paparan hasil uji terap analisis kebutuhan pengembangan

advertisement
PAPARAN HASIL UJI TERAP
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN
KAPASITAS INOVASI INDIVIDU DAN ORGANISASI
PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS
18 Agustus 2016
URGENSI PERLUNYA PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI
Leadership Turnover
•
•
•
•
Budaya Inovasi
Strategi Inovasi
Sumberdaya Inovasi
Pelembagaan/Struktur
Inovasi
KAPASITAS
INOVASI
Innovation Creating
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KAPASITAS INOVASI
•  Pengembangan Kompetensi yang berkelanjutan;
•  Pengelolaan inovasi yang holistic;
•  Budaya kerja yang mendukung pembelajaran (tolerance for errors);
•  Bentuk/format inovatif dari organisasi kerja;
•  Integrasi dan penghargaan terhadap keberagaman (diversity)
PROSES PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI
Persiapan
Tahap 1
Persiapan
adalah siap
memulai
proses
Pengemban
gan
Kapasitas
Inovasi
internal
Diagnosa
Kesadaran
Identifikasi
Perencana
an
Pelaksana
an
Monitoring &
Evaluasi
Tahap 2
Tahap 3
Tahap 4
Tahap 5
Diagnosa adalah
menganalisa kebutuhan
pengembangan kapasitas
internal. Kesadaran adalah
menyadari kebutuhan (gap)
kapasitas inovasi
Identifikasi
adalah telah
teridentifikas
i tindakan
untuk
menutup
gap
Perencanaa
n adalah
memiliki
action plan
yang siap
digunakan
untuk
menutup
gap
Pelaksanaan dan monev
menutup gap yang telah
teridentifikasi dan
memastikan dampak yang
dibutuhkan tercapai
Analisis KebutuhanPengembangan
Kapasitas Inovasi (ICDNA)
Intervensi Program Pengembangan
Kapasitas Inovasi (ICDI)
Pada akhir pelaksanann proses pengembangan kapasitas inovasi,
Instansi anda mampu melakukan inovasi-inovasi internal.
INSTRUMEN ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS
INDIVIDU DAN ORGANISASI DI PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS
INDIVIDU
1. PENGETAHUAN INOVASI (KUESIONER)
2. KETERAMPILAN DAN PERILAKU (KUESIONER)
3. PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT (WAWANCARA)
ORGANISASI
1. KAPASITAS INOVASI ORGANISASI PERSPEKTIF INDIVIDU (KUESIONER)
2. KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN EVIDENCE (WAWANCARA)
STANDARD HASIL ANALISA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU:
FOKUS PADA PENGETAHUAN INOVASI
9
8
7
6
5
eselon2
eselon3
4
eselon4
3
2
1
0
1
2
3
4
Kurang memahami inovasi
5
6
7
memahami inovasi
8
9
10
Sangat memahami inovasi
STANDARD HASIL ANALISA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU:
FOKUS PADA KETERAMPILAN DAN PERILAKU, DAN PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT
Target
Kompetensi
inovasi
4
K8
K1
3
K2
Kapasitas inovasi individu
2
1
Eselon2
Eselon 3
K7
K3
0
Eselon 4
K6
K4
K5
STANDARD KAPASITAS ORGANISASI
Organisasi: X
Strategi Inovasi
Kriteria: Semua
Target Kapasitas
Inovasi organisasi
Terpenuhinya ke 4
unsur secara
menyeluruh (level 5)
Sumberdaya
Inovasi
Budaya Inovasi
Pelembagaan
Inovasi
RESPONDEN UJI TERAP – 30 JUNI 2016
3 kelompok pejabat sebagai responden kuesioner yaitu:
1. Eselon II (16),
2. Eselon III (24), dan
3. Eselon IV (20)
Sedangkan dalam bentuk wawancara, dilakukan kepada kelompok key stakeholder:
1. Eselon II (7),
2. Eselon III (7), dan
3. Eselon IV (8)
SECARA UMUM:
Peta kebutuhan pengembangan kapasitas inovasi individu
focus pada PENGETAHUAN INOVASI di jajaran pimpinan
pemerintah kabupaten Kudus, berdasarkan hasil analisa,
berada pada kelompok continuum/rentangan SANGAT
MEMAHAMI sampai dengan KURANG MEMAHAMI
INOVASI. Dengan hasil yang beragam dari masing-masing
kelompok responden (Eselon II, III, IV).
