pengaruh tingkat upah, jam kerja, usia terhadap produktivitas

advertisement
PENGARUH TINGKAT UPAH, JAM KERJA, USIA TERHADAP
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PERUSAHAAN
MIE KUNING LIMA SAUDARA
E-JURNAL
Diajukan Sebagian Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu ( SI )
OLEH :
SUPRIADI EFNI
NPM.10090017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
PENGARUH TINGKAT UPAH, JAM KERJA, USIA TERHADAP
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PERUSAHAAN
MIE KUNING LIMA SAUDARA
Oleh
Supriadi Efni1, Vivina Eprillison2, Mareta Kemala Sari3
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI SUMBAR
2,3)
Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI SUMBAR
Jl. Gunung Pangilun No. 1 Padang Sumatera Barat
E-Mail: [email protected]
1)
ABSTRAK
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Tingkat upah berpengaruh positif dan signifikan
terhadap produktivitas tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi Tingkat upah
(X1) sebesar 3,249 dan nilai thitung (3,249) > ttabel (1,68288), berarti Ha diterima dan H0 ditolak.
Nilai koefesien sebesar 3,249 artinya jika tingkat upah ditingkatkan sebesar satu tingkatan, maka
produktivitas tenaga kerja meningkat sebesar 3,249 satuan 2) Jam kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dengan nilai Koefisien regresi
Jam kerja(X2) sebesar 6,581nilai thitung (6,581) > ttabel (1,68288), berarti Ha diterima dan H0 di tolak.
Nilai koefesien sebesar 6,581 artinya jika Jam kerja ditingkatkan sebesar satu tingkatan, maka
produktivitas tenaga kerja meningkat sebesar 6,581 satuan 3) Usia tenaga kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dengan nilai
Koefisien regresi Usia(X3) sebesar 2,044 dengan nilai thitung (2,044)<ttabel (1,68288), berarti Ha
diterima dan H0 di tolak. Nilai koefesien sebesar 2,044 artinya jika usia ditingkatkan sebesar satu
tingkatan, maka produktivitas tenaga kerja meningkat sebesar 2,044 satuan 4) Tingkat upah, jam
kerja dan usia tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja ,
dengan nilai Fhitung (60,695)> Ftabel (3,21), berarti Ha diterima dan H0 di tolak.
ABSTRACT
The results showed that 1) The wage rate is positive and significant impact on labor
productivity. This is evidenced by the regression coefficient value of the wage rate (X1) of 3,249
and tcount (3.249)> t table (1.68288), meaning accepted and rejected. Coefficient of 3.249 means
that if the wage rate increased by one degree, the labor productivity increased by 3,249 units 2)
hours and significant positive effect on labor productivity. This is evidenced by the value of the
regression coefficient hours (X2) of 6,581nilai t count (6.581)> t table (1.68288), meaning
accepted and rejected. Coefficient of 6.581 means that if working hours increased by one degree,
the labor productivity increased by 6.581 units 3) Minimum labor and significant positive effect on
labor productivity. This is evidenced by the regression coefficient value Age (X3) amounted to
2,044 with tcount (2,044) <ttable (1.68288), meaning accepted and rejected. Coefficient of 2.044
means that if the age is increased by one degree, the labor productivity increased by 2,044 units 4)
The level of wages, hours of work and the age of the workforce positive and significant impact on
labor productivity, with the value of F (60.695)> F table (3 , 21), means accepted and rejected.
Keywords: Company's labor productivity, level of wages,hours of work, age.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah perusahaan tidak akan
terlepas dari individu (orang) yang turut
terlibat
langsung
dalam
operasional
perusahaan. Salah satu individu tersebut
adalah karyawan (tenaga kerja) yang terlibat
langsung dan merupakan unsur penting
dalam operasional perusahaan. Sebagai
bagian dari perusahaan, karyawan dituntut
memiliki produktivitas yang tinggi agar
dapat turut mendukung upaya untuk
mencapai tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan. Salah satu tujuan perusahaan
adalah untuk memperoleh keuntungan, dari
keuntungan tersebut perusahaan dapat
mempertahankan
kelangsungan
hidup
perusahaan atau mungkin mengembangkan
perusahaan lebih besar lagi. Pembangunan
merupakan proses multidimensional yang
mencakup berbagai perubahan mendasar
atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat
dan institusi-institusi nasional, disamping
tetap mengejar akselerasi pertumbuhan
ekonomi,
penanganan
ketimpangan
pendapatan, serta pengentasan kemiskinan.
Pembangunan ekonomi adalah suatu
proses yang menyebabkan pendapatan
perkapita penduduk suatu masyarakat
meningkat dalam jangka panjang (Sukirno,
2003:217). Salah satu tujuan penting dalam
pembangunan ekonomi adalah penyediaan
lapangan kerja yang cukup untuk mengejar
pertumbuhan angkatan kerja lebih-lebih bagi
negara berkembang terutama Indonesia
dimana pertumbuhan angkatan kerja lebih
cepat dari pertumbuhan kesempatan kerja.
