BAB I
Pendahuluan
Scott G. McNealy, adalah CEO dari Sun Microsystem, Inc.
Dikenal karena keunikan Visi-nya tentang hagih-tech, yang
berdasarkan jaringan komputer.
Memahami bahwa informasi dan komunikasi adalah kunci untuk
melanjutkan pengembangan organisasi .
Memanfaatkan kekuatan komputer untuk mendorong sebuah
program komunikasi organisasi yang komprehensif. termasuk
polling atau penyebaran kuesioner melalui e-mail untuk
mengumpulkan informasi tentang persepsi karyawan mengenai
hal-hal seperti “performance inhibitors” yang membuatnya sulit
melakukan pekerjaan dengan baik.
Organisasi besar dibangun atas keinginan yang luar biasa dari para
manajer untuk berkomunikasi dan untuk membangun budaya
organisasi yang kaya komunikasi.
Budaya yang membangun kepercayaan dan mendorong
semangat serta memudahkan mengalirnya ide-ide dan saransaran baik ke atas maupun ke bawah dalam hirarki, serta
diantara para pimpinan dan kolega.
Sayangnya, tipe budaya yang kaya komunikasi hampir tidak
ada di semua lingkungan kerja.
American Management Association, sebagai contoh, hanya
menempatkan para manajernya dalam peringkat 63% dalam
merespek “communicating information and direction”.
Responden pada survei yang lain menempatkan skill para
manajernya dalam “listening and asking questions” pada
tingkat rata-rata 3,6 dari skala 5 poin. Jelas bahwa masih
banyak yang akan disempurnakan yang berkaitan dengan
aspek manajerial dan komunikasi lingkungan tempat kerja.




Dalam kaitannya dengan kreativitas:
Organisasi sekarang ini menghadapi serangkaian tekanan
persaingan.
Mereka harus tetap berubah dan berinovasi.
Mereka reinventing pada kecepatan internet agar tetap tidak
ketinggalan dalam perubahan teknologi, pesaing-pesaing
baru dari berbagai penjuru dunia, dan perubahan
permintaan kostumer dan tenaga kerja potensial secara
terus menerus.
Organisasi bisnis perlu menguasai
komunikasi dan
informasi agar supaya kreativitasnya memiliki keunggulan
bersaing.
Kreativitas sangat penting untuk kemajuan organisasi:
 Sebagai sumber penciptaan nilai bagi stakeholder baik
yang ada dalam organisasi maupun yang berada diluar
oragnisasi.
 Fokus kreativitas adalah innovasi, penemuan produk dan
jasa, pengembangan proses baru, cara baru dalam
berkomunikasi dengan para pelanggan, cara baru
mempengaruhi dan mempertahankan karyawan yang
berbakat.
 Kreativitas sebagai core competence akan membantu
perusahaan menciptakan produk, jasa, proses, atau ide
yang lebih baik atau lebih baru.
Sekarang ini masih banyak manajer perusahaan mencoba
menerapkan satu model sebagai satu-satunya model
kreativitas sehingga hasilnya sering mengecewakan.
Kegagalan penerapan model tersebut disebabkan karena
usaha baru memerlukan pendekatan baru terhadap
kreativitas. Pelaksanaan terbaik (best parctices) dan
kompetensi mungkin berbeda, tergantung pada yang apa
diperlukan untuk mencapai situasi tertentu.
Identifikasi Masalah:
Berdasarkan uraian pendahuluan, diidentifikasi permasalahan bahwa
hampir tidak ada organisasi yang berbasis komunikasi dan informasi. Hal
ini menghambat terciptanya kreativitas dalam sebuah organisasi.
Berdasarkan hasil survei menunjukkan para manajer hanya 63% yang
memberikan respek terhadap komunikasi dan informasi. Pada survei yang
lain menempatkan skill para manajernya dalam “listening and asking
questions” hanya rata-rata 3,6 dari skala 5 poin. Memperhatikan
identifikasi masalah tersebut, maka dapat dikemukakan beberapa rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah peran komunikasi dalam perilaku organisasi ?
2. Bagaimanakah peran kreativitas dalam perilaku organisasi ?
3. Apakah organisasi yang berbasis komunikasi dan informasi akan
mendorong kreativitas ?
