analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

advertisement
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBAYARAN
DIVIDEN DAN TINGKAT DIVIDEN
(Studi Empiris Pada Emitten Non Bank dan Asuransi Yang
Termasuk Kedalam Perhitungan Indeks Saham Syariah
Indonesia Per 15 Januari 2014 periode tahun 2009-2013)
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
Disusun oleh:
ASRI FARIDA SARAH
1111081000073
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1436 H / 2015
ii
iii
iv
v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Asri Farida Sarah
Jenis kelamin
: Perempuan
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 29 Januari 1994
Status
: Belum Menikah
Alamat
: Jln. Kelapa 3 gg. H. Salam rt. 05/03 no.137 Jagakarsa,
Jakarta Selatan
Telepon
: 087880710396
Email
: [email protected]
Pendidikan:
1. SDN Jagakarsa 12 pagi
: 2001-2007
2. SMPN 166 Jakarta
: 2007-2009
3. SMAN 49 Jakarta
: 2009-2011
4. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
: 2011
Pendidikan Informal:
1. Pendidikan Bahasa Inggris BBC
2. Pendidikan Komputer di Nabila Course
Pengalaman Organisasi:
1. Paskibra SDN Jagakarsa 12 pagi
: 2006
2. PMR SMPN 166 Jkt
: 2007
3. Rohis SMPN 166 Jkt
: 2007
4. LLC SMA 49 Jkt
: 2009
5. Panitia Management Camp
: 2012
vi
ABSTRACT
This research was aimed to analyze determinant of dividend policy in
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) period 2009-2013. This research using
secondary data from official website Indonesia Stock Exchange (IDX). Purposive
sampling method is applied in this research. Probit regression and OLS regression
used to analyze determinant of dividend policy. Probit regression used to analyze
likelihood of dividend payment and OLS regression used to analyze magnitude of
dividend level. Result of probit regression show that ROA, firm size, earned
contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set (Market to book value of
asset) and ownership structure has significant effect to likelihood of dividend
payment, whereas asset growth, asymmetry information (trading share turnover)
and insider ownership has insignificant effect. This research also found that ROA,
leverage and free cash flow has significant effect to dividend payout ratio,
whereas firm size, asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book
value of asset), asymmetry information (trading share turnover), insider
ownership, ownership structure and tax rate has insignificant effect. Furthermore
research findings show that ROA, asset growth, Investment Opportunity Set
(Market to book value of asset), ownership structure, leverage and free cash flow
has significant effect to dividend yield, whereas firm size, asymmetry information
(trading share turnover), insider ownership and tax rate has insignificant effect.
Keywords : dividend policy, probit regression, OLS regression, ROA, asset
growth, firm size, earned contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set
(Market to book value of asset), ownership structure, leverage, free cash flow,
asymmetry information (trading share turnover), insider ownership, tax rate.
vii
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor penentu
kebijakan dividen pada Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2009-2013.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa
Efek Indonesia (IDX). Metode purposive sampling diterapkan pada penelitian ini.
Probit regresi dan OLS regresi digunakan untuk menganalisis faktor penentu
kebijakan dividen. Probit regresi digunakan untuk menganalisis kemungkinan
pembayaran dividen dan OLS regresi digunakan untuk menganalisis besaran
tingkat dividen. Hasil dari probit regresi menunjukkan bahwa ROA, firm size,
earned contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set (Market to book
value of asset) dan struktur kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap
kemungkinan pembayaran dividen, sedangkan asset growth, asimetri informasi
(trading share turnover) dan insider ownership tidak berpengaruh. Penelitian ini
juga menemukan bahwa ROA, leverage dan free cash flow berpengaruh signifikan
terhadap dividend payout ratio, sedangkan firm size, asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of asset), asimetri informasi (trading share
turnover), insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate tidak memiliki
pengaruh. Selanjutnya penelitian menemukan bahwa ROA, asset growth,
Investment Opportunity Set (Market to book value of asset), struktur kepemilikan,
leverage dan free cash flow berpengaruh signifikan terhadap dividend yield,
sedangkan firm size, asimetri informasi (trading share turnover), insider
ownership dan tax rate tidak berpengaruh.
Kata kunci : dividend policy, probit regression, OLS regression, ROA, asset
growth, firm size, earned contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set
(Market to book value of asset), struktur kepemilikan, leverage, free cash flow,
asimetri informasi (trading share turnover), insider ownership, tax rate.
viii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Semesta Alam, Allah
SWT. yang telah memberikan rahmat, hidayah, petunjuk, kesehatan serta
kekuatan baik fisik maupun psikis kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
skripsi ini sebagai salah satu syarat dalam meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
Manajemen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis
menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dalam penulisan dan
penyusunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan, kemampuan dan
pengalaman penulis. Penulis menyadari penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari
doa, bantuan, bimbingan dan saran serta kritik dari berbagai pihak. Untuk itu pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas doa
dan bantuannya kepada:
1. Kedua orangtuaku, Ayah Agus Junaedi dan Ibu Suri yang selalu
memberikan doa, semangat, dukungan dan kasih sayang yang tiada
hentinya kepada penulis, serta Adikku, Aida dan Fajri yang senantiasa
memberikan doa, semangat dan keceriaan sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
2. Bapak Dr. Arief Mufraini, LC, M.Si sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bpk. Dr. Indoyama Nasaruddin SE, MAB, selaku dosen pembimbing I
yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan dan
dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.
4. Bpk. Taridi Kasbi Ridho MBA, selaku dosen pembimbing II yang telah
meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan serta dukungan dalam
penyelesaian skripsi ini.
ix
5. Ibu Dr. Muniaty Aisyah Ir, MM dan Ibu Titi Dewi Warninda SE,MSi,
selaku ketua dan sekretaris jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
6. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah memberikan pengetahuan dan nasihat yang bermanfaat
bagi penulis.
7. Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan sampel yang memberikan
data penelitian yang berguna dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Teman-teman
Manajemen
C
angkatan
2011.
Terimakasih
atas
kebersamaan, canda tawa dan pelajaran hidup yang kalian berikan selama
ini.
9. Teman-teman Manajemen Keuangan. Terimakasih atas segala sharing
ilmunya, keceriaannya dan kebersamaannya selama ini.
10. Temen-temen terbaik ku, Umi Ruqoyah, Esa Listiana, Fenta Veronica,
Nani S. ,Sarah Ristika, Selvi Amalia, Nurivani (Fani), Ela S. dan
Yugisvuri. Terimakasih atas kebersamaan, canda tawa, ilmu dan
“keanehannya” yang telah memberikan warna selama masa kuliah ini dan
semua teman-teman jurusan Manajemen yang tidak bisa disebutkan satu
persatu.
Penulis dengan senang hati menerima segala kritikan, masukan, dan saran
yang bersifat membangun sehubungan dengan skripsi ini. Akhirnya dengan
kerendahan hati penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
pembaca pada umumnya dan penulis khususnya.
Jakarta 2015
Asri Farida Sarah
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ........................................................ ii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ......................... iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI.......................................... iv
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ........................................ v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................... vi
ABSTRACT ................................................................................................ vii
ABSTRAK ................................................................................................. viii
KATA PENGANTAR ................................................................................. ix
DAFTAR ISI ................................................................................................ xi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A.
B.
C.
D.
Latar Belakang Penelitian .................................................................. 1
Perumusan Masalah ......................................................................... 16
Tujuan Penelitian ............................................................................. 17
Manfaat Penelitian ........................................................................... 18
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................ 20
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
Pasar Modal ...................................................................................... 20
Saham ............................................................................................... 22
Dividen ............................................................................................. 28
Kebijakan Dividen ........................................................................... 31
Dividend Payout Ratio ..................................................................... 45
Dividend Yield ................................................................................. 46
Profitabilitas ..................................................................................... 46
Asset Growth .................................................................................... 50
Investment Opportunity Set (MVABVA) ........................................ 52
xi
J.
K.
L.
M.
N.
O.
P.
Q.
R.
S.
Firm Size .......................................................................................... 54
Earned/contributed capital mix ........................................................ 56
Asimetri Informasi (trading share turnover) .................................... 59
Insider Ownership ............................................................................ 61
Struktur Kepemilikan ....................................................................... 62
Leverage ........................................................................................... 65
Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) ................................................... 67
Pajak ................................................................................................. 68
Penelitian Terdahulu ........................................................................ 70
Kerangka Penelitian
1. Pada penelitian keputusan pembayaran dividen.......................... 74
2. Pada penelitian dividend payout ratio..........................................75
3. Pada penelitian dividend yield ..................................................... 76
T. Hipotesis ........................................................................................... 77
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................ 79
A.
B.
C.
D.
E.
Ruang Lingkup Penelitian ................................................................ 79
Metode Penentuan Sampel ............................................................... 79
Metode Pengumpulan Data .............................................................. 83
Metode Analisis ............................................................................... 84
Operasional Variabel Penelitian ....................................................... 91
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ............................................. 99
A. Sekilas gambaran umum Bursa Efek Indonesia ............................... 99
B. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ......................................... 100
C. Hasil dan Pembahasan.................................................................... 101
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 119
A. Kesimpulan .................................................................................... 135
B. Implikasi Penelitian ....................................................................... 137
C. Saran ............................................................................................... 139
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 140
xii
DAFTAR TABEL
Nomor
1.2
2.1
Keterangan
Pembayaran dividen ISSI periode 2009-2013
Penelitian Terdahulu
Halaman
13
70
3.1.1
Sampel Perusahaan (Keputusan Pembayaran)
80
3.1.2
Rincian Data Sampel (Keputusan Pembayaran)
81
3.2
Daftar Nama Sampel Perusahaan(DPR)
81
3.3
Daftar Nama Sampel Perusahaan(DY)
83
4.1
Hasil Statistik Deskriptif (Keputusan Pembayaran)
101
4.2
Hasil Statistik Deskriptif (DPR)
102
4.3
Hasil Statistik Deskriptif (DY)
103
4.4
Hasil Probit Regression
104
4.5
Hasil Uji Normalitas (DPR)
107
4.6
Hasil UjI Normalitas (DY)
107
4.5.1
Hasil Uji Multikolinieritas (DPR)
108
4.6.1
Hasil Uji Multikolinieritas (DY)
109
4.5.2
Hasil Uji Heterokedastisitas (DPR)
110
4.6.2
Hasil Uji Heterokedastisitas (DY)
110
4.5.3
Hasil Uji Autokorelasi (DPR)
111
4.6.3
Hasil Uji Autokorelasi (DY)
111
4.7
Hasil Regresi Berganda (DPR)
112
4.8
Hasil Regresi Berganda (DY)
115
xiii
DAFTAR GAMBAR
Nomor
1.1
2.2.1
Keterangan
Halaman
Statistik kinerja perdagangan saham ISSI
Kerangka Pemikiran Keputusan Pembayaran Dividen
12
74
2.2.2
Kerangka Pemikiran Dividend Payout Ratio
75
2.2.3
Kerangka Pemikiran Dividend Yield
76
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
No.
Lampiran 1
Keterangan
Sampel Penelitian (Keputusan Pembayaran)
Lampiran 2
Sampel Penelitian (DPR dan DY)
Lampiran 3
Data Mentah Penelitian Keputusan Pembayaran dividen
Lampiran 4
Data Mentah Penelitian Dividend Payout Ratio
Lampiran 5
Data Mentah Penelitian Dividend Yield
Lampiran 6
Output Hasil Probit Regression
Lampiran 7
Output Hasil Regresi (DPR)
Lampiran 8
Output Hasil Regresi (DY)
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Penelitian
Investasi adalah penanaman modal pada suatu asset dengan harapan
mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Menurut Bodie et,al.(2014) investasi
adalah komitmen saat ini atas uang atau sumber daya lainnya dengan harapan
untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Terdapat dua jenis investasi
secara umum yaitu investasi pada asset sektor rill dan investasi pada asset sektor
keuangan. Investasi pada asset rill antara lain tanah,bangunan dan mesin. Investasi
pada asset keuangan antara lain saham dan obligasi. Bodie et, al.(2014) membagi
asset keuangan ke dalam tiga kelompok besar: instrumen pendapatan tetap (fixed
income), saham dan derivatif. Investasi pada sektor keuangan mencakup investasi
di pasar modal. Menurut Budisan dan Triand (2006:279) menyatakan bahwa
pasar modal (capital market) adalah pasar keuangan untuk dana-dana jangka
panjang dan merupakan pasar yang konkret. Terdapat banyak jenis efek atau
instrumen yang diperdagangkan di pasar modal salah satunya adalah saham.
Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan individu
atau korporasi atas suatu perusahaan yang dapat diperjual belikan. Investor
tentunya mengharapkan imbalan dari setiap investasi yang ditanamnya. Terdapat
dua macam keuntungan atau tingkat pengembalian (return) yang bisa diperoleh
investor apabila berinvestasi pada saham yaitu capital gain dan dividen. Capital
1
gain adalah selisih harga jual saham yang lebih tinggi daripada harga belinya.
Sedangkan dividen adalah keuntungan perusahaan yang diberikan kepada para
pemegang saham yang ditetapkan pada saat RUPS (Rapat Umum Pemegang
Saham). Investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi pada saham-saham
perusahaan yang dapat memberikan dua keuntungan tersebut (dividen dan capital
gain) karena dianggap memiliki kinerja keuangan yang baik dan prospek usaha
yang menguntungkan di masa depan.
Gordon dan Lintner menyatakan bahwa sesungguhnya investor jauh lebih
menghargai pendapatan yang didapatkan dari dividen daripada pendapatan yang
diharapkan dari keuntungan modal (capital gain). (Brigham dan Houston, 2001:
67 dalam Wahyudi dan Baidori, 2008:474). Menurut teori “the bird in the hand”
menyatakan bahwa dividen memiliki tingkat kepastian yang lebih tinggi
dibandingkan capital gain. Menurut teori ini, investor lebih memilih dividen yang
sudah pasti jumlah nominalnya daripada mengharapkan capital gain yang belum
pasti dimasa yang akan datang.(Hardiatmo dan Daljono:2013).
Menurut Gordon dan Linter (1959) dikutip dari Jauhari (2002) dalam
Hardiatmo dan Daljono (2013), berpandangan bahwa semakin tinggi dividend
payout ratio (D1/P1), maka semakin tinggi pula nilai perusahaan. Gordon dan
Linter berpendapat bahwa investor menilai dividend payout lebih besar daripada
pertumbuhan, karena mereka merasa lebih yakin jika menerima dividen
dibandingkan jika menerima capital gain. Dapat dianalogikan bahwa satu burung
ditangan lebih berarti daripada seribu burung di angkasa. Menurut mereka,
investor memandang dividend yield lebih pasti daripada capital gains yield.
2
Wirolukito et, al. (2003) dalam Suharli (2007) mengungkapkan bahwa
pihak manajemen akan membayarkan dividen untuk memberi sinyal mengenai
keberhasilan perusahaan membukukan profit. Sinyal tersebut menyimpulkan
bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar dividen merupakan fungsi dari
keuntungan. Dengan demikian profitabilitas multak diperlukan untuk perusahaan
apabila hendak membayarkan dividen. Oleh karena itu pemberian dividen
dianggap merupakan sinyal positif bagi investor terhadap kondisi perusahaan, hal
ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam performa yang baik.
Suharli (2007) menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki kemampuan
membayar
dividen
diasumsikan
masyarakat
sebagai
perusahaan
yang
menguntungkan.
Dalam memutuskan membayar dividen, pihak manajemen juga harus
memperhatikan kondisi arus kas bebas (free cash flow) perusahaan. Dengan free
cash flow positif menunjukkan bahwa tersedianya dana kas untuk para pemegang
saham setelah dikurangi dengan berbagai kewajiban perusahaaan dan dana untuk
kesempatan investasi dikemudian hari. Posisi kas yang benar-benar tersedia bagi
para pemegang saham akan tergambar pada free cash flow yang dimiliki oleh
perusahaan. Sutrisno (2001) dalam Rosdini (2009). Dalam banyak hal, dividen
sering diperlakukan sebagai pertimbangan terakhir setelah pertimbangan investasi
dan pertimbangan pembiayaan lainnya, sehingga timbul the residual value theory
of dividend. Disamping itu, ada juga yang mempertimbangkan pembagian dividen
kas untuk mengurangi masalah keagenan (Rosdini:2009).
Menurut Easterbrook (1984) dalam Nuringsih (2005) menyatakan bahwa
masalah kebijakan dividen berkaitan dengan masalah keagenan. Salah satu pihak
3
yang menetapkan alokasi dividen adalah manajer. Perusahaan sebaiknya
menetapkan kebijakan dividen yang rendah agar memiliki sumber dana internal
yang relatif lebih murah dibandingkan utang atau emisi saham baru. Pada
kenyataanya, manajer juga terlibat dalam kepemilikan saham sehingga terkadang
menginginkan return dalam bentuk dividen. Apabila perilaku manajer menyukai
dividen rendah, maka perusahaan akan memiliki laba ditahan relatif tinggi.
Namun apabila menyukai dividen besar, maka perilaku manajer mengarah pada
bird in the hand theory, sebagai dampaknya perusahaan memiliki sumber dana
internal relatif rendah. Pada situasi ini jika perusahaan melakukan ekspansi akan
didanai dari sumber eksternal yang relatif mahal, misalnya menggunakan hutang.
Peningkatan
penggunaan
utang
akan
meningkatkan
rasio
utang
yang
mengakibatkan risiko kebangkrutan dan financial distress. Keputusan ini justru
menimbulkan konflik baru antara pemegang saham, manajer, dan kreditor.
Perusahaan harus berhati-hati dalam menetapkan kebijakan dividen karena
masing-masing alternatif keputusan memiliki risiko dan akan ditindaklanjuti oleh
pihak eksternal.(Nuringsih:2005).
Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh
perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan
ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi di masa yang akan
datang. Perusahaan dalam menetapkan kebijakan dividen harus memperhatikan
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Penetapan kebijakan
dividen sangat penting karena berkaitan dengan kesejahteraan pemegang saham.
Dalam
menentukan
mempengaruhi
kinerja
kebijakan
dividen
perusahaan,
nilai
tidaklah
mudah
perusahaan
dan
karena
dapat
harga
saham
4
perusahaan(Dewi:2008). Faktor-faktor yang harus diperhatikan manajemen dalam
mengambil keputusan mengenai kebijakan dividen antara lain faktor internal
(seperti kondisi keuangan perusahaan) dan faktor eksternal (reaksi investor).
Black (1976) dalam Nuringsih (2005) mengatakan bahwa banyak puzzle
dibalik kebijakan dividen. Hal ini disebabkan ada tiga teori yang berlawanan
tentang dividen. Menurut Modigliani & Miller dikutip dalam Brigham & Houston
(2001), yang dikenal dengan dividend irrelevant theory menyatakan bahwa
besar/kecilnya dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan tetapi yang
berpengaruh justru basic earning power dan business risk. Menurut Gordon
dikutip dalam Brigham & Houston (2001), dalam the bird in the hand theory,
tingkat ketidakpastian yang tinggi pemegang saham menginginkan dividen tinggi
daripada capital gain. Bila perusahaan menerapkan sepenuhnya, konsep ini
memiliki sumber dana internal yang relatif rendah karena sebagian besar profit
terserap untuk mensejahterakan pemegang saham. Dampak selanjutnya justru
membengkakkan rasio utang. Sebaliknya, Litzenberger & Ramaswamy dikutip
dalam Brigham & Houston (2001), berpendapat dalam the tax preference theory
bahwa investor memilih dividen rendah karena pajak atas dividen lebih mahal
daripada pajak capital gain. Berdasarkan teori ini pemegang saham memilih
dividen rendah untuk menghemat pembayaran pajak.(Nuringsih:2005).
De Angelo et,al.(2006) menguji teori siklus hidup deviden (life-cycle
theory of dividends) terhadap dividend policy(kebijakan dividen). De Angelo et,al.
menemukan bahwa perusahaan akan cenderung membayar dividen ketika proporsi
laba ditahan (retained earning) terhadap total equity/asset lebih besar. Mereka
juga menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara RE/TE atau
5
RE/TA dan keputusan pembayaran dividen. Lebih lanjut De Angelo
mengungkapkan bahwa RE/TE atau RE/TA memiliki pengaruh yang besar
daripada tingkat profitability dan growth opportunities terhadap keputusan
pembayaran dividen. Menurut Refra dan Widiastuti (2014) teori ini menyatakan
bahwa dividend cenderung untuk mengikuti pola siklus hidup (life cycle)
perusahaan tersebut. Perusahaan yang sedang berada dalam tahap mature
(dewasa) lebih cenderung untuk membayarkan dividend karena pada tahap ini
perusahaan memilki kuantitatif laba yang besar. Sementara perusahaan yang
masih dalam tahap growth (pertumbuhan) lebih cenderung untuk tidak
membayarkan dividend karena pada tahap ini perusahaan memilki peluang
investasi yang tinggi namun memilki pendanaan yang terbatas, sehingga laba
yang diperoleh ditahan sebagai retained earnings dan kemudian diinvestasikan
kembali karena pendanaan internal memiliki biaya yang lebih murah
dibandingkan dengan pendanaan eksternal.
Kebijakan pemberian atau pembayaran dividen merupakan suatu
keputusan yang tidak mudah karena dihadapkan pada dua kondisi yaitu memenuhi
keinginan shareholder(pemegang saham) akan cash dividend dan memenuhi dana
internal yang akan digunakan untuk investasi kembali (reinvestment) guna
meningkatkan pertumbuhan perusahaan yang mana akan menjadikan perusahaan
lebih besar lagi. Untuk itu diperlukan kebijakan dividen yang optimal agar dapat
memenuhi dua kepentingan tersebut.
Menurut Rodoni dan Ali (2010:125) menyatakan bahwa kebijakan dividen
optimal merupakan kebijakan yang menciptakan keseimbangan antara dividen
saat ini dan pertumbuhan dimasa yang akan datang. Sedangkan menurut Brigham
6
dan Houston (2001:66) dalam Irawan(2009), kebijakan dividen yang optimal
merupakan kebijakan yang menciptakan keseimbangan antara dividen saat ini dan
pertumbuhan di masa yang akan datang sehingga dapat memaksimalkan harga
saham perusahaan.
Kebijakan dividen terbagi menjadi dua langkah yaitu keputusan
melakukan pembayaran dividen atau tidak, dan menentukan besarnya alokasi laba
yang diberikan dalam bentuk dividen apabila perusahaan memutuskan untuk
membayar dividen. Dengan keputusan perusahaan memberikan dividen berarti
akan mengurangi besarnya laba yang ditahan dimana berdampak terhadap
minimnya dana internal untuk reinvestasi sehingga menimbulkan konsekuensi
perusahaan harus mencari dana dari luar (eksternal). Kebijakan dividen
merupakan salah satu kebijakan perusahaan yang harus diperhatikan dan
dipertimbangkan manajemen secara seksama dan teliti agar dapat memenuhi
keinginan para pemegang saham akan cash dividend dan mencukupi kebutuhan
dana internal.
Dalam kebijakan dividen ditentukan besarnya alokasi laba untuk dividen
dan alokasi laba untuk saldo laba ditahan (retained earning). Menurut Nuringsih
(2005) menyatakan bahwa keputusan membayar dividen merupakan salah satu
cara untuk meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham, khususnya
pemegang saham yang berinvestasi dalam jangka panjang dan bukan pemegang
saham yang beroerientasi pada capital gain.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menganalisa faktor yang
mempengaruhi kebijakan dividen baik dalam keputusan membayarkan dividen
7
atau tidak, dan besaran dividen yang diberikan. Penelitian yang dilakukan oleh
Al-Malkawi (2008) menemukan bahwa jenis sektor perusahaan, ownership
dispersion, insider ownership, PER (price earnings ratio) tidak bepengaruh
terhadap
probabilitas
perusahaan, firm size
pembayaran
dividen
sedangkan
profitabilitas,umur
berpengaruh positif terhadap probabilitas pembayaran
dividen. Variabel lainnya yaitu leverage (DER) berpengaruh secara negatif
terhadap probabilitas pembayaran dividen.
Budiarso (2012) mengungkapkan bahwa profitabilitas (ROA), ukuran
perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap pembayaran dividen.
Sedangkan leverage (DER) dan likuiditas (CR) tidak berpengaruh signifikan
terhadap pembayaran dividen.
Alphonse dan Tran (2014) menemukan bahwa probabilitas pembayaran
dividen dipengaruhi secara positif oleh profitabilitas (ROA), firm size,
earned/contributed capital, state control sedangkan investment opportunities
(asset growth dan market to book value of asset), likuiditas saham dan insider
ownership berpengaruh negatif terhadap probabilitas pembayaran dividen.
Alphonse dan Tran (2014) juga menemukan bahwa investment opportunities
(asset growth dan market to book value of asset) dan insider retention
berpengaruh negatif terhadap dividend yield sedangkan leverage (DTA)
berpengaruh positif terhadap dividend yield. Leverage (DTA) dan free cash flow
berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio.
Penelitian yang dilakukan Deitiana (2009), Binastuti dan Wibowo (2011)
menemukan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.
8
Sedangkan Marlina dan Danica (2009), Hardiatmo dan Daljono (2013)
menemukan bahwa ROA memiliki pengaruh signifikan positif terhadap dividend
payout ratio (DPR). Hasil ini berbeda dengan Nuringsih (2005) dan
Dewi
(2008) yang menemukan bahwa ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap
dividend payout ratio.
Laksono (2006), Latiefasari dan Chabachib (2011) menemukan bahwa
asset growth memiliki pengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. Hasil
yang sama ditemukan oleh Raissa (2012) yang mengungkapkan bahwa asset
growth memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio.
Sedangkan Shakti (2014) menemukan bahwa asset growth berpengaruh positif
terhadap dividend payout ratio.
Danar (2007) menemukan bahwa market to book value of asset
(MVABVA) berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. AP.Putri (2011)
menemukan bahwa market to book value of asset (MVABVA) berpengaruh
positif terhadap dividend payout ratio. Hasil yang sama ditemukan oleh Faramita
(2011) yang mengungkapkan bahwa market to book value of asset (MVABVA)
berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio.
Penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2008), Difah (2011) menemukan
bahwa firm size berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Hasil serupa
ditemukan oleh Istiningtyas (2013), Sumantri dan Candraningrat (2014) bahwa
firm size memiliki pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Namun,
Pasadena (2013) menemukan bahwa firm size tidak berpengaruh terhadap
dividend payout ratio.
9
Nuringsih (2005), Laksono (2006) menemukan bahwa debt to total asset
ratio berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. Hal yang serupa
ditemukan oleh Dewi (2008) yang mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh debt
to total asset terhadap dividend payout ratio. Sedangkan hasil penelitian oleh
Basuki (2012) menemukan bahwa debt to total asset ratio tidak berpengaruh
terhadap dividend payout ratio.
Kusuma (2006) menemukan bahwa asimetri informasi berpengaruh
negatif terhadap kebijakan dividen. Al-Malkawi (2007) menemukan bahwa
asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen.
Rosdini (2009) mengungkapkan bahwa free cash flow berpengaruh positif
terhadap dividend payout ratio. Hasil yang berbeda ditemukan oleh Sariwati
(2011), Fajriyah (2011) yang mengungkapkan bahwa free cash flow memiliki
pengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio. Irnanta et, al.(2014)
mengungkapkan bahwa free cash flow memiliki pengaruh terhadap dividend
payout ratio. Sedangkan Raissa (2012), Istiningtyas (2013) menemukan bahwa
free cash flow tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio.
Nuringsih (2005), Rosita (2008) menemukan bahwa insider ownership
memiliki pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Hasil yang sama
ditemukan Fajriyah (2011) yang mengungkapkan bahwa insider ownership
mempunyai pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Sariwati (2011)
menemukan bahwa insider ownership tidak berpengaruh terhadap dividend payout
ratio.
10
Al-Kuwari
(2007) mengungkapkan bahwa
government ownership
memiliki pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Hasil yang serupa juga
ditemukan oleh Siti Salwani binti Abdullah (2011) yang menemukan bahwa
government ownership berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio.
Penelitian yang dilakukan oleh Thanatawee (2014) juga menemukan bahwa
government ownership berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio.
Nnadi dan Akopmi (2008), Olubukunola dan Olowe (2013) menemukan
bahwa tax berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio.
Sedangkan Hadiwidjaja (2008), Arif dan Akbar (2013) menemukan bahwa tax
berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. Mathilda (2012) serta Refra
dan Widiastuti (2014), menemukan bahwa tax tidak berpengaruh terhadap
dividend payout ratio. Busnia (2010) mengungkapkan bahwa penurunan tarif
pajak berpengaruh positif terhadap probablitas perusahaan dalam meningkatkan
dividend payout.
Iqbal (2011) menemukan bahwa ROA dan leverage (debt to total asset)
berpengaruh positif terhadap dividend yield sedangkan asset growth, market value
(nilai kapitalisasi) berpengaruh negatif terhadap dividend yield. Setya(2012)
menemukan bahwa secara parsial earning per share, ROA, growth potential tidak
berpengaruh terhadap dividend yield, sedangkan secara simultan EPS,ROA dan
growth potential berpengaruh terhadap dividend yield.
Penelitian yang dilakukan oleh Nnadi et, al. (2012) menemukan bahwa
insider ownership, debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap dividend
yield sedangkan perusahaan kepemilikan pemerintah (goverment), umur
11
perusahaan, profitabilitas (EPS), market capitalization berpengaruh positif.
Variabel lainnya yaitu dispersion ownership, market to book ratio, asimetris
informasi (share turnover ratio), jenis sektor perusahaan, pajak dividen tidak
berpengaruh terhadap dividend yield.
Berikut adalah gambaran indeks harga saham dan total volume
perdagangan saham syariah Indonesia per kuartal selama periode tahun 20102013 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).
(Gambar 1.1)
Berdasarkan statistik diatas, kinerja perdagangan saham ISSI berfluktuasi
selama tahun 2010-2013. Harga saham indeks saham syariah Indonesia (ISSI)
tertinggi terjadi pada kuartal kedua (Q2) tahun 2013 dengan total perdagangan
saham sekitar 8.500 juta lembar saham dan harga saham ISSI menyentuh sekitar
175 rupiah (Rp.175).
12
Berikut ini adalah gambaran pembayaran dividen pada perusahaan yang
terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama periode tahun
2009-2013:
Tabel 1.2
Tahun
SEKTOR
2009
2010
2011
2012
2013
N (246)
non
payers payers
N (257)
non
payers payers
N (273)
non
payers payers
N (289)
non
payers payers
N (296)
non
payers payers
Agriculture
5
4
7
2
9
2
9
2
10
3
Mining
Basic Industry And
Chemicals
Miscellaneous
Industry
Consumer Goods
Industry
Property, Real Estate
And Building
Construction
Infrastructure,
Utilities And
Transportation
9
12
11
11
11
13
13
14
12
15
18
26
20
25
21
25
16
30
21
27
10
18
11
17
16
13
15
15
13
17
8
15
13
12
16
9
14
13
13
14
15
25
18
24
22
22
28
19
22
25
5
13
6
13
12
12
15
12
12
15
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
Finance
Trade, Services &
Investment
26
36
33
33
31
38
37
36
29
47
T0TAL
96
150
119
138
138
135
147
142
132
164
39,02
60,98
46,30
53,70
50,55
49,45
50,87
49,13
44,59
55,41
Persentase(%)
Sumber: www.idx.co.id (diolah)
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pembayaran
dividen dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, pada tahun 2009 hanya
sekitar 39,02 % perusahaan yang membayarkan dividen dan pada tahun 2012
perusahaan yang membayarkan dividen meningkat menjadi 50,87 %. Namun pada
tahun 2013 terjadi penurunan perusahaan yang membayarkan dividen menjadi
44,59 %, terjadi penurunan sebesar 6,28 % dari tahun sebelumnya.
Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia merupakan pangsa
pasar potensial untuk industri keuangan syariah baik asuransi, perbankan maupun
13
pasar modal. Meskipun perkembangannya relatif baru dibandingkan dengan
perbankan syariah maupun asuransi syariah tetapi seiring dengan pertumbuhan
yang signifikan di industri pasar modal Indonesia, maka diharapkan investasi
syariah di pasar modal Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang
pesat(www.idx.co.id). Di bursa efek Indonesia terdapat dua jenis indeks saham
untuk saham-saham syariah, yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham
Syariah Indonesia (ISSI). Jakarta Islamic Index merupakan indeks saham syariah
yang pertama kali diluncurkan BEI pada tanggal 3 Juli 2000, indeks ini bertujuan
untuk mendukung kegiatan perdagangan saham berbasis syariah. Jakarta Islamic
Index (JII) merupakan indeks yang memuat 30 saham syariah dengan tingkat
likuiditas tinggi. Namun saham syariah tidak hanya terdiri dari 30 saham saja,
untuk itu BEI meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang memuat
daftar semua saham syariah.
ISSI diluncurkan oleh BEI pada tanggal 12 Mei 2011, Indeks saham ini
mengelompokkan semua saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
sehingga memudahkan investor untuk mengetahui saham-saham yang termasuk
ke dalam saham syariah guna untuk mendukung perkembangan investasi syariah
di pasar modal Indonesia. Dengan adanya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
diharapkan investor dapat berinvestasi pada saham-saham yang tercantum di ISSI
tanpa perlu ada rasa khawatir apakah saham tersebut merupakan saham
perusahaaan yang akad, cara dan kegiatan usahanya bertentangan dengan ajaran
agama/prinsip-prinsip syariah.
Penelitian ini difokuskan pada sektor non bank dan asuransi dikarenakan
sebagian besar saham yang termasuk kedalam ISSI merupakan saham-saham
14
syariah pada sektor rill (non keuangan) dan hanya sebagian kecil saja yang
merupakan saham sektor financial/keuangan(bank dan asuransi), menurut data
dari otoritas jasa keuangan (OJK) mayoritas saham syariah bergerak dalam sektor
perdagangan, jasa dan investasi (27,22 %), sektor properti, real estate dan
konstruksi (16,46 % ), sektor industri dasar dan kimia (15,19 %), sektor aneka
industri (9,81 %), sektor industri barang konsumsi (9,18 %), sektor pertambangan
(8,86 %), sektor infrastruktur,utilitas dan transportasi (8,54 %), sektor pertanian
(4,11 %), dan sektor keuangan (0,63 %). Selanjutnya alasan peneliti tertarik untuk
menfokuskan pada sektor non bank dan asuransi dikarenakan perkembangan
untuk industri non bank dan asuransi (rill) di Indonesia sendiri cendrung
diprediksi memiliki prospek yang menguntungkan dikemudian hari, hal ini
dikarenakan basic ekonomi Indonesia sendiri masih bertumpu pada besarnya
konsumsi masyarakat dan saat ini baik sektor perdagangan, jasa, dan investasi,
sektor properti, sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, sektor
barang konsumsi, sektor pertanian, sektor pertambangan, serta sektor infrastuktur
dan transportasi sedang mengalami perkembangan dan masih tingginya
permintaan masyarakat akan produk/jasa pada sektor-sektor tersebut.
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti faktorfaktor yang mempengaruhi masing-masing kebijakan dividen yang terdiri dari
keputusan pembayaran dividen, dividend payout ratio dan dividend yield pada
saham-saham syariah dengan diteliti secara terpisah dan satu persatu sehingga
pembaca dapat mengambil salah satunya sebagai acuan(referensi). Penelitian ini
diberi judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembayaran
Dividen dan Tingkat Dividen” (Studi Empiris Pada Emitten Non Bank dan
15
Asuransi Yang Termasuk Kedalam Perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia
Per 15 Januari 2014 periode tahun 2009-2013).
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan sebelumnya,
maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size,
earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading share
turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan secara parsial
terhadap probabilitas pembayaran dividen
2. Apakah terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara simultan
terhadap dividend payout ratio
3. Apakah terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend payout ratio
4. Apakah terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
16
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara simultan
terhadap dividend yield
5.
Apakah terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend yield
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisa pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size,
earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading share
turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan secara parsial
terhadap probabilitas pembayaran dividen
2. Menganalisa pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership ,struktur kepemilikan dan tax rate
secara simultan
terhadap dividend payout ratio
3. Menganalisa pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
17
insider ownership ,struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend payout ratio
4. Menganalisa pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara simultan
terhadap dividend yield
5. Menganalisa pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, Investment
Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend yield
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi Emitten
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan perusahaan (emitten) dalam mengambil keputusan mengenai
kebijakan dividen perusahaan baik keputusan pembayaran dividen dan
tingkat dividen.
2. Bagi Investor
Memberikan informasi kepada investor mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kebijakan dividen sehingga dapat menjadi referensi dalam
melakukan investasi saham.
18
3. Bagi Para Akademisi
Hasil penelitian ini dapat menambah informasi tentang kebijakan dividen
serta dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.
19
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pasar Modal
1. Pengertian Pasar Modal
Menurut Horne dan Wachowicz (2007:322) pasar modal adalah pasar
yang relatif berjangka panjang (lebih lama dari waktu jatuh tempo satu tahun)
untuk berbagai instrumen keuangan seperti obligasi dan saham. Sedangkan
pengertian pasar modal menurut kamus pasar uang dan modal dalam Budisan dan
Triand (2006:279) adalah pasar konkret atau abstrak yang mempertemukan pihak
yang menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang,yaitu jangka satu
tahun keatas. Dana jangka panjang adalah dana yang jatuh temponya diatas 1
tahun. Menurut Bursa Efek Indonesia (2014) pasar modal adalah mekanisme
transaksi jual beli efek antara penjual dan pembeli (individu, koporasi,
pemerintah). Menurut Sjahrial (2006:15) menyatakan bahwa pengertian pasar
modal terbagi menjadi dua yakni:
a. Dalam arti sempit
Pasar modal merupakan kegiatan yang mempertemukan penjual dan
pembeli dana jangka panjang.
20
b. Dalam arti luas
1. Pasar modal adalah keseluruhan sistem keuangan yang terorgaanisasi
termasuk bank-bank komersial dan semua perantar di bidang keuangan
serta surat-surat berharga jangka panjang dan pendek.
2. Pasar modal adalah semua pasar yang terorganisasi dan lembagalembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya yang
berjangka waktu lebih dari satu tahun) termasuk saham-saham,
obligasi, hipotek, dan tabungan serta deposito berjangka.
Menurut undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal,
pengertian pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran
umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang terkait dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
(Warsono,2003:355).
Pasar modal dalam arti sempit adalah suatu tempat dalam pengertian fisik
yang terorganisasi tempat efek-efek diperdagangkan yang disebut bursa efek.
Pengertian bursa efek (stock exchange) adalah suatu sistem yang terorganisasi
yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara
langsung maupun tidak langsung.(Budisan dan Triand,2006:279).
