BAB XXVII BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH Bagian Kesatu

advertisement
BAB XXVII
BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH
Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Pasal 540
Susunan organisasi Badan Lingkungan Hidup Daerah, terdiri dari:
a. Kepala Badan;
b. Sekretaris, membawahkan:
1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Kepala Sub Bagian Keuangan;
3. Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.
c. Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum Lingkungan,
membawahkan:
1. Kepala Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan;
2. Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan.
d. Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, membawahkan:
1. Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Air, Laut, Tanah, dan
Udara;
2. Kepala Sub Bidang Pengelolaan Limbah Domestik dan Limbah B3.
e. Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan
Lingkungan, membawahkan:
1. Kepala Sub Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam;
2. Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Sumberdaya Air,
Pesisir dan Laut.
f.
Bidang
Komunikasi,
Peningkatan
Sumber
Daya
Alam
dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan, membawahkan:
1. Sub Bidang Komunikasi Lingkungan;
2. Sub Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan
Masyarakat Pengelola Lingkungan.
g. Unit Pelaksana Teknis;
h. Jabatan Fungsional.
- 658 -
Bagian Kedua
Kepala Badan
Pasal 541
(1) Kepala Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540 huruf a,
mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang lingkungan hidup.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Badan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. pembinaan dan pengendalian teknis analisis mengenai pengkajian
dampak dan penegakan hukum lingkungan;
b. perumusan kebijakan pembinaan koordinasi teknis pengendalian
pencemaran lingkungan;
c. perumusan
penandatanganan
rekomendasi
teknis
pelayanan
perizinan di bidang Lingkungan Hidup;
d. perumusan kebijakan pembinaan koordinasi teknis konservasi
sumberdaya
alam,
pengendalian
rehabilitasi
dan
kerusakan
lingkungan hidup;
e. pengembangan program komunikasi, peningkatan sumberdaya alam
dan pemberdayaan masyarakat pengelola lingkungan;
f. penataan dan pelaksanaan tugas-tugas kesekretariatan.
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Kepala Badan mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. merumuskan
rencana
operasional
Badan
Lingkungan
Hidup
Daerah;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. merumuskan
dan
mengoordinasikan
pengkajian
dampak
dan
penegakan hukum lingkungan;
e. merumuskan bahan kebijakan operasional pengkajian dampak dan
penegakan hukum lingkungan;
f. merumuskan dan mengoordinasikan pengendalian pencemaran
lingkungan;
g. menandatangani rekomendasi teknis pelayanan perizinan di bidang
Lingkungan Hidup;
h. merumuskan bahan kebijakan operasional konservasi SDA dan
pengendalian kerusakan lingkungan;
- 659 -
i. merumuskan kebijakan teknis komunikasi, peningkatan SDM dan
pemberdayaan masyarakat pengelola lingkungan;
j. merumuskan
dan
mengembangkan
program
komunikasi,
peningkatan sumberdaya manusia dan pemberdayaan masyarakat
pengelola lingkungan;
k. merumuskan dan menetapkan perizinan di bidang lingkungan
hidup yaitu izin pengumpulan limbah bahan berbahaya dan
beracun (limbah B-3) skala provinsi;
l. mengoordinasikan
lingkungan
pembinaan
hidup
dengan
dan
pengendalian
Pemerintah,
pengelolaan
Pemerintah
Daerah
Kabupaten dan Pemerintah Daerah Kota;
m. mengoordinasikan
pembinaan
dan
pengendalian
pengelolaan
lingkungan hidup dengan Organisasi Pemerintah Daerah Provinsi;
n. merumuskan pelaksanaan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
o. membuat laporan dan evaluasi pelaksanaan tugas, sesuai tugas dan
fungsinya;
p. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
(4) Kepala Badan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), membawahkan:
a. Sekretaris;
b. Kepala
Bidang
Pengkajian
Dampak
dan
Penegakan
Hukum
Lingkungan;
c. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan;
d. Kepala Bidang Konservasi Sumberdaya Alam dan Pengendalian
Kerusakan Lingkungan;
e. Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumberdaya Manusia, dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan;
f. Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan;
g. Jabatan Fungsional.
