SKRIPSI APLIKASI PENGENALAN TANAMAN OBAT KELUARGA

advertisement
SKRIPSI
APLIKASI PENGENALAN TANAMAN OBAT KELUARGA
BERBASIS ANDROID
Medicinal Plant Introduction Application Based On Android
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Teknik Informatika
Disusun Oleh:
Nama
: Maulana Ardian Hanifuddin
NIM
: A11.2012.06752
Program Studi
: Teknik Informatika - S1
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2017
i
PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR
Nama
: Maulana Ardian Hanifuddin
NIM
: A11.2012.06752
Program Studi
: Teknik Informatika
Fakultas
: Ilmu Komputer
Judul Tugas Akhir
: Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Berbasis
Android
Tugas Akhir ini telah diperiksa dan disetujui,
Semarang, 1 Februari 2017
Menyetujui:
Pembimbing
Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Komputer
Nova Rijati, SSi M.Kom
Dr Drs Abdul Syukur,MM
ii
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI
Nama
: Maulana Ardian Hanifuddin
NIM
: A11.2012.06752
Program Studi
: Teknik Informatika
Fakultas
: Ilmu Komputer
Judul Tugas Akhir
: Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Berbasis
Android
Tugas Akhir ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji pada
Sidang tugas akhir tanggal 1 Februari 2017. Menurut pandangan kami, tugas akhir
ini memadai dari segi kualitas maupun kuantitas untuk tujuan penganugrahan
gelar Sarjana Komputer (S.Kom)
Semarang, 1 Februari 2017
Dewan Penguji :
Ayu Pertiwi, S.Kom, MT
Heru Lestiawan, M.Kom
Anggota I
Anggota II
Slamet Sudaryanto N., ST, M.Kom
Ketua Penguji
iii
PERNYATAAN
KEASLIAN TUGAS AKHIR
Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah ini,
saya :
Nama : Maulana Ardian Hanifuddin
NIM
: A11.2012.06752
Menyatakan bahwa karya ilmiah saya yang berjudul :
“Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Berbasis Android” merupakan
karya asli saya (kecuali cuplikan dan ringkasan yang masing-masing telah saya
jelaskan sumbernya dan perangkat pendukung lainnya. Apabila di kemudian hari,
karya saya disinyalir bukan merupakan karya asli saya, yang disertai dengan buktibukti yang cukup, maka saya bersedia untuk dibatalkan gelar saya beserta hak dan
kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Demikian surat pernyataan ini saya buat
dengan sebenarnya.
Dibuat di : Semarang
Pada tanggal : 1 Februari 2017
Yang menyatakan
(Maulana Ardian Hanifuddin)
iv
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah
ini, saya :
Nama : Maulana Ardian Hanifuddin
NIM : A11.2012.06752
demi mengembangkan Ilmu Pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Universitas Dian Nuswantoro Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive
Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :
“Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Berbasis Android” beserta
perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif
ini Universitas Dian Nuswantoro berhak untuk menyimpan, mengcopy ulang
(memperbanyak), menggunakan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data
(database), mendistribusikannya, dan menampilkan/mempublikasikannya di
internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin
dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta.
Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak
Universitas Dian Nuswantoro, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas
pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Semarang
Pada tanggal : 1 Februari 2017
Yang menyatakan
(Maulana Ardian Hanifuddin)
v
UCAPAN TERIMA KASIH
Assalamualaikum, Wr, Wb.
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada penulis sehingga laporan tugas akhir dengan judul
“Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Berbasis Android” dapat penulis
selesaikan sesuai dengan rencana karena dukungan dari berbagai pihak yang tidak
ternilai besarnya. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Dr.Ir. Edi Noersasongko,M.Kom, selaku Rektor Universitas Dian Nuswantoro
Semarang.
2. Dr. Drs. Abdul Syukur, MM selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas
Dian Nuswantoro Semarang.
3. Heru Agus Santoso, Ph.D selaku Ka.Progdi Teknik Informartika Universitas
Dian Nuswantoro Semarang
4.De Rosal Ignatius Moses Setiadi, M.Kom, selaku Koordinator Tugas Akhir
Program Studi Teknik Informatika S-1 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian
Nuswantoro Semarang.
5.Nova Rijati,Ssi M.Kom, selaku pembimbing tugas akhir yang memberikan ide
penelitian, memberikan informasi referensi yang penulis butuhkan dan bimbingan
yang berkaitan dengan penelitian penulis.
6. Dosen-dosen pengampu di Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika
Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang telah memberikan ilmu dan
pengalamanya masing-masing, sehingga penulis dapat mengimplementasikan
ilmu yang telah disampaikan.
7. Terutama kepada Ibu saya Dra Sri Mukti , Bapak Alm. Abdul Jamil yang selalu
memberikan doa, dan semangat.Maafkan anakmu yang terlalu lama dalam
menyelesaikan Tugas Akhir ini.
8. Kakakku Maulana Ahsan S.Kom yang telah memberi semangat dalam
menyelesaikan tugas akhir ini.
9. Prisilia Angel Tantri S.E yang selalu ada memberikan motivasi dan semangat
untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
10. Semua Sahabatku terima kasih atas dukungan kalian.
11. Dan semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan
satu-persatu, terima kasih untuk doa dan bantuannya.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini
jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun guna
vi
perbaikan di masa yang akan datang akan penulis terima dengan senang hati
beserta ucapan terima kasih.
Akhirnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
Semarang, 1 Februari 2017
(Penulis)
vii
ABSTRACT
Today the application of information systems in everyday life are needed for
development of useful technology to obtain information more quickly and
accurately. Information systems that support our daily activities are now one of
them is a smartphone that uses Android-based applications. The fact is that with
the help of drugs of natural origin ingredients, people can overcome health
problems that it faces. This suggests that drugs derived from plant sources,
especially natural materials have demonstrated a role in the administration of
public health efforts. Medicinal plants are so called because the plant useful as a
drug believed to meet family needs will be drugs. All information on the many
medicinal plants is recorded in a book so that the use of everyday people tend to
no time to look for in the book about the benefits because it looks to be very
simple so that less attract people to read. Application medicinal plants can be
implemented on a smartphone based on Android because of smartphones and
gadgets based on Android is a communication device and multimedia are the most
widely used by today's society, and therefore the application of these applications
can provide benefits and knowledge about the benefits of medicinal plants.
Keywords: android app, Family Medicinal Plants
xvi + 53 pages , 35 pictures , 9 tables
List of References : 10 (2009-2013)
viii
ABSTRAK
Dewasa ini penerapan sistem informasi pada kehidupan sehari-hari sangat
dibutuhkan karena perkembangan teknologi bermanfaat untuk memperoleh
informasi yang lebih cepat dan akurat. Sistem informasi yang mendukung
aktivitas kita sehari-hari saat ini salah satunya adalah smartphone yang
mengunakan aplikasi berbasis Android. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan
bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi
masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa obat
yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan
peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat.Tanaman
obat keluarga disebut demikian karena tanaman tersebut bermanfaat sebagai obat
yang berkhasiat untuk memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Semua
keterangan mengenai tanaman obat banyak dicatat dalam suatu buku, sehingga
dalam penggunaannya sehari-hari masyarakat cenderung tidak ada waktu untuk
mencari di dalam buku tentang manfaat karena tampilannya yang masih sangat
sederhana sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk membaca. Aplikasi
tanaman obat keluarga dapat di terapkan pada smartphone berbasis android
dikarenakan smartphone maupun gadget berbasis android merupakan perangkat
komunikasi dan multimedia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat saat
ini, maka dari itu dalam penerapannya aplikasi ini dapat memberikan manfaat
serta pengetahuan mengenai manfaat dari tanaman obat keluarga .
