i ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
MATERI TRANSFORMASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
KURIKULUM 2013 DI KELAS VII SMP NEGERI 2 WEDI
TAHUN AJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika
Disusun Oleh:
Lusia Devi Astuti
NIM : 121414021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
IF YOU CAN IMAGINE IT, YOU CAN DO IT
-WALT DISNEY-
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
Tuhan Yesus, Bunda Maria atas segala berkat, kasih,
penyertaan, serta mukjizatNya
Papi, Yoseph Kasdi, dan Mami Chatarina Sri Suyati,
yang selalu setia memberi dukungan dan kasih sayang
Teteh Elisabeth Kurnia Martikasari, Mas Dominikus Arif Budi Prasetyo,
Dik Leonardus Euler Alfaro Prasetyo dan Adik Martinus Novian
Prasetyantomo, yang setia mendukung dan menguatkanku
Sahabat-sahabat yang setia mendukung, mendoakan dan menghibur
Almamater, Universitas Sanata Dharma
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Lusia Devi Astuti (NIM: 121414021). 2016. Analisis Pelaksanaan
Pembelajaran Matematika Materi Transformasi dengan Pendekatan Saintifik
Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Negeri 2 Wedi Tahun Ajaran 2015/2016.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogayakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pembelajaran
matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di kelas VII SMP
Negeri 2 Wedi tahun ajaran 2015/2016 (2) hasil belajar siswa kelas VII SMP
Negeri 2 Wedi dalam mempelajari materi transformasi dengan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013 tahun ajaran 2015/2016.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif
dan kualitatif. Subjek penelitian adalah 1 orang guru kelas VII dan 35 siswa kelas
VII A SMP Negeri 2 Wedi Klaten. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret
sampai April 2016. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi,
rekaman video, wawancara, dan tes tertulis. Hasil observasi dianalisis secara
kuantitatif dan kualitatif. Video pembelajaran dianalisis secara kualitatif dengan
membuat transkrip video, reduksi data, dan kategorisasi data. Hasil wawancara
dianalisis untuk mengetahui kendala yang dialami guru dan siswa dalam
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik. Jawaban tes tertulis
dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui kategori prestasi
siswa dan strategi siswa dalam menyelesaikan soal.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Pelaksanaan pembelajaran
yang dilaksanakan telah sesuai RPP sebesar 72,7%. Guru telah mempersiapkan
pembelajaran sesuai langkah-langkah pendekatan saintifik yaitu mengamati,
menanya,
mengumpulkan
informasi,
mengolah
informasi,
dan
mengkomunikasikan. Namun, pelaksanaan pembelajaran matematika dengan
pendekatan saintifik Kurikulum 2013 masih kurang maksimal, terutama pada
tahap menanya dan mengolah informasi/ mengasosiasi/ menalar. Aktivitas siswa
dalam pembelajaran juga masih perlu ditingkatkan agar lebih sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan santifik Kurikulum
2013 (2) Hasil belajar siswa menunjukkan kategori tinggi, yaitu dengan rata-rata
81. Namun, hasil belajar terbatas pada soal-soal rutin sehingga tidak dapat
digunakan untuk melihat kemampuan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Pendekatan Saintifik, Kurikulum 2013,
Transformasi, Hasil Belajar
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
Lusia Devi Astuti (NIM: 121414021). 2016. Analysis of the implementation of
the mathematical learning of material transformation with the scientific
approach to Kurikulum 2013 at the seventh grade of SMP Negeri 2 Wedi
academic year 2015/2016. Thesis. Mathematics Education Study Program,
Department of Mathematics Education and Natural Sciences, Faculty of
Teachers Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.
This research aims to know: (1) The implementation of the mathematical
learning with the scientific approach to Kurikulum 2013 at the seventh grade of
SMP Negeri 2 Wedi academic year 2015/2016 (2) student’s learning outcomes at
the seventh grade of SMP Negeri 2 Wedi in learning material transformation with
scientific approach to curriculum 2013 academic year 2015/2016.
This is a descriptive research with quantitative and qualitative approaches.
The research participants are teacher of 7th grade and 35 students of class VII A of
SMP Negeri 2 WediKlaten. This research was done in March to April 2016. The
data was gathered through observation, video recording, interview, and written
tes. The result of the observation was analyzed in quantitative and qualitative. The
video learning was analyzed in qualitative by creating video transcript, data
reduction, and data categorization. The result of the interview was analyzed in
order to find out the obstacles experienced by teachers and students in
mathematical learning with ascientific approach. The result of the written tes was
analyzed in quantitative and qualitative in order to find out the category of
student’s achievement and student's strategy in solving the problem.
The results are (1) The learning has been implemented according to the
lesson plan which reaches up to 72,7%. The teacher has prepared learning steps
which in accordance with the scientific approach which is observing, questioning,
associating, experimenting, and networking. Nevertheless, the implementation of
the mathematical learning with a scientific approach to curriculum 2013 is still
insufficient especially in asking and associating steps. Student’s activity in
learning also needs to be improved in order to be more in accordance with the
learning steps of ascientific approach to Kurikulum 2013 (2) Student’s learning
outcome indicates the high category with an average 81. However, the learning
outcomes limited to routine questions so that it cannot be used to figure out
student’s ability in critical thinking.
Keywords: Mathematical Learning, Scientific Approach, Kurikulum 2013,
transformation, learning outcomes
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus atas segala berkat dan rahmatNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
pada Program Studi Pendidikan Matematika.
Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak
pengalaman dan hambatan, akan tetapi, berkat dukungan, motivasi, dan bantuan
dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena
itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu dan mendukung, diantaranya:
1. Bapak Hongki Julie, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika
Universitas Sanata Dharma
2. Bapak Prof. Dr. St. Suwarsono, selaku dosen pembimbing akademik
3. Ibu Veronika Fitri Rianasari, S.Pd., M.Sc., selaku dosen pembimbing yang
telah meluangkan waktu selama penyusunan skripsi ini
4. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. dan Bapak Antonius Yudhi
Anggoro, M.Si.
5. Segenap dosen dan karyawan JPMIPA Universitas Sanata Dharma atas
segala pelayanan dan bimbingan selama penulis menempuh studi di
Universitas Sanata Dharma
6. Ibu Agnes Martini, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 2 Wedi yang telah
memberikan kesempatan serta izin untuk melakukan penelitian
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Ibu Isbakdiyati, S.Pd., selaku guru mata pelajaran matematika kelas VII A
SMP Negeri 2 Wedi atas bimbingan dan kerjasamanya
8. Siswa-siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi yang telah membantu
sebagai subyek penelitian
9. Keluarga tercinta, Papi, Mami, Teteh, Dek Yayan, Mas Arif, Dek Leo, atas
segala dukungan, bimbingan, doa, waktu dan tenaga, serta kasih sayang
yang telah dicurahkan
10. Bastanta Bernardus, atas segala dukungan, semangat, dan doa yang
diberikan
11. Sahabat-sahabat semua, Gita, Cela, Dieta, Eva, Yaya, Galuh, Ceha, Raisa,
Pepe, Ika, Rika, Dedi atas segala bantuan, dukungan dan semangat yang
diberikan
12. Teman-teman teman-teman PPL dan P.Mat 2012
13. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, terimakasih atas
bantuan dan dukungannya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna, oleh karena itu,
saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
perbaikan di karya selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap agar skripsi ini
dapat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan.
Penulis
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………...………………………… i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ……………....………… ii
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………… iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………… iv
HALAMAN KEASLIAN KARYA ……………………………………... v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
KARYA ILMIAH ……………………………………………………….
vi
ABSTRAK ………………………………………………………………
vii
ABSTRACT ………………………………………………………….…..
viii
KATA PENGANTAR …………………………………………………..
ix
DAFTAR ISI …………………………………………………………….
xi
DAFTAR TABEL ……………………………………………………….
xiii
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………
xv
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………….
xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………
1
B. Identifikasi Masalah ………………………………………..
4
C. Pembatasan masalah ………………………………………..
5
D. Rumusan masalah …………………………………………..
5
E. Tujuan Penelitian …………………………………………..
6
F. Manfaat Penelitian ………………………………………....
6
G. Batasan Istilah …………………………………………..….
7
H. Sistematika Penulisan …………………………………..….
8
BAB II LANDASAN TEORI
A. Analisis …………………………………………………......
11
B. Belajar dan Hasil Belajar …………………………………...
12
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. Pembelajaran Matematika ………………………………....
14
D. Kurikulum 2013 ………………………………………..…..
18
E. Pendekatan Pembelajaran ………………………….....……
22
F. Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 ……………...…..…
24
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ………………………………………………
53
B. Subjek dan Objek Penelitian ………………………………..
54
C. Tempat dan Waktu Penelitian ………………………………
54
D. Data Penelitian ………………………………………………
55
E. Metode Pengumpulan Data ………………………………....
55
F. Instrumen Penelitian ………………………………………..
58
G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ……………
64
H. Metode Analisis Data ……………………………………….
66
BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA,
DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan penelitian ………………………………………
76
B. Data Penelitian ………………………………………………
83
C. Analisis Data ………………………………………………..
84
D. Pembahasan …………………………………………………
119
E. Keterbatasan Penelitian …………………………………….
162
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan …………………………………………………
164
B. Saran ………………………………………………………..
166
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………...
169
LAMPIRAN …………………………………………………………….
173
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1
: Kisi-kisi Penelaahan RPP ……………………………….. 58
Tabel 3.2
: Kisi-kisi Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
dengan Pendekatan Saintifik ……………………………. 59
Tabel 3.3
: Kisi-kisi Aktivitas Siswa dalam Pembelajar
dengan Pendekatan Saintifik …………………………..... 60
Tabel 3.4
: Kisi-kisi Wawancara dengan Guru ……………………... 61
Tabel 3.5
: Kisi-kisi Wawancara dengan Siswa …………………….. 61
Tabel 3.6
: Kisi-kisi Soal Tertulis ………………………………........ 62
Tabel 3.7
: Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi ……………….. 64
Tabel 3.8
: Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi ……………….. 65
Tabel 3.9
: Kriteria Penilaian Hasil Telaah RPP ……………………. 67
Tabel 3.10
: Kategori Kesesuaian Pembelajaran
dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 ……….... 68
Tabel 3.11
: Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran
dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 ………..... 70
Tabel 3.12
: Rubrik Perbandingan RPP dengan Pelaksanaan ………... 71
Tabel 3.13
: Tabel Predikat Capaian Hasil Belajar Siswa …………..... 71
Tabel 4.1
: Hasil Telaah RPP …………………..………………….... 85
Tabel 4.2
: Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian
Tahap Pendahuluan Pembelajaran dengan Pendekatan
Saintifik pada Setiap Pertemuan dan Keseluruhan ..…...
Tabel 4.3
88
: Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian Tahap Inti
Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
pada Setiap Pertemuan dan Keseluruhan ……………..... 89
Tabel 4.4
: Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian Tahap
Penutup Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
pada Setiap Pertemuan dan Keseluruhan ………………... 90
Tabel 4.5
: Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 …………. 92
Tabel 4.6
: Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan pertama …………………………..…………. 94
Tabel 4.7
: Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan kedua …………………………..………….... 95
Tabel 4.8
: Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Ketiga …………………………..…………... 97
Tabel 4.9
: Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Keempat …………………………..……..….. 98
Tabel 4.10
: Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan I …………………..…………. 100
Tabel 4.11
: Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan II …………..………………… 100
Tabel 4.12
: Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan III ……………………………. 100
Tabel 4.13
: Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan IV ………………..………….. 101
Tabel 4.14
: Tabel Predikat Capaian Hasil Belajar Siswa ………….
Tabel 4. 15
: Predikat Ketercapaian Hasil Belajar Siswa
112
Secara Keseluruhan …………………………..……….... 112
Tabel 4.16
: Predikat Ketercapaian Indikator
Menentukan Kedudukan Suatu Titik/ bangun Datar
pada Koordinat Cartesius dan Menggambar Bangun Datar
pada Bidang Koordinat ….…………..………..………… 114
Tabel 4.17
: Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil
Pencerminan …………………………..………………… 115
Tabel 4.18
: Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil
Translasi ……………………………………….………… 116
Tabel 4.19
: Predikat Ketercapaian Indikator Memiliki Keterampilan
untuk Mengerjakan Soal Pengembangan
tentang Translasi …………………….………..………….. 118
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
: Koordinat Kartesius ..…… ……………………………... 50
Gambar 4.1
: Jawaban S8 untuk soal nomor 1 ..…..………………….... 104
Gambar 4.2
: Jawaban S1 untuk soal nomor 2……..…………...…….... 105
Gambar 4.3
: Jawaban S22 untuk soal nomor 2 ……..……...………...... 105
Gambar 4.4
: Jawaban S2 untuk soal nomor 3 ..…..………………….... 106
Gambar 4.5
: Jawaban S22 untuk soal nomor 3…..……………….….... 106
Gambar 4.6
: Jawaban S6 untuk soal nomor 4 .…..……………….….... 107
Gambar 4.7
: Jawaban S22 untuk soal nomor 5 .…..………………...... 108
Gambar 4.8
: Jawaban S30 untuk soal nomor 5..…..………………….. 108
Gambar 4.9
: Jawaban S27 untuk soal nomor 6 ..…..…………………. 109
Gambar 4.10 : Jawaban S1untuk soal nomor 7 ………………………… 110
Gambar 4.11 : Jawaban S26 untuk soal nomor 7..…..…………………. 110
Gambar 4.12 : Jawaban S5 untuk soal nomor 8 ……..…………………. 111
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A
A.1
Surat Ijin Penelitian ……………………………………………… L1
A. 2
Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Penelitian ………………. L2
A. 3
Validitas Soal Tes Uji Coba ……………………………………… L3
A. 4
Reliabilitas Soal Tes Uji Coba …………………………………… L15
LAMPIRAN B
B. 1
Lembar Telaah RPP ……………………………………………… L17
B. 2
Lembar Observasi Pembelajaran ………………………………… L20
B. 3
Lembar Observasi Aktivitas Siswa ……………………………… L26
B. 4
Lembar Wawancara ……………………………………………… L28
B. 5
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ……………………… L31
B. 6
Soal Tes ………………………………….………………………. L57
B. 7
Nilai Soal Tes ..…………………………………………………..
L61
LAMPIRAN C
C. 1
Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran ……………………… L59
C. 2
Transkrip Video Pembelajaran …………………………………… L65
C. 3
Hasil Observasi Aktivitas Siswa ………………………………… L100
C.4
Keterlaksanaan Pembelajaran
(Perbandingan RPP dengan Pelaksanaan) ……………………….. L102
C. 5
Transkrip Wawancara …………………………………………..
C. 6
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 1 ………………………… L129
C. 7
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 2 ………………………… L137
C. 8
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 3 ………………………… L143
C. 9
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 4 ………………………… L149
L122
C. 10 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 5 ………………………… L155
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 11 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 6 ………………………… L164
C. 12 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 7 ………………………… L180
C. 13 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 8 ………………………… L185
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan merupakan hal yang harus terjadi dalam bidang pendidikan.
Pada tahun 2013, di Indonesia terjadi pergantian dari Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan
kurikulum berbasis kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan
penilaian
autentik
untuk
mencapai
kompetensi
sikap,
kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan secara terintegrasi. Orientasi
pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013 adalah untuk menghasilkan
insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif (Abdul Majid &
Chaerul Rochman, 2014). Hal itu guna membentuk watak serta meningkatkan
peradaban
dan
martabat
bangsa.
Pada
tahun
ajaran
2015/2016,
sekolah/madrasah diberikan kebebasan memilih untuk tetap melanjutkan
Kurikulum 2013, atau kembali ke KTSP.
Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, perlu adanya perubahan mindset dari
metodologi pembelajaran pola lama menuju metodologi pembelajaran yang
sesuai dengan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, guru yang berada di sekolah
yang menerapkan Kurikulum 2013 perlu memahami penerapan pendekatan
dan strategi pembelajaran sesuai dengan standar proses Kurikulum 2013.
Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang harus
digunakan dalam penerapan Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian
rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau
prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau
menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan
hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data,
menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip
yang ditemukan.
Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada
peserta didik, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, dan
tidak hanya bergantung pada guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang
diharapkan tercipta, diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari
tahu dari berbagai sumber melalui observasi. Penerapan pendekatan saintifik
dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati,
mengklasifikasi, mengukur, meramal, menjelaskan, dan menyimpulkan
(Hosnan, 2014). Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru
masih diperlukan. Akan tetapi, bantuan guru tersebut harus semakin berkurang
sesuai dengan kondisi semakin bertambah dewasa atau tinggi kelas peserta
didik.
Apabila sekolah memutuskan untuk melaksanakan Kurikulum 2013, atau
menjadi sekolah percontohan dalam melaksanakan Kurikulum 2013,
pembelajaran haruslah menggunakan pendekatan saintifik sesuai dengan
Kurikulum 2013. Peneliti menemukan fakta di lapangan, bahwa ada beberapa
sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 namun tidak menggunakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
pendekatan saintifik pada pembelajarannya. Bahkan terkadang pembelajaran
dilakukan secara konvensional tanpa ada perubahan yang berarti dengan
diterapkannya Kurikulum 2013 di sekolah tersebut.
SMP Negeri 2 Wedi Klaten merupakan sekolah yang terletak di perbatasan
Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten dengan Kecamatan Gedangsari
Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah
sekolah yang tidak terletak di pusat kota, tetapi menjadi sekolah percontohan
dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Peneliti merasa sekolah ini menarik
untuk diteliti lebih lanjut karena sekolah ini telah melaksanakan Kurikulum
2013 dari tahun 2013.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di kelas VII SMP
Negeri 2 Wedi yang telah menerapkan Kurikulum 2013, dijelaskan bahwa
sebagian besar pembelajaran matematika telah menggunakan pendekatan
saintifik. Meskipun sekolah telah menggunakan Kurikulum 2013 sejak tahun
2013, pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik
masih terasa sulit dan belum dapat maksimal. Hal itu disebabkan oleh
pemahaman guru tentang implementasi pendekatan saintifik masih kurang
mendalam, partisipasi siswa masih kurang terlibat dalam pembelajaran, dan
sarana penunjang yang dirasa masih kurang di sekolah ini. Sarana penunjang
dalam hal ini misalnya ketersediaan LCD di sekolah yang terbatas. Jadwal
penggunaan LCD antara para guru yang terkadang bertabrakan membuat para
guru memilih untuk tidak menggunakan LCD proyektor pada pembelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Materi transformasi digunakan dalam penelitian ini karena materi ini
merupakan materi yang baru bagi kelas VII. Materi transformasi merupakan
materi kelas VII yang ada dalam Kurikulum 2013 dan tidak ada pada materi
kelas VII pada KTSP. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui hasil
belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013.
Melihat fakta
di lapangan tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk
melihat pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik
sesuai Kurikulum 2013 dan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
matematika menggunakan pendekatan saintifik. Hasil penelitian diharapkan
dapat menunjukkan ketercapaian tujuan pembelajaran saintifik sesuai
Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Wedi. Tujuan pembelajaran matematika
materi transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dapat
terlihat dari hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil belajar siswa dalam
pembelajaran matematika menggunakan Kurikulum 2013 terdiri dari 3 aspek,
yaitu aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Berdasarkan pemikiran itu,
peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian berjudul “Analisis Pelaksanaan
Pembelajaran Matematika Materi Transformasi dengan Pendekatan Saintifik
Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Negeri 2 Wedi Tahun Ajaran 2015/2016”.
B. Identifikasi Masalah
1. SMP Negeri 2 Wedi telah melaksanakan Kurikulum 2013 dari tahun
ajaran 2013/2014, tetapi guru matematika masih merasa kesulitan dalam
menggunakan pendekatan saintifik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
2. Pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Wedi telah menggunakan
pendekatan saintifik, tetapi pelaksanaan pembelajaran menggunakan
pendekatan saintifik masih kurang maksimal.
C. Pembatasan Masalah
1. Penelitian ini dibatasi pada pembelajaran matematika materi transformasi
dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di kelas VIIA SMP Negeri
2 Wedi tahun ajaran 2015/2016.
2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan
dalam ranah Kurikulum 2013, yang dibatasi pada aspek pengetahuan.
Materi transformasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah materi
transformasi kelas VII Kurikulum 2013 dengan sub materi bidang
koordinat, translasi dan refleksi.
D. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
dengan pendekatan saintifik di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi tahun ajaran
2015/2016 yang menerapkan Kurikulum 2013?
2. Bagaimana hasil belajar siswa kelas VII dalam mempelajari materi
transformasi dengan pendekatan saintifik di SMP Negeri 2 Wedi tahun
ajaran 2015/2016 yang menerapkan Kurikulum 2013?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
E. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan
saintifik di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi tahun ajaran 2015/2016 yang
menerapkan Kurikulum 2013.
2. Mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wedi dalam
mempelajari materi transformasi dengan pendekatan saintifik tahun ajaran
2015/2016 yang menerapkan Kurikulum 2013.
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi guru
a. Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhdap ketercapaian
pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika.
b. Dengan adanya hasil evaluasi, guru diharapkan dapat lebih memahami
pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika
c. Guru
diharapkan
mengembangkan
dapat
metode
lebih
kreatif
pembelajaran
dalam
yang
memilih
selaras
dan
dengan
pendekatan saintifik.
2. Bagi Sekolah
a. Penelitian ini dapat memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan pembelajaran di sekolah dengan pendekatan saintifik.
b. Sekolah dapat lebih baik lagi dalam menciptakan fungsinya sebagai
tempat pendidikan dan pembinaan bagi siswa dalam hal pemikiran
ilmiah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
3. Bagi Peneliti
Peneliti dapat lebih memahami tentang bagaimana melaksanakan
pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika.
G. Batasan Istilah
1. Analisis
Analisis adalah proses penyelidikan dan kegiatan memahami seluruh
informasi yang terdapat pada suatu kasus yang sedang terjadi.
2. Pembelajaran Matematika
Pembelajaran matematika adalah suatu proses pembangunan makna dan
pemahaman yang melibatkan siswa secara aktif, dimana proses ini
dirancang guru sebagai usaha untuk membantu siswa mencapai perubahan
pengetahuan, pemahaman, keterampilan tentang matematika.
3. Kurikulum 2013
Pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013 diorientasikan untuk
menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
4. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran adalah suatu cara untuk memulai pembelajaran
agar pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
5. Pendekatan Saintifik
Pendekatan saintifik adalah konsep dasar yang melatarbelakangi metode
pembelajaran sehingga mampu melibatkan siswa secara aktif melalui
kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyimpulkan, dan
mengkomunikasikan.
6. Transformasi
Transformasi T di bidang adalah fungsi satu-satu dari himpunan titik
dalam bidang Euclides kepada himpunan yang sama
7. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa sehingga terjadi
perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur
dalam bentuk pengamatan, sikap, dan keterampilan. Hasil belajar siswa
yang digunakan dalam penelitian ini terbatas pada aspek pengetahuan/
kognitif dan keterampilan.
H. Sistematika Penulisan
Bagian-bagian dalam laporan skripsi ini antara lain:
1. Bagian Pembuka
Bagian awal skripsi memuat beberapa halaman yang menunjang
kelengkapan leporan skripsi yang terdiri dari halaman judul, halaman
persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman
persembahan, halaman pernyataan keaslian karya, abstrak, lembar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.
2. Bagian Isi
Bagian isi memuat hal-hal inti dalam penulisan skripsi, seperti:
BAB I
PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang informasi umum dalam skripsi,
seperti: latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan sistematika
penulisan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori-teori yang melandasi penelitian. Hal-hal yang
dibahas dalam landasan teori antara lain: analisis, belajar dan hasil belajar,
pembelajaran matematika, Kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran,
pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan aspek-aspek metodologi penelitian yang
merupakan gambaran mengenai jalannya penelitian. Aspek-aspek yang
dimaksud antara lain: jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, tempat
dan waktu penelitian, data penelitian, metode pengumpulan data,
instrument penelitian, validitas dan reliabilitas instrument penelitian,
metode analisis data.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
BAB IV
PELAKSANAA PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN
PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang jalanya pelaksanaan penelitian,
penyajian data penelitian, analisis data dan penyajian hasil analisis,
pembahasan hasil analisis, dan keterbatasan penelitian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan
pelaksanaan penelitian dan hasil analisis yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya
3. Bagian Akhir
Bagian akhir skripsi memuat hal-hal yang bersifat melengkapi
penulisan
skripsi,
seperti
daftar
pustaka
dan
lampiran-lampiran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Analisis
Analisis menurut Rangkuti (2009) adalah kegiatan memahami seluruh
informasi yang terdapat pada suatu kasus untuk mengetahui permasalahan apa
yang sedang terjadi. Dalam melakukan suatu analisis diperlukan kerangka
analisis kasus sebagai berikut:
1. Memahami situasi dan informasi yang ada
2. Memahami permasalahan yang terjadi, baik secara umum maupun
spesifik
3. Menciptakan atau memberikan berbagai alternative penyelesaian
4. Evaluasi pilihan alternative dan pilih yang terbaik serta memberikan
berbagai kemungkinan yang terjadi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun, 2011) analisis
adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan
sebagainya). Menurut Kamus Matematika (Roy Hollands, 1983), analisis
adalah peristiwa pemisahan ke dalam bagian-bagian. Dari definisi analisis
yang telah dikemukakan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis
adalah proses penyelidikan dan kegiatan memahami seluruh informasi yang
terdapat pada suatu kasus yang sedang terjadi.
