resume materi mata pelajarangeografi

advertisement
RESUME MATERI MATA PELAJARAN GEOGRAFI
UNTUK PERSIAPAN UAN TAHUN 2017/2018
1. Konsep Geografi :
NO
NAMA KONSEP
1
Konsep Lokasi
2
Konsep Jarak
3
Konsep Keterjangkauan
4
Konsep Pola
5
Konsep Geomorfologi
6
Konsep Aglomerasi ( pengelompokan )
7
Konsep Diferensiasi area
( Persebaran wilayah )
Konsep Nilai Guna ( kemanfaatan geosfer )
Konsep Interaksi Interdependensi (
Hubungan saling ketergantungan )
Konsep Keterkaitan Keruangan
8
9
10
PENGERTIAN/FENOMENA GEOSFER
Tempat / Dimana/ letak absolute/letak relative
Dekat / jauh /Km dll, jarak lurus,jarak tmpuh
Transportasi / Dengan apa bisa dijangkau
Tata geometris yang beraturan Contoh. Pola perumahan, pola pemukiman,
pola aliran sungaidll
Bentuk-bentuk permukaan bumi : dataran rendah,pegunungan, dataran
tinggi, lembah dll
Pengelompokan penduduk, pengelompokan lokasi industri, pengelompokan
penduduk berdasarkan etnis/suku, dll
Persebaran mineral, persebaran flora/fauna, persebaran penduduk, dll
Tanah subur untuk pertanian, tanah tandus untuk lokasi industri,dll
Hubungan desa dengan kota, Antar wilayah
Vulkanisme dengan kesuburan tanah, penggundulan hutan dengan banjir,
gempa didasar laut dengan tsunami
2. Pendekatan Geografi.
NO
PENDEKATAN
1
Pendekatan Keruangan ( Spatial Approach )
2
Pendekatan Kelingkungan ( Ecological approach )
3
Pendekatan Kewilayahan (Regional complex
approach )
3. Prinsip Geografi.
No
PRINSIP GEOGRAFI
1
Prinsip Distribusi ( Persebaran )
2
Prinsip Interelasi ( Keterkaitan )
3
Prinsip Deskripsi ( Penggambaran/ Pemaparan )
4
Prinsip korologi ( Keseluruhan )
CIRI-CIRI/ /CONTOH KASUS
Terpusat pada persoalan geometri  lokasi, jarak,luas dll
Menekankan hubungan makhluk hidup dengan lingk. Geosfer 
membabat hutan berakibat banjir.
Kombinasi keruangan dengan ekologi, contoh : Penggundulan hutan
dan pendirian banyak villa di puncak bogor,menyebabkan Banjir di
Jakarta
Contoh
Wonosobo penghasil teh, Pratin penghasil stroberi
Wilayah sekitar gunung berapi biasanya merupakan lahan subur.
Gunung berapi mengeluarkan abu vulkanik yang menyuburkan tanah.
Pantai Parangtritis terletak di Bantul Yogyakarta. Udaranya panas dan
lembab. Rata-rata ombak besar (±3 m).
Suhu yang dingin, tanah yang subur memungkinkan tanaman teh
tumbuh subur di Wonosobo dan merupakan teh yang berkualitas
baik, dan merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan.
4. Siklus Batuan dan Prosesnya.
I. Magma
II. Batuan Beku
: a. Beku Dalam ( Granit,Diorir, Sienit , Gabro )
b. Beku Korok/Gang ( Porfir Granit, Porfir Diorit, Porfir Sienit )
c. Batuan Beku Luar ( Basalt, Andesit, Batu Apung,Dasit,Liparit )
III. Batuan Sedimen : a. Sedimen Aquatis / Tenaga Air ( Konglomerat, Breksi )
b. Sedimen Aeolis / Tenaga Angin ( Tanah Los,
c. Sedimen Glacial/ Tenaga Es ( Morena )
IV. Batuan Metamorf : a. Metamorf Thermal/Kontak ( bersentuhan dengan magma dengan suhu tinggi :
contoh : Marmer dari batu Kapur ( Pneumatolistys ), Antrasit dari Batu Bara, Propilit dari Andesit (
Hidrotermal )
Langsung dalam air lalu
b. Metamorfosis Dinamo / Karena Tekanan
diendapkan
Contoh : Batuan Gneis, Sabak dan Serpih.
Prosesnya :
1. Pendinginan / Kristalisasi
2. Pelapukan : a. Pelapukan mekanik ( Panas Matahari
dan Air Hujan )
b. Pelapukan Kimiawi ( air)
Globigerina
c. Pelapukan Organics ( Tumbuhan,hewan
dan manusia )
3. Pengangkutan dan Pengendapan :
a. air/Aquatis : Oleh Air
b. Aeolis : Oleh Angin
c. Glacial : Es
d. Marine : Air Laut
3. Perubahan Bentuk, dan Sifat / Metamorfosis.
Kaolin
5. Jagat Raya
1). Teori terbentuknya Jagat Raya
No
Teori
Keterangan
1
Teori “Big Bang”
Jagat raya terbentuk karena ledakan dahsyat
(Dentuman Besar)
2
Teori “Keadaan
Tetap” (Stabil)
jagat rayaselama berabad-abad selalu dalam
keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa
dicipta dariketiadaan.
3
Teori
“Mengembang
dan Memampat”
(The Oscillating
Theory)
4
Teori “Alam
Semesta
Quantum”
- dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan
konstraksi.
- jagat raya terbentuk karena siklus materi yang
diawali dengan masa ekspansi atau
mengembang yang disebabkan oleh adanya
reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah
galaksi-galaksi.
alam semesta adalah sudah ada selamanya dan
akan selalu ada untuk selamanya pula.
