54 bab iii peran komunikasi interpersonal guru pai dalam motivasi

advertisement
BAB III
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU PAI DALAM
MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS
XI DI SMK NEGERI 01 PEKALONGAN
A. Gambaran Umum SMK Negeri 01 Pekalongan
1. Letak SMK Negeri 01 Pekalongan
SMK Negeri 01 Pekalongan terletak di Jalan Angkatan 66 No. 90
RT. 01/RW. 02 Kramatsari Pekalongan Barat Provinsi Jawa Tengah Telp.
(0285) 422115.SMK Negeri 01 Pekalongan ini didirikan pada tanggal 1
Agustus 1965 oleh tokoh-tokoh wanita Kota Madya Pekalongan yang
dipimpin oleh Ibu R. Suwondo merintis sebuah sekolah yang dulunya
bernama SKKA Persiapan Negeri Pekalongan. Dulu SKKA persiapan ini
berlokasi di Jalan Kartini Pekalongan. Kemudian seiring berjalannya
waktu SKKA Persiapan dianggap oleh pemerintah telah memenuhi
persyaratan untuk dijadikan sekolah Negeri, dan pada tahun 1977 Dra.
Srijati Soetrisno SKKA Negeri Pekalongan berubah nama menjadi SMKK
Negeri Pekalongan.
SMK Negeri 01 Pekalongan mendapatkan ISO pada tahun 2011
dengan nomor sertifikasi ISO 9001-2008. Sekolah ini menempati tanah
seluas 8750 m2, dan mempuanyai luas bangunan 14720 m2.
54
55
2. Visi dan Misi SMK Negeri 01 Pekalongan
a. Visi SMK Negeri 01 Pekalongan
Terwujudnya SMK Negeri 1 Kota Pekalongan yang mampu
menyiapkan tamatan yang Kompeten, Kompetitif, Profesional, Inovatif
dan berakhlak mulia.
b. Misi SMK Negeri 01 Pekalongan
1) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan
standar sarana dan prasarana sekolah kejuruan.
2) Mengelola pendidikan lebih bermutu dan bermartabat melalui
peningkatan kompeten si pendidik dan tenaga kependidikan.
3) Meningkatkan keefektifan penerapan system manajemen mutu ISO
9001:2008 secara sungguh-sungguh dan terus-menerus.
4) Memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan akan tanggung jawab,
disiplin dan profesional.
5) Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai
pihak di luar sekolah demi suksesnya proses pendidikan sekolah.1
3. Data Siswa SMK Negeri 01 Pekalongan
Berikut ini adalah data jumlah siswa SMK Negeri 01 Pekalongan
pada tahun 2015/2016.
1
WIB.
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16Maret 2016 Pukul 11.15
56
Tabel 3.1
Data SiswaTahun 2015/20162
Program
Keahlian
Tingkat
I
Akrd
L
Tingkat
II
L
P
P
Jmlh
Tingkat
III
L
P
L
P
Jml
Tot
Jasa Boga
A
7
91
9
82
11
76
27
249
276
Busana
Butik
Kecantikan
Rambut
Kecantikan
Kulit
Akomodasi
Perhotelan
Jumlah
Total
A
-
96
1
78
-
88
1
262
263
A
-
62
-
62
-
31
-
150
150
Blm
-
33
-
33
-
28
-
90
90
A
7
29
9
26
4
28
20
83
103
14
311
19
325
15
291
48
834
882
4. Data Guru Mata Pelajaran
Guru sangat bermanfaat untuk kepentingan dalam pengembangan
keilmuan atau dalam bidang teoritik akademik. Agar dapat menunjang
penyelenggaran pendidikan dengan baik,maka di SMK Negeri 01
Pekalongan ini dibuatkan tenaga pendidikan atau guru sesuai bidang
keahlian masing-masing agar bisa mengajar dan mendidik siswa dengan
baik. Adapun daftar nama tenaga pendidik atau guru di SMK Negeri 01
Pekalongan ini sebagai berikut:
2
WIB.
