PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), RETURN ON ASSET (ROA),
RETURN ON EQUITY (ROE) DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER)
TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN
LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada
Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Oleh:
DANANG FAJAR ARDYANTO
B300132037
PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
HALAMAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI ILMIAH
i
ii
PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), RETURN ON ASSET (ROA),
RETURN ON EQUITY (ROE) DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER)
TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAANPERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA)
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul pengaruh earning per share (EPS), return on asset (ROA),
return on equity (ROE), dan debt to equity ratio (DER) terhadap harga saham
perusahaan LQ45 yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mengetahui seberapa besar pengaruh earning per share
(EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan debt to equity ratio
(DER) terhadap harga saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di bursa efek
Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 perusahaan. Dari 45
perusahaan tersebut diambil sampel sebanyak 38 perusahaan dengan
menggunakan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan
regresi linier berganda model ordinary least square (OLS).
Hasil analisis adalah : Hasil perhitungan uji normalitas data dengan model Jurque
Bera berdistribusi normal. Hasil uji linieritas dengan model Ramsey Riset
menunjukan bahwa model berbentuk linier. Hasil uji asumsi klasik menunjukan
bahwa terdapat masalah multikolonieritas, sedangkan untuk uji heteroskedatisitas
dan autokorelasi tidak terdapat masalah heteroskedatisitas dan autokorelasi. Hasil
uji t dapat diketahui bahwa variabel earning per share (EPS) berpengaruh positif
dan signifikan dan variabel debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan
singnifikan. Sedagkan variabel return on asset (ROA) dan return on equity (ROE)
tidak berpengaruh signifikan. Hasil uji F menunjukan model yang dipakai eksis.
R2 memperoleh nilai 95,01% yang berarti bahwa 95,01% variasi harga saham
dapat dijelaskan oleh variabel EPS, ROA, ROE dan DER. Sedangkan 4,99%
sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel bebas lain yang tidak dimasukan dalam
model.
Kata Kunci: harga saham, earning per share (EPS), return on asset (ROA),
return on equity (ROE), dan debt to equity ratio (DER).
ABSTRACT
This research is entitled earnings per share (EPS), return on asset (ROA), return
on equity (ROE), and debt to equity ratio (DER) to LQ45 stock price listed in
Indonesian stock exchange. This study aims to analyze and find out how much
influence earnings per share (EPS), return on assets (ROA), return on equity
(ROE), and debt to equity ratio (DER) to LQ45 stock price listed on the stock
exchange Indonesia . The population in this study as many as 45 companies. Of
the 45 companies are taken a sample of 38 companies by using purposive
sampling method. In this study using multiple linear regression model ordinary
least square (OLS).
The results of the analysis are: The calculation results of normality data test with
Jurque Bera model is normally distributed. The result of linearity test with
1
Ramsey Research model shows that the model is linear. The results of the
classical assumption test show that there is a problem multikolonieritas, while for
heteroskedatisitas test and autocorrelation there is no problem heteroskedatisitas
and autokorelasi. The result of t test can be seen that the variable earning per share
(EPS) has a positive and significant influence and the variable debt to equity ratio
(DER) has a negative and significant influence. Sedagkan variable return on assets
(ROA) and return on equity (ROE) has no significant effect. F test results show
the model used exist. R2 obtained a value of 95.01% which means that 95.01% of
stock price variation can be explained by EPS, ROA, ROE and DER variables.
While the remaining 4.99% is explained by other independent variables that are
not included in the model.
