pengaruh biaya operasional, volume penjualan, modal kerja, dan

advertisement
PENGARUH BIAYA OPERASIONAL, VOLUME PENJUALAN, MODAL
KERJA, DAN PERPUTARAN TOTAL AKTIVA TERHADAP LABA
BERSIH PERUSAHAAN SUB SEKTOR LOGAM DAN SEJENISNYA
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Mike Tumanggor1, Lovelly Dwinda Dahen2, Syailendra Eka Saputra2
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
2
Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
[email protected]
1
ABSTRACT
This study aims to analyze the effect of operational costs, sales volume,
working capital and total asset turnover to net income of metal sub-sector
companies and the like listed on the Stock Exchange. The results showed that:
The results of this study can be seen from the test partially indicates that: 1)
operational costs have a positive and insignificant effect on net income, this is
evident from the coefficient value of 0.473135. The t-count value is 1.412014
<and the t-table value is 0.05 (1.69726). Sales volume has a positive and
insignificant effect on net income, it is proven from the coefficient value of
0.740153. The value of this coefficient is significant because the value of tcount
1.371662 <ttabel 1.69726. Working capital has a positive and insignificant effect
on net income, it is proven from the coefficient value of 0.066363. The t-count
value is 0.385123 <and the t-table value is 0.05 (1.69726). Total asset turnover
has a positive and significant effect on net income, this is evident from the
coefficient of 1.122633. The t-count value is 2.138174> and the t-table value is
0.05 (1.69726).
Keywords :Operating Costs, Sales Volume, Working Capital, Total Asset
Turnover and Net Income
internasional.
PENDAHULUAN
Perkembangan
dunia
usaha
eksistensinya
Untuk
maka
menjaga
manajemen
dewasa ini semakin pesat, sehingga
perusahaan harus bisa mengelola
semakin banyak perusahaan saling
perusahaan dengan baik.
bersaing
satu
sama
meningkatkan
perusahaan
dan
lain
untuk
Salah satu yang bisa dilakukan
pendapatan
perusahaan adalah menjaga kualitas
eksistensi
kerja dalam perusahaan itu sendiri
perusahaan dimata masyarakat baik
(internal
itu
dalam hal upaya peningkatan kinerja
secara
nasional
maupun
perusahaan),
terutama
keuangan perusahaan. Salah satu
maka investor akan tertarik untuk
aspek
penting
diperhatikan
upaya
yang
harus
berinvestasi.
perusahaan
dalam
keberhasilan suatu perusahaan dalam
kinerja
memperoleh laba dapat dilihat dari
peningkatan
perusahaan adalah aspek pengaturan
kesuksesan
keuangan yang tertuang di dalam
perusahaan
pengelolaan modal kerja.
kerja
Untuk
mengetahui
dan
kemampuan
menggunakan
secara
produktif.
modal
Hal
ini
Pada
umumnya
semua
dikarenakan modal kerja merupakan
perusahaan
bertujuan
untuk
salah satu komponen terpenting dari
Tanpa
aktiva yang harus dikelola dan
mendapatkan
laba.
diperolehnya laba, perusahaan tidak
dimanfaatkan
akan dapat memenuhi tujuan lainya
efisien.
yaitu
pertumbuhan
efektif
dan
terus
Seperti halnya yang dinyatakan
menerus (going concern). Laba yang
Munawir (2004:48) selain efisiensi
menjadi tujuan utama perusahaan
dari
dapat
profitabilitas
dicapai
yang
secara
dengan
penjualan
pengelolaan
modal
kerja,
perusahaan
juga
barang dan jasa, maka dengan begitu
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
laba
oleh
seperti jenis, skala, umur perusahaan,
perusahaan, menejer keuangan perlu
struktur modal, dan produk yang
mengetahui
yang
dihasilkan atau Tingkat Penjualan
memiliki pengaruh besar terhadap
atas produk tersebut. Banyak faktor-
profit. Dengan mengetahui pengaruh
faktor
dari masing-masing faktor terhadap
seperti yang disebutkan diatas, tetapi
profit, perusahaan dapat menentukan
di
langkah-langkah apa saja yang harus
mempengaruhi laba bersih atau yang
dilakukan untuk mengatasi masalah-
menjadi
variable
masalah dan meminimalisir dampak
adalah
modal
negative yang timbul.
piutang
dan
volume
penjualan.
