ABSTRAK Teleskop utama digerakan oleh sebuah mounting dan

advertisement
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
ABSTRAK
Teleskop utama digerakan oleh sebuah mounting dan pergerakan mounting teleskop
tidak selamanya sempurna disebabkan oleh kualitas motor dan rugi-rugi mekanik
termasuk didalamnya backlash roda gigi, untuk itu dibutuhkan sebuah alat untuk
meng-koreksi pergerakan mounting, koreksi disini bisa manual bisa juga otomatis,
untuk yang manual bisa di koreksi lewat starbook, sedangkan untuk yang otomatis
memerlukan teleskop tambahan yang biasa disebut sebagai teleskop pemandu atau
sebagai teleskop peng-koreksi dari teleskop utama dan sangat bermanfaat untuk
pengamatan yang relatif lama terutama untuk mengumpulkan cahaya dari bintangbintang yang redup, sedangkan untuk pemasangannya dibutuhkan sebuah alat yang
dapat menghubungkan antara teleskop pemandu dengan teleskop utama yang biasa
disebut sebagai piggyback.
Kata kunci : Piggyback, Teleskop Utama, Teleskop Pemandu
1.
Latar Belakang
Di luar negeri Piggyback astronomi biasanya dijual terpisah dari paket teleskop,
selain harganya yang tidak murah juga pengirimannya lambat karena biasanya lama
di bea cukai sedangkan alat tersebut akan segera digunakan untuk pengamatan bendabenda langit, Untuk pengamatan benda-benda langit dibutuhkan satu paket teleskop
yang terdiri dari beberapa komponen yaitu tabung optik utama (teleskop utama),
mounting, half pilar, tripod, counterweight, starbook dan finderscope, teleskop utama
digerakan oleh sebuah mounting dan pergerakan mounting teleskop tidak selamanya
sempurna disebabkan oleh kualitas motor dan rugi-rugi mekanik termasuk
didalamnya backlash roda gigi untuk itu dibutuhkan sebuah alat untuk meng-koreksi
pergerakan mounting, koreksi disini bisa manual bisa juga otomatis, untuk yang
manual bisa di koreksi lewat starbook, sedangkan untuk yang otomatis memerlukan
teleskop tambahan yang biasa disebut sebagai teleskop pemandu atau sebagai
teleskop peng-koreksi dari teleskop utama dan sangat bermanfaat untuk pengamatan
yang relatif lama terutama untuk mengumpulkan cahaya dari bintang-bintang yang
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
redup, sedangkan untuk pemasangannya dibutuhkan sebuah alat yang dapat
menghubungkan antara teleskop pemandu dengan teleskop utama yang biasa disebut
sebagai piggyback. dengan memanfaatkan peralatan yang ada di observatorium
bosscha yaitu mesin bubut dan mesin frais dengan bahan untuk alat yaitu aluminium
maka pembuatan piggyback bisa direalisasikan.
1.1 Tujuan
Pembuatan Piggyback astronomi sebagai metode di mana teleskop pemandu dipasang
pada teleskop utama dengan menggunakan sebuah mounting. Teleskop ini digunakan
sebagai peng-koreksi dari teleskop utama. Selain itu sebagai referensi bagi siapa saja
yang membutuhkan baik tulisan maupun alat bagaimana cara pembuatan piggyback
untuk keperluan astronomi, baik yang hobi, amatir maupun profesional.
2.
Teori Dasar
2.1 Teleskop
Teleskop atau teropong adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan
radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati.
Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop
(biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain
adalah transit, monokular,binokular, lensa
kamera,
atau keker.
Teleskop
memperbesar ukuran sudut benda, dan juga kecerahannya. Teleskop terdidri dari dua
bagian yaitu objektif dan okuler, untuk objektif bisa berupa cermin atau lensa, bagian
okuler adalah lensa yang bisa digantikan oleh kamera.
