PT Intraco Penta Tbk dan Entitas anak

advertisement
PT Intraco Penta Tbk dan Entitas anak
Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2014 dan 31 Desember 2013 serta
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Daftar Isi
Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN –
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 serta
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
Laporan Posisi Keuangan
1
Laporan Laba Rugi Komprehensif
3
Laporan Perubahan Ekuitas
4
Laporan Arus Kas
5
Catatan atas Laporan Keuangan
6
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Catatan
30 September 2014
Rp Juta
31 Desember 2013
Rp Juta
127,901
194,657
5,829
5,225
550,805
529,835
7
28,801
11,753
8
523,178
486,896
9
725
922
10
118,935
98,956
11
12,46
13
14
642,738
107,770
5,281
57,639
91,314
856,918
105,650
5,697
84,910
4,805
2,260,916
2,386,224
15
10,539
2,069
7
935
8
391,759
389,598
1,045
78
1,838
66
17
218,134
241,578
18
247,157
345,695
19
44
20
1,588,619
167,457
84,962
1,163,107
133,186
79,488
Jumlah Aset Tidak Lancar
2,710,685
2,356,625
JUMLAH ASET
4,971,601
4,742,849
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 39.851 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 23.249 juta tanggal 31 Desember 2013
Piutang usaha (angsuran) - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 5.275 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 2.320 juta tanggal 31 Desember 2013
Investasi neto sewa pembiayaan - setelah
dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 12.541 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 1.292 juta tanggal 31 Desember 2013
Piutang pembiayaan konsumen
dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 10 juta tanggal 30 September 2014 dan
Nihil pada tanggal 31 Desember 2013
Piutang lain-lain - setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai sebesar
Rp 6.930 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 1.238 juta tanggal 31 Desember 2013
Persediaan - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 13.689 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 10.539 juta tanggal 31 Desember 2013
Uang muka
Biaya dibayar dimuka
Pajak dibayar dimuka
Aset lancar lain-lain
5
6
46
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Rekening yang dibatasi penggunaannya
Piutang usaha (angsuran) - setelah dikurangi
bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun
Pihak ketiga
Investasi neto sewa pembiayaan - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 8.948 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 5.380 juta tanggal 31 Desember 2013
Piutang pembiayaan konsumen - setelah
dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar
Rp 24 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 11 juta tanggal 31 Desember 2013
Piutang kepada pihak berelasi
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 189.757 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 194.237 juta tanggal 31 Desember 2013
Aset tetap disewakan - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai sebesar
Rp 109.448 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 125.253 juta tanggal 31 Desember 2013
Aset Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik
- setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai sebesar
Rp 650.539 juta tanggal 30 September 2014 dan
Rp 531.494 juta tanggal 31 Desember 2013
Aset pajak tangguhan
Aset tidak lancar lain-lain
9
16 , 46
-1-
-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Catatan
30 September 2014
Rp Juta
31 Desember 2013
Rp Juta
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang pajak
Uang muka pelanggan
Biaya yang masih harus dibayar
Utang bank jangka pendek
Utang kepada pihak berelasi
Liabilitas jangka pendek lain-lain pihak ketiga
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun :
Utang pembelian kendaraan
Sewa pembiayaan
Utang bank
Medium term notes
21
46
22
23
24
25
16, 46
803
1,081,334
37,268
267,777
17,920
176,908
11,607
2,006
1,293,442
35,456
197,513
22,808
186,875
11,605
59,754
65,294
3,446
33,085
1,245,675
-
6,891
42,066
1,360,678
14,973
2,935,577
3,239,607
1,315
20,150
1,340,965
295,057
55,764
11,877
3,309
39,222
1,101,324
51,072
-
Jumlah Liabilitas Jangka panjang
1,725,128
1,194,927
Jumlah Liabilitas
4,660,705
4,434,534
31
32
108,001
84,341
108,001
84,341
34
20,164
89,373
20,163
89,691
301,879
302,196
9,018
6,119
310,897
308,315
4,971,601
4,742,849
26
27
28
29
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang pembelian kendaraan
Sewa pembiayaan
Utang bank
Medium term notes
Liabilitas imbalan pasca kerja
Instrumen keuangan derivatif
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 50 per saham
Modal dasar - 3.480.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 2.160.029.220
Tambahan modal disetor
Selisih transaksi ekuitas dengan
pihak nonpengendali
Saldo laba
26
27
28
29
30
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan
Kepentingan nonpengendali
35
Jumlah Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
-2-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013
Catatan
30 September 2014
30 September 2013
Rp Juta
Rp Juta
PENDAPATAN USAHA
Penjualan
36
Jasa
Pembiayaan
Manufaktur
Lain-lain
Jumlah Pendapatan Usaha
BEBAN POKOK PENDAPATAN
37
LABA KOTOR
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Beban keuangan
861,586
192,896
177,875
8,463
23,768
1,601,322
215,415
103,921
11,055
30,311
1,264,589
1,962,024
(971,572)
(1,567,938)
293,017
394,086
38
39
40
(81,032)
(189,804)
(69,470)
(102,914)
(138,131)
(94,702)
41
42
43
43,441
(27,413)
30,027
(9,359)
(258,742)
(10,779)
12,840
5,867
(10,593)
(192,475)
(13,174)
(13,661)
2,581
(178,814)
Kerugian selisih kurs mata uang
asing - bersih
Bagi Hasil
Pendapatan bunga dan denda
Keuntungan dan kerugian lain lain - bersih
RUGI SEBELUM PAJAK
BENEFIT PAJAK
44
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN DAN
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN DAN
JUMLAH
JUMLAH LABA
LABA KOMPREHENSIF
(RUGI) KOMPREHENSIF
YANG
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
(318)
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
35
Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif
(164,980)
2,899
(13,834)
2,581
(178,814)
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh)
45
-3-
(0)
(76)
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2014
Catatan
Saldo pada tanggal 1 Januari 2013
108,001
Selisih nilai transaksi rekstrukturisasi
entitas sepengendali disajikan
sebagai tambahan modal disetor
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Saldo pada tanggal 31 Desember 2013
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Saldo pada tanggal 30 September 2014
Selisih transaksi
ekuitas dengan
pihak
Modal Disetor
Rp Juta
sepengendali
Rp Juta
nonpengendali
Rp Juta
Saldo laba
Rp Juta
Kepentingan
kepada entitas induk
Rp Juta
nonpengendali
Rp Juta
7,610
-
-
-
-
-
34
-
-
-
12,553
32,33
-
(15,532)
15,532
-
-
-
-
-
(220,368)
(220,368)
(22,263)
(242,631)
84,341
-
20,163
89,691
302,196
6,119
308,315
-
-
-
2,899
2,581
84,341
-
20,163
9,018
310,897
108,001
-4-
(9,415)
500,596
-
37,797
37,797
-
12,553
-
12,553
-
-
-
-
(318)
89,373
510,011
Jumlah ekuitas
Rp Juta
(15,532)
108,001
310,059
Ekuitas yang dapat
diatribusikan
99,873
Kepentingan nonpengendali
Selisih transaksi ekuitas dengan
pihak nonpengendali
Modal Saham
Rp Juta
Tambahan
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
(318)
301,879
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2014 DAN 2013
30 SEPTEMBER 2014
Rp Juta
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kas kepada karyawan
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lainnya
Kas bersih dihasilkan dari operasi
Pembayaran pajak penghasilan
1,741,417
(192,451)
(966,165)
582,801
14,461
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap Ijarah dan Ijarah Muntahiyah
Bittamilk
Perolehan aset tetap dan aset tetap disewakan
Penempatan rekening yang dibatasi
pencairannya
Kenaikan piutang dari pihak berelasi
Hasil penjualan aset tetap dan aset tetap
disewakan
Penerimaan bunga
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi
1,677,289
(122,393)
(1,076,387)
478,508
(52,952)
597,262
425,556
(767,052)
(54,343)
(540,028)
(92,947)
(8,470)
(12)
15,248
30,027
(784,603)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang bank
Penerimaan Medium term notes
Pembayaran utang kepada pihak berelasi
Penerimaan utang kepada pihak berelasi
Pembayaran:
Utang bank
Sewa pembiayaan dan utang
pembelian kendaraan
Bagi hasil
Bunga dan beban keuangan lainnya
30 SEPTEMBER 2013
Rp Juta
1,012,587
300,000
2
3,652
64
18,999
12,840
(597,421)
1,692,860
(502)
60
(897,916)
(1,193,120)
(57,487)
(81,627)
(155,259)
(14,944)
(55,886)
(283,153)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
120,301
145,315
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
(67,040)
(26,549)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing
194,657
284
113,486
15,132
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
127,901
102,069
-5-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
1.
UMUM
a.
Pendirian dan Informasi Umum
PT Intraco Penta Tbk (Perusahaan atau Entitas Induk) didirikan berdasarkan Akta No. 13 tanggal 10 Mei
1975 dari Milly Karmila Sareal, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/199/15 tanggal 10 Juni 1975 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 11 Mei 1993, Tambahan No. 2084.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 15
tanggal 17 Juli 2014 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi.
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di system database Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-0073976.40.80.2014. Tahun 2014, tanggal 17 Juli
2014.
Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 1975. Kantor pusat Perusahaan terletak
di Jl. Raya Cakung Cilincing KM 3,5 Jakarta 14130, sedangkan cabang-cabang Perusahaan terletak di
beberapa kota di Indonesia.
Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi
bidang perdagangan dan penyewaan alat-alat berat dan suku cadang, serta memberikan jasa
pelayanan yang berkenaan dengan perakitan dan perbengkelan. Jumlah karyawan Perusahaan dan
entitas anak (Grup) adalah 1.606 karyawan pada tanggal 30 September 2014 dan 2.130 karyawan
pada tanggal 31 Desember 2013.
.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Intraco Penta. Susunan pengurus Perusahaan pada
tanggal 30 September 2014 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
: Halex Halim
Komisaris
Komisaris Independen
: Leny Halim
: Tonny Surya Kusnadi
Dewan Direksi
Direktur Utama
Direktur
Direktur Independen
: Petrus Halim
: Fred Lopez Manibog
: Jimmy Halim
: Willy Rumondor
Komite Audit
Ketua
Anggota
: Tonny Surya Kusnadi
: Suroso
: Akta Bandi
-6-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
b.
Entitas Anak
Perusahaan memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham entitas anak
berikut:
Persentase
Entitas Anak
Domisili
Jumlah Aset
Kepemilikan
Jenis Usaha
2014
Tahun Berdiri
Jumlah Aset
(Sebelum Eliminasi) (Sebelum Eliminasi)
2013
PT Intan Baruprana Finance (IBF) *)
PT Terra Factor Indonesia )TFI)
Jakarta Pembiayaan
Jakarta Perdagangan dan jasa sewa
90.29%
96.87%
90.29%
96.87%
1993
1986
2014
Rp Juta
2,892,558
478,687
2013
Rp Juta
2,355,281
553,030
PT Karya Lestari Sumberalam (KLS)**)
Jakarta Kontraktor pertambangan
73.02%
73.02%
1998
145,574
180,391
PT Inta Trading (IT)
(dahulu PT Inta Finance)
Jakarta Perdagangan
100%
100%
2002
76,842
76,909
PT Columbia Chrome Indonesia (CCI)
Jakarta Perbengkelan dan manufaktur
100%
100%
1991
24,121
26,854
PT Inta Resources (IR) ***)
Jakarta Perdagangan, konstruksi,
manufaktur, perkebunan,
transportasi dan jasa
100%
100%
2011
7,960
8,076
PT Intraco Penta Wahana (IPW)
Jakarta Perdagangan dan jasa sewa
99.95%
99.95%
2011
156,616
117,614
PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS)
(dahulu PT Intraco Prima Servis)
Jakarta Perdagangan dan jasa sewa
99.95%
99.95%
2001
778,206
679,147
*)
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan dan tidak langsung melalui PT Inta Trading.
**) Kepemilikan tidak langsung melalui PT Terra Factor Indonesia.
***) Tidak aktif
c.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada
tanggal
30
Juni
1993,
Perusahaan
memperoleh
Pernyataan
Efektif
dari
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Otoritas Jasa Keuangan) dengan surat
No. S-1067/PM/1993 untuk melakukan penawaran umum saham Perusahaan.
Pada tanggal 30 September 2014, seluruh saham Perusahaan sebanyak 2.160.029.220 saham telah
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
-7-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
2.
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI
STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup menerapkan semua standar baru yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk
periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2014.




ISAK 27, Pengalihan Aset dari Pelanggan
ISAK 28, Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas
ISAK 29, Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka
PPSAK 12, Pencabutan PSAK 33: Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum
b. Standar dan Interprestasi tapi belum diterapkan
i.
3.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015 yaitu :

PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan

PSAK 4 (revisi 2013), Laporan Keuangan Tersendiri

PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja

PSAK 65, Laporan Keuangan Konsolidasian

PSAK 66, Pengaturan Bersama

PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain

PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, manajemen sedang
mengevaluasi dampak dari standar terhadap laporan keuangan konsolidasi.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
a.
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
b.
Dasar Penyusunan
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian,
adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun
berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
c.
langsung
dengan
Dasar Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang
dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan
mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh
manfaat dari aktivitasnya.
Pendapatan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan
tanggal efektif penjualan.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Grup.
-8-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi
pada saat konsolidasian.
Kepentingan nonpengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam
ekuitas. Kepentingan nonpengendali pemegang saham pada awalnya diukur baik pada nilai wajar atau
pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat
diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat pada saat akuisisi dengan dasar
akuisisi. Setelah akuisisi, nilai tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan
nonpengendali pada pengakuan awal ditambah dengan proporsi kepentingan nonpengendali atas
perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif entitas anak tersebut
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal
ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan
Perusahaan dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian
kepemilikannya atas entitas anak. Setiap pebedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali
disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.
Ketika Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan kerugian diakui
didalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima
dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill)
dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan nonpengendali. Ketika aset dari entitas anak
dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah
diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang
sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolaholah Perusahaan telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi
atau ditransfer langsung ke saldo laba sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku).Nilai wajar
setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2011),
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, jika sesuai, biaya perolehan saat
pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas.
d.
Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Perusahaan, liabilitas yang diakui oleh
Perusahaan kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang
diterbitkan oleh Perusahaan dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya
terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada
nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Kepentingan nonpengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan
kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Perusahaan dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau
liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement),
imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian
dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang
tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada
tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut
diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada
tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan
kontinjen yang diklasifikasikan sebagai asset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai
-9-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba
rugi atau dalam pendapatan komprehensif lain (OCI).
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Perusahaan atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika
ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang
sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana
perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi
terjadi, Perusahaan melaporkan jumlah sementara untuk pos- pos yang proses akuntansinya belum
selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan,
aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang
fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada
jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
e.
Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan tersendiri dari masing-masing entitas dalam Grup diselenggarakan dalam mata uang
Rupiah, mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang
fungsionalnya). Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan
kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.
f.
Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor):
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
i.
memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor; atau
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i.
Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan
konsolidasian.
- 10 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
g.
Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan
dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan
penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku,
dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut :


Tersedia untuk dijual
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa yang tidak mempunyai kuotasi
harga pasar di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diklasifikasikan
sebagai AFS, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan rekening yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, investasi neto sewa pembiayaan,
piutang pembiayaan konsumen dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan
piutang”, selain investasi neto sewa pembiayaan , yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai.
Kriteria pengakuan dan pengukuran atas investasi neto sewa pembiayaan dijelaskan di Catatan 3k.
Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek
dimana pengakuan bunga tidak material.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga
selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk
lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama
perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui bedasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen
keuangan FVTPL.
Penurunan nilai aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan piutang dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap
tanggal pelaporan. Pinjaman yang diberikan dan piutang diturunkan nilainya bila terdapat bukti
objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset
keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan
atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Untuk investasi ekuitas AFS yang tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka
panjang dalam nilai wajar dari instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai
bukti obyektif terjadinya penurunan nilai.
Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:

kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau

pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau
bunga; atau
- 11 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)

terdapat kemungkinan bahwa konsumen akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan.
Piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara
kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Grup atas
tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari
rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau
lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang.
Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai
kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif
awal dari aset keuangan.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi.
Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan
nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang
terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dibalik melalui
laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya
perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi tidak
boleh dibalik melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara
langsung ke pendapatan komprehensif lain.
Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang tersebut dikurangi melalui penggunaan akun
penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan
piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap
akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak
mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta
masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset
yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki
secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih
mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
h.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasi sesuai dengan
substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Grup setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitas. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih
setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
Liabilitas keuangan
Utang usaha dan utang lain-lain, serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar,
setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah
- 12 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang
dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
i.
Saling hapus antar Aset keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Grup saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika dan hanya jika:
j.

saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
telah diakui tersebut; dan

berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara simultan.
Kas dan Setara Kas
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
k.
Investasi Neto Sewa Pembiayaan
Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan insidental kepemilikan aset kepada
lessee. Sewa lainnya yang tidak memenuhi kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Sebagai Lessor
Dalam investasi neto sewa pembiayaan, Grup mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan
sebesar jumlah investasi neto sewa pembiayaan Grup.
Investasi neto sewa pembiayaan terdiri dari jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai residu
yag dijamin (harga opsi) yang akan diterima pada akhir masa sewa dikurangi dengan penghasilan
pembiayaan tangguhan (unearned lease income),simpanan jaminan (security deposit) dan
penyisihan penurunan nilai.
Selisih antara piutang sewa pembiayaan ditambah nilai residu yang dijamin dengan biaya perolehan
aset sewaan dicatat sebagai penghasilan pembiayaan tangguhan dan dialokasikan sebagai
pendapatan selama masa sewa berdasarkan suatu tingkat pengembalian berkala yang tetap dari
investasi neto sewa pembiayaan. Perusahaan tidak mengakui pendapatan bunga dari piutang sewa
pembiayaan yang telah menunggak pembayaran lebih dari 90 hari. Pendapatan tersebut diakui pada
saat pendapatan tersebut telah diterima.
Pada saat perjanjian sewa pembiayaan ditandatangani, apabila aset sewaan memiliki nilai residu
pada akhir periode sewa, lessee diwajibkan untuk memberikan simpanan jaminan yang akan
diperhitungkan dengan nilai jual aset sewaan pada akhir masa sewa, bila hak opsi dilaksanakan oleh
lessee. Apabila hak opsi tidak dilaksanakan, simpanan jaminan tersebut akan dikembalikan
kepada lessee pada akhir masa sewa.
Apabila aset sewaan dijual kepada lessee sebelum masa sewa berakhir, maka perbedaan antara
harga jual dengan investasi neto sewa pembiayaan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian pada
saat terjadinya.
Sebagai Lessee
Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan
Perusahaan dan entitas anak yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar
nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai liabilitas sewa pembiayaan.
Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian
yang merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang
konstan (tetap) atas saldo kewajiban. Rental kontijen dibebankan pada periode terjadinya.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-linebasis) selama
masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari
- 13 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontijen yang timbul dari sewa operasi diakui sebagai
beban di dalam periode terjadinya.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas.
Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis
lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang
dinikmati pengguna.
l.
Piutang Pembiayaan Konsumen
Piutang pembiayaan konsumen dinyatakan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan kerugian
penurunan nilai.
Perbedaan antara jumlah angsuran yang akan diterima dan nilai pokok pembiayaan diakui
sebagai pendapatan yang belum diakui. Pendapatan ini, diamortisasi dan diakui sebagai
pendapatan selama jangka waktu kontrak pembiayaan dengan menggunakan tingkat pengembalian
berkala efektif piutang pembiayaan konsumen. Pelunasan dipercepat dianggap sebagai pembatalan
kontrak dan keuntungan atau kerugiannya dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
berjalan.
Pendapatan lain yang diterima sehubungan dengan transaksi pembiayaan konsumen diakui dan dicatat
sebagai pendapatan dalam tahun yang bersangkutan.
m. Tagihan Anjak Piutang
Tagihan anjak piutang dinyatakan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan kerugian penurunan nilai.
Nilai tercatat tagihan anjak piutang dinyatakan sebesar nilai nominal dikurangi pendapatan yang
belum
diakui yang diamortisasi dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif. Pada saat
pengakuan awal, nilai wajar tagihan anjak piutang adalah sebesar tagihan anjak piutang dikurangi
dengan pendapatan yang dapat diatribusikan secara langsung pada piutang seperti pendapatan
tagihan anjak piutang yang belum diakui dan pendapatan provisi.
n.
Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih
rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih
merupakan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan
penjualan.
o.
Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
p.
Aset Tetap
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dikurangi nilai residu dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap
sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana
Mesin dan perlengkapan bengkel
Kendaraan
Peralatan kantor
Alat – alat berat
20
5 - 10
5
5
2 – 10
Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan
aset yang dimiliki sendiri atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa
sewa dan umur manfaatnya.
- 14 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh
dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat
terjadinya. Biaya- biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau
memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan
manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya
perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok
aset tetap dan keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut tercermin dalam laba atau
rugi.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk
biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk
pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
q.
Aset Tidak lancar Tersedia Untuk Dijual
Aset tidak lancar dan kelompok yang akan dijual harus diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual jika
jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui penggunaan
yang berkelanjutan. Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika penjualan sangat mungkin dan aset tidak
lancar (atau kelompok yang akan dijual) tersedia untuk dijual segera dalam kondisi sekarang.
Manajemen harus berkomitmen terhadap penjualan tersebut, yang diharapkan untuk memenuhi syarat
untuk pengakuan sebagai penjualan dalam satu tahun dari tanggal klasifikasi.
Aset tidak lancar(dan kelompok yang akan dijual) diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat sebelumnya dan nilai wajar dikurangi biaya penjualannya.
r.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian
penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali atas suatu aset individu, Grup mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit
penghasil kas atas aset.
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai
pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang
dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat
diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3g.
s.
Aset Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik
Ijarah merupakan sewa menyewa obyek Ijarah tanpa perpindahan risiko dan manfaat yang terkait
kepemilikan aset atau tanpa janji (wa’ad) untuk memindahkan kepemilikan dari pemilik (mu’jir) kepada
penyewa (musta’jir) pada saat tertentu.
Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah Ijarah dengan janji (wa’ad) untuk memindahkan kepemilikan aset
yang di-Ijarah-kan di masa mendatang. Dalam Ijarah Muntahiyah Bittamlik, perpindahan kepemilikan
suatu aset dari pemilik ke penyewa, dilakukan jika akad Ijarah telah berakhir atau diakhiri dan aset
Ijarah telah diserahkan kepada penyewa dengan membuat akad terpisah.
Aset Ijarah diakui sebesar biaya perolehan pada saat aset Ijarah diperoleh. Aset Ijarah disusutkan
sesuai dengan kebijakan penyusutan untuk aset sejenis selama umur manfaatnya. Oleh karena itu,
penyusutan aset Ijarah dihitung berdasarkan metode garis lurus selama masa manfaatnya sepuluh
(10) tahun. Sedangkan, aset Ijarah Muntahiyah Bittamlik disusutkan berdasarkan pola konsumsi
berdasarkan perjanjian Ijarah Muntahiyah Bittamlik
- 15 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
t.
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau
pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap
untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat
selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum
digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.
Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.
u.
Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih dinyatakan sebesar nilai realisasi bersih pada saat agunan yang diambil alih.
Pada akhir tahun, agunan yang diambil alih ditelaah kembali, apabila terdapat penurunan nilai dari
agunan yang diambil alih, maka nilai agunan yang diambil alih tersebut akan disesuaikan. Pada saat
agunan yang diambil alih dijual, nilai tercatatnya dihapuskan dan keuntungan atau kerugian diakui
sebagai laba atau rugi.
v.
Sewa
Sebagai Lessee
Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Grup yang
ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai
liabilitas sewa pembiayaan.
Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan
(tetap) atas saldo kewajiban. Rental kontijen dibebankan pada periode terjadinya.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa, kecuali
terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang
dinikmati pengguna. Rental kontijen yang timbul dari sewa operasi diakui sebagai beban di dalam
periode terjadinya.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan
manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus, kecuali
terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati
pengguna.
Sebagai Lessor
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan Barang
Pendapatan dari penjualan barang harus diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi:
Grup telah memindahkan risiko secara signifikan dan memindahkan manfaat kepemilikan barang
kepada pembeli;
 Grup tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
 Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal;
 Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada
Grup tersebut; dan
 Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal.
- 16 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Penjualan Jasa
Pendapatan dari kontrak atas penyediaan jasa diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian
berdasarkan kontrak.
Pendapatan Pembiayaan
Pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan anjak piutang,
pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan Ijarah diakui selama masa akad. Pendapatan Ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi
beban penyusutan aset Ijarah.
Pendapatan Dividen
Pendapatan dividen dari investasi diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran
ditetapkan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
x.
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Grup menghitung imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang
Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh entitas anak
sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini..
Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan
dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti
diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja
dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak
atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode
rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan konsolidasi merupakan
nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum
diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
y.
Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar
kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan
berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Grup ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah
tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai
untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika
aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk
- 17 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar
laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam
hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
z.
Laba per Saham
Laba per saham dasar di hitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang
saham yang
beredar pada tahun yang
bersangkutan.
aa. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara
rutin direview oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan
menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis dari yang mungkin memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk atau jasa.
4.
PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, Direksi diwajibkan untuk
membuat penilaian, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari
sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor
lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam
periode yang perkiraan tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada periode revisi
dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode saat ini dan masa depan.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen tidak
membuat pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian, selain dari estimasi yang diatur di bawah ini.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi lainnya pada akhir periode pelaporan, yang
memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Rugi Penurunan Nilai Pinjaman yang Diberikan dan Piutang dan Piutang Ijarah Muntahiyah
Bittamlik
Grup menilai penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dan piutang Ijarah Muntahiyah Bittamlik
pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laporan
- 18 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi.
Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu
arus kas masa depan yang direview secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian
dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang, piutang Ijarah, dan piutang
Ijarah Muntahiyah Bittamlik telah diungkapkan dalam Catatan 5, 6, 7, 8, 9, 10, 15 dan 16.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan
pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan
nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak
material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil
usaha Grup. Nilai tercatat persediaan telah diungkapkan dalam Catatan 11.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap, Aset Tetap Disewakan,Aset Ijarah dan Aset Ijarah
Muntahiyah Bittamlik
Masa manfaat setiap aset tetap, aset tetap disewakan, aset Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik
ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan
berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset
direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya
karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian
aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara
signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan
faktor yang disebutkan di atas.
Nilai tercatat aset tetap, aset tetap disewakan, aset Ijarah dan aset Ijarah Muntahiyah Bittamlik
diungkapkan dalam Catatan 17, 18 and 19.
Rugi Penurunan Nilai Aset Tetap Disewakan, Aset Ijarah dan Agunan yang Diambil Alih
Perusahaan menilai penurunan nilai aset tetap disewakan, aset Ijarah dan agunan yang diambil alih pada
setiap tanggal pelaporan berdasarkan perhitungan penilaian kembali yang dilakukan oleh
pihak
eksternal untuk memperoleh nilai wajar dari setiap aset. Walaupun asumsi yang digunakan dalam
mengestimasi rugi penurunan nilai aset Ijarah dan agunan yang diambil alih telah sesuai dan wajar, namun
perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap rugi penurunan nilai aset Ijarah
dan agunan yang diambil alih, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan.
