Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang penyakit

advertisement
1
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat
Tentang penyakit Stevens Johnson Syndrome
Chris Febrianto1, Petrus Gogor Bangsa2, Aniendya Christianna3
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain,
Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
Email : [email protected]
Abstrak
Iklan Layanan Masyarakat ini berisi tentang informasi tentang penyakit Stevens Johnson Syndrome yang memiliki
gejala awal yang sangat ringan dan hampir sama dengan peyakit ringan lainnya, namun karena kurangnya
informasi akan penyakit ini banyak orang tua muda yang menyepelekan gejala-gejala ringan yang terjadi pada
anak mereka.
Kata Kunci: Film Pendek, Menyepelekan, Alergi, Kesehatan, ILM
Abstract
Title : Designing The Indonesian Superhero Character With Chibi Illustration For Childern Aged 3-12 Years
Old
This public service announcements contains information about Stevens Johnson Syndrome disease that has very
mild symptoms and mostly same as other mild diseases, but because of lacking information about this disease
many young parents underestimate those mild symptoms that happens to their children.
Keywords: Short film, Underestimate, Allergy, Health, Public service announcements
Pendahuluan
Di zaman modern ini perkembangan terjadi di berbagai
macam sektor mulai dari pertanian, pendidikan,
teknologi, hingga kedokteran. Majunya perkembangan
dunia kedokteran ini tidak menjamin manusia dapat
hidup tanpa resiko terkena sakit penyakit. Penyakit
tidak pernah berhenti berkembang begitu pula dengan
obat-obatan yang tercipta. Semakin bervariasinya obatobatan memang mempermudah para dokter untuk
dapat memberi obat yang sesuai dengan penyakit
pasien, namun di samping itu semua tidak semua
pasien memiliki kekebalan dan kondisi tubuh yang
serupa. Pada kasus-kasus tertentu terdapat pasien yang
justru menolak reaksi obat yang diberikan dari dokter
dan justru menjadi penyakit lain yang ditimbulkan oleh
reaksi alergi terhadap obat salah satunya adalah
Stevens Johnson Syndrome.
Stevens Johnson Syndrome (SJS) merupakan penyakit
kulit yang beberapa kasus terjadi karena penolakan
terhadap reaksi obat-obatan terutama antibiotik.
Meskipun penyakit ini tergolong penyakit yang jarang
terjadi namun penyakit ini mulai marak dan perlu
pehatian khusus. Menurut wawancara yang di lakukan
dengan Prof. DR. dr. Ariyanto Harsono. Sp.A dari
rumah sakit dr. Sutomo Surabaya menyatakan bahwa
banyak kasus Stevens Johnson Syndrome terjadi pada
anak usia antara 3-10 tahun, dan kebanyakan dari kasus
yang beliau tangani terjadi akibat alergi terhadap obatobatan.
Efek yang ditimbulkan oleh penyakit ini cukup serius
karena
menyerang
kekebalan
tubuh,
yang
menyebabkan penderita tertular penyakit lain dan
mengakibatkan berbagai macam komplikasi. Gejalagejala awal yang terjadi pada penderita Stevens
Johnson Syndrome sangat mirip dengan penyakit flu
dan disusul dengan gejala pada kulit seperti keluarnya
ruam yang nampak seperti penyakit kulit ringan (biang
keringat).
Banyak
dari
orang-orang
yang
menyepelekan
gejala-gejala
Stevens
Johnson
Syndrome dan menganggapnya hanya sebagai penyakit
ringan karena gejala awal hanya berupa kelelahan,
demam, batuk, radang. Namun gejala-gejala yang
menjadi pembeda pada penyakit ini adalah terdapatnya
ruam berisi air yang sering disalahartikan oleh para
orang tua muda sebagai penyakit cacar air biasa namun
2
banyak orang yang tidak mengetahui bahwa penyakit
Stevens Johnson Syndrome juga memiki ciri serupa
dengan penyakit cacar air. Banyak dari penderita
terjangkit penyakit ini akibat menyalahartikan gejalagejala Stevens Johnson Syndrome hanya sebagai
penyakit kulit biasa sehingga hanya membawa ke
dokter umum atau bahkan tidak memeriksakan diri ke
dokter spesialis.
