pengembangan sistem informasi dengan

advertisement
PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI DENGAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN
IN DAN OUTSOURCING DI
PERUSAHAAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( SIM )
Dosen : Dr.Ir. Arif Imam Suroso,MSc (CS)
Tati Maryati (P056134452.51E)
Desember 2014
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................................................... 2
LATAR BELAKANG.......................................................................................................................................... 3
PERUMUSAN MASALAH ............................................................................................................................... 6
TUJUAN PENULISAN ...................................................................................................................................... 6
TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................................................................... 7
PEMBAHASAN ............................................................................................................................................. 13
Insourcing dan Outsourcing information system ................................................................................... 21
Insourcing................................................................................................................................................ 22
Outsourcing............................................................................................................................................. 23
KESIMPULAN ............................................................................................................................................... 32
SARAN ......................................................................................................................................................... 33
PUSTAKA ..................................................................................................................................................... 34
1
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 investigasi Sistem ....................................................................................................................... 14
Gambar 2. Studi Kelayakan ......................................................................................................................... 15
Gambar 3. ISO 9126 .................................................................................................................................... 15
Gambar 4. Tahapan Analisis........................................................................................................................ 16
Gambar 5. Siklus Pengembangan Sistem Informasi ................................................................................... 16
Gambar 6. Contoh Salah Satu Pendekatan Analisis dan Disain yang Melibatkan Tim dan Penggunaan
Video ........................................................................................................................................................... 17
Gambar 7. Tahapan Disain .......................................................................................................................... 17
Gambar 8. Tahapan Implementasi.............................................................................................................. 18
Gambar 9. Konversi Sistem ......................................................................................................................... 18
Gambar 10. Major System Conversi Strategis ............................................................................................ 19
Gambar 11. Waterfall Model ...................................................................................................................... 21
2
LATAR BELAKANG
Ketika perusahaan masih berskala kecil , segala jenis transaksi dalam perusahaan dapat
dijalankan secara konvensional dan manual, karena semua masih mudah ditangani, namun ketika
perusahaan bertumbuh , cara manual dan konvensional ini sudah tidak bisa diandalkan lagi,
semua titik dalam perusahaan membutuhkan sistem yang dapat dijalankan secara mudah, cepat,
dan tepat.Lalu adakah cara atau sistem yang mampu mangatasi persoalan ini?
Teknologi informasi berkembang sangat pesat, semua elemen dalam menjalan kehidupan,
organisasi, perusahaan dan lainnya tidak bisa lepas dari peran teknologi informasi.. Implementasi
internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet,
dan sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara.Penggabungan antara teknologi
komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi.
Data atau informasi yang pada jaman dahulu membutuhkan waktu berhari-hari untuk
diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari,yaitu bagaimana evolusi perkembangan
teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaanperusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa.
Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang
dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash
et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang
sedemikian pesat,namun juga didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen
perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael
Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era
modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara
berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai
manajemen,organisasi, maupun teknologi nformasi karena masih melekatnya faktor-faktor
budaya local setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya.Sehingga tidaklah
heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih,namun
masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan
computer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.Sungguh suatu hal yang sangat mubazir.
Konsep keunggulan kompetitif dalam operasional perusahaan dapat dibangun di atas
salah satu dari tiga disiplin nilai. Pertama, operasional prima (operational excellence).
Perusahaan yang menggunakan strategi ini berupaya mencapai biaya paling efisien pada setiap
proses bisnis yang menghasilkan kualitas jasa dan barang sesuai harapan pelanggan. Kedua,
keakraban dengan pelanggan (customer intimacy). Perusahaan yang menggunakan strategi ini
mempertahankan bisnis dengan menunjukkan pemahaman luar biasa pada kebutuhan dan
harapan pelanggan melebihi rata-rata kompetitor. Ketiga, produk atau layanan yang senantiasa
inovatif dan terdepan (product leadership) dalam berbagai hal.
Perusahaan yang menggunakan strategi ini membangun keunggulan kompetitif dengan
terus-menerus menciptakan produk atau layanan yang paling canggih, paling baik, dan paling
3
inovatif.Manajemen puncak, manajer madya dan karyawan perlu memahami
implikasi setiap strategi. Perbedaan tema strategi membutuhkan seperangkat indikator
keberhasilan (key performance indicator – KPI) yang berbeda pula. Menjalankan bisnis
seperti biasa, akan mendapatkan hasil yang biasa-biasa. Menjalankan bisnis dengan luar biasa,
dengan disiplin eksekusi strategi, akan memberikan hasil yang lebih baik, Bukan Bisnis Biasa.
Pada perusahaan dengan orientasi operasional prima (operational excellence), pekerjaan
rumah manajemen ialah memastikan seluruh karyawan untuk selalu berpikir mengenai
efektifitas biaya. Apakah ada item biaya yang dapat dikurangi, dan di mana terjadi pemborosan
,bagaimana bila biaya dikalkulasi berdasarkan aktifitas (activity based costing),pemicu biaya
(cost driver) mana yang perlu dipelajari, mana aktifitas yang tidak memberi nilai
tambah,aktifitas berbiaya (cost activities) mana yang perlu dihilangkan,mana item biaya yang
paling besar,apakah ada kemungkinan aktifitas dikerjakan bersama-sama sehinga total biaya
lebih murah (shared services, shared activities), dan seterusnya.
Pada perusahaan dengan orientasi keakraban pelanggan (customer intimacy) maka harus
dipastikan semua karyawan memahami dengan benar arti penting pelanggan,siapakah
pelanggan,bagaimana perilaku pelanggan yang dihadapi,hal- hal apa yang paling disukai
pelanggan,apa yang membuat pelangan tidak puas dan kabur, bagaimana menciptakan customer
delight,bagaimana membuat pelanggan loyal, bagaimana meningkatkan wallet share pelanggan,
bagaimana memaksimalkan profitabiltas pelanggan, dan seterusnya.
Dalam program ini manajemen belajar untuk mengidentifikasi,menilai,dan
mengkomunikasikan keunggulan kompetitif strategy yg di mungkinkan oleh technology
informasi. Membangun Customer Focused Bisnis inilah kondisi ril yang terjadi saat ini. Suatu
tantangan besar yang harus dihadapi oleh produsen atau pihak pabrikan tak terkecuali yang
bergerak di bisnis layanan atau jasa. Customer focused menjadi kata kunci yang sangat krusial.
Customer focused tidak hanya diperhatikan pada saat penjualan atau sampai tahap pemakaian
produk oleh konsumen, namun setelah itu apakah customer tetap setia .
