran Itu?
Mengapa
pesan
feminisme yang radikal, yang
mengarahkan segala sesuatu kepada
diri sendiri dan memusatkan pada
kekuatan dan kekuasaan pribadi
telah dikumandangkan begitu
keras? Dan mengapa para pembawa
pesan feminisme yang radikal itu
begitu terkenal meskipun pesanpesan yang mereka sampaikan itu
tidak tahan uji?
Allah telah menampilkan wanitawanita yang bisa dijadikan contoh
untuk definisi-Nya tentang seorang
wanita yang memiliki kekuatan dan
kuasa yang sesungguhnya.
Terhadap Sebuah Pemahaman
yang Benar.
Tidak peduli siapa kita sebagai
pribadi atau kemampuan apa saja
yang kita miliki sebagai seorang
wanita, Alkitab menjanjikan bahwa
nilai dan makna sesungguhnya
yang kita miliki berasal dari Yesus
Kristus, Pencipta dan Penebus kita.
Kita bisa menjadi bejana-bejana
yang berharga karena Dia akan
tinggal di dalam kita dan berkarya
melalui diri kita. Itulah kekuatan
yang sesungguhnya. Suatu kekuatan
yang abadi dan benar.
Di dalam kebudayaan modern,
banyak
wanita
menganggap
pemenuhan dan pemuasan diri
sendiri merupakan hal yang
mendasar.
Konsep
tentang
“lakukanlah keinginanmu sendiri”
telah diangkat dan disejajarkan
dengan undang-undang negara
atau suatu kebenaran teologis. Ini
adalah sebuah filsafat kosong yang
menggiurkan tetapi mengacaukan Sebuah Pandangan Baru
dan seringkali menjerat kaum
wanita – bahkan kaum wanita yang Kami percaya bahwa pandangan
begitu beriman sekalipun.
baru terhadap kehidupan Kelima
Wanita itu akan membantu kaum
Anehnya, para penganut feminisme wanita jaman sekarang melihat
yang radikal tidak memunculkan bagaimana Allah memakai mereka
ide “wanita yang kuat dan berkuasa.” untuk menggenapi rencana dan
Tetapi Allah memunculkannya.
13
e
Al l Ab o ut Mar r i age | #C AR E
MAGZ tujuan-Nya, kita akan
mempelajari lebih dalam
lagi ciri karakter mereka yang
menjelaskan dan menggambarkan
kekuatan unik dari masing-masing
wanita itu serta bagaimana masingmasing kita bisa mengembangkan
sifat-sifat ini di dalam hidup kita
sendiri.
biasa-biasa saja untuk melakukan
kehendak-Nya. Dan saat ini, Allah
sedang memilih Anda.
Ringkasan Pembukaan: A Different
Kind of Strength
Beverly LaHaye & Janice Shaw
Crouse
~ bersambung ~
Untuk Anda dari Kami Berdua
Aku berdoa supaya Ia, menurut
kekayaan
kemuliaan-Nya,
menguatkan dan meneguhkan kamu
oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam
di dalam hatimu dan kamu berakar
serta berdasar di dalam kasih …
Bagi Dialah, yang dapat melakukan
jauh lebih banyak daripada yang
kita doakan atau pikirkan, seperti
yang ternyata dari kuasa yang
bekerja di dalam kita, bagi Dialah
kemuliaan di dalam jemaat dan di
dalam Kristus Yesus turun-temurun
sampai selama-lamanya. Amin (Ef
3:16-21).
Allah memiliki rencana bagi Kelima
Wanita biasa itu, dan Dia memiliki
suatu rencana bagi Anda juga!
Allah memilih orang-orang yang
14
e
B agaim an a Seh ar u s n ya K i t a M e n e r ap k an Mati u s 5:23-24|#Q and A
MAGZ
Bagaimana kita seharusnya
menerapkan Matius 5:23-24?
D
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M
alam teks ini Tuhan Yesus memerintahkan siapa saja yang merasa
ada ganjalan di dalam hati orang lain terhadap dirinya untuk
segera meninggalkan persembahannya dan berdamai dengan orang itu.
Sesudah penyelesaian masalah, orang itu boleh kembali meneruskan
persembahannya. Apakah ini berarti bahwa kita harus meninggalkan
ibadah pada saat kita teringat sesuatu yang mengganjal hati kita atau orang
lain? Pertanyaan ini wajar untuk dikemukakan.
Untuk menjawab pertanyaan di atas secara tepat, kita perlu memperhatikan
ayat-ayat lain di Matius 5:21-48. Perbandingan dengan teks-teks ini akan
menolong kita untuk memahami maksud dan penerapan dari perkataan
Tuhan Yesus. Jika ini dilakukan, kita akan mendapati bahwa perkataan
Tuhan Yesus di ayat 23-24 tidak seharusnya dipahami dan dipraktekkan
secara hurufiah.