Tujuan tersebut dapat dicapai jika
didukung oleh karyawan yang produktif,
berkualitas dan berdedikasi yang tinggi
untuk bekerja. Dengan karyawan yang
produktif,
berkualitas
dan
memiliki
dorongan yang tinggi untuk bekerja, maka
produktivitas karyawan juga semakin tinggi
sehingga tujuan perusahaan akan lebih
mudah dicapai.
Demikian
sebaliknya
apabila
karyawan kurang berkualitas dan tidak
memiliki keinginan bekerja yang tinggi
maka akan mengakibatkan terhambatnya
upaya pencapaian tujuan perusahaan. Oleh
karena itu, pemahaman terhadap sumber
daya
manusia
khususnya
tentang
karakteristik karyawan seperti tigkat upah,
masa kerja dan usia perlu dilakukan oleh
perusahaan
yang
menginginkan
produktivitas kerja karyawan mengalami
peningkatan.
Begitu halnya dengan Perusahaan
Mie kuning “Lima Saudara” yang beralamat
di Seberang Padang Utara dan Perusahaan
Mie kuning “Lima Saudara” yang beralamat
dijln.
baypass
simpang
parak
kaluat,memiliki kegiatan yaitu memproduksi
Mie kuning. Hasil produksi didistribusikan
ke daerah-daerah seperti wilayah Padang,
Pesisir Selatan, dan Mentawai.
Perusahaan ini memiliki 45 orang
tenaga kerja, temasuk di dalamnya adalah
tenaga kerja bagian mesin, bagian
munggulung mie kuning, bagian menjemur
mie kuning, dan bagian mumbungkus mie
kuning. Dalam melakukan penjualan
perusahaan ini tidak memiliki target tertentu,
namun
perusahaan
ini
memiliki
keistimewaan yaitu: mie putri minang
kualitasnya lebih terjamin dan tahan lama
apabila direndam dengan air panas. Menurut
pengamatan penulis, bahwa Perusahaan
Lima saudara memiliki hasil produksi yang
yang berfluktuasi di Kota Padang. Berikut
ditampilkan data hasil produksi perusahaan
mie kuning “ Lima Saudara” mulai bulan
Januari sampai Desember tahun 2014.
Adapun hasil produksi perusahaan mie
kuning “ Lima Saudara” dari hasil observasi
peneliti sebagai berikut:
Tabel. 1
Produktivitas Tenaga Kerja Mie kuning
Lima SaudaraTahun 2014
N
o
Bulan
Hasil
Produksi/Bks
Tenaga
Kerja
1
Januari
4500
45 orang
2
Februari
3250
45 orang
3
Maret
4000
43 orang
4
April
3600
44 orang
5
Mei
2580
45 orang
6
Juni
3670
45 orang
7
Juli
4580
42 orang
8
Agustus
3400
45 orang
9
September
3150
45 orang
10
Oktober
3480
44 orang
11
November
3420
45 orang
12
Desember
3900
45 orang
Sumber:Perusahaan Lima Saudara, Padang 2014
Berdasarkan tabel diatas dapat
diketahui, bahwa hasil produksi Mie kuning
Lima Saudara cukup berfluktuasi dari bulan
ke bulan, dari ini hasil dapat dikatakan naik
pada bulan juli sebesar 4580 bungkus,
sedangkan hasil produksi yang menurun
berada pada bulan mei sebesar 2580
bungkus. Hasil produksi yang tidak
konsisten dari bulan ke bulan merupakan
salah satu permasalahan yang di hadapi
perusahaan Lima Saudara.
Hasil Produksi sangat erat kaitannya
dengan sumber daya manusia. Oleh karena
itu perhatian dalam bidang sumber daya
manusia tidak boleh diabaikan begitu saja,
karena merupakan langkah awal dalam
merencanakan tenaga kerja agar dapat
menciptakan sumber daya manusia yang
lebih berkualitas di bidangnya. Dapat
dikatakan bahwa sumber daya manusia
memegang peranan penting dari saat
perencanaan, perumusan, sasaran dan tujuan
sampai pada strategi dalammencapai citacita yang diinginkan olehperusahaan, yaitu
meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Sebagaimana
diketahui
bahwa
produktivitas merupakan salah satu faktor
kunci dalam mendorong vitalitas/kehidupan
dan pertumbuhan ekonomi secara optimal.
Pertumbuhan ekonomi mempunyai korelasi
yang positif dengan pertumbuhan ekonomi
usaha yang bersangkutan. Produktivitas
tenaga kerja merupakan bagian kewajiban
tingkat hasil kerja yang harus diberikan
pekerja kepada pemberi kerja.
Penentuan tingkat upah didasarkan
kepada produktivitas yang dihasilkan tenaga
kerja dalam satuan waktu yang ditentukan.
