Laporan Tahunan Mandiri 2009 - Corporate

advertisement
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
PT Bank Mandiri (Persero)Tbk.
DAFTAR ISI
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
Warisan Tak Ternilai Penghargaan Ringkasan Laporan Keuangan Sambutan Komisaris Utama Dewan Komisaris Sambutan Direktur Utama Direksi & EVP Koordinator Struktur Organisasi PEMBAHASAN
UMUM
& ANALISIS
MANAJEMEN
2
4
8
10
13
18
32
42
Credit Committee
Fungsi Kepatuhan, audit Intern dan
Audit Ekstern
Rencana Strategis Bank
Corporate Social Responsibility
Komite Pihak Independen Non Dewan
Komisaris & Corporate Secretary
Siaran Pers
L A P O R A N TA H UN A N
120
125
138
142
152
153
157
43
WHOLESALE BANKING
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Laporan Tugas Pengawasan
Dewan Komisaris Pelaksanaan
Good Corporate Governance
Komite Audit
Komite Pemantau Risiko
Komite Remunerasi dan Nominasi
Komite Good Corporate Governance
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Komite di Bawah Direksi
73
Corporate Banking Commercial Banking
Treasury and International Banking
Special Asset Management CORPORATE CENTER &
SHARED SERVICES
Risk Management Technology & Operations Compliance and Human Capital Corporate Secretary, Legal &
Customer Care Internal Audit Change Management Office Finance and Strategy 185
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
Consumer Finance
186
194
267
DAFTAR CABANG
202
216
220
Daftar Cabang Bank Mandiri Daftar Kantor Luar Negeri/Perwakilan Daftar MBU, MBDC, CBC, & SBDC Pernyataan Dewan Komisaris Pernyataan Direksi Informasi Pemegang Saham Produk dan Layanan Manajemen Group Heads
268
291
292
308
309
226
230
232
236
LAPORAN
KEUANGAN
INFORMASI
PERUSAHAAN
74
80
85
87
89
91
93
106
158
166
176
180
201
243
244
252
256
257
311
Laporan Keuangan Konsolidasian
beserta Laporan Auditor Independen REFERENSI
BAPEPAM LK
312
489
1
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
DRAFT (March 25, 2010)
1. Foto- foto masih draft, fotografer akan
memberikan pilihan
2. Narasi Direktorat SBU belum menggunakan hasil interview Bursons
3. Narasi Direktorat non SBU sebagian
besar sudah mendapatkan approval
direktur
4. Cover masih lowrest, nantinya akan di
lakukan Digital Imaging agar logo dan
awan lebih real
5. Alt. cover in progress
LAPORAN TAHUNAN 2009
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2
WARISAN TAK TERNILAI
Berbekal sejarah panjang
yang telah dilalui dalam
riwayat perbankan
Indonesia, Bank Mandiri
telah dan akan senantiasa
memberikan kontribusi
terbaiknya dalam
mendukung pertumbuhan
serta perkembangan
perekonomian nasional
dan masyarakat Indonesia
secara keseluruhan.
Bank Mandiri didirikan pada tanggal
2 Oktober 1998 sebagai bagian dari
program restrukturisasi perbankan
yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Indonesia. Pada bulan Juli 1999,
empat bank milik Pemerintah yaitu
Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara,
Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank
Pembangunan Indonesia, digabungkan
ke dalam Bank Mandiri. Keempat
Bank tersebut telah turut membentuk
riwayat perkembangan perbankan di
Indonesia dimana sejarahnya berawal
pada lebih dari 140 tahun yang lalu.
Proses panjang pendirian Bank Bumi
Daya bermula dari nasionalisasi
sebuah perusahaan Belanda De
Nationale Handelsbank NV, menjadi
Bank Umum Negara pada tahun 1959.
Pada tahun 1964, Chartered Bank
(sebelumnya adalah bank milik Inggris)
juga dinasionalisasi, dan Bank Umum
Negara diberi hak untuk melanjutkan
operasi bank tersebut. Pada tahun
1965, Bank Umum Negara digabungkan
ke dalam Bank Negara Indonesia dan
berganti nama menjadi Bank Negara
Indonesia Unit IV. Kemudian pada
tahun 1968, Bank Negara Indonesia
Unit IV beralih menjadi Bank Bumi
Daya.
Bank Dagang Negara merupakan
salah satu bank tertua di Indonesia,
pertama kali dibentuk dengan nama
Nederlandsch Indische Escompto
Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada
tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya
berubah menjadi Escomptobank NV,
dimana selanjutnya pada tahun 1960
dinasionalisasikan serta berubah nama
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
menjadi Bank Dagang Negara, sebuah
bank Pemerintah yang membiayai
sektor industri dan pertambangan.
Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia
berawal dari perusahaan dagang
Belanda, N.V. Nederlansche Handels
Maatschappij yang didirikan pada
tahun 1824 dan mengembangkan
kegiatannya di sektor perbankan
pada tahun 1870. Pada tahun 1960,
pemerintah Indonesia menasionalisasi
perusahaan ini, dan selanjutnya pada
tahun 1965 perusahaan ini digabung
dengan Bank Negara Indonesia
menjadi Bank Negara Indonesia Unit
II. Pada tahun 1968, Bank Negara
Indonesia Unit II dipecah menjadi dua
unit, salah satunya adalah Bank Negara
Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor,
yang akhirnya menjadi Bank Ekspor
Impor Indonesia, bank pemerintah
yang membiayai kegiatan ekspor dan
impor.
Bank Pembangunan Indonesia
(Bapindo) berawal dari Bank Industri
Negara (BIN), sebuah bank industri
yang didirikan pada tahun 1951
dengan misi untuk mendukung
pengembangan sektor-sektor ekonomi
tertentu, khususnya perkebunan,
industri dan pertambangan. Pada
tahun 1960, Bapindo dibentuk sebagai
bank milik negara dan BIN kemudian
digabung dengan Bapindo. Pada
tahun 1970, Bapindo ditugaskan
untuk membantu pembangunan
nasional melalui pembiayaan jangka
menengah dan jangka panjang pada
sektor manufaktur, transportasi dan
pariwisata.
WARISAN TAK TERNILAI
Kini, Bank Mandiri menjadi
penerus suatu tradisi layanan jasa
perbankan dan keuangan yang telah
berpengalaman selama lebih dari 140
tahun. Masing-masing dari empat bank
bergabung telah memainkan peranan
yang penting dalam pembangunan
ekonomi Indonesia.
KONSOLIDASI DAN INTEGRASI
Setelah selesainya proses merger, Bank
Mandiri kemudian memulai proses
konsolidasi, termasuk pengurangan
cabang dan pegawai. Selanjutnya
diikuti dengan peluncuran single brand
di seluruh jaringan melalui iklan dan
promosi.
Salah satu pencapaian penting adalah
penggantian secara menyeluruh
platform teknologi. Bank Mandiri
mewarisi sembilan sistem perbankan
dari keempat legacy banks. Setelah
investasi awal untuk konsolidasi
sistem yang berbeda tersebut,
Bank Mandiri mulai melaksanakan
program penggantian platform yang
berlangsung selama tiga tahun, di
mana program pengganti tersebut
difokuskan untuk meningkatkan
kemampuan penetrasi di segmen retail
banking.
Pada saat ini, infrastruktur teknologi
informasi Bank Mandiri sudah mampu
melakukan pengembangan e-channel
& produk retail dengan Time to Market
yang lebih baik.
Nasabah Bank Mandiri yang terdiri
dari berbagai segmen merupakan
penggerak utama perekonomian
Indonesia. Berdasarkan sektor usaha,
nasabah Bank Mandiri bergerak di
bidang usaha yang sangat beragam.
Sebagai bagian dari upaya penerapan
prudential banking & best-practices
risk management, Bank Mandiri telah
melakukan berbagai perubahan.
Salah satunya, persetujuan kredit
dan pengawasan dilaksanakan
dengan ‘four-eye principle’ , dimana
persetujuan kredit dipisahkan dari
kegiatan pemasaran dan business
unit. Sebagai bagian diversifikasi
risiko dan pendapatan, Bank Mandiri
juga berhasil mencetak kemajuan
yang signifikan dalam melayani
Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
dan nasabah ritel. Pada akhir
1999, porsi kredit kepada nasabah
corporate masih sebesar 87% dari
total kredit, sementara pada 31
Desember 2009, porsi kredit kepada
nasabah UKM dan mikro telah
mencapai 42,22% dan porsi kredit
kepada nasabah consumer sebesar
13,92%, sedangkan porsi kredit
kepada nasabah corporate mencakup
43,86% dari total kredit.
Pada saat ini, berkat kerja keras dari
22.909 pegawai yang tersebar di
1.095 kantor cabang dalam negeri
dan 5 kantor cabang luar negeri
termasuk perwakilannya serta
didukung oleh anak perusahaan yang
bergerak di bidang pasar modal,
perbankan syariah, asuransi jiwa, bank
dengan fokus di segmen mikro dan
pembiayaan konsumen, Bank Mandiri
menyediakan solusi keuangan yang
menyeluruh bagi perorangan dan
perusahaan, baik swasta maupun
milik Negara, komersial, usaha kecil
dan mikro dengan kualitas pelayanan
prima, dimana dalam tiga tahun
terakhir secara berturut-turut Bank
Mandiri mendapat penghargaan
sebagai yang terbaik dalam hal
kualitas pelayanan.
Sesudah menyelesaikan program
transformasi semenjak 2005 sampai
dengan tahun 2009, Bank Mandiri
sedang bersiap melaksanakan
transformasi tahap berikutnya dengan
merevitalisasi visi dan misi untuk
menjadi Lembaga Keuangan Indonesia
yang paling dikagumi dan selalu
progresif.
Sejak awal didirikan, Bank Mandiri
terus bertekad untuk membentuk
SDM handal dan profesional serta
bekerja berdasarkan prinsip good
corporate governance, dengan
pengawasan dan kepatuhan yang
sesuai dengan standar internasional.
Dalam 3 tahun terakhir Bank Mandiri
memperoleh predikat sebagai bank
paling terpercaya, sebagai apresiasi
upaya kami untuk terus menjaga
penerapan good governance.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
3
4
penghargaan
PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009
• The Banker Award 2009 Bank Of The Year 2009 : Indonesia
• Penghargaan sebagai Perusahaan sangat Terpercaya (Good
Corporate Governance) terbaik di Indonesia
• Best Local Cash Management Bank Votrd By Financial
Institutions
• Best Local Currency Cash Management Services (by Currency)
IDR
• Best Local Cash Management Bank in Indonesia as voted by
Corporates (Large : rank 1 ; Medium : rank 2; Small : rank 3)
The Best Indonesia Contact Center, Kategori : Excellent
Achievement (selama 2 tahun berturut-turut membuktikan
memiliki layanan operasional Call Center Terbaik di Indonesia dan
Asia Pacific)
Banking Efficiency Award 2009 untuk kategori BANK BUMN
Top 100 Emiten 2009 - Best Listed Companies Kategori Bank
dengan Kapitalisasi Pasar > Rp 2,5 Triliun
• The Best Local Private Bank in Indonesia – 2009
• Euromoney Award 2009 For Excellence : Country Award , The
Best Bank In Indonesia 2009
Alpha Southeast Asia’s 3rd Annual Best Financial Institution
Awards
Kategori:
• Best Bank in Indonesia award for the period 2008-2009
• Best Trade Finance Bank
• Best Private Wealth Management
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
penghargaan
PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009
Tax Award – Bank Mandiri Sebagai Tempat Pembayaran Pajak
Favorit Kedua Tahun 2008
•
•
•
•
•
•
The Best Investor Relations (Rank 1)
The Best Managed Company (Rank 4)
The Best Corporate Governance (Rank 5)
The Best Corporate Social Responsibility (Rank 6)
The Best Most Committed to a strong Dividend Policy (Rank3)
Finance Asia Country Awards : Best Cash Management Bank in
Indonesia
Perusahaan Paling Membanggakan: Sektor Perbankan
ISO 9001: 2000 bidang Manajemen Kearsipan
Customer Innovation Award; category: Innovation (Program
Software AG & Partners Innovation Awards 2008)
Top Brand Award 2009 untuk kategori Credit Card
CSR Awards 2008 – Gold bidang sosial dan ekonomi jasa
perbankan dan telematika
Outstanding Achievement Award for Debit 2008
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
5
6
penghargaan
PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009
Indonesian Service Quality Award 2009 Untuk kategori :
• Priority Banking Services ( urutan ke-2)
• Regular Banking Services – Domestic Banking ( urutan ke-2)
Good Corporate Governance Award 2009 Kategori : Best GCG SOE
Six Sigma Excellence Award 2009 dalam kategori Best Defect
Elimination in Service & Transactions
ABFI Banking Award Best Performing Banking 2009
Kategori Bank Persero
Corporate Governance Asia Recognition Awards 2009: Asia’s Best
Companies for Corporate Governance
Anugerah Media Humas 2009 Sebagai Juara Umum dgn merebut
penghargaan:
• Juara 1 Website BUMN,
• Juara 1 Penerbitan Internal BUMN,
• Juara 3 Profil Lembaga Cetak BUMN,
Asia Responsible Entrepreneurship Awards Kategori Investment in
People
The Best Bank Services Excellence 2008/2009
Lafferty Cards Asia 2009: Indonesia Best Reward Program- Kartu
Debit Mandiri
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
penghargaan
PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009
STP Award 2008 (Straight Through Processing) Untuk : exceptional
quality of payment messages
• CALL CENTER AWARD for Excellence Service Performance, Untuk
Kategori: Call Center Banking Services
• CALL CENTER AWARD for Excellence Service Performance, Untuk
Kategori: Call Center Credit Card Services
• ISO 9001:2008 Certification untuk Seksi Bank Garansi 1 dan 2 • ISO 9001:2008 Certification untuk Seksi Legal & Collateral
Document Management
STP Award 2008 (Straight Through Processing),
Untuk : exceptional quality of payment messages
STP Award 2008 (Straight Through Processing),
Untuk : exceptional quality of payment messages
• Contact Center World Award 2009 (Silver Award) kategori: The
Best Contact Center Outbond Call Campaign
• Contact Center World Award 2009 (Silver award) kategori IT
Support
• Contact Center World Award 2009 (Silver award) kategori
Workforce Management Planning
• Best Arranger of Indonesian Loans 2009 dari Majalah Euroweek
Asia - Euromoney
• Industrial Deal of the Year 2009 dari Majalah Project Finance Euromoney.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
7
8
ringkasan laporan keuangan
2005
2006
Rp. Miliar Rp. Miliar
Diaudit
Diaudit
2007
2008
Rp. Miliar Rp. Miliar
Diaudit
Diaudit
2009
2009
Rp. Miliar USD juta
Diaudit
LABA RUGI konsolidasian
Pendapatan Bunga Bersih
8.955
10.345
12.355
14.800
16.777
1.786
Pendapatan Selain Bunga 1)
2.489
2.733
3.377
4.600
5.663
603
11.444
13.078
15.732
19.400
22.440
2.389
Beban Overhead 3) 6.267
6.269
7.451
8.426
9.178
977
Beban Penyisihan / (Pembalikan) Penghapusan
Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi
4.445
3.634
2.053
2.765
1.185
126
Beban Penyisihan / (Pembalikan) Penghapusan Lainnya (1.057)
(129)
(313)
(170)
810
86
Laba Operasional
1.188
2.711
6.213
7.910
10.434
1.111
Laba (rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan
Dan Hak Minoritas
1.233
2.831
6.333
8.069
10.824
1.152
Pendapatan Operasional
2)
Laba (Rugi) Bersih
603
2.421
4.346
5.313
7.155
762
29,90
119,08
209,78
254,51
341,72
-
Jumlah Aktiva
263.383
267.517
319.086
358.439
394.617
42.002
Aktiva Produktif (Bruto) 244.147
245.702
286.477
334.412
368.774
39.252
Aktiva Produktif (Neto) 229.059
229.004
2 7 1 .227
320.573
354.903
37. 776
Kredit yang diberikan
106.853
117.671
138.530
174.498
198.547
21.133
Laba Bersih per Saham Dasar (rupiah)
NERACA konsolidasian
(11.824)
(14.389)
(13.042)
(11.860)
(12.452)
(1.325)
Jumlah Dana Pihak Ketiga
Penyisihan Penghapusan Kredit 206.289
205.708
247.355
289.112
319.550
34.013
Jumlah Kewajiban - Termasuk hak Minoritas
240.168
241.176
289.842
327.925
359.508
38.266
23.215
26.341
29.244
30.514
35.109
3.737
4)
Jumlah Ekuitas
RASIO-RASIO KEUANGAN
Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) – sebelum pajak 5)
0,5 %
1,1 %
2,3 %
2,5 %
3,0 %
Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) – setelah pajak 6)
2,5 %
10,0 %
15,8 %
18,1 %
22,1 %
Marjin Pendapatan Bunga Bersih
4,1 %
4,7 %
5,2 %
5,5 %
5,2 %
Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap
Pendapatan Operasional
21,7 %
20,9 %
20,9 %
23,1 %
24,6 %
Rasio Beban Overhead terhadap
Pendapatan Operasional 7)
55,6 %
48,9 %
46,7 %
42,3 %
40,2 %
Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva
Rasio Kredit Bermasalah
(Non Performing Loan/ NPL) - Bruto
2,4 %
2,3 %
2,3 %
2,4 %
2,3 %
25,2 %
16,3 %
7,2 %
4,7 %
2,8 %
Rasio Kredit Bermasalah
(Non Performing Loan/ NPL) – Neto
15,3 %
5,9 %
1,5 %
1,1 %
0,4 %
Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit
Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)
44,0 %
74,8 %
109,0 %
127,1 %
200,5 %
Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga – Non Bank
51,7 % 57,2 % 54,3 % 59,2 %
61,4 %
Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio ) 8)
18,0 %
19,6 % 17,3 %
12,8 %
12,5 %
Rasio Kecukupan Modal
(Capital Adequacy Ratio/ CAR ) 9)
23,7 %
25,3 % 21,1 % 15,7 %
15,6 %
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
ringkasan laporan keuangan
Jumlah pegawai
Jumlah kantor cabang
‘05
21.192
‘05
909
‘06
21.062
‘06
924
‘07
21.631
‘07
956
‘08
22.408
‘08
1.027
‘09
22.909
‘09
1.095
4.000
8.000 12.000 16.000 20.000 24.000
Jumlah ATM
500
600
700
800
900
1.000
Jumlah ATM - LINK
‘05
2.560
‘05
6.025
‘06
2.800
‘06
6.265
‘07
3.186
‘07
7.051
‘08
4.120
‘08
7.851
‘09
4.996
‘09
12.666
1.000
2.000
3.000
4.000
5.000
6.000
4.000
6.000
8.000 10.000 12.000 14.000
Jumlah Rekening Dana Pihak Ketiga per 31 Desember
‘05
5.425.825
‘06
6.067.727
‘07
7.608.434
‘08
8.831.807
‘09
10.104.159
2
4
6
8
10
12
(juta)
CATATAN :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
Termasuk keuntungan/kerugian dari kenaikan
nilai dan penjualan surat-surat berharga dan
Obligasi Pemerintah.
Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain
bunga.
Beban umum dan administrasi + Beban gaji &
tunjangan pegawai.
Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas
kredit yang dibeli dari BPPN.
Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan
hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo
triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang
bersangkutan.
Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan
jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan.
7)
Beban overhead dibagi Pendapatan operasional
tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai
dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi
Pemerintah.
8) Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I
Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR)
berdasarkan angka bank saja.
9) CAR dengan risiko kredit.
10) Ikhtisar keuangan tahun 2009, 2008, 2007,
2006, dan 2005 diatas, diambil dan/atau
dihitung dari laporan keuangan konsolidasian
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan Anak
Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian
pada tanggal dan tahun yang berakhir 31
Desember 2009 telah di audit oleh Kantor
Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan, a
member firm of PricewaterhouseCoopers Global
Network. Laporan keuangan konsolidasian
pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2008, 2007 dan 2006 telah di
audit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sarwoko & Sandjaja, anggota Ernst & Young
Global; laporan keuangan konsoliadasian pada
tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2005 di audit oleh Preasetio, Sarwoko
& Sandjaja, anggota Ernst & Young Global.
Untuk tujuan perbandingan, beberapa informasi
keuangan untuk tahun 2008 dan 2007 telah
direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian
informasi keuangan tahun 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
9
10
SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA
EDWIN GERUNGAN
Komisaris Utama dan Komisaris Independen
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA
Dewan Komisaris senantiasa melanjutkan upaya untuk meningkatkan
kualitas pengawasan dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki
kualitas layanan Bank, dengan menyediakan tata kelola korporasi yang baik
(good corporate governance)
KEPADA PARA STAKEHOLDERS,
PEMEGANG SAHAM SERTA
MASYARAKAT,
Tahun 2009 yang merupakan tahun
kedua dari fase Outperform the
Market Bank Mandiri telah berhasil
diselesaikan dengan baik. Pencapaian
tersebut tak lepas dari upaya dan
komitmen seluruh jajaran Manajemen
dan Pegawai Bank Mandiri untuk
menjadikan Bank Mandiri sebagai
The Indonesia’s Most Admired and
Progressive Financial Institution.
Sejak triwulan pertama dan kedua
di tahun 2009, krisis keuangan
global terus berdampak terhadap
perekonomian Indonesia. Hal ini
menyebabkan perlambatan pada
pertumbuhan kredit dan likuiditas,
baik dalam Rupiah maupun Dollar AS.
Namun, dengan berbekal pengalaman
dan rangkaian inisiatif yang telah kami
lakukan di tahun sebelumnya serta
ditambah dengan pemahaman yang
mendalam terhadap kondisi pasar ke
depan menjadi kunci keberhasilan yang
membantu kami dalam menghadapi
berbagai tantangan tersebut.
Di tahun 2009 kami bersyukur Bank
Mandiri berhasil memperoleh beberapa
pencapaian penting (milestones). Bank
Mandiri membukukan laba bersih
sebesar Rp. 7,2 triliun, meningkat
sebesar 34,7% dari Rp. 5,3 triliun di
tahun 2008. Angka ini merupakan laba
bersih tertinggi dalam 11 (sebelas)
tahun terakhir sejak Bank Mandiri
berdiri dan pencatatan laba bersih
tersebut terjadi dalam dua tahun
berturut-turut. Pencapaian ini juga
diikuti oleh perbaikan pada indikatorindikator penting lainnya termasuk
pertumbuhan pada fee-based income,
kredit dan dana pihak ketiga. Bank
Mandiri juga mencatat peningkatan
rasio-rasio utama seperti rasio imbal
hasil rata-rata ekuitas (ROE) yang
mencapai 22,1%, rasio imbal hasil
rata-rata aktiva (ROA) yang telah
mencapai 3%, dan efisiensi biaya,
dimana biaya mengalami penurunan
sebesar 40,2%. Bersamaan dengan
pengembangan bisnis, Bank Mandiri
tetap fokus terhadap peningkatan
kualitas aset selama tahun 2009,
yang menghasilkan tingkat NPL gross
dan net masing-masing menjadi 2,8%
dan 0,4%. Pada saat yang sama, kami
juga terus fokus pada pengembangan
pembiayaan segmen ritel dan berusaha
mencapai efisiensi di berbagai aspek
operasional.
Perlu kita catat bahwa perbaikan
kinerja yang berkesinambungan
tersebut tercapai di tengah-tengah
kondisi makro ekonomi global yang
masih dipenuhi ketidak-pastian.
Disiplin dalam pengelolaan likuiditas
dengan terus menurunkan pembiayaan
dengan mata uang asing di tahun
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
11
12
SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA
2009, pengembangan bisnis yang
terarah dan fokus pada sektor-sektor
yang tahan krisis serta nasabahnasabah yang terbaik di masingmasing sektor dan wilayah geografis,
memungkinkan kami untuk terus
memperbaiki kinerja di saat-saat yang
cukup sulit seperti yang baru kita lalui
di tahun 2009.
Dewan Komisaris senantiasa
melanjutkan upaya untuk
meningkatkan kualitas pengawasan
dalam rangka mempertahankan dan
memperbaiki kualitas layanan Bank,
dengan menyediakan tata kelola
korporasi yang baik (good corporate
governance) melalui empat komite
utama:Komite Audit, Komite Pemantau
Risiko, Komite Remunerasi & Nominasi,
Komite Good Corporate Governance.
Keempat Komite ini merupakan sarana
bagi kami untuk menjalankan fungsi
pengawasan terhadap seluruh aktivitas
Bank, serta untuk memastikan bahwa
prinsip-prinsip tata kelola korporasi
yang baik selalu menjadi hal utama
dalam penyelenggaraan kegiatan
harian Bank.
Fungsi Komite Audit adalah
memastikan seluruh transaksi
dijalankan sesuai dengan prosedur dan
peraturan-peraturan terkait. Fungsi
pengelolaan dari Komite Kebijakan
Risiko adalah memastikan bahwa Bank
memiliki likuiditas yang memadai baik
dalam Rupiah maupun Dollar AS terkait
dengan adanya ketidakpastian di dalam
pasar sebagai akibat dari krisis global,
terutama pada semester pertama
tahun 2009.
Pada tahun 2009, Komite
Nominasi dan Remunerasi, dengan
fokus spesifik pada sumber daya
manusia menciptakan sebuah
sistem remunerasi yang baru yaitu
menetapkan tantiem dan gaji Direksi
berdasarkan prestasi. Pada periode
sebelumnya belum dapat dilakukan
pembedaan sistem remunerasi seperti
yang baru kami laksanakan. Pada
saat ini juga, persentase kenaikan
gaji anggota direksi ditetapkan
berdasarkan kinerja masing-masing.
Hal ini merupakan pertama kalinya
metode ini diterapkan pada bank
milik pemerintah. Pendekatan baru
terhadap sistem remunerasi ini juga
mendapatkan dukungan positif dari
pemegang saham dan Pemerintah
sebagai pemegang saham mayoritas.
Memasuki tahun 2010 terdapat
beberapa tantangan yang harus kami
hadapi diantaranya kondisi pasar
internasional yang masih belum pulih
sepenuhnya karena adanya berbagai
masalah yang harus dihadapi oleh
negara-negara Eropa, seperti Yunani,
Spanyol dan Portugal dan kami akan
terus memantau perekonomian global
berikut fase pemulihannya. Persaingan
dalam industri perbankan nasional
juga semakin meningkat. Sementara
itu, komitmen untuk menjadikan Bank
Mandiri sebagai lembaga keuangan
Indonesia yang paling dikagumi dan
selalu progresif mendorong kami
untuk terus bertransformasi dengan
melakukan revitalisasi visi dan misi
perusahaan. Dalam 5 (lima) tahun
mendatang, kami akan berupaya untuk
lebih fokus pada pengembangan di
3 (tiga) area; transactional banking
di segmen wholesale, menjadi nomor
1 (satu) di pembayaran ritel dan
memimpin di segmen pembiayaan
ritel.
Secara keseluruhan, Dewan Komisaris
akan terus men-supervisi kebijakankebijakan Bank secara seksama dan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
memperkuat implementasi dari
performance based culture untuk
memastikan peningkatan produktivitas
yang lebih baik dalam dalam rangka
optimalisasi nilai saham bagi para
pemegang saham. Berbagai tantangan
akan terus berlanjut, namun dengan
dukungan dan dedikasi dari tim kami
yang sangat baik, kami akan mencapai
misi kami untuk menjadi lembaga
keuangan Indonesia yang paling
dikagumi & selalu progresif.
Akhir kata, atas nama Dewan
Komisaris, saya ingin mengucapkan
terima kasih kepada seluruh
stakeholder dan nasabah Bank Mandiri
atas dukungan dan kepercayaannya
yang telah diberikan selama ini.
EDWIN GERUNGAN
Komisaris Utama dan Komisaris
Independen
dewan komisaris
4.
1.
5.
6.
2.
1. Edwin Gerungan
4. Soedarjono
Komisaris Utama & Komisaris Independen
2. Muchayat
5. Pradjoto
Wakil Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris Independen
3. Mahmuddin Yasin
6. Gunarni Soeworo
Komisaris
3.
Komisaris Independen
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
13
14
DEWAN KOMISARIS
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1948. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana
dari Principia College, Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank
N.A. bulan Agustus 1972. Puncak karier beliau selama 25 tahun di Citibank pada
saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets.
Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997, sebagai Senior Advisor. Tahun
1999, beliau kembali berkarier di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank
Mandiri menduduki posisi Executive Vice President – Treasury & International.
Edwin Gerungan
Komisaris Utama Dan Komisaris
Independen
Tahun 2000 sampai tahun 2001, beliau bekerja sebagai Kepala BPPN yang
membawahi bidang restrukturisasi perusahaan, perbankan dan program
penjaminan serta asset disposals.
Tahun 2002 beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. Kemudian
beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu
September 2003 sampai dengan Mei 2005.
Pada bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri.
Pada bulan Oktober 2007, beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama BHP Billiton
Indonesia.
Lahir pada tahun 1950. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya tahun 1978, memperoleh gelar
Master tahun 1983, dan Certificate Industrial Management dari Institut National
Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy, Perancis tahun 1984.
Beliau memulai karier sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut
Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya tahun 1979. Tahun 1982, beliau ditunjuk
sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984.
Muchayat
Wakil Komisaris Utama
Dari tahun 1990 sampai tahun 1996, beliau menjabat Komisaris Utama PT.
Surabaya Artha Selaras Securitas di Surabaya. Tahun 1996 beliau menduduki
posisi Komisaris PT. IEF Consultan, kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek
(Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES).
Tahun 1998 sampai tahun 1999, beliau menjabat sebagai anggota Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR – RI). Tahun 2001 beliau terpilih sebagai Wakil
Ketua KPKPN untuk masa jabatan tiga tahun.
Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama
Bumiputera 1912 pada tahun 2003. Pada bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi
Komisaris Bank Mandiri.
Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua
Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DEWAN KOMISARIS
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1954. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari
Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada tahun 1982 dan memperoleh gelar
Master of Business Administration dari Washington University St Louis USA pada
tahun 1986.
Mahmuddin Yasin Komisaris
Pada tahun 2000 beliau menjabat sebagai Deputi Ketua BPPN (Badan
Penyehatan Perbankan Nasional) sampai dengan tahun 2001. Pada tahun 2004
sampai dengan bulan Mei 2008 beliau menduduki posisi sebagai Komisaris
Utama PT. Pupuk Sriwidjaja.
Tahun 2005 beliau ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT. Socfin Indonesia
selama kurun waktu 2 tahun sampai dengan tahun 2007. Pada tahun 2007 beliau
menjabat Komisaris PT. Telekomunikasi Indonesia dan pada bulan Oktober 2008
beliau ditunjuk sebagai Komisaris di Bank Mandiri
Pada tahun 1995 mengikuti Training Securities di Merrill Lynch New York
dan Indonesia Executive Program di General Electric, Crotonville New York.
Memperoleh pelatihan khusus Advanced Management Training dari Oregon
University pada tahun 1996.
Lahir pada tahun 1939. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan
Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karier sebagai
Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966.
Beliau tetap berkarier di Kantor Akuntan Negara setelah berganti nama menjadi
Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP), dan menjadi Deputi Kepala
pada periode tahun 1989 sampai dengan 1991.
Soedarjono
Komisaris Independen
Pada tahun 1993 ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun.
Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari
tahun 1991 sampai dengan tahun 1993.
Tahun 1998 sampai 2003 beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri, juga
menjabat Ketua Komite Audit. Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon
dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002, juga menjabat Ketua Tim Pengawas
Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003.
Sejak tahun 2004, beliau menjabat Komisaris Utama PT. Danareksa (Persero), dan
ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005.
Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya
termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan
tahun 1998.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
15
16
DEWAN KOMISARIS
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1953. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas
Indonesia tahun 1981 dan berkarier di PT. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
selama dua belas tahun, kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of
Economy Universitas Kyoto Jepang tahun 1994.
Pradjoto
Komisaris Independen
Tahun 1994, bergabung dengan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates,
hingga mencapai posisi Senior Partner. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun
2001, menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas
Atmajaya, Jogjakarta.
Tahun 2000, terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia,
dimana beliau menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan. Beliau juga adalah
anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN.
Tahun 2001, menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK),
Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN.
Tahun 2003 dan 2004, menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank
Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan
Indonesia (API).
Pada tahun 2005, ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus
anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).
Pada periode tahun 2002 sampai dengan bulan September 2006 beliau menjabat
sebagai Komisaris di Bank International Indonesia kemudian mengundurkan diri
untuk melanjutkan tugas menjadi Komisaris di Bank Mandiri.
Pada bulan Mei 2005 ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri.
Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DEWAN KOMISARIS
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1943. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari
Universitas Padjajaran, Bandung tahun 1968 dan bekerja pada PT. Unilever di
bidang penjualan pada tahun yang sama.
Bergabung dengan Citibank NA, Jakarta tahun 1970 dan menduduki posisi
Credit Department Head sebelum ditugaskan ke New York tahun 1976. Beliau
kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Division Head of Corporate
Banking Group.
Gunarni Soeworo
Komisaris Independen
Tahun 1987, beliau bergabung dengan Bank Niaga, Jakarta sebagai Senior Vice
President and Group Head, Marketing & Credit. Dipromosikan sebagai Direktur
Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989,
dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5
tahun.
Tahun 1999 sampai dengan tahun 2007, beliau ditunjuk sebagai Wakil
Komisaris Utama Bank Niaga, dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai
Komisaris Independen Bank Mandiri.
Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional pada masa pemerintahan
Presiden Abdurrahman Wahid dan Komite Pengawas BPPN (Oversight
Committee). Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun
2003.
Tahun 1999 sampai dengan tahun 2004, beliau menjabat Wakil Ketua Komite
Nasional Good Corporate Governance. Saat ini beliau juga menjabat anggota
Dewan Penasehat Institut Bankir Indonesia dan Perbanas. Beliau juga terpilih
sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association).
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
17
18
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
AGUS MARTOWARDOJO
Direktur Utama
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
Kami akan meneruskan prestasi yang telah kami capai di tahun 2009
untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkesinambungan dan
berimbang dalam lima tahun ke depan. Kami akan mewujudkan visi kami
untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan
selalu progresif di mata para nasabah, masyarakat dan pemegang saham
Pemegang Saham yang terhormat,
Tahun 2009 menandai berakhirnya
tahap pertama transformasi Bank
Mandiri yang telah dimulai sejak tahun
2005. Tahun 2009 juga merupakan
tahun kedua fase “Outperform
the Market”, dimana Bank Mandiri
berhasil mengukir sejumlah prestasi
baru, meskipun Bank Mandiri harus
menghadapi situasi yang penuh
ketidakpastian sebagai akibat dari
krisis ekonomi global. Kami terus fokus
untuk bisa menjalankan strategi utama
kami untuk dapat melampaui berbagai
milestone keuangan maupun non
keuangan.
Sasaran bisnis kami tahap pertama
pada periode transformasi sejak tahun
2005 hingga 2009 adalah untuk
menjadi “Dominant Multi Specialist
Bank” di Indonesia. Kami berhasil
mencapai tujuan tersebut dengan
mencatat pertumbuhan di berbagai
strategic business unit (SBU) kami, yaitu
Corporate Banking, Commercial Banking,
Micro and Retail Banking, Consumer
Finance serta Treasury and International
Banking serta target kapitalisasi
pasar yang kami canangkan di awal
transformasi. Direktorat Special Asset
Management kami bekerja sangat baik
dengan keberhasilannya meningkatkan
kualitas aset secara signifikan dan
menurunkan tingkat kredit bermasalah
(NPL). Kami juga dapat memperluas
jaringan distribusi di semua segmen
dan terus melakukan investasi di bidang
sumber daya manusia, manajemen
risiko dan platform teknologi untuk
mendukung ekspansi usaha. Kami
juga meningkatkan sinergi antara
berbagai SBU dan anak perusahaan
untuk memberikan manfaat bagi para
nasabah.
Hasil dari tahap pertama transformasi
sangatlah nyata ditunjukkan pada
kinerja operasional dan keuangan
kami. Laba bersih kami di tahun 2009
mencapai Rp 7,2 triliun dibandingkan
dengan Rp 603 miliar di tahun 2005
atau meningkat hampir 12x dalam 4
tahun. ROE mencapai 22,1% pada tahun
2009 dibandingkan dengan tahun 2005
yang hanya 2,5%. Fee-based income
mencapai Rp 5,7 triliun pada tahun
2009 dibandingkan dengan Rp 2,5
triliun di tahun 2005. Pada penghujung
tahun 2009 Bank Mandiri mampu
melampaui milestone utama menjadi
Dominant Multi Specialist Bank, yaitu
mencapai market capitalization sebesar
Rp 100 triliun atau meningkat 3 kali
dibandingkan dengan pada bulan Mei
2005 ketika kami memulai perjalanan
transformasi kami.
Di tahun 2010, kami akan memulai
tahap kedua dari transformasi kami
dengan melakukan revitalisasi
atas visi kami yaitu untuk menjadi
lembaga keuangan Indonesia yang
Lanjut ke halaman 24
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
19
20
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO 2009
Prospek dan Tantangan Pemulihan
Ekonomi Global.
Kondisi perekonomian global terus
mengalami pemulihan di semester
kedua tahun 2009. Hal ini tidak terlepas
dari dukungan optimal pemerintah di
berbagai negara. Paket stimulasi fiskal
dan moneter bernilai triliunan USD
sukses mengangkat perekonomian
dunia dari dasar krisisnya. Merespon
perkembangan kebijakan yang sangat
agresif ini, aktivitas pasar keuangan
juga terlihat membaik. Indeks saham
di berbagai belahan dunia meningkat
antara 30% hingga 60% dari bottom
yang terjadi pada periode Oktober
2008 - Maret 2009. Peningkatan
terjadi khususnya pada negara-negara
berkembang yang menunjukkan daya
tahan terhadap krisis seperti Cina, India
dan ASEAN.
Prospek perekonomian terus
mengalami revisi positif. IMF pada
bulan Januari 2010 memperkirakan
kontraksi perekonomian global tahun
2009 terjadi sebesar -0.8% lebih
kecil daripada proyeksi di bulan Juni
2009 sebesar -1.4%. Untuk tahun
2010, IMF memperkirakan ekonomi
dapat tumbuh sebesar 3.9% naik dari
proyeksi sebelumnya di 2.5%. Negaranegara maju diperkirakan masih akan
mempertahankan kebijakan ekonomi
yang longgar untuk mendukung
pemulihan ekonomi.
Meskipun kondisi ekonomi global pada
tahun 2010 diperkirakan lebih baik dari
2009, namun diperkirakan terdapat tiga
risiko utama yang berdampak negatif
terhadap pemulihan. Pertama adalah
risiko likuiditas, negara-negara maju
umumnya masih akan menerapkan
kebijakan yang longgar yang berimplikasi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PRODUK DOMESTIK BRUTO
Impor
709
833
Ekspor
932
1,032
510
493
Pembentukan Modal
Tetap Bruto
196
169
1,249
1,191
Konsumsi
Pemerintah
Konsumsi
Rumah Tangga
200
2009
400
600
800
1,000
1,200
1,400
2008
BI RATE DAN INFLASI
Q109
7.75
7.92
Q209
7
3.56
Q309
6.5
2.83
Q409
6.5
2.78
1.5
BI Rate (%)
3
4.5
6
7.5
9
11.5
Inflasi, YoY (%)
CADANGAN DEVISA DAN NILAI TUKAR Q109
54.8
11.555
Q209
57.6
10.208
Q309
62.3
9.663
Q409
66.1
9.390
10
20
30
Cadangan Devisa (USD miliar)
40
50
60
70
Nilai Tukar Rp/ USD (Rp. Ribu)
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
kepada kondisi likuiditas yang tinggi.
Disisi lain, penyerapan likuiditas ini oleh
sektor riil masih belum optimal karena
daya beli masyarakat dan prospek bisnis
belum kembali normal. Dalam situasi
ini bahaya inflasi dan asset bubble akan
meningkat yang pada gilirannya dapat
menimbulkan potensi krisis baru.
Kedua adalah kerentanan fiskal, untuk
menanggulangi krisis global yang terjadi
pada periode 2008-2009 banyak negara
memberikan stimulus fiskal dalam
jumlah yang masif. Dengan demikian
saat ini, banyak negara-negara tersebut
yang memiliki daya tahan fiskal yang
rendah yang ditunjukkan oleh tingginya
rasio defisit fiskal maupun rasio hutang
publik terhadap pendapatan domestik
bruto. Beberapa lembaga pemeringkat
seperti S&P, Moodys dan Fitch telah
menurunkan rating atau credit outlook
dari Yunani, Spanyol, Portugal dan
Jepang akibat prospek fiskal yang negatif
ini.
Risiko perekonomian global terakhir
adalah penarikan stimulasi ekonomi
(exit strategy) yang kurang cermat
(ill-timing atau terlalu drastis). Kondisi
ekonomi global meskipun telah pulih
namun masih belum berada pada tingkat
yang normal. Tingkat pengangguran di
beberapa negara masih berada pada
kisaran 8% s/d 10%. Tingginya tingkat
pengangguran menyebabkan daya beli
masyarakat menjadi lemah sehingga
mengurangi motivasi perusahaan
untuk ekspansi produksi. Disamping
itu sektor perbankan juga belum dapat
melaksanakan fungsi intermediasi
secara baik karena keterbatasan
modal dan sikap membatasi risiko (risk
averse). Dengan demikian jika penarikan
stimulasi ekonomi tidak dilakukan secara
baik maka confidence pelaku ekonomi
dapat terguncang sehingga proses
pemulihan akan terhambat.
Kinerja Perekonomian Indonesia di
Tengah Krisis.
Dampak krisis global juga dialami oleh
Indonesia. Pertumbuhan ekonomi turun
dari 6.1% pada tahun 2008 menjadi 4.5%
pada 2009. Perdagangan luar negeri
mengalami kontraksi sebesar 9,7% dan
investasi swasta hanya tumbuh sebesar
3.3% (jauh dibawah tahun 2008, yang
mencapai 11.7%). Konsumsi domestik
dapat bertahan untuk tetap tumbuh di
4.5%, terutama karena adanya aktivitas
Politik (Pemilu dan Pilpres). Kinerja ini
cukup bagus mengingat negara-negara
lain umumnya mengalami kontraksi.
Daya tahan ekonomi Indonesia terhadap
krisis cukup tinggi. Hal ini disebabkan
relatif rendahnya keterkaitan dengan
luar negeri. Sebagai suatu ukuran, rasio
Ekspor Indonesia terhadap GDP tahun
2008 hanya sebesar 27%. Fundamental
ekonomi lainnya juga cukup solid, rasio
utang luar negeri terhadap GDP tahun
2009 hanya sebesar 31.5% sedangkan
rasio defisit fiskal adalah konservatif
disekitar 1,6%. Indikator ekonomi yang
sangat baik ini memberikan keyakinan
bagi para investor dan menghindari
adanya gejolak pasar. Disamping itu,
pemerintah juga memberikan stimulus
fiskal senilai Rp71.3 Triliun dalam
bentuk insentif produksi, perdagangan,
keringanan pajak dan pengeluaran
proyek. Hal ini sangat membantu untuk
mengurangi dampak krisis dengan
menstimulasi permintaan dalam negeri.
menyebabkan tekanan pada nilai tukar.
Rupiah sempat diperdagangkan pada
kisaran Rp12.000/USD pada bulan
November 2008, posisi terlemah sejak
tahun 1998. Sejalan dengan pulihnya
psikologi pasar global, sejak kuartal
kedua aliran dana asing masuk ke
Indonesia dan menyebabkan Rupiah
terus menguat mencapai Rp9.390/USD
pada akhir tahun 2009.
Arus dana asing ini telah menyebabkan
neraca pembayaran mengalami surplus.
Pada tahun 2009, dana asing yang
masuk tercatat sebesar USD10.1 milyar.
Aliran dana juga telah meningkatkan
cadangan devisa yang mencapai
USD66 Milyar di tahun 2009 dari
USD52 Milyar di tahun 2008. Surplus
neraca pembayaran diperkirakan akan
bertahan hingga tahun 2010, mengingat
instrumen investasi Indonesia masih
memiliki daya tarik.
Tekanan Inflasi Masih Rendah.
Sejalan dengan melemahnya daya beli
akibat krisis, maka tekanan harga dari
sisi permintaan juga menurun. Tingkat
inflasi tahun 2009 hanya mencapai
2.78% jauh di bawah inflasi tahun 2008
yang mencapai 11.06%. Tingkat inflasi
ini juga berada di bawah ekspektasi dan
target BI yakni 4%. Selain dampak resesi
ekonomi dunia, rendahnya tingkat inflasi
di tahun 2009 juga bersumber dari (1)
turunnya harga komoditas, (2) apresiasi
nilai tukar rupiah dan (3) harga pangan
yang stabil.
Tingkat Bunga Acuan Berada Pada Level
Yang Rendah.
Penguatan Nilai Tukar Rupiah.
Pada 4Q08 hingga 1Q09 terdapat
aliran dana keluar (capital outflow) yang
Upaya untuk menanggulangi dampak
krisis juga dilakukan melalui kebijakan
moneter. Sejak Desember 2008, BI terus
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
21
22
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO 2009
menurunkan suku bunga acuan (BI rate)
dari sekitar 9.25% hingga mencapai
6.50% di bulan Juli 2009. Suku bunga
acuan dipertahankan pada tingkat yang
rendah yaitu 6.50% hingga saat ini. Bank
Indonesia menempuh kebijakan longgar
karena tingkat inflasi yang rendah dan
nilai tukar yang cenderung menguat (dan
stabil). Disamping itu, sikap kebijakan
moneter negara maju yang juga longgar
turut memberikan ruang bagi BI untuk
menahan suku bunga pada tingkat yang
rendah.
DANA PIHAK KETIGA NASIONAL
Q109
310
1,476
Q209
291
1,532
Q309
304
1,554
Q409
316
1,657
250
500
750
Dana Valas (Rp. Triliun)
1,000
1,250
1,500
1,750
Dana Rupiah (Rp. Triliun)
Kinerja Perbankan Indonesia.
Realisasi kredit turun secara signifikan.
Pada tahun 2008, kredit masih tumbuh
sebesar 30.5% YoY sedangkan pada
tahun 2009 hanya tumbuh sebesar
10.7%. Rendahnya pertumbuhan kredit
ini disebabkan berbagai faktor baik dari
sisi permintaan maupun penawaran.
Sebagai respon krisis, perbankan
melakukan pengetatan terhadap standar
kredit dan memilih untuk menaruh
dana pada instrumen likuid, seperti
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan
Surat Utang Negara (SUN). Pada akhir
tahun 2009, posisi bank di SBI mencapai
Rp286 Triliun dan Rp257 Triliun di SUN.
Realisasi kredit juga rendah akibat
lemahnya permintaan. Fasilitas kredit
yang disetujui tetapi tidak digunakan
(undisbursed loan) meningkat dari Rp248
triliun (Desember 2008) ke Rp324 triliun
(Desember 2009).
Sikap lebih berhati-hati juga terlihat
dari indikator perbankan lainnya. Loan
to Deposit Ratio (LDR) memiliki tendensi
menurun. Pada akhir tahun 2008,
posisi LDR perbankan nasional berada
pada 74.6% sedangkan di akhir tahun
2009 indikator ini telah turun ke 73.9%.
Perbankan juga terlihat mengurangi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PENYALURAN KREDIT NASIONAL
Q109
244
1060
Q209
215
1120
Q309
200
1166
Q409
209
1438
250
500
750
Kredit Valas (Rp. Triliun)
1,000
1,250
1,500
1,750
Kredit Rupiah (Rp. Triliun)
NPL (%)
Q109
3.93
Q209
3.94
Q309
3.80
Q409
3.31
1
2
3
4
5
6
7
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
eksposure terhadap risiko valuta asing.
LDR valas telah turun dari 86.64%
(Desember 2008) ke 66.1% (Desember
2009). Kencederungan pengurangan
eksposure khsusnya terlihat pada
kategori bank swasta devisa nasional dan
bank asing (foreign dan joint venture).
Sepanjang tahun 2009, perbankan
dapat mempertahankan kualitas kredit.
Non Performing Loan (NPL) dapat dijaga
pada kisaran 4%. Dengan tingkat kualitas
kredit yang tinggi maka perbankan
Indonesia dapat menjaga modalnya
secara memadai. Capital Adequacy
Ratio (CAR) perbankan nasional per
Desember 2009 masih berada di 17.4%
jauh diatas tingkat yang disyaratkan BI,
yakni 8%. CAR yang tinggi memberikan
kemampuan kepada bank untuk
melakukan ekspansi kredit.
Perkiraan Kinerja Makro Ekonomi
Indonesia di 2010.
Pemulihan ekonomi Indonesia
diprediksi akan berlanjut di tahun 2010.
Perekonomian diperkirakan mengalami
ekspansi sebesar 5.2%-5.5% ditopang
oleh kenaikan ekspor dan investasi
swasta. Tahun ini, ekspor diperkirakan
tumbuh sebesar 8.2% membaik dari
kondisi kontraksi sebesar 12.6% tahun
2009. Sedangkan investasi swasta (gross
fixed capital formation) dapat tumbuh
sebesar 7.7% meningkat lebih dari dua
kali lipat dibandingkan angka tahun
2009 sebesar 3.6%. Konsumsi sektor
swasta diperkirakan stabil pada 5.4%
sedangkan belanja negara diprediksi
menurun pada level 6.0% (dari 11.2%).
Turunnya belanja negara disebabkan
oleh selesainya program stimulus fiskal.
Tingkat inflasi di tahun 2010 diprediksi
cukup terkendali pada kisaran 6.2%.
Diperkirakan inflasi akan lebih rendah
dari ekspektasi. Hal ini terjadi karena
pemerintah tengah mengusulkan
penambahan pos subsidi untuk
administered price seperti BBM, listrik,
transportasi dan gas. Jika disetujui
maka harga komoditas tersebut akan
stabil dan mengurangi tekanan terhadap
tingkat harga. Disamping itu, nilai tukar
yang diperkirakan terus menguat akan
mengurangi besaran inflasi, khususnya
dari sisi supply.
Dengan prospek tingkat inflasi yang
rendah, maka Bank Indonesia (BI)
memiliki ruang untuk mempertahankan
suku bunga pada tingkat yang
akomodatif seperti saat ini di 6.5%.
Kedepan dengan tingkat inflasi yang
cenderung meningkat dan juga sejalan
dengan siklus pemulihan global maka BI
diperkirakan akan melakukan pengetatan
moneter. Kenaikan BI rate diperkirakan
terjadi pada akhir kuartal kedua hingga
kuartal ketiga, serta berlangsung secara
terukur hingga mencapai 7.25% diakhir
tahun 2010.
Kondisi perbankan Indonesia saat ini
berbeda dengan kebanyakan kondisi
perbankan negara maju yang mengalami
kenaikan NPL dan penurunan modal.
Kondisi perbankan yang relatif kuat
ini memberikan kemampuan untuk
melakukan ekspansi di tahun 2010.
Pertumbuhan kredit 2010 diperkirakan
meningkat menjadi 20-25% terutama
dipicu oleh pemulihan optimisme pelaku
bisnis. Perbankan Indonesia mampu
mengakomodasi pertumbuhan kredit ini
karena rendahnya beban penghapusan
kredit dan relatif tingginya permodalan.
Nilai tukar juga diperkirakan mengalami
penguatan. Indonesia sebagai wilayah
dengan prospek ekonomi positif
diperkirakan akan banyak menarik
dana-dana asing. Menurut data Institute
International Finance, dana asing yang
masuk ke wilayah Asia dapat mencapai
USD273 milyar di tahun 2010, meningkat
43% dari tahun 2009. Di sisi lain, neraca
perdagangan Indonesia diperkirakan
juga masih mencatat surplus sebesar
USD1.79 milyar. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa supply USD akan
relatif lebih banyak daripada demand
nya. Hal ini membantu posisi Rupiah
untuk menguat. Untuk tahun 2010,
rupiah diprediksi mengalami apresiasi
hingga Rp8.927/USD di akhir tahun.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
23
24
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
paling dikagumi dan selalu progresif.
Kami akan meneruskan perjalanan
transformasi yang telah kami capai
di tahun 2009 untuk mewujudkan
pertumbuhan yang berkesinambungan
dan berimbang dalam lima tahun
ke depan. Untuk merealisasikan visi
tersebut Bank Mandiri akan terus
membangun hubungan yang mendalam
dengan para nasabah kami, baik
bisnis maupun individual. Bersama
dengan bertumbuhnya para nasabah
kami, kami akan tumbuh bersama
dengan Indonesia. Kami sepenuhnya
menyadari harapan para pemegang
saham yang terus meningkat dan
industri yang semakin kompetitif.
Bank Mandiri akan terus berupaya
meningkatkan keunggulan bisnis dan
operasionalnya, meningkatkan dan
memperbaiki infrastruktur, memperkuat
platform tata kelola, dan melakukan
investasi sumber daya manusia untuk
mewujudkan visi kami dalam lima tahun
ke depan. Kami berharap bahwa menjadi
lembaga keuangan yang dikagumi,
kami akan dikenal karena kinerja kami
yang berkesinambungan, SDM kami
yang berkualitas serta kerja keras dan
kerjasama kami.
Makroekonomi dan Perkembangan
Perbankan Indonesia di Tahun
2009
Sebagai bank terbesar di Indonesia,
Bank Mandiri memainkan peran penting
dalam ekonomi dan industri perbankan
nasional. Krisis ekonomi global, yang
awalnya berasal dari runtuhnya industri
kepemilikan properti di Amerika Serikat,
mulai mempengaruhi kepercayaan
komunitas bisnis di Indonesia pada awal
tahun 2009.
Efek dari krisis global tersebut secara
khusus dirasakan dengan terjadinya
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
pengetatan likuiditas yang sangat
cepat di sektor perbankan pada awal
tahun 2009. Otoritas moneter dan
fiskal Indonesia bertindak cepat
untuk mencegah dampak potensial
akibat pengetatan likuiditas dan
kekhawatiran para investor. Langkahlangkah kebijakan fiskal dan moneter
yang terintegrasi segera diterapkan
dan pada triwulan kedua tahun 2009
tampak tanda-tanda yang menunjukkan
bahwa ekonomi Indonesia masih dapat
terus berkembang, meskipun pada
tingkat yang menurun dibanding tahun
sebelumnya.
Pada tahun 2009, ekonomi Indonesia
dapat tetap tumbuh 4,5%, yang
merupakan pertumbuhan ekonomi
tertinggi ketiga di antara negara-negara
di Asia Pasifik setelah China dan India.
Inflasi terjaga pada 2,78%, tingkat
terendah dalam 10 tahun terakhir.
Cadangan devisa juga terus meningkat
mencapai US$ 66,1 miliar dengan nilai
tukar menguat ke Rp 9.395 per dollar AS
pada akhir tahun 2009. Meskipun terjadi
penurunan perdagangan internasional,
Indonesia tetap mencatat surplus
perdagangan sebesar US$ 19,68 miliar
(Kementerian Perdagangan, Republik
Indonesia) sepanjang tahun 2009.
Seiring dengan kondisi ekonomi
Indonesia yang relatif resilient
terhadap perekonomian global,
perbankan Indonesia juga cenderung
memperlihatkan kinerja yang membaik
di 2009 dibandingkan 2008. Laba dari
sektor perbankan mencapai Rp 45,2
triliun pada tahun 2009, meningkat
47,7% dari Rp 30,6 triliun di tahun
2008. Total kredit tumbuh 9,96% pada
tahun 2009, memang lebih rendah
dibandingkan tahun 2008 sebesar 30%
akibat ketidakpastian dampak dari krisis
ekonomi global terhadap perekonomian
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
domestik serta menurunnya ekspor
secara signifikan. Namun NPL sektor
perbankan hanya naik tipis 3,3% pada
tahun 2009, dari 3,2% di tahun 2008
dan keseluruhan rasio kecukupan
modal (capital adequacy ratio atau CAR)
industri cukup sehat di tingkat 16,8%
pada tahun 2009.
Sektor perbankan Indonesia juga terus
menarik bagi investor internasional
terbukti dari beberapa pengambilalihan
bank-bank Indonesia oleh pemilik
asing. Industri ini juga siap untuk terus
tumbuh seiring dengan perkembangan
ekonomi Indonesia yang diperkirakan
akan membaik pada tahun 2010.
Beberapa Inisiatif Baru untuk Membangun dan Mempertahankan
Pertumbuhan
Sepanjang tahun 2009, Bank Mandiri
telah melakukan sejumlah inisiatif
penting sebagai bagian dari strategi ini,
mencakup:
• Terus menciptakan momentum
pertumbuhan untuk pertumbuhan
kredit, fee based income, dana murah
serta terus memperkuat neraca.
• Memperkuat permodalan dan
melakukan pertumbuhan non-organik
sebagai platform pertumbuhan masa
datang.
• Mengembangkan jaringan dengan
penambahan cabang-cabang,
Commercial Banking Centers (CBC),
dan Small Business Development
Centers (SBDC), yang memberikan
kontribusi pada peningkatan kualitas
pelayanan dan kenyamanan para
nasabah kami.
• Melanjutkan pembangunan budaya
baru dan keterlibatan pegawai.
• Melakukan upaya yang terus menerus
untuk menyelesaikan NPL, baik
melalui restrukturisasi maupun
penagihan, serta melakukan divestasi
terhadap non core assets.
• Melakukan upaya aliansi antar unit
bisnis dan anak perusahaan yang
lebih erat.
• Menerapkan manajemen risiko
yang sehat secara konsisten
dan menyeluruh, dengan
mengembangkan metodologi best
practices dalam mengukur risiko.
Inisiatif-inisiatif ini, yang merupakan
bagian dari tahap transformasi
yang diluncurkan pada tahun 2005,
menghasilkan berbagai prestasi baru
bagi Bank Mandiri sepanjang tahun
2009. Laba bersih meningkat 2009
dari 2008. Dibandingkan laba yang
dicatat Bank Mandiri pada tahun 2005,
tingkat laba yang dicapai di tahun
2009 ini meningkat hampir 12 kali
lipat. Prestasi lainnya di tahun 2009
adalah pengurangan signifikan kredit
bermasalah ke level 2,8% dari 25,2%
di tahun 2005. Kepercayaan para
pemegang saham dan stakeholders
terhadap kinerja Bank Mandiri semakin
nyata dengan keberhasilan kami
mencatat kapitalisasi pasar lebih dari
Rp 110 triliun pada bulan Oktober
2009, yang merupakan tingkat
kapitalisasi tertinggi yang berhasil
dicapai sejak Bank Mandiri melakukan
penawaran saham perdana (IPO) pada
tahun 2003.
Bank Mandiri mengembangkan jaringan
distribusi menjadi 1.095 cabang, 4.996
jaringan ATM, 20 unit mobile banking,
dan 811 outlet micro banking di seluruh
Indonesia. Pada tahun 2009, Bank
Mandiri mempercepat pertumbuhan di
segmen pembiayaan konsumen melalui
akuisisi PT. Tunas Financindo Sarana,
yang kemudian berganti nama menjadi
Mandiri Tunas Finance.
Pada bulan Desember 2009, Bank
Mandiri berhasil memperoleh Rp 3,5
triliun melalui penerbitan obligasi
subordinasi, yang merupakan
obligasi subordinasi terbesar dalam
denominasi Rupiah. Keberhasilan
program peningkatan modal tersebut
memperkokoh keyakinan para investor
terhadap tahapan transformasi Bank
Mandiri.
Atas berbagai prestasi yang berhasil
kami capai sepanjang tahun 2009,
dengan bangga kami menerima
sejumlah penghargaan penting dari
berbagai lembaga domestik dan
internasional penting seperti “The Best
Bank in Service Excellence” untuk tahun
kedua dan “The Best Bank in Corporate
Governance” dari Corporate Governance
Asia dan Institute for Corporate
Governance.
Kini perkenankan kami memaparkan
kinerja kami di beberapa bidang berikut:
1. Mempertahankan momentum
pertumbuhan bisnis
Sejak awal tahun 2009, kami di Bank
Mandiri telah melakukan antisipasi
kemungkinan terburuk. Prudential
Banking adalah salah satu inti dari
strategi bisnis kami selama ini. Kami
sengaja mengurangi ekspansi kredit
kami sepanjang tahun 2009 dan kredit
tumbuh hanya 13% dibandingkan 30%
di tahun 2008. Di dalam portofolio
kredit Corporate Banking, kami juga
merevitalisasi portofolio kredit kami
sehingga 65% rekening korporasi kami
berada pada peringkat antara A dan
AAA yang menunjukkan kualitas aset
yang lebih baik pada tahun 2009,
sementara 3 tahun sebelumnya hanya
51% dari nasabah kami yang berada
dalam kategori ini. Sebagian besar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
25
26
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
klien-klien wholesale kami menunjukkan
kemampuan mereka untuk bertahan
ditengah-tengah ketidakpastian
kondisi ekonomi global, dimana hal ini
memberikan kontribusi pada kualitas
aset yang lebih baik sepanjang tahun
2009.
Dalam kondisi yang masih penuh
diliputi ketidakpastian, terutama di
awal tahun 2009, kami juga bertindak
cepat untuk terus memperkuat basis
pendanaan kami. Pada tahun 2009,
total dana pihak ketiga Bank Mandiri
mencapai Rp 319,6 triliun, atau naik
10,5% dari Rp 289,1 triliun di tahun
2008 atau 59% dari Rp 206,3 triliun di
tahun 2005. Berbagai upaya terus kami
lakukan untuk menarik dana murah,
upaya tersebut berhasil meningkatkan
pertumbuhan rekening tabungan
dan giro. Rekening tabungan dan giro
masing-masing tumbuh sebesar 19,8%
dan 5,2% pada tahun 2009, sementara
deposito tumbuh 6,4%.
Micro and Retail Banking kami terus
menunjukkan kemajuan signifikan
di tahun 2009. Volume kredit untuk
segmen Micro Banking tumbuh 44%,
sementara volume kredit untuk usaha
kecil dan menengah tumbuh 12,3%.
Bisnis Commercal Banking kami
berhasil meningkatkan perolehan kredit
sebesar 17,3% pada tahun 2009. Bisnis
perbankan syariah, yang ditawarkan
melalui anak perusahaan kami, Bank
Syariah Mandiri (BSM) juga berhasil
meningkatkan aset dan jaringan
distribusinya. Pada tahun 2009, aset
BSM meningkat sebesar 29,1% menjadi
Rp 22.037 miliar. BSM juga menambah
77 jaringan distribusi menjadi total 390
cabang sepanjang tahun 2009.
Kami juga meningkatkan pendapatan
fee based hingga mencapai Rp 5,7
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
triliun pada tahun 2009, naik 21,7%
dari tahun 2008. Pendapatan fee based
menyumbang 24,6% pada pendapatan
operasional bank pada tahun 2009,
meningkat dari 23,3% pendapatan
operasional bank di tahun 2008.
Pelaksanaan inisiatif “Outperform The
Market” yang kami lakukan dengan
terarah menghasilkan berbagai
peningkatan signifikan terhadap kinerja
mendasar kami. Laba bersih mencapai
Rp 7,2 triliun pada tahun 2009,
meningkat sebesar 34,7% dari tahun
2008 atau naik 82,4% dari tahun 2005.
Hasil ini juga terlihat dari perbaikan
Return on Equity (ROE) yang mencapai
22,07% pada tahun 2009 dibandingkan
18,06% di tahun 2008 atau 2,53% di
tahun 2005.
Suatu kemajuan signifikan berhasil
dicapai pada kredit bermasalah dimana
Bank Mandiri berhasil mencapai tingkat
2,8% (gross), yang jauh lebih rendah
daripada target NPL (gross) 4,7%.
Program penagihan dan keberhasilan
melaksanakan program-program
restrukturisasi kredit memberikan
kontribusi pada keberhasilan kami
memperkecil tingkat NPL Bank
Mandiri. Sementara jumlah NPL terus
menurun, kami secara konservatif terus
meningkatkan rasio cash coverage
terhadap NPL menjadi sebesar 200,5%
pada tahun 2009 dibandingkan 127,1%
di tahun 2008 dan sudah sangat jauh
diatas 44,0% di tahun 2005.
2. Pengembangan jaringan dan
modernisasi channel
Salah satu faktor penting dalam
pertumbuhan dana murah adalah
perluasan jaringan distribusi kami. Pada
tahun 2009, kami menambah 68 kantor
cabang, 876 unit ATM, dan 6,121 unit
EDC. Selain itu, kami terus melakukan
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
3 Strategi Utama Wholesale Transactions, Retail Payments & High Yield Loans
Menjadi Lembaga Keuangan yang
paling dikagumi dan progresif di Indonesia
No. 1 Kapitaliasi Pasar terbesar di Indonesia tahun 2014
Memperkuat
sektor Wholesale
Transaction Banking
• Solusi komprehensif
pada transaksi dan
pembiayaan.
• Pendekatan
hubungan secara
menyeluruh sebagai
lembaga terdepan
di Indonesia.
Menjadi bank pilihan
untuk retail deposit &
payment
•Mengembangkan
solusi pembayaran
yang inovatif.
•Melayani transaksi
retail payment
secara unik untuk
masing-masing
segment.
Mencapai posisi #1
atau #2 pada segmen
pembiayaan retail
•Memperkuat posisi
di pembiayaan pada
segmen individu.
•Membangun
segmen micro.
•Terdepan dalam
Syariah di Indonesia
• Menghilangkan ‘silos’ untuk menyediakan solusi yang terintegrasi bagi nasabah dan program aliansi.
• Memperbaharui infrastruktur penting (cabang, IT, operations, risk, PMS) agar dapat memberikan pengalaman nasabah terbaik.
• Memperkuat kinerja sumber daya manusia, kerja sama dan inovasi.
investasi untuk meningkatkan fiturfitur bernilai tambah dan pembayaran
lainnya atau saluran distribusi termasuk
melalui SMS, internet, selular, dan Call
Center 1400 kami.
Selain daripada pengembangan
cabang-cabang, kami juga menambah
2 Commercial Banking Center (CBC)
dan 4 CBC Floor. Mulai di tahun 2009
kami juga melebarkan network untuk
segmen korporasi dengan membuka
corporate floor di Medan dan Surabaya
serta corporate desk di Bandung dan
Palembang.
Pada tahun 2009 kami juga secara
signifikan menambah 356 outlet micro
yang terdiri dari 200 MBU dan 156 sales
outlet. Hal yang menarik adalah bahwa
kami membuka outlet micro yang tidak
lagi berada dalam satu lokasi cabangcabang kami, sebagai platform bagi
pengembangan micro banking di masa
mendatang.
3. Memperkuat modal dan tumbuh
non-organik
Inisiatif penting lainnya yang dilakukan
adalah memperkuat modal kami melalui
penerbitan pinjaman subordinasi
denominasi Rupiah sebesar Rp 3,5
triliun pada tanggal 14 Desember 2009.
Awalnya kami hanya menargetkan Rp
3 triliun, namun mengingat tingginya
tingkat permintaan, kami kemudian
menaikkan jumlah penawaran sebesar
Rp 500 miliar. Penerbitan pinjaman
subordinasi tersebut merupakan
yang pertama sejak Bank Indonesia
menerbitkan peraturan No. 10/15/
PBI/2008 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum. Tingkat permintaan yang tinggi
ini juga membuktikan kepercayaan para
investor yang sangat kuat terhadap
kinerja Bank Mandiri hingga saat ini
dan strategi bisnis kami ke depan.
Per akhir tahun 2009, tingkat CAR
kami mencapai 15,43%, jauh di atas
ketentuan minimum yang ditetapkan
Bank Indonesia sebesar 8%. Struktur
modal yang lebih kuat akan mendukung
rencana ekspansi Bank Mandiri seiring
dengan mulai dilaksanakannya tahap
kedua transformasi mulai tahun 2010.
Meskipun kami bertindak hati-hati
untuk mengurangi potensi akibat krisis
ekonomi global terhadap Bank Mandiri
khususnya pada semester pertama
tahun 2009, kami juga tetap awas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
27
28
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
untuk bisa tumbuh secara non organik.
Pada tahun 2009, mengakuisisi Mandiri
Tunas Finance untuk mengembangkan
portofolio kami ke segmen kredit
otomotif. Sektor otomotif adalah salah
satu sektor pembiayaan konsumen yang
tumbuh pesat di Indonesia. Akuisisi
atas Mandiri Tunas Finance, yang
mengoperasikan 32 cabang di seluruh
nusantara, merupakan batu loncatan
bagi bisnis pembiayaan konsumen Bank
Mandiri di tahun 2009.
Kami juga mengawasi dengan ketat
biaya-biaya overhead meskipun kami
menikmati pertumbuhan yang kuat di
tahun 2009. Rasio efisiensi biaya (cost
efficiency ratio atau CER) kami tercatat
sebesar 40,2% pada tahun 2009, di
bawah rata-rata pesaing utama sebesar
43,36%. Meskipun kami menerapkan
inisiatif pengawasan biaya yang
ketat, kami terus melakukan investasi
pada pegawai kami melalui berbagai
pelatihan dan retensi bakat dan
mempertahankan tingkat pengeluaran
modal yang dibutuhkan untuk
memperkuat infrastruktur kami untuk
terus tumbuh.
4. Memperkuat Sinergi Strategis dan
Aliansi Antar Unit-Unit Bisnis Strategis
Penguatan sinergi dan aliansi antar
unit bisnis sangatlah penting dalam
pertumbuhan bisnis kami di tahun
2009. Sebagai bank terbesar di
Indonesia, basis pelanggan kami
yang kuat, bervariasi dan ekstensif
merupakan platform alami untuk
aliansi antar berbagai unit bisnis
strategis yang kami miliki. Kami
secara berkala melakukan survei untuk
mengidentifikasi nasabah-nasabah
potensial untuk aliansi tersebut, yang
tentunya juga membantu meningkatkan
pangsa pasar SBU yang berbeda.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sinergi strategis dan kerjasama
tersebut juga melibatkan anak-anak
perusahaan kami, termasuk Bank
Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas,
AXA Mandiri, Mandiri Manajemen
Investasi, Bank Sinar Harapan Bali
(BSHB) dan Mandiri Tunas Finance.
Beberapa contoh sukses penerapan
sinergi strategis dan aliansi tersebut
antara lain peluncuran pembayaran
e-card untuk para pelanggan Pertamina
(perusahaan minyak dan gas negara
terkemuka) dan Jasa Marga (operator
jalan tol terkemuka di Indonesia).
Layanan pelanggan bernilai tambah
merupakan inti dari upaya sinergi
strategis dan aliansi antar unit bisnis
yang kami lakukan. Selama dua
tahun berturut-turut, Bank Mandiri
dianugerahi peringkat pertama dalam
hal kualitas layanan oleh Marketing
Research Indonesia (MRI).
5. Mengembangkan Manajemen
Risiko sesuai Best Practice
Pada tahun 2009, inisiatif ekspansi
bisnis kami juga dilakukan dengan
memastikan pengelolaan, sistem
dan prosedur manajemen risiko yang
kami laksanakan selaras dengan
international best practice. Selain
mematuhi peraturan Bank Indonesia,
sistem pasar, operasional, dan
manajemen risiko kredit kami harus
diselaraskan dengan pedoman Basel
II. Kami terus meningkatkan rating
dan sistem penilaian internal kami
untuk mengukur kualitas aset yang
kami miliki, termasuk portofolio kredit.
Kami telah mengembangkan rating
Kriteria Penerimaan Risiko (Risk
Acceptance Criteria atau RAC) per
industri. Sistem rating dan penilaian
internal ketat tersebut berkontribusi
pada peningkatan signifikan terhadap
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
kualitas aset dan tingkat NPL kami
pada tahun 2009.
Kami menerapkan Manajemen
Risiko Perusahaan (Enterprise Risk
Management atau ERM) sebagai
bagian dari peningkatan perangkat
dalam proses bisnis dan Manajemen
Risiko Operasional (Operational Risk
Management atau ORM) hingga 90%
dari semua unit kerja di Bank Mandiri,
mengkonsolidasikan manajemen risiko
kantor-kantor cabang internasional
dan anak-anak perusahaan kami, dan
melakukan tinjauan setiap triwulan
terhadap risiko operasional semua unit
bisnis.
Kami juga mendirikan Risk Academy
intern untuk memperluas pengetahuan
dan keahlian pegawai kami dalam hal
manajemen risiko.
6. Investasi Berkelanjutan pada
Pegawai
Pegawai adalah aset utama Bank
Mandiri dan kami menyadari
kebutuhan untuk terus berinvestasi
meningkatkan keterampilan dan
pengetahuan mereka agar mampu
memberikan pelayanan dan praktek
terbaik di kelasnya. Selain memberikan
panduan jelas perkembangan karir
mereka, kami juga melakukan
investasi melalui serangkaian
program pelatihan yang ditujukan
untuk mendapatkan pengetahuan
baru dan memperkuat kemampuan
kepemimpinan untuk lebih
meningkatkan kapasitas sumber daya
kami dan mendorong keterlibatan.
Kami juga mengembangkan berbagai
Banking Academy internal selain
program pengembangan pegawai
Officer Development Program (ODP),
Staf Development Program (SDP)
serta pengembangan eksekutif, bagi
anggota direksi dan manajemen
senior.
Pengembangan profesional
berkelanjutan sumber daya manusia
yang kami laksanakan turut
berkontribusi pada pencapaian
dan peningkatan kinerja bisnis
kami dari tahun ke tahun dan kami
terus melanjutkan fokus kami ini
pada tahun 2010. Bank Mandiri
berkomitmen untuk menyediakan
lingkungan kerja yang dinamis untuk
mendorong inovasi dan kerjasama
tim guna memenuhi kebutuhan dan
harapan semua nasabah kami di tahun
2010 dan seterusnya.
Rencana Transformasi 2010-2014
Kami menyadari sepenuhnya
persaingan industri perbankan di
Indonesia akan semakin ketat di masa
datang seiring dengan kebijakan
pemerintah untuk terus membuka
peluang investasi internasional. Hal
ini akan menjadi sebuah tantangan,
tapi ini merupakan tantangan yang
kami yakin dapat kami atasi karena
Bank Mandiri memiliki visi, strategi
dan sumber daya untuk terus
mencapai kinerja yang lebih tinggi dan
meraih berbagai prestasi baru dengan
strategi tersebut.
Menyadari berbagai tantangan serta
aspirasi untuk menjadi perwakilan
Indonesia sebagai Top 3 di ASEAN di
2020 kami mencanangkan dimulainya
tahap kedua transformasi Bank
Mandiri (2010 – 2014) untuk menjadi
lembaga keuangan Indonesia yang
terpandang dan maju di Indonesia
pada tahun 2014. Tujuan kami di Bank
Mandiri dibagi ke dalam tiga bidang
prioritas sebagai berikut:
1. Untuk menjadi Retail Payment Bank
terbaik di Indonesia, memfokuskan
pada penerapan solusi pembayaran
inovatif untuk meningkatkan
pengalaman perbankan bagi para
nasabah.
2. Untuk menjadi Wholesale
Transaction Bank terbaik di
Indonesia, memperkuat wholesale
lending business kami dan
mencapai lebih dari 30% dan 1520% pangsa pasar untuk masingmasing corporate dan commercial
banking.
3. Untuk menjadi pemain utama
pembiayaan ritel di Indonesia,
menjadi pemain nomor 1 (satu) di
perbankan konsumen, salah satu
pemain utama di micro banking
dan pemain dominan di perbankan
Syariah.
Dalam lima tahun mendatang kami
berharap bahwa kami akan dapat
terus secara berkesinambungan
meningkatkan ROE sehingga mencapai
25% dalam kurun waktu lima tahun
mendatang, ditengah persaingan
serta ekspektasi nasabah yang terus
meningkat. Dengan peningkatan
ROE tersebut, kami akan dapat terus
meningkatkan nilai kapitalisasi pasar
kami sehingga dapat menembus
Rp.225 triliun untuk menjadi Top 5
Bank dari sisi market kapitalisasi di
tahun 2014 untuk kemudian menjadi
Top 3 di tahun 2020 mendatang.
Kami yakin kami akan dapat meraih
prestasi-prestasi baru ini dalam lima
tahun mendatang melalui penguatan
sinergi strategis dan aliansi antar unit
bisnis kami, penawaran produk, jasa
dan solusi perbankan terbaru yang
sesuai dengan kebutuhan nasabah
kami yang jumlahnya besar dan
beragam, investasi berkelanjutan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
29
30
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
terhadap pegawai dan sistem kami,
perluasan jaringan distribusi kami, dan
memperkuat manajemen risiko, audit
internal serta sistem dan prosedur
tata kelola kami yang akan mengurangi
potensi risiko seiring pertumbuhan
bank.
saat kami memulai tahap kedua
transformasi kami untuk menjadi
lembaga keuangan Indonesia yang
paling terpandang dan maju yang
tentunya akan menjadi aset bagi
Indonesia.
Untuk melaksanakan tahap selanjutnya
dari strategi kami dan visi yang
diperbaharui, kami telah:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
1. Membangun organisasi baru untuk
menyelaraskan dengan visi yang
baru termasuk mendirikan unitunit pengembangan jaringan mikro
untuk mempercepat pengembangan
outlet-outlet mikro kami, mendirikan
direktorat baru untuk mengelola
hubungan pendanaan kelembagaan,
dan memberikan fokus yang lebih
terarah untuk membangun berbagai
saluran elektronik
2. Menetapkan 45 inisiatif spesifik
dengan tujuan dan ruang lingkup
yang jelas
3.Membangun tim implementasi
yang berada di bawah pengawasan
direktorat Change Management
Office (CMO) yang terdiri dari SDM
yang berasal dari berbagai unit bisnis
lainnya.
DIREKSI
1. Agus Martowardojo
Direktur Utama
2. I Wayan Agus Mertayasa
Wakil Direktur Utama
3. Zulkifli Zaini
Direktur Commercial Banking
4. Sasmita
Direktur Technology & Operations
5. Abdul Rachman
Direktur Special Asset Management
Agus Martowardojo
Direktur Utama
Tahap pertama transformasi
Bank Mandiri (2005-2009) telah
menghasilkan sejumlah prestasi baru
bagi bank, pemegang saham dan
stakeholders. Kami sangat menghargai
kepercayaan dan keyakinan para
pemegang saham dan stakeholders
terhadap Bank Mandiri. Kami tentunya
terus mengharapkan dukungan anda
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
6. Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management
7. Bambang Setiawan
Direktur Corporate Secretary, Legal
& Customer Care
8. Riswinandi
Direktur Corporate Banking
9. Thomas Arifin
Direktur Treasury & International
Banking
10. Budi G. Sadikin
Direktur Micro & Retail Banking
11. Ogi Prastomiyono
Direktur Compliance & Human
Capital
EVP KOORDINATOR
12. Pahala N. Mansury
EVP Koordinator Finance & Strategy
Chief Financial Officer
13.Haryanto T. Budiman
EVP Koordinator Change
Management Office
14. Mansyur S. Nasution
EVP Koordinator Consumer Finance
15. Riyani T. Bondan
EVP Koordinator Internal Audit
direksi dan evp koordinator
8.
4.
9.
2.
7.
15.
10.
1.
6.
11.
14.
5.
12.
3.
13.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1956 dan menyelesaikan pendidikan serta memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Selain itu beliau menyelesaikan
berbagai course di beberapa institusi. Beliau memulai karir perbankan sebagai
International Loan Officer di Bank of America.
Pada tahun 1986 beliau kemudian bergabung dengan Bank Niaga dan terakhir
menduduki posisi sebagai Vice President, Corporate Banking Head, Corporate
Banking Group.
Agus Martowardojo
Direktur Utama
Pada tahun 1995, beliau kemudian diminta untuk menjadi Direktur Utama
PT Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditugaskan sebagai Direktur Utama PT
Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero).
Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002, beliau bertugas sebagai
Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan berbagai bidang termasuk
Risk Management and Credit Restructuring, Retail Banking dan Operations, dan
terakhir memimpin bidang Human Resources and Support Services.
Pada bulan Oktober 2002, setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Ketua
BPPN, beliau ditugaskan menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. (merger
dari PT Bank Bali Tbk., PT Bank Universal Tbk., PT Bank Prima Ekspres, Bank Media,
Bank Patriot).
Semenjak Mei 2005, beliau diminta untuk memimpin PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk. sebagai Direktur Utama sampai sekarang. Beliau juga aktif dalam berbagai
organisasi profesi termasuk sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia semenjak
bulan Desember 2005 dan sejak bulan Juni 2006 menjabat Ketua Umum
HIMBARA.
Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni
2006 untuk periode 2006 - 2009 dan periode 2009 - 2012 dan sebelumnya
menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 - 2006. Beliau juga menjabat
sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003.
Beliau juga terpilih sebagai Anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
periode 2008 - 2013 pada bulan Desember 2008.
Pada tahun 2006, terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan
memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. Pada tahun
2007 beliau memperoleh penghargaan sebagai Top Banker 2007 dari Majalah
Investor.
Pada bulan Desember 2008 beliau terpilih sebagai Top Executive National Banker
dan Tokoh Finansial Indonesia oleh Majalah Investor. Pada tahun 2009 Asiamoney
kembali menempatkan beliau sebagai Indonesia’s Best Executive 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1947. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas
Brawijaya Malang tahun 1973. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD)
pada tahun 1973 sebagai Analis Kredit, kemudian pada tahun 1986 ditugaskan
sebagai Branch Manager. Pada tahun 1991, dipromosikan menjadi General Manager
Bank Bumi Daya Los Angeles AS. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong, menjadi
Chief Executive BBD International Finance HongKong merangkap sebagai Chief
Representative BBD HongKong. Tahun 1993, kembali ke Amerika Serikat dan
menjabat sebagai General Manager BBD New York.
I Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama
Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999, beliau ditugaskan menjadi Direktur
di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), membawahi bidang Treasury &
International Banking, Financial Accounting and Credit Restructuring. Sejak tanggal
1 Juli 1999, beliau bertugas sebagai Executive Vice President Risk Management
sampai dengan bulan Juli 2001 dan kemudian sejak Agustus 2001 menjadi Senior
Executive Vice President Coordinator Human Resources, Compliance and Corporate
Secretary di Bank Mandiri.
Tahun 2002, beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources,
Compliance and Corporate Secretary dan pada bulan April 2003 sampai dengan
bulan Mei 2005, ditugaskan menjadi Managing Director membawahi bidang Risk
Management. Pada bulan Mei 2005, beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur
Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat
sebagai Wakil Direktur Utama sampai sekarang.
Lahir pada tahun 1956 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut
Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington
University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural
Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Memulai karir perbankan sebagai
Account Officer di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada tahun 1988.
Zulkifli Zaini
Direktur Commercial Banking
Tahun 1994, menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya dan pada
tahun 1996 menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung. Tahun
1998 beliau menjabat Kepala Cabang di Jambi. Seiring proses merger Bank Mandiri,
beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader Credit Risk Management.
Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai
Vice President and Division Head, Government Relationship Management sampai
tahun 2003.
Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group
Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, beliau diangkat
sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President Distribution Network
bertanggung jawab atas Cabang, Operations, Procurement dan Assets Management.
Pada bulan Juni 2006, beliau ditugaskan menjadi Direktur Commercial Banking
sampai sekarang bertanggung jawab atas segment Commercial Business Banking,
Wholesale Product Management, dan mensupervisi Bank Syariah Mandiri.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
35
36
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1951. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana
Muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975. Memulai karir di Bank
Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 pada Divisi Accounting dan terakhir
menjabat Kepala Bagian Sistem & Prosedur Urusan Luar Negeri pada tahun 1988.
Tahun 1991 sampai tahun 1994 menjabat Operation Manager Staco International
Finance Ltd. HongKong. Tahun1994 menjabat Assistant Managing Director Staco
International Finance Ltd HongKong.
Sasmita
Direktur Technology & Operations
Tahun 1997, menjabat Kepala Cabang BDN Kanwil XII Kota Baja Cilegon dan terpilih
menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Pada tahun 1999
bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari BDN.
Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai sebagai Division Head
Operation & Branch Operation System Bank Mandiri sampai tahun 2001. Pada tahun
2001 terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Internasional Indonesia (BII).
Tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 menjabat sebagai Group Head Central
Operations. Tahun 2004 beliau diangkat menjadi Group Head Jakarta Network dan
pada bulan Mei 2005 diangkat sebagai Direktur Bank Mandiri membawahi bidang
Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga
mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei
2006 hingga sekarang, beliau ditugaskan menjadi Direktur Technology & Operations.
Lahir pada tahun 1954 dan lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi
jurusan Akuntansi dari Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1980 dan
gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun
1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain Pasific Rim Bankers
Program, USA dan Advance Management Course Insead, France dan Essentials of
Leadership, London Business School dan Turnaround Management Strategis Harvard
Business School.
Abdul Rachman
Direktur Special Asset Management
Bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta tahun 1981.
Pada tahun 1990 ditempatkan di Bapindo HongKong dan sejak tahun 1993
menduduki jabatan sebagai general manager HongKong Branch. Jabatan terakhir
di Bapindo adalah Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger
Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank
Mandiri Jakarta.
Pada bulan Desember 2003 sampai dengan bulan Mei 2005 menjabat sebagai
Komisaris Bank Syariah Mandiri. Pada bulan Juli 2003 sampai dengan bulan Agustus
2004 menjabat sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada bulan Mei 2005 beliau
ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate
Banking sampai tahun 2008.
Pada bulan Maret 2008, beliau ditunjuk sebagai Managing Director Special Asset
Management sampai dengan bulan Desember 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari
Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash
University, Melbourne, Australia tahun 1994. Beberapa short course yang diikuti
antara lain Strategic Agility Leading Flexibility Organizations, Harvard Business School
USA, Leadership at The Peak, Center for Creative Leadership, USA.
Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management
Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan
Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Kemudian ditugaskan di
Direktorat Treasury bidang Asset dan Liabilities Committee (ALCO), Wakil Kepala
Cabang Bapindo Palembang, dan Kepala Cabang di dua cabang lainnya.Seiring proses
merger Bank Mandiri, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets
& Treasury Controlling. Pada tahun 2000, menjabat Division Head Market, Operational
and Legal Risk, dan menjabat Division Head Procurement and Fixed Assets pada tahun
2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager,
di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Pada tahun 2003, beliau menduduki jabatan
Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004,
beliau ditugaskan menjadi Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group,
dan pada awal tahun 2005 menjadi Portfolio and Operational Risk Group Head. Pada
bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Koordinator, Risk Management Directorate,
merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk.
Bulan Mei 2006, beliau diangkat menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.
Lahir pada tahun 1958 dan Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di
Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta
memperoleh gelar Master of Business Administration dari Temple University, Philadelphia,
Pennsylvania pada tahun 1993. Mengikuti berbagai pendidikan di dalam dan luar negeri antara lain
Executive Trainings for CFO di Wharton School, University of Pennsylvania, Effective Corporate Board
di Harvard Business School dan Essential of Leadership di London Business School, UK.
Bambang Setiawan
Direktur Corporate Secretary, Legal &
Customer Care
Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit
Intern dengan jabatan terakhir Pemimpin Bagian Laporan Keuangan. Seiring proses merger Bank
Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari
2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control.
Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance. Bulan Juli 2004, beliau
memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan sampai tahun 2005. Bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri
menduduki posisi Group Head Accounting.
Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator
Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006. Pada tanggal
22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri yang kemudian ditugaskan
selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning Center dan Human Capital sampai
dengan tanggal 17 Desember 2008, selanjutnya beliau ditugaskan sebagai Direktur yang membidangi
Corporate Secretary, Legal, Customer Care dan Culture & Service Specialist sampai saat ini.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
37
38
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1957 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan
Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983. Memulai karir sebagai
Senior Assistant di SGV Utomo pada tahun 1984. Selanjutnya tahun 1986 mulai
berkarir di PT. Bank Niaga Tbk selama kurun waktu 13 tahun, khususnya dalam
pengelolaan kredit korporasi (Corporate Banking), juga sebagai Kepala Cabang
(General Manager) Bank Niaga di Los Angeles, Amerika Serikat dan terakhir menjabat
sebagai Vice President Human Resources (Group Head).
Riswinandi
Direktur Corporate Banking
Tahun 1999 bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan
jabatan terakhir sebagai Senior Vice President-Loan Work Out & Collection Division
Head di BPPN sampai dengan tahun 2001. Dalam tahun yang sama (2001)
melanjutkan karir di PT. Bank Danamon Tbk, menjabat sebagai Executive Vice
President - Corporate Lending Division dan terakhir menjabat sebagai Direktur PT.
Bank Danamon Tbk sampai dengan Juni 2003.
Pada bulan September 2003, ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. sampai dengan bulan Mei 2005. Selanjutnya terhitung bulan
Oktober 2005 bertugas sebagai Executive Vice President - Credit Recovery II. Pada
bulan Mei 2006, ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. hingga Maret 2008, selanjutnya bertugas sebagai Direktur
Corporate Banking sampai saat ini.
Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1985, Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari
Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990.
Thomas Arifin
Direktur Treasury & International
Banking
Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk
melanjutkan pendidikan Master di European University, Toulouse, Perancis dan
memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada
tahun 1993. Beliau juga telah mengikuti Executive Program yang diselenggarakan
oleh INSEAD , Northwestern University dan Wharton Business School - University of
Pennsylvania USA.
Pada tahun 2004, beliau memperoleh Scholarship Training sponsored by Swedish
International Development Agency (SIDA) dalam Advanced Training of Risk Management
in Banking KPMG di Stockholm, Sweden. Beliau memiliki Sertifikasi Risiko (CRPSM) dan
saat ini adalah Ketua Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN).
Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer PT. Bank Bali Tbk. Pada tahun
1997, beliau dipromosikan menjadi First Vice President, General Manager di Los Angeles
Branch, USA. Seiring proses merger PT. Bank Bali Tbk. Beliau ditunjuk sebagai General
Manager, Risk Management Group PT. Bank Permata Tbk. pada tahun 2003-2006.
Pada tahun 2006, beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai
Direktur Treasury and International Banking sampai sekarang.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
DIREKSI
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1964 dan menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari
Institut Teknologi Bandung tahun 1988. Mendapatkan Sertifikasi Chartered
Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance
Institute pada tahun 2004.
Budi G. Sadikin
Direktur Micro & Retail Banking
Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM
Asia- Pacific Headquarter, Tokyo, Japan dengan jabatan terakhir sebagai Systems
Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994. Bergabung dengan
PT. Bank Bali Tbk., dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic
Banking, Chief General Manager Wilayah Jakarta, dan Chief General Manager Human
Resources hingga tahun 1999.
Selanjutnya, beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia, jabatan
terakhir beliau adalah Senior Vice President, Director of Consumer & Commercial
Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Tahun 2004, beliau
bergabung dengan PT. Bank Danamon Tbk., sebagai Executive Vice President
Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance.
Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai
Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang.
Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknologi Pertanian
di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of
Business Administration dari University of Notre Dame Indiana USA pada tahun
1994.
Beliau memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada tahun 1986
sebagai Loan Officer Biro Kredit Perkebunan dan terakhir menjabat Kepala Biro
Perencanaan dan Pengembangan pada tahun 1999.
Ogi Prastomiyono
Direktur Compliance & Human Capital
Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Kepala Divisi
Compliance sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk
menduduki posisi Project Head IPO Working Team, hingga Bank Mandiri menjadi
perusahaan publik pada Juli 2003.
Pada bulan Desember 2003, beliau ditunjuk sebagai Direktur Bank Syariah Mandiri
dan menjabat sampai dengan Juni 2005. Beliau kembali ke Bank Mandiri dan
menduduki posisi Group Head Compliance. Sejak bulan Januari 2006 sampai
dengan Mei tahun 2008 beliau menjabat sebagai Group Head Internal Audit.
Pada bulan Mei 2008 oleh RUPS beliau diangkat menjadi Direktur Bank Mandiri,
dan sampai dengan saat ini membidangi Compliance dan Human Capital.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
39
40
EVP KOORDINATOR
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1971. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan
Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern
School of Business, New York University, USA.
Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen
Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Pada tahun 1998, bekerja pada
perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York, Amerika Serikat.
Pahala N. Mansury
EVP Koordinator Finance &
Strategy dan Chief Financial Officer
Selepas itu, beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton
kemudian, beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting
Group sampai dengan tahun 2003, dengan penugasan di berbagai proyek di sektor
perbankan.
Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki berbagai posisi diantaranya
Group Head Corporate Development, Change Management Office, Accounting dan
Economic Research dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006.
Sejak tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance &
Strategy dan Chief Financial Officer. Saat ini beliau juga aktif sebagai pengurus di CFA
Indonesia sebagai Vice President.
Lahir pada tahun 1968 dan menyelesaikan pendidikan sarjana (Bachelor of Science)
di jurusan Aerospace Engineering dari Texas A&M University pada tahun 1990 dan
meraih gelar Master of Science (M.Sc) di jurusan Engineering Mechanics dari Virginia
Polytechnic Institute & State University pada tahun 1991. Beliau meraih gelar
Doctor of Philosophy (Ph. D) di bidang Structures Technology dari Massachusetts
Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996.
Haryanto T. Budiman
EVP Koordinator Change
Management Office
Selain pendidikan formal, beliau juga mengikuti berbagai pelatihan manajemen di
bidang strategi, organisasi dan manajemen operasional yang diselenggarakan oleh
McKinsey & Company serta Program Pelatihan Eksekutif di Harvard Business School
dan di Graduate School of Business, Stanford University di Amerika Serikat.
Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company. Selama bergabung
dengan McKinsey sejak tahun 1996 sampai dengan 2006, ditugaskan di Amerika
Serikat, Australia, Indonesia, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura untuk
menangani proyek-proyek strategis, organisasi, dan manajemen operasional di
berbagai perusahaan besar (termasuk institusi-institusi keuangan terkemuka) di
negara-negara tersebut. Jabatan terakhir di McKinsey adalah sebagai Associate
Partner dan Direktur di PT. McKinsey Indonesia.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan
Executive Vice President (EVP) Coordinator di Direktorat Change Management Office.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
EVP KOORDINATOR
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada Institut Pertanian
Bogor (IPB) di bidang peternakan di tahun 1981, memperoleh gelar Master of Science
in Resource Economics pada tahun 1991 dari Colorado State University.
Karirnya dimulai pada sektor pertanian dan peternakan dari tahun 1981 sampai
dengan 1983 pada Gabungan Koperasi Susu Indonesia dan Center for Agribusiness
Development.
Mansyur S. Nasution
EVP Koordinator Consumer Finance
Beliau bergabung dengan Bank Bumi Daya pada tahun 1983 sebagai Credit Analyst
dan Pada tahun 1997 menjabat sebagai Pemimpin Bagian Kredit BUMN. Setelah
bergabung dengan Bank Mandiri, Beliau menduduki berbagai posisi jabatan di Bank
Mandiri antara lain Division Head Credit Risk Review (1999-2000), Division Head
Commercial Credit Risk (2000-2002), Jakarta Regional Risk Manager (2003-2004),
Regional Manager Kantor Wilayah VII Semarang ( 2004-2005), Group Head Consumer
Risk (2005-2006), Group Head Commercial Risk (2006),Group Head Corporate
Secretary (2006-2008). Beliau mengikuti berbagai pendidikan dan kursus di dalam
dan di luar negeri, antara lain pendidikan kepemimpinan bank (SESPIBANK) di Institut
Bankir Indonesia , serta Leadership Training di Harvard Business School dan IMD
International.
Beliau ditunjuk sebagai Executive Vice President Coordinator untuk mensupervisi
Direktorat Consumer Finance pada bulan Oktober 2008 sampai dengan sekarang.
Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana dari Institut Pertanian Bogor
tahun 1984 dan memperoleh gelar MBA dari University of Illinois, Urbana Champaign
USA pada tahun 1994.
Beliau memulai karir sebagai Analis Kredit pada Biro Kredit Perkebunan PT. Bank Ekspor
Impor Indonesia (BankExim) tahun 1987. Pada tahun 1994, beliau menjabat Kepala
Seksi Biro Korporasi. Tahun 1997 sampai tahun 1999 beliau ditunjuk sebagai Executive
Secretary to President Director.
Riyani T. Bondan
EVP Koordinator Internal Audit
Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Group Head (Kepala
Bagian) Corporate & Commercial Credit Division. Pada tahun 2000 sampai dengan 2001
beliau ditunjuk menduduki jabatan Kepala Bagian Commercial Credit III dan tahun 2001
sampai tahun 2002 menjabat posisi Department Head Consumer Credit Risk Approval.
Tahun 2002 beliau ditunjuk sebagai Group Head (Kepala Divisi) Retail Credit Risk
Approval sampai dengan tahun 2003 dan selanjutnya menduduki posisi sebagai Group
Head Learning Center selama kurun waktu 2 tahun sampai tahun 2005.
Tahun 2005 beliau menduduki posisi sebagai Group Head Corporate Risk dan pada
bulan Juni 2008 beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Internal Audit
Group. Pada bulan Oktober 2008 beliau ditunjuk sebagai EVP Coordinator Internal Audit
sampai saat ini
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
41
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Mass &
Electronic
Banking
Wholesale
Product
Management
Bank Sinar
Harapan Bali
Bank Syariah
Mandiri
Dewan Komisaris
Direktur
AXA Mandiri
Financial
Service
Small
Business 2
Treasury
Bank Mandiri
(Europe)
Limited
Mandiri
Tunas
Finance
International
Banking &
Capital Market
Services
Thomas Arifin
Consumer
Loans
Consumer
Card
Mansyur S. Nasution
Consumer
Finance
Treasury &
International Banking
Komite dibawah Direksi
Information & Technology Committee
Wealth
Management
Small
Business 1
Risk and Capital Committee
Mandiri
Sekuritas
Syndicated &
Structured
Finance
Corporate
Banking
Agro-Based
Micro
Business
Regional
Commercial
Sales 2
Corporate
Banking III
Regional
Network
Regional
Commercial
Sales 1
Corporate
Banking II
Jakarta
Network
Budi G. Sadikin
Jakarta
Commercial
Sales
Zulkifli Zaini
Riswinandi
Micro & Retail
Banking
- Komisaris Utama/
Komisaris Independen
- Wakil Komisaris Utama
- Komisaris
- Komisaris Independen
- Komisaris Independen
- Komisaris Independen
Corporate
Banking I
Commercial
Banking
Corporate
Banking
Dewan Komisaris
Edwin Gerungan
Muchayat
Mahmuddin Yasin
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
Learning
Center
Human
Capital
Strategy &
Policy
Human
Capital
Service
Compliance
Ogi Prastomiyono
Compliance &
Human Capital
EVP Koordinator
Group Head
Personnel Policy Committee
Asset
Management
Credit
Recovery II
Credit
Recovery I
Abdul Rachman
Special Asset
Management
Direktur Utama
Agus Martowardojo
Electronic
Channel
Operation
Central
Operations
Credit
Operations
Planning
Policies,
Procedures
Architecture
IT
Operations
IT Business
Solution &
Application
Services
Sasmita
Technology &
Operations
Culture &
Service
Specialist
Customer
Care
Legal
Corporate
Secretary
Bambang Setiawan
Corporate Secretary,
Legal & Customer Care
Retail & Support Executive Committee
Chief of
Economist
Procurement
& Fixed Asset
Accounting
Strategy &
Performance
Investor
Relations
Pahala N. Mansury
Finance &
Strategy
Anak Perusahaan Utama
Retail &
Consumer
Risk
Commercial
Risk
Corporate
Risk
Credit Risk
& Policy
Market &
Operational
Risk
Sentot A. Sentausa
Risk
Management
Wholesale Executive Committee
Riyani T. Bondan
Internal Audit
Specialist setingkat Group Head
Haryanto T. Budiman
Management Office
Change
Wakil Direktur Utama
I Wayan Agus Mertayasa
42
Struktur Organisasi
43
PEMBAHASAN
UMUM DAN
ANALISIS
MANAJEMEN
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
44
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
WAYAN AGUS MERTAYASA
Wakil Direktur Utama
Laba per saham tahun 2009 meningkat 34,1% dari Rp255 pada tahun 2008 menjadi
Rp342. Total laba operasional Bank Mandiri mencapai Rp10.434 miliar, yang terbesar
di Indonesia, sementara laba bersih tumbuh 34,7% mencapai Rp7.155 miliar.
Bahasan serta analisis tentang
hasil usaha dan kondisi keuangan
Bank Mandiri.
Bahasan mengenai operasional Bank
Mandiri, untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
ini sebaiknya dibaca bersama-sama
dengan Laporan Keuangan Konsolidasian
yang lengkap, termasuk catatan-catatan
di dalamnya yang terdapat pada bab
berikutnya.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan
Keuangan Konsolidasian Bank Mandiri
dan Anak Perusahaan pada tanggal
dan untuk tahun yang berakhir pada 31
Desember 2009 yang disajikan sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia. Laporan
keuangan tersebut telah di audit oleh
auditor independen KAP Haryanto
Sahari & Rekan, a member firm of
PricewaterhouseCoopers Global Network.
Data keuangan tahun 2009 juga disajikan
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
dalam US Dollar dengan menggunakan
kurs pada tanggal 31 Desember 2009
yaitu USD1 = Rp9.395
Kecuali dinyatakan lain, semua informasi
keuangan yang berhubungan dengan
Bank Mandiri dinyatakan secara
konsolidasi sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.
Bahasan serta analisis tentang hasil
usaha dan kondisi keuangan ini disajikan
dalam 3 bagian sebagai berikut :
tinjauan mengenai Kinerja dan
Kondisi Keuangan
Memberikan tinjauan mengenai 12
(duabelas) kinerja & kondisi keuangan
utama. Tinjauan ini juga menyajikan
kinerja dan kondisi keuangan Bank
Pemerintah dan Bank Swasta lainnya.
Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja
dan kondisi keuangan tersebut disajikan
pada bagian lain pembahasan umum
dan analisis manajemen mengenai hasil
usaha dan kondisi keuangan.
Hasil Usaha
Memberikan kajian mengenai kinerja
keuangan yang disusun berdasarkan
Laporan Laba Rugi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008.
Kondisi Keuangan
Memberikan kajian mengenai kinerja
keuangan yang disusun berdasarkan
Neraca, Laporan Arus Kas serta Laporan
Komitmen dan Kontinjensi, yang disajikan
pada halaman selanjutnya.
DAFTAR ANAK PERUSAHAAN dan perusahaan asosiasi
No
Nama Perusahaan
Bidang Usaha
Kepemilikan (%)
1.
Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL)
Perbankan
100,00
2.
Mandiri International Remittance (MIR)
100,00
Sendirian Berhad
Jasa Pengiriman Uang
3.
PT. Bank Syariah Mandiri (BSM)
Perbankan Syariah
99,99
4.
PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara
Pengelolaan Properti
99,00
5.
PT. Mandiri Sekuritas
Sekuritas
95,69
6.
PT. Bumi Daya Plaza
Pengelolaan Properti
93,33
7.
PT. Bank Sinar Harapan Bali
Perbankan
81,46
8.
PT. Mandiri Tunas Finance
Pembiayaan 51,00
9.
PT. AXA Mandiri Financial Services
Asuransi
49,00
10.
PT. Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia
Perusahaan Induk
34,00
11.
PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia
Depository
10,00
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
45
46
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
SEKILAS TENTANG KINERJA DAN KONDISI KEUANGAN BANK MANDIRI 1)
BANK MANDIRI
- Marjin pendapatan bunga bersih
pada tahun 2009 mengalami
sedikit penurunan menjadi 5,2%
dari 5,5% pada tahun sebelumnya.
- Penurunan tersebut terutama
disebabkan meningkatnya cost
of funds dari 4,4% ditahun 2008
menjadi 4,8% di tahun 2009.
BANK LAIN
MARJIN PENDAPATAN BUNGA BERSIH
(%) 10
8
6
- Pada tahun 2009, marjin
pendapatan bunga bersih Bank
Pemerintah mengalami sedikit
penurunan, sedangkan marjin
pendapatan bunga bersih Bank
Swasta meningkat.
- Marjin pendapatan bunga bersih
Bank Pemerintah untuk tahun
2009 sebesar 7,7%, sedangkan Bank
Swasta sebesar 7,5%.
4
2
0
‘05
- Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE)
pada tahun 2009 mengalami
peningkatan yang cukup baik
menjadi 22,1% dibandingkan
dengan tahun sebelumnya yaitu
18,1%.
- Peningkatan tersebut terutama
disebabkan peningkatan laba bersih
yang cukup signifikan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
- Peningkatan tersebut terutama
disebabkan laba bersih yang
meningkat sebesar 34,7% di tahun
2009 dibandingkan assets yang
tumbuh hanya 10,1%.
‘07
‘08
‘09
IMBAL HASIL RATA-RATA EKUITAS
(ROE)
(%) 30
24
12
6
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
IMBAL HASIL RATA-RATA AKTIVA
(ROA)
(%) 5
4
3
- Imbal Hasil Rata-rata Aktiva
(ROA) Bank Pemerintah maupun
Bank Swasta pada tahun
2009 mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya masing-masing
menjadi 2,8% dan 2,6%.
- Rata-rata ROA perbankan
pada tahun 2009 mengalami
peningkatan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya, yang semula
2,50% menjadi 2,80%.
2
1
0
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
Bank Mandiri
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- Imbal hasil rata-rata ekuitas Bank
Pemerintah maupun Bank Swasta
mengalami peningkatan pada
tahun 2009.
- ROE Bank Pemerintah untuk tahun
2009 sebesar 23,2%, sedangkan
Bank Swasta sebesar 21,8%.
18
0
- ROA tahun 2009 meningkat
sebesar 20,0% menjadi 3,0%
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya sebesar 2,5%.
‘06
Bank Pemerintah
Bank Swasta
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
BANK MANDIRI
- Upaya efisiensi yang dilakukan
Bank Mandiri menyebabkan terjadi
penurunan rasio biaya terhadap
pendapatan bersih yang cukup baik
dari 42,3% menjadi 40,2% pada
tahun 2009.
BANK LAIN
- Rasio biaya terhadap pendapatan
bersih Bank Pemerintah sebesar
42,2% lebih baik dibandingkan
dengan Bank Swasta lainnya yaitu
46,9%.
RASIO BIAYA TERHADAP
PENDAPATAN BERSIH 2)
(%)60
50
40
- Pertumbuhan biaya overhead
hanya sebesar 8,9% dibandingkan
dengan pertumbuhan pendapatan
operasional sebesar 15,7%
menunjukkan pengendalian biaya
yang baik.
- Rasio kredit dalam perhatian
khusus di tahun 2009 mengalami
sedikit peningkatan dari 9,1% pada
tahun 2008 menjadi 9,5%.
30
20
0
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
- Rasio kredit dalam perhatian
khusus Bank Pemerintah maupun
Bank Swasta mengalami penurunan
dibandingkan tahun sebelumnya
masing-masing menjadi 6,1% dan
4,3%.
RASIO KREDIT KOLEKTIBILITAS DPK
TERHADAP TOTAL KREDIT
(%) 25
20
- Secara nominal jumlah kredit dalam
perhatian khusus pada tahun 2009
menjadi sebesar Rp18.838 miliar.
15
10
5
0
- Rasio Kredit Bermasalah – Bruto pada tahun 2009 mengalami
perbaikan dari 4,7% pada tahun
2008 menjadi 2,8%.
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
RASIO KREDIT BERMASALAH – BRUTO
(%) 30
24
- Sementara itu, Rasio Kredit
Bermasalah – Neto pada tahun 2009 juga menurun menjadi
sebesar 0,4%.
18
- Rasio kredit bermasalah bruto
Bank Pemerintah lainnya
maupun Bank Swasta pada tahun
2009 mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya, masing-masing
menjadi 4,6% dan 2,4%.
12
6
0
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
Bank Mandiri
Bank Pemerintah
Bank Swasta
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
47
48
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
SEKILAS TENTANG KINERJA DAN KONDISI KEUANGAN BANK MANDIRI 1)
BANK MANDIRI
- Penyisihan penghapusan kredit
terhadap kredit bermasalah
mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya dari 127,1% menjadi
200,5% lebih tinggi dibanding
rata-rata Bank Swasta dan Bank
Pemerintah lainnya. Hal tersebut
menunjukkan prinsip kehati-hatian.
BANK LAIN
PENYISIHAN PENGHAPUSAN KREDIT
TERHADAP KREDIT BERMASALAH
(%) 250
200
- Bank Swasta lebih konservatif
dalam pembentukan PPAP
dibandingkan dengan Bank
Pemerintah lainnya.
- Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP
terhadap NPL (143,5%) yang lebih
tinggi dibandingkan dengan Bank
Pemerintah lainnya (124,4%).
150
100
50
0
- Rasio kredit terhadap dana pihak
ketiga – non Bank tahun 2009
mengalami peningkatan dari 59,2%
pada tahun 2008 menjadi 61,4%.
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
RASIO KREDIT TERHADAP DANA
PIHAK KETIGA – NON BANK
(%) 100
- Hal ini disebabkan karena
pertumbuhan kredit sebesar 13,8%
lebih besar dibandingkan dengan
pertumbuhan DPK sebesar 10,5%.
80
- Rasio kredit terhadap dana pihak
ketiga Bank Pemerintah lainnya
sebesar 76,3% lebih tinggi
dibandingkan dengan Bank Swasta
yaitu sebesar 68,8%.
60
40
20
0
- Rasio beban overhead terhadap
jumlah aktiva mengalami kenaikan
menjadi 2,3%, lebih rendah
dibandingkan Bank Pemerintah
lainnya maupun Bank Swasta.
- Sebagai bank terbesar, Bank
Mandiri memiliki keunggulan
komparatif dalam skala operasi dan
efisiensi.
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
RASIO BEBAN OVERHEAD TERHADAP
JUMLAH AKTIVA
(%) 5
4
3
2
- Rasio beban overhead terhadap
aktiva Bank Pemerintah pada
tahun 2009 mengalami penurunan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya menjadi 3,1%,
sedangkan rasio beban overhead
terhadap aktiva Bank Swasta
mengalami peningkatan menjadi
3,7%.
1
0
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
Bank Mandiri
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Bank Pemerintah
Bank Swasta
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
BANK MANDIRI
- Rasio dana murah Bank Mandiri
pada tahun 2009 mengalami
peningkatan dibandingkan dengan
tahun 2008 menjadi 58,4%.
- Jumlah dana murah meningkat
sebesar 13,7%, sedangkan jumlah
dana mahal hanya meningkat
sebesar 6,4%. Hal ini menyebabkan
rasio dana murah meningkat.
BANK LAIN
- Komposisi dana murah Bank
Pemerintah lainnya mengalami
penurunan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya menjadi 56,7%.
Sedangkan dana murah Bank
Swasta mengalami peningkatan
menjadi 58,7%
RASIO DANA MURAH
(%)70
60
50
40
30
0
‘05
- Rasio Kecukupan Modal Inti
mengalami sedikit penurunan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yaitu sebesar 12,5%.
- Penurunan disebabkan
pertumbuhan Aktiva Tertimbang
Menurut Risiko (ATMR) sebesar
Rp. 23 triliun atau 13,3 %.
‘06
‘07
‘08
‘09
RASIO KECUKUPAN MODAL INTI
(%) 25
20
15
- Sistem perbankan memiliki
kecukupan modal yang sangat baik
untuk mengantisipasi kebutuhan
pertumbuhan.
10
5
0
- Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank
Mandiri dengan Risiko Kredit pada
tahun 2009 sebesar 15,6% jauh
diatas kebutuhan modal menurut
regulasi (8%), serta diatas rata-rata
CAR perbankan.
- Rata-rata Rasio Kecukupan Modal
Inti perbankan mengalami sedikit
sedikit peningkatan menjadi
13,6% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya sebesar 12,9%.
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
RASIO KECUKUPAN MODAL (CAR)
(%) 30
25
- Secara umum, CAR sistem
perbankan di tahun 2009 relatif
stabil dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yaitu 15,3%, jauh di
atas kebutuhan modal menurut
regulasi (8%).
20
- Dengan CAR yang cukup tinggi
tersebut memungkinkan Bank
Mandiri terus mengembangkan
usaha.
15
10
0
‘05
‘06
‘07
‘08
‘09
Catatan :
1) Data untuk Bank Pemerintah, merupakan rata-rata data keuangan BRI, BNI dan BTN, sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA, Bank Danamon, BII, Bank
Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2005. Untuk data Bank Swasta tahun 2008 dan 2009 merupakan ratarata data keuangan BCA, Bank Danamon, BII dan Bank CIMB Niaga.
2) Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih = Beban overhead/Pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi
Pemerintah).
Bank Mandiri
Bank Pemerintah
Bank Swasta
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
49
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
HASIL OPERASIONAL
• Laba per saham (EPS) sebesar Rp341,72
• Laba bersih meningkat 34,7% menjadi Rp7.155 miliar
• Pendapatan provisi, komisi dan fee meningkat 25,9% menjadi Rp4.311 miliar
• Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp22.440 miliar
RINGKASAN PERHITUNGAN LABA (RUGI) UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 DAN 31 DESEMBER 2009
2008
Rp. Miliar
Pendapatan Bunga
2009
% Perubahan
Rp. Miliar
USD Juta
27.336
32.599
3.470
19,3 %
(12.537)
(15.822)
(1.684)
26,2 %
14.800
16.777
1.786
13,4 %
Pendapatan Provisi, Komisi dan Fee
3.423
4.311
459
25,9 %
Pendapatan Transaksi Valuta Asing
789
637
68
(19,3 %)
(54)
181
19
435 %
1
(2)
-
(300 %)
Beban Bunga
Pendapatan Bunga - bersih
Keuntungan (kerugian) penjualan
Surat Berharga & Obligasi Pemerintah
Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai
Surat Berharga & Obligasi Pemerintah
Pendapatan Operasional Lainnya
Pendapatan Operasional
441
536
57
21,5 %
19.400
22.440
2.389
15,7 %
Beban penyisihan penghapusan
aktiva produktif dan komitmen &
kontinjensi serta lainnya (net)
(2.595)
(1.996)
(212)
(23,1 %)
Beban Umum & Administrasi
(3.862)
(4.325)
460
12,0 %
Beban Personalia
(4.564)
(4.854)
(517)
6,4 %
Beban operasional Lainnya –Beban Lainnya
(469)
(831)
(88)
77,2 %
Laba Operasional
7.910
10.434
1.111
31,9 %
158
390
42
146,8 %
Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas
8.068
10.824
1.152
34,2 %
Laba Bersih
5.313
7.155
762
34,7 %
Pendapatan (Beban) Non Operasional – bersih
PENDAPATAN BUNGA BERSIH
(%) 12
10
11,40 %
9,80 %
9,80 %
9,84 %
8
7,30 %
6
0
‘06
Pendapatan Bunga
‘07
Biaya Bunga Dana
4,84 %
4,44 %
5,48 %
5,20 %
2
4,80 %
‘08
5,19 %
4
4,43 %
50
‘09
Marjin Pendapatan Bunga Bersih
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 13,4%
dari Rp14.800 miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp16.777 miliar pada tahun 2009. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan membaiknya kolektibilitas kredit
dan bertumbuhnya kredit sehingga mengakibatkan
peningkatan pendapatan bunga bersih.
Kami sajikan pula pendapatan bunga yang berasal dari
aktiva produktif, biaya bunga dana pihak ketiga serta
marjin pendapatan bunga bersih – bank saja
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Rincian volume rata-rata (Rp miliar), yield dan pendapatan bunga untuk masing-masing mata uang – bank saja
RUPIAH
2006
2007
2008
2009
KeteranganVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.a
rata-rata
rata-rata
rata-rata
rata-rata
Kredit
69.968 13,00%
73.617 12,30%
99.971
11,98%
133.988
12,80%
Obligasi Pemerintah
91.591 11,80%
90.202 7,80%
88.175
8,84%
87.879
8,25%
Interest Earning Assets
176.907 12,60%
183.223 9,90%
205.351
10,36%
243.633
10,80%
9,10%
6,46%
SBI 1 bulan
11,90%
8,63%
VALUTA ASING
2006
2007
2008
2009
KeteranganVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.a
rata-rata
rata-rata
rata-rata
rata-rata
Kredit
29.970 4,70%
35.097 7,10%
36.895
6,26%
31.619
6,33%
Interest Earning Assets
42.715 4,80%
45.311 6,60%
50.512
5,25%
60.007
3,66%
Rincian volume rata-rata (Rp miliar) dan biaya dana untuk masing-masing mata uang – bank saja
RUPIAH
2006
2007
2008
2009
KeteranganVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.a
rata-rata
rata-rata
rata-rata
rata-rata
Giro
30.174 3,30%
36.116 2,60%
42.030
2,85%
46.180
3,61%
Tabungan
45.697 4,50%
61.941 3,70%
76.132
3,12%
82.504
2.78%
94.448 11,10%
75.727 7,40%
77.408
7,56%
103.663
8,36%
177.659 7,80%
180.696 5,00%
201.393
4,75%
237.338
5,36%
Deposito Berjangka
Interest Bearing Liabilities
VALUTA ASING
2006
2007
2008
2009
KeteranganVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.aVolume
% p.a
rata-rata
rata-rata
rata-rata
rata-rata
Giro
12.727 2,60%
15.151 Deposito Berjangka
15.269 4,00%
13.871 Interest Bearing Liabilities
33.532 4,10%
35.885 1,90%
19.748
1,65%
29.043
1,10%
3,70%
16.973
3,50%
46.868
3,30%
17.107
3,06%
2,93%
51.389
2,10%
Marjin pendapatan bunga pada akhir tahun 2009 mengalami sedikit penurunan dari sebesar 5,5% menjadi 5,2%.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
51
52
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA (Rp. Miliar)
Keterangan
Kredit
Obligasi Pemerintah
Penempatan
2007
Rp. Miliar % dari total
2008
Rp. Miliar
% dari total
2009
Rp. Miliar
% dari total
12.630 52,78 %
15.958
58,38 %
21.064
64,62 %
7.418 31,00 %
7.799
28,53 %
7.437
22,81 %
756 3,16 %
662
2,42 %
475
1,46 %
Surat Berharga
1.760 7,36 %
1.625
5,94 %
2.199
6,75 %
Lainnya
1.365 5,70 %
1.292
4,73 %
1.424
4,37 %
T o t a l
23.929 100,00 %
27.336
100,00 %
32.599
100,00 %
PENDAPATAN BUNGA KREDIT
Yield pendapatan bunga kredit
(bank saja)-rupiah pada tahun 2009
mengalami peningkatan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya dari 12,0%
menjadi 12,8%, sedangkan yield
pendapatan bunga kredit valuta asing
relatif stabil yaitu 6,3%.
Kontribusi pendapatan bunga yang
berasal dari kredit pada tahun 2009
meningkat menjadi 64,6% dari total
pendapatan bunga sebesar Rp32.599
miliar, hal ini terutama disebabkan
perbaikan kualitas kredit, serta
jumlah penyaluran kredit yang terus
meningkat.
Secara nominal total pendapatan
bunga kredit yang diberikan meningkat
32,0% dari Rp15.958 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp21.064 miliar pada
tahun 2009.
Volume rata-rata kredit yang diberikan
juga meningkat dari Rp152.187 miliar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
pada tahun 2008 menjadi Rp183.618
miliar pada tahun 2009.
Rata-rata Base Lending Rate kredit
rupiah maupun valas pada tahun
2009 lebih rendah dibandingkan
dengan tahun sebelumnya. Penurunan
tersebut terjadi pada hampir pada
semua segmen kredit.
Rata-rata Base Lending Rate untuk
masing-masing segmen kredit pada
tahun 2008 dan 2009 adalah:
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
RATA-RATA BASE LENDING RATE UNTUK MASING-MASING SEGMEN KREDIT PADA TAHUN 2008 DAN 2009 ADALAH :
Corporate
Commercial
12,49%
‘06
‘06
6,23%
8,99%
5,78%
‘07
5
10
15
20
25
MICRO
10,65%
11,31%
10,60%
10
15
14,28%
6,59%
‘08
6,83%
11,18%
‘09
5,53%
5
6,96%
‘07
10,64%
6,69%
‘09
5,19%
‘06
9,96%
6,02%
‘08
9,96%
‘09
13,35%
6,48%
‘07
9,82%
6,38%
‘08
Small
20
25
20
25
5,59%
5
10
15
20
25
CoNSUMER
‘06
19,51%
18,44%
‘07
18,42%
‘09
5
10
15
20
Pada akhir tahun 2009 sebesar 2,0%
dari kredit rupiah merupakan NPL,
menurun dibandingkan dengan tahun
sebelumnya sebesar 3,2%, sedangkan
8,3% dari kredit valas merupakan NPL
menurun dari sebelumnya sebesar
12,7%.
Pendapatan bunga kredit untuk
kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan
sebagai pengurang pokok kredit.
14,51%
‘07
19,75%
‘08
‘06
11,10%
11,77%
‘08
11,32%
‘09
25
5
10
15
Rupiah
Valas
PENDAPATAN BUNGA OBLIGASI
PEMERINTAH
sebelumnya dari 28,5% menjadi 22,8%
dari total pendapatan bunga.
Yield pendapatan bunga Obligasi
Pemerintah pada tahun 2009
mengalami sedikit penurunan dari 8,8%
pada tahun 2008 menjadi 8,3% pada
tahun 2009.
Secara nominal total pendapatan
bunga Obligasi Pemerintah menurun
7,0% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya dari Rp7.799 miliar
menjadi Rp7.254 miliar.
Kontribusi pendapatan bunga yang
berasal dari Obligasi Pemerintah
pada tahun 2009 juga mengalami
penurunan dibandingkan dengan tahun
Volume rata-rata Obligasi Pemerintah
menurun dibandingkan dengan tahun
sebelumnya dari Rp88.643 miliar
menjadi Rp88.475 miliar.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
53
54
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA OBLIGASI PEMERINTAH
BERDASARKAN SUKU BUNGA UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009
KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA PORTFOLIO OBLIGASI
PEMERINTAH UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009
portfolio
obligasi
Diperdagangkan
BUNGA
obligasi
176
73
28
Bunga Tetap
2
497
324
142
264
7.444
Tersedia
untuk Dijual
2.175
2.304
10.344
2.093
3.221
Dimiliki HinggaJatuh Tempo
7.094
Bunga
Mengambang
7.657
6.990
5.170
5.466
5.195
10.841
10.841
Total
7.418
7.418
7.799
Total
7.799
7.254
7.254
2006
2007
2008
2009
KOMPOSISI BEBAN BUNGA (Rp. Miliar)
2007
2008
2007
% dari Total
2008
2009
% dari Total
2009
% dari Total
Giro
1.252 10,95 %
1.386
11,20 %
1.852
11.81 %
Tabungan
2.310 20,21 %
2.579
20,85 %
2.539
16,20 %
Deposito Berjangka
6.466 56,57 %
7.022
56,76 %
9.862
62,92 %
Lainnya
1.403 12,27 %
1.384
11,19 %
1.422
9,07 %
T o t a l
11.431 100,00 %
12.371
100,00 %
15.675
100,00 %
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Beban bunga meningkat sebesar
26,7% dari Rp12.371 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp15.675 miliar pada
tahun 2009. Beban bunga simpanan
terhadap total beban bunga mengalami
peningkatan dari sebelumnya 93,5%
menjadi 96,3%.
menjadi Rp255.867 miliar pada tahun
2009. Sejalan dengan membaiknya
komposisi dana, volume rata-rata giro
dan tabungan rupiah meningkat sebesar
8,8% dari Rp136.722 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp148.774 miliar pada
tahun 2009.
Volume rata-rata simpanan Rupiah
meningkat sebesar 17,1% dari
Rp218.570 miliar pada tahun 2008
Sedangkan volume rata-rata deposito
berjangka rupiah mengalami
peningkatan sebesar 30,8% dari
Rp81.848 miliar menjadi Rp107.093
miliar.
Volume rata-rata simpanan valuta asing
meningkat sebesar 23,4% dari Rp29.815
miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp36.784 miliar pada tahun 2009.
Peningkatan tersebut terutama terjadi
pada Giro dari Rp12.799 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp18.853 miliar
pada tahun 2009.
LABA OPERASIONAL SEBELUM PENYISIHAN PENGHAPUSAN
Rp. Miliar
2005
2006
2007
2008
2009
Pendapatan Inti (Core Earnings) 1)
4.335
5.589
7.424
9.768
11.614
74
380
314
789
637
166
247
214
(52)
179
4.575
6.216
7.952
10.505
12.430
Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi
Pemerintah dan Surat Berharga
Total Laba Operasional sebelum
penyisihan penghapusan
Catatan :
1) Terdiri dari pendapatan bunga bersih, pendapatan provisi, komisi dan fee serta pendapatan lainnya
dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya. Untuk tahun 2007 termasuk non
recurring pendapatan bunga sebesar Rp425 miliar.
sebelum penyisihan penghapusan
sebesar 93,4%.
Pendapatan inti (Core Earnings) pada
tahun 2009 mengalami peningkatan
sebesar 18,9% dari sebesar Rp9.768
miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp11.614 miliar, dan memberikan
kontribusi terhadap laba operasional
Laba Operasional sebelum penyisihan
penghapusan pada tahun 2009
mengalami peningkatan, dari Rp10.505
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Rp. Miliar
2008
2009
789
637
3.423
4.311
441
536
Pendapatan transaksi
valuta asing - bersih
Provisi dan komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya
miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp12.430 miliar. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan meningkatnya
pendapatan inti (Core Earnings) karena
meningkatnya pendapatan bunga bersih
serta pendapatan fee-income.
4.653
5.484
Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2009 mengalami
peningkatan dari sebesar Rp4.653 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp5.484 miliar. Pendapatan bersih atas transaksi valuta
asing mengalami penurunan sebesar 19,3% dari Rp789 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp637 miliar pada tahun 2009.
Pendapatan lain-lain meningkat sebesar 21,5% dari Rp441 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp536 miliar pada tahun 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
55
56
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI LAINNYA UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009 (Rp. Miliar)
2008
Administrasi kredit & simpanan
1.111
32,5%
Lainnya 1)
726
21,2%
Anak Perusahaan 477
13,9%
Pembukaan L/C,
Bank Garansi & Pasar Modal 465
13,6%
Transfer, Inkaso,
Kliring & Referensi Bank 217
6,3%
Reksadana
49
1,4%
Kartu Kredit
378
11,1%
Total
3.423
100,0%
2009
1.359
956
578
31,5%
22,2%
13,4%
519
12,0%
230
68
601
4.311
5,4%
1,6%
13,9%
100,0%
Catatan :
1) Terdiri dari Kartu Debit & ATM, Sindikasi, Payment Point dll
Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 25,9% dari Rp3.423 miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp4.311 miliar pada tahun 2009.
Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2009 sebesar
78,6%.
(PENYISIHAN)/PEMBALIKAN PENYISIHAN
Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti
ketentuan Bank Indonesia dalam
pembentukan penyisihan penghapusan
aktiva produktif untuk kredit yang
diberikan.
Kebijakan Bank Mandiri dalam
pembentukan PPAP kredit:
• Lancar
1%
• Dalam Perhatian Khusus
5%
• Kurang Lancar
15%
• Diragukan
50%
• Macet
100%
Jumlah beban penyisihan penghapusan
bersih mengalami penurunan sebesar
23,1% dari Rp2.595 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp1.996 miliar pada
tahun 2009. Penurunan tersebut
terutama disebabkan berkurangnya
pembentukan penyisihan untuk aktiva
produktif dari Rp2.986 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp1.148 miliar pada
tahun 2009 yang diimbangi dengan
pembentukan penyisihan lainnya
sebesar Rp810 miliar.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
BEBAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF DAN PENYISIHAN LAINNYA UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2008 DAN 2009
Rp. Miliar
2008
2009
Penyisihan penghapusan kredit
2.299
1.540
687
(392)
2.986
1.148
(Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi
(391)
848
Jumlah penyisihan penghapusan bersih
2.595
1.996
2007
8 00 2
KEUNTUNGAN/(KERUGIAN) DARI PENJUALAN SURAT BERHARGA DAN OBLIGASI PEMERINTAH
Keuntungan atas penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah pada tahun 2009 sebesar Rp181
miliar, sedangkan pada tahun 2008 menderita kerugian sebesar Rp54 miliar dengan rincian :
Rp. Miliar
2008
2009
Surat-surat berharga
(24)
162
Obligasi Pemerintah 1)
(30)
19
Total (54)
181
2007
8 00 2
Catatan :
1) Termasuk penjualan Obligasi Pemerintah yang dibeli di Pasar Sekunder
Keuntungan/(kerugian) atas perubahan nilai Surat-surat Berharga dan Obligasi Pemerintah
Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2009 sebesar Rp2 miliar
meningkat 100% dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar Rp1 miliar dengan rincian :
Rp. Miliar
2008
2009
Surat-surat berharga
1
(4)
Obligasi Pemerintah 1)
-
2
Total 1
2
2007
8 00 2
Catatan :
1) Termasuk penjualan Obligasi Pemerintah yang dibeli di Pasar Sekunder
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
57
58
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA Rp. Miliar
2008
2009
Beban umum dan administrasi
3.862
4.325
Beban gaji dan tunjangan
4.564
4.854
469
831
8.895
10.010
Lain-lain – bersih 1)
Jumlah beban operasional lainnya
2007
8 00 2
Catatan :
1) Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam program penjaminan pemerintah
Beban operasional lainnya meningkat
dari Rp8.895 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp10.010 miliar pada tahun
2009. Beban umum dan administrasi
mengalami kenaikan sebesar 12,0%
dari Rp3.862 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp4.325 miliar pada tahun
2009, demikian juga beban gaji dan
tunjangan mengalami kenaikan sebesar
6,4% dari Rp4.564 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp4.854 miliar pada
tahun 2009.
RINCIAN BIAYA OVERHEAD UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009
Beban Umum & Administrasi
IT & Telekomunikasi
2008
Rp. Miliar
2009 % Perubahan
792
702
(11,4 %)
Sewa, pemeliharaan. penyusutan & lainnya 1.008
1.169
16,0 %
Promosi & Sponsorship 553
642
16,1 %
Transportasi & Biaya Perjalanan 302
309
2,3 %
Jasa Professional & Lainnya
397
462
16,4 %
Terkait Pegawai 316
450
42,4 %
Anak Perusahaan 494
591
19,6 %
3.862
4.325
12,0 %
Gaji Kotor
1.427
1.532
7,4 %
Tunjangan
2.039
2.087
2,4 %
418
386
(7,7 %)
Training
212
200
(5,7 %)
Anak Perusahaan 468
649
38,7 %
4.564
4.854
6,4 %
Total
Beban Gaji & Tunjangan
Post Employement Benefits 1)
Total
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Beban lain-lain – bersih mengalami
peningkatan dari Rp469 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp831 miliar pada
tahun 2009.
Catatan :
1) Mulai tahun 2005, kami mengakui cadangan
atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT), yaitu
suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun
yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas
rutin dengan tetap memperoleh fasilitas
kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji,
tunjangan cuti, THR dll.
Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2009
dan 2008 masing-masing sebesar Rp973 miliar
dan Rp794 miliar
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Pendapatan Non Operasional Bersih
pada tahun 2009 mengalami
peningkatan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya dari Rp158 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp390
miliar pada tahun 2009.
PENYISIHAN UNTUK PAJAK
PENGHASILAN
Aktiva Pajak Tangguhan – bersih pada
31 Desember 2009 adalah sebesar
Rp6.014 miliar, sedangkan pada 31
Desember 2008 sebesar Rp6.124
miliar.
Pos-pos yang dapat dikategorikan
sebagai perbedaan temporer
(temporary differences) adalah :
Beban pajak penghasilan meningkat
dari Rp2.753 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp3.626 miliar pada tahun
2009.
Bank Mandiri menerapkan metode
kewajiban (liability method) untuk
menentukan beban pajak penghasilan,
Pada metode ini, aktiva dan hutang
pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer (temporary
differences) antara nilai aktiva dan
Pemerintah telah mengumumkan
adanya perubahan terhadap pajak
penghasilan yang akan berlaku sejak
1 Januari 2009, yang menyatakan
bahwa pajak penghasilan untuk Bank
akan dikenakan satu tarif sebesar 28%
pada tahun 2009 dan akan berkurang
menjadi 25% sejak 2010. Perubahan
dalam tarif pajak ini menyebabkan
penyesuaian dalam perhitungan pajak
tangguhan.
a. Penyusutan aktiva tetap.
b. Penyisihan biaya pegawai.
c. Penyisihan penghapusan aktiva
produktif dan komitmen &
kontinjensi.
d. Penyisihan kerugian atas kasus
hukum.
e. Keuntungan (kerugian) atas
kenaikan/penurunan nilai surat
berharga dan Obligasi Pemerintah.
LABA DAN NILAI BUKU PER SAHAM
Aktiva dan hutang pajak penghasilan
dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang diharapkan akan
diterapkan pada periode aktiva atau
kewajiban tersebut direalisasi atau
diselesaikan, berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
kewajiban yang tercatat di neraca
dengan dasar pengenaan pajak atas
aktiva dan kewajiban tersebut setiap
tanggal pelaporan. Metode ini juga
mengakui adanya manfaat pajak di
masa datang seperti rugi menurut
pajak yang belum digunakan apabila
kemungkinan besar manfaat tersebut
dapat direalisasikan di masa yang
akan datang.
PENDAPATAN NON OPERASIONAL
BERSIH
Rupiah
2008
2009
Laba per saham dasar
255
342
Nilai Buku per saham
1.462
1.677
Laba per Saham (EPS) adalah laba
bersih dibagi dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang ditempatkan
dan disetor penuh pada tahun berjalan.
Jumlah rata-rata tertimbang lembar
saham beredar yang digunakan sebagai
pembagi dalam menghitung laba per
saham pada tahun 2009 sebanyak
20.961.252.565 lembar dan pada tahun
2008 sebanyak 20.929.439.763 lembar.
Laba per saham dasar pada tahun 2009
adalah sebesar Rp342, sedangkan pada
tahun 2008 sebesar Rp255. Laba
bersih untuk tahun 2009 meningkat
sebesar 34,7% dari Rp5.313 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp7.155 miliar.
Kenaikan laba bersih terutama
disebabkan meningkatnya pendapatan
bunga bersih dari Rp14.800 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp16.177
miliar pada tahun 2009 dan kenaikan
pendapatan operasional lainnya dari
Rp4.653 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp5.484 miliar pada tahun
2009.
Nilai Buku per saham Bank Mandiri per
31 Desember 2009 meningkat 14,7%
menjadi Rp1.677 dari Rp1.462 pada
akhir tahun 2008.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
59
60
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
RINGKASAN NERACA konsolidasian PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 1)
2008
(Rp. Miliar)
USD Juta
Total Aktiva
2009
%
(Rp. Miliar)
USD Juta Perubahan
358.439
32.884
Kas & Penempatan pada BI
56.694
5.201
57.673
6.139
1,7 %
Giro & Penempatan pada Bank Lain – Neto
23.161
2.125
26.575
2.829
14,7 %
Surat Berharga yang dimiliki – Neto
Obligasi Pemerintah
Diperdagangkan
Tersedia untuk Dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Kredit yang diberikan
Performing
Non Performing
Penyisihan Penghapusan
394.617
42.003
10,1 %
3.324
305
7.634
813
129,7 %
88.259
8.097
89.133
9.487
1,0 %
44
4
430
46
877,3 %
26.244
2.408
25.916
2.758
(1,3 %)
61.971
5.685
62.787
6.683
1,3 %
174.498
16.009
198.547
21.133
13,8 %
165.170
15.153
192.335
20.472
3,9 %
9.328
856
6.212
661
(33,4 %)
(11.860)
(1.088)
(12.452)
(1.325)
5,0 %
Kredit – Neto
162.638
14.921
186.095
19.808
14,4 %
Total Deposits – Non Bank
289.112
26.524
319.550
34.013
10,5 %
69.087
6.338
72.697
7.738
5,2 %
Giro
Tabungan
94.954
8.711
113.795
12.112
19,8 %
Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito
125.071
11.466
133.058
14.163
6.4 %
30.514
2.799
35.109
3.737
15,1 %
Ekuitas
Catatan :
1) Disajikan sesuai format publikasi
Jumlah aktiva mengalami kenaikan sebesar 10,1% dari Rp358.439 miliar pada
tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp394.617 miliar pada 31 Desember 2009.
Kas dan Penempatan pada Bank
Indonesia
Kas dan Penempatan pada Bank
Indonesia mengalami kenaikan
sebesar 1,7% dari Rp56.694 miliar
pada 31 Desember 2008 menjadi
Rp57.673 miliar per 31 Desember 2009.
