rencana kerja pembangunan zona integritas balai besar

advertisement
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
BALAI BESAR PENGEMBANGAN PENGUJIAN MUTU BENIH
TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukaan
penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, dan
efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat,dan profesional.
Dalam
perjalananya,banyak
kendala
yang
dihadapi,
diantaranya
adalah penyalahgunaan wewenang, praktek KKN, dan lemahnya pengawasan.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden
Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi yang mengatur
tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi. Peraturan tersebut
menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas
dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN,
serta peningkatan pelayanan publik.
Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran hasil tersebutt, maka instansi
pemerintah perlu untuk membangun pilot project pelaksanaan reformasi
birokrasi yang dapat menjadi percontohan penerapan pada unit-unit kerja lainya.
Untuk itu, perlu secara kongkret dilaksanakan program reformasi birokrasi pada
unit kerja melalui upaya pembangunan Zona Integritas. Dalam rangka
pembangunan Zona Integritaas, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :
(1) Menyelaraskan instrumen Zona Integritas dengan instrumen evaluasi
Reformasi Birokrasi, serta (2) Penyederhanaan pada indikator proses dan
indikator hasil yang lebih fokus dan akurat. Untuk itu perlu disusun pedoman
pembangunan zona integritas pada Balai Besar PPMBTPH dengan mengacu
1
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 52 Tahun 2014.
1.2 Dasar Hukum
1.
Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi
Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi.
2.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang pedoman Pembangunan Zona
Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih
dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.
1.3 Maksud dan Tujuan
1.
Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Balai Besar PPMBTPH dan
pemangku kepentingan lainya dalam membangun Zona Integritas Menuju
Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM);
dan
2.
Tujuan penyusunan pedoman ini adalah memberikan keseragaman
pemahaman dan tindakan dalam membagun Zona Integritas menuju
WBK/WBBM.
1.4 Struktur Organisasi
Dengan ditetapkannya Tim Pembangunan Zona Integritas berdasarkan
keputusan
Kepala
Balai
Besar
PPMB-TPH
Nomor
06A.RC.110/C.3.BBMB/03/2017 tanggal 3 Maret 2017, diharapkan pelaksanaan
dan penerapan pembangunan zona integritas di lingkungan Balai Besar PPMBTPH dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun Struktur organisasi
dirancang untuk efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas.
2
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Struktur Organisasi Tim Pembangunan Zona Integritas
Balai Besar PPMB-TPH
PENANGGUNG JAWAB
Ir. Tri Susetyo, MM
KETUA
Nyi Suryati, SP
SEKRETARIS
Tukiman, STP
ANGGOTA TPI
1. Nyi Suryati, SP
2. Tukiman, STP
3. Ir. Heri Adi Setiawan
Keterangan : TPI
UPI
UPBI
ANGGOTA UPI
1. Ir. Amiyarsi M.Y., MSi
2. Siklis, SP
3. Sugiyanto, SAP
= Tim Penilai Internal
= Unit Penggerak Integritas
= Unit Pembangunan Integritas
2 Uraian Jabatan
1. Penanggung Jawab
2. Ketua
3. Sekretaris
4. Anggota Tim Penilai
Internal (TPI)
5. Anggota Tim Unit
Penggerak Integritas
6. Anggota Tim Unit
Pembangun Integritas
3
ANGGOTA UPBI
1. Ir. Dewi Taliroso, MM
2. Ir. Dhanny Permadi, MM
: Kepala Balai Besar PPMB-TPH
: Kepala Bagian Umum
: Kasubbag Program dan Evaluasi
: a. Kepala Bagian Umum
b. Kasubbag Program dan Evaluasi
c. Kasi Jaringan Laboratorium
: a. Koordinator Fungsional
b. Kasubbag Kepegawaian dan Tata Usaha
c. Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan
: a. Kepala Bidang Informasi dan
Jaringan Laboratorium
b. Kasi Informasi dan dokumentasi
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
1.4 Pengertian Umum
Dalam pedoman ini,yang dimaksud dengan :
1.
Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi
pemerintah yang pimpinanya dan jajaranya mempunyai komitmen untuk
mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal
pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
2.
Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Menuju WBK) adalah predikat yang
diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar
manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen
SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.
3.
Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Menuju WBBM) adalah
predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian
besar
manajemen
perubahan,penataan
tatalaksana,penataan
sistem
manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas
kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
4.
Instansi Pemerintah adalah instansi pusat dan instansi daerah;
5.
Unit Kerja adalah Unit/satuan Kerja di instansi Pemerintah, serendahrendahnya eselon III yang menyelengarakan fungsi pelayanan.
6.