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16 Maret 2016 Pukul 11.15
57
Tabel 3.2
Data Guru Mata Pelajaran3
Keterangan
Nama Mata Pelajaran
A. Normatif
1. Agama
2. PKn
3. Bahasa dan Sastra Indonesia
4. Penjaskes
5. Seni Budaya
B. Adaptif
1. Matematika
2. Bahasa Inggris
3. Ilmu Pengetahuan Alam
4. Ilmu Pengetahuan Sosial
5. KKPI
6. Kewirausahaan
C. Produktif
1. Jasa Boga
2. Busana Butik
3. Kecantikan Rambut
4. Kecantikan Kulit
5. Akomkodasi Perhotelan
D. Muatan Lokal
1. Bahasa Jawa
2. Batik
E. BP/BK
Jumlah
3
WIB.
Total
PNS
Non
3
2
4
4
2
3
2
2
2
1
1
2
1
4
4
3
2
2
1
4
4
3
2
2
1
-
11
12
7
4
4
10
12
7
4
3
1
2
2
-
1
-
1
-
3
2
1
74
64
10
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16 Maret 2016 Pukul 11.15
58
5 Struktur Organisasi dan Personalia SMK Negeri 01 Pekalongan
Dalam sebuah sekolah pastinya sangat dibutuhkan personalia yang
kuat agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sekolah. Adapun
struktur organisasi dan personalia di SMK Negeri 01 Pekalongan ini
sebagai berikut:
Tabel 3.3
Daftar Struktur Organisasi dan Personalia SMK Negeri 01 Pekalongan
No.
Nama
Jabatan
01
02
03
04
05
06
07
08
Dra. Sukowati, M.Si.
Luthfi Tobing, SH.
Moh. Syamsul Falah, S.Pd.
Galuh Muntiara, S.Pd.
Ziaul Haq, S.Pd.
Dra. Dewi Endar D
Drs. M. Budiyanto
Karsiti, S.Pd.
Kepala
KA. Tata Usaha
QMR
Waka. Kurikulum
Waka.Kesiswaan
Waka. SARPRAS
Waka Humas
KA. Paket Keahlian Jasa Boga
09
Indah Budhy I, S. Pd.
10
Emi Purwanti, S.Pd.
11
Trismini Ekowati, S.Pd.
12
Walidi, S.ST.
13
Kunto Priyadi, S.Pd.
KA. Paket Keahlian Busana
Butik
KA. Paket Keahlian
Kecantikan Rambut
KA. Paket Keahlian
Kecantikan Kulit
KA. Paket Keahlian
Akomodasi Perhotelan
KA. Normatif/Adaptif
6. Daftar Guru Bimbingan Konseling (Bk)
Banyaknya siswa yang kadang mengalami kesulitan dalam belajar
ataupun kedisiplinan tentunya menjadi alasan diperlukanya guru
bimbingan konseling. Adapun daftar guru bimbingan konseling ini sebagai
berikut:
59
Tabel 3.4
Daftar Guru Bimbingan Konseling (Bk)
No
1
2
3.
Nama Guru
Kelas Bimbngan
Dra. Lestari Widiastuti
Evie Yulia, S.Psi
Habib Fauzi, S. Pd
X
XI
XII
Jumlah
Siswa
325
344
306
7. Daftar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)
Siswa yang terlalu banyak di dalam kelas maka pembelajaran tidak
akan menjadi efektif dan efisien dan tidak dapat mempengaruhi motivasi
belajar siswa sehingga diperlukan guru yang sesuai dengan kapasitas
siswa. Adapun daftar guru Pendidikan Agama Islam ini sebagai berikut:
Tabel 3.5
Daftar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 4
No
Nama Guru
Kelas
1
Haniah, S.Ag
X dan XI
Semua Jurusan
Jumlah
Siswa
669
2
Mamdukillah, S.Ag
X dan XII
Semua Jurusan
631
3
Dedi Mulyana, S. Pd.I
XI dan XII Semua Jurusan
650
Jurusan
8. Data Sarana Prasarana
Proses kegiatan belajar mengajar akan mencapai tujuan yang
ditetapkan, ketika didukung oleh adanya sarana prasarana yang cukup
memadai. Sebagai kelengkapan yang berperan langsung maupun tidak
langsung. Sarana dan prasarana dalam suatu lembaga pendidikan perlu
4
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16 Maret 2016 Pukul 11.15
WIB.
60
diperhatikan, sekalipun bukan merupakan faktor pertama dan utama
sebagai penentu terealisasinya tujuan yang diinginkan.
