BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

advertisement
BAB 3
ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN
3.1
Riwayat Rumah Sakit
Rumah Sakit Atma Jaya (RSA) didirikan pada tahun 1976, dengan nama
Rumah Sakit Pendidikan, diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada
tanggal 19 Mei 1976. Berdirinya Rumah Sakit Atma Jaya didorong oleh adanya
tuntutan kebutuhan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya,
terutama
untuk
menunjang
pelaksanaan
praktek
profesi
kedokteran
dan
pengembangan pendidikan dan penelitian ilmu kedokteran.
Pendirian RSA bertujuan menunjang pendidikan dan penelitian kedokteran di
satu pihak dan di lain pihak, menyelenggarakan pelayanan medis bagi kepentingan
masyarkat umum.
Di bagian kecil sepanjang pantai memang telah dibangun perumahan baru
yang modern dan dihuni oleh golongan masyarakat mampu. Kondisi sosial ekonomi
berpengaruh pada corak penyelenggaraan Rumah Sakit Atma Jaya. Hal ini dipahami,
karena pada akhirnya Rumah Sakit tidak harus hanya berhenti pada dirinya tetapi
harus berfungsi sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau “kantong” masyarakat
kecil. Lebih lanjut Rumah Sakit Atma Jaya mengemban misi ikut serta mencetak
kader-kader kesehatan untuk, dari dan oleh masyarakat setempat. Hal ini di sesuaikan
dengan isi surat keputusan Yayasan Atma Jaya No.110/II/SK/8/78 tentang pendirian
47
48
Rumah Sakit Atma Jaya. Dalam surat keputusan itu secara jelas diajukan alasanalasan utama pendirian Rumah Sakit antara lain :
a. Sangat terasa kebutuhan akan pendidikan dan latihan untuk caloncalon dokter dan tenaga medis lainnya.
b. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di wilayah Jakarta Utara
bagian Barat, jumlah Rumah Sakit dan fasilitas yang ada pada waktu
itu menjadi tidak memadai lagi.
3.1.1
Fungsi RSA
RSA secara konkret memiliki tiga fungsi, yang dalam pelaksanaannya
harus berimbang, yakni :
a. Sebagai Rumah Sakit Umum atau Wilayah;
b. Sebagai Rumah Sakit rujukan bagi Rumah sakit dan
Puskesmas di wilayah DKI;
c. Sebagai Rumah Sakit Akademik.
Dari ketiga fungsinya ini, RS lebih merupakan manifestasi konkret dari
Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena didalamnya tedapat unsur pendidikan,
penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dalam kedudukannya RSA
memikul tugas yang penting di bidang penjagaan kesehatan serta penyembuhan
dan pencegahan penyakit dan untuk itu telah dikembangkan bidang kedokteran
komunitas pada tahun 1983; di bidang pendidikan tenaga kedokteran dan para
medis; dan di bidang pelaksanaan proyek penelitian yang becorak sosio-medis.
49
3.2
Struktur Organisasi dan Pembagian tugas
3.2.1 Struktur Organsisasi Rumah Sakit Atma Jaya
Komite
Staff
Dir. Utama
Dir. Medik
Keperawatan
dan Pendidikan
Kabid RM
Dir. Penunjang
Medik
Bid. Pel.
Medik
Bid. Pend.
Profesi Medik
Bag.
Personalia
Bag.
Akuntansi
Unit
Rawat
Bag.
Keuangan
SMF
Pengolahan
data dan lap.
Bag.
Administrasi
Instalasi
Medilk
Balkesmas
Penerimaan
Instalasi
Penunjang
Medik
Dir. Keuangan
dan Umum
Unit Pembelian
Bag.
Humas dan
Pemasaran
Bag.