Modal
kerja
disini
merupakan
yang
Hal
dihasilkan
faktor-faktor
ini
berarti
dengan
yang
mempengaruhi
dalam
penelitian
laba
ini
independennya
kerja,perputaran
meningkatkan laba yang dihasilkan
investasi
suatu perusahaan
yang
dan baiknya keadaan perusahaan
digunakan untuk membiayai kegiatan
operasi
sehari-hari,
atau
secara
konsep
fungsional
modal
kerja
kamampuan
pencapaian
selama
manajemen
akuntansi
yang
memenuhi
kewajiban lancarnya. Begitu pula
adalah jumlah dana yang digunakan
periode
untuk
laba,
apabila
perusahaan
pihak
mampu
dimaksudkan untuk menghasilkan
menetapkan modal kerja pada tingkat
pendapatan.
yang optimal
Investasi
yang
maka
kemampuan
dikeluarkan oleh perusahaan dapat
perusahaan untuk memperoleh laba
kembali dalam waktu singkat. Modal
dari modal setidaknya akan lebih
kerja
baik.
yang
terlalu
besar
dari
kebutuhan
nyata
akan
mengakibatkan
tidak
efisiennya
penggunaan
Piutang terjadi kerena adanya
penjualan
secara
kredit.
Banyak
dana
perusahaan yang menjual barang
perusahaan.Sebaliknya bila modal
dagang atau jasa mereka secara
perusahaan terlalu kecil juga akan
kredit karena penjualan secara kredit
mengganggu
tersebut merupakan suatu upaya
jalannya
kegiatan
operasional perusahaan.
untuk meningkatkan (atau untuk
Dalam kegiatanya, perusahaan
mencegah
penurunan)
sering dihadapkan pada keterbatasan
Dengan
modal kerja. Modal kerja haruslah
meningkat
memadai jumlahnya tetapi juga harus
meningkat dan diharapkan laba juga
dijaga agar modal kerja ini tidak
meningkat.
sampai kelebihan. Sebab utama dari
penjualan
penjualan.
maka
secara
kredit
piutang
pun
Menurut Soemarso (2004:338)
kegagalan perusaan adalah tidak
yang
mencukupi
perusahaan,
Yaitu: Piutang merupakan kebiasaan
sebaliknya dengan adalanya modal
bagi perusahaan untuk memberikan
kerja yang berlebihan menunjukan
kelonggaran-kelonggaran
bahwa terdapat dana yang tidak
para
produktif. Modal kerja yang efektif
melakukan
dan efisien dapat menunjukan rasio
kelonggaran yang diberikan biasanya
hutang (leverage) perusahan baik,
dalam bentuk memperbolehkan para
artinya
pelanggan
modal
perusahaan
mempunyai
dimaksud
dengan
pelanggan
Piutang
kepada
pada
waktu
penjualan.Kelonggaran-
tersebut
membayar
kemudian atas penjualan barang atau
jauh berbeda. Perkembangan yang
jasa yang dilakukan.”Berdasarkan
terjadi
uraian
dapat
dugaan. Tetapi bukan berarti bursa
disimpulkan bahwa pituang adalah
efek berjalan terus dengan mulus
tuntutan kepada pihak lain untuk
tanpa rintangan. Banyak hal yang
memperoleh uang, barang dan jasa
terjadi
(aktiva tertentu pada masa yang akan
kehidupan bursa efek di Indonesia.
datang sebagai akibat penyerahan
Jika keadaan sosial, politik atau
barang.
ekonomi
diatas
Menurut
maka
pesat
mewarnai
dan
diluar
pasang
bangsa
surut
kita
sedang
(2004:403)
terganggu dan tidak stabil tentu saja
penjualan adalah interaksi antara
kondisi bursa efek amat terpengaruh.
