i PENGUKURAN RAPAT FLUKS MEDAN

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENGUKURAN RAPAT FLUKS MEDAN MAGNET
GENERATOR KNOCKDOWN
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S1)
Program Studi Pendidikan Fisika
Disusun Oleh :
Lendi Kotipki Ningdana
NIM : 101424051
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
Skripsi ini ku persembahkan kepada
1. Bapakku almahrum Misolsinip Senep Klemens Ningdana dan Ibu tercinta
Paripkur Aknes Asemki
2. Kakakku almahrum Tapki Taklipki Ningdana dan Adik-Adikku tercinta
Atangdoki Lewis Ningdana dan Kaka Yambul Anselmus Ningdana.
3. Bapak-Bapakku almahrum Isom Kaseng Ningdana , almahrum Englokner
Ningdana, almahrum Abidingki Barnabas Ningdana, almahrum Miminong
Bernad Ningdana, almahrum Witki Fransiskus Ningdana, Almahrum
Deladakan Bakim Ningdana, Okweng Abraham Ningdana, Pelemde Yunus
Ningdana, Omyum Eliheser Ningdana, almahrum Omdobali Manu Ningdana,
Yonmumki Martinus Ningdana, Abongbangup Ben Ningdana, almahrum
Kupetwok Ningdana.
4. Kakak-kakakku tercinta Bakol Siprianus Ningdana, Denaweng Charles
Ningdana, Abdakan Lazarus Ningdana, Tapki Frederickus Ningdana, Sabanip
David Ningdana, Agus Ningdana
5. Ibuku tercinta Marsilia Uropmabin dan anak-anak tercinta Ida.A.F.Sewinip
Ningdana, Ichonela Apomserip Ningdana dan Sisan L.G.Yelweng Ningdana.
6. Om tuaku Ngulanki Thomas Asemki dan mama Baptumdiwonip Dodopika
Alwolmabin.
7. Ibu-Ibu tercinta Yapimakot Murupkur Anselina Asemki, Dedenipkur
Bernadeta Sasaka.
8. Sahabat hidupku Kakamum Charolino Ningdana
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Lendi Kotipki Ningdana.2015.
Pengukuran Rapat Fluks Medan Magnet Generator Knockdown.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan untuk
menghitung rapat fluks medan magnet (B) pada generator knockdown putaran
rendah yang penulis rancang. Generator tersebut diukur kecepatan putar dan
tegangan keluaran yang dihasilkannya. Hasil pengukuran kecepatan putar,
tegangan keluaran, tinggi medan magnet dan jari-jari putar medan digunakan
untuk menghitung rapat fluks medan magnet yang dihasilkan oleh generator
knockdown putaran rendah dalam keadaan tanpa beban.
Hasil perhitungan rapat fluks medan magnet tanpa lampu sebesar
0,00257 T. Hasil ini menunjukkan bahwa besar rapat fluks medan magnet
untuk tanpa beban tidak maksimal seperti standar rapat fluks medan magnet
0,1 T sampai dengan 1 T. Diperlukan pengembangan lebih lanjut sehingga
rapat fluks medan magnet (B) rata-rata semakin besar.
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
Lendi Kotipki Ningdana.2015.
Measurement of Knockdown Generator Magnetic Flux.
Thesis. Physics Education Studies Program, Department of Mathematics and
Natural Sciences, Faculty of Teachers Training and Education,
Sanata Dharma University, Yogyakarta.
The conducted research is experiment to define the density of magnetic
flux of low speed generator which has been designed by the writer. Speed of
the generator and output voltage were measured to calculate it’s flux density
as well as the physical parameters of the device such as length of coils and
radius of the poles.
The result shows that the density of its magnetic flux without any bulb
added is 0,00257 T. Its means that the flux density of the generator is below
the common of PM generator flux. Therefore the generator still needs
enhancement for improving it’s performence.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Skripsi yang berjudul ”Pengukuran Rapat Fluks Medan Magnet Generator Knock
Down”.
Dalam penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan
dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada :
1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma
2. A. Prasetyadi, M.Si. selaku Dosen Pembimbing, yang telah meluangkan
waktu, tenaga, dan dengan sabar memberikan bimbingan, saran serta
semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
3. Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi-Papua yang telah
membiayai kebutuhan akademis maupun non akademis dari awal sampai akhir
penulisan skripsi ini.
4. Dr. Ign. Edi Santosa, M.S. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika dan
Kepala Lab Fisika serta dosen penguji, atas semua saran dan masukan yang
berguna demi penyempurnaan skripsi ini.
5. Drs. Domi Severinus, M.Si. sebagai dosen penguji atas semua saran dan
masukan yang berguna demi penyempurnaan skripsi ini.
