MODUL PERKULIAHAN
BIOPSIKOLOGI
Sistem Sensorimotor
Fakultas
Program Studi
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
Tatap Muka
11
Kode MK
Disusun Oleh
MK61045
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Abstract
Kompetensi
Membahas tentang sistem
sensorimotor
Mampu menjelaskan sistem
sensorimotor
Sistem Sensorimotor adalah sistem yang bertanggung jawab untuk memproses
informasi yang berhubungan dengan posisi tubuh dan melakukan gerakan.
Ada tiga prinsip kontrol yang menjadi bahasan dalam bab ini, yaitu :
1. Sistem sensorimotor terorganisasi secara hierarkis
2. Output motorik dipandu oleh input sensorik
3. Belajar mengubah sifat dan lokus kontrol sensorimotor
Sistem sensorimotor ini sangat mirip dengan prinsip-prinsip yang mengatur operasi
sebuah perusahaan besar yang sangat efisien.
A. Sistem Sensorimotor Terorganisasi Secara Hierarkis
Keunggulan organisasi hierarkis adalah tingkat yang lebih tinggi dalam tingkatan
hierarki yang melakukan fungsi secara lebih kompleks.
Sistem sensorimotor adalah sistem hierarkis yang bersifat paralel dan terorganisasi
secara fungsional. Maksud sistem hierarkis yaitu sinyal-sinyalnya mengalir diantara berbagai
tingkat melalui banyak jalur.
Hierarkis sensorimotor juga ditandai oleh segregasi fungsional, yang artinya setiap
tingkat hierarki sensorimotor cenderung terdiri atas unit-unit (struktur-struktur neuro atau
departemen-departemen) yang berbeda, dengan masing-masing menjalankan fungsi yang
berbeda.
Perbedaan utama antar sistem sensori dan sistem sensorimotor adalah aliran
informasi primernya. Pada sistem sensori, informasi menyebar naik melalui hierarki.
Sedangkan dalam sistem sensorimotor, informasi mengalir turun.
B. Output Motorik Dipandu Oleh Input Sensorik
Perusahaan yang efisien bersifat fleksibel. mereka terus menerus memantau efek
dari setiap aktivitasnya dan mereka juga menggunakan informasi, begitu pun dengan sistem
sensorimotor.
Pada kebanyakan kasus, sensory feedback (arus balik sensorik) berperan penting
dalam mengarahkan kesinambungan berbagai respon yang dihasilkannya. Satu-satunya
respon yang biasanya tidak dipengaruhi oleh umpan balik sensori adalah ballistic
movements (gerakan balistik), gerakan-gerakan pendek dan berkecepatan tinggi, contohnya
seperti menepuk lalat.
2016
2
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Banyak penyesuaian dalam otot motorik yang terjadi sebagai respon terhadap
umpan balik sensorik yang dikontrol secara tidak sadar oleh tingkat hierarki sensorimotor
yang lebih rendah tanpa keterlibatan tingkat yang lebih tinggi.
C. Belajar Mengubah Sifat dan Lotus Kontrol
Ketika sebuah perusahaan baru saja mulai, setiap keputusan individual dibuat oleh
presiden direktur setelah melalui pertimbangan seksama. Ketika perusahaan itu telah
berkembang banyak tindakan individual yang dikoordinasikan menjadi sekuensi prosedur
yang telah ditetapkan secara rutin dilaksanakan oleh para personil ditingkat yang lebih
rendah dalam hierarki.
Perubahan-perubahan serupa terjadi selama proses belajar sensorimotor. Bila kita
memikirkan sejenak tentang keterampilan sensorimotor yang sudah kita dapatkan, misalnya
mengetik, berenang, merajut, kita akan mengerti bahwa organisasi respon-respon individual
menjadi program-program motorik berkesinambungan.
Korteks Asosiasi Sensorimotor
Korteks asosiasi berada dipuncak hierarki sensorimotor. Ada dua daerah korteks asosiasi
sensorimotor, yaitu : Korteks Asosiasi Parietal Posterior dan Korteks Asosiasi Prefrontal
Dorsolateral. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda pula.
a. Korteks Asosiasi Parietal Posterior
Korteks asosiasi parietal posterior (neokorteks parietal yang letaknya posterior
terhadap korteks somatosensori primer) berperan penting dalam mengintegrasikan kedua
macam informasi dan dalam mengarahkan perhatian. Pada gilirannya, banyak output
korteks parietal posterior menyebar ke daerah-daerah korteks motorik, yang berlokasi di
korteks frontal.
Kerusakan pada korteks parietal posterior dapat menghasilkan berbagai defisit
sensorimotor, termasuk defisit dalam persepsi dan ingatan, defisit dalam meraih dan
memegang akurat, defisit dalam pengontrolan gerakan mata dan defisit dalam pemusatan
perhatian.
Apraxia (apraksia) dan collateral neglect adalah dua konsekuensi paling berat dari
kerusakan korteks parietal posterior.