Hubungan yang terjadi lebih bersifat timbal
balik, jika produktivitas seorang tenaga kerja
meningkat maka tingkat upah akan
mengalami peningkatan juga sehingga upah
riil akan naik. Menurut pengamatan penulis,
adapun gaji karyawan Perusahaan Lima
Saudara Perbulan sebagai berikut:
Tabel 2
Gaji Karyawan Mie kuning Lima Saudara
No
Karyawan
Gaji/Bulan
1
Bagian Mesin
1.800.000
2
Bagian Menggulung Mie
1.200.000
kuning
3
Bagian Menjemur Mie
1.200.000
kuning
4
Bagian Membungkus Mie
600.000
kuning
Sumber: Perusahaan Lima Saudara, Padang 2015
Berdasarkan tabel diatas dapat
diketahui bahwa, gaji karyawan Perusahaan
Mie kuning Lima Saudara untuk bagian
mesin memiliki gaji Rp. 1.800.000/bulan,
bagian menggulung Mie kuning Rp.
1200.000, bagian menjemur Mie kuning Rp.
1.200.000 dan Bagian Membungkus Mie
kuning Rp.600.000. Secara keseluruhan
struktur gaji yang diterima karyawan Mie
kuning Lima Saudara masih terlalu minim
dan bila dikaitkan dengan UMK gaji yang
diterima masih dibawah UMK.
Upah yang terlalu minim dan di
bawah UMK memiliki dampak negatif bagi
perusahaan Lima Saudara yaitu hasil
produksi mie kuning yang tidak stabil dari
bulan ke bulan hal ini bisa dilihat pada tabel
diatas, dimana hasil produksi Mie kuning
yang mengalami penurunan.
Selanjutnya yang mempengaruhi
produktifitas tenaga kerja karyawan adalah
masa kerja, Pengertian masa kerja adalah
lamanya seseorang bekerja di suatu instansi
atau organisasi yang dihitung sejak pertama
kali bekerja, semakin lama bekerja
seseorang, tenaga kerja akan semakin
dianggap berpengalaman.
Setiap organisasi menginginkan para
pekerja terus bekerja pada organisasi yang
bersangkutan selama masa aktifnya. Dengan
pertimbangan, jika banyak tenaga aktif
meninggalkan organisasi dan pindah bekerja
ke organisasi lain. Hal ini merupakan
pencerminan bahwa ada sesuatu yang tidak
beres dalam organisasi tersebut.
Hal ini yang dipertimbangkan adalah
semakin banyak orang lama yang pindah
bekerja, organisasi yang ditinggalkan dapat
menderita kerugian. Menurut pengamatan
penulis, adapun Jam kerja karyawan
perusahaan
Mie
kuning
Lima
Saudarasebagai berikut:
Tabel 3
Jam Kerja Karyawan Mie kuning Lima
Saudara
No
1
2
3
4
Jam
Kerja/Hari
8
10
12
14
Jumlah
Karyawan
5
23
10
7
Sumber: Perusahaan Lima Saudara, Padang 2015
Berdasarkan tabel diatas dapat
diketahui bahwa hanya 5 orang karyawan
yang memiliki jam kerja yaitu dengan jam
kerja 8 jam, selanjutnya ada 23 oarang
karyawan yang memiliki jam kerja yaitu
dengan jam kerja 10 jam, Selanjutnya ada 10
oarang karyawan yang memiliki jam kerja
yaitu dengan jam kerja 12 jam, Selanjutnya
ada 7 oarang karyawan yang memiliki jam
kerja yaitu dengan jam kerja 14 jam. Jam
kerja karyawan Mie kuning Lima saudara.
Karyawan
yang
kurang
berpengalaman memiliki dampak negatif
bagi perusahaan yaitu hasil produksi mie
kuning yang tidak stabil dari bulan ke bulan
hal ini bisa dilihat pada tabel diatas, dimana
hasil produksi Mie kuning yang mengalami
penurunan.Bagi perusahaanjam kerja ini
dapat dijadikan sebagai acuan dalam
meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Selain tingkat upah,jam kerja, juga
merupakan faktor yang akan diteliti oleh
penulis. Karyawan yang bekerja pada
perusahaan lima saudara ini memiliki usia
yang berbeda-beda. Usia adalah lama
waktu kita saat menjalani kehidupan
didunia. Untuk tujuan pengorganisasian dan
pemahaman, kita umumnya menggambarkan
perkembangan dalam pengertian periode
atau
fase
perkembangan.
Menurut
pengamatan penulis, adapun rata-rata usia
karyawan perusahaan Mie kuning Lima
Saudara per bulan sebagai berikut:
Tabel 4
Rata-rata Usia karyawan mie
kuning Lima Saudara
Usia
No
Jumlah
Karyawan
1
22-25
3
2
26-29
6
3
30-33
12
4
34-37
10
5
38-41
6
6
42-45
6
7
46-49
2
usia 26-29 dengan jumlah karyawan 6
orangdan posisi ketujuh diisi usia 22-25
dengan jumlah karyawan 3 orang sehingga
dapat disimpulkan bahwa rata-rata tenaga
kerja perusahaan Mie kuning Lima Saudara
banyak yang berumur tua, pada hakikinya
pekerja yang berumur rentang tua akan
memiliki tenaga fisik yang lemah dan
terbatas.
