EFEKTIVITAS METODE EXAMPLE NON

advertisement
EFEKTIVITAS METODE EXAMPLE NON-EXAMPLE DALAM
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BEBAS PESERTA DIDIK KELAS VIII
MTs NEGERI HARJOKUNCARAN KABUPATEN MALANG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Nita Rahmawati
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
Abstrak: Selama ini anak merasa kesulitan dalam pembelajaran menulis
puisi bebas. Kendala yang menyebabkan adalah kurangnya pembelajaran
yang kreatif dan inovatif. Proses pembelajaran yang digunakan selama
ini cenderung hanya pencapaian target materi kurikulum. Melihat
kondisi yang seperti ini maka perlu diupayakan penerapan Metode
Example Non-Exampledalam Pembelajaran Menulis Puisi Bebas Peserta
Didik Kelas VIII MTs Negeri Harjokuncaran.Secara umum, penelitian
ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektif tentang efektivitas
metode example non-exampledalam pembelajaran menulis puisi bebas.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen
kuasi. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes digunakan
untuk memperoleh dan mengetahui nilai dari kelas kontrol dan kelas
eksperimen setelah penerapan metode example non-example.Teknik
analisi data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji independen
berpasangan, dan uji t-independen. Berdasarkan hasil analisis data dan
pembahasan hasil penelitian secara keseluruhan, dapat disimpulkan
bahwa metode example non-exampleefektif digunakan dalam
pembelajaran menulis puisi bebas. Hal ini dibuktikan dengan
diperolehnya skor kelompok eksperimen dan kontrol yang berbeda
secara signifikan.
Kata-kata kunci: puisi bebas, metode example non-example, kemampuan
menulis
Keterampilan berbahasa terdiri atas
empat
aspek,
yaitu
menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis. Salah
satu aspek keterampilan berbahasa yang
berkaitan
dengan
pengungkap-an
pikiran, gagasan, pendapat dan perasaan
tersebut adalah kemampuan menulis.
Kemampuan
menulis
sebagai
kemampuan berbahasa yang aktifproduktif
merupakan
salah
satu
kompetensi dasar berbahasa yang harus
dimiliki peserta didik agar mampu
berkomunikasi
secara
tertulis.
Kompetensi yang baik akan mambantu
peserta didik mampu menulis secara
efektif dan efisien berbagai jenis
karangan dalam berbagai konteks.
Peserta
didik
akan
mampu
mengorganisasikan gagasan yang runtut,
menggunakan kosakata yang tepat dan
sesuai, memperhatikan ejaan dan tanda
baca yang benar, serta menggunakan
ragam kalimat yang variatif dalam
menulis jika memiliki kompetensi yang
baik.
Pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia memiliki masing-masing
empat aspek ketrampilan kebahasaan
dan kesastraan. Pengajaran sastra
memiliki bermacam kekhususan karena
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 142
sastra, manusia, dan pendidikan tidak
dapat dipisahkan. Sastra merupakan
hasil aktivitas manusia yang bersifat
imajinatif, namun syarat dengan
permasalahan
manusia,
dan
dikembalikan lagi pada manusia melalui
pendidikan dan pengajaran. Hal tersebut
berpengaruh pada peserta didik dalam
menyikapi persoalan di sekitar mereka.
Mempelajari sastra dapat memperhalus
budi pekerti, saling menghargai sesama
makhluk Tuhan, sehingga hidup lebih
bermakna.
Pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia bertujuan di antaranya agar
peserta didik memiliki kemampuan
menikmati dan memanfaatkan karya
sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pekerti, serta
meningkatkan
pengetahuan
dan
kemampuan berbahasa, menghargai dan
membanggakan sastra Indonesia sebagai
khasanah budaya dan intelektual
manusia Indonesia. Namun pada
kenyataannya pengajaran sastra masih
dianggap sebagian peserta didik kurang
menarik, hal ini harus diakui. Penyebab
kurang menariknya pelajaran sastra, di
antaranya kurang terbinanya pengajaran
sastra Indonesia dengan baik, cara guru
mengajar yang kurang memotivasi
peserta didik, kurangnya sarana dan
prasarana, serta kurangnya akrabnya
peserta didik
dengan karya sastra
sehingga motivasi dan hasil belajar
peserta didik rendah. Keberhasilan dan
kegagalan pengajaran sastra sudah
barang tentu memiliki sebab yang
banyak, karena pengajaran sastra
merupakan sebuah sistem yang meliputi
kurikulum di sekolah, sarana dan
prasarana pengadaan buku, minat baca
masyarakat, iklim bersastra, dan lainlain. Pembelajaran sastra di sekolah
memiliki peluang untuk meningkatkan
minat peserta didik terhadap sastra.