15
e
B agaim an a Seh ar u s n ya K i t a M e n e r ap k an Mati u s 5:23-24|#Q and A
MAGZ
Sama seperti bagian-bagian lain, ayat 23-24 merupakan sebuah situasi
pengandaian yang sangat ekstrim. Sebagai contoh, ayat 29-30 berbicara
tentang pencungkilan mata dan pemotongan tangan sebagai upaya untuk
menghindari perzinahan. Ini jelas bukan perintah untuk amputasi diri
secara hurufiah. Lagipula, pencungkilan mata dan pemotongan tangan
bukanlah solusi sempurna bagi perzinahan, sebab perzinahan terjadi di
dalam hati. Ayat 39-40 sebaiknya dipahami sebagai sebuah nasihat untuk
lebih memperhatikan hal-hal rohani di atas hal-hal jasmani. Kita bahkan
rela kehilangan hal-hal jasmani (kenyamanan dan kesenangan hidup)
demi keselamatan rohani kita.
Sama seperti bagian-bagian lain, ayat 23-24 juga sukar untuk dipraktekkan
secara hurufiah. Sebagai contoh, ayat 39 berisi perintah untuk memberikan
pipi kiri pada saat orang lain menampar pipi kanan kita. Kita tidak
mungkin melakukan ini secara hurufiah, karena tindakan itu hanya
akan menambahkan kemarahan dan kebencian orang lain kepada kita.
Begitu pula dengan ayat 40. Orang lain hanya menuntut baju, tetapi kita
diperintahkan untuk menyerahkan jubah kita sekalian. Untuk apa kita
menyerahkan apa yang tidak dituntut oleh orang itu? Kalau pun kita tidak
memberi “tambahan bonus,” orang tersebut juga tidak akan keberatan,
karena yang ia tuntut memang bukan bonusnya.
Maksud dari ayat 39-40 adalah kerelaan untuk memberikan walaupun kita
dirugikan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan adalah biasa. Kita
dipanggil untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Bahkan bukan
sembarang kebaikan. Kita malah bersedia memberikan lebih banyak
daripada yang pantas diterima oleh orang lain.
Berdasarkan semua penjelasan di atas, marilah kita kembali pada penerapan
ayat 23-24. Teks ini secara esensial mengajarkan bahwa kesucian hati lebih
baik daripada ritual keagamaan. Allah mencari kemurnian hati lebih
16
e
B agaim an a Seh ar u s n ya K i t a M e n e r ap k an Mati u s 5:23-24|#Q and A
MAGZ
daripada praktek keagamaan. Kita tidak boleh seperti orangorang Farisi dan ahli Taurat yang terlihat sangat taat dalam
beribadah, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan (15:7-9). Soli Deo Gloria.
17
e
Do ctrin e Do es M at t e r | #T E AC H I N G
MAGZ
DASAR-DASAR ALKITAB PEMILIHAN
TANPA SYARAT
T
etapi bila kita menyadari bahwa
iman itu bukan pemberian
manusia kepada Allah, melainkan
karunia Allah kepada manusia, maka
kita juga akan menyadari bahwa
orang yang sudah diselamatkan
tidak akan pernah kehilangan
imannya. Hal ini dapat dipastikan
karena Allah tidak pernah berubah.
“Aku, TUHAN, tidak berubah”
(Mal. 3:6). “Yesus Kristus tetap sama,
baik kemarin maupun hari ini dan
sampai selama-lamanya” (Ibr.13:8).
Allah tidak seperti seorang anak
kecil yang saat ini menyukai boneka
beruangnya, tetapi besoknya sudah
melempar boneka tersebut ke sudut
kamar. Allah juga tidak seperti
seorang gadis remaja yangsaat
ini terpesona oleh satu model
rambutnya tetapi kemudian akan
mencoba model lain lagi. Tidak!
Allah tidak berganti pikiran secara
tiba-tiba atau melakukan perubahan
secara tak terduga. Ia mengetahui
dari awal sampai akhir. Ia bertekun
18
e
Do ctrin e Do es M at t e r | #T E AC H I N G
MAGZ di dalam kasih-Nya. Ia
tetap dan tidak berubah.
Kenyataan inilah yang
membuat Paulus menulis kepada
jemaat di Filipi: “Akan hal ini aku
yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang
memulai pekerjaan yang baik di
antara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhirnya pada hari
Kristus Yesus” (1:6). Bila Allah
memulai suatu pekerjaan, Ia
akan
menyelesaikannya.
Bila
Allah memulai suatu pekerjaan
diantara orang-orang Filipi, Ia
akan
meneruskannya
sampai
selesai dengan sempurna pada saat
kedatangan Kristus yang kedua
kalinya. Inilah ketekunan oorangorang kudus. ketekunan orang-orang
kudus tergantung pada ketekunan
Allah.
Bila ada yang berpendapat
bahwa Allah memilih kita untuk
diselamatkan karena kita telah
melakukan sedikit kebaikan seperti
percaya kepada Kristus, maka akan
dapat disimpulkan bahwa bila Allah
melihat kita menjadi ragu=ragu di
dalam iman kita, Ia akan mengubah
pikiran-Nya sehingga kita tidak jadi
menerima keselamatan. Karena kita
adalah jahat dan rusak, dan akan
selalu berpaling dari Allah kecuali
Ia datang kedalam hidup kita setiap
saat dengan anugerah-nya yang
memperbarui dan menopang kita.
Tetapi Allah tidak bekerja dengan
cara mengaruniakan anugerah
keselamatan kepada kita karena Ia
telah melihat terlebih dahulu bahwa
kita akan menjadi baik dan percaya
kepada Kristus. Karena menurut
naturnyakita ini sudah rusak total.
