upaya meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia

advertisement
ISSN 2407-0769
e-ISSN 2549-4694
Jurnal Pena Edukasi
Vol. 4 No. 2, Maret 2017
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
BAHASA INDONESIA MELALUI METODE
PEMBELAJARAN DEMONSTRASI
Dewi Sianipar
SMP Negeri 1 Laguboti, kab. Toba Samosir
Abstract: The purpose of this action research are: (a) Want to see an increase in student
achievement after the implementation of the learning method demonstration. (B) Want to
know influence student motivation after the implementation of the learning method
demonstration method. This study used three rounds of action research. The subjects were
students of class VIII SMP Negeri 1 Laguboti in academic year 2016/2017. Data obtained
in the form of a formative test results, observation sheet teaching and learning activities.
From the analyst found that the learning outcomes of students has increased from the first
cycle to the third cycle, namely, the first cycle (68.18%), the second cycle (77.27%), the
third cycle (86.36%). The conclusion of this study is the demonstration can be a positive
influence on motivation to learn Students in grade VIII SMP Negeri 1 Laguboti in the
school year 2016/2017, as well as learning methods can be used as an alternative learning
Indonesian.
Keyword: demonstration
Abstrak: Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan
prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. (b) Ingin
mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode metode
pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sebanyak tiga
putaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Laguboti Tahun
Pelajaran 2016/2017. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi
kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa
mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II
(77,27%), siklus III (86,36%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi
dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas VIII SMP Negeri 1
Laguboti Tahun Pelajaran 2016/2017, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan
sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia.
Kata kunci: demonstrasi
150
ISSN 2407-0769
e-ISSN 2549-4694
Jurnal Pena Edukasi
Vol. 4 No. 2, Maret 2017
Pendidikan Bahasa Indonesia
di sekolah dasar seharusnya membuahkan
hasil
belajar
berupa
perubahan pengetahuan, dan keterampilan yang sejalan dengan tujuan
kelembagaan sekolah dasar. Sebagaimana dijelaskan dalam Kurikulum
bahwa penyelenggaraan pendidikan di
sekolah dasar bertujuan: (1) mendidik
siswa agar menjadi manusia Indonesia
seutuhnya berdasarkan Pancasila yang
mampu membangun dirinya sendiri
serta ikut bertanggung jawab terhadap
pembangunan bangsa; (2) memberi
bekal kemampuan yang diperlukan
bagi siswa untuk melanjutkan
pendidikan ketingkat yang lebih
tinggi; dan (3) memberi bekal
kemampuan dasar untuk hidup di
masyarakat dan mengembangkan diri
sesuai
dengan
bakat,
minat,
kemampuan dan lingkungannya.
Dikaitkan dengan konteks
pendidikan dasar sembilan tahun,
maka fungsi dan tujuan pendidikan
bahasa Indonesia di sekolah dasar
harus pula mendukung pemilikan
kompetensi tamatan sekolah dasar,
yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan
kemampuan melaksanakan tugas atau
mempunyai kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan lingkungan
alam, lingkungan sosial, lingkungan
budaya, dan kebutuhan daerah.
Sementara itu, kondisi pendidikan
bahasa Indonesia di negara kita
dewasa ini, lebih diwarnai oleh
pendekatan yang menitikberatkan
pada model belajar konvensional
seperti ceramah sehingga kurang
mampu merangsang siswa untuk
terlibat aktif dalam proses belajar
mengajar. Suasana belajar seperti itu,
semakin menjauhkan peran pendidikan bahasa Indonesia dalam upaya
mempersiapkan warga negara yang
baik dan memasyarakat.
Salah satu alternatif model
pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut
adalah model metode pembelajaran
demonstrasi. Metode demonstrasi
adalah salah satu cara mengajar, di
mana
guru
melakukan
suatu
percobaan tentang sesuatu hal,
mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian
hasil pengamatan itu disampaikan ke
kelas dan dievalusi oleh guru
METODE
Penelitian ini bertempat di
SMP Negeri 1 Laguboti, kecamatan
Laguboti, kabupaten Toba Samosir
Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian
ini dilaksanakan dimulai bulan juli s.d
september 2016. Subyek penelitian
adalah siswa-siswi kelas VIII SMP
Negeri 1 Laguboti Tahun Pelajaran
2016/2017.