Nilai tercatat aset tetap disewakan, aset Ijarah dan agunan yang diambil alih diungkapkan dalam Catatan
18, 19 dan 20.
- 19 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
5.
KAS DAN SETARA KAS
30 September
31 Desember
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
Kas
1,049
999
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
19,412
25,888
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
16,253
559
PT Bank Negara Indonesia Syariah
11,879
625
2,019
513
3,696
5,598
53,259
33,183
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
40,737
103,478
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Bank - Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Mandiri Syariah
Lain-lain (masing-masing kurang
dari Rp 2 milyar)
Jumlah
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
14,432
7,859
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
9,104
1,792
PT Bank Syariah Mandiri
Lain-lain (masing-masing kurang
3,815
7,389
4,603
35,064
72,691
155,582
dari Rp 2 milyar)
Jumlah
Mata uang asing lainnya
202
141
72,893
155,723
126,152
188,906
Jumlah
Jumlah Bank
Deposito - Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
-
1,000
700
1,500
-
2,252
700
4,752
127,901
194,657
PT Bank Central Asia Syariah
Lain-lain (masing-masing kurang dari Rp 1 milyar)
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
Jumlah Deposito
Jumlah
Suku bunga per tahun deposito berjangka
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
- 20 -
7,50%
7,00%
-
1,00%
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
6.
PIUTANG USAHA
30 September
2014
Rp Juta
a. Berdasarkan Pelanggan
Pihak berelasi
PT Pristine Aftermarket Indonesia
Lain-lain
Jumlah
Pihak ketiga
Pelanggan dalam negeri
Penyisihan penurunan nilai
31 Desember
2013
Rp Juta
5,657
171
5,198
27
5,829
5,225
590,656
(39,851)
553,084
(23,249)
550,805
529,835
556,634
535,060
71,296
53,177
524,804
385
504,723
409
Jumlah
Penyisihan penurunan nilai
596,485
(39,851)
558,309
(23,249)
Jumlah - bersih
556,634
535,060
Jumlah - Bersih
Jumlah
b. Berdasarkan Mata Uang
Rupiah
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
Tabel dibawah meringkas umur piutang usaha yang tidak diturunkan nilainya secara individual tetapi
ditelaah untuk penurunan nilai atas dasar kolektif:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Belum jatuh tempo atau belum
diturunkan nilainya
318,851
325,904
Jatuh tempo tetapi tidak diturunkan
nilainya
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
91 - 120 hari
>120 hari
18,885
16,799
12,080
9,088
180,931
45,587
25,449
22,211
11,209
104,700
Jumlah - Bersih
556,634
535,060
- 21 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Perubahan dalam penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Penghapusan tahun berjalan
23,249
17,005
(403)
2,227
21,731
(709)
Saldo akhir tahun
39,851
23,249
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 120 hari. Grup mengakui penyisihan penurunan nilai
piutang sebesar 100% terhadap seluruh piutang dimana Grup memiliki pengalaman historis atas kegagalan
atau tunggakan pembayaran. Penyisihan penurunan nilai diakui berdasarkan jumlah estimasi yang tidak
terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu beserta dengan
analisis
posisi keuangan kini pihak lawan.
Berdasarkan penelaahan atas status masing- masing piutang pada akhir periode pelaporan dan estimasi
nilai piutang yang tidak dapat dipulihkan, secara individual dan kolektif, manajemen percaya bahwa
penyisihan penurunan nilai adalah cukup karena tidak terdapat perubahan signifikan terhadap kualitas
kredit dan jumlah tersebut masih dapat dipulihkan.
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan utang bank (Catatan 25 dan 28).
7.
PIUTANG USAHA – ANGSURAN
30 September
31 Desember
2014
2013
Rp juta
Rp juta
Pihak ketiga
Jatuh tempo
2014
19,495
14,073
2015
15,131
-
2016
386
-
Jumlah
35,012
14,073
Penyisihan penurunan nilai
(5,275)
(2,320)
Bersih
29,736
11,753
(28,801)
(11,753)
Bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu lebih dari satu tahun
935
-
Berdasarkan penelaahan atas status masing- masing piutang pada akhir periode pelaporan dan
estimasi nilai piutang yang tidak dapat dipulihkan, secara individual dan kolektif, manajemen percaya
bahwa penyisihan penurunan nilai pada tanggal 30 September 2014 adalah cukup karena tidak terdapat
perubahan signifikan terhadap kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat dipulihkan.
- 22 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
8.
INVESTASI NETO SEWA PEMBIAYAAN
30 September
2014
Rp Juta
a.
b.
c.
31 Desember
2013
Rp Juta
Berdasarkan jatuh tempo
Dalam w aktu satu tahun
Penyisihan penurunan nilai
535,719
(12,541)
488,188
(1,292)
Bersih
Satu tahun sampai dengan tiga tahun
Penyisihan penurunan nilai
523,178
400,707
(8,948)
486,896
394,978
(5,380)
Bersih
391,759
389,598
Jumlah
914,937
876,494
1,063,739
149,158
995,056
249,210
Berdasarkan Pelanggan
Pihak ketiga
Piutang sew a pembiayaan
Nilai sisa terjamin
Pendapatan sew a pembiayaan
yang belum diakui
Simpanan jaminan
(127,313)
(149,158)
(111,890)
(249,210)
Bersih
Penyisihan penurunan nilai
936,426
(21,489)
883,166
(6,672)
Bersih
914,937
876,494
472,681
63,527
436,614
129,713
(76,513)
(63,527)
(66,656)
(129,713)
Bersih
Penyisihan penurunan nilai
396,167
(8,281)
369,958
(3,635)
Bersih
387,886
366,323
591,059
85,631
558,443
119,497
(50,800)
(85,631)
(45,235)
(119,497)
Bersih
Penyisihan penurunan nilai
540,259
(13,208)
513,208
(3,037)
Bersih
527,051
510,171
914,937
876,494
Berdasarkan Mata Uang
Rupiah
Piutang sew a pembiayaan
Nilai sisa terjamin
Pendapatan sew a pembiayaan
yang belum diakui
Simpanan jaminan
Dolar Amerika Serikat
Piutang sew a pembiayaan
Nilai sisa terjamin
Pendapatan sew a pembiayaan
yang belum diakui
Simpanan jaminan
Jumlah
Tingkat bunga efektif per tahun
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
14.00% - 20.00%
8.25% - 10.50%
- 23 -
16% - 20%
8% - 10%
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Jumlah angsuran sewa pembiayaan sebelum dikurangi penyisihan penurunan nilai sesuai dengan jatuh
temponya adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
Angsuran sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Tidak lebih dari satu tahun
Lebih dari satu tahun tetapi tidak
lebih dari dua tahun
Lebih dari dua tahun
Jumlah angsuran sewa
pembiayaan
Penghasilan pembiayaan tangguhan
Pihak ketiga
Tidak lebih dari satu tahun
Lebih dari satu tahun tetapi tidak
lebih dari dua tahun
Lebih dari dua tahun
Jumlah penghasilan pembiayaan
tangguhan
Jumlah
31 Desember
2013
Rp Juta
620,794
564,741
287,199
155,746
323,613
106,702
1,063,739
995,056
(85,075)
(76,553)
(32,297)
(9,941)
(29,885)
(5,452)
(127,313)
(111,890)
936,426
883,166
Tabel dibawah meringkas umur piutang sewa pembiayaan yang tidak diturunkan nilainya secara individual
tetapi ditelaah untuk penurunan nilai atas dasar kolektif:
30 September
2014
Rp Juta
Piutang sewa pembiayaan
Penyisihan penurunan nilai
Jumlah bersih
Belum jatuh tempo atau belum
diturunkan nilainya
Jatuh tempo tetapi tidak diturunkan
nilainya
1-30 hari
31-60 hari
61-90 hari
91-180 hari
>180 hari
Jumlah bersih
31 Desember
2013
Rp Juta
1,063,739
(21,489)
1,042,250
995,056
(6,672)
988,384
137,898
920,215
55,203
74,025
352,939
422,184
23,543
13,491
10,012
13,493
7,630
1,042,250
988,384
Piutang sewa yang belum jatuh tempo atau belum diturunkan nilainya memiliki peringkat kredit yang
baik berdasarkan evaluasi atas transaksi sebelumnya dengan pelanggan tersebut.
Rincian penyisihan penurunan nilai tahun 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
6,672
14,817
1,524
5,148
Saldo akhir tahun
21,489
6,672
- 24 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Penyisihan penurunan nilai diakui terhadap piutang sewa pembiayaan berdasarkan jumlah estimasi yang
tidak terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu dan mengestimasi
kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Perusahaan apabila terjadi tunggakan piutang sewa
pembiayaan.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas tidak tertagihnya investasi neto sewa pembiayaan.
Jangka waktu kredit pembayaran angsuran sewa pembiayaan adalah 30 hari. Perusahaan memberikan
denda keterlambatan pembayaran sebesar 0,25% per hari atas jumlah angsuran sewa pembiayaan
terutang di periode bersangkutan.
Seluruh investasi neto sewa pembiayaan digunakan oleh nasabah untuk pembelian alat berat dan sebagai
jaminan utang bank (Catatan 28).
Seluruh investasi neto sewa pembiayaan dijaminkan dengan alat berat.
9.
PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
30 September
2014
Rp Juta
a. Berdasarkan jatuh tempo
Dalam waktu satu tahun
31 Desember
2013
Rp Juta
735
(10)
922
-
725
922
Lebih dari satu tahun
Penyisihan penurunan nilai
1,069
(24)
1,849
(11)
Bersih
1,045
1,838
Jumlah
1,770
2,760
865
2,020
(130)
(1,035)
Bersih
b. Berdasarkan konsumen
Pihak berelasi
Pendapatan bunga yang
belum diakui
Jumlah
735
985
Pihak ketiga
Pendapatan bunga yang
belum diakui
2,048
2,105
(979)
(319)
Jumlah
Penyisihan penurunan nilai
1,069
(34)
1,786
(11)
Bersih
1,035
1,775
Jumlah
1,770
2,760
Seluruh piutang pembiayaan konsumen menggunakan mata uang Rupiah.
Jumlah angsuran pembiayaan konsumen sesuai dengan jatuh temponya adalah sebagai berikut :
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Tidak lebih dari satu tahun
Lebih dari satu tahun tetapi
tidak lebih dari dua tahun
Lebih dari dua tahun
865
1,161
621
1,427
984
1,980
Jumlah
2,913
4,125
- 25 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Tabel dibawah ini meringkas umur tagihan piutang pembiayaan konsumen yang tidak diturunkan nilainya
secara individual tetapi ditelaah untuk penurunan nilai atas dasar kolektif:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Piutang pembiayaan konsumen
Cadangan kerugian penurunan nilai
2,913
(34)
4,125
(11)
Jumlah - bersih
2,879
4,114
2,732
4,033
147
81
2,879
4,114
Belum jatuh tempo atau belum
diturunkan nilainya
Jatuh tempo tetapi belum diturunkan
nilainya 1 - 30 hari
Jumlah - bersih
Rincian penyisihan penurunan nilai tahun 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
8
26
7
4
Saldo
34
11
Penyisihan penurunan nilai diakui terhadap piutang pembiayaan konsumen berdasarkan jumlah estimasi
yang tidak terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu dan mengestimasi
kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Perusahaan apabila terjadi tunggakan piutang pembiayaan
konsumen.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen.
Jangka
waktu
kredit
pembayaran
angsuran pembiayaan konsumen adalah 30 hari.
Seluruh piutang pembiayaan konsumen dijaminkan dengan alat berat.
10.
PIUTANG LAIN-LAIN
30 September
2014
Rp Juta
Piutang Ijarah Muntahiyah Bittamlik
Piutang karyawan
Piutang pemasok
Piutang asuransi
Lain-lain
31 Desember
2013
Rp Juta
84,715
1,731
1,383
23,305
14,731
54,875
2,558
1,963
15,279
25,519
Jumlah
Penyisihan penurunan nilai
125,865
(6,930)
100,194
(1,238)
Jumlah
118,935
98,956
- 26 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Saldo awal tahun
Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan
1,238
5,692
1,196
42
Saldo
6,930
1,238
Saldo penyisihan penurunan nilai diakui terhadap piutang berdasarkan jumlah estimasi yang tidak
terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu dan mengestimasi kerugian
ekonomis yang mungkin akan diderita Perusahaan apabila terjadi tunggakan tagihan anjak piutang.
Seluruh tagihan anjak piutang dan putang Ijarah Muntahiyah Bittamlik pada tanggal 30 September
2014 dan 31 Desember 2013 merupakan piutang yang belum jatuh tempo dan tidak diturunkan nilainya
secara individual tetapi ditelaah untuk penyisihan atas dasar kolektif.
Jangka waktu kredit pembayaran angsuran anjak piutang dan piutang Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah
30 hari.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas tidak tertagihnya tagihan anjak piutang.
11.
PERSEDIAAN
30 September
2014
Rp Juta
Perdagangan
Alat-alat berat
Suku cadang
Lain - lain
31 Desember
2013
Rp Juta
268,001
378,554
2,621
423,992
426,292
7,967
649,176
858,251
2,478
4,773
4,795
4,411
7,251
9,206
Jumlah
Penyisihan penurunan nilai
persediaan
656,427
867,457
(13,689)
(10,539)
Bersih
642,738
856,918
Jumlah
Manufaktur
Barang dalam proses
Bahan baku
Jumlah
Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
10,539
3,150
6,445
4,094
Saldo
13,689
10,539
- 27 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, persediaan alat berat dan suku cadang
digunakan sebagai jaminan utang bank (Catatan 25 dan 28).
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup.
Persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi Harta Aman Pratama,
PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT LIG Insurance Indonesia, PT Asuransi Tugu Kresna Pratama, PT
Asuransi Jasa Tania, PT Asuransi Staco Mandiri dan PT Asuransi Tri Pakarta terhadap risiko kebakaran
dan pencurian dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 59 juta dan Rp 28.867 juta
pada tanggal 30 September 2014 dan US$ 37 juta dan Rp 30.361 juta pada tanggal 31 Desember 2013.
12.
UANG MUKA
30 September
2014
Rp Juta
Uang muka pembelian dan proyek
Pihak ketiga
Pihak berelasi (Catatan 46)
Uang muka kepada karyawan
Uang muka lainnya
Jumlah
13.
31 Desember
2013
Rp Juta
91,555
1,335
7,636
7,245
89,056
1,335
7,392
7,867
107,770
105,650
BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 September
2014
Rp Juta
14.
31 Desember
2013
Rp Juta
Asuransi
Sewa
Lain-lain
1,792
2,962
526
2,726
2,573
398
Jumlah
5,281
5,697
PAJAK DIBAYAR DIMUKA
30 September
2014
Rp Juta
Pajak penghasilan
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 28A - Perusahaan
2014
2013
2012
Pasal 28A - entitas anak
2013
2012
Pajak Pertambahan Nilai - bersih
Tagihan pengembalian pajak
Jumlah
- 28 -
31 Desember
2013
Rp Juta
5,027
10,398
8,267
-
1,198
28,112
-
28,112
43,847
4,637
-
5,718
455
3,196
3,582
57,639
84,910
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
15.
REKENING YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
30 September
2014
Rp Juta
Bank-Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Bukopin Syariah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat (masing-masing
5,321
921
-
2,045
23
24
6,265
2,069
4,274
-
4,274
-
kurang dari Rp 100 juta)
Jumlah
Deposito - Pihak Ketiga
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Syariah Mandiri
Jumlah
Jumlah
31 Desember
2013
Rp Juta
10,539
Suku bunga per tahun deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat
2,069
1.25%
-
Rekening yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening bank dan deposito berjangka yang digunakan
sebagai jaminan atau escrow account terkait utang bank (Catatan 25 dan 28).
16. PIUTANG DAN UTANG KEPADA PIHAK BERELASI
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Piutang dari pihak berelasi (Catatan 46)
PT Pristine Aftermarket Indonesia
78
66
Jumlah
78
66
11,607
11,605
Utang dari pihak berelasi (Catatan 46)
Komisaris dan Direksi
- 29 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
17.
ASET TETAP
1 Januari 2014
Rp Juta
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Kendaraan
Peralatan kantor
Alat-alat berat
Aset dalam penyelesaian
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Alat-alat berat
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Jumlah
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Kendaraan
Peralatan kantor
Alat-alat berat
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Alat-alat berat
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Jumlah
Nilai Buku
Penambahan
Rp Juta
Pengurangan
Rp Juta
Reklasifikasi
Rp Juta
30 September 2014
Rp Juta
55,567
75,725
1,226
141
(443)
(1,948)
(260)
11,075
56,090
84,993
44,401
88,726
45,321
46,817
17,602
2,220
5,119
4,357
777
5,396
(371)
(9,118)
(2,289)