Gambar 2.1 Contoh bentuk Teleskop Vixen dan William Optis
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
2.2 Mounting Teleskop
Mountng atau yang lebih familiar dikenal dengan dudukan teleskop terbagi dalam 2 jenis
yaitu jenis mountng equatorial dan jenis mountng altazimuth. Mountng Equatorial bekerja
menggunakan 3 buah sumbu yaitu sumbu RA, Deklinasi dan Equator. Sedang mountng
altazimuth menggunakan 2 buah sumbu yaitu sumbu x atau alttude(atas bawah) dan Y atau
azimuth(kanan kiri). Untuk pengoperasian mountng altazimuth jauh lebih mudah dibanding
mountng equatorial.
A
B
Gambar 2.2 Contoh Mountng Altazimuth (A) dan Mountnng Equatorial (B)
2.3 Mesin Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda
yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada
pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.
Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi
benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir
dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar
roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan
ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai
dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan
jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik
ke ulir inci.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gambar 2.3 Mesin Bubut
2.4 Mesin Frais
Mesin Frais adalah mesin perkakas untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu
benda kerja dengan mempergunakan pisau Milling (cutter) sebagai pahat penyayat
yang berputar pada sumbu mesin. Mesin Milling termasuk mesin perkakas yang
mempunyai gerak utama yang berputar, Pisau Frais dipasang pada arbormesin yang
didukung dengan alat pendukung arbor, jika arbor mesin berputar melalui suatu
putaran motor listrik maka pisau Frais akan ikut berputar, arbor mesin dapat ikut
berputar kekanan dan kekiri sedangkan banyaknya putaran dapat diatur sesuai
kebutuhan.
Prinsip kerja dari mesin Frais yaitu pahat pemotong Frais melakukan gerak rotasi
dan benda kerja dihantarkan pada pemotong Frais tersebut.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gambar 2.4 Mesin Frais
2.5 Mesin Bor
Dalam proses produksi pemesinan sebagian besar lubang dihasilkan dengan
proses bor (drilling). Cekam mata bor yang biasa digunakan adalah cekam rahang
tiga. Kapasitas pencekaman untuk jenis cekam mata bor ini biasanya maksimal
diameter 13 mm.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gambar 2.5 Cekam mata bor rahang tiga dengan kapasitas
maksimal mata bor 13 mm
Gambar 2.6 Mesin Bor Duduk
A. Mata bor (Twist Drill) dan Geometri Mata Bor
Diantara bagian-bagian mata bor yang paling utama adalah sudut helik ( helix
angle) , sudut ujung (point angle /lip angle, 2χr), dan sudut bebas (clearance angle,
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
α). Untuk bahan benda kerja yang berbeda, sudut-sudut tersebut besarnya bervariasi
(Tabel 2.1).
Tabel 2.1. Geometri mata bor (twist drill) yang disarankan
Benda Kerja
Sudut
ujung, 2χr
Sudut helik
Sudut
bebas, α
118o
20 o -30 o
19 o -25 o
Baja karbon
kekuatan tarik
> 900 N/mm2
125 o -145o
20 o -30 o
7 o -15 o
Baja
keras
(manganese)
kondisi
austenik
135o-150o
10 o -25 o
7 o -15 o
Besi tuang
90o-135o
18 o -25 o
7 o -12 o
Kuningan
118o
12 o
10 o -15 o
Tembaga
100o-118o
20 o -30 o
10 o -15 o
Alluminium
90o -118o
17 o -45 o
12 o -18 o
Baja karbon
kekuatan
tarik< 900
N/mm2
Ada beberapa kelas mata bor untuk jenis pekerjaan yang berbeda. Bahan
benda kerja dapat juga mempengaruhi kelas dari mata bor yang digunakan, tetapi
pada sudut-sudutnya bukan pada mata bor yang sesuai untuk jenis pengerjaan
tertentu. Penggunaan dari masing-masing mata bor tersebut adalah :
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gambar 2.7 Mata bor khusus untuk pengerjaan tertentu
1. Mata bor helix besar (High helix drills) : mata bor ini memiliki sudut helik
yang besar, sehingga meningkatkan efifiensi pemotongan, tetapi batangnya .
lemah. Mata bor ini digunakan untuk memotong logam lunak atau bahan yang
memiliki kekuatan rendah.