Penunjang
Umum
Kd. Penyakit
Penyimpanan
status
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Rumah Sakit Atmajaya
50
Badan Direksi :
ƒ
Direktur Utama
ƒ
Direktur Medik, Keperawatan dan Pendidikan
ƒ
Direktur Penunjang Medik
ƒ
Direktur Keuangan dan Umum
Staf Badan Direksi :
ƒ
Biro Perencanaan
ƒ
Biro Pengembangan Organisasi
1. Unit Diklat
ƒ
Sekretariat Direksi
ƒ
Unit Sistem Informasi Manajemen
Komite, Pastoral dan IKRSA (Ikatan Karyawan Rumah Sakit Atma Jaya) :
ƒ
Komite Etik
ƒ
Komite Medik
ƒ
Pelayanan Pastoral
ƒ
IKRSA
Direktorat Medik, Keperawatan, dan Pendidikan :
ƒ
Bidang Pelayanan Medik
ƒ
Bidang Pendidikan Profesi Medik
ƒ
Bidang Keperawatan
1. Sub Bidang Mutu Keperawatan
ƒ
Bidang Rekam Medik
51
ƒ
Instalasi Medik
1. Inst. Gawat Darurat
2. Inst. Pelayanan Intensif
ƒ
Unit Rawat
ƒ
Balkesmas (Balai Kesehatan Masyarakat)
ƒ
SMF (Staf Medik Fungsional)
Direktorat Keuangan dan Umum :
ƒ
Bagian Administrasi
ƒ
Bagian Personalia
ƒ
Bagian Akuntansi
1. Unit Pembukuan dan Verifikasi
ƒ
Bagian Keuangan
1. Unit APM/APP
2. Unit Kasir
3. Unit Penagihan
ƒ
Unit Pembelian
ƒ
Bagian Humas dan Pemasaran
ƒ
Bagian Penunjang Umum
1. Unit Kamar Cuci
2. Unit Keamanan
3. Unit Logistik
4. Unit Pemeliharaan Sarana
5. Unit Rumah Tangga dan Perlengkapan
52
Direktorat Penunjang Medik :
ƒ
Instalasi Penunjang Medik
1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Fisioterapi
3. Instalasi Gizi
4. Instalasi Laboratorium Patologi Klinik
5. Instalasi Radiologi
3.2.2
Pembagian Tugas Rekam Medis
A. Kepala Bidang Rekam Medis
1. Nama Jabatan
: Kepala Bidang Rekam Medis
2. Bertanggung jawab kepada : Direktur Medik. Pendidikan dan
Keperawatan.
3. Pengawasan
: Staf Rekam Medis
4. Hubungan Kerja
:
4.1 Seluruh Ruang Perawatan
4.2 Administrasi Medis
4.3 Seluruh Pelayanan Penunjang Medis
4.4 Unit Gawat Darurat
4.5 Balkesmas
4.6 Fakultas Kedokteran
5. Tugas Utama
:
Mengelola, mengkoordinasikan kegiatan penerimaan pasien
pencatatan, penyimpanan dan penggunaan informasi rekam
53
medis guna menunjang peningkatan pelayanan Medis Rumah
Sakit.
6. Tugas Operasional
:
6.1 Membuat program kerja dan anggaran seksi rekam medis
6.2 Mengerjakan dan mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas
rekam medis
6.3 Membuat laporan-laporan informasi rekam medis
6.4. Mengelola dokumen medis
6.5 Mengkode data penyakit/operasi
6.6 Memberi petunjuk tentang penerapan buku Acuan petunjuk
teknis penyelenggaraan rekam medis dari DEPKES dan
buku pedoman kerja Rekam Medis Rumah Sakit Atma
Jaya.
6.7 Meningkatkan mutu pelayanan Rekam Medis, yang
direncanakan bersama Panitia Rekam Medis
6.8 Tugas-tugas lain yang dibutuhkan oleh pimpinan Rumah
Sakit
7. Wewenang/Pengendalian :
7.1 Pengawasan/Pengendalian
Melaksanakan supevisor kepada staf rekam medis, dalam
pelaksanaan tugas-tugas di seksi rekam medis.
54
7.2 Penilaian/Evaluasi
Mengadakan penilaian atas perkembangan dan hasil kerja
(kinerja), prestasi para staf rekam medis, yang digunakan
untuk peningkatan kinerja staf rekam medis.