Menulis puisi merupakan salah satu
sarana untuk berekspresi menuangkan
pengalaman bagi anak. Melalui puisi
anak akan bebas menulis sesuatu yang
dilihat, didengar, disaksikan dan
dialaminya dalam bentuk puisi. Anak
juga dapat menuliskan hasil imajinasi,
rasa empati mereka terhadap segala hal,
seperti kemiskinan, kebakaran, sekolah,
pengamen dan lain sebagainya. Selain
itu puisi juga dapat melatih daya nalar
anak menjadi lebih selektif dalam
menganalisis sesuatu dan melatih emosi
menjadi empatif dan positif.
Berdasarkan
hasil
wawancara
dengan guru bahasa Indonesia dan hasil
evaluasi peserta didik kelas VIII di MTs
Negeri Harjokuncaran ditemukan bahwa
banyak peserta didik yang belum
mampu menulis puisi. Hal ini berarti
pembelajaran menulis puisi belum
mencapai kriteria ketuntansan minimal
(KKM).
Penyebab
belum
tuntasnya
pembelajaran menulis puisi berasal dari
peserta didik dan guru. Dari hasil
wawancara diketahui bahwa peserta
didik merasa malu dan takut untuk
menulis puisi. Mereka merasa malu dan
takut hasil tulisannya akan ditertawakan
oleh temannya. Peserta didik tidak
memiliki rasa percaya diri hal tersebut
dikarenakan
peserta
didik
tidak
memahami cara menulis puisi yang
benar. Dari aspek guru, ternyata guru
belum mampu memilah dan memilih
metode pembelajaran yang sesuai untuk
pembelajaran
menulis
puisi.
Pembelajaran yang terjadi selama ini
adalah guru menerangkan apa yang
dimaksud dengan puisi, setelah itu
memberi tugas pada peserta didik untuk
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 143
menulis puisi seperti yang dicontohkan
dalam Lembar Kerja Siswa (LKS).
Melihat keadaan tersebut maka
perlu
adanya
perbaikan
dalam
pembelajaran menulis puisi. Guru harus
bisa memilah dan memilih metode yang
tepat. Salah satu metode yang efektif
digunakan dalam pembelajaran menulis
puisi adalah metode example nonexample. Metode example dan nonexamplemerupakan metode
yang
menggunakan
media
dalam
penyampaian materi pembelajaran yang
bertujuan mendorong peserta didik
untuk belajar berfikir kritis dengan jalan
memecahkan
permasalahanpermasalahan yang terkan-dung di
dalamnya. Dalam pembelajaran menulis
puisi media yang digunakan berupa teks
puisi, teks puisi contoh (example) adalah
teks puisi sesuai dengan kompetensi
dasar yaitu puisi bebas. Sedangkan teks
puisi bukan contoh (non-example)
adalah teks puisi yang tidak sesuai
dengan kompetensi dasar yaitu jenis
puisi lama (pantun atau syair). Dengan
menggunakan metode ini maka peserta
didik akan dapat dengan mudah
mengenali puisi bebas.
Metode
ini bertujuan untuk
mempersiapkan peserta didik secara
cepat dengan menggunakan dua hal
yang terdiri dari example dan nonexample dari suatu definisi konsep yang
ada, dan meminta peserta didik untuk
mengklasifikasikan keduanya sesuai
dengan konsep yang ada.Example
memberikan gambaran akan sesuatu
yang menjadi contoh akan suatu materi
yang sedang dibahas, sedangkan nonexample memberikan gambaran akan
sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu
materi
yang
sedang
dibahas.Metodeexample
dan
non-
example penting dilakukan karena suatu
definisi konsep adalah suatu konsep
yang diketahui secara primer hanya dari
segi definisinya daripada sifat fisiknya.
Dengan memusatkan perhatian peserta
didik terhadap example dan nonexample
diharapkan
akan
dapat
mendorong peserta didik untuk menuju
pemahaman yang lebih dalam mengenai
materi yang ada.
Dari uraian di atas maka penelitian
dengan
judul Efektivitas Metode
Example
Non-Example
Dalam
Pembelajaran Menulis Puisi
Bebas
Peserta Didik Kelas VIII MTs Negeri
Harjokuncaran
Kabupaten Malang
Tahun Pelajaran 2013/2014 layak untuk
dilaksanakan.
Secara khusus penelitian ini
bertujuan
sebagai
berikut
(1)
memperoleh deskripsi objektif tentang
kemampuan menulis puisi bebas peserta
didik kelas VIII MTs Negeri
Harjokuncaran
Kabupaten Malang
Tahun
Pelajaran
2013/2014
denganmenggunakan
metodeexample
non-example (2)memperoleh deskripsi
objektif tentang kemampuan menulis
puisi bebas peserta didik kelas VIII Di
MTs Negeri Harjokuncaran Kabupaten
Malang Tahun Pelajaran 2013/2014
dengan
menggunakan pembelajaran
konvensional metode ceramah (3)
memperoleh deskripsi objektif tentang
efektivitas metode example non-example
pada pembelajaran menulis puisi bebas
peserta didik kelas VIII MTs Negeri
Harjokuncaran
Kabupaten Malang
Tahun Pelajaran 2013/2014.
