Laporan Tahunan 2009Annual Report

advertisement
Laporan Tahunan 2009 Annual Report
Consolidating Resources to Consolidate Strength
DAFTAR ISI
Table of Contents
Sejarah Singkat Perseroan
03
Company in Brief
Visi, Misi, dan Filosofi Perusahaan
05
Vision, Mission, and Company Philosophy
Peristiwa Penting Perseroan dan Anak
Perusahaan Tahun 2009
06
Significant Events of the Company and
Subsidiaries in 2009
Ikhtisar Keuangan
08
Financial Highlights
Informasi Saham
10
Shares Information
Informasi Pemegang Saham
11
Shareholders Information
Sambutan Komisaris Utama
12
Message from the President Commissioner
Profil Dewan Komisaris
15
Profile of the Board of Commissioners
Laporan Direktur Utama
18
Report from the President Director
Profil Dewan Direksi
25
Profile of the Board of Directors
Profil Penasihat Perusahaan
28
Profile of Corporate Advisor
Investasi Strategis Perseroan
29
Company’s Strategic Investments
Media
30
Media
Jasa Keuangan
38
Financial Ser vices
Investasi Portofolio
42
Portfolio Investments
Sumber Daya Manusia
44
Human Resources
Tata Kelola Perusahaan
48
Good Corporate Governance
Manajemen Risiko
55
Risk Management
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
58
Corporate Social Responsibility
Pembahasan dan Analisis Manajemen
62
Management Discussion and Analysis
Struktur Korporasi
68
Corporate Structure
Struktur Organisasi
69
Organizational Structure
Informasi Perusahaan
70
Company Information
Lembaga Penunjang
71
Supporting Institutions
Pernyataan Pertanggungjawaban Dewan
Komisaris dan Direksi
72
Statement of Responsibility of the Board of
Commissioners and the Board of Directors
Laporan Keuangan Konsolidasi
73
Consolidated Financial Statements
Selama 2009, keadaan perekonomian masih diliputi ketidakpastian sebagai akibat
krisis keuangan global. Melihat kenyataan ini, PT Bhakti Investama Tbk. telah
menetapkan strategi yang konservatif dengan mengkonsolidasi sumber daya untuk
membangun kekuatan.
During 2009, the economic climate was still rife with uncertainty as a result of the global financial crisis.
Recognizing this fact, PT Bhakti Investama Tbk. went on a conservative strategic course of Consolidating
Resources to Consolidate Strength
sejarah singkat perseroan
3
Company in Brief
Sejarah Singkat
Perseroan didirikan di Surabaya pada tanggal 2
November 1989. Awalnya, Perseroan bergerak secara
terbatas di pasar modal. Dengan berkembangnya
waktu dan kegiatan, Perseroan memindahkan kantor
pusatnya ke Jakarta pada bulan Februari 1990.
Brief History
Established in Surabaya on November 2nd, 1989, the
Company had its beginnings engaged in the Capital
Markets. As business grew, the Company moved its head
office to Jakarta on February 1990.
Dalam kurun waktu empat tahun setelah itu,
aktivitas Perseroan berkembang mencakup seluruh
aspek kegiatan pasar modal yaitu: perantara dan
perdagangan efek, penasihat dan manajemen investasi,
penjamin emisi efek, originasi & sindikasi, penasihat
keuangan serta jasa riset. Dalam waktu yang relatif
singkat, aktivitas Perseroan semakin meluas meliputi
kegiatan merjer dan akuisisi. Selain itu, Perseroan juga
mengelola beberapa jenis produk reksa dana.
Within a span of four years, its activities expanded to
encompass all aspects of the capital market activities;
including brokerage, financial and investment advisory,
underwriting, origination and syndication, and equity
research. Within a relatively short span of time after that,
Company activities had expanded into the mergers and
acquisition business. Additionally, the Company also
managed several mutual fund products.
Setelah dianggap layak, pada tahun 1997, Perseroan
melakukan Penawaran Umum Perdana Saham yang
tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Dari Penawaran Umum Perdana Saham tersebut,
Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 86,1
miliar.
In 1997, the Company launched an Initial Public Offering
(IPO) on the Jakarta Stock Exchange and Surabaya
Stock Exchange. The IPO succeeded in generating funds
amounting to Rp 86.1 billion.
Pada tahun 1999, Perseroan mulai memfokuskan diri
untuk menjadi sebuah perusahaan investasi. Melalui
berbagai aksi korporasi selama jangka waktu sepuluh
tahun, antara lain restrukturisasi, merjer, akuisisi dan
investasi langsung, saat ini Perseroan memiliki dua
investasi strategis; yaitu di sektor Media melalui
PT Global Mediacom Tbk serta di sektor Jasa Keuangan
melalui PT Bhakti Capital Indonesia Tbk.
In 1999, the Company started to focus its operations
into an investment company. Through several corporate
actions spanning a period of ten years, which included
restructurings, mergers, acquisitions and direct
investments, the Company currently owns two strategic
investments; in the Media sector through PT Global
Mediacom Tbk and in the financial sector through
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
4
sejarah singkat perseroan
Company In Brief
Perseroan juga memiliki sejumlah portofolio investasi
selain dari dua investasi strategis tersebut. Investasiinvestasi ini antara lain adalah di PT MNC Sky Vision
sebesar 20%, PT Global Transport Services sebesar
100%, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk sebesar
16,53%, ,dan sejumlah portofolio investasi lainnya.
Aside from the two strategic investments, the Company
also possesses several investment portfolios in high
growth investment sectors, including PT MNC Sky Vision
with 20% ownership, PT Global Transport Services
with 100% shareholdings, PT Citra Marga Nusaphala
Persada Tbk with 16,53% ownership, and in several other
investment portfolios.
Dalam rangka mewujudkan misi dan visinya, Perseroan
senantiasa menerapkan strategi korporasi yang telah
ditetapkan sebelumnya, yakni:
To fulfill its mission and vision, the Company continues
to implement corporate strategies, that have been
determined in the first place, which includes:
1.Fokus pada kegiatan usaha media dengan
pendapatan berbasis konten, iklan maupun
pelanggan, media pendukung dan infrastruktur,
serta secara bersamaan mengembangkan kegiatan
usaha jasa keuangan termasuk investasi.
1.
Focusing on media business activities with content
based revenues, advertising, and subscriber, media
support & infrastructure, and simultaneously develop
financial business activities including investments.
2.Memelihara pertumbuhan jangka panjang melalui
perpaduan pertumbuhan, baik secara organik
maupun melalui akuisisi kegiatan usaha baru.
2.
Sustaining a long-term growth through a
combination of organic growth and acquisition of
new businesses.
3.Melanjutkan konsolidasi dari berbagai anak
perusahaan, sehingga tercipta sinergi yang optimal
dan efisiensi biaya.
3.
Continuing consolidation of its subsidiaries to extract
synergy and cost efficiencies.
4.Ekspansi dalam sektor usaha lain yang memiliki
pertumbuhan tinggi dan memiliki prospek yang
baik.
4.
Expansions in other business sectors with high
growth and strong business prospects.
Sebagai perusahaan investasi, Perseroan menjalankan
investasi yang bijak (prudent), dengan fokus pada
proyek-proyek yang secara fundamental sangat
menjanjikan, baik berupa investasi jangka menengah
maupun jangka panjang dan yang telah melewati
proses uji analisis secara tuntas (due diligence) dan
menyeluruh, baik secara makro maupun mikro.
As an investment company, the Company continually
exercises prudent investments strategies by focusing on
projects that are fundamentally promising, both mid and
long-term investments that have undergone a thorough
due diligence process.
Melalui pendekatan investasi yang sudah teruji dalam
efek bersifat hutang maupun instrumen bersifat
ekuitas (modal), dalam jangka pendek investasi
Perseroan dialokasikan ke surat berharga yang dapat
diperdagangkan (marketable securities). Sebaliknya,
dalam hal investasi jangka panjang, Perseroan
bekerjasama dengan para investor melakukan
investasi untuk efek bersifat ekuitas melalui akuisisi
atau kepemilikan strategis dalam perusahaan yang
mempunyai arus kas kuat dan pertumbuhan modal
jangka panjang yang menjanjikan.
Through proven investment approach in the form of
debt and equity instruments, short-term investments are
made through marketable securities. On the other hand,
in long-term investments, the Company teamed-up with
strategic investors to seek investments in the businesses
that can generate strong cashflow and promising returns
on equity.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
visi, misi, dan Filosofi perseroan
5
Vision, Mission, and Company Philosophy
Visi :
Misi :
Menjadi perusahaan investasi yang
terkemuka, baik di dalam negeri,
maupun di luar negeri, khususnya di
kawasan Asia Pasifik.
Secara konsisten meningkatkan
kesejahteraan dan nilai tambah bagi
para pemegang saham, investor,
mitra bisnis, karyawan serta seluruh
pemangku kepentingan lainnya.
Vision :
To be recognized as a leading investment company,
both domestically as well as internationally, particularly
in the Asia Pacific region.
Mission :
To consistently improve the welfare and values of the
shareholders, investors, business partners, employees as
well as other stakeholders.
Visi :
Kemampuan dalam
melihat peluang
yang ada.
Vision :
The ability to capture
opportunities.
Integritas :
Kemampuan dalam
membangun kepercayaan
di antara investor
dan komunitas bisnis.
Integrity :
The ability to build trust
among investors and
business communities.
Persistence :
Kekuatan untuk
mengejar kesempatan
dalam keadaan
yang sulit.
Persistence :
The strength to
pursue opportunities in
difficult time.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
6
PERISTIWA PENTING PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN TAHUN 2009
Significant Events of the Company and Subsidiaries in 2009
Maret I March
Bhakti Asset Management melalui
produk BIG Dana Likuid Satu berhasil
meraih peringkat pertama untuk
kategori “Reksa Dana Pendapatan
Tetap Periode 1 Tahun” versi Majalah
Investor
Through the BIG Dana Likuid Satu
product, Bhakti Asset Management
achieved the number one rank
for the “1 Year Fixed Income
Mutual Fund” category by Investor
Magazine.
Mei I May
Indovision telah meluncurkan satelit
Indostar II dari Baikonur, Kazakhstan
untuk meningkatkan kapasitas
Transponder dan Channel, sehingga
dapat menambah jumlah program
yang akan disiarkan ke seluruh
Indonesia.
Indovision successfully launched
the satellite Indostar II from
Baikonur, Kazakhstan, in order
to increase the capacity of the
Transponder and number of
Channels to be broadcasted
throughout Indonesia.
Juni I June
Perseroan menyelenggarakan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan.
The Company held its Annual
General Meeting of Shareholders.
September I September Bhakti Finance meraih peringkat
“Sangat Bagus” untuk kategori
perusahaan pembiayaan dengan aset
dibawah Rp 500 miliar, oleh majalah
Infobank.
Infobank Magazine awarded
Bhakti Finance with the “Excellent”
rating for a financing company
with assets of less than Rp 500
billion.
Media Nusantara Citra melakukan
perubahan logo yang diikuti pula oleh
perubahan nama gedung kantor dari
“Menara Kebon Sirih” menjadi “MNC
Tower”
Media Nusantara Citra changed
its logo, followed by renaming the
office building from “Menara Kebon
Sirih” to “MNC Tower”.
Media Nusantara Citra membagikan
dividen senilai Rp 5,- per lembar saham
dengan jumlah total
Rp 68.147.203.990,- dengan rasio
pembayaran 40,8%.
Media Nusantara Citra distributed
dividend of Rp 5,- /share for a total
dividends of Rp 68.147.203.990,with dividend pay out ratio of
40.8%.
Media Nusantara Citra
menandatangani perjanjian kerja sama
dengan Disney-ABC International
Television (Asia Pacific) untuk
mendapatkan hak siaran programprogram animasi Disney-Pixar dengan
nama “Magical World of Disney” dan
serial-serial ABC Family live action.
MNC signed a multi-year deal
with Disney-ABC International
Television (Asia Pacific) for the
rights to broadcast Disney-Pixar
animated programs under the
brand “Magical World of Disney”
and the ABC Family live action
series
November I November
Global Mediacom melakukan divestasi
19% atas seluruh kepemilikan
sahamnya dalam
PT Mobile-8 Telecom Tbk.
Global Mediacom divested all its
shares in PT Mobile 8 Telecom Tbk.
(Mobile 8) amounting to 19% to
various investors.
Desember I December
Media Nusantara Citra melakukan
pembelian kembali saham sebanyak
10.000.000 lembar saham sehingga
selama tahun 2009 jumlah saham yang
telah dibeli kembali adalah sebanyak
130.557.500 lembar
Media Nusantara Citra bought
back a total of 10.000.000 shares
resulting in a grand total of
130.557.500 shares during 2009.
Oktober I October
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
Ikhtisar
Keuangan
Financial Highlights
ikhtisar keuangan
8
Financial Highlights
(dalam miliar Rupiah)
kecuali disebutkan lain
2009
2008
2007
2006
(in billion Rupiah)
unless otherwise stated
2005
Uraian
Description
Pendapatan Usaha
5.465,76
5.943,48
4.848,96
656,67
169,99
Total Revenue
Laba Usaha
753,14
637,74
1.114,13
209,73
93,73
Operating Income
Laba (Rugi) Bersih
(48,01)
(355,26)
695,24
229,38
51,35
Net Income (Loss)
EBITDA
1.228,03
1.258,05
1.596,33
320,00
101,49
EBITDA
Jumlah Aset
17.109,26
17.764,63
19.741,81
10.614,02
2.010,89
Total Assets
Jumlah Kewajiban
6.730,95
7.324,68
8.965,83
6.298,20
627,44
Total Liabilities
Jumlah Ekuitas
4.832,43
4.845,34
6.005,11
1.873,03
1.360,66
Total Stockholders’
Equity
(49)
119
52
12
Basic Earning (Loss)
per Share
Laba (Rugi) Bersih per
Saham Dasar
(7)
Laba (Rugi) Bersih per
Saham Dilusian
(17)
(dalam Rupiah penuh)
(in full Rupiah amount)
-
110
43
-
(dalam Rupiah penuh)
Diluted Earning (Loss)
per Share
(in full Rupiah amount)
Rasio keuangan Utama
Key Financial Ratio
Laba (Rugi) Bersih /
Pendapatan Usaha
-0,88%
-5,98%
14,34%
34,93%
30,20%
Net Income (Loss) /
Total Revenue
Laba (Rugi) Bersih /
Jumlah Aset
-0,28%
-2,00%
3,52%
2,16%
2,55%
Net Income (Loss) /
Total Assetts
Laba (Rugi) Bersih /
Jumlah Ekuitas
-0,99%
-7,33%
11,58%
12,25%
3,77%
Net income (Loss) /
Total Stockholders’ Equity
Jumlah Kewajiban /
Jumlah Ekuitas
139,29%
151,17%
149,30%
336,26%
46,11%
Total Liabilities /
Total Stockholders’ Equity
Jumlah Kewajiban /
Jumlah Aset
39,34%
41,23%
45,42%
59,34%
31,20%
Total Liabilities /
Total Assets
EBITDA /
Jumlah Pendapatan
Usaha
22,47%
21,17%
32,92%
48,73%
59,70%
EBITDA /
Total Revenue
Dividen
Dividen Tunai Per Saham -
(dalam Rupiah penuh)
Dividend
-
5
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
5
-
-
Cash Dividend Per Share
- (in full Rupiah amount)
9
695,24
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
4.848,96
1596,33
1.258,05
229,38
2005
2006
2007
2008
656,67
2009
(48,01)
169,99
(355,26)
2005
2006
2007
2008
1.228,03
51,35
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
5.465,76
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
5.943,48
EBITDA
EBITDA
Laba (Rugi) Bersih
Net Income (Loss)
Pendapatan Usaha
Revenue
320,00
101,49
2005
2009
2006
2007
2008
Jumlah Aset
Total Assets
Jumlah Kewajiban
Total Liabilities
Jumlah Ekuitas
Total Stockholders’ Equity
19.741,81
8.965,83
6.005,11
17.764,63
2009
7.324,68
17.109,26
4.845,34 4.832,43
6.730,95
6.298,20
2.010,89
2005
2006
2007
2008
2009
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
dalam miliar Rupiah
(in billion Rupiah)
10.614,02
627,44
2005
2006
2007
2008
2009
1.873,03
1.360,66
2005
2006
2007
2008
Kontribusi Pendapatan Per Sektor
(Dalam Miliar Rupiah)
Revenue Contribution Per Sector
(In Billion Rupiah)
827,53
121,37
261,87
188,41
298,05
243,95
Media dan Penyiaran
Media and Broadcasting
Media Berbasis Pelanggan
Subscriber Based Media
Kontribusi Pendapatan
Revenue Contribution
Media Pendukung dan Infrastruktur
Media Support and Infrastructure
2008
Kontribusi Pendapatan
Revenue Contribution
2009
Jasa Keuangan
Financial Services
Investasi Portofolio dan Lainnya
Portofolio Investment and Others
3.779,96
3.857,14
776,06
1.054,89
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
2009
informasi saham
10
Shares Information
2009
2008
2007
2006
2005
Number of Shares
7.236.933.545
7.236.933.545
7.236.259.371
4.803.305.032
4.238.221.371
Number of
Outstanding Shares
Jumlah Saham
Jumlah Saham Beredar
(dalam lembar saham)
(in share)
Nilai Nominal
Nominal Value
100
100
100
100
100
Tertinggi (*)
290
1080
1590
670
285
Highest (*)
Terendah (*)
135
166
480
90
160
Lowest (*)
(dalam Rupiah penuh
(in full Rupiah)
Stock Price
Harga Saham
Penutupan (*)
Kapitalisasi Pasar
199
199
1050
480
190
Closing (*)
1.440,15
1.440,15
7.598,07
2.305,59
805,26
Market Capitalization
Pergerakan Harga Saham 2009
Stock Price Movement 2009
(dalam Rupiah)
(in Rupiah)
Jan
Feb
Mar
Apr
May
Jun
Jul
Aug
Sep
Oct
Nov
Dec
Kronologis Pencatatan Saham Perseroan / Share Listing Chronology
Keterangan
Saham Yang
Ditawarkan /
Shares Offered
Waran Yang
Ditawarkan /
Warrant Offered
Jumlah
Saham /
Total Number of
Shares
Tanggal Efektif
dari BapepamLK/Persetujuan
RUPSLB /
Date of Effective
Statement from
Bapepam-LK/
Extraordinary
Shareholders
Meeting Approval
Tanggal
Pencatatan BEI /
Listing Date JSX
BEJ / JSX
Remark
BES / SSX
Penawaran Umum Perdana
123.000.000
-
428.000.000
28 Oct 97
24 Nov 97
24 Nov 97
Initial Public Offering
Pemecahan Saham
428.000.000
-
856.000.000
6 Aug 99
8 Sep 00
8 Sep 99
Stock Split
Pemecahan Saham
1.284.000.000
-
2.140.000.000
5 Jan 00
8 Sep 00
8 Feb 00
Stock Split
Penawaran Tanpa HMETD
107.000.000
-
2.247.000.000
27 Sep 99
4 Jul 00
4 Jul 00
Non-Preemptive Rights
Penawaran Umum Terbatas I
253.597.938
374.500.000
2.500.597.938
22 Jun 01
20 Jul 01
20 Jul 00
Right Issue I
Penawaran Umum Terbatas II
706.000.250
875.209.278
3.206.598.188
17 Sep 02
16 Oct 02
16 Oct 02
Right Issue II
Penawaran Umum Terbatas III
847.644.020
565.096.225
5.227.242.032
4 Jun 04
21 Jun 04
21 Jun 04
Right Issue III
Penawaran Umum Terbatas IV
1.829.534.711
-
7.056.776.743
27 Jun 07
12 Jul 07
12 Jul 07
Right Issue IV
Penawaran Umum Terbatas (TBUK)
1.346.367.238
-
8.403.144.481
27 Jun 07
(*)
(*)
Convertible Bond
(*) Periode Konversi TBUK adalah 23 Agustus 2007 - 23 Juni 2010
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
(*) Conversion Period of Convertible Bond is 23 August 2007 - 23 June 2010
informasi pemegang saham
11
Shareholders Information
Komposisi Pemegang Saham pada akhir bulan Desember 2009
Shareholders Composition as of December 2009
Pemegang Saham
Shareholders
Kepemilikan Saham
Share Ownership
%
Di Atas 5% / Above 5%
PT Bhakti Panjiwira
1.849.144.778
25,55%
Hary Tanoesoedibjo
822.181.500
11,36%
ABN Amro Bank N.V Singapore
620.747.000
8,58%
UOB Kay Hian Private Limited
461.000.000
6,37%
UBS AG Singapore
414.000.000
5,72%
4.167.073.278
57,58%
3.017.863.267
41,70%
51.997.000
0,72%
7.236.933.545
100,00%
Sub Total
Masyarakat (di bawah 5%) / Public (under 5%)
Modal Saham yang diperoleh kembali / Treasury Stock
Grand Total
Komposisi Saham yang dimiliki oleh Komisaris dan Direksi atas nama pribadi per Desember 2009
Share ownership composition by The Board of Commissioners and Directors as of 31st December 2009
Pemegang Saham /
Shareholders
Jabatan /
Position
Hary Tanoesoedibjo
Direktur Utama / President Director
Liliana Tanaja
Komisaris / Commissioner
Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris Utama / President Commissioner
Kepemilikan Saham /
Share Ownership
%
822.181.500
11,36%
18.028.500
0,25%
7.441.000
0,10%
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
12
sambutan komisaris utama
Message From the President Commissioner
Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris Utama
President Commissioner
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
13
Atas nama Dewan Komisaris, izinkan saya mempersembahkan laporan tahunan 2009 ini, dengan mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia
yang telah diberikan sehingga Perseroan dapat berkinerja
dengan cukup stabil.
On behalf of the commissioners, allow me to present this 2009
annual report by giving thanks to God Almighty, whose grace
made the performance of this company to remain stable.
Kami puas atas pencapaian Perseroan selama tahun 2009
karena Perseroan mampu mencatatkan kinerja usaha yang
layak di saat iklim makro ekonomi di Indonesia belum
pulih benar sebagai akibat dari krisis keuangan global.
Kondisi ini membuat dunia usaha Indonesia lebih banyak
bersikap menunggu dan hati-hati.
We are quite satisfied with the achievements of the Company
in 2009 because it still booked a satisfactory performance
level during a period when the Indonesian macro economic
climate had not fully recovered from the effects of the global
financial crisis, which caused the business environment in
Indonesia to adopt a “wait and see” attitude and exercise
undue caution.
Mulai pulihnya perekonomian Indonesia berdampak pada
kinerja keseluruhan Perseroan yang notabene adalah
perusahaan investasi. Dalam kaitan ini, kami menilai
Dewan Direksi telah mempersembahkan kinerja yang
cukup baik dalam menjalankan strategi yang berprinsip
kehati-hatian dan juga telah mengantisipasi risiko-risiko
negatif yang muncul dari kondisi perekonomian tersebut.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa strategi konsolidatif
yang dijalankan Perseroan telah terbukti mampu menjaga
kinerja pada tingkat yang cukup memuaskan.
The beginning of recovery for the Indonesian economy
impacted significantly on the overall performance of the
Company as an investment company. With regards to this,
our assessment is that the Directors have performed quite
satisfactorily in implementing a strategy of prudence and
anticipating negative risks arising from the overall economic
climate. Overall, the consolidative strategy implemented by
the Company has proven capable of safeguarding
performance to remain at a satisfactory level.
Direksi juga telah menunjukkan upaya yang besar untuk
memastikan kelanjutan bisnis Perseroan, menjaga tingkat
profitabilitas dan pertumbuhan usaha melalui penerapan
manajemen risiko dan penguatan daya saing Perseroan.
Inti usaha Perseroan berjalan dalam koridor strateginya
meskipun Perseroan juga terus mempelajari kemungkinan
ekspansi bisnis sebagai bagian upaya diversifikasi usaha.
The Directors have also shown great effort in ensuring the
continuing operations of the Company, guarding profitability
levels and growth of operations through implementing
prudent risk management and improving competitiveness.
The core operations remained true to strategy while
opportunities for business expansion and diversification were
also explored.
Sinergi yang baik antara Perseroan, para anak
perusahaan dan mitra bisnis telah menghasilkan dampak
positif bagi kinerja usaha. Sinergi yang baik itulah yang
telah membantu Perseroan untuk dapat menjaga efisiensi
serta efektivitas usaha. Ini adalah kondisi yang tepat agar
Perseroan tetap dapat memberikan nilai tambah bagi para
pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Harmonious synergy between the Company, its subsidiaries
and partners has resulted in positive operating performance.
This synergy has aided the Company in maintaining
operating efficiency and effectiveness. These are the right
conditions required for the Company to keep giving added
value for shareholders and stakeholders.
Komisaris juga bertanggung jawab terhadap pengawasan
penerapan tata kelola perusahaan (GCG) oleh Dewan
Direksi di seluruh lini usaha dan kegiatan operasional
untuk memastikan perlindungan atas kepentingan para
pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Komisaris juga menilai penerapan Tata Kelola Perusahaan
pada tahun 2009 telah berjalan dengan baik. Penerapan
prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik telah
membantu proses pengambilan keputusan di manajemen
tingkat tinggi maupun di tingkat yang lebih rendah karena
tiap individu Perseroan sangat memahami tugas maupun
tanggung jawabnya masing-masing.
The Commissioners are also responsible for overseeing the
implementation of GCG by the Directors in all business lines
and activities to ensure that the interests of shareholders
and stakeholders are safe. The Commissioners also evaluate
that GCG implementation in 2009 was done satisfactorily.
GCG principles implementation has aided decision making
at top management levels as well at mid management levels
because every individual fully understands their respective
responsibilities.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
14
sambutan komisaris utama
Message From the President Commissioner
Komisaris dalam kesempatan ini juga menyambut baik
upaya yang ditunjukkan Komite Audit dalam memastikan
kepatuhan Perseroan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku serta melaksanakan praktik-praktik bisnis yang
baik.
The Commissioners also take this opportunity to appreciate
the efforts shown by the Audit committee in ensuring that the
Company complies with relevant rules and regulations and
conducts sound business practices.
Untuk tahun 2010 yang diperkirakan akan jauh lebih baik,
Komisaris menyarankan agar Direksi tetap menerapkan
prinsip kehati-hatian dalam menentukan strategi bisnis
maupun memutuskan langkah-langkah ekspansi.
Meskipun demikian, sebagai suatu perusahaan investasi
yang sudah sangat berpengalaman, PT Bhakti Investama
Tbk juga layaknya tetap tanggap dan sigap dalam
memanfaatkan peluang yang muncul. Kami yakin bahwa
Direksi akan terus memperkuat sinergi dengan anak perusahaan dan mitra usahanya dan Komite Audit dapat terus
melanjutkan pengawasannya terhadap jalannya
perusahaan guna membantu menjaga pertumbuhan
bisnis Perseroan.
Entering 2010 which is predicted to be a better year for
business, the Commissioners suggest that the Directors
remain true to the principles of prudence in determining
business strategies and courses for expansion. These issues
notwithstanding, as a very well-experienced company,
PT Bhakti Investama Tbk. should also be vigilant and quick
to react in utilizing opportunities. We are confident that the
Directors will continue to build upon the strong synergy with
its subsidiaries and business partners and that the audit
Committee will continue to oversee operations to maintain
business growth.
Komisaris memberikan penghargaan setinggi-tingginya
terhadap kerja keras dan kerja tim yang baik yang
ditunjukkan jajaran manajemen dan karyawan Perseroan
sehingga telah membimbing Perseroan menciptakan nilai
yang lebih besar demi kepentingan para pemegang saham
maupun pemangku kepentingan.
The Commissioners appreciate highly the teamwork and hard
work shown by management and employees for the
Company in creating value for shareholders and stakeholders.
Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris Utama
President Commissioner
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
profil dewan komisaris
15
Profile of the Board of Commissioners
1. Ratna Endang Soelistiowati, Komisaris Utama / President Commissioner
2. Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Komisaris / Commissioner
2.
4.
5.
3. Liliana Tanaja, Komisaris / Commissioner
4. Posma Lumban Tobing, Komisaris Independen / Independent Commissioner
1.
3.
5. Antonius Z. Tonbeng, Komisaris Independen / Independent Commissioner
Ratna Endang Soelistiowati
Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris Utama
President Commissioner
Lahir di Surabaya pada tahun 1961. Setelah
menginjak semester 6 (tingkat 3) Fakultas
Teknik Sipil Universitas Petra tahun 1984, beliau
melanjutkan pendidikannya ke Qualifying Year untuk
program Master di bidang Teknik Sipil di Carleton
University, Ottawa, Kanada, dan meraih gelar Master
of Engineering pada tahun 1987.
Born in Surabaya in 1961. After entering the 6 th
semester (3 rd year) at the Civil Engineering Faculty of
Petra University, Surabaya in 1984, she pursued her
education to a Qualifying Year for a Master program
in Civil Engineering of Carleton University, Ottawa,
Canada and received her Master of Engineering degree
in 1987.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
16
profil dewan komisaris
Profile of the Board of Commissioners
Sebelum menjabat sebagai Komisaris Perseroan
pada tahun 2009, beliau menduduki posisi sebagai
Komisaris Perseroan (1995-2009). Beliau juga
memegang beberapa jabatan penting diantaranya
adalah sebagai Komisaris Utama PT Solobhakti
Trading & Contractor sejak tahun 2002, Komisaris
berbagai perusahaan yaitu PT Prasasti Mitra sejak
tahun 1994, BPR Bangil Adyatama sejak tahun 1998,
PT Cipta Karya Bhakti sejak tahun 1987 dan BPR
Rajekwesi sejak tahun 2001.
Before she was appointed as President Commissioner
of the Company in 2009, she held the position as
Commissioner of the Company (1995-2009). She also
holds several important positions which include
President Commissioner of PT Solobhakti Trading &
Contractor since 2002, also as Commissioner of several
companies, such as PT Prasasti Mitra since 1994, BPR
Bangil Adyatama since 1998, PT Cipta Karya Bhakti
since 1987, and BPR Rajekwesi since 2001.
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Komisaris
Commissioner
Lahir di Surabaya pada tahun 1964. Meraih gelar
Bachelor of Commerce dari Carleton University,
Ottawa, Kanada tahun 1987 dan Master of Business
Administration dari University of San Francisco,
Amerika Serikat tahun 1989. Menjabat sebagai
Komisaris Perseroan sejak 2002, saat ini beliau juga
menduduki beberapa jabatan penting diantaranya
adalah sebagai Direktur Utama PT MNC Sky Vision
sejak tahun 2004, Wakil Komisaris Utama Mediacom
dan RCTI sejak tahun 2002, Komisaris PT Media
Nusantara Citra Tbk sejak tahun 2004, Komisaris
Utama PT Bhakti Asset Management, dan sebagai
Komisaris Utama PT dos ni roha sejak 2007.
Born in Surabaya in 1964. Obtained his Bachelor of
Commerce degree from Carleton University, Ottawa,
Canada in 1987 and Master of Business Administration
degree from University of San Francisco, USA in 1989.
Appointed as a Commissioner of the Company since
2002, he currently holds several important positions
which includes as President Director of PT MNC Sky
Vision since 2004, as the Vice President Commissioner
of Mediacom and RCTI since 2002, as Commissioner of
MNC since 2004, as President Commissioner of
PT Bhakti Asset Management, and PT dos ni roha since
2007.
Liliana Tanaja
Liliana Tanaja
Komisaris
Commissioner
Lahir di Surabaya dan mendapatkan berbagai
diploma di bidang studi yang berhubungan dengan
bidang kecantikan dan fesyen di Ottawa, Kanada
selama periode 1987-1989. Beberapa diantaranya
adalah Diploma Professional Cosmetician, Diploma
Professional Nail Technician, dan Diploma Colour
Consultant dari Versailles Academy of Make-up
Arts & Esthetics (1986-1988), Diploma Hat Making
& Accessories , Diploma Fashion Design dari
L’Academic des Couturies Canadiens , serta Diploma
Fashion Merchandising and Marketing from ICS
Canadian Limited. (1988-1989).
Born in Surabaya, obtained her diplomas in fields
of studies related to fashion and beauty in Ottawa,
Canada, for the period of 1987-1989, amongst which
are Diploma Professional Cosmetician, Diploma
Professional Nail Technician, and Diploma Colour
Consultant from Versailles Academy of Make-up
Arts & Esthetics (1986-1988), Diploma in Hat Making
& Accessories, Diploma in Fashion Designer from
L’Academic des Couturies Canadiens as well as
Diploma in Fashion Merchandising and Marketing
from ICS Canadian Limited. (1988-1989).
Menjabat sebagai Komisaris sejak Juni 2009. Beliau
juga menjabat sebagai Chairwoman majalah
HighEnd sejak 2008, Komisaris PT Star Media
Nusantara dan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Bagi
Bangsa sejak 2007, Direktur PT Media Persahabatan
Indonesia sejak 2004, Pemimpin Umum Tabloid
Genie, Mom&Kiddie, dan Realita, serta Ketua Jalinan
Kasih RCTI. Selain itu beliau juga merupakan pendiri
Miss Indonesia.
Appointed as Commissioner of the Company since
June 2009. She also holds several positions such as
the Chairwoman of HighEnd Magazine since 2008,
the Commissioner of PT Star Media Nusantara
and Chairwoman of the Foundation of Education
for the Nation since 2007, Director of PT Media
Persahabatan Indonesia since 2004, Chairwoman of
Genie, Mom&Kiddie and Realita Tabloids , and Head of
Jalinan Kasih RCTI. She is also the founder of the Miss
Indonesia pageant.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
17
Posma Lumban Tobing
Posma Lumban Tobing
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Lahir di Tarutung, Sumatera Utara. Lulus AKABRI
Kepolisian tahun 1970, pendidikan lanjutan tingkat
doktoral di PTIK lulus tahun 1981, lulus SESKOAL
pada tahun 1985 dan LEMHAMNAS KSA VIII pada
tahun 2001 (juga pernah mengikuti kursus antara
lain : Suspadnas di Lemhanas; Susgatipospol dan
Suspospol di Sesko ABRI; kursus Para, dll).
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2006.
Selain itu, beliau juga aktif sebagai Komisaris
di beberapa anak Perusahaan seperti PT MNC
Skyvision sejak 2004, PT Media Nusantara Citra
Network sejak 2006, PT Sun Televisi Network dan
PT Global Informasi Bermutu sejak 2008 dan juga
menjabat sebagai Komisaris Utama PT Rajawali Citra
Televisi Indonesia sejak 2009. Sebelumnya, beliau
menjalani karir di Kepolisian RI dengan pangkat
terakhir Komisaris Jenderal Polisi pada tahun 2003
dan pernah bertugas sebagai anggota DPR/MPR-RI
dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Fraksi TNI/
Polri DPR-RI/ MPR-RI dan Wakil Ketua MPR-RI periode
1999-2004, sebelumnya menjabat sebagai Ketua
Komisi VII tahun 2001-2003.
Born in Tarutung, North Sumatera. He graduated
from the Armed Forces Academy – Police (AKABRI
–Kepolisian) in 1970, He continued his education
and graduated at the doctoral level from the Police
Institute of Higher Learning (PTIK) in 1981. He also
graduated from SESKOAL in 1985, Institute for National
Defense (LEMHAMNAS) KSA VIII in 2001 and has also
taken a number of courses including SUSPADNAS at
LEMHAMNAS, SUSGATISOSPOL and SUSPOSPOL at the
Armed Forces Academy - Command School (SESKO
ABRI), Para School and other important defense
courses. Appointed as Commissioner of the Company
since 2006. He also holds the position of Commissioner
for a number of subsidiaries such as PT MNC Skyvision
since 2004, PT Media Nusantara Citra Network since
2006, PT Sun Televisi Network and PT Global Informasi
Bermutu since 2008 and also holds the position of
President Commissioner of PT Rajawali Citra Televisi
Indonesia since 2009. He has spent his career with
the Indonesian Police and ultimately ranked as a
General Commissioner in 2003. Previously he has been
a congressman in the People’s Representative and
Consultative Assembly as Head of the Army/Police
Fraction and Vice Chairman of the Indonesian People’s
Consultative Assembly (MPR-RI) for the 1999-2004
period, previously served as Chairman of Commission
VII for the 2001-2003 period.
Antonius Z. Tonbeng
Antonius Z. Tonbeng
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Lahir di Makassar dan mendapat Sarjana Muda
Ekonomi pada tahun 1975 dari Universitas
Hasanuddin di Makassar dan lulus Sarjana Akuntansi
dari Universitas Katolik Parahyangan di Bandung
pada tahun 1981. Menjabat sebagai Komisaris sejak
Juni 2009. Beliau juga memegang posisi sebagai
Komisaris pada PT Asindo Husada Bhakti, sejak tahun
2003 dan PT Bhakti Asset Management sejak 2004.
Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur
PT Global Land Development Tbk (2006-2008) dan
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (2004-2006).
Born in Makassar, obtained his diploma in Economy
from Hasanuddin University in Makassar in 1975 and
Bachelor degree in Accounting from Parahyangan
Catholic University in Bandung in 1981. Appointed as
Commissioner of the Company since June 2009. He is
also positioned as the Commissioner of
PT Asindo Husada Bhakti since 2003 and PT Bhakti
Asset Management since 2004. Previously he
held positions as the Director of PT Global Land
Development Tbk (2006- 2008) dan PT Bhakti Capital
Indonesia Tbk (2004-2006).
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
18
laporan direktur utama
Report From the President Director
Hary TANOESOEDIBJO
Direktur Utama
President Director
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
19
Pemegang Saham Yang Terhormat,
Pertama-tama perkenankan kami memanjatkan puji
dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya sehingga memungkinkan Perseroan melalui
tahun 2009 dengan baik.
Valued Shareholders,
First of all I would like to praise God Almighty for all the
blessings that He has bestowed upon us, by providing growth
and prosperity to our business throughout 2009.
Selanjutnya, perkenankan kami untuk melaporkan kegiatan operasional setahun dari Perseroan. Menyusul tahun
2008 yang cukup menantang, perekonomian Indonesia di
tahun 2009 berangsur-angsur mulai pulih dan menunjukkan tanda-tanda yang positif bagi kelangsungan dunia
usaha. Meskipun demikian, iklim usaha secara menyeluruh
masih diliputi suasana menahan diri dan sikap hati-hati
yang mana tercermin pada hasil yang kami capai.
Allow me to report on the operational activities of the
Company. Following a challenging 2008, the Indonesian
economy showed positive signs for the continuation
of business and gradual recovery. These initial signs notwithstanding, the overall business climate was still hesitant and
adopted a “wait and see” attitude; the results of which are
reflected in our yearly performance.
Sebagai perusahaan investasi, pemulihan dari krisis keuangan global memberikan dampak yang cukup signifikan
pada perekonomian Indonesia dan tentunya terhadap pertumbuhan Perseroan. Karena Perseroan adalah perusahaan
investasi yang sudah sangat berpengalaman dan merupakan salah satu yang terdepan di Indonesia, kami menyadari
bahwa pada setiap siklus perekonomian muncul saat-saat
dimana harus menahan diri namun tetap melihat dan
mempelajari peluang usaha yang sesuai. Sejalan dengan
hal ini, di tahun 2009 kami telah mengambil langkahlangkah strategis yang mengacu pada falsafah konsolidasi
sumber daya untuk membangun kekuatan.
As an investment company, recovery from the global financial
crisis significantly affected the Indonesian economy and
consequently also the Company’s growth. Being a very
experienced and foremost Indonesian investment company,
we fully understand that for every economic cycle, there are
times when we need to restrain ourselves while still observing
and exploring appropriate business opportunities. In line with
this attitude, our 2009 strategies were based on a philosophy
of “Consolidating Resources to Consolidate Strength”.
KINERJA PERSEROAN DAN INVESTASI STRATEGIS
COMPANY PERFORMANCE AND STRATEGIC
INVESTMENTS
Valued shareholders, until 31 December 2009 the Company
has booked consolidated operating income of Rp 5.47 trillion,
which represents an 8% decline from the previous year. From
the total operating income of the Company, the Media sector
still remained the main contributor with a 91% portion,
followed by income from Portfolio Investments and others
with a 4% contribution, the Financial Services sector with 3%
and Media Support and Infrastructure with a 2% contribution. These results reflected the overall economic and business
conditions in Indonesia that were recovering from the
previous year. Since we are an investment company,
systematic risk factors could affect our overall performance
significantly.
Para pemegang saham yang terhormat, sampai dengan 31
Desember 2009, Perseroan telah mencatatkan pendapatan
usaha konsolidasi sebesar Rp 5,47 triliun atau menurun 8%
dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total Pendapatan
Usaha Perseroan, sektor Media tetap menjadi kontributor
utama terhadap pendapatan total sebesar 91%, diikuti
oleh pendapatan dari Investasi Portofolio dan lainnya
sebesar 4%, sektor Jasa Keuangan sebesar 3% serta dari
Media Pendukung dan Infrastruktur sebesar 2% . Semua
ini mencerminkan keadaan perekonomian dan dunia
bisnis di Indonesia yang sedang mengalami masa pemulihan dari keadaan tahun sebelumnya. Mengingat bahwa
Perseroan merupakan perusahaan investasi, sedikit banyak
faktor-faktor risiko yang bersifat sistematis dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kinerja Perseroan
secara keseluruhan.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
20
laporan direktur utama
Report From the President Director
Selama tahun 2009, berbagai target telah berhasil kami
raih, namun beberapa target lainnya harus disesuaikan dalam situasi perekonomian yang memang baru dalam tahap
pemulihan tersebut. Di tahun 2009, kami berupaya untuk
melakukan efisiensi biaya yang membuahkan sebuah
peningkatan Laba Usaha sebesar 18% dari Rp 638 miliar
di tahun 2008, menjadi Rp 753 miliar. Hasil yang cukup
baik ini tidak lepas dari kontribusi dua Investasi Strategis
yang dimiliki oleh Perseroan, yaitu sektor Media dan Jasa
Keuangan.
During 2009, although a number of targets were successfully
achieved, others had to be adjusted in line with the economic
situaton that was still in the recovery stage. We strove to
implement cost efficiency measures in 2009, which resulted in
an increase of 18% for Operating Profit from Rp 638 billion in
2008 to Rp 753 billion for the year. This impressive result is also
attributable to two Strategic Investments, namely the Media
and Financial Services sectors.
Sektor Media
Di tengah situasi ekonomi yang kurang kondusif, PT Global
Mediacom Tbk (“Mediacom”) membukukan pendapatan
usaha untuk tahun fiskal 2009 sebesar Rp 5,04 triliun,
menurun 6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar
Rp 5,38 triliun. Namun, laba usaha mengalami peningkatan
sebesar 24% dari Rp 573 miliar di tahun 2008 menjadi
Rp 710 miliar di tahun 2009.
The Media Sector
Even faced with sluggish economic conditions, PT Global
Mediacom Tbk (“Mediacom”) managed to book operating
income from continuing business in 2009 in the amount of
Rp 5.04 trillion, which is a 6% drop compared to the Rp 5.38
trillion in 2008. Operating profit also increased by 24% from
Rp 573 billion in 2008 to Rp 710 billion in 2009.
Hal yang perlu kami garis bawahi adalah dimana pada bulan November 2009, Perseroan telah mengambil langkah
penting yang sangat strategis dengan melepas kepemilikannya atas saham PT Mobile-8 Telecom Tbk melalui
Mediacom, sehingga Investasi Strategis Perseroan di sektor
Media akan lebih fokus dan terpadu di bidang Media
berbasis Konten dan Iklan, Media berbasis Pelanggan serta
Media Pendukung dan Infrastruktur.
Another item of note is that in November 2009, the Company
embarked on a very strategic step by divesting its shares in
PT Mobile-8 Telecom Tbk through Mediacom. This resulted in
a more focused and integrated Company Strategic Investment in the Media sector through Content and Advertising
Based Media, Subscriber Based Media and Media Support and
Infrastructure.
Media Berbasis Konten dan Iklan
Pendapatan Konsolidasi yang dibukukan oleh PT Media
Nusantara Citra Tbk adalah sebesar Rp 3,92 triliun pada
2009, relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,92 triliun. Kontribusi terbesar berasal
dari Pendapatan Iklan sebesar 79% terhadap pendapatan
konsolidasi, sedangkan 21% sisanya berasal dari pendapatan non-iklan.
Content and Advertising Based Media
The 2009 Consolidated Income booked by PT Media Nusantara Citra Tbk was Rp 3.92 trillion; a relatively stable amount
compared with the previous year’s of Rp 3.92 trillion. The
largest contribution came from Advertising Income, while the
remaining 21% was derived from Non Advertising Income.
Media Berbasis Pelanggan
Sebagai pemimpin pasar pada industri TV Berbayar
di Indonesia, MNC Sky Vision membukukan kenaikan
pendapatan sebesar 32% selama 2009 menjadi Rp 1,05
triliun dari Rp 0,8 triliun selama 2008. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan jumlah pelanggan. MNC Sky
Vision memiliki pangsa pasar terbesar pada bisnis televisi
berbayar sebesar 78%, dibandingkan dengan tahun 2008
sebesar 60%. Begitu pula halnya dengan jumlah
Subscriber Based Media
As the leader in the Pay TV industry in Indonesia, MNC Sky
Vision booked a 32% income increase in the amount of
Rp 1.05 trillion for 2009 compared to the Rp 0.8 trillion of
2008. This was due to an increase in the number of subscribers
acquired for the year. MNC Sky Vision has the largest market
share of 78% for 2009 in the Pay Television business compared
to the 60% that it had in 2008. This is also evident in the
number of subscribers which increased by 26% from 479,394
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
21
pelanggan yang meningkat sebesar 26% dari 479.394
menjadi 604.234 (tidak termasuk pelanggan dari SMATV),
dimana sebesar 516.055 adalah pelanggan Indovision dan
sisanya sebesar 88.179 adalah pelanggan Top TV.
in 2008 to 604,234 in 2009 (excluding SMATV subscribers),
where 516,055 of them are Indovision subscribers and the
remaining 88,179 are Top TV subscribers.
Media Pendukung dan Infrastruktur
Infokom Elektrindo mencatat pendapatan sebesar Rp 179
miliar di tahun 2009, atau menurun sebesar 33% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 267 miliar. Penurunan ini disebabkan karena realisasi pendapatan proyek
pemerintahan yang rendah dan juga jumlah traffic SMS
yang menurun.
Media Support and Infrastructure
Infokom Elektrindo booked a Rp 179 billion income in 2009,
a 33% decrease from the Rp 267 billion of 2008. This decrease
was caused by low levels of realized government projects and
also a lower SMS traffic volume.
Sektor Jasa Keuangan
Kondisi makro ekonomi yang masih dalam proses pemulihan dimana tingkat ketidakpastiannya cukup tinggi
memberikan dampak yang signifikan bagi perusahaanperusahaan yang bergerak di industri jasa keuangan
seperti halnya PT Bhakti Capital Indonesia Tbk yang memiliki tiga anak perusahaan yang bernaung di bawahnya.
Financial Services Sector
The recovering macroeconomic conditions rife with
uncertainty affected companies in the financial services
sector such as PT Bhakti Capital Indonesia Tbk and its three
subsidiaries significantly.
Bhakti Securities yang bergerak di bidang sekuritas
membukukan pendapatan sebesar Rp 51 miliar, atau turun
sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu,
investor lokal dan asing masih ragu-ragu untuk bertransaksi di bursa pada semester pertama 2009 sehingga nilai
transaksi mengalami penurunan sebesar 32% dari Rp 24
triliun menjadi Rp 16 triliun di tahun 2009. Sementara itu,
Bhakti Finance yang berfokus pada pembiayaan konsumen
mencatat penurunan laba bersih dari Rp 11 miliar pada
2008 menjadi Rp 4,7 miliar. Namun, Bhakti Asset Management yang merupakan perusahaan Manajer Investasi
berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar
140% menjadi Rp 1,4 miliar pada 2009 bila dibandingkan
dengan kerugian sebesar Rp 3,65 miliar pada 2008.
Bhakti Securities booked revenues of Rp 51 billion, a decrease
of 11% from the previous year. Local and foreign investors
were still hesitant to transact in the stock exchange during the
first semester of 2009 which made the value of transactions
declined by 32% from Rp 24 trillion in 2008 to Rp 16 trillion
from 2009. Bhakti Finance, focusing on consumer financing,
also booked a decreased net profit of Rp 4.7 billion for 2009
compared to the Rp 11 billion of 2008. On a better note, Bhakti
Asset Management as an Investment Manager succeeded in
booking an increase of 140% growth in net profit for Rp 1.4
billion in 2009 compared to the Rp 3.65 billion of 2008.
Selain itu perlu kami tambahkan bahwa sektor Jasa Keuangan berhasil mengukir prestasi dimana Bhakti Finance
meraih predikat ‘Sangat Baik’ untuk kategori perusahaan
pembiayaan dengan total nilai aset di bawah Rp 500 miliar
berdasarkan rating Majalah Infobank, begitu pula halnya
dengan Bhakti Asset Management melalui produk BIG
Dana Likuid Satu berhasil meraih peringkat pertama untuk
kategori “Reksa Dana Pendapatan Tetap Periode 1 Tahun”
versi Majalah Investor. Hal ini tentunya sangat membanggakan dan memacu kami untuk dapat meraih pencapaianpencapaian yang lebih baik di waktu-waktu mendatang.
The Financial Services sector also achieved notable awards
with Bhakti Finance being awarded the “Excellent” rating for
finance companies with assets lower than Rp 500 billion by
Infobank Magazine and Bhakti Asset Management awarded
the first position for the One Year Fixed Income Mutual Fund
category by Investor Magazine through its BIG Dana Likuid
Satu product. These are very proud achievements and will
stimulate us to achieve greater things for the future.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
22
laporan direktur utama
Report From the President Director
KEPATUHAN PADA PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA
PERUSAHAAN DAN TRANSPARANSI
Sebagai perusahaan publik, Perseroan senantiasa
mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance (GCG) sebagai bagian dari pemenuhan
tanggung jawab Perseroan sebagai entitas bisnis dalam
masyarakat kepada seluruh pemangku kepentingan. Kami
meyakini bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang
baik dapat meningkatkan nilai serta kredibilitas Perseroan
di mata para investor.
COMPLIANCE TO TRANSPARENCY AND GOOD
CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES
As a publicly listed company, the Company continually
implements GCG principles as a measure of its responsibility
to all stakeholders as a business entity in society. We are fully
aware that GCG implementation can increase our value and
credibility in the eyes of investors.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini semua
perusahaan di Indonesia sudah menyadari akan perlunya
penerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (GCG)
yang baik. Bagi Perseroan sendiri, penerapan prinsip-prinsip GCG bahkan sudah menuju suatu paradigma perusahaan yang dikelola dengan baik (Good Governed Company).
Kami ingin menunjukkan bahwa Perseroan mampu bertanggung jawab kepada publik atas layanan yang terjamin,
kepada pemerintah atas kepatuhan terhadap peraturan
dan perpajakan yang berlaku serta tetap memenuhi harapan para pemegang saham atas pengembalian usaha
yang menguntungkan dan teratur.
All companies in Indonesia today realize the need for
implementing GCG principles. For the Company itself,
implementation of GCG principles have transcended into the
paradigm of a Good Governed Company. We want to
showcase that the Company is able to be responsible to the
public for assured qualitiy services, to the government for
compliance to prevailing regulations and taxation while
satisfying the expectations of the shareholders for profitable
and regular returns on their investment.
Selain itu, hal lain yang dapat kami banggakan adalah
mulai diterapkannya konsep Enterprise Risk Management.
Dengan penerapan konsep ini, maka pengelolaan risiko
dapat dilakukan dengan lebih efisien sehingga dapat
meningkatkan kualitas Manajemen Risiko itu sendiri dan
tentunya nilai para pemegang saham.
Another achievement that we are proud of is the implementation of Enterprise Risk Management in our company.
With this, risk management becomes more efficient so that
the quality of Risk Management is improved and value for the
shareholders is improved too.
Dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang
menjadi bagian dari masyarakat, maka kegiatan Corporate
Sosial Responsibility (CSR) dari Perseroan selalu difokuskan
untuk memberikan layanan kepada masyarakat banyak.
Hal ini antara lain diwujudkan melalui acara Bakti Sosial
yang diadakan dalam rangka menyambut bulan suci
Ramadhan 1430 H. Selain itu, anak-anak Perusahaan juga
tidak ketinggalan untuk melakukan berbagai kegiatan
CSR yang secara rutin telah diadakan, seperti Jalinan Kasih,
Seputar Indonesia Peduli, dan masih banyak lagi.
By positioning ourselves as a part of society, our Corporate
Social Responsibility activities are always focused on
providing services for the general public. These are realized
through social charity events that we conduct to herald the
advent of Ramadhan 1430 H. Our subsidiaries also conduct
CSR activities routinely through events such as the Jalinan
Kasih, Seputar Indonesia Peduli and many other occasions.
Perlu kami laporkan pula bahwa susunan Direksi Perseroan telah mengalami perubahan dan telah mendapatkan
persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
pada tanggal 19 Juni 2009. Dengan adanya perubahan
komposisi tersebut, kami berkeyakinan bahwa Perseroan
dapat mencapai kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami menyadari bahwa hal
tersebut tidaklah mudah, namun kami selaku Direksi akan
berupaya menjalankan perusahaan sebaik mungkin serta
secara efektif memastikan harapan pemegang saham
dapat dipenuhi.
We report that the Company’s Board of Directors formation
have been changed and approved through the June 9, 2009
AGMS. With this composition change, we are confident that
the Company will perform better than it has done in the past.
We realize that this is not an easy undertaking, but as
Directors we will strive to lead the Company as best as we can
and effectively ensure that the expectations of shareholders
are fulfilled.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
23
SUMBER DAYA MANUSIA
Sebagai organisasi dinamis yang merupakan pionir dalam
ragam bentuk terobosan usaha, Perseroan merupakan
suatu organisasi dimana para karyawannya secara umum
merupakan individu yang dinamis dan berpendidikan
tinggi.
HUMAN RESOURCES
As a dynamic organization that has pioneered various
business breakthroughs, the Company is an organization
where the employees in general are dynamic and highly
educated individuals.
Pada tahun 2009, kami memfokuskan diri pada peningkatan kualitas SDM melalui program-program spesifik yang
tepat guna, variatif dan intensif, sehingga karyawan tetap
memiliki kesempatan dalam mengembangkan dirinya
sesuai dengan keahlian dan talentanya di tengah tingginya tuntutan dan tantangan kerja. Untuk itu, Perseroan
secara rutin mengadakan pelatihan-pelatihan baik internal
maupun eksternal.
During 2009, we focused on improving HR quality through
variative specific programs that are case-appropriate and
intensively implemented. Through these, employees are given
the opportunity to develop themselves according to their
skills and talents in the midst of jobs with high expectations
and challenges. To achieve these ends, the Company conducts
routine internal and external training programs.
STRATEGI KEDEPAN
Kami percaya bahwa perekonomian yang mulai pulih
ini akan semakin membaik dikemudian hari dan akan
membuka banyak peluang baru dengan beragam pilihan
investasi yang ditunjang dengan adanya variabel makro
yang semakin membaik dengan proyeksi pertumbuhan
sebesar 3,9% secara global (sumber: IMF) .
FUTURE STRATEGY
We are confident that the improving economy will continue
to improve further in the future and will open up many
opportunities through investment options that are supported
by improving macroeconomic variables and a projected
global growth rate or 3.9% (source: IMF).
Sebagai perusahaan investasi, Perseroan selalu berusaha melihat berbagai peluang investasi yang memiliki
pertumbuhan tinggi. Salah satu bidang investasi yang
menarik minat kami adalah sektor minyak dan gas. Seperti
kita ketahui bahwa konsumsi energi di Indonesia dan
dunia semakin berkembang pesat khususnya untuk
memenuhi kebutuhan yang tumbuh di sektor transportasi
dan industri yang memiliki tingkat konsumsi energi yang
tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan energi, pemerintah
juga menawarkan hak eksplorasi dan insentif lainnya,
seperti pemberlakuan pajak yang menguntungkan dan
pembagian hasil produksi yang lebih baik, dengan tujuan
mendorong investasi lebih besar di sektor ini.
As an investment company, we continually strive to take note
of investment opportunities that have high growth potential.
One of these that attract us is invesment in the oil and gas
sector. We know that energy consumption in Indonesia and
the world is growing rapidly to meet the needs of industries
such as the transportation and industrial sectors, which have
high energy consumption requirements. The Government has
also offered exploration rights and other incentives to meet
energy requirements. These include attractive tax incentives
and better production sharing to push larger investments into
this sector.
Melihat peluang tersebut, Perseroan berniat untuk berinvestasi di sektor minyak dan gas yang diharapkan dapat
memicu pertumbuhan yang lebih tinggi di masa depan.
Selain minyak dan gas, beberapa sektor yang kami minati
adalah pertambangan dan asuransi. Selain itu, kami juga
memiliki rencana untuk melakukan divestasi kepemilikan
atas salah satu Investasi Portofolio Perseroan, yaitu PT MNC
Sky Vision. Untuk itu, kami telah menunjuk dua perusahaan
konsultan keuangan yang terbaik untuk membantu dalam
hal mencarikan calon investor strategis yang tepat.
Observing this opportunity, the Company intends to invest in
the oil and gas sector with the hope that this will spur a higher
growth rate for the future. We are also exploring other sectors
such as mining and insurance aside from the oil and gas
industry. We also have plans to divest our ownership in
PT MNC Sky Vision, one of our Portfolio Investments. We have
assigned two of the best financial consultants available in
helping us to find a suitable strategic investor for the
transaction.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
24
laporan direktur utama
Report From the President Director
Terkait dengan rencana-rencana Perseroan tersebut, maka
di tahun 2010, kami akan lebih memfokuskan diri untuk
melakukan investasi yang merupakan bagian dari strategi
untuk meningkatkan kinerja Perseroan dimasa datang
sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
In line with the above corporate plans, the Company will focus
more on doing investment as its strategy for 2010 to improve
Company performance for the future as well as increasing
value for its shareholders.
PERMULAAN YANG BAIK DI AWAL TAHUN 2010
Selanjutnya, dengan bangga kami laporkan bahwa Perseroan telah mencatat kinerja keuangan yang menggembirakan pada kwartal pertama 2010, sebuah permulaan yang
sangat baik untuk meraih hasil yang lebih memuaskan di
tahun fiskal 2010.
A GOOD BEGINNING FOR 2010
Furthermore, we are proud to report that the Company has
achieved great financial performance in the first quarter of
2010, a very good beginning to achieve even more rewarding
results for the 2010 fiscal year.
Untuk kwartal pertama 2010 yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2010, pendapatan Perseroan tumbuh sebesar 17% menjadi Rp 1,51 triliun dari Rp 1,29 triliun pada
periode yang sama tahun sebelumnya karena adanya
pertumbuhan pendapatan sebesar 16% dari bisnis media
dan penyiaran. Selain itu, Manajemen telah berhasil menurunkan biaya langsung sebesar 11% dan biaya operasionalnya menurun sebesar 2%. Sedangkan EBITDA yang dicatat
oleh Perseroan meningkat sebesar 91% menjadi Rp 544
miliar untuk tiga bulan pertama 2010 bila dibandingkan
dengan Rp 285 miliar untuk periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, Perseroan berhasil membukukan laba bersih
sebesar Rp 153 miliar, meningkat 223% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana Perseroan mengalami
kerugian sebesar Rp 124 miliar.
For the first quarter of 2010 ending on March 31, 2010, the
Company’s revenues grew by 17% to Rp 1.51 trillion from
Rp 1.29 trillion during the same periode in the previous year
due to a growth of 16% in the media and broadcasting
business. The Management has also succeeded in lowering
direct costs by 11% and operating expenses by 2%. EBITDA
increased by 91% to Rp 544 billion in the first quarter of 2010
compared to Rp 285 billion for the same periode last year. In
addition, the Company also booked a net profit of
Rp 153 billion, increased by 223% compared to the same
periode last year where the Company recorded a net loss of
Rp 124 billion.
Dengan demikian, atas nama Direksi, saya menyampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua
pemangku kepentingan yang telah mendukung usaha
kami, dan telah menjadikan Perseroan sebagai perusahaan
investasi terkemuka di Indonesia. Yang terpenting, saya
atas nama Direksi juga ingin menyampaikan penghargaan
kepada para pemegang saham yang telah mendukung
pertumbuhan Perseroan. Untuk ke depannya, kami memiliki keyakinan yang sangat besar bahwa Perseroan akan
mencapai hasil yang lebih baik lagi.
Therefore, on behalf of the Board of Directors, I wish to express
my most hearfelt appreciation to all stakeholders that have
supported our businesses and have established the
Company as a leading investment company in Indonesia.
Most importantly, on behalf of the Board of Directors, I also
wish to convey my appreciation to our shareholders that have
supported the growth of the Company. For the future, we are
highly confident that the Company will achieve even greater
results.
Hary TANOESOEDIBJO
Direktur Utama
President Director
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
profil dewan direksi
25
Profile of the Board of Directors
1. Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama / President Director
2. Hary Djaja, Direktur / Director
3. Darma Putra, Direktur / Director
1.
2.
3.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
26
profil dewan direksi
Profile of the Board of Directors
Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo
Direktur Utama
President Director
Beliau mendirikan Bhakti group pada tahun 1989,
dan lahir di Surabaya pada tahun 1965. Telah
menyelesaikan studinya dengan meraih gelar
kehormatan Bachelor of Commerce di bidang
Corporate Finance dari Carleton University,
Ottawa, Kanada pada 1988 dan Master of Business
Administration bidang Portfolio Management dari
universitas yang sama pada tahun 1989.
He founded the Bhakti Group in 1989, and was born
in Surabaya in 1965. He completed his studies by
receiving his Bachelor of Commerce (Honors) in
Corporate Finance from Carleton University, Ottawa,
Canada in 1988, and Master of Business Administration
in Portfolio Management from the same university in
1989.
Saat ini beliau menjabat sebagai Group President
& CEO PT Bhakti Investama Tbk. Selain itu juga
memangku berbagai jabatan penting diantaranya
sebagai Komisaris Utama PT Bhakti Capital Indonesia
Tbk sejak tahun 1999, Group President dan CEO
PT Global Mediacom Tbk (Mediacom) sejak tahun
2002, Group CEO PT Media Nusantara Citra Tbk
sejak tahun 2004, Direktur Utama PT Rajawali Citra
Televisi Indonesia, Chairman Linktone Ltd. sejak
2008, Komisaris Utama PT MNC Sky Vision sejak
tahun 2006 serta berbagai perusahaan lain di bawah
payung Perseroan maupun Grup Mediacom.
He is currently presided as the Group President and
CEO of the Company, aside from which he also holds
various important positions including President
Commissioner of PT Bhakti Capital Indonesia Tbk since
1999, Group President and CEO of PT Global Mediacom
Tbk since 2002, Group CEO of PT Media Nusantara
Citra Tbk since 2004, President Director of PT Rajawali
Citra Televisi Indonesia, Chairman of Linktone Ltd since
2008, President Commissioner of PT MNC Sky Vision
since 2006, and other companies under Bhakti Group
and Mediacom Group.
Pengalamannya meluas dengan mengajar sebagai
dosen di berbagai lembaga pendidikan dan kursus,
sebagai pembicara pada berbagai seminar tentang
pasar modal, corporate finance, investment, maupun
strategic management, sebagai Komisaris Bursa
Efek Surabaya, sebagai Konsultan Prakarsa Jakarta,
sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional
Indonesia (KONI), serta berbagai jabatan penting
lainnya.
His experiences extends to become lecturer and
instructor of several educational institutions and
courses, as speaker of various seminars on particular
subjects as capital market, corporate finance,
investment and strategic management. He is also
presided as Commissioner of Surabaya Stock Exchange,
as Consultant for Jakarta Initiative,as the General
Treasurer of Indonesia National Sport Committee
(KONI) and various other important positions.
Perusahaannya telah berkembang dengan sukses,
dan menjadi sebuah model perusahaan investasi
terkemuka di Indonesia. Beliau telah berhasil
memimpin berbagai akuisisi dan restrukturisasi
penting, termasuk tapi tidak terbatas pada
restrukturisasi PT Bhakti Capital Indonesia Tbk,
Mediacom, MNC, RCTI, TPI, dan pembentukan media
cetak Seputar Indonesia, yang melibatkan berbagai
restrukturisasi yang rumit.
His enterprise has emerged successfully, and has
become a model of the leading investment companies
in Indonesia. He has led several acquisitions and
important restructurings, including the restructuring of
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk, Mediacom, MNC, RCTI,
TPI as well as the establishment of Seputar Indonesia
Newspaper all of which involve a series of complicated
restructurings schemes.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
27
Hary Djaja
Hary Djaja
Direktur
Director
Lahir di Kediri pada tahun 1959, lulusan Universitas
Airlangga, Surabaya tahun 1982. Menjabat sebagai
Direktur Perseroan sejak tahun 2009, sebelumnya
beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama
Perseroan sejak 2002 dan sebagai Komisaris
Perseroan (1995-1996) dan Direktur Utama PT Bhakti
Capital Indonesia Tbk (1999-2002). Saat ini beliau
juga menjabat sebagai Komisaris di beberapa anak
perusahaan seperti PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
sejak 2002, PT Bhakti Asset Management sejak 2002
dan PT MNC SkyVision (2006-2009). Selanjutnya,
beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama
PT Bhakti Finance sejak 2008, serta sebagai Direktur
di PT Global Mining Resources dan Direktur Utama
PT Global Transport Services.
Born in 1959 in Kediri. Completed his studies at
University of Airlangga, Surabaya in 1982. Appointed
as Director of the Company since 2009. Previously
he was the President Director since 2002 and as
Commissioner of the Company (1995-1996) and as
President Director of PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
(1999-2002) Currently he also serves as Commissioner
of several Company’s subsidiaries such as PT Bhakti
Capital Indonesia Tbk since 2002, PT Bhakti Asset
Management since 2002, PT MNC SkyVision (20062009). Furthermore, he also serves as President
Commissioner of PT Bhakti Finance since 2008, and
as Director of PT Global Mining Resources and as
President Director of PT Global Transport Services.
Darma Putra
Darma Putra
Direktur
Director
Lahir di Medan pada tahun 1966. Menerima gelar
sarjananya dari Oregon State University, Amerika
Serikat pada tahun 1988 dan gelar MBA dari
University of Minnesota, Amerika Serikat pada tahun
1990.
Born in 1966 in Medan. Received his Bachelor’s degree
from Oregon State University, USA in 1988 and his MBA
Degree from University of Minnesota, USA in 1990.
Mengawali karirnya sebagai Chief Financial Officer
di PT Marga Mandalasakti pada tahun 1997-1998,
sebagai Direktur Keuangan PT Kurnia Kapuas
Utama Tbk pada tahun 1998-1999, dan selanjutnya
melangkah maju menjadi Direktur Utama PT Marga
Mandalasakti. Ditunjuk sebagai Direktur Perusahaan
sejak bulan Mei 2008. Saat ini beliau juga menjabat
sebagai Direktur Utama PT Bhakti Capital Indonesia
Tbk dan sebagai Direktur PT Global Transport
Services serta sebagai Komisaris di berbagai Anak
Perusahaan seperti PT Bhakti Finance, PT Bhakti