Kata kunci : Aplikasi android, Tanaman Obat Keluarga,
xvi + 53 halaman , 35 gambar , 9 tabel
Daftar acuan: 10 (2009-2013)
ix
DAFTAR ISI
PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR ........................................................... ii
PENGESAHAN DEWAN PENGUJI .......................................................................... iii
PERNYATAAN ............................................................................................................iv
KEASLIAN TUGAS AKHIR .......................................................................................iv
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........................... v
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...................................................................... v
UCAPAN TERIMA KASIH .........................................................................................vi
ABSTRACT ............................................................................................................... viii
ABSTRAK ....................................................................................................................ix
DAFTAR ISI .................................................................................................................. x
DAFTAR TABEL .......................................................................................................xiv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... xv
PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................................................... 3
1.3 Batasan Masalah............................................................................................ 3
1.4 Tujuan Tugas Akhir ...................................................................................... 4
1.5 Manfaat Tugas Akhir ................................................................................... 4
BAB II ............................................................................................................................ 5
TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................ 5
2.1 Penelitian Terkait .......................................................................................... 5
x
2.2 Pengertian Tanaman Obat Keluarga ............................................................. 6
2.3 Aneka Jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ............................................ 7
2.4 Android ......................................................................................................... 8
2.4.1 Arsitektur Android ................................................................................. 9
2.4.2
Fitur - Fitur Android ........................................................................ 10
2.5
Java SE Development Kit....................................................................... 11
2.6
Android Software Development Kit (SDK) ........................................... 11
2.7
Java Eclipse ............................................................................................ 12
2.8
Metode Pengembangan Sistem (Prototype) ........................................... 14
2.9 Analisa dan Perancangan Sistem ................................................................ 15
2.10 Alat Bantu Pengembangan Sistem ............................................................ 15
2.11 Metode Pengujian Sistem Black Box ........................................................ 18
BAB III ........................................................................................................................ 21
METODE PENELITIAN ............................................................................................. 21
3.1 Obyek Penelitian ......................................................................................... 21
3.2 Sumber Data ................................................................................................ 21
3.4 Metode PengembanganSistem .................................................................... 22
3.5 Kerangka Pikir ............................................................................................ 24
BAB IV ........................................................................................................................ 25
RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI .................................................... 25
4.1
Perencanaan ........................................................................................ 25
4.2
Analisa Perancangan Sistem .................................................................... 25
4.2.1
Analisa Kebutuhan Data ................................................................. 25
4.2.2
Analisa Kebutuhan User ................................................................. 25
4.2.3
Kebutuhan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras ......................... 25
xi
4.3 Perancangan Sistem .................................................................................... 26
4.4 Tujuan Perancangan Sistem ........................................................................ 26
4.4.1 Gambaran Umum Aplikasi Yang Dibangun ........................................ 26
4.4.2
Perancangan Prosedur Aplikasi ...................................................... 27
4.4.3
UML ................................................................................................ 27
4.5
Desain Antar Muka Program .................................................................. 33
4.5.1
Perancangan Halaman Pembuka ..................................................... 33
4.5.2
Perancangan Halaman Main Menu ................................................. 34
4.5.3
Perancangan Halaman Menu Toga ................................................. 34
4.5.4
Perancangan Halaman Menu Tips Video Tentang Toga ................ 35
4.5.5
Perancangan Halaman Bantuan ...................................................... 35
4.5.6
Perancangan Halaman Tentang Aplikasi ........................................ 36
BAB V.......................................................................................................................... 37
PENGUJIAN ................................................................................................................ 37
5.1 Implementasi Halaman Pembuka ................................................................ 37
5.2 Implementasi Menu Utama ........................................................................ 37
5.3
Implementasi Halaman Toga .................................................................. 38
5.3.4 Implementasi Halaman Jenis Toga Belimbing .................................... 40
5.3.5 Implementasi Halaman Jenis Tanaman Beluntas ................................. 41
5.4 Implementasi Halaman Video Jenis Jenis Toga.......................................... 42
5.4.1
Halaman Implementasi Video Cara Menanam Tanaman Obat....... 43
5.4.2
Halaman Implementasi Video Cara Tanam Hidroponik ................. 44
5.5
Halaman Implementasi Tentang Aplikasi .............................................. 45
5.6
Halaman Implementasi Bantuan ............................................................ 45
5.7
Pengujian Sistem .................................................................................... 46
xii
5.7.1
Pengujian White Box ....................................................................... 46
5.7.2
Pengujian Black Box ....................................................................... 49
5.8
Pemeliharaan Program ........................................................................... 50
BAB VI ....................................................................................................................... 51
PENUTUP .................................................................................................................... 51
6.1 Simpulan ..................................................................................................... 51
6.2 Saran ............................................................................................................ 51
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 52
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Use Case Diagram ............................................................................... 16
Tabel 2. 2 Komponen Class Diagram .................................................................. 16
Tabel 2. 3 Komponen Sequence Diagram ............................................................ 17
Tabel 2. 4 Komponen Activity diagram ................................................................ 18
Tabel 4. 1 Use Case Scenario Melihat Konten Toga ............................................ 28
Tabel 4. 2 Use Case Scenario Melihat Tips Toga ................................................ 28
Tabel 4. 3 Use Case Scenario Melihat Bantuan ................................................... 28
Tabel 4. 4 Use Case Scenario Melihat Tentang Aplikasi...................................... 29
Tabel 5. 1 Hasil Pengujian Black Box ................................................................... 49
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Android Virtual Device. ................................................................... 11
Gambar 2. 2 Form Menu Eclipse .......................................................................... 13
Gambar 2. 3 Ruang Kerja Eclipse ......................................................................... 14
Gambar 2. 4 Model Prototype [10] ....................................................................... 14
Gambar 4. 1 Use Case Diagram. .......................................................................... 27
Gambar 4. 2 Class Diagram.................................................................................. 29
Gambar 4. 3 Sequence Diagram Melihat Toga ..................................................... 30
Gambar 4. 4 Sequence Diagram Melihat Tips Toga............................................. 30
Gambar 4. 5 Sequence Diagram Melihat Bantuan................................................ 31
Gambar 4. 6 Sequence Diagram Melihat Tentang. ............................................... 31
Gambar 4. 7 Activity Diagram Melihat Toga ....................................................... 32
Gambar 4. 8 Activity Diagram Melihat Tips Toga ............................................... 32
Gambar 4. 9 Activity Diagram Melihat Bantuan .................................................. 33
Gambar 4. 10 Activity Diagram Tentang Aplikasi. .............................................. 33
Gambar 4. 11 Perancangan Halaman Splash Screen. ........................................... 33
Gambar 4. 12 Perancangan Halaman Main Menu. ............................................... 34
Gambar 4. 13 Perancangan Halaman Menu Toga ................................................ 34
Gambar 4. 14 Perancangan Halaman Menu Tips Toga ........................................ 35
Gambar 4. 15 Perancangan Halaman Menu Bantuan. .......................................... 35
Gambar 4. 16 Perancangan Halaman Menu Tentang Aplikasi. ............................ 36
Gambar 5. 1 Tampilan Halaman Pembuka. .......................................................... 37
Gambar 5. 2 Tampilan Halaman Menu Utama ..................................................... 37
Gambar 5. 3 Tampilan Halaman Toga .................................................................. 38
Gambar 5. 4 Jenis dan informasi tentang tanaman obat ades ............................... 39
Gambar 5. 5 Tampilan Jenis Toga Ajeran ............................................................ 39
Gambar 5. 6 Tampilan Jenis Tanaman Bayam Duri ............................................. 40
Gambar 5. 7 Tampilan Jenis Tanaman Obat Belimbing ....................................... 40
Gambar 5. 8 Tampilan Jenis Tanaman Obat Beluntas. ......................................... 41
Gambar 5. 9 Tampilan Video Jenis Toga. ............................................................ 42
xv
Gambar 5. 10 Halaman Implementasi Video cara menanam tanaman obat ......... 43
Gambar 5. 11Halaman Video Cara Menanam Hidroponik ................................... 44
Gambar 5. 12 Halaman Implementasi Tentang..................................................... 45
Gambar 5. 13 Halaman Implementasi Bantuan .................................................... 45
Gambar 5. 14 Bagan Alir Menu Utama ................................................................ 46
Gambar 5. 15 Flow Graph Proses Menu Utama. .................................................. 48
xvi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin tinggi akan
mendorong manusia untuk mencari kemudahan dalam mendapatkan informasi
yang cepat, tepat, dan akurat. Teknologi informasi mempunyai pengaruh yang
besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat karena sudah merupakan
bagian dari kehidupan masyarakat, dunia pendidikan, pemerintahan, bisnis dan
usaha sampai kesehatan dan kebutuhan harian masyarakat selalu membutuhkan
keberadaan informasi.
Dewasa ini penerapan sistem informasi pada kehidupan sehari-hari sangat
dibutuhkan karena perkembangan teknologi bermanfaat untuk memperoleh
informasi yang lebih cepat dan akurat. Sistem informasi yang mendukung
aktivitas kita sehari-hari saat ini salah satunya adalah smartphone yang
mengunakan aplikasi berbasis Android.