6. Segenap dosen Program Studi Pendidikan Fisika, atas pendampingan dan
pengetahuan yang diberikan kepada penulis.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Segenap staf karyawan sekretariat JPMIPA atas segala bantuan yang telah
diberikan.
8. Bapak P. Ngadiono sebagai Laboran Fisika yang telah menyediakan dan
bersedia mempercayakan alat-alat kepada peneliti dalam melakukan
penelitian.
9.
Bapak Ir. Doddy Purwodianto, M.T. sebagai Kepala Lab Teknik Mesin dan
Bapak Michael Intan Widanarko sebagai Laboran Teknik Mesin yang
bersedia menyediakan ala-alat penelitian dan mempercayakan alat-alat kepada
peneliti dalam melakukan penelitian.
10. Orangtua serta kakak-kakakku, atas segala bimbingan, dukungan, kasih
sayang, dan doa yang tulus kepada penulis.
11. Teman seperjuanganku, atas dukungan dan doanya Ulbung Sigenen Baptista
Maksimus Asiki dan almahrum Iri Pimchan Alpius Nalsa.
12. Teman seperjuanganku Wilfrida Mayasti Obina yang selalu memberikan
semangat, motifasi, dan lain-lainnya yang penulis tidak bisa sebutkan satu per
satu dalam aktifitas kuliah.
13. Sahabatku Andrias Pradah Haryono, atas bantuannya dalam mendampingi,
membantu melengkapi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
14. Teman-teman Pendidikan Fisika angkatan 2009 yang atas dukungan dan doa
yang diberikan kepada penulis.
15. Teman-teman Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Pegunungan
Bintang Se-Jawa,Bali,Sulawesi,Kalimantan dan Sumatera (KOMAPO) yang
selalu menghibur dan memberikan semangat kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
16. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyaknya kepada semua
pihak yang tidak bisa sebutkan satu per satu dalam penulisan skripsi ini.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Akhir kata, penulis memohon maaf apabila dalam penulisan skripsi ini
terdapat banyak kesalahan.
Penulis.
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....…………………………………………………………..i
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN.................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN……………......………………………………....iii
HALAMAN PERSEMBAHAN…………….…………………………..……....iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……….……………………………..….v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPERLUAN AKADEMIS...……………………………………vi
ABSTRAK…………………………………………………………...………….vii
ABSTRACT……………………………………………………..……………..viii
KATA PENGANTAR………………………………………………..………....ix
DAFTAR ISI…………………………………………………………………....xii
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK…………………………………..……..xiv
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………...…....1
A. LATAR BELAKANG MASALAH……………………………………........1
B. PEMBATASAN MASALAH……………………………………………......2
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. RUMUSAN MASALAH.................................................................................3
D. TUJUAN………………………………………………………………….......4
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………........5
BAB III METODOLOGI……………………………………………………......9
A. DESAIN PENELITIAN…………………………………………………......9
B. PARAMETER YANG DIUKUR……………………………………….....16
C. PROSEDUR ANALISIS DATA……………………………………….......16
BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA……………………………………....18
A. PENYAJIAN DATA…………………………………………………..........18
B. ANALISIS DAN DISKUSI…………………………………………...........20
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………...28
A. KESIMPULAN PENELITIAN………………………………………........28
B. SARAN………………………………………………………………….......29
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................30
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar
2.1
Gambar
3.1
Gambar
Grafik hubungan antara tegangan terhadap kecepatan
8
anguler
Bentuk-bentuk ukuran akrilik yang digambar dalam
10
coreldraw
Rangka generator akrilik yang sudah jadi dari sisi depan
10
Rangka generator akrilik dari sisi samping nampak magnet
11
3.2
Gambar
3.3
Gambar
3.4
Gambar
3.5
berada di dalam
Penampang tinggi (t) generator dari salah satu sisi lilitan
email
Penampang
generator
knockdown
secara
umum
menunjukkan muka generator, belakang generator
,tinggi (t) dan jari-jari (r) dari pusat putaran
Gambar
4.1
Gambar
4.2
Gambar
13
Grafik
hubungan
tegangan
keluaran
(V)
14
terhadap
21
Grafik hubungan tegangan keluaran terhadap kecepatan
22
kecepatan putar (nr).
anguler
Grafik hubungan daya terhadap kecepatan anguler
4.3
xiv
26
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Ketersediaan energi listrik merupakan salah satu tantangan Kabupaten
Pegunungan Bintang yang harus diatasi oleh Pemerintah Kabupaten
Pegunungan Bintang maupun para akademisi untuk mempermudah aktifitas
masyarakat. Hal ini diperlukan karena di lapangan energi listrik tidak tersedia
dalam jumlah yang memadai di Kabupaten Pegunungan Bintang, sekalipun
tersedia banyak sumber energi alternatif.
