7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Tanggung Jawab a

advertisement
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Tanggung Jawab
a. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah nilai karakter yang harus disisipkan
dalam kegiatan pembelajaran untuk melatih siswa bertanggung jawab
dalam setiap tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran. Tanggung
jawab menurut Mustari (2014: 19) menyatakan bahwa tanggung jawab
adalah sikap dan prilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dialakukan, terhadap diri
sendiri, masyarakat dan lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara
dan tuhan. Tanggung
jawab dalam kamus besar bahasa Indonesia
(KBBI) (2007: 1139) memiliki arti keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan,
diperkarakan, dsb). Lickona (2013: 141) menyatakan bahwa tanggung
jawab kelompok adalah efek samping dari adanya perasaan persatuan di
dalam kelas dan menjadi anggota yang dihargai dari sebuah kelompok,
tapi untuk membangunnya bisa juga dilakukan dengan pendekatan
langsung.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab
adalah sikap sadar diri dalam melaksanakan kewajiban, amanah atu
kepercayaan yang telah diberikan kepada seseorang, menanggung sebab
7
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
8
ataupun akibat dari hal-hal yang dipertanggung jawabkan, karena dalam
tanggung jawab seseorang tidak hanya melaksanakan tugas namun juga
menanggung akibat dari tugas yang tidak dilaksanakan tanggung jawab
ini juga tidak hanya untuk diri sendiri, tanggung jawab juga dapat
berlaku kepada keluarga, kelompok, masyarakat maupun tanggung jawab
kepada negara . Misalnya saja tanggung jawab siswa yaitu belajar apabila
siswa belajar dengan tidak susngguh-sungguh maka akibat yang akan
ditanggung adalah nilai yang jelek atau hasil yang tidak memuaskan.
b. Indikator Sikap Tanggung Jawab
Sikap tanggung jawab merupakan salah satu nilai karakter yang
terdapat dalam 18 karakter yang harus dikembangkan atau disisipkan
melalui proses pembelajaran, Listianti (2012: 8) mennyebutkan bahwa
sikap tanggung jawab meliputi sikap atau prilaku seseorang untuk
melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,
terhadap dirinya sendiri maupun orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Indikator tanggung jawab menurut Fitri (2012: 43) ada 4 yaitu
sebagi berikut ini:
1)
2)
3)
4)
Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik.
Bertanggung jawab terhadap setiap perbuatan.
Melakukan piket sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter memiliki tujuan
untuk
memperbaiki
sikap
ataupun
membiasakan
siswa
untuk
bertanggung jawab dengan setiap apa yang dilakukannya, karena
pendidikan karakter akan lebih baik jika dilakukan sejak dini.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
9
c. Macam-Macam Tanggung Jawab
Setiap hal yang dilakukan dalam kehidupan pasti harus
dipertanggung jawabkan, tanggung jawab tidak hanya pada diri sendiri.
Tanggung jawab dibagi menjadi 3 bagian menurut Mustari (2014: 20-24)
mengemukakan bahwa Macam-macam tanggung jawab adalah sebagai
berikut ini:
1) Tanggung jawab personal
Tanggung jawab personal merupakan seseorang tersebut
memilih untuk bertindak atau berbicara atau mengambil posisi
tertentu. Untuk itulah dia harus bertanggung jawab. Jika seseorang
memilih untuk menjadi orang berkuasa maka ia memiliki tanggung
jawab untuk berada diposisi tersebut.
2) Tanggung jawab moral
Merujuk pada pemikiran bahwa seseorang mempunyai
kewajiban moral dalam situasi tertentu. Jika baik maka akan mendapat
penghargaan jika tidak maka akan ada hukuman.
3) Tanggung jawab sosial
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan
dengan orang lain, keadaan manusia atau seseorang mesti bertanggung
jawab kepada masyarakat di sekelilingnya. tanggung jawab sosial itu
bukan hanya memberi atau membuat kerugian di lingkungan sosial
namun juga tanggung jawab sosial merupakan sifat-sifat kita yang
perlu dikendalikan dalam hubungannya dengan orang lain.
