Bab 17 Sistem informasi geografis

advertisement
Bab 17
Sistem Informasi Geografis
17.1 Pendahuluan
Sistem informasi geografis atau SIG merupakan suatu sistem berbasis
komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan,
menggabungkan, mengatur mentransformasikan yang dimaksud
adalah data sparsial yang ciri-cirinya adalah:
1. Memiliki geometri properti seperti koordinat dan lokasi.
2. Terkait dengan aspek ruang seperti, kota, kawasan,
pembangunan.
3. Berhubungan dengan semua fenomena yang terdapat di bumi,
misalnya data, kejadian, gejala atau objek.
4. Dipakai untuk maksud-maksud tertentu, misalnya analisis
pemantauan ataupun pengolahan.
17.2 Pengertian Informasi Geografis
Istilah SIG merupakan gabungan dari tiga unsur pokok: sistem,
informasi, dan geografis. Dengan demikian pengertian terhadap ketiga
unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami SIG.
Istilah ”geografis” merupakan merupakan bagian dari spasial. Kedua
istilah ini sering digunakan secara bergantian dan tertukar hingga
timbul istilah dalam konteks SIG. Penggunaan kata ”geografis”
mengandung pengertian suatu persoalan mengenai bumi: permukaan
dua atau tiga dimensi.
448
Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi
Istilah ”informasi geografis” mengenai tempat-tempat yang
terletak dipermukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana
suatu objek terletak dipermukaan bumi dan informasi mengenai
keterangan-keterangan atribut yang terdapat dipermukaan bumi.
Objek-objek dan fenomena-fenomena dimana lokasi geografis itu
berada penting dianalisis demi pengambilan keputusan atau demi
kepentingan-kepentingan tertentu. Adapun proses-proses dalam SIG
adalah, input, manajemen data, analisis dan manipulasi, output.
Sarana terpenting dalam SIG adalah basisdata yang terpadu
tanpa penggunaan data secara bersama atau yang dikenal dengan
istilah berbagi pakai data, maka penyajian hasil analisis yang optimal
tidak akan terjamin.
17.3 Perkembangan Perangkat SIG
Masih banyak pihak-pihak yang mengembangkan perangkat SIG
hingga saat ini. Apalagi jumlah dan variasi dari produk-produknya.
Disini hanya menyebutkan sebagian kecil pihak pengembang dari
kalangan pemerintah, akademis, dan perusahaan swasta. Walaupun
demikian, ada beberapa produk SIG lain yang juga sering disebut dan
digunakan, yaitu: ER Mapper, ERDAS, SpansGIS, MGE dari
Intergraph, dan sebagainya (Prahasta, 2002).
Dengan membanjirnya produk-produk SIG ini, para calon
pengguna makin tidak mudah untuk memilih. Masing-masing
menjanjikan kemudahan dan keunggulannya sendiri dengan harga
yang cenderung menurun dari waktu ke waktu. Tidak ada satupun
perangkat SIG tunggal yang sesuai untuk semua aplikasi yang
dibutuhkan oleh pengguna. Karena variasi aplikasi yang timbul di
masyarakat akan terus meningkat, maka developer perangkat SIG juga
turut mengikuti perkembangan ini dengan melakukan pengembangan
inovasi-inovasi lebih lanjut di bidang aplikasi yang baru.
Biasanya pengembangan lebih lanjut ini diimplementasikan
dalam bentuk modul-modul atau komponen-komponen perangkat
Bab 17 Sistem informasi geografis
449
lunak yang terpisah dari paket perangkat SIG standar. Modul inipun
dijual secara terpisah sesuai dengan permintaan pengguna.
17.4 Keuntungan Penggunaan SIG
SIG mempunyai kemampuan untuk memilih dan mencari detail
atau tema yang diinginkan, menggabungkan suatu kumpulan data
dengan kumpulan data yang lain, SIG dapat membantu pemerintah
dan perusahaan-perusahaan atau perorangan untuk menyelesaikan
masalah, tentang geografis.