Sejak terciptanya manusia di bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya
mulai dari sejak itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya
untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupannya, termasuk keperluan obatobatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan. Kenyataan menunjukkan
bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat
mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan
bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah
memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan
masyarakat. Tanaman obat keluarga disebut demikian karena tanaman tersebut
bermanfaat sebagai obat yang berkhasiat untuk memenuhi keperluan keluarga
akan obat-obatan. Kebun tanaman obat dapat disalurkan kepada masyarakat,
ataupun hanya digunakan untuk keperluan pribadi.[3]
Khususnya di Indonesia, tanaman obat keluarga atau dikenal dengan apotik
hidup merupakan tanaman yang ditanam pada area di sekeliling rumah, halaman
1
2
rumah, ditempatkan dalam pot atau ditanam pada kebun yang luasnya berukuran
kecil. Hal tersebut ditunjukan oleh berbagai penemuan salah satunya adalah kitab
lontar yang berisi tentang berbagai ilmu pengobatan yang sudah dilakukan oleh
orang terdahulu. Semua keterangan mengenai tanaman obat banyak dicatat dalam
suatu buku, sehingga dalam penggunaannya sehari-hari masyarakat cenderung
tidak ada waktu untuk mencari di dalam buku tentang manfaat TOGA karena
tampilannya yang masih sangat sederhana sehingga kurang menarik minat
masyarakat untuk membaca. Permasalahan lain yang terjadi adalah apabila ada
penyakit yang membutuhkan pertolongan awal sulit mencari keterangan tentang
tanaman dan apa saja manfaat yang dibutuhkan tersebut. Serta kurangnya sarana
promosi atau pengenalan TOGA pada masyarakat dimana hal ini sangat penting
untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan biaya yang murah. [4]
Banyak masyarakat beranggapan bahwa dengan menggunakan obat yang
berbahan kimia lebih cepat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.Padahal
obat berbahan kimia tentunya akan memiliki efek bagi penggunanya. Dengan
mengenal TOGA, masyarakat akan lebih mudah mengobati penyakit, menjaga
kesehatan dan terhindar dari efek buruk obat kimia tersebut. Menanam TOGA
dapat membantu melestarikan lingkungan tempat tinggal.
Kebijakan Departemen Kesehatan RI tentang pengobatan tradisional seperti
yang tercantum dalam UU No 23 tahun 1992 pasal 47 tentang pengobatan
tradisional
dan
dalam
Kepmenkes
No
1076/SK
/VII/2003
tentang
penyelenggaraan pengobatan tradisional yang menggunakan tanaman obatobatan. Serta
adanya
Program
Pemerintah Kabupaten yaitu
Gerakan
Pembangunan Desa Mandiri (Gerbang Dema) salah satu pilarnya adalah
memprioritaskan pembangunan yaitu peningkatan pertanian secara luas dan usaha
pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan tanaman obat keluarga melalui
kelompok ibu-ibu Dasa Wisma, PKK di tingkat ibu-ibu rumah tangga dan
dikelola oleh masing-masing desa, salah satu program desa yang dikembangkan
oleh ibu-ibu PKK adalah tanaman obat keluarga .
Aplikasi tanaman obat keluarga dapat di terapkan pada smartphone berbasis
android dikarenakan smartphone maupun gadget berbasis android merupakan
3
perangkat komunikasi dan multimedia yang paling banyak digunakan oleh
masyarakat saat ini, maka dari itu dalam penerapannya aplikasi ini dapat
memberikan manfaat serta pengetahuan mengenai manfaat dari tanaman obat
keluarga .
Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dibangun aplikasi berbasis
Android yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai media
promosi dan pengenalan tanaman obat keluarga .
Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut
menjadi laporan Tugas Akhir dengan judul “Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat
Keluarga Berbasis Android”
1.2 Perumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang tersebut penulis dapat merumuskan
permasalahan yaitu bagaimana merancang aplikasi berbasis android meliputi
tentang pengenalan macam-macam tanaman obat serta sebagai sarana promosi
agar setiap keluarga memiliki apotek hidup dan kesehatan masyarakat semakin
meningkat.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam melaksanakan dan menyusun penulisan tugas
akhir ini adalah:
1. Data yang digunakan hanya sebatas data tanaman obat herbal dalam
lingkungan masyarakat.
2. Sebagai sarana promosi data yang digunakan antara lain jenis tanaman obat,
dan manfaatnya.
3. Aplikasi ini dibuat dengan pemrograman Java Eclipse yang di bundle oleh
Android Development Tools.
4. Aplikasi ini menyajikan gambar dan video mengenai tanaman obat keluarga
(TOGA).
4
1.4 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi pengenalan tanaman
obat keluarga (Toga) berbasis Android yang dapat digunakan oleh semua pihak
masyarakat serta sebagai sarana promosi agar setiap keluarga memiliki apotek
hidup dan kesehatan masyarakat semakin meningkat.
1.5 Manfaat Tugas Akhir
1.5.1 Bagi Pengguna
Dapat membantu dalam mempelajari dan mengembangkan tanaman
sekitar lingkungan sebagai tanaman obat bagi keluarga.
1.5.2 Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan media belajar memecahkan masalah secara
ilmiah dan memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan disiplin
ilmu yang diperoleh dibangku kuliah.
1.5.3 Bagi Akademik
Sebagai tolok ukur atas keberhasilan akademis dalam mendidik dan
memberikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk referensi pustaka
bagi mereka yang ingin mempelajari apa yang telah diterapkan pada
tugas akhir ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terkait
Ada beberapa penelitian terkait, diantaranya adalah Aplikasi Pengenalan
Hidroponik Berbasis Android[1]. Penelitian ini yang disusun oleh Ika Ratna I.A
program studi Teknik Informatikadi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Tahun
2013. Menyatakan bahwa Teknologi mobile merupakan teknologi yang
berkembang dengan pesat pada era globalisasi saat ini yang tidak bisa lepas dari
kehidupan manusia, termasuk berkembangnya smartphone dengan berbagai
sistem operasi. Salah satu sistem operasi yang banyak digunakan adalah Android.
Kelebihan Android dari sistem operasinya adalah tampilan yang menarik dan
mudah digunakan untuk semua golongan. Salah satunya memberikan pengetahuan
masyarakat mengenai hidroponik, karena banyak masyarakat kebanyakan masih
menggunakan sistem konvensional (media tanah). Padahal jika menanam dengan
cara hidroponik, sayuran akan memiliki kualitas yang jauh lebih bagus dan lebih
bersih karena tidak tersentuh dengan tanah. Begitupun dengan gangguan hama
yang bisa terkontrol.
Aplikasi Mobile Untuk Identifikasi Tumbuhan Obat Menggunakan Local
Binary Pattern Dengan Klasifikasi Probabilistic Neural Network [2]. Penelitian
ini disusun oleh Pauzi Ibrahim Nainggolan, mahasiswa Departemen Ilmu
Komputer, Fakultas Matematika dan IPA, Institut Pertanian Bogor Tahun 2013.
Menyatakan bahwa Penelitian ini mengusulkan aplikasi mobile untuk identifikasi
tumbuhan obat. Local Binary Pattern (LBP) digunakan untuk mengekstraksi fiturfitur dari gambar dan Probabilistic Neural Network (PNN) digunakan untuk
klasifikasi tumbuhan obat pada perangkat mobile.Tujuan dari penelitian ini adalah
mengimplementasikan teknik identifikasi tumbuhan obat pada aplikasi mobile
yang berbasis sistem operasi Android. Data yang digunakan adalah foto tumbuhan
obat dari Kebun Raya Bogor.
5
6
2.2 Pengertian Tanaman Obat Keluarga
Toga ialah tanaman Obat Keluarga, dahulu disebut sebagai “Apotik
Hidup”. Dalam pekarangan atau halaman rumah di tanam beberapa tanaman obat
yang digunakan secara empirik oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit atau
keluhan- keluhan yang dideritanya. Beberapa tanaman obat telah dibuktikan efek
farmakologinya pada hewan dan beberapa tanaman telah dilakukan uji klinik.
Hingga sekarang, pengobatan tradisional masih diakui keberadaannya dikalangan
masyarakat luas. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus membina
dan mengembangkannya. Salah satu pengobatan tradisional yang sedang trend
saat ini adalah ramuan tanaman obat secara empirik, ramuan tradisional dengan
tanaman obat paling banyak digunakan oleh masyarakat. Penggunaan ramuan
tradisonal tidak hanya untuk menyembuhkan suatu penyakit, tetapi juga untuk
menjaga dan memulihkan kesehatan [3].