Dapat disimpulkan dalam bertanggung jawab tidak hanya dengan
diri siswa sendidri, namun tanggung jawab juga dilakukan siswa terhadap
kelompok, dan mempertanggung jawabkan setiapa tindakan aatu sikap
siswa terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat,
karena tanggung jawab ini sifatnya luas tidak hanya dilingkungan
sekolah namun juga dilingkungan tempat tinggal siswa diharuskan untuk
bertanggung jawab dengan segala hal yang dipilih, dilakukan atau
prilakuknya.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
10
2. Prestasi Belajar
Prestasi belajar menurut Sudijono (2012: 434) menyatakan bahwa
perstasi dipergunakan sebgai salah satu bahan pertimbangan dalam
menentukan nilai akhir, sebab prestasi peserta didik dilambangkan demngan
nilai-nilai hasil belajar pada dasarnya mencerminkan keberhasilan yang
telah dicapai oleh peserta didik dalam mencapai tujuan yang ditentukan.
Hamdani (2011: 139) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan
tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan
menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar.
Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam
mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau rapor
setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Berdasarkan pengertian diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
prestasi belajar adalah usaha-usaha yang telah dilakukan secara maksimal
melalui proses pembelajaran yang telah dilalui secara maksimal ini
memunculkan sebuah perubahan pada seseorang baik akademik maupun
prilaku yang akhirnya akan ditunjukan dalam bentuk nilai.
a. Indikator prestasi belajar
Indikator prestasi belajar menurut Syah (2011: 216) mengatakan
bahwa indikator prestasi belajar pada prinsipnya, pengungkapan hasil
belajar ideala meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebgai
akibat pengalaman dan proses belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
11
Tabel 1.2 Jenis Indikator Prestasi.
Ranah/Jenis Prestasi
A. Ranah cipta (Kognitif)
1. Pengamatan
Indikator
1. Dapat menunjukkan
2. Dapat membandingkan
3. Dapat menghubungkan
2. Ingatan
1. Dapat menyebutkan
2. Dapat menunjukkan
kembali
3. Pemahaman
1. Dapat menjelaskan
2. Dapat mendefinisikan
dengan lisan sendiri
4. Aplikasi/Penerapan
1. Dapat memberi contoh
2. Dapat menggunakan secara
tepat
5. Analisis (pemeriksaan dan
pemeliharaan secara teliti)
1. Dapat menguraikan
2. Dapat mengklasifikasikan
memilah-milah.
6. Sintesis (membuat paduan
barudan utuh)
1. Dapat menghubungkan
materi-materi sehingga
menjadikesatuan baru.
2. Dapat menyimpulkan.
3. Dapat menggeneralisasikan
(membuat prinsip umum)
B. Ranah rasa (Afektif)
1. Penerimaan
1. Menunjukkan sikap
menerima
2. Menunjukkan sikap
menolak
1. Kesediaan
berpartisipasi/terlibat
2. Kesediaan memanfaatkan
2. Sambutan
3. Apresiasi (Sikap menghayati)
1. Menganggap penting dan
bermanfaat
2. Menganggap indah dan
harmonis
3. Mengagumi
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
12
4. Internalisasi (Pendalaman)
5. Karakterisasi (Penghayatan)
C. Ranah Karsa (Psikomotor)
1. Keterampilan bergerak dan
bertindak
2. Kecakapan ekspresi verbal dan
non-verbal
1. Mengakuidan meyakini
2. Mengingkari
1. Melambangkan atau
meniadakan
2. Menjelmakan dalam
pribadi dan prilaku seharihari.
1. Kecakapan
mengkordinasikan gerak
mata, tangan, kaki, dan
anggota tubuh lainnya.