Pola pikir Customer focused perlu dibangun sejak dari proses awal. Mulai dari
perencanaan dan perancangan produk baru, suara konsumen (voice of customer) harus dianalisa
dengan baik. Value seharusnya dibangun berdasarkan perspektif kebutuhan pelanggan. Sudah
banyak contoh perusahaan atau unit bisnis yang di waktu lampau sangat besar dan perkasa, kini
tinggal nama akibat ditinggalkan customer. Ini yang paling berbahaya.
Kualitas produk yang rendah, layanan customer service yang lambat dan bertele-tele,
barang yang tidak tersedia ketika konsumen ingin membeli, produk yang tidak nyaman, buku
panduan (owners manual) yang kurang jelas dan membingungkan, fitur yang tidak sesuai dengan
spesifikasi teknis, harga yang tidak kompetitif, pelayanan yang terlalu lama dan kurang ramah,
pemakaian dan penyetelan (setting) produk yang sulit dan membingungkan, serta sejumlah “nilai
minus” lainnya merupakan hal dan kondisi yang tidak diinginkan konsumen. Customer focused
juga berarti memberikan yang terbaik bagi konsumen dan menjadikannya puas akan sejumlah
rupiah yang dikeluarkan. Value yang didapatkan konsumen harus lebih besar dari harga (price)
yang mereka bayarkan.
4
Monitoring mempermudah memonitor apikasi situs web, sarana infrastruktur akan
dibutuhkan untuk menjalankan konsep sebuah VC. Memotivasai user agar on-line
user-friendly membangun Knowledge Creating Company setelah analisis yang luas, penulis
mengidentifikasi hal-hal yang kunci yang harus dilakukan untuk membuat dan mendukung
pengembangan pengetahuan ,mendorong otonomi individu untuk memberikan ruang bagi
pengembangan pengetahuan konstan ,mempertahankan rasa urgensi untuk menghindarkan atau
menghilangkan kebiasaaan tertanam ,memastikan informasi umpan balik, melibatkan sebanyak
mungkin dalam proses berfikir , menerapkan menengah-atas-bawah manajemen,yang melihat
manajer menengah sebagai posisi terbaik untuk membentuk sintesis yang realistis eksekutif
,aspirasi dan oprasional.
Begitu pentingnya teknologi system informasi bagi perusahaan yang sudah tidak
sederhana ini, membuat perusahaan harus berhati-hati dalam memutuskan menyerahkan tugas
membangun system informasi, apakah akan dibuat sendiri dengan bantuan tenaga konsultan (
insourcing ) atau diserahkan sepenuhnya ke pihak ketiga sehingga perusahaan tinggal memakai
saja ( outsourcing ).
5
PERUMUSAN MASALAH
1.
2.
Tahapan-tahapan apa saja yang harus dipahami dan dilakukan ketika hendak membangun
sebuah system informasi di perusahaan.
Apa kelebihan dan kekurangan dari in sourcing dan out sourcing agar perusahaan tidak salah
dalam membuat keputusan.
TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah mengetahui manakah yang terbaik , pengembangan sisten informasi
in sourcing atau outsourcing di sebuah perusahaan.
6
TINJAUAN PUSTAKA
Saat ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis
sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Pembangunan Teknologi Informasi
perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai
dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam
penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa diselaraskan dengan rencana
perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan,
bukan sebagai ajang mengikuti trend semata.
Robert N. Anthony dan Dearden dalam buku Management Control System menyebutkan
bahwa sebuah sistem terdiri dari struktur dan proses struktur pengendalian manajemen dapat
dinyatakan dalam bentuk unit-unit dalam organisasi dan sifat informasi yang mengalir diantara
unit-unit tersebut sedangkan proses adalah berkenaan dengan apa yang dilakukan manajer
terhadap inforrnasi tersebut.
Dari pendapat tersebut jelas Anthony mengatakan bahwa informasi merupakan bagian
dari sistem pengendalian manajemen baik dalam struktur maupun prosesnya. Bahkan oleh J.A.
Marciariello dipertegas lagi dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa, informasi adalah
merupakan salah satu bagian yang permanen dari sistem pengendalian oleh karena itu informasi
seharusnya dipandang sebagai elemen yang struktural walaupun secara integral dlhubungkan
dengan proses pengendalian. Pada makalah ini akan dikemukakan bagaimana kaitan informasi
terhadap sistem pengendalian manajemen dalam mendukung tercapainya tujuan sistem tersebut.
Setiap organisasi mempunyai tujuan yang hendak dicapainya yaitu pertumbuhan dan
kelangsungan hidup dengan memanfaatkan atau mengelola sumber daya yang ada. Untuk
mendukung itu perlu suatu sistem guna mengarahkan agar aktivitas organiasasi searah dengan
tujuan, yaitu sistem pengendalian manajemen. Sistem pengendalian manajemen menurut Joseph
A. Marciariello adalah :
Management control is the process of ensuring that the human, physical and
technological resources are allocated so as to achieve the overall purpose of an
organization. Efforts of a multitude of organizational sub units so as to steer the
overal organization and its managers foward its objektives and goals. An MCS
consists of a structure and a process.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian manajemen adalah suatu proses
yang menjamin sumber daya dialokasikan secara terkendali dalam arti searah dengan tujuan yang
telah ditetapkan sehingga tercapai tujuan perusahaan. Sistem pengendalian manajemen akan
membawa keseragaman tujuan diantara berbagai usaha sub unit didalam organisasi dan
manajernya kearah tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran.
Jika didalam organisasi tidak ada pengendalian maka masing-masing akan bekerja demi
kepentingan sendiri-sendiri tanpa mengabaikan kepentingan perusahaan secara keseluruhan.
Dengan adanya pengendalian setiap tindakan akan dievaluasi, sudahkah sejalan antara hasil
tindakan dengan rencana tindakan. Jika terjadi penyimpangan perlu dicari penyebabnya sebagai
tindakan koreksi. Pengendalian tidak bisa dilaksanakan pada hasil tindakan karena sudah terjadi,
7
yang perlu dikendalikan adalah perencanaan dan pelaksanaan atau kegiatan yang sedang
berjalan. Untuk itu diperlukan informasi yang cepat dan tepat agar setiap tindakan yang
menunjukkan gejala akan lepas kendali bisa segera dideteksi.
Kebutuhan informasi dalam pengendalian manajemen akan berbeda sesuai dengan tingkat
pengendalian dalam manajemen proses.
Oleh Anthony dan Dearden dikemukakan tiga proses:
1. Management control is the process by which management assures that the organization
carries out its strategies effectively and efficiently.
2. Operational control is the process of assuring that specific tasks are carried out effectively
and efficiently.
3. Strategic planning is the process of deciding on the goal of organization and on the broad
strategies that are to be used in attaining these goals.