2016
3
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Apraxia (apraksia) adalah gangguan gerakan disengaja yang tidak dapat di
distribusikan pada sebuah defisit motorik sederhana, (contohnya : pada kelumpuhan atau
kelemahan) atau pada defisit apapun dalam komprehensi atau motivasi.
Contralateral neglect adalah gangguan pada kemampuan pasien untuk merespons
stimuli pada sisi tubuh yang berlawanan (kontralateral) dengan sisi lesi otak, tanpa disertai
adanya defisit sensorik atau defisit motorik sederhana. Pasien-pasien dengan contralateral
neglect, sering berperilaku seakan - akan sisi kiri dunianya tidak ada, dan mereka sering
tidak tahu bahwa mereka memiliki masalah. Kebanyakan pasien dengan contralateral
neglect mengalami kesulitan dalam merespons hal hal yang berada di sebelah kiri.
b. Korteks Asosiasi Prefrontal Dorsolateral
Daerah besar lain di korteks asosiasi yang memiliki fungsi sensorimotor penting
adalah Korteks Asosiasi Prefrontal Dorsolateral. Ia menerima proyeksi-proyeksi dari korteks
parietal posterior dan mengirimkan proyeksi tersebut ke daerah-daerah korteks motorik
sekunder, korteks motorik primer, dan ke medan mata frontal.
Aktivitas sebagian neuron bergantung pada :
> karakteristik objeknya
> lokasi objek
> pada kombinasi antara keduanya (karakteristik objek & lokasi objek)
Aktivitas neuron-neuron prefrontal dorsolateral lainnya berhubungan dengan responsnya,
dan bukan terhadap objeknya.
Korteks Motorik Sekunder
Daerah korteks motorik sekunder adalah daerah yang menerima paling banyak inputnya
dari korteks asosiasi dan mengirimkan banyak outputnya ke korteks motorik primer. Hanya
ada 2 daerah korteks motorik sekunder yang diketahui yaitu :
> Daerah motorik suplementer
> Korteks Premotorik
2016
4
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Mirror Neurons
Mirror neurons adalah neuron-neoron yang menembak ketika seorang individu
melakukan gerakan tangan tertentu yang mengarah ke tujuan atau ketika ia melihat gerakan
mengarah - tujuan yang sama yang dilakukan oleh orang lain.
Mirror neurons ditemukan pada awal tahun 1990an di laboratorium Giocorno
Rizzolatti. Mirror neurons memberikan kemungkinan mekanisme untuk kognisi sosial
(pengetahuan tentang persepsi, ide, dan intensi orang lain). Kognisi sosial memiliki peran
yang sangat besar di dalam eksistensi sehari-hari manusia. Contoh : mirror neurons yang
bereaksi terhadap penglihatan terhadap sebuah tindakan yang mengeluarkan suaranya
(misalnya, mengunyah kacang) ditemukan merespons sama kuatnya terhadap suaranya
saja. Dengan kata lain mereka merespons tindakan tertentu terlepas dari bagaimana
tindakan itu di deteksi.
Korteks Motorik Primer
Korteks motorik primer terletak di girus prefrontal lobus frontal.
Korteks itu merupakan titik konvergensi utama dari sinyal - sinyal sensorimotor kortikal, dan
bukan satu - satunya ,dari sinyal- sinyal sensori motor dari korteks serebral.
2016
5
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Susunan somatopik korteks motorik primer manusia biasa disebut sebagai
Homunculus Motorik (Lihat gambar B).
Sebagian besar korteks motorik primer di gunakan untuk mengontrol bagian bagian tubuh
yang mampu melakukan gerakan-gerakan ruwet, seperti tangan dan mulut. Setiap lokasi
dalam korteks motorik primer menerima umpan balik sensori dari reseptor - reseptor dalam
otot dan persendian yang dipengaruhi lokasi tersebut.
Setiap lokasi di korteks motorik primer mengontrol sebuah otot di bagian
kontralateral tubuh, dan bahwa setiap neuron menghasilkan gerakan dengan arah tertentu.
Sebagai contoh, stimulasi terhadap lokasi secara reliabel menghasilkan respons
menyuapkan makanan : lengan terulur ke depan, telapak tangan tertutup seolah olah
memegang makanan, tangan yang tertutup itu dibawa ke mulut, dan akhirnya mulut terbuka.
Studi-studi mutakhir telah mengungkapkan sebuah organisasi somatotopik kasar - artinya,
stimulasi di daerah wajah cenderung membangkitkan gerakan wajah. Bukti bahwa banyak
neuron korteks motorik primer disesuaikan dengan gerakan ke arah tertentu telah
mendapatkan tantangan. Sebagai contoh, bila stimulasi terhadap sebuah lokasi kortikal
tertentu menyebabkan siku kiri menekuk membentuk sudut 90 derajat, respons sebaliknya
2016
6
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
akan dihasilkan bila lengan itu awalnya lurus (sudut 180 derajat) dan bila ia di tekuk
setengahnya (sudut 45 derajat) tetapi titik akhirnya akan selalu sama. Hal ini berarti bahwa
sinyal-sinyal dari setiap lokasi di korteks motorik primer sangat divergen sehingga setiap titik
tertentu memiliki kemampuan untuk membawa sebuah bagian tubuh (misalnya lengan) ke
lokasi target, terlepas dari posisi awalnya. Hal itu berarti bahwa sistem sensorimotor
memang plastis.
