SISTEM SARAF PUSAT OLEH : RATNA P Anatomi SSP PELINDUNG OTAK Rambut, kulit, tulang kranial. Darah sinus vena Cairan serebro spinal Meningens Dura mater Membran Arakhnoid Pia mater Cairan Serebrospinal Berasal dari Fleksus koroid Mengisi ventrikel & sub arakhnoid Bantalan Cairan Otak Pertukaran Dari darah Ke jaringan otak Cairan Serebrospinal Figure 9-5: ANATOMY SUMMARY: Cerebrospinal Fluid Barier Darah Otak Kaya akan kapiler & sinus Taut erat: pembatasan permeabilitas Proses-proses kaki Astrosit : sekresi parakrin Melindungi otak dari: hormon & zat kimia yg bersirkulasi Sangat banyak transporter glukosa. Figure 9-6: The blood-brain barrier Korda Spinal Servikal Torakal Lumbal Sakral Figure 9-4a: ANATOMY SUMMARY: The Central Nervous System Pengaturan Korda Spinal Bagian yg berwarna abu-abu: hampir seluruh badan sel Dendrit-dendrit & terminal-terminal Pusat integrasi refleks spinal Bagian yg berwarna putih: Akson-akson yg terbungkus mielin Jalur Asenden – sensori Jalur Descenden – motor Serabut Dorsal Serabut Ventral Pengaturan Korda Spinal Figure 9-7: Specialization in the spinal cord Otak Trilyunan interneuron memenuhi otak Masing-masing memiliki hingga 200.000 sinaps Bagian Otak Serebral Diencefalon Otak tengah Serebellum Pons Medulla oblongata Otak Figure 9-9b, c: ANATOMY SUMMARY: The Brain Batang Otak: Otak tengah, Pons & Medulla Banyak saraf kranial masuk Piramid – persilangan jalur saraf Otak tengah – kontrol pergerakan mata Pons – pernafasan, penyebaran sinyal Medulla – fungsi involunter Contoh : tekanan darah, muntah Formasi Retikular: Hubungan dalam batang otak Kesadaran, tidur, nyeri dan tonus otot. Batang Otak: Otak tengah, Pons & Medulla Figure 9-9d: ANATOMY SUMMARY: The Brain Saraf-saraf Kranial Table 9-1: The Cranial Nerves Diensefalon Pusat kontrol homeostasis Talamus – penyebar & integrasi sensori Hipotalamus Lapar, stress Haus: osmolaritas tubuh Jalur-jalur Flight/fight Marah & takut Irama Sirkardian Bekerjasama dengan endokrin Diensefalon Figure 9-10: The diencephalon Pituitari and Kelenjar Pineal Pituitari trofik & hormonhormon lain Pineal Melatonin Koordinasi tidur Figure 9-10: The diencephalon Serebral Area abu-abu dan putih Fungsi-fungsi otak yg lebih tinggi Hemisfer-Hemisfer Korpus kalosum Lateralisasi Serebral Otak kiri Otak kanan luhur interkoneksi bahasa ketrampilan-ketrampilan khusus Serebral Figure 9-11: The basal nuclei Figure 9-16: Cerebral lateralization Cerebrum: Nukleus basal – kontrol pergerakan Sistem Limbik Girus Singulatus – peran dlm emosi Hippokampus – belajar & memori Amigdala – emosi & memori Figure 9-13: The limbic system Korteks Serebral : Saraf-saraf dilapisan luar (tebal 1mm) Persepsi: pendengaran, penglihatan, penghidu, otot-otot & viseral Alasan-alasan, integrasi informasi Perilaku volunter langsung Korteks Serebral : Saraf-saraf dilapisan luar (tebal 1mm) Figure 9-15: Functional areas of the cerebral cortex Lobus-lobus “Korteks Serebral dan Integrasi Asosiasi Frontal: pergerakan volunter, kebiasaan, persepsi Parietal – sensori taktil Oksipital – penglihatan Temporal – penghidu, pendengaran & perasa Koordinasi Fungsi-fungsi Otak Sistem Aktivasi Retikularis Dari serabut-serabut retikularis Mengatur Kesadaran Mendistribusikan neuromodulator Sitem Neuro Transmiter /neuromodulator Noradrenergik – norepinefrine Serotonergik – serotonin Dopaminergik – dopamin Kolinergik – asetilkolin Koordinasi Fungsi-fungsi Otak Figure 9-19: The diffuse modulatory systems modulate brain function Koordinasi Irama Sirkardian dan Tidur Nukleus Suprakiasmatik Hipotalamus Umpan balik: gen-gen pengatur protein Seluruh sistem yang fisiologis memiliki pola yang berirama Tidur: REM & tidur dalam Koordinasi Irama Sirkardian dan Tidur Figure 9-20: Electroencephalograms (EEGs) and the sleep cycle Jalur-jalur kompleks: emosi dan motivasi Hipotalamus, limbik & integrasi korteks. Emosi: kesenangan, gairah seksual, marah & takut keterbatasan kontrol kognitif – “sulit dihentikan" Motivasi: “mengarahkan", meningkatkan semangat mencapai tujuan – perilaku ttt. Mood: Kondisi emosi jangka panjang Depresi Jalur kompleks: emosi dan motivasi Figure 9-21: The link between emotions and physiological functions Jalur kompleks Belajar dan Memori Belajar – akuisisi pengetahuan Asosiatif / saling berhubungan Tidak berhubungan Memori – penyimpanan dan pemanggilan kembali Hipokampus & jejak memori Jangka pendek & pekerjaan Jangka Panjang Refleksif: “memori otot" Jalur kompleks Belajar dan Memori Figure 9-22: Memory processing Jalur yg paling kompleks: Bahasa dan kepribadian Bahasa – exchange complex information Area Wernik Area Broka Kepribadian Komponen Genetik Pengalaman Belajar Memori Persepsi Jalur yg paling kompleks: Bahasa dan kepribadian Figure 9-23: Cerebral processing of spoken and visual language Kondisi patologis otak Trauma kepala Schizophrenia Epilepsi Depresi Alzheimer Kesimpulan DIVISI SSP: fungsinya sangat kompleks Perlindungan & pertukaran zat: otak Saraf kranial Divisi otak dan area asosiasi Pengaturan dan koordinasi regional: neurotransmiter Jalur kompleks: emosi, motivasi, kebiasaan, belajar, memori, & bahasa