TOGA adalah singkatan dari tanaman obat keluarga, yaitu berbagai jenis
tanaman yang dibudidayakan baik di halaman, pekarangan rumah, ladang atau di
kebun. Tanaman tersebut sebagai Apotek Hidup yang dapat memenuhi keperluan
keluarga akan obat-obatan. Jenis tanaman yang dibudidayakan sebagai TOGA
adalah tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah diserang
hama penyakit, bibitnya mudah didapat, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis
tanaman terlarang dan berbahaya/beracun. Pemanfaatan TOGA lazimnya untuk
pengobatan gangguan kesehatan keluarga menurut gejala-gejala umum seperti
demam panas, batuk, sakit perut, gatal-gatal [3].
Penggunaan tanaman obat tradisional hingga sekarang masih sangat
minim, untuk digunakan sendiri oleh masyarakat, yakni untuk “self medication”.
Selain itu, juga dalam pembuatan jamu yang dibuat oleh industri rumah tangga.
Pemerintahan telah menggalakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang telah
dimasyarakatkan oleh Lembaga Tanaman Obat Keluarga dan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) dalam hal ini antara lain oleh PKK yang sekaligus berfungsi
menghijaukan lingkungan atau melestarikan sumber daya hayati [4].
7
2.3 Aneka Jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Berikut ini adalah aneka jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai
obat alami, sangat cocok ditanam di pekarangan atau halaman rumah sebagai
persediaan dalam menjaga kesehatan keluarga. Beberapa jenis tanaman obat
keluarga antara lain : [4]
1.
Kunyit
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat
tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit
tumbuh subur dan liar disekitar hutan / bekas kebun. Diperkirakan berasal
dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan
bahwa kunyit berasal dari India. Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan
sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan,
mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan.
Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti
inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan
menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih
darah.
2.
Jahe
Jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai
gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe
disebut-sebut
berguna
sebagai
komponen
bioaktif
antipenuaan.
Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak / membran
dari oksidasi, menghambat oksidasi kolesterol, dan meningkatkan
kekebalan tubuh.
3.
Beluntas
Beluntas merupakan tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang
banyak, dengan tinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat
bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau
kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat serta panjang daun 3,86,4 cm. Daun beluntas digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bau
badan, obat turun panas, obat batuk, dan obat diare. Daun beluntas yang
8
telah direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit. Disamping itu daun
beluntas juga sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan.
4.
Daun Dewa
Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian
0-1.000 meter di atas permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai
50 cm. Daunnya tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur
berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan warna
putih. Efek farmakologis daun dewa adalah mencairkan bekuan darah,
stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan
membersihkan racun.
5.
Jeruk Nipis
Jeruk nipis punya banyak manfaat. Selain menjadi minuman yang
menyegarkan, buah yang sudah dikonsumsi ribuan tahun yang lalu ini juga
bisa mencegah daan menyembuhkan berbagai macam penyakit.Jeruk nipis
dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak
teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau
badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu,
demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing
terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
2.4 Android
Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dipergunakan sebagai
pengelola sumber daya perangkat keras, baik untuk ponsel, smartphone dan juga
PC tablet. Secara umum Android adalah platform yang terbuka (Open Source)
bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk
digunakan oleh berbagai piranti bergerak.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang
dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia
ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.
Semenjak kehadirannya pada 9 Maret 2009, Android telah hadir dengan versi 1.1,
yaitu sistem operasi yang sudah dilengkapi dengan pembaruan estetis pada
9
apalikasinya, seperti jam alarm, voice search, pengiriman pesan dengan Gmail,
dan pemberitahuan email.[7].
2.4.1 Arsitektur Android
Android dibangun dengan menggunakan asas object oriented, dimana
elemen-elemen penyusun sistem operasinya berupa objek yang dapat kita gunakan
kembali/reusable. Agar bisa membuat aplikasi dengan baik, tentunya kita harus
mengetahui arsitektur OS Android beserta elemen elemennya.
1. Layer Applications dan Widget
Inilah layer pertama pada OS Android, biasa dinamakan layer
Applications dan Widget. Layer ini merupakan layer yang berhubungan
dengan aplikasi-aplikasi inti yang berjalan pada Android OS. Seperti klien
email, program SMS, kalender, browser, peta, kontak, dan lain-lain. Semua
aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa Java.
2. Layer Applications Framework
Applications Framework merupakan layer dimana para pembuat aplikasi
menggunakan komponen-komponen yang ada di sini untuk membuat aplikasi
mereka. Beberapa contoh komponen yang termasuk di dalam Applications
Framework adalah sebagai berikut:
a. Views
b. Content Provider
c. Resource Manager
d. Notification Manager
3. Layer Libraries
Libraries merupakan layer tempat fitur-fitur android berada. Pada
umumnya libraries diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa library
yang terdapat pada android diantaranya adalah libraries Media untuk memutar
media video atau audio, libraries untuk menjalankan tampilan, libraries
10
Graphic, libraries SQLite untuk dukungan database, dan masih banyak
library lainnya.
4. Android RunTime
Android RunTime merupakan layer yang membuat aplikasi android bisa
dijalankan. Android RunTime dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Core Libraries : berfungsi untuk menerjemahkan bahasa Java/C
b. Dalvik Virtual Machine : sebuah mesin virtual berbasis register yang
dioptimalkan untuk menjalankan fungsi-fungsi pada android secara
efisien.
5. Linux Kernel
Linux Kernel merupakan layer tempat keberadaan inti dari operating
system android. Layer ini berisi file-file system yang mengatur system
processing, memory, resource, drivers, dan sistem android lainnya. Inilah
yang membuat file sistem pada android mirip dengan file sistem pada sistem
operasi berbasis Linux. Kernel yang digunakan adalah kernel Linux versi 2.6,
dan versi 3.x pada android versi 4.0 ke atas. Kernel ini berbasis monolithic.[7].
2.4.2
Fitur - Fitur Android
Menurut Nikodemus (2013), Android adalah sebuah sistem operasi mobile
open source dan dapat dimanufaktur untuk dikustomisasi sehingga tidak ada
konfigurasi yang pasti mengenai software dan hardware-nya. Akan tetapi, secara
garis besar android sendiri mendukung fitur – fitur berikut ini:
a. Storage: Mendukung SQL Lite. SQL Lite adalah sebuah databaserelational
lite (versi ringan) yang digunakan untuk penyimpanan data.
b. Konektivitas : Mendukung koneksi GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EVDO,
UMTS, Bluetooth, Wifi, LTE, dan Wimax.
c. Messaging : Mendukung SMS dan MMS.
d. Web Browser : Web browser yang digunakan adalah browser berbasis open
source Webkit, dengan engine java script Chrome V8.
e. Media Support : Dukungan media meliputi file media bertipe: H.263, H.264
(dalam bentuk 3GP atau MP4 container).
11
f. Dukungan Hardware : Sensor accelerometer, Camera, Kompas digital, sensor
proximity, dan GPS (Global Positioning System).
g. Multi Touch: Mendukung layar dengan dukungan multi touch.
h. Multitasking : Kemampuan untuk melaksanakan tugas secara bersamaan.
i. Flash: Mendukung animasi flash.
j. Tethering : Mendukung berbagi koneksi internet.[8]
2.5
Java SE Development Kit
Merupakan Bundle kit untuk men-developt aplikasi yang dibuat. Java
Platfrom
merupakan
dasar
dari
pemrograman
android,
karena
bahasa
pemrograman asli untuk android adalah java.
2.6
Android Software Development Kit (SDK)
SDK Android berisi debugger, library, emulator, dokumentasi, contoh
kode program dan tutorial. SDK android adalah mesin utama untuk
mengembangkan aplikasi android. [11]
Gambar 2. 1 Android Virtual Device.
12
2.7
Java Eclipse
Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk
mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform
(platform-independent). Berikut ini adalah sifat dari Eclipse:
a. Multi-platform: Target sistem operasi Eclipse adalah Microsoft Windows,
Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac OS X.
b. Mulit-language: Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java,
akan
tetapi
Eclipse
mendukung
pengembangan
aplikasi
berbasis
bahasapemrograman lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan
lain sebagainya.
c. Multi-role: Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun bisa
digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak,
seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan lain
sebagainya.
