Modul 4 BENTUK ORGANISASI BISNIS Dra. Popon Herawati, MSi

advertisement
Modul 4
BENTUK ORGANISASI BISNIS
Dra. Popon Herawati, MSi
PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi telah mendorong terbentuknya organisasi bisnis
dalam berbagai bentuk. Dari segi unit usaha yang ada disekeliling kita, dapat
diamati bahwa masing-masing unit usaha mempunyai karakteristik yang
berbeda-beda baik dari segi skala usaha, kepemilikan, permodalan, pembagian
laba sampai tanggung jawab. Berdasarkan karakteristik yang berbeda tersebut
maka tiap unit usaha memerlukan pengelolaan yang berbeda pula. Setiap
organisasi bisnis yang didirikan dapat berbentuk perusahaan perseorangan, firma
(partnership), dan perseroan terbatas.
Berbagai organisasi bisnis memiliki keuntungan dan kerugian masingmasing. Apabila kita ingin mendirikan suatu unit bisnis, maka kita akan memilih
bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi
bisnis adalah:
 Kebutuhan modal : jumlah dana yang diperlukan untuk mendirikan usaha.
 Risiko : Kepemilikan pribadi yang mungkin digunakan untuk mendukung
kegiatan bisnis.
 Pengawasa : kemampuan pemilik dalam melakukan pengawasan.
 Kemampuan manajerial : keahlian yang harus dimiliki untuk merencanakan,
mengendalikan, dan mengawasi usaha.
 Kebutuhan waktu : memiliki cukup waktu untuk mengoperasikan usaha dan
mengarahkan karyawan.
 Pajak : jumlah pajak yang harus dipenuhi oleh suatu unit bisnis.
Untuk mendirikan suatu unit bisnis perlu dipersiarkan berbagai sumber
daya, modal, lokasi, serta teknologi yang akan digunakan sesuai dengan bentuk
‘12
1
Pengantar Bisnis
Dra. Popon Herawati, MM.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Kelebihan
Bentuk ini banyak dipilih oleh sebagianbesar masyarakat didesa maupun kota
karena memiliki beberapa kelebihan yaitu :
1. Mudah mendirikan dan membubarkannya. Untuk mendirikan perusahaan ini
tidak perlu mengurus perijinan yang rumit, dan untuk membubarkan atau
mengganti dengan jenis usaha lain dapat dilakukan dengan mudah sesuai
keinginan pemilik.
2. Kebanggaan dan kepuasan atas kepemilikan serta dapat memimpin
perusahaan sendiri. Kendali perusahaan ada ditangan sendiri karena
dipimpin dan dikelola sendiri secara keseluruhan, sehingga maju mundurnya
perusahaan sangat tergantung oleh satu orang pemimpin.
3. Keuntungan yang diperoleh adalah milik sendiri. Jika mampu mampu
menghasilkan keuntungan yang besar maka keuntungan itu akan menjadi
hak pemilik sepenuhnya tanpa membagi-bagikan dengan pihak lain.
4. Tidak dikenakan pajak berganda. Apabila keuntungan usaha melebihi PTKP
(Penghasilan Tidak Kena Pajak) makqa diwajibkan membayar pajak
penghasilan. Pada badan usaha ini tidak ada pajak usaha, tetapi pungutan
dan berbagai retribusi.
Kekurangan
Usaha perseorangan relatif lebih mudah digeluti dan dikelola. Namun tidak
setiap orang memiliki cukup sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Keterlampilan kewirausahaan (entrepreneurship skill) dan keahlian pengelolaan
merupakan faktor penting yang menentukan maju mundurnya usaha. Beberapa
kekurangan yang mungkin timbul dari badan usaha ini adalah :
1. Tanggung jawab yang tidak terbatas atas risiko kerugian. Dalam badan
usaha ini pemilik harus siap menanggung segala kemungkinan jika
perusahaan mengalami kerugian. Kewajiban dan utang perusahaan harus
dipenuhi bagaimanapun caranya termasuk penggunaan harta pribadi.
2. Keterbatassan sumber dana. Modal yang disediakan sangat terbatas karena
jumlahnya tergantung dari kemampuan pemilik. Kesulitan dana ini
merupakan satu faktor yang menyebabkan terbatasnya pertumbuhan badan
‘12
3
Pengantar Bisnis
Dra. Popon Herawati, MM.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
pembentukan unit bisnis. Karena itu pengusaha perseorangan hendaknya
memilih partner yang dapat memenuhi komitmen bersama.
Kelebihan
1. Kemudahan dalam pembentukan. Ketika terjadi kesepakatan tentang profit,
tanggung jawab, keuangan dan berbagai prosedur, maka partnership dapat
segera beroperasi.
2. Penyatuan pengetahuan dan keterlampilan. Partnership terdiri atas dua orang
atau lebih yang masing-masing memiliki kelebihan baik dalam pengetahuan
dan keterlampilan. Ini merupakan asset berharga yang dapat menunjang
keefektifan operasi perusahaan dibanding jika perusahaan itu hanya
dijalankan oleh satu orang saja.
3. Sumberdaya
lebih
besar.
Pembentukan
persekutuan
memungkinkan
terkumpulnya sumberdaya yang lebih besar. Modal dari masing-masing
anggota dikumpulkan menjadi satu untuk menambah skala usaha atau
meningkatakan kemampuan financial.
4. Kemampuan untuk menarik dan mempertahankan karyawan
5. Keuntungan dari sisi pajak. Semua jenis pemasukan dijadikan sebagai
pendapatan pribadi tanpa dikenai pajak.
Kekurangan
1. Tanggung jawab tidak terbatas. Setiap partner umum (general partner)
memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas semua konsekuensi
diopersikannya usaha. Utang usaha harus dibayar, bahkan jika tidak dapat
dicukupi dengan kekayaan perusahaan, harta pribadi harus digunakan.
2. Tenggang waktu operasi yang terbatas. Jika ada perubahan dalam
partnership maka secara formal bisnis ini harus dihentikan. Misalnya jika
salah seorang anggota meninggal atau cacat, atau jika salah satu
mengundurkan diri.
3. Perselisihan diantara partner. Selain uang banyak faktor lain yang dapat
memicu konflik antar partner, misalnya siapa yang bertanggung jawab
memegang keuangan dan siapa yang mengawasi karyawan.
‘12
5
Pengantar Bisnis
Dra. Popon Herawati, MM.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Download