Dilihat dari letak geografis dan luas wilayah, Kabupaten Pegunungan
Bintang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki sumber
daya alam yang memadai. Artinya bahwa di Kabupaten Pegunungan Bintang
tersedia banyak sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan dengan baik
namun belum termanfaatkan karena tidak tersedianya teknologi pembangkit.
Dengan melihat sumber daya alam yang memadai (sumber energi
alternatif yang tidak termanfaatkan) maka salah satu tantangan pembangkit
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
listrik energi alternatif adalah tersedianya generator sebagai salah satu
alternatif untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Generator bagi energi alternatif biasanya memiliki rapat fluks medan
magnet (B) yang besar sehingga dapat bekerja pada putaran yang rendah. Hal
ini dilakukan untuk menghasilkan jumlah energi listrik yang besar sehingga
dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
Pengukuran rapat fluks medan magnet (B) pada generator buatan
sendiri yang dirancang untuk dipergunakan bagi sumber energi alternatif
penting untuk dilakukan. Artinya bahwa dengan adanya generator buatan
sendiri ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah energi listrik di
Kabupaten Pegunungan Bintang.
Pada umumnya generator yang baik atau cocok untuk membangkitkan
energi listrik dalam jumlah yang ideal adalah dengan rapat fluks medan
magnet (B) yang besarnya di atas 0,1 tesla.
B.
PEMBATASAN MASALAH
Agar permasalahan yang dibahas pada skripsi ini tidak terlalu melebar,
perlu diberikan batasan-batasan sehingga pembaca juga dapat mengetahuinya
dengan benar. Hal ini diperbuat supaya isi dan pembahasan dari skripsi ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
menjadi lebih terarah dan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Adapun
batasan masalah pada penulisan skripsi ini adalah :
1. Generator yang diuji adalah generator putaran rendah yang dibuat dengan
kerangka akrilik, dengan magnet berdimensi persegi panjang yang
memiliki panjang magnet 25 mm, lebar magnet 15 mm, tinggi magnet 5
mm, 8 kutub magnet, 1220 lilitan pada generator, jenis generator radial
dan jenis magnet ND-35,
2. Mengukur tegangan keluaran yang dihasilkan oleh generator knockdown,
3. Karakteristik rapat fluks medan magnet (B) ketika generator dalam
keadaan rangkaian terbuka.
C.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut di atas
maka dapat dibuat rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.
Merancang generator knockdown dengan rangka akrilik,
2.
Mengukur tegangan keluaran yang dihasilkan oleh generator
knockdown,
3.
Menghitung rapat fluks medan magnet (B) pada generator knockdown
dalam keadaan tanpa beban.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
D.
TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
1.
Merancang generator knockdown,
2.
Mengukur tegangan keluaran yang dihasilkan oleh generator
knockdown,
3.
Menghitung rapat fluks medan magnet (B) pada generator knockdown
dalam keadaan tanpa beban.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut Hukum Lorentz terdapat gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik
yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu rapat fluks medan
magnet B. Arah gaya ini akan mengikuti arah maju sekrup yang diputar dari arah
vektor gerak muatan listrik v ke arah rapat fluks medan magnet B. Dengan kata lain
gaya yang bekerja pada suatu muatan yang bergerak dalam medan listrik adalah sama
dengan besarnya hasil perkalian muatan dengan medan listrik ditambah dengan
perkalian muatan dengan perkalian silang antara kecepatan v muatan dengan rapat
fluks medan magnet B dapat dinyatakan sebagai (Achyanto, 1997).




F  Q( E  v  B )
dengan
(2.1)
gaya medan magnet F dalam satuan newton, muatan Q dalam satuan
coulomb, medan listrik E dalam satuan volt/meter, rapat fluks medan magnet B
dalam satuan tesla dan kecepatan v dalam satuan m/s.
Besar gaya Lorentz yang bekerja pada interaksi medan magnet seperti pada
persamaan (2.1) di atas dapat diuraikan menjadi dua buah gaya yaitu yang pertama
besarnya gaya Coulomb yang bekerja sebagai interaksi muatan listrik dan medan
5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
listrik yang tidak tergantung pada gerak ( muatan yang tidak bergerak ) yang


besarnya adalah F  Q. E . Sedangkan yang ke dua adalah besarnya gaya Lorentz
yang bekerja pada sebuah partikel (muatan yang bergerak) yang bergerak dalam
interaksi medan magnet yang besarnya adalah F  Q v  B  .



GGL induksi  , menurut Hukum Faraday,


pada sebuah kawat lurus
sepanjang l yang bergerak dengan kecepatan v tegak lurus terhadap rapat fluks medan
magnet B dapat dituliskan sebagai (Tipler,1996).
ε  Bl v
dengan
(2.2)
ε adalah GGL induksi dalam volt, B dalam tesla, l dalam meter dan v dalam
meter per sekon. Hukum Faraday menjadi dasar perhitungan GGL pada generator.