17.5 Sistem Pengolahan Data Sparsial
Pengolahan data sparsial merupakan hal yang penting dalam
pengelolaan lingkungan, pengelolaan yang tidak benar dapat
menimbulkan berbagai dampak yang merugikan. Bencana dalam
skala besar dan kecil merupakan contoh dari sistem pengolahan data
sparsial yang tidak terencana dan teroganisir dengan baik.
17.6 Memperoleh Data SIG
Data SIG berupa data digital yang berformat raster dan vector,
vector menyimpan data digital dalam bentuk rangkaian koordinat
(x,y). Titik disimpan sebagai sepasang angka koordinat dan polygon
sebagai rangkaian koordinat yang membentuk garis tertutup. Resolusi
dari data vector tergantung dari jumlah titik yang membentuk garis.
Raster menyatakan data grafis dalam bentuk rangkaian bujur sangkar
yang disimpan sebagai pasangan angka menyatakan baris dan kolom
dalam suatu matriks. Titik dinyatakan dalam suatu grid-cell, garis
dinyatakan sebagai rangkaian grid-cells bersabungan di suatu sisi, dan
polygon dinyatakan sebagai gabungan grid-cells yang bersambungan
disemua sisi, resulosi dari data raster ditentukan oleh ukuran grid-cells.
450
Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi
17.7 Mengolah Data
Prinsip pengolahan data dalam SIG secara sederhana dapat
digambarkan dengan sebuah cara overlay beberapa peta berwarna
yang tergambar pada kertas transparansi di atas sebuah overhead
projector (OHP). Dalam pengolahan digital SIG, masing-masing
satuan pemetaan memiliki bobot tertentu. Pembobotan ini dilakukan
dengan skorsing.
Pengeditan terhadap data dan raster sering kali diperlukan
untuk menyempurnakan hasil dan visualisasi. Editing dilakukan
seperti pada perluasan, penghapusan, pemotongan, penambahan,
pewarnaan dan lainnya.
17.8 Digitasi Data Sparsial
Input data sparsial disebut dengan digitasi. Arc View memiliki
kemapuan untuk melakukan digitasi. Data hasil yang berasal dari
proses input data disimpan dalam sebuah theme yang selanjutnya
dapat diolah atau ditransfer ke software lain untuk pengolahan lebih
lanjut. Langkah untuk memulai digitasi adalah dilakukan dengan
menentukan type feature digitasi, seperti, membuat theme, memilih
jenis feature, seperti line, polygon, point dan sebagainya.
17.9 Memasukkan Sumber Data
Sumber data yang akan dimasukkan ke dalam sebuah proyek
Arc View akan dianggap sebagai sebuah Theme baru. Theme
merupakan serangkaian penampakan geografi dalam sebuah view.
Sebuah theme sebaiknya hanya berisi satu macam tema data. Misalnya
satu theme hanya berisi dari satu nama wilayah yang mewakili
keseluruhannya.
Sebuah view dapat menampung beberapa buah theme, susunan
theme dapat di atur atau dipindahkan dengan menarik theme tersebut
ke atas atau ke bawah. View hanya menampilkan beberapa buah
Bab 17 Sistem informasi geografis
451
theme bertipe polygon. Namun jika terdapat beberapa theme yang
bertipe polygon, theme hanya menampilkan yang susunannya yang
paling atas.
17.10 Metode Snapping
Snapping adalah suatu cara merekatkan vertek (titik) digitasi
pada vertek-vertek yang lainnya. Dengan menggunakan senapping ini
kemungkinan kesalahan dapat diperkecil. Vertek atau garis yang
diberi operasi snap akan secara pasti menempel pada vertek tersebut.
Pada saat melakukan digitasi sebaiknya selalu menggunakan
operasi snap ini, karena selain memudahkan kerja digitasi juga dapat
meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi secara tidak sengaja.
17.10.1 Model Snapping
1. Snap to Vertek adalah untuk menghubungkan vertek baru
dengan vertek yang ada.
2. Snap to boundary adalah untuk menghubungkan vertek baru
dengan garis.
3. Snap to intersection adalah untuk menghubungkan vertek pada
perpotongan.
