PERANAN SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN

advertisement
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
ISSN : 2301-5268
PERANAN SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN
PENGUPAHAN DALAM MENDUKUNG PENGENDALIAN
INTERN SESUAI DENGAN PSAK No. 24
( STUDI KASUS PT. SEMEN PADANG)
Yosi Yulia, SE, MM, Ak, CA, Fakultas Ekonomi,
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
e-mail :
Abstrak - Penggajian dan pengupahan merupakan aktivitas utama dalam memotivasi setiap karyawan
dalam melakukan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana peranan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada PT. Semen Padang dan untuk
mengetahui apakah penerapan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan oleh perusahaan sudah
sesuai PSAK No.24.
Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Semen Padang sudah melaksanakan sistem
akuntansi penggajian dan pengupahan dengan baik dalam mendukung pengendalian intern gaji dan
upah. Selain itu perusahaan juga sudah melakukan pencatatan, pengakuan dan pengungkapannya
sesuai dengan PSAK No.24. Hal ini baik karena perusahaan mempekerjakan karyawan dari berbagai
tingkatan dan memberikan imbalan atas jasa mereka berupa gaji dan upah sehingga perusahaan
memilki sistem akuntansi yang efektif.
1.
PENDAHULUAN
Seiring
dengan
perkembangan
zaman, di era globalisasi sekarang ini,
membawa dampak yang sangat besar bagi
dunia usaha yang ada. Situasi ini dapat
memicu persaingan antar perusahaan untuk
tumbuh dan berkembang. Semakin besar
sebuah perusahaan maka akan semakin
banyak aktivitas perusahaan, ini berarti akan
semakin banyak pula sumber daya manusia
yang terlibat didalamnya. Dengan begitu
dibutuhkan suatu pengendalian intern untuk
menjaga sumber daya perusahaan.
Pengendalian intern berarti kebijakan
yang dibuat untuk melindungi kekayaan
perusahaan dari adanya kesalahan dan juga
memastikan
dipatuhinya
kebijakan
manajemen. Untuk menciptakan sistem
pengendalian intern yang baik sangat erat
kaitannya dengan sistem akuntansi yang
digunakan oleh perusahaan.
Sistem
akuntansi
yang
baik
memperlihatkan dengan jelas setiap proses
yang berlangsung di perusahaan. Sistem
akuntansi penggajian dan pengupahan
dirancang untuk menangani perhitungan gaji
dan upah karyawan serta pembayarannya.
Sistem akuntansi yang efektif juga penting
untuk menjaga hubungan yang baik antara
karyawan dengan perusahaan.
PT. Semen Padang bergerak di
bidang manufaktur semen, yang mana dalam
melaksanakan kegiatan operasionalnya tidak
terlepas dari peranan para karyawannya.
Perusahaan ini banyak mempekerjakan tenaga
kerja
dengan berbagai tingkatan. Jumlah karyawan
yang relatif banyak menyebabkan pengeluaran
untuk gaji dan upah cukup besar dan penting,
sehingga perlu mendapatkan perhatian yang
memadai dari pihak manajemen.
PT.
Semen
Padang
sudah
menjalankan sistem akuntansi penggajian dan
pengupahannya sesuai dengan PSAK No. 24.
Berdasarkan observasi yang penulis lakukan
pada PT. Semen Padang, maka penulis
mengadakan suatu penelitian yang akan
disusun dengan judul “Peranan Sistem
Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
dalam Mendukung Pengendalian Intern
sesuai dengan PSAK No.24 (Studi Kasus
PT. Semen Padang)”.
2.
LANDASAN TEORI
Pengertian sistem menurut James
Hall (2011:6), sistem adalah kelompok dari
dua atau lebih komponen atau subsistem yang
saling berhubungan yang berfunngsi dengan
tujuan yang sama.
Menurut
Rudianto
(2012:16),
akuntansi
merupakan
aktivitas
mengumpulkan, menganalisis, menyajikan
dalam bentuk angka, mengklasifikasikan,
mencatat, meringkas dan melaporkan aktivitas
atau transaksi perusahaan dalam bentuk
informasi keuangan.