Kegunaan penelitian secara praktis
terdiri dari kegunaan bagi sekolah, guru,
peserta didik dan calon peneliti.(1)Bagi
sekolah, hasil penelitian ini dapat
membantu
meningkatkan
kualitas
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 144
pembelajaran. Memiliki peserta didik
yang mengalami peningkatan hasil
belajar dan lebih menguasai materi
pembelajaran khususnya pembelajaran
menulispuisi bebas dan memiliki guru
yang selektif dalam memilih metode
pembelajaran. (2) Bagi guru hasil
penelitian ini sebagai pertimbangan
mengajar pelajaran bahasa Indonesia
dan merupakan cara alternatif untuk
meningkatkan proses dan hasil belajar
peserta didik. Dapat
meningkatkan
kualitas pembelajaran menulis puisi
bebas dan termotivasi untuk lebih kreatif
dalam
menentukan
metode
pembelajaran.(3) Peserta didik, hasil
penelitian ini dapat dijadikan dasar
untuk menjadi penulis puisi.
(4) Bagi peneliti lain, yang tertarik
terhadap masalah yang relevan yaitu
tentang menulis puisi bebas, hasil
penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk
melengkapi kajian keilmuannya.
METODE
Rancangan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah eksperimen
kuasi karena peneliti tidak selalu dapat
melakukan pemilihan subjek secara
random. Dalam penetapan random
peneliti tidak memungkinkan memilih
dan
memilah
subjek
sesuai
rancangannya. Akan tetapi, peneliti
terpaksa harus menerima kelas atau
kelompok subjek yang telah ditentukan
oleh sekolah, sesuai dengan kebijakan
sekolah
(Setyosari,
2010:183).
Penelitian eksperimen kuasi dipilih
apabila peneliti ingin menerapkan suatu
tindakan atau perlakuan. Tindakan dapat
berupa model, stretegi, metode atau
prosedur baru kerja untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pekerjaan agar
hasilnya dapat optimal. Dengan adanya
kriteria tersebut, maka peneliti dituntut
untuk berfikir kreatif dalam mencari
model, strategi, metode atau prosedur
kerja yang baru yang akan diujicobakan
(Mulyatiningsih, 2012: 86). Dalam
penelitian ini, karena akan diamati
efektivitas atau perubahan yang
diakibatkan penggunaan metodeexample
non-exampledalam
pembelajaran
menulis puisi bebas, maka rancangan
penelitiannya
adalah
rancangan
eksperimental kuasi.
Rancangan
penelitian
ini
menggunakan rancangan kelompok nonekuivalen. Dalam rancangan ini, sumjek
penelitian atau partisipan tidak dipilih
secara acak untuk dilibatkan dalam kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Pada
dasaranya,
langkah-langkah
dalam
rancangan ini sama seperti pada
rancangan pretest-posttest experimental
control group design. Dalam rancangan
ini, ada dua kelas subjek satu mendapat
perlakuan dan satu kelas sebagai kelas
kontrol. Keduanya memperoleh pretes
dan postes.
Penelitian ini dilakukan di MTs
Negeri Harjokuncaran. Oleh karena itu
yang menjadi populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh peserta didik kelas
VIII MTs Negeri Harjokuncaran yang
berjumlah 182 yang terbagi dalam 6
kelas pararel yaitu kelas VIII unggulan,
VIII bahasa, VIII A, VIII B, VIII C, VIII
D.
Sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti (Arikunto,
2010:174).
Menurut
Sugiyono
(2010:118) sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut. Sesuai dengan
rancangan penelitian di atas peneliti
dalam
pengambilan
sampel
menggunakan simple random sampling
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 145
karena pengambilan anggota sampel dari
populasi dilakukan secara acak.
Pengambilan sampel dengan cara
mengundi semua kelas VIII yang
berjumlah enam kelas dengan hanya
diwakili ketua kelas untuk menentukan
satu kelas kontrol dan satu kelas
eksperimen. Kelas kontrol berjumlah 25
dari kelas VIII D. Kelas eksperimen
berjumlah 31 dari kelas VIII C, secara
keseluruhan sampel berjumlah
56
peserta didik.
Instrumen penelitian adalah alat
untuk mengumpulkan data. Dalam
penelitian ini alat pengumpul data yang
digunakan berupa tes. Tes digunakan
untuk memperoleh dan mengetahui nilai
dari kelas kontrol dan kelas eksperimen
setelah penerapan metode example nonexample.
Pengumpulan data merupakan
langkah yang amat penting dalam
penelitian, data yang terkumpul akan
digunakan sebagai bahan analisis dan
pengujian
hipotesis
yang
telah
dirumuskan.