B. Uraian Tugas Staf
1. Staf Urusan Penerimaan dan Pencatatan
1. Nama jabatan
: Staff Penerimaan dan Pencatatan
2. Bertanggung jawab kepada : Kepala Bidang Rekam Medis
3. Pengawasan
: --
4. Hubungan Kerja
:
4.1 Seluruh Ruang Perawatan
4.2 Seksi APP/APM
4.3 Seluruh Pelayanan Rawat Jalan/Poliklinik
4.4 Seluruh Pelayanan Penunjang Medis (Laboratorium,
Radiologi, Fisioterapi, Farmasi)
4.5 Unit Gawat Darurat
4.6 Balkesmas
4.7 Kamar Bedah
4.8 Kamar Bersalin
4.9 Fakultas Kedokteran
5. Tugas Utama
:
Melaksanakan pelayanan, penerimaan pasien dan pencatatan
data social.
55
6. Tugas Operasional
:
6.1 Memberi informasi pelayanan rumah sakit rawat jalan dan
rawat inap
6.2 Mencatat data identitas pasien dalam buku registrasi rawat
jalan/rawat inap
6.3 Mencatat pelayanan persalinan/abortus
6.4 Mencatat tindakan pembedahan
6.5 Mencatat tindakan/Terapi/Diagnostik
6.6 Mencatat pemeriksaan laboratorium
6.7 Membuat rekapitulasi atau sensus harian
6.8 Tugas-tugas lain yang dibutuhkan pimpinan Rumah Sakit
7. Wewenang/Pengendalian
: --
2. Staf Urusan Pengolahan dan Pengkodean
1. Nama Jabatan
: Staf Pengolahan dan Pengkodean
2. Bertanggung jawab kepada : Kepala Bidang Rekam Medis
3. Pengawasan
: --
4. Hubungan Kerja
:
4.1 Seluruh Ruang Perawatan
4.2 Seksi APP/APM
4.3 Seluruh Pelayanan Rawat jalan/Poliklinik
4.4 Seluruh Pelayanan Penunjang Medis (laboratorium,
Radiologi, Fisioterapi, Farmasi)
56
4.5 Unit Gawat Darurat
4.6 Balkesmas
4.7 Kamar Bedah
4.8 Kamar Bersalin
4.9 Fakultas Kedokteran
5. Tugas Utama
:
Melaksakan pelayanan, pencatatan, penyimpanan, dan
pengolahan informasi rekam medis pada kartu indeks.
6. Tugas Operasional
:
6.1 Mengindeks kode penyakit dan kode operasi
6.2 Membuat file kartu indeks berdasarkan abjad nama
6.3 Mem-file berkas rekam medis berdasarkan nomor Rekam
Medis
6.4 Membuat rekapitulasi jumlah peminjaman, kemudian untuk
dilaporkan ke Pimpinan Rumah Sakit
6.5 Tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Rumah
Sakit
7. Wewenang/Pengendalian : --
3. Staf Urusan Penyimpanan dan Peminjaman Status
1. Nama Jabatan
: Staf Penyimpanan dan Peminjaman
Status
2. Bertanggung jawab kepada : Kepala Bidang Rekam Medis
57
3. Pengawasan
: --
4. Hubungan Kerja
:
4.1 Seluruh Ruang Perawatan
4.2 Seksi APP/APM
4.3 Seluruh Pelayanan Rawat Jalan/Poliklinik
4.4 Seluruh Pelayanan Penunjang Medis (laboratorium,
Radiologi, Fisioterapi, Farmasi)
4.5 Unit Gawat Darurat
4.6 Balkesmas
4.7 Kamar Bedah
4.8 Kamar Bersalin
4.9 Fakultas Kedokteran
5. Tugas Utama
:
Mengelola penyimpanan dan pe-minjaman berkas rekam
medik.
6. Tugas Operasional
:
6.1 Menata dan mengatur berkas rekam medis/Status, yang
harus dikembalikan
6.2 Mengambilkan Status pasien yang pernah berobat
6.3 Melayani peminjaman berkas rekam medis untuk keperluan
studi
6.4 Setiap seminggu sekali mengadakan pemeriksaan urutan
penyimpanan
58
6.5 Memantau status/berkas rekam medis yang belum kembali
6.6 Membuat laporan kepada kepala bidang tentang status
pasien yang belum masuk ke rekam medis sesuai dengan
peraturan yang berlaku
6.7 Tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Rumah
Sakit
7. Wewenang/Pengendalian : --
3.3
Tata Laksana Rekam Medis
3.3.1
Tata Laksana Registrasi
Sistem perekaman medis yang berjalan di RSA dimulai dengan
pendaftaran pasien. Apabila pasien belum terdaftar pada RSA, maka pasien
akan di registrasi. Setiap pasien akan mempunyai tepat satu nomor rekam
medis pada RSA.