1. Kefasihan
melafalkan/mengucapkan
2. Kecakapan membuat
mimik dan gerakan jasmani
Syah (2011: 216)
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa indikator
presasi belajar diperoleh dari hasil belajar siswa yang diambil atau
diamati dari cuplikan perubahan tingkah laku yang menonjol dari siswa
dan mengacu pada indikator prestasi belajar yang ada pada tabel di atas
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Prestasi belajar merupakan bentuk pertimbangandari nilai akhir,
utuk
menentukan
prestasi
belajar
memiliki
faktor-faktor
yang
mempengaruhinya, Faktor pengaruh prestasi belajar menurut Hamdani
(2011: 139) mengatakan bahwa ada beberapa tujuan utama prestasi
belajar, adalah sebagai berikut:
1) Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa
sendiri, yang tergolong dalam faktor internal adalah sebagai berikut:
a) Kecerdasan (intelegensi)
Kemampuan siswa dalam menerima penjelasan materi dan
mengolahnya.
b) Faktor jasmaniah atau faktor fisiologis
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
13
Keadaan atau kondisi fisik siswa ketika sedang belajar berkaitan
dengan panca indera yang mendukung dalam pembelajaran.
c) Sikap
Respon siswa dalam pembelajaran, baik menolak taupun menerima
informasi yang diajarkan.
d) Minat
Keadaan atau kondisi dimana siswa memiliki respon ketertarikan
terhadap sutu hal.
e) Bakat
Kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa, dalam arti memiliki
kemampuan untuk mencapai prestasi
f) Motivasi
Keinginan yang mendorong siswa untuk mengikuti sebuah
pembelajaran.
2) Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa,
faktor eksternal terdiri atas dua macam yaitu
a) Keadaan keluarga
Keluarga yang harmonis dan membuat siswa nyaman merupakan
salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi
untuk belajar.
b) Keadaan sekolah
Lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong siswa untuk
belajar lebih giat.
c) Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat tempat siswa bergaul memiliki andil dalam
mendorong siswa dalam belajar.
Dari faktor-faktor diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam
belajar siswa juga dapat terpengaruh dari berbagai kondisi yang ada baik
pada faktor internal ataupun eksternal, jika faktor internal dan faktor
eksternal baik dan mendukung siswa dalam
belajar maka proses
pembelajaran atau penerimaan informasi oleh siswa hasilnya juga baik.
c. Fungsi utama prestasi belajar
Fungsi utama prestasi belajar Arifin (2011: 12) mengatakan bahwa
ada beberapa tujuan utama prestasi belajar, adalah sebagai berikut:
1) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan
yang telah dikuasai peserta didik
2) Prestasibelajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
14
3) Prestasibelajar sebagi bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
4) Prestasi belajar sebagai indikator interen dan eksteren dari suatu
institusi pendidikan.
5) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator daya serap (kecerdasan)
peserta didik.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi prestasi belajar sebagai
tolak ukur siswa dalam mengetahui informasi yang disampaikan, diserap
dan dicerna oleh siswa, hal ini juga sebagai tolak ukur untuk keberhasilan
siswa nantinya ketika terjun di masyarakat.
3. Pembelajaran IPS
a. Pengertian Pembelajaran IPS
Pembelajaran IPS adalah salah satu mata pelajaran yang di ajarkan
disekolah dasar yang mengajarkan tentang sejarah, kebudayaan , sosial dan
politik. Pembelajaran IPS menurut Zuraik dalam Susanto (2013: 138)
mengatakan bahwa hakikat IPS di sekolah dasar memberikan pengetahuan
dasar dan keterampilan sebagai media pelatihan bagi siswa sebagai warga
negara sedini mungkin. Karena pendidikan IPS tidak hanya memberikan
ilmu pengetahuan semata, tetapi harus berorientasi pada pengembangan
keterampilan berpikir kritis, sikap dan kecakapan-kecakapan dasar siswa
yang berpijak
pada kenyataan kehidupan sehari-hari dan memenuhi
kebutuhan bagi kehidupan sosial siswa di masyarakat.