Tabel 3.6
Sarana Prasarana
No
Ruangan
Jumlah
Luas (m2)
1
Kepala Sekolah dan Wakil
1 Ruang
42
2
Guru
1 Ruang
133
3
Pelayanan Administrasi
1 Ruang
56
4
Teori
18 Ruang
1224
5
Praktek Akomodasi Perhotelan
4 Ruang
496
6
Praktek Jasa Boga
5 Ruang
720
7
Praktek Kecantika
5 Ruang
750
8
Praktek Busana Butik
5 Ruang
675
9
Lab.Komputer
2 Ruang
144
10
Perpustakaan
1 Ruang
144
11
Lab. IPA
1 Ruang
144
12
Unit Produksi
1 Ruang
65
13
Ibadah
1 Ruang
100
14
Bersama
1 Ruang
500
15
Kantin Sekolah
1 Ruang
120
16
Toilet
6 Ruang
24
17
Gudang
1 Ruang
35
61
Tabel 3.6
Sarana Prasarana
18
BP/BK
1 Ruang
24
19
OSIS
1 Ruang
26
20
Koperasi
1 Ruang
60
21
UKS
1 Ruang
18
22
Penjaga Sekolah
1 Ruang
12
Kondisi Ruangan yang ada: 5
Ruang
5
WIB.
Kondisi
Kepala Sekolah dan Wakil
Baik
Guru
Baik
Pelayanan Administrasi
Baik
Teori
Baik
Praktek Akomodasi Perhotelan
Baik
Praktek Jasa Boga
Baik
Praktek Kecantika
Baik
Praktek Busana Butik
Baik
Lab.Komputer
Baik
Perpustakaan
Baik
Lab. IPA
Baik
Unit Produksi
Baik
Ibadah
Baik
Bersama
Baik
Kantin Sekolah
Baik
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16 Maret 2016 Pukul 11.15
62
9. Data Buku Perpustakaan
Perpustakaan merupakan sarana prasana untuk menunjang kegiatan
pembelajan dan buku-buku yang ada ada diperpus akan digunakan siswa
dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu kelengkapan buku yang ada
diperpus harus selalu diperhatikan oleh sekolahan. Diantaranya buku-buku
perpustakaan:
Tabel. 3.7
Buku Perpustakaan6
No
6
WIB.
Mata Pelajaran
Jumlah
Judul
Jumlah
Ekslempar
1
Pendidikan Agama Islam
6
95
2
PKN dan Sejarah
6
635
3
B.Indonesia
6
80
4
5
Penjaskes
Seni & Budaya
10
6
10
6
6
Matematika
10
300
7
B.Inggris
6
300
8
B.Jerman
3
60
9
KKPI
15
15
10
Akomodasi Perhotelan
5
15
11
Patiseri
2
25
12
Jasa Boga
3
30
13
Kecantikan Rambut
6
10
14
Kecantikan Kulit
3
6
15
Busana Butik
12
36
Dokumentasi Data SMK Negeri 01 Pekalongan, dikutip 16Maret 2016 Pukul 11.15
63
B. Peran Komunikasi Interpersonal Guru PAI dalam Motivasi Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran PAI kelas XI di SMK Negeri 01 Pekalongan
Sebagaimana untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara
guru PAI dengan siswa di SMK Negeri 01 Pekalongan, peneliti melakukan
pengamatan terkait dengan peran komunikasi interpersonal dan wawancara
terhadap guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik.
Berdasarkan penelitian, komunikasi interpersonal telah dilaksanakan
oleh Guru PAI dengan siswa di SMK Negeri 01 Pekalongan, bentuk-bentuk
komunikasi interpersonal terwujud dalam pembelajaran seperti cara guru
ketika memulai pembelajaran dengan memberikan apersepsi kepada siswa,
tadarus bersama, membaca Asmaul Husna bersama,
menanyakan kabar
siswa, dan memberikan motivasi sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian
ketika selesai memberikan apersepsi kepada siswa pada pertengahan
pembelajaran guru menerangkan materi yang diajarkan, selanjutnya guru
mengadakan tanya jawab dengan siswa yang bertujuan untuk siswa ikut
berperan aktif ke dalam proses pembelajaran dengan menggunakan
komunikasi dua arah. Kemudian pada tahap akhir guru memberikan tugas
yang berkaitan tentang materi yang tadi dijelaskan dan memotivasi untuk
selalu walaupun tidak sedang di sekolah.7
7
Hasil Observasi ke 4, 28 Maret 2016.