Tujuan Pengkajian:
Adapun yang menjadi tujuan pengkajian adalah sebagai berikut:
 untuk mendeskripsikan pentingnya komunikasi dan informasi, hal ini akan
mendorong munculnya kreativitas pada semua anggota/karyawan dalam
sebuah organsisi.
 Menjelaskan pentingnya komunikasi dan informasi dalam organisasi.
 Menjelaskan pentingnya kreativitas dalam organisasi khusunya dalam era
persaingan yang semakin ketat dewasa ini.
 Untuk mengetahui kaitan antara komunikasi dan informasi serta kreativitas
dalam organisasi.
Metode Pengkajian
Pengkajian ini lebih bersifat teoritis, sehingga metode yang dipakai lebih
bersifat analisis deskriptif.
Analisis deskriptif ini diharapkan mampu memberikan gambaran secara
jelas tentang permasalahan yang berkaitan dengan peran penting
komunikasi dan informasi serta kreativitas dalam sebuah organisasi.
Oleh karena itu, dalam kajian ini lebih banyak mempergunakan data
sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Sumber-sumber
yang dijadikan dasar dalam pengkajian ini berasal dari textbooks dan
sumber bacaan lain seperti jurnal.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Communication:
It is the process of sending and receiving symbols with attached meaning.
Terdapat tiga dimensi penting yang mendasari definisi-definisi komunikasi:
Dimensi pertama, tingkat observasi atau derajat keabstrakannya.
Dimensi Kedua, kesengajaan (intentionality).
Dimensi Ketiga, penilaian normatif.
Tiga Konseptualisasi Komunikasi
Komunikasi sebagai tindakan satu-arah
Komunikasi sebagai interaksl
Komunikasi sebagai transaksi
Sifat dan Proses Komunikasi
Dapat dipahami dengan memperhatikan figure di bawah ini
Source
Intended Encodes
Meaning message
Receiver
Channel
Decodes
message
Perceived
meaning
Feedback
Noise
Physical distraction
Semantic errors
Mixed messages
Cultural differences
Absence of feedback
Status effect
Figure 1. The Communication process and possible sources of “noise”.
Arah dan Aliran Komunikasi
 Dewasa ini customer-sensitive organisasi memerlukan secara tepat dan
akurat feedback dan informasi produk. Untuk melayani kebutuhan
konsumen, mereka harus memperoleh informasi yang benar, dan
memperolehnya secara cepat dari para pekerja. Selanjutnya, setiap
bagian dalam organisasi, harus berkeinginan dan dapat berkomunikasi
keseluruh bidang atau batas-batas fungsional, dan mendengar
kebutuhan satu sama lain sebagai “internal customers”.
 Desain organisasi baru (new organization) menekankan lateral
communication dalam bentuk cross-departmental committess, tim,
task force dan matriks organisasi. Diantara pengembangan tersebut
adalah mengembangkan perhatian terhadap ekologi organisasi. Study
tentang bagaimana membangun desain mungkin mempengaruhi
komunikasi dan produktivitas melalui peningkatan lateral
communication.
Arah dan Aliran Komunikasi
Komunikasi diantara anggota organisasi, serta antara mereka dan kostumer eksternal, suplier,
distributor, alliance partner, dan diluar rumah, menyediakan informasi vital bagi perusahaan.
Komunikasi organisasional adalah proses spesifik yang melalui gerakan informasi dan
dipertukarkan dalam organisasi keseluruhan. Informasi mengalir baik melalui saluran formal
maupun informal sebagaimana yang dibuat, dan saluran saluran tersebut mengalir ke bawah,
ke atas dan ke samping.
Downward Communication
Seperior
To influance:
Strategies
Objectives
Instructions
Publics
Policies
Feedback
Peer
Manager
To inform:
Peer
Problems
Results
Suggestions
Questions
Needs
Subordinates
Upward Communication
Lateral Communication
To coordinate:
Problems
Needs
Advice
Feedback
Figura 2. Direction for information flow in and around organizations
Dasar- dasar Komunikasi Interpersonal
 Organisasi dewasa ini, penekanannya pada struktur horisontal dan integrasi
fungsional. Orang yang berkeinginan dan mampu bekerja sama, dan
komitmen bakatnya yang saling mendukung, serta semangat kerja, merupakan
dasar dari suatu organisasi berkinerja tinggi. Untuk menciptakan dasar ini,
orang harus unggul dalam proses komunikasi interpersonal.