Data-data yang diperlukan
dalam penelitian ini diperoleh melalui
observasi
pengolahan
metode
pembelajaran demonstrasi, observasi
aktivitas siswa dan guru, dan tes
formatif.
Untuk mengetahui keefektivan
suatu
metode
dalam
kegiatan
pembelajaran perlu diadakan analisa
data. Pada penelitian ini menggunakan
teknik analisis deskriptif kualitatif,
yaitu suatu metode penelitian yang
bersifat menggambarkan kenyataan
atau fakta sesuai dengan data yang
diperoleh dengan tujuan untuk
mengetahui prestasi belajar yang
dicapai siswa juga untuk memperoleh
respon siswa terhadap kegiata
151
ISSN 2407-0769
e-ISSN 2549-4694
Jurnal Pena Edukasi
Vol. 4 No. 2, Maret 2017
pembelajaran serta aktivitas siswa
selama proses pembelajaran.
Untuk
mengalisis
tingkat
keberhasilan
atau
persentase
keberhasilan siswa setelah proses
belajar mengajar setiap siklusnya
dilakukan dengan cara memberikan
evaluasi berupa soal tes tertulis pada
setiap akhir siklus.
pertama secara klasikal siswa belum
tuntas belajar, karena siswa yang
memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar
68,18% lebih kecil dari persentase
ketuntasan yang dikehendaki yaitu
sebesar 85%. Hal ini disebabkan
karena siswa masih merasa baru dan
belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan
menerapkan metode metode pembelajaran demonstrasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Siklus II
Pada tahap perencanaan siklus
II peneliti mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif
II, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
Pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar untuk siklus II dilaksanakan
pada tanggal 21 Agutus 2016 di kelas
VIII dengan jumlah siswa 22 siswa.
Dalam hal ini peneliti bertindak
sebagai guru. Adapun proses belajar
mengajar mengacu pada rencana
pelajaran dengan memperhatikan
revisi pada siklus I, sehingga
kesalahan atau kekurangan pada siklus
I tidak terulang lagi pada siklus II.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar
mengajar.
Pada akhir proses belajar
mengajar siswa diberi tes formatif II
dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa selama
proses belajar mengajar yang telah
dilakukan. Instrument yang digunakan
adalah tes formatif II.
Siklus I
Pada
tahap
perencanaan
peneliti mempersiapkan perangkat
pembela-jaran yang terdiri dari
rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes
formatif 1, dan alat-alat pengajaran
yang mendukung.
Pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar untuk siklus I dilaksanakan
pada tanggal 4 Agustus 2016 di kelas
VIII dengan jumlah siswa 22 siswa.
Dalam hal ini peneliti bertindak
sebagai guru. Adapun proses belajar
mengajar mengacu pada rencana
pelajaran yang telah dipersiapkan.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar
mengajar.
Pada akhir proses belajar
mengajar siswa diberi tes formatif I
dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam
proses belajar mengajar yang telah
dilakukan.
Tabel 1. Hasil Tes Siklus I
Uraian
Hasil
Nilai Rata-Rata
69,09
Jumlah Siswa Tuntas
15
Persentase Ketuntasan
68,18%
Tabel 2. Hasil Tes Siklus II
Uraian
Hasil
Nilai Rata-Rata
76,36
Jumlah Siswa Tuntas
17
Persentase Ketuntasan
77,27%
Hasil tes pada siklus I
menunjukkan bahwa pada siklus
152
ISSN 2407-0769
e-ISSN 2549-4694
Jurnal Pena Edukasi
Vol. 4 No. 2, Maret 2017
Hasil siklus II menunjukkan
bahwa pada siklus II ini ketuntasan
belajar secara klasikal telah megalami
peningkatan sedikit lebih baik dari
siklus I. Adanya peningkatan hasil
belajar siswa ini karena setelah guru
menginformasikan bahwa setiap akhir
pelajaran akan selalu diadakan tes
sehingga pada pertemuan berikutnya
siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Selain itu siswa juga sudah mulai
mengerti apa yang dimaksudkan dan
diinginkan guru dengan menerapkan
metode metode pembelajaran demonstrasi.