Sebuah pengalaman yang pernah dialami oleh salah
seorang narasumber juga memperkuat data dari
penelitian ini, dimana pada awal ia terkena penyakit ini
adalah dimulai dari gejala-gejala yang sangat ringan
yaitu demam dan sakit tenggorokan yang berlangsung
cukup lama namun tidak segera dibawa ke dokter
spesialis. Hal ini mengingatkan kembali dimana
kurangnya informasi tentang penyakit ini kembali
menjadi masalah utama timbulnya penyakit Stevens
Johnson Syndrome. Proses penyembuhan penyakit ini
cukup sulit dan sangat lama serta terdapat kerusakankerusakan permanen yang terjadi paska terkena
penyakit Stevens Johnson Syndrome, Hal ini membuat
penyakit Stevens Johnson Syndrome dapat dikatakan
berbeda dan sangat merugikan dibandingkan dengan
penyakit lainnya meskipun memiliki gejala-gejala
yang sangat ringan, sama seperti penyakit-penyakit
lainnya.
Dilatarbelakangi dari permasalahan yang telah ada dan
pengalaman yang telah dialami oleh narasumber, serta
pengamatan berdasarkan kebiasaan dari orang tua
muda saat ini yang menjadikan media sosial sebagai
kebutuhan
sehari-hari.
penulis
menggunakan
kesempatan ini untuk menyebarkan video Iklan
Layanan Masyarakat tentang penyakit Stevens Johnson
Syndrome. Iklan Layanan Masyarakat tersebut akan
berisikan informasi-informasi tentang penyakit Stevens
Johnson Syndrome. Informasi berisikan tentang apa itu
penyakit Stevens Johnson Syndrom, gejala-gejala yang
terjadi pada penyakit Stevens Johnson Syndrome dan
yang paling penting adalah menyuarakan kepada target
audience untuk tidak menyepelekan gejala-gejala awal
yang terjadi pada penyakit Stevens Johnson Syndrome
sehingga diharapkan penderita dapat ditangani dengan
cepat dan tepat.
Tinjauan Iklan Layanan Masyarakat
Menurut Crombton dan Lamb iklan layanan
masyarakat adalah suatu pemberitahuan atau
pengumuman yang bersifat non komersial yang
mempromosikan program-program kegiatan, layanan
pemerintah,
layanan
organisasi
sosial
dan
pemberitahuan lainnya yang melayani kebutuhan
masyarakat. (Kasali, 1993: 201)
Menurut Ad-council iklan layanan masyarakat
merupakan suatu upaya untuk menggerakan solidaritas
terhadap masalah yang ada dalam kehidupan sosial.
Mereka juga menyebutkan terdapat beberapa kriteria
yang digunakan untuk menentukan iklan tertentu
merupakan iklan layanan masyarakat atau bukan.
(Kasali, 1993: 202)
1. Non komersil
2. Tidak bersifat keagamaan
3. Non politik
4. Berwawasan nasional
5. Diperuntukkan untuk semua lapisan masyarkat
6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui dan
diterima
7. Dapat diiklankan
8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi
sehingga patut memperoleh dukungan media
lokal maupun nasional.
Secara singkat Iklan layanan Masyarakat (ILM)
memiliki fungsi untuk menyampaikan informasi
dengan tujuan mempersuasi khalayak sehingga terjadi
perubahan perilaku masyarakat terhadap hal yang
diiklankan.
Pengertian dan manfaat Video
Video berasal dari bahasa Latin, yaitu vidi dan visum
yang berarti melihat (mempunyai daya penglihatan)
dapat melihat. Secara teknis video merupakan sebuah
teknologi yang digunakan untuk menangkap,
merekam, memproses, mentransmisikan dan menata
ulang gambar bergerak. Video juga bisa dikatakan
sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca
berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan
tertentu. Gambar-gambar yang digabung tersebut
dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar
disebut dengan frame rate, dengan satu FPS.
Adapula manfaat dari video dalam pembelajaran:
(https://ctle.telkomuniversity.ac.id/video-sebagaimedia-pembelajaran/ diakses 16 juni 2017)
1.
2.
Mengatasi jarak dan waktu
Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa
masa lalu secara realistis dalam waktu Yang
singkat
3. Dapat membawa siswa berpetualang dari negara
satu ke negara lainnya, dan dari masa yang satu
ke masa yang lain.
4. Dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah
kejelasan
Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah
diingat.