11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
B. Belajar dan Hasil Belajar
1. Belajar
Belajar merupakan
berlangsung dalam
suatu aktivitas mental atau psikis, yang
interaksi
aktif
dengan
lingkungan,
yang
menghasilkan sejumlah perubahan yang relatif konstan dan berbekas
(Winkel, 2009). Menurut Slameto (2010), belajar
adalah
suatu
proses
usaha
yang
pada
hakikatnya
dilakukan seseorang
untuk
memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai
hasil
pengalamannya sendiri
dalam
interaksinya dengan
lingkungan. Menurut Sudjana (2010), belajar adalah suatu proses yang
ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan
hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti
penambahan
pengetahuan,
pemahaman,
sikap
dan
tingkah
laku,
kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada
individu-individu yang belajar. Dari pendapat para ahli tentang belajar,
dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis,
yang berlangsung dalam
interaksi
aktif
dengan
lingkungan untuk
memperoleh perubahan tingkah laku seperti penambahan pengetahuan,
pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan
aspek-aspek lain.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
2. Hasil Belajar
Hasil belajar siswa adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni
prestasi belajar siswa di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk angka (W.
Winkel, 1989). Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006) hasil belajar adalah
hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberikan
tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran. Nilai yang diperoleh siswa
menjadi acuan untuk melihat penguasaan siswa dalam menerima materi
pelajaran. Hamalik (2008) berpendapat bahwa hasil belajar adalah
terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati
dan diukur dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan
tersebut
dapat
diartikan
sebagai
terjadinya
peningkatan
dan
pengembangan yang lebih baik sebelumnya yang tidak tahu menjadi tahu.
Dari pengertian hasil belajar yang diungkapkan oleh para ahli tersebut,
dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai
oleh siswa sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada diri seseorang
yang dapat di amati dan di ukur dalam bentuk pengetahuan, sikap dan
keterampilan.
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri seseorang
yang dapat diamati. Perubahan tingkah laku yang dimaksud dapat berupa
perubahan kemampuan siswa, misalnya dari yang tidak bisa menjadi bisa.
Strategi jawaban yang dituliskan siswa dalam menjawab soal-soal dapat
dilihat untuk mengukur perubahan kemampuan siswa. Perubahan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
kemampuan ini dapat diukur dari indikator-indikator yang digunakan
untuk mengukur tingkat kemampuan siswa.
C. Pembelajaran Matematika
1. Hakikat Matematika
Matematika berasal dari akar kata mathema artinya pengetahuan,
mathamein artinya berpikir atau belajar. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas
(2008), matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara
bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian
masalah mengenai bilangan. Matematika adalah cara atau metode berpikir
dan bernalar, bahasa lambang yang dapat dipahami oleh semua bangsa
berbudaya (Sukardjono, 2008). Menurut Ali Hamsah dan Muhlisrarini
(2014), matematika memiliki aspek teori dan aspek terapan atau praktis
dan penggolongannya atas matematika murni, matematika terapan dan
matematika sekolah. Umumnya matematika dikenal sebagai ilmu yang
abstrak dan memiliki sedikit bentuk yang berasal dari realita lingkungan
manusia. Pengertian matematika tidak didefinisikan secara mudah dan
tepat, mengingat ada banyak fungsi dan peranan matematika terhadap
bidang studi yang lain.
Menurut Sri Anitah (dalam Ali Hamsah dan Muhlisrarini, 2014), ada
beberapa definisi tentang matematika yaitu:
a. Matematika adalah cabang pengetahuan eksak dan terorganisasi
b. Matematika adalah ilmu tentang keluasaan atau pengukuran dan
letak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
c. Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan dan hubunganhubungannya
d. Matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur, dan
hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis
e. Matematika adalah ilmu deduktif yang tidak menerima generalisasi
yang didasarkan pada observasi (induktif) tetapi diterima
generalisasi yang didasarkan kepada pembuktian secara deduktif.
f. Matematika adalah ilmu tentang struktur yang terorganisasi mulai
dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan, ke
aksioma atau postulat akhirnya ke dalil atau teorema.
g. Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan
besaran, dan konsep-konsep hubungan lainnya yang jumlahnya
banyak dan tebagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan
geometri.
Menurut Ismail, dkk. (dalam Hamzah dan Muhlisrarini, 2014),
matematika adalah ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungan,
membahas masalah-masalah numerik, mengenai kuantitas dan besaran,
mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur, sarana berpikir,
kumpulan sistem, struktur, dan alat.
Berdasarkan beberapa definisi matematika yang telah disebutkan,
dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu deduktif yang
membahas masalah aljabar, logika, analisis dan geometri.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
2. Pembelajaran
Pasal 1 butir 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas,
pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Ada terkandung empat
komponen pembelajaran yaitu: interaksi peserta didik, pendidik, sumber
belajar, dan lingkungan belajar. Pembelajaran dalam konteks pendidikan
formal yakni pendidikan di sekolah, sebagian besar terjadi di kelas dan
lingkungan sekolah. Pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh
individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya (Surya, 2004). Menurut Winkel dalam
Eveline Siregar dan Hartini Nara (2010), pembelajaran adalah seperangkat
tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa dengan
memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperan terhadap
rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa.
Berdasarkan
beberapa
pengertian
pembelajaran
yang
telah
dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah
seperangkat tindakan yang dirancang untuk memperoleh suatu perubahan
baru dengan memperhitungkan kejadian-kejadian yang dialami individu.
3. Pembelajaran Matematika
Menurut Ali Hamzah dan Muhlisrarini (2014), pembelajaran
matematika adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
menciptakan suasana lingkungan memungkinkan seseorang melaksanakan
kegiatan belajar matematika dengan melibatkan partisipasi aktif peserta
didik di dalamnya. Pembelajaran matematika harus memberikan peluang
kepada siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang
matematika.
Menurut Demunth (dalam Ismail dkk, 2004) pembelajaran matematika
berorientasi
pada empat hal.
Pertama, pembelajaran matematika
berorientasi pada matematika formal. Pengertian-pengertian seperti
hubungan, fungsi, kelompok, vektor, diperkenalkan dan dimasukkan
dengan definisi dan dihubungkan satu sama lain dalam suatu sistem yang
susun secara deduktif. Kedua, pembelajaran matematika berorientasi pada
dunia sekeliling. Titik tolaknya adalah tema yang diambil dari jangkauan
pengalaman belajarnya. Pelajaran mempunyai tugas mematematiskan
keadaan sekeliling. Ketiga, pembelajaran matematika sebagai sitem
dimana pelajarnya dilatih untuk menemukan sesuatu secara mandiri.
Keempat, pembelajaran matematika berorientasi pada matematika sebagai
alat. Dalam konsep ini kesiapan menjadi menonjol, dan hanya digunakan
sebagai kesiapan teknis.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun
2006, pembelajaran matematika bertujuan untuk:
a. Memahami
konsep
matematika,
menjelaskan
keterkaitan
antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara
luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan
manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun
bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami
masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model
dan menafsirkan solusi yang diperoleh
d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram,
atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
e. Memiliki
sikap
menghargai
kegunaan
matematika
dalam
kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan
minat
dalam
mempelajari matematika, serta sikap ulet dan
percaya diri dalam pemecahan masalah.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
matematika adalah suatu proses pembangunan makna dan pemahaman
yang melibatkan siswa secara aktif, dimana proses ini dirancang guru
sebagai usaha untuk membantu siswa mencapai perubahan pengetahuan,
pemahaman, keterampilan tentang matematika.
D. Kurikulum 2013
1. Orientasi Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013
Menurut Yunus Abidin (2014), kompetensi yang diharapkan dimiliki
sumber daya manusia saat ini lebih dititikberatkan pada kompetensi
berpikir dan komunikasi. Kompetensi berpikir artinya bahwa diharapkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
sumber daya manusia memiliki pengatahuan yang luas, kemampuan
berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif. Kompetensi komunikasi
artinya bahwa sumber daya manusia hendaknya mempunyai kemampuan
berkomunikasi dalam rangka bekerja sama dan menyampaikan ide-ide
kritis kreatifnya.
Menurut Morocco (dalam Yunus Abidin, 2013), pada abad ke-21
minimalnya ada empat kompetensi belajar yang harus dikuasai yakni
kemampuan pemahaman yang tinggi, kemampuan berpikir kritis,
kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi. Trilling dan Fadel (dalam
Yunus Abidin, 2013) menjelaskan bahwa keterampilan utama yang harus
dimiliki dalam konteks abad ke-21 adalah keterampilan belajar dan
berinovasi. Keterampilan ini berkenaan dengan kemampuan berpikir
kreatif dan kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi
dan berkolaborasi, dan kemampuan untuk beraktivitas dan berinovasi.
Oleh karena itu, proses pembelajaran hendaknya diorientasikan untuk
membekali siswa dengan ketiga keterampilan tersebut, disambung dengan
pengetahuan keilmuan tertentu.
Berdasarkan kompetensi abad ke-21 yang telah dikemukakan beberapa
ahli
di
atas,
Kemdikbud
melakukan
sejumlah
terobosan
guna
meningkatkan mutu pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang
siap bersaing secara global di masa yang akan datang. Salah satu terobosan
awal tersebut adalah memberlakukan Kurikulum 2013. Pemberlakuan
Kurikulum 2013 ditujukan untuk menjawab tantangan zaman terhadap
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
pendidikan yakni untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif, inovatif,
kreatif, kolaboratif, serta berkarakter. Menurut Yunus Abidin (2014),
pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013 diorientasikan untuk
menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana),
dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi.
2. Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013
Berdasarkan orientasi pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013,
terdapat sejumlah elemen kurikulum yang berubah. Beberapa perubahan
elemen tersebut antara lain standar kompetensi lulusan, standar proses, standar
isi, dan standar penilaian.
Ditinjau dari elemen standar lulusan, standar lulusan Kurikulum 2013
menekankan adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills
yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Perubahan ini selanjutnya tertuang dalam Permendikbud Nomor 54 Tahun
2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Ditinjau dari standar proses, sasaran pembelajran dalam Kurikulum 2013
mencakup pengembangan ranah sikap, keterampilan, pengetahuan yang
dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Pembelajaran tidak hanya
berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dalam pembelajaran, guru bukanlah sumber belajar satu-satunya. Pada
dimensi sikap, sikap tidak diajarkan secara verbal tetapi melalui contoh,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
pembiasaan aktivitas, dan teladan. Perubahan ini selengkapnya tertuang dalam
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses.
Pada elemen standar penilaian, penilaian hasil belajar peserta didik
mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan
secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif
setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian
merujuk pada pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran,
kompetensi muatan, kompetensi program, dan proses. Sejalan dengan ruang
lingkup ini, teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian dalam
konteks Kurikulum 2013 adalah penilaian kompetensi sikap, penilaian
kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan. Secara
lengkap, perubahan standar penilaian ini tertuang dalam Permendikbud Nomor
66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian.
Secara teoritis, Kurikulum 2013 menganut dua hal, yaitu pembelajaran
yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang
dikembangkan
berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan
masyarakat, dan pengalaman belajar langsung peserta didik (learnedcurriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal
peserta didik. Pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013 merupakan
pembelajaran yang menuntut siswa belajar melalui serangkaian pengalaman
bekerja ilmiah. Oleh sebab itu, pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013
dilakukan dengan berlandaskan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran yang
dipadu dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
E. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran merupakan tiga istilah
dalam pembelajaran yang sering dianggap sama walaupun sebenarnya
memiliki makna yang berbeda. Menurut hirarki proses pembelajaran,
pendekatan berada pada tingkat tertinggi yang kemudian diwujudkan ke dalam
metode-metode, dan metode ini diwujudkan dalam teknik (Yunus Abidin,
2014). Selain ketiga istilah tersebut, adapula istilah lain dalam pembelajaran,
seperti model dan strategi pembelajaran. Model pembelajaran berada pada
lingkup terluar ketiga istilah tersebut. Dalam sebuah model pembelajaran
termuat pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Menurut Yunus Abidin
(2014), pendekatan bisa diartikan sebagai cara pandang filosofis terhadap
suatu
objek tertentu
yang dipercayai
tanpa harus dibuktikan lagi
kebenarannya. Berdasarkan pengertian ini, pendekatan merupakan aksiomaaksioma
yang
mendeskripsikan
telah
diyakini
hakikat
apa
kebenarannya
yang
akan
dan
diajarkan
berfungsi
dan
untuk
bagaimana
mengajarkannya.
Para ahli memandang pendekatan pembelajaran sebagai seperangkat
asumsi yang paling berkaitan dan bersangkutan dengan hakikat belajar,
hakikat mengajar, hakikat disiplin ilmu yang dipelajari. Menurut Purwoto
(2003), pendekatan pembelajaran merupakan suatu konsep atau prosedur yang
digunakan dalam membahas suatu bahan pelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Pendekatan pembelajaran
adalah cara pandang untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
membelajarkan peserta didik melalui pusat perhatian tertentu (Sa’dun Akbar,
2013).
Berdasarkan
perkembangan
filsafat
pendidikan,
pendekatan
pembelajaran di antaranya terdiri atas: pendekatan behavioristik, pendekatan
kognitivistik, dan pendekatan kostruktivistik. Menurut Yunus Abidin (2014),
pendekatan
pembelajaran
berfungsi
sebagai
panduan
dasar
tentang
mengajarkan sesuatu dan bagaimana sesuatu itu dapat dipelajari dengan
mudah. Pendekatan pembelajaran akan menjadi pedoman bagi proses
pembelajaran sekaligus akan memberikan sejumlah tahapan proses belajarmengajar yangs semestinya dilakukan agar pembelajaran dapat mencapai
tujuan yang dikehendaki. Ciri khas pendekatan pembelajaran menurut Yunus
Abidin (2014) adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan pembelajaran bersifat aksiomatis
2. Pendekatan pembelajaran lahir dari sejumlah asumsi, teori, atau prinsip
tertentu
3. Pendekatan
pembelajaran
akan
melahirkan
sejumlah
metode
pembelajaran
4. Pendekatan pembelajaran memberikan pedoman terhadap metode
pembelajaran khususnya dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
pendekatan pembelajaran adalah suatu cara untuk memulai pembelajaran agar
pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
F. Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
1. Pendeketan Saintifik/ Ilmiah (Scientific Approach)
a. Pengertian Pendeketan Saintifik/ Ilmiah (Scientific Approach)
Sains adalah suatu proses pengumpulan struktur deskriptif tentang
alam yang saling berhubungan (Peter Kosso, 2011). Menurut Abdul
Majid & Chaerul Rochman (2014), pembelajaran saintifik merupakan
pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam
membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Dalam memahami
metode ilmiah dibutuhkan pemahaman tentang hubungan dari
informasi-informasi
secara
luas.
Informasi-informasi
tersebut
diperoleh dari hasil observasi dan teori.
Dalam membuktikan suatu teori, bagian-bagian informasi yang
diperoleh akan saling dihubungan satu sama lain. Pada abad ke-19,
para peneliti mulai mengintegrasikan aspek yang paling penting dari
metode induktif dan deduktif dalam teknik baru, yaitu metode induktifdeduktif, atau dikenal dengan pendekatan ilmiah. Pendekatan ini
berbeda dari penalaran induktif karena menggunakan hipotesis. Sebuah
hipotesis adalah pernyataan yang menjelaskan hubungan antara
variabel-variabel yang belum pasti dianggap benar. Hal ini
menunjukkan bahwa mengidentifikasi pengamatan harus dilakukan
untuk
menyelidiki
pertanyaan.
Pendekatan
ilmiah
umumnya
digambarkan sebagai metode untuk memperoleh pengetahuan. Peneliti
bergerak secara induktif dari pengamatan untuk menghasilkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
hipotesis dan kemudian secara deduktif dari hipotesis ke implikasi
logis dari hipotesis tersebut. Atas dasar bukti yang diperoleh, peneliti
menerima atau menolak hipotesis. Penggunaan hipotesis adalah
perbedaan utama antara pendekatan ilmiah dan penalaran induktif.
Dalam penalaran induktif, peneliti melakukan pengamatan terlebih
dahulu kemudian mengatur informasi yang diperoleh. Dalam
pendekatan ilmiah, peneliti menentukan akibat/ kesimpulan yang
diperoleh apabila hipotesis itu benar dan kemudian melakukan
percobaan
sistematis
untuk
mengkonfirmasi
(atau
gagal
mengkonfirmasi) hipotesis.
b. Langkah-langkah Pendekatan Santifik
Menurut Pirsig (dalam Donald Ary, dkk., 2010), ada lima langkah dari
penyelidikan ilmiah, yaitu:
1) Identifikasi masalah.
Langkah pertama adalah menyadari atau menemukan bahwa ada
masalah. Masalah yang ditemukan dapat melibatkan pertanyaan
tentang sesuatu, perbedaan dalam temuan, atau kesenjangan dalam
pengetahuan.
2) Pernyataan masalah
Langkah berikutnya adalah mengklarifikasi masalah. Peneliti
menetapkan lebih spesifik lagi tentang jangkauan masalah yang telah
diidentifikasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
3) Perumusan hipotesis
Peneliti merumuskan hipotesis tentang solusi yang mungkin dari
masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya.
4) Prediksi konsekuensi
Langkah selanjutnya, peneliti
memprediksi konsekuensi dari
setiap hipotesis. Maksud dari konsekuensi di sini adalah hasil apa yang
diperoleh jika data yang dikumpulkan mendukung hipotesis.
5) Pengujian hipotesis.
Peneliti mengumpulkan data objektif untuk menguji setiap
hipotesis yang telah dirumuskan. Jika data mendukung, maka hipotesis
tersebut diterima sebagai penjelasan yang masuk akal. Jika data tidak
mendukung, maka hipotesis ditolak.
Dalam Muri Yusuf (2014), ada lima langkah pendekatan saintifik yang
dikemukakan oleh John Dewey, yaitu:
1) Adanya kebutuhan yang dirasakan
Pada tahap ini, peneliti merasakan adanya kebutuhan dan kesulitan.
Kesulitan itu dapat berupa kesulitan dalam penyesuaian alat dengan
tujuan, kesulitan dalam menemukan ciri khas tertentu suatu objek, atau
mungkin juga ada kesulitan dalam menjelasan kejadian yang tidak
diduga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
2) Merumuskan masalah
Adanya masalah yang bersumber dari situasi dan kondisi
lingkungan, kemudian dinyatakan lagi lebih spesifik sehingga
dapat diperinci lebih tuntas, jelas dan dapat diukur.
3) Merumuskan hipotesis/ pertanyaan
Pada langkah ini, peneliti mengajukan kemungkinan jawaban
sementara atau pertanyaan yang dapat menjelaskan permasalahan
yang
dikemukakan.
Kemungkinan
jawaban
sementara
itu
hendaklah berpijak pada teori yang ada sehingga terkaan yang
bersifat sementara itu dapat menggiring ke kesimpulan final.
4) Melaksanakan pengumpulan data
Dalam
membuktikan
hipotesis
yang
telah
dirumuskan
sebelumnya, perlu dicari dan dikumpulkan bukti, informasi, dan
data yang berkaitan dengan permasalahan yang ingin dikaji. Data
yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menemukan
bagaimana jawaban yang ada dari informasi yang dikumpulkan dan
dikaitkan dengan hipotesis yang telah dirumuskan.
5) Menarik kesimpulan
Bagian ini adalah membuktikan hipotesis yang dirumuskan
atau pertanyaan yang hendak dijawab dihubungkan dengan
informasi yang telah dikumpulkan. Pembuktan ini untuk melihat
apakah perkiraan sementara diterima atau ditolak. Pada tahap
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
berikutnya adalah mengambil kesimpulan dan merumuskan
implikasi yang didapat dari penelaahan yang dilakukan.
Menurut Stephen S. Carey (2011), metode saintifik terdiri dari 3
langkah, yaitu, observasi, pengusulan penjelasan, pengujian/ percobaan.
Metode saintifik diawali dengan pengamatan yang cermat, apabila
ditemukan sesuatu yang tidak dipahami, maka perlu dibuat suatu hipotesis
dan perlu dicari cara untuk menguji hipotesis tersebut.
1) Observasi
Langkah awal dalam metode ilmiah adalah observasi/ pengamatan.
Dalam pengamatan, peneliti menemukan suatu fenomena dari faktafakta
yang sedang diselidiki. Mendapatkan fakta-fakta dapat
membantu
peneliti
untuk
membangun
penjelasan
baru
dan
memberikan petunjuk dalam tahap selanjutnya. Dalam observasi yang
cermat peneliti mampu menentukan suatu hal yang menarik dan cukup
membingungkan sehingga diperlukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam metode ilmiah, observasi memliki tiga peran yaitu:
a) Observasi memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan
fokus pada fakta-fakta yang relevan tentang fenomena yang diteliti
b) Apa yang peneliti amati dapat memberikan petunjuk tentang apa
yang dapat menjelaskan suatu fenomena
c) Data pengamatan dapat memberikan bukti untuk dapat menentukan
apakah berbagai penjelasan berhasil atau gagal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
2) Pengusulan Penjelasan
Menjelaskan sesuatu adalah untuk memperkenalkan serangkaian
faktor yang mengungkapkan bagaimana atau mengapa suatu hal dapat
menjadi suatu kasus yang patut untuk diteliti. Dua konsep yang terkait
erat dengan penjelajasan adalah teori dan hipotesis. Karakteristik
penjelasan hipotesis adalah tentatif dan belum terbukti. Oleh karena
itu, hipotesis dapat berubah dari seusatu yang samar menjadi sesuatu
yang lebih rinci. Tipe teori dalam ilmu pengetahuan adalah keluasan
dan kedalaman kekuatan penjelasan yang dipaparkan. Teori cenderung
struktur yang lebih umum dan mampu menjelaskan berbagai variasi
dari fenomena. Selain itu, teori sering berisi aturan yang telah
dikonfirmasi dan prinsip-prinsip yang mengungkapkan fenomena yang
cukup beragam.
3) Pengujian/ Percobaan
Ada dua langkah yang dilakukan dalam menguji kebenaran
penjelasan yang telah diusulkan sebelumnya. Pertama, peneliti perlu
mencari konsekuensi dari penjelasan, yaitu sesuatu yang seharusnya
terjadi apabila penjelasan yang diajukan telah terbukti kebenarannya.
Kemudian, peneliti melakukan percobaan yang dirancang untuk
menentukan kebenaran dari hasil yang diprediksi. Jika peneliti
mendapatkan hasil sesuai dengan hasil prediksi, maka peneliti
memiliki alasan yang kuat untuk percaya bahwa penjelasan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
diajukan sebelumnya adalah benar. Jika peneliti gagal untuk
membuktikan kebenaran dari hipotesis yang telah diajukan, peneliti
dapat menjelaskan beberapa alasan sehingga terjadi kesalahan atau
mungkin peneliti perlu mengubah penjelasan awal yang diusulkan.
2. Pendekatan Saintik Kurikulum 2013
Dalam Kemdikbud (2013), pendekatan ilmiah (scientific) berarti konsep
dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan metode mengajar
dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Menurut Hosnan (2014)
pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian
rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip
melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik
kesimpulan dan mengimunikasikan konsep yang ditemukan. Menurut
pandangan Barringer (dalam Yunus Abidin, 2014), pembelajaran proses
saintifik merupakan pembelajaran yang menuntut siswa berpikir secara
sistematis dan kritis dalam upaya memecahkan masalah yang penyelesaiannya
tidak mudah dilihat. Pembelajaran akan melibatkan siswa dalam kegiatan
memecahkan masalah yang kompleks melalui kegiatan curah gagasan,
berpikir
kreatif,
melakukan
aktivitas
penelitian,
dan
membangun
koseptualisasi pengetahuan.