PETA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS
FOCUS PADA PENGETAHUAN INOVASI
Kurang memahami inovasi
memahami inovasi
Sangat memahami inovasi
PETA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS
PENGETAHUAN INOVASI ESELON II
eselon2
4.5
4
Sebagian besar
(62%) responden 3.5
Eselon II berada
3
pada kelompok
kontinum
2.5
Memahami
Inovasi, 11%
2
sangat
memahami dan 1.5
17% kurang
1
memahmi
inovasi.
eselon2
0.5
0
1
2
3
4
Kurang memahami inovasi
5
6
7
memahami inovasi
8
9
10
Sangat memahami inovasi
PETA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS
PENGETAHUAN INOVASI ESELON III
Sebagian besar
(68%) responden
Eselon III berada
pada kelompok
kontinum
Memahami
Inovasi dan 32%
masuk pada
kategori kurang
memahami
inovasi. Namun
demikian
“tidak ada” yang
masuk dalam
kategori Sangat
Memahami
Inovasi.
eselon3
14
12
10
8
eselon3
6
4
2
0
1
2
3
4
Kurang memahami inovasi
5
6
7
memahami inovasi
8
9
10
Sangat memahami inovasi
PETA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS
PENGETAHUAN INOVASI ESELON IV
eselon4
7
Responden Eselon IV
tersebar pada
kelompok kontinum
Memahami Inovasi
(58%) dan Kurang
Memahami Inovasi
(38%), namun,
walaupun dalam
jumlah kecil (4%),
terdapat pula yang
masuk pada kategori
Sangat Memahami
Inovasi.
6
5
4
eselon4
3
2
1
0
1
2
3
4
Kurang memahami inovasi
5
6
7
memahami inovasi
8
9
10
Sangat memahami inovasi
SECARA UMUM:
Peta kebutuhan pengembangan kapasitas inovasi individu
focus pada KETRAMPILAN DAN PERILAKU INOVASI
perspektif individu di jajaran pimpinan pemerintah
kabupaten Kudus, berdasarkan hasil analisa, berada pada
tingkat yang beragam.
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
KETERAMPILAN DAN PERILAKU INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL KUESIONER
4
K1 : Kemampuan Beradaptasi;
K2 : Manajemen Kinerja;
K3 : Membangun Pengaruh;
K4 : Perencanaan dan
Pengorganisasian;
K7
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan
Masalah;
K6 : Pemimpin Inovatif;
K7 : Keberanian Mengambil Resiko;
K8 : Kepemimpinan Transformatif
K8
K1
3
K2
2
Kapasitas inovasi individu
1
Eselon2
K3
0
Eselon 3
Eselon 4
K6
K4
K5
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
KETERAMPILAN DAN PERILAKU INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL KUESIONER ESELON II
Hasil analisis data
menyebutkan bahwa
responden Eselon II mendekati
nilai level 3 sebagaimana
prasarat untuk Kapasitas
Inovasi Individu eselon II, untuk
itu perlu dilakukan
pengembangan peningkatan
kapasitas.
4
K8
K1
3
K2
2
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 2
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon 2
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
KETERAMPILAN DAN PERILAKU INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL KUESIONER ESELON III
4
Hasil analisis data menyebutkan
bahwa responden Eselon III untuk
Kapasitas Inovasi Individu belum
mencapai nilai level 3
sebagaimana prasarat untuk
Kapasitas Inovasi Individu eselon
III, untuk itu perlu dilakukan
pengembangan peningkatan
kapasitas.
K8
K1
3
K2
2
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 3
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon3
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
KETERAMPILAN DAN PERILAKU INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL KUESIONER ESELON IV
4
Hasil analisis data menyebutkan
bahwa responden Eselon IV untuk
Kapasitas Inovasi Individu sudah
mencapai nilai level 2 sebagaimana
prasarat untuk Kapasitas Inovasi
Individu eselon IV. Pengembangan
kapasitasnya cukup dilakukan
update pengetahuan secara
mandiri.
