Instrumen Pasar Uang Antar Bank
Kodifikasi Peraturan Bank Indonesia
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang Antar
Bank
Tim Penyusun
Ramlan Ginting
Dudy Iskandar
Gantiah Wuryandani
Ristia Icha Pramesi
Riska Rosdiana
Pusat Riset dan Edukasi Bank Sentral (PRES)
Bank Indonesia
Telp: 021-29817321
Fax: 021-2311580
email: [email protected]
Hak Cipta © 2013, Bank Indonesia
2013
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
DAFTAR ISI
Paragraf
Halaman
Hal. i
Hal. ii
Daftar Isi
Rekam Jejak Regulasi Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat
Berharga Komersial (Commercial Paper) Melalui Bank Umum di
Indonesia
Rekam Jejak Regulasi Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank
dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
Rekam Jejak Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip
Syariah Antar Bank
Rekam Jejak Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank
Dasar Hukum
Regulasi Terkait
Regulasi Bank Indonesia
Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan
Bank
Hal. iii
Hal. iv
Hal. v
Hal. vi
Hal. vi
Hal. vi
Par. 1 – 3
Hal. 1 – 2
Par. 4
Par. 5 – 8
Par. 9 – 12
Par. 13 – 14
Par. 15
Hal. 2
Hal. 3 – 4
Hal. 4 – 5
Hal. 6
Hal. 6
Par. 16
Par. 17
Par. 18
Par. 19
Par. 20
Hal. 6 – 7
Hal. 8
Hal. 8 – 9
Hal. 9
Hal. 9
Par. 21
Par. 22
Par. 23
Par. 24
Par. 25
Hal. 9 – 10
Hal. 10
Hal. 11
Hal. 11 – 12
Hal. 12
Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat Berharga Komersial
(Commercial Paper) Melalui Bank Umum di Indonesia
Ketentuan Umum
Persyaratan Surat berharga Komersial (Commercial Paper)
Persyaratan dan Kewajiban Bank
Larangan Bagi Bank
Sanksi
Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antar
Bank
Umum
Karakteristik dan Persyaratan SiKA
Mekanisme Penerbitan dan Transaksi SiKA
Penyelesaian Transaksi
Pelaporan
Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank
Umum
Karakteristik dan Persyaratan Penerbitan SIMA
Mekanisme Transaksi
Penyelesaian Transaksi
Pelaporan
Lampiran
Contoh Surat Permohonan Persetujuan Penerbitan Instrumen PUAS
Contoh Laporan Transaksi SiKA
Hal. 13 – 15
Hal. 13 – 14
Hal. 15
i
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
Rekam Jejak Regulasi Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat
Berharga Komersial (Commercial Paper) Melalui Bank Umum di
Indonesia
28/151/UPG 1996
Perlakuan Persyaratan Pemeringkatan atas Surat
Berharga Komersial (Commercial Paper) yang
Diterbitkan Melalui Bank Umum
28/49/UPG 1995
- 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian
Kualitas Aset Bank Umum
- 8/13/PBI/2006 tentang Batas
Maksimum Pemberian Kredit Bank
Umum
28/52/KEP/DIR/1995
Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan
Surat Berharga Komersial (Commercial
Paper) Melalui Bank Umum di Indonesia
Keterangan :
Terkait
KEP DIR
Masih Berlaku
SE Masih Berlaku
Regulasi Terkait
ii
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
Rekam Jejak Regulasi Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank
dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
SE 21/27/UPG 1988
21/48/KEP/DIR/1988
Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank
dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
17/2/UPUM 1984
17/44/KEP/DIR/1984
Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank
Umum dan Bank Pembangunan
Keterangan :
Dicabut
PBI/KEP DIR
Masih Berlaku
PBI/KEP DIR
Tidak Berlaku
SE Tidak Berlaku
iii
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
Rekam Jejak Regulasi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan
Prinsip Syariah Antar Bank
SE 14/3/DPM 2012
Sertifikat Perdagangan Komoditi
Berdasarkan Prinsip Syariah Antar
Bank
- 14/1/PBI/2012 tentang Pasar Uang
Antar Bank Berdasarkan Prinsip Syariah
- 14/1/DPM/2012 tentang Pasar Uang
Antar Bank Berdasarkan Prinsip Syariah
Keterangan :
SE Masih Berlaku
Regulasi Terkait
iv
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
Rekam Jejak Regulasi Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank
SE 14/2/DPM 2012
Sertifikat Investasi Mudharabah
Antar Bank
- 14/1/PBI/2012 tentang Pasar Uang
Antar Bank Berdasarkan Prinsip
Syariah
14/1/DPM 2012 tentang Pasar Uang
Antar Bank Berdasarkan Prinsip
Syariah
Keterangan :
SE Masih Berlaku
Regulasi Terkait
v
Likuiditas Rupiah
Instrumen Pasar Uang
Dasar Hukum :
- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 10 Tahun 1998
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009
- Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
Regulasi Terkait :
- Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/1/PBI/2012 tentang Pasar Uang Antar Bank Berdasarkan Prinsip
Syariah
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/1/DPM 2012 Perihal Pasar Uang Antar Bank Berdasarkan Prinsip
Syariah
Regulasi Bank Indonesia :
- Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 28/52/KEP/DIR/1995 tentang Persyaratan Penerbitan dan
Perdagangan Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) Melalui Bank Umum di Indonesia
- Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 21/48/KEP/DIR/1988 tentang Penerbitan Sertifikat Deposito
oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/2/DPM 2012 perihal Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/3/DPM 2012 perihal Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan
Prinsip Syariah Antar Bank
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 28/151/UPG 1996 perihal Perlakuan Persyaratan Pemeringkatan atas
Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang Diterbitkan Melalui Bank Umum
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 28/49/UPG 1995 perihal Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan
Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) Melalui Bank Umum di Indonesia
- Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 21/27/UPG 1988 perihal Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank dan
Lembaga Keuangan Bukan Bank
vi
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Instrumen Pasar Uang
Sumber Regulasi
Ketentuan
Moneter
Likuiditas Rupiah
Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank dan Lembaga
Keuangan Bukan Bank
1
Pasal 1
21/48/KEP/DIR
1988
a.
b.
c.