2.Macam-Macam Efek yang Diperdagangkan
Efek adalah surat berharga,yaitu surat pengakuan utang,surat berharga
komersil,saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi
kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. (Bursa Efek
21
Indonesia,2014). Menurut Bursa Efek Indonesia (2014) macam-macam efek yang
diperdagangkan yaitu:
a. Saham, merupakan bukti penyertaan atau kepemilikan dalam suatu
perusahaan yang memberikan hasil investasi bersifat variabel tergantung
dari kemampuan investor dalam mengelolanya.
b. Obligasi, merupakan efek berbasis surat hutang yang memberikan hasil
investasi bersifat tetap selama periode tertentu.
c. Sukuk, merupakan efek berbasis penyertaan dalam pengelolaan aset yang
memberikan hasil investasi tergantung dari jenis akadnya selama periode
tertentu.
d. Efek derivatif, merupakan efek yang menggunakan aset finansial lainnya
sebagai underlying yang memberikan hasil investasi bersifat variabel
tergantung dari kemampuan investor dalam mengelolanya.
e. Exchange traded funds, merupakan reksadana yang unit penyertaannya
diperdagangkan di bursa efek dan memberikan hasil investasi bersifat
variabel tergantung dari kemampuan investor dalam mengelolanya.
B. Saham
1. Pengertian Saham
Saham adalah surat berharga tanda kepemilikan individu atau korporasi
terhadap perusahaan, dimana surat berharga tersebut dapat diperjualbelikan.
Menurut Husnan (2005:29) dalam Miranda (2011) menyatakan bahwa saham
merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang
memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan
22
organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi yang
memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya.
Beberapa pengertian saham yang dikemukakan oleh para ahli yang dikutip
dari Yasmiandi (2011):
a. Menurut Gitman (2000:7) saham adalah bentuk paling murni dan
sederhana dari kepemilikan perusahaan.
b. Menurut Bernstein (1995:197) saham adalah selembar kertas yang
menyatakan kepemilikan dari sebagian perusahaan.
c. Menurut Miskhin (2001:4) saham adalah suatu sekuritas yang memiliki
klaim terhadap pendapatan dan asset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri
dapat diartikan sebagai klaim atas pendapatan masa depan seorang
peminjam yang dijual oleh peminjam kepada yang meminjamkan, sering
juga disebut instrumen keuangan.
2. Jenis-Jenis Saham
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:7) menyatakan bahwa ada
beberapa sudut pandang untuk membedakan saham yaitu:
a. Berdasarkan dari segi kemampuan klaim atau hak tagih :
1. Saham Preferen (Preferend stock)
Saham preferen adalah saham yang memiliki karakteristik
gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan
pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi bisa juga tidak
23
mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Ciri-ciri saham
preferen (Darmadji dan Fakhruddin,2001:8) adalah sebagai berikut:
a. Memiliki hak paling dahulu memperoleh dividen
b. Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam
pencalonan pengurus perusahaan
c. Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham
lebih dahulu setelah kreditor, apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi (dibubarkan)
d. Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba
perusahaan di samping penghasilan yang diterima secara tetap
e. Dalam hal perusahaan dilikuidasi, memiliki hak memperoleh
pembagian kekayaan perusahaan di atas pemegang saham biasa
setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi
2. Saham Biasa (Common stock)
Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya pada
posisi paling junior dalam pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan
perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Ciri-ciri saham biasa
(Darmadji dan Fakhruddin,2001:7) adalah sebagai berikut:
a. Dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba
b. Memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (one
share one vote)
24
c. Memiliki hak terakhir (junior) dalam hal pembagian kekayaan
perusahaan jika perusahaan tersebut dilikuidasi (dibubarkan)
setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi
d. Memiliki tanggung jawab terbatas kepada klaim pihak lain sebesar
proporsi sahamnya
e. Hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya
b. Berdasarkan kinerja perdagangan :
1. Saham unggulan (Blue chip stock)
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi
sebagai pemimpin (leader) di industri sejenis, memiliki pendapatan yang
stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
2.
Saham pendapatan (Income stock)
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar
dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun
sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu penciptakan pendapatan
yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini
tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi pertumbuhan
harga saham(P/E ratio).
3.
Saham pertumbuhan (Growth stock well- known)
Saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan
yang tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis yang mempunyai
reputasi tinggi. Selain itu terdapat juga growth stock (lesser-known),yaitu
saham dari emiten yang tidak sebagi leader dalam industri namun
25
memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan
kurang populer di kalangan emiten.
4. Saham spekulatif (Speculative stock)
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi memiliki
kemungkinan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang, meskipun
belum pasti.
5. Saham siklikal (Counter cyclical stock)
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro
maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga
saham ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen
yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh
penghasilan yang lebih tinggi di masa resesi. Emiten seperti ini biasanya
bergerak dalam produk yang selalu di butuhkan masyarakat seperti barang
kebutuhan sehari-hari (consumer goods).
c.Berdasarkan cara peralihannya:
1. Saham atas unjuk (bearer stock), artinya pada saham tersebut tidak
tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindah tangankan dari satu
investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham
tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut
hadir dalam RUPS.
2. Saham atas nama (registered stock), merupakan saham yang ditulis dengan
jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya harus melalui
prosedur tertentu.
26
3.Keuntungan Saham
Keuntungan yang bisa diperoleh dari kepemilikan saham antara lain
adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih harga jual saham yang
lebih tinggi daripada harga belinya. Sedangkan dividen adalah keuntungan
perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Menurut Astuti (2006)
semakin tinggi harga saham menunjukkan bahwa saham tersebut semakin diminat
para investor, seiring dengan semakin tinggi harga saham maka akan
menghasilkan capital gain yang besar pula. Sedangkan dividen bisa menjadi alat
yang digunakan manajemen untuk menunjukkan kinerja perusahaan kepada pihak
luar/investor, dengan dibayarkannya dividen secara konsisten menunjukkan
bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik pada saat situasi
perekonomian dalam kondisi naik, sedang maupun turun/resesi. Para investor
percaya bahwa tingginya dividen yang dibayarkan berarti bahwa prospek
perusahaan dimasa yang akan datang bagus.(Handayani BS,2010:12).
Menurut Fahmi (2013:275) pemegang saham akan memperoleh berbagai
keuntungan sebagai bentuk kewajiban yang akan diterima, yaitu:
1. Memperoleh dividen yang akan diberikan pada setiap akhir tahun
2. Memperoleh capital gain, yaitu keuntungan pada saat saham yang
dimiliki tersebut dijual kembali pada harga yang lebih mahal
3. Memiliki hak suara bagi pemegang saham jenis common stock (saham
biasa)
27
C.Dividen
1. Pengertian Dividen
Dividen adalah bagian dari laba bersih (retained earning) atau laba setelah
pajak (earning after tax,EAT) yang dibagikan kepada para pemegang
saham(Moeljadi,2006:14). Dividen adalah pendapatan yang diterima pemegang
saham secara periodik dari sebagian laba bersih yang disisihkan oleh perusahaan.
Dividen juga sebagai harapan bagi para investor, artinya pada titik tertentu para
investor mengharapkan adanya pembagian laba dari laba yang diperoleh
perusahaan, sehingga diperoleh pengertian dasar dividen adalah pembayaran yang
diberikan perusahaan kepada pemegang saham sehubungan dengan keuntungan
atau laba yang diperoleh perusahaan (Hadiwidjaja:2008). Dividen adalah
keuntungan perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas yang diberikan kepada
para pemegang saham. Besarnya dividen yang diberikan ditentukan dalam rapat
pemegang saham dalam suatu jumlah atau persentase (%) tertentu atas nilai
nominal saham dan bukan atas nilai pasarnya.(Weston dan Copeland:2005) dalam
Rodoni dan Ali (2010:121).
Sebagian besar keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam operasinya
akan didistribusikan kepada pemegang saham dan sebagian lagi akan ditahan
untuk diinvestasikan pada investasi yang menguntungkan. Terkait dengan
keuntungan tersebut maka manajer harus dapat mengambil keputusan mengenai
besarnya keuntungan yang harus dibagikan kepada pemegang saham dan berapa
yang harus ditahan guna mendanai investasi perusahaan. Besarnya keuntungan
yang dibagikan kepada pemegang saham disebut dividen. (Efendi:2007).
28
2. Jenis-Jenis Dividen
Menurut Hakim (2007:11), dilihat dari alat pembayarannya dividen dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Dividen tunai merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk
uang tunai. Tujuan dari pemberian dividen dalam bentuk uang tunai adalah
untuk memacu kinerja saham di bursa efek, yang juga merupakan return
kepada para pemegang saham. Dividen tunai merupakan bentuk
pembayaran yang paling banyak diharapkan oleh investor. Untuk
membayarkan dividen dalam bentuk tunai diperlukan likuiditas.
Brealey and Myers (2004) “ Most company pay a regular cash
dividend each quater, but occasionally this regular dividend is
supplemented by one-of extra or special dividend. Dividends are not
always in the form of cash. Frequently companies also declare stock
dividends”. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pada umumnya
perusahaan membayarkan dividen tambahan atau spesial dividen kepada
pemegang saham. Dividen tidak selalu dalam bentuk kas tetapi bisa juga
dalam bentuk saham (stock dividend).
b. Dividen Saham (Stock Dividend)
Dividen saham merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk
saham, dengan dibagikannya dividen dalam bentuk saham maka akan
meningkatkan likuiditas perdagangan di bursa efek. Kemungkinan
29
perusahaan ingin menurunkan nilai sahamnya dan dengan cara
memperluas
pemilikan
dan
posisi
likuiditas
perusahaan
yang
memungkinkan membagikan dividen dalam bentuk tunai.
Van Horne (1998) mendefinisikan dividen saham sebagai “A
payment of additional of stock to shareholder. Often used in a place or in
addition to a cash dividend”. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa
dividen saham bisa menggantikan dividen kas maupun sebagai dividen
tambahan yang dibayarkan kepada investor.
c. Sertifkat Dividen (Script Dividend)
Sertifikat dividen merupakan dividen yang dibayarkan dengan
sertifikat atau surat promes yang dikeluarkan oleh perusahaan yang
menyatakan bahwa suatu waktu sertifikat itu dapat ditukarkan dalam
bentuk uang. Jadi jika perusahaan ingin
membagikan dividen dalam
bentuk tunai sementara itu perusahaan sedang mengalami kesulitan
likuiditas, maka sebagai gantinya perusahaan mengeluarkan sertifikat.
Menurut Emalia (2003:27) berdasarkan hubungannya dengan tahun
buku, maka dividen dapat dibagi dalam dua jenis yaitu:
a. Dividen Interim
Merupakan dividen yang dibayarkan oleh perseroan antara satu
tahun buku dengan tahun buku berikutnya atau antara dividen final satu
dengan dividen final berikutnya. Dividen interim ini dapat dibayarkan
beberapa kali dalam setahun. Di USA, umumnya dividen ini dibayarkan
30
setiap kuartal (tiga bulan sekali), namun ada juga yang tidak ada. Di
Indonesia pada umunya tidak ada atau hanya satu kali. Dividen interim ini
salah satu tujuannya adalah untuk memacu kinerja kerja saham perseroan
di bursa efek.
b. Dividen Final
Merupakan dividen hasil pertimbangan setelah penutupan buku
perseroan pada tahun sebelumnya yang dibayarkan pada tahun berikutnya.
Dividen final ini juga memperhitungkan serta mempertimbangkan
hubungannya dengan dividen interim yang telah dibayarkan untuk tahun
buku tersebut.
D. Kebijakan Dividen
1. Pengertian Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen merupakan bagian yang menyatu dengan keputusan
pendanaan perusahaan. Rasio pembayaran dividen menentukan jumlah laba yang
ditahan sebagai sumber pendanaan. Semakin besar laba ditahan semakin sedikikt
jumlah laba yang dialokasikan untuk pembayaran dividen. Alokasi penentuan laba
sebagai laba ditahan dan pembayaran dividen merupakan aspek utama dalam
kebijakan dividen.(Wachowicz 1997:496).
Menurut Brigham dan Houston (2006:40) keputusan kebijakan dividen
(dividend policy decision) adalah keputusan mengenai berapa banyak laba saat ini
yang akan dibayarkan sebagai dividen sebagai ganti dari laba dipertahankan untuk
diinvestasikan kembali di dalam perusahaan.
31
Kebijakan dividen adalah keputusan mengenai apakah laba yang diperoleh
perusahaan akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau
akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi di masa yang
akan datang. Laba ditahan merupakan salah satu sumber dana yang paling penting
untuk membiayai pertumbuhan perusahaan, sedangkan dividen merupakan
pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas
keuntungan yang dihasilkan perusahaan.(Husnan:2004).
Kebijakan dividen perusahaan tergambar pada dividend payout ratio, yaitu
persentase laba yang dibagikan dalam bentuk dividen tunai yang akan di
distribusikan kepada pemegang saham. Kebijakan dividen berpengaruh untuk
pertumbuhan suatu perusahaan. Apabila suatu perusahaan menginginkan menahan
sebagian besar pendapatannya dalam bentuk laba ditahan didalam perusahaan, hal
ini menyebabkan pembayaran dividen akan semakin kecil, dengan demikian dapat
dikatakanlah bahwa makin tingginya dividend payout ratio yang ditetapkan
perusahaan maka makin kecil pula dana yang akan ditanamkan kembali didalam
perusahaan yang ini berarti akan menghambat pertumbuhan perusahaan (Riyanto
2001: 266).
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan Dividen
Menurut Astuti (2004:145) ada beberapa faktor yang mempengaruhi
kebijakan dividen antara lain:
a. Peraturan Pemerintah. Beberapa negara ikut mengatur kebijakan dividen
bagi perusahaan dengan tujuan untuk melindungi kreditur.
32
b. Hambatan dalam Perjanjian/Kontrak. Bank akan membatasi pembayaran
dividen tunai sampai batas tertentu dari laba yang bisa dicapai atau bank
mengatur pembayaran denda sampai jumlah tertentu, misalnya x% dari
laba. Hal ini dilakukan oleh bank berkaitan dengan perjanjian kredit dari
bank kepada perusahaan.
c. Hambatan Internal. Jumlah pembayaran dividen tunai juga tergantung pada
tersedianya uang kas perusahaan. Walaupun laporan laba rugi menyatakan
adanya laba yang cukup besar namun belum tentu jumlah tersebut sama
dengan jumlah uang kas tunai yang ada di perusahaan. Jadi saldo laporan
arus kas akan lebih menentukan jumlah pembayaran dividen tunai.
d. Perkiraan Pertumbuhan di Masa yang akan Datang. Bila pimpinan
perusahaan melihat adanya banyak peluang untuk pengembangan
perusahaan, maka pimpinan akan cendrung menahan labanya untuk
pembiayaan rencana pengembangan.
e. Pertimbangan Pemilik Perusaahan. Dalam menentukan kebijakan dividen
pertama-tama
perusahaan
harus
sepakat
untuk
mengutamakan
kesejahteraan pemilik. Walaupun tidak mungkin untuk membuat kebijakan
yang dapat memaksimumkan kesejahteraan atau kepuasan setiap pemilik,
namun setidak-tidaknya.
Sementara menurut Weston dan Brigham (2005) dalam Rodoni dan Ali
(2010:123) mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen
perusahaan yaitu:
33
a. Peraturan hukum. Terdapat tiga hal yang ditekankan berkaitan dengan
pembayaran dividen yaitu:
1. Peraturan mengenai laba bersih yaitu menentukan bahwa dividen
dapat dibayar dari laba dahulu dan laba sekarang.
2. Peraturan mengenai tindakan yang merugikan pemodal. Peraturan
tersebut akan melindungi para kreditur, caranya dengan melarang
pembayaran dividen dari dana modal yang berarti membagikan
investasinya bukan membagikan keuntungan.
3. Peraturan mengenai hak mampu membayar (insolvency) yaitu
menentukan perusahaan tidak membayar dividen jika tidak
mampu (perusahaan bangkrut).
b. Posisi likuiditas, yaitu apabila laba yang ditahan telah diinvestasikan
dalam bentuk aktiva tetap seperti mesin dan peralatan, bahan dan
persediaan dan barang-barang lainnya, dan bukan disimpan dalam bentuk
uang tunai, maka hal tersebut dapat menunjukkan posisi likuiditas
perusahaan yang rendah dan terdapat kemungkinan perusahaan tidak
mampu lagi membayarkan dividennya.
c. Perlunya
membayar
kembali
pinjaman.
Disini
perusahaan
perlu
menyisihkan laba sebelum jatuh tempo hutang, agar keuntungan
perusahaan pada saat jatuh temponya hutang dibebani dengan pembayaran
seluruh hutang.
d. Keterbatasan karena kontrak hutang. Dalam perjanjian hutang terdapat
larangan bagi debitur sehubungan dengan pembayaran dividen. Hal ini
dilakukan untuk melindungi pihak kreditur sehubungan dengan dana yang
34
dipinjamkan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan cara dividen yang
akan datang hanya boleh dibayar dari keuntungan yang diperoleh sesudah
ditandatanganinya. Kontrak hutang/dividen tidak dibayarkan jika modal
kerja bersih jumlahnya lebih kecil dari suatu jumlah tertentu.
e. Tingkat perluasan perusahaan. Semakin cepat tingkat pertumbuhan
perusahaan semakin besar kebutuhannya untuk membiayai pengembangan
harta perusahaan tersebut, dan semakin banyak dana yang dibutuhkan
dikemudian hari, semakin banyak pula keuntungan yang harus ditahan dan
bukan untuk dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen
(dividen relatif kecil).
f. Tingkat keuntungan (tingkat hasil pengembalian atas aktiva yang
diharapkan). Hal ini menentukan perusahaan untuk membayar dividen
atau menggunakannya didalam perusahaan.
g. Stabilitas perusahaan. Perusahaan yang keuntungannya relatif stabil dapat
memperkirakan bagaimana keuntungannya di masa depan, sehingga
kemungkinan besar perusahaan akan membagikan keuntungannya dalam
persentase yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang
keuntungannya berfluktuasi.
h. Kemampuan memasuki pasar modal. Perusahaan besar yang sudah
mempunyai profitabilitas yang tinggi dan keuntungan yang stabil akan
lebih mudah memasuki pasar modal atau memperoleh dana dari luar untuk
pembiayaannya. Karena itu perusahaan yang sudah mantap akan
mempunyai tingkat dividen yang lebih tinggi dibanding dengan
perusahaan kecil atau masih baru.
35
i. Kontrol. Kekhawatiran berkurangnya kekuasaan kelompok dominan
dalam mengendalikan perusahaan cendrung mendorong perusahaan untuk
memperbesar laba ditahan demi keperluan ekspansinya, yang berarti akan
memperkecil pembayaran dividennya.
j. Kedudukan pajak para pemegang saham. Pada umumnya para pemilik
perusahaan yang memegang sebagian besar sahamnya tergolong kelompok
berpendapatan tinggi dan merupakan pembayar pajak yang tinggi,
sehingga menyebabkan perusahaan akan membayar dividen yang rendah.
k. Pajak atas penghasilan yang diperoleh dengan tidak wajar. Seringkali
perusahaan menahan keuntungan hanya untuk menghindari tarif pajak
perusahaan yang tinggi, maka dikeluarkan peraturan yang membebani
pajak tambahan terhadap keuntungan atas penghasilan yang diperoleh
dengan tidak wajar.
l. Tingkat inflasi. Kecendrungan kenaikan harga termasuk harga aktiva tetap
menyebabkan akumulasi penyusutan tidak lagi mencukupi untuk
mengganti aktiva tetap. Oleh karena itu perusahaan memperbesar porsi
laba ditahan sehingga porsi untuk dividen menjadi berkurang.
3. Teori Kebijakan Dividen
Menurut Kolb dalam Rodoni dan Ali (2010:128) terdapat tiga teori
kebijakan dividen untuk perusahaan yaitu sebagai berikut:
1. Residual Theory
Penekanan teori ini adalah pada investasi modal dengan anggapan
bahwa dividen merupakan residu (akhir) dari proses investasi modal
36
(capital investment process). Bertolak dari anggapan tersebut, maka teori
ini menganjurkan agar dividen dibayarkan dari sisi dana yang digunakan
untuk investasi modal.
2. Indiference Theory
Teori ini dilandasi anggapan bahwa dividen bukan faktor yang
relevan terhadap nilai saham. Teori ini dipelopori oleh Miller dan
Modigliani(1961) yang berpendapat bahwa hanya pendapatan yang
relevan bagi pemegang saham. Karena itu dividen dibayar atau tidak
dibayar tidak ada pengaruhnya terhadap kemakmuran para pemegang
saham. Teori ini mengunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
a. Tidak ada pajak atas dividen dan capital gain
b. Tidak ada biaya penerbitan (floating cost) jika mengeluarkan
tambahan saham
c. Tidak ada biaya transaksi
3. Bird In The Hand Theory
Teori ini mengatakan bahwa pemegang saham tidak peduli (not
indifferent) terhadap dividen dan perubahan pendapatan perusahaan. Bagi
pemegang saham kebijakan dividen adalah relevan terhadap nilai saham.
Teori ini didukung oleh Litner dan Gordon yang mengatakan bahwa
pemegang saham menilai $1 dividen yang diterima lebih tinggi daripada
$1 pendapatan yang ditahan.
Terdapat empat teori lain yang dapat membantu menjelaskan kebijakan
dividen adalah sebagai berikut:
37
1. Information Content Hypothesis atau Signaling
Menurut Brigham dan Houston (2001) yang dikutip dari Iqbal
(2011) menjelaskan mengenai hipotesis ini yaitu kenaikan dividen
seringkali menyebabkan kenaikan harga saham, sementara pemotongan
dividen umumnya menyebabkan penurunan harga saham. Hal ini
menunjukkan bahwa investor secara keseluruhan lebih menyukai dividen
daripada keuntungan modal. Akan tetapi, Modigliani dan Miller (MM)
berpendapat lain. Mereka menurunkan dividen, sehingga mereka tidak
akan menaikkan dividen kecuali kalau mereka mengantisipasi laba yang
lebih tinggi di masa mendatang. Karenanya, MM berpendapat bahwa suatu
kenaikan dividen yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan merupakan
“isyarat” bagi investor bahwa manajemen perusahaan memperkirakan laba
yang lebih tinggi di masa mendatang.
Sebaliknya, penurunan dividen atau kenaikan yang lebih kecil
daripada yang diperkirakan, merupakan suatu isyarat bahwa manajemen
meramalkan laba yang lebih rendah di masa mendatang. Jadi, MM
menegaskan bahwa reaksi investor terhadap perubahan dalam kebijakan
dividen tidak harus menunjukkan investor lebih menyukai dividen
daripada laba yang ditahan. Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa
perubahan harga saham sesudah pembagian dividen hanya menunjukkan
ada kandungan informasi atau pensinyalan (information, or signaling,
content) yang penting dalam pengumuman dividen tersebut.(Iqbal:2011).
38
2.Clientele Effect
Menurut Brigham dan Houston (2001) yang dikutip dari Iqbal
(2011) menjelaskan mengenai hipotesis ini yaitu kelompok atau pelanggan
(clientele) dari pemegang saham yang berbeda akan mempunyai kebijakan
dividen yang berbeda-beda. Manajemen harus mempertimbangkan dengan
matang perubahan kebijakan dividennya, karena suatu perubahan dapat
menyebabkan pemegang saham saat ini menjual saham mereka dan
mengakibatkan harga saham menjadi turun. Penurunan harga tersebut bisa
bersifat sementara, tetapi juga bisa bersifat permanen jika hanya sedikit
investor yang tertarik dengan kebijakan dividen yang baru, harga saham
akan terus tertekan.
Namun kebijakan baru itu mungkin akan memungkinkan lebih
banyak pelanggan daripada sebelumnya dimiliki perusahaan, sehingga
harga saham akan naik. MM dan yang lainnya telah menyatakan bahwa
satu pelanggan sama baiknya dengan yang lain sehingga adanya pengaruh
pelanggan tidak harus menyiratkan bahwa satu kebijakan dividen lebih
baik dari kebijakan dividen lainnya. Namun, MM mungkin saja salah, dan
mereka ataupun orang lain tidak dapat membuktikan bahwa adanya
kelompok-kelompok
investor
secara
keseluruhan
memungkinkan
perusahaan mengabaikan efek pelanggan.(Iqbal:2011).
Mutiaroh (2010) menjelaskan mengenai teori ini, efek klien adalah
kecendrungan perusahaan untuk menarik jenis investor yang menyukai
kebijakan dividennya. Secara ringkasnya dapat dikatakan bahwa para
39
investor yang menginginkan pendapatan dari investasi untuk periode
berjalan akan memiliki saham pada perusahaan yang membagikan dividen
dalam jumlah besar, sedangkan investor yang tidak membutuhkan
penghasilan kas untuk periode berjalan akan menginvestasikan modalnya
pada perusahaan yang membagikan dividen dalam jumlah kecil. Hal ini
menyiratkan bahwa setiap perusahaan seharusnya menetapkan kebijakan
khusus yang oleh manajemennya dianggap paling tepat dan kemudian
mengijinkan pemegang saham yang tidak menyukai kebijakan ini untuk
menjual sahamnya kepada investor lain yang menyukainya.
3.Tax Differential Theory
Argumen ini sebagian besar didasarkan pada perbedaan perlakuan
pajak atas pendapatan dividen dan perolehan modal. Pajak atas pendapatan
dividen dibayarkan saat dividen diterima, sementara pajak atas apresiasi
harga (perolehan modal) ditunda hingga saham benar-benar dijual. Dalam
hal pertimbangan pajak, sebagian besar investor masih lebih suka
penahanan pendapatan perusahaan daripada pembayaran dividen tunai.
Pendapatan yang ditahan dalam perusahaan akan meningkatkan harga
saham, tapi peningkatan tersebut tidak dipajak hingga saham dijual.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kebijakan membayar dividen
rendah akan mengakibatkan harga saham yang lebih tinggi. Artinya
dividen tinggi merugikan investor, sementara dividen rendah dan retensi
tinggi membantu investor.(Mutiaroh :2010).
40
4.
Life Cycle Theory
Menurut DeAngelo et. al. (2006) dalam Refra dan Widiastuti
(2014) teori ini menyatakan bahwa dividend cenderung untuk mengikuti
pola siklus hidup (life cycle) perusahaan tersebut. Perusahaan yang sedang
berada dalam tahap mature (dewasa) lebih cenderung untuk membayarkan
dividend karena pada tahap ini perusahaan memiliki kuantitatif laba yang
besar.
Sementara
perusahaan
yang
masih
dalam
tahap
growth
(pertumbuhan) lebih cenderung untuk tidak membayarkan dividend
karena pada tahap ini perusahaan memiliki peluang investasi yang tinggi
namun memiliki pendanaan yang terbatas, sehingga laba yang diperoleh
ditahan sebagai retained earnings dan kemudian diinvestasikan kembali
karena pendanaan internal memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan
dengan pendanaan eksternal. Dalam teori ini, keputusan dividend
dipengaruhi oleh kebutuhan perusahaan untuk mendistribusikan aliran
kasnya. Teori ini memprediksi bahwa pada tahun-tahun awal sejak
pendirian, perusahaan belum banyak membayar dividend, tetapi semakin
mature perusahaan dimana dana internal perusahaan sudah melebihi
peluang investasi, dividend yang dibayarkan juga akan meningkat.
4. Tipe-Tipe Pola pembayaran dividen
Menurut Kolb dalam Rodoni dan Ali (2010:129) terdapat lima pola
pembayaran dividen yang dapat dipilih oleh perusahaan yaitu:
41
a) Stable and occasionally increasing dividends per share
Kebijakan ini menetapkan dividen saham yang tetap (stabil) selama
tidak ada peningkatan yang permanen dalam earning power kemampuan
membayar dividen. Manajemen menaikkan dividen hanya jika ia yakin
bahwa tingkat yang lebih tinggi tersebut dapat dipertahankan secara
definitive. Landasan berpikirnya adalah psikologis pemegang saham,
dimana pemegang saham akan merasa senang bila dividen naik dan hal ini
akan menaikkan perdagangan saham. Sebaliknya, bila dividen turun
pemegang saham akan merasa kecewa dan hal ini akan menyebabkan
perdagangan saham turun.
b) Stable dividen per share
Landasan pemikirannya adalah pasar mungkin akan menilai suatu
saham lebih tinggi bila dividen yang diharapkan tetap stabil daripada kalau
dividen berfluktuasi. Cara ini paling superior untuk menjaga payout ratio
yang stabil. Perusahaan yang menilai cara ini akan membayar dividen
dalam jumlah yang tetap dari tahun ke tahun, karenanya cara ini di sebut
pula stable dollar amount pershare. Pola ini paling banyak diterapkan oleh
perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat.
c) Stable payout ratio
Dalam pola ini, jumlah dividen dihitung berdasarkan suatu
persentase tetap (constant) dari laba (earnings). Bila laba berfluktuasi
maka jumlah dividen yang dibayarkan pun ikut berfluktuasi.
42
d) Regular dividend plus extras
Dengan cara ini deviden regular diterapkan dalam jumlah yang
manajemen yakin mampu dipertahankan tanpa menghiraukan fluktuasi
laba dan kebutuhan investor modal. Bila tambahan kas tersedia,
perusahaan memberikan dividen ekstra (bonus) kepada pemegang saham.
Cara ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan, tetapi menimbulkan
ketidakpastian bagi pemegang saham. Meskipun demikian, cara ini
kemungkinan merupakan pilihan terbaik bagi perusahaan menurut kondisi
yang ada. Cara ini mengakui kandungan informasi dividen sehingga
diharapkan dengan pemberian bonus (ekstra) dapat menarik minat pembeli
yang akhirnya meningkatkan perdagangan saham.
e) Fluktuating dividends and payout ratio
Dalam metode ini, dividen dan payout ratio berfluktuasi sesuai
dengan perubahan laba dan kebutuhan investasi modal perusahaan setiap
periode. Metode ini tampaknya kurang populer bagi perusahaan go public,
namun mungkin cocok bagi perusahaan kecil atau perseroan tertutup.
5. Prosedur Pembayaran Dividen
Menurut Rodoni dan Ali (2010:131) prosedur dalam pembayaran dividen
adalah sebagai berikut:
1. Tanggal pengumuman (date of declaration)
Tanggal pengumuman adalah tanggal dimana direksi secara formal
mengumumkan dibagikannya kepada pemegang saham bahwa dividen akan
dibagikan, suatu hutang dividen harus diakui dan laba yang di tahan
43
berkurang. Dengan demikian kewajiban membayar dividen timbul pada saat
direksi mengumumkan pembagian dividen.
2. Cum-dividen date
Tanggal terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk
mendapatkan dividen.
3. Tanggal pencatatan pemegang saham (date of record)
Tanggal pencatatan adalah tanggal dimana pemilikan saham di tentukan,
sehingga dapat diketahui kepada siapa dividen dibagikan. Pemegang saham
yang mencatatkan dirinya pada tanggal ini adalah pemegang saham yang
memperoleh dividen pada tanggal pembayaran. Tidak ada entry yang
diperlukan pada tanggal pencatatan. Tanggal ini hanya digunakan sebagai titik
batas, kepada dividen dibagikan. Penentuan titik batas tidak perlu dilakukan
karena saham perusahaan diperdagangkan di bursa, sehingga pemiliknya dapat
setiap saat berubah. Tentang jumlah saham yang beredar, perusahaan sudah
mengetahuinya sejak dividen diumumkan. Pada saat dividen dibayarkan,
hutang dan kas akan berkurang sehingga perusahaan akan mencatatnya
sebagai pengurangan kedua perkiraan tersebut diatas.
4. Tanggal pemisahan dividen (ex-dividend date)
Sebelum tanggal pencatatan, perusahaan sudah harus diberitahukan
apabila terjadi transaksi jual beli atas saham beredar tersebut. Oleh sebab itu
pada bursa internasional disepakati adanya ex-dividend date yaitu tiga hari
sebelum tanggal pencatatan (date of record). Setelah tanggal pencatatan,
saham tersebut tidak lagi memiliki hak atas dividen pada tanggal pembayaran.
44
5. Tanggal pencatatan (date of payment)
Pada tanggal ini, dividen dibayarkan kepada para pemegang saham.
Setelah memegang dividen, kas di debet dan piutang dieleminasi. Pembayaran
dividen akan dikenakan pajak penghasilan.
E.Dividend payout ratio
Dividend payout ratio adalah persentase dari pendapatan yang akan
dibayarkan kepada pemegang saham sebagai “cash dividend”.(Riyanto,2001:266).
Menurut Keown (2005) dalam Deitiana (2009) menjelaskan bahwa dividend
payout ratio adalah jumlah dividen yang dibayarkan relatif terhadap pendapatan
bersih perusahaan atau pendapatan tiap lembar. Menurut Marlina dan Danica
(2009) dividend payout ratio adalah persentase laba yang dibagikan dalam bentuk
dividen tunai. Menurut Novelma (2014) dividend payout ratio (DPR) adalah
perbandingan antara dividen yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang
saham dengan laba bersih setelah pajak yang dimiliki perusahaan. Sedangkan
menurut Astuti (2004) dividend payout ratio merupakan perbandingan antara
dividend per share (DPS) dengan earning per share. Hermuningsih (2007)
menjelaskan bahwa persentase dari laba yang dibagikan sebagai cash dividend
atau disebut dividend payout ratio. Payout ratio diperoleh dari jumlah dividen per
lembar saham dibagi earning perlembar saham. Dividend payout ratio dapat
dihitung dengan menggunakan rumus:
45
F. Dividend yield
Dividend yield adalah rasio antara dividen per saham (dalam satu tahun
buku) dengan harga saham (dividen/harga saham) dinyatakan dalam persentase
(Fauziah:2013). Dividend yield adalah suatu rasio yang menghubungkan suatu
dividen yang dibayar dengan harga saham biasa (Nova:2010). Menurut Moeljadi
(2006:54) dividend yield menunjukkan rasio antara dividen per saham dan harga
pasar per saham. Dividend yield adalah dividen yang dibagikan dalam satu tahun
terakhir dibagi harga saham pada saat itu (Hermuningsih:2007).
Dividend yield menyediakan suatu ukuran komponen pengembalian total
yang dihasilkan dividen, dengan menambahkan apresiasi harga yang ada.
Beberapa investor menggunakan dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan
sebagai suatu penyaring investasi, yaitu mereka akan berusaha menginvestasikan
dananya dalam saham yang menghasilkan dividend yield yang tinggi
(Nova:2010). Rumus dividend yield adalah sebagai berikut:
G. Profitabilitas
Menurut Sartono (2010) dalam Sumantri dan Candraningrat (2014)
menyatakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba
dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri.
Menurut Kim et, al (1993) yang dikutip dari Puspita (2009) menyatakan bahwa
profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada
masa mendatang dan merupakan indikator dari keberhasilan operasi perusahaan.
46
Lebih lanjut Kim et, al (1993) dalam Puspita (2009) menyatakan bahwa
perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang tinggi akan menarik minat
investor untuk menanamkan modalnya dengan harapan akan mendapatkan
keuntungan yang tinggi pula. Tinggi rendahnya laba yang didapat oleh perusahaan
juga merupakan indikator kinerja manajemen perusahaan. Semakin tinggi laba
yang didapatkan maka, pemegang saham mempunyai persepsi bahwa perusahaan
sudah melakukan efisiensi dalam menggunakan aset yang dimiliki, sehingga dapat
menghasilkan keuntungan (Mardiyati et al, 2012:6) dalam (Wibowo dan
Aisjah:2014).
Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan
yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam
hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio
profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya
perolehan keuntungan perusahaan. Rasio profitabilitas secara umum ada empat
yaitu gross profit margin, net profit margin, return on investment/return on asset,
dan return on net work. (Fahmi,2013:80). Moeljadi (2006:52) menjelaskan bahwa
rasio-rasio profitabilitas berusaha mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba, baik dengan menggunakan seluruh aktiva yang ada maupun
dengan menggunakan modal sendiri.
Brigham dan Houston (2009:107) menyatakan bahwa profitabilitas adalah
hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh
perusahaan. Rasio profitabilitas (profitability ratio) adalah sekelompok rasio yang
menunjukkan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang
47
pada hasil-hasil operasi. Menurut Brigham dan Houston, profitabilitas dapat
diukur dengan menggunakan rasio sebagai berikut:
i) Margin laba atas penjualan
Rasio margin laba atas penjualan (profit margin on sales) adalah rasio
yang mengukur laba bersih per rupiah penjualan. Rumus rasio ini yaitu
sebagai berikut:
ii) Pengembalian atas total aset
Rasio pengembalian atas total aset (return on total asset-ROA) adalah
rasio antara laba bersih terhadap total aktiva. Rumus rasio ini
diformulasikan sebagai berikut:
iii) Kemampuan dasar untuk menghasilkan laba
Rasio kemampuan dasar untuk menghasilkan laba (basic earning
power-BEP) adalah rasio yang mengindikasikan kemampuan dari
aktiva-aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba operasi yang
dihitung dengan membagi EBIT oleh total aktiva. Rumus rasio ini
diformulasikan sebagai berikut:
48
iv) Pengembalian ekuitas biasa
Rasio pengembalian ekuitas biasa (return on common equity-ROE)
adalah rasio bersih terhadap ekuitas saham biasa untuk mengukur
tingkat pengembalian atas investasi dari pemegang saham biasa.
Rumus rasio ini diformulasikan sebagai berikut:
Menurut Brigham (2001:24) dalam Novelma (2014) menyatakan bahwa
perusahaan dengan laba yang tinggi mampu membayar deviden yang lebih tinggi.
Jensen et,al. (1992) dalam Sunarto (2004) menyatakan bahwa semakin tinggi
profitabilitas perusahaan, maka semakin tinggi pula cash flow dalam perusahaan,
dan diharapkan perusahaan akan membayar dividen yang lebih tinggi. Pada
kondisi tertentu kebijakan perusahaan berubah sehingga peningkatan profitabilitas
tidak diikuti dengan peningkatan pembayaran dividen sehingga profitabilitas tidak
sepenuhnya mencerminkan penentuan pembayaran dividen.(Sunarto:2004).
Menurut Partington (1989) dalam Laksono (2006) menyatakan bahwa secara
ekspilisit profitabilitas (earning after tax) dan asset merupakan variabel yang
penting sebagai dasar pertimbangan para manajer perusahaan di Australia dalam
rangka menentukan kebijakan dividen.
Nilai return on asset yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan
mampu menghasilkan keuntungan berbanding aset yang relatif tinggi. Investor
akan menyukai perusahaan dengan nilai return on asset yang tinggi, karena
perusahaan dengan nilai return on asset yang tinggi mampu menghasilkan tingkat
49
keuntungan lebih besar dibandingkan perusahaan dengan ROA yang rendah.
Dengan demikian, rasio return on asset menghubungkan keuntungan yang
diperoleh dari operasi perusahaan dengan aktiva-aktiva yang digunakan karena
secara absolut suatu perusahaan yang memperoleh laba yang meningkat belum
tentu secara relatif meningkat sebelum dibandingkan dengan aset yang digunakan
untuk menghasilkan profit tersebut. Peningkatan laba secara absolut kemungkinan
diakibatkan oleh adanya investasi baru. Kenaikan dalam rasio return on asset ini
berarti terjadi kenaikan laba bersih perusahaan yang selanjutnya akan
meningkatkan
harga
saham
dan
return
saham
perusahaan
juga
akan
mempengaruhi besarnya dividen yang akan dibagikan ke pemegang saham. Jadi
perusahaan yang memiliki keuntungan atau laba yang tinggi melalui aset yang
dimilikinya yang tercermin dalam return on asset (ROA) akan menunjukkan
pengaruh positif terhadap kebijakan dividen yang tercermin dalam dividend yield.