K8
K1
3
K2
2
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 4
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon 4
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL WAWANCARA
Secara umum, sebagian besar
responden baik Eselon II,
Eselon III, dan Eselon IV telah
mencapai score atau bahkan
telah melewati level penilaian
mendekati level persyatatan
yakni untuk responden Eselon
II yang telah mencapai score
level 5.
5
K8
K1
4
K2
3
Kapasitas inovasi individu
2
Eselon2
1
K7
K3
0
Eselon 3
Eselon 4
K6
K4
K5
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS
PADA PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT
INOVASI SAAT INI BERDASARKAN ANALISA
HASIL WAWANCARA ESELON II
5
Mayoritas responden Eselon II telah
melewati level penilaian mendekati
level persyatatan yakni untuk
responden Eselon II yang telah
mencapai score level 5. Namun ada
sebagian kecil yang masih
membutuhkan pengembangan
kapasitas.
K8
K1
4
K2
3
2
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 2
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon 2
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL WAWANCARA ESELON III
4
K8
Mayoritas Responden Eselon III
telah memenuhi standar
kompetensi yang ditargetkan
yakni telah mencapai score level
3. Namun masih ada beberapa
yang membutuhkan
pengembangan kapasitas.
K1
3
K2
2
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 3
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon3
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI INDIVIDU FOCUS PADA
PENGALAMAN DAN LESSON LEARNT INOVASI SAAT INI
BERDASARKAN ANALISA HASIL WAWANCARA ESELON IV
5
K8
K1
4
K2
3
GAP Kapasitas inovasi individu Eselon 4
2
Responden Eselon IV telah
melebihi 2 level dari standar
kompetensi individu yakni telah
mencapai level 3 dan 4.
1
K7
K3
0
K6
Nilai Standar
Nilai Eselon 4
K4
K5
K1: Kemampuan Beradaptasi; K2: Manajemen Kinerja; K3: Membangun Pengaruh; K4 : Perencanaan dan Pengorganisasian;
K5 : Kreatifitas dalam Pemecahan Masalah; K6:Pemimpin Inovatif; K7:Keberanian Mengambil Resiko; K8:Kepemimpinan Transformatif
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI
BERDASARKAN ANALISA HASIL PENILAIAN
APARATUR (KUESIONER)
BUDAYA INOVASI
5
4
Secara umum, penilaian
sebagian besar responden
baik Eselon II, Eselon III,
dan Eselon IV menunjukan
Kapasitas Inovasi
PELEMBAGAAN
Organisasi Pemerintah
INOVASI
Kabupaten Kudus belum
memenuhi standar ideal.
3
Kapasitas inovasi Organisasi
2
Eselon2
1
0
STRATEGI INOVASI
Eselon 3
Eselon 4
Nilai Standar
SUMBER DAYA
INOVASI
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON II
Berdasarkan penilaian
responden Eselon II,
Kapasitas Inovasi
Organisasi Pemerintah
Kabupaten Kudus masih
belum memenuhi
standar.
PELEMBAGAAN
INOVASI
BUDAYA INOVASI
5
4
3
2
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
Kapasitas inovasi Organisasi Perspektif Eselon 2
STRATEGI INOVASI
Eselon2
Nilai Standar
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON III
BUDAYA INOVASI
5
4
Berdasarkan penilaian
responden Eselon III,
Kapasitas Inovasi
Organisasi Pemerintah
Kabupaten Kudus masih
belum memenuhi
standar.
3
2
PELEMBAGAAN
INOVASI
Kapasitas inovasi organisasi perspektif Eselon 3
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
STRATEGI INOVASI
Eselon 3
Nilai Standar
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON IV
Berdasarkan penilaian
responden Eselon IV,
Kapasitas Inovasi
Organisasi Pemerintah
Kabupaten Kudus masih
belum memenuhi
standar.
PELEMBAGAAN
INOVASI
BUDAYA INOVASI
5
4
3
2
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
Kapasitas inovasi organisasi perspektif Eselon 4
STRATEGI INOVASI
Eselon 4
Nilai Standar
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR (WAWANCARA)
BUDAYA INOVASI
5
4
Secara umum Kapasitas
Inovasi Organisasi
pemerintah Kabupaten
Kudus, sebagian besar
responden baik Eselon II, PELEMBAGAAN
Eselon III, dan Eselon IV
INOVASI
hampir memenuhi
standar. Sebagian unsur
perlu ditingkatkan.