Di dalam kita tidak ada satu hal
apapun, sekecil apapun yang dapat
membuat kita layak dikasihi Allah.
Sebaliknya, segala sesuatu yang ada
di dalam kita akan membuat Allah
membenci kita (Lihatlah kembali
bab. 1). Alasan yang membuat Allah
mengasihi kita hanya terdapat pada
diri-Nya, bukan pada diri kita.
Jika Allah mengetahui dari sejak
semula bahwa tidak ada satu pun
di dalam diri kita yang membuat
kita berharga untuk menerima
kasih-Nya dan anugerah-Nya yang
menyelamatkan, maka tak ada satu
pun di dalam kita seperti dosa atau
ketidakpercayaan kita yang akan
menyebabkan Dia mengubah kasihNya kepada kita dan menghilangkan
19
e
Do ctrin e Do es M at t e r | #T E AC H I N G
MAGZ anugerah keselamatan-Nya. Karena penyebab kasih-Nya adalah
di dalam Dia dan bukan di dalam kita. Demikianlah kita melihat
bahwa doktrin Alkitab mengenai ketekunan orang-orang kudus
didasarkan pada kasih Allah yang kekal kepada orang-orang pilihan-Nya.
Bersambung………
Sumber: Lima Pokok Calvinisme oleh H. Palmer
20
e
Pada Hari E n gk au M e m ak an n ya, Pas t i l ah . . . .|#D OYO U KNOW
MAGZ
Pada hari engkau memakannya, pastilah
engkau mati (Kejadian 2:17)
K
ejadian 2:17 jelas menyatakan
bahwa hukuman atas dosa
Adam adalah kematian yang
sifatnya segera (band. “pada hari
engkau memakannya”). Apabila kita
membandingkan ayat ini dengan
peristiwa kejatuhan ke dalam dosa
di Kejadian 3, Adam ternyata tidak
langsung mati. Ia masih hidup
sampai berumur 930 tahun (Kej
5:5). Apakah Allah di pasal 2:17
hanya sekedar menggertak Adam
saja supaya ia taat, padahal Ia tidak
sungguh-sungguh
bermaksud
untuk menghukum Adam dengan
kematian? Apakah perkataan Iblis
di Kejadian 3:4 lebih jujur daripada
ucapan Allah di ayat ini? Bagaimana
kita menjelaskan kesulitan di atas?
Para sarjana telah berusaha
memberikan solusi yang aman
untuk
mengharmonisasikan
pertentangan di atas. Sebagian
21
e
MAGZ
Pada Hari E n gk au M e m ak an n ya, Pas t i l ah . . . .|#D OYO U KNOW
mengaitkan
hukuman
ini dengan anugerah
Allah yang menjadi tema sentral
dalam Kejadian 1-11. Sebelas pasal
pertama dari kitab Kejadian ini
memang menunjukkan penekanan
pada konsep anugerah, misalnya
belas kasihan terhadap Kain yang
bersalah (4:13-14), pemberian Set
sebagai pengganti Habel, orang yang
benar itu (4:25-26). Dari kacamata
ini, Adam dan Hawa sebenarnya
memang layak untuk dihukum mati,
tetapi Allah tidak melakukan hal itu,
karena Ia masih berbelas kasihan
kepada mereka.
Hampir sama dengan solusi
di atas, sarjana lain mencoba
membandingkan frase “pastilah
engkau mati” (mot tamut) di ayat
ini dengan yang muncul di teksteks Perjanjian Lama yang lain. Dari
studi ini ditarik kesimpulan bahwa
frase mot tamut kadangkala dipakai
untuk peringatan hukuman yang
tidak jadi dilaksanakan, misalnya
Yeremia 26:8 dan 1Raja 14:44.
Khusus untuk teks yang terakhir ini,
hukuman tidak jadi dilaksanakan
karena adanya anugerah. Dalam
beberapa kasus yang lain, pertobatan
menjadi alasan mengapa hukuman
tidak jadi dilaksanakan, misalnya
Yehezkiel 3:18, 33:8 dan 33:14. Jika
dihubungkan dengan Kejadian 2:17,
peringatan mot tamut tidak jadi
dilaksanakan oleh Tuhan karena
anugerah-Nya atas manusia atau
karena pertobatan mereka.
Walaupun dua solusi di atas
mendukung keharmonisan Alkitab,
namun kita sebaiknya menolak
usulan tersebut. Kejadian 1-11
memang mengajarkan tentang
konsep anugerah, tetapi bukan
dalam arti penghapusan hukuman.
Kitab Kejadian bahkan mencatat
pelaksanaan sebuah ancaman
hukuman
yang
mengerikan,
yaitu air bah yang membinasakan
semua generasi Nuh (Kej 7:124). Apakah ada kemungkinan
Adam dan Hawa diampuni karena
mereka bertobat? Kejadian 3:1213 menjelaskan hal sebaliknya.
Mereka bahkan menyalahkan Allah
atas apa yang terjadi. Ketika Adam
dimintai pertanggungjawaban oleh
Allah, ia menyalahkan Allah dan
sekaligus Hawa melalui ungkapan
“perempuan yang Kau tempatkan di
sisiku, dialah yang memberikannya”
22
e
Pada Hari E n gk au M e m ak an n ya, Pas t i l ah . . . .|#D OYO U KNOW
MAGZ
(Kej 3:12. Ungkapan ini jelas menunjukkan kalau Adam justru
menyalahkan Allah yang telah memberi dia seorang pendamping
(band. Kej 2:18).