Bank adalah bank umum dan bank pembangunan yang didirikan dan
menjalankan usahanya berdasarkan Undang-Undang Perbankan.
Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) adalah lembaga keuangan yang
didirikan atas dasar Keputusan Menteri Keuangan No. KEP792/MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 1970 tentang Lembaga
Keuangan yang telah diubah dan ditambah dengan Keputusan Menteri
Keuangan No. KEP-38/MK/IV/1/1972 tanggal 18 Januari 1972 dan
terakhir diubah dan ditambah dengan Keputusan Menteri Keuangan No.
562/KMK.011/1982 tanggal 1 September 1982.
Sertifikat deposito adalah surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang
merupakan surat pengakuan utang dari bank dan LKBB yang dapat
dijualbelikan dalam pasar uang.
2
Pasal 2
21/48/KEP/DIR
1988
(1) Dalam rangka pengerahan dana masyarakat, bank dan LKBB
diperkenankan menerbitkan sertifikat deposito.
(2) Sertifikat deposito hanya dapat diterbitkan dalam Rupiah dengan nilai
nominal sekurang-kurangnya Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah).
(3) Jangka waktu sertifikat deposito sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari
dan selama-lamanya 24 (dua puluh empat) bulan.
3
Pasal 3
21/48/KEP/DIR
1988
(1) Sertifikat deposito dapat dijualbelikan dalam pasar uang, sehingga
diperlukan keseragaman bentuk, isi, dan redaksinya
(2) Ketentuan mengenai hal tersebut pada ayat (1) diatur lebih lanjut dalam
Ketentuan ini.
SE
21/27/UPG 1988
No. 4
Warkat sertifikat deposito hendaknya memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
1. Pada halaman depan sekurang-kurangnya dicantumkan :
a. Kata-kata
“SERTIFIKAT
DEPOSITO”
dan
“DAPAT
DIPERDAGANGKAN” dengan ukuran besar sehingga mudah
terlihat.
b. Nomor seri dan nomor urut.
c. Nama dan tempat kedudukan penerbit.
d. Nilai nominal dalam Rupiah.
e. Tanggal dan tepat penerbitan.
f. Tingkat bunga atau diskonto.
g. Pernyataan bahwa penerbit mengikat diri untuk membayar
sejumlah uang tertentu dalam Rupiah pada tanggal dan
tempat tertentu.
h. Tanda tangan Direksi atau pejabat yang berwenang dari
penerbit.
i. Tanda tangan pejabat dari kantor cabang ditempat sertifikat
deposito diterbitkan.
1
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Sumber Regulasi
SE
21/27/UPG 1988
No. 2
BAB I
4
Pasal 1
28/52/KEP/DIR/1995
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
2. Pada halaman belakang dicantumkan klausula yang sekurangkurangnya menyatakan bahwa :
a. Penerbit menjamin sertifikat deposito dengan seluruh harta
dan piutangnya.
b. Sertifikat deposito dapat dijualbelikan dan dapat
dipindahtangankan dengan cara penyerahan.
c. Pelunasan dilakukan pada tanggal jatuh waktu atau
sesudahnya dengan menyerahkan kembali warkat sertifikat
deposito yang bersangkutan oleh pembawa.
Dengan dikeluarkannya Ketentuan ini, maka bank dan LKBB dapat
menerbitkan surat deposito tanpa meminta persetujuan Bank Indonesia.
Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat Berharga
Komersial (Commercial Paper) Melalui Bank Umum di Indonesia
Ketentuan Umum
1. Bank adalah Bank Umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
tentang Perbankan;
2. Surat berharga komersial (commercial paper), dan selanjutnya disebut
CP, adalah surat sanggup tanpa jaminan yang diterbitkan oleh
perusahaan bukan bank dan diperdagangkan melalui bank atau
perusahaan efek, berjangka waktu pendek, dan diperdagangkan dengan
sistem diskonto;
3. Pengatur penerbitan (arranger) adalah bank atau perusahaan efek yang
berdasarkan perjanjian tertulis dengan calon penerbit CP mengatur
rencana penerbitan CP;
4. Agen penerbit (issuing agent) adalah bank atau perusahaan efek yang
berdasarkan perjanjian tertulis dengan calon penerbit CP melakukan
pengabsahan CP;
5. Agen pembayar (paying agent) adalah bank yang berdasarkan perjanjian
tertulis dengan calon penerbit CP melakukan pembayaran sejak CP
tersebut jatuh waktu;
6. Pedagang efek (dealer) adalah bank atau perusahaan efek yang ditunjuk
oleh calon penerbit CP untuk mengusahakan penjualan dan/atau
pembelian CP baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan
nasabahnya;
7. Pemodal (investor) adalah perorangan atau badan hukum domestic
maupun asing yang membeli CP;
8. Grup atau kelompok perusahaan adalah perusahaan dan/atau kumpulan
perusahaan yang satu sama lain mempunyai kaitan dalam hal
kepemilikan, kepengurusan, dan/atau hubungan keuangan dengan bank
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Batas
Maksimum Pemberian Kredit;
9. Peringkat (rating) adalah kode yang dibakukan untuk menunjukkan
kualitas dari suatu CP yang penetapannya dilakukan oleh lembaga
pemeringkat efek di dalam negeri yang telah mendapat ijin dari
Bapepam.