Tabel 3. Hasil Tes Siklus III
Uraian
Hasil
Nilai Rata-Rata
82
Jumlah Siswa Tuntas
19
Persentase Ketuntasan
86,36%
Hasil pada siklus III ini
mengalami peningkatan lebih baik
dari siklus II. Adanya peningkatan
hasil belajar pada siklus III ini
dipengaruhi oleh adanya peningkatan
kemampuan guru dalam menerapkan
metode pembelajaran demonstrasi
sehingga siswa menjadi lebih terbiasa
dengan pembelajaran seperti ini
sehingga siswa lebih mudah dalam
memahami
materi
yang
telah
diberikan. Pada siklus III ini
ketuntasan secara klasikal telah
tercapai, sehingga penelitian ini hanya
sampai pada siklus III.
Dari data-data yang telah
diperoleh dapat duraikan sebagai
berikut: (1) Selama proses belajar
mengajar guru telah melaksanakan
semua pembelajaran dengan baik.
Meskipun ada beberapa aspek yang
belum sempurna, tetapi persentase
pelaksanaannya untuk masing-masing
aspek cukup besar; (2) Berdasarkan
data hasil pengamatan diketahui
bahwa siswa aktif selama proses
belajar berlangsung, (3) Kekurangan
pada siklus-siklus sebelumnya sudah
mengalami perbaikan dan peningkatan
sehingga menjadi lebih baik, (4) Hasil
belajar siswa pada siklus III mencapai
ketuntasan.
Pada siklus III guru telah
menerapkan metode pembelajaran
demonstrasi dengan baik dan dilihat
dari aktivitas siswa serta hasil belajar
siswa pelaksanaan proses belajar
mengajar sudah berjalan dengan baik.
Maka tidak diperlukan revisi terlalu
banyak, tetapi yang perlu diperhatikan
Siklus III
Pada tahap perencanaan siklus
III peneliti mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 3, LKS 3, soal tes formatif 3,
dan
alat-alat
pengajaran
yang
mendukung.
Pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar untuk siklus III dilaksanakan
pada tanggal 11 September 2016 di
kelas VIII dengan jumlah siswa 22
siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak
sebagai guru. Adapun proses belajar
mengajar mengacu pada rencana
pelajaran dengan memperhatikan
revisi pada siklus II, sehingga
kesalahan atau kekurangan pada siklus
II tidak terulang lagi pada siklus III.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar
mengajar.
Pada akhir proses belajar
mengajar siswa diberi tes formatif III
dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam
proses belajar mengajar yang telah
dilakukan. Instrumen yang digunakan
adalah tes formatif III.
153
ISSN 2407-0769
e-ISSN 2549-4694
Jurnal Pena Edukasi
Vol. 4 No. 2, Maret 2017
untuk tindakan selanjutnya adalah
memaksimalkan dan mepertahankan
apa yang telah ada dengan tujuan agar
pada pelaksanaan proses belajar
mengajar
selanjutnya
penerapan
metode pembelajaran demonstrasi
dapat meningkatkan proses belajar
mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
1. Pembelajaran dengan demonstrasi
memiliki dampak positif dalam
meningkatkan prestasi belajar
siswa yang ditandai dengan
peningkatan ketuntasan belajar
siswa dalam setiap siklus, yaitu
siklus I (68,18%), siklus II
(77,27%), siklus III (86,36%).
2. Penerapan metode metode pembelajaran demonstrasi mempunyai
pengaruh positif, yaitu dapat
meningkatkan motivasi belajar
siswa yang ditunjukan dengan hasil
wawancara dengan sebagian siswa,
rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan
berminat dengan metode metode
pembelajaran demonstrasi sehingga
mereka menjadi termotivasi untuk
belajar.
SIMPULAN
Dari
hasil
kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan
selama tiga siklus, dan berdasarkan
seluruh pembahasan serta analisis
yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, O. 2002. Psikologi Belajar
dan Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algesindo.
Mukhlis, A. (Ed). 2000. Penelitian
Tindakan Kelas. Makalah
Panitia Pelatihan Penulisan
Karya Ilmiah untuk Guru-guru
se-Kabupaten Tuban.
Nur, M. 2001. Pemotivasian Siswa
untuk
Belajar.
Surabaya.
University Press. Universitas
Negeri Surabaya.
Usman, U. 2000. Menjadi Guru
Profesional. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Widoko. 2002. Metode Pembelajaran
Konsep. Surabaya: Universitas
Negeri Surabaya.
154
Download