Bagaimana kita sebaiknya memahami ancaman hukuman Allah di Kejadian
2:17? Teks ini bisa dijelaskan dengan mudah apabila kita memahami arti
“pada hari” (beyom) dan “mati” di teks ini. Kata “pada hari...” juga muncul
di 1Raja 2:37-46. Dalam ayat ini Shimei diperingatkan bahwa ia akan
mati pada hari ia melewati sungai Kidron (ayat 37), ternyata ia memang
dihukum mati, tetapi beberapa waktu setelah ia melewati sungai Kidron
(ayat 42-46). Frase yang sama juga dipakai di Keluaran 10:28 “jangan
lihat mukaku lagi, karena pada hari engkau melihat mukaku, engkau
akan mati”. Dari dua teks tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa
frase “pada hari...” (beyom) hanya menegaskan kepastian atau keseriusan
hukuman. Frase ini tidak menyatakan waktu yang spesifik (tertentu) dari
pelaksanaan hukuman.
Bersambung………..
NK_P
23
e
B AB I | # M I S S I O N
MAGZ
HAK atas tindakan pencegahan
(Lanjutan tgl 13 November 2016)
uhan yang empunya tuaian
telah mengutus kita untuk pergi.
Seorang pekerja yang mati atau yang
sakit, tidak banyak gunanya. Jelas
ada kewajiban kita untuk melakukan
semua tindakan pencegahan yang
masuk akal dan jika mungkin
memanfaatkan semua perlindungan
atas kesehatan yang telah disediakan
oleh ilmu pengetahuan modern
bagi kita. Kita sama sekali tidak
berhak untuk melanggar peraturan
T
kebersihan hanya karena kita
ingin melanggarnya. Namun di
lain pihak, ada orang-orang di
sekeliling kita yang tidak dididik
dengan konsep kebersihan modern,
namun hatinya penuh dengan kasih
mau menghidangkan makanan
dan minuman bagi kita, maka
itulah waktunya untuk berkata
seperti Paulus, “tanpa mengadakan
pemeriksaan, karena keberatankeberatan hati nurani,” (I Korintus
10:27) Tentu saja dalam kasus
24
e
B AB I | # M I S S I O N
MAGZ
di mana ketaatan yang ketat pada peraturan kesehatan akan
menghambat pelaksanaan pengutusan kita. Kita bisa percaya
bahwa Dia telah mengutus kita juga akan menjaga kita.
BAB IV: HAK UNTUK MENGATUR URUSAN PRIBADI
Kami sedang melayani di pedalam selama satu pekan. Saat pertama
kali kami di sana, istri pendeta mengulurkan sebuah baskom berisi air
mendidih. Sikapnya menunjukkan perpaduan yang tepat dan kerendahan
hati serta kebanggaan. Setiap hari saya harus membasuh wajah sebanyak
lima kali, tanpa diketahui alasannya. Penjelasan dari istri pendeta, “Tentu
saja, semua orang yang suka kebersihan akan melakukannya. Dan saya
dibesarkan dari keluarga yang sangat disiplin akan kebersihan.” Saya tidak
mempermasalahkan untuk membasuh wajah dan kaki sesering mungkin.
Nenek Bay memiliki seorang cucu perempuan berumur Sembilan tahun
yang baru pulang dari Shanghai. Nenek Bay dengan bangga ke gereja
ditemani olehnya, yang berperilaku manis dengan gaun Shanghai yang
cantik. Selesai ibadah banyak yang memuji gaun cucunya, tetapi dengan
pandangan tanda tidak setuju. Nenek Bay memahami pandangan itu dan
berkata, “Bahan kainnya sangat bagus dan jahitannya baik, tetapi tidak ada
lengannya. Ini kurang sopan. Tetapi dia tidak mempunyai sisa kain dan
saya tidak berhasil mencari kain yang sesuai. Baju itu terlalu bagus untuk
dibuang. ”Saya yang sedang duduk tidak jauh dari sana mendengarkan
sambil ternganga. Anak itu masih cukup kecil untuk dipermasalahkan
lengan bajunya yang berlengan pendek.
Saya berusaha memandang dari sudut pandang mereka dan terkejut. Di
daerah itu, semua wanita yang agak tua mengenakan baju luar longgar yang
panjangnya mencapai paha dan celana panjang longgar, sebagai busana
mereka sehari-hati. Ketika itu hari panas dan mereka akan menyingkap
celana panjangnya. Dengan semangat mengipasi lutut mereka yang
25
e
B AB I | # M I S S I O N
MAGZ
tersingkap. Berbanding terbalik dengan ibu-ibu di gereja tadi
yang begitu risau dengan gaun lengan pendek yang dikenakan
anak 9 tahun. Apakah kesopanan itu sebenarnya? Di beberapa kalangan di
India, dianggap tidak sopan bila seorang wanita menampakkan wajahnya,
tetapi kakinya yang telanjang, mengintip dibalik jubah panjangnya. Halhal yang bagi kita tampaknya baik, dianggap tidak sopan oleh orang-orang
lain dan hal-hal yang kita anggap tidak sopan, mungkin dianggap tidak
apa-apa oleh orang lain.