Hal ini jika dibandingkan dengan
tenaga kerja yang berumur muda dimana
tenaga kerja yang berumur muda akan lebih
memiliki kemampuan fisik yang kuat. Jika
dikaitkan dengan tabel satu diatas, penulis
menduga faktor yang mempengaruhi jumlah
produksi yang tidak stabil adalah usia
karyawan yang pada umumnya masih
banyak pada usia rentang tua. Bagi
perusahaan usia ini dapat dijadikan sebagai
acuan dalam meningkatkan hasil produksi
mereka.
Berdasarkan permasalahan yang
terjadi di lapangan dan sesuai dengan uraian
di atas, maka penulis tertarik untuk
mengadakan
penelitian
dengan
judul“Pengaruh Tingkat Upah, Jam Kerja,
Usia Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja
Perusahaan Mie Kuning Lima Saudara”
Tujuan yang ingin dicapai pada
penelitian ini antara lain adalah untuk
mengetahui dan menganalisis: 1) Pengaruh
tingkat upah terhadap produktifitas tenaga
kerja Perusahaan Mie Kuning Lima
Saudara.2) Pengaruh tingkat Jam kerja
terhadap
produktifitas
tenaga
kerja
Perusahaan Mie Kuning Lima Saudara.3)
Pengaruh tingkat usia terhadap produktifitas
tenaga kerja Perusahaan Mie Kuning Lima
Saudara.4) Pengaruh tingkat upah, jam kerja,
usia terhadap produktifitas tenaga kerja
Perusahaan Mie Kuning Lima Saudara.
Sumber: Perusahaan Lima Saudara, Padang 2015
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini digolongkan pada
penelitian deskriptif dan asosiatif karena
menerangkan suatu gejala dan peristiwa dari
kejadian
yang
telah
terjadi,
serta
menentukan ada tidaknya pengaruh suatu
variabel terhadap variabel lainnya atau
variable bebas terhadap variabel terikat.
Menurut Sugiyono (2011:56) penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang
dilakukan untuk mengetahui nilai variabel
mandiri, baik satu variabel atau lebih
(independen) tanpa membuat perbandingan,
menghubungkan dengan variabel lain.
Berdasarkan tabel diatas dapat
diketahui bahwa rata-rata usia karyawan
industri Mie Lima Saudara paling dominan
pada usia 46-49 tahun dengan jumlah
karyawan 2 orang, selanjutnya posisi kedua
pada usia 42-45 dengan jumlah karyawan 6
orang dan posisi ketiga pada usia 38-41
dengan jumlah karyawan 6 orang dan
seterusnya pada posisi keempat diisi 34-37
jumlah karyawan 10 orang, dan pada posisi
kelima diisi usia 30-33 dengan jumlah
karyawan 12 orang dan posisi keenam diisi
Selanjutnya
Arikunto
(2010:143)
menjelaskan bahwa analisis asosiatif adalah
bentuk analisis data penelitian untuk
menguji ada tidaknya hubungan keberadaan
variabel dari dua kelompok data atau lebih.
Sebagaimana diketahui bahwa penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh
tingkat upah, masa kerja dan usia terhadap
produktifitas kerja karyawan di perusahaan
Mie Kuning Lima Saudara.
Adapun yang dijadikan sebagai
populasi
adalah
seluruh
Karyawan
Perusahaan Lima Saudara.Dalam penelitian
ini yang menjadi sampel yaitu semua
karyawan Mie kuning perusahaan Lima
Saudara yang beralamat diSeberang Padang
dan Perusahaan Mie Kuning” Lima
Saudara” yang beralamat diJln. Baypass
Simpang Parak Kaluat, Propinsi Sumatera
Barat sebanyak 45 orang.
Pada sub bab ini diuraikan tentang
deskripsi masing-masing variabel penelitian,
baik variabel penyebab maupun variabel
akibat, yang disajikan dalam tabel distribusi
frekuensi. Variabel akibat tersebut adalah
produktivitas tenaga kerja . Sedangkan
variabel penyebab terdiri atas (1) Tingkat
Upah, (2) Jam Kerja, dan (3) Usia.
Hasil
analisis
deskriptif
data
Produktivitas produk Mie Putri Minang Pada
Perusahaan Lima Saudara Kecamatan
Padang Selatan disajikan dalam Tabel 11. di
bawah ini.
Tabel 10.
Distribusi Frekuensi ProduktivitasProduk Mie
Putri Minang Pada Perusahaan Lima Saudara
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2015
N
o
1
2
3
4
5
6
7
Produktivitas
Tenaga Kerja
Bungkus/Hari
100-121
122-143
144-165
166-187
188-209
210-231
232-253
Jumlah
Rata-Rata
Median
Modus
Standar Deviasi
Maximum
Minimum
Fi
(orang)
28
0
1
0
10
0
6
45
%
62,23
0
2,22
0
22,22
0
13,33
100%
151,002
120
105
5,43201
250
100
Berdasarkan tabel 11. terlihat bahwa
2 orang (4,45%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 100 bungkus/hari, sebanyak 14
orang (31,11%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 105 bungkus/hari, sebanyak 1
orang (2,22%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 215 bungkus/hari, sebanyak 11
orang (24,45%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 120 bungkus/hari, sebanyak 1
orang (2,22%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 150 bungkus/hari, sebanyak 1
orang (2,22%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 200 bungkus/hari, sebanyak 9
orang (20,00%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 210 bungkus/hari, sebanyak 5
orang (11,11%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 240 bungkus/hari dan sebanyak 1
orang (2,22%) produktivitas tenaga kerja
sebanyak 250 bungkus/hari. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa produktivitas tertinggi
yaitu sebanyak 14 orang dengan jumlah
produktivitas perhari 105 bungkus.