Komunikasi yang Efisien dan Efektif
 Ketika orang berkomunikasi dengan orang lainnya, sekurang-kurangnya ada
dua hal penting yakni, pertama adalah keakuratan komunikasi sebagai suatu
hasil yang efektif, kedua adalah biayanya sebagai suatu hasil yang efisien.
 Komunikasi yang efektif terjadi ketika sumber makna yang dimaksud dan
makna yang dipahami oleh receiver adalah benar-benar sama.
 Komunikasi yang efisien terjadi pada biaya yang rendah dikaitkan dengan
pengeluaran sumber daya.
Aktif Mendengarkan
 Kemampuan mendengar dengan baik adalah suatu aset yang nyata seseorang.
Terdapat dua sisi dalam proses komunikasi:
1) pengiriman suatu pesan, atau “telling”, dan
2) menerima suatu pesan atau “listening”. Sayangnya, terlalu banyak
orang
menekankan telling dan mengabaikan listening.
 Setiap orang didalam lingkungan kerja yang baru, seharusnya
mengembangkan skill dalam bentuk aktif mendengar – kemampuan
membantu suatu sumber pesan katakanlah, apa yang benar-benar dia
maksudkan.
Pengertian kreativitas
Apa yang dimaksud dengan kreativitas?
 Menurut Jeff DeGraff and Katherine A. Lawrence (2002) menetapkan
kreativitas “as a purposeful activity (or set of activities) that produces
valuable products, services, processes, or ideas that are better or new.
 Tindakan kreativitas dapat dilakukan oleh individu, suatu kelompok,
atau sebuah organisasi, ataupun orang-orang bekerja bersama-sama
untuk menghasilkan sesuatu, apakah inovasi, profit, kualitas,
pengetahuan atau beberapa hasil lainnya yang diinginkan.
Figure 4. Factors affecting organisational creativity
Organisational Climate
Leadership Style
 Participation
 Freedom of expression
 Interaction with small barriers
 Large number of stimuli
 Freedom to experiment
 Building on earlier ideas
• Participative
• Leader’s vision
• Develop effective group
Organisationa
l
creativity
Organisational Climate
• Open flow of communication
• Risk taking
• Self-inisiative activity
• Participative safety
• Trust and respect for the individual
Resource & System
 Sufficient resourcing
• Effective system of communication
• Challenging work
Structure & System
• Long-terism
• Flat structure
•Fair, supportive evaluation of employees
• Rewarding creative performance
Pemetaan Kreativitas: Empat Profile
Profil Imagine
Berupaya menciptakan sesuatu yang baru, yang sebelumnya dipikirkan
tidak mungkin. Tujuannya bercirikan inovasi atau pertumbuhan.
Profil Investasi
 Berfokus pada kinerja dan tujuan.
 Bersaing dan mencintai tantangan
 Budaya yang menekankan pencapaian hasil dan disiplin
 Memotivasi kearah percepatan dan outcome yang menguntungkan, sebelum
pesaing melakukannya. Secara khusus berfokus pada profit melalui
marketshare, revenu, dan pemilikan brand, atau melalui kecepatan respon.
Profil Improve (perbaikan/peningkatan)
Berupaya menciptakan sesuatu lebih baik bergantung pada keadaan
sekarang. Tujuan khususnya adalah kualitas dan optimisasi, kadangkadang dinyatakan sebagai prediktabilitas atau produktifitas.
Profile Incubate
Berkomitmen terhadap komunitasnya, berfokus kepada sharing value dan
komunikasi. Budaya mereka selalu berusaha belajar setiap saat, dan bila
kompetensi tersebut sudah tercipta, jumlah waktu yang diperlukan untuk
memahami situasi dan tindakan benar-benar dapat diperpendek
Determinan Kreativitas Organisasi
Berdasarkan literatur menyoroti lima faktor utama yang
meningkatkan kreativitas dalam suatu lingkungan kerja:
 Iklim organisasi
 Gaya kepemimpinan
 Budaya organisasi
 Sumber daya dan ketrampilan
 Struktur dan sistem suatu organisasi
Iklim Organisasi
Feurer et al (dalam Constantine A, 1996) mengemukakan dalam
penelitiannya pada Hewlett Packard bahwa kreativitas paling baik
dicapai dalam iklim terbuka dimana beberapa tahap dilalui untuk
mencapai hal tersebut yakni:
 Berinteraksi dengan rintangan-rintangan kecil
 Sejumlah besar stimulus
 Kebebasan untuk bereksperiment
 Peluang bergantung pada ide-ide awal.
