Jenis ikatan

advertisement
Kimia Organik 1
Pertemuan ke 3
Indah Solihah
Pembentukan Ikatan pada atom Fosfor
• Nomor atom fosfor (P) adalah 15
• Tahap pembentukan ikatan :
1. Sebagian energi digunakan untuk hibridisasi,
elektron pada subkulit 3s berhibrdisasi dg 3p
membentuk orbital hibrida sp3
2. Pembentukan 3 dimensi membentuk tetrahedral
3. Overlap antara 3 hibrida single dg hidrogen
4. Satu pasang elektron tinggal sbg pasangan
elektron bebas, terbentuklah molekul netral
fosfin PH₃
-
R1
R3
Fosfin
P
R3
R2
O
R1
P+
Trialkil fosfin oksid
R2
R4
OR1
R3O
P
OR2
Trialkil
fosfit
R3
R1
P+
Ion tetra alkil fosfonium
R2
• Pembentukan ikatan Trialkil fosfin oksid
1. Sepasang elektron bebas pada fosfin diberikan kepada
oksigen
2. Oksigen dlm kondisi ground state membentuk ikatan
semipolar shg atom fosfor bermuatan positif 1 dan
oksigen bermuatan negatif 1
3. Muatan tsb dapat saling menetralisir dg cara 1 pasang
elektron bebas oksigen diumpan-balikkan ke atom
fosfor masuk orbital d, dan membentuk ikatan pi back
bonding
Pelanggaran aturan oktet pada atom fosfor
• Elektron bebas pada subkulit 3s dapat
dipromosikan ke subkulit 3d
• Terbentuk hibrida sp3d dg bentuk 3 dimensi
trigonal bipiramid
• Orbital single tsb dapat overlap dg orbital atom
hidrogen atau dengan sesama orbital single
• Contoh senyawa : PCl₅
Pembentukan ikatan pada atom sulfur
• Nomor atom sulfur adalah 16
• Tahapan pembentukan ikatan :
1. Sebagian energi digunakan untuk hibridisasi,
elektron pada subkulit 3s berhibrdisasi dg 3p
membentuk orbital hibrida sp3
2. Pembentukan 3 dimensi membentuk tetrahedral
3. Overlap antara 2 hibrida single dg hidrogen
4. Dua pasang elektron tinggal sbg pasangan
elektron bebas, terbentuklah molekul netral
asam sulfida H₂S
R1
R2
R1
R2
S
S
Dialkil sulfoksida
Dialkil Sulfida
O
• Pembentukan ikatan pada dialkil sulfoksida:
1. Sepasang elektron bebas pada dialkil sulfida
diberikan kepada oksigen
2. Oksigen dlm kondisi ground state membentuk
ikatan semipolar shg atom sulfur bermuatan
positif 1 dan oksigen bermuatan negatif 1
3. Muatan tsb dapat saling menetralisir dg cara 1
pasang elektron bebas oksigen diumpanbalikkan ke atom sulfur masuk orbital d, dan
membentuk ikatan pi back bonding
Pelanggaran aturan oktet pada atom sulfur
• Elektron bebas pada subkulit 3s dan 3px dapat
dipromosikan ke subkulit 3d
• Terbentuk hibrida sp3d2 dg bentuk 3 dimensi
oktahedral
• Orbital single tsb dapat overlap dg orbital atom
hidrogen atau dengan sesama orbital single
• Contoh senyawa : SF₆ (Sulfur hexafluorida)
Jenis Ikatan Kimia
Beberapa ikatan kimia
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Ikatan ionik
Ikatan kovalen/sigma/σ
Ikatan kovalen non polar
Ikatan kovalen polar
Ikatan semipolar/kovalen koordinasi
Ikatan pi/π
Ikatan pi back bonding/ikatan ppi-dpi
Ikatan hidrogen
Ikatan van der Waals
– Ikatan Ionik
• Ketika ikatan ionik terbentuk atom-atom akan
menerima atau mendonorkan elektron-elektronnya
untuk mendapatkan konfigurasi elektronik
mendekati gas mulia
– Pada Prosesnya atom-atom menjadi ionik
• Hasilnya, muatan ion yg berlawanan saling tarikmenarik dan terbentuklah ikatan ionik
• Ikatan ini terbentuk dari atom-atom yang memiliki
perbedaan elektronegativitas yang besar.