Bagian Ketiga
Sekretaris
Pasal 542
(1) Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 541 ayat (4) huruf a,
mempunyai
melaksanakan
tugas
pokok
perumusan
mengoordinasikan,
membantu
rencana
monitoring,
urusan
Kepala
program
Badan
dan
administrasi
dalam
kegiatan,
umum
dan
kepegawaian, keuangan, serta perencanaan evaluasi dan pelaporan.
- 660 -
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. penyusunan rencana program dan kegiatan, sesuai dengan bidang
tugasnya;
b. perumusan
kebijakan,
pembinaan,
dan
pedoman,
pengembangan
standarisasi,
administrasi
koordinasi,
umum
dan
kepegawaian, keuangan, serta evaluasi dan pelaporan;
c. perumusan pengaturan, pembinaan, pengembangan pelaksanaan
administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, serta evaluasi dan
pelaporan;
d. pelaksanaan
standarisasi
evaluasi,
program
supervisi,
dan
administrasi
pelaporan
umum
dan
kebijakan
kepegawaian,
keuangan, serta evaluasi dan pelaporan;
e. penyiapan data dan bahan urusan administrasi umum dan
kepegawaian, keuangan, serta evaluasi dan pelaporan;
f. pengelolaan
urusan
administrasi
umum
dan
kepegawaian,
keuangan, penyusunan program evaluasi, dan pelaporan;
g. pengelolaan dan penyelenggaraan data dan informasi.
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Sekretaris mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. merencanakan kegiatan operasional di lingkungan kesekretariatan
Badan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. merencanakan bahan rumusan kebijakan, pedoman, standarisasi,
pelayanan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, serta
evaluasi dan pelaporan;
e. merencanakan pembinaan dan pengembangan administrasi umum
dan kepegawaian, keuangan, serta evaluasi dan pelaporan;
f. merencanakan
bahan
rumusan
rancangan
kebijakan
teknis
penyelenggaraan kearsipan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang,
kehumasan, kepustakaan, dan efisiensi tatalaksana badan;
g. membuat laporan dan evaluasi pelaksanaan tugas, sesuai tugas dan
fungsinya;
h. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
- 661 -
(4) Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1), membawahkan:
a. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Kepala Sub Bagian Keuangan;
c. Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.
Paragraf 1
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Pasal 543
(1) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 542 ayat (4) huruf a, mempunyai tugas pokok membantu
Sekretaris
dalam
melaksanakan
penyiapan
administrasi
surat
menyurat, kearsipan, perlengkapan, rumah tangga, kepustakaan,
kehumasan, administrasi kepegawaian, dan pengelolaan inventaris
barang dan aset Badan.
(1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai rincian
tugas sebagai berikut:
a. menyusun
rencana
operasional
Sub
Bagian
Umum
dan
Kepegawaian;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan administrasi ketatausahaan badan;
e. melaksanakan urusan rumah tangga badan;
f. melaksanakan kegiatan kearsipan dan pengelolaan kepustakaan;
g. melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan barang badan;
h. melaksanakan pengelolaan inventaris barang dan aset badan;
i. melaksanakan pembinaan dan manajemen kepegawaian lingkup
badan;
j. melaksanakan fungsi kehumasan;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Paragraf 2
Kepala Sub Bagian Keuangan
- 662 -
Pasal 544
(1) Kepala Sub Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542
ayat (4) huruf b,mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam
melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran,
pembukuan, verifikasi dan perbendaharaan Badan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai rincian tugas sebagai
berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bagian Keuangan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. menyiapkan rencana anggaran kas kegiatan di lingkungan badan;
e. menyiapkan data, perhitungan anggaran dan belanja badan;
f. mengoreksi konsep pembayaran dan pengeluaran anggaran belanja
badan dari sumber APBD maupun APBN;
g. melaksanakan pengelolaan akuntansi keuangan badan;
h. menyusun laporan keuangan badan;
i. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
j. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Paragraf 3
Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan
Pasal 545
(1) Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 542 ayat (4) huruf c, mempunyai tugas pokok
membantu Sekretaris dalam melaksanakan penyiapan perumusan
program dan kegiatan, evaluasi, dan pelaporan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai
rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bagian Program, Evaluasi, dan
Pelaporan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
- 663 -
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. mengoordinasikan penyusunan konsep Rencana Strategis (Renstra)
badan;
e. mengoordinasikan penyusunan rencana kerja (Renja) badan;
f. mengoordinasikan
rencana
penyusunan
pembangunan
laporan
jangka
kinerja
menengah
badan,
daerah,
bahan
Laporan
Pertanggungjawaban Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Laporan
Keuangan dan Pertanggungjawaban Daerah (LKPD) badan.
