40 BAB III PROFIL BNI SYARIAH PEKALONGAN A. Sejarah Perke

advertisement
BAB III
PROFIL BNI SYARIAH PEKALONGAN
A. Sejarah Perke mbangan BNI Syariah
Krisis ekonomi berkepanjangan yang telah terjadi di Indonesia sejak
tahun 1997
menimbulkan
niat BNI sebagai salah satu komponen
perekonomian nasional untuk ikut membangun kontribusinya melalui aktivitas
bidang perbankan dalam rangka ikut serta membenahi ko ndisi perekonomian
Indonesia yang semakin kacau.Salah satu upayanya adalah dengan mendirikan
BNI Syariah. Maka pada tahun 1999 dibentuk proyek cabang syariah. Pola
yang digunakan BNI untuk masuk dalam pasar perbankan syariah. Pola yang
digunakan BNI untuk masuk dalam pasar perbankan syariah adalah duel
system bank, yaitu membuka kantor bank syariah dengan sistem syariah, yang
terpisah dengan konvensional, sesuai dasar hukum UU No. 10 tahun 1998
tentang perbankan yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang akan
mendirikan bank syariah maupun ingin mengkonversikan sistem konvensional
menjadi sistem syariah. Dan pada tahun 2000 dengan serempak membuka
lima cabang syariah di Indonesia yaitu BNI Syariah Cabang Pekalongan,
Yogyakarta, Jepara, Malang dan Banjarmasin. BNI Syariah cabang
Pekalongan dibuka pada tanggal 29 April 2000 yang diresmikan oleh Dr.
Bambang Sudibyo. 1
1
Siska, Bagian Customer Service BNI Syariah Cabang Pekalongan
40
41
Mencermati potensi masyarakat yang ada di Pekalongan yang
didominasi kaum muslim, maka berdirinya bank BNI Syariah Cabang
Pekalongan diharapkan dapat menjawab spekulasi bahwa potensi nasabah dari
kaum
muslim
pekalongan
yang
belum
terjaring
cukup
profitable
(menguntungkan), di samping juga untuk memenuhi permintaan Bank
Indonesia agar bank-bank yang telah mampu dapat mendirikan bank syariah.
Sistem Bagi Hasil yang diterapkan pada BNI Syariah secara keseluruhan
maupun bagi nasabah atau calon nasabah yang selama ini beranggapan bahwa
bunga yang diperoleh dari bank adalah riba.
2
Dibukanya Cabang BNI Syariah di Pekalongan tentu saja tidak
hanya karena alasan- alasan tersebut di atas, akan tetapi juga mempunyai visi
dan misi yang diharapkan dapat menjadikan Bank BNI Syariah dapat
berkembang dengan baik dan sesuai harapan. Untuk itu Bank BNI Syariah
memiliki visi dan misi dalam menjalankan usahanya. Visi Bank BNI Syariah
Cabang Pekalongan adalah “menjadikan Bank Syariah yang unggul dalam
kaidah sehingga Insya Allah membawa berkah”. Sedangkan misinya adalah
“Secara istiqomah melaksanakan amanah untuk memaksimalkan kinerja dan
layanan perbankan dan kasa keuangan syariah sehingga menjadi Bank Syariah
kebanggaan anak negeri”. 3
Menurut Sisca Novita, Bagian Customer Service BNI Syariah
menjelaskan bahwa budaya kerja BNI Syariah adalah sebagai berikut:4
2
Sekripsi A li di BNI Syariah Cabang Pekalongan, Ekonomi Islam (STAIN: 2011)
Siska, Bagian Customer Service BNI Syariah Cabang Pekalongan
4
Ibid.,
3
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
42
1. Profesionalisme
Dalam penangannya tiap pekerjaan disesuaikan dengan skill dan aturan
main yang ditetepkan BNI Syariah. 5
2. Integritas
Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji, perilaku
yang diharapkan yaitu : menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap
perilaku, melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan
ketentuan dan tuntutan perusahaan (bank) serta nilai- nilai syariah.
Menerima tugas seabagai amanah dan menjalankannya dengan penuh
tanggung jawab.
3. Customer focus
Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan BNI
Syariah sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Perilaku yang
diharapkan yaitu; melaksanakan tata kelola organisasi yang sehat, proaktif,
menggali dan mengimplementasikan ide-ide baru, mengutamakan akan
layanan dan kepuasan pelanggan.