Dari pendapat diatas bagaimana kebutuhan infarmasi bagi masing-masing kegiatan
menajemen serta ciri operasionalnya. Untuk membahas ini, berikut adalah pendapat Gordon B.
Davis dalam bukunya Management Information System: Conceptual. Foundations, Structure,
and Development.
Mengacu kepada arsitektur teknologi informasi perusahaan, penerapan Teknologi
Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
• Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di
dalam perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
• Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan
untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem
akuntansi & keuangan dan lain-lain.
• Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan terutama yang
berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan perusahaan antara lain Aplikasi
Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Departemen IT sering kali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang
hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi
problematika tersendiri bagi departemen IT di perusahaan. Terkadang banyak perusahaan
memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di perusahaan tersebut,
memang belum banyak alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar IT
berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan ?
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan.
Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu
menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
8
Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice
Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup
sistem manajemen dalam perusahaan.
Keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya :
• Perubahan dari yang tadinya manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk
tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, dll.
• Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT,sebab dengan IT ini akan
memperpendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh
waktu 1 hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan.
• Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat
diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih
kompetitif,sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan keputusan yang
lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
• Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran,
karena promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan
dari mana saja diseluruh dunia.
• Dengan IT maka sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal
ini akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan
dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang yang
jauh dan memakan biaya transportasi. Penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua
aspek, baik tenaga kerja, proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga
akan dapat mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semakin meningkatnya margin
perusahaan.
Sistem Informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan,
diantaranya sebagai berikut:
- Minimize risk .
Setiap bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan factor- faktor keuangan. Pada
umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain
yang berada diluar control perusahaan.. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk
mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti forecasting, financial advisory,
planning expert dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu
perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu
manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.
- Reduce costs .
Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biayabiaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas
perusahaan.
9
Sehubungan dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkan teknologi informasi
untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu:
- Eliminasi proses
.
Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau
mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh call center untuk menggantikan
fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhan pelanggan.
-
Simplifikasi proses
Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan
dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi informasi. Contoh order dapat
dilakukan melalui situs perusahaan tanpa perlu datang ke bagian pelayanan order.
-
Integrasi proses
Teknologi informasi juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu
sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan
juga).
-
Otomatisasi proses
Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari teknologi informasi.
-
Added- Value
Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan
perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan,
tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu
menjadi konsumennya untuk jangka panjang.
-
Create new realities
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet
telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya.
Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, e-procurement, e-customer, e-loyalty, dan
lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis
di era globalisasi informasi.
Bagi beberapa perusahaan, sebuah strategi IT tidak selalu pada kasus yang formal.
Walaupun dinamakan perencanaan Sistem Informasi (IS) “Strategic”, arsitektur aplikasi, data,
teknologi dan proses manajemen IS, yang terdiri dari standar pengembangan dan pelaporan,
semuanya disajikan dengan rencana, proses dan kebutuhan dari bisnis yang ada saat ini. Tidak
10
ada acuan baku untuk kegunaan teknologi di perusahaan dan tidak terkesan adanya aturan yang
signifikan dalam menentukan strategi mana yang lebih efektif, menguntungkan dan dapat
dikerjakan dengan mudah.Jadi semua disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan
perusahaan.
Dalam lingkungan konvensional, hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan
manfaat penggunaan IT dikembangkan melalui beberapa lapisan; dari perencanaan, analisa dan
perancangan. Dapat dipahami bila pada lingkungan seperti ini IT memiliki pengaruh yang kecil
terhadap strategi kompetitif perusahaan. Sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan IT di
lingkungan bisnis, semakin terlihat tidak ada lagi pemisahan antara IT dan Strategi kompetitif
perusahaan, karena semua strategi kompetitif harus memiliki IT sama halnya dengan memiliki
marketing, produsen dan keuangan.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan agar sebuah organisasi dapat
mengenali target terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi
manajemen dan menolong untuk memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang teknologi
informasi. Sebuah sistem informasi yang dibuat berdasarkan Perancangan Startegis Sistem
Informasi yang baik, akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk
melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan pencapaian bisnisnya. Dalam dunia bisnis saat
ini, penerapan dari teknologi informasi untuk menentukan strategi perusahaan merupaka salah
satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan performa bisnis.
Dengan semakin berkembangnya peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis, maka
menuntut manajemen SI/TI untuk menghasilkan Sistem Informasi yang layak dan mendukung
kegiatan bisnis. Untuk itu, dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen SI/TI. Perubahan
yang terjadi adalah dengan diterapkannya Perancangan Strategis Sistem Informasi untuk
memenuhi tuntutan menghasilkan SI yang mendukung kegiatan bisnis suatu organisasi. Seiring
dengan perkembangan zaman dan dunia bisnis, peningkatan Perencanaan Strategis Sistem
Informasi menjadi tantangan serius bagi pihak manajemen SI/TI. SI/TI sebagai Enabler,
Organisasi/perusahaan dituntut untuk mengaplikasikan teknologi bukan hanya untuk menjaga
eksistensi bisnisnya melainkan juga untuk menciptakan peluang dalam persaingan.
Pemahaman mengenai peran pengembangan teknologi dan sistem informasi diperlukan
untuk mengelola teknologi dan sistem informasi dalam organisasi itu sendiri. IT mendukung
perusahaan/organisasi di level Strategik relevan dengan target pencapaian jangka panjang dan
bisnis secara keseluruhan,taktis diperlukan untuk mencapai rencana dan tujuan strategis dalam
rangka melakukan perubahan menuju sukses.
Operasional Proses dan aksi yang harus dilakukan sehari-hari untuk menjaga kinerja
kesesuaian TI dan Bisnis:
• Melakukan sinergi antara external dan internal domain ,pilihan strategis external harus selaras
dengan pengaturan internal => umum dalam bisnis.
11
• Domain TI ,strategi untuk TI harus terlihat pada external domain: menentukan posisi/formula
perusahaan dalam pasaran produk TI ,TI => enabler: menentukan atau membentuk strategi bisnis
(tidak hanya berfungsi sebagai response/support terhadap kebutuhan strategi bisnis).
Integrasi Fungsional TI bagi perusahaan:
-
Strategi bisnis dan strategi TI, pada tingkat eksekusi dan fungsional
-
Operasional bisnis dan infrastruktur TI , hubungan antara administrasi proses bisnis dan
proses TI supaya eksekusi strategi dapat dilaksanakan.
- Fungsional sering disebut kemampuan TI untuk memberikan solusi bagi proses bisnis
(lebih efisien, efektif, reduced cost).