Tabel 11.
Distribusi Frekuensi Tingkat upah Tenaga
Kerja Perusahaan Mie Kuning Lima Saudara
N
o
1
2
3
4
5
6
7
Tingkat Upah
Fi
%
Jam/Hari
(orang)
Rp. 70.000,- Rp.79.000,
1
2,22
Rp. 80.000,- Rp. 89.000,
20
44,45
Rp. 90.000,- Rp. 99.000,
8
17,78
Rp. 100.000,- Rp. 109.000,
10
22,22
Rp. 110.000,- Rp. 119.000,
0
0
Rp. 120.000,- Rp. 129.000,
4
8,89
Rp. 130 .000,- Rp. 139.000,
2
4,44
Jumlah
45
100%
Rata-Rata
952,894
Median
96000
Modus
84000
Standar Deviasi
1,47074
Maximum
139000
Minimum
70000
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2015
Berdasarkan tabel 11. terlihat bahwa
1orang (2,22%) upah tenaga kerja sebanyak
Rp. 70.000,- jam/hari, sebanyak 4 orang
(8,89%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
80.000,- jam/hari, sebanyak 9 orang
(20,00%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
84.000,- jam/hari, , sebanyak 7 orang
(15,56%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
85.000,- jam/hari, sebanyak 1 orang (2,22%)
upah tenaga kerja sebanyak Rp. 90.000,jam/hari, , sebanyak 7 orang (15,56%) upah
tenaga kerja sebanyak Rp. 96.000,- jam/hari,
sebanyak 2 orang (4,44%) upah tenaga kerja
sebanyak Rp. 100.000,- jam/hari, sebanyak 8
orang (17,78%) upah tenaga kerja sebanyak
Rp. 105.000,- jam/hari, sebanyak 4 orang
(8,89%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
120.000,- jam/hari, sebanyak 1 orang
(2,22%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
130.000,- jam/hari, sebanyak 1 orang
(2,22%) upah tenaga kerja sebanyak Rp.
135.000,jam/hari,
Sehingga
dapat
disimpulkan bahwa tingkat upah tertinggi di
perusahaan lima saudara yaitu sebanyak 9
orang dengan tingkat upah Rp. 84.000,jam/hari.
Tabel 12.
Distribusi Frekuensi Jam Kerja Karyawan
Pada Perusahaan Mie Kuning Lima Saudara
N
o
1
2
3
4
5
6
7
Jam Kerja
Fi
%
Jam/Hari
(orang)
8
5
11,11
9
0
0
10
23
51,11
11
0
0
12
10
22,22
13
0
0
14
7
15,56
Jumlah
45
100%
Rata-Rata
108,444
Median
10
Modus
10
Standar Deviasi
1,78320
Maximum
14
Minimum
8
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2015
Berdasarkan tabel 12. terlihat bahwa
5 orang (11,11%) memiliki jam kerja 8
jam/hari, sebanyak 0 orang (0%) memiliki
jam kerja 9 jam/hari, , sebanyak 23 orang
(51,11%) memiliki jam kerja 10 jam/hari, ,
sebanyak 0 orang (0%) memiliki jam kerja
11 jam/hari, , sebanyak 10 orang (22,22%)
memiliki jam kerja 12 jam/hari, , sebanyak 0
orang (0%) memiliki jam kerja 13 jam/hari
dan sebanyak 7 orang (15,56%) memiliki
jam kerja 14jam/hari. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa jumlah jam kerja yang
banyak bekerja di Perusahaan Lima Saudara
yaitu jam kerja 10 jam/hari dengan jumlah
jam kerja 23 orang (51,11%).
Tabel 13.
Distribusi Frekuensi Usia Tenaga Kerja
Karyawan Pada Perusahaan Mie Kuning
Lima Saudara
No
Usia/Th
Fi (orang)
%
1
2
3
4
5
6
7
22-25
3
6,67
26-29
6
13,33
30-33
12
26,68
34-37
10
22,22
38-41
6
13,33
42-45
6
13,33
46-49
2
4,44
Jumlah
45
100%
Rata-Rata
345,556
Median
34
Modus
30
Standar Deviasi
6,48269
Maximum
47
Minimum
22
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2015
Dari Tabel 14 diperoleh informasi
bahwa sebanyak 3 orang (6,67%) tenaga
kerja berusia 22-25 tahun, sebanyak 6 orang
(13,33%) tenaga kerja berusia 26-29 tahun,
sebanyak 12 orang (26,68%) tenaga kerja
berusia 30-33 tahun, sebanyak 10 orang
(22,22%) tenaga kerja berusia 34-37 tahun,
sebanyak 6 orang (13,33%) tenaga kerja
berusia 38-41 tahun, sebanyak 6 orang
(13,33%) tenaga kerja berusia 42-45 tahun,
dan sebanyak 2 orang (4,44%) tenaga kerja
berusia 46-49 tahun. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa jumlah tenaga kerja
yang banyak bekerja di Perusahaan Lima
Saudara yaitu berusia 30-33 tahun dengan
jumlah tenaga kerja 12 orang (26,68%).