Keywords: stock price, earnings per share (EPS), return on assets (ROA), return
on equity (ROE), and debt to equity ratio (DER)
1. PENDAHULUAN
Pasar modal (capital market) merupakan tempat pertemuan antara
penawaran dengan permintaan surat berharga. Di tempat inilah para pelaku pasar
yaitu individu-individu atau badan usaha yang mempunyai kelebihan dana
(surplus fund) melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh
emiten. Sebaliknya, di tempat itu pula perusahaan (entities) yang membutuhkan
dana menawarkan surat berharga dengan cara listing terlebih dahulu pada badan
otoritas di pasar modal sebagai emiten. Proses transaksi pada dasarnya tidak
dibatasi oleh lokasi dan dinding gedung pasar modal, mengingat transaksi dapat
terjadi dimanapun juga. Meskipun demikian, dalam rangka menciptakan iklim
usaha yang sehat dan dapat dipercaya, maka transaksi diatur dalam kerangka
sistem yang terpadu dibawah kendali suatu pasar modal yang secara legal dijamin
oleh undang-undang negara (Sunariyah, 2003).
Pasar modal dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pasar perdana (primary
market) dan pasar sekunder (secoundary market). Pasar perdana terjadi pada saat
perusahaan emiten menjual sekuritasnya kepada investor umum untuk
pertamakalinya. Sebelum menawarkan saham di pasar perdana, perusahaan
emiten sebelumnya akan mengeluarkan informasi mengenai perusahaan secara
detail. Sementara pasar sekunder merupakan semua transaksi efek setelah pasar
perdana, dengan adanya pasar sekunder investor dapat melakukan perdagangan
sekuritas untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, pasar sekunder
memberikan likuiditas kepada investor, bukan kepada perusahaan seperti dalam
2
pasar perdana. Pasar sekunder biasanya dimanfaatkan untuk perdagangan saham
biasa, saham preferen, obligasi, waran maupun sekuritas derifatif (Tandelilin,
2001).
Pasar modal di Indonesia dikelola oleh suatu perusahaan swasta berbentuk
perseroan terbatas, yaitu PT bursa efek Indonesia (BEI). Pemengang saham BEI
adalah perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa (AB) sesuai dengan
undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal. Praktek perdaganagan
saham di Indonesia saat ini mengalami tahap perkembangan yang sangat pesat,
hal ini untuk mengejar keterbelakangan dengan pasar modal dunia khususnya di
negara-negara maju. Sebelum tahun 2002 praktek perdagangan saham di
Indonesia masih sederhana dalam artian bahwa surat saham akan melekat pada
diri pemiliknya.
Hal ini mengandung resiko waktu yang dibutuhkan untuk
penyelesaian transaksi akan lebih lama, jadi menunjukkan adanya inefisiensi.
Disamping itu, risiko kemungkinan terjadinya hilang atau rusak sangat tinggi
(Sunariyah, 2003).
Pasar modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara yang pada
dasarnya mempunyai kesamaan antara satu negara dengan negara lain. Hampir
semua negara di dunia ini mempunyai pasar modal, yang bertujuan menciptakan
fasilitas bagi keperluan industi dan keseluruhan entitas dalam memenuhi
permintaan dan penawaran modal. Selain itu pasar modal juga memiliki peran
penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal merupakan sarana
bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan
dana dari masyarakat pemodal (investor). Pasar modal juga menjadi sarana bagi
masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan, seperti saham, obligasi,
dan reksadana. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang
dimilikinya sesuaai karakteristik dan risiko masing-masing instrumen (Martalena,
2011).
Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang
paling populer. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang
banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat
keuntungan yang menarik. Saham dapat di definisikan sebagai tanda penyertaan
modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan
3
terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak terebut memiliki klaim
atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan dan berhak hadir dalam
rapat umum pemengang saham atau RUPS (Martalena, 2011).
