ÿþM i c r o s o f t W o r d - 8 . L a m p i r a n _ 1 0 4 0 5 2 4 1 0 3 4 _

advertisement
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama sekolah
: SMA N 1 Pleret
Mata Pelajaran
: Geografi
Program / Semester
: XI IPS/ 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 4 x 45 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan
hidup.
Kompetensi Dasar
: 3.1 Mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan hidup dalam
kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
Indikator
: 1. Menjelaskan pengertian pembangunan
2. Mendeskripsikan konsep pembangunan berkelanjutan
3. Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan
pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan
pembangunan berkelanjutan
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian pembangunan
2. Mendeskripsikan konsep pembangunan berkelanjutan
3. Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan pemanfaatan lingkungan
hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Religius, Disiplin,
Tanggungjawab, dan Saling menghargai.
II. Materi Pembelajaran
Lingkungan Hidup
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu: Unsur Hayati (Biotik), Unsur Sosial Budaya, dan Unsur Fisik (Abiotik)
Pemanfaatan Lingkungan Hidup
Idealnya pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan pemeliharaan dan
kelestarian lingkungan sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Pemanfaatan lingkungan hidup tersebut tentunya harus berkesinambungan.
Setiap pemanfaatan lingkungan hidup harus bertujuan sebagai berikut.
a. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan
lingkungan hidup.
b. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki
sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan hidup.
c. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
d. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup
e. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
f. Terlindunginya Indonesia terhadap dampak dari luar yang dapat menyebabkan
pencemaran/ kerusakan lingkungan.
Apabila setiap pemanfaatan lingkungan hidup dapat mengacu pada enam hal tersebut
maka lingkungan hidup akan selalu terjaga dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya
bagi kemakmuran rakyat saat ini dan di masa yang akan datang. Beberapa pemanfaatan
lingkungan hidup sebagai berikut.
a. Digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti manusia
membutuhkan air untuk keperluan minum, memasak, dan mandi. Manusia juga
memerlukan oksigen untuk bernapas, memerlukan keindahan alam untuk
berwisata, dan membutuhkan tanah untuk bercocok tanam, tempat tinggal, sarana
olahraga, dan lain-lain.
b. Digunakan untuk industri, seperti industri yang menghasilkan produknya berupa
oksigen (O2) yang tersimpan di dalam tabung, industri air mineral, industri pupuk
organik, industri minyak bumi, dan lain-lain.
c. Digunakan pemerintah sebagai daerah konservasi agar lingkungan hidup tersebut
terjaga, seperti adanya daerah suaka alam, suaka margasatwa, taman nasional,
kebun binatang, dan hutan lindung.
d. Digunakan sebagai bahan kajian, penelitian, dan pengembangan oleh pihak-pihak
terkait, contohnya yaitu penelitian, tingkat pencemaran udara oleh kementrian
lingkungan hidup, pengembangan tanaman langka oleh Departemen Pertanian, dan
lain-lain.
e. Pemasaran unsur-unsur lingkungan hidup melalui pengembangbiakan hewan dan
tumbuhan dengan tetap menciptakan pemurnian lingkungan hidup itu sendiri,
seperti penangkaran buaya yang kulitnya diperuntukkan sebagai bahan dasar
pembuatan tas dan ikat pinggang.
f. Memelihara dan membesarkan benih-benih hewan dan tumbuhan dengan tetap
mempertahankan jenisnya.
g. Pengambilan tumbuhan liar untuk kepentingan penjualan dengan cara
membudidayakannya. Seperti penemuan berbagai jenis anggrek hutan yang
dikembangkan melalui perkebunan.
h. Budi daya tanaman obat-obatan/ membuat apotik hidup di sekitar rumah.
Pembangunan
Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bijaksana.
Berdasarkan UU Nomor 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional, visi
GBHN 1999-2004 merupakan tujuan pembangunan nasional. GBHN 1999-2004
memberikan visi yang merupakan tujuan yang ingin dicapai, yaitu terwujudnya
masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdayasaing, maju, dan
sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh
manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta
tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan teknologi,
serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin.
Sumber daya yang mendukung pembangunan adalah sebagai berikut.
a. Sumber daya manusia, jumlah penduduk, pendidikan kesehatan, keterampilan, dan
kebudayaan.
b. Sumber daya alam: air, tanah, udara, hutan, kandungan mineral, dan
keanekaragaman hayati.
c. Ilmu pengetahuan dan teknologi: transportasi, komunikasi, teknologi ilmu
pengetahuan, dan rekayasa.
Ketidakcermatan dalam penggunaan sumberdaya yang dimiliki negara dapat
menimbulkan masalah-masalah lingkungan hidup seperti:
a. Permasalahan sumber daya alam: kerusakan hutan, kepunahan hewan dan
tumbuhan, serta perluasan lahan kritis.
b. Permasalahan permukiman: sanitasi, permukiman kumuh, air bersih, dan kesehatan
lingkungan.
c. Polusi lingkungan: pencemaran air, tanah, dan udara.
Beberapa contoh dampak negatif pembangunan antara lain:
1. Banyak pembangunan pengembangan sumber daya air telah menimbulkan masalah
kesehatan. Masalah itu timbul karena pembangunan tersebut telah menciptakan
habitat baru atau memperbaiki habitat yang ada bagi berbagai sektor penyakit,
antara lain, banyak jenis nyamuk yang menjadi sektor penyakit malaria, demam
berdarah, encephalis, filariasis, lalat yang menjadi sektor penyakit tidur dan buta
sungai (onchociasis), serta siput yang menjadi vektor bilharziasis.
2. Pencemaran udara oleh mobil banyak terdapat di kota besar, seperti Jakarta, Bogor,
Bandung, Surabaya, dan Medan.
3. Pencemaran oleh limbah industri makin banyak diberikan di banyak daerah,
kerusakan tata guna lahan dan tata air di daerah Puncak. Karena kerusakan tata
guna lahan dan tata air tersebut, laju erosi dan frekuensi banjir meningkat.
Pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai “pembangunan yang memenuhi
kebutuhannya sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yanga akan datang
untuk memenuhi kebutuhan mereka”. Pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan
yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber
daya alam alam secara bijaksana, efisiensi dan memperhatikan pemanfaatan baik untuk
generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah syarat yang harus dipenuhi agar
pembangunan dapat berkelanjutan. Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
merupakan salah satu alat dalam upaya dapat dilakukannya pembangunan berwawasan
lingkungan.
Hal-hal penting dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkunagn antara
lain sebagai berikut:
a. Proses pembangunan hendaknya berlangsung terus-menerus dengan ditopang
kualitas lingkungan dan manusia yang berkembang secara berkelanjutan.
b. Pembangunan yang dilakukan memungkinkan meningkatkan kesejahteraan
generasi sekarang tanpa mengurangi kesejahteraan generasi yang akan datang.
c. Lingkungan hidup memiliki keterbatasan sehingga dalam pemanfaatannya akan
mengalami pengurangan.
d. Semakin baik kualitas lingkungan maka semakin baik pula pengaruhnya terhadap
kualitas hidup yang tercermin antara lain pada meningkatnya usia harapan hidup
dan menurunnya tingkat kematian.
e. Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dilakukan sehemat
mungkin dan dicari sumber daya alternatif lainnya, sehingga dapat digunakan
selama mungkin.
Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
a. Menggunakan pendekatan integratif, dengan menggunakan pendekatan integratif
maka keterkaitan yang kompleks antara manusia degan lingkungan dapat
dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
b. Menggunakan pandangan jangka panjang, untuk merencanakan pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya yang mendukung pembangunan agar dapat digunakan
dan dimanfaatkan.
c. Menjamin pemerataan dan keadilan, strategi pembangunan yang berwawasan
lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan faktor produksi,
pemerataan kesempatan perempuan, dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan.
d. Menghargai keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati merupakan dasar bagi
tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memiliki kepastian
bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa
yang akan datang.
Faktor kerusakan lingkungan hidup
a. Faktor Alam
 Letusan gunung berapi yang merusak lingkungan alam sekitarnya.
 Gempa bumi yang menyebabkan dislokasi lapisan tanah.
 Kemarau panjang yang menyebabkan kebakaran hutan
 Gelombang laut yang tinggi akibat badai dapat menyebabkan banjir
 Tsunami
b. Faktor Manusia
 Penggundulan hutan / penebangan liar
 Perburuan liar
 Penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau dan
bahan peledak
 Pencemaran oleh asap kendaraan bermotor dan asap dari aktivitas industri
 Pencemaran suara dapat timbul dari bising-bising suara mobil, kereta api,
pesawat udara, dan jet.
