Bab III Gambaran Umum Keuangan Daerah

advertisement
Gambaran umum keuangan daerah
Bab III
Gambaran Umum Keuangan Daerah
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undangundang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah, menjadi titik tolak penyelenggaraan otonomi daerah pada kabupaten/kota. Daerah
kabupaten/kota mempunyai kewenangan yang didasarkan pada azas otonomi dalam wujud
otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab, serta azas tugas pembantuan yang
merupakan penugasan daerah untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan.
Ini berarti daerah
diberikan keleluasaan
menjalankan pemerintahan
dan
pembangunannya secara bertanggung jawab dengan melihat kondisi dan potensi lokalnya.
Salah satu pertimbangan yang mendasari perlunya diselenggarakan otonomi daerah adalah
peningkatan kemandirian pemerintahan daerah yang mempunyai implikasi langsung terhadap
kemampuan keuangan daerah, sumber daya manusia dan sumber daya alam, dalam
menjalankan roda pemerintahan dan kelanjutan pembangunan. Daerah kabupaten/kota adalah
ujung tombak pelaksanaan pembangunan karena daerah-daerah tersebut yang lebih
mengetahui kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya yang pada akhirnya dapat
meningkatkan local accountability pemerintah pusat terhadap rakyatnya.
3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu
Keuangan Daerah Kota Sungai Penuh dikelola sesuai dengan ketentuan dalam UU
no.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU no. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan
Negara, Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 jo.
Permendagri No. 59 tahun 2007 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah, serta
peraturan perundang-undangan lainnyayang terkait.
Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah ini menjelaskan aspek kebijakan yang
berkaitan dengan belanja, pendapatan dan pembiayaan dalam rangka mewujudkan visi dan
misi daerah.Oleh karenanya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
68
Gambaran umum keuangan daerah
harus memperhatikan peran dan fungsi APBD sebagai instrumen otorisasi, perencanaan,
pengawasan, alokasi, distribusi dan fungsi stabilisasi.
Kebijakan ini akhirnya akan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah yang merupakan uraian dari RPJMD sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah
dalam Pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu 5 (lima) tahun
kedepan.
Secara umum lebijakan ini diarahkan untuk mengidentifikasi pendapatan daerah
secara baik dan meningkatkan kemandirian keuangan daerah dengan melakukan intensifikasi
(peningkatan) dan ekstensifikasi (pengembangan sumber) Pendapatan Daerah yang ditujukan
bagi pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan pada sektor publik.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah harus berbasis kinerja,
maka belanja yang dikeluarkan juga harus dapat memenuhi kebutuhan dana kegiatan. Namun
demikian, pengeluaran belanja tersebut harus selektif sehingga belanja-belanja yang tidak
memiliki nilai tambah dan tidak strategis harus diminimalisir sehingga Belanja Daerah yang
dikeluarkan memiliki nilai tepat guna.Sektor Pembiayaan sebagai penyeimbang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah dalam rangka menutup surplus/defisit antara Pendapatan
dan Belanja Daerah harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sesuai dengan Peraturan
Menteri Dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 59 tahun 2007.
3.1.1. Pendapatan Daerah
Pendapatan Daerah Kota Sungai Penuh dilihat dari sumber pendapatan yang meliputi
pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan penerimaan pembiayaan dan penerimaan lain
– lain yang sah.
Total pendapatan atau penerimaan daerah Kota Sungai Penuh tahun 2010 secara
keseluruhan berjumlah Rp. 353.366.177.511 yang terdiri dari: PAD sebesar Rp 5.250.000.000
Dana Perimbangan sebesar Rp.313.801.166.850 dan lain–lain pendapatan yang sah sebesar
Rp 34.315.010.661
69
Gambaran umum keuangan daerah
Secara kumultif selama kurun waktu tahun 2009 sampai tahun 2010, total pendapatan
atau penerimaan daerah Kota Sungai Penuh berjumlah Rp. 465.482.677.985 dengan
komposisi yang bersumber dari pendapatan asli daerah 1,53. dari dana perimbangan 87,67%
dan 10,81% bersumber dari lain-lain pendapatan yang sah. Dengan demikian sumber
pendapatan atau penerimaan Kota Sungai Penuh masih bertumpu pada dana perimbangan
sebagaimana disajikan pada tabel III.1.
Tabel III,1
Pendapatan Daerah Kota Sungai Penuh tahun 2009-2010
TOTAL
Tahun
PAD
DANA PERIMBANGAN
LAIN-LAIN
TOTAL
PENDAPATAN YANG
SAH
2009
1.850.671.170
94.272.977.817
15.992.851.487
112.116.500.474
2010
5.250.000.000
313.801.166.850
34.315.010.661
353.366.177.511
Jumlah
7.100.671.170
408.074.144.667
50.307.862.148,00
465.482.677.985
Sumber: Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan
a. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sungai Penuh yang bersumber dari pajak
daerah, retribusi daerah dan penerimaan hasil perusahaan selama kurun waktu Tahun 2009 –
2010 mengalami kenaikan yaitu pada Tahun 2009 sebesar Rp 1.850.671.170,22 menjadi Rp
5.250.000.000 pada tahun 2011, seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel. T-III.1
Kontribusi Pajak Daerah Terhadap PAD
Kota Sungai PenuhTahun 2009 – 2010
No
Tahun
1
2
2009
2010
Pajak Daerah
(Rp)
208.939.751,83
1.125.000.000
PAD
(Rp)
1.850.671.170,22
5.250.000.000
Kontribusi Pajak
Terhadap PAD (%)
11,29
21,43
Sumber: Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan
70
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel. T-III.2
Kontribusi Retribusi Daerah Terhadap PAD
Kota Sungai PenuhTahun 2009 – 2010
No
Tahun
1
2
2009
2010
Retribusi Daerah
(Rp)
199.914.864
1.377.257.000
PAD
(Rp)
1.850.671.170,22
5.250.000.000
Kontribusi Retribusi
Daerah Terhadap PAD (%)
1,80
26,23
Sumber: Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan
b. Dana Perimbangan
Proporsi dana perimbangan terhadap APBD Kota Sungai Penuh dari tahun 2009
sampai dengan tahun 2010 berkisar diantara angka 88%
Tabel. T-III.3
Jumlah Dana Perimbangan dan Proporsinya terhadap Realisasi Penerimaan
APBDKota Sungai Penuh Tahun 2009 – 2010
No
Tahun
1
2
2009
2010
Dana Perimbangan
(milyar Rp)
94.272.977.817
313.801.166.850
APBD
(milyar Rp)
110.895.829.304
353.366.177.511
Proporsi dana
Perimbangan
Terhadap Realisasi
Penerimaan APBD
(%)
85
88,80
Sumber: Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan
c.