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
35
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
Menurut Narko (2007:3), Sistem
akuntansi pada umumnya diartikan sebagai
jaringan yang terdiri dari formulir-formulir,
catatan-catatan, prosedur-prosedur, alat-alat,
dan sumber daya manusia dalam rangka
menghasilkan informasi pada suatu organisasi
untuk keperluan pengawasan, operasi, maupun
untuk kepentingan pngambilan keputusan
bisnis bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Unsur-unsur
sistem
akuntansi
menurut Mulyadi (2010:3), yaitu:
1. Formulir
Dengan formulir, transaksi direkam
pertama kalinya sebagai dasar
pencatatan dalam catatan.
2. Jurnal
Jurnal digunakan untuk mencatat,
mengkalsifikasikan, dan meringkas
data keuangan dan data lainnya.
3. Buku Besar
Buku besar digunakan untuk
meringkas data keuangan yang telah
dicatat sebelumnya di dalam jurnal.
4. Buku Pembantu
Buku pembantu merinci data
keuangan yang tercantum dalam
rekening tertentu dalam buku besar.
5. Laporan
Laporan berisi informasi yang
merupakan
keluaran
sistem
akuntansi.
Menurut Soemarsono (2010:288),
Gaji biasanya digunakan untuk pembayaran
kepada pegawai yang diberi tugas-tugas
administratif dan pimpinan. Pada umumnya
jumlah gaji ditetapkan secara bulanan atau
tahunan. Imbalan yang diberikan kepada
buruh-buruh yang melakukan pekerjaan kasar
dan lebih banyak mengandalkan kekuatan
phisik biasanya disebut upah. Pada umumnya
jumlah upah ditetapakan secara harian atau
berdasarkan unit pekerjaan yang diselesaikan.
Tujuan pemberian gaji dan upah
menurut Rivai (2009:762) sebagai berikut:
1. Ikatan kerja sama
2. Kepuasan kerja
3. Pengadaan efektif
4. Motivasi
5. Stabilitas karyawan
6. Disiplin
7. Pengaruh serikat buruh
Menurut Prianthara (2010:137),
sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
dalam perusahaan jasa kontruksi melibatkan
fungsi karyawan, keuangandan fungsi
akuntansi.
ISSN : 2301-5268
Menurut
Mulyadi
(2010:374),
dokumen yang digunakan sistem akuntansi
penggajian dan pengupahan adalah:
1. Dokumen pendukung perubahan gaji
dan upah
2. Kartu jam hadir
3. Kartu jam kerja
4. Daftar gaji dan daftar upah
5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar
upah
6. Surat pernyataan gaji dan upah
7. Amplop gaji dan upah
8. Bukti kas keluar
Catatan akuntansi dalam transaksi
penggajian dan pengupahan adalah:
1. Jurnal umum
2. Kartu harga pokok produk
3. Kartu biaya
4. Kartu penghasilan karyawan
Fungsi-fungsi yang saling terkait
dengan sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan menurut Mulyadi (2010:382)
antara lain:
1. Fungsi Kepegawaian
Bertanggung jawab untuk mencari
karyawan baru, mutasi karyawan dan
pemberhentian karyawan.
2. Fungsi Pencatat Waktu Hadir
Bertanggung
jawab
atas
penyelenggaraan catatan waktu hadir.
3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan
Upah
Bertanggung jawab untuk membuat
daftar gaji.
4. Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab untuk mencatat
kewajiban yang timbul dalam
hubungannya dengan pembayaran
gaji.
5. Bagian utang
Bertanggung jawab untuk memproses
pembayaran gaji.
6. Bagian Kartu Biaya
Bertanggung jawab untuk mencatat
distribusi biaya ke dalam kartu harga
pokok produk.
7. Bagian Jurnal
Bertanggung jawab untuk mencatat
biaya gaji dan upah dalam jurnal
umum.