 Pembuangan limbah industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai
dan laut. Jika sungai dan laut tercemar maka kehidupan di wilayah perairan
tersebut akan terganggu.
 Pencemaran tanah akibat barang-barang atau zat-zat yang tidak larut dalam
air yang berasal dari pabrik-babrik dan pembuangan limbah kimia, kertas,
plastik bekas pembungkus botol.
 Pembuangan sampah di sembarang tempat.
 Pelemparan jangkar dan pembuangan bangkai kapal dapat merusak terumbu
karang.
 Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
Beberapa contoh pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan
berkelanjutan.
a. Air
Air sangat dibutuhkan bagi kehidupan. Air dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup seperti untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Walaupun
jumlahnya melimpah namun penggunaannya harus dilakukan sehemat mungkin
dan memperhatikan kelestarian lingkungannya agar kualitas air dapat terjaga.
Kualitas air yang buruk atau tercemar akan merusak tatanan kehidupan di
sekitarnya.
Contoh pencemaran air salah satunya pencemaran oleh pembuangan limbah
industri dan rumah tangga. Misalnya pencemaran limbah pertambangan
menyebabkan timbulnya keracunan bagi mereka yang memakan ikan dari laut yang
tercemar seperti yang terjadi di Minamata dan Itai-itai. Limbah industri yang
mengandung zat yang berbahaya kemudian dibuang di sungai maupun di laut dapat
menurunkan kualitas air. Limbah rumah tangga biasanya dalam bentuk limbah
padat yang berupa sampah. Sampah jika dibuang sembarangan di sungai maka
dapat menyumbat aliran air sehingga dapat mengakibatkan banjir, menimbulkan
berbagai bibit penyakit, dan menyebarkan bau yang tidak enak. Contoh yang
lainnya yaitu penangkapan ikan oleh nelayan menggunakan bahan kimia berbahaya
dan peledak, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut, seperti
tercemarnya air laut, kualitas ikan buruk karena telah tekontaminasi oleh zat-zat
kimia yang berbahaya, dan terumbu karang menjadi rusak.
Oleh karena itu pengelolaan limbah industri dan rumah tangga, sebelum
limbah di buang sebaiknya diolah terlebih dahulu sehingga tidak merusak kualitas
lingkungan. Serta dalam penangkapan ikan agar tetap memperhatikan kualitas
lingkungan dapat dengan cara menggunakan jaring untuk menangkap ikan, serta
pembudidayaan terumbu karang.
Untuk menjaga agar kelestarian air tanah tetap terjaga, maka perlu
diperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Menghemat penggunaan air tanah, misalnya untuk menyiram tanaman tidak
mengunakan air tanah sebaiknya menggunakan air permukaan.
b. Menggunakan air tanah yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan
serta penggunaan lahan dalam suatu daerah aliran sungai harus
diperhitungkan dampak dan manfaatnya.
c. Memfungsikan kembali tampungan-tampungan air dengan cara
melestarikan keberadaan situ dan danau
d. Menjaga fungsi hutan agar tidak menimbulkan ketimpangan tata air.
e. Mengolah air limbah menjadi air bersih dengan menggunakan metode
kimiawi sehingga layak digunakan lagi dan memperketat pelaksanaan
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) khususnya terhadap air
tanah.
f. Memasukkan air hujan ke dalam tanah dan ini dapat dilakukan dengan cara
membuat sumur resapan atau lubang biopori.
b. Tanah
lahan dapat dimanfaatkan untuk pertanian, permukiman, perindustrian, kawasan
konservasi, dan lain-lain. Contoh masalah yang ditimbulkan akibat pemanfaatan
lingkungan lahan salah satunya yaitu alih fungsi lahan, misalnya pembangunan
proyek di dekat pantai, dan pengerukan material yang ada di dasar laut dapat
menyebabkan abrasi. Hal yang dapat dilakukan yaitu budidaya hutan mangrove.
Mangrove selain dapat mencegah abrasi juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai
tempat perkembangbiakan beberapa jenis ikan dan udang sehingga dapat bermanfaat
secara ekologis dan ekonomis.
Contoh lainnya yaitu pemanfaatan lahan untuk pertanian. Untuk meningkatkan
produksi penggunaan pupuk kimia berbahaya dapat merusak kesuburan tanah serta
menurunkan kualitas produksi pertanian. Sebaiknya dalam pertanian yang dapat
dilakukan yaitu dengan menggunakan pupuk organik. Selain dapat menyuburkan
tanah, dapat pula meningkatkan kualitas produksi pertanian.
c. Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan. Oksigen yang terkandung di atmosfer
dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Oleh karena itu kualitasnya harus
terjaga karena jika tercemar dapat merusak lingkungan serta kesehatan makhluk
hidup.
Pemanfaatan udara yang dapat menyebabkan menjadi tercemar yang sering kita
jumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya yaitu penggunaan teknologi
transportasi berupa kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor dapat
menyebabkan polusi udara apa lagi jika kendaraan bermotor tersebut dalam produksi
serta pemanfaatannya tidak memperhatikan emisi gas buang yang dihasilkan oleh
kendaraan bermotor tersebut. Asap pabrik juga dapat mencemari udara bahkan ada
bau yang tidak sedap dari aktivitas industri sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan adanya pembatasan
penggunaan kendaraan bermotor bisa dengan mengadakan hari-hari tanpa penggunaan
kendaraan bermotor. Selain itu juga dapat di lakukan penghijauan terutama di kotakota besar serta pusat-pusat industri.
d. Hutan
Hutan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelestarian berbagai hewan serta
tumbuhan, sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen, hasil hutan dapat
bermanfaat secara ekonomi, dapat mengatur air hujan, mencegah erosi, dan lain-lain.
Pemanfaatan hutan sering kali disalah gunakan salah satunya yaitu eksploitasi
kayu di hutan. Penebangan liar dapat menyebabkan hutan gundul sehingga dapat
mengakibatkan kekeringan, berkurangnya daerah penyangga air sehingga sering
terjadi erosi, berkurangnya kawasan alami tempat hidup berbagai jenis hewan, dan
lain-lain. Hal yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan hutan agar dapat terjaga
kelestariannya yaitu dengan penghijauan (reboisasi) serta dengan sistem tebang pilih
yaitu menebang dengan cara memilih pohon yang sudah cukup tua.
III. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran Role Playing
IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I
A. Kegiatan awal (10 menit)
1) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
2) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
B. Kegiatan Inti (25 menit)
1) Guru menjelaskan tentang pemanfaatan lingkungan hidup.
2) Siswa dibagi menjadi lima kelompok
3) Siswa berdiskusi tentang contoh-contoh pemanfaatan lingkungan hidup dan
permasalahannya.
4) Siswa menentukan tema dan membuat naskah role playing secara berkelompok.
5) Siswa melakukan kegiatan role playing atau memperagakan berdasarkan naskah
yang telah dibuat di dalam kelompok masing-masing sebagai latihan
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
C. Penutup (10 menit)
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
2) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
Pertemuan II
A. Kegiatan awal (10 menit)
1) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
2) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
B. Kegiatan Inti (70 menit)
1) Siswa berkumpul pada kelompoknya masing-masing.
2) Siswa melakukan diskusi dan latihan.
3) Siswa melakukan kegiatan role playing di depan kelas satu persatu kelompok
untuk melakukan simulasi tentang pemanfaatan lingkungan hidup dalam
kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.
4) Tanya jawab guru dan siswa tentang pemanfaatan lingkungan hidup yang
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
C. Penutup (10 menit)
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
2) Melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
3) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
Pertemuan III
A. Kegiatan awal (10 menit)
1) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
2) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
B. Kegiatan Inti (25 menit)
1) Siswa berkumpul pada kelompoknya masing-masing.
2) Siswa melakukan kegiatan role playing yaitu, kelompok yang belum tampil
pada pertemuan sebelumnya.
3) Siswa membuat kesimpulan secara singkat tentang isi dari simulasi yang
ditampilkan.
4) Tanya jawab guru dan siswa tentang pemanfaatan lingkungan hidup
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
C. Penutup (10 menit)
1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
2) Melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
3) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
V. Alat / Bahan / Sumber Bahan
Buku sumber Geografi SMA
1) Cut Meurah, Wangsa Jaya, & Yuli Katarina. 2006. Geografi untuk SMA Kelas XI.