Lain-lain Pendapatan yang Sah
Jenis lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah untuk menganggarkan penerimaan
daerah yang tidak termasuk dalam jenis pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan
kekayaan daerah yang dipisahkan dirinci menurut obyek pendapatan yang mencakup seperti
berikut.
a. hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan;
b. jasa giro;
c. pendapatan bunga;
d. penerimaan atas tuntutan ganti kerugian daerah;
71
Gambaran umum keuangan daerah
e. penerimaan komisi, potongan ataupun bentuk lain dari akibat dari penjualan dan/atau
pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah;
f. penerimaan keuntungan dari selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing;
g. pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan;
h. pendapatan denda pajak;
i. pendapatan denda retribusi;
j. pendapatan hasil eksekusi atas jaminan;
k. pendapatan dari pengembalian;
l. fasilitas sosial dan fasilitas umum;
m. pendapatan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
Untuk mencapai peningkatan kemandirian pembangunan maka Pemerintah Daerah perlu
melakukan optimalisasi dalam pengelolaan Aset Daerah dalam rangka intensifikasi
Pendapatan Daerah, dan pembangunan aset baru untuk melakukan ekstensifikasi
Pendapatan.Pertumbuhan Pendapatan pada 4 (empat) tahun terakhir dapat dilihat dari tabel
berikut.
Tabel. T-III.4
Struktur Pendapatan Pemerintah Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2009 – 2011
No
Uraian
2009
2010
Rata-rata
(Rp)
(Rp)
pertumbuhan (%)
353.366.177.511
215,18
1
PENDAPATAN DAERAH
112.116.500.474,22
1.1
Pendapatan Asli Daerah
1.850.671.170,22
5.250.000.000
183,68
1.1.1
Pendapatan Pajak Daerah
208.939.751,83
1.125.000.000
438,43
1.1.2
Hasil Retribusi Daerah
199.914.864
1.377.257.000
588,92
1.1.3
Hasil
-
-
2.747.743.000
90,58
Pengelolaan
Keuangan
-
daerah yang sah
1.1.4
Lain-lain PAD yang sah
1.441.816.554.39
1.2
Dana Perimbangan
94.272.977.817
313.801.166.850
232,86
1.2.1
Dana bagi hasil pajak/bagi hsil
32.070.738.817
41.882.805.850
30,60
bukan pajak
1.2.2
Dana Alokasi Umum
58.482.239.000
239.040.161.000
308,74
1.2.3
Dana Alokasi Khusus
3.720.000.000
32.878.200.000
783,82
1.3
Lain-lain
15.992.851.487
34.315.010.661
114,56
Pendapatan
Daerah
72
Gambaran umum keuangan daerah
yang sah
1.3.1
Hibah
7.500.000.000
1.3.2
Dana darurat
1.3.3
Dana bagi hasil pajak dari provinsi
-
6000.000.000
-20,00
-
5.798.471.487
5893.523.661
1,64
-
9.251.265.000
100
2.694.380.000
5000.000.000
85,57
8.169.925.000
100
dan pemerintahan daerah lainnya
1.3.4
Dana Penyesuaian dan otonomi
khusus
1.3.5
Bantuan keuangan dari provinsi
atau Pemerintah Daerah lainnya
1.3.8
Bantuan
Keuangan
Dari
Pemerintah Pusat
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
Dari tabel diatas dapat dilihat peningkatan pendapatan dari tahun 2009 sampai tahun
2010. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan pendapatan,
rata-rata pertumbuhan per tahun sejak 2009 sampai dengan 2010, yaitu Pendapatan daerah
215,18% yang terbagi menjadi 3 komponen yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) 183,68%,
Dana perimbangan sebesar 232,86% dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar
114,56%.
3.1.2. Belanja Daerah
Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007, maka dilakukan reformasi didalam pengelolaan
keuangan daerah. Dituntut adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah
sehingga tercapai pengelolaan yang akuntabilitas, efektif dan efesien, dengan tetap
memperhatikan azas kewajaran. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006, Belanja Daerah adalah belanja yang dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah yang terdiri dari urusan wajib,
urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang
dilaksanakan bersama antara pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang
ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.
73
Gambaran umum keuangan daerah
Berdasarkan aturan diatas belanja daerah juga didasarkan kepada prestasi kerja.
Disamping itu belanja daerah juga hendaknya dapat menumbuhkan profesionalisme kerja
pada setiap organisasi terkait, berdasarkan Analisis Standar Belanja (ASB), Standar Harga,
Tolok ukur kinerja, dan Standar Pelayanan Minimum dengan tetap berlandaskan azas efektif,
efesien dan ekonomis.
Belanja Daerah disediakan untuk melaksanakan urusan pemerintahan dan program
strategis yang dialokasikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD yang diformulasikan
dalam Program dan Kegiatan.Terutama yang termasuk kedalam prioritas Pembangunan
Daerah.
Menurut strukturnya, belanja dibagi menjadi Belanja Tidak Langsung dan Belanja
Langsung, yang mempunyai karakteristik masing-masing.Arah pengelolaan belanja daerah ini
difokuskan kepada Belanja Langsung atau Belanja Pembangunan, sedangkan belanja Tidak
Langsung sangat dipengaruhi dari jumlah pegawai yang ada. Dengan melanjutkan kebijakan
pengelolaan keuangan yang ada dan memperhatikan azas efisien dan efektif maka diharapkan
peningkatan Belanja Langsung pada masa yang akan datang.