64
1. Pengertian Komunikasi Interpersonal
Sebelum kepada peran komunikasi interpersonal guru PAI dalam
memotivasi, saya ingin memberikan gambaran apakah Bapak Ibu guru
sudah tahu tentang pengertian komunikasi interpersonal. Ternyata Bapak
ibu guru sudah mengetahui tentang arti komunikasi interpersonal, seperti
penjelasan dari Ibu Haniah:
“Tentang komunikasi interpersonal itu antara guru dengan
personal, personalnya itu disini objeknya yaitu siswa, antara guru
dengan siswa itu harus ada hubungan yang dekat dengan siswa
sehingga dalam pembelajaran mata pelajaran PAI itu lebih
mengena dan komunikatif....”8
Gambar I. Pada saat wawancara dengan Ibu Haniah, S.Ag di Musholla SMK Negeri 01
Pekalongan
Gambar di atas adalah foto saat melakukan wawancara dengan Ibu
Haniah, S.Ag. Berkaitan dengan hal tersebut, yang telah dipaparkan
kepada Ibu Haniah terlihat jelas bahwa komunikasi interpersonal sangat
8
Haniah, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret
2016 Pukul 09.30 WIB.
65
diperlukan pada mata pelajaran PAI karena lebih mengena dan
komunikatif, maksudnya mengena dan komunikatif tersebut siswa lebih
terbuka kepada beliau dengan bertujuan supaya siswa lebih mudah
menerima peajaran PAI.
Selanjutnya, sejalan dengan Ibu Haniah juga dikatakan oleh Bapak
Dedi mengenai arti dari komunikasi interpersonal, ujarnya: “Komunikasi
interpersonal itu menurut saya komunikasi yang dibangun oleh guru dan
siswa untuk menciptakan suatu hubungan di dalam pembelajaran.”9
Gambar II. Pada saat wawancara dengan Bapak Dedi Mulyana, S.Pd.I di Musholla SMK
Negeri 01 Pekalongan
Dari penjelasan yang dipaparkan oleh Bapak Dedi juga terlihat
jelas bahwa komunikasi interpersonal itu dibangun oleh guru dan siswa
untuk menciptakan suatu hubungan di dalam pembelajaran. Jadi dari
9
Dedi Mulyana, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28
Maret 2016 Pukul 11.45 WIB.
66
wawancara tersebut sudah kelihatan bahwasanya Bapak Dedi mengetahui
apa itu komunikasi interpersonal.
Kesimpulan dari pemaparan Ibu Haniah dan Bapak Dedi yang
berkaitan dengan perngertian komunikasi interpersonal bahwasanya
komunikasi interpersonal sangat diperlukan pada mata pelajaran PAI
karena komunikasi interpersonal tersebut dibangun oleh guru dan siswa itu
sendiri untuk menciptakan suatu hubungan di dalam pembelajaran, dan
berdampak paa motivasi belajar siswa yang tinggi
Pertanyaan mengenai pengertian komunikasi interpersonal tersebut
menjadi sangat penting karena untuk pemahaman guru terhadap pengertian
komunikasi interpersonal akan mempengaruhi apakah beliau mengajar
menggunakan komunikasi interpersonal yang baik dengan siswa dalam
pembelajaran dan nanti bisa mempengaruhi motivasi belajar siswa.
2. Pelaksanaan Komunikasi Interpersonal
Setelah memberikan pertanyaan tentang komunikasi interpersonal
kepadaIbu Haniah dan Bapak Dedi selaku guru mata pelajaran PAI,
selanjutnya
peneliti
memberikan
pertanyaan
tentang
pelaksanaan
komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal telah dilaksanakan
Ibu Bapak guru di SMK Negeri 01 Pekalongan, tercermin dalam
pelaksanaan
pembelajaran
dengan
komuniksi
interpersonal
yaitu
bagaimana memulai dan memberikan tanya jawab.
Seperti yang dituturkan oleh Ibu Haniah:
“Saya memulai pembelajaran dengan salam itu wajib, dan
kebetulan di setiap kelas terdapat buku tadarus yang berisi ayat-
67
ayat Al-Qur’an yang dirangkum yang mencakup materi yang akan
di pelajari selama satu semester, selain itu juga membaca Asmaul
Husna, setelah semua selesai kemudian saya memberikan motivasi
yang saya anjurkan sebelum pembelajaran dimulai....”