Dari pendapat beberapa ahli tentang pendekatan saintifik tersebut, dapat
disimpulkan bahwa pendekatan saintifik adalah konsep dasar yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
melatarbelakangi metode pembelajaran sehingga mampu melibatkan siswa
secara aktif melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar,
menyimpulkan, dan mengkomunikasikan.
a. Esensi Pendekatan Ilmiah dalam Kurikulum 2013
Dalam Kemdikbud (2013), pendekatan pembelajaran ilmiah
menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerjasama diantara
peserta didik dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam
pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu
proses ilmiah. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas
perkembangan
dan
perkembangan
sikap,
keterampilan,
dan
pengetahuan peserta didik. Metode ilmiah umumnya menempatkan
fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian
merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknikteknik investigasi atau beberapa fenomena datau gejala, memperoleh
pengetahuan baru. Untuk dapat disebut ilmiah, metode pencarian
(method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang
dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip
penalaran yang spesifik. Oleh karena itu, metode ilmiah umumnya
memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi
atau eksperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis,
kemudian memformulasi dan menguji hipotesis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
b. Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum
2013
Menurut Hosnan (2014), pembelajaran dengan metode saintifik
memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Berpusat pada siswa
2) Melibatkan
keterampilan
proses
secara
sains
dalam
mengonstruksi konsep, hukum, dan prinsip
3) Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam
merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan
berpikir tingkat tinggi siswa
4) Dapat mengembangkan karakter siswa
Menurut Sudarwan (dalam Abdul Majid, 2014) pendekatan
saintifik bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran,
penemuan, pengabsahan, penjelasan tentang suatu kebenaran. Dalam
Kemdikbud (2013), proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi
kriteria sebagai berikut:
1) Substansi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena
yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu;
bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng
semata.
2) Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif
guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur
berpikir logis.
3) Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara
kritis, analistis dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami
memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau
materi pembelajaran.
4) Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir
hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan dan tautan satu
sama lain dari substansi atau materi pembelajaran.
5) Mendorong
dan
menginspirasi
peserta
didik
mampu
memahami, menerapkan dan mengembangkan pola berpikir
yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau
materi pembelajaran.
6) Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan
7) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas,
namun menarik sistem penyajiannya.
Majalah Forum Kebijakan Ilmiah yang terbit di Amerika pada
tahun 2004 (dalam Abdul Majid, 2014), menyatakan bahwa
pembelajaran ilmiah mencakup strategi pembelajaran siswa aktif yang
mengintegrasikan siswa dalam proses berpikir dan penggunaan metode
yang teruji secara ilmiah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
Penerapan pembelajaran dalam pendekatan ilmiah (dalam Abdul
Majid, 2014) harus memenuhi tiga prinsip utama yaitu:
1)
Belajar siswa aktif
Dalam hal ini termasuk inquiry based learning atau belajar
berbasis
penelitian,
cooperative
learning
atau
belajar
berkelompok dan belajar berpusat pada siswa.
2)
Assessment
Assessment berarti pengukuran kemajuan belajar siswa
yang dibandingkan dengan target pencapaian tujuan belajar.
3)
Keberagaman
Mengandung makna bahwa dalam pendekatan ilmiah
mengembangkan pendekatan keragaman. Pendekatan ini
membawa konsekuensi siswa unik, termasuk keunikan dari
dari kompetensi, materi, instruktur, pendekatan dan metode
mengajar, serta konteks.
c. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada
keunggulan pendekatan tersebut. Beberapa tujuan pembelajaran
dengan pendekatan saintifik menurut Hosnan (2014) adalah sebagai
berikut:
1) Untuk
meningkatkan
kemampuan
kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
intelek,
khususnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
2) Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan
suatu masalah secara sistematik
3) Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa
belajar itu merupakan suatu kebutuhan
4) Diperolehnya hasil belajar yang tinggi
5) Untuk melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide
6) Untuk mengembangkan karakter siswa
d. Prinsip-prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum
2013
Beberapa
prinsip
pendekatan
saintifik
dalam
kegiatan
pembelajaran (Hosnan, 2014) adalah sebagai berikut:
1) Pembelajaran berpusat pada siswa
2) Pembelajaran membentuk students self concept
3) Pembelajaran terhindar dari verbalisme
4) Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk
mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum dan prinsip
5) Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan
berpikir siswa
6) Memberikan
kesempatan
kepada
siswa
untuk
melatih
kemampuan dalam komunikasi
7) Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip
yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
e. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik dalam
Kurikulum 2013
Menurut Kemdikbud (2013), poses pembelajaran pada kurikulum
2013
untuk
pendekatan
semua
saintifik,
jenjang
dilaksanakan dengan menggunakan
meliputi:
menggali
informasi
melalui
pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau
informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan
menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan, dan mencipta serta
membentuk jaringan. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi
tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat
diaplikasikan secara procedural, namun, tentu saja proses pembelajaran
harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah.
Proses pembelajaran ilmiah menyentuh tiga ranah, yaitu sikap,
pengetahuan, dan keterampilan (Hosnan, 2014). Dalam proses
pembelajaran berbasis pendekatan
ilmiah,
ranah sikap
meliputi
transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu
tentang mengapa. Ranah keterampilan meliputi transformasi substansi
atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang bagaimana. Ranah
pengetahuan meliputi transformasi substansi atau materi ajar agar
peserta didik tahu tentang apa. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan
keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik
(soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi
aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hasil belajar
melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
terintegrasi.
Langkah-langkah pokok pembelajaran dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013 adalah mengamati, menanya, menalar, mencoba,
mengkomunikasikan (Kemdikbud, 2013). Penjelasan langkah-langkah
pembelajaran disajikan sebagai berikut:
1) Mengamati atau Observasi
Observasi adalah menggunakan panca indra untuk memperoleh
informasi (Ridwan Abdullah Sani, 2014). Dalam Permendikbud
Nomor 81A Tahun 2013 disampaikan bahwa dalam kegiatan
mengamati hendaknya guru membuka secara luas dan bervariasi
kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui
kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca sehingga
melibatkan peserta didik secara langsung. Metode mengamati
mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull
learning). Metode ini memiliki keunggulan
tertentu, seperti
menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan
tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati
dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika
tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.
Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin
tahu
peserta
didik,
sehingga
proses
pembelajaran
memiliki
kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik
menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis
dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kegiatan
belajar yang dapat dilakukan dalam tahapan mengamati menurut
Kemdikbud (2014) adalah membaca, mendengar, menyimak, melihat
dengan atau tanpa alat. Kompetensi yang dikembangkan dalam
tahapan mengamati adalah melatih kesungguhan, ketelitian, dan
mencari informasi.
Dalam
Kemdikbud
(2013),
kegiatan
mengamati
dalam
pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti
berikut ini:
a) Menentukan objek apa yang akan diobservasi
b) Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang
akan diobservasi
c) Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik
primer maupun sekunder
d) Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
e) Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan
untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
f) Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi,
seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video
perekam, dan alat-alat tulis lainnya.
Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran mengupayakan
keterlibatan peserta didik secara langsung. Dalam kaitan ini, guru
harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi
tersebut.
Ada beberapa macam observasi (Kemdikbud, 2013), yaitu:
a) Observasi biasa (common observation).
Pada
observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran, peserta
didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi
(complete observer). Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan
diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati.
b) Observasi terkendali (controlled observation).
Seperti halnya observasi biasa, pada observasi terkendali untuk
kepentingan pembelajaran, peserta didik sama sekali tidak melibatkan
diri dengan pelaku, objek, atau situasi yang diamati. Mereka juga tidak
memiliki hubungan apa pun dengan pelaku, objek, atau situasi yang
diamati. Namun demikian, berbeda dengan observasi biasa, pada
observasi terkendali pelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada
ruang atau situasi yang dikhususkan. Karena itu, pada pembelajaran
dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau
eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
c) Observasi partisipatif (participant observation).
Pada observasi partisipatif, peserta didik melibatkan diri secara
langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. Sejatinya, observasi
semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian
antropologi
khususnya etnografi. Observasi semacam ini mengharuskan peserta
didik melibatkan diri pada pelaku, komunitas, atau objek yang diamati.
Selama proses pembelajaran, peserta didik dapat melakukan observasi
dengan dua cara pelibatan diri. Kedua cara pelibatan dimaksud yaitu
observasi berstruktur dan observasi tidak berstruktur, seperti dijelaskan
berikut ini:
a) Observasi berstruktur
Pada observasi berstruktur dalam rangka proses pembelajaran,
fenomena subjek, objek, atau situasi apa yang ingin diobservasi
oleh peserta didik telah direncanakan oleh secara sistematis di bawah
bimbingan guru.
b) Observasi tidak berstruktur.
Pada observasi yang tidak berstruktur dalam rangka proses
pembelajaran, tidak ditentukan secara baku mengenai apa yang
harus diobservasi oleh peserta didik. Dalam kerangka ini, peserta
didik membuat catatan, rekaman, atau mengingat dalam memori
secara spontan atas subjek, objektif, atau situasi yang diobservasi.
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh guru dan peserta didik
selama observasi pembelajaran menurut Kemdikbud (2013) adalah:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
a) Cermat, objektif, dan jujur serta terfokus pada objek yang
diobservasi untuk kepentingan pembelajaran.
b) Banyak atau sedikit serta homogenitas atau heterogenitas
subjek, objek, atau situasi yang diobservasi. Makin banyak dan
heterogen subjek, objek, atau situasi yang diobservasi, makin
sulit kegiatan obervasi
itu
dilakukan. Sebelum obsevasi
dilaksanakan, guru dan peserta didik sebaiknya menentukan dan
menyepakati cara dan prosedur pengamatan.
c) Guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak
dicatat,
direkam, dan sejenisnya, serta bagaimana membuat
catatan atas perolehan observasi.
2) Menanya
Menurut
Kemdikbud
(2013),
guru
yang
efektif
mampu
menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan
ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru
bertanya, pada saat itu pula guru membimbing atau memandu peserta
didik belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta
didik, ketika itu pula guru mendorong peserta didik itu untuk
menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Kegiatan belajar yang
dapat dilaksanakan dalam rangka tahapan menanya adalah mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (Kemdikbud, 2014).
Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata,
pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh
tanggapan
verbal.
Istilah pertanyaan tidak selalu dalam bentuk kalimat tanya, melainkan
juga dapat dalam bentuk
pernyataan,
asalkan
keduanya
menginginkan tanggapan verbal. Kompetensi yang dikembangkan
dalam proses menanya adalah kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang
diperlukan untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
(Kemdikbud, 2014).
Fungsi bertanya menurut Kemdikbud (2013) adalah sebagai
berikut:
a) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik
tentang suatu tema atau topik pembelajaran.
b) Mendorong
dan
menginspirasi
peserta
didik
untuk
aktif
belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya
sendiri.
c) Mendiagnosis
kesulitan
belajar
peserta
didik
sekaligus
menyampaikan rancangan untuk mencari solusinya.
d) Menstrukturkan
tugas-tugas
dan
memberikan
kesempatan
kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan
pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
e) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara,
mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis,
sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
f) Mendorong
partisipasi peserta
didik
dalam
berdiskusi,
berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik
simpulan.
g) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan
menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta
mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok.
h) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap
dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul.
i) Melatih
kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan
kemampuan berempati satu sama lain.
Kriteria pertanyaan yang baik menurut Kemdikbud (2013) adalah
sebagai berikut:
a) Singkat dan jelas
b) Menginspirasi jawaban
c) Memiliki fokus
d) Bersifat probing atau divergen
e) Bersifat validatif atau penguatan
f) Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang
g) Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif
h) Merangsang proses interaksi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
3) Mengasosiasi/ Mengolah informasi/ Menalar
Menurut Mulyasa (2014), kemampuan mengolah informasi atau
analisis melalui melalui penalaran dan berpikir rasional merupakan
kompetensi penting yang harus dimiliki oleh peserta didik. Informasi
yang diperoleh dari pengamatan atau percobaan yang dilakukan harus
diproses untuk menemukan keterkaitan suatu informasi dengan
informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi, dan
mengambil kesimpulan dari pola yang ditemukan.
Dalam Kemdikbud (2013), istilah
menalar
dalam
kerangka
proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam
Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik
merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan
situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah
proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang
dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.
Penalaran yang dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski
penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
Istilah
menalar
yang
dimaksud
merupakan
padanan
dari
associating, bukan merupakan terjemahan dari reasonsing, meski
istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah
aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum
2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
asosiasi
atau
pembelajaran
pembelajaran
merujuk
beragam
dan
kemudian
ide
asosiatif.
pada
Istilah
kemampuan
mengasosiasikan beragam
memasukannya
menjadi
penggalan
asosiasi
dalam
mengelompokkan
peristiwa
untuk
memori. Selama
mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan
dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang
sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan
pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal
sebagai asosiasi atau menalar. Dari persepektif psikologi, asosiasi
merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai
hasil dari kesamaan
antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan
waktu.
Menurut Kemdikbud (2014), kegiatan pembelajaran yang dapat
dilaksanakan dalam tahapan mengasosiasi/ mengolah informasi/
menalar antara lain:
a) Mengolah informasi yang telah dikumpulkan baik terbatas dari
hasil kegiatan mengumpulkan atau eksperimen maupun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
b) Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki
pendapat
bertentangan.
yang
berbeda
sampai
pendapat
yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
Kompetensi yang dikembangkan dalam proses menalar menurut
Kemdikbud (2014) adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin,
taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif dan dedkutif dalam menyimpulkan.
4) Mencoba/ Mengumpulkan Informasi
Menurut Daryanto (2014), untuk memperoleh hasil belajar yang
nyata, peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan,
terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Aplikasi metode
eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan
berbagai ranah tujuan
belajar, yaitu sikap, keterampilan,
dan
pengetahuan. Tahap mencoba menjadi wadah bagi siswa untuk
membiasakan
diri
berkreasi
dan
berinovasi
menerapkan
dan
memperdalam pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari
bersama guru. Pengalaman mencoba akan melatih siswa dalam
mengasah pola pikir, sikap, dan kebiasaan memecahkan masalah.
Kurikulum 2013 secara eksplisit menyiapkan siswa agar terampil
memecahkan
masalah
masalah
melalui
penataan
kompetensi
kompetensi dasar matematika yang dipelajari siswa (Kemdikbud,
2013).
Aplikasi
pengembangan
aktivitas
pembelajaran
untuk
meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara
berikut ini:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
a) Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap
sesuai dengan tuntutan kurikulum
b) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode
kuliah. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi
jelas, dengan disertai contoh-contoh, baik dilakukan sendiri
maupun dengan cara simulasi
c) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hirarkis,
dimulai dari yang sederhana sampai pada yang kompleks.
d) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada sesuatu yang dapat diukur
dan diamati
e) Setiap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki
f) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang
diinginkan dapat menjadi kebiasaan
g) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata
h) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan
memberikan tindakan pembelajaran perbaikan
5) Mengkomunikasikan
Menurut Daryanto (2014), pada pendekatan saintifik guru
diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengkomunikasikan apa yang telah siswa pelajari. Kegiatan ini dapat
dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan
dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
pola. Hasil tersebut disampaikan di depan kelas dan dinilai oleh guru
sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik.
Kegiatan
mengkomunikasikan
dalam
kegiatan
pembelajaran
sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun
2013,
adalah
menyampaikan
hasil
pengamatan,
kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar
(Kemdikbud, 2014).
G. Transformasi
Transformasi T di bidang adalah fungsi bijektif dari himpunan titik dalam
bidang Euclides ke himpunan yang sama. Ada dua macam transformasi yaitu
transformasi isometrik dan dilatasi (Ensiklopedia Matematika, 2010).
Transformasi isometri adalah transformasi yang mempertahankan jarak
(panjang suatu garis). Transformasi isometri terdiri dari translasi (pergeseran),
refleksi (pencerminan), dan rotasi (perputaran).
Materi transformasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah materi
transformasi kelas VII SMP semester 2 pada Kurikulum 2013. Adapun submateri yang dibahas adalah sistem koordinat kartesius, refleksi (pencerminan),
dan translasi (pergeseran). Sub-materi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
1. Koordinat Kartesius
Cartesius atau Cartesian adalah sebutan yang diberikan kepada
seorang ahli filsafat bangsa Prancis bernama Rene Descartes. Rene
telah memperkenalkan suatu suatu sistem penggunaan titik pada
bidang, yaitu setiap titik pada bidang dihubungkan dengan sepasang
bilangan real. Sistem ini dikenal sebagai sitem koordinat Kartesius
(Ensiklopedia Matematika, 2010). Dalam menentukan letak suatu titik
digunakan dua ruas garis yang disebut sumbu. Sumbu pertama adalah
sumbu mendatar (horizontal) dan biasanya dinamakan sumbu X.
Sumbu kedua adalah sumbu tegak (vertical) dan biasanya dinamakan
sumbu Y. Kedua sumbu ini berpotongan tegak lurus satu sama lain.
Titik perpotongannya disebut titik asal atau titik pangkal atau titik nol.
Pada kedua garis itu diberi skala yang mewakili pasangan berurut dari
bilangan real.
Pada sumbu X, di sebelah kanan 0 ditempatkan bilangan-bilangan
positif, dan di sebelah kiri dari 0 diletakkan bilangan-bilangan negatif.
Pada sumbu Y, di atas 0 ditempatkan bilangan-bilangan positif dan di
bawah 0 diletakkan bilangan-bilangan negatif. Tiap titik pada bidang
dihubungkan dengan jarak tertentu ke sumbu x yang disebut absis titik
itu. Titik yang dihubungkan dengan jarak tertentu ke sumbu y disebut
sebagai ordinatnya. Absis dan ordinat mewakili pasangan bilangan
(pasangan berurut) yang disebut koordinat. Koordinat titik pangkal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
dinyatakan dengan pasangan berurut (0,0), dibaca absis titik pangkal
adalah 0, dan ordinatnya juga 0.
y
x
Gambar 2.1 Koordinat Kartesius
Koordinat titik A tersebut adalah (2,3) yang berarti absis titik itu
adalah 2 satuan dan ordinatnya adalah 3 satuan. Absis 2 satuan artinya,
pada sumbu X bergerak dari titik 0 ke 2 satuan ke kanan. Ordinat 3
satuan artinya, pada sumbu Y bergerak dari titik 0 ke 3 satuan ke atas.
2. Refleksi atau Pencerminan
Pencerminan dalam arti geometri disebut juga refleksi. Bayangan
yang dihasilkan dari pencerminan diperoleh dengan cara sebagai
berikut:
a. Tentukan lebih dahulu sumbu cerminnya atau sumbu
simetrinya
b. Tarik garis tegak lurus pada sumbu cermin dari tiap-tiap sudut
bangun (titik) yang hendak dibuat bayangannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
c. Jarak antara titik sudut bangun dengan titik sudut bayangannya
harus sama terhadap sumbu cermin. (Ensiklopedia Matematika,
2010).
Pencerminan yang dipelajari dalam materi transformasi kelas
VII semester 2 Kurikulum 2013 adalah pencerminan terhadap
sumbu x, sumbu y, titik asal O (0,0), garis x = y, garis x = - y, garis
x = h, garis y = k, dimana h dan k adalah bilangan real.
a. Pencerminan terhadap sumbu x
Sumbu x
A (𝑥 , 𝑦)
A’ (𝑥 , −𝑦)
b. Pencerminan terhadap sumbu y
Sumbu y
A’ (−𝑥 , 𝑦)
A (𝑥 , 𝑦)
c. Pencerminan terhadap titik asal O(0,0)
O(0,0)
A (𝑥 , 𝑦)
A’ (−𝑥 , −𝑦)
d. Pencerminan terhadap garis garis x = y
x=y
A’ ( 𝑦, 𝑥)
A (𝑥 , 𝑦)
e. Pencerminan terhadap garis garis x = - y
x=-y
A’ (−𝑦, −𝑥)
A (𝑥 , 𝑦)
f. Pencerminan terhadap garis garis x = k
x=k
A’ (2𝑘 − 𝑥, 𝑦)
A (𝑥 , 𝑦)
g. Pencerminan terhadap garis garis y = h
y=h
A (𝑥 , 𝑦)
A’ (x, 2ℎ − 𝑦)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
3. Translasi atau Pergeseran
Translasi atau pergeseran adalah pemindahan suatu titik di dalam
bidang tertentu pada jarak dan arah yang sama. Untuk menentukan
suatu translasi diperlukan dua hal, yaitu arah mana translasi itu
bergerak, dan jarak perpindahan itu. Rumus translasi (Susanta, 1990)
adalah sebagai berikut:
Misalkan x, y, a, dan b adalah bilangan real, maka translasi titik A
(x , y) dengan menggeser absis x sejauh a dan menggeser ordinat y
sejauh b, sedemikian diperoleh titik A’ (𝑥 + 𝑎, 𝑦 + 𝑏), secara notasi
diperoleh
A (𝑥 , 𝑦)
T (a,b)
A’(𝑥 + 𝑎, 𝑦 + 𝑏)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskripif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif digunakan oleh peneliti karena peneliti
berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat
perhatian, yaitu pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik,
tanpa memberikan perlakuan khusus terhadapat peristiwa tersebut, dan
tidak terikat pada hipotesis atau variabel tertentu. Dalam penelitian ini
digunakan pula pendekatan kuantitatif sebagai pendukung dalam
mengolah hasil dari pelaksanaan pendekatan saintifik dan mengolah hasil
belajar siswa.
Menurut Juliansyah Noor (2011), pendekatan kualitatif adalah suatu
proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang
menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Menurut
Juliansyah Noor (2011), penelitian deskriptif adalah penelitian yang
berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi
saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian pada masalah
aktual sebagaimana apa adanya pada saat penelitian berlangsung.
Menurut Lehman dalam Muri Yusuf (2014), penelitian deskriptif
kuantitatif
adalah
salah
satu
53
jenis
penelitian
yang
bertujuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan
sifat populasi tertentu, atau mencoba menggambarkan fenomena secara
detail. Penelitian deskriptif kuantitatif merupakan usaha sadar dan
sistematis untuk memberikan jawaban terhadap suatu masalah dan/ atau
mendapatkan informasi lebih mendalam dan luas terhadap suatu
fenomena.
B. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru matematika di kelas
VII SMP Negeri 2 Wedi dan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wedi. Obyek
penelitian dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan
pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian
: SMP Negeri 2 Wedi
Alamat
: Pasung, Wedi, Klaten, Jawa Tengah
Waktu Penelitian
: Februari – Juli 2016
Penelitian di Sekolah : Maret - April 2016
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
D. Data Penelitian
Berikut adalah data yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Data Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan
Saintifik Kurikulum 2013
Data Pelaksanaan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan
Saintifik Kurikulum 2013 berupa RPP yang telah dibuat oleh guru,
transkrip
video
pembelajaran,
hasil
observasi
pelaksanaan
pembelajaran, hasil observasi aktivitas siswa, dan hasil keterlaksanaan
RPP dalam pembelajaran.
2. Data Hasil Tes Belajar Siswa
Data hasil tes belajar siswa berupa uraian jawaban siswa yang
diperoleh dari pemberian tes tertulis hasil belajar yang diisi oleh siswa.
E. Metode Pengumpulan Data
1. Observasi/ Pengamatan
Menurut Ngalim Purwanto (2009), pengamatan adalah metode atau
cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis
mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau
kelompok secara langsung. Peneliti melakukan observasi untuk
menyajikan gambaran realistis perilaku atau kejadian, menjawab
pertanyaan, membantu mengerti perilaku manusia, dan evaluasi.
Bungin dalam Juliansyah Noor (2011), mengemukakan beberapa
bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
yaitu observasi partisipasi, tidak terstruktur, dan kelompok tidak
terstruktur.
Penelitian ini menggunakan observasi terstruktur, karena peneliti
menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan
dimana peneliti terlibat dengan keseharian responden. Keseharian
dalam penelitian ini adalah keseharian responden dalam mengajar
salah satu kelas VII di SMP Negeri 2 Wedi. Observasi dalam
penelitian ini dipersiapkan secara sistematis tentang hal apa yang akan
diamati waktu pengamatan, dan tempat pengamatan. Observasi yang
dilakukan meliputi deskripsi kegiatan dan keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik di salah
satu kelas VII SMP Negeri 2 Wedi.
2. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengambilan data penelitian dengan
bertatap muka secara langsung dengan responden yang diteliti
(Juliansyah Noor, 2011). Wawancara merupakan alat re-checking atau
pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh
sebelumnya. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian
kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (depthinterview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
penelitian dan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara
pewawancara denagn informan atau orang yang diwawancarai, dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
atau tanpa menggunakan pedoman wawancara. Wawancara yang
dilakukan peneliti mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor-faktor
yang menghambat pelaksanaan pembelajaran matematika dengan
pendekatan saintifik di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah proses pengumpulan dokumen. Dokumen
adalah sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang
berbentuk dokumentasi (Juliansyah Noor, 2011). Sebagian besar data
yang tersedia berbentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan,
artefak, dan foto. Sifat utama data ini adalah tak terbatas pada ruang
dan waktu sehingga member peluang kepada peneliti untuk
mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Dokumen yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah silabus, rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP), dan dokumentasi pelaksanaan pembelajaran
dengan pendekatan saintifik.