Generator adalah
alat yang mampu menghasilkan energi listrik yang
bersumber dari energi mekanik. Generator pada umumnya bekerja berdasarkan
prinsip induksi elektromagnetik. Prinsip kerja generator sangatlah sederhana yaitu
kumparan jangkar memotong medan
magnet yang dihasilkan oleh kumparan
medan. Cara kerja generator yang utama adalah dengan adanya medan magnet dan
pemotong medan magnet. Prinsip kerja generator akan lebih mudah dimengerti
apabila kita mengetahui terlebih dahulu apa itu generator. Proses tersebut dikenal
dengan nama pembangkit listrik. Sumber energi mekanik sendiri bisa berasal dari
resiprokat (kebalikan) ataupun turbin.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
Generator listrik mempunyai 2 jenis yaitu generator listrik AC dan generator
listrik DC. Generator listrik AC mempunyai dua kutub stator sehingga apabila kutubkutub magnet yang berlawanan dihadapkan maka akan menimbulkan sebuah medan
magnet. Sedangkan generator listrik DC mempunyai komutator sehingga arus listrik
yang akan dihasilkan berupa arus listrik DC sekalipun sumbernya berupa arus listrik
AC.
Besar tegangan pada generator secara umum dapat dinyatakan sebagai
(Bahtiar,2007)
V
dΦ
dt
(2.3)
Dengan besar perubahan fluks medan mangnet adalah besar hasil perkalian
rapat fluks medan magnet terhadap tinggi total lilitan email dan
kecepatan
(Tipler,1996)
ΔΦ  ΔB.n.x
(2.4)
dengan ΔΦ adalah perubahan fluks medan magnet dalam satuan weber, B adalah
rapat fluks medan magnet dalam satuan tesla, n adalah dua kali tinggi total lilitan
email ( 2t  N ) dalam meter dan x adalah jarak dalam satuan meter sehingga
persamaan (2.3) menjadi
V
dB.n.x 
.
dt
(2.5)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
Karena rapat fluks medan magnet dianggap konstan dan tinggi permukaan
dibuat tetap dalam perancangan generator knockdown tersebut, persamaan (2.5) dapat
di tuliskan lagi menjadi
V
B.n.dx
dt
(2.6)
Perubahan jarak terhadap waktu berlangsung di dalam geometri berupa
lingkaran sehingga perubahan jarak terhadap waktu adalah fungsi kecepatan anguler
dx
dθ
r
 ω.r . Persamaan potensial dapat dituliskan sebagai
dt
dt
V  B.n.r.ω
(2.7)
Persamaan (2.7) di atas menunjukkan besar tegangan potensial pada generator
knockdown. Dengan kita menganggap bahwa rapat fluks medan magnet, tinggi total
permukaan medan magnet dan jari-jari lintasan medan magnet adalah sebuah tetapan
maka persamaan (2.7) dapat diperoleh menjadi
V  C.ω
(2.8)
dengan C  B. n .r sehingga dapat dipunyai grafik hubungan antara tegangan V
sebagai fungsi kecepatan anguler ω sebagai berikut : C adalah gradien V terhadap
 seperti pada gambar 2.1 di bawah ini.
V
C
C
ω
Gambar 2.1. Grafik hubungan antara tegangan terhadap kecepatan anguler
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB III
METODOLOGI
A.
DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen untuk mengukur rapat fluks
medan magnet (B) pada generator knockdown dengan kerangka akrilik.
Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.
Desain Ukuran Akrilik
Pada awalnya generator knockdown digambar dengan menggunakan
program coreldraw pada laptop untuk menentukan ukuran-ukuran.
Ukuran-ukuran tersebut digambar berdasarkan ukuran magnet yang
akan digunakan. Program coreldraw digunakan untuk menggambar
ukuran-ukuran magnet karena program ini memiliki ukuran yang
sesuai dengan pemotongan akrilik. Disain part-part (gambar-gambar)
penyusun rangka akrilik generator ditunjukan pada gambar 3.1.
Gambar 3.1 merupakan bentuk-bentuk part kerangka akrilik yang
digambar dalam coreldraw. Ukuran-ukuran yang digambar dalam
coreldraw tersebut digambar sesuai dengan ukuran magnet yang
digunakan.
9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
Gambar 3.1. Bentuk-bentuk ukuran akrilik yang digambar dalam
coreldraw
Gambar 3.2. Rangka generator akrilik yang sudah jadi dari sisi depan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
Gambar 3.3. Rangka generator bagian akrilik dari sisi samping.
Nampak magnet berada di dalam
Gambar 3.2 dan 3.3 merupakan bagian-bagian kerangka akrilik yang
digambar dalam coreldraw dan digabungkan atau dilem dari sisi muka
generator maupun sisi belakang generator. Dimana pada gambar 3.2
merupakan gambar yang diambil dari sisi muka generator sedangkan
pada gambar 3.3 merupakan gambar yang diambil dari sisi samping
generator dan tempat lilitan email (kawat).
b.