Berdasarkan kelompoknya komponen belanja dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Belanja Tidak Langsung
a. Belanja Pegawai dalam bentuk gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan pegawai,
penerimaan lainnya pimpinan dan anggota DPRD serta Kepala Daerah/Wakil Kepala
Daerah dan Biaya Pemungutan Pajak
b. Belanja Bunga digunakan untuk pembayaran bunga atas pinjaman Pemerintah Derah
kepada pihak Lainnya.
c. Belanja Subsidi, digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksi kepada
perusahaan/lembaga tertentu agar harga jual produksi/jasa yang dihasilkan dapat
terjangkau oleh masyarakat banyak.
d. Belanja Hibah, yaitu pemberian hibah untuk penyelenggaraan program dan kegiatan
yang bersifat cross cutting issue.
e. Belanja Bantuan Sosial, yaitu bantuan social organisasi kemasyarakatan antara lain
bantuan keagamaan, pendidikan, kemasyarakatan, pengadaan pangan dan bantuan
partai politik.
74
Gambaran umum keuangan daerah
f.
Belanja Bagi Hasil
g. Belanja Bantuan Keuangan
h. Belanja Tidak Terduga untuk kegiatan yang sipatnya tak bisa atau diharapkan tak
terulang.
2. Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait langsung dengan program
dan kegiatan, sebagai berikut:
a. Belanja Pegawai yaitu untuk pengeluaran Honorarium PNS dan honorarium non PNS
dan uang lembur.
b. Belanja Barang dan Jasa yaitu untuk pengeluaran bahan habis pakai, bahan material,
jasa kantor, premi asuransi, perawatan kendaraan berrmotor, cetak dan
penggandaan, sewa alat berat, sewa perlengkapan, sewa perlengkapan dan alat
kantor, makanan dam minuman, pakaian dinas dan atributnya, pakaian kerja, pakaian
khusus, perjalanan dinas, beasiswa pendidikan PNS, kursus, pelatihan, sosialisasi
dan bimbingan teknis perjalanan pindah tugas dan sebagainya.
c. Belanja Modal, untuk pengeluaran pengadaan tanah, alat-alat berat, alat-alat
angkutan di darat bermotor, alat-alat angkutan di air tidak bermotor, alat-alat bengkel,
alat-alat pengolahan pertanaian dan peternakan, peralatan kantor, perlengkapan
kantor, computer dan lain-lain.
Belanja-belanja sektor publik yang memiliki nilai ekonomis tinggi hendaknya lebih
didorong kepada pihak swasta dan masyarakat untuk melakukan investasi sehingga pada
masa yang akan datang belanja ini tidak lagi menjadi beban Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, sebaliknya menjadi sumber pendapatan yang baru. Dengan keterbatasan
pendanaan yang dimiliki oleh pemerintah Kota Sungai Penuh maka hal ini adalah hal yang
paling logis untuk dilakukan.
Komposisi Belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Sungai
Penuh Tahun Anggaran 2010 sampai dengan Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada Tabel
berikut:
75
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel. T-III.5
Struktur Belanja Pemerintah Kota Sungai Penuh
Tahun 2009 – 2010
JENIS
2009
2010
% Kenaikan Per
Tahun
BELANJA
TIDAK
58.113.361.917,20
167.627.056.852,18
188.45
52.782.467.386,80
189.995.715.999,00
259.96
LANGSUNG
BELANJA LANGSUNG
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat adanya peningkatan belanja daerah baik itu
Belanja Tidak Langsung maupun Belanja Langsung. Dengan kenaikan 188,45% pada tahun
2010 untuk Belanja Tidak Langsung sedangkan untuk Belanja Langsung mengalami kenaikan
259,96 persen pada tahun 2010.
3.1.3 Necara Keuangan
Pertumbuhan aset lancar dalam neraca keuangan Kota Sunga Penuh pada tahun
2010 meningkat sebesar 353,89 persen, pada periode kedua pelaporan keuangan asset
lancar mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari Rp.20.921.044.062,05 pada tahun
2009 meingkat menjadi Rp. 94.959.224.554,93 pada tahun 2010.
Peningkatan asset lancar ini salah satu disebabkan oleh bertambahnya kas dari Rp.
14.270.674.540,05 pada tahun 2009 meningkat menjadi Rp 77.415.683.139,90 atau rata-rata
sebesar 442,4 persen pertahun. Sedangkan untuk piutang, piutang lain-lain dan persediaan
mengalami peningkatan selama tahun 2009-2010 masing-masing yaitu 155,61 persen, 0
persen dan 249,84 persen.
Investasi jangka panjang tumbuh sebesar 39.221,29 persen, investasi ini didorong oleh
adanya investasi permanen sebesar Rp 7.500.000.000 dibandingkan dengan tahun 2009 yang
belum ada sama sekali, investasi non permanen sebesar 1.721,31 persen. Jumlah aset tetap
dalam neraca keuangan Kota Sungai Penuh selama tahun 2009-2010 juga mengalami
peningkatan yaitu sebesar 397,48 persen. Total aset tetap Kota Sungai Penuh pada tahun
2009 Rp 24.819.027.959 meningkat menjadi Rp 123.470.290.571,27 pada tahun 2010.
Kontribusi terbesar dari asset tetap berasal dari jalan, irigasi dan jaringan yaitu sebesar Rp
76
Gambaran umum keuangan daerah
50.959.396.974,94 atau 41,27 persen kotribusinya pada tahun 2010 meningkat jika
dibandingkan dengan pada tahun 2009 sebesar Rp 46.372.727 yang hanya memiliki kontribusi
sebesar 0,19 persen terhadap jumlah aset tetap. Kontribusi terbesar kedua adalah Gedung
dan bangunan yaitu dari 0,59 persen tahun 2009 meningkat menjadi 6,76 persen pada tahun
2010. Tanah dari 4,40 persen tahun 2009 menurun menjadi 1,85 persen pada tahun 2010
meski dari persentase kontribusi menurun namun dari nilai nominalnya meningkat dari Rp
1.092.640.000 pada tahun 2009 meningkat menjadi Rp 2.286.989.575 pada tahun 2010
demikian juga halnya dengan aset tetap lainnya, Kontruksi dalam pengerjaan dan peralatan
dan mesin.