2. Mata bor helix kecil (Low helix drills) : mata bor dengan sudut helix lebih
kecil dari ukuran normal berguna untuk mencegah pahat bor terangkat ke atas
atau terpegang benda kerja ketika membuat lubang pada material kuniangan
dan material yang sejenis.
3. Mata bor kerja berat (Heavy-duty drills) : mata bor yang digunakan untuk
menahan tegangan yang tinggi dengan cara menebalkan bagian web.
4. Mata bor tangan kiri (Left hand drills) : mata bor standar dapat dibuat juga
untuk mata bor kiri. Digunakan pada pembuatan lubang jamak yang mana
bagian kepala mesin bor di desain dengan sederhana yang memungkinkan
berputar berlawanan arah.
5. Mata bor dengan sisi sayat lurus (Straight flute drills) : adalah bentuk ekstrim
dari mata bor helix kecil, digunakan untuk membuat lubang pada kuningan
dan plat.
6. Mata bor poros engkol ( Crankshaft drills) : mata bor yang di desain khusus
untuk mengerjakan poros engkol, sangat menguntungkan untuk membuat
lubang dalam pada material yang ulet. Memiliki web yang tebal dan sudut
helix yang kadang-kadang lebih besar dari ukuran normal. Mata bor ini adalah
mata bor khusus yang akhirnya banyak digunakan secara luas dan menjadi
mata bor standar.
7. Mata bor panjang (Extension drills) : mata bor ini memiliki shank yang
panjang yang telah ditemper, digunakan untuk membuat lubang pada
permukaan yang secara normal tidak akan dapat dijangkau.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
8. Mata bor ekstra panjang (Extra-length drills) : mata bor dengan badan pahat
yang panjang, untuk membuat lubang yang dalam.
9. Mata bor bertingkat (Step drills) : satu atau dua buah diamater mata bor dibuat
pada satu batang untuk membuat lubang dengan diameter bertingkat.
10. Mata bor ganda ( Subland drills) : fungsinya sama dengan mata bor
bertingkat.Mata bor ini terlihat seperti dua buah mata bor pada satu batang.
11. Mata bor solid carbide : untuk membuat lubang kecil pada material paduan
ringan, dan material bukan logam, bentuknya bisa sama dengan mata bor
standar. Proses pembuatan lubang dengan mata bor ini tidak boleh ada beban
kejut, karena bahan carbide mudah pecah.
12. Mata bor dengan sisipan karbida (Carbide tipped drills) : sisipan karbida
digunakan untuk mecegah terjadinya keausan karena kecepatan potong yang
tinggi. Sudut helix yang lebih kecil dan web yang tipis diterapkan untuk
meningkatkan kekakuan mata bor ini, yang menjaga keawetan karbida. Mata
bor ini digunakan untuk material yang keras, atau material non logam yang
abrasif.
13. Mata bor dengan lubang minyak (Oil hole drills) : lubang kecil di dalam bilah
pahat bor dapat digunakan untuk mengalirkan minyak pelumas/pendingin
bertekanan ke ujung mata bor. Mata bor ini digunakan untuk membuat lubang
dalam pada material yang liat.
14. Mata bor rata ( Flat drills) : batang lurus dan rata dapat digerinda ujungnya
membentuk ujung mata bor. Hal tersebut akan memberikan ruang yang besar
bagi beram tanpa bagian helix. Mata bor ini digunakan untuk membuat lubang
pada jalan kereta api.
15. Mata bor dengan tiga atau empat sisi potong : mata bor ini digunakan untuk
memperbesar lubang yang telah dibuat sebelumnya dengan mata bor atau di
punch. Mata bor ini digunakan karena memiliki produktifitas, akurasi, dan
kualitas permukaan yang lebih bagus dari pada mata bor standar pada
pengerjaan yang sama.