4. Tes Tertulis
Tujuan dari adanya tes tertulis adalah untuk mengetahui hasil
belajar siswa dalam mempelajari materi transformasi dengan
pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Tes tertulis diikuti oleh seluruh
siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi yang telah mengikuti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
pembelajaran matematika materi transformasi dengan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat pengumpulan data sebagai sarana untuk
mendapatkan data yang diperlukan. Instrumen yang digunakan berupa
instrument observasi, dan wawancara. Berikut adalah rincian penjelasan
tentang instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti:
1. Instrumen Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Instrumen ini diadaptasi dari instrumen penelaahan RPP dalam
Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan
oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan
Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013.
Tabel 3.1 Kisi-kisi Penelaahan RPP
No.
Kisi-kisi
Butir pernyataan
1.
Identitas Mata Pelajaran
A:1
2.
Perumusan Indikator
B: 1, 2, 3
3.
Pemilihan Materi Ajar
C: 1, 2
4.
Pemilihan Sumber Belajar
D: 1, 2, 3, 4
5.
Pemilihan Media Pembelajaran
E: 1, 2, 3
6.
Model Pembelajaran
F: 1
7.
Skenario Pembelajaran
G: 1, 2, 3, 4
8.
Penilaian
H: 1, 2, 3, 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
2. Instrumen Observasi
Instrumen observasi berupa poin-poin pernyataan yang disusun
dengan memperhatikan dasar teori yang berhubungan dengan hal
yang diteliti. Instrumen ini digunakan selama peneliti melakukan
observasi proses belajar mengajar di kelas.
Dalam penyusunan instrumen observasi, peneliti mengadaptasi
rubrik penilaian terhadap pembelajaran dalam Modul Pelatihan
Implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Badan
Pengembangan
Sumber
Daya
Manusia
Pendidikan
dan
Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
dengan Pendekatan Saintifik
No.
Kisi-kisi
Butir pernyataan
1.
Apersepsi dan motivasi
1, 2, 3, 4
2.
Penyampaian kompetensi dan rencana 5, 6
kegiatan
3.
Kegiatan inti
7, 8, 9, 10
4.
Penerapan strategi pembelajaran yang 11 sampai 17
mendidik
5.
Penerapan pendekatan saintifik
18 sampai 35
6.
Pemanfaatan sumber belajar/ media 36 sampai 40
dalam pembelajaran
7.
Pelibatan
peserta
pembelajaran
didik
dalam 41 sampai 45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
No.
8.
Kisi-kisi
Butir pernyataan
Penggunaan bahasa yang benar dan 46 sampai 47
tepat dalam pembelajaran
9.
Penutupan pembelajaran
48 sampai 51
Tabel 3.3 Kisi-kisi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran dengan
Pendekatan Saintifik
No.
1.
Kisi-kisi
Keterlibatan
siswa
Butir pernyataan
dalam 1 sampai 12
pendekatan saintifik
2.
Keterlibatan
siswa
dalam 13, 14
pemanfaatan sumber belajar dan
pembelajaran,
serta
media
pembelajaran
3.
Interaksi antar peserta didik, dan 15, 16
antara peserta didik dengan guru
4.
Sikap antusias peserta didik 17, 18
dalam pembelajaran
5.
Sikap tanggung jawab peserta 19, 20
didik dalam tugas dan tes
3. Instrumen Wawancara
Instrumen wawancara berupa poin-poin pertanyaan yang
disusun dengan memperhatikan dasar teori yang ada dan fakta di
lapangan yang berhubungan dengan hal yang diteliti. Instrumen
wawancara dibuat untuk memperkuat data observasi. Berikut
merupakan kisi-kisi instrumen wawancara:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
Tabel 3.4 Kisi-kisi Wawancara dengan Guru
No.
1.
Kisi-kisi
Persiapan
Butir pertanyaan
guru
pelaksanaan
dalam 1, 2, 3
pembelajaran
matematika dengan pendekatan
saintifik
2.
Keterlibatan
siswa
dalam 4
pembelajaran
3.
Pelaksanaan
pembelajaran 5, 6, 7, 8, 9
matematika materi transformasi
dengan pendekatan saintifik
4.
Kesulitan yang dialami guru dan 10,11,12
siswa
dalam
pelaksanaan
pembelajaran
matematika
dengan pendekatan saintifik
Tabel 3.5 Kisi-kisi Wawancara dengan Siswa
No
Kisi-kisi
Butir pertanyaan
1
Keaktivan siswa di kelas
1
2
Aktivitas siswa terkait tahap- 2, 3, 4, 5, 6
tahap pembelajaran matematika
dengan
pendekatan
saintifik
(5M)
3
Kemampuan
siswa
dalam 7
mempelajari materi transformasi
dengan
pendekatan
Kurikulum 2013
saintifik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
No
4
Kisi-kisi
Butir pertanyaan
Manfaat yang dirasakan siswa 8
setelah
mempelajari
materi
transformasi dengan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013
5
Kesulitan
siswa
pembelajaran
dalam 9
matematika
dengan pendekatan saintifik
4. Soal Tes Tertulis
Soal tes tertulis terdiri dari 8 soal uraian yang akan dikerjakan
oleh siswa selama 80 menit. Berikut adalah kisi-kisi soal tes tertulis
materi transformasi:
Tabel 3.6 Kisi-kisi Soal Tertulis
Materi
: Transformasi
Kompetensi Dasar
:
3.8 Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat Cartesius.
3.9 Memahami konsep transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan,
rotasi) menggunakan objek-objek geometri.
4.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi (dilatasi, translasi,
pencerminan, rotasi) dalam memecahkan permasalahan nyata.
No
Indikator
Soal
1.
3.7.1 Menentukan kedudukan Diketahui titik A (4,3),
suatu titik/ bangun datar B(-2,3), C(-2,-1), D(4,-1).
pada koordinat Cartesius a. Gambarkan titik-titik
3.7.2 Menggambar bangun
tersebut ke dalam bidang
datar pada bidang
koordinat!
koordinat
b. Hubungkan titik A, B,
C,D. Bangun datar apakah
yang terbentuk?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
2
3
4
5
6
7
8
3.9.1
Menentukan hasil
pencerminan
Diketahui titik A (-3,-2).
Tentukan bayangan dari titik
A apabila:
a. Direfleksikan terhadap
sumbu x!
b. Direfleksikan terhadap
sumbu y!
Diketahui titik B (3,-5).
Tentukan bayangan dari titik
B apabila:
a. Direfleksikan terhadap
garis y = x!
b. Direfleksikan
terhadap
garis y = - x!
Diketahui titik P (5,2).
Tentukan bayangan dari titik P
apabila:
a. Direfleksikan terhadap
garis x = 5!
b. Direfleksikan terhadap
garis y = - 3 !
3.9.2 Menentukan hasil translasi Titik A (4,-1) ditranslasikan
3
(pergeseran)
sejauh
( )
kemudian
1
2
ditranslasikan sejauh ( ).
2
Tentukan bayangan dari titik
A!
Sebuah segitiga ABC dengan
titik A (3,5), B (2,-1), C (4,7)
2
ditranslasikan sejauh ( ).
4
Siswa memiliki keterampilan
Titik A (-2,5) ditranslasikan
𝑎
dalam mengerjakan soal
oleh ( ) menghasilkan
𝑏
pengembangan dari translasi
bayangan A’ (4,6). Tentukan
nilai a dan b!
Titik A (x,y) ditranslasikan
2
sejauh ( ) menghasilkan
1
bayangan A’ (8,3). Tentukan
nilai x - 2y!
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
1. Validitas Tes Hasil Belajar
Validitas adalah taraf sampai di mana suatu alat ukur (tes) mampu
mengukur apa yang hendak diukur (Masidjo, 1995). Taraf validitas
empiris suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut
koefisien validitas (𝑟𝑥𝑦 ). Koefisien validitas suatu tes dinyatakan
dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai 1,00. Untuk
menghitung koefisien validitas suatu tes, digunakan teknik korelasi
Product-Moment dari Pearson, sebagai berikut:
𝑟𝑥𝑦 =
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
Xi = Skor butir ke- i, i = 1, 2, 3, … n
Yi = Skor total
n = banyaknya data
Interpretasi dari koefisien korelasi dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.7 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi
0,91 – 1,00
0,71 – 0,90
0,41 – 0,70
0,21 – 0,40
negative – 0,20
Sumber: Masidjo (1995)
Kualifikasi
Sangat Tinggi
Tinggi
Cukup
Rendah
Sangat Rendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
2. Reliabilitas Tes Hasil Belajar
Reliabilitas adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu
menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan
dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995). Taraf
reliabilitas dinyatakan dalam suatu koefisian reliabilitas, yaitu rtt.
Koefisisen reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien
antara -1,00 sampai dengan 1,00. Untuk menghitung taraf reliabilitas
suatu tes dipakai rumus Koefisien Alpha sebagai berikut:
∑ 𝑆𝑖2
𝑛
𝑟𝑡𝑡 = 𝛼 = [
] [1 −
]
𝑛−1
𝑆𝑡2
Keterangan:
rtt : koefisien reliabilitas
𝑆𝑖2 : Jumlah variansi skor tiap soal
𝑆𝑡2 : Variansi total
n
: Jumlah item
Tabel 3.8 Interpretasi Besarnya Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi
0,91 – 1,00
0,71 – 0,90
0,41 – 0,70
0,21 – 0,40
negative – 0,20
Sumber: Masidjo (1995)
Kualifikasi
Sangat Tinggi
Tinggi
Cukup
Rendah
Sangat Rendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
H. Metode Analisis Data
1. Analisis Data Kuantitatif
Penelitian menggunakan analisis data kuantitatif dalam mendukung
analisis data kualitatif. Data yang akan dianalisis secara kuantitatif
adalah hasil penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi dengan
pendekatan saintifik, validitas dan reliabilitas soal ulangan harian guna
melihat kemampuan siswa setelah mempelajari materi transformasi
dengan pendekatan saintifik.
a. Penelaahan RPP
RPP materi transformasi kelas VII yang telah dibuat oleh guru
akan ditelaah secara kuantitatif. Hasil telaah dari RPP akan diberi
skor, dimana pemberian skor ini mengacu pada rubrik penilaian
telaah RPP pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik
dalam Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 yang
diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Penilaian telaah
RPP tersebut adalah sebagai berikut:
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
× 100%
66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
Tabel 3.9 Kriteria Penilaian Hasil Telaah RPP
Perolehan presentase rata-rata
Keterangan
90 ≤ Nilai ≤ 100
Amat Baik
75 ≤ Nilai < 90
Baik
60 ≤ Nilai < 75
Cukup
Nilai < 60
Kurang
Sumber: Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
b. Pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
Hasil dari kegiatan observasi pelaksanaan pembelajaran
matematika dengan pendekatan saintifik di kelas VII pada materi
Transformasi akan diberi skor untuk mengetahui ketercapaian
pendekatan saintifik yang dilakukan. Proses pemberian dan
penghitungan skor dilakukan dalam setiap tahapan pembelajaran
(pendahuluan, inti, dan penutup). Pemberian skor ini mengacu pada
panduan penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan
saintifik dalam Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Penilaian
ketercapaian tersebut adalah sebagai berikut:
Ketercapaian tahap pendahuluan (T1) =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 1
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 1
× 100%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
Ketercapaian tahap inti (T2)
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 2
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 2
× 100%
Ketercapaian tahap penutup (T3)
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 3
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 3
× 100%
Presentase ketercapaian pelaksanaan pendekatan saintfik adalah
sebagai berikut:
Ketercapaian (K) =
𝑇1+𝑇2+𝑇3
3
Untuk merepresentasikan presentase yang diperoleh, digunakan
kriteria kesesuaian tahapan pembelajaran sebagai berikut:
Tabel 3.10 Kategori Kesesuaian Pembelajaran dengan
Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
Perolehan presentase rata-rata
Keterangan
90 ≤ T1/T2/T3/K ≤ 100
Amat Baik
75 ≤ T1/T2/T3/K < 90
Baik
60 ≤ T1/T2/T3/K < 75
Cukup
T1/T2/T3/K < 60
Kurang
Sumber: Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
c. Aktivitas Siswa dalam pembelajaran
Hasil dari kegiatan observasi aktivitas siswa kelas VII A
selama pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
materi
transformasi
ketercapaian
akan
pendekatan
diberi
skor
untuk
mengetahui
saintifik
yang
dilakukan.
Proses
pemberian dan penghitungan skor dilakukan sesuai dalam tahap
pendekatan
saintifik
(mengamati,
menanya,
mengumpulkan
informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan). Pemberian skor ini
mengadaptasi pada panduan penilaian pelaksanaan pembelajaran
dengan pendekatan saintifik dalam Modul Pelatihan Implementasi
Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan
Sumber
Daya
Manusia
Pendidikan
dan
Kebudayaan
dan
Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (2013). Penilaian aktivitas siswa tersebut adalah
sebagai berikut:
Ketercapaian aktivitas siswa dalam mengamati (M1) =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
× 100%
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
Ketercapaian aktivitas siswa dalam menanya (M2) =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑦𝑎
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑦𝑎
× 100%
Ketercapaian aktivitas siswa dalam mengumpulkan informasi (M3)
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑝𝑢𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑠𝑖
100%
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑝𝑢𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑠𝑖
×
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Ketercapaian aktivitas siswa dalam mengasosiasi (M4)
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑠𝑜𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑠𝑜𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖
× 100%
Ketercapaian aktivitas siswa dalam mengkomunikasikan (M5)
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 ′𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑖 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑘𝑜𝑚𝑢𝑛𝑖𝑘𝑎𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑘𝑜𝑚𝑢𝑛𝑖𝑘𝑎𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛
× 100%
Ketercapaian aktivitasketerlibatan siswa dalam pembelajaran (A) =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟
′ 𝑦𝑎′ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑙𝑖𝑏𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎
𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑙𝑖𝑏𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛
× 100%
Presentase ketercapaian aktivitas siswa dalam pelaksanaan
pendekatan saintfik adalah sebagai berikut:
Ketercapaian (K) =
𝑀1+𝑀2+𝑀3+𝑀4+𝑀5+𝐴
6
Untuk merepresentasikan presentase yang diperoleh, digunakan
kriteria kesesuaian tahapan pembelajaran sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
Tabel 3.11 Kategori Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran
dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
Perolehan presentase rata-rata
Keterangan
90 ≤ K ≤ 100
Amat Baik
75 ≤ K < 90
Baik
60 ≤ K < 75
Cukup
K < 60
Kurang
Sumber: Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
d. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam melihat keterlaksanaan RPP, perlu dibuat perbandingan
antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran matematika materi
transformasi menggunakan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
Rubrik perbandingan yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.12 Rubrik Perbandingan RPP dengan Pelaksanaan
Tahapan kegiatan
RPP
Keterangan(Terlaksana/ Tidak)
Pendahuluan
Inti
Penutup
Untuk mengetahui presentase keterlaksanaan RPP digunakan
perhitungan sebagai berikut:
Keterlaksanaan =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑠𝑎𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑠𝑎𝑛𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑎𝑛
𝑥 100%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
e. Analisis Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa akan ditentukan predikat ketercapaiannya
berdasarkan pedoman capaian kompetensi pada Kurikulum 2013,
sebagai berikut:
Tabel 3.13 Tabel Predikat Capaian Hasil Belajar Siswa
Skor
Predikat
86% ≤ Total ≤ 100% Sangat Baik
71% ≤ Total < 86%
Baik
56% ≤ Total < 71%
Cukup
0% ≤ Total < 56%
Kurang
Sumber: Pedoman Penilaian Kurikulum 2013
2. Analisis Data Kualitatif
a. Analisis Data Menggunakan Model Miles and Huberman
Setelah memperoleh presentase ketercapaian pelaksanaan
pendekatan saintifik, catatan dalam lembar observasi akan diuraikan
untuk memperoleh hal-hal yang mendalam terkait pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik. Penguraian
catatan dalam lembar observasi dan hasil kemampuan siswa dalam
mempelajari materi transformasi dengan menggunakan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013 mengacu pada teori analisis data kualitatif
model Miles dan Huberman. Tahapan analisis data menurut model
Miles dan Huberman (dalam Emzir, 2012) adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
1) Reduksi Data
Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam,
memilih, memokuskan, membuang, dan menyusun data dalam suatu
cara
dimana
kesimpulan
akhir
dapat
digambarkan
dan
diverifikasikan (Emzir, 2010). Proses ini berlangsung selama
penelitian dilakukan, dari awal sampai akhir penelitian. Pada awal,
misalnya melalui kerangka konseptual, permasalahan, pendekatan
pengumpulan data yang diperoleh. Selama pengumpulan data
misalnya, membuat ringkasan, kode, mencari tema-tema, menulis
memo, dan lain-lain (Basrowi dan Suwandi, 2008). Fungsi reduksi
data
adalah
menajamkan,
menggolongkan,
mengarahkan,
membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi sehingga
interpretasi bias ditarik. Dalam proses reduksi ini peneliti benarbenar mencari data yang benar-benar valid. Ketika peneliti
menyangsikan kebenaran data yang diperoleh akan dicek ulang
dengan informan lain yang dirasa peneliti lebih mengetahui.
2) Penyajian Data
Model didefinisikan sebagai suatu kumpulan informasi yang
tersusun yang memperbolehkan pendeskripsian kesimpulan dan
pengambilan tindakan (Emzir, 2010). Bentuk penyajiannya antara
lain berupa teks naratif, matriks, grafik, jaringan, dan bagan.
Tujuannya adalah untuk memudahkan membaca dan menarik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
kesimpulan.
Dalam
proses
penyajian
data,
peneliti
mengelompokkan hal-hal yang serupa menjadi suatu kategori.
3) Penarikan Kesimpulan
Menurut Sugiyono (2007), kesimpulan awal yang dikemukakan
masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan
bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data
berikutnya. Akan tetapi, apabila kesimpulan yang dikemukakan
dalam tahap awal telah didukung oleh bukti-bukti yang valid dan
konsisten, maka kesimpulan yang dikemukakan adalah kesimpulan
yang kredibel dan terpercaya. Kesimpulan dalam penelitian
kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah
ada (Andi Prastowo, 2014). Temuan dapat berupa deskripsi atau
gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga
setelah diselidiki menjadi jelas. Temuan dapat berupa hubungan
kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
Adapun langkah-langkah analisis data menurut Miles and
Huberman (Nusa Putera, 2011) adalah sebagai berikut:
1) Seluruh catatan lapangan dibagi ke dalam paragraph (boleh
juga dibagi ke dalam kalimat)
2) Setelah dibagi ke dalam paragraph, diberi pengkodean
sesuai dengan kategorinya
3) Semua kategori atas semua catatan lapangan yang telah
diberi pengkodean disatukan ke dalam suatu kategori
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
4) Berbagai
kategori
itu
dicari
keterkaitannya
untuk
mendapatkan makna yang holistic
5) Dibuat kesimpulan akhir
b. Hasil Wawancara
Hasil wawancara antara peneliti dengan guru dan siswa akan
diuraikan sebagai pendukung hasil observasi dan untuk mengetahui
kesulitan yang dialami guru dan siswa dalam pelaksanaan
pendekatan saintifik, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang
menghambat pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran
matematika.
Data hasil wawancara dengan guru dan siswa dianalisis secara
kualitatif dengan cara:
1) Membuat transkripsi dari hasil rekaman suara selama
proses wawancara
2) Mendeskripsikan dan menganalisis hasil wawancara guna
mengetahui kesulitan yang dialami guru dan siswa dalam
pelaksanaan pendekatan saintifik
c. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa akan dianalisis secara kuantitatif untuk
mengatahui predikat ketercapain hasil belajar siswa dan secara
kualitatif untuk mengetahui strategi penyelesaian yang dilakukan
siswa dalam memperoleh jawaban.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA,
DAN PEMBAHASAN
Bab ini terdiri dari tiga sub bab. Sub bab pertama berisi pelaksanaan
penelitian. Sub bab kedua berisi analisis data telaah rencana pelaksanaan
pembelajaran, data observasi pembelajaran matematika dengan pendekatan
saintifik, data wawancara guru dan siswa, serta data data hasil belajar siswa. Sub
bab ketiga berisi pembahasan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan
pendekatan saintifikdan hasil belajar siswa.
A. Pelaksanaan Penelitian
Negeri 2 Wedi adalah salah satu sekolah menengah pertama yang menjadi
sekolah percontohan di Kabupaten Klaten untuk melaksanakan Kurikulum
2013 sejak tahun 2013. Guru pengampu mata pelajaran matematika kelas VII
adalah Ibu Isbakdiyati, S.Pd. Beliau mengampu seluruh kelas VII di SMP
Negeri 2 Wedi yang berjumlah enam kelas, sekaligus menjadi wali kelas VII
E. Penelitian berlangsung pada pembelajaran materi transformasi khususnya
sub materi bidang koordinat, refleksi dan translasi yang dilaksanakan selama
lima kali pertemuan, dengan total 13 jam pelajaran. Penelitian dilakukan pada
satu sekolah, satu guru dan satu kelas yaitu kelas VII A. Hal ini dimaksudkan
supaya penelitian lebih fokus dan mendalam dalam mengetahui pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
Tahap selanjutnya adalah peneliti menelaah RPP yang telah dibuat oleh
guru. Telaah RPP ini dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian RPP yang
telah dibuat oleh guru dengan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013.
Setelah melakukan telaah RPP, peneliti kemudian membuat tes evaluasi
belajar siswa. Tes ini akan digunakan untuk melihat profil kemampuan siswa,
yaitu aspek kognitif dan keterampilan. Sebelum tes diujikan, peneliti
melakukan uji coba tes pada 20 siswa kelas VIII A. Uji coba tes dilaksanakan
pada jam pulang sekolah, pada hari Rabu, 30 Maret 2016. Uji coba tes
dilakukan pada kelas VIII A dengan pertimbangan bahwa kelas VIII A telah
mengikuti pembelajaran transformasi dan memiliki karakteristik siswa yang
sama karena berada pada sekolah yang sama. Uji coba dilaksanakan untuk
mengetahui validitas dan reliabilitas soal. Hasil validitas uji coba tes dapat
dilihat pada lampiran A. 3, sedangkan untuk hasil reliabilitas soal tes dapat
dilihat pada lampiran A.4.
Pengambilan
data
pelaksanaan
pembelajaran
matematika
materi
transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di kelas VII A SMP
Negeri 2 Wedi dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan, yang terbagi menjadi
4 kali pertemuan untuk penyampaian materi dan 1 kali pertemuan untuk
melaksanakan ulangan harian. Pengambilan data berlangsung pada tanggal 23
Maret 2016, 28 Maret 2016, 30 Maret 2016, 11 April 2016, dan 13 April 2016.
Wawancara dengan guru dan siswa dilaksanakan pada hari Senin, 18 April
2016. Wawancara dengan guru berlangsung di ruang guru, dan wawancara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
dengan siswa berlangsung di ruang tunggu sekolah. Wawancara telah
dilakukan peneliti dan dan direkam dalam bentuk video dan rekaman suara.
Dari pertemuan pertama hingga kelima, peneliti dapat menganalisis
pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi, khususnya
koordinat kartesius, refleksi dan translasi di kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi.
Selain itu, peneliti juga membandingkan antara RPP yang telah dibuat oleh
guru dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Secara garis besar, proses
pembelajaran dipaparkan sebagai berikut:
1. Pembelajaran Pertemuan Pertama
Pembelajaran pertemuan pertama berlangsung pada hari Rabu tanggal
23 Maret 2016. Pertemuan pertama diikuti oleh 32 siswa dari 35 siswa di
kelas VII A. Pertemuan pertama berlangsung selama 3 jam pelajaran,
dimana 1 jam pelajaran adalah 40 menit. Pertemuan pertama digunakan
untuk membahas tentang bidang koordinat. Siswa diajak untuk mengingat
tentang pengertian bidang koordinat dan bagaimana menggambar suatu
titik pada bidang koordinat. Pembelajaran berlangsung mengikuti langkahlangkah
pendekatan
saintifik
Kurikulum
2013.
Kemudian
guru
membagikan LKS yang berisi rangkuman materi dan latihan soal.
Selanjutnya, siswa bekerja dalam kelompom kecil yang berisi 4 siswa per
kelompok untuk mengerjakan latihan soal. Kelompok yang telah selesai
mengerjakan kemudaian menuliskan jawaban di papan tulis. Guru dan
siswa lain menanggapi jawaban di papan tulis, kemudian guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
mengonfirmasi kebenaran jawaban siswa. Pembelajaran diakhiri dengan
tes evaluasi tertulis. Tes evaluasi tertulis dilakukan guna mengetahui
tingkat pemahaman siswa pada sub materi bidang koordinat. Jawaban dari
tes evaluasi tertulis yang telah dikerjakan oleh siswa kemudian dikoreksi
bersama dengan cara saling bertukar lembar jawab. Hal ini dimaksudkan
agar siswa mengetahui kemampuannya dan dapat semakin memahami
materi.