Securities, dan PT Indonesia Air Transport Tbk.
Started his early career as Chief Financial Officer of
PT Marga Mandalasakti in 1997-1998, as Finance
Director of PT Kurnia Kapuas Utama Tbk in 1998-1999,
and gradually moved upward to become President
Director of PT Marga Mandalasakti. Appointed as
Director of the Company since May 2008. Currently, he
also serves as President Director of PT Bhakti Capital
Indonesia Tbk, Director of PT Global Transport Services
and as Commissioner of Subsidiaries such as PT Bhakti
Finance, PT Bhakti Securities, and PT Indonesia Air
Transport Tbk.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
28
profil penasihat perusahaan
Profile of Corporate Advisor
Lahir di Surabaya pada tahun 1927. Menyelesaikan
studi paska sarjananya di Perguruan Tinggi Ilmu
Kepolisian, Jakarta. Kemudian meneruskan studinya
di US Coast Guard Officer Candidate School and
Police Administration Studies, AS. Beliau telah
menduduki berbagai posisi penting termasuk
sebagai:
Born in 1927 in Surabaya. Completed his post-graduate
studies at the Faculty of Police Science, Jakarta. Then
pursued his studies in the US Coast Guard Officer
Candidate School and Police Administration Studies,
USA. He has served many important positions,
including as:
1.Kepala Polisi Republik Indonesia (1974-1978)
2.Duta Besar Indonesia untuk Kanada(1979-1983)
3.Komisaris Utama, PERUM PERURI (1985-1987)
1.
2.
3.
4.Komisaris Utama, Bank Rakyat Indonesia (19871995)
4.
Beliau kini menduduki jabatan sebagai penasihat
perusahaan sejak tahun 1997.
He has presided as a Corporate Advisor for the Company
since 1997.
Head of The Indonesian Police (1974-1978)
Indonesian Ambassador to Canada (1979-1983)
Chairman of the Board of Commissioners of the
Government Banknotes Printing and Minting
(PERURI) (1985-1987)
Chairman of the Board of Commissioners of Bank
Rakyat Indonesia (1987-1995)
Drs. Widodo Budidarmo
Penasihat Perusahaan
Corporate Advisor
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
investasi strategis
perseroan
company’s strategic investments
30
media
Media
PT GLOBAL MEDIACOM TBK (MEDIACOM)
Didirikan sebagai PT Bimantara Citra pada tanggal
30 Juni 1981 dan dengan berjalannya waktu, perusahaan ini berkembang pesat melalaui ekspansi ke
berbagai industri termasuk multimedia, penyiaran,
telekomunikasi, infrastruktur, transportasi & otomotif,
kimia, hotel & properti, jasa keuangan dan investasi,
serta lain-lain hingga tumbuh menjadi konglomerasi
yang tidak terkonsentrasi pada bidang usaha tertentu.
PT GLOBAL MEDIACOM TBK (MEDIACOM)
Established initially under the name of PT Bimantara
Citra on June 30th, 1981. As business grew, the Company
expanded into several industries including multimedia,
broadcasting, telecommunications, infrastructure,
transportation & automotive, chemical, hotel & properties,
investment, and others. Hence, the Company became
a conglomeration without focusing on any particular
business.
Pada tahun 1995, PT Bimantara Citra melakukan
penawaran umum saham perdana melalui Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
In 1995, PT Bimantara Citra conducted its Initial Public
Offering, and listed its shares in the Jakarta and Surabaya
Stock Exchanges.
Pada tahun 2007, PT Bimantara Citra Tbk mengubah
namanya menjadi PT Global Mediacom Tbk, dengan
fokus bisnis utamanya pada bidang media, yang terdiri
dari beberapa unit usaha, yaitu:
In 2007, PT Bimantara Citra Tbk had changed its name
into PT Global Mediacom Tbk, focusing on media and
information technology as its main focus of business,
currently concentrates its businesses in:
1.Bidang usaha media dengan pendapatan berbasis
konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra
Tbk (MNC).
1.
Content and advertising based media through
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC).
2.Bidang usaha media berbasis pelanggan melalui
PT MNC Sky Vision (Indovision).
2.
Subscriber based media through PT MNC Sky Vision
(Indovision).
3.Bidang usaha media pendukung dan infrastruktur
melalui PT Infokom Elektrindo.
3.
Media support and infrastructure through
PT Infokom Elektrindo.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
31
BIDANG USAHA MEDIA BERBASIS KONTEN DAN
IKLAN
CONTENT AND ADVERTISING BASED MEDIA
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC)
Telah menjadi perusahaan publik pada tanggal 22
Juni 2007, MNC merupakan satu-satunya grup media
di Indonesia yang terintegrasi, sinergis, dinamis dan
kreatif dalam menghadapi persaingan bisnis media
yang kompetitif.
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC)
Listed as a public company on June 22 nd, 2007, MNC is
the only Indonesian media group which is integrated,
synergistic, dynamic and creative in the highly
competitive media business.
Sebagai kelompok media terbesar di Indonesia. MNC
membawahi beberapa stasiun televisi, radio dan
media cetak serta menaungi sejumlah unit usaha yang
bergerak di bidang Produksi dan Distribusi Konten,
Layanan Value Added Services (VAS), portal internet
maupun manajemen artis.
Currently, MNC is the largest media group in Indonesia
owning a number of TV and radio stations, print media,
and a number of business units engaging in content
production and distribution, Value Added Services (VAS),
internet portal and artist management.
Menurut AGB Nielsen Media Research, secara kolektif
tiga stasiun televisi yang dimiliki dan dioperasikan
oleh MNC (RCTI, TPI dan Global TV) menguasai ratarata 35% pangsa pemirsa Indonesia dan 34% dari total
belanja iklan kotor televisi selama tahun 2009.
MNC owns and operates three national TV station namely
RCTI, TPI and Global TV. According to AGB Nielsen Media
Research, the three MNC television network collectively
command an average of 35% share of Indonesian
audience and 34% of gross total advertising expenses in
television for 2009.
Di bidang industri media cetak, MNC memiliki surat
kabar harian Seputar Indonesia dan tabloid Genie,
Mom & Kiddie, Realita dan dua majalah gaya hidup
HighEnd serta HighEnd Teen.
In the print media industry, MNC owns the Seputar
Indonesia daily, Genie, Mom & Kiddie, Realita tabloids and
HighEnd and HighEnd Teen life style magazines.
MNC juga mengoperasikan dan mengelola salah satu
jaringan radio terbesar di Indonesia yaitu Trijaya FM,
ARH Global, Radio Dangdut TPI dan Women Radio
melalui MNC Networks.
Through MNC Networks, MNC operates and manages one
of the largest radio networks in Indonesia namely Trijaya
FM, ARH Global, Radio Dangdut TPI and Women Radio.
Dengan memiliki tiga jaringan televisi nasional, MNC
memiliki content library terbesar di Indonesia yang
mencapai sekitar 88.000 jam program sampai dengan
Desember 2009.
By owning three national TV networks, MNC owns the
largest content library in Indonesia, amounting up to
around 88,000 program hours as of December 2009.
MNC memproduksi program-program khusus yang
ditayangkan melalui televisi berlangganan, yaitu:
MNC produces special programs broadcasted by pay
TV,which includes:
1.MNC News: program saluran berita 24 jam,
infotainment, berita olahraga, dan berita gaya
hidup.
2.MNC Entertainment: program saluran hiburan 24
jam terdiri dari serial drama, film lokal, komedi
situasi, reality shows dan konten hiburan lainnya.
1.
MNC News: a 24-hour news channel, infotainment,
sport news, and lifestyle news program.
2.
3.MNC Music Channel: program saluran musik 24
jam.
3.
MNC Entertainment: a 24-hour entertainment
channel program comprising of: drama series,
local movie, comedy, reality shows and other
entertainment contents.
MNC Music Channel: a 24-hour music channel
program.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
32
media
Media
4.MNC The Indonesian Channel: konten umum
24 jam dengan target distribusi pada pasar
internasional.
4.
MNC berhasil mengkombinasikan keahlian dalam
berbagai media untuk memberi nilai tambah pada
produk-produknya dan menciptakan produk-produk
dan layanan-layanan yang baru secara bersamaan
melalui platform media terpadunya. Salah satu
diantaranya adalah dengan layanan Value Added
Services (VAS) yang memiliki volume traffic SMS cukup
tinggi.
Through its new integrated media platform, MNC have
succeeded in combining expertise from various media
to provide added value for the existing products whilst
simultaneously developing new products and services.
Among these, is the VAS with a high volume of SMS traffic.
Selain kegiatan VAS yang dilakukan di Indonesia, MNC
juga mengoperasikan bisnis Wireless Value Added
Services (WVAS) di RRC melalui Linktone Ltd., yang
merupakan salah satu penyedia jasa hiburan interaktif
nirkabel terkemuka untuk konsumen Cina.
In addition to VAS activities in Indonesia, MNC also
operates a Wireless Value Added Services (WVAS) business
in China through Linktone Ltd., one of the leading
providers of wireless interactive entertainment services for
Chinese consumers.
Di bawah MNC juga ada Divisi Manajemen Artis melalui
Star Media Nusantara, yang bertanggung jawab untuk
mengidentifikasi, mengikat, mempromosikan dan
mengelola artis-artis berbakat untuk menjadi generasi
superstar berikutnya dalam dunia hiburan.
Through Star Media Nusantara, MNC has established
an Artist Management Division engaged in identifying,
securing, promoting and managing talented artists
to become the next generation superstars in the
entertainment industry.
Selain itu, MNC juga memiliki Okezone.com, sebuah
portal internet yang dapat memberikan platform online
untuk mempresentasikan konten berita dan nonberita, termasuk konten dari bisnis televisi, radio, dan
media cetak yang sudah ada. Menurut survei YahooTNS, Okezone.com meraih peringkat kedua sebagai
portal online terutama untuk berita dan hiburan
pada kuartal pertama 2009. Selain itu, Okezone juga
mendapatkan predikat terbaik ketiga berdasarkan
pilihan para pelanggan majalah SWA. Saat ini menurut
Alexa.com, Okezone.com menempati urutan ke-19 dari
dari 100 portal internet teratas di Indonesia.
In addition, MNC also owns Okezone.com, an internet
portal providing an online platform to present news and
non-news contents, including business contents available
from television, radio, and the print media. According to
the Yahoo-TNS survey, Okezone.com was ranked number
two as the top choice news and entertainment in the
first quarter of 2009 and also selected as top three most
recommended online portal by customers according to
the SWA magazine. As According to alexa.com, Okezone.
com is currently ranked at 19 out of 100 leading internet
portal groups in Indonesia.
Lebih lanjut, MNC juga melakukan bisnis agensi
periklanan melalui Cross Media International (CMI).
CMI menyediakan layanan komunikasi terpadu, mulai
dari kreatif media, produksi hingga aktifasi dalam
satu paket untuk menjawab kebutuhan klien. MNC
memproduksi film-film layar lebar, FTV dan sinetron
melalui MNC Pictures, yang didukung oleh tenaga ahli
dan unit-unit media yang bernaung di bawah MNC.
Furthermore, MNC is also engaged in advertising agency
through Cross Media International (CMI). CMI provides
total communication solutions from media creative,
production to activation in one package to meet the
clients’ demand. MNC produces high quality movies, FTVs
and drama series through MNC Pictures, that is supported
by professionals and media units under MNC.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
MNC The Indonesian Channel: a 24-hour general
content, aiming at international distribution targets.
33
STASIUN TV
TV Stations
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
RCTI adalah stasiun TV swasta nasional pertama di
Indonesia. Pada tahun 2009, RCTI memiliki pangsa
pemirsa rata-rata sekitar 18%. Jangkauan siaran
RCTI merupakan terluas diantara stasiun-stasiun TV
nasional, mencapai sekitar 180 juta pemirsa di 319 kota
di seluruh Indonesia. Susunan program RCTI mencakup
serial drama, berita, olahraga, musik, hiburan, variety
show, acara anak-anak, dan lain-lainnya ditayangkan
untuk target pemirsa keluarga kelas menengah ke atas
(ABC 5+).
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
RCTI is the first private national TV station in Indonesia,
with an average audience share of 18% during 2009. RCTI
has the largest broadcast coverage among all
nationwide TV stations, reaching 180 million viewers in
319 cities accross Indonesia. Its programming line-up
includes drama series, news, sports, music, entertainment,
variety show, children’s program, and others aimed at
middle to upper class audiences (ABC 5+).
PT CIPTA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA (TPI)
TPI merupakan jaringan siaran TV nasional di Indonesia
yang memiliki rating cukup tinggi berdasarkan pangsa
pemirsa, yaitu sekitar 9 % di tahun 2009. TPI memiliki
jangkauan siaran nasional yang luas, mencapai sekitar
162 juta pemirsa di 185 kota di seluruh Indonesia.
TPI diposisikan untuk menarik konsumen dengan
penghasilan menengah hingga menengah ke bawah di
Indonesia (kategori CDE 5+).
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI)
TPI is one of the highest rated national TV broadcasting
network in Indonesia based on approximately 9% of
audience share during 2009. Having a significant national
broadcast coverage, TPI reaches 162 million viewers in
185 cities accross Indonesia. TPI is positioned to appeal
to the middle to lower income consumers in Indonesia
(category CDE 5+).
PT Global Informasi Bermutu (Global TV)
Global TV adalah saluran utama MNC untuk
menyiarkan konten MTV, VH-1, dan Nickelodeon
dalam bahasa Indonesia melalui perjanjian eksklusif
dengan MTV Asia LDS dan Nickelodeon Asia Holdings
Pte Ltd. Global TV memiliki jangkauan siaran nasional
yang luas, mencapai sekitar 170 juta pemirsa di 219
kota di seluruh Indonesia. Target pemirsa Global TV
adalah anak-anak, remaja, dan keluarga muda dengan
penghasilan menengah keatas (kategori ABC 5-39).
Untuk tahun 2009, Global TV memiliki pangsa pemirsa
sebesar 8%.
PT Global Informasi Bermutu (Global TV)
Global TV is the primary channel of MNC to broadcast
MTV, VH-1, and Nickelodeon content in the Indonesian
language under exclusive agreement with MTV Asia LDS
and Nickelodeon Asia Holdings Pte Ltd. Has significant
national broadcast coverage, reaching 170 million
viewers in 219 cities accross Indonesia. Global TV caters to
children, teenagers, and young families in the middle to
high income (category ABC 5-39). For 2009, Global TV has
8% of audience share.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
34
media
Media
Media Cetak
Print Media
PT Media Nusantara Informasi
Koran harian Seputar Indonesia diluncurkan MNC di
bulan Juni 2005. Koran tersebut melakukan diferensiasi
dengan menyajikan kepada pembaca empat bagian
berbeda yang terdiri dari laporan yang mendalam
mengenai berita, gaya hidup, olah raga, dan hiburan.
Koran tersebut juga memiliki ciri khas tersendiri karena
tersedia sebagai koran nasional dan juga sebagai Koran
lokal dengan konten lokal dan halaman depan yang
berbeda.
PT Media Nusantara Informasi
MNC launched a daily newspaper called Seputar
Indonesia in June 2005. The newspaper differentiates
itself by providing readers with four separate sections
consisting of in depth reporting on news, lifestyle, sport
and entertainment. The newspaper is also unique in that it
is available as a national newspaper and as a local paper
with its localized content and distinct front page.
Saat ini, Seputar Indonesia tersedia dalam edisi
nasional dan 6 edisi lokal di propinsi Sumatra Utara,
Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
dan Sulawesi Selatan.
Seputar Indonesia is currently available in a national
edition and in 6 local editions in the provinces of North
Sumatra, South Sumatra, West Java, Central Java, East
Java, and South Sulawesi.
Alasan mengenai diedarkannya edisi lokal oleh
karena keterikatan masing-masing kawasan regional
terhadap koran yang meliput berita lokal dengan
pandangan dari masyarakat setempat. Oleh karena
itu MNC dapat memberikan pembacanya liputan yang
lebih mendalam mengenai berita nasional dan lokal
dan juga dapat memperluas cakupan pengiklan yang
memiliki target pasar dan tujuan yang berbeda-beda.
The rationale for the localized editions is due to the
affinity of local regions to a newspaper which covers local
news with local views. MNC is thus able to provide readers
with a more in depth coverage of local and national news
and tap into a wider range of advertisers with its own
specific target markets and objectives.
PT MNI Global
Merupakan perusahaan media cetak yang menerbitkan
tabloid Genie, tabloid Mom & Kiddie, dan tabloid
Realita.
PT MNI Global
PT MNI Global publishes Genie, Mom & Kiddie, and Realita
tabloids.
Tabloid Genie merupakan tabloid infotainment yang
berfokus pada gaya hidup dan gosip selebriti. Selama
tahun 2009, Genie berada di peringkat kedua dalam
jumlah sirkulasi mingguan.
Genie Tabloid is an infotainment tabloid that focuses
on lifestyle and celebrity gossips. During 2009, Genie is
ranked number 2 in terms of the number of circulation
among other infotainment and celebrity gossip tabloid.
Tabloid Realita mengangkat cerita tentang pengalaman
pribadi selebriti dan kisah sukses para tokoh-tokoh
terkenal.
Realita Tabloid has a focus on exposing personal real life
experiences of celebrities and public figures.
Tabloid Mom & Kiddie berfokus pada informasi
dan artikel yang berkaitan dengan ibu, anak, serta
kebutuhan orang tua dalam membesarkan dan
mendidik anak.
Mom & Kiddie Tabloid focuses on information and articles
related to motherhood and providing guidance to parents
to raise and educate their children.
PT MNI Entertainment
MNC meluncurkan majalah HighEnd dan HighEnd Teen
melalui PT MNI Entertainment. HighEnd adalah sebuah
majalah eksklusif yang mengulas tentang gaya hidup dan
mode. Majalah HighEnd Teen dikhususkan untuk pembaca
usia remaja. Kedua majalah ini diterbitkan bulanan.
PT MNI Entertainment
MNC launched 2 luxurious lifestyle and fashion
magazines, named HighEnd and HighEnd Teen through
MNI Entertainment. HighEnd is an exclusive magazine
which focuses on life style and fashion.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
35
Stasiun Radio
Radio Stations
PT MNC Networks
MNC Networks didirikan pada bulan Agustus 2005
dan mengoperasikan serta mengelola jaringan
radio terbesar di Indonesia dengan lebih dari 5 juta
pendengar dengan menggunakan 31 jaringan.
Jaringan radio MNC Networks terdiri dari empat format
(Trijaya FM, Women Radio, Radio Dangdut TPI, and ARH
Global) yang menargetkan semua golongan ekonomi
(ABCDE):
PT MNC Networks
MNC Networks which was established in August 2005,
operates and manages the largest radio networks in
Indonesia with over 5 million listeners by utilizing 31
networks.
Our MNC radio networks consists of four formats (Trijaya
FM, Women Radio, Radio Dangdut TPI, and ARH Global)
and targeting all income segments:
•
Trijaya FM adalah radio berita pertama dengan
jaringan terbesar di Indonesia yang memiliki 16
jaringan nasional. Target pendengar Trijaya FM
adalah para profesional muda.
•
Trijaya FM is the first news radio with the widest
network in Indonesia consisting of 16 owned
operated radio stations within the networks across
the country. The target listeners of Trijaya FM are
young professionals.
•
Women Radio merupakan satu-satunya
radio khusus untuk wanita, yang menyajikan
pendengarnya informasi mengenai masalah
wanita seperti kesehatan, hubungan ibu dan
anak, pendidikan, kecantikan, dan informasi mode
pakaian.
•
Women Radio is the only radio station dedicated to
women by providing its listeners with information
on women’s issues such as health, motherhood,
education, beauty and fashion tips.
•
Radio Dangdut TPI adalah stasiun radio nomor
satu untuk musik dangdut dengan 14 jaringan
stasiun radio dan menjangkau lebih dari 3,5 juta
pendengar.
•
Radio Dangdut TPI is the number one amongst
“dangdut” music radio stations with 14 networks and
reaching more than 3.5 million listeners.
•
ARH Global adalah stasiun radio yang dinamis,
dengan semboyan “ muda, dinamis dan kreatif”
dan menargetkan untuk generasi muda.
•
ARH Global is a highly dynamic radio station
symbolizing “youth, dynamism and creativity” and
targeting the young generation.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
36
media
Media
Bidang Usaha Media Berbasis pelanggan
Subscriber Based Media
PT MNC Sky Vision (Indovision)
Didirikan pada tanggal 8 Agustus 1989, Indovision
merupakan pelopor dalam industri TV berlangganan
di Indonesia. Dengan beragam program yang meliputi
film, olah raga, serial, musik, film dokumenter serta
muatan siaran lokal dan regional, Indovision bertekad
untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada
pelanggan. Indovision menggunakan frekuensi S-Band
yang tahan terhadap segala kondisi cuaca.
PT MNC Sky Vision (Indovision)
Established on 8th August 1989, Indovision is the pioneer
in pay TV industry in Indonesia. With various programs
including movies, sports, documentaries, serials, music,
local and regional content, Indovision is poised to deliver
the best service to its subscribers. Indovision operates with
S-Band frequency that is immune to weather conditions.
Berbagai saluran internasional bermutu yang
disediakan oleh Indovision untuk memanjakan
pelanggannya, antara lain: Star Movies, HBO , CNN,
ESPN, Discovery Channel, National Geographic,
Cartoon Network, Animal Planet, MTV, CINEMAX,
Fashion TV serta saluran-saluran lainnya.
Various prime international channels are provided
by Indovision to indulge its customers including Star
Movies, HBO, CNN, ESPN, Discovery Channel, National
Geographic, Cartoon Network, Animal Planet, MTV,
CINEMAX, Fashion TV, and many others.
Saat ini, Indovision merupakan operator TV
berlangganan terbesar di Indonesia dengan pangsa
pasar mencapai 78%, dengan layanan lebih dari 86
saluran.
Currently, Indovision is the largest pay TV operator in
Indonesia with market share to reach 78%, providing
more than 86 channels.
Sebagai bagian dari implementasi strategi yang baru,
pada bulan Mei 2009, Indovision meluncurkan satelit
baru yaitu “Indostar II”, yang memiliki 32 transponder,
termasuk 10 transponder aktif dan 3 transponder
cadangan yang berfungsi sebagai penguat gelombang
frekuensi S-Band.
With the launch of the new Indostar II satellite in May
2009, Indovision is implementing a new strategy. The new
satellite has 32 transponders that serve as a reinforcement
wave for the S-band frequency, which is more resilient to
climate changes.
Dengan adanya strategi baru tersebut, Indovision
berhasil meningkatkan jumlah pelanggannya hingga
mencapai 516.055 pelanggan.
With this new business strategy, Indovision has succeeded
in increasing the number of subscribers to 516.055
subscribers.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
37
BIDANG Usaha Media Pendukung dan
Infrastruktur
Media Support and Infrastructure business
PT Infokom Elektrindo (Infokom)
Sejak pertama kali didirikan pada tanggal 1 Mei 1998,
Infokom telah memposisikan dirinya sebagai suatu
perusahaan ICTO (Information, Communication,
Technology & Operation) dengan mengembangkan
bisnis portofolionya menjadi internet broadband yang
memberikan nilai tambah bagi konsumennya.
PT Infokom Elektrindo (Infokom)
Since its establishment on May 1st, 1998, Infokom has
positioned itself as an ICTO (Information, Communication,
Technology & Operation) company by developing its
business portfolio into internet broadband and delivering
added value to customers.
Saat ini, Infokom merupakan operator VSAT ketiga
terbesar dan penyedia SMS premium terbesar di
Indonesia. Infokom juga dipandang sebagai penyedia
konten terbaik selama empat tahun terakhir berturutturut, dan telah mendapat penghargaan sebagai Mitra
Emas Telkomsel dari Telkomsel.
Today, Infokom is the third largest VSAT Operator and the
largest premium SMS Provider in Indonesia. Infokom is
also regarded as the best Content Provider in the last four
consecutive years and received an accolade as Telkomsel’s
Gold Partner from Telkomsel.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
38
jasa keuangan
Financial Services
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
Sejak didirikan pada tanggal 15 Juli 1999, PT Bhakti
Capital Indonesia Tbk (BCAP) telah menjalankan
kegiatan usaha di bidang Jasa Keuangan, Perantara dan
Perdagangan Efek, Penjamin Emisi Efek, serta Jasa Riset
dan Pengembangan Bisnis.
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
Since its establishment on July 15th, 1999, PT Bhakti
Capital Indonesia Tbk (BCAP) has carried out financial
services activities such as brokerage, underwriting, and
research and development.
Pada tanggal 8 Juni 2001, BCAP melakukan Penawaran
Umum Perdana Saham (IPO) dan berhasil menghimpun
dana sebesar Rp 62,5 miliar serta mencatatkan diri di
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
On June 8th, 2001, BCAP has completed an Initial Public
Offering (IPO) and has succeeded to generate funds
amounted to Rp 62.5 billion and has listed itself in the
previously known as Jakarta Stock Exchange and
Surabaya Stock exchange.
Pada tahun 2003, Perseroan menjadikan BCAP sebagai
Investasi Strategis Perseroan di bidang usaha Jasa
Keuangan yang terintegrasi dalam berbagai bidang
sektor keuangan. Beberapa anak perusahaan yang
tergabung dalam BCAP adalah PT Bhakti Securities
yang bergerak di bidang sekuritas, PT Bhakti Asset
Management yang berfokus pada sektor jasa
pengelolaan dana atau Manajer Investasi, dan
PT Bhakti Finance di sektor pembiayaan konsumen.
In 2003, the Company has developed BCAP to become
a strategic investment of its fully integrated financial
services business. Several Company’s subsidiaries in
BCAP are PT Bhakti Securities, engaged in the securities
business, PT Bhakti Asset Management, focusing on fund
management or investment management, and PT Bhakti
Finance, involved in the multifinance business.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
39
PT Bhakti Securities
Bhakti Securities merupakan perusahaan efek yang
berfokus pada kegiatan perantara pedagang efek,
baik untuk efek yang bersifat ekuitas maupun
transaksi obligasi (Fixed Income) untuk kepentingan
nasabah institusi (High Net Worth Client) dan nasabah
individu (Retail Client), maupun untuk kepentingan
portofolionya sendiri, serta memberikan layanan
jasa riset dan pembiayaan transaksi nasabah. Selain
itu Bhakti Securities juga melakukan kegiatan usaha
sebagai penjamin emisi efek dan penasehat keuangan
(financial advisor).
PT Bhakti Securities
PT Bhakti Securities is a securities company, focusing on
capital market activities such as stock brokerage, Fixed
Income trading for both High Net Worth Clients and
Retail Clients, as well as for its own portfolio and provide
research and margin trading services. Furthermore,
Bhakti Securities is also involved in the underwriting and
financial advisory businesses.
Pada tahun 2009, Bhakti Securities mulai
berkonsentrasi untuk memajukan perdagangan
dengan sistem online. Melihat bahwa dari keseluruhan
transaksi yang dilaksanakan pada Bursa Efek Indonesia,
hanya 12% yang baru dilaksanakan melalui transaksi
online. Hal ini merupakan peluang besar bagi. Bhakti
Securities untuk dapat dimanfaatkan. Transaksi
dengan sistem ini juga sangat efisien dari segi investasi
infrastruktur. Karena dengan sistem online, tidak
perlu membuka cabang baru secara fisik untuk dapat
melayani pelanggan di lokasi mereka. Cukup dengan
adanya sambungan internet yang baik, para pelanggan
sudah dapat dilayani untuk bertransaksi.
During 2009, Bhakti Securities focused on preparing the
online trading system for implementation. Keeping in
view that only approximately 12% of all transactions on
the Indonesian Stock Exchange are conducted on-line,
there exists a great opportunity to expand the business for
Bhakti Securities. The on-line system is also very efficient
from an investment viewpoint because no new branches
need to be opened to handle clients in their respective
locations. Only a good internet line is needed for clients to
be able to transact.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih
akibat krisis keuangan global yang mengakibatkan
tertundanya aksi-aksi korporasi yang umum terjadi
di Bursa Efek Indonesia, Bhakti Securities berhasil
membukukan transaksi sebesar Rp 16,4 triliun untuk
45,4 miliar lembar saham dalam transaksi di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 2009. Jumlah transaksi itu
menempatkan PT Bhakti Securities di peringkat ke 39
di antara 50 pialang teraktif.
In the midst of economic conditions that have not yet
fully recovered due to the global financial crisis which
have also caused delays in corporate actions that are
usually common in the Indonesian Stock Exchange (IDX),
Bhakti Securities succeeded in achieving transactions in
the amount of Rp 16.4 trillion for 45.4 billion shares on
the IDX during 2009. This achievement has positioned
Bhakti Securities as number 39 out of the 50 most active
securities brokers list.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
40
jasa keuangan
Financial Services
PT Bhakti Asset Management
PT Bhakti Asset Management (BAM) merupakan
perusahaan jasa keuangan dalam bidang pengelolaan
dana atau Manajer Investasi dengan dukungan struktur
permodalan yang kuat. BAM menawarkan berbagai
pilihan produk investasi bagi para investor di antaranya
berupa reksadana dan produk investasi lainnya yang
sesuai dengan peraturan yang berlaku dan disesuaikan
dengan ekspektasi dan tingkat risiko yang diinginkan
investor.
PT Bhakti Asset Management
PT Bhakti Asset Management (BAM) is a financial
services company in the business of funds management
or Investment Manager backed by a strong and solid
capital base. BAM offers a choice of investment products
for investors in the form of mutual funds and other
investment products in accordance with prevailling rules
and regulations that are adjusted to fit the expected
returns against risk level requirements of different
investors.
BAM menawarkan berbagai jenis pilihan reksa dana,
yaitu: BIG Dana Likuid Satu, BIG Dana Muamallah, BIG
Dana Lancar, BIG Bhakti Kombinasi, dan yang terakhir
diluncurkan pada bulan Juni 2008 adalah BIG Bhakti
Ekuitas yang merupakan jenis reksadana yang memiliki
komposisi mayoritas adalah ekuitas. Adapun jenis
reksadana tersebut diperuntukkan bagi para investor
bertipe ”Risk Taker” yang memiliki kecenderungan
menyukai jenis-jenis investasi yang berisiko tinggi.
BAM offers a number of mutual funds such as: BIG Dana
Likuid Satu, BIG Dana Muamallah, BIG Dana Lancar, BIG
Bhakti Kombinasi, and the last that was launched in June
2008 is BIG Bhakti Ekuitas, which composed mainly of
equities and is targeted for the ”risk taker” type investor.
Setelah berhasil memperoleh penghargaan dan
menempati peringkat ke-2 “The Best Islamic Mutual
Fund-Fixed Income Fund” di tahun 2008, BAM kembali
mengukir prestasi di tahun 2009 dimana salah satu
produk BAM yaitu BIG Dana Likuid Satu meraih
predikat sebagai Reksa Dana Terbaik untuk kategori
Pendapatan Tetap dengan Periode 1 tahun.
After successfuly being awarded number 2 as “The Best
Islamic Mutual Fund-Fixed Income Fund” in 2008, the
Company again achieved a prestigious award for its BIG
Dana Likuid Satu fund as the Best 1 Year Fixed Income
Mutual Fund in 2009.
Per 31 Desember 2009, BAM telah mengelola dana
sekitar Rp 1 triliun dan dengan jumlah nasabah lebih
dari 2.000 nasabah.
As of 31 December, 2009, the Company managed funds in
the amount of Rp 1 trillion for more than 2,000 customers.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
41
PT Bhakti Finance
Bhakti Finance merupakan perusahaan pembiayaan
yang berkantor pusat di Jakarta dan telah memiliki
47 kantor cabang yang tersebar di daerah-daerah
potensial di seluruh Indonesia . Kegiatan usahanya
yang meliputi sewa guna usaha (leasing), anjak
piutang (factoring) serta pembiayaan konsumen
(consumer financing) dengan konsentrasi pada
bidang pembiayaan kendaraan bermotor, elektronik,
komputer, peralatan rumah tangga, dan lain-lain
dengan tetap melihat peluang bisnis produk-produk
lain yang memiliki prospek yang baik.
PT Bhakti Finance
Bhakti Finance is a multifinance company with its
headquarter in Jakarta and has 47 branch offices spread
throughout potential areas for business in Indonesia.
PT Bhakti Finance operates in areas such as leasing,
factoring, and consumer financing with a focus for
vehicles, electronics, computers, household appliances
and others; while keeping its sights open to new product
opportunities with good prospects.
Bhakti Finance mulai terjun ke dalam bisnis KPR
(Kredit Pemilikan Rumah) sekitar tahun 2008 dengan
mengingat bahwa pasar KPR menengah ke bawah
memiliki daya serap terbesar dari total pembiayaan
properti. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari
strategi perusahaan dalam hal diversifikasi aktifitas
pembiayaan dan penyebaran risiko.
The Company entered into the home financing business
in 2008 with the view that the home financing business
for the middle to lower income market represented the
highest market potential of the total property financing
market. This move was part of the Company strategy in
diversifying financing activities and spreading its risks.
Setelah berhasil meraih predikat “Sangat Bagus” untuk
kategori perusahaan pembiayaan dengan total aset
di bawah Rp 500 miliar berdasarkan rating Majalah
Infobank pada tahun 2008, Bhakti Finance kembali
mengukir prestasi dengan meraih predikat serupa di
tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa Bhakti Finance
sangat konsisten memelihara mutu pelayanan yang
prima dan selalu berusaha memperbaiki pelayanan
sesuai kebutuhan konsumen, di samping juga
membangun kemitraan yang setara dengan rekanan.
After achieving an “Excellent” rating among multifinance
companies with less than Rp 500 billion in assets by
Infobank Magazine in 2008, Bhakti Finance did it again
for the same category in 2009. This serves to highlight the
fact that Bhakti Finance is very consistent in maintaining
its excellent service quality and continually improves its
level of service quality to meet the needs of customers as
well as in bulding partnerships with suppliers.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
42
investasi portofolio
Portfolio Investments
Selain investasi strategis dalam bidang Media dan Jasa Keuangan,
Perseroan juga memiliki beberapa investasi Portofolio pada sektor-sektor yang memiliki
pertumbuhan tinggi dan prospek yang baik.
Aside from strategic investments in Media and Financial Services, the Company also has several
Portfolio Investments in sectors having high growth and good prospects.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
infrastruktur jalan tol dan didirikan di Jakarta pada
tahun 1987.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) is an
integrated infrastructure company focusing on toll roads and
was established in Jakarta in 1987.
Proyek-proyek yang ditangani oleh CMNP diantaranya
adalah: Jakarta Intra-Urban Tollways, sebuah proyek
jalan tol sepanjang 29 km; Metro Manila Skyway,
sebuah proyek konsorsium di Manila; Surabaya Eastern
Ring Road, di Surabaya; dan Depok-Antasari Toll Road,
di Jakarta. Per 31 Desember 2009, kepemilikan secara
langsung Perseroan atas saham CMNP adalah sebesar
16,53%.
Projects managed by CMNP include: Jakarta Intra-Urban
Tollways, a 29 km toll-road project; Metro Manila Skyway, a
consortium project in Manila; Surabaya Eastern Ring Road, in
Surabaya; and Depok-Antasari Toll Road, in Jakarta.
As of December 31st 2009, the Company directly held 16.53%
shares in CMNP.
PT MNC Sky vision (INDOVISION)
Pada bulan Desember 2007 Perseroan melaksanakan
opsi yang dimilikinya untuk membeli 20% saham di
Indovision, sehingga Indovision resmi dimiliki 20%
oleh Perseroan.
PT MNC Sky vision (INDOVISION)
In December 2007, the Company exercised its option to
purchase 20% shares of Indovision, thus the Company
officially owned 20% shares in Indovision.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
43
PT Global Transport Services
PT Global Transport Services (GTS) yang dimiliki
sepenuhnya oleh Perseroan merupakan perusahaan
yang bergerak di sektor transportasi udara dan
didirikan pada bulan Maret 2007. GTS secara resmi
menjadi perusahaan induk dari PT Indonesia Air
Transport Tbk (IAT) pada tanggal 17 Desember 2007
saat Perseroan mengalihkan 42,18% saham IAT kepada
GTS yang merupakan hasil pembagian dividen oleh
Mediacom. Hingga 31 Desember 2009, kepemilikan
GTS atas IAT adalah sebesar 68,56 %.
PT Global Transport Services
PT Global Transport Services (GTS) established in March
2007, is fully owned by the company and engages in the air
transportation business. GTS officially became the holding
company of PT Indonesia Air Transport Tbk (IAT) in December
17th 2007, during which the Company had transferred 42.18%
of IAT’s shares to GTS, as dividend shares by Mediacom.
As of December 31st 2009, GTS ownerships in IAT was 68.56%
PT Indonesia Air Transport tbk
Didirikan lebih dari 40 tahun yang lalu, pada
awalnya PT Indonesia Air Transport Tbk (IAT) hanya
menyediakan jasa penerbangan untuk perusahaanperusahaan minyak, gas bumi dan pertambangan on
shore dan off shore. Seiring dengan perkembangan
usaha, IAT saat ini memiliki kegiatan usaha lainnya di
bidang jasa angkutan penerbangan, dimana evakuasi
medis merupakan salah satu jasa layanan yang
disediakannya.
PT Indonesia Air Transport Tbk
PT Indonesia Air Transport Tbk (IAT) was first established
more than 40 years ago. Initially, it only served flights
to oil, gas and mining companies, both on-shore and
off-shore. However, as business expanded, IAT came to
provide other services in air transportation that includes
medical evacuation services.
Hingga akhir Desember 2009, IAT telah memiliki 16
armada yang terdiri dari 10 pesawat fixed wing dan 6
helikopter.
As of December 2009, IAT owns a fleet of 16 aircraft
comprising of 10 fixed wing planes and 6 helicopters.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
44
sumber daya manusia
Human Resources
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik
merupakan faktor pendukung utama yang sangat
menentukan hasil usaha dan pengembangan
aktivitas bisnis Perseroan. Hal ini disadari penuh oleh
Perseroan, karena dengan kualitas SDM yang unggul,
Perseroan akan mampu mencapai tujuan bisnis,
memperluas aktivitas operasional, yang pada akhirnya
meningkatkan daya saing Perseroan.
The Company is fully aware that Human Resources is
the most valuable asset to an organization and that
Human Resources quality is a determining factor for
business success and development. With a high quality of
human resources, the Company will be able to achieve its
business goals, expand operations which will influence its
competitive advantage.
Manajemen dalam hal ini memberi tugas kepada
Divisi SDM untuk memberikan perhatian penuh
kepada seluruh karyawan untuk mengembangkan
kemampuan dan meningkatkan profesionalisme,
melalui pengembangan pribadi karyawan, baik dari
segi kompetensi teknis maupun kompetensi nonteknis, pengembangan organisasi, dan implementasi
budaya kerja yang kondusif terhadap terciptanya iklim
kerja yang lebih efisien dan optimal.
Management has tasked the HR Division to give its
undivided attention toward the improvement and
development of employees in the areas of skill and
professionalism. These areas encompass technical and
non-technical competencies, organizational development
and the implementation of a working atmosphere that
fosters and optimizes efficiency.
Divisi SDM terus melakukan perbaikan dan
pengembangan terhadap sistem manajemen SDM
yang diimplementasikan oleh Perseroan, seperti
perekrutan karyawan berdasarkan keahlian dan
kesesuaian jabatan, perencanaan jenjang karir,
penilaian kinerja, pelatihan, sistem kompensasi dan
benefit berdasarkan kompetensi dan kinerja. Semua
ini mengutamakan ketaatan/kepatuhan terhadap
aturan-aturan ketenagakerjaan yang berlaku, sehingga
tercipta hubungan industrial yang harmonis.
The HR division continues to improve and develop the
HR management system implemented by the Company,
such as its recruitment, career development, performance
appraisal, training, compensation and benefit systems. All
the while keeping in mind that compliance with prevailing
labor regulations is paramount in creating a harmonious
industrial relationship with its workforce.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
45
Peningkatan dan pengembangan SDM Perseroan
dilakukan melalui program-program pendidikan dan
pelatihan yang komprehensif dan berkesinambungan,
baik melalui pelatihan internal Perseoran maupun
pelatihan eksternal yang dilakukan dalam bentuk
kursus, seminar, dan workshop/outbound, baik yang
diselenggarakan oleh institusi pendidikan di dalam
maupun yang di luar negeri.
The Company’s HR improvement and development are
done through educational and training programs that
are periodically conducted and comprehensive in nature.
These are conducted both internally and externally
through trainings that include extensive courses, seminars
and workshops/outbound, which are conducted by
domestic and overseas educational institutions.
Training Internal
Ketatnya persaingan usaha menuntut manajemen
Perseroan berusaha untuk secara terus-menerus
melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas
SDM. Perseroan menyelenggarakan New Employee
Orientation Program (NEOP) yang ditujukan kepada
karyawan baru atau karyawan yang menjalani orientasi
di jabatan baru, untuk memberikan pengenalan
terhadap industri pasar modal, prosedur standar
operasi di masing-masing Departemen, serta
kebijakan/peraturan yang berlaku di Perseroan.
Internal Training
The stiff industry competition has prompted Management
to continuously improve its HR quality. The Company
carries out New Employee Orientation Program (NEOP)
aimed at new employees to provide understanding on the
capital market industry, Standard Operating Procedures
and applied policy/regulations of the Company.
Pelaksanaan training internal selain diberikan kepada
karyawan baru, juga diberikan kepada karyawan
yang sudah bergabung untuk meningkatkan
profesionalisme, pengetahuan dan keahliannya,
serta menggerakkan motivasi karyawan untuk
meningkatkan kinerjanya. Hal ini disebabkan iklim
usaha yang dinamis, sehingga karyawan diharapkan
dapat beradaptasi dan memiliki daya saing yang
kompetitif.
Aside from internal training provided to new employees,
other programs are continuously provided to existing
employees to increase professionalism, knowledge
and expertise as well as motivate them to improve
performance. This is a necessary requirement so
that employees are able to adapt and maintain their
competitive edges within the dynamic business that the
Company operates in.
Training Eksternal
Berbagai bentuk training eksternal yang diberikan oleh
Perseroan kepada karyawan antara lain:
a.Pendidikan Analisis Keuangan, Chartered Financial
Analyst (CFA);
b. Seminar tentang Corporate Finance, Investment
Banking;
c. Seminar tentang produk-produk pasar modal
seperti obligasi, fixed income instrument,
reksadana;
d. Seminar Undang-Undang terbaru tentang
perpajakan;
e.Pelatihan Manajemen Resiko, Advanced Audit
Techniques;
f.Pelatihan Analisis Fundamental dan Teknikal;
g.Pelatihan Service Excellence, Sales & Marketing;
External Training
Many form of external training are provided by the
Company to its employees including:
a. Education on Financial Analysis, Chartered Financial
Analyst (CFA);
b. Seminar on Corporate Finance and Investment
Banking;
c. Seminar on capital market products such as bonds,
fixed income instruments, and mutual funds;
d.
Seminar on the latest tax regulations;
e.
Training on Risk Management and Advanced Audit
Techniques;
Training on Fundamental and Technical Analysis;
Training on Service Excellence, Sales & Marketing;
f.
g.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
46
sumber daya manusia
Human Resources
Melalui usaha-usaha ini, diharapkan terjadi
peningkatan kinerja bagi pegawai-pegawai Perseroan.
Such efforts are expected to generate significant
improvements employee performance.
Perseroan juga menerapkan sistem “compensation
based on performance” untuk mendorong peningkatan
kinerja dan kepuasan karyawan. Selain itu, Perseroan
juga memperhatikan peningkatan kesejahteraan
karyawan sesuai dengan persyaratan Aturan
Ketenagakerjaan yang berlaku, dengan memberikan
berbagai fasilitas antara lain berupa Tunjangan Hari
Raya, Jaminan Sosial Tenaga Kerja/JAMSOSTEK, skala
gaji di atas UMR, jaminan perawatan kesehatan (rawat
inap, rawat jalan, melahirkan, kacamata) yang terus
disesuaikan kebutuhan pegawai. Program Dana
Pensiun diadakan dengan tujuan untuk menciptakan
iklim kerja yang aman bagi karyawan. Di tahun 2009,
Perseroan telah memberikan kompensasi terhadap
kinerja karyawan yang didasarkan pada perhitungan
prestasi kerja karyawan pada tahun 2008 melalui hasil
Penilaian Kinerja (Performance Appraisal).
The Company also implements a “compensation based
on performance” system to create motivation for
increasing performance and provide job satisfaction of
the employees. The Company also pays close attention
to the welfare of its employees by providing New Year
allowances, social insurance coverage (JAMSOSTEK),
wages above the UMR (minimum wage), health benefits
(inpatient, outpatient, maternity, spectacles) that are
continuously being adjusted according to the employees’
needs. Pension Fund programs are provided with the aim
to create a secureworking climate. In 2009, the Company
paid bonuses to its employees that were based on each
individual’s achievements in 2008, as shown in their
performance appraisal.
Rotasi kerja bagi karyawan merupakan salah satu jalan
untuk mengembangkan potensi karyawan. Sistem
talent inventory digunakan oleh Perseroan untuk
menempatkan karyawan sesuai dengan potensinya,
sedangkan Struktur Perseroan yang memiliki lebih dari
satu bidang usaha merupakan sebuah keuntungan
karena Perseroan dapat lebih leluasa dalam
menempatkan karyawannya, terutama yang terkait
dengan pengembangan karir karyawan.
Employee work rotation is one of the methods used to
develop employees’ potentials. A talent inventory system
is used by the Company to place employees according to
their potentials. The Company’s multi-business structure
is an advantage that gives it the flexibility to allocate its
human resources better.
Hingga tanggal 31 Desember 2009, SDM Perseroan
berjumlah 46 orang, termasuk didalamnya 3 orang
Direktur.
As of December 31st, 2009, the Company had 46
employees, including three Directors.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
47
Komposisi Karyawan menurut Manajemen (diluar KOMISARIS)
Employees according to Management Level (EXCLUDED COMMISSIONERS)
TAHUN / YEAR
Manajemen /
Management
2005
2006
Jumlah
/ Total
Jumlah
/ Total
%
2007
Jumlah
/ Total
%
2008
Jumlah
/ Total
%
2009
Jumlah
/ Total
%
%
Direktur / Director
4
10%
4
8%
4
9%
3
6%
3
7%
Manajer / Manager
4
10%
6
12%
8
17%
11
23%
10
22%
Asisten Manajer /
Assistant Manager
1
3%
1
2%
1
2%
1
2%
1
2%
Supervisor /
Supervisor
1
3%
1
2%
1
2%
4
8%
4
9%
23
59%
31
61%
25
54%
22
46%
21
46%
Staf / Staff
Non Staf / Non Staff
Total
6
15%
8
16%
7
15%
7
15%
7
15%
39
100%
51
100%
46
100%
48
100%
46
100%
15%
7%
Direktur / Director
Manajer / Manager
Asisten Manajer / Assistant Manager
Spervisor / Supervisor
Staf / Staff
Non Staf / Non Staff
22%
2009
2%
46%
9%
Komposisi Karyawan menurut Tingkat Pendidikan (diluar KOMISARIS)
Employees according to Level of Education (EXCLUDED COMMISSIONERS)
TAHUN / YEAR
2005
2006
S3 / Doctorate
0
0%
0
0%
0
0%
0
0%
0
0%
S2 / Master
2
5%
1
2%
3
7%
6
13%
7
15%
21
54%
29
57%
26
57%
26
54%
22
48%
6
15%
10
20%
7
15%
7
15%
8
17%
Non Akademi /
Non Academic
10
26%
11
22%
10
22%
9
19%
9
20%
Jumlah
39
100%
51
100%
46
100%
48
100%
46
100%
Diploma / Diploma
%
%
Jumlah
/ Total
2009
Jumlah
/ Total
S1 / Bachelor
Jumlah
/ Total
2008
Manajemen /
Management
%
Jumlah
/ Total
2007
%
Jumlah
/ Total
%
0%
15%
20%
S3 / Doctorate
S2 / Master
S1 / Bachelor
Diploma / Diploma
Non Akademi / Non Academic
2009
17%
48%
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
48
tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance
Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang mencakup akuntabilitas, transparansi, indepedensi, dan
kewajaran diimplementasikan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.
Good Corporate Governance principles and practices that include accountability, transparency, independency and fairness are
implemented in accordance with existing standards and regulations.
Perseroan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (GCG) dalam menjalankan usahanya. GCG
telah terbukti dapat mengoptimalkan kinerja Perseroan,
sehingga menumbuhkan kepercayaan para pemangku
kepentingan dan terutama kepercayaan para investor.
The Company continues to implement Good Corporate
Governance (GCG) principles in conducting its business. GCG
has been proven successful in optimizing the Company’s
performance and therefore enhancing the confidence of the
stakeholders, especially the investors’ confidence.
Implementasi GCG dilakukan sesuai dengan standar dan
peraturan yang berlaku, termasuk akuntabilitas, transparansi, indepedensi, dan kewajaran. Dalam jangka panjang, GCG dapat meningkatkan kinerja Perseroan secara
signifikan, yang kemudian dapat meningkatkan reputasi
Perseroan di mata dunia usaha.
Good Corporate Governance practices are implemented in
accordance with prevailing standards and regulations
including accountability, transparency, independency, and
fairness. In the long-term, GCG can significantly improve the
Company’s performance, which will consequently enhance its
reputation in the business world.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan forum
tertinggi pengambil keputusan dalam Perseroan yang
ketentuannya telah diatur undang-undang atau anggaran
dasar Perseroan. Di dalam RUPS, Dewan Komisaris dan
Direksi wajib melaporkan dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas serta kinerjanya berkaitan dengan
pengelolaan Perseroan kepada Pemegang Saham.
The General Meeting of Shareholders
The General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest
level of decision making process within the Company, as
stipulated in the regulations or the Articles of Association of
the Company. During the GMS, the Commissioners and the
Directors bears the responsibility to report the Boards’
performances in managing the Company to the shareholders.
Selama tahun 2009, Perseroan telah mengadakan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tanggal 19 Juni 2009. RUPST tersebut dilak-
In 2008, the Company conducted an Annual General Meeting
of Shareholders (AGMS) on 19 June, 2009. The AGMS was
convened according to the ordinance of the GMS as defined
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
49
sanakan sesuai dengan tata cara RUPS yang diatur dalam
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun
jumlah pemegang saham yang hadir atau terwakili oleh
kuasanya dalam RUPST adalah sebanyak 83,07% dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah atau setara
dengan 6.012.077.785.
in the law and regulations. The number of shareholders or its
representatives who attended the meeting in the Annual
General Meeting of Shareholders (AGMS) were 83.07% of
the total shares with voting rights, or equal to 6,012,077,785
shares.
Saham Pemberitahuan rencana RUPST telah disampaikan
kepada BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Mei 2009 yang dilanjutkan dengan publikasi di 2
(dua) harian surat kabar yaitu :
Seputar Indonesia dan Investor Daily sebagai berikut:
Notices to convene the AGMS were informed to BAPEPAM-LK
and Indonesian Stock Exchange on May 15th, 2009
continued by placing advertisements in 2 newspapers:
Seputar Indonesia and Investor Daily.
The following messages were placed:
•
•
•
•
Pemberitahuan RUPST pada tanggal 20 Mei 2009.
Panggilan RUPST pada tanggal 5 Juni 2009.
Announcement of AGMS dated on 20 May, 2009.
Invitation to the AGMS dated 5 June, 2009.
Adapun hasil-hasil dari RUPST adalah sebagai berikut, yang
mana telah dipublikasikan melalui harian Seputar Indonesia dan Bisnis Indonesia pada tanggal 23 Juni 2009:
The resolution of the AGMS were published in Seputar
Indonesia and Investor Daily newspapers on 23 June, 2009.
RUPST menghasilkan beberapa keputusan terkait tidak
dibagikannya dividen Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada 31 Desember 2008, persetujuan pemberian
hak eksklusif terhadap Dewan Komisaris untuk menentukan jumlah gaji dan tunjangan Direksi dan penyerahan
wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan
honorarium bagi seluruh anggota Dewan Komisaris
dengan memperhatikan masukan dari Komite Remunerasi,
persetujuan untuk mengeluarkan saham baru dalam
rangka konversi TBUK dan pelaksanaan MESOP yang telah
diterbitkan Perseroan.
The AGMS resulted in some approvals related to the non
issuance of dividends of the Company for the book year ended
on December 31st, 2008, the endorsement of an exclusive right
for the Board of Commissioners to determine the amount of
salaries and allowances for the Directors and a delegation
of authority to the Board of Commissioners to determine the
remuneration package for the Board of Commissioners. The
AGMS also approved on issuing new shares with regards to
TBUK conversion and the implementation of MESOP.
RUPST tersebut juga menyepakati perubahan pada struktur Dewan Komisaris dan Direksi menyusul pengunduran
diri Bapak Hary Tanoesoedibjo, Bapak Nasrudin Sumintapura, Bapak Hartono Tanoesoedibjo dan Bapak Hariyanto
Tanusudibyo serta memberhentikan dengan hormat
Bapak Sedia Oetomo dari jajaran Komisaris Perseroan.
Posisi mereka kemudian digantikan oleh Ibu Ratna Endang
Soelistiowati, Bapak Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo,
Ibu Liliana Tanaja, Bapak Posma Lumban Tobing dan Bapak
Antonius Z. Tonbeng, pengunduran diri Bapak Hary Djaja
dan Bapak Felix Ali Chendra dari jabatannya sebagai Direktur Utama dan Direktur Perseroan. Posisi mereka digantikan oleh Bapak Hary Tanoesoedibjo, Bapak Hary Djaja dan
Bapak Darma Putra.
The AGMS also approved on the changes in the structure of
the Board of Commissioners and Directors following the
resignation of Mr. Hary Tanoesoedibjo, Mr. Nasrudin
Sumintapura, Mr. Hartono Tanoesoedibjo and Mr. Hariyanto
Tanusudibyo as well as discharging honorably Mr. Sedia
Oetomo from the ranks of the Commissioners. Their
positions are replaced by Mrs. Ratna Endang Soelistiowati, Mr.
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, Mrs. Liliana Tanaja,
Mr. Posma Lumban Tobing and Mr. Antonius Z. Tonbeng;
Mr. Hary Djaja and Bapak Felix Ali Chendra from their posts as
the President Director and Director of the Company. They are
replaced by Mr. Hary Tanoesoedibjo, Mr. Hary Djaja and
Mr. Darma Putra.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
50
tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance
DEWAN KOMISARIS
Merupakan para profesional yang dipilih melalui RUPS.
Dewan Komisaris terdiri dari 5 anggota, 2 diantaranya
merupakan Komisaris Independen. Dewan komisaris
bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan
perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahunan serta
mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar perusahaan
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Selain
itu, Dewan Komisaris juga berfungsi melakukan tindakan
pengawasan atas kebijakan yang dilakukan oleh Direksi.
The Board of Commissioners
The Board of Commissioners are professionals appointed by
the the AGMS. The Board consists of 5 members, in which 2 are
Independent Commissioners. The Board of Commissioners are
responsible to supervise the management of the Company,
its business plans and annual budget, and to oversee the
implementation of the Company’s Article of Association and
the decisions of the GMS. Furthermore, the Board of
Commissioners also oversee the policies made by the
Directors.
Sesuai dengan hasil RUPST tanggal 19 Juni 2009, susunan
Dewan Komisaris mengalami perubahan dimana komposisinya adalah sebagai berikut:
According to the results of AGMS dated 19 June, 2009, the
structure of the Board of Commissioners, as follows:
Komisaris Utama :
Ratna Endang Soelistiowati
President Commissioner : Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris :
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Liliana Tanaja
Commissioner :
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Liliana Tanaja
Komisaris Independen :
Posma Lumban Tobing
Antonius Z. Tonbeng
Independent Commissioner :
Posma Lumban Tobing
Antonius Z. Tonbeng
RAPAT DEWAN KOMISARIS
Rapat Dewan Komisaris bisa dijadikan salah satu ukuran
efektivitas pengendalian perusahaan. Dewan Komisaris
melakukan rapat rutin sekurang-kurangnya 2 kali dalam
setahun. Selama tahun 2009, Dewan Komisaris telah
mengadakan rapat sebanyak 4 kali dengan persentase kehadiran sebesar 100%. Selain itu juga telah diadakan rapat
koordinasi Komisaris dan Direksi sebanyak 2 kali
dengan persentase kehadiran 100%. Di luar itu, Rapat
Dewan Komisaris dapat diadakan sewaktu-waktu atas permintaan tertulis dari Komisaris Utama, salah seorang atau
lebih anggota Dewan Komisaris maupun Direktur. Seluruh
keputusan yang dihasilkan dalam Rapat Dewan Komisaris
selalu diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Meeting of The Board of Commissioners
The Company is fully aware that The Board of
Commissioners Meeting could be a measure on the
effectiveness of the control of the Company. The Board of
Commissioners arrange periodic meetings at least twice a
year. During 2009, the Board of Commissioners has arranged
4 meetings having 100% attendances. Moreover, coordination
meetings of the Commissioners and the Directors were also
held twice with 100% attendances. Meeting of the Board of
Commissioners could also be held anytime on written more
Commissioners or Directors. All decisions of the Board of
Commissioners’ meeting are always based on consensus and
deliberation.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
51
DIREKSI
Direksi bertugas untuk menjalankan pengurusan Perseroan demi kepentingan Perseroan serta sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan. Direksi diberi kebebasan
untuk mengambil tindakan dan membuat keputusan,
namun Direksi tetap harus menempatkan efisiensi dan
keefektifan sebagai kriteria utamanya. Untuk hal-hal yang
sifatnya strategis, Direksi perlu mendapatkan persetujuan
terlebih dahulu dari Dewan Komisaris ataupun Pemegang
Saham.
Board of Directors
The Directors have the duties to manage the Company and
protect its interest based on pre-determined objectives. The
Directors are provided with the freedom to take decisions,
however, the Directors should consider efficiencies and
effectiveness as its main criteria. On strategic matters, the
Directors require the approval of the Commissioners or the
shareholders.
Sesuai dengan hasil RUPST tanggal 19 Juni 2009, susunan
Direksi mengalami perubahan dimana komposisinya adalah sebagai berikut:
According to the resolution of the AGMS dated 19 June, 2009,
the composition of the Board of Directors are:
Direktur Utama :
Hary Tanoesoedibjo
President Director : Hary Tanoesoedibjo
Direktur : Hary Djaja
Darma Putra
Director : Hary Djaja
Darma Putra
RAPAT DIREKSI
Sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun Rapat Direksi
diselenggarakan. Hal ini dilakukan guna menjamin terlaksananya tugas-tugas Direksi. Rapat Direksi dapat pula
diadakan apabila ada permintaan tertulis dari Direktur
Utama, salah seorang atau lebih Direktur ataupun anggota
Dewan Komisaris.
Meeting of The Board of Directors
The Board of Directors meetings are convened at least twice a
year. This is to ensure the implementation of the duties of the
Directors. The Board of Director’s meeting could be held on
written request by the President Director, one or more
Directors or a member of the Board of Commissioner.
Rapat Direksi membahas masalah strategis dan operasional perusahaan, kebijakan dan hal-hal penting lainnya
dalam upaya mencapai maksud dan tujuan perusahaan.
Menjelang akhir tahun, Direksi menyusun anggaran untuk
tahun depan, yang dilaporkan kepada Rapat Komisaris.
The Director’s meeting discusses strategic and operation
matters, policies and other important aspects of the
Company. Towards the end of the year, the Directors prepared
budget for the following year, and to be reported to the Board
of Commissioners.
Selama tahun 2009, Direksi telah mengadakan rapat berkala sebanyak 6 kali dengan persentase kehadiran 100%.
Selain itu, Direksi juga mengadakan rapat dengan para
manajer dari tiap-tiap divisi seminggu sekali untuk
melakukan pembahasan mengenai masalah operasional
Perseroan, pelaksanaan perencanaan strategis serta upaya
pencapaiannya.
During 2009, the Directors has convened its periodical
meeting as much as 6 times, with 100% attendance.
Moreover, the Directors also held meetings with the managers
of every division once a week to discuss the progress of the
Company’s operations, implementation of its strategic plans
and achievements reached.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
52
tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance
KOMITE AUDIT
Komite Audit merupakan pihak independen yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan melaksanakan
tugasnya dengan berpegang pada Pedoman Kerja. Komite
audit bertugas dalam mengidentifikasikan hal-hal yang
memerlukan perhatian Dewan Komisaris serta tugas-tugas
lainnya berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
Audit Committee
The Audit Committee is an independent party that reports to
the Board of Commissioners and carries out its duties based
on the work guideline. The Audit Committee is responsible to
identify matters that requires the attention of the Board of
Commissioners, and have the following duties:
a.Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang
akan dikeluarkan oleh Perusahaan, seperti Laporan
keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya,
antara lain :
•
Melakukan penelaahan atas efektifitas sistem
pengendalian internal Perseroan.
•
Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit
yang dilaksanakan oleh Auditor Eksternal.
•
Menelaah independensi dan obyektifitas Auditor
Eksternal.
•
Melakukan penelaahan dan penilaian atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh Auditor
Eksternal.
b.Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar
modal dan peraturan perundang-undangan lainnya
yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
c.Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal.
d.Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko
yang dihadapi oleh Perusahaan serta pelaksanaan
manajemen risiko oleh Direksi.
e.Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada
Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan
dengan Perusahaan.
f.Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi
perusahaan.
g.Membuat Pedoman Kerja Komite Audit.
a.
Rapat Komite Audit diselenggarakan sekurang-kurangnya
2 kali dalam setahun. Setiap risalah rapat yang dibuat
dalam Rapat Komite Audit dilaporkan kepada Dewan
Komisaris disertai dengan pendapat dan usulan.
Audit Committee Meetings are held at least twice a year.
Reports of each Audit Committee meetings are written and
submitted to the Board of Commissioners along with the
opinions and recommendations of the Audit Committee.
Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah mengadakan
rapat sebanyak 5 kali dan berdasarkan hasil pemeriksaan
dari Komite Audit tidak terdapat temuan-temuan yang
bersifat material.
During 2009, the Audit Committee has held 5 meetings, and
based of the analysis of the Audit Committee, there were no
material findings.
Sejak tanggal 3 Agustus 2009, Komite Audit Perseroan
mengalami perubahan dimana jabatan Ketua dipegang
oleh Antonius Z. Tonbeng. Sementara anggotanya adalah:
Posma Lumban Tobing dan Anwar Ade Widjaya.
Since 3 August 2009, the Audit Committee has changed
whereby it is led by Antonius Z. Tonbeng. Its members consists
of Posma Lumban Tobing and Anwar Ade Widjaya.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
To review the financial information to be released by the
Company, including financial reports, projections and
other information, such as :
•
•
•
•
To review the effectiveness of internal control
system.
To assess the activities and audit result performed
by an External Auditor.
To review the independency and objectiveness of
the External Auditor.
To review and assess the adequacy of the audit
performed by an External Auditor
b.
To review the compliance of the Company to the capital
market regulations and other rules or regulation related
to the Company’s activities.
c.
To review the auditing activities of the Internal Auditor.
d.
To report the risks and the implementation of risk
management by the Board of Directors to the Board of
Commissioners.
To review and report to the Board of Commissioners any
complaints about the company.
e.
f.
g.
To keep the confidentiality of documents, data and
information related to the Company.
To prepare the guidance of the Audit Committee.
53
KOMITE REMUNERASI
Komite Remunerasi bertugas bertanggung jawab memberikan nasihat kepada Dewan Komisaris atas remunerasi,
bonus dan tunjangan bagi Dewan Komisaris, Direksi serta
karyawan Perusahaan lainnya termasuk struktur, syarat
dan pelaksanaan atas insentif jangka panjang bagi Direksi.
Selama tahun 2009, Komite Remunerasi telah menyelenggarakan rapat dua kali.
REMUNERATION COMMITTEE
The Remuneration Committee is responsible for providing
counsel to the Board of Commissioners on issues of
remuneration, bonus and allowances for the Board of
Commissioners, Board of Directors and employees, including
structure, prerequisites and the implementation on long-term
incentives for the Directors. During 2009, The Remuneration
Committee has held 2 meetings.
Jabatan Ketua Komite Remunerasi dipegang oleh Hary
Tanoesoedibjo dan beranggotakan : Hary Djaja dan
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
The committee is led by Mr. Hary Tanoesoedibjo and its
members consist of Hary Djaja and Bambang Rudijanto
Tanoesoedibjo.
KOMITE MANAGEMENT EMPLOYEE STOCK OPTION
PROGRAM (MESOP)
Komite MESOP dibentuk pada tahun 2008 terkait dengan
keputusan Pemegang Saham Perseroan yang menyetujui
pemberian MESOP sebanyak-banyaknya 3% dari seluruh
modal yang ditempatkan dan disetor penuh atau setara
dengan 217.088.167 saham baru. Komite MESOP bertanggung jawab dalam menentukan kebijakan-kebijakan
terkait dengan pelaksanaan MESOP tersebut.
Jabatan Ketua Komite MESOP dipegang oleh Hary Tanoesoedibjo dan beranggotakan : Hary Djaja dan Bambang
Rudijanto Tanoesoedibjo
THE MANAGEMENT EMPLOYEE STOCK OPTION
PROGRAM (MESOP) COMMITTEE
The MESOP committee was established in 2008 in relation to
the shareholders’ decision to issue MESOP for 3% at most from
the issued and paid-in capital or equal to 217,088,167 new
shares. The MESOP Committee is responsible for policies
relating to the MESOP decision.
The MESOP Committee is led by Mr. Hary Tanoesoedibjo and
its members consist of Hary Djaja and Bambang Rudijanto
Tanoesoedibjo.