Menteri adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi;
7.
Tim Penilai Internal (TPI) adalah tim yang dibentuk oleh pimpinan instansi
pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penilaian unit kerja dalam
rangka memperoleh predikat Menuju WBK/Menuju WBBM.
4
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
BAB II
PROGRAM KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
2.1 Pencanangan Pembangunan Zona Integritas
1.
Pencanangan
Pembangunan
Zona
Integritas
adalah
dengan
deklarasi/pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa
instansinya telah siap membangun Zona Integritas.
2.
Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dilakukan oleh pimpinan dan
seluruh atau sebagian besar pegawainya telah mendatangani Dokumen
Pakta Integritas. Pendatanganan dokumen Pakta Integritas dapat dilakukan
secara masal/serentak pada saat pelantikan, baik sebagai CPNS, PNS,
maupun pelantikan dalam rangka mutasi kepegawaian horizontal dan
vertikal. Bagi instansi pemerintah yang belum seluruh pegawainya
menandatangani Dokumen Pakta Integrtas, dapat melanjutkan / melengkapi
setelah pencanangan pembangunan Zona Integritas;
3.
Pencanangan pembangunan Zona Integritas dilaksanakan secara terbuka
dan dipublikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak termasuk
masyarkat dapat memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta
dalam
program
kegiatan
reformasi
birokrasi
khususnya
dibidang
pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik;
2.2 Proses Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM
Program pembangunan Zona Integritas merupakan tindak lanjut pencanangan
yang telah dilakuka oleh pimpinan. Proses pembangunan Zona Integritas
difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penataan
Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan
Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat
konkrit.
5
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
BAB III
RENCANA AKSI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
3.1 Manajemen Perubahan
Indikator :
1. Penyusunan Tim Kerja
Penyusunan Tim kerja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
a.
Pembentukan tim untuk melakukan pembangunan Zona Integritas
menuju WBK/WBBM;
b.
Penentuan
anggota
tim
selain
pimpinan
dipilih
melalui
prosedur/mekanisme yang jelas (Lampiran 1)
2. Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBM
Penyusunan Dokumen ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Penyusunan dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas
menuju WBK/WBBM (lampiran 2);
b. Penyusunan dokumen rencana kerja pembngunan zona integritas menuju
WBK/WBBM harus memuat target-target prioritas yang relevan dengan
tujuan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM;
c. Mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM harus disediakan.
3. Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM
Pemantauan dan Evaluasi ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Pelaksanaan kegiatan pembangunan zona integritas dan WBK/WBBM
mengacu pada target yang direncanakan;
b. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM;
c. Menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi.
4. Perubahan Pola Pikir dan Budaya kerja
Perubahan pola pikir dan budaya kerja dilakukan dengan memperhatikan halhal sebagai berikut :
6
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
a. Pimpinan menjadi role model dalam pembangunan zona integritas menuju
WBK/WBBM;
b. Penetapan agen perubahan dalam pembangunan zona integritas;
c. Pelaksanaan pelatihan budaya kerja dan pola pikir;
d. Anggota organisasi terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju
WBK/WBBM.
Target :
1.
Meningkatkan komitmen seluruh jajaran dan pegawai Balai Besar PPMBTPH
dalam membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM;
2.
Terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada Balai Besar
PPMBTPH sesuai usulan sebagai Zona Integritas menuju WBK/WBBM;
3.
Menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya
resistensi terhadap perubahan.
3.2 Penataan Tatalaksana
Indikator :
1. Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan Utama :
a. Penyusunan SOP kegiatan utama yang mengacu kepada bisnis proses Balai
Besar PPMBTPH;
b. Penerapan SOP;
c. Evaluasi/Perbaikan SOP
2. E-office/E-Government
a. Penyusunan sistem pengukuran kinerja berbasis sistem informasi;
b. Penyusunan sistem kepegawaian berbasis sistem informasi;
c. Penyusunan sistem pelayanan publik berbasis sistem informasi.
3. Keterbukaan Informasi Publik
a. Penerapan kebijakan tentang keterbukaan informasi publik;
b. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi
publik.
7
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Target :
1.
Penggunaan teknologi informasi dalam proses penyelenggaraan manajemen
pemerintahan di zona integritas menuju WBK/WBBM;
2.
Meningkatnya efisiensi dan efektifitas proses manajemen pemerintahan di
zona integritas menuju WBK/WBBM.
3.3 Penerapan Sistem Manajemen SDM
Indikator :
1.
Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi
a. Menerapkan rencana kebutuhan pegawai yang mengacu kepada peta
jabatan dan hasil analisis beban kerja;
b. Menerapkan monitoring dan evaluasi terhadap rencana kebutuhan
pegawai di Balai Besar PPMBTPH.