Penempatan pada Bank Indonesia pada
akhir tahun 2009 sebesar Rp48.805
miliar dengan rincian sebagai berikut:
a. Giro
b. Sertifikat BI
c. Lainnya
Rp16.056 miliar
Rp13.651 miliar
Rp19.098 miliar
Sedangkan Kas pada 31 Desember 2009
sebesar Rp8.868 miliar meningkat 5,7%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya
yaitu Rp8.389 miliar.
Rp15.666 miliar pada tanggal 31
Desember 2008 menjadi Rp19.085
miliar pada tanggal 31 Desember 2009.
Surat Berharga yang dimiliki
Giro dan Penempatan pada Bank
Lain.
Giro dan Penempatan pada Bank Lain
mengalami kenaikan sebesar 14,7%
dari Rp23.161 miliar pada tanggal 31
Desember 2008 menjadi Rp26.575
miliar pada tanggal 31 Desember 2009,
terutama disebabkan peningkatan
penempatan pada Bank lain dari
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Surat Berharga yang dimiliki mengalami
peningkatan yang cukup significan dari Rp3.324 miliar pada tanggal 31
Desember 2008 menjadi Rp7.634 miliar
pada tanggal 31 Desember 2009.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
OBLIGASI PEMERINTAH BERDASARKAN PORTFOLIO DAN SUKU BUNGA
Rp. Miliar
Diperdagangkan
Suku Bunga Tetap
Suku Bunga Mengambang Total
% dari total
Tersedia
untuk Dijual
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Total
% dari total
430
406
3.042
3.878
4,4
-
25.510
59.745
85.255
95,6
430
25.916
62.787
89.133
100,0
0,5
29,1
70,4
100,0
OBLIGASI PEMERINTAH BERDASARKAN JATUH TEMPO
Rp. Miliar
Diperdagangkan
Kurang dari 1 tahun
Tersedia
untuk Dijual
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Total
% dari total
371
-
1.366
1.737
2,0%
59
651
729
1.439
1,6%
5 – 10 tahun
-
19.727
40.539
60.266
67,6%
Lebih dari 10 tahun
-
5.538
20.153
25.691
28,8%
430
25.916
62.787
89.133
100,0%
1 – 5 tahun
Total
Per 31 Desember 2009 Bank Mandiri
memiliki Obligasi Pemerintah sebesar
Rp89.133 miliar (nilai wajar), yang
merupakan 22,6% dari total aktiva
Bank. Obligasi tersebut terdiri dari
obligasi bunga tetap dan obligasi bunga
mengambang. Atas portfolio tersebut,
obligasi bunga tetap memiliki tingkat
suku bunga antara 6,75% sampai 15,58%
per tahun, sedangkan obligasi bunga
mengambang memiliki tingkat suku
bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3
(tiga) bulan. Per 31 Desember 2009 porsi
obligasi bunga mengambang sebesar
95,6% dari total portfolio Obligasi
Pemerintah.
Pada tahun 2009 keuntungan atas
penjualan Obligasi Pemerintah sebesar
Rp19 miliar, sedangkan keuntungan
yang belum direalisasi atas Obligasi
Pemerintah pada tahun yang sama Rp2
miliar.
Sesuai dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia, Obligasi Pemerintah yang
diperdagangkan dan tersedia untuk
dijual, dinilai berdasarkan harga
pasar setiap bulannya sedangkan
untuk Obligasi Pemerintah yang
dimiliki hingga jatuh tempo dicatat
berdasarkan harga perolehan.
KREDIT YANG DIBERIKAN
Rasio kredit terhadap total aktiva
2008
2009
48,7%
50,3%
58,4%
64,8%
Rasio pendapatan bunga kredit
terhadap total pendapatan bunga
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
61
62
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Pada tanggal 31 Desember 2009,
jumlah kredit yang diberikan bruto
Bank Mandiri secara konsolidasi adalah
sebesar Rp198.547 miliar atau 50,3%
dari total aktiva bank. Jumlah tersebut
mengalami kenaikan sebesar 13,8%
dibandingkan dengan 31 Desember
2008 yaitu sebesar Rp174.498 miliar.
MUTASI KREDIT YANG DIBERIKAN SELAMA TAHUN 2009 (BANK SAJA)
Saldo 31 Des. 2008
Pemberian kredit
Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan
total kredit dan kredit non performing
(bank saja) selama tahun 2008
sebagai berikut:
(Rp. Miliar)
159.007
72.454
Angsuran
(16.747)
Pelunasan
(27.772)
Pengaruh kurs
(5.030)
Lain-lain
(2.224)
Saldo 31 Des. 2009
MUTASI KREDIT NON PERFORMING (BANK SAJA)
179.688
(Rp. Miliar)
Saldo 31 Des. 2008
8.531
Downgrade ke NPL
1.892
Upgrade dari NPL
(2.169)
Penerimaan kembali
(1.286)
Penghapusbukuan
(2.224)
Lain-lain
Saldo 31 Des. 2009
PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN SEGMEN
646
5.390
(Rp. Miliar)
Corporate
36.994
Commercial
16.531
Small Business
4.951
Micro Banking
4.531
Consumer
9.447
Total
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
72.454
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
MUTASI KREDIT NON PERFORMING BERDASARKAN SEGMEN
Rp. Miliar
Corporate
Commercial
Upgrade dari NPL
Small
Micro
Consumer
Total
1.639
485
9
1
35
2.169
Downgrade ke NPL
392
731
406
98
265
1.892
Lain-lain
600
970
225
164
265
2.224
KOMPOSISI KREDIT (BANK SAJA) PER 31 DESEMBER 2008
Jumlah Rekening
Ukuran Kredit (Rp. Miliar)
Total
< 25
Saldo (Rp. Miliar)
NPL Total
Rekening
%
44.932 5,8%
62.955 780.441 NPL 1)
Rp
2.540 %
4,0 %
>= 25 s.d < 100
681 15 2,2%
32.820 757 2,3 %
>= 100 s.d < 500
210 10 4,8%
42.456 2.093 4,9 %
>= 500 s.d < 1.000
21 -
-
14.310 -
-
>= 1.000
15 - -
27.147 - -
5,9%
179.688 TOTAL
781.368 34,799 5.390 3,0 % 1)
Catatan :
1) Termasuk penyisihan karena restrukturisasi.
KREDIT BERDASARKAN BUSINESS UNIT PADA 31 DESEMBER 2009 (BANK SAJA)
Business Unit
Kol
Corporate
Baki Debet
Total
RupiahValas
1
54.267 11.817
66.085
94,6
2
1.040
933
1.973
2,8
3
-
-
-
-
%
4
-
369 369
0,5
5
82
1.316 1.398 2,0
Subtotal Corporate
55.389 14.435
69.825 38,9
Non performing loan
82 Commercial
1
41.318 4.694 46.012 97,5
2
1.318
694
2.012
4,1
3
243
-
243 0,5
4
200 2
202
0,4
1.685
1.767
2,5
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
63
64
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Business Unit
Kol
Baki Debet
RupiahValas
Total
%
5
771
18 789
1,6
Subtotal Commercial
43.850
5.408 49.258 27,4
Non performing loan
1.214
20 1.234
Small 1
15.430 58
15.488 2
1.109 3
1.112 6,5
3
66
-
66
0,4
2,5 90,6
4
96
-
96
0,6
5
338
-
338
2,0
Subtotal Small 17.039 61 17.100 9,5
Non performing loan
500
-
500
2,9
Micro
1
4.262 -
4.262 79,2
2
806
-
806
15,0
3
52
-
52
0,9
4
61
-
61
1,0
5
200
-
200
3,7
Subtotal Micro
5.381 -
5.381 3,0
Non performing loan
313
-
313
5,8
1
250
15
265
2,6
2
3.898
5.189
9.087
88,7
3
143
30
173
1,7
Special Assets Management
4
22
-
22
0,2
5
283
420
703
6,9
Subtotal SAM
4.596
5.654
10.250
5,7
Non performing loan
448
450
898
8,8
Consumer
1
20.549
-
20.549
87,1
2
2.472
-
2.472
10,5
3
81
-
81
0,3
4
121
-
121
0,5
5
371
-
371
1,6
Subtotal Consumer
23.594
-
23.594
13,2
Non performing loan
573
-
573 2,4
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
Business Unit
Kol
Baki Debet
RupiahValas
Total
%
Treasury & International Banking
1
288
3.844
4.132
92,2
2
-
44
44
1,0
3
-
-
-
-
4
-
33
33
0,7
5
-
274
274
6,1
Subtotal International Banking
288
4.195
4.483
2,5
Non performing loan
-
307
307
6,9
Total Kredit
149.935
29.753 179.688 KREDIT YANG DIRESTRUKTURISASI
Dari total kredit yang diberikan per 31
Desember 2009, sebesar 8,6% atau
Rp17.104 miliar merupakan kredit
yang pernah direstrukturisasi. Jumlah
tersebut mengalami peningkatan
sebesar 3,3% dibandingkan dengan
posisi 31 Desember 2008 yaitu
Rp16.560 miliar.
MUTASI KREDIT YANG pernah DIRESTRUKTURISASI TAHUN 2009
SALDO AWAL (Rp. Miliar)
16.560
Tambahan restrukturisasi
5.660
Pembayaran
(1.484)
Penghapusbukuan
(739)
Lain-lain 1)
(2.893)
SALDO AKHIR (Rp. Miliar)
17.104
Catatan :
1) Termasuk pembayaran sebagian, selisih kurs karena penjabaran mata uang
asing dan fluktuasi kredit modal kerja.
SKEMA DAN JUMLAH KREDIT YANG pernah DIRESTRUKTURISASi
Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS)
Rp. Miliar
2008
2009
%
380
190
1,1
Fasilitas kredit tambahan
1.322
295
1,7
Perpanjangan jangka waktu kredit
8.019
6.764
39,6
Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga
4.486
310
1,8
Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain 1)
2.353
9.546
55,8
16.560
17.104
100
Total
Catatan :
1) Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga, penjadualan
kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
65
66
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
KREDIT YANG DIHAPUSBUKUKAN
Pada tahun 2009, Bank Mandiri
menghapusbukukan kredit yang
diberikan sebesar Rp2.224 miliar dan
menerima kembali kredit yang telah
dihapusbukukan sebesar Rp2.264 miliar
dari kredit yang telah dihapusbukukan
sebelum dan selama tahun 2009.
Saldo kredit yang dihapusbukukan per
31 Desember 2009 sebesar Rp32.610
miliar. Portfolio kredit yang telah
dihapusbuku tersebut tidak dicatat
dalam laporan keuangan.
MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2008 DAN 2009 (BANK SAJA)
Rp. Miliar
Saldo awal tahun
Penghapusbukuan Penerimaan kembali Lain-Lain 1)
Saldo akhir tahun
2008
2009
28.858
34.511
5.507
2.224
(2.308)
(2.264)
2.454
(1.861)
34.511
32.610
Catatan:
1) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN
Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2009 adalah kredit
yang dibeli dari BPPN sebesar Rp157 miliar, seluruhnya telah dilakukan pengikatan
kredit baru. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga
pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.
KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN PADA 31 DESEMBER 2007 DAN 2008
Baki Debet
Rp. Miliar
2008
2009
289
157
Pendapatan yang ditangguhkan
1
-
PPAP
-
-
36
-
Pendapatan bunga & pendapatan lain yang
terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
MUTASI KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN
Rp. Miliar
2003
2004
2005
Saldo awal tahun 5.457
5.249
5.075
4.771
3.050
496
289
Pembayaran
(242)
(464)
(515)
(640)
(2.086)
(243)
(132)
-
(86)
(27)
(743)
(578)
-
-
399
(64)
-
-
-
-
-
Hapus Buku
Pembelian & Adjustments 1)
2006
2007
2008
2009
Pengaruh Kurs
(365)
441
238
(338)
110
37
-
Saldo akhir tahun
5.249
5.075
4.771
3.050
496
289
157
Catatan :
1) Pada tahun 2003 termasuk kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp160 miliar yang sebelumnya
dicatat pada aktiva lain-lain,
Pada tahun 2004 terdapat adjustments untuk pendapatan yang ditangguhkan
KOLEKTIBILITAS KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN
Rp. Miliar
2003
2004
Lancar
2.310
2.142
631
Dalam Perhatian Khusus
1.002
433
436
14
557
571
100
5
156
Kurang Lancar
Diragukan
2005
2006
2007
2008
2009
471
315
267
157
2.073
180
2
-
6
-
-
-
-
-
-
-
Macet
1.823
1.938
2.977
500
-
20
-
Total
5.249
5.075
4.771
3.050
496
289
157
NPL
36,9%
49,3%
77,6%
16,6%
0%
6,9%
0%
SIMPANAN
Pada 31 Desember 2009 jumlah
simpanan meningkat sebesar 10,5%
dari sebesar Rp289.112 miliar menjadi
Rp319.550 miliar.
Rp113.795 miliar, sedangkan deposito
berjangka dan giro meningkat sebesar
5,9% dari Rp194.158 miliar menjadi
Rp205.755 miliar
Peningkatan tersebut terutama
disebabkan meningkatnya tabungan
yang cukup signifikan sebesar
19,8% dari Rp94.954 miliar menjadi
Rasio dana murah terhadap total
simpanan meningkat dibandingkan
dengan tahun sebelumnya yang
semula 56,7% menjadi 58,3%.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
67
68
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
BERIKUT INI DISAJIKAN KOMPOSISI SIMPANAN PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009
2008
2009
2008
2009
Giro
23,9%
22,7%
Tabungan
32,8%
35,6%
43,3%
41,6%
Deposito Berjangka &
Sertifikat Deposito
Jumlah Total Simpanan
Jumlah Total Simpanan
Rp289.112 miliar
Rp319.550 miliar
KOMPOSISI SIMPANAN ( BANK SAJA) PER 31 DESEMBER 2009
Rp. Miliar
Valuta
Giro
Deposito
Tabungan
Total
27.967
28.061
385
56.413
9.435
5.123
372
14.930
37.402
33.184
757
71.343
CORPORATE
Rp
Valuta Asing
Jumlah
COMMERCIAL
Rp
15.535
9.615
1.161
26.311
Valuta Asing
6.600
2.119
683
9.402
22.135
11.734
1.844
35.713
7.490
68.023
95.221
170.735
Jumlah
MICRO & RETAIL
Rp
Valuta Asing
Jumlah
1.373
6.680
8.107
16.160
8.863
74.703
103.328
186.895
827
2.807
22
3.657
TREASURY & INTERNATIONAL
Rp
Valuta Asing
Jumlah
Total
635
981
498
2.114
1.462
3.788
520
5.771
69.862
123.409
106.449
299.722
EKUITAS
Total ekuitas mengalami peningkatan
sebesar 15,1% dari Rp30.514 miliar
pada tanggal 31 Desember 2008
menjadi Rp35.109 miliar pada tanggal
31 Desember 2009. Kenaikan ini
terutama disebabkan meningkatnya
saldo laba dari Rp13.179 miliar pada
tanggal 31 Desember 2008 menjadi
Rp17.859 miliar pada tanggal 31
Desember 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pendistribusian laba bersih tahun 2008
yang dilaksanakan pada tahun 2009
adalah pembayaran dividen, cadangan
umum serta Dana Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan. Bank Mandiri
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
likuiditas bank. Pada tahun 2009,
Bank Mandiri memiliki arus kas masuk
dari peningkatan jumlah deposito
berjangka, tabungan dan giro.
POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009
Rp. Miliar
Aktiva Lancar 1) 2008
2009
81.178
86.817
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk
diperdagangkan dan tersedia untuk dijual.
28.288
26.346
Rasio kredit terhadap simpanan 2)
60,4%
62,1%
Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva
22,6%
22,0%
Aktiva lancar terhadap simpanan 2)
28,1%
27,2%
Arus kas masuk bersih dari aktivitas
operasi untuk tahun 2009 adalah
sebesar Rp12.360 miliar terutama
berasal dari pendapatan bunga dan
pendapatan provisi & komisi masingmasing sebesar Rp32.078 miliar
dan 5.270 miliar. Arus kas masuk
bersih tersebut juga dipengaruhi
oleh peningkatan giro, tabungan dan
deposito berjangka sebesar Rp33.514
miliar yang diimbangi dengan beban
bunga sebesar Rp15.879 miliar serta
tambahan pemberian kredit sebesar
Rp24.906 miliar.
Catatan:
1) Aktiva lancar terdiri dari : kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada
Bank Indonesia , bank dan lembaga keuangan lain, serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi
Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual)
2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain.
telah melaksanakan pembayaran
dividen tahun buku 2008 dan 2007
masing-masing sebesar Rp88,55 dan
Rp187,11 per lembar saham atau secara
total masing-masing sebesar Rp1.859
miliar dan Rp3.912 miliar.
Kegiatan usaha Bank Mandiri selama
tahun 2009 sebagian besar didanai oleh
kombinasi penerimaan dari pendapatan
bunga atas kredit yang diberikan,
komisi dan provisi, peningkatan jumlah
simpanan. Selain itu, Bank Mandiri telah
memanfaatkan pasar uang antar bank.
Bank Mandiri juga mempertahankan
cadangan likuiditas, yang biasanya
berjumlah lebih besar daripada Giro
Wajib Minimum Bank Indonesia, untuk
mengantisipasi penarikan simpanan
dalam jumlah besar oleh nasabah.
Bank Mandiri menggunakan sebagian
besar dananya untuk pembayaran
beban bunga atas dana pihak ketiga
dan pinjaman yang diterima, pemberian
kredit dan pembayaran kembali
pinjaman yang diterima, penempatan
pada pasar uang antar bank, dan
pembayaran biaya operasional
(termasuk biaya gaji dan tunjangan,
serta biaya umum dan administrasi).
Total aktiva lancar pada tahun
2009 mencapai Rp86.817 miliar,
menunjukkan likuiditas yang sangat
baik. Total aktiva lancar di akhir tahun
2009 mencapai 22,0% dari total aktiva
atau 27,2% dari total simpanan juga
mengindikasikan kondisi likuiditas yang
baik.
Bank Mandiri juga menggunakan
portfolio Obligasi Pemerintah
untuk mendukung likuiditas dan
meningkatkan aktiva produktif melalui
collateral fund borrowing serta transaksi
penjualan dengan janji dibeli kembali.
Bank Mandiri telah menjual Obligasi
Pemerintah sebesar Rp316 miliar
dengan janji untuk dibeli kembali pada
bulan Mei 2010.
Arus kas dari dana pihak ketiga juga
secara signifikan mempengaruhi posisi
Pada tahun 2008 arus kas masuk
bersih dari aktivitas operasi sebesar
Rp522 miliar terutama berasal dari
pendapatan bunga sebesar Rp26.118
miliar, di mana kredit yang diberikan
memberikan pendapatan sebesar
Rp15.958 miliar. Arus kas masuk bersih
juga dipengaruhi oleh penerimaan
provisi dan komisi sebesar Rp4.263
miliar dan peningkatan giro, tabungan
dan deposito berjangka sebesar
Rp39.636 miliar, yang diimbangi
dengan arus kas keluar dari beban
bunga sebesar Rp12.165 miliar serta
tambahan pemberian kredit sebesar
Rp36.150 miliar.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi selama tahun 2009
sebesar Rp4.716 miliar terutama
disebabkan adanya kenaikan atas surat
berharga yang dibeli dengan janji untuk
dijual kembali sebesar Rp4.269 miliar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
69
70
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
dan pembelian aktiva tetap sebesar
Rp651 miliar.
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Rp2.476 miliar serta kenaikan pinjaman
subordinasi sebesar Rp3.350 miliar.
Pada tahun 2008 arus kas masuk bersih
dari aktivitas investasi adalah sebesar
Rp2.401 miliar terutama berkaitan
dengan penurunan surat berharga
yang dibeli dengan janji dijual kembali
sebesar Rp2.657 miliar, penurunan
Obligasi Pemerintah yang tersedia
untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh
tempo sebesar Rp286 miliar serta
pembelian aktiva tetap sebesar Rp614
miliar.
Selama tahun 2009 arus kas bersih
yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan sebesar Rp4.468 miliar
antara lain untuk pembayaran pinjaman
yang diterima sebesar Rp13.818 miliar
yang diimbangi dengan penambahan
atas pinjaman yang diterima sebesar
Rp8.391 miliar. Arus kas bersih tersebut
juga digunakan untuk pembayaran
dividen, dana Program Kemitraan ,
Bina Lingkungan dan tantiem sebesar
Arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan pada tahun 2008
sebesar Rp9.158 miliar yang antara
lain digunakan untuk pembayaran
dividen dan Dana Program Kemitraan &
Bina Lingkungan dan tantiem sebesar
Rp4.085 miliar, pelunasan surat
berharga yang diterbitkan sebesar
Rp3.034 miliar serta surat-surat
berharga yang dijual dengan janji dibeli
kembali sebesar Rp1.932 miliar.
BELANJA MODAL
Berikut ini kami sajikan realisasi belanja modal untuk tahun 2008 dan 2009
serta anggaran tahun 2010:
Rp. Miliar
Realisasi
2008
Tanah dan bangunan
Anggaran
2009 2010
126
189
109
Peralatan Kantor, Komputer, Perangkat Lunak dan 488
594
397
Kendaraan
94
Implementasi Renovasi kantor
-
-
799
Jumlah
614
783
1.399
KOMITMEN & KONTINJENSI
Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember
2009 mengalami peningkatan sebesar 17,2% dibandingkan dengan tahun 2008.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya Letters of Credit yang
tidak dapat dibatalkan valuta asing serta bank garansi yang diterbitkan baik rupiah
maupun valuta asing.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN UMUM DAN
ANALISIS MANAJEMEN
KOMITMEN & KONTINJENSI YANG MEMPUNYAI RISIKO KREDIT
PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009
Rp. Miliar
2008
2009
RUPIAH
Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan
1.637
1.356
Bank garansi yang diterbitkan
8.130
9.807
Standby letters of credit
620
1.031
10.387
12.194
KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2008
DAN 2009
Rp. Miliar
Performing
Non Performing 2008
2009
24.933
29.259
63
41
MATA UANG ASING
Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan
Bank garansi yang diterbitkan
Standby letters of credit
3.813
6.381
7.112
7.518
3.684
3.207
14.609
17.106
24.996
29.300
Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp329 miliar dan Rp316 miliar.
RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA)
Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia :
Rasio
Aktiva Produktif Bermasalah
Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif
terhadap Aktiva Produktif
Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional 1)
2008
2009
3,0 %
1,7 %
4,0 %
3,6 %
103,8 %
107,3 %
73,7 %
70,7 %
Persentase Pelanggaran BMPK
Pihak Terkait
0,0 %
0,0 %
Pihak Tidak Terkait
0,0 %
0,0 %
Persentase Pelampauan BMPK
Pihak Terkait
0,0 %
0,0 %
Pihak Tidak Terkait
0,0 %
0,0 %
5,5 %
5,0 %
9,9 %
3,4 %
Giro Wajib Minimum Rupiah
Posisi Devisa Netto
2)
Catatan:
1) Beban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya
dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga
2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
71
72
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
73
LAPORAN
• TUGAS PENGAWASAN DEWAN
KOMISARIS
• GOOD CORPORATE GOVERNANCE
• CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
• KOMITE PIHAK INDEPENDEN NON
DEWAN KOMISARIS & CORPORATE
SECRETARY
• SIARAN PERS
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
74
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
Pelaksanaan pengawasan terhadap Bank Mandiri
senantiasa dilakukan secara proaktif guna mengarahkan
dan memberikan shareholder value untuk Bank supaya
terus tumbuh berkesinambungan berlandaskan
penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta
merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam
struktur dan kebijakan Bank.
a. Laba bersih tumbuh signifikan dari Rp 603 milyar
di tahun 2005 menjadi Rp 7,2 Triliun di tahun 2009
(audited) atau naik 12 kali lipat.
Arahan dan pemberian nasihat kepada Direksi, dilakukan
sejak perumusan strategi yang diikuti pada tahap
implementasi program, dilanjutkan dengan pemantauan
kinerja disertai upaya memastikan penerapan manajemen
risiko dan good corporate governance dilaksanakan secara
komprehensif, efektif dan efisien.
c. Non Performing Loan (NPL) berhasil turun signifikan
dari sebesar 25,2% (gross) dan 15,34% (netto) di
tahun 2005 menjadi sebesar 2,8% (gross) dan 0,42%
(netto) di tahun 2009.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa dalam periode
tahun 2009, manajemen telah bersungguh-sungguh
untuk terus berupaya melanjutkan tahapan tranformasi
dalam mewujudkan visi Bank. Pencapaian yang baik telah
ditunjukkan dalam pertumbuhan bisnis, peningkatan
profitabilitas, peningkatan mutu pelayanan dan perbaikan
tata kelola. Selain pencapaian kinerja keuangan serta
pengelolaan likuiditas. Secara umum pengawasan Dewan
Komisaris difokuskan terhadap beberapa permasalahan
utama yang terkait program perbaikan kinerja dan
pencapaian target Bank, yaitu meliputi: Kinerja Keuangan
Bank, Pengelolaan Likuiditas, Penanganan Kredit
Bermasalah/Non Performing Loan (NPL), Corporate
Governance, Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian
Operasional Bank, Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Pelaksanaan Management Stock Option Plan (MSOP) dan
Hal-hal Lain Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajemen.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dapat disampaikan
bahwa secara garis besar program kerja dan target tahun
2009 dapat dilaksanakan dan dicapai dengan baik.
Atas pelaksanaan program kerja dan pencapaian target
tersebut, Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi
pengawasannya berpendapat sebagai berikut:
1. Kinerja Keuangan Bank
Proses transformasi yang dilaksanakan Bank Mandiri
sejak tahun 2005 hingga akhir tahun 2009, telah
berhasil mendorong peningkatan kinerja Bank Mandiri
(konsolidasi) selama 5 (lima) tahun terakhir yang
tercermin dari berbagai indikator keuangan utama yaitu:
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
b. Return on Equity (ROE) meningkat signifikan dari
2,5% di tahun 2005 menjadi 22,07% di tahun 2009
atau naik 9 kali lipat.
d. Penurunan NPL tersebut juga diiringi dengan
peningkatan coverage PPAP terhadap NPL dari
sebesar 43,97% pada tahun 2005 menjadi 200,45%
pada tahun 2009.
e. Dari sisi efisiensi operasional, Bank Mandiri mampu
memperbaiki Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55,6%
pada tahun 2005 menjadi 40,2% pada tahun 2009.
Peningkatan kinerja yang berhasil dicapai Bank Mandiri
sejak tahun 2005 tersebut pada akhirnya memberikan
dampak positif pada peningkatan harga saham Bank
Mandiri (BMRI). Harga saham BMRI di Bursa Efek
Indonesia berhasil mencapai Rp 5.300 pada tanggal
7 Oktober 2009 dan menjadikan kapitalisasi pasar
BMRI sebesar Rp 111,1 triliun, melampaui aspirasi awal
yang ingin dicapai di tahun 2010 yaitu sebesar Rp.100
triliun.
Ditinjau dari pencapaian target yang telah ditetapkan
dalam Key Performance Indicator (KPI) tahun 2009,
Bank Mandiri telah mencapai hampir semua target dan
rencana kerja dengan sangat baik.
2. Pengelolaan Likuiditas
Kondisi makro ekonomi dan likuiditas pasar global
maupun domestik menunjukkan perkembangan
membaik, namun masih tetap perlu berhati-hati
sehingga posisi likuiditas harus dijaga. Dalam hal ini
Manajemen telah mampu melakukan pengelolaan
likuiditas yang baik, tercermin dari pertumbuhan dana
masyarakat yang cukup besar termasuk pendanaan
yang berasal dari luar negeri diantaranya dari Asian
Development Bank (ADB), International Financial
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
Corporation (IFC) dan Agence France de Development
(AFD) pada bulan November 2009, yang dapat
digunakan untuk mendanai aktivitas Bank Mandiri.
3. Mengembangkan relationship untuk meningkatkan
penghimpunan dana dari Departemen/Lembaga
pemerintah.
Hal ini mencerminkan bahwa kepercayaan masyarakat
luas dan investor terhadap Bank Mandiri sangat baik.
Dengan pertumbuhan dana tersebut LDR Bank Mandiri
khususnya LDR Valas mengalami penurunan yang
cukup significan dari sebesar 80,5% di tahun 2008
menjadi 68,2% di tahun 2009 sehingga cenderung
mengakibatkan over likuid. Disisi lain tentu memperkuat
kemampuan Bank Mandiri untuk mengantisipasi
dampak gejolak ekonomi global.
4. Memaksimalkan penetrasi bisnis atas nasabah baru
yang potensial antara lain melalui penentuan target
customers atas dasar sektor unggulan, top player &
cluster daerah unggulan.
5. Memaksimalkan potensi bisnis nasabah eksisting
melalui identifikasi kebutuhan atas dasar potensi
nasabah serta mengembangkan product bundling
sesuai kebutuhan nasabah
a. Penghimpunan Dana
Dibidang penghimpunan dana, secara umum
pelaksanaan program kerja telah berjalan selaras
dengan strategi bank. Walaupun pencapaian total
dana masyarakat melebihi target yang ditetapkan,
namun realisasi penghimpunan dana murah (giro dan
tabungan) masih perlu ditingkatkan.
Strategi yang telah ditetapkan meliputi fokus pada
targeted customer, mengembangkan produk/fitur,
mengoptimalkan infrastruktur & perangkat teknologi
yang mendukung operasional cabang dan jaringan
distribusi yang luas untuk pengembangan retail
payment, disertai peningkatan pelayanan dan program
promosi/marketing yang berkesinambungan.
6. Meningkatkan efektivitas aliansi dengan nasabah
corporate dan commercial sebagai strategic partner,
memasarkan produk reksadana terproteksi &
konvensional, meningkatkan brand image melalui
media above the line, serta program Promosi berupa
sponsorship, gift/souvenir, cash back serta program
diskon.
7. Bank Mandiri juga memperluas kerjasamanya dengan
hampir 1.200 bank koresponden yang terdapat di 106
negara.
8. Melakukan penjajakan dan mendapatkan komitmen
pendanaan dan international trade finance line
sebesar US$ 500 juta dari Asian Development Bank
(ADB), International Financial Corporation (IFC) dan
Agence France de Development (AFD).
Adapun program kerja yang telah dilaksanakan
mencakup:
1. Meningkatkan dana murah melalui optimalisasi
target market debitur individual, Bundling
product Tabungan Rencana Mandiri & Payroll,
meningkatkan dana dari Tabungan TKI dan Haji,
serta meningkatkan jumlah rekening Tabungan
Rencana Mandiri (TRM) sehingga peningkatan
jumlah rekening tabungan mencapai 1,52 juta
rekening di akhir Tahun 2009 (target peningkatan 1
juta rekening).
2. Optimalisasi pemanfaatan Giro sebagai operating
account dari fasilitas kredit yang diberikan kepada
nasabah baru.
9. Bank Mandiri telah melakukan penawaran umum
Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun
2009 dengan nilai nominal sebesar Rp 3,5 Triliun yang
telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia tanggal 14
Desember 2009.
b. Penempatan Dana
Dibidang penempatan dana, pengembangan bisnis
dilaksanakan melalui ekspansi kredit secara selektif
dan pada segmen yang profitable dan mengoptimalkan
sektor-sektor yang dapat tumbuh dengan baik dan
merupakan sektor yang termasuk dalam industry class
sangat disarankan disertai upaya penyempurnaan
proses, kebijakan, dan pengawasan kredit sehingga tetap
memperhatikan azas kehati-hatian.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
75
76
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
Program kerja yang telah dilaksanakan antara lain:
1. Mengefektifkan ekspansi kredit (termasuk
meningkatkan pemasaran kredit investasi),
mengoptimalkan penggunaan KMK fixed dengan
aktifitas di rekening giro sebagai operating account.
a. Manajemen telah berhasil melakukan penyelesaian
atas kredit bermasalah dari Top Obligor dalam
jumlah yang signifikan. Namun demikian untuk
sisa penyelesaian obligor macet Top 30 yang tidak
memiliki kemungkinan untuk direstrukturisasi
ataupun pelunasan kewajiban perlu dilakukan
tindakan tegas termasuk melalui jalur hukum.
2. Memaksimalkan potensi bisnis melalui identifikasi
kebutuhan atas dasar potensi nasabah dan
mengembangkan product sesuai kebutuhan nasabah.
3. Memaksimalkan penetrasi bisnis atas nasabah baru
yang potensial antara lain melalui penentuan target
customers (atas dasar sektor unggulan, top player &
cluster daerah unggulan).
b. Upaya menjaga dan meningkatkan risk control
system pada aktivitas perkreditan terutama segmen
corporate, commercial, micro & retail, dan consumer
finance, termasuk penyempurnaan kualitas business
process secara end to end.
4. Melakukan kerjasama dengan koperasi, BUMN,
asosiasi dan institusi lainnya dalam penyaluran
Program Kemitraan, memperkuat penawaran produk
consumer loan dengan fokus pada pengembang
berskala menengah, besar dan brokerage house.
c. Proses restrukturisasi perlu terus diiringi dengan
Strategi menjaga dan meningkatkan kualitas kredit
pasca restrukturisasi kredit secara disiplin sehingga
tidak terjadi penurunan kembali kolektibilitas kredit
yang telah direstrukturiasi (relaps).
5. Melaksanakan ekspansi kredit secara prudent pada
segmen Mikro yang didukung dengan kegiatan
kerjasama aliansi dengan mitra Corporate dan
Commercial dalam pembiayaan mikro, aktivitas
komunikasi dan program promosi yang terarah untuk
mendukung pemasaran produk.
6. Melakukan supervisi kredit secara intensif untuk
meningkatkan kualitas aktiva produktif dengan
memastikan terlaksananya prosedur pemrosesan
sampai dengan pencairan kredit sesuai aturan yang
berlaku, mengendalikan debitur yang downgrade
melalui penagihan secara intensif, meningkatkan
monitoring terhadap performance collector serta
melakukan write off secara berkala.
3. Penanganan Kredit Bermasalah/Non Performing
Loan (NPL)
Dewan Komisaris melalui Komite Audit dan Komite
Pemantau Risiko memonitor berbagai upaya yang
dilakukan manajemen dalam menjaga NPL sesuai
ketentuan Bank Indonesia, termasuk memonitor
pengaruh perkembangan kondisi makro terhadap kualitas
aktiva produktif pada umumnya.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Disamping itu, terkait dengan penanganan NPL, Dewan
Komisaris tetap memberikan perhatian atas hal-hal yang
telah dilakukan manajemen sebagai berikut:
d. Sejalan dengan fokus Bank Mandiri ke depan untuk
pertumbuhan High Yield Business maka perlu
ditingkatkan terus infrastruktur pengelolaan risiko
kredit di segmen small business, consumer loan
maupun mikro banking terus dikembangkan.
4. Corporate Governance, Manajemen Risiko dan
Sistem Pengendalian Operasional Bank.
Implementasi corporate governance dan manajemen
risiko, termasuk sistem pengendalian operasional Bank,
secara umum dapat dilaporkan telah dilaksanakan dengan
baik dan penyempurnaannya terus diupayakan secara
berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan
Komisaris mencatat beberapa hal sebagai berikut:
a. Hasil self assessment Bank Mandiri atas pelaksanaan
Good Corporate Governance (transparency,
accountability, responsibility, independency dan
fairness) periode tahun 2009 untuk memenuhi
Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.8/4/PBI/2006
tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance
(GCG) Bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
untuk risiko kredit Bank Mandiri, Bank Indonesia
menggolongkan acceptable untuk posisi 30
September 2009, sesuai surat No.12/1/DPB1/TPB1-1/
Rahasia tanggal 8 Januari 2010 perihal Informasi
Predikat Penilaian Kecukupan Risk Control System
untuk Risiko Kredit, Rasio Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum dan Peringkat Komposit Tingkat
Kesehatan Bank Mandiri Posisi 30 September 2009.
dengan PBI No.8/14/PBI/2006, menunjukkan nilai
komposit 1,1 dengan predikat ”Sangat Baik”.
Selain itu, terkait dengan penerapan GCG, Bank
Mandiri memperoleh penghargaan sebagai
Perusahaan dengan predikat ”Sangat Terpercaya”
(peringkat 1 dengan nilai 90,65) pada Corporate
Governance Perception Index 2008 yang
diselenggarakan oleh The Indonesian Institute
for Corporate Governance pada tahun 2009, dan
sekaligus memperoleh penghargaan sebagai
Perusahaan dengan kategori Sangat terpercaya dan
Emiten Keuangan Terbaik.
b. Bank Mandiri telah melakukan penyempurnaan
terhadap legalitas operasional perusahaan penyedia
layanan jasa pengiriman uang, yaitu Mandiri
International Remittance (MIR) yang berlokasi di Kuala
Lumpur, di mana kepemilikan Bank Mandiri sebesar
100% dengan mendapatkan persetujuan dari Bank
Indonesia vide surat No. 10/548/DPB1 tanggal 14
November 2009.
c. Terhadap pelaksanaan rencana divestasi atas PT.
Usaha Gedun BDN (UGBDN) dan PT. Bank Bumi Daya
Plaza (BDP), telah mendapatkan persetujuan dari
Bank Indonesia sesuai dengan surat No. 11/1/DPB1/
TPB1-1 tanggal 6 Januari 2009, arahan divestasi
utamanya akan dilakukan kepada internal Bank
Mandiri terlebih dahulu dengan pertimbangan Bank
secara keseluruhan. Adapun action plan UGBDN dan
BDP telah dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank
Mandiri 2010-2012.
d. Review secara berkala terhadap penerapan
manajemen risiko yang dilakukan Bank, antara lain
terhadap portfolio kredit di atas Rp.1 triliun. Selain itu,
Dewan Komisaris senantiasa memonitor kepatuhan
terhadap ketentuan kehati-hatian yang ditetapkan
oleh Bank Indonesia, antara lain Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) dan penetapan Capital
Adequacy Ratio (CAR).
e. Terkait dengan Tingkat Kesehatan Bank Mandiri,
Bank Indonesia memberikan hasil peringkat komposit
2 dengan predikat Baik untuk posisi 30 September
2009 dan kecukupan sistem pengendalian risiko
f. Rencana penyelesaian Bank Mandiri atas Mandatory
Convertible Bond (MCB) PT. Garuda Indonesia
(Persero) yang Bank konversikan menjadi penyertaan
modal sementara pada nasabah, hal ini telah
dicatatkan dalam Pelaporan Bank per 31 Desember
2009.
Dewan Komisaris melalui surat No. COM/048/2009
tanggal 6 Juli 2009 telah memberikan persetujuan
penyusunan Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank
Mandiri.
5. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam hal pengembangan sumber daya manusia,
implementasi program telah diupayakan agar selaras
dan terintegrasi sehingga dapat secara optimal
mendukung pencapaian target dan rencana bisnis,
sebagai berikut: a. Program internalisasi Budaya perusahaan yang
mencakup nilai-nilai kebersamaan Trust, Integrity,
Profesionalisme, Customer Focus dan Excellence
(TIPCE) telah dilaksanakan secara konsisten dan
berkelanjutan untuk seluruh jajaran pegawai.
b. Penyempurnaan strategi dan kebijakan Human
Capital telah difokuskan pada pengembangan
leadership dan capabilities yang efektif, peningkatan
ketahanan (resiliance), peningkatan engagement
serta penguatan budaya kerja dan penerapan best
practices dalam pengelolaan Human Capital secara
terintegrasi guna meningkatkan professionalisme
dan produktivitas pegawai. Penyempurnaan strategi
dan kebijakan tersebut seiring dengan strategi
kompensasi yang kompetitif yang didasari pada
jiwa “pay for performance” agar senantiasa dapat
memotivasi pegawai.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
77
78
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
c. Kebijakan resourcing telah mencakup kriteria dan
proses serta akuntabilitas untuk mendapatkan
kualitas pegawai yang diharapkan dalam waktu
yang ditentukan. Kebijakan tersebut juga mencakup
kebijakan outsourcing yang meliputi syarat-syarat
pelaksanaan proses pengelolaan penyedia jasa
outsourcing, termasuk jenis pekerjaan yang dapat
di-outsource dan bentuk dari kegiatan outsource
tersebut.
saham *), MSOP Tahap 2 sebanyak 304.942.052 lembar
saham dan MSOP Tahap 3 sebanyak 225.339.779 lembar
saham. Jumlah keseluruhan lembar saham hasil konversi
MSOP yang diterbitkan sampai dengan 31 Desember 2009
sebanyak 905.647.788 lembar saham.
d. Program kerja telah dilaksanakan untuk
meningkatkan profesionalisme dan produktivitas
pegawai, antara lain:
1. Grand launching employee services centre yang
terdiri dari call centre & walk in centre yang juga
disebut hc4U.
2. Pengembangan business learning academies.
3. Implementasi program coaching & leadership
development yang terintegrasi dalam people
development framework.
4. Mengimplementasikan modul e-recruitment yang
terintegrasi .
5. Penajaman Mandiri Employee Appraisal System &
Talent Management System.
6. Perbaikan terhadap process penentuan
remunerasi dan insentif.
7. Perbaikan jalur karir.
6. Pelaksanaan Management Stock Option Plan
(MSOP)
Dewan Komisaris selama tahun 2009 juga
melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan
eksekusi atas Management Stock Option Plan (MSOP),
sebagaimana diamanatkan oleh Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Mandiri tanggal
29 September 2003 yang menetapkan kebijakan
pelaksanaan dan pengawasan serta penerima untuk
program MSOP Tahap 1, RUPS Tahunan Bank Mandiri
tanggal 16 Mei 2005 untuk MSOP Tahap 2 dan RUPS
Tahunan Bank Mandiri tanggal 22 Mei 2006 untuk MSOP
Tahap 3.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009 jumlah total
penerbitan saham baru Bank Mandiri hasil eksekusi
MSOP Tahap 1 adalah sebanyak 375.365.957 lembar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Penambahan jumlah saham beredar hasil dari eksekusi
MSOP tersebut ditindaklanjuti dengan perubahan
Anggaran Dasar untuk melakukan penambahan atas
modal ditempatkan dan disetor penuh Bank Mandiri.
*) Keterangan :
Jangka waktu MSOP tahap 1 (option live) telah berakhir pada
13 Juli 2008
7. Hal-hal Lain Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajemen
Berdasarkan pengawasan atas realisasi kinerja dan
pelaksanaan program kerja Bank Mandiri Tahun 2009
maka Dewan Komisaris menyampaikan beberapa hal yang
perlu terus-menerus mendapat perhatian manajemen
antara lain sebagai berikut:
a. Sejalan dengan visi menjadi Indonesia’s most
admired and progressive financial institution, maka
pengembangan bisnis berupa penghimpunan dana,
pengembangan fitur produk, optimalisasi infrastruktur
dan perangkat teknologi, perluasan jaringan distribusi
harus dilengkapi dengan langkah-langkah strategis
untuk melakukan monitoring dan mendorong
pencapaian kinerja yang sustainable serta dilaksanakan
dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip good
corporate governance.
b. Dalam rangka untuk mengendalikan cost of funds dan
mengelola risiko likuiditas secara prudent dengan tetap
mempertimbangkan aspek efisiensi, Dewan Komisaris
menyarankan kepada Direksi untuk menyeimbangkan
pengelolaan kebutuhan likuiditas dengan pengelolaan
efesiensi. Jumlah likuiditas yang ada tentunya perlu
disesuaikan dari waktu ke waktu dan perlu disesuaikan
dengan kondisi ekonomi dan likuiditas pasar yang saat
ini menunjukan trend membaik.
c. Dalam kondisi makro global yang masih dipenuhi
ketidakpastian, Bank Mandiri agar terus memperbaiki
LAPORAN TUGAS PENGAWASAN
DEWAN KOMISARIS
bisnis model di luar negeri termasuk di HongKong
dan Bank Mandiri Europe Limited, serta menghindari
bisnis-bisnis dengan profil risiko yang tinggi.
Dewan Komisaris menghargai upaya Direksi untuk
mempertahankan cabang HongKong dengan arahan
agar fokus pada peningkatan shareholder value dan
meninggalkan marginal bisnis yang beresiko tinggi
serta menyiapkan business model yang lebih sesuai
dengan core competencies cabang HongKong.
d. Pengembangan micro banking dalam jangka
panjang, agar senantiasa memperhatikan
kondisi dan pangsa pasar, target nasabah, teknis
operasional, pengendalian risiko serta profitabilitas
segmen dimaksud. Pengembangan outlet yang
dibutuhkan sesuai business plan, tentunya juga perlu
mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja yang
diperlukan serta bagaimana dapat mencari, merekrut
dan mempertahankan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkualitas.
e. Dalam rangka pengamanan transaksi reksadana
dimana Bank Mandiri bertindak sebagai penjual
maka perlu dilakukan upaya-upaya antara lain yaitu
secara reguler bersama dengan manajer investasi
mengundang investor reksadana untuk menjelaskan
bahwa produk reksadana bukan produk Bank dan risiko
ditanggung oleh investor; menyampaikan kepada
investor reksadana mengenai laporan posisi investasi
secara berkala; public education kepada investor/calon
Selama tahun 2009, Dewan Komisaris dalam melaksanakan
fungsi pengawasan serta pemberian nasihat kepada Direksi
dibantu oleh Komite-Komite yaitu :
1. Komite Audit
2. Komite Pemantau Risiko
3. Komite Remunerasi dan Nominasi
4. Komite Good Corporate Governance
Seluruh Komite tersebut telah melaksanakan tugas dan
kewajiban dengan baik dan telah memberikan laporan dan
rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas hal-hal yang perlu
menjadi perhatian Dewan Komisaris dalam menjalankan
tugas dan fungsinya.
Demikian laporan Dewan Komisaris atas pelaksanaan program
pengawasan selama tahun 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
79
80
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Bank Mandiri merupakan Bank Umum Publik. Meskipun mayoritas
sahamnya dimiliki oleh pemerintah, namun pengelolaan Bank
Mandiri dilaksanakan secara profesional, transparan dengan tetap
berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku
dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential banking),
Best Practices, serta Budaya Perusahaan yang terdiri dari nilai-nilai
kebersamaan (shared values), yang merupakan pencerminan dari
tanggung jawab utama kepada seluruh stakeholder.
Bank Mandiri merupakan hasil penggabungan 4 (empat) bank
yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Import
Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia yang merger secara
legal dilakukan pada Juli tahun 1999. Pada bulan Juli 2003, Bank
Mandiri berhasil melakukan Go Public dan mampu tercatat sebagai
IPO tersukses pasca krisis. Seiring dengan berjalannya proses
transformasi, Bank Mandiri bertekad untuk menjadi Regional
Champion Bank pada tahun 2010.
Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)
merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko
dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan semakin
meningkat. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan
proses jangka panjang yang memberikan hasil berupa sustainable
value. Implementasi GCG sebagai sebuah sistem dilakukan melalui
proses intern yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh
pegawai. Sejak diterapkannya GCG, Bank Mandiri mengalami
perubahan yang lebih baik, terutama dengan meningkatnya kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) hingga dapat bekerja lebih efisien,
efektif, kompetitif dan profesional didukung oleh budaya etos kerja
yang mumpuni. Selain peningkatan kualitas SDM, penerapan GCG
secara konsisten telah meningkatkan kinerja bank sehingga dapat
memperkuat posisi daya saing perusahaan yang pada akhirnya akan
menarik minat dan kepercayaan investor sehingga Bank Mandiri
dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
I. Governance Commitment
Bank Mandiri mempunyai keyakinan bahwa implementasi GCG akan
berjalan dengan baik kalau dilandasi komitmen yang kuat dari seluruh
jajaran Bank Mandiri.
Pada tahapan ini dilakukan perumusan kembali visi, misi dan strategi
Bank Mandiri, yang diselaraskan dengan komitmen manajemen
terhadap pentingnya penerapan GCG dalam menjalankan usahanya.
Visi dan misi tersebut selanjutnya dilengkapi dengan strategi bisnis
yang spesifik untuk masing-masing Strategic Busines Unit (SBU),
yang terdiri dari Corporate Banking, Commercial Banking, Treasury &
International Banking, Micro & Retail Banking dan Consumer Finance.
Melengkapi komitmen visi, misi dan strategi bisnis, pada tahapan
Perumusan Governance Commitment Bank Mandiri juga melakukan
revitalisasi budaya perusahaan agar dapat memberikan keyakinan
dan panduan yang lebih kuat. Revitalisasi tersebut dilakukan melalui
penetapan budaya perusahaan yang dikenal dengan ”TIPCE” yaitu:
Trust, Integrity, Professionalism, Customer focus dan Excellence. TIPCE
tersebut kemudian dijabarkan dalam rumusan Pedoman 10 (sepuluh)
Perilaku Utama bagi insan Bank Mandiri sebagai berikut :
1. Saling menghargai dan bekerja sama.
2. Jujur, tulus dan terbuka.
3. Disiplin dan konsisten.
4. Berpikir, berkata dan bertindak terpuji.
5. Kompeten dan bertanggung jawab.
6. Memberikan solusi dan hasil terbaik.
7. Inovatif, proaktif dan cepat tanggap.
8. Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan.
9. Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus.
10.Peduli lingkungan.
II. Governance Structure
Implementasi GCG di Bank Mandiri dilaksanakan dengan
berlandaskan prinsip-prinsip GCG yang terdiri dari 5 (lima) tahap,
yaitu:
1. Governance Commitment
2. Governance Structure
3. Governance Mechanism *)
4. Sosialisasi dan Evaluasi
5. Walking the talk
Untuk mendukung tercapainya Visi, Misi dan Strateginya, Bank
Mandiri telah melaksanakan penyempurnaan struktur organisasi
yang menjamin adanya check and balance dan mencerminkan
akuntabilitas yang jelas dan tegas dari masing-masing organ
perusahaan. Governance Structure ini kemudian dituangkan dalam
Anggaran Dasar Bank Mandiri dan GCG Charter berupa penataan
fungsi, tugas dan wewenang masing-masing organ perseroan antara
lain Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi.
*) Keterangan:
Melalui tahapan ini Bank Mandiri telah melakukan beberapa hal
penting terkait dengan penyempurnaan Governance Structure, yaitu
melalui pemenuhan jumlah dan komposisi Dewan Komisaris serta
pembentukan Komite-komite. Adapun penjelasan mengenai struktur
tata kelola perusahaan adalah sebagai berikut:
Sehubungan dengan penjelasan butir 1 dan 2, maka penjelasan mengenai butir
3, 4, dan 5 dapat dilihat pada halaman 127 dan seterusnya.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
A. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
Pada tanggal 4 Mei 2009, Bank Mandiri telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan
keputusan sebagai berikut:
1. Keputusan Agenda Pertama
a. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan
menyetujui Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku 2008.
b. Mengesahkan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku 2008 yang
telah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi DKI Jakarta II.
2. Keputusan Agenda Kedua
Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba bersih tahun buku 2008 sebesar Rp. 5.312.821.488.698.
3. Keputusan Agenda Ketiga
a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.
b. Menetapkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi DKI Jakarta II sebagai
Auditor yang akan mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.
c. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor
Akuntan Publik dan Auditor tersebut.
4. Keputusan Agenda Keempat
a. Menyetujui penyesuaian gaji Direktur Utama menjadi sebesar Rp. 166 juta netto per bulan atau kenaikannya sebesar
11,06% dari gaji netto yang berlaku saat ini dengan pembulatan ke bawah dalam angka jutaan penuh yang berlaku
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009.
b. Gaji anggota Direksi, honorarium anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris yaitu Direktur Utama
sebesar 100%, Komisaris Utama sebesar 50%, Wakil Komisaris Utama 47,5%, anggota Dewan Komisaris lainnya
sebesar 45% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 18,75% masing-masing dari gaji Direktur Utama; adapun gaji
Wakil Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya ditetapkan oleh Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan bobot
pekerjaan, pencapaian kinerja dan kontribusi masing-masing Direktur yang bersangkutan selama tahun buku 2008.
c. Menyetujui pemberian tantiem sebesar Rp. 61,65 miliar atau sebesar 1,16% gross dari laba bersih Perseroan periode
1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 yang telah dianggarkan sebelumnya, untuk dibayarkan kepada
segenap anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris yang menjabat dalam tahun
2008.
d. Porsi tantiem untuk anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris adalah sebesar 22,14% dari total
tantiem, dengan proporsi tantiem Komisaris Utama sebesar 100%, Wakil Komisaris Utama sebesar 95%, anggota
Dewan Komisaris lainnya sebesar 90% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 37,5% masing-masing dari tantiem
Komisaris Utama dengan mempertimbangkan lamanya menjabat pada tahun 2008; sedangkan porsi tantiem untuk
Direksi adalah sebesar 77,86% dari total tantiem, dibagikan kepada masing-masing anggota Direksi dengan proporsi
yang akan ditentukan dalam Rapat Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja dan kontribusi
serta lamanya menjabat masing-masing anggota Direksi pada tahun 2008.
5. Keputusan Agenda Kelima
Menyetujui pelimpahan kewenangan RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui penambahan modal ditempatkan
dan disetor Perseroan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
81
82
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
B. DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai
dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa perusahaan melaksanakan tata kelola
perusahaan yang baik pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
Susunan Anggota Dewan Komisaris
• Edwin Gerungan
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
• Muchayat
Wakil Komisaris Utama
• Mahmuddin Yasin Komisaris
• Soedarjono
Komisaris Independen
• Pradjoto
Komisaris Independen
• Gunarni Soeworo
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Sesuai PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan
PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate
Governance Bagi Bank Umum, Bank harus memiliki Komisaris
Independen yakni anggota Dewan Komisaris yang tidak
memiliki hubungan keuangan kepengurusan, kepemilikan
saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan
Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham
pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut
juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah
anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.
Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam rangka
mendukung GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS
telah menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah
dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan
perundang-undangan yang berlaku guna menjalankan tugas
pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank.
Sampai dengan saat ini anggota Dewan Komisaris berjumlah
6 (enam) orang dimana 4 (empat) diantaranya merupakan
Komisaris Independen.
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris
1. Melakukan Pengawasan terhadap pengurusan Bank yang dilakukan Direksi serta memberi nasihat kepada Direksi
termasuk mengenai rencana kerja, pengembangan Bank, pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS
dan atau RUPS Luar Biasa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan
Keputusan RUPS dan atau RUPS Luar Biasa secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara
Dewan Komisaris dengan Direksi, Auditor Eksternal dan Otoritas Pengawas Bank atau Pasar Modal.
3. Menjaga kepentingan Bank dengan memperhatikan kepentingan para Pemegang Saham dan bertanggung jawab kepada
RUPS.
4. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan tersebut.
5. Memberikan pendapat dan saran atas Rencana Kerja dan Anggaran tahunan yang diusulkan Direksi dan mengesahkannya
sesuai ketentuan pada Anggaran Dasar.
6. Memonitor perkembangan kegiatan Bank.
7. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai masalah yang dianggap penting bagi
kepengurusan Bank.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
8. Melaporkan dengan segera kepada RUPS apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Bank.
9. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya (a) pelanggaran
peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan dan (b) keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat
membahayakan kelangsungan usaha Bank.
FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS
Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
% Kehadiran
Edwin Gerungan
18
18
0
100 %
Muchayat
18
18
0
100 %
Mahmuddin Yasin
18
18
0
100 %
Soedarjono
18
18
0
100 %
Pradjoto
18
18
0
100 %
Gunarni Soeworo
18
18
0
100 %
training/seminar Dewan Komisaris
Nama
Jenis
Soedarjono
IIA International Conference 2009-Johannesberg
Gunarni Soeworo
Leadership Forum
Rekomendasi Dewan Komisaris
Dalam rangka pencapaian kinerja bank yang lebih baik dan sustainable, Dewan Komisaris telah menyampaikan rekomendasi
sebagai berikut:
1. Bank Mandiri perlu melakukan legal review secara berkala terhadap dokumen perjanjian/kontrak termasuk perjanjian
kredit oleh pihak independen agar dapat melakukan identifikasi Risiko Hukum secara dini dan melakukan mitigasinya.
2. Terkait dengan jumlah perkara hukum perdata di Bank Mandiri yang sebagian besar berasal dari transaksi kredit, maka
terhadap kasus-kasus hukum tersebut perlu dilakukan legal review dan dilengkapi dengan legal dokumen yang benar dan
cukup untuk memperkuat alat bukti di pengadilan.
3. Diperlukan strategi dan program kerja masing-masing bisnis unit agar dapat melakukan aliansi antar bisnis unit untuk
meningkatkan produk tabungan serta penggunaan transactional account secara intensif.
4. Bank Mandiri perlu melakukan uji kehandalan dan keamanan terhadap sistem informasi bank antara lain dengan menyewa
profesional hacker.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
83
84
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
5. Agar Bank tetap berhati-hati dalam menghadapi perusahaan yang mempunyai struktur organisasi dan kepemilikan yang
kompleks dan mempunyai unit usaha di negara-negara “tax heaven” karena berdasarkan pengalaman, perusahaan/debitur
seperti ini cenderung menimbulkan masalah bagi bank.
6. Terkait dengan maraknya penipuan/manipulasi penarikan tabungan dengan menggunakan kartu ATM palsu, maka untuk
menjaga/melindungi operasional ATM agar dilakukan pengamanan dan pengadministrasian persedian kartu ATM dan PIN
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Sistem pengendalian terpadu yang telah dibuat untuk pencegahan fraud agar dilaksanakan dengan benar dan dipantau
terus namun jangan sampai menghambat bisnis dan mengganggu pelayanan kepada nasabah.
8. Untuk memenangkan persaingan di sektor bisnis mikro, maka Bank Mandiri harus mempunyai “product differentiation”
serta harus mulai memikirkan dan membuat business plan untuk 5 sampai dengan 10 tahun ke depan baik dari segi
pangsa pasar, operasional dan profitability dalam bidang Kredit Mikro.
9. Sehubungan dengan kondisi makro ekonomi dan likuiditas pasar global maupun domestik yang menunjukkan
perkembangan membaik, sebaiknya Bank Mandiri mereview ulang posisi likuiditas Rupiah maupun valas yang dirasakan
terlalu tinggi, terutama likuiditas valas, sehingga dapat menurunkan cost of fund dan melakukan pengelolaan risiko
likuiditas secara prudent namun tetap mempertimbangkan aspek efisiensi.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
C. KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
KOMITE AUDIT
Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. No. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005.
Tujuan Pembentukan Komite Audit
Pembentukan Komite Audit Bank Mandiri dilaksanakan dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
No. 117/M-MBU/2002, Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. KEP-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Corporate Governance bagi bank
umum dengan tujuan untuk membantu memfasilitasi Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasannya
serta dalam memberikan nasehat kepada Direksi atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian
intern, efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal, efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Metodologi yang digunakan Komite Audit dalam menjalankan tugasnya adalah:
a. Melakukan review atas laporan-laporan yang diterima langsung dari unit-unit kerja dan atau yang diterima melalui Komisaris.
b. Melakukan review atas laporan hasil pemeriksaan auditor intern dan ekstern.
c. Mengadakan rapat/diskusi dengan unit-unit kerja, auditor intern dan ekstern.
Struktur dan Keanggotaan Komite Audit
• Gunarni Soeworo
Sebagai Ketua (Komisaris Independen)
• Soedarjono
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Zulkifli Djaelani
Sebagai Anggota (Pihak Independen)
• Imam Sukarno
Sebagai Anggota (Pihak Independen)
Tugas dan Tangung Jawab Komite Audit
Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan dan atau
hal-hal lain yang disampaikan Direksi, serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris berdasarkan
Audit Committee Charter yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris pada tanggal 30 Juni 2007, dengan cara:
1. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas semua informasi keuangan yang disajikan Manajemen.
2. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas efektifitas pelaksanaan pengendalian intern atau internal control.
3. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas efektifitas pelaksanaan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern.
4. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas:
a. Independensi dan obyektifitas Kantor Akuntan Public (KAP) yang akan mengikuti vendor.
b. Biaya jasa Audit dan cakupan Audit yang diajukan oleh KAP terpilih.
c. Pelaksanaan perkembangan Audit yang dilakukan Oleh KAP
d. Laporan hasil Audit yang disampaikan oleh KAP
5. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Melakukan penelaahan dan pemantauan serta melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi.
7. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut oleh Manajemen yang berkaitan dengan temuan
hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern, Kantor Akuntan Public, Direktorat Pengawasan Bank-Bank Indonesia dan Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
85
86
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Selama tahun 2009 Komite Audit telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan pertemuan dengan Accounting Group untuk
membahas antara lain perkembangan pemilihan Kantor
Akuntan Publik untuk Laporan Keuangan Bank Mandiri tahun
Buku 2009 dan masalah-masalah dalam implementasi
PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian
dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (revisi 2006) Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
2. Melakukan pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern
(SKAI) untuk membahas antara lain:
a. Mengenai temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan
SKAI, terutama yang berkaitan dengan implementasi
kebijakan dan peraturan, sistem dan prosedur, sistem
pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
b. Temuan-temuan signifikan dan kasus-kasus fraud.
c. Mengenai perkembangan terakhir penyelesaian kasuskasus hukum dan mitigasinya.
3. Melakukan pertemuan dengan Compliance Group untuk
membahas antara lain:
a. Temuan-temuan hasil pemeriksaan Bank Indonesia tahun
2008, tindak lanjut yang sudah dilakukan dan temuantemuan penting yang tindak lanjutnya masih dalam
proses.
b. Perkembangan transaksi-transaksi mencurigakan.
c. Masalah-masalah Kepatuhan selama tahun 2009 dan
perbaikannya.
4. Melakukan pertemuan dengan Legal Group untuk membahas
10 kasus hukum terbesar dan mitigasinya.
5. Melakukan pertemuan dengan Kantor Akuntan Publik yang
terpilih untuk melakukan audit Laporan Keuangan Bank
Mandiri guna membahas mengenai :
a. Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Laporan
Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2008 dan temuantemuan signifikan yang perlu mendapat perhatian.
b. Hasil akhir audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun
Buku 2008, beserta Management Letter dan laporan atas
kepatuhan atas perundang-undangan dan laporan hasil
pemeriksaan sesuai PSA 62 berkaitan dengan kepatuhan
pengendalian internal.
c. Rencana dan cakupan audit Laporan Keuangan Bank
Mandiri Tahun Buku 2009.
d. Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress)
Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2009 dan
temuan-temuan awal yang perlu mendapat perhatian.
6. Melakukan pertemuan bersama-sama dengan Komite
Pemantau Risiko untuk membahas antara lain :
a. Membahas 10 jenis Operational Risk terbesar yang
berpotensi fraud serta mitigasinya.
b. Mereview implementasi pelaksanaan basel II.
7. Melakukan pertemuan dengan Human Capital Services
Group, Human Capital Strategy & Policy Group dan Learning
Center Group untuk membahas antara lain :
a. Persiapan Sumber Daya Manusia (Standar Kompetensi)
untuk menunjang konsep Dominant Multispecialist Bank.
b. Kebijakan dan pelaksanaan “Home Base” pegawai dan
rotasi pegawai.
8. Melakukan pertemuan dengan Central Operations Group
untuk membahas antara lain pelaksanaan Operasional dan
Pengendalian Risiko Operasional dan harmonisasi Sistem
Integrasi Aplikasi Eximbills dan eMAS.
9. Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Dewan
Komisaris terkait dengan laporan Komisaris Utama dan
Dewan Komisaris yang harus disampaikan kepada Bank
Indonesia, yaitu laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil
Audit Intern semester II/2008 dan semester I/2009; laporan
pengawasan rencana bisnis Bank semester II/2008 dan
semester I/2009.
FREKUENSI RAPAT KOMITE AUDIT
Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
% Kehadiran
Gunarni Soeworo
27
27
0
100 %
Soedarjono
27
27
0
100 %
Zulkifli Djaelani
27
27
0
100 %
Imam Soekarno
27
27
0
100 %
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Keterangan :
Rapat komite dianggap sah apabila dihadiri
paling kurang 51% dari jumlah anggota
termasuk seorang Komisaris dan Pihak
Independen. Keputusan Rapat dilakukan
berdasarkan Musyawarah Mufakat, dalam
hal tidak terjadi musyawarah mufakat,
pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Sampai dengan saat ini, kondisi ekonomi global dilihat
dari segi sektor keuangan maupun sektor industri
manufacturing masih belum cukup stabil. Ini tercermin dari
tingkat pengangguran yang tinggi dan semakin meningkat
di sebagian besar negara. Per Desember 2009, tingkat
pengangguran di Amerika Serikat mencapai 10%, Canada
8,5%, Uni Eropa 9,8%, Australia 5,7%, Jepang 5,2%, China
4,3% dan India 7,4%.
Walaupun suku bunga pinjaman di negara-negara
maju tersebut terendah sepanjang sejarah, namun
perusahaan-perusahaan besar maupun kecil masih takut
untuk berinvestasi. Mereka khawatir dengan tingkat
pengangguran yang tinggi tersebut dan diperkirakan masih
akan tetap tinggi sampai dengan 5-7 tahun mendatang.
Tingkat pengangguran yang tinggi akan menekan daya beli
masyarakat.
Berdasarkan keadaan tersebut diatas, Komite Pemantau
Risiko selama tahun 2009 bekerja secara lebih proaktif, dan
prudent di dalam menganalisa, mengelola dan memitigasi
risiko-risiko yang ada dan yang akan ada. Komite juga
melakukan analisa profil risiko bank secara konsolidasi
dengan anak-anak perusahaan.
Tahun 2009, Komite Pemantau Risiko telah mengadakan pertemuan secara intensif sebanyak 33 kali dengan pihak-pihak
yang dianggap relevan dalam masalah risiko yang akan dibahas. Masalah risiko yang diprioritaskan dan difokuskan antara lain
sebagai berikut:
1. Kondisi likuiditas bank baik dalam mata uang rupiah maupun US dollar.
2. Menjaga dan meningkatkan Net Interest Margin bank karena adanya tekanan dari biaya dana deposito.
3. Bersama dengan Manajemen melakukan simulasi stress testing terhadap Non Performing Loan berdasarkan asumsi-asumsi
parameter makro.
4. Menjaga permodalan bank (CAR) pada tingkat yang cukup namun efisien.
5. Risiko yang terkait dengan posisi foreign exchange trading dan obligasi/Surat Utang Negara serta menghindar dari produk-produk
derivatif.
6. Menjaga Loan to Deposit Ratio bank ( baik dalam mata uang Rupiah maupun US dollar) pada tingkat/ komposisi yang optimal dan
juga BMPK baik terhadap pihak terkait maupun tidak terkait.
7. Memantau profil risiko dan termasuk secara konsolidasi dengan anak perusahaan.
8. Mereview dampak risiko akibat adanya perubahan peraturan dari otoritas moneter.
9. Secara berkala membahas dengan unit-unit terkait tentang implementasi dari pada penataan kembali organisasi yang berbasis
SBU.
10. Memastikan bahwa terdapat sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk menunjang pertumbuhan kredit.
Struktur dan Keanggotaan Komite Pemantau Risiko
• Soedarjono
Sebagai Ketua (Komisaris Independen)
• Edwin Gerungan
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Gunarni Soeworo
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Tama Widjaja
Sebagai Anggota (Pihak Independen)
• Group Head Market & Operational Risk Sebagai Sekretaris (ex-officio) – Non Voting Member
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
87
88
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko
1. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam
penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko
yang berkaitan dengan pengendalian risiko dibidang
pengelolaan asset & liability, likuiditas, perkreditan serta
operasional sebelum mendapat persetujuan Dewan
Komisaris.
4. Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan
keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal
maupun eksternal Bank.
2. Mendiskusikan dengan Direksi atau unit kerja terkait
dengan manajemen risiko, menguji pelaksanaan
kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam
rapat Dewan Komisaris atau rapat gabungan Dewan
Komisaris dan Direksi.
6. Mengevaluasi akurasi model dan validitas data
pengukuran risiko.
3. Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan
peraturan- peraturan internal tentang kebijakan
manajemen risiko.
8. Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank
secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan
masukan kepada Dewan Komisaris atas hal-hal yang
perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Direksi.
5. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman
pelaksanaannya dan penyesuaiannya.
7. Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital
Committee.
Komite Pemantau Risiko juga bekerja sama dengan Komite Audit mengadakan rapat gabungan dengan mengundang pihakpihak terkait dalam masalah risiko yang akan dibahas.
Adapun kajian-kajian yang dilakukan antara lain sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
Melakukan review terhadap kebijakan-kebijakan operational bank sehingga bisa mencegah/ meminimalisasi terjadinya fraud.
Memonitor tahapan kemajuan dari implementasi Basel II dan PSAK 50 (revisi 2006) dan 55 (revisi 2006).
Mengukur potensi risiko hukum dan melakukan pencegahannya.
Memperbaiki secara berkala hal-hal penting yang belum sesuai/comply dengan peraturan baru Bank Indonesia.
Frekuensi rapat Komite Pemantau Risiko
Nama
Soedarjono
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
33
33
0
% Kehadiran
100 %
Edwin Gerungan
33
4
29
12,12 %
Gunarni Soeworo
33
31
2
93,94 %
Tama Widjaja
33
32
1
96,97 %
33
33
0
100 %
Group Head Market &
Operational Risk
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Keterangan :
Rapat sah dan dapat mengambil keputusan
apabila dihadiri 2/3 dari jumlah anggota
komite dan harus dihadiri oleh Ketua
komite. Dalam hal Ketua komite karena
sesuatu hal tidak dapat hadir, sedangkan
masalah yang dibahas sangat mendesak,
Ketua dapat menunjuk salah seorang anggota untuk memimpin rapat. Keputusan
rapat adalah sah bila disetujui oleh lebih dari
½ dari jumlah anggota yang hadir.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan
atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Dewan Komisaris, Direksi dan
Pejabat Eksekutif.
Struktur dan Keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi
• Edwin Gerungan
Sebagai Ketua (Komisaris Independen)
• Muchayat
Sebagai Anggota (Komisaris)
• Soedarjono
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Pradjoto
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Gunarni Soeworo Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Mahmuddin Yasin Sebagai Anggota (Komisaris)
• Group Head -
Sebagai Sekretaris (ex-officio)
Human Capital – Non Voting Member
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan
Nominasi
1. Menyusun konsep dan analisa yang berhubungan dengan
fungsi Komite Remunerasi dan Nominasi.
2. Membantu Dewan Komisaris untuk memberikan
rekomendasi tentang jumlah anggota Komisaris dan
Direksi.
3. Membantu Dewan Komisaris dalam penetapan Kebijakan
Umum Sumber Daya Manusia.
4. Merekomendasikan persetujuan perubahan struktur
organisasi sampai dengan satu tingkat di bawah Direksi.
5. Membantu Dewan Komisaris memperoleh dan
menganalisa data bakal calon pejabat satu tingkat di
bawah Direksi secara triwulanan dan setiap waktu jika ada
perubahan.
6. Membantu Dewan Komisaris dalam memberikan
rekomendasi tentang opsi kepada Dewan Komisaris,
Direksi dan Pegawai, antara lain opsi saham serta
pengawasan pelaksanaannya.
7. Memiliki data base calon-calon Direksi dan Dewan
Komisaris.
8. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi dan
memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
mengenai :
a. Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan
Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum
Pemegang Saham.
b. Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan
pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan
kepada Direksi.
9. Memberikan rekomendasi mengenai sistem serta
prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan
Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
10.Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai
calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada
Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum
Pemegang Saham.
11. Memberikan rekomendasi mengenai pihak independen
yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite
Pemantau Risiko.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
89
90
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Komite Remunerasi dan Nominasi telah melangsungkan 3 (tiga) kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara
lain:
1. Mengusulkan kenaikan gaji Board Of Director (BOD) dan honorarium Board Of Commisioner (BOC) serta besaran tantiem
bagi BOC dan BOD untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
2. Melakukan evaluasi kinerja Direksi secara periodik.
3. Memberikan rekomendasi sistem penentuan kenaikan gaji Board Of Director (BOD) untuk disampaikan kepada Rapat
Umum Pemegang Saham.
Frekuensi Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
% Kehadiran
Edwin Gerungan 3
3
0
100 %
Muchayat
3
3
0
100 %
Mahmuddin Yasin
3
3
0
100 %
Soedarjono
3
3
0
100 %
Pradjoto
3
3
0
100 %
Gunarni Soeworo
3
3
0
100 %
Group Head Human Capital 3
3
0
100 %
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Keterangan :
Rapat komite Remunerasi dan Nominasi
hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri
oleh paling kurang 51% dari jumlah anggota
termasuk seorang Komisaris Independen
dan Group Head Human Capital Group.
Keputusan rapat Komite Remunerasi
dan Nominasi dilakukan berdasarkan
musyawarah mufakat, dalah hal tidak terjadi
musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
KOMITE GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Sebagai wujud komitmen Bank Mandiri dalam menegakkan Good Corporate Governance (GCG), pada tanggal 18 Juli 2005 Dewan
Komisaris telah membentuk Komite GCG guna membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan
serta memperkuat implementasi prinsip-prinsip GCG.
Struktur dan Keanggotaan Komite GCG
• Muchayat
Sebagai Ketua (Komisaris)
• Gunarni Soeworo
Sebagai Anggota (Komisaris Independen)
• Mahmuddin Yasin
Sebagai Anggota (Komisaris)
• Group Head Compliance Sebagai Sekretaris (ex-officio) – Non Voting Member
Tugas dan Tanggung Jawab Komite GCG
1. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris mengenai arah
kebijakan dan perbaikan implementasi prinsip-prinsip GCG
yang dapat diterapkan di dalam perusahaan.
2. Mengawasi efektivitas implementasi GCG yang dilakukan
oleh Direksi dalam upaya membangun Corporate Image
serta budaya patuh (Sense of Complying) yang dilaksanakan
oleh seluruh jajaran Bank di setiap unit kerja secara total
(Total Quality Compliance – TQC) sehingga memberikan
iklim bisnis yang sehat dan lingkungan kerja yang kondusif.
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait
dengan kewajiban perusahaan dalam memperhatikan dan
mengakomodasi kepentingan Pemegang Saham Minoritas
(Minority Shareholder) dengan berpedoman pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Memastikan bahwa proses nominasi calon Dewan
Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif telah dilaksanakan
berdasarkan kualifikasi yang jelas, proses seleksi yang
transparan serta memenuhi ketentuan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Memastikan bahwa perusahaan memiliki kebijakan evaluasi
kinerja bagi masing-masing anggota Dewan Komisaris,
anggota Direksi dan Pejabat Eksekutif yang pelaksanaannya
dilakukan secara transparan, dan dikaitkan dengan paket
dan struktur remunerasinya.
6. Memastikan bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi
memiliki komitmen untuk menghindari segala bentuk
benturan kepentingan (conflict of interest), perangkapan
jabatan dan perilaku insider trading sebagaimana dilarang
oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7. Menjaga Rahasia Bank dan kerahasiaan atas seluruh
dokumen dan segala sesuatu yang berhubungan dengan
pelaksanaan tugas Komite.
8. Melaporkan hasil kegiatan Komite GCG kepada Dewan
Komisaris untuk dituangkan dalam Laporan Tahunan Bank.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk membangun budaya patuh (sense of complying) terhadap
regulasi, Komite GCG telah menyusun program kerja 2009 dan telah melakukan monitoring pemenuhan ketentuan BI
mengenai GCG sebagai sebagai berikut:
1. Menindaklanjuti Hasil Penilaian Implementasi GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dalam
CGPI 2007 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) pada akhir tahun 2008.
Hasil penilaian implementasi GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dalam Corporate
Governance Perception Index (CGPI) 2007 yang pelaksanaannya diadakan pada akhir tahun 2008 telah dilaporkan
kepada Komisaris Utama vide surat No.COM.GCG/002/2009 tanggal 29 Januari 2009.
2. Rating GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Sehubungan keikutsertaan Bank Mandiri
dalam Good Corporate Governance Perception Index 2008 (CGPI 2008) yang diselenggarakan oleh IICG.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
91
92
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
3. Melaksanakan sosialisasi GCG di Kantor-kantor Wilayah.
4. Memonitor pelaksanaan self assessment, dalam rangka memenuhi PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan PBI
No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, telah dilakukan penyusunan self
assessment penerapan Good Corporate Governance. Penyusunan tersebut antara lain dapat dipergunakan sebagai sarana
untuk mengidentifikasi penerapan Good Corporate Governance sekaligus untuk menyusun langkah korektif maupun
rencana tindak lanjut yang diperlukan. Untuk periode tahun 2009, hasil pembobotan menunjukkan nilai Komposit 1,1
dengan predikat “Sangat Baik”.
Frekuensi Rapat Komite GCG
Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
% Kehadiran
Muchayat
1
1
0
100 %
Gunarni Soeworo 1
1
0
100 %
Mahmuddin Yasin
1
0
1
0%
Group Head Compliance
1
1
0
100 %
Keterangan :
Rapat komite sekurang-kurangnya dihadiri
oleh 2/3 dari jumlah anggota komite dan
harus dihadiri oleh Ketua Komite. Pengambilan keputusan harus disetujui oleh lebih
dari ½ dari jumlah anggota komite yang
hadir.
KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
KOMITE AUDIT
Ketua
: Gunarni Soeworo Anggota
: Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Soekarno
(Komisaris Independen)
(Komisaris Independen)
(Pihak Independen)
(Pihak Independen)
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Ketua
: Soedarjono Anggota
: Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja
Group Head Market
& Operational Risk (Komisaris Independen)
(Komisaris Independen)
(Komisaris Independen)
(Pihak Independen)
KOMITE
REMUNERASI &
NOMINASI
Ketua
: Edwin Gerungan Anggota
: Muchayat Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Group Head Human Capital (Komisaris Independen)
(Komisaris)
(Komisaris Independen)
(Komisaris Independen)
(Komisaris Independen)
(Komisaris)
(Sebagai Sekretaris ex-officio Non Voting Member)
KOMITE GOOD
Ketua
: Muchayat
CORPORATE
Anggota
: Gunarni Soeworo
GOVERNANCE Mahmuddin Yasin
Group Head Compliance
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
(Sebagai sekretaris ex-officio Non Voting Member)
(Komisaris)
(Komisaris Independen)
(Komisaris)
(Sebagai Sekretaris ex-officio Non Voting Member)
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
D.direksi
Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan
perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai
dengan anggaran dasar.
Susunan Anggota Direksi
• Agus Martowardojo
• I Wayan Agus Mertayasa
• Zulkifli Zaini
• Sasmita • Abdul Rachman
• Sentot A. Sentausa
• Bambang Setiawan
• Riswinandi
• Thomas Arifin
• Budi G. Sadikin
• Ogi Prastomiyono
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur Commercial Banking
Direktur Technology & Operations
Direktur Special Asset Management
Direktur Risk Management
Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Direktur Corporate Banking
Direktur Treasury & International Banking
Direktur Micro & Retail Banking
Direktur Compliance & Human Capital
Selain itu, dalam menjalankan tugasnya Direksi dibantu oleh EVP Coordinator dengan susunan anggota sebagai berikut
Pahala N. Mansury
Haryanto T. Budiman
Mansyur S. Nasution
Riyani T. Bondan
EVP Coordinator Finance & Strategy; Chief Financial Officer
EVP Coordinator Change Management Office
EVP Coordinator Consumer Finance
EVP Coordinator Internal Audit
Tugas dan tanggung jawab Direksi
I. Direktur Utama
1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan
sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan
keputusan RUPS Perseroan dengan mengindahkan ketentuan
yang berlaku.
2. Mengkoordinasikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas
yang berhubungan dengan unit Bisnis dan unit Supporting
meliputi Direktorat Corporate Banking, Direktorat Commercial
Banking, Direktorat Micro & Retail Banking, Direktorat
Consumer Finance, Direktorat Treasury & International
Banking, Direktorat Spesial Asset Management, Direktorat
Risk Management, Direktorat Technology & Operations,
Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care,
Direktorat Compliance & Human Capital, Direktorat Finance
& Strategy, Direktorat Change Management Office, dan
Direktorat Internal Audit agar berjalan dengan lancar, efektif
dan efisien.
3. Mengarahkan dan mensupervisi Direktorat-Direktorat
dibawahnya berkoordinasi dengan Wakil Direktur Utama,
secara berkesinambungan dalam melaksanakan tugas-tugas
yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap
pada jalur strategi jangka panjang Perseroan dan menangani
persaingan dalam pasar.
4. Mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan
untuk memenuhi tantangan persaingan pasar dengan
mendorong business unit memasarkan produk dan jasa
dengan lebih dinamis dan kompetitif.
5. Meningkatkan citra Perseroan baik di tingkat nasional
maupun internasional dan turut membina hubungan baik
dengan bank-bank koresponden, investment bank, lembaga
keuangan, nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri
maupun luar negeri.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
93
94
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
6. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya
untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan
tujuannya.
8. Bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila bersalah
atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan
dan usaha Perseroan.
7. Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab
menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan
dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
9. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi
serta mewakili Perseroan, dan untuk perbuatan tertentu atas
tanggung jawabnya sendiri, berhak mengangkat seorang
atau lebih sebagai wakil atau kuasanya, dengan memberikan
kepadanya atau kepada mereka kekuasaan untuk perbuatan
tertentu tersebut yang diatur dalam surat kuasa.
II. Wakil Direktur Utama
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Membantu Direktur Utama dalam memimpin dan
mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta
sosialisasi kebijakan seluruh bidang yang dikoordinasi.
b. Membantu Direktur Utama dalam memimpin dan
mengarahkan penyusunan business plan dan action plan
jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar
sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memastikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas
yang berhubungan dengan Direktorat Spesial Asset
Management, Direktorat Corporate Banking, Direktorat
Commercial Banking, Direktorat Micro & Retail Banking,
Direktorat Consumer Finance, Direktorat Treasury &
International Banking, Direktorat Compliance & Human
Capital, Direktorat Risk Management, Direktorat Finance &
Strategy, Direktorat Technology & Operations, Direktorat
Change Management Office, dan Corporate Secretary
Group agar berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta
terkoordinasi dengan baik.
b. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan dan
mensupervisi Direktorat-direktorat dan Group-group di
bawahnya secara berkesinambungan dalam menjalankan
tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang
Perseroan dan menangani persaingan dalam pasar.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
c. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan prosesproses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi
tantangan persaingan pasar dengan mendorong business
unit memasarkan produk dan jasa dengan lebih dinamis
dan kompetitif.
d. Membantu Direktur Utama dalam meningkatkan citra
Perseroan baik di tingkat Nasional maupun International
dan turut membina hubungan baik dengan bank-bank
koresponden, investment bank, lembaga keuangan,
nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri maupun
luar negeri.
e. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya
untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud
dan tujuannya.
f. Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab
menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha
Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
g. Bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila bersalah
atau lalai menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan
usaha Perseroan.
h. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama
Direksi serta mewakili Perseroan dalam hal Direktur Utama
tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun, hal
mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
III. Direktur Commercial Banking
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Commercial Banking dan bertindak sebagai pembina PT.
Bank Syariah Mandiri.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan seluruh
fungsi kerja Jakarta Commercial Sales Group dalam
mengembangkan dan memasarkan produk dan aliansi
sehingga lebih marketable dan profitable.
b. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan
seluruh fungsi kerja Regional Commercial Sales 1
Group, Regional Commercial Sales 2 Group dalam
mengembangkan dan memasarkan produk dan aliansi
sehingga lebih marketable dan profitable.
c. Mengarahkan dan mengkoordinasikan fungsi kerja
Wholesale Product Management Group dalam
mengembangkan produk sehingga menciptakan produk
dan kebijakan yang kompetitif.
3 Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Commercial Banking, termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
IV. Direktur Technology & Operations
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Technology & Operations.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Mengkoordinasi perumusan kebijakan yang berhubungan
dengan Technology & Operations.
b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya
secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing
agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan
dan Direktorat Technology & Operations.
c. Mengembangkan Information Technology untuk
bekerja sebagai mitra bisnis dengan seluruh unit kerja
organisasi Perseroan dan memastikan bahwa Perseroan
telah mempunyai solusi teknologi yang paling tepat
untuk situasi saat ini dan kebutuhan bisnis di masa
mendatang melalui perencanaan teknologi informasi
yang efektif dan efisien, pengembangan, pencapaian,
pengimplementasian, pemeliharaan dan dukungan yang
berkelanjutan.
d. Mengarahkan aktivitas Pengadaan, maintenance,
warehousing and archiving, service and facilities agar
efektif dan efisien serta memastikan dokumen-dokumen
Perseroan tersimpan dengan aman dan dapat dicari
kembali dengan cepat dan efisien.
3. Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi Pejabat di Direktorat Technology & Operations,
termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/
rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan
Direktur Bidang Compliance & Human Capital.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
95
96
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
V. Direktur Special Asset Management
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Special Asset Management.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
c. Mengkoordinir penetapan ukuran-ukuran kinerja dan
sasaran tahunan, sasaran jangka menengah, serta jangka
panjang bidang credit recovery dan asset management
serta meyakini bahwa penetapan ukuran dan sasaran
tersebut disusun sesuai dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta
strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional
recovery & restrukturisasi untuk jangka pendek, jangka
menengah dan jangka panjang secara komprehensif.
b. Mengkoordinir upaya penyehatan kredit bermasalah
melalui usaha-usaha restrukturisasi dan recovery, baik
dilakukan secara internal maupun melalui kerjasama
dengan pihak ketiga.
c. Mengkoordinir penyusunan rekomendasi
penghapusbukuan atas kredit bermasalah dilakukan
secara tepat waktu.
d. Mengkoordinir pengelolaan dan penagihan kredit
ektrakomtabel.
e. Memaksimalkan kepentingan Perseroan dalam hubungan
dengan pihak ketiga (BI, BPK, Departemen Keuangan,
Kementerian BUMN).
f. Mengkoordinir tindak lanjut pemindahan kredit
bermasalah dari unit bisnis kepada unit recovery dan
pengembalian kredit bermasalah dari unit recovery kepada
unit terkait dengan lancar dan tepat waktu.
g. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan
yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang
berkaitan dengan bidang Asset Management.
h. Memimpin dan mengkoordinasi aktivitas recovery &
restrukturisasi secara agresif sesuai kebijakan Perseroan.
3. Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Special Asset Management, termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
VI. Direktur Risk Management
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Risk Management.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2. Kegiatan Operasional.
a. Mengkoordinasi perumusan kebijakan yang berhubungan
dengan Risk Management.
b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya
secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing
agar tetap pada jalur strategi bank.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
c. Mengembangkan organisasi kerja Risk Management
sehingga Perseroan memiliki policy, prosedur dan metode
yang handal dalam menerapkan risk management.
business unit dapat memasarkan produk dan jasa dengan
dinamis dan kompetitif.
3. Sumber Daya Manusia.
d. Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan
melekat pada semua unit kerja organisasi Risk
Management.
e. Mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan
untuk memenuhi tantangan persaingan pasar agar
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi Pejabat di Direktorat Risk Management, termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
VII.Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Corporate Secretary, Legal & Customer Care.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta
pelaksanaan business plan serta action plan jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam
Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care agar
sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Mengkoordinasi serta memimpin penyusunan dan
pelaksanaan strategi komunikasi Perseroan dalam arti
luas dalam upaya menjaga dan mempertahankan reputasi
Perseroan sebagai perusahaan terbuka.
b. Mengarahkan terlaksananya keterbukaan informasi
Perseroan baik dalam bentuk public expose maupun
bentuk-bentuk keterbukaan informasi lainnya dengan
mengacu pada ketentuan perundang-undangan, Peraturan
Bank Indonesia, Peraturan Bapepam-LK, dan Peraturan
Bursa Efek Indonesia.
c. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor
penyelenggaraan Corporate Action serta kegiatan internal
Perseroan lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada
pelaksanaan kegiatan sebagaimana tercatat dalam
Calendar of Event maupun kegiatan lain berupa rapat-rapat
intern Perseroan.
d. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor Brand
Standardization melalui Brand Implementation pada point
of contract yang utama.
e. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor
penanganan permasalahan hukum yang bersifat
kompleks dan/atau bankwide melalui pemberian advis
hukum kepada unit kerja, manajemen maupun dengan
mengoptimalkan legal officer.
f. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor legal
action secara efektif melalui penanganan perkara secara
terintegrasi dengan target yang jelas.
g. Meyakini dan mengkoordinasikan bahwa penyusunan
kebijakan, manual, Standar Operating Procedures maupun
keputusan yang diterbitkan oleh Perseroan telah sesuai
dengan best industry practice, memiliki basis hukum yang
memadai dan memenuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta tidak melanggar prinsip kehati-hatian.
h. Mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan-kegiatan
implementasi Budaya Taat Hukum (Law as a second
Nature) yang dilakukan di dalam lingkungan Perseroan.
i. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan
strategi service Perseroan, konsolidasi komunikasi dan
program-program internal untuk meningkatkan kualitas
layanan kepada nasabah.
j. Mengkoordinasikan dan mengarahkan optimalisasi
penggunaan data nasabah untuk mendukung aktivitas
bisnis Perseroan.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
97
98
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
k. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan serta
pengelolaan prosedur penanganan keluhan maupun
sengketa nasabah.
n. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pencapaian kinerja
Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care.
3. Sumber Daya Manusia.
l. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan serta
evaluasi corporate culture, sehingga senantiasa dapat
mendukung pencapaian tujuan bank.
m.Mengarahkan dan memastikan implementasi standar
layanan, perilaku dan nilai-nilai budaya perusahaan telah
sesuai dengan program transformasi budaya Perseroan.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia
Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care,
termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi,
pembinaan, dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur
Bidang Compliance & Human Capital.
VIII. Direktur Corporate Banking
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Corporate Banking dan bertindak sebagai pembina PT.
Mandiri Sekuritas (Perusahaan Anak).
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta
strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional
Corporate Banking untuk jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang secara komprehensif.
b. Memimpin dan mengarahkan serta mensupervisi
group-group dibawahnya serta anak perusahaan yang
menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan
dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan
bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan
Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam
bidang Corporate Banking.
c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan
yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang
berkaitan dengan bidang Corporate Banking.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi
pengembangan serta penawaran produk-produk
Corporate Banking yang terbaik, dan memastikan bahwa
pengembangan serta penawaran tersebut merupakan
produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
e. Memimpin dan mengkoordiansi pengaturan produk
Corporate Banking secara agresif dengan mengindahkan
kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi
produk-produk Corporate Banking sesuai dengan riset
pasar dan segmen nasabah.
g. Melakukan pembinaan hubungan dengan nasabah
melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek
nasabah secara berkala.
3. Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Corporate Banking, termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
IX. Direktur Treasury & International Banking
d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi
pengembangan serta penawaran produk-produk Treasury
& International Banking yang terbaik, dan memastikan
bahwa pengembangan serta penawaran tersebut
merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing
tinggi.
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Treasury & International Banking dan bertindak sebagai
pembina BMEL (Perusahaan Anak).
e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk
Treasury & International Banking secara agresif dengan
tetap mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip
kehati-hatian.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi
produk-produk Treasury & International Banking sesuai
dengan riset pasar dan segmen nasabah.
a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan
serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan
operasional Treasury & International Banking untuk jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara
komprehensif.
b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group di bawahnya
serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya
secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing
agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani
persaingan pasar dalam bidang Treasury & International
Banking sesuai kebijakan Perseroan.
c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan
yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar
yang berkaitan dengan bidang Treasury & International
Banking.
g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk
dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam
bidang Treasury & International Banking secara benar.
h. Bertindak sebagai Direktur Pengganti sesuai dengan
ketentuan Tata Tertib Direksi.
3. Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Treasury & International Banking,
termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi,
pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur
Bidang Compliance & Human Capital.
X. Direktur Micro & Retail Banking
2. Kegiatan Operasional.
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Micro & retail Banking dan bertindak sebagai pembina
PT. AXA Mandiri Financial Services dan PT. Mandiri
Manajemen Investasi.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan
serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan
operasional Micro & Retail Banking untuk jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara
komprehensif.
b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya
serta anak perusahaan yang menjadi tanggung
jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
99
100
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk
dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam
bidang Micro & Retail Banking secara benar.
tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta
menangani persaingan pasar dalam bidang Micro & Retail
Banking.
h. Mengkoordinasi dan mengarahkan kebijakan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS).
c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan
yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang
berkaitan dengan bidang Micro & Retail Banking.
d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi
pengembangan serta penawaran produk-produk Micro
& Retail Banking yang terbaik, dan memastikan bahwa
pengembangan serta penawaran tersebut merupakan
produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
i. Bertindak sebagai Direktur Pengganti sesuai dengan
ketentuan Tata Tertib Direksi.
3. Sumber Daya Manusia.
e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Micro
& Retail Banking secara agresif dengan mengindahkan
kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Micro & Retail Banking, termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif advertising
dan promosi produk-produk Micro & Retail Banking sesuai
dengan riset pasar dan segmen nasabah.
XI. Direktur Compliance & Human Capital
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Compliance & Human Capital.
b. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi
dalam pelaksanaan system perekrutan, penempatan,
mutasi, dan pengembangan pegawai untuk jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara
komprehensif.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
c. Mengarahkan dan mengkoordinasikan kebijakan
hubungan kerja yang produktif antara Bank dengan
pegawai baik secara individu maupun Unit Kerja.
c. Mengkoordinasikan penetapan Peraturan Dana Pensiun
beserta perubahannya, penunjukan serta pemberhentian
Pengurus dan Dewan Pengawas, selaku Direktur yang
membawahi Dana Pensiun Bank Mandiri.
d. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan dan
evaluasi corporate culture, sehingga senantiasa dapat
mendukung pencapaian tujuan Bank.
2. Kegiatan Operasional.
a. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan
prinsip-prinsip good corporate governance.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
e. Mengkoordinasi dan mengarahkan pelaksanaan system
training sesuai kebutuhan bank yang disajikan dengan
produktifitas dan kualitas yang tinggi.
f. Menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk
memastikan Bank telah memenuhi seluruh peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
g. Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak
menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
h. Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap
seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Bank
kepada Pihak Eksternal.
i. Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi
dari auditor internal dan/atau auditor eksternal, hasil
pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan
otoritas lainnya.
j. Mengarahkan dan mencegah Direksi lainnya agar tidak
menempuh kebijakan dan/atau menetapkan keputusan
yang menyimpang dari peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
k. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan
incentive system, benefits, dan compensation dapat
berjalan dengan baik.
m.Mengkoordinasikan dan mengarahkan kebijakan, manual
SOP maupun keputusan yang diterbitkan oleh Bank
sehingga memenuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku dan tidak melanggar prinsip kehati-hatian
serta sesuai dengan best industry practice.
n. Mengkoordinasikan pencapaian kinerja Direktorat
Compliance & Human Capital.
3. Sumber Daya Manusia.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi Pejabat di Direktorat Compliance & Human
Capital, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi,
mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan.
b. Memantau pelaksanaan penyampaian kebijakan Bank
yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada
jajaran Pegawai.
l. Melakukan tugas selaku anggota Personnel Policy
Committee yang diangkat sebagai Wakil Ketua II dan
menjadi anggota non voting member untuk komitekomite yang dibentuk di bawah koordinasi Direksi.
XII. Executive Vice President – Koordinator Finance & Strategy/ Chief Financial Officer (CFO)
1. Kebijakan dan strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Finance & Strategy.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memimpin dan mengarahkan strategi bisnis, tujuan dan
target financial jangka panjang, jangka menengah, dan
jangka pendek Bank Mandiri secara komprehensif.
b. Memimpin dan mengkoordinasikan fungsi kerja Investor
Relations dalam rangka melakukan komunikasi keuangan
kepada investor secara efektif, efisien, transparan,
akuntabel, tepat waktu, dan meningkatkan kualitas
laporan tahunan Perseroan sebagai perusahaan public.
c. Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan
pelaporan (Accounting) agar memiliki sistem keuangan
dengan pengawasan, kebijaksanaan, dan prosedur yang
tepat untuk dapat menghasilkan informasi keuangan
dan MIS yang tepat waktu, lengkap konsisten, handal dan
terukur.
d. Mengarahkan dan memimpin aktivitas procurement,
maintenance, warehousing, servis dan fasilitas agar efektif
dan efisien, serta memastikan dokumentasi procurement
tersimpan dengan aman dan tertib serta efisien.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
101
102
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
e. Mengarahkan dan memimpin pembelian, pemeliharaan,
dan penjualan fixed asset (kecuali yang tidak aktif
digunakan oleh Bank) secara efektif dan efisien serta
dilaksanakan dengan transparan.
3. Sumber Daya Manusia.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM di bawah
koordinasi Pejabat di Direktorat Finance & Strategy termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan,
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
XIII. Executive Vice President – Koordinator Change Management Office
1. Kebijakan dan Strategi.
e. Memonitor dan mengarahkan program aliansi strategis,
Corporate Culture dan Branding agar implementasinya
dapat diselesaikan tepat waktu, efisiensi dan memberi
manfaat yang sesuai.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat
Change Management Office.
f. Memimpin penyusunan analisa studi kelayakan dan
project brief (termasuk analisa profitabilitas) potensi
sinergi program aliansi strategis antar business unit.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
g. Memimpin dan mengkoordinasi inisiatif strategis baik
dari sisi waktu, biaya dan relaisasi manfaat sesuai dengan
project charter.
2. Kegiatan Operasional.
a. Memimpin dan mengarahkan evaluasi terhadap para calon
legal, financial dan valuation specialist.
b. Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan reorganisasi
pembentukan SBU dalam Direktorat maupun dengan unit
lain di Bank Mandiri.
h. Memimpin inisiatif yang berhubungan dengan
pertumbuhan inorganic (merger & akuisisi).
3. Sumber Daya Manusia.
c. Melakukan koordinasi implementasi reorganisasi
pembentukan SBU dengan konsultan manajemen.
d. Merekomendasikan implikasi reorganisasi pembentukan
SBU pada kebijakan Human Resources serta penyelarasan
tenaga kerja yang dibutuhkan.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi Direktorat Change Management Office termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan
dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang
Compliance & Human Capital.
XIV. Executive Vice President – Koordinator Consumer Finance
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi,
pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang
Consumer Finance.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
2. Kegiatan Operasional.
pengembangan serta penawaran tersebut merupakan
produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta
strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional
Consumer Finance untuk jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang secara komprehensif.
e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk
Consumer Finance secara agresif dengan mengindahkan
kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group di bawahnya
serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya
secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta
menangani persaingan pasar dalam bidang Consumer
Finance.
c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan
yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang
berkaitan dengan bidang Consumer Finance.
f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi
produk-produk Consumer Finance sesuai dengan riset
pasar dan segmen nasabah.
g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk
dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam
bidang Consumer Finance.
3. Sumber Daya Manusia.
d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi
pengembangan serta penawaran produk-produk
Consumer Finance yang terbaik, dan memastikan bahwa
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
koordinasi bidang Consumer Finance, termasuk mengusulkan
rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan
melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance &
Human Capital
XV. Executive Vice President – Koordinator Internal Audit
1. Kebijakan dan Strategi.
a. Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan
mengendalikan strategi kegiatan Internal Audit dengan
penekanan pada bidang/aktivitas yang mempunyai risiko
tinggi serta mengevaluasi prosedur/control system yang
ada untuk mencapai sasaran yang konsisten dengan
Internal Audit Charter dan tujuan Bank.
b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan
serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang Direktorat Internal Audit agar sejalan
dengan kebijakan Perseroan.
2. Kegiatan Operasional.
a. Menjamin terselenggaranya evaluasi dan peran aktif
Internal Audit dalam meningkatkan efektivitas Sistem
Pengendalian Intern secara berkesinambungan berkaitan
dengan pelaksanaan operasional Bank dalam pencapaian
sasaran yang telah ditetapkan oleh manajemen.
b. Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisa
dan evaluasi terhadap usulan atau kebijakan mengenai
sistem dan prosedur yang baru untuk memastikan bahwa
kebijakan sistem dan prosedur tersebut telah mencakup
aspek-aspek pengendalian intern.
c. Menilai penerapan manajemen risiko PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. dengan mengkaji ulang penilaian risiko
(laporan profil risiko) yang dihasilkan oleh satuan kerja
manajemen risiko, membantu mengidentifikasi dan
mengevaluasi risiko serta memberikan rekomendasi dan
solusi peningkatan kualitas Manajemen Risiko.
d. Membantu memberikan assurance mengenai penerapan
governance dengan melakukan penialaian dan
memberikan rekomendasi dan solusi untuk memperbaiki
governance process.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
103
104
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
h. Melaporkan pelaksanaan tugas dan tangung jawab
Internal Audit kepada pihak intern dan ekstern sesuai
ketentuan yang berlaku.
e. Mengevaluasi kecukupan pelaksanaan tindak lanjut
perbaikan yang telah dilakukan oleh Auditee untuk
meyakini sistem pengendalian intern, pengelolaan risiko
dan governance proses telah dilaksanakan secara memadai.
3. Sumber Daya Manusia.
f. Membina, mensupervisi dan mengkoordinasikan Regional
Internal Control (RIC) dengan Internal Audit dalam
menjalankan fungsi pemeriksaan agar terlaksana secara
efektif dan efisien.
g. Mengkoordinir kelancaran pelaksanaan tugas Auditor
Ekstern dan memonitor tindaklanjut hasil Auditor Ekstern.
Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah
supervisi Direktorat Internal Audit termasuk mengusulkan
rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan
melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance &
Human Capital.
FREKUENSI RAPAT DIREKSI
Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran
% Kehadiran
Agus Martowardojo
70
53
17
76 %
I Wayan Agus Mertayasa
70
61
9
87 %
Zulkifli Zaini
70
62
8
89 %
Sasmita
70
61
9
87 %
Abdul Rachman
70
60
10
86 %
Sentot A. Sentausa
70
60
10
86 %
Bambang Setiawan
70
64
6
91 %
Riswinandi
70
58
12
83 %
Thomas Arifin
70
57
13
81 %
Budi G. Sadikin
70
63
7
90 %
Ogi Prastomiyono 70
58
12
83 %
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
PELAKSANAAN TRAINING DIREKSI
Nama
Jenis
Agus Martowardojo
Achieving Breakthrough Service: Leveraging Employee and Customer Satisfaction for Profit and Growth, HBS – MA, USA
I Wayan Agus Mertayasa
Global Strategic Management, HBS – Boston, MA USA & London
Zulkifli Zaini
Executive Program in Strategy & Organization – Palo Alto, CA USA
Sasmita
IMD – Orchestrating Winning Performance, Geneva-Switzerland
Abdul Rachman
Leadership for Senior Executives, HBS - USA
Sentot A. Sentausa
Leadership at the Peak, Center for Creative Leadership, Colorado Spring-USA
Bambang Setiawan
Essential of Leadership London Business School, UK – London, UK
Riswinandi
Leading Change and Organizational Renewal, HBS – Boston, MA, USA
Thomas Arifin
Wharton, Investment Strategies and Portfolio Management – Philadelphia, USA
Budi G. Sadikin
Global Strategic Management, HBS – Boston, MA, USA
Ogi Prastomiyono
Corporate Governance: Effectiveness and Accountability in the Boardroom – Evanston, IL, USA
Pelaksanaan Training/Seminar EVP Coordinator
Nama
Jenis
Pahala N. Mansury
Leadership Forum
Haryanto T. Budiman
Leadership Forum
Seminar John Kotter Asia Tour 2009 – Seattle, London Singapore, The Effective Use of Power, Stanford University, CA, USA
Mansyur S. Nasution
Leadership Forum, High Performance Leadership – Switzerland
Riyani T. Bondan
Leadership Forum, The Looking Glass Experience – Brussels, Belgium
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
105
106
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
E. KOMITE DI BAWAH DIREKSI
Frekuensi Rapat Komite Di Bawah Direksi
Risk & Capital Committee (RCC):
Risk & Capital Committee (RCC) yang terdiri atas 4 (empat) sub komite adalah komite yang dibentuk untuk
membantu Direksi dalam menjalankan fungsi pengendalian sesuai bidang tugas masing-masing sub komite.
Risk & Capital Committee (RCC) terdiri atas 4(empat) sub komite yaitu:
1. Risk Management Committee (RMC)
2. Asset and Liabilities Committee (ALCO)
3. Capital and Investment Committee (CIC)
4. Operational Risk Committee (ORC)
Risk Management Committee (RCC-RMC)
Nama
Jumlah Rapat
Kehadiran
Ketidakhadiran % Kehadiran
PERMANENT VOTING MEMBERS
Agus Martowardojo
7
0
7
0%
I Wayan Agus Mertayasa
7
7
0
100 %
Sasmita
7
5
2
71 %
Sentot A. Sentausa
7
6
1
86 %
Bambang Setiawan
7
4
3
57 %
Pahala N. Mansury
7
6
1
86 %
Haryanto T. Budiman
7
7
0
100 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Zulkifli Zaini
7
6
1
86 %
Abdul Rachman
7
5
2
71 %
Riswinandi
7
5
2
71 %
Thomas Arifin
7
5
2
71 %
Budi G. Sadikin
7
4
3
57 %
Mansyur S. Nasution
7
7
0
100 %
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
7
4
3
57 %
Riyani T. Bondan
7
0
7
0%
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Tugas dan Tanggung Jawab Risk Management Committee (RCC-RMC)
1. Menyetujui dan memutuskan perubahan Kebijakan
Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) untuk
selanjutnya dimintakan pengesahan kepada Direksi dan
Dewan Komisaris.
2.Melakukan penyempurnaan penerapan Manajemen Risiko
secara berkala maupun bersifat insidentil sebagai akibat
dari suatu perubahan kondisi internal dan eksternal Bank
yang mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil
risiko Perseroan.
3.Menetapkan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis
yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities),
seperti keputusan pelampauan ekspansi usaha yang
signifikan dibandingkan dengan rencana bisnis Perseroan
yang telah ditetapkan sebelumnya atau pengambilan
posisi/eksposur risiko yang melampaui limit yang telah
ditetapkan.
4.Menetapkan metodologi Risk Based Pricing, Risk Adjusted
Performance Measurement dan Limit Structure.
5.Menetapkan metodologi perhitungan kecukupan modal
untuk mengcover credit risk, market risk dan operational
risk.
Pada tahun 2009 RCC-RMC telah melakukan pembahasan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan review atas Potensial Future Exposure (PFE).
2. Melakukan review atas kewenangan RCC-RMC.
3. Melakukan review atas Industry Portfolio Classification (Portfolio Guidelines).
4. Menetapkan beberapa penyempurnaan kebijakan diantaranya Standar Prosedur Treasury (SPT), Kebijakan perkreditan Bank Mandiri (KPBM), Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM).
5. Menetapkan beberapa limit yang digunakan dalam mengelola posisi, termasuk limit VAR & limit stress testing.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
107
108
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
ASSETS AND LIABILITIES COMMITTEE (RCC-ALCO)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
PERMANENT VOTING MEMBERS
Agus Martowardojo
15
2
13
13 %
I Wayan Agus Mertayasa
15
12
3
80 %
Zulkifli Zaini
15
14
1
93 %
Abdul Rachman
15
11
4
73 %
Sentot A. Sentausa
15
14
1
93 %
Riswinandi
15
8
7
53 %
Thomas Arifin
15
12
3
80 %
Budi G. Sadikin
15
14
1
93 %
Pahala N. Mansury
15
11
4
73 %
Mansyur S. Nasution
15
14
1
93 %
11
4
73 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Sasmita
15
Bambang Setiawan
15
6
9
40 %
Haryanto T. Budiman
15
11
4
73 %
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
15
7
8
47 %
Riyani T. Bondan
15
2
13
13 %
Wewenang dan Tanggung jawab Assets & Liabilities Committee
secara umum memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk
menetapkan kebijakan, batasan-batasan dan pedoman strategi
pengelolaan assets dan liabilities yang mencakup:
1. Pengembangan, kaji ulang dan modifikasi strategi Assets dan
Liabilities Management (ALM).
2. Evaluasi posisi bank dan strategi ALM guna memastikan
bahwa hasil risk taking position Perseroan telah konsisten
dengan tujuan pengelolaan risiko likuiditas, risiko suku bunga
dan risiko nilai tukar.
3.Kaji ulang penetapan harga (pricing) aktiva dan pasiva untuk
memastikan bahwa pricing tersebut dapat mengoptimalkan
hasil penanaman dana, meminimumkan biaya dana, dan
memelihara struktur neraca Perseroan, sesuai dengan strategi
ALM Perseroan.
4. Kaji ulang deviasi antara hasil actual dengan proyeksi
anggaran dan rencana bisnis Perseroan.
5. Penyampaian informasi kepada Direksi mengenai setiap
perkembangan ketentuan dan peraturan terkait yang
mempengaruhi strategi dan kebijakan ALM.
Pada tahun 2009 RCC-ALCO telah melakukan pembahasan hal-hal sebagai berikut:
1. Perkembangan Kondisi Likuiditas Rupiah dan Valas, safety level likuiditas rupiah dan valas serta core deposit DPK.
2. Penentuan batas early warning Signal (EWS) Rupiah dan Valas yang optimal, dalam mengelola liquiditas.
3.Mereview Suku Bunga DPK Rupiah dan Valas, serta penetapan wewenang memutus untuk special rate.
4. Mereview suku bunga kredit rupiah maupun valas.
5. Pengelolaan Risiko Suku Bunga Kredit Bunga Tetap.
6.Penetapan Suku Bunga Fixed, termasuk untuk mengelola joint financing dan plafond fixed rate tersebut.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Capital & Investment Committee (RCC-CIC)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
PERMANENT VOTING MEMBERS group a
Agus Martowardojo
7
6
1
86 %
I Wayan Agus Mertayasa
7
5
2
71 %
Sentot A. Sentausa
7
5
2
71 %
Pahala N. Mansury
7
7
0
100 %
Haryanto T. Budiman
7
5
2
71 %
PERMANENT VOTING MEMBERS group B
Sasmita
5
5
0
100 %
Abdul Rachman
4
4
0
100 %
Zulkifli Zaini
6
6
0
100 %
Riswinandi
5
5
0
100 %
Budi G. Sadikin
4
4
0
100 %
Thomas Arifin
3
3
0
100 %
Mansyur S. Nasution
5
5
0
100 %
5
0
100 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Bambang Setiawan
5
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
7
7
0
100 %
Riyani T. Bondan
3
3
0
100 %
Keterangan : Jumlah rapat untuk masing-masing group kehadiran sesuai dengan agenda pembahasan
Tugas dan Tanggung Jawab Capital & Investment Committee
(RCC-CIC)
1. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas
rencana penyertaan modal baru dan divestasi untuk
Perusahaan Anak, untuk diajukan ke Rapat Direksi.
2.Melakukan evaluasi dan mengambil keputusan mengenai
tambahan penyertaan modal untuk Perusahaan Anak,
sepanjang penambahan modal tersebut tidak merubah
status menjadi pemilik mayoritas (controlling shareholder)
pada perusahaan anak.
3.Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas
inisiatif strategis pengelolaan permodalan sesuai dengan
strategis dan rencana pertumbuhan Bank Mandiri serta
ketersediaan modal untuk menjaga tingkat kecukupan modal
Bank Mandiri, untuk diajukan ke Rapat Direksi.
4.Melakukan evaluasi berkala atas kinerja keuangan
penyertaan modal pada Perusahaan Anak.
5.Melakukan evaluasi kinerja keuangan dan pengurus
Perusahaan Anak dan memberikan rekomendasi
kepengurusan untuk diajukan ke Rapat Direksi.
6.Menetapkan kebijakan pengelolaan Perusahaan Anak
yang mencakup kebijakan atas supervisi bisnis dan
monitoring kinerja Perusahaan Anak , persetujuan
Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP), Rencana
Jangka Menengah, Rencana Jangka Panjang serta
pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Perusahaan Anak.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
109
110
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
7. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas
rencana alokasi modal dan tambahannya pada Strategic
Business Unit, untuk diajukan ke rapat Direksi.
9.Menetapkan kebijakan dan arahan investasi Dana
Pensiun dalam kedudukan Bank Mandiri sebagai pendiri.
8.Melakukan evaluasi berkala atas kinerja keuangan
penyertaan untuk alokasi modal Strategic Business Unit.
Pada tahun 2009 RCC-CIC telah melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Membahas usulan agenda RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang diajukan oleh perusahaan anak dan selanjutnya
memberikan keputusan atas agenda-agenda yang akan dilaksanakan dalam RUPS/RUPSLB. Agenda-agenda RUPS/RUPSLB
yang diputus dalam Rapat C&IC antara lain pengesahan laporan keuangan, penggunaan saldo laba, pembagian dividen,
penunjukan pengurus perusahaan anak, penunjukan Kantor Akuntan Publik, perubahan anggaran dasar, penetapan
remunerasi dan tantiem pengurus.
2.Memberikan persetujuan atas usulan Arahan Investasi yang baru untuk Dana Pensiun di lingkungan Bank Mandiri dan
sekaligus mencabut Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 115/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan
Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 116/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003
tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Satu, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 117/KEP.DIR/2003 tanggal
31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Dua, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 118/KEP.
DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga, dan Keputusan Direksi
Bank Mandiri No. 119/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri
Empat.
3.Memberikan persetujuan atas rencana penerbitan pinjaman subordinasi rupiah dalam rangka memperkuat struktur
permodalan Bank Mandiri. Bank Mandiri berinisiatif memperkuat struktur permodalan agar ruang gerak Bank Mandiri
menjadi lebih fleksibel dalam menangkap peluang bisnis di masa mendatang. Untuk itu, opsi yang dipilih Bank
Mandiri adalah menerbitkan Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 sebesar Rp3,5 triliun yang dapat
diperhitungkan sebagai modal pelengkap dalam perhitungan CAR.
4.Memberikan persetujuan atas beberapa inisiatif Anak Perusahaan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham
seperti pengambil alihan 2% saham AXA di AMFS.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Operational Risk Committee (RCC-ORC)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
PERMANENT VOTING MEMBERS group A
Agus Martowardojo
8
2
6
25 %
I Wayan Agus Mertayasa
10
8
2
80 %
Sasmita
12
12
0
100 %
Sentot A. Sentausa
12
12
0
100 %
Haryanto T. Budiman
12
8
4
67 %
PERMANENT VOTING MEMBERS group b
Zulkifli Zaini
6
5
1
83 %
Abdul Rachman
8
7
1
88 %
Riswinandi
5
3
2
60 %
Thomas Arifin
6
4
2
67 %
Budi G. Sadikin
9
6
3
67 %
Pahala N. Mansury
8
6
2
75 %
Mansyur S. Nasution
5
5
0
100 %
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS Bambang Setiawan
10
6
4
60 %
Ogi Prastomiyono
11
6
5
55 %
Riyani T. Bondan
10
1
9
10 %
Keterangan : Jumlah rapat untuk masing-masing group kehadiran sesuai dengan agenda pembahasan
Tugas dan Tanggung Jawab Operational Risk Committee
(RCC-ORC)
1. Menyusun dan atau mengubah Kebijakan Operasional
Bank Mandiri (KOBM) untuk selanjutnya dimintakan
pengesahan kepada seluruh Direksi dan Dewan Komisaris.
2.Menetapkan prosedur operasional yang bersifat strategis
berikut perubahan-perubahannya.
3.Memberikan arahan, pengawasan terhadap pelaksanaan
operasional Perseroan yang bersifat strategis.
4.Menetapkan solusi serta pelaksanaan penyelesaian atas
permasalahan Operasional Perseroan yang tidak dapat
diselesaikan pada level di bawahnya.
5.Mendelegasikan sebagian kewenangan yang telah dimiliki
berdasarkan surat keputusan ini kepada Direktur Bidang/
EVP Coordinator dengan hak untuk mendelegasikan
kembali kepada pebajat-pejabat yang ditunjuk secara
berjenjang. Pendelegasian ini tidak meliputi kewenangan
memutus kredit dan atau kewenangan lain yang diatur
secara tersendiri.
6.Menetapkan limit (cadangan) risiko operasional dengan
mempertimbangkan eksposur risiko dan pengalaman
kerugian masa lalu yang diakibatkan oleh risiko operasional
sesuai ketentuan yang berlaku.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
111
112
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Pada tahun 2009, RCC ORC Operational Risk Committee telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
1. Memberikan persetujuan atas tinjauan tarif Transaction Banking.
2. Mereview dan memberikan persetujuan atas Standar Prosedur Operasional (SPO), termasuk untuk aktivitas pengadaan dan
pengelolaan informasi nasabah.
3. Mereview dan memberikan persetujuan atas Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk produk/segment tertentu seperti
SPO Wealth Management, SPO Produk Jasa Capital Market, SPO produk atau aktivitas baru dan SPO produk jasa retail
lainnya.
4. Mereview dan menyetujui SPO untuk pedoman pemeriksaan Internal Audit dan Audit Charter serta berbagai pedoman
lainnya.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Personnel Policy Committee (PPC)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
Permanent Voting Members
Agus Martowardojo
6
6
0
100 %
I Wayan Agus Mertayasa
6
4
2
67 %
Ogi Prastomiyono
6
6
0
100 %
Budi G. Sadikin
6
5
1
83 %
2
67 %
Non - Permanent Voting Members
Pahala N. Mansury
6
4
Haryanto T. Budiman
6
4
2
67 %
Sentot A. Sentausa
1
1
0
100 %
Tugas dan tanggung Jawab Personnel Policy Committee
1. Menetapkan kebijakan pengelolaan Sumber Daya Manusia
(SDM).
11.Menentukan kebijakan arah dari budaya kerja serta
nilai-nilai perusahaan agar sejalan dengan visi, misi dan
strategi perusahaan.
2. Menetapkan kebijakan perencanaan pegawai.
3. Menetapkan kebijakan sistem rekrutmen dan kontrak
pegawai.
4. Menetapkan kebijakan pengembangan dan perubahan
struktur organisasi perusahaan.
5. Menetapkan kebijakan sistem peringkat jabatan (job
grading).
12.Menetapkan kebijakan sistem peraturan disiplin pegawai
dan kebijakan pemberhentian pegawai.
13.Menetapkan kebijakan sistem dan kesejahteraan
pensiunan pegawai.
14.Menetapkan kebijakan arah dan pengembangan Sistem
Informasi Human Capital.
6. Menetapkan kebijakan sistem penilaian pegawai.
15.Menetapkan kebijakan batas kewenangan dalam
menjalankan manajemen Human Capital.
7. Menetapkan kebijakan sistem kompensasi, benefit dan
fasilitas pegawai.
16.Menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan Hubungan
Industrial.
8. Menetapkan kebijakan sistem pelatihan dan
pengembangan pegawai.
17.Menetapkan kebijakan SDM yang berkaitan dengan
Perusahaan Anak Bank Mandiri, Dana Pensiun Bank
Mandiri dan Yayasan terkait Bank Mandiri, serta
Perusahaan Anak dari Perusahaan Anak Bank Mandiri,
Dana Pensiun Bank Mandiri dan Yayasan terkait Bank
Mandiri.
9. Menetapkan kebijakan Sistem Jalur Karir Pegawai,
termasuk kebijakan promosi, mutasi, rotasi dan detasering.
10.Menetapkan kebijakan Talent Management dan Succession
Plan pegawai.
18.Hal-hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan SDM.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
113
114
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Pada Tahun 2009 Personnel Policy Committee (PPC) yang telah melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Menetapkan kebijakan Sumber Daya Manusia, tunjangan penampilan dan tunjangan lokasi zona 3 khusus.
2. Menetapkan kebijakan sistem jalur karir pegawai diantaranya dengan menetapkan Career Progression pimpinan dan
pelaksana, menetapkan kebijakan Local Staff Development Program (LSDP) serta menetapkan kajian Job Grade dan Corporate
Title.
3. Menetapkan program kesehatan pensiunan interim.
4. Menetapkan HC Strategy.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Information Technology Committee (IT-Committee)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
permanent voting member
Agus Martowardojo
6
1
5
17 %
I Wayan Agus Mertayasa
6
4
2
67 %
Sasmita
6
6
0
100 %
Sentot A. Sentausa
6
5
1
83 %
Haryanto T. Budiman
6
5
1
83 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Zulkifli Zaini
6
5
1
83 %
Abdul Rachman
6
4
2
67 %
Bambang Setiawan
6
1
5
17 %
Riswinandi
6
5
1
83 %
Thomas Arifin
6
4
2
67 %
Budi G. Sadikin
6
5
1
83 %
Pahala N. Mansury
6
5
1
83 %
Mansyur S. Nasution
6
5
1
83 %
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
6
3
3
50 %
Riyani T. Bondan
6
4
2
67 %
Tugas Information & Technology Committee
1. Memastikan bahwa IT Strategy Plan tetap konsisten
dengan strategic objectives dari PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk.
4. Memastikan telah disesuaikannya berbagai masalah di
antara bisnis unit yang terkait IT secara efektif, efisien dan
tepat waktu.
2. Memastikan proyek-proyek IT tetap sesuai dengan IT
Strategic Plan, dengan penekanan pada efisiensi dan
efektivitas.
5. Melaporkan kepada rapat Direksi mengenai hasil
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagaimana
diatur dalam Surat Keputusan Direksi.
3. Memastikan proyek-proyek IT dilaksanakan sesuai dengan
project charter yang telah disetujui.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
115
116
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Wewenang dan Tanggung jawab Information & Technology
Committee adalah:
1. Menetapkan kerangka acuan strategis untuk mengelola IT
Resources.
2. Memberi arahan, pengawasan dan keputusan terhadap
perencanaan, pengembangan dan penambahan sistem IT
yang bersifat strategis.
3. Mengajukan kepada Direksi untuk mendapatkan
pengesahan atas IT Strategic Plan dan/atau
perubahannya serta alokasi budget IT Strategic Plan
tersebut.
4. Memonitor proyek-proyek yang terkait IT Strategic Plan.
5. Menyelesaikan masalah-masalah di antara bisnis unit
yang terkait dengan IT yang tidak dapat terselesaikan
pada level proyek.
6. Memutuskan kebijakan dan rencana tindakan atas proyekproyek beserta anggarannya, termasuk atas programprogram dan proyek-proyek dalam ruang lingkup program,
dalam rangka mengamankan asset IT dan meyakinkan
kesinambungan layanan IT.
7. Menetapkan prioritas dan alokasi anggaran IT yang telah
diputuskan oleh Direksi
8. Membentuk, mengubah dan membubarkan Sub-Komite di
bawah Information & Technology Committee.
9. Dalam kapasitasnya sebagai komite, Information &
Technology Committee tidak memiliki kewenangan untuk
bertindak mewakili untuk dan atas nama Perseroan untuk
melakukan pengikatan atau menandatangani perjanjian
dengan pihak ketiga, hal mana harus dilakukan sesuai
dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar.
Pada tahun 2009, IT Committee telah menetapkan hal-hal sebagai berikut:
1. Persetujuan Struktur IT Governance, dengan penambahan Program Steering Committee sebagai sub-komite dari IT
Committee.
2. Persetujuan Program Governance, berikut struktur Program Steering Committee dan 5 (lima) program yang diusulkan
yaitu Wholesale & Retail Payment, High Yield Loan, Information on Demand, Enterprise Risk Management dan Modernisasi
E-Channel.
3. Persetujuan alokasi anggaran untuk inisiatif modernisasi e-channel.
4. Persetujuan alokasi anggaran untuk inisiatif Strategi IT.
5. Persetujuan inisiatif yang perlu dipenuhi dari resource pool.
6. Persetujuan inisiatif IT 2010 yang terdiri dari 7 (tujuh) kelompok utama dan terbagi atas tiga tier yaitu 1A, 1B dan 2.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
WHOLESALE EXECUTIVE COMMITTEE (WEC)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran
Diwakili
Ketidakhadiran % Kehadiran
Permanent Voting Members
Zulkifli Zaini
12
12
0
0
100 %
Riswinandi
12
Thomas Arifin
12
6
1
6
50 %
7
0
5
58 %
Sentot A. Sentausa
12
7
3
5
58 %
Abdul Rachman
12
9
0
3
75 %
Haryanto T. Budiman
12
8
0
4
67 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Wayan Agus Mertayasa
1
1
0
0
100 %
Sasmita 2
2
0
0
100 %
Mansyur S. Nasution
3
3
0
0
100 %
11
8%
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
12
1
11
Tugas dan tanggung Jawab Wholesale Executive Committee
1. Menjalankan fungsi pengendalian dalam menetapkan
strategi dan prosedur pada produk dan aktivitas serta
pendukung dalam bidang wholesale yang meliputi
Corporate Banking, Commercial banking, Treasury &
International Banking, Special Assets Management.
Khusus penetapan strategi dan prosedur yang terkait
produk, aktivitas dan pendukung dalam bidang Small
Business telah tercakup dalam Retail & Support
Executive Committee sedangkan pengelolaan dan
supervisinya tetap berada di Direktorat Commercial
Banking.
2.Menetapkan dan memutuskan masalah-masalah yang
terkait lintas Direktorat terkait dengan Performance
Management System (PMS), melalui koordinasi dengan
Direktur Bidang terkait.
3.Menetapkan usulan penyempurnaan Standar Prosedur
Kredit (SPK) Corporate, Commercial, Financial Institution
dan Kantor Luar Negeri.
4.Menetapkaan hal-hal terkait dengan sistem dan prosedur
pada bidang wholesale yang meliputi Corporate Banking,
Commercial banking, Treasury & International Banking,
Special Assets Management termasuk penuangan
kebijakannya dalam Manual Produk dan mengatur
pengembangan serta perubahannya.
5.Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis
terkait dengan bidang wholesale yang meliputi Corporate
Banking, Commercial Banking, Treasury & International
Banking, Special Assets Management dan menetapkan halhal lain terkait dengan bidang wholesale tersebut.
Pada tahun 2009, Wholesale Executive Committee telah menetapkan berbagai hal termasuk:
1. Memberikan persetujuan beberapa produk baru seperti Mandiri Giro Escrow, Mandiri Giro Premier, dan Mandiri Giro Solusi.
2. Persetujuan Produk Kredit Agunan Deposito.
3. Persetujuan Produk Mandiri Bilateral Trade financing.
4. Persetujuan Produk Mandiri Export Credit Agency.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
117
118
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Retail and Support Executive Committee (RSEC)
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
Permanent Voting Members
Budi G. Sadikin
8
8
0
100 %
Sentot A. Sentausa
8
8
0
100 %
Sasmita
8
5
3
63 %
Mansyur S. Nasution
8
7
1
88 %
Pahala N. Mansury
8
8
0
100 %
Haryanto T. Budiman
8
4
4
50 %
6
0
100 %
0
100 %
NON - PERMANENT VOTING MEMBERS
Zulkifli Zaini
6
CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS
Ogi Prastomiyono
8
8
Tugas dan Tanggung Jawab Retail & Support Executive Committee, menjalankan fungsi pengendalian dalam:
1. Menetapkan strategi dan prosedur pada produk dan
aktivitas serta pendukung dalam bidang retail yang
meliputi Micro & Retail Banking, Consumer Finance dan
Small Business dimana pengelolaan dan supervisi Small
Business tetap berada di Direktorat Commercial Banking.
2.Menetapkan standarisasi dan strategi yang terkait dengan
ruang lingkup pengadaan barang dan jasa, general services,
dan real estate yang bersifat bankwide.
3.Menetapkan dan memutuskan masalah-masalah yang
bersifat lintas Direktorat terkait dengan Performance
Management System (PMS) melalui koordinasi dengan
Direktur Bidang terkait.
4.Menetapkan usulan penyempurnaan Standar Prosedur
Kredit (SPK) Small Business, Mikro dan Consumer.
5.Menetapkan hal-hal terkait dengan sistem dan prosedur
pada bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking
dan Consumer Finance serta Small Business termasuk
penuangan kebijakannya dalam Manual Produk dan
mengatur pengembangan serta perubahannya.
6. Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis
terkait dengan bidang retail yang meliputi Micro & Retail
Banking dan Consumer Finance serta Small Business dan
menetapkan hal-hal lain yang terkait dengan kebijakan
bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking dan
Consumer Finance serta Small Business.
Pada tahun 2009, Retail & Support Executive Committee telah membahas berbagai hal antara lain:
1. Penyempurnaan Organisasi Retail & Support Executive Committee.
2. Penyempurnaan Manual Produk Kredit Mikro.
3. Penyempurnaan SPK Small Business, SPK Micro Business dan SPK Consumer.
4. Revisi Ketentuan Kredit Wirausahawan Mandiri (KWM) serta Kredit Multiguna Usaha (KMU).
5. Program Pengembangan Cluster Bisnis Cikarang Jababeka.
6. Progress Report Scoring untuk program cross sell kartu kredit.
7. Pembentukan Mandiri Micro Unit (MMU).
8. Program Branch Contest 2009.
9. Produk Kredit Tanaman Semusim.
10.Reformat dan revisi Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).
11. Review Program Referral Mandiri Tunas Finance.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
BRAND COMMITTEE
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
Permanent Voting Members
Bambang Setiawan 9
9
0
100 %
Abdul Rachman
9
5
4
56 %
Budi G. Sadikin
9
8
1
89 %
Pahala N. Mansury
9
8
1
89 %
Haryanto T. Budiman
9
5
4
56 %
Tugas dan Tanggung Jawab Brand Committee
1. Menjalankan fungsi pengendalian dalam menetapkan
strategi komunikasi dan implementasi corporate brand dan
product brand.
2. Menetapkan penyelesaian masalah yang melibatkan lintas
Direktorat terkait dengan implementasi brand, melalui
koordinasi dengan Direktur bidang terkait.
3. Menetapkan strategi implementasi brand, termasuk tetapi
tidak terbatas pada program strategic brand analysis, brand
strategy development, visual identity creation, employee
brand training dan identity implementation.
4. Menetapkan delegasi kewenangan untuk menyetujui atau
memutus desain materi iklan baik Above The Line maupun
Below The Line kepada Group Head Corporate Secretary yang
tidak bersifat strategis dan sudah terdapat dalam brand
guidelines.
5. Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis
terkait dengan implementasi branding di semua touch
point.
6. Menetapkan hal-hal yang terkait dengan strategy dan
implementasi corporate brand dan product brand.
Pada tahun 2009, Brand Committee telah membahas berbagai hal antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pedoman pembuatan logo program, product, product services serta tagline bagi internal Bank Mandiri.
Pengembangan Signage Bank Syariah Mandiri.
Desain dan penggunaan logo Mandiri pada kartu nasabah.
Penambahan dan desain Splash Screen pada Website Bank Mandiri.
Desain street sign dan desain kartu Mandiri debit cobranding.
Standarisasi Penempatan & regulasi wallsign cabang.
Regulasi dan penyempurnaan desain wall tenant sign.
Penyusunan pedoman iklan bersama.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
119
120
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Retail and Support Executive Committee (RSEC)
credit committee
Dalam rangka menjamin pemberian kredit yang prudent
serta sesuai prinsip-prinsip manajemen risiko yang best
practice, Bank Mandiri telah melakukan perombakan
proses pemberian kredit secara fundamental. Setiap
pemberian kredit di segment wholesale harus dilakukan
melalui pembahasan di forum Rapat Komite Kredit
sebagai sarana penerapan four-eye principle serta proses
check and balance antara Bisnis Unit sebagai unit Inisiator
dengan Risk Management selaku Unit Mitigasi Risiko.
Dalam komite tersebut Legal Group dan Compliance Group
juga harus selalu hadir untuk memberikan pendapat
dari sisi legal dan kepatuhan guna memperkuat aspek
independensi, menghindari dominasi salah satu unit,
menghindari conflict of interest dan memastikan
pengambilan keputusan yang objektif dan bebas tekanan.
Rapat Komite Kredit telah berkembang menjadi forum
untuk diskusi guna menguji kelayakan serta validitas
argumentasi proposal kredit secara objektif. Pada tahap
awal proses ini terasa sulit dan membutuhkan waktu yang
panjang. Namun demikian seiring dengan berjalannya
waktu dan semakin tingginya pemahaman organisasi
untuk menyalurkan kredit yang berkualitas, proses
tersebut akhirnya dapat berjalan dengan lebih cepat dan
lancar. Percepatan proses tersebut juga didukung oleh
proses pre-screen target market antara Unit Bisnis dan Risk
Management sejak awal.
Hubungan Dewan Komisaris dan Direksi
Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi adalah
hubungan check and balances untuk kemajuan dan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
kesehatan Bank. Dewan Komisaris dan Direksi sesuai
dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas
kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini
tercermin pada:
1. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip
kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia.
2. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun
sistem pengendalian internal.
3. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang
saham.
4. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar.
5. Terpenuhinya implementasi GCG.
6. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas
manajemen di semua lini organisasi.
Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan
hubungan check and balances tersebut, Dewan Komisaris
dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut:
1. Visi, misi dan corporate values.
2. Sasaran usaha, strategi, rencana jangka panjang maupun
rencana kerja dan anggaran tahunan.
3. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundangundangan, anggaran dasar dan prudential banking
practices termasuk komitmen untuk menghindari segala
bentuk benturan kepentingan.
4. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit
kerja dalam Bank dan personalianya.
5. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu
mendukung tercapainya sasaran usaha Bank.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi diselenggarakan secara rutin untuk membahas
hal-hal yang bersifat strategis.
Frekuensi rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi/EVP Koordinator
Nama
Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran
komisaris
Edwin Gerungan
10
9
1
90 %
Muchayat
10
5
5
50 %
Mahmuddin Yasin
10
8
2
80 %
Soedarjono
10
10
0
100 %
Pradjoto
10
8
2
80 %
Gunarni Soeworo
10
9
1
90 %
Agus Martowardojo
10
8
2
80 %
I Wayan Agus Mertayasa
10
8
2
80 %
Zulkifli Zaini
10
8
2
80 %
Sasmita
10
8
2
80 %
Abdul Rachman
10
9
1
90 %
Sentot A. Sentausa
10
8
2
80 %
Bambang Setiawan
10
8
2
80 %
Riswinandi
10
5
5
50 %
Thomas Arifin
10
7
3
70 %
Budi G. Sadikin
10
9
1
90 %
Ogi Prastomiyono 10
6
4
60 %
Pahala N. Mansury
10
8
2
80 %
Haryanto T. Budiman
10
8
2
80 %
Mansyur S. Nasution
10
6
4
60 %
Riyani T. Bondan
10
8
2
80 %
direksi
EVP Koordinator
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
121
122
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
KOMITE DI BAWAH KOORDINASI DIREKSI
RISK &CAPITAL
COMMITTEE
RISK MANAGEMENT
COMMITTEE (RMC)
ASSET & LIABILITIES
COMMITTEE (ALCO)
CAPITAL &
INVESTMENT
COMMITTEE (CIC)
OPERATIONAL RISK
COMMITTEE (ORC)
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua: Wakil Direktur Utama
Sekretaris : Group Head Credit Risk & policy
I. Anggota Dengan Hak Suara
a.Anggota Tetap
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Technology & Operations
4. Direktur Risk & Management
5. Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care
6. EVP Coordinator Finance & Strategy
7. EVP Coordinator Change Management
Office
b. Anggota Tidak Tetap
Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait
lainnya yang hadir sebagai undangan
II.Anggota Pemberi Kontribusi tanpa Hak Suara
a.Anggota Tetap
b.Anggota Tidak Tetap
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama
Sekretaris : Group Head Market & Operational Risk
I. Anggota Dengan Hak Suara
a. Anggota Tetap
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Commercial Banking
4. Direktur Special Assets Management
5. Direktur Risk Management
6. Direktur Corporate Banking
7. Direktur Treasury & International Banking
8. Direktur Micro & retail Banking
9. EVP Coordinator Finance & Strategy
10.EVP Coordinator Consumer Finance
b. Anggota Tidak Tetap
Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait
lainnya yang hadir sebagai undangan
II.Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa Hak Suara
a. Anggota Tetap
b. Anggota Tidak tetap
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama
Sekretaris : Group Head Strategy &
Performance
I. Anggota Dengan Hak Suara
a.Anggota tetap
Group A : Anggota tetap yang hadir pada
setiap Rapat
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Technology & Operations
4. Direktur Risk Management
5. EVP Coordinator Change Management Office
Group B : Anggota tetap yang hadir sesuai
keterkaitan dengan agenda
1. Direktur Commercial Banking
2. Direktur Technology & operations
3. Direktur Special Assets Management
4. Direktur Corporate Banking
5. Direktur Micro & Retail Banking
6. Direktur Treasury & International banking
7. EVP Coordinator Consumer Finance
b. Anggota Tidak tetap
II.Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara
a.Anggota Tetap
b.Anggota Tidak tetap
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama
Sekretaris 1 : Group Head Market &
Operational Risk
Sekretaris 2 : Group Head Policies, Procedures,
Planning & Architecture
I. Anggota Dengan Hak Suara
a. Anggota Tetap
Group A. Anggota tetap yang hadir pada
setiap Rapat Komite
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Technology & Operations
4. Direktur Risk Management
5. EVP Coordinator Change Management Office
Group B. Anggota tetap yang hadir sesuai
keterkaitan dengan topik
1. Direktur Commercial Banking
2. Direktur Special Assets Management
3. Direktur Corporate Banking
4. Direktur Micro & Retail Banking
5. Direktur Treasury & International Banking
6. EVP Coordinator Finance & Strategy
7. EVP Coordinator Consumer Finance
II. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara
a. Anggota tetap
b. Anggota tidak tetap
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
PERSONNEL POLICY
COMMITTEE (PPC)
INFORMATION
TECHNOLOGY
COMMITTEE (IT
COMMITTEE)
WHOLESALE
EXECUTIVE
Committee (WEC)
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama
Sekretaris 1 : Group Head Human Capital
Services
Sekretaris 2 : Group Head Human Capital
Strategy & Policy
Anggota
:
1. Anggota dengan hak suara
a.anggota tetap
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Compliance & Human Capital
4. Direktur Micro & Retail Banking
b.anggota tidak tetap
1. Direktur Commercial Banking
2. Direktur Technology & Operations
3. Direktur Special Assets Management
4. Direktur Risk Management
5. Direktur Corporate Secretary, Legal and Customer Care
6. Direktur Corporate Banking
7. Direktur Treasury & International
Banking
8. EVP Coordinator Finance & Strategy
9. EVP Coordinator Change Management
Office
10.EVP Coordinator Consumer Finance
2.Anggota tidak tetap tanpa hak suara
EVP Coordinator Internal Audit
3.Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara
a.anggota tetap
b.anggota tidak tetap
Ketua
: Direktur Utama
Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama
Sekretaris : Group Head IT Business
Solutions & Applications
Services
Anggota
:
1. Anggota dengan hak suara
a. anggota tetap
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama
3. Direktur Technology & Operations
4. Direktur Risk Management
5. EVP Coordinator Change Management
Office
b. anggota tidak tetap
1. Direktur Commercial Banking
2. Direktur Corporate Banking
3. Direktur Micro & Retail Banking
4. EVP Coordinator Finance & Strategy
5. EVP Coordinator Consumer Finance
6. Direksi/EVP Coordinator yang terkait
dengan agenda komite, kecuali
EVP Coordinator Internal Audit
2. Anggota tetap tanpa hak suara
Direktur Compliance & Human Capital atau
Group Head Compliance atau Department Head
atau pejabat Compliance Group yang ditunjuk.
3. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara a. anggota tetap
b. anggota tidak tetap
Ketua
: Direktur Commercial Banking
Sekretaris
: Group Head Wholesale Product
Management
I. Anggota yang Memiliki Hak Suara
a. Anggota Tetap
1. Direktur Commercial Banking
2. Direktur Corporate Banking
3. Direktur Treasury & international
Banking
4. Direktur Risk Management
5. Direktur Special Asset Management
6. EVP Coordinator Change Management
Office
b. Anggota Tidak tetap
Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait
lainnya yang hadir sebagai undangan
II.Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara
a. anggota tetap
b. anggota tidak tetap
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
123
124
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
RETAIL & Support
EXECUTIVE
COMMITTEE (RSEC)
Ketua : Direktur Micro & Retail Banking
Sekretaris : Group Head Jakarta Network
I. Anggota Dengan Hak Suara
a.Anggota Tetap
1. Direktur Micro & Retail Banking
2. Direktur Risk Management
3. Direktur Technology & Operations
4. EVP Coordinator Consumer Finance
5. EVP Coordinator Finance & Strategy
6. EVP Coordinator Change Management
Office
b. Anggota Tidak tetap
1. Direktur Commercial Banking
2. Anggota Direksi terkait lainnya yang
hadir sebagai undangan
II. Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara
a.anggota tetap
b.anggota tidak tetap
brand COMMITTEE
Ketua
: Direktur Corporate
(merangkap anggota) Secretary, Legal & Customer Care
Sekretaris : Group Head Corporate
Secretary
Anggota
1. Anggota dengan hak suara
a.anggota tetap
1. Direktur Corporate Secretary, Legal &
Customer Care
2. Direktur Special Asset Management
3. Direktur Micro & Retail Banking
4. EVP Coordinator Finance & Strategy
5. EVP Coordinator Change Management
Office
b. anggota tidak tetap Anggota Direksi
lainnya yang terkait dan hadir sebagai
undangan
2.Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara
a.anggota tetap
b.anggota tidak tetap
CREDIT COMMITTEE
*)Dengan perubahan organisasi per tanggal 11 Januari 2010, maka akan juga mengubah keanggotaan komite.
Corporate Secretary
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
pemodal, Bank Mandiri sebagai perusahaan publik
membentuk Sekretaris Perusahaan yang berperan sebagai
satu-satunya penghubung Bank dengan para investor,
pelaku pasar modal, regulator dan juga para pengamat.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sekretaris Perusahaan memfasilitasi komunikasi yang efektif
dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak
serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank,
BAPEPAM-LK, Bursa Efek Indonesia dan publik.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern
A. FUNGSI KEPATUHAN
Industri perbankan merupakan salah satu industri yang sarat
dengan ketentuan (highly regulated industry) karena berkaitan
dengan jasa pelayanan dan penanganan dana serta kepercayaan
dari nasabah yang menempatkan dananya di bank.
2. Kepatuhan dimaksud tidak hanya terbatas pada apa yang
tertulis secara harfiah, tetapi juga terhadap jiwa dan
semangat yang mendasarinya. Hal ini penting untuk menjaga
reputasi Bank Mandiri sebagai institusi yang bergerak di
bidang jasa keuangan.
Direktur Kepatuhan
Mengacu pada PBI No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999
tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director)
dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank
Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota direksi
sebagai Direktur Kepatuhan, Direktur Utama bersama Dewan
Komisaris dengan persetujuan Bank Indonesia menugaskan
salah satu seorang Direksi sebagai Direktur Kepatuhan.
3. Seluruh jajaran Bank Mandiri bertanggung jawab penuh
secara individu untuk memastikan kepatuhan dalam setiap
kegiatan di bidang masing-masing.
Dengan adanya komitmen tersebut diharapkan spirit kepatuhan
terintegrasi dan dapat menstimulasi seluruh jajaran Bank
Mandiri untuk berbudaya patuh di setiap saat dan dalam segala
hal.
Fungsi kepatuhan dilaksanakan oleh Jajaran Kepatuhan yang
terdiri dari Direktur Kepatuhan, Compliance Group Head dan
Kepala Unit Kepatuhan di Unit Kerja.
Pelaksanaan Kepatuhan tahun 2009
Dalam melaksanakan fungsinya, Jajaran Kepatuhan harus
memegang teguh independensi dalam mengungkapkan
pandangan serta pemikiran tanpa memihak kepada kepentingan
pihak lain, menjunjung tinggi integritas serta tidak menggunakan
informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi/golongan di
luar kepentingan Bank.
2. Mengkaji efektifitas fungsi, tugas dan tanggung jawab QAC guna mengoptimalkan peran QAC sebagai pelaksana fungsi
kepatuhan.
Dalam pelaksanaan kepatuhan, Bank Mandiri mempunyai
komitmen sebagai berikut:
1. Bank Mandiri melaksanakan kepatuhan secara total sehingga
seluruh kegiatannya selalu mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku serta menerapkan
prinsip kehati-hatian.
1. Melaksanakan Forum Quality Assurance & Compliance (QAC).
3. Menyelesaikan pembuatan metodologi rancang bangun
Compliance Risk Management (CRM) dalam rangka
mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang dapat
meningkatkan eksposur risiko kepatuhan, serta melakukan
tindakan korektif yang tepat waktu terhadap potensi
pelanggaran dan ketidakpatuhan terhadap perundangundangan yang berlaku.
4. Melaksanakan Forum Kepatuhan.
b. Fungsi audit intern, efektivitas dan cakupan audit intern dalam menilai seluruh aspek dan unsur kegiatan Bank.
1. Peran dan Fungsi Audit Intern
Audit Intern memiliki peranan yang sangat penting untuk
menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank. Audit
Intern merupakan salah satu unsur sistem pengendalian
intern Bank yang memiliki kesempatan, tantangan, dan
tanggung jawab untuk berperan aktif dalam membantu
pencapaian visi dan misi Bank, melalui peran assurance &
consulting-nya.
Fungsi utama audit intern dilakukan oleh Direktorat Internal
Audit (DIA). Guna mendukung pelaksanaan fungsi audit
intern, DIA dapat meminta bantuan unit/fungsi pemeriksa
lainnya misalnya Regional Internal Control (RIC).
Secara umum pelaksanaan kegiatan Audit Intern Bank
Mandiri selama tahun 2009 telah dilakukan dengan program
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
125
126
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
audit untuk kepentingan assurance dan program consulting
di bidang internal control, risk management dan governance
process.
Selain melaksanakan audit yang merupakan fungsi
assurance, Audit Intern juga mendukung pelaksanaan kerja
yang menjadi fokus Bank Mandiri secara keseluruhan seperti
mendorong pencapaian bisnis, service, efisiensi biaya,
penerapan azas kehati-hatian (prudential banking practices)
dan penerapan good corporate governance.
B. Realisasi Audit Intern
Realisasi audit selama tahun 2009 mencapai 187 (seratus
delapan puluh tujuh) penugasan audit (103,31 % dari target
audit tahun 2009 sebanyak 181 penugasan audit), terdiri
dari:
a. 119 (seratus sembilan belas) unit kerja/aktivitas/produk/
transaksi (assurance).
b. 22 (dua puluh dua) unit kerja/aktivitas/produk/transaksi
(review/consulting).
2. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pekerjaan Audit Intern mencakup semua
area operasi Bank Mandiri sendiri maupun subsidiary/
afiliasinya untuk menentukan kualitas pengendalian intern,
manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan.
c. 8 (delapan) unit kerja/aktivitas/produk/transaksi
(mandatory).
d. 38 (tigapuluh delapan) penugasan khusus.
4.Hasil Temuan Audit
Program audit terhadap keseluruhan audit universe telah
disusun dengan suatu mekanisme yang sistematis dan
konsisten. Prioritisasi audit tertuang dalam annual audit plan
yang disusun atas dasar penilaian risiko secara bankwide
oleh Top Management (Enterprise Risk Assessment/ERA),
ketentuan regulator, arahan management dan Komite
Audit, risk profile, hasil audit yang lalu serta periode terakhir
pelaksanaan audit.
3. Perencanaan dan Realisasi Audit Tahun 2009
A. Rencana Audit Intern
Dari urutan prioritas untuk tahun 2009 Audit Intern
merencanakan 77 (tujuh puluh tujuh) assignment (181
(seratus delapan puluh satu) unit kerja/ aktivitas/ produk/
transaksi), terdiri dari:
a. 51 (lima puluh satu) assurance (122 unit kerja/aktivas/
produk/transaksi).
b. 10 (sepuluh) review/consulting 10 unit kerja/aktivitas/
produk/transaksi.
c. 8 (delapan) penugasan yang sifatnya mandatory (8 unit
kerja/aktivitas/ produk/transaksi).
d. 8 (delapan) penugasan khusus (34 investigasi & 7 review
aktivitas).
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Hasil audit umum dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima)
permasalahan pokok, yaitu Bidang Perkreditan, Kantor
Pusat, Teknologi Informasi, Jaringan Distribusi (Cabang,
KP Pembina Sistem dan Produk), Afiliasi (Perusahaan
Anak & atau terafiliasi) sebanyak 179 (seratus tujuh
puluh sembilan) permasalahan. Selama tahun 2009 telah
dilakukan 38 (tigapuluh delapan) penugasan khusus
dibeberapa unit kerja/aktivitas/produk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
c. Fungsi audit ekstern, efektivitas pelaksanaan audit ekstern dan kepatuhan Bank terhadap ketentuan mengenai hubungan antara Bank, Akuntan Publik dan Bank Indonesia bagi Bank Konvensional
koordinasi tersebut diharapkan dapat dicapai hasil audit
yang komprehensif dan optimal. Koordinasi dapat dilakukan
melalui pertemuan secara periodik untuk membicarakan halhal yang dianggap penting bagi kedua belah pihak.
Pengawasan terhadap Bank Mandiri dilaksanakan oleh
internal auditor dan eksternal auditor. Pengawasan oleh
eksternal auditor dilaksanakan oleh Bank Indonesia, Badan
Pemeriksa Keuangan dan Kantor Akuntan Publik.
Internal Audit bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan
kegiatannya dengan kegiatan eksternal audit. Melalui
d. Jumlah Penyimpangan Internal (internal fraud)
Internal Fraud dalam 1 tahun
Jumlah kasus yang dilakukan oleh
Pengurus
Pegawai Tetap
Pegawai Tidak Tetap
2008 2009 2008 2009
2008
2009
Total Fraud
-
-
9
5
3
4
Telah diselesaikan
-
-
3
5
2
4
Dalam proses penyelesaian di internal Bank
-
-
6
0
1
0
Belum Diupayakan penyelesaiannya
-
-
0
0
0
0
Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum
-
-
3
1
0
1
III. Governance Mechanism
Dalam tahapan ini dilakukan penyempurnaan terhadap
aturan mekanisme kerja di Bank Mandiri yang dituangkan di
dalam kebijakan-kebijakan, standar prosedur dan petunjuk
teknis lainnya yang senantiasa berlandaskan kepada
prinsip-prinsip GCG antara lain : Penyusunan GCG Charter,
Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri, Kebijakan Pengadaan
Barang dan Jasa, Kebijakan Produk, Pedoman Disiplin
Pegawai, dan berbagai kebijakan lainnya.
Selama tahun 2009 Bank Mandiri melakukan review secara
menyeluruh terhadap peraturan-peraturan Internal Bank
Mandiri dengan menyempurnakan Arsitektur Kebijakan dan
Prosedur Bank Mandiri yang telah mendapat persetujuan
Dewan Komisaris dan Direksi melalui rapat gabungan
tanggal 24 Juni 2009, dengan penjelasan sebagai berikut:
A. Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri
Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri disusun dengan tatanan
sebagai berikut:
1. Anggaran Dasar, yang merupakan rujukan tertinggi dalam
penyusunan Kebijakan dan Prosedur.
2. Level Kebijakan, yang bersifat high level terdiri dari
beberapa pembidangan sesuai dengan regulasi tertentu.
3. Level Prosedur, merupakan penjabaran dari Kebijakan yang
mengatur end to end aktivitas secara umum.
4. Corporate Values, terdiri dari Good Corporate Governance,
Code of Conduct, TIPCE dan Business Ethic menjadi dasar
yang menjiwai setiap penyusunan Kebijakan dan Prosedur.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
127
128
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
B. Pengelompokan Kebijakan Bank Mandiri
Terdapat 2 (dua) Pilar Kebijakan yaitu Kebijakan Manajemen
Risiko Bank Mandiri (KMRBM) dan Kebijakan Sistem
Pengendalian Internal Bank Mandiri (KSPIBM) serta 3 (tiga)
kelompok Kebijakan yang bersifat logical terdiri dari:
1. Kelompok Kebijakan Bisnis.
2. Kelompok Kebijakan Operasional.
3. Kelompok Kebijakan Pengendalian.
2. Management meeting, workshop dan rapat kerja yang
dilakukan secara berkala.
3. Media komunikasi antara lain berupa video, majalah
Mandiri, Knowledge Management System (KMS) dan
website Bank Mandiri.
4. Sosialisasi secara langsung baik di Kantor Pusat maupun
Kantor Wilayah, training /kelas-kelas, serta focus group.
5. e-learning modul GCG.
Masing-masing kelompok terdiri dari beberapa Kebijakan yang
mencerminkan aktivitas dari setiap unit kerja.
C. Pengesahan Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri
1. Level Kebijakan disahkan oleh Dewan Komisaris dan
Direksi.
2. Level Prosedur disahkan oleh Direksi.
Dengan disetujuinya Arsitektur Kebijakan dan Prosedur
Bank Mandiri, seluruh ketentuan internal Bank Mandiri tidak
diperkenankan disusun dalam bentuk Surat Edaran (SE),
Standar Operasional Manual (SOM) dan Standard Operating
Procedure (SOP).
iV. Sosialisasi dan Evaluasi
Untuk menjamin terlaksananya implementasi GCG, telah
dilakukan sosialisasi tidak hanya terkait dengan prinsipprinsip GCG, namun termasuk sosialisasi terhadap budaya
perusahaan, inisiatif strategis, dan kebijakan. Sedangkan
dalam rangka monitoring implementasi GCG, Bank Mandiri
melakukan evaluasi. Tujuan dari sosialisasi dan evaluasi
tersebut adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami
dan melaksanakan Visi, Misi dan Strategi serta prinsip-prinsip
GCG dimaksud dengan pemahaman dan standar yang sama di
seluruh jajaran pegawai Bank Mandiri.
A. Tahapan Sosialisasi, dilaksanakan kepada seluruh jajaran
Bank Mandiri maupun stakeholder melalui berbagai cara,
antara lain:
1. Pengarahan Direktur Utama kepada jajaran Senior
Manajemen sampai dengan level pegawai dalam bentuk
kunjungan langsung ke Kantor Wilayah / Unit Kerja
terkait.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
6. Sosialisasi kepada pihak eksternal, antara lain melalui
forum-forum Corporate Governance seperti Komite
Nasional Kebijakan Governance (KNKG), diskusi rutin
yang diselenggarakan oleh Perusahaan-Perusahaan
BUMN dan dalam seminar-seminar GCG berskala nasional
maupun internasional.
7. Sosialisasi mengenai Visi, Misi, Strategi dan implementasi
GCG kepada para stakeholder melalui Annual Report,
sehingga diharapkan implementasi GCG di Bank
Mandiri dapat dengan mudah diketahui oleh seluruh
stakeholders.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan
menumbuhkembangkan prinsip-prinsip GCG kepada
seluruh jajaran dan untuk penerapan GCG di setiap bidang
pekerjaanya di Bank Mandiri, telah dilaksanakan 5 (lima) kali
sosialisasi Good Corporate Governance di Kanwil-kanwil , yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
Tanggal 9 Februari 2009 di Kanwil X – Makassar
Tanggal 14 Februari 2009 di Kanwil IV – Jakarta
Tanggal 19 Februari 2009 di Kanwil VIII – Surabaya
Tanggal 6 Maret 2009 di Kanwil VII – Semarang
Tanggal 14 Maret 2009 di Kanwil V - Jakarta
B. Tahapan Evaluasi
Dalam rangka monitoring implementasi GCG, Bank Mandiri
melakukan evaluasi terhadap proses kerja, monitoring realisai
terhadap target-target yang telah ditetapkan diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Performance Review Bulanan yaitu review bulanan
terhadap performance kinerja masing-masing SBU dan
supporting unit yang dihadiri oleh seluruh Direksi serta
senior management.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
4. Pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris dalam
RUPS setiap tahun.
2. Penilaian Key Performance Indicator (KPI) setiap 6
(enam) bulan sekali, yang dilakukan untuk menilai setiap
pencapaian target yang telah ditetapkan dibandingkan
dengan realisasi pencapaiannya.
5. Pemeriksaan BI khusus GCG yang telah dilakukan pada
tahun 2006, 2007, 2008 dan 2009.
3. Laporan realisasi Rencana Bisnis Bank kepada Dewan
Komisaris dan Bank Indonesia setiap 6 (enam) bulan
sekali.
6. Self Assessment Pelaksanaan GCG sesuai ketentuan BI,
dimana pada tahun 2009 Bank Mandiri memperoleh nilai
komposit 1,1 dengan predikat “Sangat Baik.”
Bank Mandiri menyadari bahwa aspek Good Corporate Governance adalah suatu proses yang berkelanjutan. Dalam upaya
perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG yang baik, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, secara berkala Bank
Mandiri melakukan self assessment terhadap kecukupan pelaksanaan GCG. Berdasarkan hasil self assessment tersebut, nilai
komposit Bank Mandiri adalah 1,1 dengan predikat Sangat Baik. Berikut ini adalah kesimpulan umum hasil self assessment GCG.
No
Aspek yang dinilai
1
Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Bobot (a)
10 %
Peringkat (b) Nilai (a) x (b)
1
0.10
Catatan
Seluruh pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah
memenuhi prinsip-prinsip GCG dan
ketentuan yang berlaku.
2
Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi
20 %
1
0.20
Seluruh pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi telah memenuhi
prinsip-prinsip GCG dan ketentuan yang
berlaku.
3
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite
10 %
1
0.10
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
Komite, kecukupan struktur dan kompetensi telah sesuai dengan prinsipprinsip GCG.
4
Penanganan Benturan Kepentingan
10 %
1
0.10
Bank telah memiliki kebijakan, sistem
dan prosedur penyelesaian benturan
kepentingan.
5
Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank
5 %
1
0.05
Pelaksanaan fungsi kepatuhan Bank dan
independensi Direktur Kepatuhan serta
Satuan Kerja Kepatuhan telah berjalan
sangat efektif.
6
Penerapan Fungsi Audit Intern
5 %
1
0.05
Penerapan fungsi audit intern bank telah
berjalan efektif dan memenuhi pedoman
intern sesuai dengan standar minimum
yang telah ditetapkan dalam SPFAIB.
SKAI telah menjalankan fungsinya
secara independen dan objektif.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
129
130
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
No
7
Aspek yang dinilai
Bobot (a)
Penerapan Fungsi Audit Ekstern
5 %
Peringkat (b) Nilai (a) x (b)
1
0.05
Catatan
Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik
telah efektif dan memenuhi dengan
persyaratan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
8
Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern
7.5 %
2
0.15
Penerapan fungsi manajemen risiko dan
pengendalian intern Bank telah efektif,
sesuai dengan tujuan, ukuran dan
kompleksitas usaha serta risiko yang
dihadapi Bank, namun perlu dilakukan
penyempurnaan sehingga tidak terdapat kelemahan dalam penerapannya.
9
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Debitur dan prosedur tertulis untuk penyediaan
Besar (Large Exposure)
dana kepada pihak terkait dan penye-
7.5 %
1
0.08
Bank telah memiliki kebijakan, sistem
diaan dana besar serta, tidak terdapat
pelanggaran dan pelampauan BMPK.
10
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank, Laporan pelak
keuangan dan non keuangan secara
sanaan GCG dan laporan internal
transparan kepada publik melalui
15 %
1
0.15
Bank telah menyampaikan informasi
homepage Bank dan media yang mudah
diakses. Cakupan informasi keuangan
dan non keuangan tersedia sangat tepat
waktu, lengkap, akurat dan utuh.
11
Rencana Strategis Bank
5 %
1
0.05
Rencana korporasi (corporate plan) dan
rencana bisnis bank (business plan)
disusun secara realistis serta memperhatikan faktor eksternal maupun
internal serta disesuaikan dengan visi
dan misi Bank.
Nilai Komposit
Nilai Komposit < 1.5
1.5 < Nilai Komposit < 2.5
Predikat Komposit
Sangat Baik
Baik
2.5 < Nilai Komposit < 3.5
Cukup Baik
3.5 < Nilai Komposit < 4.5
Kurang Baik
Nilai Komposit > 4.5
Tidak baik
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kesimpulan Umum hasil Self Assessment Pelaksanaan GCG
yang baik, dibuat untuk memenuhi ketentuan sebagaimana
tercantum dalam PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana telah
diubah dengan PBI No.8/14/PBI/2006 dan SE BI No.9/12/DPNP
mengenai Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Hasil Penilaian Rating GCG oleh Penilai Independen - The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG)
Sehubungan keikutsertaan Bank Mandiri dalam Good
Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2008
yang diselenggarakan oleh IICG pada tahun 2009 telah
dilaksanakan beberapa tahapan sebagai berikut:
Dengan pencapaian hasil penilaian tersebut maka pada CGPI
2008 Bank Mandiri telah berhasil mempertahankan prestasi
sebagai Juara Umum 3 (tiga) tahun berturut-turut (CGPI
2006, 2007, dan 2008).
1. Self Assesment
V.konsistensi penerapan
Pada akhirnya Bank Mandiri menyadari bahwa keempat
tahapan yang telah diuraikan sebelumnya akan kurang
bermakna apabila implementasinya tidak dilakukan secara
disiplin serta konsisten, dimana prinsip-prinsip GCG
diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh jajaran
manajemen Bank Mandiri.
Tahap pengisian kuesioner self assessment yang terkait
dengan penyelarasan sistem GCG dalam proses bisnis.
2. Pengumpulan Dokumen Perusahaan
Tahap pengumpulan dokumen dan penyampaian bukti/
data yang mendukung penerapan Corporate Governance
serta yang terkait dengan penyelarasan sistem GCG dalam
proses bisnis.
3. Pembuatan Makalah dan Presentasi
Tahap pembuatan makalah dan presentasi dengan tema:
”GCG Dalam Perspektif Manajemen Stratejik di PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk.”.
4. Observasi ke Perusahaan
Tahap presentasi makalah oleh Direktur Utama serta
observasi oleh IICG ke Bank Mandiri telah dilaksanakan
pada tanggal 28 Oktober 2009.
5. Tahap pengumuman pemenang pada tanggal 23
Desember 2009 dengan hasil Bank Mandiri memperoleh
penghargaan sebagai Perusahaan dengan kategori “Sangat
Terpercaya dan Emiten Keuangan Terbaik” (peringkat 1
dengan skor 90,65) yang diserahkan pada tanggal 23
Desember 2009 serta telah diumumkan di Majalah SWA.
Dalam mewujudkan tahapan ini (konsistensi penerapan)
maka diperlukan keteladanan Top Management dan Senior
Management yang berperan sebagai Change Champion dan
Change Agent di setiap unit kerja, dan sebagai role-model
yang menerapkan budaya perusahaan dan prinsip- prinsip
GCG secara konsekuen.
Contoh konsistensi penerapan adalah Bank Mandiri
mendedikasikan pegawai yang terpilih di masing-masing unit
kerja untuk menjadi Change Agent sebagai salah satu cara
mempercepat internalisasi budaya perusahaan yang baru
serta adanya kewajiban pegawai untuk membuat Pernyataan
Tahunan yang memuat semua keadaan atau situasi yang
memungkinkan timbulnya pelanggaran/ketidakpatuhan
terhadap Code Of Conduct.
Bank Mandiri meyakini bahwa penerapan budaya perusahaan
yang konsisten dan disiplin akan menjadikan perusahaan
memiliki tata kelola yang solid dan sustainable dalam jangka
panjang, tidak hanya sekedar mencapai kinerja semu dalam
jangka pendek.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
131
132
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Hal-hal terkait pelaksanaan GCG
Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank yang belum diungkap dalam laporan lainnya:
Bank Mandiri telah menyampaikan seluruh laporan kondisi keuangan dan non keuangan secara transparan kepada publik melalui
berbagai sarana media cetak maupun elektronik, termasuk publikasi laporan keuangan di website Bank Mandiri, BI dan BUMN online.
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang Mencapai 5% atau Lebih Dari Modal Disetor
Kepemilikan Saham Mencapai 5% atau lebih dari Modal Disetor
Nama
Bank Mandiri Perusahaan Lainnya Bank Lain
Lembaga Keuangan
Bukan Bank
Keterangan
Dewan Komisaris
Edwin Gerungan
-
-
-
-
Tidak Ada
Muchayat
-
-
-
-
Tidak Ada
Mahmuddin Yasin
-
-
-
-
Tidak Ada
Soedarjono
-
-
-
-
Tidak Ada
Pradjoto
-
-
-
-
Tidak Ada
Gunarni Soeworo
-
-
-
-
Tidak Ada
Direksi
Agus Martowardojo
-
-
-
-
Tidak Ada
I Wayan Agus Mertayasa
-
-
-
-
Tidak Ada
Zulkifli Zaini
-
-
-
-
Tidak Ada
Sasmita
-
-
-
-
Tidak Ada
Abdul Rachman
-
-
-
-
Tidak Ada
Sentot A. Sentausa
-
-
-
-
Tidak Ada
Bambang Setiawan
-
-
-
-
Tidak Ada
Riswinandi
-
-
-
-
Tidak Ada
Thomas Arifin
-
-
-
-
Tidak Ada
Budi G. Sadikin
-
-
-
-
Tidak Ada
Ogi Prastomiyono
-
-
-
-
Tidak Ada
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank
Tidak terdapat hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan
Komisaris lainnya. Direksi lainnya dan/ atau Pemegang Saham Pengendali Bank sebagaimana digambarkan pada tabel berikut.
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang Mencapai 5% atau Lebih Dari Modal Disetor
Hubungan Keluarga Dengan
Dewan
Direksi
Nama
Komisaris
Pemegang
Dewan
Direksi
Saham
Komisaris
Pengendali
Pemegang Saham
Pengendali
Dewan Komisaris
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Edwin Gerungan
4
4
4
4
4
4
Muchayat
4
4
4
4
4
4
Mahmuddin Yasin
4
4
4
4
4
4
Soedarjono
4
4
4
4
4
4
Pradjoto
4
4
4
4
4
4
Gunarni Soeworo
4
4
4
4
4
4
Direksi
Agus Martowardojo
4
4
4
4
4
4
I Wayan Agus Mertayasa
4
4
4
4
4
4
Zulkifli Zaini
4
4
4
4
4
4
Sasmita
4
4
4
4
4
4
Abdul Rachman
4
4
4
4
4
4
Sentot A. Sentausa
4
4
4
4
4
4
Bambang Setiawan
4
4
4
4
4
4
Riswinandi
4
4
4
4
4
4
Thomas Arifin
4
4
4
4
4
4
Budi G. Sadikin
4
4
4
4
4
4
Ogi Prastomiyono
4
4
4
4
4
4
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
133
134
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Paket/ Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Dewan Komisaris dan Direksi
Jenis Remunerasi &Jumlah Diterima dalam 1 Tahun (2008)
Fasilitas lain
Dewan Komisaris
Orang
Jutaan Rp
Direksi
Orang
Pihak Independen 4)
Jutaan Rp
Orang
Jutaan Rp
Remunerasi Gaji
6
7.425
11
27.571
3
1058
Bonus
-
-
-
-
4
480
Tunjangan Rutin 1)
6
5.088
11
12,817
3
249
Tantiem 8
12.836
11
48.000
-
-
2)
Fasilitas Lain Dalam Bentuk Natura
Perumahan (tidak dapat dimiliki) 3)
-
-
11
1.008
-
-
Transportasi (tidak dapat dimiliki)
5
2.891
11
3.871
-
-
Santunan (dapat dimiliki)
6
1,541
11
4.697
-
-
Jumlah Remunerasi per orang
dalam 1 Tahun
Jumlah
Jumlah Direksi
Dewan Komisaris
Jumlah
Pihak Independen
Di atas Rp. 2 miliar
-
11
Di atas Rp. 1 miliar s.d Rp. 2 miliar
6
-
-
Di atas Rp. 500 juta s.d Rp. 1 miliar
-
-
1
Rp. 500 juta ke bawah
-
-
2
1)
2)
3)
4)
Meliputi THR, cuti, kesehatan dan Handphone
Termasuk tantiem 2 orang Dewan Komisaris dan 1 orang Direksi yang telah berhenti tahun 2008
2 orang Direksi mendapatan tunjangan karena tidak menempati rumah Dinas
Pihak Independen adalah pihak diluar bank yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan
saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali
atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
-
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Shares Option
Nama
Dewan Komisaris
Saham
Bonus
Saham
Diskon
Saham
MSOP 1
Saham MSOP 2
Saham
MSOP 3
Total
Saham
Opsi
Opsi
Opsi
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3
Edwin Gerungan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Muchayat
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Mahmuddin Yasin
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Soedarjono
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Pradjoto
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Gunarni Soeworo
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Komite Audit
Zulkifli Djaelani
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Direksi
Agus Martowardojo
-
-
-
3.148.399
7.103.807
10.252.206
-
-
-
-
-
8
1.535.507
2.852.450
4.387.965
-
-
-
Zulkifli Zaini
60.038
-
384.562
2.422.115
3.525.956
6.392.671 -
-
-
Sasmita
60.038
225.000
998.562
2.422.115
3.500.456
7.206. 1 7 1 -
-
-
176 1.036.436
2.422.115
3.490.956
6.949.740
-
-
-
I Wayan Agus Mertayasa
Abdul Rachman 57
Sentot A. Sentausa
49.985
105.000
354
2.179.853
2.529.456
4.864.648
-
-
-
Bambang Setiawan 49.985
-
354 1.729.853
2.160.956
3.941.148 -
-
-
Riswinandi
-
-
-
-
4.618.956
4.618.956
-
-
-
Thomas Arifin
-
-
-
-
2.462.956
2.462.956
-
-
-
Budi G. Sadikin
Ogi Prastomiyono -
-
-
-
3.400.456
3.400.456 -
-
-
485
442
354
86.000
349.787
437.068
-
-
-
EVP Koordinator
Pahala N. Mansury
-
-
-
100
1.005.000
1.005.100
-
-
-
Haryanto T. Budiman
-
-
-
-
186.500
186.500
-
-
-
Mansyur S. Nasution
42.299
26.766
141
300
11.643
81.149 -
-
-
4.485
443
354
100
287
5.669
-
-
-
Riyani T. Bondan
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
1. Rasio Gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah
2. Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah
3. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah
4. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi
:
:
:
:
30,75 :
1,14 :
1,11 :
3,15 :
Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan : Tidak ada
Buy Back Shares dan Buy Back Obligasi Bank : Tidak ada
1
1
1
1
Permasalahan Hukum
Data perkara baik perdata maupun pidana posisi 31 Desember
2009
Permasalahan Hukum
Jumlah Perdata Jumlah Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatanhukum yang tetap)
183 perkara
7 perkara
Dalam proses penyelesaian 522 perkara
34 perkara
Total
41 perkara
705 perkara
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
135
136
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern
Implementasi manajemen risiko dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 11/25/
PBI/2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi
Bank, melalui tahapan proses manajemen risiko yaitu: identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko pada semua
level. Cakupan laporan berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan manajemen risiko Bank Mandiri adalah sbb:
1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
a. Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam melakukan
persetujuan dan peninjauan berkala mengenai strategi
dan kebijakan risiko yang mencakup batas toleransi
Bank terhadap risiko, siklus perekonomian domestik dan
internasional serta dirancang untuk keperluan jangka
panjang.
b. Direksi bertanggung jawab untuk mengimplementasikan
strategi dan kebijakan risiko tersebut dengan cara
menjabarkan dan mengkomunikasikan kebijakan dan
strategi risiko, memantau dan mengendalikan risiko dan
mengevaluasi penerapan kebijakan dan strategi dimaksud.
c. Direksi memantau kondisi internal dan perkembangan
kondisi eksternal, memastikan penetapan strategi Bank
telah memperhitungkan dampak risiko dan memastikan
Bank memiliki satuan kerja yang memiliki kewenangan
dan tanggung jawab yang mendukung perumusan dan
pemantauan pelaksanaan strategi termasuk corporate plan
dan business plan.
d. Direksi menetapkan prosedur kaji ulang yang memadai
terhadap akurasi metodologi penilaian risiko, kecukupan
implementasi SIM risiko, dan kebijakan prosedur dan limit
risiko.
e. Direksi menetapkan struktur organisasi yang
mencerminkan secara jelas mengenai batas wewenang,
tanggung jawab dan fungsi, serta independensi antar unit
bisnis dengan unit kerja manajemen risiko.
2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit
a. Bank memiliki kebijakan dan prosedur tertulis yang
memenuhi prinsip transparansi, peningkatan kualitas
pelayanan nasabah & stakeholders dan kebijakan tersebut
juga harus sejalan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
b. Kebijakan manajemen risiko bank disusun sesuai dengan
misi, strategi bisnis, kecukupan permodalan, kemampuan
SDM dan risk appetite Bank.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
c. Bank melakukan evaluasi dan pengkinian kebijakan
manajemen risiko dengan mempertimbangkan
perkembangan kondisi internal dan eksternal.
d. Penetapan limit risiko telah memadai, yang meliputi limit
per produk/transaksi, per jenis risiko dan per aktivitas
fungsional dan melakukan monitoring limit secara
periodik.
3. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan
dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen
Risiko
a. Bank melakukan proses identifikasi dan pengukuran
risiko secara tepat terhadap setiap produk/transaksi yang
mengandung risiko.
b. Bank telah memiliki sistem pemantauan eksposur risiko
yang memadai, meliputi adanya fungsi yang independen
yang melakukan pemantauan terhadap eksposur risiko
secara rutin, adanya sistem informasi yang akurat dan
tepat waktu dan adanya feed back dan tindak lanjut
perbaikan/penyempurnaan.
4. Sistem Pengendalian Intern Yang Menyeluruh
a. Terdapat penetapan wewenang dan tanggung jawab
pemantauan kepatuhan kebijakan, prosedur dan limit.
b. Terdapat penetapan jalur pelaporan dan pemisahan
fungsi yang jelas dari satuan kerja operasional kepada
satuan kerja yang melaksanakan fungsi pengendalian.
c. Terdapat prosedur yang cukup untuk memastikan
kepatuhan bank terhadap ketentuan.
d. Satuan kerja audit intern melakukan audit secara berkala
dengan cakupan yang memadai, mendokumentasikan
temuan audit dan tanggapan manajemen atas hasil audit,
serta melakukan review terhadap tindak lanjut temuan
audit.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Besar
Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana
besar selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Penyediaan Dana
Jumlah
Debitur
Nominal (jutaan Rp)
13
2.369.275
Kepada Pihak Terkait
Kepada Debitur Inti
a. Individu
b. Group
4
9.227.215
21
43.373.192
Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik
A. Untuk kegiatan sosial sebagai berikut:
Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik
Kegiatan
Program BUMN Peduli
Jumlah (dalam juta Rp)
-
Program BUMN Pembina terdiri dari :
a. Bencana Alam
b. Pendidikan dan Pelatihan
2.629, 7 7
41.627,33
c. Sarana dan Prasarana Umum
5.376,33
d. Sarana Ibadah
7.503,09
2.600,80
e. Kesehatan
f. Olahraga
g. Pelestarian alam
TOTAL
8.856,38
68.593,71
B. Untuk kegiatan politik : NIHIL
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
137
138
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Rencana Strategis bank
kedua” bagi para pegawainya yang memungkinkan proses
pengembangan diri bagi setiap pegawai dan membangun
kerjasama tim yang kuat.
a.Rencana Jangka Panjang
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan
bisnis perbankan di Indonesia yang semakin ketat, Bank
Mandiri harus segera melakukan proses transformasi
lanjutan. Untuk melakukan proses transformasi lanjutan/
transformasi tahap kedua (2010-2014) tersebut, Bank
Mandiri melakukan revitalisasi atas visinya. Visi jangka
panjang Bank Mandiri di 2014 adalah ”To be Indonesia’s most
admired and progressive financial institution”. Rumusan ini
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ”Menjadi lembaga
keuangan di Indonesia yang paling dikagumi dan selalu
progresif”. Secara lebih detail, rumusan visi tersebut dapat
dijabarkan sebagai berikut:
a. Bank Mandiri berkomitmen dalam membangun hubungan
jangka panjang yang didasari atas kepercayaan, baik
dengan nasabah bisnis maupun perseorangan. Bank
Mandiri melayani seluruh nasabah dengan standar
layanan internasional melalui penyediaan solusi
keuangan yang inovatif. Bank Mandiri ingin dikenal
karena kinerja, sumber daya manusia dan kerjasama tim
yang terbaik.
b. Dengan mewujudkan pertumbuhan dan kesuksesan bagi
pelanggan, Bank Mandiri mengambil peran aktif dalam
mendorong pertumbuhan jangka panjang Indonesia
dan selalu menghasilkan imbal balik yang tinggi secara
konsisten bagi pemegang saham.
Visi tersebut kemudian dikomunikasikan ke berbagai
stakeholder dengan rumusan sebagai berikut:
1. Customers
Perseroan sebagai mitra keuangan yang terpilih, dapat
dipercaya, dan selalu siap membantu nasabah. Untuk itu
Perseroan akan memposisikan diri sebagai penasehat
keuangan terpercaya, Bank yang dapat diandalkan, serta
selalu siap 24 jam setiap harinya bagi para nasabahnya.
2. Employees
Dalam jangka panjang Perseroan adalah tempat
yang terbaik bagi para pegawai untuk terus maju &
berkembang melalui inovasi dan kerjasama tim yang
solid. Perseroan akan memposisikan diri sebagai “rumah
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
3. Investor
Perseroan ingin menjadikan sahamnya sebagai saham
unggulan di Indonesia dan selalu diminati oleh para
investor (Indonesian Anchor Stock) secara konsisten
melalui pencapaian kinerja terbaik secara berkelanjutan.
Dalam melakukan proses transformasi lanjutan untuk
mencapai visi menjadi lembaga keuangan di Indonesia
yang paling dikagumi dan paling progresif, pada tahun 2014
Perseroan ditargetkan mampu mencapai nilai kapitalisasi
pasar terbesar di Indonesia dan posisi 5 besar di ASEAN.
Sementara itu di 2020 nanti, Perseroan diharapkan akan
menjadi satu-satunya bank dari Indonesia yang akan
menjadi salah satu dari tiga bank terbesar di Asia Tenggara
dalam nilai kapitalisasi pasar.
Untuk mencapai hal tersebut, strategi pertumbuhan
kedepan akan difokuskan pada 3 (tiga) area kunci sebagai
berikut:
1. Memperkuat leadership dalam bisnis Wholesale
Transaction Banking (WTB). Hal ini akan dicapai
dengan menawarkan solusi transaksi keuangan yang
komprehensif dan membangun hubungan yang holistik
untuk melayani institusi Corporate & Commercial yang
terpandang di Indonesia.
2. Menjadi bank pilihan nasabah dibidang Retail
Deposit. Untuk mencapai hal tersebut, Perseroan
akan menyediakan layanan yang akan memberikan
pengalaman perbankan yang unik & unggul bagi para
nasabahnya (differentiated customer experience) serta
memberikan solusi bertransaksi yang inovatif.
3. Meraih posisi #1 atau #2 dalam segmen pembiayaan
ritel. Perseroan mentargetkan untuk memenangkan
persaingan di bisnis mortgage, personal loan, dan
consumer cards. Selain itu, Perseroan juga mentargetkan
untuk menjadi salah satu pemain utama di micro
banking, serta menjadi pemenang di persaingan bisnis
perbankan syariah.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
c. Rencana Penambahan ATM dan EDC
Ketiga area fokus tersebut juga akan didukung dengan
penguatan organisasi untuk memberikan solusi layanan
terpadu, peningkatan infrastruktur (cabang, IT, operations,
risk management) serta penguatan sumber daya manusia
(SDM).
b. Rencana Jangka Menengah
Dalam jangka menengah, Bank Mandiri telah menyusun
Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2010 – 2012 dengan
mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang
dihadapi dan menggunakan asumsi dan parameter yang
selaras dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan
terkini agar target dan arah yang ditetapkan menjadi
realistis, menantang (challenging) namun tetap dapat
dicapai (achievable). Adapun program kerja tersebut adalah
sebagai berikut:
2. Membangun sinergi dan aliansi antar Strategic Business
Unit (SBU)
Tuntasnya implementasi organisasi berbasis Strategic
Business Unit (SBU) di Bank Mandiri, tidak berhenti
pada kejelasan akuntabilitas masing-masing SBU. Lebih
dari itu diharapkan mampu membangun sinergi yang
optimal, baik antara seluruh SBU, SBU dengan Corporate
Center maupun SBU dengan Shared Services. Dengan
skala organisasi Bank Mandiri yang besar, efektivitas
implementasi strategi hanya dapat dicapai melalui sinergi
antar seluruh SBU agar dapat membangun keunggulan
skala dan kelengkapan bisnis. Sinergi yang tepat antar
SBU juga diharapkan dapat menemukan peluang-peluang
cerukan bisnis yang selama ini belum tergarap karena
membutuhkan penanganan lintas SBU (connecting the
business).
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka akan
dilakukan pembenahan mekanisme sinergi melalui
identifikasi dan penetapan target nasabah wholesale
untuk cross-selling dengan produk high yield, penetapan
Key Performance Indicator (KPI) yang jelas, product
bundling dan penerapan metode transfer pricing.
1. Rencana Pengembangan Jaringan Kantor, Cabang, ATM
dan EDC
Dalam rangka menghadapi perkembangan ekonomi
domestik yang sangat cepat dan menggali peluang
serta potensi bisnis di seluruh tanah air, Bank Mandiri
merencanakan untuk memperluas jaringan usaha di
dalam negeri melalui penambahan jaringan kantor,
cabang, ATM dan EDC, dengan penjelasan sebagai
berikut:
a. Rencana Pembukaan Jaringan Kantor
Bank Mandiri berencana membuka jaringan kantor
baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis
disetiap segmen melalui pembukaan Commercial
Business Banking (CBC), Business Banking District
Center (BBDC), dan Micro Business Unit (MBU).
3. Rencana Pertumbuhan Non Organik & optimalisasi anak
perusahaan
b. Rencana Pembukaan Cabang
Bank Mandiri berencana membuka kantor cabang
baru, dalam rangka pertumbuhan bisnis baik dana
pihak ketiga maupun kredit. Pengembangan cabang
difokuskan pada lokasi yang memiliki tingkat
attractiveness yang tinggi yaitu memiliki volume
bisnis besar, pertumbuhan bisnis tinggi, namun
market share masih rendah.
Bank Mandiri berencana akan menambah jumlah
ATM dan EDC, karena jaringan ATM dan EDC yang
luas merupakan salah satu kunci utama untuk
memenangkan persaingan menjadi transactional
bank.
Bank Mandiri akan selalu memanfaatkan peluang untuk
menjajaki pertumbuhan non organik sepanjang upaya
tersebut memberikan nilai tambah bagi Bank Mandiri.
Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pengembangan
bisnis, beberapa rencana strategi inisiatif non organik
yang dilakukan oleh Bank Mandiri antara lain adalah:
a. Melanjutkan pengembangan bisnis pegadaian melalui
pembukaan konter layanan gadai Bank Syariah
Mandiri.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
139
140
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
memperkuat pilar bisnis pendukung yang telah dimiliki
Bank Mandiri saat ini yaitu investment banking melalui
Mandiri Sekuritas, asuransi melalui AXA Mandiri Financial
Services, perbankan syariah melalui Bank Syariah Mandiri,
bank specialist (niche banking) melalui Bank Sinar
Harapan Bali dan multifinance melalui Mandiri Tunas
Finance.
b. Melanjutkan pengembangan Dana Pensiun Lembaga
Keuangan agar dapat menjadi salah satu unit bisnis
penyumbang likuiditas dan fee based income.
c. Melaksanakan berbagai penempatan dana untuk
melakukan pertumbuhan non organik, antara lain:
• Melakukan kajian dan penjajakan untuk melakukan
akuisisi terhadap perusahaan General Insurance
untuk meng-capture sinergi dan peluang bisnis
industri asuransi umum yang cukup besar.
• Melanjutkan penambahan penyertaan modal
kepada Mandiri International Remittance.
• Menambah kepemilikan AMFS 2% untuk
meningkatkan porsi kepemilikan Bank Mandiri pada
AMFS menjadi 51%.
• Melakukan kajian dan penjajakan untuk melakukan
akuisisi terhadap bank dengan skala menengah
(midsize bank) dalam rangka untuk memperkuat
penetrasi dan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri di
segmen yang merupakan core bisnis spesifik bank
yang akan diakuisisi.
Fokus utama Bank Mandiri tahun 2010, yang merupakan
tahun pertama implementasi Corporate Plan 20102014 adalah pada pertumbuhan bisnis & profitabilitas
dengan ekspektasi di atas pertumbuhan pasar sehingga
mampu menjadi pemimpin pasar (market leader).
Adapun beberapa tantangan utama yang perlu mendapat
perhatian khusus Bank Mandiri di tahun 2010 untuk
menjadi market leader adalah sebagai berikut:
1. Pangsa pasar Bank Mandiri masih belum optimal.
Saat ini pangsa pasar dana Bank Mandiri hanya
sekitar 15,04%, pangsa pasar kredit sekitar 12,5%,
pangsa pasar asset sekitar 14,4% dan pangsa pasar
pendapatan sebesar 12,4%.
d. Melakukan kajian terhadap kepemilikan saham Bank
Mandiri pada BMEL.
2. Meskipun telah menunjukkan peningkatan, namun
Bank Mandiri belum merupakan Bank dengan
profitabilitas tertinggi.
e. Setelah pembukaan remittance office di Malaysia, Bank
Mandiri akan melakukan penjajakan dan pengkajian
untuk melakukan pembukaan cabang di Malaysia
sebagai strategi follow the worker.
3. Pencapaian high yield loan hingga saat ini masih dapat
di tingkatkan sebagai Bank terbesar dengan network
terluas, Bank Mandiri memiliki potensi pasar dan
customer base yang sangat besar.
f. Memperkuat struktur permodalan untuk Bank Syariah
Mandiri dan optimalisasi permodalan untuk Mandiri
Sekuritas.
4. Dari aspek fitur produk dan teknologi, e-channel Bank
Mandiri sudah kompetitif, namun masih dibutuhkan
terobosan untuk mengedukasi nasabah dan
mempromosikan keunggulan e-channel Bank Mandiri
agar nasabah lebih mengenal dan memiliki persepsi
positif terhadap produk e-channel Bank Mandiri.
g. Melakukan penjajakan dan pengkajian kerjasama/joint
venture dengan PT. Pos Indonesia untuk memperkuat
bisnis retail.
4. Mengoptimalisasikan sinergi dan aliansi dengan anak
perusahaan
c. Rencana Jangka Pendek
Sejalan dengan rencana pertumbuhan bisnis Bank Mandiri
melalui non organic growth, maka Bank Mandiri akan terus
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan tantangan utama tersebut, Bank Mandiri telah
merumuskan sepuluh target utama yang akan di capai di
tahun 2010, yaitu:
1. Peningkatan Return on Equity (ROE) secara bertahap
menuju 25% dalam 5 tahun.
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
2. Peningkatan Market Share Revenue secara bertahap
menuju 16% di 2014.
3. Pertumbuhan Market Capitalization terbesar dibanding
para pesaing utama.
4. Pertumbuhan kredit diatas pasar pada sektor-sektor
sesuai dengan portfolio guideline yang telah ditetapkan
dengan tetap mempertahankan kualitas sehingga gross
NPL dibawah 4%.
5. Peningkatan volume kredit berbunga tinggi (high yield
loan), yaitu di segmen micro banking, small business,
consumer loan dan credit card, sehingga Net Interest
Margin (NIM) mencapai minimal 5,4%.
6. Peningkatan retail transaction banking untuk mendorong
perbaikan komposisi dana murah hingga fee based income
retail tumbuh lebih besar dari 25%.
7. Peningkatan wholesale transaction services untuk
mendorong peningkatan fee based income wholesale
tumbuh minimal sebesar 25%, serta pertumbuhan dana
murah wholesale secara berkesinambungan.
8. Pencapaian aliansi bisnis antar SBU sesuai target dengan
pendekatan relationship dengan nasabah.
9. Peningkatan kualitas layanan cabang dan e-channel
dengan target peringkat ke satu Best Bank Service
Excellence.
10.Pengembangan infrastruktur jaringan/distribusi sesuai
waktu, dengan tetap menjaga dan mengendalikan
efisiensi operasional dengan batasan Cost Efficiency Ratio.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
141
142
CORPORATE social responsibility
Strategi Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri terdiri dari Program
Strategis yang fokus pada pendidikan dan Program Responsif yang lebih terarah dan
terintegrasi sejalan dengan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Bank Mandiri mencanangkan tahun
2009 sebagai Tahun Wirausaha Mandiri
melanjutkan program yang telah
dimulai pada tahun 2007 dengan fokus
pelaksanaan CSR strategis Bank Mandiri
untuk mengatasi jumlah pengangguran
di Indonesia dengan mendukung
penciptaan pengusaha-pengusaha baru
di sektor UMKM untuk dapat menjelma
menjadi salah satu pilar perekonomian
bangsa Indonesia.
Untuk mengatasi meningkatnya jumlah
pengangguran diperlukan peningkatan
jumlah pendirian usaha, khususnya
sektor UMKM. Sesuai data Badan Pusat
Statistik, Usaha Kecil dan Menengah
mampu menyerap tenaga kerja hingga
85% dari total jumlah tenaga kerja
dan sebagian besar merupakan sektor
agriculture yang tersebar di seluruh
Indonesia. Untuk itu sektor UMKM
harus mendapat dukungan untuk dapat
tumbuh dengan optimal dan seperti
yang kita ketahui bersama penggerak
sektor UMKM adalah para wirausahawan
yang mampu menciptakan lapangan
pekerjaan dan kesempatan kerja yang
lebih luas.
Berangkat dari kondisi tersebut Bank
Mandiri tetap menjadikan Program
Wirausaha Mandiri yang bertujuan
untuk menciptakan masyarakat
Indonesia yang mandiri. Program ini
dirancang bagi seluruh masyarakat
khususnya mahasiswa serta alumni
untuk mendapatkan ilmu mengenai
wirausaha yang baik. Peserta tidak
hanya dibekali sebatas pada pendidikan
formal saja namun juga diberikan
simulasi praktek dan dukungan lainnya
dalam menjalankan usahanya di
kemudian hari sehingga mereka dapat
menjadi pengusaha yang berhasil.
Dipilihnya kalangan mahasiswa dan
alumni sebagai target, adalah dengan
mempertimbangkan kemampuan
intelektual peserta yang diharapkan
dapat menyerap program Wirausaha
Muda Mandiri (WMM) yang kami berikan
secara lebih baik.
Rangkaian kegiatan program Wirausaha Mandiri diberikan
secara komprehensif dari hilir sampai hulu
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
workshop wmm
kuliah umum
wirausaha
kompetisi
business
plant
program
kemitraan
program
pembinaan
Training
wirausaha
award wirausaha
CORPORATE social responsibility
WORKSHOP WIRAUSAHA MUDA MANDIRI
Program Wirausaha Muda Mandiri diimplementasikan melalui beberapa program
yang berkelanjutan, antara lain Workshop Wirausaha Muda Mandiri 2009. Workshop
Wirausaha Mandiri yang bertujuan memberikan gambaran kepada para generasi
muda mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan ada pilihan selain
menjadi seorang pencari kerja serta sharing pengalaman dari pemenang program
Wirausaha Mandiri 2008 yang merupakan contoh generasi muda yang berhasil
menjadi seorang pengusaha yang sukses. Dilaksanakan di sembilan kota besar
di Indonesia yaitu Semarang, Bandung, Manado, Malang, Medan, Banjarmasin,
Palembang, Denpasar dan Bogor. Program ini diikuti oleh 6.117 mahasiswa dari 125
perguruan tinggi, meningkat pesat jika dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun
2007 yang diikuti oleh 650 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi.
Workshop Wirausaha Muda Mandiri diadakan di beberapa kampus Perguruan Tinggi
Negeri dan bertujuan untuk mengubah mindset generasi muda dari pencari kerja
menjadi pencipta lapangan kerja. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi sharing dari
pengusaha sukses seperti bapak. Dr. Ir. Ciputra, Bapak Franciscus Welirang dan ibu
Anne Avantie.
Jumlah Kota Pelaksana
Jumlah Mahasiswa Peserta
Jumlah Ptn/Pts Asal Peserta
2007
2008
2009
1
9
9
650
4.428
6.117
18
123
125
PENGHARGAAN WIRAUSAHA MUDA MANDIRI
Untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang sudah berani berwirausaha,
Bank Mandiri memberikan penghargaan melalui Program Penghargaan Wirausaha
Muda Mandiri 2009 . Program tersebut merupakan langkah lanjutan untuk
menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mendorong bertambahnya jumlah
wirausahawan muda, terutama dikalangan mahasiswa dan alumni. Beberapa
tahapan program dilaksanakan secara berkesinambungan oleh tim Wirausaha
Mandiri di sepuluh Kantor Wilayah Bank Mandiri bekerja sama dengan delapan PTN/
PTS. Setelah melewati beberapa tahapan seleksi, Program Penghargaan Wirausaha
Muda Mandiri menobatkan dua belas orang generasi muda sebagai juara untuk
kategori Mahasiswa Diploma dan Sarjana serta kategori Pascasarjana dan Alumni
maksimal 5 tahun. Program Penghargaan Wirausaha Mandiri 2009 kali ini diikuti
oleh 1.706 mahasiswa dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh
Indonesia yang tersebar di 27 propinsi. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan
secara penuh seluruh Kantor Wilayah Bank Mandiri dan PTN/PTS di 9 kota yaitu
Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar
dan Denpasar.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
143
144
CORPORATE social responsibility
Jumlah Peserta
Jumlah Mahasiswa Peserta
Jumlah Ptn/Pts Asal Peserta
2007
2008
2009
488
1.057
1.706
7
24
27
26
198
200
AWI-AWI MANDIRI
Program Awi-Awi Mandiri 2009 diharapkan menjadi melting pot bagi para pelaku
industri kriya dan akademisi bambu. Program ini dicanangkan sebagai “OSCAR” dalam
sektor desain kerajinan berbahan baku bambu, sekaligus dapat menjadi program
yang mendorong industri kerajinan berbahan baku bambu dan tumbuhkembangnya
wirausaha mandiri yang dapat mengharumkan nama kriya Indonesia di mancanegara.
Dalam dua tahun terakhir Bank Mandiri bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo
melaksanakan Program Awi-Awi Mandiri ini (dalam bahasa Sunda, awi-awi berarti
bambu). Jika pada tahun 2008 lalu Program Awi-Awi Mandiri hanya dipusatkan
di kota Bandung, maka pada tahun 2009 ini Program Awi-Awi Mandiri telah
dilaksanakan di 5 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar,
yang terdiri dari seminar, program workshop mengenai kerajinan dan pengembangan
sentra usaha bambu, pameran karya dan temu pasar serta penganugerahan karya
terbaik dengan tema “Kharisma Awitama Karya”. Kegiatan ini mempertemukan
semangat dan inovasi mahasiswa dengan keahlian pengrajin bambu, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan competitive & comparative advantage produk dalam
negeri, khususnya produk bambu serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan
mahasiswa seni dan pengrajin bambu.
Angklung Resital
Alat musik angklung pada saat ini tengah dihadapkan pada perkembangan dunia
industri yang sangat cepat, sehingga senantiasa dibutuhkan inovasi dan kreatifitas
agar angklung sebagai salah satu icon budaya Indonesia tetap dapat mempunyai
tempat di masyarakat. Revitalisasi citra luhur budaya Indonesia hanya dapat
dilakukan dengan adanya etos kebangsaan, semangat kebersamaan dan orientasi
keunggulan. Untuk itu Bank Mandiri bersama dengan Saung Angklung Udjo
menggelar angklung resital yang bertujuan untuk mempromosikan seni budaya
angklung di Indonesia di kalangan generasi muda dengan mengikutsertakan siswa
tingkat SD, SMP dan SMA dalam kegiatan dimaksud. Kegiatan Angklung Resital
bertujuan antara lain untuk edukasi bagi tiap tingkatan usia mengenai musik
tradisional dari bambu, memperkenalkan dan mendekatkan angklung sebagai musik
bambu pada setiap tingkatan usia pendidikan, menumbuhkan jiwa kompetitif bagi
pengembangan seni tradisional, mendekatkan angklung sebagai seni tradisional pada
khalayak umum serta menentukan indikator keberhasilan sebuah proses pelatihan
angklung sebagai wujud dari hasil apresiasi seni dan budaya. Rangkaian kegiatan
Angklung Resital 2009, yaitu Road Show Angklung Clinic di beberapa SD, SMP dan
SMA di kota Bandung, Jakarta, Palembang, Surabaya dan Semarang, proses seleksi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
CORPORATE social responsibility
sekolah yang mengikuti angklung resital serta malam penganugerahan pertunjukan
angklung terbaik dengan tema : Rime, Rhytm and Dinamic Sound of Nature Harmony.
BEASISWA WIRAUSAHA MUDA MANDIRI
Dalam mempersiapkan insan wirausaha yang mumpuni dan berbekal ilmu yang
tinggi, Bank Mandiri bekerja sama dengan 56 perguruan tinggi negeri/swasta terbaik
di Indonesia melaksanakan Program Beasiswa Wirausaha Muda Mandiri. Pada tahun
2009, Pemberian Beasiswa Wirausaha Mandiri kepada 1.680 mahasiswa yang
telah menjadi entrepreneur, meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun
2008 yang diberikan kepada 1.200 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi, beasiswa
yang berjangka waktu 1 tahun ini diberikan sebagai apresiasi Bank Mandiri kepada
mahasiswa yang sudah berani menjadi wirausaha muda, Beasiswa Wirausaha Muda
Mandiri untuk 30 Mahasiswa Universitas Samratulangi.
Pelajar
Mahasiswa
2007
2008
2009
20
41
56
200
1.035
1.780
PROGRAM PENDAMPINGAN /PEMBINAAN BERWIRAUSAHA
Untuk melengkapi program pembinaan bagi generasi muda yang sudah menjadi
wirausahawan, Bank Mandiri melaksanakan Program Pendampingan Berwirausaha
selama satu tahun penuh bekerja sama dengan sebuah lembaga yang ahli di
bidangnya.
Seleksi peserta program ini dilaksanakan cukup ketat, mengingat program ini
diharapkan mampu menjadi sebuah program yang komprehensif sehingga
bukan hanya memberikan pendidikan/pelatihan saja, namun mampu membedah
kebutuhan, kendala dan solusi yang harus dijalankan oleh Wirausahawan baik dari
sisi manajemen keuangan, personalia sampai dengan strategi promosi yang harus
dilakukan oleh wirausahawan tersebut.
Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 adalah Pembinaan bagi 6 orang
Finalis Program Penghargaan WMM 2009 dari Kanwil II Palembang - kerjasama
dengan LPM UNSRI, Promosi Peserta WMM pemilik usaha franchise-Tabloid
Kontan Edisi Khusus Waralaba (Hendy Setiono, Hengky Eko, Andi Sufariyanto dan
Firmansyah), Keikutsertaan Pemenang WMM 2007 (Sdr. Elang Gumilang) dalam
Penganugerahan Indonesian CSR Awards 2008 dan CSR Best Practice Expo, Gelar
Karya Pemberdayaan Masyarakat (a/n : Riezka Rahmatiana dan M. Avip Firmansyah),
Pembinaan Finalis dan Pemenang WMM 2007 & 2008 dalam Program APEA (a/n:
Hendy Seyiono, Saptuari Sugiharto, Henky Eko Sriyantono dan Firmansyah Budi
Prasetyo), Program Mentoring (BootCamp) Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2007 &
2008.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
145
146
CORPORATE social responsibility
Program Pembinaan Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2008 - bekerjasama dengan
ActionCOACH, Partisipasi keikutsertaan Dewan Pengembangan Program Kemitraan
(DPPK) dalam World Association for Cooperative Education (WACE) Conference 2009,
Partisipasi Seminar, Dialog dan Pameran Mengatasi Krisis Bersama UMKM melalui
Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri - kerjasama dengan PI UMKM.
PAMERAN
Sebagai bagian dari program pengembangan kewirausahaan bagi pengusaha muda
yang tergabung dalam program Wirausaha Muda Mandiri maupun Mitra Binaan, Bank
Mandiri senantiasa mengikutsertakan produk-produk yang mereka hasilkan pada
pameran-pameran yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kegiatan pameran yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 Pameran Pekan Raya
Jakarta bagi Pemenang WMM 2008 (a/n Denny Delyandri dan Sinta), Keikutsertaan
Anak WMM dalam Pameran Himpunan Pengusaha Muda indonesia (HIPMI) Expo
2009 (a/n : Hendy Setiono dan Firmansyah), Partisipasi keikutsertaan Finalis WMM
2009 (a/n Andi Sufariyanto) ke Festifal Indonesia 2009 di Paris tanggal 16-17 Mei
2009, Pameran Gelar Karya PKBL BUMN 2009.
Keikutsertaan Finalis WMM 2008 (Sdr. Wahyu Aditya) dalam Pameran INAICTA
2009 di JCC, Pameran Franchise Expo - Balai Kartini Jakarta tanggal 20-22 Februari
2009, Pembinaan Finalis dan Pemenang WMM 2007 & 2008 dalam Program APEA
(a/n: Hendy Seyiono, Saptuari Sugiharto, Henky Eko Sriyantono dan Firmansyah Budi
Prasetyo).
PROGRAM TV WIRAUSAHA MANDIRI
Untuk lebih mengkomunikasikan dan membesarkan program Wirausaha Muda
Mandiri, Bank Mandiri menayangkan program Wirausaha Muda Mandiri di sebuah
stasiun televisi pada setiap hari Minggu jam 10.05 – 10.30 WIB. Konsep program ini
cukup ringan namun berbobot dan penuh dengan tips-tips berwirausaha sehingga
diharapkan mampu menginspirasi generasi muda sehingga semakin mantap dalam
berwirausaha. Kegiatan tahun 2009 adalah membuat 17 episode TV program WMM.
PROGRAM KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS
Bank Mandiri menyadari bahwa untuk mampu menggerakkan kewirausahaan dengan
mengubah pola pikir mahasiswa tersebut bukanlah hal yang mudah. Perlu dukungan
dari Perguruan Tinggi, keluarga dan lingkungan sekitar secara maksimal. Salah satu
kendalanya adalah kecenderungan sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia
yang lebih menyiapkan mahasiswanya sebagai pencari kerja. Atas hal tersebut,
Bank Mandiri membuat Modul Kewirausahaan bekerjasama dengan universitas
negeri yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Univesitas Indonesia,
Institut Tehnologi Bandung, Institut Tehnologi Sepuluh November Surabaya, Institut
Pertanian Bogor, serta penyerahan modul pada 57 Perguruan Tinggi Negeri.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
CORPORATE social responsibility
Kegiatan CSR lain yang dilakukan oleh Bank Mandiri di luar rangkaian Program
Wirausaha Muda Mandiri adalah:
MANDIRI PEDULI PENDIDIKAN
Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan
masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Oleh karena itu Bank Mandiri
memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. Program Mandiri
Peduli Pendidikan merupakan tanggung jawab sosial bank Mandiri terhadap dunia
pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang memiliki prestasi disekolah namun
tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya ataupun karena menjadi korban
bencana alam, serta mahasiswa berprestasi dan mempunyai kepedulian terhadap
lingkungannya. Selain itu Bank Mandiri juga membantu sarana dan prasarana
pendidikan serta pembangunan fasilitas gedung sekolah, sehingga proses belajar
mengajar dapat lebih efektif.
Untuk tahun 2009, beberapa program yang dilaksanakan untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar antara lain, beasiswa
pendidikan untuk 2.000 anak asuh kerjasama dengan GNOTA, beasiswa pada 423
siswa TK, SD, SMP / Mts yang merupakan perwakilan dari 33 propinsi - kerjasama
dengan Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP ), serta Beasiswa bagi 10 anak
berprestasi selama 3 tahun - kerjasama dengan ILUNI , dan beasiswa pada 85 siswa
dari 17 SMKN di Jakarta Selatan. Selain itu untuk mahasiwa berprestasi diberikan
pula Beasiswa Mandiri Prestasi bagi mahasiswa FKM UI dan SMP Yapobri II Pasar
Minggu, lima orang mahasiswa Universitas Pakuan, sepuluh mahasiswa STIE
Perbanas Surabaya, sepuluh mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional – Denpasar,
Beasiswa Mandiri Prestasi (20 mahasiswa) dan Beasiswa kepada 500 mahasiswa
melalui Yayasan Karya Salemba Empat. Sarana prasarana yang telah diberikan oleh Bank Mandiri untuk dunia pendidikan
antara lain pemberian peralatan 112 Unit Komputer untuk SD YPK Immanuel, SD
Yapis - Serui, SMPN 2 dan SAMN 1 Purbalingga, Universitas Muhamadiyah - Luwuk,
Universitas Topotika - Luwuk, Pondok Pesantren Darunna’im Pontianak, STKIP
PGRI Bandar Lampng, sekolah dasar di Pare-Pare, 2 sekolah di Kabupaten Serui, 5
sekolah di Gorontalo, SD Kristen Makale dan SMPN 1 Mangkedek - Tana Toraja, SD
04 Pagi Pondok Kelapa - Jakarta Timur, 3 SMP dan 3 SMA di Banjarmasin, SMUN
2, SMA Gabungan, SMAN 1 dan SMPN1 serta untuk Univ. Cendrawasih Kabupaten
Jayapura. Pengadaan Peralatan Laboratorium Fisika SMA Katolik Santo Agustinus
Kediri, Rehabilitasi SMP dan SMA Labschool YP - UNJ yang terbakar, Pemberian
bantuan peralatan Sekolah untuk Masyarakat kurang mampu di sekitar Wilayah
Cilandak, Cideng, Sunter dan Gondangdia, Perlengkapan Laboratorium Manajemen
untuk Universitas Jend. Sudirman – Purwokerto, serta pemberian komputer beserta
jaringannya kepada SMP Mabad, SMA Mabad dan Madrasah Ibtidaiyah. Sarana
Pendidikan untuk SMP Muhammadiyah 17, Bantuan Lab. Komputer Rumah Autis
Bekasi, Renovasi perpustakaan Laboratorium bengkel SMAK Bhakti Trikora, Jakarta
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
147
148
CORPORATE social responsibility
Barat, Laboratorium Bahasa SMKN 2 Depok, Mesin Mobil untuk Bengkel SMKN 1
Bekasi, serta Buku Perpustakaan dan peralatan sekolah pakaian seragam untuk SD
Pulau Pari 02, Pulau Lancang Kepulauan seribu.Sarana pendidikan untuk Yayasan
Nurun Nisa, partisipasi dalam penyelenggaraan International Conference of Young
Scientist (ICYS) oleh Surya Institute, serta Pembangunan Sekolah SMP Islam
Kembang Kuning Sukabumi.
Untuk memberikan pengenalan pendidikan perbankan, Bank Mandiri juga menerima
kunjungan dari sekolah-sekolah dalam bentuk karya wisata Bank Mandiri Kantor
Pusat/Museum Bank Mandiri maupun program magang serta dilakukan pengajaran
langsung oleh manajemen Bank Mandiri di sekolah – sekolah melalui program Mandiri
Edukasi yaitu dengan melaksanakan Program Edukasi Perbankan bagi 1.160 warga
disekitar lingkungan Bank Mandiri di 29 kota, program mengajar di 360 sekolah (SDSMA dan 9 Perguruan Tinggi), selain itu dilaksanakan pula Pelatihan matematika bagi
guru SD - SMA oleh Yayasan Islamic Center Baitussalam, Komputer dan pelatihan
membuat batik tulis di Yayasan Bina Insan Mandiri serta Pelatihan entrepreneur
untuk masyarakat Tasikmalaya.
Program lainnya yang telah dilaksanakan oleh Bank Mandiri untuk dunia pendidikan
antara lain penghargaan kepada 231 guru berprestasi dan daerah terpencil seluruh
Indonesia bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu
dilaksanakan pula kegiatan, partisipasi kegiatan olimpiade mini antar SMP/MTs
se-kota Kendari yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Kendari, Paket Perlengkapan
Pendidikan untuk 200 siswa SD dalam rangka Hari Kesetiakawanan Nasional
(HKSN) dan Hari Ibu - kerjasama dengan Yayasan Prestasi Anak Bangsa, partisipasi
menyambut Hari Anak Nasional - kerjasama dengan Komunitas Perempuan Indonesia
Peduli, partisipasi dalam Gerakan Semua Harus Sekolah yang diselenggarakan oleh
Dinas Pendidikan Nasional Sulut, Partisipasi dalam Konferensi Asian International
Model United Nations (AIMUN) - Universitas Gadjah Mada,
MANDIRI PEDULI LINGKUNGAN
Program Mandiri Peduli lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank
Mandiri terhadap lingkungan di sekitar wilayah usaha Bank Mandiri. Tahun 2009 bank
Mandiri telah memberikan perhatian untuk sarana ibadah, antara lain pembangunan
Masjid Al Agsa - Kabupaten Wamena, Renovasi 4 musholla di Palembang, Musholla
Taqwa Titian Tareh , Musholla Cubadak Ampo Sumatera Barat, Madrasah Ibtidaiyah
Al. Ma’arif Merauke selain itu Bank Mandiri membangun 2 gereja yaitu Gereja Rehobot
dan Gereja Advent di Kabupaten Jayapura, Gereja GKI “Lahai Roi”, Fak-Fak, Gereja
Katolik Kristen Hidup Merauke.
Program Bank Mandiri dalam upaya peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat
diwujudkan antara lain melalui pembangunan kampung ternak di Pontianak
(pendidikan dan pelatihan bagi peternak).
Di bidang kesehatan, pada tahun 2009 Bank Mandiri menunjukkan kepedulian
dengan melaksanakan kegiatan Donor Darah dan pengobatan gratis di 6 kompleks
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
CORPORATE social responsibility
Bank Mandiri di Jakarta Komplek Rempoa, Pesing, Pancoran, Cempaka Putih, Cilandak,
Pal Batu, diikuti oleh 380 pendonor dan 1430 pasien untuk pengobatan, serta
penanggulangan penyakit TBC bagi 3.000 penderita dari keluarga tidak mampu
bekerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).
Kerja sama tersebut merupakan kerjasama Tahap V yang telah berlangsung sejak
tahun 2005. Selain itu, Bank Mandiri juga berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan
Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam bentuk
pemberian bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan lain yang berkaitan dengan bencana, pada tahun 2009, Bank Mandiri
membuka dapur umum selama 2 minggu di kerjasama dengan Brimob Jabar,
memberikan bantuan sembako pada desa Cibereum Pengalengan pada saat terjadi
gempa bumi di Tasikmalaya, memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di
Padang dan sekitarnya, serta peristiwa bencana jebolnya tanggul Situ Gintung.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Bank Mandiri membantu 5 unit
komputer untuk kepolisian sulawesi Utara, Perahu Pintar (Perpustakaan Terapung)
untuk Korem 101/Antasari, alat pertanian untuk Suku Dana di Kabupaten Wamena,
Penyelenggaraan Talk Show dengan tema “Hidup Sehat dengan Perilaku Seks Aman”
di 5 kota yaitu : Jakarta, Pekanbaru, Bandung, Balikpapan dan Semarang - kerjasama
dengan Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Partisipasi dalam Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional.
Kegiatan lain yang berkaitan dengan keagamaan Bank Mandiri, pelaksanaan
kegiatan buka puasa bersama serentak 10.000 anak yatim di seluruh Indonesia,
serta penyerahan 30.000 sembako anak yatim Masinis dan petugas penjaga pintu
perlintasan kereta api, Kepolisian serta, Masyarakat umum/kaum dhuafa yang tinggal
sekitar kantor maupun rumah dinas Bank Mandiri di seluruh Kantor Wilayah Bank
Mandiri dan Kantor Pusat.
Program Kemitraan
Melalui Program Kemitraan, Bank Mandiri berupaya untuk mengembangkan usaha
kecil sehingga mampu menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri dan beretika serta
mempersiapkan pengusaha kecil untuk mampu mengakses fasilitas perbankan secara
komersial.
Program Kemitraan diimplementasikan dalam bentuk pinjaman dan pendidikan/
pelatihan serta pendampingan usaha untuk meningkatkan produktivitas usaha
kecil. Dalam Program Kemitraan ini, para pengusaha kecil disejajarkan sebagai mitra
sehingga mereka lebih dikenal dengan sebutan Mitra Binaan Mandiri.
Tercatat sebanyak 6.209 pengusaha kecil telah menjadi Mitra Binaan Mandiri
pada tahun 2009 sehingga total Mitra Binaan Mandiri sampai dengan tahun 2009
mencapai 45.182 pengusaha.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
149
150
CORPORATE social responsibility
Tahap awal dalam Program Kemitraan adalah memberikan pinjaman bagi usaha kecil,
khususnya bagi usaha kecil yang belum mampu mengakses fasilitas perbankan secara
komersial. Pinjaman yang diberikan kepada mitra binaan Mandiri bukan bersifat
komersial, sehingga persyaratan dan angsuran pun disesuaikan dengan kemampuan
usaha mitra binaan Mandiri.
Melalui serangkaian pendidikan/pelatihan, Mitra Binaan Mandiri dipersiapkan untuk
mampu membuat pembukuan dasar, manajemen sederhana, melakukan promosi
dan pengemasan hasil produksinya. Pendidikan tahap selanjutnya diberikan untuk
meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran produk Mitra Binaan Mandiri.
Selain pendidikan/pelatihan, Mandiri juga membimbing Mitra Binaan mandiri melalui
program pendampingan yang komprehensif selama 1 tahun penuh.
Untuk memperluas pemasaran produk, Bank Mandiri mengikutsertakan Mitra
Binaan Mandiri dalam berbagai pameran baik untuk skala lokal, nasional bahkan
internasional. Selain melalui pameran, produk Mitra Binaan Mandiri tersebut juga
dibantu pemasarannya melalui media promosi dalam bentuk pemasangan profil Mitra
Binaan Mandiri di media berskala nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Majalah
Wirausaha dan Keuangan serta media internet.
Usaha-usaha promosi ini diharapkan dapat memberikan fasilitas pembinaan yang
terbaik serta menghasilkan Mitra Binaan Mandiri yang berkualitas dan siap bersaing
secara sehat.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
CORPORATE social responsibility
Data Penyaluran Dana Bina Lingkungan Bank Mandiri
No.
Keterangan
Nilai
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Seluruh beasiswa selain Beasiswa WM
Pemberian sarana belajar ke sekolah dan perguruan tinggi
Program Edukasi Mandiri
Pembiayaan Pendidikan 2.000 Anak Asuh - kerjasama dengan GN-OTA
Penghargaan bagi 231 guru berprestasi dari 33 propinsi
Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009
Workshop Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009 di 9 Kota
Beasiswa Wirausaha Mandiri
Pembuatan Modul Kewirausahaan
Program Awi-Awi Mandiri 2009
Program Angklung Resital 2009 - kerjasama dengan Saung Angklung Udjo (SAU)
Program Mentoring (BootCamp) Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2007 & 2008
TV Program WM 17 episode
Profil WM di Media
Pendampingan WM
Pameran WM
Anggaran untuk Direktorat dan Kanwil
Donor darah dan pengobatan gratis di 6 komplek perumahan Bank Mandiri
(Pancoran, Cempaka Putih, Cilandak, Pesinng, Pondok Pinang dan Rempoa)
Pengobatan bagi 3.000 penderita TBC - kerjasama Tahap V dengan PPTI
Anggaran untuk Direktorat dan Kanwil
Program Penanaman 500.000 pohon Untuk Direktorat & Kanwil
Bantuan kepada korban bencana alam
Program Renovasi 20 Pasar
Kawasan Kreatif Mandiri di kawasan Pasir Layung - Bandung
bekerjasama dengan Saung Angklung Udjo (SAU)
Kegiatan lainnya
Renovasi Rumah Ibadah
Kegiatan Keagamaan
Pembagian sembako
1.593.083.333,33 1.944.135.772,00
4.792.300.000,00
240.000.000,00
1.732.500.000,00
3.916.212.000,00
11.135.247.400,00
8.346.900.000,00
1.292.500.000,00
597.825.000,00
145.000.000,00
376.822.000,00
2.285.186.363,00
1.029.641.466,00
709.500.000,00
165.580.000,00
1.541.786.500,00
397.640.000,00
555.500.000,00
930.943.880,00
8.750.000.000,00
106.376.000,00
2.643.903.832,50
1.100.000.000,00
1.125.000.000,00
2.599.540.260,00
2.104.847.323,00
5.379.600.000,00
749.200.000,00
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
151
152
KOMITE PIHAK INDEPENDEN NON DEWAN KOMISARIS
& CORPORATE SECRETARY
NAMA DAN JABATAN
BIOGRAFI
Menyelesaikan pendidikan MBA di Fort Hays State University, Kansas, USA.
Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Trainee di PT. Bank
Niaga. Pada tahun 1990 sebagai Treasury Manager di PT. Fuji Bank International
Indonesia. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager, Group Treasury, PT.
Raja Garuda Mas.
Tama Widjaja
Anggota Komite Pemantau Risiko
Pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President
Treasury & International Banking Group Head, PT. Bank Bumiputera Indonesia
Tbk., sebelum diangkat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko PT Bank
Mandiri (Persero), Tbk. pada tahun 2006.
Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun
1980. Memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada tahun
1981. Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional
Manager Wilayah VII (Semarang) dan Wilayah VIII (Surabaya) kemudian menjadi
Group Head Central Operations dan Group Head Micro Business.
Pada tahun 2008, beliau ditunjuk sebagai Group Head Corporate Secretary
sampai sekarang.
Sukoriyanto Saputro
Corporate Secretary
Sempat menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Jakarta sampai dengan tahun 1975. Memulai karir sebagai Assistant Accountant
PT. Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975.
Zulkifli Djaelani
Dalam perjalanan karirnya, beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang
dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986 - 1994 sebelum
akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia, Bank Niaga
pada tahun 1994. Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite
Audit PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Imam Sukarno
Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973
dan Master Management dari Asian Institute of Management - Manila tahun
1985. Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter – Urusan Ekonomi
& Statistik Bank Indonesia tahun 1975. Dalam perjalanan karirnya, beliau pernah
menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998
- 2000, Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000 2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. Sejak tahun 2003
sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk.
Anggota Komite Audit
Anggota Komite Audit
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
SIARAN PERS
JANUARI
2
20
21
Januari 2009
Januari 2009
Januari 2009
18 Maret 2009
Dukung Sektor UKMK pada 2008
Bank Mandiri Salurkan Kredit senilai
Rp23,19 Triliun
18 Maret 2009
Peduli Pendidikan Bank Mandiri warnai
Manokwari dan jayapura
Kartu Kredit Bank Mandiri luncurkan
Program ”Buy One Get One Free” Tiket
Pesawat Sriwijaya Air
25 Maret 2009
Bank Mandiri & Rumah Perubahan
Indonesia
Bank Mandiri tingkatkan Mitra Binaan
Kredit Usaha Mikro di Surabaya
25 Maret 2009
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp63
Miliar kepada 3 koperasi plasma di
Kalimantan Barat
30 Maret 2009
Press Conference Triwulan IV/2008
Kunjungan ke Cabang Kramat dan
Juanda. Transaksi financial Bank
Mandiri mencapai Rp. 21,2 Triliun
perhari selama libur akhir tahun 2008
22
Januari 2009
Bank Mandiri dukung Perekonomian
Papua (KUR)
22
Januari 2009
Mandiri mobile tingkatkan layanan
Bagi Nasabah
30
Januari 2009
Bank Mandiri dukung Sumber
Pendanaan APBN dengan Sukuk Ritel
FEBRUARI
6
6
Februari 2009
Februari 2009
Bank Mandiri capai target keuangan
utama 2008
APRIL
1
April 2009
Mandiri Tunas Finance Grand
Launching
11 April 2009
Kesiapan Bank Mandiri menjelang
Libur Paskah
21 April 2009
Lebih dari Rp1 Miliar Hadiah
Superejeki, Apresiasi Bank Mandiri
kepada Nasabah Pembayar Kredit
tepat waktu
24 April 2009
Bank Mandiri dukung Penyelenggaraan
Jasa Perbankan untuk TKI
29 April 2009
Bank Mandiri Tingkatkan total kredit
Rp176,9 Triliun, Tumbuh 30,5%
Tunas Financindo. Bank Mandiri tanda
tangani akta pembelian 51% saham PT.
Tunas Financindo Sarana
10 Februari 2009
Mandiri Investasi Keluarga
11
Februari 2009
Panen raya Bojonegoro
11
Februari 2009
Top Branding Kartu Kredit
15
Februari 2009
Bank Mandiri Lampaui Target
Penjualan Sukuk Ritel Seri SR001
MEI
23 Februari 2009
Free trade Zone Batam
04 Mei 2009
25 Februari 2009
Dukung Maritim di Tanah Air, Kredit Maritim Mandiri Tumbuh 118%
Bank Mandiri Perkuat Struktur
Permodalan
10 Mei 2009
Peran Perbankan dalam
Pengembangan Ekonomi Kelautan
19 Mei 2009
Kerjasama dengan Citraland Celebes
Makasar
MARET
1
Maret 2009
Bank Mandiri Siap Menjadi Mitra
Investor Timur Tengah
20 Mei 2009
4
Maret 2009
Rp200 Miliar kredit Koperasi , Bank Mandiri
dukung Koperasi Astra International
Mandiri Luncurkan fitur pembelian
berkala reksadana secara otomatis
28 Mei 2009
Bank Mandiri Mitra Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri
28 Mei 2009
Mandiri ditunjuk sebagai lead
sindikasi Semen Tonasa
29 Mei 2009
SMS & Win Baleno
11 Maret 2009
Penanaman 500 ribu Pohon
14 Maret 2009
Pembukaan KC Sumbawa/Pemberian
Bantuan Renovasi Maumere
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
153
154
SIARAN PERS
29 Mei 2009
Pertumbuhan Q1/2009 Commercial
Banking Bank Mandiri beri kontribusi
terbesar
31 Juli 2009
Mandiri Kucurkan Kredit Rp1,25 Triliun
untuk Pertamina
AGUSTUS
JUNI
9
Juni 2009
Mandiri Pertahankan The Best Bank
Service Excellence
5
Agustus 2009
Wirausaha muda Mandiri di Bandung
8
Agustus 2009
Launching Mandiri Fiesta
11 Agustus 2009
Bank Mandiri Dukung Universitas
Muhammadyah Yogyakarta
12 Agustus 2009
40 ribu Pelajar/Mahasiswa Hadiri
Program Edukasi Perbankan Bank
Mandiri, 1200 Mahasiswa terima
Beasiswa senilai Rp7,3 Miliar
14 Agustus 2009
Undian Mandiri Fiesta 14 Agustus 2009
14 Agustus 2009
Bank Mandiri berikan apresiasi dunia
pendidikan
14 Agustus 2009
Kerjasama dengan Kimia Farma
18 Agustus 2009
Bank Mandiri memberikan apresiasi
kepada guru berdedikasi di Jawa Barat
18 Agustus 2009
Wirausaha muda Mandiri di Denpasar
18 Agustus 2009
Dana Pihak Ketiga Indonesia Timur
Meningkat
19 Agustus 2009
Bank Mandiri dukung industri Pariwisata
20 Agustus 2009
Penurunan Suku Bunga
PT. KSEI kembali tunjuk Mandiri
sebagai Bank Pembayaran Periode
2009-2011
21 Agustus 2009
Kerjasama Remittance Yuan China
dengan Bank of China dan OCBC
22 Agustus 2009
Indomaret Card
15 Juli 2009
CSR Bank Mandiri Luncurkan “Perahu
Pintar” dan Hutan Kantor”
27 Agustus 2009
Bank Mandiri dukung Kegiatan
Financial Penyediaan Jasa Pengeboran
15 Juli 2009
Wirausaha Muda Mandiri di
Palembang
28 Agustus 2009
Mandiri Fiesta Minggu ke-3
16 Juli 2009
Mandiri kembali raih The Best Bank in
Indonesia 2009
29 Juli 2009
Mandiri KPR Duo Dukung Properti
Lippo Group
1 September 2009
Perkuat Modal, Mandiri Terbitkan
Subdebt
28 Juli 2009
Wirausaha Muda Mandiri di
Semarang
9 September 2009
Buka Puasa bersama Anak Yatim
10September 2009
29 Juli 2009
Laporan Keuangan Triwulan II/2009
Bank Mandiri Kesiapan menjelang
Lebaran
30 Juli 2009
Bank Mandiri Dukung Kebijakan
Industri Migas
11September 2009
Bank Mandiri Siap Hadirkan Layanan
Pengiriman Uang di Malaysia
16 Juni 2009
Bank Mandiri Raih First Winner
Six Sigma Excellence Award 2009
tingkat Asia
17 Juni 2009
Bank Mandiri Gandeng ASEI dalam
Asuransi Pembiayaan Tagihan
18 Juni 2009
Wirausaha Muda Mandiri di Medan
22 Juni 2009
Mandiri Ditunjuk sebagai Lead
Sindikasi Semen Tonasa
24 Juni 2009
Bank Mandiri Gandeng Solo Paragon
25 Juni 2009
Kucurkan 500 Milyar, Mandiri
Gandeng Indo mobil Finance
JULI
10 Juli 2009
Bank Mandiri Kerjasama Kredit
Sindikasi dengan BEI di Singapura
11
Mandiri Tingkatkan SDM melalui
pengembangan Leadership
Juli 2009
13 Juli 2009
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
SEPTEMBER
SIARAN PERS
12September 2009
Mandiri Fiesta
8 November 2009
Penerbitan Subdeb
13September 2009
Mandiri Fokus Tuntaskan Kredit
Bermasalah Debitur Besar
9 November 2009
Wirausaha muda Mandiri di Makasar
13November 2009
Wirausaha muda Mandiri di Makasar
14September 2009
Perjanjian Kerjasama dengan Pupuk
Kaltim
18November 2009
Kerjasama Bank Mandiri dan ADB
22September 2009
Bank Mandiri finalkan Kesepakatan
Penyelesaian Kewajiban dengan
Garuda Indonesia
25November 2009
Kerjasama ADB Trade Finance
27November 2009
Idul Adha
29November 2009
Grand Launching Malaysia
International Remittance
28September 2009
Tingkatkan Kepedulian sosial Mandiri
gelar Donor Darah dan pengobatan
gratis
27September 2009
Transaksi ATM Bank Mandiri Capai
Rp29,9 triliun selama libur Lebaran
2009
OKTOBER
DESEMBER
3 Desember 2009
Dukungan Mandiri pada industri
Kelapa Sawit
3 Desember 2009
Kerjasama dengan Tiansi Indonesia
4 Desember 2009
Investor Summit
1
Oktober 2009
Kembangkan Kawasan Timur Mandiri
Gelar Papua Investment Day
10 Desember 2009
Pemberian Hibah pada penderita TBC
yang tidak mampu
1
Oktober 2009
9 Kantor Cabang Bank Mandiri Di
Sumbar sudah beroperasi Normal
14 Desember 2009
Sindikasi dengan PLN
2 Oktober 2009
Memasuki Usai 11 Tahun , Mandiri
Pertajam Fokus Bisnis
16 Desember 2009
Bank Mandiri Hibahkan Rp240juta
untuk 20.000 anak asuh
7
Bank Mandiri Terus Mendorong
Generasi Muda Berwirausaha
22 Desember 2009
Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp600
Miliar ke anak usaha Gozco
23 Desember 2009
Kesiapan Bank Mandiri menjelang
akhir tahun
29 Desember 2009
Bank Mandiri ditunjuk untuk
menyalurkan dana APBN 2010-2012
Oktober 2009
4 Oktober 2009
Mandiri Sisihkan Rp6,3 Miliar untuk
membantu korban gempa Padang
14 Oktober 2009
Mandiri Salurkan Kredit Sindikasi Rp1,8
Triliun ke PLN
14 Oktober 2009
Penanganan Kasus Burhan Uray
18 Oktober 2009
Penunjukkan sebagai Bank
Operasional
24 Oktober 2009
Bank Mandiri Kerjasama dengan Saung
Udjo
25 Oktober 2009
Penurunan Suku Bunga
29 Oktober 2009
Kinerja Bank Mandiri Q3/2009
NOVEMBER
2 November 2009
Wirausaha Muda Mandiri di Yogyakarta
3 November 2009
Mandiri Fiesta
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
155
156
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
157
WHOLESALE
BANKING
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
158
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking
RISWINANDI
Direktur Corporate Banking
Fondasi organisasi berbasis industri yang fokus, target segmen nasabah yang
luas, kesiapan SDM yang kompeten dan ketersediaan infrastruktur yang baik, siap
mengantarkan Corporate Banking menjadi bagian dari transformasi menuju wholesale
transaction banking.
PENCAPAIAN 2009
Di tengah-tengah berbagai tantangan
dan ketidakpastian pasar finansial yang
terjadi selama tahun 2009, Corporate
Banking telah berhasil membangun
momentum pertumbuhan dan
melampaui target yang ditetapkan.
Bisnis Corporate Banking mengalami
peningkatan tidak hanya dari sisi kredit,
melainkan juga sisi fee based income dan
pertumbuhan jumlah nasabah. Di tahun
2009, volume bisnis (kredit dan dana)
Corporate Banking tumbuh sebesar
8,46% dibandingkan tahun 2008
menjadi Rp 141 triliun. Pertumbuhan
tersebut didorong oleh tumbuhnya
volume kredit sebesar 12,5%, terutama
di sektor-sektor yang masih memiliki
ruang tumbuh antara lain pertanian,
konstruksi, pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi serta jasa-jasa
dunia usaha lainnya seperti lembaga
keuangan, dimana pemain-pemain
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
terbaik di sektor ekonomi prospektif
tersebut telah menjadi debitur Corporate
Banking.
Volume kredit meningkat menjadi
sebesar Rp69,8 triliun, yang diperoleh
bukan hanya melalui peningkatan
penggunaan fasilitas kredit existing
customers, tetapi juga melalui
keberhasilan mengakuisisi 24 debitur
baru yang memiliki nama baik sepanjang
tahun 2009.
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking
TOTAL LOANS (Rp. Trilliun)
TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun)
CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Trilliun)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
20
30
40
50
20
60
Valas
Rupiah
40
60
80
100
NET INTEREST INCOME (Rp. Trilliun)
FEE INCOME
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
1.5
2.5
3.5
200
4.5
400
600
800
1000
Valas
Rupiah
3
4
5
15
30
45
60
75
20
25
Personel
General & Administrative
LOAN YIELD (%)
COST OF LIABILITIES (%)
NPL (%)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
5
2
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar) 1)
(Rp. Miliar)
‘07
0.5
1
Valas
Rupiah
10
Valas
Rupiah
15
20
25
2
Valas
Rupiah
4
6
8
10
5
10
15
Valas
Rupiah
1) Di luar premi penjaminan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
159
160
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking
Corporate Banking
jiantok hardjiman
Corporate Banking I Group
rustam s. sirait
Corporate Banking II Group
supriyusman
Corporate Banking III Group
sunarso
Corporate Banking Agro
Based Group
alexandra Askandar
Syndicated & Structured
Finance Group
Pertumbuhan volume kredit juga
didukung oleh peningkatan utilisasi
fasilitas kredit yang diberikan,
terutama pada kredit modal kerja valas,
dari kisaran 50% pada akhir tahun
2008 meningkat menjadi 55% pada
akhir tahun 2009. Tingkat utilisasi
tersebut terus akan dipertahankan
pada kondisi optimal sehingga dapat
meminimalisir komitmen fasilitas
kredit yang belum digunakan.
Secara kualitas, portofolio kredit
Corporate Banking terus mengalami
perbaikan di sepanjang tahun
2009. Persentase non performing
loan menurun menjadi 2,53% dari
sebesar 4,35% di tahun 2008,
hal ini disebabkan oleh perbaikan
kolektibilitas beberapa nasabah.
Pencapaian volume dana sebesar
Rp71 triliun terutama didorong oleh
pertumbuhan volume dana rupiah
sebesar 10,64%. Komposisi dana
murah (giro dan tabungan bisnis)
dengan deposito masih terjaga dengan
baik, sebesar 53% : 47%.
Dibandingkan dengan pencapaian
tahun 2008, fee based income
mengalami pertumbuhan sebesar 49%
atau mencapai Rp 631 miliar.
Dengan tujuan perluasan bisnis dan
peningkatan customer base, di tahun
2009 Corporate Banking berhasil
terpilih menjadi Bank Operasional
1 atas penyaluran dana-dana APBN
di 15 wilayah Direktorat Jenderal
Perbendaraan Negara (DJPBN), dan
menjalin kerjasama dalam pengelolaan
dana-dana Kontraktor Kontrak Kerja
Sama (KKKS) dan BP Migas.
Faktor lain yang mendukung kinerja
Corporate Banking adalah keberhasilan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
implementasi budaya kerja dan
Good Corporate Governance di Bank
Mandiri, serta dukungan jaringan dan
pelayanan terbaik kantor Cabang.
Semua itu mendukung upaya
peningkatan kepercayaan, kenyamanan
dan kemudahan bertransaksi nasabah,
serta menjadi modal yang kuat bagi
Corporate Banking untuk tumbuh.
OPTIMALISASI KOMPOSISI BUSINESS
MIX
Komposisi volume bisnis Corporate
Banking berdasarkan kelompok
kepemilikan nasabah mengalami
pergeseran. Volume kredit dari
kelompok nasabah BUMN/ lembaga
pemerintah yang di awal tahun masih
sangat mendominasi,mulai diimbangi
dengan tumbuhnya hubungan bisnis
dengan nasabah swasta, terutama
perusahaan swasta yang telah go
public. Secara bertahap, diupayakan
komposisi tersebut bergeser menuju
ke arah yang lebih seimbang dan
optimal.
Dari sisi pertumbuhan eksposur
kredit per sektor ekonomi, selama
tahun 2009 pertumbuhan tertinggi
secara berurutan bergeser ke sektor
pertanian, perburuan & sarana
pertanian (43.4%), sektor konstruksi
(26.5%), sektor pengangkutan,
pergudangan dan komunikasi (25.9%)
serta sektor jasa dunia usaha lainnya
seperti lembaga keuangan dan
jasa surveyor (24.4%). Sementara
di tahun 2008, sektor ekonomi
dengan pertumbuhan eksposur kredit
tertinggi secara berurutan adalah
lembaga keuangan dan jasa surveyor
(117,9%), sektor konstruksi (61,1%),
sektor pengangkutan, pergudangan &
telekomunikasi (58,6%), serta sektor
perindustrian (54,8%)
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking
Corporate Banking dengan customer base-nya yang
besar dan terus berkembang, merupakan modal dasar
bagi pengembangan strategi kolaborasi aliansi antar
bisnis unit untuk peningkatan bisnis Bank Mandiri.
Mengantisipasi dampak krisis global,
Corporate Banking juga mengurangi
eksposure kredit valas,sehingga
dibandingkan tahun 2008, kredit valas
mengalami penurunan sebesar 24%,
sedangkan pertumbuhan kredit rupiah
mencapai sebesar 28%.
POTENSI PENGEMBANGAN
Kerjasama dan inisiasi bisnis yang
telah dilakukan di tahun 2009
memberikan peluang dan potensi
pengembangan bisnis yang dapat
dieksplorasi bersama Strategic Bisnis
Unit (SBU) lain melalui strategi value
chain dan program aliansi.
Di tahun 2010, Corporate Banking
juga akan meningkatkan layanan dan
melakukan eksplorasi potensi bisnis
di segmen nasabah Multi National
Company (MNC) dengan penyediaan
produk-produk yang customized dan
beragam disesuaikan dengan karakter
bisnis nasabah serta dukungan dari tim
Syndicated & Structured Finance.
Pengembangan potensi bisnis
korporasi di luar Jakarta dikembangkan
melalui optimalisasi peran/fungsi
unit kerja Corporate Banking yang
ditempatkankan di regional (Surabaya
dan Medan) dengan layanan yang lebih
lengkap dan komprehensif.
MEMPERKUAT ORGANISASI &
KAPABILITAS
Peningkatan kinerja Corporate Banking
tidak terlepas dari organisasi Corporate
Banking yang semakin solid dan terus
mendukung pengembangan bisnis
Bank Mandiri di pasar korporasi.
Di tahun 2009 Corporate Banking
telah melakukan transformasi
penyempurnaan organisasi yang
berfokus pada industri (industry
focused organization) melalui realokasi
pengelolaan account, pembentukan
funding desk dan refinement unit kerja
Syndicated and Structured Finance,
serta meningkatkan sinergi dengan
Mandiri Sekuritas.
Organisasi yang berfokus pada industri
ini didukung juga dengan peningkatan
kapabilitas, pengetahuan, ketrampilan
dan keahlian sumber daya manusia
terhadap sektor industri yang dikelola.
Sehingga diharapkan menjadi lebih
baik dalam memberikan layanan
kepada nasabah.
Kedepannya, baik pengembangan
organisasi maupun peningkatan
kapabilitas sumber daya manusia
Corporate Banking diarahkan sejalan
dengan kebutuhan memperkuat
organisasi Corporate Banking menjadi
bagian dari Wholesale Transaction
Banking.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
161
162
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking
PRIORITAS TAHUN 2010 TRANSFORMASI TAHAP II
Di tahun 2010 Corporate Banking akan
fokus pada pengembangan strategi
Wholesale Transaction Banking melalui
serangkaian langkah strategis yang
sesuai dengan fokus strategi Bank
Mandiri.
Pertama, semakin memperkuat
fokus organisasi atas dasar Industri
termasuk melakukan investasi terkait
pengembangan sumber daya manusia
untuk menjamin kesiapan organisasi
dalam mendukung pertumbuhan bisnis
yang dapat melampaui pertumbuhan
pasar.
Kedua, mengembangkan organisasi
yang fokus dalam mengoptimalkan
potensi pertumbuhan bisnis wholesale
transaction, pengendapan dana dan
perolehan fee based income dengan
penguatan fungsi product team, baik
product sales specialist maupun
product development dan tetap
meningkatkan standar layanan dan
daya saing produk.
WASPADA & PROAKTIF
Dalam mengantisipasi dampak krisis
ekonomi global, Corporate Banking
akan selalu waspada terhadap
kemungkinan memburuknya kondisi
keuangan dan bisnis nasabah.
Tindakan dan langkah-langkah
antisipatif akan terus dilakukan
dan diprioritaskan untuk mencegah
terjadinya penurunan kualitas
kredit nasabah dan meningkatnya
NPL Corporate Banking. Monitoring
transaksi keuangan dan kondisi
bisnis nasabah ditingkatkan,
terutama di sektor-sektor industri
yang sensitif terhadap dampak
krisis global. Kondisi keuangan
nasabah menjadi faktor yang sangat
diperhatikan. Pengurangan eksposur
nasabah akan menjadi salah satu
langkah alternatif yang menjadi
pertimbangan, bila kondisi keuangan
nasabah memburuk. Pengembangan
dan peningkatan implementasi Cash
Management untuk nasabah korporasi
akan mempermudah pelaksanaan
monitoring tersebut.
Ketiga, meningkatkan kolaborasi
aliansi antar bisnis unit dalam rangka
mengoptimalkan potensi bisnis
nasabah dari hulu ke hilir dengan
tawaran produk dan layanan yang
bervariasi sesuai kebutuhan.
Berdasarkan hasil monitoring dan
review yang dilakukan, untuk debitur
yang dikelompokkan menjadi nasabah
watchlist, bersama Corporate Risk
Group, Corporate Banking akan
menetapkan account strategy yang
sesuai untuk setiap nasabah watchlist
dan menerapkannya dengan tertib.
Keempat, mengoptimalkan peran
sinergis Syndicated & Structured
Finance Group dan Mandiri Sekuritas
dalam percepatan pengembangan
wholesale transaction banking dengan
menyediakan produk-produk yang
sophisticated dan komprehensif sesuai
kebutuhan nasabah.
Disamping itu, seluruh jajaran
Corporate Banking akan memperkuat
dan meningkatkan disiplin
dokumentasi perkreditan yang
diarahkan untuk menyelamatkan
asset Bank.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking: Mandiri Sekuritas
MANDIRI SEKURITAS
Meski secara umum dampak krisis
keuangan global masih dirasakan pada
tahun 2009, namun kondisi pasar modal
Indonesia menunjukkan kinerja yang
mengesankan. Indeks Harga saham
Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
mencatat kenaikan sebesar 85,85%
dibandingkan dengan posisi pada akhir
tahun 2008. IHSG akhir tahun 2009
ditutup pada posisi 2.518,994 naik
1.163,586 point atau 85,85% dari posisi
akhir 2008 sebesar 1.355,408. Bursa Efek
Indonesia tahun 2009 juga mencetak
kenaikan nilai kapitalisasi pasar menjadi
sebesar Rp2.019 triliun atau naik 87,64%
dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp
1.076 triliun
Momentum tersebut sudah barang
tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya
oleh Mandiri Sekuritas dengan berbekal
tekad, komitmen, kemampuan serta
pengalaman yang dimiliki untuk
meningkatkan pencapaian dan kinerja
pada semua lini usaha yang digeluti.
Tahun 2009 ditandai Mandiri Sekuritas
dengan keberhasilan memperoleh dan
menyelesaikan beberapa mandat untuk
menangani transaksi penting seperti
penjaminan emisi efek, advisory dan
pinjaman sindikasi. Mandiri Sekuritas
juga melanjutkan dominasinya pada
perdagangan saham dan obligasi negara
di pasar sekunder.
Atas pencapaian tersebut, Mandiri
Sekuritas kembali meraih berbagai
penghargaan internasional diantaranya
sebagai Best Domestic Bond House 2009
in Indonesia dari Majalah The Asset, Best
Investment Bank in Indonesia untuk
kelima kalinya berturut-turut dari Global
Finance, Perusahaan Sekuritas Terbaik
untuk 2 tahun berturut-turut dari Bisnis
Indonesia, dan #2 Best Local Brokerage
House in Indonesia 2009 dari Asiamoney.
Penghargaan lain yang tak kalah
membanggakan juga diperoleh untuk
transaksi IPO Bank BTN, di mana Mandiri
Sekuritas bertindak sebagai Joint Lead
Underwriter dan Bookrunner, sebagai
Best IPO in 2009 dari The Asset dan Best
Mid-Cap IPO Deal of the Year in Southeast
Asia 2009 dari Alpha Southeast Asia.
Investment Banking
Meredanya gejolak pasar juga berimbas
positif kepada kegiatan usaha Investment
Banking. Dalam pasar penjaminan
emisi saham (IPO), berdasarkan data
Bloomberg, Mandiri Sekuritas berhasil
memperbaiki posisinya di pasar domestik
dari posisi ke-7 ditahun 2008 menjadi
posisi pertama ditahun 2009 dengan
penguasaan pangsa pasar sebesar
28%. Transaksi penting yang perlu
dicatat adalah saat Mandiri Sekuritas
berhasil menangani IPO Bank BTN, yang
merupakan program privatisasi, senilai
Rp 1,89 triliun dengan sukses dan tercatat
sebagai IPO dengan nilai terbesar di
tahun 2009.
Sedangkan pada pasar penjaminan emisi
surat utang, Mandiri Sekuritas tetap
mempertahankan posisinya sebagai salah
satu pemain utama dengan mencatat
kinerja mengesankan dan keberhasilan
dalam menyelesaikan mandat berbagai
transaksi penting diantaranya Obligasi
Subordinasi Bank Mandiri senilai Rp 3,50
triliun, Obligasi PLN senilai Rp 2,70 triliun,
Obligasi Subrodinasi Bank BRI senilai Rp
2 triliun dan emisi obligasi Indosat senilai
Rp 1,30 triliun.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
163
164
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking: Mandiri Sekuritas
MANDIRI SEKURITAS
PERINGKAT PENJAMIN EMISI SAHAM TAHUN 2009
Rank
Perusahaan Efek
Jumlah (miliar Rp)
Pangsa Pasar (%)
Jumlah Issue
1
Mandiri Sekuritas
2
CIMB 1.094,40 28
3
944,02 24
1
3
4
Bahana Securities 375,01
10
2
BNP Paribas Group
333,03 9
1
5
Danareksa Sekuritas
333,03 9
1
6
Dinamika Usahajaya
160 4
1
7
OSK Nusadana Securities Indonesia
150 4
1
8
Lautandhana Securindo 99,75 3
1
9
Ciptadana Sekuritas
67,78 2
1
10
Indo Premier Securities 67,78 2
1
11
Lainnya
Total
228,73 6
6
3.853,53 100
19
Sumber: Bloomberg
Melengkapi daftar transaksi di atas,
Mandiri Sekuritas juga berhasil
menyelesaikan sejumlah mandat
transaksi seperti shares sellback dan jasa
penasehat keuangan untuk beberapa
perusahan terkemuka.
Capital Markets
Seiring dengan membaiknya kondisi pasar
sepanjang tahun 2009, Mandiri Sekuritas
juga berhasil menunjukkan kinerja yang
memuaskan dalam hal transaksi efek di
pasar sekunder. Untuk transaksi saham,
Mandiri Sekuritas berhasil membukukan
transaksi sebesar Rp 44,20 triliun dan
menguasai pangsa pasar sebanyak
2,30%. Mandiri Sekuritas juga tetap
menjadi salah satu broker teraktif dalam
perdagangan obligasi khususnya surat
utang negara dengan mencatat nilai
transaksi senilai Rp 21,40 triliun dan
menguasai pangsa pasar sebesar 10%.
Di masa datang, Mandiri Sekuritas
berkomitmen untuk meningkatkan
kinerja usaha di sektor brokerage dengan
memperluas jaringan di seluruh Indonesia
sehingga dapat semakin menjangkau
lebih banyak investor. Selain itu,
Mandiri Sekuritas juga merencanakan
untuk menambah berbagai fasilitas
seperti on-line trading dan sebagainya
guna memudahkan nasabah dalam
bertransaksi.
Investment Management
Pemulihan kondisi Pasar Modal secara
berangsur-angsur juga berdampak
positif terhadap industri reksa dana yang
ditandai dengan kenaikan Nilai Aktiva
Bersih (NAB) atas produk-produk reksa
dana secara cukup signifikan. Mandiri
Sekuritas melalui anak perusahaannya
Mandiri Manajemen Investasi (MMI),
juga berhasil meningkatkan jumlah
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
dana kelolaan dari Rp 7,75 triliun di akhir
tahun 2008 menjadi Rp 14,62 triliun di
akhir tahun 2009 atau tumbuh sebesar
88%. Selama tahun lalu, MMI juga cukup
agresif dalam menerbitkan produk reksa
dana baru yang sebagian besar berjenis
terproteksi yang masih diminati oleh
sebagian besar investor.
Dalam upaya memperluas pangsa
pasar dan meningkatkan dana kelolaan,
MMI secara intensif terus melakukan
riset guna menerbitkan produk inovatif
sesuai dengan perkembangan dan
kebutuhan pasar. Di sisi lain, MMI juga
bekerjasama erat dengan Bank Mandiri
maupun dengan pihak lain baik dalam
hal pengembangan produk reksa dana
maupun pada sisi pendistribusiannya.
WHOLESALE BANKING
Corporate Banking: Mandiri Sekuritas
MANDIRI SEKURITAS (AWARDS)
Best Investment Bank in Indonesia 2005 – 2009 – Global Finance
Best Domestic Bond House 2009
Best Mid-Cap IPO Deal of the Year in Southeast Asia 2009 for
Bank BTN IPO – Alpha Southeast Asia
Best Bond House in Indonesia 2009 - FinanceAsia
#2 Best Local Brokerage House in Indonesia 2009 - Asiamoney
Perusahaan Sekuritas Terbaik 2008 - 2009 – Bisnis Indonesia The Most Active Underwriter 2009 - Pinnacle - Pefindo LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
165
166
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking
Di tahun 2009, kontribusi margin Direktorat Commercial Banking meningkat sebesar
42% atau mencapai Rp 4,4 triliun dari Rp 3,1 triliun di tahun 2008. Kinerja baik tersebut
menunjukan komitmen kami dalam mengembangkan bisnis Commercial Banking secara
berkesinambungan, melalui implementasi inisiatif-inisiatif strategis yang terencana,
terukur, dan termonitor, baik di sisi produk, standar layanan, proses bisnis dan organisasi,
serta SDM (Sumber Daya Manusia).
KINERJA KEUANGAN TAHUN 2009
Pencapaian kinerja yang sangat baik di
tahun 2009 semakin memantapkan
langkah kami untuk memasuki tahap
transformasi lanjutan pada tahun
2010 ini dan mewujudkan tekad untuk
tetap menjadi “penyedia layanan solusi
bisnis dan keuangan yang terbaik dan
terkemuka kepada nasabah”.
Untuk meningkatkan fokus pelayanan
kepada nasabah, di tahun 2009 telah
dilakukan beberapa pembenahan
internal, diantaranya penggabungan dan
konsolidasi organisasi Small Business
Group menjadi bagian dari Direktorat
Commercial Banking. Sebelum bergabung
dengan Direktorat Commercial Banking,
Small Business Group berada di bawah
supervisi Direktorat Micro & Retail
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Banking. Dengan bergabungnya Small
Business Group ke Direktorat Commercial
Banking, maka saat ini Direktorat
Commercial Banking membawahi
unit-unit di Commercial Sales dan
Small Business. Selain itu, Direktorat
Commercial Banking juga melakukan
supervisi pengembangan bisnis
perusahaan anak di segmen perbankan
syariah melalui PT. Bank Syariah Mandiri.
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
TOTAL LOANS (Rp. Triliun) 1)
CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Triliun)
TOTAL DEPOSITS (Rp. Triliun) 2)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
15
30
45
60
75
10
Valas
Rupiah
20
30
40
1
50
3
4
5
Valas
Rupiah
FEE INCOME 3) (Rp. Miliar)
NET INTEREST INCOME (Rp. Triliun)
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
1
2
2
3
4
100
5
200
300
400
500
70
140
210
280
350
Personel
General & Administrative
NPL (%)
COST OF LIABILITIES (%)
LOAN YIELD (%)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
5
10
15
20
Valas
Rupiah
25
4
6
8
10
Valas
Rupiah
1) Tahun 2009 termasuk Small Business Loans
2) Termasuk perpindahan pengelolaan nasabah ke segmen lainnya di 2009
12
1
2
3
4
5
Valas
Rupiah
3) Fee Income dalam grafik tidak termasuk laba perusaan anak PT. Bank Syariah Mandiri
DISTRIBUTIONS
•
•
•
•
Commercial Banking Center (CBC)
Commercial Floor
Trade Servicing Center (TSC)
Trade Servicing Desk (TSD)
19
19
11
8
•
•
•
•
Cluster Small Business
Small Business District Center (SBDC)
SBDC Floor SBDC Desk
3
24
51
87
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
167
168
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
Commercial Banking
Fransisca Nelwan Mok
Jakarta Commercial Sales
Group
royke tumilaar
Regional Commercial Sales 1
Group
santoso b. riyanto
Regional Commercial Sales 2
Group
cornelis p. tehusijarana
Wholesale Product
Management Group
rafjon yahya
Small Business 1 Group
Small Business 2 Group
Di tengah kondisi makro ekonomi
yang kurang kondusif sebagai dampak
dari krisis ekonomi global, di akhir
tahun 2009 Direktorat Commecial
Banking berhasil mencapai sebagian
besar target kinerja keuangan serta
implementasi strategi bisnis yang
ditetapkan untuk tahun 2009.
Di bidang Perkreditan, strategi
pertumbuhan bisnis Direktorat
Commercial Banking diantaranya
melalui penentuan targeted customer
yaitu nasabah-nasabah utama di
sektor unggulan di setiap wilayah,
pengembangan kredit Small Business
melalui pendekatan cluster di wilayah
potensial, peningkatan pemasaran
KMK Fixed untuk menjaga portfolio
sustainability kredit, penyederhanaan
proses dan format dokumen perkreditan
untuk meningkatkan Turn Around Time
proses kredit, serta ekspansi nasabah
baru melalui peningkatan penyaluran
kredit di sektor unggulan seperti Sektor
Perdagangan, Perkebunan Kelapa
Sawit, Pertambangan Batu Bara dan
Transportasi.
Melalui upaya keras dan sistematis
dalam mengimplementasikan strategi
di bidang perkreditan tersebut, maka
volume kredit mencapai Rp 66.156
miliar atau tumbuh 17.3% dari tahun
lalu. Pencapaian kredit tersebut terdiri
dari kredit Commercial Sales sebesar Rp
49.056 miliar, atau meningkat 18.0%
dibanding tahun sebelumnya, dan kredit
Small Business sebesar Rp 17.100
miliar yang meningkat sebesar 15.4%
dibanding tahun sebelumnya. Jumlah
debitur kelolaan Direktorat Commercial
Banking per Desember 2009 mencapai
27.319 debitur dengan total rekening
sebanyak 37.667 rekening, terdiri dari
debitur Commercial sebanyak 1.795
debitur (4.281 rekening) dan debitur
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Small Business sebanyak 25.524 debitur
(33.386 rekening). Pertumbuhan kredit
tersebut meningkatkan market share
Segmen Commercial menjadi 10,3%
dan di Segmen Small Business sebesar
10,1%.
Ditinjau dari pendapatan sisi asset,
portfolio yield kredit rupiah sebesar
12,73% di atas required yield kredit
rupiah posisi Desember 2009 sebesar
10,27%, sedangkan portfolio yield kredit
valas sebesar 8,38% di atas required
yield valas posisi Desember 2009
sebesar 5,60%.
Meskipun volume kredit tetap tumbuh,
namun Direktorat Commercial Banking
tetap fokus untuk menjaga kualitas
aset. Strategi yang diterapkan di
tahun 2009 untuk menjaga kualitas
aset diantaranya dengan melakukan
monitoring secara ketat debitur
kolektibilitas 2 dan debitur watch list
serta melakukan penagihan tunggakan
secara intensif, serta koordinasi intensif
dengan unit terkait atas penanganan
kredit yang telah menjadi Non
Performing Loan (NPL). Atas upaya
tersebut, posisi NPL gross Direktorat
Commercial Banking untuk posisi
Desember 2009 terjaga di tingkat
2.32% dari total kredit yang disalurkan.
Untuk Dana Pihak Ketiga,
pengembangan bisnis diantaranya
dilakukan dengan mengoptimalkan
funding mix, pemberian fasilitas cash
management untuk nasabah potensial,
serta penerapan pricing strategy yang
disertai dengan syarat peningkatan
transaksi nasabah di rekening giro dan
peningkatan product holding.
Sepanjang tahun 2009 Bank Mandiri
juga menetapkan kebijakan untuk
menata ulang pengelolaan nasabah.
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
Atas dasar ini, maka terjadi pengalihan
dana dari Direktorat Commercial
Banking ke direktorat lain. Dikarenakan
pengalihan ini, maka dana pihak
ketiga Direktorat Commercial Banking
mengalami penurunan menjadi
Rp35.713 miliar, atau menurun 8.0%
dari tahun lalu. Pencapaian volume
dana mengakibatkan pencapaian
market share dana masyarakat segmen
Commercial menjadi 14.5% dan
Small Business sebesar 1.8%, adapun
kontribusi pada pencapaian market
share dana Bank Mandiri menjadi 15.6%.
Ditinjau dari komposisi dana murah
(Giro dan Tabungan Bisnis), struktur
dana murah Direktorat Commercial
Banking tetap terjaga dengan porsi
68.0% dari total volume dana pihak
ketiga, atau sebesar Rp 24.808
miliar, sedikit meningkat apabila
dibandingkan dengan posisi 2008
yang sebesar 66,8%. Jumlah nasabah
funding kelolaan Direktorat Commercial
Banking hingga Desember 2009
mencapai 106.690 nasabah, terdiri dari
Commercial sebanyak 91.518 nasabah
dan Small Business sebanyak 15.172
nasabah.
Ditinjau dari pendapatan sisi liabilities,
cost of fund rupiah mencapai 4,73%,
cenderung meningkat apabila
dibandingkan dengan tahun lalu yang
4,12%. Sedangkan cost of fund valas
mencapai 1,68%.
Di bidang Fee Based Income, strategi
yang ditempuh Direktorat Commercial
Banking selama tahun 2009 adalah
meningkatkan pemasaran Product Push
(produk unggulan) yang bersumber
dari Trade dan Cash Management
(Transaction Banking), memperluas
pemasaran produk ekspor diantaranya
Forfaiting dan Auto Purchase, serta
melakukan penjualan produk bundling
dan intergrasi antar produk transaction
sesuai dengan tipe dan siklus bisnis
nasabah. Di bidang Trade Services, Bank
Mandiri menghadapi tantangan keras
sebagai dampak krisis perekonomian
global sehingga volume transaksi
trade finance Bank Mandiri menurun
hingga 26.8% dibandingkan dengan
tahun lalu atau mencapai Rp 90.07
triliun, dengan pangsa pasar sebesar
16% untuk transaksi ekspor dan
37% untuk transaksi impor. Namun,
berkat kerja keras dan komitmen
dalam melakukan inisiatif strategi
untuk meningkatkan fee based,
pendapatan fee based Direktorat
Commercial Banking menunjukan
peningkatan yang signifikan, khususnya
pendapatan fee yang diperoleh dari
bisnis Commercial & Small Business
(tanpa memperhitungkan laba
Perusahaan Anak Bank Syariah Mandiri)
yang mencapai Rp 417 miliar atau
mengalami kenaikan 46,8% dibanding
tahun sebelumnya. Pendapatan fee
tersebut terdiri dari pendapatan
Commercial Sales sebesar Rp 351
miliar yang meningkat 23.6% dibanding
tahun sebelumnya, dan pendapatan
Small Business sebesar Rp 66 miliar
yang meningkat sebesar 53.5%
dibanding tahun sebelumnya. Apabila
memperhitungkan pendapatan dari
Bank Syariah Mandiri yang mencapai
Rp 289,6 miliar, maka pendapatan fee
income Direktorat Commercial Banking
mencapai Rp 706,6 miliar.
Sejalan dengan meningkatnya volume
bisnis di tahun 2009, Direktorat
Commercial Banking berhasil
membukukan pendapatan bunga
bersih sebesar Rp 4.646 miliar. Adapun
kontribusi margin yang dapat dibukukan
Direktorat Commercial Banking
mencapai Rp 4.449 miliar atau naik 42%
dari tahun sebelumnya.
IMPLEMENTASI INISIATIF STRATEGIS
TAHUN 2009
Pencapaian kinerja finansial yang
baik di tahun 2009 ditunjang oleh
konsistensi Direktorat Commercial
Banking dalam mengimplementasikan
tiga pilar utama, yaitu pencapaian
kinerja finansial sesuai target yang
ditetapkan, penerapan nilai-nilai
budaya perusahaan, dan implementasi
Good Corporate Governance. Disamping
itu, kinerja baik di tahun 2009
juga ditunjang oleh keberhasilan
implementasi inisiatif strategis
diantaranya adalah:
Pertama, pengembangan jaringan di
wilayah-wilayah potensial di seluruh
Indonesia. Sepanjang tahun 2009,
kami melakukan perluasan jaringan
Commercial Sales dengan dibentuknya
2 Commercial Banking Center (CBC)
yaitu CBC Surabaya Pemuda dan
CBC Balikpapan, 4 Commercial Floor,
dan 6 Trade Servicing Desk (TSD).
Sejalan dengan beralihnya supervisi
Small Business dari Direktorat
Micro & Retail Banking ke Direktorat
Commercial Banking, maka dilakukan
penambahan jaringan Small Business
untuk mendukung fokus bisnis
Direktorat Commercial Banking,
yaitu dengan membentuk 6 Small
Business District Center (SBDC) yaitu
di Pematangsiantar, Batam, Padang,
Tangerang, Solo dan Balikapapan,
serta mengembangkan 3 Cluster Small
Business yaitu di Jababeka, Pasar 16 Ilir
Palembang dan Pasar Atom Surabaya.
Selain itu, penyempurnaan organisasi
Small Business juga dilakukan di
level wilayah melalui pembentukan
51 SBDC Floor dan 87 SBDC Desk
di wilayah potensial/cluster bisnis.
Dengan demikian, untuk jaringan
Commercial Sales, saat ini kami telah
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
169
170
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
memiliki 19 CBC, 19 Commercial Floor,
11 Trade Servicing Center (TSC), 8 TSD.
Sementara untuk Small Business, kami
telah memiliki 3 Cluster Small Business,
24 SBDC, 51 SBDC Floor dan 87 SBDC
Desk. Terkait dengan pengembangan
organisasi Wholesale Transaction
Banking, telah dibentuk organisasi
Tim Transaction Banking di setiap CBC
untuk menangani nasabah non debitur
dan secara proaktif menawarkan produk
transaction banking.
Kedua, Commercial Banking terus
memperkuat pelaksanaan program
aliansi dengan nasabah besar yang
memiliki keterkaitan bisnis yang luas
(hulu – hilir) sepanjang mata rantai
usahanya (value chain financing)
yang bergerak di bidang konstruksi,
manufaktur, perdagangan dan
telekomunikasi. Program aliansi
dengan anchor nasabah Corporate
telah terjalin sebanyak 9 nasabah,
serta terus mengupayakan peningkatan
realisasi value chain dengan nasabah
turunannya. Selain itu, pengembangan
aliansi dengan 17 anchor nasabah
Commercial juga sudah terjalin
dengan cukup baik. Selama tahun
2009, revenue yang diperoleh dari
implementasi program aliansi di
Commercial Banking mencapai Rp
10.9 miliar (meningkat 159% dari
periode tahun lalu) dengan peningkatan
product holding nasabah menjadi
rata-rata 6.68 produk. Selain aliansi,
sinergi dengan unit bisnis lain juga
dilakukan dalam memasarkan produkproduk unggulan, diantaranya mitra
karya, payroll, dan EDC (Electronic Data
Capture).
Ketiga, pengembangan sistem dan
infrastruktur pendukung wholesale
transaction melalui peningkatan
infrastruktur IT yang salah satunya
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
dilakukan untuk mendukung
implementasi pembaruan Cash
Management System (CMS) menjadi
Mandiri Cash Management (MCM)
melalui Project Cash Management
Engine yang dibagi di dalam 2 tahap.
Pengembangan Cash Management
Engine Tahap I telah selesai dilakukan
di tahun 2009, dan pengembangan
Cash Management Engine Tahap II
serta pengembangan aplikasi End
to End Trade Finance masih dalam
proses finalisasi. Dengan dukungan
infrastruktur IT tersebut, terjadi
peningkatan nasabah pengguna Cash
Management sebesar 25%, sehingga
pada akhir tahun 2009 total pengguna
Cash Management (termasuk CMS dan
MCM) mencapai 4.733 nasabah.
Keempat, peningkatan
berkesinambungan dalam
penyempurnaan/pengembangan
produk dan layanan sesuai dengan
karakteritik bisnis nasabah agar produk
yang dihasilkan dapat lebih kompetitif
di pasar. Di tahun 2009 telah dilakukan
pengembangan 16 produk yaitu produk
KAD, KSM telekomunikasi, Mandiri
Supplier Financing, Giro Premier, Giro
Escrow, Kredit Wirausaha Mandiri,
Kredit kontraktor pertambangan,
Treasury Line, Kredit Multiguna Usaha,
Kredit Tanaman Semusim (termasuk
khusus untuk tembakau), Kredit
Ketahanan Pangan & Energi (KKPE),
Rekening Giro untuk Badan Hukum
Asing, Pembiayaan kepada End-User,
Rekening Global Fund, dan Surat
Keterangan Bank. Selain itu, dilakukan
juga pengembangan 2 bundling
product yaitu Mandiri Giro Solusi,
dan Bundling Small untuk Cluster
Jababeka – Cikarang. Adapun program
bundling difokuskan untuk mendorong
peningkatan wholesale transaction dan
akuisisi nasabah Small Business.
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
42%
Peningkatan
kontribusi margin
Di tahun 2009, kontribusi margin
Direktorat Commercial Banking
meningkat sebesar 42% atau
mencapai Rp 4,4 triliun dari Rp 3,1
triliun di tahun 2008.
Kelima, penyempurnaan bisnis proses
yang berkesinambungan, terutama
untuk Small Business, yang dilakukan
melalui penyederhanaan format Nota
Analisa Kredit (NAK), penyederhanaan
proses kredit baik untuk kredit
perpanjangan maupun kredit baru,
perbaikan scoring system, serta
mengoptimalkan fungsi verificator.
Keenam, inisiatif terkait pengembangan
program marketing juga telah
terlaksana dengan baik, antara lain
telah tersedianya program video
Commercial Banking, pemuatan iklan di
beberapa media cetak dan elektronik,
penyediaan souvenir, brosur dan
pelaksanaan sponsorship antara lain
pada event terkait oil & gas exhibition,
GAPKINDO, Papua Investment Day, dan
Trade Expo Indonesia.
Ketujuh, peningkatan kualitas SDM
melalui pelaksanaan program pelatihan
dan pengembangan yang khusus di
membangun semangat kebersamaan
dan kepedulian pegawai (social
responsibility culture & teamwork).
desain untuk memenuhi kebutuhan
Direktorat Commercial Banking,
meliputi leadership, managerial &
selling skills, perkreditan dan product
knowledge yang ditujukan untuk semua
tingkatan pegawai. Untuk mendukung
peningkatan product knowledge
tim sales Transaction Banking,
telah diadakan assessment product
transaction, sosialisasi dan pelaksanaan
training, termasuk optimalisasi
Commercial Banking Academy.
SASARAN 2010
Kedelapan, pencapaian kinerja
Direktorat Commercial Banking
yang baik pada tahun ini dilandasi
juga oleh komitmen seluruh jajaran
Direktorat Commercial Banking dalam
penerapan budaya perusahaan yang
kuat dan konsisten, dengan fokus pada
penerapan budaya berbasis kinerja
(performance culture), peningkatan risk
awareness (risk culture), peningkatan
kompetensi dan entrepreneurship
pegawai (learning & sharing culture), dan
Sebagai kelanjutan dari proses
transformasi Bank Mandiri, di tahun
2010-2014 Bank Mandiri telah
menentukan 3 (tiga) area bisnis
utama sebagai key success factors,
yaitu memperkuat keunggulan di
bidang Wholesale Transaction Banking,
meningkatan bisnis Retail Payment &
Deposit, dan mengembangkan High
Yield Business.
Rencana jangka panjang 2010-2014
untuk Direktorat Commercial Banking
adalah mendukung pertumbuhan
market share yang positif, dan tetap
menjadi penyedia layanan solusi
bisnis yang terbaik dan terkemuka
kepada nasabah. Hal ini dilakukan
dengan ikut mengambil bagian dalam
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
171
172
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
pengembangan inisiatif terkait
Wholesale Transaction Banking,
khususnya untuk nasabah Segmen
Commercial; dan inisiatif terkait
Retail Payment & Deposit dan
Business Banking, khususnya dalam
pengembangan portfolio dana dan
transaksi dari nasabah Segmen Small
Business.
Untuk mendukung visi Bank Mandiri di
bidang Wholesale Banking, Direktorat
Commercial Banking akan memberikan
pelayanan yang lebih sophisticated,
customized dan lengkap. Hal ini
dilakukan dengan mengefektifkan
aliansi diantara unit kerja sehingga
dapat memberikan total solusi
bisnis terbaik bagi nasabah melalui
pengembangan produk dan layanan
yang inovatif serta dapat diandalkan,
ketersediaan produk termasuk product
bundling yang berkualitas, layanan
responsif, dan penetapan harga yang
kompetitif. Dengan model Integrated
Wholesale Transaction Banking,
diharapkan Direktorat Commercial
Banking dapat bersaing dengan
pesaing utama untuk mendapatkan
potensi revenue dari Wholesale Banking
Deposit dan fee income di segmen
Commercial. Selain itu, pengembangan
bisnis Wholesale Transaction,
Direktorat Commercial Banking juga
akan mendukung bisnis Bank Mandiri
melalui peningkatan share of wallet
nasabah, peningkatan revenue dari
nasabah baru, dan mengendalikan NPL.
Agar strategi dapat berjalan secara
efektif, efisien dan tepat waktu,
maka telah dicanangkan strategi
yang fokus untuk Commercial Sales,
dimana prioritas strategi yang akan
dijalankan adalah mempertahankan
posisi Bank Mandiri yang cukup
baik di Segmen Large Commercial,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
mempercepat pertumbuhan Segmen
Middle Commercial di sektor-sektor
yang atraktif, serta meningkatkan
market share di Segmen Regional
Governments melalui pemasaran
produk dana & transaction banking.
Selain itu, dilakukan penetapan value
preposition yang menjadi competitive
advantage segmen Commercial, yaitu
menciptakan hubungan bisnis yang
excellence, dan penawaran solusi yang
menjawab kebutuhan nasabah. Adapun
kunci untuk mendukung pencapaian
tujuan dan strategi di atas adalah
model relationship yang berorientasi
pada nasabah, proses bisnis yang
efisien, performance management
yang kuat, dan implementasi inisiatif
antar SBU, antara lain dalam bentuk
pengembangan program aliansi dan
pemberdayaan fungsi CEO Wilayah.
Sementara itu, untuk mendukung
inisiatif terkait Retail Payment
& Deposit dan Business Banking,
strategi yang akan dilakukan melalui
pengembangan Small Business adalah
fokus pada nasabah segmen Small
Business dengan usaha berskala besar
atau limit kredit di atas Rp 500 juta di
wilayah potensial di seluruh Indonesia.
Adapun value preposition yang menjadi
competitive advantage di segmen
Small adalah service yang nyaman dan
mudah dari sisi produk dan channel,
proses cepat dan transparan, serta
penawaran produk yang kompetitif dan
responsif terhadap kebutuhan nasabah.
Berdasarkan value preposition tersebut,
business model yang ditetapkan
didasarkan pada relationship-based
di BBC serta penyediaan layanan
transaction banking melalui multichannel (cabang, electronic channel,
call center, dsb.). Adapun kunci untuk
mendukung pencapaian tujuan dan
strategi tersebut adalah perbaikan
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking
terus-menerus di sisi layanan, termasuk
re-branding nama Small Business
menjadi Business Banking, serta
penyelarasan nama sales distribution
Small Business dari Small Business
District Center (SBDC) menjadi
Business Banking Center (BBC). Rebranding tersebut ditujukan untuk
lebih menonjolkan fokus bisnis Small
Business yaitu memberikan layanan
dan pembiayaan untuk pebisnis/
kegiatan produktif. Selain itu dilakukan
peningkatan customer facing time dari
Relationship Manager, sehigga fokus
pada kegiatan selling, peningkatan
kompetensi SDM, serta efektifitas
program aliansi.
Pelaksanaan inisiatif tersebut diikuti
dengan sistem monitoring yang
diharapkan dapat menghasilkan
pertumbuhan bisnis yang sehat
dan berkesinambungan. Dengan
demikian, kami memiliki keyakinan
besar untuk dapat meningkatkan
volume bisnis di tahun 2010 sesuai
target yang ditetapkan dengan tetap
berpegang pada penerapan nilai-nilai
budaya Bank Mandiri (Trust, Integrity,
Professionalism, Customer Focus,
Excellence), dan implementasi Good
Corporate Governance secara konsisten
dalam mewujudkan “Commercial
Banking: Innovate - Lead - Victory”.
Kami juga akan terus berupaya untuk
menciptakan SDM yang kompeten,
melalui optimalisasi Commercial
Banking Academy untuk program
pengembangan pegawai dengan
lebih terencana, training pegawai,
antara lain dalam bentuk pelaksanaan
assessment perkreditan dan product
knowledge, training soft skills dan hard
skills, serta program pengembangan
pegawai talent. Selain itu juga akan
dilaksanakan forum peningkatan
motivasi pegawai dan sharing
knowledge antar pegawai, dalam bentuk
Motivation Tune Up, Team Leader Forum
dan Change Agent Forum minimal 1
(satu) kali dalam setahun.
Pengembangan kompetensi SDM
tersebut juga didukung oleh
implementasi budaya di seluruh
unit kerja Direktorat Commercial
Banking, dengan fokus program pada
peningkatan kinerja dan business
process reengineering, peningkatan
budaya knowledge management dan
effective communication, penciptaan
semangat aliansi, jiwa services dan
peduli lingkungan.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
173
174
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking: Bank Syariah Mandiri
bank syariah mandiri
Per 31 Desember 2009, total pembiayaan
BSM merupakan 8,09% dari jumlah portfolio
kredit Bank Mandiri (konsolidasi).
PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) didirikan
pada tanggal 1 November 1999. Kinerja
keuangan BSM mengalami perkembangan
yang menggembirakan, baik aset,
pendanaan, pembiayaan, maupun modal,
yaitu sebagai berikut:
ASET: Tumbuh sebesar Rp 4.945 miliar (28,97%),
yaitu tumbuh dari posisi Rp 17.066 miliar
di akhir 2008 ke posisi Rp 22.010 miliar di
akhir 2009.
Dana Pihak ke Tiga (DPK):
DPK BSM tumbuh sebesar Rp 4.439 miliar
(29,79%), yaitu tumbuh dari posisi Rp
14.899 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp
19.338 miliar di akhir 2009.
Pada akhir tahun 2009, BSM memiliki
lebih dari 1,59 juta rekening pendanaan,
baik rekening individu maupun rekening
perusahaan.
Per 31 Desember 2009, DPK BSM
merupakan 6,05% dari jumlah DPK Bank
Mandiri (konsolidasi).
PEMBIAYAAN:
Pembiayaan BSM tumbuh sebesar Rp 2.785
miliar atau 20,97%, yaitu tumbuh dari posisi
Rp 13.278 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp
16.063 miliar di akhir 2009.
Pada akhir tahun 2009, BSM memiliki lebih
dari 123 ribu nasabah pembiayaan.
EKUITAS: Total ekuitas BSM tumbuh sebesar Rp 392
miliar (32,44%), yaitu tumbuh dari posisi
Rp 1.208 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp
1.600 miliar di akhir 2009.