Phibeta: Jakarta.
2) Wardiyatmoko. 2006 Geografi untuk SMA Kelas XI. Erlangga: Jakarta.
VI. Penilaian
Teknik penilaian: Tes tertulis pre test dan post test ( soal terlampir)
Rubrik format penilaian:
Indikator
• Menjelaskan
pengertian
pembangunan
Nomor Soal
Pilihan
Ganda
1, 29
Uraian
(1)
• Mendeskripsikan
konsep pembangunan
berkelanjutan
6, 7, 8, 9,
10, 11, 12,
14, 19, 20
(2)
• Memberi contoh
tindakan – tindakan
yang mencerminkan
pemanfaatan
lingkungan hidup
dalam kaitannya
dengan pembangunan
berkelanjutan.
4, 5, 13, 15,
16, 17, 18,
21, 22, 23,
24, 25, 26,
27, 28, 30
(3)
(4)
(5)
Penilaian
Pilihan Ganda
Skor butir soal = 1
Total skor soal = 30
Uraian
Skor butir soal
Soal no. 1= 5
Soal no. 2= 8
Soal no. 3= 10
Soal no. 4= 5
Soal no. 5= 5
Total skor soal= 33
Nilai =
X 100
Yogyakarta, 25 Maret 2014
Mengetahui,
Guru Geografi SMA N 1 Pleret
Mahasiswa
Ning Mihati, S.Pd.
Annisa Nugraheni
NIP. 19540611 198103 2 005
NIM. 10405241034
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama sekolah
: SMA N 1 Pleret
Mata Pelajaran
: Geografi
Program / Semester
: XI IPS/ 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 4 x 45 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 3. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan
hidup.
Kompetensi Dasar
: 3.1 Mendeskripsikan pemanfaatan lingkungan hidup dalam
kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
Indikator
: 1. Menjelaskan pengertian pembangunan
4. Mendeskripsikan konsep pembangunan berkelanjutan
5. Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan
pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan
pembangunan berkelanjutan
VII. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
4. Menjelaskan pengertian pembangunan
5. Mendeskripsikan konsep pembangunan berkelanjutan
6. Memberi contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan pemanfaatan lingkungan
hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Religius, Disiplin,
Tanggungjawab, dan Saling menghargai.
VIII. Materi Pembelajaran
Lingkungan Hidup
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu: Unsur Hayati (Biotik), Unsur Sosial Budaya, dan Unsur Fisik (Abiotik)
Pemanfaatan Lingkungan Hidup
Idealnya pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan pemeliharaan dan
kelestarian lingkungan sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Pemanfaatan lingkungan hidup tersebut tentunya harus berkesinambungan.
Setiap pemanfaatan lingkungan hidup harus bertujuan sebagai berikut.
g. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan
lingkungan hidup.
h. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki
sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan hidup.
i. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
j. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup
k. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
l. Terlindunginya Indonesia terhadap dampak dari luar yang dapat menyebabkan
pencemaran/ kerusakan lingkungan.
Apabila setiap pemanfaatan lingkungan hidup dapat mengacu pada enam hal tersebut
maka lingkungan hidup akan selalu terjaga dan dapat dipergunakan sebesar-besarnya
bagi kemakmuran rakyat saat ini dan di masa yang akan datang. Beberapa pemanfaatan
lingkungan hidup sebagai berikut.
i. Digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti manusia
membutuhkan air untuk keperluan minum, memasak, dan mandi. Manusia juga
memerlukan oksigen untuk bernapas, memerlukan keindahan alam untuk
berwisata, dan membutuhkan tanah untuk bercocok tanam, tempat tinggal, sarana
olahraga, dan lain-lain.
j. Digunakan untuk industri, seperti industri yang menghasilkan produknya berupa
oksigen (O2) yang tersimpan di dalam tabung, industri air mineral, industri pupuk
organik, industri minyak bumi, dan lain-lain.
k. Digunakan pemerintah sebagai daerah konservasi agar lingkungan hidup tersebut
terjaga, seperti adanya daerah suaka alam, suaka margasatwa, taman nasional,
kebun binatang, dan hutan lindung.
l. Digunakan sebagai bahan kajian, penelitian, dan pengembangan oleh pihak-pihak
terkait, contohnya yaitu penelitian, tingkat pencemaran udara oleh kementrian
lingkungan hidup, pengembangan tanaman langka oleh Departemen Pertanian, dan
lain-lain.
m. Pemasaran unsur-unsur lingkungan hidup melalui pengembangbiakan hewan dan
tumbuhan dengan tetap menciptakan pemurnian lingkungan hidup itu sendiri,
seperti penangkaran buaya yang kulitnya diperuntukkan sebagai bahan dasar
pembuatan tas dan ikat pinggang.
n. Memelihara dan membesarkan benih-benih hewan dan tumbuhan dengan tetap
mempertahankan jenisnya.
o. Pengambilan tumbuhan liar untuk kepentingan penjualan dengan cara
membudidayakannya. Seperti penemuan berbagai jenis anggrek hutan yang
dikembangkan melalui perkebunan.
p. Budi daya tanaman obat-obatan/ membuat apotik hidup di sekitar rumah.
Pembangunan
Pembangunan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bijaksana.
Berdasarkan UU Nomor 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional, visi
GBHN 1999-2004 merupakan tujuan pembangunan nasional. GBHN 1999-2004
memberikan visi yang merupakan tujuan yang ingin dicapai, yaitu terwujudnya
masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdayasaing, maju, dan
sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh
manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta
tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan teknologi,
serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin.
Sumber daya yang mendukung pembangunan adalah sebagai berikut.
d. Sumber daya manusia, jumlah penduduk, pendidikan kesehatan, keterampilan, dan
kebudayaan.
e. Sumber daya alam: air, tanah, udara, hutan, kandungan mineral, dan
keanekaragaman hayati.
f. Ilmu pengetahuan dan teknologi: transportasi, komunikasi, teknologi ilmu
pengetahuan, dan rekayasa.
Ketidakcermatan dalam penggunaan sumberdaya yang dimiliki negara dapat
menimbulkan masalah-masalah lingkungan hidup seperti:
d. Permasalahan sumber daya alam: kerusakan hutan, kepunahan hewan dan
tumbuhan, serta perluasan lahan kritis.
e. Permasalahan permukiman: sanitasi, permukiman kumuh, air bersih, dan kesehatan
lingkungan.
f. Polusi lingkungan: pencemaran air, tanah, dan udara.
Beberapa contoh dampak negatif pembangunan antara lain:
4. Banyak pembangunan pengembangan sumber daya air telah menimbulkan masalah
kesehatan. Masalah itu timbul karena pembangunan tersebut telah menciptakan
habitat baru atau memperbaiki habitat yang ada bagi berbagai sektor penyakit,
antara lain, banyak jenis nyamuk yang menjadi sektor penyakit malaria, demam
berdarah, encephalis, filariasis, lalat yang menjadi sektor penyakit tidur dan buta
sungai (onchociasis), serta siput yang menjadi vektor bilharziasis.
5. Pencemaran udara oleh mobil banyak terdapat di kota besar, seperti Jakarta, Bogor,
Bandung, Surabaya, dan Medan.
6. Pencemaran oleh limbah industri makin banyak diberikan di banyak daerah,
kerusakan tata guna lahan dan tata air di daerah Puncak. Karena kerusakan tata
guna lahan dan tata air tersebut, laju erosi dan frekuensi banjir meningkat.
Pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai “pembangunan yang memenuhi
kebutuhannya sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yanga akan datang
untuk memenuhi kebutuhan mereka”. Pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan
yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber
daya alam alam secara bijaksana, efisiensi dan memperhatikan pemanfaatan baik untuk
generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah syarat yang harus dipenuhi agar
pembangunan dapat berkelanjutan. Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
merupakan salah satu alat dalam upaya dapat dilakukannya pembangunan berwawasan
lingkungan.
Hal-hal penting dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkunagn antara
lain sebagai berikut:
f. Proses pembangunan hendaknya berlangsung terus-menerus dengan ditopang
kualitas lingkungan dan manusia yang berkembang secara berkelanjutan.
g. Pembangunan yang dilakukan memungkinkan meningkatkan kesejahteraan
generasi sekarang tanpa mengurangi kesejahteraan generasi yang akan datang.
h. Lingkungan hidup memiliki keterbatasan sehingga dalam pemanfaatannya akan
mengalami pengurangan.
i. Semakin baik kualitas lingkungan maka semakin baik pula pengaruhnya terhadap
kualitas hidup yang tercermin antara lain pada meningkatnya usia harapan hidup
dan menurunnya tingkat kematian.
j. Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dilakukan sehemat
mungkin dan dicari sumber daya alternatif lainnya, sehingga dapat digunakan
selama mungkin.
Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
e. Menggunakan pendekatan integratif, dengan menggunakan pendekatan integratif
maka keterkaitan yang kompleks antara manusia degan lingkungan dapat
dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
f. Menggunakan pandangan jangka panjang, untuk merencanakan pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya yang mendukung pembangunan agar dapat digunakan
dan dimanfaatkan.
g. Menjamin pemerataan dan keadilan, strategi pembangunan yang berwawasan
lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan faktor produksi,
pemerataan kesempatan perempuan, dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan.
h. Menghargai keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati merupakan dasar bagi
tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memiliki kepastian
bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa
yang akan datang.
Faktor kerusakan lingkungan hidup
c. Faktor Alam
 Letusan gunung berapi yang merusak lingkungan alam sekitarnya.
 Gempa bumi yang menyebabkan dislokasi lapisan tanah.
 Kemarau panjang yang menyebabkan kebakaran hutan
 Gelombang laut yang tinggi akibat badai dapat menyebabkan banjir
 Tsunami
d. Faktor Manusia
 Penggundulan hutan / penebangan liar
 Perburuan liar
 Penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau dan
bahan peledak
 Pencemaran oleh asap kendaraan bermotor dan asap dari aktivitas industri
 Pencemaran suara dapat timbul dari bising-bising suara mobil, kereta api,
pesawat udara, dan jet.
 Pembuangan limbah industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai
dan laut. Jika sungai dan laut tercemar maka kehidupan di wilayah perairan
tersebut akan terganggu.
 Pencemaran tanah akibat barang-barang atau zat-zat yang tidak larut dalam
air yang berasal dari pabrik-babrik dan pembuangan limbah kimia, kertas,
plastik bekas pembungkus botol.
 Pembuangan sampah di sembarang tempat.
 Pelemparan jangkar dan pembuangan bangkai kapal dapat merusak terumbu
karang.
 Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
Beberapa contoh pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan
berkelanjutan.
e. Air
Air sangat dibutuhkan bagi kehidupan. Air dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup seperti untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Walaupun
jumlahnya melimpah namun penggunaannya harus dilakukan sehemat mungkin
dan memperhatikan kelestarian lingkungannya agar kualitas air dapat terjaga.
Kualitas air yang buruk atau tercemar akan merusak tatanan kehidupan di
sekitarnya.
Contoh pencemaran air salah satunya pencemaran oleh pembuangan limbah
industri dan rumah tangga. Misalnya pencemaran limbah pertambangan
menyebabkan timbulnya keracunan bagi mereka yang memakan ikan dari laut yang
tercemar seperti yang terjadi di Minamata dan Itai-itai. Limbah industri yang
mengandung zat yang berbahaya kemudian dibuang di sungai maupun di laut dapat
menurunkan kualitas air. Limbah rumah tangga biasanya dalam bentuk limbah
padat yang berupa sampah. Sampah jika dibuang sembarangan di sungai maka
dapat menyumbat aliran air sehingga dapat mengakibatkan banjir, menimbulkan
berbagai bibit penyakit, dan menyebarkan bau yang tidak enak. Contoh yang
lainnya yaitu penangkapan ikan oleh nelayan menggunakan bahan kimia berbahaya
dan peledak, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut, seperti
tercemarnya air laut, kualitas ikan buruk karena telah tekontaminasi oleh zat-zat
kimia yang berbahaya, dan terumbu karang menjadi rusak.
Oleh karena itu pengelolaan limbah industri dan rumah tangga, sebelum
limbah di buang sebaiknya diolah terlebih dahulu sehingga tidak merusak kualitas
lingkungan. Serta dalam penangkapan ikan agar tetap memperhatikan kualitas
lingkungan dapat dengan cara menggunakan jaring untuk menangkap ikan, serta
pembudidayaan terumbu karang.
Untuk menjaga agar kelestarian air tanah tetap terjaga, maka perlu
diperhatikan hal-hal berikut ini:
g. Menghemat penggunaan air tanah, misalnya untuk menyiram tanaman tidak
mengunakan air tanah sebaiknya menggunakan air permukaan.
h. Menggunakan air tanah yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan
serta penggunaan lahan dalam suatu daerah aliran sungai harus
diperhitungkan dampak dan manfaatnya.
i. Memfungsikan kembali tampungan-tampungan air dengan cara
melestarikan keberadaan situ dan danau
j. Menjaga fungsi hutan agar tidak menimbulkan ketimpangan tata air.
k. Mengolah air limbah menjadi air bersih dengan menggunakan metode
kimiawi sehingga layak digunakan lagi dan memperketat pelaksanaan
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) khususnya terhadap air
tanah.
l. Memasukkan air hujan ke dalam tanah dan ini dapat dilakukan dengan cara
membuat sumur resapan atau lubang biopori.
f. Tanah
lahan dapat dimanfaatkan untuk pertanian, permukiman, perindustrian, kawasan
konservasi, dan lain-lain. Contoh masalah yang ditimbulkan akibat pemanfaatan
lingkungan lahan salah satunya yaitu alih fungsi lahan, misalnya pembangunan
proyek di dekat pantai, dan pengerukan material yang ada di dasar laut dapat
menyebabkan abrasi. Hal yang dapat dilakukan yaitu budidaya hutan mangrove.
Mangrove selain dapat mencegah abrasi juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai
tempat perkembangbiakan beberapa jenis ikan dan udang sehingga dapat bermanfaat
secara ekologis dan ekonomis.
Contoh lainnya yaitu pemanfaatan lahan untuk pertanian. Untuk meningkatkan
produksi penggunaan pupuk kimia berbahaya dapat merusak kesuburan tanah serta
menurunkan kualitas produksi pertanian. Sebaiknya dalam pertanian yang dapat
dilakukan yaitu dengan menggunakan pupuk organik. Selain dapat menyuburkan
tanah, dapat pula meningkatkan kualitas produksi pertanian.
g. Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan. Oksigen yang terkandung di atmosfer
dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Oleh karena itu kualitasnya harus
terjaga karena jika tercemar dapat merusak lingkungan serta kesehatan makhluk
hidup.
Pemanfaatan udara yang dapat menyebabkan menjadi tercemar yang sering kita
jumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya yaitu penggunaan teknologi
transportasi berupa kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor dapat
menyebabkan polusi udara apa lagi jika kendaraan bermotor tersebut dalam produksi
serta pemanfaatannya tidak memperhatikan emisi gas buang yang dihasilkan oleh
kendaraan bermotor tersebut. Asap pabrik juga dapat mencemari udara bahkan ada
bau yang tidak sedap dari aktivitas industri sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan adanya pembatasan
penggunaan kendaraan bermotor bisa dengan mengadakan hari-hari tanpa penggunaan
kendaraan bermotor. Selain itu juga dapat di lakukan penghijauan terutama di kotakota besar serta pusat-pusat industri.
h. Hutan
Hutan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelestarian berbagai hewan serta
tumbuhan, sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen, hasil hutan dapat
bermanfaat secara ekonomi, dapat mengatur air hujan, mencegah erosi, dan lain-lain.
Pemanfaatan hutan sering kali disalah gunakan salah satunya yaitu eksploitasi
kayu di hutan. Penebangan liar dapat menyebabkan hutan gundul sehingga dapat
mengakibatkan kekeringan, berkurangnya daerah penyangga air sehingga sering
terjadi erosi, berkurangnya kawasan alami tempat hidup berbagai jenis hewan, dan
lain-lain. Hal yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan hutan agar dapat terjaga
kelestariannya yaitu dengan penghijauan (reboisasi) serta dengan sistem tebang pilih
yaitu menebang dengan cara memilih pohon yang sudah cukup tua.
IX. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran Konvensional
X. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I
D. Kegiatan awal (10 menit)
3) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
4) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
E. Kegiatan Inti (25 menit)
6) Guru menjelaskan tentang pemanfaatan lingkungan hidup.
7) Guru menjelaskan tentang pembangunan.
8) Siswa mengidentifikasi tentang contoh-contoh pemanfaatan lingkungan hidup.
9) Tanya jawab guru dan siswa tentang pemanfaatan lingkungan hidup dan
pembangunan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
F. Penutup (10 menit)
3) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
4) Melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
5) Penugasan kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.
6) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
Pertemuan II
D. Kegiatan awal (10 menit)
3) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
4) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
E. Kegiatan Inti (25 menit)
5) Guru menjelaskan tentang pembangunan.
6) Guru mengidentifikasi kerusakan lingkungan.
7) Tanya jawab guru dan siswa tentang pemanfaatan lingkungan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
F. Penutup (10 menit)
4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
5) Melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
6) Penugasan kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.
7) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
Pertemuan III
D. Kegiatan awal (10 menit)
3) Membuka pelajaran
Memberi salam, berdoa, presensi (kesiapan siswa).
4) Apersepsi materi
Pendidikan karakter yang dikembangkan yaitu: Religius, dan Disiplin.
E. Kegiatan Inti (70 menit)
5) Guru menjelaskan tentang pembangunan berkelanjutan.
6) Siswa mengidentifikasi tentang tindakan-tindakan yang mencerminkan
pemanfaatan lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan
berkelanjutan.
7) Tanya jawab guru dan siswa tentang pemanfaatan lingkungan hidup
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, dan saling
menghargai.
F. Penutup (10 menit)
4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi
yang kurang dimengerti.
5) Melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
6) Pelajaran selesai, ditutup dengan salam.
Pendidikan karakter yang dikembangkan, yaitu: Kerja keras, Disiplin,
Bertanggungjawab, dan religius.
XI. Alat / Bahan / Sumber Bahan
Buku sumber Geografi SMA
3) Cut Meurah, Wangsa Jaya, & Yuli Katarina. 2006. Geografi untuk SMA Kelas XI.
Phibeta: Jakarta.
4) Wardiyatmoko. 2006 Geografi untuk SMA Kelas XI. Erlangga: Jakarta.
XII. Penilaian
Teknik penilaian: Tes Tertulis pre test dan post test (soal terlampir)
Rubrik format penilaian:
Indikator
• Menjelaskan
pengertian
pembangunan
Nomor Soal
Pilihan
Ganda
1, 29
Uraian
(1)
• Mendeskripsikan
konsep pembangunan
berkelanjutan
6, 7, 8, 9,
10, 11, 12,
14, 19, 20
(2)
• Memberi contoh
tindakan – tindakan
yang mencerminkan
pemanfaatan
lingkungan hidup
dalam kaitannya
dengan pembangunan
berkelanjutan.
4, 5, 13, 15,
16, 17, 18,
21, 22, 23,
24, 25, 26,
27, 28, 30
(3)
(4)
(5)
Penilaian
Pilihan Ganda
Skor butir soal = 1
Total skor soal = 30
Uraian
Skor butir soal
Soal no. 1= 5
Soal no. 2= 8
Soal no. 3= 10
Soal no. 4= 5
Soal no. 5= 5
Total skor soal= 33
Nilai =
X 100
Yogyakarta, 25 Maret 2014
Mengetahui,
Guru Geografi SMA N 1 Pleret
Mahasiswa
Ning Mihati, S.Pd.
Annisa Nugraheni
NIP. 19540611 198103 2 005
NIM. 10405241034
DAFTAR PESERTA DIDIK KELAS EKSPERIMEN (XI IPS 1)
NOMOR
URUT INDUK
1
5256
2
5257
3
5258
4
5260
5
5262
6
5265
7
5267
8
5270
9
5271
10
5273
11
5278
12
5279
13
5282
14
5287
15
5289
16
5293
17
5294
18
5295
19
5297
20
5299
21
5301
22
5304
23
5308
24
5310
NAMA
ARIF NUR SUSILO
ARRIDHO DAVID I
CARINA APRILIA
DITA CANDIA DEWI
EMMA TYA NENGRUM
HANURAGA
KHOLIF HIDAYAT
NAILAM MAZIDA
NUGROHO TRI ATMOJO
RIMA ALFIANITA
SEPTIAN DWI A
SHINTA AMELIA SARI
WISTYA SANDHI PUTRA
DONY NUR MAJID W
FANDITO SATRIA B S
INDRIYASARI PUTRI M
IRFAN HAIKAL HIDAYAT
KHOLIFATUR ROSYIDAH
MUHAMMAD ARIEF K
MUHAMMAD ROYKHAN
NUR USWATUN K
RHEZA SUSMIYANTO A
VIKKY FATMAWATI P
ADI KUNCORO
L/P
L
L
P
P
P
L
L
P
L
P
L
P
L
L
L
P
L
P
L
L
P
L
P
L
DAFTAR PESERTA DIDIK KELAS KONTROL (XI IPS 3)
NOMOR
URUT INDUK
1
5370
2
5373
3
5375
4
5376
5
5380
6
5383
7
5384
8
5389
9
5391
10
5392
11
5394
12
5396
13
5397
14
5399
15
5400
16
5403
17
5405
18
5408
19
5409
20
5413
21
5414
22
5415
23
5418
24
NAMA
BAYU SAKTI NUGROHO
FANNY MARCELLINO M P
KI ROMADHONI
NANANG RAIS
PUTRI YULINDA C
SAGAR ABDURROHMAN
SATYASTHIRA
ALYNDIO PUTERA B
DEO GLEGAR NOVAC P
DESITA UTAMI K
DIFAN AKBAR F
ERMA HIKMAH A
EVA SULISTYANINGSIH
FUAD YOGA PERMANA
ICA PUTRI PARAMITA
LUTFHI ARKAN INDRA P
NUFIMBAR SUSY A H
RAKRIAN ANGGA P
RISKY ARIANJANI Y
YUKHA ADI PRATAMA
YULIA SAGITA
KISTIANA PRADITA P
HERLAMBANG ISMOYO J
MAHASIN SRILAKSONO
L/P
L
L
L
L
P
L
L
L
L
P
L
P
P
L
P
L
P
L
P
L
P
P
L
L
Soal Tes Geografi
Mata Pelajaran
Kelas/ Semester
Jurusan
Tipe tes
: Geografi
: XI (sebelas) / 2 (dua)
: IPS
: Pilihan ganda dan Uraian
Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A,B,C,D, atau E untuk jawaban yang paling
tepat!
1. Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk
manusia serta perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya, merupakan pengertian lingkungan
hidup menurut . . . .
A. UU No. 5 tahun 1979
D. UU No. 22 tahun 1992
B. UU No. 5 tahun 1979
E. UU No. 23 tahun 1997
C. UU No. 4 tahun 1982
2.
Faktor fisik yang mempengaruhi lingkungan hidup, adalah . . . .
A. Tingkat pendidikan dan kesehatan
B. Iklim dan kesuburan tanah
C. Perekonomian dan politik
D. Budaya dan adat istiadat
E. Sosial dan kesejahteraan
3.
Pada ekosistem pantai didominasi oleh vegetasi . . . .
A. Hutan taiga
C. Hutan tropis
B. Hutan jati
D. Mangrove
E. Pinus
4.
Kegiatan yang merupakan upaya pelestarian lingkungan hidup, yaitu . . . .
A. Mengadakan pembalakan liar
B. Memperluas kawasan permukiman
C. Pembuangan sampah di sungai
D. Mengadakan kegiatan berburu hewan langka
E. Mengadakan penghijauan
5.
Pemanfaatan lahan sebagai wilayah pelestarian alam yang ekosistemnya masih asli dan
dikelola untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan dan penelitian adalah . . . .
A. Cagar biosfer
B. Cagar alam
C. Suaka marga satwa
D. Taman nasional
E. Hutan lindung
6.
Contoh aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, yaitu . . . .
A. Melakukan tebanng pilih tanaman
B. Pengelolaan limbah sebelum dibuang
C. Mengadakan pancausaha tani
D. Mengadakan daur ulang sampah
E. Mengadakan penebangan besar-besaran
7.
Upaya sadar dan berencana untuk memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana dalam
pembangunan disebut . . . .
A. Pembangunan berwawasan lingkungan
B. Pengelolaan lingkungan
C. Perlindungan alam
D. Pelestarian lingkungan
E. Eksploitasi sumber daya alam
8.
Perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup adalah . . . .
A. Konservasi
D. Reboisasi
B. Sengkedan
E. Penghijauan
C. Perladangan berpindah
9.
Penyebab utama kerusakan lingkungan di kota, yaitu . . . .