(Iqbal:2011).
Penelitian ini menggunakan rasio pengembalian atas total asset (ROA)
sebagai proksi dari profitabilitas. Rumus ROA yaitu sebagai berikut:
H. Asset Growth
Menurut Fahmi (2013:82), rasio pertumbuhan yaitu rasio yang mengukur
seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di
dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi secara umum. Pertumbuhan
menurut Kusumaningrum (2010) didefinisikan sebagai perubahan tahunan dari
50
total aktiva. Bagi perusahaan, kesempatan untuk bertumbuh atau melakukan
investasi akan meningkatkan kebutuhan akan dana.
Menurut Weston dan Copeland (1995:243) menyatakan bahwa rasio-rasio
pertumbuhan
mengukur
sebaik
apa
perusahaan
mempertahankan
posisi
ekonomisnya di dalam industrinya. Data yang dilaporkan adalah dalam angkaangka nominal sehingga tingkat pertumbuhan yang dihitung merupakan
penjumlahan pertumbuhan nyata (rill) ditambah faktor kenaikan tingkat harga.
Istiningtyas (2013) menyatakan bahwa growth menunjukkan pertumbuhan
aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Menurut Riyanto
(1995) semakin cepat pertumbuhan suatu perusahaan, maka semakin besar pula
kebutuhan dana untuk membiayai pertumbuhan perusahaan tersebut. Menurut
Utami dan Inanga (2011) perusahaan cenderung menggunakan sumber dana
internal untuk membiayai proyek-proyek investasi jika proyek-proyek tersebut
memiliki peluang pertumbuhan besar dan perusahaan memilih untuk membayar
dividen lebih sedikit, untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan
eksternal. Namun, perusahaan dengan pertumbuhan lambat dan peluang investasi
lebih sedikit membayar dividen lebih tinggi untuk mencegah manajer dari
overinvestment kas perusahaan. Menurut Husnan (1997) menyatakan bahwa
besarnya pembayaran dividen oleh perusahaan akan dipengaruhi oleh ada atau
tidaknya kesempatan yang menguntungkan. Oleh karena itu dibutuhkan dana yang
semakin besar agar tercapai pertumbuhan perusahaan yang semakin tinggi
pula.Istiningtyas (2013).
51
Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang lebih besar yang
membutuhkan
pendanaan
untuk
mempertahankan
pertumbuhan
dan
profitabilitasnya diharuskan membayar dividen yang rendah. Maka asset growth
perusahaan diharapkan secara negatif berhubungan dengan dividend yield (DY).
Iqbal (2011).
Dalam penelitian ini menggunakan pertumbuhan asset.
Asset growth = asset t - asset t-1
asset t-1
I. Investment opportunity set (MVABVA)
Pada tahun 1977, dalam studi yang dilakukan dalam hubungannya dengan
keputusan investasi, Myers, memperkenalkan investment opportunity set yang
memberikan petunjuk lebih luas dengan nilai perusahaan tergantung pada
pengeluaran perusahaan di masa yang akan datang, sehingga prospek perusahaan
dapat ditaksir (Wijaya dan Wibawa, 2010:6) dalam Andhini (2012). Menurut
Hartono (1999) yang dikutip dari Rokhayati (2005) menjelaskan bahwa
investment opportunity set adalah tersedianya alternatif investasi di masa datang
bagi perusahaan.
Subekti dan Kusuma (2001) serta Tarjo dan Hartono (2003) yang dikutip
dari Sunarto (2004) mengemukakan bahwa proksi pertumbuhan perusahaan
dengan nilai IOS yang telah digunakan oleh para peneliti seperti Gaver dan Gaver
(1993), Jones dan Sharma (2001) dan Kallapur dan Trombley (2001) secara
umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan faktor-faktor
52
yang digunakan dalam mengukur nilai-nilai IOS tersebut. Klasifikasi IOS tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Proksi berdasarkan harga, proksi ini percaya pada gagasan bahwa
prospek yang tumbuh dari suatu perusahaan sebagian dinyatakan
dalam harga pasar. Perusahaan yang tumbuh akan mempunyai nilai
pasar relatif lebih tinggi dibandingkan dengan aktiva rillnya (assets in
place).
b. Proksi berdasarkan investasi, proksi ini percaya pada gagasan bahwa
satu level kegiatan investasi yang tinggi berkaitan secara positif pada
nilai IOS suatu perusahaan. Kegiatan investasi ini diharapkan dapat
memberikan peluang investasi di masa berikutnya yang semakin besar
pada perusahaan yang bersangkutan.
c. Proksi berdasarkan varian, proksi ini percaya pada gagasan bahwa
suatu opsi akan menjadi lebih bernilai jika menggunakan variabilitas
ukuran untuk memperkirakan besarnya opsi yang tumbuh, seperti
variabilitas return yang mendasari peningkatan aktiva.
Menurut Rokhayati (2005) salah satu proksi IOS yaitu rasio market to
book value of asset (MVABVA) dengan dasar pemikiran bahwa prospek
pertumbuhan perusahaan terefleksi dalam harga saham. Pasar menilai perusahaan
yang sedang tumbuh lebih besar dari nilai bukunya. Rokhayati (2005). Hasil
penelitian Kallapur dan Trombley (1999) yang dikutip dari Arifuddin (2007:641)
menunjukkan bahwa rasio the book to market of assets and equity merupakan
salah satu proksi potensi pertumbuhan yang valid, dan rasio ini mempunyai
korelasi paling tinggi dengan pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang.
53
Perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang tinggi diharapkan
memiliki kesempatan investasi yang tinggi. Untuk meningkatkan pertumbuhan
penjualan, perusahaan memerlukan dana besar yang dibiayai dari sumber internal.
Penurunan pembayaran dividen menyebabkan perusahaan memiliki sumber dana
internal untuk keperluan investasi.(Myres dan Maljuf,1984) dalam Sunarto(2004).
Dengan peluang investasi yang tinggi perusahaan akan cendrung untuk
menahan laba dan membayarkan dividen pada tingkat yang lebih rendah
dikarenakan laba yang mereka hasilkan akan digunakan untuk pembiayaan
internal guna membiayai investasi yang ada. Oleh karena itu peluang investasi
yang tinggi berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio dan dividend
yield.
Salah satu proksi yang digunakan untuk mengukur IOS adalah market to
book value of assets ratio (Rokhayati:2005) yang dirumuskan sebagai berikut:
(
)
(
)
J. Firm Size
Menurut Marberya dan Suaryana dalam Ardian PH (2010) ukuran
perusahaan menunjukkan jumlah pengalaman dan kemampuan tumbuhnya suatu
perusahaan yang mengindikasikan kemampuan dan tingkat resiko dalam
mengelola tingkat investasi yang diberikan para stockholder untuk meningkatkan
kemakmuran mereka. Suatu perusahaan besar yang sudah mapan akan memiliki
akses yang mudah menuju pasar modal, sementara perusahaan yang baru dan
yang masih kecil akan mengalami banyak kesulitan untuk memiliki akses ke pasar
54
modal karena kemudahan akses ke pasar modal cukup berarti untuk fleksibilitas
dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar, sehingga
perusahaan mampu memiliki rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada
perusahaan kecil (Sutrisno:2001) dalam Fajriyah (2011).
Menurut Ritha dan Koestiyanto (2013), ukuran perusahaan merupakan
salah satu alat untuk mengukur besar kecilnya suatu perusahaan. Holder et al.
(1998) menyebutkan beberapa peneliti seperti, Lloyd, Jahera, dan Page (1985) dan
Vogt (1994) mengatakan bahwa ukuran perusahaan memainkan suatu peranan
dalam menjelaskan rasio pembayaran dividen perusahaan. Sedangkan Hart and
Oulton dalam Juliana dan Sulardi (2003) menjelaskan bahwa karyawan, aktiva,
penjualan, market value dan value added adalah beberapa ukuran umum untuk
menentukan besar kecilnya suatu perusahaan. Perusahaan besar dengan akses
pasar yang lebih luas seharusnya membayarkan dividen yang tinggi kepada
pemegang sahamnya, sehingga ukuran perusahaan dan pembayaran dividen
memiliki hubungan yang positif. Sedangkan perusahaan kecil mempunyai akses
yang terbatas ke pasar modal dan meningkatkan sumber pendanaan internal
dengan meningkatkan retention ratio yang secara potensial mengurangi
kemampuan
perusahaan
dalam
membayarkan
dividen.
(Ritha
dan
Koestiyanto:2013).
Nnadi et,al. (2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan (firm size)
memiliki pengaruh positif terhadap dividend yield. Artinya ketika ukuran
perusahaan (firm size) meningkat maka akan meningkatkan dividend yield.
55
Penelitian ini menghitung ukuran perusahaan (firm size) dengan menggunakan log
dari sales revenue (Alphonse dan Tran:2014):
Firm size = log (sales revenue)
K. Earned/contributed capital mix
Ide utama dalam strategis binis menurut Boston Consulting Group adalah
untuk menciptakan cost advantage atau demand advantage yang melebihi
pesaing, dimana keduanya diharapkan akan menciptakan halangan untuk masuk
bagi pendatang baru. Teori daur hidup menyatakan bahwa pengembangan strategi
yang
paling
pas
adalah
dengan
perusahaan.(Miftahurrohman:2010).
memperhatikan
Cost
advantage
tahapan
daur
meliputi
hidup
aktivitas
membangun kapasitas untuk mencapai skala ekonomis, sedangkan demand
advantage menekankan pada membangun market share yang besar, dimana
keduanya diharapkan akan menciptakan halangan untuk masuk bagi pendatang
baru. (Murhadi:2008).
Menurut Aharony, Falk dan Yehuda (2003) dalam Miftahurrohman (2010)
menjelaskan ciri-ciri perusahaan dalam tiap tahapan daur hidup adalah sebagai
berikut:
1. Tahapan startups. Ditandai dengan terbatasnya aset yang dimiliki, adanya
kesempatan untuk bertumbuh, earning dan aliran kas dari aktivitas operasi
yang rendah dan umur yang relatif muda.
56
2. Tahapan growth. Ditandai dengan lebih banyak aset yang dimiliki,
pertumbuhan yang pesat, earning dan aliran kas dari aktivitas operasi yang
mulai tumbuh, dan umur yang memasuki tahap medium.
3. Tahapan mature. Ditandai oleh pertumbuhan yang rendah dan perusahaan
menjadi cash cow.
4. Tahapan decline ditandai dengan penurunan pertumbuhan, financing cost
yang tinggi dan kompetisi yang intensif
Penelitian yang dilakukan Fama dan French (2001) dalam Murhadi (2008)
menemukan adanya hubungan antara tahapan daur hidup dengan kebijakan
dividen,
dimana
perusahaan
pada
tahapan
growth
cenderung
untuk
mempertahankan labanya. Hal ini berbeda dengan perusahaan pada tahapan
mature, ditandai dengan kecenderungan pembayaran dividen.
Grullon et.al. menyatakan bahwa ketika perusahaan masuk pada tahap
daur hidup mature, maka kesempatan investasi akan menjadi berkurang, dimana
hal ini akan berdampak pada penurunan profitabilitas dimasa yang akan datang.
Pada saat perusahaan mencapai tahapan mature, maka pada saat itu pula terjadi
penurunan risiko sistematis. Penurunan risiko ini disebabkan karena asset yang
ada saat ini mengalami penurunan risiko dan perusahaan menghadapi kesempatan
untuk tumbuh kembang yang semakin kecil. Penurunan kesempatan investasi
akan mendorong pada peningkatan aliran kas bebas, sehingga akhirnya
berdampak pada peningkatan pembayaran deviden. (Murhadi:2008).
Muhardi (2008) menjelaskan bahwa perusahaan akan menghadapi siklus
daur hidup, dimana kebijakan dan strategi yang dilakukan perusahaan akan
57
disesuaikan dengan tahapan daur hidup dimana perusahaan tersebut berada.
Karakteristik Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan tinggi, akan
membutuhkan sumber dana yang besar dalam rangka membiayai aktivitasnya. Hal
ini berdampak pada perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi, cenderung
untuk tidak menahan labanya untuk membiayai pengembangan aktivitas
perusahaan. Sedangkan karakteristik perusahaan yang telah mencapai tahapan
matang, dengan kesempatan pertumbuhan yang rendah, cenderung untuk
membagikan laba dalam bentuk deviden.
Pendekatan earned contibuted capital mix merupakan proksi logis untuk
tahapan daur hidup perusahaan karena perusahaan pada tahapan growth, memiliki
peluang bisnis yang tinggi sehingga cenderung untuk mempertahankan labanya
(retained earning). Laba ditahan ini akan terakumulasi. Pada tahapan mature,
ketika kesempatan bisnis tidak lagi banyak dan laba ditahan sudah tinggi, maka
perusahaan akan melakukan pembayaran deviden. Perusahaan dengan RETE
(retained earnings/total equity) atau RETA (retained earning/total assets) yang
rendah cenderung berada pada tahapan capital infusion atau tahapan growth,
sedangkan pada perusahaan dengan RETE atau RETA tinggi cenderung pada
tahapan mature.(Murhadi:2008).
Penelitian ini menggunakan pendekatan earned contibuted capital mix
(retained earnings/total equity) sebagai proksi tahapan daur hidup perusahaan.
58
L. Asimetri informasi (trading share turnover)
Manajer sebagai pengelola yang mengetahui informasi perusahaan
terkadang tidak memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan yang
sesungguhnya kepada pemilik. Sementara pemilik atau para pemegang saham
mempunyai informasi yang lebih sedikit dibandingkan manajer karena tidak
mempunyai kontak langsung dengan perusahaan, sehingga mereka tidak
mengetahui peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi. Kondisi seperti inilah
yang menyebabkan terjadinya asimetri informasi, yaitu kondisi dimana salah satu
pihak dari suatu transaksi memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik
dibanding pihak lainnya (Martono dan Agus,2008). Lebih lanjut Martono dan
Agus menyatakan dalam hal ini manajer lebih banyak mengetahui informasi
berkaitan dengan kondisi dan prospek perusahaan dibandingkan dengan
pemegang saham.(Faramita:2011).
Informasi asimetris juga menyebabkan investor tidak dapat mengetahui
secara pasti manfaat dan risiko yang ditimbulkan dari keputusan yang dibuatnya.
Sementara
itu
seorang
investor
yang
rational
risk-averse
selalu
mempertimbangkan setiap risiko investasi yang ada. Akibatnya timbul keraguan
yang pada akhirnya membuat investor enggan untuk berinvestasi pada perusahaan
yang memiliki kandungan informasi asimetris tinggi.(Sutedja:2004). Lebih lanjut
Sutedja (2004) mengungkapkan dengan demikian tampak bahwa informasi
asimetris dapat mempengaruhi proses pembuatan keputusan. Hal itu tidak terlepas
dari nature informasi yang sangat penting, adanya informasi yang tidak diketahui
oleh salah satu pihak yang terlibat, dan adanya ketidakpastian yang menimbulkan
ketidakjelasan risiko dan manfaat investasi. Untuk itulah, diperlukan upaya untuk
59
mengurangi bahkan menghilangkan informasi asimetris. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan untuk mengatasi informasi asimetris adalah dengan melakukan
pengungkapan (disclosure) atas laporan keuangannya.
Bartov dan
Bodnar
(1996) dalam
Alphonse dan Tran
(2014)
mengungkapkan bahwa likuiditas saham adalah proksi yang potensial dalam
menjelaskan tingkat asimetri informasi. Lebih lanjut Bartov dan Bodnar
menjelaskan bahwa investor membeli saham dengan tingkat asimetri informasi
yang rendah lebih banyak daripada saham dengan tingkat asimetri informasi yang
tinggi.
Alphonse dan Tran (2014) menyatakan bahwa likuiditas saham yang lebih
tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat asimetri informasi yang
rendah, dimana antara investor dalam (insider ownership) dengan investor luar
memiliki informasi yang cenderung sama. Akibatnya perusahaan memiliki
kecenderungan lebih rendah untuk membayar dividen dikarenakan adanya sinyal
kualitas perusahaan yang diberikan manajemen. Oleh karena itu perusahaan
dengan tingkat asimetri informasi yang rendah akan cendrung untuk tidak
membayarkan dividen dan memberikan tingkat dividen (dividend payout ratio dan
dividend yield) yang lebih rendah karena adanya sinyal kualitas yang diberikan
oleh perusahaan kepada pihak luar.
Penelitian ini menggunakan trading share turnover sebagai proksi dari
likuiditas saham. Rumus trading share turnover (Wira:2012) adalah sebagai
berikut:
60
M. Insider Ownership
Insider ownership diartikan bahwa pemilik perusahaan (stockholder)
sekaligus menjabat sebagai pengelola perusahaan (manajemen). Insider ownership
dihitung dengan membandingkan jumlah saham yang dimiliki komisaris dan
direktur dengan jumlah saham beredar (Novelma:2014).
Peningkatan kepemilikan manajerial dapat digunakan sebagai cara untuk
mengurangi konflik keagenan (Jensen dan Meckling, 1976). Agency problem
adalah masalah yang muncul ketika terjadi perbedaan kepentingan antara
pemegang saham dengan manajer (Kouki & Guizani, 2009) dalam Lucyanda dan
Lilyana (2012). Menurut Downes dan Goodman (1999) dalam Murwaningsari
(2009), kepemilikan manajerial adalah para pemegang saham yang juga berarti
dalam hal ini sebagai pemilik dalam perusahaan dari pihak manajemen yang sama
secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan pada suatu perusahaan yang
bersangkutan.
Perusahaan
meningkatkan
kepemilikan
manajerial
untuk
mensejajarkan kedudukan manajer dengan pemegang saham sehingga bertindak
sesuai dengan keinginan pemegang saham. Dengan meningkatkan kinerja dan
bertanggung jawab meningkatkan kemakmuran pemegang saham (Jensen dan
Meckling, 1976).(Novelma:2014)
Pembayaran dividen akan menjadi alat monitoring sekaligus bonding bagi
manajemen (Putu A.M dan Jogiyanto Hartono,2002). Pembagian dividen ini akan
membuat pemegang saham mempunyai tambahan return selain capital gain.
61
Dividen ini juga membuat pemegang saham mempunyai kepastian pendapatan
dan mengurangi agency cost of equity karena tindakan perquisites misalnya biaya
perjalanan dinas dan akomodasi kelas satu yang dilakukan oleh manajemen
terhadap cash flow perusahaan seiring dengan menurunnya biaya monitoring
karena pemegang saham yakin bahwa kebijakan manajemen akan menguntungkan
dirinya (Crutchley dan Hansen,1989). (Sunarto:2004).
Rozeff (1982) dalam Alphonse dan Tran (2014) menempatkan insider
ownership sebagai proksi dari biaya agensi (agency cost). Kepemilikan orang
dalam(insider ownership) yang rendah mengindikasikan agency cost yang tinggi,
kemudian investor luar yang memiliki persentase lebih besar pada saham akan
meminta dividen lebih tinggi untuk mengurangi agency cost. Rozeff (1982)
menemukan bukti empirik yang mendukung bahwa terdapat pengaruh negatif
antara persentase insider ownership dengan pembayaran dividen. Oleh karena itu
jumlah kepemilikan orang dalam (insider ownership) tinggi akan mengurangi
probabilitas pembayaran dividen dan tingkat dividen yang diberikan yang
tercermin dalam dividend payout ratio dan dividend yield.
Insider ownership (ISOWN) dihitung dengan rumus:
N. Struktur Kepemilikan
Wahyudi dan Pawestri (2006) dalam Sabrinna (2010) menjelaskan bahwa
struktur kepemilikan merupakan jenis institusi atau perusahaan yang memegang
saham terbesar dalam suatu perusahaan. Struktur kepemilikan dapat berupa
62
investor individual, pemerintah, dan institusi swasta. Struktur kepemilikan terbagi
dalam beberapa kategori. Secara spesifik kategori struktur kepemilikan meliputi
kepemilikan oleh institusi domestik, institusi asing, pemerintah, karyawan dan
individual domestik. (Sabrinna:2010). Istilah struktur kepemilikan digunakan
untuk menunjukkan bahwa variabel variabel yang penting didalam struktur modal
tidak hanya ditentukan oleh jumlah utang dan equity tetapi juga oleh presentase
kepemilikan oleh manager dan institusional (Jensen dan Meckling, 1976) dalam
(Haruman:2008)
Menurut Shleifer dan Vishny (1986) dalam Murhadi (2008) menyatakan
bahwa hubungan struktur kepemilikan dan dividen dapat dijelaskan dengan
menggunakan teori keagenan, dimana kepemilikan institusi akan dapat membantu
memecahkan masalah keagenan melalui pengawasan terhadap manajemen.
Menurut Perry dan Rimbey dalam Novelma (2014) salah satu mekanisme yang
dapat digunakan untuk meminimalkan masalah keagenan adalah dengan
menggunakan dividen. Dividen berperan sebagai salah satu bentuk penawaran
distribusi pendapatan, karena dengan pembayaran dividen pemegang saham
melihat bahwa pengelola perusahaan sudah melakukan tindakan yang sesuai
dengan keinginan mereka sehingga akan mengurangi konflik. (Novelma:2014).
Shleifer dan Vishny (1986) dalam Rachmad (2013) menyatakan bahwa adanya
konsentrasi kepemilikan, para pemegang saham besar seperti investor institusional
akan dapat menjalankan monitoring tim manajemen secara lebih efektif, sehingga
akan membatasi perilaku oportunistik yang dilakukan oleh insiders.
Diyanty (2010) menyatakan bahwa pemerintah sebagai pemegang saham,
seringkali memiliki tujuan yang berbeda dengan tujuan pemegang saham selain
63
pemerintah. Pemerintah umumnya memiliki tujuan politik dan sosial yang
seringkali tidak konsisten dan sejalan dengan tujuan perusahaan. Lebih lanjut
Diyanty (2010) memberikan contoh tujuan politik dan sosial yang bertentangan
dengan tujuan perusahaan yaitu kebijakan pembayaran dividen. Setiap awal tahun,
pemerintah menargetkan sejumlah porsi dari keuntungan dalam bentuk penyisihan
laba (dividen) sebagai kontribusi BUMN kepada APBN (Anggaran Pendapatan
Belanja Negara) tanpa mempertimbangkan apakah BUMN tersebut membutuhkan
keuntungan yang diperoleh untuk diinvestasikan dalam proyek mereka. Akibatnya
adanya kebijkan tersebut akan berdampak pada keterbatasan pertumbuhan BUMN
itu sendiri.
Chen et,al. (2009) dalam Alphonse dan Tran (2014) menyatakan bahwa
perusahaan yang dikendalikan oleh negara memiliki kemungkinan lebih tinggi
untuk membagikan dividen karena mereka membutuhkan dana untuk mendukung
BUMN lain yang secara finansial dibatasi dan membiayai proyek-proyek publik
untuk tujuan politik. Oleh karena itu perusahaan milik pemerintah (BUMN) akan
memiliki pengaruh positif terhadap kebijakan dividen baik keputusan pembayaran
dividen, dividend payout ratio dan dividend yield.
Struktur kepemilikan dalam penelitian ini membagi struktur kepemilikan
menjadi dua kelompok yaitu perusahaan BUMN dan perusahaan Swasta.
Perusahaan yang termasuk BUMN diberi kode 1 dan perusahaan yang termasuk
perusahaan swasta diberi kode 0.
64
O. Leverage
Leverage menunjukkan kemampuan perusahaan membayar seluruh
kewajiban finansialnya (jangka pendek dan jangka panjang, atau mengukur sejauh
mana perusahaan di biayai dengan hutang ) (Wiagustini,2010:76). Semakin besar
rasio ini menunjukkan semakin besar kewajibannya dan rasio yang semakin
rendah akan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya. (Sumantri dan Candraningrat:2014).
Rasio leverage berusaha mengukur penjaminan hutang, baik dengan
menggunakan total aktiva maupun modal sendiri. Rasio leverage diukur melalui
debt ratio (ratio antara hutang dan aktiva), debt to equity ratio (rasio antara hutang
dan modal sendiri) dan time interest earned (coverage ratio). (Moeljadi,2006:51).
Menurut Sartono, rasio leverage adalah mengukur seberapa besar
perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan
membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk kedalam kategori
extreme leverage (utang ekstrim) yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang
yang tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut. Karena itu
sebaiknya perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil
dan darimana sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membayar utang. Rasio
leverage secara umum ada delapan yaitu debt to total assets, debt to equity ratio,
times interest earned, cash flow coverage, dan cash flow adequancy
(Fahmi,2013:72).
Debt to total assets merupakan rasio antara total hutang (total debts) baik
hutang jangka pendek (current liability) dan hutang jangka panjang (long term
65
debt) terhadap total aktiva (total assets) baik aktiva lancar (current assets)
maupun aktiva tetap (fixed assets) dan aktiva lainnya (other assets). Rasio ini
menunjukkan besarnya hutang yang digunakan untuk membiayai aktiva yang
digunakan oleh perusahaan dalam rangka menjalankan aktivitas operasionalnya.
Semakin besar rasio debt to total assets menunjukkan semakin besar tingkat
ketergantungan perusahaan terhadap pihak eksternal (kreditur) dan semakin besar
pula beban biaya hutang (biaya bunga) yang harus dibayar oleh perusahaan.
Dengan semakin meningkatnya rasio debt to total assets (dimana beban hutang
juga semakin besar) maka hal tersebut berdampak terhadap profitablitas yang
diperoleh perusahaan, karena sebagian digunakan untuk membayar bunga
pinjaman. Dengan biaya bunga yang semakin besar, maka profitabilitas (earnings
after tax) semakin berkurang (karena sebagian digunakan untuk membayar
bunga), maka hak para pemegang saham (dividen) juga semakin berkurang
(menurun).(Basuki:2012).
Menurut Iqbal (2011) menyatakan bahwa semakin rendah leverage ratio
maka akan semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk membayar semua
kewajibannya. Jika beban utang tinggi, maka kemampuan perusahaan untuk
membagi dividen akan semakin rendah. Sehingga leverage ratio perusahaan akan
memiliki korelasi yang negatif terhadap dividend yield (DY). Oleh karena itu
diprediksikan leverage berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen yaitu
dividend payout ratio dan dividend yield.
Penelitian ini menggunakan debt to total assets ratio sebagai proksi
leverage. Secara matematis debt to total assets ratio dapat dirumuskan sebagai
berikut:
66
P. Arus Kas Bebas (Free Cash Flow)
Free cash flow merupakan arus kas yang benar-benar tersedia untuk di
distribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan pemilik utang)
setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produkproduk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi
yang sedang berjalan (Brigham dan Houston, 2009:65). Jensen (1986) dalam
Raissa (2012) mengungkapkan bahwa free cash flow adalah aliran kas yang
merupakan sisa dari pendanaan seluruh proyek yang menghasilkan net present
value (NPV) positif yang di diskontokan pada tingkat biaya modal yang relevan.
Menurut Novelma (2014) free cash flow disebut juga sebagai akhir dari
aliran bisnis perusahaan setelah semua hutang dibayar, atau disebut juga sebagai
sisa uang. Menurut Kamus Besar akuntansi (Ardiyos, 2005) dalam Novelma
(2014) menyatakan aliran kas bebas berarti aliran kas bersih yang tidak
diinvestasikan kembali karena tidak tersedia kesempatan investasi yang
menguntungkan atau jumlah kas yang tersedia untuk dibagikan kepada investor
bukan hanya setelah pembayaran biaya operasi akan tetapi setelah investasi yang
akan menghasilkan aliran kas dimana yang akan datang dilakukan.
Free cash flow mengukur sisa aliran kas sebuah perusahaan setelah
seluruh biaya dikeluarkan untuk mendapatkan dan memelihara asset perusahaan.
Dengan kata lain free cash flow memperlihatkan kas perusahaan yang mampu
untuk menghasilkan setelah keperluan uang dipersiapkan untuk pemeliharaan atau
67
biaya dasar aset.(Novelma:2014). Menurut Mutiaroh (2010) semakin banyak free
cash flow yang dimiliki perusahaan maka dividen yang dibayarkan juga akan
semakin tinggi, yang berarti mengurangi biaya keagenan. Holder et, al. (1998)
menggunakan free cash flow sebagai proksi untuk menguji biaya keagenan,
mereka menemukan bahwa perusahaan dengan free cash flow yang tinggi
membayar dividen yang lebih rendah. Artinya perusahaan yang memiliki jumlah
free cash flow yang tinggi akan membayar dividen pada tingkat yang lebih rendah
baik pada dividend payout ratio maupun pada dividend yield. Rumus free cash
flow:
Q. Pajak
Pajak adalah iuran wajib oleh wajib pajak yang dipungut oleh pemerintah
yang besaran pajak diatur oleh hukum yang berlaku, untuk membiayai
kepentingan umum seperti pembangunan jalan raya dan lainnya. Menurut
Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 Pasal 1 ayat 1, pengertian pajak adalah
kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang
bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan
imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. Pajak merupakan salah satu sektor utama dalam
penerimaan negara selain migas. Badan usaha yang berbentuk hukum seperti
perseroan terbatas (PT) tidak luput dari pungutan pajak. Pajak yang ditarik dari
badan usaha termasuk kedalam pajak penghasilan perusahaan. Pajak penghasilan
68
perusahaan adalah pengenaan pajak terhadap Earning Before Tax (EBT)
perusahaan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku. Litzenberger & Ramaswamy
berpendapat dalam the tax preference theory dikutip dalam Brigham & Houston
(2001), bahwa investor memilih dividen rendah karena pajak atas dividen lebih
mahal daripada pajak capital gain. Berdasarkan teori ini pemegang saham
memilih dividen rendah untuk menghemat pembayaran pajak.(Nuringsih:2008).
Perubahan peraturan perpajakan dalam setiap periode akan mempengaruhi
kebijakan dividen dan pembayaran dividen itu sendiri, sehingga tarif pajak yang
berubah-ubah dan tarif yang tinggi mendorong perusahaan untuk menghindarinya.
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perpajakan No.36 tahun 2008 tentang
pajak penghasilan, khususnya pasal 17 ayat (1) huruf b yang mengatur tarif pajak
yang ditetapkan atas penghasilan kena pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri
dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28 %. Sejak tahun 2010, tarif pajak tersebut
diubah menjadi 25%. Berdasarkan undang-undang pajak penghasilan yang terbaru
(UU. No.36 tahun 2008), dividen yang diterima oleh WPOP dikenakan tarif pajak
sebesar 10% dan bersifat final. Sedangkan dividen yang diterima oleh wajib pajak
badan dalam negeri dikenakan tarif pajak sebesar 15%. (Mathilda:2012).
Hadiwidjaja (2007) menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara
coporate tax rate dengan pembayaran dividen. Artinya semakin tinggi
tingkat/persentase pajak penghasilan perusahaan (corporate tax rate) maka akan
mengurangi pembayaran dividen yaitu dividend payout ratio dan dividend yield.
69
R. Penelitian Terdahulu Tabel 2.1
No
1
Peneliti
Thanatawee
(2014)
Variabel independen
-ROA
-Operating Cash flow
-Size
-Market to book ratio
-leverage
-RETA
-Goverment
ownership
-Institutional
ownership
-Individual ownership
-Foreign ownersip
-Ownership by the
largest shareholder
-Ownership
concentration
Metode
-Binary logit
regression
-Tobit
regression
Hasil
Goverment ownership,
Ownership concentration,
Ownership by the
largest shareholder,
ROA,size,RETA
berpengaruh positif terhadap
probabilitas pembayaran
dividen dan DPR.
Institutional ownership,
Foreign ownersip, MTB
berpengaruh negatif terhadap
probabilitas pembayaran
dividen dan DPR.
Individual dan Foreign
Ownership tidak bepengaruh
terhadap probabilitas
pembayaran dividen.
Leverage berpengaruh
negatif terhadap probabilitas.
Operating cash flow tidak
berpengaruh terhadap
probabilitas pembayaran
dividen
2
Sumantri dan
Candraningrat
(2014)
Analisis
regresi
berganda
3
Alphonse dan
Tran (2014)
-firm size
-ROA
-current ratio
-DER
-ROA
-Firm size
-earned/contributed
capital
-state control
-asset growth
-market to book value
of asset
-annual share
turnover
-insider ownership
-leverage
-free cash flow
ROA, firm size, current ratio
berpengaruh positif terhadap
DPR. Sedangkan DER tidak
berpengaruh terhadap DPR
ROA, firm size,
earned/contributed capital
berpengaruh positif terhadap
probabilitas pembayaran
dividen. Sedangkan market
to book value of asset,
annual share turnover dan
insider ownership
berpengaruh negatif terhadap
probabilitas
pembayaran dividen. Namun
asset growth dan state
control tidak berpengaruh
terhadap probabilitas
pembayaran dividen.
Leverage ,free cash flow,
insider ownership
berpengaruh negatif terhadap
DPR. Sedangkan leverage
berpengaruh positif terhadap
DY. MVABVA,asset growth
berpengaruh negatif terhadap
DY
Heckman
two step
selection
appoarch
70
No
4
Peneliti
Irnanta
et,al.(2014)
Variabel independen
-insider ownership
-institutional
ownership
-free cash flow
Metode
Path analysis
5
Olubukunola dan
Olowe (2013)
-company income tax
rate
-firm size
Analisis
regresi
berganda
6
Hardiatmo dan
Daljono(2013)
-ROA
-Current ratio
-DER
-sales growth
-ukuran perusahaan
Analisis
regresi
berganda
7
Arif dan Akbar
(2013)
-ROA
-firm size
-Market to book
values of equity
-tax
-RETE
8
Raissa (2012)
9
Nnadi et,al.
(2012.)
Hasil
Insider ownership tidak
berpengaruh terhadap DPR.
Sedangkan institutional
ownership dan free cash flow
secara langsung berpengaruh
signifikan terhadap DPR
Company income tax rate
dan firm size berpengaruh
positif signifikan terhadap
DPR
ROA berpengaruh positif
terhadap DPR, sedangkan
Ukuran perusahaan
berpengaruh negatif terhadap
DPR. Variabel lainnya yaitu
current ratio,DER dan sales
growth tidak berpengaruh
terhadap DPR
-Multivariate
Analysis
Tax berpengaruh negatif
signifikan terhadap DPR.
ROA, MVEBE ,Size
berpengaruh positif terhadap
DPR. RETE tidak
berpengaruh terhadap DPR
-free cash flow
-debt to equity ratio
-asset growth
-net profit margin
Analisis
regresi
berganda
Free cash flow, net profit
margin tidak berpengaruh
terhadap DPR. Sedangkan
asset growth berpengaruh
negatif terhadap DPR. DER
berpengaruh positif terhadap
DPR
-Insider ownership
- Debt to equity ratio
- Goverment
ownership
- Umur perusahaan
- EPS
- Market
capitalization
- Dispersion
ownership
- Market to book ratio
- Share turnover ratio
- Jenis sektor
perusahaan
- Pajak dividen
Tobit
regression
Insider ownership, DER
berpengaruh negatif terhadap
dividend yield sedangkan
goverment ownership, umur
perusahaan, EPS, market
capitalization berpengaruh
positif. Variabel lainnya
yaitu dispersion ownership,
market to book ratio,
asimetris informasi (share
turnover ratio), jenis sektor
perusahaan, pajak dividen
tidak berpengaruh terhadap
dividend yield.
71
No
10
Peneliti
Iqbal(2011)
Variabel independen
-ROA
-asset growth
-DTA,
-Market value
Metode
Analisis
regresi
berganda
11
Mulyono (2009)
-DER
-Insider ownership
- size
-IOS(MVEBVE)
Analisis
regresi
berganda
12
Deitiana (2009)
Analisis
regresi
berganda
13
Dini Rosdini
(2009)
-DER
-EPS
-PER
-ROA
-Current ratio
-NPM
-ROE
-Inventory turnover
-Free cash flow
14
Rosita (2008)
15
Dewi (2008)
16
Al-Malkawi
(2008)
-insider ownership
-dispersion
ownership
-free cash flow
-DER
-growth
-Kepemilikan
manajerial
-Kepemilikan
institusional
-DTA
-ROA
-ukuran perusahaan
- jenis sektor
perusahaan,
-ownership
dispersion
-insider ownership
-price earnings ratio
-profitabilitas
-umur perusahaan
-firm size
- leverage (DER)
Analisis
regresi
sederhana
Regresi
berganda
Analisis
regresi
berganda
-Probit
Estimation
Hasil
ROA,debt to total asset
berpengaruh positif terhadap
dividend
Yield. Sedangkan asset
growth, market value
berpengaruh negatif terhadap
dividend yield
DER dan IOS berpengaruh
terhadap DPR. Sementara
size dan insider ownership
tidak berpengaruh terhadap
DPR
EPS,PER berpengaruh
terhadap dividend payout
ratio(DPR). Sedangkan
DER,ROA,CR,
NPM,ITO,ROE
tidak berpengaruh terhadap
DPR
Free cash flow memiliki
pengaruh positif terhadap
dividend payout ratio
Insider ownership,
dispersion ownership
berpengaruh terhadap DPR,
sedangkan free cash flow,
DER dan growth tidak
berpengaruh terhadap DPR
Kepemilikan manajerial,
kepemilikan
Institusional,
ROA,DTA bepengaruh
negatif terhadap dividend
payout ratio. Sedangkan firm
size berpengaruh positif
terhadap DPR
Profitabilitas,umur
perusahaan, firm size
berpengaruh positif terhadap
probabilitas pembayaran
dividen. Variabel lainnya
yaitu leverage (DER)
berpengaruh secara negatif
terhadap probabilitas
pembayaran dividen. Jenis
sektor perusahaan,
ownership dispersion,
insider ownership, PER
(price earnings ratio) tidak
bepengaruh terhadap
probabilitas pembayaran
dividen
72
No
17
Peneliti
Suharli (2007)
Variabel independen
-return on
investment(ROI)
- fixed assets
-current ratio
Metode
Regresi
berganda
18
Laksono (2006)
-ROA
-sales growth
-asset growth
-cash flow
-debt to total asset
Regresi
berganda
19
Nuringsih (2005)
-managerial
ownership
-debt to total
asset(DTA)
-ROA
-Firm size
Regresi
linier
berganda
20
Sunarto (2004)
-Kepemilikan
manajerial
-IOS(MVEBVE)
-ROA
-DER
Regresi
berganda
Hasil
Likuiditas(current ratio)
dapat digunakan sebagai
variabel penguat dalam
mempengaruhi ROI dan
fixed assets. Tetapi hanya
profitabilitas(ROI) yang
mempengaruhi dividend
payout ratio(DPR).
ROA, sales growth, asset
growth, debt to total asset
berpengaruh terhadap DPR.
Sedangkan cash flow tidak
berpengaruh terhadap DPR
Managerial ownership
berpengaruh positif terhadap
DPR. Sedangkan DTA dan
ROA memiliki pengaruh
negatif terhadap DPR.
Variabel lain yaitu Firm size
tidak berpengaruh terhadap
DPR
IOS(MVEBVE)
berpengaruh positif
signifikan terhadap DPR.