4. Orientasi pada pelanggan atau nasabah dan perbaikan tiada henti, berupaya
untuk mengimplementasikan layanan pada nasabah dengan baik.
5
6
Siska, Bagian Customer Service BNI Syariah Cabang Pekalongan
Ibid.,
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
6
43
B. Manajemen Sumbe r Daya Manusia BNI Syariah Cabang Pekalongan
meliputi : 7
1. Perencanaan SDM BNI Syariah
Perencanaan Sumber Daya Manusia merupakan proses penyediaan
tenaga kerja yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjaga kualitas
kerja dan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya.
Perencanaan Sumber Daya Manusia dilakukan oleh kantor pusat
yang mengacu pada kebutuhan kantor cabang, menyesuaikan dengan
tingkat laba atau keuntungan kantor cabang dan operasional cabang,
karena banyaknya nasabah atau pelanggan maka diperlukan pegawai yang
lebih banyak.
8
2. Rekrutmen karyawan
Rekrutmen atau pengadaan karyawan ini sepenuhnya dilakukan
oleh kantor pusat terutama bagi karyawan tetap dan ditempatkan di seluruh
yang ada di Indonesia sesuai kebutuhan kantor cabang. Sedangkan
karyawan yang direkrut oleh Bank BNI Syariah Cabang Pekalongan
dengan melakukan system penilaian on the job training (karyawan
melakukan praktek kerja ke unit-unit yang ada di kantor cabang secara
langsung) dan juga dengan system klasikal (system atau bagian dari on the
job traning). BNI Syariah Pekalongan yang berkedudukan sebagai kantor
7
Tugas akhir A mrina Rosyada tentang Penghimpunan dana di Bank BNI Syariah
Pekalongan.
8
Ibid.,
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
44
cabang ini hanya menjalankan rekomendasi yang telah digariskan oleh
kantor pusat.
9
3. Pemeliharaan SDM
Agar terjadi integrasi yang baik antara akal, mental dan spiritual
yang baik dalam pengelolaan SDM maka pemeliharaan terhadap inti dari
nilai manusia tersebut adalah hal yang harus diperhatikan. Salah satunya
dilakukan BNI Syariah Pekalongan adalah memberikan gaji, gaji
tambahan (lembur), tunjangan pendapatan (insentif) dan lain- lain. Hal ini
dikelola oleh devisi umum kantor cabang atau devisi SDM disetiap
masing- masing kantor cabang yang mengacu pada ketentuan SDM kantor
pusat. Pemeliharaan Sumber Daya Manusia ini untuk menjaga nilai- nilai
syariah sehingga menciptakan suasana kerja yang harmonis dan edukatif
antar pegawai, sehingga dapat meningkatkan semangat kerja yang dapat
meningkatkan produktivitas kerja pegawai atau karyawan. 10
4. Pendidikan atau pelatihan dan pengembangan karyawan.
Pelatihan dan pendidikan di BNI Syariah Pekalongan dilakukan
secara berkala dengan melalui system dari BNI Syariah atau pelatihan
dilakukan langsung di devisi sumber daya manusia kantor pusat dengan
mendatangkan praktisi- praktisi dibidangnya. Bagi karyawan yang ingin
mengikuti pelatihan, sebelumnya karyawan mendaftarkan diri melalui elearning dari BNI Syariah (training by sistem), dengan cara adanya
9
Tugas akhir A mrina Rosyada tentang Penghimpunan dana di Bank BNI Syariah
Pekalongan.
10
Hasil wawancara dengan CS BNI Syariah pekalongan Bu Sisca
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
45
persetujuan, pengarahan supervisor, setelah itu selama pelatihan dituntut
untuk mengikuti tata tertib pelatihan serta adanya sharing knowledge
kepada rekan kerja, mengimplementasikan pengetahuan yang didapat pada
unit kerja masing- masing. 11
5. Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah salah satu fungsi dari
manajemen SDM BNI Syariah dalam menjaga keseimbangan perusahaan,
yaitu: mengembalikan karyawan kepada masyarakat dan berakhirnya hak
dan kewajiban yang selama ini dimiliki karyawan tersebut. Putusnya
hubungan kerja dapat berupa pegawai yang melakukan pelanggaran karena
menyalahi peraturan perusahaan, mengundurkan diri, kontrak kerja
berakhir ataupun pemecatan.