(11,477)
-
(19,397)
(10,815)
46,250
84,727
47,389
16,720
12,183
34,986
25,006
330
-
(2,445)
1,664
-
-
1,664
(1,664)
-
435,815
19,565
(28,091)
25,543
2,999
(1,930)
-
26,612
32,542
59,185
27,646
27,304
3,908
8,860
4,791
2,544
(341)
(8,716)
(2,237)
(9,900)
1
(30)
(9,340)
36,110
59,299
30,200
10,608
11,725
9,349
5,232
1,879
(2,229)
(157)
943
16,800
9,942
- 0
(25,353)
(757)
186
(9,340)
189,757
943
194,237
30,213
(19,397)
35,316
24,225
241,578
1 Januari 2013
Rp Juta
407,892
218,134
Penambahan
Rp Juta
Pengurangan
Rp Juta
Reklasifikasi
Rp Juta
31 Desember 2013
Rp Juta
6,923
55,567
75,725
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan prasarana
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Kendaraan
Peralatan kantor
Alat-alat berat
Aset dalam penyelesaian
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Alat-alat berat
Mesin dan perlengkapan
bengkel
54,048
70,743
1,641
238
(122)
(2,179)
40,429
88,768
38,921
130,805
15,425
4,320
4,124
8,412
2,323
9,147
(397)
(4,428)
(2,010)
(88,639)
-
49
262
(2)
2,328
(6,970)
44,401
88,726
45,321
46,817
17,602
24,031
50,406
11,217
150
(23,222)
(262)
(2,328)
34,986
25,006
-
-
1,664
Jumlah
515,240
41,572
(120,997)
-
435,815
22,813
3,777
(1,047)
-
25,543
27,683
51,510
24,218
49,977
5,137
11,796
5,346
10,962
(278)
(4,285)
(1,918)
(35,758)
164
2,123
32,542
59,185
27,646
27,304
5,340
12,883
6,549
4,424
(5,835)
(164)
(2,123)
11,725
9,349
796
147
195,220
48,138
- 0
(49,121)
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Kendaraan
Peralatan kantor
Alat-alat berat
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Alat-alat berat
Mesin dan perlengkapan
bengkel
Jumlah
Nilai Buku
1,664
-
320,020
-
943
-
194,237
241,578
- 30 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
30 Septem ber 2014
30 Septem ber 2013
Rp Juta
Rp Juta
Beban pokok pendapatan
(Catatan 37)
Beban penjualan (Catatan 38)
15,988
22,909
4,875
5,139
9,350
8,936
30,213
36,984
Beban um um dan adm inis tras i
(Catatan 39)
Jum lah
Aset dalam penyelesaian merupakan pembangunan gedung kantor baru dan gudang sebesar 10%-95%
dari jumlah nilai kontrak untuk cabang-cabang Perusahaan, yang diperkirakan akan selesai antara tahun
2014 sampai dengan tahun 2015.
Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di beberapa propinsi dan kota di Indonesia dengan hak
legal berupa Hak Guna Bangunan berjangka waktu 20 - 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun
2019 sampai 2030. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas
tanah karena seluruh tanah diperoleh dengan sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Tanah dan bangunan pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 digunakan sebagai
jaminan atas utang bank (Catatan 25 dan 28).
Penghapusan dan penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 September 2014
Rp Juta
Nilai tercatat
Penerimaan dari penjualan
aset tetap
Keuntungan penjualan
aset tetap
30 September 2013
Rp Juta
3,462
14,324
15,248
18,998
11,785
4,674
Jumlah tercatat bruto aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan oleh Grup sebesar Rp
69.211 juta dan Rp 102.865 juta masing-masing pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
Nilai wajar tanah, bangunan dan prasarana dan alat berat adalah sebesar Rp 173.002 juta, Rp 104.805 juta
dan Rp 1 4 6 . 2 5 1 juta pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
Seluruh aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi
Harta Aman Pratama, PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT LIG Insurance Indonesia, PT Asuransi Tugu
Kresna Pratama, PT Asuransi Staco Mandiri, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Buana Independent,
PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, PT Asuransi Toyota Astra Financial, PT
Asuransi Himalaya Pelindung, PT Asuransi Tri Pakarta, PT Asuransi Astra Buana, PT Pan Pacific
Insurance terhadap seluruh risiko dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 10 juta
dan Rp 230.835 juta pada tanggal 30 September 2014 dan US$ 12 juta dan Rp 301.459 juta pada tanggal
31 Desember 2013. Nilai tercatat aset yang diasuransikan masing-masing sebesar Rp 292 m i l i a r
d a n 2 9 5 miliar pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset diatas pada tanggal 30 September
2014 dan 31 Desember 2013.
- 31 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
18.
ASET TETAP DISEWAKAN
Akun ini merupakan alat berat yang dimiliki untuk disewakan kepada pelanggan, sebagai berikut:
1 Januari 2014
Rp Juta
Penambahan
Rp Juta
Pengurangan
Rp Juta
Reklasif ikasi
Rp Juta
30 September 2014
Rp Juta
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Sew a pembiayaan
176,633
294,315
35,109
864
(11,413)
(23,892)
(33,761)
(81,250)
166,568
190,036
Jumlah
470,948
35,972
(35,305)
(115,011)
356,605
52,879
72,336
11,404
18,934
(1,957)
(9,876)
(8,648)
(25,663)
53,678
55,731
(34,311)
109,409
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Sew a pembiayaan
Jumlah
125,215
Akumulasi penurunan nilai
38
30,339
-
(11,833)
-
-
38
Jumlah
125,253
109,448
Nilai Buku
345,695
247,157
1 Januari 2013
Rp Juta
Penambahan
Rp Juta
Pengurangan
Rp Juta
Reklasifikasi
Rp Juta
31 Desember 2013
Rp Juta
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Sewa pembiayaan
97,538
352,548
52,580
125,699
(604)
-
27,119
(183,932)
176,633
294,315
Jumlah
450,086
178,279
(604)
(156,813)
470,948
44,433
63,698
17,474
38,495
(65)
-
(8,963)
(29,857)
52,879
72,336
108,131
55,969
(38,820)
125,215
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Sewa pembiayaan
Jumlah
Akumulasi penurunan nilai
38
-
(65)
-
-
38
Jumlah
108,169
125,253
Nilai Buku
341,917
345,695
Jumlah tercatat bruto aset tetap disewakan yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan oleh
Grup sebesar Rp 20.173 juta dan Rp 10.067 juta masing-masing pada tanggal 30 September 2014 dan
31 Desember 2013.
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
30 September 2014
30 September 2013
Rp Juta
Rp Juta
Beban pokok pendapatan
(Catatan 37)
27,703
Beban penjualan (Catatan 38)
Jumlah
39,384
2,636
2,848
30,339
42,232
Beberapa alat berat disewakan tertentu digunakan sebagai jaminan utang bank (Catatan 25 dan 28).
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, aset tetap disewakan diasuransikan kepada
PT Asuransi Jaya Proteksi Takaful, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Pan Pacific Insurance, PT Asuransi
Jaya Proteksindo Sakti, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Astra Buana Syariah, PT Asuransi
Bintang, pihak ketiga dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$ 47 juta dan Rp 52.175
juta, dan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar US$ 37 juta.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
- 32 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
19.
ASET IJARAH DAN IJARAH MUNTAHIYAH BITTAMLIK
Akun ini merupakan beberapa alat berat milik IBF, entitas anak, disewakan melalui perjanjian Ijarah
dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) kepada pelanggan, sebagai berikut:
1 Januari 2014
Rp Juta
Biaya Perolehan
Aset Ijarah
Aset Ijarah Muntahiyah
Bittamlik
1,666,006
Jumlah
Penambahan
Rp Juta
28,595
Pengurangan
Rp Juta
-
30 September 2014
Rp Juta
18,570
10,026
767,052
203,925
2,229,132
1,694,601
767,052
222,495
2,239,158
Akumulasi penyusutan
Aset ijarah
Aset Ijarah Muntahiyah
Bittamlik
4,406
777
2,943
2,239
515,446
228,672
99,297
644,821
Jumlah
519,852
229,449
102,240
647,060
11,642
614
8,778
3,479
Akumulasi penurunan nilai
Nilai Tercatat
1,163,107
1 Januari 2013
Rp Juta
Biaya Perolehan
Aset Ijarah
Aset Ijarah Muntahiyah
Bittamlik
1,183,299
Jumlah
1,588,619
Penambahan
Rp Juta
32,265
Pengurangan
Rp Juta
-
31 Desember 2013
Rp Juta
3,670
28,595
1,366,928
884,221
1,666,006
1,215,564
1,366,928
887,891
1,694,601
Akumulasi penyusutan
Aset ijarah
Aset Ijarah Muntahiyah
Bittamlik
4,103
2,291
1,989
4,405
388,335
477,799
350,687
515,447
Jumlah
392,438
480,090
352,676
519,852
6,538
5,408
304
11,642
Akumulasi penurunan nilai
Nilai Tercatat
816,588
1,163,107
Jumlah penyusutan yang dibebankan pada tanggal 30 September 2014 dan 30 September 2013
dibukukan
sebagai
pengurang
“Pendapatan
sewa
pembiayaan–bersih”
(Catatan 36
) adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
30 September
2013
Rp Juta
Aset Ijarah
Aset Ijarah Muntahiyah Bittamlik
777
228,672
1,851
354,392
Jumlah
229,449
356,243
- 33 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 September 2014 dan 30 September 2013 adalah sebesar Rp
614 juta dan Rp 879 juta (Catatan 43)
Pada tanggal 30 September 2014 aset Ijarah dan IMBT telah diasuransikan kepada PT Asuransi Allianz,
PT Asuransi Allianz Syariah, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Takaful Umum, PT Asuransi Jaya
Proteksi Takaful, PT Asuransi Adira Syariah, PT Asuransi Tri Pakarta Syariah, PT PT Asuransi Central
Asia, PT ASEI Syariah, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Sinarmas Syariah, PT Asuransi Astra
Buana Syariah terhadap resiko bencana, kecelakaan dan pencurian (all risk) dengan jumlah
pertanggungan masing-masing sebesar U S $ 1 . 0 3 0 j u t a d a n Rp 1.109.221 juta, dan p a d a
t a n g g a l 3 1 D e s e m b e r 2 0 1 3 s e b e s a r Rp 2.378.445 juta. Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
20.
ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN
30 September
2014
Rp Juta
31 Desember
2013
Rp Juta
Investasi tersedia untuk dijual lainnya
Agunan yang diambil alih - setelah
dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai sebesar
Rp 365 juta tahun 2014
dan Rp 11.490 juta tahun 2013
Jaminan bank garansi dan letter
of credit
Lain-lain
46,669
46,324
36,302
20,570
28
1,962
136
12,458
Jumlah
84,962
79,488
Pada tanggal 20 Desember 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian perpindahan surat jaminan dengan
pihak ketiga, Dresden Cove Corporation untuk memperoleh kepemilikan sebesar 36,25% atas saham PT.
Baratama Indo Nusa Borneo. Surat jaminan ini akan diimplementasikan dalam jangka waktu 2 tahun, dan
jika tidak dapat dilakukan, surat jaminan sebesar Rp 46.324 juta akan menjadi piutang dari Dresden
Cove Corporation.
21.
UTANG USAHA
30 Septem ber
2014
Rp Juta
a. Berdas arkan Pem as ok
Pihak berelas i
PT Pris tine Afterm arket Indones ia
Jum lah
31 Des em ber
2013
Rp Juta
803
2,006
803
2,006
Pihak ketiga
Pem as ok dalam negeri
Pem as ok luar negeri
Letter of Credit dan SKBDN
Pem as ok dalam negeri
Pem as ok luar negeri
Jum lah
430,709
52,629
1,097,681
195,761
163,407
434,589
1,081,334
1,293,442
Jum lah
1,082,137
1,295,448
228,035
107,028
853,889
213
1,188,193
227
1,082,137
1,295,448
b. Berdas arkan Mata Uang As ing
Rupiah
Mata uang as ing
Dolar Am erika Serikat
Euro
Jum lah
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu,baik dari pemasok
dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai dengan 90 hari.
- 34 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
22.
UTANG PAJAK
30 September
2014
Rp Juta
Pajak penghasilan badan (Catatan 45)
2014
2013
Pajak penghasilan
Pasal 4 ayat 2
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pajak Pertambahan Nilai - bersih
Jumlah
31 Desember
2013
Rp Juta
14,251
215
9,109
39
1,296
132
21,335
141
5,214
507
383
35
20,067
37,268
35,456
<
23.
UANG MUKA PELANGGAN
30 September
2014
Rp Juta
Titipan uang muka sewa Ijarah
Muntahiyah Bittamlik
Uang muka proyek dan penjualan
alat berat dan suku cadang
Jumlah
24.
232,795
159,440
34,982
38,073
267,777
197,513
BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
30 Septem ber
2014
Rp Juta
Denda pajak
Bunga
Tenaga ahli
Lain-lain
Jum lah
25.
31 Desember
2013
Rp Juta
31 Des em ber
2013
Rp Juta
2,865
7,677
86
7,291
7,867
6,908
1,223
6,810
17,920
22,808
UTANG BANK JANGKA PENDEK
30 Septem ber
2014
Rp Juta
Rupiah
PT Bank Mandiri (Pers ero) Tbk
55,408
Dollar Am erika Serikat
PT Bank Mandiri (Pers ero) Tbk
US$ 8.050 ribu tahun 2014 dan
US$ 8.850 ribu tahun 2013
PT Bank ICB Bum iputera Tbk
US$ 2.000 ribu tahun 2014 dan
US$ 2.000 ribu tahun 2013
31 Des em ber
2013
Rp Juta
55,319
98,306.60
107,873
24,424
24,378
Jum lah
Biaya trans aks i yang belum
diam ortis as i
178,138
187,570
(1,230)
(695)
Jum lah - bers ih
176,908
186,875
- 35 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, rincian utang bank jangka pendek beserta tipe
fasilitas kredit, pagu pinjaman, tingkat bunga, tujuan pinjaman, jaminan, saldo dan jadwal pembayaran
pinjaman adalah sebagai berikut:
Konvensional
Jenis Fasilitas Kredit Pagu Pinjaman
Tingkat Bunga Digunakan untuk
Dijaminkan dengan
Saldo 30 September 2014 Saldo 31 Desember 2013 Jadw al Pembayaran
PT Bank Mandiri Tbk
45,000,000,000
12.50%
Modal kerja untuk
pembelian alat-alat berat Jaminan pribadi Tn. Petrus Halim dan Tn Halex Halim
Rp
US$
6,500,000
6.50%
Modal kerja untuk
Persediaan, piutang usaha, lima belas bidang tanah dan
pembelian alat-alat berat bangunan milik Perusahaan
US$
950,000
US$
1,750,000 May 2014 - May 2015
Kredit Modal Kerja
US$
5,000,000
6.50%
Modal kerja untuk
Alat berat, persediaan, piutang usaha dan jaminan
pembelian alat-alat berat pribadi Tn. Petrus Halim dan Tn. Halex Halim
US$
5,000,000
US$
5,000,000 May 2014 - May 2015
Kredit Modal Kerja
US$
2,100,000
6.50%
Modal kerja untuk
Persediaan, piutang usaha, lima belas bidang tanah dan
pembelian alat-alat berat bangunan milik Perusahaan
US$
2,100,000
US$
2,100,000May 2014 - May 2015
12.00%
Tambahan modal kerja
untuk chrome plating alat
berat dan suku cadang
mesin industri
Persediaan,piutang usaha, tanah, mesin, kendaraan
bermotor milik perusahaan, jaminan Perusahaan dari PT
Intraco Penta Tbk dan jaminan pribadi dari Tn. Halex
Halim
Rp
1,527,254,624 Rp
1,401,695,322 May 2014 - Nov 2014
23,000,000,000
11.00%
Modal kerja untuk chrome
plating,
hydraulic/pneumatic
cylinder, heavy duty
attachment, dan body
builder & engineering
Persediaan,piutang usaha, tanah, mesin, kendaraan
bermotor milik perusahaan, jaminan Perusahaan dari PT
Intraco Penta Tbk dan jaminan pribadi dari Tn. Halex
Halim
Rp
8,880,365,940 Rp
8,917,393,963 May 2014 - Nov 2014
5,000,000
7.25%
Modal kerja untuk
Blokir setoran jaminan minimal sebesar ekuivalen 10%
pembelian alat-alat berat dari saldo L/C dan jaminan pribadi dari Tn. Halex Halim
Kredit Modal Kerja
Rp
Kredit Modal Kerja
Kredit Modal Kerja
Kredit Modal Kerja
Rp
Rp
2,000,000,000
45,000,000,000 Rp
45,000,000,000 May 2014 - May 2015
PT Bank ICB Bumi Putera
Kredit Modal Kerja
26.
US$
US$
2,000,000
US$
2,000,000 Aug 2014 - Jul 2015
UTANG PEMBELIAN KENDARAAN
Akun ini merupakan utang kepada PT Bank Jasa Jakarta untuk pembelian kendaraan secara cicilan dengan
rincian sebagai berikut :
30 Septem ber
31 Des em ber
2014
2013
Jatuh tem po pem bayaran :
2014
1,237
7,622
2015
2,904
2,900
2016
913
803
2017
51
Jum lah pem bayaran m inim um
5,106
Bunga
(345)
Nilai kini pem bayaran m inim um
4,761
11,325
(1,125)
10,200
Bagian yang jatuh tem po
dalam s atu tahun
(3,446)
(6,891)
1,315
3,309
Utang pem belian
kendaraan - jangka panjang
Utang tersebut berjangka waktu tiga tahun, dengan suku bunga efektif 8,35% - 12,05% per tahun.
Semua utang pembelian kendaraan adalah dalam mata uang Rupiah dan dibayar pada jumlah
tetap setiap bulan. Utang pembelian kendaraan dijamin dengan kendaraan yang dibeli (Catatan 17).
- 36 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
27.
LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
Liabilitas sewa pembiayaan berjangka waktu tiga tahun, dengan suku bunga efektif 5,83% - 10,4% per
tahun untuk liabilitas sewa pembiayaan dalam Rupiah dan 5,69% - 9% per tahun untuk liabilitas sewa
pembiayaan dalam Dolar Amerika Serikat, dibayar pada jumlah tetap setiap bulan. Liabilitas sewa
pembiayaan ini dijamin dengan aset sewa pembiayaan yang bersangkutan (Catatan 17 dan 18).
Saldo liabilitas sewa pembiayaan ini merupakan liabilitas
sebagai berikut :
kepada
pihak
30 September
2014