Oleh
karena
itu,
pengumpulan data harus dilakukan
dengan sistematis, terarah dan sesuai
dengan masalah penelitian. Data siswa
tentang
menulis
puisi
dengan
menggunakan metode example nonexample dengan memberi tugas menulis
puisi dengan tema dan kriteria penilaian
yang sudah ditentukan. Pengumpulan
data tersebut dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut (1) melaksanakan tes
awal (pretes) menulis puisi (2)
memberikan perlakuan yang berbeda.
Teknik analisi data menggunakan
statistik deskriptif, uji independen
berpasangan dan uji t-independen untuk
mengetahui efektivitas penggunaan
metode example non-example dalam
menulis puisi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kemampuan Menulis Puisi Bebas
Dengan Metode ExampleNonexample
Sebelum perlakuan dilakukan pada
kelas eksperimen, terlebih dahulu
dilakukan pretes menulis puisi. Hasil
pretes ini akan digunakan untuk
mengukur perkembangan peserta didik
setelah menerima pembelajaran menulis
puisi dengan menggunakan metode
example non-example.
Berdasarkan hasil analisis data, nilai
terendah pretes yang diperoleh peserta
didik kelas eksperimen dalam menulis
puisi pada aspek judul, kesesuaian isi
dengan judul, diksi, majas, pencitraan,
rima dan tipografi adalah 46 sedangkan
nilai tertinggi adalah 82 rata-rata pretes
kelompok eksperimen adalah 65,32.
Hasil nilai postes menulis puisi
pada kelas eksperimen diperoleh setelah
peserta didik mendapatkan perlakuan
yang berbeda dengan kelas kontrol.
Peserta didik pada kelas eksperimen
mendapatkan pembelajaran menu-lis
puisi dengan metode example nonexample. Hasil dari pembelajaran ini
dipakai untuk mengukur ada tidaknya
keefektivitasan metode example nonexample dalam menulis puisi pada kelas
eksperimen. Rincian hasil postes
menulis puisi kelas eksperimen dapat
dilihat pada tabel berikut ini.
Berdasarkan tabel di atas nilai
terendah pretes yang diperoleh peserta
didik kelas eksperimen dalam menulis
puisi pada aspek judul, kesesuaian isi
dengan judul, diksi, majas, pencitraan,
rima dan tipografi adalah 71 sedangkan
nilai tertinggi adalah 96 rata-rata pretes
kelas eksperimen adalah 78,46.
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 146
Untuk mengetahui ada tidaknya
efektivitas metode example non-example
pada menulis puisi pada kelas
eksperimen dapat dilihat berdasarkan
perolehan nilai pretes dan postes, yaitu
sebelum dan sesudah memperoleh
pembelajaran dengan menerap-kan
metode
example
non-example.
Perkembangan menulis puisi masingmasing peserta didik ditentukan dengan
cara membandingkan nilai pretes dan
postes.
Hasil
keefektivitasan
penggunaan metode example
nonexample dapat dilihat pada grafik
berikut ini.
Grafik 1 Perbandingan Nilai Pretes dan Postes Menulis Puisi Bebas Kelas Eksperimen
Berdasarakan grafik di atas
dapat diperoleh gambaran bahwa garis
biru menunjukkan pretes yang posisinya
di
bawah
garis
merah
yang
menunjukkan hasil postes. Garis biru
menunjukkan hasil pretes pada peserta
didik kelas eksperimen. Nilai postes
lebih baik dari nilai pretes ini
menunjukkan bahwa sebelum diperoleh
metode example non-example kelas
eksperimen dalam menulis puisi
hasilnya masih jauh dari standar KKM
yang ditetapkan di madrasah kami. Pada
garis merah menunjukkan hasil postes
peserta didik kelas eksperimen. Nilai
postes lebih baik dari pretes Hal ini
membuktikan bahwa setelah diterapkan
metode example non-example pada kelas
eksperimen dalam menulis puisi sudah
menunjukkan
peningkatan
belajar
sehingga mayoritas peserta didik dapat
mencapai KKM yang
Analisi data antara nilai pretes dan
postes kelas eksperimen menggunakan
uji t sampel berpasangan karena sampel
yang diambil adalah sama, analisis
datanya sebagai berikut.
Pada output pertama yaitu Paired
Statistika, dapat dilihat rata-rata
menulis puisi dari 65,32 menjadi 78,45,
N menunjukkan banyaknya data pretes
dan postes sebanyak 31. Pada ourput
kedua nilai korelasi antara pretes dan
postes adalah 0,447 artinya keduanya
mempunyai hubungan kuat dan positif.
Pada output ketiga df (derajat
kebebasan), untuk uji T paired selalu NI, dimana df adalah 31-1=30. Nilai thitung
harus dibandingkan dengan nilai ttabel,
apabila nilai thitung >ttabel maka data
tersebut signifikan. Data diatas thitung
9,407 > ttabel 2,042 berarti data tersebut
adalah signifikan.