g. mengoordinasikan penyusunan rencana anggaran belanja badan
yang bersumber dari APBD maupun APBN;
h. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan program dan
kegiatan badan;
i. melaksanakan fasilitasi program dan kegiatan dari Pemerintah
pusat untuk provinsi dan kabupaten/kota;
j. melaksanakan pengelolaan data dan informasi badan;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Bagian Keempat
Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum Lingkungan
Pasal 546
(1) Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum Lingkungan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 541 ayat (4) huruf b, mempunyai
tugas
pokok
membantu
Kepala
Badan
dalam
melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengkajian dampak dan
penegakan hukum lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum
Lingkungan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. pelaksanaan dan penyusunan bahan pembinaan teknis pengkajian
dampak lingkungan;
b. pelaksanaan dan penyusunan bahan pembinaan teknis analisis
mengenai dampak lingkungan;
c. pelaksanaan dan penyusunan bahan pembinaan teknis penegakan
hukum lingkungan.
- 664 -
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum Lingkungan
mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. merencanakan kegiatan operasional Bidang Pengkajian Dampak dan
Penegakan Hukum Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. merencanakan bahan rumusan kebijaksanaan teknis pengkajian
dampak dan penegakan hukum lingkungan;
e. merencanakan
bahan
rumusan
kebijaksanaan
operasional
pengkajian dampak dan penegakan hukum lingkungan;
f. merencanakan bahan rencana program bidang pengkajian dampak
dan penegakan hukum lingkungan;
g. menyusun bahan dan memfasilitasi rekomendasi teknis pelayanan
perizinan bidang lingkungan hidup;
h. merencanakan
bahan
laporan/pengaduan
pengelolaan
masyarakat
dan
dan
tindak
lanjut
atas
hasil
pengawasan
pengendalian akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan;
i. merencanakan pelaksanaan penyidikan tindak pidana lingkungan
hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
j. merencanakan pelaksanaan pemantauan, analisis, evaluasi, dan
penyusunan laporan pelaksanaan bidang pengkajian dampak dan
penegakan hukum lingkungan;
k. merencanakan pelaksanaan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
l. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
(4) Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum Lingkungan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), membawahkan:
a. Kepala Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan;
b. Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan.
Paragraf 1
Kepala Sub BidangPengkajian Dampak Lingkungan
- 665 -
Pasal 547
(1) Kepala Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 546 ayat (4) huruf a, mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum
Lingkungan
dalam
melaksanakan
penyusunan
dan
pelaksanaan
kebijakan pengkajian dampak lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Pengkajian Dampak Lingkungan mempunyai
rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bidang Pengkajian Dampak
Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan penyusunan bahan koordinasi teknis pengkajian
dampak lingkungan;
e. melaksanakan
rumusan
kebijaksanaan
teknis
operasional
pengkajian dampak lingkungan;
f. melaksanakan
penyusunan
program
pengkajian
dampak
lingkungan yang meliputi pembinaan teknis Amdal, pembinaan
upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantaun lingkungan;
g. menyusun bahan dan memfasilitasi rekomendasi teknis pelayanan
izin lingkungan;
h. melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan penyusunan
laporan pelaksanaan pengkajian dampak lingkungan;
i. melaksanakan
koordinasi
dan
operasional