Sedangkan ROA, DER,
Kepemilikan manajerial
tidak berpengaruh signifikan
terhadap DPR
S. Kerangka Pemikiran
Investor menanamkan modalnya di bursa efek tentunya ingin mendapatkan
keuntungan dari dana yang di investasikannya. Keuntungan apabila berinvestasi
dalam bentuk saham antara lain terdapat dua macam yaitu capital gain dan
dividen. Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang disisihkan untuk para
pemegang saham. Berbeda dengan capital gain yang biasanya di incar oleh
spekulan, dividen merupakan keuntungan untuk para investor yang berinvestasi
dalam jangka menengah dan panjang. Dividen dapat menjadi salah satu alat untuk
menarik investor menanamkan dananya di suatu perusahaan. Namun untuk
membuat suatu keputusan mengenai dividen tidak lah mudah, manajemen harus
73
mempertimbangkan berbagai macam faktor untuk bisa memenuhi dua
kepentingan yaitu keinginan investor akan cash dividend dan jumlah laba ditahan
untuk peluang investasi dikemudian hari. Terdapat tiga kerangka pemikiran dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambar 2.2.1
Kerangka pemikiran
(Keputusan Pembayaran Dividen)
BEI
ISSI
Perusahaan non keuangan
Variabel Independen
X1
ROA
X2
X3
Firm
Size
Asset
Growth
X4
MVA
BVA
X5
X6
X7
X8
ECC
Trading
share
turnover
Insider
owner
ship
Struktur
kepemili
kan
(RE/
TE)
Variabel Dependen
Keputusan
pembayaran dividen
Probit regression
interpretasi
74
Gambar 2.2.2
Kerangka pemikiran
(Dividend Payout Ratio)
BEI
ISSI
Perusahaan non keuangan
Variabel Independen
X1
ROA
X2
X3
X4
X5
X6
X7
X8
X9
X10
Firm
Size
Asset
Grow
th
MVA
BVA
Trading
share
turnov
er
Insider
owner
ship
Struktur
kepemil
ikan
Leve
rage
(DT
A
Free
cash
flow
Tax
rate
Variabel Dependen
Dividend Payout Ratio
OLS Regression
Uji Asumsi Klasik
1.
2.
3.
4.
Uji F
Uji Normalitas
Uji Multikolinieritas
Uji Heterokedastisitas
Uji Autokorelasi
Uji t
Uji R squared
Interpretasi
75
Gambar 2.2.3
Kerangka pemikiran
(Dividend Yield)
BEI
ISSI
Perusahaan non keuangan
Variabel Independen
X1
ROA
X2
X3
X4
X5
X6
X7
X8
X9
X10
Firm
Size
Asset
Grow
th
MVA
BVA
Trading
share
turnov
er
Insider
owner
ship
Struktur
kepemil
ikan
Leve
rage
(DT
A
Free
cash
flow
Tax
rate
Variabel Dependen
Dividend Yield
OLS Regression
Uji Asumsi Klasik
1.
2.
3.
4.
Uji F
Uji Normalitas
Uji Multikolinieritas
Uji Heterokedastisitas
Uji Autokorelasi
Uji t
Uji R squared
Interpretasi
76
T. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teoritis tersebut maka hipotesis
yang dapat dibangun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1 :
Terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, investment
opportunity set
(Market
to
book
value
of
assets),
firm size,
earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading share
turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan secara parsial
terhadap probabilitas pembayaran dividen
2 :
Terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, investment
opportunity set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara simultan
terhadap dividend payout ratio
3 :
Terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, investment
opportunity set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend payout ratio
4:
Terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, investment
opportunity set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara simultan
terhadap dividend yield
77
5:
Terdapat pengaruh profitabilitas (ROA), asset growth, investment
opportunity set (Market to book value of assets), firm size, leverage(debt
to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free cash flow,
insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate secara parsial
terhadap dividend yield
78
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Ruang Lingkup Penelitian
Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari
website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) dan dari website perusahaan
sampel. Data dalam penelitian ini meliputi data laporan keuangan, laporan
ringkasan kinerja saham perusahaan serta laporan statistik tahunan BEI. Ruang
lingkup penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk kedalam
perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per 15 Januari 2014 selama
periode 2009-2013.
B.Metode Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang termasuk
kedalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) per 15 Januari 2014. Sedangkan
sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling.
Purposive sampling adalah pemilihan sampel berdasarkan kriteria peneliti.
Kriteria-kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel dalam
penelitian keputusan pembayaran dividen adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dan yang termasuk kedalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) per 15 Januari 2014
79
2. Terdaftar atau listing di BEI selambat-lambatnya Januari 2009
3. Perusahaan yang memiliki data ringkasan kinerja saham yang diperoleh
dari www.idx.co.id
4. Memiliki laporan keuangan yang lengkap selama periode 2009-2013
5. Memiliki ekuitas positif selama periode penelitian
6. Menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangannya
7. Tidak memiliki nilai dividend payout ratio > 1 karena dianggap data
tersebut tidak relevan (Alphonse dan Tran:2014)
Berikut adalah rincian dari kriteria sampel perusahaan pada penelitian
keputusan pembayaran dividen:
Tabel 3.1.1
(Keputusan Pembayaran)
Keterangan
Perusahaan yang terdaftar di
ISSI per Januari 2014
Perusahaan Keuangan yang
terdaftar di ISSI per Januari
2014
Listing setelah Januari 2009
Tidak memiliki ringkasan
kinerja saham
Tidak memiliki laporan
keuangan lengkap selama
periode penelitian
Tidak menggunakan mata
uang rupiah dalam laporan
keuangannya
Memiliki ekuitas negatif
Memiliki nilai DPR > 1
Jumlah sampel penelitian
Jumlah
perusahaan
313
(2)
(101)
(5)
(60)
(11)
(3)
(16)
115
(sumber: data diolah peneliti)
80
Berikut adalah rincian data sampel keputusan pembayaran yang digunakan
dalam penelitian ini:
Tabel 3.1.2
Keterangan
Jumlah data
Jumlah data sampel
Non-payers
Payers
575
283
292
(sumber: data diolah peneliti)
Kriteria-kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel dalam
penelitian dividend payout ratio adalah sebagai berikut:
1.
Perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dan yang termasuk kedalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) per 15 Januari 2014
2.
Membayarkan dividen secara berturut-turut selama periode tahun 20092013
3.
Tidak memiliki nilai dividend payout ratio > 1 karena dianggap data
tersebut tidak relevan (Alphonse dan Tran:2014)
4.
Memiliki laporan keuangan yang lengkap selama periode penelitian
5.
Menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangannya
Berdasarkan kriteria-kriteria di atas maka diperoleh sampel sebanyak 15
perusahaan berikut adalah rincian perusahaan sampel:
81
Tabel 3.2
(Dividend Payout Ratio)
No Kode
1
ASII
2 AUTO
3 CTRP
4
GJTL
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Nama Perusahaan
Astra International Tbk
Astra Otoparts Tbk
Ciputra Property Tbk
Gajah Tunggal Tbk
Indocement Tunggal
INTP
Prakarsa Tbk
JAPFA Comfeed
JPFA
Indonesia Tbk
JRPT
Jaya Real Property Tbk
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk
Kimia Farma (Persero)
KAEF
Tbk
SGRO
Sampoerna Agro Tbk
Semen Indonesia
SMGR
(Persero) Tbk
SMRA Summarecon Agung Tbk
TCID
Mandom Indonesia Tbk
Telekomunikasi Indonesia
TLKM
(Persero) Tbk
TSPC
Tempo Scan Pacific Tbk
(sumber: data diolah peneliti)
Kriteria-kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel dalam
penelitian dividend yield adalah sebagai berikut:
1.
Perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dan yang termasuk kedalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) per 15 Januari 2014
2.
Membayarkan dividen secara berturut-turut selama periode tahun 20092013
3.
Memiliki laporan keuangan yang lengkap selama periode penelitian
4.
Menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangannya
82
Berdasarkan kriteria diatas diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Berikut
adalah rincian perusahaan sampel pada penelitian dividend yield :
Tabel 3.3
(Dividend yield)
No Kode
1 ARNA
2 ASGR
3 CTRP
4 FORU
5
6
7
8
INTP
JRPT
KLBF
LTLS
9
PGAS
10
11
SMGR
TCID
12
13
14
15
TLKM
TSPC
UNTR
WIKA
Nama Perusahaan
Arwana Citramulia Tbk
Astra Graphia Tbk
Ciputra Property Tbk
Fortune Indonesia Tbk
Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk
Jaya Real Property Tbk
Kalbe Farma Tbk
Lautan Luas Tbk
Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk
Semen Indonesia (Persero)
Tbk
Mandom Indonesia Tbk
Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk
Tempo Scan Pacific Tbk
United Tractors Tbk
Wijaya Karya (Persero) Tbk
(sumber: data diolah peneliti)
C.Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain
adalah:
1. Penelitian kepustakaan yaitu metode pengumpulan data dengan cara
membaca buku-buku, jurnal-jurnal, surat kabar maupun bahan-bahan serta
83
literatur yang berhubungan erat dengan pokok permasalahan yang akan
diteliti.
2. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data-data sekunder.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain atau data yang
telah tersedia. Data tersebut diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia
(idx.co.id) serta website perusahaan sampel.
D.Metode Analisis
1. Probit Regression
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu probit
regression dan OLS regression dengan bantuan software Eviews 7 versi student.
Metode probit regression digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi probabilitas keputusan pembayaran dividen. Menurut Alphonse
dan Tran (2014) model regresi probit digunakan untuk memperkirakan
probabilitas pembayaran dividen sebagai berikut :
PPDi = 1 if PPDi*>0
0 if PPDi*≤0
dimana PPDi adalah variabel dependen diamati yang diberi angka satu jika PPD *
> 0 (perusahaan membayarkan dividen) dan nol sebaliknya. PPD * adalah variabel
laten : PPDI * = α + βX1i + ui ; ui ~ N( 0,σ2 ) X1i adalah vektor kolom variabel
penjelas (independen) dari i. Variabel independen dalam vektor kolom tersebut
yaitu ROA, asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book value of
assets), firm size, earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading
84
share turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan. ui adalah residual
term dari i.
Model persamaan regresi probit dalam penelitian keputusan pembayaran dividen
adalah sebagai berikut:
Y1
= a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+b6X6+b7X7+b8X8+e
Keterangan:
Y1
= Kemungkinan (Probabilitas) perusahaan membayar dividen
X1
= ROA (Return on asset)
X2
= Asset growth
X3
= Market to book value of assets
X4
= Firm size
X5
= Earned/contributed capital mix (ECC)
X6
= Trading share turnover
X7
= Insider ownership
X8
= Struktur kepemilikan
2.OLS Regression
OLS regression diterapkan untuk mengestimasi hubungan serta pengaruh
antara rasio/tingkat pembayaran dividen (dividend payout ratio, dividend yield)
dan variabel independen, dengan meregresi variabel independen yaitu ROA, asset
growth, Investment Opportunity Set (Market to book value of assets), firm size,
leverage (debt to total asset), asimetri informasi (trading share turnover), free
cash flow,insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate.
85
Model persamaan regresi dalam penelitian dividend payout ratio adalah sebagai
berikut:
Y2= a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+b6X6+b7X7+b8X8+b9X9+b10X10+e
Keterangan:
Y2
= Dividend payout ratio
X1
= ROA (Return on asset)
X2
= Asset growth
X3
= Market to book value of assets
X4
= Firm size
X5
= Debt to total asset
X6
= Trading share turnover
X7
= Free cash flow
X8
= Insider ownership
X9
= Struktur kepemilikan
X10
= Tax rate
Model persamaan regresi dalam penelitian dividend yield adalah sebagai berikut:
Y3= a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+b6X6+b7X7+b8X8+b9X9+b10X10+e
Y3
= Dividend yield
X1
= ROA (Return on asset)
X2
= Asset growth
X3
= Market to book value of assets
X4
= Firm size
X5
= Debt to total asset
86
X6
= Trading share turnover
X7
= Free cash flow
X8
= Insider ownership
X9
= Struktur kepemilikan
X10
= Tax rate
3. Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan regresi (OLS regression), terlebih dahulu model
penelitian pada penelitian dividend payout ratio dan dividend yield harus lulus
dari uji asumsi klasik. Uji ini dilakukan untuk memperoleh hasil penelitian yang
bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimators), yang artinya model regresi
tidak mengandung masalah seperti ketidaknormalan data, heterokedastisitas
(ketidaksamaan varians), multikolinieritas (variabel independen saling terkait) dan
autokorelasi (adanya korelasi residual antar pengamatan) sehingga diperoleh hasil
regresi yang valid. Berikut adalah uji asumsi klasik yang digunakan dalam
penelitian ini, dikutip dari (Widarjono,2007:109):
a. Uji Normalitas
Uji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen melalui uji t hanya akan valid jika residual yang kita dapatkan
mempunyai distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas data
dilakukan dengan menggunakan metode Jarque-Bera (J-B). Nilai uji
Jarque-Bera memperlihatkan apakah data telah terdistribusi normal. Uji
statistik Jarque-Bera ini menggunakan perhitungan skewness dan kurtosis.
Rumus uji statistik Jarque-Bera adalah sebagai berikut:
87
[
(
)
]
Dimana S adalah koefisien Skewness, K adalah koefisien kurtosis,
dan k menggambarkan banyaknya koefisien yang digunakan dalam
persamaan. Suatu model regresi dapat dikatakan normal apabila nilai
probability (p-value) J-B lebih besar dari alpha (0,05).
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolineritas ini berguna untuk mengetahui apakah dalam
model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dalam model regresi
dapat dilihat dari matriks korelasi variabel-variabel bebas. Jika koefisien
korelasi lebih besar dari 0,85 maka diduga ada multikolinieritas dalam
model. Sebaliknya jika koefisien korelasi relatif rendah (< 0,85) maka
diduga model tidak mengandung unsur multikolinieritas.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi terjadi ketidaksamaan varians residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedasitas, dan jika berbeda
disebut heterokedastisitas. Pada penelitian ini uji heterokedastisitas
dilakukan dengan menggunakan uji Breusch-Pagan-Godfrey. Suatu model
regresi dapat dikatakan bebas dari masalah heterokedastisitas apabila nilai
probability (p-value) Chi-square lebih besar dari alpha (0,05).
88
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu
model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pada periode t dengan
periode t-1 (periode sebelumnya). Banyak metode yang digunakan untuk
medeteksi masalah autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi
yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini
timbul karena adanya korelasi antara residual tidak bebas dari satu
observasi ke observasi lainnya. Autokorelasi sering muncul pada
penggunaan data times series. Hal ini karena gangguan dari observasi pada
periode berikutnya. Penelitian ini menggunakan uji Breusch-Godfrey
serial correlation Lagrange Multiplier (LM) untuk mendeteksi ada
tidaknya masalah autokorelasi. Suatu model regresi dikatakan tidak
terdapat masalah autokorelasi apabila nilai probability Chi-square lebih
besar dari alpha (0,05).
4.Uji Regresi Berganda
a. Uji secara simultan (Uji F)
Uji secara simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh keseluruhan variabel independen dalam menjelaskan
variabel dependen secara bersama-sama (simultan). Uji F dapat diketahui
melalui nilai probabilitas (F-statistic) pada hasil output, apabila nilai
probabilitas dibawah 0,05 maka variabel independen mempunyai pengaruh
terhadap dependen secara bersama-sama. Atau bisa diketahui dengan
membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Apabila F hitung lebih
besar dari F tabel maka variabel independen mempunyai pengaruh
89
terhadap variabel dependen secara simultan. Rumus F hitung (Ira
Paramitha Rahayu,2003):
F
𝑅 /(𝑘 1)
(1 𝑅 )/(𝑛 𝑘)
Dimana:
R2
= Koefisien determinasi
n
= Jumlah pengamatan
k
= Jumlah variabel
b. Uji secara parsial (Uji t)
Uji t atau uji pengaruh variabel independen tarhadap dependen
secara parsial, menjelaskan pengaruh masing-masing variabel independen
(bebas) terhadap variabel dependen (terikat). Rumus uji t adalah sebagai
berikut (Muhibah,2009):
1
1
𝑟
⬚
Cara melakukan uji t antara lain sebagai berikut:
1. Membandingkan nilai t dengan titik kritis menurut tabel. Apabila nilai
t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan t tabel, maka H0 ditolak
dan H1 diterima (Imam Ghozali,2005:88-89)
2. Quick look: yaitu melihat nilai p-value pada hasil output regresi
apabila nilai p-value dibawah nilai alpha (0,05) berarti variabel
independen secara parsial (individual) berpengaruh terhadap variabel
dependen sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima dan H0 ditolak.
90
Sebaliknya apabila nilai p-value lebih besar (diatas) nilai alpha (0,05)
berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel
dependen sehingga H1 ditolak dan H0 diterima.
c. Uji R-squared (R2)
Uji
ini
digunakan
untuk
mengetahui
seberapa
besar
kemampuan/pengaruh variabel independen dalam menjelaskan variabel
dependen. Semakin besar nilai R2 berarti variabel independen yang ada di
model regresi mencerminkan hampir seluruh faktor yang mempengaruhi
variabel dependen.
E. Operasional Variabel Penelitian
Variabel dependen
Pada penelitian ini terdapat tiga variabel dependen (terikat) dalam
menjelaskan masing-masing kebijakan dividen yang terdiri dari keputusan
pembayaran dividen, dividend payout ratio dan dividend yield. Masing-masing
kebijakan dividen ini diteliti secara terpisah dan satu persatu. Rumus variabel
dependen adalah sebagai berikut:
1. Keputusan pembayaran
Keputusan pembayaran adalah keputusan yang dilakukan oleh
manajemen, apakah akan memberikan laba yang diperoleh perusahaan
dalam bentuk cash dividend kepada pemegang saham atau tidak.
Keputusan pembayaran dividen merupakan variabel dummy dimana
perusahaan yang membayar dividen diberi kode 1 sedangkan perusahaan
yang tidak memberikan dividen diberi kode 0.
91
2. Dividend payout ratio
Dividend payout ratio adalah jumlah dividen yang dibayarkan
relatif terhadap pendapatan bersih perusahaan atau pendapatan tiap
lembar.Keown (2005) dalam Deitiana (2009). Rumus yang digunakan
sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑠 𝑎𝑟𝑒
𝑒𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠 𝑎𝑟𝑒
3. Dividend yield
Dividend yield adalah rasio antara dividen per saham dan harga
pasar per saham. Moeljadi (2006:54). Beberapa investor menggunakan
dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan sebagai suatu penyaring
investasi, yaitu mereka akan berusaha menginvestasikan dananya dalam
saham yang menghasilkan dividend yield yang tinggi (Nova:2010).
Rumus yang digunakan sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑖𝑒𝑙𝑑
𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑠 𝑎𝑟𝑒
Variabel independen
Pada masing-masing kebijakan dividen yaitu keputusan pembayaran
dividen, dividend payout ratio dan dividen yield dalam penelitian ini memiliki
variabel independen yang berbeda-beda. Pada penelitian keputusan pembayaran
dividen memiliki variabel independen sebanyak 8 variabel yaitu profitabilitas
92
(ROA), asset growth,
Investment Opportunity Set (Market to book value of
assets), firm size, earned/contributed capital mix, asimetri informasi (trading
share turnover), insider ownership dan struktur kepemilikan. Sedangkan untuk
penelitian dividend payout ratio dan dividend yield memiliki kesamaan proksi dan
jumlah variabel independen yaitu sebanyak sepuluh variabel yang terdiri dari
profitabilitas (ROA), asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book
value of assets), firm size, leverage(debt to total asset), asimetri informasi
(trading share turnover), free cash flow, insider ownership, struktur kepemilikan
dan tax rate. Berikut adalah penjelasan dari seluruh variabel independen dalam
penelitian ini:
1. Profitabilitas (ROA)
Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara
keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang
diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.
Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan
kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.(Fahmi,2013:80).
Rumus yang digunakan dalam perhitungan profitabilitas sebagai berikut
(Brigham dan Houston, 2009:107):
2. Asset growth
Menurut Weston dan Copeland (1995:243) menyatakan bahwa
rasio-rasio
pertumbuhan
mengukur
sebaik
apa
perusahaan
93
mempertahankan posisi ekonomisnya di dalam industrinya. Pertumbuhan
menurut Kusumaningrum (2010) didefinisikan sebagai perubahan tahunan
dari total aktiva. Rumus yang digunakan dalam rasio pertumbuhan sebagai
berikut (Istiningtyas:2013):
Asset growth = asset t - asset t-1
asset t-1
3. Investment Opportunity Set (Market to book value of assets)
Investment opportunity set adalah tersedianya alternatif investasi di
masa datang bagi perusahaan. Hartono (1999) dalam Rokhayati (2005).
Menurut Rokhayati (2005) salah satu proksi IOS yaitu rasio market to
book value of asset (MVABVA) dengan dasar pemikiran bahwa prospek
pertumbuhan perusahaan terefleksi dalam harga saham. Rumus yang
digunakan sebagai berikut (Rokhayati:2005):
𝑀𝑉𝐴𝐵𝑉𝐴
(
)
(
)
4. Firm size
Menurut Marberya dan Suaryana dalam Ardian PH (2010) ukuran
perusahaan menunjukkan jumlah pengalaman dan kemampuan tumbuhnya
suatu perusahaan yang mengindikasikan kemampuan dan tingkat resiko
dalam mengelola tingkat investasi yang diberikan para stockholder untuk
94
meningkatkan kemakmuran mereka.(Fajriyah:2011). Menurut Ritha dan
Koestiyanto (2013), ukuran perusahaan merupakan salah satu alat untuk
mengukur besar kecilnya suatu perusahaan. Rumus yang digunakan dalam
menghitung firm size adalah sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014):
Firm size = log (sales revenue)
5. Earned/contributed capital mix
Earned/contributed capital mix merupakan salah satu proksi yang
digunakan untuk menguji teori daur hidup perusahaan. Teori daur hidup
menyatakan bahwa pengembangan strategi yang paling pas adalah dengan
memperhatikan tahapan daur hidup perusahaan.(Miftahurrohman:2010).
Muhardi (2008) menjelaskan bahwa perusahaan akan menghadapi siklus
daur hidup, dimana kebijakan dan strategi yang dilakukan perusahaan akan
disesuaikan dengan tahapan daur hidup dimana perusahaan tersebut
berada. Rumus yang digunakan untuk menghitung earned contributed
capital mix (retained earnings/total equity) (De Angelo et,al. :2006):
𝑅𝑒𝑡𝑎𝑖𝑛𝑒𝑑 𝑒𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
6. Asimetri informasi (trading share turnover)
Asimetri informasi adalah keadaaan dimana salah satu pihak
memiliki informasi yang lebih banyak dan lebih baik tentang kondisi
perusahaan dibandingkan pihak lainnya. Bartov dan Bodnar (1996) dalam
Alphonse dan Tran (2014) mengungkapkan bahwa likuiditas saham adalah
95
proksi yang potensial dalam menjelaskan tingkat asimetri informasi.
Rumus yang digunakan sebagai berikut (Wira:2012):
𝑇𝑟𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑠 𝑎𝑟𝑒 𝑡𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟
7. Insider ownership
Insider ownership dapat diartikan bahwa pemilik perusahaan
(stockholder)
sekaligus
menjabat
sebagai
pengelola
perusahaan
(manajemen), baik direksi maupun komisaris. Rumus yang untuk
menghitung insider ownership sebagai berikut (Efendi:2007):
8. Stuktur kepemilikan
Wahyudi dan Pawestri (2006) dalam Sabrinna (2010) menjelaskan
bahwa struktur kepemilikan merupakan jenis institusi atau perusahaan
yang memegang saham terbesar dalam suatu perusahaan. Struktur
kepemilikan dapat berupa investor individual, pemerintah, dan institusi
swasta. Struktur kepemilikan terbagi dalam beberapa kategori. Secara
spesifik kategori struktur kepemilikan meliputi kepemilikan oleh institusi
domestik, institusi asing, pemerintah, karyawan dan individual domestik.
(Sabrinna:2010). Dalam penelitian ini stuktur kepemilikan merupakan
variabel
dummy
dimana
perusahaan
yang
termasuk
perusahaan
96
pemerintah (BUMN) diberi kode 1 sedangkan perusahan lain/swasta diberi
kode 0.
9. Leverage (debt to total asset)
Rasio leverage berusaha mengukur penjaminan hutang, baik
dengan menggunakan total aktiva maupun modal sendiri. Rasio leverage
diukur melalui debt ratio (ratio antara hutang dan aktiva), debt to equity
ratio (rasio antara hutang dan modal sendiri) dan time interest earned
(coverage
ratio).
(Moeljadi,2006:51).
Semakin
besar
rasio
ini
menunjukkan semakin besar kewajibannya dan rasio yang semakin rendah
akan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya.(Sumantri dan Candraningrat:2014). Rumus
yang digunakan sebagai berikut (Alphonse dan Tran:2014) :
𝐷𝑇𝐴
10. Free cash flow
Free cash flow merupakan arus kas yang benar-benar tersedia
untuk di distribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan
pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada
aktiva tetap,produk-produk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk
mempertahankan operasi yang sedang berjalan (Brigham dan Houston,
2009:65). Free cash flow dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut (Dewi:2011):
𝑓𝑟𝑒𝑒 𝑐𝑎𝑠 𝑓𝑙𝑜𝑤
97
11. Tax rate
Menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 Pasal 1 ayat 1,
pengertian pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh
orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan
digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat. Pajak penghasilan perusahaan adalah pengenaan pajak terhadap
Earning Before Tax (EBT) perusahaan sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku. Rumus yang digunakan untuk menghitung tarif pajak (tax rate)
berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perpajakan No.36 tahun 2008
pasal 17 ayat (1) huruf b tentang tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak
badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap. (Mathilda:2012):
1. Sejak tahun 2008, tarif pajak ditentukan sebesar 28% dari penghasilan
kena pajak
2. Pada tahun 2010-sekarang tarif pajak ditetapkan sebesar 25%. Dari
penghasilan kena pajak
98
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Sekilas gambaran umum Bursa Efek Indonesia
Pada awalnya terdapat dua bursa untuk melakukan perdagangan efek di
Indonesia yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Bursa
Efek Jakarta telah lama didirikan, yaitu pada masa pemerintahan Hindia Belanda
tepatnya tanggal 14 Desember 1912, sementara Bursa Efek Surabaya didirikan
pada tanggal 11 Januari 1925. Namun Bursa Efek Jakarta dan Surabaya terpaksa
ditutup pada awal tahun 1940 hal ini disebabkan terjadinya perang dunia kedua
yang menyebabkan terjadinya kevakuman perdagangan pasar modal di Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah melakukan
reformasi terhadap pasar modal yang ada.
Pemerintah
orde
lama
membentuk
suatu
badan
yang
disebut
PPUE(Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efek). Salah satu tugas dari
badan ini adalah melakukan berbagai kajian tentang kemungkinan didirikannya
Bursa Efek pasca kemerdekaan. Berbagai kajian yang dilakukan tentunya
menyangkut faktor ekonomi makro maupun mikro, karena pasar modal sangat
erat kaitannya dengan faktor-faktor ekonomi suatu negara (Amalia,2008:46).
Pada tanggal 1 Desember 2007 terjadi merger atau penggabungan usaha
antara Bursa Efek Surabaya dengan Bursa Efek Jakarta menjadi Bursa Efek
Indonesia (BEI), yang mulai aktif beroperasi melakukan perdagangan efek sejak
99
tanggal 1 Desember 2007. Hingga saat ini BEI merupakan satu-satunya pasar
modal yang memperjualbelikan efek-efek berharga di Indonesia.
B. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
Selama ini perdagangan efek/saham syariah hanya identik dengan Jakarta
Islamic Index (JII), yaitu indeks yang memuat 30 saham yang memenuhi kriteria
syariah dengan tingkat likuiditas tinggi. Namun sebenarnya efek syariah yang
diperdagangkan di BEI bukan hanya 30 saham saja. Oleh karena itu BEI
mendirikan suatu indeks yang memuat semua saham syariah yang diperdagangkan
di BEI yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Awal terbentuknya ISSI
bermula pada November 2007 saat Bapepam & LK mengeluarkan Daftar Efek
Syariah (DES) yang memuat daftar saham Syariah yang ada di Indonesia. Daftar
Efek Syariah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh BEI dengan meluncurkan
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada tanggal 12 Mei 2011.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengelompokan semua saham
syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sehingga memudahkan investor
untuk mengetahui saham-saham yang termasuk ke dalam saham syariah guna
untuk mendukung perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia.
Dengan adanya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diharapkan investor dapat
berinvestasi pada saham-saham yang tercantum di ISSI tanpa perlu ada rasa
khawatir apakah saham tersebut merupakan saham perusahaaan yang akad, cara
dan kegiatan usahanya bertentangan dengan ajaran agama/prinsip-prinsip syariah.
100
C. Hasil dan Pembahasan
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan analisis terhadap data statistik yang berguna
untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai suatu data. Deskripsi
mengenai suatu data dapat dilihat melalui nilai mean (rata-rata), median, nilai
maksimum, nilai minimum dan standar deviasi. Berikut adalah hasil statistik
deskriptif dalam penelitian ini:
Tabel 4.1
Hasil statistik deskriptif
(keputusan pembayaran dividen)
Non payers (N=283)
Payers (N=292)
mean median std.dev mean median std.dev
ROA
0,03
0,02
0,08
0,09
0,08
0,06
AGR
1,73
0,06
25,36 0,17
0,16
0,21
MVABVA 2,54
0,99
14,54 1,66
1,30
1,08
SIZE
11,49 11,52
0,83 12,53 12,57
0,67
RETE
-0,67
0,02
3,06
0,57
0,58
0,27
TST
0,70
0,27
1,16
0,55
0,35
0,61
IS
0,03
0
0,07
0,01
0,00
0,05
SC
0,02
0
0,13
0,17
0
0,38
Ket.
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa perusahaan yang membayarkan dividen
(payers) memiliki nilai rata-rata ROA, firm size, RE/TE dan state control lebih
besar daripada perusahaan yang tidak membayarkan dividen (non-payers). Lebih
lanjut, perusahaan yang tidak membayarkan dividen (non payers) memiliki nilai
rata-rata asset growth, market to book value of asset, trading share turnover dan
101
insider ownership lebih besar daripada perusahaan yang membayarkan dividen
(payers).
Tabel 4.2
Hasil statistik deskriptif
(dividend payout ratio)
Dividend payout ratio
mean median std.dev
DPR
0,39
0,36
0,18
ROA
0,11
0,11
0,05
AGR
0,17
0,17
0,10
MVABVA 1,92
1,76
0,91
SIZE
12,82 12,80
0,65
TST
0,33
0,27
0,33
IS
0,00
0,00
0,00
SC
0,27
0,00
0,45
LEV
0,39
0,38
0,18
FCF
0,10
0,09
0,06
TAX
0,26
0,25
0,01
Ket.
Dari tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa data pada penelitian dividend
payout ratio memiliki nilai rata-rata dividend payout ratio (DPR) sebesar 0,39.
Memiliki rata-rata ROA sebesar 0,11. Nilai rata-rata asset growth 0,17. Market to
book value of asset memiliki nilai rata-rata sebesar 1,92. Firm size memiliki nilai
rata-rata sebesar 12,82. Memiliki nilai rata-rata trading share turnover sebesar
0,33. Nilai rata-rata leverage (debt/asset) 0,39. Selanjutnya,nilai rata-rata insider
ownership, state control, free cash flow dan tax rate masing-masing yaitu sebesar
0,00, 0,27, 0,10 dan 0,26.
102
Tabel 4.3
Hasil statistik deskriptif
(dividend yield)
Ket.
DY
ROA
AGR
MVABVA
SIZE
TST
IS
SC
LEV
FCF
TAX
Dividend yield
mean median std.dev
0,03
0,03
0,01
0,12
0,12
0,06
0,14
0,14
0,12
2,20
1,83
1,35
12,70
12,78
0,69
0,40
0,29
0,43
0,00
0,00
0,01
0,27
0,00
0,45
0,40
0,40
0,19
0,10
0,11
0,06
0,26
0,25
0,01
Dari tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa data pada penelitian dividend
yield memiliki nilai rata-rata dividend yield sebesar 0,03. Dengan nilai rata-rata
ROA sebesar 0,12, Asset growth sebesar 0,14, market to book value of asset
sebesar 2,20, firm size sebesar 12,70, trading share turnover sebesar 0,40, insider
ownership sebesar 0,00, state control(struktur kepemilikan) sebesar 0,27, leverage
sebesar 0,40, free cash flow sebesar 0,10 dan nilai tax rate rata-rata sebesar 0,26.
2.Probit Regression
Probit regression digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen (keputusan pembayaran). Variabel
dependen merupakan data dimana apabila perusahaan membayar dividen maka
103
diberi kode 1 namun apabila tidak membayar dividen maka diberi kode 0. Berikut
adalah hasil dari Probit regression pada penelitian ini:
Tabel 4.4
Hasil Probit regression
Dependent Variable: KEP_PMBYR
Method: ML - Binary Probit (Quadratic hill climbing)
Date: 04/28/15 Time: 23:12
Sample: 1 575
Included observations: 575
Convergence achieved after 7 iterations
Covariance matrix computed using second derivatives
Variable
Coefficient
Std. Error
z-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
ECC
MVABVA
TRADING
IS
SC
-9.520946
6.761907
-0.020547
0.740170
1.409801
-0.177558
-0.061232
-1.071605
0.677530
1.354012
1.432314
0.184162
0.113384
0.225873
0.084183
0.080558
1.239648
0.331424
-7.031656
4.720967
-0.111573
6.527989
6.241566
-2.109191
-0.760095
-0.864443
2.044301
0.0000
0.0000
0.9112
0.0000
0.0000
0.0349
0.4472
0.3873
0.0409
McFadden R-squared
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Restr. Deviance
LR statistic
Prob(LR statistic)
0.436694
0.500374
0.812074
0.880229
0.838656
796.9784
348.0359
0.000000
Obs with Dep=0
Obs with Dep=1
283
292
Mean dependent var
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
Deviance
Restr. log likelihood
Avg. log likelihood
Total obs
0.507826
0.359551
73.17089
-224.4713
448.9425
-398.4892
-0.390385
575
Dari tabel 4.4 diatas kesimpulan yang dapat diperoleh adalah sebagai
berikut:
a. Probabilitas pembayaran dividen dipengaruhi oleh ROA, firm size,
earned contibuted capital (RE/TE), peluang investasi (Market to book
value of asset) dan kepemilikan perusahaan oleh negara(bumn/state
control).
104
b. Asset growth, trading share turnover dan insider ownership tidak
berpengaruh terhadap probabilitas pembayaran dividen.
c. ROA berpengaruh positif terhadap probabilitas keputusan pembayaran
dividen dengan nilai koefisien sebesar 6,761907 dengan nilai
probabilitas 0,0000 pada tingkat alpha 0,05 (5 %). Artinya ketika
terjadi peningkatan ROA sebesar satu persen (1%) maka probabilitas
pembayaran dividen oleh perusahaan meningkat sebesar 6,761907 %.
d. Firm size berpengaruh positif terhadap probabilitas keputusan
pembayaran dividen dengan nilai koefisien sebesar 0,740170 dengan
probabilitas 0,0000 pada tingkat alpha 0,05 (5%). Artinya ketika nilai
firm size naik sebesar satu persen (1%) maka probabilitas pembayaran
dividen oleh perusahaan akan meningkat sebesar 0,740170 %.
e. Earned contributed capital (RETE) berpengaruh positif terhadap
probabilitas keputusan pembayaran dividen dengan nilai koefisien
sebesar 1,409801 dengan probabilitas 0,0000 pada tingkat alpha 0,05
(5%). Artinya ketika nilai earned contributed capital (RETE)
meningkat (naik) sebesar satu persen (1%) maka probabilitas
pembayaran dividen oleh perusahaan akan meningkat sebesar
1,409801 %.
f. MVABVA berpengaruh negatif terhadap probabilitas keputusan
pembayaran dividen dengan nilai koefisien sebesar -0,177558 dengan
probabilitas 0,0349 pada tingkat alpha 0,05 (5%). Artinya ketika nilai
MVABVA meningkat sebesar satu persen (1%) maka probabilitas
pembayaran
dividen
oleh
perusahaan
akan
menurun
sebesar
105
0,177558%.
g. State control atau kepemilikan perusahaan oleh pemerintah (BUMN)
berpengaruh positif terhadap probabilitas keputusan pembayaran
dividen dengan nilai koefisien sebesar 0,677530 dengan probabilitas
0,0409 pada tingkat alpha 0,05 (5%). Artinya ketika state control naik
satu persen (1%) maka probabilitas pembayaran dividen akan
meningkat sebesar 0,677530 %.