Seorang misioanaris wanita yang masih muda pergi ke pedalaman, ke
pos misinya yang pertama. “Saya tidak mau terlihat jelek,” katanya. Dan
ia membawa semua gaunnya yang bagus-bagus. Ketika ia tampil dengan
busana warna-warni yang tidak biasa dikenakan oleh orang setempat atau
berbaju lengan pendek, ketika semua penduduk wanita berlengan panjang,
misionaris yang lebih senior mencoba menegur dia untuk sedikit mengubah
cara berbusananya, namun semua ditolaknya mentah-mentah. Dengan
penuh semangat, ia mulai bekerja di antara anak-anak, menggunakan
gambar-gambar secara efektif untuk mengatasi perbendaharaan katanya
yang terbatas. Suatu hari dua orang murid yang disayanginya tidak datang
dan ia bertanya kepada pembantunya, seorang gadis SMA yang cerdas.
Gadis itu dengan malu-malu memberikan jawaban yang berbelit-belit.
Setelah didesak, akhirnya gadis itu memberitahu hal yang sebenarnya.
Satu jam kemudian, misionaris senior mendapai dia sedang menangis di
kamarnya. Ia bercerita, bahwa kedua muridnya dilarang ke sekolah, karena
ibu mereka menganggap misionaris wanita dengan berpakaian seperti itu
adalah bukan wanita baik-baik.
Bersambung…….
26
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
RENUNGAN HARIAN
Senin, 21 November 2016
MENANGISI DOSA
(Bacaan: Imamat 16:30-31)
Ketika saya di sekolah Alkitab, ada aturan dan ketetapan yang wajib
dilakukan, yaitu berdoa puasa seminggu sekali. Saya mengikuti aturan itu
selama kurang lebih 5 tahun tetapi tanpa pengertian yang benar. Kadang
saya mengira berdoa puasa hanya supaya pelayanan semakin berkuasa
dan diurapi atau karena banyaknya pergumulan. Bagaimana jika tidak
sedang bergumul? atau pelayanan dirasa cukup baik? tidak perlu puasa.
Doa puasa bukanlah sarana untuk menjadikan kita “sakti” secara rohani
atau sarana untuk memaksa Tuhan menjawab pergumulan kita, meskipun
kadangkala kita merasakan ada jawaban ketika berdoa puasa. Namun,
bukan karena itu kita berdoa puasa. Kitab Imamat mencatat berpuasa
sebagai ketetapan bagi bangsa Israel untuk selamanya. Sebelum berpuasa
diawali dengan mempersembahkan korban pendamaian atas segala dosa.
Bangsa Israel berkabung sedemikian rupa karena dosa-dosa mereka dan
sambil mempersembahkan korban. Hari pendamain dan perkabungan
karena dosa ini disertai dengan satu sikap yaitu berpuasa. Berpuasa
berarti suatu tindakan penyangkalan diri tidak hanya dari makanan dan
minuman tetapi penyangkalan diri dari tindakan berdosa.
Kita adalah orang berdosa dan itulah sebabnya kita perlu mengambil
waktu untuk berpuasa. Sebagaimana orang Israel akan menangisi dosa
mereka di hadapan Tuhan dan mengalami sukacita pembebasan dari dosa,
demikianpun kita. Mari disiplinkanlah diri untuk berpuasa.
27
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
Selasa, 22 November 2016
PUASA YANG MENGUBAHKAN
(Bacaan:Yesaya 58:4-8)
Puasa adalah salah satu tanda bagi orang Yahudi untuk menunjukkan
apakah orang itu saleh atau tidak. Ketika seseorang berpuasa dengan
disiplin maka mereka akan merasa cukup berkenan kepada Allah. Padahal
tidak semua puasa berkenan kepada Allah dan itu dianggap kesalehan
yang palsu. Puasa seperti apa yang berkenan kepada Allah?
Puasa yang disertai dengan sikap yang saleh itulah yang berkenan dan
memuliakan Tuhan. Bangsa Israel bertanya “mengapa setelah kami berpuasa
pun Engkau tidak mengindahkan kami dan tidak memperhatikan kami?”
(ayat 3). Dan Tuhan menjawab bahwa mereka memang menundukkan
kepala tetapi seperti rumput gelagah (rumput alang, menunduk tapi
mendongak), dan membentangkan kain kabung dan abu sebagai lapik
tidur. Artinya tidak ada kesungguhan dalam berpuasa. Sikap hiduppun
tidak berubah, tetap saja melakukan dosa. Yang dikehendaki dalam
berpuasa adalah membuka belenggu kelaliman dan melepaskan tali kuk.
Jika belenggu dosa, perhambaan ini sudah dilepaskan, maka tujuan Allah
akan tercapai yaitu supaya kita memecahkan roti bagi yang lapar, memberi
tumpangan bagi orang miskin, dan memberi pakaian bagi orang yang
telanjang (ayat 7 dan 8). Artinya bahwa ketika kita dilepaskan dari kuk
dosa, kelaliman, kita tidak lagi hidup bagi diri kita sendiri.
Sudahkah kita berpuasa dengan kesungguhan hati dan sudahkah puasa
kita melepaskan kita dari hidup mementingkan diri sendiri?