Jenis Magnet dan Ukuran Magnet yang Digunakan
Dalam perancangan generator knockdown ini jenis magnet yang
digunakan adalah jenis magnet ND-35 berbentuk persegi panjang dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
panjang 25 mm, lebar 15 mm dan tinggi 5 mm. Magnet ND-35 digunakan
dalam perancangan generator knockdown karena magnet ND bersifat
permanen dan kuat. Magnet ND (Neodium) atau sering juga disebut
sebagai NdFeB,NIB atau magnet Neo yang juga merupakan sejenis
magnet yang terbuat dari campuran logam neodium.
c.
Proses
Lilitan Email (Kawat)
pembuatan
lilitan
email
pada
perancangan
generator
knockdown dimulai dengan meletakkan salah satu ujung email pada
kutub utara maupun kutub selatan magnet. Setelah meletakkan ujung
email pada kutub utara atau kutub selatan magnet lalu dilakukan lilitan
pada generator knockdown secara periodik. Proses lilitan satu sisi
berlawanan arah dengan sisi lainnya yang berdekatan. Lilitan email
berlawanan arah pada sisi yang berdekatan dengan maksud agar GGL
listrik yang dihasilkan tidak saling menghilangkan.
Jumlah kumparan dan lilitan awal hingga kumparan ke tujuh untuk ke
delapan sisi dalam satu kali putaran lilitan adalah sama yaitu masingmasing tujuh kumparan 20 lilitan, namun untuk lima sisi lainnya
menambahkan satu kumparan sehingga menjadi delapan kumparan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
yang masing-masing terdiri dari 20 lilitan dan tiga sisi lainnya tetap
mempunyai tujuh kumparan yang masing-masing terdiri dari 20 lilitan.
Artinya bahwa lima sisi mempunyai jumlah kumparan dan lilitan
dalam satu kali putaran adalah sama yaitu delapan kumparan 20 lilitan
(8 kumparan × 5 sisi ×20 lilitan = 800 lilitan), sedangkan tiga sisi
lainnya tetap mempunyai tujuh kumparan yang jumlah lilitannya sama
yaitu 20 lilitan dalam satu kali putaran (7 kumparan × 3 sisi × 20
lilitan = 420 lilitan), sehingga jumlah lilitan email dalam generator
knockdown ini adalah 1220 lilitan.
tinggi
(t)
Jari-jari
(r)
Gambar 3.4. Penampang tinggi (t) generator dari salah satu sisi lilitan email
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
tinggi (t)
Muka
gen
erat
or
Jari-jari
(r)
Belaka
ng
gen
erat
or
Gambar 3.5. Penampang generator knockdown secara umum
menunjukkan muka generator, belakang generator ,tinggi (t) dan jarijari (r) dari pusat putaran
Gambar 3.4 dan 3.5 menunjukkan penampang generator knockdown
setelah diberi lilitan. Gambar tersebut menunjukkan kejelasan dua kali
tinggi lilitan email dari salah satu sisi magnet dan jari-jari dari pusat
putaran generator. Dua kali tinggi dikalikan jumlah lilitan email (N)
adalah n sehingga persamaannya adalah n  2t N . Besaran t dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
cm dan N adalah jumlah lilitan email sehingga n mempunyai dimensi
panjang.
Pengukuran tinggi lilitan dilakukan pada salah satu sisi medan magnet
karena semua sisi (delapan sisi) medan magnet dari hasil pengukuran
besarnya sama. Hasil pengukuran tinggi (t) untuk salah satu sisi yang
mewakili tujuh sisi lainnya sebesar 7 cm, namun pada salah satu sisi
medan magnet mempunyai dua kali tinggi medan magnet sehingga
tingginya menjadi 14 cm . Artinya bahwa hasil pengukuran dua kali
tinggi untuk semua sisi ( tinggi delapan sisi) medan magnet besarnya
sama untuk
generator
knockdown tersebut.
Sedangkan hasil
pengukuran jari-jari (r) pada segi delapan akrilik adalah sebesar 64
mm.
Hasil perhitungan pengukuran dua kali tinggi (t) lilitan email dikalikan
dengan jumlah lilitan (N) atau hasil pengukuran dua kali tinggi
permukaan
medan
magnet
dikalikan
dengan
jumlah
perancangan generator knockdown adalah seperti di bawah ini:
n  2t N
n  14 cm 1220 lilitan
n  170,8 m lilitan

lilitan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
B.
PARAMETER YANG DIUKUR
Parameter yang diukur dalam penelitian eksperimen ini adalah:
1. Tegangan Terminal Keluaran
Pengukuran tegangan terminal keluaran yang dihasilkan oleh
generator knockdown dapat diukur dengan menggunakan multimeter.