Pemutusan hubungan kerja yang bersifat pemecatan, di BNI
Syariah dilakukan apabila pegawai melakukan kesalahan berulang kali
sehingga mendapatkan teguran lisan, tertulis surat peringatan (SP) 1-3
yang kemudian dilakukan PHK.12
Teguran atau Surat Peringatan tidak selalu diberikan secara
berurutan, dengan mempertimbangkan kualitas dan kuantitas atau kasus
yang terjadi. PHK di BNI Syariah juga dapat dilakukan jika pegawai yang
bersangkutan melakukan pelanggaran jenis berat seperti yang bersifat
11
12
Hasil wawancara dengan pihak BNI Syariah Cabang Pekalongan Bu Sisca.
Ibid
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
46
administrasi atau prosedural dimana tindakan tersebut membawa akibat
yuridis (hukum) atau pelanggaran terhadap UU RI.
13
6. Prinsip dan Operasional BNI Syariah
Dalam operasionalnya, BNI Syariah berada dalam koridor prinsipprinsip sebagai berikut : 14
1. Keadilan.
Keadilan dalam berbagi hasil. BNI Syariah memberikan bagi hasil,
transfer prestasi dari mitra usaha sesuai dengan hasil kerjanya masingmasing dalam proporsi yang adil. Aplikasi prinsip keadilan tersebut
adalah pembagian keuntungan antara bank dengan pengusaha atas
dasar volume penjualan riil.
2. Tranparasi
Keterbukaan informasi.Faktor inheren yang melekat dan menjadi
bagian dalam system profit sharing, laporan keuangan bank yang
terbuka secara berkesinambungan, nasabah pemilik dana dapat dengan
segera mengetahui tingkat keamanan dana, situasi dunia usaha, kondisi
perekonomian bahkan kualitas manajemen bank.
3. Kemitraan
Kemitraan yang sejajar, posisi nasabah investor, pengelola dana dan
bank berada dalam hubungan sejajar sebagai mitra usaha yang saling
bersinergi
untuk
memperoleh
keuntungan
menguntungkan dan bertanggung jawab.
13
14
Ibid
Data dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
bersama
yang
47
C. Struktur Organisasi BNI Syariah
Organisasi merupakan bentuk kerjasama yang dikembangkan oleh
perusahaan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Faktor
utama yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi adalah strukturnya.
Ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki struktur organisasi
yang jelas. Segala sesuatu berjalan sesuai adanya. Akibatnya selain timbul
masalah potensial berupa alur tanggung jawab yang jelas. Struktur organisasi
yang jelas memberikan gambaran wewenang dan tanggung jawab seseorang.
Dengan demikian, sistem pelaporan dan tanggung jawab dapat berjalan
dengan baik. 15
Dalam struktur organisasi terdapat juga hubungan adanya sistem
pembagian kerja di perusahaan. Semakin jelas pembagian kerja, semakin
fokus pekerjaan orang (unit) tertentu. Hal ini akan memberikan efisiensi yang
lebih tinggi karena orang menjadi lebih ahli dibidangnya masing- masing.
Untuk memenuhi tuntutan kinerja bank Islam yang efektif, efisien,
berintegritas tinggi dan melakukan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip
kehati- hatian diharapkan manajemen bank Islam memiliki kewenangan dan
diberi fungsi yang tegas dan pasti, agar dapat menjamin terselenggaranya
kinerja perbankan Islam yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparan
dan memberikan pendidikan kepada masyarakat, menjaga kehati- hatian dan
profesional. 16
15
Jopie Juwuf, Analisis Kredit Untuk Account Officer, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama, 1998), h. 240.
16
Widyaningsih, Bank dan Asuransi di Indonesia, (Jakarta: Prenada Media, 2005), h. 91.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
48
Untuk menunjang kinerja tersebut, Bank Negara Indonesia (BNI)
Syariah Cabang Pekalongan menyusun Struktur Organisasi sebagai berikut :
Gambar 1
Struktur Organisasi BNI Syariah Cabang Pekalongan 17
Pimpinan Cabang
Branch Quality
Assurance
Bag. Pemasaran
Bagian
Pelayanan
Nasabah
Manajer Operasional
Bagian
Operasional
Bagian
Keuangan &
Umum
Bag.
Pembiayaan
Khusus
Keterangan:
------------ (Wewenang)
________ (Garis kedudukan)
Struktur organisasi bank BNI Syariah dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Pimpinan Kantor Cabang
Seseorang yang bertanggung jawab atas aktivitas yang dilaksanakan
di kantor cabang dan tugas-tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Memimpin kantor cabang sesuai dengan tugas pokok yang telah
ditetapkan, membina dan mengatur usaha di kantor cabang.
b. Menyimpan seluruh prioritas serta tujuan kantor cabang.