77
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel 3.7
Neraca Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Daerah Pemerintah Kota Sungai Penuh
Per 1Januari 2009 - 31 Desember 2010
Kode
Rek
URAIAN
2009
2010
GR (%)
1
2
3
4
5
1
ASET
1 .1
ASET LANCAR
1 .1.1
Kas
1. 1.1.1
Kas di Kas Daerah
1.1.1.2
Kas di bendahara Pengeluaran
1.1.1.3
Kas lainnya di Bendahara Pengeluaran
1.1.1.4
Kas di Bendahara Penerimaan
1.1.2
Investasi Jangka Pendek
1.1.3
Piutang
1.1.4
Piutang Lain-lain
1.1.5
Persediaan
JUMLAH ASET LANCAR
PERT.ASET LANCAR (%)
1.2
INVESTASI JANGKA PANJANG
1.2.1
Investasi Non Permanen
1.2.2
Investasi Permanen
JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG
PERT. INVESTASI J PANJANG (%)
1.3
ASET TETAP
1.3.1
Tanah
1.3.2
Peralatan dan Mesin
1.3.3
Gedung dan Bangunan
1.3.4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
1.3.5
Aset Tetap Lainnya
1.3.6
Konstruksi dalam Pengerjaan
1.3.7
Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP
PERT. ASET TETAP (%)
14.270.674.540,05
13.563.599.261,18
692.996.079,00
0,00
14,079.199,87
6.072.667.485,00
577.702.037,00
20.921.044.062,05
77.415.683.139,90
75.415.683.139,90
240.648.923,00
1.565.072.549,00
0,00
15.522.520.773,00
2.021.020.642,03
94.959.224.554,90
353,89
442,48
20.000.000,00
0
20.000.000,00
364.250.000,00
7.500.000.000,00
7.864.250.000,00
39.221,25
1.721,25
100
1.092.640.000,00
15.219.999.182,00
146.300.000,00
46.372.727,00
4.524.832.150,00
3.788.883.900,00
2.286.989.575,00
38.636.379.575,00
8.350.538.250
50.959.396.974,94
17.026.007.614,59
6.210.978.581,74
109,31
153,85
5.607,82
109.790,88
276,28
63,93
24.819.027.959,00
123.470.290.571,27
397,48
155,61
249,84
78
Gambaran umum keuangan daerah
Lanjutan Neraca Aset
Kode
Rek
1
URAIAN
2
1. 4
DANA CADANGAN
1. 4.1
Dana Cadangan
JUMLAH DANA CADANGAN
1.5
ASET LAINNYA
1.5.1
Tagihan Piutang Penjualan Angsuran
1.5.2
Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah
1.5.3
Kemitraan dengan Pihak Ketiga
1.5.4
Aset Tidak Berwujud
1.5.5
Aset Lain-lain
JUMLAH ASET LAINNYA
PERT. ASET LAINNYA
JUMLAH ASET DAERAH
PERT. ASET (%)
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
2009
2010
GR (%)
4
7
-
-
0
8.330.000,00
8.330.000,00
45.760.072.021,05
226.302.095.126,20
394,54
79
Gambaran umum keuangan daerah
Hutang jangka pendek dalam neraca keuangan pemerintah Kota Sungai Penuh
mengalami peningkatan dari Rp 1.434.663.700 tahun 2009 meningkat menjadi Rp
1.576.633.573 pada tahun 2010 atau tumbuh rata-rata sebesar 5,51 persen. Munculnya
hutang jangka pendek ini menyebabkan Pemerintah Kota Sungai Penuh mempunyai
kewajiban jangka pendek yaitu dari Rp 1.434.663.700 tahun 2009 meningkat menjadi Rp
1.576.633.573 tahun 2010 atau meningkat rata-rata sebesar 9,90 persen. Perbedaan antara
hutang jangka pendek dengan kewajiban jangka pendek pada tahun 2009 disebabkan
Pemerintah Kota Sungai Penuh masih mempunyai Hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
sebesar Rp 62.921.073 pada tahun 2010 dan utang jangka pendek lainnnya sebesar Rp.
1.513.712.500 sehingga secara total kewajiban jangka pendek Pemerintah Kota Sungai
Penuh pada tahun 2010 menjadi Rp 1.576.633.573. Sedangkan hutang jangka panjang
Pemerintah Kota Sungai Penuh tidak ada, sehinga kewajiban jangka panjang sampai tahun
2010 tidak ada.
80
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel 3.8
Neraca Keuangan Kewajiban Pemerintah Kota Sungai Penuh
Per 1Januari 2006 - 31 Desember 2009
Kode Rek
1
URAIAN
2
2009
3
2010
4
GR (%)
5
2
2.1
2.1.1
KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
0
62.921.073,00
2.1.2
2.1.3
2.1.4
Utang Bunga
Utang Pajak
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
0
0
0
0
0
0
0
1.434.663.700,00
0
1.513.712.500,00
1.434.663.700,00
1.576.633.573,00
2.1.5
2.1.6
Pendapatan Diterima Dimuka
Utang Jangka Pendek Lainnya
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
PERT. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK (%)
2.2
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
2.2.1
Utang Dalam Negeri
2.2.2
Utang Luar Negeri
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN
PERT. KEWAJIBAN (%)
Sumber:DPPKADKotaSungaPenuh
5,50
9
0
0
0
1.434.663.700,00
1.576.633.573,00
9
81
Gambaran umum keuangan daerah
Perkembangan ekuitas dana Kota Sungai Penuh selama tahun 2009-2010 tumbuh
sebesar 406,99, Pertumbuhan ini didorong ekuitas dana investasi pada tahun 2009 sebesar
24.839.027.959 meningkat menjadi Rp 131.342.870.571,27 pada tahun 2010. Sedangkan
untuk ekuitas dana lancar pada tahun 2009 sebesar Rp 44.325.408.362,05 meningkat
menjadi Rp 224.725.461.553,20 pada tahun 2010. Peningkatan ini didorong Silpa dari Rp
14.256.595.340,18 tahun 2009 meningkat menjadi Rp 75.829.889.519 tahun 2010 atau naik
sebesar 431,89 persen. Ekuitas dana lancar diperoleh dari jumlah Silpa ditambah cadangan
untuk piutang dan cadangan untuk persediaan dikurangi utang jangka pendek ditambah
pendapatan yang ditangguhkan, Sedangkan pertumbuhan ekuitas dana investasi didorong
oleh investasi dalam jangka panjang, investasi dalam asset tetap masing-masing tumbuh
sebesar 406,99 persen dan 39.221,25 persen
Disisi lain ekuitas dana cadangan dari tahun 2009 sampai tahun 2010 tidak ada,
karena tidak ada investasi dalam bentuk dana cadangan. Dengan demikian secara total
jumlah kewajiban dan ekuitas dana pada tahun 2009 sebesar Rp 70.599.100.021,05 dan
tahun 2010 sebesar Rp 357.644.965.697,47.