Dalam melakukan investasi di pasar modal para analisis dan investor dapat
melakukan analisis investasi yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua
pendekatan yaitu analisis fundamental dananalisis teknikal. Analisis fundamental
merupakan usaha untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan
saham yang akan dipilih melalui analisis perusahaan, analisis industri, analisis
ekonomi makro serta metode-metode analisis lain untuk mendukung analisis
saham yang akan dipilih. Salah satu aspek penting dari analisis fundamental
adalah analisis laporan keuangan, karena dari situ dapat diperkirakan keadaan atau
posisi dan arah perusahaan. Sedangkan analisis teknikal merupakan suatu metode
yang digunakan untuk melakukan peramalan pergerakan saham dan surat berharga
lainnya dengan menggunakan grafik harga dan volume berdasarkan data masa
yang lalu. Analisis teknikal dapat dilakukan untuk saham-saham individual
ataupun untuk kondisi pasar secara keseluruhan. Analisis teknikal pada dasarnya
merupakan upaya untuk menentukan kapan waktunya akan membeli atau menjual
saham dengan memanfaatkan indikator-indikator teknis ataupun menggunakan
analisis grafik (Hermuningsih, 2012).
Salah satu hal yang harus menjadi fokus pertimbangan seorang investor
adalah harga saham, harga saham yang diharapkan oleh investor adalah harga
saham yang stabil dan mempunyai pola pergerakan yang cenderung naik dari
waktu ke waktu, akan tetapi kenyataanya harga saham cenderung berfluktuasi.
Berfluktuasinya harga saham menjadi risiko tersendiri bagi investor. Oleh karena
itu investor harus memahami hal apa saja yang dapat mempengaruhi fluktuasi
harga saham. Fluktuasi harga saham secara fundamental dipengaruhi oleh
kinerja perusahaan dan kemungkinan risiko yang dihadapi perusahaan. Kinerja
perusahaan dapat tercermin dari laba operasional, laba bersih per saham dan
rasio-rasio keuangan yang menggambarkan kemampuan manajemen dalam
mengelola perusahaan. Rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur
kinerja perusahaan diantaranya yaitu earning per share (EPS), return on asset
4
(ROA), return on equity (ROE) dan debt to equity ratio atau DER (Supriyanto,
2016).
Earning per share (EPS) merupakan rasio antara net incom after tax
(NIAT) dengan jumlah saham yang beredar. Melalui EPS dapat dinilai
kemampuan perusahaan dalam membagi labanya kepada para pemengang saham.
Semakin tinggi laba perusahaan yang diberikan kepada para pemengang saham
tentunya akan semakin menarik untuk tetap memegang saham perusahaan
tersebut. Earnig per share menunjukkan jumlah pendapatan bersih yang tersedia
untuk pemegang saham biasa dibagi jumlah lembar saham biasa yang beredar
(Qudsi, 2009).
Return on asset (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
seberapa besar kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan
aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor (pemegang obligasi dan
saham), ROA merupakan salah satu indikator keuangan yang sering digunakan
dalam menilai kinerja perusahaan, Jika kinerja perusahaan tersebut semakin baik,
maka tingkat pengembalian (return) semakin tinggi. Semua investor butuh
informasi seperti ini, agar mereka mampu melihat apa yang akan dia terima di
masa yang akan datang bila invest pada perusahaan tersebut (Qudsi, 2009).
Return on equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan
modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang
saham (Napa, 1999). Menurut Suhartono dan Fadliiah Qudsi (2009:96) ROE
adalah laba bersih dibagi dengan nilai buku ekuitas, rasio ini penting karena ROE
adalah sumber pertumbuhan. Secara teori, besarnya pertumbuhan (g) adalah ROE
dikali rasio retensi. Perusahaan yang bagus adalah perusahaan dengan ROE yang
tinggi namun memiliki rasio utang yang rendah yaitu dibawah 1 (kecuali
perusahaan finansial).
Debt to equity ratio (DER) merupakan rasio yang menggambarkan
kemampuan modal sendiri menjamin hutang. Atau dengan kata lain bagian dari
hutang yang dapat dijamin dengan menggunakan modal sendiri. Rasio ini sering
digunakan para investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika
dibandingkan dengan ekuitas perusahaan atau para pemegang saham. Semakin
5
tinggi angka DER maka dapat diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang
semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya (Napa, 1999).
Seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan, kebutuhan untuk
memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai
perkembangan bursa juga semakin meningkat. Salah satu informasi yang
diperlukan tersebut adalah indeks harga saham sebagai cerminan dari pergerakan
harga saham. Di bursa efek Indonesia terdapat 11 jenis indeks harga saham yang
secara terus menerus disebarluaskan kepada para investor yang dapat digunakan
sebagai satu pedoman untuk berinvestasi di pasar modal. Salah satu indeks
tersebut adalah indeks LQ45 yang merupakan suatu indeks yang terdiri dari 45
emiten dengan likuiditas tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria
pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas emiten-emiten tersebut
juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. (Hermuningsih, 2012).
2. METODOLOGI PENELITIAN
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
sekunder adalah data yang telah siap pakai dan dikumpulkan oleh orang lain baik
dari kantor-kantor pemerintah, badan usaha atau hasil dari penelitian orang lain
(Trenggonowati, 2009). Data sekunder dalam penelitian ini berupa data untuk
semua variabel yaitu harga saham, earning per share (EPS), return on asset
(ROA), return on equity (ROE), dan debt to equity ratio (DER). Sumber data
yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari data perusahaan
www.idx.co.id, dan first asia capital sekuritas. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dan kuantitatif. Model akan diestimasi dengan analisis kuantitatif yang
dinyatakan dengan angka-angka dan perhitungannya menggunakan metode
statistik yang dibantu dengan program SPSS dan E-Views8. Analisa data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengujian data crossection, dan uji
hipotesis / uji kebaikan model. Untuk menguji pengaruh variabel EPS, ROA,
ROE dan DER terhadap harga saham maka digunakan metode analisis linear
berganda. Tujuan analisis berganda adalah menggunakan nilai-nilai variabel
independen yang diketahui untuk meramalkan nilai variabel dependen. Pengujian
model digunakan dengan model persamaan regresi sebagai berikut:
6
ββ DER1t β EPS2t β ROA3t β ROE4t
Keterangan:
Y
= harga saham
0
= Intercept atau konstanta
1
= Koefisien regresi earning per share
2
= Koefisien regresi return on asset
3
= Koefisien regresi return on equity
4
= Koefisien regresi debt to equity ratio
EPS
= earning per share
ROA
= return on asset
ROE
= return on equity
DER
= debt to equity ratio
3.
HASIL ANALISIS DATA PEMBAHASAN
Analisis regresi linier berganda dengan metode ordinary least square
(OLS) digunakan untuk menganalisis pengaruh earning per share (EPS), return
on asset (ROA), return on equity (ROE) dan debt to equity ratio (DER) terhadap
harga saham perusahaan LQ45. Dari data 45 perusahaan LQ45 terdapat 7
perusahaan yang dihilangkan karena memiliki data outlier diantaranya adalah
bank mandiri (BMRI), semen Indonesia persero (SMGR), gudang garam
(GGRM), bank rakyat Indonesia persero (BBRI), unilever (UNVR), matahari
department store (LPPF) dan siloam international hospital (SILO). Setelah ketujuh
perusahaan tersebut dihilangkan diperoleh ringkasan hasil regresi seperti pada
tabel 3-1.
Tabel 3-1
Ringkasan Hasil Regresi
Variable
Coefficient
Std.
t-
Error
Statistic
Prob.
DER
-399.6281 173.9456 2.297431 0.0281
EPS
14.84830 0.610721 24.31273 0.0000
ROA
-86.90303 116.8955
7
- 0.4625
0.743425
ROE
82.40902 89.39759 0.921826 0.3633
R-squared
0.950103
F-statistic
157.0907
Prob (Fstatistic)
DW-stat
0.000000
2.248120
Sumber : Data sekunder yang diolah
Uji spesifikasi model pada penelitian ini menggunakan uji Ramsey Reset
yang disebut juga sebagai uji kesalahan spesifikasi umum atau general test of
specification error. Hasil Uji Spesifikasi Model menggunakan Uji Ramsey-reset
adalah nilai probabilitas F statistik > α atau 0,2285 > 0,05, sehingga H0 diterima
maka model yang dipakai linier.