dengan
lembaga,
Pemerintah Kabupaten Kota dan instansi lain dalam hal pengkajian
dampak lingkungan;
j. melaksanakan pembinaan pelaksanaan pengawasan pengelolaan
dan
pemantauan
lingkungan
hidup
yang
dilakukan
oleh
Kabupaten/Kota bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib
dilengkapi Amdal dan UKL/UPL dalam wilayah Provinsi;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
- 666 -
Paragraf 2
Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan
Pasal 548
(1) Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 546 ayat (4) huruf b, mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penegakan Hukum
Lingkungan
dalam
melaksanakan
penyusunan
dan
pelaksanaan
kebijakan bidang penegakan hukum lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan mempunyai
rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bidang Penegakan Hukum
Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan
kebijakan
teknis
penataan,
Pentaatan,
dan
penegakan hukum lingkungan;
e. melaksanakan kebijakan operasional penataan, pentaatan, dan
penegakan hukum lingkungan;
f. melaksanakan
program
penataan,
pentaatan,
dan
penegakan
hukum lingkungan yang meliputi pidana, perdata, dan administrasi
lingkungan;
g. melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan penyusunan
laporan pelaksanaan penataan, pentaatan, dan penegakan hukum
lingkungan;
h. melaksanakan koordinasi dalam pengelolaan dan tindak lanjut atas
laporan/pengaduan
masyarakat
dan
hasil
pengawasan
pengendalian akibat pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan;
i. melaksanakan penyidikan tindak pidana lingkungan hidup, sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
j. melaksanakan koordinasi dalam penerapan paksaan pemerintah
terhadap pelaksanaan penanggulangan pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup skala Provinsi;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
- 667 -
Bagian Kelima
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Pasal 549
(1) Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 541 ayat (4) huruf c, mempunyai tugas pokok
membantu
Kepala
Badan
Lingkungan
Hidup
Daerah
dalam
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengendalian
pencemaran lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai
fungsi sebagai berikut:
a. penyusunan
bahan
dan
pelaksanaan
pembinaan
teknis
pengendalian pencemaran air, laut, tanah, dan udara;
b. penyusunan bahan dan pelaksanaan pembinaan teknis koordinasi
pelaksanaan pengendalian pengelolaan limbah domestik, limbah B3
dan B3 serta proses perizinan.
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai
rincian tugas sebagai berikut:
a. merencanakan
kegiatan
operasional
Bidang
Pengendalian
Pencemaran Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. merencanakan
bahan
rumusan
kebijakan
teknis
bidang
pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah;
e. merencanakan
bahan
rumusan
kebijakan
operasional
bidang
pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah;
f. merencanakan
program
bidang
pengendalian
pencemaran
pelaksanaan
pemantauan,
lingkungan dan pengelolaan limbah;
g. merencanakan,
mengoordinasikan
pengawasan, pengendalian, analisis, evaluasi, dan penyusunan
laporan pelaksanaan pengendalian pencemaran lingkungan dan
pengelolaan limbah;
h. merencanakan pelaksanaan koordinasi dengan unit terkait dalam
rangka pengendalian pencemaran lingkungan dan pengelolaan
limbah;
- 668 -
i. merencanakan pelaksanaan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
j. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
(4) Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), membawahkan:
a. Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Air, Laut, Tanah, dan
Udara;
b. Kepala Sub Bidang Pengelolaan Limbah Domestik dan Limbah B3.