2. Pembelajaran Pertemuan Kedua
Pembelajaran pertemuan kedua berlangsung pada hari Senin, 28 Maret
2016. Pembelajaran kedua diikuti oleh 34 siswa dari 35 siswa kelas VII A.
Pembelajaran kedua berlangsung selama 2 jam pelajaran, di mana satu jam
pelajaran adalah 40 menit. Pertemuan kedua digunakan untuk membahas
tentang pencerminan atau refleksi. Materi yang dibahas adalah memahami
konsep pencerminan, pencerminan terhadap sumbu x, sumbu y, titik
pangkal (0,0), dan terhadap garis y = x. Guru mengawali pembelajaran
dengan memberikan apersepsi tentan bercermin dan guru membawa
cermin ke kelas agar siswa semakin mudah dalam memahami
pencerminan. Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan metode tanya
jawab dan diskusi kelompok. Dalam mengerjakan latihan soal siswa
berkerja dalam kelompok kecil yang berjumlah 4 orang setiap
kelompoknya. Kelompok secara bergantian menuliskan jawaban di papan
tulis. Guru dan siswa lain bersama-sama menanggapi jawaban di papan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
tulis, kemudian guru mengonfirmasi jawaban siswa. Pembelajaran ditutup
dengan pemberian PR dan penyampaian rencana kegiatan pada pertemuan
selanjutnya agar siswa dapat mempersiapkan diri sebelumnya.
3. Pembelajaran Pertemuan Ketiga
Pembelajaran pertemuan ketiga berlangsung pada tanggal 30 Maret
2016. Pembelajaran berlangsung selama 3 jam pelajaran dan diikuti oleh
32 siswa. Pembelajaran ketiga digunakan untuk melanjutkan tetang materi
pencerminan dengan sub materi pencerminan terhadap garis y = -x, garis
yang sejajar dengan sumbu x, garis yang sejajar dengan sumbu y.
Pembelajaran diawali dengan mengingat tentang materi pada pertemuan
yang lalu. Kegiatan inti berlangsung dengan metode Tanya jawab dan
diskusi. Siswa berdiskusi dalam mengerjakan latihan soal yang ada di
LKS. Kemudian, siswa sebagai perwakilan kelompok secara bergantian
mengkomunikasikan jawabannya di papan tulis. Guru dan siswa lain
menanggapi jawaban tersebut, dan dikonfirmasi kebenarannya oleh guru.
Pembelajaran diakhriri dengan pemberian tes evaluasi tertulis oleh guru.
Jawaban dari tes evaluasi tertulis langsung dikoreksi dan dibahas, guna
mengetahui tingkat pemahaman siswa dan menambah pemahaman siswa.
Tidak lupa guru memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan
materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
4. Pembelajaran Pertemuan Keempat
Pembelajaran pertemuan keempat berlangsung pada hari Senin, 11
April 2016. Pembelajaran yang diikuti oleh 35 siswa ini berlangsung
selama 2 jam pelajaran. Materi yang dibahas adalah translasi atau
pergeseran. Guru mengawali pembelajaran dengan memberikan apersepsi
berupa kejadian yang melibatkan translasi pada kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode diskusi dan tanya
jawab. Setelah tanya jawab tentang materi pembelajaran, guru mengajak
siswa untuk menyimpulkan tentang rumus translasi. Agar siswa semakin
memahami materi, guru meminta siswa untuk berdiskusi dalam
mengerjakan latihan soal. Setelah selesai mengerjakan, perwakilan
kelompok mengkomunikasikan jawabannya di pappan tulis. Guru dan
siswa lain menanggapi jawaban di papan tulis, sekaligus mengonfirmasi
kebenaran jawaban tersebut. Pembelajaran diakhiri dengan pemberian
informasi tentang ulangan harian pada pertemuan yang akan dating dengan
materi bidang koordinat, pencerminan, dan translasi.
5. Pembelajaran Pertemuan Kelima
Pertemuan kelima berlangsung pada hari Rabu, 13 April 2016. Agenda
pada pertemuan kelima adalah ulangan harian yang berlangsung selama 2
jam pelajaran dan diikuti oleh 33 siswa kelas VII A.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
Setelah pembelajaran dan ulangan telah selesai, peneliti melakukan
wawancara
dengan
guru
dan
siswa.
Wawancara
dimaksudkan
untuk
mengonfirmasi apa yang telah diobservasi oleh peneliti, untuk mengetahui
kendala-kendala
transformasi
yang
dengan
dialami
guru
dalam
pendekatan saintifik
melaksanakan
Kurikulum
pembelajaran
2013, dan
untuk
mengonfirmasi aktivitas siswa dikelas. Wawancara berlangsung pada hari Kamis,
20 April 2016.
B. Data Penelitian
Setelah melakukan penelitian yang berlangsung selama lima kali
pertemuan pembelajaran dan wawancara kepada siswa dan guru, peneliti telah
memperoleh data-data yang akan dianalisis. Berikut adalah data-data yang
diperoleh:
1. Data Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Data RPP dapat dilihat pada lampiran B. 6.
2. Data Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Materi Transformasi dengan
Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
a. Data Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Matematika
Data hasil observasi pelaksanaan pembelajaran matematika materi
transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dapat dilihat
pada lampiran C. 1. (tabel per pertemuan yang saintifik)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
b. Transkrip Video Pelaksanaan Pembelajaran
Transkrip video pelaksanaan pembelajaran
matematika materi
transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dapat dilihat
pada lampiran C2.
c. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Data hasil obeservasi aktivitas siswa di kelas selama pelaksanaan
pembelajaran matematika materi transformasi dapat dilihat pada
lampiran C. 3.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
3. Data Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Data keterlaksanaan RPP pembelajaran matematika materi transformasi
dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dapat dilihat dalam lampiran
C.4.
4. Data Hasil Wawancara
Transkrip dari hasil rekaman wawancara antara peneliti dengan guru dan
siswa dapat dilihat dalam lampiran C. 5.
5. Data Jawaban pada Hasil Tes Siswa
Data jawaban hasil tes tertulis yang dikerjakan oleh siswa dapat dilihat
dalam lampiran C. 6.
C. Analisis Data
1. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran
a. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP yang telah dibuat oleh guru kemudian ditelaah secara kuantitatif
sesuai dengan instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Hasil dari
telaah RPP adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
Tabel 4.1 Hasil Telaah RPP
No
Komponen RPP
A. Identitas Mata
Pelajaran
1. Satuan pendidikan,
kelas, semester,
program/ program
keahlian, mata pelajaran
atau tema pelajaran,
jumlah pertemuan
B. Perumusan Indikator
Kesesuaian dengan
SKL, KI, dan KD
2. Kesesuaian penggunaan
kata kerja operasional
dengan kompetensi
yang diukur
3. Kesesuaian dengan
aspek sikap,
pengetahuan, dan
keterampilan
C. Pemilihan Materi Ajar
1. Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
2. Kesesuaian dengan
alokasi waktu
D. Pemilihan
Sumber
Belajar
1. Kesesuaian dengan KI
dan KD
2. Kesesuaian dengan
materi pembelajaran
3. Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
4. Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
E. Pemilihan Media
Pembelajaran
1. Kesesuaian dengan
materi pembelajaran
Hasil penelaahan dan skor
1
2
3
Tidak
Kurang
Sudah
Ada
Lengkap Lengkap

Tidak
sesuai
Sesuai
sebagian
Sesuai
seluruhnya

1.









PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
No
2.
Komponen RPP
Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
3. Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
F. Model Pembelajaran
1. Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
G. Skenario
Pembelajaran
1. Menampilkan kegiatan
pendahuluan, inti, dan
penutup dengan jelas
2. Kesesuaian kegiatan
dengan pendekatan
saintifik
3. Kesesuaian penyajian
dengan sistematika
materi
4. Kesesuaian alokasi
waktu dengan cakupan
materi
H. Penilaian
1. Kesesuaian dengan
teknik dan bentuk
penilaian autentik
2. Kesesuaian dengan
indikator pencapaian
kompetensi
3. Kesesuaian kunci
jawaban dengan soal
4. Kesesuaian pedoman
penskoran dengan soal.
Jumlah Skor
Hasil penelaahan dan skor
1
2
3











60
Pernyataan-pernyataan tersebut diberi skor sesuai pada tabel di atas,
kemudian diketahui jumlah skor yaitu 60. Jumlah skor ini menandakan
jumlah skor kesesuaian RPP yang telah dibuat guru dengan RPP
pembelajaran matematika menggunakan pendekatan saintifik. Setelah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
diberi skor, kemudian ditentukan presentase dari kesesuaian RPP dengan
pembelajaran matematika menggunakan pendekatan saintifik seperti
berikut:
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
× 100%
66
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =
60
× 100%
66
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 91 %
Setelah diperoleh presentase kesesuain RPP yang dibuat guru yaitu
91%, maka sesuai dengan kategori penilaian, dapat ditentukan bahwa RPP
yang dibuat oleh guru telah sesuai dengan pembelajaran matematika
menggunakan pendekatan saintifik Kurikulum 2013, denga kategori amat
baik.
b. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Secara Kuantitatif
Hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika materi
transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dianalisis secara
kuantitatif sederhana untuk melihat presentase keterlaksanaan pembelajaran
menggunakan pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
Tahapan pembelajaran dalam pendekatan saintifik Kurikulum 2013 terbagi
menjadi tiga bagian, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup (Kemdikbud, 2013). Berikut ini adalah hasil analisis pelaksanaan
pembelajaran matematika materi transformasi dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Wedi tahun ajaran 2015/ 2016 yang terbagi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
menjadi 3 bagian secara kuantitatif. Hasil analisis ini berdasarkan data pada
lampiran C. 1.
1) Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian apersepsi dan
motivasi, dan bagian penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Berikut ini disajikan table pemaparan data kesesuaian antara pelaksanaan
dengan instrument penilaian pembelajaran matematika menggunakan
pendekatan saintifik pada kegiatan pendahuluan secara kuantitatif.
Tabel 4.2 Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian Tahap
Pendahuluan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik pada Setiap
Pertemuan dan Keseluruhan
No
Aspek
1
Apersepsi dan Motivasi
2
Penyampaian Kompetensi
dan Rencana Kegiatan
Jumlah
Presentase (%)
Rata-rata (%)
Kesesuaian
pertemuan ke1
2
3
4
Skor
Maks.
3
3
1
1
4
1
0
0
0
2
4
67
3
1
50 17
37,75
1
17
6
Apabila dilihat secara rata-rata dari 4 kali pertemuan, pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
bagian pendahuluan di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi memperoleh
presentase kesesuaian dengan panduan pelaksanaan pendekatan saintifik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
sebesar 37,75%. Presentase pelaksanaan ini termasuk dalam kategori
Kurang.
2) Kegiatan Inti
Kegiatan Inti terdiri dari 6 aspek yang dijabarkan dalam table berikut:
Tabel 4.3 Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian Tahap Inti
Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik pada Setiap Pertemuan
dan Keseluruhan
No
1
2
3
4
5
6
Aspek
Penguasaan
materi
pelajaran
Penerapan
strategi
pembelajaran
yang
mendidik
Penerapan
pendekatan
saintifik
Pemanfaatan
sumber
belajar/ media dalam
pembelajaran
Pelibatan peserta didik
dalam pembelajaran
Penggunaan bahasa yang
benar dan tepat dalam
pembelajaran
Jumlah
Presentase (%)
Rata-rata (%)
Kesesuaian
pertemuan ke1
2
3
4
Skor
Maks.
4
4
3
4
4
6
6
6
7
7
11
11
10
11
18
3
3
3
5
5
5
5
5
4
5
2
2
2
2
2
31
76
31 29
76 71
75,25
32
78
41
Apabila dilihat rata-rata dari 4 kali pertemuan, pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
bagian inti di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi memperoleh presentase
kesesuaian dengan panduan pelaksanaan pendekatan saintifik sebesar
75,25%. Presentase pelaksanaan ini termasuk dalam kategori baik.
3) Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup terdiri dari 4 indikator, yang akan dijabarkan dalam
tabel berikut:
Tabel 4.4 Perolehan Skor dan Presentase Kesesuaian Tahap Penutup
Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik pada Setiap Pertemuan
dan Keseluruhan
No
1
Aspek
Penutup Pembelajaran
Jumlah
Presentase (%)
Rata-rata (%)
Kesesuaian pertemuan
ke1
2
3
4
4
4
100
2
4
2
4
50 100
68,75
Skor
Maks.
1
4
1
25
4
Apabila dilihat rata-rata dari 4 kali pertemuan, pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
bagian penutup di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi memperoleh presentase
kesesuaian dengan panduan pelaksanaan pendekatan saintifik sebesar
68,75%. Presentase pelaksanaan ini termasuk dalam kategori cukup.
Dari keseluruhan pembelajaran materi transformasi dengan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013 diperoleh rata-rata kesesuaian pelaksanaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada tahap pendahuluan sebesar
37,75 %, pada tahap inti sebesar 75,25%, pada tahap penutup sebesar
68,75%. Rata-rata kesesuaian pelaksanaan pembelajaran matematika
dengan pendekatan saintifik selama 4 kali pertemuan adalah sebagai
berikut:
37,75 + 75,25 + 68,75
= 60,58 %
3
Jadi, secara keseluruhan, pelaksanaan pembelajaran matematika materi
transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di SMP Negeri
2 Wedi termasuk dalam kategori cukup dengan presentase kesesuaian
sebesar 60,58%.
c. Analisis Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan
Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Secara Kuantitatif
Hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran
matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dianalisis secara
kuantitatif untuk melihat presentase aktivitas siswa dalam pembelajaran
matematika pendekatan pendekatan saintifik.
Berikut ini adalah hasil analisis ketercapaian aktivitas siswa dalam
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
secara kuantitatif di SMP Negeri 2 Wedi tahun ajaran 2015/ 2016 yang
terbagi menjadi 6 bagian. Hasil analisis ini bedasarkan data pada lampiran
C. 3.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
pTabel 4.5 Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan
Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
No
1
Aspek
Mengamati
Presentase (%)
Pertemuan
1
2
3
4
Maks
3
4
4
4
4
75
100
100
100
Rata-rata
2
Menanya
Presentase (%)
93, 75 %
0
0
0
0
0
0
0
0
Rata-rata
3
Mengumpulkan Informasi
Presentase (%)
0%
1
1
1
1
100
100
100
100
Rata-rata
4
Mengasosiasi
Presentase (%)
Mengkomunikasikan
Presentase (%)
2
2
2
2
100
100
100
100
Aktivitas siswa secara umum
Presentase (%)
Rata-rata
2
100 %
1
1
1
1
100
100
100
100
Rata-rata
6
1
100 %
Rata-rata
5
4
1
100 %
7
6
7
3
87,5
75
87,5
37,5
8
71,9%
Setelah diperoleh presentase ketercapaian aktivitas siswa dalam
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, baik dari tahaptahap pembelajaran dengan pendekatan saintifik maupun keteribatan siswa
secara umum, maka dapat ditarik kesimpulan ketercapaian aktivitas siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
selama pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik yaitu
dengan melakukan perhitungan sebagai berikut:
Ketercapaian (K) =
=
=
𝑀1+𝑀2+𝑀3+𝑀4+𝑀5+𝐴
6
93,75+0+100+100+100+71,9
6
465,65
6
= 77, 6 %
Jadi, siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi telah terlibat dalam
pembelajaran matematika materi transformasi dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013 sebesar 77,6 %. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa
siswa telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran saintifik yang
telah dipersiapkan oleh guru dengan kategori baik.
d. Analisis Data Pelaksanaan Pembelajaran Secara Kualitatif
Setelah melakukan transkripsi video, peneliti kemudian membuat
topik-topik data guna menentukan kategori data.
1) Penentuan Topik-topik Data
Topik data merupakan rangkuman dari transkrip data yang
mengandung makna tertentu untuk diteliti. Topik data dalam penelitian ini
disajikan dalam bentuk tabel dari pertemuan pertama hingga pertemuan
keempat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Tabel 4.6 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan
pertama
No
Topik Data
1
Guru mengaitkan materi transformasi
dengan kehidupan sehari-hari
2
Guru memfasilitasi siswa untuk
mengamati
3
Guru memancing siswa untuk bertanya
4
Guru
mengajukan
pertanyaan
menantang kepada siswa
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
5
mengumpulkan sejumlah informasi
6
Guru mengarahkan siswa agar dapat
mengidentifikasi, mengklasifikasi, atau
menghubungkan data/informasi yang
diperoleh.
7
Guru memfasilitasi siswa untuk
menerapkan
(mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
8
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengomunikasikan hasil pekerjaannya
9
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
pembelajaran
10 Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
11 Guru membantu siswa menyelesaikan
permasalahan di LKS
12 Guru memberikan tes tertulis
13 Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan tugas pengayaan
14 Guru
mengajak
siswa
untuk
memberikan
apresiasi
terhadap
pekerjaan temannya di papan tulis
15 Guru memberi penguatan pada jawaban
siswa
16 Guru mampu menguasai kelas
17 Siswa melakukan pengamatan dalam
Bagian Data
A: 1 – 5
A : 10 – 36, 53-54
A: 76, 77, 109
A: 119
A: 55-65, 72-75, 93102
A: 141,143, 147
A: 152
A: 153, 154, 195
A: 54
A: 54, 109,110
A: 153
A: 207
A: 208
A: 162-163
A: 162, 167
A: 52, 163
A: 53
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
No
18
19
20
21
22
Topik Data
pembelajaran
Siswa mengumpulkan informasi dalam
pembelajaran
Siswa mengerjakan soal latihan dalam
kelompok
Siswa mengkomunikasikan jawaban
hasil diskusi kelompok di papan tulis
Siswa dan guru menanggapi jawaban di
papan tulis
Guru
bersama
dengan
siswa
menyimpulkan tentang materi bidang
koordinat di akhir pembelajaran
Bagian Data
A: 55-65, 72-75, 93102
A: 153
A: 153
A: 123-124
A: 197-206
Tabel 4.7 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan
kedua
No
Topik Data
Guru mengajak siswa mengingat materi
1
pertemuan yang lalu
2
Guru mengaitkan materi pencerminan
dengan kehidupan sehari-hari
3
Guru memfasilitasi siswa untuk
mengamati
4
5
6
7
8
9
Bagian Data
B: 11-27
B: 28-33
B: 33-40, 55-56, 6768, 192-142, 157-160
173-178
Guru memancing siswa untuk bertanya
B: 201
Guru
mengajukan
pertanyaan B: 34, 36, 38, 41, 43,
menantang kepada siswa
179, 195,197,
Guru memfasilitasi siswa untuk B: 69-84, 129-146
mengumpulkan informasi
Guru mengarahkan siswa agar dapat B: 56-60, 73, 78, 143mengidentifikasi, mengklasifikasi, atau 146, 161-162, 179menghubungkan data/informasi yang 181, 197-198,
diperoleh.
Guru memfasilitasi peserta didik untuk B: 63, 65, 97, 103mengolah informasi maupun fakta-fakta 110, 147-148, 165yang telah dikumpulkan menjadi sebuah 166, 199-200
rumusan kesimpulan sesuai dengan
masalah yang diajukan
Guru memfasilitasi siswa untuk B: 203-205
menerapkan
(mengembangkan,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
No
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Topik Data
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengomunikasikan hasil pekerjaannya
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
pembelajaran
Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
Guru membantu siswa menyelesaikan
permasalahan di LKS
Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan PR
Guru memberi penguatan pada jawaban
siswa
Siswa mengamati dalam pembelajaran
Bagian Data
B: 206
B: 56 -57, 115
B: 170, 179, 186
B: 205
B: 223
B: 211
B: 33-40, 55-56, 6768, 192-142, 157-160
173-178
Siswa mengumpulkan informasi selama B: 69-84, 129-146
pembelajaran
Siswa menarik kesimpulan dalam B: 63, 65, 97, 103pembelajaran
110, 147-148, 165166, 199-200
Siswa mengerjakan soal latihan dalam B: 205
kelompok
Siswa mengkomunikasikan jawaban B: 206
hasil diskusi kelompok di papan tulis
Siswa aktif menjawab pertanyaan guru
B: 42-54, 72-151
Siswa dan guru menanggapi jawaban di B: 207 – 222
papan tulis
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
Tabel 4.8 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan
Ketiga
No
Topik Data
Guru mengajak siswa untuk mengingat
1
materi pertemuan yang lalu
2
Guru memfasilitasi siswa untuk
mengamati
3
Guru memancing siswa untuk bertanya
4
Guru
mengajukan
pertanyaan
menantang kepada siswa
Guru memfasilitasi siswa untuk
5
mengumpulkan informasi
6
Guru mengarahkan siswa agar dapat
mengidentifikasi, mengklasifikasi, atau
menghubungkan data/informasi yang
diperoleh.
7
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengolah informasi maupun fakta-fakta
yang telah dikumpulkan menjadi sebuah
rumusan kesimpulan sesuai dengan
masalah yang diajukan
8
Guru memfasilitasi siswa untuk
menerapkan
(mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
9
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengkomunikasikan hasil pekerjaannya
10 Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
pembelajaran
11 Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
12 Guru membantu siswa menyelesaikan
permasalahan di LKS
13 Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan PR
14 Guru memberi penguatan pada jawaban
siswa
15 Guru memberikan tes evaluasi
Bagian Data
C: 1 – 15
C: 16, 29, 81, 83-86,
C: 79
C: 50, 69, 117,
C: 17-28, 30-38, 101112,
C: 29, 38-47, 113123,
C: 65, 69-76, 123163,
C: 226
C: 227
C: 16, 29
C: 82, 36-37, 41, 5051, 53
C: 226
C: 297
C: 245
C: 288
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
No
Topik Data
16 Siswa mengamati dalam pembelajaran
17 Siswa mengumpulkan informasi dalam
pembelajaran
18 Siswa menarik kesimpulan berdasarkan
informasi yang dikumpulkan
19 Siswa mengerjakan soal latihan dalam
kelompok
20 Siswa mengkomunikasikan jawaban
hasil diskusi kelompok di papan tulis
21 Siswa dan guru menanggapi jawaban di
papan tulis
Bagian Data
C: 29-49
C: 17-28, 30-38, 101112
C: 69-76, 123-163,
C: 226
C: 227
C: 228-287
Tabel 4.9 Topik Data Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan
Keempat
No
Topik Data
Guru menciptakan pembelajaran yang
1
kontekstual
Guru mengajak siswa untuk mengingat
2
pembelajaran pada pertemuan yang lalu
3
Guru memfasilitasi siswa untuk
mengamati
4
Guru memancing siswa untuk bertanya
Guru
memberikan
pertanyaan
5
menantang kepada siswa
Guru memfasilitasi siswa untuk
6
mengumpulkan informasi
7
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengolah informasi maupun fakta-fakta
yang telah dikumpulkan menjadi sebuah
rumusan kesimpulan sesuai dengan
masalah yang diajukan
8
Guru memfasilitasi siswa untuk
menerapkan
(mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
9
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengkomunikasikan hasil pekerjaannya
10 Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
Bagian Data
D: 20-26
D: 9-18
D: 19, 29-42,
D: 101, 143,
D: 43, 99
D: 35-80
D: 83-85, 99-100
D: 102, 132
D: 103, 132
D: 19, 29, 33 ,102
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
No
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Topik Data
pembelajaran
Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
Guru membantu siswa menyelesaikan
permasalahan di LKS
Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan tugas pengayaan/PR
Guru memberi penguatan pada jawaban
siswa
Siswa mengamati dalam pembelajaran
Siswa mengumpulkan informasi dalam
pembelajaran
Siswa aktif selama pembelajaran
Siswa mengerjakan soal latihan dalam
kelompok
Siswa mengkomunikasikan jawaban
hasil diskusi kelompok di papan tulis
Siswa dan guru menanggapi jawaban di
papan tulis
Bagian Data
D: 96, 103,133
D: 102, 132
D: 145-148
D: 53, 85
D: 29-42
D: 35-80
D: 91, 96, 103, 133
D: 102, 132
D: 103, 132
D: 134-142
2) Penentuan Kategori Data
Kategorisasi data merupakan proses membandingkan topik-topik
data yang mewakili makna tertentu yang terkandung dalam
sekelompok data. Proses membandingkan topik data yang satu dengan
lainnya dapat menghasilkan kategori-kategori data. Penentuan topic
data dalam hal ini adalah menentukan gagasan yang mewakili hal yang
sama dalam sekelompok topic data. Kategori data langkah-langkah
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Kurikulum
2013 disajikan dalam bentuk tabel. Hasil kategorisasi data ini
berdasarkan topik-topik data dalam tabel 4.6 sampai dengan tabel 4.9
adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
Tabel
4.10
Kategori
Data
Langkah-langkah
Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan I
No
1
2
3
Kategori Data
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
a. Mengamati
b. Menanya
c. Mengumpulkan informasi
d. Mengasosiasi
e. Mengkomunikasikan
Kegiatan Penutup
Bagian Topik Data
TDLP I : 1
TDLP I : 2, 17
TDLP I : 3-4
TDLP I : 5, 18
TDLP I : 6-7, 19
TDLP I : 8, 19, 20
TDLP I : 12, 13
Tabel 4.11 Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan II
No
1
2
3
Kategori Data
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
a. Mengamati
b. Menanya
c. Mengumpulkan informasi
d. Mengasosiasi
e. Mengkomunikasikan
Kegiatan Penutup
Bagian Topik Data
TDLP II: 1-2
TDLP II: 3, 16
TDLP II: 4-5
TDLP II: 6, 17, 21
TDLP II: 7-9,13,18,19
TDLP II: 11, 15, 20, 21,
22
TDLP II: 14
Tabel 4.12 Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan III
No
1
2
Kategori Data
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
a. Mengamati
b. Menanya
Bagian Topik Data
TDLP III: 1
TDLP III: 2, 16
TDLP III: 3-4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
No
Kategori Data
c. Mengumpulkan informasi
d. Mengasosiasi
e. Mengkomunikasikan
3
Kegiatan Penutup
Bagian Topik Data
TDLP III: 5, 17
TDLP III: 6-8, 18, 19
TDLP III: 9, 19, 20, 21,
14
TDLP III: 13, 15
Tabel 4.13 Kategori Data Langkah-langkah Pelaksanaan
Pembelajaran Pertemuan IV
No
1
2
3
Kategori Data
Kegiatan prndahuluan
Kegiatan inti
a. Mengamati
b. Menanya
c. Mengumpulkan informasi
d. Mengasosiasi
e. Mengkomunikasikan
Kegiatan Penutup
Bagian Topik Data
TDLP IV: 1-2
TDLP IV: 3, 15
TDLP IV: 4-5
TDLP IV: 6, 16, 17
TDLP IV: 7-9, 18
TDLP IV: 10, 14, 18, 19,
20
TDLP IV: 14
Keterangan:
TDLP I
: Topik Data Langkah Pembelajaran Pertemuan I
TDLP II
: Topik Data Langkah Pembelajaran Pertemuan II
TDLP III
: Topik Data Langkah Pembelajaran Pertemuan III
TDLP IV
: Topik Data Langkah Pembelajaran Pertemuan IV
e. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dari hasil perbandingan antara RPP dengan pelaksanaan diperoleh
beberapa langah kegiatan yang tidak terlaksana. Berikut adalah hasil
analisis keterlaksanaan RPP di setiap pertemuan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
1) Pertemuan Pertama
Dari tabel perbandingan antara RPP dan pelaksanaan dalam
lampiran C.4, dapat diketahui presentase keterlaksanaan RPP pada
pertemuan pertama secara keseluruhan, yaitu 75%. Presentase
keterlaksanaan
kegiatan
pendahuluan
adalah
75%.
keterlaksanaan RPP pada tahap inti adalah 78,6%.