individu saling bertemu muka yang
Semua perusahaan publik yang
ditujukan
Basu
cukup
untuk
memperbaiki,
menciptakan,
menguasai
mempertahankan
atau
hubungan
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia terdiri dari 9 sektor yaitu
sektor
pertanian,
sektor
pertukaran sehingga menguntungkan
pertambangan, sektor industri dasar
bagi pihak lain. Penjualan dapat
dan kimia, sektor aneka industri,
diartikan juga sebagai usaha yang
sektor industri barang konsumsi,
dilakukan
sektor property, real estate dan
manusia
untuk
menyampaikan barang bagi mereka
kontruksi
yang memerlukan dengan imbalan
infrastruktur,
uang menurut harga yang telah
transportasi, sektor keuangan dan
ditentukan atas persetujuan bersama.
sektor
Ramainya tanggapan
publik
dan selalu bertambahnya perusahaan
bangunan,
sektor
utilitas
perdagangan,
dan
jasa
dan
investasi.
Berikut gambaran modal kerja,
yang go public adalah wujud dari
perputaran
piutang,
kemajuan bursa efek. Dibandingkan
penjualan
dengan bursa efek pada dekade yang
perusahaan logam yang terdaftar di
lalu, keadaan saat ini memang telah
BEI Periode 2011-2015.
terhadap
laba
volume
bersih
Tabel 1. Rata-rata Biaya Operasional, Volume Penjualan, Modal Kerja,
Perputaran Total Aktiva,dan Laba Bersihpada Perusahaan Logam
dan Sejenisnya Periode 2011-2015
Nama
Perusahaan
BTON
CTBN
Biaya
Operasional
Volume
Penjualan
5.870
29.370
INAI
68.311
ISSSP
198.572
LION
92.163
LMSH
PICO
15.588
27.559
Perputaran
Total Aktiva
Laba
Bersih
117.177
Modal
Kerja
59.903
1.937
16.749
194.032
968.799
20.296
30.514
819.476
86.130
0,978
21.041
3.155
588.193
0.891
119.193
340.576
282.054
0.682
59.538
222.096
658.518
74.808
127.358
1.305
1,093
15.182
14.067
Sumber: Laporan Keuangan yang Telah Diolah, 2017
Dengan
melihat
fenomena
menganalisa tingkat laba bersih
laporan keuangan perusahaan logam
yang mampu dihasilkan perusahaan,
dan sejenisnya ini maka penulis
mengingat
dapat
melihat
hubungan
yang
operasional,
peran
biaya
telah
terjadi
operasional,volume penjualan,modal
erat
biaya
kerja,dan perputaran total aset dalam
volume
penjualan,
kegiatan
operasional
modal kerja, dan perputaran total
untuk
aktiva,
bersih
keuntungan sangat penting. Analisa
perusahaan-perusahaan logam dan
terhadap modal kerja, perputaran
sejenisnya
Menurut
piutang,
dan
peneliti permasalahan ini menarik
menjadi
penting karena
untuk dikaji, terutama di tinjau dari
analisa
tersebut
peran biaya operasional, volume
bagaimana
penjualan,
modal
dan
menggunakan sumber daya yang
perputaran
total
dalam
ada untuk mendapatkan profit atau
kegiatan
dengan
laba
tersebut.
kerja,
aktiva,
operasional
perusahaan
dalam menghasilkan profit atau
keuntungan,
operasional,
sehingga
volume
biaya
penjualan,
modal kerja, dan perputaran total
aktiva seharusnya dapat menjadi
tolak ukur bagi investor untuk
mendapatkan
perusahaan
profit
volume
atau
penjualan
dapat
dengan
dinilai
manajemen
keuntungan.
Berdasarkan tabel 1 di atas
dapat dilihat fenomena yang terjadi
pada modal kerja masing-masing
perusahaan logam dan sejenisnya.