Jaringan prosedur penggajian dan
pengupahan menurut Mulyadi (2010:385)
adalah:
1. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir
2. Prosedur pencatat waktu
3. Prosedur pembuatan daftar gaji dan
upah
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
36
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
4. Prosedur distribusi biaya gaji dan
upah
5. Prosedur pembayaran gaji dan upah
Menurut
Winarno
(2006:292),
Sistem Pengendalian Intern adalah rencana
organisasi dan semua ukuran dan metode
terkoordinasi yang diterapkan dalam suatu
perusahaan untuk melindungi aktiva, menjaga
keakurasian
dan
keterpercayaan
data
akuntansi, meningkatkan efisiensi dan
meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan
manajemen.
COSO memperkenalkan adanya lima
komponen pengendalian intern dalam buku
Sistem Informasi Akuntansi oleh Anastasia
dan Lilis (2011:83) yang meliputi:
1. Lingkungan Pengendalian (Control
Environment)
2. Penilaian Resiko (Risk Assesment).
3. Aktivitas pengendalian (Control
Procedure)
4. Informasi
dan
Komunikasi
(Information and Communication)
5. Pemantauan (Monitoring)
.
Unsur pengendalian intern dalam
sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
menurut Mulyadi (2010:386) adalah sebagai
berikut:
1. Organisasi. Adanya pemisahan
fungsi pada suatu organisasi.
2. Sistem
Otorisasi.
Pemberian
wewenang untuk melakukan aktivitas
atau mengambil keputusan tertentu.
3. Prosedur Pencatatan. Menyiapkan
dokumen
transaksi,
membuat
rekonsiliasi dan menyusun laporan.
4. Praktik yang sehat. Melaksanakan
aktivitas dengan nilai kejujuran,
ketepatan, dan keadilan.
Pengakuan dan Pengukuran
Seluruh Imbalan Kerja Jangka Pendek
Ketika pekerja telah memberikan
jasanya kepada entitas dalam suatu periode
akuntansi, entitas mengakui jumlah tidak
terdiskonto atas imbalan kerja jangka pendek
yang diperkirakan dibayar sebagai imbalan
atas jasa tersebut:
1. sebagai liabilitas (beban terakru),
2. sebagai beban.
Cuti Berimbalan Jangka Pendek
Entitas mengakui biaya ekspektasian
imbalan kerja jangka pendek dalam bentuk
cuti berimbalan yang diatur di paragraf 10
sebagai berikut:
ISSN : 2301-5268
1. dalam hal cuti berimbalan dapat
diakumulasi, adalah pada saat pekerja
memberikan jasa yang menambah
hak cuti berimbalan di masa depan;
dan
2. dalam
hal
cuti
berimbalan
nonakumulasi, adalah pada saat cuti
tersebut terjadi.
Entitas mengakui biaya ekspektasian
atas pembayaran bagi laba dan bonus yang
diatur di paragraf 10 jika, dan hanya jika:
1. entitas mempunyai kewajiban hukum
atau kewajiban konstruktif atas
pembayaran beban tersebut sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu; dan
2. kewajiban tersebut dapat diestimasi
secara andal.
3. Walaupun Pernyataan ini tidak
mensyaratkan pengungkapan spesifik
atas imbalan kerja jangka pendek,
PSAK lain mungkin mewajibkan
pengungkapan tersebut. Misalnya,
PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi
mensyaratkan
pengungkapan mengenai imbalan
kerja untuk anggota manajemen
kunci. PSAK 1: Penyajian Laporan
Keuangan
mensyaratkan
pengungkapan beban imbalan kerja.
3.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada PT.
Semen Padang yang berlokasi di Indarung
Padang Sumatera Barat, 25237, Telp. 075132250, Fax. 0751-34590, 28973.
Definisi Operasional Variabel
Untuk
menghindari
terjadinya
pemahaman yang berbeda, maka perlu
dijelaskan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Sistem Akuntansi Penggajian dan
Pengupahan
Sistem akuntansi gaji dan upah
merupakan
rangkaian
prosedur
perhitungan dan pembayaran gaji dan
upah secara menyeluruh bagi
karyawan secara efisien dan efektif.