5. Megembangkan pikiran dan pendapat para siswa
6. Mengembangkan imajinasi
7. Memperjelas hal-hal yang abstrak dan
memberikan penjelasan yang lebih realistik
8. Mampu berperan sebagai media utama untuk
mendokumentasikan realitas sosial yang akan
dibedah di dalam kelas
Mampu berperan sebagai storyteller yang dapat
memancing kreativitas peserta didik dalam
mengekspresikan gagasannya.
3
Pengertian Komik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pengertian dari komik adalah cerita bergambar (di
majalah surat kabar,atau berbentuk buku) yang
umumnya mudah dicerna dan lucu. Menurut Scott
McCloud dalam bukunya yang berjudul Understanding
Comics mengartikan bahwa komik merupakan gambar
yang menyampaikan informasi atau menghasilkan
respon estetik pada yang melihatnya.
Ciri-ciri komik :
a) Bersifat Proposional
Dengan membaca komik sanggup membawa
pembaca untuk terlibat secara emosional dengan
pelaku utama dalam cerita komik itu.
b) Humor yang Kasar
Penggunaan bahasa lisan dan mudah dimengerti
oleh semua orang.
c) Bahasa percakapan
Menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.
d) Penyederhanaan prilaku moral atau jiwa pelaku
Pola perilaku dalam cerita komik cenderung untuk
disederhanakan dan mudah diterka.
Tinjauan Stevens Johnson Syndrome
Stevens Johnson Syndrome pertamakali ditemukan
oleh Albert Mason Stevens M.D dan Frank Cambliss
Johnson pada tahun 1922 New York, Amerika Serikat.
Selama tiga bulan mereka melakukan observasi
terhadap dua kasus luar biasa yang terjadi pada dua
orang anak. Dari pengamatan yang mereka lakukan,
ditemukanlah gejala-gejala penyakit yang saat ini
diberi nama Stevens Johnson Syndrome untuk
menghormati penemuan mereka. (Stevens, a new
erruptive fever associated with stomatis and
ophthalmia, Juli, 1922: 1)
Sindroma Steven Johnson (Stevens Johnson Syndrome)
adalah penyakit kulit langka yang menyerang daerah
mukosa sekitaran alat kelamin dan mata. Menurut
penjelasan dari kamus kedokteran Membran mukosa
adalah jaringan lunak basah yang melapisi bukaan
tubuh, khususnya mulut, hidung, rektum dan vagina.
Penyakit Stevens Johnson Syndrome ini umumnya
terjadi karena reaksi alergi terhadap obat-obatan
tertentu atau dari infeksi. Para penderita Stevens
Johnson Syndrome yang terkena penyakit ini
cenderung memiliki ciri visual :
1. Tampak lesu
2. Kulit berbintil
3. Terdapat luka seperti luka bakar
4. Kulit memerah
5. Terdapat gumpalan darah pada daerah mulut
dan hidung.
Penyebab penyakit Stevens Johnson
Syndorme
Terdapat banyak faktor penyebab penyakit Stevens
Johnson Syndrome. Faktor penyebab pertama adalah
dari infeksi virus. Pada kasus-kasus tertentu terutama
pada anak-anak Stevens Johnson Syndrome dapat
disebabkan oleh infeksi virus seperti,
1. Pneumonia
Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah
paru-paru basah adalah infeksi yang memicu
inflamasi pada kantong-kantong udara di salah
satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap
pneumonia, sekumpulan kantong-kantong
udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam
paru-paru akan membengkak dan dipenuhi
cairan.
2. Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena
toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen
penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung
kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut",
hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan
disebut "hepatitis kronis".
3. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Human Immunodeficiency Virus adalah virus
yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan
melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi dan penyakit.
4. Herpes
Herpes adalah infeksi pada saraf dan kulit di
sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus
yang sama dengan virus penyebab cacar air,
yaitu varisela zoster. Virus varisela yang
menetap di sekitar tulang belakang atau dasar
dari tulang tengkorak tubuh bahkan
setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di
kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.
5. Gondongan
Gondongan
adalah
penyakit
yang
menyebabkan kelenjar parotid (kelenjar yang
memproduksi
air
liur)
mengalami
pembengkakan oleh karena infeksi virus.
Kelenjar ini terletak tepat di bawah telinga di
samping wajah. Karena itu orang yang
mengalami gondongan, bagian sisi wajahnya
akan terlihat membesar.