4. Snap to end point adalah untuk menghubungkan vertek dengan
titik akhir sebuah garis.
17.11 SIG Berbasis Web
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information Systems/GIS) adalah
alat untuk memperoleh, mengelola, meneliti, dan menyatakan secara
spasial yang berhubungan dengan informasi (Coors, 1998). SIG
mengkonversi data yang berbeda ke dalam bentuk peta dan informasi
yang mudah dibaca (easy-to-read) dan peta yang mudah untuk diakses
(easy-to-access). Sebagai tambahan, keuntungan world wide web adalah
banyak, dua keuntungan utama adalah menjadi tidak tergantung pada
452
Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi
waktu dan tidak tergantung pada ruang/spasial (Mohler dan Duff,
1999).
Pendistribusian data di Internet jadi lebih efisien dibanding
transimisi data melalui disk. Internet dan SIG mengubah proses
pengaksesan, berbagi, penyebaran dan analisa data. Teknologi untuk
berbagi data SIG, seperti Web GIS, Open GIS dan Distributed GIS pada
Internet dengan cepat mengalami kemajuan (Honda, 2003).
17.12 Pendekatan Tehadap Internet SIG
Internet SIG meliputi banyak aplikasi yang menggunakan Teknologi
Internet untuk membuat data mengenai geografis. Informasi geografis
dapat didistribusikan dalam berbagai format pada Internet. Ada
beberapa pendekatan dasar untuk mentransmisikan data geografis
(Garagon, 2002). Yang pertama adalah mendownload data mentah.
Jika pengguna mempunyai kemampuan perangkat lunak SIG,
pengguna tidak akan meminta peta yang sudah selesai/ jadi. Setelah
sekumpulan data telah diberikan pada disk lokal pengguna, SIG dapat
bekerja secara off-line.
Peta adalah cara yang umum untuk mendistribusikan informasi
geografis. Peta mungkin dapat bersifat statis dengan suatu symbology
predesigned atau mungkin dinamis dimana jika peta sendiri atau
mengamati perspektif tentangnya dapat diubah oleh pengguna,
seperti dengan suatu zoom-in/zoom-out untuk melihat suatu daerah
tertentu (Selcuk, 2001). Pencarian yang sederhana juga dapat
dilakukan dalam basisdata menurut satu kriteria/ukuran.
Kriteria-kriteria ini bisa mengenai spasial maupun thematic.
Rekord-rekord yang memenuhi kriteria tersebut kemudian
dikembalikan ke pengguna, baik dalam bentuk peta atau bentuk
laporan. Pada jenis lain pendistribusian, para pengguna dapat
melakukan multi-theme query yang kompleks, menciptakan buffer dan
peta di-customize, melakukan analisa mengenai statistik spasial, dan
seterusnya. Hal tersebut mengijinkan para pengguna untuk membuat
data baru tanpa mengubah data tersebut.
Bab 17 Sistem informasi geografis
453
Untuk merancang aplikasi SIG yang berbasis web, variasi
program dan format sudah ada tersedia. Tetapi aplikasi web
didasarkan pada model yang sama disebut client/server (Plewe, 1997)
(Gambar 17.1).
Client melakukan suatu permintaan kepada server. Server
kemudian memproses permintaan tersebut dan mengembalikan
informasi kepada client. Dalam model ini, proses bersama antara client
dan server, dengan perbandingan yang berbeda. Proses berbagi ini
dihasilkan dalam berbagai format yang mempunyai keuntungan dan
kerugian. Suatu client (saling berinteraksi dengan server secara
mudah) menyediakan analisa yang kuat. Tetapi sulit untuk
memelihara layanan tersebut. Suatu client (saling berinteraksi dengan
server yang tangguh) terbatas dengan aplikasi sederhana.
Bagaimanapun juga, hal tersebut dapat digunakan oleh banyak orang
(Garagon, 2002).
Gambar 17.1 Model client-server
17.13 Kesimpulan
Sistem informasi geografis atau SIG merupakan suatu sistem berbasis
komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan,
menggabungkan, mengatur dan mentransformasikan. ***
Download