82
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel 3.9
Neraca Keuangan Ekuitas Dana Daerah Kota Sungai Penuh
Per 1 Januari 2009 - 31 Desember 2010
Kode
Rek
1
3
3.1
3.1.1
3.1.2
3.1.3
3.1.4
3.1.5
3.2
3.2.1
3.2.2
3.2.3
3.2.4
3.3
3.3.1
URAIAN
2
EKUITAS DANA
EKUITAS DANA LANCAR
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
Cadangan untuk Piutang
Cadangan untuk Persediaan
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran Utang Jangka Pendek
Pendapatan yang Ditangguhkan
JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR
PERT. EKUITAS DANA LANCAR (%)
EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dlm Investasi Jk.Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya (Tidak
termasuk Dana Cadangan)
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran hutang Jangka Panjang
JUMLAH EKUITAS DANA INVESTASI
PERT. EKUITAS DANA INVESTASI (%)
EKUITAS DANA CADANGAN
Diinvestasikan dalam Dana Cadangan
JUMLAH EKUITAS DANA CADANGAN
JUMLAH EKUITAS DANA
PERT. EKUITAS DANA (%)
JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS DANA
PERT. KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA (%)
2009
2010
GR (%)
3
4
5
14.256.595.340,18
6.072.667.485,00
577.702.037,00
(1.434.663.700,00)
75.829.889.519
15.522.520.773,00
2.021.020.642,03
0
431,89
155,61
249,84
-100
14.079.199,87
19.486.380.362,05
9.160.047,00
93.382.590.981,93
-34,94
379,22
20.000.000,00
24.819.027.959,00
-
7.864.250.000,00
123.470.290.571,27
8.330.000,00
24.839.027.959,00
131.342.870.571,27
39.221,25
397,48
428,78
-
-
44.325.408.321,05
224.725.461.553,20
409,99
Sumber: DPPKAD Kota Sungai Penuh
83
Gambaran umum keuangan daerah
Untuk neraca keuangan daerah, rasio likuiditas yang digunakan adalah rasio lancar
(current rasio) dan Quick Ratio. Rasio lancar adalah asset lancar dibagi dengan kewajiban
jangka pendek, sedang Quick Ratio adalah asset lancar dikurangi persediaan dibagi dengan
kewajiban jangka pendek. Berdasarkan formula tersebut, maka rasio likuiditas neraca
keuangan Pemerintah Kota Sungai Penuh tahun 2009-2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.10
Rasio Llikuiditas Neraca Keuangan
Pemerintah Kota Sungai Penuh Tahun 2009-2010
Uraian
2009
2010
1
2
3
Rasio Likuiditas
1. Rasio Lancar
2. Quick Ratio
Sumber: Hasil Pengolahan (2010)
14,58
14,18
60,23
58,95
a. Rasio Lancar (Current ratio)
Rasio Lancar (Current ratio), digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh
Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat melunasi hutang jangka pendeknya. Semakin besar
rasio yang diperoleh, semakin lancar hutang pembayaran jangka pendeknya. Jika yang
digunakan adalah rasio yang dibuat oleh Dun & Bradstreet (D&B), angka rasio ini
mengindikasikan kemampuan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memenuhi hutang
jangka pendeknya. Jika rasio ini lebih kecil dari 1,5 hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah
Kota Sungai Penuh akan mengalami kesulitas dalam membayar tagihan jangka
pendeknya. Tetapi jika rasio ini cukup besar misalnya diatas 4,0, maka Pemerintah daerah
dapat dengan mudah mencairkan asset lancarnya untuk membayar seluruh tagihan
kewajiban jangka pendek yang dimilikinya. Berdasarkan perhitungan, nilai rasio lancar
Neraca Keuangan Pemerintah Kota Sungai Penuh tahun 2009 sebesar 14,58, dan 60,23
pada tahun 2010. Nilai yang diperoleh ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kota Sungai
Penuh dapat dengan mudah mencairkan asset lancarnya untuk membayar seluruh hutang
atau kewajiban jangka pendeknya.
b. Quick Ratio
Jika dibandingkan dengan rasio lancar dengan rasio dari Dun & Bradstreet (D&B), maka
quick ratio yang nilainya lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa asset lancar (setelah
84
Gambaran umum keuangan daerah
dikurangi persediaan) dapat menutup kewajiban jangka pendeknya. Sebaliknya quick ratio
yang lebih kecil dari 0,75 menunjukkan bahwa Pemerintah daerah tidak mampu untuk
menutup kewajiban jangka pendeknya dengan segera. Rasio keuangan ini lebih akurat
dibandingkan rasio lancar (current ratio) karena Quick ratio telah mempertimbangkan
persediaan dalam perhitungannya. Sebaiknya ratio ini tidak kurang dari 1 atau 100%.
Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai quick ratio neraca keuangan Pemrintah Kota
Sungai Penuh tahun 2009 sebesar 14,18, dan pada tahun 2010 sebesar 58,95. Nilai dari
perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan asset Lancar Pemerintah Kota
Sungai Penuh setelah dikurangi persediaan, mempunyai kemampuan yang cukup kuat
untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Untuk neraca keuangan daerah, rasio solvablitas yang digunakan adalah rasio
kewajiban terhadap asset dan rasio kewajiban terhadap ekuitas. Rasio kewajiban terhadap
asset adalah kewajiban dibagi dengan asset, sedang rasio kewajiban terhadap equitas adalah
kewajiban dibagi dengan ekuitas. Berdasarkan formula tersebut, maka rasio solvablitas
neraca keuangan Pemerintah Kota Sungai Penuh tahun 2096-2010 tertera pada tabel berikut
ini.