3.Uji Asumsi Klasik
a) Uji Normalitas
Hasil dari regresi pada model penelitian akan valid apabila data
memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas
menggunakan metode Jarque-Bera (J-B). Salah satu cara untuk
menentukan apakah data tersebut normal atau tidak, pada metode
Jarque-Bera yaitu dengan melihat nilai probabilitasnya, apabila nilai
probabilitas J-B lebih besar (>) dari alpha (0,05) maka dapat dikatakan
bahwa data tersebut normal dan lulus uji normalitas. Sebaliknya jika
nilai probabilitas J-B lebih kecil (<) dari alpha (0,05) maka data
tersebut tidak normal. Berikut adalah hasil dari uji normalitas data
untuk tingkat dividen (dividend payout ratio dan dividen yield) pada
penelitian ini:
106
Tabel 4.5
Hasil Uji Normalitas
(Dividend payout ratio)
10
Series: Residuals
Sample 1 75
Observations 75
8
6
4
2
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
-7.88e-17
0.006306
0.386265
-0.282497
0.146042
0.453321
3.143461
Jarque-Bera
Probability
2.633068
0.268063
0
-0.3
-0.2
-0.1
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
Tabel 4.6
Hasil Uji Normalitas
(Dividend yield)
12
Series: Residuals
Sample 1 75
Observations 75
10
8
6
4
2
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
1.39e-17
0.000431
0.028787
-0.015660
0.009298
0.354682
3.158546
Jarque-Bera
Probability
1.651044
0.438006
0
-0.01
0.00
0.01
0.02
0.03
Berdasarkan tabel 4.5 dan 4.6 diatas diketahui nilai Jarque-Bera
untuk data penelitian dividend payout ratio dan dividend yield masingmasing sebesar 2,633068 dengan nilai probabilitas sebesar 0,268063
dan 1,651044 dengan nilai probabilitas sebesar 0,438006. Hal ini
menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini, baik untuk dividend
107
payout ratio maupun dividend yield berdistribusi normal (lulus uji
normalitas) karena nilai probabilitas Jarque-Bera sebesar 0,268063
untuk dividend payout ratio dan 0,438006 untuk dividend yield lebih
besar dari alpha (0,05).
b) Uji Multikolinieritas
Model regresi yang baik salah satunya tidak terdapat masalah
multikolinieritas di dalamnya. Multikolinieritas yaitu suatu kondisi
dimana variabel-variabel independen dalam model regresi saling
terkait (berhubungan). Ada tidaknya masalah multikolinieritas dalam
suatu penelitian dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi antar variabel
independen. Jika koefisien korelasi lebih besar dari 0,85 maka dapat
diartikan bahawa terdapat multikolinieritas pada model. Sebaliknya
jika koefisien lebih kecil dari 0,85, maka dapat diartikan bahwa model
tidak mengandung multikolinieritas.(Widarjono:2007). Berikut adalah
hasil uji multikolinieritas dalam penelitian ini:
Tabel 4.5.1
Hasil Uji Multikolinieritas
(Dividend payout ratio)
ROA
ROA
1.000000
AGR
-0.030441
FIRM_SIZE 0.456731
MVABVA 0.624922
TRADING -0.184954
IS
-0.340829
SC
0.119240
LEV
-0.462412
FCF
0.687224
TAX_RATE -0.001968
AGR
-0.030441
1.000000
0.056355
0.276746
-0.080812
0.010377
-0.208833
0.262817
-0.120767
-0.342235
FIRM_SIZEMVABVA
0.456731 0.624922
0.056355 0.276746
1.000000 0.253197
0.253197 1.000000
-0.101140 -0.197736
-0.210986 -0.118763
0.263872 0.055773
0.238363 -0.297171
0.468795 0.322050
-0.105681 -0.133644
TRADING
-0.184954
-0.080812
-0.101140
-0.197736
1.000000
-0.097250
0.000146
0.122057
-0.071894
0.175379
IS
-0.340829
0.010377
-0.210986
-0.118763
-0.097250
1.000000
0.297457
0.221945
-0.309113
0.097540
SC
0.119240
-0.208833
0.263872
0.055773
0.000146
0.297457
1.000000
0.036587
0.085126
2.40E-17
LEV
-0.462412
0.262817
0.238363
-0.297171
0.122057
0.221945
0.036587
1.000000
-0.239114
-0.051802
FCF
0.687224
-0.120767
0.468795
0.322050
-0.071894
-0.309113
0.085126
-0.239114
1.000000
0.105001
TAX_RATE
-0.001968
-0.342235
-0.105681
-0.133644
0.175379
0.097540
2.40E-17
-0.051802
0.105001
1.000000
108
Tabel 4.6.1
Hasil Uji Multikolinieritas
(Dividend yield)
ROA
ROA
1.000000
AGR
0.209960
FIRM_SIZE 0.567535
MVABVA 0.798912
TRADING -0.291766
IS
-0.516091
SC
0.303325
LEV
-0.522189
FCF
0.706811
TAX_RATE -0.075883
AGR
0.209960
1.000000
0.123247
0.279170
-0.182856
-0.128057
0.113093
-0.078964
0.024215
-0.237350
FIRM_SIZEMVABVA
0.567535 0.798912
0.123247 0.279170
1.000000 0.391317
0.391317 1.000000
-0.112749 -0.224769
0.022199 -0.327234
0.567961 0.070214
-0.039050 -0.439503
0.466876 0.434369
-0.084079 -0.152455
TRADING
-0.291766
-0.182856
-0.112749
-0.224769
1.000000
0.187999
0.032282
0.231118
-0.132288
0.048596
IS
-0.516091
-0.128057
0.022199
-0.327234
0.187999
1.000000
0.127757
0.626150
-0.420413
0.031190
SC
0.303325
0.113093
0.567961
0.070214
0.032282
0.127757
1.000000
0.228145
0.155603
-1.05E-16
LEV
-0.522189
-0.078964
-0.039050
-0.439503
0.231118
0.626150
0.228145
1.000000
-0.332302
0.032625
FCF
0.706811
0.024215
0.466876
0.434369
-0.132288
-0.420413
0.155603
-0.332302
1.000000
0.088141
TAX_RATE
-0.075883
-0.237350
-0.084079
-0.152455
0.048596
0.031190
-1.05E-16
0.032625
0.088141
1.000000
Dari tabel 4.5.1 dan 4.6.1 dapat diketahui bahwa nilai koefisien
korelasi antara variabel independen yang satu dengan lainnya tidak ada
yang bernilai lebih dari 0,85, hal ini menunjukkan bahwa pada kedua
model regresi tidak mengandung masalah multikolinieritas.
c) Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi terjadi ketidaksamaan varians residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Uji heterokedastisitas dalam penelitian ini
menggunakan uji Breusch-Pagan-Godfrey. Suatu model regresi dapat
dikatakan bebas dari masalah heterokedastisitas apabila nilai
probability (p-value) Chi-square lebih besar dari alpha (0,05). Berikut
adalah hasil uji heterokedastisitas dalam penelitian ini:
109
Tabel 4.5.2
Hasil Uji Heterokedastisitas
(Dividend payout ratio)
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic
t
Obs*R-squared
Scaled explained SS
1.865445
16.92690
13.20993
Prob. F(10,64)
Prob. Chi-Square(10)
Prob. Chi-Square(10)
0.0668
0.0760
0.2122
Tabel 4.6.2
Hasil Uji Heterokedastisitas
(Dividend yield)
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS
0.785240
8.196388
6.441563
Prob. F(10,64)
Prob. Chi-Square(10)
Prob. Chi-Square(10)
0.6427
0.6097
0.7769
Berdasarkan tabel 4.5.2 dan 4.6.2 diatas diketahui bahwa nilai
Prob. Chi-Square untuk penelitian dividend payout ratio dan dividend
yield masing-masing sebesar 0,0760 dan 0,6097 lebih besar dari alpha
(0,05) maka tidak terdapat masalah heterokedastisitas pada kedua
model regresi.
d) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu
model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pada periode t
dengan periode t-1 (periode sebelumnya). Penelitian ini menggunakan
110
uji Breusch-Godfrey serial correlation Lagrange Multiplier (LM) untuk
mendeteksi ada tidaknya masalah autokorelasi. Suatu model regresi
dikatakan tidak terdapat masalah autokorelasi apabila nilai probability
Chi-square lebih besar dari alpha (0,05). Berikut adalah hasil uji
autokorelasi pada penelitian ini:
Tabel 4.5.3
Hasil Uji Autokorelasi
(Dividend payout ratio)
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
0.644305
1.527063
Prob. F(2,62)
Prob. Chi-Square(2)
0.5285
0.4660
Tabel 4.6.3
Hasil Uji Autokorelasi
(Dividend yield)
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
0.157851
0.379963
Prob. F(2,62)
Prob. Chi-Square(2)
0.8543
0.8270
Dari tabel 4.5.3 dan 4.6.3 diatas menunjukkan bahwa nilai Prob.
Chi Square pada penelitian dividend payout ratio dan dividend yield
bernilai masing-masing sebesar 0,4660 dan 0,8270 lebih besar dari alpha
(0,05) maka berarti pada kedua model regresi tidak terdapat masalah
autokorelasi.
111
4.Uji Regresi Berganda
1) Pada Penelitian Dividend Payout Ratio
a. Uji secara Simultan (Uji F)
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 3,520743
dengan Prob(F.statistic) sebesar 0,000953. Nilai Prob(F.statistic) pada
penelitian dividend payout ratio ini bernilai lebih kecil (<) dari alpha
(0,05) artinya bahwa variabel independen yaitu ROA, asset growth, firm
size, MVABVA, trading share turnover, insider ownership, state control,
leverage, free cash flow dan tax rate secara bersamaan berpengaruh
signifikan terhadap dividend payout ratio.
Tabel 4.7
Hasil Regresi Berganda
(Dividend payout ratio)
Dependent Variable: DPR
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 13:03
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
-0.209354
1.840033
-0.176084
0.059785
-0.015134
-0.001795
5.748311
0.033249
-0.299404
-1.637870
-0.228002
0.677031
0.669320
0.235543
0.041638
0.028640
0.059484
9.732106
0.048396
0.149000
0.476814
1.684976
-0.309224
2.749106
-0.747566
1.435821
-0.528407
-0.030174
0.590654
0.687020
-2.009423
-3.435029
-0.135315
0.7582
0.0078
0.4575
0.1559
0.5990
0.9760
0.5568
0.4946
0.0487
0.0010
0.8928
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
0.354887
0.254088
0.157038
1.578298
38.37241
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
0.387111
0.181828
-0.729931
-0.390033
-0.594213
112
F-statistic
Prob(F-statistic)
3.520743
0.000953
Durbin-Watson stat
2.238932
b. Uji secara Parsial (Uji t)
Berdasarkan hasil regresi berganda pada tabel 4.7 diatas, kesimpulan
yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Variabel independen yang mempengaruhi dividend payout ratio adalah
ROA, leverage dan free cash flow.
2. Variabel lainnya yaitu firm size, asset growth, MVABVA, trading
share turnover, insider ownership, state control dan tax rate tidak
memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio.
3. ROA berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio dengan nilai
koefisien sebesar 1,840033 dengan nilai probabilitas 0,0078 pada
tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika terjadi kenaikan ROA sebesar
satu persen (1%) maka nilai dividend payout ratio meningkat sebesar
1,840033 %.
4. Leverage berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio dengan
nilai koefisien sebesar -0,299404 dengan nilai probabilitas sebesar
0,0487 pada tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika terjadi kenaikan
leverage sebesar satu persen (1%) maka nilai dividend payout ratio
akan menurun sebesar 0,299404 %.
5. Free cash flow berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio
dengan nilai koefisien -1,637870 dengan nilai probabilitas sebesar
0,0010 pada tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika free cash flow
113
meningkat sebesar satu persen (1%) maka nilai dividend payout ratio
akan menurun sebesar 1,637870 %.
c. Uji koefisien determinasi (R2)
Tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R2)
bernilai sebesar 0,354887. Hal ini berarti bahwa variabel independen yaitu
ROA, asset growth, firm size, MVABVA, trading share turnover, insider
ownership, state control, leverage, free cash flow dan tax rate secara
bersamaan mampu menjelaskan dividend payout ratio sebesar 35,48%
sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model.
2) Pada Penelitian Dividend Yield
a. Uji secara Simultan (Uji F)
Tabel 4.8 dibawah ini menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar
9,405649 dengan Prob(F.statistic) sebesar 0,000000. Nilai Prob(F.statistic)
pada penelitian ini bernilai lebih kecil (<) dari alpha (0,05) artinya bahwa
variabel independen yaitu ROA, asset growth, firm size, MVABVA,
trading share turnover, insider ownership, state control, leverage, free
cash flow dan tax rate secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap
dividend yield.
114
Tabel 4.8
Hasil Regresi Berganda
(Dividend yield)
Dependent Variable: DY
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 17:21
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
0.074110
0.378427
-0.026632
-0.001892
-0.013701
-0.000823
0.174141
-0.013084
0.034003
-0.078653
-0.116186
0.042842
0.057896
0.010583
0.002608
0.001737
0.002934
0.165363
0.003831
0.008812
0.030822
0.101556
1.729843
6.536295
-2.516373
-0.725577
-7.888652
-0.280431
1.053087
-3.415428
3.858574
-2.551834
-1.144055
0.0885
0.0000
0.0144
0.4707
0.0000
0.7801
0.2963
0.0011
0.0003
0.0131
0.2569
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.595081
0.531813
0.009998
0.006397
244.9302
9.405649
0.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.034966
0.014612
-6.238139
-5.898241
-6.102422
2.070385
b. Uji secara Parsial (Uji t)
Berdasarkan hasil regresi berganda pada tabel 4.8 diatas, kesimpulan
yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
1.
Dividend
yield
dipengaruhi
oleh
ROA,
asset
growth,
MVABVA,state control, leverage dan free cash flow.
115
2.
Sedangkan variabel lain seperti firm size, trading share turnover,
insider ownership dan tax rate tidak memiliki pengaruh terhadap
dividend yield.
3.
ROA berpengaruh positif terhadap dividend yield dengan nilai
koefisien sebesar 0,378427 dengan nilai probabilitas sebesar
0,0000 pada tingkat alpha 5 % (0,05). Artinya ketika terjadi
kenaikan ROA sebesar satu persen (1%) maka akan terjadi
kenaikan dividend yield sebesar 0,378427 %.
4.
Asset growth memiliki pengaruh negatif terhadap dividend yield
dengan nilai koefisien sebesar -0,026632 dengan nilai probabilitas
sebesar 0,0144 pada tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika asset
growth mengalami peningkatan sebesar satu persen (1%) maka
nilai dividend yield akan menurun sebesar 0,026632 %.
5.
Market to book value of asset (MVABVA) berpengaruh negatif
terhadap dividend yield dengan nilai koefisien sebesar -0,013701
dengan nilai probabilitas sebesar 0,0000 pada tingkat alpha 5%
(0,05). Artinya ketika nilai market to book value of asset
(MVABVA) meningkat sebesar satu persen (1%) maka nilai
dividend yield akan menurun sebesar 0,013701 %.
6.
Kepemilikan perusahaan oleh negara (BUMN/state control)
berpengaruh negatif terhadap dividend yield dengan nilai koefisien
sebesar -0,013084 dengan nilai probabilitas sebesar 0,0011 pada
tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika nilai state control
116
meningkat sebesar satu persen (1%) maka nilai dividend yield
akan menurun sebesar 0,013084 %.
7.
Leverage (Debt/asset) berpengaruh positif terhadap dividend yield
dengan nilai koefisien sebesar 0,034003 dengan nilai probabilitas
sebesar 0,0003 pada tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika terjadi
kenaikan leverage sebesar satu persen (1%) maka nilai dividend
yield akan meningkat sebesar 0,034003 %.
8.
Free cash flow berpengaruh negatif terhadap dividend yield dengan
nilai koefisien sebesar -0,078653 dengan nilai probabilitas sebesar
0,0131 pada tingkat alpha 5% (0,05). Artinya ketika terjadi
kenaikan free cash flow sebesar satu persen (1%) maka nilai
dividend yield akan menurun sebesar 0,078653 %.
c. Uji koefisien determinasi (R2)
Tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,595081. Hal ini berarti bahwa variabel independen yaitu ROA,
asset growth, firm size, MVABVA, trading share tunover, insider
ownership, state control, leverage, free cash flow, dan tax rate secara
bersamaan mampu menjelaskan dividend yield sebesar 59,50% sisanya
dijelaskan variabel lain yang tidak terdapat dalam model.
5.Interpretasi
A. Pada Penelitian Keputusan Pembayaran dividen
1. Return On Asset (ROA)
Hasil analisis dari penelitian keputusan pembayaran dividen
menunjukkan bahwa ROA mempunyai pengaruh positif terhadap
117
probabilitas
keputusan
pembayaran
dividen.
Artinya
semakin
tinggi/besar ROA yang dihasilkan maka akan semakin besar pula
probabilitas/peluang pembayaran dividen oleh perusahaan. Dengan
profitabilitas (ROA) yang tinggi, perusahaan akan cendrung memiliki
lebih banyak dana sisa setelah disisihkan untuk investasi mendatang
(residual cash flow), selanjutnya dana tersebut akan dibagikan kepada
para pemegang saham sebagai imbalan, yang diharapkan pembagian
dividen akan menaikkan nilai perusahaan. Hal ini juga menunjukkan
pembagian dividen sebagai “signal” dari perusahaan bahwa kondisi
keuangan perusahaan masih dalam posisi yang menguntungkan
(profitable). Hasil ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Al-Malkawi (2008), Budiarso (2012), Alphonse dan Tran (2014),
Thanatawee (2014).
2. Asset growth
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa asset growth tidak
memiliki pengaruh terhadap keputusan pembayaran dividen. Artinya
asset growth tidak menjadi acuan perusahaan dalam keputusan
pembayaran dividen. Hal ini mungkin dikarenakan asset growth bukan
merupakan proksi yang tepat untuk menjelaskan adanya peluang
investasi, sehingga tidak ditemukan pengaruh asset growth terhadap
probabilitas pembayaran dividen. Hasil ini sesuai dengan hasil
penelitian oleh Alphonse dan Tran (2014) yang menemukan tidak
terdapat pengaruh asset growth terhadap probabilitas pembayaran
dividen.
118
3. Market to book value of asset (MVABVA)
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa peluang investasi
(MVABVA) berpengaruh negatif terhadap keputusan pembayaran
dividen. Hal ini berarti ketika terjadi peningkatan peluang investasi
(MVABVA) maka perusahaan akan cendrung untuk tidak membayar
dividen dan sebaliknya. Ketika peluang investasi perusahaan
meningkat maka perusahaan akan cendrung untuk menahan labanya
untuk diberikan kepada pemegang saham dan memilih untuk
menempatkan laba yang diperoleh ke akun laba ditahan. Hal ini
dikarenakan
kebutuhan
akan
dana
meningkat
ketika
terjadi
peningkatan peluang investasi, perusahaan akan memilih sumber dana
dari internal untuk membiayai investasinya karena sumber dana
internal dirasakan lebih murah dibandingkan dengan sumber dana
eksternal (pinjaman). Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian oleh
Fama dan French (2001), Alphonse dan Tran (2014) dan Thanatawee
(2014).
4. Firm size
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh firm size
secara positif terhadap keputusan pembayaran dividen. Artinya
semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar pula
probabilitas pembayaran dividen. Perusahaan yang besar akan
cendrung membayarkan dividen untuk menjaga reputasinya dihadapan
investor, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut masih memiliki
posisi yang cukup kuat dalam bisinis. Vogt(1994) dalam Mathilda
119
(2014) menjelaskan bahwa perusahaan yang besar cendrung lebih
mature dan mempunyai akses yang lebih mudah dalam pasar modal,
sehingga perusahaan besar akan cendrung membayar dividen. Dimana
hal tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan
internal. Terlebih perusahaan besar dengan kemudahan akses yang
dimiliki, biaya modal yang dikeluarkan cendrung lebih rendah
daripada perusahaan yang baru. Oleh karena itu perusahaan besar
cendrung membayar dividen. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian
oleh Al- Malkawi (2008), Alphonse dan Tran (2014) dan Thanatawee
(2014).
5. Earning contributed capital (RE/TE)
Hasil analisis menunjukkan bahwa RE/TE berpengaruh positif
terhadap keputusan pembayaran dividen. Semakin tinggi proporsi
retained earning/ total equity maka semakin besar pula probabilitas
pembayaran dividen oleh perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori
siklus hidup perusahaan (life cycle theory), ketika perusahaan
memasuki tahap mature dengan peluang investasi rendah dan jumlah
RE/TE lebih besar/tinggi, perusahaan memiliki lebih banyak residual
cash flow dimana perusahaan akan cendrung membayarkan dividen.
Namun apabila perusahaan masih dalam tahap growth dengan
peluang investasi yang tinggi, kondisi keuangan belum stabil, dan
belum memiliki dana internal yang memadai (RE/TE rendah) maka
perusahaan akan cendrung untuk tidak membayarkan dividen dan lebih
mengutamakan mengalokasikan laba untuk dana internal guna
120
pembiayaan investasi mereka, hal ini dikarenakan dana internal lebih
murah dibandingkan dana eksternal yang memiliki biaya modal yang
cukup tinggi terutama untuk perusahaan baru.
Selanjutnya perusahaan yang sudah memasuki tahap mature,
memiliki residual cash flow yang tinggi mengkhawatirkan bahwa
pemegang saham akan berpandangan jika perusahaan menggunakan
dana tersebut untuk investasi yang tidak menguntungkan dan untuk
kepentingan berlebih para manajer oleh karena itu keputusan
pembayaran dividen dilaksanakan. Hasil ini juga mendukung teori
agency dimana dividen dibayarkan untuk mengurangi konflik
keagenan antara manajer dengan stockholder. Hasil ini sesuai dengan
hasil yang ditemukan oleh De Angelo (2006), Alphonse dan Tran
(2014), Thanatawee (2014).
6. Trading share turnover
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa trading share
turnover
tidak
berpengaruh
terhadap
probabilitas
keputusan
pembayaran dividen. Trading share turnover bukan merupakan acuan
utama perusahaan dalam menentukan kebijakan dividennya (keputusan
melakukan pembayaran dividen). Hal ini dikarenakan perusahaan lebih
melihat laba yang mereka hasilkan dan kondisi keuangan perusahaan
(faktor internal), dan market to book vaue of asset dalam menentukan
keputusan melakukan pembayaran dividen daripada faktor eksternal
seperti trading share turnover. Hasil ini bertentangan dengan hasil
penelitian Alphonse dan Tran (2014) yang menemukan bahwa trading
121
share turnover memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan
pembayaran dividen.
7. Insider ownership
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa insider ownership tidak
berpengaruh terhadap probabilitas keputusan pembayaran dividen.
Artinya kepemilikan saham yang tinggi atau rendah oleh manajemen
tidak menjadi acuan perusahaan dalam menentukan kebijakan
dividennya (keputusan pembayaran dividen). Hasil ini bisa disebabkan
karena perusahaan yang menjadi sampel pada penelitian keputusan
pembayaran dividen ini, kepemilikan saham oleh manjemen (insider
ownership) relatif kecil sebagian besar nilai insider ownership kurang
dari 50%. Nilai rata-rata insider ownership pada penelitian keputusan
pembayaran dividen untuk non payers dan payers masing-masing
hanya sebesar 0,03 (3%) dan 0,01 (1%). Nilai data yang terlalu kecil
menyebabkan hasil menjadi tidak signifikan. Hasil ini sesuai dengan
hasil penelitian Al-Malkawi (2008).
8. Struktur kepemilikan (state control)
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan perusahaan
oleh pemerintah (BUMN/state control) berpengaruh positif terhadap
probabilitas pembayaran dividen. Artinya perusahaan yang dimiliki
pemerintah (BUMN) memiliki probabilitas pembayaran dividen lebih
tinggi daripada perusahaan Non BUMN (swasta). Hal ini dapat
dikarenakan perusahaan milik pemerintah (BUMN) cendrung untuk
menjaga reputasi mereka dihadapan para investor (investor dalam
122
negeri dan luar negeri) yang berpandangan atau berasumsi bahwa
perusahaan BUMN memiliki kondisi keuangan yang relatif baik dan
stabil dibanding dengan perusahaan lain, maka daripada itu perusahaan
BUMN akan cendrung untuk membayarkan dividen. Menurut Diyanty
(2012) pemerintah umumnya memiliki tujuan politik dan sosial, yang
salah satunya tercermin dari kebijakan dividennya, untuk itu
perusahaan BUMN akan cendrung untuk membagikan dividen. Hasil
ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Chen et.al (2009),
Thanatawee(2014), Alphonse dan Tran (2014).
B. Pada Penelitian Dividend Payout Ratio
1.
Return On Asset (ROA)
Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ROA
mempunyai pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Artinya
kenaikan ROA akan menyebabkan perusahaan menaikkan besaran
dividen yang diberikan. Dengan profitabilitas (ROA) yang tinggi
perusahaan akan cendrung memiliki lebih banyak dana sisa setelah
disisihkan untuk investasi mendatang (residual cash flow), selanjutnya
dana tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai
dividen.
Dengan
meningkatnya
profitabilitas
yang
dihasilkan
perusahaan (ROA) maka akan semakin besar sisa dana yang dimiliki
setelah disisihkan untuk investasi mendatang, hal ini menyebabkan
perusahaan membayar dividen dengan tingkat yang lebih tinggi. Hal
ini juga menunjukkan pembagian dividen sebagai “signal” dari
123
perusahaan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih dalam posisi
yang menguntungkan (profitable).
Hasil ini sesuai dengan teori signaling oleh MM (1961) yang
menyatakan bahwa kenaikan dividen merupakan suatu sinyal kepada
investor bahwa perusahaan memprediksikan penghasilan yang baik
dimasa mendatang yang tercermin dalam ROA. Hasil ini serupa
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marlina dan Danica
(2009), Hardiatmo dan Daljono (2013), Arif dan Akbar (2013),
Thanatawee (2014), Alphonse dan Tran (2014), Sumantri dan
Candraningrat (2014).
2.
Asset growth
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa asset growth tidak
memiliki
pengaruh
terhadap
dividend
payout
ratio.
Artinya
pertumbuhan aset (asset growth) tidak menjadi acuan perusahaan
dalam menentukan besarnya dividen yang diberikan yaitu tercermin
dalam tingkat dividend payout ratio nya. Perusahaan lebih melihat laba
yang mereka hasilkan, kondisi keuangan perusahaan antara lain
struktur modal serta arus kas bebas perusahaan dalam menentukan
besarnya dividen yang diberikan yaitu yang tercermin pada dividend
payout ratio. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Rosita (2008),
Mutiaroh (2010), Istiningtyas (2013), Alphonse dan Tran (2014).
3. Market to book value of asset (MVABVA)
Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh
MVABVA terhadap dividend payout ratio. Hal ini menunjukkan
124
bahwa peluang investasi bukan merupakan faktor utama yang dilihat
perusahaan dalam menentukan besaran dividen yang dibagikan.
Perusahaan lebih memperhatikan laba dan kondisi keuangan internal
dalam memutuskan besaran dividen daripada faktor eksternal seperti
peluang investasi. Hasil yang sama ditemukan oleh Haryetti dan
Ekayanti (2012), Embara et,al. (2012), Alphonse dan Tran (2014).
4. Firm size
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa firm size tidak berpengaruh
terhadap dividend payout ratio. Hal ini bisa disebabkan pendapatan
penjualan yang tinggi sejalan dengan beban keuangan perusahaan yang
tinggi pula, sehingga firm size(log dari sales) tidak menjadi tolak ukur
perusahaan untuk menentukan besarnya dividen yang diberikan. Tidak
terdapatnya pengaruh firm size terhadap dividend payout ratio dapat
dikarenakan perusahaan cendrung memperhatikan laba yang diperoleh
dan kondisi keuangan internal perusahaan untuk menentukan besarnya
dividen yang diberikan yang tercermin pada dividend payout ratio.
Chasanah (2008) menyatakan size tidak berpengaruh terhadap dividen
yang dibagikan disebabkan keadaan iklim ekonomi yang belum begitu
stabil, sehingga perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak efektif
dalam mengelola dana dan membuat laba yang dihasilkan tidak
maksimal. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Risaptoko (2007),
Arsanda (2011), Pasadena (2013), Refra dan Widiastuti (2014).
125
5. Leverage (debt to total asset)
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa leverage berpengaruh
negatif terhadap dividend payout ratio. Semakin besar proporsi utang
dalam total asset (leverage) akan mengurangi besarnya dividen yang
diberikan perusahaan. Hal ini dikarenakan pendapatan yang dihasilkan
akan terlebih dahulu digunakan untuk membayar cicilan utang beserta
bunganya serta disisihkan untuk laba ditahan (internal financing)
sehingga mengurangi/menurunkan besarnya dividen yang diberikan.
Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Nuringsih (2005), Dewi
(2008), Alphonse dan Tran (2014).
6. Trading share turnover
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa trading share
turnover tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Artinya
trading share turnover bukan merupakan acuan utama perusahaan
dalam menentukan kebijakan dividennya (dividend payout ratio),
perusahaan lebih melihat laba yang mereka hasilkan dan kondisi
keuangan perusahaan(faktor internal) dalam menentukan kebijakan
dividen (dividend payout ratio) daripada faktor eksternal seperti
trading share turnover. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian
Alphonse dan Tran (2014).
7. Free cash flow
Hasil analisis menunjukkan bahwa free cash flow berpengaruh
negatif terhadap dividend payout ratio. Ketika free cash flow
perusahaan meningkat maka akan terjadi penurunan dividend payout
126
ratio dan sebaliknya. Menurut Alphonse dan Tran (2014), hal ini dapat
dijelaskan bahwa ketika memiliki peluang bisnis yang lebih,
perusahaan cenderung untuk lebih banyak memegang dana arus kas
bebas (free cash flow) untuk membiayai kegiatan usaha mereka dan
membayar dividen pada tingkat yang lebih rendah. Ketika perusahaan
memiliki peluang investasi lebih banyak namun memiliki keterbatasan
pendanaan, perusahaan akan menggunakan dana arus kas bebas (free
cash flow) untuk membiayai investasinya, oleh karena itu perusahaan
akan membayarkan dividen lebih rendah. Hasil ini sejalan dengan hasil
penelitian oleh Fajriyah (2011), Alphonse dan Tran (2014).
8. Insider ownership
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa insider ownership tidak
berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Artinya kepemilikan
saham yang tinggi atau rendah oleh manajemen tidak menjadi acuan
perusahaan dalam menentukan kebijakan dividennya (dividend payout
ratio). Hasil ini bisa disebabkan karena perusahaan yang menjadi
sampel pada penelitian dividend payout ratio, kepemilikan saham oleh
manjemen (insider ownership) relatif kecil sebagian besar insider
ownership kurang dari 50%. Nilai rata-rata insider ownership pada
penelitian dividend payout ratio hanya sebesar 0,0012 (0,12%). Nilai
data yang terlalu kecil menyebabkan hasil menjadi tidak signifikan.
Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Sunarto (2004), Dewi (2011),
Irnanta et,al. (2014).
127
9. Struktur kepemilikan (state control)
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan perusahaan
oleh negara tidak berpengaruh terhadap besarnya dividen yang
diberikan (dividend payout ratio). Hasil ini tidak menunjukkan bahwa
kepemilikan perusahaan oleh negara (BUMN) membayar dividen lebih
tinggi daripada perusahaan swasta. Hal ini disebabkan perusahaan
lebih memperhatikan laba yang diperoleh dan kas perusahaan dalam
menentukan besaran dividen yang akan diberikan. Hasil ini sesuai
dengan hasil penelitian Alphonse dan Tran (2014).
10. Tax rate
Hasil analisis menunjukkan bahwa tax rate tidak berpengaruh
terhadap dividend payout ratio. Tarif pajak tidak berpengaruh terhadap
besarnya dividen yang diberikan dikarenakan sejak tahun 2008 sampai
sekarang pemerintah menerapkan sistem tarif pajak tunggal bagi
perusahaan yang ada di Indonesia, jadi berapa pun besarnya earning
before tax yang dihasilkan perusahaan, tarif pajak akan tetap. Sehingga
perusahaan akan lebih memperhatikan laba yang mereka hasilkan
untuk menentukan besarnya dividen yang diberikan (dividend payout
ratio). Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Mathilda (2012), Refra
dan Widiastuti (2014).
3) Pada Penelitian Dividend Yield
1. Return On Asset (ROA)
Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ROA
mempunyai pengaruh positif terhadap dividend yield. Ketika terjadi
128
kenaikan ROA perusahaan akan membagikan dividen lebih tinggi
dikarenakan terdapat banyak sisa dana (residual cash flow) yang
dimiliki perusahaan untuk di distribusikan kepada para pemegang
saham. Selanjutnya ketika investor menilai saham perusahaan pada
tingkat harga tertentu dan pada saat tahun buku perusahaan
mencatatkan profitabilitas yang meningkat hal ini akan mendorong
perusahaan untuk membagikan dividen yang lebih besar pula, maka
hal tersebut akan mendorong tingkat dividend yield yang tinggi pula.
Artinya dengan pemberian dividen yang lebih tinggi, akan mendorong
tingkat dividend yield yang tinggi pula. Hasil ini serupa dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Iqbal (2011), Alphonse dan Tran
(2014).
2. Asset growth
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa asset growth berpengaruh
negatif terhadap dividend yield. Semakin tinggi asset growth maka
semakin kecil/rendah dividend yield yang diterima. Menurut Alphonse
dan Tran (2014) jika perusahaan memiliki peluang investasi yang
tinggi salah satunya tercermin dalam asset growth, mereka akan
menahan laba untuk pembiayaan internal dan memberikan dividen
lebih rendah, selanjutnya saham mereka dihargai dengan harga yang
lebih tinggi karena ekspektasi investor pada prospek masa depan
mereka. Akibatnya, perusahaan dengan peluang investasi yang lebih,
cenderung memiliki hasil dividen (dividend yield) yang lebih rendah.
129
Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Iqbal (2011), Alphonse dan
Tran (2014).
3.
Market to book value of asset (MVABVA)
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa peluang investasi
(MVABVA) berpengaruh negatif terhadap dividend yield. Ketika
perusahaan memiliki lebih banyak peluang investasi yang salah
satunya tercermin dalam market to book value of asset (MVABVA),
perusahaan akan cendrung untuk menahan laba untuk pembiayaan
internal (internal financing) dan membagikan lebih sedikit dividen,
kemudian investor akan menghargai saham perusahaan dengan harga
yang lebih tinggi dikarenakan ekspektasi investor yang tinggi terhadap
kondisi keuangan perusahaan dimasa mendatang. Oleh karena itu
semakin tinggi/besar peluang investasi perusahaan akan menyebabkan
semakin rendah dividend yield nya. Hasil ini sejalan dengan hasil
penelitian oleh Fama dan French (2001), Alphonse dan Tran (2014)
dan Thanatawee (2014).
4. Firm Size
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa firm size tidak berpengaruh
terhadap dividend yield. Hal ini bisa disebabkan pendapatan penjualan
yang tinggi sejalan dengan beban keuangan perusahaan yang tinggi
pula, sehingga firm size(log dari sales) tidak menjadi tolak ukur
perusahaan untuk menentukan besarnya dividen yang diberikan.
Chasanah (2008) menyatakan size tidak berpengaruh terhadap dividen
130
yang dibagikan disebabkan keadaan iklim ekonomi yang belum begitu
stabil, sehingga perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak efektif
dalam mengelola dana dan membuat laba yang dihasilkan tidak
maksimal. Hasil ini bertentangan dengan hasil penelitian oleh Zhang
(2014) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh negatif firm size
terhadap dividend yield.
5. Leverage (debt to total asset)
Dari
hasil
analisis
diatas
menunjukkan
bahwa
leverage
berpengaruh positif terhadap dividend yield. Artinya ketika proporsi
utang terhadap asset tinggi maka menyebabkan dividend yield yang
tinggi pula. Perusahaan dengan proporsi utang terhadap asset
(leverage) yang besar membutuhkan lebih banyak dana untuk internal
financing guna mengurangi ketergantungan akan dana eksternal, serta
laba yang diperoleh akan terlebih dahulu dibayarkan untuk cicilan
utang beserta bunganya. Sehingga perusahaan cendrung untuk
menahan labanya dan mendistribusikan dividen pada tingkat lebih
rendah. Investor melihat bahwa perusahaan dengan leverage yang
besar akan cendrung mengalami kebangkrutan untuk itu investor
memberikan harga yang rendah untuk saham perusahaan hal ini akan
mendorong tingkat dividend yield lebih tinggi. Dengan demikian
leverage yang tinggi akan meningkatkan tingkat dividend yield. Hasil
ini sejalan dengan hasil penelitian Iqbal (2011), Alphonse dan Tran
(2014).
131
6. Trading share turnover
Dari hasil analisis diatas menunjukkan bahwa trading share
turnover tidak berpengaruh terhadap dividend yield. Hal ini
menjelaskan bahwa trading share turnover bukan merupakan acuan
utama perusahaan dalam menentukan kebijakan dividennya (dividend
yield), perusahaan lebih melihat laba yang mereka hasilkan dan kondisi
keuangan perusahaan(faktor internal) dalam menentukan besarnya
dividen yang diberikan yang tercermin pada dividend yield, daripada
faktor eksternal seperti trading share turnover. Hasil ini sesuai dengan
hasil penelitian Nnadi et. al (2012), Alphonse dan Tran (2014).
7. Free cash flow
Hasil analisis menunjukkan bahwa free cash flow berpengaruh
negatif terhadap dividend yield. Artinya ketika free cash flow
perusahaan meningkat maka akan terjadi penurunan dividend yield dan
sebaliknya. Menurut Alphonse dan Tran (2014), hal ini dapat
dijelaskan bahwa ketika memiliki peluang bisnis yang lebih,
perusahaan cenderung untuk lebih banyak memegang dana arus kas
bebas (free cash flow) untuk membiayai kegiatan usaha mereka dan
membayar tingkat yang lebih rendah dari dividen.
Ketika perusahaan memiliki peluang investasi lebih banyak namun
memiliki keterbatasan pendanaan,
perusahaan akan menggunakan
dana arus kas bebas (free cash flow) untuk membiayai investasinya,
kemudian perusahaan akan membayarkan dividen lebih rendah.
Investor menilai perusahaan dengan jumlah free cash flow relatif tinggi
132
namun
membagikan
dividen
perusahaan tersebut sedang
sedikit
mengindikasikan
bahwa
memiliki banyak peluang investasi.
Investor memprediksikan potensi laba perusahaan yang tinggi dimasa
mendatang, untuk itu investor menghargai saham perusahaan dengan
harga yang lebih tinggi. Dengan demikian hal ini akan mendorong
dividend yield ke tingkat lebih rendah. Hasil ini sejalan dengan hasil
penelitian oleh Alphonse dan Tran (2014).
8.Insider ownership
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa insider ownership tidak
berpengaruh terhadap dividend yield. Artinya kepemilikan saham yang
tinggi atau rendah oleh manajemen tidak menjadi acuan perusahaan
dalam menentukan kebijakan dividennya (dividend yield). Hasil ini
bisa disebabkan karena perusahaan yang menjadi sampel pada
penelitian ini, kepemilikan saham oleh manjemen (insider ownership)
relatif kecil sebagian besar insider ownership kurang dari 50%.
Nilairata-rata insider ownership pada penelitian dividend yield hanya
sebesar 0,0042 (0,42%). Nilai data yang terlalu kecil menyebabkan
hasil menjadi tidak signifikan. Hasil ini sesuai dengan penelitian oleh
Alphonse dan Tran (2014) yang menemukan bahwa tidak terdapat
pengaruh insider ownership terhadap dividend yield.
9. Struktur kepemilikan (state control)
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif
kepemilikan perusahaan oleh negara (BUMN) terhadap dividend yield.
133
Artinya perusahaan yang dimiliki negara (BUMN) akan memberikan
dividend yield yang rendah. Hal ini dikarenakan saat ini terjadi
peningkatan proyek-proyek pembangunan salah satunya pada sektor
infrastruktur oleh pemerintah, guna mendukung pertumbuhan investasi
yang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga
BUMN dengan peluang investasi yang lebih banyak, akan cendrung
menahan laba yang mereka peroleh untuk internal financing dan
memberikan dividen lebih sedikit. Para investor memprediksi prospek
keuangan perusahaan yang lebih baik dimasa mendatang sehingga
menghargai saham perusahaan (BUMN) dengan harga yang lebih
tinggi. Dengan demikian akan mendorong tingkat dividend yield yang
lebih rendah. Hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian
Nnadi (2012) menyatakan bahwa government ownership berpengaruh
positif terhadap dividend yield.
10.Tax rate
Hasil analisis menunjukkan bahwa tax rate tidak berpengaruh
terhadap dividend yield. Tarif pajak tidak berpengaruh terhadap
besarnya dividen yang diberikan (dividend yield) dikarenakan sejak
tahun 2008 sampai sekarang pemerintah menerapkan sistem tarif pajak
tunggal bagi perusahaan yang ada di Indonesia, jadi berapa pun
besarnya earning before tax yang dihasilkan perusahaan, tarif pajak
akan tetap. Sehingga perusahaan akan lebih memperhatikan laba yang
mereka hasilkan untuk kebijakan dividennya. Hasil ini sejalan dengan
hasil penelitian Mathilda (2012), Refra dan Widiastuti (2014).