16. Center drill : merupakan kombinasi mata bor dan countersink yang sangat
baik digunakan untuk membuat lubang senter .
B. Pengerjaan yang berhubungan dengan proses bor
Proses pembuatan lubang biasanya dengan mesin bor dilakukan untuk
pengerjaan lubang awal. Pengerjaan selanjutnya dilakukan setelah lubang dibuat.
Proses kelanjutan dari pembuatan lubang tersebut misalnya : reaming (meluaskan
Gambar 2.8 Proses kelanjutan setelah dibuat lubang : (a) reaming, (b) tapping, (i) iounterboring, (d) iountersinking
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
lubang dengan diameter dengan toleransi ukuran tertentu), taping (pembuatan
ulir), counterboring (lubang untuk kepala baut tanam), countersinking (lubang
menyudut untuk kepala baut/sekrup).
2.6 Tap ( Membuat ulir dalam )
Tap adalah untuk membuat ulir dalam (mur), sedangkan Sney adalah untuk membuat
ulir luar (baut). Pada bagian pertama dari tulisan ini kita akan membahas cara
membuat ulir dalam dengan menggunakan Tap.
Alat yang dipakai untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan “TAP” dalam
hal ini disebut saja “tap tangan” untuk membedakan penggunaannya dengan yang
dipakai mesin. Bahannya terbut dari baja karbon atau baja suat cepat (HSS) yang
dikeraskan.
Tiap satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap) mata potongnya
tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan tap no.
2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap no. 3 (Botoming tap)
dipergunakan untuk penyelesaian ( Gambar 1)
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gambar 2.9 Jenis-jenis Tap
Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir yang
dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf dan
angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney).
Contoh penulisan spesifikasi tap dan snei adalah sebagai berikut:
a. Tap/snei M10 x 1,5.
Artinya adalah: M = Jenis ulir metrik
10 = Diameter nominal ulir dalam mm
1,5 = Kisar ulir
b. Tap/snei W 1/4 x 20, W 3/8 x 16
Artinya adalah: W = Jenis ulir Witworth
¼ = Diameter nominal ulir dalam inchi
20 = Jumlah gang ulir sepanjang satu inchi
Alat Bantu yang dipakai untukmenggunakan tap, supaya dalam pemakainannya lebih
mudah. Dibutuhkan kunci pemegang tap atau tangkai tap. Pemegang tap bentuknya
ada 3 macam ( Gambar 2 ), yaitu:
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
1. tipe batang,
2. tipe penjepit,
3. tipe amerika.
Gambar
2.10
Pemegang Tap
Langkah Pengetapan.
Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu dengan
ukuran diameter bor tertentu. Penentuan diameter lubang bor untuk tap ditentukan
dengan rumus:
D = D’– K
Dimana :
D = Diameter bor, satuan dalam mm/inchi
D = Diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi
K = Kisar (gang).
Contoh :
a. Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 – 1,5 = 8,5 mm
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
b. Diameter lubang bor untuk mur W3/8″x 16 adalah 3/8″ – 1/16″ = 5/16 “
Setelah dibor, kemudian kedua bibir lubang dicamfer dengan bor persing di mana
kedalamannya mengikuti standar cemper mur.Bentuk standar mur dan baut untuk
bermacam-macan jenis sudah ditentukan secara internasional dan ini dapat ditemukan
dalam buku gambar teknik mesin atau tabel-tabel mur/baut.
Contoh Urutan pengetapan dengan membuat ulir ukuran M10X1,5
1.
Buatlah lubang pada benda kerja dengan diameter 8,5 mm
2.
Pilih dan ambil mata tap M10 X 1,5 serta pasangkan pada tangkainya
3.
Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama. yaitu tap no.1
(Intermediate tap) kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk
pembentukan ulir,dan terakhir tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk
penyelesaian
Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap, kemudian pastikan bahwa tap
enar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar tap secara perlahan searah jarum
jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan ±270o maju searah jarum jam, kemudian
diputar mundur ±90o berlawanan arah jarum jamdengan tujuan untuk memotong tatal,
selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi ±270o maju searah jarum jam
dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam, demikian seterusnya sampai selesai.
3.
Perancangan dan Realisasi
3.1 Software Catia V5
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Untuk menentukan ukuran dan bentuk pertama kali harus di buat dulu gambar atau
sketch dengan menggunakan software Catia V5.
Gb. 3.1 Software Catia V5
3.1.1 Cincin Teleskop Vixen
Untuk menentukan diameter cincin yang akan di buat, terlebih dahulu harus tahu
diameter teleskop vixen, teleskop vixen yang digunakan yaitu jenis VMC 110L
dengan diameter tabung 119 mm dan panjang tabung 370 mm. dengan menggunakan
bahan pipa alumunium dengan diameter dalam 120 mm dan ketebalan 20 mm maka
pengerjaan bisa dilakukan. Pembuatan cincin sebanyak dua buah dengan ukuran yang
sama.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gb. 3.2 Cincin Vixen tampak 2 D (depan dan samping) dan 3D
3.1.2 Cincin Teleskop William Optics
Sama seperti diatas untuk menentukan diameter cincin yang akan di buat, terlebih
dahulu harus tahu diameter teleskop William Optic (WO), teleskop WO dengan
diameter tabung 88 mm dan panjang tabung 285 mm. dengan menggunakan bahan
pipa alumunium dengan diameter 88 mm dan ketebalan 20 mm maka pengerjaan bisa
dilakukan, untuk bagian bawah dipapas sebagai dudukan ke pelat adaptor agar lebih
kokoh, sedangkan antar lubang berjarak 120 derajat didapat dari 360 derajat dibagi 3
buah lubang. Pembuatan cincin sebanyak dua buah dengan ukuran yang sama.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Gb. 3.3 Cincin William Optics tampak 2 D (depan dan samping) dan 3D
3.1.3 Pelat Adaptor
Pelat adaptor digunakan sebagai penghubung antara cincin william optics ke cincin
vixen, bahan menggunakan pelat alumunium dengan ketebalan 10 mm dengan
panjang 150 mm, untuk tampak samping panjang bawah 35 mm dan panjang atas 25
mm, untuk lubang berdiameter 5 mm.
Gb. 3.4 Pelat Adaptor tampak 2 D (depan dan samping) dan 3D
3.1.4 Dovetail
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Dovetail berfungsi sebagai penghubung piggyback ke mounting teleskop dan dapat
masuk ke celah mounting dapat di atur dengan menggeser arah maju mundur untuk
posisi balancing, bahan menggunakan pelat alumunium dengan ketebalan 10 mm
dengan panjang 150 mm dan lebar 48 mm, untuk lubang berdiameter 10 mm. dengan
kemiringan sebesar 13 derajat (disesuaikan dengan kemiringan mounting)
Gb. 3.5 Dovetail tampak 2 D (depan dan samping) dan 3D
3.1.5 Gambar Keseluruhan
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Setelah gambar per bagian selesai yaitu cincin vixen, cincin william optics, pelat
adaptor dan dovetail maka dilanjutkan dengan penggabungan seluruh gambar, ini
diperlukan untuk memberikan gambaran keseluruhan cara pembuatan piggyback.
dengan menggunakan software catia didapat desain gambar seperti dibawah ini:
Tampak Depan
3 D dan Keterangan
Gb. 3.6 Gambar keseluruhan desain
3.2 Mesin Bubut
Tampak Samping
3 Dimensi
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Setelah gambar selesai beralih kebahan pipa alumunium untuk dilakukan
pembubutan. Mesin bubut yang tersedia di Observatorium Bosscha yaitu jenis AI
berasal dari negara Belanda.