2.
Pola Mutasi Internal
a. Penyusunan kebijakan pola mutasi internal;
b. Penerapan kebijakan pola mutasi internal;
c. Monitoring dan evaluasi atas kebijakan pola mutasi internal.
3.
Pengembangan pegawai berbasis kompetensi
a. Penganggaran
kegiatan
pengembangan
profesi
(Diklat/pelatihan/magang/in house training);
b. Monitoring dan evaluasi atas kegiatan pengembangan profesi.
4.
Penetapan Kinerja Individu
a. Penerapan penetapan kinerja individu;
b. Penetapan kinerja individu sesuai dengan indikator kinerja level
diatasnya;
c. Penetapan kinerja individu dilakukan secara periodik;
d. Hasil penilaian kinerja individu telah dilaksanakan/diimplementasikan
mulai dari penetapan, implementasi dan pemantauan.
5.
Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai melalui
penerapan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai
8
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
6.
Sistem
Informasi
Kepegawaian
melalui
pemutakhiran
informasi
kepegawaian dilakukan secara terbuka
Target :
1.
Meningkatkan ketaatan terhadap pengelolaan SDM aparatur pada masingmasing Zona Integritas menuju WBK/WBBM;
2.
Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SDM aparatur
pada masing-masing Zona Integritas menuju WBK/WBBM;
3.
Meningkatkan disiplin SDM aparatur pada masing-masing Zona Integritas
menuju WBK/WBBM;
4.
Meningkatkan efektivitas manajemen SDM aparatur pada Zona Integritas
menuju WBK/WBBM;
5.
Meningkatkan profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas menuju
WBK/WBBM.
3.4 Penguatan Akuntabilitas kinerja
Indikator :
1.
Keterlibatan Pimpinan
a. Pimpinan terlibat secara langsung dalam penyusunan perencanaan;
b. Pimpinan terlibat secara langsung dalam penyusunan penetapan kinerja;
c. Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala.
2.
Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja
a. Penyusunan dokumen perencanaan;
b. Dokumen perencanaan berorientasi hasil;
c. Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU);
d. Indikator Kinerja memiliki kriteria SMART;
e. Penyusunan Laporan Kinerja;
f. Peningkatan kapasitas SDM yang menangani akuntabilitas Kinerja.
9
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Target :
1.
Meningkatkan kinerja pada Balai Besar PPMBTPH;
2.
Meningkatkan akuntabilitas instansi pemerintah.
3.5 Penguatan Pengawasan
Indikator :
1. Pengendalian Gratifikasi
a. Public campaign tentang pengendalian gratifikasi;
b. Mengimplementasikan pengendalian gratifikasi.
2. Penerapan Sistem Pengawasan Internal Pemerintah (SPIP)
a. Membangun lingkungan pengendalian di unit kerja;
b. Melakukan penilaian resiko atas unit kerja;
c. Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern ke pihak terkait.
3. Pengaduan Masyarakat
a. Mengimplementasikan kebijakan pengaduan masyarakat;
b. Menindaklanjuti hasil penanganan pengaduan masyarakat;
c. Monitoring dan evaluasi hasil penanganan pengaduan masyarakat;
d. Menindaklanjuti hasil evaluasi penanganan pengaduan masyarakat.
4. Whistle Blowing System
a. Menerapkan Whistle Blowing System
b. Mengevaluasi penerapan Whistle Blowing System
c. Menindaklanjuti evaluasi penerapan Whistle Blowing System
5. Penanganan Benturan Kepentingan
a. Mengidentifikasi benturan kepentingan dalam tugas dan fungsi utama;
b. Mensosialisasikan kebijakan penanganan benturan kepentingan;
c. Mengimplementasikan kebijakan penanganan benturan kepentingan;
d. Mengevaluasi pelaksanaan penanganan benturan kepentingan;
e. Menindaklanjuti hasil evaluasi pelaksanaan penanganan benturan
kepentingan.
10
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Target :
1.
Meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan negara oleh
masing-masing bidang pada Balai Besar PPMBTPH;
2.
Meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara pada Balai Besar
PPMBTPH;
3.
Menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang pada Balai Besar
PPMBTPH.
3.6 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Indikator :
1. Standar Pelayanan
a. Penyusunan standar pelayanan di unit kerja;
b. Penyusunan SOP bagi standar pelayanan;
c. Melakukan review dan perbaikan atas standar pelayanan dan SOP
2. Budaya Pelayanan Prima
a. Melakukan sosialisasi/pelatihan berupa kode etik, estetika, Pembangunan
kapasitas SDM dalam upaya penerapan budaya pelayanan prima;
b. Memiliki informasi tentang pelayanan mudah diakses melalui berbagai
media;
c. Memiliki sistem reward and punishment bagi pelaksana layanan serta
pemberian kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai
standar.
