perangkat lunak penjualan suku cadang sepeda

advertisement
JURNAL LPKIA, Vol.1 No.1, September 2014
PERANGKAT LUNAK PENJUALAN SUKU CADANG
SEPEDA MOTOR PADA BAGIAN KASIR
DI PT. SUPER MOTO
INDONESIA
1
Rikky Wisnu Nugraha, 2Rendy Pratama
Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA
2
Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA
Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266, Telp. +62 22 75642823, Fax. +62 22 7564282
Email : [email protected]
Abstrak
1
PT Super Moto Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, penjualan unit, suku
cadang dan jasa servis kendaraan ber motor khususnya kendaraan roda dua. Dengan meningkatnya jumlah
pelanggan sistem informasi yang sudah ada memiliki beberapa kendala dan kesulitan, seharusnya PT Super
Moto Indonesia meningkatkan pelayanan meliputi berbagai aspek seperti kecepatan, keakuratan, kehandalan
dalam mengakses informasi mengenai produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan terhadap
kebutuhan pelanggannya.Dengan adanya permasalahan di atas maka penyusun mencoba membangun sebuah
perangkat lunak berbasis desktop menggunakan pemodelan terstruktur dengan metode pengembangan
prototyping, karna permodelan ini tepat digunakan untuk pengembangan perangkat lunak skala kecil sehingga
cukup tepat apabila diterapkan di perusahaan ini, analisis yang digunakan dalam perancangan perangkat lunak
ini menggunakan analisis prosedur (procedure analyst), analisis procedure digunakan terhadap kegiatan-kegiatan
yang dilakukan pada kegiatan penjualan, proses analisis data pada perangkat lunak ini menggunakan konsep
ERD dan perancangan data PDM hasil dari generate ERD.Setelah analisis data dan perancangan data selanjutnya
melakukan implementasi yang merupakan tahap awal dari penerapan sistem dan kegiatan implementasi sistem
yang baru ini, agar sistem yang baru dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, penerapan sistem
dilakukan setelah tahap analisis dan design sistem serta merekomendasikan peralatan pendukung sistem. dengan
menggunakan bahasa pemograman Visual Basic.NET 2010 dan database SQL Server 2005 sehingga dapat
mengatasi permasalahan yang ada pada sistem berjalan saat ini.Dengan dibuatkannya perangkat lunak penjualan
suku cadang ini maka diharapkan dapat memberikan kemudahan pegawai bagian penjualan dalam mengakses
informasi mengenai jumlah stok barang yang ada pada gudang, menghasilkan laporan berdasarkan hasil
penjualan suku cadang.
Kata kunci : perangkat lunak, vb.net
1. Pendahuluan
PT. Super Moto Indonesia adalah sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang otomotif,
penjualan unit, suku cadang dan jasa servis
kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua.
Show room yang beralamatkan di Jl. Buah batu Bandung ini berdiri sejak tahun 2012. Memiliki 14
pegawai, 1 pegawai ditempatkan di bagian
penjualan suku cadang dan 2 lainnya di tempatkan
di bagian admin, 1 mekanik/servis, 1 kepala
cabang, 5 di bagian penjualan/pemasaran, 4 di
bagian keamanan
kendala dan kesulitan, misalnya ketika melakukan
pengecekan barang pada saat, transaksi penjualan
berlangsung yang dapat membuang banyak waktu
pelanggan.
Maka dengan meningkatnya jumlah pelanggan dan
kerumitan dalam proses pelayanan seharusnya
perusahaan meningkatkan pelayanan meliputi
berbagai aspek seperti kecepatan, keakuratan,
kehandalan dalam mengakses informasi mengenai
produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan terhadap kebutuhan pelanggannnya.
Pegawai di bagian penjualan bertugas melayani
pelanggan yang akan membeli suku cadang dan
perlengkapan sepeda motor, Selain melayani
penjualan, pegawai juga bertugas memeriksa stok
barang, merapikan barang yang ada di gudang dan
mengambil barang yang akan di beli.