12
PEMBAHASAN
Suatu perusahaan yang bertumbuh menjadi perusahaan yang tidak sederhana
membutuhkan suatu system yang bisa membantu menjalankan perusahaan secara lebih mudah
dalam operasional dan pengawasan.
Di dalam setiap perusahaan yang berdiri pasti ada suatu departemen yang diberikan nama
sebagai Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) atau lebih kerennya dikenal dengan sebutan
Human Resource Department (HRD). Departemen ini biasanya merupakan bagian daripada back
office sebuah perusahaan, dan memang biasanya merupakan salah satu cost center di dalam
perusahaan tersebut. Namun apakah karena title cost center tersebut maka segala sesuatu yang
dikerjakan pasti tidak berpengaruh signifikan terhadap perusahaan?
Lingkup kerja HRD sendiri cukup luas, semisalnya saja pengaturan absensi, pengaturan
pengambilan ijin dan cuti, pembayaran gaji, training karyawan sampai dengan proses
recruitment. Bahkan di beberapa perusahaan ada yang mengatur sendiri prosedur proses
reimbursement pengobatan yang dilakukan oleh karyawan yang bekerja di dalam perusahaan
tersebut tanpa bantuan . Terlihat cukup sederhana seluruh proses kerja yang dilakukan oleh
HRD, namun karena proses yang banyak tersebut dan belum lagi apabila perusahaan tersebut
merupakan perusahaan yang mempunyai karyawan lebih dari 1000 orang. Maka pengaturan
seluruh prosedur tersebut menjadi sulit dikarenakan jumlah karyawan yang banyak.
Sekarang ini banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan sistem HRD di dalam
perusahaan, salah satu contoh sistem yang sering dipakai oleh perusahaan adalah sistem
pengelolaan gaji sampai dengan pajak yang harus dibayarkan setiap bulannya baik kepada
karyawan ataupun kantor pajak.
Salah satu kegunaan utama sistem seperti salah satunya adalah data yang dihasilkan oleh sistem
ini bisa langsung digunakan di dalam e-SPT, agar HRD bisa langsung mencetak bukti potong
pajak setiap tahunnya. Namun tidak semua sistem bisa menghasilkan data seperti ini, masih
banyak juga sistem yang hanya bisa menghitung gaji tanpa bisa membantu proses-proses
selanjutnya yang diperlukan oleh HRD-payroll.
Komponen di dalam pembayaran gaji tentunya dipengaruhi banyak hal, salah satu contohnya
adalah lembur dan kehadiran daripada karyawan di perusahaan tersebut. Seharusnya ketika
seorang karyawan melakukan absensi maka kehadiran mereka otomatis akan tercatat di dalam
sistem secara otomatis. Misalkan di dalam pengaturan absensi dan pencatatatanya dilakukan di
dua sistem terpisah maka bisa dilakukan sebuah system interfacing di antara keduanya. Sehingga
setiap lembur atau kehadiran yang menyebabkan perubahan yang siginifikan terhadap
pembayaran gaji karyawan tersebut bisa langsung dihitung secara otomatis.
Dengan adanya sebuah sistem di dalam HRD sendiri bisa memungkinkan seluruh karyawan
untuk langsung melihat dan meminta cuti yang sudah menjadi hak mereka. Bahkan tidak tertutup
kemungkinan untuk dilakukannya persetujuan secara elektronik tanpa harus menggunakan form
yang sangat mendukung system paperless di dalam perusahaan.
13
Mungkin salah satu contoh proses yang sangat terbantu dengan menggunakan sistem ini adalah
proses reimbursement pengobatan yang cukup kompleks apabila dilakukan secara manual,
mengingat banyaknya jumlah karyawan dan jumlah klaim yang sangat dimungkinkan jumlahnya
lebih dari satu per karyawan. Memang hal ini lebih mudah apabila ditangani oleh asuransi,
namun dari perbandingan antara jumlah pembayaran premi per tahun dan jumlah klaim yang
diganti kedua hal ini berbanding terbalik sehingga cukup menganggu perusahaan serta karyawan
yang bekerja. Bahkan dari pengaturan reimbursement yang dilakukan oleh perusahaan sendiri,
dirasakan sudah jauh lebih gampang mengingat sejumlah bank sudah menyediakan internet
banking yang memungkinkan seluruh pembayaran diupload secara otomatis sehingga tidak
mengganggu baik dari proses perhitungan dan penginputannya.
Intinya daripada sistem yang diimplementasikan ini seluruh pengontrolan dilakukan oleh sistem
dan mengurangi intervensi dari manusianya sendiri sehingga mengurangi tingkat kesalahan yang
mungkin terjadi. Dan dapat mengurangi biaya-biaya yang terjadi di dalam HRD mengingat HRD
sebagai cost center.
Ketika suatu perusahaan sudah membutuhkan system yang bisa memenuhi keinginan tersebut,
hal yang perlu disiapkan adalah :
1. Penetapan tujuan dari pembangunan sistem informasi , agar system informasi yang
dibangun sesuai dengan kebutuhan perusahaan, lakukan interview dengan pegawai, dan
manajemen perusahaan , untuk mengetahui system seperti apa yang sebenarnya yang
dibutuhkan,sampaikan keinginan dan kebutuhan ini kepada konsultan design system.
Gambar 1 investigasi Sistem
2. Mempelajari studi kelayakan dari system yang akan dibuat.
14
Gambar 2. Studi Kelayakan
3. Melakukan analisa karena system yang dibuat harus functionally, reliability, usability,
efficiency,maintainability,dan portability..
Gambar 3. ISO 9126
4. Melakukan tahapan analisa, berupa input ( data base ) yang dibutuhkan dan output apa
yang dingin dihasilkan, bagaimana proses operasionalnya, penyimpanan datanya, dan
juga bagaimana pengawasannya.
15
Gambar 4. Tahapan Analisis
Gambar 5. Siklus Pengembangan Sistem Informasi
16
5. Melakukan pendekatan analisis.
Gambar 6. Contoh Salah Satu Pendekatan Analisis dan Disain yang Melibatkan Tim dan Penggunaan Video
6. Melakukan tahapan – tahapan desain pembangunan system informasi.
Gambar 7. Tahapan Disain
17
7. Melakukan tahapan implementasi dari system informasi yang dibangun
Gambar 8. Tahapan Implementasi
8. Memahami konversi system, karena sering kali setelah system dibuat, kita terburu-buru
mencoba system baru, padahal sering terjadi masalah ketika migrasi dari system lama ke
system baru, untuk itu kita harus memahami konversi system sehingga hal yang tidak kita
inginkan tidak terjadi.