Eclipse pada saat ini merupakan salah satu IDE favorit dikarenakan gratis
dan open source, yang berarti setiap orang boleh melihat kode pemrograman
perangkat lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer
adalah kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan
komponen yang dinamakan plug-in.
Arsitektur Eclipse Sejak versi 3.0, Eclipse pada dasarnya merupakan
sebuah kernel, yang mengangkat plug-in. Apa yang dapat digunakan di dalam
Eclipse sebenarnya adalah fungsi dari plug-in yang sudah diinstal. Ini merupakan
basis dari Eclipse yang dinamakan Rich Client Platform (RCP). Berikut ini adalah
komponen yang membentuk RCP:
a. Core platform
b. OSGi
c. SWT (Standard Widget Toolkit)
d. JFace
e. Eclipse Workbench
13
Secara standar Eclipse selalu dilengkapi dengan JDT (Java Development
Tools), plug-in yang membuat Eclipse kompatibel untuk mengembangkan
program
Java,
dan
PDE
(Plug-in
Development
Environment)
untuk
mengembangkan plug-in baru. Eclipse beserta plug-in-nya diimplementasikan
dalam bahasa pemrograman Java. Konsep Eclipse adalah IDE yang terbuka
(open), mudah diperluas (extensible) untuk apa saja, dan tidak untuk sesuatu yang
spesifik. Jadi, Eclipse tidak saja untuk mengembangkan program Java, akan tetapi
dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, cukup dengan menginstal
plug-in yang dibutuhkan. Apabila ingin mengembangkan program C/C++ terdapat
plug-in CDT (C/C++ Development Tools). Selain itu, pengembangan secara
visual bukan hal yang tidak mungkin oleh Eclipse, plug-in UML2 tersedia untuk
membuat diagram UML. Dengan menggunakan PDE setiap orang bisa membuat
plug-in sesuai dengan keinginannya. [7]
Gambar 2. 2 Form Menu Eclipse
14
Gambar 2. 3 Ruang Kerja Eclipse
2.8
Metode Pengembangan Sistem (Prototype)
Prototype adalah suatu mekanisme untuk mengidentifikasi kebutuhan
dari perangkat lunak yang akan dihasilkan. Terkadang klien hanya memberikan
beberapa kebutuhan umum software tanpa detail input, proses atau detail output.
Di lain waktu mungkin dimana tim developer tidak yakin terhadap efisiensi dari
algoritma yang digunakan, tingkat adaptasi terhadap sistem operasi atau
rancangan form user interface. [10]
Gambar 2. 4 Model Prototype [10]
15
2.9 Analisa dan Perancangan Sistem
1. Communication
Developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan
yang diinginkan dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan
berikutnya.
2. Quick Plan
Perancangan dilakukan cepat dan mewakili semua aspek software yang
diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.
3. Modelling Quick Design
Berfokus pada representasi aspek software yang bisa dilihat customer /
user. Modelling Quick Design cenderung ke pembuatan prototype diperbaiki.
4. Constrution Prototype
Membangun kerangka atau rancangan prototype dari software yang akan
dibangun dibutuhkan.
5. Deployment Delivery And Feedback
Prototype yang telah dibuat oleh developer akan disebarkan kepada
user/klien untuk dievaluasi, kemudian klien akan memberikan feedback yang
akan digunakan untuk merevisi kebutuhan software yang akan dibangun. [10]
2.10 Alat Bantu Pengembangan Sistem
Alat bantu yang digunakan dalam perancangan dan analisa sistem adalah
UML. UML (Unified Modeling Language) adalah suatu bahasa yang digunakan
untuk menggambarkan, membangun, dan mendokumentasi suatu sistem perangkat
lunak. [9]
Empat macam diagram yang paling sering digunakan dalam pembangunan
aplikasi berorientasi objek, yaitu usecase diagram, sequence diagram, class
diagram, dan activity diagram.
16
1.
Use case Diagram menggambarkan alur sistem yang digunakan untuk
memodelkan bisnis proses berdasarkan perspektif pengguna sistem. Use
case diagram terdiri atas diagram untuk usecase dan actor. [9]
Tabel 2. 1 Use Case Diagram
Simbol
Keterangan
Aktor,
adalah
merupakan
kesatuan
eksternal yang berinteraksi dengan sistem.
1
Use Case, adalah rangkaian / uraian
sekelompok
2
yang saling terkait dan
membentuk sistem.
Node/Sistem, adalah elemen - elemen
3
yang ada pada saat dijalankan sebuah
sistem.
Generelation,
4
adalah
menggambarkan
hubungan khusus atau interaksi dalam
objek.
2. Class Diagram
Class Diagram merupakan diagram yang selalu ada di permodelan sistem
berorientasi objek. Class diagram menunjukkan hubungan antar database atau
class dalam sistem yang sedang dibangun dan saling berkolaborasi untuk
mencapai suatu tujuan. [9]
Tabel 2. 2 Komponen Class Diagram
No
Simbol
Nama
Keterangan
Himpunan dari objek-objek yang
1
2
Class
Generalization
berbagi atribut serta operasi yang
sama
Garis yang melambangkan konsep
pewarisan dari sautu kelas ke satu
17
atau lebih sub kelas
3.
Apa yang menghubungkan antara
3
Association
4
Nary Association
objek satu dengan objek lainnya
Upaya untuk menghindari asosiasi
dengan lebih dari 2 objek
Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di
sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa
message
yang
digambarkan
terhadap
waktu.
Sequence
Diagram
menjelaskan secara detail urutan proses yang dilakukan dalam sistem untuk
mencapai tujuan dari usecase: interaksi yang terjadi antar class, operasi apa
saja yang terlibat, urutan antar operasi, dan informasi yang diperlukan oleh
masing-masing operasi.[9]
Tabel 2. 3 Komponen Sequence Diagram
Simbol
Keterangan
Actor, menggambarkan orang yang sedang
berinteraksi dengan sistem
Boundary Class, kelas yang memodelkan
interaksi antara satu atau lebih actor dengan
sistem.
Control Class, digunakan untuk memodelkan
“perilaku mengatur”.
Entity Class, memodelkan informasi yang harus
disimpan oleh sistem, memperlihatkan struktur
data dari suatu system
Object Massage, spesifikasi dari komunikasi
antar objek yang memuat informasi-informasi
tentang aktivitas yang terjadi.
18
4.
Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas atau tindakan
dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir
berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. [9]
Tabel 2. 4 Komponen Activity diagram
Simbol
Keterangan
Activity,
memperlihatkan
bagaimana
masing-masing kelas antarmuka saling
berinteraksi satu sama lain.
Start Sate, menandakan objek dibentuk
atau memulai aktivitas.
Decision,
perbandingan
penyeleksian
data
yang
pernyataan,
memberikan
pilihan untuk langkah selanjutnya.
End State, menyatakan berhentinya suatu
aktivitas.
Transition, sebuah kejadian yang memicu
sebuah
state
objek
dengan
cara
memperbaharui satu atau lebih nilai
atributnya.
2.11 Metode Pengujian Sistem Black Box
Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas
perangkat lunak dan merepresentasikan spesifikasi, desain dan pengkodean.
Meningkatnya visibilitas (kemampuan) perangkat lunak sebagai suatu elemen
sistem dan biaya yang muncul akibat kegagalan perangkat lunak. Pada dasarnya
pengujian merupakan satu langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak.
19
Ada dua jenis perancangan sistem diantaranya
1. White box testing yang merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam
modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisa apakah
ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak
sesuai, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada
unit tersebut akan dicek satu-persatu, diperbaiki, kemudian di-compile ulang.
2. Black box testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi
fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan
untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukkan dan keluaran dari
perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian black
box
dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua
fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi
yang dibutuhkan. [9].
Ciri-Ciri Black Box Testing
1. Black box testing berfokus pada kebutuhan fungsional pada software,
berdasarkan pada spesifikasi kebutuhan dari software.
2. Black box testing bukan teknik alternatif daripada white box testing. Lebih
daripada itu, ia merupakan pendekatan pelengkap dalam mencakup error
dengan kelas yang berbeda dari metode white box testing.
3. Black box testing melakukan pengujian tanpa pengetahuan detil struktur
internal dari sistem atau komponen yang dites. juga disebut sebagai
behavioral testing, specification-based testing, input/output testing atau
fungsional testing.