Tabel 3.11
Rasio Solvabilitas Neraca Keuangan
Pemerintah Kota Sungai Penuh Tahun 2009-2010
Uraian
1
Rasio Solvablitas
1. Rasio Kewajiban Terhadap Asset
2. Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas
2010
3
2009
2
0,0314
0,0207
0,0070
0,0044
Sumber: Hasil Pengolahan (2011).
a. Rasio Kewajiban Terhadap Asset
Rasio ini secara langsung membandingkan kewajiban jangka panjang ditambah dengan
kewajiban jangka pendek dibagi dengan asset dikurangi kewajiban (hutang jangka
panjang dan jangka pendek). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rasio tahun
2009 sebesar 0,0314 dan pada tahun 2010 sebesar 0,0070. Semakin kecil nilai rasio ini,
maka semakin baik rasio rasio kewajiban terhadap asset, namun jika nilai rasio cukup
besar atau berada diatas 0,75 maka, pihak kreditor harus berhati-hati meminjamkan
85
Gambaran umum keuangan daerah
memberikan kredit kepada Pemerintah daerah tersebut. Jika dilihat dari hasil tersebut
menunjukkan bahwa kemampuan keuangan Pemerintah Kota Sungai Penuh selama tahun
2009-2010 cukup kuat jika untuk membayar jika Pemerintah Kota Sungai Penuh
melakukan pinjaman ke kreditor.
b. Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas
Rasio ini secara langsung membandingkan kewajiban jangka pendek dibagi dengan
ekuitas. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rasio tahun 2009 sebesar 0,0207
dan pada tahun 2010 sebesar 0,0044. Nilai rasio ini persis sama dengan Rasio Kewajiban
Terhadap Asset, hal ini disebabkan Pemerintah Kota Sungai Penuh selama tahun 20092010 tidak mempunyai kewajiban jangka panjang. Sehingga total asset dikurangi dengan
kewajiban nilainya sama dengan ekuitas dana lancar (lihat table sebelummnya). Semakin
kecil nilai rasio ini, maka semakin baik rasio kewajiban terhadap ekuitas, namun jika nilai
rasio cukup besar atau berada diatas 0,75 maka, pihak kreditor harus berhati-hati
meminjamkan memberikan kredit kepada Pemerintah daerah tersebut. Jika dilihat dari
hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan keuangan Pemerintah Kota Sungai Penuh
selama tahun 2009-2010 cukup kuat jika untuk membayar jika Pemerintah Kota Sungai
Penuh melakukan pinjaman ke kreditor.
.
86
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel 3.13
Neraca Keuangan Kota Sungai Penuh Tahun 2009-2010
No Rek
Uraian
1
1
1.1
1.1.1
1.1.1.2
1.1.1.3
1.1.1.4
1.1.1.5
1.1.2
1.1.3
1.1.4
1.1.5
1.2
1.2.1
1.2.2
1.3
1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5
1.3.6
1.3.7
1.4
1.4.1
1.5
1.5.1
1.5.2
1.5.3
1.5.4
1.5.5
Tahun Anggaran
2009
2
GR (%)
2010
3
4
ASET
ASET LANCAR
Kas
Kas di Kas Daerah
Kas di bendahara Pengeluaran
Kas lainnya di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Investasi Jangka Pendek
Piutang
Piutang Lain-lain
Persediaan
JUMLAH ASET LANCAR
INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Non Permanen
Investasi Permanen
JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG
ASET TETAP
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi dalam Pengerjaan
Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP
DANA CADANGAN
Dana Cadangan
JUMLAH DANA CADANGAN
ASET LAINNYA
Tagihan Piutang Penjualan Angsuran
Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah
Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Aset Tidak Berwujud
Aset Lain-lain
JUMLAH ASET LAINNYA
JUMLAH AKTIVA
14.270.674.540,05
13.563.599.261,18
692.996.079,00
0,00
14,079.199,87
6.072.667.485,00
577.702.037,00
20.921.044.062,05
77.415.683.139,90
75.415.683.139,90
240.648.923,00
1.565.072.549,00
0,00
15.522.520.773,00
2.021.020.642,03
94.959.224.554,90
442,48
20.000.000
0
20.000.000,00
364.250.000
7.500.000.000
7.864.250.000,00
1.721,25
1.092.640.000,00
15.219.999.182,00
146.300.000,00
46.372.727,00
4.524.832.150,00
3.788.883.900,00
0
24.819.027.959,00
2.286.989.575,00
38.636.379.575,00
8.350.538.250,00
50.959.396.974,94
17.026.007.614,59
6.210.978.581,74
0
123.470.290.571,27
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
155,61
249,84
353,89
39.221,25
109,31
153,85
5.607,82
109.790,88
276,28
63,93
397,48
0
8.330.000,00
8.330.000,00
45.760.072.021,05
226.302.095.126,20
394,54
86
Gambaran umum keuangan daerah
No. Rrek
Tahun anggaran
Uraian
2009
2
KEWAJIBAN
2.1
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
2.1.1
Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
2.1.2
Utang Bunga
2.1.3
Utang Pajak
2.1.4
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
2.1.5
Pendapatan Diterima Dimuka
2.1.6
Utang Jangka Pendek Lainnya
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
2.2
0
0
0
0
0
1.434.663.700,00
1.434.663.700,00
62.921.073,00
0
0
0
0
1.513.712.500,00
1.576.633.573,00
5,51
9,90
0
0
0
1.434.663.700,00
0
0
0
1.576.633.573,00
9,90
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
2.2.1
2.2.2
Utang Dalam Negeri
Utang Luar Negeri
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN
No Rek
Uraian
Tahun Anggaran
2009
3
3.1
3.1.1
3.1.2
3.1.3
3.1.4
3.1.5
