bab ii tinjauan pustaka

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah titik sentral dari terjadinya kegiatan pemasaran.
Tanpa adanya alat-alat pemasaran tersebut, maka tidak akan terjadinya kegiatan
pemasaran. Menurut Armstrong (2008:62) bauran pemasaran adalah:“Kumpulan
alat pemasaran teknis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan
respon yang diinginkan dari pasar sasaran.”
Dari definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan
bahwa bauran
pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan
oleh
perusahaan yang terdiri dari unsur unsur yang berkaitan antara unsur yang satu
dengan unsur yang lainnya, untuk mempengaruhi permintaan produksi di pasar.
Kotler dan Armstrong (2008:52) juga menjelaskan bahwa ada 4
komponen yang tercakup dalam kegiatan bauran pemasaran/marketing mix yang
terkenal dengan sebutan 4P yaitu product, price, place and promotion dan dapat
dilihat bawah.
1. Product
Product (produk) berarti barang dan jasa yang dikombinasikan oleh
perusahaan yang akan disampaikan kapada target market.
2. Price
Price (harga) adalah sejumlah uang yang akan dibayarkan oleh konsumen atau
pelanggan untuk mendapatkan suatu produk dari perusahaan.
3. Place/Distribution
Place (tempat/saluran distribusi) merupakan keputusan distribusi menyangkut
kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan potensial.
4
5
4. Promotion
Promotion (promosi) adalah aktifitas untuk mengkomunikasikan berbagai
keunggulan yang dimiliki suatu produk, dan mempengaruhi target market
untuk membeli produk tersebut.