Paragraf 1
Kepala Sub BidangPengendalian Pencemaran Air, Laut, Tanah dan Udara
Pasal 550
(1) Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Air, Laut, Tanah, dan
Udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549 ayat (4) huruf a,
mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Pengendalian
Pencemaran
Lingkungan
dalam
melaksanakan
penyusunan
dan
pelaksanaan kebijakan bidang pengendalian pencemaran air, laut,
tanah dan udara.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Air, Laut, Tanah, dan
Udara mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun
rencana
operasional
Sub
Bidang
Pengendalian
Pencemaran Air, Laut, Tanah, dan Udara;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan kebijakan teknis pengendalian pencemaran air, laut,
tanah dan udara;
e. melaksanakan kebijakan operasional pengendalian pencemaran air,
laut, tanah dan udara;
f. melaksanakan program pengendalian pencemaran air, laut, tanah,
dan udara;
g. melaksanakan pemantauan, pengawasan, pengendalian, analisis,
evaluasi dan penyusunan laporan pengendalian pencemaran air,
laut, tanah, dan udara;
- 669 -
h. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga/instansi
lain dalam hal pengendalian pencemaran air, laut, tanah, dan
udara;
i. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja atau satuan kerja
terkait;
l. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Paragraf 2
Kepala Sub BidangPengelolaan Limbah Domestik dan Limbah B3
Pasal 551
(1) Kepala Sub Bidang Pengelolaan Limbah Domestik dan Limbah B3
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549 ayat (4) huruf b, mempunyai
tugas pokok membantu Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran
Lingkungan
dalam
melaksanakan
penyusunan
dan
pelaksanaan
kebijakan pengendalian limbah domestik, limbah B3, dan B3.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Pengelolaan Limbah Domestik dan Limbah B3
mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bidang Pengelolaan Limbah
Domestik dan Limbah B3;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan kebijakan teknis Pengelolaan limbah domestik,
limbah B3 dan B3;
e. melaksanakan kebijakan operasional pengelolaan limbah domestik,
limbah B3 dan B3;
f. melaksanakan program pengelolaan limbah domestik, limbah B3
dan B3;
g. menyusun bahan dan memfasilitasi rekomendasi teknis pelayanan
perizinan pengelolaan limbah B3;
h. melaksanakan pemantauan, pengawasan, pengendalian, analisis,
evaluasi, dan penyusunan laporan Pengelolaan limbah domestik,
limbah B3 dan B3;
- 670 -
i. melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga/instansi
lain dalam hal Pengelolaan limbah domestik, limbah B3 dan B3;
j. melaksanakan
pengawasan
perlindungan
lapisan
ozon
skala
Provinsi;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Bagian Keenam
Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian
Kerusakan Lingkungan
Pasal 552
(1) Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian
Kerusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 541 ayat (4) huruf d,
Lingkungan
mempunyai
tugas
pokok
membantu
Kepala
Badan
Lingkungan Hidup Daerah dalam melaksanakan penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan konservasi, dan rehabilitasi sumber daya alam,
serta pengendalian kerusakan lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian
Kerusakan Lingkungan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. penyusunan bahan dan pelaksanaan pembinaan teknis koordinasi
pelaksanaan pengendalian konservasi dan rehabilitasi sumber daya
alam;
b. penyusunan bahan dan pelaksanaan pembinaan teknis koordinasi
pelaksanaan pengendalian kerusakan lingkungan yang meliputi
kerusakan sumberdaya air, pesisir, dan laut.
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan
Lingkungan mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. merencanakan kegiatan operasional Bidang Konservasi Sumber
Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
- 671 -
d. merencanakan bahan pengumpulan, updating, dan analisis data
potensi sumberdaya alam;
e. merencanakan
bahan
penyusunan
rumusan
kebijakan
teknis
konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam, serta pengendalian
kerusakan lingkungan;
f. merencanakan bahan penyusunan rumusan kebijakan operasional
konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam, serta pengendalian
kerusakan lingkungan;
g. merencanakan bahan pelaksanaan pembinaan dan koordinasi
pemantauan
pengelolaan
sumber
daya
alam,
lahan,
hutan,
keanekaragaman hayati, sumberdaya air, danau, pesisir, dan laut;
h. merencanakan bahan pelaksanaan Program
Konservasi
dan
rehabilitasi,
serta
dan atau kegiatan
pengendalian
pemanfaatan
sumber daya alam, lahan, hutan, keanekaragaman hayati, sumber
daya air, danau, pesisir dan laut;
i. merencanakan
pengendalian
bahan
pelaksanaan
analisis,
evaluasi,
pemantauan,
dan
pengawasan,
penyusunan
laporan
pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam, serta
pengendalian kerusakan lingkungan;
j. merencanakan pelaksanaan operasional terkait kegiatan konservasi
dan rehabilitasi sumber daya alam, serta pengendalian kerusakan
lingkungan;
k. merencanakan pelaksanaan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
l. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
(4) Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian
Kerusakan
Lingkungan
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1),
membawahkan:
a. Kepala Sub Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam;
b. Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Sumberdaya Air,
Pesisir, dan Laut.