Gambar III. Ibu Haniah, S.Ag sedang memotivasi siswanya pada awal pembelajaran kelas XI
Jurusan AP di Musholla SMK Negeri 01 Pekalongan
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal
yang dilakukan oleh Ibu Haniah pada saat awal pembelajaran. Pembukaan
diawal pembelajaran menjadi sangat penting menurut beliau karena diawal
pembelajaran siswa masih semangat dalam mengikuti pembelajaran, dan
sangat pas untuk memotivasi siswa supaya serius dalam belajarnya.
Selanjutnya, Ibu Haniah pada saat pembelajaran melaksanakan
proses tanya jawab, seperti yang dituturkan oleh Ibu Haniah: “Jelas ada
mba, terkadang ketika saya mengajar anak-anak bertanya di luar materi,
68
karena mungkin usia remaja lebih aktif dan kritis dalm pembelajaranya,
jadi mereka bertanya dengan aplikasi yang nyata....”10
Gambar IV. Ibu Haniah, S.Ag sedang melakukan tanya jawab kepada siswanya
dalam proses pembelajaran PAI di kelas XI Jurusan AP di Musholla SMK Negeri 01 Pekalongan
Dari hasil observasi ketika saya berada di kelas XI jurusan
Akomodasi Perhotelan lebih tepatnya kelasnya Ibu Haniah, beliau
memulai pelajaran dengan tadarus bersama dan membaca Asmaul Husna,
setelah semua itu selesai Ibu Haniah memberikan motivasi kepada
siswanya seperti ini “Semangat dalam belajar, kamu disini diamanati oleh
orang tua untuk sekolah, jadi disini jangan main-main, jangan cuma jajan
10
Haniah, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret
2016 Pukul 09.30 WIB.
69
saja, apalagi bergaul yang tidak jelas, kasihan orang tua kamu yang sudah
bersusah payah memberikan segalanya untuk kamu dan jangan lupa
belajar”11
Berkaitan dengan pelaksanaan komunikasi interpersonal saat
pembelajaran yang dilakukan di kelas. Saya juga menanyakan kepada
siswa dan siswi Ibu Haniah kelas XI jurusan Akomodasi Perhotelan.
Sheilla namanya, seperti ini ujarnya: “Pertama mengucapkan salam,
setelah itu tadarus bersama, dan membaca Asmaul Husna ketika jam
pertama, mengabsensi kita semua dan menanyakan kabar kita”12
Gambar V. Wawancara dengan salah satu siswa kelas XI Jurusan AP Bernama Muhammad
Rifki di Musholla SMK Negeri 01 Pekalongan
Berkaitan dengan hal tersebut dijelaskan oleh Muhammad Rifki:
“Yang pastinya mengucapkan salam, kemudian tadarus bersama dan
11
Hasil Observasi ke 4, Musholla SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016.
Sheila Ainurrahma, (Siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 09.10 WIB.
12
70
Asmaul Husna ketika mata pelajaran PAI ada pada jam pertama,
mengabsensi kita semua dan menanyakan kabar kita.”13
Selain itu, komunikasi interpersonal juga dilakukan dipertengahan
pembelajaran yaitu dengan adanya tanya jawab di dalam pembelajaran.
Berkaitan dengan adanya tanya jawab atau tidak di kelas Ibu
Haniah seperti dikatakan Sheilla: “Iya, Bu Haniah selalu menanyakan
kembali apakah sudah paham atau belum setelah memberikan pelajaran.
Jadi dengan begitu kelas pun aktif.”14
Gambar VI. Wawancara dengan salah satu siswi kelas XI Jurusan AP Bernama Sheila
Ainurrahma di Musholla SMK Negeri 01 Pekalongan
13
Muhammad Rifki, (Siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 09.05 WIB.
14
Sheila Ainurrahma, (Siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 09.10 WIB.
71
Muhammad Rifki: “Selalu ada, soalnya kan kita semua tidak hanya
sekali tangkap langsung paham tetapi mesti bertanya kepada Bu Haniah
juga.”15
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Ibu Haniah dan
dua orang siswanya, apa yang dikatakan Rifki dan Sheilla memang benar.