3.2.1 Cincin Vixen
Sebelum dicekam ke mesin bubut pastikan panjang benda kerja yang akan dibubut
ukurannya disesuaikan dengan gambar di atas, setel pisau pahat bubut sejajar dengan
senter dipasang pada kepala lepas. pemakanan diameter luar menggunakan pahat
lurus sedangkan pemakanan diameter dalam menggunakan pahat melebarkan lubang,
untuk pemakanan awal putar motor berada pada kecepatan rendah tapi torsi besar,
boleh menggunakan manual atau di setel secara otomatis tapi tetap harus dalam
pengawasan tidak ditinggal begitu saja dan jika mendekati ukuran sebenarnya
sebaiknya pembubutan dilakukan dengan pemakanan sedikit baik untuk dimeter luar
maupun diameter dalam. Untuk engsel menggunakan sambungan rantai motor dan
agar tidak menggores cat teleskop vixen sebaiknya diameter dalam dilapisi sesuatu
yang halus (empuk) disini penulis menggunakan karet dari bahan untuk sandal
dibentuk selebar diameter cincin vixen.
Gb. 3.7 Cincin vixen yang telah dibubut
3.2.2 Cincin William Optics
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Cara pembubutannya sama seperti cincin vixen hanya saja untuk teleskop william
optics ukuran ringnya lebih kecil dari cincin vixen.
Gb. 3.8 Cincin William Optics yang telah dibubut
3.3 Mesin Frais
Salah satu fungsi dari mesin frais yaitu untuk pemapasan benda kerja. Mesin frais
yang tersedia di Observatorium Bosscha yaitu jenis Aciera berasal dari negara Swiss.
Pencekaman menggunakan ragum dipasang pada meja mesin frais, gerakan meja arah
kiri kanan atau sumbu x, ukuran disesuaikan dengan gambar diatas, sebelum
dilakukan pemapasan sama seperti mesin bubut pahat mesin frais diseting center pada
benda kerja, dari pengalaman penulis untuk pemakanan awal putar motor berada pada
kecepatan rendah tapi torsi besar pada bahan alumunium pemakanan awal antara 1 2,5 mm dan jika mendekati ukuran sebenarnya sebaiknya dilakukan dengan
pemakanan sedikit antara 0,1 – 0,5 mm supaya bentuk permukaan pada benda kerja
lebih halus, boleh menggunakan manual atau di setel secara otomatis tapi tetap harus
dalam pengawasan tidak ditinggal begitu saja dan pastikan pelumasan berjalan
dengan baik, pelumasan disini berfungsi selain untuk medinginkan cuter juga
berfungsi untuk membuang bram/tatal dari benda kerja.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Untuk pelat adaptor dan Dovetail jika ukurannya masih jauh dari gambar kerja
sebaiknya sebelum dilakukan pemakanan oleh mesin frais harus dilakukan
penggergajian terlebih dahulu, ini dilakukan untuk mempercepat proses pengerjaan
agar semua pemakanan tidak harus dilakukan di mesin frais.
Gb. 3.8 Bentuk - bentuk benda kerja setelah di frais
3.4 Mesin Bor
Sesuai fungsinya mesin bor yaitu untuk melubangi benda kerja, sebelum dilkukan
pengeboran sebaiknya dipilih dulu diameter mata bor yang akan digunakan dan pada
benda kerja diberikan tanda oleh alat yang namanya penitik. ini dilakukan untuk
memudahkan pengeboran. Untuk cincin wiliam optics diberi tiga buah lubang untuk
baut adjustment dengan jarak 120 derajat (360 derajat dibagi 3 lubang).
Pembuatannya sebelum ke benda kerja sebaiknya di mal dulu pada kertas atau karton
setelah didapat ukuan yang sesuai baru kertas ditempel ke benda kerja dan dilakukan
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
penitikan. Setelah semua ukuran penitikan telah sesuai baru dilakukan pengeboran
pada benda kerja.