BSM membukukan laba sebesar Rp290,982
miliar, dengan Return on Equity (ROE)
sebesar 21,41%.
Kami terus menguatkan dukungan terhadap
BSM salah satunya melalui penambahan
modal pada tahun 2009 sebesar Rp 100
miliar, baik dalam bentuk dana tunai. Sejak
BSM berdiri hingga akhir 2009, kami tetap
merupakan pemegang saham mayoritas
BSM dengan menguasai 99,9% saham.
Pangsa pasar BSM di industri perbankan
syariah Indonesia mencapai 33,30%,
asset, 34,26% pembiayaan, dan 37,00%
pendanaan. BSM merupakan bank syariah
dengan pangsa pasar terbesar di industri
perbankan syariah Indonesia.
Untuk menunjang kegiatan bisnis, BSM
memiliki beragam produk pendanaan,
pembiayaan, dan produk jasa-jasa
perbankan lainnya. Produk pendanaan
BSM terdiri atas berbagai ragam
tabungan, deposito, dan giro. Produk
pembiayaan terdiri atas pembiayaan
konsumer, komersial, dan korporasi. Skema
pembiayaan tersebut dapat digunakan
untuk membiayai berbagai sektor usaha
seperti sektor perdagangan grosir, pertanian,
industri, perdagangan retail dan perumahan,
sarana dan prasarana umum termasuk
telekomunikasi, dll. Pada akhir 2009, porsi
terbesar pembiayaan BSM disalurkan pada
sektor UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Mikro), dengan porsi pembiayaan mencapai
61.31% atau Rp 9.8 triliun.
BSM juga menawarkan produk-produk
jasa perbankan yang lengkap dan modern,
meliputi jasa pengiriman uang (remittance)
rupiah dan valas baik lokal maupun
internasional, pembayaran berbagai macam
tagihan (billing) seperti pembayaran listrik,
air, telepon, pajak, dll, serta pembelian
(purchasing) berbagai macam voucher.
Kesemuanya dilayani secara online.
Dalam rangka menjangkau seluruh lapisan
nasabah, BSM menyediakan produk dan
layanan melalui jaringan fisik dan virtual.
Jaringan fisik per akhir 2009 meliputi
outlet sebanyak 390 buah di 24 provinsi
di Indonesia dan jaringan ATM sebanyak
lebih dari 40 ribu buah di seluruh wilayah
Indonesia dan Malaysia. Jaringan ATM
tersebut meliputi jaringan ATM BSM
sebanyak 220 buah, ATM Mandiri sebanyak
4.630 buah, ATM Bersama sebanyak 20.096
buah, dan ATM Prima sebanyak 13.663.
BSM juga mendukung layanan transaksi
perbankan melalui jaringan virtual internet
menggunakan BSM Net Banking serta
telepon genggam menggunakan layanan
SMS Banking dan BSM Mobile Banking
GPRS.
Fokus pengembangan bisnis Bank Syariah
Mandiri agar diarahkan pada bisnis retail
banking. Untuk menghadapi persaingan di
segmen perbankan syariah yang semakin
ketat, maka strategi yang akan dilakukan
oleh BSM di tahun 2010 salah satunya
melalui pembiayaan segmen high yield
termasuk Bisnis Gadai, Warung Mikro, dan
CFBC (Consumer Financing Business Center).
Selain itu, BSM akan terus memperluas
jaringan infrastruktur termasuk jaringan
kantor, jaringan ATM, dan peningkatan
kualitas SDM.
WHOLESALE BANKING
Commercial Banking: Bank Syariah Mandiri
PENGHARGAAN YANG DITERIMA BANK SYARIAH MANDIRI DI 2009
Best Brand dari SWA Magazine (Word of Mouth Marketing Award)
Best HRD dari Indonesia Central Bank (Sharia Acceleration Award)
ISO 9001:2000 on banking HRD from Lloyd Register Quality
Assurance - London (1st in Indonesia)
Best Loyalty Customer dari InfoBank & MarkPlus (IBLA)
Best Efficiency dari Binis Indonesia (Banking Efficiency Award)
Best Outlet Productivity dari Indonesia Central Bank (Sharia
Acceleration Award)
Best Performance Banking 2009 dari ABFI Banking Award (ABFI
Institute Perbanas)
Best Sharia Banking dari Karim Business Consulting (KBC)
STP Award, Citibank, New York
Bank Syariah Terbaik dari Globe Media Group
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
175
176
WHOLESALE BANKING
Treasury and International Banking
THOMAS ARIFIN
Direktur Treasury and International Banking
Direktorat Treasury & International Banking memiliki peran sentral dalam mengelola
assets dan liabilities, menjaga kelangsungan bisnis dari aspek likuditas dan solvabilitas,
serta ikut mendorong pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana.
Ketika krisis ekonomi global mulai
berdampak pada Indonesia di akhir
tahun 2008, Bank Mandiri dengan cepat
mengambil inisiatif untuk memastikan
tingkat likuiditas yang mencukupi,
memperkuat struktur pendanaannya, dan
meminimalisasi dampak volatilitas nilai
tukar valas. Memburuknya perdagangan
global sejak kuartal III 2008 telah
berdampak negatif pada aktifitas bisnis
dan pasar valas di Indonesia. Direktorat
Treasury and International Banking Bank
Mandiri yang bertanggungjawab atas
kegiatan-kegiatan treasury, perbankan
internasional dan bisnis pasar modal,
berada pada posisi terdepan dalam
menerapkan strategi yang proaktif
dan tanggap bagi Bank Mandiri dalam
menghadapi dampak dari ketidakpastian
yang diakibatkan oleh krisis ekonomi
secara global.
Kinerja Tahun 2009
Walaupun menghadapi berbagai
tantangan di tahun 2009, direktorat
Treasury and International Banking
Bank Mandiri menunjukkan kinerja
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
yang positif sepanjang tahun ini. Total
contribution margin mencapai Rp 1,38
triliun di tahun 2009 meningkat 71.86%
dibanding tahun 2008 yang sebesar
Rp 803 miliar Pendapatan fee based
mencapai Rp 996,0 miliar di tahun
2009, atau meningkat sebesar 8,5%
dibanding tahun 2008. Pendapatan
dari transaksi valuta asing memberikan
kontribusi sebesar Rp 511,1 miliar
terhadap keseluruhan pendapatan
fee based di tahun 2009. Total nilai
transaksi valuta asing dengan nasabah
mencapai US$29,66 miliar, dan transaksi
WHOLESALE BANKING
Treasury and International Banking
TOTAL LOANS (Rp. Trilliun)
TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun)
operating profit (Rp. Trilliun)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
1
2
3
4
1
5
Valas
Rupiah
2
3
4
5
0.5
FEE INCOME (Rp. Triliun)
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
1
1,5
2
30
2,5
60
90
120
150
Personel
General & Administrative
COST OF LIABILITIES (%)
‘07
‘08
‘08
‘09
‘09
3
2
2.5
6
9
3
6
9
12
15
Valas
Rupiah
DISTRIBUTIONS
‘07
Valas
Rupiah
1.5
LOAN YIELD (%)
‘07
0,5
1
Valas
Rupiah
12
15
4
8
16
28
32
Regional Treasury Marketing (RTM)
Sub Regional Treasury Marketing (Sub RTM)
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
177
178
WHOLESALE BANKING
Treasury and International Banking
Treasury &
International Banking
Iman Nugroho Soeko
International Banking &
Capital Market Services
Group
VINCENT NANGOI
Treasury Group
valuta asing interbank mencapai
US$36,93 miliar di tahun 2009.
Basis nasabah Bank Mandiri yang besar
dan adanya perluasan usaha treasury
melalui unit Regional Treasury Marketing
(RTM) yang terdapat di berbagai kota
besar di Indonesia. Hal ini mendorong
perluasan pangsa pasar Bank Mandiri
untuk transaksi valuta asing dengan
nasabah menjadi 17% di tahun 2009
dari 13% di tahun 2008. Selain transaksi
valuta asing, Bank Mandiri juga
melayani transaksi surat berharga baik
untuk segmen korporasi maupun ritel.
Hal tersebut tidak hanya memperkuat
customer based tetapi juga menjadi
salah satu sumber penerimaan fee based
income untuk transaksi surat berharga
Bank Mandiri juga berhasil
meningkatkan pertumbuhan dananya.
Di tahun 2009, total dana masyarakat
meningkat sebesar 18,13% menjadi
Rp 5,77 triliun di akhir tahun. Sebagai
bagian dari langkah Bank Mandiri
untuk memperkuat struktur pendanaan
serta antisipasi menghadapi dampak
krisis ekonomi global, Bank Mandiri
telah melakukan penjajakan dan
mendapatkan komitmen pendanaan
dan international trade finance line
sebesar US$ 500 juta dari Asian
Development Bank (ADB), International
Finance Corporation (IFC), dan Agence
Française de Développement (AFD) pada
bulan November 2009, yang dapat
digunakan untuk mendanai aktifitas
usaha. Kemampuan Bank Mandiri untuk
mendapatkan komitmen pendanaan
melalui institusi keuangan internasional
seperti ADB dan IFC membuktikan
tingkat kepercayaan dan keyakinan yang
tinggi di kalangan komunitas keuangan
internasional terhadap Bank Mandiri.
Direktorat Treasury and International
Banking Bank Mandiri juga menyalurkan
pinjaman sebesar Rp 4,48 triliun atau
meningkat sebesar 3,8% dari tahun
2008. Meningkatnya pendanaan dan
kredit ini berdampak pada pendapatan
bunga bersih dari direktorat Treasury
and International Banking yang
mencapai Rp 671,2 miliar pada tahun
2009.
Selain itu Bank Mandiri juga
memfokuskan pada perluasan jangkauan
produk dan jasanya di seluruh Indonesia
serta pasar internasional. Dengan
dukungan oleh 28 kantor cabang
yang terdapat di seluruh Indonesia,
RTM membantu nasabah dalam
pengelolaan transaksi valas mereka
serta memberikan solusi treasury
lainnya dengan lebih efisien sebagai
bagian nilai tambah dari fasilitas dan
infrastruktur modern yang telah dimiliki
di tahun sebelumnya. Komitmen untuk
memberikan harga dan solusi yang
kompetitif bagi nasabah menempatkan
Bank Mandiri dalam posisi terdepan
dalam transaksi treasury.
Bank Mandiri juga memperluas
kerjasamanya dengan hampir 1.200
bank koresponden yang terdapat di
106 negara untuk aspek pembiayaan
perdagangan (trade finance), solusi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
treasury, remittance/pengiriman uang
dan risk sharing. Bank Mandiri telah
mendirikan Mandiri International
Remittance di Malaysia, dimana institusi
ini akan membantu pekerja asal
Indonesia di Malaysia untuk mengirim
uang ke keluarga mereka di tanah air.
Selanjutnya, Bank Mandiri juga
membangun kerjasama dengan bank
koresponden di Cina seperti Bank of
China dan Industrial Commercial Bank
of China (ICBC). Inisiatif Bank Mandiri di
Malaysia dan Cina akan meningkatkan
aktifitas perdagangan Indonesia dengan
Malaysia dan Cina selain negara-negara
di Asia Pasifik lainnya seperti Korea,
Jepang, Taiwan, dan Brunei Darusalam.
Cabang-cabang Bank Mandiri di Hong
Kong dan London juga telah berhasil
membukukan kinerja positifnya di
tengah iklim ekonomi global yang masih
belum pasti. Pada tahun 2009, kantor
luar negeri Bank Mandiri mencatatkan
keuntungan sebesar Rp 213,5 miliar.
Pada tahun 2009, Bank Mandiri secara
aktif mempromosikan Mandiri Direct
Settlement (MDS), untuk membantu
memfasilitasi pengiriman dalam mata
uang dolar AS dari Bank Mandiri ke
bank lokal serta sebaliknya dengan
tingkat efisiensi biaya dan waktu yang
lebih tinggi tanpa harus melalui bank
koresponden yang berada di Amerika
Serikat. Sejak peluncuran perdananya
pada tahun 2007, sistem MDS ini telah
membuktikan bahwa kehadirannya lebih
dari sekedar memenuhi permintaan
pasar seperti yang tercermin dari
bertambahnya jumlah bank lokal yang
berpartisipasi dalam program ini.
Untuk bisnis pasar modal, Bank Mandiri
terus memperkokoh dominasinya di
Indonesia melalui kerjasama dengan
sekitar 60% perusahaan anggota bursa
WHOLESALE BANKING
Treasury and International Banking
Pada tahun 2009 Bank Mandiri
telah membuka Mandiri
International Remittance di
Malaysia sebagai salah satu awal
perjalanan Bank Mandiri untuk
meningkatkan daya saing di
kawasan Asia Tenggara.
lokal atau 72 dari 121 perusahaan yang
telah menunjuk Bank Mandiri sebagai
payment bank di tahun 2009. Prestasi
Bank Mandiri ini tercermin dalam
volume Asset Under Management (AUM)
yang mencapai dua kali lebih besar
di tahun 2009 sebesar Rp 5,7 triliun
dibandingkan Rp 2,5 triliun pada tahun
2008. Selain menyediakan jasa payment
bank, Direktorat Treasury & International
Banking juga memberikan layanan pasar
modal lain seperti kustodian, jasa wali
amanat, escrow agent, paying agent,
security agent dan receiving bank bagi
emiten yang akan melaksanakan Initial
Public Offering (IPO).
Tantangan dan Peluang di Tahun
2010
Pada tahun 2010, Direktorat Treasury
and International Banking akan terus
memantau dampak pemulihan ekonomi
secara global terhadap Indonesia,
khususnya pada kinerja perdagangan
internasional. Strategi yang dimiliki
Bank Mandiri dan pendekatan bisnis
secara proaktif, sistem manajemen
risiko yang komprehensif, komitmen
transparansi untuk memberikan
informasi tepat waktu kepada nasabah,
kolaborasi yang berkelanjutan dalam
unit usaha yang beragam, perluasan
produk dan distribusi, serta peningkatan
secara konsisten dalam kualitas
pelayanan merupakan kunci tercapainya
kinerja yang positif terlepas dari
tantangan yang dihadapi sepanjang
tahun 2009.
Kami sangat optimis akan dapat terus
meningkatkan kinerja kami di tahun
2010 dengan memperkuat manajemen
risiko dan mengambil langkah-langkah
inisiatif baru.
Direktorat Treasury and International
Banking akan terus menyediakan
pendanaan yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kepemilikan high
yield asset Bank Mandiri. Dalam
rangka mengembangkan transaksi
wholesale banking, Direktorat akan
terus mengembangkan pelayanan
nasabah dalam transaksi valuta asing
serta surat berharga, meningkatkan
kemudahan akses nasabah untuk
melakukan transaksi dan pada waktu
yang bersamaan, meningkatkan dan
mengoptimalisasi berbagai unit usaha
dan mitra perbankan Bank Mandiri.
Sistem transaksi valuta asing secara
online akan diperluas untuk memberikan
layanan yang lebih cepat dan efisien
kepada nasabah. Di waktu bersamaan,
pengucuran kredit akan dilakukan
seiring dengan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.
Kedepannya Bank Mandiri akan terus
membangun kinerja yang kokoh di
bidang treasury, perbankan internasional
dan bisnis pasar modal guna mencapai
prestasi-prestasi baru di tahun 2010.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
179
180
WHOLESALE BANKING
Special Asset Management
ABDUL RACHMAN
Direktur Special Asset Management
Rasio gross NPL Bank Mandiri dapat diturunkan secara signifikan dari 4,7%
menjadi 2,6%, jauh dibawah target yang ditetapkan.
Direktorat Special Asset
Management (Direktorat SAM)
bertugas menangani kredit-kredit
bermasalah (Non Performing Loan/
NPL), mengelola kepemilikan saham
pada perusahaan-perusahaan
anak non core business, properti
terbengkalai serta aktiva (ATTB
Non produktif). Tugas utama
Direktorat SAM adalah melakukan
restrukturisasi kredit atas debiturdebitur yang dinilai masih memiliki
prospek yang baik, melakukan
upaya penyelesaian kredit pada
debitur yang sudah tidak memiliki
prospek, melakukan divestasi
kepemilikan saham perusahaan non
core serta optimalisasi penggunaan
dan divestasi terhadap properti
terbengkalai maupun ATTB non
Produktif.
Dalam menjalankan tugasnya,
Direktorat SAM didukung oleh
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
kekuatan internal yang dimiliki,
antara lain organisasi yang efektif
dan efisien, para Recovery Manager
yang mempunyai kompetensi
dan pengalaman tinggi serta
Legal officer yang tersebar di
setiap wilayah. Namun demikian
disadari juga bahwa masih banyak
tantangan yang harus dihadapi,
seperti besarnya portofolio dan
jumlah debitur yang ditangani yang
menyebabkan penanganan debitur
WHOLESALE BANKING
Special Asset Management
TOTAL LOANS (Rp. Triliun)
NPL (%)
RESTRUKTURISASI (Rp. Triliun)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
5
10
15
20
20
25
Valas
Rupiah
40
60
80
2
100
COLLECTION pokok (Rp. Triliun)
COLLECTION bunga (Rp. Triliun)
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
4
6
8
1
10
FEE INCOME (Rp. Miliar)
2
3
4
5
1
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)
8
10
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
200
300
400
500
20
40
60
80
2
3
4
5
JUMLAH PEGAWAI
‘07
100
6
COLLECTION off- balance sheet (Rp. Triliun)
‘07
2
4
Valas
Rupiah
100
100
200
300
400
Personel
General & Administrative
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
181
182
WHOLESALE BANKING
Special Asset Management
Special Asset Management
e. wiseto baroto
Credit Recovery I Group
henry sihotang
Credit Recovery II Group
agus sudiarto
Asset Management Group
harus berdasarkan prioritas. Masalah
lain yang dihadapi terkait adanya
masalah hukum serta peraturanperaturan yang membatasi Bank
Mandiri sebagai BUMN dalam
melakukan restrukturisasi kredit
macetnya.
Selama tahun 2009, kami
mencatat beberapa inisiatif telah
dapat dilaksanakan dengan baik.
Inisiatif-inisiatif tersebut adalah
pelaksanaan restrukturisasi dan
pelunasan kredit bermasalah
sehingga rasio gross NPL Bank
Mandiri dapat diturunkan secara
signifikan dari 4,7% menjadi 2,6%,
melampaui target yang ditetapkan:
Collection kredit ekstrakomtabel
sebesar Rp. 2.071 miliar. Sementara
total restrukturisasi yang berhasil
diselesaikan di tahun 2009 adalah
Rp. 5.521 miliar sehingga coverage
PPA terhadap NPL akhir tahun 2009
dapat ditingkatkan menjadi di atas
200%; serta melakukan divestasi
terhadap kepemilikan saham pada
perusahaan non-core business
maupun properti terbengkalai
atau ATTB Non Produktif dengan
nilai total sebesar Rp. 218 miliar
(termasuk di antaranya penjualan
asset ex Golden Key Group dan
pengalihan BOT UGBDN sebesar Rp.
131 miliar).
Krisis ekonomi pada awal tahun
2009 telah memberikan dampak
yang signifikan terhadap kinerja
debitur terutama yang berorientasi
ekspor, terdapat beberapa debitur
yang turun kolektibilitas yang
kemudian dilakukan restrukturisasi
sederhana sehingga dapat membaik
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
kembali. Pelaksanaan penyelesaian
kredit bermasalah melalui legal
action (baik somasi, eksekusi Hak
Tanggungan, pengajuan pailit
maupun gugatan perdata) telah
dilakukan terhadap 23 debitur
dengan nilai kewajiban sebesar
Rp. 5,745 miliar. Selain itu, kami
juga secara aktif melakukan lelang
agunan atas asset debitur. Beberapa
debitur besar yang berhasil dilelang
agunannya antara lain Suba Indah
dan Anugrah Lingkar Selatan
dengan collection masing-masing
Rp. 101 miliar dan Rp. 264 miliar.
Beberapa debitur masih dalam
pembahasan restrukturisasi untuk
menurunkan kredit bermasalah.
Langkah antisipasi penambahan
kredit bermasalah dengan terus
meningkatkan kerjasama dengan
Business Unit melalui implementasi
early warning system terhadap
debitur yang masih performing,
yaitu dengan melaksanakan early
restructuring dan joint effort
dalam rangka simple restructuring
debitur kelolaan Bisnis Unit.
Hal ini penting karena kami
dapat mendeteksi lebih dini atas
permasalahan debitur, memberikan
solusi dengan segera dan akhirnya
dapat mencegah kesulitan debitur
menjadi lebih buruk yang pada
akhirnya berpengaruh pada kualitas
kreditnya. Terhadap debitur
existing paska restrukturisasi, kami
melaksanakan loan monitoring
secara intensif, serta melakukan
tindakan-tindakan antisipatif
terhadap permasalahanpermasalahan debitur yang mungkin
terjadi dengan tetap berpedoman
WHOLESALE BANKING
Special Asset Management
Pelaksanaan penyelesaian kredit
melalui legal action telah dilakukan
terhadap 23 debitur dengan nilai
kewajiban sebesar Rp. 5,7 triliun.
pada ketentuan yang ada. Hubungan
baik dengan calon investor potensial
tetap dijaga untuk mendapatkan
peluang melaksanakan divestasi
saham dan fixed asset pada saat
ini maupun pada masa yang akan
datang.
Dalam kerangka pengembangan
Bank Mandiri, penurunan atas
asset bermasalah terus dilakukan
dan menjaga NPL berada di level
yang rendah dengan terus menerus
mengupayakan upaya restrukturisasi
dan collection secara efektif.
Dengan langkah-langkah antisipatif
ini, kami yakin bahwa pelaksanaan
legal action dan restrukturisasi
secara bersama-sama dengan
Business Unit dan Risk Management
Unit akan lebih meningkatkan
kinerjanya di tahun 2010. Untuk itu,
kami akan melakukan legal action
lanjutan kepada 15 debitur nonkooperatif dengan total kewajiban
sebesar Rp. 2.300 miliar dan
percepatan restruktrurisasi kepada
debitur non performing loan yang
masih tersisa.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
183
184
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
185
RETAIL
BANKING
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
186
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
BUDI G. SADIKIN
Direktur Micro and Retail Banking
Direktorat MRB berhasil mengoptimalkan interest margin dan mengendalikan cost
of fund dengan mengupayakan peningkatan portofolio micro loan dan perbaikan
komposisi dana murah melalui peningkatan penghimpunan dana ritel, khususnya
produk giro dan tabungan.
Micro & Retail Banking
Upaya transformasi yang dilakukan
oleh Direktorat Micro & Retail Banking
pada tahun 2009 menghasilkan
pencapaian-pencapaian baru yang
penting, baik dari sisi pangsa pasar,
komposisi pendanaan, fee based,
basis nasabah, kanal transaksi
dan cakupan distribusi. Berbagai
pencapaian baru tersebut berhasil
diraih di tengah berbagai tantangan
yang harus dihadapi sebagai akibat
Pertumbuhan dan Perluasan
yang Berkesinambungan di 2009
basis nasabah, memperbaiki komposisi
pendanaan, memperkuat loyalitas
nasabah serta memperluas pondasi
jaringan dan transaksi yang dimiliki.
Jumlah rekening di direktorat Micro &
Retail Banking di tahun 2009 mencapai
9,9 juta rekening, meningkat sebesar
15% dibandingkan pada tahun 2008.
Walaupun harus menghadapi berbagai
tantangan di tahun 2009, direktorat
Micro & Retail Banking tetap fokus pada
strategi utamanya yaitu memperluas
Untuk mendukung perluasan usaha,
direktorat Micro & Retail Banking juga
menambah jumlah cabang. Pada tahun
2009, direktorat ini menambah 68
dari memburuknya perekonomian
global yang sempat memicu terjadinya
pengetatan likuiditas di sektor
perbankan Indonesia pada semester
pertama tahun 2009.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
TOTAL LOANS (Rp. Trilliun) 1)
TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun) 2)
CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Triliun)
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
4
8
12
16
35
20
FEE INCOME
70
105
140
175
1
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Triliun)
(Rp. Triliun)
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
1
1,5
2
2.6
0,5
1
1,5
2
5
2,5
4
5
COST OF LIABILITIES (%)
15
20
25
DISTRIBUTIONS
NPL (%)
‘07
‘08
‘09
Cabang
956 1,027 1,095
Outlet Micro
300 600 800
27 33 39
3,186 4,120 4,996
‘07
‘07
Priority Outlet
‘08
‘08
Mandiri ATM
Mandiri EDC
‘09
‘09
4
6
8
10
2
10
Valas
Rupiah
Personel
General & Administrative
2
3
LOAN YIELD (%)
‘07
0,5
2
Valas
Rupiah
Valas
Rupiah
3
4
5
23,690 27,611 33,732
6
Valas
Rupiah
1) Mulai tahun 2009 kredit small business dialihkan pengelolaannya ke Direktorat Commercial
2) Mulai tahun 2009 sebagian pengelolaan dana pendapatan dialihkan dari commercial banking ke micro & retail banking
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
187
188
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
Micro & Retail Banking
heri gunardi
Jakarta Network Group
marwan budiarsyah
Regional Network Group
tardi
Micro Business Group
widhayati darmawan
Mass & Electronic Banking
Group
inkawan d. jusi
Wealth Management Group
cabang baru sehingga jumlah cabang
secara total meningkat menjadi 1.095
dari 1.027 cabang pada tahun 2008.
Dan Bank Mandiri melayani nasabah
perbankan mikro melalui 800 outlet di
seluruh Indonesia.
Bank Mandiri juga memperluas jaringan
kantor untuk melayani nasabah
perbankan prioritas yang dimilikinya
dan pada tahun 2009 menambah 6
outlet Mandiri Prioritas baru dan 10
lounge baru sehingga secara total saat
ini terdapat 39 Priority Outlets dan 50
Lounges di seluruh Indonesia.
Selain jaringan kantor cabang, Bank
Mandiri juga memperluas jaringan
ATM dan mobile banking yang
dimilikinya. Sepanjang tahun 2009,
Bank Mandiri menambah 876 unit
ATM baru sehingga total jaringan
ATM yang dimiliki Bank Mandiri di
seluruh Indonesia mencapai 4.996
unit. Selama 2009, ATM Bank Mandiri
memfasilitasi lebih dari 512,2 juta
transaksi. Transaksi kartu debit
mencapai 15,4 juta transaksi pada
tahun 2009, atau peningkatan sebesar
34,8% dari tahun 2008. Usaha kartu
debit Bank Mandiri mencapai tonggak
sejarah baru di tahun 2009 dengan
memperoleh penghargaan “Program
Pemberian Hadiah Terbaik untuk Kartu
Debit di Indonesia” (“The Best Reward
Program for Debit Card in Indonesia”)
dari Lafferty Group.
Bank Mandiri juga telah mengeluarkan
20 unit mobile banking yang siap
memberikan jasa perbankan ritel
kepada nasabah seperti layanan uang
tunai, ATM, pembukaan rekening, dan
internet banking. Unit-unit mobile
banking tersebut telah tersedia di
beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung,
Surabaya, Medan, Palembang, Batam,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Semarang, Malang, Yogyakarta,
Pekanbaru, Makasar, Balikpapan,
dan Denpasar. Dan sebagai salah
satu bagian dari strategi untuk
meningkatkan kemampuan transaksi
perbankan, Bank Mandiri secara
berkesinambungan memperluas dan
meningkatkan jasa nilai tambah (value
add service) yang ditawarkan melalui
jalur online termasuk SMS, internet,
dan EDC. Pada tahun 2009, transaksi
perbankan melalui internet (internet
banking) tumbuh sebesar 175,6%
menjadi 43,5 juta transaksi, sementara
transaksi melalui SMS meningkat
sebesar 86,2% menjadi 141,4 juta
transaksi termasuk non-financial
transaction. Pertumbuhan yang
sangat signifikan dari transaksi online
ini menandakan tingginya tingkat
kepercayaan dan keyakinan yang
dimiliki para nasabah ritel terhadap
mekanisme transaksi online atau
e-channels yang dimiliki Bank Mandiri.
Pada tahun 2009, direktorat Micro
& Retail Banking juga melakukan
kerjasama dengan unit-unit bisnis Bank
Mandiri lainnya dalam memperkenalkan
sistem pembayaran ritel baru untuk
para nasabah Jasa Marga (operator
jalan tol) dan Pertamina (perusahaan
minyak dan gas milik negara). Jumlah
total pengguna Kartu e-toll mencapai
99.454 pada tahun 2009 dan jumlah
ini diperkirakan akan terus meningkat
seiring dengan akan dibukanya
beberapa ruas jalan tol baru pada
tahun 2010.
Perbaikan Komposisi Pendanaan
Bank Mandiri terus memperbaiki
komposisi pendanaannya sepanjang
tahun. Pada tahun 2009, jumlah dana
pihak ketiga di direktorat Micro & Retail
Banking mencapai Rp187,7 triliun,
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
meningkat 17,9% dari tahun 2008.
Karena Bank Mandiri harus menjaga
kestabilan tingkat likuiditas, jumlah
deposito pada tahun 2009 meningkat
sebesar Rp 6,8 triliun menjadi Rp 75,3
triliun dibandingkan dengan Rp 68,5
triliun pada tahun 2008. Tabungan
meningkat sebesar 19,54% menjadi
Rp103,3 triliun dari Rp 86,4 triliun
pada tahun 2008. Pada tahun 2009,
tabungan memberikan kontribusi
sebesar 55,1% dari total dana pihak
ketiga dibandingkan dengan 52,0%
pada tahun 2008. Keberhasilan Bank
Mandiri dari sisi produk tabungan
ini diakui oleh kalangan industri
perbankan dan diberi penghargaan
pada posisi kedua untuk kategori
Rekening Tabungan terbaik oleh
Penghargaan Loyalitas Perbankan
Indonesia (The Indonesian Bank Loyalty
Award) tahun 2008-2009.
Outlet Mandiri Prioritas dengan
cabang-cabang regular kelolaan nya
yang menjual produk-produk segment
wealth management selama tahun
2009 telah berhasil menjual sukuk
retail dan meraih prestasi dengan
ditetapkannya Bank Mandiri sebagai
Agen Penjual terbaik kategori Bank
untuk penerbitan dan penjualan Sukuk
Ritel seri SR-001, dimana kontribusi
penjualan Bank Mandiri sebesar Rp.
1,37 triliun (24,7% dari market share
penjualan nasional). Disamping itu,
keberhasilan dalam menjual obligasi
retail juga membawa Bank Mandiri
ditetapkan sebagai Agen penjual
terbaik ORI 006 dengan penjualan
yang dicapai sebesar Rp. 1,58 triliun
(18,6% dari market share penjulan
nasional).
Portofolio kredit untuk usaha kecil
dan menengah tumbuh sebesar 12,3%
menjadi Rp 23 triliun pada tahun
2009, sementara jumlah kredit mikro
meningkat sebesar 44% menjadi Rp.3,8
triliun. Walaupun pembukuan kredit
melonjak dengan pesat, Bank Mandiri
pada tahun 2009 tetap dapat menjaga
tingkat NPL gross yang rendah untuk
portofolio usaha kecil dan menengah
serta untuk nasabah perbankan mikro
yaitu masing-masing sebesar 2,3% dan
1,2%. Direktorat ini juga menyalurkan
Kredit Usaha Rakyat atau KUR sebesar
Rp 1,04 triliun, terutama melalui
koperasi dan kelompok tani, yang
mencapai 36.798 nasabah. Tingkat
NPL gross untuk portofolio kredit KUR
adalah sebesar 1,9% pada tahun 2009.
Sinergi dengan Anak Perusahaan
Usaha perbankan mikro Bank Mandiri
sebagian dilakukan melalui anak
perusahaannya, yaitu Bank Sinar
Harapan Bali (BSHB). Bank yang
merupakan salah satu penyedia jasa
mikro utama di Bali tersebut memiliki
99 kantor cabang di seluruh Bali. BSHB
membukukan keuntungan bersih
sebesar Rp 12,8 miliar pada tahun
2009, meningkat 50,65% dari tahun
2008. Jumlah aset yang dimiliki bank
tersebut mencapai Rp 651,61 miliar
pada tahun 2009, meningkat sebesar
63,6% dari tahun 2008. Portofolio
kredit difokuskan untuk nasabah pada
segmen jasa, hotel, dan restoran,
yang merupakan sektor-sektor utama
perekonomian di Bali.
Sinergi Bank Mandiri dengan anak
perusahaan AMFS di tahun 2009,
menghasilkan pendapatan premi
sebesar Rp1,59 triliun dan memberikan
kontribusi feebased Rp 149 miliar
bagi Bank Mandiri. Sementara
Aset AMFS mencapai Rp6,0 triliun
dengan rasio Risk based capital
mencapai 790.5% jauh melebihi
dari persyaratan dari Departmen
Keuangan yang sebesar 120%, AMFS
selain meberikan pelayanan produk
asuransi jiwa ke segmen retail individu
juga memberikan layanan produk
bagi nasabah pemegang kartu kredit
dan nasabah consumer loan Bank
Mandiri. Dengan kinerja yang baik
selama tahun 2009 AMFS memperoeh
penghargaan dari majalah Media
Asuransi sebagai Best Life Insurance
Company, penghargaan dari Asosiasi
Asuransi Jiwa (AAJI) sebagai Top Agent
by Company 2008, Bancassurance Top
Policy 2008, runner up Bancassurance
Rookie of The Year 2008 , penghargaan
dari lembaga Omnitouch International
sebagai “The Best Customer Education
2009.
Sinergi Bank Mandiri dengan anak
perusahaan PT. Mandiri Manajemen
Investasi (MMI) sampai dengan tahun
2009, menghasilkan penjualan produk
AUM reksadana Rp 5.71 trilun yang
tersedia pada 487 cabang Bank Mandiri
sebagai distributor agen penjual/
referral yang memiliki Lisensi WAPERD
dari Bapepam dan di 14 distributor
(agen penjual reksadana) lain nya
yang tersebar di Indonesia dan 1 (satu)
distributor berada di luar negeri.
Sedangkan total penjualan produk AUM
reksadana pada distributor selain Bank
Mandiri mencapai Rp 8.90 triliun.
Selama Tahun 2009, MMI telah
berhasil membukukan pendapatan
gross 107,58 miliar dan membukukan
laba bersih sebesar Rp10.98 miliar.
Sementara itu, aset MMI per 31
December 2009 tercatat sebesar Rp
93.32 miliar.
MMI menyediakan beragam layanan
jasa pengelolaan dana dalam bentuk:
Reksa Dana (Mutual Fund) Pasar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
189
190
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
Uang, Pendapatan Tetap, Campuran,
Saham dan Reksa Dana Terstruktur,
Discretionary Fund, dan Penasihat
Investasi (Advisory).
Selama tahun 2009, MMI telah
meluncurkan 25 Reksa Dana yang
terdiri dari 22 Reksa Dana Terproteksi,
1 Reksa Dana Penyertaan Terbatas,
dan 2 Reksa Dana Konvensional (yaitu
Mandiri Investa Dana Syariah dan
Mandiri Investa Keluarga).
Market share MMI telah meningkat
dari 9,53% di tahun 2008 menjadi
12,71%. di tahun 2009 dan Asset Under
Management kelolaan meningkat
88,6% dari Rp7,75 triliun di tahun 2008
menjadi Rp14,62 triliun di tahun 2009.
Berpegang pada prinsip “Berawal
dari Kepercayaan” dan implementasi
terhadap international best practice,
MMI selalu memberikan pelayanan
terbaik terhadap seluruh pemangku
kepentingan seperti rekan bisnis
dan juga investor, yang dibuktikan
dengan pengakuan publik terhadap
keberhasilan MMI dalam mengelola
perusahaan maupun produknya dalam
berbagai penghargaan:
• Reksa Dana Pasar Uang Terbaik
2009 untuk produk Mandiri Investa
Pasar Uang dari Majalah Investor
• Reksa Dana Campuran Syariah
Terbaik 2007, 2008, 2009 untuk
produk Mandiri Investa Syariah
Berimbang dari Majalah Investor
• Dana Kelolaan Terbesar Kategori
Capital Market 2009 untuk produk
• Mandiri Investa Atraktif Syariah dari
Karim Business Consulting
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Program Wirausaha Muda Mandiri
Sadar akan pentingnya peran
wirausahawan dalam perekonomian
Indonesia, Bank Mandiri melalui
program Corporate Social Responsibility
(CSR) melaksanakan serangkaian
kegiatan untuk mendorong munculnya
figur wirausaha masa depan di
Indonesia. Pada tahun ketiga,
program Wirausaha Mandiri telah
menyelesaikan penyusunan Modul
Kewirausahaan bekerjasama dengan
Univesitas Indonesia (UI), Institut
Tehnologi Bandung (ITB), Universitas
Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian
Bogor (IPB), Universitas Padjajaran
(UNPAD) dan Institut Tehnologi Sepuluh
November Surabaya, menyelenggarakan
Workshop Wirausaha Mandiri di 9
kota besar di Indonesia yang berhasil
menarik 6.117 mahasiswa dan caloncalon wirausahawan, memberikan
beasiswa kepada 1.680 mahasiswa
dari 56 PTN/PTS diseluruh Indonesia,
dan tetap memberikan Penghargaan
Wirausaha Mandiri kepada generasi
muda yang telah berhasil berwirausaha
dan menjadikan generasi muda sebagai
ikon generasi muda yang sukses dan
beretika.
Sasaran di tahun 2010
Memasuki tahun 2010, direktorat
Micro & Retail Banking akan terus
mengupayakan tercapainya visi untuk
menjadi retail franchise yang terdepan.
Hal ini dapat dicapai melalui berbagai
program strategis. Pertama-tama
adalah dengan memperluas jaringan
Micro & Retail Banking dengan
menambah setidaknya 60 kantor
cabang, lebih dari 2.000 jaringan
ATM, dan 25.000 fasilitas EDC baru.
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
8,7
juta nasabah
Tumbuh berkesinambungan
lebih dari 8,7 juta nasabah dan
10 juta rekening, mengandalkan
infrastruktur layanan terluas
dan kanal elektronik yang
handal dengan kualitas terbaik.
Jumlah outlet perbankan mikro akan
ditingkatkan sehingga menjadi sekitar
1000 cabang sampai dengan akhir
tahun 2010.
Kedua adalah dengan memperkuat
posisi dan reputasi Bank Mandiri di
mata para nasabah. Hal ini termasuk
kegiatan promosi produk tabungan
bank melalui tayangan “Mandiri Fiesta”,
yaitu sebuah program tayangan yang
cukup sukses dan menerima peringkat
yang tinggi serta pangsa top of mind
diantara berbagai program TV di
Indonesia.
cabang, sekolah usaha mikro, dan
sekolah manajemen ritel dan wealth
management.
Keempat adalah melalui peningkatan
aliansi silang dan sinergi dengan
unit-unit bisnis lain dan anak-anak
perusahaan. Melalui berbagai tindakan
strategis tersebut dan secara konsisten
menjamin pemberian layanan yang
berkualitas kepada para nasabah Micro
& Retail Banking, Bank Mandiri optimis
dapat menjadi bank mikro dan ritel
pilihan utama di Indonesia.
Ketiga adalah menyempurnakan
tingkat pelayanan di seluruh kegiatan
usaha secara terus-menerus. Hal ini
termasuk memperluas penerimaan
murid di Akademi Micro & Retail
Banking yang dimiliki Bank, yang
menyediakan beberapa program
yang terdiri dari pengelolaan kantor
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
191
192
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking
BANK SINAR HARAPAN BALI
Bank Sinar Harapan Bali (BSHB)
merupakan salah satu bank terkemuka
di Provinsi Bali yang fokus pada
pembiayaan segmen mikro dan kecil
yang berdiri sejak tahun 1970 dan
diakuisisi oleh Bank Mandiri pada
bulan Mei 2008. Hasil proses akuisisi
tersebut, BSHB menjadi perusahaan
patungan antara Bank Mandiri (80%)
dan pemegang saham lainnya (20%).
Pada tahun 2009 BSHB berhasil
membukukan laba bersih sebesar
Rp11,9 miliar meningkat 34,83% dari
tahun sebelumnya. Sementara itu, aset
BSHB per 31 Desember 2009 tercatat
sebesar Rp 648,2 miliar (tumbuh
62.74%) dengan rasio kecukupan
modal CAR sebesar 25,57%. Rasio-rasio
keuangan lainnya juga menunjukan
performa yang baik yaitu LDR 97,45%,
NIM 12,37%, ROA 3,68%, ROE 11,48%
dan NPL gross 0,68%.
Sebagai bank yang fokus pada segmen
Mikro dan Kecil, BSHB menerapkan
stategi pengembangan usaha dengan
membangun cabang-cabang yang
berada dekat pada target pasarnya
yaitu nasabah segmen mikro. Pada
tahun 2009 ini BSHB telah membuka
33 kantor cabang baru sehingga total
BSHB telah memiliki 99 kantor cabang
yang tersebar di seluruh Bali.
Portofolio pembiayaan Mikro dan
Kecil BSHB meliputi 88% dari total
kredit yang disalurkan, dan 59%
diantaranya disalurkan pada usaha
produktif yaitu untuk pembiayaan di
sektor perdagangan, restoran dan hotel
yang merupakan segmen usaha yang
berkembang di Bali.
PT. MANDIRI MANAJEMEN INVESTASI
agen penjual/ referral yang memiliki
Lisensi Waperd dari Bapepam dan di 14
distributor (agen penjual reksadana)
yang tersebar di Indonesia dan 1 (satu)
distributor berada di luar negeri.
PT. Mandiri Manajemen Investasi, atau
lebih dikenal dengan Mandiri Investasi,
merupakan anak perusahaan dari PT.
Mandiri Sekuritas dan PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. yang mulai terbentuk
pada bulan Desember 2004, dengan
komposisi kepemilikan PT. Mandiri
Sekuritas 99% dan Koperasi Pegawai
Mandiri 1% .
Saat ini produk Reksa Dana Mandiri
Investasi telah didistribusikan pada
487 cabang Bank Mandiri sebagai
Selama Tahun 2009, Mandiri Investasi
telah berhasil membukukan pendapatan
Rp 107,6 miliar dan membukukan
laba bersih sebesar Rp10.97 miliar.
Sementara itu, aset Mandiri Investasi
per 31 Desember 2009 tercatat sebesar
Rp 93,32 miliar dengan rasio kecukupan
modal (MKBD, yang merupakan indikator
kesehatan perusahaan manajemen
investasi), 14 kali dari ketentuan.
Mandiri Investasi menyediakan beragam
layanan jasa pengelolaan dana dalam
bentuk: Reksa Dana (Mutual Fund) Pasar
Uang, Pendapatan Tetap, Campuran,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Saham dan Terproteksi, Discretionary
Fund, dan Penasihat Investasi (Advisory).
Pada tahun 2009, Mandiri Investasi
telah meluncurkan 25 Reksa Dana yang
terdiri dari 22 Reksa Dana Terproteksi, 1
Reksa Dana Penyertaan Terbatas, dan 2
Reksa Dana Konvensional (yaitu Mandiri
Investa Dana Syariah dan Mandiri
Investa Keluarga ).
Market share Mandiri Investasi telah
meningkat dari 9,53% di tahun 2008
menjadi 12,30%. di tahun 2009 dan
Asset Under Management kelolaan
meningkat 88,6% dari Rp7,75 triliun di
tahun 2008 menjadi Rp14,62 triliun di
tahun 2009.
RETAIL BANKING
Micro and Retail Banking: AXA Mandiri
PT. AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES
PT. AXA Mandiri Financial Services
(AMFS) merupakan perusahaan
patungan antara Bank Mandiri (49%)
dan AXA (51%) yang beroperasi sejak
Desember 2003, dan saat ini secara
representatif berada di lebih dari 848
cabang Bank Mandiri yang tersebar di
sepuluh wilayah, dengan menempatkan
lebih dari 1.329 Financial Advisor dan
106 Sales Manager.
Selama tahun 2009, AMFS telah
berhasil membukukan pendapatan
premi sebesar Rp1,59 triliun dengan
laba bersih sebesar Rp211,4 miliar.
Sementara itu, aset AMFS per 31
Desember 2009 tercatat sebesar
Rp6 triliun dengan rasio kecukupan
modal (RBC/risk based capital, yang
merupakan indikator kesehatan
perusahaan asuransi), sebesar 809,1%,
jauh melebihi ketentuan minimum dari
Departemen Keuangan sebesar 120%.
AMFS menawarkan layanan
perencanaan keuangan dan
manajemen kekayaan melalui berbagai
produk asuransi dan investasi yang
memberikan nilai tambah kepada
nasabah Mandiri. Untuk bisnis individu
(ritel), AMFS menawarkan produk
kombinasi asuransi dan investasi
(unit-linked) yang memiliki beragam
pilihan yang fleksibel dengan tingkat
keuntungan yang optimal untuk
memenuhi beragam kebutuhan
seperti tabungan hari tua, dana
pendidikan ataupun tujuan keuangan
lainnya dimasa datang. Disamping
produk unit-linked tersebut, AMFS
juga menawarkan produk asuransi
tradisional seperti Mandiri Jiwa
Sejahtera, Mandiri Hospital Saving,
Mandiri Income Replacement dan
Mandiri Jaminan Kesehatan yang
memberikan tingkat proteksi yang
lebih tinggi untuk pertanggungan
jiwa dan kesehatan selain serangkaian
asuransi perlindungan tambahan
(riders).
Sementara untuk bisnis grup, AMFS
juga menyediakan perlindungan
asuransi bagi nasabah pemegang
kartu kredit (Mandiri Protection) dan
nasabah consumer loan Bank Mandiri.
Ditahun 2009, AMFS juga meluncurkan
produk Unit Link yang berbasis syariah,
sehingga memberikan pilihan produk
yang lebih beragam bagi nasabah Bank
Mandiri.
Dengan kinerja yang baik ini, selama
tahun 2009 AMFS memperoleh
beberapa penghargaan antara lain
penghargaan dari Majalah Media
Asuransi kategori Best Life Insurance
Company, penghargaan dari Asosiasi
Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam
ajang Top Agent Award sebagai
Top Agent by Companies 2008,
Bancassurance Top Policy 2008 dan
Runner-up Bancassurance Rookie of
The Year serta mendapat penghargaan
Silver Award dari lembaga Omnitouch
Intenational sebagai The Best
Customer Education.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
193
194
RETAIL BANKING
Consumer Finance
MANSYUR S. NASUTION
EVP Koordinator Consumer Finance
Direktorat Consumer Finance dalam 5 tahun ke depan bertekad menjadi
pemimpin pasar di hampir seluruh produk kredit konsumsi, menjadi pemain
terbesar No. 2 di kartu kredit dan meraih kontribusi market share yang signifikan
di kredit otomotif.
Pada tahun 2009, Consumer Finance
dapat melalui tantangan persaingan
yang ketat di tengah-tengah krisis
ekonomi global guna mencapai target
dan prestasi baru. Direktorat ini
bertanggungjawab terhadap kebutuhan
pembiayaan konsumen berupa kredit
kepemilikan rumah, kredit Mitra Karya
(payroll loans), kredit tanpa agunan,
kartu kredit dan pembiayaan kendaraan
bermotor. Sasaran kami adalah menjadi
penyedia layanan keuangan yang paling
inovatif di Indonesia dan sepanjang
tahun, kami telah menerapkan beragam
program pemasaran dan berinisiatif
meluncurkan produk baru dengan
tetap mempertahankan konsistensi
untuk fokus pada strategi segmentasi
produk dalam mendukung kinerja dan
pertumbuhan usaha Consumer Finance.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kunci Keberhasilan dan
Penghargaan Industri Selama
2009
Di tahun 2009, pendapatan bunga
bersih sebesar Rp1,955 miliar dan
pendapatan operasional lainnya sebesar
Rp356 miliar sehingga menghasilkan
kontribusi margin bersih sebesar
Rp 1,509 miliar yang menandai
RETAIL BANKING
Consumer Finance
TOTAL LOANS (Rp. Triliun)
CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Miliar)
Net Interest Income
‘07
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
5
FEE INCOME
10
15
20
400
25
800
1200
1600
2000
0,5
OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)
(Rp. Miliar) 1)
‘07
‘07
‘08
‘08
‘08
‘09
‘09
‘09
200
300
400
500
40
80
120
160
1
1,5
2
2,5
2
3
4
5
NPL (%)
‘07
100
(Rp. Trilliun)
200
1
Personel
General & Administrative
TOTAL LOAN DISBURSED (Rp. Triliun)
SALES VOLUME OF CARD (Rp. Trilliun)
DISTRIBUTIONS
‘07
‘07
‘08
‘08
CLBCCLBO
‘07
15
41
‘08
20
36
‘09
20
36
‘09
‘09
2
4
6
8
10
2
4
6
8
10
1) Termasuk Rp. 68 miliar non-recovery fee di 2008
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
195
196
RETAIL BANKING
Consumer Finance
Consumer Finance
handayani
Consumer Card Group
sarastri baskoro
Consumer Loans Group
peningkatan sebesar 83% dari Rp831
miliar di tahun 2008.
Bisnis Consumer Finance Bank Mandiri
mencatat pertumbuhan kredit yang
tinggi di tengah ketatnya persaingan
pada segmen pembiayaan konsumen
tersebut. Total kredit meningkat
sebesar 22% menjadi Rp23,6 triliun di
tahun 2009 dari Rp19,3 triliun di tahun
2008, sementara industri mencatat
pertumbuhan sebesar 19% di tahun
2009. Di akhir tahun 2009, pangsa
pasar kredit konsumsi Bank Mandiri
sebesar 5,49%, atau meningkat dari
5,35% di tahun 2008. Pada saat yang
bersamaan, Bank Mandiri sebagai
bank yang menjalankan prinsip kehatihatian (prudent) tetap menekankan
pada kualitas aset yang memberi andil
dalam mempertahankan tingkat NPL
pada kisaran 2,43% di tahun 2009
dibandingkan dengan 2,45% di tahun
2008.
Sebagai bagian dari strategi non
organik perusahaan, Bank Mandiri
telah menyelesaikan pengambilalihan
PT. Tunas Financindo Sarana, yang
selanjutnya diberi nama Mandiri
Tunas Finance. Mandiri Tunas Finance
merupakan penyedia kredit kendaraan
bermotor dan pinjaman konsumen
terbesar kelima, yang juga merupakan
sektor usaha yang tengah berkembang
pesat di Indonesia. Akuisisi Mandiri
Tunas Finance yang memiliki 32 cabang
di seluruh Indonesia, membantu
mendongkrak pangsa pasar Bank
Mandiri di bidang kredit pinjaman
kendaraan bermotor. Sementara itu
total kredit kendaraan bermotor sendiri
telah mencapai Rp1,957 miliar di tahun
2009, meningkat 15.9% dibanding
tahun 2008 yang sebesar Rp 1,689
miliar.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Selain itu, Mandiri Tunas Finance
juga terus mengembangkan jaringan
distribusinya, menawarkan harga yang
kompetitif dan meningkatkan kualitas
layanan proses persetujuan kredit yang
menguntungkan bagi nasabah.
Bank Mandiri juga memperluas
pangsa pasarnya pada segmen kredit
kepemilikan rumah. Nilai kredit
kepemilikan rumah sendiri tumbuh
24,5% di tahun 2009 mencapai
Rp10,02 triliun dari Rp8.05 triliun
di tahun 2008. Bisnis Consumer
Finance Bank Mandiri memiliki 317.601
rekening dan menjalin kerjasama
dengan 420 pengembang properti di
Indonesia, sehingga mengukuhkan
Bank Mandiri sebagai salah satu bank
yang menawarkan fasilitas kredit
kepemilikan rumah terbesar di negeri
ini. Atas pencapaian prestasi dalam
segmen kredit kepemilikan rumah ini,
Bank Mandiri memperoleh penghargaan
“The First Bank of Choice for Mortgage
Financing” atau “Bank Pilihan Utama
untuk Pembiayaan Kredit Kepemilikan
Rumah” dari Indonesia Property & Bank
Award 2009.
Selain itu Bank Mandiri terus
memperbesar porsi Personal Loan
(tumbuh 30.8% di tahun 2009) yang
memiliki yield signifikan melalui fasilitas
kredit Mitrakarya kepada pegawai
perusahaan (payroll loans) yang tumbuh
sebesar 24.3% dan Kredit Tanpa Agunan
yang tumbuh 62.2% dan ditunjang
juga oleh penawaran kredit beragunan
(unsecured dan secured loans) sesuai
kebutuhan pegawai.
Bisnis kartu kredit Bank Mandiri juga
telah mencatatkan pertumbuhan
yang kokoh di tahun 2009 dan
mengukuhkan posisi Bank Mandiri
RETAIL BANKING
Consumer Finance
73%
Produktivitas pegawai Direktorat
Consumer Finance meningkat
signifikan sebesar 73%, dengan
kontribusi Rp.1,68 miliar per pegawai.
sebagai yang terdepan dalam industri
kartu kredit di Indonesia. Pada tahun
2009, jumlah kartu kredit Bank
Mandiri telah meningkat 21% dari
tahun 2008 menjadi 1,608,123 kartu
dengan receivable sebesar Rp 2.989
Milyar dan Fee Based sebesar Rp 254
Milyar. Pertumbuhan ini membantu
peningkatan pangsa pasar Bank Mandiri
dalam industri kartu kredit menjadi
8,29% di tahun 2009.
Sebagai tambahan dari program
pemasaran yang agresif dan terarah,
direktorat Consumer Finance juga
secara intensif bersinergi dengan unit
bisnis Bank Mandiri lainnya seperti
Corporate Banking, Commercial
Banking dan Micro & Retail Banking.
Inisiatif utama lain yang diterapkan
pada tahun 2009 untuk bisnis kartu
kredit termasuk pengembangan
Call Center serta penerapan kartu
berbasis-EMV untuk pemegang kartu
Visa dan MasterCard dimana dengan
menggunakan kartu jenis ini pemegang
kartu mendapatkan tingkat keamanan
yang lebih tinggi.
Pada saat yang bersamaan, Direktorat
Consumer Finance bekerjasama dengan
tim manajemen risiko terus memantau
kualitas aset melalui penerapan
penilaian kredit dan perilaku. Fokus
pada kualitas aset secara konsisten
ini membantu untuk menjaga tingkat
NPL pada bisnis kartu kredit sebesar
2,34% di tahun 2009. Pencapaian
Bank Mandiri pada bisnis kartu kredit
ini diakui sebagai yang terbaik untuk
kawasan Asia Pasifik dengan pemberian
penghargaan “Number 1 in Credit Card
Management in Asia” (“Manajemen
Kartu Kredit Nomor 1 di Asia”) dari The
Asian Banker.
Bank Mandiri. Sepanjang tahun 2009,
Bank Mandiri menawarkan kartu kredit
yang disesuaikan dengan kebutuhan
nasabah pada berbagai segmen. Bank
juga telah meluncurkan berbagai
rangkaian kegiatan promosi untuk terus
menjaga dan mengembangkan loyalitas
nasabah terhadap Bank Mandiri.
Dengan terus memberikan perhatian
besar pada kebutuhan nasabah, Bank
Mandiri juga berhasil meningkatkan
efisiensi dan efektifitas pada proses
internalnya melalui penerapan ISO
9001:2000 – Quality Management
Systems untuk proses transaksi di
bank dan Standar Penanganan Data
Elektronik (SPDE). Semua upaya ini
bertujuan meningkatkan kesetiaan
nasabah, sehingga dapat menghantar
Bank Mandiri memperoleh penghargaan
“Indonesia Bank Loyalty Award 2009”
dari majalah Infobank.
Kesetiaan nasabah adalah kunci utama
atas pertumbuhan bisnis kartu kredit di
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
197
198
RETAIL BANKING
Consumer Finance
Inisiatif Agresif di Tahun 2010
Strategi pengembangan bisnis
Consumer Finance akan diarahkan
untuk mendukung pengembangan
high yield business Bank Mandiri.
Produk high yield yang akan lebih
dikembangkan adalah credit card,
personal loan, dan automotive dengan
fokus pada penajaman target market
di masing-masing daerah potensial,
pengembangan produk yang variatif
dan inovatif, strategi pemasaran yang
terfokus, pricing strategy dan fitur
produk yang inspiratif serta manajemen
risiko yang dinamis. Aliansi strategis
dengan unit bisnis lain dioptimalkan
serta memanfaatkan jaringan cabang
untuk melakukan cross selling produkproduk kartu kredit, KPR dan kredit
perorangan lainnya.
Pada tahun 2010, kami mulai
menerapkan rencana korporasi baru
kami untuk periode 2010 sampai
dengan 2014 dan sasaran kami adalah
untuk menjadi yang terdepan pada
segmen kredit perorangan (personal
loans) dan kredit kepemilikan rumah
serta menjadi bank pilihan utama dalam
jasa pembiayaan kendaraan. Kami juga
memiliki sasaran untuk menjadi bank
terbesar kedua dalam bisnis kartu kredit
di tahun 2014.
Semua tujuan ini akan dicapai melalui
beberapa inisiatif yang akan terfokus
pada pemasaran, jaringan informasi
teknologi (IT), dan infrastruktur. Pada
bisnis kartu kredit, kami akan lebih
meningkatkan penerapan program
Customer Lifecycle Management (CLM),
yang akan memberikan kontribusi
untuk mengoptimalisasi strategi
penjualan dan pemasaran pada
bisnis kartu kredit. Sementara dalam
segmen kredit perorangan, kami akan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
mengembangkan kredit tanpa agunan
Mitra Karya (unsecured payroll loans)
yang akan ditawarkan melalui strategi
aliansi dengan unit bisnis lain yang ada
di Bank Mandiri. Kami juga memiliki
rencana untuk memperluas jaringan
kami dengan menambahkan 5 kantor
cabang consumer loans business untuk
mendukung operasional kegiatan
pinjaman kredit konsumen selain 5
pusat penjualan (sales centers) baru.
Sistem manajemen risiko yang kuat
dan kemampuan serta kehandalan
sumber daya manusia kami adalah
pondasi dari strategi pertumbuhan
usaha kami. Kami juga akan terus
berinvestasi pada pegawai kami agar
dapat memberikan solusi bernilai
tambah kepada nasabah. Dasar-dasar
pertumbuhan telah dibentuk dan
direktorat Consumer Finance siap untuk
memulai mencatatkan prestasi-prestasi
baru di tahun 2010.
RETAIL BANKING
Consumer Finance: Mandiri Tunas Finance
mandiri tunas finance
Tunas Group-Toyota, Daihatsu, Isuzu,
Mercedes, BMW, Tunas Used Motor dan
Tunas Used Car.
Mandiri Tunas Finance (MTF)
didirikan dengan nama PT. Tunas
Financindo Sarana merupakan
lembaga pembiayaan yang fokus pada
pembiayaan kendaraan bermotor yang
berdiri sejak tahun 1989 dan diakusisi
Mandiri pada bulan Februari 2009.
Hasil proses akusisi tersebut, MTF
menjadi perusahaan patungan antara
Bank Mandiri (51%) dan PT. Tunas
Ridean (49%).
Sebagai perusahaan pembiayaan MTF
mempunyai VISI menjadi perusahaan
pembiayaan Otomatif Terbaik, Terbesar
dan Terpercaya di Indonesia dengan
strategi menjadi Top Of Mind dalam
industri pembiayaan, tersedia di setiap
wilayah Indonesia dan memiliki sales
force yang efektif.
Pada tahun 2009 MTF berhasil
membukukan laba bersih sebesar
Rp60,02 miliar dengan rasio keuangan
ROA 4.51% dan ROE 19.88% serta
Gross NPL/Total Kredit sebesar 0.73%.
MTF memiliki 33 kantor cabang yang
berlokasi di beberapa tempat di
Indonesia. Dengan aliansi antara MTF
dan cabang Mandiri menjadikan MTF
memiliki jaringan di seluruh Indonesia.
Sinergi juga berlanjut dengan cross sell
dengan customer based yang besar dari
Mandiri dan fleet financing corporate
commercial. Selain itu MTF juga
memiliki captive dealer yang terdiri dari
Untuk mendukung Visi MTF maka
pada tahun 2010 MTF direncanakan
untuk membuka 16 cabang baru dan
25 outlet baru serta enhancement IT
untuk otomasi seluruh bisnis proses
di MTF, rencana ini diperkirakan dapat
lebih meningkatkan pembiayaan
kendaraan bermotor secara signifikan.
Strategi ini yang didukung oleh
program referral yang memanfaatkan
sinergi sumber daya yang ada di
Mandiri dan MTF yang terdiri dari
jumlah pegawai yang besar, jumlah
nasabah yang banyak, jumlah cabang
yang banyak dan tersebar, dana
funding yang berlimpah, jaringan
showroom yang luas dan brand
image yang berkualitas. Strategi
lainnya adalah Stock Financing, yaitu
suatu fasilitas pembiayaan yang
diberikan oleh Bank Mandiri kepada
showroom register/non-register
melalui Mandiri Tunas Finance
sebagai agent channeling untuk
meningkatkan kerjasama dalam
pembiayaan kendaraan bermotor.
Adapun produk-produk yang tersedia
antara lain: Mandiri mobil yaitu
pembiayaan mobil baru atau bekas
untuk keperluan pribadi atau usaha
dengan sumber penghasilan dari
total penghasilan, Mandiri fleet mobil,
yaitu pembiayaan mobil baru atau
mobil bekas bagi perusahaan untuk
keperluan operasional dengan sumber
pembayaran angsuran dari keuangan
perusahaan, Mandiri motor, yaitu
pembiayaan sepeda motor baru atau
sepeda motor bekas untuk pribadi atau
usaha dengan sumber penghasilan dari
total penghasilan dan Mandiri fleet
motor yaitu pembiayaan motor baru
atau motor bekas bagi perusahaan
untuk keperluan operasional dengan
sumber pembayaran angsuran dari
keuangan perusahaan.
Selain mendorong ekspansi
pembiyaan, MTF juga menerapkan
Risk Management Information System
(RMIS) untuk memonitor risiko kredit
portofolio sehingga dapat terukur dan
menghasilkan return yang maksimal.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
199
200
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
201
CORPORATE
CENTER &
SHARED
SERVICES
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
202
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
SENTOT A. SENTAUSA
Direktur Risk Management
Peningkatan risk awareness untuk seluruh pegawai Bank Mandiri dilakukan secara
terus menerus melalui sosialisasi maupun program yang sejalan dengan internalisasi
budaya perusahaan.
Pembentukan Risk Management Unit
sebagai unit yang paling awal pada
saat merger menjadi Bank Mandiri,
menunjukkan bahwa pengelolaan
risiko adalah bidang yang diutamakan
dan menjadi bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari pelaksanaan bisnis di
Bank Mandiri. Penerapan manajemen
risiko di Bank Mandiri telah melalui
suatu proses yang panjang, dan telah
mengalami beberapa kali evolusi, dari
proses check and balance hingga menjadi
pengarah dalam pelaksanaan bisnis
yang ekspansif namun tetap hati-hati.
Belajar dari pengalaman Bank-Bank
yang global, Bank Mandiri berupaya
menerapkan manajemen risiko terkini
sesuai international best practice tanpa
melupakan kondisi lokal Indonesia dan
tetap memenuhi segala ketentuan
regulator.
Dalam prakteknya, penerapan manajemen
risiko di Bank Mandiri menggunakan
pendekatan ERM (Enterprise Risk
Management), yang dibangun oleh
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
4 building block: organisasi & SDM; kebijakan, guidelines, dan prosedur; Data
& System; serta penggunaan model &
analisis.
1. ORGANISASI & SUMBER DAYA
MANUSIA
Untuk mendukung penerapan
manajemen risiko, secara organisasi
pada level Dewan Komisaris telah
dibentuk Komite Pemantau Risiko.
Selanjutnya, pada level Direksi telah
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
STRUKTUR TATA KELOLA MANAJEMEN RISIKO SECARA KESELURUHAN
dewan Komisaris
direksi
risk & capital committee
Risk Management
Committee
asset & liability
Committee
• Market Risk
• Interest Rate Risk
Strategy and
• Operational Risk
• Credit Risk
• Liquidity Risk
Policy on Capital
• Legal Risk
• New Product &
• Forex Risk
& Investment
• Reputation Risk
Allocation
• Strategic Risk
Activities
Capital investment
Committee
• Capital
operational risk
Committee
• Compliance Risk
Management
sbus
model &
analytics
data &
system
policies, guidelines,
procedures
people & organization
BUILDING BLOCK RISK MANAGEMENT
Risk management unit
dibentuk Risk & Capital Committee
yang terdiri dari subkomite Risk
Management Committee, Asset &
Liabilities Committee, Operational Risk
Committee, dan Capital & Investment
Committee.
Pelaksanaan pengelolaan risiko secara
khusus dilaksanakan oleh Direktorat
Risk Management yang terdiri atas
Credit Risk & Policy Group, Market &
Operational Risk Group, Corporate Risk
Group, Commercial Risk Group, Retail &
Consumer Risk Group.
Peningkatan risk awareness untuk
seluruh pegawai Bank Mandiri
dilakukan secara terus menerus
melalui sosialisasi maupun program
compliance & audit
yang sejalan dengan internalisasi
budaya perusahaan. Sedangkan
untuk peningkatan pengetahuan,
pemahaman dan kemampuan tehnis
terkait pengelolaan risiko, pada 2009
telah dibentuk Risk Management
Academy (RMA) yang secara rutin
menyelenggarakan pelatihan secara in
house baik bagi pegawai di lingkungan
Direktorat Risk Management maupun
Direktorat lainnya.
2. KEBIJAKAN & PROSEDUR
Sebagai landasan operasional
pengelolaan risiko, Bank telah
menyusun Kebijakan Manajemen
Risiko Bank Mandiri (KMRBM) yang
secara periodik direview dan direvisi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
203
204
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
sesuai dengan kondisi lingkungan
bisnis dan regulasi terkini.
Risk Management
Pardi Sudradjat
Market & Operational Risk
Group
Setyowati
Credit Risk & Policy Group
Sulaeman
Corporate Risk Group
Kartini Sally
Commercial Risk Group
Santaputra Pita
Retail & Consumer Risk Group
Melengkapi KMRBM, untuk area
bisnis yang lebih spesifik, Bank telah
memiliki Kebijakan Perkreditan
Bank Mandiri (KPBM), Kebijakan
Treasury Bank Mandiri (KTBM), dan
Kebijakan Operasional Bank Mandiri
(KOBM). Masing-masing kebijakan
ini, dijelaskan secara lebih rinci pada
level operasi dalam bentuk Standar
Prosedur Kredit (SPK) untuk setiap
segmen kredit, Standar Prosedur
Treasury (SPT) untuk Trading Book
dan ALM (Asset Liability Management)
serta Standar Prosedur Operasional
(SPO) untuk setiap aktivitas operasi
bank. Keseluruhan perangkat kebijakan
ini merupakan bagian dari arsitektur
kebijakan yang berlaku di Bank Mandiri,
yang direview secara berkala minimal
sekali dalam setahun.
3. SISTEM & DATA
Secara terus-menerus, Bank
mengembangkan sistem terkait
manajemen risiko agar dapat
mendukung proses bisnis yang lebih
efisien dan pengambilan keputusan
yang lebih cepat dan hati-hati.
Pada tahun 2009, Bank berinisiatif
untuk mengimplementasikan
ILP (Integrated Loan Processing)
disamping LOS (Loan Origination
System) untuk menjaga kualitas data
baik di segmen korporasi, komersial
maupun retail. Pada saat yang sama
Bank juga mengimplementasikan
Integrated Collection System yang
tujuannya adalah untuk meningkatkan
produktivitas aktivitas collection,
khususnya di segmen konsumer
dan ritel. Untuk kegiatan treasury,
Bank telah mengimplementasikan
Summit System sebagai upaya untuk
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
mengelola risiko trading book. Untuk
mendapatkan gambaran profil risiko
Bank Mandiri baik selaku perusahaan
induk maupun profil risiko Bank yang
terkonsolidasi dan terintegrasi sudah
dengan Perusahaan Anak, Bank telah
mengimplementasikan Risk Profile
Mandiri (RPM) system.
Tahun 2009 juga ditandai dengan
dimulainya proyek ERM system, yaitu
suatu sistem yang dapat memantau
pengelolaan risiko secara holistik,
dan mampu menghitung modal
untuk mengcover semua jenis risiko,
serta menentukan penilaian kinerja
berbasis risiko untuk semua unit
bisnis, produk dan jasa bank.
Untuk mendukung dan menjaga
kualitas data sebagai bagian yang
vital dalam pengelolaan risiko dan
pengambilan keputusan strategis,
pada tahun 2009 dimulai inisiatif
“Data Quality Awareness (DQA)”
sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari implementasi ERM Project.
DQA diimplementasikan sejalan
dengan proses internalisasi budaya
perusahaan, khususnya untuk
meningkatkan “risk awareness” seluruh
jajaran Bank Mandiri.
4. MODEL & ANALYTICS
Sesuai dengan best practice
internasional, Bank secara
berkelanjutan menerapkan
pengukuran risiko melalui pendekatan
permodelan kuantitatif maupun
kualitatif melalui pengembangan
model risiko seperti rating, scoring,
model VaR, dan model lainnya sebagai
pelengkap atas judgmental decision
making. Untuk menjaga keandalan
dan validitas model, secara periodik
model tersebut dilakukan kalibrasi,
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
dan divalidasi. Sehubungan dengan
hal tersebut, Bank secara khusus
membentuk unit Model Risk Validation.
5. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
(ERM)
ERM merupakan pengelolaan
risiko secara terintegrasi, yang
menghubungkan antara strategic
planning, risk appetite, execution,
risk assessment dan performance
evaluation, dalam upaya
memaksimalkan shareholder value.
ERM diterapkan melalui pendekatan
two-prong yaitu:
1. Pengelolaan risiko pada aktivitas
operasional; ditujukan untuk
mengelola risiko agar tidak
melebihi toleransi risiko yang
sudah ditetapkan, meliputi
pengelolaan risiko kredit melalui
front end, middle end dan back
end, pengelolaan risiko pasar dan
likuiditas melalui sistem limit, dan
pengelolaan risiko operasional
dengan menggunakan ORM tools
seperti RCSA (risk and control self
assessment, key risk indicators
dan Mandiri Loss Event Database).
Bank melakukan pengelolaan
risiko sesuai dengan ketentuan
Bank Indonesia yaitu risiko kredit,
pasar, likuiditas, dan operasional.
Termasuk dalam pengelolaan risiko
operasional adalah risiko legal,
risiko reputasi, risiko strategis,
dan risiko kepatuhan yang dalam
pelaksanaannya telah tercermin
dalam laporan profil risiko
secara terkonsolidasi, termasuk
Perusahaan Anak.
2.Memastikan kecukupan modal
untuk mengcover risiko kredit,
tinggi, sehingga proses pemberian
kredit dapat dilakukan secara
obyektif, komprehensif dan hatihati.
risiko pasar dan risiko operasional,
baik dalam kondisi normal maupun
kondisi stress.
Modal untuk mengcover risiko
menjadi dasar bagi Bank dalam
mengimplementasikan VBM
(value based management) dengan
pengukuran RORAC (return on
risk adjusted capital) sehingga
Bank dapat mengidentifikasi unit
bisnis, segmen, produk, wilayah
yang memberikan nilai tambah
bagi Bank. Dengan demikian, Bank
dapat fokus mengembangkan
bisnis yang paling memberikan nilai
tambah bagi Bank. Dengan ERM,
manajemen risiko sudah melekat
dengan perencanaan bisnis jangka
panjang dan sustainable.
A. PENGELOLAAN RISIKO PADA
AKTIVITAS OPERASIONAL
Portfolio Guidelines
Pada tingkat portfolio, pengelolaan
risiko dilakukan dengan pendekatan
active portfolio management
di mana Bank secara proaktif
memelihara diversifikasi portfolio
pada tingkat optimal dengan
risk exposure sesuai dengan risk
appetite yang ditetapkan oleh
Bank. Dalam pelaksanaannya Bank
menggunakan alat bantu (tools)
yang dinamakan Portfolio Guideline
(PG). PG terdiri dari tiga bagian yaitu
Industry Classification, Industry
Acceptance Criteria dan Industry
Limit.
Secara prinsip pengelolaan
risiko kredit diterapkan pada
tingkat transaksional maupun
tingkat portofolio. Pada tingkat
transaksional diterapkan prinsip
four–eye, yaitu setiap pemutusan
kredit melibatkan Business Unit dan
Credit Risk Management Unit secara
independen untuk memperoleh
keputusan yang obyektif.
Mekanisme four-eye dilakukan
oleh Credit Committee sesuai
limit kewenangan, dimana proses
pemutusan kredit dilaksanakan
melalui mekanisme Rapat Komite
Kredit.
Industry Classification (IC)
mengelompokan sektor industri
ke dalam 3 kelompok berdasarkan
prospek industri dan risiko. IC
digunakan Bank dalam menetapkan
target market industry. Alat bantu
yang ke dua adalah Industry
Acceptance Criteria (IAC) yang
merupakan kriteria dasar yang
menjadi pertimbangan dalam
menetapkan kriteria dan kualifikasi
debitur yang dapat diterima
risikonya oleh Bank pada sektor
industri tertentu. IAC digunakan
Bank dalam menetapkan targeted
customer. Tool ke tiga adalah
Industry Limit (IL) yang memberikan
batasan jumlah exposure maksimal
yang dapat diberikan pada sektor
industri tertentu.
Pemegang Kewenangan Memutus
Kredit sebagai anggota Credit
Committee memiliki kompetensi,
kemampuan dan integritas yang
Dengan diterapkannya portfolio
guideline, kini Bank secara proaktif
membidik perusahaan terbaik
(winner players) pada industri
1. PENGELOLAAN RISIKO KREDIT
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
205
206
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
portfolio Guidelines
Industry
Class
PORTFOLIO
GUIDELINES
Industry
Acceptance
Criteria
Industry
Limit
Portfolio Guideline
Targeted Prospective
Industry
Eligible Individual
Customer
Maximum Exposure
Limit
prioritas yang dapat memberikan
nilai tambah secara ekonomis
sebagai targeted customer.
Proses seleksi secara proaktif ini
telah menciptakan hubungan
kemitraan yang professional dan
berkelanjutan (sustainable) serta
bersifat jangka panjang antara
Bank dengan nasabah atau calon
nasabah.
PG secara rutin di review dan sudah
dilakukan back testing sehingga
senantiasa relevan dan up-to-date
serta memiliki predictive value
pada tingkat yang dapat diterima.
Sebagai langkah antisipatif (early
warning signal), dilakukan proses
stress test terhadap portfolio Bank
secara berkala untuk mengetahui
perubahan kualitas portfolio Bank
per segmen atau per sektor industri,
akibat perubahan beberapa
parameter kondisi ekonomi
ekstrim yang mungkin terjadi
(extreme plausible). Hasil stress
test digunakan sebagai langkah
antisipatif Bank mempersiapkan
alternatif mitigasi risiko, apabila
kondisi ekstrim tersebut terjadi.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Underwriting Methodology
Untuk mengidentifikasi serta
mengukur risiko tingkat
transaksional pada setiap aplikasi
kredit yang diproses, digunakan
sistem Rating dan Scoring. Bank
merancang sistem Rating/Scoring
berdasarkan karakteristik segmen
kredit yang ada di Bank Mandiri,
yaitu segmen korporat, kredit
menengah kecil, kredit mikro, kredit
konsumer, dan kartu kredit.
Untuk menjaga kualitas rating dan
scoring system , Bank menyusun
Pedoman Penyusunan dan
Pengembangan Model Credit
Rating dan Credit Scoring. Sistem
monitoring kinerja model dilakukan
melalui penyusunan laporan Credit
Scoring Review dan Rating Outlook,
yang diterbitkan secara triwulan
dan semesteran. Rating dan
scoring yang digunakan divalidasi
oleh unit independen di luar unit
pengembang model.
Sehubungan dengan penerapan
Basel II, rating dan scoring yang
digunakan sudah dapat memberikan
nilai Probability of Default (PD), selain
peringkat (rating) debitur. Untuk
melengkapi kemampuan dalam
pengukuran economic capital,
Bank sedang mengembangkan
pemodelan Exposure at Default (EAD)
& Loss Given Default (LGD).
Selain sistem Rating dan Scoring
yang digunakan untuk membedakan
kualitas debitur, Bank menggunakan
spread sheet keuangan yang
disebut dengan Nota Analisa Kredit
(NAK) yang komprehensif untuk
menentukan kelayakan debitur, dan
menentukan limit kredit debitur.
Selain itu bank mengembangkan
sistem Loan Monitoring System
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
28%
Dengan diterapkannya portfolio
guideline, kini Bank secara proaktif
membidik perusahaan terbaik (winner
players) pada industri prioritas yang
dapat memberikan nilai tambah
secara ekonomis sebagai targeted
customer.
yang telah terintegrasi dalam sistem
ILP (Integrated Loan Processing)/
LOS (Loan Origination System) untuk
memonitor kredit yang sudah ada
dalam portfolio, agar dapat dilakukan
antisipasi apabila terjadi masalah.
Sistem ILOP sudah dapat melakukan
proses secara end-to-end.
Sebagai upaya memitigasi risiko
kredit untuk masing-masing debitur,
Credit Committee menentukan
Struktur Kredit termasuk covenant
yang tepat sesuai kebutuhan dan
kondisi debitur, sehingga kredit
yang diberikan benar-benar efektif
dan menguntungkan bagi debitur
maupun Bank Mandiri.
Credit Monitoring
Bank melakukan credit monitoring
terhadap seluruh debitur sekurangkurangnya secara triwulanan. Untuk
mengidentifikasi debitur - debitur
yang berpotensi mengalami
kesulitan pembayaran kewajiban
kredit, Bank menggunakan Loan
Monitoring System. Pada proses
monitoring, Bank melakukan deteksi
dini dengan analisa Watch List
(Early Warning Analysis) terhadap
seluruh kredit debitur Corporate
dan Commercial. Berdasarkan hasil
analisa tersebut, Bank menetapkan
account strategy dan tindakan
secara dini untuk mencegah
terjadinya NPL.
Untuk segmen retail dan konsumer
dilakukan monitoring pada tingkat
portfolio melalui analisa portfolio
dari berbagai aspek (kualitas dan
kuantitas portfolio dari berbagai
perspektif: industri, wilayah,
produk, jenis kredit, unit bisnis,
segmen dll). Bank juga mempunyai
dashboard report risk profile yang
menggambarkan inherent risk
portfolio kredit dan efektifitas
mekanisme kontrolnya. Kedua
report ini di update setiap bulan dan
diinformasikan kepada direksi dan
unit-unit perkreditan (unit bisnis,
unit risiko dan unit supporting),
sehingga kondisi dan perkembangan
portfolio selalu termonitor dan
strategi yang ditetapkan tepat
waktu dan selalu in line dengan
kondisi perkreditan.
Untuk monitoring kondisi portfolio
terhadap perkembangan kondisi
perekonomian Bank melakukan
simulasi dampak memburuknya
kondisi perekonomian terhadap
portfolio. Berdasarkan hal tersebut,
Bank menetapkan langkah-langkah
yang bersifat antisipatif. Efektifitas
langkah antisipasi ini dapat dilihat
pada performa Bank semester
I/2009 yang menunjukkan tingkat
NPL tetap membaik di saat bankbank lain mengalami kenaikan
NPL. Pada akhir tahun 2008 terjadi
gejolak ekonomi dunia akibat kasus
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
207
208
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
KOMPOSISI KREDIT PER SEKTOR EKONOMI
Perdagangan
Industri makanan, minuman
Pertanian
Jasa-jasa dunia usaha
Pengangkutan
Industri pengolahan kimia
dan hasil bumi
Kontruksi
12,5 %
11,1 %
10,9 %
9,2 %
8,1 %
6,9 %
6,1 %
tingkat diversifikasi dan juga
prospek bisnisnya.
Other
35,5 %
• Pertambangan
(5,6 %)
• Industri tekstil
(2,9 %)
• Industri bahan kertas (2,5 %)
• Listrik, gas, dan air
(1,6 %)
• Jasa-jasa
(1,0 %)
• Industri lainnya
(6,1 %)
• Lain-lain
(15,6 %)
subprime mortgage di USA, Bank
berhasil mengambil langka-langka
antisipatif yang sangat efektif
sehingga sepanjang Semester
I-2009 bank tetap berada dalam
kondisi baik.
Portfolio Management
Risiko konsentrasi merupakan
salah satu risiko yang timbul dari
eksposur yang berlebihan kepada
suatu individu atau entitas, wilayah
geografis, sektor industri, atau
produk tertentu yang berpotensi
menimbulkan kerugian kepada
Bank. Untuk menghindari terjadinya
konsentrasi risiko kredit pada
suatu industri tertentu atau
debitur tertentu, Bank secara aktif
melakukan pembatasan eksposur
melalui Kebijakan Limit (Industry
Limit dan Limit Debitur). Penetapan
limit didasarkan pada ketersediaan
modal bank, batasan exposure risiko
yang dapat diterima (risk appetite),
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Industry Limit merupakan salah satu
kebijakan limit yang menetapkan
alokasi portfolio maximum per
industri (berdasarkan Industry
Class) yang memperhitungkan
faktor-faktor tersebut di atas
sehingga limit yang ditetapkan
tidak berupa single limit tetapi
terdiri dari beberapa tingkatan limit.
Industri dengan klasifikasi “Sangat
Disarankan” memiliki limit s.d. 20%,
klasifikasi “Disarankan” limit s.d. 15%,
dan klasifikasi “Selektif” limit s.d.
7,5%.
Pembatasan limit debitur ditetapkan
melalui ketentuan in-house limit
yang merupakan batas maksimum
pemberian kredit oleh Bank (BMPK
Internal), di mana besarnya limit
in-house lebih konservatif dari
BMPK. Tujuan penetapan in-house
limit tersebut agar pemberian kredit
kepada pihak terkait debitur/group
serta BUMN, tidak melampaui BMPK
yang ditetapkan Bank Indonesia.
Credit Collection & Recovery Retail
& Consumer Lending
Kebijakan penanganan collection
Sebagai bagian dari Direktorat
Risk Management, kebijakan
penanganan dan recovery untuk
kredit yang bersifat massal (mass
production) di segmen retail dan
consumer, dibuat secara lebih fokus,
sistematis, agresif dan terpadu
berdasarkan jenis produk dan
masing-masing bucket collection.
Kebijakan tersebut didukung oleh
Automated Collection System yang
sifatnya end-to-end dan dilengkapi
dengan collection tools antara lain :
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
a.Call Monitoring System untuk
memonitor/merekam seluruh
kegiatan penagihan yang
dilakukan melalui telepon guna
meminimalisir Reputational Risks
dan digunakan sebagai alat untuk
training/coaching
b.Auto Predictive Dialer (Melita)
untuk meningkatkan efisiensi,
efektivitas dan produktivitas
proses collection Kartu kredit
yang terintegrasi dengan Behavior
Score.
Strategi penagihan berdasarkan
Collection & Recovery Score
pada produk kartu kredit telah
dilaksanakan sejak kuartal II tahun
2009 untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas proses penagihan.
Review dan penyempurnaan
terhadap implementasi scoring
tersebut dilakukan secara periodik
sesuai dengan perkembangan
bisnis terkini. Bank akan terus
melakukan enhancement terhadap
Automated Collection System
terkait Debt Relief Program
(restrukturisasi) kartu kredit sebagai
upaya pemenuhan ketentuan Bank
Indonesia mengenai pembatasan
pengaturan kolektibilitas kredit
restrukturisasi.
2. PENGELOLAAN RISIKO PASAR
Risiko Pasar – Trading Book
Dalam pengelolaan risiko pasar
trading book, Bank menerapkan
prinsip segregation of duties.
Terdapat pemisahan fungsi antara
pihak yang melakukan transaksi,
yang melakukan pencatatan
transaksi, verifikasi, valuasi ,
serta pengukuran risiko pasarnya
dengan menggunakan confidence
level 99% dan holding period
10 hari. Perhitungan VaR untuk
penggunaan internal dilakukan
dengan confidence level 99% dan
holding period 1 hari.
termasuk penghitungan kewajiban
pemenuhan modal minimum
(KPMM). Disamping itu, dilakukan
pemisahan antara unit yang
melakukan transaksi dengan unit
settlement, dan unit pembuat
kebijakan, prosedur dan penetapan
limit, yang memonitor pemenuhan
ketentuan dan pengujian posisi
dalam kondisi pasar yang berubah
serta pelaporan yang tepat waktu.
Untuk memastikan model VaR
telah cukup akurat, Bank melakukan
proses Back Testing.
Risiko Pasar – Banking Book
Risiko Pasar banking book
terdiri dari risiko suku bunga
yang diakibatkan oleh aktivitas
perbankan (assets & liabilities)
dan risiko nilai tukar. Risiko pasar
banking book dikelola dengan
tujuan agar neraca Bank dapat
bertahan pada perubahan suku
bunga dan nilai tukar, sehingga
pencapaian NII (net interest income)
dan nilai ekonomis dari modal
dapat dikendalikan sesuai dengan
toleransi risiko bank.
Pengelolaan risiko pasar dilakukan
antara lain melalui monitoring
aktivitas trading treasury dan
menetapkan limit transaksi yang
meliputi Value at Risk Limit (VaR
Limit), limit nominal dealer, dan
dealer loss limit yang dilaporkan
dalam Trading Risk Profile secara
periodik yaitu harian, mingguan dan
bulanan.
Laporan bulanan didalamnya
termasuk mengenai perhitungan
Stress Testing/Scenario Analysis
yang mengukur pergerakan kondisi
pasar abnormal secara kuantitatif,
dan hasil back testing untuk menilai
efektivitas pengukuran VaR dan
akurasi metodologi yang digunakan.
Dalam merespon perubahan harga
faktor pasar (nilai tukar dan suku
bunga) dan volume bisnis, Bank
telah meninjau kembali penetapan
besarnya risk factor atau Potential
Future Exposure (PFE) dan besarnya
limit VAR untuk melakukan aktivitas
treasury.
Bank telah siap melakukan
perhitungan KPMM risiko pasar
dengan menggunakan Model
Internal yang menggunakan model
VaR. Metode Value at Risk dilakukan
Bank melakukan pengelolaan risiko
suku bunga dan risiko nilai tukar
dengan menjaga agar posisi neraca
Bank sejalan dengan prediksi arah
pergerakan faktor suku bunga
dan nilai tukar. Risiko suku bunga
terutama terjadi karena terjadi
gap suku bunga (repricing gap).
Repricing gap terjadi karena adanya
perbedaan-perbedaan dalam
scheduled maturity atau waktu
repricing antara aset, kewajiban dan
komponen off balance sheet yang
dimiliki oleh Bank. Mismatch suku
bunga yang terjadi dikelola dengan
menggunakan antara lain interest
rate swaps.
Risiko nilai tukar terutama
disebabkan oleh risiko transaksi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
209
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
Value at Risk per 31 Desember 2009
Rp. Miliar
VaR
Akhir Maksimum Minimum
thn ‘09
FX VaR
IR VaR Correlation Effect Rata
-rata
Akhir
thn ‘08
2,84
16,44
0,38
2,83
18,07
1,57
20,95
0,97
7,89
19,07
(1,22)
Total VaR
3,20
25,00
1,28
8,82
Utilisasi VaR
6,6%
41,0%
2,1%
14,5%
26,18 42,9%
VaR dan Back Testing Tahun 2009
25
15
5
0
(5)
(15)
19 Mei ’08
24 Apr ’08
30 Mar ’08
5 Mar ’08
9 Feb ’08
15 Jan ’08
(25)
Analisis Sensitivitas Suku bunga
Keterangan
perbankan dalam valuta asing.
Risiko transaksi dikelola dengan
melakukan pemantauan terhadap
posisi devisa netto (PDN) sesuai
dengan ketentuan Bank Indonesia,
dan ketentuan internal yang lebih
prudent. Selama tahun 2009,
dampak fluktuasi nilai tukar
terhadap posisi finansial Bank tidak
signifikan. Per 31 Desember 2009,
PDN Neraca sebesar 9,09% dan PDN
keseluruhan (absolut) sebesar 3,44%
dari modal.
Untuk memperkuat pengelolaan
risiko pasar suku bunga banking
book, Bank melakukan simulasi,
analisa sensitivitas, stress testing
dan gap analysis.
(Rp. Miliar)
21 Des ’07
210
Desember 2008
Desember 2009
(% terhadap target NII)
0.94 %
0.72 %
EVE Sensitivity (100 bps; % Equity)
1.45 %
0.77 %
Earning at Risk (% Equity)
1.66 %
0.50 %
Capital at Risk (% Equity)
2.33 %
2.31 %
NII Sensitivity 100 bps, NII 12 Mo
Manajemen Pricing
Sebagai bagian dari pengelolaan
risiko suku bunga, Bank menerapkan
kebijakan pricing baik untuk produk
dana maupun produk kredit.
Kebijakan Pricing merupakan salah
satu strategi yang dilakukan dalam
upaya mendukung Bank menguasai
revenue market share dengan cara
memaksimalkan Net Interest Margin
(NIM).
Dalam penetapan pricing
Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank
mempertimbangkan faktor internal
antara lain biaya dana, struktur
dan target pendanaan, serta faktor
eksternal antara lain likuiditas pasar
dan suku bunga pasar. Dengan
mempertimbangkan faktor internal
dan eksternal tersebut, Bank
menerapkan strategi aggressive atau
defensive.
Untuk penetapan pricing Kredit,
Bank menerapkan tingkat suku
bunga berdasarkan risiko (Risk Based
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
3. PENGELOLAAN RISIKO
LIKUIDITAS
Likuiditas merupakan kemampuan
Bank untuk memenuhi seluruh
kewajiban finansial yang sudah
diperjanjikan secara tepat waktu
dengan harga wajar. Likuiditas
Bank dipengaruhi oleh struktur
pendanaan, likuiditas aset,
kewajiban kepada counterparty dan
komitmen kredit kepada debitur.
Risiko likuiditas disebabkan oleh
ketidakmampuan Bank untuk
menyediakan likuiditas dengan
harga wajar yang akan berdampak
kepada profitabilitas dan modal
Bank.
Untuk mengelola risiko likuiditas,
Bank menetapkan kebijakan antara
lain pemeliharaan cadangan
likuiditas setiap saat secara optimal,
yaitu antara risiko likuiditas dan
biaya memelihara aset likuid.
Upaya lain dalam pengelolaan
risiko likuiditas dilakukan dengan
menggunakan limit risiko likuiditas,
dan memantau realisasi indikator
risiko likuiditas terhadap limit. Selain
itu, secara periodik bank melakukan
penyusunan scenario analysis dan
contingency plan, dan menyusun
strategi pendanaan kebutuhan
likuiditas sesuai dengan kondisi
internal dan eksternal.
Likuiditas Bank saat ini diukur
melalui tingkat primary reserve dan
nasabah besar yang umumnya
bersifat rentan dan tidak stabil.
secondary reserve. Primary reserve
adalah kas di cabang-cabang dan
saldo Giro Wajib Minimum (GWM)
Primer di Bank Indonesia. Per 31
Desember 2009, Bank memelihara
GWM Primer sebesar 5,71% dari total
dana pihak ketiga Rupiah dan 1,01%
dari total dana pihak ketiga valuta
asing.
Pricing). Struktur pembentukan
suku bunga kredit, terdiri dari Cost
of Funds, Overhead Cost, Cost of
Allocated Capital dan Risk Premium.
Bank menetapkan Required Yield
yang merupakan tingkat imbal hasil
minimum yang menjadi target Bank.
Per 31 Desember 2009, simpanan
50 deposan terbesar Bank adalah
sebesar 15,6% dari total dana
masyarakat (tidak termasuk
simpanan dari bank lain), membaik
dibandingkan per 31 Desember
2008 dan 31 Desember 2007
sebesar masing-masing 17,3% dan
19,0%.
Secondary reserve Bank ditempatkan
dalam Sertifikat Bank Indonesia
(SBI), Fasilitas Simpanan Bank
Indonesia (FASBI), penempatan
antar bank (termasuk ekses
likuiditas valas yang ditempatkan
pada rekening Nostro) dan efekefek yang mudah diperjualbelikan
(portfolio trading dan available for
sale).
Bank menggunakan metodologi
liquidity gap untuk mengestimasi
potensi risiko likuiditas yang akan
dihadapi Bank di masa mendatang.
Berdasarkan rencana bisnis Bank
dalam Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan tahun 2010, sampai
dengan 12 bulan ke depan likuiditas
Bank diproyeksikan akan berada
dalam posisi surplus yang optimal.
Per 31 Desember 2009, Bank
memelihara Secondary Reserve
sebesar 16,23% dari total dana
masyarakat.
4. PENGELOLAAN RISIKO
OPERASIONAL
Konsentrasi Dana Nasabah Besar
menunjukkan seberapa besar
ketergantungan Bank terhadap
sumber dana yang berasal dari
Risiko operasional adalah
risiko yang disebabkan oleh
ketidakcukupan dan atau tidak
RASIO SECONDARY RESERVE
TERHADAP DANA MASYARAKAT (%)
RASIO SIMPANAN NASABAH BESAR
TERHADAP DANA MASYARAKAT (%)
‘07
‘07
‘08
‘08
‘09
‘09
5
10
15
20
5
10
15
20
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
211
212
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
berfungsinya proses internal,
kesalahan manusia, kegagalan
sistem, atau adanya faktor eksternal
yang mempengaruhi operasional
Bank. Risiko operasional mencakup
risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko
reputasi dan risiko strategik.
Pengelolaan risiko operasional
bertujuan untuk meningkatkan risk
awareness, memahami eksposure
risiko operasional pada unit
kerja dan Bank, perbaikan proses
internal secara berkelanjutan serta
menurunkan frekuensi dan/atau
dampak dari suatu kerugian akibat
risiko operasional, sehingga level
risiko operasional dapat ditekan
sesuai toleransi risiko bank.
Untuk melakukan pengelolaan
terhadap risiko operasional, Bank
mempergunakan perangkat (ORM
Tools).
Kerangka kerja manajemen risiko
operasional memperhatikan regulasi
Bank Indonesia dan Basel II, dan
ketentuan internal Bank yang
berlaku. Kebijakan risiko operasional
dituangkan dalam Kebijakan
Operasional Bank Mandiri (KOBM),
dan Standar Prosedur Operasional
(SPO) yang berisi teknis pengelolaan
risiko operasional baik aspek
governance, prosedur dan sistem
pelaporan.
Untuk melakukan mitigasi risiko
pada produk dan aktivitas baru,
Bank melakukan assessment
terhadap 8 (delapan) jenis risiko
yang diperkirakan dapat menjadi
hambatan, dengan mengacu pada
SPO Produk dan Aktivitas Baru (PAB).
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Untuk meningkatkan efektifitas
pelaksanaan pengelolaan risiko
operasional, Bank sudah melakukan
alignment metodologi risiko
operasional dengan pola Risk Based
Audit, sehingga dapat dihindarkan
pekerjaan duplikasi yang tidak
efisien. Pada kolaborasi ini, hasil
penilaian risiko suatu unit kerja,
menjadi dasar proses pemeriksaan
audit berdasarkan profil risiko.
Inisiatif baru tahun 2009, Bank
menyediakan media Letter to CEO
sebagai bentuk implementasi
Whistle Blowing System, dalam
rangka menunjang pengelolaan
risiko operasional.
Proses pengelolaan risiko
operasional dilakukan oleh seluruh
unit kerja Bank. Pelaksanaan
implementasi ORM tools dibantu
oleh ORM Coordinator (dilakukan
oleh Regional Internal Control
untuk kantor wilayah, dan
dilakukan oleh Quality Assurance
& Compliance untuk unit kerja
kantor pusat). Implementasi ORM
tools didiskusikan serta dilaporkan
pada Forum Manajemen Risiko
Operasional, baik di tingkat Wilayah
ataupun Pusat melalui Operational
Risk Committee.
Unit kerja melakukan proses
pengelolaan risiko operasional
dengan cara: menentukan
target kerja utama dari unit
kerja, kemudian mengidentifikasi
risiko yang dapat menggagalkan
rencana tersebut. Bank menilai
risiko dari sisi dampak (impact)
dan frekuensi kejadian (likelihood),
memantau trend risiko yang ada di
unit kerja. Selanjutnya unit kerja
menilai perangkat manajemen
risiko yang sudah ada. Apabila
diperlukan perbaikan, unit kerja
menentukan action plan untuk
dapat melakukan mitigasi risiko
dengan baik. Dari proses tersebut,
Unit kerja menghasilkan profil risiko
operasional yang menggambarkan
eksposur risiko operasional
unit kerja yang akan dijadikan
dasar dalam pembuatan profil
risiko operasional Bank. Laporan
profil risiko operasional tingkat
korporasi (bankwide) yang sudah
di review oleh unit Internal Audit
dipresentasikan kepada Dewan
Komisaris dan dilaporkan kepada
Bank Indonesia secara periodik.
Business Continuity Management
Bank telah memiliki suatu
rencana komprehensif yang berisi
langkah-langkah yang harus
diambil sebelum, selama dan
setelah terjadinya suatu keadaan
darurat secara terdokumentasi,
teruji untuk menjamin
kelangsungan operasional
Bank dalam bentuk Kebijakan
Business Continuity Planning
(BCP), Disaster Recovery Plan
(DRP) dan pembentukan Disaster
Recovery Center (DRC) sejak tahun
2003. Kebijakan kelangsungan
usaha disempurnakan secara
berkala dan pada tahun 2010
dibentuk satu unit kerja khusus
yang akan menangani hal ini
secara komprehensif. Supaya
penerapan pengelolaan risiko
menjadi lebih proaktif, Bank
memanfaatkan sarana e-Learning
untuk mengembangkan budaya
pengelolaan risiko.
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
ORM TOOLS
Mandiri Loss
Event Database
(MLED)
Bank menggunakan MLED untuk mencatat kerugian-kerugian
akibat risiko operasional yang terjadi pada masing-masing unit
kerja. Selain untuk pengelolaan risiko, data MLED menjadi dasar
dalam model perhitungan kebutuhan modal untuk mengcover
risiko operasional dengan menggunakan metode Advanced
Measurement Approach (AMA).
Key Risk
Indicator (KRI)
KRI merupakan indikator kuantitatif yang dimanfaatkan untuk
memberikan indikasi tingkat risiko melekat pada key proses
dalam satu tahapan unit bisnis/supporting atau end-toend processing. Dengan indikator ini bank memonitor risiko
atas dasar suatu batas tertentu (threshold). Kejadian yang
melewati batas, akan menginisiasi tindakan perbaikan atau
pengamanan.
PE
N
UA
N
ND
GE
ALIAN
SASARAN
BISNIS
PE
N
N
N
Risk &
Control Self
Assessment
(RCSA)
RCSA dipergunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko
yang melekat pada aktivitas, dan menilai kualitas kontrol.
RCSA dilakukan melalui proses workshop, dimana unit kerja
melakukan proses identifikasi risiko serta control atas seluruh
proses kerja utama , memantau trend tingkat risiko melekat,
serta melakukan rencana perbaikan kontrol dalam bentuk
action plan, dan memonitor realisasi rencana tersebut.
I
IKAS
T IF
U RA
Penjelasan
K
GU
ORM Tools
IDE
PROSES MANAJEMEN RISIKO
OPERASIONAL
PEMA
A
NT
modal Bank masih di atas
ketentuan yang berlaku yang
mencerminkan ketahanan Bank
dalam menghadapi kondisi ekstrim
sesuai skenario yang ditetapkan.
6. VALIDASI MODEL
5. SIMULASI KONDISI TERBURUK
& STRESS TESTING
Stress Testing sebagai
bagian dari manajemen risiko
merupakan suatu metode untuk
mengevaluasi ketahanan Bank
dalam menghadapi suatu skenario
kejadian eksternal yang bersifat
luar biasa (exceptional) tetapi
mungkin terjadi (plausible)
sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan Bank, serta pemenuhan
ketentuan Bank Indonesia maupun
Basel II.
Stress testing memberikan
early warning signal kepada
pihak manajemen Bank dengan
menggambarkan hasil simulasi
bisnis jika kondisi ekstrim
terjadi, seberapa besar kerugian
yang timbul serta bagaimana
dampaknya terhadap modal.
Dengan melakukan stress testing,
Bank akan menyusun contingency
plan guna mengantisipasi dampak
kondisi ekstrim yang terjadi.
Berdasarkan pelaksanaan stress
testing, nilai rasio kecukupan
Dalam rangka pengendalian Intern
bagi Bank, bagian dari penerapan
Basel II pilar 1 dan pilar 2, dan
pemenuhan ketentuan Bank
Indonesia, Bank telah memiliki
suatu unit kerja validasi yang
independent di dalam Direktorat
Risk Management. Ruang lingkup
dari unit kerja ini adalah seluruh
model risiko yang ada dan
dipergunakan di Direktorat Risk
Management. Selain dari pada
itu, fungsi lain dari unit ini adalah
memberikan advisory terhadap
pengembangan model yang telah
ada maupun yang akan ada dimasa
yang akan datang.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
213
214
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
Pada tahun 2009 telah dilakukan
validasi terhadap 10 (sepuluh)
jenis model di Direktorat Risk
Management. Model-model
tersebut mencakup penggunaan
internal model untuk mengukur
risiko pasar, model rating korporasi
serta model scoring untuk
segmentasi retail & consumer loan
(kredit Mitra Karya, Usaha Mikro,
Kendara, dan Behavior Scoring
Credit Card).
B. KECUKUPAN MODAL
Perhitungan kecukupan modal
telah dihitung sesuai ketentuan
Bank Indonesia yang mencakup
risiko pasar, risiko operasional dan
risiko kredit.
Kebutuhan modal minimum
risiko pasar per Desember 2009
dengan menggunakan Model
Standar adalah sebesar Rp127.94
Milyar, sehingga nilai KPMM
setelah memperhitungkan unsur
risiko kredit dan risiko pasar
menunjukkan ATMR risiko kredit
untuk posisi 31 Desember 2009
sebesar Rp 210,01 T.
adalah sebesar 15,43%. Proyeksi
KPMM setelah memperhitungkan
risiko kredit dan risiko pasar per
Desember 2010, 2011 dan 2012
masih menunjukkan tingkat
kecukupan modal yang memadai.
Pada tanggal 27 Januari 2009,
Bank Indonesia mengeluarkan
Surat Edaran (SE) No. 11/3/
DPNP perihal Perhitungan Asset
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
untuk Risiko Operasional dengan
Menggunakan Pendekatan Indikator
Dasar. Menindaklanjuti hal tersebut,
Bank telah melakukan simulasi
perhitungan ATMR dan Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum
(KPMM) Risiko Operasional.
Dalam rangka persiapan penerapan
Basel II, Bank telah melakukan
simulasi perhitungan beban modal
risiko kredit dengan pendekatan
standardized yang dilakukan
dengan berpedoman kepada
Consultative Paper Bank Indonesia.
Hasil perhitungan simulasi ini
6. PENGELOLAAN RISIKO
PERUSAHAAN ANAK
Sejalan dengan penerapan PBI No.
8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari
2006 dan SE BI No. 8/27/DPNP
tanggal 27 November 2006, Bank
melaksanakan konsolidasi pengelolaan
risiko dengan anak perusahaan (Bank
Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas,
Bank Mandiri Europe, Bank Sinar
Harapan Bali, dan AXA Mandiri)
secara bertahap. Sebagai landasan
bagi konsolidasi, telah dilaksanakan
penyelarasan kebijakan dan ketentuan
antara Bank sebagai perusahaan
induk dengan perusahaan-perusahaan
anak tersebut yang diikuti dengan
penyelenggaraan Forum ERM.
7.RISK CULTURE SURVEY
Di tahun 2009 Bank Mandiri bekerja
sama dengan konsultan independen
SIMULASI KOMPOSISI BEBAN MODAL PER 1 Desember 2009
a
a
OR 5%
ATMR Risiko Pasar
ATMR Risiko Operasional
ATMR Risiko Kredit
1%
4%
95%
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
a
OR 10%
ATMR Risiko Pasar
ATMR Risiko Operasional
ATMR Risiko Kredit
1%
8%
91%
OR 15%
ATMR Risiko Pasar
ATMR Risiko Operasional
ATMR Risiko Kredit
1%
12%
87%
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Risk Management
PriceWaterhouseCoopers
melakukan Risk Culture Survey
untuk identifikasi kekuatan dan
potensi permasalahan terkait
penerapan Manajemen Risiko
dan budaya kontrol perusahaan
serta mengidentifikasi unit kerja
yang belum memiliki kesamaan
pemahaman budaya (risiko).
Dari hasil survey diketahui bahwa
nilai seluruh aspek Key Attributes
of Effective Risk Management Bank
Mandiri lebih baik dibandingkan
dengan PwC benchmark (Tabel 1).
Walaupun nilai overall untuk setiap
aspek effective risk management
Bank Mandiri lebih besar dari PwC
Key Attributes of Effective Risk Management
Key Attribute and Sub-Attribute
Leadership & Strategy
PWV
Benchmark
1.13
Bank
Mandiri
1.21
1. Integrity & Ethical Values
1.21
1.22
2. Communicate Mission & Objectives
1.05
1.20
Accountability & Reinforcement
0.89
1.08
3. Assignment of Authority & Responsibility
0.99
1.08
0.76
0.97
benchmark, namun masih terdapat
4 hal yang mendapat kategori
“Perhatian” dan perlu dilakukan
perbaikan, yaitu:
1. Proses promosi dan reward
2. Risiko Turnover pegawai
3. Kebutuhan training manajemen
risiko dan kontrol
4. Pengaruh faktor eksternal dalam
pencapaian target
Penyempurnaan pengelolaan risiko
di Bank Mandiri dilakukan secara
berkelanjutan agar Risk Management
mendukung transformasi lanjutan
Bank Mandiri dengan tetap memenuhi
ketentuan regulasi dan perkembangan
bisnis Bank.
4. Human Resource Policies and Practices &
Performance Measurement
People & Communication
0.69
0.84
5. Commitment to Competence
0.65
0.80
6. Information & Communication
0.73
0.88
Risk Management & Infrastructure
0.80
0.97
7. Identity & Assess Risk
0.77
0.86
8. Establish Processes & Controls
0.84
1.07
RISK CULTURE SURVEY
Strongly
Disagree
Neutral
Agree
Disagree (2,00)
(1,00)
0
1,00
PwC
BENCHMARK
Strongly
Agree
2,00
MANDIRI
Hasil Risk Culture Survey Bank Mandiri memperoleh nilai overall sebesar 1.02 (skala -2 s/d +2) dengan kategori Baik. Di mana nilai
overall Bank Mandiri lebih besar dari pada nilai benchmark yang dimiliki PwC, yaitu sebesar 0.89.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
215
216
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Technology & Operations
SASMITA
Direktur Technology & Operations
Ketersediaan layanan yang prima semakin menjadi prioritas kami dalam menciptakan
layanan operasional terbaik. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa secara optimal
terus menjaga standar mutu produk dan layanan yang memenuhi harapan seluruh
stakeholder melalui dukungan infrastruktur teknologi & operasional yang melebihi
harapan. Tersedianya layanan perbankan 24 x 7, kelengkapan produk dan jasa untuk
semua segmen nasabah serta keamanan dalam setiap transaksi merupakan hasil
kerja keras kami. Semua itu kami lakukan untuk menciptakan layanan perbankan yang
menembus batas keinginan dalam penyediaan layanan operasional Bank Mandiri.
TRANSFORMASI DIREKTORAT
TECHNOLOGY & OPERATIONS
Sejak pelaksanaan transformasi Bank
Mandiri 2005, Direktorat Technology
& Operations mempunyai peran yang
besar, melalui penyempurnaan tata
kelola, peningkatan efisiensi operasional
Bank Mandiri dengan menurunkan
biaya transaksi,implementasi solusi
teknologi dan peningkatan kapasitas
operasional untuk memenuhi kebutuhan
unit bisnis serta meningkatkan manfaat
“economies of scale” melalui konsolidasi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
unit operasional. Selain itu kami juga
berhasil meningkatkan pemanfaatan aset
bangunan dengan secara konsisten terus
mengembangkan Sentra Mandiri sehingga
dapat menyelaraskan dan memperkuat
koordinasi proses operasional Bank secara
tersentralisasi
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Technology & Operations
Selain itu hasil transformasi Direktorat
Technology & Operations juga tercermin
dari keberhasilan meningkatkan peringkat
survei Banking Service Excellence secara
berkesinambungan yang pada akhirnya
berhasil meraih peringkat pertama.
Berbagai pencapaian tersebut dapat
diperoleh melalui kerja keras tiap pegawai
Direktorat Technology & Operations
dengan selalu mengutamakan layanan
operasional yang berbiaya rendah
namun tetap kompetitif, memenuhi
perubahan kebutuhan pasar, bisnis dan
nasabah secara cepat, mempertahankan
dan meningkatkan kualitas service
excellence; serta meningkatkan efektifitas
operasional.
Di masa mendatang Direktorat Technology
& Operations akan terus meningkatkan
upaya untuk dapat mempersingkat “time
to market” pada pengembangan produk
dan layanan baru, serta memudahkan
“time to change” dalam rangka
mendukung perubahan organisasi untuk
menangkap peluang penciptaan nilai dan
pertumbuhan strategis.
PENYEMPURNAAN TATA KELOLA
& PROSES BISNIS, EFISIENSI
OPERASIONAL, OPTIMALISASI
disempurnakan. Demikian halnya dengan
perbaikan proses bisnis secara konsisten
terutama pada proses kliring, RTGS dan
penerbitan Bank Garansi telah berhasil
mengoptimalkan kinerja SDM sebesar
37,7%.
KAPASITAS INFRASTRUKTUR, SERTA
SERVICE EXCELLENCE
Kami melanjutkan pelaksanaan tata
kelola yang baik di bidang teknologi
& operasional yang selalu menjadi
perhatian utama, mengingat hal tersebut
mempengaruhi citra Bank Mandiri. Untuk
itu kami telah melakukan penyempurnaan
dalam menerapkan prinsip-prinsip
Good Corporate Governance, antara
lain ditunjukkan melalui pengendalian
kesalahan seminimal mungkin,
peningkatan keamanan, tindakan
pencegahan dari fraud, dan penetration
(internal dan eksternal). Hal serupa juga
kami terapkan dalam bidang operasional
kredit, melalui tata kelola administrasi
perkreditan yang baik dengan memastikan
kelengkapan dan kebenaran data-data
nasabah, penilaian agunan sesuai
ketentuan regulator, serta prosedur
pencairan kredit sesuai persyaratan.
Keberhasilan kami melaksanakan
tata kelola dan kepatuhan secara baik
tercermin dengan tidak adanya error pada
transaksi treasury operations dan outgoing
RTGS, sedangkan proses penerbitan
Bank Garansi memiliki error rate yang
terkendali dengan baik hanya mencapai
0,29%, dimana kedepan akan terus
TOTAL REKENING (Ribu)
Untuk menjamin kepastian dan kelancaran
operasional, kami secara konsisten
melakukan penyempurnaan kebijakan dan
prosedur bidang teknologi dan operasional
yang sejalan dengan Arsitektur Kebijakan
dan Prosedur Bank Mandiri.
Upaya untuk dapat secara konsisten
meningkatkan manfaat “economies
of scale” melalui konsolidasi unit
operasional, dilakukan dengan optimalisasi
penggunaan Sentra Mandiri untuk
meningkatkan koordinasi antar unit kerja
operasional. Selain itu, dengan sentralisasi
pemanfaatan jaringan komunikasi
untuk voice, data, image, didapatkan
manfaat “economies of scale” sehingga
menghasilkan biaya transaksi yang
lebih rendah dan memberikan manfaat
bisnis yang lebih tinggi. Optimalisasi
jaringan komunikasi telah memberikan
jaringan yang efisien untuk melaksanakan
sentralisasi back office, operasional cabang
serta e-channel.
TOTAL TRANSAKSI (Juta)
RASIO TRANSAKSI MONETARY
E - CHANNEL : CABANG
‘07
‘07
‘07
71 : 29
‘08
‘08
‘08
74 : 26
‘09
‘09
‘09
82 : 18
4.000 6.000
8.000 10.000 12.000
400
800
1.200
1.600
1.800
Total Transaksi Monetary
Total Transaksi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
217
218
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Technology & Operations
Technology & Operations
SURESH GUMMALAM
IT Business Solutions &
Application Services Group
O.C. HARRY PUDJIATMOKO
IT Operations Group
MOHAMMAD GUNTUR
Planning, Policies, Procedures,
& Architecture Group
CHRISNA PRANOTO
Credit Operations Group
herry rukmana
Central Operations Group
O.C. HARRY PUDJIATMOKO
Electronic Channel Operation
Group
Di tahun 2009 kami melaksanakan
optimalisasi kehandalan infrastruktur
teknologi, terutama pada infrastruktur
yang bersifat kritikal melalui implementasi
penambahan high availability blade server
dan implementasi platform berbasis
UNIX, sehingga skalabilitas pemrosesan
transaksi serta pemenuhan SLA yang lebih
baik.
Sejalan dengan upaya kami menurunkan
biaya transaksi, dengan pengalihan
transaksi pada electronic channel yang
berbiaya rendah, pada 2009 kami telah
berhasil menurunkan biaya transaksi
sebesar 10,5%, dengan meningkatnya
rata-rata komposisi volume transaksi
finansial e-channel terhadap cabang
selama tahun 2009 menjadi 82:18 dari
74:26 pada rata-rata tahun 2008. Di sisi
lain, peningkatan volume bisnis juga
tercermin pada indikator pertumbuhan
volume transaksi selama tahun 2009
sebesar 1,4 Milyar transaksi dari 1,2 Milyar
transaksi selama tahun 2008. Posisi Bank
Mandiri sebagai Supply Chain Bank bagi
nasabah Commercial & Corporate dan
Payment Bank bagi nasabah Consumer
& Retail juga terlihat dari peningkatan
volume transaksi remittance, untuk
kliring debet pada tahun 2009 mencapai
6,3 juta transaksi atau mengalami
kenaikan sebesar 1% dibandingkan tahun
sebelumnya meskipun nilai transaksi
mengalami penurunan sebesar 3% atau
Rp 199,47 triliun dibandingkan tahun
sebelumnya. Sedangkan transaksi kliring
kredit mencapai 11,2 juta transaksi
mengalami kenaikan 10% dibandingkan
tahun 2008, dengan nilai transaksi
sebesar Rp. 103,1 triliun atau naik
7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Transaksi RTGS pada tahun 2009
tercatat sebesar Rp. 5.900 triliun dengan
volume mencapai 3,28 juta transaksi.
Nilai transaksi ini mengalami penurunan
sebesar Rp. 940 triliun atau sebesar
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
13% dibandingkan nilai transaksi RTGS
2008, namun demikian volume transaksi
mengalami peningkatan 340 ribu atau
12% dibandingkan volume transaksi tahun
2008.
Kesungguhan kami untuk selalu
memberikan layanan prima kepada
nasabah diwujudkan melalui beberapa
inisiatif peningkatan kualitas fisik dan
non-fisik telah membuahkan hasil yang
menggembirakan dengan keberhasilan
meraih beberapa penghargaan
penting terkait layanan prima CALL
CENTER AWARD for Excellence Service
Performance dari CARRE – CCSL (Center
of Customer Satisfaction & Loyalty) dan
The Best Contact Center of The Year dari
Contact Center Association Malaysia.
Selain pencapaian-pencapaian tersebut,
masih terdapat beberapa hal yang perlu
disempurnakan terkait teknologi &
operasional seperti perlunya dilaksanakan
security assessment secara menyeluruh,
terutama pada electronic channel dan
cabang.
SASARAN STRATEGIS 2010
Setelah melalui kondisi perekenomian
yang kurang kondusif pada awal tahun
2009, pada tahun 2010 ini pertumbuhan
bisnis yang agresif dan outward looking
akan menjadi sasaran utama untuk
mendorong pertumbuhan High Yield
Business, Retail Deposit & Payment dan
Wholesale Transactions sesuai dengan
Corporate Plan Bank Mandiri 2010 - 2014.
Selaras dengan target pertumbuhan
bisnis, pengembangan teknologi dan
operasional terbagi atas 5 program yaitu :
1. Mendukung pertumbuhan High Yield
Business dengan implementasi Loan
Factory Solutions guna meningkatkan
Turn Around Time, pengembangan
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Technology & Operations
0%
Kami terus melakukan terobosanterobosan untuk peningkatan
pelaksanaan tata kelola dan
kepatuhan secara baik tercermin
dengan melalui keberhasilan
kami menekan error rate hingga
0% untuk outgoing RTGS dan
transaksi.
solusi bisnis Micro Banking yang
komprehensif.
2. Meningkatkan jangkauan bisnis
Bank Mandiri melalui program Retail
Payment, e-Channel Modernization,
& Branch Infrastructure dengan
mendominasi industri spesifik melalui
konsolidasi semua payment services
untuk layanan B2B.
3. Mengembangkan Wholesale
Transaction Banking dengan
memberikan layanan treasury, cash
management dan trade finance
yang terbaik, serta meningkatkan
kapabilitas dan utilisasi sistem
berbasis Service Oriented Architecture
(SOA).
4. Implementasi Enterprise Risk
Management dengan cara
menerapkan manajemen risiko secara
pragmatis dan sesuai dengan best
practice terkini.
5. Mewujudkan Information on Demand
dalam rangka menyediakan informasi
yang akurat, pada waktu yang tepat
untuk kebutuhan user yang berwenang
dengan menggunakan media yang
handal.
Disamping program - program tersebut,
kami akan meningkatkan upaya
penyempurnaan proses bisnis, termasuk
melanjutkan rencana untuk melakukan
konsolidasi fungsi-fungsi operasional
yang saat ini masih terdapat di unit bisnis,
seperti billing processing, call center, dan
operasional kredit. Terkait pengelolaan
aspek efisiensi transaksi dan layanan kami
akan terus mengupayakan penurunan
biaya transaksi dengan target 10%, melalui
program efisiensi dan pengendalian biaya
secara optimal, serta peluang penggunaan
teknologi baru yang berbiaya rendah.
Untuk mempertahankan kualitas layanan
dan memastikan kapasitas infrastruktur
IT sesuai dengan kebutuhan dan mampu
mengakomodasi pertumbuhan bisnis,
dilaksanakan peremajaan infrastruktur
cabang. Kami akan memperkuat “footprint” di kawasan regional, melalui
standarisasi kantor cabang luar negeri
dengan konsep hubbing. Seiring
dengan tumbuhnya volume bisnis dan
peningkatan efisiensi, maka manfaatnya
akan dirasakan nasabah berupa; harga
yang bersaing, proses yang lebih cepat dan
waktu layanan yang lebih panjang.
Melalui sasaran strategis 2010 tersebut,
diharapkan Direktorat Technology &
Operations dapat memberikan dukungan
kepada unit bisnis dengan lebih optimal
agar target pertumbuhan bisnis yang
diharapkan dapat dicapai, serta secara
konsisten memberikan layanan prima
kepada seluruh stakeholder. Sehingga,
Bank Mandiri akan dapat memberikan
solusi keuangan yang inovatif dan
berstandar internasional yang dapat
memenuhi seluruh harapan nasabah.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
219
220
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
OGI PRASTOMIYONO
Direktur Compliance and Human Capital
Penyempurnaan dan penataan Human Capital ditekankan pada penciptaan kebijakan
yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Hal ini dilakukan agar Human
Capital dapat menunjang pencapaian visi Bank Mandiri.
Dalam upaya mendukung pencapaian
visi Bank Mandiri, Direktorat Compliance
& Human Capital terus melakukan
berbagai penyempurnaan dan
penajaman strategi di bidang Human
Capital dan Compliance, dengan
mencanangkan misi strategisnya yakni
“Accelerating Human Capital Value
Creation”. Untuk mencapai misi tersebut,
Strategi Human Capital difokuskan pada
4 hal utama, yakni:
• Meningkatkan kapabilitas leadership.
• Meningkatkan keterikatan emosional
(engagement) pegawai.
• Mengembangkan budaya yang efektif,
serta
• Membangun praktik pengelolaan
human capital yang terbaik.
Misi ini dilandasi dengan pengembangan
budaya yang menjunjung tinggi
penerapan prinsip kehati-hatian,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
manajemen risiko serta Good Corprate
Governance (GCG).
Proses Accelerating Human Capital Value
Creation dilakukan dengan mengacu
pada “Human Capital Lifecycle” yang
menjadi dasar utama penyempurnaan
dan penataan Human Capital, dengan
penekanan pada penciptaan kebijakan
yang dapat memberikan nilai tambah
bagi perusahaan. Hal ini dilakukan
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
agar Human Capital dapat menunjang
pencapaian visi Bank Mandiri.
Beberapa inisiatif strategis dirancang dan
disusun secara komprehensif, mengacu
pada “HC Best Practices” yakni:
Organization Development
Dalam rangka mendukung pertumbuhan
bisnis, diperlukan organisasi yang
efisien, efektif dan mampu bersaing
di market. Untuk itu, pengembangan
organisasi difokuskan dengan
melakukan organization review, sehingga
bisnis unit dapat menjadi lebih
efektif. Beberapa hal telah dilakukan
diantaranya adalah melakukan job
evaluation dan menetapkan peringkat
jabatan (job grade) pada unit-unit yang
mengalami perubahan organisasi,
menghitung kebutuhan penambahan
pegawai secara tepat, merancang
dan mengimplementasikan modelmodel career development yang
dapat memberikan kesempatan bagi
pegawainya untuk tumbuh baik dari segi
kapabilitas, leadership maupun karir.
Jalur penerimaan pegawai Officer
Development Program (ODP) sebagai kunci
pegawai pimpinan Bank Mandiri di masa
datang ditata kembali melalui perbaikan
tahapan dan metode seleksinya. Proses
seleksi disempurnakan agar mampu
menggali potensi yang dimiliki oleh
kandidat, untuk memenuhi kebutuhan
pegawai pimpinan di masa depan, serta
sesuai dengan kebutuhan bisnis unit.
Perbaikan resourcing proses di atas
dilakukan dengan menyusun resourcing
guidelines baru yang lebih ringkas,
sederhana, serta menyempurnakan
infrastruktur melalui automation
resourcing process dengan online
Pegawai baru juga dipersiapkan agar
menjadi talent yang unggul dan tangguh.
Disamping penyelarasan di bidang
resourcing policy, penyempurnaan
outsourcing policy juga dilakukan agar
pengelolaannya menjadi lebih efektif.
Penataan kembali outsourcing policy,
khususnya dalam hal tanggung jawab
pengelolaan, jenis pekerjaan yang dapat
dioutsourcekan serta vendor management
yang lebih baik.
Learning & Development
Dalam upaya peningkatan kapabilitas
leadership, Bank Mandiri telah menyusun
beberapa program agar para leaders
memiliki global outlook leadership yang
kuat. Salah satu upaya yang dilakukan
adalah dengan menghadirkan pembicarapembicara bertaraf international untuk
memberikan gambaran best practices
mengenai trend perkembangan
leadership serta budaya organisasi kepada
HUMAN CAPITAL LIFECYCLE
Workforce Planning & Staffing
Pertumbuhan organisasi yang cepat perlu
didukung dengan strategi pemenuhan
pegawai yang tepat dan akurat. Sejalan
dengan hal tersebut, resourcing policy,
disesuaikan agar mampu memenuhi
kebutuhan bisnis secara time to
market dan sesuai dengan best practice
di perbankan. Penajaman strategi
resourcing juga terus ditata agar dapat
mendukung operasional bank, baik
dari segi jumlah, kompetensi maupun
ketepatan waktu.
e-Recruitment, agar lebih cepat
dan efisien. Dengan dilakukannya
penyempurnaan ini, maka seluruh
kebutuhan pegawai tahun 2009 dapat
dipenuhi oleh Human Capital.
Program ”Mandiri Jumpstart”, yang
merupakan program pembelajaran yang
bersifat komprehensif untuk membekali
pegawai dengan pengetahuan, peralatan
dan dukungan untuk membantu proses
pengenalan serta integrasi kedalam
organisasi dan budaya dengan cepat
dan efektif telah diciptakan dan akan
diimplementasikan secara penuh pada
tahun 2010.
HUMAN CAPITAL L
IFECYCL
E
3.Learning &
Development
4.Employee
Relation
TALENT
2.Workforce
Planning & Staffing
1. Organization
Development
5.Performance
Management & Reward
6.Talent
Management
B U D AYA & K E M I M P I N A N n
EP
ha
eseluru
(Perub
ahan Par
adigm
S T R AT E
(Perb
aikan
k
a & Perilaku Individu secara
HC
G I & TA KT I K P E N E R A PA N eknologi
&T
dalam Kebij
ties
akan, Proses, People Capabili
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
221
222
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
Compliance and Human
Capital
mustaslimah
Compliance Group
kresno sediarsi
Human Capital Services Group
sanjay n. bharwani
Human Capital Strategy &
Policy Group
i nengah rentaya
Learning Center Group
para leader dalam acara ”Leadership
Development and Executive Briefing
Series”. Inisiatif ini didukung dengan
pengiriman para leaders untuk mengikuti
Executive Training ke universitas
terkemuka di dunia.
Disamping upaya pengembangan
leadership di atas, learning development
juga disusun agar lebih fokus, efektif
serta dapat menunjang kinerja bisnis.
Untuk itu, telah dibentuk akademiakademi sesuai dengan kebutuhan
pengembangan Strategic Business Unit,
yakni: Micro & Retail Banking Academy,
Risk Management Academy, Corporate
Banking Academy, Commercial Banking
Academy, Treasury & International
Banking Academy, Technology &
Operations Academy, serta Audit,
Compliance & Governance Academy.
Penyelenggaraan pelatihan juga terus
dilakukan sesuai dengan kebutuhan
melalui regular inhouse, serta pengiriman
pegawai pada program training public di
lembaga-lembaga pendidikan terkemuka
nasional maupun internasional.
Employee Relations
Bank Mandiri terus berupaya
meningkatkan engagement pegawai
agar dapat memberikan kinerja yang
maksimal bagi perusahaan. Beberapa
program telah dibangun untuk mencapai
hal tersebut, dimana salah satunya
adalah dengan diimplementasikannya
secara penuh Employee Service Center
atau dikenal dengan ”hc4U”. Melalui
sarana ini, pegawai dari seluruh
nusantara dapat memperoleh informasi
kepegawaian dengan mudah, cepat dan
akurat melalui satu pintu.
Pada tahun 2009 ini, Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) untuk tahun 2009– LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2011 telah ditandatangani antara
Manajemen dengan Serikat Pegawai
Bank Mandiri (SPBM). Pelaksanaan
penandatanganan PKB ini, untuk
pertama kalinya disaksikan secara
langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi RI. Proses ini merefleksikan
kondisi kerja yang harmonis di Bank
Mandiri.
Performance Management &
Reward
Human Capital, pada tahun 2009, juga
telah melakukan berbagai inovasi dan
breakthrough di bidang performance
management and rewards. Mid Year
Performance Review untuk pertama
kalinya diimplementasikan pada
tahun 2009. Hal ini dilakukan untuk
memastikan target kinerja pegawai
telah sesuai dengan yang diharapkan
oleh Line Manager. Disamping itu, Mid
Year Peformance Review dilakukan untuk
mencari solusi/ antisipasi penyelesaian
kinerja pada tingkat awal.
Inovasi bidang rewards juga dilakukan
sebagai upaya perusahaan untuk
meningkatkan kinerja pegawai.
Implementasi pemberian tunjangan
untuk jabatan tertentu dan tunjangan
khusus bagi pegawai di daerah-daerah
tertentu yang dipandang perlu untuk
diberikan suatu tunjangan sebagai
kompensasi untuk kondisi inflasi dari
daerah dimaksud, juga telah dilakukan.
Pengelolaan cuti pegawai juga
disempurnakan melalui metode ”block
leave”. Melalui sistem ini, cuti pegawai
dapat dilaksanakan secara efektif.
Metode ini akan diimplementasikan
secara efektif pada tahun 2010.
Upaya inovasi dan pengembangan
sistem rewards lainnya akan terus
dilakukan untuk meningkatkan kinerja
dan motivasi pegawai Bank Mandiri.
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
2010
Tahun 2010, Direktorat Compliance &
Human Capital telah mencanangkan
misinya “Accelerating Human Capital
Value Creation to be Indonesia’s most
Admired and Progressive Financial
Institution Moving to High Gear”.
Talent Management & Sucession
Program
Pengembangan melalui Talent
Management dan Succession Planning
juga ditata kembali untuk mempersiapkan
suksesor pemimpin Bank Mandiri di masa
datang. Penyempurnaan dilakukan secara
menyeluruh dari metode pemilihan,
enhancement, assignment hingga
placement pada jabatan yang strategis.
Keseluruhan tahapan pengembangan
ini dilakukan melalui pendekatan yang
menitikberatkan pada kekuatan seseorang
atau “strengths based approach”.
Pengembangan berbasis strengths
ini didukung dengan proses coaching
oleh ”internal coach” yang telah terlatih
dan disiapkan dengan matang. Hal
ini dilakukan, agar para internal coach
dapat memahami kekuatan, serta dapat
mengoptimalkan kinerja pegawai sesuai
dengan kekuatan yang dimilikinya.
Program pengembangan ini dilaksanakan
dengan menekankan pada perencanaan,
pengembangan, serta monitoringnya.
Infrastruktur
Tercapainya operational excellence selalu
menjadi prioritas utama bagi Human
Capital dalam memberikan support
bagi pegawai dan unit kerja. Untuk itu,
sistem dan infrastruktur juga dibenahi
agar menjadi lebih baik. Penyempurnaan
sistem payroll dan pengelolaan travel
management telah dilakukan dengan
mengoptimalkan infrastruktur yang
dimiliki. Melalui optimalisasi sistem dan
infrastruktur ini, maka proses administrasi
human capital menjadi lebih efisien dan
cepat, baik dari sisi biaya maupun sumber
daya.
Pelaksanaan Tugas di Bidang
Kepatuhan
Prudential Banking
Bank Mandiri berkomitmen untuk
melaksanakan kepatuhan secara total
sehingga seluruh kegiatannya selalu
mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku
serta menerapkan prinsip kehati-hatian,
antara lain tercermin dalam pelaksanaan
Prudential Banking diantaranya yaitu:
• Tidak terjadi pelampauan dan
pelanggaran BMPK baik terhadap pihak
terkait maupun pihak tidak terkait.
• Tidak memberikan fasilitas kredit
yang dilarang oleh Pemerintah dan
peraturan-peraturan yang lain.
• Tidak melanggar Giro Wajib Minimum
(GWM).
• Tidak melanggar ketentuan Posisi
Devisa Netto (PDN).
• Tidak melanggar Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum (KPMM)
Good Corporate Governance, Know Your
Customer dan Anti Money Laundering
Serangkaian perubahan dilakukan dan
diterapkan secara konsisten, yakni dengan
melakukan proses transformasi organisasi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
223
224
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
melalui perbaikan tata kelola perusahaan
yang taat pada prinsip-prinsip GCG.
Keberhasilan Bank Mandiri dalam
memperkuat penerapan prinsip-prinsip
Good Corporate Governance didukung
oleh hasil riset dan pemeringkatan
implementasi GCG oleh pihak independen
yaitu Corporate Governance Perception
Index (CGPI) yang diselenggarakan
oleh The Indonesian Institute for
Corporate Governance (IICG) dimana
Bank Mandiri memperoleh peringkat 1
(nilai 90.65) dengan predikat sebagai
perusahaan “Sangat Terpercaya”
dan “Emiten Keuangan Terbaik”. Dari
kalangan internasional, Bank Mandiri
juga memperoleh penghargaan sebagai
Asia’s Best Companies For Corporate
Governance dalam Recognition Awards
2009 yang diselenggarakan oleh Corporate
Governance Asia.
Penerapan prinsip Know Your Customer
(KYC) dan pencegahan tindak pidana
pencucian uang (Anti Money Laundering/
AML) secara konsisten diimplementasikan
dan terus disempurnakan baik dari
sisi kebijakan maupun prosedur
operasionalnya. Inisiatif-inisiatif yang
dilaksanakan untuk memperkuat
penerapan Anti Pencucian Uang (APU)
dan Pencegahan Pendanaan Terorisme
(PPT), antara lain:
• Implementasi sistem otomasi Anti
Money Laundering (AML Solution)
di kantor cabang Hong Kong dan
Singapura untuk monitoring transaksi
yang terindikasi mencurigakan.
• Desentralisasi sistem AML Solution di
seluruh Regional Internal Control (RIC)
Kantor Wilayah sebagai bagian dari
program pengendalian terpadu untuk
pencegahan fraud dan mendeteksi
adanya indikasi transaksi keuangan
mencurigakan.
• Pembuatan dan pendistribusian Alat
Peraga AML-KYC “Show and Tell” untuk
front liner.
• Mengembangkan modul training
“Combating Financial and Transactional
Crime” untuk pegawai pimpinan dan
pelaksana.
Disamping itu, untuk melengkapi fungsi
dan tugas Quality Assurance & Compliance
(QAC), selama tahun 2009, telah
diterbitkan buku kebijakan kepatuhan
Bank Mandiri, buku panduan dan review
kepatuhan, disusun panduan Compliance
Risk serta telah diimplementasikan Sistem
Komunikasi Pelaporan Kepatuhan (SKPK)
unit kerja.
Program Pengembangan periode
selanjutnya
Bidang Human Capital
Untuk periode selanjutnya,
pengembangan Human Capital tetap
diarahkan untuk mendukung pencapaian
visi Bank Mandiri, serta mengakselerasi
program yang telah disusun agar mampu
memenuhi harapan stakeholder. Untuk itu,
pada tahun 2010, Direktorat Compliance
& Human Capital telah mencanangkan
misinya “Accelerating Human Capital Value
Creation to be Indonesia’s Most Admired
and Progressive Financial Institution
Moving to High Gear”. Human Capital
Bank Mandiri akan terus diperbaiki dan
disempurnakan melalui inovasi yang
produktif. Beberapa langkah pembaharuan
telah dicanangkan untuk dilakukan pada
tahun 2010 diantaranya:
• Pengembangan kapabilitas leadership
melalui Great Leader Program dan
Management Development Program
• Pelaksanaan Program Master Degree
(S2) di universitas terkemuka dunia.
• Penyempurnaan performance based
reward, health care serta recognition
programs.
• Penyempurnaan SAP dan pelaksanaan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Employee Self Services di seluruh unit
kerja.
• Pengembangan Culture melalui
penciptaan program budaya yang
sustainable, monitoring yang efektif
serta menanamkan mindset aliansi dan
jiwa service pada seluruh insan Bank
Mandiri.
Bidang Kepatuhan
Penyempurnaan di bidang kepatuhan juga
terus diupayakan melalui penyempurnaan
dari aspek metodologi, organisasi dan
sistem informasi terkait.
• Dari aspek metodologi, akan dilakukan
compliance risk statement agar semua
risiko kepatuhan yang signifikan
diidentifikasi, didokumentasikan dan
dimitigasi secara efektif. Dengan
demikian diharapkan non-compliance
event yang signifikan dapat diantisipasi
sehingga target “No Surprise” yang telah
dicanangkan dapat dicapai.
• Di bidang organisasi, perbaikan
struktur organisasi akan dilakukan
didasarkan pada karakteristik risiko
kepatuhan yang terdapat pada lines of
business Bank Mandiri serta peraturan
perundang-undangan dan ketentuan
yang berlaku.
• Dari segi sistem informasi,
pengembangan akan dilakukan untuk
mendukung manajemen komunikasi
dan informasi yang efektif.
Direktorat Compliance & Human Capital
yakin bahwa melalui penciptaan SDM
yang berkualitas serta pengelolaan bidang
kepatuhan yang baik akan menciptakan
masa depan perusahaan yang gemilang.
Untuk itu, Direktorat Compliance &
Human Capital terus berupaya melahirkan
berbagai inisiatif strategis dan kebijakan
yang sejalan dalam mendukung visi Bank
Mandiri: “To be Indonesia’s most admired
and progressive financial institution”.
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Compliance and Human Capital
komposisi pegawai berdasarkan pendidikan
S2 DAN S3
JUMLAH Pegawai
21.192
‘05
S1
10.850
‘05
‘05
1.440
10.890
21.062
‘06
21.631
‘07
‘06
‘06
1.447
11.823
‘07
1.511
‘07
‘08
1.526
‘08
22.408
‘08
12.745
22.909
‘09
‘09
5.000 10.000 15.000 20.000 25.000
D3 DAN D4
1.541
250
500
1.000
1.500
13.820
‘09
2.000
2.500
5.000
7.500 10.000 15.000
Produktivitas pegawai ebt/
jumlah pegawai (Rp. Milliar)
SLTA Setara
5.721
‘05
3.181
‘05
‘06
3.180
‘06
‘07
3.146
‘08
‘09
2.000 3.000
4.000
5.000
0,1
4.602
4.000
4.500 5.000
0,35
0,29
0,2
4.991
‘09
0,4
0,3
5.335
‘08
2.946
1.000
5.545
‘07
2.962
0,45
0,5
5.500
6.000
0,14
‘06
‘ 07
‘09
‘08
training
jumlah peserta training
‘05
‘06
12.690
‘05
23.380
‘08
‘06
58.814
‘07
‘09
biaya training (miliar Rp.)