6. Flu
Flu atau influenza adalah infeksi virus yang
menyerang sistem pernapasan (sistem yang
terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paruparu). Gejala-gejala flu yang biasa dirasakan di
antaranya adalah demam, sakit kepala, batukbatuk, pegal-pegal, nafsu makan menurun,
dan sakit tenggorokan.
7. Virus Coxsackie dan Epstein-Barr.
Mononukleosis atau demam kelenjar adalah
sebuah infeksi yang terjadi karena tersebarnya
virus Epstein-Barr (EBV) dalam tubuh melalui
4
air liur. Penyakit yang kerap menyerang remaja
ini akan menetap dalam tubuh selama kurang
lebih
dua
bulan
sebelum
akhirnya
menimbulkan gejala. Penyebaran utama virus
ini adalah melalui air liur, sehingga beberapa
aktivitas seperti berciuman, berbagi sikat gigi,
berbagi peralatan makan atau minum dengan
orang lain tanpa dicuci terlebih dahulu, serta
batuk atau bersin akan dapat meningkatkan
risiko terjangkit penyakit ini. Walau demikian,
penularan penyakit ini tidak semudah infeksi
lainnya (misalnya pilek).
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Faktor penyebab kedua adalah dari
penggunaan obat-obatan seperti
Obat asam urat
Obat yang diguanakan untuk meredakan
gejala nyeri yang tidak tertahankan,
pembengkakan, dan rasa panas di
persendian.
Obat pereda rasa sakit
Obat antibiotik
Segolongan molekul, baik alami maupun
sintetik, yang mempunyai efek menekan atau
menghentikan suatu proses biokimia di dalam
organisme, khususnya dalam proses infeksi
oleh bakteri.
Contoh antibiotik :
a) Penisilin (Penicillins)
b) Sefalosporin (Cephalosporins)
c) Aminoglikosida (Aminoglycosides)
d) Makrolid (Macrolides)
e) Sulfonamida (Sulfonamides)
f) Fluoroquinolones
g) Tetrasiklin (Tetracyclines)
h) Polipeptida (Polypeptides)
Obat kejang-kejang
Kejang adalah kondisi di mana otot-otot tubuh
berkontraksi secara tidak terkendali. Seluruh
gerakan kita dikendalikan oleh otak yang
mengirim sinyal-sinyal listrik melalui saraf ke
otot. Jika sinyal dari otak mengalami gangguan
atau terjadi keabnormalan, otot-otot tubuh akan
berkontraksi dan bergerak tanpa terkendali.
Obat terapi radiasi
Obat anti inflamasi non-steroid.
Obat anti inflamasi (anti radang) non steroid,
atau yang lebih dikenal dengan sebutan NSAID
(Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs)
adalah suatu golongan obat yang memiliki
khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik
(penurun panas), dan antiinflamasi (anti
radang). Istilah "non steroid" digunakan untuk
membedakan jenis obat-obatan ini dengan
steroid, yang juga memiliki khasiat serupa.
NSAID bukan tergolong obat-obatan jenis
narkotika.
Selain infeksi dan reaksi obat-obatan terdapat
beberapa faktor pendukung yang mampu
memicu Stevens Johnson Syndrome antara lain
1) Faktor keluarga yang pernah memiliki
riwayat penyakit Stevens Johnson
Syndrome
2) Melemahnya sistem kekebalan tubuh,
biasanya akibat HIV/AIDS, transplantasi
organ, atau penyakit autoimun.
3) Infeksi virus, seperti herpes, pneumonia
virus, HIV, hepatitis.
4) Pernah mengidap Sindrom StevensJohnson.
5) Memiliki gen tertentu, seperti Gen HLAB 1502 atau HLA-B 1508 yang membuat
seseorang akan berisiko terkena sindrom
ini jika mengonsumsi obat kejang atau
obat untuk gangguan kejiwaan.
Analisis 5W1H
What
Penyakit Stevens Johnson Syndrome merupakan
penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi. Selama ini
tidak ada upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat
Surabaya untuk mencari tahu tentang penyakit Stevens
Johnson Syndorme ini karena tidak adanya informasi
yang diberikan oleh pihak manapun termasuk
pemerintah.