2). Teori terbentuknya Tata Surya
No
Teori
Keterangan
1
Teori nebula
- Mula-mula adanya nebula yaitu gas atau kabut
(Kant dan
tipis
Laplace)
- Kabut bersuhu tinggi berputar menyebabkan
konsentrasi material yang berbeda masa
- Kabut mengalami pendinginan dan memadat
menjadi planet
2
Teori
planetesimal
(Moulton dan
Chamberlain)
- ata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat
kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi
inti yang berwujud gas bersuhu tinggi
- bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk
planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat
gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari
3
Teori pasang
surut (Jeans dan
Jeffreys)
- adanya bagian material matahari yang tertarik dan
terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang
melintas ke dekat matahari
- Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu
panjang  jadilah planet-planet
4
Teori Bintang
Kembar
- Matahari awal mulanya berupa bintang kembar
- Salah satu bintang menumbuk dan meledak
- Material ledakan tertarik grafitasi bintang yang
tidak meledak menjadi planet
Gambar
Gambar
6. Planet
Berdasar orbitnya
Berdasarkan sabuk
asteroid
Inferior
Superior
Inner Planets (Planet dalam)
Outer Planets (Planet luar)
Orbit diantara bumi dan matahari (merkurius, venus)
Orbit diluar orbit bumi
Terletak disebelah dalam sabuk asteroid (Merkurius, venus, bumi,
mars)
Terletak disebelah luar sabuk asteroid
Berdasar ukuran
dan sifat
Planet Terrestrial (Kebumian)
Planet Jovian (Planet raksasa)
Planet Kecil (Merkurius, Venus, Bumi, Mars)
Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
7. Gambar Perkembangan Bentuk Muka Bumi Menurut Teori Lempeng.:
1. Amerika Utara
2. Amerika Selatan
3. Eurasia ( Eropa dan Asia
4. Afrika
5. Antartika
6. Australia
7. India
8. Bukti-bukti bahwa lempeng-lempeng Benua awalnya satu ( Yaitu Daratan
Pengea , 750 jt th yang lalu :
a. Adanya tipe hewan yang sama di Afrikaa dan Amerika Selatan
b. Bentuk Benua Afrika dan Amerika selatan bisa jadi Satu.
c. Adanya jenis Flora Amerika Selatan dan Afrika yang sama
d. Geologis ( batuan ) amerika selatan dan afrika
e. Kesamaan beberapa jenis fauna eropa dengan amerika utara
f. Pantai timur Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika mempunyai
garis kontur yang sama.
g. Greenland menjauh dari Eropa.
h. Madagaskar menjauh dari Afrika.
9. Material Vulkanik :
No Jenis
Macam-macamnya
Manfaat
I
Padat
1. Bom ( Batu Besar )
Menyuburkan tanah
2. Lapili ( Batu Kecil )
Bahan bangunan
3. Pasir
4. Abu Vulkanik
II
Cair
1. Lava ( Magma yang keluar ke permukaan bumi/panas.
Air makdani  Wisata air panas
2. Lahar ( Adalah lava yang bercampur air hujan,pasir, kerikil, batuan, dll )
Pemandangan  Wisata
3. Air Makdani ( air yang berasal dari magma )
III
Gas
1. Solfatar ( Gas belerang )
Untuk ind.farmasi,dll
2. Fumarol (sumber air panas )
Fumaros  Wisata air panas
3. Mofet ( Gas Asam arang)
Berbahaya bagi manusia dan hewan
- Magma
: bahan cair pijar dengan suhu yang sangat tinggi yang terdapat di dalam perut bumi.
- Lahar dingin : lumpur vulkanik yang terbentuk dari material bom, lapili, pasir dan debu vulkanik yang bercampur air hujan
10. Tipe Letusan ( erupsi )Gunung Berapi menurut Escher :
Daya Pembanguan
Tipe Erupsi
Contoh/kasus
Viskositas
Tekanan gas
Kedalaman dapur
magma
magma
1. Tipe Hawaii
Encer
Rendah
sangat dangkal
G. Maona loa di Hawaii
2. Tipe Stromboli
Encer
sedang
dangkal
G. Raung, G. strom- boli
3. Tipe Vulkano
cair kental
sedang sampai
sedang sampai
G. Bromo (lemah) G. Etna (kuat)
sangat tinggi
dalam
4. Tipe Merapi
kental
rendah
sangat dangkal
G. Merapi Jateng
5. Tipe Pelee
kental
sangat Tinggi
Dalam
Gunung Montagne Pelee
6. Tipe Saint Vincent
Kental
Sedang
dangkal
Gunung St.Vincent, G. Kelud
7. Tipe Perret/Plinian
Lava Cair
sangat tinggi
sangat dalam
Gunung Vesuvius di Italia, Krakatau
11. Mitigasi Gempa :
Mitigasi adalah tindakan terencana dan berkelanjutan agar bisa mengurangi dampak jangka panjang atas kehidupan dan properti di satu
daerah yang terkena bencana.
1. Segera keluar rumah
2. Menghindari /menjauhi laut atau pantai
3. Berlindung dibawah benda yang kuat ( Meja/dll )
4. Menjauhi tembok/dinding bangunan
5. Menuju tanah lapang
6. Menuju tempat yang lebih tinggi ( jika dipantai/menghindari tsunami )
7. Hindari gunakan lift (untuk bangunan bertingkat berlift)
8. Membuat konstruksi bangunan yang tahan gempa
9. Berlindung di sudut ruang bangunan yang kuat
12. Istilah-istilah Gempa. * )
a. Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
b. Episentrum
: Pusat Gempa di permukaan bumi, tegak lurus dengan
hiposentrum
c. Homoseista
: Garis di peta yang menghubungkan tempat-tempat yang
menerima getaran gempa primer pada waktu yang sama
d. Isoseista
: Garis hayal pada peta yang menghubungkan tempattempat yang mengalami intensitas gempa yang sama
e. Makroseisme : getaran gempa yang dapat dirasakan secara langsung oleh
manusia tanpa menggunakan alat
f. Mikroseisme
g. Pleistoseista
h. Fokus
: Getaran gempa sangat halus yang hanya bisa dideteksi dengan alat seismograf
: Garis hayal pada peta yang menunjukan kerusakan yang paling hebat di sekitar episentrum
: Jarak antara episentrum dengan hiposentrum ( kedalaman gempa )
13. Pelapukan :
No Macam Pelapukan
I
Pelapukan Mekanik
II
Pelapukan Organik
III
Pelapukan Kimiawi
Penyebabnya/ Tenaga / Kekuatan
1. Pemanasan ( Radiasi ) Matahari
2. Air
Contoh : Beku celah
1. Manusia
2. Hewan
3. Tumbuh-tumbuhan ( akar )
1. Doline ( didaerah karst/kapur )
2. Korosi
3. Sungai bawah tanah
14. Erosi :
2) Cliff ( pantai terjal berbentuk gua karena erosi air laut )
3) Batu jamur ( Monadnock )di padang pasir.