Susanto (2013:138) mengemukakan bahwa hakikat pembelajaran
IPS adalah untuk mengembangkan konsep pemikiran yang berdasarkan
realita sosial yang ada di lingkungan siswa, sehingga dengan memberika
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
15
pendidikan IPS diharapkan dapat melakhirkan warga negara yang baik dan
bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS
adalah pembelajaran yang mengacu pada aktivitas sosial yang terjadi
dilingkungan
sekitar,
mengkaji
masalah-masalah
yang
ada
agar
membangkitkat sikap berpikir kritis dan kreatif pada diri siswa sehinga
mampu memberikan sumbangsih berupa pemikiran untuk memecahkan
masalah sosial yang ada di lngkungannya.
b. Tujuan IPS
Pembelajaran yang yang diajarkan kepada siswa di sekolah pastilah
memiliki tujuan yang harus dicapai. Tujuan pembelajran IPS menurut Gross
dalam Trianto (2010: 173) mengatakan bahwa tujuan pendidikan IPS adalah
utuk mempersiapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik dalam
kehidupan di masyarakat, tujuan lain dari pendidikan IPS untuk
mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk mengambil penalaran
dalam mengambil keputusan pada setiap persoalan yang di hadapi. IPS ini
mengajarkan dan mempersiapkan untuk kita hidup di masyarakat sesuai
dengan aturan-aturan yang berlaku di dalamnya.
Susanto (2013: 137) mengatakan bahwa luasnya kajian IPS ini
meliputi kehidupan yang beraspek majemuk baik hubungan sosial, ekonomi
psikologi, budaya sejarah maupun politik. Semua hal tersebut di pelajari
dari kehidupan yang ada dalam masyarakat bukan mengarang ataupun
mengada-adakan, karena siswa ataupun mahasiswa dipersiapkan dengan
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
16
memberikan bekal berupa hal-hal yang ada dalam kehidupan bermasyarakat
melalui pembelajaran IPS sebelum mereka nantinya terjun kedalam
masyarakat secara langsung.
Mutakin dalam Susanto (2013 : 145) menyatakan bahwa tujuan
pembelajaran IPS disekolah dasar adalah sebagai berikut:
1) Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau
lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan
kebudayaan masyarakat.
2) Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mempu menggunakan
Strategi yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat
digunakan untuk memecahkan masalah sosial.
3) Mampu menggunakan Strategi-Strategi dan proses berpikir serta
membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang
berkembang di masyarakat.
4) Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial,
sertamembuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil
tindakan yang tepat.
5) Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun
diri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun
masyarakat.
Dari
pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
tujuan
Pembelajaran IPS bukan hanya mempelajri apa saja yang terjadi di dalam
masyarakat untuk persiapan siswa ataupun mahasiswa untuk terjun kedalam
masyarat, dalam kehidupan bermasyarakat pastilah akan terdapat kendalakendala karena seperti yang kita ketahui di dalam masyarakat terdapat sifat
dan sikap orang-orang yang sangat beragam dalam hal ini melalui
pembelajaran IPS siswa atupun mahasiswa juga mempelajari dan
membekali bagaimana cara penyelesaian masalah-masalah yang ada baik
yang terjadi pada individu maupun terhadap kelompok.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
17
4. Materi Pembelajaran
Materi pada penelitian ini adalah mengenal masalah-masalah sosial
di daerahnya, Berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
pada matapelajaran IPS kelas IV mempunyai standar kopetensi, kopetensi
dasar, dan indikator sebagai berikut:
a. Standar Kompetensi :
2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan
teknologi di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi
b. Kopetensi Dasar
2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya
c. Indikator
Siklus I Pertemuan 1
1) Menjelaskan pengertian masyarakat.