Berdasarkan uraian dan permasalahan yang seperti
diatas maka penyusun memberikan solusi yang
dapat membantu mempercepat proses transaksi
lebih efektif dan efisien, solusi tersebut adalah
sistem informasi yang baru berbasis komputer yang
berjudul “Perangkat Lunak Penjualan Suku
Cadang Sepeda Motor Pada Bagian Kasir di PT
Super Moto Indonesia”
Dengan meningkatnya jumlah pelanggan sistem
informasi yang sudah ada memiliki beberapa
1
JURNAL LPKIA, Vol.1 No.1, September 2014
Berdasarkan latar belakang masalah dan uraian
yang dikemukakan di atas, maka masalah akan
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Informasi harga barang tidak up to date,
dikarenakan harga suku cadang dapat
berubah-ubah mengikuti kurs mata uang
dollar, sedangkan pegawai di bagian penjualan
hanya dapat melihat daftar harga lama.
2. Kesulitan untuk mengetahui jumlah stok
barang digudang karena tidak ada catatan
khusus mengenai keluar masuk barang,
pendataan barang/stok dan pemakaian barang.
3. Sulitnya mendapat informasi laporan yang
di harapkan manajemen dengan cepat.
Gambar 1 Spesifikasi Proses DFD level 0 Penjualan
Suku Cadang Sepeda Motor
Dari identifikasi persoalan di atas maka penjualan
dapat di rumuskan permasalah adalah :
1. Sistem ini hanya melayani penjualan suku
cadang dengan cara pembayaran tunai.
2. Menyediakan laporan yang diharapkan
manajemen.
3. Sistem ini hanya mengelola penjualan suku
cadang, tidak meliputi servis dan pembelian
unit sepeda motor.
Adapun tujuan dari perancangan sistem yang baru
adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan
ketepatan
informasi
mengenai harga suku cadang yang dijual.
2. Memberikan kemudahan pegawai bagian
penjualan dalam mengakses informasi
mengenai jumlah stok barang yang ada pada
gudang.
3. Menghasilkan laporan hasil penjualan
suku cadang, pendataan barang/stok perbulan.
Gambar 2 DFD Level 1 untuk Proses Penjualan 1.4
1.1. Landasan Teori
Sedangkan pengertian perangkat lunak menurut,
Priyanto Hidayatullah (2012) prangkat lunak
sederhananya seperti ini: data dimasukkan ke dalam
program, kemudian data tadi diatur sehingga lebih
terstruktur. Kemudian data yang sudah terstruktur
(struktur data) tadi diproses menggunakan suatu
alur logika (algoritma) tertentu sehingga muncullah
informasi yang kita inginkan.
2. Gambaran Perangkat Lunak
2.1 Aliran Proses
2.1.1 Data Flow Diagram
Suatu network yang menggambarkan suatu sistem
automat/komputerisasi, manualisasi atau gabungan
keduanya, yang penggambarannya disusun dalam
bentuk kumpulan komponen sistem yang saling
berhubungan sesuai dengan aturan mainnya
Gambar 3 DFD Level 1 untuk Proses Kelola Data
1.2
Gambar 4 DFD Level 1 untuk Proses Transaksi
Pembelian 1.3
2
JURNAL LPKIA, Vol.1 No.1, September 2014
2.2 Conceptual Data Model
Menurut hasil survey dan analisa data, didapatkan
beberapa data dan dibuatlah suatu konsep data
model (ERD) sebagai berikut.
Gambar 7 menu
Penjelasan Antar muka menu
1. memilih salah satu button yang telah
tersedia sesuai kebutuhan yang akan
dipakai.
Gambar 5 ERD
2.2 Skema Relasi
Pada ERD diatas terdapat 3 entity dan pada gambar
diatas dari masing-masing entity memiliki attribute
yang menjadi primary key. Adapun relasi many to
many antara entity antara barang dengan
head_penjualan yang nantinya akan muncul table
baru berupa detail_penjualan, untuk melihat lebih
jelas relasinya terdapat pada Gambar III.2 Skema
Relasi Penjualan Suku Cadang. Berikut adalah
gambaran dari skema relasi yang ada.