Biayaoperasional,volume
penjualan,modal
dan
sehingga biaya yang dikeluarkan
masing-
untuk pemeliharaan semakin tinggi
masing perusahaan tidak sebanding
hal ini akan memperkecil laba.
dengan
Karena laba merupakan hasil dari
perputaran
total
kerja
aktiva
perolehan
profit
yang
diterima oleh perusahaan logam dan
pendapatan
sejenisnya tersebut. Pada teorinya,
Sehingga semakin besar biaya yang
modal
harus
kerja
yang
tinggi
akan
dikurangi
dikeluarkan
memberikan dampak yang baik bagi
semakin kecil
perusahaan
didapat.
yaitu
meningkatnya
profit perusahaan tersebut. Namun
kenyataannya modal kerja yang
diperoleh dari beberapa perusahaan
diatas mengalami fluktuasi. modal
kerja yang cukup tinggi namun tidak
sejalan dengan perolehan profitnya.
Perusahaan manufaktur selalu
berhubungan
karena
dengan
kegiatan
dilakukan
selalu
persediaan
produksi
yang
membutuhkan
biaya.
perusahaan,
laba yang akan
METODE PENELITIAN
Jenis
digunakan
adalah
penelitian
dalam
yang
penelitian
ini
penelitian deskriptif dan
asosiatif.
Menurut
Arikunto
(2010:3)
penelitian
deskriptif
merupakan
penelitian
dimaksudkan
untuk
yang
menyelidiki
keadaan, kondisi atau hal lain-lain
yang
sudah
disebutkan,
yang
adanya barang yang siap untuk
hasilnya di paparkan dalam bentuk
digunakan sepanjang waktu. Oleh
laporan penelitian. Dengan desain
karena
penelitian deskriptif dan asosiatif,
itu,
diperlukan
adanya
tingkat perputaran persediaan yang
maka
tinggi untuk mengurangi biaya yang
untuk menggambarkan hubungan
timbul karena kelebihan persediaan.
antar variabel, menguji hipotesis,
Dilihat dari segi biaya, apabila
mengembangkan generalisasi, dan
perputaran
mengembangkan
persediaan
semakin
lama, maka persediaan menumpuk,
penelitian
memungkinkan
teori
yang
memiliki validitas yang universal.
Tabel 2 Hasil Fixed Effect
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
2.16E+10
-1.060704
0.112882
0.228173
0.041674
3.54E+10
0.311763
0.041666
0.136939
0.018746
0.611879
-3.402272
2.709180
1.666232
2.223138
0.5464
0.0023
0.0122
0.1087
0.0359
C
BIAYA_OPERASIONAL?
VOL_PENJUALAN?
MODAL_KERJA?
PER_TA?
Fixed Effects (Cross)
BTON—C
CTBN—C
LMSH—C
ISSSP—C
INAI—C
LION—C
PICO—C
-3.10E+10
1.88E+11
-4.03E+10
-2.17E+10
1.82E+10
-3.21E+10
-8.06E+10
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.933204
0.905372
3.77E+10
3.41E+22
-895.3850
33.53031
0.000000
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
ini
terbukti
6.58E+10
1.22E+11
51.79343
52.28225
51.96217
1.117370
jumlah
koefesien
a. Pengaruh Biaya Operasional
Terhadap
Laba
Bersih
Perusahaan
Logam
dan
Sejenisnya yang Terdaftar di
Bursa
Efek
Indonesia
Periode 2011-2015
Berdasarkan
pengujian
biaya operasional yang bernilai
hipotesis yang telah dilakukan
dengan
diperoleh
operasional berpengaruh positif
hasil
bahwa
operasional berpengaruh
biaya
negatif
negatif sebesar -1.060704. Nilai
koefisien ini signifikan karena
nilai
1.69726. Hasil uji tidak sesuai
Logam Dan Sejenisnya Yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Selama Periode 2011-2015. Hal
dugaan
bahwa
biaya
terhadap laba bersih.
dan tidak signifikan terhadap laba
bersih Perusahaan Sub Sektor
thitung -3.402272< ttabel
Menurut Jusuf (2014:41),
biaya
operasional
atau
biaya
usaha (operating expenses) adalah
biaya-biaya
yang
berhubungan
langsung
tidak
dengan
produk
perusahaan
berkaitan
dengan
operasional
perusahaan
tetapi
aktivitas
sehari-
hari.Biaya usaha sering disebut
juga dengan istilah SGA (Selling,
General,
dan
Administration
Expenses).