Efek - Efek Lesi Korteks Motorik Primer
Lesi besar pada korteks motorik primer dapat mendisrupsi kemampuan pasien untuk
menggerakkan salah satu bagian tubuh (misalnya, salah satu jarinya) secara independen,
yang dapat menghasilkan astereognasia (defisit dalam stereognosis), dan dapat
mengurangi kecepatan, keakuratan, dan kekuatan gerakan pasien.
Serebelum dan Ganglia Basalis
Struktur - struktur mielensefalon ( medula ) manusia dan metensefalon
2016
7
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Serebelum dan ganglia basalis keduanya merupakan struktur sensorimotor yang
penting, tetapi bukan merupakan bagian utama jalur yang dilalui sinyal-sinyal yang turun
melalui hierarki sensorimotor. Serebelum dan ganglia basalis berinteraksi dengan tingkat tingkat yang berbeda dalam hierarki sensorimotor, dan dalam melakukan itu mereka
mengkoordinasikan dan memodulasi aktivitas - aktivitasnya.
a. Serebelum
Kompleksitas cerebellum (serebelum) ditunjukkan oleh strukturnya. Meskipun ia
hanya mencakup 10% massa otak, ia berisi lebih dari setengah neuronnya. Serebelum
menerima informasi dari korteks motorik primer dan sekunder, informasi tentang sinyal sinyal motorik yang turun dari nuklei motorik batang otak, dan umpan balik dari respons respons motorik melalui sistem somatosensorik dan vestibuler.
b. Ganglia Basalis
Basal ganglia (ganglia basalis) tidak mengandung neuron sebanyak serebelum,
tetapi dalam arti tertentu mereka lebih kompleks. Ganglia basalis merupakan sekumpulan
nuklei heterogen yang saling berhubung secara kompleks. Anatomi ganglia basalis
menunjukkan bahwa seperti halnya serebelum, mereka menjalankan fungsi modulatorik.
Mereka tidak mengontribusikan fibra / serabut pada jalur - jalur motorik descending, tetapi
merupakan bagian loops neural yang menerima input kortikal dari berbagai daerah kortikal
dan mentrasmisikan kembali melalui talamus ke berbagai daerah korteks motorik.
2016
8
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sirkuit-sirkuit sumsum tulang belakang sensorimotor

Sirkuit-sirkuit sumsum tulang belakang sensorimotor menunjukkan kompleksitas
yang cukup tinggi dalam fungsinya, terlepas dari sinyal-sinyal yang datang dari otak.
Otot - Otot
1. Unit-unit motorik adalah unit-unit terkecil aktivitas motorik
2. Setiap unit motorik terdiri atas sebuah neuron motorik tunggal dan semua serabut otot
skeletal individual yang diinervasinya
3. Sebuah otot skeletal terdiri atas ratusan ribu serabut otot seperti benang yang
dipersatukan dalam sebuah selaput kuat dan dilekatkan pada tulang oleh sebuah tendon
4. Banyak otot skeletal yang tidak jelas menjadi bagian dari mana fleksor atau ekstensor.
5. Fleksor bekerja untuk membengkokkan atau melenturkan sendi, dan ekstensor bekerja
untuk meluruskan atau mengulurkannya
6. Otot bisep dan trisep masing-masing adalah fleksor dan ekstensor sendi siku
7. Untuk memahami bagaimana otot bekerja, penting untuk disadari bahwa otot memiliki
properti-properti mirip kabel yang elastis, bukan tidak fleksibel
8. Aktivitas-aktivitas otot skeletal dipantau oleh 2 jenis reseptor yaitu organ-organ tendon
Golgi dan gelendong otot. Berikut perbedaannya :
Aspek pembeda
Perlekatan
Organ Tendon Golgi
Gelendong Otot
Melekat pada tendon yang Melekat pada jaringan otot itu
menghubungkan
setiap
otot sendiri
skeletal ke tulang
Kontraksi otot
Merespon
peningkatan Tidak merespon ketegangan otot
ketegangan
otot
yaitu
penarikan otot di tendon yang
bersangkutan
Perubahan
Tidak
sensitif
terhadap Merespon ketegangan otot
panjang otot
perubahan panjang otot
Fungsi
Memberikan informasi kepada Merespon
sistem saraf pusat tentang kecil
ketegangan
otot
9
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
pada
dan ekstrafusalnya
menjalankan fungsi protektif
2016
perubahan-perubahan
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
panjang
otot
Daftar Pustaka
Pinel, John P.J. (2009). Biopsikologi 7th ed. (terjemahan). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Catatan :
Materi telah dipinjam dan memberikan pembaca informasi yang diperlukan untuk
mendapatkan sumber materinya.
2016
10
BIOPSIKOLOGI
Ellen Prima, S.Psi., M.A.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download

Korteks Motorik Primer - Universitas Mercu Buana