Paragraf 1
Kepala Sub Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam
- 672 -
Pasal 553
(1) Kepala Sub Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552 ayat (4) huruf a, mempunyai
tugas pokok membantu Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam
dan
Pengendalian
Kerusakan
Lingkungan
dalam
melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan konservasi dan rehabilitasi
sumberdaya alam.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam
mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun
rencana
operasional
Sub
Bidang
Konservasi
dan
Rehabilitasi Sumberdaya Alam;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan kebijaksanaan teknis konservasi sumber daya alam;
e. melaksanakan kebijaksanaan operasional konservasi sumber daya
alam;
f. melaksanakan kebijaksanaan teknis rehabilitasi sumber daya alam;
g. melaksanakan kebijaksanaan operasional rehabilitasi sumber daya
alam;
h. melaksanakan koordinasi pelaksanaan program dan atau kegiatan
konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam
i. melaksanakan konservasi dan rehabilitasi kerusakan sumber daya
alam lahan, hutan, keanekaragaman hayati;
j. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Paragraf 2
Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Sumberdaya Air, Pesisir
dan Laut
Pasal 554
(1) Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Sumberdaya Air, Pesisir
dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552 ayat (4) huruf b,
mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Konservasi Sumber
- 673 -
Daya
Alam
dan
Pengendalian
Kerusakan
Lingkungan
dalam
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengendalian
kerusakan sumberdaya air, pesisir, dan laut.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Pengendalian Kerusakan Sumberdaya Air,
Pesisir, dan Laut mempunyai rincian tugas sebagai berikut:
a. menyusun
rencana
operasional
Sub
Bidang
Pengendalian
Kerusakan Sumberdaya Air, Pesisir dan Laut;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan
kebijaksanaan
teknis
pengendalian
kerusakan
sumberdaya air, pesisir, dan laut;
e. melaksanakan kebijaksanaan operasional pengendalian kerusakan
sumberdaya air, pesisir, dan laut;
f. melaksanakan koordinasi pelaksanaan program dan atau kegiatan
pengendalian kerusakan sumberdaya air, pesisir, dan laut;
g. melaksanakan konservasi dan rehabilitasi kerusakan sumber daya
alam lahan, hutan, dan keanekaragaman hayati;
h. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
i. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Bagian Ketujuh
Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan
Pasal 555
(1) Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan
Pemberdayaan
Masyarakat
Pengelola
Lingkungan
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 541 ayat (4) huruf e, mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Badan dalam melaksanakan penyusunan dan
pelaksanaan
kebijakan
komunikasi,
peningkatan
sumber
daya
manusia, dan pemberdayaan masyarakat pengelola lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam, dan
- 674 -
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan mempunyai fungsi
sebagai berikut:
a. penyelenggaraan komunikasi lingkungan melalui penyuluhan di
bidang pengendalian lingkungan hidup;
b. pelaksanaan dan penyusunan bahan pembinaan serta petunjuk
teknis
pelaksanaan
pengembangan
pemberdayaan
masyarakat
(peran serta masyarakat);
c. pelaksanaan dan penyusunan bahan pembinaan teknis peningkatan
sumber daya manusia pengelola lingkungan hidup;
(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan mempunyai rincian
tugas sebagai berikut:
a. merencanakan
kegiatan
operasional
Bidang
Komunikasi,
Peningkatan Sumber Daya Alam dan Pemberdayaan Masyarakat
Pengelola Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. merencanakan
bahan
penyusunan
rumusan
kebijakan
teknis
komunikasi, peningkatan SDM, dan pemberdayaan masyarakat
pengelola lingkungan;
e. merencanakan bahan penyusunan rumusan kebijakan operasional
komunikasi, peningkatan SDM, dan pemberdayaan masyarakat
pengelola lingkungan;
f. merencanakan bahan peningkatkan kesadaran masyarakat di
bidang pengelolaan lingkungan hidup;
g. merencanakan dan mengembangkan sistem informasi lingkungan
hidup;
h. merencanakan
program
komunikasi,
peningkatan
SDM,
dan
pemberdayaan masyarakat pengelola lingkungan;
i. merencanakan
evaluasi,
dan
peningkatan
dan
mengoordinasikan
penyusunan
SDM,
dan
laporan
pelaksanaan
pelaksanaan
pemberdayaan
analisis,
komunikasi,
masyarakat
pengelola
lingkungan;
j. merencanakan pelaksanaan koordinasi dan operasional dengan unit
terkait kegiatan komunikasi, peningkatan SDM, dan pemberdayaan
masyarakat pengelola lingkungan;
- 675 -
k. merencanakan pelaksanaan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
l. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
m. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
(4) Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan
Pemberdayaan
Masyarakat
Pengelola
Lingkungan
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), membawahkan:
a. Kepala Sub Bidang Komunikasi Lingkungan;
b. Kepala Sub Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan.