2
Likuiditas Rupiah
Paragraf
5
Sumber Regulasi
BAB II
Pasal 2
28/52/KEP/DIR/1995
Butir a – f. 1
SE
28/49/UPG 1995
No. 1
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
Persyaratan Surat berharga Komersial (Commercial Paper)
CP yang dapat diterbitkan dan diperdagangkan melalui perbankan harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Mencantumkan :
1. Klausula sanggup dan kata-kata “SURAT SANGGUP” di dalam
teksnya dan dinyatakan dalam Bahasa Indonesia;
2. Janji tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu;
3. Penetapan hari bayar;
4. Penetapan tempat pembayaran;
5. Nama pihak yang harus menerima pembayaran atau penggantinya;
6. Tanggal dan tempat surat sanggup diterbitkan;
7. Tanda tangan penerbit
b. Berjangka waktu paling lama adalah 270 (dua ratus tujuh puluh) hari;
c. Diterbitkan oleh perusahaan bukan bank yang berbadan hukum
Indonesia;
d. Telah memperoleh peringkat sebagaimana dimaksud dalam Paragraf 1
angka 9 Ketentuan ini;
e. Pada halaman muka CP sekurang-kurangnya dicantumkan hal-hal sebagai
berikut :
1. Kata-kata “SURAT BERHARGA KOMERSIAL (COMMERCIAL PAPER)”
yang ditulis setelah kata-kata URAT SANGGUP sebagaimana
dimaksud dalam huruf a butir 1 di atas;
2. Klausula “dapat diperdagangkan” pada bagian atas dan dicetak
dengan huruf tebal;
3. Pernyataan “tanpa protes” dan “tanpa biaya” sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 176 jo Pasal 145 KUHD;
4. Nama bank atau perusahaan efek dan nama serta tanda tangan
pejabat bank atau perusahaan efek yang ditunjuk sebagai agen
penerbit sebagai tanda keaslian CP, tanpa penempatan logo bank
atau perusahaan efek secara mencolok;
5. Nama dan alamat bank yang ditunjuk sebagai agen pembayar, tanpa
penempatan logo bank secara mencolok;
6. Nomor seri CP;
7. Keterangan mengenai cara penguangan CP sebagaimana diatur
dalam Paragraf 4 Ketentuan ini.
f. Pada halaman belakang CP dicantumkan hal-hal sebagai berikut ;
1. Pernyataan mengenai endosemen blanko tanpa hak regres dengan
klausula “Untuk saya kepada pembawa tanpa hak regres”.
Yang dimaksud dengan pengertian “Untuk saya kepada pembawa
tanpa hak regres” adalah :
a) Pemindahtanganan CP untuk pertama kalinya dilakukan degnan
cara endosemen blanko seperti diatur dalam Pasal 111 jo Pasal
113 KUHD sehingga CP dapat bersifat sebagai surat sanggup
atas unjuk setelah diendosir.
b) Untuk memenuhi persyaratan tanpa jaminan dari endosan,
endosemen tersebut di atas harus dinyatakan dengan jelas yaitu
tanpa hak regres (without recourse).
3
Likuiditas Rupiah
Paragraf
6
Sumber Regulasi
Pasal 2
28/52/KEP/DIR/1995
Butir f. 2
Pasal 3
28/52/KEP/DIR/1995
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
2. Cara perhitungan nilai tunai.
(1) CP yang jumlah uangnya terdapat perbedaan antara yang tertulis dalam
huruf dan dalam angka, yang berlaku adalah jumlah dalam huruf
selengkap-lengkapnya.
(2) Dalam hal jumlah uang ditulis berulang-ulang dan terdapat selisih, maka
yang berlaku adalah jumlah yang terkecil.
(3) Setiap perubahan amanat yang telah tertulis dalam CP harus
ditandatangani oleh penerbit di tempat kosong yang terdekat dengan
perubahan dan ditandatanganserta oleh pengatur penerbitan dengan
mencantumkan tanggal perubahan tersebut dilakukan.
7
Pasal 4
28/52/KEP/DIR/1995
(1) CP yang jatuh waktu dapat ditagihkan sejumlah nilai nominal pada agen
pembayar selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak
saat jatuh waktu.
(2) Setelah jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1), CP hanya dapat
ditagihkan langsung kepada penerbit.
8
Pasal 5
28/52/KEP/DIR/1995
Perdagangan CP di pasar perdana dan pasar sekunder mempergunakan
sistem diskonto.
BAB III
Pasal 6
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (1) – (2)
Persyaratan dan Kewajiban Bank
9
SE
28/49/UPG 1995
No. 2
10
(1) Bank yang bertindak sebagai pengatur penerbitan, agen penerbit, agen
pembayar, pedangang efek, atau pemodal dalam kegiatan perdagangan
CP adalah bank yang dalam 12 bulan terakhir tingkat kesehatan dan
permodalannya tergolong sehat.