GR (%)
2010
EKUITAS DANA
EKUITAS DANA LANCAR
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
Cadangan untuk Piutang
Cadangan untuk Persediaan
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
Utang Jangka Pendek
Pendapatan yang Ditangguhkan
JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR
GR (%)
2010
14.256.595.340,18
6.072.667.485,00
577.702.037,00
(1.434.663.700,00)
75.829.889.519
15.522.520.773,00
2.021.020.642,03
0
431,89
155,61
249,84
-100
14.079.199,87
9.160.047,00
-34,94
44.325.408.362,05
224.725.461.553,20
406,99
20.000.000,00
24.819.027.959,00
7.864.250.000,00
123.470.290.571,27
406,99
39.221,25
397,48
3.2
3..2.1
3.2.2
EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
3.2.3
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya (Tidak
termasuk Dana Cadangan)
0
8.330.000,00
3.2.4
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
0
0
87
Gambaran umum keuangan daerah
hutang Jangka Panjang
3.3
3.3.1
JUMLAH EKUITAS DANA INVESTASI
24.839.027.959,00
131.342.870.571,27
428,78
EKUITAS DANA CADANGAN
Diinvestasikan dalam Dana Cadangan
JUMLAH EKUITAS DANA CADANGAN
0
0
0
0
JUMLAH EKUITAS DANA
69.164.436.321,05
356.068.332.124,47
414,81
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA
70.599.100.021,05
357.644.965.697,47
406,57
Sumber: DPPKAD Kota Sungai Penuh, 2010
Ket: GR = Pertumbuhan rata-rata (%)
88
Gambaran umum keuangan daerah
3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangaan Masa Lalu
Pengelolaan keuangan daerah yang dimulai dari penyusunan anggaran pendapatan dan
belanja daerah, perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah, laporan semester, laporan
prognosis realisasi anggaran, laporan realisasi anggaran, neraca hingga catatan atas laporan
keuangan disusun secara otonomi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai entitas
akuntansi yang kemudian diverifikasi dan dikompilasi oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan
Keungan sebagai entitas pelaporan menjadi Laporan Keuangan Kota Sungai Penuh. Sedangkan
Laporan Arus Kas disusun secara sentralistik oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kaungan.
Pengelolaan keuangan Daerah tersebut tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Kebijakan
akuntasi yang diterapkan dalam Pengelolan Belanja Daerah secara umum telah sesuai dengan
ketentuan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) walaupun masih terdapat beberapa kebijakan yang
belum sepenuhnya mengikuti Standar Akuntansi Pemerintan.
Dalam hal pelaporan dan pengawasan Laporan Keuangan Kota Sungai Penuh dapat dilihat
dari hasil opini audit BPK Kota Sungai Penuh sebagai berikut:
Tabel. T-III.6
Opini BPK terhadap LKD
Kota Sungai Penuh Tahun 2008-2010
TAHUN
OPINI BPK TERHADAP LAPORAN KEUANGAN DAERAH
KOTA SUNGAI PENUH
2008
-
2009
WTP
2010
WDP
Sumber: DPPKAD Kota Sungai Penuh
Target kedepan pada periode tahun 2011-2016, Kota Sungai Penuh mengharapkan opini BPK
terhadap Laporan Keuangan Daerah Kota Sungai Penuh akan menjadi Wajar Tanpa Pengecualian
dengan fokus untuk membenahi pengelolaan aset daerah yang selama ini menjadi titik lemah dalam
Laporan keuangan Daerah saat ini.
3.2.1. Analisis Pembiayaan
Pencapaian prinsip efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah tercermin dari Sisa
Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) pertahunnya. SILPA per tahun diharapkan menurun baik secara
nominal maupun persentasenya. Nilai SILPA memberi menggambarkan belanja pemerintah yang
kurang diberdayakan dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga belanja pemerintah tidak
89
Gambaran umum keuangan daerah
dapat secara optimal menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Perkembangan SILPA pertahun dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel. T-III.7
SILPA Kota Sungai Penuh, 2006-2010
Tahun
2008
2009
2010
Sumber: DPPKAD Kota Sungai Penuh
SILPA (Rp)
14.256.595.340,18
75.829.889.519,00
3.3. Kerangka Pendanaan
Pendanaan program dan kegiatan yang akan direncanakan dalam periode 2012-2016 ini sangatlah
penting untuk dikaji. Dari gambaran umum pengelolaan keuangan daerah pada periode sebelumnya, maka
dapat disusun suatu analisis dalam kerangka pendanaan program dan kegiatan pada periode tahun
anggaran 2012-2016.Berdasarkan potensi pendanaan, pendapatan yang paling banyak masih berasal dari
Dana Perimbangan yang berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum serta Dana
Alokasi Khusus. Rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih rendah yaitu dibawah 10% dari total
pendapatan, selebihnya 90% merupakan dana perimbangan yang berasal dari pemerintah provinsi dan
pusat. Kedepan diharapkan untuk mencapai kemandirian fiskal Rasio Pendapatan Asli daerah meningkat
menjadi 10%.
3.3.1. Penghitungan Kerangka Pendanaan
Penghitungan kerangka pendanaan ini dimaksudkan untuk mengetahui dana yang tersedia
untuk membiayai pembangunan selama lima tahun kedepan.