28
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
Rabu, 23 November 2016
INTIM DENGAN TUHAN
(Bacaan: Kisah Para Rasul 13:2-4)
Seorang pemudi menjumpai pendeta dan menyampaikan kekecewaannya
kepada Tuhan. Rupanya mereka sekeluarga kecewa kepada Tuhan, sebab
merasa Tuhan berjanji jika ayahnya ikut pilkada, pasti menang. Setelah
ayahnya ikut dan habis uang yang cukup banyak hingga harus menjual
harta benda yang ada, ternyata kalah. Kemudia si pendeta bertanya dari
mana kamu tahu Tuhan berjanji ayahmu akan menang? Dia berkata
melalui penglihatan pendoa-pendoa yang mereka temui. Alkitab mencatat
beberapa kali Tuhan menyatakan kehendakNya yang spesifik ketika
mereka intim dengan Tuhan melalui Doa dan puasa. Bukan instan melalui
orang lain.
Rasul Paulus dan Barnabas mendapatkan panggilan khusus dari Tuhan
ketika berada dalam sebuah keintiman dengan Tuhan, yaitu “Ibadah
dan puasa” (ay. 2). Setelah mendapatkan panggilan, mereka memulai
pelayanannya juga melalui doa dan puasa (ay.3). Pola ini yang selalu
dilakukan ketika mereka membutuhkan tuntunan yang khusus dari
Tuhan. Hal yang sama terlihat ketika pemilihan penatua di Antiokhia,
mereka berdoa dan puasa sebelum memasuki pelayanan.
Bagaimana saudara mencari tuntunan Tuhan? Apakah saudara
mengandalkan hamba Tuhan? apakah saudara mencari penglihatan?
ataukah saudara mencari para konsultan? mungkin itu baik, tapi jika
saudara mengabaikan keintiman dengan Tuhan melalui dosa dan puasa
sebagai yang utama, semua nasehat manusia itu bisa menyesatkan engkau.
29
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
Kamis, 24 November 2016
MENERIMA KEPUTUSAN TUHAN
(Bacaan: 2 Samuel 12:15-20)
Tidak semua orang bisa menerima keputusan Tuhan sekalipun keputusan
Tuhan yang diterima terkadang adalah konsekuensi dosanya sendiri.
Demikian juga dengan Daud.
Anak Daud yang baru dilahirkan adalah hasil perzinahannya dengan
Batsyeba. Daud telah mengakui dosanya (ay.13). Sekalipun Tuhan
telah mengampuni Daud, konsekuensi dosa tetap harus dijalaninya.
Konsekuensinya adalah, anak ynag dilahirkan akan mati. Menghadapi
anak yang harus meninggal karena konsekuensi dosa tentu menyiksa
Daud. Itu sebabnya ia mengambil waktu untuk doa dan puasa (ay. 15).
Alkitab tidak menceritakan apa isi doanya, hanya mencatat reaksi sebelum
dan setelah anak Daud meninggal. Sebelum anaknya meninggal, Daud
berdoa puasa, setelah anak Daud meninggal, Daud bangun dari lantai,
mandi dan makan. Dari apa yang dilakukan Daud kita dapat menafsirkan
bahwa Daud menerima konsekuensi dosanya sekalipun sebelumnya dia
mungkin memohon agar kalo boleh anaknya tetap hidup, namun ketika
Tuhan menjawab dengan jawaban “tidak”, iapun menerimanya sebagai
keputusan Tuhan. Doa dan puasa inilah yang memampukan dia menerima
dan menghormati keputusan Tuhan dalam hidupnya.
Ada banyak hal yang sulit kita terima dalam hidup ini. Doa dan puasa
menjadi solusi yang baik bagi kita. Melalui persekutuan dengan Tuhan,
Allah Roh Kudus akan memberikan kekuatan bagi kita untuk menerima
keputusan Tuhan.
30
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
Jumat, 25 November 2016
ESENSI DOA DAN PUASA
(Bacaan: Yeremia 14:1-12)
Beberapa orang memiliki konsep berpuasa memiliki kuasa yang lebih
besar dari sekedar berdoa. Dangan pemahaman yang benar, konsep ini
sebenarnya tidak salah. Namun sayangnya beberapa orang memiliki
konsep yang salah tentang doa dan juga puasa.
Orang Israel mengalami kekeringan yang sangat parah. Pada waktu itu
orang Israel datang dan berseru memohon pertolongan Tuhan. Namun
Tuhan berkata sekalipun mereka berpuasa, Tuhan Tidak akan menolong
mereka, malah akan menghukum mereka. Berpuasa bukan usaha terakhir
yang pasti akan membuahkan hasil. Yang paling penting dalam doa dan
puasa adalah hidup yang takut dan menghormati Tuhan. Doa dan puasa
adalah sarana yang bisa dipakai untuk masuk dalam relasi yang intim
dengan Tuhan. Ketika berdoa dan berpuasa ditarik keluar dari relasi
dengan Allah, maka hanya akan menjadi ritual yang mati.
Ingatlah bahwa esensi dari doa dan puasa adalah relasi yang penuh
kehangatan dengan Allah. Doa dan puasa tidak pernah dipisakan dengan
kehidupan yang menghormati kekudusan Tuhan. Ketika saudara memiliki
doa dan puasa yang rutin namun saudara hidup di dalam berbagai-bagai
dosa, maka sebenarnya saudara telah kehilangan esensi dari doa dan
puasa. Bagaimana dengan kehidupan doa dan puasa saudara selama ini?