PEMBAHASAN
1) Pengaruh Tingkat upah Terhadap
Produktivitas Tenaga Kerja pada
Perusahaan Lima Saudara
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
hasil, bahwa tingkat upah berpengaruh
secara signifikan dan positif terhadap
produktivitas tenaga kerja pada Perusahaan
Lima Saudara. Hal ini dapat dilihat pada
tabel yang menyatakan bahwa bahwa nilai
thitungtingkat upah (X1) sebesar 3,249dengan
nilai sig 0,002. Ini berarti bahwa nilai thitung>
ttabel (3,249 > 1,68288) dengan alpha 5%,
dan sig < alpha (0,002 < 0,05). Jadi dapat
ditarik kesimpulan bahwa variabel tingkat
upah secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap
produktivitas
tenaga
kerja
perusahaan mie kuning lima saudara.
Dengan demikian Ho ditolak dan Ha
diterima.
Berdasarkan hasil penelitian di atas,
diketahui bahwa tingkat upah positif dan
signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja yang ditunjukkan dengan nilai
standardized coefficients sebesar 0,323 yang
paling menengah diantara variabel lainnya
perusahaan mie kuning lima saudara. Hal ini
berarti bahwa semakin tinggi tingkat upah
akan berdampak semakin tinggi pula
produktivitas tenaga kerja, begitu juga
sebaliknya apabila tinggi tingkat upah
rendah maka produktivitas tenaga kerja juga
akan rendah.
Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian terdahulu yang telah dilakukan
oleh Setiadi ( 2009 ) yang menyatakan
bahwa adanya hubungan upah dengan
produktivitas
tenaga
kerja
memiliki
hubungan yang rendah dan negatif dimana
upah hanya mempengaruhi 2,7 % saja.
Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian terdahulu yang telah dilakukan
oleh Vellina Tambunan, Nonik Woyanti (
2012 ) yang menyatakan bahwa adanya upah
merupakan variabel yang berpengaruh
positif dan merupakan variabel yang paling
dominan terhadap produktivitas tenaga kerja
yang ditunjukkan dengan nilai standardized
coefficients sebesar 0,766 yang paling besar
diantara variabel lainnya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan
teori yang dikemukakan oleh Menurut Rivai
(2004:360) Upah merupakan imbalan
financial langsung yang dibayarkan kepada
karyawan berdasarkan jam kerja jumlah
barang yang dihasilkan, atau banyaknya
pelayanan yang diberikan. Besarnya upah
bisa berubah - ubah tergantung keluaran
yang dihasilkan.
Sedangkan menurut Mangkunegara
(2001:86) upah adalah penghargaan yang
diberikan perusahaan atas kontribusi
karyawan berupa waktu, tenaga dan pikiran
terhadap perusahaan. Jika dikelola dengan
baik, kompensasi akan membatu perusahaan
untuk mencapai tujuan yaitu menarik,
memotivasi, mengembangkan, memuaskan
dan mempertahankan karyawan dengan
baik. Sebaliknya tanpa kompensasi yang
cukup, karyawan yang ada mungkin
meninggalkan perusahaan.
2) Pengaruh Jam kerja Terhadap
Produktivitas Tenaga Kerja pada
Perusahaan Lima Saudara
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
hasil, bahwa jam kerja berpengaruh secara
signifikan dan positif terhadap produktivitas
tenaga kerja pada Perusahaan Lima Saudara.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil
penelitian yang menyatakan terlihat bahwa
nilai thitung jam kerja (X2) sebesar
6,581dengan nilai sig 0,000.Ini berarti
bahwa nilai thitung> ttabel (6,581 > 1,68288)
dengan alpha 5%, dan sig < alpha (0,000 <
0,05). Jadi dapat ditarik kesimpulan
bahwajam kerja secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja perusahaan mie kuning lima saudara.
Dengan demikian Ho ditolak dan Ha
diterima.
Hal ini berarti bahwa semakin tinggi
jam kerja mempengaruhi akan berdampak
semakin tinggi pula produktivitas tenaga
kerja, begitu juga sebaliknya apabilajam
kerja
rendah
mempengaruhi
maka
produktivitas tenaga kerja juga akan rendah.