Rp Juta
ketiga,
dengan
rincian
31 Desember
2013
Rp Juta
Jatuh tempo pembayaran:
2014
2015
2016
2017
14,911
26,632
14,756
690
47,145
26,475
14,611
669
Jumlah liabilitas minimum sewa
Bunga
56,989
(3,754)
88,900
(7,612)
Nilai kini pembayaran minimum
Bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
53,235
81,288
(33,085)
(42,066)
20,150
39,222
Liabilitas sewa pembiayaan
jangka panjang
Jumlah angsuran sewa dan bunga ditangguhkan berdasarkan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
Angsuran sewa
Tidak lebih dari satu tahun
Lebih dari satu tahun tetapi
tidak lebih dari dua tahun
Lebih dari dua tahun
31 Desember
2013
Rp Juta
35,986
47,145
17,195
3,808
26,475
15,280
56,989
88,900
(2,901)
(5,079)
(805)
(48)
(2,006)
(527)
Jumlah bunga ditangguhkan
(3,754)
(7,612)
Jumlah
53,235
81,288
Jumlah angsuran sewa
Bunga ditangguhkan
Tidak lebih dari satu tahun
Lebih dari satu tahun tetapi
tidak lebih dari dua tahun
Lebih dari dua tahun
- 37 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
28.
UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 September
2014
Rp Juta
Rupiah
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Jabar Banten Syariah
PT Bank Maybank Syariah Indonesia
PT Bank Central Asia Syariah
PT Bank Artha Graha International Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk
PT Bank International Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia Syariah
PT Bank Syariah Bukopin
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah
PT Bank Mestika
Jumlah
Dolar Am erika Serikat
PT Bank Mandiri (Pers ero) Tbk US$ 84.412 ribu tahun 2014 dan
US$ 43.771 ribu tahun 2013
PT Bank Syariah Mandiri US$ 9.485 ribu tahun 2014 dan
US$ 18.013 ribu tahun 2013
PT Bank International Indones ia Tbk
US$ 1.072 ribu tahun 2014 dan
US$ 14.709 ribu tahun 2013
PT Bank Muam alat Indones ia Tbk US$ 7.834 ribu tahun 2014 dan
US$ 13.121 ribu tahun 2013
PT Artha Graha International Tbk
US$ 5.344 ribu tahun 2014 dan
US$ 8.508 ribu tahun 2013
PT Bank Negara Indones ia Syariah US$ 3.363 ribu tahun 2014 dan
US$ 5.760 ribu tahun 2013
PT Bank Pem bangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk US$ 900 ribu tahun 2014 dan
US$ 5.372 ribu tahun 2013
PT Bank Maybank Syariah Indones ia
Nihil tahun 2014 dan
US$ 4.052 ribu tahun 2013
PT Bank SBI Indones ia
US$ 1.998 ribu tahun 2014 dan
US$ 1.998 ribu tahun 2013
PT Bank Agris
US$ 900 ribu tahun 2014 dan
US$ 1.682 ribu tahun 2013
PT Bank ICB Bum iputera
US$ 5.003 ribu tahun 2014 dan
US$ 301 ribu tahun 2013
PT Bank Ganes ha US$ 15 ribu tahun 2014 dan
US$ 59 ribu tahun 2013
31 Desember
2013
Rp Juta
266,730
324,942
192,923
45,510
87,360
20,521
14,680
320,109
301,907
131,865
76,952
38,669
36,550
31,779
19,256
152,781
4,853
3,027
3,113
31,577
28,986
19,914
16,571
3,932
-
1,135,694
1,038,811
1,030,837
533,530
115,830
219,563
-
95,675
103,701
41,073
70,212
-
Biaya trans aks i yang belum diam ortis as i
Dikurangi bagian yang akan jatuh
tem po dalam waktu s atu tahun
Utang bank jangka panjang
- 38 -
49,391
24,357
10,994
20,507
61,099
3,669
719
1,456,348
1,430,347
2,592,042
2,469,158
(5,402)
Jum lah utang bank
65,481
24,403
185
Jum lah
159,927
65,257
10,994
Jum lah
179,290
(7,156)
2,586,640
2,462,002
(1,245,675)
(1,360,678)
1,340,965
1,101,324
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, rincian utang bank jangka panjang beserta tipe
fasilitas kredit, pagu pinjaman, tingkat bunga, tujuan pinjaman, jaminan, saldo dan jadwal pembayaran
pinjaman adalah sebagai berikut :
Konvensional
Jenis Fasilitas Kredit
Pagu Pinjaman
Tingkat Bunga
Digunakan untuk
Dijaminkan dengan
Saldo 30 September 2014 Saldo 31 Desember 2013 Jadwal Pembayaran
PT Bank Mandiri Tbk
Kredit Investasi US$
4,500,000
7.00%
Pembelian alat berat
Piutang usaha, alat berat, kendaraan dan jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
US$
- US$
439,057 April 2011 - Aug 2014
Kredit Investasi
US$
4,800,000
6.50%
Modal kerja untuk pembelian alat-alat
berat
Persediaan, piutang usaha, tanah dan bangunan milik perusahaan
US$
145,990 US$
802,891 Dec 2010 - Nov 2014
Fasilitas Kredit
Pinjaman
Fasilitas Kredit
Pinjaman
US$
94,000,000
6.50%
42,529,502 Oct 2012 - Jan 2015
43,613,160
7.00%
Alat-alat berat, persediaan, piutang usaha dan jaminan pribadi dari Tuan Petrus Halim dan US$
Tuan Halex Halim
Alat-alat berat, persediaan, piutang usaha dan jaminan pribadi dari Tuan Petrus Halim dan US$
Tuan Halex Halim
17,063,634 US$
US$
Modal kerja untuk pembelian alat-alat
berat
Modal kerja untuk pembelian alat-alat
berat
42,499,804 US$
- Feb 2014 - Mar 2018
Fasilitas Kredit
Pinjaman
US$
25,000,000
7.00%
Modal kerja untuk pembelian alat-alat
berat
Alat-alat berat, persediaan, piutang usaha dan jaminan pribadi dari Tuan Petrus Halim dan US$
Tuan Halex Halim
24,702,380 US$
- Jun 2014 - Mei 2018
325,000,000,000
9,5%
Modal kerja untuk pembelian alat-alat a. Piutang lancar (Maksimal 30 hari) atas barang yang dibiayai sebesar 110% dari nilai
berat PT Intraco Penta Tbk
outstanding pinjaman
Rp
324,941,768,052 Rp
301,906,811,504 Sep 2012 - Jun 2017
Rp
166,093,539 Rp
28,235,565,800 June 2012 - June 2014
Rp
14,513,632,486 Rp
3,543,787,463 May 2011 - Okt 2015
US$
- US$
630,623 May 2011 - May 2014
US$
5,343,713 US$
7,877,096 Mar 2013 - Mar 2016
PT Bank Negara Indonesia Tbk
Kredit Modal Kerja Rp
b. Jaminan perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
c. Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk
Revolving
Rp
50,000,000,000
Loan 3
Revolving
Rp
20,000,000,000
Loan 2
13.50%
Modal kerja
12.00%
Modal kerja
Revolving
Loan 1
US$
5,000,000
8.00%
Pembiayaan alat-alat berat
Revolving
Loan 4
US$
10,000,000
7.00%
Pembiayaan alat-alat berat
a.
b.
a.
b.
Piutang usaha pembiayaan senilai Rp 154.500.000.000
Jaminan pembelian kembali oleh PT Intraco Penta Tbk
Jaminan yang diberikan end user adalah alat berat yang dibiayai oleh debitur
Setiap alat berat yang dijaminkan harus diasuransikan dengan banker's clause
c. Jaminan pembelian kembali oleh PT Intraco Penta Tbk
a. Jaminan yang diberikan end user adalah alat berat yang dibiayai oleh debitur
b. Setiap alat berat yang dijaminkan harus diasuransikan dengan banker's clause
c. Jaminan pembelian kembali oleh PT Intraco Penta Tbk
a. Jaminan perusahaan PT Intraco Penta Tbk
b. Jaminan pembelian kembali oleh PT Intraco Penta Tbk
- 39 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Jenis Fasilitas
Kredit
Pagu Pinjaman
Tingkat
Bunga
Digunakan untuk
Konvensional
Dijaminkan dengan
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
KMK-Pembiayaan - Rp
50,000,000,000 12.00% Modal kerja untuk pembelian alat berat a. Piutang usaha dengan kolektabilitas lancar sebesar 110%
Non-revolving
dari fasilitas kredit
b. Bukti kepemilikan obyek pembiayaan atau Invoice unit alat
berat di simpan di bank Pembangunan Daerah Jaw a Barat
dan Banten Tbk
c. Jaminan perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
d. Jaminan pembelian kembali
Non-Revolving
US$
10,000,000 7.50% Pembiayaan alat-alat berat
a. Piutang lancar yang menjadi hak tagih dengan tunggakkan
dibaw ah 30 hari sebesar 110% dari sisa nilai pinjaman
KMK-Pembiayaan Non-revolving
PT Bank International Indonesia Tbk
Kredit Investasi
US$
33,600,000 7.00% Modal kerja untuk pembelian alat berat
Pinjaman Berjangka
V
Rp
Saldo 31 Desember 2013
Jadw al
Pembayar
an
Rp
19,255,987,765
Rp
31,577,206,234
June 2012
- Nov
2014
US$
110,696
US$
1,279,723
Dec 2011 Nov 2014
US$
789,594
US$
4,092,451
May 2012 Sep 2014
US$
-
US$
14,709,164
Rp
-
Rp
28,985,664,151
Sept 2012
- Jan
2015
Mar 2012 Nov 2015
US$
1,998,241
US$
1,998,241
Dec 2012 Dec 2014
US$
900,303
US$
1,682,459
Sep 2012 Sep 2015
US$
-
US$
300,998
Dec 2011 Mar 2014
Akta jaminan fidusia piutang sebesar 111.12% dari pagu
fasilitas kredit
US$
5,003,202
US$
-
Jun 2014 Jun 2017
Piutang konsumen sebesar 110% dari saldo pinjaman
US$
15,131
US$
58,971
Dec 2011 Dec 2014
b. Personal pribadi Tuan Halex Halim
c. Jaminan pembelian kembali
15,000,000 7.50% Modal kerja untuk pembelian alat berat a. Piutang usaha dengan kolektabilitas lancar sebesar 110%
dari fasilitas kredit
b. Bukti kepemilikan obyek pembiayaan atau Invoice unit alat
berat di simpan di bank Pembangunan Daerah Jaw a Barat
dan Banten Tbk
c. Jaminan perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
d. Jaminan pembelian kembali
US$
Saldo 30 September 2014
Piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan
81,000,000,000 11.00% Modal kerja untuk pembelian alat berat a. Pemberian jaminan fidusia kepada bank atas piutang milik
Debitur
b. Jaminan Perusahaan dari PT Inta Trading sebesar US$
12.500.000 atau ekuivalennya dalam mata uang rupiah
c. Jaminan pribadi dari Tuan Halex Halim
b Jaminan Perusahaan atas nama PT. Intraco Penta Tbk
sebesar Rp 60.000.000.000
PT Bank SBI Indonesia
Pembiayaan Modal
kerja
PT Bank Agris
Kredit Modal Kerja
Executing
US$
2,000,000 7.00% Modal kerja untuk pembelian alat berat
US$
4,700,000
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
Fixed Loan
US$
Fixed Loan
Fiducia atas piutang sebesar Rp 37.500.000.000
6,5% Modal kerja untuk pembelian alat berat a. Perjanjian jaminan fidusia atas tagihan
b. Akta pembelian kembali atas nama penjamin
c. Dokumen jaminan lainnya sehubungan dengan pemeberian
jaminan oleh debitor atau pihak ketiga yang disetujui oleh
bank
5,000,000 7.50% Pembiayaan alat berat
US$
10,000,000 6.50% Pembiayaan alat berat
US$
2,500,000 7.00% Pembiayaan alat berat
a. Akta jaminan fidusia piutang sebesar 125% dari pagu
fasilitas kredit
b. Jaminan perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
c. Jaminan pribadi dari Tuan Halex Halim
PT Bank Ganesha
Fixed Loan
Executing
PT Bank Mestika Dharma, Tbk.
KMK Executing Non IDR
Revolving
100,000,000,000 12.00% Pembiayaan alat berat
a. NPL/Aging Tunggakan > 5% dari jumlah pembiayaan
Debitur
b. Total Write Off dan Loss on Ayda berada diatas 2% dari
Nilai Piutang Kotor
- 40 -
IDR
3,112,812,000
-
Dec 2014 Agst 2015
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Syariah
Jenis Fasilitas
Kredit
Pagu Pinjaman
Digunakan untuk
Dijaminkan dengan
Saldo 30 September 2014
Jadw al
Pembayaran
Saldo 31 Desember 2013
PT Bank Syariah Mandiri
Murabahah
US$
6,000,000
Modal kerja untuk pembelian
alat berat
Piutang usaha, alat berat dan jaminan Perusahaan dari
PT Intraco Penta Tbk
US$
Murabahah
US$
10,000,000
Modal kerja untuk pembelian
alat berat
Jaminan paripasu dengan fasilitas kredit sebelumnya
oleh Bank Mandiri
US$
Murabahah
Rp
200,000,000,000
Modal kerja untuk pembelian
alat berat
Jaminan paripasu dengan fasilitas kredit sebelumnya
oleh Bank Mandiri
Rp
180,000,000,000
Murabahah
Rp
130,000,000,000
Pembiayaan alat berat
a. Fidusia notariil, minimal sebesar 100% sesuai faktur dari
harga alat berat atau mesin yang dibiayai
Rp
86,729,914,824
Murabahah
US$
10,000,000
Pembiayaan alat berat
Murabahah
US$
22,000,000
Pembiayaan alat berat
b. Fidusia notariil atas piutang kepada nasabah yang
dibiayai, minimal sebesar 100% dari jumlah fasilitas
pembiayaan yang dicairkan
c. Jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk, minimal
Rp 412.500.000.000
a. Fidusia notariil, minimal sebesar 100% sesuai faktur dari US$
harga alat berat atau mesin yang dibiayai
b. Fidusia notariil atas piutang kepada nasabah yang
dibiayai, minimal sebesar 100% dari jumlah fasilitas
pembiayaan yang dicairkan
c. Jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk, minimal
Rp 412.500.000.000
a. Fidusia notariil, minimal sebesar 100% sesuai faktur dari US$
harga alat berat atau mesin yang dibiayai
b. Fidusia notariil atas piutang kepada nasabah yang
dibiayai, minimal sebesar 100% dari jumlah fasilitas
pembiayaan yang dicairkan
c. Jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk, minimal
Rp 412.500.000.000
-
US$
717,465
May 2011 Aug 2014
1,058,577 US$
5,610,640
Dec 2012 Nov 2014
Rp
200,000,000,000
Nov 2013 Oct 2016
Rp
120,108,919,564
May 2013 Aug 2016
628,001
US$
2,023,395
Apr 2011 June 2015
7,798,389
US$
9,661,690
May 2013 Mar 2017
US$
2,407,418
US$
2,501,293
US$
3,749,400 US$
4,999,100
April 2013 Maret 2015
Aug 2013 April 2017
April 2013 March 2017
Oct 2013 Oct 2016
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Musyarakah
US$
5,000,000
Line Facility al
Musyarakah
US$
10,000,000
Pembiayaan kebutuhan
operasional
Modal kerja untuk pembelian
alat berat
Rp
50,000,000,000
Murabahah
Rp
50,000,000,000
Modal kerja
Murabahah
Rp
20,000,000,000
Modal kerja
Murabahah
Rp
170,000,000,000
Modal kerja
Piutang usaha, alat berat, persediaan dan jaminan
Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
Fidusia cessie PT Kaltim Prima Coal dan jaminan pribadi
Tuan Halex Halim dan Tuan Petrus Halim
a. Jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk sebesar
Rp 124.795.182.620
b. Fidusia alat berat dan invoice
c. Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
c.
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
Murabahah
Rp
100,000,000,000
Modal kerja
Rp
37,498,000,000
Rp
49,995,000,000
Rp
4,468,381,669
Rp
17,888,250,404
-
Rp
1,991,149,319
149,953,717,306
Rp
-
1,002,757,060
Rp
61,990,330,132
Oct 2013 Oct 2016
Fidusia alat berat Rp 62.500.000.000
Jaminan pribadi dari Tuan Halex Halim
Rp
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
Fidusia cessie tagihan dari pendapatan sew a yang
diterima atau akan diterima senilai Rp 50.000.000.000
Fidusia alat berat Rp 62.500.000.000
Jaminan pribadi dari PT Intraco Penta
Rp
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
Fidusia cessie tagihan dari pendapatan sew a yang
diterima atau akan diterima senilai Rp 320.000.000.000
Fidusia alat berat Rp 400.000.000.000 atau minimal
senilai 125% dari nilai alat yang dibiayai
a. Jaminan Perusahaan dari PT Intraco Penta Tbk
b. Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
Rp
c. Fidusia cessie tagihan dari pendapatan sew a yang US$
diterima atau akan diterima senilai Rp 100.000.000.000
Oct 2013 Oct 2016
Sept 2014 Juni 2017
682,844
US$
4,622,312
May 2013 Apr 2015
994,807
US$
997,929
May 2013 Apr 2015
d. Fidusia alat berat Rp 125.000.000.000
Murabahah
US$
15,000,000
Pembiayaan alat berat
a. Jaminan pribadi dari Tuan Halex Halim yang berlaku
untuk fasilitas pembiayaan baru
b. Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco Penta Tbk
c. Fidusia cessie tagihan dari pendapatan sew a yang
diterima atau akan diterima oleh senilai US$ 15,000,000
d. Fidusia atas alat-alat yang dibiayai minimal senilai USD
18.750.000
- 41 -
US$
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Syariah
Jenis Fasilitas
Kredit
Pagu Pinjaman
Digunakan untuk
Dijaminkan dengan
Saldo 30 September 2014
Saldo 31 Desember 2013
Jadw al Pembayaran
PT Bank Maybank Syariah Indonesia
Murabahah
Murabahah
48,000,000,000 Untuk membiayai dana
65,000,000,000 Untuk membiayai dana
umum Perusahaan
Murabahah
US$
10,000,000 Untuk membiayai dana
umum Perusahaan
PT Bank Jabar Banten Syariah
Line Facility
Rp
Rp
Rp
90,000,000,000 Pembiayaan Aset IMBT
Piutang usaha maksimal Rp 48.000.000.000
Piutang usaha maksimal Rp 65.000.000.000
Rp
Rp
Piutang usaha maksimal US$ 10.000.000
US$
a.
Fiducia atas alat berat yang dibiayai minimal
senilai faktur alat berat
Rp
b.
Jaminan pembelian kembali untuk produk PT
Intraco Penta Tbk
Rp
25,000,000,000 Pembiayaan alat berat
a.
Alat berat yang dibiayai
b.
Jaminan pribadi dari Tn Halex Halim Rp
20.000.000.000
Alat berat yang dibiayai
Murabahah
Rp
25,000,000,000 Pembiayaan alat berat
Murabahah
Rp
50,000,000,000 Pembiayaan alat berat
-
Rp
Rp
US$
38,669,061,074
4,052,068
May 2013 - Jul 2017
May 2014 - Juni
2017
Feb 2012 - Mar
2015
45,510,127,698
Rp
76,952,418,818
Apr 2011 - Sep
2016
Rp
-
Rp
3,617,631,264
Oct 2011 - Sep
2014
Rp
5,152,852,839
Rp
10,817,245,898
June 2012 - Sep
2015
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
Alat berat yang dibiayai
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
Rp
15,368,004,726