31
e
MAGZ
Fam ily Fel l ows h i p | #C AR E
Sabtu, 26 November 2016
MENCARI KEHENDAK ALLAH
(Bacaan: 1 Korintus 7:5)
Sekalipun di dalam Alkitab puasa banyak kali berhubungan dengan
tidak makan, namun ternyata ada cara lain untuk berpuasa. Maksudnya
adalah kita mengambil keputusan untuk sementara meninggalkan semua
rutinitas untuk memusatkan perhatian pada Tuhan dan mencari hikmat
atau kehendak Tuhan.
Di dalam teks ini Paulus memberikan nasehat kepada pasangan suami
istri agar tidak saling menjauhi. Nasehat ini tentu tidak diberikan kepada
mereka yang sedang menjalani kehidupan pasangan suami istri yang
normal. Mungkin mereka sedang dalam persoalan yang rumit untuk
diselesaikan. Itu sebabnya Paulus menasehati mereka untuk jangan
bercerai, tetapi dengan keputusan bersama berpisah sementara untuk
dapat berdoa. Mungkin mereka sudah memakai cukup banyak waktu
untuk bertengkar dan tidak ada ujungnya, mereka perlu mengalihkan
perhatian mereka kepada Tuhan dengan mengasingkan diri. Tujuannya
bukan sekedar untuk menenangkan pikiran tetapi agar semua perhatian
ditujukan kepada Tuhan dan mencari hikmat dan kehendak Tuhan. setelah
itu segeralah berkumpul kembali.
Kita banyak kali berkutat pada kehidupan kita yang penuh dengan
persoalan. Hasilnya adalah kita tambah stress. Kita perlu menyingkir
untuk sementara waktu dan mengalihkan fokuskita hanya kepada Allah
dan kebenaranNya untuk mencari hikmat untuk menyelesaikan semua
persoalan yang ada.
32
e
P E N G UM UM AN
MAGZ
AGENDA MINGGU INI
Hari / Tanggal
Pukul
Senin, 21 November 2016 23.00
Selasa, 22 November 2016 18.30
Rabu, 23 November 2016 19.00
Kamis, 24 November 2016 06.00
19.00
Sabtu, 26 November 2016 06.00
18.30
22.00
Keterangan
Siaran rohani “Grace Alone” Pdt.
Yakub Tri Handoko, Th.M di Radio
Bahtera Yudha , 96,4 FM
STAR “FORMASI SPIRITUAL 2”
Oleh: Yakub Tri Handoko, Th.M.
Latihan Musik KU 3
HUT: Bp. Yakub Tri Handoko
Doa Pagi
Latihan Musik KU 1 dan KU 2
Doa Pemuridan
Persekutuan Pemuda
Siaran rohani “Grace Alone” Pdt.
Yakub Tri Handoko, Th.M di Radio Mercury, 96 FM
Kepada jemaat yang berulang tahun, segenap hamba Tuhan,
penatua, dan jemaat mengucapkan, “Selamat bertambah usia,
kiranya kasih karunia dan hikmat Tuhan menyertai senantiasa,
serta semakin mengasihi dan bertumbuh dalam pelayanan kepada
Tuhan dan sesama.”
33
e
JADWAL P E NATAL AYANAN
IBADAH UMUM
MAGZ
Minggu, 20 November 2016
Penatalayanan
Ibadah
Remaja
(Pk. 09.30
WIB)
Ibadah
Umum I
(Pk. 07.00)
Ibadah
Umum
III
Ibadah
Umum II
(Pk. 10.00)
(Pk. 17.00)
(07.00)
(Pk. 10.00)
Berpuasa (Matius 6: 16-18)
Tema
Pengkhotbah
Ev. Yohanes
Dodik
Iswanto
Liturgos
Sdr.
Daniel
Pelayan
Musik
Sdr. Igo
Sdr.
Calvin
Sdr. Evan
Sdr. Faith
Pelayan
LCD
Sdr.
Andreas
Penyambut
Jemaat
Sdri.
Michelle
B
Sdr.
Ikhsan
Ev. Heri Kristanto
Ibu Debby
Bp. Willy
TW
Bp. Eliazar
Ev. Edo Walla, M.Div.
Sdri. Laura
Sdr. Ishak
Sdr. Hizkia
Sdr. Willy
Sdr. Haris
Sdr. Lutfi
Sdri. Ririt
Sdr. Randy
Bp.
Budijanto
Ibu Santi
Ibu Herlin
Ibu
Christiana
Ibu Eriana
Sdr. Cipta
Sdr. Robin
Bp. Imbo
Ibu
Suyatmi
Sdr. Ishak
Sdri.
Natalia
Doa Syafaat
Bp.
Budijanto
Sdr. Robin
Petugas
Minggu Ini
Ev. Dodik
Bp. Willy
TW
Ev. Heri
Singer
Ibu Vena
Sdr.
Andreas
Bp.
Budiono
Ibu Dinna
Sdri. Kezia
S
Sdr. Denis
Doa
Persembahan
Cab. Ba- Cab. Bavarvarian
ian
Sdri. Tata
Sdri.
Vionatha
Pdt.
Novida
Sdri. Lina
Sdr. Ishak
Bp.