(2) Bank hanya diperbolehkan bertindak sebagai pengatur penerbitan, agen
penerbit, agen pembayar, pedagang efek, atau pemodal terhadap CP yang
termasuk dalam kualitas investasi (investment grade) sebagaimana
ditetapkan oleh lembaga pemeringkat efek.
Yang dimaksud dengan kualitas investasi (investment grade) untuk
peringkat CP adalah peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat
efek (saat ini adalah PT. Pemeringkat Efek Indonesia/PEFINDO), yaitu CP
yang didukung oleh tingkat kesanggupan membayar kembali minimal
secara memadai. Tingkat kesanggupan tersebut dimulai dari urutan yaitu
memadai (PA4), memuaskan (PA3), kuat (PA2), dan paling tinggi (PA1).
Pasal 6
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (3)
(3) Kegiatan usaha Bank sebagai pengatur penerbitan, agen penerbit, agen
pembayar, atau pedagang efek tidak memerlukan izin dari Bank Indonesia.
Pasal 7
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (1)
(1) Bank yang bertindak sebagai pengatur penerbitan wajib menyiapkan dan
menyebarluaskan memorandum informasi yang objektif mengenai calon
penerbit, sekurang-kurangnya memuat :
a. Laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah diaudit oleh
akuntan publik yang telah terdaftar di Bapepam degnan kualifikasi
wajar tanpa syarat;
b. Laporan keuangan kuartalan terbaru;
4
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Sumber Regulasi
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
c. Anggaran dasar perusahaan penerbit;
d. Tanggung jawab hukum dari semua pihak yang terlibat dalam
transaksi CP;
e. Peringkat CP.
SE
28/49/UPG 1995
No. 3
SE 28/151/UPG 1996
No. 1
Perlu dilampirkan surat pernyataan asli dari lembaga pemeringkat
efek atas penetapan peringkat tersebut.
SE 28/151/UPG 1996
No. 2
Untuk itu bank-bank umum yang melakukan kegiatan sebagai
pengatur penerbitan wajib menerima surat pernyataan pendaftaran
diri perusahaan pemeringkat melalui perusahaan penerbit CP.
Pasal 7
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (2) – (3)
(2) Penyebarluasan informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus
dilakukan dengan media cetak.
Persyaratan pemeringkatan (rating) bagi Surat Berharga Komersial
(CP) tetap berlaku sejak tanggal 2 Februari 1996
(3) Kegiatan bank sebagai pengatur penerbitan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) wajib dilaporkan oleh bank yang bersangkutan kepada Bank
Indonesia.
SE
28/49/UPG 1995
No. 4
11
12
Dalam rangka penyampaian laporan atas kegiatan bank yang bertindak
sebagai pengatur penerbitan kepada Bank Indonesia, digunakan formulir
“Laporan Kegiatan dalam Rangka Penerbitan Surat Berharga Komersial
(Commercial Paper)” dan menyampaikan laporan tersebut untuk setiap
program penerbitan CP selambat-lambatnya akhir bulan penerbitan CP
tersebut kepada Bank Indonesia.
Pasal 8
28/52/KEP/DIR/1995
Agen penerbit wajib melakukan penelitian atas kebenaran prosedur
penerbitan CP baik dari segi administratif maupun yuridis.
SE
28/49/UPG 1995
No. 5
Yang dimaksud dengan hal-hal yang bersifat administratif adalah penelitian
atas kebenaran prosedur penerbitan CP baik dari segi administratif dengan
memperhatikan antara lain Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga
perusahaan calon penerbit CP, kebenaran dan keaslian tanda tangan penerbit
CP serta keaslian kertas CP yang bersangkutan, maupun dari segi yuridis,
dengan memperhatikan pemenuhan undang-undang dan ketentuan yang
berlaku. Lebih lanjut, berkaitan dengan pengabsahan yang dilakukan oleh
bank yang bertindak sebagai Agen penerbit, dijelaskan bahwa tanda tangan
pejabat bank yang melakukan pengabsahan atas CP tersebut tidak
dimaksudkan untuk melakukan aval atau memberikan jaminan dalam bentuk
apapun.
Pasal 9
28/52/KEP/DIR/1995
(1) Bank dapat membeli CP di pasar perdana maupun pasar sekunder, baik
untuk kepentingan sendiri ataupun kepentingan pihak lain.
(2) Pembelian CP oleh bank untuk kepentingan sendiri diperlakukan sebagai
pembelian surat berharga.
5
Likuiditas Rupiah
Paragraf
13
Sumber Regulasi
BAB IV
Pasal 10
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (1)
SE
28/49/UPG 1995
No. 6
14
15
16
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
Larangan Bagi Bank
(1) Bank dilarang bertindak sebagai pengatur penerbitan, agen penerbit, agen
pembayar, atau pemodal atas penerbitan CP dari :
a. Perusahaan yang merupakan anggota grup/kelompok bank yang
bersangkutan;
b. Perusahaan yang pada saat merencanakan penerbitan CP mempunyai
pinjaman yang digolongkan diragukan dan macet sebagaimana diatur
dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Kualitas Aktiva Produktif dan
Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif.
Bank yang bertindak sebagai pengatur penerbitan dapat melakukan
kegiatan sebagai berikut :
a. Memberikan data keuangan calon penerbit yang ada di bank yang
bersangkutan, termasuk kolektibilitas pinjaman, kepada lembaga
pemeringkat efek yang akan melakukan pemeringkatan sepanjang
ada surat kuasa dari calon penerbit;
b. Meminta informasi antar bank dalam rangka penerbitan CP.