17
Tugas akhir Amrina Rosyada tentang Penghimpunan dana di Bank BNI Syariah
Pekalongan.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
49
c. Mengembangkan dan merekomendasikan rencana kerja dan anggaran
bagi kantor cabang.
d. Membantu dan memeriksa ulang serta mengevaluasi keberhasilan
kantor cabang.
e. Memberikan persetujuan pembiayaan dalam batas- batas kewenangan
kantor cabang
f.
Memberikan persetujuan pembiayaan dalam batas-batas kewenangan
sesuai dengan pedoman kerja.
g. Memberi penilaian dan pembinaan bagi keberhasilan pegawai kantor
cabang dalam melaksanakan tugas- tugasnya demi pencapaian tujuan
kantor cabang.
2. Branch Quality Assurance
Berfungsi mengamati kegiatan di bidang operasional kemudian
melaporkan ke pusat. Tugas-tugas pokoknya adalah: 18
a. Pencatatan kasus- kasus yang terjadi di bidang operasional kantor
cabang.
b. Memberikan laporan kepada pusat
c. Memberikan
masukan,
opini
maupun
pendapat
serta
cara
pemecahannya.
3. Bagian pemasaran
Orang yang bertanggung jawab pada pimpinan cabang dalam
mengelola, merencanakan dan mengawasi aktivitas- aktivitas kantor
18
Data dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
50
cabang serta kualitas portofolio pembiayaan untuk memaksimumkan
pendapatan kantor cabang. Adapun tugas bagian pemasaran secara umum
antara lain dapat diukur berdasarkan Standarisasi Kerja (Produktivitas
Kerja). Serta bertugas untuk menekan bagi nasabah yang bermasalah,
sasaran produk dana mencapai dengan target, mengetahui produk- produk
dan produk pemasaran, dan menjaga hubungan baru pada nasabah atau
yang sudah ada. 19
4. Manager Operasional
Orang yang bertanggung jawab kepada pimpinan cabang untuk
mengelola, merencanakan, mengorganisasi dan mengawasi aktivitas
operasional kantor cabang.
20
5. Bagian Pelayanan Nasabah
Orang yang bertanggung jawab kepada manajer operasional dalam
mengelola dan mengkoordinasi secara efektif dan efisien, proses
pelayanan dan pembiayaan kepada
nasabah termasuk
membantu
menyelesaikan masalah- masalah mereka dan meningkatkan mutu
pelayanan.
21
6. Bagian Operasional
Orang yang bertanggung jawab kepada manajer operasional, tugastugasnya adalah sebagai berikut :
a. Mengelola dan mengkoordinasikan proses pelayanan nasabah di kantor
cabang secara efektif dan efisien.
19
Data dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
ibid
21
ibid
20
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
51
b. Mengawasi seluruh proses kegiatan operasional dan pembiayaan dan
mempersiapkan pembayaran gaji pegawai kantor cabang.
c. Mengelola dan mengkoordinasikan penggunaan dan usaha mobilisasi
dana dari masyarakat secara profesional.
7. Bagian Keuangan dan Umum
Orang yang bertanggung jawab kepada manager operasional dalam
menyusun anggaran untuk setiap tahun periode berikutnya, serta
menyusun laporan hasil kinerja kantor cabang. Dan juga betanggung
jawab pada aset kantor, Melaporkan data keuangan kekantor badan pusat,
Melaporkan bulanan Bank Umum ke- Bank Indonesia atau ke Pusat,
Menyajikan system Informasi asset.
8.
Bagian Pembiyaan Khusus
Orang yang bertanggung jawab kepada manajer operasional dalam
usaha menyelesaikan pembiayaan- pembiayaan yang ada di golongan 3, 4,
dan 5 yaitu pembiayaan yang menunggak pembayaran lebih dari 90 hari.