Berdasarkan temuan hasil dan
pengujian
hasil
hipotesis
dapat
ditafsirkan bahwa terdapat pengaruh
antara penggunaan metode example nonexample dan pembelajaran konvensional
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 147
dengan metode ceramah dalam menulis
puisi dengan kelengkapan unsur-unsur
puisi diantaranya judul, kesesuaian
antara isi dengan judul, diksi, majas,
pencitraan,
rima
dan
tipografi.
Berdasarkan perolehan nilai peserta
didik, ditemukan bahwa nilai postes
lebih tinggi dari pada nilai pretes. Hal
ini menunjukkan bahwa pada tes akhir
penulisan puisi dengan aspek judul,
kesesuaian antara isi dengan judul, diksi,
majas, pencitraan, rima dan tipografi
hasilnya meningkat.
Pada penelitian kelas eksperimen,
awalnya peserta didik tidak aktif dalam
pembelajaran menulis puisi, ini bisa
dilihat pada pembelajaran menulis puisi
disaat pretes. Setelah diterapkan metode
example non-example peserta didik
merasa semangat menulis puisi karena
pada pembelajaran menulis puisi ini
diberikan contoh antara puisi bebas
dengan puisi terikat, jadi peserta didik
langsung bisa menganalisis puisi yang
ditayangkan di LCD oleh guru.
Menurut Hamdani (2011;80-82)
mengingat mengajar pada hakikatnya
merupakaan
upaya
guru
dalam
menciptakan situasi belajar, metode
yang digunakan oleh guru harus mampu
menumbuhkan berbagai kegiatan belajar
bagi siswa sehubungan dengan kegiatan
mengajar. Dengan kata lain, proses
belajar mengajar merupakan proses
interaktif edukatif antara guru yang
menciptakan suasana belajar dan siswa
yang memberi respon terhadap usaha
guru tersebut.
Metode yang diterapkan guru
memungkinkan siswa banyak belajar
proses (lear,ning by process), bukan
hanya belajar produk (learning by
product). Belajar produk pada umumnya
hanya menekankan pada segi kognitif,
sedangkan
belajar
proses
dapat
memungkinkan
tercapainya
tujuan
belajar dari segi kognitif, afektif (sikap)
maupun psikomotor (keterampilan).
Oleh karena itu, pembelajaran harus
diarahkan untuk mencapai sasaran
tersebut, yaitu lebih banyak menekankan
pembelajaran melalui proses.
Pada penelitian kelas ekperimen ini
menggunakan metodeexamples nonexamples adalah teknik yang dapat
digunakan untuk mengajarkan definisi
konsep. teknik ini bertujuan untuk
mempersiapkan siswa secara cepat
dengan menggunakan 2 hal yang terdiri
dari metode exampls non-example dari
suatu definisi konsep yang ada dan
meminta
siswa
untuk
mengklasifikasikan keduanya sesuai
dengan konsep yang ada. Exampls
memberikan gambaran akan sesuatu
yang menjadi contoh akan suatu materi
yang sedang dibahas, sedangkan nonexample memberikan gambaran akan
sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu
materi yang sedang dibahas.
Langkah-langkah dalam penelitian
ini adalah guru membagikan materi
tentang puisi kepada semua peserta
didik. Guru mempersiapkan puisi bebas
(example) dan puisi terikat (nonexample) dan menayangkan puisi
melalui LCD (Puisi bebas sebagai
example, puisi terikat sebagai nonexample), setelah itu memberi petunjuk
dan memberi kesempatan kepada peserta
didik
untuk
memerhatikan
atau
menganalisis puisi yang ditayangkan
melalui LCD. Secara berpasangan
peserta didik membandingkan puisi
bebas dengan puisi terikat. Masingmasing peserta didik ditugaskan untuk
membuat puisi dengan judul lingkungan.
Peserta didikmenulis puisi dengan
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 148
memperhatikan judul, kesesuaian isi
dengan judul, diksi, majas, pencitraan,
rima dan tipografi. Guru menugasi
peserta didik untuk mengedit tulisan
dengan teman sebangku (peer-editing)
dan menugasi peserta didik untuk
merevisi puisi yang telah diedit oleh
teman dan guru memberikan reward
pada peserta didik yang menulis puisi
dengan baik.
Peserta didik sangat antusis
mengikuti pembelajaran ini, karena
menemukan hal-hal yang mudah dalam
pembelajaran menulis puisi. Pada
awalnya
peserta
didik
sebelum
diterapkan metode example nonexample merasa kesulitan dalam menulis
puisi, terutama dalam aspek diksi, rima,
pencitraan dan penentuan judul. Setelah
diterapkan teknik ini peserta didik
merasa mudah dalam menulis puisi, jadi
merasa ada keistimewaan dalam teknik
ini. Berdasarkan hasil menulis puisi
pada kelas eksperimen, semua aspek
yang menjadi penilaian dalam menulis
puisi dengan metode example nonexample mengalami peningkatan.