Dari hasil observasi ketika saya mengikuti kelas Ibu Haniah disitu terlihat
jelas semuanya berhubungan, semuanya ikut berperan aktif dalam
kelasnya beliau. Ibu Haniah juga sangat aktif dalam memotivasi semua
siswanya dan selalu berkomunikasi aktif dengan siswanya, jadi di kelas
tersebut tidak membosankan.16
Selain mewawancarai Ibu Haniah, saya juga mewawancarai Bapak
Dedi selaku guru PAI juga di SMK Negeri 01 Pekalongan. Saya
menanyakan
tentang
pelaksanaan
komunikasi
interpersonal
saat
pembelajaran dimulai seperti yang dilakukan oleh Bapak Dedi:
“Pembelajaran dimulai dengan cara apersepsi terlebih dahulu,
setelah itu membaca buku tadarus yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an,
selain itu juga membaca Asmaul Husna setelah itu saya berikan
motivasi sedikit yang berkaitan dengan materi, setelah itu
menjelaskan sedikit tentang materi yang akan diajarkan.”
15
Muhammad Rifki, (Siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 09.05 WIB.
16
Hasil Observasi ke 4, Musholla SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016.
72
Gambar VII. Bapak Dedi Mulyana, S.Pd.I sedang memotivasi siswanya pada awal
pembelajaran kelas XI Jurusan KK di Ruang Teori
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal
yang dilakukan oleh Bapak Dedi pada saat awal pembelajaran. Pembukaan
diawal pembelajaran menjadi sangat penting menurut beliau karena siswa
menerima segala bentuk motivasi di awal pembelajaran.17
Selanjutnya, Bapak Dedi pada saat pembelajaran melaksanakan
proses tanya jawab, seperti yang dituturkan oleh Bapak Dedi: “Sangat ada
tanya jawab mba, seperti tadi yang mba nya lihat di dalam kelas, siswa di
kelas saya aktif bertanya kepada saya, ketika siswa sudah tidak ada lagi
17
Dedi Mulyana, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal
28 Maret 2016 Pukul 11.45 WIB.
73
yang bertanya guru yang akan mengukur tingkat penerimaan pelajaran
oleh siswa.”18
Gambar VIII. Dedi Mulyana, S.Pd.I sedang melakukan tanya jawab kepada siswanya
dalam proses pembelajaran PAI di kelas XI Jurusan KK
Dari hasil observasi ketika saya berada di kelas XI jurusan
Kecantikan Kulit lebih tepatnya kelasnya Bapak Dedi, beliau sangat ramah
dan humoris terhadap siswanya, kalau Bapak Dedi ketika pertama masuk
langsung menanyakan materi yang diajarkan minggu lalu sampai mana,
dan ketika Bapak Dedi menerangkan pembelajaran setelah satu point
berhenti untuk memberikan peluang kepada siswanya bertanya. Di kelas
Kecantikan Kulit mayoritas siswanya perempuan semua, jadi berasa aktif
18
Dedi Mulyana, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal
28 Maret 2016 Pukul 11.45 WIB.
74
di dalam kelas, mereka semua merespon apa yang Bapak Dedi
terangkan.19
Berkaitan dengan pelaksanaan komunikasi interpersonal saat
pembelajaran yang dilakukan di kelas. Saya juga menanyakan kepada dua
siswi Bapak Dedi kelas XI jurusan Kecantikan Kulit. Dari hasil
wawancara dengan Riski Bunga mendapatkan penjelasan mengenai proses
pembelajaran di kelas Bapak Dedi, ujarnya:
“Pertama kalau memulai pembelajaran kan otomatis salam,
kemudian bertadarus bersama dan membca Asmaul Husna, kedua
menanyakan sampai mana pembelajaran kemarin, setelah itu
melanjutkan pembelajaran kemarin, sambil diselingi cerita-cerita
dari Pak Dedi yang membuat kita semua termotivasi.”20
Gambar IX. Wawancara dengan salah satu siswi kelas XI Jurusan KK Bernama Riski Bunga
R di Ruang Teori SMK Negeri 01 Pekalongan
19
Hasil Observasi ke 4, Ruang Teori Kecantikan Kulit, tanggal 28 Maret 2016.
Riski Bunga Ramayani, (Siswa kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 11:22 WIB.
