TEORI LOKASI Didefinisikan sebagai ilmu yang menyelidiki tata

advertisement
TEORI LOKASI
Didefinisikan sebagai ilmu yang menyelidiki tata ruang
(spatial order) kegiatan ekonomi. Atau dapat juga
diartikan sebagai ilmu tentang alokasi secara geografis
dari sumber daya yang langka, serta hubungannya atau
pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam usaha
atau kegiatan lain (activity).
Secara umum, pemilihan lokasi oleh suatu unit aktivitas
ditentukan oleh beberapa faktor seperti: bahan baku
lokal (local input); permintaan lokal (local demand);
bahan baku yang dapat dipindahkan (transferred
input); dan permintaan luar (outside demand).
(Hoover dan Giarratani, 2007)
Von Thunen (1826)
Mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai
kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan
(pertimbangan ekonomi). Menurut Von Thunen tingkat
sewa lahan adalah paling mahal di pusat pasar dan
makin rendah apabila makin jauh dari pasar.
Von Thunen menentukan hubungan sewa lahan dengan
jarak ke pasar dengan menggunakan kurva permintaan.
Berdasarkan perbandingan (selisih) antara harga jual
dengan biaya produksi, masing-masing jenis produksi
memiliki kemampuan yang berbeda untuk membayar
sewa lahan. Makin tinggi kemampuannya untuk
membayar sewa lahan, makin besar kemungkinan
kegiatan itu berlokasi dekat ke pusat pasar.
Hasilnya adalah suatu pola penggunaan
lahan berupa diagram cincin.
Perkembangan dari teori Von Thunen
adalah selain harga lahan tinggi di pusat
kota dan akan makin menurun apabila
makin jauh dari pusat kota.
Weber (1909)
Menganalisis tentang lokasi kegiatan industri. Menurut
teori Weber pemilihan lokasi industri didasarkan atas
prinsipminimisasi biaya.
Weber menyatakan bahwa lokasi setiap
industri tergantung pada total biaya transportasi dan
tenaga kerja di mana penjumlahan keduanya harus
minimum. Tempat di mana total biaya transportasi dan
tenaga kerja yang minimum adalah identik dengan tingkat
keuntungan yang maksimum.
Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi lokasi
industri, yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan
kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Dalam
menjelaskan keterkaitan biaya transportasi dan bahan
bakuWeber menggunakan konsep segitiga lokasi atau
locationaltriangle untuk memperoleh lokasi optimum.
Untuk menunjukkan apakah lokasi optimum
tersebut lebih dekat ke lokasi bahan baku
atau pasar, Weber merumuskan indeks
material (IM), sedangkan biaya tenaga kerja
sebagai
salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
lokasi industri dijelaskan Weber dengan
menggunakan sebuah kurva tertutup (closed
curve) berupa lingkaran yang dinamakan
isodapan (isodapane).
Teori Christaller (1933)
Menjelaskan bagaimana susunan dari besaran
kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu
wilayah. Model Christaller ini merupakan suatu
sistem geometri, di mana angka 3 yang
diterapkan secara arbiter memiliki peran yang
sangat berarti dan model ini disebut sistem
K = 3. Model Christaller menjelaskan model area
perdagangan heksagonal dengan menggunakan
jangkauan atau luas pasar dari setiap komoditi
yang dinamakan range dan threshold.
August Losch
Teori ini melihat persoalan dari sisi
permintaan (pasar), berbeda dengan
Weber yang melihat persoalan dari sisi
penawaran (produksi). Losch
mengatakan bahwa lokasi penjual
sangat berpengaruh terhadap jumlah
konsumen yang dapat digarapnya.
Makin jauh dari tempat penjual,
konsumen makin enggan membeli
karena biaya transportasi untuk
mendatangi tempat penjual semakin
mahal. Losch cenderung menyarankan
agar lokasi produksi berada di pasar
atau di dekat pasar.
Tidak ada sebuah teori tunggal yang bisa menetapkan di mana lokasi
suatu kegiatan produksi (industri) itu sebaiknya dipilih. Untuk
menetapkan lokasi suatu industri (skala besar) secara komprehensif
diperlukan gabungan dari
berbagai pengetahuan dan disiplin. Berbagai faktor yang ikut
dipertimbangkan dalam menentukan lokasi, antara lain ketersediaan
bahan baku, upah buruh, jaminan keamanan, fasilitas penunjang, daya
serap pasar lokal, dan aksesibilitas dari tempat produksi ke wilayah
pemasaran yang dituju (terutama aksesibilitas pemasaran ke luar
negeri), stabilitas politik suatu negara dan, kebijakan daerah
(peraturan daerah).
Download