3.5 Tap tangan
Tap tangan berfungsi untuk membuat ulir pada lubang yang telah di bor, terdiri dari 3
buah alat tap dan satu pemegang. Sebelum proses tap pastikan benda kerja tegak lurus
dan pengetapan juga harus tegak lurus tidak boleh miring, walaupun kemiringannya
sedikit ini akan berpengaruh pada hasil ulir dalam yang akan dibuat, misalnya tap
akan patah dan baut ketika diulirkan jadi kurang kokoh karena miring dan goyang.
3.6 Pemasangan seluruh alat (assembling)
Setelah peralatan semuanya berhasil di buat, maka saatnya untuk menyatukan bagian
bagian yang telah dibuat, ini dilakukan untuk mengetahui apakah bagian yang satu
dengan yang lainnya telah sesuai misal : tegak lurus cincin vixen dan william optics,
lubang yang telah dibor apakah sejajar dan lain sebagainya. Langkah perakitannya
yaitu :
1. Cincin vixen dengan dovetail
2. Cincin vixen, dovetail dan pelat adaptor
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
3. Cincin vixen, dovetail, pelat adaptor dan william optics
4. Pemasangan ke teleskop
4.
Pengujian Alat
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
Setelah alat berhasil dibuat langkah selanjutnya adalah pengujian alat, ini dilakukan
untuk mengetahui apakah alat tersebut sesuai dengan fungsinya atau tidak.
4.1 Objek langit matahari
Pengujian dilakukan pada siang hari ke objek matahari, sebelum melakukan
pengujian pasang tripod pada keadaan rata ini dilakukan dengan menggunakan
waterpas, pasang half pilar masih menggunakan waterpas, pasang mounting teleskop
vixen, pasang piggyback, atur balancing sudut declinasi dan sudut jam dengan
menggunakan counterweight, pasang teleskop menghadap ke timur, pasang filter
matahari pada teleskop vixen dan william optics, nyalakan tombol on, atur starbook
tanggal jam lokasi pengamatan dan mulai arahkan teleskop ke matahari dengan
starbook, setelah didapat objek matahari oleh teleskop vixen maka arahkan teleskop
william optics ke matahari dengan memutar 3 (tiga) buah baut adjusment untuk
alignment dengan teleskop utama.
5.
Kesimpulan
 Sebelum melakukan pengerjaan permesinan buat gambar dahulu di software
catia.
 Agar tidak menggores tabung teleskop vixen sebaiknya diameter dalam cincin
menggunakan alas atau bahan pelapis yang tidak melukai dan agar tidak
menggores tabung william optis (wo) maka ketiga ujung baut pada cincnin wo
dipasang hardnilon.
 Dalam mengerjakan permesinan pakai peralatan safety: (jas lab, safety shoes,
kacamata dan sarung tangan).
 Berat piggyback sebaiknya disesuaikan dengan beban maximum mounting
(bisa dilihat di manual book teleskop vixen).
 Dengan adanya baut adjusment untuk posisi alignment antara teleskop vixen
dan teleskop william optics bisa disesuaikan dengan memutar ketiga baut
tersebut.
Makalah Vixen WO piggyback
Maman Sulaeman, Amd
 Dibuatnya piggyback memudahkan astronom untuk melakukan koreksi
terhadap objek langit dapat dilakukan secara otomatis.
Referensi :
1. http://www.ielestron.iom/astronomy/ielestron-unieersal-piggybaik-mount-allsits.html
2. http://gregorius-smakid.blogspot.iom/2o13/o2/program-keahlian-teknikpemesinan.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_bubut
4. Anonim.
.
“Mountng
Teleskop”.
http://kaf/efftrononi.coni/itpf-ieineli.-
teliefkantpchtili
5. Leoof, P.eroroec 1998c “PeogeroifoTeliefkantp”c httpf://..c i.ka.tpe..fcnrog/i.ka./Teliefkantp/c
6. http://zwingly.wordpress.iom/2o11/o3/2//membuat-ulir-dalam-dan-ulir-luardengan-tap-dan-sney-part-1/
7. http://staff.uny.ai.id/sites/default/iles/PROSES.2oBOR.2o(BUKUU.2o4).doi
Download