PPT INA PANCASILA 1.

advertisement
Oleh Dr. Ina Heliany SH.,MH




1. L. Historis
2. L. Kultural
3. L. Yuridis
4. L Filosofis





Dalam bukunya “ Tahu dan Pengetahuan”
syarat ilmiah meliputi :
Berobjek
Bermetode
Bersistem
Universal
Pancasila secara etimologis






Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari
Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana)
adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta.
Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa
sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua
macam arti secara leksikal yaitu :
“panca” artinya “lima”
“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”,
atau “dasar”
“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah
laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”
.

Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa
Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan
“susila “ yang memilki hubungan dengan
moralitas. Oleh karena itu secara etimologis
kata “Pancasila” yang dimaksudkan adalah
adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i
pendek yang memilki makna leksikal “berbatu
sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang
memiliki lima unsur”. Adapun istilah “Panca
Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5
aturan tingkah laku yang penting






Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh
Empu Tantular, Pancasila ini mempunyai arti
lima kesusilaan (Pancasila Karma), yaitu:
tidak boleh melakukan kekerasan
tidak boleh mencuri
tidak boleh berjiwa dengki
tidak boleh berbohong
tidak boleh mabuk minuman keras.

Perumusan Pancasila sebagai dasar
negara Republik Indonesia tidak terlepas
dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia
untuk merebut kemerdekaan. Pada masa
pendudukan Jepang tahun 1942, awalnya
bangsa Indonesia menyambut baik
kedatangan Jepang. Rupanya kedatangan
Jepang tidak mengubah nasib bangsa ke
arah yang lebih baik, bahkan sebaliknya,
ternyata
lebih
kejam
daripada
pemerintah Hindia Belanda. Maka di
daerah-daerah
muncul
perlawanan
terhadap Jepang Pada tahun 1943 posisi
Jepang
semakin
genting
karena
menghadapi gempuran tentara Sekutu.

Hal ini dimanfaatkan oleh bangsa
Indonesia untuk mendesak Jepang agar
bersedia
memberikan
kemerdekaan
kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 7
September 1944 Perdana Menteri Koyso
menjanjikan kemerdekaan kelak di
kemudian hari. Untuk meyakinkan bangsa
Indonesia
terhadap
janji
tersebut
dibentuklah BPUPKI (Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia)
atau
Dokuritsu
Zyunbi
Tyoshakai pada 1 Maret 1945.



Anggota BPUPKI ini terdiri dari 60 anggota berasal
dari Indonesia, 4 anggota keturunan Cina, satu
anggota keturunan Belanda dan satu anggota dari
keturunan Arab. Dalam salah satu sidang BPUPKI,
tepatnya tanggal 1 Juni 1945, telah diadakan
pembicaraan mengenai dasar negara Indonesia.
Proses Perumusan Pancasila diawali dalam sidang
BPUPKI I dr. Radjiman Widyadiningrat, tiga orang
pembicara yaitu Muhammad Yamin, Soepomo dan
Soekarno.
Tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno memberi nama
Pancasila yang artinya 5 dasar pada pidatonya dan
tanggal 17 Agustus 1945 memproklamasikan
kemerdekaan, 18 Agustus dimana termuat isi rumusan
5 prinsip dasar negara yang diberi nama Pancasila,
sejak itulah istilah Pancasila menjadi B. Indonesia dan
istilah umum.







A. Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
5 Asas dasar negara Indonesia Merdeka :
1) Peri Kebangsaan
2) 2. Peri Kemanusiaan
3) Peri Ketuhanan
4) Peri Kerakyatan
5) Kesejahteraan Rakyat.
5 asas dasar negara Indonesia :
1.
Nasionalisme atau kebangsaan
Indonesia
2. Internasional atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.





Selanjutnya Ir Soekarno mengusulkan bahwa 5
sila tersebut dapat diperas menjadi “Tri Sila”
1) Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan
Internasionalisme.
2) Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan
kesejahteraan rakyat”
3) Ketuhanan YME
Diperas lagi menjadi “Eka Sila” atau satu sila
yang intinya adalah “gotong-royong”
Rumusan Pancasila :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan
dalam
permusyawaratan
perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945
telah berhasil mengesahkan UUD negara
Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD
1945. Adapun UUD 1945 terdiri atas dua
bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1 aturan
Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan
1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.

Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang
terdiri atas empat alinea tersebut tercantum
rumusan Pancasila sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum
dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang
secara konstisional sah dan benar sebagai
dasar negara Republik Indonesia, yang
disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh
rakyat Indonesia.

Namun
dalam
sejarah
ketatanegaraan
Indonesia terdapat pula rumusan-rumusan
pancasila sebagai berikut :







a. Dalam konstitusi RIS (Republik Indonesia
Serikat)
Berlaku tanggal 29 Desember 1949 s/d 17
Agustus 1950, tercantum rumusan Pancasila
sbb:
1) Ketuhanan YME
2) Pri Kemanusiaan
3) Kebangsaan
4) Kerakyatan
5) 5. Keadilan Sosial







b. Dalam UUD (undang-undang dasar
sementara 1950
Undang-undang Dasar 1950, berlaku mulai
tanggal 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli
1959, rumusan Pancasila yang tercantum dalam
konstitusi RIS sbb:
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
2) Peri kemanusiaan
3) Kebangsaan
4) Kerakyatan
5) Keadilan sosial.
Download