Who
Penyakit Stevens Johnson Syndrome banyak diderita
oleh anak usia 3-10 tahun karena pada usia tersebut
anak masih belum terbentuk kekebalan tubuh secara
sempurna dan anak-anak cenderung memiliki alergi
yang tidak diketahui oleh orang tua mereka.
Where
Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja selama
mereka memiliki riwayat alergi dan dapat terjadi
dimanapun juga.
When
Selama ini masih belum ada kampanye-kampanye
mengenai penyadaran tentang penyakit Stevens
Johnson Syndorme ini di Indonesia. Diketahui ada
kampanye seperti itu namun di luar negeri, tepaatnya
di Jepang pada tahun 2014.
Why
Karena tidak adanya informasi tentang penyakit ini dari
pihak manapun termasuk pihak pemerintah menjadikan
masyarakat tidak mengenal penyakit Stevens Johnson
Syndorme ini.
How
Penyakit Stevens Johnson Syndorme
ini sudah
diketahui oleh kalangan medis di Surabaya, sehingga
5
mereka sudah tahu cara penanganan penyakit ini.
Sosialisasi mengenai penyakit ini belum pernah
dilakukan oleh pihak manapun disurabaya sehingga
masyarakat belum mengenal penyakit ini.
Hasil Perancangan
.
Bentuk dan Variasi Media
Bentuk penyajian desain Iklan layanan masyarakat
akan berupa video berdurasi singkat yang
menggunakan gaya motion comic. Isi utama dalam
video memiliki tiga bagian yaitu “sadari” yang
berisikan informasi mengenai penyakit Stevens
Johnson Syndrome, kemudian “jauhi” yang berisikan
informasi mengenai cara pencegahan dan yang terakhir
adalah “sudahi” yang berisikan tips-tips bagi
pengalaman dari orang yang telah terkena penyakit
Stevens Johnson Syndrome.
Gaya Ilustrasi Karakter
Gaya gambar karakter yang digunakan adalah
menggunakan gaya komik amerika dengan
penggambaran illustrasi realis dan siluet bayangan
yang sangat tegas.
Tone Warna
Tone warna yang akan digunakan mengambil tone
warna gelap.
Biru tua :
Kuning :
R : 34
R : 255
G : 33
G : 255
B : 43
B:0
Teknik Visualisasi
Teknik pengerjaan adalah dengan menggunakan teknik
motion comic. Visualisasi dari video nampak gelap
dengan cahaya kuning yang kontras yang sering
digunakan pada komik-komik misteri.
Gambar 1. Contoh teknik visual
Gambar 2. Contoh video
6
Gambar 4. Contoh Media pendukung
Kesimpulan
Gambar 3. Scene video
Menurut survei yang dilakukan pada bab sebelumnya
menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya masih
banyak yang belum mengerti tentang penyakit Stevens
Johnson Syndrome. Oleh karena itu perlu adanya upaya
untuk menginformasikan tentang penyakit ini sehingga
masyarakat mengerti tentang penyakit ini. Dari keadaan
tersebut penulis membuat sebuah Iklan Layanan
Masyarakat yang lebih menarik dengan tema motion
comic dan dipublikasikan melalui media sosial seperti
instagram, facebook yang merupakan hal yang sangat
digemari masyarakat saat ini. setelah melakukan
beberapa percobaan penayangan didapati video
tersebut dikatakan cukup unik dikarenakan
menggunakan teknik motion comic namun masih
mampu memberikan informasi dan cukup dapat
diterima sebagai ILM
Saran
Dalam pencarian data pada tugas akhir saya merupakan
hal yang cukup sulit dikarenakan pihak rumah sakit
yang cenderung tidak mau bekerjasama dalam
memberikan data. Saran dari penulis adalah untuk
mencari data dari kenalan-kenalan yang pernah
menderita penyakit ini akan lebih mempermudah
memperoleh data yang akurat.
7
Daftar Referensi
Kasali, Rhenald. Manajemen Periklanan. Jakarta:
Pustaka Utama Graffiti, 1993.
McCloud, Scott. Understanding comic. New York:
HarperCollins Publisher.inc, 1994
Pakpahan, Efendi. “Jenis
Pendidikan. 19 Maret 2017.
–
jenis Kampanye”.
Venus, Antar, M.A. Manajemen Kampanye. Bandung
: Simbiosa Rekatama Media, 2010.
Widyatma, Rendra. Pengantar Periklanan. Jakarta:
Buah pustaka Indonesia, 2002
Download