2) Menjelaskan akibat terjadinya bencana alam dan pengaruhnya
terhadap kegiatan masyarakat.
Siklus I Pertemuan 2
1)
Menyebutkan masalah-masalah sosial yang sedang terjadi di
daerahnya.
2) Menyebutkan sebab-sebab terjadinya masalah sosial.
Siklus II Pertemuan 1
1) menyebutkan mcam-macam masalah sosial.
Siklus II Pertemuan 2
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
18
1) menyebutkan cara menyelesaikan masalah sosial.
d. Materi Pembelajaran
Siklus I Pertemuan 1
Masyarakat.
Siklus I Pertemuan 2
Masalah sosial.
Siklus II Pertemuan 1
Macam-macam masalah sosial.
Siklus II Pertemuan 2
Cara menyelesaiakan masalah sosial
5. Strategi Giving Question dan Getting Answer
a. Penegertian Strategi Giving Question and Getting Answer
Strategi Giving Question and Getting adalah pembelajaran yang
menggunkan dua buah kartu yang berupa kartu tanya dan kartu jawab
yang masing-masing kartu hanya memiliki satu kesempatan untuk
digunakan. Strategi Giving Question and Getting menurut Agus
suprijono
(2015: 126) dikembangkan untuk melatih peserta didik
memiliki kemampuan dan keterampilan bertanya dan menjawab
pertanyaan. Strategi Giving Question and Getting Answer dalam
pelaksanaan pembelajaranya dimulai dengan pemberian duabuah kartu
untuk masing-masing siswa berupa kartu tanya digunakan untuk menulis
pertanyaan dan kartu untuk menjawab untuk menulis jawaban pertanyaan
dan jawaban dari siswa, setiap kartu hanya memiliki satu kesempatan
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
19
utuk menjawab dan bertanya. Setiap siswa diwajibkan untuk bertanya
dan menjawab pertanyaan.
Kertas yang telah berisi pertanyaan dikumpulkan kepada guru,
setelah kartu terkumpul guru memberikan kartu tanya secara acak guru
menunjuk salah satu kelompok untuk membacakan kartu tanya yang
didapat. Guru memberikan intruksi kepada siswa siapa yang dapat
menjawab atau guru dapat menunjuk salah satu kelompok untuk
menjawab pertanyaan yang dibacakan, siswa diharuskan menuliskan
jawaban dari pertanyaan yang siswa jawab di kartu jawab kemudian dua
buah kartu tanya dankartu jawab diserahkan kepada guru, apabila dalam
pelaksanaanya pembelajaran siswa mengalami
menjawab
pertanyaan-pertanyaan
yang
ada,
kebingung dalam
maka
tugas
guru
membimbing dan mengarahkan siswa bertanya atau menjawab
pertanyaan.
b. Langkah-langkah Penggunaan Strategi Giving Question and Getting
Answer.
Strategi Giving Question and Getting memiliki Langkah-langkah
yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai
berikut:
1) Berikan dua kartu indeks kepada setiap siswa
2) Mintalah setiap siswa menyelesaikan kalimat berikut ini:
a) Kartu 1 : saya mempunyai pertanyaan tentang.....
b) Kartu 2 : saya dapat menjawab tentang....
3) Guru membuat sub kelompok dan minta masing-masing kelompok
memilih “pertanyaan untuk ditanyakan” yang paling tepat, dan
“pertanyaan untuk menjawab” yang paling menarik dari kartu-kartu
anggota kelompoknya.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
20
4) Guru meminta setiap kelompok melaporkan pertanyaan yang ia pilih.
Tentukan apakah seseorang dalam seluruh kelas dapat menjawab
pertanyaan itu. Jika tidak, pengajar seharusnya merespons.