Gambar 9. Konversi Sistem
18
Yang paling mudah tentunya adalah langsung berpindah ke system yang baru, namun
karena sering terjadi masalah yang tidak diduga, maka demi keamanan operasional
perusahaan sebaiknya perpindahan dilakukan secara bertahap dari system lama ke system
baru, sedikit lebih rumit dan sering merasa tidak nyaman ketika sudah mencoba system
yang baru kembali mengoperasikan system yang lama.
Gambar 10. Major System Conversi Strategis
Ada beberapa model yang bisa diikuti seperti dua gambar model dibawah ini, yaitu waterfall
model, dimana tahap-tahap dilalui tanpa pengujian ,dan model lainnya yang prototyping, dimana
pada tahap-tahal awal khususnya, sebelum melaju ketahap berikutnya system diuji terlebih
dahulu, apakah sudah valid atau belum, jika sudah valid baru dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
Jika dilihat dari prosesnya implementasi yang prototyping akan lebih besar prosentasi
keberhasilannya karena melalui beberapa pengujian.
19
20
Gambar 11. Waterfall Model
Insourcing dan Outsourcing information system
Pemahaman akan system informasi, kebutuhan perusahaan, bagaimana system dibuat,
data apa yang dibutuhkan, perangkat keras dan lunak apa saja yang harus disediakan, kompetensi
sumber daya, dan bagaimana pengoperasian system informasi yang dibuat, dan output
pencapaian apa yang diharapkan perusahaan , merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
mempermudah suatu perusahaan memutuskan apakah system informasi yang dibangunnya akan
diserahkan full kepada pihak ketiga atau dikenal sebagai outsourcing ataukah hanya
menggunakan jasa pihak ketiga sebagai konsultan saja dalam pembangunan system informasi
perusahaan atau insourcing.
Suatu perusahaan yang akan membangun system informasi seperti telah dijelaskan di
atas, harus mempertimbangkan apakah pembangunan system informasi ini akan dikerjakan
21
sendiri maksudnya menggunakan jasa designer system sebagai konsultan saja ataukah
menyerahkan semua pekerjaan pembangunan system informasi ini kepada third party sehingga
perusahaan tinggal menggunakan saja system yang sudah dibuat.
Penggunaan in dan out sourcing ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan,untuk itu kita
pelajari terlebih dahulu kedua system tersebut sehingga diperoleh suatu keputusan yang tidak
akan disesali.
Dalam pembangunan sistem informasi terdapat sedikitnya 6 aspek penting di dalamnya
dalam mengembangkan software. Ke enam aspek itu adalah bahwa software harus :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Fungsionality
Usebility
Maintenebility
Reality
Protability dan
Eficient.
Sofware biasa dikategorikan baik apabila bisa mendeliver sesuatu yang dikehendaki oleh
pengguna/user. Sedangkan masalah utama dalam pembangunan sistim informasi adalah :
 Sofware tidak bisa mendiliver keinginan user
 User tidak bisa menggunakan software tersebut
Insourcing
Banyak perusahaan yang dengan berbagai alasan mengadakan sistem informasi dengan cara
melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah insourcing. Pengembangan
ini dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP
(Electronic Data Processing), IT (Information Technology), atau IS (Information System).
Pengembangan sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (Systems
Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistem. Dengan menggunakan SDLC
ini, organisasi akan mengikuti 6 langkah penting, yang mencakup berbagai tahapan berikut:
1. Perencanaan, yaitu membentuk rencana pengembangan sistem informasi yang memenuhi
rencana-rencana strategis dalam organisasi
2. Penentuan lingkup, yaitu menentukan lingkup sistem yang diusulkan untuk dibangun.
3. Analisis, yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diusulkan.
22
4. Desain, yaitu merancang sistem yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperoleh
pada tahapan analisis.
5. Implementasi, yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrastruktur untuk sistem.
6. Pemeliharaan, yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.
Pendekatan SDLC biasa disebut sebagai pengembangan tradisional dan mempunyai
kelemahan yakni pengembangannya lambat dan mahal. Selain itu, pemakai akhir kurang
terlibat sehingga rawan terhadap ketidakcocokan dengan yang diinginkan oleh pemakai.
Outsourcing
Selain in sourcing ,saat ini terdapat pula kecenderungan untuk mengadakan sistem informasi
melalui outsourcing. Outsourcing adalah pendelegasian terhadap suatu pekerjaan dalam sebuah
organisasi ke pihak lain ( pihak ketiga ) dengan jangka waktu tertentu, biaya tertentu, dan
layanan tertentu. Bentuk outsourcing yang umum dilakukan pada perusahaan-perusahaan di
Indonesia adalah dalam bidang layanan kebersihan ruangan. Dalam bidang teknologi informasi,
beberapa bank di Indonesia telah menerapkan outsourcing. Dalam hal ini. pengembangan sistem
dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak. Pada prakteknya, outsourcing sistem informasi
terkadang tidak hanya dalam hal pengembangan sistem, melainkan juga pada pengoperasiannya.
Outsourcing menjadi salah satu solusi yang paling sering digunakan untuk mengembangkan
suatu Sistem Informasi pada suatu perusahaan karena dengan outsourcing suatu perusahaan akan
lebih fokus pada bisnis inti.
Penggunaan outsourcing sebagai suatu solusi untuk implementasi Sistem Informasi
sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor berikut:
● Pahami jenis-jenis outsourcing yang ada. Hal ini karena jenis-jenis outsourcing cukup
bervariasi sesuai dengan skala Sistem Informasi yang akan dikembangkan.
● Pastikan bahwa strategi outsourcing yang akan digunakan sesuai dengan strategi bisnis
yang sedang atau akan dijalani.
● Gunakan suatu tolak ukur untuk penilaian terhadap outsourcing yang akan dijalankan
● Pastikan relasi outsourcing dengan vendor akan dapat terjalin dan terkelola dengan baik.
● Lakukan observasi sederhana terhadap perilaku organisasi atau perusahaan lain yang
menggunakan outsourcing. Lihat apakah perusahaan atau oganisasi tersebut telah berhasil
melakukan outsourcing atau tidak. Informasi ini (artikel kelima: faktor institusi) akan
sangat berguna sebagai acuan untuk menggunakan outsourcing atau tidak tanpa harus
melakukan survei yang mendalam terhadap vendor outsourcing maupun outsourcing itu
sendiri.