Robert Satrya
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Sekretaris Perusahaan
Berdasarkan peraturan yang telah ditentukan oleh
Bapepam-LK, diperlukan adanya Sekretaris Perusahaan.
Dimana Sekretaris Perusahaan ditugaskan untuk mengikuti perkembangan pasar modal, terutama peraturanperaturan yang berlaku di pasar modal, menyebarkan
informasi kepada publik, yang berhubungan dengan
kondisi perseroan, memberikan saran kepada Direksi
dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang
Pasar Modal dan menjadi penghubung antara perusahaan
dengan Bapepam-LK dan para pemangku kepentingan,
terutama para investor.
Corporate Secretary
A Corporate Secretary is required for a company based on the
regulations determined by the Capital Market and Financial
Institution Supervisory Board (Bapepam-LK),. The Corporate
Secretary’s duties would be to follow the developments of
the capital market, primarily the capital market regulations,
dissemination of information to the public related to the
condition of the Company, provide advice to the Directors to
comply to the Capital Market regulations and to act as liaison
between the Company and Bapepam-LK, and with the
stakeholders, mainly the investors.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
54
tata kelola perusahaan
Good Corporate Governance
Tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah membuat
laporan kepada Direktur Utama, baik secara lisan maupun
tulisan. Sekretaris Perusahaan tahun 2009 tetap dijabat
oleh Robert Satrya.
Responsibilities of the Corporate Secretary are to develop
reports to be presented to the President Director, both verbally
as well as in written. The Corporate Secretary for the year 2009
is still presided by Robert Satrya.
Robert Satrya menjabat sebagai Senior Vice President,
Corporate Secretary/Head of Investor Relations Perseroan sejak bulan September 2006. Lahir pada tahun 1963,
memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Financial Management dari California State University of Long
Beach, California, Amerika Serikat pada tahun 1986 dan
memperoleh Master of Applied Finance dari University of
Western Sydney pada tahun 1999.
Robert Satrya was first appointed as Senior Vice President,
Corporate Secretary/Head of Investor Relations of the
Company since September 2006. Born in 1963, he obtained his
Bachelor of Science in Financial Management from California
State University of Long Beach, California, United States in
1986, and received his Master of Applied Finance from
University of Western Sydney in 1999.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Senior Vice President dan Special Assistant to President Director Perseroan,
sebagai Direktur Utama di PT Asia Media Internasional
(2001-2003) dan sebagai Direktur di Indonesia Recovery
Company Ltd. (2003-2005).
Previously, he had experiences as Senior Vice President and
as Special Assistant to President Director of the Company, as
President Director of PT Asia Media Internasional (2001-2003)
and as Director of Indonesia Recovery Company Ltd. (20032005).
HUBUNGAN INVESTOR
Hubungan Investor (HI) berkewajiban untuk memberikan
informasi secara transparan mengenai kinerja Perseroan
kepada para investor ataupun analis. Hal ini berdampak
positif pada setiap pertemuan yang dilakukan karena
dengan adanya komunikasi yang baik, keyakinan dan kepercayaan investor dan analis terhadap Perseroan semakin
meningkat.
Investor Relations
Investor Relations (IR) is responsible to provide transparent
information regarding the Company’s performance to the
investors or analysts. Such activities are believed to have
positive impacts because good communications can boost
investors and analysts’ confidence and trust in the Company.
Setiap bulan, HI Perseroan mengadakan pertemuan dengan HI beberapa anak perusahaan untuk saling bertukar
informasi mengenai perkembangan masing-masing
perusahaan yang meliputi kinerja, kemajuan, progres, dan
rencana strategi perkembangan usaha ke depan.
Every month, IR of the Company conducts meetings with
several IR from subsidiaries in order to exchange information
regarding the development of each company such as
performance, progresses made, and any future business
strategic development plans.
Selain melakukan roadshow ke luar negeri, Perseroan juga
mengadakan “one on one” meeting dengan beberapa perusahaan baik lokal maupun asing.
Besides conducting roadshow abroad, the Company had also
arranged “one-on-one” meetings with several investors, both
local and foreign.
Informasi dan Data Perusahaan
Sebagai perusahaan yang sudah go public, informasi dan
data Perseroan tersedia dan dapat diberikan kepada
siapapun yang memerlukannya, sepanjang informasi
atau data tersebut merupakan informasi dan data yang
boleh diketahui secara umum seperti Laporan Keuangan,
Laporan Tahunan, Siaran Pers, dan sebagainya. Informasi
tersebut dapat diakses melalui situs resmi Perseroan yaitu
www.bhakti-investama.com
Corporate Data and Information
Being a listed Company, Corporate data and information is
available and can be obtained by anyone who requires it, as
long as the information or data are intended for the public,
such as financial report, annual report, press release, etc.
The information can be accessed through the Company’s
official website at www.bhakti-investama.com
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
manajemen risiko
55
Risk Management
Manajemen Risiko
Penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usaha
selalu diupayakan oleh Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan
menerapkan sistem manajemen risiko guna mengukur
serta menilai risiko apa saja yang dihadapi. Sejalan dengan
ini, pengelolaan manajemen risiko tersebut selalu dikembangkan dan disempurnakan untuk memperoleh hasil
yang optimal.
Risk Management
The Company continues to be prudent in conducting its
business activities. To this end, the Company applies a risk
management system to measure and gauge the risks faced in
the course of business. This risk management system is
continually developed and adjusted to obtain maximum
results.
Pengelolaan Risiko bertujuan untuk memastikan agar
kesinambungan, profitabilitas dan pertumbuhan usaha
berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
The main objectives of the Company’s risk management are
to ensure sustainability, profitability and business growth that
progresses along with the vision and mission of the Company.
Proses pengelolaan risiko mencakup langkah-langkah
sebagai berikut: Identifikasi dan pembuatan peta risiko,
kuantifikasi dan pengukuran risiko, penanganan risiko
serta kebijakan manajemen risiko. Melalui penerapan
langkah-langkah tersebut, Perseroan diharapkan dapat
mengantisipasi segala kemungkinan risiko yang dapat
terjadi di masa yang akan datang.
The risk management process includes: The identification and
mapping of risk (Risk mapping), risk measurement and
assessment, risk treatment and risk management policies.
Based on these processes, the Company is expected to
anticipate all possible risks that could occur in the future.
RISIKO USAHA
Seperti halnya dunia usaha pada umumnya, Perseroan
juga tidak luput dari berbagai risiko usaha baik yang
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal
yang dapat menurunkan pendapatan Perseroan. Adapun
risiko-risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan adalah
sebagai berikut:
Business Risk
Like other businesses in general, the Company is also
confronted to business risks caused by internal and external
factors, that can affect the Company’s revenues. The business
risks that maybe encountered by the Company are as follows:
1. Risiko Investasi
Faktor internal seperti kemampuan manajemen dalam
bidang pengelolaan investasi, manajemen risiko, kebijakan
strategi, dan faktor eksternal seperti kepercayaan para
investor sangat mempengaruhi usaha di bidang investasi.
Apabila Perseroan tidak dapat mengantisipasi hal tersebut
dengan baik maka akan berdampak pada menurunnya
pendapatan Perseroan.
1. Investment Risk
Internal factors such as its investment management, risk
management, strategic policies capabilities, and external
factors such as investors’ confidence can signifcantly
influence the Company’s investment banking business. If the
Company cannot prudently anticipate these matters, they
may adversely affect its income stream.
2. Risiko korporasi
Pendapatan anak-anak perusahaan pada dasarnya sangat
mempengaruhi pendapatan Perseroan. Apabila pendapatan usaha anak perusahaan menurun, otomatis pendapatan Perseroan juga akan menurun.
2. Corporate risk
The Company is very dependent on the income contribution
from its subsidiaries. If revenues from its subsidiaries decrease,
the Company’s revenues will also drop.
3. Risiko perekonomian
Kondisi perekonomian yang kurang kondusif untuk usaha
dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan para investor untuk menanam modalnya di Indonesia. Hal ini tentunya berdampak pada menurunnya pendapatan Perseroan.
3. Economic risk
Unfavorable economic conditions for business could lower
investors’ confidence to invest in Indonesia. This in turn will
definitely affect the Company’s performance.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
56
manajemen risiko
Risk Management
4. Risiko peraturan pemerintah
Adanya peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh
Pemerintah dapat menimbulkan dampak yang cukup
berarti bagi Perseroan. Misalnya, peraturan yang berkaitan
dengan penggabungan usaha (merger) dan akuisisi dapat
berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha
Perseroan sebagai perusahaan investasi.
4. Regulatory risk
New regulations issued by the government could impact
significantly on the Company. For example, regulations
related to mergers and acquisitions may have adverse
impacts on the Company’s business as an investment
company.
5. Risiko teknologi
Persaingan yang semakin ketat akan memaksa Perseroan
untuk lebih memperhatikan perkembangan sistem dan
teknologi yang dibutuhkan. Ketidakmampuan dalam
mengantisipasi perkembangan teknologi dapat berpengaruh negatif terhadap kinerja Perseroan.
5. Technology risk
Tight competition may force the Company to pay more
attention to required systems and technology developments.
Incapability to anticipate technological changes may have
negative effects on the Company.
6. Risiko persaingan
Adanya perusahaan sejenis akan menimbulkan tingkat
persaingan yang ketat dalam hal memperebutkan pangsa
pasar sehingga dapat berakibat menurunnya tingkat
pendapatan Perseroan.
6. Competition risk
The presence of companies in the same line of business
increases the level of competition in obtaining larger market
segments. This in turn may reduce the income stream of the
Company.
7. Risiko fluktuasi nilai tukar valuta asing
Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing
akan berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban Perseroan dalam bentuk mata
uang Dolar Amerika Serikat, sementara di sisi lain mayoritas pendapatan Perseroan berupa mata uang Rupiah.
7. Currency Risk
A weaking exchange rate value of the Rupiah to to foreign
currencies would impact negatively on the Company’s ability
to fulfil its US Dollar obligations. This is especially significant
since most of the Company’s revenues are in Rupiah.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
tanggung jawab sosial
perusahaan
Corporate social responsibility
58
tanggung jawab sosial perusahaan
Corporate Social Responsibilities
Perseroan senantiasa berusaha membangun kerjasama dengan seluruh pemangku
kepentingan masyarakat serta menghormati tradisi, budaya dari masyarakat lokal,
guna memastikan kegiatan CSR yang tepat guna dan tepat sasaran.
The Company endeavors to nurture cooperation with all stakeholders and respect the local traditions
and culture to provide the appropriate CSR actions needed.
Perseroan menyadari bahwa tanggung jawab sosial
perusahaan (CSR) merupakan bentuk investasi sosial yang
dapat memberikan manfaat secara berkesinambungan
bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
The Company is fully aware that Corporate Social
Responsibility (CSR) is a social investment that would bring
sustainable advantage to the community and its
surroundings.
Perseroan memiliki komitmen untuk bertindak etis dan
memberikan kontribusi baik secara langsung maupun
tidak langsung kepada pengembangan masyarakat di sekitar perusahaan sehingga mampu meningkatkan kualitas
hidup mereka. Guna mencapai tujuan tersebut, Perseroan
senantiasa berusaha membangun kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan masyarakat serta menghormati tradisi, budaya dari masyarakat lokal, guna memastikan kegiatan CSR yang tepat guna dan tepat sasaran.
The Company is committed to act ethically and contribute
directly or indirectly to the development of communities within the Company’s immediate surroundings to improve their
quality of life. To achieve these goals, the Company endeavors
to nurture cooperation with all stakeholders and respect the
local traditions and culture to provide the appropriate CSR
actions needed.
Upaya Perseroan untuk selalu memberikan kontribusi
positif kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung
jawab sosial perusahaan diyakini dapat meningkatkan
kepercayaan Perseroan di mata investor.
The Company’s efforts to continuously provide positive
contributions to the community as part of corporate social
responsibility is believed to be able to increase investor
confidence towards the Company.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
59
Kegiatan 2009
Di tahun 2009, dalam rangka menyambut bulan suci
Ramadhan 1430 H, Tim Bakti Sosial yang terdiri dari para
karyawan yang tergabung dalam Bhakti Investama Group
mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan acara Buka Puasa
Bersama yang diselenggarakan di Panti Asuhan Yayasan
Murni Jaya. Acara diisi dengan kegiatan pengajian dan
Saritilawah, ceramah agama, dan permainan sambil
menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Acara ditutup
dengan pemberian sumbangan dan pembagian bingkisan
kepada para anak-anak asuh di panti tersebut.
2009 Activities
In 2009, to herald the advent of Ramadhan 1430 H, a team of
employees conducted a social and breaking the fast
activity at the Murni Jaya Foundation Orphanage. The event
was highlighted with praying, sermons and games as well as
the actual breaking of the fast. The event concluded with the
presentation of donations and gifts for the orphans.
Wujud kepedulian Perseroan terhadap kegiatan sosial dan
lingkungan juga dilakukan melalui anak-anak Perusahaan,
seperti RCTI Peduli, Global TV Peduli, MNCN Peduli, Sindo
Peduli, dan Jalinan Kasih.
The Company’s concern towards the community and the
environment are also delivered through its subsidiaries such
as RCTI Peduli, Global TV Peduli, MNCN Peduli, Sindo Peduli,
and Jalinan Kasih.
RCTI Peduli
Sepanjang tahun 2009 RCTI Peduli menyalurkan bantuan
bagi masyarakat yaitu bantuan untuk korban bencana
alam dan non bencana alam di daerah Jawa Barat, Sumatera Barat, Jakarta dan Situ Gintung.
RCTI Peduli
During 2009, RCTI Peduli channeled aid for natural disasters and non-natural disasters in West Java, West Sumatra,
Jakarta and the Situ Gintung reservoir.
Bantuan untuk bencana alam berupa antara lain paket
sembako, pengobatan, pendirian posko, pembangunan
kembali fasilitas umum dan sosial yang rusak serta uang
tunai.
The aid for natural disasters were in the form of essential
items for daily life, medical treatment, construction of
command posts, reconstruction of common and social
facilities as well as cash.
Untuk bantuan non bencana alam, RCTI Peduli telah menyalurkan bantuan untuk pendidikan dan sekolah di Medan dan Jakarta Barat. Untuk bidang kesehatan, bantuan
telah disalurkan ke Jawa Timur, Jakarta Selatan, Surabaya,
Medan dan Makassar. Terakhir, bantuan disalurkan sebagai
bantuan ekonomi dalam bentuk paket Sembako yang
dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di
daerah Jakarta Utara dan Pusat.
For non natural disasters, RCTI Peduli had distributed aids to
education and schools in Medan and West Java. Health aids
were channeled to East Java, South Jakarta, Surabaya, Medan
and Makassar. Other aids in the form of daily basic needs
were distributed to the needed people in North and Central
Jakarta.
TPI Peduli
Kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh TPI Peduli pada
tahun 2009 termasuk bantuan untuk bencana alam dan
non bencana alam. Untuk bencana alam, bantuan telah
disalurkan ke daerah Jawa Barat, Sumatera Barat, Bengkulu
dan korban Situ Gintung.
TPI Peduli
CSR activities in 2009 by TPI Peduli included aid for natural
disaster and non natural disaster events. For natural disaster
victims, aid was distributed to West Java, West Sumatra,
Bengkulu and victims of the Situ Gintung reservoir.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
60
tanggung jawab sosial perusahaan
Corporate Social Responsibilities
Untuk bantuan non bencana alam, bantuan telah disalurkan untuk bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan,
community development dan ekonomi.
For non natural disaster events, aid was distributed for
education, health, religious, community development and
economic activities.
Global TV Peduli
Global TV Peduli menyalurkan bantuan bagi masyarakat
yaitu bantuan untuk korban bencana alam dan non
bencana alam. Untuk korban bencana alam, bantuan telah
disalurkan ke Jakarta Selatan, Jawa Barat, korban Situ Gintung dan Sumatera Barat.
Global TV Peduli
Global TV Peduli also channel aid for natural and non natural
disaster victims. For natural disaster victims, aid was
distributed in South Jakarta, West Java, the Situ Gintung
reservoir and West Sumatra.
Sedangkan bantuan untuk non bencana alam telah disalurkan untuk bidang pendidikan, keagamaan dan community development di daerah Jakarta, Jawa Barat dan sekitar
kantor pusat Global TV.
For non natural disasters, aid was distributed educational,
religious, and community development acitivities in the
Jakarta, West Java and surrounding areas of the Company
office.
Jalinan Kasih
Jalinan Kasih merupakan program di RCTI yang bertujuan
menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang memerlukan khususnya di
bidang kesehatan. Bantuan yang diberikan adalah dalam
bentuk jaminan pengobatan di rumah sakit-rumah sakit
tertentu yang dirujuk. Selama 2009, Jalinan Kasih telah
membantu 661 pasien di berbagai rumah sakit.
Jalinan Kasih
Jalinan Kasih is a program aimed to collect funds from society
and to channel these funds back to communities in need,
especially for health-related issues. Aid provided are in the
form of medical treatments at appointed hospitals. During
2009, Jalinan Kasih has helped 661 patients to obtain medical
treatment at various hospitals.
Seputar Indonesia Peduli
Harian Seputar Indonesia melakukan kerjasama media
partner dengan Orangutan Conservation Services Program
(OCSP) yang merupakan sebuah organisasi perlindungan orangutan dimana acaranya berupa aksi damai di
Bundaran HI. Acara ini juga didukung oleh Departemen
Kehutanan RI.
Seputar Indonesia Peduli
The Seputar Indonesia daily worked together with media
partners and the Orangutan Conservation Services Program
(OCSP), which is an orangutan protection organization, to
hold a peace rally at the Bundaran HI area in Jakarta. This
event was also supported by the Indonesian Ministry of
Forestry.
MNIG Peduli
Program MNIG Peduli telah mengumpulkan dana dari
para pembaca tabloid Realita untuk membantu mereka
yang memerlukan perawatan medis karena penyakit yang
kronis dan berat.
MNIG Peduli
The MNIG Peduli program has collected funds from readers of
Realita tabloid to aid people in need of medical attention for
chronic and serious illness.
Program ini juga telah memulai suatu kampanye ”Family
Go Green” yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat
pembaca tabloid Mom & Kiddie agar lebih sadar akan
lingkungan. Selain itu, MNIG Peduli juga telah membagikan
buku bacaan kepada anak-anak suku Baduy.
The program has also initiated a ”Family Go Green” campaign
to educate the readers of Mom & Kiddie tabloid to become
more environmentally aware. The program also gives out free
books to the children of the Baduy tribe in West Java.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
61
MNCN Peduli
Program MNCN Peduli merupakan rangkaian kegiatan
sosial yang dilaksanakan oleh PT MNC Networks melalui
Radio Trijaya Network, Radio Dangdut TPI, Woman Radio
dan ARH Global Radio. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup bantuan untuk korban bencana alam
dan bantuan untuk korban non bencana alam.
MNCN Peduli
The MNCN Peduli program is a series of social activities
conducted by PT MNC Networks through the Radio Trijaya,
Radio Dangdut TPI, Woman Radio and ARH Global Radio
networks. The activities were aimed to aid victims of natural
and non natural disasters.
Bantuan telah disalurkan ke daerah Sumatera Barat dan
DKI dalam bentuk bantuan medis dan kesehatan serta
dana tunai.
Aid had been distributed to the West Sumatra and Jakarta
areas in the form of medical and health services as well as in
actual direct cash.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
62
pembahasan dan analisis manajemen
Management Discussion and Analysis
Pada tahun 2009, Produk Domestik Bruto (PDB) dunia
turun 2,2% dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar
2,2% pada tahun 2008. Meskipun pertumbuhan Indonesia
yang hanya 4,5% lebih lambat bila dibandingkan dengan
pertumbuhan sebesar 6,1% pada tahun 2008, Indonesia
termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan PDB
yang tetap positif.
In 2009, the global Gross Domestic Product (GDP) fell by 2.2%
as compared to the 2.2% growth of 2008. Even though
Indonesia recorded a slower growth of 4.5% as compared to
6.1% in 2008, it was among the few countries in the region
that still recorded positive GDP.
INFORMASI UMUM
Laporan Keuangan yang terdapat dalam bab ini harus
dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan Rekan
(anggota dari Deloitte Touche and Tohmatsu) yang terdapat pada halaman 73 dari Laporan Tahunan ini.
General information
The financial report contained in this chapter should be read
along with the audited consolidated financial statement
of the Company and its subsidiaries which been audited by
Public Accountant Firm of Osman Bing Satrio and Rekan (a
member of Deloitte Touche and Tohmatsu) in page 73 of this
Annual Report.
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Consolidated Statements of Income
Pendapatan Usaha
Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, Perseroan
tetap berhasil membukukan pendapatan untuk 2009 sebesar Rp 5,47 triliun menurun sebesar 8% bila dibandingkan
dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,94 triliun. Penurunan ini disebabkan karena adanya divestasi kepemilikan
atas Mobile-8 Telecom melalui Global Mediacom di bulan
September 2008 sehingga secara otomatis laporan
keuangan Mobile-8 Telecom tidak dikonsolidasikan lagi ke
dalam Laporan Keuangan Global Mediacom di tahun 2009.
Operating Income
Although economic growth slowed down, the Company
succeeded in booking income for 2009 in the amount of
Rp 5.47 trillion. This represents an 8% decrease from the
previous year’s amount of Rp 5.94 trillion. This decrease was
due to the divestment of Mobile-8 Telecom through Global
Mediacom in September 2008 which automatically erases
all Mobile-8 Telecom financial results from the Consolidated
Financial Report of Global Mediacom for 2009.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
63
Kontribusi Pendapatan Usaha
Seperti bisnis jasa keuangan lainnya, bisnis jasa keuangan
Perseroan juga terpengaruh oleh krisis keuangan dunia. Di
lain pihak, bisnis media Perseroan melalui Global Mediacom masih merupakan pemimpin pada media industri
di Indonesia dan tetap merupakan kontributor utama
terhadap pendapatan sebesar 91%, diikuti oleh pendapatan dari Investasi Portofolio dan lainnya sebesar 4%, sektor Jasa Keuangan sebesar 3% dan dari Media Pendukung
dan Infrastruktur sebesar 2%
Operating Income Contribution
As any other financial services business, the Company’s
Financial Services business was also affected by the global
financial crisis. On another note, the Company’s Media
business through Global Mediacom still leads the Indonesian
Media Industry and is also the largest contributor of 91% to
consolidated income. The remaining 4% was contributed by
Portfolio Investment and others, 3% by the Financial Services
and 2% by Media Support and Infrastructure.
Laba Usaha
Perseroan berhasil membukukan Laba Usaha Konsolidasi
sebesar Rp 753 miliar, meningkat sebesar 18% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp 638 miliar. Kenaikan ini disebabkan karena adanya efisiensi biaya yang
dilakukan Perseroan sehingga beban langsung Perseroan
berkurang sebesar 10% dari Rp 3,1 triliun di tahun 2008
menjadi Rp 2,8 triliun untuk 2009.
Operating Profit
The Company succeeded in booking Consolidated Operating
Profit of Rp 753 billion. This represents an 18% increase from
the 2008 amount of Rp 638 billion. The increase was due to
cost efficiency measures undertaken by the Company such
that direct costs decreased by 10% from Rp 3.1 trillion in 2008
to Rp 2.8 trillion in 2009.
EBITDA
EBITDA pada 2009 turun sebesar 2% menjadi Rp 1,23
triliun bila dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar
Rp 1,26 triliun.
EBITDA
EBITDA declined by 2% in 2009 to Rp 1.23 trillion compared to
the 2008 amount of Rp 1.26 trillion.
Rugi Bersih
Perseroan mencatat Rugi Bersih Konsolidasi sebesar Rp 48
miliar karena jumlah Pajak Kini mengalami peningkatan
yang cukup signifikan. Hal ini berkaitan dengan kinerja
anak-anak Perusahaan dari sektor media yang sangat baik
di tahun 2009 dan mampu membukukan pendapatan
yang lebih besar sehingga memberikan dampak semakin
meningkatnya Beban Pajak Kini yang harus ditanggung
oleh Perseroan.
Net Loss
The Company booked Consolidated Net Loss of Rp 48 billion
because the amount of Current Taxes increased significantly.
This was related to the excellent results from the Media
subsidiary in 2009 and generated more income which then
increased the Current Taxes Expenses that the Company had
to bear.
NERACA KONSOLIDASI
Consolidated Balance Sheet
Jumlah Aset
Perseroan membukukan Jumlah Aset Konsolidasi sebesar
Rp 17,1 triliun, dibandingkan dengan posisi tahun 2008
sebesar Rp 17,8 triliun, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 4%.
Total Assets
The Total Assets of the Company amounted to Rp 17.1 trillion,
representing a decrease of 4% from the 2008 amount of
Rp 17.8 trillion.
Jumlah Kewajiban
Jumlah Kewajiban Konsolidasi yang dicatat oleh Perseroan
menurun 8% dari Rp 7,3 triliun menjadi Rp 6,7 triliun di
tahun 2009.
Total Liabilities
Total Liabilities decreased by 8% from Rp 7.3 trillion in 2008 to
Rp 6.7 trillion in 2009.
Penurunan pada pos Jumlah Aset maupun Jumlah Kewajiban dikarenakan adanya penurunan hutang jangka
Decreases in Total Assets and Liabilities were due to decreases
in Long Term Debt and Bonds as a result of the Rupiah
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
64
pembahasan dan analisis manajemen
Management Discussion and Analysis
panjang dan obligasi sebagai akibat dari nilai tukar Rupiah
yang mengalami apresiasi terhadap mata uang asing,
khususnya Dollar Amerika. Selain itu, hal tersebut juga
disebabkan oleh menurunnya nilai transaksi dari sektor
Jasa Keuangan sehingga baik Piutang Lancar maupun
Kewajiban Lancar Perseroan ikut menurun sehingga mempengaruhi Jumlah Aset dan Jumlah Kewajiban Perseroan
secara keseluruhan.
appreciation against other currencies, especially the
US Dollar. Another cause was because of the decline in
transactional value from the Financial Services sector so
that Current Receivables and Liabilities also declined which
then affected the overall Total Assets and Liabilities of the
Company.
Ekuitas
Sementara itu, Jumlah Ekuitas Perseroan cenderung stabil,
dimana baik pada tahun 2008 maupun 2009 tercatat sebesar Rp 4,8 triliun.
Equity
The Company’s Equity remained relatively stable at Rp 4.8
trillion, unchanged since 2008.
LAPORAN ARUS KAS
CASH FLOW
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Posisi Kas dan Setara Kas Konsolidasi Perseroan pada tahun
2009 adalah sebesar Rp 313 miliar, sebuah peningkatan
yang cukup signifikan sebesar 172% dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar Rp 115 miliar. Kondisi ini disebabkan
karena adanya peningkatan dari sektor media yang cukup
signifikan di tahun 2009.
Cash Flow from Operations
Consolidated Cash and Near Cash items for 2009 amounted
to Rp 313 billion. This is a significant increase of 172% from
the previous year amount of Rp 115 billion. This was caused
by significant increases from the Media sector in 2009.
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pada tanggal 31 Desember 2009, arus kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp 3 miliar, menurun 100% dibandingkan pada periode yang sama tahun
2008 sebesar Rp 1,69 triliun, dimana pada tahun 2009 tidak
terlalu banyak dilakukan Pembelian Aset Tetap dan juga
terdapat Pelepasan Investasi PT Mobile-8 Telecom Tbk.
Cash Flow from Investment Activities
By the 31st December 2009, cash flow used for investment
activities amounted to Rp 3 billion which is a 100% decline
from the 2008 amount of Rp 1.69 trillion. There were no Fixed
Assets purchased in 2009 and there was also an Investment
Divestment PT Mobile-8 Telecom Tbk.
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas yang digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
mengalami penurunan sebesar 16 % dari Rp 187 miliar
menjadi Rp 157 miliar. Hal ini terkait dengan penurunan
baik pada Penerimaan maupun Pembayaran Hutang Bank,
Pinjaman Jangka Pendek, dan Jangka Panjang.
Cash Flow from Financing Activities
Cash Flow used for Financing Activities declined by 16% from
Rp 187 billion in 2008 to Rp 157 billion in 2009. This was due
to decreases in Revenues and Payments to Banks, Short Term
and Long Term Debt.
ANALISA DAN PEMBAHASAN KINERJA INVESTASI
STRATEGIS
DISCUSSION AND ANALYSIS OF STRATEGIC INVESTMENT
PERFORMANCE
MEDIA
Global Mediacom (“Mediacom”)
Mediacom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar
Rp 5,04 triliun untuk periode yang berakhir 31 Desember
2009, menurun 6% dibandingkan dengan Rp 5,39 trilliun
untuk periode yang berakhir 31 Desember 2008. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena pada tahun
MEDIA
Global Mediacom (“Mediacom”)
Mediacom recorded consolidated revenues of Rp 5.04 trillion
for 2009, a decrease of 6% as compared to Rp 5.39 trillion for
2008. In 2008, the Company still recorded income from
PT Mobile-8 Telecom. In November 2009, Mediacom divested
the remaining 19% stake in PT Mobile-8 Telecom Tbk, thus
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
65
2008, Perseroan masih mencatat pendapatan dari
PT Mobile-8 Telecom. Pada bulan November 2009, Mediacom telah melakukan divestasi untuk 19% sisa kepemilikan saham pada PT Mobile-8 Telecom Tbk agar dapat
memfokuskan pada bisnis media yang mencakup media
berbasis konten dan iklan dan media berbasis pelanggan
serta media pendukung dan infrastruktur.
focusing its activities in the media businesses
encompassing content and advertising-based media,
subscriber-based media and media support and
infrastructure.
Laba Usaha yang dibukukan oleh Mediacom adalah
sebesar Rp 710 miliar, terdapat peningkatan sebesar
24% dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 573 miliar. Hal
ini dikarenakan adanya efisiensi dan efektifitas kinerja
usaha Mediacom di tahun 2009. Lebih lanjut, Laba Bersih
yang tercatat adalah sebesar Rp 157 miliar,menurun 63%
dibandingkan posisi tahun 2008 sebesar Rp 426 miliar
yang disebabkan oleh beban pajak yang ditanggung oleh
Mediacom di tahun 2009 sebesar Rp 259 miliar, dimana
sebelumnya di tahun 2008 menerima manfaat pajak sebesar Rp 40 miliar.
The Operating Profit booked by Mediacom was Rp 710 billion
for the year. This is a 24% increase from the 2008 amount of
Rp 573 billion. This was due to efficiency measures undertaken
by of Mediacom in 2009. Furthermore, Net Profit recorded for
2009 was Rp 157 billion. This represents a 63% decrease
compared to the 2008 amount of Rp 426 billion because of
tax expenses borne by Mediacom in the amount of Rp 259
billion for 2009. In 2008, the Company actually received
benefits from taxes in the amount of Rp 40 billion.
Aset Konsolidasi Mediacom sejumlah Rp 13,48 triliun,
relatif stabil dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 13,72
triliun. Sedangkan jumlah Kewajiban menurun dari Rp 4,47
triliun menjadi Rp 4,25 triliun karena adanya penurunan
hutang jangka panjang dan obligasi sebagai akibat dari
menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing,
terutama Dollar Amerika. Sementara itu, peningkatan
sebesar 1,4% terjadi pada jumlah Ekuitas dari Rp 7 triliun
menjadi Rp 7,1 triliun.
Mediacom Consolidated Assets of Rp 13.48 trillion was
relatively stable compared to the 2008 amount of Rp 13.72
trillion. Total Liabilities decreased from Rp 4.47 trillion to
Rp 4.25 trillion due to decreases in Long Term Debt and Bonds
as a result of the Rupiah appreciation against the US Dollar.
Equity of the company increased by 1.4% from Rp 7 trillion to
Rp 7.1 trillion.
Media Berbasis Konten dan Iklan
PT Media Nusantara Citra Tbk (“MNC”) mencatatkan
pendapatan konsolidasi sebesar Rp 3,92 triliun pada 2009,
relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya
sebesar Rp 3,92 triliun. Pendapatan iklan memberikan
kontribusi sebesar 79% terhadap pendapatan konsolidasi,
sedangkan 21% sisanya merupakan kontribusi dari pendapatan non-iklan.
Content & Advertising Based Media
MNC booked Rp 3.92 trillion in consolidated revenues for
2009, relatively flat compared to Rp 3.92 trillion for 2008.
Advertising revenues contributed 79% to consolidated
revenue while the remaining 21% was contributed by
non-advertising revenues.
Media Berbasis Pelanggan
Media berbasis pelanggan dioperasikan melalui MNC Sky
Vision. MNC Sky Vision membukukan kenaikan pendapatan sebesar 32% selama 2009 menjadi Rp 1,05 triliun dari
Rp 0,8 triliun selama 2008. Hal ini terutama disebabkan
oleh peningkatan jumlah pelanggan. MNC Sky Vision
memiliki pangsa pasar terbesar pada bisnis televisi berbayar sebesar 78%. Dibandingkan dengan 2009, jumlah
pelanggan telah naik sebesar 26% dari 479.394 menjadi
604.234 (tidak termasuk pelanggan dari SMATV), dimana
sebesar 516.055 adalah pelanggan Indovision dan sisanya
sebesar 88.179 adalah pelanggan Top TV.
Subscriber Based Media
Subscriber based media is operated through MNC Sky Vision
with its successful brands Indovision and Top TV. MNC Sky
Vision recorded a 32% increase in revenues of Rp 1.05 trillion
for 2009 from Rp 0.8 trillion for 2008. This was primarily due
to the rise in the number of subscribers. MNC Sky Vision
has a the largest market share in the pay TV industry of 78%
Compared to 2009, total subscribers increased by 26% from
479,394 to 604,234 (excluding SMATV), in which Indovision
had 516,055 subscribers and Top TV had 88,179 subscribers.
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
66
pembahasan dan analisis manajemen
Management Discussion and Analysis
Media Pendukung dan Infrastruktur
Infokom Elektrindo (“Infokom”) mencatat pendapatan
sebesar Rp 179 miliar di tahun 2009, atau menurun sebesar
33% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 267
miliar. Penurunan ini disebabkan karena realisasi pendapatan proyek pemerintahan yang rendah dan juga jumlah
traffic SMS yang menurun.
Media Support and Infrastructure
Infokom Elektrindo (”Infokom”) booked income in the amount
of Rp 179 billion for 2009. This is a decrease of 33% compared
to the 2008 amount of Rp 267 billion. This decrease was
caused by low levels of realized government projects and also
decreased SMS traffic volume.
JASA KEUANGAN
FINANCIAL SERVICES
Bhakti Capital Indonesia (BCAP)
Pendapatan Usaha Konsolidasi yang dibukukan oleh
BCAP adalah sebesar Rp 194 miliar, menurun sebesar 9%
dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 214 miliar. Hal ini
dikarenakan karena adanya penurunan pendapatan dari
sektor Pembiayaan Konsumen yang cukup signifikan
sebesar 40%.
Bhakti Capital Indonesia (BCAP)
Consolidated Operating Income booked by BCAP for the year
amounted to Rp 194 billion. This is a 9% decrease compared
to the 2008 amount of Rp 214 billion. This was caused by a
significant decrease of 40% in income from the Consumer
Financing sector.
Walaupun dari sisi pendapatan mengalami penurunan,
namun BCAP berhasil mencatat peningkatan pada Laba
Usaha sebesar 6%, yaitu dari Rp 81 miliar menjadi Rp 86
miliar. Peningkatan ini sebagai akibat dari efisiensi biaya
yang dilakukan oleh BCAP beserta anak-anak perusahaan
yang bernaung di bawahnya.
Although the income side underwent a decline, BCAP
succeeded in achieving an increase if Operating Profit of
6%, from Rp 81 billion in 2008 to Rp 86 billion in 2009. This
was due to cost efficiency measures taken by BCAP and its
subsidiaries.
Adapun Laba Bersih yang tercatat adalah sebesar Rp 7
miliar, dimana jumlah tersebut menurun cukup signifikan
sekitar 57% dibandingkan posisi di tahun 2008 sebesar
Rp 16 miliar. Kondisi ini diakibatkan oleh meningkatnya
beban bunga dan administrasi bank yang harus ditanggung oleh BCAP.
Net Profit recorded was Rp 7 billion, a 57% decrease compared
to the 2008 amount of Rp 16 billion. This condition was due
to increased bank interest and administrative expenses that
BCAP had to bear.
Lebih lanjut, Aset dan Kewajiban BCAP sebesar Rp 1,05
triliun dan Rp 675 miliar mengalami penurunan masingmasing sebesar 25% dan 35%. Penurunan ini sedikit
banyak disebabkan oleh berkurangnya transaksi yang
dilakukan oleh para nasabah sehingga baik Piutang maupun Kewajiban kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan
Efek Indonesia menurun cukup signifikan. Sementara itu,
Ekuitas BCAP dapat dikatakan cukup stabil dari sebesar
Rp 373 miliar, meningkat 2% menjadi Rp 379 miliar.
Furthermore, BCAP’s Assets of Rp 1.05 trillion and Liabilities of
Rp 675 billion decreased by 25% and 35% respectively. These
were due to decrease in customers transaction volume which
in turn caused Receivables and Payables to the Indonesian Securities Clearing and Guaranteeing Corporation to
decrease significantly. BCAP’s equity base remained relatively
stable with a 2% increase to become Rp 379 billion from
Rp 373 billion in 2008.
Kondisi makro ekonomi yang masih dalam proses pemulihan dimana tingkat ketidakpastiannya cukup tinggi
memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri jasa keuangan
seperti halnya BCAP yang memiliki tiga anak perusahaan
yang bernaung di bawahnya. Adapun kinerja dari masingmasing anak perusahaan tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Macro economic conditions that were still in the recovery
stage with high levels of uncertainty impacted significantly
on companies in the financial services industry. BCAP, with
three subsidiaries, was no exception. The performance results
of each subsidiary are outlined in the following list:
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
67
1.Pada tahun buku 2009, pendapatan Bhakti Securities
turun sebesar 11% menjadi Rp 51 miliar karena
banyak korporasi yang membatalkan atau menunda
aksi korporasi. Selain itu, investor lokal dan asing
masih ragu-ragu untuk bertransaksi di bursa pada
semester pertama 2009 sehingga nilai transaksi
mengalami penurunan sebesar 32% dari Rp 24 triliun
menjadi Rp 16 triliun di tahun 2009
1.
2.Laba bersih Bhakti Finance turun menjadi Rp 4,7 miliar
pada 2009 dari Rp 11 miliar pada 2008 karena
beberapa industri di Sumatra terpengaruh oleh
krisis keuangan dunia. Berhubung PT Bhakti Finance
mememiliki banyak kantor cabang di Sumatra, kinerja
Perseroan juga terpengaruh dengan keadaan setempat.
2.
PT Bhakti Finance’s net profit fell to Rp 4.7 billion during
2009 from Rp 11 billion during 2008 as several industries
in Sumatra were affected by the global financial crisis.
Because Bhakti Finance has many branch offices located
in Sumatra, its business performance was also adversely
affected by local conditions.
3.Bhakti Asset Management membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 140% menjadi Rp 1,4 miliar
pada 2009 bila dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 3,65 miliar pada 2008. EBITDA tumbuh sebesar
136% pada 2009 disebabkan oleh pendapatan
sebagai manajer investasi yang tumbuh sebesar 30%,
kenaikan harga saham di portofolio dan langkahlangkah efisiensi biaya yang diterapkan.
3.
PT Bhakti Asset Management recorded a net profit
growth of 140% to Rp 1.4 billion for 2009 as compared
to a loss of Rp 3.65 billion for 2008. EBITDA grew by
136% during 2009 due to the 30% growth in investment
manager fees, higher share prices in the portfolio and
cost efficiency measures implemented.
During 2009, PT Bhakti Securities’ revenue fell by 11% to
Rp 51 billion due to reductions in financial advisory
activities as many corporate actions were either
cancelled or postponed. Local and foreign investors were
also still hesitant to execute equity transactions in the
bourse during the first half of 2009, which affected the
Company’s transaction value to drop from Rp 24 billion
to Rp 16 trillion in 2009 (-32%).
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
68
STRUKTUR KORPORASI
Corporate Structure
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk
Media
Media
Jasa Keuangan
Financial Services
PT Global Mediacom Tbk
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
Investasi Portfolio
Portfolio Investment
PT Global Transport
Services
PT MNC Sky Vision
Media Berbasis Konten dan Iklan
Content and Advertising Based Media
Sekuritas
Securities
PT Media Nusantara
Citra Tbk
PT Bhakti Securities
Media Berbasis Pelanggan
Subscriber Based Media
Pembiayaan Konsumen
Consumer Financing
PT MNC Sky Vision
PT Bhakti Finance
Media Pendukung dan Infrastruktur
Media Support and Infrastructure
Manajer Investasi
Investment Manager
PT Infokom Elektrindo
PT Bhakti Asset
Management
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
PT Citra Marga Nusaphala
Persada Tbk
Investasi Lainnya
Other Investments
STRUKTUR ORGANISASI
69
Organizational Structure
DEWAN KOMISARIS
Board of Commissioners
KOMITE AUDIT
Audit Committe
DIREKTUR UTAMA
President Director
SEKRETARIS PERUSAHAAN /
HUBUNGAN INVESTOR
Corporate Secretary /
Investor Relations
AUDIT INTERNAL
Internal Audit
DIREKSI
Directors
SUMBER DAYA
MANUSIA
& UMUM
Human Resources
&
General Affairs
KEUANGAN
Finance
AKUNTANSI
& PAJAK
Accounting
& Tax
HUKUM
Legal
MANAJEMEN
PORTOFOLIO
Portfolio
Management
MANAJEMEN
SISTEM
INFORMASI
Management
Information
System
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
70
INFORMASI PERUSAHAAN
Corporate Information
Nama Perusahaan | Name of Company
:
PT Bhakti Investama Tbk
Kode Saham | Share Code
:
BHIT
Kode ISIN | ISIN Code
:
ID 1000064207
Kode COMMON | COMMON Code
:
ID 6211516
Alamat | Address
:
5th Floor, MNC Tower
Jl. Kebon Sirih No.17-19
Jakarta 10340
Telepon | Phone
:
+62 21 392 5000
Faksimili | Faximile
:
+62 21 3983 6870
Homepage
:
www.bhakti-investama.com
E-mail
:
[email protected]
Tanggal Pendirian |
Establishment Date
:
2 November 1989
Sektor | Sector
:
Perusahaan Investasi | Investment Company
Bidang Usaha | Line of Business
:
1. Media | Media
2. Jasa Keuangan | Financial Services
3. Investasi Portofolio | Portfolio Investment
Tanggal Pencatatan Saham |
Listing Date
:
24 November 1997
Anak Perusahaan | Subsidiaries
:
PT Global Mediacom Tbk
MNC Tower, 27th Floor
Jl. Kebon Sirih No.17-19
Jakarta 10340, Indonesia
Tel: +62-21 390 9211
Fax: +62-21 390 9207
E-mail: [email protected]
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | LAPORAN TAHUNAN 2009
PT Bhakti Capital Indonesia Tbk
MNC Tower, 4th Floor
Jl. Kebon Sirih No.17-19
Jakarta 10340, Indonesia
Tel: +62-21 392 2000
Fax: +62-21 3983 6868
E-mail: [email protected]
lembaga penunjang
71
Supporting Institutions
Notaris
Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn
Menara Sudiman18th Floor
Jl. Jend.Sudirman Kav 60
Jakarta 12190
Phone: +62 21 520 4778
Fax : +62 21 520 4779, 520 4780
Notary
Akuntan Publik
OSMAN BING SATRIO & REKAN
Wisma Antara 12th Floor
Jl. Medan Merdeka Selatan No.17
Jakarta 10110-Indonesia
Phone: +62 21 231 2955, 231 2871
Fax : +62 21 231 3325, 384 0387
Public Accountant
Biro Administrasi Efek
PT BSR Indonesia
Komp.Perkantoran ITC Roxy Mas
Blok E1 No.10-11
Jl. KH Hasyim Ashari
Jakarta 10150
Phone: +62 21 631 7828
Fax : +62 21 631 7827
Share Registrar
PT BHAKTI INVESTAMA Tbk | 2009 ANNUAL REPORT
pernyataan pertanggungjawaban dewan komisaris dan direksi
Statement of Responsibilities of the Board of Commissioners and the Board of Directors
Laporan Tahunan ini, berikut laporan keuangan dan informasi lain yang terkait, merupakan tanggung jawab Manajemen
PT Bhakti Investama Tbk dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan
tanda tangannya masing-masing dibawah ini.
This Annual Report and the accompanying financial statements and related financial information, are the responsibility of the
Management of PT Bhakti Investama Tbk and have been approved by members of the Board of Commissioners and the Board
of Directors whose signature appear below.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
direksi
Board of Directors
Ratna Endang Soelistiowati
Komisaris Utama / President Commissioner
Hary Tanoesoedibjo
Direktur Utama / President Director
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Komisaris / Commissioner
Hary Djaja
Direktur / Director
Liliana Tanaja
Komisaris / Commissioner
Darma Putra
Direktur / Director
Posma Lumban Tobing
Komisaris Independen / Independent Commissioner
Antonius Z. Tonbeng
Komisaris Independen / Independent Commissioner
laporan keuangan
konsolidasi
consolidated financial statement
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
DAFTAR ISI
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
DIRECTORS’ STATEMENT LETTER
1
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS - As
of December 31, 2009 and 2008 and for
the years then ended
Neraca Konsolidasi
3
Consolidated Balance Sheets
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
5
Consolidated Statements of Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
6
Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasi
7
Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
9
Notes to Consolidated Financial Statements
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
Catatan/
Notes
2009
2008
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp 41.900 juta tahun 2009
dan Rp 35.019 juta tahun 2008
Piutang nasabah
Piutang lembaga kliring
dan penjaminan
Piutang pembiayaan
Penanaman neto sewa pembiayaan
Pembiayaan konsumen
Tagihan anjak piutang - bersih
Piutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 5.444 juta tahun 2009 dan 2008
Persediaan
Uang muka dan biaya dibayar dimuka
Pajak dibayar dimuka
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak hubungan istimewa
Investasi pada perusahaan asosiasi
Investasi lain
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 2.844.440 juta tahun 2009 dan
Rp 2.522.610 juta tahun 2008
Properti investasi - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
Rp 74.558 juta tahun 2009 dan
Rp 38.693 juta tahun 2008
Aset pajak tangguhan - bersih
Goodwill - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi
Rp 407.442 juta tahun 2009 dan
Rp 274.509 juta tahun 2008
Aset lain-lain
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
ASSETS
1.618.345
1.327.357
63.408
2g,4
2e,2h,5,50
2j,6
2e,50
1.721.213
132.733
2j,7
34.532
6.918
2i,8
2j,9
2k
2l
2m
10
2e,50
325.227
1.223.890
426.132
85.062
2n,11
2o,12
2x,13
54.741
195.776
12.066
7.227.400
326.161
1.162.515
277.118
72.518
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Short-term investments
Trade accounts receivable
Related parties
Third parties - net of allowance
for doubtful accounts of
Rp 41,900 million in 2009 and
Rp 35,019 million in 2008
Customers receivables
Receivables from clearing and
guarantee institution
Financing receivables
Net investments in finance lease
Consumer financing
Factoring receivables - net
Other accounts receivable
Related parties
Third parties - net of allowance
allowance for doubtful accounts
of Rp 5,444 million in 2009 and 2008
Inventories
Advances and prepaid expenses
Prepaid taxes
7.598.118
Total Current Assets
1.464.100
1.585.621
108.595
1.633.568
211.711
392.465
32.612
287.617
37.389
6.128
4.588
6.129
4.105.580
2e,50
2h,14
2h,15
7.459
5.701
4.196.806
2.592.877
2k,2p,2r,16
2.520.576
186.672
196.885
2.275.669
513.457
2q,16
2x,44
2c,17
2e,2s,18,50
130.588
320.614
2.506.044
478.725
NONCURRENT ASSETS
Receivable from related parties
Investments in associates
Other investments
Property and equipment - net of
accumulated depreciation of
Rp 2,844,440 million in 2009 and
Rp 2,522,610 million in 2008
Investment property - net of
accumulated depreciation of
Rp 74,558 million in 2009 and
Rp 38,693 million in 2008
Deferred tax assets - net
Goodwill - net of
accumulated amortization of
Rp 407,442 million in 2009 and
Rp 274,509 million in 2008
Other assets
9.881.857
10.166.513
Total Noncurrent Assets
17.109.257
17.764.631
TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-3-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2009
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Catatan/
Notes
2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank
Wesel bayar
Hutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang kepada lembaga kliring
dan penjaminan
Hutang nasabah
Hutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Pendapatan diterima dimuka
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Hutang jangka panjang jatuh tempo
dalam satu tahun
Sewa pembiayaan
Pinjaman jangka panjang
Hutang obligasi
5.791
214.923
1.377.888
Jumlah Kewajiban Lancar
4.068.381
372.831
174.800
14.130
706.311
19.129
247.022
28.067
112.995
120.526
315.813
358.155
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan - bersih
Hutang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Sewa pembiayaan
Pinjaman jangka panjang
Hutang obligasi
Kewajiban imbalan pasca kerja
Kewajiban tidak lancar lain-lain
1.815
939.650
1.458.233
141.906
44.161
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
2.662.566
HAK MINORITAS
5.545.879
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar - 20.900 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor 7.236.933.545 saham
Tambahan modal disetor
Selisih transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Rugi belum direalisasi dari pemilikan
efek
Saldo laba
76.801
723.693
2.831.986
19
20
21
2e,50
311.863
32.080
2i,8
22
23
2e,50
426.379
52.097
65.603
704.384
24
2x,25
26
1.657
99.710
137.076
244.588
381.159
2k
27
2t,28
7.305
356.651
2.820.552
2x,44
2k
27
2t,28
2w,47
29
2c,30
31
2t,32
31.491
4.504.126
Total Noncurrent Liabilities
5.594.617
MINORITY INTERESTS
723.693
2.831.986
990.882
(933)
(391.543)
752.049
2h,15
(483.571)
800.062
Jumlah
Dikurangi harga perolehan saham diperoleh
kembali - 51.997.000 saham tahun 2009
dan 51.836.000 saham tahun 2008
4.849.243
Jumlah Ekuitas
4.832.431
4.845.336
17.109.257
17.764.631
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
4.862.119
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
NONCURRENT LIABILITIES
Deferred tax liabilities - net
8.861
1.125.788
3.189.680
114.025
34.281
2h,33
2d
2u,34
Total Current Liabilities
Long term liabilities - net of
current maturities
Lease liabilities
Long-term loans
Bonds payable
Post-employment benefits obligation
Other noncurrent liabilities
934.479
(1.421)
(16.812)
CURRENT LIABILITIES
Bank loans
Notes payable
Trade accounts payable
Related parties
Third parties
Payables to clearing and
guarantee institution
Payable to customer
Other accounts payable
Related parties
Third parties
Unearned revenues
Taxes payable
Accrued expenses
Current maturities of long-term
liabilities
Lease liabilities
Long-term loans
Bonds payable
(16.783)
STOCKHOLDERS' EQUITY
Capital stock - Rp 100 par value
per share
Authorized - 20,900 million shares
Issued and paid - up
7,236,933,545 shares
Additional paid-in capital
Differences due to changes
in equity of subsidiaries
Differences in foreign currency translation
Unrealized loss of securities
Retained earnings
Total
Less cost of treasury stock - 51,997,000
shares in 2009 and 51,836,000 shares
in 2008
Total Equity
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-4-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
Catatan/
Notes
2009
PENDAPATAN USAHA
Media dan penyiaran
Media berbasis pelanggan
Transportasi
Pembiayaan dan efek
Infrastruktur telekomunikasi dan teknologi
informasi
Lain-lain
3.857.142
1.054.887
239.365
188.410
5.465.757
BEBAN USAHA
Beban langsung
Umum dan administrasi
Penyusutan dan amortisasi
Jumlah Beban Usaha
2.806.688
1.431.035
474.898
4.712.621
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan (kerugian) pelepasan investasi
Penghasilan bunga
Keuntungan (kerugian) kurs
mata uang asing - bersih
Beban bunga dan keuangan
Amortisasi goodwill
Lain-lain - bersih
Beban Lain-lain - Bersih
BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH
PERUSAHAAN ASOSIASI
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
2v
35
36
37
2i,2k,2l,38
121.370
4.583
Jumlah Pendapatan Usaha
LABA USAHA
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
39
2v
40
41
42
753.136
2008
3.779.962
776.061
292.909
261.871
827.534
5.139
REVENUES
Media and broadcasting
Subscriber based media
Transportation
Financing and securities
Telecommunication infrastructure and information
technology
Others
5.943.476
Total Revenues
3.114.452
1.563.648
627.639
5.305.739
OPERATING EXPENSES
Direct costs
General and administration
Depreciation and amortization
Total Operating Expenses
637.737
INCOME FROM OPERATIONS
(207.725)
58.444
2b,15,49
2v
296.128
95.266
OTHER INCOME (CHARGES)
Gain (loss) on disposal of investments
Interest income
618.966
(561.136)
(132.933)
(5.380)
2d,55
2v,43
2c,17
(539.641)
(730.262)
(156.719)
70.633
Gain (loss) on foreign exchange - net
Interest and financial charges
Goodwill amortization
Others - net
(964.595)
Other Charges - Net
(229.764)
428
2h,14
523.800
(540)
EQUITY IN NET EARNINGS (LOSS) OF
ASSOCIATES
(327.398)
INCOME (LOSS) BEFORE TAX
TAX BENEFIT (EXPENSE)
Current tax
Deferred tax
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini
Pajak tangguhan
(261.029)
(91.421)
(110.730)
197.090
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - bersih
(352.450)
86.360
LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS
171.350
(241.038)
INCOME (LOSS) BEFORE MINORITY
INTERESTS
(114.224)
MINORITY INTERESTS
(355.262)
NET LOSS
HAK MINORITAS
RUGI BERSIH
RUGI PER SAHAM (Rupiah penuh)
Dasar
Dilusian
2x,44
(219.363)
2c,30
(48.013)
2y,46
(7)
(17)
(49)
-
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Income tax benefit (expense) - net
LOSS PER SHARE (Full Rupiah amount)
Basic
Diluted
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-5-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
Catatan/
Notes
Saldo per 1 Januari 2008
Penerbitan saham baru
Perolehan saham diperoleh kembali
Selisih transaksi perubahan
ekuitas anak perusahaan
Selisih kurs penjabaran
laporan keuangan
Rugi belum direalisasi dari
pemilikan efek
Dividen tunai
Rugi bersih tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2008
Perolehan saham diperoleh kembali
Selisih transaksi perubahan
ekuitas anak perusahaan
Selisih kurs penjabaran
laporan keuangan
Laba belum direalisasi dari
pemilikan efek
Rugi bersih tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2009
31
2u,34
Modal
disetor/
Paid-up
capital stock
723.626
67
-
Tambahan
modal disetor/
Additional
paid-in
capital
2.831.278
708
-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
Modal
saham diperoleh
kembali/
Treasury stock
Selisih transaksi
perubahan ekuitas
anak perusahaan/
Differences due to
changes in equity
of subsidiaries
(16.783)
1.196.751
-
2h
-
-
-
2d
-
-
-
-
2h,15
45
-
-
-
-
(16.783)
(29)
-
2u,34
723.693
-
2.831.986
-
(205.869)
-
-
-
2d
-
-
-
-
2h,15
-
-
-
-
2.831.986
(16.812)
Laba (rugi)
belum direalisasi
dari pemilikan
efek/
Unrealized gain
(loss) of securities
-
-
(56.403)
-
1.191.199
-
6.005.114
775
(16.783)
-
-
(205.869)
-
-
(933)
(35.875)
(355.262)
(545.831)
(35.875)
(355.262)
-
(483.571)
-
800.062
-
4.845.336
(29)
-
-
-
(56.403)
-
-
(488)
(933)
-
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Jumlah
ekuitas/
Total
equity
(545.831)
-
(488)
934.479
Saldo laba/
Retained
earnings
62.260
(933)
990.882
2h
723.693
Selisih kurs
penjabaran laporan
keuangan/
Differences in
foreign currency
translation
(1.421)
92.028
-
(48.013)
(391.543)
752.049
92.028
(48.013)
4.832.431
Balance at January 1, 2008
Issuance of new shares of stock
Purchase of treasury stock
Differences due to changes in
equity of subsidiaries
Differences in foreign currency
translation
Unrealized loss on decrease in
value of securities
Cash dividends
Net loss for the year
Balance at December 31, 2008
Purchase of treasury stock
Differences due to changes in
equity of subsidiaries
Differences in foreign currency
translation
Unrealized gain on decrease in
value of securities
Net loss for the year
Balance at December 31, 2009
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-6-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
2009
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Media dan penyiaran
Media berbasis pelanggan
Pembiayaan dan efek
Transportasi
Infrastruktur telekomunikasi dan teknologi
informasi
Lain-lain
Pembayaran untuk pemasok dan karyawan
Kas Diperoleh dari Operasi
Pembayaran pajak
Pembayaran bunga
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan (Penempatan) investasi jangka
pendek - bersih
Pelepasan investasi pada saham tersedia
untuk dijual
Penerimaan dividen dan bunga
Hasil penjualan aset tetap
Pelepasan (penambahan) investasi lain
Penerimaan (pembayaran) uang jaminan
dan performance bond
Pembelian aset tetap
Pembelian properti investasi
Penambahan aset lain dan uang muka
Penambahan investasi pada anak perusahaan
Pelepasan investasi anak perusahaan
Penerimaan dari akuisisi anak perusahaan
Penjualan investasi saham
Pencairan dana pada bank yang dibatasi
penggunaannya
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan hutang bank, pinjaman
jangka pendek dan jangka panjang
Penerimaan (pembayaran) hutang piutang pihak
hubungan istimewa
Penerimaan setoran modal saham
Anak perusahaan
Pembayaran hutang bank, pinjaman
jangka pendek dan jangka panjang
Pembelian kembali saham beredar
Perusahaan
Anak perusahaan
Pembayaran dividen
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS
DAN SETARA KAS
2008
3.713.848
1.054.863
550.039
259.634
3.191.912
695.374
307.124
279.384
178.372
4.533
(4.760.198)
802.650
154.362
(4.308.080)
1.001.091
(115.767)
(571.833)
1.122.726
(190.890)
(816.761)
313.491
115.075
291.214
(866.198)
159.811
65.438
40.566
17.760
119.832
44.450
(2.440.208)
10.356
(424.665)
(91.949)
(59.257)
(11.942)
-
(7.689)
(792.629)
(104.380)
(3.720)
(93.204)
1.221.228
761.130
452.405
-
20.806
(2.668)
385.064
3.224
(1.688.177)
831.393
(23.829)
784
1.099
(494.476)
(914.202)
(29)
(27.698)
(23.447)
(16.783)
(8.895)
(55.479)
(156.578)
(186.696)
154.245
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
(1.759.798)
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Receipts from customers
Media and broadcasting
Subscribers based media
Financing and securities
Transportation
Telecommunication infrastructure and information
technology
Others
Cash paid for suppliers and employees
Cash Generated from Operations
Payments of taxes
Payments of interest
Net Cash Provided by Operating Activities
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Redemptions (placements) in short-term
investment - net
Disposal of investment in available-for-sale
securities
Dividends and interest received
Proceeds from sale of property and equipment
Disposal of (additions to) other investments
Proceeds (payments) of deposit and performance
bond
Acquisitions of property and equipment
Acquisitions of investment property
Additions to other assets and advances
Additions to investment in subsidiaries
Disposal of investment in subsidiaries
Proceeds from acquisitions of subsidiary
Sale of investments in shares of stock
Redemption of restricted cash in bank
Net Cash Used in Investing Activities
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Proceeds from bank loans, short-term
and long-term loans
Proceeed (payments) of receivable and payable to
related parties
Proceeds from issuance of capital stock
Subsidiaries
Payments of bank loans, short-term
and long-term loans
Purchase of treasury stock
Company
Subsidiaries
Payment of dividends
Net Cash Used in Financing Activities
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH
EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
1.464.100
3.223.898
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
1.618.345
1.464.100
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-7-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2009
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Aktivitas investasi dan pendanaan
yang tidak mempengaruhi kas:
Penambahan aset tetap melalui:
Reklasifikasi persediaan ke aset tetap
Sewa pembiayaan
Uang muka pembelian aset tetap
Kapitalisasi beban bunga dan keuangan
Hutang lain-lain
Penambahan wesel tagih dari saham tersedia
untuk dijual
Perolehan anak perusahaan melalui konversi
investasi lain - proyek pengembangan bisnis
Penyesuaian nilai wajar atas pelepasan
investasi pada anak perusahaan
Penambahan investasi lain dari investasi
jangka pendek
Penambahan investasi pada dana kelolaan
dari piutang usaha
Penambahan modal saham melalui
tanda bukti hutang konversi
227.923
4.368
1.702
-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2009 AND 2008
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
2008
261.842
455.601
5.931
44.005
4.821
51.601
-
-
765.900
-
248.216
-
160.286
-
98.742
-
775
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
SUPPLEMENTAL DISCLOSURES
Noncash investing and
financing activities:
Additions of property and equipment through:
Reclassification from inventory to property and equipment
Lease liabilities
Advance for property and equipment
Capitalization of interest and financial charges
Other liabilities
Addtion of promissory notes from available for sale securities
Acquisition of a subsidiary through conversion of other
investment - business development project
Adjustment on fair value due to disposal of
investment
investment
in in
subsidiary
Mediacom
Addition of other investment through
short term investment
Additional investment units in funds
management from accounts receivable
Addition to capital stock through convertible bonds
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-8-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah)
1.
UMUM
a.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah)
1.
Pendirian dan Informasi Umum
GENERAL
a.
Establishment and General Information
PT. Bhakti Investama Tbk (Perusahaan)
didirikan di negara Republik Indonesia
berdasarkan
akta
No.
22
tanggal
2 Nopember 1989 dari Sutjipto, SH, notaris di
Surabaya yang diubah dengan akta No. 193
tanggal
15 Nopember
1989
dari
Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notaris di
Jakarta. Akta pendirian Perusahaan telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan
No. C2-10673.HT.01.01.TH.89
tanggal
22 Nopember 1989 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 18,
Tambahan No. 813 tanggal 2 Maret 1990.
PT. Bhakti Investama Tbk (the Company)
was established in the Republic of Indonesia
based on deed No. 22 dated November 2,
1989 of Sutjipto, SH, notary in Surabaya, as
amended by deed No. 193 dated November 15,
1989 of Poerbaningsih Adi Warsito, SH,
notary in Jakarta. The deed of establishment
was approved by the Minister of Justice of
the Republic of Indonesia in his Decision
Letter No. C2-10673.HT.01.01.TH.89 dated
November 22, 1989 and was published in
State Gazette No. 18, dated March 2, 1990,
Supplement No. 813.
Anggaran dasar Perusahaan mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan
akta No. 96, tanggal 23 April 2009 dari Aulia
Taufani, S.H., notaris pengganti dari Sutjipto,
SH, notaris di Jakarta, dalam rangka
penyesuaian dengan Undang-undang No. 40
tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah
mendapat persetujuan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam surat No. AHU-41700.AH.01.02.Tahun
2009 tanggal 26 Agustus 2009.
The articles of association have been
amended several times, most recently by
Notarial deed No. 96 dated April 23, 2009, of
Aulia Taufani, S.H., substitute of Sutjipto,
SH, notary in Jakarta, to conform with Law
No. 40 year 2007 on Limited Liability
Company. This has been approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia in his letter
No. AHU-41700.AH.01.02.Tahun 2009 dated
August 26, 2009.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar
Perusahaan,
ruang
lingkup
kegiatan
Perusahaan
terutama
meliputi
bidang
perindustrian, pertambangan, pengangkutan,
pertanian, pembangunan (pemborongan),
jasa dan perdagangan.
In accordance with article 3 of the
Company’s articles of association, the scope
of the Company activities is mainly engage
in
the fields
of
industry,
mining,
transportation, agriculture, construction,
services and trading.
Perusahaan beroperasi secara komersial
mulai tahun 1989. Perusahaan berdomisili di
MNC Tower (d/h Menara Kebon Sirih), lantai
5, Jalan Kebon Sirih No. 17 – 19, Jakarta.
The Company started commercial operations
in 1989. The Company is domiciled at MNC
th
Tower (formerly Menara Kebon Sirih), 5
Floor, Jalan Kebon Sirih No. 17 – 19,
Jakarta.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
Perusahaan memiliki karyawan tetap masingmasing berjumlah 47 dan 48 karyawan.
As of December 31, 2009 and 2008, the
Company had total of 47 and 48 employees,
respectively.
-9-
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Direktur
Direktur Utama
Direktur
Komite Audit
Ketua
Anggota
At December 31, 2009, the Company’s
management consists of the following:
: Ratna Endang Soelistiawati
: Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo
Liliana Tanaja
: Antonius Z. Tonbeng
Doktorandus Posma Lumban Tobing
:
:
Commissioners
President Commissioner
Commissioners
:
Independent Commissioners
: Hary Tanoesoedibjo
: Hary Djaja
Darma Putra
:
:
Directors
President Director
Directors
: Antonius Z. Tonbeng
: Posma Lumban Tobing
Anwar Ade Widjaya
:
:
Audit Committee
Chairman
Members
Perusahaan memberikan kompensasi kepada
komisaris dan direksi Perusahaan berupa gaji,
tunjangan dan bonus sebesar Rp 4.757 juta
tahun 2009 dan Rp 4.575 juta tahun 2008.
b.
The Company provided salaries, allowances
and
bonuses
to
the
Company’s
commissioners and directors amounting to
Rp 4,757 million in 2009 and Rp 4,575
million in 2008.
Penawaran Umum dan Pemecahan Nilai
Nominal Saham Perusahaan
b.
Public Offering and Stock Split of the
Company’s Shares