4) Fyord ( laut sempit yang masuk jauh ke daratan karena erosi oleh Gletser )
5) Cave (Gua)
6) Sea Arch ( Busur Laut/ Bentuknya seperti gapura/ Jembatan alam)
15. Pengendapan.
No
Tenaga Pembentuknya
I
Sedimen Marine(laut
II
Sedimen Sungai
III
Sedimen Aeolis ( Angin )
IV
Sedimen Glasial ( es/ gletser )
Nama Hasil Sedimentasi
1. Beach Dunes ( Bukit Pasir pantai, terjadi karena pengangkutan pasir oleh angin yg
membentuk endapan)
2. Bar : Pematang yg lurus dipinggir pantai
3. Tombolo : Tanah sempit hasil sedimentasi pasir pantai dan menghubungkan pulau
dengan daratan
4. Gosong : Timbunan hasil abrasi di pantai
1. Delta : Hasil sedimentasi di Muara sungai
2. Floodplain ; Sedimen di tepi sungai/dataran banjir
3. Kipas alluvial : Penumpukan hasil erosi di tempat yg lebih rendah
4. Sand spit : Sedimentasi aliran sungai di pinggir pantai yg membentuk tanggul pantai
yang lurus.
1. Sendunes, Beach dunes
2. Tanah los
1. Morena
16. Pedosfer.
No
Jenis Tanah
Sifat
Wilayah/ Lokasi
1 Tanah Organosol ( Gambut ) Terbentuk dari organisme di rawa-rawa ) - Kalimantan, Sumatera bagian Timut, Papua Bagian
Selatan
2 Tanah Regosol
Tekstur kasar dengan kadar pasir 60 %
- Jawa, Sumatera bag.Barat, Nusa Tenggara barat,
Sulawesi
3 Tanah Laterit
Banyak mengandung zat besi dan
- Jakarta, Banten, Surakarta dan Kota Bumi, Kalbar,
alumunium
Pacitan
4 Tanah Latosol
Tanah yang berasal dari batuan vulkanis - Bogor, Jambi, Sulawesi,
5
Tanah Litosol
Peg.Kapur
6
Tanah Aluvial
Sifat subur
7. Tanah Abu Vulkanik
Sifat Subur
8. Tanah Podzolit merah kuning Berasal dari pelapukan batuan kuarsa
9. Tanah Humus
Sangat subur
17. Usaha Menjaga Kelestarian Tanah :
No
Usaha Melestarikan Tanah
1
Cara Vegetatif ( Penanaman pohon )
2
Metode Mekanik/Teknik
3
Metode Kimiawi
- jawa Timur, jawa Tengah, Madura, NTT, Maluku
Selatan,
- Sumatra bag. Timur, Jawa bag. Utara dan Kalimantan
bag. Selatan
- ditepian sungai, daerah depresi/cekungan
- Jawa
- Pegunungan Nusa Tenggara
- Kawasan hutan di Indonesia
Keterangan/ Uraian Cara :
1. Menanam Tanaman Penutup Tanah ( buffering )
2. Penanaman tanaman secara berbaris ( Strip Cropping )
3. Pergiliran tanaman ( Croprotation )
4. Penanaman secara kontur ( Contour strip cropping )
5.Reboisasi/Penanaman kembali
6. Penanaman berganda ( multiple cropping )
1. Pengolahan tanah menurut garis contour (contour village )
2. Pembuatan tanggul
3. Pembuatan teras ( terrassering )
4. Pembuatan saluran air ( drainase )
5. Pembuatan chekdam
1.Pemberian pupuk organik
18. Faktor-faktor yang mempengaruhi temperature ( suhu udara.)
1. Lamanya penyinaran Matahari ( Makin lama semakin panas )
2. Sudut datang sinar matahari
3. Transparansi atmosfer ( keadaan awan/ banyak awan cahaya matahari terhalang )
4. Besar kecilnya energi yang dikeluarkan matahari
5. Jarak bumi dan matahari ( Jarak perihelium/dekat, dan apelium / jauh )
6. Ketinggian tempat ( gradient thermic )
7. Jarak dari laut ( dekat dengan laut amplitude kecil, jauh dari laut amplitude besar )
8. Relief muka bumi ( relief kasar- radiasi tidak efektif, relief halus radiasi efektif )
Ditinjau dari radiasi matahari :
A. Pemanasan secara langsung :
1. Absorpsi : Penyerapan radiasi ( pemanasan ) oleh oksigen , nitrogen, ozon,debu dlsb )
2. Refleksi : Pemanasan udara oleh matahari tetapi kemudian dipantulkan kembali oleh uap air, awan, dan partikel lain di atmosfer.