134
BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab
sebelumnya, kesimpulan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil analisis Probit Regression pada penelitian keputusan
pembayaran dividen, yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari
delapan variabel independen hanya lima variabel yang berpengaruh
terhadap probabilitas pembayaran dividen, yaitu ROA, firm size, earned
contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set (Market to book
value of asset) dan struktur kepemilikan. Sedangkan tiga variabel lain
yaitu asset growth, asimetri informasi (trading share turnover) dan insider
ownership tidak berpengaruh terhadap probabilitas pembayaran dividen.
2. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda secara simultan (uji F) pada
penelitian dividend payout ratio menunjukkan bahwa ROA, asset growth,
firm size, Investment Opportunity Set (Market to book value of asset),
trading share turnover, insider ownership, struktur kepemilikan, leverage,
free cash flow dan tax rate secara bersamaan berpengaruh terhadap
variabel dependen (dividend payout ratio).
3.
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda secara parsial (uji t) pada
penelitian dividend payout ratio menunjukkan bahwa dari 10 variabel
independen hanya tiga (3) variabel yang memiliki pengaruh terhadap
135
dividend payout ratio yaitu ROA, leverage dan free cash flow. Sedangkan
variabel lain yaitu firm size, asset growth, Investment Opportunity Set
(Market to book value of asset), asimetri informasi (trading share
turnover), insider ownership, struktur kepemilikan dan tax rate tidak
memiliki pengaruh terhadap dividend payout ratio.
4. Hasil uji koefisien determinasi (R2) pada penelitian dividend payout ratio
menunjukkan bahwa variabel ROA, asset growth, firm size, Investment
Opportunity Set (Market to book value of asset), trading share turnover,
insider ownership, stuktur kepemilikan, leverage, free cash flow dan tax
rate mampu menjelaskan dividend payout ratio sebesar 35,48% dan
sisanya 64,52% dijelaskan variabel lain yang tidak terdapat dalam model.
5. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda secara simultan (uji F) pada
penelitian dividend yield menunjukkan bahwa ROA, asset growth, firm
size, Investment Opportunity Set (Market to book value of asset), trading
share turnover, insider ownership, struktur kepemilikan, leverage, free
cash flow dan tax rate secara bersamaan berpengaruh terhadap dividend
yield.
6. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda secara parsial (uji t) pada
penelitian dividend yield menunjukkan bahwa dari 10 variabel independen
terdapat enam (6) variabel yang berpengaruh terhadap dividend yield yaitu
ROA, asset growth, Investment Opportunity Set (Market to book value of
asset), struktur kepemilikan, leverage dan free cash flow. Sedangkan
variabel lain yaitu firm size, asimetri informasi (trading share turnover),
insider ownership dan tax rate tidak berpengaruh terhadap dividend yield.
136
7. Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabel ROA,
asset growth, firm size, Investment Opportunity Set (Market to book value
of asset), trading share turnover, insider ownership, stuktur kepemilikan,
leverage, free cash flow dan tax rate mampu menjelaskan dividend yield
sebesar 59,50% dan sisanya 40,50% dijelaskan variabel lain yang tidak
terdapat dalam model.
B.Implikasi
Hasil penelitian ini mempunyai beberapa implikasi terhadap pihak-pihak
lain, yaitu:
1. Emitten
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada
perusahaan (emitten) dalam memutuskan masing-masing kebijakan
dividennya yaitu yang terdiri dari keputusan pembayaran dividen, dividend
payout ratio, dan dividend yield, sehingga perusahaan bisa menentukan
kebijakan dividen yang optimal serta perusahaan dapat mengambil salah
satu hasil dari penelitian ini sebagai masukan untuk kebijakan dividennya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa:
a. Pada
penelitian
keputusan
pembayaran
dividen,
variabel
independen yang mempengaruhi probabilitas (kemungkinan)
pembayaran dividen oleh perusahaan adalah ROA, firm size,
earned contibuted capital (RE/TE), Investment Opportunity Set
(Market to book value of asset) dan struktur kepemilikan.
137
b. Pada penelitian dividend payout ratio, variabel independen yang
mempengaruhi besarnya dividen payout ratio adalah ROA,
leverage (debt to total asset) dan free cash flow.
c. Pada penelitian dividend yield, variabel independen yang
mempengaruhi dividend yield adalah ROA, asset growth,
Investment Opportunity Set (MVABVA), struktur kepemilikan,
leverage (debt to total asset) dan free cash flow.
2. Investor
Penelitian ini dapat menjadi salah satu rujukan atau menambah
pengetahuan bagi para investor untuk mengetahui faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi masing-masing kebijakan dividen yang terdiri dari
kemungkinan pembayaran dividen, dividend payout ratio dan dividend
yield terutama pada saham-saham syariah sehingga investor dapat
mengambil salah satu hasil dari penelitian ini sebagai rujukan. Sehingga
investor
dapat
memutuskan
saham-saham
yang
akan
dijadikan
investasinya.
3. Akademisi
Bagi para akademisi penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana
untuk memperluas pengetahuan mengenai faktor yang mempengaruhi
kebijakan dividen perusahaan yang terdiri dari keputusan pembayaran
dividen, dividend payout ratio dan dividend yield. Serta diharapkan
penelitian ini dapat menjadi referensi bagi para peneliti selanjutnya dalam
meneliti kebijakan dividen.
138
C. Saran
1. Diharapkan
peneliti
selanjutnya
dapat
menambah
variabel
yang
berpengaruh terhadap kebijakan dividen (keputusan pembayaran dividen,
dividend payout ratio dan dividend yield) yang tidak terdapat pada
penelitian ini, dikarenakan hasil uji determinasi menunjukkan bahwa
masih terdapat variabel lain yang tidak terdapat dalam model, yang
mempengaruhi kebijakan dividen baik dalam keputusan pembayaran,
dividend payout ratio dan dividend yield. Sehingga akan diperoleh hasil
yang lebih baik.
2. Menambah rentang periode penelitian, sehingga diperoleh hasil yang lebih
baik dan representatif.
3. Meneliti kebijakan dividen secara utuh tidak terpisah-pisah.
139
DAFTAR PUSTAKA
Al-Malkawi, Husam Aldin Nizar, “Factors Influencing Corporate Dividend
Decision: Evidence from Jordanian Panel Data” International Journal of
Business, 2008.
Alphonse dan Tran, “A Two-Step Approach to Investigate Dividend Policy:
Evidence Vietnamese Stock Market”, International Journal of Economics and
Finance Vol. 6 No. 3, 2014.
Andhini, Rizky Gusti, “ Analisis Pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) dan
Rasio Keuangan Terhadap Kebijakan Dividen”, Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, 2012.
Arif, Ahmed dan Fatima Akbar, “Determinants of Dividend Policy: A Sectoral
Analysis from Pakistan”, International Journal of Business and Behavioral
Sciences, 2013.
Arifuddin, “Bukti Tambahan Atas Asosiasi Antara The Invesment Opportunity Set
Dengan Kebijakan Pendanaan Dan Dividen Perusahaan Pada Pasar Sedang
Berkembang”, Jurnal Ichsan Gorontalo vol. 2 no. 1, 2007.
Astuti, Dewi, “Manajemen Keuangan Perusahaan”, Ghalia Indonesia, Jakarta,
2004.
Bodie,Kane,Marcus,”Manajemen Portofolio dan Investasi”, edisi 9 buku 1,
Salemba Empat, Jakarta,2014.
Brigham dan Houston,”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”, jilid 1,Salemba
Empat, Jakarta, 2009.
Budisan dan Triand, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, edisi 2, Salemba
Empat, Jakarta, 2006.
Darmadji, Tjipto dan Hendry M Fakhruddin, “Pasar Modal di Indonesia”,
Salemba Emapat, Jakarta, 2001.
De Angelo, Harry, Linda De Angelo and Rene´ M. Stulz, “Dividend Policy and
The Earned/Contributed Capital Mix: A Test of The Life-Cycle Theory”, Journal
of Financial Economics, 2006.
Deitiana, Tita, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Pembayaran
Dividen Kas”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 1, 2009.
140
Dewi, Sisca Christianty, “Pengaruh Kepemilikan Managerial, Kepemilikan
Institusional, Kebijakan Hutang, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap
Kebijakan Dividen”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 10 No. 1, 2008.
Diyanty, Vera, “Analisis Pengaruh Kepemilikan Pemerintah dan Keputusan
Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan: Studi Terhadap Perusahaan
Pemerintah Yang Listed di BEI” Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 2 Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, 2010.
Efendi, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividen Payout Ratio pada
Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (periode 2002-2004)”, Tesis:
Universitas Diponegoro Semarang, 2007.
Emalia, Deasy, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rasio Pembayaran
Dividen (DPR) pada Perusahaan Manufaktur Food and Baverage (F&B) yang
Terdaftar di BEJ”, Tesis: Universitas Diponegoro Semarang, 2003.
Embara, C.T.D.L, Wiagustini, N.L.P, Badjra, I.B, “Variabel-Variabel yang
Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Serta Harga Saham Pada Perusahaan
Manufaktur di BEI”, Jurnal Manajemen,Strategi bisnis, dan Kewirausahaan, 2012.
Fahmi, Irham, ”Pengantar Manajemen Keuangan”, Alfabeta, Bandung, 2013.
Faramita, Desy, “Analisis Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap Kebijakan
Dividen Pada Perusahaan Manufaktur di BEI periode 2002-2009”, Skripsi:
Universitas Diponegoro, Semarang, 2011.
Hadiwidjaja, Rini Dwiyani, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia”, Tesis:
Universitas Sumatera Utara Medan, 2007.
Hakim, Farih Rahman, “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap
Rasio Pembayaran Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Membagikan
Dividen dan Terdaftar di BEJ tahun 2003-2005”, Skripsi : Fakultas Ekonomi
Univeristas Negeri Semarang, 2007.
Handayani BS, Dyah, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividen
Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur di BEI periode 2005-2007” Skripsi:
Universitas Diponegoro, Semarang, 2010.
Hardiatmo dan Daljono, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan
Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI periode
2008-2010)”, Diponegoro Journal Of Accounting Volume 2 Nomor 1, 2013.
141
Haryetti dan Ekayanti, R.A,”Pengaruh profitabilitas, investment opportunity set
dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan LQ
45 yang terdaftar di BEI”, Jurnal Ekonomi Universitas Riau,volume 20, 2012.
Hermuningsih, Sri, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend
Payout Ratio pada Perusahaan yang Go Public di Indonesia”, Jurnal Ekonomi &
Pendidikan Volume 4 Nomor 2, 2007.
Husnan, Suad, “Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas”, edisi
ketiga, UPP-AMP YKPN, Yogyakarta, 2004.
Iqbal, Adi Muhammad, ”Analisis Pengaruh Return On Asset, Asset Growth,
Leverage Ratio, dan Market Value Terhadap Dividend Yield (Studi Kasus Pada
Perusahaan yang Listing di BEI periode 2006-2009”, Skripsi: Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2011.
Istiningtyas, Roro Ayu, “Analisis Pengaruh Free Cash Flow, Leverage,
Profitability, Risk, Growth dan Firm Size Terhadap Dividend Payout Ratio”,
Skripsi: Universitas Diponegoro, Semarang, 2013.
Kusumaningrum, Eka Amelia, “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Pertumbuhan
Asset dan Ukuran Perusahaan Terhadap Sturktur Modal” , Jurnal Manajemen
Keuangan, vol. 7 no.4, 2010.
Laksono, Bagus, “Analisis Pengaruh Return on Asset, Sales Growth, Asset
Growth, Cash Flow dan Likuiditas Terhadap Dividend Payout Ratio
(Perbandingan Pada Perusahaan Multi National Company (MNC) dan Domestic
Corporation Yang Listed di Bursa Efek Jakarta Periode 2002-2004)”,
Tesis:Universitas Diponegoro, Semarang, 2006.
Marlina dan Danica, “Analisis Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio dan
Return on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”, Jurnal Manajemen Bisnis
Volume 2 Nomor 1, 2009.
Mathilda, Marlene Artha, “Pengaruh Struktur Kepemilikan, Pajak dan
Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Pembayaran Dividen Pada Perusahaan Non
Finansial yang Terdaftar di BEI”, Skripsi: Universitas Indonesia, Depok, 2012.
Miftahurrohman, Muhammad, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Kebijakan dividen dan Implikasinya Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan
Manufaktur Go Public di BEI”, Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010.
Moeljadi,” Manajemen Keuangan(pendekatan kuantitatif dan kualitatif)”, jilid 1,
Bayumedia, Malang, 2006.
142
Muhardi, Werner R, “Studi Kebijakan Dividen: Anteseden dan Dampaknya
Terhadap Harga Saham”, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 10 No.1,
2008.
Munafiah, Rophingatun, "Analisis Pengaruh ROA, DER,CR dan Asset Growth
Terhadap DPR” , Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim, 2012.
Mutiaroh, Lesda, ”Pengaruh Insider Ownership, Dispersion of Ownership, Debt
Policy, Market Risk, Free Cash Flow, Collaterizable Assets dan Firm Growth
Terhadap Kebijakan Dividen”, Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010.
Nnadi dan Akpomi, “The Effect of Taxes on Dividend Policy of Banks in Nigeria”,
International Research Journal of Finance and Economics, 2008.
Nnadi, Matthias, Nyema Wogboroma dan Bariyima Kabel, “Determinants of
Dividend Policy: Evidence from Listed Firms in the African Stock Exchanges”,
Panoeconomics, 2013.
Nova, H, ”Analisis Pengaruh Kinerja Arus Kas, Profitabilitas Dan Kebijakan
Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”, USU institutional Repository, 2010.
Novelma, Sri, “Pengaruh Insider Ownership, Free Cash Flow dan Profitabilitas
terhadap Kebijakan Dividen (Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di
BEI)”, Skripsi: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, 2014.
Nuringsih, Kartika, “Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan
Utang, ROA dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen: studi 19951996”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol. 2 No. 2, 2005.
Olubukunola dan Olowe, “The Effects of Company Income Tax on Dividend
Policy of Firms in Nigeria”, Acta Universitatis Danubius Vol 9 No 1, 2013.
Refra dan Widiastuti, “Pengaruh Profitability, Firm Size, Tax, Investment
Opportunities, Life Cycle Stage Terhadap Dividend Policy Pada Industri
Manufaktur di Indonesia”, e-Journal Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
Trisakti Volume 1 Nomor 2, 2014.
Risaptoko,RB Atok,”Analisis Pengaruh Cash Ratio, Debt To Total Asset, Asset
Growth, Firm Size dan Return on Asset Terhadap Dividend Payout Ratio”,
Tesis:Universitas Diponegoro, Semarang, 2007.
Ritha, Henny dan Eko Koestiyanto, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Dividend Payout Ratio (DPR)”, e-jurnal Manajemen dan Bisnis vol 1, no.1 okt
2013, 2013.
143
Riyanto, Bambang, “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”, cet 7, BPFE ,
Yogyakarta, 2001.
Rodoni, Ahmad dan Herni Ali, “Manajemen Keuangan”, Mitra Wacana Media,
Jakarta, 2010.
Rodoni, Ahmad,” Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, CSES PRESS (Center
For Sosial And Economics Studies, Jakarta, 2006.
Rokhayati, Isnaeni, “Analisis Hubungan Investment Opportunity Set (IOS)
Dengan Realisasi Pertumbuhan Serta Perbedaan Perusahaan yang Tumbuh dan
Tidak Tumbuh Terhadap Kebijakan Pendanaan dan Dividen di BEJ”, SMART:
Vol. 1 No. 2, 2005.
Rosdini, Dini, “Pengaruh Free Cash Flow Terhadap Dividend Payout Ratio”,
Jurnal Universitas Padjadjaran, Bandung, 2009.
Rosita, Desi, “Pengaruh Variabel-Variabel Biaya Agensi dan Pertumbuhan
Terhadap Kebijakan Dividen”,Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.
Sjahrial, Dermawan,” Pengantar Manajemen Keuangan”, Mitra Wacana Media,
Jakarta, 2006.
Suharli, Michell, “Pengaruh Profitability dan Investment Opportunity Set
Terhadap Kebijakan Dividen Tunai Dengan Likuiditas Sebagai Variabel Penguat
(Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 20022003)”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 9 No. 1, 2007.
Sumantri, Putu Adhy dan Ica Rika Candraningrat, “Pengaruh Profitabilitas, Firm
Size, Likuiditas dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen di BEI”, Jurnal:
Universitas Udayana, Bali, 2014.
Sunarto, “Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Investment Opportunity
Set, Return On Asset dan Debt To Equity Ratio Terhadap Dividend Payout Ratio
Terhadap Dividend Payout Ratio (Studi Kasus Pada Saham LQ45 di BEJ)”,
Tesis: Universitas Diponegoro, 2004.
Thanatawee, Yordying, “Ownership Structure and Dividend Policy: Evidence
from China”, International Journal of Economics and Finance Vol. 6 No. 8, 2014.
Van Horne, James C dan John M Wachowicz, “Prinsip-Prinsip Manajemen
Keuangan”, Salemba Empat, Jakarta, 1997.
Van Horne, James C dan John M Wachowicz, “Prinsip-Prinsip Manajemen
Keuangan”, Salemba Empat, Jakarta, 2007.
144
Wahyudi, Eko dan Baidori, “ Pengaruh Insider Ownership, Collaterizable Assets,
Growth in Net Assets dan Likuiditas Terhadap Kebijakan Dividen pada
Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI periode 2002-2006”, Jurnal
Universitas Negeri Surabaya.
Weston, J.Fred dan Copeland, Thomas e, “Manajemen Keuangan. Ed. 9,1
(diterjemahkan oleh a. Jaka Wasana dan Kibrandoko)”, Binarupa Aksara,
Jakarta, 1995.
Widarjono, Agus, “Ekonometrika Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis”,
Edisi kedua, Ekonisia, Yogyakarta,2007.
Yasmiandi, Fauzan, “Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Harga
Minyak dan Harga Emas Terhadap Return Saham” Skripsi: UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, 2011.
Zhang, Xuanfeng, “Does Ownership Structure Matter for Dividend Yield?
Evidence from the Hong Kong Stock Exchange”, Business and Economic
Research ISSN 2162-4860, 2014.
www.idx.co.id
145
LAMPIRAN 1
Sampel Penelitian (Keputusan Pembayaran Dividen)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
Kode
Saham
ACES
ADHI
ALKA
AMFG
ANTM
ARNA
ARTA
ASGR
ASII
ASRI
AUTO
BAYU
BHIT
BIPP
BISI
BKDP
BKSL
BMTR
BRPT
BSDE
BTON
CENT
CMNP
CMPP
CNKO
COWL
CSAP
CTRA
CTRP
CTRS
DART
DGIK
DILD
DNET
DUTI
ELSA
ELTY
EPMT
Nama Perusahaan
Ace Hardware Indonesia Tbk
Adhi Karya (Persero) Tbk
Alakasa Industrindo Tbk
Asahimas Flat Glass Tbk
Aneka Tambang (Persero) Tbk
Arwana Citramulia Tbk
Arthavest Tbk
Astra Graphia Tbk
Astra International Tbk
Alam Sutera Realty Tbk
Astra Otoparts Tbk
Bayu Buana Tbk
MNC Investama Tbk
Bhuwanatala Indah Permai Tbk
Bisi International Tbk
Bukit Darmo Property Tbk
Sentul City Tbk
Global Mediacom Tbk
Barito Pacific Tbk
Bumi Serpong Damai Tbk
Betonjaya Manunggal Tbk
Centrin Online Tbk
Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
Centris Multipersada Pratama Tbk
Exploitasi Energi Indonesia Tbk
Cowell Development Tbk
Catur Sentosa Adiprana Tbk
Ciputra Development Tbk
Ciputra Property Tbk
Ciputra Surya Tbk
Duta Anggada Realty Tbk
Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk
Intiland Development Tbk
Indoritel Makmur Internasional Tbk
Duta Pertiwi Tbk
Elnusa Tbk
Bakrieland Development Tbk
Enseval Putra Megatrading Tbk
146
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
EXCL
FORU
GEMA
GJTL
GMCW
GMTD
GPRA
GZCO
HERO
HOME
ICON
INAF
INPP
INTA
INTP
ISAT
JECC
JPFA
JPRS
JRPT
JSMR
JSPT
KAEF
KBLV
KIJA
KLBF
KOIN
LAMI
LCGP
LPCK
LPKR
LPLI
LTLS
MAIN
MAPI
MDLN
META
MICE
MITI
MLPL
MTDL
PDES
PGAS
XL Axiata Tbk
Fortune Indonesia Tbk
Gema Grahasarana Tbk
Gajah Tunggal Tbk
Grahamas Citrawisata Tbk
Gowa Makassar Tourism Development Tbk
Perdana Gapuraprima Tbk
Gozco Plantations Tbk
Hero Supermarket Tbk
Hotel Mandarine Regency Tbk
Island Concepts Indonesia Tbk
Indofarma (Persero) Tbk
Indonesian Paradise Property Tbk
Intraco Penta Tbk
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Indosat Tbk
Jembo Cable Company Tbk
JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
Jaya Pari Steel Tbk
Jaya Real Property Tbk
Jasa Marga (Persero) Tbk
Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Kimia Farma (Persero) Tbk
First Media Tbk
Kawasan Industri Jababeka Tbk
Kalbe Farma Tbk
Kokoh Inti Arebama Tbk
Lamicitra Nusantara Tbk
Eureka Prima Jakarta Tbk
Lippo Cikarang Tbk
Lippo Karawaci Tbk
Star Pacific Tbk
Lautan Luas Tbk
Malindo Feedmill Tbk
Mitra Adiperkasa Tbk
Modernland Realty Tbk
Nusantara Infrastructure Tbk
Multi Indocitra Tbk
Mitra Investindo Tbk
Multipolar Tbk
Multipolar Tbk
Destinasi Tirta Nusantara Tbk
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
147
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
PGLI
PTBA
PTSP
PWON
PYFA
RALS
RBMS
SCBD
SDPC
SGRO
SHID
SIPD
SMDM
SMGR
SMRA
SONA
SSIA
TCID
TGKA
TINS
TIRA
TLKM
TMPI
TMPO
TRIL
TRST
TSPC
TURI
ULTJ
UNIT
UNTR
WICO
WIKA
ZBRA
Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Pakuwon Jati Tbk
Pyridam Farma Tbk
Ramayana Lestari Sentosa Tbk
Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk
Danayasa Arthatama Tbk
Millennium Pharmacon International Tbk
Sampoerna Agro Tbk
Hotel Sahid Jaya International Tbk
Sierad Produce Tbk
Suryamas Dutamakmur Tbk
Semen Indonesia (Persero) Tbk
Summarecon Agung Tbk
Sona Topas Tourism Industry Tbk
Surya Semesta Internusa Tbk
Mandom Indonesia Tbk
Tigaraksa Satria Tbk
Timah (Persero) Tbk
Tira Austenite Tbk
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
Sigmagold Inti Perkasa Tbk
Tempo Inti Media Tbk
Triwira Insanlestari Tbk
Trias Sentosa Tbk
Tempo Scan Pacific Tbk
Tunas Ridean Tbk
Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk
Nusantara Inti Corpora Tbk
United Tractors Tbk
Wicaksana Overseas International Tbk
Wijaya Karya (Persero) Tbk
Zebra Nusantara Tbk
148
LAMPIRAN 2
Sampel Penelitian (Dividend Payout Ratio & Dividend Yield)
(Dividend Payout Ratio)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Kode
ASII
AUTO
CTRP
GJTL
INTP
JPFA
JRPT
JSMR
KAEF
SGRO
SMGR
SMRA
TCID
TLKM
TSPC
Nama Perusahaan
Astra International Tbk
Astra Otoparts Tbk
Ciputra Property Tbk
Gajah Tunggal Tbk
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
Jaya Real Property Tbk
Jasa Marga (Persero) Tbk
Kimia Farma (Persero) Tbk
Sampoerna Agro Tbk
Semen Indonesia (Persero) Tbk
Summarecon Agung Tbk
Mandom Indonesia Tbk
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
Tempo Scan Pacific Tbk
(Dividend Yield)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kode
ARNA
ASGR
CTRP
FORU
INTP
JRPT
KLBF
LTLS
PGAS
10
11
12
SMGR
TCID
TLKM
13
14
15
TSPC
UNTR
WIKA
Nama Perusahaan
Arwana Citramulia Tbk
Astra Graphia Tbk
Ciputra Property Tbk
Fortune Indonesia Tbk
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Jaya Real Property Tbk
Kalbe Farma Tbk
Lautan Luas Tbk
Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk
Semen Indonesia (Persero) Tbk
Mandom Indonesia Tbk
Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Tbk
Tempo Scan Pacific Tbk
United Tractors Tbk
Wijaya Karya (Persero) Tbk
149
LAMPIRAN 3 (Data Mentah Penelitian Keputusan Pembayaran)
Kode
no Saham
keputusan pembayaran
roa
firm size
asset growth
market to book ratio
ECC
trading turnover(x)
state
control
insider ownership
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
dividen payout ratio(dps/eps)
dividen yield(dps/harga saham)
leverage(total utg/totalfree
asset)
cash flow(laba stlh pajak-deviden+beban penyusutan)/total asset TAX RATE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012
2013 2009 2010 2011 2012 2013
1
ADHI
1
1
1
1
1 0,029 0,04 0,03 0,03 0,042 12,9 12,8 12,83 12,9 13 0,098 -0,12 0,241 0,288 0,2349 1,126 1,158 1,009 1,253 1,121 0,723 0,776 0,798 0,799 0,84 1,178 1,55 0,815 1,2263 2,838 0,0045 0,003 5E-04 5E-04
0
1
0,3 0,31 0,3
0,2
0,3 0,069 0,036 0,052 0,0133 0,045 0,868 0,824 0,838 0,85 0,8407 0,0223 0,029 0,0219 0,0226 0,03105 0,28 0,25 0,25 0,25
2
ALKA
0
0
0
0
0 0,054 0,03 0,039 0,03
0
0
0
0
0
0
3
ANTM
1
1
1
1
1 0,061 0,14 0,127 0,15 0,019 14,9 12,9 14,01 13 13,1 -0,03 0,239 0,244 0,297 0,1094 2,043 2,128 1,308 0,968 0,89 0,87 0,888 0,901 0,916 0,92 1,487 0,78 0,401 0,4005 0,434 5E-05 5E-05 6E-05 1E-04 0,0001
1
0,4
0,4 0,45 0,15 0,225 0,012 0,029 0,056 0,0368 0,009 0,176 0,216 0,291 0,349 0,4149 0,0303 0,083 0,0706 0,1302 0,01587 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
4
ASII
1
1
1
1
1 0,113 0,15 0,137 0,12 0,104 14 14,1 14,21 14,3 14,3 0,102 0,269 0,36 0,187 0,174 2,131 2,52 2,457 2,195 1,79 0,892 0,907 0,734 0,738 0,73 0,014 0,31 0,308 0,1534 0,235 0,0004 4E-04 4E-04 4E-04 0,0004
0
0,335 0,13 0,451 0,45 0,45 0,024 0,009 0,027 0,0284 0,032 0,45 0,48 0,506 0,507 0,5038 0,1127 0,169 0,1161 0,1136 0,09821 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
5
AUTO
1
1
1
1
1 0,174 0,22 0,158 0,13 0,084 12,7 12,8 12,87 12,9 13 0,167 0,203 0,247 0,275 0,4206 1,264 0,678 2,127 1,923 1,637 0,86 0,883 0,84 0,854 0,54 1,001 0,05 0,036 0,0161 0,228 0,0004 7E-04 7E-04 7E-04 0,0006
0
0,6
0,4 0,402 0,295 0,505 0,104 0,042 0,031 0,0235 0,029 0,272 0,265 0,322 0,382 0,2424 0,1011 0,16 0,1227 0,1144 0,06742 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
6
BIPP
0
0
0
0
0
-0,11 -0,03 -0,1 -0,08 0,195 10,5 10,5 10,41 10,5 10,8 -0,1 -0,02 0,031 -0,1 2,1468 0,912 0,939 1,039 1,604 0,712 -7,38 -7,88 -10,2 -9,09 -1,52 0,348 0,07 0,565 1,4488 0,21
0
0
0
0
0
0
0,25
7
-0,01 -0,01 -0,02 -0,06 -0,07 10,5 10,7 10,25 10,1 10,1 -0,07 0,182 -0,04 -0,08 -0,0605 1,335 1,063 1,079 0,946 0,948 -0,01 -0,03 -0,06 -0,16 -0,27 0,245 0,92 0,343 0,0223 0,018 0,0996 0,082 0,082 0,082 0,082
0
0
0
0
0
0
0
-0
11,9 11,9 11,94 11,9 12 -0,15 0,182 0,624 -0,43 0,6358 2,325 1,265 1,028 1,007 1,005 -1,11 -0,89 -0,51 -0,51 -0,33
0
0 4E-04 7E-05 1E-05
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,741 0,755 0,812 0,629 0,7534 0,0594 0,03 0,0413 0,0405 0,00231 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0
0
0
0
0
0,488 0,506 0,623 0,525 0,2262 -0,0937 -0,008 -0,085 -0,073 0,197
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,265 0,284 0,275 0,278 0,3014 -0,0077 -0,014 -0,02 -0,063 -0,0672 0
0
0
0
0
0
0,451 0,37 0,324 0,332 0,3198 0,0567 0,137 0,136 0,1063 0,08858 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,017 0,013 0,015 0,025 0,186 0,227 0,336 0,435 0,5145 0,0208 0,037 0,0383 0,0492 0,06008 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
BKDP
0
0
0
0
0
8 CMNP
1
1
1
0
0 0,022 0,1 0,11 0,1 0,084 11,8 11,9 11,9 12
9
CTRA
0
1
1
1
1 0,016 0,04 0,043 0,06 0,07 12,1 12,2 12,34 12,5 12,7 0,055 0,096 0,229 0,304 0,3389 0,886 1,043 1,047 1,243 1,08 -0,01 0,042 0,058 0,109 0,18 0,402 0,29 0,213 0,3524 0,508 0,3083 0,308 0,308 0,308 0,3084
0
0
10
DILD
0
0
1
1
0 0,012 0,08 0,026 0,03 0,044 11,6 11,9 11,97 12,1 12,2 0,014 1,149 0,238 0,07 0,2355 1,391 1,18 0,797 0,921 0,89 -0,36 -0,02 0,021 0,059 0,12 0,111 0,83 0,424 0,7285 0,585 3E-05 2E-07 2E-07 2E-07 2E-07
0
0
0,445 0,212 0,333 0,351 0,4558 0,0191 0,08 0,0236 0,0274 0,04652 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
11
EXCL
0
1
1
1
1 0,062 0,11 0,091 0,08 0,026 13,1 13,2 13,27 13,3 13,3 -0,04 -0 0,144 0,138 0,136 1,278 2,225 1,797 1,937 1,722 0,297 0,47 0,542 0,59 0,59 5E-04 0,32 0,172 0,2773 0,24 9E-05 4E-04 7E-04 9E-04 0,0011
0
0
0,31 0,391 0,416 0,529
0
0,02 0,029 0,0237 0,012 0,678 0,57 0,561 0,567 0,6201 0,5404 0,222 0,2032 0,1864 0,15219 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
12 GEMA
0
1
0
1
1 0,018 0,08 0,074 0,07 0,049 11,6 11,7 11,71 11,8 11,8 0,022 0,087 0,078 0,145 -0,1196 0,869 1,009 0,954 0,963 0,999 0,354 0,549 0,653 0,723 0,74 7,641 0,33 0,056 3,6969 0,359 0,0026 0,078 0,078 0,078 0,0776
0
0
0,04
0
0,011
0,0785 0,015 0,811 0,751 0,697 0,669 0,601 0,0462 0,096 0,0864 0,0628 0,06279 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
13
GJTL
1
1
1
1
1 0,102 0,08 0,059 0,09 0,022 12,9 13 13,07 13,1 13,1 0,019 0,168 0,114 0,114 0,1928 0,866 1,433 1,521 1,177 1,008 0,343 0,481 0,621 0,688 0,66 0,335 1,56 0,593 0,2712 0,443 0,0008 8E-04 8E-04 8E-04 0,0008
0
0,058 0,05 0,051 0,083 0,286 0,035 0,005 0,003 0,0121 0,006 0,699 0,66 0,617 0,574 0,6271 0,136 0,112 0,0908 0,1148 0,03847 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
14 GZCO
0
1
1
0
0 1E-04 0,08 0,059 0,03 -0,03 11,6 11,7 11,69 11,6 11,6 0,395 0,052 0,353 0,125 0,0043 1,04 1,295 0,858 0,874 0,737 0,25 0,315 0,458 0,481 0,45 0,489 1,4 0,449 0,3352 0,297 0,03 0,019 0,047 0,061 0,0609
0
0
0,3 0,03
0
0
0
15 ICON
0
0
0
0
0
-0,08 -0,16 0,007 0,01 0,041 9,51 9,6 11,04 11,1 10,9 -0,14 -0,06 7,05 -0,1 -0,1134 10,42 11,23 4,387 4,297 5,102 -2,6 -8,29 -0,52 -0,38 -0,21 0,028 0 0,142 0,1239 0,003 0,128 0,128 0,044 0,086 0,0516
0
0
0
0
0
0
0
0
16
INPP
0
0
0
0
