BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Business Process Modeling (BPM) sekarang ini menjadi salah satu
fokus bagi kalangan akademisi dan pelaku bisnis untuk mendapatkan sebuah
proses bisnis yang handal, efektif dan efisien. Banyak Metoda yang
ditawarkan untuk BPM, dimana setiap Metoda tersebut memiliki fokus yang
berbeda terhadap permasalahan bisnis. Holden dan Willhejmij (1996)
menyebutkan bahwa salah satu tujuan BPM adalah untuk mendapatkan hasil
keputusan bisnis yang maksimal.
Chevron sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia, memiliki
visi “Di dalam the Chevron Way tertanam visi kami… menjadi perusahaan
energi dunia yang paling dikagumi karena karyawan, kemitraan dan
kinerjanya”. Untuk menjaga kinerja Chevron sebagai yang terdepan dan
terhandal, Chevron menetapkan Execution Excellent (EC) sebagai salah satu
bagian strategi perusahaan. Chevron sangat memahami bahwa proses proyek
yang baik akan menghasilkan hasil yang maksimal bagi organisasi
perusahaan.
Untuk mengontrol proses pengambilan keputusan dari setiap proyek
yang
dimilikinya,
Chevron
memformulasikan
sebuah
model
proses
pengembangan proyek yang disebut dengan Chevron Project Development
1
and Execution Process (CPDEP) atau biasa disebut dengan “Chip dip”,
dengan CPDEP ini Chevron dapat mempertahankan kualitas dalam proses
pengambilan keputusan, serta dapat menghasilkan value serta mendeliver
value yang dihasilkan.
CPDEP model yang dikembangkan oleh Chevron sejalan dengan
model pengambilan keputusan yang digambarkan oleh Gibson et al. (2009),
digambarkan bahwa tahapan dalam proses pengambilan keputusan dimulai
dari menetapkan tujuan spesifik yang terukur, mengidentifikasi semua
permasalahan, mengembangkan semua alternatif, mengevaluasi semua
alternatif, memilih sebuah alternatif, mengimplementasikan keputusan dan
yang terakhir adalah mengontrol serta mengevalusai hasil dari pelaksanaan
keputusan.
Salah satu implementasi dari CPDEP model adalah Single well
Chevron Project Development and Execution Process (SW-CPDEP), SWCPDEP model
dikembangkan dan dipergunakan oleh Drilling and
Completion (D&C) Departemen Chevron dengan tujuan untuk menjadikan
sebuah struktur standar dan framework untuk proses perencanaan dan
eksekusi sebuah proyek pengeboran sumur, mendefinisikan peranan,
kewenangan serta tanggung jawab tim dalam proyek pengeboran sumur,
mempertahankan front end loading untuk setiap disiplin yang terlibat dalam
proyek pengeboran sumur, melibatkan multi disiplin tim dalam proses
perencanaan sampai dengan eksekusi proyek pengeboran sumur, serta
mengintegrasikan Risk and Uncertainty Management System (RUMS) dan
2
Management of Change (MOC) sebagai bagian penting didalam SW-CPDEP
(Chevron, 2011).
Mengingat manfaat dan kehandalan dari CPDEP yang dimiliki oleh
Chevron, maka pada tesis ini akan diteliti bagaimana pengemplimentasian
SW-CPDEP pada proses perencanaan proyek pengeboran di D&C
Departemen Chevron.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, pada
tesis ini akan dianalisa pengimplementasian tahapan-tahapan SW-CPDEP
pada proses perencanaan sebuah proyek pengeboran sumur bor.
Untuk analisa kongkrit dari penerapan SW-CPDED, penelitian akan
dilakukan pada salah satu SW-CPDEP pengeboran sumur di Chevron
Geothermal and Operation Indonesia (GPOI). Chevron GPOI pada tahun
2012 sampai dengan 2013 memiliki proyek pengeboran di lokasi lapangan
panas bumi Gunung Salak yang dinamai dengan ”Salak Drilling Campaign
2012- 2013”. Dalam dua tahun proyek pengeboran di lapangan panas bumi
Gunung Salak, Chevron GPOI menargetkan dapat menyelesaikan 13
pengeboran sumur baru serta 4 pekerjaan work-over. Dengan adanya target
pengerjaan 17 sumur dalam kurun waktu 24 bulan maka rata-rata waktu untuk
pengerjaan sebuah sumur hanya 1,4 bulan, dalam kurun waktu 1,4 bulan
tersebut tidak hanya untuk eksekusi proyek pengeboran saja tapi juga
termasuk dengan proses perencanaan dan persiapan proyek.