Haryadi
Sdr. Ishak
Sdr. Haryadi
Sdr. Amir
Sdr. Toni
Sdr. Hizkia
Sdri. Marlin
Sdri. Lina
Sdri. Elvi
Sdr. Mito
Sdri. Eka
Pdt.
Novida
Sdri. Lina
Sdri. Elvi
Sdr. Mito
Sdri.
Victoria
Sdri.
Ester
Sdri. Clara
Sdri.
Christine
34
e
JADWAL P E NATAL AYANAN
IBADAH UMUM
MAGZ
Minggu, 27 November 2016
Penatalayanan
Ibadah
Remaja
(Pk. 09.30
WIB)
Ibadah
Umum I
(Pk. 07.00)
(Pk. 10.00)
Ibadah
Umum
III
(Pk. 10.00)
Ev.
Yohanes
Dodik
Iswanto
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Pdt. Reyco
Wattimury,
S.Th.
Ibu Wilis
Ibu Wilis
(Pk. 17.00)
E k s p o s i s i 1 Ko r i n t u s
Ev. Heri
Kristanto
Liturgos
Sdri. Helen
Pelayan
Musik
Sdr.
Michael
Sdr. Evan
Sdr. Arka
Kak
Andreas
Pelayan
LCD
Sdr. Igo
Sdri. Ririt
Sdri.
Melissa
Sdr. Yusuf
Kwanda
Penyambut
Jemaat
Sdr. Igo
Sdr.
Abraham
Ibu Fenissa
Ibu Herlin
Ibu Vena
Ibu Lusiana
Bp. Tontji
Ibu Febry
Bp. Elieser
Sdr. Nobel
Sdr. Yono
Bp. Donny
Ibu Ike
Bp. Eliazar
Sdr. Ishak
Sdr. Hizkia
Sdr. Toni
Sdr. Haris
Doa Syafaat
Doa
Persembahan
Petugas
Minggu Ini
Singer
Cab. Ba- Cab. Bavarvarian
ian
(07.00)
Tema
Pengkhotbah
Ibadah
Umum II
Sdri.
Angie
Ibu Fenissa
Bp. Tontji
Ibu Wilis
Ibu Santi
Sdr. Ikhsan
Sdr. Ikhsan
Sdri. Glory
Bp. Koesoemo
Sdr. Yefta
Sdri. Jane
Sdr. Ishak
Sdr. Haryadi
Sdr. Amir
Sdr. Willy
Sdr. Hizkia
Sdri. Wella
Sdri. Nini
Sdri. Lina
Sdri. Olin
Sdri. Clara
Bp. Koesoemo
Sdr. Yefta
Sdri. Nini
Sdri. Clara
Sdri.
Nora
Bp. Erwin
Sdr. Esau
Sdri. Lina
Ibu Clara
Ev. Dodik
Sdr. Denis
Sdri. Clara
35
e
JADWAL P E NATAL AYANAN
MAGZ
SEKOLAH MINGGU
20 November 2016
27 November 2016
Liturgis
Kak Mei
Kak Debby
Pelayan Musik
Pak Eliazar
Kak Willy
Doa Pra/Pasca SM
Kak Mei
Kak Suani
Tema
Keponakan Paulus
Sidang Terhadap Paulus
Bahan Alkitab
(Kis 22: 30-23:35)
(Kis 22: 30-23:35)
Sion
Kak Budi
Kak Budi
Getsemani
Kak Suani
Kak Suani
Yerusalem
Kak Venna
Kak Mei
Nazareth
Kak Debby
Kak Evelyn
Betlehem
kak Kezia
Kak Fenny
Penatalayanan
(Pk. 09.30 WIB)
(Pk. 09.30 WIB)
IBADAH PEMUDA
Sabtu, 19 November
2016
Sabtu, 26 November
2016
Tema
Growing is a must
(HUT Timothy)
Bisakah saya mempunyai teman sejati?
Pengkhotbah
Pdt. Rudi Tedja
Pdt. Reyco
Litrugos
Sdr. Efraim
Sdri. Marlin
Pelayan Musik
TEAM
TEAM
Pelayan LCD
Sdr. Kevin
Sdri. Christine
Penyambut Jemaat
Sdri. Olin
Sdr. Endo
Sdri. Rani
Sdri. Dian
Petugas Doa
Sdri. Fredy
Sdri. Stefani
Singer
Sdr. Fredi
Sdri. Enty
Sdri, Risty
Sdr. Efraim
Keterangan
(Pk. 18.30 WIB)
(Pk. 18.30 WIB)
36
e
Data Keh adir an Je m aat
DATA KEHADIRAN JEMAAT
MAGZ
Ibadah
Hari/Tanggal
Jumlah Jemaat
Keterangan
Umum 1
Minggu, 13 Nov
2016
41 orang
Umum 2
Minggu, 13 Nov
2016
84 orang
Umum 3
Minggu, 13 Nov
2016
69 orang
Remaja
Minggu, 13 Nov
2016
24 Orang
Pemuda
Minggu, 13 Nov
2016
30 Orang
Cab. Bavarian KU 1
Minggu, 13 Nov
2016
37 orang
SM : -
Cab. Bavarian KU 2
Minggu, 13 Nov
2016
56 orang
SM : - Orang
POS Batam
Minggu, 13 Nov
2016
16 Orang
SM: 60
Remaja: 41
SM: 41 orang
37
Download