3. Difusi : Molekul-molekul sinar matahari mengalami difusi berupa gelombang pendek biru dan lembayung, sehingga langit
berwarna bitu
B. Pemanasan Tidak Langsung :
1. Konduksi : Pemberian panas udara dari lapisan bawah kepada lapisan di atasnya.
2. Konveksi : Pemberian panas oleh gerak vertical udara
3. Adveksi : Pemberian panas oleh gerak udaara horizontal
4. Turbulensi : Pemberian panas oleh gerakan udara berputar atau tidak teratur.
19. Jenis-jenis Awan.
No
Kategori Awan
A
Awan Tinggi (6-12
km)
B
Awan Sedang (3 – 6
km)
C
Awan Rendah (< 3
km)
Awan Vertikal (0,51,5 km)
D
Nama Awan
1. Awan Cirrus
2. Awan cirro Stratus
3. Awan cirocomulus
1. Alto stratus
2. Alto cumulus
1. Stratocumulus
2. Stratus
3. Nimbo Stratus
1. Cumulus
2. Cumulonimbus
Ciri-ciri Fisik
Tipis, halus, dan bertekstur serat seperti sutera/bulu burung
Awan tipis halus seperti lembaran kelambu, bisa timbul halo ( lingkaran pd
matahari atau bulan
Awan yang terputus-putus berbentuk serpihan penuh dengan kristal
Awan yang bersifat tebal dan luas dan berwarna kelabu
Awan yang kecil-kecil tapi banyak
Awan yang bentuknya seperti gumpalan-gumpalan yang sering menutupi langit
Awan rendah yang sangat luas, melebar
Awan yang bentuknya tidak menentu
Awan yang tebal, rapat, kecil-kecil dan menjulang tinggi, yang berbentuk seprti
kapas tidak menimbulkan hujan,dan yang berwarna htam menimbulkan hujan
lokal
Awan yang bentuknya seperti gunung atau menara, sering menimbulkan hujan
lebat, badai, topan dan kadang-kadang hujan es
20. Angin Yang menyebabkan terjadinya musim di Indonesia :
1) Angin Muson Barat : Mendatangkan musim hujan bagi sebagian besar wilayah Indon.
2) Angin Muson Timur : Mendatangkan musim kemarau
3) Angin Pasat
: Angin yang bergerak sepanjang tahun dari daerah sub tropis ke daerah tropis
4) Angin Anti pasat
: Angin yang bergerak sepanjang tahun dari daerah tropis ke daerah sub tropis
..
21. Persebaran tipe iklim di Indonesia menurut Koppen
No
Type iklim
Sifat
1 Af ( Tropis Basah )
- Hujan pada bulan kering minimal 60 mm
Wilayah Persebarannya
- Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya
2
Am ( Tropis Sedang )
- Hujan pada musimkering dibawah 60 mm
3
Aw ( Sabana Tropis)
- Musim kering lebih panjang
- Sebagian Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur,
Nusa Tenggara Barat, Sulteng, Sulsel.
- Jateng bag timur, Jatim, Nusa Tenggara,
22. Air Tanah.
bunga tanah
Zone kering
1. Mata air artesis
2. Sumur artesis
Zone vurikuler
3. Lapisan kedap air
4. Air tanah dalam
Zone pendular
5. Air tanah dangkal
Zone kapiler
23. Pola Aliran Sungai
1. Pola dendritik : Seperti pohon membentuk cabang dan ranting, terdapat di daerah yang tanahnya homogen dan lerengnya tidak
terlalu terjal
2. Pola Trellis : induk dan anak sungai sejajar, dan terjadi di daerah peg. Lipatan
3. Pola Rectangular
: Sungai yang terdapat pada struktur patahan, membentuk sudut siku-siku
4. Pola Radial Sentrifugal : Pola aliran sungai yang arahnya menyebar, contoh pada gunung berapi atau dome
5. Pola Radial sentripetal : pola aliran sungai yang menuju satu pusat ( cekungan atau danau )
6. Pola Anular : Pola ini membentuk lingkaran, Biasanya terdapat di pegunungan atau dome dengan stadium dewasa.
7. Pola aliran pinate : Anak sungainya membentuk sudut lancip, terdapat didaerah pegunungan dengan lereng yang curam.
24. Danau berdasarkan terjadinya.
No
Jenis Danau
1
Danau Tektonik
Proses Terjadinya
Danau yang terjadi karena gerak tektonik yang
menimbulkan cekungan/ graben/ depresi
2
Danau Vulkanik
Danau yang terjadi karena letusan gunung berapi
3
4
Danau Tektovulkanik / tektono
Danau Doline
Danau yang terjadi karena tektonisme dan vulkanisme
Terdapat di Peg Kapur/Karst
Contoh di Indonesia
- Danau Poso
- DanauTondano
- Danau Singkarak
- Danau Tempe
- Danau Towuti
- Danau kawah gunung kelud
- Danau Kelimutu
- Danau di Dieng
- Danau Batur
- Danau Toba
- di Wonosari
25. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan air laut.
1. Angin ( angin muson, angina pasat )
2. Perbedaan Kadar garam
3. Perbedaan suhu air laut
4. Perbedaan ketinggianmuka air laut
5. Faktor perintang ( pulau, karang, dll )
26. Manfaat Gerakan air laut bagi kehidupan manusia.
a. Untuk Pelayaran.
b. Untuk pembangkit energi listrik ( Gelombang laut/ dan arus laut )
c. Arus Panas gulfstream menyebabkan pelabuhan di eropa barat tidak membeku, Arus Labrador yang dingin menyebabkan jazirah
Labrador bersuhu sedang, Arus Kurosiwo yang panas menyebabkan pantai Jepang pada musim dingin tidak terlalu dingin.