3
Dengan adanya target dengan kurun waktu yang relatif sempit maka
Chevron GPOI dituntut untuk mampu mengefektifkan dan mengefisienkan
SW-CPDEP untuk setiap proyek pengeboran sumur serta tetap menjaga
kehandalan dari keputusan yang dihasilkan.
Dengan melihat langsung tahapan SW-CPDED salah satu proyek
pengeboran di Chevron GPOI pada tesis ini diharapkan mendapat gambaran
jelas mengenai proses penetapan tujuan yang spesifik dan terukur, proses
mengidentifikasi semua permasalahan, proses mengembangkan alternatif,
proses mengevaluasi semua alternatif, proses memilih alternatif, proses
pengimplementasian keputusan serta proses mengontrol dan mengevaluasi
pelaksanaan keputusan. Dari tahapan SW-CPDEP juga diharapkan mendapat
gambaran mengenai bagaimana Well Decision Team (WDT) mengevaluasi
dan mengukur kualitas dari Decision Support Package (DSP) di SW-CPDED
sebelum dimajukan ke manajemen untuk dikaji dan di setujui, serta dari
tahapan SW-CPDEP juga diharapkan mendapat gambaran bagaimana
Decision Executive (DE) dan Decision Review Board (DRB) sebagai
perwakilan manajemen mengevaluasi dan menilai DSP yang diajukan oleh
WDT sebelum disetujui.
Dan dari penerapan tahapan SW-CPDEP akan dapat dilihat bagaimana
proses pengintegrasian Risk and Uncertainty Management System (RUMS)
dan Management of Change (MOC) sebagai bagian penting didalam SWCPDEP, dan juga bisa didapatkan lesson and learned serta best practice untuk
4
peningkatan kualitas dari pengimplementasian SW-CPDEP untuk proyek
pengeboran sumur selanjutnya.
1.3. Pertanyaan Penelitian
Dari penelitian penerapan SW-CPDED pada salah satu proyek
pengeboran sumur di Chevron GPOI, diharapkan dapat menjawab beberapa
pertanyaan berikut ini:
1. Bagaimana proses penetapan tujuan yang spesifik dan terukur,
proses
mengidentifikasi
semua
permasalahan,
proses
mengembangkan alternatif, proses mengevaluasi semua alternatif,
proses memilih alternatif, proses pengimplementasian keputusan
serta proses mengontrol dan mengevaluasi pelaksanaan keputusan
pada SW-CPDEP?
2. Bagaimana WDT mengevaluasi dan mengukur kualitas dari DSP
sebelum dimajukan ke manajemen untuk dikaji dan disetujui?
3. Bagaimana DE dan DRB sebagai perwakilan manajemen
mengevaluasi dan menilai DSP yang diajukan oleh WDT sebelum
disetujui?
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti pengimplementasian dari
teori pengambilan keputusan pada proses pengambilan keputusan di sebuah
perusahaan. Untuk penelitian proses pengambilan keputusan SW-CPDEP
5
pada sebuah proyek pengeboran sumur bor di Chevron GPOI tujuan penelitian
yang ingin dicapai yaitu:
1. Mendapat gambaran jelas mengenai proses penetapan tujuan yang
spesifik dan terukur, proses mengidentifikasi semua permasalahan,
proses mengembangkan alternatif, proses mengevaluasi semua
alternatif, proses memilih alternatif, proses pengimplementasian
keputusan serta proses mengontrol dan mengevaluasi pelaksanaan
keputusan pada SW-CPDEP.
2. Mengetahui proses yang dilakukan oleh WDT dalam mengevaluasi
dan mengukur kualitas dari DSP sebelum dimajukan ke
manajemen untuk dikaji dan disetujui.
3. Mengetahui proses yang dilakukan oleh DE dan DRB sebagai
perwakilan manajemen dalam mengevaluasi dan menilai DSP yang
diajukan oleh WDT sebelum disetujui.
1.5. Manfaat Penelitian
Penelitian ini untuk memberikan manfaat kepada:
1. Manfaat penelitian bagi perusahaan
Dapat memberikan usulan kepada perusahaan dengan memberikan
saran-saran untuk peningkatan kualitas perusahaan khususnya
terhadap proses pengimplementasian SW-CPDEP di Chevron
GPOI sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas serta
mempertahankan kualitas standar dari hasil keputusan.