Rp
22,114,623,359
Jul 2013 - Sep 2016
a.
Jaminan pribadi dari Tn Halex Halim
Rp
152,780,666,398
Rp
19,913,860,476
b.
Seluruh objek pembiayaan yang disalurkan
kepada end user dengan pola IMBT
Nov 2011 - Sep
2016
c.
Seluruh objek pembiayaan yang disalurkan
kepada end user dengan pembiayaan bank
US$
3,363,363
US$
5,760,290
May 2012 - May
2019
d.
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
a.
Tagihan atas pembiayaan yang diberikan bank
sebesar Rp 25.000.000.000
Invoice atas alat yang dibiayai minimal Rp
25.000.000.000
Rp
-
Rp
633,515,489
Nov 2010 - Feb
2014
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
Rp
4,852,551,251
Rp
15,937,908,440
Jul 2012 - Dec
2015
a.
Fidusia notariil atas objek yang dibiayai
Rp
-
Rp
3,931,648,702
b.
Asli BPKB untuk kendaraan dan asli faktur
untuk alat berat atas end user
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
Nov 2013 - Oct
2016
PT Bank Central Asia Syariah
Murabahah
27,694,145,560
59,665,695,037
a.
b.
a.
b.
PT Bank Negara Indonesia Syariah
Murabahah
Rp
100,000,000,000 Pembiayaan alat berat
PT Bank Syariah Bukopin
Murabahah
Rp
20,000,000,000 Modal kerja
b.
c.
Murabahah
Rp
35,000,000,000 Modal kerja
Jaminan pembelian kembali dari PT Intraco
Penta Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah
Murabahah
Rp
40,000,000,000 Pembiayaan alat berat
c.
- 42 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, rincian bagi hasil adalah
sebagai berikut :
30 Septem ber
2014
Rp Juta
Rupiah
PT Bank
PT Bank
PT Bank
PT Bank
PT Bank
PT Bank
PT Bank
PT Bank
30 Septem ber
2013
Rp Juta
Syariah Mandiri
Rakyat Indones ia Syariah
Muam alat Indones ia Tbk
Jabar Banten Syariah
Negara Indones ia Syariah
Syariah Bukopin
Central As ia Syariah
Maybank Syariah Indones ia
23,651
302
16,001
4,881
11,262
952
2,418
4,140
4,655
18
4,958
6,796
5,332
2,596
2,475
1,359
Jumlah
Dolar Am erika Serikat
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Muam alat Indones ia Tbk
PT Bank Negara Indones ia Syariah
PT Bank Maybank Syariah Indones ia
Jumlah
63,607
28,188
8,611
4,946
3,046
365
16,968
12,929
7,829
2,318
3,350
26,426
Jum lah
80,574
54,613
Sehubungan dengan pinjaman dari PT Bank Syariah Mandiri, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi
beberapa persyaratan tertentu sesuai yang tertera dalam perjanjian. Pada tanggal 30 Juni 2014,
beberapa persyaratan tidak terpenuhi, sehingga, pinjaman bagian tidak lancar sebesar Rp 137 juta
diklasifikasikan sebagai bagian lancar dari utang bank jangka panjang dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Pada bulan Februari 2014, Perusahan melakukan perjanjian refinancing dengan PT Bank Mandiri untuk
pinjaman yang telah ada sebesar Rp 796 miliar melalui pembaharuan dan penambahan fasilitas baru.
29.
MEDIUM TERM NOTES
30 September
31 Desember
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
Medium Term Notes Syariah Ijarah
300,000
15,000
Jumlah
300,000
15,000
Biaya emisi yang belum di amortisasi
(4,943)
Bersih
295,057
(27)
14,973
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Medium Term Notes jangka panjang
295,057
(14,973)
-
Pada tanggal 20 Juli 2011, Perusahaan telah menerbitkan dan menawarkan secara terbatas surat
berharga dalam bentuk MTN sebesar Rp 220 miliar yang terdiri dari MTN sebesar Rp 205 miliar
dengan jangka waktu 2 tahun yang telah jatuh tempo pada tanggal 22 Juli 2013 dengan tingkat bunga
sebesar 12% per tahun dan MTN Syariah Ijarah sebesar Rp 15 miliar dengan jangka waktu 3 tahun yang
telah dilunasi pada tanggal 25 Juli 2014. Pada tahun 2013, MTN senilai Rp 205 miliar telah dibayar lunas
oleh Perusahaan.
- 43 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
MTN dijamin dengan piutang pembiayaan, alat berat dan suku cadang, jasa pemeliharaan dan/atau aset
alat berat yang disewakan.
MTN Perusahaan mengandung persyaratan tertentu seperti membatasi Perusahaan untuk masuk
dalam penggabungan atau akuisisi; dan mengurangi modal disetor.
ke
Pada tanggal 27 Januari 2014, IBF entitas anak telah menerbitkan medium Term Notes 1 sebesar Rp 300
miliar 2017 dengan tingkat bunga sebesar 11% per tahun berjangka waktu 36 bulan dari tanggal
penerbitan dn akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2017.
MTN tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa guna usaha.
30.
LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Grup memberikan imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan
No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing 1.148 dan 1.258
karyawan pada tahun 2014 dan 2013.
Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian adalah:
30 September
30 September
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
Beban jasa kini
3,450
8,381
Beban bunga
4,077
2,624
997
1,424.00
8,524
12,429
Kerugian (keuntungan) aktuarial
Jumlah
Nilai yang termasuk dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari Perusahaan dan
entitas anak sehubungan dengan liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
30 September
31 Desember
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
Nilai kini cadangan imbalan pasti
55,764
yang tidak didanai
-
Kerugian aktuarial yang tidak diakui
Liabilitas bersih
55,764
- 44 -
77,474
(26,402)
51,072
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Mutasi nilai kini dari cadangan imbalan pasti adalah sebagai berikut:
30 Septem ber
31 Des em ber
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
51,072
Saldo awal tahun
Biaya bunga
Biaya jas a kini
76,884
4,077
4,267
3,450
12,444
Biaya jas a lalu
-
Pem bayaran m anfaat
(11,516)
(3,833)
Kerugian aktuarial
(1,107)
997
Dam pak pengurangan karyawan
(2,734)
-
Saldo akhir tahun
(764)
55,764
77,474
Riwayat penyesuaian pengalaman adalah sebagai berikut:
2014
Rp Juta
Nilai kini kewajiban imbalan
pasti
Penyesuaian pengalaman
liabilitas program
2013
Rp Juta
2012
Rp Juta
2011
Rp Juta
2010
Rp Juta
2009
Rp Juta
55,764
77,474
76,884
52,082
34,998
31,949
12,593
12,593
12,593
4,179
(716)
1,393
Perhitungan imbalan pasca kerja tahun 2013 dihitung oleh aktuaris independen Padma Radya Aktuaria.
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat kematian
Tingkat pengunduran diri
30 September
2014
31 Desember
2013
8,75%
10%
100% TMI3
8% per tahun sampai usia
kemudian menurun
secara linear menjadi
0% pada usia 55 tahun/
8% up to age 35 then
decrease linearly
to 0% at age 55
8,75%
10%
100% TMI3
8% per tahun sampai usia 35
kemudian menurun
secara linear menjadi
0% pada usia 55 tahun/
8% up to age 35 then
decrease linearly
to 0% at age 55
- 45 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
31.
MODAL SAHAM
30 September 2014
Persentase
Kepemilikan/
Pemegang Saham
Jumlah Saham/
%
Westwood Finance Inc., Republik
Seychelles
Pristine Resources International
Pte. Ltd., Singapura
PT Shalumindo Investama
PT Spallindo Adilong
PT Panin Sekuritas
Halex Halim (Komisaris Utama)
Petrus Halim (Direktur Utama)
Jimmy Halim (Direktur)
Masyarakat lainnya (kepemilikan
masing-masing kurang dari 5%)
Jumlah
447,924,210
20.74
326,091,495
318,275,000
260,385,000
111,802,700
45,460,000
19,037,500
11,812,500
15.10
14.73
12.05
5.18
2.10
0.88
0.55
16,305
15,914
13,019
5,590
2,273
952
591
619,240,815
28.67
30,962
2,160,029,220
100.00
108,001
31 Desember 2013
Persentase
Kepemilikan/
Pemegang Saham
Jumlah Saham/
%
Westwood Finance Inc., Republik
Seychelles
Pristine Resources International
Pte. Ltd., Singapura
PT Shalumindo Investama
PT Spallindo Adilong
Ferry Sudjono
Halex Halim (Komisaris Utama)
Petrus Halim (Direktur Utama)
Jimmy Halim (Direktur)
Willy Rumondor (Direktur)
Masyarakat lainnya (kepemilikan
masing-masing kurang dari 5%)
Jumlah
Jumlah Modal
Disetor/
Rp Juta
447,924,210
20.74
22,396
Jumlah Modal
Disetor/
Rp Juta
22,396
326,091,495
318,275,000
260,385,000
176,398,515
45,460,000
18,857,500
11,812,500
180,000
15.10
14.73
12.05
8.17
2.10
0.87
0.55
0.01
16,305
15,914
13,019
8,820
2,273
943
591
9
554,645,000
25.68
27,731
2,160,029,220
100.00
108,001
Mutasi jumlah saham Perusahaan yang beredar adalah sebagai berikut:
Lem bar/Shares
Juta
Penawaran um um s aham Perus ahaan
-30 Juni 1993
Pem bagian bonus - 16 Januari 1995
Pem ecahan s aham - 26 Juni 1996
Pem ecahan s aham - 22 Juni 2000
Konvers i dari utang s indikas i ke s aham
-28 Oktober 2005
Pem ecahan s aham - 6 Juni 2011
Saldo per 30 Septem ber 2014 dan 31 Des em ber 2013
29
15
44
87
258
1,728
2,160
Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa Perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam Akta
No. 38 tanggal 15 April 2011 dari Notaris Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham menyetujui pemecahan
nilai saham dengan menurunkan nilai nominal saham dari Rp 250 per saham menjadi Rp 50 per
saham sehingga meningkatkan jumlah saham yang beredar menjadi 2.160 juta saham pada tahun 2011.
- 46 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
32.
TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 September 2014
dan
31 Desember 2013
Rp Juta
Tambahan modal disetor dari penaw aran
umum saham perusahaan kepada
masyarakat sebesar 6.000.000
saham dengan nilai nominal
Rp 1.000 per saham yang ditaw arkan
Rp 3.375 per saham
14,250
Kapitalisasi agio saham ke modal saham
Pembagian deviden interim sebesar
290.000 saham dengan nilai
nominal Rp 1.000 persaham
yang ditaw arkan 2.725 persaham
(14,210)
500
Tambahan modal disetor dengan
menerbitkan 258.005.844 saham baru
dengan harga konversi sebesar
Rp 635 per saham dan nilai nominal
Rp 250 per saham
99,333
Jumlah
99,873
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali disajikan
sebagai tambahan modal disetor
(Catatan 2 dan 33)
(15,532)
Saldo per 30 September 2014
33.
84,341
SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan selisih nilai buku dengan harga
perolehan saham entitas anak pada tahun 2010, disajikan sebagai bagian dari tambahan modal
disetor pada awal 1 Januari 2013:
30 Septem ber 2014
dan
31 Des em ber 2013
Rp Juta
Biaya perolehan
PT Terra Factor Indones ia dan
entitas anak
PT Colum bia Chrom e Indones ia
164,420
5,000
Jum lah
169,420
Dikurangi:
Bagian Perus ahaan atas as et bersih
PT Terra Factor Indones ia dan
entitas anak
PT Colum bia Chrom e Indones ia
151,488
2,400
Jum lah
Saldo per 31 Des em ber 2012
Dipindahkan ke Tam bahan Modal
Dis etor (Catatan 2 dan 32)
153,888
15,532
(15,532)
Saldo Per 30 Septem ber 2014
-
- 47 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
34.
SELISIH TRANSAKSI EKUITAS DENGAN PIHAK NONPENGENDALI
30 September
2014
Rp Juta
Selisih transaksi ekuitas dengan
pihak non pengendali dari:
PT Intan Baruprana Finance
PT Terra Factor Indonesia
dan entitas anak
Jumlah
31 Desember
2013
Rp Juta
12,554
12,553
7,610
7,610
20,164
20,163
Pada bulan Juli 2013, IBF, entitas anak, menerbitkan
sahamnya
kepada
pihak
ketiga yang
mengakibatkan penurunan kepemilikan Perusahaan di IBF dari 100% menjadi 90,29%. Perusahaan
memilih untuk menyajikan sebagai bagian yang terpisah dalam ekuitas atas pengaruh dari dilusi
kepemilikan Perusahaan di IBF dari 100% menjadi 90,29%.
Pada bulan Desember 2011, Perusahaan meningkatkan kepemilikan pada PT Terra Factor Indonesia dan
PT Karya Lestari Sumberalam. Perusahaan memilih untuk menyajikan sebagai bagian yang terpisah
dalam ekuitas atas pengaruh peningkatan kepemilikan Perusahaan.
35.
KEPENTINGAN NON PENGENDALI
30 Septem ber
2014
Rp Juta
a. Kepentingan nonpengendali
atas as et bers ih entitas anak
PT Intan Baruprana Finance
PT Terra Factor Indones ia
PT Karya Les tari Sum beralam
PT Intraco Penta Prim a Servis
PT Intraco Penta Wahana
43,116
3,187
(37,311)
32
(7)
Jum lah
38,230
3,697
(35,837)
28
1
9,018
b. Kepentingan nonpengendali
atas laba (rugi) entitas anak
PT Intan Baruprana Finance
PT Terra Factor Indones ia
PT Karya Les tari Sum beralam
PT Intraco Penta Prim a Servis
PT Intraco Penta Wahana
Jum lah
36.
31 Des em ber
2013
Rp Juta
6,119
4,886
(510)
(1,474)
4
(8)
435
(2,148)
(20,421)
(92)
(37)
2,899
(22,263)
PENDAPATAN USAHA
30 September
2014
Rp Juta
Penjualan
Alat-alat berat
Suku cadang
Jumlah
Jasa
Perbaikan
Persewaan
Jumlah
Pembiayaan
Pendapatan sewa
pembiayaan - bersih
Pembiayaan konsumen
Jumlah
Manufaktur
Lain-lain
Jumlah Pendapatan Usaha
541,130
320,456
1,236,519
364,803
861,586
1,601,322
139,266
53,630
92,441
122,974
192,896
215,415
177,708
167
177,875
103,599
322
103,921
8,463
23,768
11,055
30,311
1,264,589
- 48 -
30 September
2013
Rp Juta
1,962,024
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Jumlah pendapatan usaha ekuivalen 1.41% dan 0.62% untuk tanggal 30 September 2014 dan 2013
diterima dari pihak berelasi (Catatan 47).
Pada tanggal 30 September 2014 dan 30 September 2013, tidak ada penjualan kepada satu pihak
tertentu yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan.
37.
BEBAN POKOK PENDAPATAN
30 Septem ber
2014
Rp Juta
Manufaktur
Bahan baku awal
Pem belian bahan baku
30 Septem ber
2013
Rp Juta
4,411
8,112
4,969
9,963
12,523
4,773
14,932
4,311
Bahan baku terpakai
Pers ediaan dalam pros es awal
Penam bahan overhead
7,750
4,795
5,184
10,621
5,970
4,158
Pers ediaan dalam pros es s iap
diproduks i
Pers ediaan dalam pros es akhir
17,729
2,478
20,749
4,985
Beban Pokok Produks i
15,250
15,764
858,251
476,267
1,181,142
1,067,774
1,334,518
652,799
2,248,917
942,360
Beban Pokok Penjualan
681,720
1,306,557
Pem biayaan
Beban keuangan
Bagi has il
Beban Pem biayaan
65,309
54,214
119,524
34,353
45,107
79,460
Beban Langs ung
155,078
166,157
Beban Pokok Pendapatan
971,572
1,567,938
Bahan baku s iap pakai
Bahan baku akhir
Perdagangan
Pers ediaan awal
Pem belian
Pers ediaan ters edia untuk dijual
Pers ediaan akhir
Jumlah pembelian ekuivalen 0,30% dan 0,28% masing-masing untuk tanggal 30 September 2014 dan 30
September 2013 dilakukan dengan pihak-pihak berelasi (Catatan 46).
Pembelian dari PT Volvo Indonesia dan Volvo East Asia masing-masing sebesar Rp 223 miliar dan Rp 147
miliar pada tanggal 30 September 2014 dan Rp 716 miliar dan Rp 187 miliar pada tanggal 30 September
2013 merupakan pembelian yang melebihi 10% dari jumlah pembelian pada masing-masing tahun.
38.
BEBAN PENJUALAN
30 September
2014
Rp Juta
30 September
2013
Rp Juta
Pengangkutan
Gaji dan tunjangan karyawan
(Catatan 30)
Penyusutan (Catatan 17 dan 18)
Perjalanan dinas
Perbaikan dan pemeliharaan
Beban dan denda pajak
Sewa
Pemasaran
Telepon dan faksimili
Keperluan kantor
Listrik dan air
Lain-lain
17,606
31,705
32,163
7,511
3,682
2,092
7,847
1,708
662
874
823
1,114
4,948
33,833
7,988
4,673
1,953
10,001
1,582
2,602
986
1,325
1,183
5,083
Jumlah
81,032
102,914
- 49 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
39.
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 September
2014
Rp Juta
Gaji dan tunjangan karyaw an
(Catatan 30)
Perjalanan dinas
Penyusutan (Catatan 17)
Jasa profesional
Perbaikan dan pemeliharaan
Keperluan kantor
Telepon dan faksimili
Listrik dan air
Pajak dan denda
Sumbangan
Jamuan
Asuransi
Lain-lain
Jumlah
40.
30 September
2013
Rp Juta
88,393
6,243
13,548
15,686
11,572
2,197
2,060
1,194
915
427
533
332
46,704
85,621
9,015
11,056
7,732
6,795
2,864
1,652
953
1,222
566
783
795
9,076
189,804
138,131
BEBAN KEUANGAN
30 September
2014
Rp Juta
Beban bunga atas:
Utang bank
Liabilitas sewa pembiayaan
Utang Medium term notes
Utang pembelian kendaraan
Utang kepada pihak berelasi
59,800
3,956
494
-
Utang usaha
-
30 September
2013
Rp Juta
60,070
9,887
13,953
1,040
39
867
Jumlah
Administrasi dan beban provisi bank
64,249
5,221
85,857
8,845
Jumlah
69,470
94,702
Total bunga diatas berkaitan dengan liabilitas keuangan yang tidak di klasifikasi sebagai nilai wajar
melalui laba atau rugi.
- 50 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
41.
BAGI HASIL
Akun ini merupakan bagi hasil sehubungan dengan medium term notes – syariah dan pinjaman syariah
sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
Pinjaman syariah
42.
30 September
2013
Rp Juta