3. Penilaian Kepuasan terhadap Pelayanan
a. Melakukan survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan;
b. Hasil survey kepuasan masyarakat dapat diakses secara terbuka;
c. Melakukan tindak lanjut atas hasil survey kepuasan masyarakat.
Target :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik (lebih cepat, mudah dan tanpa
biaya) pada Balai Besar PPMBTPH;
11
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
2. Mengusahakan unit pelayanan memperoleh standardisasi pelayanan pada
Balai Besar PPMBTPH;
3. Meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap penyelenggaran
pelayanan publik.
12
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
IV. PENUTUP
Balai Besar PPMBTPH yang pernah memperoleh predikat WBK merupakan
outcome dari upaya pencegahan korupsi yang dilaksanakan secara konkrit di
dalam lingkup Zona Integritas. Pengembangan WBK/WBBM secara bertahap
sejalan dengan konsep Island of Integrity. Diharapkan, upaya ini akan menjadi
bagian dari upaya yang dapat meningkatkan nilai IPNBK dan IKM di Balai Besar
PPMBTPH. Untuk itu diperlukan upaya dan pendekatan yang proaktif dalam
rangka memperlihatkan kepada masyarakat, bahwa upaya pencegahan korupsi
di Balai Besar PPMBTPH dilakukan secara kontinyu dan komprehensif.
Program Kerja ini bersifat dinamis, dalam arti ketentuan-ketentuan didalamnya
dapat diubah sesuai kebutuhan berdasarkan perkembangan lingkungan strategis
yang ada. Indikator dalam rangka penetapan predikat menuju WBK/WBBM
diharapkan secara bertahap dapat diubah sehingga semakin mengarah kepada
zero tolerance approach dalam pemberantasan korupsi.
13
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Lampiran 1.
MEKANISME
PENETAPAN TIM ZONA INTEGRITAS
BALAI BESAR PPMBTPH
1. Kepala Balai membuat Memorandum kepada Kepala Bagian Umum dan
Kepala Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium untuk mengajukan
nama-nama tim Zona Integritas.
2. Kepala Bagian Umum dan Kepala Bidang Informasi dan Jaringan
Laboratorium mengajukan nama-nama calon Tim Zona integritas sesuai
permintaan.
3. Kepala Balai Mendisposisikan Memorandum kepada Kepala Subbag
Program dan Evaluasi untuk membuat draft Keputusan Tim Zona Integritas
sesuai usulan Kepala Bagian Umum dan Kepala Bidang Informasi dan
Jaringan Laboratorium.
4. Kepala Subbag Program dan Evaluasi membuat draf Keputusan melalui
Kepala Bagian Umum untuk mendapat persetujuan dan Tanda Tangan
Kepala Balai.
5. Kepala Balai Menetapkan melalui “Keputusan” Tim Zona Integritas.
6. Keputusan Tim Zona Integritas dibagikan kepada seluruh anggota Tim.
7. Subbag Program dan Evaluasi mendokumentasikan Keputusan Tim Zona
Integritas.
Depok, Maret 2017
Kepala Balai Besar
Ir. Tri Susetyo, MM
NIP 195903111983031022
14
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS 2017
Lampiran 2.
Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Zona Integritas
Balai Besar PPMBTPH Tahun 2017
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Target Prioritas
Pembentukan Tim Zona Integritas
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas melalui pemantauan Kegiatan
Strategis Balai Besar PPMBTPH di BPSBTPH, Tindak lanjut hasil audit internal
maupun eksternal ISO 17025 : 2008, 17043:2012, ISO 9001:2008, Pelaksanaan
pembinaan Sistem Manajemen Mutu dan Pelaksanaan Pengembangan Metode
Pelaksanaan Pelatihan peningkatan SDM
Penyusunan, Penerapan dan Evaluasi SOP kegiatan
Peningkatan kepatuhan terhadap pengelolaan SDM
Peningkatan Disiplin dan profesionalisme pegawai
Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Balai Besar PPMBTPH
Pelaksanaan pengawasan internal melalui Sistem Pengendalian Intern
Peningkatan kepatuhan pengelolaan Keuangan Negara melalui laporan keuangan
Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penerapan ISO 9001 : 2008
Peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat
Depok, Maret[ 2017
Kepala Balai Besar
Ir. Tri Susetyo, MM
NIP 195903111983031022
15
Download