Tabel 3-1
Ramsey Reset Test
Value
df
Probability
F-statistic
0.187786
(2, 31)
0.2285
Likelihood ratio
0.457611
2
0.1671
Sumber : Data sekunder yang diolah
Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
Jarque Bera. Dari hasil uji normalitas dapat disimpulkan bahwa Probabilitas JB >
α atau 0,313976 > 0,05 sehingga H0 diterima maka distribusi µt normal.
Tabel 3-2
Jarque Bera Test
Jarque-Bera
2.313976
Probability
0.313976
Sumber : Data sekunder yang diolah
Multikolinieritas adalah suatu keadaan dimana satu atau lebih variabel
independen terdapat korelasi atau hubungan dengan variabel independen lainnya,
atau dengan kata lain suatu variabel bebas merupakan fungsi linier dari variabel
bebas lainnya. Multikolinieritas juga bisa timbul apabila antara variabel
independen berkorelasi dengan variabel pengganggu. Untuk me-ngetahui ada
8
tidaknya masalah multikolinieritas dalam penelitian ini menggunakan uji VIF,
dimana jika nilai suatu variabel melebihi 10 maka terdapat masalah
multikolinieritas pada variabel tersebut. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel
4-9 diketahui bahwa nilai variabel ROA dan ROE lebih dari 10 sehingga dapat
disimpulkan bahwa antara variabel ROA dan ROE terdapat masalah
multikolinieritas.
Tabel 3-3
Hasil Uji Multikolinieritas (Uji VIF)
variabel
Variable Centered VIF
DER
2.619529
EPS
1.050801
ROA
15.68289
ROE
14.00340
C
NA
Heteroskedastisitas adalah kondisi dimana variabel pengganggu tidak
mempunyai varian yang sama. Untuk mendeteksi ada tidaknya masalah
heteroskedastisitas dapat dilakukan menggunakan metode white
(tabel 4-10).
Dari hasil analisis uji heteroskedastisitas diketahui bahwa nilai Probabilitas χ 2 > α
atau 0,0613 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas dalam model.
Tabel 3-4
Uji Heteroskedastisitas (Uji White)
F-statistic
2.557267
Prob. F(4,33)
0.0570
Obs*R-squared
8.991741
Prob. Chi-Square(4)
0.0613
Scaled explained SS
10.02773
Prob. Chi-Square(4)
0.0400
Sumber : Data sekunder yang diolah
Uji autokorelasi terjadi apabila nilai variabel masalalu memiliki pengaruh
terhadap nilai variabel masa kini, atau masa mendatang. Dalam penelitian ini
menggunakan uji Breusch Godfrey digunakan untuk menguji keberadaan
autokorelasi. Hasil Uji Breusch Godfrey diketahui bahwa nilai Probabilitas χ 2 > α
9
atau 0,0653 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak terjadi masalah autokorelasi
dalam model.
Tabel 3-5
Uji Autokorelasi (Uji Breusch Godfrey)
F-statistic
2.344749
Prob. F(3,30)
0.0928
Prob. ChiObs*R-squared
7.217682 Square(3)
0.0653
Sumber : Data sekunder yang diolah
Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dari analisis uji t
diketahui bahwa ada dua variabel yang secara statistik berpengaruh signifikan
terhadap harga saham perusahaan LQ45 yaitu EPS berpengaruh positif dengan
tingkat
= 1% dan DER berpengaruh negatif dengan tingkat
= 5%. Sedangkan
variabel ROA dan ROE secara statistik tidak memiliki pengaruh signifikan
terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada
= 10%.