• Misal : NaCl
– Ikatan Kovalen
• Ikatan tunggal yg terjadi dari overlap secara axial
antara orbital elektron hibrida single dengan
hidrogen atau dengan sesama orbital elektron
hibrida single
• Ikatan kovalen terjadi antara atom-atom yang
memiliki elektronegativitas yang mirip
• Atom-atom mencapai oktet dengan penggunaan
bersama elektron-elektron valensinya
• Ikatan kovalen non polar
– Ikatan kovalen dimana kedua atom yg pembentuk
ikatan mempunyai elektronegativitas yang sama
atau hampir sama
– Misal : H₂ , Cl₂ , CH₄
• Ikatan kovalen polar
– Ikatan kovalen dimana kedua atom yg membentuk ikatan
mempunyai elektronegativitas berbeda yg cukup untuk
membuat atom tsb mjd berbeda densitas elektronnya
– Atom yg mempunyai elektronegativitas yg lbh besar
mempunyai kekuatan tarikan yg lebih kuat thd elektron
ikatan, tetapi kekuatan tarikan tsb tdk sampai memutus
ikatan, tdk seperti ikatan ion
– Hal ini dikatakan ikatan hanya putus parsial, blm putus scr
total
– Simbol keadaan demikian adalah delta positif/delta negatif
(δ+/δ-)
– Misal : H₂O (Elektronegativitas H = 2,1 ; O = 3,5)
δ+
δ-
δ+
• Ikatan semipolar/kovalen koordinasi
– Ikatan tunggal yg terjadi dari pemberian sepasang
elektron dari atom sepihak
– Misal : NH₄⁺ (garam amonium kuarterner)
• Ikatan pi / π
– Ikatan tunggal yg terjadi dari overlap secara lateral
antara sesama elektron sisa (elektron2 yg tidak
melakukan hibridisasi)
– Misal : C₂H₄ (etena)
• Ikatan pi back bonding
– Ikatan tunggal yg terjadi dari umpan balik
sepasang elektron bebas masuk orbital d yg
kosong
– Misal :
• ikatan yg terjadi antara trialkil fosin dengan oksigen
membentuk trialkil fosfin oksid
• Ikatan yg terjadi antara dialkil sulfida dengan oksigen
membentuk dialkil sulfoksida
-
R3
O
R1
R1
P+
R2
R2
S
Trialkil fosfin oksid
Dialkil sulfoksida
O
• Ikatan Hidrogen
– Interaksi atom hidrogen yg bermuatan positif
parsial dari suatu molekul dg pasangan elektron
bebas atom elektronegatif dari molekul lain atau
dari molekul itu sendiri
– Atom hidrogen dapat terikat pada heteroatom
dengan elektronegativitas tinggi seperti nitrogen
dan oksigen
– Misal : ikatan hidrogen antar molekul air
• Ikatan van der Waals
– Elektron2 suatu molekul secara lemah ditarik ke
nukleus molekul ke 2
– Elektron2 pada molekul ke 2 ditolak oleh
elektron2 molekul pertama, menghasilkan
distribusi elektron yg tdk sama, suatu dipol terjadi
– Interaksi berbagai macam dipol-dipol tsb (tarikan
dan tolakan) secara kolektif disebut kekuatan van
der Waals
– Jarak antara molekul2 memiliki suatu efek yg
penting pada kekuatan ikatan van der waals
– Jarak dimana atraksi tarik-menarik terbesar
disebut radius van der Waals
Download