Sementara itu, untuk jasa memiliki 7 bauran promosi yaitu: product,
price, place, promotion, people, phisical evidance dan procces
1. People
People (orang) adalah semua pelaku yang turut ambil bagian dalam pengujian
jasa dan dalam hal ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk
elemen ini adalah personel perusahaan dan konsumen.
2. Physical Evidence
Physical evidence adalah bukti fisik jasa mencakup semua hal yang berwujud
berkenaan dengan suatu jasa seperti brosur, kartu bisnis, format laporan, dan
peralatan.
3. Process
Process adalah semua prosedur actual, mekanisme, dan aliran aktivitas
dengan mana jasa disampaikan yang merupakan system pengujian atau
operasi.
2.2
Promosi
Dalam memperkenalkan produknya, perusahaan tidak lepas dari kegiatan
promosi. Promosi merupakan suatu media komunikasi antara penjual dan pembeli
yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak
mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengenal
produk tersebut. Promosi harus ditempatkan pada proporsi yang seharusnya.
Dalam artian tidak hanya ditempatkan untuk memperkenalkan barang atau jasa
kepada masyarakat, akan tetapi lebih dari itu bagaimana agar masyarakat mau
membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
Promosi atau juga dikenal dengan komunikasi pemasaran (marketing
communnication) adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan
6
mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu
produk\ atau brand yang dijual (Kotler dan Keller, 2009:510).
Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa promosi
merupakan kegiatan menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen
terhadap produk atau brand yang dijual
2.3 Tujuan Promosi
Perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa dalam menggunakan
promosi
sebagai
media
komunikasi
dengan
konsumen
dalam
usaha
memperkenalkan barang dan jasa yang dihasilkan. Adanya promosi juga dapat
digunakan perusahaan untuk mempertahankan volume penjualan yang telah
dicapai oleh perusahaan.
Menurut Alma (2008:181)
“Tujuan Promosi adalah memberi informasi, menarik perhatian, dan memberi
pengaruh meningkatnya penjualan”.
1.
Adapun maksud
dari
pernyataan
di
atas
adalah
sebagai
berikut:
Menginformasikan, maksudnya adalah menginformasikan pasar tentang
produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginfonnasikan
pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja,
menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah,
mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra perusahaan.
2.
Membujuk, maksudnya mengubah persepsi mengenai atribut produk agar
diterima pembeli.
3.
Mengingatkan, maksudnya agar produk tetap diingat pembeli sepanjang
masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapat
perhatian.
Kegiatan promosi jika dilaksanakan dengan baik dapat mempengaruhi
konsumen. Promosi juga dapat memberikan keuntungan bagi produsen dan
konsumen. Keuntungan bagi konsumen yaitu konsumen dapat mengatur
7
pengeluarannya menjadi lebih efisien sedangkan bagi produsen adalah promosi
tersebut dapat menghindarkan persaingan berdasarkan harga, karena konsumen
membeli barang tertarik akan merknya.
2.4 Bauran Promosi
Meskipun secara umum bentuk promosi memilki fungsi yang sama tetapi
bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya
Menurut Kotler dalam Sindoro (2000).
“Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan
hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan
dan pemasarannya”.
Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bauran promosi
merupakan suatu ramuan atau alat yang digunakan sebagai sarana untuk
melakukan promosi. Kegiatan tersebut dapat melalui iklan, promosi penjualan dan
hubungan masyarakat.
Menurut Kotler yang dialih bahasakan oleh Teguh, Rusly, dan Molan
(2002:642), menyatakan bahwa bauran promosi terdiri dari :
1.
Periklanan
Yaitu semua bentuk persentasi non personal dan promosi ide barang atau jasa
oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
2.
Promosi Penjualan
Yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
pembelian produk atau jasa.
3.
Hubungan Masyarakat dan Publisitas
Yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan
melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
4.
Penjualan secara pribadi
Yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan
melakukan penjualan.
8
5.
Pemasaran Langsung
Yaitu penggunaan surat, telepon, dan alat penguhubung non-personal lainnya
untuk berkomunikasi dengan mendapatkan respon dari calon pelanggan dan
pelanggan lainnya.
2.4.1 Periklanan
Periklanan adalah penggunaan media untuk memberitahukan kepada
konsumen tentang sesuatu. Dari mata seorang konsumen, iklan merupakan sumber
informasi atau hanya bentuk hiburan. Sedangkan dari pandangan sosial, iklan
merupakan suatu bentuk kelompok masyarakat. Secara umum, iklan membantu
menjelaskan akan suatu produk, sedangkan bagi perusahaan, iklan merupakan alat
pemasaran yang sangat penting.
Pengertian periklanan menurut Kotler (2007:658), menyatakan bahwa :
“Periklanan adalah segala bentuk persentasi non-pribadi dan promosi gagasan,
barang, atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar.”
Sedangkan pengertian periklanan menurut Kasali (2007:172), menyatakan bahwa
“Iklan
adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada
masyarakat lewat suatu media”.
Jadi, dari kedua definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
periklanan adalah suatu media yang digunakan untuk mempromosikakn suatu