d. Pertemuan arus panas dan dingin menjadi konsentrasi ikan ( pertemuan arus dingin oyashio dan arus panas kuroshio di sebelah
timur jepang )
e. Arus laut yang menyusuri pantai dapat menyejukan iklim di daerah pantai
b. Menyebarkan beberapa jenis tumbuhan
c. Pengantar makanan binatang karang
27. Nama Arus Laut di Dunia.
NO
1
2
3
4
Di samudera Pasifik
Arus panas
Arus Dingin
kurosyiwo
oyasyiwo
Australia timur
kalifornia
Khatulistiwa utara
Humboldt/peru
Khatulistiwa selatan
NO
1
2
3
4
Di samudera Atlantik
Arus panas
Arus dingin
gulfstream
Labrador, bengeula
Khatulistiwa selatan
greenland
brasil
Arus barat
Khatulistiwa utara
canari
28. Fauna Endemik di Indonesia.
1. Komodo di P.Komodo
2. Anoa di Sulawesi
3. Cenderawasih di Papua/Irian Jaya
4. Burung Maleo
29. Taman Suaka Margasatwa di Indonesia.
No
Taman Suaka Margasatwa Nasional
1
TSMN Ujung Kulon
2
TSMN Merubetiri ( Jawa Timur )
3
TSMN
4
TSMN Komodo
5
TSMN Way kambas ( lampung )
6
Taman laut Bunaken ( laut sulawesi )
7
Taman Nasional Sulawesi
8
TSMN Kutai (Kaltim)
9
TSMN Pulau Moyo (Sumbawa)
10
TSMN Gunung Lauser
11
TSMN Baluran (Jatim)
Hewan yang dilindungi
Badak bercula satu
Banteng
Orang hutan
Komodo
Gajah
Karang dan ikan
Anoa, Burung Maleo
Bekantan
Kakatua, Ayam hutan
Gajah, badak, kambing hutan
Lutung
30. Fauna Dunia
Bison
Muskox
Bison
Kalkun
Panda
Cina
Salamander
Orang utan
Gibon
Kuda
Antelop
Antelop
Baboon
Kiwi
Jerapah
Sphenodon
Badak Afrika
Gorila
31. Mengatasi masalah kependudukan.
No
Masalah Kependudukan
1
Pertumbuhan Penduduk Tinggi
2
Persebaran tidak merata
3
Urbanisasi
4
Pengangguran
5
SDM Rendah
6
Kesehatan rendah
Lemur
Cenderawasih
Kudanil
Cara Mengatasi Masalah
Pembatasan kelahiran / KB
Transmigrasi
Persebaran industri ke desa/daerah
Industrialisasi/Penciptaan lap.kerja
Peningkatan Pendidikan
Peningkatan kesehatan
Transisi Demigrafi (Demographif Transition) : adalah sebuah konsep mengenai proses penurunan tingkat fertilitas (Kelahiran) sampai
tercapainya tingkat populasi yang stabil.
Tahapan :
I.
Kelahiran tinggi kematian tinggi – pertumbuhan penduduk rendah
II.
Kelahiran tinggi kematian menurun – pertumbuhan penduduk tinggi
III. Kelahiran rendah kematian rendah – populasi stabil
1.
2.
3.
4.
Fertilitas tinggi – mortalitas tinggi, pertumbuhan penduduk rendah, pada masyarakat tradisional
Fertilitas tinggi – mortalitas menurun, pertumbuhan penduduk tinggi, pada Negara berkembang
Fertilitas tinggi – mortalitas menurun, pertumbuhan menurun (transisi demografi).
Fertilitas rendah – mortalitas rendah, (stagnan)/ pertumbuhan penduduk rendah, Negara maju
32. Ciri-ciri Negara yang mengalami Transisi Demografi :
1. Tingkat kelahiran dari tinggi menuju rendah
2. Tingkat kematian dari tinggi menuju rendah
3. Angka ketergantungan ( Dependency Ratio ) dari tingggi menuju rendah ( menurun )
33. Dampak pertumbuhan penduduk yang tinggi.
a. Pengangguran
b. Kemiskinan
c. Angka ketergantungan ( Dependency Ratio ) tinggi
b. Kriminalitas
c. Pertumbuhan ekonomi
d. Pengurangan lahan pertanian untuk perumahan
34. Jenis Mobilitas Penduduk.
No
Gerakan Penduduk
1
Imigrasi
2
Emigrasi
3
Transmigrasi
4
Komuter / penglaju
5
Urbanisasi
6.
Remigrasi
Pengertiannya
Masut ke Negara kita
Keluar
Pindah antar daerah dari padat ke jarang pddk
Pergerakan pddk sementara karena kerja/penglaju
Pddk desa ke kota
Kembali ke Negara Asal
35. Sex ratio.
Rumus : SR =
Jumlah Penduduk Laki-laki
x 100
Jumlah Penduduk Perempuan
Akibat Jika terjadi ketidak seimbangan Sex. Ratio.
1). Angka Kelahiran tinggi ( jika lebih banyak perempuan )
36. Lokasi Industri.
Mendekati Bahan Baku
- Bahan baku Kapur
- Perkebunan Kelapa Sawit
- Batubara
- Perkebuna Karet
- Perkebunan Kapas
- Perkebunan Tebu
- Pasir Besi
- Industri perikanan
37. Jenis-jenis Peta Berdasarkan data :
No Jenis Peta
1
Ditinjau dari skalanya :
1.Peta Skala sangat Besar/ Kadaster
2.Peta kala Besar
3.Peta Skala edang
4.Peta Skala Kecil
5.Peta Skala Sangat Kecil
2
Ditinjau dari Isinya/Data :
1.Peta Umum :
a. Peta Topografi
b. Peta Chorografi
2. Peta Khusus ( Tematik )
Karet
Kapas
---------------------------------------------------------------------------------
Industr semen
Industri Minyak goring
Industri Pengecoran logam/PLTU dll.
Industri Ban
Industri Pemintalan dll
Industri Gula
Industri Baja dll
dekat pelabuhan/ dikota pantai
Kelapa sawit
,
Tebu
Kakao
Dari contoh gambar di atas maka pabrik minyak
goreng paling cocok diletakan di daerah perkebunan
klapasawit
Pengertin
Contoh
Skala 1:100 s.d 1 : 5.000
Skala 1:5000 s.d 1 : 250.000
Skala 1:250.000 s.d 1:500.000
Skala 1: 500.000 s.d 1:1.000.000
Skala lebih kecil dari 1:.1000.000
Peta yg menggambarkan permukaan bumi dengan reliefnya
Peta yg menggambarkan seluruh permukaan bumi secara
umum, misalnya peta dunia/atlas.