20
75
Selanjutnya seperti apa yang dikatakan Indah:
“Pertama mengucapkan salam, kemudian bertadarus bersama dan
membca Asmaul Husna, memberikan sapaan kepada kita semua,
menanyakan materi yang sudah berika sampai mana, memberikan
motivasi, Pak Dedi itu asik orang nya, selalu bercanda”.21
Selain itu, komunikasi interpersonal juga dilakukan dipertengahan
pembelajaran yaitu dengan adanya tanya jawab di dalam pembelajaran.
Berkaitan dengan adanya tanya jawab atau tidak di kelas Bapak
Dedi seperti dikatakan Riski Bunga: “Iya ada mba. Di kelasnya Pak Dedi
kita semua selalu aktif dalam bertanya begitu pun sebaliknya, Pak Dedi
aktif juga terhadap kita”.22
Ujar Indah: “Selalu ada mba, karena jika ada yang belum paham
tentang materi yang dijelaskan, Pak Dedi selalu menanyakannya”.23
21
Nur Indah Laras, (Siswa kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit), Wawancara Pribadi,
SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 11:25 WIB.
22
Riski Bunga Ramayani, (Siswa kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit), Wawancara
Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 11:22 WIB.
23
Nur Indah Laras, (Siswa kelas XI Jurusan Kecantikan Kulit), Wawancara Pribadi,
SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret 2016 Pukul 11:25 WIB.
76
Gambar X. Wawancara dengan salah satu siswi kelas XI Jurusan KK Bernama Nur Indah L
di Musholla SMK Negeri 01 Pekalongan
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh dua orang siswa Bapak
Dedi memang benar apa yang diakatakan mereka, ketika saya berada di
kelas Bapak Dedi saya juga merasakan apa yang mereka katakan bahwa
Bapak Dedi itu orangnya asik, suka bercanda. Ketika saya di kelas saya
juga merasa terhibur dengan cara mengajar bapak Dedi kepada siswanya,
siswa kelas XI jurusan kecantikan kulit pun sangat aktif dalam hal
bertanya, mereka bertanya yang berkaitan dengan materi yang dijelaskan
oleh Bapak Dedi namun mereka mengkaitkan dengan persoalan dunia
nyata yang sering mereka jumpai. Menurut saya Bapak Dedi berhasil
77
menerapkan komunikasi interpersonal untuk membangun semangat belajar
mereka pada mata pelajaran PAI.24
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Komunikasi Interpersonal Guru
PAI Pada Mata Pelajaran PAI Kelas XI di SMK Negeri 01 Pekalongan.
Terdapat dalam pembelajaran komunikasi interpersonal antara guru
dan siswa terdapat faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor
pendukung dan penghambat seperti dijelaskan oleh Ibu Haniah:
”Kalau faktor pendukung di SMKN 01 ini kan mayoritas siswanya
perempuan ya mba, jadi lebih enak, lebih dekat, lebih mudah untuk
saling berkomunikasi, duduk-duduk berdua itu juga lebih enak, di
dalam kelas atau di luar kelas, bahkan di luar lingkup sekolah”
Faktor penghambat dalam berkomunikasi seperti apa yang dikatakan
Ibu Haniah, berikut ini:
“Kalau faktor penghambatnya itu terhadap anak-anak yang
temperamental, karena ada juga anak yang ketika dinasehati malah
marah-marah mba, tetapi ya itu mba kembali lagi harus sabar, dikasih
kelembutan terhadap anak-anak yang seperti itu.”25
Dari hasil observasi ketika saya di SMK Negeri 01 Pekalongan, yang
menjadi faktor pendukung dalam berkomunikasi dengan siswa adalah salah
satunya yaitu mayoritas siswa SMK Negeri 01 Pekalongan mayoritas
perempuan. Di SMK Negeri 01 Pekalongan terdapat lima jurusan yaitu
Akomodasi Perhotelan, Kecantikan Rambut, Kecantikan Kulit, Jasa Boga,
dan Busana Butik, itu alasan yang kuat mengapa siswa SMK Negeri 01
Pekalongan mayoritas perempuan karena tidak mungkin ada anak laki-laki
24
Hasil Observasi ke 4, Ruang Teori Kecantikan Kulit, tanggal 28 Maret 2016.