Kemampuan Menulis Puisi Bebas
dengan Pembelajaran Konvensional
Metode Ceramah
Pretes dilaksanakan sebelum peserta
didik mendapatkan perlakuan. Hasil
pretes ini akan digunakan untuk
mengukur perkembangan peserta didik
sebelum
dan
sesudah
mendapat
pembelajaran dengan menggunakan
pembelajaran konvensional metode
ceramah.
Berdasarkan analisis data, nilai
terendah pretes yang diperoleh peserta
didik kelas kontrol dalam menulis puisi
pada aspek judul, kesesuaian isi dengan
judul, diksi, majas, pencitraan, rima dan
tipografi adalah 43 sedangkan nilai
tertinggi adalah 68 rata-rata pretes kelas
kontrol adalah 50,29.
Hasil nilai postes menulis puisi
kelas kontrol diperoleh setelah peserta
didik
mendapatkan
pembelajaran
menulis puisi dengan menggunakan
pembelajaran konvensional metode
ceramah. Rincian perolehan nilai dapat
dilihat pada tabel berikut. Hasil postes
ini digunakan untuk membandingkan
hasil tes kelas eksperimen dan kelas
kontrol.
Tujuan
dilaksanakannya
perbandingan ini untuk mengetahui
perbedaan hasil yang diperoleh setelah
kedua kelas melaksanakan pembelajaran
menulis puisi.
Berdasarkan analisis data, nilai
terendah postes yang diperoleh peserta
didik kelas kontrol dalam menulis puisi
pada aspek judul, kesesuaian isi dengan
judul, diksi, majas, pencitraan, rima dan
tipografi adalah 39 sedangkan nilai
tertinggi adalah758 rata-rata postes kelas
kontrol adalah 54,29.
Untuk mengetahui ada tidaknya
efektivitas pada kelas kontrol menulis
puisi
dapat
dilihat
berdasarkan
perolehan nilai pretes dan postes. Hasil
keefektivitasan
penggunaan
pembelajaran konvensional metode
ceramah dapat dilihat pada grafik
berikut ini.
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 149
Grafik 2 Perbandingan Hasil Pretes dan Postes Menulis Puisi Bebas Kelas Kontrol
Berdasarakan grafik di atas dapat
diperoleh gambaran bahwa garis merah
menunjukkan pretes yang posisinya di
bawah garis biru yang menunjukkan
hasil postes. Garis merah menunjukkan
hasil pretes pada peserta didik kelas
kontrol.
Analisi data antara nilai pretes dan
postes kelas kontrol menggnakan uji t
sampel berpasangan karena sampel yang
diambil adalah sama, analisis datanya
sebagai berikut
Pada output pertama yaitu Paired
Statistika, dapat dilihat rata-rata
menulis puisi dari 50,24 menjadi 54,28,
N menunjukkan banyaknya data pretes
dan postes sebanyak 25. Pada ourput
kedua nilai korelasi antara pretes dan
postes adalah 0,789 artinya keduanya
mempunyai hubungan signifikan. Pada
output ketiga df (derajat kebebasan),
untuk uji T paired selalu N-I, dimana df
adalah 25-1=24. Nilai thitung
harus
dibandingkan dengan nilai ttabel, apabila
nilai thitung >ttabel maka data tersebut
signifikan. Data diatas thitung 4,216 >
ttabel 2,064 berarti data tersebut adalah
signifikan.
Berdasarkan hasil temuan peneliti,
bahwa hasil rata-rata pretes menulis
puisi kelas eksperimen adalah 2,61
sedangakan rata-rata hasil postes
menulis puisi adalah 3,13. Dari hasil ini
dapat dilihat bahwa kelas kontrol yang
menggunakan
pembelajaran
konvensional metode ceramah masih
kurang disukai peserta didik. Metode
ceramah ini sering dilakukan oleh
hampir semua guru, metode ini kurang
disukai oleh peserta didik karena
kuramg inovatif, biasanya menyebabkan
peserta didik mengantuk dan merasa
bosan karena hanya mendengarkan.
Pada kelas kontrol menggunakan
pembelajaran konvensional, tetapi tidak
begitu menyenangkan dan hasil postes
pun tidak begitu meningkat dari hasil
pretes, ini dikarenakan pembelajaran
yang kurang inovatif karena guru hanya
berceramah, sehingga ketika guru
menjelaskan biasanya sebagian peserta
didik tidak mendengarkan, akibatnya
ketika diberi tugas asal mengumpulkan.
Ini terbukti dari hasil postes yang telah
peneliti lakukan.