0 0,063 0,03 0,002 0,01 0,013 10,1 10,8 10,9 11,2 11,6 1,678 5,404 0,398 0,627 0,0635 1,61 0,745 1,022 0,921 0,742 -0,22 0,058 0,047 0,035 0,26 6E-04 0,01 0,005 0,0004 0,004 0,0116 0,012 0,008 0,008 0,0075
0
0
0
0
0
0
0
0
17 JSMR
1
1
1
1
1 0,061 0,06 0,062 0,06 0,044 12,6 12,6 12,7 13
13 0,105 0,172 0,131 0,155 0,146 1,758 1,82 1,901 2,102 1,75 0,203 0,26 0,282 0,281 0,32 0,004 0,4 0,32 0,3704 0,338 0,0138 0,007 0,005 0,004 0,0027
1
0,357 0,6
0,4
0,4
18
LTLS
1
1
1
1
1 0,032 0,03 0,023 0,03 0,068 12,6 12,6 12,74 12,8 12,8 -0,1 0,166 0,125 0,004 0,1177 0,935 0,946 0,918 0,863 0,817 0,698 0,726 0,674 0,619 0,55 2,011 0,17 0,25 0,5577 0,244 0,0364 0,036 0,036 0,036 0,0262
0
19 MAIN
1
1
1
1
0 0,085 0,19 0,154 0,17 0,109 12,3 12,3 12,42 12,5 12,6 0,031 0,092 0,374 0,356 0,2303 1,208 0,957 1,933 2,858 3,041 1,55 1,257 1,163 1,102 1,08 0,01 0,45 0,877 1,3929 1,549
9E-04 9E-04 9E-04 0,0009
0
0,252 0,18 0,206 0,202
0,866 0,735 0,682 0,621 0,6105 0,0997 0,186 0,1551 0,1698 0,14995 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
20 MTDL
1
1
1
1
1 0,055 0,11 0,055 0,07 0,105 12,5 12,6 12,64 12,7 12,9 -0,18 -0,11 0,348 0,305 0,3817 0,865 0,907 0,751 0,8
0,874 0,555 0,576 0,414 0,423 0,43 0,1 1,01 0,959 0,6211 0,718 0,1007 0,108 0,018 0,018 0,0177
0
0,203 0,28 0,199 0,096 0,247 0,012 0,032 0,034 0,0305 0,044 0,617 0,618 0,543 0,579 0,595 0,0908 0,151 0,0928 0,1164 0,09059 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
21 PGAS
1
1
1
1
1 0,217 0,2 0,198 0,23 0,205 13,3 13,3 13,29 13,4 13,6 0,122 0,119 -0,03 0,22 0,4166 3,888 3,911 2,93 3,348 2,401 0,684 0,744 0,713 0,74 0,77 0,02 0,42 0,474 0,2966 0,292 0,0003 7E-05 8E-05 7E-06 7E-06
1
0,589 0,6 0,55 0,571 0,483 0,04 0,035 0,042 0,0441 0,047 0,554 0,529 0,445 0,397 0,3749 0,1434 0,137 0,1481 0,1493 0,15187 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
22
PGLI
0
0
0
0
1 0,008
0,32 0,3484 0,058 0,0822 0,082 0,082 0,048 0,0482
0
23 PTBA
1
1
1
1
1 0,338 0,23 0,268 0,23 0,159 13 12,9 13,02 13,1 13 0,323 0,08 0,319 0,106 -0,0826 5,214 6,332 3,765 3,065 2,366 0,793 0,814 0,846 0,871 1,07 0,695 0,41 0,329 0,3064 0,283 0,0002 2E-04 4E-05 3E-05 3E-05
1
24 PWON
0
0
1
1
1 0,042 0,08 0,066 0,1 0,122 11,8 12,1 12,17 12,3 12,5 -0,02 0,132 0,459 0,317 0,229 2,227 1,19 0,981 2,018 1,957 0,128 0,298 0,281 0,429 0,56 0,009 0,32 0,178 0,2473 0,553 0,0003 3E-04 2E-04 3E-04 0,0003
0
0
0
25
PYFA
0
0
0
0
0 0,038 0,04 0,044 0,04 0,035 11,1 11,1 11,18 11,2 11,3 0,013 0,007 0,173 0,151 0,2891 0,858 0,908 1,1 1,052 0,913 0,239 0,28 0,326 0,366 0,41
0
0
0
26 SGRO
1
1
1
1
1 0,125 0,16 0,161 0,08 0,027 12,3 12,4 12,5 12,5 12,4 0,049 0,049 0,186 0,213 0,0906 2,476 2,345 1,916 1,497 1,24
27
TCID
1
1
1
1
28
TINS
0
1
1
29
ULTJ
0
0
30 UNTR
1
31 WIKA
1
32
KAEF
0
12 9E-04 0,03 0,112 0,175 0,2724 1,111 1,331 1,375 1,226 1,721 0,311 0,421 0,503 0,574 0,58 0,126 1,01 2,507 1,2035 0,792 0,0513 0,051 0,051 0,051
0,008 0,01 0,417 10,2 10,2 10,18 10,2 10,2 -0,03 -0,02 0,044 0,038 0,505 1,23 1,306 0,826 0,719 0,912 -0,38 -0,37 -0,36 -0,35 0,16 2E-04 0
1
0
0
4,99 4,953 0,8933 1,228 0,2308 0,231 0,231 0,115 0,1154
0
0
0
0,289 0,05 0,101
0,35 0,327 0,309 0,295
0 0,214 0,259
0
0
0,345 0,121
0,011 0,006 0,011
0
0
0
0,012 0,0149
0
0
0
0,433 0,413 0,468 0,498 0,5304 0,118 0,071 0,0705 0,0433 -0,0172 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0,759 0,9 0,818 0,759 0,6968 0,1626 0,063 0,0657 0,0395 0,07437 0
0,25 0,25
0,25
0
0
0
0,036 0,255 0,438 0,463 0,472 0,0758 0,032 0,0104 0,0195 0,04004 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,4 0,049 0,031 0,019 0,0173 0,017 0,449 0,559 0,569 0,605 0,6169 0,0468 0,047 0,0594 0,0393 0,02938 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,309 0,3 0,306 0,229 0,932 0,045 0,043 0,038 0,0432 0,086 0,69 0,716 0,764 0,72 0,6933 0,0557 0,043 0,0328 0,0415 0,03866 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0
0,451 0,6
0
0,25
0,6 0,573 0,583 0,031 0,023 0,046 0,0477 0,045 0,284 0,262 0,29 0,332 0,3533 0,1922 0,097 0,1115 0,1023 0,07529 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,25
0
0
0
0
0
0
0
0,002 0,0156 0,017 0,642 0,602 0,587 0,586 0,5588 0,0489 0,069 0,0676 0,0832 0,10282 0,28 0,25 0,25 0,25
0,269 0,232 0,302 0,354 0,4638 0,0977 0,098 0,0948 0,0847 0,08101 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0,715 0,45 0,305 0,258 0,238 0,017 0,034 0,029 0,018 0,008 0,21 0,249 0,267 0,355 0,402 0,1281 0,11 0,1358 0,0914 0,0505 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1 0,125 0,13 0,124 0,12 0,109 12,1 12,2 12,22 12,3 12,3 0,092 0,053 0,08 0,116 0,162 1,752 1,477 1,467 1,884 1,825 0,671 0,694 0,716 0,735 0,75 0,035 0,02 0,01 0,005 0,005 0,0019 0,001 0,001 0,001 0,0014
0
0,516 0,57 0,532 0,495 0,465 0,04 0,047 0,048 0,0336 0,031 0,114 0,094 0,098 0,131 0,193 0,1186 0,118 0,1122 0,1127 0,1063 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1
1
1
0
0,5 0,501 0,5
0,55
0
1
0
1 0,035 0,05 0,047 0,15 0,116 12,2 12,3 12,32 12,4 12,5
0,18 0,178
0
0
0 0,286
0,106
0
1
1
1
1 0,156 0,13 0,127 0,11 0,084 13,5 13,6 13,74 13,7 13,7 0,068 -0,18 0,564 0,083 0,1404 2,546 3,02 2,524 1,819 1,614 0,643 0,69 0,558 0,569 0,59 0,422 0,37 0,374 0,4587 0,3 6E-06
6E-06 6E-06 6E-06
1
1
1
1 0,033 0,05 0,047 0,05 0,05 12,8 12,8 12,89 13 13,1 -0,01 0,103 0,324 0,315 0,1507 1,064 1,361 1,175 1,568 1,514 0,252 0,338 0,385 0,425 0,37 0,012 1,07 0,312 0,5698 1,15 0,034 0,033 0,025 0,02 0,0185
1
1
1
1
1
33 TLKM
1
1
1
34 AMFG
1
1
35
ISAT
0
36 MICE
37
0,4 0,503 0,564 0,59 0,6 0,587 0,58 0,538 0,3619 0,205
0
0
0
0
0
0,06 0,16 0,137 0,07 0,065 12,9 12,9 12,94 12,9 12,8 -0,16 0,204 0,117 -0,07 0,2921 2,259 1,875 1,165 1,112 1,07 0,887 0,909 0,917 0,915 0,91 1,905 1,12 0,623 0,3183 0,45 4E-06 4E-06 4E-06 2E-05 7E-05
-0 0,158 0,086 0,111 0,1614 1,279 2,095 1,788 1,894 4,906 0,472 0,516 0,549 0,623 0,68 0,001 0,1 0,101 0,1039 0,115 0,1797 0,18 0,18
0
0
0
0,034 0,053 0,0278 0,035 0,29 0,285 0,3 0,253 0,3794 0,1154 0,123 0,1083 0,0611 0,06467 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0,288 0,51 0,518 0,536 0,533 0,021 0,025 0,031 0,0421 0,036 0,428 0,456 0,408 0,358 0,3785 0,2017 0,156 0,1307 0,1315 0,11089 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1
0,3 0,36 0,294 0,298 0,3 0,031 0,025 0,028 0,0151 0,018 0,731 0,695 0,733 0,743 0,7438 0,0229 0,033 0,0345 0,0337 0,03602 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,04 0,08 0,096 0,1 0,087 12,5 12,5 12,54 12,6 12,6 0,081 0,061 0,083 0,16 0,1881 0,782 0,861 1,354 2,207 1,659 0,398 0,462 0,522 0,566 0,62 0,197 0,26 0,25 0,302 0,211 0,0027 0,003 5E-05 2E-05 0,0097
1
0,3
0,2 0,153 0,25 0,027 0,031 0,018 0,0075 0,016 0,363 0,328 0,302 0,309 0,3429 0,0471 0,083 0,0922 0,0967 0,07806 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1
1 0,116 0,16 0,15 0,16 0,159 13,8 13,8 13,86 13,9 13,9 0,069 0,023 0,033 0,081 0,1489 0,768 0,716 0,583 1,686 2,028 0,935 0,345 0,772 0,788 0,76 1,035 0,34 0,28 0,0574 0,156 1E-06 1E-06 1E-06 3E-07 3E-07
1
0,5 0,56 0,682 0,684 0,727 0,031 0,041 0,053 0,0482 0,048 0,6 0,434 0,408 0,399 0,3949 0,1844 0,219 0,2105 -0,079 0,22899 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1
1
1 0,034 0,14 0,125 0,11 0,096 12,3 12,4 12,41 12,5 12,5 -0,01 0,203 0,134 0,158 0,1361 0,632 1,284 1,259 1,368 1,078 0,75 0,793 0,822 0,844 0,86 0,033 0,22 0,166 0,0737 0,025
5E-05
0
0,258 0,1 0,103 0,1 0,103 0,022 0,014 0,012 0,0096 0,011 0,225 0,223 0,203 0,211 0,22 0,1097 0,201 0,17 0,1524 0,13676 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
1
1
1
0 0,028 0,01 0,018 0,01 -0,05 13,3 13,3 13,31 13,4 13,4 0,065 -0,04 -0,01 0,059 -0,0128 1,14 1,218 1,228 1,283 1,111 0,861 0,86 0,843 0,824 0,79 0,444 0,2 0,122 0,131 0,168 2E-06 2E-06 2E-06 2E-06 2E-06
0
1
1
1
1
0
0
0,12 0,09 0,084 0,1 0,183 11,5 11,6 11,67 11,7 11,8 0,084 0,276 0,163 0,085 0,3397 0,757 0,961 0,799 0,763 0,227 0,578 0,572 0,532 0,565 0,45 0,465 0,8 2,017 0,79 0,662
0
0
0
0
0
0
0
0
0
MITI
0
0
0
1
0 0,082 0,06 0,233 0,15 0,14 10,8 10,9 11,14 11,2 11,1 -0,14 0,051 0,027 0,259 0,0569 0,818 1,897 1,577 1,796 1,515 -10,8 -8,52 -4,38 0,192 0,31 0,576 0,14 0,741 2,4306 0,89 0,0234 0,024 0,004 0,004 0,0039
0
38 MLPL
0
1
1
1
1 0,022 0,4 0,007 0,01 0,081 13
13 13,01 13,1 13,2 0,035 0,181 0,021 -0,02 0,4377 0,887 0,559 0,512 0,612 0,736 0,032 0,337 0,345 0,401 0,47 0,553 1,38 0,637 0,4246 1,996 3E-05 1E-05 1E-05 1E-05 3E-06
0
39
RALS
1
0
1
1
1 0,104 0,1
0,1
0,1 0,089 12,6 12,7 12,71 12,8 12,8 0,068 0,086 0,078 0,084 0,0749 1,594 1,961 1,603 2,379 1,983 0,818 0,821 0,832 0,847 0,86 0,145 0,28 0,155 0,3658 0,415 0,0368 0,037 0,037 0,037 0,0366
0
40 RBMS
0
0
0
0
0 0,001
-0,1 0,01 -0,09 10,1 10,2 10,2 10,6 10,3 0,007 -0,02 0,159 0,124 0,0405 0,251 0,292 0,284 0,377 0,383 0,105 0,113 -0,01 0,002 -0,11 2,381 4,93 1,555 1,6191 0,435 0,0122 0,012 0,453 0,503 0,5036
0
0
0
0,2
0,5 0,385
0
0,395 0,51 0,398 0,193
0
0
0
0,5
0
0
0,232
0
0,01 0,38 0,27 0,151
0
0
0
0
0
0,009
0
0,011 0,014 0,0054
0
0,668 0,655 0,639 0,649 0,697 0,0282 0,008 0,0099 0,0054 -0,0489 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0,076 0,059 0,055 0,0395
0
0,135 0,232 0,292 0,277 0,2121 0,1094 0,081 0,0845 0,1141 0,12586 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0,739 0,691 0,468 0,362 0,2894 0,1431 0,11 0,2796 0,1607 0,18888 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0,033 0,007 0,0049 0,059 0,71 0,394 0,431 0,499 0,5568 0,0588 0,427 0,0316 0,0427 0,09563 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25
0
0
0,528 0 0,564 0,502 0,545 0,04
0
0
0,25
0,003 0,311 0,352 0,356 0,307 0,2833 0,0778 0,093 0,0849 0,196 0,1479 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0
0
0
0,05 0,225 0,191
0
0,206
0,062 0,029 0,026 0,0152
0
0,08 0,143 0,126 0,155 0,181 0,1244 0,0487 0,051 0,049 0,0479 0,35662 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0,022 0,004
0
0
0
0
0
0
0
0,0241
0,042 0,0246 0,028 0,23 0,231 0,244 0,253 0,2652 0,094 0,143 0,089 0,094 0,08111 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0,045 0,066 0,077 0,072 0,196 0,0034 0,005 -0,101 0,0141 -0,0865 0,28 0,25
0
0,25
0,25
0
150
Lanjutan Data Mentah Penelitian Keputusan Pembayaran
41 SHID
0
0
0
1
0 0,013 0,03 0,008 0,01 0,01 11 11,1 11,21 11,3 11,3 0,04 -0,13 0,998 0,055 0,106 1,217 2,378 0,631 0,602 0,904 -0,95 -0,84 0,007 0,021 0,03 0,231 1,45 0,24 0,0679 0,061 0,0661 0,063 0,063 0,063 0,0626 0
0
0
0
0,59
0
0
0
0 0,0186 0 0,587 0,496 0,265 0,293 0,3558 0,0295 0,051 0,0348 0,0277 0,03187 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
42 SMDM 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
43 SMRA
1
1
1
1
1 0,038 0,04 0,048 0,07 0,08 12,1 12,2 12,37 12,5 12,6 0,229 0,377 0,319 0,329 0,2559 1,481 1,872 1,746 1,909 1,483 0,597 0,564 0,618 0,569 0,64 1,421 0,51 0,267 0,3991 0,471 0,0032 0,003 0,003 0,003 0,0028 0
0,308 0,29 0,403 0,389 0,301 0,013 0,009 0,019 0,0226 0,03 0,613 0,649 0,694 0,649 0,659 0,0335 0,034 0,0335 0,0487 0,06009 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
44 TGKA
1
1
1
1
1 0,036 0,06 0,054 0,05 0,054 12,7 12,7 12,81 12,9 12,9 -0,04 0,188 0,159 0,167 0,0492 0,893 1,095 1,241 1,437 1,855 0,75 0,786 0,796 0,814 0,83 0,001 0 0,001 0,0033 5E-04 9E-05 9E-05 9E-05
0,722 0,46 0,565 0,57 0,534 0,115 0,075 0,058 0,0417 0,025 0,728 0,732 0,741 0,754 0,7407 0,0291 0,05 0,0382 0,0339 0,03787 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
45 TIRA
0
0
1
1
0 0,014 0,02 0,033 0,03 -0,05 11,4 11,4 11,47 11,4 11,4 -0,12 0,08 0,028 0,074 -0,0255 1,117 1,055 0,999 0,978 1,041 0,23 0,244 0,268 0,312 0,21 3E-05 0 3E-05 3E-05 0,442 0,0003 1E-04 1E-04 1E-04 0,0001 0
0
0 0,183 0,395
0
0
0
46 TMPO
0
0
0
1
0 0,011 0,03 0,059 0,14 0,03 11,3 11,3 11,38 11,4 11,4 0,023 0,122 0,141 0,205 0,1641 0,882 0,902 0,938 0,962 0,964 -0,32 -0,23 -0,09 0,19 0,23 0,326 0,42 1,171 1,2841 0,269
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,67
0 0,482 0,503 0,506 0,45 0,501 0,053 0,074 0,0941 0,1749 0,06335 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
47 TRST
1
0
1
0
1 0,075 0,07 0,068 0,03 0,118 12,2 12,2 12,31 12,3 12,3 -0,11 0,056 0,051 0,026 0,4903 0,726 0,764 0,892 0,824 0,691 0,68 0,705 0,724 0,688 0,55 0,019 0,27 0,359 0,1709 0,109
0
0
0
0,019 0,015
0
0
0,051
0
0,02 0,404 0,39 0,378 0,382 0,4757 0,1063 0,117 0,0898 0,0823 0,04395 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
48 WICO
0
0
0
0
0 0,038 -0 0,007 0,54 -0,03 11,7 11,6 11,6 11,6 11,6 -0,04 -0,02 -0,11 -0,19 0,0974 0,957 0,948 0,947 0,855 0,889 -9,02 -8,8 -7,35 -6,24 -6,65 0,182 0,05 0,512 0,201 0,552 1E-05 1E-05 1E-05 1E-05 1E-05
0
0
0
0
0
49 ACES
1
1
1
1
0 0,159 0,14 0,193 0,22 0,203 12,1 12,2 12,38 12,5 12,6 0,228 0,234 0,212 0,32 0,2932 2,774 4,368 4,995 7,492 4,309 0,378 0,459 0,541 0,656 0,73 0,111 0,07 0,156 0,0653 0,408 6E-06 6E-06 6E-06 6E-06 6E-06
0
0,1 0,52 0,15 0,039
0
50 DART
0
0
0
1
0 0,009 0,01 0,016 0,04 0,038 11,5 11,5 11,62 11,9 11,9 0,158 -0,2 0,602 0,046 0,1107 0,966 0,919 0,757 0,859 0,679 -1,41 -1,23 0,001 0,065 0,31 0,1 0,44 0,524 0,5179 0,08
0
0
0
51 TSPC
1
1
1
1
1 0,111 0,14 0,138 0,14 0,118 12,7 12,7 12,76 12,8 12,8 0,1 0,1 0,184 0,09 0,1673 1,268 2,418 2,983 3,894 2,99 0,823 0,837 0,842 0,852 0,82 0,055 0,08 0,034 0,2733 0,117 0,0006 8E-04 9E-04 0,001 0,001
0
0,438 0,92 0,595 0,531 0,532 0,048 0,059 0,029 0,0201 0,023 0,25 0,26 0,28 0,28 0,2857 0,0839 0,033 0,0817 0,0868 0,07331 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
52 ARNA
1
1
1
1
1 0,096 0,09 0,115 0,17 0,209 11,9 11,9 11,97 12 12,2 0,118 0,061 -0,05 0,127 0,2111 0,916 1,141 1,225 3,566 5,626 0,731 0,775 0,795 0,833 0,87 0,054 0,09 0,343 0,3307 0,223
0
0
0
0
0
0
0,2 0,35 0,385 0,469 0,5 0,048 0,052 0,055 0,0244 0,02 0,577 0,52 0,42 0,35 0,32 0,1147 0,118 0,1327 0,1478 0,15798 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
53 ARTA
0
0
0
0
0 0,035 0,01 0,085 0,03 0,036 10,3 10,2 10,56 11 11 0,074 -0,02 1,02 -0,03 -0,0225 1,276 1,154 1,009 0,624 0,444 0,866 0,866 0,866 0,866 0,87 3E-04 0,01 1,106 1,0948 0,219
0
0
0
0
0
0
54 ASGR
1
1
1
1
1 0,086 0,12 0,124 0,14 0,144 12,1 12,2 12,24 12,3 12,4 -0,08 0,268 0,146 0,101 0,1702 1,057 1,472 1,871 1,958 2,045 0,482 0,577 0,645 0,688 0,73 0,709 1,08 0,755 0,4804 0,358
0
0
0
0
0
0
0,403 0,4 0,6 0,599 0,4 0,064 0,051 0,054 0,0563 0,037 0,51 0,52 0,51 0,49 0,49 0,1482 0,148 0,1204 0,1296 0,16005 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
55 ASRI
1
1
1
1
0 0,026 0,06 0,1 0,11 0,062 11,6 11,9 12,14 12,4 12,6 0,165 0,289 0,309 0,822 0,3181 0,985 1,667 1,904 1,645 1,216 0,087 0,202 0,351 0,433 0,5 0,609 2,29 1,128 1,4967 1,612
0
0
0
0
0
0
0,193 0,25 0,182 0,241
56 BAYU
0
0
0
0
0 0,002 0,03 0,048 0,05 0,047 12,1 12,1 12,14 12,2 12,2 -0,04 0,069 0,174 0,352 0,309 0,822 0,991 0,896 0,882 1,254 -0,95 -0,8 -0,56 -0,28 -0,13 1,036 4,14 1,82 0,9286 0,122
0
0
0
0
0
0
57 BHIT
0
1
1
1
0 0,01 0,05 0,052 0,07 0,012 12,7 12,8 12,89 13 13,1 -0,04 -0,03 0,136 0,445 0,1649 0,802 0,957 0,821 1,031 0,855 0,156 0,091 0,098 0,097 0,08 0,076 1,26 0,829 0,6322 0,35 0,1171 0,176 0,18 0,105 0,0707 0
0 0,23 0,353 0,085
58 BISI
0
1
1
1
1 0,054 0,11 0,098 0,08 0,074 11,9 12
12 11,9 12 -0,15 -0,03 0,114 0,046 0,0788 3,148 4,264 1,955 1,624 1,119 0,616 0,663 0,692 0,714 0,08 0,325 0,25 0,334 0,3603 0,336
0
0
59 BKSL
0
0
0
0
0 9E-04 0,02 0,026 0,04 0,057 11,2 11,6 11,66 11,8 12 0,095 0,729 0,099 0,163 0,7331 0,349 0,793 1,704 1,182 0,817 -0,06 -0,02 0,014 0,059 0,13 1,315 0,89 0,947 0,9191 1,42
0
0
60 BMTR
1
1
0
1
1 0,012 0,07 0,089 0,1 0,049 12,7 12,8 12,2 13 13 -0,02 -0,04 0,013 0,523 0,0537 0,691 1,121 1,405 1,962 1,633 0,483 0,53 0,421 0,397 0,45 0,899 0,68 0,563 0,6886 0,564
0
0
61 BSDE
1
1
0
1
1 0,033 0,04 0,079 0,09 0,129 12,4 12,4 12,45 12,6 12,8 0,048 0,253 0,093 0,31 0,3471 2,586 1,822 1,695 1,531 1,406 0,166 0,178 0,221 0,279 0,4 0,27 0,53 0,244 0,5312 0,63
0
0
62 BTON
0
0
1
0
0 0,135 0,09 0,161 0,17 0,147 11,1 11,1 11,19 11,2 11,1 -0,01 0,287 0,322 0,222 0,2139 0,783 0,866 0,732 1,088 0,774 0,713 0,744 0,799 0,838 0,87 0,008 4,6 0,844 0,4722 0,072 0,0958 0,096 0,096 0,096 0,0958 0
63 CENT
1
1
0
0
0 0,105 0,01 -0 -0,07 -0,04 10,8 11,5 10,78 10,7 10,9 0,088 2,194 -0,68 0,018 6,7547 1,59 1,037 0,738 6,712 2,261 0,327 0,347 0,339 0,298 -0,01 5E-04 0,54 0,001 0,0782 0,159
64 CMPP
0
0
0
0
0 -0,19 -0 0,003 0 0,009 10,2 10,2 9,966 10,5 11 -0,24 -0,04 -0,13 0,21 -0,1258 198,5 145,4 1,238 1,729 0,969 -2,21 -2,18 -1,84 -1,83 -1,94 4E-04 0 0,148 0,1111 0,926 4E-05 4E-05
0
65 CNKO
0
0
0
0
0 0,003 0,06 0,054 0,05 0,019 11,5 11,9 12,02 12,2 12,2 0,136 0,381 0,411 -0,12 0,1918 0,543 0,94 0,816 1,406 0,921 0,013 0,132 0,227 0,085 0,11 1,156 3,18 1,066 2,4952 1,295
0
0
66 COWL
1
0
1
0
0 0,066 0,03 0,086 0,04 0,025 11 11 11,26 11,5 11,5 3E-04 0,286 0,445 3,611 0,0936 1,64 0,856 1,035 0,754 1,569 0,358 0,353 0,484 0,129 0,16 0,511 4,94 3,101 0,3051 0,864
0
0
67 CTRP
1
1
1
1
1 0,02 0,04 0,039 0,05 0,058 11,5 11,6 11,64 11,9 12,2 0,007 0,047 0,129 0,375 0,2899 0,506 0,806 0,862 0,95 0,901 0,103 0,138 0,164 0,212 0,26 1,426 0,85 0,272 0,2927 0,773
0
68 CTRS
0
1
1
1
1 0,027 0,04 0,057 0,06 0,072 11,6 11,8 11,91 12 12,1 0,051 0,15 0,353 0,255 0,2579 0,802 0,931 0,936 1,505 1,017 0,648 0,668 0,601 0,63 0,69 0,812 0,7 0,193 0,5741 0,547
0
69 DGIK
1
1
0
1
1 0,045 0,04 0,005 0,03 0,031 12,1 12,1 12,04 12,1 12,2 0,085 0,311 -0,24 0,183 0,195 0,709 0,918 0,686 0,881 0,891 0,188 0,233 0,225 0,261 0,3 1,027 1,02 0,516 0,7598 1,48 0,0289 0,029 0,029 0,001 0,001
0
70 DNET
0
0
0
0
0 0,011 0,03 0,041 0,01 0,027 10,2 10,2 10,26 10,1 9,96 -0,17 -0,04 0,029 -0,02 426,58 3,859 3,67 3,689 2,98 1,578 -2,12 -2,02 -2,5 -2,44 -0,02 0,028 0 0,065 0,0005 0,106
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,14 0,13 0,25 0,24 0,0004 0,0302 0,049 0,0737 0,0482 0,0269 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
71 DUTI
0
0
0
0
0 0,06 0,07 0,081 0,09 0,101 12 12 12,05 12,2 12,2 -0,02 0,066 0,098 0,271 0,1337 0,724 1,241 0,955 1,074 1,299 0,454 0,507 0,49 0,441 0,49 5E-05 0,86 5E-04 0,0481 0,003
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,34 0,32 0,31 0,22 0,1911 0,0667 0,076 0,0869 0,0973 0,1047 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
72 ELSA
1
1
0
1
1 0,111 0,02 0,146 0,03 0,056 12,6 12,6 12,67 12,7 12,6 0,269 -0,13 0,193 -0,02 0,0178 1,162 1,118 0,948 0,818 1,028 0,405 0,413 0,39 0,427 0,48 1,461 2,04 0,41 0,9447 0,582 0,0011 4E-04
0
0
0
0
0,692 0,3
0
0,1
0,5 0,127 0,008
0 0,0102 0,049 0,543 0,47 0,57 0,52 0,48 0,0808 0,086 0,1975 0,0932 0,08908 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
73 ELTY
1
0
0
0
0 0,014 0,01 0,004 -0,07 -0,02 12 12,1 12,3 12,5 12,5 0,391 0,472 0,038 -0,14 -0,1926 0,931 0,897 0,653 0,553 0,594 0,097 0,075 0,091 -0,02 -0,06 3,589 1,95 1,504 1,3796 0,618
0
0
0
0
0
0
0,124 0
0
0
0
0,005
0
74 EPMT
1
1
1
1
0 0,11 0,08 0,08 0,08 0,084 12,9 13 13,03 13,1 13,2 0,188 0,09 0,343 0,133 0,1164 1,074 1,253 0,908 1,436 2,41 0,929 0,937 0,83 0,84 0,86 0,139 0 0,154 0,0207 0,004
0
0
0
0
0
0
0,191 0,04 0,704 0,014
0
0,034 0,004 0,127 0,0011 0
75 FORU
0,286 0,19 0,25 0,257 0,435 0,044 0,036 0,048 0,0534 0,06 0,58 0,62 0,56 0,51 0,4954 0,0278 0,035 0,0431 0,0436 0,02938 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
-0
-0 0,014 0,02 0,009 11,1 11,2 11,43 11,4 11,5 0,008 0,007 0,19 0,074 0,1185 0,66 0,581 0,375 0,489 0,581 -0,98 -0,8 0,01 0,016 0,03 6E-04 0,01 0,04 0,0287 0,019
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,011 0,013 0,0074 0
0
0
0,005 0,005
0
0
0
0,294 0 0,392
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,486
0
0
0
0
0
0,01 0,0276 0 0,589 0,56 0,542 0,552 0,6137 0,0731 0,066 0,0731 0,0612 -0,0093 0,28 0,25 0,25 0,25
0 0,666 0,651 0,539 0,42 0,4995 0,0512 0,014 0,0237 0,5637 -0,0117 0,28 0
0,006 0,018 0,006 0,0122 0
0
0
0
0
0 0,0394 0
0
0
0
0,25 0,25
0
0
0,11 0,14 0,15 0,16 0,2029 0,177 0,098 0,1983 0,1689 0,23512 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,79 0,71 0,45 0,34 0,3862 0,0216 0,025 0,0307 0,023 0,03903 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,3 0,29 0,3 0,24 0,3231 0,0436 0,015 0,1064 0,0776 0,07915 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,01 0,014 0,013 0,0243 0 0,456 0,52 0,54 0,57 0,63 0,0217 0,048 0,0827 0,0858 0,06389 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0,56 0,55 0,54 0,52 0,5111 0,0126 0,044 0,0578 0,0581 0,11907 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0,012 0,01 0,0093 0
0,39 0,41 0,35 0,32 0,4702 0,0335 0,071 0,0806 0,0908 0,04105 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0 0,21 0,204 0,232 0,283
0
0,005 0,011 0,0127 0,013 0,246 0,11 0,16 0,13 0,14 0,0682 0,104 0,0913 0,0753 0,06482 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0
0,417 0,068
0 0,259 0,146 0,162 0,198 0,2732 0,0033 0,002 0,0203 0,0215 0,01237 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0,025
0
0
0
0
0
0,455 0,24
0
0,258 0,566 0,024 0,015
0,213 0,27
0
0,204 0,098 0,007 0,098
0
0 0,188
0,15 0,14
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,18 0,14 0,13 0,22 0,35 0,002 0,019 0,0274 0,0373 0,0591 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,01 0,013 0,315 0,37 0,36 0,29 0,37 0,0508 0,088 0,1325 0,1167 0,07432 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0 0,0135 0,012 0,414 0,37 0,35 0,37 0,41 0,0624 0,04 0,0827 0,0757 0,11937 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,06
0
0 0,074 0,19 0,22 0,22 0,21 0,1491 0,111 0,1391 0,1763 0,15177 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0,14 0,72 0,14 0,23 0,1207 0,1614 0,027 0,0361 -0,036 -0,0101 0,28 0,25 0,25
0
0
0
0,55 0,53 0,46 0,55 0,5278 -0,0968 0,058 0,01 0,0051 0,02228 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,15 0 0,088
0
0
0
0
0
0,333 0,28 0,308 0,308 0,3 0,016 0,016 0,016 0,0267 0,034 0,059 0,07 0,16 0,33 0,4025 0,0186 0,038 0,0325 0,0407 0,04405 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,25 0,4 0,51 0,39 0,4096 0,0098 0,063 0,0589 0,0673 0,02845 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0,008
0
0,019
0
0
0,37 0,51 0,58 0,36 0,392 0,0597 0,036 0,0841 0,0404 0,03298 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0
0,3 0,301 0,303 0,297
0,207 0,22
0,012 0,006
0
0,25 0,25
0,019 0,029 0,0187 0,046 0,29 0,35 0,45 0,5 0,5675 0,0351 0,034 0,0492 0,0507 0,05761 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,234 0,209 0,029 0,019
0
0 0,0139 0,017 0,39 0,5 0,35 0,43 0,4953 0,0493 0,042 0,0247 0,0452 0,04933 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0,5 0,39 0,38 0,4 0,4175 0,0173 0,019 0,0092 -0,065 -0,0111 0,28 0,25 0,25
0
0
0,46 0,45 0,44 0,48 0,4503 0,1063 0,093 0,0356 0,0954 0,10042 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
1
1
1
1
1 0,029 0,03 0,049 0,05 0,04 11,6 11,7 11,7 11,7 11,6 0,195 0,199 -0,04 -0,03 0,0244 0,76 0,809 0,816 0,748 0,79 0,448 0,489 0,536 0,57 0,59 0,101 2,1 0,443 1,4036 0,161
0
0
0
0
0
0
76 GMCW 0
0
0
0
0 0,116 0,13 0,179 0,14 -0,01 10,3 10,3 10,32 10,3 10,3 -0,05 -0,08 0,273 0,072 -0,0199 3,619 3,732 3,024 2,749 2,798 -6,23 -4,55 -3,32 -2,41 -2,48 0
0
0
0
0
0
0
77 GMTD
1
1
1
1
0 0,044 0,08 0,101 0,07 0,07 10,8 11,1 11,28 11,4 11,5 0,065 0,175 0,357 0,849 0,4522 0,707 0,69 0,782 0,815 1,336 0,514 0,604 0,707 0,783 0,67
0 0,05 0,005 0,0003 0,098
0
0
0
0
0
0
0,286 0,14 0,079 0,079
0
0,259 0,23 0,058 0,0758 0
0,66 0,64 0,64 0,74 0,6915 0,0327 0,068 0,0938 0,0664 0,07074 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
78 GPRA
1
1
1
1
0 0,023 0,03 0,036 0,04 0,08 11,5 11,5 11,59 11,6 11,7 -0,06 -0,1 0,044 0,06 0,0171 0,915 0,862 0,878 0,79 0,884 0,097 0,146 0,185 0,242 0,32 0,002 0,11 0,339 0,17 0,382
0
0
0
0
0
0
0,102 0,09 0,132 0,152
0
0,007 0,008 0,01 0,02
0
0,57 0,49 0,47 0,46 0,399 0,025 0,03 0,0352 0,0385 0,08291 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
79 HERO
0
0
0
0
0 0,061 0,07 0,074 0,06 0,087 12,8 12,9 12,95 13 13,1 0,33 0,104 0,19 0,419 0,4703 0,673 1,086 10,36 3,386 1,617 0,745 0,795 0,834 0,858 0,4 2E-06 0,25 2E-04 0,1727 0,077
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,67 0,63 0,62 0,69 0,31 0,1217 0,136 0,1322 0,1042 0,12337 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
80 HOME 0
0
0
0
0 0,007 0,01 0,005 -0,03 0,006 10,4 10,5 10,62 10,6 10,8 -0,06 0,019 -0,06 0,523 -0,0295 1,076 1,047 1,162 1,015 3,426 -0,11 -0,09 -0,08 -0,12 -0,11 0,016 0 0,06 0,0134 0,353 0,0817 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,4
0
0
2E-05
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,61 0,45 0,45 0,34 0,3441 0,2145 0,239 0,2659 0,2206 0,07693 0,28 0,25 0,25 0,25
0,4 0,36 0,25 0,2056 0,059 0,062 0,0517 -0,004 0,88333 0,28 0,25 0,25
0
0
0,25
151
Lanjutan Data Mentah Penelitian Keputusan Pembayaran
81 INAF
0
0
0
1
0 0,003 0,02 0,033 0,04 -0,04 12,1 12 12,08 12,1 12,1 -0,25 0,008 0,519 0,066 0,0891 0,943 0,914 0,907 1,314 0,91 -0,29 -0,24 0,034 0,095 0 0,98 0,82 1,051 1,1441 0,57
82 INTA
1
1
1
0
0 0,036 0,05 0,032 0 -0,05 12 12,3 12,48 12,4 12,3 -0,09 0,573 1,286 0,142 0,111 0,943 1,395 1,197 1,11 1,053 0,412 0,533 0,613 0,619 0,29 0,638 2,96 1,638 1,8458 0,639 0,0576 0,035 0,035 0,035 0,0353 0 0,313 0,29 0,726 0
0
0
0
0
83 INTP
1
1
1
1
1 0,207 0,21 0,198 0,21 0,188 13 13 13,14 13,2 13,3 0,176 0,183 0,183 0,254 0,1693 3,992 3,974 3,591 3,778 2,904 0,575 0,653 0,71 0,765 0,79 0,155 0,29 0,288 0,2285 0,259 0
0
0 3E-06
0
0 0,302 0,3 0,3 0,348 0,661 0,016 0,017 0,017 0,02 0,045 0,194 0,15 0,13 0,15 0,14 0,2234 0,174 0,2057 0,1815 0,09428 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
84 JECC
1
0
1
1
0 0,027 -0 0,047 0,04 0,018 11,9 11,9 12,1 12,1 12,2 -0,13 -0,04 0,116 0,131 0,7488 0,952 0,991 0,941 1,204 1,228 0,219 0,171 0,365 0,432 0,45 0,768 1,64 0,079 0,8399 0,073 0
0
0
0
0
0 0,286 0 0,578 0,571 0 0,061 0 0,183 0,0632 0
85 JPFA
1
1
1
1
1 0,148 0,16 0,081 0,1 0,043 13,2 13,1 13,19 13,3 13,3 0,051 0,15 0,184 0,326 0,3609 1,132 1,495 1,501 1,762 1,52 0,025 0,337 0,256 0,378 0,42 0,13 0,67 0,303 0,1421 0,162 0
0
0
0
0
0 0,013 0,79 0,252 0,039 0,179 0,004 0,116 0,02 0,0033 0,008 0,61 0,5 0,54 0,57 0,6484 0,172 0,074 0,0898 0,1199 0,06079 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
86 JPRS
0
0
0
0
0 0,005 0,07 0,086 0,02 0,04 11,5 11,6 11,81 11,7 11,3 -0,11 0,162 0,065 -0,09 -0,0554 0,794 1,328 1,059 0,749 0,575 0,723 0,749 0,777 0,783 0,79 1,368 2,1 1,584 1,0507 0,847 0,1553 0,155 0,155 0,155 0,1553 0
87 JRPT
1
1
1
1
1 0,075 0,08 0,085 0,09 0,089 11,8 11,9 11,95 12 12,1 0,169 0,275 0,239 0,224 0,2331 1,328 1,622 2,016 2,261 2,349 0,64 0,699 0,697 0,738 0,76 0,017 0,1 0,023 0,0178 0,01 0,001 0,007 0
0
0
0 0,335 0,33 0,328 0,341 0,326 0,03 0,025 0,02 0,0171 0,017 0,45 0,51 0,53 0,56 0,5646 0,0503 0,053 0,0567 0,0572 0,05917 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
88 JSPT
1
1
1
1
1 0,057 0,07 0,07 0,07 0,061 12 12 12,03 12,1 12,1 -0,03 -0,05 0,159 0,152 0,0362 1,218 1,201 1,002 0,979 0,913 0,202 0,277 0,269 0,324 0,35 5E-06 0,01 0,181 4E-07 4E-06 0
0
0
0
0
0 0,176 0,17 0,164 0,118 0,2 0,009 0,011 0,014 0,016 0,019 0,47 0,41 0,44 0,45 0,4062 0,0927 0,103 0,0978 0,0879 0,07662 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
89 KBLV
0
0
0
0
0 0,02 0,03 0,001 0 0,004 11,9 11,9 12,02 12,1 12,2 0,145 0,032 1,221 0,166 0,2173 1,321 1,53 0,622 0,682 0,728 -0,46 -0,11 -0,05 -0,1 -0,14 5E-06 0,02 0,047 0,0132 0,007 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
90 KIJA
0
0
0
1
1 0,005 0,02 0,058 0,05 0,013 11,6 11,8 12,06 12,1 12,4 0,079 0,044 0,678 0,265 0,1663 1,01 0,996 1,047 0,998 0,963 0,094 0,128 0,155 0,232 0,21 2,467 1,58 1,374 0,7576 0,911 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,07 0,078 0
0
0 0,0067 0,002 0,5
91 KLBF
1
1
1
1
1 0,143 0,19 0,184 0,19 0,174 13 13 13,04 13,1 13,2 0,128 0,177 0,177 0,138 0,2014 2,372 4,929 4,386 5,933 5,427 1,051 1,039 0,983 0,984 0,9 0,397 0,91 0,338 0,1308 0,427 0
0
0
0
0
0 0,258 0,56 0,651 0,668 0,45 0,019 0,022 0,028 0,0179 0,014 0,261 0,18 0,21 0,22 0,25 0,1344 0,118 0,0913 0,1093 0,12629 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
92 KOIN 0
0
0
0
0 0,011 0,01 -0,35 0,1 0,109 11,8 11,9 11,85 11,9 12 0,238 -0,04 -0,4 0,095 -0,0012 1,007 1,1 1,516 1,722 1,541 0,151 0,194 -4,75 -0,98 -0,27 0,439 0,2 1,046 0,0071 0,127 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,78 0,76 0,94 0,85 0,7389 0,0199 0,024 -0,341 0,1055 0,114 0,28 0,25 0 0,25 0,25
93 LAMI
0
0
0
1
0 0,028 0,05 0,093 0,07 0,089 11,1 11,1 11,2 11,1 11,1 -0,05 -0,01 -0,02 0,038 0,022 0,873 1,028 0,957 0,872 0,746 0,23 0,301 0,348 0,403 0,42 0,019 0,11 0,071 0,0209 0,028 0
0
0
0
0
0
0
0
0 0,136 0
0
0
0 0,0233 0
0,67 0,62 0,52 0,47 0,4141 0,2917 0,066 0,1071 0,6827 0,09545 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
94 LCGP
0
0
0
0
0 -0,01 -0 -0,01 -0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,13 0,08 0,08 0,1 0,0163 -0,0051 -0,002 -0,008 -0,003 -0,0037 0