Presentase
Pada kegiatan
penutup, ada 6 tahapan kegiatan. Presentase keterlaksanaan RPP pada
kegiatan penutup adalah 66,7%.
2) Pertemuan Kedua
Dari tabel perbandingan antara RPP dan pelaksanaan dalam
lampiran C. 4, dapat diketahui presentase keterlaksanaan RPP pada
pertemuan kedua secara keseluruhan, yaitu 77,5%. Pada tahap
pendahuluan terlaksana 80%. Presentase keterlaksanaan RPP pada
tahap inti adalah 81,25%. Presentase keterlaksanaan RPP pada
kegiatan penutup adalah 50%.
3) Pertemuan Ketiga
Dari tabel perbandingan antara RPP dan pelaksanaan di lampiran
C. 4, dapat diketahui presentase keterlaksanaan RPP pada pertemuan
ketiga secara keseluruhan, yaitu 84,6%. Pada tahap pendahuluan
terlaksana 66,7%. Presentase keterlaksanaan RPP pada tahap inti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
adalah 88,9 %.
Ada 5 tahapan kegiatan dalam kegiatan penutup.
Presentase keterlaksanaan RPP pada kegiatan penutup adalah 80%.
4) Pertemuan Keempat
Dari tabel perbandingan antara RPP dan pelaksanaan pada
lampiran C.4, dapat diketahui presentase keterlaksanaan RPP pada
pertemuan keempat secara keseluruhan, yaitu 53,6%. Pada tahap
pendahuluan terlaksana 14,3%. Presentase keterlaksanaan RPP pada
tahap inti adalah 75%.
Ada 4 tahapan kegiatan dalam kegiatan
penutup. Presentase keterlaksanaan RPP pada kegiatan penutup adalah
50%.
f. Analisis Jawaban Tes Siswa
Berdasarkan deskripsi jawaban siswa pada lampiran C. 6 sampai
dengan C. 13, dapat diketahui beberapa strategi siswa yang muncul dalam
menyelesaikan tes evaluasi (ulangan harian) yang telah dilaksanakan
sebagai berikut:
1) Soal Nomor 1
Dari jawaban-jawaban siswa yang muncul, sebagian besar
siswa telah menjawab dengan benar dalam menentukan letak titiktitik koordinat. Namun, masih ada beberapa siswa yang melakukan
kesalahan pada menggambarkan suatu titik pada bidang koordinat,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104
yaitu, siswa terbalik dalam menentukan absis dan ordinat, seperti
dapat terlihat pada jawaban siswa berikut:
Gambar 4.1 Jawaban S8 untuk soal nomor 1
Siswa tersebut masih salah dalam menentukan absis dan
ordinat suatu titik koordinat, namun, siswa tersebut tetap dapat
menentukan bangun datar yang terbentuk, yaitu persegi panjang
dikarenakan bangun datar yang terbentuk apabila setiap titiknya
terbalik antara absis dan ordinat, tetap merupakan persegi panjang.
Pada jawaban siswa yang lain, adapula siswa yang salah dalam
menggambarkan titik-titik koordinat yang diketahui, sehingga
menentukan bangun datar yang terbentuk merupakan suatu jajar
genjang.
2) Soal Nomor 2
Dalam menjawab soal nomor 2, hampir keseluruhan siswa
menjawab dengan cara langsung menuliskan jawaban, tanpa
menyertakan
langkah-langkah
pengerjaan.
Siswa
cenderung
menghafalkan rumus-rumus pencerminan yang telah dipelajari, dan
langsung menerapkannya dalam soal. Soal yang dimunculkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
merupakan soal rutin, sehingga membuat siswa langsung
menuliskan jawabannya, seperti tampak pada gambar berikut ini:
Gambar 4.2 Jawaban S1 untuk soal nomor 2
Hal ini mengakibatkan siswa kurang memaknai tentang
makna
pencerminan,
karena
yang
diujikan
terbatas
pada
penggunaan rumus. Kesalahan siswa yang muncul adalah terbalik
dalam menjawab pencerminan terhadap sumbu x dan terhadap
sumbu y. Kesalahan ini terjadi karena siswa cenderung
menghafalkan rumus tanpa memaknainya.
Pada soal nomor 2, ada 2 siswa yang menjawab dengan
cara menggambarkan pada bidang koordinat, seperti tampak pada
gambar berikut:
Gambar 4.3 Jawaban S22 untuk soal no 2
Siswa tersebut menentukan bayangan hasil pencerminan
terhadap sumbu y dan sumbu x dengan menggambarkan pada
bidang koordinat. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya
menghafalkan rumus, tetapi juga memahami makna pencerminan
terhadap sumbu x dan sumbu y.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106
3) Soal Nomor 3
Dalam menjawab soal nomor 3, siswa mengerjakan dengan
cara langsung menuliskan jawaban. Hal ini dikarenakan siswa
cenderung menghafalkan rumus tanpa memaknainya. Soal ulangan
harian yang merupakan soal rutin membuat siswa menjawab
dengan hafalan rumus, seperti tampak pada gambar berikut ini:
Gambar 4.4 Jawaban S2 untuk soal nomor 3
Kesalahan siswa yang muncul adalah terbalik dalam menjawab
pencerminan terhadap garis y = x dan terhadap garis y = -x.
Kesalahan ini terjadi karena siswa cenderung menghafalkan rumus
tanpa memaknainya.
Dalam menjawab nomor 4, ada 1 orang siswa yang menjawab
dengan cara menggambarkan titik-titik pada bidang koordinat,
seperti tampak pada gambar berikut:
Gambar 4.5 Jawaban S22 untuk soal nomor 3
Siswa tersebut melakukan kesalahan dalam menentukan
bayangan yang terbentuk, karena siswa langsung menarik titik asal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107
sesuai garis y = x dan y = -x. siswa tersebut tidak menggambarkan
garis cerminnya, yaitu y = x dan y = -x terlebih dahulu.
4) Soal Nomor 4
Dalam menjawab soal nomor 4, ada beberapa siswa yang
menjawab dengan menuliskan langkah-langkah pengerjaan, seperti
tampak dalam gambar berikut:
Gambar 4.6 Jawaban S6 untuk soal nomor 4
Siswa
yang
langsung
menuliskan
jawaban,
cenderung
melakukan kesalahan, yaitu terbalik antara rumus bayangan dari
pencerminan terhadap garis x = h dan garis y = k. Siswa yang telah
menjawab
dengan
menuliskan
langkah-langkah
menjawab,
melakukan kesalahan yaitu salah dalam menentukan rumus awal
menentukan bayangan hasil pencerminan. Hal ini menunjukkan
bahwa siswa cenderung menghafalkan rumus dan kurang
memaknai konsep pencerminan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108
5) Soal Nomor 5
Dalam soal nomor 5, ada 2 strategi yang diperoleh. Pertama,
siswa menjawab dengan cara langsung menjumlahkan besar
translasi sehingga langsung diketahui letak bayangan hasil
pencerminan. Hal ini dapat dilihat dari gambar berikut:
Gambar 4.7 Jawaban S22 untuk soal nomor 5
Strategi kedua adalah siswa menjawab dengan cara melakukan
dua kali translasi, seperti pada gambar berikut ini:
Gambar 4.8 Jawaban S30 untuk soal nomor 5
Sebagian besar siswa menjawab dengan strategi yang kedua.
Strategi kedua ini merupakan strategi yang digunakan oleh guru
dalam membahas latihan soal yang sejenis dalam pembelajaran.
Hal ini menunjukkan, siswa masih cenderung mengikuti langkah
pengerjaan yang pernah dibahas, dan kurang kreatif dalam
mengeksplorasi alternatif cara menjawab.
6) Soal Nomor 6
Dalam menjawab soal nomor 6, siswa menjawab dengan cara
menggambarkan titik yang diketahui ke dalam bidang koordinat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109
Dalam menentukan hasil translasi, siswa mentranslasikan setiap
titiknya dengan cara menggambar. Dalam menentukan hasil
translasi dengan cara menggambar, ada siswa yang melakukan
kesalahan dalam menentukan pergeseran yang terjadi, misalnya
dalam menggeser x sebesar a, siswa justru melakukan pergeseran
dengan menggeser x sejauh b. Siswa yang telah menggambar titiktitik awal pada bidang koordinat, ada pula yang menentukan hasil
translasi dengan cara menambahkan titik asal dengan besar
translasi, seperti pada gambar berikut:
Gambar 4.9 Jawaban S27 untuk soal nomor 6
Hal ini menunjukkan ada siswa yang masih menghafal rumus
translasi tanpa memaknainya, sehingga ketika menentukan hasil
translasi dengan gambar, siswa merasa kebingungan. Dari berbagai
jawaban siswa tersebut, ada 3 siswa yang dapat menarik
kesimpulan jawaban dengan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa
siswa dapat mengerjakan soal dengan sistematis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
7) Soal Nomor 7
Dalam mengerjakan soal nomor 7, siswa mengerjakan dengan
menuliskan langkah penyelesaiannya, meskipun belum begitu
sistematis. Ada 2 strategi jawaban siswa yang muncul. Pertama,
siswa menggunakan rumus awal translasi yaitu, x’ = x + a dan y’ =
y + b, kemudian siswa melakukan manipulasi aljabar untuk
memperoleh nilai a dan b, seperti tampak pada gambar berikut ini:
Gambar 4.10 Jawaban S1 untuk soal nomor 7
Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya menghafal cara
menentukan besar translasi, tapi menemukan jawaban dari rumus
translasi, kemudian memanipulasi aljabar sehingga diperoleh besar
translasi yang ditanyakan. Strategi yang kedua, siswa langsung
melakukan perhitungan dengan cara mengurangkan titik akhir
dengan titik awal, seperti pada gambar berikut:
Gambar 4.11 Jawaban S26 untuk soal nomor 7
Dalam hal ini, siswa hanya menghafalkan rumus seperti yang
telah di bahas pada pembelajaran di kelas. Dalam melakukan
perhitungan, masih ada siswa yang melakukan kesalahan dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111
operasi penjumlahan bilangan bulat. Pada soal nomor 7, ada 8
siswa yang menarik kesimpulan jawaban dengan tepat. Hal ini
menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang dapat menjawab
dengan sistematis, yaitu dengan menuliskan langkah-langkah
pengerjaan dan menarik kesimpulan jawaban.
8) Soal Nomor 8
Pada jawaban soal nomor 8, semua siswa menjawab dengan
strategi yang sama, yaitu dengan langsung mengurangkan titik
akhir dengan besar translasi, sehingga diperoleh titik awal, seperti
tampak pada gambar berikut:
Gambar 4.12 Jawaban S5 untuk soal nomor 8
Hal
ini
menunjukan
bahwa
siswa
menggunakan
cara
pengerjaan yang dibahas pada pembelajaran. Siswa kurang
mengeksplorasi alternatif-alternatif penyelesaian masalah yang
mungkin. berdasarkan jawaban-jawaban siswa, ada 9 siswa yang
menarik kesimpulan jawaban dengan tepat. Hal ini menunjukkan
ada beberapa siswa yang menjawab secara sistematis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
g. Analisis Hasil Belajar Siswa
Data jawaban tes tertulis siswa kemudian dianalisis secara kuantitatif,
menggunakan kategori sebagai berikut:
Tabel 4.14 Tabel Predikat Capaian Hasil Belajar Siswa
Skor
Predikat
86% ≤ Total ≤ 100% Amat Baik
71% ≤ Total < 86%
Baik
56% ≤ Total < 71%
Cukup
0% ≤ Total < 56%
Kurang
Sumber: Pedoman Penilaian Kurikulum 2013
1) Predikat Ketercapaian Hasil Belajar Siswa Secara Keseluruhan
Berdasarkan hasil tes ulangan harian, diperoleh predikat ketercapaian
hasil belajar siswa dalam mempelajari materi transformasi sebagai berikut:
Tabel 4. 15 Predikat Ketercapaian Hasil Belajar Siswa Secara
Keseluruhan
No.
Presensi
1
2
3
4
5
6
8
9
10
11
12
13
14
Skor Total
Nilai
Predikat
18
15
19
18
20
21
10
20
13
17
10
19
19
86
71
90
86
95
100
48
95
62
81
48
90
90
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
CUKUP
BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113
No.
Presensi
15
16
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
Skor Total
Nilai
Predikat
12
10
20
12
21
16
14
18
18
19
20
18
20
15
19
21
16
19
17
14
57
48
95
57
100
76
67
86
86
90
95
86
95
71
90
100
76
90
81
67
CUKUP
KURANG
AMAT BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
BAIK
CUKUP
2) Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Kedudukan Suatu Titik/
bangun Datar pada Koordinat Cartesius dan Menggambar Bangun Datar
pada Bidang Koordinat
Soal nomor 1a dan 1b digunakan untuk melihat ketercapaian siswa
dalam indikator menentukan kedudukan suatu titik/ bangun datar pada
koordinat Cartesius dan menggambar bangun datar pada bidang koordinat.
Predikat ketercapaian hasil belajar siswa pada indikator tersebut adalah
sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114
Tabel
4.16
Predikat
Ketercapaian
Indikator
Menentukan
Kedudukan Suatu Titik/ bangun Datar pada Koordinat Cartesius
dan Menggambar Bangun Datar pada Bidang Koordinat
No.
Presensi
1
2
3
4
5
6
8
9
10
11
12
13
14
15
16
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
1a
4
4
3
4
4
4
1
4
3
4
1
4
4
1
1
4
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
1b
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
Total
5
5
4
5
5
5
2
5
3
5
2
5
5
1
1
5
2
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
5
Presentase
(%)
100
100
80
100
100
100
40
100
60
100
40
100
100
20
20
100
40
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
80
100
100
100
Predikat
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
KURANG
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
115
3) Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil Pencerminan
Soal nomor 2a sampai dengan 4b digunakan untuk mengetahui
ketercapaian siswa dalam indikator menentukan hasil pencerminan.
Predikat ketercapaian hasil belajar siswa pada indikator tersebut adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.17 Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil
Pencerminan
No.
Presensi
2a
2b
3a
3b
4a
4b
Total
PresenTase
1
2
3
4
5
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
0
1
0
0
0
0
1
3
2
5
3
5
50
33.3
83.3
50
83.3
6
1
1
1
1
1
1
6
100
8
9
10
11
12
13
0
1
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
2
5
5
3
2
4
33.3
83.3
83.3
50
33.3
66.7
14
1
1
1
1
1
1
6
100
15
16
18
19
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
0
0
0
0
5
2
5
3
83.3
33.3
83.3
50
20
1
1
1
1
1
1
6
100
21
22
23
0
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
0
3
2
3
50
33.3
50
Predikat
KURANG
KURANG
BAIK
KURANG
BAIK
AMAT
BAIK
KURANG
BAIK
BAIK
KURANG
KURANG
CUKUP
AMAT
BAIK
BAIK
KURANG
BAIK
KURANG
AMAT
BAIK
KURANG
KURANG
KURANG
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
116
No.
Presensi
2a
2b
3a
3b
4a
4b
Total
PresenTase
24
25
26
27
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
0
3
5
5
3
50
83.3
83.3
50
28
1
1
1
1
1
1
6
100
29
0
1
1
1
0
0
3
50
30
1
1
1
1
1
1
6
100
31
1
1
1
1
1
1
6
100
32
33
34
35
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
2
4
2
3
33.3
66.7
33.3
50
Predikat
KURANG
BAIK
BAIK
CUKUP
AMAT
BAIK
CUKUP
AMAT
BAIK
AMAT
BAIK
KURANG
CUKUP
KURANG
KURANG
4) Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil Translasi
Soal nomor 5 dan 6 digunakan untuk mengetahui ketercapaian siswa
dalam indikator menentukan hasil translasi (pergeseran). Predikat
ketercapaian hasil belajar siswa pada indikator tersebut adalah sebagai
berikut:
Tabel 4.18 Predikat Ketercapaian Indikator Menentukan Hasil Translasi
No.
Presensi
1
2
3
4
5
6
5
6
Total
Presentase
Predikat
2
0
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
5
3
5
5
5
5
100
60
100
100
100
100
AMAT BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117
No.
Presensi
8
9
10
11
12
13
14
15
16
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
5)
5
6
Total
Presentase
Predikat
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
0
3
0
2
0
3
3
3
1
3
0
3
2
3
3
3
2
3
3
3
0
3
3
3
3
3
1
2
5
2
4
2
5
5
5
2
5
2
5
3
5
5
5
4
5
5
5
2
5
5
5
5
5
3
40
100
40
80
40
100
100
100
40
100
40
100
60
100
100
100
80
100
100
100
40
100
100
100
100
100
60
KURANG
AMAT BAIK
KURANG
BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
CUKUP
Predikat Ketercapaian Indikator Memiliki Keterampilan untuk
Mengerjakan Soal Pengembangan tentang Translasi
Soal nomor 7 dan 8 digunakan untuk mengetahui
ketercapaian siswa dalam indikator memiliki keterampilan dalam
mengerjakan
soal
pengembangan
dari
translasi.
Predikat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118
ketercapaian hasil belajar siswa pada indikator tersebut adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.19 Predikat Ketercapaian Indikator Memiliki Keterampilan
untuk Mengerjakan Soal Pengembangan tentang Translasi
No.
Presensi
1
2
3
4
5
6
8
9
10
11
12
13
14
15
16
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
7
8
Total
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
1
2
0
1
2
2
2
2
2
0
2
2
2
2
2
1
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
1
5
5
5
5
5
5
4
5
3
5
4
5
3
1
5
5
5
5
5
2
5
5
5
5
5
4
5
3
Presentase
(%)
100
100
100
100
100
100
80
100
60
100
80
100
60
20
100
100
100
100
100
40
100
100
100
100
100
80
100
60
Kategori
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
CUKUP
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
CUKUP
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
KURANG
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
BAIK
AMAT BAIK
CUKUP
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119
No.
Presensi
31
32
33
34
35
7
8
Total
2
2
2
2
1
3
3
3
3
2
5
5
5
5
3
Presentase
(%)
100
100
100
100
60
Kategori
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
AMAT BAIK
CUKUP
D. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran
matematika materi transformasi dengan pendekatan saintifik Kurikulum
2013 dan mengetahui hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi
dalam mempelajari materi transformasi dengan pendekatan saintifik.
1. Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Materi Transformasi dengan
Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
Dalam analisis data bagian d telah dibuat kategori-kategori data.
Kategori-kategori data tersebut akan dibahas dalam bagian ini.
a. Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama, diperoleh kategori data yaitu, kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan inti dibagi
menjadi
5
subkategori
mengumpulkan
mengkomunikasikan.
data,
informasi,
yaitu
mengamati,
mengasosiasi/menalar,
menanya,
dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120
1) Kegiatan Pendahuluan
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan pendahuluan dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
67
%.
pada kegiatan
pendahuluan pertemuan pertama adalah 75 %.
Pembelajaran pertemuan pertama diawali dengan salam dari guru yang
dijawab oleh siswa, kemudian guru memeriksa kehadiran siswa. Pada kegiatan
pendahuluan, guru tidak mengajak peserta didik untuk proaktif dalam
pembelajaran yang dilaksanakan, padahal langkah ini ada dalam RPP.
Berdasarkan dari data wawancara dengan guru dan siswa, guru tidak
melaksanakan kegiatan tersebut karena guru kurang terbiasa untuk memotivasi
siswa di awal pembelajaran. Guru hanya menanyakan semangat siswa dan
kurang terlihat dalam menumbuhkan motivasi siswa di awal pembelajaran.
Di awal pembelajaran, guru memberikan apersepsi yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari agar siswa dapat lebih mudah dalam mempelajari
materi. Hal ini tampak dalam cuplikan transkrip berikut:
G
SB
G
B
: “Yang akan kita bahas adalah transformasi. Di sini akan
kita mulai tentang koordinat kartesius. Untuk koordinat
kartesius, anak-anak dalam mempelajari koordinat
kartesius sangat penting sekali karena ini penting untuk
kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak-anak sudah pernah
melihat permainan catur itu ya”
: “Nggih”
: “Arahnya, arahnya kemana aja itu?”
: “Kiri, kanan, maju, mundur, gitu nggih?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121
Dari percakapan di atas, terlihat bahwa siswa aktif dalam menjawab
pertanyaan guru tentang masalah kontekstual. Siswa juga dapat menjawab dengan
tepat tentang arah permainan catur yang berhubungan dengan bidang koordinat.
Namun, ketika memasuki materi bidang koordinat, siswa masih merasa
kebingungan. Kebingungan siswa terlihat dari sikap siswa yang cenderung diam
ketika guru menanyakan tentang garis mendatar atar horizontal pada sumbu
koordinat. Hal ini membuat guru perlu menjelaskan ulang tentang komponen pada
sumbu koordinat terlebih dahulu.
Dalam kegiatan pendahuluan, guru mendemonstrasikan kegiatan yang
berhubungan dengan bidang koordinat. Guru meminta salah seorang siswa untuk
maju ke depan kelas, kemudian guru memberikan instruksi agar siswa maju,
mundur, ke kanan, atau ke kiri. Kegiatan pendahuluan pada pertemuan pertama
telah berhasil mempersiapkan siswa ke dalam suasana siap belajar. Siswa tampak
siap dalam belajar dan suasana kelas tenang sehingga tercipta suasana kondusif
dalam pembelajaran.