Pada
tanggal
28
Oktober
1997,
Perusahaan
memperoleh
pernyataan
efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal (BAPEPAM) dengan suratnya
No. S-2507/PM/1997 untuk melakukan
Penawaran umum perdana sejumlah
123.000.000 saham, nominal Rp 500 per
saham dengan harga penawaran Rp 700
per saham. Saham-saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia
(dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa
Efek Surabaya) tanggal 24 Nopember
1997.

On October 28, 1997, the Company
obtained an effective notice from the
Chairman of the Capital Market
Supervisory Agency (BAPEPAM) in his
letter No. S-2507/PM/1997 for the Initial
public offering of 123,000,000 shares
with par value of Rp 500 per share at an
offering price of Rp 700 per share. All
shares were listed on the Indonesia
Stock Exchange (formerly Jakarta and
Surabaya
Stock
Exchanges)
on
November 24, 1997.

Pemecahan nilai nominal saham dari
Rp 500 per saham menjadi Rp 250 per
saham yang telah dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia tanggal 25 Agustus 1999.

Stock split through reduction of par value
per share from Rp 500 to Rp 250 which
were listed on the Indonesia Stock
Exchange on August 25, 1999.

Pemecahan nilai nominal saham dari
Rp 250 per saham menjadi Rp 100 per
saham dan penambahan saham baru
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
Perubahan nilai nominal saham tersebut
telah dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia, tanggal 8 Pebruari 2000.

Stock split through reduction of par value
per share from Rp 250 to Rp 100 and
issuance of new shares without a rights
issue. The stock split was listed on the
Indonesia
Stock
Exchange
on
February 8, 2000.
- 10 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada tanggal 22 Juni 2001, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM
dengan
suratnya
No. S-1529/PM/2001 untuk melakukan
Penawaran Umum Terbatas I dalam
rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyakbanyaknya 561.750.000 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran Rp 400 per saham, disertai
dengan
waran
sebanyak-banyaknya
374.500.000 Waran Seri I yang diberikan
secara cuma-cuma kepada pemegang
saham. Dari 561.750.000 saham yang
ditawarkan
tersebut,
sebanyak
253.597.938 saham yang dilaksanakan
haknya oleh pemegang saham. Sahamsaham tersebut telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia tanggal 20 Juli
2001. Setiap pemegang dua Waran Seri I
berhak membeli tiga saham Perusahaan
dengan harga Rp 400 per saham. Jangka
waktu pelaksanaannya adalah 21 Januari
2002 sampai dengan 27 Juli 2004.

On June 22, 2001, the Company
obtained an effective notice from the
Chairman of BAPEPAM in his letter
No. S-1529/PM/2001 for the Limited
Offering I of a maximum of 561,750,000
shares through Rights Issue I with
Preemptive Rights to the stockholders
with par value of Rp 100 per share at an
offering price of Rp 400 per share, with
warrants for a maximum of 374,500,000
Series I Warrants which were given free
to
the
stockholders.
From
the
561,750,000 shares offered, 253,597,938
shares
were subscribed
by
the
stockholders. The shares were listed on
the Indonesia Stock Exchange on
July 20, 2001. Every holder of two
Series I Warrants has the right to
purchase three shares at an offering
price of Rp 400 per share. The exercise
period was from January 21, 2002 to
July 27, 2004.

Pada tanggal 17 September 2002,
Perusahaan
memperoleh
pernyataan
efektif dari Ketua BAPEPAM dengan
suratnya No. S-2080/PM/2002 untuk
melakukan Penawaran Umum Terbatas II
dalam rangka penerbitan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyakbanyaknya 1.000.239.175 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran Rp 425 per saham, disertai
dengan
waran
sebanyak-banyaknya
875.209.278 saham Waran Seri II yang
diberikan secara cuma-cuma kepada
pemegang saham. Dari 1.000.239.175
saham
yang
ditawarkan
tersebut,
sebanyak 706.000.250 saham yang
dilaksanakan haknya oleh pemegang
saham. Saham-saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia
tanggal 16 Oktober 2002.
Setiap
pemegang tujuh Waran Seri II berhak
membeli delapan saham Perusahaan
dengan harga Rp 425 per saham. Jangka
waktu pelaksanaannya adalah 16 April
2003 sampai dengan 15 Oktober 2007.

On September 17, 2002, the Company
obtained an effective notice from the
Chairman of BAPEPAM in his letter
No. S-2080/PM/2002 for the Limited
Public Offering II of a maximum of
1,000,239,175
shares through Right
Issue II with Preemptive Rights to the
stockholders with par value of Rp 100 per
share at an offering price of Rp 425 per
share, with warrants for a maximum of
875,209,278 Series II Warrants which
were given free to the stockholders. From
the 1,000,239,175 shares offered,
706,000,250 shares were subscribed by
the stockholders. The shares were listed
on the Indonesia Stock Exchange on
October 16, 2002. Every holder of seven
Series II Warrants has the right to
purchase eight shares at an offering price
of Rp 425 per share. The exercise period
was from April 16, 2003 to October 15,
2007.
- 11 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued

Pada tanggal 4 Juni 2004, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM
dengan
suratnya
No. S-1614/PM/2004 untuk melakukan
Penawaran Umum Terbatas III dalam
rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyakbanyaknya 847.644.338 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran Rp 300 per saham, disertai
dengan
waran
sebanyak-banyaknya
565.096.225 Waran Seri III yang diberikan
secara cuma-cuma kepada pemegang
saham. Dari 847.644.338 saham yang
ditawarkan
tersebut,
sebanyak
847.644.020 saham yang dilaksanakan
haknya oleh pemegang saham. Sahamsaham tersebut telah dicatatkan pada
Bursa
Efek
Indonesia
tanggal
10 Juni 2004.
Setiap pemegang dua
Waran Seri III berhak membeli tiga saham
Perusahaan dengan harga Rp 300 per
saham. Jangka waktu pelaksanaannya
adalah 21 Desember 2004 sampai dengan
26 Juli 2007.

On June 4, 2004, the Company obtained
an effective notice from the Chairman of
BAPEPAM
in
his
letter
No. S-1614/PM/2004 for the Limited
Offering III of a maximum of 847,644,338
shares through Right Issue III with
Preemptive Rights to the stockholders
with par value of Rp 100 per share at an
offering price of Rp 300 per share, with
warrants for a maximum of 565,096,225
Series III Warrants which were given free
to
the
stockholders.
From
the
847,644,338 shares offered, 847,644,020
shares
were subscribed
by
the
stockholders. The shares were listed on
the Indonesia Stock Exchange on
June 10, 2004. Every holder of two
Series III Warrants has the right to
purchase three shares at an offering
price of Rp 300 per share. The exercise
period was from December 21, 2004 to
July 26, 2007.

Pada tanggal 27 Juni 2007, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
BAPEPAM-LK
dengan
suratnya
No. S-3177/BL/2007 untuk melakukan
Penawaran Umum Terbatas IV dalam
rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyakbanyaknya 1.829.534.711 saham dan
penerbitan Tanda Bukti Utang Konversi
(TBUK) Bhakti Investama tahun 2007
dengan tingkat bunga tetap 6% per tahun
sebanyak-banyaknya
US$ 170.145.310.
Setiap pemegang saham Perusahaan
yang memiliki 500 saham pada tanggal
10 Juli 2007 mempunyai 175 HMETD
untuk membeli 175 saham baru dengan
harga penawaran Rp 1.150 dan 553
saham mempunyai 18 HMETD untuk
membeli 18 satuan TBUK dengan harga
penawaran setiap 1 satuan TBUK sebesar
US$ 1. Jangka waktu pelaksanaannya
adalah 12 Juli 2007 sampai dengan
18 Juli 2007.

On June 27, 2007, the Company
obtained an effective notice from the
Chairman of BAPEPAM-LK in his letter
No. S-3177/BL/2007 for the Limited
Offering IV
for
maximum
of
1,829,534,711 shares through Rights
Issue IV and issuance of Convertible
Bonds BHIT 2007 (TBUK) with fixed
interest rate of 6% per annum at a
maximum amount of US$ 170,145,310.
Every holder of 500 shares as of July 10,
2007 has the right to purchase 175
shares at an offering price of Rp 1,150
per share and 553 shares has the right to
purchase 18 units of TBUK at an offering
price of US$ 1 per unit. The exercise
period is from July 12, 2007 to July 18,
2007.
- 12 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a.
b.
2.
Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a.
Consolidated
Presentation
Financial
Statement
Laporan keuangan konsolidasi disusun
dengan menggunakan prinsip dan praktek
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan
Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal
No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000.
The consolidated financial statements have
been prepared using accounting principles
and reporting practices generally accepted in
Indonesia namely the Statements of
Financial Accounting Standards and Capital
Market Supervisory Agency Regulation
No. VIII.G.7 dated March 13, 2000. Such
consolidated financial statements are not
intended to present the financial position,
results of operations and cash flows in
accordance with accounting principles and
reporting practices generally accepted in
other countries and juridictions.
Dasar
penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas
konsolidasi, adalah dasar akrual. Mata uang
pelaporan yang digunakan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasi adalah mata
uang Rupiah. Laporan keuangan konsolidasi
tersebut disusun berdasarkan nilai historis,
kecuali beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut.
The consolidated financial statements,
except for the consolidated statements of
cash flows, are prepared under the accrual
basis of accounting. The reporting currency
used in the preparation of the consolidated
financial statements is the Indonesian
Rupiah.
The
consolidated
financial
statements are measured using the historical
cost, except for certain accounts which are
measured on the bases described in the
related accounting policies.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows
are prepared using the direct method with
classifications of cash flows into operating,
investing and financing activities.
Prinsip Konsolidasi
b.
Principles of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan
laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan anak
perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila
Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur
dan menentukan kebijakan finansial dan
operasional dari investee untuk memperoleh
manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga
dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik
secara langsung atau tidak langsung melalui
anak perusahaan lebih dari 50% hak suara.
The
consolidated
financial
statements
incorporate the financial statements of the
Company and entities controlled by the
Company and its subsidiaries. Control is
achieved where the Company has the power to
govern the financial and operating policies of the
investee entity so as to obtain benefits from its
activities. Control is presumed to exist when the
Company owns directly or indirectly through
subsidiaries, more than 50% of the voting rights.
Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan
pada tanggal terjadinya penggabungan usaha
(Catatan 2c) dan bagian minoritas dari
perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya
penggabungan usaha. Kerugian yang menjadi
bagian minoritas melebihi hak minoritas
dialokasikan
kepada
bagian
induk
perusahaan.
The minority interest consists of the amount
of those interest at the date of original
business combination (Note 2c) and
minority's share of movements in equity since
the date of the business combination. Any
losses applicable to the minority interest in
excess of the minority interest are allocated
against the interests of the parent.
- 13 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
c.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak
perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya
pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara
biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas
nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat
diidentifikasi diakui sebagai goodwill.
On acquisition, the assets and liabilities of the
subsidiary are measured at their fair values at
the date of acquisition. Any excess of the
cost of acquisition over the fair values of the
identifiable net assets acquired is recognized
as goodwill.
Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi
atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal
efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal
efektif penjualan termasuk dalam laporan laba
rugi konsolidasi.
The results of subsidiaries acquired or
disposed of during the year are included in
the consolidated statement of income from
the effective date of acquisition or up to the
effective date of disposal, as appropriate.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap
laporan keuangan anak perusahaan agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai
dengan kebijakan akuntansi yang digunakan
oleh Perusahaan.
Where necessary, adjustments are made to
the financial statements of the subsidiaries to
bring the accounting policies used in line with
those used by the Company.
Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo,
penghasilan dan beban dieliminasi pada saat
konsolidasi.
All intra-group transactions, balances, income
and
expenses
are
eliminated
on
consolidation.
Penggabungan usaha
c.
Business Combinations
Akuisisi anak perusahaan dicatat dengan
menggunakan metode pembelian. Biaya
penggabungan usaha adalah keseluruhan
nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset
yang diperoleh, kewajiban yang terjadi atau
yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang
diterbitkan
sebagai
penggantian
atas
pengendalian dari perolehan ditambah biayabiaya lain yang secara langsung dapat
diatribusikan pada penggabungan usaha
tersebut.
Acquisitions of subsidiaries and businesses
are accounted for using the purchase
method. The cost of the business
combination is the aggregate of the fair
value (at the date of exchange) of assets
given, liabilities incurred or assumed, and
equity instruments issued in exchange for
control acquired, plus any costs directly
attributable to the business combination.
Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak
perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya
pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara
biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas
nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat
diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan
diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus selama 20 tahun.
On acquisition, the assets and liabilities of a
subsidiary are measured at their fair values
at the date of acquisition. Any excess of the
cost of acquisition over the fair values of the
identifiable net assets acquired is recognized
as goodwill and amortized using the straightline method over 20 years.
Manajemen menentukan estimasi masa
manfaat goodwill berdasarkan evaluasi pada
saat akuisisi dengan mempertimbangkan
pangsa (segmen) pasar yang ada, tingkat
pertumbuhan potensial, perijinan dan faktor
lain yang terdapat pada perusahaan yang
diakuisisi.
Management estimate of the useful life of
goodwill was based on its evaluation at the
time of the acquisition considering factors
such as existing market share (segment),
potential growth, license and other factors
inherent in the acquired companies.
Kepemilikan pemegang saham minoritas
dicatat sebagai bagian dari minoritas atas
biaya historis dari aset bersih.
The interest of the minority shareholders is
stated at the minority’s proportion of the
historical cost of the net assets.
- 14 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
d.
e.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Transaksi
dan
Penjabaran
Laporan
Keuangan dalam Mata Uang Asing
d.
Foreign Currency
Translation
Transactions
and
Pembukuan
Perusahaan
dan
anak
perusahaan,
kecuali
beberapa
anak
perusahaan
dan
perusahaan asosiasi,
diselenggarakan dalam mata uang Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan
dalam mata uang asing dicatat dengan kurs
yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.
Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing disesuaikan
untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada
tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian
kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan
pada laporan laba rugi konsolidasi tahun
berjalan. Pembukuan perusahaan diluar
negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan
yang kegiatan usahanya merupakan bagian
integral kegiatan anak perusahaan dijabarkan
ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan prosedur yang sama.
The books of accounts of the Company and
its
subsidiaries,
except
for
certain
subsidiaries and associates, are maintained
in Indonesian Rupiah. Transactions during
the year involving foreign currencies are
recorded at the rates of exchange prevailing
at the time the transactions are made. At
balance sheet date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies
are adjusted to reflect the rates of exchange
prevailing at that date. The resulting gains or
losses are credited or charged to current
consolidated statement of income. The
books of accounts of foreign companies
owned by the subsidiaries which are an
integral part of the subsidiaries’ operations
are translated to Indonesian Rupiah using
the same procedures.
Untuk tujuan konsolidasi, aset dan kewajiban
anak perusahaan dan perusahaan di luar
negeri yang dimiliki oleh anak perusahaan
yang laporannya disajikan dalam mata uang
asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
kurs yang berlaku pada tanggal neraca,
sedangkan pendapatan, beban serta arus kas
dijabarkan dengan kurs rata-rata. Selisih kurs
yang terjadi disajikan sebagai bagian dari
ekuitas pada akun “Selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan”.
For consolidation purposes, assets and
liabilities of the subsidiary and foreign
companies owned by the subsidiaries whose
financial statements are presented in foreign
currencies are translated into Rupiah using
the exchange rates at balance sheet date,
while revenues, expenses and cash flows are
translated at the average rates of exchange
for the year. The differences resulting from
translation adjustments are shown as part of
equity under the account “Translation
Adjustments”.
Transaksi Hubungan Istimewa
Pihak-pihak yang
istimewa adalah:
mempunyai
e.
hubungan
Transactions with Related Parties
Related parties consist of the following:
1)
perusahaan baik langsung maupun yang
melalui satu atau lebih perantara,
mengendalikan, atau dikendalikan oleh,
atau berada di bawah pengendalian
bersama, dengan Perusahaan dan anak
perusahaan
(termasuk
holding
companies, subsidiaries dan fellow
subsidiaries);
1)
companies that directly, or indirectly
through one or more intermediaries,
control, or are controlled by, or are
under common control with, the
Company and its subsidiaries (including
holding companies, subsidiaries and
fellow subsidiaries);
2)
perusahaan asosiasi;
2)
associated companies;
- 15 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
3)
perorangan yang memiliki, baik secara
langsung maupun tidak langsung, suatu
kepentingan hak suara di Perusahaan
dan anak perusahaan yang berpengaruh
secara signifikan, dan anggota keluarga
dekat dari perorangan tersebut (yang
dimaksudkan dengan anggota keluarga
dekat adalah mereka yang dapat
diharapkan
mempengaruhi
atau
dipengaruhi perorangan tersebut dalam
transaksinya dengan Perusahaan dan
anak perusahaan);
3)
individuals owning, directly or indirectly,
an interest in the voting power of the
Company and its subsidiaries that gives
them significant influence over the
Company and its subsidiaries, and close
members of the family of any such
individuals (close members of the family
are those who can influence or can be
influenced by such individuals in their
transactions with the Company and its
subsidiaries);
4)
karyawan kunci, yaitu orang-orang yang
mempunyai wewenang dan tanggung
jawab untuk merencanakan, memimpin
dan mengendalikan kegiatan Perusahaan
dan anak perusahaan yang meliputi
anggota dewan komisaris, direksi dan
manajer dari Perusahaan dan anak
perusahaan serta anggota keluarga dekat
orang-orang tersebut; dan
4)
key management personnel who have
the authority and responsibility for
planning, directing and controlling the
Company and its subsidiaries’ activities,
including commissioners, directors and
managers of the Company and its
subsidiaries and close members of their
families; and
5)
perusahaan di mana suatu kepentingan
substansial dalam hak suara dimiliki baik
secara langsung maupun tidak langsung
oleh setiap orang yang diuraikan dalam
butir (3) atau (4), atau setiap orang
tersebut mempunyai pengaruh signifikan
atas perusahaan tersebut. Ini mencakup
perusahaan-perusahaan yang dimiliki
anggota dewan komisaris, direksi atau
pemegang
saham
utama
dari
Perusahaan dan anak perusahaan dan
perusahaan yang mempunyai anggota
manajemen kunci yang sama dengan
Perusahaan dan anak perusahaan.
5)
companies in which a substantial
interest in the voting power is owned,
directly or indirectly, by any person
described in (3) or (4) or over which
such a person is able to exercise
significant
influence. This includes
companies owned by commissioners,
directors or major stockholders of the
Company and its subsidiaries and
companies which have a common key
member of
management as the
Company.
Semua transaksi dengan pihak hubungan
istimewa, baik yang dilakukan dengan atau
tidak dengan tingkat harga, persyaratan dan
kondisi yang sama dengan pihak yang tidak
mempunyai hubungan istimewa diungkapkan
dalam laporan keuangan konsolidasi.
f.
All transactions with related parties, whether
or not made at similar terms and conditions
as those transacted with third parties, are
disclosed in the consolidated financial
statements.
Penggunaan Estimasi
f.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum
di
Indonesia
mengharuskan
manajemen membuat estimasi dan asumsi
yang mempengaruhi jumlah aset dan
kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan
aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal
laporan keuangan serta jumlah pendapatan
dan beban selama tahun pelaporan. Realisasi
dapat
berbeda
dengan jumlah yang
diestimasi.
Use of Estimates
The preparation of consolidated financial
statements in conformity with accounting
principles generally accepted in Indonesia
requires management to make estimates
and assumptions that affect the reported
amounts of assets and liabilities and the
disclosures of contingent assets and
liabilities at the date of the financial
statements and the reported amounts of
revenues and expenses during the reporting
period. Actual results could differ from those
estimates.
- 16 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
g.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Kas dan Setara Kas
g.
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan
semua investasi yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal
perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta
tidak dibatasi penggunaannya.
h.
Cash and cash Equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash
on hand and in banks and all unrestricted
investments with maturities of three months
or less from the date of placement.
Investasi
h.
Investments
Deposito berjangka
Time deposits
Deposito berjangka yang jatuh tempo kurang
dari tiga bulan namun dijaminkan dan
deposito berjangka yang jatuh tempo lebih
dari tiga bulan dan direalisasi dalam dua
belas bulan dari tanggal neraca, disajikan
sebagai investasi jangka pendek dan
dinyatakan sebesar nilai nominal.
Time deposits with maturities of three
months or less that are pledged as securities
for loans and time deposits with maturities of
more than three months and realizable within
twelve months from balance sheet date, are
presented as short-term investments and are
stated at their nominal values.
Investasi dalam Fund
Investments in Fund
Investasi dalam fund dinyatakan sebesar
wajar berdasarkan nilai aset bersih
tersebut. Kenaikan (penurunan) nilai
bersih disajikan dalam laporan laba
konsolidasi tahun berjalan.
nilai
unit
aset
rugi
Investments in funds are stated at fair value
based on the net asset value of the funds.
Increase (decrease) in net asset value is
reflected in the consolidated statements of
income.
Portofolio Efek
Securities Owned
Portofolio efek terdiri dari unit penyertaan
reksa dana, saham, wesel tagih, obligasi
wajib konversi, opsi pembelian saham dan
obligasi.
Securities owned consist of units of mutual
funds, shares, promissory notes, mandatory
convertible bonds, share options and bonds.

Efek
hutang
dan
ekuitas
untuk
diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai
wajar. Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi akibat kenaikan (penurunan)
nilai wajar dilaporkan dalam laporan laba
rugi tahun berjalan.

Debt and equity trading securities are
stated at fair value. Unrealized gains
(losses) due to increase (decrease) in
fair value are reflected in the current
operations.

Efek hutang untuk dimiliki hingga jatuh
tempo
dinyatakan
sebesar
biaya
perolehannya yang disesuaikan dengan
amortisasi premi dan/atau diskonto yang
belum diamortisasi. Kerugian atas
penurunan nilai efek diakui dalam laba
rugi tahun berjalan.

Debt securities held to maturity are
stated at cost, adjusted for the
unamortized premium or discount. A
loss is recognized in the current
operations for the impairment in the
carrying amount of the security.

Portofolio efek berupa unit penyertaan
reksa dana yang diperoleh dalam rangka
sponsor pendirian reksa dana dinyatakan
sebesar biaya perolehan. Apabila nilai
aset bersih unit penyertaan reksa dana
mengalami penurunan secara signifikan
dan permanen, dilakukan penyesuaian
atas biaya perolehan tersebut yang diakui
sebagai beban tahun yang bersangkutan.

Units of mutual funds which are
acquired in relation to the sponsorship
on the establishment of the mutual
funds are stated at cost. The historical
costs are adjusted for any significant
permanent declines in net asset value of
the mutual funds which were charged to
current operations.
- 17 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Unit penyertaan reksa dana untuk
diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai
wajar berdasarkan nilai aset bersih.
Kenaikan (penurunan) nilai aset bersih
dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun
berjalan.

Units of mutual fund held for trading are
stated at fair value based on the net
asset value of the mutual fund. Increase
(decrease) in net asset value is reflected
in the current operations.
Investasi dalam efek yang tersedia untuk
dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi akibat dari perubahan nilai
wajar diakui langsung dalam ekuitas
sampai pada saat efek tersebut dijual
atau telah terjadi penurunan nilai. Pada
saat itu, keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya telah diakui
dalam ekuitas dibebankan dalam laba
rugi tahun berjalan.

Investments in available for sale
securities are stated at fair value.
Unrealized gains or losses arising from
the changes in the fair value are
recognized directly in equity, until the
security is disposed of or is determined
to be impaired, at which time, the
cumulative gain or loss previously
recognized in equity is included in the
current operations.
Investasi pada perusahaan asosiasi
Investments in associates
Perusahaan
asosiasi
adalah
suatu
perusahaan dimana Perusahaan mempunyai
pengaruh yang signifikan, namun tidak
mempunyai pengendalian atau pengendalian
bersama,
melalui
partisipasi
dalam
pengambilan keputusan atas kebijakan
finansial dan operasional investee.
An associate is an entity over which the
Company is in a position to exercise
significant influence, but not control or joint
control, through participation in the financial
and operating policy decisions of the
investee.
Penghasilan, aset dan kewajiban dari
perusahaan asosiasi digabungkan dalam
laporan keuangan konsolidasi dicatat dengan
mengunakan metode ekuitas. Investasi pada
perusahaan asosiasi dicatat di neraca
konsolidasi sebesar biaya perolehan dan
selanjutnya disesuaikan untuk perubahan
dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas
aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi
setelah
perolehan,
dikurangi
dengan
penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap
investasi secara individu. Bagian Perusahaan
atas kerugian perusahaan asosiasi yang
melebihi nilai tercatat dari investasi tidak
diakui kecuali jika Perusahaan mempunyai
kewajiban atau melakukan pembayaran
kewajiban
perusahaan
asosiasi
yang
dijaminnya, dalam hal demikian, tambahan
kerugian diakui sebesar kewajiban atau
pembayaran tersebut.
The results of operations, assets and
liabilities of associates are incorporated in
the consolidated financial statements using
the
equity
method
of
accounting.
Investments in associates are carried in the
consolidated balance sheet at cost as
adjusted by post-acquisition changes in the
Company and its subsidiaries’ share of the
net assets of the associate, less any
impairment in the value of the individual
investments. Losses of the associates in
excess of the Company and its subsidiaries’
interest in those associates are not
recognized except if the Company and its
subsidiaries’ have incurred obligations or
made payments on behalf of the associates
to satisfy obligations of the associates that
the Company and its subsidiaries’ have
guaranteed, in which case, additional losses
are recognized to the extent of such
obligations or payments.
Goodwill dari investasi pada perusahaan
asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat
investasi diakui dan diamortisasi dengan cara
yang sama dengan akuisisi dari entitas yang
dikendalikan
(Catatan
2b).
Amortisasi
goodwill termasuk dalam bagian Perusahaan
dan anak perusahaan atas laba (rugi) bersih
perusahaan asosiasi.
Goodwill is included in the carrying amount
of the investment and is recognized and
amortized in the same manner as that for
acquisition of controlled entities (Note 2b).
The amortization of goodwill is included in
the Company and its subsidiaries’ share in
the net earnings (loss) of the associates.
- 18 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
i.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Investasi lainnya
Other investments
Investasi dalam saham dengan pemilikan
kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak
tersedia dan dimaksudkan untuk investasi
jangka panjang dinyatakan sebesar biaya
perolehan (metode biaya). Bila terjadi
penurunan nilai bersifat permanen, nilai
tercatatnya
dikurangi
untuk
mengakui
penurunan
tersebut
dan
kerugiannya
dibebankan pada laporan laba rugi tahun
berjalan.
Investments in shares of stock with
ownership interest of less than 20% that do
not have readily determinable fair values and
are intended for long-term investments are
stated at cost. The carrying amount of the
investments is written down to recognize a
permanent decline in the value of the
individual investments and any loss is
charged directly to current operations.
Investasi pada Obligasi, Obligasi Konversi
dan Obligasi Wajib Tukar
Investments in Bond, Convertible Bond and
Mandatory Exchangeable Bond
Investasi pada obligasi, obligasi konversi dan
obligasi wajib tukar dinyatakan sebesar biaya
perolehan, disesuaikan dengan premi atau
diskonto yang belum diamortisasi.
Investments in bond, convertible bond and
mandatory exchangeable bond is stated at
cost, adjusted for the unamortized premium
or discount.
Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan
Changes in Equity of Subsidiaries
Perubahan nilai investasi yang disebabkan
terjadinya perubahan nilai ekuitas anak
perusahaan yang bukan merupakan transaksi
antara Perusahaan dengan anak perusahaan
diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan
akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas
Anak Perusahaan”, dan akan diakui sebagai
pendapatan atau beban pada saat pelepasan
anak perusahaan dan investasi yang
bersangkutan.
Changes in the value of investments in
subsidiaries and associates due to changes
in the equity of subsidiaries arising from
capital transactions of such subsidiaries with
other parties are recognized in equity as
“Difference Due to Changes in Equity of
Subsidiaries”, and recognized as income or
expense in the period the subsidiaries and
investments are disposed of.
Transaksi Efek
i.
Securities transactions
Transaksi pembelian dan penjualan efek baik
untuk
nasabah
maupun
untuk
anak
perusahaan diakui pada saat timbulnya
perikatan atas transaksi efek.
Transactions involving purchases and sales
of securities both for the interest of
customers and a subsidiary’s portfolio are
recognized when the transactions are made.
Pembelian efek untuk nasabah
sebagai piutang nasabah dan
Lembaga Kliring dan Penjaminan
sedangkan penjualan efek dicatat
piutang LKP dan hutang nasabah.
dicatat
hutang
(LKP),
sebagai
Purchases of securities for the interest of
customers are recorded as receivable from
customers and payable to Clearing and
Guarantee Institution (LKP), while sales of
securities for the interest of customers are
recorded as receivable from LKP and
payable to customers.
Pembelian efek untuk anak perusahaan
dicatat sebagai persediaan portofolio efek dan
hutang LKP, sedangkan penjualan efek dicatat
sebagai piutang LKP dan mengurangi jumlah
portofolio efek yang dimiliki anak perusahaan
dengan menggunakan metode FIFO serta
mengakui keuntungan atau kerugian atas
penjualan efek tersebut.
Purchases of securities for the interest of the
subsidiary are recorded as securities owned
and payable to LKP, while sales of securities
are recorded as receivable from LKP and
deductions from the carrying amount of the
securities portfolio owned by the subsidiary
using the FIFO method wherein gain or loss
on sale of the securities is recognized in the
current operations.
- 19 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal penyelesaian, kegagalan untuk
menyelesaikan transaksi pembelian efek
dicatat sebagai gagal terima dan disajikan di
neraca
sebagai
kewajiban,
sedangkan
kegagalan untuk menyelesaikan transaksi
penjualan efek dicatat sebagai gagal serah
dan disajikan di neraca sebagai aset.
j.
On settlement date, failure to settle
securities purchased is recorded as “fail to
receive account” and presented in the
balance sheet as a liability, while failure to
settle securities sold is recorded as “fail to
deliver account” and presented in the
balance sheet as an asset.
Penyisihan Piutang Ragu-ragu
j.
Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan
berdasarkan penelaahan terhadap masingmasing akun piutang pada akhir tahun.
k.
Allowance for Doubtful Accounts
Allowance for doubtful accounts is provided
based on a review of the status of the
individual receivable accounts at the end of
the year.
Sewa
k.
Leases
Sewa
diklasifikasikan
sebagai
sewa
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substantial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa
lainnya, yang tidak memenuhi kriteria
tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa
operasi.
Leases are classified as finance leases
whenever the terms of the lease transfer
substantially all the risks and rewards of
ownership to the lessee. All other leases are
classified as operating leases.
Sebagai Lessor
As Lessor
Dalam sewa pembiayaan, lessor mengakui
aset berupa piutang sewa pembiayaan
sebesar
jumlah investasi
sewa neto
Perusahaan
dan
anak
perusahaan.
Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan
dialokasikan pada periode akuntansi yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian
periodik yang konstan atas investasi bersih
lessor.
Amounts due from lessees under finance
leases are recorded as receivables at the
amount of the Company and subsidiaries’
net investment in the leases. Finance lease
income is allocated to accounting periods so
as to reflect a constant periodic rate of return
on the net investment outstanding in respect
of the leases.
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui
sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus
selama masa sewa. Biaya langsung awal
yang terjadi dalam proses negosiasi dan
pengaturan sewa operasi ditambahkan ke
jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Rental income from operating leases is
recognized on a straight-line basis over the
term of the relevant lease. Initial direct costs
incurred in negotiating and arranging an
operating lease are added to the carrying
amount of the leased asset and recognized
on a straight-line basis over the lease term.
Sebagai Lessee
As Lessee
Aset yang diperoleh melalui sewa pembiayaan
dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai
wajar aset sewaan Perusahaan dan anak
perusahaan yang ditentukan pada awal
kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai
kini dari pembayaran sewa minimum.
Kewajiban kepada lessor disajikan di dalam
neraca sebagai kewajiban sewa pembiayaan.
Assets held under finance leases are initially
recognized as assets of the Company and
subsidiaries at their fair value at the
inception of the lease or, if lower, at the
present value of the minimum lease
payments. The corresponding liability to the
lessor is included in the balance sheet as a
finance lease obligation.
- 20 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
l.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pembayaran sewa harus dipisahkan antara
bagian yang merupakan beban keuangan dan
bagian yang merupakan pengurangan dari
kewajiban sewa sehingga mencapai suatu
tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo
kewajiban. Beban keuangan dibebankan
langsung ke laba rugi. Rental kontijen
dibebankan pada periode terjadinya.
Lease payments are apportioned between
finance charges and reduction of the lease
obligation so as to achieve a constant rate of
interest on the remaining balance of the
liability. Finance charges are charged
directly to profit or loss. Contingent rentals
are recognized as expense in the periods in
which they are incurred.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa, kecuali terdapat
dasar sistematis lain yang dapat lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat aset
yang dinikmati pengguna. Rental kontijen
diakui sebagai beban di dalam periode
terjadinya.
Operating lease payments are recognized as
an expense on a straight-line basis over the
lease term, except where another systematic
basis is more representative of the time
pattern in which economic benefits from the
leased asset are consumed. Contingent
rentals arising under operating leases are
recognized as an expense in the period in
which they are incurred.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa
operasi, insentif tersebut diakui sebagai
kewajiban. Keseluruhan manfaat dari insentif
diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa
dengan dasar garis lurus kecuali terdapat
dasar
sistematis
lain
yang
lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat yang
dinikmati pengguna.
In the event that lease incentives are
received to enter into operating leases, such
incentives are recognized as a liability. The
aggregate benefit of incentives is recognized
as a reduction of rental expense on a
straight-line basis, except where another
systematic basis is more representative of
the time pattern in which economic benefits
from the leased asset are consumed.
Akuntansi Pembiayaan Konsumen
l.
Accounting of Consumer Financing
Piutang pembiayaan konsumen merupakan
piutang setelah dikurangi dengan pendapatan
belum diakui dan penyisihan piutang
ragu-ragu.
Consumer financing are stated at the
amount of installment receivable net of
unearned income and allowance for doubtful
accounts.
Pendapatan pembiayaan konsumen belum
diakui merupakan perbedaan antara jumlah
angsuran yang akan diterima dan jumlah
pokok pembiayaan. Pendapatan belum diakui
diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan
sesuai dengan jangka waktu perjanjian
dengan menggunakan tingkat pengembalian
berkala konstan dari piutang pembiayaan
konsumen.
Unearned income on consumer financing
represents the difference between the total
installments to be received and the principal
amount financed. Unearned income is
amortized and recognized as income over
the term of the financing agreement using a
constant rate of return on the financing
receivables.
m. Anjak Piutang
m. Factoring Receivables
Factoring receivables entered into with
recourse are stated at net realizable value
reduced by retention, unearned factoring
income and allowance for doubtful accounts.
The excess of factoring receivables over the
total amount to be paid to the customer,
including retention, represents unearned
factoring income which will be recognized as
income over the terms of the factoring
agreement using a constant periodic rate of
return.
Anjak piutang dengan perlindungan (with
recourse) dinyatakan sebesar nilai bersih dari
retensi dan pendapatan bunga yang
ditangguhkan dan penyisihan piutang tak
tertagih. Selisih dari tagihan anjak piutang,
termasuk retensi, dengan biaya anjak piutang
merupakan
pendapatan
bunga
yang
ditangguhkan, yang akan diakui sebagai
pendapatan berdasarkan proporsi waktu
dengan menggunakan tingkat bunga efektif
selama periode tertentu.
- 21 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
n.
o.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Persediaan
n.
Seluruh persediaan dinyatakan berdasarkan
biaya perolehan atau nilai realisasi bersih,
mana yang lebih rendah. Biaya perolehan
ditentukan dengan metode sebagai berikut:
All inventories are stated at cost or net
realizable value, whichever is lower. Cost is
determined using the following method:
1)
Metode first-in first-out untuk persediaan
komponen elektronik dan persediaan
lainnya,
serta
metode
rata-rata
tertimbang
untuk
persediaan
telekomunikasi.
1)
First-in, first-out method for electronic
components and other inventories, and
weighted
average
method
for
telecommunication inventories.
2)
Biaya perolehan setelah dikurangi dengan
pembebanan persediaan untuk suku
cadang
dan
komponen
perbaikan
pesawat udara yang telah dipasang.
Pembebanan
persediaan
ditentukan
berdasarkan jumlah jam terbang masingmasing pesawat.
2)
At cost less inventory charges for
repairable and rotable parts and
components of aircraft which have been
assigned to the individual aircraft types.
Inventory charges are computed based
on actual individual aircraft flying hours.
3)
Metode
identifikasi
khusus
untuk
persediaan
program
media
dan
penyiaran. Biaya perolehan persediaan
program film yang dibeli dibebankan
sebanyak-banyaknya 2 kali tayang,
masing-masing sebesar 50%-70% pada
penayangan pertama dan 30%-50% pada
penayangan kedua. Persediaan non-film
dan non-sinetron dibebankan seluruhnya
pada penayangan pertama. Persediaan
program yang telah habis masa
berlakunya tetapi belum ditayangkan
serta persediaan program tidak layak
tayang dihapuskan dan dicatat sebagai
beban pada laporan laba rugi tahun
bersangkutan.
3)
Specific identification method for media
and broadcasting program inventories.
Cost of purchased film program is
charged to expense in maximum of two
telecasts, at 50%-70% for the first
telecast and 30%-50% for the second
telecast. Non-film inventory programs
and non-sinetron inventory programs
are charged to expense at the first
telecast. Non-film inventory programs
and non-sinetron inventory programs
are charged to expense at the first
telecast. Expired program inventories
that have not been aired and unsuitable
program inventories are written-off and
charged to expense in the current
operations.
Biaya Dibayar Dimuka
o.
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama
masa manfaatnya dengan menggunakan
metode garis lurus.
p.
Inventories
Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their
beneficial periods using the straight-line
method.
Aset Tetap - Pemilikan Langsung
p.
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang atau
jasa atau untuk tujuan administratif dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
setelah
dikurangi
akumulasi
penyusutan
dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Property
and
Acquisitions
Equipment
-
Direct
Property and equipment held for use in the
production or supply of goods or services, or
for administrative purposes, are stated at
cost, less accumulated depreciation and any
accumulated impairment losses.
- 22 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai
berikut:
Depreciation is computed using the straightline method over the estimated useful lives
of the assets as follows:
Tahun/Years
Bangunan
Partisi
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor, instalasi
dan komunikasi
Mesin dan peralatan
Peralatan operasional
Transportasi
Penyiaran
Telekomunikasi
10 - 30
8
4-8
2-8
4
10 - 18
5 - 10
5 - 20
Buildings
Partitions
Vehicles
Office equipment, installation
and communication
Machinery and equipment
Operations equipment
Transportation
Broadcasting
Telecommunication
Aset
sewa
pembiayaan
disusutkan
berdasarkan
taksiran
masa
manfaat
ekonomis yang sama dengan aset yang
dimiliki selama jangka waktu periode masa
sewa.
Assets held under finance leases are
depreciated over their expected useful lives on
the same basis as owned assets over the
lease period.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan direview setiap akhir
tahun dan pengaruh dari setiap perubahan
estimasi tersebut berlaku prospektif.
The estimated useful lives, residual values
and depreciation method are reviewed at each
year end, with the effect of any changes in
estimate accounted for on a prospective
basis.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak disusutkan.
Land is stated at cost and is not depreciated.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut
termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama
masa pembangunan yang timbul dari hutang
yang digunakan untuk pembangunan aset
tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing aset tetap
yang bersangkutan pada saat selesai dan siap
digunakan.
Construction in progress is stated at cost
which includes borrowing costs during
construction on debts incurred to finance the
construction. Construction in progress is
transferred to the respective property and
equipment account when completed and
ready for use.
Beberapa aset tetap merupakan aset tetap
dalam rangka kerjasama anak perusahaan
dengan PT. Surya Citra Televisi (SCTV) dan
PT. Indosiar Visual Mandiri (INDOSIAR).
Bagian aset tetap yang dimiliki anak
perusahaan disusutkan dengan metode dan
masa manfaat yang sama dengan aset tetap
sejenis di atas.
Certain property and equipment represent
property and equipment owned by a
subsidiary in a joint venture with PT. Surya
Citra Televisi (SCTV) and PT. Indosiar Visual
Mandiri (INDOSIAR). The portion of property
and equipment owned by a subsidiary is
depreciated using the same method and
estimated useful lives used for direct
acquisitions.
- 23 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan
pada
laporan
laba
rugi
konsolidasi pada saat terjadinya. Biaya-biaya
lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk
menambah, mengganti atau memperbaiki
aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan
aset jika dan hanya jika besar kemungkinan
manfaat ekonomis di masa depan berkenaan
dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas
dan biaya perolehan aset dapat diukur secara
andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan
lagi atau yang dijual dikeluarkan dari
kelompok aset tetap berikut akumulasi
penyusutannya. Keuntungan atau kerugian
dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan
dalam laporan laba rugi konsolidasi pada
tahun yang bersangkutan.
q.
The cost of maintenance and repairs is
charged to operations as incurred. Other
costs incurred subsequently to add to, replace
part of, or service an item of property and
equipment, are recognized as asset if, and
only if, it is probable that future economic
benefits associated with the item will flow to
the entity and the cost of the item can be
measured reliably. When assets are retired or
otherwise disposed of, their carrying values
and the related accumulated depreciation and
any impairment loss are removed from the
accounts and any resulting gain or loss is
reflected in the current operations.
Properti Investasi
q.
Properti investasi terdiri dari peralatan
penyiaran
yang
disewakan
kepada
perusahaan penyiaran. Properti investasi
dinyatakan berdasarkan biaya perolehan
dikurangi
akumulasi
penyusutan
dan
akumulasi
kerugian
penurunan
nilai.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus dengan masa manfaat 5
tahun.
r.
Investment property consists of broadcasting
equipment which are rented to broadcasting
company. Investment property is stated at
cost less accumulated depreciation and any
accumulated imparment.
Depreciation is
calculated using the straight-line method
based on the estimated useful life of 5 years.
Penurunan Nilai Aset
r.
Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran
jumlah yang dapat diperoleh kembali
(estimated recoverable amount) maka nilai
tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat
diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan
sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto
dan nilai pakai. Penurunan nilai aset tersebut
diakui sebagai kerugian penurunan nilai aset
dan dibebankan sebagai kerugian tahun
berjalan.
s.
Investment Property
Impairment of Assets
When the carrying amount of an asset
exceeds its estimated recoverable amount,
the asset is written down to its estimated
recoverable amount, which is determined as
the higher of net selling price or value in use.
Impairment of asset is recognized as loss on
impairment of asset which is charged to
current operations.
Beban Tangguhan
s.
Deferred Charges
Biaya langsung dalam rangka program
perolehan pelanggan dicatat sebagai beban
tangguhan dan diamortisasi berdasarkan
tingkat penurunan pelanggan dan tidak
melebihi tujuh tahun untuk media berbasis
pelanggan. Tingkat penurunan pelanggan
ditelaah secara periodik untuk mencerminkan
tingkat penurunan aktual periode tersebut,
dan tambahan penurunan nilai dibebankan
pada periode berjalan.
Direct cost incurred in relation to the
subscriber acquisition program is deferred
and amortized based on the subscribers
churn rate, not exceeding seven years for
subscriber based media business. Churn rate
is reviewed periodically to reflect actual churn
rate of subscriber for the period, and
additional impairment losses, if any, are
charged to current operations.
Biaya perolehan hak pengelolaan gedung,
pengurusan legal hak atas tanah dan lainnya,
ditangguhkan dan diamortisasi dengan
metode garis lurus selama masa manfaatnya.
Costs related to the acquisition of property
right, legal processing of landrights and
others, were deferred and are being amortized
using the straight-line method over their
beneficial periods.
- 24 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Biaya pendidikan pilot ditangguhkan dan
diamortisasi dengan metode garis lurus
selama masa ikatan dinas pilot berkisar
antara 3 – 5 tahun.
t.
Training costs for pilots are deferred and
amortized using the stragiht-line method
during pilot contract periods ranging from 3 to
5 years.
Biaya Emisi Saham dan Obligasi/Hutang
t.
Biaya emisi saham dan obligasi/hutang
merupakan biaya transaksi yang dikurangkan
langsung dari hasil emisi dalam rangka
menentukan hasil emisi neto saham dan
obligasi/hutang tersebut. Selisih antara hasil
emisi neto obligasi/hutang dengan nilai
nominal merupakan diskonto atau premium
yang diamortisasi selama jangka waktu
obligasi/hutang tersebut. Biaya emisi saham
disajikan sebagai bagian dari tambahan
modal disetor dan tidak diamortisasi.
u.
Shares and bonds/debt issuance costs
represent transaction costs which are
deducted directly from the related proceeds to
determine their net proceeds. The difference
between the net proceeds of the bonds/debt
and the nominal value represents discount or
premium that is amortized using the straightline method over the term of the bonds/debt.
Share issuance costs are presented as part of
additional paid-in capital and are not
amortized.
Saham Diperoleh Kembali
u.
Pembelian kembali saham Perusahaan
sendiri (treasury stock) dicatat berdasarkan
metode biaya perolehan (cost method).
Dengan metode ini bila saham tersebut dijual
kembali dengan harga jual yang melebihi
harga perolehan, maka kelebihannya akan
dicatat sebagai agio saham, sedangkan bila
harga jual lebih rendah dari harga perolehan,
selisihnya akan dicatat sebagai pengurangan
saldo laba.
v.
Shares and Bonds/Debt Issuance Cost
Treasury Stock
Treasury stock is recorded using the cost
method. Under this method, if the treasury
stock is subsequently sold, the excess of the
selling price over the acquisition cost is
recorded as additional paid-in capital, while if
the selling price is lower than acquisition cost,
the difference is recognized as a deduction
from retained earnings.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
v.
Revenues and Expenses Recognition
Pendapatan diakui sebagai berikut:
Revenues are recognized as follows:
1)
1)
Pendapatan iklan diakui pada saat iklan
ditayangkan. Pendapatan iklan dengan
transaksi barter dicatat sebesar nilai
wajar atau nilai pasar barang yang
diterima dan diakui pada saat iklan
ditayangkan. Jasa penyiaran program
diakui pada saat dihasilkan selama
periode pemberian jasa. Penerimaan
dimuka untuk jasa yang belum diberikan
ditangguhkan dan dilaporkan di neraca
sebagai pendapatan belum diakui.
Penjualan program diakui pada saat
program diserahkan dan hak telah beralih
kepada pelanggan. Penjualan dekoder
dan antena diakui pada saat barang
diserahkan
dan
hak
kepemillikan
berpindah ke pelanggan. Pendapatan
manajemen artis, sewa studio dan jasa
layanan pesan singkat diakui pada saat
jasa
diberikan
kepada
pelanggan.
Pendapatan dari peredaran media cetak
diakui pada saat dikirim.
- 25 -
Revenue
from
advertisement
is
recognized when the advertisement is
aired. Revenue from barter transaction is
recognized at fair value or market value
of the goods received when the
advertisement
is
aired.
Program
retransmission services are recognized
as earned over the period the service are
provided.
Advances
received
for
undelivered services are deferred and
recorded as unearned revenues. Sale of
programs is recognized when the
program is delivered and title has passed
to the customer. Sales of decoders and
antenna are recognized when the goods
are delivered and title has passed.
Revenue from artist management, studio
rentals and short messaging services is
recognized when services are rendered.
Revenue from circulation of print media is
recognized when delivered.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2)
Pendapatan dari jasa
diakui sebagai berikut:
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
telekomunikasi
2)
Revenues
from
telecommunication
services are recognized as follows:

Pendapatan jasa prabayar terdiri dari
penjualan
paket
perdana
dan
penjualan voucher pulsa isi ulang.
Paket perdana terdiri dari kartu
Removable
User
Identification
Module (RUIM) dan pulsa. Penjualan
kartu
RUIM
diakui
sebagai
pendapatan pada saat paket perdana
diserahkan kepada distributor, agen
atau pelanggan dan pulsa paket
perdana dicatat sebagai pendapatan
diterima dimuka dan diakui sebagai
pendapatan berdasarkan pulsa yang
digunakan
oleh
pelanggan.
Penjualan voucher pulsa isi ulang
kepada
distributor,
agen atau
pelanggan
dicatat
sebagai
pendapatan diterima dimuka dan
diakui sebagai pendapatan pada saat
jasa diserahkan berdasarkan pulsa
yang digunakan oleh pelanggan atau
pada
saat
voucher
tersebut
kadaluarsa.

Revenue from prepaid services
consists of sale of starter packs and
pulse reload vouchers. Starter packs
consists
of
Removable
User
Identification Module (RUIM) card
and preloaded pulse. Sale of RUIM
cards is recognized as revenue upon
delivery of the starter packs to
distributors, agents or customers
while the preloaded pulse is initially
recorded as unearned revenue and
then proportionately recognized as
revenue when the related service is
rendered based on usage of pulse by
customer. Sale of pulse reload
vouchers to distributors, agents and
customers is initially recorded as
unearned
revenue
and
then
recognized as revenue when the
related service is rendered based on
usage of pulse by customer or
whenever the unused stored value of
the vouchers has expired.

Pendapatan dan beban interkoneksi
yang didasarkan pada perjanjian
interkoneksi dengan penyelenggara
telekomunikasi dalam negeri dan luar
negeri, diakui pada saat terjadinya.

Revenue
from
network
interconnection and interconnection
charges which are based on
agreements with other domestic and
international
telecommunications
carriers, are recognized as they
occur.

Pendapatan jasa lainnya diakui pada
saat jasa tersebut diberikan kepada
pelanggan.

Revenue from other services are
recognized when the services are
rendered.

Pendapatan proyek telekomunikasi
diakui dengan menggunakan metode
persentase kontrak selesai.