Tabel 3-6
Ringkasan Hasil Uji t
Variabel
Signifikan
Tingkat
t
Signifikansi
DER
0.0281
0.05
Berpengaruh
EPS
0.0000
0.01
Berpengaruh
0.10
Tidak
ROA
0.4625
ROE
Keterangan
Berpengaruh
0.10
0.3633
Tidak
Berpengaruh
Sumber : Data sekunder yang diolah
Uji F digunakan untuk menguji pengaruh semua variabel independen
terhadap variabel dependen secara bersama-sama atau menguji apakah model
yang dipakai eksis atau tidak. Dari hasil Uji kebaikan model menunjukkan bahwa
model yang digunakan eksis, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan
variabel EPS, ROA, ROE dan DER secara bersama-sama berpengaruh terhadap
harga saham perusahaan LQ45.
10
Nilai R2 menyatakan proposi total variasi variabel dependen yang dapat
dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Dari hasil estimasi diperoleh
besarnya Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,950103 yang berarti 95,01% variasi
harga saham perusahaan LQ45 dapat dijelaskan oleh variabel earning per share
(EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE) dan debt to equity ratio
(DER). Sedangkan sisanya 4,99% variasi dari harga saham LQ45 dijelaskan oleh
variabel bebas lain yang tidak dimasukkan dalam model statistik.
4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa regresi linier berganda dengan metode
Ordinnary Least Square (OLS) tentang pengaruh variabel earning per share
(EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE) dan debt to equity ratio
(DER) terhadap harga saham perusahaan LQ45 yang terdaftar di bursa efek
Indonesia, maka dapat ditarik keimpulan sebagai berikut:
Berdasarkan pengujian ramsey reset dapat disimpulkan bahwa model yang
digunakan linier (spesifikasi model benar).
Berdasarkan pengujian jarque bera dapat disimpulkan bahwa distribusi µt
normal.
Berdasarkan pengujian asumsi klasik, diketahui terjadi multikolinieritas
antara variabel ROA dan ROE. Sementara tidak ditemukan masalah
heteroskedastisitas dan autokorelasi.
Dari analisis uji t diketahui bahwa ada dua variabel yang secara statistik
berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 yaitu EPS
berpengaruh positif dengan tingkat
tingkat
= 1% dan DER berpengaruh negatif dengan
= 5%. Sedangkan variabel ROA dan ROE secara statistik tidak memiliki
pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan LQ45 pada
= 10%.
Uji eksistensi model menunjukkan bahwa model yang digunakan eksis,
sehingga dengan demikian variabel EPS, ROA, ROE dan DER secara
bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham perusahaan LQ45.
Koefisien determinasi (R2) diperoleh hasil sebesar 0,950103 yang berarti
95,01% variasi dari variabel harga saham perusahaan LQ45 dapat dijelaskan oleh
11
variabel earning per share (EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE)
dan debt to equity ratio (DER). Sedangkan sisanya 4,99% variasi dari harga
saham LQ45 dijelaskan oleh variabel bebas lain diluar model yang diestimasi.
4.2 Saran
Dengan melihat hasil yang diperoleh maka ditemukan bebrapa saran yang
mungkin akan berguna, diantaranya adalah sebagai berikut:
Data harga saham yang digunakan dalam penelitian ini hanya
menggunakan data saham per 31 desember dan hanya pada perusahaan LQ45 saja.
Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan data saham harian, dan pada
seluruh perusahaan yang ada di bursa efek Indonesia.
Manajemen perusahaan harus dapat menjaga kestabilan kinerja perusahaan
dengan melakukan analisa
terhadap laporan keuangannya
sehingga dapat
mengambil kebijakan sesegera mungkin guna mengatasi penurunan harga saham.
Bagi investor disarankan mempertimbangkan faktor eksternal perusahaan
disamping faktor fundamental seperti kondisi ekonomi baik
secara nasional
maupun global, kondisi politik dan hukum agar keputusan investasi pada suatu
perusahaan lebih tepat.