Dalam penelitian pada kelas kontrol
ini langkah yang dilakukan adalah guru
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 150
mengintruksikan pada peserta didik
untuk bergabung dalam kelas yang
sudah ditentukan setelah itu guru
menugasi peserta didik untuk membaca
berbagai puisi, kemudian mendaftar
topik yang akan diangkat sebagai puisi
dan bertanya jawab untuk menentukan
puisi yang akan ditulis. Guru menugasi
peserta didik untuk menulis puisi,
setelah selesai menulis guru menugasi
peserta didik untuk mengedit tulisan
dengan
teman
sebangku
(peerediting).Guru menugasi peserta didik
untuk merevisi puisi yang telah diedit
oleh teman dan guru memberikan
reward pada peserta didik yang menulis
puisi dengan baik serta guru membantu
peserta didik menyusun kesimpulan.
Pembelajaran menulis puisi dengan
metode ceramah hasilnya kurang efektif
dibandingkan dengan metode example
non-example. Ini terbukti dengan nilai
rata-rata yang jauh berbeda diantara
keduanya.
Efektivitas Metode Example Nonexample dalam Pembelajaran Menulis
Puisi Bebas
mengetahui apakah terdapat perbedaan
yang signifikan antara hasil yang telah
dicapai oleh kelas eksperimen dalam
pembelajaran menulis puisi dengan
menggunakan metode example nonexample dengan hasil yang telah dicapai
oleh kelas kontrol dalam menulis puisi
dengan menggunakan pembelajaran
konvensional
metode
ceramah.
Pengambilan
data
kedua
kelas
berdasarkan KKM yang telah ditetapkan
Madrasah yaitu 75.
Berdasarakan hasil analisis data,
kelas
eksperimen
mendapatkan
presentasi lebih tinggi dibandingkan
dengan kelas kontrol. Pada kelas
eksperimen
peserta
didik
yang
memperoleh nilai kurang dari 75
sebanyak 5 peserta didik, sedangkan
peserta didik yang memperoleh nilai di
atas atau sama dengan 75 sebanyak 26
peserta didik. Pada kelas kontrol belum
menunjukkan hasil yang memuaskan,
yaitu peserta didik masih mendapatkan
nilai di bawah 75 sebanyak 24 peserta
didik, sedangkan yang mendapatkan
nilai di atas sama dengan 75 hanya 1
peserta didik hal ini dapat dilihat dalam
grafik berikut ini.
Perbandingan hasil nilai pada postes
kelas eksperimen dan kelas kontrol
dilakukan
dengan
tujuan
untuk
Grafik 3 Perbandingan Nilai Postes Kelas Eksperimen dan Postes Kelas Kontrol.
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 151
Berdasarkan di atas
dapat
disimpullkan bahwa penggunaan metode
example non-example ternyata sangat
efektif
untuk
meningkatkan
pembelajaran menulis puisi dari pada
mengunakan metode ceramah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa
secara keseluruhan kemampuan menulis
puisi bebas didapat thitung sebesar 13,224,
sedangkan ttabel dengan taraf signifikan
5% sebesar 2,000. Dari dua angka
tersebut dapat diketahui bahwa thitung
lebih besar dari ttabel (13,224 > 2,000).
Hal ini menunjukkan adanya perbedaan
hasil belajar antara metode example
non-example dengan pembelajaran
konvensioanal metode ceramah terhadap
kemampuan menulis puisi bebas.
Berdasarkan hasil analisi statistik
menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas
eksperimen adalah 78,45 sedangkan
rata-rata kelas kontrol adalah 54,28.
Perolehan hasil postes pada kelas
eksperimen lebih tinggi dibandingkan
dengan perolehan hasil postes kelas
kontrol. Jadi dapat dipaparkan bahwa
terdapat perbedaan antara metode
example
non-example
dengan
pembelajaran konvensioanal metode
ceramah terhadap kemampuan menulis
puisi bebas.
Dengan
demikian
dapat
disimpulkan bahwa hipotesis yang
menyatakan
efektivitasan
metode
example
non-example
dalam
pembelajaran menulis puisi bebas
peserta didik kelas VIII dapat diterima.
Hasil temuan dalam penelitian ini
adalah peserta didik lebih semangat
mengikuti pembelajaran dengan metode
example
non-example
daripada
menggunakan
pembelajaran
konvensional metode ceramah. Hal ini
terbukti dari nilai hasil antara postes
kelas ekperimen dan postes kelompok
kontrol. Dari nilai hasil dapat
disimpulkan bahwa metode example
non-example sangat efektif untuk
pembelajaran menulis puisi.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis data dan
pembahasan hasil penelitian secara
keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan
antara menulis puisi bebas dengan
metode example non-example dan
pembelajaran konvensional dengan
metode ceramah Peserta Didik Kelas
VIII MTs Negeri Harjokuncaran
Kabupaten Malang Tahun Pelajaran
2013/2014.
Sesuai dengan fakta yang ada, peserta
didik kelas eksperimen menulis puisi
bebas lebih baik setelah diterapkan
metode
example
non-example
dibandingkan dengan kelas kontrol
dengan menggunakan pembelajaran
konvensional dengan metode ceramah.