23
Manfaat Outsourcing
•
•
•
•
•
•
•
Solusi untuk bisnis
Penggunaan aset
Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih
Biaya yang lebih rendah
Perbaikan waktu untuk pengembangan
Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan
Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan
Kelemahan Outsourcing
•
•
•
•
•
•
Ketidakfleksibilitasan
Kehilangan kendali
Pengurangan keunggulan kompetitif
Sistem paket
Tujuan yang tidak terpenuhi
Layanan yang kurang baik
Ada 10 alasan ketika perusahaan memerlukan outsourcing:
1. Reduce and control operating costs.
Seringkali ketika suatu perusahaan membuat atau mendesign sendiri suatu system
informasi biaya nya malah jauh lebih mahal daripada menyerahkan nya kepada orang
yang kompeten, karena operator yang mengoperasikan system informasi tersebut
bukanlah orang-orang yang khusus punya keahlian disana, namun pegawai yang
mendapat tugas ganda dari perusahaan , yaitu menjalankan pekerjaan utamanya dan juga
mengoperasikan dan dipaksa mampu menjalankan suatu system informasi.
2. Improve company focus
Seperti dijelaskan pada poin satu diatas, karyawan yang bertugas ganda menjadi tidak
focus pada pekerjaan utama nya , begitu juga dengan perusahaan, menjadi tidak focus
pada kegiatan bisnis utamanya, jadi keputusan outsourcing dalam hal ini sangat tepat,
karena dengan outsourcing focus kegiatan utama perusahaan menjadi tidak terganggu.
3. Gain access to world class capabilities
Menlanjuutkan poin ke dua diatas, suatu perusahaan yang bergerak dibidang
pengembangan system informasi tentunya akan terus mengikuti trend atau update
teknologi sehingga ketika suatu perusahaan menyerahkan kepada ahlinya, system
informasi yang dijalankan otomatis akan mengikuti trend atau update terkini,dan
sebaliknya ketika menjalankan sendiri maka tidak akan bisa terus menerus mengikuti up
date teknologi , paling tidak akan tertinggal .
24
4. Free in internal resource for other purposes
Ketika dalam perjalanan dibutuhkan pengembangan system informasi , maka internal
resource dapat dimanfaatkan, sehingga ruang gerak menjadi lebih leluasa tanpa harus
mengganggu yang selama ini dikerjakan.
5. Necessary resource are not available internally
Ketika menggunakan outsourcing tidak ada istilah tidak tersedianya resource, karena
pihak ketika akan selalu memiliki resource yang dibutuhkan karena memang pekerjaan
mereka dan mereka focus dibidangnya.
6. Accelerate reengineering benefit
Dengan update teknologi, pemanafaatan outsourcing ini akan mempercepat peroleh
benefit dari reengineering yang ada dan dibutuhkan.
7. Function is difficult to manage internally or is out of control
Ketika suatu perusahaan menetapkan suatu function merupakan suatu hal yang sulit di
atur, karena keinginan seringkali berubah-ubah, paddahal system sudah dibuat
sedemikian rupa, berbeda ketika system itu dibuat pihak ketiga dan perusahaan tinggal
memakai, maka perusahaan akan berfikir berulang-ulang untuk mengubah system
seenaknya.
8. Make capital funds available
Ketika memutuskan membangun suatu system informasi, melalui beberapa tahap yang
dilalui, sehingga perusahaan sudah bisa memprediksi capital yang harus disediakan ,
sehingga semua menjadi terukur antara modal yang dimiliki, dan system yang mau
dibuat, dibuat sesuai, dan kalau ada perubahan pun perusahaan maupun pihak ketiga
sudah mendapatkan gambaran , jangan sampai system dibuat belum selesai tapi biaya
terus menerus berkembang.
9. Share risk
Terjadinya sebuah resiko dalam aktifitas apapun pasti ada, dan ketika membagi suatu
pekerjaan dengan pihak ketiga otomatis bukan pekerjaan nya saja yang terbagi namun
juga resiko menjadi terbagi, hal ini menjadi tidak terlalu berat bagi kedua belah pihak
khususnya bagi perusahaan.
10. Cash infusion
Karena semua terukur maka semua pemasukan pun menjadi terukur, perusahaan akan
mengetahui berapa yang harus dikeluarkan dan berapa yang akan diperoleh dengan
membangun suatu system informasi.
25
Selain itu, ada 10 faktor pemilihan vendor agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau
tidak sesuai di kemudian hari:
1. Commitment to quality
Yang paling penting yang perlu diperhatikan dalam memutukan dengan siapa kita
berpartner adalah harus dengan pihak atau orang yang memiliki komitment terhadap
kualitas atau mutu.
2. Price
Price juga merupakan suatu hal yanag harus dipertimbangkan, seperti kita tau bahwa ada
harga ada mutu, perusahaan juga tidak bisa terjebak dengan harga yang murah tapi pihak
ketiga yang kita pakai ternyata hit n run, jika hal ini terjadi maka kerugian yang dialami
perusahaan akan makin besar.
3. References / reputation
Salah satu hal yang penting dalam pemilihan vendor juga adalah reputasi, kita harus
memilih vendor yang reputasinya sudah terdengar baik, sangatlah gambling jika mau
coba-coba, harga yang harus dikorbankan terlalu mahal.
4. Flexible contract term
Waktu kontrak yang fleksibel, jangan sampai terlalu lama sehingga improvement system
operasional perusahaan terhambat tetapi juga tidak terlalu cepat karena bisa saja dalam
perjalannya banyak ide-ide yang ditemukan untuk memperbaiki system.
5. Scope of resources
Scope dari recource juga mutlah harus diperhatikan, sehingga semua berjalan sesuai
kompetensinya.
6. Additional value- added capability
Suatu system informasi bisa saja sama atau serupa dalam suatu system, namun ketik
dihandle oleh orang yang kompeten dan kreatif maka akan dihasilkan suatu produk yang
memiliki added value yang bisa terus dikembanagkan.
7. Cultural match
Mencari pasangan bisnis tidak berbeda dengan mencari pasangan hidup, harus memiliki
budaya yang setara, sehingga pemahaman yang dimiliki juga setara.
8. Existing relationship
Alangkah baiknya kalau outsourcing yang dipakai sudah dikenal sebelumnya.
26
9. Location
Lokasi sering jadi masalah, ketika terjadi sesuatu dan lokasi sulit dicapai dalam waktu
yang singkat maka solusi yang diperoleh menjadi memakan waktu lebih lama.
10. Other
Untuk mencapai keberhasilan outsourcing , perlu kita kita mengetahui 10 faktor untuk
keberhasilan outsourcing:
1. Understand company goals and objective
Outsourcing yang dipilih harus yang memahami tujuan dan objektif perusahaan.
2. Strategyc vision and plan
Memiliki perencanaan dan strategi.
3. Select the right vendor
Memilih vendor yang tepat.
4. On going manajement of relationship
Hubungan yang berkelanjutan dan bersinergi.
5. A properly structured contract
Kontrak yang terstruktur secara proper/pas.
6. Open communication with affected individual or groups
Komunikasi yang terbuka antara individu maupun group.