Pasal 10
28/52/KEP/DIR/1995
Ayat (2)
Pasal 11
28/52/KEP/DIR/1995
(2) Bank dilarang menjadi penjamin penerbitan CP.
BAB V
Sanksi
Pasal 12
28/52/KEP/DIR/1995
Bank yang melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Ketentuan ini
dikenakan sanksi administratif.
SE
28/49/UPG 1995
No. 7
Sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 52 dan 53 UndangUndang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah
dengan Undang – Undang No 10 Tahun 1998
Romawi I
Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah
Antar bank
Umum
SE
14/3/DPM 2012
Romawi I
Pembelian CP oleh bank tidak dapat diperhitungkan sebagai angsuran atau
pelunasan kredit baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah
diberikannya kepada penerbit CP.
1. Bank Umum Syariah yang selanjutnya disingkat BUS adalah Bank Umum
Syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Nomor 21 Tahun
2008 tentang Perbankan Syariah.
2. Unit Usaha Syariah yang selanjutnya disingkat UUS adalah Unit Usaha
Syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun
2008 tentang Perbankan Syariah.
3. Bank Asing adalah bank yang berkedudukan di luar negeri yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau
berdasarkan prinsip syariah, tidak termasuk kantor bank dari bank
berbadan hukum Indonesia yang beroperasi di luar negeri.
4. Perusahaan Pialang Pasar Uang Rupiah dan Valuta Asing yang
selanjutnya disebut Perusahaan Pialang adalah Perusahaan Pialang
6
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Instrumen Pasar Uang
Sumber Regulasi
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
Ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia yang mengatur
mengenai pialang pasar uang rupiah dan valuta asing.
Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah yang selanjutnya
disingkat PUAS adalah kegiatan transaksi keuangan jangka pendek
antarbank berdasarkan prinsip syariah baik dalam rupiah maupun valuta
asing.
Instrumen PUAS adalah instrumen keuangan berdasarkan prinsip syariah
yang diterbitkan oleh BUS atau UUS yang digunakan sebagai sarana
transaksi di PUAS.
Bursa adalah PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang
telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) untuk mengadakan kegiatan pasar
komoditi syariah.
Komoditi di Bursa adalah komoditi yang dipastikan ketersediaannya
untuk ditransaksikan di pasar komoditi syariah sebagaimana ditetapkan
oleh Bursa atas Persetujuan Dewan Pengawas Syariah, kecuali indeks
dan valuta asing.
Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank
yang selanjutnya disebut SiKA adalah sertifikat yang diterbitkan
berdasarkan prinsip syariah oleh BUS atau UUS dalam transaksi PUAS
yang merupakan bukti jual beli dengan pembayaran tangguh atas
perdagangan Komoditi di Bursa.
Peserta Pedagang Komoditi adalah peserta yang menyediakan
persediaan (stock) komoditi di pasar komoditi syariah.
Peserta Komersial adalah BUS, UUS, atau Bank Asing yang melaksanakan
kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang membeli Komoditi di
Bursa.
Konsumen Komoditi adalah BUS atau UUS yang membeli Komoditi di
Bursa dari Peserta Komersial.
Murabahah adalah penjualan suatu barang (komoditi) dengan
menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya
dengan harga yang lebih tinggi sebagai laba.
Ju’alah adalah janji atau komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan
tertentu (‘iwadh/ju’l) atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan
dari suatu pekerjaan.
Surat Penguasaan Atas Komoditi Tersetujui (SPAKT) adalah tanda bukti
penguasaan Komoditi di Bursa yang diperdagangkan dalam sistem
perdagangan pasar komoditi syariah secara elektronik.
Qabdh adalah penguasaan Komoditi di Bursa oleh pembeli yang
menyebabkan ia berhak untuk melakukan tindakan hokum (tasharruf)
terhadap komoditi tersebut, seperti menjual, menerima manfaat atau
menanggung risikonya.
Qabdh Hukmi adalah penguasaan Komoditi di Bursa oleh pembeli secara
dokumen kepemilikan komoditi yang dibelinya baik dalam bentuk
catatan elektronik maupun non-elektronik.
Sistem Laporan Harian Bank Umum yang selanjutnya disebut Sistem
LHBU adalah sarana pelaporan Bank kepada Bank Indonesia secara
harian, termasuk penyediaan informasi pasar uang dan pengumuman
dari Bank Indonesia.
7
Likuiditas Rupiah
Paragraf
17
Sumber Regulasi
Romawi II
SE
14/3/DPM 1012
Romawi II
18
Romawi III
SE
14/3/DPM 1012
Romawi III
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
Karakteristik Dan Persyaratan SiKA
SiKA mempunyai karakteristik dan persyaratan sebagai berikut :
1. Diterbitkan atas dasar transaksi jual beli Komoditi di Bursa dengan
menggunakan akad Murabahah.
2. Diterbitkan dalam rupiah.
3. Dapat diterbitkan dengan atau tanpa warkat (scripless).
4. Berjangka waktu satu hari (overnight) sampai dengan 365 (tiga ratus
enam puluh lima) hari.
5. Tidak dapat dialihkan kepemilikannya.
6. Diterbitkan berdasarkan perdagangan Komoditi di Bursa.
7. Diterbitkan paling banyak sebesar nilai perdagangan Komoditi di Bursa
yang menjadi dasar penerbitannya.