Adapun simpulan sebagai berikut (1)
Kemampuan menulis puisi bebas dengan
metode example non-example hasilnya
sangat meningkat dibandingkan dengan
pembelajaran konvensional, dengan
pembelajaran ini peserta didik sangat
aktif mengikuti pelajaran sehingga
peserta didik mampu menulis puisi
bebas dengan nilai yang memuaskan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai
postes yang diperoleh peserta didik.
Nilai terendah untuk postes adalah 68,
sedangkan nilai tertinggi adalah 96 dan
rata-rata nilai postes adalah 78,46. (2)
Menulis
puisi
bebas
dengan
pembelajaran konvensional metode
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 152
ceramah hasilnya kurang menunjukkan
hasil yang kurang bagus dibandingkan
dengan menggunakan metode example
non-example. Peserta didik pasif dalam
mengikuti pembelajaran. Hal ini dapat
dibuktikan dengan nilai postes yang
diperoleh peserta didik. Nilai terendah
untuk postes adalah 39, sedangkan nilai
tertinggi adalah 64 dan rata-rata nilai
postes adalah 54,29 (3) Pembelajaran
menulis puisi bebas sangat efektif
menggunakan metode example nonexample
dibandingkan
dengan
pembelajaran konvensional metode
ceramah karena bagi peserta didik
pembelajaran menulis puisi dengan
metode
example
non-example
merupakan pembelajaran yang kreatif
serta inovatif. Hal ini dapat dibuktikan
dengan nilai postes yang diperoleh
peserta didik. Nilai rata-rata kelas
ekperimen 78,46, sedangkan nilai ratarata kelas kontrol adalah 54,29. Hasil
analisis menunjukkan bahwa secara
keseluruhan kemampuan menulis puisi
bebas didapat thitung sebesar 13,224,
sedangkan ttabel dengan taraf signifikan
5% sebesar 2,000. Dari dua angka
tersebut dapat diketahui bahwa thitung
lebih besar dari pada ttabel (13,224 >
2.000). Hal ini menunjukkan bahwa
menulis puisi dengan metode example
non-example sangat efektif.
Berdasarkan keseluruhan hasil
penelitian ini, ada beberapa saran yang
harus disampaikan kepada berbagai
pihak berkaitan dengan hasil penelitian
ini. Saran-saran tersebut diuraikan
sebagai berikut. (1) Bagi Guru Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia. Guru
bahasa Indonesia hendaknya menjadikan
penelitian ini sebagai masukan untuk
menambah pengetahuan dan kreativitas
guru dalam mengembangkan metode
pembelajaran disekolah. Pembelajaran
menulis puisi dengan metode example
non-example mempunyai keunggulan
dibandingkan
pembelajaran
konvensional metode ceramah. Dalam
proses pembelajaran, metode example
non-exampleini
juga
dapat
menumbuhkan minat dan perhatian
peserta didik dalam belajar sehingga
bisa meningkatkan prestasi belajar. Pada
pembelajaran konvensional metode
ceramah peserta didik hanya dituntut
untuk mendengarkan penjelasan dari
guru kemudian menulis puisi bebas
dengan tema yang sudah ditentukan. (2)
Bagi Peserta Didik. Metode example
non-example merupakan metode yang
digunakan untuk mempermudah peserta
didik menulis puisi bebas, karena guru
menunjukkan contoh puisi bebas dan
contoh puisi tidak bebas. Di sisi lain
implementasi penggunaan metode ini
mudah diikuti oleh peserta didik. Oleh
karena itu, peserta didik disarankan
untuk mengikuti semua prosedur
pembelajaran yang diterapkan oleh guru
bahasa Indonesia agar memperoleh hasil
yang lebih baik.(3) Bagi Peneliti Lain.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai referensi keberhasilan dalam
pembelajaran menulis puisi bebas.
Selain itu, diharapkan peneliti lain dapat
mengembangkan penelitian dengan
menggunakan metode yang berbeda
maupun materi yang berbeda sehingga
penelitian yang dilakukan dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan
peserta didik dan memenuhi tuntutan
perkembangan kurikulum.
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto,S. 2010. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 153
Hamdani, M.A. 2011. Strategi Belajar
Mengajar. Bandung: Pustaka
Setia.
Mulytiningsih, E. 2012. Metode
Penelitian Terapan Bidang
Pendidikan. Yokyakarta: Alfabeta.
Setyosari, P. 2013. Metode Penelitian
Pendidikan dan Pengembangan.
Jakarta: Kencana.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian
Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Wahyuni dan Ibrahim. 2012. Asesmen
Pembelajaran Bahasa. Bandung:
Refika Aditama.
NOSI Volume 2, Nomor 3, Agustus 2014 __________________________________Halaman | 154
Download