50.851
27.225
‘07
jenis training
Inhouse
113,974
Public Class
123,367
237,860
‘08
216,285
‘09
206,733
20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 8.609
627
Sosialisasi
5.854
Special Project
11.272
Academy
863
50.000 100.000 150.000200.000 250.000
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
225
226
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
BAMBANG SETIAWAN
Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Mewujudkan Bank Mandiri sebagai korporasi yang sangat terpercaya dengan service
excellence yang terbaik, posisi hukum yang kuat dan budaya perusahaan yang kokoh,
merupakan tujuan utama kami. Goals ini kami capai melalui berbagai inisiatif dan
aktivitas: menjaga dan meningkatkan reputasi perusahaan, memperkuat citra Bank
Mandiri sebagai perusahaan terbuka yang terkemuka dan terpercaya, menjaga dan
meningkatkan kualitas service excellence pada semua contact points, memberikan
dukungan korporasi yang handal untuk meningkatkan nilai perusahaan, menjaga posisi
hukum perusahaan dan melakukan transformasi budaya berkelanjutan.
Direktorat Corporate Secretary, Legal
& Customer Care mendukung visi
Bank Mandiri menjadi Indonesia’s
most admired and progressive financial
institution, melalui pencapaian
selama tahun 2009 yaitu terjaganya
reputasi yang prima, tercapainya
service excellence yang terbaik,
terbangunnya budaya perusahaan
yang kokoh dan posisi hukum yang
kuat. Keseluruhannya merupakan
dukungan korporasi yang handal untuk
meningkatkan nilai perusahaan secara
berkesinambungan.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Selama tahun 2009 telah banyak
pencapaian yang diraih oleh unit-unit
kerja yang berada dalam supervisi
Direktorat Corporate Secretary,
Legal & Customer Care. Pencapaianpencapaian utama yang menjadi
landasan fundamental tercapainya
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
visi Bank Mandiri adalah predikat
sebagai bank yang menyediakan service
excellence yang terbaik di Indonesia (Best
Bank Service Excellence) pada tahun
2007/2008 dan 2008/2009 sesuai
hasil riset dan survey Marketing Research
Indonesia dan Majalah Infobank. Selain
itu, dalam tahun 2009 reputasi Bank
Mandiri sangat terjaga dan meningkat
dengan baik, tercermin dari tercapainya
Publicity Effectiveness Level yang
baik yang mempunyai makna bahwa
Bank Mandiri memperoleh exposure
pemberitaan yang positif di media massa.
Pencapaian utama lainnya adalah posisi
hukum Bank Mandiri yang terjaga secara
berkelanjutan, meningkatnya kualitas
penanganan pengaduan nasabah serta
terimplementasikannya budaya kerja
secara efektif dengan indikator antara
lain terwujudnya 8.212 change agents
atau lebih dari 35% dari total pegawai,
yang membentuk keseluruhan jajaran
pegawai yang menjalankan nilai-nilai
trust, integrity, professionalism, customer
focus dan excellence.
Secara terinci beberapa pencapaian
utama tahun 2009 adalah sebagai
berikut:
1. Terlaksananya monitoring dan
penyempurnaan terus menerus atas
standard layanan Bank Mandiri baik
untuk front liners maupun supporting
units guna menghasilkan standar
layanan terkini yang sesuai dengan
ekspektasi nasabah, merupakan
langkah penting untuk mengukuhkan
posisi Bank Mandiri sebagai service
leader.
2. Tersusunnya blue print strategy
service excellence Bank Mandiri 20102014 yang diantaranya menetapkan
jiwa service dalam setiap aktivitas
yang dilakukan oleh seluruh pegawai/
Optimalisasi communication channels &
implementasi branding
Implementasi program
budaya, continous
learning & akselerasi
transformasi budaya
Peningkatan
Risk Awareness
Inisiatif Strategis Direktorat
Corporate Secretary, Legal &
Customer Care Bank Mandiri
produktivitas &
efisiensi
Corporate action
& implementasi
organisasi yang
optimal
Law as
a second nature
Service excellence &
service leader
unit kerja guna menciptakan
pengalaman yang unik dan positif
pada seluruh contact point Bank
Mandiri.
merupakan hasil konkret dari
peningkatan kompetensi dan
perbaikan proses kerja semua unit
legal secara nasional.
3. Implementasi program nasional
corporate culture secara menyeluruh
pada semua lini menghasilkan
8.212 change agent yang tersebar di
seluruh Indonesia. Change agent yang
efektif, tim budaya yang solid serta
pimpinan yang menjadi panutan dan
memberikan inspirasi, adalah suatu
kondisi yang ingin dicapai untuk
menjaga nilai-nilai yang diyakini baik
oleh seluruh insan Bank Mandiri.
Hasil nyata ini divisualisasikan melalui
penyelenggaraan Culture Fair dan
Culture Excellence Award setiap tahun
dengan memberikan penghargaan
kepada unit-unit kerja dan change
agent terbaik dalam implementasi
budaya kerja.
5. Memberikan dukungan/solusi dari
aspek legal, baik preventif maupun
represif terhadap berbagai inisiatif
dan tindakan operasional Bank, dan
melakukan legal action yang efektif
terhadap nasabah, debitur dan pihak
ketiga lainnya yang beritikad tidak
baik.
4. Penyelesaian secara substantial
kasus-kasus perdata yang mencapai
sekitar 82% dari seluruh perkara
backlog yang ada. Kinerja ini
6. Penyampaian pesan dan informasi
korporasi secara efektif kepada
seluruh pemangku kepentingan
melalui penyelenggaraan berbagai
event korporasi yang melibatkan
nasabah maupun pegawai secara
teratur dan berkesinambungan.
7. Penyelenggaraan berbagai aksi
korporasi yang terencana, tertib dan
sejalan dengan ketentuan Pasar
Modal, diantaranya pelaksanaan
Rapat Umum Pemegang Saham,
Penawaran Umum Obligasi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
227
228
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Subordinasi Rupiah Bank Mandiri
I Tahun 2009 sebesar Rp3,5
triliun, publikasi laporan keuangan
secara berkala, dan keterbukaan
informasi (corporate disclosures)
yang merupakan bentuk pemenuhan
kepatuhan terhadap ketentuan Pasar
Modal dan penghormatan terhadap
seluruh pemangku kepentingan
sebagai implementasi prinsip good
corporate governance.
Corporate Secretary,
Legal & Customer Care
SUKORIYANTO SAPUTRO
Corporate Secretary Group
RIDZKI JUNIADI
Legal Group
BASU VITRI MANUGRAHANI
Customer Care Group
BAMBANG ARI PRASODJO
Culture & Service Specialist
8. Standarisasi penggunaan brand baru
Bank Mandiri yang menampilkan
wajah dan semangat baru, serta
mencerminkan kesiapan menjadi
bank yang terdepan, terpercaya dan
tumbuh bersama seluruh pemangku
kepentingannya. Standarisasi
dilakukan bertahap sesuai tenggat
waktu pembaharuan atas seluruh
materi touch point baik yang tangible
maupun intangible dengan tujuan
menjaga citra perusahaan melalui
konsistensi dan standarisasi pada
implementasinya sehingga tercipta
brand experience yang positif bagi
seluruh pemangku kepentingan.
9. Corporate social responsibility (CSR)
dilaksanakan selaras dengan visi dan
misi Bank Mandiri sebagai wujud
kepedulian terhadap lingkungan
dan masyarakat luas. Program CSR
diimplementasikan melalui dua
kelompok program: strategis dan
responsif. Program strategis unggulan
tahun 2009 berbasiskan pendidikan
kewirausahaan (entrepreneurship)
yaitu Program Wirausaha Mandiri
yang bertujuan membangun
semangat entrepreneurship bagi
masyarakat Indonesia melalui
berbagai kegiatan pembinaan
dan dukungan usaha; sedangkan
program responsif mencakup bidang
pendidikan, kesehatan, budaya,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
olahraga, lingkungan hidup, sarana
ibadah dan bantuan bagi korban
bencana alam, baik saat masa
tanggap darurat, pasca bencana
maupun pemulihannya.
10.Peningkatan kualitas customer data
base dan optimalisasi penggunaan
data nasabah (Customer Information
File) untuk mendukung bisnis dan
layanan .
Meskipun banyak pencapaian yang diraih
pada tahun 2009, upaya penyempurnaan
terus dilakukan diantaranya
meningkatkan efektivitas komunikasi
korporasi guna membangun sentimen
positif bagi reputasi Bank Mandiri,
menumbuhkan kesadaran hukum ”law as
a second nature” melalui pembelajaran
dan pencegahan serta meningkatkan
pemahaman dan pengamalan nilai
budaya Bank Mandiri dan standar layanan
prima pada seluruh jajaran pegawai.
Rencana kerja 2010
Kami berkomitmen untuk menjaga dan
meningkatkan reputasi Perseroan sebagai
perusahaan terbuka yang terkemuka
yang menerapkan prinsip good corporate
governance dengan berlandaskan budaya
kerja Bank Mandiri dan kepatuhan hukum
demi menciptakan service excellence.
Sehubungan hal tersebut, Direktorat
Corporate Secretary, Legal & Customer
Care mencanangkan inisiatif strategis
dalam mendukung terwujudnya cita-cita
Bank Mandiri, sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan seluruh
communication channels yang ada
untuk memperkuat reputasi Bank
Mandiri dan mangimplementasikan
branding standard pada seluruh
touch point.
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
28%
Kami berkomitmen untuk menjaga dan
meningkatkan reputasi perseroan sebagai
perusahaan terbuka yang terkemuka
yang menerapkan prinsip good corporate
governance dengan berlandaskan budaya
kerja Bank Mandiri dan kepatuhan hukum
demi menciptakan service excellence.
2. Melaksanakan program lanjutan
implementasi budaya dan
mendorong continuous learning untuk
mengakselerasi transformasi budaya.
3. Melakukan upaya penanganan
perkara melalui lembaga
alternatif penyelesaian sengketa,
mengakselerasi penyelesaian
perkara, memberikan advis hukum
dan bantuan hukum secara on site
terhadap transaksi operasional
perbankan baik secara preventif
maupun represif, dan memberikan
pemahaman aspek hukum kepada
debitur.
4. Mempertahankan posisi Bank
Mandiri sebagai service leader
dan menyeragamkan kualitas
layanan prima di seluruh wilayah,
mengimplementasikan blue print
service excellence, menyusun
blue print operational excellence,
melakukan survey kepuasan nasabah,
serta menyelesaikan dan menurunkan
pengaduan nasabah.
5. Meningkatkan kualitas data base
informasi nasabah.
6. Melaksanakan aksi korporasi sesuai
ketentuan.
Agreement, dan efisiensi penggunaan
anggaran biaya umum, biaya
administrasi, biaya tenaga kerja dan
investasi.
10.Meningkatkan risk awareness dan
meminimalkan human error.
7. Menjaga keamanan aset dan
operasional Bank Mandiri serta
lingkungannya.
8. Memonitor dan meningkatkan
kualitas penerapan budaya
perusahaan, mengembangkan dan
mengimplementasikan organisasi
sesuai fungsinya, dan pemenuhan
pegawai secara optimal.
9. Melaksanakan training, coaching,
rotasi dan mutasi pegawai sesuai
kebutuhan secara optimal,
meningkatkan produktivitas pegawai
melalui percepatan Service Level
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
229
230
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Internal Audit
RIYANI T. BONDAN
EVP Koordinator Internal Audit
Tugas utama Internal Audit adalah harus menjadi katalis dan penjaga proses transformasi
di Bank Mandiri dengan cara memberikan reasonable assurance bahwa seluruh proses
dalam organisasi telah berfungsi secara efektif serta memberikan early warning signal
untuk pencegahan masalah maupun untuk perbaikan/kesempurnaan di setiap bidang,
baik di level Bank maupun level perusahaan anak/afiliasi.
Dalam rangka mencapai misi Bank
Mandiri untuk menjadi Regional
Champion Bank pada tahun 2010,
maka organisasi Internal Audit
harus mampu melaksanakan praktek
audit bertaraf internasional. Oleh
karena itu, Direktorat Internal Audit
secara kontinyu melaksanakan
inisiatif-inisiatif untuk perbaikan
metodologi, sumber daya manusia,
organisasi dan system. Implementasi
dari inisiatif-inisiatif tersebut telah
dimulai sejak tahun 2006 melalui
program transformasi dengan fokus
pada penerapan Risk Based Audit,
peningkatan kompetensi auditor,
dan implementasi Sistem Informasi
Manajemen Audit.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Memperhatikan tahun 2009
merupakan tahun terakhir fase
“Shaping the end game” dari 3
tahapan program transformasi
Bank Mandiri yang terdiri dari back
on track, outperform the market,
and shaping the end game, maka
Direktorat Internal Audit pada tahun
2009 melaksanakan program audit
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Internal Audit
Untuk memastikan program audit untuk kepentingan assurance dapat dilaksanakan secara efektif, Direktorat Internal Audit
menggunakan metode, system dan approach sebagai berikut :
a.Implementasi Risk Based Audit
Dengan semakin lengkapnya unit-unit kerja yang memiliki profil risiko maka implementasi Risk Based Audit dengan
metodologi Risk Based Audit mengalami peningkatan yaitu mencapai 92 penugasan audit. Program audit dengan
metode RBA ini diberlakukan untuk mengcover risiko operational, credit dan market.
b.Implementasi SIMA
Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Audit (SIMA) sebagai tools untuk otomasi proses audit juga mengalami
peningkatan dibandingkan dengan tahun 2008, yaitu digunakan dalam 84 penugasan baik untuk penugasan audit
dalam rangka assurance maupun penugasan dalam rangka audit khusus/investigasi.
c. Unit Contact Person (UCP)
UCP adalah auditor yang ditunjuk untuk memonitor suatu unit kerja guna mengetahui kondisi unit kerja secara
berkelanjutan agar dapat mendeteksi lebih dini kondisi tertentu pada unit kerja dan selanjutnya menginformasikan
kepada unit kerja dimaksud untuk dilakukan antisipasinya.
d.Regional Internal Control Associate (RICA)
RICA merupakan inisiatif Manajemen Internal Audit untuk meningkatkan kompetensi jajaran RIC dengan menunjuk
Auditor di Direktorat Internal Audit untuk menjadi associate bagi pemeriksa di Regional Internal Control. RIC associate
berfungsi sebagai mentor, help desk, termasuk menjadi trainer dalam menerapkan Metodologi Risk Based Audit (RBA),
Sistem Informasi Manajemen Pemeriksaan (SIMP) serta pemahaman manajemen risiko dan teknik audit lainnya.
e.Internal Auditor Capability Model (IACM)
IACM diselenggarakan Direktorat Internal Audit guna memenuhi kualifikasi best practices mengacu kepada Standard
of Professional Practice for Internal Auditors (SPPIA). Proses yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 antara lain
tersusunnya General IA Development Plan, assessor training, assessment activities, dan role play coaching oleh atasan
kepada bawahan.
dalam rangka assurance sebanyak
275 penugasan audit dan 1 program
consulting kepada perusahaan anak.
Peran Direktorat Internal Audit
dalam early warning signal
mechanism diwujudkan dalam
bentuk evaluasi terhadap kecukupan
internal control dalam kebijakan,
prosedur, produk & aktivitas baru
serta program consulting kepada
anak perusahaan yang baru
diakuisisi Bank Mandiri pada tahun
2009, yaitu PT. Bank Sinar Harapan
Bali (PT. BSHB).
bahwa fungsi Internal Audit PT.
BSHB dapat dilaksanakan dengan
efektif.
Fokus Direktorat Internal Audit
dalam program consulting ini adalah
sebagai bagian pasca akuisisi yaitu
untuk mendapatkan keyakinan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
231
232
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Change Management Office
HARYANTO T. BUDIMAN
EVP Koordinator Change Management Office
Memasuki tahun kedua fase Outperform the Market transformasi Bank Mandiri 20052010, Change Management Office (“CMO”), sebagai think tank Bank Mandiri, terus
berperan aktif dalam memimpin inisiatif-inisiatif strategis yang terkait dengan
pertumbuhan non-organik termasuk di dalamnya akuisisi Tunas Finance dan
penyelarasan perusahaan anak paska akusisi, serta inisiatif strategis yang terkait dengan
optimalisasi pertumbuhan organik termasuk di dalamnya penyelarasan organisasi di
tingkat wilayah melalui implementasi CEO Wilayah dan penyempurnaan program aliansi
antar unit kerja. Di samping itu, CMO juga turut berperan dalam penyusunan maupun
implementasi inisiatif-inisiatif lain yang sifatnya “built-for-the future” guna mendukung
proses transformasi Bank Mandiri yang akan terus berkelanjutan.
Change Management Office (CMO)
adalah Direktorat khusus yang dibentuk
untuk membantu Direksi dalam
memandu proses transformasi 2005-
2010 yang terdiri dari 3 Fase yaitu:
(1) Back-on-Track (2005-2007), (2)
Outperform the Market (2008-2009)
dan (3) Shaping the End-Game (2010).
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Memasuki tahap akhir fase Outperform
the Market di tahun 2009, CMO
berperan aktif dalam implementasi
inisiatif-inisiatif strategis guna
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Change Management Office
meningkatkan pangsa pasar dan
menciptakan nilai tambah bagi Bank
Mandiri dengan focus pada 3 bidang
utama, yaitu : (1) Pertumbuhan
non-organik melalui akuisisi, (2)
Optimalisasi pertumbuhan organik
melalui penajaman fungsi pimpinan
wilayah dan aliansi (3) Inisiatif-inisiatif
strategis fondasi masa depan (“builtfor-the future” initiatives).
1. Pertumbuhan Non Organik melalui
Akuisisi
Untuk memperkuat penetrasi pasar
Bank Mandiri ke dalam segmen
consumer khususnya di segmen
pembiayaan kendaraan bermotor,
di tahun kedua fase Outperform
the Market, Bank Mandiri telah
menyelesaikan proses akuisisi
atas PT. Tunas Financindo Sarana
(“Tunas Finance”). Tunas Finance
merupakan perusahaan pembiayaan
(multifinance) kendaraan bermotor
yang memiliki pengalaman usaha
selama hampir 20 tahun dengan
fokus usaha pada pembiayaan
mobil baru, mobil bekas, dan sepeda
motor.
Proses akuisisi Tunas Finance
telah dimulai sejak tahun 2008
dengan ditandatanganinya
Perjanjian Pengikatan Jual Beli
(PPJB) atas pembelian 51% saham
Tunas Finance pada tanggal 27
Juni 2008. Sebagai tindak lanjut
PPJB, pada tanggal 23 September
2008 telah diselenggarakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar
Biasa (RUPSBL) Bank Mandiri yang
memberikan persetujuan penuh atas
rencana akuisisi tersebut. Setelah
memperoleh persetujuan akusisi
dari regulator dalam hal ini Bank
Indonesia dan Bapepam/LK, pada
Oktober 2009 yang dibuat dan
ditandatangani dihadapan Notaris
Ni Wayan Widastri, SH. Pelaksanaan
penambahan penyertaan modal
pada BSHB dilakukan dalam
rangka memenuhi ketentuan
Bank Indonesia tentang Good
Corporate Governance yang antara
lain mensyaratkan bahwa Direktur
Utama Bank harus berasal dari
pihak yang independen. Dengan
penambahan penyertaan modal
tersebut, kepemilikan Bank Mandiri
terhadap BSHB mengalami
peningkatan menjadi 81.46%.
tanggal 6 Februari 2009 dilakukan
penandatanganan Akta Jual Beli
(AJB) akuisisi Tunas Finance yang
sekaligus menjadi penanda resmi
bergabungnya Tunas Finance
menjadi anak perusahaan Bank
Mandiri.
Bergabungnya Tunas Finance
yang memiliki dukungan
jaringan distribusi yang luas,
infrastruktur pendukung yang
kuat, proses kredit yang cepat,
dan dukungan jaringan dealership
dari Tunas Group diharapkan
dapat menghasilkan sinergi bisnis
yang kuat dengan Bank Mandiri.
Melalui Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang ditandatangani pada
tanggal 6 Februari 2009, Bank
Mandiri telah berkomitmen untuk
secara konsisten menyediakan
sumber pendanaan yang memadai
kepada Tunas Finance dalam
bentuk kerja sama pembiayaan
dengan skema joint financing.
Sinergi ini diharapkan dapat
mengakselerasi pengembangan
bisnis dan peningkatan portfolio
pembiayaan consumer di Bank
Mandiri khususnya dalam segmen
pembiayaan kendaraan bermotor.
Untuk mencerminkan sinergi
bisnis tersebut, Tunas Finance
telah melakukan re-branding nama
bisnisnya menjadi Mandiri Tunas
Finance.
Pada tahun 2009 Bank Mandiri
juga melakukan penambahan
penyertaan modal kepada Bank
Sinar Harapan Bali (“BSHB”)
sebesar 1.46% dengan melakukan
pembelian seluruh saham BSHB
yang dimiliki oleh Direktur Utama
BSHB sebagaimana tercantum
dalam Akta No. 52 tanggal 22
CMO juga mendukung Direktorat
Micro and Retail Banking dalam
rencana peningkatan kepemilikan
Bank Mandiri di PT. AXA Mandiri
Financial Services (“AXA Mandiri”)
menjadi 51% melalui pembelian
secara langsung atas 2.027.844
lembar saham atau 2% dari seluruh
saham yang ditempatkan dan
disetor penuh dalam AXA Mandiri
dari National Mutual International
Pty. Ltd. Peningkatan kepemilikan
ini akan mengakibatkan beralihnya
kepemilikan mayoritas di AXA
Mandiri kepada Bank Mandiri.
Selain berperan aktif dalam
melakukan kajian dan pelaksanaan
inisiatif non-organik, CMO juga
berperan aktif dalam penciptaan
value dari perusahaan yang telah
diakuisisi. Inisiatif yang dilakukan
tidak hanya terkait dengan
pengembangan bisnis tetapi
juga mencakup upaya konsolidasi
kebijakan dan manajemen risiko.
Salah satu inisiatif yang dilakukan
diantaranya melakukan asistensi
dalam review dan penyusunan
kebijakan Perusahaan Anak yang
meliputi Kebijakan Perkreditan,
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
233
234
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Change Management Office
analisa. Lebih lanjut juga telah
ditetapkan target aliansi dalam
Key Performance Indicator (“KPI”),
goal setting pegawai, serta skema
insentif aliansi juga diharapkan
dapat memacu kinerja pegawai demi
tercapainya kesuksesan pelaksanaan
aliansi strategis di Bank Mandiri.
Selama bulan November hingga
Desember 2009 telah dilaksanakan
beberapa pilot project dan
penetapan nasabah corporate dan
commercial sebagai target aliansi.
Kebijakan Operasional, serta
kebijakan Pengendalian Internal
untuk memastikan terlaksananya
Good Corporate Governance pada
Perusahaan Anak serta menyusun
kajian dalam rangka akselerasi
pengembangan bisnis di Perusahaan
Anak.
2. Optimalisasi pertumbuhan organik
melalui penajaman fungsi pimpinan
wilayah dan aliansi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dalam menjalankan kegiatan
bisnisnya, Bank Mandiri menerapkan
model bisnis dan organisasi yang
berbasiskan Strategic Business Unit
(“SBU”). Dengan model bisnis SBU
tersebut, diperlukan aliansi yang
kuat antar unit bisnis sehingga
dapat tercipta sinergi yang optimal
dalam memberikan pelayanan yang
terbaik kepada nasabah. Sejak
tahun 2007, Bank Mandiri telah
mengimplementasikan program
aliansi strategis, dan dari tahun ke
tahun Bank Mandiri terus melakukan
pengembangan dan penyempurnaan
sebagai upaya untuk meningkatkan
pangsa pasar revenue di seluruh
segmen.
Di tahun 2009 CMO beserta unit
kerja terkait telah melaksanakan
penyempurnaan (refinement)
atas inisiatif aliansi strategis.
Hal tersebut dilakukan dengan
penyusunan suatu program
yang terstruktur, yang terdiri
dari pembentukan team project
penyusun proses bisnis aliansi
serta prinsip aliansi. Selain itu juga
telah ditentukan kriteria penetapan
tingkatan nasabah yang nantinya
akan ditetapkan perlakuan atau
strategi khusus untuk setiap
tingkatan nasabah sesuai dengan
Aliansi di Bank Mandiri dilakukan
secara menyeluruh baik antar
SBU, SBU dengan Supporting Unit
maupun SBU dengan Kanwil. Target
wilayah, area dan cabang harus
disinkronisasi dengan target SBU
agar tercapai dua hal utama yaitu
penguatan aliansi dan penggalian
potensi pasar yang maksimal di
setiap wilayah. Hal ini juga yang
akhirnya mendasari terciptanya
konsep penguatan peran pimpinan
wilayah dan organisasi di tingkat
wilayah melalui implementasi
konsep CEO Wilayah. CMO disini
berperan untuk mensinergikan
grup-grup terkait serta melakukan
sosialisasi ke seluruh kantor wilayah
Bank Mandiri. Dengan adanya
konsep CEO Wilayah, maka Regional
Manager, Area Manager (khususnya
untuk area yang lokasinya tidak satu
kota dengan Kanwil) dan Kepala
Cabang (khususnya untuk cabang
yang lokasinya tidak satu kota
dengan Area) secara internal akan
ditetapkan sebagai CEO Wilayah
yang bertanggung jawab penuh
atas pengelolaan seluruh bisnis
di wilayahnya. Melalui penguatan
peran ini, diharapkan penetrasi
dan aliansi bisnis di wilayah akan
lebih efektif karena memiliki
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Change Management Office
Terjadi sinergi yang kuat antara Bank Mandiri sebagai bank terbesar di
Indonesia, dengan Tunas Finance yang merupakan salah satu perusahaan
pembiayaan yang didukung oleh jaringan distribusi Tunas Group yang kuat.
terhadap mekanisme penilaian
kinerja pegawai. Penyempurnaan
yang dilakukan antara lain meliputi
pengembangan Performance
Management System yang tidak
hanya didasarkan atas KPI (result)
saja, namun juga meliputi faktor
kualitatif (process, context). Di
samping itu CMO juga membantu
dalam implementasi Performance
Management System termasuk
penentuan reward mechanism di
seluruh organisasi sampai tingkat
Direksi.
garis komando dan koordinasi
yang lebih jelas dan tegas, tanpa
menghilangkan akuntabilitas
masing-masing SBU.
3. Inisiatif-inisiatif strategis fondasi
masa depan (“built-for-the future”
initiatives)
Sebagai unit yang berfungsi sebagai
“think tank” Bank Mandiri, CMO juga
berperan aktif dalam implementasi
berbagai inisiatif strategis yang
memberikan nilai tambah dalam
proses transformasi dalam
organisasi Bank Mandiri. Selama
tahun 2009 CMO membantu
melakukan penyelarasan dalam
organisasi Bank Mandiri yakni
dalam bentuk penyusunan kajian
penataan struktur organisasi di
beberapa Direktorat baik SBU, Risk
Management maupun Supporting
Unit. Reorganisasi ini dilakukan
untuk menjadikan unit bisnis
yang lebih lincah, sehingga lebih
fleksibel dalam mengantisipasi
perkembangan dan kebutuhan
bisnis.
Selaras dengan proses reorganisasi
dengan penerapan budaya
berbasis kinerja, di tahun 2009
CMO membantu Human Capital
Strategy & Policy Group dalam
melakukan penyempurnaan
Sejalan dengan hal tersebut,
CMO juga turut terlibat dalam
perumusan program transformasi
budaya lanjutan Bank Mandiri,
dengan melakukan penyusunan
grand strategy transformasi
budaya Bank Mandiri yang terdiri
dari penyempurnaan program
budaya yang telah dijalankan serta
penyusunan grand design Change
& Culture Academy. Transformasi
budaya lanjutan Bank Mandiri ini
bertujuan untuk menumbuhkan
perilaku spesifik seluruh insan
Bank Mandiri yang nantinya dapat
mendukung kinerja masing-masing
individu sesuai dengan main
function-nya.
Direktorat CMO akan terus
mengawal proses transformasi
Bank Mandiri melalui keterlibatan
langsung dalam implementasi
berbagai inisiatif strategis
serta menjadi katalisator untuk
mempercepat pertumbuhan bisnis
Bank Mandiri.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
235
236
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
PAHALA N. MANSURY
EVP Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer
Direktorat Finance & Strategy di tahun 2009 berhasil menuntaskan penyusunan
Rencana Jangka Panjang dan memperkuat modal sebagai platform transformasi 5
(lima) tahun kedepan.
Tahun 2009 memiliki makna yang
sangat penting bagi Direktorat
Finance & Strategy terutama
dilihat dari aspek pencapaian
kinerja keuangan Bank Mandiri dan
penyusunan rumusan strategi serta
langkah transformasi lanjutan Bank
Mandiri. Disamping itu, sepanjang
tahun 2009 Market Capitalization
Bank Mandiri juga berhasil mencatat
peningkatan yang sangat signifikan
hingga sempat mencapai lebih dari
Rp110 triliun, atau melebihi aspirasi
program transformasi sebesar
Rp100 triliun yang sebenarnya
ditargetkan untuk dicapai ditahun
2010. Keberhasilan tersebut
tentunya tidak lepas dari kedisiplinan
dan kerja keras seluruh Strategic
Business Unit (SBU) Corporate Center
maupun Shared Services yang telah
menjalankan fungsi dan perannya
masing-masing, sekaligus bersamasama bersinergi dengan stakeholder
untuk mendukung pencapaian target
transformasi yang telah ditetapkan.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PENCAPAIAN KINERJA DIREKTORAT
FINANCE & STRATEGY TAHUN 2009
Melihat berbagai pencapaian yang
telah Bank Mandiri raih hingga tahun
2009, Direktorat Finance & Strategy
telah mengambil berbagai inisiatif
untuk meningkatkan dan memperluas
peran strategisnya terutama untuk
meyakinkan bahwa Bank Mandiri
kedepannya akan terus tumbuh
secara sustainable dengan fokus dan
strategi yang tepat. Dalam hal ini, di
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
tahun 2009 telah disusun Rencana
Jangka Panjang (Corporate Plan)
Bank Mandiri tahun 2010-2014 dan
memperkuat modal sebagai platform
bagi transformasi Bank Mandiri 5
(lima) tahun kedepan. Sementara itu
di tahun 2009, Direktorat Finance
& Strategy juga tetap fokus pada
penerapan performance based culture,
penyediaan data laporan keuangan
yang akurat, transparan dan tepat
waktu, pengelolaan corporate image
melalui pengembangan equity story
yang komprehensif dan compelling,
serta pengelolaan dan pengendalian
program efisiensi operasional yang
berkelanjutan. Secara lebih detail
beberapa pencapaian dari program
kerja utama Direktorat Finance &
Strategy adalah sebagai berikut:
1. PENYUSUNAN RENCANA JANGKA
PANJANG BANK MANDIRI TAHUN
2010 - 2014
Dalam kurun waktu beberapa
tahun terakhir ini, peta persaingan
industri perbankan nasional
maupun internasional telah
mengalami perubahan yang sangat
signifikan. Perubahan tersebut
terutama dipengaruhi oleh dampak
global ekonomi krisis yang terjadi
sejak pertengahan tahun 2007,
perkembangan teknologi yang
semakin canggih, perkembangan
beberapa segmen perbankan
yang sangat atraktif serta kondisi
persaingan yang semakin ketat. Dari
sisi internal, sampai dengan akhir
tahun 2009 Bank Mandiri juga telah
berhasil menjadi lembaga keuangan
terkemuka di Indonesia dengan
mencatat berbagai keberhasilan baik
dari aspek keuangan maupun non
keuangan. Meskipun demikian, kami
menyadari bahwa untuk terus dapat
bertahan dan menjadi pemenang
dalam persaingan, Bank Mandiri
harus memiliki strategi yang tepat
dan sesuai dengan perkembangan
industri terkini termasuk peluang
dan tantangan yang ada dimasa
datang. Mempertimbangkan hal
tersebut, sejak pertengahan hingga
akhir tahun 2009 Direktorat Finance
& Strategy melakukan penyusunan
Corporate Plan Bank Mandiri Tahun
2010-2014. Penyusunan Corporate
Plan diawali dengan pelaksanaan
review dan assesment atas kondisi
persaingan, peluang pasar dan posisi
Bank Mandiri saat ini dalam peta
persaingan perbankan nasional. Atas
dasar hasil review dan assestment
tersebut maka dilakukan pendalaman
atas area bisnis yang memiliki
peluang paling besar dan paling
menarik bagi Bank Mandiri, dalam
hal ini juga ditetapkan strategi untuk
masing-masing area. Corporate
Plan Bank Mandiri 2010-2014 pada
akhirnya telah menetapkan area
fokus pertumbuhan Bank Mandiri
5 (lima) tahun kedepan yaitu area
wholesale transaction banking, high
yield business dan retail payment &
deposits, aliansi antar BU dan sinergi
antar Mandiri Group.
2.PENERAPAN PERFORMANCEBASED CULTURE
a.Meningkatkan efektifitas fungsi
decision support.
Semenjak pengembangan based
culture di tahun 2007 contribution
margin SBU (diluar Special Asset
Management) tumbuh 57%
termasuk melalui pembentukan
fungsi Controllership atau Decision
Support di setiap SBU, yaitu
Corporate Banking, Commercial
Banking, Treasury & International,
Micro & Retail Banking, Consumer
Finance dan Special Asset
Management, telah diperkuat dan
dipertajam selama tahun 2009.
b.Meningkatkan integrasi dan
keselarasan KPI antar BU dan juga
antar BU dengan support unit.
Pada tahun 2009 telah diupayakan
peningkatan kualitas dari KPI dan
juga score card yang digunakan,
termasuk mulai digunakannya
Return on Risk Adjusted Capital
pada Business Unit sampai
dengan tingkatan 1 (satu) level di
bawah Direksi. Meskipun belum
memperoleh bobot, penggunaan
KPI tersebut merupakan bagian
dari transformasi lanjutan
Performance Management System
Bank Mandiri.
c. Memperkuat struktur permodalan.
Pertumbuhan kredit yang signifikan
dalam kurun waktu beberapa
tahun terakhir ini telah mendorong
peningkatan riskweighted assets
yang menyebabkan menurunnya
rasio permodalan perbankan.
Untuk mempertahankan
momentum pertumbuhan secara
berkelanjutan, Bank Mandiri
berinisiatif memperkuat struktur
permodalan. Pada triwulan IV
tahun 2009 Direktorat Finance &
Strategy memberi dukungan dalam
menerbitkan obligasi subordinasi
Rupiah yang ditujukan untuk
memperkuat struktur permodalan
serta meningkatkan struktur dana
jangka panjang Bank Mandiri. Pada
tanggal 14 Desember 2009 yang
lalu Bank Mandiri telah berhasil
mencatatkan obligasi subordinasi
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
237
238
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
rupiah yang diberi nama Obligasi
Subordinasi Rupiah Bank Mandiri
I Tahun 2009 di Bursa Efek
Indonesia. Obligasi subordinasi
rupiah tersebut berjumlah
Rp3,5 Triliun, berjangka waktu
7 (tujuh) tahun dan mendapat
rating tertinggi untuk obligasi
subordinasi. Penerbitan obligasi
rupiah tersebut merupakan
penerbitan obligasi rupiah
korporasi terbesar di Indonesia.
Obligasi subordinasi rupiah
tersebut juga telah disetujui
Bank Indonesia untuk dicatat
sebagai Low Tier 2 Capital, tidak
lama setelah listing di Bursa Efek,
sehingga berdampak langsung
pada rasio kecukupan modal
(CAR) Bank Mandiri yang semakin
meningkat.
Finance and Strategy
Jonathan Zax
Investor Relations Group
Agus Dwi Handaya
Strategy & Performance
Group
Budi Sulistio
Accounting Group
Raizal Munir
Procurement & Fixed Asset
Group
Chief of Economist Group
d.Pengelolaan Perusahaan Anak.
Di tahun 2009 telah dibentuk
satu Unit Kerja setingkat
Departemen di Direktorat Finance
& Strategy yang secara khusus
akan menangani pengelolaan
perusahaan anak secara intensif
dan komprehensif. Selain melalui
pengawasan oleh Dewan Komisaris
dan Direktorat Internal Audit
Bank Mandiri di perusahaan anak,
Bank Mandiri juga melakukan
pengelolaan perusahaan anak
melalui mekanisme berganda
yaitu oleh Unit Bisnis sebagai
Unit yang mensupervisi dan
melakukan monitoring kinerja
perusahaan anak dan oleh Capital
& Investment Committee (C&IC).
Selain mensupervisi kinerja,
C&IC juga melaksanakan fungsi
pengelolaan kegiatan penempatan
modal sebagai bagian dari
kegiatan pengembangan usaha.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
e.Pengembangan value-based
management.
Sebagai kelanjutan dari
performance based culture. Untuk
tahun 2009, kami juga telah
melaksanakan penyempurnaan
bebagai inisiatif terkait active
capital management di antaranya
melalui pengembangan
Performance Management System
melalui penerapan Value Based
Management (VBM) dimana VBM
menjadi alat bantu manajemen
dalam pengukuran kinerja
tiap SBU dengan melakukan
pengelolaan Economic Profit dan
Capital Allocation yang akurat,
reliable dan sistematis. Penerapan
VBM ini mampu mendorong
kinerja SBU menjadi lebih baik
dan berorientasi kepada value
creation serta mendukung metode
dan sistem reward/insentif yang
terintegrasi
3.PENINGKATAN EFISIENSI
OPERASIONAL SERTA PENERAPAN
PENGADAAN YANG SESUAI
DENGAN BEST PRACTICES.
Dalam rangka optimalisasi
efektivitas dan efisiensi pengelolaan
infrastruktur Bank Mandiri, kami
juga telah melakukan kajian
ulang atas berbagai program
dan aktivitas untuk peningkatan
efisiensi. Diantaranya adalah melalui
Program Management Bankwide
Implementasi Efisiensi Operasional.
Hasil dari penerapan efisiensi
operasional tersebut terlihat dari
penurunan Cost Efficiency Ratio dari
40,6% pada tahun 2008 menjadi
37,9% pada tahun 2009. Pada
tahun 2009, biaya operasional
juga berhasil dikendalikan dengan
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
cukup baik dimana total biaya
operasional hanya tumbuh 6,7%,
dibawah peningkatan pendapatan
operasional yang mencapai sebesar
22,8%.
4.PELAPORAN ATAS DASAR BEST
PRACTICES.
Sehubungan dengan implementasi
PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55
(revisi 2006) efektif 1 Januari 2010,
ditahun 2009 kami secara terus
menerus menyempurnakan metode
perhitungan dan data historis
yang digunakan untuk menghitung
penyisihan penghapusan kolektif
dan individual untuk debitur-debitur
kredit dalam rangka implementasi
kedua PSAK tersebut.
Kami telah melakukan persiapan
yang diperlukan untuk dapat
menerapkan PSAK 50 (revisi 2006)
dan PSAK 55 (revisi 2006) mulai 1
Januari 2010. Berdasarkan penilaian
Manajemen, penerapan standar
tersebut tidak memberikan dampak
negatif terhadap posisi keuangan
konsolidasian Bank pada tanggal 1
Januari 2010
5.MEMPERKUAT CORPORATE IMAGE
BANK MANDIRI.
Di tahun 2009 kami juga melakukan
berbagai inisiatif untuk semakin
memperkuat corporate image Bank
Mandiri melalui pengembangan
equity story yang komprehensif dan
compelling untuk mengoptimalkan
company value Bank Mandiri.
Selama tahun 2009 kami
melaksanakan road show sebanyak
11 kali dengan international analyst/
investor dan 16 kali dengan local
investor/analyst. Disamping itu
kami juga telah terus melakukan
penyempurnaan website kami
untuk memberikan kemudahan bagi
stakeholder dalam mengakses segala
informasi mengenai perkembangan
Bank Mandiri.
Untuk mendukung Bank Mandiri
menjadi thought leader dibidang
perbankan, ditahun 2009 kami
juga menyusun berbagai kajian
dan menyediakan model dan
melaksanakan review industry
rating 25 (dua puluh lima) sektor
dan pelaksanaan event yang
berskala nasional untuk membahas
outlook ekonomi, diantaranya
“Papua Investment Day” dimana
Bank Mandiri menjadi fasilitator
yang menjembatani eksplorasi dan
optimalisasi potensi daerah antara
Pemerintah Daerah Papua dengan
para calon investor. RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT
FINANCE & STRATEGY TAHUN 2010
Pengembangan Direktorat Finance
& Strategy di tahun 2010 diarahkan
untuk menjadikan Direktorat
Finance & Strategy sebagai Finance
Function secara best practices yang
mampu mengoptimalkan seluruh
sumber daya yang dimiliki Bank
Mandiri. Dengan bergabungnya
fungsi Corporate Secretary ke dalam
Direktorat Finance & Strategy maka
fokus kerja tahun 2010 juga akan
semakin dipertajam terutama untuk
memperkuat corporate image dan
mengoptimalkan company value
Bank Mandiri. Di tahun 2010,
rencana strategis Direktorat Finance
& Strategy akan mengusung tema
”Reduce, Automate dan Optimize”
yang dijabarkan melalui program
kerja sebagai berikut:
1. Reduce
a.Melakukan inisiatif pengendalian
biaya operasional dan investasi
secara bankwide untuk
memastikan pencapaian tingkat
efisiensi yang tinggi sesuai
best practice, dan memastikan
keefektifan tujuan penggunaan
anggaran biaya terhadap hasil
yang dicapai.
b.Merealisasikan Aset Pajak
Tangguhan sehingga dapat
mengurangi pembayaran pajak
yang disebabkan adanya koreksi
fiskal negatif.
c. Mengoptimalkan penggunaan
SAP Controlling untuk pencatatan
transaksi terkait Biaya Umum
& Administrasi, Biaya Tenaga
Kerja, Biaya Operasional Lainnya
dan Biaya Non Operasional.
Penggunaan SAP Controlling
diharapkan dapat mengurangi
pencatatan yang sifatnya manual
dan menciptakan laporan yang
lebih akurat dan tepat waktu.
2.Automate
a.Implementasi proyek Enterprise
Information System untuk
mendorong otomasi dan efisiensi
penyusunan laporan kepada Top
Management dan penyediaan
best practice reports kepada
Top Management sebagai dasar
pengambilan keputusan.
b.Melakukan pengembangan dan
implementasi sistem yang akan
digunakan untuk menerapkan
PSAK 50 dan 55 (revisi 2006).
Inisiatif yang akan dilaksanakan
antara lain mereview kembali
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
239
240
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
proses penerapan PSAK 50 & 55
(revisi 2006) bersama konsultan
pendamping guna memastikan
data yang dihasilkan oleh sistem
sesuai permintaan dan ketentuan,
menyiapkan interim solution
untuk penerapan PSAK tersebut,
dan meningkatkan pemahaman
seluruh unit kerja dengan
melakukan training dan sosialisasi
PSAK 50 & 55 (revisi 2006)
kepada unit kerja terkait secara
berkesinambungan.
3.Optimize
a.Memastikan implementasi
Corporate Plan Bank Mandiri
2010-2014 di masing-masing
SBU berjalan sesuai dengan
target yang ditetapkan. Dalam hal
ini termasuk penetapan target
yang sejalan dengan Corporate
Plan Bank Mandiri 2010-2014
serta pelaksanaan tracking
atas pencapaian target dan
pelaksanaan inisiatif strategis di
masing-masing unit kerja.
b.Mempertajam strategi komunikasi
Bank Mandiri ke publik dan
memperkuat brand Bank
Mandiri sebagai top of mind
di masyarakat Indonesia. Hal
ini akan dilaksanakan dengan
meningkatkan peranan publikasi,
sponsorship, advertising, dan
donasi untuk meningkatkan citra
Bank Mandiri, meningkatkan
hubungan media sebagai bagian
dari strategi komunikasi strategis,
meningkatkan pelayanan kepada
reduce
automate
optimize
Efficient finance functions,
Provide more analytics
Optimize the use
responsive to user
request
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
than processing
resource & aligning
objective
CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES
Finance and Strategy
3.5t
Jumlah Subordinate bonds yang
diterbitkan Bank Mandiri di tahun
2009, bond korporasi domestik
terbesar dengan tenor 7 tahun yang
pertama di Indonesia.
stakeholders terutama yang terkait
dengan pemenuhan kebutuhan
informasi tentang Bank Mandiri
dan melakukan analisis dan
review terhadap pelaksanaan
implementasi brand dalam
berbagai touch points.
c. Menyempurnakan metodologi VBM
untuk dapat diimplementasikan
sebagai salah satu ukuran kinerja
utama dalam RKAP 2011. Hal
ini ditujukan untuk mengurangi
proses perhitungan yang bersifat
manual, meningkatkan kualitas
laporan yang dihasilkan, serta
memudahkan users mencapai
value creations pada masingmasing unit kerja.
d.Perbaikan equity story dengan
melakukan penajaman content
dan penyeimbangan materi
keuangan dan non keuangan
(strategi bisnis). Manfaat dari
rencana strategis ini adalah untuk
memberikan persepsi positif bagi
analyst dan investor sehingga
diharapkan mampu meningkatkan
valuasi Bank Mandiri.
Melalui berbagai inisiatif strategis
tersebut, diharapkan Direktorat
Finance & Strategy dapat menjadi
katalis untuk mendorong pencapaian
visi Bank Mandiri sebagai lembaga
keuangan Indonesia yang paling
dikagumi dan tumbuh secara
progresif.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
241
242
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
243
INFORMASI
PERUSAHAAN
• INFORMASI PEMEGANG SAHAM
• PRODUK DAN LAYANAN
• MANAJEMEN
• GROUP HEADS
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
244
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan
melaksanakan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Tahunan dengan
keputusan sebagai berikut:
2.
1. Keputusan Agenda Pertama
1 a. Menyetujui Laporan Tahunan
Perseroan termasuk mengesahkan
Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan untuk tahun buku
2008 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sarwoko & Sandjaja
- anggota Ernst & Young Global,
dengan pendapat “Wajar Tanpa
Pengecualian” sebagaimana
dinyatakan dalam laporannya No.
RPC-9714 tanggal 24 Februari
2009 dan menyetujui Laporan
Tugas Pengawasan yang telah
dilaksanakan oleh Dewan
Komisaris untuk tahun buku
2008.
1 b.Mengesahkan Laporan Tahunan
pelaksanaan Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan untuk tahun
buku 2008 yang telah diaudit oleh
Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan (BPKP)
Perwakilan Provinsi DKI Jakarta
II, dengan kesimpulan “Secara
umum pengelolaan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan
di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
telah dilaksanakan sesuai dengan
Peraturan Menteri Negara BUMN
No. PER-05/MBU/2007 tanggal
27 April 2007 dan Surat Edaran
Menteri Negara BUMN Nomor
SE-433/MBU/2003 tanggal 16
September 2003” sebagaimana
dinyatakan dalam Laporan Hasil
Evaluasi Kinerja No. LHE-1452/
31 Desember 2008 atau sebesar
Rp1.859.487.521.044,30 dibagikan
sebagai dividen tunai kepada para
pemegang saham.
PW30/4/2009 tanggal 6 April
2009.
Selanjutnya dengan disetujuinya
Laporan Tahunan Perseroan
termasuk disahkannya Laporan
Keuangan Konsolidasian Perseroan
untuk tahun buku 2008 dan
Laporan Tugas Pengawasan yang
telah dilaksanakan oleh Dewan
Komisaris, dan telah disahkannya
Laporan Tahunan pelaksanaan
Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan, RUPS memberikan
pelunasan dan pembebasan
tanggung jawab sepenuhnya
(volledig acquit et de charge)
kepada segenap anggota Direksi
dan anggota Dewan Komisaris
atas tindakan pengurusan
dan pengawasan yang telah
dijalankan selama tahun buku
2008, sejauh tindakan tersebut
bukan merupakan tindak pidana
dan tindakan tersebut tercermin
dalam Laporan Tahunan dan
Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan serta Laporan Tahunan
pelaksanaan Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan untuk tahun
buku 2008; pemberian pelunasan
dan pembebasan tanggung jawab
tersebut juga berlaku bagi Sdr. Yap
Tjay Soen, Sdr. Richard Claproth
dan Sdr. Omar S. Anwar selama
yang bersangkutan menjabat pada
tahun 2008.
2. Keputusan Agenda Kedua
Menyetujui dan menetapkan penggunaan
Laba Bersih Perseroan tahun buku 2008
sebesar Rp5.312.821.488.698,00 sebagai
berikut:
1. 35% dari laba bersih Perseroan periode
1 Januari 2008 sampai dengan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pembayaran dividen tunai sebesar
kurang lebih Rp88,55 per lembar
saham akan dilaksanakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Khusus dividen bagian Pemerintah
yang berasal dari 14 miliar lembar
saham akan disetorkan ke rekening
Bendahara Umum Negara
(BUN) No.502.000000 di Bank
Indonesia.
b. Memberikan kuasa dan
wewenang kepada Direksi untuk
mengatur tata cara pembayaran
dividen tunai tersebut serta
mengumumkannya sesuai
ketentuan yang berlaku.
2. 1% dari laba bersih Perseroan periode
1 Januari 2008 sampai dengan
31 Desember 2008 atau sebesar
Rp53.128.214.886,98 dialokasikan
untuk Program Kemitraan dan
sebesar 3% dari laba bersih Perseroan
periode 1 Januari 2008 sampai
dengan 31 Desember 2008 atau
sebesar Rp159.384.644.660,94
untuk Program Bina Lingkungan.
Penggunaan dana PKBL tersebut
selanjutnya harus dilaporkan kepada
RUPS Tahunan mendatang.
3. 0,5% dari laba bersih Perseroan
periode 1 Januari 2008 sampai
dengan 31 Desember 2008 atau
sebesar Rp26.564.107.443,49
digunakan sebagai Cadangan Wajib.
4. 60,5% dari laba bersih Perseroan
periode 1 Januari 2008 sampai
dengan 31 Desember 2008 atau
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
sebesar Rp3.214.257.000.662,29
ditetapkan sebagai Laba Ditahan.
3. Keputusan Agenda Ketiga
1. Menetapkan Kantor Akuntan
Publik Haryanto Sahari &
Rekan (A member firm of
PricewaterhouseCoopers global
network) sebagai Kantor Akuntan
Publik yang akan mengaudit
Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2009.
2. Menetapkan Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) Perwakilan Provinsi DKI
Jakarta II sebagai Auditor yang
akan mengaudit Laporan Tahunan
Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2009.
3. Memberikan kuasa kepada Dewan
Komisaris untuk menetapkan
honorarium dan persyaratan
lainnya bagi Kantor Akuntan
Publik dan Auditor tersebut.
4. Keputusan Agenda Keempat
1. Menyetujui penyesuaian gaji
Direktur Utama menjadi sebesar
Rp166 juta netto per bulan atau
kenaikannya sebesar 11,06% dari
gaji netto yang berlaku saat ini
dengan pembulatan ke bawah
dalam angka jutaan penuh yang
berlaku terhitung sejak tanggal 1
Januari 2009.
2. Gaji anggota Direksi, honorarium
anggota Dewan Komisaris dan
Sekretaris Dewan Komisaris
yaitu: Direktur Utama sebesar
100%, Komisaris Utama sebesar
50%, Wakil Komisaris Utama
sebesar 47,5%, anggota Dewan
Komisaris lainnya sebesar 45%
dan Sekretaris Dewan Komisaris
sebesar 18,75%, masing-masing
dari gaji Direktur Utama; adapun
gaji Wakil Direktur Utama dan
anggota Direksi lainnya ditetapkan
oleh Dewan Komisaris dengan
mempertimbangkan bobot
pekerjaan, pencapaian kinerja dan
kontribusi masing-masing Direktur
yang bersangkutan selama tahun
buku 2008.
3. Menyetujui pemberian tantiem
sebesar Rp61,65 miliar atau 1,16%
gross dari laba bersih Perseroan
periode 1 Januari 2008 sampai
dengan 31 Desember 2008 yang
telah dianggarkan sebelumnya,
untuk dibayarkan kepada segenap
anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris dan Sekretaris Dewan
Komisaris yang menjabat dalam
tahun 2008.
4. Porsi tantiem untuk anggota
Dewan Komisaris dan Sekretaris
Dewan Komisaris adalah sebesar
22,14% dari total tantiem, dengan
proporsi tantiem Komisaris
Utama sebesar 100%, Wakil
Komisaris Utama sebesar 95%,
anggota Dewan Komisaris lainnya
sebesar 90% dan Sekretaris
Dewan Komisaris sebesar 37,5%
masing-masing dari tantiem
Komisaris Utama dengan
mempertimbangkan lamanya
menjabat pada tahun 2008;
sedangkan porsi tantiem untuk
Direksi adalah sebesar 77,86%
dari total tantiem, dibagikan
kepada masing-masing anggota
Direksi dengan proporsi yang
akan ditentukan dalam Rapat
Dewan Komisaris dengan
mempertimbangkan pencapaian
kinerja dan kontribusi serta
lamanya menjabat masingmasing anggota Direksi pada
tahun 2008.
5. Pajak atas tantiem ditanggung
penerima dan tidak boleh
dibebankan kepada Perseroan.
5. Keputusan Agenda Kelima
Menyetujui pelimpahan kewenangan
RUPS kepada Dewan Komisaris untuk
menyetujui penambahan modal
ditempatkan dan disetor Perseroan
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 29 Mei 2009.
PEMBAYARAN DIVIDEN
Dividen Tunai Final – Tahun Buku 2008.
Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan
pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan
melaksanakan pembagian dividen
tunai final kepada seluruh pemegang
saham sebesar 35% dari laba bersih
Perseroan tahun buku 2008 atau sebesar
Rp1.859.487.521.044,30. Jumlah
tersebut setara dengan Rp88,89584 per
lembar saham yang dibagikan kepada
20.917.597.315 lembar saham dan
dibayarkan pada tanggal 12 Juni 2009.
Dividen Tunai Interim – Tahun Buku
2009.
Berdasarkan keputusan Rapat Direksi
pada tanggal 9 November 2009 dan
persetujuan Dewan Komisaris melalui
surat No. COM/089/2009 tanggal 11
November 2009, Perseroan melaksanakan
pembagian dividen tunai interim kepada
seluruh pemegang sahamnya sebesar
Rp403.975.250.285,04 dimana tiap
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
245
246
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
saham dibagikan dividen tunai interim
sebesar Rp19,26433 dan dilaksanakan
pada tanggal 22 Desember 2009.
KRONOLOGIS PENAMBAHAN DAN
PENCATATAN SAHAM
Saham yang dikeluarkan oleh Perseroan
terdiri dari 1 (satu) lembar Saham Seri A
Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama
Seri B. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki
oleh Negara Republik Indonesia dan tidak
dapat dipindahtangankan.
Saham Seri A Dwiwarna adalah saham
yang memberikan hak istimewa kepada
pemegangnya dalam hal sebagai berikut:
• RUPS sehubungan dengan
peningkatan modal harus dihadiri dan
disetujui oleh pemegang saham Seri A
Dwiwarna;
• RUPS untuk mengangkat dan
memberhentikan anggota Direksi dan
Dewan Komisaris harus dihadiri dan
disetujui oleh pemegang saham Seri A
Dwiwarna;
• RUPS sehubungan dengan perubahan
Anggaran Dasar harus dihadiri dan
disetujui oleh pemegang saham Seri A
Dwiwarna;
• RUPS sehubungan dengan
penggabungan, peleburan dan
pengambilalihan harus dihadiri dan
disetujui oleh pemegang saham Seri A
Dwiwarna; dan
• RUPS sehubungan dengan
pembubaran dan likuidasi harus
dihadiri dan disetujui oleh pemegang
saham Seri A Dwiwarna.
Pada saat divestasi melalui penawaran
perdana tanggal 14 Juli 2003, jumlah
saham Bank Mandiri yang Ditempatkan
dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu)
lembar saham Seri A Dwiwarna dan
19.999.999.999 lembar Saham Biasa
Atas Nama Seri B yang dicatatkan
pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek
Surabaya. Pemerintah menawarkan
Saham Biasa Atas Nama Seri B sejumlah
4.000.000.000 lembar saham atau 20%
dari jumlah saham Bank Mandiri yang
ditempatkan dan disetor penuh dengan
nominal Rp500 dan harga penawaran
perdana Rp675 per lembar saham.
Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004,
Pemerintah melakukan program divestasi
lanjutan atas saham Bank Mandiri
melalui penawaran sekunder sejumlah
2.000.000.000 lembar Saham Biasa
Atas Nama Seri B atau 10% dari jumlah
saham yang ditempatkan dan disetor
penuh dengan harga penawaran sebesar
Rp1.450 per lembar saham.
Selain keputusan untuk melaksanakan
divestasi melalui penawaran perdana,
pemegang saham Bank Mandiri dalam
RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga
menyetujui rencana kepemilikan
saham oleh pegawai dan manajemen
melalui Program Penjatahan Saham
Employee Stock Allocation (ESA) dan
Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada
Manajemen Management Stock Option
Plan (MSOP). ESA terdiri dari (i) Pemberian
Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan
(ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon
(Share Purchase at Discount) sebesar
80% dari harga penawaran perdana.
Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi
dan manajemen senior pada tingkatan
tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang
berkelanjutan. Direksi menjadi pengelola
dan pelaksana program ESA dan MSOP
dibawah pengawasan Dewan Komisaris.
Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui
penerbitan saham baru. Bank Mandiri
telah melakukan pencatatan pre-list
sebanyak 1.000.000.000 lembar opsi
DEWAN KOMISARIS
DIREKSI
1. Komisaris Utama merangkap :Edwin Gerungan
1. Direktur Utama
2. Wakil Direktur Utama : I Wayan Agus Mertayasa
Komisaris Independen
: Agus Martowardojo
2. Wakil Komisaris Utama
: Muchayat
3. Direktur
: Zulkifli Zaini
3. Komisaris : Mahmuddin Yasin
4. Direktur
: Sasmita
4. Komisaris Independen
: Soedarjono
5. Direktur
: Abdul Rachman
5. Komisaris Independen
: Pradjoto
6. Direktur
: Sentot A. Sentausa
6. Komisaris Independen
: Gunarni Soeworo
7. Direktur
: Bambang Setiawan
8. Direktur
: Riswinandi
9. Direktur
: Thomas Arifin
10.Direktur
: Budi G. Sadikin
11. Direktur
: Ogi Prastomiyono
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
saham yang telah disetujui oleh Bursa
Efek Jakarta melalui suratnya No.S-1065/
BEJ.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004
dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui
surat No.JKT-023/LIST-EMITEN/BES/
VII/2004 tanggal 13 Juli 2004.
Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga
tahap yang mana MSOP Tahap 1 terdiri
dari 378.583.785 lembar saham dengan
nilai nominal Rp500 per lembar saham.
Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005
dan 22 Mei 2006, pemegang saham telah
menyetujui pemberian MSOP Tahap 2 dan
MSOP Tahap 3 sebanyak 312.000.000
lembar saham dan 309.416.215 lembar
saham, dengan nilai nominal masingmasing Rp500 per lembar saham.
1, terdapat total 375.365.957 opsi
yang telah dieksekusi menjadi saham.
Sedangkan sampai dengan 31 Desember
2009, terdapat total 304.942.052 opsi
MSOP Tahap 2 dan 225.339.779 opsi
MSOP Tahap 3 yang telah dieksekusi
menjadi saham.
Sampai dengan 13 Juli 2008, yang
merupakan batas waktu terakhir
pelaksanaan konversi MSOP Tahap
KRONOLOGIS PEMBAYARAN DIVIDEN
Ann. Date
Ex. Date
Rec. Date
Pay Date
End Date
Period
Type
Gross
Net
3-Dec-09
7-Dec-09
22-Dec-09
30-Sep-09
9M
Interim
19.26433
16.374681
6-May-09
27-May-09
29-May-09
12-Jun-09
31-Dec-08
12M
Final
88.89584
75.561464
2-Jun-08
20-Jun-08
24-Jun-08
3-Jul-08
31-Dec-07
12M
Final
187.11
159.0435
31-May-07
20-Jun-07
22-Jun-07
29-Jun-07
31-Dec-06
12M
Final
70.02
59.517
24-May-06
15-Jun-06
19-Jun-06
30-Jun-06
31-Dec-05
12M
Final
14.853
12.62505
25-May-05
14-Jun-05
16-Jun-05
24-Jun-05
31-Dec-04
3M
Final
70.496
-
24-Nov-04
17-Dec-04
21-Dec-04
30-Dec-04
30-Sep-04
9M
Interim
60
-
24-May-04
14-Jun-04
16-Jun-04
30-Jun-04
31-Dec-03
3M
Final
65
-
19-Nov-03
17-Dec-03
19-Dec-03
30-Dec-03
30-Sep-03
9M
Interim
50
-
12-Nov-09
Informasi Perdagangan dan Pencatatan
Saham
Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Menara 1
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta
12190, Indonesia
Tel : 62-21 515 0515
www.bei.co.id
Biro Administrasi Efek
Datindo Entrycom
Wisma Diners Club Annex
Jl. Jend. Sudirman Kav 34 –35, Jakarta
12930, Indonesia
Tel : 61-21 570 9009
Fax.: 62-21 526 6702
www.datindo.com
Akuntan Publik
Haryanto Sahari & Rekan
PricewaterhouseCoopers
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No.6
Jakarta 12940 - INDONESIA
P.O. Box 2473 JKP 10001
Tel : +62 21 5212901
Fax : +62 21 52905555/52905050
www.pwc.com
Informasi bagi Investor
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Plaza Mandiri
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta Selatan, Jakarta 12190
Indonesia
Tel : 62-21 526 5045, 5299 7777
Fax. : 62-21 526 8246
www.bankmandiri.co.id
[email protected]
Corporate Secretary
Sukoriyanto Saputro
Tel : 62-21 524 5740
Fax. : 62-21 526 8246
[email protected]
Head of Investor Relations
Jonathan Zax
Tel : 62-21 524 5085
Fax. : 62-21 5290 4249
[email protected]
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
247
248
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM BANK MANDIRI
Sampai dengan 31 Desember 2009, Bank Mandiri dimiliki oleh 20.726 pemegang saham. Jumlah pemegang
saham tersebut terdiri dari 19.478 pemegang saham domestik dan 835 pemegang saham asing serta 40,50%
dari total pemegang saham yang tercatat tersebut merupakan pegawai Bank Mandiri.
Dalam administrasinya, biro administrasi efek mencatat setiap rekening nominee sebagai satu pemegang
saham.
KEPEMILIKAN SAHAM PER 31 DESEMBER 2009
Jumlah Investor %
Jumlah saham 0,00 %
14.000.000.000 %
DOMESTIK
Pemerintah RI
1
66,76 %
Perorangan Indonesia
11.041 53,27 %
194.898.289 0,93 %
Pegawai
8.394 40,50 %
125.478.548 0,60 %
Koperasi
5
0,02 %
130.000 0,00 %
Yayasan
9
0,04 %
9.415.500 0,04 %
Dana Pensiun
Asuransi
Bank
Perseroan Terbatas
Reksadana
Total
137 0,66 %
188.342.000 0,90 %
41 0,20 %
279.256.500 1,33 %
1
0,00 %
91.000 0,00 %
139 0,67 %
298.551.365 1,42 %
123 0,59 %
19.891 95,97 %
74 0,36 %
6 1 7 . 1 9 1 .500 15.713.354.702 2,94 %
74,93 %
INTERNASIONAL
Perorangan Asing
6.398.500 0,03 %
Badan Usaha Asing
761 3,67 %
5.250.363.603 25,04 %
Total
835 4,03 %
5.256.762.103 25,07 %
20.726 100,00%
20.970.1 1 6.805 100,00%
TOTAL
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM TERCATAT YANG MEMILIKI LEBIH DARI 5% SAHAM
PER 31 DESEMBER 2009
Nama
Pemerintah RI
Jumlah Saham
%
14.000.000.000
66.77
Ikhtisar saham bank mandiri
Harga Penutupan
1 jan - saham Bank Mandiri (Rp.) 31 des 2008
Tertinggi
3500
1 jan - 31 des 2009
5150
Trw 1 - 2009 2200
Trw 2 - 2009 3625
Trw 3 - 2009 Trw 4 - 2009
4725
5150
Terendah
1190
1700
1700
2150
3200
4375
Akhir periode
2025
4700
2175
3175
4700
4700
Rata-rata
2660
3339
1872
2846
3934
4684
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
249
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
Grafik harga saham bank mandiri
(juta)
200
Rp.
6.000
180
5.000
160
140
4.000
120
100
3.000
80
2.000
60
40
1.000
0
Des’ 09
Nop’ 09
Okt’ 09
Sept’ 09
Agt’ 09
Juli’ 09
Juni’ 09
Mei’ 09
Apr’ 09
Mar’ 09
Feb’ 09
0
Jan’ 09
20
VOLUME PERDAGANGAN HARGA PENUTUPAN
KINERJA RELATIF SELAMA 1 TAHUN
2,5
2,0
1,5
1,0
BMRI ihsg
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
INDEKS SEKTOR KEUANGAN
Des’ 09
Nop’ 09
Okt’ 09
Sept ’09
Agt ’09
Juli ’09
Juni ’09
Mei ’09
Apr’ 09
Mar ’09
0
Feb ’09
0,5
Jan ’09
250
0,0
BMRI ihsg
Des ’09
Okt ’09
Jul ’09
Apr ’09
Jan ’09
Okt ’08
Jul ’08
Apr ’08
Jan ’08
Okt ’07
Jul ’07
Apr ’07
Jan ’07
Okt ’06
Jul ’06
Apr ’06
Jan ’06
Okt ’05
Jul ’05
Apr ’05
Des ’09
Okt ’09
Jul ’09
Apr ’09
Jan ’09
Okt ’08
Jul ’08
Apr ’08
Jan ’08
Okt ’07
Jul ’07
Apr ’07
Jan’ 07
0
Jan ’05
INFORMASI
PEMEGANG SAHAM
KINERJA RELATIF SELAMA 3 TAHUN
1,8
1,6
1,4
1.0
1,3
0,8
0,6
0,4
0,2
KINERJA RELATIF SELAMA 5 TAHUN
3,0
2,5
2,0
1,5
1,0
0,5
INDEKS SEKTOR KEUANGAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
251
252
PRODUK DAN LAYANAN
WHOLESALE BANKING
CORPORATE BANKING
Cash Loan
Dana
Jasa/Non Cash Loan
Kredit Investasi
Tabungan Bisnis
Bank Guarantee
Kredit Modal Kerja Giro Counter Guarantee
Kredit Jangka Pendek Deposit on Call
Trade Service :
Pinjaman Rekening Koran
Deposito Berjangka
• Pembiayaan Ekspor :
Pinjaman Transaksi Khusus
Pre Export Financing, Negosiasi Wesel ekspor
• Pembiayaan Impor :
Usance Payable at Sight (UPAS), Trush Receipt
Sindikasi
Sindikasi Murni
Club Deal
Arranger
Facility Agent
Security Agent
Asset Sales
Securitisasi Asset
Co marketing, beraliansi dengan Mansek untuk jasa financial Advisory
(Restructuring, Financial Advisor & Structured Finance, Debt Structure, Merger & Acquisition)
COMMERCIAL BANKING
Kredit
Cash Management
LC Import & Trust Receipt
Bill Purchasing
Bill Collection
Open Account Financing
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri / SKBDN
Standby Letter of Credit / Standy LC
Bank Guarantee
Kredit Modal Kerja dengan Fasilitas Mandiri E-Biz card
Kredit Agunan Deposito Kredit Investasi dalam Valuta Dollar Singapura (SGD)
Modal Kerja Fixed Loan
Modal Kerja dalam Valuta Dollar Singapura (SGD)
Kredit Modal Kerja Warehouse Receipt
Mandiri Kredit Alat Berat
Mandiri Kredit Modal Kerja Plus
Kredit Modal Kerja Pertambangan
Kredit melalui / kepada Perusahaan Multi finance
Kredit Modal Kerja Telekomunikasi
Fasilitas Treasury Line
Mandiri Cash Concentration
Mandiri National Pooling
Mandiri Cash Management system
Mandiri Immediate Cash
Mandiri Mass Transaction System
Mandiri Open Paymet
Mandiri Virtual Account
Mandiri Retail Collection Point
Mandiri Cashier Cash Management
Mandiri Corporate Collection
Mandiri Cash Management Bank Services
Pembiayaan Dalam Rangka Sindikasi
Produk Dana
Produk Jasa
Sindikasi Murni
Club Deal Giro
Deposit on Call Deposito Berjangka Tabungan Bisnis Trade Service :
• Letter of Credit (L/C)
• Stand By L/C
• Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
• Bank Garansi
• Counter Guarantee
Jasa Dalam Rangka Sindikasi :
• Arranger
• Underwriter
• Agent (Facility Agent : Security Agent dan Escrow Agent)
Trade Finance & Service
Export & Import Advisory
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PRODUK DAN LAYANAN
Treasury International Banking ProductS & Services
Trade Finance
Cash Transaction –
Foreign Exchange Transaction (Today, Tomorrow, Spot)
Derivative Transaction:
• Foreign Exchange Transaction
(Forward, Swap, Option)
• Interest Rate Transaction
(Interest Rate Swap, Cap, Floor)
• Foreign Exchange dan Interest Rate Transaction
(Cross Currency Swap)
-
-
-
-
-
-
Assets Products
Custodial Services
Export Usance Bills Discounting
Export L/C Renegotiation/Forfaiting
Trust Receipt
Usance Payable at Sight (UPAS)
Bilateral Trade Financing
ECA Covered Buyers Credit
Trade Service
-
-
-
-
-
-
-
-
-
L/C Issuance & Amendment
L/C Advising
L/C Negotiation
L/C Confirmation
Inter Mandiri Transaction
Export Bills Collection
Documentary Collection
Standby L/C
Counter Guarantee
Trustee Service
Call loan General Custody
Syndicated Loan Sub Registry SUN & SBI
Investment Loan
Local Custody for ADR/GDR Program Working Capital Loan
Mutual Fund Administration Two-Step Loans
Discretionary Fund Administration
Ship Scrapping Business
Euroclear Banker’s Acceptance Financing
Securities Lending & Borrowing
Cash Collateral Loan
Sub Custody
Govenrment Bonds
Corporates Bonds
Trustee
Payment Agent
Security Agent
Escrow Agent
Receiving Bank
Others
Liabilities Products
Money Market
International Remittance Interbank Placement
International Cheque Collection Interbank Taken
Mandiri Direct Settlement
Reverse Repo
Vostro Account
Interest Rate Swaps
Interbank Risk Participation
SBI Auctions & Repo
Financial Advisory
Bank Reference
Intra-day Facility for Securities Company
Overnight Facility for Securities Company
Payment Bank for Indonesian Central –
Securities Depository (KSEI)
Demand Deposits
Time Deposits
Certificate of Deposits
RETAIL BANKING
PRODUK DAN JASA MASS & ELECTRONIC BANKING
Tabungan
Mandiri Rekening Giro
Mandiri Deposito
Mandiri Tabungan
Mandiri Giro
Mandiri Deposito
Mandiri Tabungan Rencana
Mandiri Deposito Valas
Mandiri Tabungan Bisnis
Mandiri Tabungan Haji
Mandiri Tabungan KAPEL
Mandiri Tabungan Valas
Mandiri Tabungan TKI
Mandiri Debit
Mandiri Prabayar
Mandiri Debit
Gaz Card
Indomaret Card
eToll Card
eChannel
Mandiri Internet
Mandiri SMS
Mandiri ATM
Mandiri Call
Mandiri EDC
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
253
254
PRODUK DAN LAYANAN
Layanan Lainnya
Mandiri Auto Payment
Mandiri Traveller Cheque
Mandiri Payroll Package
Mandiri Safe Deposit Box
Mandiri Western Union
Mandiri Bank Draft
Mandiri Transfer Valas
Standing Instruction
Bank Reference
Kliring / RTGS
Inkaso/Collection
Transfer
MIKRO
Kredit Usaha Mikro (KUM)
Kredit Serbaguna Mikro (KSM)
Pinjaman kepada BPR Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
SMALL BUSINESS
Kredit Non Program
Kredit Program
Kredit Investasi
Kredit Modal Kerja Kredit Multiguna Usaha (KMU)
Kredit Wirausahawan Mandiri (KWM) Kredit Koperasi Mandiri kepada Koperasi Karyawan (KKM-Kopkar)
Kredit Koperasi Mandiri kepada Non Koperasi Karyawan (KKM-Non Kopkar)
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri
Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E)
Kredit Pengembangan Energi Nabati Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP)
Kredit Talangan Pembayaran Pertaminan (KTPP)
Kredit Tempat Usaha Mandiri (KTUM)
CONSUMER LOAN
Produk Secured Produk Unsecured
a. Mandiri KPR
b. Mandiri KPR Angsuran Berjenjang
c. Mandiri KPR Flexible
d. Mandiri KPR Duo
e. Mandiri KPR Take Over
f. Mandiri KPR Top Up
g. Mandiri KPR Konstruksi
h. Mandiri KPT (Kepemilikan Tanah)
i. Mandiri Multiguna
j. Mandiri Multiguna Take Over
k. Mandiri Multiguna Top Up
l. Mandiri Tunas KPMg.
Mandiri Mitrakarya
Mandiri Mitrakarya Take Over
Mandiri Mitrakarya Top Up
Mandiri Kredit Tanpa Agunan
Mandiri Kredit Tanpa Agunan Payroll
Mandiri Kredit Tanpa Agunan Take Over
Mandiri Kredit Tanpa Agunan Top Up
Mandiri Kredit Tanpa Agunan Selected Company
Mandiri Kredit Tanpa Agunan Cross Sell
Mandiri Kredit Tanpa Agunan a/d. Kartu kredit
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PRODUK DAN LAYANAN
WEALTH MANAGEMENT
Bancassurance Assurance Mandiri Investasi Sejahtera
Reksa Dana
Layanan Retail Brokerage
Mandiri Jiwa Sejahtera
Mandiri Rencana Sejahtera Plus
Mandiri Rencana Sejahtera Syariah
Perlindungan Tambahan (Riders)
Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana Campuran
Reksa Dana Saham
Reksa Dana Terproteksi
Reksa Dana Indeks
Jual Beli Saham di Pasar Sekunder bekerjasama dengan Mandiri Sekuritas
Surat Berharga
Transaksi Valuta Asing (Retail)
Mandiri Prioritas
Obligasi Negara Retail (ORI) (pasar perdana dan pasar sekunder) Uang Kertas Asing : Today and Tom
Benefit Nasabah
SUKUK retail (pasar perdana dan pasar sekunder)
Devisa Umum: Today, Tomorrow, & Spot
• Executive lounge
SUN retail
Currency Forward
• Majalah Lifestyle
Currency Swap
• Majalah Prioritas
Currency Option
• SDB
• Ulang Tahun
• Souvenir
• Airport Handling
• Benefit Lainnya, meliputi :
- Program Merchant Relationship
- Program Apresiasi
* Program Edukasi
* Sponsorship
* Golf Tournament
* Gathering
Consumer Cards
Produk
Program & Fitur
Mandiri Visa Silver/Gold Platinum
Program Usage :
Mandiri MasterCard Everyday/Titanium
• Mandiri Power Cash
Mandiri Visa Golf
• Mandiri Power Bills:
Mandiri Bethany Silver/Gold
- Telco
Garda Oto Visa - TV Cable
Hypermart Silver/Gold
- PLN
Corporate Card Visa Silver/Gold/Platinum
- Magazines
• Mandiri Power Buy
• Mandiri Transfer Balance
• Insurance :
- Mandiri Protection
- Extra Care
- Medicare
- Critical Guard
- Travel Insurance
• Merchandising/Katalog Belanja
Partnership Program/Joint Promo :
• Power Discount
• Buy 1 Get 1
Loyalty Program :
• Power Point
• Free Golf
• Golf Tournament
• Golf Clinic
• Mileage Redeemption
• Personal Assistant Platinum
• Executive Lounge
• Airport Handling
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
255
256
MANAJEMEN
DEWAN KOMISARIS
1.
Edwin Gerungan
Komisaris Utama & Komisaris Independen
2.
Muchayat
Wakil Komisaris Utama
3.
Mahmuddin Yasin
Komisaris
4.
Soedarjono
Komisaris Independen
5.
Pradjoto
Komisaris Independen
6.
Gunarni Soeworo
Komisaris Independen
DIREKSI
1.
Agus Martowardojo
Direktur Utama
2.
I Wayan Agus Mertayasa
Wakil Direktur Utama
3.
Zulkifli Zaini
Direktur Commercial Banking
4.
Sasmita
Direktur Technology & Operations
5.
Abdul Rachman
Direktur Special Asset Management
6.
Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management
7.
Bambang Setiawan
Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care
8.
Riswinandi
Direktur Corporate Banking
9.
Thomas Arifin
Direktur Treasury & International Banking
10. Budi G. Sadikin
Direktur Micro & Retail Banking
11.
Direktur Compliance & Human Capital
Ogi Prastomiyono
EVP KOORDINATOR
1. Pahala N. Mansury
EVP Koordinator Finance & Strategy
Chief Financial Officer
2.
Haryanto T. Budiman
EVP Koordinator Change Management Office
3.
Mansyur S. Nasution
EVP Koordinator Consumer Finance
4.
Riyani T. Bondan
EVP Koordinator Internal Audit
KOMITE DIBAWAH DEWAN KOMISARIS
KOMITE DIBAWAH DIREKSI
Komite Audit
Komite Remunerasi & Nominasi
Risk and Capital Committee
Gunarni Soeworo
Edwin Gerungan
Information Technology Committee
Soedarjono
Muchayat
Personnel Policy Committee
Zulkifli Djaelani
Soedarjono
Wholesale Executive Committee
Imam Sukarno
Gunarni Soeworo
Retail and Support Executive Committee
Mahmudin Yasin
Brand Committee
Credit Comittee
Komite Pemantau Risiko
Soedarjono
Edwin Gerungan
Gunarni Soeworo
Tama Widjaja
Komite Good Corporate Governance
Muchayat
Gunarni Soeworo
Mahmudin Yasin
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
group heads
group head
Group
Direktorat
Jiantok Hardjiman
Rustam S. Sirait
Supriyusman
Sunarso
Alexandra Askandar
Fransisca Nelwan Mok
Royke Tumilaar
Santoso B. Riyanto
C. Paul Tehusijarana
Rafjon Yahya
Heri Gunardi
Marwan Budiarsyah
Tardi
Widhayati Darmawan
Inkawan D. Jusi
Handayani
Sarastri Baskoro
Iman Nugroho Soeko
Vincent Nangoi
E. Wiseto Baroto
Henry Sihotang
Agus Sudiarto
Mustaslimah
Kresno Sediarsi
Sanjay N. Bharwani
I Nengah Rentaya
Pardi Sudradjat
Setyowati
Sulaeman
Kartini Sally
Santaputra Pita
Jonathan Zax
Agus Dwi Handaya
Budi Sulistio
Raizal Munir
Suresh Gummalam
O.C. Harry Pudjiatmoko
Mohammad Guntur
Chrisna Pranoto
Herry Rukmana
O.C. Harry Pudjiatmoko
Sukoriyanto Saputro
Ridzki Juniadi
Basu Vitri Manugrahani
Bambang Ari Prasodjo
Corporate Banking I
Corporate Banking II
Corporate Banking III
Corporate Banking Agro Based
Syndicated & Structured Finance
Jakarta Commercial Sales
Regional Commercial Sales 1
Regional Commercial Sales 2
Wholesale Product Management
Small Business 1
Jakarta Network
Regional Network
Micro Business
Mass & Electronic Banking
Wealth Management
Consumer Cards
Consumer Loan
International Banking & Capital Market Services
Treasury
Credit Recovery I
Credit Recovery II
Asset Management
Compliance
Human Capital Services
Human Capital Strategy & Policy
Learning Centre
Market & Operational Risk
Credit Risk & Policy
Corporate Risk
Commercial Risk
Retail & Consumer Risk
Investor Relations
Strategy & Performance
Accounting
Procurement & Fixed Assets
IT Business Solutions & Application Services
IT Operations
Planning, Policies, Procedures &
Architecture
Credit Operations
Central Operations
Electronic Channel Operation
Corporate Secretary
Legal
Customer Care
Culture & Service Specialist
Corporate Banking
Corporate Banking
Corporate Banking
Corporate Banking
Corporate Banking
Commercial Banking
Commercial Banking
Commercial Banking
Commercial Banking
Commercial Banking
Micro & Retail Banking
Micro & Retail Banking
Micro & Retail Banking
Micro & Retail Banking
Micro & Retail Banking
Consumer Finance
Consumer Finance
Treasury & International Banking
Treasury & International Banking
Special Asset Management
Special Asset Management
Special Asset Management
Compliance & Human Capital
Compliance & Human Capital
Compliance & Human Capital
Compliance & Human Capital
Risk Management
Risk Management
Risk Management
Risk Management
Risk Management
Finance & Strategy
Finance & Strategy
Finance & Strategy
Finance & Strategy
Technology & Operations
Technology & Operations
Technology & Operations
Technology & Operations
Technology & Operations
Technology & Operations
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
Corporate Secretary, Legal & Customer Care
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
257
258
GROUP HEADS
CORPORATE BANKING
NAMA DAN BIOGRAFI
sunarso | Corporate Banking Agro Based Group
jiantok hardjiman | Corporate Banking I Group
Lahir pada Tahun 1963. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian jurusan Agronomi dari Institut
Pertanian Bogor pada tahun 1988 dan memperoleh
gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia pada
tahun 2002.
Lahir pada Tahun 1956.Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana pada
tahun 1987 dan memperoleh gelar Magister Manajemen
dari STIE IPWI tahun 1998
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan
terakhir sebagai Kepala Kantor Wilayah Surabaya.
Sejak bulan November 2009, beliau ditunjuk untuk
menjabat sebagai Group Head Corporate Banking I
sampai dengan akhir tahun 2009.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan
terakhir sebagai Relationship Manager.
Sejak bulan November 2006 beliau menduduki jabatan
sebagai Group Head Corporate Banking Agro Based
sampai dengan sekarang.
ALEXANDRA Askandar | Syndicated & Structured Finance Group
rustam s. sirait | Corporate Banking II Group
Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian
Bogor pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master
of Business Administration dari University Of Illinois At
Urbana-Champaign, USA pada tahun 1994.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Tim Cabang
Utama Bapindo Bandung Surapati.
Pada tahun 2005, beliau ditunjuk untuk menjabat
sebagai Group Head Corporate Banking II sampai dengan
Desember 2009.
SUPRIYUSMAN | Corporate Banking III Group
Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Perusahaan di Universitas
Krisnadwipayana tahun 1983.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan
terakhir sebagai Operation Manager Cabang Solo.
Dan sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini, beliau
menduduki jabatan sebagai Group Head Corporate
Banking III.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Lahir pada Tahun 1972. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas
Indonesia pada tahun 1995 dan memperoleh gelar MBA
(International Management) dari Boston University,
Massachusetts, USA pada tahun 1999.
Sebelum berkarier di Bank Mandiri, beliau menjabat
sebagai Corporate Treasures di PT. Surveyor Indonesia,
Jakarta sampai dengan tahun 1997.
Sejak awal tahun 2009, beliau menduduki jabatan
sebagai Group Head Syndicated & Structured Finance
sampai dengan sekarang.
COMMERCIAL BANKING
NAMA DAN BIOGRAFI
Francisca nelwan mok | Jakarta Commercial Sales Group
Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Peternakan dari Universitas Padjajaran Jurusan
Veterinary pada tahun 1981 dan memperoleh gelar
Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen
Labora Jurusan Keuangan pada tahun 2002.
GROUP HEADS
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan
terakhir sebagai Pembina pada Group Pembinaan &
Penyelesaian Kredit UPK Bagian Pembinaan 1 UPK.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan
jabatan terakhir sebagai Treasury Manager Kantor
Cabang Los Angeles.
Sejak bulan Februari 2006, beliau menduduki jabatan
sebagai Group Head Jakarta Commercial Sales sampai
dengan sekarang.
Sejak bulan Januari 2006 beliau menjabat sebagai
Group Head Product Management yang pada tahun 2009
berganti nama menjadi Wholesale Product Management
Group sampai dengan sekarang.
ROYKE TUMILAAR | Regional Commercial Sales 1 Group
Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari
Universitas Trisakti pada tahun 1987 dan memperoleh
gelar Master of Business in Finance dari University of
Technology Sydney, pada tahun 1999.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan
jabatan terakhir sebagai Staf Profesional Tim
Penyelesaian Kredit Bank Dagang Negara, Jakarta.
Pada tahun 2007 beliau menjabat sebagai Group Head
Regional Commercial Sales 1 sampai dengan sekarang.
SANTOSO B. RIYANTO | Regional Commercial Sales 2 Group
Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan dari
Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 1981 dan
memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas
Satyagama Jakarta, pada tahun 1997
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Cabang.
Sejak tahun 2007, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Regional Commercial Sales 2 sampai dengan
sekarang.
C. PAUL TEHUSIJARANA | Wholesale Product Management Group
Lahir pada Tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan
Magister of Business Administration (MBA) di University
of Southern California - LA USA pada tahun 1998.
RAFJON YAHYA | Small Business 1 Group
Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian jurusan Agronomi dari Institut
Pertanian Bogor pada tahun 1982 dan memperoleh
gelar Magister Manajemen dari Universitas Sriwijaya
Palembang pada tahun 2002.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim).
Sejak bulan Maret 2007, beliau menduduki jabatan
sebagai Group Head Small Business 1 sampai dengan
sekarang.
MICRO & RETAIL BANKING
NAMA DAN BIOGRAFI
HERI GUNARDI | Jakarta Network Group
Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan
Master of Science jurusan Finance and Accounting dari
Graduate School of Management, University of Oregon
USA pada tahun 1991. Mendapatkan sertifikasi Chartered
Life Underwriter dan Chartered Financial Consultant dari
Singapore College of Insurance tahun 2004 dan tahun
2005.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian
Sindikasi Surat Utang dan Fixed Income pada Urusan
Treasury dan Jasa Perbankan.
Sejak bulan Januari 2009 menjabat sebagai Group Head
Jakarta Network.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
259
260
GROUP HEADS
MARWAN BUDIARSYAH | Regional Network Group
INKAWAN D. JUSI | Wealth Management Group
Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1980.
Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Indonesia pada
tahun 1986 dan memperoleh gelar Master of Business
Administration dari Western Illinois University Illinois,
USA pada tahun 1989.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Cabang..
Pada tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai Group
Head Regional Network sampai dengan sekarang.
TARDI | Micro Business Group
Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Universitas
Negeri Sebelas Maret Surakarta pada tahun 1987 dan
memperoleh gelar Master Management Keuangan dari
Universitas Padjajaran pada tahun 1999.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan terakhir
sebagai Account Manager Kredit Korporasi.
Sejak tahun 2008 menduduki jabatan sebagai Group Head
Micro Business sampai dengan sekarang.
widhayati darmawan | Mass & Electronic Banking Group
Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Matematika di Institut Teknologi Bandung pada
tahun 1989.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2004, beliau berkarier di Euronet Sigma Nusantara dan
Bank Universal dengan jabatan terakhir sebagai Vice
President, Branch & Phone Banking Development Head.
Pada tahun 2009, beliau ditunjuk untuk menduduki
jabatan sebagai Group Head Wealth Management
sampai dengan sekarang.
CONSUMER FINANCE
NAMA DAN BIOGRAFI
HANDAYANI | Consumer Card Group
Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan
sebagai Dokter Gigi dari Universitas Airlangga pada
tahun 1988 dan meperoleh gelar Magister Manajemen
untuk Jurusan International Management dari
Universitas Padjajaran di tahun 2001
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada bulan
Mei 2000, beliau berkarier di Bank Internasional
Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Regional
Card Center Manager West & Central Java.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2001, beliau berkarier di Bank Bali dengan jabatan
terakhir sebagai Department Head Business Alliance.
Sejak Agustus 2004, menduduki jabatan sebagai Group
Head Consumer Cards sampai dengan sekarang.
Sejak tahun 2003 beliau menempati posisi sebagai
Group Head di berbagai group antara lain Electronic
Banking Group, Customer Care Group dan terakhir
menjabat sebagai Group Head Mass & Electronic Banking
sampai dengan sekarang.
Sarastri Baskoro | Consumer Loans Group
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Lahir pada Tahun 1960. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana di York University Toronto, Canada pada tahun
1983 dengan jurusan Mathematic Economic dan
menyelesaikan Post Graduate Studies Majoring Banking
and Finance dari Monash University pada tahun 1995.
GROUP HEADS
special asset management
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2000, beliau berkarier di Bank Papan Sejahtera dengan
jabatan terakhir sebagai Consumer Banking Director.
Sejak tahun 2001 beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Consumer Loans sampai dengan sekarang.
TREASURY & INTERNATIONAL BANKING
NAMA DAN BIOGRAFI
IMAN Nugroho SOEKO | International Banking & Capital
Market Services Group
Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Tehnik Mesin dari Institut Teknologi Bandung
pada tahun 1979 dan memperoleh gelar MsocSc dalam
bidang Finance dari University of Birmingham, UK pada
tahun 1989 atas beasiswa dari Pemerintah Inggris.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
dengan jabatan terakhir sebagai General Manager
Bapindo Cabang Hong Kong.
Sejak Januari 2009, beliau menjabat sebagai Group
Head International Banking & Capital Market Services
sampai dengan sekarang.
VINCENT NANGOI | Treasury Group
Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Jurusan Studi Pembangunan dari
Universitas Indonesia pada tahun 1980.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
dengan jabatan terakhir sebagai General Manager
BankExim Cabang Cayman Islands.
Sejak tahun 2009 beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Treasury sampai dengan sekarang.
NAMA DAN BIOGRAFI
E. WISETO BAROTO | Credit Recovery I Group
Lahir pada Tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian bidang Agribisnis dari Institut
Pertanian Bogor di tahun 1983 dan selanjutnya
Magister Manajemen bidang Keuangan dan Perbankan
dari Universitas Gadjah Mada di tahun 1992.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan
terakhir sebagai Kepala Bagian Kredit yang mengelola
Kredit Perusahaan Korporasi.
Sejak bulan April 2006 beliau ditunjuk untuk menjabat
sebagai Group Head Credit Recovery I sampai dengan
Desember 2009.
HENRY SIHOTANG | Credit Recovery II Group
Lahir pada Tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi, jurusan Manajemen Perusahaan
dari Universitas Krisnadwipayana Tahun 1987 dan
memperoleh gelar Magister Managemen dari Universitas
Satyagama Tahun 2000.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan
jabatan terakhir sebagai Relationship Manager, Urusan
Penyelesaian Kredit.
Sejak tahun 2008 beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Credit Recovery II sampai dengan Desember
2009.
AGUS SUDIARTO | Asset Management Group
Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun
1988 dan memperoleh gelar Magister Management dari
Universitas Indonesia pada tahun 2004.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Cabang
Madya.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
261
262
GROUP HEADS
Sejak tahun 2007 beliau ditunjuk untuk menjabat
sebagai Group Head Asset Management sampai dengan
sekarang.
COMPLIANCE & HUMAN CAPITAL
NAMA DAN BIOGRAFI
MUSTASLIMAH | Compliance Group
Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1988
dengan memperoleh gelar Insinyur.
Beliau memulai karier sebagai pegawai Bank Dagang
Negara di Kantor Pusat Jakarta pada tahun 1989.
Pada tahun 1999, melalui proses merger, beliau bergabung
dengan Bank Mandiri. Sejak tahun 2006 beliau menduduki
jabatan sebagai Group Head Compliance sampai dengan
sekarang.
KRESNO SEDIARSI | Human Capital Services Group
Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi (Ekonomi Umum) dari Universitas gadjah
Mada pada tahun 1983 dan memperoleh gelar Master
of Arts (International Relations) dari Kokusai Daigaku
(International University of Japan) pada tahun 1992.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir
sebagai Kepala Bagian Perencanaan Strategis Perusahaan.
Sejak bulan November 2008, beliau ditunjuk untuk
menduduki jabatan sebagai Group Head Human Capital
Services sampai dengan sekarang.
SANJAY N. BHARWANI | Human Capital Strategy & Policy Group
Lahir pada Tahun 1969. Menyelesaikan Bachelor of
Technology dari The University of Ballarat - Australia.
Beliau juga merupakan anggota dari The Australian
Institute of Management.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2008, beliau berkarier di Bank Permata dengan jabatan
terakhir sebagai HR Head of HR Centres of Expertise &
Operations.
Sejak tahun 2008 beliau menempati posisi sebagai Group
Head Human Capital Strategy & Policy sampai dengan
sekarang.
I NENGAH RENTAYA | Learning Center Group
Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi jurusan Ekonomi Studi Pembangunan dari
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1987 dan
memperoleh gelar M.I.A (Master of International Affairs) in
Economic Policy and Management dari Columbia University
New York pada tahun 1994.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Urusan Sumber
Daya Manusia Bagian Data & Penilaian (USM).
Sejak bulan Maret 2007 sampai dengan saat ini beliau
menjabat sebagai Group Head di Learning Center Group.
RISK MANAGEMENT
NAMA DAN BIOGRAFI
PARDI SUDRADJAT | Market & Operational Risk Group
Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Tehnik Sipil dari Fakultas Teknik Sipil Universitas
Indonesia pada tahun 1981 dan Sarjana Ekonomi Jurusan
Management dari Universitas Indonesia pada tahun 1986
serta memperoleh gelar MBA in Finance dan International
Business dari Stern School of Business , New York
University USA pada tahun 1994.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan
jabatan terakhir sebagai Wakil Kepala Urusan International.
Sejak tahun 2006, beliau menjabat sebagai Group Head
Market Risk & Operational Risk sampai dengan sekarang.
GROUP HEADS
setyowati | Credit Risk & Policy Group
SANTAPUTRA PITA | Retail & Consumer Risk Group
Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi dari Universitas Diponegoro pada tahun 1982.
Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Komputer dari Universitas City, London pada tahun 1982
dan memperoleh gelar MBA General Management dari
Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) pada
tahun 1989.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2006, beliau berkarier di Bank Danamon dengan jabatan
terakhir sebagai Group Head Compliance.
Sejak tahun 2007 menduduki jabatan Group Head Credit
Risk & Policy sampai dengan tahun 2009.
sulaeman | Corporate Risk Group
Lahir pada Tahun 1967. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Universitas
Padjajaran pada tahun 1989 dan memperoleh gelar
Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada
tahun 1997.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
dengan jabatan terakhir sebagai Operation Manager
Cabang Tangerang.
Sejak tahun 2008, beliau menjabat sebagai Group Head
Corporate Risk sampai dengan sekarang.
kartini sally | Commercial Risk Group
Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana S1 Jurusan Kedokteran Gigi dari Universitas
Indonesia pada tahun 1988 dan memperoleh gelar
Magister Manajemen dari Institut Pendidikan dan
Pengembangan (IPPM) serta dari Universitas Jayabaya
pada tahun 1998.
Memulai karir sebagai Officer di Bank Ekspor Impor
Indonesia (Bank Exim) di Jakarta pada tahun 1991 dan
bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999.
Sejak bulan September 2006 menduduki jabatan
sebagai Group Head Commercial Risk sampai dengan
sekarang.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2003, beliau berkarier di Standard Chartered Bank,
Singapore dengan jabatan terakhir sebagai Collection Head.
Sejak awal tahun 2007 beliau ditunjuk sebagai Group Head
Retail & Consumer Risk Management sampai dengan tahun
2009.
FINANCE & STRATEGY
NAMA DAN BIOGRAFI
JONATHAN ZAX | Investor Relations Group
Lahir pada Tahun 1961.Menyelesaikan pendidikan Sarjana
dari Harvard University, USA pada tahun 1983 dan
memperoleh gelar Master of Business Administration
(MBA) dari University of Pennsylvania - The Wharton School
pada tahun 1988.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada
tahun 2002, beliau berkarier di PT. HM. Sampoerna
dengan jabatan terakhir sebagai Director of Corporate
Development.
Sejak tahun 2002 beliau bergabung dengan Bank Mandiri
dan menduduki posisi Group Head Investor Relations
sampai dengan saat ini.
AGUS DWI HANDAYA | Strategy & Performance Group
Lahir pada Tahun 1970. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas
Sumatera Utara pada tahun 1995
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan
jabatan terakhir sebagai Staf Analyst Kredit Korporasi.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
263
264
GROUP HEADS
Sejak akhir tahun 2009 Beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Strategy & Performance Management sampai
dengan sekarang.
BUDI SULISTIO | Accounting Group
Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan
memperoleh gelar MBA dari University of Illinois, Urbana Champaign, USA, pada tahun 1994.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian.
Sejak tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Accounting sampai dengan sekarang.
RAIZAL MUNIR | Procurement & Fixed Asset Group
Lahir pada Tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung
pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of
Information System (MSIS) pada tahun 1991 dan Master
of Telecommunication (MST) pada tahun 1992 dari
Universitas of Pittsburgh, Pennsylvania USA.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Perencanaan &
Pemastian Kualitas, Urusan Teknologi Informasi.
Sejak tahun 2005, beliau menduduki jabatan Group
Head Procurement & Fixed Asset sampai dengan saat ini.
technology & Operations
NAMA DAN BIOGRAFI
SURESH GUMMALAM | IT Business Solutions & Application Services Group
Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Teknik Mesin dari National Institute of Technology,
Rourkela, pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
di bidang Teknik Industri dari National Institute of
Industrial Engineering (NITIE), Bombay pada tahun 1986.
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun
2002, beliau berkarier di Bank Niaga dengan jabatan
terakhir sebagai Senior Vice President, IS Development
Group Head.
Sejak tahun 2004, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head IT Business Solutions & Application Services
sampai dengan sekarang.
OC. HARRY PUDJIATMOKO | IT Operations Group
(Rangkap} Electronic Channel Operation Group
Lahir pada Tahun 1960. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas
Gadjah Mada pada tahun 1986, dan memperoleh gelar
Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada
tahun 1997.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
di Biro Sistem dan Teknologi.
Sejak tahun 2008, selain menduduki jabatan sebagai
Group Head IT Operations, beliau merangkap sebagai
Group Head Electronic Channel Operations sampai
dengan sekarang.
Mohammad Guntur | Planning, Policies, Procedures, &
Architecture Group
Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana pada Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi
di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1986 dan
memperoleh gelar MM dari Universitas Gadjah Mada dan
University of Kentucky USA pada tahun 1997.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kelompok Kerja
Biro Sistek Bank Exim.
Sejak tahun 2007, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Planning, Policies, Procedures & Architecture
sampai dengan sekarang.
GROUP HEADS
CHRISNA PRANOTO | Credit Operations Group
RIDZKI JUNIADI | Legal Group
Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan
Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Institut
Pertanian Bogor pada tahun 1986 dan memperoleh
gelar Magister Manajemen International Business dari
Universitas Gadjah Mada tahun 1998.
Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Hukum Perdata dari Universitas Padjajaran pada tahun
1984.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim)
dengan jabatan terakhir sebagai Section Head
International Trade & Remmitance Department International Banking Division.
Sejak bulan Juli 2006, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Credit Operations sampai dengan sekarang.
HERRY RUKMANA | Central Operations Group
Lahir pada Tahun 1967. Menyelesaikan pendidikan S-1
pada tahun 1989 dan memperoleh gelar S-2 pada tahun
1999.
Bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki
berbagai posisi diantaranya Document Analysis,
Section Head dan Department Head dalam kurun waktu
1999 sampai dengan tahun 2008. Pada tahun 2008,
Beliau memperoleh sertifikasi international (CDCS
– Certified Documentary Credit Specialist) di bidang
documentary credit dari IFSA (International Financial
Services Association) School of Finance endorsed by the
International Chamber of Commerce.
Sejak tahun 2009, beliau menduduki jabatan sebagai
Group Head Central Operations sampai dengan sekarang.
corporate secretary, legal &
Customer care
NAMA DAN BIOGRAFI
SUKORIYANTO SAPUTRO | Corporate Secretary Group
Mengacu pada Biografi Anggota Komite Pihak
Independen Non Dewan Komisaris & Corporate Secretary
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Bumi Daya dengan jabatan terakhir sebagai
Kepala Bagian Urusan Biro Direksi & Hukum UBD.
Sejak pertengahan tahun 2005, beliau ditunjuk sebagai
Group Head Legal sampai dengan sekarang.
BASU VITRI MANUGRAHANI | Customer care Group
Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan dari Universitas
Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 1982 dan
memperoleh gelar Magister Manajemen Keuangan dari
Universitas Indonusa Esa Unggul pada tahun 1998.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui
legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan terakhir
sebagai Wakil Kepala Cabang Bidang Pemasaran di
Cabang Jakarta Wisma Indosemen.
Sejak bulan Januari 2009, beliau menduduki jabatan
Group Head Customer Care sampai dengan sekarang.
BAMBANG ARI PRASODJO | Culture & Service Specialist
Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan
sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada
tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of International
Relations dari International University of Japan pada
tahun 1993.
Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999
melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan
terakhir sebagai Wakil Kepala Cabang Bidang Retail di
Cabang Genteng Kali Surabaya.
Sejak tahun 2007, beliau ditunjuk untuk menjabat
sebagai Group Head Culture and Service Specialist
sampai dengan sekarang.
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
265
266
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
267
DAFTAR CABANG
• KANTOR WILAYAH DAN CABANG
• MICRO BANKING DISTRICT CENTERS
• MICRO BUSINESS UNITS
• COMMERCIAL BANKING CENTERS
• SMALL BUSINESS DISTRICT CENTERS
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
268
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
WILAYAH I/MEDAN
Jl. Pulau Pinang No. 1
Medan
20111
(061) 4153396, 4555434
4153273
AREA Medan Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 7
Medan
20112
(061) 4150600
4527365, 4155385
Medan Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 7
Medan
20112
(061) 4150600
4527365, 4155385
Medan Pulau Pinang
Jl. Pulau Pinang No. 1
Medan
20111
(061) 4519666, 4518477
4538471
Medan Zainul Arifin
Jl. Imam Bonjol No. 16 D
Medan
20112
(061) 4538555
4538383
Medan Gatot Subroto Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139
Medan
20112
(061) 4551162
4566626
Medan Kirana
Jl. Kirana Raya No. 40-42 Medan
20112
(061) 4157555
4155269
Medan Taman Setiabudi
Perumahan Taman Setiabudi Indah
Jl.Cactus Raya Blok K No. 36 G
Medan
20132
(061) 8200636, 8218183, 8221189
8200121, 8219445
Kabanjahe
Jl. Veteran No.23, Kabanjahe
Tanah Karo
20303
(0628) 323977
20087
Medan Dharma Agung
Jl. S. Parman No. 207 DE Medan
20153
(061) 4529059
4526613
Medan PLN Wilayah II
Jl. Yos Sudarso No. 284 Medan
20112
(061) 6617848
6613930
Medan Pertamina
Jl. Yos Sudarso No. 8-10
Medan
10513
(061) 4552406
4552406
Medan Katamso
Jl. Brigjen Zain Hamid No. 28
Medan
20158
(061) 7863298
7863298
Medan Tanjung Morawa
Komplek Perkebunan PTP Nusantara II (Persero)
Tanjung Morawa
Deli Serdang
20362
(061) 7944866, 7944944
7944977
Medan JW Marriot
Jl. Putri Hijau No. 10
Medan
20111
(061) 80010037 - 39
800010040
Medan Simpang Pos
Jl. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution No. 5 JK Medan
20142
(061) 8211084
8212040
Lubuk Pakam
Jl. Dr. Sutomo No. 52, Lubuk Pakam
Deli Serdang
20514
(061) 7954542, 7955704
7954091
Berastagi
Jl. Veteran No. 29
Karo
22516
(0628) 91319, 91819
(0628) 91599
Pangkalan Brandan
Komplek Pertamina Sumbagut
Pangkalan Brandan 20857
(0620) 21000, 21490
20190
Stabat
Jl. KH Zainul Arifin No. 32, Stabat
Langkat
20811
(061) 8910691, 8912239
8912240
AREA MEDAN BALAIKOTA
Medan Balaikota
Jl. Balaikota No. 8-10 Medan
20111
(061) 4524900
4152209, 4577691
Medan Lapangan Merdeka
Jl. Balaikota No. 12-14 Medan
20111
(061) 4538122
45385666
Medan Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 109
Medan
20111
(061) 4536800
4512459
Medan Belawan
Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Belawan
20411
(061) 6941152
6941733
Medan Gunung Krakatau
Jl. Gunung Krakatau No. 7 G-H
Medan
20239
(061) 6619000, 6629000
6619540
Medan Pusat Pasar
Jl. Pusat Pasar No. 94-95
Medan
20216
(061) 4531164
4517644
Medan Asia
Jl. Asia No. 97 C-D Medan
20214
(061) 7368798
7361897
Medan Letda Suyono
Jl. Letda Suyono No. 220
Medan
20371
(061) 7353907, 7354338, 7356219, 7352629
7340135, 7344142
Medan Pulo Brayan
Jl. Yos Sudarso Blok A No.1A, Pulo Brayan
Medan
20116
(061) 6610033
6611100
Binjai
Jl. Jend. Sudirman No. 292
Binjai
20711
(061) 8826000
8828064
Medan Sukaramai
Wisma Kawasan Industri Medan
Jl. Pulau Batam No. 1
Medan
20242
(061) 7321603, 7321624, 7357523
7321592
Medan Jalan Cirebon
Jl. Cirebon No. 97 - 99
Medan
20212
(061) 4567162, 4157547
4157246
Medan Iskandar Muda
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 24 A-B
Medan
20153
(061) 4515064, 4515068, 4515070
4515065
Medan Perintis Kemerdekaan
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5-5A
Medan
20235
(061) 4532609, 4532111, 4532262
4537282
Medan Kapten Muslim
Jl. Kapten Muslim No. 10 A
Medan
20124
(061) 8445229, 8445231, 8445232
8445230
Medan Sisingamangaraja
Jl. Sisingamangaraja No. 55 A-B
Medan
20217
(061) 7333981, 7333982, 7333984
7333983
Medan Universitas Sumatera Utara
Kampus USU, Gelanggang Mahasiswa USU,
Jl. Universitas No. 11
Medan
20155
(061) 8200361, 8210548
8210548
Medan Makro Bisnis
Jl. Gatot Subroto No. A 15-16
Medan
20127
(061) 8463061
8473578
Tebing Tinggi
Jl. Dr. Sutomo No. 17
Tebing Tinggi
20633
(0621) 21723
21093
AREA BANDA ACEH
Banda Aceh
Jl. Teuku H. Daud Beureuh No. 15 H
Banda Aceh
23123
(0651) 23981, 21793, 23974
25455, 636154
Banda Aceh Unsyiah Darussalam
Gedung AAC Prof.Dr.Dayan Dawood, Banda Aceh
23111
(0651) 7551809
7551809
Universitas Syah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief
Kampus Unsyiah Darussalam
Banda Aceh Cut Meutia
Jl. Cut Meutia No. 2
Banda Aceh
23242
(0651) 21386, 23381, 23575
23370
Meulaboh
Jl. National No. 112 Gampong Ujong Baroh
Meulaboh
23600
(0655) 7552231, 7552232, 7552233, (0655) 7552235
7552234, 7552234, 7552235
Lhokseumawe Merdeka
Jl. Merdeka No. 135 C Lhokseumawe
24301
(0645)40082, 42085
42922
Lhokseumawe Pendopo
Jl. Merdeka No. 1
Lhokseumawe
24315
(0645) 43702
43062
Bireuen
Jl. Iskandar Muda No. 102 ABC
Bireuen
24251
(0644) 22221, 323306, 324399, 324588
21444
Blang Lancang
Main Office Bld. PT Arun Ngl Co
Blang Lancang
24352
(0645) 652711, 654252
Batuphat
Komplek PT Arun NGL Co.
Batuphat
24352
(0645) 653157, 653158
Lhoksukon
Kompleks Mobil Oil Inc., Point A Landing
Lhoksukon
24381
(0645) 393119, 393120
Takengon
Jl. Sengeda No. 77-78, Takengon
Aceh Tengah
24512
(0643) 24408, 24409
24406
Langsa
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 20 Langsa
24416
(0641) 21023
21212
Kuala Simpang
Jl. Cut Nyak Dien No. 21 A, Kuala Simpang
Aceh Tamiang
24475
(0641) 31000, 333155
333499
AREA PEMATANGSIANTAR Pematangsiantar Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 14
Pematangsiantar 21117
(0622) 22035
23211
Pematangsiantar Sutomo
Jl. Sutomo No. 16 Pematangsiantar 21115
(0622) 21540, 21211
23446
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Balige
Jl. Patuan Nagari No.10
Balige
22313
(0632) 322431
322432
Pasar Perluasan
Jl. HOS Cokroaminoto No. 3B-3C
Pemarang Siantar 21138
(0624) 435666
434758
Padang Sidempuan
Jl. Sudirman No. 30-32 Padang Sidempuan 22718
(0634) 21032
21238
Panyabungan
Jl. Willem Iskandar No. 105, Panyabungan
Mandailing Natal 22913
(0636) 20925
20926
Sibolga
Jl. Brigjend. Katamso No. 43
Sibolga
22522
(0631) 21376, 21591
22313
Rantau Prapat Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Rantau Prapat
21415
(0624) 21434
21869
Rantau Prapat M. Lubis
Jl. Letkol. Martinus Lubis 11
Rantau Prapat
21412
(0624) 21712
21713
Kota Pinang
Jl. Bukit No. 3, Kota Pinang
Labuhan Batu
21464
(0624) 496351, 496352
496431
Aek Kanopan
Jl. Jend. Sudirman No. 214-216, Labuhan Batu
21457
(0624) 92411, 92932, 92934
92022
Aek Kanopan,Kec.Kualuh Hulu
Kisaran
Jl. Cokroaminoto No. 65 Kisaran
21215
(0623) 41855, 41375
41857
Tanjung Balai
Jl. Teuku Umar No. 48-54
Tanjung Balai
21312
(0623) 593137
597142
AREA PEKANBARU Pekanbaru Sudirman Bawah
Jl. Jend. Sudirman No. 140
Pekanbaru
28113
(0761) 31786, 32881, 32403, 32223
28683, 33500, 46920
Pekanbaru Sudirman Atas
Jl. Jend. Sudirman No. 452 Pekanbaru
28115
(0761) 31021-5, 21464
36383
Pekanbaru Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 85
Pekanbaru
28115
(0761) 24888
38003
Pekanbaru Nangka
Jl. Tuanku Tambusai No. 18 E-F
Pekanbaru
28282
(0761) 571610, 572517
572623, 572618
Pekanbaru Jalan Riau
Jl. Riau No. 12 D-E
Pekanbaru
28292
(0761) 859381, 859580, 859581
47764
Ujungbatu Jl. Jenderal Sudirman No. 15, Ujungbatu 28454
(0762) 61147, 61636, 61620
61148
Riau
Pangkalan Kerinci
Jl. Raya Lintas Timur
Pangkalan Kerinci 28381
(0761) 493696, 493719
493906
Siak Perawang
Jl. Raya Perawang Km. 5, Siak
Siak
28772
(0761) 693426
693468
Pekanbaru Rumbai
Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia, Rumbai
Pekanbaru
28271
(0761) 592190
594398
Pekanbaru Minas
Main Office PT Caltex Pasific Indonesia, Minas
Pekanbaru
28885
(0761) 993894, 993895
43177
Pekanbaru Tuanku Tambusai
Komplek Lancang Kuning Square, Pekanbaru
28283
(0761) 859848, 859858
859868
Jl Tuanku Tambusai No. 144
Pekanbaru Panam
Jl. HR Soebrantas Kav. 3 & 4, Panam
Pekanbaru
28294
(0761) 562322, 562323
562319
Dumai Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 133 A
Dumai
28812
(0765) 31088
31097
Dumai Syarif Kasim
Jl. Sultan Syarif Kasim No. 99
Dumai
28812
(0765) 32203-4
32204, 35249
Baganbatu Jl. Jend. Sudirman No. 219, Bagan Sinembah
Rokan Hilir
28992
(0765) 51093, 51091
51092
Bengkalis
Jl. Ahmad Yani, Bengkalis
Bengkalis
28712
(0766) 22771, 22772
22773
Pertamina Sungai Pakning
Kompleks Pertamina, Sungai Pakning, Dumai
28700
(0766) 91220 - 22 Ext. 4269
Jl. Cendana, Singai Pakning
Duri
Jl. Hangtuah No. 289-292
Bengkalis
28884
(0765) 91170, 91171
91137
Duri Sudirman
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 109
Bengkalis
28884
(0765) 598795, 598791
598796
Duri Caltex Kompleks PT Caltex Pacific Indonesia, Duri Bengkalis
28884
(0765) 821500, 821156
999199
Rengat
Jl. Jend. M.T. Haryono No. 11 Rengat
29319
(0769) 22070, 323357
21383
Air Molek Jl. Jend. Sudirman No. 190-192
Air Molek
29352
(0769) 41075
41074
AREA BATAM Batam Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 90
29432
(0778) 454444, 458137, 458280
452606, 452607, Batam
431740
Batam Lubuk Baja
Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja Batam
29432
(0778) 458159
457830
Batam Raja Ali Haji
Jl. Raya Ali Haji No. 39
Batam
29432
(0778) 456717, 456824, 456842
457988, 430295
Batam Sekupang Martadinata
Jl. R.E. Martadinata, Batam
29422
(0778) 322126
322474
Komp. Harapan Business Center Blok I No.1
Batam Industrial Park Batam Industrial Park, Jl. Rasamala No. 1
Batam
29434
(0770) 611666, 611444
611333
Batam Panbil Kawasan Industri Panbil, Jl. Ahmad Yani
Batam
29433
(0778) 371283, 371284
371281
Tanjung Uban
Jl. Permaisuri No. 3
Tanjung Uban
29152
(0771) 81007, 81006
81008
Tanjung Balai Karimun
Jl. Teuku Umar No. 9
Tj. Balai karimun 29161
(0771) 327668, 327389, 327078
327669
Batam Bandara Hang Nadim
Bandara Hang Nadim
Batam
29431
(0778) 761318
761317
Batam Center
Gedung Otorita Batam, Batam Center
Batam
29432
(0778) 462048, 462264
462216
Batam Batuaji
Ruko Muka Kuning Indah II Blok E 2 Batam
29432
(0778) 395002, 395003
396476
No.3A & 5 Jl. Batuaji Baru
Batam Kawasan Industri Tunas
Komplek Tunas Industrial Estate Batam
29464
(0778) 471055, 471044, 471927, Jl. Engku Putri, Ruko No. II B
471844, 471727
Batam Tiban
Jl. Tiban Raya, Komp.Tiban Garden Blok C No.20 Batam
29421
(0778) 327177, 326877
323264
Batam Kawasan Industri Kabil
Kawasan Industri Kabil,
Batam
29467
(0778) 711731, 711732
711733
Jl. Hang Kesturi Km.4, Nongsa
Natuna
Jl. Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng Natuna
29183
(0773) 31497, 31498, 31499
31623
No. 96-98, Ranai
Batam Nagoya
Jl. Imam Bonjol Komplek Bumi Ayu Lestari Batam
29432
(0778) 452865, 450729,
(0778) 433566
Blok D No. 25-27
431896, 451040
Tanjungpinang
Tanjungpinang
29111
(0771) 22437, 21805
28047, 23143
Jl. Teuku Umar No. 23
Kijang
Jl. Hang Jebat, Barek Motor No.9, Kijang
Tanjungpinang
29151
(0771) 463377, 463507
463498
WILAYAH II/ PALEMBANG
Jl. Kapten A. Rivai No. 1008
Palembang
30135
(0711) 364008 - 012, 364013
310992, 3120417, 374279
AREA JAMBI
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
269
270
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jambi Gatot Subroto
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 60 A
Jambi
36138
(0741) 31581 - 2, 21412
20066, 29966, 23644
Jambi Telanaipura
Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Jambi
36122
(0741) 62184, 63267, 62537, 63334
62292
Telanaipura
Jambi Sam Ratulangi Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 20
Jambi
36113
(0741) 22202, 31089
22202, 26915
Jambi Dr. Sutomo
Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14
Jambi
36113
(0741) 34374, 22864
34185
Sarolangun
Jl. Lintas Sumatera Km. 1
Sarolangun
37381
(0745) 91318, 91546
91443
Jambi Sipin
Jl. Kol. Abunjani No. 54
Jambi
36129
(0741) 61042
668691
Sengeti
Jalan Lintas Timur Km.35, Jambi
36381
(0741) 51900
51900
Desa Sengeti, Muaro Jambi
Bajubang
Jl. Pramuka No. 1, Bajubang
Bajubang
21366
(0743) 21366
20066
Muara Bungo
Jl. Lintas Sumatra Km. 1
Muara Bungo
37212
(0747) 21188, 21138
21137
Bangko
Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis
Bangko
37314
(0746) 323224
323225
AREA PADANG
Padang Lapangan Imam Bonjol
Jl. Bagindo Aziz Chan No. 12 Padang
31505
(0751) 31501 - 2
31505, 36726
Padang Bagindo Aziz Chan
Jl. Bagindo Aziz Chan No. 21
Padang
25211
(0751) 32747, 28443
36817
Padang Sudirman
Jl. Sudirman No. 2A Padang
25001
(0751) 26940, 28940, 33840
31571
Padang Taman Melati
Jl. Gereja No. 34 A
Padang
25118
(0751) 33338, 33339, 26162,
28332, 38422
38340, 38341, 38342
Padang Indarung
Social Center PT Semen Padang
Padang
25237
(0751) 27001
34160
Padang Muara
Jl. Batang Arau No. 42
Padang
25215
(0751) 34872
34036
Padang Belakang Olo
Padang
25116
(0751) 32726, 32748
32749
Jl. Belakang Olo No. 63
Pasaman
Jl. Jend.Sudirman No.101, Pasaman Baru
Pasaman Barat
26366
(0753) 466534, 466535, 466536
466532
Bukittinggi
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 3
Bukittinggi
26111
(0752) 626401
626406
Bukittinggi Aur Kuning
Jl. Raya By Pass No. 42, Pasar Aur Kuning
Bukittinggi
26131
(0752) 627880, 627881
627879
Payakumbuh
Jl. Jenderal Sudirman No. 14
Payakumbuh
26211
(0752) 796783 s/d 796786
796789
Solok
Jl. K.H. Akhmad Dahlan Solok
27322
(0755) 21123
20169
Sawahlunto
Komplek Saringan No. W 27,Jl. Soekarno Hatta
Sawahlunto
27421
(0754) 61144, 61146, 61477
61422
Solok Sungai Rumbai
Jl. Lintas Sumatera No. 2, Sungai Rumbai
Dharmasraya
27584
(0754) 583393, 583394
583395
AREA PALEMBANG SUDIRMAN
Palembang Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 419
Palembang
30134
(0711) 311177, 358325
310393, 317159
Palembang Atmo
Jl. Kolonel Atmo No.118 Palembang
30125
(0711) 354144, 354245
313655
Palembang Pusri
Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK
Palembang
30118
(0711) 711023
710994
Palembang R.S.U
Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 Palembang
30126
(0711) 313498, 364020
313977
Palembang Pusat Dagang
Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550
Palembang
30125
(0711) 313767, 356436
310873
Lubuk Linggau
Jl. Garuda No. 8-9
Lubuk Linggau
31616
(0733) 325350, 321925
325680
Palembang Sako Kenten Terminal Sako Kenten, Ruko K3 No.1, Sako Kenten Palembang
30762
(0711) 810771
810772
Tanjung Enim
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 8
Tanjung Enim
31711
(0734) 451033 s.d. 35, 453167
451036
Lahat
Lahat
31411
(0731) 323700, 321012, 321013, 323600
Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8
322381, 322383
Muara Enim
Jl. Jenderal Sudirman No. 44
Muara Enim
31315
(0734) 424148, 421363
423338
Baturaja
Jl. Serma Zakaria No. 35-37
Baturaja
32116
(0735) 20688, 20687
23576
Belitang
Jl. Pasar Baru Gumawang, BK 10, Belitang
OKU Timur
32182
(0735) 451789, 351899
450789
Pangkalpinang
Jl. Jend. Sudirman No. 7
Pangkalpinang
33128
(0717) 432385
421530, 432623
Mentok
Jl. Yos Sudarso No. 1 / 78
Mentok
33311
(0717) 21194, 31942
21194
Sungailiat
Jl. Sudirman No. 18 Sungailiat
32111
(0717) 92233, 92416
92233
Parit Tiga Jebus
Jl. Air Kuang No. 2, Parit Tiga, Kec.Jebus
Bangka Barat
33362
(0715) 351701, 351702
351733
Pangkalpinang Depati Amir
Jl. Depati Amir No 45 A (d/h Jl. Mentok) Pangkalpinang
33133
(0717) 436701, 434468
439076
Toboali
Jl. Jend. Sudirman No. 97
Toboali
33183
(0718) 42100, 42101, 42102, 42103
41415
Tanjungpandan
Jl. Merdeka No. 6
Tanjungpandan
33411
(0719) 21011, 21012
21600
Manggar
Jl. Jenderal Sudirman No. 414, Manggar
Belitung Timur
33512
(0719) 92067, 92088
92054
AREA PALEMBANG ARIEF
Palembang Arief
Jl. Kapten A. Rivai No. 27 Palembang
30129
(0711) 310952, 313020, 373271, 352346 313379, 313627
Palembang A. Rivai
Jl. Kapten A. Rivai No. 39
Palembang
30135
(0711) 313455, 311556
312016
Palembang Plaju
Pertamina UEP III, Jl. Kurnia
Plaju
20368
(0711) 352432
352432
Palembang Pasar 16 Ilir
Jl. Pasar 16 Ilir No. 165-167
Palembang
30122
(0711) 322226
311481
Prabumilih Sudirman
Jl. Sudirman No. 117
Prabumulih
31121
(0713) 326000, 326093, 326094
326095
Palembang Gedung Kanwil
Palembang
30137
(0711) 364008 - 12
312477
Jl. Kapten A. Rivai No. 1008
Sungai Lilin
Pasar Sungai Lilin No. 33, Musi Banyuasin
30755
(0714) 322750
322125
Jl. Raya Palembang-Jambi
Pendopo
Komplek Pertamina II, Jl. Cemara 18
Pendopo
31211
(0711) 90204
90808
Prabumulih
Pertamina UEP II, Jl. Pramuka
Prabumulih
31122
(0713) 20868
21515
Palembang Uniba
Jl. Mayor Ruslan
Palembang
30113
(0711) 364025
372233
Palembang Bandara Sultan Badaruddin Bandara Sultan Mahmud.Badaruddin II
Palembang
30152
(0711) 410150
420183
Palembang Veteran
Jl. Veteran No. A-8
Palembang
30113
(0711) 374004, 357472, 357496
350013
Sekayu
Petro Muba Building, Jl. Merdeka Lk. I, Sekayu
Musi Banyuasin
30711
(0714) 322900, 322901, 322902
322904
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Palembang R. Sukamto
Jl. R. Soekamto No.55 A & 55 B, Simpang Patal
Palembang
30114
(0711) 360808, 357823
357670
Palembang Sukajadi
Jl. Raya Palembang - Betung Km.12-13,
Banyuasin
30761
(0711) 430199, 431859
431989
Sukajadi, Talang Kelapa
Bengkulu S. Parman
Jl. Letjend. S. Parman No. 183
Bengkulu
38223
(0736) 20016, 22138, 21244
21361, 20464
Bengkulu Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60
Bengkulu
38115
(0736) 22881, 22916, 21062
22882, 20076
Bengkulu Curup
Jl. Merdeka No. 225, Curup
Rejang Lebong
39117
(0732) 325047, 325048, 325049
21804
Bengkulu Panorama
Jl. Salak Raya No. 297 B, Bengkulu
Bengkulu
38226
(0736) 346890
364891
AREA BANDAR LAMPUNG
Bandar Lampung Malahayati
Jl. Laksamana Malahayati No. 3
Bandar Lampung 35221
(0721) 481222, 486146, 481431
489064, 473752
Bandar Lampung Telukbetung
Jl. Laksamana Malahayati No. 30 Bandar Lampung 34223
(0721) 481945
486847
Bandar Lampung Cut Meutia
Jl. Cut Meutiah No. 46
Bandar Lampung 35214
(0721) 486087
483849
Bandar Lampung Supratman
Jl. W.R. Supratman No. 70
Bandar Lampung 35111
(0721) 486942-3
485684
Metro
Jl. Jend. Sudirman No. 39 A
Metro
34111
(0725) 41363
41860
Tanjungkarang Kartini
Jl. Kartini No. 79 Tanjungkarang
35111
(0721) 251414
252796
Tanjungkarang Bambu Kuning
Jl. Bukit Tinggi No. 21 D
Tanjungkarang
35114
(0721) 255167
268602
Pringsewu
Jl. Ahmad Yani No. 9, Pringsewu
Tanggamus
35373
(0729) 24452, 24453
21472
Bandar Lampung Raden Intan Jl. Raden Intan No. 132
Bandar Lampung 35141
(0721) 251312, 251510
51510
Bandar Lampung Teuku Umar
Jl. Teuku Umar No. 7
Bandar Lampung 35141
(0721) 774400
774500
Bandar Jaya
Jl. Proklamator No. 33 A, Bandar Jaya
Lampung Tengah 34163
(0725) 529999
529127
Tulang Bawang
Jl. Lintas Timur, Desa Dwi Tunggal Jaya, 34596
(0726) 750700, 750165
750701
Tulang Bawang
Banjar Agung
Bandar Lampung Antasari
Jl. Pangeran Antasari No. 149 B - C
Bandar Lampung 35133
(0721) 782555, 770163, 770282, 771026782333
Bandar Lampung Way Halim
Jl. Ki Maja No. 131 C,D,E Sepang Jaya, Way Halim Bandar Lampung 35141
(0721) 774761, 780947
773248
Kotabumi
Jl. Jenderal Sudirman No. 43
Kotabumi
34516
(0724) 21392, 21539, 21611
21975, 21489
WILAYAH III/ JAKARTA KOTA
Jl. Lapangan Stasiun No. 2
Jakarta Barat
11110
(021) 6922004, 2600500
6922006
AREA JAKARTA KOTA
Jakarta Kota Jl. Lapangan Stasiun No. 2
Jakarta Barat
11110
(021) 2600500, 2600506
2600505, 2600508
Jakarta Bandengan
Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2, Jakarta Utara
14450
(021) 6603086, 6603087
66603981, 6690602
Jl. Bandengan Selatan No. 43
Jakarta Mitra Bahari
Komplek Pertokoan Mitra Bahari Jakarta Utara
14440
(021) 6625325 - 26
6625327
Blok D No. 7, Jl. Pasar Ikan
Jakarta Pluit Selatan
Jl. Raya Pluit Selatan No. 31-35 Jakarta Utara
14450
(021) 6670909, 6670101
6697201, 6670044
Jakarta Pluit Kencana
Jl. Raya Pluit Kencana No. 51-53
Jakarta Utara
14450
(021) 6630763, 6601602 - 6
6601608
Jakarta Pangeran Jayakarta
Jl. Pangeran Jayakarta No. 73 Jakarta Pusat
10730
(021) 6299030, 6590919
6399070
Jakarta Glodok Plaza
Ruko Glodok Plaza Blok H No.45-46, Jakarta Barat
11180
(021) 6252348-7
6252615, 6261657
Jl. Pinangsia Raya
Jakarta Mangga Dua Arkade Dusit Mangga Dua No. 5, Jakarta Pusat
10730
(021) 6127281, 6124832
6127624
Jl. Arteri Mangga Dua Raya
Jakarta Mega Mal Pluit Ruko Mega Mal Pluit No. MG 46 - 47
Jakarta Utara
14450
(021) 6683566, 6670926
6670926
Jakarta Muara Karang Dalam
Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 69-70
Jakarta Utara
14440
(021) 66605170-1
6678048
Jakarta Muara Karang Raya
Jl. Muara Karang Raya No. 93-95 Jakarta Utara
14450
(021) 6603481 - 82
6697914
Jakarta Glodok Sky
Pasar Glodok Lt. 2 A.LO2 BKS039,
Jakarta Barat
11120
(021) 6336120, 6336130
6336440
Jakarta Pinangsia
Jl. Pinangsia II No. 3 D, Taman Sari
Jakarta Barat
11110
(021) 6011029, 6903715
62317073
Jakarta Pluit Karang Baru
Jl. Pluit Karang Utara No. 66 A, Jakarta Utara
14450
(021) 66694401, 66694402
66692630
Blok I-1 Selatan Kav 38-SEB
Jakarta ITC Mangga Dua
ITC Mangga Dua Lt. I Blok B 13-14, Jakarta Utara
14410
(021) 62300268-269
62300267
Jakarta Harco Mangga Dua
Ruko Agung Sedayu Blok N No. 36, Jakarta Pusat
10730
(021) 6127048, 6127049
6123134
Jl. Mangga Dua Raya
Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua
Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Jakarta Utara
14430
(021) 6019947 - 48
6019257
Blok KA No.12A-14,Jl. Mangga
Jakarta WTC Mangga Dua
WTC Mangga Dua Lt. 5 Blok D No. 27, Jakarta Utara
14430
(021) 30012229-2234-5
30012227
Jl. Mangga Dua Raya No. 8
Jakarta Pasar Pagi Lama
Jl. Pintu Kecil III No. 54, Pasar Pagi
Jakarta Utara
11230
(021) 6916434, 6926655
6909647
Jakarta Mangga Dua Square
Mangga Dua Square Blok B No. 9, Jakarta Utara
14430
(021) 62312970, 70968167
62312971
Jl. Gunung Sahari Raya 1
Jakarta Pejagalan
Jl. Pejagalan Raya No. 85 F/C, Tambora
Jakarta Barat
11220
(021) 6930104 Ext. 10
6930105
Jakarta Ruko Tekstil Mangga Dua
Ruko Tektil Blok C - 3,Jl. Mangga Dua Raya Kav. No. 4 Jakarta Utara
14430
(021) 6257050
6256151
Jakarta Jayakarta Komplek Sentral
Komplek Ruko Sentral Blok A.9 & Blok A.10,
Jakarta Pusat
10730
(021) 6242671
6242672
Jl. Pangeran Jayakarta No. 126-129
Jakarta Lindeteves
Lindeteves Trade Center Blok RA No. 50, Jakarta Barat
11180
(021) 62310870 - 72
62310871
Jl. Hayam Wuruk No. 127
Jakarta CBD Pluit
Gedung CBD Pluit Blok A No. 6, Jakarta Utara
14440
(021) 66675340, 66675342, 66675344 66675341
Jl. Raya Pluit Selatan
Jakarta Pasar Pagi Perniagaan
Jl. Perniagaan Timur No. 79
Jakarta Barat
11220
(021) 6919805, 6918774, 6907948
6919464
Jakarta Mal Mangga Dua
Mal Mangga Dua No. RM/16, Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta Pusat
10730
(021) 62202691/ 692 & -693
62201705
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
271
272
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Permata Kota
Jl. Tubagus Angke No. 178 Komp. Permata Kota Jakarta Utara
14450
(021) 66674272, 6667144, 66674273
Blok A No. 6 Pejagalan, Penjaringan
66671734-35
Jakarta Gajah Mada
Jl. Gajah Mada No. 112 F
Jakarta Barat
11140
(021) 63854193 - 194
(021) 63854195
AREA JAKARTA S. PARMAN
Jakarta S. Parman
Wisma Barito Pacific, Jl. S. Parman Kav. 62-63, Slipi Jakarta Barat
11410
(021) 5346627, 5483595
5347012
Jakarta Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Soekarno-Hatta, Terminal D & E
Jakarta Barat
19100
(021) 5502062, 5506744
5501383, 5594349
Departures Terminal D
Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Cargo Area Gedung 501 Jakarta Barat
19101
(021) 5501260
5501289, 5507175
Jakarta R.S. Pelni
Jl. Aipda KS Tubun 92-94, Petamburan Jakarta Barat
11410
(021) 5306784, 5363394
5480027
Jakarta Gedung Pusri Jl. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya
Jakarta Barat
11480
(021) 5481489
5482003
Jakarta Design Center Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 53-54
Jakarta Pusat
10260
(021) 5495136-8
5495139
Jakarta R.S. Harapan Kita
Jl. S. Parman Kav. 87 Jakarta Barat
11420
(021) 5681153, 5684085-1248
56963325
Jakarta Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Soekarno-Hatta, Gedung 601
Jakarta Barat
19120
(021) 5501240, 5501378, 5502426
5502427
Gedung Angkasa Pura
Jakarta Garuda Sentra Operasi
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Jakarta Barat
19110
(021) 5590369
5590389
Jakarta R.S. Kanker Dharmais
R.S. Kanker Dharmais, Jakarta Barat
11420
(021) 5681573
56943406
Jl. Let.Jend. S. Parman Kav. 84-88, Slipi
Jakarta Jalan Panjang
Jl. Panjang No. 5 A, Kebon Jeruk
Jakarta Barat
11530
(021) 5327262, 5327472, 5327393
5322397
Jakarta Slipi Jaya
Jl. Letjend. S. Parman Kav. 17-18, Gedung Slipi Jaya Jakarta Barat
11480
(021) 5356830, 5356646
5356917
Tangerang Taman Niaga Soewarna
Taman Niaga Soewarna, Lantai Dasar
Tangerang
19101
(021) 55911440, 55911242
55911441
Blok B Lot 1-5,
Bandara International Soekarno-Hatta
Jakarta Pos Pengumben
Kompleks Intercon Megah Blok W.3
Jakarta Barat
11640
(021) 5864931, 5864951, 5865075
5864448
No. 20, Jl. Raya Joglo
Jakarta Teluk Mas
Ruko Teluk Mas, Jl. Teluk Mas No. 18 E, Pejagalan Jakarta Utara
11450
(021) 66698324
66698325
Jakarta Pantai Indah Selatan
Jl. Pantai Indah Selatan I
Jakarta Utara
14460
(021) 55964740
55964739
Blok D-A Kav.No.1, Penjaringan
Jakarta Duta Harapan Indah
Ruko Duta Harapan Indah Blok I
Jakarta Utara
14460
(021) 66605630
66605631
No.18, Kapuk Muara
Jakarta Pantai Indah Kapuk
Rukan Bukit Golf Mediterania Blok C
Jakarta Utara
14460
(021) 70708601, 70708602
70708603
No.1, Pantai Indah Kapuk
Jakarta Kemanggisan
Jl. Budi Raya No. 7 A-B, Kemanggisan
Jakarta Barat
11480
(021) 53666265
53666264
Tangerang Mutiara Kosambi
Wkawasan Pergudangan Mutiara Kosambi 2
Tangerang
15211
(021) 55310473, 55910471, 55911072 55991073
Blok A No.11
Jakarta Botanical Garden
Komplek Puri Botanical Blok H7 No.3, Jl. Raya Joglo Jakarta Barat
11460
(021) 58907250, 58907251
58907240
Tangerang BNP2TKI Selapajang
Gedung Pendataan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang
15127
5502062
5594349
Jl. Marsekal Surya Dharma, Neglasari, Selapajang
Jakarta Rawa Belong
Jl. Kebon Jeruk Raya No. 24, Batusari - Kebon Jeruk Jakarta Barat
11530
(021) 53653802-03
53653805
Tangerang Gedung Manajemen Garuda Gedung Manajemen Garuda, Tangerang
19110
(021) 55916577
55916575
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Tangerang Bandara Terminal 3
Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, Tangerang
19100
(021) 29963021 - 23
(021) 29963020
Gedung Angkasa Pura II Cengkareng
AREA JAKARTA KYAI TAPA
Jakarta Kyai Tapa
Jl. Kyai Tapa No. 99
Jakarta Barat
11440
(021) 5634614
5634613, 5634622
Jakarta Jelambar
Jl. Pangeran Tubagus Angke No. 10
Jakarta Barat
11460
(021) 5647439
5675890
Jakarta Taman Kebon Jeruk
Jl. Meruya Ilir Blok A No. 19
Jakarta Barat
11650
(021) 5846762
5304127
Jakarta Roxy Mas
Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125
Jakarta Pusat
10150
(021) 6329512
6329434
Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan
Jl. Perjuangan No. 9 B, Kebon Jeruk
Jakarta Barat
(021) 5360735-7
5348757
11520
Jakarta Jembatan Lima
Jl. K.H. Moch. Mansyur No. 222
Jakarta Barat
11210
(021) 6310068
6306112
Jakarta Tomang
Jl. Tomang Raya No. 32
Jakarta Barat
11430
(021) 56968006, 56968281
56968284
Jakarta RS Royal Taruma
Jl. Daan Mogot No. 34
Jakarta Barat
11470
(021) 56962446
56961918
Jakarta Universitas Trisakti
Kampus A Universitas Trisakti, Jakarta Barat
11440
(021) 5636491, 5636771
5636527
Jl. Kyai Tapa No. 1, Grogol
Jakarta Latumetten
Jl. Prof.DR. Latumetten No. 17 E
Jakarta Barat
11320
(021) 6343302 - 03
6348110
Jakarta Taman Permata Indah
Jl. Kampung Gusti Blok M No.25, Penjaringan
Jakarta Utara
14450
(021) 6603040, 6606262
6602987
Jakarta Grogol Muwardi
Jl. Dr. Muwardi II No. 15 A, Grogol, Petamburan
Jakarta Barat
11460
(021) 5632657
5632574
Jakarta Jelambar Baru
Ruko Jelambar Baru, Jl.Jelambar Baru Raya
11460
(021) 5643966
56963916
No. 6B, Grogol, Petamburan
Jakarta Barat
Jakarta Jembatan Dua
Ruko Jembatan Dua, Jakarta Utara
14450
(021) 6619596
6620392
Jl. Jembatan Dua No.5C, Penjaringan
Jakarta Taman Duta Mas
Ruko Taman Dua Mas Blok A3/46, Jakarta Barat
11460
(021) 56942316
56942339
Grogol, Petamburan
Jakarta Mohammad Mansyur
Jl. KH Mahammad Mansyur No. 11 Blok A-3
Jakarta Pusat
10140
(021) 63857527
63857509
Jakarta Taman Permata Buana
Ruko Taman Permata Buana, Jakarta Barat
11610
(021) 58355045
58304247
Jl. Pulau Bira III Blok D1 Kav.47, Kembangan
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Universitas Tarumanegara
Kampus Universitas Tarumanegara,
Jakarta Barat
11440
(021) 56967038
56960589
Jl. Letjen. S. Parman No.1
Jakarta ITC Roxy Mas
Gedung ITC Roxy Mas Blok B No. 14-15,
Jakarta Pusat
10150
(021) 63859978
63859980
Jl. KH Hasyim Ashari
Jakarta Kebon Jeruk
Business Park Kebon Jeruk Blok AB 5, Jakarta Pusat
11620
(021) 58908301 - 02
(021) 58908303
Jl. Raya Meruya Ilir No. 88 Meruya Utara
Jakarta Taman Aries
Rukan Kencana Niaga I, Jakarta Barat
11620
(021) 58908430 - 31
(021) 58908432
Jl. Taman Aries Blok D1-1L Kembangan
Jakarta Roxy Square
Gedung Roxy Square, Lantai Lower Ground
Jakarta Barat
11718
(021) 56954494
56954514
Blok C3 No.7-8, Jl. Kyai Tapa No. 1
AREA JAKARTA DAAN MOGOT
Jakarta Daan Mogot
Jl. Daan Mogot
Jakarta Barat
11460
(021) 56961890
5606252, 5606249
Jakarta Kalideres
Jl. Utama Raya Blok B No. 57 A-B, Cengkareng
Jakarta Barat
11730
(021) 5450258, 5450259, 54391549 5450257
Jakarta Grenvil
Grenvil Real Estate Blok BG 31-36
Jakarta Barat
11510
(021) 5689044-46
5689048
Jakarta Tanjungduren Jl. Tanjungduren Raya No. 56 A-B
Jakarta Barat
11470
(021) 5666503
5666552
Jakarta Kedoya Rukan Golden Green No. 21, Jl. Arteri Kedoya
Jakarta Barat
11520
(021) 5824804
5824806
Jakarta Puri Indah Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1
Jakarta Barat
11610
(021) 5824408-9
5824410
Jakarta Kepa Duri
Jl. Mangga Raya Blok Y No. 20
Jakarta Barat
11510
(021) 5656646-7
5656645
Jakarta Taman Palem Lestari
Jl. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 19 Jakarta Barat
11730
(021) 55955409-10
55955100
Jakarta Taman Semanan Indah
Komplek Perumahan Taman Semanan Indah, Jakarta Barat
11750
(021) 5407035, 5407036
54351946
Jl. Dharma Kencana Blok H No. 21
Jakarta Daan Mogot Baru
Pertokoan Daan Mogot Baru, Jakarta Barat
11840
(021) 54381659, 5459397
5459827
Jl. Jimbaran Blok 7 B No. 14
Jakarta Mutiara Taman Palem
Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No.22, Jakarta Barat
11730
54353122
(021) 54353574, 54353584
Jl. Outer Ring Road Kamal, Cengkareng
Jakarta Taman Kedoya Baru
Ruko Agave Blok B1/12A, Jl. Agave Kedoya
Jakarta Barat
11520
(021) 5822882, 5823003
5823111
Jakarta Mal Puri Indah
Komplek Mal Puri Indah, Lantai Dasar Unit 80, Jakarta Barat
11610
(021) 5822723, 5822778
5822302
Jl. Puri Agung, Puri Indah
Jakarta Puri Kencana
Komplek Puri Bugar, Jakarta Barat
11610
(021) 5819878
5808383
Jl. Kencana Utama Raya Blok L6/G
Jakarta Mal Taman Anggrek
Mal Taman Anggrek, Ground Level C 13A & C 13Z, Jakarta Barat
11470
(021) 56998570 s.d. 72
56998574
Jl. Let.Jend S.Parman Kav.21
Jakarta Galeri Niaga Mediterania
Ruko Galeri Niaga Mediterania
Jakarta Utara
14460
(021) 5882136
5882137
Blok X-3, Kav. No.A-8F, Kapuk Muara
Jakarta Citra Garden
Jl. Peta Selatan No. 6 A-B, Kalideres
Jakarta Barat
11840
(021) 54380494, 54380495
54380501
Jakarta Mediterania Tanjung Duren
Ruko Garden Shopping Arcade Podomoro City
Jakarta Barat
11470
(021) 56985230 - 32
(021) 56985229
Blok B No 8 AD Jl. Letjend. S. Parman Kav. 28
Jakarta Duri Kosambi
Ruko Interkota, Jl Duri Kosambi Raya
Jakarta Barat
11750
(021) 54366785, 54366772, 54366758 (021) 54366737
Blok C3 No 11 Cengkareng
Jakarta Jalan Arjuna
Jl. Raya Arjuna Utara No. 7A Duri Kepa
Jakarta Barat
11510
(021) 56970865, 56966704
(021) 56970882
Jakarta Taman Ratu
Ruko Taman Ratu, Jl. Ratu Kemuning
Jakarta Barat
11510
(021) 56972353, 56971804-04, (021) 56971808
Blok A2 No 9B Kav 9-10 Duri Kepa
56971816
Jakarta Palem City
Ruko Miami Blok C 17.A City Resort Residences, Jakarta Barat
11730
(021) 56959891 - 92, 56959894 - 95 (021) 56959904
Jl. Lingkar Luar Kamal Raya - Cengkareng
Jakarta Podomoro City
Central Park Shop Unit L-118 Lower Ground Floor, Jakarta Barat
11470
(021) 56985435 - 37
(021) 56985438
Jl Letjend S. Parman
Jakarta Peta Barat
Jakarta Barat
11840
(021) 29020320 - 322, 29020324
(021) 29020323
Ruko Ditra Business Park Blok A-8, Jl Peta Barat - Cengkareng
Jakarta Taman Kencana
Ruko Perumahan Taman Kencana
Jakarta Barat
11820
(021) 5553438
(021) 5553165
Blok CI No. 12 Tegal Alur - Cengkareng
Jakarta Tanjung Duren Raya
Jl. Tanjung Duren Raya Blok Z III Kav. 683 SEB
Jakarta Barat
11470
(021) 56972378 - 380
(021) 56972375
Jakarta Sunrise Garden
Perumahan Sunrise Garden Jl. Panjang Raya No. 9 E Jakarta Barat
11520
(021) 56940037 - 038
(021) 56972852
AREA JAKARTA GAMBIR
Jakarta Gambir
Jl. Ir. H. Juanda No. 18
Jakarta Pusat
10120
(021) 3864026, 3808367 3808357
Jakarta Gunung Sahari
Jl. Industri No. 1
Jakarta Pusat
10720
(021) 2600025
2600236
Jakarta Krekot
Jl. H. Samanhudi No. 2 AB
Jakarta Pusat
10710
(021) 3506002
2310314
Jakarta Juanda
Jl. Ir. H. Juanda No. 25
Jakarta Pusat
10110
(021) 2310203
2310311
Jakarta Angkasa
Kantor Pusat PT MNA, Jakarta Pusat
10720
(021) 6540703
6540705
Jl. Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3
Jakarta KP Pertamina
Jl. Perwira No. 2
Jakarta Pusat
10110
(021) 2310380
2310509
Jakarta Pasar Baru
Jl. H. Samanhudi No. 46 Jakarta Pusat
10710
(021) 2310277
2310318
Jakarta Ketapang Indah
Komplek Ketapang Indah, Jakarta Barat
11140
(021) 6336461, 6336601, 6336482
6349340, 6340164
Jl. K.H. Zainal Arifin Blok A1
Jakarta Mangga Besar
Jl. Mangga Besar Raya No. 73-75 Jakarta Barat
11170
(021) 2600044
2600007, 6391113
Jakarta KPKN II Jl. Dr. Wahidin II No. 3
Jakarta Pusat
10710
(021) 3850159
3850159
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
273
274
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Krekot Bunder
Ruko Krekot Bunder, Jakarta Pusat
10710
(021) 3841665
3809826
Jl. Krekot Bunder Raya No. 62, Sawah Besar
Jakarta Pademangan
Jl. Pademangan IV Gang 6 No. 39
Jakarta Utara
14410
(021) 6409587, 6409588
6411910
Jakarta Batu Ceper
Wisma Tigris, Jl. Batu Ceper No. 19 DEF
Jakarta Pusat
10120
(021) 3500229, 3442873, 3512474
3512435
Jakarta KP BPKP
KP BPKP, Jl. Hayam Wuruk
Jakarta Pusat
10120
(021) 3866724, 3866725
3866724
Jakarta Departemen Keuangan
Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan, Jakarta Pusat
10710
(021) 3522074
3522072
Jl.Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta International Expo Kemayoran Jl. Benyamin Suep
Jakarta Pusat
11620
(021) 26645157, 26645158
26645159
Jakarta Gedung Askrindo
Jl. Angkasa Blok B-9 Kav. 8
Jakarta Pusat
10610
(021) 6546550
6546550
Jakarta Hayam Wuruk
Jl. Hayam Wuruk No. 96 A, Tamansari
Jakarta Barat
11160
(021) 6009367, 6009371, 6009374 6009375
Jakarta Karang Anyar
Ruko Karang Anyar Blok C / 26
Jakarta Pusat
10740
(021) 6247384
6429405
Jakarta Juanda III
Gedung Wisma Bisnis Indonesia 2, Jakarta Pusat
10120
(021) 3841225
3850544
Jl. Ir H. Juanda III No. 32
AREA JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO
Jakarta Tanjungpriok Enggano
Jl. Enggano No. 42
Jakarta Utara
14310
(021) 43902536, 4351167, 4351169
43933637, 4351168
Jakarta Cakung
Komplek PT KBN, Jl. Raya Cakung, Cilincing
Jakarta Utara
14410
(021) 44820942
44820937
Jakarta Sunter Permai
Jl. Sunter Permai Raya No. 1-4
Jakarta Utara
14350
(021) 6408766
6408763
Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso
Jl. Yos Sudarso No. 750
Jakarta Utara
14210
(021) 43930617
43930980
Jakarta Sunter Paradise Jl. Sunter Paradise Blok F20 No. 45-A/B, Sunter Jakarta Utara
14350
(021) 6459934
686453
Jakarta Tanjungpriok Tawes
Jl. Tawes No. 23, Tanjungpriok
Jakarta Utara
14310
(021) 4300138
4300182
Jakarta Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jakarta Pusat
10510
(021) 4211167
4249658
Jakarta Perumpel Tanjungpriok
Gedung Pulau Laut, Jl. Banda No. 1, Tanjungpriok Jakarta Utara
14310
(021) 4304953, 4304944, 4304952
43930230, 43904547
Jakarta Ancol
Jl. Parang Tritis No. 4
Jakarta Utara
14430
(021) 6911037
6927821
Jakarta Pertamina DPKK
Jl. Yos Sudarso No. 32-34
Jakarta Utara
14320
(021) 43904578 - 9
43937827
Jakarta Tanjungpriok - Kantor Departemen Agama Kota, Jakarta Utara, Jakarta Utara
14210
(021) 4300489, 4304572, 4300733
Departemen Agama
Jl. Plumpang Raya Semper No.52
4308769, 4300821
Jakarta Griya Inti Sentosa
Ruko Griya Inti Sentosa, Jakarta Utara
14350
(021) 65835034 - 35, 65835033
Jl. Griya Utama Blok A No. 22
65835014, 6516285
Jakarta Sunter Agung Utara
Jl. Sunter Agung Utara Blok A 36 D No.25
Jakarta Utara
14350
(021) 65835132, 65835133, 64715602
65835229, 65835230
Jakarta Taman Sunter Indah
Ruko Taman Sunter Indah, Jakarta Utara
14350
(021) 6514680, 6514681, 6500587
6500719
Jl. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No. 15
Jakarta Mal Sunter
Mal Sunter Lantai Dasar No.8 D,
Jakarta Utara
14350
(021) 65832298, 65832299, 65832395 65831994
Jl. Danau Sunter Utara
Jakarta Prima Sunter
Ruko Prima Sunter, Jakarta Utara
14350
(021) 65836180, 65836181, 2
65830953
Jl. Danau Sunter Utara Blok A Kav. No.1
6583095
Jakarta Plumpang
Gedung Pusat Arsip Pertamina, Jakarta Utara
14230
(021) 43906859, 43906861
43906860
Jl. Yos Sudarso, Jembatan 3, Plumpang
Jakarta Pasar Seni Ancol
Jl. Lodan Timur, Blok F
Jakarta Utara
14420
(021) 6408862, 6413614
682210
Jakarta KBN Cilincing
Kawasan Berikat Nusantara, Unit Usaha
Jakarta Utara
14120
(021) 44851023, 44851051, 44851053 44851448
Kawasan Marunda, Jl. Lampung No.1, Cilincing
Jakarta Cakung Babek TNI
Jl. Raya Cakung Cilincing
Jakarta Utara
14140
(021) 44853590, 44853591, 44853593
44853592, 44853594
Jakarta Tanjungpriok Kramat
Jl. Kramat Jaya No. 22 J
Jakarta Utara
14260
(021) 43800873 - 75, 43912518
43800876
Blok B Kav. No.4, Tanjungpriok
AREA TANGERANG KI SAMAUN
Tangerang Ki Samaun
Jl. Ki Samaun No. 214
Tangerang
15118
(021) 5523618, 5522145
5525344
Tangerang Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9
Tangerang
15111
(021) 5522206
5525004
Tangerang Merdeka
Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 7-8, Tangerang
15113
(021) 5516959, 5517019
5523718
Jl. Merdeka No. 53
Tangerang Cikokol
Ruko Mahkota Mas Blok C No. J4 - J5, Cikokol
Tangerang
15117
(021) 5543218
5543048
Tangerang Ciledug
Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug
Tangerang
15154
(021) 5847826, 5854693, 7329006
5847827
Tangerang Daan Mogot
Jl. Daan Mogot No. 55 - 57
Tangerang
15111
(021) 5530607, 5530641 / 661 / 671 55797359 - 360
Tangerang Cikupa
Pertokoan Cikupa Blok B No.3, Tangerang
15710
(021) 5960561, 5963003
5961708
Jl. Raya Serang Km. 14,8
Tangerang Pinangsia Karawaci
Ruko Pinangsia Blok A No. 39, Lippo Karawaci
Tangerang
15139
(021) 5516058, 5515745
5588869
Tangerang Kota Modern
Perumahan Modernland Blok BR No.19, Tangerang
15117
55749149
(021) 55749147, 55749148
Jl. Jend. Sudirman
Tangerang Gading Serpong
Ruko Gading Serpong Blok AA4 No. 38, Tangerang
15333
(021) 5462297, 5462330
5462220
Jl. Boulevard
Tangerang Alam Sutera
Ruko Sutera Niaga I No. 71, Jl. Raya Serpong
Tangerang
15325
(021) 53124348, 53124349
5398754
Tangerang Ciledug CBD
Ruko Central Business Dustrict (CBD), Tangerang
15157
(021) 7324942, 7328453, 7303899
7334583
Trade Mall and Shopping Arcade,
Jl. HOS Cokroaminoto No. 93, Ciledug
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Tangerang Bumi Permata Indah
Pertokoan Bumi Permata Indah Blok R 1 No. 23, Tangerang
15157
(021) 73453233, 73456025
73450677
Jl. Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug
Tangerang Taman Borobudur
Taman Borobudur II Blok DD No.1-2,
Tangerang
15810
(021) 5912801, 5912806
5912990
Jl. Borobudur Raya, Perum II, Karawaci
Tangerang Balaraja
Jl. Raya Kresek No.8-9, Balaraja
Tangerang
15160
(021) 5954461, 5954463
5954464
Tangerang Curug
Jl. Raya Curug Rt.02,Rw.04, Curug Kulon
Tangerang
15810
(021) 5983697, 5983698
5983699
Tangerang Universitas -
Jl. Boulevard Gading Serpong
Tangerang
15810
(021) 54220090
54220091
Multimedia Nusantara
Serang
Jl. Diponogero No. 8
Serang
42111
(0254) 205379, 201260, 205380, 202570
201533, 217723
Serang Cikande
Kawasan Industri Modern Cikande, Serang
42186
(0254) 404102, 404103, 404104
400439
Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 1,
Jl. Raya Cikande,
Serang Pasar Lama
Jl. Maulana Hasanuddin No. 57 B
Serang
42112
(0254) 220404 s.d 6
201224
Rangkasbitung
Komplek Pertokoan Pasar Kota Rangkasbitung
Serang
42311
(0252) 281611, 281612, 281613
281614
Blok B-1 No.1,Jl. Sunan Kalijaga,
Rangkasbitung
Cilegon Anyer
Jl. Raya Anyer No. 2
Cilegon
42431
(0254) 391515
391396, 386622
Cilegon Merak
Jl. Raya Merak No. 3 Cilegon
42431
(0254) 391211
391606
Cilegon Krakatau Steel
Kawasan Industri Berat Cilegon, Cilegon
42431
(0254) 372124
386622
Gedung ADB Krakatau Steel
Cilegon Pasar Anyar
Jl. Raya Anyer No. 103, Anyer
Serang
42166
(0254) 603515
603516
WILAYAH IV/ JAKARTA THAMRIN
Jl. M.H. Thamrin No. 5
Jakarta Pusat
10340
(021) 23565700, 39832922, 39832917, 39832918,
39832921, 30400144,
39832923
30400147, 30400105
AREA JAKARTA KEBON SIRIH
Jakarta Kebon Sirih
Jl. Tanah Abang Timur No. 1-2 Jakarta Pusat
10110
(021) 2311800, 2300800
2310604, 2310216,
2310160
Jakarta Duta Merlin
Komplek Pertokoan Duta Merlin, Blok A/26-28, 10130
(021) 63866447, 63866450 / 446
6342220
Jakarta Pusat
Jl. Gajah Mada No. 3-5
Jakarta Fakhrudin
Jl. K.H. Fakhrudin No.15, Tanah Abang Jakarta Pusat
10250
(021) 2301486, 2301487
2301338, 2301079
Jakarta Kebon Jati
Jl. Kebon Jati No.18, Komplek Ruko No.116-117 Jakarta Pusat
10250
(021) 3914859
2303146
Jakarta Suryopranoto
Jl. Suryopranoto No. 48 C-D Jakarta Pusat
10130
(021) 6304431
6307748
Jakarta Gedung Pelni
Jl. Gajah Mada No. 14
Jakarta Pusat
10130
(021) 6335770
63857742
Jakarta Wisma Bisnis Indonesia
Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta Pusat
10220
(021) 5900645, 5900646
5900647
Jl. KH Mas Mansyur No. 12 A
Jakarta Cideng
Jl. Cideng Barat No. 87
Jakarta Pusat
10150
(021) 3450945, 3446955
3847796
Jakarta Metro Tanah Abang
Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 Jakarta Pusat
10230
(021) 30035457, 30035458
30035469
No.6-7, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.187-189
Jakarta Pasar Tanah Abang Blok A
Pasar Regional Tanah Abang Blok A,
Jakarta Pusat
10250
(021) 23571745, 23571748
23571746
Lt.Basement 2 Blok F No.85-86, Tanag Abang
Jakarta Departemen Hankam Jl. Merdeka Barat No. 13-14
Jakarta Pusat
10110
(021) 3828403
3840918
Jakarta Tanah Abang Bukit
Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No.3,
Jakarta Pusat
10250
(021) 3456372, 31908817
3456373
Jl. Fakhrudin No. 36
Jakarta Gedung Indosat
Jl. Medan Merdeka Barat No. 21
Jakarta Pusat
10110
(021) 3802614
2310141
Jakarta Gedung Depparpostel
Jl. Merdeka Barat No. 17
Jakarta Pusat
10110
(021) 3867496
3520678
Jakarta Graha 55
Jl. Tanah Abang II No. 57
Jakarta Pusat
10160
(021) 3801092 - 93, 3801104
3801174
Jakarta Wahid Hasyim
Jl. Wahid Hasyim No. 183
Jakarta Pusat
10240
(021) 3141359, 3140709
3140661
AREA JAKARTA THAMRIN
Jakarta Thamrin
Jl. Kebon Sirih No. 83
Jakarta Pusat
10340
(021) 2302411
2303744, 2302567
Jakarta Jalan Sunda
Jl. Sunda No. 1
Jakarta Pusat
10350
(021) 2300473, 2300718, 31930396 39899056
Jakarta Menara Thamrin
Jl. M.H. Thamrin Kav. 3
Jakarta Pusat
10340
(021) 2303860
2302841
Jakarta Gedung Jaya
Jl. M.H. Thamrin No. 12
Jakarta Pusat
10250
(021) 2300104, 2300843, 2300849 2300316, 3903933
Jakarta Wisma Nusantara
Jl. M.H. Thamrin No. 59
Jakarta Pusat
10310
(021) 2300517
2300216, 31934947
Jakarta Sabang
Jl. Kebon Sirih No. 73
Jakarta Pusat
10340
(021) 3919931, 31925277
3147921, 31925285
Jakarta Sarinah
Jl. M.H. Thamrin No. 11
Jakarta Pusat
10340
(021) 2300644
2300720
Jakarta Wisma Alia
Jl. M. Ikhwan Ridwan Rais No. 10-18
Jakarta Pusat
10110
(021) 2311533
2310175
Jakarta RSPAD Gatot Subroto
RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat
10410
(021) 3505963, 3505964, 3505966 3505967
Jl. Abdul Rahman Saleh No. 24
Jakarta Atrium Senen Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22, Jakarta Pusat
10410
(021) 3852370
3852369
Jl. Senen Raya No. 135
Jakarta Prapatan
Jl. Prapatan No. 30
Jakarta Pusat
10410
(021) 3847101, 3845507
3847110
Jakarta PLN Gambir
Jl. M. Ikhwan Ridwan Rais No. 1
Jakarta Pusat
10110
(021) 3453914
3453880
Jakarta Gedung Bimantara
Gedung Bimantara, Jl. Kebun Sirih 17-19
Jakarta Pusat
10340
(021) 3920105
3920017
Jakarta Departemen Agama
Jl. Lapangan Banteng No. 3-4
Jakarta Pusat
10710
3504143
(021) 3504132 - 53 - 56
Jakarta Stasiun Senen
Jl. Stasiun Senen No. 16
Jakarta Pusat
10410
(021) 42887720
42887731
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
275
276
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
AREA JAKARTA IMAM BONJOL
Jakarta Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 61
Jakarta Pusat
10310
(021) 2301555, 2301545
2300433, 2300569
Jakarta R.S.C.M.