produk kepada masyarakat dengan menggunakan sponsor tertentu yang dibayar.
2.4.1.1 Fungsi dan Tujuan Periklanan
Tujuan periklanan ialah fungsi komunikasi khusus yang ditujukan kepada
khalayak sasaran tertentu selama jangka waktu tertentu (Mahmud Machfoedz,
2005:90).
9
Tujuan periklanan dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuannya, yaitu
sebagai berikut:
1. Menginformasikan
a) cara baru penggunaan produk baru
b) Menginformasikan Memberi informasi kepada pasar tentang produk baru
c) Menganjurkan perubahan harga keoada pasar
d) Menerangkan cara kerja produk baru
e) Mengoreksi kesan yang salah
f) Menurunkan tingkat kekhawatiran pembeli
g) Membangun citra perusahaan
2. Menganjurkan
a) Membangun preferensi merek
b) Memotivasi konsumen agar mengalihkan perhatian dari merek
yang telah digunakan kemerek yang telah diiklankan oleh suatu perusahaan
c) Menganjurkan konsumen agar segera membeli
d) Menganjurkan konsumen agar menerima kunjungan penjualan
3. Mengingatkan
a) Mengingatkan konsumen bahwa produk yang diiklankan mungkin
diperlukan pada waktu yang akan datang
b) Mengingatkan konsumen tentang tempat penjualan produk yang diiklankan
c) Mempertahankan agar konsumen tetap mengingat produk yang diiklankan
d) Menjaga agar produk yang diiklankan berada pada urutan pertama dalam
ingatan konsumen
Fungsi dan tujuan iklan tidak hanya menginformasikan, menganjurkan dan
mengingatkan tetapi juga adding value Menurut Shimp (2003: 36) adding value
atau pertambahan nilai dapat dilakukan dengan melakukan 3 cara yaitu sebagai
berikut:
a. Inovasi
b. Penyempurnaan Kualitas
c. Mengubah Persepsi Konsumen
10
Dari kedua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi dan
tujuan utama iklan yaitu menginformasikan, menganjurkan, mengingatkan selain
itu ada juga pertambahan nilainya seperti inovasi, penyempurnaan kualitas, dan
mengubah persepsi konsumen.
2.4.1.2 Sifat Periklanan
Menurut Tjiptono (2008) periklanan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut
1. Public Presentation, yaitu iklan memungkinkan setiap orang menerima pesan
yang sama tentang produk yang diiklankan.
2. Pervasiveness, yaitupesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk
menetapkan penerimaan informasi.
3. Amplified Expresiveness, yaitu iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan
produknya melalui gambar dan suara untuk mempengaruhi perasaan khalayak.
4. Impersonality, yaitu bersifat memaksa audience untuk memperhatikan dan
menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).
2.4.1.3 Media periklanan
Menurut Kotler (2005:289) yang menyatakan bahwa perencanaan media
harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan
jangkauan, frekuensi dan dampak. Setiap media memiliki keunggulan dan
keterbatasan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1.
Tabel 2.1
Jenis-Jenis Media Utama Periklanan
Media
Media Elektonik
Televisi
Keunggulan
Keterbatasan
Menggabungkan gambar, suara Biaya absolut tinggi;
dan
gerakan;
merangsang Kekacauan tinggi;
indera;
paparan bergerak kilat;
perhatiantinggi;jangkauan
pemilihan audiens kurang
tinggi
11
Radio
Penggunaan massal;
Hanya penyajian suara;
pemilihan
geografis
dan perhatian lebih rendah
demografis
tinggi;
biaya daripada televisi; struktur
rendah
harga tidak standar; paparan
bergerak kilat
Telepon
Internet
Koran
Banyak pengguna; peluang
Biaya relatif tinggi kecuali
memberikan setuhan pribadi
jika digunakan sukarelawan
Pemilihan audiens tinggi;
Media relatif baru dengan
kemungkinan interaktif;
jumlah pengguna yang rendah
biaya relatif rendah
di beberapa negara
Fleksibilitas; ketetapan waktu;
Usia penggunaan pendek;
jangkauan pasar lokal yang mutu reproduksi jelek;
baik; penerimaan luas; tingkat
audiens “terusan” kecil
kepercayaan tinggi
Surat
Audiens terpilih; fleksibilitas;
Biaya relatif tinggi; citra
langsung
tidak ada persaingan iklan
“surat sampah”
(direct-mail)
dalam media yang sama;
personalisasi
Majalah
Pemilihan geografis dan
Perencanaan pembelian iklan
demografis tinggi; kredibilitas panjang; sebagian sirkulasi
dan gengsi; reproduksi
sia-sia; tidak ada jaminan
bermutu tinggi; usia
posisi
penggunaan panjang;
Media Cetak
penerusan pembacaan baik
Reklame luar
Fleksibilitas; pengulangan
Pemilihan audiens terbatas;
ruang
paparan tinggi; biaya rendah;
kreativitas terbatas
persaingan rendah
Yellow Pages Liputan local sangat bagus;
Persaingan tinggi;
12
tingkat kepercayaan tinggi;
perencanaan pembelian iklan
jangkauan luas; biaya rendah
panjang; kreativitas terbatas
Berita
Pemilihan audiens sangat
Biaya dapat hilang sia-sia
Berkala
tinggi; terkontrol penuh;
peluang interaktif; biaya relatif
relatif rendah
Brosur
Fleksibilitas; terkendali penuh;
Produksi berlebihan dapat
dapat mendramatisir pesan
menyebabkan biaya hilang
sia-sia
2.4.2 Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan intensif jangka pendek untuk mendorong
penjualan barang atau jasa yang akan diberikan kepada pasar sasaran. Perusahaan
melakukan ini guna meningkatkan tingkat penjualan barang yang kurang diminati
di pasar. (Kotler 2005:249)
Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa promosi
penjualan merupakan intensif jangka pendek terhadap penjualan produk yang
kurang diminati kepada pasar sasaran.
2.4.2.1 Tujuan Promosi Penjualan
Menurut
Tjiptono
(2008:221)
Tujuan
promosi
penjualan
adalah
menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan
sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara rinci ketiga tujuan
promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menginformasikan (Informing)

Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru,

Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk,

Menyampaikan perubahan harga kepada pasar,

Menjelaskanharga cara kerja suatu produk,
13

Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan,

Meluruskan kesan yang keliru,

Mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli,

Membangun citra perusahaan.
2. Membujuk pelanggan sasaran (persuading)

Membentuk pilihan merek,

Mengalihkan pilihan ke merek tertentu,

Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk,

Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga,

Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga (salesmen)
3. Mengingatkan (reminding)

Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan

dibutuhkan dalam waktu dekat.

Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk
perusahaan.

Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan

Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan
2.4.2.2 Sifat Promosi Penjualan
Menurut Lupiyoadi (2001 : 109) Sifat – sifat promosi penjualan adalah :
a.
Komunikasi; mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang
memperkenalkan pelanggan kepada produk.
b.
Insentif; memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi
pelanggan.
c.
Undangan; mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, promosi penjualan dapat
diklasifikasikan ke dalam empat jenis yaitu :
14
a.
Customer promotion, yaitu penjualan yang bertujuan untuk mendorong
pelanggan untuk membeli.
b.
Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong
pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk memperdagangkan
barang dan jasa dari sponsor.
c.
Sales – force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk
memotivasi armada penjual.
d.
Business promotion, yaitu promosi penjualan untuk memperoleh pelanggan
baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan
produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama dan mendidik
pelanggan.
Secara keseluruhan teknik – teknik promosi penjualan merupakan taktik
pemasaran yang berdampak jangka pendek. Malah kadang – kadang penjualan
hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi
penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk
lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering dapat menurunkan citra
kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa menginterpretasikan
bahwa barang atau jasa tersebut kualitas rendah atau termasuk kategori murahan.
Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan tanggapan
yang lebih cepat daripada iklan.
2.4.2.3 Alat Promosi Penjualan
Alat promosi penjualan berbeda-beda dalam hal tujuan spesifiknya.
Pemberian contoh gratis bertujuan untuk mendorong konsumen untuk mencoba
produk yang ditawarkan. Sementara itu jika promosi penjualan berupa jasa
konsultasi gratis, hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan jangka panjang
dengan seorang pengecer.
Menurut Kotler (2008), promosi penjualan meliputi alat promosi
pelanggan sebagai berikut:
1. Sampel, berupa tawaran gratis atas sejumlah produk atau jasa.
2. Kupon, yaitu sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk
15
mendapatkan pengurangan harga seperti yang tercetak bila membeli
produk tertentu.
3. Tawaran pengembalian tunai (rabat), yaitudengan menawarkan kepada
konsumen penghematan dari harga biasa dengan mendapatkan suatu
produk yang tertera pada label atau kemasan.
4. Premi (hadiah), barang yang ditawarkan dengan biaya yang relatif
rendah atau gratis sebagai insentif bila membeli produk tertentu.
5. Hadiah
(kontes,
undian,
permainan),
hadiah
adalah
tawaran
kesempatan untuk memenangkan uang tunai, perjalanan atau barang
karena membeli sesuatu.
6. Hadiah loyalitas pelanggan, hadiah ini berupa uang tunai atau bentuk
lain yang proporsional dengan loyalitas seorang atau sekelompok
pemasok.
7. Percobaan gratis, mengundang calon pembeli untuk mencoba produk
tertentu secara cuna-cuma dengan harapan mereka akan membeli
produk tersebut.
8. Garansi produk, janji yang diberikan oleh penjual baik secara eksplisit
maupun implisit bahwa produknya akan bekerja sesuai spesifikasi atau
jika produknya gagal, penjual akan memperbaiki atau mengembalikan
uang pelanggan selama periode tertentu.
9. Promosi gabungan, dua atau lebih merek atau perusahan bekerja sama