Jam kerja merupakan bagian dari
empat faktor organisasi yang merupakan
sumber potensial dari stres para karyawan di
tempat kerja ( Robbins,2006:796). Davis dan
Newstrom
(dalam
Imatama,2006:4)
menyatakan adanya beberapa karakteristik
pekerjaan dan lingkungan kerja yang
mengandung stres kerja yang salah satunya
adalah
terbatasnya
waktu
dalam
mengerjakan pekerjaan. Jam kerja “normal”
umumnya diartikan hari kerja dengan jam
tersisa untuk rekreasi dan istirahat. Istirahat
adalah kegiatan malam hari, sedangkan
bekerja adalah aktivitas siang hari. Hal ini
berkaitan dengan mereka yang bekerja
dengan jadwal yang tidak biasa, baik pada
shift kerja atau dengan jam yang
diperpanjang hingga melampaui siang,
bekerja pada malam hari, serta bekerja disaat
pola tidur (Harrington, 2001:137).
Jam kerja adalah waktu yang
ditentukan untuk melakukan pekerjaan.
Harrington (2001:138) juga menyatakan
bahwa lamanya jam kerja berlebih dapat
meningkatkan human error atau kesalahan
kerja karena kelelahan yang meningkat dan
jam tidur yang berkurang. Hal tersebut juga
didukung oleh penelitian Berger, et.al
(2006:94) dalam Maurits dan Widodo
(2008:114) yang menyatakan bahwa
tambahan durasi pada suatu shift kerja, akan
meningkatkan tingkat kesalahan. Lima kali
tambahan durasi shift per bulan akan
meningkatkan kelelahan 300% dan berakibat
fatal.
Misalnya agar produktivitas kerja,
semakin lama seseorang bekerja maka
semakin tinggi pula produktivitasnya karena
semakin berpengalaman dan mempunyai
keterampilan
yang
baik
dalam
menyelesaikan tugas yang dipercayakan
kepadanya.
Dari
kedua
pendapat
yang
dikemukakan oleh para ahli tersebut dapat
disimpulkan bahwa masa kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produktivitas
tenaga kerjaPada Perusahaan Lima Saudara.
3) Pengaruh Usia tenaga kerja Terhadap
Produktivitas pada Perusahaan Lima
Saudara
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
hasil, bahwa usia berpengaruh secara
signifikan dan positif terhadap produktivitas
tenaga kerja pada Perusahaan Lima Saudara.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil
penelitian yang menyatakan bahwa nilai
thitungusia (X3) sebesar2,044 dengan nilai
signifikansi 0,047. Ini berarti bahwa nilai
thitung> ttabel (2,044 > 1,68288) dengan alpha
5%, dan sig < alpha (0,047 < 0,05). Jadi
dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel
usia secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap
produktivitas
tenaga
kerja
perusahaan mie kuning lima saudara.
Dengan demikian Ho ditolak dan Ha
diterima.
Hal ini berarti bahwa semakin tinggi
usia tenaga kerja mempengaruhi akan
berdampak
semakin
rendah
pula
produktivitas tenaga kerja, begitu juga
sebaliknya apabila usia tenaga kerja rendah
dalam mempengaruhi maka produktivitas
tenaga kerja juga akan tinggi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian terdahulu yang telah dilakukan
oleh Eben Tua Pandapotan ( 2013 ) yang
menyatakan bahwausia tidak berpengaruh
terhadap produktifitas karyawan
PT.
Gandum malang .
Hasil penelitian ini sesuai dengan
teori yang dikemukakan oleh Hordockdalam
Simanjuntak (2005:34), Sikap seseorang
dalam pekerjaan merupakan dasar dalam
pemilihan suatu pekerjaan. Sikap seseorang
terhadap pekerjaan dalam hubungannya
dengan lingkungan kerja yang terdiri dari
pemimpin dan kepemimpinan, suasana kerja,
waktu dan jam kerja cukup penting untuk
diamati. Keadaan seperti ini tidak saja cukup
mempengaruhi kualitas pekerjaan yang
dilakukan oleh orang yang bersangkutan
tetapi juga sikap dalam mengahadapi masa
pensuin yang akan datang.
4) Pengaruh Tingkat Upah, Jam Kerja,
Usia tenaga kerja Secara Bersama Sama Terhadap Produktivitas tenaga
kerja Pada Perusahaan Mie kuning
Lima Saudara.
Berdasarkan analisis data dan
pengujian hipotesis yang telah dilakukan
dalam penelitian ini diperoleh nilai Sig
0,000<α = 0,05. tingkat upah, jam kerja, usia
tenaga kerja
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja diketahui bahwa nilai Fhitung> Ftabel
(60,695 >3,21 ) dan sig < alpha (0,000 <
0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa
variabel bebas (X) secara bersama-sama
memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap variabel (Y).
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat
upah dan jam kerja berpengaruh secara
signifikan dan positif terhadap Produktivitas
Tenaga Kerja pada Perusahaan Lima
Saudara. Sedangkan usia tenaga kerja
berpengaruh negatif terhadap produktivitas
tenaga kerja. Berdasarkan analisis diatas
dan hasil penelitian terlihat jelas tingkat
upah, jam kerja, usia tenaga kerja
berpengaruh
signifikan
terhadapproduktivitas tenaga kerja Pada
Perusahaan Lima Saudara.