Jl. Diponegoro No. 71
Jakarta Pusat
10430
(021) 3918301
3100145
Jakarta R.S. Jakarta
Jl. Jend. Sudirman Kav. 49
Jakarta Selatan
12930
(021) 5732241-43
5710329
Jakarta Bendungan Hilir
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82
Jakarta Pusat
10210
(021) 5711658, 5721672, 5733283
5711671
Jakarta Cik Ditiro
Jl. Ki S. Mangunsarkoro No. 49
Jakarta Pusat
10310
(021) 2300112, 2300291, 544
2300837
Jakarta Wisma Indosemen
Jl. Jend. Sudirman Kav. 70-71
Jakarta Selatan
12910
(021) 2510381
2510380
Jakarta Berdharma
Jl. Jend. Sudirman Kav. 32-33
Jakarta Pusat
10220
(021) 5701916
5706563
Jakarta Mid Plaza
Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11
Jakarta Pusat
10220
(021) 5704560, 5720710, 5720714
5746474
Jakarta Thamrin Nine -
Jl. M.H. Thamrin Kav. 9
Jakarta Pusat
10230
(021) 31996949, 31996943 - 44
31996941-42
(d/h. Jkt Kebun Melati)
Jakarta Wisma Metropolitan
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29
Jakarta Selatan
12920
(021) 5712287, 5253208
5701647
Jakarta Plaza Dua Mutiara
Plaza Dua Mutiara, Lt. 1 Ruang 103, Jakarta Pusat
12920
(021) 5208915, 5208917
5208913
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta Plaza Indonesia
Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30
Jakarta Pusat
10350
(021) 2300766, 2300678, 2300533 2300320
Jakarta Menteng Jl. Gereja Theresia No. 45
Jakarta Pusat
10350
(021) 3928625
3143413
Jakarta Grand Indonesia
Jl. M.H. Thamrin Kav. 1
Jakarta Pusat
10310
(021) 23580830, 23580831, 23580832 23580834
Jakarta Wisma 46 Kota BNI
Gedung Wisma 46-Kota BNI. Jakarta Pusat
10220
(021) 5746158, 5746159, 5746160
5746162
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1
Jakarta Unika Atmajaya
Kampus Unika Atmajaya, Jl. Jend. Sudirman No. 51 Jakarta Selatan
12930
(021) 57906502, 57906501
57906503
AREA JAKARTA CIKINI
Jakarta Cikini
Jl. Cikini Raya No. 56
Jakarta Pusat
10330
(021) 31931732
31927002, 3925464
Jakarta Salemba Raya Jl. Salemba Tengah No. 4 B
Jakarta Pusat
10440
(021) 3907605
3913331
Jakarta Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 34-36
Jakarta Pusat
10330
(021) 2300686, 2301561
2301511
Jakarta Kramat Raya
Jl. Kramat Raya No. 94-96
Jakarta Pusat
10450
(021) 3161938
3161946
Jakarta Cut Meutia
Jl. Cut Meutiah No. 16
Jakarta Pusat
10340
(021) 3927781-3
2301586
Jakarta Cempaka Mas Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas
Jakarta Pusat
10640
(021) 42800153, 4263947
4263946
Blok A 24-25, Jl. Letjend. Suprapto
Jakarta Universitas Yarsi Jl. Letjend. Soeprapto, Cempaka Putih
Jakarta Pusat
10510
(021) 4206036, 4259380
4262540
Jakarta Cempaka Putih Permai
Cempaka Putih Permai
Jakarta Pusat
10510
(021) 4203363
4205779
Blok A No. 20-21, Jl. Letjend. Suprapto
Jakarta Percetakan Negara
Departemen Kesehatan, Dirjen PPM & PL,
Jakarta Pusat 10560
(021) 42802567
42802567
Jl. Percetakan Negara No. 29
Jakarta Kenari Mas
Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5, Jakarta Pusat
10440
(021) 39842765
39840413
Jl. Kramat Raya No. 101
Jakarta R.S. Islam Jakarta
Jl. Cempaka Putih Tengah 1 Jakarta Pusat
(021) 42878737
4206683
10510
Jakarta Pertamina UPMS III
Jl. Kramat Raya No. 59
Jakarta Pusat
10450
(021) 3100242, 3925876
3925876
Jakarta Taspen
Jl. Letjend. Suprapto, Cempaka Putih
Jakarta Pusat
10510
(021) 4256546
4256537
Jakarta Rawasari
Jl. Rawasari Selatan No. 29
Jakarta Pusat
10570
(021) 42801640, 42802851, 42802852
42802853, 42802854
Jakarta ITC Cempaka Mas
ITC Cempaka Mas Mega Grosir, Lower Ground
Jakarta Pusat
10640
(021) 42874324, 42876943, 42874774 42873090
No. 155 dan 156, Jl. Letjen. Suprapto
Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 1/1,
Jakarta Pusat
10640
(021) 42889320, 42889321, 42906759
Jl. Letjend. Suprapto, Kemayoran
42889322
Jakarta Suprapto
Jl. Letjend. Suprapto L 20 C
Jakarta Pusat
10640
(021) 4206771, 4200851
4282745
Jakarta RP Soeroso
Jl. R.P. Soeroso No. 2-4, Menteng
Jakarta Pusat
10330
(021) 2300161, 2300163
2300146
Jakarta Kenari Lama
Jl. Kenari II No. 5 Jakarta Pusat
10430
(021) 3924361
(021) 3923362
AREA JAKARTA TEBET SUPOMO
Jakarta Tebet Supomo
Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 43, Tebet
Jakarta Selatan
12180
(021) 83790218, 83790244, 83790249 83790229
Jakarta Gedung Tira
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-3
Jakarta Selatan
12920
(021) 5209345
5209325
Jakarta Tebet Barat
Jl. Tebet Barat IX No.26, Tebet
Jakarta Selatan
12810
(021) 83700179, 83795438, 83792659 83700178
Jakarta Casablanca
Jl. Casablanca Kav. 18
Jakarta Selatan
12180
(021) 8317028, 8317029
8317026
Jakarta Rasuna Said
Gedung Enterprise, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-5 Jakarta Selatan
12920
(021) 2501256
2501249
Jakarta Graha Irama
Graha Irama Lantai Dasar
Jakarta Selatan
12950
(21) 52964180, 52964282, 52964184 (021) 52964179
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-1, No. 1-2
Jakarta Lapangan Ros
Jl. KH Abdullah Syafie No. 14, Lapangan Ros, Tebet Jakarta Selatan
12840
(021) 83792637
83792638
Jakarta Mega Kuningan Gedung RNI, Jl. Denpasar Kav. D IIII
Jakarta Selatan
12950
(021) 2522852/54-5
2522853
Jakarta Saharjo Komplek Gajah Unit F & G, Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan
12810
(021) 8293567-68, 83791680
8282349, 83791681
Jakarta Kuningan
Gedung Menara Duta, Jakarta Selatan
12920
(021) 5207075
5200301
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-9
Jakarta Pasar Rumput
Jl. Sultan Agung No. 59 D
Jakarta Selatan
12970
(021) 8294959
8315687
Jakarta Ambassador
Mall Ambassador, Jl. Prof. Dr. Satrio
Jakarta Selatan
12940
(021) 57930970, 57930971 - 72
57930973
Jakarta Wisma Tugu
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 8/9
Jakarta Selatan
12940
(021) 5208814
52962641
Jakarta Tebet Timur
Jl. Tebet Timur Dalam Raya N0. 115
Jakarta Selatan
12820
(021) 8290675, 8290521, 8290721
8291788
Jakarta Tebet Raya
Jl. Tebet Raya No. 9 A
Jakarta Selatan
12810
(021) 8310117
8310208
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Menara Palma
Gedung Menara Palma, Jl. HR Rasuna Said
Jakarta Selatan
12950
(021) 57957570, 57957571
57957572
Blok X2 Kav.6, Kuningan
AREA JAKARTA JATINEGARA TIMUR
Jakarta Jatinegara Timur
Jl. Jatinegara Timur No. 58 Jakarta Timur
13310
(021) 2800033
8508770, 2800056
Jakarta Kalimalang Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. 2, Jakarta Timur
13450
(021) 8645943-4
8656511, 8645944
Kav. Billy Moon, Kalimalang
Jakarta Pahlawan Revolusi Jl. Pahlawan Revolusi No. 57 , Pondok Bambu
Jakarta Timur
13470
(021) 8625120
8625120
Jakarta Puri Sentra Niaga
Jl. Seulawah Raya, Puri Sentra Niaga
Jakarta Timur
13620
(021) 86600854-5
8604829
Blok C-50, Jatiwaringin
Jakarta Pondok Bambu
Jl. Pahlawan Revolusi No. 125 F/G, Pondok Bambu Jakarta Timur
13430
(021) 8612067
8612422
Jakarta Rawamangun Pegambiran
Jl. Pegambiran No. 4, Rawamangun Jakarta Timur
13220
(021) 4892878
4750071
Jakarta D.I. Panjaitan
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Gedung Wika
Jakarta Timur
13340
(021) 2800088
8195074
Jakarta Matraman
Jl. Matraman Raya No. 31
Jakarta Timur
13150
(021) 8510772
8502389
Jakarta Jatinegara Barat
Jl. Jatinegara Barat No. 142 AB
Jakarta Timur
13320
(021) 8199747
8508807
Jakarta Pondok Kelapa
Jl. Tarum Barat Km. 4,5, Kalimalang
Jakarta Timur
13450
(021) 8645173
8652418
Jakarta Buaran
Ruko Taman Buaran Indah Blok A No. 89, Jakarta Timur
13470
(021) 8608169, 8608232
86611127
Jl. Buaran Raya, Duren Sawit
Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI
Jl. Raya Pondok Kelapa Blok D II No. 2
Jakarta Timur
13450
(021) 86900803, 86902849, 86902268
86902294
Jakarta Cipinang Jaya
Jl. Cipinang Jaya No. 357, Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur
13410
(021) 85903526, 85903545, 85903628
85903919
Jakarta Pasar Jatinegara
Jatinegara Trade Center Lt.III Blok AKS
Jakarta Timur
13310
(021) 85903370, 85903412
85901129
No.3, 3A & 5, Jl. Matraman Raya
Jakarta Waskita Karya
Jl. Biru Laut X Kav. 10, Cawang
Jakarta Timur
13340
(021) 8564421
8564422
Jakarta Klender
Komplek Ruko Blok B1 No.6, Jl. I Gusti Ngurah Rai Jakarta Timur
13470
(021) 86612125 - 27
86612129
Jakarta Halim Perdanakusuma
Bandara Halim Perdanakusuma No. 121 HT
Jakarta Timur
13610
(021) 80889951
80889950
Jakarta Pramuka
Gedung Is Plaza, Jl. Pramuka Raya Kav. 151, Jakarta Jakarta Timur
13120
(021) 8199377, 8564666
8199341
Jakarta Otto Iskandardinata
Gedung Graha Marba, Lantai 1, Jakarta Timur
13330
(021) 85904114, 85903837
85903966
Jl. Otto Iskandardinata No. 64
Jakarta Duren Sawit
Jl. Kolonel Sugiono No. 19 Blok O, Duren sawit
Jakarta Timur
13430
(021) 86612782, 86612783
86612714
Jakarta Rawamangun Balai Pustaka
Komplek Ruko Mega Indah Blok A3, Jakarta Timur
13220
(021) 47861964
47861964
Jl. Balai Pustaka Timur No. 39, Rawamangun
AREA JAKARTA PULOGADUNG
Jakarta Pulogadung
Jl. Raya Bekasi Km. 21, Pulogadung
Jakarta Utara
14250
(021) 4602877, 4602923
4602875, 4602879
Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jl. Pulobuaran No. 2, Pulogadung
Jakarta Timur
13930
(021) 4600081, 46826938
46825364
Jakarta Kelapa Gading Bolevar
Jl. Bolevar Raya Blok L No. 8, Kelapa Gading
Jakarta Utara
14240
(021) 4520245, 4520474, 45840343 4520203
Jakarta Perumnas Klender Jl. Raya Terate Putih Blok 19 No. 5 C-D, Klender
Jakarta Timur
13460
(021) 86601828, 86610325, 8623321 86601823
Jakarta Kelapa Gading Barat
Jl. Bolevar Barat Raya Blok LC-7
Jakarta Utara
14240
(021) 45841815, 45841816, 4504789 4504788
No. 22-23, Kelapa Gading
Jakarta Kelapa Gading
Jl. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2
Jakarta Utara
14240
(021) 4520387
4520566
No. 6-8, Kelapa Gading
Jakarta Graha Rekso
Graha Rekso Building Ground & 3 Floor, Jakarta Utara
14240
(021) 45856278, 45856279, 45856266, 45856277
Jl. Bulever Artha Gading Kav. A1
45856315, 45856317,
45856866, 45856867
Jakarta Permata Ujung Menteng
Ruko Permata Ujung Menteng, Jakarta Timur
13910
(021) 46833623, 46833624,
46820527
Jl. Raya Bekasi Km.25, Cakung
46833482
Jakarta Pemuda
Jakarta Timur
13220
(021) 47862247, 47862343, 47862303 47862263
Jl. Pemuda Raya No. 3 B, Rawamangun
Jakarta Rawamangun Pemuda
Jl. Pemuda No. 10, Kav. 79 Blok A
Jakarta Timur
13220
(021) 4757450
4757451, 4705267
Jakarta Pulomas
Komplek Artamas, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Jakarta Timur
13210
(021) 4714815 -17
4898109, 47868923
Jakarta Mal Kelapa Gading
Mal Kelapa Gading 3, Unit LG 47, Jakarta Utara
14240
(021) 45853740 s/d 44
45853745
Jl. Bulevar Blok M, Kelapa Gading
Jakarta Kelapa Gading Inkopal
Pertokoan dan Kantor Inkopal, Jakarta Utara
14240
(021) 45859414, 45859415, 45859416 45851022
Jl. Bulevar Barat Raya Blok A No. 12A,
Kelapa Gading Barat
Jakarta Kelapa Gading Hibrida
Jl. Bulevar Raya Blok PA 11 No. 18
Jakarta Utara
14250
(021) 45866152, 45866153
45866154
Jakarta Kelapa Gading Bolevar Timur Jl. Raya Bolevar Timur Blok NB I No.55
Jakarta Utara
14250
(021) 4535909, 4535910, 4535911
45865866
Jakarta Kelapa Gading Bolevar Raya Jl. Raya Bolever Blok LA 6 No. 10-11
Jakarta Utara
14240
(021) 45856822, 45856823, 4530510
45856824, 45856825
Bekasi Pondok Ungu
Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17, Bekasi
17132
(021) 88852531-32
88852533
Jl. Sultan Agung
Bekasi Harapan Indah
Ruko Sentra Niaga Blok SN 07, Bekasi
17131
(021) 88872211, 88872244, 88872266 88875533
Jl. Boulevard Hijau,
Komplek Perumahan Harapan Indah
Bekasi Taman Harapan Baru
Ruko Taman Harapan Baru Blok A 1
Bekasi
17131
(021) 88880206, 88880367, 88977797
No.70,Kec.Medan Satria
88987570
Jakarta Kelapa Gading Square
Kelapa Gading Square Blok C.18, Jakarta Utara
14240
(021) 45867831
(021) 45867832
Jl Builevar Barat, Kelapa Gading
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
277
278
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
AREA BEKASI Bekasi Juanda
Jl. Ir. H. Juanda No. 155
Bekasi
17112
(021) 88358784, 88358783
88359811
Bekasi Sentra Niaga Kalimalang
Jl. Jend. Ahmad Yani, Sentra Niaga Kalimalang
Bekasi
17141
(021) 8853507
8862613
Blok A3 No. 6-7
Bekasi Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani, Pusat Perdagangan
Bekasi
17141
(021) 8848683
8846716, 8868401
Kalimalang Blok A VIII No.17-18
Bekasi Kemang Pratama
Ruko Kemang Pratama, Bekasi
17114
(021) 8271329
8271326
Jl. Kemang Pratama Raya Blok MM-02
Bekasi Plaza Pondok Gede
Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede
Bekasi
17414
(021) 8485643, 8485645
8482936
Bekasi Cikarang
Ruko Roxy Blok E No. 1, Bekasi
17550
(021) 89909420 - 21 dan 89900126 89909422
Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang
Jakarta Jatiwaringin
Jl. Raya Jatiwaringin No. 263, Pondok Gede
Bekasi
17411
(021) 8466850, 8465362
8473566
Bekasi Jakasampurna
Pertokoan Duta Permai Blok B 1 No.10,
Bekasi
17145
(021) 88955196, 88855291, 88964091
Jl. KH Noer Ali, Kalimalang
88855292
Bekasi Bulak Kapal
Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda
Bekasi
17112
(021) 8814241, 8814844, 8814002
8813871, 8814593
Cikarang Jababeka Ruko Roxy
Ruko Roxy Blok B No. 3, Bekasi
17550
(021) 89840781 - 84
89840780
Jl. Kasuari Raya, Cikarang Utara
Bekasi Grand Mal
Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B
Bekasi
17135
(021) 88854988, 88854989
88854987
No. 7, Jl. Raya Sudirman
Bekasi Taman Galaxi
Komplek Pertokoan Taman Galaxi, Bekasi
17147
(021) 82424918, 82424919
8205212
Jl. Galaxi Raya Blok G No. 1
Bekasi Villa Galaxi
Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. 25
Bekasi
17148
(021) 82425777, 82425306, 82425850 82426013
Villa Nusa Indah
Komplek Perumahan Villa Nusa Indah II
Bogor
16969
8213763
(021) 8214349, 8215078, 8215488
Blok U3 No.3-4
Bekasi Kalimas
Ruko Kalimas, Jl. Chairil Anwar Blok C No. 3A
Bekasi
17113
(021) 88353687, 88355577
8810011
Bekasi Jatibening
Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No.A-05, Bekasi
17412
(021) 84978016
84993901
Jl. Caman Raya, Jatibening, P. Gede
Bekasi Jati Asih
Jl. Raya Jati Makmur No. 53 B, Pondok Gede
Bekasi
17421
(021) 8461731, 8461991, 8462059
8461819
Bekasi Cibitung
Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Bekasi Fajar Bekasi
17520
(021) 8981217
8980344
Cikarang Ruko Sentra
Ruko Sentra Cikarang Blok C No.2, Bekasi
17550
(021) 89902333, 89903742
89901502
Jl. Raya Cikarang-Cibarusah
Cikarang Jababeka
Kawasan Industri Cikarang, Ruko Commercial
Bekasi
17550
(021) 89832280 - 81
89832282
Blok A, No. 25-26
Tambun
Naga Swalayan, Bekasi
17510
(021) 8810953, 8811029, 8811055
8810948
Jl. Raya Hasanudin Km.38, Tambun
Bekasi Grand Wisata
Komplek Perumahan Grand Wisata, Bekasi
17510
(021) 70920496, 70920497
88855721
Ruko Celebration Boulevard Blok AA 9
Kav.32,Tambun
Bekasi Wisma Asri
Jl. Raya Perjuangan Kav. M No. 14
Bekasi
17121
(021) 88855717 - 20
88855721
Cikarang Kota
Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang
Bekasi
17530
(021) 89108980, 89108987
89109131
Bekasi Komsen Jati Asih
Jl. Raya jati Asih No. 26
Bekasi
17423
(021) 82415117, 82422808
82415001
Bekasi Ruko Mas
Ruko Bekasi Mas Blok E 1-2, Jl. Jend. Ahmad Yani Bekasi
17141
(021) 8859663, 8858842
8858846
Bekasi Rawalumbu
Ruko Kawu Jaya, Bekasi
17115
(021) 82432087, 82431966
82434581
Jl. Raya Pramuka No.1-2, Rawalumbu
Cikarang Jababeka Capitol
Ruko Capitol Business Park
Bekasi
17530
(021) 89841698, 89841697
89841695
Jl. Niaga Raya Blok 2 C, Jababeka, Cikarang
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta Selatan
12190
(021) 5266566, 5267368
5267371, 5267365
WILAYAH V/ JAKARTA SUDIRMAN
AREA JAKARTA PLAZA MANDIRI
Jakarta Plaza Mandiri
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta Selatan
12190
(021) 5263553
5263654, 5263656
Jakarta Mampang
Jl. Mampang Prapatan No. 61
Jakarta Selatan
12790
(021) 7995559, 7980695, 7982632
7989909
Jakarta Wisma Argo Manunggal Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22
Jakarta Selatan
12930
(021) 2520051-3
2520054
Jakarta Gedung Bidakara
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73
Jakarta Selatan
12870
(021) 83793115-9
83793120
Jakarta Krakatau Steel
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54
Jakarta Selatan
12170
(021) 5221263, 5200683
5204338, 5207277
Jakarta Pancoran
Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A
Jakarta Selatan
12780
(021) 7983377
7983422
Jakarta Gatot Subroto
Gedung Menara Jamsostek, Jakarta Selatan
12710
(021) 52961514, 52962256 - 57, 52961513
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 38
52962263
Jakarta Gedung Jamsostek
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 79
Jakarta Selatan
12930
(021) 5201885
5221632
Jakarta M.T. Haryono
Jl. Letjend. M.T. Haryono Kav. 17
Jakarta Selatan
12810
(021) 83792003, 8292908, 8291043-48297223
Jakarta Gedung Patrajasa
Gedung Patrajasa, Jakarta Selatan
12950
(021) 5251621
5227993
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34
Jakarta Grha Citra Caraka Grha Citra Caraka/Witel IV, Jakarta Selatan
12710
(021) 5222185-6
5205935
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 52
Jakarta BKPM Gedung BKPM, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 44
Jakarta Selatan
12190
(021) 5225828-9
5225828
Jakarta Nindya Karya
Jl. Letjend. M.T. Haryono No. 3-7
Jakarta Timur
13630
(021) 8096961
8096961
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Wisma IKPT
Wisma IKPT, Jl. M.T. Haryono Kav.4-5
Jakarta Selatan
12820
(021) 8294717
8353987
Jakarta Dewi Sartika Jl. Dewi Sartika No.184 A, Cawang
Jakarta Timur
13630
(021) 8094754-5
8094754
Jakarta Pusat Grosir Cililitan
Jl. Mayjen. Sutoyo No. 76, Cililitan, Kramat Jati
Jakarta Timur
13640
(021) 80016222
8004754
AREA JAKARTA SUDIRMAN
Jakarta Sudirman
Plaza Bapindo, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta Selatan
12190
(021) 5266527
5266528, 5266529
Jakarta Mayestik
Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12120
(021) 7211466
7233715
Jakarta Ratu Plaza
Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B, Jakarta Pusat
10270
(021) 2510911-12
2700854
Jl. Jend. Sudirman No. 9
Jakarta DPR RI
Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta Pusat
10270
(021) 5701274
5701275
Jl. Jend. Gatot Subroto
Jakarta Bursa Efek
Gedung Bursa Efek Jakarta, Jakarta Selatan
12190
(021) 5153003-04
5153012
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Simprug
Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10 Jakarta Selatan
12220
(021) 72800986, 72800987,
7251932, 72783605
72800989
Jakarta Gedung Pusat Kehutanan
Jl. Jend. Gatot Subroto, Manggala Wanabakti
Jakarta Pusat
10270
(021) 5703246
5732972
Jakarta Puncak Emas
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62
Jakarta Selatan
12190
(021) 5200208
5202464
Jakarta Palmerah
Jl. Palmerah Barat No. 39
Jakarta Pusat
10270
(021) 5485120
5308376
Jakarta Tendean
Jl. Wolter Monginsidi No. 123 C
Jakarta Selatan
12180
(021) 72800926 - 7
7393559
Jakarta Permata Hijau
Jakarta Selatan
12210
(021) 5346918, 5346981
5485627
Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. 25
Jakarta Pakubuwono
Jl. Pakubuwono VI No. 39 A, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12120
(021) 7223462 - 63
72790837
Jakarta ITC Permata Hijau
Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28, Jakarta Selatan
12210
(021) 53663322, 53663950, 53663622
Jl. Arteri Permata Hijau
53663951
Jakarta Energi
Gedung The Energy, Kawasan SCBD Lot 11 A,
Jakarta Selatan
12190
(021) 52892466, 52964535
52963075
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta Senayan City
Senayan City, Jl. Asia Afrika Lot. 19
Jakarta Pusat
10270
(021) 72781423 - 5
72781493
AREA JAKARTA FALATEHAN
Jakarta Falatehan
Jl. Falatehan I No.44 Jakarta Selatan
12160
(021) 2700501 - 9, 2700444, 2700234 2700516, 2700512
Jakarta Panglima Polim
Jl. Panglima Polim Raya No. 192 Blok A, Jakarta Selatan
12000
(021) 2700106
2700121
Kebayoran Baru
Jakarta Kalibata
Jl. Raya Pasar Minggu Km. 17 No.8 Jakarta Selatan
12740
(021) 7945427-28
7945429
Jakarta Pasar Minggu Jl. Raya Pasar Minggu No. 89 J, Pejaten
Jakarta Selatan
12510
(021) 79190339, 339, 7982632
79190337
Jakarta Wolter Monginsidi Jl. Wolter Monginsidi No. 57, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12180
(021) 2702861-4
2702864
Jakarta Departemen PU Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12110
(021) 2700017
2700018, 7397730
Jakarta PLN Pusat Jl. Trunojoyo M 1 No. 135, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12160
(021) 2751091
2700019
Jakarta Grand Wijaya
Jl. Wijaya II, Komp. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jakarta Selatan
12160
(021) 2700107-09, 2700939
2700938
Jakarta Kemang Raya
Jl. Kemang Raya No. 18 A
12370
(021) 7199123-7, 7194805, 71791514 7190448
Jakarta Selatan
Jakarta Iskandarsyah
Graha Iskandarsyah, Jl. Iskandarsyah Raya No. 66 Jakarta Selatan
12160
(021) 2702711-5, 2700015
2700016
Jakarta Melawai
Jl. Melawai Raya No. 12-14, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12160
(021) 2700346
2700352
Jakarta R.S. Pusat Pertamina
Jl. Kyai Maja No. 43, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12120
(021) 2700347
2700347
Jakarta Kemang Plaza
Kemang Plaza, Jl. Kemang Raya No. 15 C
Jakarta Selatan
12790
(021) 71794582, 71794583, 71794585 71790789
Jakarta Kalibata Rawajati
Ruko Kalibata Indah Blok K No. 20, Jakarta Selatan
12750
(021) 7987185 & 86, 7980932
7987152
Jl. Rawajati Timur, Kalibata
Jakarta Kemang Selatan
Gedung Haery, Jl. Kemang Selatan Raya No. 151 Jakarta Selatan
12560
(021) 7812371 - 7812373
7814737
Jakarta Mabes Polri Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12110
(021) 2700299, 7255467
2700300
Jakarta Ampera Raya
Grha Matra Jl. Ampera Raya No.11
Jakarta Selatan
12550
(021) 7813782, 7811031, 7813785
7813449, 7813781
Jakarta Pejaten Timur
Jl. Raya Pasar Minggu No. 6A,
Jakarta Selatan
12510
(021) 7989181, 7988776
7989755
Pejaten Timur, Pasar Minggu
Jakarta Blok M
Jl. Sultan Hasanuddin No. 30, Jakarta Selatan
12160
(021) 7257981, 7257980, 7257982
Blok M Kebayoran Baru
7257977, 7257975
AREA JAKARTA PONDOK INDAH
Jakarta Pondok Indah
Jl. Metro Pondok Indah Kav.II UA No. 48-50
Jakarta Selatan
12310
(021) 7507208 - 9, 7694982
7694850, 75906781
Jakarta Gandaria
Jl. Gandaria Tengah III No. 21, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12130
(021) 2702865-5
2702867
Jakarta Cirendeu
Jl. Cirendeu Raya, Pertokoan Prima Indah No. 10 Tangerang
15419
(021) 7444809
7444812
Jakarta Radio Dalam
Jl. Radio Dalam Raya No.11-11A Jakarta Selatan
12140
(021) 2700439
2700627
Jakarta Mal Pondok Indah
Pondok Indah Mal Blok B/ 2, Jakarta Selatan
12310
(021) 7506717-19
7506721
Jl. Metro Pondok Indah
Gedung Aminta Plaza, Jakarta Selatan
12310
(021) 7512061-6
7512071
Jakarta Aminta Plaza
Jl. Letjend. T.B. Simatupang Kav. X
Jakarta Plaza Pondok Indah Jl. Taman Duta Kav. II UA 36-37, Pondok Indah
Jakarta Selatan
12310
(021) 7507213-4
7507213
Jakarta Lebak Bulus Jl. Karang Tengah, Bona Indah
Jakarta Selatan
12440
(021) 7692063
7691845
Blok A2/B7, Lebak Bulus
Jakarta Pondok Pinang Center
Pertokoan Pondok Pinang Center
Jakarta Selatan
12310
(021) 7507366-7
7507365
Blok A 36/38/40, Jl. Ciputat Raya
Jakarta Kebayoran Lama
Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 Jakarta Selatan
12220
(021) 2700602-5
2700938
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
279
280
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
Tangerang Graha Karnos
Graha Karnos, Jl. Ir. H. Juanda No. 39, Ciputat
Tangerang
15412
Jakarta Ciputat Center
Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75 Tangerang
15412
Cinere
Jl. Cinere Raya Kav. 32-33
Depok
16514
Jakarta Arteri Pondok Indah
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 A
Jakarta Selatan
12240
Jakarta Pondok Indah Metro
Jl. Metro Pondok Indah Kav.II UA
Jakarta Selatan
12310
No. 24-27, Pondok Indah
Jakarta Mal Pondok Indah 2
Mal Pondok Indah 2 No. G 33 A & C, Jakarta Selatan
12310
Jl. Metro Pondok Indah
Tangerang UIN Syarif Hidayatullah
Jl. Ir. H. Jianda No. 95 Ciputat
Tangerang Selatan 15412
Cinere PLN Gandul
Kompk. Kantor PLN (Persero) UBS P3B, Depok
16514
Jl. Garuda No. 15
AREA JAKARTA FATMAWATI
Jakarta Fatmawati
Jl. R.S. Fatmawati No. 8, Cilandak Jakarta Selatan
12430
Jakarta Cipete Gedung Chase Worth, Jakarta Selatan
12410
Jl. R.S. Fatmawati No. 75, Cipete
Jakarta Pejaten
Jl. Warung Jati Barat No. 15 A, Pejaten
Jakarta Selatan
12550
Jakarta Pondok Labu Jl. R.S. Fatmawati No. 8 , Pondok Labu
Jakarta Selatan
12430
Jakarta Simatupang
Gedung Ratu Prabu 2, Jakarta Selatan
12430
Jl. Letjend. TB Simatupang Kav.20
Jakarta Ragunan
Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, Jakarta Selatan
12550
KP Departemen Pertanian
Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta Selatan
12560
Kawasan Komersial Cilandak Gedung III
Jakarta Warung Buncit Raya
Jl. Warung Buncit Raya No. 6, Wisma Ritra
Jakarta Selatan
12740
Jakarta Gedung Elnusa Graha Elnusa, Jakarta Selatan
12560
Jl. Letjend. T.B. Simatupang Kav. 1 B
Jakarta ITC Fatmawati
Ruko ITC Fatmawati No. 17, Jl. RS Fatmawati
Jakarta Selatan
12150
Jakarta Mampang Imigrasi
Jl. Warung Buncit Raya No. 302 H
Jakarta Selatan
12760
Jakarta Fatmawati Cenderawasih
Jl. Cenderawasih I No. 15 A, Cilandak
Jakarta Selatan
12420
Jakarta Cilandak KKO
Jl. Raya Cilandak KKO No. 5
Jakarta Selatan
12560
Jakarta Jatipadang
Jl. Raya Ragunan No. 8 D
Jakarta Selatan
12520
Jakarta Gedung Arkadia
Perkantoran Hijau Arkadia,
Jakarta Selatan
12520
Jl. Letjen. TB Simatupang Kav. 88
Jakarta Margasatwa
Ruko Margasatwa View,
Jakarta Selatan
12450
Jl. Margasatwa No.45 B, Pondok Labu
AREA JAKARTA BINTARO JAYA
Jakarta Bintaro Jaya
Jl. Bintaro Utama, Bintaro Jaya Sektor I
Jakarta Selatan
12330
Jakarta Pamulang
Komplek Pertokoan Pamulang Permai
Tangerang
15417
Blok SH IX Kav. 11-14
Tangerang Bintaro
Jl. Bintaro Utama 3A Blok D No. 42-43, Tangerang
15225
Sektor III, Bintaro Jaya
Jakarta Bintaro Burung Gereja
Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2
Jakarta Selatan
12330
No.6, Sektor II, Bintaro Jaya
Tangerang Pasar Ciputat
Ruko Mutiara Center Ciputat,
Tangerang
15411
Jl.Dewi Sartika No. B3, Ciputat
Tangerang Bumi Serpong Damai
Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, Sektor IV
Tangerang
15311
Bumi Serpong Damai
Jakarta Gedung Lemigas Kanpus. PPPTMGB Lemigas, Jl. Ciledug Raya
Jakarta Selatan
12230
Jakarta Bintaro Veteran
Ruko Bintaro Veteran Raya Permai
Jakarta Selatan
12330
Jl. RC Veteran No. 17 E
Jakarta Petukangan
Jl. Raya Ciledug No. 5C, Petukangan
Jakarta Selatan
12270
Tangerang Pondok Cabe Mutiara
Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara
Tangerang
15418
Blok B-3A, Jl. Raya Parung
Tangerang Bintaro Sentra Menteng
Ruko Sentra Menteng, Bintaro Jaya
Tangerang
15225
Sektor VII Blok MN 29
Tangerang Jurangmangu
Ruko Pondok Aren, Jl. Raya Ceger
Tangerang
15222
No.59, Jurangmangu
Tangerang BSD Modern
Ruko Pasar Modern BSD, Sektor Commercial I
Tangerang
15318
Blok R No.59, Serpong, Jl. Pahlawan Seribu
Tangerang ITC BSD
Ruko ITC BSD No.17, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong Tangerang
15322
Tangerang Serpong
Simpang Tiga Puspitek Serpong
Tangerang
15310
Tangerang Villa Melati Mas
Ruko Villa Melati Mas Blok SR1 No. 20, Tangerang
15323
Jl. Pahlawan Seribu, Serpong
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
TELEPON
FAKSIMILI
(021) 74701725, 74701726, 74701727
(021) 7491621
(021) 7541916
(021) 2701173, 2701174, 2701175
(021) 7503057
74705316
7491621
7547565
7396772
7694982
(021) 75920455
75920452
(021) 7406254, 74713655, 74713968, 74714439
(021) 7542646
74713328
7533209
(021) 7504791
(021) 7236142-5
7504326
7236141
(021) 78831086
(021) 75816903
(021) 78833271, 78833356
78831127
7699803
78833414
(021) 7805441, 5184, 5873, 7811819
7805116, 7805117
(021) 7801478
7801479
(021) 7980666
(021) 78831183-5
7980644, 7970875
78831184
(021) 7248700, 72788815
(021) 7940450
(021) 75905080
(021) 7818880, 7811469, 78831456, 78835622
(021) 7890989
(021) 7816119, 7816219
7392522
7972146
75912911
7811409
78845753
7816261
(021) 75912684, 75912673, 75909650 75912707
(021) 7340924 - 29
(021) 7421006, 7, 8
7364068, 7364069
7421009
(021) 7362419, 7362404
7375884
(021) 7357272
7357318
(021) 7426545, 7425932, 7425635
7426021
(021) 5376767/68
5376769
(021) 2700298
(021) 7369215, 73691223, 73691907, 73691931, 73887202
(021) 73887702 & 39, 73887620
(021) 7490389
2700298
73692022
7372450
7424976
(021) 74863971, 74864019
74863848
(021) 73887963, 73887964, 73886679
(021) 53158541, 53158542
73886485
53158543
(021) 53161747, 53161748, 53161749
(021) 7560948, 7560949
(021) 5372607, 5373144
53161781
7560950
5374357
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Tangerang RS Eka BSD
Rumah Sakit Eka Horpital CBD
Tangerang
15321
(021) 53154637, 53154638, 53154640
Lot IX BSD City, Serpong
53154639
Tangerang Pamulang Siliwangi
Ruko Tita, Jl. Raya Siliwangi No. 9 A, Pamulang
Tangerang
15416
(021) 74718012, 74718014
74718016
AREA JAKARTA PASAR REBO
Jakarta Pasar Rebo
Plaza PP, Jl. Letjend. T.B. Simatupang No. 57
Jakarta Timur
13760
(021) 8408283
8403961, 8414446
Jakarta Gedung Aneka Tambang
Jl. Letjend. T.B. Simatupang, Tanjung Barat
Jakarta Selatan
12530
(021) 7892956
7892953
Jakarta Cilangkap
Komplek Mabes ABRI Cilangkap
Jakarta Timur
13870
(021) 8711739
8711447
Jakarta Kramatjati
Kokan Anggatra PUSDIKKES No. PP8-A1 dan
Jakarta Timur
13510
(021) 8000455, 80882152, 8000378
PP9-A1, Jl. Raya Bogor Km. 18
8006693, 80876863
Jakarta Plaza Kramatjati Indah
Jl. Raya Bogor, Pertokoan Ramayana
Jakarta Timur
13510
(021) 8090364
8090324
Blok A No.11-12
Cileungsi
Mal Cileungsi Blok C No. 9, Bogor
16820
(021) 82484604 - 07
82484608
Jl. Raya Narogong, Cileungsi
Jakarta Cijantung
Gedung BP2TKI Lantai 1, Jl. Raya Bogor Km. 23,5 Jakarta Timur
13750
(021) 87794824, 87794874, 87794902 87797857
Cibubur Citra Grand
Komplek Citra Grand Ruko 2 No. 15, Bekasi
17435
(021) 84596941, 84596942
84300086
Jl. Alternatif Km.4, Pondok Gede
Jakarta Pasar Induk Kramatjati
Pasar Induk Kramatjati Blok B.AKS/001, Jakarta Timur
13540
(021) 8400248, 87781739
8400879
Jl. Raya Bogor Km.17
Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Komplek TMII, Gedung Sasana Kriya No. B 16 Jakarta Timur
13560
(021) 8403190
8714954
Jakarta R.S. M.H. Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 , Kramatjati
Jakarta Timur
13550
(021) 8096791
8008963
Jakarta Condet
Jakarta
13520
(021) 80878729, 80878730, 80878731 80878727
Jl. Raya Condet No. 15
Bekasi Ujung Aspal
Jl. Raya Hankam No. 18 B-C, Bekasi
17431
(021) 84592090, 84597382
84592091
Jati Murni, Pondok Gede
Cibubur Kota Wisata
Ruko Sentra Eropa Blok A No.6, Bogor
16968
(021) 84935699, 84930634, 84935675
Perumahan Kota Wisata, 84930635
Jl. Tranyogi Km.6, Cibubur
Cibubur Time Square
Jl. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi
Bekasi
17433
(021) 84303649 - 50
84303848
No. 37 G, Jatisampurna
AREA DEPOK
Depok
Jl. Margonda Raya No. 2
Depok
16432
(021) 7520569, 7760903
7762684
Jakarta Cimanggis
Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28
Jakarta Timur
13710
(021) 8710013, 8710016, 8710657
8710776, 87711803
Jakarta Cibubur
Jl. Lapangan Tembak, Jakarta Timur
13720
(021) 87704204-5
87704206
Pertokoan Cibubur Indah Blok. A-22 - 23
Depok Bukit Sawangan
Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F2 No.1, Depok
16518
(0251) 604904, 604905
604908
Jl.Raya Parung Km.35, Sawangan
Citeureup
Jl. Mayor Oking No. 10 - 11, Citeureup
Bogor
16810
(021) 87942420, 87942283, 87909462 87942683
Depok Kelapa Dua
Jl. Raya Akses UI No. 88 C, Kelapa Dua, Cimanggis Depok
16951
(021) 87712226
87712226
Depok Tengah
Komplek Ruko Sukmajaya No. 15,
Depok
16411
(021) 7715427, 7715432
7715441
Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah
Depok Cisalak
Jl. Raya Bogor Km.31 No.8, Cisalak
Depok
16416
(021) 8734224, 8734117
8734220
Depok I
Jl. Nusantara Raya No. 25 AB
Depok
16432
(021) 77205078, 77205270
77205361
Depok Timur
Jl. Proklamasi Raya Blok A No.7-8, Depok II Timur Depok
16417
(021) 77831443, 77829381, 77827453 77830194
Depok ITC
Pertokoan ITC Depok No.49,Jl. Margonda Raya
Depok
16431
(021) 77202319, 77202325
77202356
Depok Cinere Limo
Jl. Cenere Raya No. 18 B, Cinere
Depok
(021) 7536364, 7536360
7536368
16514
Jakarta Universitas Pancasila
Jl. Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah Jakarta Selatan
12640
(021) 78880410, 78890342
78880410
Depok Universitas Indonesia
Kampus Universitas Indonesia, Depok
16424
(021) 78849075, 78849076
78849074
Gedung Pascasarjana Fakultas Ekonomi
Depok Pondok Cina
Jl. Raya Margonda No. 345 D, Pondok Cina
Depok
16424
(021) 77210999, 77213388
77210888
Depok Jatijajar
Jl. Raya Tole Iskandar No. 1
Depok
16415
(021) 87741872, 87744255, 87743880 87741716
Depok Kartini
Pertokoan Kartini Blok A No. 11, Depok
16436
(021) 77217342, 77217343, 77217346
Jl. Kartini Raya, Pancoran Mas
77217344, 77217345
AREA BOGOR
Bogor Juanda
Jl. Ir. H, Juanda No. 12 Bogor
16121
(0251) 8313644, 8320008, 8324836 8323967, 8382401
Bogor Kapten Muslihat
Jl. Kapten Muslihat No. 17
Bogor
16121
(0251) 8311129
8326852
Bogor Suryakencana
Jl. Suryakencana No. 310
Bogor
16123
(0251) 8381136, 8329611
381134, 353104
Cibinong
Komp. Ruko Graha Cibinong No. B-1, Bogor
16917
(021) 87918731-34
87918730
Jl. Raya Jakarta Bogor Km.43, Cibinong
Bogor Warung Jambu
Jl. Raya Pajajaran No. 1 - B
Bogor
16153
(0251) 8387356
8319825
Bogor Tajur
Jl. Raya Tajur No. 130
Bogor
16720
(0251) 8380733, 8380763
8390287
Bogor Pajajaran
Ruko Bantar Kemang No.20 Q, Jl. Raya Pajajaran Bogor
16143
(0251) 8329512
8350085
Bogor Pasar Anyar
Ruko Central Blok C No. 15, Jl. Dewi Sartika
Bogor
16121
(0251) 8373238
8373268
Bogor Ciluar
Jl. Raya Simpang Pomad Ruko No. 323 C, Ciluar Bogor
16710
(0251) 8658070
8658677
Bogor Soleh Iskandar
Komplek Pertokoan 24, Bogor
16161
(0251) 8340091
8340063
Jl. KH Soleh Iskandar No. 2 H
Sukabumi Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 124
Sukabumi
43132
(0266) 221319
221236
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
281
282
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Sukabumi Ahmad Yani
Jl. Ahmad Yani No. 44 Sukabumi
43131
(0266) 222801, 222802, 223677, 224748
221116
Cianjur
Jl. Suroso No. 51
Cianjur
43211
(0263) 268383
266078
Cipanas
Jl. Raya Cipanas Blok 11 No. 201, Pacet
Cianjur
43553
(0263) 511037
511039
Cicurug
Jl. Siliwangi No. 287 B, Cicurug
Sukabumi
43159
(0266) 732512
736364
Cianjur Cokroaminoto
Jl. HOS Cikroaminoto No. 172
Cianjur
43214
(0263) 261730
261749
Pelabuhan Ratu
Jl. Siliwangi No. 62, Pelabuhan Ratu
Sukabumi
43363
(0266) 434651, 434654
434652
Cibadak
Jl. Suryakencana No. 4, Cibadak
Sukabumi
43351
(0266) 5311919
537207
WILAYAH VI/ BANDUNG
Jl. Soekarno Hatta No. 486
Bandung
40266
(022) 7506242, 7511878
7505810, 7506632
AREA BANDUNG ASIA-AFRIKA
Bandung Asia Afrika Utara
Jl. Asia Afrika No. 107 Bandung
40112
(022) 4207026, 4203461, 4336693
4206998, 4233546,
4230137
Bandung Asia Afrika Selatan
Jl. Asia Afrika No. 118-120 Bandung
40261
(022) 4240282
4240281
Bandung Soekarno-Hatta
Jl. Soekarno Hatta No. 486
Bandung
40266
(022) 7562950
7562944
Bandung Siliwangi
Jl. Siliwangi No. 3
Bandung
40132
(022) 2506858, 2502549, 2531940
2531941, 2531942
Bandung Alun-Alun
Jl. Asia Afrika No. 51
Bandung
40001
(022) 4205555
4205312
Bandung Kiara Condong Jl. Kiara Condong No. 115
Bandung
40281
(022) 7235008 - 9, 7201827
7231536, 7213891
Bandung Buah Batu
Jl. Buah Batu No. 268
Bandung
40264
(022) 7320854-5
7300369
Bandung Binacitra
Jl. Soekarno Hatta No. 162
Bandung
40235
(022) 5422366, 5406674, 5406693
5411336, 5409846
Bandung Metro
Jl. Soekarno Hatta No. 638 Bandung
40286
(022) 7508202
7562091
Bandung Kopo
Jl. Raya Terusan Kopo 228 A Bandung
(022) 5425541-3
5410568
40226
Bandung Jamika
Jl. Jamika No. 33 C
Bandung
40231
(022) 6403199
6403199
Bandung Sumbersari
Jl. Soekarno Hatta No. 132 B
Bandung
40222
(022) 6046262
6046261
Bandung Burangrang
Jl. Burangrang No. 35 D
Bandung
40262
(022) 7333999
7333995
Bandung Mohamad Toha
Jl. Mohamad Toha No. 189
Bandung
40253
(022) 5209803, 5228190, 521163
5228203, 5228612
Bandung Soreang
Jl. Raya Soreang No. 457
Bandung
40377
(022) 5892828
5896133
Bandung BKR
Jl. BKR No. 124 A
Bandung
40254
(022) 5222752
5226925
Bandung Taman Kopo Indah
Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. 19
Bandung
40226
(022) 5421777
5421505
Bandung MTC
Metro Trade Center Blok F1,Jl. Soekarno Hatta
Bandung
40286
(022) 7508799, 7508846, 7508867, 7535701 7508869
Bandung Dayeuhkolot
Jl. Bojongsoang No.79
Bandung
40288
(022) 7506428, 7510340, 7520802, 7568195 7504139
AREA BANDUNG SURAPATI
Bandung Surapati
Jl. Surapati No. 2
Bandung
40115
(022) 4241411
4207552, 4241436
Bandung Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 730, Bandung
40282
(022) 7213707
7213708
Gerbang Puri Tirta Kencana
Bandung Martadinata
Jl. R.E. Martadinata No.103 Bandung
40115
(022) 4209093
4204991
Bandung Ujungberung Jl. A. H. Nasution No. 67
Bandung
40611
(022) 7800135
7815020
Bandung Kanpus Telkom Gedung Kantor Pusat PT Telkom, Jl. Japati No. 1 Bandung
40133
(022) 7206661
7206562
Garut
Jl. Ahmad Yani No. 24
Garut
44115
(0262) 231698
232675
Sumedang
Jl. Mayor Abdurachman No. 99
Sumedang
45323
(0261) 210275, 210276, 210277
210565
Bandung Dago
Jl. Ir. H. Juanda No. 30
Bandung
40115
(022) 4208000, 4217000
4235351
Komplek STT Telkom, Jl. Japati No. 1
Bandung
40133
(022) 7512480
7207501
Bandung STT Telkom
Bandung Rancaekek
Jl. Raya Dangdeur No. 137, Rancaekek
Bandung
40394
(022) 7791010, 7791001
7791001
Bandung Jamsostek
Jl. P.H. Hasan Mustapa No. 39
Bandung
40124
(022) 7217861
7217863
Bandung Gatot Subroto
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 295 A
Bandung
40274
(022) 7320412
7313469
Bandung Cibeunying
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 317
Bandung
40121
(022) 7218551, 7210866
7210764
Bandung Cihampelas
Jl. Cihampelas No. 182
Bandung
40131
(022) 2043996
2043997
Garut Cikajang
Jl. Garut Cikajang No. 99
Garut
44171
(0262) 577595, 577596
577593
Tasikmalaya Otto Iskandardinata
Jl. Otto Iskandardinata No. 26
Tasikmalaya
46113
(0265) 331821
331824
Tasikmalaya Mustofa Jl. H.Z. Mustofa No. 294
Tasikmalaya
46125
(0265) 333328
333336
Tasikmalaya Sutisna
Jl. Sutisna Senjaya No. 88
Tasikmalaya
46114
(0265) 323261
335059
Ciamis
Jl. Ahmad Yani No. 21 Ciamis
46211
(0265) 771538
771384
Ciamis Banjar
Jl. Letjend. Suwarto No. 48, Banjar
Ciamis
43622
(0265) 744713, 744814
744719
AREA BANDUNG BRAGA
Bandung Braga
Jl. Braga No. 133
Bandung
40111
(022) 4236030
4204444, 4238129,
4233456
Bandung Pajajaran
Jl. Pajajaran No. 125
Bandung
40174
(022) 6018862, 6032301
6032296, 6002019
Bandung Setiabudi
Jl. Setiabudi No. 210
Bandung
40141
(022) 2041933
234958, 2034958
Bandung R.S. Hasan Sadikin
Jl. Pasteur No. 38 Bandung
40161
(022) 2042575
2031849, 2043311
Cimahi Jl. Raya Cimahi No. 612
Cimahi
40525
(022) 6644628
6644628
Bandung Pasteur
Jl. Dr. Junjunan No. 155 A Bandung
40173
(022) 6020295-6
6020360
Pamanukan
Jl. Ion Martasasmita No. 35, Pamanukan
Subang
(0260) 554555
551357
41254
Subang
Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5
Subang
41211
(0260) 417773, 416445, 416550
416665
Jatinangor Universitas Pajajaran
Kampus Universitas Pajajaran
Sumedang
45363
(022) 7781948
7781949
Jl. Raya Sumedang, Jatinangor
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Baros Leuwigajah
Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 4, Jl. Baros
Cimahi
40532
(022) 6634666
6634659
Bandung Setrasari Plaza
Setrasari Plaza Blok A No.5 Jl. Suria Sumantri
Bandung
40146
(022) 2002465
2007496
Bandung Otista
Jl. Otto Iskandardinata No. 293
Bandung
40251
(022) 4224728, 4224730
4237271
Bandung Cimindi
Jl. Raya Cimindi No. 270, Bandung
40175
(022) 6631642, 6631663
6631643
Bandung Sukajadi
Jl. Sukajadi No. 184
Bandung
40161
(022) 2037944
2041073
Bandung Pasar Baru
Jl. Otto Iskandardinata No. 99, Pasar Baru
Bandung
40111
(022) 4231727
4203166
Lembang
Jl. Raya Grand Hotel No. 42, Lembang
Bandung
40391
(022) 2784455, 2784700
2784972
Padalarang
Jl. Raya Padalarang No. 465 A
Padalarang
40553
(022) 6808214, 6808206
6808213
Purwakarta
Jl. Sudirman No. 176 Purwakarta
41115
(0264) 201505
201507
Karawang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass
Kerawang
41314
(0267) 402353, 402679, 403127, 402853
403761, 405960, 408724,
414943
Karawang Tuparev
Jl. Tuparev No. 44
Karawang
41312
(0267) 8454274, 8454275
8454273
Dawuan Cikampek
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan
Cikampek
41373
(0264) 316140
316385
Cikampek GKB PT Pupuk Kujang
Kawasan PT Pupuk Kujang
Cikampek
41373
(0264) 316387
311623
AREA CIREBON
Cirebon Yos Sudarso
Jl. Yos Sudarso No. 11
Cirebon
45111
(0231) 205506 - 7, 234350-1, 206204 203084, 83930980
Cirebon Jalan Kantor
Jl. Kantor No. 4
Cirebon
45112
(0231) 203025
201596
Cirebon Siliwangi
Cirebon
45124
(0231) 202125
207021
Jl. Siliwangi No. 139 Cirebon Tegalwangi
Jl. Raya Tegalwangi Km. 9 No. 58
Cirebon
45154
(0231) 321260, 321513
321026
Indramayu Panjaitan
Jl. D.I. Panjaitan No. 8 Indramayu
45212
(0234) 22001
22901
Kuningan
Pertokoan Siliwangi No. 39-40, Kuningan
45511
(0232) 876457, 876557
871742
Jl. Siliwangi, Kuningan
Indramayu Balongan Jl. Raya Balongan (Depo Pertamina)
Indramayu
45217
(0234) 28475
28722
Jatibarang
Jl. Mayor Dasuki No. 92, Jatibarang
Indramayu
45273
(0234) 351450, 351440
353569
Majalengka Kadipaten
Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten
Majalengka
45453
(0233) 663007, 663008, 663010
662004
Cirebon Plered
Jl. Raya Panembahan No. 51, Plered
Cirebon
45154
(0231) 325438, 325439
321345
Cirebon Arjawinangun
Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 21, Kabupaten Cirebon 45162
(0231) 357676
357558
Desa Jungjang, Arjawinangun
Cirebon Ciledug
Jl. Merdeka Barat No. 68, Ciledug
Kabupaten Cirebon 45188
(0231) 8665727
8665726
WILAYAH VII/ SEMARANG
Jl. Pemuda No. 73
Semarang
50139
(024) 3517349, 3520484, 3520487
3520485
AREA SEMARANG PEMUDA
Semarang Pemuda
Jl. Pemuda No. 73
Semarang
50139
(024) 3514321
3545365
Semarang Pandanaran
Jl. Pandanaran No. 104
Semarang
50134
(024) 8310325
8414125
Semarang Bangkong Plaza
Jl. M.T. Haryono No. 864-866, Semarang
50242
(024) 8312736
8414346
Komp. Bangkong Plaza B 4-6
Semarang Gedung Telkom
Gedung PT Telkom (Persero), Jl. Pahlawan No. 10 Semarang
50241
(024) 8442595, 8303005
8445710
Semarang Kepodang
Jl. Kepodang No. 32-34 Semarang
50137
(024) 3544181
3544184
Semarang R.S. Kariadi
Jl. Dr. Sutomo No. 16 Semarang
50231
(024) 8412503
8317546
Semarang Majapahit
Kompleks Ruko Majapahit, Jl. Majapahit No. 339 Semarang
50191
(024) 6725702, 6725704
6725703
Jl. Diponegoro No. 36
Salatiga
50711
(0298) 321002, 324030
321331
Salatiga
Semarang Patrajasa
Jl. Sisingamangaraja
Semarang
50231
(024) 8314450
8505162
Semarang Srondol
Jl. Setiabudi No. G 62 E & F
Semarang
50263
(024) 7461192, 7461736, 7461737
7461191
Semarang Pelindo
Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang
50174
(024) 3585382
3563450
Jl. Coaster No. 10
Demak
Jl. Sultan Fatah No. 4B
Demak
59511
(0291) 6904077 - 78 (0291) 6904079
Kudus
Jl. Jend. Sudirman No. 164
Kudus
59301
(0291) 438768, 432974
438769
Jepara
Jl. HOS Cokroaminoto No. 4 Jepara
59417
(0291) 591555, 592666
591666
Cepu
Jl. Pemuda No. 60
Cepu
58312
(0296) 424627, 424630, 424631, 424625
424632, 424737
Pati
Jl. Kol. Kusnandar Komplek Ruko Pasar Puri
Pati
59112
(0295) 385909, 385066, 385067
385065
Blok 6-7
Blora
Jl. Alun-Alun Selatan No. 5
Blora
58215
(0296) 5100091, 5100092
531547
Kudus Alun-Alun
Jl. Jenderal Sudirman No. 3 C
Kudus
59312
(0291) 439902, 439903, 439904
439901
Rembang
Jl. Diponegoro No. 79, Rembang
Rembang
59217
(0295) 691599, 6998309
6998308
AREA SEMARANG PAHLAWAN
Semarang Pahlawan
Jl. Pahlawan No. 3
Semarang
50241
(024) 8415362
8311366
Semarang Mpu Tantular
Jl. Mpu Tantular No. 19
Semarang
50010
(024) 3544031-3
3517337
Semarang Sugiyopranoto
Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B
Semarang
50246
(024) 3522790, 3522671, 3585783
3585084
Semarang Candi Baru Jl. S. Parman No. 55 K, Ruko Sultan Agung
Semarang
50232
(024) 8312141, 8442550, 8506155
8505501
Ungaran
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran
Semarang
50511
(024) 6924296, 921989
6924295
Parakan Jl. Pahlawan No. 28, Parakan
Temanggung
56254
(0293) 596471-73, 596598, 597227
596239
Weleri
Jl. Utama Tengah No. 198
Weleri
51355
(0294) 644009, 642010
643460
Purwodadi
Jl. R. Suprapto No. 97 A-B
Purwodadi
58111
(0292) 425061
425062
Semarang Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Dr. Sudharto No. 9 B, Tembalang
Semarang
50275
(024) 76480480, 76480484
76480556
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
283
284
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Semarang Kawasan Industri Candi
Kawasan Industri Candi
Semarang
50184
(024) 7612381, 7612385
7612385
,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2
Semarang Gang Pinggir
Jl. Gang Pinggir No. 13 A
Semarang
50137
(024) 3510537, 3512929, 3551921
3551918
Semarang MT Haryono
Jl. M.T. Haryono No. 419
Semarang
50136
(024) 3586267, 3586268
3586939
Ambarawa
Jl. Jenderal Sudirman No.122, Ambarawa
Semarang
50162
(0298) 596741, 596742
596743
Semarang Ngaliyan
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 9 Ruko C,D,E Tugu
Semarang
50189
(024) 7619378, 7614769
(024) 7614770
Magelang
Jl. Sudirman No. 26, Magelang
56126
(0293) 364012, 366776
364282
Komplek Pertokoan Rejotumoto
Kutoarjo
Jl. Pangeran Diponegoro No. 114, Kutoarjo
Kutoarjo
54212
(0275) 642000, 642651
642652
Wonosobo
Jl. Sumbing No. 18
Wonosobo
56311
(0286) 322474
322460
Muntilan
Kompleks Ruko Muntilan Plaza Jl. Pemuda
Muntilan
56414
(0293) 586066
586065
Temanggung
Jl. Tentara Pelajar No. 1
Tamenggung
56213
(0293) 493862, 493863
491012
Magelang A. Yani
Jl. Ahmad Yani No. 203
Magelang
56115
(0293) 314503
314546
AREA YOGYAKARTA
Yogyakarta Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 26
Yogyakarta
55232
(0274) 557069, 586425
561893, 586432
Yogyakarta Wisma PU
Jl. Laksda Adisucipto No. 165
Sleman
55281
(0274) 560915 s/d 560919
560920, 560921
Yogyakarta Diponegoro
Jl. Pangeran Diponegoro No. 107
Yogyakarta
55231
(0274) 584758, 562415
562878
Yogyakarta Katamso
Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B
Yogyajarta
55121
(0274) 415392, 415616, 415388, 415389
415670, 415672
Jl. Gejayan No. 28, Condong Catur
Sleman
55283
(0274) 543028, 584041, 584140
543029
Yogyakarta Gejayan
Yogyakarta UGM
Jl. Kaliurang, Sekip Blok L-6
Sleman
55281
(0274) 543032, 521136
543031
Yogyakarta Godean
Jl. Raya Godean Km.4 No. 32
Sleman
55292
(0274) 561311
561312
Bantul
Jl. Gajah Mada No. 14, Bantul
Bantul
55711
(0274) 368469, 368470
368470
Yogyakarta Gedung Magister UGM
Lobby Gedung Magister UGM, Sleman
55281
(0274) 521412
548956
Jl. Nusantara, Bulak Sumur
Yogyakarta Ahmad Dahlan
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 25
Yogyakarta
55121
(0274) 411753, 411784
411754
Yogyakarta STIE YKPN
Kampus STIE YKPN, Jl. Seturan
Sleman
55281
(0274) 486163
487657
Sleman
Jl. Raya Magelang Km. 10
Sleman
55511
(0274) 865123, 868405 Ex.285
865566
Yogyakarta Suryotomo
Hotel Limaran, Jl. Suryotomo No. 1
Yogyakarta
55121
(0274) 515621
515621
Yogyakarta R.S. Sardjito
Jl. Kesehatan Sekip, Kotak Pos 21
Sleman
55284
(0274) 518671
518671
Yogyakarta Kaliurang
Jl. Kaliurang Km.6,5 No.A 5 C, Sleman
55281
(0274) 889645, 889646
889657
Condongcatur, Depok, Sleman
Yogyakarta Universitas -
Gedung Rektorat Universitas Islam Indonesia
Sleman
55283
(0274) 896323
896327
Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km.14,5, Besi, Sleman
Wates
Jl. Kolonel Sugiyono, Wates
Kulon Progo
55611
(0274) 775319
775312
Wonosari
Jl. Baron No. 34, Baleharjo, Wonosari
Gunung Kidul
55811
(0274) 394433, 394713, 394271
391267
Yogyakarta Kotagede
Jl. Kemasan No. 52 Kotagede
Yogyakarta
55172
(0274) 4437168 - 69
4437167
AREA SOLO
Solo Sriwedari
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 294
Solo
57141
(0271) 715455
711888
Solo Purwotomo
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 329
Solo
57142
(0271) 711161 - 71896535
713896
Solo Slamet Riyadi
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 Solo
57111
(0271) 41940
45500
Solo Pasar Klewer
Komplek Pasar Klewer Los E 27-29, Jl. Dr. Rajiman Solo
57115
(0271) 42925
635018
Solo Baru
Jl. Yos Sudarso No. 387
Solo
57157
(0271) 663542, 664407, 6644096
645586
Solo RSO Dr. Soeharso
RSO Prof.Dr.Soeharso,
Sukoharjo
57162
(0271) 742184, 742185
742218
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pabelan
Sragen
Plaza Atrium Blokc C-D, Sragen
57211
(0271) 890585, 894610
894611
Jl. Raya Sukowati No. 302-304
Palur
Jl. Raya Palur No. 32, Jaten
Karanganyar
57771
(0271) 827029
827589
Wonogiri
Jl. Jenderal Sudirman No. 132
Wonogiri
57611
(0273) 323656, 323658
323657
Kartosuro
Jl. Ahmad Yani No. 9
Sukoharjo
57162
(0271) 780822
780822
Klaten
Jl. Pemuda Selatan No. 121, Tonggalan
Klaten
57412
(0272) 325798, 327844, 327982
321277
Boyolali
Jl. Kates, Pulian
Boyolali
57316
(0276) 322702
325029
Delanggu
Jl. Raya Delanggu No. 87, Dongkolan
Delanggu
57471
(0272) 555640, 555645
555539
Karanganyar
Jl. Lawu No. 386
Karanganyar
57712
(0271) 6491970 - 71
6491972
Sukoharjo
Jl. Jenderal Sudirman No. 29
Sukoharjo
57551
(0271) 6594972, 6594973
6594974
AREA TEGAL
Jl. Arief Rahman Hakim No. 19
Tegal
52123
(0283) 351181
353628, 358544
Tegal Arif Rahman Hakim
Tegal Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 11
Tegal
52131
(0283) 358181
351309
Pemalang
Jl. Sudirman No. 59
Pemalang
52313
(0284) 321647, 324707, 324880
321433
Gombong
Jl. Yos Sudarso No. 241
Gombong
54411
(0287) 473620, 473621, 473115
472695
Brebes
Plaza Dedy Jaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 109 Brebes
52212
(0283) 673535, 6735536, 3304210
3308880
Tegal Banjaran Adiwerna
Jl. Raya Banjaran No. 10, Adiwerna
Tegal
52194
(0283) 442255, 442377
445545
Kebumen
Jl. Pahlawan No. 126
Kebumen
54311
(0287) 383747
381488
Purwokerto
Jl. Jend. Sudirman No. 463
Purwokerto
53114
(0281) 632222
636687
Banjarnegara
Jl. S. Parman No. 31
Banjarnegara
53411
(0286) 591333, 591999
591839
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Purwokerto Unsoed
Jl. Prof. Dr. HR Boenyamin No. 15
Purwokerto
53124
(0281) 642555, 642556
Purbalingga
Jl. Jenderal Sudirman No. 37
Purbalingga
53312
(0281) 891192, 895555
Cilacap
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 100
Cilacap
53212
(0282) 533193, 533806
Kroya
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 A
Kroya
53282
(0282) 492086, 492105
Cilacap Maos
Komplek Pertamina Depot Maos, Cilacap
57232
(0282) 695026
Jl. Pertamina, Maos Kidul
Majenang
Jl. Diponegoro No. 85
Cilacap
53527
(0280) 623419
Pekalongan Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 34
Pekalongan
51111
(0285) 425131-33
Pekalongan Hayam Wuruk
Jl. Hayam Wuruk No. 5
Pekalongan
51119
(0285) 422085
Pekalongan Alun-alun
Jl. Alun-alun No. 3
Pekalongan
51101
(0285) 421758
WILAYAH VIII/ SURABAYA
Jl. Basuki Rahmat No. 129-137
Surabaya
60271
(031) 5316760 - 66
AREA SURABAYA NIAGA
Surabaya Niaga
Jl. Veteran No. 42-44 Surabaya
60175
(031) 3524223 - 6
Surabaya Stasiun Kota
Jl. Stasiun Kota No.60 C-D Kav. No.1 dan 2
Surabaya
60160
(031) 3530293, 3539366 - 67
Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Jl. Perak Timur No.512 Blok H3-H4
Surabaya
60165
(031) 3295924, 3297929, 3295924
Surabaya Jembatan Merah
Jl. Jembatan Merah No. 25-27
Surabaya
60175
(031) 3520090 - 99
Surabaya Kusuma Bangsa
Jl. Kusuma Bangsa No. 106
Surabaya
60136
(031) 5323642, 5323880
Surabaya Kembang Jepun
Jl. Kembang Jepun No.168-170
Surabaya
60162
(031) 3550091 - 92
Surabaya Indrapura
Jl. Indrapura No. 45
Surabaya
60176
(031) 3521251 - 52, 3535715
Surabaya Tanjungperak
Jl. Perak Timur No. 398 Surabaya
(031) 3291792, 3292580, 3293568
60164
Surabaya Indragiri
Jl. Indragiri No.30-32
Surabaya
60241
(031) 5611360, 5681439, 5681442, 70991623
Surabaya Pahlawan
Jl. Pahlawan No. 120
Surabaya
60174
(031) 3534072-74, 3552550
Tuban
Jl. Basuki Rachmat No. 75
Tuban
62317
(0356) 320786, 331436, 331437
Bojonegoro
Jl. Teuku Umar No. 47 B
Bojonegoro
62111
(0353) 892110, 892111, 892113
Lamongan
Jl. Lamongrejo No. 120
Lamongrejo
62213
(0322) 318200, 318300, 318774, 318775
Surabaya Pasar Turi
Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6, Surabaya
60174
(031) 5345620
Jl. Dupak No. 3-9
Surabaya Pertamina Jagir
Jl. Jagir, Wonokromo
Surabaya
60243
(031) 8420753, 8420754
Surabaya Kapasan
Jl. Kapasan No. 159
Surabaya
60141
(031) 319944, 3717529
Surabaya PT. PAL
Kantor Pusat PT. PAL
Surabaya
60155
(031) 3282026, 3298482
Surabaya Margorejo
Jl. Raya Margorejo Indah Kav. A No. 131 - 132
Surabaya
60238
(031) 8499502, 8499773
Surabaya Armada Timur
Markas Komando TNI AL, Gedung Panti -
Surabaya
60155
(031) 3281075
Tjahaya Armada, Basis TNI AL Ujung
Surabaya Unika Widya Mandala
Jl. Dinoyo No. 41-44
Surabaya
60265
(031) 5624344
Surabaya Kapas Krampung
Jl. Kapas Krampung No.67 Kav. 06
Surabaya
60133
(031) 3737469, 3737467, 3737471
Surabaya Kedungdoro
Jl. Kedungdoro No. 84
Surabaya
60251
(031) 5462851, 5462853
Surabaya Undaan
Jl. Undaan Kulon No. 105 A
Surabaya
60274
(031) 5484379, 5484383, 5484384, 5481997
Gresik
Jl. R.A. Kartini No. 210
Gresik
61122
(031) 3981300
Gedung Utama Semen Gresik
Jl. Veteran
Gresik
61121
(031) 3978504, 3981745 ext. 2077
Gresik Kota Baru
Jl. Sukomulyo No. 10, Manyar
Gresik
61121
(031) 3956406, 3956475
AREA SURABAYA GENTENGKALI
Surabaya Gentengkali
Jl. Gentengkali No. 93-95
Surabaya
60275
(031) 5319511 - 15
Surabaya Sungkono
Jl. Mayjend. Sungkono No. 121 F Surabaya
60225
(031) 5685021 - 22, 5663045
Surabaya Mulyosari Jl. Raya Mulyosari No. 360 D-E
Surabaya
60113
(031) 5927468 - 70, 5930034, 5962282
Surabaya Rungkut Megah Raya
Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya
Surabaya
60293
(031) 8720705, 8720706, Blok E/5-6, Jl. Raya Kali Rungkut No.5
8720708, 8720709
Surabaya Darmo Park
Komplek Pertokoan Darmo Park I
Surabaya
60256
(031) 5661745, 5661816
Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono
Surabaya Darmo Permai
Jl. H.R. Muhammad 36, Ruko Permata Blok B-1
Surabaya
60226
(031) 7344473-4
Surabaya Rungkut
Jl. Rungkut Industri Raya No. 10
Surabaya
60293
(031) 8439193, 84322113, 8411238
Pamekasan
Jl. Pangeran Diponegoro No.151
Pamekasan
69315
(0324) 331000, 330803, 330806
Sumenep
Jl. Raya Trunojoyo No. 55
Sumenep
69417
(0328) 669836, 669837, 669874
Surabaya Pasar Atum
Pusat Perbelanjaan Pasar Atum Mall Lantai 2, Surabaya
60161
(031) 3531820, 3531825
Stand No. BA 25-29, Jl. Stasiun Kota
Surabaya Bandara Juanda
Bandara Juanda
Surabaya
61253
(031) 2986422, 8667596, 8688419
Surabaya Pucang Anom
Jl. Pucang Anom Timur No. 12
Surabaya
60282
(031) 5020126, 5020701
Surabaya Darmo Indah
Komplek Ruko Darmo Indah Timur, Surabaya
60187
(031) 7328524, 7317618
Jl. Darmo Indah Timur Blok SS No.8
Surabaya Pakuwon
Jl. Raya Bukit Darmo Boulevard No.8 G
Surabaya
60226
(031) 7344049, 7344708
Surabaya Kupang Jaya
Jl. Kupang Jaya A I No. 43
Surabaya
60189
(031) 7344674, 7344693
Wilayah
Area
Kantor Cabang
642557
891977
535408
492087
695009
621141
425134
421501
421780
5316776, 5320641,
5316597
3547571, 3533029
3530951
3294234
3525779
5313298
3550576
3526653
3293579
5681438
3530561
320787
892114
318773
5345603
8420754
3719944
3298482
8499031
3292354
5623963
3737468
5462852
5484393
3981442
3984608
3956416
5316716, 5478401
5678075
5930237
8707941
5672987, 5617389
7344472
8410435
324302
663775
3531796
8671661
5024063
7328525
7344071
7344679
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
285
286
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Surabaya Kenjeran
Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB Surabaya
60113
(031) 3823303, 3823273
3823297
Surabaya Universitas Airlangga
Kampus B, Universitas Airlangga, Surabaya
60286
(031) 5020365, 5020367
5020379
Jl. Airlangga No. 4-6
Sidoarjo
Jl. Ahmad Yani No. 7 Sidoarjo
61219
(031) 8921327
8941577
Sidoarjo Krian
Jl. Raya Krian No. 47, Krian
Sidoarjo
61262
(031) 8982375, 8982376, 8982377
8971304
Sidoarjo Pahlawan
Ruko Pondok Mutiara Indah
Sidoarjo
61213
(031) 8922634
8922283
Blok N-02, Jl. Pahlawan
Sidoarjo Candi
Jl. Raya Candi No. 42
Sidoarjo
61272
(031) 8940674, 8740694
8940682
Sidoarjo Gateway
Ruko Gateway Blok C-7, Waru
Sidoarjo
61256
(031) 8557335, 8557402
8554113
Sidoarjo Sepanjang
Jl. Bebekan No. 23, Sepanjang
Sidoarjo
61257
(031) 7860003, 7860005
7860004
Bangkalan
Jl. Soekarno Hatta No. 17 B
Bangkalan
69112
(031) 3096452, 3095892
(031) 3095218
Surabaya Rungkut Madya
Komp. Ruko Rungkut Mutiara B-02, Surabaya
60293
(031) 8794740, 8794762
(031) 8782350
Jl. Raya Rungkut Madya
AREA SURABAYA BASUKI RAHMAT
Surabaya Basuki Rahmat
Jl. Basuki Rahmat No. 129-137
Surabaya
60271
(031) 5316760 - 66
5316778, 5320631,
5316752
Surabaya Pondok Chandra
Jl. Palem TC 1 / 12, Pondok Chandra Indah
Surabaya
61256
(031) 866672, 8663393, 8663363
8673866
Surabaya PDAM
Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2
Surabaya
60131
(031) 5046745 - 46
5034988
Surabaya Diponegoro Jl. Raya Diponegoro No. 155
Surabaya
60241
(031) 5662853, 5669892, 5674347
5662839, 5674348
Surabaya Bratang Binangun Jl. Ngagek Jaya Selatan, Surabaya
60284
(031) 5043531, 5043701, 5624701
5043702, 5043430
Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6
Surabaya Kertajaya
Surabaya
32190
(0321) 5999869, 5981670
5981622
Jl. Dharmahusada Indah No. 130
Surabaya Darmo Raya
Jl. Raya Darmo No. 41
Surabaya
60625
(031) 5685574, 5685891, 5677843
5686756, 5687458
Surabaya Tunjungan Plaza
Jl. Basuki Rahmat No. 2-4
Surabaya
60261
(031) 5343251 - 52
5311305
Surabaya Gubeng
Jl. Kalimantan No.10 Surabaya
60281
(031) 5039839, 5033783-84,5030765 5035346
Surabaya Pemuda
Jl. Pemuda No. 27-31 Surabaya
60271
(031) 5311736 - 36 - 40 - 41, 5340756 5311432
Surabaya Wiyung
Komplek Ruko Taman Pondok Indah Kav.A-35, Surabaya
60222
(031) 7660056, 7664559, 7664029
7668423
Jl. Raya Menganti No. 207, Wiyung
Mojokerto
Jl. Mojopahit No. 406
Mojokerto
61321
(0321) 323086, 323870, 323871
323093
Jombang
Jl. Merdeka No. 115
Jombang
61413
(0321) 875141, 875541
323093
Surabaya Telkom Ketintang
Jl. Ketintang No. 156
Surabaya
60245
(031) 8292659, 8292314, 8285823
8285713
Surabaya Jemursari
Jl. Jemursari No. 81
Surabaya
60231
(031) 8474247, 8474458
8474376
Surabaya Menanggal
Jl. A. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2
Surabaya
60243
(031) 8287568, 8287728
8288144
Surabaya Klampis
Jl. Klampis Jaya No. 50
Surabaya
60117
(031) 5990060, 5990061
5995025
Surabaya Darmo Trade Center
Darmo Trade Center Lt. 1 Kios A1-2, Surabaya
60241
(031) 8484490, 8484491
8484493
Jl. Wonokromo Raya
Mojosari
Jl. Hayam Wuruk No. 35 C, Mojosari
Mojokerto
61382
(0321) 594400, 594020
593409
Surabaya Citra Raya G-Walk
Perumahan Citra Raya Gwalk Blok W-1 No.10-11 Surabaya
60216
(031) 57431000, 57431222
57431033
Surabaya Universitas Petra
Jl. Siwalankerto No. 121-131
Surabaya
60236
(031) 8439040, 8494830 - 31
8436418
AREA JEMBER
Jember Alun-Alun
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 3 Jember
68118
(0331) 486671
485461, 487704
Jember Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6-8
Jember
68137
(0331) 484691
486094
Jember Wijaya Kusuma
Jl. Wijaya Kusuma No. 1
Jember
68118
(0331) 486096-8, 422687
484370
Bondowoso
Jl. R.E. Martadinata No. 39, Bondowoso
Bondowoso
68211
(0332) 420800, 420844
428888
Jember Ambulu
Jl. Manggar No. 23, Ambulu
Jember
68172
(0336) 88117, 881118
882549
Jember Tanggul
Jl. PB Sudirman No. 24, Tanggul
Jember
68155
(0336) 445007, 445866, 445880
445100
Probolinggo
Jl. Suroyo No. 23
Probolinggo
67211
(0335) 421205
422303
Probolinggo Kraksaan
Jl. Panglima Sudirman No. 119, Kraksaan
Probolinggo
67282
(0335) 844399
844895
Lumajang
Jl. Panglima Sudirman No. 33
Lumajang
67311
(0334) 886866
882151
Situbondo
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 102
Situbondo
68311
(0338) 671853
671854
Banyuwangi
Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 2
Banyuwangi
68411
(0333) 424674, 424815
423257
Genteng
Jl. Gajah Mada No. 253, Genteng Banyuwangi
68465
(0333) 845375, 845376, 845827
845116, 845784
Banyuwangi Rogojampi
Jl. Raya Rogojampi No. 12-14, Rogojampi
Banyuwangi
68462
(0333) 636419, 636420, 636422
636421
AREA MALANG
Malang Wahid Hasyim
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 5-7 Malang
65119
(0341) 364961 - 2
364977 - 342102
Pasuruan
Jl. Panglima Sudirman No. 11
Pasuruan
67115
(0343) 420221, 426876, 428666, 416833 426875
Malang Merdeka
Jl. Merdeka Barat No. 1 Malang
65119
(0341) 325658
366959
Batu Jl. Dewi Sartika No. 45, Batu
Malang
65315
(0341) 592998, 596534, 596535, 512334 512335
Malang Suprapto
Jl. Jaksa Agung Suprapto 65
Malang
65112
(0341) 368691
364665
Malang Griya Shanta
Ruko Griya Shanta Blok MP-53, Malang
65142
(0341) 404300
404301
Jl. Soekarno - Hatta
Malang
Malang Dampit
Jl. Semeru Selatan No. 9, Malang
65181
(0341) 898461 - 64
898444
Dampit, Kabupaten Malang
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Pandaan
Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19, Pandaan
67156
(0343) 638444, 638585
639493
Jl. Surabaya - Malang
Kepanjen
Jl. Ahmad Yani No. 5, Kepanjen
Malang
65163
(0341) 399858
399855
Lawang
Ruko Istana Lawang Blok A5, Malang
65213
(0341) 420555, 422999
422998
Jl. Dr. Soetomo, Lawang
Malang Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 50 C-D
Malang
65125
(0341) 480461, 480462, 480463
480460
Malang Gatot Subroto
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 9 A
Malang
65127
(0341) 364441, 326477, 328391
334890
Malang MT Haryono
Jl. MT Haryono No. 131
Malang
65141
(0341) 558140 - 42, 577252
558143
Malang Universitas Brawijaya
Kampus Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang
65145
(0341) 573201, 573204
573204
Bangil
Jl. Diponegoro F 10-11, Bangil
Pasuruan
65141
(0343) 748821, 748823
748824
Malang Sawojajar
Jl. Danau Toba No. E6/25 Malang
65139
(0341) 726666
726888
Kediri
Jl. Diponegoro No. 17 Kediri
64123
(0354) 681396, 681430
681629
Kediri Joyoboyo
Jl. Joyoboyo No. 34 A
Kediri
64125
(0354) 694299, 694300, 694301
694700
Pare
Jl. Panglima Besar Sudirman No. 43, Pare
Kediri
64212
(0354) 398400
395489
Nganjuk
Jl. Raya Ahmad Yani No. 207
Nganjuk
64418
(0358) 331662, 331663
331661
Madiun
Jl. Pahlawan No. 29 Madiun
63116
(0351) 462557, 451598
463482
Madiun Sudirman
Jl. Panglima Sudirman No. 38
Madiun
63132
(0351) 458444
467444
Ponorogo
Jl. Urip Sumoharjo No. 102
Ponorogo
63411
(0352) 488909, 488910
484207
Tulungagung
Jl. Sudirman No. 55 Tulungagung
66219
(0355) 326543-44
322571
Blitar
Blitar
66112
(0342) 813546, 813547
813548
Jl. Merdeka No. 30
WILAYAH IX/ BANJARMASIN
Jl. Lambung Mangkurat No. 3
Banjarmasin
70111
(0511) 3351405, 3351403, 3352249, 4366719
3365767, 69, 70, 71
AREA PONTIANAK
Pontianak Diponegoro
Jl. Diponegoro No. 17
Pontianak
78123
(0561) 769769
733767, 768330
Pontianak Sidas
Jl. Sidas No. 2
Pontianak
78111
(0561) 734670, 747495
733672
Pontianak Ngurah Rai
Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B
Pontianak
78117
(0561) 734247
734147
Pontianak Tanjungpura
Jl. Tanjungpura No. 110
Pontianak
78117
(0561) 734464
734752
Pontianak RS Santo Antonius
Jl. K.H. Wahid Hasyim Pontianak
78115
(0561) 737454
737454
Pontianak Achmad Yani
Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A
Pontianak
78122
(0561) 765010
767993
Ketapang
Jl. Letjen. R. Suprapto No. 1-2
Ketapang
78812
(0534) 35822, 35833, 35844
35855
Sintang
Jl. Mas Tirto Haryono
Sintang
78614
(0565) 24967, 24968, 24969
24973
Sanggau
Jl. Ahmad Yani No. 5-6
Sanggau
78153
(0564) 24651, 24652
24653
Pontianak Siantan
Jl. Khatulistiwa No. 1, Siantan
Pontianak
78243
(0561) 886192 - 93, 886308, 886507 (0561) 886302
Sambas
Jl. Gusti Hamzah No. 123
Sambas
79462
(0562) 391208, 391543, 391294
392567, 392675
Singkawang
Jl. Merdeka No. 20
Singkawang
79122
(0562) 631335, 631389, 637546
631151
AREA BANJARMASIN
Banjarmasin Lambung Mangkurat
Jl. Lambung Mangkurat No. 3
Banjarmasin
70111
(0511) 4368475, 4367812, 3365831
4367856, 3352510,
3366051
Banjarmasin Pangeran Samudera
Jl. Lambung Mangkurat No. 4 Banjarmasin
70111
(0511) 3352339, 4366303
3350928
Banjarmasin A. Yani
Jl. Achmad Yani No. 4 - 5
Banjarmasin
70233
(0511) 3264261, 3263333, 3262690 3257278, 3257281
Banjarmasin Mitra Plaza
Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Banjarmasin
70234
(0511) 3267748, 3267749
4365751
Banjarbaru
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D
Banjarbaru
70713
(0511) 4777058, 4780926
4780777
Batulicin
Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru
Kota Baru
72171
(0518) 71480 s.d. 71483
71484
Pelaihari
Jl. Ahmad Yani No. 17, Pelaihari
Tanah Laut
70811
(0512) 22801, 22812, 22824, 22838
22831
Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti
Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6
Banjarmasin
70119
(0511) 364965, 366354
366354
Banjarmasin Sentra Antasari
Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari
Banjarmasin
70234
(0511) 3360900, 3361948
3361949
Blok DT.001 Lt.2, Jl. Pangeran Antasari
Kotabaru
JL. Pangeran Indera Kesuma Jaya Blok 17, Kotabaru
72113
(0518) 24021,24022
(0518) 24666
Tanjung
Jl. Pangeran Antasari No. 43
Tanjung
71513
(0526) 21575, 21898, 21079, 23473
21739
Barabai
Pusat Perbelanjaan Murakata
Barabai
71311
(0517) 43702, 44240, 44250
43701
Blok D 1 Lt.2, Jl. PHM Noor
AREA PALANGKARAYA
Palangkaraya
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70
Palangkaraya
73111
(0536) 3222961, 3221378, 3221781, 3234283
3221969, 3224313, 3239438,
3235104, 3222702, 3230544
Muara Teweh
Jl. Ahmad Yani No. 21, Muara Teweh
Barito Utara
73811
(0519) 24673, 24676
24675
Pasar Kahayan
Palangkaraya
73112
(0536) 3223451
3223441
Jl. Cilik Riwut Km 1 No. 19 - 20, Palangkaraya
Buntok
Jl. Pahlawan No. 5 Buntok
Barito Selatan
73711
(0525) 23003, 23019
(0525) 22227
Sampit
Jl. M.T. Haryono No. 81 A
Sampit
74322
(0531) 21035
21632
Pangkalan Bun
Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun
Pangkalan Bun
74113
(0532) 24255, 24966, 35306, 27726 22710
Kuala Kapuas
Jl. Jend. Sudirman No. 32
Kuala Kapuas
73513
(0513) 21132, 21695
21028
AREA SAMARINDA
Samarinda Mulawarman
Jl. Mulawarman No. 23
Samarinda
75112
(0541) 742097, 741464, 742855, 205720,
741462, 741464, 749062
743292
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
287
288
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Samarinda Kesuma Bangsa
Jl. Kesuma Bangsa No. 76
Samarinda
75121
(0541) 742549
743777
Samarinda Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 9
Samarinda
75111
(0541) 200836-7, 731531
31530
Tanjung Redeb
Jl. Jenderal Sudirman No. 747
Tanjung Redeb
77312
(0554) 26031, 26032, 26033
26030
Samarinda Irian
Jl. Irian No. 16 C Samarinda
75111
(0541) 742066 - 67
731718
Samarinda A. Yani
Jl. Hasan Basri Blok A No. 1
Samarinda
75117
(0541) 736514, 736587
736291
Tenggarong
Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36
Kutai Kartanegara 75512
(0541) 662150, 661945, 665953, 662133
665981, 662132
Tarakan Yos Sudarso
Jl. Yos Sudarso No. 10
Tarakan
77113
(0551) 25960-3
21340
Tarakan Simpang Tiga
Jl. Yos Sudarso No. 25
Tarakan
71112
(0551) 21933
21359
Nunukan
Jl. Tien Suharto Rt.15, Nunukan
Nunukan
77182
(0556) 2025660, 2025661
2025662
Pulau Bunyu
Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu
Tarakan
77181
(0551) 24318, 25001
24318
Bontang
Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Bontang
75324
(0548) 21490, 21492
21489
Lhoktuan
Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Bontang Utara
75313
(0548) 41558, 41219
41219, 41535
Jl. Pakuaji Kav. 79
Bontang Ahmad Yani
Jl. Ahmad Yani No. 37
Bontang
75311
(0548) 20332, 21913, 27453
27453
Sangatta
Jl. Yos Sudarso II No. 17 B-C, Sangatta
Kutai Timur
75611
(0549) 25084, 25085
25086
AREA BALIKPAPAN
Balikpapan Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15
Balikpapan
76113
(0542) 733564, 427777, 424994, 422109, 424933
422882, 415593,
396950, 424994
Balikpapan Sudirman Komplek Ruko Balikpapan Permai, Balikpapan
76114
(0542) 731257
732249, 410555
Jl. Jend. Sudirman No. 642
Balikpapan Suprapto
Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Balikpapan
76131
(0542) 427000, 422840
424523
Balikpapan Klandasan
Jl. Jend. Sudirman No. 71
Balikpapan
76112
(0542) 422821, 422900
422902
Balikpapan Batakan
Jl. Mulawarman No. 122
Balikpapan
76115
(0542) 771191
771447
Balikpapan Telkom Divre VI
Gedung Telkom, Balikpapan
76114
(0542) 872588
872588
Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road
Balikpapan Muara Rapak
Ruko Taman Citra Blok A3 No.2-3, Balikpapan
76125
(0542) 421559, 736952, 414708
413783
Jl. Soekarno Hatta
Tanah Grogot
Jl. Gajah Mada No. 22, Tanah Grogot
Kabupaten Paser 76211
(0543) 23208, 23577
22190
Balikpapan Baru
Komplek Ruko Balikpapan Baru Blok D 6 No.2
Balikpapan
76114
(0542) 877976
871584
Penajam Paser Utara
Jl. Propinsi Km 18 Petung Penajam Paser Utara76143
(0542) 427777 ext.210 (0542) 422109
WILAYAH X/ MAKASSAR
Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Makassar
90111
(0411) 329097, 323547
329095
AREA MANADO
Manado Dotulolong Lasut
Jl. Dotulolong Lasut No. 15
Manado
95122
(0431) 866228, 863477, 863278
857579, 863577
Manado Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 47
Manado
95122
(0431) 864077, 864177, 858476
851877
Manado Sam Ratulangi
Kompleks Wanea Plaza Blik I No.8, Jl.Sam Ratulangi Manado
95117
(0431) 876195 - 6, 876312, 876400
876500
Manado Toar
Jl. Toar No. 4-6
Manado
95112
(0431) 863079, 868068, 860244, 863677
854376, 854155,
854743, 854745
Tomohon
Komplek RS Bethesda Jl. Raya Tomohon
Tomohon
95362
353844
(0431) 354951
Manado Boulevard
Kompleks Megamas Blok 1A No.23, Manado
95111
(0431) 879733, 879735
879770
Jl. Piere Tendean, Boulevard
Manado Bahu
Komplek Bahu mall S/ 12, Manado
95115
(0431) 860034, 860107, 843714
Jl. Wolter Monginsidi, Bahu
860143, 860228
Amurang
Jl. Trans Sulawesi, Buyungon, Amurang
Minahasa Selatan 95354
(0430) 22314
22316
Kotamobagu
Jl. A. Yani No.51
Kotamobagu
95711
(0434) 22820, 21580, 24250
21696
Bitung
Jl. Xaverius Dotulong No. 29
Bitung
95514
(0438) 21022, 21166, 32626
21763
Gorontalo
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28
Gorontalo
96112
(0435) 824131 - 34, 823551
824305, 824062
Limboto
Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto
Gorontalo
96211
(0435) 880512, 880653
882363
Marisa
Jl. Trans Sulawesi No. 29, Marisa, Kab. Pohowato Pohuwato
96266
(0443) 210071, 210371
210522
Tahuna
Jl. Dr. Sutomo No. 1
Tahuna
95813
(0432) 21051, 22590, 22820
21457
Ternate
Jl. Nukila No. 51
Ternate
97721
(0921) 3122778, 3121125, 3121040, 3123005
3121722, 3121141
Ternate Mononutu
Jl. A. Mononutu No. 91
Ternate
97712
(0921) 327304, 327358, 24604
327072
Buli
Jl. Kp. Baru - Buli, Maba
Halmahera Timur 97862
(0921) 7812736 Ext. 401
Tobelo
Jl. Kemakmuran No. 330, Tobelo
Halmahera Utara 97762
(0924) 2621492, 2621679
2621615
AREA PALU
Palu Sam Ratulangi
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60
Palu
94111
(0451) 424971, 423975, 423942
424766
Palu Imam Bonjol
Jl. Imam Bonjol No. 88
Palu
94223
(0451) 421482 - 84, 421480, 455706 421483
Palu Hasanuddin
Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Palu
94112
(0451) 421580, 429180
424975
Poso
Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Poso
94616
(0452) 21367, 21467, 21567, 21704
21767
Donggala
Jl. Moro No. 78
Donggala
94351
(0457) 71175
71161
Parigi
Jl. Trans Sulawesi No. 117
Parigi
94371
(0450) 22245 - 48
22248
Luwuk
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132
Luwuk
94711
(0461) 21143, 21144
22038
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Toli Toli
Jl. W.R. Supratman No. 1
Toli Toli
94514
(0453) 21060, 24223 - 24, 21360
21760
AREA MAKASSAR
Makassar Kartini
Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Makassar
90111
(0411) 324095, 319424, 319441, 319443 310778, 335741
Makassar Slamet Riyadi
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8
Makassar
90111
(0411) 319963-4
317854
Makassar Sulawesi
Jl. Sulawesi No. 81
Makassar
90174
(0411) 317378, 317388
320629, 320473
Makassar Cokroaminoto
Jl. HOS Cokroaminoto No. 3
Makassar
90174
(0411) 323809, 317545
316488
Makassar Cendrawasih
Jl. Cenderawasih No. 185
Makassar
90133
(0411) 837610
837609
Makassar Pettarani
Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 18 D
Makassar
90232
(0411) 441862
441382
Makassar Panakkukang
Panakkukang Mas, Jl. Bolevar No. F 89 Makassar
90231
(0411) 441605, 425290
443777
Sangguminasa
Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Gowa
92111
(0411) 880736, 880740
840134
Jl. Sultan Hasanuddin
Bulukumba
Jl. Sam Ratulangi No. 90
Bulukumba
92512
(0413) 2587965, 2587966, 2587968
2587967, 2587969
Makassar Universitas Negeri Makassar Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru
Makassar
90221
(0411) 874744
874747
Makassar Andalas
Jl. Andalas No. 116 F
Makassar
90155
(0411) 334023, 310164
310372
Makassar Veteran
Jl. Veteran Utara No. 220
Makassar
90145
(0411) 319981. 332367
332354
Makassar Daya
Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Makassar
90241
(0411) 591255, 591256
591257
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.13
Makassar RS Stella Maris
Komplek RS Stella Maris, Jl. Somba Opu No. 273 Makassar
90001
(0411) 854289
854289
Semen Tonasa
Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114
Tonasa
90662
(0411) 320672
311973
Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 19
Mamuju
91511
(0426) 22386
21747
Mamuju
Watampone
Jl. M.H. Thamrin No. 10 Watampone
92713
(0481) 21330, 21227
21938
Sengkang
Jl. Bau Mahmud No. 1
Sengkang
90913
(0485) 324333, 324222
324111
Pare Pare
Jl. Andi Isa No. 5
Pare Pare
91114
(0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339
21416
Pinrang
Jl. Durian No. 24 - 26
Pinrang
91211
(0421) 921367, 922145
921878
Polewali Mandar
Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo
Polewali Mandar 91352
(0428) 51985, 51987, 51988
51986
Palopo
Jl. Andi Djemma No. 123
Palopo
91921
(0471) 21313, 23672, 23673
23671
Tana Toraja
Jl. Andi Mappanyukki No. 70, Rantepao
Tana Toraja
91831
(0423) 23202, 23377, 25522
23302
Soroako
Jl. Gamalama Kav. 2
Luwu Timur
91984
(021) 5249861, 5249862
5249584,
(0475-321044)
Ambon Pantai Mardika
Jl. Pantai Mardika
Ambon
97123
(0911) 354572-5
354578
Ambon Universitas Pattimura
Kampus Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena Ambon
97233
(0911) 322500, 322636
322602
Ambon Pattimura
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Ambon
90172
(0911) 345587, 353122
352208
Tual
Jl. Jend. Sudirman, Ohoibun, Kei Kecil Langgur
97611
(0916) 22996 - 97, 22097
(0916) 22096
AREA KENDARI MESJID AGUNG
Kendari Mesjid Agung
Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga
Kendari
93111
(0401) 3121394, 327708, 3122109
3122386
Kendari Soekarno
Jl. Soekowati No. 37
Kendari
93127
(0401) 321477, 331211
331210
Bau Bau
Jl. Batara Guru No. 17 E
Bau Bau
93127
(0402) 2825747 - 49
2827010
Pomalaa
Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani
Pomalaa
93562
(0405) 310824, 310825, 310560
310562
Kolaka
Jl. Repelita No. 1
Kolaka
93560
(0405) 22225, 22226
22226
WILAYAH XI/ DENPASAR
Jl. Veteran No. 1
Denpasar
80111
(0361) 226761 - 3
224077, 261453,
235924
AREA DENPASAR
Denpasar Veteran
Jl. Veteran No. 1
Denpasar
80111
(0361) 226761 - 3
224077, 261453,
235924
Denpasar Gajah Mada
Jl. Gajah Mada No. 3
Denpasar
80112
(0361) 224705, 234647
234646
Denpasar Udayana
Jl. Udayana No. 11 Denpasar
80112
(0361) 223511
231277
Denpasar Teuku Umar
Jl. Teuku Umar No. 85
Denpasar
80111
(0361) 257566, 257655
257567, 223665
Nusa Dua Pertokoan Niaga Nusa Dua No.2-4, Badung
80362
(0361) 772095 - 6, 778052
772097
Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua
Pelabuhan Benoa
Jl. Raya Pelabuhan Benoa
Denpasar
80222
(0361) 723551
723552
Kuta Raya
Jl. Raya Kuta No. 456, Kuta
Badung
80361
(0361) 752060, 754241
752221
Tabanan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 X, Kediri
Tabanan
82171
(0361) 812217, 812654, 815363
815364
Singaraja
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60, Singaraja
Buleleng
81116
(0362) 25222
24543
Singaraja Seririt
Jl. Jenderal Sudirman No. 64-66, Seririt, Singaraja Buleleng
81153
(0362) 94790, 94793, 94794, 94795 94792
Legian
Jl. Raya Legian No. 494 E, Legian - Badung
Badung
80361
(0361) 762589, 763412, 7762586
751894
Gianyar Ngurah Rai
Komplek Pertokoan Pasar Gianyar
Gianyar
80511
(0361) 948945, 948976
948567
Blok I No.2-3,Jl. I Gusti Ngurah Rai
Denpasar Sanur
Jl. Danau Tamblingan No. 27
Denpasar
80228
(0361) 283485, 283885
281240
Denpasar Gatot Subroto
Jl. Gatot Subroto No. 80 Denpasar
80111
(0361) 436487
418133
Denpasar Merdeka
Komplek Graha Merdeka No. 12-12A, Jl. Merdeka Denpasar
80226
(0361) 246647, 248827, 263451
255715
Denpasar Pasar Kumbasari
Jl. Gajah Mada No. 105
Denpasar
80118
(0361) 434812
427599
Denpasar Bandara Ngurah Rai
Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6
Denpasar
80031
(0361) 756497
756497
Ubud Jl. Raya Ubud No. 14, Ubud
Gianyar
80561
(0361) 977022, 975946
975889
Gianyar Sukawati
Jl. Raya Sukawati
Gianyar
80582
(0361) 294810, 294991
294729
Wilayah
Area
Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
289
290
daftar cabang
bank mandiri
JARINGAN KANTOR
ALAMAT KANTOR
KOTAMADYA/
KABUPATEN
KODE
POS
TELEPON
FAKSIMILI
Kuta Discovery Mall
Discovery Shopping Mall A-3A, Badung
80361
(0361) 755522, 753390
753416
Jl. Kartika Plaza, Kuta
Kerobokan
Jl. Raya Kerobokan No. 104, Badung
80361
(0361) 733282, 733283
733283
Banjar Taman Legian Kuta
Tabanan Kota
Jl. Gajah Mada No. 131 A Tabanan
Tabanan
82111
(0361) 819538
819152
AREA MATARAM
Mataram Cakranegara
Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara
Mataram
83231
(0370) 631813, 636071
631810
Mataram AA Gde Ngurah
Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B
Mataram
83231
(0370) 621481
637118
Sumbawa Besar
Jl. Diponegoro No. 10
Sumbawa Besar
84343
(0371) 21438, 21567
21455
Kupang Urip Sumoharjo
Jl. Urip Sumoharjo No. 16
Kupang
85229
(0380) 833216
833818
Kupang M. Hatta
Jl. Muhammad Hatta No. 54 A Kupang
85112
(0380) 832459
832460
Atambua
Jl. Pramuka No. 7
Atambua
85711
(0389) 21688, 21766
21535
Mota Ain
Pos Terpadu Perbatasan RI - RDTL, Belu
83236
(0389) 21688, 21766
21535
Desa Silawan Mota Ain
Maumere
Jl. Moa Toda No. 12
Sikka
86151
(0382) 21274
23743
Ruteng
Jl. Waeces No. 20 Karot, Manggarai
Ruteng
86511
(0385) 21880
22115
Bertais
Jl. Sandubaya No.2 Bertais - Cakranegara
Mataram
83236
(0370) 672320
(0370) 671809
Praya
Jl. Jend. Sudirman
Lombok Tengah
83511
(0370) 655090
(0370) 655113
Kompleks Pertokoan C.3 - 4 Praya
WILAYAH XII/ JAYAPURA
Jayapura
(0967) 537081, 537183-4, 537189
(0967) 537181
AREA JAYAPURA
Jayapura Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35
Jayapura
99111
(0967) 531028, 534186, 534494, 531836
534189, 533919
Jayapura Abepura Jl. Raya Abepura, Abepura
Jayapura
99351
(0967) 581397, 587183
587182
Jl. Raya Kemiri No. 94, Sentani
Jayapura
99352
(0967) 591668, 593623
593624
Jayapura Sentani Jayapura Waena
Pertokoan Topaz, Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Jayapura
99351
(0967) 572813, 572817
572816
Jayapura Sentra Bisnis Pasifik
Komplek Ruko Pasifik Permai Blok D No.5, Jayapura
99112
(0967) 535166, 535177
535178
Jl.Reklamasi Pantai Apo
Merauke
Jl. Raya Mandala No. 1
Merauke
99613
(0971) 321333, 321128
322094
Nabire
Jl. Pepera No. 19
Nabire
98801
(0984) 21135, 21045, 21145
21683, 23170, 23115
Serui
Jl. Dr. Sam Ratulangi
Serui
98212
(0983) 31535, 31536, 31537, 31782
31636, 33636
Biak
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Biak
98112
(0981) 22000, 21527
21557
Timika
Jl. Belibis
Timika-Mimika
99910
(0901) 321045, 321145, 321219, 321515
321727, 322691,
323019, 323820
Tembagapura
Jl. Numfor Tembagapura-
99930
(0901) 351125, 361027
351155
Mimika
Kuala Kencana
Sentra Niaga Suite 117, Jl. Mandala Raya Selatan Kuala Kencana-
99920
(0901) 302265, 302266
302264
Mimika
Tembagapura Shopping Centre
Family Shopping Center Tembagapura
Tembagapura-
98100
(0901) 351125
407625
Mimika
Wamena
Jl. Trikora No. 92
Wamena
99511
(0969) 31033, 31010
32520
AREA SORONG
Sorong Basuki Rahmat
Jl. Basuki Rahmat No. 22
Sorong
98401
(0951) 323845, 323844, 321440
321113
Sorong Ahmad Yani
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99
Sorong
98414
(0951) 323200, 323111, 323222
323400, 323981
Manokwari
Jl. Yos Sudarso No. 61
Manokwari
98311
(0986) 213567, 211102, 211103 - 04
211222
Bintuni
Jl. Bintuni Raya
Teluk Bintuni
98364
(0955) 3305385
Fak Fak
Jl. Izak Telussa No. 26
Fak-fak
98601
(0956) 22119, 22120, 22124, 22480
22636, 25127, 23965
Kaimana
Jl. Utarum Krooy
Kaimana
98654
(0957) 21512, 21616, 21626, 21769
Wilayah
Area
Kantor Cabang
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Kas
daftar kantor luar negeri/
perwakilan
JARINGAN KANTOR
ALAMAT
TELEPON
FAKSIMILI
SWIFT
BMRIHKHH
www.bankmandirihk.com
BMRISGSG
www.ptbankmandiri.com.sg
Hong Kong Branch 7th Floor, Far East Finance Centre,
+852-2527-6611
+852-2529-8131
16 Harcourt +852-2877-3632
+852-2877-0735
Road, Hong Kong Remittance Office
Shop 3, Ground Floor Keswick Court +852-2881-6650
+852-2881-6650
Hong Kong
3 Keswick Street, Causeway Bay
Hong Kong
+65-6213-5688
+65-6438-3363
Singapore Branch 3 Anson Road # 12-01/02
Springleaf Tower, Singapore 079909
Cayman Islands Branch Cardinal Plaza 3rd Floor, #30 Cardinal Avenue,
PO BOX 10198,
Grand Cayman KY 1 - 1002,
Cayman Islands WEBSITE
+1-345-945-8891
+1-345-945-8892
BMRIKYKY
BMRIIDJA
[email protected]
BMRIGB2L
www.bkmandiri.co.uk
Dili - Timor Leste Branch Avenida Presidente
+670.331.7777
+670-331-7190 Nicolau Lobato No. 12, 021.526.3769
+670-331-7444
Colmera, Dili - Timor Leste 021.527.1222
Shanghai Representative 3401, Bank of China Tower, Office 200 Yin Cheng (M) Road,
Pudong New Area
Shanghai, 200120,
People’s Republic of China
Bank Mandiri (Europe) Cardinal Court (2nd Floor) - Limited, London
23 Thomas More Street
London E1W 1YY -
United Kingdom
Mandiri International
Wisma Mepro Ground & Remittance Sdn, Bhd
Mezzanine Floor
29 & 31, Jalan Ipoh
51200 Kuala Lumpur
Malaysia
021.252.1652
021.526.3572
+86-21-5037-2509
+86-21-5037-2507
+44-20-7553-8688
+44-20-7553-8699
+60-3-4045-4988
+60-3-4043-7988
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
291
292
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Daftar MBU
Batam Lubuk Baja Medan
Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja 29432
Batam
KEPULAUAN RIAU
Batam Sekupang Martadinata Medan
Jl. R.E. Martadinata, Komp. Harapan Business Center Blok I No.1 29422
Batam
KEPULAUAN RIAU
Medan Pusat Pasar Medan
Jl. Pusat Pasar No. 94-95
20216
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Pulo Brayan
Medan
Jl. Yos Sudarso Blok A No.1A, Pulo Brayan
20116
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Kirana
Medan
Jl. Kirana Raya No. 40-42 20112
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Letda Suyono
Medan
Jl. Letda Suyono No. 220
20371
Medan
SUMATERA UTARA
Binjai
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 292
20711
Binjai
SUMATERA UTARA
Medan Gunung Krakatau
Medan
Jl. Gunung Krakatau No. 7 G-H
20239
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Katamso Medan
Jl. Brigjen Zain Hamid No. 28
20158
Medan
SUMATERA UTARA
Pekanbaru Sudirman Atas
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 452 28115
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Pematang Siantar
Medan
Jl. Sutomo No. 16 21115
Pematangsiantar
SUMATERA UTARA
Lhokseumawe Merdeka
Medan
Jl. Merdeka No. 135 C 24301
Lhokseumawe
NAD
Medan Taman Setiabudi
Medan
Perumahan Taman Setiabudi Indah 20132
Medan
SUMATERA UTARA
(eks Medan Belawan)
Jl.Cactus Raya Blok K No. 36 G
Ujungbatu
Medan
Jl. Jenderal Sudirman No. 15, Ujungbatu 28454
Riau
KEPULAUAN RIAU
Tanjungpinang
Medan
Jl. Teuku Umar No. 23
29111
Tanjungpinang
KEPULAUAN RIAU
Tebing Tinggi
Medan
Jl. Dr. Sutomo No. 17
20633
Tebing Tinggi
SUMATERA UTARA
Kuala Simpang
Medan
Jl. Cut Nyak Dien No. 21 A, Kuala Simpang
24475
Aceh Tamiang
NAD
Dumai Sudirman
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 133 A
28812
Dumai
KEPULAUAN RIAU
Padang Sidempuan
Medan
Jl. Sudirman No. 30-32 22718
Padang Sidempuan
SUMATERA UTARA
Sibolga
Medan
Jl. Brigjend. Katamso No. 43
22522
Sibolga
SUMATERA UTARA
Banda Aceh Cut Meutia
Medan
Jl. Cut Meutia No. 2
23242
Banda Aceh
NAD
Kisaran
Medan
Jl. Cokroaminoto No. 65 21215
Kisaran
SUMATERA UTARA
Baganbatu
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 219, Bagan Sinembah
28992
Rokan Hilir
KEPULAUAN RIAU
Rantau Prapat Ahmad Yani
Medan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 21415
Rantau Prapat
SUMATERA UTARA
Duri
Medan
Jl. Hangtuah No. 289-292
28884
Bengkalis
KEPULAUAN RIAU
Langsa
Medan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 20 24416
Langsa
NAD
Pangkalan Brandan
Medan
Komplek Pertamina Sumbagut
20857
Pangkalan Brandan
SUMATERA UTARA
MBU Rengat
Medan
Jl. Jend. M.T. Haryono No. 11 29319
Rengat
KEPULAUAN RIAU
Batam Panbil
Medan
Kawasan Industri Panbil, Jl. Ahmad Yani
29433
Batam
KEPULAUAN RIAU
Bireuen
Medan
Jl. Iskandar Muda No. 102 ABC
24251
Bireuen
NAD
Stabat
Medan
Jl. KH Zainul Arifin No. 32, Stabat
20811
Langkat
SUMATERA UTARA
Kota Pinang
Medan
Jl. Bukit No. 3, Kota Pinang
21464
Labuhan Batu
SUMATERA UTARA
Medan Tanjung Morawa
Medan
Komplek Perkebunan PTP Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa
20362
Deli Serdang
SUMATERA UTARA
Tanjung Uban
Medan
Jl. Permaisuri No. 3
29152
Tanjung Uban
KEPULAUAN RIAU
Bengkalis
Medan
Jl. Ahmad Yani, Bengkalis
28712
Bengkalis
KEPULAUAN RIAU
Tanjung Balai
Medan
Jl. Teuku Umar No. 48-54
21312
Tanjung Balai
SUMATERA UTARA
Kabanjahe
Medan
Jl. Veteran No.23, Kabanjahe
20303
Tanah Karo
SUMATERA UTARA
Air Molek Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 190-192
29352
Air Molek
KEPULAUAN RIAU
Rantau Prapat M. Lubis
Medan
Jl. Letkol. Martinus Lubis 11
21412
Rantau Prapat
SUMATERA UTARA
Dumai Syarif Kasim
Medan
Jl. Sultan Syarif Kasim No. 99
28812
Dumai
KEPULAUAN RIAU
Balige
Medan
Jl. Patuan Nagari No.10
22313
Balige
SUMATERA UTARA
Medan Kapten Muslim
Medan
Jl. Kapten Muslim No. 10 A
20124
Medan
SUMATERA UTARA
Panyabungan
Medan
Jl. Willem Iskandar No. 105, Panyabungan
22913
Mandailing Natal
SUMATERA UTARA
Batam Batuaji
Medan
Ruko Muka Kuning Indah II Blok E 2 No.3A & 5 Jl. Batuaji Baru
29432
Batam
KEPULAUAN RIAU
Medan Lubuk Pakam
Medan
Jl. Dr. Sutomo No. 52, Lubuk Pakam
20514
Deli Serdang
SUMATERA UTARA
Medan Iskandar Muda
Medan
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 24 A-B
20153
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Sisingamangaraja
Medan
Jl. Sisingamangaraja No. 55 A-B
20217
Medan
SUMATERA UTARA
Pekanbaru Tuanku Tambusai
Medan
Jl. Tuanku Tambusai No. 18 E-F
28282
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Pematangsiantar Sudirman
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 14
21117
Pematangsiantar
SUMATERA UTARA
Medan Imam Bonjol
Medan
Jl. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution No. 5 JK
20142
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Balaikota
Medan
Jl. Tiban Raya, Komp.Tiban Garden Blok C No.20
29421
Batam
KEPULAUAN RIAU
Pekanbaru Sudirman Bawah
Medan
Jl. HR Soebrantas Kav. 3 & 4, Panam
28294
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Banda Aceh
Medan
Jl. Teuku H. Daud Beureuh No. 15 H
23123
Banda Aceh
NAD
Batam Ali Haji
Medan
Jl. Raya Ali Haji No. 39
29432
Batam
KEPULAUAN RIAU
Meulaboh
Medan
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 109
28884
Bengkalis
KEPULAUAN RIAU
Takengon
Medan
Jl. Sengeda No. 77-78, Takengon
24512
Aceh Tengah
NAD
Aek Kanopan
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 214-216, Aek Kanopan,Kec.Kualuh Hulu
21457
Labuhan Batu
SUMATERA UTARA
Tanjung Balai Karimun
Medan
Jl. Teuku Umar No. 9
29161
Tanjung Balai karimun
KEPULAUAN RIAU
Siak Perawang
Medan
Jl. Raya Perawang Km. 5, Siak
28772
Siak
KEPULAUAN RIAU
Pekanbaru Jalan Riau
Medan
Jl. Riau No. 12 D-E
28292
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Pangkalan Kerinci
Medan
Jl. Raya Lintas Timur
28381
Pangkalan Kerinci
KEPULAUAN RIAU
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
Natuna
Medan Sukaramai
Medan
Jl. Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng No. 96-98, Ranai
29183
Natuna
SUMATERA UTARA
Medan
Wisma Kawasan Industri Medan Jl. Pulau Batam No. 1
20242
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Jalan Cirebon
Medan
Jl. Cirebon No. 97 - 99
20212
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Perintis Kemerdekaan
Medan
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5-5A
20235
Medan
SUMATERA UTARA
Pekanbaru Sudirman Atas
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 452 28115
Pekanbaru
SUMATERA UTARA
Medan Lapangan Merdeka
Medan
Jl. Balaikota No. 12-14 20111
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Ahmad Yani
Medan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 109
20111
Medan
SUMATERA UTARA
Medan Gatot Subroto Medan
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139
20112
Medan
SUMATERA UTARA
Lhokseumawe Pendopo
Medan
Jl. Merdeka No. 1
24315
Lhokseumawe
NA D
Pekanbaru Sudirman Bawah
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 140
28113
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Pasar Perluasan
Medan
Jl. Jend. Sudirman No. 14
21117
Pematangsiantar
SUMATERA UTARA
Zainul Arifin
Medan
Jl. Imam Bonjol No. 16 D 20112
Medan SUMATERA UTARA
Makro
Medan
Jl. Kapten Muslim No. 10 A
20124
Medan
SUMATERA UTARA
Pekanbaru Ahmad Yani
Medan
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 85
28115
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Medan S Parman
Medan
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139
20112
Medan
KEPULAUAN RIAU
Universitas Sumatera Utara
Medan
Kampus USU, Gelanggang Mahasiswa USU, Jl. Universitas No. 11
20155
Medan
KEPULAUAN RIAU
Brastagi
Medan
Jl. Veteran No.23, Kabanjahe
20303
Tanah Karo
KEPULAUAN RIAU
Pekanbaru Tuanku Tambusai Medan
Komplek Lancang Kuning Square, Jl Tuanku Tambusai No. 144
28283
Pekanbaru
KEPULAUAN RIAU
Medan Belawan
Medan
Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15 20411
Belawan
KEPULAUAN RIAU
Sungai Rumbai
Palembang
Jl. Lintas Sumatera No. 2, Sungai Rumbai
27584
Dharmasraya
SUMATERA BARAT
Jambi Sam Ratulangi Palembang
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 20
36113
Jambi
JAMBI
Bengkulu Panorama
Palembang
Jl. Salak Raya No. 297 B, Bengkulu
38226
Bengkulu
BENGKULU
Jambi Sipin
Palembang
Jl. Kol. Abunjani No. 54
36129
Jambi
JAMBI
Tulang Bawang Unit II
Palembang
Jl. Lintas Timur, Desa Dwi Tunggal Jaya, Banjar Agung
34596
Tulang Bawang
LAMPUNG
Curup
Palembang
Jl. Merdeka No. 225, Curup
39117
Rejang Lebong
BENGKULU
Palembang Km 5
Palembang
Jl. Raya Palembang - Betung Km.12-13,Sukajadi, Talang Kelapa
30761
Banyuasin
SUMATERA SELATAN
Sengeti
Palembang
Jalan Lintas Timur Km.35, Desa Sengeti, Muaro Jambi
36381
Jambi
JAMBI
Jambi DR. Sutomo
Palembang
Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14
36113
Jambi
JAMBI
Palembang Plaju
Palembang
Pertamina UEP III, Jl. Kurnia
20368
Plaju
SUMATERA SELATAN
Sekayu
Palembang
Petro Muba Building, Jl. Merdeka Lk. I, Sekayu
30711
Musi Banyuasin
SUMATERA SELATAN
Tanjung Enim
Palembang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 8
31711
Tanjung Enim
SUMATERA SELATAN
Palembang Sako Kenten Palembang
Terminal Sako Kenten, Ruko K3 No.1, Sako Kenten
30762
Palembang
SUMATERA SELATAN
Pasaman
Palembang
Jl. Jend.Sudirman No.101, Pasaman Baru
26366
Pasaman Barat
SUMATERA BARAT
Palembang 16 Ilir
Palembang
Jl. Pasar 16 Ilir No. 165-167
30122
Palembang
SUMATERA SELATAN
Pangkal Pinang
Palembang
Jl. Jend. Sudirman No. 7
33128
Pangkalpinang
BANGKA BELITUNG
Bandar Lampung Teluk Betung
Palembang
Jl. Laksamana Malahayati No. 30 34223
Bandar Lampung
LAMPUNG
Metro
Palembang
Jl. Jend. Sudirman No. 39 A
34111
Metro
LAMPUNG
Tanjung Karang Kartini
Palembang
Jl. Kartini No. 79 35111
Tanjungkarang
LAMPUNG
Padang Bagindo Aziz Chan
Palembang
Jl. Gereja No. 34 A
25118
Padang
SUMATERA BARAT
Bukit Tinggi
Palembang
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 3
26111
Bukittinggi
SUMATERA BARAT
Jambi Dr.Sutomo Palembang
Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14
36113
Jambi
JAMBI
Palembang Atmo
Palembang
Jl. Kolonel Atmo No.118 30125
Palembang
SUMATERA SELATAN
Palembang PUSRI
Palembang
Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK
30118
Palembang
SUMATERA SELATAN
Palembang Pusat Dagang I
Palembang
Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550
30125
Palembang
SUMATERA SELATAN
Bengkulu S. Parman
Palembang
Jl. Letjend. S. Parman No. 183
38223
Bengkulu
BENGKULU
Prabumulih Sudirman
Palembang
Jl. Sudirman No. 117
31121
Prabumulih
SUMATERA SELATAN
Palembang Pusat Dagang 2
Palembang
Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550
30125
Palembang
SUMATERA SELATAN
Sarolangon
Palembang
Jl. Lintas Sumatera Km. 1
37381
Sarolangun
JAMBI
Jambi Telanaipura
Palembang
Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Telanaipura
36122
Jambi
JAMBI
Bangko (eks Muara Bungo)
Palembang
Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis
37314
Bangko
JAMBI
Padang Indarung
Palembang
Social Center PT Semen Padang
25237
Padang
SUMATERA BARAT
Padang Muara
Palembang
Jl. Batang Arau No. 42
25215
Padang
SUMATERA BARAT
Payakumbuh
Palembang
Jl. Jenderal Sudirman No. 14
26211
Payakumbuh
SUMATERA BARAT
Solok
Palembang
Jl. K.H. Akhmad Dahlan 27322
Solok
SUMATERA BARAT
Lubuk Linggau
Palembang
Jl. Garuda No. 8-9
31616
Lubuk Linggau
SUMATERA SELATAN
Baturaja
Palembang
Jl. Serma Zakaria No. 35-37
32116
Baturaja
SUMATERA SELATAN
Sungailiat
Palembang
Jl. Sudirman No. 18 32111
Sungailiat
BANGKA BELITUNG
Tanjungpandan
Palembang
Jl. Merdeka No. 6
33411
Tanjungpandan
BANGKA BELITUNG
Bengkulu Ahmad Yani
Palembang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60
38115
Bengkulu
BENGKULU
Bandar Jaya
Palembang
Jl. Proklamator No. 33 A, Bandar Jaya
34163
Lampung Tengah
LAMPUNG
Pringsewu
Palembang
Jl. Ahmad Yani No. 9, Pringsewu
35373
Tanggamus
LAMPUNG
Bandarlampung Teuku Umar
Palembang
Jl. Teuku Umar No. 7
35141
Bandar Lampung
LAMPUNG
Kotabumi
Palembang
Jl. Jenderal Sudirman No. 43
34516
Kotabumi
LAMPUNG
Lahat
Palembang
Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8
31411
Lahat
SUMATERA SELATAN
PROPINSI
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
293
294
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Padang Sudirman
Palembang
Jl. Sudirman No. 2A 25001
Padang
SUMATERA BARAT
Muara Bungo
Palembang
Jl. Lintas Sumatra Km. 1
37212
Muara Bungo
JAMBI
Sungai Lilin
Palembang
Pasar Sungai Lilin No. 33, Jl. Raya Palembang-Jambi
30755
Musi Banyuasin
SUMATERA SELATAN
Bandar Lampung Antasari
Palembang
Jl. Pangeran Antasari No. 149 B - C
35133
Bandar Lampung
LAMPUNG
Bandar Lampung Telukbetung2
Palembang
Jl. Laksamana Malahayati No. 30 34223
Bandar Lampung
LAMPUNG
Bengkulu Ahmad Yani2
Palembang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60
38115
Bengkulu
BENGKULU
Bengkulu S. Parman2
Palembang
Jl. Letjend. S. Parman No. 183
38223
Bengkulu
BENGKULU
Bukittinggi Aur Kuning
Palembang
Jl. Raya By Pass No. 42, Pasar Aur Kuning
26131
Bukittinggi
SUMATRA BARAT
Jambi Telanaipura2
Palembang
Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Telanaipura
36122
Jambi
JAMBI
Padang Lapangan Imam Bonjol
Palembang
Jl. Bagindo Aziz Chan No. 12 31505
Padang
SUMATRA BARAT
Palembang Atmo2
Palembang
Jl. Kolonel Atmo No.118 30125
Palembang
SUMATERA SELATAN
Palembang Pusri2
Palembang
Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK
30118
Palembang
SUMATERA SELATAN
Palembang Sudirman
Palembang
Jl. Jend. Sudirman No. 419
30134
Palembang
SUMATERA SELATAN
Prabumilih Sudirman2
Palembang
Jl. Sudirman No. 117
31121
Prabumulih
SUMATERA SELATAN
Bandar Lampung Cut Meutia2
Palembang
Jl. Cut Meutiah No. 46
35214
Bandar Lampung
LAMPUNG
Bandar Lampung Raden Intan Palembang
Jl. Raden Intan No. 132
35141
Bandar Lampung
LAMPUNG
Bandar Lampung Supratman
Palembang
Jl. W.R. Supratman No. 70
35111
Bandar Lampung
LAMPUNG
Bangko2
Palembang
Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis
37314
Bangko
JAMBI
Lahat2
Palembang
Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8
31411
Lahat
SUMATRA BARAT
Lubuk Linggau2
Palembang
Jl. Garuda No. 8-9
31616
Lubuk Linggau
SUMATRA BARAT
Toboali
Palembang
Jl. Jendral Sudriman No. 97, Toboali
33783
Toboali
JAMBI
Solok2
Palembang
Jl. K.H. Akhmad Dahlan 27322
Solok
SUMATRA BARAT
Padang Belakang Olo
Palembang
Jl. Belakang Olo No. 63
25116
Padang
SUMATRA BARAT
Palembang Veteran2
Palembang
Jl. Veteran No. A-8
30113
Palembang
SUMATERA SELATAN
Jambi Samrat 2
Palembang
Jl. Dr. Samratulangi No. 20
36113
Jambi
JAMBI
Muara Enim
Palembang
Jl. Jenderal Sudirman No. 44
31315
Muara Enim
JAMBI
Sarolangun2
Palembang
Jl. Lintas Sumatera Km. 1
37381
Sarolangun
JAMBI
Sungai Lilin2
Palembang
Pasar Sungai Lilin No. 33, Jl. Raya Palembang-Jambi
30755
Musi Banyuasin
SUMATERA SELATAN
Jambi Gatot Subroto
Palembang
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 60 A
36138
Jambi
JAMBI
Palembang Sako Kenten2 Palembang
Terminal Sako Kenten Ruko K3 No. 1 Sako Kenten, Palembang
30762
Palembang
SUMATERA SELATAN
Belitang
Palembang
Jl. Serma Zakaria No. 35-37
32116
Baturaja
JAMBI
Muara Bulian
Palembang
Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14
36113
Jambi
JAMBI
Way Halim Palembang
Jl. Teuku Umar No. 7
35141
Bandar Lampung
LAMPUNG
Tangerang Daan Mogot
Jakarta Kota
Jl. Daan Mogot No. 32
15111
Tangerang
TANGERANG
Serang Pasar Lama
Jakarta Kota
Jl. Maulana Hasanuddin No. 57 B
42112
Serang
SERANG
Jakarta Juanda
Jakarta Kota
Jl. Ir. H. Juanda No. 25
10110
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Citra Garden
Jakarta Kota
Jl. Peta Selatan No. 6 A-B, Kalideres
11840
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Pagi Lama
Jakarta Kota
Jl. Pintu Kecil III No. 54, Pasar Pagi
11230
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Pademangan
Jakarta Kota
Jl. Pademangan IV Gang 6 No. 39
14410
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Krekot Bunder
Jakarta Kota
Ruko Krekot Bunder, 10710
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
11460
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jl. Krekot Bunder Raya No. 62, Sawah Besar
Jakarta Jelambar Baru
Ruko Jelambar Baru, Jl.Jelambar Baru Raya
Jakarta Kota
No. 6B, Grogol, Petamburan
Jakarta Tanjungpriok Kramat
Jakarta Kota
Jl. Kramat Jaya No. 22 J Blok B Kav. No.4, Tanjungpriok
14260
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Harco Mangga Dua
Jakarta Kota
Ruko Agung Sedayu Blok N No. 36, Jl. Mangga Dua Raya
10730
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Moch Mansyur
Jakarta Kota
Jl. KH Muhammad Mansyur No. 11 Blok A-3
10140
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Latumenten
Jakarta Kota
Jl. Prof. DR. Latumetten No. 17 E
11330
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Kota
Jl. Perjuangan No. 9 B, Kebon Jeruk
11520
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Ahmad Yani2
Jakarta Kota
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9
15111
Tangerang
KCP
Prima Sunter
Jakarta Kota
Jl. Danau Sunter Utara Blk A Kav.1 Sunter Jaya 14350
14350
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jayakarta Komp.sentral
Jakarta Kota
Komp. Ruko Sentral Blok A.9 & A10. Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jl.Pangeran Jayakarta No. 126-29
Jakarta Rawa Belong Binus
Jakarta Kota
Jl. Kebun Jeruk Raya No.8. Batu Sari Rawa Belong-Jakbar
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Pasar Curug
Jakarta Kota
Jl. Raya Curug RT. 02 / RW 04 Curug Kulon Tangerang,
Tangerang
TANGGERANG
Tangerang Ciledug2
Jakarta Kota
Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug
15154
Tangerang
TANGGERANG
Tangerang Balaraja
Jakarta Kota
Jl. Raya Kresek No. 8-9 Balaraja Tangerang Tangerang
TANGGERANG
Jakarta Daan Mogot
Jakarta Kota
Jl. Daan Mogot
11460
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Glodok Plaza
Jakarta Kota
Ruko Glodok Plaza Blok H No.45-46, Jl. Pinangsia Raya
11180
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Muara Karang Dalam
Jakarta Kota
Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 69-70
14440
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Tomang
Jakarta Kota
Jl. Tomang Raya No. 32
11430
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Ki Samaun
Jakarta Kota
Jl. Ki Samaun No. 214
15118
Tangerang
BANTEN
Jakarta Taman Kedoya Baru
Jakarta Kota
Ruko Agave Blok B1/12A, Jl. Agave Kedoya
11520
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Cikupa
Jakarta Kota
Pertokoan Cikupa Blok B No.3, Jl. Raya Serang Km. 14,8
15710
Tangerang
BANTEN
Tangerang Alam Sutera
Jakarta Kota
Ruko Sutera Niaga I No. 71, Jl. Raya Serpong
15325
Tangerang
BANTEN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota
Jl. Yos Sudarso No. 750
14210
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Kota
Jakarta Kota
Jl. Lapangan Stasiun No. 2
11110
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Baru
Jakarta Kota
Jl. H. Samanhudi No. 46 10710
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Mangga Dua
Jakarta Kota
Arkade Dusit Mangga Dua No. 5, Jl. Arteri Mangga Dua Raya
10730
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Mitra Bahari
Jakarta Kota
Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No.7-8, Jl. Pasar Ikan
14440
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Jelambar
Jakarta Kota
Jl. Pangeran Tubagus Angke No. 10
11460
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Gambir
Jakarta Kota
Jl. Ir. H. Juanda No. 18
10120
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Ketapang Indah
Jakarta Kota
Komplek Ketapang Indah, Jl. K.H. Zainal Arifin Blok A1
11140
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Jembatan Lima
Jakarta Kota
Jl. K.H. Moch. Mansyur No. 222
11210
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Cakung
Jakarta Kota
Komplek PT KBN, Jl. Raya Cakung, Cilincing
14410
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Pangeran Jayakarta
Jakarta Kota
Jl. Pangeran Jayakarta No. 73 10730
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Tangerang Ahmad Yani
Jakarta Kota
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9
15111
Tangerang
BANTEN
Jakarta Puri Indah
Jakarta Kota
Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1
11610
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Ciledug
Jakarta Kota
Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug
15154
Tangerang
BANTEN
Jakarta Grenvil
Jakarta Kota
Grenvil Real Estate Blok BG 31-36
11510
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Serang
Jakarta Kota
Jl. Diponogero No. 8
42111
Serang
BANTEN
Jakarta Kali Deres
Jakarta Kota
Jl. Utama Raya Blok B No. 57 A-B, Cengkareng
11730
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Tanjungduren
Jakarta Kota
Jl. Tanjungduren Raya No. 56 A-B
11470
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Tangerang Cikokol
Jakarta Kota
Ruko Mahkota Mas Blok C No. J4 - J5, Cikokol
15117
Tangerang
BANTEN
Cilegon Merak
Jakarta Kota
Jl. Raya Merak No. 3 42431
Cilegon
BANTEN
Tangerang Merdeka
Jakarta Kota
Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 7-8, Jl. Merdeka No. 53
15113
Tangerang
BANTEN
Jakarta RS. Pelni
Jakarta Kota
Jl. Aipda KS Tubun 92-94, Petamburan 11410
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Sunter Permai
Jakarta Kota
Jl. Sunter Permai Raya No. 1-4
14350
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Roxy Mas
Jakarta Kota
Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125
10150
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Mangga Besar
Jakarta Kota
Jl. Mangga Besar Raya No. 73-75 11170
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Gunung Sahari
Jakarta Kota
Jl. Industri No. 1
10720
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Bandengan
Jakarta Kota
Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2, 14450
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jl. Bandengan Selatan No. 43
Jakarta Kyai Tapa
Jakarta Kota
Jl. Kyai Tapa No. 99
11440
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta
Jakarta Kota
Jl. Enggano No. 42
14310
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Tangerang Mutiara Kosambi
Jakarta Kota
Wkawasan Pergudangan Mutiara Kosambi 2 Blok A No.11
15211
Tangerang
BANTEN
Jakarta Pluit Selatan
Jakarta Kota
Jl. Raya Pluit Selatan No. 31-35 14450
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Tangerang Ciledug CBD
Jakarta Kota
Ruko Central Business Dustrict (CBD), 15157
Tangerang
BANTEN
Tanjungpriok Enggano -
Trade Mall and Shopping Arcade,
Jl. HOS Cokroaminoto No. 93, Ciledug
Jakarta Kedoya Jakarta Kota
Rukan Golden Green No. 21, Jl. Arteri Kedoya
11520
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Taman Palem Lestari
Jakarta Kota
Jl. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 19
11730
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Angkasa
Jakarta Kota
Kantor Pusat PT MNA, Jl. Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3
10720
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Tanjungpriok Tawes
Jakarta Kota
Jl. Tawes No. 23, Tanjungpriok
14310
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Ahmad Yani
Jakarta Kota
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 10510
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Tangerang -
Jakarta Kota
Pertokoan Bumi Permata Indah Blok R 1 No. 23, 15157
Tangerang
BANTEN
Bumi Permata Indah
Jl. Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug
Jakarta Kemanggisan
Jakarta Kota
Jl. Budi Raya No. 7 A-B, Kemanggisan
11480
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Pos Pengumben
Jakarta Kota
Kompleks Intercon Megah Blok W.3 No. 20, Jl. Raya Joglo
11640
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta Duta Harapan Indah
Jakarta Kota
Ruko Duta Harapan Indah Blok I No.18, Kapuk Muara
14460
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Grogol Muwardi
Jakarta Kota
Jl. Dr. Muwardi II No. 15 A, Grogol, Petamburan
11460
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Cilegon Pasar Anyar
Jakarta Kota
Jl. Raya Anyer No. 103, Anyer
42166
Serang
BANTEN
Griya Inti Sentosa
Jakarta Kota
Ruko Griya Inti Sentosa, Jl. Griya Utama Blok A No. 22
14350
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Serang Cikande
Jakarta Kota
Kawasan Industri Modern Cikande, 42186
Serang
BANTEN
Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 1, Jl. Raya Cikande,
Tangerang Gading Serpong
Jakarta Kota
Ruko Gading Serpong Blok AA4 No. 38, Jl. Boulevard
15333
Tangerang
BANTEN
Jakarta Jembatan Dua
Jakarta Kota
Ruko Jembatan Dua, Jl. Jembatan Dua No.5C, Penjaringan
14450
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Kapuk Raya
Jakarta Kota
Jl. Panjang No. 5 A, Kebon Jeruk
11530
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Rangkas bitung
Jakarta Kota
Komplek Pertokoan Pasar Kota Rangkasbitung
42311
Serang
BANTEN
15810
Tangerang
BANTEN
Blok B-1 No.1,Jl. Sunan Kalijaga, Rangkasbitung
Perum Borobudur Karawaci
Taman Borobudur II Blok DD No.1-2,
Jakarta Kota
Jl. Borobudur Raya, Perum II, Karawaci
Jakarta -
Jakarta Kota
Jl. Kampung Gusti Blok M No.25, Penjaringan
14450
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Puri Botanikal
Jakarta Kota
Komplek Puri Botanical Blok H7 No.3, Jl. Raya Joglo
11460
Jakarta Barat
DKI JAKARTA
Jakarta PuloMas
Jakarta Thamrin
Komplek Artamas, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
13210
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Bekasi Cikarang 1
Jakarta Thamrin
Ruko Roxy Blok E No. 1, Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang
17550
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Fakhrudin Jakarta Thamrin
Jl. K.H. Fakhrudin No.15, Tanah Abang 10250
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Taman Permata Indah
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
295
296
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Bekasi Sentra Niaga Kalimalang
Jakarta Thamrin
Jl. Jend. Ahmad Yani, Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No. 6-7
17141
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Sabang
Jakarta Thamrin
Jl. Kebon Sirih No. 73
10340
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Kelapa Gading Barat
Jakarta Thamrin
Jl. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 22-23, Kelapa Gading
14240
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Bekasi Cikarang 2
Jakarta Thamrin
Ruko Roxy Blok E No. 1, Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang
17550
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Bendungan Hilir 1
Jakarta Thamrin
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82
10210
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Pulogadung
Jakarta Thamrin
Jl. Raya Bekasi Km. 21, Pulogadung
14250
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Bekasi Ahmad Yani Jakarta Thamrin
Jl. Jend. Ahmad Yani, Pusat Perdagangan Kalimalang
17141
Bekasi
JAWA BARAT
DKI JAKARTA
Blok A VIII No.17-18
Jakarta Kebon Jati
Jakarta Thamrin
Jl. Kebon Jati No.18, Komplek Ruko No.116-117 10250
Jakarta Pusat
Jakarta Jatinegara Barat
Jakarta Thamrin
Jl. Jatinegara Barat No. 142 AB
13320
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Atrium Senen Jakarta Thamrin
Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22, Jl. Senen Raya No. 135
10410
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Rumput
Jakarta Thamrin
Jl. Sultan Agung No. 59 D
12970
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pahlawan Revolusi
Jakarta Thamrin
Jl. Pahlawan Revolusi No. 57 , Pondok Bambu
13470
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Jatinegara Timur
Jakarta Thamrin
Jatinegara Trade Center Lt.III
13310
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
DKI JAKARTA
Blok AKS No.3, 3A & 5, Jl. Mataraman Raya
Jakarta Saharjo Jakarta Thamrin
Komplek Gajah Unit F & G, Jl. Dr. Saharjo No. 111
12810
Jakarta Selatan
Jakarta Rawamangun Pemuda
Jakarta Thamrin
Jl. Pemuda No. 10, Kav. 79 Blok A
13220
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Kalimalang
Jakarta Thamrin
Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. 2, Kav. Billy Moon, Kalimalang 13450
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
DKI JAKARTA
Pondok Kelapa Jakarta Thamrin
Jl. Tarum Barat Km. 4,5, Kalimalang
13450
Jakarta Timur
Jakarta Kramat Raya
Jakarta Thamrin
Jl. Kramat Raya No. 94-96
10450
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Bekasi Plaza Pondok Gede 1
Jakarta Thamrin
Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede
17414
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Ambassador
Jakarta Thamrin
Mall Ambassador, Jl. Prof. Dr. Satrio
12940
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Cempaka Mas
Jakarta Thamrin
Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas
10640
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
JAWA BARAT
Blok A 24-25, Jl. Letjend. Suprapto
Bekasi Juanda
Jakarta Thamrin
Jl. Ir. H. Juanda No. 155
17112
Bekasi
Jakarta Tebet Barat
Jakarta Thamrin
Jl. Tebet Barat IX No.26, Tebet
12810
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Villa Nusa Indah
Jakarta Thamrin
Komplek Perumahan Villa Nusa Indah II Blok U3 No.3-4
16969
Bogor
JAWA BARAT
Bekasi Bulak Kapal 1
Jakarta Thamrin
Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda
17112
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Pondok Ungu
Jakarta Thamrin
Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17, Jl. Sultan Agung
17132
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Stasiun Senen
Jakarta Thamrin
Jl. Stasiun Senen No. 16
10410
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Stasiun Senen
Jakarta Thamrin
Jl. Stasiun Senen No. 16
10410
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Cikini
Jakarta Thamrin
Jl. Cikini Raya No. 56
10330
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Imam Bonjol
Jakarta Thamrin
Jl. Imam Bonjol No. 61
10310
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta R.S.C.M.