3
Kapasitas inovasi Organisasi
2
Eselon2
1
0
STRATEGI INOVASI
Eselon 3
Eselon 4
Nilai Standar
SUMBER DAYA
INOVASI
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON II
Kapasitas Inovasi
Organisasi berdasarkan
Penilaian Aparatur eselon
II, sebagian besar
responden menunjukan
bahwa kapasitas inovasi
organisasi pemerintah
kabupaten Kudus hampir
memenuhi standar.
PELEMBAGAAN
INOVASI
BUDAYA INOVASI
5
4
3
2
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
Kapasitas inovasi organisasi perspektif Eselon 2
STRATEGI INOVASI
Eselon 2
Nilai Standar
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON III
Kapasitas Inovasi
Organisasi berdasarkan
Penilaian Aparatur
Eselon III, sebagian
besar responden
menunjukan bahwa
kapasitas inovasi
organisasi pemerintah
kabupaten Kudus belum
memenuhi standar.
PELEMBAGAAN
INOVASI
BUDAYA INOVASI
5
4
3
2
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
Kapasitas inovasi organisasi perspektif Eselon 3
STRATEGI INOVASI
Eselon 3
Nilai Standar
PETA KAPASITAS INOVASI ORGANISASI BERDASARKAN
ANALISA HASIL PENILAIAN APARATUR ESELON IV
Kapasitas Inovasi
Organisasi berdasarkan
Penilaian Aparatur Eselon
IV, sebagian besar
responden Eselon IV
menunjukan bahwa
kapasitas inovasi
organisasi pemerintah
kabupaten Kudus masih
belum memenuhi standar.
PELEMBAGAAN
INOVASI
BUDAYA INOVASI
5
4
3
2
1
0
SUMBER DAYA
INOVASI
Kapasitas inovasi organisasi perspektif Eselon 4
STRATEGI INOVASI
Eselon 4
Nilai Standar
REKOMENDASI PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS
INDIVIDU FOKUS PADA PENGETAHUAN INOVASI
Training &
Workshop
Kurang memahami inovasi
Masive Learning
(LI)
memahami inovasi
Update
Pengetahuan
Inovasi &
Champions of
Innovation
Sangat memahami inovasi
REKOMENDASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN
KAPASITAS INOVASI ORGANISASI
BUDAYA INOVASI:
1. BUDAYA TOLERAN TERHADAP KESALAHAN (TIDAK MENYALAHKAN TETAPI
MEMBERI MASUKAN YANG MEMBANGUN DAN MEMBANTU PEMBELAJARAN DARI
KESALAHAN) – PERLU ADANYA KEBIJAKAN YANG MENGATUR
2. INSENTIF (PEMBERIAN INSENTIF YANG KONGKRIT BAGI PARA PENGGAGAS DAN
PELAKSANA INOVASI) – PROGRAM PENEGAKAN REWARD AND PUNISHMENT
3. SISTEM NILAI (DALAM SISTEM NILAI PELAKU INOVASI HARUS MENDAPATKAN
TEMPAT YANG TINGGI) – PROGRAM LOMBA INOVASI DAN PENILAIAN KINERJA
4. DUKUNGAN PIMPINAN (PEMIMPIN WAJIB MENDUKUNG DAN MEMBINA
GAGASAN-GAGASAN INOVASI DARI BAWAHAN) – PROGRAM COACHING AND
MENTORING
KAPASITAS INOVASI ORGANISASI
STRATEGI INOVASI:
1. REVIEW KINERJA (JUGA MEREVIEW KEINOVATIFAN INDIVIDU DAN TIM) – PROGRAM
PENAMBAHAN UNSUR INOVASI DALAM PENILAIAN KINERJA
2. TETAPKAN TEMA BIDANG (PIMPINAN SECARA JELAS MENETAPKAN DAN
MENGKOMUNIKASIKAN TEMA BIDANG DAN ALUR TINDAKAN UNTUK INOVASI INTERNAL) -
3. MEKANISME PEMBELAJARAN (TETAPKAN DENGAN JELAS MEKANISME PEMBELAJARAN
YANG MEMPROMOSIKAN PENGUATAN KAPASITAS INOVASI INTERNAL) – SHARING
PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN INOVASI INTERNAL UNIT KERJA MINGGUAN
4. TIM OPERASIONAL DAN STRATEGIK (YANG MEWAKILI BERAGAM PERSPEKTIF PERLU
DITUNJUK SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB INOVASI INTERNAL) – PEMBENTUKAN POKJA
INOVASI DI SETIAP SKPD
KAPASITAS INOVASI ORGANISASI
SUMBER DAYA INOVASI:
1. ANGGARAN (TERSEDIANYA ANGGARAN UNTUK INOVASI INTERNAL) –
PROGRAM PENGEMBANGAN COST SHARING DENGAN UNIT KERJA INTERNAL DAN
EKSTERNAL
2. KAPASITAS INOVASI INDIVIDU (WAJIB MEMILIKI KAPASITAS INOVASI YANG
KUAT) – PENGEMBANGAN KAPASITAS SDM YANG BERKELANJUTAN
3. KAPASITAS PEMIMPIN INOVASI (WAJIB MEMILIKI KAPASITAS INOVASI YANG
KUAT) – PROGRAM DIKLAT PIM DAN RLA
4. SUMBERDAYA WAKTU (TERSEDIANYA SUMBERDAYA WAKTU YANG MEMADAI
UNTUK MENJADI INOVATIF) – ADANYA KEBIJAKAN PIMPINAN YANG MENGATUR
PENGALOKASIAN WAKTU KHUSUS UNTUK PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI
KAPASITAS INOVASI ORGANISASI
PELEMBAGAAN/STRUKTUR INOVASI:
1. STRUKTUR KOMUNIKASI (DIDASARKAN PADA FUNGSIONALITAS, TRANSPARANSI
DAN KEBERAGAMAN) – FORUM BERBASIS IT
2. UNSUR PELEMBAGAAN BAGI GAGASAN KREATIF (UNSUR DAN RUANG LINGKUP
BAGI GAGASAN KREATIF) – PEMBENTUKAN TIM KREATIF DI SETIAP UNIT KERJA
3. MANAJEMEN PENGETAHUAN (SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN BERBASIS
FUNGSIONALITAS DAN KETERBUKAAN) – PENYEDIAAN PORTAL/DIRECTORY
INOVASI DI PEMKAB KUDUS
4. HUBUNGAN DENGAN AKTOR EKSTERNAL (BERDASARKAN ORIENTASI TUJUAN,
KEPERCAYAAN DAN KETERBUKAAN GUNA MEMBANGUN KAPASITAS INOVASI) –
PROGRAM SINERGITAS KERJA MELALUI KERJASAMA
KONDISI INI TERGANTUNG DARI:
1. Kebutuhan Percepatan Penguasaan Kompetensi dari Pejabat/Pegawai yang
bersangkutan
2. Ketersediaan Anggaran yang ada;
3. Ketersediaan Waktu yang dapat dilakukan oleh pejabat yang bersangkutan
4. Tergantung Kondisi Wilayah Geografis (Iklim, Luas Wilayah, tingkat keamanan,
dan Keragaman Budaya)
INTERVENSI PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS FOCUS PADA
KETERAMPILAN DAN PERILAKU
 Pendekatan mandiri (membaca literature yang relevan dan atau diskusi dengan nara sumber)
 Pendekatan Pendidikan dan Pelatihan (Formal dan Nonformal)
 Pendekatan Inovatif:
1.Coaching and Mentoring (menggunakan pimpinan dan atau orang yang dianggap mampu untuk
membina yang bersangkutan dalam pelaksanaan langsung pekerjaan yang membutuhkan
kompetensi yang akan dikembangkan)
2.Banchmarking (Sebagai pembanding untuk penyadaran sekaligus untuk pembelajaran yang lebih baik
yang dapat diadopsi, dimodivikasi atau bahkan membuat inovasi baru).
3.Pendekatan menggunakan Teknologi Informasi (Internet, telephone conference, slideshare, Youtube,
video converence)
4.Pendekatan Masiv dan Terpadu : Laboratorium Inovasi, street level Innovation)
5.Pendekatan Sharing pada komunitas tertentu.
6.Pendekatan Peer Learning.
Pendekatan Magang (Internship).
SESI DISKUSI
TERIMAKASIH
Download