95 LPCK
0
0
0
0
0 0,017 0,04 0,126 0,14 0,153 11,5 11,6 11,96 12 12,1 0,107 0,077 0,223 0,387 0,3609 0,78 0,827 1,208 1,359 1,408 0,223 0,313 0,528 0,685 0,79 0,095 0,17 3,657 1,6954 1,374 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,68 0,66 0,6 0,57 0,528 0,0191 0,042 0,1302 0,1464 0,15518 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
96 LPKR
0
1
1
1
0 0,032 0,04 0,045 0,05 0,051 12,4 12,5 12,62 12,8 12,8 0,029 0,13 0,13 0,362 0,2586 1,325 1,433 1,319 1,467 1,218 0,364 0,292 0,309 0,33 0,33 0,986 1,7 1,154 0,5604 1,161 0
0
0
0
0
0
0
0,3 0,254 0,258 0
0 0,011 0,012 0,0119 0 0,564 0,49 0,48 0,54 0,55 0,1398 0,028 0,0361 0,0428 0,05146 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
97 LPLI
0
0
0
0
0 -0,13 0,24 -0,17 0,18 0,149 10,9 10,9 11 11 11 -0,12 0,425 -0,14 0,35 0,1762 0,262 0,275 0,291 0,256 0,344 -2,33 -1,33 -1,77 -1,07 -0,74 0,246 0,78 0,321 1,6045 1,315 0
0
0
0
0
0
0
0
0
98 MAPI
1
1
1
1
1 0,049 0,05 0,082 0,07 0,042 12,6 12,7 12,77 12,9 12,9 -0,1 0,086 0,203 0,357 0,3034 0,923 1,81 2,53 2,48 1,858 0,371 0,445 0,547 0,624 0,66 0,109 0,73 0,592 0,5717 0,759 0
0
0
0
0
0 0,152 0,17 0,161 0,165 0,102 0,024 0,008 0,007 0,0065 0,004 0,62 0,6 0,59 0,64 0,6891 0,1125 0,115 0,1313 0,1173 0,09547 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
-0 10,1 10 9,704 10,1 10 0,003 -0,06 -0,01 0,024 8,5082 0,517 0,488 0,569 1,478 0,987 -0,03 -0,04 -0,04 -0,03 -0,01 1,258 0,05 2,035 7,9829 3,518 0,001 0,001 0,002 0,001
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0,1
0
0
0
0
0
0
0 0,0042 0
0 0,044 0,023 0,076
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,59 0,58 0,45 0,45 0,54 0,0167 0,035 0,0427 0,0419 -0,0329 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0,66 0,73 0,86 0,88 0,935 0,0467 0,057 0,0196 0,0158 -0,041 0,28 0,25 0,25 0,25
0
0,83 0,82 0,8 0,8 0,8809 0,0419 0,021 0,0446 0,0458 0,03408 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0 0,232 0,27 0,23 0,13 0,04 0,0112 0,074 0,0903 0,0276 0,04343 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0,83 0,53 0,35 0,44 0,5352 0,1019 0,112 0,0538 0,0591 0,06841 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0,5 0,37 0,44 0,4929 0,0134 0,031 0,0668 0,0581 0,02355 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0
0
0,09 0,06 0,09 0,05 0,0436 -0,1257 0,253 -0,157 0,1916 0,15576 0 0,25 0 0,25 0,25
99 MDLN 0
0
0
0
1 0,001 0,02 0,038 0,06 0,254 11,5 11,4 11,7 12 12,3 -0,04 0,148 0,186 0,905 1,101 0,626 0,821 0,812 1,348 1,022 -0,47 -0,4 -0,3 -0,04 0,5 0,301 1,11 1,233 2,0973 1,045 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 0,026 0
0
0
0 0,013 0,41 0,45 0,51 0,52 0,5154 0,0055 0,022 0,0422 0,0609 0,25088 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
100 META 0
0
0
0
0 -0,04 -0,03 -0,02 0,02 0,031 11,3 11,3 11,37 11,4 11,6 -0,09 0,549 -0,04 0,101 0,2773 1,646 2,827 1,982 1,869 1,825 -0,18 -0,09 -0,12 -0,07 -0,01 0,11 0,85 0,18 0,276 2,261 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,71 0,47 0,45 0,48 0,3191 0,0033 8E-04 0,0166 0,0258 0,03438 0
101 PDES
0
0
0
0
0 0,018 0,02 0,032 0,04 0,061 11,4 11,4 11,41 11,4 11,5 -0,01 0,218 0,179 -0,07 0,2825 0,892 1,102 0,755 0,9 0,789 0,162 0,197 0,242 0,287 0,29 0,132 0,04 0,028 0,007 0,001 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,36 0,42 0,48 0,4 0,4593 0,0759 0,057 0,0798 0,098 0,12245 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
102 PTSP
0
0 0,25 0,25
0
0
0
0
0 0,13 0,15 0,203 0,18 0,101 11,4 11,4 11,47 11,5 11,6 0,109 0,202 0,224 0,528 0,2295 1,494 1,294 1,616 3,071 3,9 -5,9 -2,33 -0,84 -0,21 0,01 3E-04 0 0,023 0,0091 0,005 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,77 0,62 0,47 0,42 0,3768 0,1815 0,199 0,2386 0,2271 0,15342 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
103 SCBD 0
0
0
0
0 0,175 0,06 0,021 0,02 0,316 12,3 12 11,84 11,8 12,4 -0,07 -0,09 8E-04 0,023 0,5596 1,142 1,009 0,729 1,028 1,842 -0,26 -0,2 -0,11 -0,1 0,33 0
0 0,01 6E-05 3E-04 0
0
0
0
6E-07
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,39 0,27 0,25 0,25 0,2262 0,1749 0,062 0,0209 0,0195 0,31612 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
104 SDPC 0
0
0
0
0 0,036 0,01 0,012 0,01 0,022 12 11,9 11,99 12,1 12,1 -0,13 0,032 0,17 0,192 0,2232 0,968 0,867 0,858 0,902 0,906 0,19 0,203 0,237 0,308 0,37 2E-04 1,18 0,332 0,5824 0,246 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,67 0,67 0,71 0,73 0,7565 0,0436 0,013 0,0165 0,0296 0,0259 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
105 SIPD
0
1
1
0
0 0,023 0,03 0,009 0 0,003 12,5 12,6 12,61 12,6 12,6 0,185 0,253 0,285 0,249 -0,0432 0,568 0,725 0,711 0,755 0,742 0,022 0,065 0,073 0,083 0,09 1,509 1,46 1,539 0,6794 0,881 0
0
0
0
0
0
0 0,15 0,426 0
0
0 0,014 0,019
0
0
0,28 0,4 0,52 0,61 0,5928 0,0463 0,048 0,0312 0,034 0,03846 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
106 SMGR 1
1
1
1
1 0,233 0,24 0,201 0,19 0,174 13,2 13,2 13,21 13,3 13,4 0,221 0,202 0,263 0,352 0,1585 3,67 3,83 3,711 3,854 3,018 0,799 0,829 0,849 0,842 0,85 0,195 0,67 0,349 0,3623 0,43
0
0
0
0
1 0,545 0,5 0,5 0,45 0,45 0,041 0,032 0,029 0,0232 0,029 0,203 0,22 0,26 0,32 0,29 0,1721 0,149 0,1299 0,1314 0,12945 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
107 SONA 0
1
0
1
0 0,053 0,1 0,107 0,1 0,056 11,7 11,8 11,89 11,9 12 -0,15 0,238 0,086 0,371 0,0176 1,68 1,445 1,433 1,253 2,1 0,558 0,671 0,486 0,574 0,59 0,002 0,01 0,619 0,0091 0,347 0,05 0,158 0,148 0,107 0,107
0
0 0,47 0 0,331 0
108 SSIA
0
0
1
1
1 0,024 0,06 0,095 0,15 0,128 12,2 12,2 12,46 12,6 12,7 -0,01 0,066 0,233 0,652 0,1977 0,808 1,094 1,744 1,703 1,004 -0,15 -0 0,195 0,546 0,56 0,042 0,26 1,337 1,8515 1,457 0,0022 0,002 0
0
0
0
0
0 0,201 0,2 0,204 0
0 0,015 0,0278 0,054 0,63 0,6 0,59 0,66 0,55 0,0248 0,081 0,0946 0,1354 0,11791 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
109 TMPI
0
0
0
0
0
0 0,005 0 0,003 11,5 11,3 11,31 11,3 11,3 -0,1 0,021 -0,1 0,02 -0,0789 0,565 0,915 0,866 2,234 2,683 -0,04 -0,04 -0,03 -0,03 -0,02 0,22 1,52 2,84 3,6128 6,759 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,23 0,32 0,24 0,21 0,1379 -0,0005 0,006 0,0096 0,0061 0,00462 0 0,25 0,25 0,25 0,25
110 TRIL
0
0
0
0
0 0,006 0,01 -0,03 -0,09 0,197 11,2 11,2 11,01 10,5 10,1 -0,06 0,2 -0,24 -0,09 -0,1695 0,621 0,497 0,358 0,518 0,784 0,158 0,156 0,13 0,045 -0,15 1,101 1,41 0,34 1,2317 0,473 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,11 0,26 0,06 0,05 0,0549 0,0196 0,018 -0,014 -0,077 -0,1819 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
111 TURI
1
1
1
1
1 0,175 0,13 0,127 0,13 0,089 12,7 12,8 12,92 13 13 -0,51 0,186 0,212 0,301 0,0462 1,806 1,963 1,739 2,033 1,28 0,859 0,884 0,905 0,921 0,93 0,805 0,35 0,235 0,188 0,16
0
0
0
0
0
0 0,396 0,21 0,241 0,306 0,4 0,051 0,017 0,023 0,0247 0,042 0,44 0,42 0,42 0,47 0,43 0,1145 0,161 0,1523 0,1361 0,10902 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
112 UNIT
0
0
0
0
0 0,008 0,01 0,008 0 0,002 11,1 11,1 11,01 10,9 11 0,077 -0 -0,02 0,246 0,2085 0,617 0,616 0,287 0,436 0,516 0,157 0,166 0,094 0,095 0,1 0,175 0,08 0,199 0,0928 0,053 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,24 0,23 0,21 0,37 0,4745 0,0479 0,049 0,0549 0,0426 0,04707 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
113 ZBRA
0
0
0
0
0 -0,11 -0,15 -0,16 -0,18 -0,2 10,4 10,4 10,3 10,3 10,1 -0,08 -0,12 -0,09 -0,17 -0,1584 0,936 1,079 1,252 2,392 2,342 -1,04 -1,74 -3,12 -6,79 -39,6 0,053 0,01 0,154 0,9975 0,029 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,47 0,55 0,67 0,79 0,9527 -0,0948 -0,004 -0,057 -0,07 -0,07
0
0
0
114 BRPT
0
0
0
0
0 0,033 -0,05 -0,02 -0,06 -0,01 13,2 13,2 12,97 13,3 13,5 -0,05 -0,02 0,177 0,088 -0,122 1,172 1,144 0,774 0,686 0,437 -0,84 -1,02 0,003 -0,08 -0,1 0,039 0,33 0,121 0,2017 0,055 0,0043 0,005 0,005 0,005 0,0153 0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 0,463 0,509 0,489 0,543 0,8601 0,0858 -0,003 0,005 -0,058 -0,0141 0,28 0,25 0
0
0
115 CSAP
0
1
0
0
1 0,01 0,02 0,039 0,03 0,024 12,5 12,5 12,62 12,7 12,8 0,13 0,231 0,179 0,25 0,2371 0,864 0,906 1,035 1,007 0,937 0,218 0,273 0,319 0,361 0,41 0,048 0,1 0,294 0,2946 0,136 0,0539 0,054 0,054 0,054 0,0539 0
0 0,18 0
0
0,34
0 0,019 0
-0
0
0 0,057 0 0,0396 0
0,63 0,6 0,36 0,43 0,4187 0,1113 0,1 0,1565 0,1076 0,09547 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
0
0
0 0,047 0,652 0,693 0,704 0,742 0,7693 0,0347 0,039 0,0572 0,0473 0,03175 0,28 0,25 0,25 0,25 0,25
152
LAMPIRAN 4 Data Mentah Penelitian Dividend Payout Ratio
noKode Saham
2009 2010
1 ASII 0,1129 0,1507
2 AUTO 0,1744 0,2194
3 GJTL 0,102 0,0801
4 JSMR 0,0614 0,0625
5 SGRO 0,125 0,159
6 TCID 0,1253 0,1255
7 KAEF 0,04 0,0837
8 TLKM 0,1162 0,1591
9 SMRA 0,0375 0,0382
10 TSPC 0,1106 0,1378
11 CTRP 0,0203 0,0443
12 INTP 0,2069 0,2101
13 JPFA 0,1481 0,1563
14 JRPT 0,0749 0,08
15 SMGR 0,2335 0,2351
2011
0,137
0,158
0,059
0,062
0,161
0,124
0,096
0,15
0,048
0,138
0,039
0,198
0,081
0,085
0,201
roa
2012 2013
0,1248 0,104
0,1279 0,084
0,088 0,022
0,062 0,044
0,0813 0,027
0,1192 0,109
0,0968 0,087
0,1649 0,159
0,0728 0,08
0,1371 0,118
0,0538 0,058
0,2093 0,188
0,098 0,043
0,0856 0,089
0,1854 0,174
2009
13,99
12,72
12,9
12,57
12,26
12,14
12,46
13,81
12,08
12,65
11,53
13,02
13,16
11,82
13,16
2010
14,11
12,8
12,99
12,64
12,36
12,17
12,5
13,84
12,23
12,71
11,55
13,05
13,14
11,89
13,16
firm size
2011 2012
14,211 14,27
12,867 12,92
13,073 13,1
12,696 12,96
12,497 12,48
12,219 12,27
12,542 12,57
13,857 13,89
12,373 12,54
12,762 12,82
11,643 11,92
13,143 13,24
13,194 13,25
11,951 12,04
13,214 13,29
2013
14,288
13,029
13,092
13,013
12,408
12,307
12,638
13,919
12,612
12,836
12,161
13,272
13,331
12,119
13,389
2009
0,102
0,167
0,019
0,105
0,049
0,092
0,081
0,069
0,229
0,1
0,007
0,176
0,051
0,169
0,221
asset growth
2010 2011 2012
0,269 0,36 0,187
0,203 0,247 0,275
0,168 0,114 0,114
0,172 0,131 0,155
0,049 0,186 0,213
0,053 0,08 0,116
0,061 0,083 0,16
0,023 0,033 0,081
0,377 0,319 0,329
0,1 0,184 0,09
0,047 0,129 0,375
0,183 0,183 0,254
0,15 0,184 0,326
0,275 0,239 0,224
0,202 0,263 0,352
2013
0,174
0,4206
0,1928
0,146
0,0906
0,162
0,1881
0,1489
0,2559
0,1673
0,2899
0,1693
0,3609
0,2331
0,1585
2009
2,131
1,264
0,866
1,758
2,476
1,752
0,782
0,768
1,481
1,268
0,506
3,992
1,132
1,328
3,67
market to book ratio
2010 2011 2012
2,52 2,457 2,195
0,678 2,127 1,923
1,433 1,521 1,177
1,82 1,901 2,102
2,345 1,916 1,497
1,477 1,467 1,884
0,861 1,354 2,207
0,716 0,583 1,686
1,872 1,746 1,909
2,418 2,983 3,894
0,806 0,862 0,95
3,974 3,591 3,778
1,495 1,501 1,762
1,622 2,016 2,261
3,83 3,711 3,854
trading turnover(x)
2013 2009 2010 2011 2012 2013
1,79 0,014 0,313 0,308 0,153 0,2349
1,637 1,001 0,047 0,036 0,016 0,228
1,008 0,335 1,557 0,593 0,271 0,4431
1,75 0,004 0,405 0,32 0,37 0,3382
1,24 0,587 0,581 0,538 0,362 0,2048
1,825 0,035 0,025 0,01 0,005 0,005
1,659 0,197 0,255 0,25 0,302 0,2111
2,028 1,035 0,339 0,28 0,057 0,1562
1,483 1,421 0,511 0,267 0,399 0,4713
2,99 0,055 0,079 0,034 0,273 0,1169
0,901 1,426 0,85 0,272 0,293 0,7728
2,904 0,155 0,291 0,288 0,228 0,2594
1,52 0,13 0,667 0,303 0,142 0,1618
2,349 0,017 0,102 0,023 0,018 0,0105
3,018 0,195 0,67 0,349 0,362 0,4296
2009
4E-04
4E-04
8E-04
0,014
0
0,002
0,003
1E-06
0,003
6E-04
0
0
0
0,001
0
insider ownership
2010 2011 2012
4E-04 0,0004 4E-04
7E-04 0,0007 7E-04
8E-04 0,0008 8E-04
0,007 0,0048 0,004
0 0 0
0,001 0,0014 0,001
0,003 5E-05 2E-05
1E-06 1E-06 3E-07
0,003 0,003 0,003
8E-04 0,0009 0,001
0 0 0
0 0 3E-06
0 0 0
0,007 0 0
0 0 0
state control dividen payout ratio(dps/eps)
2013
2009 2010 2011 2012 2013
0,0004 0 0,335 0,1324 0,4507 0,4503 0,4504
0,0006 0 0,6 0,4 0,4023 0,2953 0,5053
0,0008 0 0,058 0,0504 0,051 0,0831 0,28571
0,0027 1 0,357 0,6022 0,4004 0,4 0,4
0 0 0,715 0,4519 0,3052 0,2584 0,238
0,0014 0 0,516 0,5657 0,5316 0,4947 0,46482
0,0097 1 0,3 0,2002 0,2001 0,1529 0,25
3E-07 1 0,5 0,5637 0,6822 0,6842 0,7266
0,0028 0 0,308 0,2944 0,4033 0,3888 0,3011
0,001 0 0,438 0,9174 0,5952 0,5313 0,53191
0 0 0,333 0,28 0,3077 0,3083 0,3
0 0 0,302 0,3002 0,2999 0,348 0,6613
0 0 0,013 0,7883 0,2517 0,0386 0,17857
0 0 0,335 0,3289 0,3279 0,3406 0,32569
0 1 0,545 0,5 0,5 0,45 0,45
leverage(total utg/total
free cash
asset)
flow(laba stlh pajak-deviden+beban penyusutan)/total asset
TAX RATE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012
0,4498 0,48 0,506 0,5073 0,504 0,1127 0,1692 0,1161 0,114 0,0982 0,28 0,25 0,25 0,25
0,2718 0,265 0,322 0,3824 0,242 0,1011 0,1603 0,1227 0,114 0,0674 0,28 0,25 0,25 0,25
0,6992 0,66 0,617 0,5743 0,627 0,136 0,1121 0,0908 0,115 0,0385 0,28 0,25 0,25 0,25
0,4494 0,559 0,569 0,6046 0,617 0,0468 0,047 0,0594 0,039 0,0294 0,28 0,25 0,25 0,25
0,21 0,249 0,267 0,3555 0,402 0,1281 0,1105 0,1358 0,091 0,0505 0,28 0,25 0,25 0,25
0,1144 0,094 0,098 0,1306 0,193 0,1186 0,1179 0,1122 0,113 0,1063 0,28 0,25 0,25 0,25
0,363 0,328 0,302 0,3093 0,343 0,0471 0,0827 0,0922 0,097 0,0781 0,28 0,25 0,25 0,25
0,6003 0,434 0,408 0,3986 0,395 0,1844 0,2191 0,2105 -0,08 0,229 0,28 0,25 0,25 0,25
0,6133 0,649 0,694 0,6492 0,659 0,0335 0,0342 0,0335 0,049 0,0601 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25 0,26 0,28 0,28 0,286 0,0839 0,0332 0,0817 0,087 0,0733 0,28 0,25 0,25 0,25
0,0594 0,07 0,16 0,33 0,403 0,0186 0,0381 0,0325 0,041 0,044 0,28 0,25 0,25 0,25
0,1937 0,15 0,13 0,15 0,14 0,2234 0,1739 0,2057 0,181 0,0943 0,28 0,25 0,25 0,25
0,61 0,5 0,54 0,57 0,648 0,172 0,0742 0,0898 0,12 0,0608 0,28 0,25 0,25 0,25
0,45 0,51 0,53 0,56 0,565 0,0503 0,0532 0,0567 0,057 0,0592 0,28 0,25 0,25 0,25
0,2033 0,22 0,26 0,32 0,29 0,1721 0,1489 0,1299 0,131 0,1295 0,28 0,25 0,25 0,25
2013
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
LAMPIRAN 5 Data Mentah Penelitian Dividend Yield
noKode Saham
2009
1 LTLS 0,032
2 PGAS 0,217
3 TCID 0,125
4 UNTR 0,156
5 WIKA 0,033
6 TLKM 0,116
7 TSPC 0,111
8 ARNA 0,096
9 ASGR 0,086
10 CTRP 0,02
11 FORU 0,029
12 INTP 0,207
13 JRPT 0,075
14 KLBF 0,143
15 SMGR 0,233
2010
0,0304
0,2014
0,1255
0,1305
0,0495
0,1591
0,1378
0,0918
0,1205
0,0443
0,0349
0,2101
0,08
0,1911
0,2351
2011
0,0225
0,1975
0,1238
0,127
0,047
0,1501
0,138
0,1154
0,1239
0,0391
0,0487
0,1984
0,0849
0,1841
0,2012
roa
2012
0,0269
0,2342
0,1192
0,1144
0,0462
0,1649
0,1371
0,1693
0,1381
0,0538
0,0492
0,2093
0,0856
0,1885
0,1854
2013 2009
0,0683 12,574
0,2049 13,256
0,1092 12,143
0,0837 13,466
0,0496 12,819
0,1586 13,81
0,1181 12,653
0,2094 11,854
0,144 12,126
0,0578 11,528
0,0402 11,611
0,1884 13,024
0,0886 11,821
0,1741 12,958
0,1739 13,158
2010
12,591
13,296
12,166
13,572
12,78
13,837
12,71
11,919
12,195
11,551
11,69
13,047
11,888
13,01
13,157
firm size
2011 2012
12,743 12,793
13,292 13,396
12,219 12,267
13,741 13,748
12,889 12,992
13,857 13,887
12,762 12,822
11,965 12,047
12,237 12,315
11,643 11,917
11,704 11,681
13,143 13,238
11,951 12,042
13,038 13,135
13,214 13,292
asset growth
2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009
12,759 -0,104 0,1655 0,1251 0,0036 0,1177 0,9345
13,566 0,122 0,1192 -0,035 0,22 0,4166 3,8883
12,307 0,092 0,0529 0,0799 0,1156 0,162 1,7519
13,708 0,068 -0,1783 0,5636 0,0831 0,1404 2,5457
13,075 -0,012 0,1027 0,324 0,3151 0,1507 1,0644
13,919 0,069 0,0225 0,033 0,0807 0,1489 0,7677
12,836 0,1 0,1001 0,1841 0,09 0,1673 1,2685
12,152 0,118 0,0613 -0,048 0,1273 0,2111 0,9161
12,354 -0,079 0,2679 0,1461 0,1011 0,1702 1,0567
12,161 0,007 0,047 0,1285 0,3753 0,2899 0,5057
11,61 0,195 0,1986 -0,036 -0,033 0,0244 0,7599
13,272 0,176 0,1828 0,1828 0,2536 0,1693 3,9924
12,119 0,169 0,2747 0,2393 0,2237 0,2331 1,3284
13,204 0,128 0,1766 0,1766 0,1382 0,2014 2,3718
13,389 0,221 0,2017 0,2634 0,3518 0,1585 3,6704
market to book ratio
trading turnover(x)
insider ownership
2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012
0,946 0,918 0,8628 0,8172 2,0113 0,1679 0,25 0,558 0,2436 0,036 0,0364 0,0364 0,0364
3,9108 2,93 3,3481 2,4013 0,0196 0,4188 0,4742 0,297 0,2918 3E-04 7E-05 8E-05 7E-06
1,4767 1,467 1,8837 1,8252 0,0354 0,0249 0,0099 0,005 0,005 0,002 0,0015 0,0014 0,0014
3,0198 2,524 1,8187 1,6141 0,4217 0,3712 0,3737 0,459 0,3003 6E-06 0 6E-06 6E-06
1,3612 1,175 1,5681 1,514 0,0119 1,0681 0,3121 0,57 1,1497 0,034 0,0325 0,0245 0,0203
0,7164 0,583 1,6856 2,028 1,0353 0,3393 0,2795 0,057 0,1562 1E-06 1E-06 1E-06 3E-07
2,4182 2,983 3,8943 2,99 0,0555 0,0791 0,0336 0,273 0,1169 6E-04 0,0008 0,0009 0,001
1,1415 1,225 3,5659 5,6259 0,0536 0,0855 0,3427 0,331 0,2231 0 0 0 0
1,4719 1,871 1,958 2,0448 0,7088 1,075 0,7548 0,48 0,3581 0 0 0 0
0,8057 0,862 0,9497 0,9007 1,4258 0,8504 0,2722 0,293 0,7728 0 0 0 0
0,8085 0,816 0,7485 0,7902 0,1006 2,1044 0,4428 1,404 0,1612 0 0 0 0
3,9739 3,591 3,7785 2,9035 0,1547 0,2907 0,2879 0,228 0,2594 0 0 0 3E-06
1,6224 2,016 2,2612 2,3494 0,0173 0,1022 0,0233 0,018 0,0105 0,001 0,007 0 0
4,9294 4,386 5,9326 5,4272 0,3971 0,909 0,3381 0,131 0,4266 0 0 0 0
3,8302 3,711 3,8537 3,0176 0,1947 0,6705 0,3486 0,362 0,4296 0 0 0 0
state control dividen yield(dps/harga saham)
2013
2009 2010 2011 2012 2013
0,0262 0 0,0453 0,043 0,038 0,0432 0,0861
7E-06 1 0,0395 0,035 0,042 0,0441 0,047
0,0014 0 0,0395 0,047 0,048 0,0336 0,0311
6E-06 0 0,0213 0,025 0,031 0,0421 0,0363
0,0185 1 0,0308 0,025 0,028 0,0151 0,0176
3E-07 1 0,0305 0,041 0,053 0,0482 0,0476
0,001 0 0,0479 0,059 0,029 0,0201 0,0231
0 0 0,0479 0,052 0,055 0,0244 0,0195
0 0 0,0635 0,051 0,054 0,0563 0,0371
0 0 0,0163 0,016 0,016 0,0267 0,0339
0 0 0,0444 0,036 0,048 0,0534 0,0599
0 0 0,0164 0,017 0,017 0,02 0,045
0 0 0,03 0,025 0,02 0,0171 0,0169
0 0 0,0192 0,022 0,028 0,0179 0,0136
0 1 0,0409 0,032 0,029 0,0232 0,0288
leverage(total utg/total
free cash
asset)flow(laba stlh pajak-deviden+beban penyusutan)/total asset
TAX RATE
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012
0,6898 0,716 0,764 0,72 0,6933 0,056 0,0427 0,0328 0,0415 0,0387 0,28 0,25 0,25 0,25
0,5543 0,529 0,445 0,397 0,3749 0,143 0,1371 0,1481 0,1493 0,1519 0,28 0,25 0,25 0,25
0,1144 0,094 0,098 0,131 0,193 0,119 0,1179 0,1122 0,1127 0,1063 0,28 0,25 0,25 0,25
0,4283 0,456 0,408 0,358 0,3785 0,202 0,1558 0,1307 0,1315 0,1109 0,28 0,25 0,25 0,25
0,7311 0,695 0,733 0,743 0,7438 0,023 0,0332 0,0345 0,0337 0,036 0,28 0,25 0,25 0,25
0,6003 0,434 0,408 0,399 0,3949 0,184 0,2191 0,2105 -0,079 0,229 0,28 0,25 0,25 0,25
0,25 0,26 0,28 0,28 0,2857 0,084 0,0332 0,0817 0,0868 0,0733 0,28 0,25 0,25 0,25
0,5766 0,52 0,42 0,35 0,32 0,115 0,1176 0,1327 0,1478 0,158 0,28 0,25 0,25 0,25
0,51 0,52 0,51 0,49 0,49 0,148 0,1481 0,1204 0,1296 0,16 0,28 0,25 0,25 0,25
0,0594 0,07 0,16 0,33 0,4025 0,019 0,0381 0,0325 0,0407 0,044 0,28 0,25 0,25 0,25
0,58 0,62 0,56 0,51 0,4954 0,028 0,035 0,0431 0,0436 0,0294 0,28 0,25 0,25 0,25
0,1937 0,15 0,13 0,15 0,14 0,223 0,1739 0,2057 0,1815 0,0943 0,28 0,25 0,25 0,25
0,45 0,51 0,53 0,56 0,5646 0,05 0,0532 0,0567 0,0572 0,0592 0,28 0,25 0,25 0,25
0,2609 0,18 0,21 0,22 0,25 0,134 0,118 0,0913 0,1093 0,1263 0,28 0,25 0,25 0,25
0,2033 0,22 0,26 0,32 0,29 0,172 0,1489 0,1299 0,1314 0,1295 0,28 0,25 0,25 0,25
2013
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
0,25
153
LAMPIRAN 6
Ouput Eviews Probit Regression
Dependent Variable: KEP_PMBYR
Method: ML - Binary Probit (Quadratic hill climbing)
Date: 04/28/15 Time: 23:12
Sample: 1 575
Included observations: 575
Convergence achieved after 7 iterations
Covariance matrix computed using second derivatives
Variable
Coefficient
Std. Error
z-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
ECC
MVABVA
TRADING
IS
SC
-9.520946
6.761907
-0.020547
0.740170
1.409801
-0.177558
-0.061232
-1.071605
0.677530
1.354012
1.432314
0.184162
0.113384
0.225873
0.084183
0.080558
1.239648
0.331424
-7.031656
4.720967
-0.111573
6.527989
6.241566
-2.109191
-0.760095
-0.864443
2.044301
0.0000
0.0000
0.9112
0.0000
0.0000
0.0349
0.4472
0.3873
0.0409
McFadden R-squared
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Restr. Deviance
LR statistic
Prob(LR statistic)
Obs with Dep=0
Obs with Dep=1
0.436694
0.500374
0.812074
0.880229
0.838656
796.9784
348.0359
0.000000
283
292
Mean dependent var
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
Deviance
Restr. log likelihood
Avg. log likelihood
Total obs
0.507826
0.359551
73.17089
-224.4713
448.9425
-398.4892
-0.390385
575
154
LAMPIRAN 7
Output Eviews untuk Dividend Payout Ratio
(Hasil Regresi)
Dependent Variable: DPR
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 13:03
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
-0.209354
1.840033
-0.176084
0.059785
-0.015134
-0.001795
5.748311
0.033249
-0.299404
-1.637870
-0.228002
0.677031
0.669320
0.235543
0.041638
0.028640
0.059484
9.732106
0.048396
0.149000
0.476814
1.684976
-0.309224
2.749106
-0.747566
1.435821
-0.528407
-0.030174
0.590654
0.687020
-2.009423
-3.435029
-0.135315
0.7582
0.0078
0.4575
0.1559
0.5990
0.9760
0.5568
0.4946
0.0487
0.0010
0.8928
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.354887
0.254088
0.157038
1.578298
38.37241
3.520743
0.000953
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.387111
0.181828
-0.729931
-0.390033
-0.594213
2.238932
(Normalitas)
10
Series: Residuals
Sample 1 75
Observations 75
8
6
4
2
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
-7.88e-17
0.006306
0.386265
-0.282497
0.146042
0.453321
3.143461
Jarque-Bera
Probability
2.633068
0.268063
0
-0.3
-0.2
-0.1
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
155
(Multikolinieritas)
ROA
ROA
1.000000
AGR
-0.030441
FIRM_SIZE 0.456731
MVABVA 0.624922
TRADING -0.184954
IS
-0.340829
SC
0.119240
LEV
-0.462412
FCF
0.687224
TAX_RATE -0.001968
AGR
-0.030441
1.000000
0.056355
0.276746
-0.080812
0.010377
-0.208833
0.262817
-0.120767
-0.342235
FIRM_SIZEMVABVA
0.456731 0.624922
0.056355 0.276746
1.000000 0.253197
0.253197 1.000000
-0.101140 -0.197736
-0.210986 -0.118763
0.263872 0.055773
0.238363 -0.297171
0.468795 0.322050
-0.105681 -0.133644
TRADING
-0.184954
-0.080812
-0.101140
-0.197736
1.000000
-0.097250
0.000146
0.122057
-0.071894
0.175379
IS
-0.340829
0.010377
-0.210986
-0.118763
-0.097250
1.000000
0.297457
0.221945
-0.309113
0.097540
SC
0.119240
-0.208833
0.263872
0.055773
0.000146
0.297457
1.000000
0.036587
0.085126
2.40E-17
LEV
-0.462412
0.262817
0.238363
-0.297171
0.122057
0.221945
0.036587
1.000000
-0.239114
-0.051802
FCF
0.687224
-0.120767
0.468795
0.322050
-0.071894
-0.309113
0.085126
-0.239114
1.000000
0.105001
TAX_RATE
-0.001968
-0.342235
-0.105681
-0.133644
0.175379
0.097540
2.40E-17
-0.051802
0.105001
1.000000
(Heterokedastisitas)
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS
1.865445
16.92690
13.20993
Prob. F(10,64)
Prob. Chi-Square(10)
Prob. Chi-Square(10)
0.0668
0.0760
0.2122
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 13:04
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
0.078731
0.086452
-0.098389
0.001085
-0.005095
0.002105
-0.224195
0.006688
0.035325
0.118280
-0.319235
0.126528
0.125087
0.044020
0.007782
0.005353
0.011117
1.818802
0.009045
0.027846
0.089110
0.314900
0.622243
0.691133
-2.235113
0.139427
-0.951896
0.189391
-0.123265
0.739443
1.268587
1.327350
-1.013768
0.5360
0.4920
0.0289
0.8896
0.3447
0.8504
0.9023
0.4623
0.2092
0.1891
0.3145
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.225692
0.104706
0.029348
0.055125
164.1663
1.865445
0.066837
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.021044
0.031017
-4.084436
-3.744537
-3.948718
1.936553
156
(Autokorelasi)
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
0.644305
1.527063
Prob. F(2,62)
Prob. Chi-Square(2)
0.5285
0.4660
Test Equation:
Dependent Variable: RESID
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 13:05
Sample: 1 75
Included observations: 75
Presample missing value lagged residuals set to zero.
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
RESID(-1)
RESID(-2)
0.032596
-0.175087
0.019445
-0.000642
0.004297
0.005638
0.075774
-0.007023
-0.050255
-0.015918
0.019003
-0.160780
-0.043156
0.694959
0.700891
0.241661
0.044708
0.029067
0.060924
9.789202
0.049064
0.168392
0.480453
1.694963
0.142945
0.150624
0.046903
-0.249806
0.080462
-0.014370
0.147845
0.092537
0.007741
-0.143137
-0.298442
-0.033131
0.011212
-1.124764
-0.286512
0.9627
0.8036
0.9361
0.9886
0.8829
0.9266
0.9938
0.8866
0.7664
0.9737
0.9911
0.2650
0.7754
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.020361
-0.169247
0.157918
1.546162
39.14382
0.107384
0.999918
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
-7.88E-17
0.146042
-0.697169
-0.295471
-0.536775
1.980208
157
LAMPIRAN 8
Output Eviews untuk Dividend Yield
(Hasil Regresi)
Dependent Variable: DY
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 17:21
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
0.074110
0.378427
-0.026632
-0.001892
-0.013701
-0.000823
0.174141
-0.013084
0.034003
-0.078653
-0.116186
0.042842
0.057896
0.010583
0.002608
0.001737
0.002934
0.165363
0.003831
0.008812
0.030822
0.101556
1.729843
6.536295
-2.516373
-0.725577
-7.888652
-0.280431
1.053087
-3.415428
3.858574
-2.551834
-1.144055
0.0885
0.0000
0.0144
0.4707
0.0000
0.7801
0.2963
0.0011
0.0003
0.0131
0.2569
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.595081
0.531813
0.009998
0.006397
244.9302
9.405649
0.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.034966
0.014612
-6.238139
-5.898241
-6.102422
2.070385
(Normalitas)
12
Series: Residuals
Sample 1 75
Observations 75
10
8
6
4
2
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
1.39e-17
0.000431
0.028787
-0.015660
0.009298
0.354682
3.158546
Jarque-Bera
Probability
1.651044
0.438006
0
-0.01
0.00
0.01
0.02
0.03
158
(Multikolinieritas)
ROA
ROA
1.000000
AGR
0.209960
FIRM_SIZE 0.567535
MVABVA 0.798912
TRADING -0.291766
IS
-0.516091
SC
0.303325
LEV
-0.522189
FCF
0.706811
TAX_RATE -0.075883
AGR
0.209960
1.000000
0.123247
0.279170
-0.182856
-0.128057
0.113093
-0.078964
0.024215
-0.237350
FIRM_SIZEMVABVA
0.567535 0.798912
0.123247 0.279170
1.000000 0.391317
0.391317 1.000000
-0.112749 -0.224769
0.022199 -0.327234
0.567961 0.070214
-0.039050 -0.439503
0.466876 0.434369
-0.084079 -0.152455
TRADING
-0.291766
-0.182856
-0.112749
-0.224769
1.000000
0.187999
0.032282
0.231118
-0.132288
0.048596
IS
-0.516091
-0.128057
0.022199
-0.327234
0.187999
1.000000
0.127757
0.626150
-0.420413
0.031190
SC
0.303325
0.113093
0.567961
0.070214
0.032282
0.127757
1.000000
0.228145
0.155603
-1.05E-16
LEV
-0.522189
-0.078964
-0.039050
-0.439503
0.231118
0.626150
0.228145
1.000000
-0.332302
0.032625
FCF
0.706811
0.024215
0.466876
0.434369
-0.132288
-0.420413
0.155603
-0.332302
1.000000
0.088141
TAX_RATE
-0.075883
-0.237350
-0.084079
-0.152455
0.048596
0.031190
-1.05E-16
0.032625
0.088141
1.000000
(Heterokedastisitas)
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS
0.785240
8.196388
6.441563
Prob. F(10,64)
Prob. Chi-Square(10)
Prob. Chi-Square(10)
0.6427
0.6097
0.7769
Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 17:17
Sample: 1 75
Included observations: 75
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
-0.000491
0.000466
-4.91E-05
3.74E-05
-1.87E-05
-5.05E-05
-0.001233
-8.91E-05
0.000185
-0.000216
0.000353
0.000549
0.000741
0.000136
3.34E-05
2.22E-05
3.76E-05
0.002118
4.91E-05
0.000113
0.000395
0.001301
-0.895697
0.628945
-0.361967
1.119936
-0.840685
-1.344519
-0.582233
-1.815787
1.639632
-0.547766
0.271259
0.3738
0.5316
0.7186
0.2669
0.4037
0.1835
0.5625
0.0741
0.1060
0.5858
0.7871
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.109285
-0.029889
0.000128
1.05E-06
571.7669
0.785240
0.642663
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
8.53E-05
0.000126
-14.95379
-14.61389
-14.81807
1.994730
159
(Autokorelasi)
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
0.157851
0.379963
Prob. F(2,62)
Prob. Chi-Square(2)
0.8543
0.8270
Test Equation:
Dependent Variable: RESID
Method: Least Squares
Date: 04/29/15 Time: 17:18
Sample: 1 75
Included observations: 75
Presample missing value lagged residuals set to zero.
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA
AGR
FIRM_SIZE
MVABVA
TRADING
IS
SC
LEV
FCF
TAX_RATE
RESID(-1)
RESID(-2)
-0.000339
0.000677
0.000808
7.74E-05
-7.11E-05
0.000208
0.017581
9.44E-05
-0.001564
0.001982
-0.001705
-0.041836
0.064566
0.043478
0.058775
0.011093
0.002647
0.001821
0.002996
0.171356
0.003888
0.009360
0.031558
0.103091
0.138425
0.137747
-0.007790
0.011512
0.072844
0.029235
-0.039033
0.069410
0.102598
0.024291
-0.167111
0.062797
-0.016542
-0.302227
0.468725
0.9938
0.9909
0.9422
0.9768
0.9690
0.9449
0.9186
0.9807
0.8678
0.9501
0.9869
0.7635
0.6409
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.005066
-0.187502
0.010132
0.006365
245.1207
0.026308
1.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
1.39E-17
0.009298
-6.189885
-5.788187
-6.029491
1.961133
160
Download