2. PSAK NO. 24
Pengakuan dan pengukuran gaji dan
upah di dalam PSAK No.24 yaitu
ketika pekerja telah memberikan
jasanya kepada entitas dalam suatu
periode akuntansi, entitas mengakui
jumlah tidak terdiskonto atas imbalan
kerja
jangka
pendek
yang
diperkirakan dibayar sebagai imbalan
atas jasa tersebut. Sedangkan untuk
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
37
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
pengungkapan gaji dan upah,
pernyataan ini tidak mensyaratkan
pengungkapan spesifik atas imbalan
kerja jangka pendek.
Jenis penelitian yang digunakan oleh
penulis adalah Deskriptif yaitu penelitian yang
menguraikan tentang sifat-sifat, karakteristik,
dan keadaan sebenarnya dari objek penelitian.
Jenis Data yang dikumpulkan penulis adalah
data primer dan data sekunder.
4.
HASIL
PEMBAHASAN
PENELITIAN
DAN
Kebijakan perusahaan dituangkan
dalam suatu Perjanjian Kerja Bersama PT.
Semen Padang dengan Serikat Buruh PT.
Semen Padang untuk periode 2011 – 2013.
Imbalan kerja yang disebut take
home pay, terdiri dari:
1. Gaji, komponennya terdiri dari GDP
dan GDPN.
2. Pakaian, satu set pakaian setiap sekali
dalam setahun.
3. Premi
lembur,
yang
berhak
memperoleh uang lembur adalah
karyawan eselon V (pelaksana).
4. Tunjangan Jabatan, diberikan karena
fungsi
dan
statusnya
pada
perusahaan.
5. Tunjangan presensi, diberikan kepada
seluruh
karyawan
atas
dasar
kehadirannya.
6. Tunjangan khusus, diberikan kepada
karyawan yang memenuhi kriteria.
7. Santunan dan bantuan fasilitas.
Dokumen yang Digunakan
1. Dokumen Pendukung Perubahan Gaji
Dokumennya antara lain: Surat
Keputusan Direksi Kenaikan Gaji
dan Surat dari Biro Perencanaan
Bagian SDM.
2. Daftar Hadir
Perusahaan sudah menggunakan
kartu jam hadir (clock card) dan
finger print.
3. Daftar gaji dan Upah
Dokumen ini dibuat oleh bagian
sumber daya manusia dan natinya
akan
didistribusikan
untuk
departemen perbendaharaan yaitu
biro pengelolaan, pendanaan dan
perpajakan.
4. Rekapitulasi daftar gaji dan Upah
Dokumen ini berisi total gaji per
departemen,
tunjangan-tunjangan,
ISSN : 2301-5268
potongan gaji berupa PPh Pasal 21,
iuran dan lain sebagainya.
5. Bukti Kas Keluar
Merupakan perintah pengeluaran
uang yang dibuat oleh fungsi
akuntansi tepatnya bagian akuntansi
utang kepada fungsi keuangan.
Sistem yang digunakan oleh PT.
Semen Padang saat ini adalah sistem SAP.
Adapun catatan akuntansi yang digunakan
perusahaan adalah:
1. Buku jurnal
SDM melakukan running data gaji di
dalam modul HRIS per masingmasing
karyawan
yang
akan
membentuk rekapitulasi gaji dan dari
rekap yang keluar tersebut sudah
terbentuk jurnal secara otomatis.
2. Buku besar
Pada tahap awal, dilakukan simulasi
terhadap jurnal yang telah dihasilkan
dan review dilakukan oleh bagian
akuntansi.
3. Kartu penghasilan karyawan
Perusahaan menggunakan
kartu
penghasilan
karyawan
untuk
mencatat penghasilan dan potongan
yang diterima setiap karyawan.
Jaringan Prosedur Sistem Penggajian dan
Pengupahan
1. Prosedur personalia
a. Prosedur penerimaan karyawan
b. Proses Pemutusan Hubungan
Kerja
2. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir
Setiap hari karyawan diwajibkan untuk
mengisi
daftar
hadir
dengan
menggunakan kartu jam hadir (clock
card) dan finger print.
3. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji dan
Upah
Pembuatan daftar gaji dan upah
dilakukan oleh bagian sumber daya
manusia (SDM) tepatnya fungsi
personalia.
4. Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah
Prosedur pembayaran gaji dan upah
dilakukan
oleh
departemen
perbendaharaan yaitu dibagian kas dan
bank.
5. Proses Pencatatan Daftar Gaji dan
Upah
Sebelum melakukan pencatatan gaji
dan upah, terlebih dahulu dilakukan
verifikasi antara rekening koran dengan
daftar gaji dan upah setiap bulannya
oleh bagian perbendaharaan.
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
38
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
Fungsi-fungsi yang terkait sistem
akuntansi penggajian dan pengupahan pada
perusahaan:
1. Fungsi Kepegawaian
Fungsi kepegawaian bertanggung
jawab
melaksanakan
rencana
penerimaan
karyawan
baru,
penempatan, mutasi dan pemberhentian
karyawan.
2. Fungsi Pencatat Waktu Hadir
Bagian ini bertanggung jawab untuk
menyelenggarakan catatan waktu hadir
bagi semua karyawan perusahaan.
3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah
Bagian ini bertanggung jawab untuk
menghitung penghasilan dan membuat
daftar gaji dan upah tiap karyawan
selama jangka waktu pembayaran gaji
dan upah.
4. Fungsi Akuntansi
Bagian ini bertanggung jawab untuk
mencatat kewajiban yang timbul atas
hubungannya dengan pembayaran gaji
dan upah karyawan.
5. Fungsi Keuangan
Bagian
ini
bertanggung
jawab
membuat validasi dan mengirimnya ke
bank beserta lampiran gaji per masingmasing karyawan.
Dari
hasil
penelitian
sistem
pengendalian intern gaji dan upah yang
diterapkan oleh PT. Semen Padang adalah
sebagai berikut :
1. Organisasi
a. Fungsi pembuatan daftar gaji dan
upah
terpisah
dari
fungsi
pembayaran gaji dan upah.
b. Fungsi pencatatan waktu hadir
harus terpisah dari fungsi operasi.
2. Sistem Otorisasi
a. Setiap orang yang namanya
tercantum dalam daftar gaji dan
upah harus memiliki surat
keputusan pengangkatan.
b. Setiap perubahan gaji dan upah
karyawan
karena
perubahan
pangkat, perubahan tarif gaji dan
upah, tambahan keluarga harus
didasarkan pada SK Direksi.
c. Bukti kas keluar pembayaran gaji dan
upah diotorisasi fungsi keuangan dan
disampaikan
kepada
fungsi
keuangan.
d. Kartu jam hadir diotorisasi oleh
fungsi pencatat waktu.
e. Setiap potongan atas gaji dan upah
karyawan
selain
dari
pajak
penghasilan karyawan didasarkan
f.
g.
3.
ISSN : 2301-5268
surat potongan gaji dan upah yang
diotorisasi oleh fungsi kepegawaian.
Perintah lembur diotorisasi oleh
kepala departemen dari karyawan
yang bersangkutan.
Daftar gaji dan telah diotorisasi oleh
fungsi kepegawaian.
Prosedur Pencatatan
a. Perubahan dalam catatan penghasilan
karyawan
direkonsiliasi
dengan
daftar gaji dan upah karyawan.
b. Tarif upah yang dicantumkan dalam
kartu
jam
kerja
diverifikasi
ketelitiannya oleh fungsi akuntansi
biaya.
c. Praktik yang Sehat
d. Kartu jam hadir harus dibandingkan
dengan kartu jam kerja sebelum kartu
yang terakhir ini dipakai sebagai
dasar distribusi biaya tenaga kerja
langsung.
e. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam
mesin pencatat waktu harus tidak
diawasi oleh fungsi pencatat waktu.
f. Pembuatan daftar gaji dan upah harus
diverifikasi kebenaran dan ketelitian
perhitungannya oleh fungsi akuntansi
keuangan
sebelum
dilakukan
pembayaran.
g. Penghitungan pajak penghasilan
karyawan
direkonsiliasi
dengan
catatan penghasilan karyawan.
h. Catatan
penghasilan
karyawan
disimpan oleh fungsi pembuat daftar
gaji dan upah.
Dokumen yang digunakan oleh PT.