Revenue from telecommunication
projects is recognized based on
percentage of completion method.
3)
Pendapatan
jasa
penyewaan
dan
perbaikan pesawat diakui pada periode
penggunaan
aset
sejalan
dengan
berlalunya waktu. Pendapatan jasa
perbaikan dan pemeliharaan pesawat
diakui pada saat jasa diserahkan atau
secara signifikan diberikan.
3)
Revenue from aircraft chartered services
is recognized based on the terms of the
use of the assets. Revenue from aircraft
repairs and maintenance services are
recognized when the services are
rendered or significantly provided.
4)
Pendapatan dari jasa manajer investasi
nasabah dan jasa penasehat keuangan
diakui pada saat jasa diberikan sesuai
dengan ketentuan dalam kontrak.
4)
Fees from investment management and
advisory services are recognized when
the services are rendered based on the
terms of the contracts.
- 26 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
5)
Pendapatan sewa dan pembiayaan
konsumen diakui sesuai kebijakan
akuntansi pada Catatan 2k dan 2l.
5)
Revenues from leasing, factoring and
consumer financing are recognized in
accordance with accounting policies in
Notes 2k and 2l, respectively.
6)
Pendapatan komisi perantara efek dan
jasa lainnya diakui setelah jasa diberikan.
6)
Commission income from brokerage and
other services are recognized when
service is rendered.
7)
Pendapatan jasa penjaminan emisi efek
diakui pada saat aktivitas penjaminan
emisi secara substantial telah selesai dan
jumlah
pendapatan
telah
dapat
ditentukan.
7)
Fees from underwriting activities are
recognized
when
the underwriting
activities are substantially completed and
the amount of revenue is determinable.
8)
Pendapatan jasa penyewaan ruang, jasa
penyewaan peralatan smartcom dan
perangkat
oracle,
serta
jasa
pemeliharaan diakui atas dasar waktu
yang telah berjalan pada periode
bersangkutan.
Pembayaran
diterima
tetapi belum jatuh tempo dicatat sebagai
pendapatan diterima dimuka.
8)
Revenue from office rental, lease of
smartcom and oracle equipment, and
maintenance services are recognized
based on the terms of the lease contract.
Payments received in advance which are
not yet due are recorded as unearned
revenues.
9)
Pendapatan dari jasa diakui pada saat
jasa diserahkan atau secara signifikan
diberikan dan manfaat jasa tersebut telah
dinikmati oleh pelanggan.
9)
Revenues from services are recognized
when the services are rendered or
significantly provided and benefits have
been received by the customers.
10) Pendapatan dividen dari portofolio efek
diakui pada saat emiten mengumumkan
pembayaran dividen.
10) Dividend income is recognized upon
declaration by the issuer of equity
securities.
11) Pendapatan bunga diakui atas dasar
waktu, pokok dan tingkat bunga berlaku.
11) Interest income is accrued on a time
proportion basis, that takes into account
the effective yield on the assets.
Beban diakui sebagai berikut:
Expenses are recognized as follows:
1)
Beban diakui pada saat terjadinya atau
sesuai dengan manfaatnya (metode
akrual).
1)
Expenses are recognized when incurred
(accrual method) or according to
beneficial period.
2)
Beban program diakui pada saat film
atau program ditayangkan. Program
belum ditayangkan dicatat sebagai
persediaan (Catatan 2n).
2)
Program expense is recognized when the
movie or program is aired. Programs not
yet aired are recorded as program
inventories (Note 2n).
3)
Biaya yang timbul sehubungan proses
penjaminan emisi diakumulasi dan
dibebankan pada saat pendapatan
penjaminan emisi diakui. Dalam hal
kegiatan
penjaminan
emisi
tidak
diselesaikan dan emisi dibatalkan, maka
biaya
penjaminan
emisi
tersebut
dibebankan pada tahun berjalan.
3)
Expenses incurred related to underwriting
activities are accumulated and charged
against income when underwriting fees
are recognized. When the underwriting
activities are not completed and shares
issuance is cancelled, the underwriting
expenses are charged to current
operations.
- 27 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
w. Imbalan Pasca Kerja
x.
w. Post-Employment Benefits
Beberapa
anak
perusahaan
menyelenggarakan program pensiun manfaat
pasti untuk semua karyawan tetapnya. Dana
pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun
Bimantara (DANAPERA).
Certain subsidiaries have a funded defined
benefit pension plan covering all their
permanent employees. The pension plan is
managed by Dana Pensiun Bimantara
(DANAPERA).
Perusahaan dan beberapa anak perusahaan
menyediakan imbalan pasca kerja imbalan
pasti tanpa pendanaan untuk semua
karyawan tetap lokal, dan beberapa anak
perusahaan mengakui kekurangan antara
program imbalan pasca kerja berdasarkan
program
pensiun
dengan
manfaat
berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan
sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan
anak perusahaan.
The Company and certain subsidiaries
provide unfunded defined post-employment
benefits plan covering their local permanent
employees and certain subsidiaries recognize
the shortage of benefits provided by the
pension plan against the benefits required by
labor law, in accordance with their policies.
Perhitungan
imbalan
pasca
kerja
menggunakan metode Projected Unit Credit.
Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial
bersih yang belum diakui yang melebihi 10%
dari nilai kini kewajiban imbalan pasti dan
10% nilai wajar aset program diakui dengan
metode garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja yang diprakirakan dari para
pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa
lalu dibebankan langsung apabila imbalan
tersebut menjadi hak atau vested, dan
sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan
metode garis lurus selama periode rata-rata
sampai imbalan tersebut menjadi vested.
The cost of providing post-employment
benefits is determined using the Projected
Unit Credit Method. The accumulated
unrecognized actuarial gains or losses that
exceed 10% of the greater of the present
value of the defined benefit obligations and
fair value of plan assets are recognized on
straight-line basis over the expected average
remaining working lives of the participating
employees. Past service cost is recognized
immediately to the extent that the benefits are
already vested, and otherwise is amortized on
a straight-line basis over the average period
until the benefits become vested.
Jumlah kewajiban imbalan pasca kerja yang
diakui di neraca merupakan nilai kini
kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan
keuntungan dan kerugian aktuarial yang
belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum
diakui. Setiap aset yang timbul dari
perhitungan ini terbatas pada kerugian
aktuarial yang tidak diakui dan biaya jasa lalu
ditambah dengan nilai kini pengembalian
yang ada dan pengurangan di masa depan
atas iuran program.
The post-employment benefit obligation
recognized in the consolidated balance sheet
represents the present value of the defined
obligation, as adjusted for unrecognized
actuarial gains or losses and unrecognized
past service cost and as reduced by the fair
value of plan assets. Any asset resulting from
this calculation is limited to the unrecognized
actuarial losses and past service cost plus the
present value of available refunds and
reductions in future contributions to the plan.
Pajak Penghasilan
x.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba
kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Income Tax
Current tax expense is determined based on
the taxable income for the year computed
using the applicable tax rates.
- 28 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
y.
z.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui
atas konsekuensi pajak periode mendatang
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan kewajiban menurut laporan
keuangan dengan dasar pengenaan pajak
aset dan kewajiban. Kewajiban pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal,
sepanjang
besar
kemungkinan
dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena
pajak pada masa datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for the future tax consequences
attributable to differences between the
financial statement carrying amounts of
assets and liabilities and their respective tax
bases. Deferred tax liabilities are recognized
for all taxable temporary differences and
deferred tax assets are recognized for
deductible temporary differences and fiscal
loss to the extent that it is probable that
taxable income will be available in the future
periods against which the deductible
temporary differences and fiscal loss can be
utilized.
Pajak
tangguhan
diukur
dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substantial telah berlaku pada tanggal
neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau
dikreditkan
dalam
laporan
laba rugi
konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang
dibebankan atau dikreditkan langsung ke
ekuitas.
Deferred tax is calculated at the tax rates that
have been enacted or substantively enacted
by the balance sheet date. Deferred tax is
charged or credited in the consolidated
statements of income, except when it relates
to items charged or credited directly to equity,
which is dealt with in equity.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan
di neraca konsolidasi, kecuali aset dan
kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang
berbeda, atas dasar kompensasi sesuai
penyajian aset dan kewajiban pajak kini.
Deferred tax assets and liabilities are offset in
the consolidated balance sheet, except if
these are for different legal entities, in the
same manner the current tax assets and
liabilities are presented.
Laba (Rugi) per Saham
y.
Earnings (Loss) per Share
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan
membagi laba (rugi) bersih residual dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
Basic earnings (loss) per share is computed
by dividing net income (loss) by the weighted
average number of shares outstanding during
the year.
Laba (rugi) per saham dilusian dihitung
dengan membagi laba (rugi) bersih residual
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang telah disesuaikan dengan dampak
dari semua efek berpotensi saham biasa yang
dilutif.
Diluted earnings (loss) per share is computed
by dividing net income (loss) by the weighted
average number of shares outstanding as
adjusted for the effects of all dilutive potential
ordinary shares.
Instrumen Keuangan Derivatif
z.
Instrumen
keuangan
derivatif
dinilai
berdasarkan nilai wajar pada saat tanggal
kontrak dibuat, dan selanjutnya dinilai kembali
berdasarkan nilai wajar pada tanggal laporan
keuangan.
Derivative Financial Instruments
Derivative financial instruments are initially
measured at fair value on the contract date,
and are remeasured to fair value at
subsequent reporting dates.
- 29 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Instrumen keuangan derivatif ini digunakan
untuk mengelola risiko yang berkaitan erat
dengan fluktuasi mata uang asing dan
pergerakan tingkat bunga. Tetapi akuntansi
lindung nilai tidak diperlakukan karena
identifikasi lindung nilai dan dokumentasi
yang diperlukan sesuai dengan standar
akuntansi belum dipenuhi. Dengan demikian,
keuntungan atau kerugian dari instrumen
derivatif tersebut diakui pada laporan laba
rugi.
These derivative financial instruments are
used to manage exposure to foreign currency
fluctuation and interest rate movement.
However, hedge accounting is not applied as
the hedging designation and documentation
required by accounting standard have not
been met. Accordingly, gains or losses on
derivative
financial
instruments
are
recognized in earnings.
Perusahaan dan anak perusahaan tidak
menggunakan instrumen keuangan derivatif
untuk tujuan spekulasi.
The Company and its subsidiaries do not use
derivative financial instruments for speculative
purposes.
Derivatif yang melekat pada instrumen
keuangan lainnya atau kontrak utama nonfinansial
lainnya
diperlakukan
sebagai
derivatif yang terpisah bila resiko dan
karakteristiknya tidak secara jelas dan erat
berhubungan dengan risiko dan karakteristik
kontrak utama, dan kontrak utama tersebut
tidak dinyatakan dengan nilai wajar, dengan
keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui pada laporan laba rugi
konsolidasi.
Derivatives embedded in other financial
instruments or other non-financial host
contracts are treated as separate derivatives
when their risk and characteristics are not
closely related to those of host contracts and
the host contracts are not carried at fair value,
with unrealized gain or loss recognized in the
consolidated statement of income.
aa. Informasi Segmen
aa. Segment Information
Informasi segmen disusun sesuai dengan
kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen
adalah segmen usaha sedangkan segmen
sekunder adalah segmen geografis.
Segment information is prepared using the
accounting policies adopted for preparing and
presenting
the
consolidated
financial
statements. The primary format in reporting
segment information is based on business
segment, while the secondary segment
information is based on geographical
segment.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan
yang dapat dibedakan dalam menghasilkan
produk atau jasa (baik produk atau jasa
individual maupun kelompok produk atau jasa
terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan
imbalan yang berbeda dengan risiko dan
imbalan segmen lain.
A business segment is a distinguishable
component of an enterprise that is engaged in
producing an individual product or service or
a group of related products or services and
that is subject to risks and returns that are
different from those of other business
segments.
Segmen
geografis
adalah
komponen
perusahaan yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan produk atau jasa pada
lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada
komponen yang beroperasi pada lingkungan
(wilayah) ekonomi lain.
A geographical segment is a distinguishable
component of an enterprise that is engaged in
providing products or services within a
particular economic environment and that is
subject to risks and returns that are different
from those of components operating in other
economic environment.
Aset dan kewajiban yang digunakan bersama
dalam satu segmen atau lebih dialokasikan
kepada setiap segmen, jika dan hanya jika,
pendapatan dan beban yang terkait dengan
aset tersebut juga dialokasikan pada segmensegmen tersebut.
Assets and liabilities that relate jointly to two
or more segments are allocated to their
respective segments, if and only if, their
related revenues and expenses are also
allocated to those segments.
- 30 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
3.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
ANAK PERUSAHAAN
3.
a
1 PT. Global Mediacom Tbk (Mediacom) )
SUBSIDIARIES
Tahun
Jumlah aset
operasi
sebelum eliminasi
komersial/
Persentase
Start of
kepemilikan/
31 Desember/
Total assets
Domisili/
commercial
Percentage of
before elimination
Domicile
operations
ownership )
c
December 31,
2009
2008
2009
2008
51,29%
51,31%
13.499.902
13.720.366
Jakarta
1982
Jakarta
1997
71,56%
71,14%
7.641.364
8.015.122
Jakarta
1989
100,00%
100,00%
1.789.949
2.051.329
Jakarta
2002
100,00%
100,00%
817.899
700.126
dengan anak perusahaan dibidang:/
with subsidiaries engaged in :
Media dan penyiaran/Media and broadcasting
b
1.1
PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) )
1.1.1
PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) )
1.1.2
PT. Global Informasi Bermutu (GIB) )
1.1.3
PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (Cipta TPI) )
Jakarta
1990
75,00%
75,00%
903.950
907.665
1.1.4
PT. MNC Networks (MNCN) dan anak perusahaan/
b
and its subsidiaries )
Jakarta
2005
95,00%
95,00%
83.251
81.060
1.1.4.1
PT. Radio Tridjaja Shakti (RTS) dan anak
b
perusahaan/and its subsidiaries )
Jakarta
1971
95,00%
95,00%
28.448
28.236
1.1.4.1.1
PT. Radio Prapanca Buana Suara (RPBS) )
Medan
1978
91,60%
91,60%
2.964
2.143
1.1.4.1.2
PT. Radio Mancasuara (RM) )
Bandung
1971
100,00%
100,00%
794
859
1.1.4.1.3
PT. Radio Swara Caraka Ria (RSCR) )
Semarang
1971
100,00%
100,00%
574
492
1.1.4.1.4
PT. Radio Efkindo (RE) )
Yogyakarta
1999
70,00%
70,00%
896
1.1.4.1.5
PT. Radio Citra Borneo Madani (RCBM) )
Banjarmasin
2007
100,00%
100,00%
-
1.1.4.1.6
PT. Radio Swara Banjar Lazuardi (RSBL) )
Banjarmasin
2007
100,00%
100,00%
-
Surabaya
1971
65,30%
65,30%
4.563
Jakarta
1971
80,00%
80,00%
7.077
Bandung
2007
100,00%
100,00%
-
-
Jakarta
2005
100,00%
100,00%
177.910
290.526
Jakarta
2005
100,00%
100,00%
13.925
13.614
Jakarta
2001
99,99%
99,99%
206.176
206.275
Jakarta
2001
99,97%
99,97%
153.504
139.604
dan anak perusahaan/and its subsidiary )
Jakarta
1996
51,20%
51,20%
10.449
9.772
1.1.7.2.1
PT. Citra Komunikasi Gagasan Semesta (CKGS)
Jakarta
2004
80,00%
80,00%
6.849
6.299
1.1.8
MNC International Middle East Limited (MIMEL)
b
dan anak perusahaan/and its subsidiaries )
Dubai
2007
100,00%
100,00%
2.174.102
2.726.550
1.1.8.1
MNC International Limited (MIL) dan anak
b
perusahaan/and its subsidiaries )
Cayman Islands
2007
100,00%
100,00%
1.374.923
2.526.818
1.1.8.1.1
Linktone Ltd. (LTON) dan anak perusahaan/
b
and its subsidiaries )
Cayman Islands
2002
57,06%
57,06%
1.320.188
1.570.260
1.1.8.2
MNC Pictures FZ LLC (MP) )
Dubai
2007
100,00%
100,00%
559
652
1.1.9
Media Nusantara Citra B.V. (MNC B.V.) )
Netherlands
2006
100,00%
100,00%
1.381.250
1.592.332
1.1.10
PT. Star Media Nusantara (SMN) )
Jakarta
2008
70,00%
70,00%
5.968
3.358
1.1.11
PT. MNC Picture (MNCP) )
Jakarta
2009
70,00%
100,00%
21.800
52
b
b
b
b
b
b
b
b
b
b
1.1.4.2
PT. Radio Cakra Awigra (RCA) )
1.1.4.3
PT. Radio Swara Monalisa (RSM) )
1.1.4.4
PT. Radio Mediawisata Sariasih (RMS) )
1.1.5
PT. Media Nusantara Informasi (MNI) )
1.1.6
PT. MNI Global (MNIG) )
1.1.7
PT. Cross Media Internasional (CMI) dan
b
anak perusahaan/and its subsidiaries )
1.1.7.1
PT. Mediate Indonesia (MI) )
1.1.7.2
PT. Multi Advertensi Xambani (MAX)
b
b
b
b
b
b
b
b
b
b
709
3.076
7.062
Belanda/
- 31 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Tahun
Jumlah aset
operasi
sebelum eliminasi
komersial/
Persentase
Start of
kepemilikan/
Total assets
Domisili/
commercial
Percentage of
before elimination
Domicile
operations
ownership c )
2009
31 Desember/
December 31,
2008
2009
2008
Media berbasis pelanggan/
Subscribers based media
1.2
PT. MNC Sky Vision (MNCSV) a) dan/and b)
Jakarta
1988
71,00%
71,00%
2.188.031
2.022.069
1.3
PT. Sky Vision Networks (SVN) b)
Jakarta
2007
100,00%
100,00%
174.764
49.762
530.181
Infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi/
Telecommunication infrastructure and information
technology
1.4
PT. Infokom Elektrindo (Infokom) dan anak perusahaan/
and its subsidiaries b)
Bekasi
1998
99,99%
99,99%
577.488
1.4.1
PT. Telesindo Media Utama (TMU) b)
Jakarta
1999
99,99%
99,99%
3.725
3.144
1.4.2
PT. Sena Telenusa Utama (STU) b)
Jakarta
2003
99,99%
99,99%
16.112
12.393
1.4.3
PT. Flash Mobile (FM) b)
Jakarta
2004
84,99%
84,99%
14.787
12.067
Infrastruktur/Infrastructure
1.5
PT. Citra Kalimantan Energi (CKE) b )
Jakarta
-
80,00%
80,00%
1.055
1.055
1.6
Global Mediacom International Ltd (GMI) b)
Dubai
-
100,00%
100,00%
31
37
Jakarta
2000
89,58%
89,58%
1.054.608
1.405.989
a
2 PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCI) )
dengan anak perusahaan dibidang:/
with subsidiaries engaged in:
2.1
Pembiayaan dan efek/Financing and securities
PT. Bhakti Asset Management (BAM) b)
Jakarta
2000
99,99%
99,99%
16.073
13.983
2.2
PT. Bhakti Securities (BSec) b)
Jakarta
2004
99,99%
99,99%
681.991
921.847
2.3
PT. Bhakti Finance (BFin) b )
Jakarta
1990
99,99%
99,99%
360.228
464.915
Jakarta
2007
99,99%
99,99%
931.988
974.555
Jakarta
1968
68,56%
66,02%
562.170
603.909
Islands
2007
100,00%
100,00%
Dubai
2009
100,00%
a
3 PT. Global Transport Services (GTS) )
dengan anak perusahaan dibidang:/
with a subsidiary engaged in:
Transportasi/Transportation
3.1
PT. Indonesia Air Transport Tbk (IAT) b)
4 Bhakti Investama International Limited (BIILC) a )
5 Bhakti Investama International Limited (BIILD) a )
Cayman
a) Pemilikan langsung (Level 1)
b) Pemilikan tidak langsung (Level 2)
c) Untuk pemilikan tidak langsung, persentase
pemilikan merupakan pemilikan anak perusahaan
Level 1 dan Level 2 pada anak perusahaannya.
- 32 -
-
93
91.003
108
-
a) Directly owned (Level 1)
b) Indirectly-owned (Level 2)
c) For indirect subsidiaries, percentage of ownership
represents Level 1 and Level 2 subsidiaries’
ownership on the investee.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
PT. Global Mediacom Tbk (Mediacom)
PT. Global Mediacom Tbk (Mediacom)
Pada bulan Desember 2009, Mediacom membeli
57.258.500 saham atau 0,42% kepemilikan di
MNC. Pada tanggal 31 Desember 2009,
Mediacom memiliki 71,56% kepemilikan di MNC.
In December 2009, Mediacom acquired
additional 57,258,500 shares or 0.42% ownership
of MNC. As of December 31, 2009, Mediacom
owned 71.56% ownership of MNC.
Pada bulan Maret 2008, Mediacom membeli
tambahan 156.000.000 saham atau 1,14% saham
MNC.
In March 2008, Mediacom acquired additional
156,000,000 shares or 1.14% of the issued
capital stock of MNC.
Pada bulan Maret 2008, MNC mendirikan dan
memiliki 175 saham atau 70% saham SMN, yang
bergerak dalam bidang manajemen artis.
In March 2008, MNC established and owned 175
shares or 70% of the issued capital stock of
SMN, which is engaged in talent management.
Pada bulan April 2008, MNC, melalui anak
perusahaan, MIL (anak perusahaan MIMEL), telah
mengakuisisi 24.000.000 American Depository
Shares (ADS) (masing-masing ADS mewakili 10
saham biasa Linktone Ltd.) atau 57,06%
kepemilikan pada Linktone Ltd., yang bergerak
dalam bidang penyedia jasa hiburan interaktif
tanpa kabel dan jasa periklanan serta penyedia
konten kepada perusahaan di China.
In April 2008, MNC, through its subsidiary, MIL
(a subsidiary
of
MIMEL),
has
acquired
24,000,000 American Depository Shares (ADS)
(each ADS represents 10 ordinary shares of
Linktone Ltd.) or 57.06% ownership in Linktone
Ltd. which is engaged in providing wireless
interactive entertainment services, advertising
services and content provider to enterprises in
China.
Pada bulan September 2008, MNC mendirikan
dan memiliki 4.995 saham atau 99,99% saham
MNCP, yang bergerak dalam bidang perfilman dan
perekaman video. Sedangkan sebanyak 5 saham
atau 0,01 % dimiliki secara tidak langsung melalui
GIB. Pada tahun 2009, MNCP meningkatkan
modal disetornya dan kepemilikan MNC menjadi
70%.
In September 2008, MNC established and owned
4,995 shares or 99.99% of the issued capital
stock of MNCP, which is engaged in movie
production and video recording. The remaining
5 shares or 0.01% is indirectly ownership is
owned through GIB. In 2009, MNCP has
increased its paid in capital thus changing MNC
ownership to 70%.
PT. Global Transport Services (GTS)
PT. Global Transport Services (GTS)
Pada tahun 2009, IAT menerbitkan saham baru
melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD) sebanyak 173.118.279 saham,
dimana semua saham tersebut diambil oleh GTS.
Penerbitan saham baru ini menyebabkan
penambahan persentase kepemiikan GTS di IAT
menjadi 68,56%
In 2009, IAT issued 173,118,279 shares through
Right Issue with Preemptive Rights, in which all
shares were subscribed by GTS. This issuance of
new shares increased the percentage of
ownership of GTS in IAT into 68.56%.
Bhakti Investama International Ltd, Dubai (BIILD)
Bhakti Investama International Ltd, Dubai (BIILD)
Pada tanggal 27 Agustus 2007, Perusahaan
mendirikan BIILD, anak perusahaan dengan
kepemilikan 100% yang berdomisili di Dubai, Uni
Emirat Arab.
On August 27, 2007, the Company established
BIILD, with ownership of 100%, located in the
Dubai, Uni Arab Emirates.
- 33 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
4.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
KAS DAN SETARA KAS
4.
2009
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2008
Kas
Bank
Deposito
11.983
1.043.076
563.286
9.854
697.293
756.953
Jumlah
1.618.345
1.464.100
Saldo bank Perusahaan dan anak perusahaan
seluruhnya pada bank pihak ketiga, sebagai
berikut:
Jumlah
Total
The Company and its subsidiaries’ cash in banks
are all placed in third party banks, as follows:
2009
Rupiah
Bank Permata
Bank Central Asia
Bank Mandiri
Bank Internasional Indonesia
Bank Negara Indonesia
Lainnya (masing-masing di bawah
Rp 5.000 juta)
US Dollar
Bank Negara Indonesia
Bank of China
Bank Central Asia
Bank Muamalat
ABN Amro Bank NV
JP Morgan
ICBC China
China Construction Bank
Amalgamated Bank of Chicago
China Minsheng Banking Corp. Ltd
Lainnya (masing-masing di bawah
Rp 5.000 juta)
Lainnya
Cash on hand
Cash in banks
Time deposits
2008
Rupiah
Bank Permata
Bank Central Asia
Bank Mandiri
Bank Internasional Indonesia
Bank Negara Indonesia
157.798
145.050
30.123
22.163
13.145
3.774
95.596
23.133
7.110
8.979
20.594
18.856
332.032
139.290
26.073
10.380
4.392
-
1.222
1.028
7.135
6.107
8.669
364.200
82.672
35.483
10.424
10.113
Others (below Rp 5,000 million each )
US Dollar
Bank Negara Indonesia
Bank of China
Bank Central Asia
Bank Muamalat
ABN Amro Bank NV
JP Morgan
ICBC China
China Construction Bank
Amalgamated Bank of Chicago
China Minsheng Banking Corp. Ltd
142.029
7
12.747
45
Others (below Rp 5,000 million each )
Others
1.043.076
697.293
- 34 -
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Deposito berjangka Perusahaan dan anak
perusahaan yang ditempatkan pada bank pihak
ketiga, sebagai berikut:
Rupiah
Bank Central Asia
Bank Rakyat Indonesia
Bank Danamon
Bank Bukopin
Bank Mandiri
Bank International Indonesia
Bank Permata
Bank CIMB Niaga
United Overseas Bank
Bank Negara Indonesia
Bank Mega
US Dollar
UBS
Maybank Nusa
United Overseas Bank
Bank Central Asia
Lainnya (masing-masing di bawah
Rp 5.000 juta)
Jumlah
Tingkat bunga per tahun
Rupiah
US Dollar
5.
The Company and its subsidiaries’ time deposits
are all placed in third party banks, as follows:
2009
2008
141.754
187.150
24.038
24.000
14.850
11.000
6.000
2.350
-
61.884
141.577
5.044
9.500
36.500
58.000
1.200
27.050
13.000
12.150
75
87.564
28.251
28.239
7.050
385.928
876
1.040
4.169
563.286
756.953
5% - 16,6%
1% - 7%
6% - 16,6%
3% - 13%
INVESTASI JANGKA PENDEK
Kontrak pengelolaan dana
Reksadana
Deposito berjangka
Efek ekuitas (saham) diperdagangkan
Eagle Capital Advisory Limited
Opportunity Fund
Efek hutang
Merlin Investment Fund
Lainnya
Jumlah
5.
Others (below Rp 5,000 million each )
Total
Interest rates per annum
Rupiah
US Dollar
SHORT-TERM INVESTMENTS
2009
2008
566.412
237.306
204.446
172.155
614.470
257.254
140.634
248.619
143.193
1.495
2.350
315.846
1.133
7.665
-
1.327.357
1.585.621
- 35 -
Rupiah
Bank Central Asia
Bank Rakyat Indonesia
Bank Danamon
Bank Bukopin
Bank Mandiri
Bank International Indonesia
Bank Permata
Bank CIMB Niaga
United Overseas Bank
Bank Negara Indonesia
Bank Mega
US Dollar
UBS
Maybank Nusa
United Overseas Bank
Bank Central Asia
Fund management contract
Mutual fund
Time deposits
Trading equity securities
Eagle Capital Advisory Limited
Opportunity Fund
Debt securities
Merlin Investment Fund
Others
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Kontrak Pengelolaan Dana (KPD)
The Fund Management Contract (FMC)
PT Bhakti Asset Management (BAM)
PT Bhakti Asset Management (BAM)
Perusahaan dan anak perusahaan menunjuk
BAM sebagai manajer investasi untuk melakukan
investasi dalam bentuk investasi atas surat-surat
berharga, dengan ketentuan bilamana investasi
terhadap surat hutang harus masuk dalam
kategori investment grade. Dana tersebut dapat
ditarik sewaktu-waktu secara keseluruhan
maupun sebagian dan atau ditambah sesuai
kesepakatan para pihak. Kontrak ini memiliki
jangka waktu yang bervariasi kurang dari
1 tahun, terhitung sejak tanggal kontrak. Pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, nilai aset
bersih KPD tersebut adalah masing-masing
sebesar Rp 465.168 juta dan Rp 574.279 juta.
The Company and its subsidiaries appointed BAM
as a fund manager to invest the fund into
marketable securities, with the condition that if the
fund is invested into notes payable they must be
classified in investment grade category. The
investment can be withdrawn any time, partially or
in full amounts, and/or increased, in accordance
with the agreement of both parties. The fund
management contracts have various terms of less
than 1 year, starting on contract date. As of
December 31, 2009 and 2008, the net assets value
of the FMC amounting to Rp 465,168 million and
Rp 574,279 million, respectively.
Manhattan Group Ltd (MG)
Manhattan Group Ltd (MG)
BIILD menunjuk MG untuk melakukan investasi
dalam bentuk investasi pada perusahaan publik
dan private dan atau pada surat berharga.
Kontrak ini memiliki jangka waktu satu tahun dan
akan berakhir 3 Desember 2010. Pada tanggal
31 Desember 2009, BIILD telah melakukan
investasi sebesar Rp 90.528 juta.
BIILD appointed MG to invest the fund in public
companies or private companies and other
financial instruments. This contract has a term of
1 year and will mature on December 3, 2010. As of
December 31, 2009, BIILD had invested
Rp 90,528 million.
Herst Investments Ltd (Herst)
Herst Investments Ltd (Herst)
Mediacom menunjuk Herst sebagai manajer
investasi untuk melakukan investasi dalam
bentuk investasi atas surat berharga, dengan
ketentuan apabila hasil investasi lebih tinggi dari
target yang disetujui bersama maka Mediacom
dan Herst akan menerima masing-masing 90%
dan 10% dari hasil investasi. Kontrak ini memiliki
jangka waktu satu tahun dan akan berakhir
16 April 2010. Pada tanggal 31 Desember 2009,
nilai aset bersih dana tersebut sebesar Rp 10.716
juta.
Mediacom appointed Herst as a fund manager to
invest the fund into marketable securities, with the
condition that if the investment outcome is higher
than the target agreed by both parties, Mediacom
and Herst shall be entitled to receive 90% and
10%, respectively, of the investment outcome
derived from the fund. The fund management
contract has a term of 1 year and will mature on
April 16, 2010. As of December 31, 2009, the net
assets value of the fund amounting to Rp 10,716
million.
PT. Danareksa Investment Management (DIM)
PT. Danareksa Investment Management (DIM)
MNC menunjuk DIM sebagai manajer investasi
untuk melakukan investasi pada efek yang
dikelola oleh DIM. Kontrak ini memiliki jangka
waktu 1 bulan sejak 15 Desember 2008 dan
dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan
para pihak. Pada tanggal 31 Desember 2008,
nilai aset bersih tersebut adalah sebesar
Rp 40.191 juta.
MNC appointed DIM as fund manager to invest the
fund into it’s manage securities. This contract has
a term of 1 month since December 15, 2008 and
renewable based on agreement of both parties. As
of December 31, 2008, the net assets value of the
fund amounting to Rp 40,191 million.
Pada tahun 2009, MNC telah mencairkan seluruh
investasi ini.
In 2009, MNC has redeemed all of the investment.
- 36 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Reksadana
Mutual Funds
Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan
dana pada unit penyertaan reksadana kontrak
investasi kolektif yang dikelola oleh BAM sebagai
manager investasi. Perusahaan dan anak
perusahaan bertindak sebagai sponsor dalam
rangka
penerbitan
reksadana
tersebut.
Keuntungan belum direalisasi atas reksadana
adalah sebesar Rp 13.031 juta dan Rp 4.304 juta
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008, diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasi.
The Company and its subsidiaries have portfolio
investments in mutual funds managed by BAM as
a fund manager. The Company and its
subsidiaries sponsored the establishment of such
mutual funds. Unrealized gain on mutual funds
amounting to Rp 13,031 million in 2009 and
Rp 4,304 million in 2008 was recognized in the
consolidated statements of income.
Deposito Berjangka
Time Deposits
Deposito
berjangka
merupakan
deposito
berjangka milik anak perusahaan yang jatuh
tempo lebih dari 3 bulan sebesar US$ 15.840.370
dan Rp 55.546 juta tahun 2009 dan
US$ 10.947.519 dan Rp 20.759 juta tahun 2008.
Deposito berjangka sebesar Rp 43.180 juta tahun
2009 dan Rp 20.759 juta tahun 2008 dijadikan
jaminan atas hutang bank anak perusahaan
(Catatan 19).
Time deposits represent the subsidiaries’ time
deposits with maturities of more than three
months amounting to US$ 15,840,370 and
Rp 55,546 million in 2009 and US$ 10,947,519
and Rp 20,759 million in 2008. Time deposits
amounting to Rp 43,180 million in 2009 and
Rp 20,759 million in 2008 were used as collaterals
for subsidiaries’ bank loans (Note 19).
Efek Ekuitas (Saham) Diperdagangkan (Nilai
Wajar)
Trading Equity Securities (Fair Value)
Efek diperdagangkan merupakan efek-efek yang
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Nilai
wajar efek ditentukan berdasarkan harga pasar
tercatat di bursa pada tanggal neraca.
Trading equity securities represent securities that
are traded on the Indonesia Stock Exchange. The
fair value of the securities is determined based on
the quoted prices in the stock exchange at the
balance sheet date.
Rincian efek tersebut adalah sebagai berikut:
The details of the securities are as follows:
2009
Pihak hubungan istimewa
PT Global Land Development Tbk sebanyak 400.111.500 lembar
saham tahun 2009 dan
646.174.050 lembar saham
tahun 2008
Pihak ketiga
PT Citra Marga Nusaphala
Persada Tbk - sebanyak
46.366.500 lembar saham
tahun 2009 dan 22.866.500
lembar saham tahun 2008
Lainnya
Jumlah
2008
Related party
126.035
223.002
42.657
3.463
21.495
4.122
172.155
248.619
- 37 -
PT Global Land Development Tbk amounted to 400,111,500 shares
in 2009 and 646,174,050 shares
in 2008
Pihak ketiga
PT Citra Marga Nusaphala
Persada Tbk - amounted to
46,366,500 shares in 2009
and 22,866,500 shares
in 2008
Others
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
6.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Eagle Capital Advisory Limited Opportunity
Fund
Eagle Capital Advisory Limited Opportunity
Fund
Anak perusahaan menempatkan dana pada
Eagle Capital Advisory Limited Opportunity Fund
dengan manajer investasi Eagle Capital Advisory
Limited (ECAL). Pada tahun 2009, anak
perusahaan telah mencairkan investasi tersebut
sebesar Rp 165.089 juta. Pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008, nilai aset bersih
investasi tersebut masing-masing sebesar
Rp 143.193 juta dan Rp 315.846 juta.
The subsidiaries placed fund in Eagle Capital
Advisory Limited Opportunity Fund with the Eagle
Capital Advisory Limited (ECAL) as investment
manager. In 2009, the subsidiaries have
redeemed
the
investment
amounting
to
Rp 165,089 million. As of December 31, 2009 and
2008, the net assets value of the fund amounting
to Rp 143,193 million and Rp 315,846 million,
respectively.
Merlin Investment Fund
Merlin Investment Fund
RCTI mengadakan perjanjian jual beli pada
tanggal 5 Oktober 2007, dimana di dalam
perjanjian RCTI akan melakukan
pembelian
investasi sebesar US$ 700.000 atas unit Merlin
Investment Fund dari Media Nusantara Citra
International, Ltd., pihak hubungan istimewa.
Pada tanggal 31 Desember 2008, nilai aset
bersih adalah sebesar Rp 7.665 juta. Pada tahun
2009, RCTI telah mencairkan seluruh investasi
tersebut.
Based on a Sale and Purchase Agreement, on
October 5, 2007, RCTI agreed to purchase units in
Merlin
Investment
Fund
amounting
to
US$ 700,000 from Media Nusantara Citra
International, Ltd., a related party. As of
December 31, 2008, net asset value amounting to
Rp 7,665 million. In 2009, RCTI has redeemed all
of the investment.
Lainnya
Others
Mediacom mempunyai komitmen investasi pada
SSG Capital Partner I Feeder L.P. (SSG) sebesar
US$ 1.000.000. Sampai dengan 31 Desember
2009, Mediacom telah melakukan investasi
sebesar US$ 250.000 atau ekuivalen dengan
Rp 2.350 juta.
Mediacom has a commitment to invest in a fund
with SSG Capital Partners I Feeder L.P. (SSG)
amounting to US$ 1,000,000. Up to December 31,
2009, Mediacom has invested US$ 250,000 or
equivalent to Rp 2,350 million.
PIUTANG USAHA
6.
2009
a. Berdasarkan pelanggan
Pihak hubungan istimewa (Catatan 50)
Media berbasis konten dan iklan
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
2008
a. By customer
Related parties (Note 50)
Content and advertising based media
Telecommunication infrastructure and
information technology
55.240
73.672
8.168
34.923
63.408
108.595
1.535.999
159.107
1.375.165
172.719
41.704
26.303
74.132
46.571
Sub jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
1.763.113
(41.900)
1.668.587
(35.019)
Subtotal
Allowance for doubtful accounts
Jumlah
1.721.213
1.633.568
Total
1.784.621
1.742.163
Jumlah
Pihak ketiga
Media berbasis konten dan iklan
Media berbasis pelanggan
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Transportasi
Jumlah
- 38 -
Total
Third parties
Content and advertising based media
Subscribers based media
Telecommunications infrastructure
and information technology
Transportation
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
2009
2008
543.335
629.030
498.498
260.146
160.526
364.016
539.558
221.450
110.325
276.819
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
1.826.521
(41.900)
1.777.182
(35.019)
Total
Allowance for doubtful accounts
Bersih
1.784.621
1.742.163
Net
1.491.520
325.379
9.622
1.387.290
389.664
228
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
1.826.521
(41.900)
1.777.182
(35.019)
Total
Allowance for doubtful accounts
Bersih
1.784.621
1.742.163
Net
b. Berdasarkan umur (hari)
Belum jatuh tempo
Sudah jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 90 hari
c. Berdasarkan mata uang
Rupiah
US Dollar
Lainnya
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah
sebagai berikut:
b. By age category (days)
Not yet due
Past due
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
> 90 days
c. By currency
Rupiah
US Dollar
Others
Changes in the allowance for doubtful accounts
are as follows:
2009
2008
Saldo awal tahun
Penyisihan
Penambahan karena akuisisi
Penghapusan
Pengurangan karena divestasi
35.019
6.881
-
17.905
3.506
19.918
(481)
(5.829)
Beginning of year
Provisions
Addition due to acquisition
Writte-off
Deduction due to divestment
Saldo akhir tahun
41.900
35.019
End of year
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak
ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang
kepada pihak hubungan istimewa tidak diadakan
penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen
berpendapat seluruh piutang tersebut dapat
ditagih.
Management believes that the allowance for
doubtful accounts receivable from third parties is
adequate to cover possible losses on uncollectible
accounts. No allowance for doubtful accounts was
provided on receivables from related parties as
management believes that all such receivables are
collectible.
Sebagian piutang dijaminkan atas hutang bank
dan pinjaman jangka panjang (Catatan 19
dan 27).
Part of the receivables are used as collaterals for
bank loans and long-term loans (Notes 19
and 27).
- 39 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
7.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
PIUTANG NASABAH
7.
Akun ini merupakan piutang yang timbul dari
transaksi perdagangan efek dan imbalan jasa
pengelolaan dana nasabah dan reksa dana
dengan pihak ketiga, sebagai berikut:
This account represents receivables arising from
brokerage and fund management services
rendered to customers and mutual funds of third
parties, as follows:
2009
2008
Transaksi perdagangan efek
Imbalan jasa pengelolaan dana
128.141
4.592
208.290
3.421
Brokerage
Fund management services
Jumlah
132.733
211.711
Total
Perincian saldo piutang nasabah berdasarkan
umur piutang sebagai berikut:
8.
CUSTOMERS RECEIVABLES
The aging schedule of receivables, as follows:
2009
2008
Kurang dari 7 hari
Lebih dari 7 hari
20.213
112.520
128.818
82.893
Less than 7 days
More than 7 days
Jumlah
132.733
211.711
Total
Seluruh piutang pembiayaan jasa pengelolaan
dana belum jatuh tempo pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008.
All of accounts receivable from fund management
services as of December 31, 2009 and 2008 are
not yet due.
Manajemen BSec dan BAM tidak membentuk
penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen
BSec dan BAM berpendapat bahwa seluruh
piutang dapat tertagih.
BSec’s and BAM’s management did not provide
allowance for doubtful accounts as Bsec’s and
BAM’s management believes that all receivables
are collectible.
PIUTANG DAN HUTANG USAHA - LEMBAGA
KLIRING DAN PENJAMINAN
8.
Akun ini merupakan tagihan dan hutang BSec
dari dan kepada Lembaga Kliring dan
Penjaminan (LKP) yang timbul dari penyelesaian
transaksi perdagangan efek-bersih dan dana
kliring, sebagai berikut:
RECEIVABLES FROM AND PAYABLES TO
CLEARING AND GUARANTEE INSTITUTION
This account represents BSec’s receivables from
and payable to the Clearing and Guarantee
Institution (LKP) arising from the net settlement of
securities trading transactions and clearing
deposits, as follows:
2009
2008
Piutang
Deposito wajib
30.429
4.103
388.686
3.779
Receivables
Mandatory deposits
Jumlah piutang
34.532
392.465
Total receivables
Hutang
19.129
426.379
Payable
Tingkat bunga per tahun deposito wajib LKP
berkisar antara 8% - 13% tahun 2009 dan
6,75% - 12% tahun 2008.
Interest rates per annum on mandatory deposits to
LKP range from 8% - 13% in 2009 and
6.75% -12% in 2008.
Seluruh piutang dan hutang LKP pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 memiliki umur
kurang dari 3 hari.
All receivables from and payable to the LKP as of
December 31, 2009 and 2008 are due within
3 days.
- 40 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Manajemen BSec tidak membentuk penyisihan
piutang ragu-ragu karena manajemen BSec
berpendapat bahwa seluruh piutang LKP dapat
tertagih.
9.
BSec’s management did not provide allowance for
doubtful accounts as BSec’s management
believes that all receivables from LKP are fully
collectible.
PIUTANG PEMBIAYAAN
9.
FINANCING RECEIVABLES
Penanaman Neto Sewa Pembiayaan
Net Investments in Finance Lease
Akun ini merupakan piutang atas pembiayaan
sewa pembiayaan (finance lease) yang diberikan
BFin, sebagai berikut:
This account represents receivables arising from
financial lease transactions provided by BFin, as
follows:
2009
Piutang sewa pembiayaan
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
2008
1.640
63.744
39.542
Lease receivables
Related parties
Third parties
Jumlah
Pendapatan sewa pembiayaan
belum diakui
65.384
39.542
Total
(9.409)
(6.086)
Unearned lease income
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
55.975
(1.234)
33.456
(844)
Total
Allowance for doubtful accounts
Penanaman neto sewa pembiayaan bersih
54.741
32.612
Net investments in finance lease net
Jumlah piutang sewa pembiayaan sesuai dengan
jatuh temponya adalah sebagai berikut:
The lease receivables based on maturity date are
as follows:
2009
2008
Akan jatuh tempo:
1 tahun
1 - 2 tahun
34.022
31.362
17.768
21.774
Will be due within:
1 year
1 - 2 years
Jumlah
65.384
39.542
Total
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah
sebagai berikut:
Changes in the allowance for doubtful accounts
are as follows:
2009
Saldo awal tahun
Penyisihan
844
390
Saldo akhir tahun
1.234
2008
-
Piutang sewa pembiayaan dijamin dengan aset
yang didanai dengan piutang pembiayaan ini.
Piutang sewa pembiayaan digunakan sebagai
jaminan pinjaman Bank Sinarmas (Catatan 27).
Manajemen BFin berpendapat bahwa penyisihan
piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang.
844
Beginning balance of year
Provisions
844
End of year
Finance lease receivables are secured by the
related financed assets. Finance lease receivables
are used as collaterals for loans from Bank
Sinarmas (Note 27). BFin’s management believes
that the allowance for doubtful accounts is
adequate to cover possible losses on uncollectible
accounts.
- 41 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Piutang Pembiayaan Konsumen
Consumer Financing Receivables
Akun ini merupakan piutang atas pembiayaan
konsumen yang diberikan BFin, sebagai berikut:
This account represents receivables arising from
consumer financing provided by BFin, as follows:
2009
2008
8.858
263.197
7.039
388.659
Bersih
Pendapatan pembiayaan konsumen
belum diakui
Penyisihan piutang ragu-ragu
272.055
395.698
(74.308)
(1.971)
(105.920)
(2.161)
Piutang pembiayaan konsumen - bersih
195.776
287.617
Piutang pembiayaan konsumen
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Cicilan piutang pembiayaan konsumen yang
akan diterima dari konsumen berdasarkan
tanggal jatuh temponya pada 31 Desember 2009
dan 2008 adalah sebagai berikut:
Consumer financing receivables
Related parties
Third parties
Net
Unearned consumer
financing income
Allowance for doubtful accounts
Consumer financing receivables - net
The
installments
of
consumer
financing
receivables that will be received from customers
according to maturity date as of December 31,
2009 and 2008 are as follows:
2009
2008
Telah jatuh tempo
Akan jatuh tempo
1 tahun
1 - 2 tahun
Lebih dari 2 tahun
6.238
6.662
139.747
87.078
38.992
210.192
135.948
42.896
Overdue
Will be due within:
1 year
1 - 2 years
More than 2 years
Jumlah
272.055
395.698
Total
8% - 45%
8% - 45%
Tingkat bunga per tahun
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah
sebagai berikut:
Annual interest rate
Changes in allowance for doubtful accounts are as
follows:
2009
2008
Saldo awal tahun
Penyisihan
Pemulihan
2.161
9.763
(9.953)
1.798
27.694
(27.331)
Saldo akhir tahun
1.971
2.161
Beginning of year
Provision
Reversal
End of year
Piutang pembiayaan konsumen dijamin dengan
aset konsumen yang didanai dengan pembiayaan
konsumen ini. Manajemen BFin berpendapat
bahwa penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk
menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak
tertagihnya piutang.
The consumer
financing receivables are
guaranteed by the related financed assets. BFin’s
management believes that the allowance for
doubtful accounts is adequate to cover possible
losses on uncollectible accounts.
Piutang pembiayaan konsumen digunakan
sebagai jaminan pinjaman jangka panjang Bank
Muamalat Indonesia (Catatan 27). Piutang
pembiayaan konsumen, selain yang berasal dari
pembiayaan bersama, digunakan sebagai
jaminan hutang obligasi dari BFin (Catatan 28).
Consumer financing receivables are used as
collaterals for long-term loans Bank Muamalat
Indonesia
(Note 27).
Consumer
financing
receivables, except from joint financing, are used
as collaterals for bonds payable of BFin (Note 28).
- 42 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Tagihan Anjak Piutang – Bersih
Factoring Receivables – Net
Akun ini merupakan tagihan anjak piutang
dengan dasar ”with recourse”, sebagai berikut:
This account represents factoring receivables with
recourse, as follows:
2009
2008
Tagihan Anjak Piutang
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Dikurangi retensi
Pendapatan belum diakui
10.614
1.938
(56)
(241)
6.066
33.339
(56)
(1.272)
Factoring of receivables
Related parties
Third parties
Less retention
Unearned factoring income
Sub jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
12.255
(189)
38.077
(688)
Sub total
Allowance for doubtful accounts
Jumlah
12.066
37.389
Total
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah
sebagai berikut:
Changes in the allowance for doubtful accounts
are as follows:
2009
Saldo awal tahun
Penyisihan
Pemulihan/penghapusan
Saldo akhir tahun
2008
688
(499)
189
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
piutang ragu-ragu cukup untuk menutup kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang.
316
372
Beginning of year
Provision
Recovery/disposal
688
End of year
-
Management believes that the allowance for
doubtful accounts is adequate to cover possible
losses on uncollectible accounts.
10. PIUTANG LAIN-LAIN
10. OTHER ACCOUNTS RECEIVABLE
2009
2008
Pihak hubungan istimewa
PT. Eagle Transport Services
Lainnya
5.614
1.304
5.605
523
Related parties
PT. Eagle Transport Services
Others
Jumlah
6.918
6.128
Total
Pihak ketiga
Penyisihan piutang ragu-ragu
330.671
(5.444)
331.605
(5.444)
Third parties
Allowance for doubtful accounts
Jumlah
325.227
326.161
Total
Bersih
332.145
332.289
Net
- 43 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat
bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang
kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutup
kerugian yang mungkin timbul dari tidak
tertagihnya piutang tersebut. Piutang kepada
pihak hubungan istimewa tidak diadakan
penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen
berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut
dapat ditagih.
The Company and its subsidiaries’ management
believes that the allowance for doubtful accounts
receivables from third parties is adequate to cover
possible losses on uncollectible accounts.
No allowance for doubtful accounts was provided
on receivables from related parties as
management believes that all such receivables are
collectible.
11. PERSEDIAAN
11. INVENTORIES
2009
Program media dan penyiaran
Program dibeli
Produksi sendiri
Produksi dalam proses
Dikurangi yang dibebankan pada
tahun berjalan
Bersih
Non Program
Antena, dekoder, dan aksesoris
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Suku cadang pesawat udara
Lainnya
Jumlah
Jumlah
2008
1.767.639
438.851
12.202
2.201.199
456.989
50.539
(1.292.009)
(1.807.081)
926.683
901.646
113.854
73.712
91.825
72.662
18.866
63.327
98.192
25.638
297.207
260.869
1.223.890
1.162.515
Media program and broadcasting
Purchased program
In-house production
Production in progress
Less charged to current year
expense
Net
Non Program
Antenna, decoder, and accessories
Telecommunication infrastructure
and information technology
Aircraft's spareparts
Others
Total
Total
Persediaan suku cadang pesawat udara
digunakan jaminan pinjaman IAT dari Bank
Muamalat Indonesia (Catatan 27).
The aircraft’s spareparts inventories are used as
collaterals for loans of IAT from Bank Muamalat
Indonesia (Note 27).
Persediaan
dari
Infokom
(infrastruktur
telekomunikasi
dan
teknologi
informasi)
digunakan sebagai jaminan untuk hutang bank
(Catatan 19).
Inventories from Infokom (telecommunications
infrastructure and information technology) are
used as collaterals for bank loans (Note 19).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
persediaan, kecuali persediaan program media
dan penyiaran, diasuransikan kepada beberapa
perusahaan asuransi. Manajemen berpendapat
bahwa persediaan telah diasuransikan dengan
jumlah pertanggungan memadai untuk menutupi
kemungkinan kerugian. Persediaan program
media dan penyiaran tidak diasuransikan
terhadap risiko kerugian kebakaran atau
pencurian karena nilai wajar persediaan tidak
dapat ditentukan untuk tujuan asuransi. Bila
terjadi kebakaran atau pencurian atas persediaan
program, anak perusahaan dapat meminta copy
film dari distributor selama persediaan tersebut
belum ditayangkan dan belum berakhir masa
berlakunya.
As of December 31, 2009 and 2008, inventories,
except media and broadcasting programs, were
insured from several insurance companies.
Management believes that the insurance coverage
is adequate to cover possible losses on the
inventories insured. Media and broadcasting
programs were not insured against fire and theft
because the fair value of inventories could not be
established for the purpose of insurance. In the
event of fire and theft, the subsidiaries can request
copy of the film from distributor, as long as the
inventories are not yet aired and expired.
- 44 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
12. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
12. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES
2009
2008
Biaya dibayar dimuka
Uang muka
306.582
119.550
100.737
176.381
Prepaid expenses
Advances
Jumlah
426.132
277.118
Total
13. PAJAK DIBAYAR DIMUKA
13. PREPAID TAXES
2009
2008
Perusahaan
Pajak penghasilan badan lebih bayar
Tahun 2008
Tahun 2007
Pajak pertambahan nilai - bersih
Anak perusahaan
Pajak penghasilan badan lebih bayar
Tahun 2009
Tahun 2008
Tahun 2007
Tahun 2006
Pajak pertambahan nilai - bersih
Lainnya
2.703
40.447
717
7.968
15.299
14.414
44.670
717
7.968
6.959
8.312
The Company
Overpayment of corporate income tax
Year 2008
Year 2007
Value added tax - net
Subsidiaries
Overpayment of corporate income tax
Year 2009
Year 2008
Year 2007
Year 2006
Value added tax - net
Others
Jumlah
85.062
72.518
Total
456
3.058
14. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI
Perusahaan/Companies
Domisili/
Domicile
968
2.924
14. INVESTMENTS IN ASSOCIATES
Nilai tercatat/
Carrying amount
2009
2008
Persentase
pemilikan/
Percentage of
ownership
Aktivitas utama/
Principal activity
Pemilikan tidak langsung/
Indirect ownership
PT. Freekom Indonesia
Jakarta
4.912
4.624
49
PT. Optima Media Dinamika
Jakarta
1.043
894
25
Telekomunikasi/Telecommunications
Agensi periklanan/Advertising agency
PT. Radio Panji Artha Swara
Palembang
46
55
30
Penyiaran/Broadcasting
PT. Media Nusantara Press
Jakarta
38
38
38
Media cetak/Printed Media
PT. Radio Tiara Gempita Buana
Palembang
27
27
21
Penyiaran/Broadcasting
PT. Radio Pesona Nanda Poespita
Pekanbaru
25
25
25
Penyiaran/Broadcasting
Tulungagung
Manado
Pontianak
Dumai
21
10
5
2
21
10
5
2
21
21
21
21
Penyiaran/Broadcasting
Penyiaran/Broadcasting
Penyiaran/Broadcasting
Penyiaran/Broadcasting
6.129
5.701
PT. Liiur Persada
PT. Radio Duta Mashoor Cemerlang
PT. Swara Manusa Indah
PT. Radio Kalender Angkasa
Jumlah/Total
- 45 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
Mutasi investasi pada
adalah sebagai berikut:
perusahaan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
asosiasi
The changes in investments in associates are as
follows:
2009
2008
Saldo awal tahun
Bagian laba (rugi) bersih
5.701
428
6.241
(540)
Beginning of year
Equity in net earnings (loss)
Saldo akhir tahun
6.129
5.701
End of year
Bagian laba (rugi) bersih dari asosiasi telah
disesuaikan dengan amortisasi goodwill masingmasing sebesar Rp 105 juta dan Rp 632 juta
tahun 2009 dan 2008.
The equity in net earnings (loss) of associates was
adjusted for amortization of goodwill in the amount
of Rp 105 million and Rp 632 million in 2009 and
2008, respectively.
15. INVESTASI LAIN
15. OTHER INVESTMENTS
2009
2008
Obligasi wajib tukar
Obligasi konversi
Uang muka investasi
Penyertaan saham
Surat berharga
2.828.717
525.400
405.815
344.240
1.408
2.703.717
64.810
883.979
543.092
1.208
Mandatory exchangeable bonds
Convertible bonds
Investment advances
Investments in shares of stock
Marketable securities
Jumlah
4.105.580
4.196.806
Total
Obligasi Wajib Tukar (MEB)
Mandatory Exchangeable Bonds (MEB)
2009
2008
PT Djaja Abadi Konstruksi
PT Datakom Asia
PT Kapital Usaha Sempurna
PT Bright Star Perkasa
PT Nusantara Vision
PT Kencana Mulia Utama
1.432.445
721.286
365.500
165.075
125.000
19.411
1.432.445
721.286
365.500
165.075
19.411
PT Djaja Abadi Konstruksi
PT Datakom Asia
PT Kapital Usaha Sempurna
PT Bright Star Perkasa
PT Nusantara Vision
PT Kencana Mulia Utama
Jumlah
2.828.717
2.703.717
Total
Mediacom membeli obligasi wajib tukar yang
diterbitkan oleh PT. Djaja Abadi Konstruksi (DAK)
dari East Bay Equities Ltd., dengan harga
nominal keseluruhan sebesar Rp 1.432.445 juta
yang dapat ditukar dengan 1.525.268.700 saham
atau 24,54% saham biasa MNCSV milik DAK,
dengan periode pertukaran MEB sejak tanggal
3 September 2008 sampai dengan 3 September
2010.
Mediacom purchased mandatory exchangeable
bonds issued by PT. Djaja Abadi Konstruksi (DAK)
from East Bay Equities Ltd., with an aggregate
principal value of Rp 1,432,445 million. These
mandatory exchangeable bonds are exchangeable
into 1,525,268,700 shares or 24.54% ordinary
shares of MNCSV’s owned by DAK with the
exchange period from September 3, 2008 until
September 3, 2010.
- 46 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 31 Desember 2007, MNCSV
mempunyai obligasi wajib tukar seharga
Rp 561.000
juta
yang
diterbitkan
oleh
PT Datakom Asia (DKA) yang dapat ditukar
dengan 93.333 saham biasa PT. Mediacitra
Indostar (MCI) milik DKA, dengan periode
pertukaran sejak tanggal 31 Januari 2007 sampai
dengan 60 bulan dari tanggal perjanjian. Pada
tahun 2008, MNCSV mempunyai tambahan
obligasi wajib tukar senilai Rp 160.286 juta yang
diterbitkan oleh DKA yang dapat ditukar dengan
26.667 lembar saham MCI milik DKA, dengan
periode pertukaran MEB yang sama.
On December 31, 2007, MNCSV has a mandatory
exchangeable bond of Rp 561,000 million, issued
by PT Datakom Asia (DKA) which is exchangeable
into 93,333 ordinary shares of PT. Mediacitra
Indostar (MCI) owned by DKA, with the exchange
period from January 31, 2007 until 60 months
after the date of the MEB agreements. In 2008,
MNCSV
has
an
additional
mandatory
exchangeable bonds of Rp 160,286 million, issued
by DKA, which is exchangeable into 26,667
ordinary shares of MCI owned by DKA, with the
the same exchange period.
Pada tahun 2008, Perusahaan dan GTS membeli
obligasi wajib tukar masing-masing seharga
Rp 208.000 juta dan Rp 157.500 juta yang
diterbitkan oleh PT Kapital Usaha Sempurna
yang dapat ditukar masing-masing dengan
26.999 saham dan 22.500 saham PT Trans
Javagas Pipeline.
In 2008, the Company and GTS purchased
mandatory exchangeable bonds of Rp 208,000
million and Rp 157,500 million issued by
PT Kapital
Usaha
Sempurna,
which
are
exchangeable into 26,999 shares and 22,500
shares of PT Trans Javagas Pipeline.
Pada tanggal 1 Mei 2007, 13 Nopember 2007
dan 5 Desember 2007, GTS membeli obligasi
wajib tukar yang diterbitkan oleh PT Bright Star
Perkasa yang masing-masing wajib ditukar
dengan saham PT Adam SkyConnection Airlines
sebesar Rp 97.650 juta, saham PT Eagle
Transport Services sebesar Rp 162.000 juta dan
saham PT Global Maintenance Services sebesar
Rp 3.075 juta. Obligasi tersebut jatuh tempo satu
tahun setelah tanggal penerbitan dan telah
diperpanjang kembali selama satu tahun. Pada
tahun 2008, GTS menjual MEB yang diterbitkan
oleh PT Brightstar Perkasa yang wajib ditukar
dengan saham PT Adam SkyConnection Airlines
sebesar Rp 97.650 juta.
On May 1, 2007, November 13, 2007 and
December 5, 2007, GTS purchased mandatory
exchangeable bonds issued by PT Bright Star
Perkasa which should be converted to the shares
of stock of PT Adam SkyConnection Airlines
amounting to Rp 97,650 million, PT Eagle
Transport Services amounting to Rp 162,000
million and PT Global Maintenance Services
amounting to Rp 3,075 million. The bonds will
mature in one year after issuance and has been
extended for another year. In 2008, GTS sold MEB
issued by PT Brightstar Perkasa which should be
converted into shares of stock of PT Adam
SkyConnection Airlines amounting to Rp 97,650
million.
Pada tahun 2009, SVN membeli obligasi wajib
tukar PT Nusantara Vision (NV) dengan nilai
sebesar Rp 125.000 juta, yang dapat ditukarkan
dengan 25.000 lembar saham baru NV dan
25.000 lembar saham NV lama dengan jangka
waktu sampai dengan 30 Juni 2012.
In 2009, SVN purchased mandatory exchangeable
bonds of PT Nusantara Vision (NV) amounting to
Rp 125,000 million, which are exchangeable into
25,000 new shares of NV and 25,000 old shares of
NV, with the exchange period until June 30, 2012.
- 47 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
MNC mempunyai obligasi wajib tukar sebesar
Rp 19.411 juta yang dapat ditukarkan dengan
16.388 saham PT. Hikmat Makna Aksara milik
PT. Kencana Mulia Utama (pihak ketiga). Pada
tanggal 7 Januari 2008, MNC mengalihkan
obligasi wajib tukar tersebut kepada MNI, dengan
periode
pertukaran
MEB
sejak
tanggal
27 Nopember 2006 sampai dengan 27 Nopember
2011.
MNC has investment in mandatory exchangeable
bonds amounting to Rp 19,411 million, which are
exchangeable into 16,388 shares of PT. Hikmat
Makna Aksara owned by PT. Kencana Mulia
Utama (a third party). On January 7, 2008, MNC
transferred the mandatory exchangeable bonds to
MNI, with the exchange period from November 27,
2006 until November 27, 2011.
Obligasi Konversi
Convertible Bonds
Pada tanggal 21 Desember 2009, Mediacom
membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh
PT Nusantara Vision (NV) sebesar Rp 68.400
juta yang dapat dikonversikan dengan 30.000
lembar saham NV.
On December 21, 2009, Mediacom purchased
convertible bonds issued by PT Nusantara Vision
(NV) amounting to Rp 68,400 million, which are
convertible into 30,000 shares of NV.
Pada tahun 2009, MNC membeli obligasi
konversi PT Sun Televisi Network (STN)
sejumlah Rp 342.000 juta yang dapat ditukarkan
dengan 217.000 saham STN.
In 2009, MNC purchased convertible bonds of
PT Sun Televisi Network (STN) amounting to
Rp 342,000 million, which are convertible into
217,000 shares of STN.
Pada tanggal 14 Desember 2009, MNC membeli
obligasi konversi seharga Rp 66.000 juta yang
diterbitkan oleh PT Media Nusantara Press, jatuh
tempo 3 tahun sejak penandatanganan perjanjian
dan dapat diperpanjang.
On December 14, 2009, MNC purchased
convertible bonds amounting to Rp 66,000 million
issued by PT Media Nusantara Press, due in 3
years since the agreement was signed and can be
extended.
Pada tanggal 5 April 2007, MNI membeli obligasi
konversi seharga Rp 49.000 juta yang diterbitkan
oleh PT. Media Nusantara Press (MNP), jatuh
tempo tanggal 4 April 2009 dan dapat
diperpanjang, yang dapat dikonversi dengan
49.000 saham MNP pada saat jatuh tempo. Pada
tanggal 14 Desember 2009, MNI telah menjual
obligasi konversi tersebut kepada MNC seharga
Rp 49.000 juta.
On April 5, 2007, MNI purchased convertible
bonds of Rp 49,000 million issued by PT. Media
Nusantara Press (MNP), due on April 4, 2009 and
can ben extended, which are convertible into
49,000 shares of MNP on the due date. On
December 14, 2009, MNI sold convertible bonds to
MNC for Rp 49,000 million.
Pada tanggal 30 Mei 2007, CMI melakukan
perjanjian pengambilalihan dengan pemegang
saham Yello Pte., Ltd. (Yello), perusahaan
berbadan hukum Singapura. Yello menerbitkan
obligasi konversi kepada CMI dengan nilai pokok
sebesar Rp 15.810 juta yang dapat ditukar
dengan 875.000 saham biasa baru Yello. Pada
tahun 2009, CMI telah menjual seluruh
kepemilikan tersebut.
On May 30, 2007, CMI entered into deed of
undertaking with the shareholders of Yello Pte.,
Ltd. (Yello), a company incorporated under the
laws of Singapore. Yello issued convertible bonds
to CMI with an aggregate principal value of
Rp 15,810 million, which are convertible into
875,000 new ordinary shares of Yello. In 2009,
CMI has sold all of the investement.
- 48 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Uang Muka Investasi
Investment Advances
Mediacom dan anak perusahaan mempunyai
uang muka investasi, sebagai berikut:
Mediacom and its subsidiaries have investment
advances, as follows:
2009
2008
Proyek pengembangan bisnis
Investasi pada usaha media cetak
PT. Media Nusantara Informasi
Publishing
PT. Media Nusantara Press
400.290
793.203
5.525
-
5.675
85.101
Jumlah
405.815
883.979
Business development project
Investment in print business
PT. Media Nusantara Informasi
Publishing
PT. Media Nusantara Press
Total
Proyek pengembangan bisnis merupakan dana
untuk pengembangan aset media dibidang
penyiaran dan program. Pada tahun 2009 dan
2008, akun ini termasuk penempatan dana oleh
MIMEL pada Merlin Investment Fund dengan
manajer investasi Lion Trust Ltd, Singapura
masing-masing sebesar US$ 40.000.000 dan
US$ 53.000.000. Pada tahun 2009, MIMEL
melakukan penarikan dana atas investasi ini
sebesar US$ 13.000.000. Pada tanggal 19 Maret
2010, MIMEL mencairkan sebagian penempatan
tersebut sebesar US$ 11.802.110.
Business development project represents funds for
developing media asset in broadcasting and
programs. In 2009 and 2008, this account
includes fund placement by MIMEL in Merlin
Investment Fund with Lion Trust Ltd, Singapore as
investment manager amounting to US$ 40,000,000
and US$ 53,000,000, respectively. In 2009,
MIMEL has redeemed the investment amounting
to US$ 13,000,000. On March 19, 2010, MIMEL
redeemed a portion of the fund amounting to
US$ 11,802,110.
Pada tahun 2009, MNC dan MNI menerima
kembali uang muka investasi PT Media
Nusantara Press.
In 2009, MNC and MNI received refund of advance
payment on investment in PT Media Nusantara
Press.
Penyertaan Saham
Investments in Shares of Stock
Penyertaan saham Perusahaan terdiri dari:
Investment in shares of stock of the Company
consists of:
2009
Efek tersedia untuk diijual
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
PT Mobile - 8 Telecom Tbk
304.112
-
Subjumlah
304.112
Metode biaya
PT. Eagle Transport Services
PT. Global Maintenance Services
PT. Global Utama Mining Resources
Keanggotaan Bursa Efek Indonesia
PT. Pemeringkat Efek Indonesia
PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia
Subjumlah
Jumlah
Persentase kepemilikan/
Percentage of ownership
2009
2008
16,53%
-
16,53%
19,00%
2008
310.723
192.241
Available for sale
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
PT Mobile - 8 Telecom Tbk
502.964
Subtotal
38.000
676
500
310
342
300
Cost method
PT. Eagle Transport Services
PT. Global Maintenance Services
PT. Global Utama Mining Resources
Keanggotaan Bursa Efek Indonesia
PT. Pemeringkat Efek Indonesia
PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia
40.128
40.128
Subtotal
344.240
543.092
38.000
676
500
310
342
300
19,00%
18,00%
10,00%
2,00%
1,00%
- 49 -
19,00%
18,00%
10,00%
2,00%
1,00%
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Kerugian belum direalisasi dari penurunan nilai
wajar efek ekuitas tersedia dijual pada tahun
2009 dan 2008 masing-masing sebesar
Rp 391.543 juta dan Rp 483.571 juta, disajikan
sebagai bagian ekuitas. Pada tahun 2008,
Perusahaan menjual 55.517.500 saham CMNP
dengan harga Rp 72.173 juta dan Perusahaan
mengakui kerugian sebesar Rp 33.838 juta.
Unrealized loss due to decrease in fair value of the
available for sale equity securities in 2009 and
2008 amounting to Rp 391,543 million and
Rp 483,571 million, respectively, was presented
as part of equity. In 2008, the Company sold
55,517,500 shares of CMNP amounting to
Rp 72,173 million and the Company recorded loss
of Rp 33,838 million.
Pada tahun 2007, GTS mempunyai penyertaan
saham pada PT Adam SkyConnection Airlines
sebesar Rp 59.850 juta. Pada bulan Maret 2008,
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah
mencabut ijin operasi perusahaan penerbangan
tersebut.
In 2007, GTS has investment in shares of
PT Adam SkyConnection Airlines amounting to
Rp 59,850 million. In March 2008, the Director
General of Air Transportation has revoked the
operation specifications of the airline company.
Pada tahun 2008, Mediacom melakukan divestasi
saham M8T sehingga kepemilikan Mediacom
menjadi 19% dan disajikan sebagai efek tersedia
untuk dijual. Jumlah tercatat investasi tersebut
pada tanggal divestasi sebesar Rp 419.138 juta
dicatat sebagai biaya perolehan. Pada tanggal
31 Desember 2008, rugi yang belum direalisasi
sebesar Rp 226.897 juta disajikan sebagai
bagian dari ekuitas.
In 2008, Mediacom divested its ownership of
shares in M8T which resulted in a reduction of the
percentage of ownership to 19% and presented as
available for sale securities. The carrying amount
on the date of the divestment amounting to
Rp 419,138 million were recorded as cost. As of
December 31, 2008, unrealized loss amounting to
Rp 226,897 million, was presented as part of
equity.
Pada tahun 2009, seluruh investasi M8T telah
dijual kepada Centurion Asset Management
dengan harga jual sebesar Rp 211.413 juta yang
diterima tunai sebesar Rp 159.812 juta dan wesel
tagih sebesar Rp19.224 juta yang jatuh tempo
13 bulan setelah tanggal diterbitkan dan
Rp 32.377 juta yang jatuh tempo 6 bulan setelah
tanggal diterbitkan. Wesel tagih dicatat sebagai
piutang lain-lain (Catatan 10). Kerugian yang
direalisasi sebesar Rp 207.725 juta dicatat
sebagai kerugian pelepasan investasi.
In 2009, all investment in M8T was sold to
Centurion Asset Management with a net selling
price of Rp 211,413 million, which was received
through Rp 159,812 million cash and promissory
notes of Rp 19,224 million which will mature
thirteen months after the issuance date and
Rp 32,377 million which will mature six months
after the issuance date. The promissory notes are
recorded under other accounts receivable
(Note 10). The realized loss recognized amounting
to Rp 207,725 million is recorded under loss on
disposal of investment.
- 50 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
16. ASET TETAP DAN PROPERTI INVESTASI
16. PROPERTY AND EQUIPMENT AND
INVESTMENT PROPERTY
Aset Tetap
Property and Equipment
1 Januari/
January 1,
2009
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Partisi
Kendaraan bermotor
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor, instalasi
dan komunikasi
Peralatan operasional
Transportasi
Penyiaran
Penambahan/
Additions
Pengurangan
Deductions
31 Desember/
December 31,
2009
583.680
330.161
4.863
134.426
14.421
1.618
7.608
81
7.447
369
11.755
13.695
41
585.298
326.014
4.944
128.178
14.749
610.012
65.620
26.145
649.487
519.284
2.717.705
482.980
37.954
29.272
481.330
3.171.413
4.914.552
565.723
118.862
5.361.413
Aset dalam rangka
kerjasama
23.552
166
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor
Peralatan penyiaran
Peralatan kantor
Kendaraan sewa operasi
13.385
1.448
3.144
9.573
12.211
-
27.550
12.211
4.050
35.711
59.594
17.938
32.464
48.093
88.617
52.997
3.441
13.034
77.532
80.557
141.614
16.475
5.043.186
658.657
264.526
5.437.317
Subjumlah
Subjumlah
Aset dalam penyelesaian
Bangunan dan prasarana
Peralatan penyiaran
Subjumlah
Jumlah
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai
Pemilikan langsung
Bangunan
Partisi
Kendaraan bermotor
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor, instalasi
dan komunikasi
Peralatan operasional
Transportasi
Penyiaran
Subjumlah
Aset dalam rangka
kerjasama
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Peralatan penyiaran
Kendaraan sewa operasi
Subjumlah
1.866
2.184
-
Property and equipment under
joint venture
23.730
1.448
960
9.573
Leased assets
Vehicles
Office equipment
Broadcasting equipment
Operating lease vehicle
11.034
152
18.690
1.259
14.149
36
171.866
4.658
84.329
9.752
448.753
65.876
17.814
496.815
151.556
1.640.842
2.494.806
23.353
273.898
394.262
33.695
14.211
79.905
141.214
1.900.529
2.809.163
19.958
667
5.123
1.981
511
231
6.617
1.006
12
1.912
226
2.294
221
-
Subtotal
23.718
160.832
4.506
79.788
8.529
-
At cost
Direct acquisitions
Land
Buildings
Partitions
Vehicles
Machinery and equipment
Office equipment, installation
and communication
Operations equipment
Transportation
Broadcasting
Subtotal
Property and equipment under
construction
Building and infrastructure
Broadcasting equipment
Subtotal
Total
Accumulated depreciation and
impairment
Direct acquisitions
Buildings
Partitions
Vehicles
Machinery and equipment
Office equipment, installation
and communication
Operations equipment
Transportation
Broadcasting
Subtotal
20.625
Property and equipment under
joint venture
11.514
693
302
2.143
Leased assets
Vehicles
Office equipment
Broadcasting equipment
Operating lease vehicle
7.846
9.547
2.741
14.652
Jumlah
2.522.610
404.476
82.646
2.844.440
Total
Jumlah Tercatat
2.520.576
2.592.877
Net Carrying Value
- 51 -
Subtotal
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
1 Januari/
January 1,
2008
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Partisi
Kendaraan bermotor
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor, instalasi
dan komunikasi
Peralatan operasional
Transportasi
Penyiaran
Telekomunikasi
Subjumlah
Aset dalam rangka
kerjasama
Penambahan/
Additions
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pengurangan
Deductions
31 Desember/
December 31,
2008
500.387
357.517
4.663
126.927
17.089
151.108
17.999
200
27.992
13.728
67.815
45.355
20.493
16.396
583.680
330.161
4.863
134.426
14.421
717.160
248.181
355.329
610.012
341.396
2.284.299
3.023.208
276.912
447.209
15.011
99.024
13.803
3.038.219
519.284
2.717.705
-
7.372.646
1.198.340
3.656.434
4.914.552
23.455
97
-
23.552
13.385
1.448
3.144
9.573
Leased assets
Telecommunication
infrastructure
Vehicles
Broadcasting equipment
Office equipment
Operating lease vehicle
Infrastruktur telekomunikasi
Kendaraan bermotor
Peralatan penyiaran
Peralatan kantor
Kendaraan sewa operasi
812.599
11.995
2.754
3.275
-
415.199
5.274
9.573
1.227.798
3.884
1.306
131
-
Subjumlah
830.623
430.046
1.233.119
27.550
145.677
42.419
263.456
451.552
161.856
4.838
12.524
179.218
247.939
29.319
275.980
553.238
59.594
17.938
8.678.276
1.807.701
5.442.791
Jumlah
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai
Pemilikan langsung
Bangunan
Partisi
Kendaraan bermotor
Mesin dan peralatan
Peralatan kantor, instalasi
dan komunikasi
Peralatan operasional
Transportasi
Penyiaran
Telekomunikasi
Subjumlah
Aset dalam rangka
kerjasama
-
77.532
5.043.186
166.420
4.341
74.001
662
14.105
165
23.108
10.420
19.693
17.321
2.553
160.832
4.506
79.788
8.529
499.480
126.065
176.792
448.753
96.460
1.454.948
1.252.346
3.548.658
58.350
198.081
100.312
530.606
3.254
12.187
1.352.658
1.584.458
151.556
1.640.842
2.494.806
18.938
1.020
-
Subtotal
Property and equipment under
joint venture
Aset sewa pembiayaan
Aset dalam penyelesaian
Bangunan dan prasarana
Peralatan penyiaran
Peralatan telekomunikasi
Subjumlah
At cost
Direct acquisitions
Land
Buildings
Partitions
Vehicles
Machinery and equipment
Office equipment, installation
and communication
Operations equipment
Transportation
Broadcasting
Telecommunication
19.958
Aset sewa pembiayaan
Total
Accumulated depreciation and
impairment
Direct acquisitions
Buildings
Partitions
Vehicles
Machinery and equipment
Office equipment, installation
and communication
Operations equipment
Transportation
Broadcasting
Telecommunication
Subtotal
Property and equipment under
joint venture
Leased assets
Telecommunication
infrastructure
Vehicles
Office equipment
Broadcasting equipment
Operating lease vehicle
Infrastruktur telekomunikasi
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Peralatan penyiaran
Kendaraan sewa operasi
16.711
4.442
920
1.013
-
47.441
3.871
1.068
145
231
64.152
3.190
7
647
-
Subjumlah
23.086
52.756
67.996
7.846
Jumlah
3.590.682
584.382
1.652.454
2.522.610
Total
Jumlah Tercatat
5.087.594
2.520.576
Net Carrying Value
- 52 -
-
Subtotal
Property and equipment under
construction
Building and infrastructure
Broadcasting equipment
Telecommunication equipment
Subtotal
5.123
1.981
511
231
Subtotal
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Beban penyusutan sebesar Rp 401.463 juta
tahun 2009 dan Rp 514.389 juta tahun 2008.
Depreciation charged to operations amounting to
Rp 401,463 million in 2009 and Rp 514,389
million in 2008.
Beban pinjaman yang dikapitalisasi ke aset
dalam penyelesaian sebagai berikut:
Borrowing costs capitalized to property and
equipment under construction in progress were as
follows:
2008
Beban bunga dan keuangan
Kerugian kurs mata uang asing
44.005
1.398
Interest expense and financial charges
Loss on foreign exchange
Jumlah
45.403
Total
Dalam penambahan aset tetap tahun 2008,
termasuk aset tetap anak perusahaan yang
diakuisisi (Catatan 48) terdiri dari biaya perolehan
sebesar
Rp 50.711 juta
serta
akumulasi
penyusutan sebesar Rp 38.245 juta.
Additions to property and equipment in 2008
included property and equipment of acquired
subsidiaries (Note 48) consisting of acquisition
cost of Rp 50,711 million and accumulated
depreciation of Rp 38,245 million.
Dalam pengurangan aset tetap tahun 2008,
termasuk aset tetap anak perusahaan yang
didivestasi (Catatan 49) terdiri dari biaya
perolehan Rp 4.743.173 juta dan akumulasi
penyusutan Rp 1.580.169 juta.
Property and equipment deductions in 2008,
included property and equipment of a disposed
subsidiary (Note 49) consisting of acquisition cost
of Rp 4,743,173 million and accumulated
depreciation of Rp 1,580,169 million.
Aset tetap kerjasama merupakan aset tetap yang
dibiayai secara bersama-sama oleh RCTI dan
SCTV untuk kegiatan operasional siaran nasional
(nation wide). RCTI dan SCTV masing-masing
menanggung sebesar 50% biaya perolehan
stasiun relay yang dibangun bersama-sama
(Catatan 52b). RCTI, SCTV dan INDOSIAR juga
melakukan
perjanjian kerjasama kegiatan
operasional siaran nasional (nation wide) di
Jember, Madiun dan Banyuwangi. RCTI, SCTV
dan INDOSIAR masing-masing menanggung 1/3
biaya perolehan stasiun relay yang dibagi
bersama-sama (Catatan 52b).
Property and equipment under joint operations
represent assets financed by RCTI and SCTV for
nationwide operations. RCTI and SCTV will assume
50% each of the cost of all relay stations of the joint
operations (Note 52b). RCTI, SCTV and INDOSIAR
also have joint nationwide operations in Jember,
Madiun and Banyuwangi. RCTI, SCTV and
INDOSIAR assumed 1/3 each for the cost of
building relay stations (Note 52b).
Pada tahun 2008, GTS menurunkan nilai
beberapa peralatan operasional transportasi
sebesar Rp 8.859 juta untuk mencerminkan
jumlah terpulihkan aset tersebut. Penurunan nilai
aset tetap tersebut dicatat sebagai penambahan
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
In 2008, GTS impaired some of its transportation
equipment in the amount of Rp 8,859 million to
reflect the recoverable amount of the assets.
The impairment in value of property and
equipment
was credited to accumulated
depreciation and impairment.
Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan
dan prasarana dan peralatan penyiaran yang
sedang dibangun anak perusahaan yang
diperkirakan akan selesai pada tahun 2010.
Property and equipment under construction
represents building and infrastructure and
broadcasting equipment under installation by
subsidiaries, which are estimated to be completed
in 2010.
- 53 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Anak perusahaan memiliki beberapa bidang
tanah dengan hak legal berupa Hak Guna
Bangunan berjangka waktu 20 dan 30 tahun,
jatuh tempo antara tahun 2010 dan 2034.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah
dengan perpanjangan hak atas tanah karena
seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung
dengan bukti pemilikan yang memadai.
Subsidiaries own several parcels of land with
Building Use Rights for period of 20 to 30 years
until 2010 to 2034. Management believes that there
will be no difficulty in the extension of land rights
since the land were acquired legally and supported
by sufficient evidence of ownership.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, aset
tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap
risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
kepada beberapa perusahaan asuransi pihak
ketiga
sebesar
Rp
968.320
juta,
US$ 153.634.199 dan Euro 421.000 tahun 2009
dan Rp 727.525 juta, US$ 219.975.468 dan
Euro 421.000
tahun
2008.
Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
atas aset yang dipertanggungkan.
As of December 31, 2009 and 2008, the property
and equipment, except land, were insured against
risk of fire, theft and other possible risks with
several third party insurance companies for
Rp 968,320 million, US$ 153,634,199 and
Euro 421,000 in 2009 and Rp 727,525 million,
US$ 219,975,468 and Euro 421,000 in 2008.
Management believes that the insurance coverage
is adequate to cover possible losses on assets
insured.
Kecuali nilai aset GTS yang telah diturunkan
nilainya di tahun 2008, manajemen berkeyakinan
bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap
pada tahun 2009 dan 2008.
Except for impairment of GTS’s transportation
equipment in 2008, management believes that
there is no further impairment in the value of the
property and equipment for 2009 and 2008.
Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas
hutang bank dan pinjaman jangka panjang
(Catatan 19 dan 27), hutang sewa pembiayaan
dan hutang obligasi (Catatan 28).
The property and equipment are used as collateral
for bank loans and long-term loans (Notes 19
and 27), lease liabilities and bonds payable
(Note 28).
Properti Investasi
Investment Property
Merupakan peralatan penyiaran yang disewakan
kepada beberapa perusahaan penyiaran dengan
harga perolehan dan akumulasi penyusutan
masing-masing sebesar Rp 261.230 juta dan
Rp 74.558 juta pada tanggal 31 Desember 2009
dan Rp 169.281 juta dan Rp 38.693 juta pada
tanggal 31 Desember 2008.
Represents broadcasting equipment, which is
rented out to several broadcasting company, with
acquisition cost and accumulated depreciation
amounting to Rp 261,230 million and Rp 74,558
million, respectively, as of December 31, 2009 and
Rp 169,281 million and Rp 38,693 million,
respectively, as of December 31, 2008.
Beban penyusutan sebesar Rp 35.865 juta dan
Rp 25.837 juta masing-masing pada tahun 2009
dan 2008.
Depreciation expenses amounting to Rp 35,865
million and Rp 25,837 million in 2009 and 2008,
respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
seluruh properti investasi telah diasuransikan
bersama-sama dengan aset tetap.
As of December 31, 2009 and 2008, all investment
properties are insured together with property and
equipment.
- 54 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
17. GOODWILL
17. GOODWILL
Akun ini merupakan selisih lebih antara biaya
perolehan dan bagian Perusahaan dan anak
perusahaan atas nilai wajar aset bersih anak
perusahaan sebagai berikut:
Biaya Perolehan
PT. MNC Sky Vision
PT. Media Nusantara Citra Tbk
dan anak perusahaan
PT. Global Mediacom Tbk
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
PT. Infokom Elektrindo
dan anak perusahaan
Jumlah
Pengaruh selisih kurs penjabaran
Akumulasi amortisasi
Awal tahun
Amortisasi tahun berjalan
Eliminasi karena divestasi
Akhir tahun
Jumlah tercatat
This account represents the excess of acquisition
cost over the Company and its subsidiaries interest
in the fair value of the net assets of their respective
subsidiaries as follows:
2009
2008
1.591.527
1.591.527
738.342
267.949
12.124
738.342
267.949
12.124
10.172
10.172
2.620.114
2.620.114
62.997
160.439
Differences in foreign exchange
translation
274.509
132.933
-
270.912
156.719
(153.122)
Accumulated amortization
Beginning of year
Amortization for the year
Elimination due to divestment
407.442
274.509
2.275.669
2.506.044
Cost
PT. MNC Sky Vision
PT. Media Nusantara Citra Tbk
and its subsidiaries
PT. Global Mediacom Tbk
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
PT. Infokom Elektrindo
and its subsidiaries
Total
End of year
Net carrying amount
Amortisasi goodwill sebesar Rp 132.933 juta
tahun 2009 dan Rp 156.719 juta tahun 2008.
Amortization of goodwill amounting to Rp 132,933
million in 2009 and Rp 156,719 million in 2008.
Goodwill pada MNC tahun 2008, termasuk
goodwill dari akuisisi tambahan MNC sebesar
Rp 327.837 juta (Catatan 48) dan biaya historis
hak minoritas atas goodwill yang telah ada di
Linktone Ltd. sebesar Rp 57.882 juta.
Goodwill of MNC in 2008 includes goodwill arising
from additional acquisition of MNC amounting to
Rp 327,837 million (Note 48) and minority interest
at historical cost of the pre-existing goodwill in
Linktone Ltd. amounting to Rp 57,882 million.
Pengurangan goodwill termasuk goodwill milik
M8T dengan nilai tercatat Rp 212.250 juta yang
didivestasi pada tahun 2008 (Catatan 49).
Deduction in goodwill includes M8T’s goodwill with
carrying amount of Rp 212,250 million which was
divested in 2008 (Note 49).
- 55 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
18. ASET LAIN-LAIN
Uang muka sewa transmisi
dan menara
Aset restrukturisasi Cipta TPI
Beban tangguhan - bersih
Uang jaminan
Uang muka pengembangan usaha
Piutang hubungan istimewa dari
anak perusahaan
Lain-lain
Jumlah
18. OTHER ASSETS
2009
2008
171.548
103.500
97.037
37.157
32.404
101.005
103.500
94.264
37.211
32.343
13.550
58.261
53.389
57.013
513.457
478.725
Advances for transmission rental
and tower
Restructuring asset of Cipta TPI
Deferred charges - net
Security deposits
Advances for business development
Receivable from a related party of
subsidiary
Others
Total
MNC mempunyai aset restrukturisasi Cipta TPI
sebesar Rp 103.500 juta yang akan digunakan
dalam rangka investasi pada bidang media dan
penyiaran.
MNC had restructuring asset of Cipta TPI
amounting to Rp 103,500 million, which will be
used for investments in the media and
broadcasting business.
Beban tangguhan terutama biaya insentif
sehubungan dengan perolehan pelanggan TV
berbayar. Beban tangguhan lainnya terdiri dari
hak atas tanah, hak pengelolaan gedung dan
biaya tangguhan lainnya. Pada tahun 2009 dan
2008, amortisasi beban tangguhan masingmasing adalah sebesar Rp 37.570 juta dan
Rp 87.413 juta.
The deferred charges mainly represent incentive
expense incurred in relation to the pay TV
subscriber acquisition. Other deferred charges
consist of landrights, property rights and other
deferred charges. In 2009 and 2008, amortization
expense of deferred charges amounting to
Rp 37,570 million and Rp 87,413 million,
respectively.
Anak perusahaan membayar uang jaminan
terutama untuk pembelian program, pembelian
bahan baku kertas, sewa transponder, sewa
kantor dan pemakaian telepon kepada pihak
ketiga.
The subsidiaries paid guarantee deposits mainly
for purchases of program, purchases of paper
materials, transponder rental, office rental and
telephone utilization to third parties.
MNCSV memiliki piutang di luar usaha dengan
pihak hubungan istimewa MNCSV, yang timbul
terutama dari biaya yang dibayarkan terlebih
dahulu oleh MNCSV dan tidak dikenakan bunga.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, tidak
terdapat penyisihan piutang ragu-ragu atas
piutang tersebut karena manajemen anak
perusahaan yakin bahwa seluruh piutang tersebut
dapat ditagih.
MNCSV has non-interest bearing non-trade
accounts receivable from MNCSV’s related party
arising mainly from expense paid in advance by
MNCSV. As of December 31, 2009 and 2008,
no allowance for doubtful account was provided on
such receivable as the subsidiary’s management
believes that all such receivable are collectible.
- 56 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
19. HUTANG BANK
19. BANK LOANS
2009
2008
Standard Chartered Bank
Bank Rakyat Indonesia
Bank Syariah Mandiri
Bank Central Asia (Catatan 27)
Bank CIMB Niaga
Bank Panin
Bank Mandiri
278.283
40.033
28.200
15.416
4.000
3.899
3.000
220.000
18.000
32.850
36.438
1.500
3.075
-
Standard Chartered Bank
Bank Rakyat Indonesia
Bank Syariah Mandiri
Bank Central Asia (Note 27)
Bank CIMB Niaga
Bank Panin
Bank Mandiri
Jumlah
372.831
311.863
Total
Standard Chartered Bank
Standard Chartered Bank
Pada tanggal 17 Oktober 2008, RCTI,
memperoleh fasilitas Bridging Loan Facility
sebesar Rp 220.000 juta dan Revolving Credit
Facility sebesar Rp 30.000 juta, dengan tingkat
bunga sebesar cost of fund + 3% per tahun dan
jatuh tempo pada tanggal 17 September 2009
dan telah diperpanjang sampai dengan
30 September 2010. Pinjaman ini dijamin dengan
tanah seluas 96.826 m2 di Jakarta Barat
(Catatan 16). Pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008, saldo terhutang dari fasilitas ini
masing-masing adalah sebesar Rp 220.000 juta.
On October 17, 2008, RCTI, obtained a Bridging
Loan Facility of Rp 220,000 million and Revolving
Credit Facility of Rp 30,000 million which bear
interest of cost of fund + 3% per annum and was
due on September 17, 2009 and has been
extended up to September 30, 2010. These loans
are secured by land with total area of 96,826
square meters located in West Jakarta (Note 16).
As of December 31, 2009 and 2008, the
outstanding balance of loan from these facilities
amounting to Rp 220,000 million, respectively.
Pada tahun 2009, MNCSV memperoleh fasilitas
Letter of Credit (LC) berjangka dan atas unjuk
dengan maksimum sebesar US$ 28.000.000 dan
tingkat suku bunga sebesar 1% - 6% per tahun.
Fasilitas akan jatuh tempo pada 3 Agustus 2010.
Pada tanggal 31 Desember 2009, saldo fasilitas
LC ini adalah sebesar US$ 6.200.304, setara
dengan Rp 58.283 juta.
In 2009, MNCSV obtained a usance and/or sight
Letter of Credit (L/C) facility with a maximum
amount of US$ 28,000,000, and bears interest at
a rate ranging from 1% - 6% per annum. The
facility will mature on August 3, 2010. As of
December 31, 2009, the outstanding L/C facility
amounting to US$ 6,200,304 or equivalent to
Rp 58,283 million.
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Pada tanggal 26 Desember 2008, MNI
memperoleh
fasilitas
pinjaman
dengan
maksimum pinjaman sebesar Rp 18.000 juta
dengan tingkat bunga 14,5% per tahun, jatuh
tempo 26 Desember 2009. Fasilitas pinjaman ini
diperpanjang hingga tanggal 26 Desember 2010
dengan tingkat bunga sebesar 9% per tahun.
Pada tanggal 3 September 2009, MNI mendapat
tambahan fasilitas dengan maksimum pinjaman
sebesar Rp 4.750 juta. Fasilitas ini dikenakan
bunga sebesar 11,25% per tahun, dan akan jatuh
tempo pada tanggal 3 September 2010.
Pinjaman ini dijamin dengan deposito berjangka
milik MNI sebesar Rp 18.750 juta (Catatan 5).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
saldo hutang untuk fasilitas ini masing-masing
sebesar Rp 20.033 juta dan Rp 18.000 juta.
On December 26, 2008, MNI obtained a loan
facility with a maximum amount of Rp 18,000
million and interest at 14.5% per annum, which
matured on December 26, 2009. This loan facility
has been extended until December 26, 2010 with
interest at 9% per annum. On September 3, 2009,
MNI obtained an additonal new loan facility with a
maximum amount of Rp 4,750 million and interest
at 11.25% per annum, which will be due on
September 3, 2010. The loan is secured by time
deposit owned by MNI amounting to Rp 18,750
million (Note 5). As of December 31, 2009 dan
2008, the outstanding loan from this facility
amounting to Rp 20,033 million and Rp 18,000
million, respectively.
- 57 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
GIB memperoleh fasilitas kredit jangka pendek
dari Bank Rakyat Indonesia berupa fasilitas
rekening koran dengan jumlah maksimum
Rp 12.000 juta dan Rp 8.000 juta yang masingmasing jatuh tempo tanggal 5 Juni 2010 dan
3 Juli 2010. Fasilitas ini dikenakan bunga 11,5%
dan 12% per tahun. Fasilitas kredit yang
diperoleh dari Bank Rakyat Indonesia dijamin
dengan deposito berjangka milik MNC sebesar
Rp 20.430 juta (Catatan 5). Pada tanggal
31 Desember 2009, saldo terhutang dari fasilitas
ini adalah sebesar Rp 20.000 juta.
GIB obtained short-term loan facilities from Bank
Rakyat Indonesia, which consist of overdraft
facilities with a maximum credit amounting to
Rp 12,000 million and Rp 8,000 million, which will
be due on June 5, 2010 and July 3, 2010,
respectively. The loan facilities bear interest of
11.5% and 12% per annum and secured by time
deposit owned by MNC amounting to Rp 20,430
million (Note 5). As of December 31, 2009, the
outstanding balance of these facilities amounting
to Rp 20,000 million.
Bank Syariah Mandiri
Bank Syariah Mandiri
IAT, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari
Bank Syariah Mandiri maksimum sebesar
US$ 3.000.000, jangka waktu 12 bulan jatuh
tempo 31 Oktober 2008 dengan tingkat bunga
sebesar 9,5% per tahun dan telah diperpanjang
sampai dengan 30 April 2010. Pinjaman ini
dijamin dengan piutang usaha, 2 unit pesawat
Beechcraft 1900D (PK-TRX dan PK-TRW), 1 unit
pesawat BAC 1-11 (PK-TRU), 1 unit helikopter
Dauphin tipe 365N2 (PK-TSW) dan 1 unit
helikopter Dauphin tipe SA-365C2 (PK-TRE)
(Catatan 6 dan 16).
IAT, obtained a working capital credit facility from
Bank Syariah Mandiri with a maximum amount of
US$ 3,000,000, with a term of 12 months, due on
October 31, 2008 and with interest rate of 9.5%
per annum and has been extended until April 30,
2010. This facility is secured by trade receivables,
2 unit of Beechcraft 1900D aircraft (PK-TRX and
PK-TRW), 1 unit BAC 1-11 aircraft (PK-TRU),
1 unit Dauphin helicopter type 365N2 (PK-TSW)
and 1 unit Dauphin helicopter type SA-365C2
(PK-TRE) (Notes 6 and 16).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
saldo hutang untuk fasilitas ini masing-masing
sebesar Rp 28.200 juta dan Rp 32.850 juta.
As of December 31, 2009 and 2008, the
outstanding loan of this facility amounting to
Rp 28,200 million and Rp 32,850 million,
respectively.
Sehubungan dengan fasilitas kredit tersebut, IAT
diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu
yang harus mendapat persetujuan tertulis atau
wajib dilaporkan secara tertulis kepada Bank
Syariah Mandiri.
In relation to such credit facility, IAT is restricted
by certain covenants, which require written
approval from or have to be reported to Bank
Syariah Mandiri.
Bank CIMB Niaga
Bank CIMB Niaga
CMI memperoleh pinjaman tetap dari Bank CIMB
Niaga sebesar Rp 7.000 juta jatuh tempo tanggal
4 Mei 2010 dan dapat diperpanjang. Tingkat
bunga pinjaman adalah sebesar 14,25% per
tahun. Pinjaman ini dijamin dengan deposito
berjangka milik MNC sebesar Rp 4.000 juta pada
tahun 2009 dan dengan deposito atas nama CMI
sebesar Rp 1.957 juta pada tahun 2008
(Catatan 5).
CMI obtained a fixed loan facility from Bank CIMB
Niaga amounting to Rp 7,000 million which will
mature on May 4, 2010 and is extendable. Interest
rate is 14.25% per annum. The loan is secured by
time deposit owned by MNC of Rp 4,000 million in
2009 and by time deposit owned by CMI of
Rp 1,957 million in 2008 (Note 5).
- 58 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Bank Panin
Bank Panin
Pada tanggal 4 Nopember 2008, CMI,
memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Panin
dengan maksimum sebesar Rp 4.000 juta.
Tingkat bunga 15% per tahun dengan jangka
waktu 1 tahun dan dapat diperpanjang. Pinjaman
ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik
2
CMI seluas 382 m di Duren Tiga, Jakarta
Selatan (Catatan 16).
On November 4, 2008, CMI, obtained a loan
facility from Bank Panin with a maximum amount
of Rp 4,000 million. Interest rate at 15% per
annum with a term of 1 year and is extendable.
The loan is secured by land and building owned
by CMI with an area of 382 square meters,
located at Duren Tiga, South Jakarta (Note 16).
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Pada tahun 2009, Infokom memperoleh
pinjaman modal kerja dari Bank Mandiri dengan
maksimum pinjaman sebesar Rp 3.000 juta
dengan tingkat bunga sebesar 14,5% per tahun
yang dijamin dengan piutang usaha, persediaan
dan aset tetap milik Infokom dan akan jatuh
tempo pada bulan April 2010 (Catatan 6, 11
dan 16).
In 2009, Infokom obtained a loan facility from
Bank Mandiri with a maximum amount of
Rp 3,000 million, bears interest at 14.5% per
annum and secured by Infokom’s trade
receivables, inventories and equipment. The loan
will be due in April 2010 (Notes 6, 11 and 16).
Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan dan
anak perusahaan telah melakukan pembayaran
pokok dan bunga pinjaman sesuai dengan jadwal
pembayaran dan memenuhi pembatasanpembatasan yang ditentukan dalam perjanjian
pinjaman.
Management believes that Company and its
subsidiaries had paid the principal loans and
interest expense in accordance with the schedule
of payments and have fulfilled the restrictions as
stipulated in the loan agreement.
20. WESEL BAYAR
20. NOTES PAYABLE
Pada bulan Desember 2009, Perusahaan
menerbitkan wesel bayar kepada Starlight Ltd.
sebesar Rp 159.000 juta dengan tingkat bunga
3% per tahun. Jatuh tempo pada tanggal 3 dan
7 Desember 2010.
In December 2009, the Company issued notes
payable to Starlight Ltd. amounting to Rp 159,000
million, with interest rate of 3% per annum. These
notes will mature on December 3 and 7, 2010.
Pada bulan Oktober 2009, IAT menerbitkan wesel
bayar kepada Oxley Capital Investments Ltd
sebesar Rp 15.800 juta dengan tingkat bunga 3%
per
tahun,
jatuh tempo pada tanggal
31 Desember 2010.
In October 2009, IAT issued notes payable to
Oxley Capital Investments Ltd amounting to
Rp 15,800 million, with interest rate of 3% per
annum, which will mature on December 31, 2010.
Pada tanggal 14 Mei 2008, IAT menerbitkan
wesel bayar sebesar US$ 2.400.000 dan
memperpanjang wesel bayar Rp 8.000 juta
kepada Formosa Group Limited masing-masing
jangka waktu 3 bulan dengan tingkat bunga 9%
dan 16% per tahun. Kedua wesel bayar telah
beberapa kali diperpanjang dan akan jatuh tempo
pada tanggal 30 Januari 2009 dan 14 Pebruari
2009 masing-masing untuk wesel bayar Rupiah
dan Dollar AS. Pada tanggal 31 Desember 2008,
jumlah hutang wesel bayar IAT kepada Formosa
Group Limited sebesar Rp 32.080 juta yang
terdiri dari wesel bayar sebesar US$ 2.400.000
dan Rp 5.800 juta. Pada bulan Januari 2009,
seluruh wesel bayar telah diselesaikan.
On May 14, 2008, IAT issued new promissory
notes to Formosa Group Limited amounting to
US$ 2,400,000 and extended the Rp 8,000 million
notes, both notes with a term of 3 months, and
interest rate of 9% and 16% per annum,
respectively. Both promissory notes were extended
several times and had maturity dates on
January 30, 2009 and February 14, 2009 for notes
in Rupiah and US Dollar currencies, respectively.
As of December 31, 2008, IAT’s notes payable to
Formosa Group Limited totalled Rp 32,080 million
which consist of US$ 2,400,000 and Rp 5,800
million. In January 2009, all notes had been
settled.
- 59 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
21. HUTANG USAHA
21. TRADE ACCOUNTS PAYABLE
2009
a. Berdasarkan segmen usaha
Pihak hubungan istimewa
Media berbasis konten dan iklan
Infrasatruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Jumlah
Pihak ketiga
Media berbasis konten dan iklan
Media berbasis pelanggan
Transportasi
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Jumlah
Jumlah
b. Berdasarkan mata uang
Rupiah
US Dollar
Euro
Yen
Lainnya
Jumlah
2008
14.130
14.130
65.603
559.442
109.529
27.309
514.466
109.917
49.795
10.031
30.206
706.311
704.384
720.441
769.987
486.708
226.801
6.374
558
499.942
235.722
21.652
12.409
262
720.441
769.987
22. HUTANG NASABAH
Jumlah
Total
Total
b. By currency
Rupiah
US Dollar
Euro
Yen
Others
Total
23. OTHER ACCOUNTS PAYABLE
2009
Jumlah
Third parties
Content and advertisement media
Subscriber based media
Transportation
Telecommunications infrastructure
and information technology
This account includes liabilities to third parties
arising from securities transactions involving
managing customers’ funds, other customers’
deposits, and other financing transactions.
23. HUTANG LAIN-LAIN
Pihak ketiga
Biaya operasional
Pembelian aset tetap
Jasa profesional
Lainnya (masing-masing dibawah 5%
dari jumlah)
Total
22. PAYABLE TO CUSTOMERS
Akun ini termasuk kewajiban kepada pihak ketiga
yang timbul dari transaksi perdagangan efek
yang dilakukan untuk pengelolaan dana nasabah,
deposito nasabah dan transaksi pembiayaan
lainnya.
Pihak hubungan istimewa
Biaya operasional
a. By business segment
Related parties
65.511
Content and advertisement media
Telecommunications infrastructure
92
and information technology
2008
28.067
1.657
18.881
12.413
5.923
5.719
94
33.085
75.778
60.812
112.995
99.710
141.062
101.367
- 60 -
Related parties
Operational expenses
Third parties
Operational expenses
Purchase of property and equipment
Professional service
Others (each account below 5%
of total)
Total
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
24. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
24. UNEARNED REVENUES
,
2009
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Media berbasis pelanggan
Media berbasis konten dan iklan
Sewa
Jumlah
2008
67.016
30.908
22.602
-
69.197
44.544
23.285
50
120.526
137.076
25. HUTANG PAJAK
Jumlah
Total
25. TAXES PAYABLE
2009
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26
Anak perusahaan
Pajak penghasilan pasal 29
Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 4 (2)
Pajak transaksi penjualan saham
Pajak pertambahan nilai - bersih
Lainnya
Telecommunications infrastructure
and information technology
Subscribers based media
Content and advertising based media
Rental
2008
312
24
1.412
2.098
2.205
79.195
14.342
18.743
16.390
23.990
37.470
343
206
126.342
12.798
26.165
12.470
19.399
33.763
235
916
112.907
18.676
The Company
Income taxes
Article 21
Article 23
Article 26
The subsidiaries
Income tax article 29
Income taxes
Article 21
Article 23
Article 25
Article 26
Article 4 (2)
Tax on trading of equity securities
Value added tax - net
Others
315.813
244.588
Total
-
26. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
26. ACCRUED EXPENSES
2009
2008
Biaya operasional
Bunga
Biaya bagi hasil
Sewa
Gaji dan program pensiun
Program pensiun
Biaya perbaikan dan pemeliharaan
Konsultan
Lain-lain
176.487
63.090
60.206
4.924
3.553
3.237
1.557
45.101
120.152
73.787
17.725
3.737
18.014
288
24.320
123.136
Operational expenses
Interest
Profit sharing
Rent
Salaries and pension plan
Pension plan
Repairs and maintenance
Consultant
Others
Jumlah
358.155
381.159
Total
- 61 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
27. PINJAMAN JANGKA PANJANG
Lehman Brothers Commercial
Corporation Asia Limited
Bank Muamalat Indonesia
Bank Central Asia
Bank Syariah Mandiri
Bank Negara Indonesia (Persero)
Bank Sinarmas
Bank DKI Unit Syariah
Bank Permata
Bank Agroniaga
Bank Bukopin
Bank Eksekutif Internasional
Lainnya
Jumlah
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun
Bagian jangka panjang
27. LONG-TERM LOANS
2009
2008
705.000
160.886
118.973
84.412
28.057
16.583
12.925
12.715
10.839
4.183
821.250
204.316
214.795
100.247
39.446
41.826
20.531
13.644
4.787
10.000
9.275
2.322
1.154.573
(214.923)
1.482.439
(356.651)
Total
Current portion
939.650
1.125.788
Long-term portion
Lehman Brothers Commercial
Corporation Asia Limited
Bank Muamalat Indonesia
Bank Central Asia
Bank Syariah Mandiri
Bank Negara Indonesia (Persero)
Bank Sinarmas
Bank DKI Unit Syariah
Bank Permata
Bank Agroniaga
Bank Bukopin
Bank Eksekutif Internasional
Others
Lehman Brothers Commercial Corporation Asia
Limited
Lehman Brothers Commercial Corporation Asia
Limited
Berdasarkan Secured Facility Agreement tanggal
18 Desember 2007, MNCSV memperoleh fasilitas
pinjaman berjangka dari Lehman Brothers
Commercial Corporation Asia Limited (kreditur)
sebesar US$ 75.000.000 dengan jangka waktu
44 bulan, terhitung sejak tanggal pinjaman
diberikan. Tingkat bunga pinjaman per tahun
sebesar 2% + LIBOR, yang dibayar setiap tiga
bulan. Pinjaman ini akan dipergunakan untuk
ekspansi usaha Pay TV di Indonesia dan/atau
untuk membayar biaya yang timbul sehubungan
pinjaman ini.
Based on Secured Facility Agreement dated
December 18, 2007, MNCSV obtained term loan
facility from Lehman Brothers Commercial
Corporation Asia Limited (the Lender) amounting
to US$ 75,000,000. The facility will mature in
44 months since the first utilization date and bears
interest rate of 2% + LIBOR, which is payable
quarterly. MNCSV shall apply all amounts
borrowed towards the expansion of the Pay TV
Business in Indonesia and/or the payment of any
facility related fees.
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, MNCSV
harus memenuhi beberapa persyaratan, antara
lain:
Based on the loan agreement, MNCSV shall fulfill
certain requirements, among others, as follows:
a.
a.
MNCSV harus menjaga rasio antara Jumlah
Hutang (tidak termasuk hutang untuk
pengembangan pengadaan satelit) terhadap
Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan
dan Amortisasi (tidak termasuk pembayaran
hutang untuk pengadaan satelit) pada
periode tertentu.
- 62 -
MNCSV shall maintain the ratio of Total Debt
(excluding the Satellite Procurement Liability)
to Earnings Before Interest, Tax, Depreciation
and Amortization (excluding the Satellite
Procurement Payment) in respect of the
relevant period.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
b.
Sehubungan dengan fasilitas tersebut,
MNCSV dan perusahaan-perusahaan lain
dalam kelompoknya diwajibkan memenuhi
batasan-batasan tertentu dimana tidak
diperbolehkan
menjual,
memberikan,
mengalihkan atau melepas aset miliknya dan
piutang
dengan
perjanjian
recourse,
memisahkan diri dan bergabung dengan
perusahaan
lain
atau
melakukan
perombakan, merubah lini bisnis secara
subtansial, membeli bisnis lain, membagikan
dan mengumumkan deviden, melakukan
transaksi derivative, menerbitkan saham
kecuali penawaran umum saham perdana
seperti yang diatur dalam perjanjian waran,
memberikan opsi, waran atau hal lain
kepada pihak lain untuk memperoleh saham
MNCSV dan saham perusahaan lain dalam
group Bhakti.
b.
Related to the facilities, MNCSV and other
members of the Group are restricted by
certain covenants, which shall not sell, assign,
transfer or otherwise dispose their assets and
the their receivables on recourse terms, enter
into any amalgamation, demerger, merger or
coporate reconstruction, make substantial
change to the general nature of the business,
acquire any other business, pay and declare
any dividends distribution, enter into any
derivative transaction, issue any shares, other
than initial public offering pursuant to the
warrant agreement, grant to any person any
option, warrant or other right to call for the
issue or allotment of, subscribe for, purchase
or otherwise acquire any share of MNCSV and
any member of Bhakti group.
c.
MNCSV dan perusahaan-perusahaan lain
dalam
grup,
harus
mengasuransikan
hartanya kepada perusahaan asuransi
dengan reputasi baik dan membayar pajak
tepat waktu dan menaati semua peraturan
pajak tanpa terkena sanksi.
c.
MNCSV and other members in the Group
shall maintain insurance on assets with
reputable insurance companies and Duly and
punctually pay and discharge all taxes
imposed or its assets within the time period
allowed without incurring penalties.
Pinjaman ini dijamin dengan jaminan saham
sebagai berikut:
The collaterals for this facility are as follows:

Saham MNCSV yang dimiliki oleh Mediacom
sebanyak 2.277.237.777 saham dengan
jumlah nilai nominal Rp 227.724 juta.

MNCSV’s shares owned by Mediacom,
with a total of 2,277,237,777 shares
representing an aggregate nominal value
of Rp 227,724 million.

Saham PT. Mediacitra Indostar yang dimiliki
oleh PT. Datakom Asia sebanyak 68.000
saham dengan jumlah nilai nominal
Rp 68.000 juta.

PT. Mediacitra Indostar’s shares owned
by PT. Datakom Asia, with a total of
68,000 shares representing an aggregate
nominal value of Rp 68,000 million.

Saham
MNCSV
yang
dimiliki
oleh
Perusahaan sebanyak 893.034.423 saham
dengan jumlah nilai nominal Rp 89.303 juta.

MNCSV’s shares owned by the
Company, with a total of 893,034,423
shares
representing an aggregate
nominal value of Rp 89,303 million.
- 63 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia
a. Pada tanggal 31 Desember 2008, IAT
memperoleh fasilitas pinjaman sebagai
berikut:
a. As of December 31, 2008, IAT loan facilities
are as follows:
Saldo per tanggal
31 Desember 2008/
Balance as of
December 31, 2008
Facilitas/
Facilities
US$
Marjin/
Margin
US$
Modal Kerja Waad dan
Al Murabahah
5.200.000
580.000
1.736.200
193.300
42.083
Al Murabahah
1.120.000
275.000
8.770
Al Murabahah dan
Al Murabahah
3.335.000
1.545.000
818.776
379.210
39.026
Al Murabahah and
Al Murabahah
Modal Kerja Waad
3.150.000
1.051.590
26.917
Waad's Working Capital
Modal Kerja Waad
1.000.000
144.448
6.718
Waad's Working Capital
Jumlah
123.514
Waad's Working Capital and
Al Murabahah
Al Murabahah
Total
b. Seluruh fasilitas di atas pada bulan Mei 2009
direstrukturisasi
dengan
fasilitas
AI
Musyarakah sebesar US$ 11.445.540, jangka
waktu pengembalian 60 bulan dengan marjin
sebesar US$ 3.580.020 yang diangsur secara
bulanan.
b. All of the above facilities were restructured in
May 2009 into Al Musyarakah facility
amounting to US$ 11,445,540, with a period of
60 months and margin amounting to
US$ 3,580,020 payable on a monthly basis.
Pada tanggal 31 Desember 2009, saldo
hutang untuk fasilitas ini adalah sebesar
Rp 107.285 juta.
As of December 31, 2009, the outstanding
balance from this facility amounting to
Rp 107,285 million.
c. Pada bulan April 2009, IAT mendapat fasilitas
pembiayaan Al Musyarakah dengan pagu
sebesar Rp 34.800 juta dengan jangka waktu
60 bulan. Pada tanggal 31 Desember 2009,
saldo hutang untuk fasilitas ini adalah
sebesar Rp 30.247 juta.
c. In April 2009, IAT obtained Al Musyarakah
financing facility with a credit limit of
Rp 34,800 million and a term of 60 months.
As of December 31, 2009, the outstanding
balance from this facility amounting to
Rp 30,247 million.
Seluruh pinjaman di atas dijamin dengan 3 unit
pesawat Fokker 50 (PK-TSN, PH-TSO dan PKTSP), 2 unit pesawat ATR 42-300 (PK-TSY dan
PK-TSZ), tanah dan bangunan yang terletak di
Balikpapan (Catatan 16).
The above loans are secured by 3 units of Fokker
50 aircraft (PK-TSN, PH-TSO and PK-TSP),
2 units of ATR 42-300 aircraft (PK-TSY and PKTSZ), land and building located in Balikpapan
(Note 16).
Sehubungan dengan fasilitas tersebut, IAT
diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu
yang harus mendapat persetujuan tertulis dari
Bank
Muamalat
Indonesia,
antara
lain
membubarkan IAT, meminta dinyatakan pailit,
mengubah pengurus dan pemegang saham.
In relation to above credit facilities, IAT is
restricted by certain covenants, among others,
without written approval from Bank Muamalat
Indonesia, to liquidate IAT and to change IAT
management and stockholders.
- 64 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
d. Pada tanggal 16 Maret 2005, BFin
memperoleh
fasilitas
pembiayaan
Mudharabah dengan maksimum sebesar
Rp 30.000 juta, jangka waktu 48 bulan
terhitung sejak 17 Maret 2005 sampai dengan
17 Maret 2009. Pembiayaan ini dijaminkan
seluruhnya dengan piutang pembiayaan
konsumen (Catatan 9).
d. On March 16, 2005, BFin obtained
“Mudharabah” financing facilities with a
maximum amount of Rp 30,000 million and a
period of 48 months starting from March 17,
2005 until March 17, 2009. This loan is
secured by all of the consumer financing
receivables (Note 9).
Sehubungan dengan plafon fasilitas yang
sudah habis, terdapat perpanjangan fasilitas
II dengan maksimum penarikan sebesar
Rp 40.000 juta untuk periode 28 Juni 2006
sampai dengan 28 Juni 2010 dan fasilitas III
dengan maksimum
penarikan sebesar
Rp 60.000 juta untuk periode Juni 2007
sampai dengan Juni 2011.
Certain facilities were expired and extended to
facility II with a maximum amount of Rp 40,000
million for a period from June 28, 2006 up to
June 28, 2010 and extended to facility III with
a maximum amount to be availed of Rp 60,000
million for the period from June 2007 to June
2011.
Perjanjian pembiayaan ini disepakati dengan
melakukan bagi hasil sesuai dengan nisbah
yang disepakati bersama.
The financing agreement states that there will
be a sharing of income which is in accordance
with the agreed ratio in the agreement.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
saldo hutang untuk fasilitas tersebut diatas
masing-masing adalah sebesar Rp 7.851 juta
dan Rp 32.223 juta.
As of December 31, 2009 and 2008, the
outstanding balance from
this facility
amounting to Rp 7,851 million and Rp 32,223
million, respectively.
e. Pada tanggal 15 Juli 2008, BFin, memperoleh
2
(dua)
Fasilitas
Pembiayaan
Pola
Channeling dengan rincian sebagai berikut:
e. On July 15, 2008, BFin obtained 2 (two)
channeling financing facilities with the
following details:

Fasilitas pembiayaan Al Musyakarah II
dengan plafon Rp 50.000 juta sebagai
modal kerja pembiayaan konsumen
dengan sistem bagi hasil dari pendapatan
yang diterima dari hasil pembiayaan
kepada konsumen dengan jangka waktu
selama 72 bulan termasuk kelonggaran
tarik selama 12 bulan, dengan jangka
waktu pembiayaan end user maksimum
60 bulan.

Al Musyarakah II financing facility with a
maximum amount of Rp 50,000 million to
finance the working capital for BFin
consumer financing activities, applying
profit sharing system on revenues to be
earned from this consumer financing. This
facility has a term of 72 months including
grace period of 12 months, with maximum
financing term of 60 months to end user.

Fasilitas pembiayaan Al Murabahah I
dengan Plafon Rp 40.583 juta dengan
margin Rp 7.555 juta untuk modal kerja
pembiayaan konsumen dengan jangka
waktu selama 46 bulan.

Al Murabahah I financing facility with a
maximum amount of Rp 40,583 million
and a margin of Rp 7,555 million to
finance the working capital for consumer
financing activities with a term of
46 months.
Fasilitas pinjaman modal kerja ini dijamin
dengan aset yang dibiayai dari fasilitas
pinjaman yang diperoleh (Catatan 9).
These working capital financing facilities are
guranteed by the assets financed from these
facilities (Note 9).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
saldo hutang fasilitas ini masing-masing
Rp 15.503 juta dan Rp 48.579 juta.
As of December 31, 2009 and 2008, the
outstanding balance from these facilities
amounting to Rp 15,503 million and Rp 48,579
million, respectively.
- 65 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Bank Central Asia
Bank Central Asia
a.
Pada tahun 2005, Infokom memperoleh
fasilitas kredit investasi sebesar Rp 106.000
juta untuk pembiayaan pembangunan
stasiun transmisi, jangka waktu 5 tahun
dengan tingkat bunga 15,75% per tahun.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah,
bangunan, stasiun transmisi, piutang dan
saham
Infokom.
Pada
tanggal
31 Desember 2009 dan 2008, hutang
Infokom
kepada BCA masing-masing
sebesar Rp 34.299 juta dan Rp 47.607 juta.
a.
In 2005, Infokom obtained investment credit
facility for development of transmission
station amounting to Rp 106,000 million, with
a term of 5 years and interest rate of 15.75%
per annum. The loan is secured by Infokom’s
land,
buildings,
transmission
station,
receivable and ownership shares of Infokom.
As of December 31, 2009 and 2008,
Infokom’s loans payable to BCA amounting to
Rp 34,299 million and Rp 47,607 million,
respectively.
b.
Pada tahun 2007, MNCSV memperoleh
fasilitas pinjaman dari BCA sebagai berikut:
b.
In 2007, MNCSV obtained credit facilities from
BCA, as follows:

Fasilitas kredit investasi I sebesar
Rp 90.000 juta, jatuh tempo 1 Mei 2012.

Investment Credit Facility I amounting to
Rp 90,000 million, will be due on May 1,
2012.

Fasilitas kredit investasi II sebesar
Rp 90.000 juta, jatuh tempo 7 Juni 2011.

Investment Credit Facility II amounting to
Rp 90,000 million, will be due on June 7,
2011.

Fasilitas
kredit
rekening
koran
maksimum Rp 10.000 juta miliar sampai
dengan tanggal 25 April 2009 dan tidak
diperpanjang lagi.

Overdraft facility with a maximum amount
of Rp 10,000 million with a term up to
April 25, 2009 and is not extended.