6
2. Manfaat penelitian bagi akademisi
Bagi semua pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut
tentang
Decision
Making
Process
dan
Project
Control
Management dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan
masukan atau acuan.
1.6. Metoda Penelitian
Metoda penelitian dalam penelitian ini adalah metoda descriptiveexplanatory study, pada penelitian ini peneliti melakukan pengamatan
langsung terhadap objek penelitian yaitu proses pengambilan keputusan pada
model pengambilan keputusan SW-CPDEP yang dikembangkan oleh Chevron
untuk selanjutnya hasil dari pengamatan dipaparkan sebagai hasil penelitian.
Untuk rincian dari metode penelitian adalah sebagai berikut:
1. Metoda Pengumpulan Data
Metoda
pengumpulan
data
dalam
penelitian
ini
dengan
menggunakan:
1.1. Data primer berupa semua data SW-CPDED dari proyek
pengeboran sumur di Chevron GPOI yang dianalisa pada
penelitian ini.
2. Metoda Analisis Data
Metoda analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini
dapat dikelompokkan atas tiga bagian:
7
2.1. Mengidentifikasi tahapan pengambilan keputusan pada
SW-CPDEP.
Untuk mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam pembuatan
keputusan pada SW-CPDEP, maka pada proyek pengeboran
yang diteliti akan dilihat secara detail proses apa saja
dilakukan pada fasa 2 SW-CPDEP serta hasil dari setiap
prosesnya.
2.2. Mengidentifikasi
proses
untuk
mengevaluasi
dan
mengukur kualitas dari DSP oleh WDT?
Untuk mengidentifikasi proses mengevaluasi dan mengukur
kualitas DSP oleh WDT, maka pada proyek pengeboran yang
diteliti akan diamati proses apa yang dilakukan oleh WDT
serta alat bantu apa yang digunakan oleh WDT.
2.3. Mengidentifikasi proses untuk mengevaluasi dan menilai
DSP oleh DE dan DRB
Untuk mengidentifikasi proses mengevaluasi dan menilai
kualitas DSP oleh DE dan DRB, maka pada proyek
pengeboran yang diteliti akan diamati proses apa yang
dilakukan oleh DE dan DRB serta alat bantu apa yang
digunakan oleh DE dan DRB.
8
1.7. Batasan Penelitian
Implementasi SW-CPDED yang akan dianalisa hanya pada satu
proyek pengeboran sumur di Chevron GPOI serta hanya untuk fasa 2 SWCPDEP pada proyek pengeboran tersebut.
Teori pengambilan keputusan yang diteliti pengimplementasiannya
pada penelitian ini adalah teori pengambilan keputusan yang dikemungkakan
oleh Gibson (2009)
1.8. Sistematika Penelitian
Sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari lima bagian, dengan
rincian sebagai berikut:
1. Bab 1: Pendahuluan
Bab Pendahuluan berisi sub-bab: (a) latar belakang (landasan
konseptual dan landasan kontekstual), (b) rumusan masalah, (c)
pertanyaan dan tujuan penelitian, (d) penjelasan metoda penelitian, (e)
manfaat penelitian, dan (f) susunan penelitian.
2. Bab 2: Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka pada penelitian ini secara garis besar dapat
dikelompokkan atas : (a) Business Process Modeling (BPM) dan
Decision Making Process Model (DMPCM), (b) Single well Chevron
Project Development and Execution Process (SW-CPDEP), (c) Phase
2 SW-CPDEP, (d) Decision Quality Assessment (DQA) and Decision
and Execution Quality Assessment (DEQA)
9
3. Bab 3: Metoda Penelitian dan Profil Perusahaan
Metoda Penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar,
yang pertama adalah Metoda pengumpulan data, sedangkan
yang
kedua adalah Metoda analisa data. Selain itu di bab ini juga akan
dipaparkan profil perusahaan yang menjadi obyek (subyek) penelitian
4. Bab 4: Hasil dan Pembahasan
Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan dari analisa terhadap
objek penelitian.
5. Bab 5: Simpulan dan Saran
Kesimpulan akan memberikan pernyataan singkat dan tepat yang
dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan. Saran dibuat
berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis, ditujukan kepada
para peneliti dalam bidang sejenis yang ingin melanjutkan atau
mengembangkan penelitian yang sudah diselesaikan.
10