Bagi peneliti selanjutnya untuk
memperbanyak
variabel
atau
menggunakan metode analisis lain, selain itu memperbanyak sampel penelitian
agar penelitian selanjutnya menjadikan lebih tepat dan akurat
DAFTAR PUSTAKA
Abied Luthfi Safitri. 2013. Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio,
Return On Asset, Debt To Equity Ratio Dan Market Value Added
Terhadap Harga Saham Dalam Kelompok Jakarta Islamic Index.
Management Analysis Journal, MAJ 2 (2) (2013).
Awat Napa J. 1999. Manajemen Keuangan Pendekatan Matematis. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama.
Bagyo Tri Atmojo, Rina Arifati, Abrar. 2016. Pengaruh Rasio Profitabilitas,
Dividen Per Share, Earning Per Share, Dan Return On Equity Terhadap
Harga Saham Perusahaan Manufaktur (Di BEI Tahun 2009-2013).
Journal Of Accounting, Volume 2 No.2 Maret 2016.
12
Brigham, Eugene F dan Weston J. Fred. 2001. Dasar Dasar Manajemen
Keuangan. Jakarta : Erlangga.
Bursa Efek Indonesia (http://www.idx.co.id).
Byson B. Majanga. 2015. The Dividend Effect on Stock Price-An Empirical
Analysis of Malawi Listed Companies. Accounting and Finance Research
Vol. 4, No. 3; 2015.
Dr. Majed Abdel Majid Kabajeh, Dr. Said Mukhled Ahmed AL Nu’aimat, Dr.
Firas Naim Dahmash. 2012. The Relationship between the ROA, ROE and
ROI Ratios with Jordanian Insurance Public Companies Market Share
Prices. International Journal of Humanities and Social Science Vol. 2 No.
11; June 2012.
Fahmi Irham. 2015. Manajemen Investasi. Jakarta : Salemba Empat.
FAC Sekuritas (www.facsekuritas.co.id ).
Gujarati, Damodar. 2004. Ekonometrika Dasar. Jakarta : Erlangga.
Gujarati, DN. 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta : Salemba Empat.
Hassan, Umer Mustafa. 2014. Impact of Dividend Policy, Earning per Share,
Return on Equity, Profit after Tax on Stock Prices. International Journal of
Economics and Empirical Research, MPRA Paper No. 60793, posted 21.
December 2014 09:52 UTC.
Henry Faizal Noor. 2009. Investasi (pengelolaan keuangan bisnis dan
pengembangan ekonomi). Jakarta. INDEKS.
Henry Faizal Noor. 2009. Investasi. Jakarta : Indeks.
Hermuningsih, Sri. 2012. Pengantar Pasar Modal Indonesia. Yogyakarta : Unit
Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Husnan, Suad. 2001. Dasar Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas.
Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
Husnan Suad. 2000. Dasar Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta : YKPN
Yogyakarta.
Indra Setiyawan, Pardiman. 2014. Pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover,
Time Interest Earned Dan Return On Equity terhadap harga saham pada
Perusahaan manufaktur Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI
Periode 2009-2012.Jurnal Nominal / Volume III Nomor 1 / Tahun 2014.
Jogiyanto, Hartono. 2013. Teori dan Analisis Investasi.
Yogyakarta : BPFE.
13
Edisi
Kedelapan.
John, White. 1944. Invest In Stock& Shares. Jakarta. Elex Media Kaputindo.
Karina Fauziah, Darminto. R. Rustam Hidayat. 2014. Pengaruh Dividen
Per Share, Return On Asset, Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga
Saham (Studi pada Perusahaan Property, Real Estate And Building
Contruction yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012).
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 11 No. 1 Juni 2014.
Katopo, Aristides. 1997. Pasar Modal Indonesia. Jakarta. BEJ dan Pustaka Sinar
Harapan.