Menggambarkan kenampakan/ data tertentu
Peta Penduduk
Peta Pertanian
Peta Persebaran fauna
Peta Barang tambang
38. Menghitung Skala Peta :
1. Menghitung Skala Peta dengan diketahui letak garis bujur dua titik dan jarak dua titik.
Contoh : Jika diketahui titik A terletak di 105. 30 BT dan Titik B di 106. 45 BT, serta panjang A-B adalah 5 cm . Berapa skala peta
tersebut ( Kata Kunci : Setiap 1 derajat garis bujur = 60’ = di katulistiwa 111 km )
Jawab
:
𝑃𝑆 =
𝑆𝑃 =
𝑆𝑃 =
(106𝑜 45′ − 105𝑜 30′ ) × 111 𝑘𝑚
5 𝑐𝑚
15
(1 ×111 𝑘𝑚)+ ( ×111 𝑘𝑚)
60
5 𝑐𝑚
138,75 𝑘𝑚
5 𝑐𝑚

𝑃𝑆 =

𝑆𝑃 =

𝑆𝑃 =
10 15′ × 111 𝑘𝑚
5 𝑐𝑚
111 𝑘𝑚+ 27,75 𝑘𝑚
5 𝑐𝑚
13.875.000 𝑐𝑚
5 𝑐𝑚
Skala = 1 : 2.775.000
2. Menghitung Skala Peta berdasarkan peta lainnya yang sudah berskala.
Rumus : PS =
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛𝑦𝑎 × 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖
𝑃𝑆 =
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖 𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛𝑦𝑎
Contoh : Lihat Peta dibawah ini :
5 𝑐𝑚 × 200.000
8 𝑐𝑚
1.000.000 𝑐𝑚
𝑃𝑆 =
8 𝑐𝑚
𝑃𝑆 =
A
8 cm
B
A 5 cmB
Jika peta I berskala 1 : 200.000. Hitunglah skala peta II.
PS = 125.000
Jadi skala peta II = 1 : 125.000
3. Menghitung kemiringan
Rumus :
Gradien =
Keterangan :
Jarak vertikal
× 100%
Jarak Horisontal
Gradien
Jarak vertikal
Jarak horizontal
Langkah menghitungnya :
a.
Hitung dulu sekalanya
= kemiringan lereng %
= beda tinggi (m)
= jarak mendatar (m)
1
× Penyebut skala
2000
Penyebut skala = 2000 × Ci
𝐶𝑖 =
b.
c.
Penyebut skala
= 2000 x 50
Penyebut skala
= 100.000
skala = 1 : 100.000
Hitung jarak A – B (Jarak horizontal)
Jika jarak A – B = 4 cm
Maka jarak horizontal = jarak A – B x Penyebut skala
= 4 cm x 100.000
= 400.000 cm
Ubah satuan menjadi m, maka jarak horizontal 4.000 m
Hitung Gradien/ kemiringan
200
𝐺𝑟𝑎𝑑𝑖𝑒𝑛 =
× 100%
4000
Gradien = 5%
Jadi kemiringan lereng A – B = 5%
39. Proyeksi Peta
A. Klasifikasi ( jenis-jenis ) Proyeksi Peta.
1. Proyeksi Azimuthal ( Zenithal ) : Bidang proyeksinya bidang datar, menyinggung permukaan bumi di kutub, ekuator atau
antara kutub – equator.
Cocok untuk menggambaarkan daerah sekitar kutub.
2. Proyeksi Kerucut.:
Proyeksi kerucut adalah proyeksi yan dilaksanakan dengan cara memproyeksikan permukaan bola bumi pada kerucut yang
menyinggung sepanjang satu lingkaran , kemudian dibuka.
Cocok untuk menggambarkan daerah sekitar lintang sedang, misal Amerika serikat, China, Jepang, Korea Utara, Korea
Selatan
3. Proyeksi Silinder.
Adalah proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya adaah silinder menyinggung katulistiwa. Semua garis
parallel merupakan garis lurus vertical dan semua garis meridian merupakan garis lurus horizontal.
Cocok untuk menggambarkan darah sekitar katulistiwa, conton Indonesia, Peru, Brazil, Malaysia, Kenya, Konggo, Uganda dll
Proyeksi Silinder
Proyeksi Kerucut
Proyeksi azimuthal
40. Membaca Peta Contour dan Pemanfaatannya.
Dari gambar di samping maka :
- Lereng 1 & 2  sedang
- Lereng 4 & 5  Terjal
- Lereng 2  landai
Keterangan :
1. Terjal, kemiringan tinggi, tidak baik untuk jallur pendakian
2. Landai, kemiringan rendah, untuk pendakian mudah
41. Menghitung Skala Hasil Foto Udara./ Penginderaan jauh.
S = Skala
f = Panjang focus kamera
H = Tinggi pesawat terhadap
obyekudara untuk membuat peta. Ketinggian
Contoh : Sebuah wilayah yang mempunyai ketinggian 500 m DPL dilakukan pemotretan
pesawat 2500 m DPL, lensa yang digunakan 100 mm. berapa skala peta foto udara yang dihasilkan.