Dalam hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian terdahulu yang telah
dilakukan oleh Eben Tua Pandapotan ( 2013
) yang menyatakan bahwatenaga kerja
perdagangan
dan
jasa
di
malang
mengungkapkan
bahwa
upah,
masa
kerja,berpengaruh
signifikan
terhadap
produktifitas karyawan, Pendidikan dan usia
tidak berpengaruh terhadap produktifitas
karyawan PT. Gandum malang.
Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian terdahulu yang telah dilakukan
oleh Nur Herawati ( 2013 ) yang
menyatakan bahwaupah, pengalaman kerja,
jenis kelamin dan umur berpengaruh positif
terhadap produktivitas tenaga kerja industri
shuttlecock.
Kemudian hasil koefisien determinan
(R2) juga menunjukkan bahwa tingkat upah,
jam kerja, usia tenaga kerja memberikan
sumbangkan terhadap produktivitas tenaga
kerja Pada Perusahaan Lima Saudara sebesar
0,816 atau 81,6%. Sedangkan sisanya
sebesar (100% - 81,60% = 18,40%)
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
termasuk dalam penelitian ini.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang
berkaitan dengan tujuan penelitian ini, maka
dapat di tarik beberapa kesimpulan hasil
penelitian sebagai berikut:
1. Variabel tingkat upah berpengaruh positif
dan signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja. terlihat bahwa nilai thitung tingkat upah
(X1) sebesar 3,249 dengan nilai signifikan
0,002. Ini berarti bahwa nilai thitung > ttabel
(3,249 > 1,68288) dengan alpha 5%, dan sig
< alpha (0,002 < 0,05). Koefisien regresi
variabel tingkat upah (X1) sebesar 0,001
yang bertanda positif dan signifikan. Hal ini
berarti adanya pengaruh positif variabel
tingkat upah terhadap produktivitas tenaga
kerja
2. Variabel Masa kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja. Hal ini terlihat bahwa nilai thitung masa
kerja (X2) sebesar 6,581 dengan nilai
signifikan 0,000. Ini berarti bahwa nilai thitung
> ttabel (6,581 > 1,68288) dengan alpha 5%,
dan sig < alpha (0,000 < 0,05). Koefisien
regresi variabel masa kerja (X2) sebesar
19,698 yang bertanda positif dan signifikan.
Hal ini berarti adanya pengaruh positif
variabel masa kerja terhadap produktivitas
tenaga kerja
3. Variabel usia tenaga kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produktivitas
tenaga kerja. terlihat bahwa nilai thitung usia
(X3) sebesar 2,044 dengan nilai signifikansi
0,047. Ini berarti bahwa nilai thitung > ttabel
(2,044 > 1,68288) dengan alpha 5%, dan sig
< alpha (0,047 < 0,05). Koefisien regresi
variabel usia (X3) sebesar 1,168 yang
bertanda positif dan signifikan. Hal ini
berarti adanya pengaruh positif variabel usia
terhadap produktivitas tenaga kerja.
4. Variabel tingkat upah, masa kerja dan usia
tenaga kerja
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap produktivitas tenaga
kerja. diketahui bahwa nilai Fhitung> Ftabel
(60,695 >3,21 ) dan sig < alpha (0,000 <
0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa
variabel bebas (X) secara bersama-sama
memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap variabel (Y)
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas,
maka saran yang dapat penulis berikan
adalah sebagai berikut:
1. Kepada tenaga kerja yang bekerja di
Perusahaan Lima Saudara agar dapat
meningkatkan produktivitas kerjanya.
2. Kepada
pemilik
atau
pimpinan
perusahaan lima saudara agar dapat
meningkatkan upah karyawan sehingga
memotivasi karyawan untuk bekerja.
3. Kepada peneliti selanjutnya untuk dapat
lebih mengembangkan penelitian dalam
mengungkapkan hal-hal yang belum
terbahas oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Berger. 2006. Jam Tenaga Kerja. Malang :
Lintasan Ekonomi volume 6 No.2.
Universitas Brawijaya.
Hordock. 2005. Pengantar Ekonomi Sumber
Daya Manusia. Penerbit FEUI
(Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia), Jakarta.
Harrington, 2001. Jam tenaga kerja Apa dan
Bagaimana, Edisi Kedua. Jakarta :
Bumi Aksara.
Robbins. 2006. Jam tenaga kerja Apa dan
Bagaimana, Edisi Kedua. Jakarta :
Bumi Aksara..
Setiadi. 2009. Manajemen Sumber Daya
Manusia, Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Simanjuntak, J.Payaman. 2000. Pengantar
Ekonomi Sumber Daya Manusia.
Penerbit FEUI
( Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia ),
Jakarta.
Widodo, UW. 2007. Produktivitas Tenaga
Kerja.
Malang :
Lintasan
Ekonomi volume 6 No.2.
Universitas Brawijaya.
Download