Gambar 8 pemesanan barang
Penjelasan gambar antar muka pemesanan barang
1. memasukan data barang, jumlah barang
yang dipesan dan dibuat kan tanda tanda
terima pemesanan.
Gambar 6 skema relasi
Gambar 9 pembelian
Penjelasan gambar antar muka pembelian
1. memasukan data barang,jumlah barang
serta harga barang yang dibeli dan
dibuatkan faktur pembelian barang.
2.5 Perancangan Antar Muka
Perancangan antarmuka ini bertujuan untuk
memberikan gambaran mengenai bentuk antarmuka
dari perangkat lunak yang akan digunakan oleh user
untuk berinteraksi dengan perangkat lunak.
Rancangan antarmuka ini mempertimbangkan
berbagai kemudahan dan fungsionalitas dari
perangkat lunak itu sendiri.
2.4.1 penjualan
3
JURNAL LPKIA, Vol.1 No.1, September 2014
Gambar 10 indent
Penjelasan gambar antar muka indent
1. Melihat data indent yang sudah terdaftar
sebagai status indent.
3.
4.
5.
6.
Gambar 11 laporan penjualan
Penjelasan gambar antar muka laporan penjualan
1. memasukan nama konsumen, mencari
barang apa yang dibutuhkan, memasukan
jumlah barang dan dapat melihat jumlah
stock yang tersedia, memasukan uang yang
diterima dan dibuat faktur pembelian.
7.
8.
9.
10.
Gambar 12 laporan pembelian period
Penjelasan gambar antar muka laporan pembelian
1. memilih menu laporan pembelian per
periode maka akan muncul laporan daftar
pembelian dan dapat dilihat sesuai
kebutuhan, penjualan perbulan dan
pertahun.
11.
3.Implementasi
Tahap ini merupakan tahap awal dari penerapan
sistem dan kegiatan implementasi sistem yang baru
ini, agar sistem yang baru dapat beroperasi sesuai
dengan
yang
diharapkan.Penerapan
sistem
dilakukan setelah tahap analisis dan design sistem
serta merekomendasikan peralatan pendukung
sistem
maka
langkah
selanjutnya
ialah
implementasi sistem. Langkah – langkah kegiatan
implementasi sistem adalah sebagai berikut :
1.
Analisis sistem yang sedang berjalan.
2.
Persiapan tempat, hardware dan software.
Karena kebanyakan menggunakan perangkat
baru, maka tempat atau ruangan untuk
perangkat disiapkan telebih dahulu, dan
memilih hardware dan software yang akan
digunakan.
Instalasi hardware dan software.
Setelah hardware dan software-nya tersedia
maka selanjutnya adalah proses pemasangan
hardware baru dan penginstalan software.
Desain dan Coding.
Setelah melakukan dari mulai analisis
sampai insatalasi hardware dan Software
selsesai maka langkah selanjutnya adalah
desain dan pengcodingan.
Instalasi Program
Kegiatan pemasangan program yang telah
dibuat.
Pengetesan dan perbaikan program.
Kegiatan ujicoba program dan apabila masih
ada kesalahan akan diperbaiki, hingga dapat
berjalan maksimal sesuai dengan yang
diharapkan.
Pembuatan User guide.
Kegiatan
pembuatan
petunjuk
pengoperasian, agar program yang dibuat
dapat
dimengerti
oleh
User
dan
penggunaannya sesuai dengan yang telah
ditentukan dan mudah untuk digunakan.
Pelatihan User.
User yang telah dipilih akan mengikuti
pelatihan agar memahami sistem yang baru
tersebut dan dapat menjalankannya dengan
baik dan tepat.
Uji coba sistem baru.
Pengujian sistem baru harus dilakukan untuk
mengetahui apakah sistem yang baru
tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang
direncanakan atau tidak.
Evaluasi sistem baru dan perbaikan.
Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk
mengetahui hasil dari sistem yang baru
dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh
sistem lama.
Konversi sistem.