Pada black box testing terdapat jenis teknik disain tes yang dapat dipilih
berdasarkan pada tipe testing yang akan digunakan, diantaranya adalah
Equivalence, Class Partitioning, Boundary Value Analysis, State Transitions
Testing dan Cause-Effect Graphing.
20
Kategori error yang akan diketahui melalui black box testing :
1. Fungsi yang hilang atau tidak benar
2. Error dari antar-muka
3. Error dari struktur data atau akses eksternal database
4. Error dari kinerja atau tingkah laku
5. Error dari inisialisasi dan terminasi
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah kerangka teoristis yang digunakan penulis untuk
menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi dan merupakan
suatu cara atau prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, pengolahan dan
penganalisaan data dengan cara-cara ilmiah.
3.1 Obyek Penelitian
Penelitian dilakukan di lingkungan masyarakat pada RW 1 Kelurahan
Gemah Kecamatan Pedurungan Semarang yang mewakili Kota Semarang dalam
lomba administrasi PKK tingkat provinsi.
3.2 Sumber Data
1. Data Primer diperoleh dari buku tanaman obat keluarga dan buku pengobatan
herbal sebagai penunjang data primer yang didapat.
2. Data Sekunder didapat langsung dari wawancara dengan ibu Anggi yang
merupakan salah satu anggota PKK yang mewakili Semarang dalam lomba
tanaman obat keluarga tingkat provinsi.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini
yaitu :
1. Studi pustaka dilakukan dengan mencari literature sebagai penunjang data
diantarnya buku tanaman obat keluarga dan buku pengobatan herbal serta
buku yang relevan dengan tema yang diangkat.
2. Wawancara dilakukan dengan dengan 10 orang ibu-ibu PKK yang yang
memiliki tanaman obat keluarga dan diketuai oleh ibu Anggi yang
merupakan ketua PKK RW 1 Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan
yang mewakili Semarang dalam lomba tanaman obat keluarga tingkat
provinsi.
21
22
3.4 Metode Pengembangan Sistem
Dalam tahap-tahap pengembangan sistem, penulis mengacu pada tahapan
metode prototype.
3.4.1 Communication
Pada tahap ini penulis mencari sumber , melakukan wawancara,
mengamati latar belakang serta menganalisa kebutuhan untuk membuat aplikasi
tanaman obat keluarga dan manfaatnya bagi masyarakat sesuai kebutuhan yang
diperlukan.
3.4.2 Quick Plan
Perancangan dilakukan cepat dan mewakili semua aspek software yang
diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.
Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain sistem ini adalah :
1. Desain model sistem
a. Merancang aliran data dengan menggambarkan UML yang terdiri atas use
case dan scenario use case.
b. Membuat activity diagram, sequence diagram dan class diagram.
2. Desain input dan output
Desain input untuk mengefektifkan data-data yang telah didapat sehingga
mendapatkan keakuratan data dan menjamin pemasukan data yang diterima
dan dimengerti oleh pemakai. Desain Output keluaran yang dihasilkan untuk
memudahkan (user) dalam menggunakan aplikasi.
3. Bahasa Pemrograman
Dalam pembuatan sistem ini digunakan software Java Eclipse ADT
Bundle dan Adobe Photoshop.
4. Rencana Implementasi
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam implementasi sistem iniadalah :
a. Kegiatan pengembangan
Menterjemahkan rancangan dengan software Java Eclipse ADT Bundledan
Adobe Photoshop.
23
b. Kegiatan implementasi sistem
Kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Melakukan pemilihan data
Data yang dipilih adalah data sebenarnya yang akan digunakan pada
saat pengetesan penerimaan sistem.
2. Pemilihan tempat dan instalasi perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware).
Kegiatan yang dilakukan adalah mempersiapkan tempat untuk
implementasi dan menginstalasi perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan oleh sistem.
3. Pengetesan program
Menguji semua program untuk memastikan bahwa proses program
berjalan dengan benar dan terbebas dari kesalahan.
3.4.3 Modelling Quick Design
Pemodelan Desain Cepat Tahap ini merupakan tahapan pembuatan interface
dan struktur aplikasi sementara.
3.4.4 Constrution Prototype
Menterjemahkan rancangan dengan software Java Eclipse ADT Bundle
dan Adobe Photoshop.
3.4.5 Deployment Delivery And Feedback
Pada tahap ini aplikasi yang sudah jadi akan diserahkan kepada pengguna
lalu di uji apakah sudah sesuai dengan keinginan pengguna dengan menguji
aplikasi. Pengujian sistem dilakukan untuk mengecek apakah aplikasi sudah layak
digunakan atau masih ada perbaikan, metode pengujian yang penulis gunakan
adalah Black box testing
24
3.5 Kerangka Pikir
Perumusan Masalah
Bagaimana membangun aplikasi pengenalan tanaman obat keluarga berbasis
android yang dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan serta
memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang tanaman obat
keluarga secara online.
Tujuan
Membantu proses pengenalan dan pemanfaatan tanaman sebagai obat keluarga dan
memudahkan masyarakat dalam mengetahui manfaat-manfaat tanaman di sekitar
yang berkhasiat sebagai obat secara online.
Eksperimen/Analisa
Tools:
1.Java Eclipse
D Data jenis tanaman obat
Data manfaat
D
2.Android
Development Tools
Metode Prototype:
1. Communication
2. Quick Plan
3. Modelling Quick
Design
4. Consruction Of
Prototype
5. Deployment
Delivery
And
Feedback
Pengujian dan validasi Hasil
1. Pengujian komponen-komponen aplikasi menggunakan black box testing.
2. Integration testing
-Pengujian kelompok komponen-komponen yang terintegrasi dengan sub sistem
-Dilakukan oleh tim penguji yang independent
-Pengujian berdasarkan spesifikasi sistem
Hasil
Menghasilkan aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis
Android.
BAB IV
RANCANGAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI
4.1
Perencanaan
Aplikasi yang akan dibangun adalah Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat
Keluarga (TOGA) Berbasis Android yang diharapkan dalam implementasinya
aplikasi ini mampu dan dapat menjadi media alternatif sebagai sarana promosi
agar setiap keluarga memiliki apotek hidup dan kesehatan masyarakat semakin
meningkat.
4.2
Analisa Perancangan Sistem
Tahap analisa digunakan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk
membangun sebuah sistem. Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya
hambatan-hambatan yang terjadi sehingga dapat diusulkan perbaikan. Proses
perancangan akan memberikan gambaran tentang perangkat lunak yang akan
dibuat dan nantinya akan dikembangkan.
4.2.1
Analisa Kebutuhan Data
Kebutuhan data dalam aplikasi ini bersumber dari wawancara dan observasi saat
penulis melakukan pengumpulan data dengan observasi langsung.
4.2.2
Analisa Kebutuhan User
Berdasarkan analisa penulis pada saat melaksanakan pengumpulan data dengan
observasi, aplikasi yang dibutuhkan oleh user yaitu sebuah aplikasi yang dapat
membantu dalam mempromosikan dan mengenalkan manfaata tanaman obat bagi
keluarga.
4.2.3
1.
Kebutuhan Perangkat Lunak dan Perangkat Keras
Perangkat Lunak
Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan Java sebagai bahasa
pemrograman yang sudah ter-bundle dalam eclipse dan Android SDK untuk
pengembangan aplikasi. Untuk editing gambar penulis menggunakan Adobe
25
26
photoshop. Perangkat lunak yang digunakan sebagai sistem operasi adalah
Microsoft Windows 7 Ultimate.
2.
Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk mendukung kinerja perangkat lunak
tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a. Menggunakan komputer dengan prosesor 2,5 GHz.
b. RAM 2 GB.
c. Harddisk sebesar 320 Gb.
d. Keyboard dan Mouse digunakan sebagai alat input pada komputer.
3.
Spesifikasi Pengguna
a. Smartphone atau Tablet dengan sistem operasi Android.
b. Sistem operasi minimal android Jelly Bean.
4.3 Perancangan Sistem
Perancangan sistem ini dibuat sebagai tahapan untuk mempersiapkan proses
implementasi sistem yang diinginkan, dan untuk menggambarkan secara jelas
proses-proses yang diinginkan oleh pengguna (user). Sesuai dengan metode
pendekatan yang digunakan adalah object oriented maka model yang digunakan
adalah UML (Unifield Modeling Language).
4.4 Tujuan Perancangan Sistem
Dalam perancangan sistem ini penulis akan merancang atau membangun aplikasi
pengenalan tanaman obat keluarga dengan harapan akan digunakan oleh semua
pihak masyarakat serta sebagai sarana promosi agar setiap keluarga memiliki
apotek hidup dan kesehatan masyarakat semakin meningkat.