8. Komoditi di Bursa yang menjadi dasar penerbitan SiKA harus halal dan
tidak dilarang oleh peraturan perundang-undangan.
9. Perdagangan Komoditi di Bursa yang menjadi dasar penerbitan SiKA
harus sesuai dengan peraturan perdagangan di Bursa dan tidak
bertentangan dengan prinsip syariah.
Mekanisme Penerbitan Dan Transaksi SiKA
1. SiKA diterbitkan oleh BUS atau UUS selaku Konsumen Komoditi.
2. SiKA dapat ditransaksikan oleh Konsumen Komoditi dengan BUS, UUS,
atau Bank Asing yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
syariah selaku Peserta Komersial.
3. Transaksi SiKA dapat dilakukan secara langsung dan/atau melalui
Perusahaan Pialang.
4. Dalam hal transaksi SiKA dilakukan melalui Perusahaan Pialang
sebagaimana dimaksud pada angka 3, maka penggunaan Perusahaan
Pialang dimaksud menggunakan akad Ju’alah.
5. SiKA memuat informasi antara lain :
a. nilai nominal perdagangan Komoditi di Bursa sesuai Surat
Penguasaan Atas Komoditi Tersetujui (SPAKT);
b. marjin perdagangan Komoditi di Bursa; dan
c. jangka waktu pembayaran tangguh oleh Konsumen Komoditi.
6. Mekanisme Transaksi SiKA
a. Konsumen Komoditi selaku pembeli memesan kepada Peserta
Komersial untuk melakukan pembelian Komoditi di Bursa dan
berjanji (al wa’d) akan melakukan pembelian komoditi dimaksud.
b. Peserta Komersial membeli Komoditi di Bursa dari Peserta
Pedagang Komoditi dengan pembayaran tunai (al bai’) sebesar nilai
nominal komoditi.
c. Peserta Komersial menerima dokumen kepemilikan yang berupa
SPAKT.
d. Peserta Komersial menjual komoditi kepada Konsumen Komoditi
dengan akad Murabahah.
e. Konsumen Komoditi membayar kepada Peserta Komersial secara
tangguh atau angsuran sesuai kesepakatan dalam akad Murabahah
dan menerbitkan SiKA.
f. Konsumen Komoditi mendapat jaminan untuk menerima komoditi
dalam bentuk SPAKT dari Peserta Komersial (Qabdh Hukmi).
g. Konsumen Komoditi menjual komoditi melalui Bursa kepada
8
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Sumber Regulasi
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
Peserta Pedagang Komoditi secara tunai dengan akad al bai’
sebesar nilai nominal komoditi sebagaimana tercantum di dalam
SPAKT.
h. Konsumen Komoditi menyerahkan komoditi dengan mengalihkan
SPAKT yang diterima dari Peserta Komersial sebagaimana
dimaksud pada huruf f.
i.Konsumen Komoditi menerima pembayaran tunai dari Peserta
Pedagang Komoditi.
7. Peserta Pedagang Komoditi yang melakukan transaksi dengan Peserta
Komersial dan Konsumen Komoditi tidak boleh merupakan pihak yang
sama.
Penyelesaian Transaksi
19
Romawi IV
SE
14/3/DPM 1012
Romawi IV
Pelaporan
20
Romawi V
SE
14/3/DPM 1012
Romawi V
Romawi I
21
SE
14/3/DPM 1012
Romawi I
1. Pada saat pembelian Komoditi di Bursa, Peserta Komersial melakukan
transfer dana kepada Peserta Pedagang Komoditi sebesar nilai nominal
komoditi dan memperoleh SPAKT dari Peserta Pedagang Komoditi.
2. Pada saat SiKA diterbitkan, Peserta Komersial menyerahkan SPAKT
kepada Konsumen Komoditi.
3. Pada saat penjualan Komoditi di Bursa oleh Konsumen Komoditi kepada
Peserta Pedagang Komoditi, Peserta Pedagang Komoditi melakukan
transfer dana kepada Konsumen Komoditi sebesar nilai nominal
komoditi sebagaimana tercantum di dalam SPAKT.
4. Pada saat SiKA jatuh waktu, Konsumen Komoditi melakukan transfer
dana kepada Peserta Komersial sebesar nilai nominal komoditi
ditambah marjin perdagangan Komoditi di Bursa.
1. BUS atau UUS yang melakukan transaksi SiKA wajib melaporkan
transaksi SiKA kepada Bank Indonesia melalui Sistem LHBU sesuai
dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai Sistem
LHBU.
2. Dalam hal transaksi SiKA belum dapat dilaporkan secara online melalui
Sistem LHBU, BUS dan UUS melaporkan transaksi SiKA yang dilakukan
dengan mengirimkan softcopy laporan melalui e-mail dan hardcopy
laporan melalui faksimili kepada Direktorat Perbankan Syariah dan
Direktorat Pengelolaan Moneter.
3. Pelaporan sebagaimana dimaksud pada angka 2 menggunakan format
laporan sebagaimana contoh pada Lampiran ketentuan ini.
Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank
Umum
1. Bank Konvensional adalah Bank Umum sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional.
2. Bank Umum Syariah yang selanjutnya disingkat BUS adalah Bank Umum
Syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21
Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
9
Likuiditas Rupiah
Paragraf
Instrumen Pasar Uang
Sumber Regulasi
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
22
Ketentuan
Unit Usaha Syariah yang selanjutnya disingkat UUS adalah Unit Usaha
Syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21
Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Bank Asing adalah bank yang berkedudukan di luar negeri yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau
berdasarkan prinsip syariah, tidak termasuk kantor bank dari bank
berbadan hukum Indonesia yang beroperasi di luar negeri.