Fasilitas letter of credit (usance dan
sight L/C) maksimum US$ 6.000.000
sampai dengan tanggal 25 April 2009
(Catatan 19).
Letter of credit facility (usance and sight
L/C) with a maximum amount of
US$ 6,000,000 and term up to April 25,
2009 (Note 19).
Tingkat bunga pinjaman berkisar antara
10% - 11,5% per tahun.
The credit facilities bear interest rates ranging
from 10% - 11.5% per annum.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan
bangunan berupa gedung Wisma Indovision
milik DKA; mesin dan peralatan siar senilai
Rp 212.304 juta milik MNCSV yang terletak
di Wisma Indovision (Catatan 16) dan
jaminan dari Mediacom dengan jumlah tidak
melebihi Rp 250.000 juta.
The loan is secured by land and building of
Wisma
Indovision
owned
by
DKA;
broadcasting
equipment
amounting
to
Rp 212,304 million owned by MNCSV at
Wisma Indovision (Note 16) and corporate
guarantee of Mediacom with amount not
exceeding Rp 250,000 million.
Tanpa persetujuan tertulis dari BCA, MNCSV
tidak diperkenankan antara lain: memperoleh
pinjaman baru kecuali untuk pengadaan
transponder satelit dan transaksi dengan
pihak atau perusahaan afiliasi; memberikan
pinjaman kepada pihak lain, kecuali dalam
rangka menjalankan usaha; mengajukan
permohonan
pailit
atau
penundaan
pembayaran kepada pengadilan; melakukan
investasi diluar bisnis inti; menjual aset
tetap;
melakukan merger;
melakukan
perubahan
usaha;
membagikan
dan
mengumumkan
pembagian
dividen;
mengubah anggaran dasar dan pemegang
saham; dan melakukan penurunan modal
disetor.
Without written consent from BCA, MNCSV is
restricted to, among other things; obtain new
loans except for satellite transponder supply
and transaction with affiliated party or
company; grant loans, except in the normal
course of business; propose a bankruptcy or
delay payment to the court; invest in noncore
business; dispose of assets; undertake merger;
change the business; distribute and declare
dividend; change the articles of association;
and decrease its paid-in capital.
- 66 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
MNCSV mempunyai saldo hutang untuk
fasilitas kredit I dan II masing-masing
sebesar Rp 84.637 juta dan Rp 129.800 juta.
Saldo hutang untuk fasilitas rekening koran
dan L/C masing-masing adalah sebesar
Rp 15.416 juta dan Rp 36.438 juta
(Catatan 19).
As of December 31, 2009 and 2008, MNCSV
has outstanding loan for the credit facilities I
and II amounting to Rp 84,637 million and
Rp 129,800
million,
respectively.
The
outstanding credit for overdraft facility and L/C
facility amounting to Rp 15,416 million and
Rp 36,438 million, respectively (Note 19).
c.
Pada tahun 2007, BSec, memperoleh
fasilitas kredit dengan jumlah tidak melebihi
Rp 38.000 juta yang akan digunakan untuk
modal kerja.
Fasilitas kredit ini berlaku
hingga tanggal 30 April 2009 dan dapat
diperpanjang. Tingkat suku bunga pinjaman
sebesar 14,00% per tahun dan dijamin
dengan portofolio efek BSec senilai 150%
dari saldo pinjaman dan aset tetap yang
dimiliki oleh Perusahaan. Pada tanggal
31 Desember 2008, saldo hutang sebesar
Rp 37.287 juta. Pada tahun 2009, BSec telah
melunasi seluruh hutang tersebut.
c.
In October 2007, BSec, obtained overdraft
facility with a maximum amount of Rp 38,000
million to finance its working capital. This
facility will expired on April 30, 2009 and can
be extended. The facility bears interest at
14.00% per annum in 2008 and secured by
BSec’s securities portfolio equivalent to 150%
of the outstanding loan and certain property of
the Company. The outstanding balance as of
December 31, 2008 amounting to Rp 37,287
milion. In 2009, BSec has fully paid this loan.
d.
BSec juga menerima fasilitas pinjaman
sebesar Rp 192 juta untuk pembelian
kendaraan
bermotor
dengan
jaminan
kendaraan yang sama. Pinjaman tersebut
jatuh tempo Juni 2010 dengan tingkat bunga
yang dibebankan adalah sebesar 5,5% per
tahun. Saldo pinjaman pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing
sebesar Rp 37 juta dan Rp 101 juta.
d.
BSec also obtained credit facility to finance its
acquisition of vehicles amounting to Rp 192
million. This loan will mature on June 2010
and secured by the respective financed
vehicle with interest at 5.5% per annum. The
outstanding balance as of December 31, 2009
and 2008 amounting to Rp 37 million and
Rp 101 million, respectively.
Bank Syariah Mandiri
Bank Syariah Mandiri
Berdasarkan perjanjian pinjaman talangan
(bridging loan) tanggal 26 September 2008 dan
6 Oktober 2008, IAT memperoleh fasilitas Al
Murabahah sebesar US$ 9.155.000. Hutang ini
jatuh tempo pada bulan Maret 2009, dan telah
diperpanjang sampai dengan Maret 2010 dengan
tingkat bunga 8,5% per tahun. Pinjaman ini
dijamin dengan tagihan kepada Total E&P
Indonesia dan satu unit helikopter EC-155 B1
(PK-TPG) (Catatan 6 dan 16).
Based on the bridging loan facilities, dated
September 26, 2008 and October 6, 2008, IAT
obtained financing facility
Al
Murabahah
amounting to US$ 9,155,000. The loan matured in
March 2009, and has been extended until March
2010 with interest rate at 8.5% per annum. The
loan is secured by receivables from Total E&P
Indonesia and one unit of helicopter EC-155 B1
(PK-TPG) (Notes 6 and 16).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, saldo
fasilitas ini masing-masing adalah sebesar
Rp 84.412 juta dan Rp 100.247 juta.
As of December 31, 2009 and 2008, the
outstanding balance from this facility amounting to
Rp 84,412 million and Rp 100,247 million,
respectively.
- 67 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Sehubungan dengan fasilitas tersebut, IAT
diwajibkan memenuhi batasan-batasan tertentu
yang harus mendapat persetujuan tertulis dari
Bank Syariah Mandiri, antara lain mencari
tambahan
pembiayaan
baru;
melakukan
penyertaan saham; membagi dividen; melakukan
transaksi dengan pihak lain di luar kegiatan
bisnis inti; mengeluarkan pernyataan hutang
dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi
kepada pihak lain; menjual, mentransfer dan
menjaminkan harta IAT yang telah dijaminkan;
mengubah anggaran dasar IAT, khususnya
mengenai modal, pengurus dan pemegang
saham; membubarkan Perusahaan; meminta
dinyatakan pailit dan mengalihkan hak atas
barang jaminan kepada pihak lain.
In relation to these credit facilities, IAT is restricted
by certain covenants, without written approval
from Bank Syariah Mandiri, to obtain loan or new
credit facility; to invest in shares of stock; to
distribute dividend; to enter into transactions with
other parties other than IAT’s core business; to
issue indebtedness statement for loan, rental and
guarantee to other party; to sell, transfer and use
as collateral the IAT’s assets used as collateral for
these loans; to change the IAT’s Articles of
Association and in particular change the capital
stock, IAT’s management and stockholders; to
liquidate IAT; to ask other party to file a
bankruptcy for IAT and transfer the title of
collateralized assets to other party.
IAT telah menerima surat persetujuan perubahan
negative covenant dari Bank Syariah Mandiri
sesuai
Surat
No. 8/595-3/DPB1
tanggal
16 Agustus 2006 yaitu setiap perubahan
pengurus, pemegang saham dan pembagian
dividen wajib dilaporkan secara tertulis kepada
bank tersebut.
IAT received approval on the changes of negative
covenants from Bank Syariah Mandiri in the Letter
No. 8/595-3/DPB1, dated August 16, 2006, which
stated
that
changes
of
management,
shareholders, payment of dividend should be
reported to Bank Syariah Mandiri in writing.
Bank Negara Indonesia (Persero)
Bank Negara Indonesia (Persero)
Di tahun 2007, BFin memperoleh fasilitas kredit
modal kerja untuk pembiayaan kredit bermotor
roda dua dan empat dengan fasilitas kredit
sebesar Rp 50.000 juta, jangka waktu 12 bulan
dengan tingkat bunga 12% per tahun.
Pembiayaan ke end user maksimal 4 tahun.
Jaminan yang diserahkan adalah piutang
pembiayaan kredit bermotor, promissory note,
cessie dan tanah diatas sertifikat Hak Guna
Bangunan.
In 2007, BFin obtained working capital credit
facility of Rp 50,000 million to refinance BFin two
or four wheels vehicles financing facilities to its
cusomers. This facility has a term at 12 months
and interest of 12% per annum. The maximum
financing term for end user is 4 years and
guaranteed by the consumer financing receivable,
promissory note and certificate of land use right.
Bank Sinarmas
Bank Sinarmas
BFin memperoleh fasilitas kredit modal kerja
sebesar US$ 6.000.000 dalam bentuk Demand
Loan sebesar US$ 3.000.000 dan fasilitas Term
Loan sebesar US$ 3.000.000. Pinjaman Demand
Loan jangka waktu pinjaman selama 1 tahun
terhitung sejak tanggal 18 April 2008 sampai
dengan 18 April 2009, sedangkan untuk
pinjaman Term Loan jangka waktu 3 tahun
terhitung sejak tanggal pencairan. Jaminan yang
diserahkan adalah tagihan kepada pihak ketiga
(end user) sebesar 110% dari nilai pencairan
dengan suku bunga 12% per tahun (Catatan 9).
BFin obtained a total of US$ 6,000,000 working
capital credit facilities, in the term of
US$ 3,000,000 demand loan and US$ 3,000,000
term loan facility. Demand Loan has a term of
1 year from April 18, 2008 to April 18, 2009, while
term loan has a term of three years from the
drawdown date. These loans are secured by
customers’ (end users’) receivables equivalent to
110% of the loan availed with interest rate at 12%
per annum (Note 9).
- 68 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
BCI mendapatkan fasilitas pinjaman piutang
sewa pembiayaan berupa Term Loan sebesar
US$ 6.000.000. Fasilitas ini dibagi menjadi 2
yaitu Term Loan 1 dan Term Loan 2 masingmasing sebesar US$ 3.000.000 dengan jangka
waktu 1 tahun dan tingkat bunga pinjaman 7%
per tahun. Pinjaman ini dijaminkan dengan
piutang sewa pembiayaan sebesar 110% dari
jumlah plafon (Catatan 9).
BCI obtained term loan facility of US$ 6,000,000
to be used for its financing lease. This facility is
divided into term loan 1 and term loan 2, each
with US$ 3,000,000, term of 1 year and interest of
7% per annum. This is secured by the financing
lease receivables equivalent to 110% of the credit
facility (Note 9).
Bank DKI Unit Syariah
Bank DKI Unit Syariah
Pada bulan Januari 2008, IAT memperoleh
fasilitas Al Musyarakah dan Wakalah Bil Ujrah
sebesar US$ 3.500.000, jangka waktu 48 bulan,
yang kemudian dilakukan addendum pada
tanggal
31
Desember
2008
menjadi
US$ 2.000.000, dengan bagi hasil setara dengan
8% yang dibayar secara bulanan. Fasilitas ini
digunakan untuk modal kerja proyek Fixed Wing
Charter.
In January 2008, IAT obtained Al Musyarakah and
Wakalah Bil Ujrah facilities amounting to
US$ 3,500,000, with a term of 48 months, which
was subsequently amended on December 31,
2008 to US$ 2,000,000, with profit sharing at 8%
payable monthly. This facility was used to finance
the working capital for Fixed Wing Charter project.
Bank Permata
Bank Permata
Pada tanggal 8 Agustus 2008, BFin memperoleh
fasilitas kredit modal kerja untuk membiayai
sewa pembiayaan sebesar Rp 50.000 juta.
Fasilitas ini memiliki jangka waktu 36 bulan
sampai dengan 8 Agustus 2011 dengan tingkat
bunga 14,36% per tahun.
On August 8, 2008, BFin, obtained working capital
credit facility for lease financing of Rp 50,000
million. This facility has a term of 36 months and
will mature on August 8, 2011 and interest rate of
14.36% per annum.
Pinjaman ini dijamin dengan pemberian fidusia
atas tagihan/piutang, baik yang sekarang telah
ada maupun yang kemudian hari akan dimiliki
nasabah dari pihak ketiga, dengan nilai
penjaminan sebesar 120% fasilitas kredit
nasabah pada Bank setiap saat atau maksimum
Rp 60.000 juta.
This loan is secured by fiduciary rights on BFin’s
current and future receivables from third party
customers which should be equivalent to 120% of
credit facility or a maximum amount of Rp 60,000
million.
Bank Agroniaga
Bank Agroniaga
Pada tanggal 12 September 2008, BFin
mendapat fasilitas modal kerja untuk tujuan
penggunaan Refinancing Pembiayaan Konsumen
Kendaraan Roda Empat (Mobil) dengan plafon
Rp 5.000 juta, jangka waktu masa ketersediaan
dana maksimal 36 bulan dengan tingkat bunga
16% per tahun, dan dijamin dengan tagihan AR
kepada end user dan BPKB Mobil.
On September 12, 2008, BFin obtained working
capital credit facility with maximum amount of
Rp 5,000 million, term of 36 months, payable on
fixed installments and interest rate of 16% p.a.
This facility is used to refinance BFin four wheel
vehicle financing facilities to its customers and
secured by the related receivables from the
customers including vehicle’s certificate of
ownership.
- 69 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 7 April 2009, BFin melakukan
Perjanjian Kredit Pinjaman Tetap (Kredit Modal
Kerja) dengan jumlah fasilitas pinjaman sebesar
Rp 15.000 juta, jangka waktu 48 bulan terhitung
sejak tanggal 7 April 2009 sampai dengan 7 April
2013 dengan tingkat bunga sebesar 17,5% per
tahun. Fasilitas ini untuk refinancing Pembiayaan
Konsumen Mobil dengan jaminan Cessie
piutang/hak tagih pembiayaan konsumen mobil
dan BPKB Kendaraan Bermotor (Catatan 9).
On April 7, 2009, BFin entered into a fixed term
working
capital
credit
facility agreement
amounting to Rp 15,000 million for a term of 48
months from April 7, 2009 to April 7, 2013 and
interest of 17.5% per annum. This facility is used
to refinance BFin motorcycles financing facilities
to its customers and secured by the related
receivables from the customers including
motorcycle’s certificate of ownership (BPKB)
(Note 9).
Bank Bukopin
Bank Bukopin
Pada tanggal 23 Mei 2005, BFin menerima
fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 10.000
juta yang telah diperpanjang beberapa kali,
terakhir sampai dengan 20 September 2009
dengan tingkat bunga sebesar 16% per tahun.
Pada tahun 2009, seluruh hutang ini telah
dilunasi.
On May 23, 2005, BFin obtained a working capital
facility amounting to Rp 10,000 million which had
been extended several times, the latest until
September 20, 2009 with interest rate of 16% per
annum. In 2009, this loan was fully paid.
Jaminan atas fasilitas kredit yang diterima BFin
terdiri dari:
The facility obtained by BFin is secured by the
following:
1.
Tagihan BFin sebesar 120% dari fasilitas
kredit.
1.
BFin’s receivable equivalent to 120% of the
credit facilities.
2.
Tanah dan bangunan kantor cabang di
Malang.
2.
Land and building in Malang branch office.
Bank Eksekutif Internasional
Bank Eksekutif Internasional
Pada tanggal 14 Juli 2008, BFin memperoleh
fasilitas Joint Financing, yang dimaksudkan untuk
pembiayaan kendaraan roda dua (motor) baru
dengan plafon Rp 25.000 juta dan jangka waktu
12 bulan (revolving). BFin dan Bank memberikan
pembiayaan ke end user untuk jangka waktu
maksimal 36 bulan dengan suku bunga tetap
9,45% - 10,05% in arrear dan suku bunga efektif
16,50% - 17,50%. Fasilitas ini dijamin dengan
tagihan AR kepada end user.
On July 14, 2008, BFin, entered into a Joint
Financing agreement with a maximum amount of
Rp 25,000 million and revolving term of
12 months. BFin and the Bank provided
motorcycle financing facilities to customers with a
maximum term of 36 months, flat interest rate of
9.45% to 10.05% p.a. for balance in arrears and
effective interest rate of 16.50% to 17.50% p.a.
The facility is secured by the related BFin’s
receivables from customers.
Pada tanggal 29 Oktober 2008, BFin mendapat
fasilitas kredit investasi dengan plafon sebesar
Rp 10.856 juta, jangka waktu 36 bulan dengan
suku bunga efektif 19% per tahun. Pada tahun
2009, seluruh hutang telah dilunasi.
On October 29, 2008, BFin obtained investment
credit facility with a maximum amount of
Rp 10,856 million, with a term of 36 months and
effective interest rate of 19% p.a. In 2009, these
loans were fully paid.
- 70 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pinjaman jangka panjang lainnya
Other long-term loans
Pinjaman jangka panjang lainnya merupakan
pembiayaan kendaraan bermotor dalam Rupiah
yang diperoleh anak perusahaan dari beberapa
bank dan perusahaan pembiayaan jangka waktu
48 bulan dengan tingkat bunga 12% - 15,75%
per tahun. Pinjaman dijamin dengan kendaraan
bermotor yang dibeli dengan pinjaman tersebut.
Other long-term loans represent vehicle financing
facilities in Rupiah obtained by certain subsidiaries
from certain banks and finance companies with a
term of 48 months and interest rates ranging from
12% to 15.75% per annum. These loans are
secured by the related vehicles.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
manajemen Perusahaan dan anak perusahaan
berpendapat bahwa mereka telah mematuhi
seluruh batasan penting yang dibuat oleh bank.
As of December 31, 2009 and 2008, management of
the Company and its subsidiaries believe that they
have complied with all important covenants required
by the banks.
28. HUTANG OBLIGASI
28. BONDS PAYABLE
2009
Guaranteed Secured Notes - setelah
dikurangi diskonto dan biaya
emisi pinjaman belum diamortisasi
Tanda Bukti Utang Konversi BHIT
2007 (TBUK)
Obligasi Bhakti Securities I - setelah
dikurangi biaya emisi pinjaman
belum diamortisasi
Obligasi Bhakti Finance II - setelah
dikurangi biaya emisi pinjaman
belum diamortisasi
2008
1.311.368
1.511.551
Guaranteed Secured Notes - net of
unamortized discount and
issuance cost
1.232.144
1.435.316
Convertible Bonds BHIT 2007 (TBUK)
148.766
148.719
Bhakti Securities Bonds I - net of
unamortized issuance costs
149.243
147.594
Bhakti Finance Bonds II - net of
unamortized issuance costs
Jumlah
Obligasi yang dibeli kembali *)
2.841.521
(5.400)
3.243.180
(53.500)
Total
Bond repurchased *)
Bersih
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun
2.836.121
1.377.888
3.189.680
-
Net
Current portion
Bagian jangka panjang
1.458.233
3.189.680
Long-term portion
*)
Obligasi yang dibeli kembali merupakan
obligasi yang dibeli oleh anak perusahaan
lainnya dengan tujuan untuk dijual
kembali
*)
Bonds repurchased represents
repurchased by subsidiary for
purposes.
bond
resell
Guaranteed Secured Notes
Guaranteed Secured Notes
Pada tanggal 12 September 2006, MNC B.V.,
menerbitkan Guaranteed Secured Notes (Notes)
sejumlah
US$ 168.000.000,
jatuh
tempo
12 September 2011. Notes ini tercatat di Bursa
Efek Singapura.
On September 12, 2006, MNC B.V., issued
Guaranteed Secured Notes (the Notes)
amounting to US$ 168,000,000, due on
September 12, 2011. The notes are listed on the
Singapore Stock Exchange.
- 71 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, DB Trustees
(Hong Kong) Limited bertindak sebagai Trustee
dan Security Trustee. Notes ini ditawarkan dengan
nilai 98,126% dari jumlah pokok dengan tingkat
bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. Bunga
Notes dibayarkan setiap tanggal 12 Maret dan
12 September dimulai sejak 12 Maret 2007. Notes
ini berjangka waktu lima tahun dengan opsi beli
35% dari jumlah Notes, setiap saat sebelum
tanggal 12 September 2009 dengan harga
110,75% dari nilai nominal ditambah bunga
terhutang. MNC B.V. juga dapat membeli kembali
seluruh atau sebagian Notes tersebut sebelum
jatuh tempo dengan harga 100% nilai nominal
ditambah dengan premi tertentu dan bunga
terhutang sampai dengan tanggal pembelian
kembali. MNC B.V. akan membeli kembali Notes
sebesar US$ 25.000.000 dengan harga 101% dari
nilai nominal, apabila MNC gagal meningkatkan
kepemilikan saham pada Cipta TPI menjadi 100%
sebelum atau pada tanggal 12 Juni 2007.
In relation to the issuance of the Notes,
DB Trustees (Hong Kong) Limited acted as
Trustee and Security Trustee. The Notes were
offered at 98.126% of par value with fixed interest
rate of 10.75% per annum. The interest on the
Notes is payable on March 12 and September 12
of each year, beginning on March 12, 2007. The
Notes will mature in five years, with purchase
option up to 35% of the total par value of the
Notes at anytime before September 12, 2009 at
redemption price of 110.75% of par value plus
interest payable. MNC B.V. can redeem some or
all of the Notes before maturity date at
redemption price of 100% of par value plus
premium and interest payable as of the date of
redemption.
MNC
B.V.
will
redeem
US$ 25,000,000 in principal amount of the Notes
at redemption price equal to 101% of such
amount if MNC fails to increase its equity interest
in Cipta TPI to 100% on or prior to June 12,
2007.
Notes ini dijamin oleh MNC dan anak perusahaan,
yaitu RCTI, Cipta TPI, GIB, MNI, MNIG dan MNCN
(Penjamin). Notes ini akan dijaminkan dengan
(i) seluruh saham yang dimiliki oleh setiap
Penjamin, sekitar 75% saham RCTI dan Cipta
TPI; (ii) pengalihan hak atas pinjaman antar
perusahaan yang diberikan oleh MNC B.V. kepada
MNC, RCTI dan Cipta TPI; (iii) pengalihan hak
atas bank escrow sejumlah US$ 25.000.000 dan
(iv) pengalihan hak atas rekening bank MNC B.V.
di Belanda. Selanjutnya, sisa 25% saham Cipta
TPI akan dijadikan jaminan pada saat MNC
mengakuisisi tambahan 25% saham Cipta TPI,
serta 25% saham RCTI yang saat ini dijaminkan
untuk obligasi RCTI juga akan digunakan sebagai
jaminan pada saat 25% saham RCTI tidak
dijaminkan lagi untuk obligasi yang diterbitkan
RCTI.
The Notes are guaranteed by MNC and its
subsidiaries, which are RCTI, Cipta TPI, GIB,
MNI, MNIG and MNCN (Guarantors). The Notes
will be secured initially by (i) pledge over all
shares of each of the Guarantors, approximately
75% of the outstanding shares of RCTI and 75%
of the outstanding shares of Cipta TPI, (ii) an
assignment by MNC B.V. of its interests and
rights under the intercompany loans extended by
MNC B.V. to MNC, RCTI and Cipta TPI, (iii)
escrow account of US$ 25,000,000 and (iv)
assignment of rights in a Dutch bank account of
MNC B.V. Additionally, 25% of the outstanding
shares of Cipta TPI, shall be pledged when MNC
will acquire such remaining stock of Cipta TPI
and the remaining 25% of the outstanding shares
of RCTI, which are currently pledged to secure
RCTI’s local bonds obligations, shall be used as
collateral once the pledge over such shares is no
longer prohibited by the terms of the RCTI bonds.
Dana tersebut digunakan untuk: pelunasan
pinjaman RCTI kepada Deutsche Bank, Hong
Kong Branch sebesar US$ 78.000.000; pelunasan
awal obligasi RCTI sebesar US$ 18.000.000;
pembayaran hutang Cipta TPI kepada pihak ketiga
sebesar US$ 18.000.000, dana untuk tambahan
akuisisi 25% saham Cipta TPI sebesar
US$ 25.000.000 serta untuk modal kerja dan
pengeluaran lainnya.
The proceeds were used to pay RCTI’s loan from
Deutsche Bank, Hong Kong Branch amounting to
US$ 78,000,000; early redemption of RCTI’s
bonds amounting to US$ 18,000,000; payment of
Cipta TPI’s payable to third parties amounting to
US$ 18,000,000; fund for additional acquisition
cost of 25% share of Cipta TPI amounting to
US$ 25,000,000; and also for working capital
purposes and other expenditures.
- 72 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Dalam tiga bulan setelah tanggal penerbitan awal,
MNC belum meningkatkan kepemilikan saham di
Cipta TPI. Pada bulan Juni 2007, MNC membeli
kembali Notes sebesar US$ 25.000.000 dengan
dana rekening bank escrow di Deutsche Bank.
Dengan dibelinya kembali Notes tersebut, bank
escrow kemudian dibebaskan sebagai jaminan.
Pada bulan Pebruari 2009, MNC membeli kembali
Notes sebesar US$ 300.000. Saldo Notes pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masingmasing
sebesar
US$
142.700.000
dan
US$ 143.000.000.
MNC had not increased its equity interest in
Cipta TPI’s shares within three months of the
original issue date. In June 2007, MNC
redeemed the notes of US$ 25,000,000, using
the fund in the bank escrow account in Deutsche
Bank. Upon redemption of the said Notes, the
bank escrow was released as collateral. In
February 2009, MNC redeemed the Notes of
US$ 300,000. The Notes amounting to
US$ 142,700,000 and US$ 143,000,000 as of
December 31, 2009 and 2008, respectively.
Biaya yang berhubungan dengan penerbitan Notes
sebesar US$ 11.560.204 termasuk diskonto
sebesar US$ 3.148.320 dicatat sebagai diskonto
dan biaya emisi pinjaman dan diamortisasi secara
garis lurus selama periode Notes. Diskonto dan
biaya emisi pinjaman belum diamortisasi dicatat
sebagai pengurang nilai nominal Notes.
The costs incurred in relation to the issuance of
the Notes of US$ 11,560,204, including discount
of US$ 3,148,320, were recorded as discount
and debt issuance cost and amortized using
straight line method over the term of the Notes.
Unamortized discount and debt issuance costs
are deducted from the face value of the Notes.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, Notes
ini telah memperoleh hasil pemeringkatan yaitu
“B+” dari Standard and Poor’s Rating Group.
As of December 31, 2009 and 2008, the Notes
obtained a bond rating of “B+” from Standard
and Poor’s Rating Group.
Tanda Bukti Utang Konversi BHIT 2007 (TBUK)
Convertible Bonds BHIT 2007 (TBUK)
Pada tanggal 27 Juni 2007, Perusahaan
menerbitkan tanda bukti utang konversi BHIT 2007
(TBUK) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6%
per tahun sebanyak-banyaknya US$ 170.145.310
dan bisa ditukar sebesar 1.346.367.236 saham.
Setiap pemegang saham Perusahaan yang
memiliki 553 saham mempunyai 18 HMETD untuk
membeli 18 satuan TBUK dengan harga
penawaran setiap 1 satuan TBUK sebesar US$ 1.
TBUK sebanyak US$ 85.198 telah dikonversi
menjadi 674.174 saham tahun 2008. Saldo per
31 Desember
2009
dan
2008
sebesar
US$ 131.079.127.
On June 27, 2007, the Company issued
convertible bonds BHIT 2007 (TBUK) with a
maximum amount of US$ 170,145,310 with fixed
interest rate at 6% per annum, and convertible
into 1,346,367,236 shares. Every holder of 553
shares has the right to purchase 18 units of
TBUK to buy 18 unit of TBUK at an offering price
of US$ 1 per unit of TBUK. TBUK amounting to
US$ 85,198 had been converted into 674,174
shares in 2008. As of December 31, 2009 and
2008, the balance of convertible bonds
amounting to US$ 131,079,127, respectively.
Obligasi Bhakti Securities I
Bhakti Securities Bonds I
Pada bulan Mei 2008, BSec menerbitkan obligasi
Bhakti Securities I tahun 2008 sebesar Rp 150.000
juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 14% per
tahun. Jangka waktu obligasi adalah 3 tahun sejak
tanggal emisi pada tanggal 29 Mei 2008. BSec
telah menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai wali
amanat.
BSec
telah
memperoleh
hasil
pemeringkatan dari PT Moody’s Indonesia yaitu
Baa1.id (stable outlook) setara dengan BBB+.
In May 2008, BSec issued “Bhakti Securities
Bonds I Year 2008”, (non-certificate) of
Rp 150,000 million with fixed interest rate at 14%
per annum. The term of the bonds is 3 years
from issuance date on May 29, 2008. BSec has
appointed PT Bank Mega Tbk as the Trustee.
BSec obtained a bond rating of Baa1.id (stable
outlook) equivalent to BBB+ from PT Moody’s
Indonesia.
Pembayaran obligasi akan dilakukan secara
penuh (bullet payment) sebesar 100% dari Pokok
Obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.
Bonds will be paid at 100% of the nominal value
(bullet payment) on due date.
- 73 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.
Pembayaran bunga pertama dilakukan pada
tanggal 29 Agustus 2008, sedangkan pembayaran
bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo
obligasi adalah pada tanggal 30 Mei 2011.
Interest is payable every three months. First
payment of interest was on August 29, 2008, and
the final payment of interest will be due at the
same time with the due date of the obligation,
which will be on May 30, 2011.
Untuk menjamin kewajiban pembayaran dengan
baik dan tepat waktu atas pokok dan atau bunga
obligasi, BSec memberikan jaminan seluruh
kekayaan BCI baik barang yang bergerak maupun
barang yang tidak bergerak, baik yang telah ada
maupun yang akan ada dikemudian hari (kecuali
aset BCI yang telah dijaminkan secara khusus
kepada krediturnya).
In order to guarantee on-time payment of
principal and/or interest, BSec used as collateral
the entire assets owned by BCI both tangible and
intangible, that are existing including future
acquisitions (except specific assets of BCI which
were already used as collateral to creditor).
Obligasi Bhakti Finance II
Bhakti Finance Bonds II
Pada bulan Nopember 2007, BFin menerbitkan
obligasi Bhakti Finance II tahun 2007 sebesar
Rp 150.000 juta dengan tingkat bunga tetap
sebesar 12,75% per tahun. Jangka waktu obligasi
adalah 3 tahun sejak tanggal emisi pada tanggal
3 Desember 2007. BFin telah menunjuk PT Bank
Mega Tbk sebagai wali amanat. BFin telah
memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Moody’s
Indonesia yaitu Baa2.id (stable outlook) setara
dengan BBB.
In November 2007, BFin issued “Bhakti Finance
Bonds II Year 2007”, (non-certificate) of
Rp 150,000 million with fixed interest rate at
12.75% per annum. The term of the bonds is
3 years from issuance date on December 3,
2007. BFin has appointed PT Bank Mega Tbk as
the Trustee. BFin obtained a bond rating of
Baa2.id (stable outlook) equivalent to BBB from
PT Moody’s Indonesia.
Pembayaran obligasi akan dilakukan secara
penuh (bullet payment) sebesar 100% dari Pokok
Obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.
Bonds will be paid at 100% of the nominal value
(bullet payment) on due date.
Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.
Pembayaran bunga pertama dilakukan pada
tanggal 3 Maret 2007, sedangkan pembayaran
bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo
obligasi adalah pada tanggal 3 Desember 2010.
Interest is payable every three months. First
payment of interest was on March 3, 2007, and
the final payment of interest will be due at the
same time as the due date of the obligation,
which will be on December 3, 2010.
Untuk menjamin kewajiban pembayaran dengan
baik dan tepat waktu atas pokok dan atau bunga
obligasi, BFin memberikan jaminan fidusia kepada
pemegang obligasi berupa piutang sebagai
berikut:
In order to guarantee on-time payments of
principal and/or interest, BFin provided the
bondholders with fiduciary right to consumer
financing receivables as follows:
1.
Sekurang-kurangnya 50% dari nilai pokok
obligasi yang terutang pada tanggal emisi
atau
1.
Minimum of 50% of the outstanding balance
of bonds on the issuance date, or
2.
Sekurang-kurangnya menjadi sebesar 100%
dari nilai pokok obligasi yang terutang
selambat-lambatnya mulai bulan ke 4 sejak
tanggal emisi.
2.
Minimum 100% of the outstanding balance of
bonds at the latest on the fourth month since
issuance date.
- 74 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
29. KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAIN-LAIN
29. OTHER NONCURRENT LIABILITIES
2009
2008
Uang jaminan langganan
Pembelian pesawat
Lain-lain
21.221
19.736
3.204
20.659
12.084
1.538
Customers' guarantee deposits
Purchase of aircraft
Others
Jumlah
44.161
34.281
Total
30. MINORITY INTERESTS
30. HAK MINORITAS
Hak minoritas
atas aset bersih/
Minority interest in
net assets
2009
2008
PT. Global Mediacom Tbk
dan anak perusahaan
PT. Global Transport Services
dan anak perusahaan
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
dan anak perusahaan
Jumlah
Hak minoritas
atas laba bersih/
Minority interest
in net income
2009
2008
5.448.324
5.491.965
58.002
63.818
39.553
38.834
719
1.680
5.545.879
5.594.617
219.363
114.224
31. MODAL SAHAM
Pemegang saham
229.577
132.869
(10.933)
(20.325)
PT. Global Mediacom Tbk
and its subsidiaries
PT. Global Transport Services
and its subsidiary
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
and its subsidiaries
Total
31. CAPITAL STOCK
31 Desember/December 31, 2009
Persentase
Kepemilikan/
Jumlah saham/ Percentage of Jumlah/
Number of shares Ownership
Total
%
PT. Bhakti Panjiwira
Hary Tanoesoedibjo, MBA
ABN Amro Singapore Nominees
UOB Kay Hian Private Limited
UBS AG
Liliana Tanaja
Ratna Endang Soelistiowati
Masyarakat (kepemilikan
di bawah 5%)
Jumlah
Modal saham yang diperoleh
kembali
1.849.144.778
822.181.500
620.747.000
461.000.000
414.000.000
18.028.500
7.441.000
25,55
11,36
8,58
6,37
5,72
0,25
0,10
184.914
82.218
62.075
46.100
41.400
1.803
774
2.992.393.767
7.184.936.545
41,35
99,28
299.209
718.493
51.997.000
0,72
5.200
Jumlah
7.236.933.545
100,00
723.693
- 75 -
Name of stockholder
PT. Bhakti Panjiwira
Hary Tanoesoedibjo, MBA
ABN Amro Singapore Nominees
UOB Kay Hian Private Limited
UBS AG
Liliana Tanaja
Ratna Endang Soelistiowati
Public (each ownership
below 5%)
Total
Treasury stock
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
Pemegang saham
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
31 Desember/December 31, 2008
Persentase
Kepemilikan/
Jumlah saham/ Percentage of Jumlah/
Number of shares Ownership
Total
%
PT. Bhakti Panjiwira
Hary Tanoesoedibjo, MBA
ABN Amro Singapore Nominees
UOB Kay Hian Private Limited
Danareksa Securities
UBS AG
Masyarakat (kepemilikan
di bawah 5%)
Jumlah
Modal saham yang diperoleh
kembali
1.849.144.778
748.000.000
623.722.000
461.000.000
450.000.000
414.000.000
25,55
10,33
8,62
6,37
6,22
5,72
184.914
74.800
62.372
46.100
45.000
41.400
2.639.230.767
7.185.097.545
36,47
99,28
263.923
718.509
51.836.000
0,72
5.184
Jumlah
7.236.933.545
100,00
723.693
Name of stockholder
PT. Bhakti Panjiwira
Hary Tanoesoedibjo, MBA
ABN Amro Singapore Nominees
UOB Kay Hian Private Limited
Danareksa Securities
UBS AG
Public (each ownership
below 5%)
Total
Treasury stock
Total
Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar
biasa Perusahaan sebagaimana dinyatakan
dalam akta No. 71 tanggal 9 Mei 2008 dari
Sutjipto, SH, notaris di Jakarta, para pemegang
saham menyetujui:
Based on the stockholders' extraordinary general
meeting as stated in deed No. 71 dated
May 9, 2008 of Sutjipto, SH, notary in Jakarta, the
stockholders approved the following:
1.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
untuk disesuaikan dengan Undang-undang
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas.
1.
Amend the Company’s articles of associations
to conform with Law No. 40 Year 2007 on
limited liabilities Company.
2.
Pemberian wewenang kepada Dewan
Komisaris dalam rangka konversi tanda bukti
utang konversi.
2.
Authorize the Board of Commissioners to
convert convertible bonds.
3.
Menyetujui pembelian kembali saham
Perseroan sebanyak-banyaknya Rp 500
milyar.
3.
To buy back the Company’s shares at
maximum amount of Rp 500 billion.
4.
Program
MESOP
(Management
and
Employee Stock Option Program) dan
memberi
wewenang
kepada
dewan
komisaris dalam
rangka pelaksanaan
MESOP
mengeluarkan
saham
baru
sebanyak-banyaknya 3% dari seluruh modal
yang ditempatkan dan disetor penuh atau
217.088.167 saham baru.
4.
MESOP (Management and Employee Stock
Option Program) and authorize the Board of
Commissioners to issue new shares at
maximum of 3% of issued and fully paid
capital stock or 217,088,167 new shares
through MESOP.
Perubahan jumlah saham beredar selama tahun
2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
The changes in the shares outstanding for 2009
and 2008 are as follows:
Jumlah saham/
Number of shares
Saldo per 1 Januari 2008
Konversi dari Tanda Bukti Utang Konversi
tahun 2008
7.236.259.371
Saldo per 31 Desember 2009 dan 2008
7.236.933.545
674.174
- 76 -
Balance as of January 1, 2008
Conversion of convertible bonds (TBUK)
in 2008
Balance as of December 31, 2009 and 2008
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
32. TAMBAHAN MODAL DISETOR
32. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
Agio saham/
Paid in capital
in excess of par
Penawaran umum saham
tahun 1997
Pengeluaran saham tahun 2000
tanpa hak memesan efek
terlebih dahulu
Penawaran umum terbatas I
tahun 2001
Penawaran umum terbatas II
tahun 2002
Pelaksanaan Waran Seri I
tahun 2003
Penawaran umum terbatas III
tahun 2004
Pelaksanaan Waran Seri I
tahun 2004
Pelaksanaan Waran Seri II
tahun 2004
Pelaksanaan Waran Seri III
tahun 2006
Penawaran Umum Terbatas IV
tahun 2007
Pelaksanaan Waran Seri II
tahun 2007
Konversi dari obligasi konversi
BHIT 2007 (TBUK)
Konversi dari obligasi konversi
BHIT 2008 (TBUK)
Saldo per 31 Desember 2009
dan 2008
Biaya
Emisi saham/
Share issuance
cost
24.600
Jumlah/
Total
(5.866)
74.900
18.734
-
74.900
76.079
(568)
75.511
229.450
(815)
228.635
28.215
-
169.529
28.215
(2.162)
167.367
21.785
-
21.785
5.626
-
5.626
113.017
-
113.017
1.921.011
(21.796)
1.899.215
195.142
-
195.142
3.131
-
3.131
708
-
708
2.863.193
(31.207)
33. SELISIH TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS
ANAK PERUSAHAAN
2.831.986
Public offering of shares
in 1997
Issuance of new shares
in 2000 without
Preemptive Rights
Rights Issue I
in 2001
Rights Issue II
in 2002
Exercise of Series I
Warrants in 2003
Rights Issue III
in 2004
Exercise of Series I
Warrants in 2004
Exercise of Series II
Warrants in 2004
Exercise of Series III
Warrants in 2006
Rights Issue IV
in 2007
Exercise of Series II
Warrants in 2007
Conversion of Convertible Bonds
BHIT 2007 (TBUK)
Conversion of Convertible Bonds
BHIT 2008 (TBUK)
Balance as of December 31, 2009
and 2008
33. DIFFERENCES DUE TO CHANGES IN EQUITY
OF SUBSIDIARIES
2009
2008
PT. Global Mediacom Tbk
dan anak perusahaan (Mediacom)
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
PT. Global Transport Services
918.076
26.329
(9.926)
968.875
26.329
(4.322)
PT. Global Mediacom Tbk
and its subsidiaries (Mediacom)
PT. Bhakti Capital Indonesia Tbk
PT. Global Transport Services
Jumlah
934.479
990.882
Total
Selisih transaksi perubahan ekuitas Mediacom
terutama berasal dari perubahan kepemilikan di
MNC sehubungan dengan penawaran umum
saham perdana pada bulan Juni 2007,
penambahan penyertaan saham di M8T pada
bulan Desember 2007 dan pelepasan penyertaan
saham di M8T pada bulan Juli dan September
2008.
The differences due to changes in equity of
subsidiaries from Mediacom resulted mainly from
the change in ownership in MNC due to the Initial
Public Offering of shares of MNC in June 2007,
acquisition of additional shares in M8T in
December 2007 and divestment of shares in M8T
on July and September 2008.
- 77 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
34. SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI
34. PURCHASE OF TREASURY STOCK
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
jumlah saham diperoleh kembali adalah sebagai
berikut:
Jumlah
saham/
Number of
shares
Saham diperoleh kembali
pada 1 Januari 2008
Ditambah: Perolehan tahun 2008
51.836.000
Saham diperoleh kembali
pada 31 Desember 2008
Ditambah: Perolehan tahun 2009
Saham diperoleh kembali
pada 31 Desember 2009
As of December 31, 2009 and 2008, the total
number of treasury stocks is as follows:
Persentase
terhadap saham
yang dikeluarkan/
Percentage to
issued shares
%
0,716
16.783
Treasury stocks at
January 1, 2008
Add: Acquisition in 2008
51.836.000
161.000
0,716
0,002
16.783
29
Treasury stocks at
December 31, 2008
Add: Acquisition in 2009
51.997.000
0,718
16.812
Treasury stocks at
December 31, 2009
-
35. PENDAPATAN MEDIA DAN PENYIARAN
35. MEDIA AND BROADCASTING REVENUES
2009
2008
Iklan
Non iklan
Komputer grafis dan studio,
program dan lainnya
Media cetak
Lainnya
3.028.975
2.967.657
687.360
42.517
98.290
750.915
61.390
-
Jumlah
3.857.142
3.779.962
36. PENDAPATAN
PELANGGAN
MEDIA
Biaya/
Cost
BERBASIS
Advertisements
Non advertisements
Computer graphics and studio,
program and others
Print
Others
Total
36. SUBSCRIBER BASED MEDIA REVENUES
Akun ini merupakan pendapatan dari pelanggan
TV berbayar.
This account represents revenues from pay TV
customers.
37. PENDAPATAN TRANSPORTASI
37. TRANSPORTATION REVENUES
2009
2008
Jasa penyewaan pesawat
Jasa perbaikan dan pemeliharaan
238.117
1.248
288.278
4.631
Aircraft chartered services
Repairs and maintenance services
Jumlah
239.365
292.909
Total
- 78 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
38. PEMBIAYAAN DAN EFEK
38. FINANCING AND SECURITIES
2009
2008
Sewa dan pembiayaan konsumen
Investment banking
Komisi perantara pedagang efek
Jasa manajer investasi
106.039
52.948
25.267
4.156
140.332
87.127
25.484
8.928
Leasing and consumer financing
Investment banking
Brokerage commissions
Fund management fees
Jumlah
188.410
261.871
Total
Komisi perantara merupakan komisi yang
diperoleh dari aktivitas perantara pedagang efek
ekuitas.
Brokerage commissions represent commissions
from brokerage related activities on equity
securities.
Jasa manajer investasi merupakan imbalan jasa
dari pengelolaan dana nasabah dan reksadana.
Fund management fees represent revenues from
customers’ fund and mutual funds management.
39. PENDAPATAN
JASA
INFRASTRUKTUR
TELEKOMUNIKASI
DAN
TEKNOLOGI
INFORMASI
39. TELECOMMUNICATION
INFRASTRUCTURE
AND INFORMATION TECHNOLOGY SERVICES
REVENUE
2009
Jasa teknologi informasi
Jasa lainnya
Percakapan dan pesan singkat
Sewa smartcom
Jumlah
Jasa telekomunikasi (operasi dihentikan Catatan 49)
Percakapan dan pesan singkat
Interkoneksi
Jasa lainnya
2008
7.510
30.836
83.024
87.204
53.489
77.952
121.370
218.645
Information technology services
Other services
Voice and short messaging services
Smartcom rental
Total
Telecommunication services (discontinued
operation - Note 49)
Voice and short messaging services
Interconnection
Other services
-
650.962
81.374
26.556
Sub jumlah
-
758.892
Beban interkoneksi
Potongan harga interkoneksi
-
(123.283)
(26.720)
Jumlah
-
608.889
Total
827.534
Revenue from telecommunication
and information technology services
Pendapatan jasa telekomunikasi
dan teknologi informasi
121.370
- 79 -
Subtotal
Interconnection charges
Interconnection discount
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
40. BEBAN LANGSUNG
40. DIRECT COSTS
2009
2008
Media berbasis konten dan iklan
Media berbasis pelanggan
Transportasi
Infrastruktur telekomunikasi dan
teknologi informasi
Pembiayaan dan efek
Lainnya
2.140.630
425.519
156.613
2.234.166
323.876
195.800
46.814
37.112
-
288.653
71.729
228
Jumlah
2.806.688
3.114.452
41. UMUM DAN ADMINISTRASI
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Iklan dan promosi
Perjalanan dan transportasi
Sewa
Listrik, air dan telepon
Perbaikan dan pemeliharaan
Jasa profesional
Imbalan pasca kerja
Beban kantor
Pajak dan perijinan
Beban piutang ragu-ragu
Asuransi
Komunikasi dan informasi
Lain-lain
Jumlah
Content and advertising based media
Subscribers based media
Transportation
Telecommunications infrastructure and
information technology
Financing and securities
Others
Total
41. GENERAL AND ADMINISTRATION
2009
2008
588.353
223.328
67.276
65.001
53.002
51.881
44.525
42.768
40.122
18.466
17.034
11.495
3.636
204.148
696.286
236.351
80.753
82.832
46.631
60.291
38.535
40.289
37.269
22.494
3.450
14.490
3.852
200.125
1.431.035
1.563.648
42. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI
Salaries and employees' welfare
Advertising and promotions
Travelling and transportation
Rent
Electricity, water and telephone
Repairs and maintenance
Professional fees
Post-employment benefits
Office expense
Taxes and licenses
Provision for doubtful accounts
Insurance
Communication and information
Others
Total
42. DEPRECIATION AND AMORTIZATION
2009
2008
Penyusutan
Amortisasi
437.328
37.570
540.226
87.413
Depreciation
Amortization
Jumlah
474.898
627.639
Total
- 80 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
43. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
43. INTEREST AND FINANCIAL CHARGES
2009
2008
Beban bunga:
Pinjaman
Obligasi
Lain-lain
Provisi dan administrasi pinjaman
Amortisasi biaya emisi pinjaman
435.970
78.335
34.362
12.469
613.416
83.681
6.993
13.645
12.527
Interest expenses:
Loans
Bonds
Others
Loan provision and administration
Amortization of debt issuance cost
Jumlah
561.136
730.262
Total
44. PAJAK PENGHASILAN
44. INCOME TAX
Manfaat (beban) pajak Perusahaan dan anak
perusahaan terdiri dari:
Tax benefit (expense) of the Company and its
subsidiaries consisted of:
2009
2008
Pajak kini - anak perusahaan
Pajak tangguhan
Perusahaan
Anak perusahaan
(185.211)
(110.730)
(101.534)
(65.705)
23.981
173.109
Manfaat (beban) pajak - bersih
(352.450)
86.360
Current tax - subsidiaries
Deferred tax
The Company
Subsidiaries
Tax benefit (expense) - net
Pajak Kini
Current Tax
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak
menurut laporan laba rugi konsolidasi dan rugi
fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income (loss) before tax
per consolidated statements of income and fiscal
loss of the Company is as follows:
2009
Laba (rugi) sebelum pajak menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Rugi penjualan saham M8T
Amortisasi goodwill
Laba sebelum pajak anak perusahaan
2008
Income (loss) before tax per
consolidated statements of income
Loss from sale of M8T shares
Goodwill amortization
Income before tax of subsidiaries
523.800
98.640
43.145
(553.686)
(327.398)
248.216
55.927
(261.061)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan
Beda temporer
Penyusutan
Imbalan pasca kerja
Jumlah
Perbedaan yang tidak dapat
diperhitungkan menurut fiskal
111.899
(284.316)
(202)
272
70
(92)
225
133
(850)
(8.070)
Laba (rugi) fiskal Perusahaan
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya setelah disesuaikan dengan SKPLB
Rugi fiskal yang tidak dapat dimanfaatkan
111.119
(292.253)
(325.692)
-
(336.834)
53.564
Taxable income (loss) of the Company
Prior years fiscal loss carryforward after adjusted with SKPLB
Expired fiscal loss
Akumulasi rugi fiskal Perusahaan
(214.573)
(575.523)
Accumulated fiscal loss of the Company
- 81 -
Income (loss) before tax of the Company
Temporary differences
Depreciation
Post-employment benefits
Total
Tax effect of non deductible expense
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tahun 2009 dan 2008, Perusahaan memiliki
akumulasi rugi fiskal sehingga tidak ada taksiran
pajak penghasilan untuk tahun tersebut.
In 2009 and 2008, the Company still have
accumulated fiscal loss, therefore, no provision for
corporate income tax was made.
Pada tanggal 27 Maret 2008 dan 12 Juni 2007,
Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pajak penghasilan badan
tahun 2006 dan 2005. SKPLB tersebut juga
menetapkan rugi fiskal Perusahaan tahun 2006
dan 2005 sebesar Rp 339 juta dan 12.501 juta
yang berbeda sebesar Rp 94.770 juta dan
Rp 8.182 juta dengan jumlah yang disajikan
dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2007.
On March 27, 2008 and June 12, 2007, the
Company received Overpayment Tax Assessment
Letter (SKPLB) for 2006 and 2005 corporate
income tax. SKPLB also stated that the
Company’s 2006 and 2005 fiscal loss amounting
to Rp 339 million and Rp 12,501 million,
respectively, which differ by Rp 94,770 million and
Rp 8,182 million, respectively, from the fiscal loss
reported in the 2007 consolidated financial
statements.
Pada tanggal 15 Juni 2009, Perusahaan
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) pajak penghasilan badan tahun 2007.
SKPLB tersebut juga menetapkan laba fiskal
Perusahaan tahun 2007 sebesar Rp 55.173 juta
dimana dalam laporan keuangan konsolidasi
tahun 2008 merupakan rugi fiskal sebesar
Rp 249.831 juta. Perusahaan mengajukan surat
keberatan atas SKPLB tersebut dan pada tanggal
19 Pebruari 2010, Perusahaan menerima surat
keputusan penolakan atas keberatan tersebut.
Perusahaan merencanakan untuk mengajukan
surat banding kepada Pengadilan Pajak atas
keputusan ini.
On June 15, 2009, the Company received
Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB) for
2007 fiscal year. SKPLB also stated that the
Company’s 2007 fiscal year amounting to
Rp 55,173 million, which was reported in the 2008
consolidated financial statements as fiscal loss
amounting to Rp 249,831 million. The Company
filed an objection letter on this SKPLB and on
February 19, 2010, the Company received the
decision letter rejecting this objection. The
Company is planning to file an appeal to the Tax
Court against this decision.
Pada tahun 2008, RCTI menerima SKPKB yang
meliputi Pajak Penghasilan Badan tahun 2002,
PPh pasal 21, PPh pasal 23, PPh pasal 26, PPN
barang dan jasa sebesar Rp 90.080 juta.
Berdasarkan Surat Keputusan Keberatan yang
diterima RCTI, pajak terhutang menjadi
Rp 23.971 juta. RCTI melakukan sebagian
pembayaran pada tahun 2008, dan melunasi
seluruhnya pada tahun 2009.
In 2008, RCTI received Underpayment Tax
Assessment Letter (SKPKB) for Corporate Income
Tax for 2002, Income Tax Article 21, Income Tax
Article 23, Income Tax Article 26, VAT on goods
and services totaling Rp 90,080 million. Based on
the Decision on Objection Letter received by RCTI,
tax payable become Rp 23,971 million. RCTI
made partial payment in 2008 and fully paid in
2009.
Pada tahun 2008, MNC menerima SKPKB yang
meliputi PPh tahun 2005, PPh pasal 23, PPh
pasal 26, PPN barang dan jasa sebesar
Rp 10.160 juta. MNC telah mengajukan
keberatan atas kewajiban pajak tersebut. Sampai
dengan tanggal penerbitan laporan keuangan
konsolidasi, Perusahaan belum menerima
keputusan apapun yang dikeluarkan oleh Kantor
Pelayanan Pajak.
In 2008, MNC received Underpayment Tax
Assessment Letter (SKPKB) covering fiscal year
2005 Corporate Income Tax, Income Tax
Article 23, Income Tax Article 26, VAT on
intangible goods and services totaling Rp 10,160
million. MNC filed an objection letter in connection
with the tax assessment. As of the issuance date
of these consolidated financial statements, the
Company has not yet received any decision from
the Tax Service Office.
- 82 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi sebelum pajak Perusahaan
dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai
berikut:
A reconciliation between the net tax expense
(benefit) and the amounts computed by applying
the effective tax rate to income before tax of the
Company is as follows:
2009
2008
Laba (rugi) sebelum pajak menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Rugi penjualan saham M8T
Amortisasi goodwill
Laba sebelum pajak anak perusahaan
523.800
98.640
43.145
(553.686)
(327.398)
248.216
55.927
(261.061)
Income (loss) before tax per consolidated
statements of income
Loss from sale of M8T shares
Goodwill amortization
Income before tax of subsidiaries
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan
111.899
(284.316)
Income (loss) before tax of the Company
Tarif pajak yang berlaku
Dampak pajak atas perbedaan
yang tidak dapat diperhitungkan
menurut fiskal
Penyesuaian rugi fiskal
Rugi fiskal yang tidak dapat dimanfaatkan
Efek perubahan tarif pajak
Koreksi dasar pengenaan pajak
31.332
(85.295)
Tax expense at effective tax rate
(239)
69.953
488
(2.421)
30.886
16.069
17.757
(977)
Tax effect of nontaxable income
(nondeductible expenses)
Adjustment fiscal loss
Expired fiscal loss
Effect of changes in tax rates
Tax based correction
Jumlah beban (manfaat) pajak Perusahaan
Beban (manfaat) pajak anak perusahaan
101.534
250.916
(23.981)
(62.379)
Total tax expense (benefit) of the Company
Tax expense (benefits) of subsidiaries
Jumlah beban (manfaat) pajak
352.450
(86.360)
Total tax expense (benefits)
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Deferred Tax Assets - Net
Aset pajak tangguhan merupakan jumlah bersih
setelah diperhitungkan dengan kewajiban pajak
tangguhan dari masing-masing entitas usaha,
dengan rincian sebagai berikut:
This account represents deferred tax assets after
deducting the deferred tax liabilities of the same
business entity as follows:
2009
Perusahaan
Akumulasi rugi fiskal
Kewajiban imbalan pasca kerja
Aset tetap
Jumlah
Anak perusahaan
Akumulasi rugi fiskal
Kewajiban imbalan pasca kerja
Piutang
Beban tangguhan
Aset tetap
Lainnya
Jumlah
Aset pajak tangguhan - bersih
2008
53.644
550
93
155.093
482
246
54.287
155.821
123.311
17.346
3.628
(3.399)
(10.258)
11.970
135.663
14.495
3.591
(3.250)
(3.943)
18.237
142.598
164.793
196.885
320.614
- 83 -
The Company
Accumulated fiscal loss
Post-employment benefits obligations
Property and equipment
Total
Subsidiaries
Accumulated fiscal loss
Post-employment benefits obligations
Accounts receivable
Deferred charges
Property and equipment
Others
Total
Deferred tax assets - net
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset
pajak tangguhan atas akumulasi rugi fiskal masingmasing sebesar Rp 176.955 juta dan Rp 304.546
juta karena manajemen yakin bahwa pajak
tangguhan tersebut dapat digunakan melalui
kompensasi laba kena pajak di masa yang akan
datang.
As of December 31, 2009 and 2008, the Company
and its subsidiaries recognized deferred tax assets
in accumulated fiscal loss carryforward of
Rp 176,955 million and Rp 304,546 million,
respectively, since management believes that the
deferred tax assets can be compensated against
taxable income in the future period.
Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih
Deferred Tax Liabilities - Net
Akun ini merupakan kewajiban pajak tangguhan
anak perusahaan setelah diperhitungkan dengan
aset pajak tangguhan dari masing-masing entitas
usaha, dengan rincian sebagai berikut:
This account represents deferred tax liabilities of
subsidiaries after deducting the deferred tax asset
of the same business entity as follows:
2009
2008
Anak perusahaan
Akumulasi rugi fiskal
Kewajiban imbalan pasca kerja
Piutang
Persediaan
Amortisasi biaya emisi pinjaman
Aset tetap
Lainnya
13.253
4.249
323
(4.224)
(87.820)
(2.582)
13.790
10.875
3.101
362
(6.397)
(52.259)
(963)
Subsidiaries
Accumulated fiscal loss
Post-employment benefits obligations
Accounts receivable
Inventories
Amortization of debt issuance cost
Property and equipment
Others
Kewajiban pajak tangguhan - bersih
(76.801)
(31.491)
Deferred tax liabilities - net
45. CASH DIVIDENDS
45. DIVIDEN TUNAI
Berdasarkan rapat umum pemegang saham
tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta
No. 71 tanggal 9 Mei 2008 dari Sutjipto, SH,
notaris di Jakarta para pemegang saham
menyetujui pembagian dividen tahun buku 2007
sebesar Rp 5 per saham.
Based on the stockholders’ annual general
meeting as stated in Deed No. 71 dated May 9,
2008, of Sutjipto, SH, notary in Jakarta, the
stockholders approved the distribution of dividends
for 2007 amounting to Rp 5 per share.
46. EARNINGS (LOSS) PER SHARE
46. LABA (RUGI) PER SAHAM
Perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan
dilusian didasarkan pada data berikut:
The calculation of basic and diluted earnings
(loss) per share are based on the following data:
Laba (Rugi) Bersih
Earnings (Loss)
2009
Rugi bersih
Penyesuaian untuk:
Beban bunga dan keuntungan selisih
kurs dari TBUK - bersih setelah pajak
Rugi bersih untuk perhitungan
laba per saham dilusian
2008
(48.013)
(93.629)
(141.642)
- 84 -
(355.262)
Net loss
Adjustments for:
Interest expense and foreign exchange
gain on convertible debt - net of tax
Net loss for the purpose of
diluted earnings per share
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Jumlah saham
Number of shares
Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar
(penyebut) untuk tujuan penghitungan laba (rugi)
per saham dasar dan dilusian adalah sebagai
berikut:
The weighted average number of shares
outstanding (denominator) for the computation of
basic and diluted earnings (loss) per share were
as follows:
Jumlah saham/
Total number of shares
2009
2008
Jumlah awal tahun
Rata-rata tertimbang saham yang
diterbitkan karena dilaksanakannya
tanda bukti utang konversi (TBUK)
Rata-rata tertimbang saham yang
diperoleh kembali
Jumlah rata-rata tertimbang
saham untuk tujuan perhitungan
laba per saham dasar
7.236.933.545
-
7.236.259.371
254.250
(51.993.921)
7.184.939.624
(14.934.016)
7.221.579.605
Beginning balance
Weighted average number of shares
issued through conversion
of bonds (TBUK)
Weighted average number
of shares from treasury stock
Weighted average number of
shares outstanding for the purpose
of basic earnings per share
Jumlah saham yang seolah-olah
diterbitkan karena dilaksanakannya
tanda bukti utang konversi (TBUK)
1.037.234.831
Number of shares that would have
been issued due to conversion of
bonds (TBUK)
Jumlah
8.222.174.455
Total
Pada tahun 2008, Tanda Bukti Hutang Konversi
bersifat antidilutif, sehingga Perusahaan tidak
menghitung rugi per lembar saham dilusian.
In 2008, conversion of bond had anti dilutive
effect, therefore the Company did not compute
diluted loss per share.
47. IMBALAN PASCA KERJA
47. POST-EMPLOYMENT BENEFITS
Program Pensiun Imbalan Pasti
Defined Benefit Pension
Mediacom dan beberapa anak perusahaan
menyelenggarakan program pensiun imbalan
pasti untuk semua karyawan tetapnya. Program
ini memberikan imbalan pasca kerja berdasarkan
penghasilan dasar pensiun dan masa kerja
karyawan. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana
Pensiun Bimantara (Danapera) yang akta
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan
No.
382/KM.17/1996
tanggal
15 Oktober 1996. Pendiri Danapera adalah
Mediacom, dan anak perusahaan merupakan
mitra pendiri. Pendanaan program pensiun
berasal dari kontribusi pemberi kerja dan
karyawan
masing-masing
sebesar
9,75%
dan 4%.
Mediacom and certain subsidiaries established a
defined benefit pension plan covering all their
permanent employees. The plan provides pension
benefits based on years of service and salaries of
the employees. The pension plan is managed by
Dana Pensiun Bimantara (Danapera) which deed
of establishment had been approved by the
Minister of Finance of the Republic of Indonesia in
his Decision Letter No. 382/KM.17/1996 dated
October 15, 1996. Danapera’s founders are
Mediacom, with the subsidiaries as cofounders.
Pension plan is funded by contributions from both
employer and employee at the rate of 9.75% and
4%, respectively.
- 85 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Beban imbalan pasca kerja yang diakui di
laporan laba rugi konsolidasi adalah:
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Kerugian aktuarial bersih
Hasil yang diharapkan dari aset program
Penyesuaian atas aset yang dibatasi
penggunaannya
Jumlah
Amounts charged to consolidated statements of
income with respect to the pension plan is as
follows:
2009
2008
8.214
13.244
8.300
(26.053)
8.809
11.758
28.987
(21.937)
4.806
(18.241)
8.511
9.376
Aset dari program pensiun imbalan pasti di
neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:
Aset program pensiun
Total
The amounts included in the consolidated balance
sheets in respect of the pension plan is as follows:
2009
Nilai kini kewajiban program pensiun
Keuntungan aktuarial belum diakui
Aset yang tidak diakui
Nilai wajar aset program
Current service cost
Interest cost
Net actuarial losses
Expected return on plan asset
Adjustment for restriction on
plan assets
2008
70.144
(9.612)
28.941
(110.352)
62.749
(9.612)
24.135
(98.251)
Present value of pension program obligation
Unrecognized actuarial gain
Unrecognized asset
Fair value of plan assets
(20.879)
(20.979)
Net pension plan asset
Aset program pensiun terutama terdiri dari kas di
bank,
deposito
berjangka
dan
saham
diperdagangkan di bursa.
The pension plan assets consisted mainly of cash
in banks, time deposits and shares of stock traded
in the stock exchange.
Aset program pensiun bersih dicatat sebagai
biaya dibayar dimuka.
Net pension plan assets were recorded as prepaid
expenses.
Mutasi aset bersih program pensiun di neraca
konsolidasi adalah sebagai berikut:
Movement in the net assets of pension plan
recognized in the consolidated balance sheets are
as follows:
2009
2008
Saldo awal tahun
Iuran dibayar tahun berjalan
Manfaat pensiun tahun berjalan
(20.979)
(8.411)
8.511
(20.832)
(9.523)
9.376
Beginning of the year
Contribution paid in the current year
Amount charged to income
Aset program pensiun
(20.879)
(20.979)
Net pension plan asset
- 86 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Program pensiun imbalan pasti dihitung oleh
PT. Dayamandiri
Dharmakonsilindo
dan
PT. Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris
independen, dengan menggunakan asumsi
utama sebagai berikut:
Umur pensiun normal
Tabel mortalita
Tingkat kenaikan penghasilan
per tahun
Tingkat diskonto per tahun
The defined benefit pension plan is calculated by
PT. Dayamandiri
Dharmakonsilindo
and
PT. Eldridge Gunaprima Solution, independent
actuaries,
based
on the following key
assumptions:
55 tahun/years
Commissioners Standard Ordinary (CSO) - 1980
7% - 8% tahun/in 2009 dan/and 9% - 12% tahun/in 2008
10% tahun/in 2009 dan/and 7% - 12% tahun/in 2008
Normal pension age
Mortality table
Salary increment rate
per annum
Discount rate per annum
Imbalan Pasca Kerja Lain
Other Post-Employment Benefits
Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali RCTI,
mengakui kewajiban imbalan pasca kerja lain
sesuai
peraturan
Perusahaan dan anak
perusahaan yang didasarkan Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 yang berlaku.
The Company and its subsidiaries, except RCTI,
recognized other
post-employment benefit
obligation in accordance with their policy based
on Labor Law No. 13/2003.
RCTI mengakui tambahan kewajiban imbalan
pasca kerja selain program pensiun, sesuai
kebijakannya berupa kekurangan antara imbalan
pasca kerja berdasarkan program pensiun dengan
imbalan berdasarkan kebijakan RCTI.
RCTI recognized the cost of providing other postemployment benefits in accordance with its policy
to cover shortage of benefits provided by the
pension plan against the benefits based on
RCTI’s policy.
RCTI dan MNCSV memberikan imbalan kerja
jangka panjang lainnya didasarkan pada masa
kerja.
RCTI and MNCSV also provide other long-term
benefits which was determined based on years of
service.
Beban imbalan pasca kerja lain dan imbalan kerja
jangka panjang lainnya yang diakui di laporan
laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in consolidated statements
of income with respect to other post-employment
benefits and other long-term benefits are as
follows:
2009
Perusahaan
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Biaya jasa lalu
2008
248
97
(73)
154
120
(49)
The Company
Current service cost
Interest costs
Past service cost
Sub jumlah
Anak perusahaan
272
35.837
225
40.064
Subtotal
Subsidiaries
Jumlah
36.109
40.289
Total
- 87 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Kewajiban imbalan pasca kerja yang termasuk
dalam neraca adalah sebagai berikut:
The post-employment benefits obligation included
in the consolidated balance sheets are as follows:
2009
Perusahaan
Nilai kini kewajiban tanpa pendanaan
Keuntungan aktuarial belum diakui
2008
The Company
Present value of unfunded obligations
Unrecognized actuarial gains
1.427
772
967
960
Kewajiban - bersih
Anak perusahaan
2.199
139.707
1.927
112.098
Net liabilities
Subsidiaries
Kewajiban - Bersih
141.906
114.025
Liabilities - Net
Mutasi kewajiban bersih dalam neraca konsolidasi
adalah sebagai berikut:
Movements in the net liabilities recognized in the
consolidated balance sheets are as follows:
2009
2008
Saldo awal tahun
Koreksi saldo awal yang dibukukan
Pengurangan karena divestasi
anak perusahaan
Pembayaran manfaat
Beban tahun berjalan
114.025
-
136.771
490
Saldo akhir tahun
141.906
(8.228)
36.109
Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh
aktuaris independen PT. Dian Artha Tama,
PT. Dayamandiri
Dharmakonsilindo
dan
PT. Eldridge Gunaprima Solution. Asumsi utama
yang digunakan dalam menentukan penilaian
aktuarial adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan
gaji per tahun
Tingkat mortalitas
Umur pensiun normal
(37.551)
(25.974)
40.289
Beginning of the year
Correction beginning of the year
Deduction due to divestment
of subsidiary
Benefits payment
Amount charged to income
114.025
End of year
The cost of providing post-employment benefits is
calculated by independent actuaries, PT. Dian
Artha Tama, PT. Dayamandiri Dharmakonsilindo
and PT. Eldridge Gunaprima Solution. The
actuarial valuation was carried out using the
following key assumptions:
9 - 12% tahun/in 2009 dan/and 7% - 12% tahun/in 2008
5% - 10% tahun/in 2009 dan/and 6% - 8% tahun/in 2008
CSO - 1980
55 tahun/years
48. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN
Discount rate per annum
Future salary increment
rate per annum
Mortality rate
Normal pension age
48. ACQUISITIONS OF SUBSIDIARIES
Pada tahun 2008, MNC, melalui anak
perusahaan, MIL (anak perusahaan MIMEL),
telah mengakuisisi 57,06% saham Linktone Ltd.,
(Catatan 3). Akuisisi ini dipertanggungjawabkan
dengan metode pembelian berdasarkan nilai
wajar aset bersih Linktone Ltd., pada tanggal
30 April 2008.
In 2008, MNC, through its subsidiary, MIL (a
subsidiary of MIMEL), has acquired 57.06%
shares of Linktone Ltd., (Note 3). This acquisition
was accounted for using the purchase method
based on the fair value of the net assets of
Linktone Ltd., as of April 30, 2008.
- 88 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Rp
Nilai wajar aset bersih diperoleh
Aset lancar
Aset tetap bersih
Aset lain-lain
Kewajiban
1.123.917
12.466
69.466
(151.845)
Fair value of net assets acquired
Current assets
Property and equipment - net
Other assets
Liabilities
Nilai wajar aset - bersih
1.054.004
Fair value of net assets
Nilai wajar aset bersih diperoleh:
Goodwill (Catatan 17)
601.836
327.837
Fair value of net assets acquired:
Goodwill (Note 17)
Jumlah biaya perolehan
929.673
Total acquisition cost
Penyelesaian biaya perolehan melalui:
Pembayaran tunai di tahun 2008
Investasi lain
163.773
765.900
Settlement of acquisition cost through:
Cash payment in 2008
Other investment
Jumlah biaya perolehan
929.673
Total acquisition cost
Arus kas masuk bersih sehubungan
dengan akuisisi di tahun 2008:
Pembayaran tunai biaya akuisisi
Kas dan setara kas diperoleh
(163.773)
924.903
Arus kas masuk bersih
761.130
Pada bulan Maret 2008, Mediacom mengakuisisi
tambahan saham MNC dengan biaya perolehan
sebesar Rp 93.204 juta (Catatan 3). Akuisisi ini
dipertanggungjawabkan
dengan
metode
pembelian berdasarkan nilai wajar aset bersih
MNC pada tanggal 31 Maret 2008 dan
menghasilkan goodwill sebesar Rp 47.994 juta.
Net cash inflow for the acquisition
in 2008:
Cash payment of acquisition cost
Cash and cash equivalents acquired
Net cash inflows
In March 2008, Mediacom acquired additional
MNC’s share with acquisition cost amounting to
Rp 93,204 million (Note 3). This acquisition was
accounted for using the purchase method based
on the fair value of net assets of MNC as of
March 31, 2008 and resulting goodwill amounting
to Rp 47,994 million.
49. PELEPASAN INVESTASI
49. DISPOSAL OF INVESTMENTS
Pada tahun 2008, Mediacom melakukan divestasi
dan memperoleh keuntungan pelepasan investasi
sebesar Rp 296.128 juta tahun 2008.
In 2008, Mediacom divested some of its
investments resulting in gain on disposal
amounting to Rp 296,128 million in 2008.
Pada bulan Juli 2008, Mediacom menjual 15,81%
investasi atas M8T sebanyak 3.199.601.000
lembar saham, kemudian pada bulan September
2008, Mediacom menjual 32% investasinya
sebanyak 6.475.479.000 lembar saham. Sisa
19% investasi diperlakukan sebagai efek yang
tersedia untuk dijual pada nilai wajarnya oleh
manajemen pada tahun 2008. Pada tahun 2009,
saham M8T tersebut telah dijual dengan kerugian
yang direalisasi sebesar Rp 207.725 juta.
In July 2008, Mediacom disposed its 15.81%
investment in M8T totaling of 3,199,601,000
shares, and in September 2008, Mediacom
disposed its 32% investment totaling of
6,475,479,000 shares. The remaining investment
of 19% is treated by the management as available
for sale securities measured at its fair value in
2008. In 2009, the above mentioned M8T shares
were sold with realized loss recognized amounting
to Rp 207,725 million.
- 89 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Untuk tujuan akuntansi, penjualan atas investasi
Mediacom atas M8T berdasarkan aset M8T
bersih sesuai tanggal penjualan dengan rincian
sebagai berikut:
For accounting purposes, the disposal of
Mediacom’s investment in M8T were based on the
net assets of M8T as of the respective date of
disposal, details as follows:
2008
30 September/
September 30,
31 Juli/
July 31,
Bagian Perusahaan atas
aset bersih
Goodwill
Perubahan ekuitas
anak perusahaan
Keuntungan penjualan
Harga jual bersih
346.157
134.481
658.719
269.899
(107.123)
83.342
(216.800)
212.786
456.857
924.604
The Company's share in
net assets
Goodwill
Changes in equity
of subsidiary
Gain on disposal
Net selling price
Penjualan anak perusahaan ini menghasilkan
arus kas masuk bersih sebesar Rp 1.221.228 juta
pada tahun 2008, terdiri dari kas diterima sebesar
Rp 1.381.461 juta dan kas dikeluarkan yang
merupakan saldo kas dan setara kas anak
perusahaan tersebut pada tanggal penjualan
sebesar Rp 160.233 juta.
The disposals resulted in net cash inflow of
Rp 1,221,228 million in 2008, consisting of net
cash inflow of Rp 1,381,461 million and cash
outflow of Rp 160,233 million representing the
balance of cash and cash equivalents of such
subsidiaries on the respective date of disposal.
Ringkasan laporan laba rugi M8T yang
beroperasi pada segmen telekomunikasi dan
termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi
tahun 2008 adalah sebagai berikut:
A summary of the statements of income of the
M8T which operated in telecommunication
segment and were included in the 2008
consolidated statements of income is as follows:
2008
(Sembilan bulan/
Nine months)
Pendapatan
Beban usaha
608.889
(706.475)
Revenues
Operating expenses
Rugi usaha
Beban lain-lain - bersih
(97.586)
(237.636)
Loss from operations
Other charges - net
Rugi sebelum pajak
Manfaat pajak
(335.222)
115.342
Loss before tax
Tax benefit
Rugi bersih
(219.880)
Net loss
50. SIFAT
DAN
ISTIMEWA
TRANSAKSI
HUBUNGAN
50. NATURE
OF
RELATIONSHIP
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat Hubungan Istimewa
Nature of Relationship
a.
Anak perusahaan langsung
langsung (Catatan 3).
dan
tidak
a.
Direct and indirect subsidiaries (Note 3).
b.
PT. Bhakti Panjiwira adalah pemegang
saham
Perusahaan yang mempunyai
pengaruh
yang
signifikan
terhadap
Perusahaan.
b.
PT. Bhakti Panjiwira is a stockholder of the
Company who holds significant influence over
the Company.
- 90 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
c.
Perusahaan yang sebagian pengurus atau
manajemennya sama dengan Perusahaan
dan anak perusahaan adalah Yayasan
Bimantara Citra dan PT. Global Land
Development Tbk.
c.
The companies which have common
members of management as the Company
and its subsidiaries are Yayasan Bimantara
Citra and PT. Global Land Development Tbk.
d.
Perusahaan
dan
anak
perusahaan
merupakan pendiri Reksadana BIG Dana
Likuid Satu, BIG Dana Likuid, BIG Dana
Lancar, BIG Bhakti Kombinasi, BIG Dana
Muamalah dan BIG Bhakti Ekuitas.
d.
The Company and its subsidiaries are the
sponsors for the mutual funds of BIG Dana
Likuid Satu, BIG Dana Likuid, BIG Dana
Lancar, BIG Bhakti Kombinasi, BIG Dana
Muamalah and BIG Bhakti Ekuitas.
e.
Mediacom merupakan pemegang saham
minoritas PT Mobile-8 Telecom pada tahun
2008.
e.
Mediacom is the minority shareholder of
PT Mobile-8 Telecom in 2008.
Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa
Transactions with Related Parties
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anak
perusahaan melakukan transaksi penting lainnya
dengan pihak hubungan istimewa, yang meliputi
antara lain:
In the normal course of business, the Company
and its subsidiaries entered into certain significant
transactions with related parties, including the
following, among others:
a.
Perusahaan dan anak perusahaan memiliki
portofolio efek berupa kontrak pengelolaan
dana dengan BAM dan unit penyertaan
reksadana (Catatan 5).
a.
The Company and its subsidiaries have
portfolio investments in the form of fund
management contracts, which are managed
by BAM, and units in mutual funds (Note 5).
b.
Penjualan/pembelian barang dan jasa,
persewaan
gedung
dan
transaksi,
pembiayaan
dengan
pihak
hubungan
istimewa. Menurut manajemen transaksi
tersebut dilakukan dengan tingkat bunga
atau harga dan syarat-syarat normal
sebagaimana halnya bila dilakukan dengan
pihak ketiga.
b.
Sales and purchases of goods and services,
office building rental, and financing
transactions
with
related
parties.
Management believes that those transactions
are made at normal interest rates or prices,
terms and conditions as those done with
third parties.
c.
Perusahaan dan anak perusahaan juga
menempatkan dana yang dikelola melalui
pihak hubungan istimewa.
c.
The Company and its subsidiaries also
placed investments managed by related
parties.
d.
Mediacom dan anak perusahaan juga
mempunyai transaksi lain dengan pihak
hubungan istimewa yaitu:
d.
Mediacom and its subsidiaries also entered
into other transactions with related parties,
as follows:

Pemberian/penerimaan pinjaman dana
tanpa bunga atas pembayaran lebih
dahulu biaya Mediacom dan anak
perusahaan oleh pihak hubungan
istimewa atau sebaliknya.

Obtaining/providing non-interest bearing
loans arising from advanced payments of
expenses
of
Mediacom
and
its
subsidiaries by related parties or vice
versa.

Transaksi dengan karyawan meliputi
pemberian pinjaman tanpa bunga
termasuk pinjaman perumahan.