3.3.2
Tata Laksana Pengobatan
Proses pengobatan yang ada pada Rumah Sakit Atmajaya dibagi
menjadi 2 jenis pengobatan, yaitu :
1. Pengobatan rawat inap
2. Pengobatan rawat jalan.
Di akhir setiap pengobatan, dokter akan memberikan terapi (obat,
pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, operasi) dan rekomendasi
yang sesuai.
59
3.3.2.1 Pengobatan rawat inap
Pasien yang menjalani rawat inap akan menginap di RSA,
dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh dokter. Hasil akhir
dari rawat inap akan dicatat dalam resume oleh dokter yang
menanganinya.
3.3.2.2 Pengobatan rawat jalan
Pasien yang menjalani rawat jalan di poliklinik bagian yang
ada di RSA, sesuai dengan bagian tubuh yang perlu menjalani
pengobatan. Poliklinik bagian yang ada di RSA adalah :
•
Poliklinik Bedah
•
Poliklinik Interna
•
Poliklinik Syaraf
•
Poliklinik Anak
•
Poliklinik Mata
•
Poliklinik THT
•
Poliklinik Gigi
•
Poliklinik Gynecologi
•
Poliklinik Kulit
•
Poliklinik Urologi
•
Poliklinik Paru
•
Poliklinik Laser
•
Poliklinik Jiwa
60
3.3.3
•
Poliklinik Ortopedi
•
Poliklinik Umum
•
Poliklinik Gizi
Tata Laksana Laporan
Hasil dari pengobatan yang dilakukan akan dicatat oleh dokter yang
menangani pasien dan bertanggung jawab sepenuhnya atas laporan medis
tersebut. Laporan ini akan di serahkan ke bagian rekam medis untuk bukukan
dan disimpan oleh staff yang terkait.
Laporan rekam medis ini akan bertambah seriring dengan pengobatan
yang dilakukan oleh pasien pada RSA.
61
3.4
Diagram
3.4.1
Diagram Konteks
Proses sistem perekaman medis pada Rumah Sakit Atmajaya digambarkan
dalam diagram konteks dibawah ini
data_medis_pasien
keluhan_pasien
laporan_terapi
pendaftaran
Pasien
keluhan
kartu_medis
Dokter
diagnosa_keluhan
konfirmasi_terapi_dan_rekomendasi
Perekaman Medis
RSA
konfirmasi_laporan_pengobatan
terapi_dan_rekomendasi
permintaan_data_medis_pasien
laporan_pengobatan
konfirmasi_pendaftaran_pasien
pendaftaran_pasien
Staff Rekam
Medis
laporan_pengobatan
Gambar 3.2 Diagram Konteks Proses Perekaman Medis pada Rumah Sakit
Atmajaya
62
3.4.2
Diagram Nol
Diagram Nol proses perekaman medis pada Rumah Sakit Atmajaya
berdasarkan diagram konteks diatas adalah sebagai berikut :
Gambar 3.3 Diagram Nol Proses Perekaman Medis pada Rumah Sakit
Atmajaya
3.5
Permasalahan
Berdasarkan analisis dari sistem medical record yang sedang berjalan saat ini,
beberapa masalah yang ada antara lain :
- Data yang dibutuhkan hanya terdapat pada lokasi sumber, dimana data
hanya bisa didapat dari lokasi fisik tempat penyimpanannya.
- Media penyimpanan masih berupa kertas..
- Tidak tersedia back up dari data sehingga data yang hilang atau rusak
tidak dapat dilihat kembali.
63
- Waktu pencarian data pasien memerlukan waktu sedikit lama karena data
belum terorganisasi dengan baik.
Masalah – masalah diatas akan dianalisa dengan menggunakan metode
analisis SWOT dibawah ini.
3.6
Analisis SWOT
Dengan menggunakan analisis SWOT, kami akan menguraikan komponen –
komponen dari sistem Electronic Medical Record yang baru untuk mendapatkan
solusi dan strategi dari permasalahan yang ada saat ini.