Jakarta Thamrin
Jl. Diponegoro No. 71
10430
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta D.I. Panjaitan
Jakarta Thamrin
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Gedung Wika
13340
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Klender
Jakarta Thamrin
Komplek Ruko Blok B1 No.6, Jl. I Gusti Ngurah Rai
13470
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Rawamangun Balai Pustaka
Jakarta Thamrin
Komplek Ruko Mega Indah Blok A3, 13220
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
DKI JAKARTA
Jl. Balai Pustaka Timur No. 39, Rawamangun
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Thamrin
Jl. Pulobuaran No. 2, Pulogadung
13930
Jakarta Timur
Jakarta Jatiwaringin
Jakarta Thamrin
Jl. Raya Jatiwaringin No. 263, Pondok Gede
17411
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Cempaka - Jakarta Thamrin
Cempaka Putih Permai Blok A No. 20-21, Jl. Letjend. Suprapto
10510
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Kelapa Gading
Jakarta Thamrin
Jl. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No. 6-8, Kelapa Gading
14240
Jakarta Utara
DKI JAKARTA
Jakarta Duta Merlin
Jakarta Thamrin
Komplek Pertokoan Duta Merlin, 10130
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Blok A/26-28, Jl. Gajah Mada No. 3-5
Jakarta Prapatan
Jakarta Thamrin
Jl. Prapatan No. 30
10410
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Cik Ditiro
Jakarta Thamrin
Jl. Ki S. Mangunsarkoro No. 49
10310
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Tebet Supomo
Jakarta Thamrin
Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 43, Tebet
12180
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Asem Baris
Jakarta Thamrin
Jl. KH Abdullah Syafie No. 45 E, Tebet
12840
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pondok Bambu
Jakarta Thamrin
Jl. Pahlawan Revolusi No. 125 F/G, Pondok Bambu 13430
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Rawa-
Jakarta Thamrin
Jl. Pegambiran No. 4, Rawamangun 13220
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Putih Permai
mangun Pegambiran
Jakarta Salemba Raya Jakarta Thamrin
Jl. Salemba Tengah No. 4 B
10440
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Cikarang Ruko Sentra
Jakarta Thamrin
Ruko Sentra Cikarang Blok C No.2, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah
17550
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Wisma Asri
Jakarta Thamrin
Jl. Raya Perjuangan Kav. M No. 14
17121
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Jakasampurna
Jakarta Thamrin
Pertokoan Duta Permai Blok B 1 No.10,
17145
Bekasi
JAWA BARAT
Jl. KH Noer Ali, Kalimalang
Bekasi Rawa Lumbu
Jakarta Thamrin
Ruko Kawu Jaya, Jl. Raya Pramuka No.1-2, Rawalumbu
17115
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Grand Mal
Jakarta Thamrin
Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No. 7, 17135
Bekasi
JAWA BARAT
Jl. Raya Sudirman
Bekasi Komsen Jati Asih
Jakarta Thamrin
Jl. Raya jati Asih No. 26
17423
Bekasi
JAWA BARAT
Cikarang Kota 1
Jakarta Thamrin
Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang
17530
Bekasi
JAWA BARAT
Cikarang Jababeka Ruko Roxy
Jakarta Thamrin
Ruko Roxy Blok B No. 3, Jl. Kasuari Raya, Cikarang Utara
17550
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Taman Galaxi
Jakarta Thamrin
Komplek Pertokoan Taman Galaxi, Jl. Galaxi Raya Blok G No. 1
17147
Bekasi
JAWA BARAT
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
Bekasi Harapan Indah
MBDC
Jakarta Thamrin
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
Ruko Sentra Niaga Blok SN 07,
17131
Bekasi
JAWA BARAT
PROPINSI
Jl. Boulevard Hijau, Komplek Perumahan Harapan Indah
Jakarta Rawasari
Jakarta Thamrin
Jl. Rawasari Selatan No. 29
10570
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Tebet Timur
Jakarta Thamrin
Jl. Tebet Timur Dalam Raya N0. 115
12820
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Duren Sawit
Jakarta Thamrin
Jl. Kolonel Sugiono No. 19 Blok O, Duren sawit
13430
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Permata Ujung Menteng
Jakarta Thamrin
Ruko Permata Ujung Menteng, Jl. Raya Bekasi Km.25, Cakung
13910
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Bekasi Taman Harapan Baru
Jakarta Thamrin
Ruko Taman Harapan Baru Blok A 1 No.70,Kec.Medan Satria
17131
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Villa Galaxi
Jakarta Thamrin
Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. 25
17148
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Kalimas
Jakarta Thamrin
Ruko Kalimas, Jl. Chairil Anwar Blok C No. 3A
17113
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Salemba Raya
Jakarta Thamrin
Jl. Salemba Tengah No. 4 B
10440
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Bekasi Bulak Kapal 2
Jakarta Thamrin
Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda
17112
Bekasi
JAWA BARAT
Bekasi Plaza Pondok Gede 2 Jakarta Thamrin
Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede
17414
Bekasi
JAWA BARAT
DKI JAKARTA
Jakarta Bendungan Hilir 2
Jakarta Thamrin
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82
10210
Jakarta Pusat
Cikarang Kota 2
Jakarta Thamrin
Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang
17530
Bekasi
JAWA BARAT
Cikarang Jababeka Capitol
Jakarta Thamrin
Ruko Capitol Business Park
17530
Bekasi
JAWA BARAT
JAWA BARAT
Jl. Niaga Raya Blok 2 C, Jababeka, Cikarang
Cikarang Jababeka
Jakarta Thamrin
Kawasan Industri Cikarang, Ruko Commercial Blok A, No. 25-26
17550
Bekasi
Jakarta Matraman
Jakarta Thamrin
Jl. Matraman Raya No. 31
13150
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Bekasi Cibitung
Jakarta Thamrin
Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Bekasi Fajar
17520
Bekasi
JAWA BARAT
Jakarta Wisma Baja
Jakarta Sudirman
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54
12170
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Ciputat Center
Jakarta Sudirman
Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75
15412
Tangerang
TANGERANG
Bogor Ciluar
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Simpang Pomad Ruko No. 323 C, Ciluar
16710
Bogor
JAWA BARAT
Cibadak
Jakarta Sudirman
Jl. Suryakencana No. 4, Cibadak
43351
Sukabumi
SUKABUMI
Depok Kartini
Jakarta Sudirman
Pertokoan Kartini Blok A No. 11, Jl. Kartini Raya, Pancoran Mas
16436
Depok
JAWA BARAT
Tangerang Bumi Serpong Damai
Jakarta Sudirman
Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, 15311
Tangerang
BANTEN
Sektor IV Bumi Serpong Damai
Depok Cinere Limo
Jakarta Sudirman
Jl. Cenere Raya No. 18 B, Cinere
16514
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Fatmawati Cenderawasih
Jakarta Sudirman
Jl. Cenderawasih I No. 15 A, Cilandak
12420
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pamulang2
Jakarta Sudirman
Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. 11-14
15417
Tangerang
TANGERANG
Kawasan Komersial Cilandak
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Cilandak KKO, Kawasan Komersial Cilandak Gedung III
12560
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Bogor Tajur
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Tajur No. 130
16720
Bogor
JAWA BARAT
Depok ITC
Jakarta Sudirman
Pertokoan ITC Depok No.49,Jl. Margonda Raya
16431
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Bintaro Veteran
Jakarta Sudirman
Ruko Bintaro Veteran Raya Permai Jl. RC Veteran No. 17 E
12330
Jakarta Selatan
JAWA BARAT
Cibubur Time Square
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi No. 37 G, Jatisampurna
17433
Bekasi
JAWA BARAT
Tangerang ITC BSD
Jakarta Sudirman
Ruko ITC BSD No.17, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong
15322
Tangerang
TANGERANG
Jakarta Bintaro Burung Gereja
Jakarta Sudirman
Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No.6, Sektor II, Bintaro Jaya
12330
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pakubuwono
Jakarta Sudirman
Jl. Pakubuwono VI No. 39 A, Kebayoran Baru
12120
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Simprug2
Jakarta Sudirman
Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10
12220
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Mampang2
Jakarta Sudirman
Jl. Mampang Prapatan No. 61
12790
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Depok Tengah2
Jakarta Sudirman
Komp. Ruko Sukmajaya No. 15
16411
Depok
JAWA BARAT
Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah
Sukabumi Ahmad Yani2
Jakarta Sudirman
Jl. Ahmad Yani No. 44
43131
Sukabumi
JAWA BARAT
Cianjur Cokroaminoto
Jakarta Sudirman
Jl. HOS Cikroaminoto No. 172
43214
Cianjur
JAWA BARAT
Jakarta Kebayoran Lama2
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 12220
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Mayestik2
Jakarta Sudirman
Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru
12120
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Sukabumi Sudirman
Jakarta Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 124
43132
Sukabumi
JAWA BARAT
Jakarta Pondok Pinang Center
Jakarta Sudirman
Pertokoan Pondok Pinang Center
12310
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Blok A 36/38/40, Jl. Ciputat Raya
Tangerang Pamulang Siliwangi
Jakarta Sudirman
Ruko Tita Jl. Raya Siliwangi No. 9A, Pamulang Tangerang
#N/A
Tangerang
TANGERANG
Jakarta Ragunan2
Jakarta Sudirman
Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, KP Departemen Pertanian
12550
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pejaten Timur
Jakarta Sudirman
Jl. Warung Jati Barat No. 15A, Pejaten #N/A
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pancoran 2 Jakarta Sudirman
Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A
12780
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Tangerang Bumi Serpong Damai Jakarta Sudirman
Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, 15311
Tangerang
BANTEN
Sektor IV Bumi Serpong Damai
Jakarta Cimanggis
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28
13710
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Plaza Kramat Jati Indah
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Bogor, Pertokoan Ramayana Blok A No.11-12
13510
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Cirendeu
Jakarta Sudirman
Jl. Cirendeu Raya, Pertokoan Prima Indah No. 10
15419
Tangerang
BANTEN
Jakarta Cibubur
Jakarta Sudirman
Jl. Lapangan Tembak, Pertokoan Cibubur Indah Blok. A-22 - 23
13720
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Depok Margonda 1
Jakarta Sudirman
Jl. Margonda Raya No. 2
16432
Depok
JAWA BARAT
Cinere
Jakarta Sudirman
Jl. Cinere Raya Kav. 32-33
16514
Depok
JAWA BARAT
Depok I Jakarta Sudirman
Jl. Nusantara Raya No. 25 AB
16432
Depok
JAWA BARAT
Depok Tengah Jakarta Sudirman
Komplek Ruko Sukmajaya No. 15, Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah
16411
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Mayestik
Jakarta Sudirman
Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru
12120
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Minggu
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Pasar Minggu No. 89 J, Pejaten
12510
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
297
298
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Jakarta Melawai
Jakarta Sudirman
Jl. Melawai Raya No. 12-14, Kebayoran Baru
12160
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pamulang
Jakarta Sudirman
Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. 11-14
15417
Tangerang
BANTEN
Jakarta Fatmawati
Jakarta Sudirman
Jl. R.S. Fatmawati No. 8, Cilandak 12430
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Bintaro Jaya
Jakarta Sudirman
Jl. Bintaro Utama, Bintaro Jaya Sektor I
12330
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Palmerah Jakarta Sudirman
Jl. Palmerah Barat No. 39
10270
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Kebayoran Lama
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 12220
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Tangerang Ciputat Center
Jakarta Sudirman
Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75
15412
Tangerang
BANTEN
Jakarta Simprug
Jakarta Sudirman
Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10
12220
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Cimanggis 2 Jakarta Sudirman
Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28
13710
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Mampang
Jakarta Sudirman
Jl. Mampang Prapatan No. 61
12790
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Tangerang Serpong
Jakarta Sudirman
Simpang Tiga Puspitek Serpong
15310
Tangerang
BANTEN
Jakarta Cilandak KKO
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Cilandak KKO No. 5
12560
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Bekasi Ujung Aspal
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Hankam No. 18 B-C, Jati Murni, Pondok Gede
17431
Bekasi
JAWA BARAT
Depok Margonda 2
Jakarta Sudirman
Jl. Margonda Raya No. 2
16432
Depok
JAWA BARAT
Depok Bukit Sawangan
Jakarta Sudirman
Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F2 No.1, 16518
Depok
JAWA BARAT
Jl.Raya Parung Km.35, Sawangan
Citeureup
Jakarta Sudirman
Jl. Mayor Oking No. 10 - 11, Citeureup
16810
Bogor
JAWA BARAT
Sukabumi Sudirman
Jakarta Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 124
43132
Sukabumi
JAWA BARAT
Jakarta Gedung Lemigas Jakarta Sudirman
Kanpus. PPPTMGB Lemigas, Jl. Ciledug Raya
12230
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Cileungsi
Jakarta Sudirman
Mal Cileungsi Blok C No. 9, Jl. Raya Narogong, Cileungsi
16820
Bogor
JAWA BARAT
Jakarta Ragunan
Jakarta Sudirman
Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, KP Departemen Pertanian
12550
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Pasar Rebo
Jakarta Sudirman
Plaza PP, Jl. Letjend. T.B. Simatupang No. 57
13760
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Cicurug
Jakarta Sudirman
Jl. Siliwangi No. 287 B, Cicurug
43159
Sukabumi
JAWA BARAT
Cibinong
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Bogor Km.43, Cibinong
16916
Bogor
JAWA BARAT
Bogor Kapten Muslihat
Jakarta Sudirman
Jl. Kapten Muslihat No. 17
16121
Bogor
JAWA BARAT
Bogor Suryakencana (Siliwangi)
Jakarta Sudirman
Jl. Suryakencana No. 310
16123
Bogor
JAWA BARAT
Cianjur
Jakarta Sudirman
Jl. Suroso No. 51
43211
Cianjur
JAWA BARAT
Cipanas
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Cipanas Blok 11 No. 201, Pacet
43553
Cianjur
JAWA BARAT
Bogor Juanda Jakarta Sudirman
Jl. Ir. H, Juanda No. 12 16121
Bogor
JAWA BARAT
Sukabumi Ahmad Yani Jakarta Sudirman
Jl. Ahmad Yani No. 44 43131
Sukabumi
JAWA BARAT
Jakarta Sudirman
Jakarta Sudirman
Ruko Central Blok C No. 15, Jl. Dewi Sartika
16121
Bogor
JAWA BARAT
Jakarta Plaza Mandiri
Jakarta Sudirman
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
12190
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Cibubur Citra Grand
Jakarta Sudirman
Komplek Citra Grand Ruko 2 No. 15, 17435
Bekasi
JAWA BARAT
15418
Tangerang
BANTEN
15323
Tangerang
BANTEN
Jl. Alternatif Km.4, Pondok Gede
Tangerang-
Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara
Jakarta Sudirman
Pondok Cabe Mutiara
Blok B-3A, Jl. Raya Parung
Tangerang Villa Melati Mas
Ruko Villa Melati Mas Blok SR1 No. 20, Jakarta Sudirman
Jl. Pahlawan Seribu, Serpong
Tangerang Graha Karnos
Jakarta Sudirman
Graha Karnos, Jl. Ir. H. Juanda No. 39, Ciputat
15412
Tangerang
BANTEN
Depok Pondok Cina
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Margonda No. 345 D, Pondok Cina
16424
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Pondok Labu Jakarta Sudirman
Jl. R.S. Fatmawati No. 8 , Pondok Labu
12430
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta R.S. M.H. Thamrin Jakarta Sudirman
Jl. Raya Pondok Gede No. 23 , Kramatjati
13550
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Jakarta Pancoran
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A
12780
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta M.T. Haryono
Jakarta Sudirman
Jl. Letjend. M.T. Haryono Kav. 17
12810
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Gedung -
Jakarta Sudirman
Jl. Jend. Gatot Subroto, Manggala Wanabakti
10270
Jakarta Pusat
DKI JAKARTA
Jakarta Lebak Bulus Jakarta Sudirman
Jl. Karang Tengah, Bona Indah Blok A2/B7, Lebak Bulus
12440
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Gedung
Jakarta Sudirman
Jl. Letjend. T.B. Simatupang, Tanjung Barat
12530
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Radio Dalam
Jakarta Sudirman
Jl. Radio Dalam Raya No.11-11A 12140
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Gedung Patrajasa
Jakarta Sudirman
Gedung Patrajasa, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34
12950
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Depok Cisalak
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Bogor Km.31 No.8, Cisalak
16416
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Departemen PU Jakarta Sudirman
Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru
12110
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Panglima Polim
Jakarta Sudirman
Jl. Wijaya II, Komp. Wijaya Grand Center Blok B 1-3
12160
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Bogor Warung Jambu
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Pajajaran No. 1 - B
16153
Bogor
JAWA BARAT
Jakarta Tendean
Jakarta Sudirman
Jl. Wolter Monginsidi No. 123 C
12180
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Bintaro Veteran
Jakarta Sudirman
Ruko Bintaro Veteran Raya Permai Jl. RC Veteran No. 17 E
12330
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta ITC Permata Hijau
Jakarta Sudirman
Ruko Grand ITC Permata Hijau
12210
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Pusat Kehutanan
Aneka Tambang
Blok Emerald G 28, Jl. Arteri Permata Hijau
Tangerang -
Ruko Sentra Menteng, Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29
15225
Tangerang
BANTEN
MBU Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Sudirman
Jl. Warung Buncit Raya No. 6, Wisma Ritra
12740
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Depok Timur
Jakarta Sudirman
Jl. Proklamasi Raya Blok A No.7-8, Depok II Timur
16417
Depok
JAWA BARAT
Jakarta Arteri Pondok Indah
Jakarta Sudirman
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 A
12240
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Jakarta Sudirman
Bintaro Sentra Menteng
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Jakarta ITC Fatmawati
Jakarta Sudirman
Ruko ITC Fatmawati No. 17, Jl. RS Fatmawati
12150
Jakarta Selatan
DKI JAKARTA
Bogor Pajajaran
Jakarta Sudirman
Ruko Bantar Kemang No.20 Q, Jl. Raya Pajajaran
16143
Bogor
JAWA BARAT
Depok Jatijajar
Jakarta Sudirman
Jl. Raya Tole Iskandar No. 1
16415
Depok
JAWA BARAT
Bogor Yasmin
Jakarta Sudirman
Komplek Pertokoan 24, Jl. KH Soleh Iskandar No. 2 H
16161
Bogor
JAWA BARAT
Jakarta Nindya Karya
Jakarta Sudirman
Jl. Letjend. M.T. Haryono No. 3-7
13630
Jakarta Timur
DKI JAKARTA
Purwakarta
Bandung
Jl. Sudirman No. 176 41115
Purwakarta
JAWA BARAT
Bandung Alun-alun
Bandung
Jl. Asia Afrika No. 51
40001
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Siliwangi -
Bandung
Jl. Siliwangi No. 3
40132
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Braga
Bandung
Jl. Braga No. 133
40111
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Padjajaran
Bandung
Jl. Pajajaran No. 125
40174
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Pasteur
Bandung
Jl. Dr. Junjunan No. 155 A 40173
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Otista
Bandung
Jl. Otto Iskandardinata No. 293
40251
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Kiara Condong
Bandung
Jl. Kiara Condong No. 115
40281
Bandung
JAWA BARAT
Cimahi Bandung
Jl. Raya Cimahi No. 612
40525
Cimahi
JAWA BARAT
Bandung Sukarno Hatta
Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 486
40266
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Buah Batu
Bandung
Jl. Buah Batu No. 268
40264
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Bina Citra
Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 162
40235
Bandung
JAWA BARAT
Sumedang Bandung
Jl. Mayor Abdurachman No. 99
45323
Sumedang
JAWA BARAT
Bandung Ujung Berung
Bandung
Jl. A. H. Nasution No. 67
40611
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Ahmad Yani
Bandung
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 730, Gerbang Puri Tirta Kencana
40282
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Martadinata
Bandung
Jl. R.E. Martadinata No.103 40115
Bandung
JAWA BARAT
Garut
Bandung
Jl. Ahmad Yani No. 24
44115
Garut
JAWA BARAT
Bandung Kopo
Bandung
Jl. Raya Terusan Kopo 228 A 40226
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Jamika
Bandung
Jl. Jamika No. 33 C
40231
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Soreang
Bandung
Jl. Raya Soreang No. 457
40377
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Pasar Baru
Bandung
Jl. Otto Iskandardinata No. 99, Pasar Baru
40111
Bandung
JAWA BARAT
Bandung MTC
Bandung
Metro Trade Center Blok F1,Jl. Soekarno Hatta
40286
Bandung
JAWA BARAT
Tasikmalaya Otto Iskandardinata
Bandung
Jl. Otto Iskandardinata No. 26
46113
Tasikmalaya
JAWA BARAT
Purwakarta
Bandung
Jl. Sudirman No. 176 41115
Purwakarta
JAWA BARAT
Karawang
Bandung
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass
41314
Kerawang
JAWA BARAT
Jatinangor Universitas Pajajaran
Bandung
Kampus Universitas Pajajaran Jl. Raya Sumedang, Jatinangor
45363
Sumedang
JAWA BARAT
Sumedang
Bandung
Jl. Mayor Abdurachman No. 99
45323
Sumedang
JAWA BARAT
Dawuan Cikampek
Bandung
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan
41373
Cikampek
JAWA BARAT
Kuningan
Bandung
Pertokoan Siliwangi No. 39-40, Jl. Siliwangi, Kuningan
45511
Kuningan
JAWA BARAT
Bandung Majalengka2
Bandung
Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten
45453
Majalengka
JAWA BARAT
Rumah Sakit Hasan Sadikin
Bandung
Jl. Pasteur 38 Bandung
40161
Bandung
JAWA BARAT
Garut
Bandung
(Lapangan Raya)
Jl. Ahmad Yani No. 24
44115
Garut
JAWA BARAT
Tasikmalaya Otto Iskandardinata Bandung
Jl. Otto Iskandardinata No. 26
46113
Tasikmalaya
JAWA BARAT
Tasikmalaya Sutisna
Bandung
Jl. Sutisna Senjaya No. 88
46114
Tasikmalaya
JAWA BARAT
Ciamis
Bandung
Jl. Ahmad Yani No. 21 46211
Ciamis
JAWA BARAT
Cirebon Yos Sudarso
Bandung
Jl. Yos Sudarso No. 11
45111
Cirebon
JAWA BARAT
Cirebon Tegal Wangi Bandung
Jl. Raya Tegalwangi Km. 9 No. 58
45154
Cirebon
JAWA BARAT
Cirebon Siliwangi Bandung
Jl. Siliwangi No. 139 45124
Cirebon
JAWA BARAT
Majalengka Kadipaten
Bandung
Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten
45453
Majalengka
JAWA BARAT
Indramayu
Bandung
Jl. D.I. Panjaitan No. 8 45212
Indramayu
JAWA BARAT
Rancaekek
Bandung
Jl. Raya Dangdeur No. 137, Rancaekek
40394
Sumedang
JAWA BARAT
Subang
Bandung
Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5
41211
Subang
JAWA BARAT
Bandung Taman Kopo Indah 2
Bandung
Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. 19
40226
Bandung
JAWA BARAT
Padalarang
Bandung
Jl. Raya Padalarang No. 465 A
40553
Padalarang
JAWA BARAT
Cirebon Plered
Bandung
Jl. Raya Panembahan No. 51, Plered
45154
Cirebon
JAWA BARAT
Bandung BKR
Bandung
Jl. BKR No. 124 A
40254
Bandung
JAWA BARAT
Tasikmalaya Mustofa Bandung
Jl. H.Z. Mustofa No. 294
46125
Tasikmalaya
JAWA BARAT
Bandung Gatot Subroto
Bandung
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 295 A
40274
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Cimindi
Bandung
Jl. Raya Cimindi No. 270, 40175
Bandung
JAWA BARAT
Karawang Tuparev
Bandung
Jl. Tuparev No. 44
41312
Karawang
JAWA BARAT
Cirebon Jalan Kantor
Bandung
Jl. Kantor No. 4
45112
Cirebon
JAWA BARAT
Pamanukan
Bandung
Jl. Ion Martasasmita No. 35, Pamanukan
41254
Subang
JAWA BARAT
Bandung Sumbersari
Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 132 B
40222
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Burangrang
Bandung
Jl. Burangrang No. 35 D
40262
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Dago
Bandung
Jl. Ir. H. Juanda No. 30
40115
Bandung
JAWA BARAT
Banjar
Bandung
Jl. Letjend. Suwarto No. 48, Banjar
43622
Ciamis
JAWA BARAT
Jatibarang
Bandung
Jl. Mayor Dasuki No. 92, Jatibarang
45273
Indramayu
JAWA BARAT
Bandung Mohamad Toha
Bandung
Jl. Mohamad Toha No. 189
40253
Bandung
JAWA BARAT
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
299
300
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Bandung Setrasari Plaza
Bandung
Setrasari Plaza Blok A No.5 Jl. Suria Sumantri
40146
Bandung
JAWA BARAT
Baros Lewigajah
Bandung
Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 4, Jl. Baros
40532
Cimahi
JAWA BARAT
Bandung Sukajadi
Bandung
Jl. Sukajadi No. 184
40161
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Dayeuh Kolot
Bandung
Jl. Bojongsoang No.79
40288
Bandung
JAWA BARAT
Bandung Lembang
Bandung
Jl. Raya Grand Hotel No. 42, Lembang
40391
Bandung
JAWA BARAT
Cirebon Ciledug
Bandung
Jl. Merdeka Barat No. 68, Ciledug
45188
Kabupaten Cirebon
JAWA BARAT
Cirebon Arjawinangun
Bandung
Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 21, Desa Jungjang, Arjawinangun
45162
Kabupaten Cirebon
JAWA BARAT
Karawang
Bandung
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass
41314
Kerawang
JAWA BARAT
Dawuan Cikampek
Bandung
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan
41373
Cikampek
JAWA BARAT
Magelang
Yogyakarta
Jl. Sudirman No. 26, Komplek Pertokoan Rejotumoto
56126
Magelang
JAWA TENGAH
Yogyakarta Sudirman
Yogyakarta
Jl. Jend. Sudirman No. 26
55232
Yogyakarta
D.I. YOGYAKARTA
Yogyakarta STIE YKPN
Yogyakarta
Kampus STIE YKPN, Jl. Seturan
55281
Sleman
D.I. YOGYAKARTA
Yogyakarta Diponegoro 1
Yogyakarta
Jl. Pangeran Diponegoro No. 107
55231
Yogyakarta
D.I. YOGYAKARTA
Yogyakarta Katamso
Yogyakarta
Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B
55121
Yogyajarta
D.I. YOGYAKARTA
Yogyakarta UGM
Yogyakarta
Jl. Kaliurang, Sekip Blok L-6
55284
Sleman
D.I. YOGYAKARTA
Parakan
Yogyakarta
Jl. Pahlawan No. 28, Parakan
56254
Temanggung
JAWA TENGAH
Bantul
Yogyakarta
Jl. Gajah Mada No. 14, Bantul
55711
Bantul
D.I. YOGYAKARTA
Muntilan Yogyakarta
Kompleks Ruko Muntilan Plaza Jl. Pemuda
56414
Muntilan
JAWA TENGAH
Solo Purwotomo
Yogyakarta
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 329
57142
Solo
JAWA TENGAH
Solo Slamet Riyadi 1
Yogyakarta
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 57111
Solo
JAWA TENGAH
Solo Slamet Riyadi 2
Yogyakarta
Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 57111
Solo
JAWA TENGAH
Klaten
Yogyakarta
Jl. Pemuda Selatan No. 121, Tonggalan
57412
Klaten
JAWA TENGAH
Purwokerto
Yogyakarta
Jl. Jend. Sudirman No. 463
53114
Purwokerto
JAWA TENGAH
Gombong
Yogyakarta
Jl. Yos Sudarso No. 241, Gombong
54411
Kebumen
JAWA TENGAH
Cilacap
Yogyakarta
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 100
53212
Cilacap
JAWA TENGAH
Kutoarjo Yogyakarta
Jl. Pangeran Diponegoro No. 114, Kutoarjo
54212
Kutoarjo
JAWA TENGAH
Banjarnegara Yogyakarta
Jl. S. Parman No. 31
53411
Banjarnegara
JAWA TENGAH
Yogyakarta Katamso
Yogyakarta
Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B
55121
Yogyajarta
D.I. YOGYAKARTA
Sragen
Yogyakarta
Plaza Atrium Blokc C-D, Jl. Raya Sukowati No. 302-304
57211
Sragen
JAWA TENGAH
Boyolali
Yogyakarta
Jl. Kates, Pulian
57316
Boyolali
JAWA TENGAH
Purwokerto 2 Yogyakarta
Jl. Jend. Sudirman No. 463
53114
Purwokerto
JAWA TENGAH
Purbalingga
Yogyakarta
Jl. Jenderal Sudirman No. 37
53312
Purbalingga
JAWA TENGAH
Wonosobo
Yogyakarta
Jl. Sumbing No. 18
56311
Wonosobo
JAWA TENGAH
Semarang Pahlawan Semarang
Jl. Pahlawan No. 3
50241
Semarang
JAWA TENGAH
Semarang Sugiyopranoto 1
Semarang
Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B
50246
Semarang
JAWA TENGAH
Semarang Candi Baru
Semarang
Jl. S. Parman No. 55 K, Ruko Sultan Agung
50232
Semarang
JAWA TENGAH
Semarang Sugiyopranoto 2
Semarang
Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B
50246
Semarang
JAWA TENGAH
Semarang Kepodang Semarang
Jl. Kepodang No. 32-34 50137
Semarang
JAWA TENGAH
Ungaran
Semarang
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran
50511
Semarang
JAWA TENGAH
Kudus Semarang
Jl. Jend. Sudirman No. 164
59301
Kudus
JAWA TENGAH
Salatiga
Semarang
Jl. Diponegoro No. 41
50711
Salatiga
JAWA TENGAH
Semarang Majapahit Semarang
Kompleks Ruko Majapahit, Jl. Majapahit No. 339
50191
Semarang
JAWA TENGAH
Tegal Arif Rahman Hakim
Semarang
Jl. Arief Rahman Hakim No. 19
52123
Tegal
JAWA TENGAH
Tegal Sudirman Semarang
Jl. Jend. Sudirman No. 11
52131
Tegal
JAWA TENGAH
Brebes
Semarang
Plaza Dedy Jaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 109
52212
Brebes
JAWA TENGAH
Pekalongan Hayam Wuruk 1
Semarang
Jl. Hayam Wuruk No. 5
51119
Pekalongan
JAWA TENGAH
Pekalongan Hayam Wuruk 2
Semarang
Jl. Hayam Wuruk No. 5
51119
Pekalongan
JAWA TENGAH
Blora2
Semarang
Jl. Alun-Alun Selatan No. 5
58215
Blora
JAWA TENGAH
Cepu2
Semarang
Jl. Pemuda No. 60
58312
Cepu
JAWA TIMUR
Ungaran2
Semarang
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran
50511
Semarang
JAWA TIMUR
Pekalongan Imam Bonjol
Semarang
Jl. Imam Bonjol No. 34
51111
Pekalongan
JAWA TENGAH
Solo Baru
Semarang
Jl. Yos Sudarso No. 387
57157
Solo
JAWA TENGAH
Sleman
Semarang
Jl. Raya Magelang Km. 10
55511
Sleman
JAWA TENGAH
Salatiga2
Semarang
Jl. Diponegoro No. 36
50711
Salatiga
JAWA TENGAH
Purwokerto 1
Semarang
Jl. Jend. Sudirman No. 463
53114
Purwokerto
JAWA TENGAH
Semarang Kawasan -
Semarang
Kawasan Industri Candi,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2
50184
Semarang
JAWA TENGAH
Industri Candi
Semarang
Pemalang
Semarang
Jl. Sudirman No. 59
52313
Pemalang
JAWA TENGAH
Cepu
Semarang
Jl. Pemuda No. 60
58312
Cepu
JAWA TENGAH
Sukoharjo
Semarang
Jl. Jend. Sudirman No. 29 Sukoharjo
0
Sukoharjo
JAWA TENGAH
Weleri
Semarang
Jl. Utama Tengah No. 198
51355
Weleri
JAWA TENGAH
Purwodadi
Semarang
Jl. R. Suprapto No. 97 A-B
58111
Purwodadi
JAWA TENGAH
Blora
Semarang
Jl. Alun-Alun Selatan No. 5
58215
Blora
JAWA TENGAH
Kartosuro
Semarang & Jl. Ahmad Yani No. 9
57162
Sukoharjo
JAWA TENGAH
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
Yogyakarta
Palur
Semarang & Yogyakarta
Semarang
Semarang &
Kawasan Industri Candi
Yogyakarta
Semarang Pemuda
Semarang &
Yogyakarta
Kudus 2
Semarang &
Yogyakarta
Kroya
Semarang &
Yogyakarta
Semarang Pandanaran
Semarang &
Yogyakarta
Semarang MT Haryono
Semarang &
Yogyakarta
Semarang Gang Pinggir
Semarang &
Yogyakarta
Magelang 2
Semarang &
Yogyakarta
Yogyakarta Kaliurang
Semarang &
Yogyakarta
Wonogiri
Semarang &
Yogyakarta
Semarang Srondol
Semarang &
Yogyakarta
Yogyakarta Gejayan
Semarang &
Yogyakarta
Yogyakarta Ahmad Dahlan
Semarang &
Yogyakarta
Tegal Banjaran Adiwerna
Semarang &
Yogyakarta
Pati
Semarang &
Yogyakarta
Wates
Semarang &
Yogyakarta
Wonosari
Semarang &
Yogyakarta
Kebumen
Semarang &
Yogyakarta
Bumi Ayu/Demak/Rembang
Semarang &
Yogyakarta
Ambarawa
Semarang &
Yogyakarta
Delanggu
Semarang &
Yogyakarta
Karanganyar
Semarang
Yogyakarta
Surabaya Darmo Park
Surabaya
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
Jl. Raya Palur No. 32, Jaten
57771
Karanganyar
JAWA TENGAH
Kawasan Industri Candi,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2
50184
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Pemuda No. 73
50139
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Jend. Sudirman No. 164
59301
Kudus
JAWA TENGAH
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 A
53282
Kroya
JAWA TENGAH
Jl. Pandanaran No. 104
50134
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. M.T. Haryono No. 419
50136
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Gang Pinggir No. 13 A
50137
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Sudirman No. 26, Komplek Pertokoan Rejotumoto
56126
Magelang
JAWA TENGAH
Jl. Kaliurang Km.6,5 No.A 5 C, Condongcatur, Depok, Sleman
55281
Sleman
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Jenderal Sudirman No. 132
57611
Wonogiri
JAWA TENGAH
Jl. Setiabudi No. G 62 E & F
50263
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Gejayan No. 28, Condong Catur
55283
Sleman
D.I. YOGYAKARTA
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 25
55121
Yogyakarta
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Raya Banjaran No. 10, Adiwerna
52194
Tegal
JAWA TENGAH
Jl. Kol. Kusnandar Komplek Ruko Pasar Puri Blok 6-7
59112
Pati
JAWA TENGAH
Jl. Kolonel Sugiyono, Wates
55611
Kulon Progo
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Baron No. 34, Baleharjo, Wonosari
55811
Gunung Kidul
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Pahlawan No. 126
54311
Kebumen
JAWA TENGAH
Jl. Diponegoro No. 79, Rembang
59217
Rembang
JAWA TENGAH
Jl. Jenderal Sudirman No.122, Ambarawa
50162
Semarang
JAWA TENGAH
Jl. Raya Delanggu No. 87, Dongkolan
57471
Delanggu
JAWA TENGAH
Jl. Lawu No. 386
57712
Karanganyar
JAWA TENGAH
Komplek Pertokoan Darmo Park I
60256
Surabaya
JAWA TIMUR
60293
Surabaya
JAWA TIMUR
JAWA TIMUR
Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono
Surabaya Rungkut Megah Raya
Surabaya
Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya
Blok E/5-6, Jl. Raya Kali Rungkut No.5
PROPINSI
Surabaya Rungkut SIER
Surabaya
Jl. Rungkut Industri Raya No. 10
60293
Surabaya
Sidoarjo Surabaya
Jl. Ahmad Yani No. 7 61219
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Sidoarjo Candi (eks Porong)
Surabaya
Jl. Raya Candi No. 42
61272
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Sidoarjo Krian Surabaya
Jl. Raya Krian No. 47, Krian
61262
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Surabaya Bratang Binangun Surabaya
Jl. Ngagek Jaya Selatan, Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6
60284
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pemuda
Surabaya
Jl. Pemuda No. 27-31 60271
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Gubeng
Surabaya
Jl. Kalimantan No.10 60281
Surabaya
JAWA TIMUR
Mojokerto
Surabaya
Jl. Mojopahit No. 406
61321
Mojokerto
JAWA TIMUR
Jombang Surabaya
Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2, Jl. Soekarno-Hatta No. 3
61481
Jombang
JAWA TIMUR
Surabaya Stasiun Kota
Surabaya
Jl. Stasiun Kota No.60 C-D Kav. No.1 dan 2
60160
Surabaya
JAWA TIMUR
Bojonegoro Surabaya
Jl. Teuku Umar No. 47 B
62111
Bojonegoro
JAWA TIMUR
Surabaya Kembang Jepun
Surabaya
Jl. Kembang Jepun No.168-170
60162
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Indrapura
Surabaya
Jl. Indrapura No. 45
60176
Surabaya
JAWA TIMUR
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
301
302
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Surabaya Tanjungperak
Surabaya
Jl. Perak Timur No. 398 60164
Surabaya
JAWA TIMUR
Tuban
Surabaya
Jl. Basuki Rachmat No. 75
62317
Tuban
JAWA TIMUR
Gresik
Surabaya
Jl. R.A. Kartini No. 210
61122
Gresik
JAWA TIMUR
Lamongan Surabaya
Jl. Lamongrejo No. 120
62213
Lamongrejo
JAWA TIMUR
Pamekasan
Surabaya
Jl. Pangeran Diponegoro No.151
69315
Pamekasan
JAWA TIMUR
Surabaya Mulyosari
Surabaya
Jl. Raya Mulyosari No. 360 D-E
60113
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Darmo Trade Center
Surabaya
Darmo Trade Center Lt. 1 Kios A1-2, Jl. Wonokromo Raya
60241
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Niaga
Surabaya
Jl. Veteran No. 42-44 60175
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Jembatan Merah
Surabaya
Jl. Jembatan Merah No. 25-27
60175
Surabaya
JAWA TIMUR
Gresik Kota Baru
Surabaya
Jl. Sukomulyo No. 10, Manyar
61151
Gresik
JAWA TIMUR
Mojosari *)
Surabaya
Jl. Hayam Wuruk No. 35 C, Mojosari
61382
Mojokerto
JAWA TIMUR
Surabaya Basuki Rahmat
Surabaya
Jl. Basuki Rahmat No. 129-137
60271
Surabaya
JAWA TIMUR
Sumenep *)
Surabaya
Jl. Raya Trunojoyo No. 55
69417
Sumenep
JAWA TIMUR
Surabaya Citra Raya Gwalk
Surabaya
Perumahan Citra Raya Gwalk Blok W-1 No.10-11
60216
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Indragiri
Surabaya
Jl. Indragiri No.30-32
60241
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pucang Anom
Surabaya
Jl. Pucang Anom Timur No. 12
60282
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Jemursari
Surabaya
Jl. Jemursari No. 81
60231
Surabaya
JAWA TIMUR
Atambua
Surabaya
Jl. Kapasan No. 159
60141
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Kapas Krampung
Surabaya
Jl. Kapas Krampung No.67 Kav. 06
60133
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Kedungdoro
Surabaya
Jl. Kedungdoro No. 84
60251
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Darmo Indah
Surabaya
Komplek Ruko Darmo Indah Timur, 60187
Surabaya
JAWA TIMUR
Jl. Darmo Indah Timur Blok SS No.8
Surabaya Gentengkali
Surabaya
Jl. Gentengkali No. 93-95
60275
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Menanggal
Surabaya
Jl. A. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2
60243
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pasar Turi
Surabaya
Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6, Jl. Dupak No. 3-9
60174
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Kusuma Bangsa
Surabaya
Jl. Kusuma Bangsa No. 106
60136
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya PDAM
Surabaya
Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2
60131
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pondok Chandra
Surabaya
Jl. Palem TC 1 / 12, Pondok Chandra Indah
61256
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pahlawan
Surabaya
Jl. Pahlawan No. 120
60174
Surabaya
JAWA TIMUR
Sidoarjo Sepanjang
Surabaya
Jl. Bebekan No. 23, Sepanjang
61257
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Sidoarjo Gateway
Surabaya
Ruko Gateway Blok C-7, Waru
61256
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Surabaya Kupang Jaya
Surabaya
Jl. Kupang Jaya A I No. 43
60189
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Tunjungan Plaza
Surabaya
Jl. Basuki Rahmat No. 2-4
60261
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Darmo Permai
Surabaya
Jl. H.R. Muhammad 36, Ruko Permata Blok B-1
60226
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Pakuwon
Surabaya
Jl. Raya Bukit Darmo Boulevard No.8 G
60226
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Kenjeran
Surabaya
Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB
60113
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Darmo Park
Surabaya
Komplek Pertokoan Darmo Park I
60256
Surabaya
JAWA TIMUR
Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono
Sidoarjo Pahlawan
Surabaya
Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-02, Jl. Pahlawan
61213
Sidoarjo
JAWA TIMUR
Mataram Cakranegara2
Surabaya
Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara
83231
Mataram
MATARAM
Ruteng
Surabaya
Jl. Waeces No. 20 Karot, 86511
Manggarai Ruteng MATARAM
Jember Ahmad Yani
Surabaya
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6-8
68137
Jember
JAWA TIMUR
Surabaya Pelabuhan - Surabaya
Jl. Perak Timur No.512 Blok H3-H4
60165
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya
Pusat Perbelanjaan Pasar Atum Mall
60161
Surabaya
JAWA TIMUR
Tanjungperak
Surabaya Pasar Atum
Lantai 2, Stand No. BA 25-29, Jl. Stasiun Kota
Surabaya Undaan
Surabaya
Jl. Undaan Kulon No. 105 A
60274
Surabaya
JAWA TIMUR
Sumbawa
Surabaya
Jl. Diponegoro No. 10
84343
Sumbawa Besar
JAWA TIMUR
Blitar 2
Surabaya
Jl. Merdeka No. 30
66112
Blitar
JAWA TIMUR
Maumere
Surabaya
Jl. Moa Toda No. 12
86151
Sikka
JAWA TIMUR
Surabaya Kenjeran
Surabaya
Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB
60113
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Rungkut SIER
Surabaya
Jl. Rungkut Industri Raya No. 10
60293
Surabaya
JAWA TIMUR
Malang Sawojajar
Surabaya
Jl. Danau Toba E.6 No. 25 Sawojajar - Malang,
14418
Malang
JAWA TIMUR
Mojokerto 2
Surabaya
Jl. Mojopahit No. 406
61321
Mojokerto
JAWA TIMUR
Lamongan
Surabaya
Jl. Lamongrejo No. 120
62213
Lamongrejo
JAWA TIMUR
Praya
Surabaya
Jl. Jend. Sudirman, Komplek Pertokoan No. C 3-4
0
Praya
Lombok Tengah
Selong
Surabaya
Jl. PB Sudirman No. 69-70 0
Selong
Lombok Timur
Surabaya Diponegoro Surabaya
Jl. Raya Diponegoro No. 155
60241
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Wiyung
Surabaya
Komplek Ruko Taman Pondok Indah Kav.A-35, 60222
Surabaya
JAWA TIMUR
Jl. Raya Menganti No. 207, Wiyung
Surabaya Klampis
Surabaya
Jl. Klampis Jaya No. 50
60117
Surabaya
JAWA TIMUR
Surabaya Darmo Raya
Surabaya
Jl. Raya Darmo No. 41
60625
Surabaya
JAWA TIMUR
Malang Merdeka
Malang
Jl. Merdeka Barat No. 1 65119
Malang
JAWA TIMUR
Madiun
Malang
Jl. Pahlawan No. 29 63116
Madiun
JAWA TIMUR
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Jember Alun alun
Malang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 3 68118
Jember
JAWA TIMUR
Probolinggo
Malang
Jl. Suroyo No. 23
67211
Probolinggo
JAWA TIMUR
Situbondo
Malang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 102
68311
Situbondo
JAWA TIMUR
Banyuwangi
Malang
Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 2
68411
Banyuwangi
JAWA TIMUR
Pasuruan
Malang
Jl. Panglima Sudirman No. 11
67115
Pasuruan
JAWA TIMUR
Kediri
Malang
Jl. Diponegoro No. 17 64123
Kediri
JAWA TIMUR
Malang Suprapto
Malang
Jl. Jaksa Agung Suprapto 65
65112
Malang
JAWA TIMUR
Batu
Malang
Jl. Dewi Sartika No. 45, Batu
65315
Malang
JAWA TIMUR
Tulungagung
Malang
Jl. Sudirman No. 55 66219
Tulungagung
JAWA TIMUR
Blitar
Malang
Jl. Merdeka No. 30
66112
Blitar
JAWA TIMUR
Pare
Malang
Jl. Panglima Besar Sudirman No. 43, Pare
64212
Kediri
JAWA TIMUR
Genteng
Malang
Jl. Gajah Mada No. 253, Genteng 68465
Banyuwangi
JAWA TIMUR
Lumajang
Malang
Jl. Panglima Sudirman No. 33
67311
Lumajang
JAWA TIMUR
Banyuwangi Rogojampi
Malang
Jl. Raya Rogojampi No. 12-14, Rogojampi
68462
Banyuwangi
JAWA TIMUR
Ponorogo
Malang
Jl. Urip Sumoharjo No. 102
63411
Ponorogo
JAWA TIMUR
Jember Ambulu
Malang
Jl. Manggar No. 23, Ambulu
68172
Jember
JAWA TIMUR
Bondowoso
Malang
Jl. R.E. Martadinata No. 39, Bondowoso
68211
Bondowoso
JAWA TIMUR
Pandaan
Malang
Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19, Jl. Surabaya - Malang
67156
Pandaan
JAWA TIMUR
Jember Wijaya Kusuma
Malang
Jl. Wijaya Kusuma No. 1
68118
Jember
JAWA TIMUR
Lawang
Malang
Ruko Istana Lawang Blok A5, Jl. Dr. Soetomo, Lawang
65213
Malang
JAWA TIMUR
Malang Kenjeran
Malang
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 9 A
65127
Malang
JAWA TIMUR
Kediri Joyoboyo
Malang
Jl. Joyoboyo No. 34 A
64125
Kediri
JAWA TIMUR
Malang Wahid Hasyim
Malang
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 5-7 65119
Malang
JAWA TIMUR
Malang Dampit
Malang
Jl. Semeru Selatan No. 9, Dampit, Kabupaten Malang
65181
Malang
JAWA TIMUR
MBU Kepanjen
Malang
Jl. Ahmad Yani No. 5, Kepanjen
65163
Malang
JAWA TIMUR
Nganjuk*)
Malang
Jl. Raya Ahmad Yani No. 207
64418
Nganjuk
JAWA TIMUR
Tanggul *)
Malang
jl. PB Sudirman No. 24, Tanggul
68155
Jember
JAWA TIMUR
Malang Griya Shanta
Malang
Ruko Griya Shanta Blok MP-53, Jl. Soekarno - Hatta
65142
Malang
JAWA TIMUR
Bangil *)
Malang
Jl. Diponegoro F 10-11, Bangil
65141
Pasuruan
JAWA TIMUR
Probolinggo Kraksaan
Malang
Jl. Panglima Sudirman No. 119, Kraksaan
67282
Probolinggo
JAWA TIMUR
Malang Ahmad Yani
Malang
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 50 C-D
65125
Malang
JAWA TIMUR
Malang MT Haryono
Malang
Jl. MT Haryono No. 131
65141
Malang
JAWA TIMUR
Madiun2
Malang
Jl. Pahlawan No. 29 63116
Madiun
JAWA TIMUR
Denpasar Gajah Mada
Denpasar
Jl. Gajah Mada No. 3
80112
Denpasar
BALI
Kuta Raya
Denpasar
Jl. Raya Kuta No. 456, Kuta
80361
Badung
BALI
Denpasar Udayana
Denpasar
Jl. Udayana No. 11 80112
Denpasar
BALI
Mataram AA Gde Ngurah
Denpasar
Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B
83231
Mataram
NUSA TENGGARA BARAT
Singaraja
Denpasar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60, Singaraja
81116
Buleleng
BALI
Tabanan
Denpasar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 X, Kediri
82171
Tabanan
BALI
Gianyar Ngurah Rai
Denpasar
Komplek Pertokoan Pasar Gianyar
80511
Gianyar
BALI
80362
Badung
BALI
Blok I No.2-3,Jl. I Gusti Ngurah Rai
Nusa Dua
Pertokoan Niaga Nusa Dua No.2-4, Denpasar
Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua
Denpasar Gatot Subroto
Denpasar
Jl. Gatot Subroto No. 80 80111
Denpasar
BALI
Mataram Cakranegara
Denpasar
Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara
83231
Mataram
NUSA TENGGARA BARAT
Kupang Urip Sumoharjo
Denpasar
Jl. Urip Sumoharjo No. 16
85229
Kupang
NUSA TENGGARA TIMUR
Atambua
Denpasar
Jl. Pramuka No. 7
85711
Atambua
NUSA TENGGARA TIMUR
Mataram AA Gde Ngurah
Denpasar
Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B
83231
Mataram
NUSA TENGGARA BARAT
Kupang M. Hatta
Denpasar
Jl. Muhammad Hatta No. 54 A 85112
Kupang
NUSA TENGGARA TIMUR
Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin
Jl. Lambung Mangkurat No. 4 70111
Banjarmasin
KALIMANTAN SELATAN
Banjarmasin A. Yani Banjarmasin
Jl. Achmad Yani No. 4 - 5
70233
Banjarmasin
KALIMANTAN SELATAN
Banjar Baru
Banjarmasin
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D
70713
Banjarbaru
KALIMANTAN SELATAN
Samarinda Sudirman
Banjarmasin
Jl. Jend. Sudirman No. 9
75111
Samarinda
KALIMANTAN TIMUR
Balikpapan Suprapto
Banjarmasin
Jl. Letjend. Suprapto No. 1 76131
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
Pontianak Ngurah Rai
Banjarmasin
Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B
78117
Pontianak
KALIMANTAN BARAT
Banjarmasin A. Yani 2
Banjarmasin
Jl. Achmad Yani No. 4 - 5
70233
Banjarmasin
KALIMANTAN SELATAN
Singkawang
Banjarmasin
Jl. Merdeka No. 20
79122
Singkawang
KALIMANTAN BARAT
Pangkalan Bun
Banjarmasin
Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun
74113
Pangkalan Bun
KALIMANTAN TENGAH
Sangatta
Banjarmasin
Jl. Yos Sudarso II No. 17 B-C, Sangatta
75611
Kutai Timur
KALIMANTAN TIMUR
Muara Teweh
Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani No. 21, Muara Teweh
73811
Barito Utara
KALIMANTAN TENGAH
Samarinda Kesuma Bangsa
Banjarmasin
Jl. Kesuma Bangsa No. 76
75121
Samarinda
KALIMANTAN TIMUR
Kuala Kapuas
Banjarmasin
Jl. Jend. Sudirman No. 32
73513
Kuala Kapuas
KALIMANTAN TENGAH
Balikpapan Baru
Banjarmasin
Komplek Ruko Balikpapan Baru Blok D 6 No.2
76114
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
Balikpapan Sudirman Banjarmasin
Komplek Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 642
76114
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
303
304
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Sambas
Banjarmasin
Jl. Gusti Hamzah No. 123
79462
Sambas
Ketapang
Banjarmasin
Jl. Letjen. R. Suprapto No. 1-2
78812
Ketapang
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN BARAT
Pontianak Achmad Yani
Banjarmasin
Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A
78122
Pontianak
KALIMANTAN BARAT
Pontianak Tanjungpura
Banjarmasin
Jl. Tanjungpura No. 110
78117
Pontianak
KALIMANTAN BARAT
Pelaihari
Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani No. 17, Pelaihari
70811
Tanah Laut
KALIMANTAN SELATAN
Sanggau
Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani No. 5-6
78153
Sanggau
KALIMANTAN BARAT
Sintang
Banjarmasin
Jl. Mas Tirto Haryono
78614
Sintang
KALIMANTAN BARAT
Batulicin
Banjarmasin
Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru
72171
Kota Baru
KALIMANTAN SELATAN
Tanjung
Banjarmasin
Jl. Pangeran Antasari No. 43
71513
Tanjung
KALIMANTAN SELATAN
Tanah Grogot
Banjarmasin
Jl. Gajah Mada No. 22 Tanah Grogot 76211
Tanah Grogot
Kalimantan Timur
Pontianak Sidas
Banjarmasin
Jl. Sidas No. 2
78111
Pontianak
KALIMANTAN BARAT
Balikpapan Muara Rapak
Banjarmasin
Ruko Taman Citra Blok A3 No.2-3, Jl. Soekarno Hatta
76125
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
Bontang
Banjarmasin
Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak
75324
Bontang
KC
Lhoktuan
Banjarmasin
Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79
75313
Bontang Utara
KCP
Sanggau
Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani No. 5-6
78153
Sanggau
KCP
Balikpapan Batakan
Banjarmasin
Jl. Mulawarman No. 122
76115
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
Pontianak Diponegoro
Banjarmasin
Jl. Diponegoro No. 17
78123
Pontianak
KALIMANTAN TIMUR
Tarakan Simpang Tiga
Banjarmasin
Jl. Yos Sudarso No. 25
71112
Tarakan
KALIMANTAN TIMUR
Samarinda A. Yani
Banjarmasin
Jl. Hasan Basri Blok A No. 1
75117
Samarinda
KALIMANTAN TIMUR
Pangkalan Bun
Banjarmasin
Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun
74113
Pangkalan Bun
KALIMANTAN TENGAH
Tenggarong
Banjarmasin
Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36
75512
Kutai Kartanegara
MATARAM
Tanjung Redep
Banjarmasin
Jl. Jenderal Sudirman No. 747
77312
Tanjung Redeb
KCP
Nunukan
Banjarmasin
Jl. Tien Suharto Rt.15, Nunukan
77182
Nunukan
KCP
Batulicin
Banjarmasin
Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru
72171
Kota Baru
KCP
Banjarbaru
Banjarmasin
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D
70713
Banjarbaru
KCP
Palangkaraya
Banjarmasin
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70
73111
Palangkaraya
KALIMANTAN TENGAH
Buntok (Barito Selatan)
Banjarmasin
Jl. Pahlawan No. 5 (depan persimapangan tugu) Butok
#N/A
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah
Sampit2
Banjarmasin
Jl. M.T. Haryono No. 81 A
74322
Sampit
KALIMANTAN BARAT
Samarinda Sudirman 2
Banjarmasin
Jl. Jend. Sudirman No. 9
75111
Samarinda
KALIMANTAN TIMUR
Balikpapan Suprapto 2
Banjarmasin
Jl. Letjend. Suprapto No. 1 76131
Balikpapan
KALIMANTAN TIMUR
Banjarmasin -
Banjarmasin
Jl. Lambung Mangkurat No. 4 70111
Banjarmasin
KALIMANTAN SELATAN
Tarakan Simpang Tiga
Banjarmasin
Jl. Yos Sudarso No. 25
71112
Tarakan
KALIMANTAN TIMUR
Sampit
Banjarmasin
Jl. M.T. Haryono No. 81 A
74322
Sampit
KALIMANTAN TENGAH
Palangkaraya
Banjarmasin
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70
73111
Palangkaraya
KALIMANTAN TENGAH
Barabai
Banjarmasin
Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D 1 Lt.2, Jl. PHM Noor
71311
Barabai
KALIMANTAN SELATAN
Makassar Panakukkang
Makassar
Panakkukang Mas, Jl. Bolevar No. F 89 90231
Makassar
SULAWESI SELATAN
Sungguminasa
Makassar
Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin
92111
Gowa
SULAWESI SELATAN
Makassar Cendrawasih Makassar
Jl. Cenderawasih No. 185
90133
Makassar
SULAWESI SELATAN
Makassar Sulawesi
Makassar
Jl. Sulawesi No. 81
90174
Makassar
SULAWESI SELATAN
Manado Datu Lolong Lasut
Makassar
Jl. Dotulolong Lasut No. 15
95122
Manado
SULAWESI UTARA
Bitung 1
Makassar
Jl. Xaverius Dotulong No. 29
95514
Bitung
SULAWESI UTARA
Palu Imam Bonjol 1
Makassar
Jl. Imam Bonjol No. 88
94223
Palu
SULAWESI TENGAH
Ambon Pantai Mardika 1
Makassar
Jl. Pantai Mardika
97123
Ambon
MALUKU
Gorontalo
Makassar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28
96112
Gorontalo
GORONTALO
Kendari Masjid Agung 1
Makassar
Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga
93111
Kendari
SULAWESI TENGGARA
Jayapura Sentra Bisnis
Makassar
Komplek Ruko Pasifik Permai Blok D No.5, Jl.Reklamasi Pantai Apo
99112
Jayapura
PAPUA
Ternate
Makassar
Jl. Nukila No. 51
97721
Ternate
MALUKU UTARA
Polewali Mandar 1
Makassar
Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo
91352
Polewali Mandar
SULAWESI SELATAN
Manokwari
Makassar
Jl. Yos Sudarso No. 61
98311
Manokwari
IRIAN JAYA BARAT
Pare Pare
Makassar
Jl. Andi Isa No. 5
91114
Pare Pare
SULAWESI SELATAN
Kotamobagu
Makassar
Jl. A. Yani No.51
95711
Kotamobagu
SULAWESI UTARA
Watampone
Makassar
Jl. M.H. Thamrin No. 10 92713
Watampone
SULAWESI SELATAN
Palopo
Makassar
Jl. Andi Djemma No. 123
91921
Palopo
SULAWESI SELATAN
Pinrang
Makassar
Jl. Durian No. 24 - 26
91211
Pinrang
SULAWESI SELATAN
Palu Hasanuddin
Makassar
Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 94112
Palu
SULAWESI TENGAH
Parigi
Makassar
Jl. Trans Sulawesi No. 117
94371
Parigi
SULAWESI TENGAH
Toli Toli
Makassar
Jl. W.R. Supratman No. 1
94514
Toli Toli
SULAWESI TENGAH
Sengkang
Makassar
Jl. Bau Mahmud No. 1
90913
Sengkang
SULAWESI SELATAN
Bulukumba
Makassar
Jl. Sam Ratulangi No. 90
92512
Bulukumba
SULAWESI SELATAN
Luwuk
Makassar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132
94711
Luwuk
SULAWESI TENGAH
Makassar Cokroaminoto
Makassar
Jl. HOS Cokroaminoto No. 3
90174
Makassar
SULAWESI
Makassar Andalas
Makassar
Jl. Andalas No. 116 F
90155
Makassar
SULAWESI
Makassar Pettarani
Makassar
Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 18 D
90232
Makassar
SULAWESI
Pangeran Samudera 2
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
LOKASI
MBDC
ALAMAT
KODE
POS
KOTAMADYA/
KABUPATEN
PROPINSI
Semen Tonasa
Makassar
Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114
90662
Tonasa
Manado Toar
Makassar
Jl. Toar No. 4-6
95112
Manado
SULAWESI UTARA
Manado Sam Ratulangi
Makassar
Kompleks Wanea Plaza Blik I No.8, Jl.Sam Ratulangi
95117
Manado
SULAWESI UTARA
Manado Sudirman
Makassar
Jl. Jend. Sudirman No. 47
95122
Manado
SULAWESI UTARA
Tahuna
Makassar
Jl. Dr. Sutomo No. 1
95813
Tahuna
SULAWESI UTARA
Sorong Ahmad Yani Makassar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99
98414
Sorong
IRIAN JAYA BARAT
Biak Makassar
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
98112
Biak
KC
Makassar Veteran
Makassar
Jl. Veteran Utara No. 220
90145
Makassar
SULAWESI SELATAN
Soroako
Makassar
Jl. Gamalama Kav. 2
91984
Luwu Timur
KC
Bitung 2
Makassar
Jl. Xaverius Dotulong No. 29
95514
Bitung
SULAWESI UTARA
Palu Imam Bonjol 2
Makassar
Jl. Imam Bonjol No. 88
94223
Palu
SULAWESI TENGAH
Palu Sam Ratulangi
Makassar
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60
94111
Palu
SULAWESI TENGAH
Ambon Pantai Mardika 2
Makassar
Jl. Pantai Mardika
97123
Ambon
MALUKU
Manado bahu
Makassar
Komplek Bahu mall S/ 12, Jl. Wolter Monginsidi, Bahu
95115
Manado
SULAWESI UTARA
Kendari Masjid Agung 2
Makassar
Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga
93111
Kendari
SULAWESI TENGGARA
Kendari Soekarno
Makassar
Jl. Soekowati No. 37
93127
Kendari
SULAWESI TENGGARA
Jayapura Sentani Makassar
Jl. Raya Kemiri No. 94, Sentani
99352
Jayapura
IRIAN JAYA
Ternate Mononutu
Makassar
Jl. A. Mononutu No. 91
97712
Ternate
MALUKU UTARA
Nabire 2 Makassar
Jl. Pepera No. 19
98801
Nabire
PAPUA
Tana Toraja
Makassar
Jl. Andi Mappanyukki No. 70, Rantepao
91831
Tana Toraja
SULAWESI SELATAN
Ambon Pattimura
Makassar
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 90172
Ambon
MALUKU
Sorong Basuki Rahmat
Makassar
Jl. Basuki Rahmat No. 22
98401
Sorong
IRIAN JAYA BARAT
Merauke
Makassar
Jl. Raya Mandala No. 1
99613
Merauke
PAPUA
Nabire 1
Makassar
Jl. Pepera No. 19
98801
Nabire
PAPUA
Timika Makassar
Jl. Belibis
99910
Timika-Mimika
PAPUA
Tomohon
Makassar
Komplek RS Bethesda Jl. Raya Tomohon
95362
Tomohon
SULAWESI UTARA
Limboto
Makassar
Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto
96211
Gorontalo
GORONTALO
Marisa
Makassar
Jl. Trans Sulawesi No. 29, Marisa, Kab. Pohowato
96266
Pohuwato
GORONTALO
Donggala
Makassar
Jl. Moro No. 78
94351
Donggala
SULAWESI TENGAH
Jayapura Abepura Makassar
Jl. Raya Abepura, Abepura
99351
Jayapura
PAPUA
Kolaka
Makassar
Jl. Repelita No. 1
93560
Kolaka
SULAWESI TENGGARA
Manado Boulevard
Makassar
Kompleks Megamas Blok 1A No.23, Jl. Piere Tendean, Boulevard
95111
Manado
SULAWESI UTARA
Fak Fak
Makassar
Jl. Izak Telussa No. 26
98601
Fak-fak
IRIAN JAYA BARAT
Poso
Makassar
Jl. Hasanuddin No. 13, Poso 94616
Poso
SULAWESI TENGAH
Mamuju
Makassar
Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 19
91511
Mamuju
SULAWESI BARAT
Bau-Bau
Makassar
Jl. Batara Guru No. 17 E
93127
Bau Bau
SULAWESI TENGGARA
Amurang
Makassar
Jl. Trans Sulawesi, Buyungon, Amurang
95354
Minahasa Selatan
SULAWESI UTARA
Tobelo
Makassar
Jl. Kemakmuran No. 330, Tobelo
97762
Halmahera Utara
MALUKU UTARA
Polewali Mandar 2
Makassar
Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo
91352
Polewali Mandar
MALUKU
Makassar Daya Makassar
Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9, 90241
Makassar
SULAWESI SELATAN
KCP
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.13
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
305
306
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
MBDC
ALAMAT
TELEPON
FAKSIMILI
Medan
Jl. Pulau Pinang No. 1 Lt. 2, Medan - Sumatera Utara
061 - 452 3793, 452 4176, 452 3874 061 - 452 4191
Palembang
Jl. TP. Rustam Effendi No 550 Palembang / Pusat Dagang
0711 - 372 202, 355 190, flexi 706 3877 071 - 368 510
Jakarta Kota
Jl. Lapangan Stasiun No. 2 Jakarta Barat 11110
021 - 698 331 62 / 63 / 66 021 - 691 0681 698 33162 / 64
Jakarta Sudirman
Gedung MBDC Jakarta Sudirman, 021 - 727 88859, 72780569, 727 80521 021 - 727 80535
Jl. Melawai XIII Blok N No. 1, Jakarta Selatan 12160
Jakarta Thamrin “Menara BDN Lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 83 Jakarta Pusat - 10340”
021 - 30400198 021 - 230 2926, 3983 3057
Bandung
Jl. Asia Afrika No. 51 Bandung 40001
022 - 421 8911, 421 8722
421 8733, 421 8765
Semarang
Jl. Pahlawan No. 3 (Lt.2), Semarang 50243
022 - 421 8797
024 - 841 9757, 841 9758,
024 - 841 9756 (DM) 024 - 841 9759
Yogyakarta
Jl. Diponegoro No. 107 Yogyakarta 55231
0274 - 586 731, 566 979 0274- 561 923
Surabaya
Jl. Pahlawan No. 120, Surabaya 60174
031 - 355 7693 , 355 5844 031 - 355 7494
Malang
Jl. Merdeka Barat No. 1 Malang 65119
0341- 335 290, 335 292 0341- 335 291
Denpasar
Jl. Surapati No. 15 Denpaar 80232
0361- 222 573, 238 083 0361- 2380082, 223 296
Banjarmasin
Jl. Achmad Yani KM 2 No. 4 - 5 Banjarmasin 70233
0511 - 326 2540, 263333, 0511- 3269626, 257278, 257281
262690, 326 2540 Makassar
Jl. HOS. Cokroaminoto No. 3. Makassar 90174
Commercial Banking Center (CBC)
0411 - 323 809, 317 345, 319 442 ALAMAT
0411- 316488, 319467
TELEPON
FAKSIMILI
Jakarta Commercial Sales Group
CBC Jakarta Kota
Jl. Lapangan Stasiun No.2 Jakarta 11110
021 - 6910705
021 - 6917029
CBC Jakarta Thamrin I
Gedung Menara BDN Lt. 4
021 - 39832828
021 - 39832891
Jl. Kebon Sirih No. 83 Jakarta Pusat
CBC Jakarta Imam Bonjol
Graha Mandiri Lt.12, Jl. Imam bonjol no.61 jkt 10310
021 - 31900352
021 - 39832832
CBC Jakarta Sudirman
Bank Mandiri Tower Lt. 5
021 - 5268118
021 - 5268119
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190
021 - 5245029
021 - 5223743
CBC Plaza Mandiri
Plaza Mandiri Lt. 19
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12190
CBC Bekasi
Jl. Juanda No. 155 Bekasi 17112
021 - 8813200
021 - 8821100
CBC Kelapa Gading
Graha Rekso Lt. 3 Jl. Bulevar Blok CN 2 No. 12
021 - 45856250/60
021 - 45856230
Kelapa Gading, Jakarta 14240
CBC Otomotif
Plaza Mandiri lt.29
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190
021 - 5245035
021 - 52963012
Regional Commercial Sales I Group
CBC Medan
Jl. Imam Bonjol No.7, Medan 20112
061 - 4154600
061 - 4155385
CBC Pekanbaru
Jl. A. Yani No. 85, Lantai 2, Pekanbaru 28115
0761 - 856740
0761 - 856732
CBC Palembang
Jl. Kapten A. Rivai No.39, Palembang 30135
0711 - 355388 0711 - 360361
CBC Bandung
Jl. Asia Afrika No. 118 - 120, Bandung 40112
022 - 4267220
022 - 4209328
CBC Banjarmasin
Jl. Lambung Mangkurat No.8, Banjarmasin 70111
0511 - 4366794
0511 - 4366793
CBC Balikpapan
Bank Mandiri Balikpapan A.Yani, 0542- 750372, 750373
0542- 750371
Jl. Jend. A. Yani No.15 - Balikpapan 76113
Regional Commercial Sales II Group
CBC Semarang
Jl. Pemuda No.73 Lantai 3, Semarang 50139
024 - 3520053
024 - 3580579
CBC Surabaya Basuki Rahmat
Jl. Basuki Rahmat No. 129 - 137, Surabaya 60271
031 - 5348880
031 - 5480731
CBC Surabaya Pemuda
Gedung Medan Pemuda Lt.1, Jl. Pemuda No. 27 - 31, Surabaya 60271
031 - 5348938, 5327587
031 - 5349005
CBC Denpasar
Jl. Surapati No.15 Denpasar, 80232
0361 - 238083
0361 - 238082
CBC Makassar
Jl. Kartini No.19, Makassar 90111
0411 - 311718
0411 - 312595
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
daftar MBU, MBDC,
CBC & SBDC
SBDC
SBDC Medan
ALAMAT
Jl. Imam Bonjol No 7 Medan 20112
SBDC Palembang
Jl. Kapt. A Rivai No 39 Palembang 30135
SBDC Pekanbaru
Jl. A Yani No 85 Pekanbaru 28115
TELEPON
FAKSIMILI
061 - 4154600
061 - 4155385
061 - 4151831
061 - 4521996
0711 - 312174
0711 - 319844
0711 - 315601
0761 - 839897 (M)
0761 - 839894
0761 - 839895
SBDC Jakarta Kota
021 - 6917165, 6917166
Jl. Pintu Besar Utara No 5 Jakarta 11110
SBDC Jakarta Sudirman
Jl. Melawai Raya No: 12-13, Jakarta Selatan 12190
021 - 6910681
- 6917147 6917776
021 - 72788233
021 - 72788404
021 - 72786528
SBDC Jakarta Thamrin
Jl. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340
021 - 30400191
021 - 39832891
SBDC Bandung
Jl. Asia Afrika No. 118 - 120 Bandung 40261
022 - 4240286
022 - 4267222
024 - 3566812
- 7166230/31
3908322
SBDC Semarang
Jl. Pemuda No 73 Semarang 50139
024 - 3514321
024 - 3522888/3582808
SBDC Surabaya
Jl. Basuki Rachmat No. 129 - 137 Surabaya 60271
031 - 5479740
031 - 5323965
031 - 5479545
SBDC Denpasar
0361- 238083 (H)
0361- 244342
0361- 263563 (Mgr)
0361- 238082
SBDC Banjarmasin
0511 - 3363776
0511 - 3363082
Jl. Surapati No 15 Denpasar 80232
Jl. R. Suprapto No. 13-17, Lt 2, Banjarmasin 70114
SBDC Makassar
Jl. Kartini No. 19 Makassar 90111
0511 - 3365484
0411 - 312984
0411 - 310069
0411 - 311718
SBDC Bandar Lampung
JL. WR Supratman No.70 Bandar Lampung 35111
0721 - 487543 (M)
0721 - 485684
SBDC Bekasi
Komplek Ruko Bekasi Mas Jl. A. Yani Blok B. No.1-2 Bekasi 021 - 88962441
021 - 88961751
SBDC Pontianak
Jl. Sidas No.2 Pontianak 78111 0561- 737058
0561- 737058
SBDC Samarinda
Jl. Kesuma Bangsa No.76 Samarinda 75121
0541 - 744734
0541 - 739736
SBDC Manado
Jl. Dotulolong Lasut No.15 Manado 95122
0431 - 878845
0431- 863577
SBDC Palu Jl. Sultan Hasanuddin No.35 Palu 94112
0451 - 456700
0451 - 424766
SBDC Batam
JL Raja Ali haji No. 39
0778 - 457988
0778 - 433306
SBDC Padang
“Gedung Taman Melati Lt.2 Jl.Gereja No.34 Padang
0751 - 810676 ,20031
0751 - 32732
- 890045
SBDC Tangerang
Jl. Kisamaun No.214 Tangerang 15118
021 - 5523618, 5522145
021 - 5525344
SBDC Balikpapan
Jl. Jend Ahmad Yani No 15 Balikpapan
0542- 427777 ext. 224
0542- 422109
SBDC Pematangsiantar
Jl. Jend. Sudirman No.14 Pematangsiantar
0622- 22035, 221149
0622- 23211, 430391
SBDC Solo
JL Slamet Riyadi 294 Solo
0271 - 715455
0271 - 711888
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
307
308
pernyataan dewan komisaris
Laporan Tahunan ini, termasuk laporan Good Corporate Governance, Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya yang
disampaikan, merupakan tanggung jawab penuh Dewan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., atas kebenaran isinya
dengan pembubuhan tanda tangan Dewan Komisaris
Edwin Gerungan
Muchayat
Mahmuddin Yasin
Komisaris Utama & Komisaris
Independen
Wakil Komisaris Utama
Komisaris
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
pernyataan direksi
Laporan Tahunan ini, termasuk laporan Good Corporate Governance, Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya yang
disampaikan, merupakan tanggung jawab penuh Dewan Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., atas kebenaran isinya
dengan pembubuhan tanda tangan Direksi
Agus Martowardojo
I Wayan Agus Mertayasa
Zulkifli Zaini
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama Direktur Commercial Banking
Sasmita
Abdul Rachman
Sentot A. Sentausa
Direktur Technology and
Operations
Direktur Special Asset
Management
Direktur Risk Management
Bambang Setiawan
Riswinandi
Thomas Arifin
Direktur Corporate Secretary,
Legal and Customer Care
Direktur Corporate Banking
Direktur Treasury and
International Banking
Budi G. Sadikin
Ogi Prastomiyono
Direktur Micro & Retail Banking
Direktur Compliance & Human
Capital
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
309
310
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
311
LAPORAN
KEUANGAN
• LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN BESERTA
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
MENEMBUS BATAS KEINGINAN
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
312
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Plaza Mandiri
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12190, Indonesia
Tel. (62-21) 526 5045, 526 5095
Fax. (62-21) 527 4477, 527 5577
www.bankmandiri.co.id
Kami yang bertandatangan di bawah ini:
1. Nama
:
Alamat Kantor
:
Alamat Domisili / sesuai KTP
:
atau kartu identitas lain
Nomor Telepon
:
Jabatan
:
Agus Martowardojo
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12190
Kav. Polri E/31 B RT011/RW007
Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu
Jakarta Selatan
021 - 5245285
Direktur Utama
2. Nama
:
Alamat Kantor
:
Alamat Domisili / sesuai KTP
:
atau kartu identitas lain
Nomor Telepon
:
Jabatan
:
I Wayan Agus Mertayasa
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38
Jakarta 12190
Jl. Gereja Theresia No. 21,
Kelurahan Gondangdia, Menteng
Jakarta Pusat
021-5245969
Wakil Direktur Utama
dalam kedudukannya tersebut di atas bertindak untuk dan atas nama Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
menyatakan bahwa:
1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Kosolidasian PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. (“Bank”) dan Anak Perusahaan;
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum;
3. a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan telah dimuat
secara lengkap dan benar;
b. Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi ataufakta material;
4. Bertanggungjawab atas sistem pengendalian intern dalam Bank dan Anak Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta,
Agus Martowardojo
Direktur Utama
Februari 2010
I Wayan Agus Mertayasa
Wakil Direktur Utama
FM 001
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
313
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
314
LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2009
2008
2007
8.867.881
8.388.974
5.909.369
ASET
Kas
2e
Giro pada Bank Indonesia
2e, 2f, 3
16.055.871
13.354.289
28.161.059
Giro pada Bank Lain - setelah dikurangi
penyisihan penghapusan masing-masing
sebesar Rp86.962, Rp87.689 dan Rp14.387 pada
tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
2e, 2r, 4
7.402.647
7.406.529
1.387.595
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain setelah dikurangi penyisihan penghapusan
masing-masing sebesar Rp347.184, Rp386.708
dan Rp59.200 pada tanggal 31 Desember 2009,
2008 dan 2007
2g, 2r, 5
41.402.410
29.404.818
16.833.324
25.000
18.143.414
18.168.414
24.670.360
24.670.360
28.241
28.331.785
28.360.026
(15.022)
18.153.392
(45.513)
24.624.847
(1.043.473)
27.316.553
89.132.940
88.259.039
89.466.317
Efek-efek
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
2d, 2h, 2r, 6
48a
Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi,
keuntungan yang belum direalisasi
dari kenaikan nilai efek-efek dan
penyisihan penghapusan
Obligasi Pemerintah
2d, 2i, 2r, 7
Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan
- setelah dikurangi penyisihan penghapusan
masing-masing sebesar Rp844.781, Rp1.158.049
dan Rp839.732 pada tanggal 31 Desember
2009, 2008 dan 2007
2j, 2r, 8
3.146.143
3.513.133
2.028.542
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali
- setelah dikurangi penyisihan penghapusan
masing-masing sebesar Rp30.488, Rp47.987
dan Rp33.600 pada tanggal 31 Desember 2009,
2008 dan 2007
2k, 2r, 9
4.905.541
619.092
3.290.853
Tagihan Derivatif - setelah dikurangi penyisihan
penghapusan masing-masing sebesar Rp1.765,
Rp6.313 dan Rp3.800 pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007
2l, 2r , 10
174.526
354.024
336.651
Kredit yang Diberikan
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
Jumlah Kredit yang Diberikan
Dikurangi: Pendapatan yang ditangguhkan
Jumlah Kredit yang Diberikan setelah
pendapatan yang ditangguhkan
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
Jumlah Kredit yang Diberikan - bersih
Piutang Pembiayaan Konsumen setelah dikurangi penyisihan penghapusan
sebesar Rp16.343 pada tanggal
31 Desember 2009
2d, 2m, 2r, 11
48a
2n, 2o, 2r, 12
638.057
196.488.172
197.126.229
-
641.263
173.858.171
174.499.434
(1.334)
783.078
137.770.474
138.553.552
(23.472)
197.126.229
(12.435.525)
184.690.704
174.498.100
(11.860.312)
162.637.788
138.530.080
(13.041.696)
125.488.384
1.404.045
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 1/1
-
-
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2009
2008
2007
ASET (lanjutan)
Tagihan Akseptasi - setelah dikurangi penyisihan
penghapusan masing-masing sebesar Rp52.773,
Rp246.008 dan Rp69.754 pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007
2p, 2r, 13
4.304.000
3.596.359
4.953.481
Penyertaan Saham - setelah dikurangi penyisihan
penghapusan masing-masing sebesar Rp2.106,
Rp1.656 dan Rp73.943 pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007
2q, 2r, 14
186.848
158.173
124.905
2s, 15, 32c
4.963.306
4.603.560
4.531.577
Aset Pajak Tangguhan - bersih
2aa, 28e
6.014.085
6.123.919
4.096.447
Aset Lain-lain - setelah dikurangi penyisihan
penghapusan masing-masing sebesar Rp936.622,
Rp639.575 dan Rp612.638 pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007
2t, 2r, 16
3.812.265
5.394.134
5.160.533
394.616.604
358.438.678
319.085.590
Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan amortisasi masing-masing sebesar Rp4.869.622,
Rp4.461.347 dan Rp3.971.067 pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007
JUMLAH ASET
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 1/2
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2009
2008
2007
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Kewajiban Segera
2u
Simpanan
Giro
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
2d, 2v, 17,
48a
Tabungan
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
2d, 2v, 18,
48a
Deposito berjangka
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
2d, 2v, 19,
48a
Jumlah Simpanan
Simpanan dari Bank Lain
Giro dan tabungan
Inter-bank call money
Deposito berjangka
Jumlah Simpanan dari Bank Lain
2d, 2w, 20, 48a
2w, 21
2w, 22
573.557
619.798
852.777
254.439
72.442.408
72.696.847
115.857
68.970.831
69.086.688
130.522
62.175.686
62.306.208
96.573
113.698.438
113.795.011
43.339
94.910.673
94.954.012
42.844
90.020.713
90.063.557
470.237
132.588.286
133.058.523
319.550.381
313.909
124.757.443
125.071.352
289.112.052
181.309
94.803.949
94.985.258
247.355.023
5.842.569
4.943.958
10.786.527
3.144.743
7.588
4.565.783
7.718.114
1.637.065
827.617
2.945.659
5.410.341
Hutang atas Efek-efek yang Dijual dengan
Janji Dibeli Kembali
2k, 23
316.356
981.893
2.914.343
Kewajiban Derivatif
2l, 10
41.611
160.678
34.348
Kewajiban Akseptasi
2p, 24
4.356.773
3.842.367
5.023.235
1.672.619
1.672.619
1.016.603
1.016.603
30.000
4.021.467
4.051.467
(1.605)
1.671.014
1.016.603
(903)
4.050.564
3.944.356
9.371.508
9.345.061
329.362
316.401
469.508
542.921
746.808
540.608
2aa, 28a
1.855.829
3.174.500
1.280.398
29
9.132.586
7.999.368
9.624.031
2z, 30
6.217.068
2.836.650
2.935.27 5
359.318.341
327.896.740
289.835.512
189.494
28.069
6.346
Efek-efek yang Diterbitkan
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak ketiga
2d, 2x, 25
48a
Dikurangi: Diskonto dan biaya penerbitan
yang belum diamortisasi
Pinjaman yang Diterima
Estimasi Kerugian atas Komitmen dan Kontinjensi
2d, 2y, 26, 48a
2r, 27c
Beban yang Masih Harus Dibayar
Hutang Pajak
Kewajiban Lain-lain
Pinjaman Subordinasi
JUMLAH KEWAJIBAN
Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak
Perusahaan yang Dikonsolidasi
2b, 31
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 1/3
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2009
2008
2007
KEWAJIBAN DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh)
per lembar. Modal Dasar - 1 lembar Saham
Dwiwarna Seri A dan 31.999.999.999 lembar
Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember 2009,
2008 dan 2007. Modal Ditempatkan dan
Disetor - 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan
20.970.116.804 lembar Saham Biasa Seri B pada
tanggal 31 Desember 2009, 1 lembar Saham
Dwiwarna Seri A dan 20.905.647.787 lembar
Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember
2008 dan 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan
20.749.551.741 lembar Saham Biasa Seri B
pada tanggal 31 Desember 2007
32a
Dana Setoran Modal
10.485.058
10.452.824
10.374.776
-
-
127.593
6.911.587
6.809.056
6.570.959
113.447
Tambahan Modal Disetor/Agio Saham
32b
Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan
dalam Mata Uang Asing
2c
120.963
239.625
2h, 2i
(260.756)
(170.310)
Kerugian Bersih yang Belum Direalisasi
dari Penurunan Nilai Wajar Efek-efek
dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk
Dijual Setelah Dikurangi Pajak Tangguhan
Selisih Revaluasi Aset Tetap
2s, 15a, 32c
Selisih Transaksi Perubahan
Ekuitas Anak Perusahaan
Opsi Saham
Saldo Laba - (saldo rugi sebesar Rp162.874.901
telah dieliminasi dengan tambahan modal
disetor/agio saham pada saat kuasireorganisasi pada tanggal 30 April 2003)
- Sudah Ditentukan Penggunaannya
- Belum Ditentukan Penggunaannya
Jumlah Saldo Laba
(3.568)
-
-
3.046.936
2q, 32e
(22.890)
(50.935)
1.432
2ae, 33
16.174
54.465
107.320
32b, 32d
32b, 32d
5.706.921
12.151.712
17.858.6 33
5.680.357
7.498.787
13.179.144
2.611.690
6.293.147
8.904.837
35.108.769
30.513.869
29.243.732
394.616.604
358.438.678
319.085.590
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 1/4
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2009
2008
2007
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga
Pendapatan provisi dan komisi
Jumlah Pendapatan Bunga
2ab
2ac
34
31.640.259
958.705
32.598.964
26.496.487
839.750
27.336.237
23.232.749
695.800
23.928.549
2ab, 35, 59, 62
(15.675.213)
(146.636)
(15.821.849)
(12.371.417)
(165.200)
(12.536.617)
(11.430.672)
(142.434)
(11.573.106)
16.777.115
14.799.620
12.355.443
2ac
2c
36
4.311.235
637.065
536.063
5.484.363
3.423.247
789.350
440.410
4.653.007
2.447.476
313.845
401.269
3.162.590
Pembentukan Penyisihan Penghapusan
atas Aset Produktif
2r, 37
(1.147.540)
(2.986.361)
(2.113.994)
(Pembentukan)/Pembalikan Penyisihan Estimasi
Kerugian atas Komitmen dan Kontinjensi
2r, 27c
(37.782)
221.393
61.409
(Pembentukan)/Pembalikan Penyisihan Lainnya
38
(810.408)
170.139
313.015
(Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi
dari Penurunan/Kenaikan Nilai Wajar
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah
2h, 2i, 39
(2.155)
1.486
Keuntungan/(Kerugian) dari Penjualan Efek-efek
dan Obligasi Pemerintah
2h, 2i, 40
Beban Bunga
Beban bunga
Beban pendanaan lainnya
Jumlah Beban Bunga
PENDAPATAN BUNGA - BERSIH
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya
Laba selisih kurs - bersih
Lain-lain
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya
Beban Operasional Lainnya
Beban gaji dan
tunjangan
Beban umum dan administrasi
Lain-lain - bersih
Jumlah Beban Operasional Lainnya
2d, 2ad, 2ae,
33, 41, 43, 48 a
2s, 42
44, 62
LABA OPERASIONAL
Pendapatan Bukan Operasional - Bersih
45
LABA SEBELUM (BEBAN)/MANFAAT PAJAK
DAN HAK MINORITAS
(Beban)/Manfaat Pajak
Tahun Berjalan
Tangguhan
Jumlah Beban Pajak - Bersih
2aa, 28b, 28c
2aa, 28b, 28d
LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS
HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI
2b
LABA BERSIH
LABA PER SAHAM
Dasar (dalam Rupiah penuh)
Dilusian (dalam Rupiah penuh)
180.752
(54.061)
(14.061)
228.498
(4.853.601)
(4.324.893)
(831.373)
(10.009.867)
(4.563.768)
(3.861.684)
(469.329)
(8.894.781)
(4.028.959)
(3.421.783)
(329.241)
(7.779.983)
10.434.478
7.910.442
6.212.917
389.596
158.118
120.466
10.824.074
8.068.560
6.333.383
(3.479.867)
(145.719)
(3.625.586)
(4.711.894)
1.958.650
(2.753.244)
(2.686.154)
700.262
(1.985.892)
7.198.488
5.315.316
4.347.491
(43.024)
(2.495)
(1.267)
7.155.464
5.312.821
4.346.224
341,72
341,37
254,51
253,84
209,78
208,32
2af
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Lampiran 2
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
Saldo pada tanggal 31 Desember 2008
Modal
Ditempatkan
dan Disetor
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan
dalam Mata
Uang Asing
Tambahan
Modal Disetor/
Agio Saham
Dana Setoran
Modal
Kerugian
Bersih yang Belum
Direalisasi dari
Penurunan
nilai wajar
Efek-efek
dan Obligasi
Pemerintah
yang Tersedia
untuk Dijual
Setelah Dikurangi
Pajak Tangguhan
Selisih
Transaksi
Perubahan
Ekuitas
Anak Perusahaan
Saldo Laba*)
Opsi
Saham
Sudah Ditentukan Belum Ditentukan
Penggunaannya
Penggunaannya
Jumlah
Jumlah Ekuitas
10.452.824
-
6.809.056
239.625
-
(50.935)
54.465
5.680.357
7.498.787
13.179.144
30.513.869
Pembentukan cadangan umum dan khusus dari
laba bersih tahun 2008
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
26.564
(26.564)
-
-
Pembayaran dividen dari laba bersih
tahun 2008
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(1.859.488)
(1.859.488)
(1.859.488)
Alokasi laba bersih tahun 2008 untuk Dana
Program Kemitraan dan Dana Bina
Lingkungan
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(212.512)
(212.512)
(212.512)
-
-
(403.975)
(403.975)
(403.975)
Pembayaran dividen interim dari laba bersih
tahun 2009
Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi
Manajemen Berbasis Saham (MSOP)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan
Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi
Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual S etelah
Dikurangi Pajak Tangguhan
32d
(170.310)
Selisih
Revaluasi
Aset Tetap
-
-
-
-
-
-
-
32.234
-
102.531
-
-
-
-
2c
-
-
-
-
-
-
2h, 2i
1a, 2ae, 32a,
32b, 33
(118.662)
-
-
-
96.474
-
-
-
-
(118.662)
(90.446)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan
-
-
-
-
-
-
28.045
-
-
-
-
28.045
Laba bersih untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2009
-
-
-
-
-
-
-
-
-
7.155.464
7.155.464
7.155.464
10.485.058
-
6.911.587
120.963
-
(22.890)
16.174
5.706.921
12.151.712
17.858.633
35.108.769
Saldo pada tanggal 31 Desember 2009
(90.446)
(38.291)
(260.756)
*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 3/1
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
Saldo pada tanggal 31 Desember 2007
Modal
Ditempatkan
dan Disetor
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan
dalam Mata
Uang Asing
Tambahan
Modal Disetor/
Agio Saham
Dana Setoran
Modal
Kerugian Bersih
yang Belum
Direalisasi dari
penurunan
nilai wajar
Efek-efek
dan Obligasi
Pemerintah
yang Tersedia
untuk Dijual
Setelah Dikurangi
Pajak Tangguhan
Selisih
Transaksi
Perubahan
Ekuitas
Anak Perusahaan
Saldo Laba*)
Opsi
Saham
Sudah Ditentukan
Penggunaannya
Belum Ditentukan
Penggunaannya
Jumlah
Jumlah Ekuitas
10.374.776
127.593
6.570.959
113.447
3.046.936
1.432
107.320
2.611.690
6.293.147
8.904.837
29.243.732
Pembentukan cadangan umum dan khusus dari
laba bersih tahun 2007
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
21.731
(21.731)
-
-
Pembayaran dividen dari laba bersih
tahun 2007
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(3.911.601)
(3.911.601)
(3.911.601)
-
-
(173.849)
(173.849)
(173.849)
Alokasi laba bersih tahun 2007 untuk Dana
Program Kemitraan dan Dana Bina
Lingkungan
Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi
Manajemen Berbasis Saham (MSOP)
Reklasifikasi dari selisih revaluasi aset tetap
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan
Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi
Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual S etelah
Dikurangi Pajak Tangguhan
32d
1a, 2ae, 32a,
32b, 33
78.048
(127.593)
(3.568)
Selisih
Revaluasi
Aset Tetap
-
-
-
-
-
238.097
-
-
-
-
2s, 15, 32c
-
-
-
-
-
2c
-
-
-
126.178
-
2h, 2i
-
-
-
-
135.697
-
-
3.046.936
-
3.046.936
-
-
-
-
-
-
126.178
(166.742)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan
-
-
-
-
-
-
(52.367)
-
-
-
-
(52.367)
Laba bersih untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2008
-
-
-
-
-
-
-
-
-
5.312.821
5.312.821
5.312.821
10.452.824
-
6.809.056
239.625
-
(50.935)
54.465
5.680.357
7.498.787
13.179.144
30.513.869
Saldo pada tanggal 31 Desember 2008
(166.742)
(3.046.936)
(52.855)
(170.310)
*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 3/2
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
Saldo pada tanggal 31 Desember 2006
Pembentukan cadangan umum dan khusus dari
laba bersih tahun 2006
Pembayaran dividen dari laba bersih
tahun 2006
Alokasi laba bersih tahun 2006 untuk Tantiem,
Dana Program Kemitraan dan Dana Program
Bina Lingkungan
Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi
Manajemen Berbasis Saham (MSOP)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan
Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi
Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual setelah
Dikurangi Pajak Tangguhan
Pengakuan opsi saham berasal dari program
Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP)
Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan
Laba bersih untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2007
Saldo pada tanggal 31 Desember 2007
Modal
Ditempatkan
dan Disetor
(Kerugian)/Keuntungan
Bersih yang Belum
Direalisasi dari
Penurunan atau
Kenaikan N ilai Wajar
Efek-efek
dan Obligasi
Selisih Kurs
Pemerintah
karena Penjabaran
yang Tersedia
Laporan Keuangan
untuk Dijual
Selisih
dalam Mata
Setelah Dikurangi
Revaluasi
Uang Asing
Pajak Tangguhan
Aset Tetap
Tambahan
Modal Disetor/
Agio Saham
Dana Setoran
Modal
Selisih
Transaksi
Perubahan
Ekuitas
Anak Perusahaan
Saldo Laba*)
Opsi
Saham
Sudah Ditentukan
Penggunaannya
Belum Ditentukan
Penggunaannya
Jumlah
Jumlah Ekuitas
10.315.609
-
6.433.948
86.867
229.572
3.046.936
9.318
105.330
2.575.369
3.537.721
6.113.090
26.340.670
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
36.321
(36.321)
-
-
32d
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(1.452.843)
(1.452.843)
(1.452.843)
-
-
(101.634)
(101.634)
(101.634)
32d
-
-
-
-
-
-
-
59.167
127.593
137.011
-
-
-
-
2c
-
-
-
26.580
-
-
-
2h, 2i
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
10.374.776
127.593
6.570.959
113.447
1a, 2ae, 32a,
32b, 33
(233.140)
(3.568)
-
-
-
238.727
-
-
-
-
26.580
-
-
-
-
-
(233.140)
-
87.034
-
-
-
87.034
-
(7.886)
-
-
-
-
-
-
-
-
4.346.224
4.346.224
4.346.224
3.046.936
1.432
107.320
2.611.690
6.293.147
8.904.837
29.243.732
*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 3/3
(85.044)
(7.886)
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL
Penerimaan pendapatan bunga
Penerimaan pendapatan provisi dan komisi
Pembayaran beban bunga
Pembayaran beban pendanaan lainnya
Penerimaan dari penjualan Obligasi Pemerintah untuk diperdagangkan
Pembelian Obligasi Pemerintah untuk diperdagangkan
(Rugi)/laba selisih kurs - bersih
Pendapatan operasional lainnya
Beban operasional lainnya
Beban gaji dan tunjangan
Beban umum dan administrasi
Pendapatan bukan operasional - lainnya
Arus kas dari aktivitas operasional sebelum
perubahan aset dan kewajiban operasional
62
62
(Kenaikan)/penurunan atas aset operasional:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Efek-efek - untuk diperdagangkan
Tagihan lainnya - transaksi perdagangan
Kredit yang diberikan
Piutang pembiayaan konsumen
Penerimaan atas aset produktif yang telah dihapusbukukan
Aset lain-lain
Kenaikan/(penurunan) atas kewajiban operasional:
Giro
Tabungan
Deposito berjangka
Inter-bank call money
Kewajiban segera
Hutang pajak
Kewajiban lain-lain
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasional
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan/(kenaikan) efek-efek - tersedia
untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo
(Kenaikan)/penurunan Obligasi Pemerintah - tersedia
untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo
(Kenaikan)/penurunan penyertaan saham
Penerimaan dari penjualan aset tetap
Pembelian aset tetap
(Kenaikan)/penurunan efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali
Kenaikan hak minoritas
2009
Kas bersih yang (digunakan untuk)/diperoleh dari
aktivitas investasi
26.117.536
4.262.997
(12.165.217)
(165.200)
23.222.510
3.143.276
(11.477.844)
(142.434)
9.349.047
6.003.599
25.762.599
(9.722.868)
(589.937)
716.236
(1.647.961)
(4.853.601)
(3.878.814)
197.692
(5.184.940)
(138.149)
311.092
(469.332)
(3.403.043)
(3.288.579)
82.339
(25.549.223)
326.706
577.068
(16.229)
(2.840.646)
(2.837.906)
15.675
10.892.028
11.963.103
10.183.552
(11.958.068)
5.808.627
680.259
(24.906.337)
(1.420.388)
2.350.123
1.118.663
(12.016.854)
2.600.153
(1.513.689)
(36.149.818)
2.343.228
284.409
(7.359.001)
(10.030.596)
(97.988)
(24.287.819)
1.375.021
(297.405)
6.266.337
18.882.649
8.365.346
(7.588)
(46.242)
(4.798.538)
1.133.216
6.650.858
4.114.274
28.871.129
(823.257)
(232.979)
(2.817.792)
(2.751.048)
12.973.698
30.008.961
(4.345.784)
(1.072.064)
181.438
(2.988.556)
1.560.507
521.717
5.803.964
524.900
(70.105)
149.005
(500.834)
(1.080)
62.978
(651.467)
286.139
41.649
80.178
(613.507)
1.684.033
12.250
3.444
(298.367)
(4.268.951)
118.402
2.657.374
19.228
(2.482.465)
-
(4.716.052)
2.400.956
(932.100)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 4/1
2007
32.078.031
5.269.940
(15.879.101)
(146.636)
12.360.087
15
2008
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan/(penurunan) atas efek-efek
yang diterbitkan
Penambahan atas pinjaman yang diterima
Pembayaran atas pinjaman yang diterima
Kenaikan/(penurunan) atas pinjaman subordinasi
(Penurunan)/kenaikan efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali
Pembayaran dividen, dana Program Kemitraan,
dana Program Bina Lingkungan dan tantiem
Eksekusi hak opsi saham
Kas bersih yang (digunakan untuk)/
diperoleh dari aktivitas pendanaan
KENAIKAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS
DAN SETARA KAS
32d
2009
2008
2007
654.411
8.390.908
(13.818.060)
3.349.626
(3.033.961)
19.172.382
(19.283.446)
(130.374)
93.815
16.267.116
(10.358.647)
(1.233.809)
(665.539)
(1.932.450)
1.054.563
(2.475.975)
96.474
(4.085.450)
135.697
(1.554.477)
238.727
(4.468.155)
(9.157.602)
4.507.288
3.175.880
(6.234.929)
9.379.152
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN
29.237.481
35.472.410
26.093.258
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN
32.413.361
29.237.481
35.472.410
8.867.881
16.055.871
7.489.609
8.388.974
13.354.289
7.494.218
5.909.369
28.161.059
1.401.982
32.413.361
29.237.481
35.472.410
Kas dan setara kas pada akhir tahun terdiri dari:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
3
4
Jumlah kas dan setara kas
Informasi Tambahan Arus Kas
Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas:
Kerugian yang belum direalisasi dari penurunan nilai wajar
Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang tersedia
untuk dijual setelah dikurangi pajak tangguhan
(90.446)
(Kerugian)/keuntungan dari (penurunan)/kenaikan nilai wajar
Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan
Pengakuan opsi saham dari program
Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP)
Penambahan aset tetap yang berasal dari
Perjanjian Kerjasama Operasional (KSO)
15
(166.742)
(2.155)
1.486
(14.061)
-
-
(87.034)
131.640
-
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Lampiran 4/2
(233.140)
-
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM
a. Pendirian Usaha
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut “Bank Mandiri” atau “Bank”) didirikan pada
tanggal 2 Oktober 1998 di Negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 10
tanggal 2 Oktober 1998, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 75 Tahun
1998 tanggal 1 Oktober 1998. Akta pendirian dimaksud telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-16561.HT.01.01.TH.98 tanggal
2 Oktober 1998, serta diumumkan pada Tambahan No. 6859 dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1998.
Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan usaha PT Bank Bumi Daya (Persero) (“BBD”),
PT Bank Dagang Negara (Persero) (“BDN”), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) (“Bank
Exim”) dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (“Bapindo”) (selanjutnya secara
bersama - sama disebut “Bank Peserta Penggabungan”).
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri
adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Bank Mandiri mulai beroperasi pada tanggal 1 Agustus
1999.
Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran
Dasar terakhir adalah sehubungan dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor yang
dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan program Management Stock Option Plan
(“MSOP”) yang berkaitan dengan jumlah lembar opsi saham yang telah dieksekusi sampai
dengan tanggal 31 Desember 2009. Perubahan Anggaran Dasar ini dilaksanakan dengan akta
Notaris Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LLM No. 4 tanggal 7 Januari 2010 yang telah dilaporkan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan bukti penerimaan
laporan No. AHU-AH.01.10-01385 tanggal 19 Januari 2010 dan telah didaftarkan pada Daftar
Perseroan No. AHU-0004265.AH.01.09 tahun 2010 tanggal 19 Januari 2010.
b. Penggabungan Usaha
Pada akhir bulan Februari 1998, Pemerintah Republik Indonesia (selanjutnya disebut
“Pemerintah”) mengumumkan rencana untuk melakukan restrukturisasi atas Bank Peserta
Penggabungan. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi tersebut, Pemerintah mendirikan
Bank Mandiri pada bulan Oktober 1998 dengan melakukan penyetoran tunai dan pengalihan
saham Pemerintah pada Bank Peserta Penggabungan (Catatan 32a dan 32b). Selisih antara
harga transfer dan nilai buku saham pada saat akuisisi tidak dihitung karena dinilai tidak praktis.
Seluruh kerugian yang timbul selama periode akuisisi diakui dalam Program Rekapitalisasi.
Rencana restrukturisasi tersebut dirancang untuk menggabungkan usaha Bank Peserta
Penggabungan ke dalam Bank Mandiri pada bulan Juli 1999 dan rekapitalisasi Bank Mandiri.
Restrukturisasi Bank Peserta Penggabungan dan Bank Mandiri juga mencakup:
ï‚·
ï‚·
ï‚·
ï‚·
Restrukturisasi kredit yang diberikan.
Restrukturisasi aset non-kredit yang diberikan.
Rasionalisasi kantor cabang di dalam dan luar negeri.
Rasionalisasi sumber daya manusia.
Berdasarkan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 100 tanggal 24 Juli 1999, Bank Peserta
Penggabungan secara hukum melakukan penggabungan usaha ke dalam Bank Mandiri. Akta
penggabungan usaha tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C-13.781.HT.01.04.TH.99 tanggal 29 Juli 1999 dan disetujui oleh Gubernur
Bank Indonesia dengan Surat Keputusan No. 1/9/KEP.GBI/1999 tanggal 29 Juli 1999.
Penggabungan tersebut dinyatakan sah oleh Kepala Kantor Departemen Perindustrian dan
Perdagangan Jakarta Selatan melalui Surat Keputusan No. 09031827089 tanggal 31 Juli 1999.
Lampiran 5/1
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
b. Penggabungan Usaha (lanjutan)
Pada tanggal efektif penggabungan usaha:
ï‚· Semua aset dan kewajiban Bank Peserta Penggabungan dialihkan ke Bank Mandiri sebagai
Bank Hasil Penggabungan.
ï‚· Semua operasi dan aktivitas bisnis Bank Peserta Penggabungan dialihkan dan dioperasikan
oleh Bank Mandiri.
ï‚· Bank Mandiri mendapat tambahan modal disetor sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah)
(nilai penuh) atau setara dengan 1 (satu) lembar saham yang merupakan sisa saham yang
dimiliki oleh Pemerintah pada masing-masing Bank Peserta Penggabungan (Catatan 32a dan
32b).
Pada tanggal efektif dimaksud, Bank Peserta Penggabungan secara hukum dibubarkan tanpa
proses likuidasi dan Bank Mandiri sebagai Bank Hasil Penggabungan menerima seluruh hak dan
kewajiban dari Bank Peserta Penggabungan.
c. Rekapitalisasi
Dalam rangka mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk di Indonesia pada sektor perbankan,
pada tanggal 31 Desember 1998, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 84
Tahun 1998 tentang Program Rekapitalisasi Bank Umum yang bertujuan untuk meningkatkan
permodalan bank umum agar dapat memenuhi Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy
Ratio yang selanjutnya disebut “CAR”) minimum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Keikutsertaan bank umum dalam Program Rekapitalisasi didasarkan pada persyaratan dan
prosedur yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur
Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama tersebut, Pemerintah antara lain harus melakukan
Program Rekapitalisasi Bank Umum terhadap seluruh Bank Milik Negara, Bank Pembangunan
Daerah dan Bank Umum yang berstatus “Bank Take Over” oleh Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (“BPPN”).
Pada tanggal 28 Mei 1999, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 1999
(PP No. 52/1999) tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia pada
Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah oleh Menteri Keuangan
dengan nilai maksimum Rp137.800.000. Pelaksanaan PP No. 52/1999 diatur dalam Surat
Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 389/KMK.017/1999
dan No. 1/10/KEP/GBI tanggal 29 Juli 1999.
Selama Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah tersebut belum diterbitkan, Bank Mandiri mengakui
adanya “Tagihan kepada Pemerintah” sebesar Rp137.800.000 sesuai dengan penegasan
Komitmen Pemerintah melalui surat dari Menteri Keuangan No. S-360/MK.017/1999 tanggal
29 September 1999 dan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN melalui Surat
No. S-510/M-PBUMN/1999 tanggal 29 September 1999.
Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 1/1/GBI/DPIP tanggal 11 Oktober 1999 perihal
penerbitan Obligasi/Surat Utang Pemerintah dalam rangka penyertaan modal Pemerintah
Republik Indonesia di Bank Mandiri, Bank Indonesia menyetujui tagihan kepada Pemerintah
tersebut di atas termasuk dalam modal inti Bank Mandiri (Tier I) dalam perhitungan Rasio
Kecukupan Modal (CAR) pada tanggal 31 Juli 1999 sampai dengan 30 September 1999, dengan
syarat bahwa selambat-lambatnya tanggal 15 Oktober 1999, Obligasi/Surat Utang Pemerintah
telah diterima oleh Bank Indonesia.
Lampiran 5/2
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
c. Rekapitalisasi (lanjutan)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 1999 tanggal 24 Desember 1999 tentang
penambahan penyertaan modal Pemerintah di Bank Mandiri dalam rangka Program
Rekapitalisasi, Pemerintah menambah penyertaan modal sampai sejumlah maksimum
Rp42.200.000, sehingga penyertaan secara keseluruhan menjadi setinggi-tingginya sebesar
Rp180.000.000.
Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 52 dan No. 97 Tahun 1999 tersebut di
atas, maka dalam Perjanjian Rekapitalisasi Sementara antara Pemerintah dengan Bank Mandiri
beserta perubahannya, Pemerintah telah mengeluarkan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
dalam 2 (dua) tahap, yaitu sebesar Rp103.000.000 pada tanggal 13 Oktober 1999 dan
Rp75.000.000 pada tanggal 28 Desember 1999, sehingga pada tanggal 31 Desember 1999
jumlah keseluruhan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang diterbitkan berdasarkan perjanjian
tersebut menjadi sebesar Rp178.000.000.
Berdasarkan Kontrak Manajemen pada tanggal 8 April 2000 antara Bank Mandiri dan
Pemerintah, ditetapkan jumlah kebutuhan rekapitalisasi Bank Mandiri adalah sebesar
Rp173.931.000 atau lebih kecil dari jumlah Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah. Dari kelebihan
tersebut, sebesar Rp1.412.000 digunakan sebagai tambahan modal disetor, sedangkan sisanya
sebesar Rp2.657.000 dikembalikan kepada Pemerintah pada tanggal 7 Juli 2000 dalam bentuk
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebanyak 2.657.000 (dua juta enam ratus lima puluh tujuh
ribu) unit.
Sesuai Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-174/MK.01/2003 tanggal 24 April
2003 tentang pengembalian kelebihan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang sebelumnya
digunakan sebagai tambahan modal, Bank Mandiri telah mengembalikan Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah sebesar Rp1.412.000 kepada Pemerintah pada tanggal 25 April 2003 (Catatan 32b).
Menteri Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (“KMK-RI”)
No. 227/KMK.02/2003 tanggal 23 Mei 2003 dan KMK-RI No. 420/KMK-02/2003 tanggal
30 September 2003 yang antara lain memutuskan jumlah final tambahan penyertaan modal
Pemerintah sebesar Rp173.801.315 (Catatan 32b).
d. Penawaran Umum Saham, Perubahan Modal Saham dan Obligasi Subordinasi Bank
Mandiri
Penawaran Umum Saham Bank Mandiri
Bank Mandiri telah menyampaikan pernyataan pendaftaran sehubungan dengan Penawaran
Umum Perdana Saham (Initial Public Offering yang selanjutnya disebut “IPO”) kepada Badan
Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) pada tanggal 2 Juni 2003 dan telah dinyatakan efektif
berdasarkan Surat Ketua Bapepam No. S-1551/PM/2003 tanggal 27 Juni 2003.
Nama perusahaan berubah dari semula PT Bank Mandiri (Persero) menjadi PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. berdasarkan perubahan anggaran dasar yang dilaksanakan dengan Akta Notaris
Sutjipto, S.H. No. 2 tanggal 1 Juni 2003 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-12783.HT.01.04.TH.2003
tanggal 6 Juni 2003 dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 63
tanggal 8 Agustus 2003, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 6590.
Pada tanggal 14 Juli 2003, Bank Mandiri melakukan IPO atas 4.000.000.000 lembar saham
Biasa Seri B, dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per lembar saham yang dijual dengan
harga Rp675 (nilai penuh) per lembar saham. Penawaran umum kepada masyarakat tersebut
merupakan divestasi atas 20,00% saham Bank Mandiri milik Pemerintah (Catatan 32a).
Lampiran 5/3
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
d. Penawaran Umum Saham, Perubahan Modal Saham dan Obligasi Subordinasi Bank
Mandiri (lanjutan)
Penawaran Umum Saham Bank Mandiri (lanjutan)
Pada tanggal 14 Juli 2003, sebanyak 19.800.000.000 lembar saham Biasa Seri B Bank Mandiri
telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya berdasarkan surat persetujuan
dari Bursa Efek Jakarta No. S-1187/BEJ.PSJ/07-2003 tanggal 8 Juli 2003 dan Bursa Efek
Surabaya No. JKT-028/LIST/BES/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003.
Perubahan Modal Saham Bank Mandiri
Rincian Perubahan Modal Saham Ditempatkan dan Disetor adalah sebagai berikut:
Jumlah saham
Setoran awal dalam pendirian oleh Pemerintah di tahun 1998
Penambahan modal disetor oleh Pemerintah di tahun 1999
4.000.000
251.000
4.251.000
Penambahan modal disetor oleh Pemerintah di tahun 2003
5.749.000
10.000.000
Penurunan nilai nominal saham dari Rp1.000.000 (nilai penuh) menjadi
Rp500 (nilai penuh)per saham melalui stock split di tahun 2003
Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2004
Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2005
Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2006
Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2006
Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2007
Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2007
Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2007
Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2008
Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2008
Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2008
Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2009
Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2009
20.000.000.000
132.854.872
122.862.492
71.300.339
304.199.764
40.240.621
343.135
77.750.519
8.107.633
399.153
147.589.260
86.800
64.382.217
20.970.116.805
Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Bank Mandiri
Pada tanggal 3 Desember 2009, Bank Mandiri mendapat persetujuan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan suratnya No. S-10414/BL/2009 tanggal
3 Desember 2009 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Rupiah Bank
Mandiri I Tahun 2009 dengan nilai nominal sebesar Rp3.500.000. Pada tanggal 14 Desember
2009, obligasi tersebut telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 30).
Lampiran 5/4
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
e. Kuasi-Reorganisasi
Untuk menghilangkan konsekuensi negatif karena dibebani dengan saldo rugi, Bank Mandiri
melakukan kuasi-reorganisasi sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(“RUPS-LB”) tanggal 29 Mei 2003.
Penyesuaian kuasi-reorganisasi telah dibukukan pada tanggal 30 April 2003, di mana saldo rugi
sebesar Rp162.874.901 dieliminasi ke akun tambahan modal disetor/agio saham.
Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami perubahan sehubungan dengan perubahan
tambahan modal disetor karena adanya kuasi-reorganisasi sesuai dengan Akta Notaris Sutjipto,
S.H., No. 130 tanggal 29 September 2003 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
berdasarkan
Surat
Keputusan
No. C25309.HT.01.04.TH.2003 tanggal 23 Oktober 2003 dan diumumkan pada Berita Negara
Republik Indonesia No. 910 tanggal 23 Oktober 2003, Tambahan No. 93.
Pada tanggal 30 Oktober 2003, RUPS-LB Bank Mandiri menyetujui kuasi-reorganisasi pada
tanggal 30 April 2003 tersebut sebagaimana terdapat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 165
tanggal 30 Oktober 2003.
f.