D. Sumber Modal dan Produk BNI Syariah
Sumber modal atau sumber dana menuru wawan cara dengan pihak
Bank BNI Syariah Cabang Pekalongan yaitu Bu Sisca adalah dari mana dana
berasal dan diperoleh, serta menelaah sumber dana yang diperoleh. 22 Maksud
dari menelaah sumber dana yang diperoleh adalah untuk mengetahui jenisjenis sumber dana, menentukan kebijakan tentang jenis sumber dana yang
22
Hasil wawancara dengan Bu Sisca selaku pihak dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
52
diprioritaskan dan dapat membuat strategi dan teknik mencapai tujuan dari
penghimpunan modal (dana) untuk bank yang bersangkutan. 23
1. Sumber Modal BNI Syariah
Modal dalam bank BNI Syariah terdiri dari modal inti, kuasi ekuitas
(mudharabah account) dan dana titipan atau wadiah.
a. Modal Inti
Modal inti adalah dana modal sendiri yaitu dana yang berasal dari para
pemegang saham bank, yaitu pemilik bank. 24 Modal inti bank BNI
Syariah dibagi menjadi tiga komponen, yaitu :
1) Modal Disetor
Modal disetor merupakan modal yang paling utama, yaitu
modal yang disetor oleh pemilik bank termasuk didalamnya para
pemegang saham dalam modal bank BNI. Modal disetor BNI
disetor oleh bank BNI 46 (BNI Konvensional) hal ini karena BNI
Syariah masih merupakan cabang dari bank BNI 46 jadi seluruh
modal intinya berasal dari BNI Konvensional.
Untuk saat ini posisi modal disetor bank BNI Syariah masih
kosong atau nihil dan komponen modal yang masih bersaldo hanya
terdapat dalam laba ditahan.
23
Tugas akhir A mrina Rosyada tentang Penghimpunan dana di Bank BNI Syariah
Pekalongan.
24
Zaenal Arifin, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah, (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005),
h. 54.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
53
2) Tambahan Modal
Merupakan modal tambahan yang didapat dari laba para
pemegang saham/pemilik yang tidak dibagi. Laba dari hasil
usahanya tidak dibagikan karena bank mempunyai prinsip kehatihatian dan berjaga- jaga sewaktu- waktu bank mengalami kerugian.
3) Laba Ditahan
Laba ditahan yaitu laba yang oleh para pemegang saham
sengaja tidak diambil. Hal ini dilakukan untuk menambah modal
pada bank agar bank diharapkan dapat lebih berkembang dengan
adanya tambahan modal, karena dengan kuatnya modal bank maka
bank BNI Syariah dapat dipercaya oleh para nasabah maupun oleh
para invenstor yang akan menginvestasikan dananya ke bank BNI
Syariah.
25
Besarnya prosentase laba yang akan ditahan untuk setiap
pemilik saham biasanya ditentukan oleh kantor pusat, dalam hal ini
adalah ditentukan oleh bank BNI 45, dan pihak dari bank BNI
Syariah kurang mengetahui besarnya laba yang ditahan bagi
pemilik saham atau bank.
b. Kuasi Ekuitas
Kuasi ekuitas (mudharabah account) adalah penghimpunan
dana/modal bank dengan cara menghimpun dana dari para pemilik dna
25
Zaenal Arifin, Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah, (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005),
h. 54.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
54
atau nasabah dengan prinsip kerjasama dengan akad mudharabah. Di
BNI Syariah, mudharabah account terdiri dari produk: 26
1) Deposito Mudharabah dengan akad mudharabah muthlaqoh
Deposito mudharabah merupakan dana simpanan dari
nasabah yang ingin menyimpan atas dana simpanan dari nasabah
yang ingin menyimpan atas dana mereka dalam bentuk investasi.
Biasanya simpanan atau investasi berjangka waktu 1 bulan, 3
bulan dan seterusnya sesuai kesepakatan. Untuk pembagian
hasilnya atau keuntungan masing- masing untuk setiap periodenya
besarnya keuntungannya masing- masing untuk setiap periodenya
besarnya berbeda-beda. Berikut ini penulis jelaskan pembagian
prosentase nisbah bagi hasil untuk setiap periodenya.
-
Deposito jangka waktu 1 bulan nisbah bagi hasil nasabah 64%
sedangkan pihak bank 36%.
-
Deposito jangka waktu 3 bulan nisbah bagi hasil nasabah 66%
sedangkan pihak bank 34%.
-
Deposito jangka waktu 6 bulan nisbah bagi hasil nasabah 68%
sedangkan bank 32%.
2) Tabungan Mudharabah dengan akad Mudharabah Muthlaqoh
Tabungan Mudharabah merupakan suatu bentuk dana titipan
atau simpanan yang mempunyai batasan waktu pengambilan.