Implementasi sistem ini adalah proses untuk
meletakkan sistem baru agar dapat
digunakan. Pengoperasian sistem baru ini
dilakukan bersama-sama dengan sistem yang
lama.
3.1 Critical method
Jadwal Implementasi dapat digambarkan dengan
menggunakan Model Network. Berikut ini adalah
Critical Path Method yang dibuat dari Jadwal
Implementasi.
4
JURNAL LPKIA, Vol.1 No.1, September 2014
Gambar 10 Critical method
DAFTAR PUSTAKA
3.1 Lingkup dan Batasan
Adapun lingkup dan batasan implementasi yang
terdapat pada perangkat lunak ini, yaitu:
1. Pencatatan transaksi penjualan berkala.
2. Transaksi dilakukan secara tunai.
3. Pencarian data transaksidi PT. Super Moto
Indonesia.
4. Pembuatan laporan perbulan atau perperiode.
Abdul Kadir. 2009 Dasar Pemrograman &
Implementasi
Database
Relational.
Andi,
Yogyakarta
Abdul Kadir. 2009 PengenalanSistemInformasi
Andi, Yogyakarta
Al Bahra bin Ladjamudin. 2006Visual Basic 2010
Programing. Grasindo, Jakarta
Didik Dwi Prasetyo. 2008 Membuat Multiaplikasi
Menggunakan Visual Basic 6. Elex Media
Komputindo, Jakarta
Jogiyanto HM. 2008 Analisis & Desain Sistem
Informasi. Andi, Yogyakarta
Kusrini, M.Kom. dan Andri Koniyo. 2007
Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi
Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL
Server. Andi, Yogyakarta
Narko, Richardus Eko Indrajit, Richardus
Djokopranoto2008.
Manajemen
Persediaan.
MedPress, Yogyakarta
Priyanto hidayatullah. 2012 Visual Basic .Net
Membuat Aplikasi Databases dan Program Kreatif.
Informatika Bandung, Bandung
Roger S. Pressman, Ph.d. 2010. Rekayasa
Perangkat Lunak. Andi, Yogyakarta
Rosa, Shalahudin2011.Modul Rekayasa Perangkat
Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek. Andi,
Yogyakarta
Syukri Abdullah, Artikel IT Informasi Teknologi
Terbaru,
Tata Sutarbi. 2010 AnalisisSistemInformasi. Andi,
Yogyakarta
http://www.it-artikel.com/2012/04/artikelperangkat-lunak-komputer.html23 April 2013
4 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari
perancangan Perangkat Lunak Penjualan Suku
Cadang Sepeda Motor Di show room Ducati
Bandung adalah sebagai berikut :
1. Dengan adanya fasilitas update pada
perangkat lunak harga barang yang seketika
dapat berubah dapat di sesuaikan dengan
mudah sesuai dengan harga yang telah
ditentukan, sehingga meningkatkan informasi
mengenai harga suku cadang yang dijual.
2. Perangkat lunak di lengkapi dengan fasilitas
pencarian barang, sehingga pencarian data
permintaan dari pelanggan dapat di penuhi.
3. Perangkat lunak yang di rancang dapat
mempercepat dan mempermudah pembuatan
laporan yang di perlukan.
5 Saran
Adapun saran dan usulan yang dapat penyusun
berikan
jika
perangkat
lunak
di
implementasikan pada bagian penjualan suku
cadang sebagai berikut :
1.
2.
Informasi yang dibutuhkan dan kemudahan
dalam pengelolaan nya akan terpenuhi jika
pihak perusahaan dapat meng up grade
hardware dan software yang sesuai dengan
kebutuhan perangkat lunak yang dirancang.
Ketelitian dalam pengelolaan data (terutama
input data) untuk menunjang penyusunan
laporan.
Saran lain penyusun berharap untuk
pengembangan aplikasi, dapat di lakukan
sebagai berikut :
1.
2.
Adanya penambahan transaksi terutama dalam
pembayaran.
Penambahan
fasilitas
untuk
transaksi
penjualan aksesoris dan unit sepeda motor
agar sistem lebih lengkap.
5
Download