A. Pertambahan jumlah penduduk yang pesat
B. Berkurangnya lahan subur untuk pertanian
C. Kemacetan lalu lintas yang semakin parah
D. Luas wilayah komersial yang terus meningkat
E. Pembuangan limbah anorganik yang semakin meningkat
10. Tindakan manusia yang mengakibatkan lingkungan tidak berfungsi disebut . . . .
A. Pengelolaan lingkungan
D. Perusakan lingkungan
B. Pelestarian lingkungan
E. Pemanfaatan sunber daya alam
C. perlindungan lingkungan
11. Penyebab tanah longsor adalah . . . .
A. Pencemaran udara
B. Perburuan liar hewan-hewan
langka
C. Penebangan liar
D. Hutan produksi
E. Peternakan dan perkebunan
12. Merkuri (Hg) merupakan limbah industri berbahaya, yang berasal dari pengolahan . . . .
A. Emas
C. Batu bara
E. Industri cat
B. Minyak bumi
D. Industri tahu
13. Untuk menghindari masalah pencemaran, maka pembangunan industri harus dilalui
dengan . . . .
A. Perluasan pembangunan pabrik
B. Analisis mengenai dampak lingkungan
C. Pembuangan limbah tanpa dinetralisir
D. Pengambilan SDA sebanyak-banyaknya
E. Pembangunan industri di dekat permukiman
14. Salah satu hal yang penting dalam melaksanakan pembangunan berwawasan
lingkungan adalah . . . .
A. Menebang hutan untuk dijadikan lahan pertanian
B. Membangun industri dekat dengan pemukiman penduduk
C. Menyerasikan kebutuhan dengan kemampuan sumber daya alam
D. Mengeksploitasi tambang sebanyak-banyaknya
E. Membuang limbah industri ke sungai atau laut
15. Hubungan antara alih fungsi lahan dengan kualitas lingkungan hidup yaitu . . . .
A. Alih fungsi lahan menurun, kualitas lingkungan hidup memburuk
B. Alih fungsi lahan meningkat, kualitas lingkungan hidup semakin baik
C. Alih fungsi lahan meningkat, kualitas lingkungan hidup meningkat
D. Alih fungsi lahan menurun, kualitas lingkungan hidup menurun
E. Alih fungsi lahan meningkat, kualitas lingkungan hidup menurun
16. Kegiatan yang dilakukan setelah pemanfaatan hutan produksi dalam rangka menjaga
kualitas lingkungan hidup, antara lain . . . .
A. Penanaman dan pemeliharaan
B. Penebangan dan pengamanan
C. Pengolahan dan pemasaran
D. Pengangkutan dan pendistribusian
E. Penggundulan dan penjualan
17. Dampak negatif yang ditimbulkan dari perubahan fungsi hutan lindung menjadi lahan
perumahan adalah . . . .
A. Kesuburan tanah berkurang
B. Kesejahteraan masyarakat berkurang
C. Rusaknya stabilitas perekonomian
D. Peningkatan industri perumahan
E. Semakin luas daerah penyangga air
18. Hutan yang terdapat di lereng gunung dijadikan areal pertanian tanaman jagung.
Dampak negatif yang terjadi berkaitan dengan keseimbangan komponen biotik
ekosistem adalah . . . .
A. Keseimbangan air terganggu
B. Sumber perekonomian berkurang
C. Kelestarian spesies terganggu
D. Kesuburan tanah berkurang
E. Kadar keasaman tanah meningkat
19. Pemenuhan kebutuhan pada generasi sekarang tanpa merugikan kebutuhan generasigenerasi yang akan datang, merupakan acuan dalam . . . .
A. Lingkungan hidup
D. Pembangunan berkelanjutan
B. Lingkungan abiotik
E. Perkembangan pembangunan
C. Pembangunan sektor industri
20. Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan yaitu. . . .
A. Mengutamakan kesejahteraan manusia
B. Menghargai keanekaraagaman hayati
C. Mengijinkan eksploitasi sumber daya
D. Mendukung pertumbuhan penduduk
E. Meningkatkan aktivitas pembakaran sampah
21. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. Pembuatan sengkedan
2. Pengembangan DAS
3. Alih fungsi lahan
4. Pengolahan limbah
5. Pembuangan sampah
6. Perladangan berpindah
Aktivitas yang dapat dilakukan dalam pengelolaan lingkungan hidup dalam kaitannya
dengan pembangunan berkelanjutan, ditunjukkan oleh nomor . . . .
A. 2, 3, dan 5
C. 1, 4, dan 5
E. 1, 2, dan 4
B. 2, 5, dan 6
D. 1, 3, dan 6
22. Perhatikan aktivitas di bawah ini!
1. Tebang pilih
2. Penghijauan
3. Ladang berpindah
4. Pembatasan penebangan
5. Eksploitasi kayu
Aktivitas yang mendukung dalam pelestarian hutan, yaitu . . . .
A. 1, 3, dan 5
C. 1, 2, dan 4
B. 1, 2, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 2, 4, dan 5
23. Penyebab hujan asam di kawasan industri, yaitu . . . .
A. Pembuangan sampah di lautan
B. Sulfur oksida dari aktivitas pabrik
C. Penebangan kayu secara liar
D. Penggunaan pupuk kimia untuk pertanian
E. Kandungan seng (Zn) dari hasil industri cat
24. Oksigen sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Apabila udara tercemar maka akan
mengganggu kehidupan makhluk hidup. Upaya dalam mengatasi pencemaran udara,
yaitu . . . .
A. Pengendalian emisi gas buang
B. Penggunaan insektisida
C. Penyemprotan pestisida untuk pertanian
D. Pembakaran sampah hasil industri
E. Pemerataan Abu vulkanik
25. Sungai perlu dijaga kualitas airnya, karena . . . .
A. Sebagai tempat pembuangan limbah kimia pabrik
B. Sebagai penampungan sampah
C. Bagian tepi sungai dapat digunakan sebagai permukiman
D. Sebagai sarana pengangkut kayu gelondongan
E. Sebagai tempat bididaya perikanan
26. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. Pembuatan sengkedan
2. Reboisasi hutan
3. Pengembangan DAS
4. Rehabilitasi dan reklamasi lahan kritis
5. Pengendalian sampah
Tindakan yang dilakukan untuk mencegah sebelum terjadi kerusakan lingkungan
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 4
D. 1, 3, dan 5
E. 1, 4, dan 5
27. Pemanfaatan lingkungan hidup idealnya harus memperhatikan . . . .
A. Peraturan dan kedisiplinan
B. Kepatutan dan kesesuaian
C. Pemeliharaan dan kelestarian
D. Penggunaan dan kesejahteraan
E. Pemanfaatan dan kesesuaian
28. Contoh pemanfaatan lingkungan hidup yang berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan, yaitu . . . .
A. Melakukan tebang pilih tanaman
B. Hutan dijadikan lahan pertanian
C. Memperbanyak permukiman
D. Pembuangan gas tanpa uji emisi
E. Menggunakan air sebangak-banyaknya
29. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan memanfaatkan
sumber daya yang dimiliki negara secara bijaksana, merupakan pengertian . . . .
A. Pemeliharaan lingkungan
B. Pelestarian lingkungan
C. Pembangunan berwawasan lingkungan
D. Pembangunan berkelanjutan
E. Pembangunan
30. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan)
2. PIL (Penyajian Informasi Lingkungan)
3. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
4. Kerangka Acuan bagi penyusunan AMDAL
5. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan)
Urutan langkah dalam penyusunan dokumen AMDAL, yaitu . . . .
A. 1, 3, 5, 4, 2
B. 2, 4, 3, 1, 5
C. 3, 2, 4, 5, 1
D. 4, 5, 2, 3, 1
E. 5, 1, 2, 3, 4
Soal Uraian
1. Apa tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia?
2. Apa ciri-ciri pembangunan berkelanjutan?
3. Apa faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup?
4. Mengapa hutan pada suatu wilayah harus diperhatikan kelestariannya?
5. Bagaimana cara melestarikan air tanah?
KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda
1. E
16. A
2. B
17. A
3. D
18. C
4. E
19. D
5. D
20. B
6. E
21. E
7. A
22. C
8. C
23. B
9. A
24. A
10. D
25. E
11. C
26. D
12. A
27. C
13. B
28. A
14. C
29. E
15. E
30. B
Uraian
1. Tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia yang terdapat pada GBHN
1999-2004 yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis,
berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri,
beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan
lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan teknologi, serta memiliki etos kerja yang
tinggi dan berdisiplin.