Hasil
penelitian
bertentangan
dengan
bersih yang diperoleh oleh akan
meningkat.
b. Pengaruh Volume Penjualan
Terhadap
Laba
Bersih
Perusahaan
Logam
dan
Sejenisnya yang Terdaftar di
Bursa
Efek
Indonesia
Periode 2011-2015
Berdasarkan
pengujian
ini
hipotesis yang telah dilakukan
hasil
diperoleh hasil bahwa volume
penelitian yang dilakukan oleh
penjualan berpengaruh
Fadhillah
Ramadhani
dan tidak signifikan terhadap laba
Nasution1Lisa Marlina2 (2013).
bersih Perusahaan Sub Sektor
Hasil penelitiannya menunjukkan
Logam Dan Sejenisnya Yang
bahwa
operasional
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
berpengaruh positif dan signifikan
Selama Periode 2011-2015. Hal
terhadap laba bersih. Berdasarkan
ini
hasil
dapat
volume penjualan yang bernilai
bahwa
biaya
positif sebesar 0.112882. Nilai
berperan
penting
koefisien ini signifikan karena
biaya
penelitian
disimpulkan
operasional
ini
terbukti
dalam upaya meningkatkan laba
nilai
bersih
1.69726.
perusahaan
sub
sektor
logam dan sejenisnya tahun 20112015. Dengan demikian dapat
dikatakan
operasional
perbandingan
bahwa
biaya
merupakan
antara
jumlah
semua beban. Oleh sebab itu
perusahaan sub sektor logam dan
sejenisnya harus memperhatikan
laporan keuangannya agar laba
jumlah
positif
koefesien
thitung 2.709180>
ttabel
Menurut Jusuf (2014:41),
biaya
operasional
atau
biaya
usaha (operating expenses) adalah
biaya-biaya
yang
berhubungan
langsung
produk
perusahaan
berkaitan
dengan
operasional
perusahaan
tidak
dengan
tetapi
aktivitas
sehari-
hari.Biaya usaha sering disebut
juga dengan istilah SGA (Selling,
Bersih. Pada saat penjualan hasil
General,
produksi perusahaan meningkat
dan
Administration
Expenses).
maka
Hasil
penelitian
bertentangan
dengan
ini
hasil
volume
meningkat
secara
Fadhillah
langsung.
Ramadhani
Nasution Lisa Marlina
2
(2013).
diharapkan
pun
akan
berkontribusi terhadap laba bersih
penelitian yang dilakukan oleh
1
penjualan
langsung
Hasil
dan
tidak
penelitian
ini
Hasil penelitiannya menunjukkan
bertentangan
bahwa
operasional
penelitian yang dilakukan oleh
berpengaruh positif dan signifikan
wayan Bayu Wisesa, Anjuman
terhadap laba bersih. Berdasarkan
Zukhri, Kadek Rai Suwena (
hasil
dapat
2014).
bahwa
biaya
menunjukkan
berperan
penting
penjualan berpengaruh positif dan
dalam upaya meningkatkan laba
signifikan terhadap laba bersih.
bersih
sektor
Berdasarkan hasil penelitian ini
logam dan sejenisnya tahun 2011-
dapat disimpulkan bahwa volume
2015. Dengan demikian dapat
penjualan berperan penting dalam
dikatakan
biaya
upaya meningkatkan laba bersih
merupakan
perusahaan sub sektor logam dan
biaya
penelitian
disimpulkan
operasional
perusahaan
ini
sub
bahwa
operasional
perbandingan
antara
jumlah
sejenisnya
dengan
Hasil
hasil
penelitiannya
bahwa
tahun
volume
2011-2015.
semua beban. Oleh sebab itu
Dengan demikian dapat dikatakan
perusahaan sub sektor logam dan
bahwa
sejenisnya harus memperhatikan
merupakan perbandingan jumlah
laporan keuangannya agar laba
total penjualan. Oleh sebab itu
bersih yang diperoleh oleh akan
perusahaan sub sektor logam dan
meningkat.