5) Guru meminta setiap sub-kelompok untuk berbagi “pertanyaan untuk
dijawab” yang ia pilih. Perintah anggota sub-kelompok berbagi
jawaban dengan kelompok lain
Hamruni (2012: 171)
Dari langkah-langkah di atas maka dapat disimpulkan berupa
langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:
1) Guru membagikan dua karu yaitu kartu tanya dan kartu jawab, kartu
tanya yaitu kartu yang nantinya akan digunakan untuk mencatat
pertanyaan yang akan siswa ajukan, sedangkan kartu jawab
digunakan untuk menulis jawaban yang terkait dengan pertanyaan
yang dapat siswa jawab.
2) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa.
3) Guru memberitahukan aturannya bahwa dua buah kartu tersebut
masing-masing hanya dapat digunakan satukali saja.
4) Mintalah setiap siswa menyelesaikan kalimat berikut ini:
a) Kartu 1 : saya mempunyai pertanyaan tentang.....
b) Kartu 2 : saya dapat menjawab tentang....
5) Siswa diminta untuk mengisi identitas di dua kartu tersebut.
6) Guru menjelaskan materi ajar yang akan dibahas. Guru meminta
siswa untuk membuat pertanyaan dan mencatat petanyaan pada kartu
tanya
masing-masing,
guru
memberi
instruksi
kartu
untuk
dikumpulkan kepada guru.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
21
7) Guru membagikan secara acak kartu tanya yang telah dikumpulkan.
8) Guru menunjuk salah satu kelompok untuk membaca kartu tanya
yang dipilih, kelompok lain mendengarkan.
9) Guru memberikan instruksi siapa yang dapat menjawab pertanyaan
yang telah dibacakan atau dapat menunjuk langsung salah satu
kelompok untuk menjawabnya.
10) Ketika ada siswa yang menjawab pertanyaan yang telah disampaikan
dan menuliskannya dalam kartu tanya dan berbagi jawaban dengan
kelompok lain maka kartu dikumpulkan kepada guru beserta kartu
tanya yang tadi dibacakan, begitu seterusnya.
B. Penelitian yang Relevan
Terdapat beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang
dilakukan oleh peneliti,
adalah sebagai berikut menurut
penelitian yang
dilakukan oleh Rouf Abdul (2012: 3) dengan judul “Pengaruh Penerapan
Pembelajaran Active Learning Strategi Giving Question And Getting Answers
(GQGA) Pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Gerak Tahun Pelajaran
2011/2012 Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTS Nurul Falah BolangTirtajaya Kabupaten Karawang” penelitian ini dilakukan menggunakan dua
kelas yaitu kelas eksperimen dankelas kontrol.
Hasil penelitianpada pembelajaran IPA menggunakan Active Learning
Strategi Giving Question And Getting Answers (GQGA) meningkatkan hasil
belajar siswa, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai, yaitu
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
22
dengan data nilai awal kelas eksperimen yaitu kelas VII A dengan nilai
terendah 40, nilai rata-rata 60,35 dan nilai tertinggi 81, sedangkan untuk kelas
kontrol kelas VII B nilai terendah 45, nilai rata-rata 70,09 dan nilai tertinggi 8.
Untuk melihat peningkatanya dapat dilihat dari data yang di peroleh berupa
nilai akhir untuk kelas eksperimen kelas VII A dengan nilai terendah 50, nilai
rata-rata 65,87 dan nilai tertinggi 90. Untuk kelas kontrol kelas VII B diperoleh
data nilai akhir nilai terendah 50, nilai rata-rata 70,09 dan nilai tertinggi
90.dapat disimpulka bahwa penggunaan Strategi Giving Question and Getting
Answers (GQGA) dalam pembelajaran fisika materi pokok Gerak dapat
memberikan pengaruh yang positif dan cukup signifikan terhadap hasil
belajar peserta didik.