2. Ciri-ciri pembangunan berkelanjutan
i. Menggunakan pendekatan integratif, dengan menggunakan pendekatan integratif
maka keterkaitan yang kompleks antara manusia degan lingkungan dapat
dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
j. Menggunakan pandangan jangka panjang, untuk merencanakan pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya yang mendukung pembangunan agar dapat digunakan
dan dimanfaatkan.
k. Menjamin pemerataan dan keadilan, strategi pembangunan yang berwawasan
lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan faktor produksi,
pemerataan kesempatan perempuan, dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan.
l. Menghargai keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati merupakan dasar bagi
tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memiliki kepastian
bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berlanjut untuk masa kini dan masa
yang akan datang.
3. Faktor kerusakan Lingkungan Hidup
A. Faktor Alam
a. Letusan gunung berapi yang merusak lingkungan alam sekitarnya.
b. Gempa bumi yang menyebabkan dislokasi lapisan tanah.
c. kemarau panjang menyebabkan kebakaran hutan.
d. Gelombang laut yang tinggi akibat badai
e. Tsunami
B. Faktor Manusia
a. Penggundulan hutan/ penebangan liar
b. Perburuan liar
c. Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan racun dan bahan
peledak
d. Pencemaran
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat
4. Hutan harus diperhatikan kelestariannya karena hutan merupakan paru-paru dunia,
pencegah kekeringan dan banjir, pencegah erosi, sumber ekonomi atau sumber daya
alam, penjaga kesuburan tanah, serta sebagai habitat flora dan fauna
5. Cara melestarikan air tanah
a. Menghemat penggunaan air tanah.
b. Memperhitungkan dampak dan manfaat penggunaan lahan pada suatu daerah aliran
sungai.
c. Menjaga fungsi hutan agar tidak menimbulkan ketimpangan tata air (reboisasi).
d. Mengolah air limbah
e. Membuat sumur resapan atau lubang biopori
Validitas dan Reliabilitas
Descriptive Statistics
Mean
Std. Deviation
N
SOAL01
1,0345
2,73186
29
SOAL02
1,3103
3,43411
29
SOAL03
1,4483
3,78518
29
SOAL04
1,5172
3,96071
29
SOAL05
,9655
2,55626
29
SOAL06
1,5172
3,96071
29
SOAL07
1,2414
3,25856
29
SOAL08
1,3103
3,43411
29
SOAL09
,8276
2,20501
29
SOAL10
1,3793
3,60965
29
SOAL11
1,3103
3,43411
29
SOAL12
,8966
2,38065
29
SOAL13
1,4483
3,78518
29
SOAL14
1,4483
3,78518
29
SOAL15
1,5172
3,96071
29
SOAL16
1,5862
4,13623
29
SOAL17
1,5172
3,96071
29
SOAL18
1,6552
4,31174
29
SOAL19
1,5862
4,13623
29
SOAL20
1,6552
4,31174
29
SOAL21
1,4483
3,78518
29
SOAL22
1,4483
3,78518
29
SOAL23
1,3103
3,43411
29
SOAL24
1,6552
4,31174
29
SOAL25
1,6552
4,31174
29
SOAL26
,8276
2,20501
29
SOAL27
1,5862
4,13623
29
SOAL28
1,7241
4,48726
29
SOAL29
,8276
2,20501
29
SOAL30
,7586
2,02934
29
Item-total Statistics
SOAL01
SOAL02
SOAL03
SOAL04
SOAL05
SOAL06
SOAL07
SOAL08
SOAL09
SOAL10
SOAL11
SOAL12
SOAL13
SOAL14
SOAL15
SOAL16
SOAL17
SOAL18
SOAL19
SOAL20
SOAL21
SOAL22
SOAL23
SOAL24
SOAL25
SOAL26
SOAL27
SOAL28
SOAL29
SOAL30
Scale
Mean
if Item
Deleted
Scale
Variance
if Item
Deleted
39,3793
39,1034
38,9655
38,8966
39,4483
38,8966
39,1724
39,1034
39,5862
39,0345
39,1034
39,5172
38,9655
38,9655
38,8966
38,8276
38,8966
38,7586
38,8276
38,7586
38,9655
38,9655
39,1034
38,7586
38,7586
39,5862
38,8276
38,6897
39,5862
39,6552
10456,9581
10310,5961
10238,4631
10201,6675
10492,9704
10201,4532
10347,1478
10310,5961
10566,8941
10274,1773
10310,5246
10529,9015
10238,0345
10237,7488
10201,5246
10165,5764
10201,6675
10129,5468
10166,0764
10129,1182
10238,5345
10237,6059
10310,4532
10129,1897
10129,3325
10567,1084
10165,5764
10093,3645
10566,8227
10603,8054
Reliability Coefficients
Alpha =
,9979
Corrected
ItemTotal
Correlation
,9818
,9902
,9924
,9944
,9804
,9947
,9883
,9902
,9733
,9918
,9903
,9771
,9930
,9934
,9946
,9955
,9944
,9964
,9948
,9970
,9923
,9935
,9904
,9969
,9967
,9728
,9955
,9976
,9734
,9691
Alpha
if Item
Deleted
,9979
,9978
,9978
,9978
,9979
,9978
,9978
,9978
,9980
,9978
,9978
,9980
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9978
,9980
,9978
,9978
,9980
,9981
30 items
Standardized item alpha =
,9993
Prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol
XI IS 1 (Kelas Eksperimen)
XI IS 3(Kelas Kontrol)
Nilai
NO.
Nilai
NAMA
1
ARIF NUR SUSILO
2
ARRIDHO DAVID I
3
CARINA APRILIA
4
DITA CANDIA DEWI
5
EMMA TYA NENGRUM
6
HANURAGA
7
KHOLIF HIDAYAT
8
NAILAM MAZIDA
9
NUGROHO TRI ATMOJO
10
RIMA ALFIANITA
11
SEPTIAN DWI A
12
SHINTA AMELIA SARI
13
WISTYA SANDHI PUTRA
14
DONY NUR MAJID W
15
FANDITO SATRIA B S
16
INDRIYASARI PUTRI M
17
IRFAN HAIKAL HIDAYAT
18
KHOLIFATUR ROSYIDAH
19
MUHAMMAD ARIEF K
20
MUHAMMAD ROYKHAN
21
NUR USWATUN K
22
RHEZA SUSMIYANTO A
23
VIKKY FATMAWATI P
24
ADI KUNCORO
RATA-RATA
NO.
Pre test
Post test
49
56
57
55
54
55
55
56
52
54
54
51
60
59
60
51
54
57
55
54
57
58
67
59
79
84
88
80
79
79
79
81
75
79
84
84
77
76
83
81
81
80
75
79
89
81
84
86
NAMA
Pre test
1
BAYU SAKTI NUGROHO
2
FANNY MARCELLINO M P
3
KI ROMADHONI
4
NANANG RAIS
5
PUTRI YULINDA C
6
SAGAR ABDURROHMAN
7
SATYASTHIRA
8
ALYNDIO PUTERA B
9
DEO GLEGAR NOVAC P
10
DESITA UTAMI K
11
DIFAN AKBAR F
12
ERMA HIKMAH A
13
EVA SULISTYANINGSIH
14
FUAD YOGA PERMANA
15
ICA PUTRI PARAMITA
16
LUTFHI ARKAN INDRA P
17
NUFIMBAR SUSY A H
18
RAKRIAN ANGGA P
19
RISKY ARIANJANI Y
20
YUKHA ADI PRATAMA
21
YULIA SAGITA
22
KISTIANA PRADITA P
23
HERLAMBANG ISMOYO J
24
MAHASIN SRILAKSONO
RATA-RATA
54
54
59
58
60
60
62
51
50
52
55
59
60
55
54
52
54
59
60
62
62
52
51
49
Post test
76
72
73
72
78
75
75
68
69
75
76
78
78
75
73
71
69
69
82
76
72
71
65
76
Pengujian Normalitas
Kelas Eksperimen (Pre Test)
Case Processing Summary
Cases
Missing
N
Percent
0
.0%
Valid
N
VAR00001
24
Percent
100.0%
Total
N
Percent
100.0%
24
Descriptives
VAR00001
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Statistic
55.7917
54.2266
Lower Bound
Upper Bound
Std. Error
.75656
57.3567
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
55.5926
55.0000
13.737
3.70639
49.00
67.00
18.00
3.7500
.951
2.577
.472
.918
Tests of Normality
a
VAR00001
Kolmogorov-Smirnov
Statistic
df
Sig.
.148
24
.189
a. Lilliefors Significance Correction
Statistic
.932
Shapiro-Wilk
df
24
Sig.