Perusahaan Pialang Pasar Uang Rupiah dan Valuta Asing yang
selanjutnya disebut Perusahaan Pialang adalah Perusahaan Pialang
sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia yang
mengatur mengenai pialang pasar uang rupiah dan valuta asing.
Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah yang selanjutnya
disingkat PUAS adalah kegiatan transaksi keuangan jangka pendek
antarbank berdasarkan prinsip syariah baik dalam rupiah maupun
valuta asing.
Instrumen PUAS adalah instrumen keuangan berdasarkan prinsip
syariah yang diterbitkan oleh BUS atau UUS yang digunakan sebagai
sarana transaksi di PUAS.
Sertifikat Investasi Mudaharabah Antarbank yang selanjutnya disingkat
SIMA adalah sertifikat yang diterbitkan oleh BUS atau UUS yang
digunakan sebagai sarana investasi jangka pendek di PUAS dengan akad
mudharabah.
Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal)
kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha
tertentu, dengan pembagian menggunakan metode bagi untung dan
rugi (profit and loss sharing) atau metode bagi pendapatan (revenue
sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati
sebelumnya.
Ju’alah adalah janji atau komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan
tertentu (‘iwadh/ju’l) atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan
dari suatu pekerjaan.
Sistem Laporan Harian Bank Umum yang selanjutnya disebut Sistem
LHBU adalah sarana pelaporan Bank kepada Bank Indonesia secara
harian, termasuk penyediaan informasi pasar uang dan pengumuman
dari Bank Indonesia.
Romawi II
Karakteristik Dan Persyaratan Penerbitan SIMA
SE
14/3/DPM 1012
Romawi II
SIMA mempunyai karakteristik dan persyaratan sebagai berikut :
1. Diterbitkan dengan menggunakan akad Mudharabah.
2. Dapat diterbitkan dalam rupiah maupun valuta asing.
3. Dapat diterbitkan dengan atau tanpa warkat (scripless).
4. Berjangka waktu satu hari (overnight) sampai dengan 365 (tiga ratus
enam puluh lima) hari.
5. Dapat dialihkan kepemilikannya sebelum jatuh waktu.
6. Dapat diterbitkan berdasarkan aset yang memiliki imbal hasil tetap
dan/atau aset yang memiliki imbal hasil tidak tetap.
7. Dapat diterbitkan paling banyak sebesar nilai aset yang menjadi dasar
penerbitannya.
10
Likuiditas Rupiah
Paragraf
23
Sumber Regulasi
Romawi III
SE
14/3/DPM 1012
Romawi III
Romawi IV
24
SE
14/3/DPM 1012
Romawi IV
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
Mekanisme Transaksi
1. SIMA diterbitkan oleh BUS atau UUS.
2. SIMA dapat dibeli oleh BUS, UUS, Bank Konvensional, atau Bank Asing.
3. SIMA dapat dialihkan kepemilikannya sebelum jatuh waktu dengan
menggunakan akad jual beli (al bai’) pada harga yang disepakati.
4. Penjual SIMA dapat berjanji (al wa’d) untuk membeli kembali SIMA yang
telah dialihkan sebagaimana dimaksud pada angka 3 pada harga yang
disepakati di awal.
5. Transaksi pembelian SIMA dan transaksi penjualan SIMA dapat
dilakukan secara langsung dan/atau melalui Perusahaan Pialang.
6. Dalam hal transaksi dilakukan melalui Perusahaan Pialang sebagaimana
dimaksud pada angka 5, penggunaan Perusahaan Pialang oleh BUS atau
UUS menggunakan akad Ju’alah.
7. Penerbit SIMA menginformasikan kepada pembeli SIMA antara lain :
a. nilai nominal investasi;
b.jangka waktu investasi;
c. nisbah (bagi hasil);
d.jenis aset yang menjadi dasar penerbitan SIMA yaitu asset yang
memiliki imbal hasil tetap atau aset yang memiliki imbal hasil tidak
tetap; dan
e. tingkat imbal hasil SIMA yang akan didistribusikan atau indikasi
tingkat imbalan SIMA sebelum didistribusikan pada bulan terakhir,
sesuai dengan jenis aset yang menjadi dasar penerbitan SIMA.
8. Dalam hal terjadi pengalihan kepemilikan SIMA, pembeli SIMA terakhir
harus memberitahukan kepada penerbit SIMA.
9. Informasi sebagaimana dimaksud pada angka 8 digunakan oleh penerbit
SIMA dalam membayar nominal investasi pada saat jatuh waktu dan
pembayaran imbalan.
Penyelesaian Transaksi
1. Pada saat SIMA diterbitkan, pembeli SIMA melakukan transfer dana
kepada penerbit SIMA sebesar nilai nominal SIMA.
2. Pada saat SIMA jatuh waktu, penerbit SIMA melakukan transfer dana
kepada pembeli SIMA:
a. sebesar nilai nominal SIMA ditambah imbalan, untuk SIMA yang
diterbitkan dengan dasar aset yang memiliki imbal hasil tetap.
b.sebesar nilai nominal SIMA, untuk SIMA yang diterbitkan dengan
dasar aset yang memiliki imbal hasil tidak tetap
3. Untuk SIMA yang diterbitkan dengan dasar aset yang memiliki imbal
hasil tidak tetap sebagaimana dimaksud pada butir 2.b., pembayaran
imbalan dilakukan pada hari kerja pertama bulan berikutnya setelah
SIMA jatuh waktu.