Paragraf 1
Kepala Sub Bidang Komunikasi Lingkungan
Pasal 556
(1) Kepala Sub Bidang Komunikasi Lingkungan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 555 ayat (4) huruf a, mempunyai tugas pokok membantu
Kepala Bidang Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan dalam melaksanakan
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan komunikasi lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Kepala Sub Bidang Komunikasi Lingkungan mempunyai rincian
tugas sebagai berikut:
a. menyusun
rencana
operasional
Sub
Bidang
Komunikasi
Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan, sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi, dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan penyusunan sistem komunikasi lingkungan, sistem
managemen
lingkungan,
sistem
ekolabel,
dan
sistem
audit
lingkungan;
e. melaksanakan pengumpulan, pengolahan data, dan informasi
lingkungan;
f. melaksanakan kebijakan teknis sistem informasi lingkungan;
g. melaksanakan penguatan jejaring informasi lingkungan pusat dan
daerah;
- 676 -
h. menyusun bahan peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat
di bidang lingkungan;
i. melaksanakan
penyebaran
informasi
lingkungan
kepada
masyarakat;
j. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
k. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
Paragraf 2
Kepala Sub Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia
dan Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan
Pasal 557
(1) Kepala Sub Bidang Peningkatan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat
Pengelola Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555 ayat (4)
huruf
b,
mempunyai
tugas
pokok
membantu
Kepala
Bidang
Komunikasi, Peningkatan Sumber Daya Alam dan Pemberdayaan
Masyarakat Pengelola Lingkungan dalam melaksanakan penyusunan
dan pelaksanaan kebijakan peningkatan SDM dan pemberdayaan
masyarakat pengelola lingkungan.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1),
Kepala
Sub
Bidang
Peningkatan
SDM
dan
Pemberdayaan
Masyarakat Pengelola Lingkungan mempunyai rincian tugas sebagai
berikut:
a. menyusun rencana operasional Sub Bidang Peningkatan SDM dan
Pemberdayaan Masyarakat Pengelola Lingkungan;
b. menyelia dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;
c. memantau, mengevaluasi dan menilai hasil kerja bawahan dalam
pelaksanaan tugas untuk pembinaan karir;
d. melaksanakan
kebijakan
teknis
peningkatan
SDM
pengelola
lingkungan, yang meliputi aparatur, masyarakat dan dunia usaha;
e. melaksanakan
kebijakan
teknis
pemberdayaan
masyarakat
pengelola lingkungan;
f. melaksanakan kebijakan operasional pemberdayaan masyarakat
pengelola lingkungan;
g. melaksanakan program dan pelaksanaan peningkatan SDM dan
pemberdayaan masyarakat pengelola lingkungan yang meliputi
- 677 -
pemberdayaan masyarakat perkotaan
dan pedesaan, lembaga
lingkungan, dunia usaha dan aparatur pemerintah pengelola
lingkungan;
h. melaksanakan upaya upaya peningkatan SDM dan pemberdayaan
masyarakat;
i. melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan penyusunan
laporan
pelaksanaan
peningkatan
SDM
dan
pemberdayaan
masyarakat;
j. melaksanakan
penyiapan
bahan
pelaksanaan
koordinasi
dan
kerjasama dengan lembaga dan instansi lain terkait peningkatan
SDM dan pemberdayaan masyarakat;
k. melaporkan dan mengevaluasi hasil kegiatan, sesuai tugas dan
fungsinya;
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan pimpinan, baik
lisan maupun tertulis.
- 678 -
Download