Semen Padang sudah cukup efektif dalam
mendukung pengendalian intern gaji dan upah
karena sesuai dengan landasan teori yang ada.
Ini dapat terlihat dengan adanya tanda tangan
pada dokumen oleh pejabat yang mempunyai
wewenang di bagiannya.
Catatan akuntansi yang dipergunakan
oleh perusahaan ini cukup efektif untuk
pengendalian intern gaji dan upah. Pencatatan
di dalam jurnal biasanya lebih lengkap dan
lebih terinci, serta menurut urutan tanggal
kejadian transaksi dan pengupahan pada PT.
Semen Padang juga cukup efektif dalam
mendukung pengendalian intern gaji dan
upah. Hal ini dapat terlihat sebagai berikut:
a. Prosedur Personalia
Pemutusan hubungan kerja ini jarang
terjadi, karena sejak awal penerimaan
karyawan, perusahaan telah benarbenar menyeleksi secara ketat setiap
pelamar yang menghasilkan karyawan
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
39
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
yang bertanggung jawab terhadap
tugasnya masing-masing.
b. Prosedur Pencatatan Waktu
Setiap hari karyawan melakukan check
clock absen dan finger print dengan
menggunakan mesin pencatat waktu
(time recorder machine) dilakukan
melalui
check
clock
dengan
menggunakan magnetic card ketika
karyawan saat masuk dan pulang kerja
dan saat karyawan ijin keluar untuk
melaksanakan
tugas
atau
ijin
dikarenakan ada keperluan lain di saatsaat jam kerja maupun pada saat
karyawan bekerja diluar jam kerja
(kerja lembur).
c. Prosedur Penggajian dan Pengupahan
1) Prosedur pembuatan daftar gaji
dan upah
Daftar gaji dan upah pada
perusahaan dibuat oleh bagian
sumber daya manusia.
2) Prosedur distribusi biaya gaji dan
upah
Pendistribusian gaji dan upah
diberikan kepada tiap-tiap bagian
yang menikmati manfaat tenaga
kerja.
3) Prosedur pembayaran gaji dan
upah
Dari
keterangan
penulis
mengambil kesimpulan bahwa
secara umum perusahaan telah
melakukan
setiap
prosedur
dengan
baik.
Untuk
itu,
perusahaan
perlu
mempertahankan hal ini.
Dari hasil penelitian penulis dan
setelah dibandingkan dengan landasan teori
yang terdapat maka unsur pengendalian intern
pada perusahaan ini telah cukup memadai,
dimana hal ini dapat dijelaskkan sebagai
berikut :
1. Struktur Organisasi
Dalam struktur organisasi PT. Semen
Padang terlihat bahwa adanya
pembagian fungsi yang jelas antar
tiap
bagian.
Hal
ini
akan
menyebabkan disiplin yang tinggi
karena harus melaporkan hasil
tugasnya tepat waktu kepada
atasannya. Dengan demikian maka
pengendalian terhadap karyawan
mudah dilakukan.
2. Sistem wewenang dan prosedur
pencatatan
Dari segi pemisahan tugas, maka
setiap kegiatan dalam persiapan,
perhitungan, serta pendistribusian
ISSN : 2301-5268
gaji dan upah harus mendapat
persetujuan dari yang berwenang,
yang beguna untuk menghindari
adanya transaksi yang menyimpang
dari semestinya.
Bukti kas keluar untuk pembayaran
gaji dan upah diotorisasi oleh fungsi
akuntansi. Daftar hadir diotorisasi
oleh bagian sumber daya manusia
sebagai fungsi pencatat waktu. Daftar
gaji dan upah diotorisasi oleh fungsi
sumber daya manusia.
3. Prosedur Pencatatn
Perubahan yang terjadi dalam catatan
penghasilan karyawan direkonsiliasi
dengan daftar gaji dan upah
karyawan. Tarif upah dalam kartu
jam kerja diverifikasi ketelitiannya
oleh fungsi akuntansi.
4. Praktik-praktik yang sehat
Perusahaan
telah
menjalankan
praktik-praktik yang sehat. Bagian
sumber daya manusia sebagai fungsi
pembuat daftar gaji dan upah,
menyimpan catatan penghasilan
karyawan.