Divestasi Kepemilikan Saham oleh Pemerintah
Pada tanggal 11 Maret 2004, Pemerintah telah melakukan divestasi lanjutan atas 10,00%
kepemilikan di Bank Mandiri atau sebanyak 2.000.000.000 lembar Saham Biasa Seri B melalui
private placements (Catatan 32a).
g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi
Anak Perusahaan yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
Nama Anak Perusahaan
Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL)
Mandiri International Remittance
Sendirian Berhad (MIR)
PT Bank Syariah Mandiri (BSM)
PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara
PT Mandiri Sekuritas
PT Bumi Daya Plaza
PT Bank Sinar Harapan Bali (BSHB)
PT Mandiri Tunas Finance (MTF)
Jenis Usaha
Kedudukan
2009
Persentase Kepemilikan
2008
2007
Perbankan
London
100,00
100,00
100,00
Jasa Pengiriman Uang
Perbankan Syariah
Pengelolaan Properti
Sekuritas
Pengelolaan Properti
Perbankan
Pembiayaan Konsumen
Kuala Lumpur
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Denpasar
Jakarta
100,00
99,99
99,00
95,69
93,33
81,46
51,00
99,99
99,00
95,69
93,33
80,00
-
99,99
99,00
95,69
93,33
-
Jumlah aset Anak Perusahaan tersebut pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
(sebelum eliminasi) berjumlah Rp28.693.251, Rp23.554.363 dan Rp18.607.409 atau 7,27%,
6,57% dan 5,83% dari jumlah aset konsolidasian.
Bank Mandiri (Europe) Limited
Bank Mandiri (Europe) Limited (“BMEL”) didirikan di London, Inggris pada tanggal 22 Juni 1999
berdasarkan “The Companies Act 1985 of the United Kingdom”. BMEL didirikan melalui konversi
dari Bank Exim cabang London menjadi Anak Perusahaan dan efektif beroperasi sejak 31 Juli
1999. BMEL bertindak sebagai bank komersial untuk mewakili kepentingan Bank Mandiri dan
berlokasi di London, Inggris.
Lampiran 5/5
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan)
Mandiri International Remittance Sendirian Berhad
Mandiri International Remittance Sendirian Berhad (“MIR”) merupakan perusahaan yang seluruh
sahamnya dimiliki oleh Bank Mandiri dengan modal disetor sebesar USD1.800.000 dan menjadi
badan hukum Malaysia sejak tanggal 17 Maret 2009 dengan registrasi No. 850077-P. MIR
merupakan perusahaan penyedia jasa pengiriman uang (remittances) di bawah ketentuan Bank
Negara Malaysia (“BNM”). Secara legal operasional, MIR sudah mendapat persetujuan dari
Bank Indonesia (“BI”) melalui surat No. 10/548/DPB1 tanggal 14 November 2009 dan
persetujuan dari BNM untuk melakukan kegiatan operasional melalui surat No.
KL.EC.150/1/8562 tanggal 18 November 2009. Pembukaan kantor MIR dilakukan pada tanggal
29 November 2009 yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Pelayanan MIR masih terbatas
pada jasa pengiriman uang kepada rekening di Bank Mandiri.
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha bank
dengan prinsip perbankan syariah, didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 15 Juni 1955
dengan nama PT Bank Industri Nasional (“PT Bina”). Selanjutnya PT Bina berubah menjadi
PT Bank Maritim Indonesia pada tanggal 12 September 1968 dan kemudian berubah menjadi
PT Bank Susila Bhakti pada tanggal 6 Juni 1974, yang merupakan Anak Perusahaan dari BDN.
Perubahan nama perusahaan terakhir adalah berdasarkan Akta notaris Sutjipto, S.H., No. 23
tanggal 8 September 1999, yaitu menjadi PT Bank Syariah Mandiri.
PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara
PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara (“UGBDN”) adalah perusahaan yang bergerak dalam
kegiatan jasa pengelolaan dan penyewaaan gedung, didirikan berdasarkan akta notaris Abdul
Latief, S.H., No. 104 tanggal 29 Oktober 1971 di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Martin Roestamy, S.H., No. 7
tanggal 25 November 2004. UGBDN memiliki 25,00% modal saham di PT Pengelola Investama
Mandiri (“PIM”), suatu perusahaan yang didirikan untuk mengelola penyertaan-penyertaan exlegacy yang kepemilikannya sudah dialihkan menjadi kepemilikan atas nama PIM.
PT Mandiri Sekuritas
PT Mandiri Sekuritas didirikan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2000 berdasarkan akta notaris
Ny. Vita Buena, S.H., menggantikan Notaris Sutjipto, S.H., No. 116 melalui penggabungan usaha
PT Bumi Daya Sekuritas, PT Exim Sekuritas dan PT Merincorp Securindo. Penggabungan
usaha tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia pada
tanggal 25 Agustus 2000 berdasarkan Surat Keputusan No. C-18762.HT.01.01-TH.2000.
PT Mandiri Sekuritas memiliki 99,90% dari total saham PT Mandiri Manajemen Investasi, Anak
Perusahaan yang didirikan tanggal 26 Oktober 2004 dan bergerak di bidang manajemen dan
penasehat investasi.
PT Bumi Daya Plaza
PT Bumi Daya Plaza (“BDP”) adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan jasa
pengelolaan dan penyewaan gedung, didirikan di Jakarta, Indonesia berdasarkan akta notaris
Ny. Subagyo Reksodipuro, S.H., No. 33 tanggal 22 Desember 1978. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir telah dicantumkan pada
Tambahan Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2001 No. 34. BDP memiliki
75,00% modal saham PIM.
Lampiran 5/6
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan)
PT Bank Sinar Harapan Bali
PT Bank Sinar Harapan Bali (“BSHB”) didirikan pada tanggal 3 November 1992 berdasarkan
akta notaris Ida Bagus Alit Sudiatmika, S.H., No. 4 di Denpasar. Pada tanggal 3 Mei 2008
dilangsungkan penandatanganan Akta Akuisisi antara pemegang saham BSHB dan Bank
Mandiri, sebagaimana tertuang dalam Akta Akuisisi No. 4 tanggal 3 Mei 2008 dibuat oleh
I Wayan Sugitha, S.H., Notaris di Denpasar. Penandatanganan Akta Akuisisi ini menandai awal
kepemilikan Bank Mandiri atas 80,00% saham BSHB, dimana selanjutnya pengelolaan BSHB
akan dilakukan secara terpisah dari Bank Mandiri sebagai bank yang tetap berdiri sendiri (standalone bank) dengan fokus utama pada pengembangan bisnis Mikro dan Usaha Kecil.
Pada tanggal 22 Oktober 2009, Bank telah melakukan penambahan penyertaan modal pada
BSHB sebesar 1,46% dari total seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh, atau
sebesar Rp1.460.657.000 (nilai penuh) dengan melakukan pembelian seluruh saham BSHB
yang dimiliki oleh Direktur Utama sebanyak 2.921.314 lembar saham, sebagaimana terdapat
dalam Akta Jual Beli Saham No. 52 tanggal 22 Oktober 2009 yang dibuat dihadapan Notaris Ni
Wayan Widastri, S.H., Notaris di Denpasar, Bali.
Penambahan penyertaan modal Bank Mandiri pada BSHB tersebut dilaksanakan dalam rangka
memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang Good Corporate Governance yang antara lain
mensyaratkan Direktur Utama Bank harus berasal dari pihak yang independen. Penambahan
penyertaan Bank Mandiri di BSHB telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia
sebagaimana terdapat dalam surat No. 11/103/DPB1/TPB1-1 tanggal 21 Agustus 2009.
Setelah dilaksanakannya penambahan penyertaan modal tersebut, porsi kepemilikan Bank
Mandiri pada BSHB meningkat dari 80,00% menjadi 81,46% dari total seluruh saham yang telah
dikeluarkan BSHB dengan total nilai penyertaan sebesar Rp81.461 dari semula Rp80.000.
PT Mandiri Tunas Finance
PT Mandiri Tunas Finance (“MTF”, dahulu PT Tunas Financindo Sarana (“TFS”)) adalah
perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pembiayaan konsumen. MTF didirikan berdasarkan
Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 262 tanggal 17 Mei 1989 dan disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4868.HT.01.01.TH.89 tanggal 1 Juni 1989 serta
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 57, Tambahan No. 1369 tanggal 18 Juli 1989.
Sesuai dengan akta notaris Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LLM pada tanggal 6 Februari 2009,
dilakukan penandatanganan akta jual beli antara pemegang saham MTF (PT Tunas Ridean Tbk.
dan PT Tunas Mobilindo Parama) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dimana Bank Mandiri
mengakuisisi 51,00% kepemilikan saham atas MTF melalui pembelian 1.275.000.000 lembar
saham MTF (nilai nominal Rp100 (nilai penuh)) per lembar saham dengan harga Rp290.000.
Pengalihan 51,00% kepemilikan kepada Bank Mandiri ini telah disahkan dalam RUPS-LB MTF
sebagaimana tertuang dalam Berita Acara RUPS-LB No. 8 tanggal 6 Februari 2009 dan telah
dicatatkan dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia sebagaimana ditegaskan melalui Surat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
Nomor AHU-AH.01.10-01575 tertanggal 11 Maret 2009.
Akuisisi ini juga telah disetujui oleh Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia
No. 11/3/DPB1/TPB1-1 tertanggal 8 Januari 2009.
Lampiran 5/7
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan)
PT Mandiri Tunas Finance (lanjutan)
Perubahan nama TFS menjadi MTF dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2009, sesuai Akta
Pernyataan Keputusan Rapat PT Tunas Financindo Sarana No. 181 tanggal 26 Juni 2009 yang
ditandatangani oleh Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi. Anggaran dasar tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-4056.AH.01.02.TH.09 pada tanggal 26 Agustus 2009.
Goodwill yang timbul dari akuisisi MTF sebesar Rp156.807 diamortisasi dengan menggunakan
metode garis lurus selama 5 tahun dengan pertimbangan atas estimasi manfaat ekonomis atas
goodwill tersebut. Beban amortisasi goodwill sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebesar
Rp28.748 dan telah dibebankan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian periode 2009.
h. Struktur dan Manajemen
Kantor pusat Bank Mandiri berkedudukan di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 - 38 Jakarta
Selatan, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 struktur kantor dalam dan
luar negeri Bank Mandiri adalah sebagai berikut:
2009
Kantor wilayah dalam negeri
Cabang dalam negeri:
Kantor Area
Kantor Community
Kantor Branch
Cash Outlet
Cabang luar negeri
Kantor Perwakilan
2008
2007
12
10
10
62
115
856
62
1.095
59
118
359
491
1.027
58
99
341
458
956
4
1
4
1
4
1
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Bank Mandiri memiliki cabang-cabang luar
negeri yang berlokasi di Cayman Island, Singapura, Hong Kong dan Timor Leste serta Kantor
Perwakilan (Representative Office) di Shanghai - Republik Rakyat Cina.
Efektif tanggal 9 Januari 2007, untuk mendukung pencapaian aspirasi Bank Mandiri menjadi
Dominant Multi-Specialist Bank, Bank Mandiri mengubah struktur organisasinya menjadi
Strategic Business Units (SBU). Secara garis besar, SBU dimaksud terdiri dari tiga kelompok
besar, yaitu:
1. Business Units, berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis Bank yang terdiri dari
6 (enam) Direktorat yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, Consumer Finance,
Micro & Retail Banking, Treasury & International Banking dan Special Asset Management;
2. Corporate Center, berfungsi untuk menangani hal-hal strategis korporasi serta dukungan
kebijakan perseroan yang terdiri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management, Compliance
& Human Capital dan Finance & Strategy;
3. Shared Service berupa supporting unit yang mendukung operasional Bank secara
keseluruhan yang ditangani oleh Direktorat Technology & Operations.
Lampiran 5/8
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
h. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank
Mandiri adalah sebagai berikut:
2009
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap
Komisaris Independen
Wakil Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
:
:
:
:
:
:
:
Edwin Gerungan
Muchayat
Mahmuddin Yasin
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
-
2008
2007
Edwin Gerungan
Muchayat
Mahmuddin Yasin*)
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
-
Edwin Gerungan
Muchayat
Richard Claproth**)
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
Yap Tjay Soen***)
*) Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
**) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
***) Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
(acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan
pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.
2009
Direksi
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
2008
Agus Martowardojo
I Wayan Agus Mertayasa
Zulkifli Zaini
Sasmita
Abdul Rachman
Sentot A. Sentausa
Bambang Setiawan
Riswinandi
Thomas Arifin
Budi Gunadi Sadikin
Ogi Prastomiyono
2007
Agus Martowardojo
I Wayan Agus Mertayasa
Zulkifli Zaini
Sasmita
Abdul Rachman
Sentot A. Sentausa
Bambang Setiawan**)
Riswinandi
Thomas Arifin
Budi Gunadi Sadikin
Ogi Prastomiyono*)
Agus Martowardojo
I Wayan Agus Mertayasa
Omar Sjawaldy Anwar***)
Zulkifli Zaini
Abdul Rachman
Sasmita
Sentot A. Sentausa
Bambang Setiawan**)
Riswinandi
Thomas Arifin
Budi Gunadi Sadikin
*)
Menjabat sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008. Menjadi Direktur Kepatuhan terhitung mulai tanggal 17 Desember
2008 (berdasarkan Surat Gubernur Bank Indonesia Nomor 10/188/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 12 Desember 2008 perihal Keputusan
atas Pengangkatan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.)
**) Sebagai Direktur Kepatuhan sampai dengan tanggal 17 Desember 2008
***) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008.
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Audit Bank Mandiri terdiri dari:
2009
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
*)
:
:
:
:
:
2008
Gunarni Soeworo
Soedarjono
Zulkifli Djaelani
Imam Sukarno
-
2007
Gunarni Soeworo
Soedarjono
Zulkifli Djaelani
Imam Sukarno
-
Gunarni Soeworo
Soedarjono
Yap Tjay Soen*)
Zulkifli Djaelani
Imam Sukarno
Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
(acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan
pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Pemantau Risiko Bank Mandiri terdiri
dari:
2009
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota
Sekretaris (ex-officio)
:
:
:
:
:
Soedarjono
Edwin Gerungan
Gunarni Soeworo
Tama Widjaja
Pardi Sudradjat
2008
Soedarjono
Edwin Gerungan
Gunarni Soeworo
Tama Widjaja
Pardi Sudradjat
Lampiran 5/9
2007
Soedarjono
Edwin Gerungan
Gunarni Soeworo
Tama Widjaja
Pardi Sudradjat
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
h. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Remunerasi dan Nominasi Bank
Mandiri terdiri dari:
2009
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Sekretaris (ex-officio)
:
:
:
:
:
:
:
:
Edwin Gerungan
Muchayat
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
Mahmuddin Yasin
Kresno Sediarsi
2008
Edwin Gerungan
Muchayat
Soedarjono
Pradjoto
Gunarni Soeworo
Mahmuddin Yasin*)
Kresno Sediarsi
2007
Edwin Gerungan
Muchayat
Soedarjono
Richard Claproth**)
Gunarni Soeworo
Yap Tjay Soen***)
Pradjoto
Kresno Sediarsi
*) Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
**) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
***) Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
(acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan
pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Good Corporate Governance Bank
Mandiri terdiri dari:
2009
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota
Sekretaris (ex - officio)
*)
**)
***)
****)
:
:
:
:
:
Muchayat
Gunarni Soeworo
Mahmuddin Yasin
Mustaslimah
2008
Muchayat
Gunarni Soeworo
Mahmuddin Yasin**)
Anwar Isham*)
Mustaslimah
2007
Muchayat
Richard Claproth***)
Yap Tjay Soen****)
Anwar Isham
Mustaslimah
Mengundurkan diri pada tanggal 1 Januari 2009
Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008
Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
(acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan
pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.
Jumlah karyawan Bank Mandiri pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masingmasing adalah 22.909 orang, 22.408 orang dan 21.631 orang (tidak diaudit).
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Direksi bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian Bank dan Anak
Perusahaan yang telah diselesaikan pada tanggal 22 Februari 2010.
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Bank dan Anak Perusahaan adalah seperti dijabarkan di bawah ini:
a.
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan, ketentuan Bank Indonesia, Peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam - LK) No. VIII.G.7 tentang
“Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan Surat Edaran No. SE02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas
Bumi, dan Perbankan”.
Lampiran 5/10
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
a.
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan tersedia
untuk dijual, tagihan dan kewajiban derivatif yang dicatat berdasarkan nilai wajar, penyertaan
saham tertentu yang dicatat dengan metode akuntansi ekuitas dan tanah, bangunan serta
peralatan tertentu yang telah direvaluasi. Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali pengakuan bunga atas kredit yang diberikan
dan aset produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai non performing dan laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang
dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasional, investasi
dan pendanaan. Untuk keperluan laporan arus kas konsolidasian, yang termasuk kas dan
setara kas adalah kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain.
Laporan keuangan Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang Perbankan Syariah disusun
berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101, “Penyajian Laporan
Keuangan Syariah”, PSAK No. 102, “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 104, “Akuntansi
Istishna”, PSAK No. 105, “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106, “Akuntansi Musyarakah”,
Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) dan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, mencakup pula pedoman akuntansi
dan pelaporan yang ditetapkan oleh otoritas perbankan Indonesia dan BAPEPAM-LK.
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi:
ï‚· nilai aset dan kewajiban dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan kewajiban
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian;
ï‚· jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan
menjadi jutaan Rupiah yang terdekat.
b.
Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Bank Mandiri dan Anak
Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh Bank Mandiri. Suatu
pengendalian atas suatu Anak Perusahaan lain dianggap ada bilamana Bank Mandiri
menguasai lebih dari lima puluh persen (50,00%) hak suara pada Anak Perusahaan, atau
Bank Mandiri dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Anak Perusahaan, atau
mempunyai kemampuan untuk memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota Direksi di
Anak Perusahaan. Pada laporan keuangan konsolidasian Bank Mandiri, semua saldo dan
transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Hak minoritas
atas laba bersih Anak Perusahaan disajikan sebagai pengurang dari laba bersih konsolidasian
untuk mendapatkan jumlah laba yang menjadi hak Bank. Hak minoritas dalam aset bersih
disajikan tersendiri dalam neraca konsolidasian diantara ekuitas dan kewajiban.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Kebijakan akuntansi
yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh
Anak Perusahaan, kecuali bila dinyatakan lain.
Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh atau berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha
entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian sejak tanggal pengendalian
dimulai atau sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.
Lampiran 5/11
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Anak Perusahaan dan kantor cabang luar negeri
Bank Mandiri menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam mata uang Rupiah. Untuk tujuan
konsolidasian, laporan keuangan dalam mata uang asing milik cabang dan Anak Perusahaan
luar negeri Bank Mandiri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai
berikut:
(1) Aset dan kewajiban, komitmen dan kontinjensi - menggunakan kurs spot Reuters pada
tanggal neraca.
(2) Pendapatan, beban, laba dan rugi - menggunakan kurs tengah rata-rata yang berlaku
pada bulan terjadinya transaksi.
(3) Akun ekuitas - menggunakan kurs historis pada tanggal transaksi.
(4) Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal neraca, kecuali akunakun laba rugi menggunakan kurs tengah rata-rata dan unsur-unsur ekuitas
menggunakan kurs historis.
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan sebagai
“Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing” pada kelompok
Ekuitas dalam neraca konsolidasian.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi yang melibatkan mata uang asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal neraca, semua aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing
dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
16.00 WIB untuk tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dibebankan pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai
berikut (Rupiah penuh):
2009
1 Pound Sterling Inggris
1 Euro
1 Dolar Amerika Serikat
100 Yen Jepang
d.
15.164,94
13.542,43
9.395,00
10.219,00
2008
15.755,42
15.356,48
10.900,00
12.065,00
2007
18.760,64
13.821,80
9.393,00
8.384,00
Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Bank Mandiri dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak - pihak yang
mempunyai hubungan istimewa seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang
“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa” dan sesuai dengan
Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Batas
Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum, sebagaimana telah diubah dengan PBI
No. 8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 yang didefinisikan antara lain:
I. perusahaan di bawah pengendalian Bank dan Anak Perusahaan;
II. perusahaan asosiasi;
III. investor yang memiliki hak suara, yang memberikan investor tersebut suatu pengaruh yang
signifikan;
IV. perusahaan di bawah pengendalian investor yang dijelaskan dalam Catatan III di atas; dan
V. karyawan kunci dan anggota keluarganya.
Lampiran 5/12
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lanjutan)
Semua transaksi penting dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang
dilakukan atau tidak dilakukan dengan syarat normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak
yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan pada Catatan 48. Transaksi
antara Bank Mandiri dengan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan-perusahaan yang
dimiliki/dikendalikan oleh Pemerintah, termasuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN), Unit Pelaksanaan Penjaminan Pemerintah (UP3) (institusi yang menggantikan BPPN)
dan Lembaga Penjamin Simpanan (institusi baru yang menggantikan UP3) tidak diperlakukan
sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
e.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain.
Giro pada bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan penghapusan
sedangkan giro pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo giro.
f.
Giro Wajib Minimum
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/19/PBI/2008 tanggal 15 Oktober 2008
tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta
Asing, sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008,
Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah ditetapkan sebesar 7,50% dari Dana Pihak Ketiga
(DPK) dalam Rupiah yang terdiri dari GWM Utama dan GWM Sekunder, dan GWM dalam
mata uang asing ditetapkan sebesar 1,00% dari DPK dalam mata uang asing. GWM Utama
dalam Rupiah ditetapkan sebesar 5,00% dari DPK dalam Rupiah yang mulai berlaku pada
tanggal 24 Oktober 2008 dan GWM Sekunder dalam Rupiah ditetapkan sebesar 2,50% dari
DPK dalam Rupiah yang mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 2009.
Pada tanggal 6 September 2005, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan No. 7/29/PBI/2005
tentang perubahan atas peraturan Bank Indonesia No. 6/15/PBI/2004 tentang Giro Wajib
Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan valuta asing. Peraturan ini
berlaku efektif 8 September 2005. Berdasarkan peraturan tersebut, diatur tambahan Giro
Wajib Minimum dalam Rupiah untuk Bank yang memiliki rasio pinjaman terhadap dana pihak
ketiga sebesar 50,00% - 60,00% wajib memelihara tambahan giro wajib minimum 3,00% dari
dana pihak ketiga dalam Rupiah dan Bank yang memiliki dana pihak ketiga lebih dari
Rp50.000.000 wajib memelihara tambahan rasio Giro Wajib Minimum 3,00% dari dana pihak
ketiga dalam Rupiah sehingga rasio Giro Wajib Minimum yang harus dipelihara oleh Bank
adalah sebesar 11,00% untuk Giro Wajib Minimum dalam mata uang Rupiah dan sebesar
3,00% dalam mata uang asing.
g.
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI), FASBI Syariah, call money, penempatan “fixed
term”, deposito berjangka dan lain - lain.
Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar saldo penempatan setelah dikurangi
pendapatan bunga diterima dimuka. Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldonya
dikurangi dengan penyisihan penghapusan.
Lampiran 5/13
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h.
Efek-efek
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang seperti
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Surat
Perbendaharaan Negara (SPN), Negotiable Certificates of Deposits, medium-term notes,
floating rate notes, promissory notes, Treasury Bills yang diterbitkan oleh Pemerintah Negara
Lain dan Pemerintah Republik Indonesia, obligasi wajib konversi, wesel ekspor, efek-efek yang
diperdagangkan di pasar modal seperti unit reksadana, serta efek-efek yang diperdagangkan
di bursa efek seperti saham dan obligasi, termasuk obligasi Syariah perusahaan.
Investasi dalam unit reksadana dinyatakan sebesar nilai pasar sesuai nilai aset bersih dari
reksadana pada tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan pada
tanggal neraca dibebankan pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
(1) Efek-efek untuk diperdagangkan disajikan pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar diakui pada laporan laba
rugi konsolidasian tahun berjalan. Pada saat efek-efek untuk diperdagangkan dijual,
selisih antara harga penjualan dengan nilai wajar yang tercatat pada akhir tahun diakui
sebagai keuntungan atau kerugian dari penjualan yang direalisasi.
(2) Efek-efek yang tersedia untuk dijual disajikan pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar tidak diakui pada laba rugi
konsolidasian tahun berjalan, melainkan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas.
Keuntungan atau kerugian diakui sebagai laba atau rugi pada saat realisasi.
(3) Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada nilai perolehan yang disesuaikan
dengan diskonto atau premium yang belum diamortisasi.
Untuk efek-efek yang diperdagangkan di pasar keuangan yang terorganisasi, nilai wajar
tersebut umumnya ditentukan dengan mengacu pada harga pasar yang terjadi di bursa efek
pada tanggal yang terdekat dengan tanggal neraca. Untuk efek-efek yang tidak mempunyai
harga pasar, estimasi atas nilai wajar efek-efek ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar
instrumen lain yang substansinya sama atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan
terhadap aset bersih efek-efek tersebut. Penurunan nilai wajar permanen atas efek-efek untuk
dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual dibebankan pada laba rugi konsolidasian
tahun berjalan.
Transaksi pembelian dan penjualan efek-efek baik untuk nasabah maupun untuk Bank diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian pada saat tanggal transaksi efek (trade date).
Pemindahan efek ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo dari klasifikasi tersedia untuk dijual
dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tetap
dilaporkan dalam komponen ekuitas dan diamortisasi dengan metode suku bunga efektif
selama sisa umur efek tersebut.
Pemindahan efek ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo dari klasifikasi diperdagangkan
dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dibebankan
ke laporan laba rugi konsolidasian pada tanggal pemindahan.
Efek-efek disajikan sebesar nilai bersih setelah dikurangi penyisihan penghapusan dan
premium atau diskonto yang belum diamortisasi. Premium dan diskonto diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Efek-efek tidak diakui lagi (derecognised) dari neraca konsolidasian ketika Bank telah
mentransfer semua risiko dan imbalan dari efek-efek tersebut secara signifikan.
Lampiran 5/14
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i.
Obligasi Pemerintah
Obligasi Pemerintah adalah surat hutang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Obligasi Pemerintah terdiri dari Obligasi Pemerintah yang diperoleh dalam rangka program
rekapitalisasi dan Obligasi Pemerintah yang dibeli dari pasar. Obligasi Pemerintah dicatat
berdasarkan klasifikasi dari obligasi tersebut, dimana perlakuan akuntansinya adalah sama
dengan perlakuan akuntansi untuk efek-efek seperti dijelaskan pada Catatan 2h.
Untuk Obligasi Pemerintah yang aktif diperdagangkan di pasar keuangan, nilai wajar umumnya
dihitung dengan mengacu kepada nilai pasar dari Bloomberg, atau harga yang diberikan oleh
broker (quoted price) pada tanggal pelaporan neraca. Untuk Obligasi Pemerintah yang tidak
memiliki nilai pasar, estimasi nilai wajar ditentukan dengan menggunakan pendekatan next repricing method dengan menggunakan faktor deflator.
Obligasi Pemerintah tidak diakui lagi (derecognised) dari neraca konsolidasian ketika Bank
telah mentransfer semua risiko dan imbalan dari obligasi tersebut secara signifikan.
j.
Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan
Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan adalah tagihan sebagai akibat dari perjanjian
pemberian fasilitas perdagangan kepada debitur yang akan ditagih pada saat jatuh tempo,
dinyatakan sebesar saldo dikurangi dengan penyisihan penghapusan.
k.
Efek-efek yang Dibeli/Dijual dengan Janji Dijual/Dibeli Kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset dalam neraca
konsolidasian sebesar harga penjualan kembali dikurangi dengan pendapatan bunga yang
belum diamortisasi dan penyisihan penghapusan. Selisih antara harga beli dan harga jual
kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi), dan
diakui sebagai pendapatan selama periode sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual
kembali.
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai kewajiban dalam
neraca konsolidasian sebesar harga pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar
dimuka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan
sebagai biaya dibayar dimuka dan diakui sebagai beban selama jangka waktu sejak efek-efek
tersebut dijual hingga dibeli kembali.
l.
Tagihan Derivatif dan Kewajiban Derivatif
Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan
perdagangan) dicatat dalam neraca konsolidasian berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar
tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar dengan menggunakan kurs Reuters pada
tanggal laporan atau metode diskonto arus kas.
Tagihan derivatif disajikan sebesar keuntungan yang belum direalisasi dari kontrak derivatif,
setelah dikurangi penyisihan penghapusan. Kewajiban derivatif disajikan sebesar kerugian
yang belum direalisasi dari kontrak derivatif.
Lampiran 5/15
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l.
Tagihan Derivatif dan Kewajiban Derivatif (lanjutan)
Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian berdasarkan tujuan Bank atas transaksi yaitu untuk (1) lindung nilai atas nilai
wajar, (2) lindung nilai atas arus kas, (3) lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan
operasi luar negeri dan (4) instrumen perdagangan, sebagai berikut:
1. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditujukan dan memenuhi syarat
sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar dan keuntungan atau kerugian atas
perubahan nilai wajar aset dan kewajiban yang dilindungi, diakui sebagai laba atau rugi
yang dapat saling hapus dalam tahun akuntansi yang sama. Setiap selisih yang terjadi
menunjukkan terjadinya ketidakefektifan lindung nilai dan secara langsung diakui sebagai
laba atau rugi konsolidasian tahun berjalan.
2. Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas kontrak derivatif yang ditujukan sebagai
lindung nilai atas arus kas dilaporkan sebagai pendapatan komprehensif lainnya pada
bagian ekuitas secara terpisah. Bagian yang tidak efektif dari lindung nilai dilaporkan
sebagai laba atau rugi konsolidasian tahun berjalan.
3. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas
investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri dilaporkan sebagai pendapatan
komprehensif lainnya sebagai bagian dari komponen ekuitas, sepanjang transaksi tersebut
dianggap efektif sebagai transaksi lindung nilai.
4. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang tidak ditujukan sebagai instrumen
lindung nilai (atau kontrak derivatif yang tidak memenuhi persyaratan sebagai instrumen
lindung nilai) diakui sebagai laba atau rugi konsolidasian pada tahun berjalan.
m.
Kredit yang Diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan
kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang
mewajibkan debitur untuk melunasi hutang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu,
dan tagihan yang berasal dari transaksi perdagangan yang telah jatuh tempo yang belum
diselesaikan dalam waktu 15 hari.
Saldo kredit yang diberikan disajikan sebesar nilai pokok dikurangi penyisihan penghapusan.
Kredit sindikasi, kredit dalam rangka pembiayaan langsung dan pembiayaan bersama serta
penerusan dinyatakan sebesar saldonya sesuai dengan porsi kredit yang risikonya ditanggung
oleh Bank Mandiri dan Anak Perusahaan.
Di dalam kredit yang diberikan termasuk pembiayaan oleh Bank Syariah Mandiri, Anak
Perusahaan, berupa pembiayaan syariah yaitu penyediaan dana atau tagihan/piutang yang
dapat dipersamakan dengan kas berupa:
a) transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah
b) transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah
muntahiyah bittamlik
c) transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah dan istishna
d) transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh dan
e) transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah Mandiri dan pihak lain yang
mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan atau bagi hasil.
Lampiran 5/16
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
m.
Kredit yang Diberikan (lanjutan)
Penjelasan secara ringkas dari masing-masing jenis pembiayaan tersebut adalah sebagai
berikut:
Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola
dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, dengan menggunakan metode
bagi untung (profit sharing) atau metode bagi pendapatan (net revenue sharing) antara kedua
belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.
Musyarakah adalah penanaman dana dari para pemilik dana/modal untuk mencampurkan
dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan
nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik
dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing.
Ijarah adalah sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa
termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan
imbalan atas obyek sewa yang disewakan. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah sewa menyewa
antara pemilik obyek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang
disewakan dengan opsi perpindahan hak milik obyek sewa baik dengan jual beli atau
pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai akad sewa.
Murabahah adalah pembiayaan dalam bentuk transaksi jual beli barang sebesar harga pokok
barang ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Piutang murabahah dinyatakan
sebesar jumlah piutang setelah dikurangi dengan ”marjin yang ditangguhkan” yang dapat
direalisasikan. Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yakni saldo piutang dikurangi
penyisihan kerugian.
Istishna adalah pembiayaan dalam bentuk transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan
pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan
pembayaran sesuai dengan kesepakatan.
Qardh adalah pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak meminjam
mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Kredit yang dibeli dari BPPN
Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 4/7/PBI/2002 tanggal
27 September 2002 tentang “Prinsip Kehati-hatian Dalam Rangka Pembelian Kredit oleh Bank
dari BPPN” yang berlaku untuk semua pembelian kredit dari BPPN sejak 1 Januari 2002.
Selisih antara pokok kredit dan harga pembelian diakui sebagai pendapatan yang
ditangguhkan jika Bank membuat perjanjian kredit baru dengan debitur dan sebagai penyisihan
penghapusan jika Bank tidak membuat perjanjian kredit baru dengan debitur. Koreksi atas
pendapatan yang ditangguhkan dan penyisihan penghapusan hanya dapat dilakukan apabila
Bank telah menerima pembayaran sebesar harga beli.
Pendapatan dari kredit yang dibeli dari BPPN diakui secara tunai. Jika Bank membuat
perjanjian kredit baru dengan debitur, penerimaan pembayaran dari debitur diakui sebagai
pengurang pokok kredit dan/atau pendapatan bunga sesuai dengan persyaratan yang diatur
dalam perjanjian kredit baru. Jika Bank tidak membuat perjanjian kredit baru dengan debitur,
penerimaan pembayaran dari debitur harus diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok
kredit. Kelebihan penerimaan pembayaran dari saldo pokok kredit diakui sebagai pendapatan
bunga.
Lampiran 5/17
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
m.
Kredit yang Diberikan (lanjutan)
Kredit yang dibeli dari BPPN (lanjutan)
Bank Indonesia memperbolehkan Bank untuk mengklasifikasikan semua kredit yang dibeli dari
BPPN dalam kategori lancar selama 1 (satu) tahun sejak tanggal pembukuan kredit. Setelah
itu, kredit tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan peraturan Bank Indonesia mengenai
klasifikasi kredit.
Bank Indonesia mengharuskan Bank untuk dapat menerima pembayaran kredit sebesar harga
beli dalam waktu maksimum 5 (lima) tahun sejak tanggal pembukuan kredit. Saldo kredit yang
belum dilunasi setelah 5 (lima) tahun harus dihapusbukukan oleh Bank. Berdasarkan surat dari
Bank Indonesia No. 9/58/DPNP/IDPnP tanggal 16 Februari 2007, Bank Mandiri dapat
meneruskan pengelolaan kredit eks BPPN yang melewati jangka waktu 5 tahun setelah
pembelian, sepanjang kredit tersebut pada saat mencapai jangka waktu 5 tahun tergolong
lancar, baik berdasarkan faktor prospek usaha, kinerja, maupun kemampuan membayar
debitur sebagaimana diatur dalam PBI Kualitas Aktiva yang berlaku.
Restrukturisasi Kredit yang Diberikan
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham
atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya.
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan
kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas yang akan datang yang telah
ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan
sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat
sebelum restrukturisasi.
Untuk restrukturisasi kredit dengan cara konversi kredit yang diberikan menjadi saham atau
instrumen keuangan lainnya, kerugian dari restrukturisasi kredit diakui apabila nilai wajar
penyertaan saham atau instrumen keuangan yang diterima dikurangi estimasi biaya untuk
menjualnya adalah lebih kecil dari nilai buku kredit yang diberikan.
Tunggakan bunga yang dikapitalisasi menjadi pokok kredit dalam perjanjian kredit yang baru
dalam rangka restrukturisasi dicatat sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (deferred
interest income) dan akan diakui sebagai pendapatan dengan cara amortisasi secara
proporsional berdasarkan nilai bunga yang dikapitalisasi terhadap pokok kredit baru pada saat
pembayaran kredit diterima. Kerugian restrukturisasi disajikan sebagai bagian dari penyisihan
penghapusan.
n.
Piutang Pembiayaan Konsumen
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian
pembiayaan bersama dimana risiko kredit ditanggung pemberi pembiayaan bersama sesuai
dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui
dan penyisihan penghapusan.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok
pembiayaan konsumen, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak
pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat pengembalian berkala yang tetap dari piutang
pembiayaan konsumen.
Lampiran 5/18
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
n.
Piutang Pembiayaan Konsumen (lanjutan)
Pendapatan administrasi yang diperoleh dari konsumen diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian pada saat perjanjian pembiayaan ditandatangani.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam
laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi.
o.
Pembiayaan Bersama
Pembiayaan bersama terdiri atas pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without
recourse) dan pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan (with recourse). Piutang
pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masing-masing pihak
menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di neraca
konsolidasian secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang
terkait dengan pembiayaan bersama (without recourse) disajikan secara bersih di laporan laba
rugi konsolidasian. Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain di
mana Anak Perusahaan menanggung risiko kredit (with recourse) disajikan di neraca
konsolidasian secara bruto. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait
dengan pembiayaan bersama with recourse tersebut disajikan secara bruto di laporan laba rugi
konsolidasian.
Dalam pembiayaan bersama without recourse, Anak Perusahaan berhak menentukan tingkat
bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian
dengan pemberi pembiayaan bersama yaitu Bank. Selisihnya merupakan pendapatan dan
disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Pembiayaan Konsumen”.
p.
Tagihan dan Kewajiban Akseptasi
Tagihan dan kewajiban akseptasi disajikan sebesar nilai atas letters of credit atau sebesar nilai
realisasi letters of credit yang telah diaksep oleh bank pengaksep. Tagihan akseptasi disajikan
bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penghapusan.
q.
Penyertaan Saham
Penyertaan saham merupakan investasi jangka panjang pada perusahaan non-publik serta
penyertaan sementara pada perusahaan debitur yang timbul akibat konversi kredit yang
diberikan.
Penyertaan saham di perusahaan asosiasi dengan persentase kepemilikan 20,00% sampai
dengan 50,00% dicatat dengan metode ekuitas yaitu penyertaan dicatat sebesar biaya
perolehan disesuaikan dengan bagian Bank atas ekuitas perusahaan asosiasi dan dikurangi
dengan penerimaan dividen sejak tanggal perolehan, dikurangi penyisihan penghapusan.
Penyertaan sementara pada perusahaan debitur hasil dari konversi kredit yang diberikan
menjadi saham dicatat dengan metode biaya, tanpa memperhatikan persentase kepemilikan,
dikurangi penyisihan penghapusan.
Penyertaan saham lainnya dicatat dengan metode biaya yaitu sebesar biaya perolehan
dikurangi dengan penyisihan penghapusan.
Perubahan nilai investasi pada Anak Perusahaan yang disebabkan terjadinya perubahan nilai
ekuitas Anak Perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Bank dengan Anak
Perusahaan, diakui sebagai bagian dari ekuitas sebagai “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas
Anak Perusahaan”. Akun ini akan diperhitungkan di dalam penentuan laba atau rugi Bank pada
saat pelepasan investasi tersebut (Catatan 32e).
Lampiran 5/19
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
q.
Penyertaan Saham (lanjutan)
Goodwill diakui apabila terdapat selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Bank atas nilai
wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi pertukaran. Goodwill
disajikan sebagai aset lain-lain dan diamortisasi sebagai beban selama masa manfaatnya
dengan menggunakan metode garis lurus, kecuali terdapat metode lain yang dianggap lebih
tepat pada keadaan tertentu. Periode amortisasi goodwill adalah lima tahun, namun periode
amortisasi yang lebih panjang (maksimum 20 tahun) dapat digunakan apabila terdapat dasar
yang tepat.
r.
Penyisihan Penghapusan Aset Produktif dan Non-Produktif
Aset produktif terdiri atas giro pada Bank Indonesia dan bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain, efek-efek, Obligasi Pemerintah, tagihan lainnya - transaksi
perdagangan, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang
diberikan, piutang pembiayaan konsumen, tagihan akseptasi, penyertaan saham dan
komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit, serta aset produktif yang berasal dari
kegiatan syariah.
Komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit terdiri atas letters of credit yang tidak
dapat dibatalkan yang masih berjalan, letters of credit yang diterbitkan dengan program
penjaminan Bank Indonesia, garansi yang diterbitkan dalam bentuk standby letters of credit,
bank garansi dan risk sharing.
Aset non-produktif adalah aset Bank dan Anak Perusahaan yang memiliki potensi kerugian,
antara lain dalam bentuk agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor
dan suspense account.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, Bank Mandiri dan Anak Perusahaan
mengklasifikasikan aset produktif ke dalam satu dari lima kategori dan aset non-produktif ke
dalam satu dari empat kategori. Aset produktif tidak bermasalah (performing) diklasifikasikan
sebagai “Lancar” dan “Dalam Perhatian Khusus”, sedangkan aset produktif bermasalah (nonperforming) diklasifikasikan kedalam tiga kategori yaitu: “Kurang Lancar”, “Diragukan” dan
“Macet”. Kategori untuk aset non-produktif terdiri dari “Lancar”, “Kurang Lancar”, “Diragukan”
dan “Macet”. Efek-efek diklasifikasikan sebagai “Lancar”, “Kurang Lancar” dan “Macet”.
Mandiri Tunas Finance, anak perusahaan, menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu
berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang yang persentase kerugiannya
ditentukan berdasarkan kerugian historis atau ketika terdapat bukti obyektif bahwa saldo
piutang kemungkinan tidak dapat tertagih. Piutang ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah
menunggak lebih dari 180 hari atau pada saat piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapus bukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada
saat terjadinya.
Pengklasifikasian aset produktif dan jumlah minimum penyisihan penghapusan atas aset serta
komitmen dan kontinjensi yang memiliki risiko kredit dihitung berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia (PBI) No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29
Januari 2009. Dalam penerapan PBI No. 7/2/PBI/2005 tersebut, Bank melakukan klasifikasi
aset produktif berdasarkan evaluasi atas kinerja debitur, prospek usaha dan kemampuan
membayar kepada Bank.
Untuk Bank Syariah, pengklasifikasian aset produktif dilakukan berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia (PBI) No. 8/21/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah, sebagaimana
dalam pasal-pasal tertentu telah diubah dengan PBI No. 9/9/PBI/2007 tanggal 18 Juni 2007.
Lampiran 5/20
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r.
Penyisihan Penghapusan Aset Produktif dan Non-Produktif (lanjutan)
Pembentukan penyisihan minimum sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tersebut adalah
sebagai berikut:
Persentase minimum penyisihan kerugian
Lancar
1%
Dalam perhatian khusus
5%
Kurang lancar
15%
Diragukan
50%
Macet
100%
Persentase di atas berlaku untuk saldo aset produktif dan komitmen & kontinjensi, dikurangi
nilai agunan, kecuali untuk aset produktif dan komitmen & kontinjensi yang dikategorikan
sebagai lancar, dimana persentasenya berlaku langsung atas saldo aset produktif dan
komitmen dan kontinjensi yang bersangkutan.
Untuk aset produktif dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Hutang Pemerintah
(Obligasi Pemerintah) dan bagian aset produktif yang dijamin dengan agunan tunai berupa
giro, deposito, tabungan, setoran jaminan, emas, Sertifikat Bank Indonesia atau Surat Utang
Negara, Jaminan Pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, standby letter of credit dari prime bank yang diterbitkan sesuai dengan Uniform
Customs and Practice for Documentary Credits, International Chamber of Commerce
Publication No. 600 (UCP 600 ) dan International Standard Banking Practice (ISBP), tidak perlu
dibentuk penyisihan.
Untuk efek-efek , sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal
20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, penyisihan minimum yang
wajib dibentuk adalah sebagai berikut:
Persentase minimum penyisihan kerugian
1%
15%
50%
Lancar
Kurang lancar
Macet
Estimasi kerugian untuk komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit disajikan
sebagai kewajiban pada neraca konsolidasian.
Saldo aset produktif dengan kualitas macet dihapusbukukan pada saat manajemen Bank
Mandiri dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa aset produktif tersebut tidak dapat tertagih.
Penerimaan kembali aset produktif yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai penambahan
penyisihan penghapusan selama tahun berjalan. Jika terdapat kelebihan dari penerimaan
pokok, kelebihannya diakui sebagai pendapatan bunga.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang
“Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, sejak 20 Januari 2006, Bank juga wajib melakukan
pembentukan penyisihan kerugian khusus terhadap aset non-produktif seperti agunan yang
diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense accounts.
Dalam peraturan tersebut, klasifikasi agunan yang diambil alih dan properti terbengkalai
ditetapkan sebagai berikut:
Batas Waktu
Lancar
Sampai dengan 1 tahun
Kurang lancar
Lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun
Diragukan
Lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun
Macet
Lebih dari 5 tahun
Klasifikasi untuk rekening antar kantor dan suspense accounts ditetapkan sebagai berikut:
Batas Waktu
Sampai dengan 180 hari
Lebih dari 180 hari
Lancar
Macet
Lampiran 5/21
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s.
Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha
i.
Aset Tetap
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (kecuali
aset tetap tertentu yang telah dinilai kembali pada tahun 1979, 1987 dan 2003 berdasarkan
peraturan pemerintah) dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak
disusutkan). Selisih nilai revaluasi aset tetap disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam
neraca konsolidasian.
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Bank Mandiri menerapkan PSAK No. 16 (revisi 2007), “Aset
Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aset Tetap dan Aset Lain-lain” dan
PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”. Bank Mandiri dan Anak Perusahaan memilih
model biaya, dan seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap yang masih dimiliki pada
saat penerapan pertama kali PSAK No. 16 (revisi 2007) yang disajikan sebagai bagian dari
ekuitas dalam neraca konsolidasian telah direklasifikasi ke saldo laba konsolidasian pada
tahun 2008 (Catatan 32c).
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan penyisihan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian
bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan aset tetap.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke
dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat
terjadinya.
Penyusutan dan amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama
umur manfaat ekonomis aset tetap yang diestimasi sebagai berikut:
Tahun
Bangunan
Perlengkapan, peralatan kantor, perangkat lunak/komputer dan kendaraan bermotor
20
4-5
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak
ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap)
dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada tahun berjalan aset tetap tersebut
dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat ekonomis dan metode
penyusutan dikaji ulang, dan jika tidak sesuai dengan keadaan akan disesuaikan secara
prospektif.
Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai
bagian dari aset tetap. Ketika aset dalam penyelesaian telah selesai dan siap digunakan,
akumulasi biaya perolehan direklasifikasikan ke akun aset tetap yang sebenarnya.
Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”, semua biaya dan beban yang terjadi
sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, antara lain, biaya perizinan, biaya survei
dan pengukuran lokasi, biaya notaris dan pajak-pajak yang berhubungan dengan hal
tersebut, ditangguhkan dan disajikan secara terpisah dari biaya perolehan hak atas tanah.
Biaya perolehan hak atas tanah yang ditangguhkan tersebut disajikan sebagai bagian dari
akun “Aset Lain-lain” dalam neraca konsolidasian dan diamortisasi selama masa manfaat
hak atas tanah yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.
Lampiran 5/22
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s.
Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha
i.
Aset Tetap (lanjutan)
Selain itu, PSAK No. 47 juga menyatakan bahwa hak atas tanah tidak diamortisasi kecuali
memenuhi kondisi-kondisi tertentu yang telah ditentukan.
PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset” mensyaratkan bahwa nilai tercatat aset tetap
dikaji ulang setiap tanggal neraca untuk menilai apakah aset tetap tersebut nilai tercatatnya
lebih tinggi dari jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari aset tetap
tersebut. Jika nilai tercatat aset tetap melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh
kembali dari aset tetap tersebut, nilai tercatat aset tetap harus diturunkan menjadi nilai yang
dapat diperoleh kembali dari aset tetap tersebut.
ii. Aset Sewa Guna Usaha
Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (revisi 2007), “Sewa”, menggantikan PSAK
No. 30 (1990) “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Berdasarkan PSAK No. 30 (revisi 2007),
penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang
mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan
apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian
tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi
ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu
sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara
substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Berdasarkan PSAK No. 30 (revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Bank dan Anak
Perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca konsolidasian pada awal masa
sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara
bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan
kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa,
sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban.
Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Aset sewa guna usaha
(disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek
antara umur manfaat aset sewa guna usaha dan periode masa sewa, jika tidak ada
kepastian yang memadai bahwa Bank akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir
masa sewa.
Dalam sewa operasi, Bank mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar
garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
t.
Aset Lain-lain
Aset lain-lain antara lain terdiri dari pendapatan bunga, provisi dan komisi yang masih akan
diterima, tagihan, uang muka pajak, biaya dibayar dimuka, agunan yang diambil alih, properti
terbengkalai, rekening antar kantor dan lain-lain.
Agunan yang diambil alih (AYDA) adalah aset yang diperoleh Bank Mandiri dan Anak
Perusahaan, baik melalui pelelangan maupun diluar pelelangan berdasarkan penyerahan
secara sukarela oleh pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual diluar lelang dari
pemilik agunan dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada Bank Mandiri dan
Anak Perusahaan. AYDA merupakan jaminan kredit yang diberikan yang telah diambil alih
sebagai bagian dari penyelesaian kredit yang diberikan dan disajikan pada “Aset Lain-lain“.
Lampiran 5/23
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t.
Aset Lain-lain (lanjutan)
Aset yang tidak digunakan (properti terbengkalai) adalah aset tetap dalam bentuk properti yang
dimiliki Bank Mandiri dan Anak Perusahaan tetapi tidak digunakan untuk kegiatan usaha
operasional Bank Mandiri dan Anak Perusahaan.
AYDA dan properti terbengkalai disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (net
realisable value). Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan yang diambil alih
dikurangi dengan estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Kelebihan saldo kredit yang
diberikan yang belum dilunasi oleh peminjam di atas nilai dari AYDA, dibebankan terhadap
penyisihan penghapusan kredit yang diberikan. Selisih antara nilai bersih yang dapat direalisasi
dengan hasil penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian tahun berjalan pada
saat dijual.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan AYDA dan properti terbengkalai
dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan pada saat terjadinya. Bila terjadi
penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui
penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun
berjalan.
u.
Kewajiban Segera
Kewajiban segera dicatat pada saat timbulnya kewajiban, baik dari masyarakat maupun dari
bank lain. Kewajiban segera disajikan sebesar jumlah kewajiban Bank dan Anak Perusahaan.
v.
Simpanan
Simpanan adalah dana yang ditempatkan oleh masyarakat kepada Bank dan Anak
Perusahaan yang bergerak di bidang perbankan berdasarkan perjanjian penyimpanan dana.
Termasuk dalam pos ini adalah giro, tabungan, deposito berjangka dan bentuk lain yang
dipersamakan dengan itu.
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang
penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM),
atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran
lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan melalui
counter dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau dengan cara pemindahbukuan melalui SMS
Banking, Phone Banking dan Internet Banking jika memenuhi persyaratan yang disepakati,
tetapi penarikan tidak dapat dilaksanakan dengan menggunakan cek atau instrumen setara
lainnya. Tabungan dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan Bank. Deposito
berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian antara pemegang
deposito berjangka dengan Bank.
Termasuk di dalam giro adalah giro dan tabungan wadiah. Giro wadiah dapat digunakan
sebagai instrumen pembayaran dan dapat ditarik setiap saat melalui cek dan bilyet giro. Giro
wadiah serta tabungan wadiah mendapatkan bonus sesuai dengan kebijaksanaan Bank.
Simpanan dalam bentuk giro wadiah dan tabungsan wadiah dinyatakan sebesar kewajiban
Bank.
Lampiran 5/24
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
w.
Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, baik lokal maupun luar
negeri, dalam bentuk giro, tabungan, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo
menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari dan deposito berjangka. Simpanan dari Bank lain
dinyatakan sesuai jumlah kewajiban terhadap bank lain.
Di dalam simpanan dari bank lain termasuk simpanan syariah dalam bentuk giro wadiah,
investasi tidak terikat yang terdiri dari tabungan mudharabah, deposito berjangka mudharabah,
dan Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank (SIMA). SIMA merupakan sertifikat investasi
yang diterbitkan oleh BSM dengan sistem bagi hasil dan hanya diperdagangkan antar bank.
Jangka waktu pembiayaan SIMA berkisar 1-6 bulan.
x.
Efek-efek yang Diterbitkan
Efek-efek yang diterbitkan oleh Bank dan Anak Perusahaan termasuk floating rate notes,
medium-term notes dan travelers’ cheques dicatat sebesar nilai nominal. Berdasarkan
ketentuan Bank Indonesia, simpanan dari bank lain dengan jangka waktu lebih dari 90 hari
juga disajikan sebagai efek-efek yang diterbitkan. Premi atau diskonto yang timbul dari
penerbitan floating rate notes dan medium-term notes diakui sebagai pendapatan/beban yang
ditangguhkan dan diamortisasi selama periode efek-efek tersebut.
y.
Pinjaman yang Diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak
lain dengan kewajiban pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.
z.
Pinjaman Subordinasi
Pinjaman subordinasi dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum
diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan pinjaman subordinasi diakui
sebagai diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil penerbitan pinjaman subordinasi dan
diamortisasi berdasarkan metode garis lurus sampai dengan tanggal jatuh tempo.
aa. Perpajakan
Bank Mandiri dan Anak Perusahaan menerapkan metode kewajiban neraca (balance sheet
liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan. Menurut metode kewajiban
neraca, aset dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai
aset dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aset dan
kewajiban tersebut pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mensyaratkan adanya
pengakuan manfaat pajak di masa datang yang belum digunakan apabila besar kemungkinan
bahwa manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial diberlakukan pada tahun dimana aset tersebut direalisasi atau kewajiban tersebut
diselesaikan. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan
oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi
yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila
diajukan keberatan dan/atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas
keberatan dan/atau banding tersebut diterima.
Lampiran 5/25
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
aa. Perpajakan (lanjutan)
Taksiran pajak penghasilan Bank Mandiri dan Anak Perusahaan dihitung untuk masing-masing
perusahaan sebagai badan hukum terpisah. Aset pajak kini (current tax assets) dan kewajiban
pajak kini (current tax liabilities) untuk badan hukum yang berbeda tidak disalinghapuskan
dalam laporan keuangan konsolidasian. Aset pajak tangguhan disajikan bersih setelah
dikurangi dengan kewajiban pajak tangguhan di neraca konsolidasian.
ab. Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode akrual. Pendapatan bunga
yang berasal dari aset produktif bermasalah (non-performing) tidak diakui, kecuali pada saat
pembayaran tunai diterima. Pada saat kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai
non-performing, pendapatan bunga yang telah diakui tapi belum diterima harus dibatalkan
sebagai pendapatan bunga. Pendapatan bunga yang dibatalkan tersebut diakui sebagai
tagihan kontinjensi.
Seluruh penerimaan pembayaran yang berhubungan dengan kredit yang diberikan dengan
kolektibilitas diragukan dan macet, harus diakui terlebih dahulu sebagai pengurang terhadap
pokok kredit yang diberikan. Kelebihan penerimaan pembayaran atas pokok kredit yang
diberikan harus diakui sebagai pendapatan bunga.
Pendapatan bunga dari kredit yang direstrukturisasi hanya dapat diakui apabila telah diterima
secara tunai sebelum kualitas kredit menjadi lancar sebagaimana diatur di dalam Peraturan
Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva
Bank Umum, sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29
Januari 2009.
Pendapatan bunga yang masih harus diterima atas aset non-performing Bank Mandiri dan
Anak Perusahaan dicatat sebagai tagihan kontinjensi dalam laporan Komitmen dan Kontinjensi
pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
Didalam pendapatan dan beban bunga terdapat pendapatan dan beban berdasarkan prinsip
syariah. Pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib terdiri dari pendapatan
atas jual beli dari transaksi murabahah, istishna, pendapatan dari sewa (ijarah) dan
pendapatan atas bagi hasil dari mudharabah, musyarakah dan pendapatan usaha utama
lainnya.
Pengakuan keuntungan murabahah yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau
tangguh, dilakukan secara proporsional sesuai dengan praktik akuntansi perbankan yang
berlaku umum (vide: Surat Bank Indonesia No.10/1260/DPbS tanggal 15 Oktober 2008 dan
Surat Bank Indonesia No.9/634/DPbS tanggal 20 April 2007).
Dalam kaitannya dengan tingkat risiko piutang murabahah, Anak Perusahaan menetapkan
kebijakan atas pengakuan keuntungan murabahah sebagai berikut:
1) Untuk murabahah dengan pembayaran tangguh satu tahun atau kurang tanpa dikaitkan
dengan risiko penagihan kas dari piutang (piutang tak tertagih) dan beban pengelolaan
piutang serta penagihannya, keuntungan diakui dengan menggunakan metode efektif
(anuitas) sesuai jangka waktu.
2) Untuk murabahah dengan pembayaran tangguh lebih dari satu tahun dimana risiko
penagihan kas dari piutang (piutang tak tertagih) dan/atau beban pengelolaan piutang
tersebut relatif kecil, keuntungan diakui dengan menggunakan metode efektif (anuitas).
Anak Perusahaan menetapkan kebijakan tingkat risiko berdasarkan ketentuan internal.
Pendapatan istishna diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian atau
metode akad selesai.
Lampiran 5/26
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ab. Pendapatan dan Beban Bunga (lanjutan)
Pendapatan ijarah diakui selama masa akad secara proporsional.
Pendapatan usaha musyarakah yang menjadi hak mitra aktif diakui sebesar haknya sesuai
dengan kesepakatan.
Pendapatan usaha mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah
yang disepakati, dan tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil usaha.
Pendapatan pembiayaan konsumen Anak Perusahaan dinyatakan sebesar pendapatan bersih
setelah dikurangi dengan bagian pendapatan milik bank-bank lain sehubungan dengan
transaksi-transaksi kerjasama penerusan pinjaman, kerjasama pembiayaan bersama dan
pengambilalihan piutang dan penunjukan selaku pengelola piutang.
ac. Pendapatan Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan dan/atau
yang mempunyai jangka waktu tertentu, ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan metode
garis lurus sesuai dengan jangka waktunya. Untuk kredit yang diberikan yang dilunasi sebelum
jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi yang belum diamortisasi, diakui
pada saat kredit yang diberikan dilunasi. Pendapatan provisi dan komisi lainnya yang tidak
berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu diakui pada saat
terjadinya transaksi.
ad. Imbalan Kerja
Kewajiban Pensiun
Bank Mandiri menyelenggarakan program pensiun iuran pasti yang pesertanya adalah pegawai
aktif Bank Mandiri sejak tanggal 1 Agustus 1999, serta program pensiun manfaat pasti yang
berasal dari masing-masing dana pensiun Bank Peserta Penggabungan. Program ini didanai
melalui pembayaran kepada pengelola dana pensiun sebagaimana ditentukan dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan secara berkala.
Kewajiban imbalan pensiun Bank Mandiri and Anak Perusahaan dihitung dengan
membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan dari Program Pensiun pada usia
pensiun normal dengan manfaat yang akan diterima berdasarkan UU Ketenagakerjaan No.
13/2003 setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi karyawan dan hasil investasinya.
Apabila manfaat pensiun lebih kecil dari pada manfaat menurut UU No. 13/2003, maka Bank
dan Anak Perusahaan harus membayar kekurangan tersebut.
Program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti karena UU
Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimum imbalan
pensiun. Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah
imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih
seperti usia, masa kerja atau kompensasi.
Kewajiban program pensiun imbalan pasti yang diakui di neraca konsolidasian adalah nilai kini
kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca dikurangi nilai wajar aset program, serta
disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen menggunakan metode
projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi
perusahaan berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang
akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo
imbalan yang bersangkutan.
Lampiran 5/27
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ad. Imbalan Kerja (lanjutan)
Kewajiban Pensiun (lanjutan)
Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan
pengalaman, perubahan asumsi-asumsi aktuarial dan perubahan pada program pensiun.
Apabila jumlah keuntungan atau kerugian aktuarial ini melebihi 10,00% dari imbalan pasti atau
10,00% dari nilai wajar aset program maka kelebihannya dibebankan atau dikreditkan pada
pendapatan atau beban selama sisa masa kerja rata-rata para karyawan yang bersangkutan.
Kewajiban Imbalan Pasca-Kerja Lainnya
Bank memberikan gaji masa bebas tugas yaitu imbalan kepada karyawan sebelum usia pensiun
jabatan karyawan dimana karyawan dibebaskan dari tugas-tugas rutin dan tidak masuk kerja,
tetapi memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan.
Hak atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia
pensiun dan memenuhi masa kerja tertentu. Prakiraan biaya imbalan ini dicadangkan sepanjang
masa kerja karyawan, dengan menggunakan metodologi akuntansi yang sama dengan
metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti, namun
disederhanakan. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang berkualifikasi.
Pembagian Tantiem
Bank Mandiri mencatat tantiem dengan menggunakan basis akrual dan membebankannya pada
laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
ae. Opsi Saham
Bank Mandiri telah memberikan opsi saham kepada Direksi dan pegawai pimpinan berdasarkan
posisi dan kriteria tertentu dalam Program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP).
Jumlah biaya kompensasi saham dihitung pada tanggal diberikannya opsi saham dengan
menggunakan nilai wajar dari opsi saham tersebut dan diakui sebagai bagian dari akun “Biaya
Gaji dan Tunjangan Pegawai” selama periode opsi saham berdasarkan program hak bertingkat
(graded vesting). Akumulasi biaya kompensasi saham diakui sebagai Opsi Saham pada akun
Ekuitas.
Nilai wajar dari opsi saham tersebut ditentukan berdasarkan pada laporan hasil penilaian
aktuaria independen dengan menggunakan metode penentuan harga opsi Black Scholes.
af.
Laba per Saham
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasian akhir tahun berjalan
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor selama tahun berjalan.
Laba per saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan asumsi bahwa semua opsi
saham dilaksanakan pada saat penerbitan (Catatan 32a dan 33).
Lampiran 5/28
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
af.
Laba per Saham (lanjutan)
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar yang digunakan dalam menghitung laba per
saham dilusian pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah
20.961.252.565 lembar saham, 20.929.439.763 lembar saham dan 20.863.423.441 lembar
saham.
2009
2008
2007
Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham - Dasar
Penyesuaian atas efek berpotensi saham biasa:
MSOP - Tahap I
MSOP - Tahap II
MSOP - Tahap III
20.939.650.256
20.874.991.622
20.717.958.049
1.673.871
19.928.438
4.225.205
784.387
49.438.549
17.423.024
1.428.752
126.613.616
Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham - Dilusian
20.961.252.565
20.929.439.763
20.863.423.441
ag. Informasi Segmen
Bank Mandiri dan Anak Perusahaan menyajikan informasi keuangan berdasarkan segmen
usaha (segmen primer) dan daerah geografis (segmen sekunder). Segmen usaha adalah
komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa (baik jasa individual maupun
kelompok jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan
risiko dan imbalan segmen lain.
Segmen geografis adalah komponen Bank dan Anak Perusahaan yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko
dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada
lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
Segmen primer dibagi ke dalam segmen-segmen usaha berikut: perbankan, Bank Syariah,
sekuritas, pembiayaan, jasa pengiriman uang dan lain-lain, sedangkan segmen sekunder dibagi
ke dalam Indonesia, Asia (Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Timor Leste), Eropa Barat
(Inggris) dan Cayman Island.
3.
GIRO PADA BANK INDONESIA
2009
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
2008
2007
15.342.428
713.443
12.770.724
583.565
26.829.332
1.331.727
16.055.871
13.354.289
28.161.059
Pada tanggal 31 Desember 2009, Giro Wajib Minimum (GWM) Bank telah sesuai dengan PBI No.
7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No. 10/19/PBI/2008 tanggal
14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008
mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum pada BI dalam Rupiah yang terdiri dari GWM Utama
dan GWM Sekunder masing-masing sebesar 5,00% dan 2,50% (2008: 5,00% dan 0,00% dan 2007:
11,00% dan 0,00%) dan valuta asing sebesar 1,00% (2008: 1,00% dan 2007: 3,00%).
GWM Utama adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo
Rekening Giro pada Bank Indonesia, sedangkan GWM Sekunder adalah cadangan minimum yang
wajib dipelihara oleh Bank berupa SBI, Surat Utang Negara (SUN) dan/atau kelebihan saldo
Rekening Giro Rupiah Bank dari GWM Utama yang dipelihara di Bank Indonesia.
Lampiran 5/29
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.
GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Realisasi Giro Wajib Minimum untuk rekening Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Bank Mandiri saja)
pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah:
2009
Rupiah
- Giro Wajib Minimum Utama
- Giro Wajib Minimum Sekunder
Dolar Amerika Serikat
4.
2008
5,00%
42,29%
1,32%
5,47%
1,04%
2007
14,00%
3,01%
GIRO PADA BANK LAIN
a. Berdasarkan Mata Uang:
2009
2008
2007
Rupiah
Mata uang asing
257.845
7.231.764
53.039
7.441.179
36.067
1.365.915
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
7.489.609
(86.962)
7.494.218
(87.689)
1.401.982
(14.387)
7.402.647
7.406.529
1.387.595
2009
2008
2007
b. Berdasarkan Kolektibilitas:
Rupiah:
Lancar
257.845
53.039
36.067
Jumlah Rupiah
257.845
53.039
36.067
Mata uang asing:
Lancar
Macet
7.220.684
11.080
7.428.353
12.826
1.365.915
-
Jumlah mata uang asing
7.231.764
7.441.179
1.365.915
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
7.489.609
(86.962)
7.494.218
(87.689)
1.401.982
(14.387)
7.402.647
7.406.529
1.387.595
c. Berdasarkan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan Pihak Ketiga:
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 tidak terdapat giro pada bank lain yang
mempunyai hubungan istimewa.
d. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009
0,14%
0,17%
Rupiah
Mata uang asing
2008
0,45%
0,95%
2007
0,25%
3,11%
e. Mutasi penyisihan penghapusan giro pada bank lain adalah sebagai berikut:
2009
Saldo awal tahun
Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Lain-lain*)
Saldo akhir tahun
2008
2007
87.689
12.607
(13.334)
14.387
71.072
2.230
11.149
2.731
507
86.962
87.689
14.387
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan giro pada bank lain yang
dibentuk telah memadai.
Lampiran 5/30
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang, Jatuh Tempo dan Kolektibilitas:
2009
Jatuh Tempo
Lancar
Macet
Jumlah
Rupiah:
Bank Indonesia
< 1 bulan
19.098.450
-
19.098.450
Call Money
< 1 bulan
1.163.000
-
1.163.000
> 1 b ulan < 3 bulan
145.000
-
145.000
< 1 bulan
172.486
-
172.486
> 1 b ulan < 3 bulan
147.417
-
147.417
> 6 bulan < 12 bulan
8.500
-
8.500
991
-
991
20.735.844
-
20.735.844
< 1 bulan
15.563.690
-
15.563.690
> 1 bulan < 3 bulan
2.457.089
Deposito Berjangka
Tabungan
tanpa jatuh tempo
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Call Money
Penempatan “Fixed-Term”
2.457.089
-
> 12 bulan
-
112.046
112.046
< 1 bulan
2.732.132
-
2.732.132
94.431
-
94.431
> 1 bulan < 3 bulan
> 12 bulan
Deposito Berjangka
> 1 bulan < 3 bulan
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
-
7.387
7.387
46.975
-
46.975
20.894.317
119.433
21.013.750
41.749.594
(347.184)
41.402.410
2008
Jatuh Tempo
Lancar
Macet
Jumlah
Rupiah:
Bank Indonesia
< 1 bulan
13.650.642
-
13.650.642
Call Money
< 1 bulan
69.036
-
69.036
> 1 bulan < 3 bulan
Deposito Berjangka
Tabungan
44.063
-
44.063
256.050
-
256.050
> 1 bulan < 3 bulan
36.300
-
36.300
tanpa jatuh tempo
1.107
-
1.107
14.057.198
-
14.057.198
13.261.660
-
13.261.660
> 12 bulan
-
217.786
217.786
< 1 bulan
2.196.350
-
2.196.350
> 1 bulan < 3 bulan
548
-
548
> 6 bulan < 12 bulan
49.493
-
49.493
-
8.491
8.491
15.508.051
226.277
15.734.328
29.791.526
(386.708)
< 1 bulan
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Call Money
Penempatan “Fixed-Term”
< 1 bulan
> 12 bulan
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
29.404.818
Lampiran 5/31
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan)
a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang, Jatuh Tempo dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007
Jatuh Tempo
Rupiah:
Bank Indonesia
< 1 bulan
Call Money
Deposito Berjangka
Penempatan “Fixed-Term”
Deposito Berjangka
Macet
Jumlah
11.199.067
-
< 1 bulan
20.000
-
20.000
< 1 bulan
175.100
-
175.100
11.394.167
-
11.394.167
< 1 bulan
3.410.630
-
3.410.630
< 1 bulan
2.017.616
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Call Money
Lancar
11.199.067
2.017.616
-
> 1 bulan < 3 bulan
453
-
453
> 6 bulan < 12 bulan
41.479
-
41.479
28.179
-
5.498.357
-
< 1 bulan
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
28.179
5.498.357
16.892.524
(59.200)
16.833.324
b. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Bank Mandiri tidak memiliki penempatan pada
pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Pada tanggal 31 Desember 2007, di dalam penempatan deposito berjangka Rupiah terdapat
penempatan pada Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) sebesar Rp80.000 yang belum menjadi Anak
Perusahaan Bank Mandiri di tahun 2007 (Catatan 1g).
c. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009
Rupiah
Mata uang asing
6,33%
0,22%
2008
6,55%
1,91%
2007
14,45%
4,37%
d. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, tidak terdapat penempatan pada bank lain yang
digunakan sebagai jaminan.
e. Mutasi penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain
2009
2008
2007
Saldo awal tahun
Penyisihan/(pembalikan) selama tahun berjalan (Catatan 37)
Lain-lain*)
386.708
18.868
(58.392)
59.200
323.475
4.033
97.981
(36.337)
(2.444)
Saldo akhir tahun
347.184
386.708
59.200
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain
yang dibentuk telah memadai.
Lampiran 5/32
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan)
e. Mutasi penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, Bank Mandiri memiliki penempatan pada lembaga
keuangan (dalam likuidasi) dengan klasifikasi macet senilai Rp209.153 dan Rp242.708 dan di lain
pihak lembaga keuangan tersebut menempatkan dananya di Bank Mandiri dalam bentuk giro dan
inter-bank call money dengan jumlah sebesar Rp14.050 dan Rp16.431 pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 20a dan 21a). Anak perusahaan juga memiliki kewajiban
L/C UPAS yang telah jatuh tempo kepada lembaga keuangan tersebut sebesar USD8.054.248,50
(nilai penuh). Saldo penempatan Bank Mandiri pada lembaga keuangan (dalam likuidasi) tersebut
pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 telah disalinghapuskan (set-off) dengan saldo giro dan
inter-bank call money yang ditempatkan lembaga keuangan tersebut di Bank Mandiri serta
kewajiban L/C UPAS Anak Perusahaan (hanya untuk tahun 2009). Perhitungan penyisihan
penghapusan yang dibentuk oleh Bank Mandiri untuk lembaga keuangan tersebut adalah selisih
antara saldo penempatan Bank Mandiri pada lembaga keuangan tersebut dengan saldo giro dan
inter-bank call money yang ditempatkan lembaga keuangan tersebut di Bank Mandiri dan
kewajiban L/C UPAS Anak Perusahaan (hanya untuk tahun 2009).
6.
EFEK-EFEK
a. Berdasarkan Tujuan dan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan Pihak Ketiga:
2009
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 48a):
Diperdagangkan
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Pihak ketiga:
Diperdagangkan
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Jumlah
Dikurangi:
Diskonto yang belum diamortisasi
Keuntungan yang belum direalisasi dari
kenaikan nilai efek-efek
Penyisihan penghapusan
2007
25.000
-
13.532
14.709
-
25.000
-
28.241
13.432.182
327.875
4.383.357
20.328.692
475.092
3.866.576
23.090.970
1.432.288
3.808.527
18.143.414
24.670.360
28.331.785
18.168.414
24.670.360
28.360.026
(42.211)
(41.724)
(8.833)
80.681
(53.492)
40.257
(44.046)
79.857
(1.114.497)
18.153.392
Lampiran 5/33
2008
24.624.847
27.316.553
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas:
2009
Nilai
Perolehan/
Nilai
Nominal*)
Rupiah:
Diperdagangkan
Sertifikat Bank Indonesia
Obligasi
Investasi pada unit-unit reksa dana
Saham
Tersedia untuk dijual
Reksadana Syariah
Investasi pada unit-unit reksa dana
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sertifikat Bank Indonesia Syariah
Obligasi Syariah Perusahaan
Obligasi
Sertifikat Bank Indonesia
Wesel ekspor
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Tersedia untuk dijual
Wesel ekspor
Floating rate notes
Obligasi
Dimiliki hingga jatuh tempo
Wesel ekspor
Obligasi
Treasury bills
Floating rate notes
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
(Diskonto)/ Keuntungan/
Premi
(Kerugian)
yang Belum yang Belum
Diamortisasi Direalisasi
Lancar
Nilai Wajar/Nilai Buku**)
Kurang
Lancar
Macet
Jumlah
11.606.367
1.651.777
153.495
20.543
-
67.695
13.942
5.254
(6.166)
11.674.062
1.665.453
158.749
14.377
-
- 11.674.062
266 1.665.719
158.749
14.377
13.432.182
-
80.725
13.512.641
-
266 13.512.907
8.000
6.675
-
1.854
(298)
9.854
6.377
-
-
9.854
6.377
14.675
-
1.556
16.231
-
-
16.231
1.915.000
970.500
571.000
62.000
54.686
241
(24.979)
(248)
-
-
1.915.000
920.741
460.264
61.752
54.686
50.000
85.757
-
-
1.915.000
970.741
546.021
61.752
54.686
3.573.186
(24.986)
-
3.412.443
135.757
-
3.548.200
17.020.043
(24.986)
82.281
16.941.315
135.757
266 17.077.338
211.727
54.187
47.286
-
(1.978)
378
211.727
52.209
47.664
-
-
211.727
52.209
47.664
313.200
-
(1.600)
311.600
-
-
311.600
399.117
208.014
134.090
93.950
344
(28)
(17.541)
-
399.117
180.179
134.062
76.409
28.179
-
-
399.117
208.358
134.062
76.409
835.171
(17.225)
-
789.767
28.179
-
817.946
1.148.371
(17.225)
(1.600)
1.101.367
28.179
-
1.129.546
18.168.414
(42.211)
80.681
18.042.682
(28.636)
163.936
(24.590)
18.014.046
139.346
Bersih
*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal.
**) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.
Lampiran 5/34
266 18.206.884
(266)
(53.492)
- 18.153.392
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas (lanjutan):
2008
Nilai
Perolehan/
Nilai
Nominal*)
Rupiah:
Diperdagangkan
Sertifikat Bank Indonesia
Investasi pada unit-unit reksa dana
Obligasi
Saham
Tersedia untuk dijual
Investasi pada unit-unit reksa dana
Reksadana Syariah
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sertifikat Bank Indonesia Syariah
Obligasi Syariah Perusahaan
Obligasi
Wesel ekspor
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Tersedia untuk dijual
Wesel ekspor
Floating rate notes
Obligasi
Dimiliki hingga jatuh tempo
Wesel ekspor
Obligasi
Treasury bills
Floating rate notes
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
(Diskonto)/ Keuntungan/
Premi
(Kerugian)
yang Belum yang Belum
Diamortisasi Direalisasi
Lancar
Nilai Wajar/Nilai Buku**)
Kurang
Lancar
Macet
Jumlah
19.903.800
362.396
62.280
216
-
91.640
633
(2.590)
(110)
19.995.440
363.029
59.391
106
-
- 19.995.440
363.029
299
59.690
106
20.328.692
-
89.573
20.417.966
-
299 20.418.265
27.987
8.000
-
(3.270)
765
24.717
8.765
-
-
24.717
8.765
35.987
-
(2.505)
33.482
-
-
33.482
-
1.305.000
986.121
546.212
170.015
-
-
1.305.000
986.121
546.212
170.015
-
3.007.348
1.305.000
994.262
581.000
170.015
(8.141)
(34.788)
-
3.050.277
(42.929)
-
3.007.348
-
23.414.956
(42.929)
87.068
23.458.796
-
299 23.459.095
202.835
141.404
94.866
-
(32.274)
(14.537)
202.835
109.130
80.329
-
-
202.835
109.130
80.329
439.105
-
(46.811)
392.294
-
-
392.294
361.750
349.764
72.085
32.700
1.376
(42)
(129)
-
356.286
351.140
72.043
32.571
-
5.464
-
361.750
351.140
72.043
32.571
816.299
1.205
-
812.040
-
5.464
817.504
1.255.404
1.205
(46.811)
1.204.334
-
5.464
1.209.798
24.670.360
(41.724)
40.257
24.663.130
(38.283)
-
5.763 24.668.893
(5.763)
(44.046)
24.624.847
-
Bersih
*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal.
**) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.
Lampiran 5/35
- 24.624.847
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007
Nilai
Perolehan/
Nilai
Nominal*)
Rupiah:
Diperdagangkan
Sertifikat Bank Indonesia
Obligasi
Saham
Investasi pada unit-unit reksa dana
Medium-Term Notes
Tersedia untuk dijual
Sertifikat Bank Indonesia Syariah
Obligasi
Investasi pada unit-unit reksa dana
Medium-Term Notes
Reksadana Syariah
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi wajib konversi
Obligasi Syariah Perusahaan
Wesel ekspor
Negotiable Certificates of Deposits
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Diperdagangkan
Obligasi
Tersedia untuk dijual
Wesel ekspor
Floating rate notes
Treasury bills
Obligasi
Promissory notes
Dimiliki hingga jatuh tempo
Wesel ekspor
Obligasi
Floating rate notes
Treasury bills
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
(Diskonto)/ Keuntungan/
Premi
(Kerugian)
yang Belum yang Belum
Diamortisasi Direalisasi
Lancar
Nilai Wajar/Nilai Buku**)
Kurang
Lancar
Macet
Jumlah
22.780.819
252.122
16.782
13.532
3.900
-
73.209
5.247
(1.974)
1.152
-
22.854.028
257.091
14.808
14.684
3.900
-
- 22.854.028
278
257.369
14.808
14.684
3.900
23.067.155
-
77.634
23.144.511
-
278 23.144.789
670.000
439.975
32.843
30.000
6.000
-
1.836
-
670.000
441.811
32.843
30.000
6.000
-
-
670.000
441.811
32.843
30.000
6.000
1.178.818
-
1.836
1.180.654
-
-
1.180.654
-
776.360
283.934
315
-
1.018.809
-
1.018.809
776.360
283.934
315
2.079.418
1.018.809
787.200
283.934
315
(10.840)
-
2.090.258
(10.840)
-
1.060.609
-
1.018.809
26.336.231
(10.840)
79.470
25.385.774
-
1.019.087 26.404.861
-
37.347
-
-
37.347
37.347
-
118.356
66.004
39.108
27.917
16.794
-
(728)
(5)
(636)
1.756
118.356
65.276
39.103
27.281
18.550
-
-
118.356
65.276
39.103
27.281
18.550
268.179
-
387
268.566
-
-
268.566
1.309.000
206.646
103.323
99.300
2.335
(2)
(326)
-
1.249.385
208.981
103.321
98.974
7.403
-
52.212
-
1.309.000
208.981
103.321
98.974
1.718.269
2.007
-
1.660.661
7.403
52.212
1.720.276
2.023.795
2.007
387
1.966.574
7.403
52.212
2.026.189
28.360.026
(8.833)
27.352.348
(42.088)
7.403
(1.110)
27.310.260
6.293
79.857
Bersih
*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal.
**) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.
Lampiran 5/36
1.071.299 28.431.050
(1.071.299) (1.114.497)
- 27.316.553
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
c. Berdasarkan Sisa Umur Hingga Jatuh Tempo:
2009
2008
2007
Rupiah:
Tidak mempunyai kontrak jatuh tempo
< 1 tahun
> 1 < 5 tahun
> 5 < 10 tahun
188.712
15.311.068
1.350.050
170.213
398.599
21.670.357
843.722
502.278
69.472
25.008.786
856.687
401.286
Jumlah Rupiah
17.020.043
23.414.956
26.336.231
886.427
120.708
141.236
723.870
455.249
76.285
1.704.920
281.528
37.347
1.148.371
1.255.404
2.023.795
18.168.414
24.670.360
28.360.026
Mata uang asing:
< 1 tahun
> 1 < 5 tahun
> 5 < 10 tahun
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Diskonto yang belum diamortisasi
Keuntungan yang belum direalisasi dari
kenaikan nilai efek-efek
Penyisihan penghapusan
(42.211)
(41.724)
(8.833)
80.681
(53.492)
40.257
(44.046)
79.857
(1.114.497)
18.153.392
24.624.847
27.316.553
d. Berdasarkan Golongan Penerbit:
2009
2008
2007
Pemerintah dan Bank Indonesia
Perusahaan lain
Bank
15.252.972
2.052.685
862.757
21.372.525
2.439.364
858.471
23.755.813
2.696.719
1.907.494
Jumlah
Dikurangi:
Diskonto yang belum diamortisasi
Keuntungan yang belum direalisasi dari
kenaikan nilai efek-efek
Penyisihan penghapusan
18.168.414
24.670.360
28.360.026
(42.211)
(41.724)
(8.833)
80.681
(53.492)
40.257
(44.046)
79.857
(1.114.497)
18.153.392
Lampiran 5/37
24.624.847
27.316.553
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
e. Rincian Obligasi Berdasarkan Peringkat:
Peringkat*)
Lembaga
Pemeringkat
Rupiah
Diperdagangkan
Obligasi
PT Sarana Multigriya
Finansial
Tersedia untuk dijual
Reksadana Syariah
Obligasi
PT Indosat
(Persero) Tbk.
PT Indofood Sukses
Makmur Tbk.
Lain-lain
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Obligasi Syariah
Perusahaan
Pefindo
Fitch Ratings
Indonesia
2009
Nilai Wajar/Nilai Buku**)
2008
2007
***)
idD – idAA+ idD – idAA+
AA(Idn)
-
-
2009
2008
2007
1.615.969
59.690
257.369
49.750
-
-
1.665.719
59.690
257.369
9.854
8.765
6.000
-
-
-
-
Pefindo
-
-
idAA+
-
-
180.298
Pefindo
-
-
-
-
149.940
Pefindo
-
-
idAA+
idA –
idAA+
-
-
111.573
9.854
8.765
447.811
Beragam
idBB –
idAA+
****)
Baa3.id –
idAA+
idBBB- –
idAA+
970.741
986.121
776.360
Obligasi
PT Indosat
(Persero) Tbk.
PT Indofood Sukses
Makmur Tbk.
Pefindo
idAA+
idAA+
-
218.410
215.822
-
Pefindo
187.356
181.500
-
Pefindo
-
idAA+
idA –
idAA+
-
-
Lain-lain
Obligasi wajib konversi
idAA+
idBB –
idAA- ****)
-
-
140.255
-
148.890
-
1.018.809
1.516.762
1.532.333
1.795.169
3.192.335
1.600.788
2.500.349
-
-
37.347
47.664
80.329
27.281
208.358
351.140
208.981
256.022
431.469
273.609
Jumlah Rupiah
Mata uang asing
Diperdagangkan
Obligasi
Beragam
-
-
BB-
Tersedia untuk dijual
Obligasi
Beragam
A-
BBB+ –
A-
Baa1 –
A2
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Obligasi
Beragam
BB- – A
Ba3 –
AA-
Ba3
Jumlah mata uang asing
*)
Informasi peringkat obligasi diperoleh dari Bloomberg yang mencakup peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat seperti
Pemeringkat Efek Indonesia, Standard and Poor’s, Moody’s dan Fitch Ratings.
**)
Efek-efek dengan kategor i dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.
***)
Pada tanggal 31 Desember 2009, obligasi dengan kategori diperdagangkan terutama terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara yang
tidak memiliki peringkat.
****) Termasuk didalamnya, obligasi PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. yang pada tanggal 14 Januari 2010 diperingkat kembali menjadi
idCCC oleh Pefindo.
Lampiran 5/38
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
EFEK-EFEK (lanjutan)
f. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009
Rupiah
Mata uang asing
7,12%
5,05%
2008
10,01%
10,38%
2007
7,76%
8,73%
g. Mutasi Penyisihan Penghapusan Efek-efek:
2009
Saldo awal tahun
Pembalikan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Penghapusbukuan (write - off)
Penerimaan kembali efek-efek yang telah dihapusbukukan
Lain-lain*)
Saldo akhir tahun
2008
2007
44.046
(39.295)
50.940
(2.199)
1.114.497
(58.416)
(1.018.809)
6.774
1.145.838
(22.773)
(8.568)
53.492
44.046
1.114.497
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan efek-efek yang dibentuk telah
memadai.
Berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 10/177/DpG/DPNP tanggal 9 Oktober 2008 perihal
Penetapan Nilai Wajar dan Reklasifikasi Surat Utang Negara (SUN), pada tanggal 19 Desember
2008 Bank telah melakukan reklasifikasi Efek-efek Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual
dengan nilai nominal masing masing sebesar Rp147.000 dan Rp434.000 ke Efek-efek Dimiliki
Hingga Jatuh Tempo. Nilai wajar Efek -efek Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual sebelum
reklasifikasi masing-masing sebesar Rp142.772 dan Rp433.975 dan nilai wajar Efek-efek
Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual pada tanggal reklasifikasi masing-masing sebesar
Rp138.210 dan Rp407.590. Kerugian yang belum direalisasi atas Efek-efek Tersedia Untuk Dijual
yang direklasifikasi dicatat sebagai bagian dari kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek dan
Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual - setelah dikurangi pajak tangguhan di ekuitas dan
diamortisasi ke laporan laba rugi konsolidasian sampai dengan tanggal jatuh tempo efek-efek
tersebut.
7.
OBLIGASI PEMERINTAH
Akun ini terdiri dari obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang diperoleh Bank Mandiri dari pasar
primer dan sekunder pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dengan rincian sebagai
berikut:
2009
Diperdagangkan, nilai wajar
Tersedia untuk dijual, nilai wajar
Dimiliki hingga jatuh tempo, nilai buku
Lampiran 5/39
2008
2007
430.198
25.915.611
62.787.131
43.748
26.244.185
61.971.106
972.392
27.294.443
61.199.482
89.132.940
88.259.039
89.466.317
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
a. Berdasarkan Jatuh Tempo
Berdasarkan jatuh temponya, Obligasi Pemerintah adalah sebagai berikut:
2009
Rupiah
Diperdagangkan:
Kurang dari 1 tahun
1 - 5 tahun
5 - 10 tahun
Lebih dari 10 tahun
Tersedia untuk dijual:
Kurang dari 1 tahun
1 - 5 tahun
5 - 10 tahun
Lebih dari 10 tahun
Dimiliki hingga jatuh tempo:
Kurang dari 1 tahun
1 - 5 tahun
5 - 10 tahun
Lebih dari 10 tahun
Jumlah Rupiah
Mata uang asing
Diperdagangkan:
5 - 10 tahun
Lebih dari 10 tahun
Tersedia untuk dijual:
5 - 10 tahun
Lebih dari 10 tahun
Dimiliki hingga jatuh tempo:
1 - 5 tahun
5 - 10 tahun
Jumlah mata uang asing
Lampiran 5/40
2008
2007
371.336
58.862
-
4.950
38.798
-
9.280
272.954
261.452
409.943
430.198
43.748
953.629
650.683
19.696.001
5.537.544
643.223
14.562.198
10.946.419
739.520
348.686
13.366.139
12.761.785
25.884.228
26.151.840
27.216.130
1.366.067
576.453
40.520.202
20.152.786
5.334
1.515.61 4
36.684.355
23.642.622
1.350.000
25.810.000
33.934.598
62.615.508
61.847.925
61.094.598
88.929.934
88.043.513
89.264.357
-
-
9.792
8.971
-
-
18.763
31.383
-
47.723
44.622
49.321
28.992
31.383
92.345
78.313
152.849
18.774
123.181
104.884
171.623
123.181
104.884
203.006
215.526
201.960
89.132.940
88.259.039
89.466.317
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis
2009
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Nilai wajar
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
Rupiah
Diperdagangkan
Obligasi suku
bunga tetap
432.289
9,28% 12,00%
430.198
20/02/2010 15/09/2013
1 bulan
339.096
9,00% 14,28%
374.099
15/03/2013 15/09/2018
6 bulan
25.510.129
25/06/2011 25/07/2020
3 bulan
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
25.831.044
SBI 3 bulan
26.170.140
25.884.228
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
2.870.910
9,00% 15,58%
15/03/2010 15/05/2037
1 dan 6 bulan
59.744.598
SBI 3 bulan
25/12/2014 25/07/2020
3 bulan
Nilai buku
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
62.615.508
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Nilai wajar
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
15/01/2016 9/03/2017
6 bulan
Mata uang asing
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
28.245
6,88% 7,50%
31.383
Nilai buku
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
171.623
6,75% 10,38%
04/05/2014 09/03/2017
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
Lampiran 5/41
6 bulan
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis (lanjutan)
2008
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Nilai wajar
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
Rupiah
Diperdagangkan
Obligasi suku
bunga tetap
44.130
9,28% 13,40%
43.748
09/08/2009 15/09/2013
6 bulan
461.466
9,00% 14,28%
460.795
12/03/2012 15/11/2020
6 bulan
25.691.045
25/06/2011 25/07/2020
3 bulan
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
25.839.044
SBI 3 bulan
26.300.510
26.151.840
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
2.103.327
9,00% 15,58%
15/06/2009 15/05/2037
6 bulan
59.744.598
SBI 3 bulan
25/12/2014 25/07/2020
3 bulan
Nilai buku
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
61.847.925
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Nilai wajar
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
10/03/2014 17/01/2038
6 bulan
Mata uang asing
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
109.000
Nilai buku
6,63% 8,50%
92.345
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
6,78% 6,88%
03/10/2014 09/03/2017
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
123.181
Lampiran 5/42
6 bulan
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
b. Berdasarkan Jenis (lanjutan)
2007
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
28/11/2008 15/09/2025
6 bulan
25/06/2011
3 bulan
674.430
15/11/2010 15/02/2028
6 bulan
26.541.700
25/01/2008 25/07/2020
3 bulan
Nilai wajar
Rupiah
Diperdagangkan
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
896.832
10.000
9,00% 14,28%
943.603
SBI 3 bulan
10.026
906.832
953.629
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
613.617
26.577.428
9,50% 15,58%
SBI 3 bulan
27.191.045
27.216.130
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
1.350.000
13,15%
15/03/2010
6 bulan
59.744.598
SBI 3 bulan
25/12/2014 25/07/2020
3 bulan
Nilai buku
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
Obligasi suku bunga
mengambang
61.094.598
Tingkat
suku bunga
per tahun
Nominal
Nilai wajar
Tanggal
jatuh tempo
Frekuensi
pembayaran bunga
Mata uang asing
Diperdagangkan
Obligasi suku
bunga tetap
18.786
6,63% 6,88%
18.763
09/03/2017 17/02/2037
6 bulan
75.144
6,63% 8,50%
78.313
20/04/2014 17/02/2037
6 bulan
Tersedia untuk dijual
Obligasi suku
bunga tetap
Nilai buku
Tingkat suku
bunga per tahun
Tanggal
jatuh tempo
6,75% 6,88%
03/10/2014 09/03/2017
Frekuensi
pembayaran bunga
Dimiliki hingga jatuh tempo
Obligasi suku
bunga tetap
104.884
Lampiran 5/43
6 bulan
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
c. Informasi Lain
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Obligasi Pemerintah dengan jumlah nilai
nominal sebesar Rp355.652, Rp876.539 dan Rp2.992.039 telah dijual kepada pihak ketiga
dengan janji untuk dibeli kembali (Catatan 23).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 Obligasi Pemerintah dengan jumlah nominal sebesar
Rp3.967.500 dijaminkan untuk fasilitas pinjaman yang diterima dari bank lain (Catatan 26d).
Berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 10/177/DpG/DPNP tanggal 9 Oktober 2008 perihal
Penetapan Nilai Wajar dan Reklasifikasi Surat Utang Negara (SUN), pada tanggal 19 Desember
2008 Bank Mandiri telah melakukan reklasifikasi Obligasi Pemerintah Diperdagangkan dan
Tersedia untuk Dijual dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp116.813 dan Rp402.589 ke
Obligasi Pemerintah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo. Nilai wajar Obligasi Pemerintah
Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual sebelum reklasifikasi masing-masing sebesar
Rp100.720 dan Rp425.111 dan nilai wajar Obligasi Pemerintah Diperdagangkan dan Tersedia
untuk Dijual pada tanggal reklasifikasi masing-masing sebesar Rp99.648 dan Rp376.737.
Kerugian yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah yang dipindahkan dicatat sebagai
bagian dari kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang
Tersedia untuk Dijual - setelah dikurangi pajak tangguhan di ekuitas dan diamortisasi ke laporan
laba rugi konsolidasian sampai dengan tanggal jatuh tempo Obligasi Pemerintah tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2007, kepemilikan Obligasi Pemerintah dengan nilai nominal sebesar
Rp1.926.843 secara legal telah dialihkan kepada bank counterpart berkaitan dengan transaksi
Callable Parallel Deposits (Catatan 22) dan Callable Zero Coupon Deposits. Oleh karena secara
substansi risiko signifikan dan manfaat kepemilikan Obligasi Pemerintah tersebut belum dialihkan
kepada bank counterpart, Bank masih mengakui Obligasi Pemerintah tersebut dalam neraca
konsolidasian.
Bank melakukan dua transaksi Callable Zero Coupon Deposits dengan bank counterpart yang
berkaitan dengan kontrak pengalihan Obligasi Pemerintah. Kontrak dimulai pada saat Bank
melakukan pengalihan Obligasi Pemerintah kepada bank counterpart dan menerima dana hasil
pengalihan tersebut dalam Rupiah. Sebagian dari dana hasil pengalihan tersebut sejumlah
Rp974.666 ditempatkan kembali ke bank counterpart dalam bentuk Callable Zero Coupon
Deposits.
Ringkasan dari kontrak callable zero coupon deposits adalah sebagai berikut:
Deposito
Rupiah
Rupiah
Tanggal
Efektif
29 Juli 2004
8 April 2005
Tanggal Jatuh
Tempo
20 Juni 2013
20 Desember 2013
Nilai Deposito
Awal
359.666
615.000
Nilai Deposito
Akhir
1.000.000
1.514.470
Suku Bunga
Efektif
12,18%
10,90%
Dana yang ditempatkan sebagai callable zero coupon deposit berasal dari sebagian dana yang
diterima dari pengalihan Obligasi Pemerintah ke bank counterpart.
Bunga deposito tersebut di atas sama dengan yield dari Obligasi Pemerintah pada saat dialihkan
ke bank counterpart.
Perjanjian memberikan hak opsi kepada bank counterpart untuk memutuskan lebih awal
perjanjian dengan menghentikan/menarik deposito Rupiah pada setiap tanggal redemption setiap
tahunnya.
Lampiran 5/44
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.
OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan)
c. Informasi Lain (lanjutan)
Berdasarkan perjanjian, bank counterpart dapat memutuskan perjanjian pada saat terjadinya
Unwind Events yaitu apabila Bank gagal membayar setiap penambahan (top up) deposito Rupiah
yang diharuskan dalam perjanjian. Apabila bank counterpart menggunakan haknya untuk
melakukan penghentian transaksi lebih awal akibat terjadinya Unwind Events, Bank diharuskan
membayar Unwind Cost kepada bank counterpart seperti yang ditentukan kemudian oleh bank
counterpart. Selain itu bank counterpart memiliki hak untuk melakukan penghentian transaksi
lebih awal jika bank counterpart memandang bahwa penerimaan dana dalam bentuk callable zero
coupon deposits tersebut memiliki bunga yang lebih tinggi dari bunga pasar.
Pada tanggal 29 Mei 2007, bank counterpart telah memutuskan lebih awal kontrak callable zero
coupon deposits dengan nilai deposito awal sebesar Rp359.666 dan memberikan dana tunai
sebagai penyelesaian atas transaksi tersebut pada tanggal 20 Juni 2007.
Pada tanggal 26 Juni 2007, bank counterpart telah memutuskan lebih awal kontrak callable zero
coupon deposits dengan nilai deposito awal sebesar Rp615.000 dan memberikan dana tunai
sebagai penyelesaian atas transaksi tersebut pada tanggal 21 Desember 2007.
8.
TAGIHAN LAINNYA - TRANSAKSI PERDAGANGAN
a. Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
2009
2008
Rupiah:
Pihak ketiga
Usance L/C Payable at Sight
Lain-lain
1.878.785
153.764
1.887.985
175.347
876.539
189.052
Jumlah Rupiah
2.032.549
2.063.332
1.065.591
997.481
960.894
1.616.647
991.203
922.818
879.865
Jumlah mata uang asing
1.958.375
2.607.850
1.802.683
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
3.990.924
(844.781)
4.671.182
(1.158.049)
2.868.274
(839.732)
3.146.143
3.513.133
2.028.542
Mata uang asing:
Pihak ketiga
Usance L/C Payable at Sight
Lain-lain
2007
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 tidak terdapat tagihan lainnya - transaksi
perdagangan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
b. Berdasarkan Kolektibilitas:
2009
2008
2007
Lancar
Dalam perhatian khusus
Kurang lancar
Macet
2.836.699
355.594
798.631
3.080.245
477.404
12.309
1.101.224
1.617.981
445.518
6.283
798.492
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
3.990.924
(844.781)
4.671.182
(1.158.049)
2.868.274
(839.732)
3.146.143
3.513.133
2.028.542
Lampiran 5/45
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.
TAGIHAN LAINNYA - TRANSAKSI PERDAGANGAN (lanjutan)
c. Berdasarkan Jatuh Tempo:
2009
Rupiah:
Kurang dari 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
Lebih dari 12 bulan
2008
2007
491.755
914.964
479.886
145.944
518.571
912.041
486.776
145.944
440.254
416.551
208.786
-
2.032.549
2.063.332
1.065.591
278.471
552.704
286.613
187.900
652.687
747.496
766.511
328.155
765.688
1.047.396
397.855
357.432
-
Jumlah mata uang asing
1.958.375
2.607.850
1.802.683
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
3.990.924
(844.781)
4.671.182
(1.158.049)
2.868.274
(839.732)
3.146.143
3.513.133
2.028.542
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Kurang dari 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
Lebih dari 12 bulan
d. Mutasi Penyisihan Penghapusan Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan:
2009
Saldo awal tahun
(Pembalikan)/penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Lain-lain *)
2008
1.158.049
(181.181)
(132.087)
Saldo akhir tahun
844.781
2007
839.732
196.581
121.736
1.158.049
812.247
(5.527)
33.012
839.732
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan tagihan lainnya - transaksi
perdagangan telah memadai.
9.
EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
a. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
2009
Jenis Efek
Tanggal
Dimulai
Tanggal
Jatuh Tempo
Nilai Jual
Kembali
Pendapatan
Bunga Belum
Direalisasi
Nilai
Bersih
Rupiah
SPN
Obligasi VR0020
Obligasi VR0029
SPN
SPN
Obligasi VR0031
Obligasi VR0031
Obligasi VR0029
Obligasi VR0028
Obligasi VR0029
Obligasi VR0029
Obligasi VR0029
Saham
Obligasi VR0031
SPN
17/12/2009
19/11/2009
21/12/2009
11/12/2009
11/12/2009
15/10/2009
21/10/2009
07/07/2009
07/07/2009
28/12/2009
21/10/2009
10/09/2009
16/12/2009
15/10/2009
17/12/2009
08/01/2010
19/02/2010
22/03/2010
04/01/2010
04/01/2010
15/01/2010
21/01/2010
21/01/2010
21/01/2010
29/03/2010
21/01/2010
10/03/2010
26/02/2010
15/01/2010
08/01/2010
Jumlah
Penyisihan penghapusan
Bersih
854.530
511.664
509.436
487.434
451.940
413.495
335.444
318.470
208.612
203.573
175.441
176.255
125.000
100.066
94.948
4.966.308
1.068
5.018
7.889
261
242
1.159
1.505
1.421
931
3.416
787
2.468
3.714
281
119
30.279
853.462
506.646
501.547
487.173
451.698
412.336
333.939
317.049
207.681
200.157
174.654
173.787
121.286
99.785
94.829
4.936.029
(30.488)
4.905.541
Lampiran 5/46
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
a. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (lanjutan)
2008
Jenis Efek
Tanggal
Dimulai
Tanggal
Jatuh Tempo
Nilai Jual
Kembali
Pendapatan
Bunga Belum
Direalisasi
Nilai
Bersih
Rupiah
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
Saham
05/09/2008
25/08/2008
25/09/2008
19/12/2008
15/07/2008
05/09/2008
20/11/2008
25/11/2008
05/09/2009
25/02/2009
25/03/2009
19/01/2009
12/01/2009
05/09/2009
20/01/2009
23/01/2009
Jumlah
Penyisihan penghapusan
178.896
148.800
109.553
101.722
54.651
59.632
25.974
25.942
705.170
19.634
4.200
4.433
1.055
308
6.545
974
942
38.091
Bersih
159.262
144.600
105.120
100.667
54.343
53.087
25.000
25.000
667.079
(47.987)
619.092
2007
Jenis Efek
Tanggal
Dimulai
Tanggal
Jatuh Tempo
Nilai Jual
Kembali
Pendapatan
Bunga Belum
Direalisasi
Nilai
Bersih
Rupiah
Obligasi FR0045
Obligasi FR0042
Obligasi FR0040,
FR0043, dan
FR0047
Obligasi FR0040
Obligasi FR0044
Obligasi FR0034
Saham
Saham
Saham
Saham
Obligasi FR0043
Obligasi FR0044
Obligasi FR0034
Obligasi FR0040
Saham
Saham
Obligasi FR0028
Obligasi FR0025
Obligasi FR0026
Obligasi FR0024
28/11/2007
28/11/2007
10/01/2008
03/01/2008
443.363
373.148
933
175
28/12/2007
28/12/2007
28/11/2007
27/12/2007
26/03/2007
23/10/2007
23/10/2007
18/12/2007
28/11/2007
28/12/2007
28/11/2007
28/11/2007
27/03/2007
07/12/2007
28/11/2007
13/12/2007
13/12/2007
13/12/2007
14/01/2008
17/01/2008
07/01/2008
17/01/2008
26/03/2008
21/04/2008
21/04/2008
31/03/2008
03/01/2008
17/01/2008
07/01/2008
07/01/2008
27/03/2008
27/03/2008
10/01/2008
14/01/2008
14/01/2008
14/01/2008
298.006
272.408
269.428
253.526
171.350
163.952
163.952
152.859
137.431
130.867
122.614
117.607
114.233
105.627
62.420
3.336
3.040
2.034
3.361.201
151
814
378
758
5.017
8.633
8.633
2.502
64
391
172
165
3.383
4.410
131
15
14
9
36.748
Jumlah
Penyisihan penghapusan
Bersih
442.430
372.973
297.855
271.594
269.050
252.768
166.333
155.319
155.319
150.357
137.367
130.476
122.442
117.442
110.850
101.217
62.289
3.321
3.026
2.025
3.324.453
(33.600)
3.290.853
Lampiran 5/47
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
b. Berdasarkan Kolektibilitas:
2009
2008
2007
Lancar
Kurang lancar
Macet
4.936.029
-
356.949
260.130
50.000
3.324.453
-
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
4.936.029
(30.488)
667.079
(47.987)
3.324.453
(33.600)
4.905.541
619.092
3.290.853
c. Mutasi Penyisihan Penghapusan Efek-efek yang Dibeli Dengan Janji Dijual Kembali:
2009
Saldo awal tahun
(Pembalikan)/penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Lain-lain *)
2008
2007
47.987
(2.043)
(15.456)
33.600
14.387
-
8.600
25.000
-
30.488
47.987
33.600
Saldo akhir tahun
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali telah memadai.
10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF
Ikhtisar transaksi derivatif pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:
Transaksi
Pihak ketiga
Terkait Nilai Tukar
1. Kontrak berjangka - beli
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
2. Kontrak berjangka - jual
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
3. Swap - beli
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
4. Swap - jual
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
Terkait Suku Bunga
1. Swap - suku bunga
Lain-lain
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
Nilai Wajar
(Catatan 2l)
Nilai Kontrak
1.044.763
1.434
Tagihan
Derivatif
(20.688)
(50)
Kewajiban
Derivatif
509
-
21.197
50
75.673
94.799
793
30
793
253
223
2.021.823
182.029
(5.568)
1.705
5.447
1.794
11.015
89
3.768.249
41.980
167.494
(609)
167.495
-
1
609
-
(8.427)
Lampiran 5/48
176.291
(1.765)
8.427
41.611
-
174.526
41.611
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF (lanjutan)
Ikhtisar transaksi derivatif pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut:
Transaksi
Pihak ketiga
Terkait Nilai Tukar
1. Kontrak berjangka - beli
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
2. Kontrak berjangka - jual
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
3. Swap - beli
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
4. Swap - jual
Dolar Amerika Serikat
Terkait Suku Bunga
1. Swap - suku bunga
Lain-lain
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
Nilai Wajar
(Catatan 2l)
Nilai Kontrak
Tagihan
Derivatif
Kewajiban
Derivatif
439.976
53.415
(26.092)
(8.471)
3.669
-
29.761
8.471
403.187
5.729
59.428
(643)
59.428
-
643
2.005.676
156.206
100.643
24.703
119.321
24.703
18.678
-
4.369.050
28.223
121.783
93.560
-
21.868
31.433
360.337
(6.313)
9.565
160.678
-
354.024
160.678
Ikhtisar transaksi derivatif pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut:
Transaksi
Pihak ketiga
Terk ait Nilai Tukar
1. Kontrak berjangka - beli
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
2. Kontrak berjangka - jual
Dolar Amerika Serikat
3. Swap - beli
Dolar Amerika Serikat
4. Swap - jual
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
5. Option Buy
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
6. Option Sell
Dolar Amerika Serikat
Lain - lain
Terkait Suku Bunga
1. Swap-suku bunga
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
Nilai Wajar
(Catatan 2l)
Nilai Kontrak
Tagihan
Derivatif
Kewajiban
Derivatif
1.608.343
10.515
997
97
3.919
97
2.922
-
111.639
225
477
252
1.185.249
383
2.548
2.165
4.001.795
81.410
320.727
(1.069)
332.162
-
11.435
1.069
-
70
1.178
70
1.178
-
-
(163)
(2.047)
-
163
2.047
-
(5.008)
(9.287)
340.451
(3.800)
5.008
9.287
34.348
-
336.651
34.348
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 tidak terdapat transaksi derivatif dengan pihak
yang mempunyai hubungan istimewa.
Lampiran 5/49
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF (lanjutan)
Swap Suku Bunga (Interest Rate Swap)
Pada tanggal 17 April 2003, Bank Mandiri menandatangani perjanjian swap suku bunga dengan
bank-bank counterpart dengan nilai nominal masing-masing sebesar USD125.000.000 (nilai penuh)
dan USD175.000.000 (nilai penuh). Transaksi yang mendasari perjanjian ini adalah penerbitan
Medium-Term Notes (MTN) dengan nilai nominal sebesar USD300.000.000 (nilai penuh) pada bulan
April 2003 (Catatan 25). Berdasarkan transaksi ini, Bank menerima pembayaran dengan bunga tetap
enam bulanan sebesar 7,00% per tahun dan membayar kepada masing-masing bank counterpart
dengan suku bunga mengam bang sebesar LIBOR 6 bulan + 3,37% per tahun hingga tanggal jatuh
tempo MTN pada tanggal 22 April 2008. Suku bunga LIBOR 6 bulan tersebut ditentukan pada akhir
periode bunga (in arrears). Kedua transaksi tersebut dianggap sebagai transaksi lindung nilai untuk
tujuan akuntansi.
Latar belakang dan tujuan dari penerbitan instrumen lindung nilai ini adalah untuk pengelolaan risiko
suku bunga, dimana posisi positif interest rate gap dalam mata uang asing Bank Mandiri berisiko
terhadap tren penurunan tingkat suku bunga yang diprediksikan pada waktu itu tetap berlangsung
dalam rentang waktu 5 (lima) tahun ke depan. Bank memutuskan untuk mengkonversi biaya bunga
tetap dari MTN menjadi biaya bunga mengambang agar risiko penurunan pendapatan bunga bersih
dapat diminimalkan.
MTN tersebut di atas telah lunas pada tanggal 22 April 2008.
Swap Mata Uang (Cross Currency Swap)
Bank Mandiri telah menandatangani beberapa kontrak swap mata uang (cross currency swap) yang
berkaitan dengan kontrak efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) dengan beberapa bank
counterpart. Kontrak dimulai pada saat Bank Mandiri menjual Obligasi Pemerintah kepada bank
counterpart dan menerima dana dalam Rupiah. Dana tersebut kemudian digunakan untuk
menyelesaikan transaksi spot dari kontrak swap mata uang dan Bank Mandiri akan menerima dana
dalam Dolar Amerika Serikat. Pada tanggal jatuh tempo, Bank Mandiri akan menerima dana Rupiah
dan membayar dana dalam Dolar Amerika Serikat kepada bank counterpart. Selanjutnya, Bank
Mandiri berkewajiban untuk menggunakan dana Rupiah tersebut untuk membeli kembali Obligasi
Pemerintah yang telah dijual sebelumnya kepada bank-bank counterpart (Catatan 7 dan 23).
Ringkasan dari kontrak swap mata uang tersebut adalah sebagai berikut:
Tanggal Efektif
Tanggal
Jatuh Tempo
Jenis
Transaksi
Pembelian
(Nilai Penuh)
Penjualan
(Nilai Penuh)
3 November 2004
3 November 2009
Spot
Forward
USD25 juta
Rp285.060 juta
Rp285.060 juta
USD25 juta
4 November 2004
4 November 2009
Spot
Forward
USD25 juta
Rp284.062 juta
Rp284.062 juta
USD25 juta
18 Mei 2005
18 Mei 2010
Spot
Forward
USD25 juta
Rp316.356 juta
Rp316.356 juta
USD25 juta
Bank Mandiri telah menyelesaikan kontrak swap mata uang dan kontrak efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali terkait pada tanggal jatuh tempo 3 November 2009 dan 4 November 2009 dengan
bank-bank counterpart.
Lampiran 5/50
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, kolektibilitas tagihan derivatif adalah sebagai
berikut:
2009
Lancar
Dalam Perhatian Khusus
2008
2007
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
176.235
56
176.291
(1.765)
360.337
360.337
(6.313)
340.451
340.451
(3.800)
Saldo akhir tahun
174.526
354.024
336.651
Mutasi penyisihan penghapusan tagihan derivatif adalah sebagai berikut:
2009
Saldo awal tahun
(Pembalikan)/penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Lain -lain *)
Saldo akhir tahun
2008
2007
6.313
(4.696)
148
3.800
2.501
12
4.260
(467)
7
1.765
6.313
3.800
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan tagihan derivatif telah memadai.
11. KREDIT YANG DIBERIKAN
A. Kredit yang diberikan terdiri atas:
a. Berdasarkan Jenis Mata Uang, Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan Pihak Ketiga:
2009
2008
2007
Rupiah:
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 48a)
Pihak ketiga
153.940
165.538.201
119.324
135.117.712
235.021
96.494.562
Jumlah Rupiah
165.692.141
135.237.036
96.729.583
Mata uang asing:
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 48a)
Pihak ketiga
484.117
30.949.971
521.939
38.740.459
548.057
41.275.912
Jumlah mata uang asing
31.434.088
39.262.398
41.823.969
197.126.229
197.126.229
(12.435.525)
174.499.434
(1.334)
174.498.100
(11.860.312)
138.553.552
(23.472)
138.530.080
(13.041.696)
184.690.704
162.637.788
125.488.384
Jumlah
Dikurangi: Pendapatan ditangguhkan
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
Lampiran 5/51
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
b. Berdasarkan Jenis dan Kolektibilitas:
2009
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Rupiah:
Modal kerja
Investasi
Konsumen
Sindikasi
Karyawan
Program Pemerintah
Ekspor
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Modal kerja
Investasi
Sindikasi
Program Pemerintah
Konsumen
Ekspor
Karyawan
Lain-lain
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
69.901.816
48.660.672
28.555.612
1.463.417
1.253.940
377.774
163.017
5.279.011
2.420.311
2.736.674
1.167.611
2.837
13.389
-
565.643
149.859
90.717
98
1.373
-
223.668
162.450
125.337
52
159
-
1.504.759
441.128
421.167
4.794
4.856
-
150.376.248
11.619.833
807.690
511.666
2.376.704 165.692.141
9.125.168
7.919.492
3.774.569
107.542
49.097
29.694
238
769.498
4.432.179
2.385.037
164.404
3.428
169.119
37.378
27.730
370.524
32.847
-
1.109.818
648.474
271.219
6.633
15.075.067
10.953.003
4.243.039
107.542
52.525
29.694
238
972.980
21.775.298
7.154.167
65.108
403.371
2.036.144
31.434.088
172.151.546
18.774.000
872.798
915.037
4.412.848 197.126.229
(5.107.798)
(345.314)
(641.536)
(4.399.313) (12.435.525)
13.666.202
527.484
273.501
(1.941.564)
170.209.982
Lampiran 5/52
77.474.897
51.834.420
31.929.507
2.631.028
1.261.721
397.551
163.017
13.535 184.690.704
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
b. Berdasarkan Jenis dan Kolektibilitas (lanjutan):
2008
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Rupiah:
Modal kerja
Investasi
Konsumen
Program Pemerintah
Karyawan
Sindikasi
Ekspor
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Modal kerja
Investasi
Sindikasi
Karyawan
Program Pemerintah
Konsumen
Ekspor
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Pendapatan ditangguhkan
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
68.830.786
31.963.712
16.785.205
2.007.093
1.349.970
349.827
124.619
3.815.028
3.090.153
2.080.749
181.286
4.236
-
629.107
35.046
61.528
14.548
23
-
274.538
122.145
55.344
23.227
103
-
2.199.727
898.835
326.703
8.522
4.976
-
121.411.212
9.171.452
740.252
475.357
3.438.763 135.237.036
10.919.472
11.909.409
2.827.106
1.987.782
168.735
27.207
536
4.647.422
2.073.859
18.893
6.463
1.275
-
280.537
81.620
46.641
-
60.780
42.193
-
2.402.336
1.487.120
272.500
512
-
18.310.547
15.552.008
3.160.692
2.041.398
168.735
28.482
536
27.840.247
6.747.912
408.798
102.973
4.162.468
39.262.398
149.251.459
15.919.364
1.149.050
578.330
7.601.231 174.499.434
149.251.459
(1.334)
15.918.030
1.149.050
578.330
(1.334)
7.601.231 174.498.100
(1.593.604)
(2.796.702)
(307.510)
(448.414)
(6.714.082) (11.860.312)
13.121.328
841.540
129.916
147.657.855
Lampiran 5/53
75.749.186
36.109.891
19.309.529
2.234.676
1.359.308
349.827
124.619
887.149 162.637.788
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
b. Berdasarkan Jenis dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
Rupiah:
Modal kerja
Investasi
Konsumen
Ekspor
Program Pemerintah
Karyawan
Sindikasi
45.495.670
17.205.052
14.259.902
1.877.506
1.421.302
1.347.111
87.193
3.744.579
2.626.582
2.008.299
93.720
254.652
3.710
238.070
852.535
95.397
78.619
7.205
13.476
74
-
247.143
141.657
80.945
1.644
104
-
1.623.923
1.260.488
381.814
143.166
159.015
3.396
975.634
51.963.850
21.329.176
16.809.579
2.121.597
1.850.089
1.354.395
1.300.897
Jumlah Rupiah
81.693.736
8.969.612
1.047.306
471.493
4.547.436
96.729.583
Mata uang asing:
Modal kerja
Investasi
Sindikasi
Ekspor
Program Pemerintah
Konsumen
Karyawan
Lain-lain
13.507.875
9.749.240
2.931.299
1.299.023
130.152
83.178
659
1.259.031
3.892.009
1.972.543
487.036
522.602
1.691
85.758
132.799
62.664
49
100.432
57.044
68.225
123
7.983
1.810.956
2.910.767
43.075
705.594
2.162
19.411.864
14.695.214
3.461.459
2.627.651
130.152
84.992
659
1.411.978
Jumlah mata uang asing
28.960.457
6.961.639
352.988
76.331
5.472.554
41.823.969
110.654.193
15.931.251
1.400.294
547.824
10.019.990 138.553.552
1.400.294
547.824
(23.472)
10.019.990 138.530.080
(240.685)
(9.530.667) (13.041.696)
Jumlah
Dikurangi:
Pendapatan ditangguhkan
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
(1.398)
(22.074)
110.652.795 15.909.177
(1.239.540)
109.413.255
(1.866.006)
14.043.171
(164.798)
1.235.496
Lampiran 5/54
307.139
489.323 125.488.384
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
c. Berdasarkan Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas:
2009
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Rupiah:
Industri
Perdagangan, restoran
dan hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Pertanian
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
Konstruksi
Pertambangan
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Listrik, gas dan air
Lain-lain
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Industri
Pertambangan
Perdagangan, restoran
dan hotel
Konstruksi
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
Jasa-jasa dunia usaha
Pertanian
Listrik, gas dan air
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Lain-lain
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
36.674.433
4.087.495
56.672
50.712
552.381
41.421.693
19.804.061
18.781.041
18.084.023
1.603.084
699.922
758.992
73.104
50.221
25.840
192.075
31.979
28.306
501.058
271.020
163.445
22.173.382
19.834.183
19.060.606
13.618.203
9.666.208
2.571.705
2.171.574
2.219.063
26.785.937
253.226
1.058.602
179.917
113.797
3.702
2.861.096
255.089
22.667
389
27.340
1.028
295.340
1.511
50.132
291
21.670
21
134.969
26.387
356.502
26.319
41.411
2.799
435.382
14.154.416
11.154.111
2.778.621
2.375.792
2.226.613
30.512.724
150.376.248
11.619.833
807.690
511.666
2.376.704 165.692.141
5.188.556
7.123.498
5.670.204
326.786
-
368.959
-
1.366.282
17.702
12.594.001
7.467.986
2.406.982
1.588.972
444.837
185.024
27.730
7.734
1.565
-
379.452
-
3.260.566
1.781.730
1.062.115
1.099.899
1.113.229
872.675
65.787
1.253.585
329.533
73.460
80.496
43.827
29.595
49
-
32.847
774
235.451
36.483
1.422.017
1.335.399
1.186.689
953.171
65.787
1.366.742
21.775.298
7.154.167
65.108
403.371
2.036.144
31.434.088
172.151.546
18.774.000
872.798
915.037
4.412.848 197.126.229
(5.107.798)
(345.314)
(641.536)
(4.399.313) (12.435.525)
13.666.202
527.484
273.501
(1.941.564)
170.209.982
Lampiran 5/55
13.535 184.690.704
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
c. Berdasarkan Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas (lanjutan):
2008
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Rupiah:
Industri
Perdagangan, restoran dan
hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Pertanian
Konstruksi
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Listrik, gas dan air
Pertambangan
Lain-lain
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Industri
Pertambangan
Perdagangan, restoran dan
hotel
Konstruksi
Pertanian
Listrik, gas dan air
Jasa-jasa dunia usaha
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Lain-lain
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Pendapatan ditangguhkan
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
30.588.663
2.401.266
444.528
78.447
1.528.097
35.041.001
15.664.496
16.573.954
12.700.062
9.612.533
1.414.353
637.061
786.569
1.237.896
62.762
61.643
17.242
19.703
112.773
18.756
3.045
12.690
661.534
186.557
125.410
367.310
17.915.918
17.477.971
13.632.328
11.250.132
10.426.185
2.026.496
1.640.298
920.805
21.257.720
196.731
128.282
4.427
15.515
2.349.352
46.016
8.386
27
2.479
77.466
162.609
4.889
8
402
81.738
121.871
9.161
1.110
75.291
362.422
10.953.412
2.177.214
1.645.870
1.014.492
24.128.698
121.411.212
9.171.452
740.252
475.357
8.229.682
7.511.119
5.884.483
147.023
259.431
-
47.540
-
3.213.561
213.054
17.634.697
7.871.196
4.440.697
1.374.750
1.460.770
1.231.524
1.075.660
269.659
97.052
89.752
157.316
5.712
75.183
69.896
57
21.097
-
438.825
20.647
273.168
5.245.461
1.562.345
1.550.522
1.388.840
1.354.597
1.167.296
1.828
1.346.921
25.740
71.175
4.231
34.336
-
3.213
1.227.372
1.828
1.425.540
27.840.247
6.747.912
408.798
102.973
4.162.468
39.262.398
149.251.459
15.919.364
1.149.050
578.330
7.601.231 174.499.434
149.251.459
(1.334)
15.918.030
1.149.050
578.330
(1.334)
7.601.231 174.498.100
(1.593.604)
(2.796.702)
(307.510)
(448.414)
(6.714.082) (11.860.312)
841.540
129.916
147.657.855
13.121.328
Lampiran 5/56
3.438.763 135.237.036
887.149 162.637.788
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
c. Berdasarkan Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007
Dalam
Perhatian
Khusus
Lancar
Rupiah:
Industri
16.548.872
Perdagangan, restoran dan
hotel
12.432.341
Pertanian
8.692.151
Jasa-jasa dunia usaha
8.902.319
Konstruksi
6.924.499
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
5.997.627
Jasa-jasa sosial/masyarakat 1.460.956
Pertambangan
433.075
Listrik, gas dan air
185.356
Lain-lain
20.116.540
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Industri
Pertambangan
Perdagangan, restoran dan
hotel
Pertanian
Listrik, gas dan air
Pengangkutan, pergudangan
dan komunikasi
Konstruksi
Jasa-jasa dunia usaha
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Lain-lain
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi:
Pendapatan ditangguhkan
Jumlah
Dikurangi:
Penyisihan penghapusan
Kurang
Lancar
Diragukan
Macet
Jumlah
2.032.194
751.380
171.498
2.003.585
21.507.529
1.404.263
1.012.794
457.097
1.161.885
95.089
15.632
12.434
77.029
76.201
1.847
5.380
109.907
534.553
375.254
671.262
229.637
14.542.447
10.097.678
10.048.492
8.502.957
587.222
121.956
128.163
1.302
2.062.736
12.379
2.936
81
80.346
916
4.775
18.088
82.881
151.920
13.708
95.566
50.657
421.294
6.750.064
1.604.331
674.973
237.315
22.763.797
81.693.736
8.969.612
1.047.306
471.493
4.547.436
96.729.583
8.468.825
9.087.257
5.961.124
375.881
251.335
-
28.338
37.596
4.247.277
203.090
18.956.899
9.703.824
2.160.438
2.355.570
1.804.566
228.295
38.632
87.082
57.044
42.063
-
9.805
-
247.215
28.829
13.135
2.702.797
2.465.094
1.904.783
1.188.970
995.832
387.597
8.479
2.502.923
29.588
137.372
10.332
93.333
985
211
49
1.301
592
352.246
380.762
1.219.543
1.133.415
750.224
8.479
2.978.911
28.960.457
6.961.639
352.988
76.331
5.472.554
41.823.969
110.654.193
15.931.251
1.400.294
547.824
10.019.990 138.553.552
1.400.294
547.824
(23.472)
10.019.990 138.530.080
(164.798)
(240.685)
(9.530.667) (13.041.696)
1.235.496
307.139
(1.398)
(22.074)
110.652.795 15.909.177
(1.239.540)
109.413.255
(1.866.006)
14.043.171
Lampiran 5/57
489.323 125.488.384
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
A. Kredit yang diberikan terdiri atas (lanjutan):
d. Berdasarkan Jangka Waktu:
2009
Rupiah:
Kurang dari 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
2008
2007
17.721.663
14.721.410
68.759.914
64.489.154
22.104.912
13.519.412
46.282.191
53.330.521
15.611.781
11.259.366
21.726.578
48.131.858
Jumlah Rupiah
Mata uang asing:
Kurang dari 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
165.692.141
135.237.036
96.729.583
12.062.156
938.894
8.381.264
10.051.774
8.752.766
2.552.266
12.384.576
15.572.790
10.054.544
4.416.986
5.292.872
22.059.567
Jumlah mata uang asing
Jumlah
Dikurangi: Pendapatan ditangguhkan
31.434.088
197.126.229
-
39.262.398
174.499.434
(1.334)
41.823.969
138.553.552
(23.472)
Jumlah
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
197.126.229
(12.435.525)
174.498.100
(11.860.312)
138.530.080
(13.041.696)
184.690.704
162.637.788
125.488.384
Rasio kredit bermasalah Bank Mandiri dan Anak Perusahaan secara gross (sebelum dikurangi
penyisihan penghapusan) pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing
adalah 2,79%, 4,73% dan 7,17% (Bank Mandiri saja 2,62%, 4,69% dan 7,33%, masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007), sedangkan rasio kredit bermasalah Bank
Mandiri dan Anak Perusahaan secara neto pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
masing-masing adalah 0,42%, 1,09% dan 1,51% (Bank Mandiri saja 0,32%, 0,97% dan 1,32%
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007).
Perhitungan rasio kredit bermasalah Bank Mandiri dan Anak Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007 sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI)
No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 perihal Laporan Publikasi Triwulanan dan Bulanan
Bank Umum serta laporan tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia sebagaimana telah
diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) No. 7/10/DPNP tanggal 30 Maret 2005,
dihitung atas dasar jumlah kredit tidak termasuk kredit yang diberikan pada bank lain masingmasing sebesar Rp1.629.064, Rp2.199.299 dan Rp1.612.886, dan setelah dikurangi dengan
kerugian restrukturisasi sebesar Rp849.611, Rp1.270.261 dan Rp2.615.803.
Termasuk dalam kredit yang diberikan pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah
kredit yang dibeli dari BPPN masing-masing sebesar Rp157.088, Rp289.292 dan Rp495.599,
dengan penyisihan penghapusan yang dibentuk sesuai dengan kolektibilitasnya masing-masing
sebesar Rp1.571, Rp2.702 dan Rp7.299 dan pendapatan ditangguhkan masing-masing sebesar
RpNihil, Rp1.334 dan Rp23.472.
Lampiran 5/58
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
B. Berikut adalah informasi penting lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan:
a. Termasuk di dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang
diberikan oleh Anak Perusahaan masing-masing sebesar Rp15.952.728, Rp13.132.920 dan
Rp10.161.283 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, terdiri atas:
2009
Piutang Murabahah dan Istishna
Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan syariah lainnya
Dikurangi: Penyisihan penghapusan
2008
2007
8.290.462
3.256.613
4.405.653
15.952.728
(806.573)
6.936.699
3.582.492
2.613.729
13.132.920
(573.255)
5.297.679
1.997.758
2.865.846
10.161.283
(334.098)
15.146.155
12.559.665
9.827.185
b. Tingkat suku bunga rata-rata (yield) dan kisaran bagi hasil per tahun adalah sebagai berikut:
Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009
Rupiah
Mata uang asing
2008
12,80%
6,33%
11,91%
6,26%
2007
12,27%
7,11%
Kisaran Bagi Hasil per Tahun:
Piutang Murabahah dan Istishna
Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan syariah lainnya
2009
2008
2007
12,91% - 14,77%
9,28% - 14,62%
13,53% - 15,74%
11,68% - 15,79%
5,01% - 22,27%
10,18% - 12,24%
12,06% - 14,49%
10,55% - 13,11%
16,12% - 17,87%
c. Agunan Kredit
Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak
tanggungan atau surat kuasa untuk menjual, deposito berjangka atau jaminan lain yang dapat
diterima oleh Bank Mandiri dan Anak Perusahaan.
d. Kredit Program Pemerintah
Kredit Program Pemerintah terdiri dari kredit investasi, kredit modal kerja permanen dan kredit
modal kerja dimana Pemerintah dapat menyediakan sebagian dan/atau keseluruhan dananya.
e. Kredit Sindikasi
Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur melalui perjanjian
pembiayaan bersama dengan bank-bank lain. Jumlah persentase bagian Bank Mandiri bila
sebagai agen fasilitas dalam kredit sindikasi pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
adalah masing-masing berkisar antara 19,43% sampai dengan 80,29%; 4,00% sampai dengan
64,99%; dan 4,50% sampai dengan 73,40% dari jumlah keseluruhan kredit sindikasi.
Sedangkan jumlah persentase bagian Bank Mandiri bila sebagai anggota sindikasi pada
tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah masing-masing berkisar antara 0,36%
sampai dengan 38,54%; 0,40% sampai dengan 56,29%; dan 0,07% sampai dengan 73,85%
dari jumlah keseluruhan kredit sindikasi.
Lampiran 5/59
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
B. Berikut adalah informasi penting lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
f. Kredit yang Direstrukturisasi
Berikut ini adalah jenis dan jumlah kredit yang telah direstrukturisasi pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007:
Perpanjangan jangka waktu kredit
Perpanjangan jangka waktu dan penurunan
suku bunga kredit
Kredit Jangka Panjang dengan Opsi Saham (KJPOS)
Fasilitas kredit tambahan
Perpanjangan jangka waktu kredit dan skema
restrukturisasi lain-lain *)
2009
2008
2007
6.763.903
8.019.030
11.366.342
309.581
189.291
294.560
4.486.039
380.232
1.321.951
5.176.258
1.533.249
31.212
9.546.260
2.353.136
2.537.865
17.103.595
16.560.388
20.644.926
*) Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari skema restrukturisasi penurunan tingkat suku bunga, penjadualan kembali bunga
yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.
Jumlah kredit yang telah direstrukturisasi dalam kategori kredit bermasalah pada tanggal
31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp1.222.696, Rp2.958.551 dan
Rp5.448.259.
g. Kredit kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Catatan 48a)
Kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31 Desember 2009,
2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp638.057, Rp641.263 dan Rp783.078 atau 0,16%,
0,18% dan 0,24% dari jumlah aset konsolidasian.
Termasuk dalam kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa
adalah kredit yang diberikan kepada karyawan Bank Mandiri. Kredit yang diberikan kepada
karyawan Bank Mandiri terdiri dari kredit dengan tingkat suku bunga sebesar 4,00% per tahun
yang digunakan untuk membeli kendaraan bermotor dan/atau rumah dengan jangka waktu 1
(satu) sampai 15 (lima belas) tahun yang dibayar melalui pemotongan gaji karyawan setiap
bulan.
h. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, tidak terdapat pelanggaran ataupun
pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada pihak ketiga dan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan Bank
Indonesia.
i.
Bank Mandiri memiliki sejumlah perjanjian penerusan kredit dengan lembaga keuangan
internasional (Catatan 55).
Lampiran 5/60
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
B. Berikut adalah informasi penting lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
j. Mutasi Penyisihan Penghapusan Kredit yang Diberikan:
Mutasi penyisihan penghapusan kredit (tidak termasuk penyisihan penghapusan yang berasal
dari selisih nilai pokok dan harga pembelian kredit dari BPPN) adalah sebagai berikut:
2009
2008
2007
Saldo awal tahun
Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37)
Penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan
Penghapusbukuan
Lain-lain*)
11.860.312
1.539.817
2.299.144
(2.279.542)
(984.206)
13.041.696
2.299.377
2.343.228
(5.609.911)
(214.078)
14.388.695
2.247.854
1.546.272
(5.336.005)
194.880
Saldo akhir tahun
12.435.525
11.860.312
13.041.696
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2r, penyisihan penghapusan kredit dibuat berdasarkan
kajian dan penilaian atas kolektibilitas dan nilai yang dapat direalisasi dari masing-masing
saldo kredit pada tanggal neraca. Dalam menentukan jumlah penyisihan penghapusan, Bank
Mandiri menggunakan peraturan Bank Indonesia yang mengatur Penyisihan Penghapusan
Aset Produktif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan kredit yang diberikan telah
memadai.
k. Ikhtisar kredit bermasalah berdasarkan sektor ekonomi sebelum dikurangi pendapatan
ditangguhkan dan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut:
Kredit Bermasalah
2009
2008
2007
Rupiah:
Industri
Perdagangan, restoran dan hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Lain-lain
659.765
766.237
353.220
1.916.838
2.051.072
837.069
266.956
1.499.275
2.926.463
705.843
689.076
1.744.853
Jumlah Rupiah
3.696.060
4.654.372
6.066.235
Mata uang asing:
Industri
Perdagangan, restoran dan hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Lain-lain
1.735.241
408.747
235.500
125.135
3.520.532
535.105
273.225
345.377
4.526.950
314.064
352.295
708.564
Jumlah mata uang asing
2.504.623
4.674.239
5.901.873
6.200.683
9.328.611
11.968.108
Lampiran 5/61
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
B. Berikut adalah informasi penting lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
k. Jumlah minimum penyisihan penghapusan sesuai peraturan Bank Indonesia adalah sebagai
berikut (lanjutan):
Minimum Penyisihan Penghapusan
l.
2009
2008
2007
Rupiah:
Industri
Perdagangan, restoran dan hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Lain-lain
596.439
617.966
295.735
1.350.480
1.508.295
605.974
170.280
1.096.683
2.200.971
499.445
526.069
1.243.708
Jumlah Rupiah
2.860.620
3.381.232
4.470.193
Mata uang asing:
Industri
Perdagangan, restoran dan hotel
Jasa-jasa dunia usaha
Lain-lain
1.550.762
384.394
235.499
102.096
2.790.245
394.241
216.639
273.733
4.190.100
243.216
326.013
630.027
Jumlah mata uang asing
2.272.751
3.674.858
5.389.356
5.133.371
7.056.090
9.859.549
Penghapusbukuan Kredit Macet
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Bank Mandiri
melaksanakan penghapusbukuan kredit macet masing-masing sebesar Rp2.223.520,
Rp5.507.168 dan Rp5.118.510 (Bank saja). Adapun kriteria debitur yang dapat
dihapusbukukan meliputi:
a. Fasilitas kredit telah digolongkan macet;
b. Fasilitas kredit telah dibentuk penyisihan penghapusan aset (PPA) sebesar 100,00%
(seratus perseratus) dari pokok kredit macetnya;
c. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan penyelamatan, namun tidak berhasil;
d. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada
kemampuan membayar; dan
e. Hapus buku dilakukan terhadap seluruh kewajiban kreditnya, termasuk yang berasal dari
non-cash loan sehingga penghapusbukuan tidak boleh dilakukan pada sebagian kreditnya
(partial write-off).
Penghapusbukuan kredit macet ini bukan merupakan hapus tagih, sehingga upaya penagihan
tetap dilakukan.
m. Kredit yang dihapusbukukan dicatat di extra-comtable. Bank terus melakukan usaha-usaha
penagihan atas kredit yang telah dihapusbukukan. Kredit extra-comtable ini tidak disajikan
dalam neraca, tetapi disajikan di luar neraca dalam buku besar Bank. Ikhtisar mutasi kredit
extra-comtable untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
adalah sebagai berikut (Bank saja):
2009
2008
2007
Saldo awal tahun
Penghapusbukuan
Penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan
Lain-lain *)
34.510.621
2.223.520
(2.263.728)
(1.860.496)
28.858.375
5.507.168
(2.308.856)
2.453.934
24.758.452
5.118.510
(1.531.342)
512.755
Saldo akhir tahun
32.609.917
34.510.621
28.858.375
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.
Lampiran 5/62
PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
B. Berikut adalah informasi penting lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan (lanjutan):
n. Pembelian Kredit dari BPPN
Berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 9/58/DPNP/IDPnP tanggal 16 Februari 2007
kepada Bank Mandiri, dinyatakan bahwa Bank dapat meneruskan pengelolaan kredit eksBPPN yang mencapai jangka waktu 5 (lima) tahun setelah pembelian, sepanjang kredit
tersebut pada saat mencapai jangka waktu 5 (lima) tahun tergolong lancar, baik dalam faktor
prospek usaha, kinerja, maupun kemampuan membayar debitur sebagaimana diatur dalam
PBI Kualitas Aktiva yang berlaku. Sesuai surat BI No. 10/28/DPB1 tanggal 24 Januari 2008,
kredit yang tergolong lancar (performing) adalah kredit dengan kualitas 1 (Lancar) dan 2
(Dalam Perhatian Khusus).
Periode 1 Januari - 31 Desember 2009, 2008 dan 2007
Selain penyisihan penghapusan dan pendapatan ditangguhkan, pada tanggal 31 Desember
2009, 2008 dan 2007, Bank membentuk penyisihan penghapusan kredit yang dibeli dari BPPN
masing-masing sebesar Rp1.571, Rp2.702 
Download