Transactions with employees consisting
of non-interest bearing loans including
housing loans.
- 91 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
e.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Perusahaan dan anak perusahaan juga
mempunyai transaksi lainnya dengan pihak
hubungan istimewa seperti yang telah
diungkapkan pada Catatan 9, 10, 15, 21
dan 23.
e.
Pada tanggal neraca, saldo aset yang timbul atas
transaksi usaha tersebut adalah sebagai berikut:
At consolidated balance sheet dates, assets
related to these transactions are as follows:
2009
Investasi jangka pendek (Catatan 5)
790.689
Persentase terhadap jumlah aset
Piutang usaha (Catatan 6)
PT. Optima Media Dinamika
Lainnya
Jumlah
4,62%
1.054.535
5,94%
72.113
36.482
63.408
108.595
Short-term investments (Note 5)
Percentage to total assets
Trade accounts receivable (Note 6)
PT. Optima Media Dinamika
Others
Total
0,37%
0,61%
Percentage to total assets
6.561
2.699
1.079
5.313
695
Factoring of receivables (Note 9)
PT. Global Land Development Tbk
PT. Indo Finance Perkasa
PT. Hikmat Makna Aksara
10.339
6.008
Amount net of unearned revenue
0,06%
0,03%
Percentage to total assets
2.782
-
3.524
2.822
1.806
1.113
4.588
7.459
Total
0,03%
0,04%
Percentage to total assets
53.389
Receivable from MNCSV's
related party (Note 18)
0,30%
Percentage to total assets
Persentase terhadap jumlah aset
Piutang pihak hubungan istimewa
Piutang karyawan
PT. Mobile-8 Telecom Tbk
Lainnya (masing-masing
kurang dari Rp 1 miliar)
Jumlah
Persentase terhadap jumlah aset
Piutang pihak hubungan istimewa
dari MNCSV (Catatan 18)
2008
55.240
8.168
Persentase terhadap jumlah aset
Tagihan anjak piutang (Catatan 9)
PT. Global Land Development Tbk
PT. Indo Finance Perkasa
PT. Hikmat Makna Aksara
Jumlah setelah dikurangi pendapatan
yang belum diakui
The Company and its subsidiaries also
entered into nontrade transactions with
related parties as described in Notes 9,10,
15, 21 and 23.
13.550
Persentase terhadap jumlah aset
0,08%
Manajemen anak perusahaan berpendapat
bahwa pada tanggal 31 Desember 2009 dan
2008, seluruh piutang pihak hubungan istimewa
dapat ditagih sehingga tidak membentuk
penyisihan piutang ragu-ragu.
Receivables from related parties
Employee receivables
PT. Mobile-8 Telecom Tbk
Others (each below
Rp 1 billion)
The subsidiaries’ management believes that all
receivables
from
related parties as of
December 31, 2009 and 2008 are fully collectible,
therefore, no provision was recognized.
- 92 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
51. INFORMASI SEGMEN
51. SEGMENT INFORMATION
Untuk tujuan informasi segmen, manajemen
Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan
segmen usaha berdasarkan pertimbangan risiko
dan hasil terkait dengan jasa yang diberikan,
yaitu investasi, penjaminan dan perdagangan
efek,
pengelolaan
investasi,
lembaga
pembiayaan, media berbasis konten dan iklan,
media
berbasis
pelanggan,
transportasi,
infrastruktur
telekomunikasi
dan teknologi
informasi, dan telekomunikasi. Pada tahun 2008,
Mediacom
telah
mendivestasi
saham
telekomunikasi (Catatan 49).
Business segment information of the Company
and its subsidiaries are presented based on
assessment of risks and rewards of related
services, which are investment, underwriting and
brokerage, fund management, multifinance,
content and advertising based media, subscriber’s
based media, transportation, telecommunication
infrastructure and information technology, and
telecommunication. In 2008, Mediacom divested
telecommunication segment (Note 49).
Informasi segmen usaha Perusahaan dan anak
perusahaan adalah sebagai berikut:
Segment information of the Company and its
subsidiaries is as follows:
2009
Infrastruktur
telekomunikasi
dan teknologi
Media berbasis
informasi/
Pengelolan
konten dan iklan/ Media berbasis
Telecommunication
Investasi/
Lembaga
Content and
pelanggan/
infrastructure
Fund
pembiayaan/ advertising
Subscribers
Transportasi/
and information
management Multifinance based media
based media Transportation
technology
Investasi/
Investment
Penjaminan
dan perantara
perdagangan
efek/
Underwriting
and brokerage
Pendapatan usaha
4.884
51.313
Pendapatan tidak dapat dialokasi
-
Jumlah Pendapatan
4.884
51.313
9.525
132.956
3.857.351
1.054.887
(15.054)
24.192
814
62.064
628.016
131.535
Eliminasi/
Elimination
Jumlah/
Total
PENDAPATAN
HASIL SEGMEN
REVENUES
-
9.525
-
132.956
-
3.857.351
-
1.054.887
-
239.365
121.370
(7.190)
-
-
239.365
121.370
(7.190)
5.465.757
SEGMENT RESULT
(20.535)
4.688
(8.250)
807.470
SEGMENT RESULT
-
5.464.461
1.296
Beban usaha tidak
Total revenues
Unallocated revenues
Unallocated operating
dapat dialokasi
(54.334)
Laba usaha
Beban bunga
dan keuangan
Penghasilan bunga
Bagian laba bersih
perusahaan asosiasi
Keuntungan kurs mata
uang asing
Lain - lain
Kerugian pelepasan
investasi
Amortisasi goodwill
Pajak penghasilan
expenses
753.136
Income from operations
Interest and
(561.136)
financial charges
58.444 Interest income
Equity in net income
428
of associates
618.966 Gain on foreign exchange
(5.380) Others - Net
Loss on disposal of
(207.725)
investment
(132.933) Goodwill amortization
(352.450) Income tax
Laba sebelum
hak minoritas
171.350
Hak minoritas
Rugi bersih
(219.363) Minority interests
(48.013) Net loss
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
Investasi pada
perusahaan asosiasi
Aset yang tidak dapat
dialokasi
Jumlah aset konsolidasi
KEWAJIBAN
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dapat
dialokasi
OTHER INFORMATION
1.260.133
-
663.536
-
11.666
-
348.413
-
7.851.039
1.217
2.188.032
-
494.318
-
543.576
4.912
(18.744)
-
13.341.969
6.129
3.761.159
17.109.257
25.455
258.567
3.451
9.658
955.412
624.304
96.842
202.843
(18.744)
Jumlah kewajiban konsolidasi
Penyusutan dan amortisasi
Penyusutan dan amortisasi
yang tidak dapat dialokasi
Jumlah
Income before minority
interests
2.013
2.301
586
4.437
166.343
203.700
38.153
47.851
7.205
Unallocated assets
Consolidated total assets
2.157.788
LIABILITIES
Segment liabilities
4.573.159
Unallocated liabilites
6.730.947
Segment liabilities
472.589
2.309
474.898
- 93 -
ASSETS
Segment assets
Investments in
associates
Depreciation and amortization
Unallocated depreciation
and amortization
Total
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
2008
Penjaminan
Telekomunikasi
dan perantara
Media berbasis
perdagangan
Pengelolan
efek/
Investasi/
Lembaga
Fund
pembiayaan/
Investasi/
Underwriting
Investment
and brokerage
Pendapatan usaha
50.476
57.540
5.303
HASIL SEGMEN
Beban usaha tidak
dapat dialokasi
Laba usaha
Beban bunga
dan keuangan
Penghasilan bunga
Bagian rugi bersih perusahaan
asosiasi
Kerugian kurs mata uang
asing
Lain - lain
Keuntungan pelepasan
investasi
Amortisasi goodwill
Pajak penghasilan
14.971
24.645
(3.532)
dan teknologi
konten dan iklan/ Media berbasis
Content and
informasi/
pelanggan/
Telecommunication
advertising
Subscribers
Transportasi/
and information
Eliminasi/
Jumlah/
based media
based media
Transportation
technology
Elimination
Total
156.942
3.921.940
797.153
292.909
878.130
(216.917)
65.291
537.196
102.332
(27.473)
(29.614)
80.302
management Multifinance
PENDAPATAN
REVENUES
5.943.476
764.118
(126.381)
637.737
(730.262)
95.266
(540)
SEGMENT RESULT
Unallocated operating
expenses
Income from operations
Interest and
financial charges
Interest income
Equity in net loss
of associates
296.128
(156.719)
86.360
Loss on foreign exchange
Others - Net
Gain on disposal of
investment
Goodwill amortization
Income tax
Rugi sebelum
hak minoritas
Hak minoritas
(241.038)
(114.224)
Loss before minority
interests
Minority interests
Rugi bersih
(355.262)
Net loss
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
Investasi pada
perusahaan asosiasi
Aset yang tidak dapat
dialokasi
(539.641)
70.633
Total revenues
1.317.944
-
921.847
-
13.983
-
464.915
-
8.110.425
647
2.022.069
-
556.201
-
525.058
5.054
(62.811)
-
17.764.631
1.443.098
127.079
1.334
364.932
981.218
394.758
383.671
265.425
(62.811)
Jumlah kewajiban konsolidasi
Penyusutan dan amortisasi
Penyusutan dan amortisasi
yang tidak dapat dialokasi
2.243
1.728
404
2.588
139.641
133.892
39.529
278.965
19.988
LIABILITIES
Segment liabilities
3.425.974
Unallocated liabilites
7.324.678
Segment liabilities
618.978
627.639
52. IKATAN DAN PERJANJIAN
Unallocated assets
Consolidated total assets
3.898.704
8.661
Jumlah
a.
5.701
3.889.299
Jumlah aset konsolidasi
KEWAJIBAN
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dapat
dialokasi
13.869.631
OTHER INFORMATION
ASSETS
Segment assets
Investments in
associates
Depreciation and amortization
Unallocated depreciation
and amortization
Total
52. AGREEMENTS AND COMMITMENTS
Pada tanggal 1 Oktober 2007, MNC
mengadakan perjanjian dengan PT. Postindo
Promedia Audiovisual (Postindo) untuk
pengadaan program televisi tertentu. Biaya
pengadaan program televisi tersebut akan
ditanggung bersama oleh MNC dan Postindo
sebesar 70% dan 30%. Selanjutnya, pada
tanggal 24 Januari 2008, MNC mengadakan
perjanjian dengan Postindo untuk mengatur
pembagian pendapatan dari penjualan lisensi
atas program tertentu yang pengadaannya
ditanggung oleh kedua belah pihak dan telah
ditayangkan tiga kali atau lebih. Berdasarkan
perjanjian tersebut, MNC dan Postindo akan
membagi
pendapatan
masing-masing
sebesar 30% dan 70%.
a.
- 94 -
On October 1, 2007, MNC entered into an
agreement with PT. Postindo Promedia
Audiovisual (Postindo) for purchases of
certain television programs. The expenses
related to the purchases of the programs will
be shared 70% and 30% by MNC and
Postindo, respectively. Furthermore, on
January 24, 2008, MNC entered into an
agreement with Postindo concerning the
revenue sharing from the sale of licenses of
certain programs that have been aired for
three times or more and the costs of purchase
of which are shared by both parties. Based on
the agreement, MNC and Postindo will share
30% and 70% of the revenues, respectively.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
b.
RCTI mengadakan
berikut:
perjanjian
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
sebagai
b.
RCTI entered into agreements with the
following:
1)
RCTI dan SCTV bekerjasama untuk
membiayai bersama, masing-masing
menanggung sebesar 50% biaya
stasiun transmisi yang dibangun,
penyediaan tanah, gedung dan fasilitas
stasiun transmisi tersebut. Kerjasama
tersebut meliputi beberapa stasiun
transmisi
yang
akan
ditentukan
kemudian. RCTI dan SCTV memiliki
hak yang sama atas tanah dan segala
sesuatu yang terletak diatasnya. RCTI
dan SCTV menanggung bersama
masing-masing 50% beban operasi
stasiun transmisi. Perjanjian ini berlaku
sejak tanggal 24 Agustus 1993.
1)
RCTI and SCTV agreed to each assume
50% of the cost of relay stations which
were constructed, procurement of land,
building and related facilities. Such
cooperation
consists
of
several
transmission stations. RCTI and SCTV
shall equally own the land and all the
facilities thereon. RCTI and SCTV shall
each assume 50% of the expenses
related
to
transmission
station
operations. The cooperation agreement
is effective starting August 24, 1993.
2)
SCTV
dan
INDOSIAR
untuk
pembangunan dan operasional stasiun
relay.
Biaya
pembangunan
dan
pembelian peralatan serta biaya
operasional ditanggung bersama antara
RCTI, SCTV dan Indosiar dan dibagi
sama rata.
2)
SCTV
and
INDOSIAR
for
the
development and operation of relay
station. RCTI, SCTV and INDOSIAR
shall equally bear the expenses in
relation to the development, acquisition
and operation of equipment.
3)
PT Media Televisi Indonesia (MTI),
untuk penyewaan tower dan ruangan
milik RCTI di Jakarta, Bandung dan
Sumatera Utara untuk keperluan siaran
MTI. Perjanjian ini mengalami beberapa
kali
perubahan,
terakhir
dengan
addendum keenam No. RCTI/PSMLGL/1204/XI/
2008
tanggal
17 Nopember 2008. Jangka waktu
sewa adalah 1 tahun, terhitung sejak
tanggal 4 Agustus 2008 dan berakhir
pada tanggal 3 Agustus 2009. Sampai
dengan tanggal penerbitan konsolidasi,
perpanjangan perjanjian ini masih
dalam proses.
3)
PT Media Televisi Indonesia (MTI), for
the rental of tower and space owned by
RCTI in Jakarta, Bandung and North
Sumatera for broadcasting purposes of
MTI. The contract had been amended
several times, most recently by sixth
amendment
No. RCTI/PSMLGL/1204/XI/2008 dated November 17,
2008. The rental period is 1 year starting
from August 4, 2008 and expired on
August 3, 2009. As of the issuance date
of issue these consolidated financial
statements the extention of the
agreement is still in process.
4)
PT. RTI Infokom, untuk penyediaan
Vertical Blanking Line (VBI line) yang
akan ditambah sesuai dengan tingkat
volume Data Broadcast sehingga
memungkinkan PT. RTI Infokom untuk
melakukan penjualan dan penyebaran
data Bursa Efek Indonesia secara real
time melalui VBI line pada media
televisi milik RCTI. Perjanjian ini
berakhir pada tanggal 30 Juni 2009 dan
telah diperpanjang sampai dengan
tanggal 30 Juni 2010.
4)
PT. RTI Infokom, for the provision of
Vertical Blanking Line (VBI Line) which
will be increased in accordance with
data broadcast volume rate, hence,
enabling PT. RTI Infokom to sell and
disseminate Indonesia Stock Exchange
data on a real time basis through VBI
line in television media owned by RCTI.
The agreement expired on June 30,
2009, and has been extended until
June 30, 2010.
- 95 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
c.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
5)
Indosat untuk sewa transponder Palapa
dengan Indosat untuk masa sampai
dengan tanggal 30 Juni 2010 dimulai
sejak tanggal mulai operasi. Indosat
menyediakan jasa untuk RCTI atas
dasar sewa 1/4 bagian transponder
dengan pengiriman modulasi sistem
digital di Transponder No. 2H/04
Horisontal Polarisasi pada Satelit
Palapa C2 dengan lokasi orbit 1130
Bujur Timur atau penggantinya dengan
Dasar Penggunaan Waktu Penuh dan
Non-preemptible Unprotected Basis dan
sesuai
dengan
kondisi
teknis
sebagaimana yang dijabarkan dalam
Memorandum Teknik.
5)
Indosat for the rental of the Palapa
transponder until June 30, 2010. Indosat
provides services to RCTI for the rental
of 1/4 (one/fourth) of the transponder
with
digital
modulation
system
transmitter in Transponder No. 2H/04
Horizontal Polarization in Satellite
Palapa C2 with orbit located at of 1130
East Longitude or its substitute with Full
Time Utilization
Base on Nonpreemptible Unprotected Basis and in
accordance with technical condition as
verified
under
the
Technical
Memorandum.
6)
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)
untuk perjanjian sewa tower satelit
sampai 30 Juni 2012. Telkom setuju
menyewakan transponder kepada RCTI
dengan
bandwidth
selebar
8 (delapan) MHz
pada
sistem
Telkom-1. RCTI telah memperpanjang
perjanjian tersebut untuk 5 tahun
terhitung sejak tanggal 1 Juli 2007
sampai dengan 30 Juni 2012.
6)
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)
for the rental of satelite transponder
until June 30, 2012. Telkom rents out to
RCTI bandwidth of 8 (eight) MHz on
Telkom-1 system. RCTI has extended
the agreement for 5 years, starting
from July 1, 2007 until June 30, 2012.
7)
Electronic City Entertainment (ECE)
sehubungan dengan kejuaraan FIFA
World Cup 2010 yang diadakan di
Afrika Selatan pada bulan Juni 2010.
7)
Electronic City Entertainment (ECE) for
the 2010 FIFA World Cup, which will be
held in South Africa in June 2010.
GIB mengadakan perjanjian sebagai berikut:
1)
c.
Pada tanggal 14 Desember 2005, GIB
bersama dengan MTVI, MTVA dan
Nickelodeon Asia Holdings Pte Ltd
(NAH)
menandatangani
Business
Contract untuk menyiarkan program
MTV Block dan NICK Block. Perjanjian
ini berlaku sejak 1 Pebruari 2006
sampai dengan 31 Januari 2009. Para
pihak setuju untuk menyiarkan MTV
Block, NICK Block dan siaran Global
masing-masing 8 jam pada hari kerja;
sedangkan untuk akhir minggu masingmasing 8,5 jam untuk MTV Block,
9 jam NICK Block dan 6,5 jam siaran
Global.
GIB entered into various agreements as
follows:
1)
- 96 -
On December 14, 2005, GIB entered
into Business Contract with MTVI, MTVA
and Nickelodeon Asia Holdings Pte Ltd
(NAH) to distribute MTV Block and NICK
Block programs. This agreement is valid
from February 1, 2006 until January 31,
2009. The parties agreed to broadcast
MTV Block, NICK Block and Global
programs for 8 hours each during
workdays; 8.5 hours for MTV Block,
9 hours for NICK Block and 6.5 hours
Global programs on week-end.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Berdasarkan perjanjian tersebut, GIB
akan menerima pendapatan sebagai
berikut:
Based on the agreement, GIB will
receive percentage of advertisement
revenues as follows:

Untuk program MTV Block: 20%
tahun pertama, 27,5% tahun kedua
dan 30% tahun ketiga.

For MTV Block programs: 20% for
first year, 27.5% for second year and
30% for third year.

Untuk program NICK Block: 50%
dari hasil iklan selama program
NICK Block setelah dikurangi biayabiaya yang ditagih oleh MTVI.

For NICK Block program: 50% of
advertising revenues during NICK
block program net of expenses
reimbursed by MTVI.
Pada tanggal 12 Oktober 2006, MNC
dan MTV Networks Asia (pemberi
lisensi)
mengadakan
kesepakatan
lisensi mengenai pemberian (a) lisensi
non-eksklusif atas merek dan/atau
merek dagang MTV,
VHI
dan
Nickelodeon (b) licensor programing
digunakan untuk produksi televisi
(termasuk kegiatan on air atau off air)
yang menyertakan licensor programing
dan
bermerek
MTV,
VHI
dan
Nickelodeon untuk Bisnis TV (c) lisensi
non-eksklusif merek dagang MTV dan
Nickelodeon (d) hak eksklusif Licensor
Digital Content untuk Bisnis Media
Digital dan (e) hak untuk penggunaan
merek untuk Bisnis Dagang. Perjanjian
kerjasama antara MTVA, NAH dan GIB
tertanggal 14 Desember 2005 telah
berakhir pada tanggal 31 Desember
2006.
On October 12, 2006, MNC and MTV
Networks Asia (licensor) entered into a
licensing Deal Memo granting (a) nonexclusive license of the MTV, VHI and
Nickelodeon brands and/or trade marks
(b) production for television (including on
air and off air events), incorporating the
licensor programming and branded
MTV, VHI and Nickelodeon for TV
Business (c) non-exclusive license of
the MTV and Nickelodeon trademarks
(d) exclusive license of the Licensor
Digital Content for Digital Media
Business and (e) rights for consumer
branding and/or character license from
MTV Network Asia. The business
contract between MTVA, NAH and GIB
dated December 14, 2005 was
terminated on December 31, 2006.
Perjanjian
kerjasama
tersebut
digantikan dengan kesepakatan ini dan
efektif sejak 1 Januari 2007. Biaya
lisensi untuk bisnis TV (a) sebesar 25%
dari pendapatan iklan bersih dari
penayangan
licensor
programming
setelah dikurangi komisi agen, (b)
sebesar 25% dari penjualan bersih
untuk distribusi licensor programming
dan (c) biaya lisensi untuk Bisnis Media
Digital sebesar 25% dari penjualan
bersih dengan biaya minimum lisensi
tahunan terjamin untuk Bisnis TV dan
Bisnis
Media
Digital
sebesar
US$ 4.000.000 yang dibayar secara
kwartalan dalam jumlah yang sama.
Such contractual relationship will be
replaced by the trademark and
program/content license contemplated
by this new agreement and became
effective on January 1, 2007. The
license fee for TV business amounted to
(a) 25% of net advertising sales from the
licensor programming broadcast on the
channel, less agency commissions, (b)
25% of net revenue from the distribution
of licensor programming and (c) license
for Digital Media Business of 25% of the
net revenue earned, with annual
minimum guaranteed license fee for TV
Business and Digital Media Business of
US$ 4,000,000 which will be paid in
equal quarterly installments.
- 97 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2)
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 25 Februari 2010, GIB
bersama-sama dengan MNC dan
Viacom International Inc (“Viacom”)
menandatangani Programming Content
And Trade Mark License Agreement
untuk hak eksklusif penayangan dan
pembuatan branded block MTV dan
Nick serta hak penggunaan trade mark
MTV dan Nick untuk keperluan
penyiaran
di
wilayah
Indonesia.
Perjanjian ini berlaku untuk periode
3 tahun
terhitung
sejak
tanggal
1 Januari 2009 sampai 31 Desember
2011.
On February 25, 2010, GIB along with
MNC and Viacom International Inc has
entered into Programming Content and
Trademark License Agreement for an
exclusive right in broadcasting and
production of MTV and Nick Branded
Block also the exploitation right of MTV
and Nick trademark for broadcasting
purpose in Indonesia Territory. This
agreement is valid for 3 years period
commencing from January 1, 2009 to
December 31, 2011.
Para Pihak didalam perjanjian ini
sepakat untuk menayangkan branded
block MTV dan Nick dengan total
penayangan
gabungan
sekurangkurangnya 6 jam per hari di saluran
(channel) milik GIB, yaitu Global TV.
Berdasarkan perjanjian ini GIB akan
memberikan pembagian hasil kepada
Viacom sebesar 25% dari penghasilan
bersih yang didapat dari pelaksanaan
perjanjian setelah dikurangi komisi
agen,
dan
sebaliknya
untuk
penghasilan Pan Regional yang didapat
oleh Viacom terhadap penayangan dan
penjualan iklan-iklan Pan regional yang
ditayangkan di Global TV, GIB akan
mendapatkan pembagian hasil sebesar
25% dari Viacom.
The Parties have agreed to broadcast
the MTV and Nick Branded Block with
total accumulated broadcasting hours of
6 hours per day in GIB’s channel, Global
TV. Based on the agreement, GIB shall
allocate 25% of its revenue generated
from the execution of the agreement, net
of commisions paid to agencies, as
revenue share to Viacom, and
conversely for Pan Regional income
generated from the broadcasting and
sales of Pan Regional commercial
broadcasted at Global TV, GIB shall
receive 25% revenue share from
Viacom.
Pada tanggal 15 Januari 2002, GIB
mengadakan perjanjian sewa digi
bouquet dengan PT. Indosat Tbk
(Indosat) untuk masa sampai dengan
tanggal 14 Januari 2007 dimulai sejak
tanggal
1 Juli
2002.
Indosat
menyediakan jasa atas dasar sewa
9 mbps, FEC : ¾ (tiga per empat) pada
transponder Nomor SH Polarisasi
Horisontal pada Satelit Palapa 2
dengan orbital slot 113 bujur timur atau
penggantinya
dengan
Dasar
Penggunaan Waktu Penuh dan Non
Preemptible
Unprotected
Basis.
Berdasarkan
addendum
perjanjian
sewa digi bouquet tanggal 24 Pebruari
2010, masa sewa diperpanjang selama
tiga tahun terhitung sejak 15 Januari
2010.
2)
- 98 -
On January 15, 2002, GIB entered into a
rental agreement of digi bouquet with
PT. Indosat Tbk (Indosat) for a period
from July 1, 2002 to January 14, 2007.
Indosat will provide services based on
rental of 9 mbps, FEC : ¾ (three fourths)
at transponder No. SH Horizontal
Polarization in Palapa Satellite 2 with
orbital slot of 113 East Longitude or its
substitute with use of Full Time
Utilization
and
Non
Preemptible
Unprotected Basis. Based on the
addendum of the rental agreement of
digi bouquet dated February 24, 2010,
the term of the lease was extended for
three years starting from January 15,
2010.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
d.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
3)
Pada tanggal 1 Juni 2002, GIB
mengadakan perjanjian sewa ruang dan
menara transmisi beserta fasilitas
perlengkapannya untuk stasiun relay
Surabaya dengan PT. Duta Visual
Nusantara Tivi Tujuh (TV7) untuk masa
20 tahun atau sampai dengan tanggal
31 Mei 2022. TV7 menyewakan bagian
dari stasiun transmisi beserta peralatan
dan perlengkapannya untuk menyiarkan
program teknisi GIB di wilayah
Surabaya dan sekitarnya.
3)
On June 1, 2002, GIB entered into an
agreement
with
PT. Duta
Visual
Nusantara Tivi Tujuh (TV7), for the
leasing of transmission tower and office
space including airing equipment for
relay station for 20 years until May 31,
2022. TV7 leases out portion of
transmission
station
and
airing
equipment for broadcasting program of
GIB in Surabaya and its surrounding
area.
4)
Berdasarkan
perjanjian
tanggal
23 Mei 2002,
GIB
mengadakan
perjanjian sewa menara beserta
perlengkapannya dengan PT. Televisi
Transformasi
Indonesia
(TransTV)
untuk masa 10 tahun atau sampai
dengan
23 Mei
2012.
TransTV
menyewakan bagian dari stasiun
transmisi
beserta
peralatan
dan
perlengkapannya yang berlokasi di
Jalan Bukit Merpati II, Kelurahan
Ngesrep, Kecamatan Banyumanik,
Semarang.
4)
Based on agreement dated May 23,
2002, GIB entered into a tower and
equipment leasing agreement with
PT. Televisi Transformasi Indonesia
(TransTV) for 10 years or until May 23,
2012. TransTV leases out portion of
transmission station including equipment
which are located in Jalan Bukit Merpati
II, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan
Banyumanik, Semarang.
MNCSV mengadakan perjanjian sebagai
berikut:
1)
d.
Pada tanggal 1 Maret 1999, MNCSV
menandatangani
perjanjian
dengan
Home Box Office Pte., Ltd., Singapura
dan HBO Pacific Partners, V.O.F (HBO)
dimana HBO setuju untuk menyediakan
jasa program untuk program HBO dan
Cinemax.
MNCSV
setuju
untuk
membayar kepada HBO biaya bulanan
untuk jasa dan lisensi sebagai
kompensasi, sesuai dengan formula
yang tercantum dalam surat perjanjian.
Perjanjian ini telah diubah tanggal
1 Mei 2005 yang berlaku sampai dengan
30 Juni 2007. Sampai dengan tanggal
penerbitan
laporan
keuangan
konsolidasi, perjanjian tersebut masih
dalam proses persetujuan perpanjangan.
MNCSV entered into agreements as follows:
1)
- 99 -
On March 1, 1999, MNCSV entered into
agreement with Home Box Office Pte.,
Ltd., Singapore and HBO Pacific
Partners, V.O.F (HBO), whereby HBO
agreed to provide programming services
for HBO program and Cinemax
program. MNCSV shall pay the monthly
service fees and license fees as
compensation in accordance with the
formula stated in the agreement. This
agreement was last amended on May 1,
2005, and expired on June 30, 2007. As
of the issuance date of these
consolidated financial statements, the
amendment of the agreement is still in
process.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
2)
3)
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
International Global Networks B.V., The
Netherlands (IGN)
2)
International Global Networks B.V., The
Netherlands (IGN)
Pada tanggal 5 Juni 2000, MNCSV
melakukan
perjanjian
dengan
International Global Networks B.V., The
Netherlands (IGN) dimana IGN setuju
untuk memberikan hak non-ekslusif
kepada MNCSV untuk menjual dan
menyalurkan program-program (STAR
World International dan STAR Movies
International) di Indonesia selama
2 (dua) tahun. Sebagai kompensasi,
MNCSV setuju untuk membayar biaya
lisensi bulanan kepada IGN sesuai
dengan formula yang tercantum dalam
surat perjanjian.
On June 5, 2000, MNCSV entered into
agreement with International Global
Networks B.V., The Netherlands (IGN),
whereby IGN agreed to grant MNCSV
non-exclusive rights to sell and distribute
programs (STAR World International
and STAR Movies International) in
Indonesia for 2 (two) years. In return,
MNCSV agreed to pay monthly license
fees to IGN in accordance with the
formula stated in the agreement.
Perjanjian ini diperbaharui pada tanggal
23 Januari 2003, dan terakhir diubah
pada tanggal 1 Oktober 2006 dimana
IGN memberikan hak kepada MNCSV
untuk
memasarkan
dan
menjual
program-program STAR selama periode
lisensi yang meliputi acara STAR World,
Channel V International, National
Geographic Channel dan Star Movies
International, FOX News Channel dan
ANTV untuk jasa televisi berlangganan
di
Indonesia
kepada
pelanggan
perseorangan, pelanggan komersial,
hotel dan operator MDU melalui sistem
Direct to Household (DTH), sistem
televisi kabel (CATV), sistem televisi
antena satelit master (MMOS) dan
LMDS. Penyaluran program disetujui
sejak tanggal 1 Juni 2002 sampai
dengan 30 September 2008. Jumlah
minimal pelanggan perorangan setiap
bulan selama periode lisensi adalah
25.000 pelanggan. Sesuai dengan
perjanjian, MNCSV harus membayar
uang jaminan sebesar US$ 75.000.
The agreement was renewed on
January 23, 2003 and was last amended
on October 1, 2006, whereby IGN
granted MNCSV for the duration of the
license period the right to market and
sell the STAR channels which are STAR
World, Channel V International, National
Geographic Channel, Star Movies
International, FOX News Channel and
ANTV programs for pay-television
service in Indonesia to individual
subscribers, commercial establishments,
hotel operator and MDU operators via
Direct to Household system (also known
as DTH), cable television system (also
known as CATV), satellite master
antenna television system (also known
as MMOS), and LMDS. The channels
are authorized for distribution from
June 1, 2002 to September 30, 2008.
The minimum guaranteed individual
subscriber count in each month of the
license period is 25,000 subscribers.
Under this agreement, MNCSV shall pay
security deposit of US$ 75,000.
Pada tanggal 24 Oktober 2003, MNCSV
menandatangani
perjanjian
yang
diperbaharui dengan AXN Holding, LLC
(“AXN”) dimana AXN setuju untuk
memberikan hak non-eksklusif kepada
MNCSV untuk menyalurkan program
AXN dan ANIMAX di Indonesia. Sebagai
kompensasi MNCSV setuju untuk
membayar biaya lisensi bulanan kepada
AXN sesuai dengan formula yang
tercantum dalam surat perjanjian.
Perjanjian diubah terakhir pada tanggal
1 Maret 2009 untuk penggantian biaya
bulanan dan perjanjian diperpanjang
hingga 1 Maret 2012.
3)
- 100 -
On October 24, 2003, MNCSV signed a
renewal agreement with AXN Holding,
LLC (“AXN”). AXN agreed to give nonexclusive right to MNCS to distribute
AXN and ANIMAX programs in
Indonesia. MNCSV agreed to pay AXN
monthly license fees as compensation in
accordance with the formula, stated in
the agreement. The latest amendment
was on March 1, 2009 for the change in
new monthly subscribers fee and the
agreement was extended until March 1,
2012.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
4)
Pada tanggal 15 Mei 2003, MNCSV
melakukan perjanjian dengan Celestial
Movie Channel Ltd. (Celestial), dimana
Celestial setuju untuk memberikan hak
non-eksklusif kepada MNCSV untuk
menyalurkan program Celestial Movies
di Indonesia. Sebagai kompensasi,
MNCSV harus membayar biaya lisensi
bulanan. Perjanjian ini diperbaharui
terakhir pada tanggal 15 Agustus 2008
dan perpanjangan hingga 14 Agustus
2011.
4)
On May 15, 2003, MNCSV entered into
agreement with Celestial Movie Channel
Ltd. (Celestial), whereby MNCSV
granted non-exclusive rights to distribute
Celestial Movies program in Indonesia.
As compensation, MNCSV shall pay
monthly license fee. The latest
amendment on this agreement was
made on August 15, 2008, to extend the
period until August 14, 2011.
5)
Pada tanggal 1 September 2004,
MNCSV melakukan perjanjian afiliasi
penyiaran dengan ESPN Star Sports
Singapore (ESPN), dimana ESPN setuju
untuk menyediakan jasa program untuk
pelanggan dengan kategori sebagai
berikut:
5)
On September 1, 2004, MNCSV entered
into a broadcast affiliation agreement
with ESPN Star Sports Singapore
(“ESPN”), under which ESPN agreed to
provide programming service to the
following categories of subscribers:


6)
DTH
Satellite Master Antenna Television
(SMATV) kepada unit perumahan
satuan dan majemuk, hotel dan
pelanggan komersial.


DTH
Satelite Master Antenna Television
(SMATV) to single and multiple
dwelling
units,
hotel
and
commercial customers.
Dalam
kaitan
dengan
perjanjian
tersebut, MNCSV diwajibkan untuk
membayar jasa servis seperti yang
tercantum dalam perjanjian sejumlah
pelanggan per bulan untuk kedua
kategori tersebut di atas. ESPN juga
menawarkan program khusus dimana
MNCSV
harus
membayar
biaya
langganan tambahan berdasarkan biaya
teknis
dari
setiap
pertandingan.
Perjanjian ini diubah pada tanggal
1 Oktober 2006 untuk periode dari
1 Oktober 2006 hingga 30 Juni 2008.
Under this agreement, MNCSV shall pay
service fees as stated in the agreement
for subscriber per month for both
categories. ESPN also offered special
programs that MNCSV shall pay
additional service fee based on the
technical cost of the games per season.
The agreement was amended on
October 1, 2006 for the period from
October 1, 2006 until June 30, 2008.
Berdasarkan
Eight Supplemental
Agreement tanggal 28 Desember 2006,
ESPN merubah tarif jasa servis untuk
pelanggan DTH, Hotel dan SMATV dan
jaminan minimum yang harus dibayar
MNCSV.
Based on the Eight Supplemental
Agreement dated December 28, 2006,
ESPN changed the service fees for DTH,
Hotel and SMATV and the minimum that
has to be paid by MNCSV.
Pada tanggal 16 Agustus 2009,
perjanjian diubah dan diperpanjang
hingga 31 Agustus 2011.
On August 16, 2009, the agreement has
been amended to extend the period until
August 31, 2011.
Pada tgl 8 Desember 2005, MNCSV
telah sepakat dengan Dori Media Intl.
untuk
memasarkan
dan
mendistribusikan program “Vision 2” di
Indonesia. Kesepakatan ini akan berlaku
untuk masa waktu 10 tahun kecuali
dibatalkan sebelumnya dan secara
otomatis dapat diperpanjang selama
5 tahun lagi dengan syarat dan kondisi
yang sama.
6)
- 101 -
On December 8, 2005, MNCSV entered
into agreement with Dori Media Intl. to
market and distribute “Vision 2” program
in Indonesia. This agreement is valid for
10 years unless terminated earlier and
shall be automatically extended for a
further period of 5 years under the same
terms and conditions.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 27 Maret 2006, MNCSV
telah sepakat/melakukan perjanjian yang
mengikat dengan Dori Media Intl. dan
Elite Sport Ltd dimana MNCSV
mendapatkan hak eksklusif untuk
memasarkan
dan
mendistribusikan
program “Baby TV” di Indonesia.
Perjanjian ini berlaku untuk masa waktu
10 tahun kecuali dibatalkan sebelumnya
dan secara otomatis dapat diperpanjang
selama 5 tahun lagi.
Furthermore, on March 27, 2006,
MNCSV entered into an agreement with
Dori Media Intl. and Elite Sport Ltd
where MNCSV get the exclusive right to
market and distribute the “BabyTV”
program in Indonesia. The agreement is
valid for a period of 10 years unless
earlier
terminated
and
shall
automatically be extended for a further
period of 5 years under the same term
and conditions.
Berdasarkan perubahan perjanjian pada
tanggal 1 Januari 2007, MNCSV dan
Dori Media Intl. sepakat mengubah
tanggal Agreement yang semula dimulai
tanggal 27 Maret 2006 menjadi
1 Januari 2007.
Dengan
demikian,
perjanjian akan berakhir 1 Januari 2017.
Based on the amended agreement dated
January 1, 2007, MNCSV and Dori
Media Intl. agreed to change the date of
agreement from March 27, 2006 to
January 1, 2007. This agreement will
expire on January 1, 2017.
7)
MNCSV juga melakukan perjanjian
dengan beberapa pemasok program
untuk meyalurkan program-program
mereka sebagai berikut: Buena Vista
International.
Inc
(Disney),
BBC
Worldwide Limited (BBC), Crown Media
International, LLC (Hallmark), NHK Joho
Network. Inc (NHK), Discovery Asia, Inc
(Discovery channel, Discovery Travel
and Living dan Animal Planet); CNBC
Asia Pacific (CNBC), PT. Mitra Multi
Sarana (Fashion TV), MTV Asia LDC
(MTV), Nicklodeon Global Network
Ventures Inc. (Nicklodeon), Condor
Entertainment B.V. (TVS Xing He),
Turner Broadcasting System Asia
Pacific Inc (CNN, CNNfn dan TNT) dan
PT. Jaring
Data
Interaktif
(Quick
Financial Channel), AFC Network
Private Limited (Asian Food Channel),
Asia Plus International Channel (AFC),
Global Sky-Net Co., Ltd., (FTV, SCTV,
TVE), Eurosport SA (Eurosport), Sanlih
E-Television Co., Ltd., (SETI), surat
perjanjian tersebut mengatur bahwa
biaya berlangganan pada umumnya
berdasarkan tarif (rate) tetap per bulan
per pelanggan. Perjanjian tersebut
sebagian besar jatuh tempo antara
tahun 2009-2011.
7)
MNCSV also entered into several
agreements with various program
suppliers to distribute their respective
programs as follows: Buena Vista
International.
Inc
(Disney),
BBC
Worldwide Limited (BBC), Crown Media
International, LLC (Hallmark), NHK Joho
Network. Inc (NHK), Discovery Asia, Inc
(Discovery channel, Discovery Travel
and Living and Animal Planet); CNBC
Asia Pacific (CNBC), PT. Mitra Multi
Sarana (Fashion TV), MTV Asia LDC
(MTV), Nicklodeon Global Network
Ventures Inc. (Nicklodeon), Condor
Entertainment B.V. (TVS Xing He),
Turner Broadcasting System Asia
Pacific Inc (CNN, CNNfn and TNT) and
PT. Jaring
Data
Interaktif
(Quick
Financial Channel), AFC Network
Private Limited (Asian Food Channel),
Asia Plus International Channel (AFC),
Global Sky-Net Co., Ltd., (FTV, SCTV,
TVE), Eurosport SA (Eurosport), Sanlih
E-Television Co., Ltd., (SETI). The
agreements provide that payment of
subscription fees is mainly based on a
fixed rate per month per subscriber.
Most of the agreements will expire within
2009-2011.
8)
Perjanjian MNCSV dengan Bank,
Retailer dan Perusahaan Instalasi.
Sehubungan dengan peluncuran jasa
penyiaran digital langsung oleh MNCSV
dan penjualan decoder digital, MNCSV
melakukan perjanjian terpisah dengan:
8)
MNCSV entered into an agreement with
Banks,
Retailers
and
Installation
Companies. Pursuant to the launching of
MNCSV’s digital direct broadcasting
services and sale of digital decoders,
MNCSV has entered into separate
agreements with:
- 102 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
(i)
9)
e.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Beberapa bank sehubungan dengan
perjanjian dengan pelanggan yang
pembayarannya dilakukan dengan
mendebit langsung dari rekening
pelanggan. Sebagai kompensasi,
MNCSV setuju untuk membayar
biaya administrasi kepada bank.
(i)
Several banks, pursuant to which
agreements, subscribers may make
payments by pre-authorized direct
debit to the subscribers accounts in
such banks. In return MNCSV
agreed to pay administrative fees to
the banks.
(ii) Beberapa retailer, dimana MNCSV
setuju untuk membayar komisi
kepada retailer sebagai penyedia
jasa seperti yang tercantum dalam
perjanjian sesuai dengan paket
acara yang dipilih oleh pelanggan.
(ii) Several retailers, whereby MNCSV
agreed to pay commission to the
retailers as provided in the
agreements based on the program
packages
chosen
by
the
subscribers.
(iii) Beberapa perusahaan instalasi,
dimana
MNCSV
menunjuk
beberapa
perusahaan
untuk
memasang dekoder digital agar
pelanggan dapat menerima dan
menyaksikan acara televisi yang
ditawarkan oleh MNCSV.
(iii) Several installation companies,
whereby MNCSV appointed such
companies to install the digital
decoders
in
order
for
the
subscribers to receive and view the
television programs offered by
MNCSV.
MNCSV
melakukan
perjanjian
penyediaan satelit transponder dengan
Protostar II Ltd., jangka waktu selama
15 tahun sebesar US$ 353.250.000.
9)
MNCSV entered into a Satellite
Transponder Lease Agreement with
Protostar II Ltd., for a period of 15 years
amounting to US$ 353,250,000.
Pada bulan Agustus 2009, Prostar II
Ltd., bangkrut. Sampai dengan tanggal
penerbitan
laporan
keuangan
konsolidasi, MNCSV masih dalam
proses penyelesaian atas pembayaran
transaksi tersebut. Sampai tanggal
31 Desember 2009, MNCSV telah
melakukan pembayaran uang muka
sebesar US$ 7.910.224.
In August 2009, Prostar II Ltd., had filed
for bankcruptcy. As of the issuance date
of the consolidated financial statements,
MNCSV is still in the process of
settlement of the transaction. As of
December 31, 2009, MNCSV had made
advance
payment
amounting
to
US$ 7,910,224.
10) Sehubungan dengan perjanjian fasilitas
pinjaman dari Lehman pada tanggal
18 Desember 2007 (Catatan 27) yang
merupakan
bagian
yang
tidak
terpisahkan dari perjanjian, Lehman
mendapatkan
waran
senilai
US$ 1.000.000 yang dapat dikonversi
menjadi saham MNCSV. Setiap waran
memberikan hak kepada pemegang
waran untuk memesan sejumlah saham
yang jumlahnya ditentukan dengan
membagi nilai waran (US$ juta)
dikonversikan dalam mata uang Rupiah
dengan harga pelaksanaan waran.
10) In relation with the letter of credit facility
with Lehman dated December 18, 2007
(Note 27) which is an integral part of the
agreement,
Lehman
obtained
US$ 1,000,000 warrants which are
convertible into shares of MNCSV. Each
warrant entitles the warrants holders to
purchase shares which amount is
determined
with
warrants
value
(US$ million) converted into IDR
divided by the warrant exercise price.
Berdasarkan instruksi Direktur Jenderal Pos
dan Telekomunikasi No. 134/Dirjen/1995
tanggal 20 September 1995 tentang
peningkatan
pendapatan
biaya
hak
penyelenggaraan
jasa
telekomunikasi.
Infokom berkewajiban membayar Biaya Hak
Penyelenggaraan
jasa
telekomunikasi
sebesar 1% dari pendapatan operasinya.
e.
- 103 -
Based on instruction from Director General of
Post
and
Telecommunication
No. 134/Dirjen/1995 dated September 20,
1995 concerning increase of the cost of
telecommunications services rights. Infokom
has to pay for Broadcasting Rights of
telecommunications services amounting to
1% from its operational revenue.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
f.
PT Flash Mobile memiliki kerjasama dengan
beberapa pihak, antara lain PT Pos
Indonesia (Persero), PT Bhakti Finance,
PT Bank Rakyat Indonesia, PT PLN
(Persero) dan PT Kereta Api (Persero)
mengenai
Penyelenggaraan
Jaringan
Penerimaan Pembayaran berbagai tagihan
dan “Online Reservation and Payment
Ticketing System”.
f.
PT Flash Mobile has entered into several
agreements with some parties, among others
PT Pos Indonesia (Persero), PT Bhakti
Finance, PT Bank Rakyat Indonesia, PT PLN
(Persero) and PT Kereta Api (Persero) with
respect to Implementation Collection System
from Customer and “Online Reservation and
Payment Ticketing System”.
g.
IAT mengadakan perjanjian sebagai berikut:
g.
IAT entered into agreements as follows:
h.
1)
Berdasarkan perjanjian kerja sama
tanggal
12
Oktober
2000,
IAT
memanfaatkan (untuk keperluan usaha)
tanah seluas  10.524 m2, apron seluas
 7.500 m2 dan gedung eks Terminal
Haji seluas  2.592 m2 seluruhnya milik
Induk Koperasi TNI Angkatan Udara
(Inkopau) untuk jangka waktu 30 tahun.
Sehubungan dengan perjanjian tersebut,
Inkopau
membebankan
biaya
pemanfaatan lahan sebesar US$ 76.830
per tahun dan dana kompensasi sebesar
Rp 3.000 juta, yang telah dibayar pada
tahun 2000.
1)
Based
on
the
agreement
dated
October 12, 2000, IAT used the assets of
the Cooperative of the Indonesian Air
Force (Inkopau) consisting of land of
± 10,524 m2, apron of ± 7,500 m2 and
building ex Pilgrim Terminal of ± 2,592
m2 for a period of 30 years. In relation to
the agreement, Inkopau charged land
usage of US$ 76,830 per year and fund
compensation of Rp 3,000 million, which
were paid in the year 2000.
2)
IAT memperoh fasilitas Surety Bond dari
perusahaan
asuransi
PT Parolamas
sejumlah
US$
2.497.530
sebagai
performance bond kepada West Natuna
Consorsium (WNC) untuk jangka waktu
63 bulan sampai dengan 30 April 2013.
Pada bulan Januari 2009, Perusahaan
telah membatalkan perjanjian dengan
WNC (terdiri atas Conoco Philips
Indonesia, Star Energy dan Premier Oil).
2)
IAT
obtained
Surety Bond from
PT Parolamas Insurance amounting to
US$ 2,497,530 as performance bond to
West Natuna Consorsium (WNC) within
63 months until April 30, 2013. In January
2009, the Company cancelled the
agreement with WNC (consist Conoco
Philips Indonesia, Star Energy and
Premier Oil).
3)
IAT memperoleh fasilitas performance
bond dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
dengan counter garansi dari PT Bank
Syariah Muamalat Indonesia Tbk
sebesar US$ 3,476,587.08, sebagai
performance bond kepada PT Total E&P
Indonesie untuk jangka waktu dari
15 Oktober
2008 sampai dengan
31 Maret 2014.
3)
IAT obtained bank guarantee facility from
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with
PT Bank Syariah Muamalat Indonesia
Tbk as counter guarantee amounting to
US$ 3,476,587.08 as performance bond
to PT Total E&P Indonesie with a term
from October 15, 2008 until March 31,
2014.
BFin melakukan perjanjian pembiayaan
bersama dengan PT Bank Muamalat
Indonesia Tbk untuk menyediakan nasabah
dalam pembelian sepeda motor, mobil dan
barang elektronik dengan ketentuan sebagai
berikut:
a.
h.
Nasabah
harus
menyediakan
pembiayaan minimum sebesar 10%
dari
kebutuhan
pembiayaan
konsumen
BFin entered into joint financing agreement
with PT Bank Muamalat Indonesia Tbk to
provide consumer financing for motorcycles,
vehicles and electronics with the folowing
terms:
a.
- 104 -
Consumer has to maintain a minimum
deposit of 10% of the amount to be
financed.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
b.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
akan membiayai sebesar 80% untuk
alat berat baru dan 70% untuk alat
berat bekas dari seluruh jumlah modal
yang dibutuhkan untuk menjalankan
usaha tersebut.
b.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk will
finance 80 % for new heavy equipment
and 70% for old heavy equipment from
whole capital
value is needed for
operation.
Jangka
waktu
fasilitas
Pembiayaan
Musyarakah untuk alat berat baru dan bekas
selama 42 bulan termasuk kelonggaran untuk
penarikan selama 6 bulan, dengan jangka
waktu pembiayaan maksimal 3 tahun
terhitung dari tanggal 19 Juni 2008 sampai
dengan 19 Juni 2011.
The Musyarakah financing facility for new or
second hand heavy equipment has a term of
42 months including grace period of 6 months,
with maximum financing term of 3 years to end
user from June 19, 2008 to June 19, 2011.
Jangka
waktu
fasilitas
Pembiayaan
Musyarakah untuk kendaraan sepeda motor,
kendaraan roda empat dan barang elektronik
berlangsung selama 54 bulan termasuk
kelonggaran untuk penarikan
selama
18 bulan dengan jangka waktu pembiayaan
maksimal 36 bulan dengan maksimal
pencairan sampai dengan bulan Juni 2010.
Jangka waktu pembiayaan terhitung dari
tanggal 19 Juni 2008 sampai dengan 19 Juni
2013 (Catatan 27).
The Musyarakah financing facility for
motorcycle, vehicle, and electronic has a term
of 54 months including grace period of 18
months from June 19, 2008 until June 19,
2013, with maximum financing term of 36
months to end users and availment until June
2010 (Note 27).
53. KONTINJENSI
a.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
53. CONTINGENCIES
Pada tahun 2009, Crown Capital Global
Limited, yang berdomisili di British Virgin
Islands mengajukan permohonan pailit
Cipta TPI
atas
obligasi
subordinasi
sebesar US$ 53 juta. Cipta TPI menolak
klaim tersebut karena obligasi subordinasi
di atas tidak ada dalam catatan Cipta TPI.
Pada tanggal 14 Oktober 2009, Pengadilan
Niaga Jakarta Pusat melalui keputusannya
No. 52/Pailit/2009/PN.Niaga.Jkt.Pst mengabulkan
permohonan pailit yang diajukan oleh CCGL
terhadap Cipta TPI. Atas putusan Pengadilan
Niaga tersebut, Cipta TPI dan beberapa
kreditur lainnya kemudian melakukan kasasi
ke Mahkamah Agung Republik Indonesia
(MA). Pada tanggal 15 Desember 2009, MA
membatalkan putusan pailit tersebut melalui
putusannya No. 834K/Pdt.Sus/2009 (Putusan
MA 834K).
a.
Pada tanggal 14 Januari 2010, CCGL
mengajukan peninjauan kembali (PK) atas
Putusan MA 834K tersebut, menyatakan
bahwa CCGL memiliki bukti baru (novum).
Sehubungan dengan hal tersebut, Cipta TPI
dan beberapa kreditur lainnya mengajukan
Kontra Memorandum Peninjauan Kembali ke
MA yang pada dasarnya menyangkal dan
menyatakan bahwa novum yang diajukan
CCGL tidak relevan terhadap kasus ini.
In 2009, Crown Capital Global Limited
(CCGL) domiciled in British Virgin Islands,
filed a petition for brankcruptcy againts Cipta
TPI pursuant to a certain US$ 53 million
subordinated bond. Cipta TPI denied the
claim which was nowhere to be found in the
Cipta TPI’s record. On October 14, 2009,
Central Jakarta Comercial Court through its
decision letter No. 52/Pailit/2009/PN.Niaga.
Jkt.Pst approved the bankcruptcy petition filed
by CCGL to Cipta TPI. Cipta TPI, and along
with several other creditors, filed cassation
against the Commercial Court's decision to
the
Indonesian
Supreme
Court.
On
December 15, 2009, the Supreme Court
overturned the Commercial Court's decision
through decision No. 834K/Pdt/Sus/2009
("Supreme Court Decision 834K").
On January 14, 2010, CCGL filed a petition
for Judicial Review (Peninjauan Kembali)
against the Supreme Court Decision 834K,
claiming that it has new evidences (novum).
Consequently, Cipta TPI and several other
creditors also filed a Counter Memorandum of
Judicial Review to the Supreme Court which
in principle denies and states that the new
evidences introduced by CCGL are irrelevant
to the case.
- 105 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Berdasarkan konferensi pers yang dilakukan
MA pada tanggal 26 Maret 2010, dinyatakan
bahwa Majelis Hakim MA Tingkat Peninjauan
Kembali telah menyepakati untuk menolak
Peninjauan Kembali yang diajukan CCGL.
Dengan demikian, gugatan pailit oleh CCGL
terhadap Cipta TPI sudah berakhir (tuntas)
dan Cipta TPI telah bebas dan dinyatakan
tidak pailit.
b.
Based on a press conference held by the
Supreme Court on 26 March 2010, it was
clearly stated that the Supreme Court has
agreed to dismiss a petition for Judicial
Review (Peninjauan Kembali) filed by CCGL.
Therefore, CCGL’s bankruptcy lawsuit against
Cipta TPI has been finalized so that Cipta TPI
is now free and declared not in bankruptcy.
RCTI, Kepolisian R.I., Dewan Pers dan
beberapa
perusahaan
media
lainnya
bersama-sama mendapatkan gugatan perkara
perdata No. 520/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Brt, di
Pengadilan
Negeri
Jakarta
Barat,
sehubungan dengan pemberitaan. Sumber
pemberitaan tersebut didapatkan RCTI dari
pihak kepolisian. Proses persidangan telah
memasuki tahap pembuktian.
b.
Berdasarkan pendapat dari pengacara dan
konsultan hukum RCTI, dengan bersandar
pada penilaian terhadap konstruksi dan dalildalil gugatan berikut bukti-bukti yang
diajukan oleh penggugat, diperkirakan
gugatan tersebut akan ditolak atau setidaktidaknya dinyatakan tidak dapat diterima oleh
Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
54. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF
RCTI, the Indonesian National Police, the
Press Council, and several other media
companies are the defendants in a civil
lawsuit No. 520/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Brt in the
West Jakarta District Court in relation to news
reporting. The source of the news was
obtained by RCTI from the police force. The
court process on this civil lawsuit is still in the
evidence verification phase.
According to the legal opinion of RCTI’s
lawyer and legal consultants, based on an
assessment on the construction and
argumentation of the complaint and on a
review of the evidence submitted by the
plaintiff, RCTI’s lawyer and legal consultants
believe that the complaint will be rejected or at
least will be declared unacceptable by the
West Jakarta District Court.
54. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
Pada tanggal 12 September 2006, MNC B.V. dan
Deutsche Bank AG, Singapura (DB) mengadakan
kontrak
US$/IDR
non-deliverable
foreign
exchange hedge transaction untuk mengelola
risiko pergerakan mata uang asing dengan
jumlah notional US$ 100.000.000, jatuh tempo
12 September 2011. Tidak terdapat pembayaran
premi opsi pada awal kontrak, tetapi untuk
membeli opsi tersebut, MNC B.V. harus
melakukan satu seri pembayaran bunga
berdasarkan suatu jumlah notional dalam Yen,
dengan suatu potensi pembayaran oleh DB pada
saat jatuh tempo, dimana DB akan melakukan
penyelesaian secara kas dalam US$ atas jumlah
notional US$ 100.000.000, tergantung pada kurs
US$/IDR pada saat jatuh tempo dan strike price
yang ditentukan dalam kontrak. MNC B.V. dapat
mengakhiri kontrak tersebut secara tahunan.
Pada tanggal 12 Desember 2007, MNC B.V.
mengalihkan hak, hutang dan kewajibannya pada
transaksi lindung nilai kepada MNC. Pada tahun
2009, MNC mengalihkan hak dan kewajiban pada
transaksi lindung nilai kepada MIMEL.
On September 12, 2006, MNC B.V. and Deutsche
Bank AG, Singapore (DB) entered into a US$/IDR
non-deliverable foreign exchange hedge transaction
to manage the exposure to foreign currency
movement
with
notional
amount
of
US$ 100,000,000, due on September 12, 2011.
There is no option premium paid up-front, but for
buying the option, MNC B.V. has to pay a series of
quarterly interest payments based on Yen notional
amount, with a potential pay out from DB in which
DB will pay MNC B.V. on a maturity date a US$
cash settlement based on a notional amount of
US$ 100,000,000, depending on the US$/IDR
exchange rate and the strike price specified in the
contract. This contract can be preterminated by
MNC B.V. on a yearly basis. On December 12, 2007,
MNC B.V. transferred its rights, liabilities and
obligations under the hedge transaction to MNC. In
2009, MNC transferred its rights and obligations
under the hedge transaction to MIMEL.
- 106 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
55. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM
MATA UANG ASING
55. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN
FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aset
dan kewajiban moneter dalam mata uang asing
sebagai berikut:
As of December 31, 2009 and 2008, the Company
and its subsidiaries have assets and liabilities in
foreign currencies as follows:
2009
Mata uang
asing/Foreign
currency
Ekuivalen/
(nilai penuh/
Equivalent
full amount)
Rupiah
Aset
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Piutang pembiayaan
Piutang lain-lain
Uang muka dan biaya
dibayar dimuka
Aset lain-lain
Jumlah aset
Kewajiban
Hutang bank
W esel bayar
Hutang usaha
US$
Euro
Yen
Lainnya/Others
US$
US$
Lainnya/Others
US$
US$
85.924.581
10.423
578.100
US$
Euro
Sin$
GBP
US$
US$
US$
US$
Euro
807.689
141
59
63
461.508
325.379
9.622
20.171
130.968
85.160.978
12.830
577.008
44.700.548
33.889
5.243
711
13.879.381
420.185
458
35
11
130.466
2.306.755
1.442.352
8.042.040
15.794
88.060
1.726.069
10.840.304
24.127.738
471.860
-
5.549.902
2.400.000
21.527.077
1.403.041
102.359.216
98.532.447
101.899
226.801
6.374
558
24.979
14
13
100.340
1.319
504
926.205
101.129.520
60.771
26.280
235.722
21.652
12.409
262
22.515
982
14
96.934
2.309
226
1.107.368
US$
US$
270.586.282
2.543.512
1.005
269.120.238
11
2.946.867
US$
1.457.104
13.697
3.946.215
1.431.071
15.670
4.549.992
Yen
Hutang lain-lain
Biaya masih harus dibayar
Pinjaman jangka panjang
Hutang pihak hubungan
istimewa
Hutang obligasi
Kewajiban tidak lancar
lain-lain
Jumlah kewajiban
Kewajiban - bersih
2008
Mata uang
asing/Foreign
currency
Ekuivalen/
(nilai penuh/
Equivalent
full amount)
Rupiah
Lainnya/Others
US$
Euro
Lainnya/Others
US$
Euro
Lainnya/Others
US$
49.096.575
34.614.788
2.145.851
13.932.767
2.657.292
1.040
10.674.476
97.647
(1.639.460)
- 107 -
11.647.519
35.585.777
951.643
14.747.144
2.056.166
63.626
8.852.462
149.630
932.513
198
70
101
127.540
389.664
228
10.420
161.481
(2.823.923)
Assets
Cash and cash equivalents
Short-term investments
Trade accounts receivable
Financing receivables
Other accounts receivable
Advances and
prepaid expenses
Other assets
Total assets
Liabilities
Bank loans
Notes payable
Trade accounts payable
Other accounts payable
Accrued expenses
Long-term loans
Payable to related
parties
Bonds payable
Other noncurrent
liabilities
Total Liabilities
Net Liabilities
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, kurs
konversi yang digunakan Perusahaan dan anak
perusahaan adalah sebagai berikut:
The conversion rates used by the Company and
its subsidiaries on December 31, 2009 and 2008
were as follows:
31 Desember/December 31,
2009
2008
Rp
Rp
Euro 1
USD 1
SGD 1
JPY 100
13.510
9.400
6.699
10.170
15.432
10.950
7.607
12.123
1 Euro
1 USD
1 SGD
100 JPY
Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh
keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing
sebesar Rp 618.966 juta pada tahun 2009 dan
(Rp 539.641 juta) pada tahun 2008.
The Company and its subsidiaries incurred gain
(loss) on foreign exchange of Rp 618,966 million
in 2009 and (Rp 539,641 million) in 2008.
56. PENGARUH KRISIS KEUANGAN GLOBAL
TERHADAP
PERUSAHAAN
DAN
ANAK
PERUSAHAAN
56. THE IMPACT OF GLOBAL FINANCIAL CRISIS
TO THE COMPANY AND ITS SUBSIDIARIES
Pasar uang dan pasar modal global telah
mengalami ketidakstabilan dan krisis yang parah.
Kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan
untuk
melanjutkan
kegiatan
usaha
dan
mempertahankan tingkat profitabilitas serta untuk
membayar hutangnya pada saat jatuh tempo
mungkin sangat tergantung pada efektivitas
kebijakan fiskal dan tindakan lainnya yang
dilakukan untuk mencapai pemulihan ekonomi,
yang berada diluar kendali Perusahaan dan anak
perusahaan.
The global financial and capital markets have
experienced severe credit crunch and volatility.
The ability of the Company and its subsidiaries to
maintain operations and profitability and to pay its
debts as they mature may be dependent to a large
extent on the effectiveness of the fiscal measures
and other actions, beyond the Company and its
subsidiaries’ control, undertaken to achieve
economic recovery.
Namun demikian, Perusahaan dan anak
perusahaan memiliki sumber keuangan yang
memadai untuk melanjutkan kegiatan usahanya.
Nevertheless, the Company and its subsidiaries
have considerable financial resources to maintain
its operation.
Manajemen akan berusaha sebaik-baiknya
sehingga Perusahaan dan anak perusahaan akan
dapat mengelola risiko usaha dengan baik walau
dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini.
The management will try its best so that the
Company and its subsidiaries are well placed to
manage its business risk successfully despite the
current uncertain economic outlook.
Manajemen
memiliki
ekspektasi
bahwa
Perusahaan dan anak perusahaan memiliki
sumber daya yang memadai untuk melanjutkan
kegiatan usahanya dalam waktu mendatang yang
dapat diduga secara pantas. Oleh karena itu,
dasar kelangsungan usaha tetap digunakan
sebagai dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasi.
The management expects that the Company and
its subsidiaries have adequate resources to
continue in operational existence for the
foreseeable future. Accordingly, they continue to
adopt the going concern basis in preparing the
consolidated financial statements.
- 108 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
57. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
57. SUBSEQUENT EVENTS
1.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan, TBUK milik Perusahaan sebanyak
US$ 137.432 telah dikonversi menjadi
1.087.505 saham, sehingga jumlah saham
beredar Perusahaan menjadi sebanyak
7.238.021.050 saham.
1.
Up until the issuance date of the financial
statement, the Company’s convertible bonds
(TBUK) amounting to US$ 137,432 were
converted into 1,087,505 shares, thus
changing
the
outstanding
shares
to
7,238,021,050 shares.
2.
Pada tanggal 26 Maret 2010, Perusahaan
mengumumkan rencana penanaman modal
tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(HMETD) sebanyak-banyaknya 3.216.414.909
saham dengan nilai nominal Rp 100 per
saham.
Pelaksanaan
rencana
ini
memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) yang akan diselenggarakan
tanggal 12 April 2010.
2.
On March 26, 2010, the Company announced
its plan to issue shares without Preemptive
Rights with a maximum of 3,216,414,909
shares with par value of Rp 100 per share to
the shareholders. The execution of this plan
requires the approval of the stockholders in
their extraordinary general meeting which will
be held on April 12, 2010.
3.
Pada bulan Januari 2010, Perusahaan telah
menandatangani perjanjian Pengikatan Jual
Beli untuk satu proyek tambang batu bara di
Sumatera, yang dalam waktu 1-6 bulan ke
depan akan difinalkan bila syarat-syarat dan
ketentuan yang telah disepakati dalam
perjanjian tersebut dipenuhi.
3.
In January 2010, the Company signed Sales
and Purchase Agreement to purchase a coal
mining project in Sumatera, which will be
finalized within the following 1-6 months if all
the terms and conditions in the agreement are
fulfilled.
4.
Pada bulan Maret 2010, Perusahaan telah
menandatangani perjanjian dengan mitra
lokal untuk bersama-sama mengakuisisi satu
ladang minyak dan gas yang berlokasi di
Sumatera Selatan. Kerjasama ini sedang
menunggu persetujuan MIGAS paling lambat
dipertengahan tahun 2010.
4.
In March 2010, the Company signed an
agreement with a local partner to jointly
acquire an oil and gas field located in
Sumatera
Selatan.
Such
cooperation
agreement is still in the process of getting
approval from MIGAS which is expected to
be obtained in mid 2010.
5.
Pada tanggal 13 Januari 2010, anak
perusahaan Linktone telah membeli 50,01%
saham
Letang Game Ltd sejumlah
US$ 9.150.000. Pembayaran secara tunai
sebesar US$ 2.560.000 dilakukan pada saat
dicapainya kesepakatan akuisisi dan sisanya
akan dibayar pada tahun 2010 dan 2011,
setelah mempertimbangkan kinerja Letang
atas beberapa target keuangan dan
operasional.
5.
On January 13, 2010, Linktone’s subsidiary
has acquired 50.01% shares of Letang Game
Ltd for a total amount of US$ 9,150,000, with
payment of US$ 2,560,000 in cash upon the
closing of the acquisition and the remainder to
be paid in 2010 to 2011 after taking into
account Letang’s performance on certain
financial and operational milestones.
6.
Pada tanggal 17 Maret 2010, MIMEL
bersama-sama dengan Linktone telah
menyelesaikan akuisisi 75% saham biasa
Innoform Media Pte Ltd ("Innoform"), senilai
SG$ 9.750.000. Bagian kepemilikan MIMEL
adalah 25% dan Linktone sebesar 50%.
MIMEL dan Linktone memiliki opsi untuk
membeli 25% sisa kepemilikan, dimana 15%
akan dilsaksanakan dalam waktu 18 bulan
dan sisanya 10%, akan dilaksanakan dalam
waktu 30 bulan dari tanggal perjanjian.
6.
On March 17, 2010, MIMEL jointly with
Linktone completed the acquisition of 75% of
the shares of Innoform Media Pte Ltd
("Innoform"), for a total amount of
SG$ 9,750,000.
MIMEL was apportioned
25% ownership and Linktone was assigned
50%. MIMEL and Linktone have the option to
purchase the remaining 25% shareholding,
whereby 15% shareholding is exercisable
within 18 months and the other 10% is
exercisable within 30 months from the
agreement date.
- 109 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
59. PENERAPAN
PERNYATAAN
DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN REVISI (PSAK DAN ISAK)
a.
b.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
59. ADOPTION OF REVISED STATEMENTS AND
INTERPRETATIONS
OF
FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (PSAK AND ISAK)
Standar revisi yang berlaku efektif pada
tahun berjalan
a.
Revised standard effective in the current
year
Pada tahun 2009, Perusahaan dan anak
perusahaan menerapkan standar akuntansi
revisi untuk persediaan, yang menggantikan
PSAK 14, Persediaan.
In 2009, the Company and its subsidiaries
adopted the revised accounting standard for
inventories, which supersedes PSAK 14,
Inventories.
Perubahan mendasar pada standar ini
termasuk antara lain entitas harus
menggunakan rumus biaya yang sama
terhadap semua persediaan yang memiliki
sifat dan kegunaan yang sama, dan
pembelian persediaan dengan persyaratan
penyelesaian
tangguhan
(deferred
settlement terms), perbedaan antara harga
beli untuk persyaratan kredit normal dan
jumlah yang dibayarkan diakui sebagai
beban bunga selama periode pembiayaan.
The principal changes to the standard
include,
among
other
things,
the
requirement to use the same cost formula
for all inventories having similar nature and
use to the entity, and for purchase of
inventories with deferred settlement terms,
the difference between the purchase price
for normal credit terms and the amount
paid is recognized over the period of
financing.
Penerapan awal ini tidak mempunyai
pengaruh signifikan pada laporan keuangan
tetapi dapat mempengaruhi akuntansi untuk
transaksi atau perjanjian yang akan datang.
The initial adoption has no significant effect
on the financial statements but may affect
the accounting for future transactions or
arrangements.
Standar revisi ini telah diterbitkan tetapi
belum efektif berlaku
i.
b.
Standar ini berlaku efektif untuk
laporan keuangan yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2010:



i.
PSAK 26 (revisi 2008), Biaya
Pinjaman
PSAK 50 (revisi 2006), Instrumen
Keuangan:
Penyajian
dan
Pengungkapan
PSAK 55 (revisi 2006), Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran

PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian
Laporan Keuangan

PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus
Kas
PSAK 4 (revisi 2009), Laporan
Keuangan
Konsolidasian
dan
Laporan Keuangan Tersendiri
PSAK 5 (revisi 2009), Segmen
Operasi
PSAK 12 (revisi 2009), Bagian
Partisipasi dalam Ventura Bersama


Standards effective for
statements beginning on
January 1, 2010:



ii. Standar ini berlaku efektif untuk
laporan keuangan yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2011:

Revised standards in issue not yet
effective
ii.
financial
or after
PSAK 26 (revised 2008), Borrowing
Costs
PSAK 50 (revised 2006), Financial
Instruments:
Presentation
and
Disclosures
PSAK 55 (revised 2006), Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement
Standards effective for
statements beginning on
January 1, 2011:
financial
or after
PSAK
1
(revised
2009),
Presentation
of
Financial
Statements
 PSAK 2 (revised 2009), Statements
of Cash Flows
 PSAK
4
(revised
2009),
Consolidated
and
Separate
Financial Statements
 PSAK 5 (revised 2009), Operating
Segments
 PSAK 12 (revised 2009), Financial
Reporting of Interest in Joint
Ventures

- 110 -
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan

PSAK 15 (revisi 2009), Investasi
pada Entitas Asosiasi

PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan Kesalahan
PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan
Nilai Aset
PSAK 57 (revisi 2009), Provisi,
Kewajiban Kontinjensi, dan Aset
Kontinjensi
PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak
Lancar yang Dimiliki untuk Dijual
dan Operasi yang Dihentikan



c.
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
 PSAK
15
(revised
2009),
Accounting for Investments in
Associates
 PSAK
25
(revised
2009),
Accounting Policies, Changes in
Accounting Estimates and Errors
 PSAK
48
(revised
2009),
Impairment of Assets
 PSAK
57
(revised
2009),
Provisions, Contingent Liabilities
and Contingent Assets
 PSAK 58 (revised 2009), Noncurrent Assets Held for Sale and
Discontinued Operations
Interpretasi
Standar
Akuntansi
Keuangan (ISAK) berikut ini telah
diterbitkan tetapi belum efektif berlaku
c.
ISAK berikut ini berlaku efektif untuk
laporan keuangan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2011:





Interpretation of Financial Acconting
Standards (ISAK) in issue not yet
effective
The following ISAKs are effective for
financial statements beginning on or after
January 1, 2011:
ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasi
Entitas Bertujuan Khusus
ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas
Purna Operasi, Liabilitas Restorasi,
dan Liabilitas Serupa
ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan

ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas
Kepada Pemilik
ISAK 12, Pengendalian Bersama
Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh
Venturer




Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari
standar dan interpretasi ini terhadap laporan
keuangan.
60. REKLASIFIKASI AKUN
Management is evaluating the effect of these
standards and interpretation on the financial
statements.
60. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
Beberapa akun dalam laporan keuangan
konsolidasi tahun 2008 telah direklasifikasi agar
mencerminkan sifat dan transaksi akun tersebut
dan sesuai dengan penyajian laporan keuangan
konsolidasi tahun 2009. Akun-akun yang
direklasifikasi adalah sebagai berikut:
Sebelum
reklasifikasi/
Before
reclassification
Aset tetap - bersih
Properti investasi
Beban langsung
Beban umum dan administrasi
Penyusutan dan amortisasi
ISAK 7 (revised 2009), Consolidation:
Special Purpose Entities
ISAK
9,
Changes
in
Existing
Decommissioning, Restoration and
Similar Liabilites
ISAK
10,
Customer
Loyalty
Programmes
ISAK 11, Distribution of Non-Cash
Assets to Owners
ISAK 12, Jointly Controlled Entities:
Non-monetary
Contributions
by
Venturer
Certain accounts in 2008 consolidated financial
statements were reclassified to conform the nature
and transaction of such account with 2009
consolidated financial statement presentation. The
accounts reclassified were as follows:
Setelah
reklasifikasi/
After
reclasification
2.647.570
3.042.723
1.642.699
620.317
2.520.576
130.588
3.114.452
1.563.648
627.639
- 111 -
Property and equipment - net
Investment property
Direct costs
General and administrastive expense
Depreciation and amortization
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
31 DESEMBER 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) - Lanjutan
61. PERSETUJUAN
KONSOLIDASI
LAPORAN
PT. BHAKTI INVESTAMA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2009 AND 2008 AND
FOR THE YEARS THEN ENDED
(Figures in tables are stated in millions of Rupiah) - Continued
KEUANGAN
61. APPROVAL OF CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Laporan keuangan konsolidasi dari halaman
3 sampai dengan 112 telah disetujui oleh Direksi
Perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal
1 April 2010.
The consolidated financial statements on pages
3 to 112 were approved and authorized for issue
by the Directors on April 1, 2010.
- 112 -
Download