Perhitungan
pajak
penghasilan karyawan direkonsiliasi
dengan
catatan
penghasilan
karyawan.
Bagian
akuntansi
memverifkasi
kebenaran
dan
ketelitian pehitungan pembuatan
daftar gaji dan upah sebelum
dilakukan pembayaran. Pengisian
absensi dan kartu jam hadir diawasi
oleh orang yang berwenang.
Imbalan kerja berupa gaji dan upah
pada PT. Semen Padang dihitung dan
didistribusikan setiap bulannya kepada
karyawannya sesuai dengan pengakuan pada
PSAK No.24 yang menyatakan entitas harus
mengakui jasa pekerja dalam suatu periode
akuntansi. Imbalan atas jasa tersebut sudah
ditambahkan tunjangan dan dikurangi
potongan setiap bulannya.
Pada PSAK No. 24 paragraf 10 gaji
dan upah diakui sebagai beban. Hal ini telah
dilakukan oleh perusahaan dengan mencatat
gaji dan upah pada perusahaan sebagai biaya
gaji dan upah. Gaji dan upah pada perusahaan
diungkapkan dalam laporan keuangan pada
laporan laba rugi sebagai beban usaha.
Berdasarkan analisa penelitian di
atas, maka dapat di interpretasikan sebagai
berikut:
1. Sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan yang diterapkan oleh PT.
Semen Padang telah sesuai dengan
teori yang ada. Dapat dilihat dari
penggunaan sistem SAP (System
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
40
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
Application and Product in data
processing)
dalam
menjalankan
kegiatan operasionalnya menjadikan
pekerjaan lebih efisien dan efektif
dengan penggunaan alat teknologi.
Dokumen-dokumen yang digunakan
antara lain: Dokumen Pendukung
Perubahan Gaji dan Upah, Daftar
Hadir, Dokumen pembayaran gaji dan
upah, Rekapitulasi daftar gaji dan
upah, dan Bukti Kas Keluar.
Adapun catatan akuntansi yang
digunakan PT. Semen Padang dalam
melakukan pencatatan yaitu: jurnal
umum, buku besar, dan kartu
penghasilan karyawan. Pencatatan
yang dilakukan perusahaan sudah
sesuai dengan teori yang berlaku.
Prosedur yang membentuk sistem serta
fungsi yang terkait dengan sistem
penggajian dan pengupahan sudah
sesuai denga teori yang ada. Hal ini
dapat dilihat dari keefektifan sistem
untuk gaji dan upah yang berlangsung
di
perusahaan.
Prosedur
yang
digunakan antara lain: Prosedur
personalia, Prosedur Pencatatan Waktu
Hadir, Prosedur Pembuatan Daftar Gaji
dan Upah, Prosedur Pembayaran Gaji
dan Upah, dan Proses Pencatatan
Daftar Gaji.
Sistem pengendalian intern untuk gaji
dan upah yang ada pada PT. Semen
Padang
ini
setelah
dilakukan
pengamatan langsung pada perusahaan
tersebut dan wawancara terhadap para
pegawai yang ada dikantor tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa
sistem pengendalian intern gaji dan
upahnya telah sesuai dengan teori yang
ada.
Untuk pengakuan, pengukuran serta
pengungkapan biaya gaji dan upah, PT.
Semen Padang sudah melaksanakannya
sesuai dengan PSAK No. 24 yang
menyatakan
perusahaan
harus
mengakui gaji dan upah dalam suatu
periode akuntansi dan mencatatnya
sebagai beban. Ini dilihat dari
pemberian gaji yang dikeluarkan secara
rutin oleh perusahaan setiap bulannya
dicatat sebagai biaya gaji/upah dan
diungkapkan dalam laporan keuangan
sebagai beban usaha.
2.
3.
4.
5.
6.
5.
KESIMPULAN
Secara keseluruhan dari hasil
penelitian terhadap sistem akuntansi pengajian
dan pengupahan pada PT. Semen Padang
ISSN : 2301-5268
sudah memadai guna dijadikan sebagai alat
bantu pengendalian intern terhadap gaji dan
upah. Hal-hal yang dapat mendukung penulis
membuat kesimpulan adalah:
1. PT Semen Padang merupakan salah
satu badan usaha milik negara terbesar
di Sumatera Barat dan pabrik semen
tertua di Indonesia.