4.4.1 Gambaran Umum Aplikasi Yang Dibangun
Gambaran umum dari sistem yang diusulkan adalah untuk memberikan gambaran
secara umum kepada pengguna (user) mengenai sistem informasi yang dibangun,
perancangan sistem secara umum juga sudah dapat mengenai komponen sistem
informasi yang akan didesain.
27
4.4.2
Perancangan Prosedur Aplikasi
Perancangan prosedur aplikasi yang diusulkan akan berorientasi objek dengan
menggunakan notasi UML yang berfungsi sebagai dokumentasi dan visualisasi.
4.4.3
UML
Use Case diagram menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu
sistem dari pengamatan sudut pandang luar. Diagram use case adalah sebuah
diagram yang menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh sistem pada level
konseptual sehingga kita akan memahami apakah keputusan yang diambil oleh
sistem apakah benar atau tidak.
4.4.3.1 Use Case Diagram
Use Case diagram menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu
sistem dari pengamatan sudut pandang luar.
Gambar 4. 1 Use Case Diagram.
4.4.3.2 Use Case Scenario
1. Use Case
Aktor
: Melihat Konten Toga
: User
28
Kondisi Awal
: Menampilkan menu utama
Kondisi Akhir
: Pengguna dapat melihat Informasi Toga
Deskripsi
: Merupakan proses menampilkan daftar sub menu
Tabel 4. 1 Use Case Scenario Melihat Konten Toga
Aksi Aktor
Reaksi Sistem
1. Membuka menu utama
2. Menampilkan menu utama
3. Memilih tap jenis toga
4. Mengalihkan ke halaman
daftar sub menu jenis toga
2. Use Case
: Melihat Tips Toga
Aktor
: User
Kondisi Awal
: Menampilkan menu utama
Kondisi Akhir
: pengguna dapat melihat tips tentang penggunaan toga
Deskripsi
: Merupakan proses untuk menampilkan kalkulasi gizi
Tabel 4. 2 Use Case Scenario Melihat Tips Toga
Aksi Aktor
Reaksi Sistem
1. Membuka menu utama
2. Menampilkan menu utama
3. Memilih tap tips toga
4. Mengalihkan halaman ke
menu tips toga
3. Use Case
: Melihat Bantuan
Aktor
: User
Kondisi Awal
: Menampilkan menu utama
Kondisi Akhir
: Pengguna dapat melihat informasi bantuan
Deskripsi
: Merupakan proses untuk melihat cara penggunaan aplikasi
Tabel 4. 3 Use Case Scenario Melihat Bantuan
Aksi Aktor
1. Membuka menu utama
Reaksi Sistem
2. Menampilkan menu utama
29
3. Memilih bantuan
4.
Menampilkan
halaman
bantuan
4. Use Case : Melihat Tentang Aplikasi
Aktor
: Pengguna
Kondisi Awal
: Menampilkan menu utama
Kondisi Akhir
: Pengguna melihat informasi pembuat
Deskripsi
: Merupakan proses untuk melihat informasi tentang
pembuat aplikasi
Tabel 4. 4 Use Case Scenario Melihat Tentang Aplikasi
Aksi Aktor
Reaksi Sistem
1. Membuka menu utama
2. Menampilkan menu utama
3. Memilih tentang aplikasi
4.
Menampilakan
tentang aplikasi
4.4.3.3 Class Diagram
Gambar 4. 2 Class Diagram
halaman
30
4.4.3.4 Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar
sistem berupa pesan yang digambarkan terhadap waktu.
1. Sequence Diagram Melihat Toga
Gambar 4. 3 Sequence Diagram Melihat Toga
2.
Sequence Diagram Melihat Tips Toga
Gambar 4. 4 Sequence Diagram Melihat Tips Toga
31
3. Sequence Diagram Melihat Bantuan
Gambar 4. 5 Sequence Diagram Melihat Bantuan.
4. Sequence Diagram Melihat Tentang
Gambar 4. 6 Sequence Diagram Melihat Tentang.
32
4.4.3.5 Activity Diagram
1. Activity Diagram Melihat Toga
Gambar 4. 7 Activity Diagram Melihat Toga
2. Activity Diagram Melihat Tips Toga
Gambar 4. 8 Activity Diagram Melihat Tips Toga
33
3. Activity Diagram Melihat Bantuan
Gambar 4. 9 Activity Diagram Melihat Bantuan
4. Activity Diagram Melihat Tentang Aplikasi
Gambar 4. 10 Activity Diagram Tentang Aplikasi.
4.5
Desain Antar Muka Program
4.5.1
Perancangan Halaman Pembuka
Halaman ini merupakan tampilan pembuka saat aplikasi pertama kali dijalankan.
“Aplikasi Toga”
Loading
Gambar 4. 11 Perancangan Halaman Splash Screen.
34
4.5.2
Perancangan Halaman Main Menu
Pada halaman main menu terdapat enam tombol pilihan yaitu tombol Toga yang
berisikan informasi dari jenis tanaman obat. Tombol Tips Toga berisikan cara
penggunaan tanaman obat keluarga. Tombol bantuan berisikan informasi dari
aplikasi ini. Tombol tentang aplikasi berisikan informasi tentang aplikasi dan
pengembang aplikasi.
“Aplikasi Toga”
Gizi Ibu Dan Balita”
Tips
Toga
VideoToga
Gizi Ibu Dan Balita”
Bantuan
Tentang
Gambar 4. 12 Perancangan Halaman Main Menu.
4.5.3
Perancangan Halaman Menu Toga
Pada halaman menu toga ini berisikan informasi dari setiap jenis tanaman obat
keluarga.
“Aplikasi Toga”
Image
Adas
Image
Ajeran
Image
Bayam Duri
Image
Belimbing
Gambar 4. 13 Perancangan Halaman Menu Toga
35
4.5.4
Perancangan Halaman Menu Tips Video Tentang Toga
Pada halaman menu tips toga ini berisikan informasi dari setiap jenis tanaman
obat keluarga dan cara penanamannya.
“Aplikasi Toga”
Image
Jenis Toga
Image
Cara Penanaman Toga
Image
Cara Tanam Hidroponik
Image
Kembali
Gambar 4. 14 Perancangan Halaman Menu Tips Toga
4.5.5
Perancangan Halaman Bantuan
“Aplikasi Toga”
Bantuan
Gambar 4. 15 Perancangan Halaman Menu Bantuan.
36
4.5.6
Perancangan Halaman Tentang Aplikasi
“Aplikasi Toga”
Tentang Aplikasi
Gambar 4. 16 Perancangan Halaman Menu Tentang Aplikasi
37
BAB V
PENGUJIAN
5.1 Implementasi Halaman Pembuka
Implementasi splash screen halaman pembuka pada aplikasi ini sebagai berikut.
Gambar 5. 1 Tampilan Halaman Pembuka.
5.2 Implementasi Menu Utama
Pada menu utama terdapat lima menu diantaranya Toga, Video Toga,Profil,
Bantuan dan Keluar.
Gambar 5. 2 Tampilan Halaman Menu Utama
38
5.3
Implementasi Halaman Toga
Halaman ini merupakan halaman untuk menampilkan jenis tanaman obat keluarga
yang di bahas dalam aplikasi ini
Gambar 5. 3 Tampilan Halaman Toga
39
5.3.1
Implementasi Halaman Jenis Toga Ades
Merupakan menu untuk menampilkan jenis dan informasi tentang tanaman obat
ades.
Gambar 5. 4 Jenis dan informasi tentang tanaman obat ades
5.3.2
Implementasi Halaman Jenis Toga Ajeran
Merupakan menu untuk menampilkan jenis dan informasi tentang tanaman obat
ajeran.
Gambar 5. 5 Tampilan Jenis Toga Ajeran
40
5.3.3
Implementasi Halaman Jenis Toga Bayam Duri
Merupakan menu untuk menampilkan jenis dan informasi tentang tanaman obat
bayam duri.
Gambar 5. 6 Tampilan Jenis Tanaman Bayam Duri
5.3.4 Implementasi Halaman Jenis Toga Belimbing
Merupakan menu untuk menampilkan jenis dan informasi tentang tanaman obat
belimbing
Gambar 5. 7 Tampilan Jenis Tanaman Obat Belimbing
41
5.3.5 Implementasi Halaman Jenis Tanaman Beluntas
Merupakan menu untuk menampilkan jenis dan informasi tentang tanaman obat
beluntas.