Gaya Kepemimpinan
 Terdapat konsensus bahwa demokrasi, gaya kepemimpinan partisipatif
kondusif terhadap kreativitas. Bowven dan Fry, menyarankan bahwa
dalam mengelola sesuatu yang baru tidak cukup hanya sekedar
menghindari prosedur dan penerapan yang biasa dilakukan; perlu secara
aktif menyertakan management idea.
 Cook (dalam Constantine A, 2001) mengusulkan bahwa pemimpin harus
mengkomunikasikan secara efektif sebuah visi yang kondusif kreativitas
melalui saluran formal dan informal serta tetap mendorong para
karyawan berfikir dan bertindak melebihi kebijakan yang ada sekarang.
Visi tersebut harus dikomunikasikan mulai dari level yang paling tinggi
sampai yang palilng rendah.
Budaya Organisasi
 Ketika mengelola kreativitas dalam organisasi, tantangan utamanya
adalah menciptakan suatu budaya organisasi, yang mengembangkan
cara inovatif yang menekankan pada permasalahan dan menemukan
solusi.
 Untuk mendorong kreativitas dalam lingkungan kerja organisasi perlu
mengembangkan apa yang Brand (dalam Constantine A, 2001)
defenisikan sebagai suatu “innovative” (divergent and learning)
“supportive” (empowering and caring) budaya. “Contolling”
(convergent and efficiency conscious) dan “Directive” budaya (profit
before people) yang menghalangi kreativitas dalam lingkungan kerja.
 Robinson dan Stern (dalam Constantine, 2001) mengusulkan bahwa
budaya kreativitas seharusnya mendorong self-initiated activity,
dimana permasalahan individu dan tim memiliki solusinya, dengan
demikian motivasi intrinsik meningkat. Kreativitas berkembang ketika
individu dan tim memiliki otonomi dalam pekerjaannya dan rasa
memiliki serta mengendalikan kegiatan dan ide-idenya.
Sumber daya dan Ketrampilan
 Kreativitas organisasi mensyaratkan perusahaan untuk membuat
pilihan strategis yang berkaitan dengan sumber daya manusianya.
Organisasi yang kreatif harus berupaya secara eksplisit terhadap
attraction, organisasi seharusnya mempekerjakan orang yang
berpengetahuan, rajin, kreatif dalam proses berpikirnya serta mau
bekerja keras untuk mencapai tujuan. Secara umum, organisasi kreatif
seharusnya fokus kepada mempekerjakan orang yang memiliki minat
yang luas. Yakni, orang yang mudah belajar dan siap menghadapi
beberapa resiko.
 Bagaimana organisasi kreatif mengembangkan dan mempertahankan
karyawannya? Manajemen senior harus menyediakan sumber daya
yang cukup dan training, memberi semangat untuk pengembangan
ide-ide baru. Beberapa ahli teori organisasi mengemukakan bahwa
kreativitas dapat ditingkatkan dengan memberi harapan reward yang
dipandang sebagai bonus, konfirmasi tentang kompetensi yang dapat
mengambil bentuk financial reward atau penghargaan verbal.
Struktur dan Sistem
Amabile (dalam Constantine A, 2001) :
 Mengemukakan bahwa kreativitas benar-benar meningkat bila
didukung organisasi secara keseluruhan. Oleh karenanya
pemimpin harus menerapkan sistem yang tepat dan prosedural,
yang menekankan bahwa upaya kreatif adalah prioritas dalam
organisasi.
 Organisasi yang bertujuan mendukung nilai kreativitas seharusnya
konsisten menghargai kreativitas, tetapi pada saat yang sama
mereka seharusnya menghindari penggunaan uang untuk
menyogok orang untuk tampil dengan ide-ide inovatif. Para
pemimpin dapat mendukung kreativitas dengan mendorong
pertukaran informasi dan kerja sama serta meminimalkan politik
dalam perusahaan. Menurut Amabile; pertentangan, politicking,
dan gossip akan merusak kreativitas, karena hal tersebut dapat
mengacaukan fokus karyawan dalam bekerja.
 Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Mohamed Mostafa,
menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan manajer, semakin
tinggi kemungkinannya mengadopsi kegiatan-kegiatan kreatif dan
inovatif. Dengan menggunakan prosedur t-test, diketahui pula bahwa
tidak terdapat kesenjangan generasi sikap para manajer terhadap
kreativitas organisasi. Dari sampel yang digunakan sebanyak 170
manajer di Egypt, ternyata sikap manajer pria secara signifikan lebih
menguntungkan terhadap kreativitas dibandingkan dengan sikap para
manajer wanita.
 Dalam konteks negara Timur Tengah, penilitian ini memberikan
sumbangan tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan organisasi
kreativitas dan hambatan-hambatannya. Semakin diketahui
bagaimana para manajer merasakan kreativitas, semakin cepat dan
efisien, kreativitas tersebut dapat diberi stimulus.
BAB III
PEMBAHASAN
Peran Komunikasi dalam Organisasi
Implementasi sistem komunikasi yang efisien dan efektif dalam sebuah
organisasi sangatlah penting.
Robbins (2003) dalam bukunya, Organizational Behavior, mengatakan bahwa
komunikasi harus mencakup perpindahan dan pemahaman makna. Hal ini
berarti bahwa komunikasi haruslah dipahami oleh para individu yang
melakukannya.
Komunikasi akan meningkatkan pemahaman antara karyawan dan pihak
manajemen dalam hubungan kerja yang lebih baik untuk mencapai tujuan
bersama. Hal ini akan membuka diri satu sama lain untuk hal-hal yang belum
jelas, saluran komunikasi selanjutnya meningkatkan aliran informasi antar dua
kelompok yang seringkali memiliki kepentingan yang berbeda.
Paul James Davis (2004), mengamati peralatan komunikasi perusahaan yang
diterapkan oleh satu organisasi bisnis yang berbentuk franchisor, menilai
efektifitasnya dan beberapa maksud inisiatifnya untuk membantu komunikasi
yang lebih baik dalam struktur organisasi. Komunikasi utama yang diterapkan
Bakers Delight Bakeries adalah menginformasikan merek, image perusahaan,
konsistensi produk, dan inilah merupakan kunci sukses bagi perusahaan
tersebut
Multi Channel Corporate Communication
Untuk menjadi lebih fleksibel dan efektif, sebuah organisasi atau perusahaan haruslah
merubah tipe komunikasinya. Tidak hanya komunikasi vertikal, tetapi lebih
cenderung kepada multi channel corporate communication. Tipe komunikasi ini
selain melakukan vertikal komunikasi (downward dan upward communication) juga
memungkinkan untuk melakukan komunikasi horisontal - diantara kelompok kerja
yang sama - atau bahkan lintas fungsional.
Tipe komunikasi ini dapat memberdayakan pengawas lini pertama dan pekerja non
manajemen.
Panduan Komunikasi Lintas Budaya
Panduan ini ditujukan untuk mengurangi salah persepsi, salah penafsiran, dan salah
evaluasi bila berkomunikasi dengan orang lain dari budaya yang berlainan pula
(Robbins, 2003).
 Pelajari tentang perbedaan budaya.
 Pahami perbedaan komunikasi budaya non verbal.
 Kembangkan kemampuan dalam komunikasi international.
Fungsi-Fungsi Komunikasi
Fungsi Pertamaadalah, sebagai komunikasi sosial;
 Pembentukan konsep diri
 Pernyataan eksistensi diri
 Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan
Fungsi kedua adalah; Komunikasi ekspressif
Fungsi Ketlga adalah; Komunikasi Ritual
Fungsi Keempat adalah; Komunikasi Instrumental
KONTEKS-KONTEKS KOMUNIKASI






Komunikasi intrapersonal
Komunikasi interpersonal
Komunikasi kelompok
Komunikasi Publik
Komunikasi organisasi
Komunikasi massa
Komunikasi yang efektif





Menghasilkan pengertian
Menghasilkan kesenangan
Mempengaruhi sikap
Menghasilkan hubungan sosial yang lebih baik
Menghasilkan tindakan nyata
Komunikasi harus didukung sikap
menerima, empati dan kejujuran.
saling
percaya;
Menerima adalah kemampuan berhubungan dengan orang lain tanpa
menilai dan tanpa berusaha mengendalikan. Menerima adalah sikap yang
melihat orang lain sebagai manusia, sebagai individu yang patut dihargai .