Komponen SWOT adalah :
-
Untuk Organisasi (internal)
:
Strength (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan)
-
Untuk Lingkungan (eksternal) :
Opportunities (kesempatan),
Threats (ancaman)
Untuk Medical Record Konvensional hasil SWOT yang dianalisis adalah :
1. Strength
-
Dokumen-dokumen medis tersimpan di rumah sakit yang
bersangkutan saja.
-
Hanya staff rekam medis yang bisa mengakses data medis.
2. Weaknesses
-
Media penyimpanan berupa kertas.
64
-
Membutuhkan waktu untuk menambah, menyimpan serta
mencari data medis pasien.
-
Apabila pasien pindah ke rumah sakit lain, sulit untuk
mendapatkan data medis pemeriksaan sebelumnya.
-
Kemungkinan data medis yang keliru akibat human error.
3. Opportunities
-
Data
medis
hanya
beredar
di
rumah
sakit
yang
bersangkutan, sehingga tingkat keamanan nya tinggi.
4. Threats
-
Media penyimpanan rusak atau hilang akibat human error,
bencana alam, ataupun lapuk termakan waktu.
3.6.1
Solusi Strategi
Strategi dari SWOT analisis ini :
Strength
Weakness
Opportunities
SO Strategies
WO Strategies
Threats
ST Strategies
WT Strategies
Tabel 3.1 Tabel Strategi analisis SWOT
SO Strategies
: Mengejar kemungkinan karena adanya kesempatan baik yang
dibarengi dengan kekuatan.
65
Caranya dengan mengatur sistem penyimpanan yang sudah ada menjadi lebih baik,
sehingga bisa mempercepat proses pengaksesan data medis pasien.
WO Strategies
: Mengatasi kelemahan dengan kemungkinan yang ada.
Caranya dengan membangun suatu aplikasi database untuk mendukung sistem
pencacatan medis pasien, yang dibangun pada jaringan rumah sakit sehingga rumah
sakit- rumah sakit yang terhubung dapat berbagi data medis pasien, sehingga
mempermudah pencatatan dan pencarian data medis pasien, dan secatra rutin di
backup untuk mencegah kehilangan data medis pasien.
ST Strategies
: Mengidentifikasi jalan yang dapat gunakan untuk mengatasi
faktor negatif dari luar.
Caranya dengan membangun suatu sistem yang terkomputerisasi untuk rumah sakit
lokal sehingga data dapat di backup untuk mencegah kehilangan data medis pasien.
WT Strategies
: Membuat rencana yang mempertahankan sistem agar tetap
bertahan didalam keadaan yang buruk.
Caranya dengan membatasi staff yang mengurus data medis pasien dan menyimpan
data di tempat yang aman dengan rapi.
3.7
Usulan Pemecahan Masalah
Setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan yang dihadapi, penulis
mencoba memberikan usulan yang diharapkan dapat memecahkan masalah yang
timbul.
Berdasarkan kebutuhan informasi akan catatan medis pasien dalam suatu
pengobatan, maka dengan strategi WO pada analisis SWOT, kami merancang
66
aplikasi database, yaitu sistem Electronic Medical Record yang berbasis web untuk
membantu memecahkan masalah yang dihadapi. Adapun kelebihan dari sistem EMR
ini antara lain :
a. Sistem EMR yang dibuat mampu menampilkan data – data catatan
medis seorang pasien dari mana dan kapan saja selama terhubung
dengan internet.
b. Mempermudah
dokter
dalam
menganalisa
pasien
dengan
membandingkan data pemeriksaan sebelumnya meskipun pemeriksaan
dilakukan di rumah sakit yang berbeda selama rumah sakit tersebut
tergabung dalam sistem EMR ini.
c. Mempersingkat proses pencarian data medis
d. Riwayat medis seorang pasien terjamin kerahasiaannya, karena hanya
user – user tertentu yang telah diberi wewenang dapat mengakses data –
data tersebut.
Electronic Medical Record ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan
informasi dalam pengobatan dimana informasi ini dipakai bersama antar rumah sakit,
sehingga perpindahan pasien tidak lagi mempersulit pengumpulan informasi, selama
rumah sakit tersebut tergabung dalam sistem ini.
Download