2. Kecepatan Anguler (ω)
Kecepatan anguler (putar) dari perancangan generator knockdown
dapat diukur dengan tachometer. Hasil pengukuran tachometer dalam
putaran per menit (nr) sehingga persamaan yang dapat digunakan
untuk
memperoleh kecepatan
adalah ω  2π f  2π
anguler dari
1
 2π n r  π n r ,
T
60s
30s
hasil
dengan
pengukuran
nr
adalah
jumlah rotasi atau putaran permenit (Prasetyadi,2013) .
C.
PROSEDUR ANALISIS DATA
Analisis data dapat dilakukan berdasarkan persamaan (2.8). Dimana V
merupakan hasil pengukuran tegangan terminal keluaran yang dihasilkan oleh
generator knockdown, C mewakili rapat fluks medan magnet (B) kali hasil
perhitungan dua kali tinggi medan magnet dikalikan jumlah lilitan (n) dikalikan
dengan jari-jari (r) dari pusat putaran sehingga persamaannya menjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
V  B.n.r.ω .
(3.1)
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk
menentukkan rapat fluks medan magnet (B). Dimana rapat fluks medan magnet (B)
merupakan hasil pembagian tegangan terminal keluaran (V) dibagi dengan tinggi
total dua kali tinggi total lilitan email (t) kali jari-jari putaran medan magnet (r)
dikalikan dengan kecepatan anguler (kecepatan rotasi) (ω) sehingga persamaan (3.1)
dapat dituliskan menjadi
B
V .
n.r.ω
(3.2)
Namun dapat diketahui bahwa rapat fluks medan magnet (B), dua kali tinggi
total lilitan email (n) dan jari-jari putar (r) tetap sehingga dapat dijadikan sebagai
sebuah variabel C maka persamaan tersebut dapat dituliskan menjadi V  C  ω .
Dimana C merupakan gradien grafik yang diperoleh dari grafik tegangan terminal
keluaran (V) terhadap kecepatan anguler (ω).
Dengan mengetahui gradien grafik (C) dari grafik hubungan tegangan
terminal keluaran (V) terhadap kecepatan anguler (ω) maka besar hasil penelitian
eskperimen dan hasil pengukuran rapat fluks medan magnet (B) adalah gradien grafik
(C) dibagi dua kali tinggi total lilitan email (n) dikalikan dengan jari-jari putaran (r)
sehingga persamaannya dapat dituliskan menjadi
B 
C
n.r
.
B dalam satuan volt kali sekon per meter persegi atau tesla.
(3.3)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
DATA DAN ANALISIS DATA
A.
PENYAJIAN DATA
Hasil pengukuran generator knockdown yang dilakukan pada tanggal, 08
April 2015 ditunjukkan pada tabel 4.1
Tabel 4.1.Kecepatan putar, tegangan dan arus generator knockdown
nr
V
ω
I
Lampu
No
(rpm)
(Volt)
(rad/s)
(ampere)
Jumlah Keterangan
1
125
0,2
13,083
0
0
-
2
205
0,5
21,457
0
0
-
3
345
0,9
36,11
0
0
-
4
530
1,5
55,473
0
0
-
5
860
2,4
90,013
0
0
-
6
1440
3,8
150,72
0
0
-
7
250
0,5
26,167
0
0
-
8
410
0,9
42,912
0
0
-
9
690
1,7
72,22
0
0
-
10
1060
2,6
110,947
0
0
-
11
1720
3,9
120,027
0
0
-
18
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
12
125
0,1
13,083
0
1
-
13
205
0,2
21,457
0
1
-
14
345
0,5
36,11
0
1
-
15
530
0,9
55,473
0
1
-
16
860
1,6
90,013
0,02
1
-
17
1440
2,8
150,72
0,05
1
Nyala
18
250
0,3
26,167
1
-
19
410
0,6
42,912
0
1
-
20
690
1,2
72,22
0,01
1
-
21
1060
2
110,947
0,03
1
Nyala
22
1720
3,2
120,027
0,06
1
Nyala
23
125
0
13,083
0
2
-
24
205
0,1
21,457
0
2
-
25
345
0,2
36,11
0
2
-
26
530
0,6
55,473
0,02
2
-
27
860
1,2
90,013
0,06
2
Nyala
28
1440
2,1
150,72
0,11
2
Nyala
29
410
0,1
42,912
0
2
-
30
690
0,9
72,22
0,04
2
Nyala
31
1060
1,5
110,947
0,08
2
Nyala
32
1720
2,6
120,027
0,12
2
Nyala
0
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
B.