7. Senior executive support and imvolvement
Keterlibatan dan dukungan dari senior executive.
8. Carefull attention to personal issues
Kehati-hatian akan isu personal.
9. Near-term financial justification
Penilaian finansial yang tepat atau tidak meleset jauh.
10. Use of outside expertise
Pemanfaatan tenaga ahli dari luar,
27
Dan yang terakhir adalah 10 area IT yang akan di outsource-kan:
1. Maintainance and repair
Pemeliharaan dan perbaikan dari system yang dibangun baik hardware maupun
softwarenya.
2. Training
Pelatihan yang intens sampai para operator mengerti betul akan tugas yang harus
dijalankannya.
3. Applications development
Pengembangan aplikasi sesuai jaman,
4. Consulting and reengineering
Konsultasi yang berkesinambungan.
5. Mainframe data centres
6. Client/server services and adminitrastion
Pelayanan klien/server.
7. Network administration
Jaringan networking
8. Desktop services
9. End-user support
Dukungan dari end user.
10. Total IT outsourcing
Satu hal yang perlu ditambahkan adalah kebimbangan suatu perusahaan ketika
membangun system informasi secara outsourcing, yaitu masalah kerahasiaan system/ manajemen
perusahaan yang mau tidak mau diketahui oleh orang lain paling tidak oleh pihak ketiga yang
dipakai sebagai konsultan.
Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat
mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah
sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
28
Selain itu keamanan sistem informasi bisa diartikan sebagai kebijakan , prosedur, dan
pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program,
pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap
teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatanperalatan
untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan
komunikasi, dan data.
Suatu perusahaan seringkali hanya kmementingkan reducing cost dan improving
competitiveness daripada keamanan, padahal perbaikan system informasi setelah dirusak justru
akan menelan biaya lebih banyak. Kemanan sebuah informasi itu sendiri sebenarnya dapat dikur
dengan uang (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudah-mudahan pihak
management dapat mengerti pentingnya investasi di bidang keamanan.
Keamanan informasi menggambarkan usaha untuk melindungi komputer dan non
peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan oleh orang yang tidak
bertanggungjawab.Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai kerahasiaan, ketersediaan,
dan integritas di dalam sumber daya informasi dalam suatu perusahaan.
Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan
hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain dapat
menimbulkan kerugian bagi pemilik informasi. Jaringan komputer seperti LAN(Local Area
Network) dan internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat.Hal ini
menjadi salah satu alasan perusahaan mulai berbondong-bondong membuat LAN untuk sistem
informasinya dan menghubungkan LAN tersebut ke Internet.Terhubungnya komputer ke internet
membuka potensi adanya lubang keamanan(security hole) yang tadinya bisa ditutupi dengan
mekanisme keamanan secara fisik.
Suatu perusahaan memiliki sederetan tujuan dengan diadakannya sistem informasi yang
berbasis komputer di dalam perusahaan. Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai tiga
sasaran utama yaitu:
Kerahasiaan
Melindungi data dan informasi perusahaan dari penyingkapan orang-orang yang tidak
berhak. Inti utama dari aspek kerahasiaan adalah usaha untuk menjaga informasi dari orangorang yang tidak berhak mengakses.
Ketersediaan
Aspek ini berhubungan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi benar-benar asli,
atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang
dimaksud.Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga intelektual property, yaitu dengan
menandatangani dokumen atau hasil karya pembuat. Masalah selanjutnya berhubungan dengan
akses control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang-orang yang dapat mengakses informasi.
29
Dalam hal ini pengguna harus menunjukkan bahwa memang dia adalah pengguna yang sah atau
yang berhak menggunakannya.
Integritas
Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.
Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa izin. Sistem
informasi perlu menyediakan representasi yang akurat dari sistem fisik yang direpresentasikan.
Ancaman Virus
Ancaman yang paling terkenal dalam keamanan sistem informasi adalah virus.Virus adalah
sebuah program komputer yang dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa pengetahuan pengguna.
Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya untuk mencapai sasarannya.
Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak berdisiplin dalam
melaksanakan tugasnya.Setiap organisasi akan selalu memiliki pedoman bagi karyawannya
untuk mencapai sasarannya. Setiap karyawan tidak dapat bertindak semaunya sendiri dan tidak
berdisiplin dalam melaksanakan tugasnya.Kebijakan keamanan sistem informasi biasanya
disusun oleh pimpinan operasi beserta pimpinan ICT (Information Communication Technology)
dnegan pengarahan dari pimpinan organisasi. Rangkaian konsep secara garis besar dan dasar
bagi prosedur keamanan sistem informasi adalah:
Kemanan sistem informasi merupakan urusan dan tanggung jawab semua karyawan
Karyawan diwajibkan untuk memiliki “melek” keamanan informasi.Mereka harus mengetahui
dan dapat membayangkan dampak apabila peraturan keamanan sistem informasi
diabaikan.Semua manajer bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada semua
bawahannya mengenai pengamanan yang dilakukan di perusahaan dan meyakinkan bahwa
mereka mengetahui dan memahami semua peraturan yang diterapkan di perusahaan dan
bagiannya.
Pengaksesan ke dalam sistem harus berdasarkan kebutuhan fungsi.User harus dapat meyakinkan
kebutuhannya untuk dapat mengakses ke sistem sesuai dnegan prinsip “need to know”. Pemilik
sistem harus bertanggung jawab atas pemberian akses ini.
Hanya data bisnis yang ditekuni perusahaan yang diperbolehkan untuk diproses di sistem
informasi,sistem computer milik perusahaan beserta jaringannya hanya diperbolehkan untuk
dipakai demi kepentingan bisnis perusahaan.Data perusahaan hanya diperbolehkan dipakai untuk
bisnis perusahaan dan pemilik sistem bertanggung jawab penuh atas pemberian pengaksesan
terhadap data tersebut.
30
Apabila pihak ketiga melakukan pekerjaan yang tidak dapat ditangani oleh perusahaan,
maka perusahaan harus dilindungi oleh keamanan atas informasi perusahaan.Di dalam kontrak
harus didefinisikan agar pihak ketiga mematuhi peraturan dan keamanan sistm informasi
perusahaan.Manajemen harus bertanggung jawab agar pihak ketiga mematuhi dan mengikuti
peraturan keamanan yang telah ditentukan.
Pemisahan aktivitas antara pengembang sistem, pengoperasian sistem, dan pemakai akhir sistem
informasi
Untuk menjaga kestabilan sistem informasi di lingkungan perusahaan, dianjurkan agar
diadakan pemisahan secara fungsional antara pengembang sistem, pengoperasian sistem harian
dan pemakai akhir. Untuk mencapai tujuan ini, pihak ICT terutama bagian pengembangan sistem
tidak dibenarkan apabila ia menangani administrasi yang menyangkut keamanan sistem.