Dalam tabungan mudharabah ini dana yang disetor hanya berupa
26
Nur A ini, Skripsi “Analisis Implementasi Prinsip Syariah Permodalan Pada BNI Syariah
Pekalongan”2010
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
55
uang tunai yang jumlahnya sudah ditentukan sesuai kesepakatan.
Tabungan mudharabah adalah bentuk dana titipan yang tidak bisa
diambil sewaktu- waktu seperti tabungan pada umumnya. Para
pemegang tabungan ini tidak diberikan fasilitas ATM karena
mengingat dalam perjanjian atau akad bahwa dana simpanan tidak
dapat diambil sebelum waktu yang ditentukan berakhir.
Produk- produk dari tabungan mudharabah di BNI Syariah
antara lain: 27
-
Tabungan iB Plus (Islamic Banking)
Adalah
tabungan
yang
dikelola
berdasarkan
Mudharabah Muthlaqoh. Dengan prinsip
prinsip
ini tabungan
nasabah akan diinvestasikan secara produktif dalam investasi
yang halal sesuai dengan prinsip syariah. Keuntungan dari
investasi akan dibagikan antara nisbah dan bank sesuai
kesepakatan awal pada saat pembukaan tabungan. Biasanya
besarnya nisbah adalah 30% untuk nasabah dan 70% untuk
bank.
-
Tabungan Syariah Prima
Adalah simpanan masyarakat segmen high worth individuals
secara perorangan dalam bentuk valuta rupiah yang transaksi
penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat
melalui teller dan fasilitas ATM. Nisbah untuk bagi hasil dana
27
Nur A ini, Skripsi “Analisis Implementasi Prinsip Syariah Permodalan Pada BNI Syariah
Pekalongan”2010.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
56
ini cukup besar untuk nasabah yaitu 40% nasabah dan bank
60%.
-
BNI iB Tapenas
Adalah tabungan yang diperuntukkan untuk merencanakan
dan mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin, karena
pendidikan merupakan bekal penting untuk masa depan setiap
anak. Jangka waktu untuk BNI iB Tapenas ini, antara 1 tahun
sampai dengan 18 tahun. Dan untuk nisbah bagi hasilnya
yaitu nasabah 50% dan bank 50%.
-
28
BNI iB Haji
Adalah tabungan atau simpanan yang disiapkan untuk
keperluan ibadah haji para nasabah. Tabungan ini dikelola
berdasarkan prinsip mudharabah muthlaqoh. Untuk nisbah
bagi hasil antara nasabah dan bank adalah 25% - 75%.
Ketiga macam dana titipan atau wadi’ah di atas, ketentuan
dalam perjanjiannya
produknya,
berlaku secara umum sesuai dengan
misalnya untuk tabungan sesuai syarat umum
pembukaan tabungan, demikian juga dengan rekening giro. Hanya
saja yang berbeda dengan bank konvensional adalah bahwa dalam
bank konvensional nasabah mendapatkan bunga, sedangkan dalam
produk wadi’ah, benefit yang diberikan kepada nasabah berupa
bonus yang tidak diperjanjikan atau tidak usah diharapkan, jadi
28
Nur A ini, Skripsi “Analisis Implementasi Prinsip Syariah Permodalan Pada BNI Syariah
Pekalongan”2010
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
57
suatu saat bisa juga tidak memperoleh apa- apa. Adapun produkproduk bank BNI Syariah lainnya adalah sebagai berikut : 29
1) Murabahah Konsumtif Pegawai
2) Murabahah Multiguna
3) Murabahah Rumah
4) Murabahah Kendaraan
5) Murabahah Usaha Kecil
6) Murabahah Usaha Ritel
7) Murabahah Usaha non Ritel
8) Pembiayaan Musyarakah Usaha Kecil
9) Pembiayaan Musyarakah Usaha Ritel
10) Pembiayaan Musyarakah Usaha Non Ritel
11) Pembiayaan Mudharabah Usaha Kecil
12) Pembiayaan Mudharabah Usaha Ritel
13) Pembiayaan Mudharabah Usaha Non Ritel
14) Pembiayaan Cash collateral
15) Gadai Mas Syari’ah Qard al- Hasan
Keterangan :
1. Fasilitas penyaluran dana kepada suatu perusahaan untuk pembelian
berbagai barang (kecuali kendaraan bermotor)
yang
tidak
bertentangan dengan Undang- undangan yang berlaku serta tidak
29
Tugas akhir A mrina Rosyada tentang Penghimpunan dana di Bank BNI Syariah
Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
58
termasuk
kategori
yang
diharamkan
syari’ah
dengan
memaksimalkan fasilitas piutang 20 juta
2. Fasilitasa penyaluran dana kepada pegawai pengusaha dan lainlain, untuk pembaelian berbagai barang yang tidak bertentangan
undang- undang yang belaku serta tidak termasuk kategori yang
diharamkan syari’ah, dengan maksimal fasilitas piutang 20- 2
miliyar 30
3. Fasilitas penyaluran dana dengan system jual beli, dimana bank
membelikan rumah tinggak kemudian menjualnya kepada pemohon
untuk di angsur sesuai kemampuan pemohon dengan maksimum
fasilitas piutang sebesar lima milyar
4. Fasilitas penyaluran dana dengan system jual beli dimana membeli
kendaraan yang dibutuhkan kemudian menjualnya kepada pemohon
untuk diangsur sesuai dengan kemampuan pemohon, maksimal
piutangnya adalah 80% (delapan puluh persen) dari harga kendaraan
5. Fasilitas penyaluran dana dengan system jual beli, disetor produktif
sampai dengan 150 juta untuk pembelian barang, baik untuk tujuan
investasi (modal kerja yang berdasarkan mudharabah)
6. Fasilitas penyaluran dana dengan system jual beli yang digunakan
untuk tujuan produktif dengan maksimum sampai 5 milyar disetor
produktif untuk pembelian barang baik untuk tujuan investasi
maupun modal kerja berdasarkan prinsip mudharabah
30
Data dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
59
7. Pembiayaan murabahah yang digunakan denga tujuan produktif,
inestasi atau modal kerja diatas Rp 5 milyar pernasabah pembiayaan
8. Pembiayaan Musyarakah adalah suatu kerjasama antara bank
dengan nasabah untuk tujuan produktif (modal kerja) maksimum
150 juta dalam membiayai suatu proyek dimana masing- masing
pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggung jawab atas
segala kerugian yang tidak sesuai dengan pernyataannya mas ingmasing
c. Dana Titipan (Wadi’ah) 31
Sumber dana titipan di BNI Syariah terdiri dari :
1) TabunganKu
2) Tabungan Wadiah
Tabungan wadiah merupakan tabungan di mana nasabahnya tidak
memperoleh nisbah bagi hasil. Berapapun dana yang dititipkan ke
dalam tabungan wadiah,
nasabah tidak akan memperoleh
keuntungan seperti pada bentuk- bentuk tabungan yang lainnya,
akan tetapi nasabah boleh menarik dananya sewaktu- waktu
dibutuhkan. Jadi keuntungan yang didapat dari hasil dana tersebut
dimiliki oleh pihak bank saja. Nasabah hanya berakad untuk
menitipkan dana tersebut tanpa meminta imbalan jasa.
Selain dana titipan BNI Syari’ah juga memberikan pelayananpelayanan kepada masyarakat, salah satunya yaitu untuk Wakaf
31
Data dari BNI Syariah Cabang Pekalongan
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
60
Uang Tunai, Bank hanya sebagai fasilitator untuk pelayanan wakaf
uang tunai yang bekerjasama langsung dengan BWI pusat, dimana
setoran wakaf langsung dimasukan dalam rekening BWI. 32
3) Giro Wadiah
Adalah sebuah produk dana titipan yang bertujuan untuk
kemudahan bertransaksi giro secara syariah. Dalam giro wadiah ini
perjanjiannya menggunakan akad wadiah yad dhamanah, yaitu
merupakan titipan dana murni yang dengan seijin pemilik dana
dapat dioperasikan oleh bank untuk mendukung sektor riil dengan
jaminan bahwa dana dapat ditarik sewaktu-waktu oleh pemilik
dana akan tetapi dalam giro wadiah ini, si pemilik dana atau
nasabah tidak mendapatkan bagi hasil.
2. Alokasi Penggunaan Modal di BNI Syariah
Alokasi penggunaan modal bank adalah penggunaan dana modal
untuk keperluan kegiatan yang dijalankan dalam bank agar memperlancar
jalannya aktivitas usaha bank agar dapat melayani masyarakat.
Modal bank biasanya disalurkan untuk biaya operasional bank
untuk kegiatan pembiayaan bank kepada masyarakat yang ingin
mengajukan pembiayaan di bank.