ANALISIS DAN DISKUSI
Dari data pada tabel 4.1 dapat dipunyai grafik hubungan tegangan keluaran
(V) dan kecepatan putar (nr) yang ditunjukkan oleh gambar 4.1. Grafik tegangan
keluaran (V) terhadap kecepatan putar (nr) pada gambar 4.1 menunjukkan bahwa
gradien tanpa lampu sebesar 0,0025 V/rpm, gradien satu lampu 0,002 V/rpm dan
gradien pada dua lampu sebesar 0,0017 V/rpm. Dari hasil gradien masing-masing
lampu ini yang mempunyai nilai positif menunjukkan nilai gradiennya posisif. Hal ini
juga menunjukkan bahwa apabila kecepatan putar ditambahkan maka tegangan
keluarannya menjadi lebih besar atau sebaliknya apabila kecepatan putar dikurangi
maka tegangan keluarannya menjadi lebih kecil.
Dari gambar 4.1 untuk satu lampu dan dua lampu bila y1&2 = 0 maka x1 = 92,9
rpm dan x2 = 108,05882 rpm. Artinya bahwa kecepatan minimumnya adalah adalah
92,9 rpm dan 108,05882 rpm. Pada keadaan ini tegangan yang dihasilkan adalah nol
karena pada keadaan tersebut tegangannya tidak bisa diukur.
Kecepatan anguler dapat diperoleh dari persamaan ω  π
n
r
30 s
untuk seluruh
putaran pada masing-masing lampu. Misalnya dari tabel 4.1 pada putaran 1440 rpm
adalah ω 
3,141440 rad   150,72 rad
30 s
s dan seterusnya untuk putaran lainnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
Gambar 4.1.Grafik hubungan tegangan keluaran (V) terhadap kecepatan putar (nr)
Dari hasil perhitungan seluruh putaran terhadap masing-masing lampu dan
tanpa lampu tersebut dapat dibuat grafik hubungan tegangan keluaran terhadap
kecepatan anguler untuk memperoleh nilai gradien grafik C pada persamaan (2.8).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
Gambar 4.2. Grafik hubungan tegangan keluaran terhadap kecepatan anguler
Grafik tegangan keluaran (V) terhadap kecepatan anguler (ω) pada gambar
4.2 menunjukkan bahwa
gradien masing-masing lampu bernilai positif yang
besarnya berbeda-beda yaitu untuk tanpa lampu sebesar 0,0281 Wb, gradien satu
lampu sebesar 0,0226 Wb dan gradien dua lampu sebesar 0,0184 Wb. Artinya bahwa
banyaknya rapat fluks medan magnet yang menghasilkan ggl induksi pada tanpa
lampu sebesar 0,0281Wb, satu lampu sebesar 0,0226Wb dan dua lampu sebesar
0,0184Wb. Hal ini menunjukkan bahwa besar rapat fluks medan magnet tanpa lampu
lebih besar dari pada satu lampu dan dua lampu atau dengan kata lain besar rapat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
fluks medan magnet tanpa beban lebih besar dari pada dengan adanya beban. Karena
dalam keadaan tanpa beban tidak terjadi arus yang menghasilkan medan perlawanan.
Dari hasil gradien masing-masing lampu ini menunjukkan bahwa apabila
kecepatan angulernya bertambah maka tegangan keluarannya menjadi lebih besar
atau sebaliknya apabila kecepatan angulernya dikurangi maka tegangan keluarannya
menjadi lebih kecil.
Jadi, dari gambar 4.1 dan gambar 4.2 dapat disimpulkan bahwa apabila
kecepatan putarnya (nr) ditambahkan maka kecepatan anguler (ω) akan semakin besar
dan tegangan keluarannya (V) juga akan semakin besar pula.
Gradien grafik pada gambar 4.2 dapat digunakan untuk menentukan rapat
fluks medan magnet (B). Besar rapat fluks medan magnet (B) dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan (3.3).
Hasil perhitungan rapat fluks medan magnet untuk masing-masing lampu dari
gambar 4.2 adalah
Untuk tanpa lampu
B
0,0281 V.s
0,0281 Wb

 0,00257 T
170,8 m 0,064 m  10,9312 m 2
Untuk satu lampu
B
0,0226 V.s
0,0226 Wb

 0,00207 T
170,8 m 0,064 m  10,9312 m 2
Untuk dua lampu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
B
0,0184 V.s
0,0184 Wb

 0,00168 T
170,8 m 0,064 m  10,9312 m 2
Rapat fluks medan magnet dalam keadaan tanpa beban adalah 0,00257 T.
Dengan memberikan satu buah lampu beban, diperoleh rapat fluks medan magnetnya
menjadi 0,00207 T, jika dua buah lampu dipergunakan sebagai beban maka rapat
fluks medan magnet menjadi 0,00168 T . Rapat fluks medan magnet ini berkurang
dengan bertambahnya jumlah beban lampu. Ini menunjukkan bahwa pertambahan
beban mengurangi B efektif yang bekerja pada generator.