Gambar 5. 8 Tampilan Jenis Tanaman Obat Beluntas.
42
5.4 Implementasi Halaman Video Jenis Jenis Toga
Merupakan menu untuk menampilkan informasi tentang Video Jenis Jenis
Tanaman Obat Keluarga.
Gambar 5. 9 Tampilan Video Jenis Toga.
43
5.4.1
Halaman Implementasi Video Cara Menanam Tanaman Obat
Halaman menampilkan video cara menanam tanaman obat keluarga
Gambar 5. 10 Halaman Implementasi Video cara menanam tanaman obat
44
5.4.2
Halaman Implementasi Video Cara Tanam Hidroponik
Halaman menampilkan Video cara menanam dengan model hidroponik
Gambar 5. 11Halaman Video Cara Menanam Hidroponik
45
5.5
Halaman Implementasi Tentang Aplikasi
Halaman menampilkan informasi tentang pengembang aplikasi.
Gambar 5. 12 Halaman Implementasi Tentang.
5.6
Halaman Implementasi Bantuan
Halaman menampilkan informasi tentang cara penggunaan aplikasi.
Gambar 5. 13 Halaman Implementasi Bantuan
46
5.7
Pengujian Sistem
5.7.1
Pengujian White Box
Pengujian white box merupakan pengujian berbasis path. Dengan menggunakan
basis path ini memungkinkan desainer test case mengukur kompleksitas logis dari
desain prosedural dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan basis
set dari setiap jalur eksekusi
a. Bagan Alir (flowchart)
Mulai
Menu
Utama
Y
Toga
Toga
T
Y
Video
Video
T
Profil
Y
Profil
T
Y
Bantuan
Bantuan
Keluar
Gambar 5. 14 Bagan Alir Menu Utama
47
b. Pengujian White Box Proses Menu Utama
package maulana.com;
import android.app.Activity;
import android.app.AlertDialog;
import android.content.DialogInterface;
import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
public class menu extends Activity {
1
Button
Button
Button
Button
Button
2
toga;
video;
profil;
bantuan;
exit;
@Override
public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.menu);
toga= (Button) findViewById(R.id.toga);
toga.setOnClickListener(new
View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
CallIntent(v);
}
});
3
4
5
6
profil = (Button)findViewById(R.id.profil);
profil.setOnClickListener(new
View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
CallIntent(v);
}
});
7
8
9
10
video = (Button) findViewById(R.id.video);
video.setOnClickListener(new
View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
CallIntent(v);
}
});
bantuan = (Button)findViewById(R.id.bantuan);
bantuan.setOnClickListener(new
View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
48
CallIntent(v);}
11
});
Exit = (Button) findViewById(R.id.ext);
Exit.setOnClickListener(new
View.OnClickListener() {
}
c. Flow Graph Proses Menu Utama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Gambar 5. 15 Flow Graph Proses Menu Utama.
Kompleksitas siklomatis (pengukuran kuantitatif kompleksitas logis
program). Kompleksitas Siklomatis adalah metric perangkat lunak yang
memberikan pengukuran kuantitatif terhadap kompleksitas logis suatu program.
Kompleksitas siklomatis menentukan jumlah jalur independen dalam basis set
suatu program dan memberikan batas atas bagi jumlah pengujian yang harus
dilakukan untuk memastikan bahwa semua statemen telah dieksekusi sedikitnya
satu kali. Untuk flow graph dapat diperoleh dari perhitungan:
V (G) = E – N + 2
49
V (G) = 14 – 11 + 2 = 5
E = Jumlah busur pada flow graph
N = Jumlah simpul pada flow graph
d. Basis Set
Basis set yang dihasilkan dari jalur independen secara linier adalah jalur :
1-2-3-4-2-3-5-7-9-11
(Menu Toga)
1-2-3-5-6-2-3-5-7-9-11
(Menu Video)
1-2-3-5-7-8-2-3-5-7-9-11
(Menu Profil)
1-2-3-5-7-9-10-2-3-5-7-9-11 (Menu Bantuan)
1-2-3-5-7-9-11
5.7.2
(Menu Keluar)
Pengujian Black Box
Pengujian selanjutnya dilakukan untuk memastikan masukan akan menjalankan
proses yang tepat dan menghasilkan output yang sesuai dengan rancangan.
Tabel 5. 1 Hasil Pengujian Black Box
Input
Fungsi
Output
Klik Menu Toga
Menampilkan Jenis
Tampilan Jenis
Toga
Toga
Menampilkan
Tampilan Video
Klik Menu Video
Klik Menu
Uji
Berhasil
Berhasil
Video
Menampilkan Profil
Tampilan Profil
Klik Menu
Menampilkan
Tampilan
Bantuan
Bantuan
Bantuan
Klik Keluar
Keluar
Menu Pembuka
Profil
Hasil
Berhasil
Berhasil
Berhasil
50
Dari hasil pengujian dapat disimpulkan untuk uji black box yang meliputi uji
input, proses dan output dengan acuan rancangan perangkat lunak telah terpenuhi
dengan hasil sesuai rancangan.
5.8
Pemeliharaan Program
Pada saat program digunakan oleh pengguna (user), mungkin menemukan error
ketika dijalankan. Oleh karena itu diperlukan pemeliharaan terhadap program.
Pemeliharaan terhadap program yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Untuk penanganan troubleshooting pada aplikasi sewaktu dijalankan dapat
dilakukan dengan cara kembali ke layar utama android dan mengulangi
menjalankan aplikasi jika mengalami debug atau force close.
b. Lakukan backup file Apk aplikasi ini dalam media penyimpanan eksternal.
c. Lakukan uninstall dan install kembali aplikasi jika masalah no. 1 diatas tidak
terselesaikan.
d. Penambahan konten tanaman obat keluarga yang lebih banyak lagi dan lebih
bervariasi
sehingga
konten
yang
disajikan
menjadi
lebih
lengkap.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisa penelitian dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya,
maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Android ini
dapat menjadi media alternatif sebagai bahan baca dan belajar untuk mengenal
dan membudidayakan tanaman obat keluarga.
2. Aplikasi ini dapat digunakan pada sistem operasi android versi 2.2 Froyo
hingga versi terbaru.
3. Aplikasi Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Android ini
telah dilengkapi dengan menu video sehingga dalam menjalankannya dapat
lebih mudah dipahami.
6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan dan peningkatan performa dari
sistem aplikasi tersebut antara lain :
1. Diperlukannya pengembangan aplikasi ini supaya diperbanyak jenis tanaman
obat yang akan dibahas dalam pengembangannya.
2. Aplikasi ini harus senantiasa disesuaikan isi materinya dengan buku herbal
dan studi yang jelas agar tidak salah dalam pemakaiannya.
3. Aplikasi ini bisa di masukkan ke dalam google play store agar pendistribusian
kepada masyarakat lebih mudah.
51
DAFTAR PUSTAKA
[1] Ika Ratna IA, "Aplikasi Pengenalan Hidroponik Berbasis Android," jurnal
ilmiah Teknik Informatika, Universitas Muhamadiya Sidoarjo. 2013.
[2] Pauzi Ibrahim Nainggolan, " Aplikasi Mobile Untuk Identifikasi Tumbuhan
Obat Menggunakan Local Binary Pattern Dengan Klasifikasi Probabilistic
Neural Network " jurnal ilmiah Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.
2013.
[3] Dzulkarnain, H.B dkk., Tanaman Obat Keluarga, Jilid 1 & jilid 2. Jakarta:
PT. Intisari Media Tama, 2009.
[4] Ridwan, Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Pusat Perbukuan
DEPTAN, 2009.
[5] Agustina, Rini, Pemrograman Aplikasi Android: Yogyakarta: Mediakom,
2012.
[6] Nugroho, Andi, Cara Mudah Membuat Game di Android. Yogyakarta:
Andi Publisher, 2013.
[7] Safaat H, Nazarudin, Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet
Pc Berbasis Android. Bandung: Informatika, 2011.
[8] Wk, Nikodemus, Step by Step Menjadi Programer Android, Yogyakarta:
Andi, 2013.
[9] Rosa AS, M. Shalahuddin, Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak
(Terstruktur Dan BeriorientasiObjek). Bandung: Modula, 2013.
[10] Sommerville, Ian, Software Engineering 9. USA : Pearson Education Inc,
2011.
52
Download