Tidak jauh beda dengan bank- bank yang lain, BNI Syariah
Pekalongan juga melakukan hal yang sama dalam pembagian fungsi
modal. Hanya saja di BNI Syariah Pekalongan sebagian modalnya
32
Hasil wawancara dengan CS BNI Syariah pekalongan Bu Sisca
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
61
disalurkan dalam bentuk pembiayaan, dan biaya operasional dan investasi
bank, ditanggung oleh pihak BNI Syariah sendiri yang berasal dari BNI
konvensional, dan tidak membebankan kepada nasabah, karena pada
prinsipnya BNI Syariah Pekalongan menggunakan prinsip dasar bagi hasil
revenue sharing (sebelum dikurangi biaya) bukan profit dan loss sharing.
Penetapan prosentase besarnya biaya operasional dan investasi di
BNI Syariah dari jumlah modal yang ada dilakukan oleh kantor pusat BNI
yaitu BNI Konvensional, mengingat bahwa modal utama yang disetor
berasal dari kantor pusat BNI Kovensional. Jadi, segala kebijakan yang
ada ditentukan dari kantor pusat.
E. Implementasi Wakaf Uang
Pengelolaan wakaf di Indonesia telah mengalami tiga periode besar
pengelolaan wakaf yaitu pertama adalah periode tradisional dimana wakaf
diperuntukkan bagi pembangunan fisik seperti masjid, pesantren dan kuburan
sehingga kontribusi sosial belum begitu terasa; kedua adalah periode semi
profesional dimana wakaf dikelola secara produktif namun belum dilakukan
secara maksimal, sebagai contoh pembangunan masjid yang ditambah dengan
bangunan toko dan gedung pertemuan untuk acara pernikahan, seminar dan
lain- lain; dan ketiga, merupakan periode profesional yang ditandai dengan
pemberdayaan potensi wakaf masyarakat secara produktif yang meliputi
aspek: manajemen, SDM kenazhiran, pola kemitraan usaha, bentuk benda
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
62
wakaf yang mulai berkembang lebih likuid seperti uang, saham dan surat
berharga lainnya. 33
Kemitraan BNI Syariah, BWI dan YBWSA ini bakal dilakukan
khususnya di wilayah Jawa Tengah. Wakaf uang yang disetorkan wakif
(orang yang berwakaf) itu memiliki plafon minimum sekurang-kurangnya Rp
5.000 baik secara tunai maupun non tunai. Dalam hal ini di BNI Syariah
Wakaf Uang ada dua macam yaitu wakaf berjangka dan wakaf abadi. Wakaf
berjangka adalah wakaf yang pengembangan dana yang diwakafkan untuk
kesejahteraan masyarakat, sedangkan nilai pokok dana wakaf akan
dikembalikan dalam jangka waktu tertentu, minimal 5th . Wakaf abadi ialah
wakaf yang seluruhnya digunakan / diwakafkan untuk kesejahteraan
masyarakat. 34
Nadzir akan mendaptkan sertifikat wakaf dengan dengan mewakafkan
uangnya dengan
nominal minimal Rp 1.000.000,- dan secara langsung
dibuwatkan dari pihak BNI Syariah. BNI Syariah hanya sebagai mediator
atau tempat penyaluran wakaf uang, karna setiap nadzir yang akan berwakaf
uang melalui BNI Syariah langsung masuk dalam rekening BWI yang telah
tersedia di BNI Syariah, sama halnya dengan YBWSA. Yang kemudian uang
wakf itu dikelola lebih lanjut oleh BWI dan YBWSA untuk kemaslakhatan
dan kesejahteraan umat Islam khususnya di Indonesia 35
33
http://www.b wi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=741:peranan perbankan-syariah-dalam-implementasi-wakaf-uang&catid=27:opin i&Itemid=113&lang=en
34
Brosur Wakaf Uang BNI Syariah Cabang Pekalongan
35
Hasil wawancara dengan CS BNI Syariah cabang pekalongan Bu Sisca.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
63
Wakaf bertujuan untuk memberikan manfaat pada harta yang diwakafkan
kepada orang yang berhak dan dipergunakan sesuai dengan ajaran syariah
Islam. Hal ini sesuai dengan fungsi wakaf dalam Undang-Undang (UU)
Nomor 41 tahun 2004 Pasal 5 tentang wakaf.
http://elc.stain-pekalongan.ac.id/
Download