Medium term notes - syariah
26,360
1,053
6,709
4,070
Jumlah
27,413
10,779
PENDAPATAN BUNGA DAN DENDA
30 September
2014
Rp Juta
43.
30 September
2013
Rp Juta
Bunga atas:
Deposito berjangka dan jasa giro
Denda atas:
Investasi neto sewa pembiayaan
Lain-lain
651
1,766
28,027
1,348
6,363
4,712
Jumlah
30,027
12,840
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN LAIN-LAIN
30 September
2014
Rp Juta
Keuntungan (kerugian) penjualan
aset tetap (Catatan 17 dan 18)
Pendapatan komisi
Keuntungan transaksi derivatif
Biaya Penurunan Nilai
Agunan yang diambil alih
Aset Ijarah (Catatan 19)
Lain-lain
Jumlah
- 51 -
30 September
2013
Rp Juta
11,812
573
(5,638)
4,674
-
(19,992)
3,886
1,193
(9,359)
5,867
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
44.
PAJAK PENGHASILAN
a.
Manfaat (beban) pajak Grup terdiri dari:
30 September
2014
Rp Juta
b.
30 September
2013
Rp Juta
Pajak kini
2014
2013
SKPKB 2012
Pajak tangguhan
18,144
2,953
(34,271)
14,160
(27,821)
Jumlah
(13,174)
(13,661)
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif
konsolidasi dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:
Laba sebelum pajak menurut laporan
laba rugi komprehensif
konsolidasian
(10,593)
(192,475)
Laba sebelum pajak entitas anak
setelah dilakukan penyesuaian
pada level konsolidasian
(6,956)
Laba (Rugi) sebelum pajak Perusahaan
(17,549)
32,267
(160,209)
Perbedaan temporer:
Imbalan pasca-kerja
(12,725)
9,750
Pembayaran & Penyesuaian
Imbalan pasca kerja selama th berjalan
Selisih antara fiskal dan komersial:
Penyusutan aset tetap
1,473
2,547
Amortisasi beban tangguhan hak atas tanah
6
Laba Rugi Penjualan Aset
9
-
47
Penyusutan piutang ragu-ragu
4,097
-
Penyusutan obselite Inventory
3,150
-
Amortisasi biaya perangkat lunak
10
Sewa pembiayaan
(556)
Bersih
(4,545)
(13)
(2,907)
9,433
Perbedaan tetap:
Beban dan denda pajak
8,199
10,001
Sumbangan
212
380
Penyusutan
1,598
Representasi dan jamuan
299
225
Pendapatan sewa yang telah
dikenakan pajak final
(3,733)
(1,364)
(138)
(213)
Pendapatan bunga yang telah
dikenakan pajak final
Lain-lain
377
Bersih
6,814
Laba kena pajak Perusahaan
(15,280)
- 52 -
9,029
(141,747)
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Perhitungan beban dan utang (kelebihan bayar) pajak kini adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
Beban pajak kini
Perusahaan
Entitas anak
Jumlah beban pajak kini
Dikurangi pembayaran pajak
di muka
Perusahaan
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
18,144
14,160
18,144
14,160
-
-
Jumlah
-
-
Entitas anak
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
583
7,548
408
8,771
Jumlah
8,131
9,179
Jumlah pajak penghasilan
dibayar dimuka
8,131
Pajak dibayar dimuka (utang pajak) - bersih
Utang pajak (Catatan 22)
Entitas anak
Jumlah
Pajak dibayar dimuka (utang pajak) (Catatan 14)
Entitas anak
9,179
(10,013)
(4,981)
(14,251)
(14,251)
(4,981)
(4,981)
4,238
Jumlah
-
4,238
Bersih
c.
30 September
2013
Rp Juta
-
(10,013)
(4,981)
Pajak Tangguhan
Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
31 Desember 2013
Rp Juta
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laporan laba rugi
komprehensif/
Rp Juta
30 September 2014
Rp Juta
(4,225)
5,793
688
6,481
1,577
1,023
2,600
788
3,388
324
568
892
1,024
1,916
1 Januari 2013
Rp Juta
Perusahaan
Cadangan imbalan pasti
pasca-kerja
Penyisihan penurunan
nilai persediaan
Penyisihan penurunan nilai
piutang
Akumulasi amortisasi beban
tangguhan - hak atas tanah
Liabilitas Sewa pembiayaan
Akumulasi penyusutan
aset tetap
Akumulasi amortisasi atas
perangkat lunak
Laba Rugi Penjualan Asset
Rugi Fiskal
Jumlah Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laporan laba rugi
komprehensif
Rp Juta
10,018
(31)
(1,703)
3
(719)
(28)
(2,422)
2
(139)
(26)
(2,561)
6,797
(563)
6,234
(2,639)
9,436
(11)
-
8
45,672
(3)
45,672
3,820
(1)
49,492
7,535
51,766
59,301
5,622
64,923
1,202
5,773
6,975
2
Entitas anak
Liabilitas imbalan pasca
kerja
Penyisihan penurunan
nilai persediaan
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Liabilitas Sewa pembiayaan
Akumulasi penyusutan aset
tetap
Penyisihan penurunan nilai
agunan diambil alih
dan aset ijarah
Rugi Fiskal
51,371
7,876
59,247
13,179
72,426
Jumlah
46,630
27,255
73,885
28,649
102,533
35
-
35
(2,786)
(18)
233
(7,667)
5131
8,581
5,364
914
3,811
15,919
1,456
(106)
1,350
(1,456)
- 53 -
4,189
17
9,175
16,833
(106)
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba (rugi) akuntansi sebelum pajak dengan tarif
pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
Laba Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian
Laba Rugi sebelum pajak entitas anak
setelah dilakukan penyesuaian
pada level konsolidasian
30 September
2013
Rp Juta
(10,593)
(6,956)
(192,475)
32,267
Rugi (laba) sebelum pajak
Perusahaan
Pajak penghasilan dengan tarif
pajak efektif
(17,549)
(160,209)
(4,387)
(40,052)
30 September
2014
Rp Juta
Pengaruh pajak atas perbedaan
tetap:
Beban dan denda pajak
Sumbangan
Penyusutan
Representasi dan jamuan
Pendapatan sewa yang telah
dikenakan pajak final
Pendapatan bunga yang telah
dikenakan pajak final
Manfaat pajak dengan tarif yang berlaku
Lain-lain
Koreksi dasar pengenaan pajak
30 September
2013
Rp Juta
2,050
53
399
75
2,500
95
56
(933)
(341)
(34)
94
(2,938)
(53)
17,718
1,177
(1,234)
21,152
Jumlah beban pajak Perusahaan
(5,621)
(18,900)
Jumlah beban pajak entitas anak
(10,506)
Bersih
5,239
Pada tahun 2009, Perusahaan telah menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak (SKP) atas Pajak
Penghasilan Badan, Pajak Penghasilan Pasal 21, Pasal 23, Pasal 26, Pasal 4 ayat 2, dan Pajak
Pertambahan Nilai untuk tahun fiskal 2007 sebesar Rp 20.948 juta pada tahun yang sama,
Perusahaan
telah
mengajukan
surat permohonan pengurangan dan/atau pembatalan surat
ketetapan pajak ke kantor pajak atas SKP tersebut. Sampai dengan tanggal pelaporan laporan
keuangan konsolidasian, kasus ini masih dalam proses pemeriksaan oleh kantor pajak.
45.
LABA PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
30 September
2014
Rp Juta
Laba untuk perhitungan laba per
saham dasar
30 September
2013
Rp Juta
(318)
Lembar / Juta
Jumlah rata-rata tertimbang
saham untuk tujuan perhitungan
laba per saham dasar
2,106
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan tidak memiliki saham biasa yang berpotensi dilutif.
- 54 -
(164,980)
Lembar / Juta
2,106
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
46.
SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Sifat Pihak Berelasi
a.
PT Shalumindo Investama adalah pemegang saham utama Grup.
b.
Pihak berelasi yang pemegang saham utamanya dan personil manajemen kunci sama dengan Grup :
-
c.
d.
PT Labuan Monodon
PT Pristine Aftermarket Indonesia
PT Belayan Abadi Prima Coal
Tn. Halex Halim adalah Komisaris Utama Perusahaan.
Tn. Petrus Halim adalah Direktur Utama Perusahaan.
Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi
antara lain:
a.
Perusahaan dan entitas anak menyediakan manfaat pada Komisaris dan Direksi Grup sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
b.
30 September
2013
Rp Juta
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja
27,678
18,589
30,855
15,390
Jumlah
46,267
46,245
0.014% dan 0,47% dari jumlah penjualan masing-masing pada tahun 2014 dan 2013 merupakan
penjualan kepada pihak berelasi. Pada tanggal pelaporan, piutang atas penjualan tersebut dicatat
sebagai bagian dari piutang usaha dan piutang pembiayaan konsumen, yang meliputi 0,0012% dan
0,11% dari jumlah aset masing-masing pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
Rincian penjualan kepada pihak berelasi sebagai berikut :
30 September
2014
Rp Juta
c.
30 September
2013
Rp Juta
PT Pristine Aftermarket Indonesia
PT Labuan Monodon
17,632
168
12,141
103
Jumlah
17,801
12,244
0.003% dan 0.76% dari jumlah pembelian masing-masing pada tahun 2014 dan 2013, merupakan
pembelian dari pihak berelasi. Pada tanggal pelaporan, utang atas pembelian tersebut dicatat sebagai
bagian dari utang usaha, yang meliputi 0.0002% dan 0.05% dari jumlah liabilitas masing-masing pada
tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
Rincian pembelian kepada pihak berelasi sebagai berikut:
30 September
2014
Rp Juta
30 September
2013
Rp Juta
PT Pristine Aftermarket Indonesia
1,446
2,993
Jumlah
1,446
2,993
- 55 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
d.
Grup juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak berelasi sebagai berikut :
30 September
2014
Piutang dari pihak berelasi
PT Pristine Aftermarket Indonesia
Uang muka proyek
PT Belayan Abadi Prima Coal
Utang kepada pihak berelasi
Komisaris dan Direksi
47.
48.
31 Desember
2013
78
66
1,335
1,335
11,607
11,605
e.
Fasilitas pinjaman yang diterima oleh Grup dari Bank dijamin dengan jaminan pribadi Komisaris Utama
Perusahaan (Catatan 25 dan 28).
f.
Fasilitas pinjaman yang diterima dari Bank oleh IBF, entitas anak, dijamin dengan jaminan pembelian
kembali dari Perusahaan (Catatan 25 dan 28).
PERJANJIAN DAN IKATAN
a.
Perusahaan memberikan jaminan purna jual kepada pembeli dengan jangka waktu beragam tergantung
jenis alat berat yang dijual dan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.
b.
Perusahaan
mengadakan
perjanjian- perjanjian dengan pihak ketiga, yang mana Perusahaan
ditunjuk sebagai distributor atau sub-distributor alat-alat berat, suku cadang dan pemegang hak atas
jasa perbaikan, dengan Volvo East Asia Pte. Ltd.; Doosan Infracore Co., Ltd.; Techking Tires Limited;
Mahindra & Mahindra Ltd; Shandong Lingong Construction Machinery Co., Ltd; Sinotruk Import &
Export Co., Ltd.; Baldwin Filters Inc; Berco S.p.A; Eaton Industrial Pte. Ltd. dan PT Volvo Indonesia
dan dengan pihak berelasi dimana Perusahaan menunjuk PT Intraco Penta Wahana dan PT Intraco
Penta Prima Servis sebagai sub- distributor untuk alat berat, suku cadang dan jasa perbaikan.
INFORMASI SEGMEN
Grup melaporkan segmen-segmen berdasarkan PSAK 5 (revisi 2009) berdasarkan divisi-divisi operasi,
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
Penjualan alat berat dan suku cadang
Jasa perbaikan, penambangan dan penyewaan
Manufaktur
Pembiayaan
Lain-lain
- 56 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi:
30 September 2014
Jasa perbaikan,
penambangan
dan persewaan
Rp Juta
Alat berat dan
suku cadang
Rp Juta
PENDAPATAN
Penjualan ekstern
Penjualan antar segmen
Jumlah pendapatan
HASIL
Hasil segmen
Manufaktur
Pembiayaan
Lain-lain
Eliminasi
Jumlah
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
861,586
746,740
1,608,327
192,896
1,054
193,950
8,463
3,009
11,471
177,875
13,516
191,391
23,768
276
24,045
(764,595)
(764,595)
1,264,589
1,264,589
187,326
12,967
796
61,060
24,045
6,822
293,017
Beban yang tidak
dapat dialokasikan
(270,836)
Beban keuangan
Bagi hasil
Pendapatan bunga dan denda
Kerugian kurs mata uang asing - bersih
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih
(69,470)
(27,413)
30,027
43,441
(9,359)
Laba sebelum pajak
Pajak penghasilan
(10,593)
13,174
LABA PERIODE BERJALAN
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
Aset yang tidak dapat dialokasi
Jumlah aset yang dikonsolidasikan
LIABILITAS
Liabilitas segmen
Liabilitas yang tidak dapat dialokasi
Jumlah liabilitas yang dikonsolidasikan
Pengeluaran modal
Pengeluaran modal yang tidak dapat dialokasi
Jumlah pengeluaran modal
Penyusutan
Penyusutan yang tidak dapat dialokasi
Jumlah penyusutan
2,581
2,227,912
796,647
15,050
2,892,558
-
(2,207,101)
3,725,067
1,246,534
4,971,601
3,143,378
586,020
18,651
2,448,533
-
(1,712,279)
4,484,303
176,401
4,660,705
-
39,338
7
767,285
-
-
806,629
15,959
822,589
2,636
36,188
541
230,628
-
-
269,992
20,008
290,000
- 57 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
30 September 2013
Alat berat dan
suku cadang
Rp Juta
PENDAPATAN
Penjualan ekstern
Penjualan antar segmen
Jumlah pendapatan
HASIL
Hasil segmen
Jasa perbaikan,
penambangan
dan persewaan
Rp Juta
Manufaktur
Pembiayaan
Lain-lain
Eliminasi
Konsolidasi
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
1,601,322
1,623,643
3,224,965
215,415
2,077
217,492
11,055
3,786
14,841
103,921
17,030
120,951
30,311
1,050
31,362
(1,647,586)
(1,647,586)
1,962,024
1,962,024
323,457
7,428
1,730
86,597
31,361
(11,381)
439,193
Beban yang tidak
dapat dialokasikan
Beban keuangan
Bagi hasil
Pendapatan bunga dan denda
Kerugian kurs mata uang asing - bersih
Keuntungan dan kerugian
lain-lain - bersih
(241,045)
(94,702)
(55,886)
12,840
(258,742)
5,867
Laba sebelum pajak
Pajak penghasilan
(192,475)
13,661
LABA PERIODE BERJALAN
(178,814)
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
Aset yang tidak dapat dialokasi
Jumlah aset yang dikonsolidasikan
LIABILITAS
Liabilitas segmen
Liabilitas yang tidak dapat dialokasi
Jumlah liabilitas yang dikonsolidasikan
Pengeluaran modal
Pengeluaran modal yang tidak dapat dialokasi
Jumlah pengeluaran modal
Penyusutan
Penyusutan yang tidak dapat dialokasi
Jumlah penyusutan
2,494,146
969,012
17,914
2,336,451
-
(2,176,406)
3,641,117
1,172,944
4,814,061
3,128,471
745,775
31,601
1,947,587
-
(1,646,428)
4,207,006
234,924
4,441,930
-
117,455
-
947,096
-
-
1,064,551
23,928
1,088,479
2,848
56,939
788
356,243
-
-
416,818
18,641
435,459
Segmen Geografis
Grup berdomisili di Jakarta dengan cabang-cabang di beberapa kota di Indonesia untuk menjangkau dan
meningkatkan pemasaran di masing-masing daerah dan dibagi menjadi 4 wilayah geografis.
Jumlah pendapatan berdasarkan pasar geografis sebagai berikut:
Penjualan berdasarkan
pasar geografis/
30 September
30 September
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
578,765
947,530
517,668
739,397
38,397
71,223
129,758
203,874
Pasar geografis
Jakarta
Kalimantan
Sumatera
Jawa dan daerah lainnya
Jumlah
1,264,589
- 58 -
1,962,024
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
49.
ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
30 September 2014
Mata uang
Ekuivalen
asing
(Rp Juta)
Aset
Kas dan setara kas
5,959,121
31,255
4,210
7,057
6,614,000
3,038
5,432
72,773
300
65
75
76
11
9
12,951,514
19,215
9,690
2,967
636
157,866
185
163
11
1
USD
351,900
4,297
1,969
24
Piutang usaha - bersih
USD
SGD
EUR
40,314,676
35,165
3,097
492,323
337
48
41,408,073
42,480
-
504,723
409
-
Piutang usaha (angsuran)
USD
2,401,127
29,323
1,072,442
13,072
Piutang lain-lain
USD
3,781,049
46,174
2,594,881
31,629
Investasi neto sewa pembiayaan
USD
43,158,430
527,051
42,104,192
513,208
Piutang kepada pihak berelasi
USD
2,863
35
2,871
35
Aset lainnya
USD
SGD
EUR
WON
HKD
3,503,987
17,211
5,000
239,000
8,500
42,791
165
77
3
13
485,565
4,362
81,030
-
44,300
42
1,363
-
Kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya
USD
SGD
EUR
AUD
WON
MYR
HKD
31 Desember 2013
Mata uang
Ekuivalen
asing
(Rp Juta)
Jumlah aset
1,215,946
Liabilitas
Utang usaha
USD
EUR
69,944,300
13,766
854,160
213
-
-
1,267,031
97,480,761
13,495
1,188,193
227
218,886
2,668
Biaya yang masih harus dibayar
USD
Utang sewa pembiayaan
USD
3,750,786
45,805
5,612,109
68,406
Utang bank
USD
129,012,933
1,575,506
128,117,401
1,561,623
Liabilitas lain-lain
USD
EUR
SGD
2,367,100
378
5,595,127
654
1,350
Jumlah liabilitas
28,907
3
2,504,594
68,199
11
13
2,889,340
Liabilitas bersih
(1,288,648)
(1,622,309)
Pada tanggal 30 September 2014dan 31 Desember 2013, kurs konversi yang digunakan Grup serta kurs
yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 September 2014
Rp
Mata Uang
1 USD
1 EURO
1 MYR
1 SGD
1 AUD
1 WON
1 JPY
12,212.00
15,494.59
3,728.87
9,585.19
10,654.99
11.56
111.70
- 59 -
31 Desember 2013
Rp
12,189.00
16,821.44
3,707.69
9,627.99
10,875.66
11.55
116.17
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
50.
INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a.
Kategori Instrumen Keuangan
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang
Rp Juta
Liabilitas pada
biaya perolehan
diamortisasi
Rp Juta
Jumlah
Rp Juta
30 September 2014
Aset Keuangan
Kas dan setara kas