Implementasi sistem baru atau permintaan perubahan terhadap sistem yang sudah ada harus
melalui pengontrolan yang ketat melalui prosedur sistem akseptasi dan permintaan perubahan
(change request)
Perubahan terhadap sistem informasi hanya melalui prosedur yang berlaku untuk pengembangan
dan implementasi sistem baru. Setiap permintaan perubahan program harus disertai alasan yang
kuat serta keuntungan yang akan didapatkan dan pemohon harus dapat meyakini manajer terkait
dan pemilik sistem mengenai perubahan ini. Oleh karena itu, sangat penting apabila semua pihak
yang terkait harus menandatangani “change request” sebelum kegiatan ini dimulai.
Sistem yang akan dikembangkan harus sesuai dnegan standart metode pengembangan sistem
yang diemban oleh organisasi
Sistem yang akan dibangun harus memakai bahasa pemograman yang telah ditetapkan.
Tidak dibenarkan apabila programer membuatnya dengan bermacam-macam bahasa
pemograman.Patut dipertimbangkan semua risiko keamanan beserta penanggulannya di dalam
sistem.Sebelum sistem aplikasi diimplementasikan, pemilik sistem harus mengevaluasi dan
menilai keadaan keamanan di dalam aplikasi tersebut.
Pemakai bertanggung jawab penuh atas semua aktivitas yang dilakukan dengan memakai
kode identiitasnya (user-ID)
Semua pemakai harus berhati-hati menyimpan password User-ID-nya. Semua aktivitas yang
dilakukan dengan ID ini akan terekam di dalam audit-trial. Pemakai tidak dapat memungkiri
bukti ini, apabila terjadi kesalahan fatal yang mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan.
Kesalahan yang berdampak akan mengakibatkan peringatan atau pemutusan hubungan kerja
terhadap pemilik user-ID ini.
31
KESIMPULAN
Perusahaan yang bertumbuh menjadi perusahaan yang tidak sederhana membutuhkan
teknologi system informasi untuk mempermudah dalam operasional perusahaan dengan harapan
profit yang dihasilkan juga menjadi lebih baik, dan menciptakan strategi persaingan.
Ketika memutuskan membangun sebuah system informasi, dibutuhkan banyak
pertimbangan, dan tahap-tahap yang harus dilalui untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan
sesungguhnya demi mencapai output yang diharapkan.
Jika sudah mengenali kebutuhan maka pertimbangan selanjutnya akan diserahkan kepada
siapa pembangunan system informasinya, oleh karena itu banyak hal yang harus diketahui ketika
akan menyerahkan pekerjaan kepada ahlinya atau akan menjalankan pekerjaan itu sendiri,
insourcing atau outcourcing, keduanya harus dikenali dan dipahami untung ruginya supaya tidak
salah dalam memutuskan.
Insourcing dan outsourcing, keduannya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan hanya
userlah yang paling mengetahui alasan mengapa harus memilih insourcing dan mengapa harus
memilih outsourcing. Keduanya bisa memberi keuntungan kepada perusahaan jika alasan
pemilihannya tepat.
Perhatian khusus ketika harus memutuskan menggunakan outsourcing adalah perusahaan
harus mengathu benar dengan siapa perusahaan berpartner, jangan sampai ada hal-hal yang tidak
diinginkan terjadi, kerahasiaan perusahaan sendiri harus bisa terjaga dengan baik.
Setelah system dibuat, pemeliharaan system dan pengembangan serta pengawasan system
selanjutnya juga merupakan bagian dari program ini , perhatian khusus apabila memilih
insourcing, karena pemeliharaan dan pemgawasan system ini yang sudah dibuat jauh lebih sulit ,
jika hal ini tidak mendapat perhatian khusus, maka perhatian karyawan akan terbagi bahkan
terbuang, karena sibuk memikirkan pemeliharaan system dan melupakan atau menjadi
mengabaikan core bisnis sesusungguhnya. Pergeresan focus ini tentu saja sangat merugikan
perusahaan, karena karwayan dan perusahaan menjadi tidak focus kepada pekerjaan meraka yang
sesungguhnya.
32
SARAN
Untuk mendapatkan output sesuai yang diharapkan, kenali dan pahami betul
kebutuhannya, putuskan dengan baik apakah akan menggunakan jasa konsultan saja dan sisanya
dikerjakan sendiri ( insourcing ) atau perlu berpartner dengan pihak ketiga ( outsourcing ) , untuk
itu pilihlah vendor yang tepat jika diputuskan akan outsourcing.
33
PUSTAKA
O’ Brien, J.A. 2005. Introduction to Information System, 12th ed. Mc Graw-Hill Companies, Inc
Marimin, Tanjung,H, Prabowo, H. 2006. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia.
PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta
Lani Sidharta, 1995. Sistem Informasi Bisnis. PT. Gramedia Jakarta.
Suroso, Arif Imam. Dr.,Ir., MSc(CS),Seminar,Kudang B,Prof.,Dr.,Ir,MSc(CS), Kuliah Sistem
Informasi Manajemen PMB 561
http://elsa-suryana-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-79306-Umumkeamanan%20Sistem%20Informasi.html bisa. 2011. Keamanan Sistem Informasi. Yogyakarta:
CV Andi Offset
Rahardjo, Budi. 1999. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet. Bandung: PT. Insan
Komuikasi. http://www.geocities.ws/hme_istn/Efiles/handbook.pdf,http://repository.upnyk.ac.id/
143/1/47_Keamanan_Sistem_Informasi.pdf
http://repository.politekniktelkom.ac.id/Courseware/Semester%202/Sistem%20Informasi%20Ma
najemen/slide/Keamanan%20Sistem%20Informasi.pdf
http://mildsend.wordpress.com/2013/04/24/ancaman_gangguan_terhadap_teknologi_sistem_info
rmasi_dan_penanggulangannya/
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/08/25/cyberlaw-ancaman-keamanan-sistem-informas/
http://www.slideshare.net/andiazka/chapter-7-keamanan-sistem-informasi
http://referensirisk.blogspot.com/2013/02/studi-kasus-information-security.html
Surja, Stephanie , S.Kom., MMSI.,Faculty Member
http://scholar.binus.ac.id/D4716/stephanie-surja/, http://sis.binus.ac.id/2014/04/30/perlukahsebuah-sistem-di-hrd/,
Mendeskripsikan Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari –
Hari. http://syopian.net/blog/?p=456
Peranan IT dalam Organisasi Perusahaan.http://jane.blog.uns.ac.id/2009/11/17/peranan-it-dalamorganisasi-perusahaan/
34
Download