Penelitian relevan yang selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan
oleh Sukriyah Wijayanti (2014: 65) dengan judul “penerapan model giving
question and getting answer (GQGA) untuk meningkatkan keaktifan belajar
siswa” hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan belajar siswa
mengalami peningkatan yaitu 67,19% pada siklus I dengan kategori cukup
menjadi 78,91% pada siklus II dengan kategori baik. Sedangkan rata-rata hasil
belajarsiklus I mencapai 65,63% dengan ketuntasan klasikal 53,13% dan ratarata hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 73,34% dengan
ketuntasan klasikal 78,13%. Pada penelitian penerapan model giving question
and getting answer (GQGA) untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
23
VIII C SMP Negeri 5 Purworejo Tahun 2013/2014 dapat meningkatkan
keaktifan belajar siswa.
Dapat dilihat adanya peningkatan nilai rata-rata sebelum tindakan dan
sesudh tindakan. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan strategi Giving
Question And Getting Answers (GQGA) dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa.
C. Kerangka Berpikir
Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini yang di pergunakan
oleh guru dalam pembelajaran IPS belum mengarah kepada proses
pembelajaran yang bermakana, hal itu membawa dampak pada prestasi belajar
siswa yang kurang maksimal. Pembelajaran yang bermakna disini merupakan
pembelajaran yang berkesinambungan bagi siswa. Kegiatan pembelajaran yang
berlangsung rasa tanggung jawab yang dimiliki olaeh siswa menjadi faktor
yang penting, tanggung
jawab siswa menjadikan siswa belajar sungguh-
sungguh, pembentukan sikap tanggung jawab pada siswa dibutuhkan campur
tangan dan bimbingan guru.
Untuk mengatasi permasalahan yang ada dikelas IV SDN 3
Karangtengah dibutuhkan sebuah pembelajaran yang yang dapat meningkatkan
sikap tanggung jawab siswa dan prestasi belajar siswa, salah satunya dengan
menggunakan Strategi Giving Question and Getting Answer. penggunaan
Strategi Giving Question and Getting Answer diharapkan mampu. Kegiatan
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
24
awal pembelajaran guru belum mengunakan Strategi Giving Question and
Getting Answer. Guru mengajar belum menggunakan media atupunalat peraga
ketika proses pembelajaran berlangsung. Siswa cepat bosan, mengakibatkan
rendahnya prestasi siswa. Pembentukan karakter juga kurang diperhatikan.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan sejumlah tindakan
yang ada pada siklus I dan siklus II untuk meruah sikap tanggung jawab dan
prestasi belajar yang rendah diawal melalui strategi giving question and getting
answer diharapkan dapat meningkatkan sikap tanggung jawab dan prestasi
belajar siswa. Pembelajaran menggunakan strategi giving question and getting
answer dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. hal ini dapat disimulator
pada gambar 2.1 sebagai beriku:
KONDISI
AWAL
Belum
menggunakan
model
1. Sikap
tanggung
jawab masih
rendah
2. Prestasi
belajar IPS
siswa masih
rendah
TINDAKAN
KONDISI AKHIR
Guru menerapkan
model giving
question and getting
answer
1. Siklus I
Penerapan
pembelajaran
menggunakan
Metode giving
question and
getting answer
2. Siklus II
Penerapan
pembelajaran
menggunakan
Metode giving
question and
getting answer
Melalui
Penerapan
pembelajaran
menggunakan
metode giving
question and
getting answer
dapat
meningkatkan
sikap tanggung
jawab dan prestasi
belajar IPS materi
mengenal masalah
sosial di
daerahnya
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
25
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berpikir yang telah diuraikan, maka hipotesis
tindakan penelitian ini dalah sebagai berikut :
1. Terdapat peningkatkan sikap tanggung jawab IPS melalui Strategi giving
question and getting answer pada siswa kelas IV SDN 3 Karangtengah.
2. Terdapat peningkatan prestasi belajar IPS melalui Strategi giving question
and getting answer pada siswa kelas IV SDN 3 Karangtengah.
Upaya Meningkatkan Sikap…, Anna Nur Fadilah, FKIP UMP, 2016
Download