2. Sistem akuntansi yang ada di PT
Semen Padang telah teraplikasi dengan
baik karena di perusahaan ini telah
menggunakan
SAP
(System
Application and Product in data
Processing).
3. Adanya
dokumen-dokumen
serta
catatan-catatan
akuntansi
yang
memadai seperti dokumen pendukung
perubahan gaji dan upah, daftar hadir,
dokumen pembayaran gaji dan upah,
rekapitulasi daftar gaji dan upah, dan
bukti kas keluar. Catatan akuntansi
yang digunakan PT. Semen Padang
dalam melakukan pencatatan yaitu:
jurnal umum, buku besar, dan kartu
penghasilan karyawan. Keseluruhan
dokumen tersebut sudah terprogram
dalam komputer, sehingga dapat
meminimalkan
kesalahan
dalam
pembayaran gaji dan upah.
4. Sistem wewenang dan prosedur
penggajian dan pengupahan pada
perusahaan ini sudah baik. Dapat
dilihat dari setiap transaksi yang
berhubungan dengan gaji dan upah
harus mendapat otorisasi dari bagian
yang berwewenang. Contoh: daftar gaji
dan upah harus diotorisasi oleh bagian
sumber daya manusia dan pembayaran
gaji harus diotorisasi oleh bagian kas
dan bank.
5. Pembayaran gaji dilakukan dengan
cara mentransfer ke rekening masingmasing karyawan oleh bank yang telah
ditunjuk perusahan. Dalam hal ini
pembayaran gaji dan upah menjadi
lebih efektif dan efisien.
6. Kebijakan-kebijakan dan prosedurprosedur kepegawaian yang diterapkan
oleh perusahaan sangat mendukung
terhadap pengendalian intern gaji dan
upah. Salah satunya adalah bahwa
setiap
karyawan
diangkat
dan
diberhentikan dan dipindah tugaskan
melalui surat keputusan. Prosedur yang
ada dalam perusahaan ini terdiri dari
prosedur
personalia,
prosedur
pencatatan waktu hadir, prosedur
pembuatan daftar gaji dan upah,
prosedur pembayaran gaji dan upah,
dan proses pencatatan daftar gaji. Dan
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
41
Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonomi, Volume 3, No. 2, Oktober 2014
ISSN : 2301-5268
setiap prosedur tersebut dilaksanakan
oleh pihak yang berwewenang.
7. Pengakuan,
pengukuran
serta
pengungkapan biaya gaji dan upah
pada perusahaan dilaksankan setiap
bulannya dengan perhitungan yang
telah ditetapkan dan diungkapkan
dalam laporan keuangan sebagai beban
usaha.
6.
DAFTAR PUSTAKA
Diana, Anastasia dan Lilis Setiawati.
Sistem Informasi Akuntansi, Yogyakarta Andi,
2011
Hall, James. A. 2011, Sistem
Informasi Akuntansi, Jakarta Salemba Empat
Ikatan Akuntan Indonesia. 2012,
Standar Akuntansi Keuangan,
Jakarta :
Salemba Empat
Mulyadi, 2010, Sistem Akuntansi.
Edisi 3. Cetakan Kelima, Jakarta : Salemba
Empat
Narko, 2007, Sistem Akuntansi,
Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama
Rivai, Veithzal, 2009, Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan :
Dari Teori ke Prakti,. Edisi Kedua, Jakarta :
Rajawali Pers
Rudianto, 2012, Pengantar Akuntansi
: Konsep dan Teknik Penyususnan Laporan
Keuangan, Jakarta : Erlangga
Soemarsono, S. R. 2010. Akuntansi
Suatu Pengantar. Edisi 5. Cetakan Keempat.
Jakarta : Salemba Empat
Winarno, Wing Wahyu, 2006, Sisem
Informasi Akuntansi, Edisi 2, Yogyakarta :
UPP STIM YKPN
Peranan Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan . . .
42
Download