sejenisnya harus memperhatikan
volume
penjualan
Menurut Sasongko (2012)
laporan keuangannya agar laba
Volume Penjualan berpengaruh
bersih yang diperoleh oleh akan
terhadap
meningkat.
peningkatan
Laba
c. Pengaruh
Modal
Kerja
Terhadap
Laba
Bersih
Perusahaan
Logam
dan
Sejenisnya yang Terdaftar di
Bursa
Efek
Indonesia
Periode 2011-2015
Berdasarkan
pengujian
bahwa modal kerja berpengaruh
hipotesis yang telah dilakukan
penting
diperoleh hasil bahwa modal kerja
meningkatkan
berpengaruh
perusahaan sub sektor logam dan
positif dan tidak
positif dan signifikan terhadap
laba bersih. Berdasarkan hasil
penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa
modal
kerja
berperan
dalam
upaya
laba
signifikan terhadap laba bersih
sejenisnya
Perusahaan Sub Sektor Logam
Dengan demikian dapat dikatakan
Dan Sejenisnya Yang Terdaftar di
bahwa modal kerja merupakan
Bursa Efek Indonesia Selama
perbandingan antara aktiva lancar
Periode
ini
dengan hutang lancar. Oleh sebab
terbukti jumlah koefesien modal
itu perusahaan sub sektor logam
kerja yang bernilai positif sebesar
dan
0.228173.
memperhatikan
2011-2015.
Nilai
Hal
koefisien
signifikan karena nilai
ini
thitung
1.666232< ttabel 1.69726.
kerja yaitu modal yang digunakan
untuk pembiayaan jangka pendek,
seperti
pembelian
bahan
baku,membayar gaji dan upah,
dan
biaya-biaya
oprasional
lainnya.
Hasil
bertentangan
2011-2015.
sejenisnya
harus
laporan
keuangannya agar laba bersih
yang
Kasmir (2008:248) Modal
tahun
bersih
diperoleh
oleh
akan
meningkat.
d. Pengaruh Perputaran Total
Aktiva
Terhadap
Laba
BersihPerusahaan
Logam
dan
Sejenisnya
yang
Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2011-2015
Berdasarkan
pengujian
hipotesis yang telah dilakukan
penelitian
dengan
ini
hasil
diperoleh hasil bahwa perputaran
total aktiva berpengaruh
signifikan
terhadap
positif
penelitian yang dilakukan oleh
dan
laba
Sonnya Nurman Sasongko (2012).
bersih Perusahaan Sub Sektor
Hasil penelitiannya menunjukkan
Logam Dan Sejenisnya Yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
terhadap laba bersih. Berdasarkan
Selama Periode 2011-2015. Hal
hasil
ini
disimpulkan bahwa modal kerja
terbukti
perputaran
jumlah
total
koefesien
aktiva
yang
penelitian
ini
dapat
berperan penting dalam upaya
bernilai positif sebesar 0.041674.
meningkatkan
Nilai
perusahaan sub sektor logam dan
koefisien
ini
signifikan
karena nilai thitung 2.223138> ttabel
1.69726.
laba
bersih
sejenisnya tahun 2011-2015.
Koefisien Determinasi (R2)
Menurut
Hanafi
Mamduh
dan
Abdul
M.
Uji
ini
digunakan
untuk
Halim
menguji goodness-fit dari model
mengemukakan
regresi dimana untuk mengukur
Pengaruh rasio Total Asset Turn
seberapa jauh kemampuan model
Over (TATO) terhadap perubahan
dalam
laba bersih perusahaan adalah
dependen maka dapat dilihat dari
semakin cepat tingkat perputaran
nilai
(2007:70)
aktivanya maka laba bersih yang
dihasilkan
menerangkan
variabel
R 2.
adjusted
Hasil
output
semakin
karena
perusahaan
perolehan hasil nilai adjusted R-
sudah dapat memanfaatkan aktiva
square menunjukkan 0,933204.
tersebut
meningkatkan
Hal ini mengidikasikan bahwa
berpengaruh
konstribusi variabel independen
penjualan
untuk
yang
dilihat
fixed
akan
meningkat,
effectdapat
uji
terhadap pendapatan. Kenaikan
terhadap
pendapatan dapat menaikkan laba
93,32% sedangkan sisanya 7,68%
bersih perusahaan.
dipengaruhi oleh variabel lain
Hasil penelitian ini sejalan
dengan
hasil
penelitian
yang
dilakukan oleh Astri Fitrihartini S
(2011).