2) Kegiatan Inti
Secara
kuantitatif,
kesesuaian
pelaksanaan
kegiatan
inti
dengan
pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik adalah 76 %. Keterlaksanaan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
pada kegiatan inti pertemuan
pertama adalah 78,6%. Pada bagian selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan
kegiatan inti pada pertemuan pertama secara kualitatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
122
a) Mengamati
Kegiatan pengamatan mengedepankan pengamatan langsung pada objek
yang akan dipelajari sehingga siswa mendapatkan mendapatkan data yang
akan dianalisis sesuai tingkat perkembangan siswa (Hosnan, 2014). Dalam
kegiatan inti pembelajaran pertama, guru telah memfasilitasi siswa untuk
mengamati dalam pembelajaran. Guru mengarahkan siswa untuk mengamati
pergerakan seorang siswa di depan kelas, kemudian tugas siswa yang lain
adalah menghubungkan pergerakan siswa di depan dengan materi bidang
koordinat seperti yang terlihat dari cuplikan transkrip berikut:
G
: “Coba maju dua langkah, mbak” [Mengatakan, kepada
siswi yang berada di depan kelas]
G
: “Kalo maju ke depan gini, merupakan sumbu apa?”
SB
: “Sumbu y”
G
: “Sumbu y, kalau maju berarti tandanya?”
SS
: “Positif”
Dari cuplikan transkrip video di atas terlihat bahwa siswa telah mengamati
dengan cermat sehingga mendapatkan informasi yang diperoleh untuk
pembelajaran. Guru juga menyediakan LKS yang akan diamati oleh siswa
untuk memperoleh informasi mengenai bidang koordinat. LKS yang dibuat
oleh guru berisi ringkasan materi tentang bidang koordinat dan latihan soal
untuk dikerjakan oleh siswa. Siswa mengamati LKS secara berkelompok. Hal
yang diamati oleh siswa dari LKS adalah bagian ringkasan materi bidang
koordinat, yang berisi tentang pengertian sistem koordinat kartesius, dan cara
menentukan titik pada bidang koordinat. Pengamatan LKS dilakukan agar
siswa memahami tentang definisi Koordinat Kartesius, komponen dalam
sumbu kartesius (absis dan ordinat), dan menentukan titik dalam bidang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123
koordinat. Ketika siswa mengamati LKS, guru berkeliling untuk memantau
aktivitas siswa dalam mengamati dan membantu siswa apabila mengalami
kesulitan. Pengamatan LKS berlangsung secara singkat karena informasi yang
ada di LKS telah dikumpulkan oleh siswa dalam metode tanya jawab. Dalam
kegiatan mengamati, guru kurang maksimal dalam memanfaatkan LKS yang
telah disediakan. Sebaiknya LKS diamati oleh siswa pada saat awal
pembelajaran sehingga siswa mengumpulkan informasi dari LKS terlebih
dahulu. Hal ini akan memudahkan siswa dalam mengikuti pembelajaran
karena siswa telah diingatkan terlebih dahulu tentang materi bidang koordinat
di Sekolah Dasar.
b) Menanya
Dalam memberikan pengantar sebelum kegiatan mengamati, guru
meminta siswa untuk dapat mengajukan pertanyaan. Pertanyaan bisa berupa
rasa ingin tahu siswa akan sesuatu yang belum dipahami dan ingin dipahami.
Selama kegiatan mengamati, siswa tidak menemukan pertanyaan dan
kesulitan, atau sesuatu yang ingin diketahui lebih lanjut, sehingga siswa tidak
mengajukan pertanyaan. Guru berusaha memancing siswa untuk bertanya
dengan meminta siswa untuk bertanya apapun, dan hasilnya siswa tetap tidak
menanyakan suatu hal, seperti tampak pada transkrip video berikut:
G : “Ada kesulitan? Silakan tanya nggih” [Guru berjalan ke arah
siswa, untuk berinteraksi dengan siswa]
G : “Nggak ada?” [Guru menunggu respon siswa dan memancing
siswa untuk bertanya]
G : “Jadi titik A itu mempunyai absis berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124
Pada pembelajaran pertama, guru menggunakan metode tanya jawab. Guru
mengharapkan siswa terbiasa dengan pertanyaan, sehingga dapat membuat
pertanyaan ketika pembelajaran. Guru berusaha memancing siswa untuk
bertanya kembali dengan cara guru mengajukan pertanyaan menantang kepada
siswa. Pertanyaan menantang yang dimaksud adalah pertanyaan yang
memungkinkan siswa untuk bernalar, bukan sekedar jawaban benar/salah
ataupun ya/tidak. Contoh pertanyaan menantang yang diajukan oleh guru
adalah sebagai berikut:
G
SS
G
SS
: “Jadi misalnya ini titik (-3,1), ini menghitungnya
darimana?”
: “Pangkal koordinat”
: “Ke arah mana?”
: “Kiri”
Aktivitas bertanya dalam pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Metode
pembelajaran dengan tanya jawab merupakan pendorong dan pembuka yang
baik untuk memancing siswa dalam mengajukan pertanyaan. Dalam
pembelajaran hari pertama, siswa masih terlihat pasif dalam bertanya, bahkan
tidak ada satu pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Cara guru memancing
siswa untuk bertanya adalah dengan mengajukan pertanyaan. Hal ini membuat
proses menanya didominasi oleh guru. Dalam kegiatan menanya, guru dapat
memberikan pancingan kepada siswa selain dengan cara guru mengajukan
pertanyaan. Guru dapat memberikan arahan kepada siswa tentang hal-hal yang
dapat dijadikan pertanyaan. Guru dapat meminta siswa memperhatikan suatu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
125
hal, misalnya titik yang terletak tepat di sumbu x, kemudian guru meminta
siswa untuk bertanya, dan bukan guru yang mengajukan pertanyaan kepada
siswa. Hal ini akan membuat siswa terpancing untuk memiliki rasa ingin tahu
sehingga dapat mengajukan pertanyaan.
c) Mengumpulkan informasi
Dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, aktivitas mengumpulkan
informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku
teks, mengamati objek/ kejadian/ aktivitas wawancara dengan narasumber,
dan sebagainya. Pada pembelajaran hari pertama, guru telah memfasilitasi
siswa untuk mengumpulkan informasi dengan baik. Pengumpulan informasi
dalam pembelajaran pertemuan pertama berlangsung selama proses tanya
jawab antara guru dengan siswa. Siswa mengumpulkan informasi dengan
bantuan pertanyaan-pertanyaan dari guru. Siswa terlihat aktif menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari guru dengan bantuan pengetahuan siswa saat
duduk di bangku Sekolah Dasar tentang bidang koordinat, dan informasi dari
LKS. Proses pengumpulan informasi terlihat dalam cuplikan transkrip berikut:
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
: “Jadi misalnya ini titik (-3,1), ini menghitungnya
darimana?”
: “Pangkal koordinat”
: “Ke arah mana?”
: “Kiri”
: “Berapa langkah?”
: “Tiga”
: “Kemudian dilanjutkan ke arah mana?”
: “ Atas”
: “Berapa langkah?”
: “Satu”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
126
Dengan metode tanya jawab, guru dapat memastikan bahwa siswa
mengumpulkan materi
sesuai
dengan
materi
yang dibahas.
Dalam
mengumpulkan informasi, bantuan guru masih sangat dominan. Guru dapat
mencoba agar siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber secara
mandiri agar siswa dapat menemukan makna pembelajaran secara lebih
mendalam dan tidak hanya menunggu bantuan dari guru.
d) Mengolah Informasi atau Menalar atau Mengasosiasi
Istilah menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan
ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru
dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Hal ini menekankan bahwa peserta
didik harus lebih aktif daripada guru (Hosnan, 2014). Proses pembelajaran
pada hari pertama telah menggambarkan bahwa guru dan peserta didik adalah
pelaku aktif pembelajaran. Dalam proses pengumpulan informasi dengan
metode tanya jawab, siswa memperoleh berbagai informasi tentang
menentukan titik dalam bidang koordinat. Namun, guru tidak mengajak siswa
untuk menyimpulkan informasi yang diperoleh, misalnya, menyimpulkan
bagaimana menentukan titik dalam bidang koordinat kartesius. Hal ini
menyebabkan informasi yang diperoleh siswa tidak diolah untuk menjadi
suatu simpulan.
Dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik, proses penalaran untuk
memperoleh simpulan sangatlah penting. Dengan proses menalar, siswa dapat
mengelompokkan informasi yang diperoleh, mengaitkan informasi dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
127
pengetahuan sebelumnya, sehingga siswa dapat memperoleh suatu simpulan
akan pengetahuan baru maupun pengetahuan tambahan. Aktivitas siswa pada
pertemuan pertama masih belum menunjukkan proses menalar dalam
mengelompokkan informasi yang diperoleh, dan mengaitkan informasi dengan
pengetahuan sebelumnya.
Dalam proses mengasosiasi, guru juga mengajak siswa untuk menerapkan
informasi yang telah dipahami dalam rangka menjawab latihan soal secara
klasikal. Aktivitas ini menunjukkan bahwa guru telah memfasilitasi siswa
dalam mengolah informasi. Siswa terlihat lancar dalam menentukan titik pada
bidang koordinat. Meskipun siswa tidak menarik suatu simpulan tentang
bidang koordinat, siswa tampak tidak menemukan kesulitan dalam
menerapkan informasi yang diperoleh dari proses tanya jawab. Selanjutnya,
guru memfasilitasi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh
untuk mengerjakan laihan soal di LKS dengan cara diskusi kelompok. Proses
diskusi berlangsung kondusif, siswa berdiskusi dengan tertib dan guru
berkeliling ke setiap kelompok untuk membantu siswa apabila menemukan
kesulitan.
e) Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan adalah kegiatan siswa untuk membentuk jaringan
pada kelas. Kegiatan belajarnya adalah menyampaikan hasil pengamatan,
kesimpulan, secara lisan, tertulis maupun media lainnya (Hosnan, 2014).
Dalam pembelajaran hari pertama, guru memfasilitasi siswa untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
128
mengkomunikasikan jawaban dari latihan soal secara tertulis. Perwakilan
kelompok menuliskan jawaban di papan tulis. Guru telah mempersiapkan agar
setiap kelompok dapat mengkomunikasikan jawabannya di papan tulis. Siswa
terlihat antusias dalam mengkomunikasikan jawaban. Hal ini terlihat dari
respon siswa ketika guru menyebutkan salah satu kelompok untuk menjawab
di papan tulis, siswa langsung bersedia untuk menuliskan jawaban di papan
tulis. Hal yang dikomunikasikan oleh siswa masih terbatas pada jawaban
singkat/ hasil jawaban akhir saja. Guru dapat meminta siswa untuk menuliskan
langkah-langkah pengerjaan/ strategi penyelesaian masalah sehingga siswa
dapat mengetahui bahwa ada berbagai cara untuk menyelesaikan satu soal. Hal
ini akan membuat siswa menjadi siswa yang kreatif dalam menjawab.
Setelah siswa menuliskan jawaban di papan tulis, guru mengajak semua
siswa untuk mengonfirmasi jawaban-jawaban yang ada di papan tulis. Siswa
lain terlihat aktif dalam mengonfirmasi jawaban di papan tulis. Hal ini terlihat
dari respon siswa yang cukup baik ketika guru menanyakan apakah siswa
setuju
dengan
jawaban
di
papan
tulis
atau
tidak.
Dalam
tahap
mengkomunikasikan hasil diskusi, guru telah memfasilitasi siswa dengan baik,
dan siswa telah mampu berkomunikasi secara tertulis dengan baik.
3) Kegiatan Penutup
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan penutup dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
100
%.
pada kegiatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
129
penutup pertemuan pertama adalah 66,7 %. Kegiatan penutup yang tidak
terlaksana adalah:
3.1)
Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasilhasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan
manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran
yang telah berlangsung
3.2)
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru, faktor penghambat
terlaksananya kegiatan tersebut adalah manajemen waktu yang kurang
diperhitungkan oleh guru. Waktu pembelajaran telah habis sebelum kegiatan
selesai dilaksanakan.
Di akhir pembelajaran pertemuan pertama, guru mengajak siswa untuk
menarik kesimpulan tentang apa yang dipelajari pada hari tersebut.
Selanjutnya, pembelajaran pertemuan pertama diakhiri dengan pemberian soal
tes evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat
mengetahui kemampuan siswa dalam pembelajaran hari pertama. Setelah
siswa selesai mengerjakan selama 15 menit, guru kemudian meminta siswa
untuk menukarkan jawabannya dengan teman sebelah, kemudian guru dan
siswa bersama-sama mengkoreksi jawaban tes evaluasi. Hal ini bertujuan agar
siswa semakin paham tentang materi dan siswa langsung dapat mengetahui
kemampuannya ketika mempelajari sistem koordinat kartesius. Di akhir
pembelajaran, guru memberikan arahan kepada siswa untuk pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
130
selanjutnya, yaitu pencerminan, seperti tampak dalam cuplikan percakapan
berikut:
G : “Untuk pertemuan selanjutnya, dipelajari tentang refleksi atau
pencerminan nggih?”
SS : “Nggih”
b. Pertemuan Kedua
Materi pelajaran pada pertemuan kedua adalah refleksi atau pencerminan.
Pencerminan yang dibahas adalah pencerminan terhadap sumbu x, sumbu y,
titik asal O(0,0), dan garis y = x.
1) Kegiatan Pendahuluan
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan pendahuluan
dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik sebesar 50 %.
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan
pendahuluan pertemuan kedua adalah 81,25 %. Kegiatan pendahuluan
yang tidak terlaksana adalah kegiatan guru bersama dengan siswa
membahas
PR
pada
pertemuan
yang
lalu.
Faktor
penghambat
terlaksananya tahapan tersebut adalah guru tidak terbiasa untuk membahas
PR ketika siswa tidak bertanya. Guru menganggap siswa tidak
menemukan kesulitan apabila siswa tidak mengajukan pertanyaan. Pada
bagian selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada
pertemuan kedua secara kualitatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
131
Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam kepada siswa,
yang ditanggapi oleh siswa secara bersama-sama. Di awal pembelajaran
siswa terlihat antusias dan semangat. Hal ini terlihat dari cuplikan
transkrip berikut:
G
SS
G
SS
G
SS
: “Ass. Wr. Wb.”
: “Wass. Wr. Wb.”
: “Selamat siang”
: “Selamat siang”
: “Masih semangat?”;
: “Masih”
Selanjutnya, guru juga menanyakan kelengkapan siswa, apakah ada siswa
yang tidak hadir. Setelah itu, guru mengawali pembelajaran dengan apersepsi.
Guru meminta siswa untuk mengingat materi tentang bidang koordinat pada
pertemuan yang lalu, karena materi tersebut akan digunakan dalam
mempelajari pencerminan pada bidang koordinat. Setelah itu, guru mengajak
siswa untuk menemukan masalah sehari-hari yang berhubungan dengan
pencerminan. Guru memberikan kegiatan sehari-hari yang dilakukan siswa
yang berkaitan dengan refleksi/ pencerminan yang tampak dalam cuplikan
berikut:
G : “Jadi anak-anak, dalam kehidupan sehari-hari anak-anak tidak
asing lagi tentang pencerminan. Kalau mau berangkat ke sekolah, anakanak mesti bercermin terlebih dahulu. Untuk apa to itu?” [beberapa
siswa menjawab tetapi tidak terlalu jelas dan lantang suaranya]
G : “Bercermin untuk melihat bayangan kamu, ya gak?”
SB : “Nggih”
Guru juga menghadirkan cermin kecil agar siswa lebih mudah dalam
mempelajari pencerminan dan sifat-sifat bayangan pada pencerminan. Di awal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
132
pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengamati bayangan yang dihasilkan
oleh cermin datar, karena hal ini akan berguna dalam mempelajari pencerminan
pada bisang koordinat.
G
SB
G
SB
G
SB
G
: “Coba, sifat-sifat bayangannya gimana?”
: “Terbalik”
: “Terbalik? Jarak benda dengan bayangan gimana?”
: “Sama”
: “Sama nggih? Bayangannya gimana? Maya nggih?”
: “Nggih”
: “Bayangan dengan bendanya sama tidak besarnya? Sama nggih.
Nah, sekarang jarak benda mbak’e dengan bayangan ini gimana?
sama nggih. Terus, nanti kalau kita tarik suatu garis, garisnya
selalu
gimana?”
[Guru
mengambil
penggaris
untuk
mengilustrasikasn hasil bayangan dari cermin datar agar
memudahkan siswa dalam memahami materi pencerminan]
2) Kegiatan Inti
Secara
kuantitatif,
pembelajaran
kesesuaian
menggunakan
pelaksanaan
pendekatan
kegiatan
saintifik
inti
adalah
dengan
76
%.
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan inti
pertemuan kedua adalah 81, 25 %. Kegiatan inti yang tidak terlaksana adalah:
2.1)
Siswa bertanya tentang jenis bayangan yang terbentuk dari cermin
datar, bisa juga siswa menanyakan bayangan yang terbentuk dari
cermin cekung (dari sendok misalnya)
2.2)
Siswa lain menjawab pertanyaan temannya
2.3)
Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang menentukan
bayangan apabila suatu titik direfleksikan terhadap sumbu x
2.4)
Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang menentukan
bayangan apabila suatu titik direfleksikan terhadap sumbu y
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
133
2.5)
Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang menentukan
bayangan apabila suatu titik direfleksikan terhadap titik asal O(0,0)
2.6)
Siswa menanya dengan kata kunci, koordinat bayangan, sumbu
koordinat, dan titik asal.
Selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan kegiatan inti pada pertemuan kedua
secara kualitatif.
a) Mengamati
Dalam observasi yang cermat pada metode ilmiah, peneliti mampu
menentukan suatu hal yang menarik dan cukup membingungkan sehingga
diperlukan penyelidikan lebih lanjut (Stephen S. Carey, 2011). Peneliti dalam
konteks pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik adalah
siswa.
Aktivitas
mengamati
pada
pembelajaran
matematika
dengan
pendekatan saintifik diharapkan pula dapat dilakukan dengan cermat, sehingga
siswa mampu menemukan sesuatu yang belum jelas dan perlu dipelajari lebih
lanjut. Pada pertemuan kedua, guru memfasilitasi siswa untuk mengamati
sumber belajar yaitu buku paket. Buku paket sebagai bahan pengamatan telah
dimiliki oleh siswa, sehingga tahap mengamati dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kegiatan mengamati, guru tidak menyiapkan suatu kegiatan khusus
agar siswa dapat mengamati secara mendalam. Kegiatan mengamati juga
berlangsung sangat singkat. Dalam mengamati secara singkat ini, siswa
tampak kurang mampu menemukan suatu hal yang belum jelas untuk
dipelajari lebih lanjut lagi. Siswa juga masih kurang mampu menemukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
134
sesuatu untuk dicatat dalam catatan-catatan kecil untuk ditanyakan. Kegiatan
mengamati yang singkat ini membuat esensi mengamati kurang dapat
dirasakan oleh siswa.
Guru telah memfasilitasi siswa untuk mengamati, yaitu dengan mengamati
sumber belajar, namun dalam kegiatan mengamati, guru tidak memberikan
rambu-rambu/ petunjuk kepada siswa tentang apa yang diamati. Kegiatan
mengamati masih terbatas pada pengamatan di dalam kelas dan tanpa
pedoman yang jelas. Dalam kegiatan mengamati guru dapat membagi siswa ke
dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok diberikan tugas untuk
mengamati sifat bayangan dengan cermin datar. Kemudian, setiap kelompok
dapat saling bertukar informasi hasil pengamatan dalam memperkaya ilmu.
Ketika siswa diberi kesempatan untuk mengamati lebih cermat, maka siswa
dapat memperoleh lebih mendalam dengan menemukan sendiri.
b) Menanya
Kegiatan menanya sangat penting untuk meningkatkan keingintahuan
dalamp diri siswa dan mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar
sepanjang hayat (Ridwan Abdullah Sani, 2014). Kegiatan menanya kurang
terlihat dalam pembelajaran kedua. Siswa tampak kurang memiliki rasa ingin
tahu dalam pencerminan. Siswa hanya mengikuti alur yang dibuat oleh guru
dan cenderung pasif dalam bertanya. Namun begitu, guru telah memfasilitasi
siswa menanya dengan cara meminta kepada siswa untuk mengajukan
pertanyaan ketika ada hal yang belum jelas. Guru berusaha memancing siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
135
untuk bertanya dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Kurang
nampaknya kegiatan menanya dapat disebabkan karena siswa kurang
mendalam dalam mengamati, sehingga siswa kurang dapat menemukan apa
yang sebenarnya ingin siswa ketahui. Siswa juga tampak kurang memiliki
inisiatif dalam mengungkapkan secara lisan. Dalam melatih siswa untuk
menanya, guru dapat menggunakan metode inkuiri Suchman. Guru
menampilkan suatu fenomena bercermin dari video orang yang sedang
bercermin. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengajukan satu
pertanyaan secara bergantian. Guru hanya menjawab ya/ tidak. Kemudian,
guru memunculkan fenomena yang lebih mengarahkan siswa untuk
mengamati lebih mendalam sehingga siswa mampu mengajukan pertanyaan
yang bermakna. Pertanyaan bermakna adalah pertanyaan yang tidak memiliki
jawaban mutlak, melibatkan siswa dan guru dalam upaya menjawab
pertanyaan, terkait dengan permasalahan nyata yang dihadapi siswa, terkait
dengan pengetahuan awal siswa, menggunakan kata bagaimana atau mengapa.
c) Mengumpulkan informasi
Dalam pembelajaran pertemuan kedua, guru telah memfasilitasi siswa
untuk mengumpulkan informasi dengan metode tanya jawab. Guru
mengajukan pertanyaan kemudian siswa menjawab. Namun, proses metode
tanya jawab terlihat kurang maksimal. Dalam menentukan sifat-sifat bayangan
hasil pencerminan, guru kurang memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan
informasi secara mandiri dan justru guru memberi tahu sifat-sifat bayangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
136
hasil pencerminan. Dalam proses Tanya jawab, apabila siswa tidak menjawab
pertanyaan guru, guru kemudian menjelaskan jawabannya kepada siswa. Hal
ini membuat pembelajaran tampak seperti metode ceramah, meskipun guru
telah berusaha untuk menciptakan suasana tanya jawab, seperti terlihat pada
cuplikan transkrip berikut:
G
: “Coba nanti letak bayangan garis AB nanti terletak dimana? Jadi
A’ nya terletak dimana nanti? Di sini kita tarik ke bawah nggih,
kalo ini kita buat jaraknya sama nggih? Kalau kita tarik ke bawah
sama, harus betul-betul apa? Tegak. Ini bayangan titik A.
kemudian titik B juga kita tarik ke bawah tegak lurus garis l. Maka,
bayangannya mana? Jadi bayangan garis AB, kalau kita cerminkan
terhadap garis l, maka bayangannya adalah A’B’. Caranya gimana?
Jaraknya selalu sama dan tegak lurus. Nah, itu pencerminan
terhadap suatu garis.” [Guru menggambarkan titik A’ dan B’, dan
garis A’B’ di papan tulis]
Proses metode tanya jawab yang tampak dalam pembelajaran hari kedua adalah
sebagai berikut:
G : “Coba misalnya kita mempunyai titik di sini. Titik B di sini. Titik B
ini mempunyai koordinat berapa?”
SB : “( -3, 4)”
G : “( -3, 4) nggih, coba nanti letak bayangannya dimana?”
SB : “( -3, -4)”
SB : “(-3, -4)”
G: “Kita tarik dari sini nggih. Kita buat sama nggih. Jadi nanti letak
bayangannya adalah di sini nggih. B’ dengan koordinat berapa?”
SB : “( -3, -4)”
Proses pengumpulan informasi dilakukan di dalam kelas dengan arahan
dari guru. Siswa mengumpulkan informasi berdasarkan jawaban yang siswa
ajukan dalam menjawab pertanyaan guru dan juga dari penjelasan oleh guru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
137
Dalam mengumpulkan informasi, guru juga melibatkan siswa secara aktif,
baik secara jawaban lisan maupun menggambar di papan tulis.