Martalena, Maya malinda. 2011. Pengantar Pasar Modal. Bandung. Andi
Yogyakarta.
Minarni, Tri. 2013. Analisis Pengaruh Return On Asset (ROA), Financing To
Deposit Ratio (FDR), Inflasi, dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Return On
Equity (ROE) Bank Syariah di Indonesia Periode Januari 2006 – Juni 2012
: Skripsi fakultas ekonomi dan bisnis universitas islam syarif hidayatullah
jakarta.
Muchamad Ulul Azmi, Rita Andini, Kharis Raharjo. 2016. Analisis Pengaruh Net
Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA) Dan Current Ratio (CR)
Terhadap Harga Saham Emiten LQ45 Yang Terdaftar Di BEI Pada Tahun
2010-2014. Journal Of Accounting, Volume 2 No.2 Maret 2016.
Muhammad Rizal Muttaqin, Susanti. 2013. Pengaruh ROA, ROE DAN EPS
Terhadap Perubahan Harga Saham Industri Perbankan. Ilmu Manajemen
Volume 1 Nomor 4 Juli 2013.
Nurhasanah, Rahmalia. 2013. Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On
Equity (ROE) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham
Pada Perusahaan LQ45 Periode 2007-2011 : Skripsi fakultas ekonomi
dan bisnis universitas widiyatama.
Prihantini, Ratna. 2009. Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, ROA, DER dan
CR Terhadap Return Saham Studi Kasus Saham Industri Real Estate and
Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003 – 2006 :
Skripsi fakultas ekonomi dan bisnis universitas diponegoro semarang.
Rosdian Widiawati Watung, Ventje Ilat. 2016. Pengaruh Return On Asset (ROA),
Net Profit Margin (NPM), Dan Earning PerShare (EPS) Terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Perbankan Di BEI Periode 2011-2015. Jurnal
EMBA Vol.4 No.2 Juni 2016, Hal. 518-529.
Sari Puspita Dewi, Rahmat Hidayat. 2014. Pengaruh Net Profit Margin Dan
Return On Asset Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Otomotif
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. ILMAN, Vol.1, No.1, pp. 1-10,
Pebruari 2014.
14
Setiawan, Ricky. 2011. Pengaruh Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio
(DER) dan Price To Book Value (PBV) Terhadap Harga
SahamPerusahaan Manufaktur di BEI periode 2007-2009 : Skripsi
fakultas ekonomi dan bisnis universitas negeri semarang.
Siamat, Dahlan. 1999. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta : Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta : Erlangga.
Suhartono, Fadillah Qudsi. 2009. Portofolio Investasi & Bursa Efek. Yogyakarta :
Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Sunariyah. 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta : Unit
Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
Susanto Djoko, Agus Sabardi. 2010. Analisis Teknikal di Bursa Efek. Yogyakarta.
UPP-STIM YKPN.
Susilo D, Bambang. 2009. Pasar Modal (mekanisme perdagangan saham,
analisis sekuritas, dan strategi invetasi di BEI). Yogyakarta. UPP STIM
YKPN.
Taimur Sharif, Harsh Purohit, Rekha Pillai. 2015. Analysis of Factors Affecting
Share Prices: The Case of Bahrain Stock Exchange. International Journal
of Economics and Finance; Vol. 7, No. 3; 2015.
Tamara Oca Viandita, Suhadak, Achmad Husaini. 2013. Pengaruh Debt Ratio
(DR), PriceTo Earning Ratio (PER), EarningPer Share (EPS), Dan
SizeTerhadapHargaSaham (Studi pada Perusahaan Industri yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis
(JAB)|Vol. 1 No. 2 April 2013.
Widoatmodjo, Sawidji. 1996. Cara Sehat Investasi Di Pasar Modal. Jakarta.
Jurnalindo Aksara Grafika
15
Download

PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), RETURN ON ASSET