4. Pada saat SIMA dialihkan kepemilikannya sebelum jatuh waktu dengan
menggunakan akad jual beli (al bai’), pembeli SIMA melakukan transfer
dana kepada penjual SIMA sebesar harga yang disepakati.
5. Dalam hal SIMA dialihkan kepemilikannya sebelum jatuh waktu dengan
akad jual beli (al bai’) dan penjual SIMA berjanji (al wa’d) untuk
membeli kembali SIMA yang telah dialihkan tersebut, maka dilakukan
hal-hal sebagai berikut :
a. Pada awal transaksi, para pihak yang bertransaksi menyepakati harga
11
Likuiditas Rupiah
Paragraf
25
Sumber Regulasi
Instrumen Pasar Uang
Ketentuan
pada saat penjualan SIMA dan harga pada saat jatuh waktu janji (al
wa’d) untuk membeli kembali .
b.Penjual SIMA berjanji (al wa’d) untuk membeli kembali SIMA dengan
menandatangani dokumen janji untuk membeli kembali yang
terpisah dari dokumen perjanjian jual beli.
c. Pada saat penjualan SIMA, pembeli SIMA melakukan transfer dana
kepada penjual SIMA sebesar harga yang disepakati.
d.Pada saat jatuh waktu janji (al wa’d) untuk membeli kembali, penjual
SIMA melakukan transfer dana kepada pembeli SIMA sebesar harga
yang disepakati di awal.
Romawi V
Pelaporan
SE
14/3/DPM 1012
Romawi V
BUS, UUS, atau Bank Konvensional yang melakukan transaksi SIMA wajib
melaporkan transaksi SIMA kepada Bank Indonesia melalui Sistem LHBU
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai LHBU.
12
LAMPIRAN
SURAT EDARAN BANK INDONESIA
NOMOR 14/1/DPM TANGGAL 4 JANUARI 2012ESEMBER 2011
PERIHAL PASAR UANG ANTAR BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH
CONTOH SURAT PERMOHONAN PERSETUJUAN PENERBITAN
INSTRUMEN PUAS
No. (diisi nomor surat)
Lamp. (diisi jumlah lampiran)
(tanggal surat)
Kepada
Bank Indonesia
Jl.M.H.Thamrin No.2
Jakarta 10350
U.p. Direktorat Perbankan Syariah
Perihal : Permohonan Persetujuan Penerbitan Instrumen PUAS
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dengan
ini
kami
mengajukan
permohonan
persetujuan
penerbitan Instrumen PUAS dengan nama .............................. Untuk
melengkapi permohonan dimaksud, bersama ini kami sampaikan :
a. fotokopi fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Instrumen PUAS
yang akan diterbitkan;
b. opini syariah Dewan Pengawas Syariah dari BUS atau UUS
terhadap Instrumen PUAS yang akan diterbitkan;
c. penjelasan tentang Instrumen PUAS yang akan diterbitkan yang
meliputi karakteristik, skema transaksi, proses akuntansi, pihak
yang berwenang, infrastruktur yang diperlukan dan analisis risiko
Instrumen PUAS tersebut;
d. draft atau pokok-pokok ketentuan dalam akad atau kontrak
keuangan; dan
e. informasi …
13
e. informasi dan/atau dokumen lainnya yang menurut hemat kami
relevan dan berguna untuk menilai manfaat serta risiko Instrumen
PUAS tersebut.
Demikian permohonan kami.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
(Tanda tangan dan nama
Direksi BUS/Direksi Kantor
Pusat Bank
Konvesional/Kepala UUS)
cc.-Direktorat Pengelolaan Moneter, Bank Indonesia
DIREKTUR PENGELOLAAN MONETER,
HENDAR
14
LAMPIRAN
SURAT EDARAN BANK INDONESIA
NOMOR 14/ 3 /DPM TANGGAL 4 JANUARI 2012 DESEMBER 2011
PERIHAL SERTIFIKAT PERDAGANGAN KOMODITI BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH ANTARBANK
Kepada Yth.
Bank Indonesia
cq. :
Direktorat Perbankan Syariah (Fax 021-3447620)
Direktorat Pengelolaan Moneter (Fax 021-2310171)
Jl. MH Thamrin No.2
Jakarta-10350
CONTOH LAPORAN TRANSAKSI SiKA
Sandi Bank
ID
Ope
rasio
nal
No
Ref
Jenis Kegiatan
Usaha
Sandi
Bank
Penanam
Dana
Sandi
Bank
Pengelola
Dana
Tanggal Laporan
Mata
Uang
Tk.
Imbalan /
Margin
Instrumen
PUAS
Volume
(juta Rp)
Jumlah record isi
Volume
(valuta
dasar)
Tgl
Valuta
Tgl Jth.
Tempo
Jk.
Waktu
Jam
Transaksi
Jenis kegiatan usaha bank
penanam dana
Jenis kegiatan usaha bank pengelola dana
Jakarta, (diisi tanggal)
(tanda tangan pejabat/pegawai bank yang bertanggung jawab)
DIREKTUR PENGELOLAAN MONETER,
HENDAR
15
Download

Visio-Cover Kodifikasi.vsd