Jawab :
Rumus ∶
S =
=
=
100 mm
2500 m−500 m
10 cm
200.000 cm
1 cm
=
100 mm
2000 m
S =
f
H
(samakan satuannya)
(sederhanakan, masing-masing dibagi dengan 10)
20.000 cm
Skala Peta = 1 : 20.000
42. Pemanfaatan citra hasil Penginderaan jauh :
1. Perencanaan tata ruang
2. Perencanaan Pembangunan
3. Mitigasi bencana Alam
4. Mengetahui persebaran barang tambang,mineral, dll
5. Mengetahui kondisi lingkungan
6. Mengetahui keadaan lahan untuk perencanaan tata guna lahan
7. Meramalkan Cuaca ( Meteorologi )
8. membantu menganalisa perairan darat ( hidrologi )
43. Klasifikasi Citra :
1. Citra Foto. ( Foto Udara )
A. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik
No
Jenis
1
2
Foto Ultra Violet
Foto Ortokromatik
Panjang Gelombang
Elektromagnetik
0,29 um
0,4 – 0,5
3
Foto Pankromatik
0.4 – 0,7
4
Foto Infra Merah Asli
0,9 - 12
Spektrum tampak
Hijau s.d Biru
Penggunaan
Mendeteksi laut, dasar
laut,pantai
Utk tujuan umum ( foto
sehari-hari )
Utk studi vegetasi,
hidrologi, tata guna lahan
Untu kepentingan militer
5
Foto Infra merah berwarna
6
Foto Infra merah modifikasi
0,7-0,9
Hijau dan merah
B. Berdasarkan Sumbu Kamera
1. Foto Vertikal
: Sumbu kamera tegak lurus, atau antara 1 – 4 derajat masih dihitung tegak lurus
2. Foto Condong
: Apabila sudut 10 derajat, daerah yang difoto berbentuk trapezium
3. Foto sangat condong : daerah yang terfoto memperlihatkan cakrawala
C. Berdasarkan warna yang digunakan.
1. Foto berwarna semu ( False colour )  warna obyek asli tidak sama dengan yang di foto
2. Foto berwarna asli ( True colour )
 warna obyek di foto sesuai dengan aslinya
D. Berdasarkan wahanyanya :
1. Foto Udara
 foto yang dibuat dari pesawat terbang, balon udara.
2. Foto Satelit/ Orbital
 foto yang dibuat dari satelit
2. Citra Non Foto.
A. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik :
1. Citra Infra Merah Thermal ( dibuat dengan spectrum infra merah thermal 3,5 um – 5,5 um dan 18 um )
2. Citra Radar dan Citra Gelombang Mikro  citra yang dibuat dengan gelombang radio
B. Berdasarkan Sensor.
1. Citra Tunggal
: Sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor tunggal dengan saluran lebar
2. Citra Multispektral
: Sensor yang digunakan pada citra ini adalah sensor jamak dengan saluran sempit
C. Berdasarkan Wahananya
1. Citra Dirgantara
2. Citra Satelit
44. Sumber Data Sistem Informasi Geografi ( SIG )
A. Sumber Data.
No
Sumber Data SIG
Penjelasan
1
Data Teristrik ( Data Lapangan )
Data yang diambil dari lapangan/alam melalui survai atau pengukuran dilapangan.
Contoh : curah hujan, jenis tanah, kemiringan lahan slinitas, suhu udara dll
2
Data Peta ( Spasial )
Data yang sudah ada di peta, missal peta geologi, peta curah hujan dll
3
Data Penginderaan jauh
Hasil penginderaan jauh. Model stereo Fotogrametri : Peta berisi garis konrtur dan titik
ketinggian dari suatu wilayah yang dibuat melalui foto udara dengan menggunakan
stereoplotter
B. Bentuk Data
No
Bentuk Data
1
Data Raster
2
Data Vektor
Penjelasan
Menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks
atau piksel-piksel yang membentuk grid.
Menampilkan dan menempatkan data spasial dengan mengunakan titik, garis, kurva atau polygon
beserta atribut-atributnya.
C. Jenis Data
No
Janis Data
1
Data Spasial /Keruangan
2
Data Atribut ( deskriptif/isi )
Penjelasan
- Peta
- Hasil penginderaan jauh
- Foto Udara
Data yang berbentuk informasi dari lokasi / tempat baik bersifat kualitatif maupun
kuantitatif ( angka )
45. Penerapan SIG Dalam kajian Geografi.
1. Inventarisasi Sumber Daya Alam :
a. Sumber daya air ( distribusi,kualitas, )
b. Sumber Daya Lahan ( ketersediaan,kesesuaian, kemampuan lahan )
c. Sumber daya hutan ( luas, jenis, potensi, kerusakan, dll )
d. Sumber Daya laut ( mineral, ikan, persebaran dan potensi hayati dan non hayati )
e. Sumber Daya Mineral ( Jenis, kualitas, cadangan dan perseabaran mineral )
2. Mempermudah proses analisis untuk pembuatan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan khususnya yang berkaitan dengan
aspek keruangan,antara lain :
a. Lahan pemukiman penduduk di perkotaan
b. Lokasi transmigrasi
c. Lokasi luar dan batas areal waduk
d. Lokasi luar dan batas wilayah cagar alam dll
3. Pemantauan bencana Alam ( luas, kerusakan, dll )
46. Potensi Desa :
Potensi Fisik
1. Potensi Lokasi : Aksesibilitas ke kota
2. Potensi kesuburan tanah ( Desa subur lebih cepat berkembang )
3. Potensi air ( air utk irigasi,minum,ternak, / cukup air desa berkembang )
4. Potensi Iklim : berkaitan dengan jenis tanaman
5. Potensi topografi / medan/ bentuk muka bumi ( datar lebih mudah berkembang )
6. Potensi Keanekaragaman hayati ( flora dan fauna sebagai daya dukung lingkungan hidup )
7. Ternak
Potensi Fisik
8. Manusia
9. Lembaga dan organisasi desa
47. Klasifikasi Desa.
No
Klasifikasi Desa
1
Desa Tradisionil/ Pradesa
2
Desa Swadaya
3
Desa Swakarya
4
Desa Swasembada
Penjelasan /Ciri-ciri
Penduduk sangat tergantung pada lingkungan alam (contoh : suku terasing)
Desa masih sederhana, penduduk jarang, terikat adat, pendidikan rendah, pertanian dominan
Pemerintah desa berfungsi baik, penduduk alami transisi, adat istiadat mulai berubah,
pengetahuan luar masuk, matapencaharian mulai beragam
Umumnya berada di sekitar kota/ kec., kebutuhan tercukupi sendiri, tingkat pendidikan &
ketrampilan tinggi, adat istiadat mulai lepas/ longgar.