a. Kerangka Pendanaan
Sesuai dengan analisis-analisis diatas, estimasi kerangka pendanaan Kota Sungai Penuh pada
tahun 2012-2016 dapat direncanakan.Pendanaan tersebut terbagi kedalam jenis-jenis pendapatan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tabel. T-III.8
Pendapatan Daerah
Kota Sungai Penuh 2012-2016
No
1
1.1
1.1.1
Uraian
PENDAPATAN
DAERAH
Pendapatan
Asli Daerah
Pendapatan
2012
(Rp)
2013
(Rp)
2014
(Rp)
2015
(Rp)
2016
(Rp)
423.425.927.483
471.313.990.760
522.983.902.078
577.565.579.035
635.757.118.414
11.511.000.000
18.759.841.380
21.741.025.518
23.571.527.000
25.125.079.000
90
Gambaran umum keuangan daerah
Pajak Daerah
1.1.2
1.3.1
Hasil Retribusi
Daerah
Hasil
Pengelolaan
Keuangan
daerah
yang
sah
Lain-lain PAD
yang sah
Dana
Perimbangan
Dana bagi hasil
pajak/bagi hsil
bukan pajak
Dana Alokasi
Umum
Dana Alokasi
Khusus
Lain-lain
Pendapatan
Daerah yang
sah
Hibah
1.3.2
Dana darurat
1.1.3
1.1.4
1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3
1.3
3.649.000.000
4.013.900.000
5.115.290.000
4.856.819.000
5.342.500.000
1.866.000.000
2.053.101.380
2.258.411.518
2.484.252.000
2.732.677.000
750.000.000
5.000.000.000
6.200.000.000
7.750.000.000
8.200.000.000
5.246.000.000
7.692.840.000
8.167.324.000
8.480.456.000
8.849.902.000
376.378.861.911
414.332.156.300
453.152.883.480
496.290.058.955
543.072.046.334
55.849.638.911
63.000.000.000
68.000.000.000
74.000.000.000
80.000.000.000
295.529.443.000
325.082.387.300
357.590.626.030
393.349.688.633
432.684.657.496
24.999.780.000
26.249.769.000
27.562.257.450
28.940.370.322
30.387.388.838
35.536.065.572
38.221.993.080
48.089.993.080
57.703.993.080
67.559.993.080
-
-
-
8.893.000.000
10.761.000.000
12.375.000.000
14.231.000.000
29.328.993.080
37.328.993.080
45.328.993.080
53.328.993.080
-
-
-
-
-
-
-
-
1.3.3
Dana bagi hasil
pajak
dari
7.411.897.492
provinsi
dan
pemerintahan
daerah lainnya
1.3.4 Dana
Penyesuaian
28.124.168.080
dan
otonomi
khusus
1.3.5 Bantuan
keuangan dari
provinsi
atau
Pemerintah
Daerah lainnya
1.3.8 Bantuan
Keuangan Dari
Pemerintah
Pusat
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
b. Kerangka Belanja
Untuk Menentukan kerangka belanja ini, yang perlu dicermati terlebih dahulu adalah realisasi
belanja pegawai yaitu dari PNS/CPNS Kota Sungai Penuh.Perkembangan belanja gaji Kota Sungai
Penuh dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 (perkiraan realisasi) ditunjukkan pada Tabel T-III.9
91
Gambaran umum keuangan daerah
Tabel. T-III.9
Belanja Pegawai Kota Sungai Penuh
2008-2010
2008
Belanja Pegawai BTL
(Gaji dan tunjangan PNS/CPNS)
-
2009
Rata-rata
pertumbuhan
(%)
2010
48.795.818.187,00 137.409.834.432,20
181.60
Sumber : DPPKAD dan BKD Kota Sungai Penuh
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2008 masih belum ada dikarenakan Kota
Sungai Penuh baru dimekarkan dari Kabupaten Kerinci pada akhir tahun 2008, pada tahun 2009
jumlah realisasi belanja gaji pegawai mencapai Rp 48.795.818.187 dengan jumlah pegawai kurang
lebih sekitar 2.181 PNS/CPNS, sedangkan pada tahun 2010 telah mencapai Rp 37.409.834.432,20
atau hampir naik menjadi 181,60 persen dibandingkan pada tahun 2009, dengan jumlah PNS/CPNS
sebesar 2.233 pegawai. Perkiraan pertumbuhan belanja gaji dan tunjangan PNS/CPNS dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
Dari perkiraan belanja gaji dan tunjangan PNS/CPNS tersebut dapat diketahui kapasitas riil
keuangan daerah Kota Sungai Penuh, kapasitas riil merupakan dana yang tersedia setelah dikurangi
belanja gaji dan tunjangan PNS/CPNS serta belanja wajib dan mengikat (belanja rutin) tersebut itulah
yang dapat digunakan untuk melaksanakan belanja pembangunan (belanja langsung) Kota Sungai
Penuh. Adapun tabel berikut menunjukkan kapasitas riil ataupun dana yang tersedia setiap tahunnya
pada Kota Sungai Penuh untuk pendanaannya.
Tabel. T-III.10
Perkiraan Kapasitas Riil
Kota Sungai Penuh 2012-2016
URAIAN
2012
Total Penerimaan (Dana
Tersedia)
423.425.927.483
B Jumlah Belanja Gaji dan 190.366.371.418
Tunjangan PNS/CPNS
C Belanja wajib dan
mengikat (belanja rutin) 88.632.768.786
Kapasitas Riil
(A –(B+C))
144.426.787.279
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
2013
2014
2015
2016
471.313.990.760
218.921.327.131
522.983.902.078
247.476.282.843
577.565.579.035
276.031.238.556
635.757.118.414
304.586.194.269
77.778.117.375
81.481.837.250
85.185.557.125
88.889.277.000
174.614.546.254
194.025.781.985
216.348.783.354
242.281.647.145
A
92
Gambaran umum keuangan daerah
Dari dana (kapasitas riil) yang tersedia tersebut, dapat diambil pendekatan penggunaan dana
yang tersedia dengan pendekatan prioritas penggunaan dana, dimana ada 3 (tiga) prioritas
penggunaan dana yaitu:
1. Prioritas I digunakan untuk alokasi program pembangunan yang terkait secara langsung dengan
Visi dan Misi walikota.
2. Prioritas II digunakan untuk alokasi program pembangunan untuk urusan lainnya (tidak terkait
secara langsung dengan visi dan misi walikota).
3. Prioritas III digunakan untuk alokasi Belanja Tidak Langsung Lainnya seperti Bantuan Sosial,
Hibah, Tambahan Penghasilan PNS dan lain sebagainya.
Tabel. T-III.11
Pendanaan Prioritas
Kota Sungai Penuh Tahun 2012-2016
Uraian
2012
2013
2014
2015
2016
Prioritas I
Prioritas II
Prioritas III
153.017.362.843
169.252.156.261
181.895.430.511
198.187.459.987
219.473.293.992
83.897.547.801
88.092.425.191
92.287.302.581
96.482.179.971
100.677.057.361
31.542.532.000
32.042.532.000
32.542.532.000
33.042.532.000
33.542.532.000
306.725.265.092
327.712.171.958
353.692.883.353
JUMLAH
268.457.442.644
289.387.113.452
Sumber : DPPKAD Kota Sungai Penuh
93
Download