Haniah, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal 28 Maret
2016 Pukul 09.35 WIB.
25
78
yang mengambil jurusan Kecantikan Kulit dan Kecantikan Rambut. Bukan
berarti di SMK Negeri 01 Pekalongan tidak ada siswa laki-laki melainkan
lebih banyak siswa perempuannya, biasanya siswa laki-laki terdapat di
Jurusan Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga dan Busana Butik namun tetap
saja sedikit. Namanya juga anak-anak SMK mereka mnginjak kepada umur
remaja, dan umur remaja anak-anak lebih sensitif dan temperamental. Tidak
semua anak mudah didekati, menurut saya harus pandai-pandai dalam
menghadapi anak seusia mereka dan menggunakan metode yang tepat.26
Apa yang dikatakan Ibu Haniah dengan apa yang dilihat saya
memang benar, komunikasi yang efektif menjadi keinginan semua orang,
dengan komunikasi efektif tersebut, pihak-pihak yang terlibat di dalam
komunikasi itu sangat penting. Dan itu jelas sangat tampak Ibu Haniah
sebagai guru PAI dan beliau adalah perempuan sangat mudah untuk
mendekati siswa dalam berkomunikasi karena siswa disitu mayoritas
perempuan. Yang jadi faktor penghambat dalam berkomunikasi menurut Ibu
Haniah adalah anak-anak yang temperamental, seperti yang tadi saya katakan
anak-anak SMK masuk ke dalam kategori usia remaja pada usia seperti
memang emosi anak-anak labil, jadi benar apa yang dikatakan Ibu Haniah
harus sabar, didekati dengan kelembutan, pandai-pandai guru dalam
mendekati.
Selanjutnya seperti apa yang dikatakan Bapak Dedy:
26
Hasil Observasi ke 2, SMK Negeri 01 Pekalongan, tanggal 16 Maret 2016.
79
“Kalau faktor pendukungnya menurut saya karena ini pelajaran PAI
lebih banyak waktu untuk melakukan sharing dengan siswa yang berkaitan
dengan pelajaran PAI. Waktu istirahat di SMKN 01 ini pun 2x jadi lebih
banyak waktu untuk berkomunikasi dengan siswa”.
Faktor penghambat dalam berkomunikasi seperti apa yang dikatakan
Bapak Dedi, berikut ini: “....Kemudian kebanyakan murid di SMKN 01 ini
kan mayoritas perempuan, menurut saya perempuan jika didekati dengan
guru yang perempuan akan lebih mudah sedangkan saya guru laki-laki”.27
Dari hasil observasi ketika saya di SMK Negeri 01 Pekalongan,
namanya juga SMK kejuruan, kebanyakan praktiknya, banyak waktu
luangnya juga, jadi ketika pembelajaran PAI juga mempunyai waktu yang
luas, proses belajar mengajar juga tidak selalu monoton dilakukan di dalam
ruang teori, melainkan terkadang juga di Mushoola sekolah atau ruang
praktik masing-masing jurusan. Dan siswa SMK Negeri 01 Pekalongan
mayoritas terdiri oleh siswa perempuan, siswa laki-laki hanya sedikit
dibandingkan dengan siswa perempuannya, karena di SMK Negeri 01
Pekalogan tersebut menyediakan kebanyakan talenta yang dimiliki oleh anak
perempuan seperti halnya Kecantikan Rambut dan Kecantikan Kulit, di dua
jurusan tersebut tidak terdapat sama sekali siswa laki-laki, yang terdapat
siswa laki-laki yaitu jurusan Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga dan Busana
Butik.28
27
Dedi Mulyana, (Guru Kelas XI), Wawancara Pribadi, SMKN 01 Pekalongan, tanggal
28 Maret 2016 Pukul 11.50 WIB
28
Hasil Observasi ke 2, SMK Negeri 01 Pekalongan, tanggal 16 Maret 2016.
80
Dari penjelasan di atas, apa yang dikatakan oleh Bapak Dedi itu
sangat benar sekali, Bapak Dedi adalah seorang figur guru PAI dan beliau
adalah guru laki-laki di sekolah tersebut. Tentunya menurut Bapak Dedi
faktor penghambat dalam berkomunikasi dengan siswa adalah karena
mayoritas siswa SMK Negeri 01 Pekalongan tersebut kebanyakan
perempuan, karena seorang siswa perempuan tidak akan dengan mudahnya
terbuka dengan Guru PAI yang laki-laki, mereka lebih memilih terbuka
dengan Guru PAI yang perempuan.
Download