Kas yang dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Piutang usaha (angsuran)
Investasi neto sewa pembiayaan
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang lain-lain
Piutang kepada pihak berelasi
Jumlah
b.
127,901
10,539
556,634
29,736
914,937
1,770
118,935
78
-
127,901
10,539
556,634
29,736
914,937
1,770
118,935
78
1,760,530
-
1,760,530
Liabilitas Keuangan
Utang bank
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar
Utang pembelian kendaraan
Sewa pembiayaan
Medium term notes
Utang kepada pihak berelasi
-
2,763,548
1,082,137
17,920
4,761
53,235
295,057
11,607
2,763,548
1,082,137
17,920
4,761
53,235
295,057
11,607
Jumlah
-
4,228,266
4,228,266
Manajemen Resiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan
keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui
optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari utang, yang mencakup
pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 25, 26, 27, 28, dan 29, kas dan setara kas (Catatan 5) dan
ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan, tambahan modal disetor, laba ditahan dan
komponen ekuitas lainnya yang dijelaskan dalam Catatan 31, 32, 33 dan 34.
Direksi secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini,
manajemen mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan
Gearing ratio pada tanggal 30 September 2014dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
30 September
Pinjaman
Kas dan Setara Kas
Pinjaman - bersih
Ekuitas
31 Desember
2014
2013
Rp Juta
Rp Juta
3,116,602
2,755,338
127,901
194,657
2,988,701
2,560,681
310,897
308,315
Rasio pinjaman - bersih
terhadap modal
961%
- 60 -
831%
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
c.
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber
daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk
mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan
pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i.
Manajemen Risiko Suku Bunga
Eksposur risiko tingkat bunga berhubungan dengan jumlah aset atau liabilitas dimana pergerakan
pada tingkat suku bunga dapat mempengaruhi laba setelah pajak. Grup memiliki kebijakan
dalam memperoleh pembiayaan dari kreditur yang menawarkan suku bunga yang paling
menguntungkan Grup. Persetujuan dari Direksi dan Komisaris harus diperoleh sebelum Grup
menggunakan instrumen keuangan tersebut untuk mengelola eksposur risiko suku bunga.
Instrumen keuangan yang diekspos pada risiko tingkat bunga termasuk dalam tabel likuiditas
item (iv).
ii.
Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Grup mengelola eksposur terhadap mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin,
penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang. Jumlah eksposur mata
uang asing bersih Grup pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 50.
Analisis sensitivitas mata uang asing
Tabel berikut merinci sensitivitas Grup terhadap peningkatan dan penurunan dalam Rupiah
terhadap mata uang asing yang relevan. Tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan
secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci dan merupakan penilaian
manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing. Analisis
sensitivitas hanya mencakup item mata uang asing moneter yang ada dan menyesuaikan
translasinya dalam nilai tukar mata uang asing. Jumlah positif di bawah ini menunjukkan
peningkatan laba dimana Rupiah menguat terhadap mata uang yang relevan. Untuk
melemahkan Rupiah terhadap mata uang yang relevan, akan ada dampak yang sama pada laba,
dan saldo di bawah ini akan menjadi negatif.
Effect on profit or loss of tax
30 September
31 Desember
2014
2013
%
%
USD
8%
8%
Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur terhadap saldo piutang dan utang Grup dalam mata
uang US$ pada akhir periode pelaporan.
iii.
Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan
atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen berpendapat
bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengelola dan
mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak lain
yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan internal atas verifikasi dan otorisasi kredit,
serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak
tertagih.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian setelah dikurangi
dengan penyisihan penurunan nilai untuk kerugian mencerminkan eksposur Grup terhadap
risiko kredit.
- 61 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Pada tanggal 3 0 S e p t e m b e r 2 0 1 4 d a n 31 Desember 2013, eksposur maksimum risiko
kredit tanpa jaminan atau tambahan kredit lainnya setara dengan jumlah tercatat dari aset
keuangan Grup dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai.
Untuk entitas anak yang bergerak di dalam transaksi sewa pembiayaan, sebagian besar
transaksi pada dasarnya berputar dalam memperluas fasilitas sewa kepada pelanggan. Dalam
transaksi sewa guna usaha yang khusus, entitas anak memiliki kepemilikan atas aset yang
disewagunausahakan yang disamakan sebagai jaminan. Aset yang disewagunausahakan
terutama termasuk alat ringan dan berat dan truk dan alat transportasi dan peralatan
konstruksi. Nilai moneter dari aset yang disewagunausahakan adalah sekitar 80% dari
jumlah fasilitas kredit yang diberikan kepada pelanggan. Secara relatif, semua aset yang
disewagunausahakan ditanggung dengan asuransi yang komprehensif yang dimiliki oleh entitas
anak sebagai keyakinan untuk memastikan pemulihan kerugian dalam kasus kecelakaan,
pencurian atau kerusakan yang terjadi karena peristiwa yang tidak disengaja.
Pada kasus dasar, entitas anak mungkin juga membutuhkan jaminan dari pelanggan entitas
induk sebagai tambahan jaminan dan sumber pembayaran dalam hal terjadinya pelanggaran
atas kewajiban keuangan. Hal ini biasanya dibutuhkan dari pelanggan yang posisi keuangannya
belum stabil atau untuk pelanggan dengan eksposur kredit yang berlebihan.
Selain itu, hal ini secara umum dilakukan atas pembelian aset yang disewagunausahakan pada
akhir periode. Pada beberapa kasus, pengembalian aset yang disewagunausahakan pada akhir
periode, entitas anak akan menjual aset yang disewagunausahakan tersebut kepada pihak
ketiga.
Tabel dibawah ini menunjukkan eksposur kredit bersih entitas anak:
30 September 2014
Investasi Neto Sewa
Rp Juta
Eksposur Kredit
Nilai JaminanAlat Berat
IMBT Sew Pembiayaan
Rp Juta
Pembiayaan Konsumen
Rp Juta
Jumlah
Rp Juta
914,937
84,715
1,770
1,001,422
1,586,925
2,808,337
11,413
4,406,675
671,988
2,736,986
9,643
3,418,617
Jumlah Eksposur
Kredit yang tidak
Dijaminkan
(Dijaminkan lebih)
Bagian yang tidak
Dijaminkan dari
Eksposur Kredit
iv.
-
-
Manajemen Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi kewajibannya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara
kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak
fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus
kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan
pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan
non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun
berdasarkan arus kas yang tak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal
di mana Grup dapat diminta untuk membayar dan jatuh tempo kontrak tak terdiskonto dari
aset keuangan termasuk bunga yang akan diperoleh dari aset tersebut. Tabel mencakup arus
kas bunga dan pokok. Sepanjang arus bunga tingkat mengambang, jumlah tidak didiskontokan
berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan
pada tanggal terawal di mana
Grup
mungkin
akan
diminta untuk membayar.
- 62 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Dicantumkannya informasi aset keuangan non-derivatif diperlukan dalam rangka untuk
memahami manajemen risiko likuiditas Grup dimana likuiditas dikelola atas dasar aset dan
liabilitas bersih.
30 September 2014
Tingkat bunga
efektif rata-rata
tertimbang
Aset Keuangan
Tanpa bunga
Kas dan setara kas
Piutang Usaha
Piutang usaha (angsuran)
Instrumen tingkat bunga tetap
Investasi neto sewa pembiayaan
Piutang pembiayaan konsumen
Jumlah
Rp Juta
318,851
18,171
-
-
1,049
556,634
29,736
78
108,830
-
13
-
10,092
-
46,324
-
78
118,935
46,324
0,5% - 5,5%
0,5% - 2%
126,851
5,504
42
3,379
1,615
-
126,851
10,539
9% - 16%
15.56%
140,741
149
56,341
179
435,768
537
430,239
1,590
650
458
1,063,739
2,913
589,789
99,336
786,798
479,768
1,108
1,956,800
59,027
17,920
-
332,296
11,607
690,813
-
-
-
1,082,137
17,920
11,607
-
59,754
-
-
59,754
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar
Utang kepada pihak berelasi
Liabilitas jangka pendek lain-lain
- pihak ketiga
Jumlah
Diatas
5 tahun
Rp Juta
1-5tahun
Rp Juta
35,684
7,078
Jumlah
Instrumen tingkat bunga tetap
Utang bank
Utang pembelian kendaraan
Sewa pembiayaan
Medium term notes
3 bulan1 tahun
Rp Juta
1-3 bulan
Rp Juta
1,049
202,099
4,487
Piutang kepada pihak berelasi
Piutang lain-lain
Investasi tersedia utk dijual lainnya
Instrumen tingkat bunga variable
Kas dan setara kas
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaannya
Kurang dari
Satu bulan
Rp Juta
7% - 11%
-
296,315
395
9,333
8,250
379,750
820
5,578
-
913,788
2,507
21,074
24,750
1,480,425
1,384
21,003
349,500
391,240
789,805
1,652,932
1,852,313
- 63 -
-
-
3,070,278
5,106
56,989
382,500
4,686,290
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
31 Desember 2013
Tingkat bunga
efektif rata-rata
tertimbang
Kurang dari
Satu bulan
Rp Juta
Aset Keuangan
Tanpa bunga
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang usaha (angsuran)
Piutang kepada pihak berelasi
Piutang lain-lain
Investasi tersedia untuk dijual
lainnya
Jumlah
Rp Juta
72,064
1,507
326,068
5,614
-
-
1,000
558,309
14,073
66
8,969
1,665
4,733
-
-
66
15,367
-
-
46,324
-
46,324
0,5% - 5,5%
193,657
-
-
-
-
193,657
0,5% - 2%
2,069
-
-
-
-
2,069
9% - 16%
15.56%
47,062
258
94,124
164
423,556
738
430,314
2,588
377
995,056
4,125
420,210
169,524
760,709
479,226
377
1,830,046
-
15,350
10,342
11,605
12,963
699
-
1,267,135
8,313
-
-
-
1,295,448
19,354
11,605
-
31,675
21,906
5,482
-
-
7% - 11%
10.03%-14.81%
6.80%-18.01%
11%
774,614
958
5,460
155
131,438
1,744
8,270
309
453,526
4,802
31,465
15,619
286,828
3,505
44,094
-
-
59,063
1,646,406
11,009
89,289
16,083
-
850,159
177,329
1,786,342
334,427
Instrumen tingkat bunga tetap
Investasi neto sewa pembiayaan
Piutang pembiayaan konsumen
Jumlah
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar
Utang kepada pihak berelasi
Liabilitas jangka pendek lain-lain
- pihak ketiga
Instrumen tingkat bunga tetap
Utang bank
Utang pem belian kendaraan
Sewa pembiayaan
Medium term notes
Diatas
5 tahun
Rp Juta
1-5tahun
Rp Juta
1,000
160,177
6,952
-
Instrumen tingkat bunga variable
Kas dan setara kas
Kas dan setara kas yang dibatasi
penggunaannya
3 bulan1 tahun
Rp Juta
1-3 bulan
Rp Juta
Jumlah
-
3,148,257
Pada bulan Februari tahun 2014, Perusahaan melakukan perjanjian refinancing dengan PT Bank
Mandiri untuk pinjaman yang telah ada sebesar Rp 796 miliar melalui pembaharuan dan
penambahan fasilitas baru.
Fasilitas Pembiayaan
30 September 2014
Rp Juta
Fasilitas utang dengan jaminan dan
tanggal jatuh tempo yang berbeda
yang diperpanjang dengan perjanjian
bersama
- jumlah yang digunakan
- jumlah yang tidak digunakan
5,229,715
286,115
Jumlah
5,515,830
- 64 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Berikut adalah pembayaran pokok fasilitas utang bank pada 30 September 2014:
30 September 2014
Rp Juta
30 September 2013
Rp Juta
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Jabar Banten Syariah
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Artha Graha International Tbk
PT Bank Negara Indonesia Syariah
PT Bank Central Asia Syariah
PT Bank Syariah Bukopin
PT Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Syariah Indonesia
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Artha Graha International Tbk
PT Bank Negara Indonesia Syariah
PT Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Syariah Indonesia
PT Bank Agris
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
PT Bank Mega
PT Bank Ganesha
Jumlah
Jumlah
60,916
10,527
33,630
7,631
15,602
6,925
3,850
51,147
24,972
33,878
27,414
19,764
18,648
16,579
15,725
5,189
36,493
411
27,556
9,466
11,720
22,402
2,678
37,146
4,421
218,196
286,494
127,074
46,368
15,590
10,490
151,861
71,939
26,016
16,079
16,640
90,431
337,212
4,116
31,568
231
59,333
125,669
353,678
25,361
22,078
50,426
3,782
407
679,720
897,916
906,626
1,193,120
d. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Kecuali disebutkan pada tabel berikut ini, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan
liabilitas keuangan yang dikenakan bunga dan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dalam
laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya:
30 September 2014
Nilai tercatat
Estimasi nilai wajar
Rp Juta
Rp Juta
Aset keuangan
Investasi neto sewa pembiayaan
Piutang pembiayaan konsumen
914,937
1,770
1,075,246
2,083
Jumlah
916,707
1,077,329
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka panjang
Medium term notes
Liabilitas sewa pembiayaan
Utang pembelian kendaraan
1,560,448
295,057
53,235
4,761
2,254,907
341,446
54,733
4,929
Jumlah
1,913,502
2,656,015
- 65 -
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
Nilai tercatat
31 Desember 2013
Estimasi nilai wajar
Rp Juta
Rp Juta
Aset keuangan
Investasi neto sewa pembiayaan
Piutang pembiayaan konsumen
883,166
2,771
891,096
2,984
Jumlah
885,937
894,080
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka panjang
Medium term notes
Liabilitas sewa pembiayaan
Utang pembelian kendaraan
1,318,347
14,973
81,288
10,200
1,358,398
14,344
82,482
9,416
Jumlah
1,424,808
1,464,640
Nilai wajar investasi neto sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, dihitung menggunakan
diskonto arus kas, berdasarkan suku bunga pinjaman yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat
diamati saat ini dengan jangka waktu yang sama. Apabila suku bunga instrumen tersebut disesuaikan
setiap tiga bulan atau memiliki jatuh tempo yang relatif singkat, maka jumlah tercatatnya telah
mendekati nilai wajar.
Nilai wajar utang bank, medium term notes, sewa pembiayaan dan utang pembelian kendaraan
ditentukan menggunakan diskonto arus kas masa depan pada suku bunga yang berlaku dari
transaksi pasar yang dapat diamati saat ini untuk instrumen dengan jangka waktu dan jatuh tempo
yang sama.
Grup tidak memiliki aset-aset keuangan atau liabilitas-liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar setelah pengakuan awal.
51.
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN NONKAS
30 Septem ber 2014
30 Septem ber 2013
Rp Juta
Rp Juta
Penam bahan as et tetap dan
as et tetap dis ewakan m elalui
utang pem belian kendaraan dan
utang s ewa pem biayaan
1,194
48,437
51,312
23,607
Penam bahan agunan yang
diam bil alih m elalui reklas ifikas i
dari as et Ijarah dan Ijarah
Muntahiyah Bittam lik
Penam bahan pers ediaan m elalui
reklas ifikas i dari as et tetap
dis ewakan
-
- 66 -
-
PT INTRACO PENTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Serta untuk periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014
(Dengan Angka Perbandingan untuk Periode Sembilan Bulan yang berakhir 30 September 2013)
52. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2013 telah direklasifikasi agar
sesuai dengan penyajian laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2014.
Beban keuangan dan bagi hasil dari operasi pembiayaan direklasifikasi ke beban pokok pendapatan yang
menyebabkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar Rp 1.488.478 juta sebelum reklasifikasi menjadi
Rp 1.567.938 juta sesudah reklasifikasi dan penurunan pada beban keuangan dan bagi hasil masingmasing dari Rp 129.055 juta dan Rp 55.886 juta sebelum reklasifikasi menjadi masing-masing Rp 94.702
juta dan Rp 10.779 juta sesudah reklasifikasi.
********
- 67 -
Download