Dari data tabel 4.1 untuk keadaan beban satu lampu dan dua lampu dapat
diperoleh data tentang daya seperti ditunjukkan oleh tabel 4.2. Daya diperoleh
sebagai hasil kali tegangan terhadap arus. Data pada tabel 4.1 dapat dipergunakan
untuk membentuk grafik hubungan daya terhadap kecepatan anguler seperti yang
ditunjukkan oleh gambar 4.3.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
Tabel 4.2. Kecepatan putar,tegangan keluaran, kecepatan anguler,arus
dan daya pada satu lampu dan dua lampu
nr
V
ω
I
P
(rpm)
(Volt)
(rad/s)
(ampere)
(Watt)
1,2
72,22
0,01
0,012
1
690
Lampu
860
1,6
90,013
0,02
0,032
1
1060
2
110,947
0,03
0,06
1
1440
2,8
150,72
0,05
0,14
1
1720
3,2
120,027
0,06
0,192
1
530
0,6
55,473
0,02
0,012
2
690
0,9
72,22
0,04
0,036
2
860
1,2
90,013
0,06
0,072
2
1060
1,5
110,947
0,08
0,12
2
1440
2,1
150,72
0,11
0,231
2
1720
2,6
120,027
0,12
0,312
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
Gambar 4.3. Grafik hubungan daya terhadap kecepatan anguler
Dari grafik 4.3 dapat diketahui bahwa daya maksimum untuk satu lampu
terletak pada kecepatan anguler (ω) ke 130 rad/s yaitu sebesar 0,2165 Ws/rad dan
daya maksimum pada dua lampu terletak pada kecepatan anguler (ω) ke 130 rad/s
yaitu sebesar 0,2731 Ws/rad. Dari grafik 4.3 dapat dilihat jelas bahwa daya
maksimum pada satu lampu maupun daya maksimum pada dua lampu terletak pada
kecepatan anguler yang sama yaitu pada 130 rad/s. Dimana selisih daya maksimum
pada dua lampu dan satu lampu sebesar 0,05659 Ws/rad. Hasil ini menyatakan bahwa
daya maksimum pada dua lampu lebih besar dari pada daya maksimum pada satu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
lampu. Hal ini juga menunjukkan bahwa generator ini bekerja optimal pada putaran
130 rad/s atau
nr 
30  ω  30 130
π
3,14

3900
 1242,03822 rpm .
3,14
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN PENELITIAN
Berhasil dirancang generator knockdown putaran rendah dengan kerangka
akrilik, menggunakan magnet ND-35 yang memiliki 8 kutub dan 1220 lilitan total
yang disatukan dengan lem epoxy. Generator ini dapat dikembangkan untuk sistem
energi alternatif karena memiliki jumlah kutub yang bekerja pada putaran yang
rendah.
Tegangan keluaran generator knockdown dalam keadaan tanpa beban
mengikuti persamaan V  0,0025 n r  0,0128 . Tegangan keluaran satu buah beban
10 W dan 12 Volt adalah V  0,002 n r  0,1858 . Sedangkan tegangan keluaran dua
buah beban 20 W dan 12 Volt adalah V  0,0017 n r  0,2757 . Parameter nr adalah
kecepatan putar dalam rpm.
Rapat fluks medan magnet generator knockdown yang berhasil dibuat dalam
keadaan tanpa beban adalah sebesar 0,0025 T.
28
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
A.
SARAN
Berdasarkan hasil perancangan generator knockdown, pengukuran dan
pembahasan hasil penelitian eksperimen yang menunjukkan bahwa tegangan
keluaran, arus dan rapat fluks medan magnet yang dihasilkan sangat kecil. Perubahan
geometri dapat dilakukan pada penelitian sesudahnya untuk mengurangi jarak
lintasan magnetik sehingga dapat diperoleh B yang besar. Semoga penulisan skripsi
ini membuka wawasan berpikir kita untuk mengembangkannya lagi sehingga
memperoleh hasil yang diinginkan ( memperoleh rapat fluks medan magnet standar
0,1 tesla sampai dengan 1 tesla).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Achyanto Djoko (Terjemahan) (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut Jakarta).
1997. Mesin-Mesin Listrik, Edisi Keempat. Erlangga,Ciracas,Jakarta.
Bahtiar Ayi. 2007. Handout Kuliah Listrik Magnet II, Jurusan Fisika, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran Bandung.
Nurohman Sabar,M.Pd. Diktat Kuliah Induksi Elektromagnetik. Jurusan Pendidikan
Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Prasetyadi,A. 2013. Generator Radial Magnet Permanen ND-35 Phasa Tunggal
dengan Rangka Akrilik Knockdown.Prosiding Seminar RiTekTra 2013.
Tipler A. Paul.1996. Fisika Untuk Sains dan Teknik, Edisi Ketiga,Jilid 2. Erlangga,
Ciracas, Jakarta.
30
Download