Empati artinya membayangkan diri kita pada kejadian yang menimpa
orang lain.
Kejujuran menumbuhkan sikap percaya. Menerima dan empati
mungkin saja dipersepsi salah oleh orang lain.
Sikap menerima kita dapat ditanggapi sebagai sikap acuh tak acuh, dingin
dan tidak bersahabat; empati dapat ditanggapi sebagai pura-pura. Supaya
ditanggapi sebenarnya, kita harus jujur mengungkapkan diri kita kepada
orang lain.
Peran Kreativitas dalam Organisasi
Organisation Post-Industrial.



Post-industrial organisation dewasa ini adalah organisasi berbasis pengetahuan
(knowledge-based organisations) dan keberhasilan serta survivalnya tergantung
pada kreativitas, inovasi, penemuan atau invention. Suatu reaksi yang efektif
terhadap tuntutan tersebut bukan hanya mengarah kepada perubahan dalam
individu dan perilakunya, tetapi juga perubahan inovatif dalam organisasi
untuk menjamin keberadaannya (Read, dalam Mohamed M, 2005).
Kreativitas menjadi alat yang paling penting bagi para manajer. Kreativitas
selanjutnya menuntun para manajer mencari solusi baru terhadap masalah
produk yang dihasilkan, mengarahkan ke solusi yang lebih baik terhadap
masalah bisnis dan konsumen. Kreativitas merupakan kunci keberhasilan
pemasaran dan peningkatan efisiensi operasi. Dalam lingkungan organisasi
yang turbulensi, nampaknya keunggulan bersaing ditopang oleh kemampuan
perusahaan berinovasi untuk melepaskan diri dari tekanan pasar yang kurang
menguntungkan.
Konsep kreativitas dan inovasi sering digunakan secara bergantian dalam
literatur. Walaupun demikian, beberapa penulis dapat membedakan dua konsep
tesebut. Beberapa penulis mempertimbangkan kreativitas sebagai sesuatu yang
internal, dan proses intelektual yang menyebabkan terjadinya ide-ide baru,
sedangkan inovasi berkaitan dengan aplikasi praktis terhadap ide tersebut.
Organisasi berbasis komunikasi dan informasi mendorong kreativitas.
 Penerapan sistem komunikasi yang efisien dan efektif akan mendorong tumbuhnya
kreativitas dalam sebuah organisasi. Hal ini telah ditunjukkan oleh Paul James
Davis (2004) dalam tulisannya tentang “Effective communication strategies in a
franchise organization” . Merekomendasikan pentingnya komunikasi yang lebih
efektif antara franchisor dan franchisee termasuk perusahaan yang lebih besar yang
berinisiasi melakukan konsultasi dan promosi secara lebih jelas tentang ide-ide inti,
yang menjastifikasi dan menjelaskan dari pada bersifat nasehat dan tuntutan.
 Pentingnya konsistensi produk dan diversitas dalam kegiatan lokal didukung oleh
beberapa communication tools. Buku resep perusahaan, alat penilaian, dan kursus
pelatihan digunakan untuk mengkomunikasikan pentingnya konsistensi metode
produksi.
 Literatur dan forum telah dirancang untuk mendorong komunikasi dua arah antara
staf perusahaan dan franchisee. Keseimbangan antara informassi yang diperlukan
franchisee tentang kebijakan apa yang akan diterapkan dan isu-isu yang terbuka
untuk diperdebatkan akan tetap diupayakan. Surat menyurat terbuka bagi
franchisee untuk berkontribusi, feedback ditawarkan melalui extranet dan
keberhasilan franchisee akan disebarluaskan dalam majalah nasional. Forum selalu
menyediakan sesi tanya jawab dan pertandingan membuat roti, yang mana
franchisee mendemonstrasikan skill-nya dan mengiklankan rotinya terhadap
kelompok tersebut.
Demikianlah, komunikasi dan informasi mendorong
kreativitas dalam organisasi, oleh karenanya perlu memahami tentang komunikasi
yang efisien dan efektif.
Komunikasi yang Efisien dan Efektif
Dalam berkomunikasi sekurang-kurangnya ada dua hal penting yakni,
Pertama adalah keakuratan komunikasi sebagai suatu hasil yang
efektif. Kedua adalah biayanya sebagai suatu hasil yang efisien.
Download

Organisasi berbasis komunikasi dan informasi mendorong kreativitas.