48. Klasifikasi kota berdasarkan perkembangannya.
No
1
2
3
4
5
Tingkatan Kota
Polis
Metroplis
Megapolis
Oligopolis/ tyranopolis
Nekropolis
Penjelasan/Uraian
Kota yang masih bersifat agraris
Kota besar dengan perekonomian mengarah ke industri  Bandung, Medan, Surabaya
Kota yang terdiri dari gabungan beberapa metropolis  Boston - Washington
Kota dengan kriminalitas tinggi,kemacetan lalulintas, penurunan pelayanan umum
Kota yang berkembang menuju keruntuhan
49. Pola Keruangan Kota.
Teori Keruangan Kota :
1.Teori Konsentris
(1)Pusat Daerah Kegiatan
(2).Zona transisi
(3).Wilayah Pemukiman berpenghasilan rendah
(4).Wilayah Pemukiman kelas menengah
(5).Wilayah Pemukiman Berpengahasilan tinggi
(6).Wilayah Pinggiran Kota-Desa, ditandai dengan Mobilitas penduduk Komuter
2.Teori Sektoral
(1).Zone Bisnis (PDK )
(2).Zona Pabrik
(3).Zona Pemukiman Kelas Rendah
(4).Zona Pemukiman Kelas Menengah
(5).Zona Pemukiman Kelas Tinggi
3.Teori Inti Ganda
(1). Pusat Daerah kegiatan
(2).Perdagangan dan Industri Kecil
(3).Pemukiman kaum burh
(4).Pemukiman kelas menengah
(5).Pemukiman kelas elit
(6).Industri berat
(7).Kawasan Bisnis
(8).Pemukiman sub urban
(9).Industri sub urban
Pola Keruangan Kota :
(1).Inti Kota : Pusat pemukiman, Pusat pertokoan, Pusat pemerintahan, Perkantoran, perdagangan, terminal, pasar, sekolah dll
(2).Selaput Inti Kota : Pusat daerah kegiatan baru karena yang lama sudah padat
(3).Kota Satelit : Kota kecil yang mendukung kota utama, contoh: Kota Bekasi, depok, Tanggerang sebagai satelit Jakarta
(4).Sub Urban : Daerah di seputar kota sebagai pusat pemukiman dan industri
50. Arah perkembangan Kota ( gambar dan contoh pemecahan kasus )
Kota akan berkembang lebih cepat kea rah no. 2 yaitu wilayah yang datar
51. Manfaat Interaksi Desa – Kota
No Manfaat Bagi Desa
1
Arus informasi meningkat sehingga pengetahuan
masyarakat desa semakin bertambah
2
Kebutuhan akan barang industry terpenuhi
3
Terbanya jalur transportani desa – kota dapat
meningkatkan pendapatan petani karena hasi panen dapat
dijual keluar daerah
4
Tenaga produktif di desa terserap pada industry di kota
5
Produktifitas masyarakat desa meingkat.
6
Tumbuhnya mata pencaharian baru di luar sektor
pertanian
52. Kekuatan Interaksi.
A. Model Grafitasi
IA−B =
IA-B
PA × PB
(DA−B )2
= Interaksi antara wilayah A dengan wilayah b
No Manfaat Bagi Kota
1
Kebutuhan tenaga kerja kasar terpenuhi
2
3
Pasar bagi produk industri di kota
Kebutuhan bahan makanan pokok terpenuhi
4
5
6
Kebutuhan bahan baku industri terpenuhi
PA
PB
DA-B
= Penduduk A
= Penduduk B
= Jarak mutlak yang menghubungna A dengan B
Contoh : Kota A letaknya berdekatan dengan dua buah kota lain yaitu B dan kota C, Jarak A ke B = 40 km,jarak a ke C 50 km,
penduduk kota A 200.000 jiwa, penduduk kota B.80.000 jiwa dan penduduk kota C 150.000 jiwa. Berapa nilai Interaksi AB
dan Interaksi AC
Jawab :
a. Kota A − B ∶
IA−B =
PA × PB
200.000 × 80.000
16.000.000.000
=
=
= 10.000.000
(DA−B )2
(40)2
1600
b. Kota A − C ∶
IA−C =
PA × PC
200.000 × 150.000
30.000.000.000
=
=
= 12.000.000
2
2
(DA−C )
(50)
2500
B. Indeks Konektifitas
b =
e
v
b = Indeks Konektifitas
e = Jumlah jaringan jalan
v = Jumlah kota
Contoh :
Lihat gambar disamping. Hitunglah indeks konektifitasnya.
Jawab :
5
4
b = 1,25
b =
53. Negara Maju dan Negara Berkembang
Negara Berkembang
 Ciri-ciri Negara Berkembang : (1). Pendapatan Nasional Rendah
(2).Pendpatan per kapita rendah
(3).Ekonomi sector pertanian/agraris
(4).Tingkat pendidikan rendah
(5).Tingkat teknologi rendah
(6).Kekurangan Modal/Investasi
(7).Perumbuhan Penduduk tinggi
(8).Angka ketergantungan tinggi
(9).Piramida penduduk ekspansif
(10Angka pengangguran tingigi
 organisasi Negara berkembang :G 77 Contoh : Indonesia, India,Philipina, Mesir, Malaysia, Thailand, Vietnam, dll
Negara Maju
 Ciri-ciri Negara Maju
: (1). Pendapatan Nasional tinggi
(2).Pendapatan per kapita tinggi
(3).Ekonomi utama sector Industri dan jasa
(4).Tingkat pendidikan tinggi
(5).Penguasaan IPTEK tinggo
(6).CukupModal/ Menanamkan modal di luar negeri
(7). Pertumbuhan penduduk rendah
(8). Angka ketergantungan rendah
(9).Piramida penduduk konstruktif
(10).Pengangguran rendah
 Organisasi Negara-negara Maju : G.7 ( Amerika Serikat, Kanada, Perancis,Inggris, Jerman, Italia, Jepang / di Asia : Singapura, dan
Korea Selatan
Peta Negara Maju :
Download