Hasil
penelitiannya
menunjukkan bahwa modal kerja
berpengaruh positif dan signifikan
variabel
bahwa
dependen
KESIMPULAN
Berdasarkan permasalahan dan
pertanyaan
penelitian
pembahasan
yang
dan
dilakukan,
maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Secara
parsial
operasional
pengaruh
negatif
signifikan
biaya
4. Secara parsial untuk variabel
memiliki
perputaran
dantidak
menunjukkan
terhadap
laba
total
perputaran
aktiva
bahwa
total
aktiva
bersihsehingga besar kecilnya
berpengaruh
laba bersih yang diterima oleh
signifikan
Perusahaan Sub Sektor Logam
bersehsehingga besar kecilnya
dan Sejenisnya yang terdaftar
laba bersih yang diterima oleh
di BEI Periode 2011-2015
Perusahaan Sub Sektor Logam
2. Secara parsial untuk variabel
dan Sejenisnya yang terdaftar
volume
penjualan
menunjukkan bahwa variabel
volume
positif
dan
terhadap
laba
di BEI Periode 2011-2015
5. Secara simultan untuk variabel
penjualan
jumlah
berpengaruh positif dan tidak
volume
signifikan terhadap laba bersih
kerja dan perputaran total
sehingga besar kecilnya laba
aktiva secara bersama-sama
bersih yang diterima oleh
berpengaruh
Perusahaan Sub Sektor Logam
terhadap laba bersih.
dan Sejenisnya yang terdaftar
di BEI Periode 2011-2015
biaya
penjualan,
modal
signifikan
Berdasarkan hasil penelitian
dan kesimpulan yang telah penulis
3. Secara parsial modal kerja
uraikan,
maka
menunjukkan bahwa variabel
meningkatkan
modal
bersihperusahaan
kerja
operasional,
berpengaruh
untuk
laba
sub
sektor
positif dan tidak signifikan
logam dan sejenisnya. lebih baik
terhadap laba bersih sehingga
lagi di masa yang akan datang
besar kecilnya laba bersih
penulis menyarankan untuk:
yang diterima oleh Perusahaan
Sub
Sektor
Logam
Penelitian ini mempunyai
dan
keterbatasan diantaranya jumlah
Sejenisnya yang terdaftar di
sampel terbatas hanya sebanyak 7
BEI Periode 2011-2015
perusahaan
dan
hanya
menggunakan sampel perusahaan
dari tahun 2011-2015. Adapun
Penelitian Suatu Pendekatan
saran yang penulis ajukan dari
Praktis,
hasil
2010,Cetakan
penelitian
yang
telah
dilakukan. Bagi para manajer
perusahaan yang akan melakukan
rencana
pendanaan
hendaknya
berhati-hati terhadap faktor-faktor
yang mempengaruhi laba bersih.
Penggunaan variabel lain yang
mungkin
akan
berpengaruh
terhadap
laba
bersih,
seperti
struktur
kepemilikan,
pajak,
Edisi
Revisi
Keempatbelas.
Jakarta: Rineka Cipta.
Basu Swastha, D. (2004). Azas-azas
Marketing. Liberty. Yogyakarta.
Kasmir. (2012). Analisis Laporan
Keuangan. Jakarta.
Munawir, S. (2012). Analisis laporan
Keuangan.
Edisi
Kelima.
Yogyakarta.
kondisi intern perusahaan dan
lainnya dan diharapkan peneliti
Rangkuti, F. (2009). Manajemen
selanjutnya dapat menambahkan
Persediaan Aplikasi Di Bidang
jumlah sampel pada penelitian
Bisnis. Jakarta.
yang akan dilakukan.
Soemarso. (2009). Akuntansi Suatu
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto.
(2010).
Pengantar. Buku ke 2. Edisi 5.
Prosedur
Jakarta.
Download