.110
Kelas Kontrol (Pre Test)
Case Processing Summary
Cases
Missing
N
Percent
0
.0%
Valid
N
VAR00003
24
Percent
100.0%
Total
N
Percent
100.0%
24
Descriptives
VAR00003
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Statistic
56.0421
54.2594
Lower Bound
Upper Bound
Std. Error
.86176
57.8248
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
56.0733
55.4050
17.823
4.22174
49.05
62.29
13.24
7.8550
-.021
-1.459
.472
.918
Tests of Normality
a
VAR00003
Kolmogorov-Smirnov
Statistic
df
Sig.
.177
24
.051
a. Lilliefors Significance Correction
Statistic
.921
Shapiro-Wilk
df
24
Sig.
.062
Kelas Eksperimen (Post Test)
Case Processing Summary
Cases
Missing
N
Percent
0
.0%
Valid
N
VAR00002
24
Percent
100.0%
Total
N
Percent
100.0%
24
Descriptives
VAR00002
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Statistic
80.9583
79.3908
Lower Bound
Upper Bound
Std. Error
.75776
82.5259
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
80.8519
80.5000
13.781
3.71225
75.00
89.00
14.00
5.0000
.431
-.133
.472
.918
Tests of Normality
a
VAR00002
Kolmogorov-Smirnov
Statistic
df
Sig.
.162
24
.103
a. Lilliefors Significance Correction
Statistic
.952
Shapiro-Wilk
df
24
Sig.
.295
Kelas Kontrol (Post Test)
Case Processing Summary
Cases
Missing
N
Percent
0
.0%
Valid
N
VAR00004
24
Percent
100.0%
Total
N
Percent
100.0%
24
Descriptives
VAR00004
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Statistic
73.5000
71.8528
Lower Bound
Upper Bound
Std. Error
.79628
75.1472
5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation
Minimum
Maximum
Range
Interquartile Range
Skewness
Kurtosis
73.5093
74.0000
15.217
3.90095
65.00
82.00
17.00
5.0000
-.105
.000
.472
.918
Tests of Normality
a
VAR00004
Kolmogorov-Smirnov
Statistic
df
Sig.
.150
24
.175
a. Lilliefors Significance Correction
Statistic
.976
Shapiro-Wilk
df
24
Sig.
.805
Pengujian Homogenitas Pre test
Kelas Eksperimen
Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic
df1
1.725
df2
1
Sig.
22
.203
ANOVA
Sum of
Squares
Between Groups
df
Mean Square
3.375
1
3.375
Within Groups
312.583
22
14.208
Total
315.958
23
F
Sig.
.238
.631
.704
Sig.
.410
Kelas Kontrol
Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic
.095
df1
df2
1
Sig.
.761
22
ANOVA
Sum of
Squares
12.717
Between Groups
df
1
Mean Square
12.717
18.055
Within Groups
397.213
22
Total
409.930
23
F
Pengujian Homogenitas Post Test
Kelas Eksperimen
Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic
4.166
df1
df2
1
Sig.
.053
22
ANOVA
Sum of
Squares
.375
1
Mean Square
.375
Within Groups
316.583
22
14.390
Total
316.958
23
Between Groups
df
F
.026
Sig.
.873
Kelas Kontrol
Test of Homogeneity of Variances
Levene
Statistic
1.311
df1
df2
1
Sig.
22
.264
ANOVA
Sum of
Squares
Between Groups
df
Mean Square
2.667
1
2.667
Within Groups
347.333
22
15.788
Total
350.000
23
F
Sig.
.169
.685
T-TEST PRE TEST
Group Statistics
VAR00002
Eksperimen
Prestasi
belajar
Pre test
N
Kontrol
Mean
Std. Deviation
Std. Error
Mean
24
55.7917
3.70639
.75656
24
56.0421
4.22174
.86176
Independent Samples Test
Levene's Test for
Equality of Variances
F
Prestasi
Belajar
Pre test
Equal
variances
assumed
Equal
variances not
assumed
Sig.
3.107
.085
t-test for Equality of Means
t
Sig. (2tailed)
Df
Mean
Difference
Std. Error
Difference
95% Confidence Interval
of the Difference
Lower
Upper
-.218
46
.828
-.2504
1.14674
-2.55869
2.05785
-.218
45.242
.828
-.2504
1.14674
-2.55973
2.05890
T-TEST POST TEST
Group Statistics
Kelas
Eksperimen
Prestasi
Belajar
Post test
24
Mean
80.9583
Std. Deviation
3.71225
Std. Error
Mean
.75776
24
73.5000
3.90095
.79628
N
Kontrol
Independent Samples Test
Levene's Test for
Equality of Variances
F
Prestasi
Belajar
Post test
Equal
variances
assumed
Equal
variances
not assumed
.206
Sig.
.652
t-test for Equality of Means
t
Sig. (2tailed)
Df
Mean
Difference
Std. Error
Difference
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
6.785
46
.000
7.4583
1.09921
5.24574
9.67092
6.785
45.887
.000
7.4583
1.09921
5.24560
9.67107
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 25 Maret 2014
: 09.15 - 10.00
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Metode Role Playing
Baik
Baik
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa
Baik, dimulai dengan penjelasan materi kemudian
diskusi
Pembelajaran ditutup dengan berdoa
Kurang
Bagus
Bagus
Baik, siswa antusias terhadap pembelajaran
Siswa masih bingung sehingga perlu dijelaskan
berulang-ulang tentang proses pembelajaran yang
akan dilalui
Siswa aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 26 Maret
2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 1 April 2014
: 08.30 - 10.00
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Metode Role Playing
Baik
Baik
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa, apersepsi
Baik, diawali dengan penjelasan materi kemudian
diskusi kelompok, dan presentasi
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan
berdoa
Tepat waktu
Bagus
Bagus
Baik, siswa antusias terhadap pembelajaran
Siswa sudah mulai paham
Siswa aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 2 April 2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 7 April 2014
: 09.35 - 10.20
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Metode Role Playing
Baik
Baik
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa, apersepsi
Baik, ada aktivitas diskusi kelompok kemudain
presentasi
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan
berdoa
Baik, tepat waktu
Bagus
Bagus
Baik, siswa antusias terhadap pembelajaran
Siswa sudah paham
Siswa aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 8 April 2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 28 Maret 2014
: 07.10 - 07.55
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Ceramah
Baik
Baik
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa, apersepsi
Baik, guru menjelaskan materi pembelajaran
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan
berdoa
Baik, tepat waktu
Bagus
Bagus
Baik, siswa kurang antusias terhadap
pembelajaran
Siswa bisa memahami
Siswa kurang aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 29 Maret
2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 4 April 2014
: 07.10 - 07.55
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Ceramah
Baik
Baik,
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa, apersepsi
Baik, guru menjelaskan materi pembelajaran
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan
berdoa
Tepat waktu
Bagus
Bagus
Baik, siswa kurang antusias terhadap
pembelajaran
Siswa bisa memahami
Siswa kurang aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 5 April 2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Lembar Observasi Pembelajaran Geografi
Nama Mahasiswa
Lokasi Penelitian
Alamat
Observer
Tanggal
Pukul
: Annisa Nugraheni
: SMA Negeri 1 Pleret Bantul
: Kedaton, Pleret, Pleret, Bantul, DIY
: Apri Antoro
: 7 April 2014
: 11.10 - 12.55
No. Aspek yang diamati
A
Perangkat pembelajaran
Silabus
RPP
B
Proses Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kesiapan Guru
Penggunaan Bahasa
Membuka Pelajaran
Penyajian Materi
Menutup Pelajaran
Penggunaan waktu
Teknik bertanya
C
Perilaku siswa
Kesiapan siswa
Keadaan siswa waktu
menerima penjelasan
Pemahaman siswa terhadap
proses belajar mengajar
Keaktifan siswa
Respon siswa terhadap
metode pembelajaran
Kelancaran proses belajar
Deskripsi Hasil pengamatan
Ada, baik
Ada, baik
Ceramah
Baik
Baik
Pembelajaran dibuka dengan berdoa, presensi
kehadiran siswa, apersepsi
Baik, guru menjelaskan materi pembelajaran
Pembelajaran ditutup dengan kesimpulan dan
berdoa
Baik, tepat waktu
Bagus
Bagus
Baik, siswa kurang antusias terhadap
pembelajaran
Siswa bisa memahami
Siswa kurang aktif
Baik
Lancar
Yogyakarta, 8 April 2014
Observer,
Apri Antoro
NIM. 10405241037
Download