hubungan antara iklim kerja dengan motivasi kerja pada karyawan

advertisement
ABSTRAK
Yunita Kartika Hidayat. Hubungan Antara Iklim Kerja Dengan Motivasi Kerja
Pada Karyawan Departemen Utility Bagian Boiler Diesel Di P.T Grandtex
Bandung.
Perusahaan P.T Grandtex merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil.
Produk yang dihasilkan berupa kain denim, chambray, dan benang pintal. Bahan baku
yang digunakan seperti benang pintal dihasilkan sendiri oleh P.T Grandtex. Hasil
produksi akan dijual kepada konsumen dalam dan luar negeri. Perusahaan ini terdiri
dari sepuluh departemen, salah satunya Departemen Utility. Departemen utility terdiri
dari beberapa bagian, salah satunya didalamnya terdapat bagian boiler diesel. Bagian
boiler diesel merupakan bagian yang telah di restrukturisasi menjadi satu dari bagian
boiler dan bagian diesel, sehingga terjadi perubahan pada iklim kerja. Iklim Kerja
meliputi beberapa dimensi yaitu kebijakan dan peraturan yang ditentukan perusahaan
(dimensi conformity), tanggung jawab dalam pekerjaannya (dimensi responsibility),
tuntutan kerja kemampuan karyawan (dimensi standards), insentif/imbalan yang
sesuai dengan pekerjaannya(dimensi reward), membagi tugas dengan jelas dan teratur
(dimensi clarity), hubungan harmonis antar atasan dengan bawahan, dan antar rekan
sekerja (dimensi team spirit). Perubahan iklim kerja bagian boiler diesel ini membuat
karyawan tidak termotivasi dalam bekerja sehingga mengakibatkan kerugian yang
sangat besar pada perusahaan dengan adanya besarnya poin cacat jenis benang yang
mengakibatkan kualitas kain denim menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menggambarkan secara empiris keeratan hubungan antara Iklim Kerja dengan
Motivasi Kerja Pada Karyawan Departemen Utility Bagian Boiler Diesel di P.T
Grandtex Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional,
yaitu suatu metode penelitian yang berusaha untuk menemukan derajat hubungan
antara Iklim Kerja dengan Motivasi Kerja. Jumlah subjek dalam penelitian ini
sebanyak 22 orang. Teknik pengambilan sample dengan Teknik Purpossive Sampling,
yaitu dengan karakteristik subjek adalah karyawan yang bekerja di bagian boiler
diesel, memiliki pendidikan terakhir minimal SLTP, dan masa kerja minimal telah 5
tahun ke atas. Penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner, yaitu
alat untuk mengukur iklim kerja dari Climate Surveys Questioner dari George H.
Litwin dan Herbert H. Meyer. Sedangkan untuk motivasi kerja menggunakan
kuesioner dari The Motivation Assessment Inventory (MAI) dari Dennis C. Kinlaw.
Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan data ordinal dan data diolah
dengan menggunakan statistic non-parametrik. Data yang diperoleh dianalisis secara
statistik dengan menggunakan statistic uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil
perhitungan korelasi Rank Spearman iklim kerja dengan motivasi kerja memiliki taraf
signifikansi = 0,05 diperoleh rs = 0,642, ttab = 1,725 dan thit > ttab. Hal ini
menunjukkan Ho ditolak dan H1 diterima, dapat dikatakan terdapat korelasi arah
positif antara iklim kerja dengan motivasi kerja, artinya semakin menyenangkan iklim
kerja maka semakin tinggi motivasi kerja karyawan departemen utility bagian boiler
diesel di P.T Grandtex Bandung. Atau, semakin tidak menyenangkan iklim kerja
maka semakin rendah motivasi kerja karyawan departemen utility bagian boiler diesel
di P.T Grandtex Bandung.
i
Download