(tie-inpromotion), mengeluarkan kupon, pengembalian uang, dan
mengadakan kontes untuk meningkatkan daya tarik mereka.
10. Promosi silang, menggunakan suatu merek untuk mengiklankan merek
lain yang tidak laku.
11. Pajangan dan demonstrasi di tempat pembelian (Point of purchasePOP), pajangan dan demonstrasi POP berlangsung di tempat
pembelian atau penjualan.
12. Potongan harga (dikurangkan dari faktur atau dari daftar harga), diskon
yang langsung dikurangkan dari daftar harga untuk tiap pembelian
selama periode tertentu.
16
13. Tunjangan, jumlah yang ditawarkan sebagai imbalan karena pengecer
menyetujui untuk menampilkan produk produsen manufaktur dengan
cara tertentu.
14. Barang gratis, menawarkan tambahan barang kepada konsumen yang
membeli dalam jumlah tertentu, bisa juga apabila terdapat pembelian
yang mengutamakan produk dengan rasa atau ukuran tertentu.
2.4.3 Penjualan Perorangan
Penjualan perorangan merupakan bentuk presentasi perorangan dari bagian
penjualan perusahaan dengan tujuan membuat penjualan dan membangun
hubungan dengan pelanggan. Bentuk presentasi dilakukan dengan interaksi tatap
muka terhadap calon pembeli dengan tujuan melakukan presentasi, menjawab
pertanyaan, dan memperoleh pemesanan. (Kotler 2005:249)
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penjualan
perorangan merupakan kegiatan promosi dengan cara mempresentasikan
penjualan perusahaan dengan berinteraksi secara tatap muka dengan calon
pembeli yang bertujuan membangun hubungan baik dengan konsumen.
2.4.3.1 Sifat Penjualan Perorangan
Menurut Widiana (2011:89) penjualan perorangan mempunyai sifat – sifat
sebagai berikut :
a. Perorangan
Personal merupakan alat promosi yang terlibat langsung menanggapi dan
berinteraksi secara langsung pula dengan pribadi atau beberapa pribadi yang
dihadapinya.
b. Tanggapan langsung
Karena personal selling mampu memberikan tanggapan atau reaksi
kepada konsumen secara langsung, sehingga dapat memberikan kesan
baik perusahaan kepada konsumennya.
17
c. Mempererat hubungan perusahaan dengan konsumen
Jika personal selling yang dilakukan perusahaan dapat berjalan secara efektif
maka dapat mempererat hubungan perusahaan dengan konsumen. Dikatakan
efektif jika komunikator dapat meningkatkan minat dan membina
hubungan
baik secara jangka panjang.
d. Biaya tinggi
Karena harus berkomunikasi secara langsung dengan tatap muka dengan
konsumen, maka perlu kesempatan yang lebih banyak. Sehingga biaya
persatuan yang ditanggung pembeli menjadi lebih tinggi atau mahal.
2.4.3.2 Fungsi Penjualan Perseorangan
Berikut ini merupakan fungsi aktivitas personal selling menurut Widiana
(2011:89-90) sebagai berikut :
a. Pencarian
Mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
b. Target
Mengalokasikan kelangkahan waktu penjual demi pembeli.
c. Komunikasi
Memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.
d. Penjualan
Mendekati, mempresentasikan, mendemonstrasikan, mengatasi penolakan,
serta menjual produk kepada pelanggan.
e. Pelayanan
Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
f. Pengumpulan Informasi
Melakukan riset dan intelejen pasar.
g. Pengalokasian
Menentukan pelanggan yang akan dituju
18
2.5
Permasalahan Pelaksanaan Strategi Promosi
a. Ketserbatasan SDM
Seiring dengan bertumbuhnya suatu perusahan semakin banyak SDM yang
dibutuhkan untuk melaukan kegiatan promosi khususnya bagian marketing,
dengan keterbatasan marketing merupakan kendala yang paling besar oleh
karena itu sangat dibutuhkan sdm yang mengerti akan konsep promosi seperti
bagaimana strategi promosi atau bagaimana cara meyakinkan konsumen atau
mempengaruhi konsumen agar dapat membeli produk yang ditawarkan.
b. Pengetahuan Produk
Pengertian tentang produk merupakan kunci keberhasilan dalam bertransaksi
dan penawaran oleh karena itu dibutuhkan para marketing yang berwawasan
tinggi tentang produk yang dijualnya.
c. Timbulnya Pesaing
Para pesaing biasanya melakukan booming atau banting harga sehingga harga
lebih cenderung turun sehingga para konsumen akan beralih ke penawaran
harga terendah.
d. Kondisi Politik
Kondisi politik baik dalam maupun luar negeri akan berpengaruh terhadap
minat pembeli baik yang tergabung dalam pedagang, penyalur atau konsumen
dalam melakukan aktifitas jual beli barang dan jasa.
Download