Metode utama yang digunakan dalam membantu siswa melaksanakan
kegiatan penyelidikan/ memperoleh informasi adalah dengan mengajukan
pertanyaan. Pada tahap akhir pengumpulan informasi, guru perlu melakukan
koordinasi agar siswa dapat menyampaikan informasi yang dikumpulkannya
(Ridwan Abdullah Sani, 2014). Dalam tahap mengumpulkan informasi pada
pembelajaran kedua, guru telah memfasilitasi siswa dengan baik, sehingga
siswa dapat memperoleh informasi yang beragam. Namun, bantuan guru
dalam pembelajaran terlihat masih terlalu dominan dan metode Tanya jawab
kurang dapat dilaksanakan secara maksimal. Guru dapat mencoba agar siswa
mengumpulkan informasi secara mandiri dalam kelompok. Misalnya, siswa
diberikan kesempatan untuk mencoba mencerminkan suatu benda dengan
menggunakan penggaris dan cermin, kemudian siswa diminta untuk
menuliskan hal-hal yang diperoleh dalam proses menjawab pertanyaan sifatsifat banyangan hasil pencerminan. Guru hanya memberikan pedoman
pertanyaan yang dibagikan dalam kelompok kemudian siswa mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan tersebut. Proses
pengumpulan informasi dapat dilakukan di perpustakaan atau di laboratorium
komputer, sehingga siswa dapat memperoleh infromasi dari berbagai sumber.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
138
d) Mengasosiasi
Kemampuan mengolah informasi melalui penalaran dan berpikir rasional
merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa. Informasi
yang diperoleh dari pengamatan atau percobaan yang dilakukan harus diproses
untuk menemukan satu informasi dengan informasi yang lain, dan mengambil
kesimpulan dari pola yang diberikan (Ridwan Abdullah Sani, 2014). Dalam
mengasosiasi, guru memberi bantuan kepada siswa untuk menemukan suatu
pola dalam menentukan hasil pencerminan. Guru membimbing siswa dengan
melihat informasi yang telah diperoleh, kemudian guru menanyakan pola apa
yang dapat siswa ketahui. Dalam pembelajaran kedua, siswa tampak belum
mampu mengasosiasi secara mandiri. Bantuan guru masih sangat dominan.
Guru perlu mengulang informasi sebelumnya untuk menemukan suatu
kesimpulan. Meskipun informasi sebelumnya telah diulang, siswa belum
mampu untuk mengungkapkan suatu kesimpulan. Akhirnya, guru memberikan
kesimpulan kepada siswa tentang rumus menentukan suatu hasil pencerminan.
Hal ini tampak dalam transkrip video berikut ini:
G
SB
G
SB
G
SB
: “Jadi kalau suatu titik kita cerminkan terhadap apa?”
: “x”
: “Maka yang berubah apanya? Yang berubah y. Ini absis, ini
ordinat. Atau yang berubah y. y-nya berubah, yo? Berubahnya
gimana? Positif jadi negatif, negatif jadi positif, yang berubah itu
nggih. Kalau misalnya ada titik ini, x-nya tetep nggih, yang
berubah apanya?” [Guru memberikan jawaban pertanyaannya
kepada siswa karena siswa pasif menjawab]
: “y”
: “Jadi titik (x, y) kita cerminkan terhadap sumbu x, maka
bayangannya dimana?”
: “(x, -y)”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
139
Dalam pembelajaran kedua ini, guru telah memfasilitasi siswa untuk
mengolah informasi, karena telah memanggil informasi-informasi sebelumnya
dan mengajak siswa menemukan suatu pola. Namun, siswa tampak masih
kebingungan untuk mengungkapkan suatu kesimpulan. Untuk mengatasi hal
ini, guru dapat memberikan bantuan dalam bentuk LKS, sehingga siswa
berusaha menuliskan suatu pola yang diperoleh. Dalam membuat kesimpulan,
guru dapat memfasilitasi siswa dengan berdiskusi dengan kelompoknya.
Dalam kegiatan mengasosiasi, siswa juga diharapkan mampu untuk
menerapkan informasi dan kesimpulan yang diperoleh ke dalam soal latihan.
Siswa mengerjakan latihan soal secara berkelompok. Dalam berdiskusi
menyelesaikan latihan, siswa terlihat antusias dan saling membantu. Setiap
siswa terlihat aktif dalam berdiskusi dan mencari jawaban yang tepat
berdasarkan
pengetahuan
yang
telah
diperoleh
sebelumnya.
Dalam
menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, siswa tampak tidak mengalami
kesulitan. Ketika siswa berdiskusi, guru berkeliling untuk memantau aktivitas
siswa dan memberikan bantuan kepada kelompok yang menemukan kesulitan.
e) Mengkomunikasikan
Bekerja sama dalam kelompok merupakan salah satu cara membentuk
kemampuan siswa untuk dapat membangun jaringan dan komunikasi (Ridwan
Andullah
Sani,
2014).
Guru
telah
memfasilitasi
siswa
untuk
mengkomunikasikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan baik.
Komunikasi secara lisan dilakukan siswa dengan diskusi dalam kelompok-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
140
kelompok kecil. Komunikasi secara tertulis dilakukan ketika siswa menuliskan
jawaban kelompok di papan tulis. Dalam diskusi secara klasikal, siswa masih
kurang berani untuk mengungkapkan gagasan secara mandiri. Siswa
cenderung menjawab bersama sama dan dengan suara yang pelan. Hal ini
disebabkan rasa kepercayaan diri siswa akan jawaban atau gagasannya masih
kurang. Guru dapat membangun kepercayaan diri siswa dengan melatih siswa
untuk terbiasa dengan komunikasi secara lisan secara individu.
3) Kegiatan Penutup
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan penutup dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
50
%.
pada kegiatan
penutup pertemuan kedua adalah 50 %. Kegiatan pendahuluan yang tidak
terlaksana adalah:
3.1)
Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan guru
mengonfirmasi tanggapan siswa
3.2)
Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini
Proses penarikan kesimpulan dilakukan guru dan siswa setiap selesai
membahas satu sub materi (misalnya menyimpulkan pencerminan terhadap
sumbu x), akan tetapi guru tidak mengajak siswa untuk menyimpulkan
pembelajaran pada hari tersebut secara keseluruhan di akhir jam pembelajaran.
Faktor penghambat terlaksananya kedua kegiatan di atas adalah guru dan
siswa belum terbiasa dengan adanya tahap penarikan kesimpulan menyeluruh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
141
dan refleksi di akhir pembelajaran. Waktu pembelajaran yang kurang
mencukupi untuk kegiatan penarikan kesimpulan bersama dan refleksi juga
menjadi kendala pelaksanaan kedua kegiatan tersebut. Selanjutnya, akan
dibahas pelaksanaan kegiatan penutup pada pertemuan kedua secara kualitatif.
Pembelajaran pertemuan kedua ditutup dengan pemberian pekerjaan
rumah dan pemberian informasi tentang agenda kegiatan pada pertemuan
selanjutnya, yaitu melanjutkan pencerminan terhadap sumbu y = -x, x = h, dan
y = k dan seterusnya. Hal ini nampak dalam cuplikan transkrip video berikut:
G
: “Yok PRnya, nanti ada PR nggih. Halaman 127, kamu
kerjakan nomor 1 dan 3. Lalu besok kita pelajari refleksi
y = -x, x = h, dan y = k nggih.”
Dalam kegiatan penutup, guru tidak melakukan penarikan kesimpulan
bersama dengan siswa dan tidak mengadakan refeksi pembelajaran pada hari
tersebut, dikarenakan waktu pembelajaran yang tidak mencukupi.
c. Perteman Ketiga
Pembelajaran pertemuan ketiga digunakan untuk melanjutkan materi
pencerminan, yaitu pencerminan terhadap garis y = -x, x = h, dan y = k.
1) Kegiatan Pendahuluan
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan pendahuluan dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
17
%.
pada kegiatan
pendahuluan pertemuan ketiga adalah 66,7 %. Kegiatan pendahuluan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
142
tidak terlaksana adalah kegiatan guru bersama dengan siswa membahas PR
pada pertemuan yang lalu. Faktor penghambat terlaksananya kegiatan tersebut
adalah tidak adanya pertanyaan yang diajukan oleh siswa membuat guru tidak
membahas PR pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya, akan dibahas
pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada pertemuan ketiga secara kualitatif.
Guru mengawali pembelajaran dengan salam pembuka, kemudian
mengajak siswa untuk mengingat materi pada pertemuan yang lalu. Hal ini
dimaksudkan agar siswa tidak melupakan materi sebelumnya, sehingga ketika
ulangan harian, siswa dapat lebih siap dalam hal materi, seperti tampak dalam
cuplikan transkrip video berikut:
G
:Mari kita lanjutkan kemarin sampai pada apa? Pencerminan
terhadap apa?”
: “Y sama dengan X”
: “Ya Y sama dengan X (menulis di papan tulis). Coba ini
titik A dua koma tiga kita cerminkan terhadap garis Y sama
dengan X. Coba bayangannya nanti berapa koordinatnya?”
: “Tiga koma dua”
B
G
SS
Dalam kegiatan pendahuluan, guru telah mempersiapkan siswa dengan baik
agar siswa siap menerima pembelajaran. Siswa terlihat tenang dan suasana kelas
kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
2) Kegiatan Inti
Secara
kuantitatif,
pembelajaran
kesesuaian
menggunakan
pelaksanaan
pendekatan
kegiatan
saintifik
inti
adalah
dengan
71
%.
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan inti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
143
pertemuan ketiga adalah 88,9 %. Kegiatan pendahuluan yang tidak terlaksana
adalah:
2.1)
Siswa bertanya apabila menemui kesulitan ketika memahami
contoh 3.10
2.2)
Siswa mempresentasikan jawabannya
Selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan kegiatan inti pada pertemuan ketiga
secara kualitatif.
a) Mengamati
Dalam Permendikbud Nomor 81A tahun 2013 disampaikan peserta didik
melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan
membacar sehingga melibatkan peserta didik secara langsung. Pada
pembelajaran pertemuan ketiga, guru telah mempersiapkan siswa untuk
mengamati. Guru memfasilitasi siswa untuk mengamati sumber belajar berupa
buku paket yang telah dimiliki oleh setiap siswa. Pengamatan yang dilakukan
dimaksudkan untuk mengamati bagaimana mencerminkan suatu bangun datar
terhadap garis y = -x. Guru meminta siswa untuk mengamati apa yang terjadi
pada setiap titik-titik tesebut. Dalam mengamati pada pertemuan ketiga, siswa
telah dapat malakukan pengamatan dengan baik. Siswa dapat melakukan
pengamatan menggunakan panca indra untuk memperoleh informasi dengan
cara membaca. Hal ini tampak dalam respon siswa yang baik ketika guru
menanyakan informasi yang diperoleh siswa. Guru memastikan siswa telah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
144
melakukan pengamatan dengan cara mereview informasi yang telah diperoleh
siswa. Hal ini tampak dalam cuplikan transkrip berikut:
: “Ya titik K koordinatnya adalah satu koma min lima. Disini
nggih?”
SB
: “Nggih”
G
: “Kemudian akan kita cerminkan pada garis apa itu?”
SB
: “Y sama dengan min X”
G
: “Coba kita bayangannya nanti gimana? Coba [menunjuk salah
seorang siswa untuk maju]”
SB
: “(-1,5)” [kemudian salah satu siswa maju ke depan kelas untuk
menentukan bayangannya]
Dengan melihat respon siswa yang aktif dalam proses tanya jawab, guru dapat
G
menentukan bahwa siswa telah terlibat aktif dalam kegiatan mengamati karena
siswa telah menggunakan panca indra untuk memperoleh informasi.
b) Menanya
Dalam pembelajaran ketiga, guru kurang memfasilitasi siswa untuk
mengajukan pertanyaan. Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya hanya
ketika meminta siswa untuk bertanya ketika menanyakan kepada siswa apakah
ada materi yang belum jelas. Siswa kurang difasilitasi dalam menemukan
suatu hal yang ingin diketahui dalam pembelajaran. Rasa ingin tahu sangat
penting untuk dibangun sejak dini. Respon siswa terhadap kesempatan
bertanya yang diberikan oleh guru masih terlihat pasif. Siswa masih cenderung
diam dan tidak mengajukan pertanyaan. Kegiatan menanya pada pembelajaran
ketiga didominasi oleh guru. Proses menanya yang kurang terlihat dalam
pembelajaran kedua ini disebabkan karena guru kurang memfasilitasi dan
menmotivasi siswa dalam bertanya. Siswa tampak belum dapat berinisiatif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
145
(atas kemauan sendiri) dalam menanya. Bahkan ketika telah disediakan wadah
untuk bertanya, siswa masih tetap diam.
c) Mengumpulkan informasi
Proses pengumpulan informasi dalam implementasi pendekatan saintifik
Kurikulum 2013 dapat terlaksana melalui aktivitas belajar berikut: siswa aktif
dalam mengumpulkan informasi dengan berbagai cara dan dari berbagai
sumber, guru menampung semua pendapat siswa dan membimbing siswa
untuk mendapatkan informasi yang tepat, dan siswa mencatat fenomena yang
terjadi dengan baik dan tepat, sehingga siswa mampu berpikir cermat dan
kritis (Kemdikbud, 2014). Dalam kegiatan mengumpulkan informasi pada
pertemuan ketiga, guru mengajak siswa untuk berdiskusi dengan metode tanya
jawab dan ceramah. Sama seperti pada pertemuan kedua, apabila siswa tidak
merespon pertanyaan guru, guru kemudian memberikan jawaban dan
penjelasan kepada siswa. Hal ini akan membuat siswa kurang mampu
mengumpulkan informasi secara mandiri sehingga pembelajaran terkesan
menggunakan metode ceramah. Dalam kegiatan mengumpulkan informasi
guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok. Kemudian, setiap
siswa diberikan tugas untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
dari berbagai sumber tentang materi yang telah menjadi tugas kelompoknya.
Sesudah mengumpulkan informasi, setiap kelompok dapat diberikan
kesempatan untuk mengkomunikasikan informasi yang diperoleh, sehingga
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
146
setiap kelompok saling melengkapi informasi dan pembelajaran menjadi lebih
bervariasi.
d) Mengolah Informasi atau Menalar atau Mengasosiasi
Proses mengolah informasi atau menalar atau mengasosiasi dalam
pendekatan saintifik Kurikulum 2013 dapat terlaksana dengan beberapa
aktivitas belajar berikut: siswa mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
siswa menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, guru
mengetahui perannya beserta siswa dalam kegiatan mengelola informasi, dan
siswa menarik kesimpulan dari kegiatan observasi sampai mengolah
informasi. Kegiatan mengolah informasi pada pertemuan ketiga dilaksanakan
secara klasikal. Guru meminta siswa untuk menemukan pola dari letak-letak
bayangan yang telah ditentukan dengan cara menggambar. Dalam menentukan
letak bayangan hasil pencerminan terhadap garis y = -x, siswa berperan aktif
dalam menjawab pertanyaan dari guru. Pada pertemuan ketiga ini, siswa lebih
inisiatif dan aktif dalam menarik kesimpulan mengenai pencerminan terhadap
garis y = -x. Dalam menarik kesimpulan mengenai hasil pencerminan terhadap
garis x = k, siswa terlihat kesulitan dan kebingungan dalam menentukan pola
yang terbentuk. Guru berusaha membuat siswa mampu menyimpulkan secara
mandiri dengan cara mengulang informasi dan membantu siswa melihat polapola yang ada. Namun, siswa masuh terlihat pasif, sehingga guru memberikan
kesimpulan kepada siswa. Dalam menyimpulkan pencerminan terhadap garis
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
147
y = h, siswa telah mampu untuk mengungkapkan gagasan tentang kesimpulan
yang diperoleh.
Proses mengolah informasi yang dilakukan oleh siswa pada pertemuan
ketiga adalah menemukan pola dalam menentukan bayangan hasil
pencerminan. Siswa dapat mengolah informasi dengan lebih mudah apabila
sebelumnya ada informasi yang mirip. Dalam memfasilitasi siswa mengolah
informasi, guru masih terlihat dominan dan menggunakan metode ceramah
apabila siswa tidak mengungkapkan kesimpulan yang diperoleh. Dalam
menyiasati hal ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih mandiri
bagi siswa. Dalam pembelajaran klasikal, ada banyak hal yang membuat siswa
pasif dalam mengungkapkan gagasan. Guru dapat membentuk siswa ke dalam
beberapa kelompok, dan setiap kelompok diberikan panduan agar mampu
mengolah informasi, misalnya dengan hasil akhir suatu kesimpulan tentang
menentukan bayangan apabila suatu titik dicerminkan terhadap garis y = -x.
Bekerja dalam kelompok memungkinkan siswa untuk lebih leluasa dalam
mengungkapkan gagasan.
Kegiatan pembelajaran dalam kegiatan mengolah informasi/ menalar/
mengasosisai
dapat
berupa
aktivitas
menerapkan
(mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu persoalan ke persoalan lain yang sejenis
atau yang berbeda. Guru telah memfasilitasi siswa dalam menerapkan
pemahaman ke dalam soal yang sejenis. Guru membagi siswa ke dalam
kelompok-kelompok kecil agar siswa lebih aktif dalam menerapkan
pemahamannya. Aktivitas ini berjalan dengan tertib dan kondusif. Siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
148
tampak aktif dalam menyelesaikan soal dalam kelompok, guru juga
berkeliling ke setiap kelompok untuk memastikan bahwa setiap kelompok
telah menjalankan tugasnya.
e) Mengkomunikasikan
Kegiatan mengkomunikasikan dalam pendekatan saintifik Kurikulum
2013 dapat terlaksana dalam aktivitas belajar sebagai berikut: siswa
menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari
dan mengolah informasi, siswa menyampiakan hasil pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya, dan guru
dan siswa mengangaapi kesimpulan/ jawaban yang diberikan oleh siswa. Pada
pembelajaran pertemuan ketiga, guru telah memfasilitasi siswa untuk
mengkomunikasikan gagasan dan jawaban. Guru memfasilitasi siswa dalam
mengkomunikasikan jawaban terlihat ketika guru mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada siswa, meminta siswa menggambar ke depan (papan tulis),
dan ketika siswa bekerja dalam kelompok. Guru memfasilitasi siswa
mengkomunikasikan jawaban ketika siswa menuliskan jawaban di papan tulis.
Dalam mengkomunikasikan jawaban, siswa hanya menuliskan hasil akhir
tanpa disertai proses penyelesaiannya ataupun strategi penyelesaiannya. Pada
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru menuliskan aktivitas siswa
mempresentasikan jawabannya. Dalam RPP, guru telah mencoba untuk
melibatkan siswa secara aktif dengan komunikasi lisan, namun, melihat realita
bahwa siswa belum mampu untuk mengungkapkan pertanyaan, guru merasa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
149
hal ini belum mampu untuk dilaksanakan oleh siswa, sehingga aktivitas
tersebut tidak digunakan.
3) Kegiatan Penutup
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan penutup dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
100
%.
pada kegiatan
penutup pertemuan ketiga adalah 80 %. Kegiatan pendahuluan yang tidak
terlaksana adalah adalah siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini.
Faktor penghambat terlaksananya kegiatan di atas adalah keterbatasan waktu
pembelajaran. Ketika waktu pembelajaran telah usai, guru belum sempat
untuk mengajak siswa berefleksi tentang pembelajaran pada hari tersebut.
Pada bagian selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan kegiatan penutup pada
pertemuan ketiga secara kualitatif.
Di akhir pembelajaran, guru memberikan tes evaluasi kepada siswa.
Jumlah soal adalah 6 soal yang berisi tentang pencerminan terhadap sumbu x,
sumbu y, garis y = x, garis y = - x, garis x = h, dan y = k. siswa diberikan
waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk emnyelesaikan soal post-tes tersebut.
Setelah selesai, siswa diminta untuk menukarkan lembar jawaban dengan
teman di meja sebelahnya. Hal ini dilakukan karena guru akan mengajak siswa
untuk membahas dan mengoreksi jawaban tes evaluasi yang telah dikerjakan
tadi. Proses pembahasan soal post tes dilakukan dengan melibatkan siswa
secara aktif. Guru meminta siswa untuk mengungkapkan jawaban dari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
150
pekerjaan yang dikoreksinya. Kemudian guru mengajak siswa lain untuk
mengonfirmasi jawaban tersebut. Selanjutnya, guru memberikan penguatan
terhadap jawaban siswa, sehingga siswa mengetahui jawabn yang benar.
Setelah pembahasan jawaban, guru meminta siswa untu memberikan skor
terhadap pekerjaan yang dikoreksi, dengan begitu, guru dan siswa dapat
mengetahui kemampuan siswa dalam mempelajari pencerminan. Pembelajaran
diakhiri dengan penyampaian agenda pada pertemuan yang akan datang, yang
nampak dalam cuplikan transkrip video berikut ini:
G
: “Ya, jadi itu mengenai pencerminan. Untuk pertemuan minggu
depan, dipersiapkan materi translasi atau pergeseran”
Dalam penutupan pembelajaran, guru tidak sempat mengajak siswa untuk
menarik kesimpulan dan merefleksikan pembelajaran pada hari tersebut,
karena
waktu
pembelajaran
yang
telah
habis.
Dalam
pelaksanaan
pembelajaran, guru perlu melakukan perbaikan dalam mengelola waktu
pembelajaran, agar rencana kegiatan yang telah dibuat dapat dilaksanakan
sesuai dengan alokasi waktu yang telah disiapkan.
d. Pertemuan Keempat
1) Kegiatan Pendahuluan
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan pendahuluan dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
17
%.
pada kegiatan
pendahuluan pertemuan keempat adalah 14,3 %. Kegiatan pendahuluan yang
tidak terlaksana adalah . Pada tahap kegiatan pendahuluan hanya satu tahap
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
151
kegiatan saja yang terlaksana. Guru melakukan banyak improvisasi
pembelajaran demi menyesuaikan dengan suasana kelas dan siswa. Hal ini
dikarenakan keterbatasan LCD yang ada. Dari ketersediaan LCD yang ada di
sekolah, hanya ada 1 LCD yang dapat digunakan, dan LCD tersebut sedang
digunakan untuk kegiatan lain. Sehingga guru tidak menggunakan LCD untuk
pembelajaran. Suasana pembelajaran juga terlihat tidak kondusif dikarenakan
adanya perubahan jam pelajaran. Pembelajaran matematika pada jam ke-7 dan
ke-8 dirasa kurang efektif dalam pembelajaran karena siswa terlihat
mengantuk dan tidak antusias. Pada bagian selanjutnya, akan dibahas
pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada pertemuan keempat secara kualitatif.
Kegiatan pembelajaran pertemuan keempat diawali dengan guru memberi
salam kepada siswa dan menanyakan kehadiran siswa. Guru juga menanyakan
tentang semangat siswa dalam belajar seperti terlihat dalam transkrip berikut:
G
: “Assalamualaikuam Wr. Wb.”
SS
: “Walaikumsalam Wr. Wb.”
G
: “Selamat siang”
SS
: “Siang”
G
: “Masih semangat?”
SS
: “Masih”
G
: “Ada yang tidak hadir?”
SS
: “Nihil”
Setelah itu, guru mengajak siswa untuk
mengingat tentang
pencerminan agar siswa tidak melupakan materi yang diperoleh
sebelumnya dan siswa lebih siap dalam menerima pembelajaran. Di awal
pembelajaran, siswa terlihat semangat dan antusias. Hal ini terlihat dari
respon siswa yang cepat dan lantang pada kegiatan apersepsi. Suasana
kelas yang tercipta pun kondusif untuk pelaksanaan kegiatan belajar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
152
mengajar. Siswa terlihat telah siap dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Dalam mempersiapkan siswa di awal pembelajaran, guru telah
mampu untuk menciptakan suasana siap belajar dan sikap siswa yang siap
menerima pembelajaran. Dari pertemuan pertama sampai dengan keempat,
guru dapat menciptakan suasana awal pembelajaran dengan baik.
2) Kegiatan Inti
Secara
kuantitatif,
pembelajaran
kesesuaian
menggunakan
pelaksanaan
pendekatan
kegiatan
saintifik
inti
adalah
dengan
78
%.
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan inti
pertemuan inti adalah 75 %. Kegiatan inti yang tidak terlaksana adalah:
2.1)
Setelah mengamati, siswa mengungkapkan apa yang diperoleh dari
pengamatan tadi
2.2)
Siswa mencoba mengkomunikasikan gambar 3.13 dan 3.14 dengan
kata-katanya sendiri
2.3)
Siswa menanyakan apa yang ingin diketahuinya tentang translasi/
pergeseran pada bidang koordinat.
2.4)
Guru mengajak siswa berdiskusi tentang jawaban dari pertanyaanpertanyaan tersebut
Pada bagian selanjutnya, akan dibahas pelaksanaan kegiatan inti pada
pertemuan keempat secara kualitatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
153
a) Mengamati
Kegiatan mengamati pada pertemuan keempat dilaksanakan di dalam
kelas. Obyek yang diamati oleh siswa adalah buku paket pelajaran
matematika yang telah dimiliki oleh setiap siswa. Tidak ada kendala yang
muncul dalam kegiatan mengamati. Guru telah dapat memfasilitasi siswa
untuk mengamati selama pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan
siswa telah dapat melaksanakn kegiatan mengamati seperti yang telah
dipersiapkan oleh guru. Namun, pelaksanaan kegiatan mengamatai masih
terlihat
kurang
mendalam
dan
bervariasi.
Siswa
masih
kurang
melaksanakan pengamatan yang cermat. Dari pelajaran pertama hingga
keempat, kegiatan mengamati dilakukan di dalam kelas. Guru dapat lebih
kreatif lagi dalam melaksanakan kegiatan mengamati. Guru dapat
memanfaatkan taman sekolah dan lapangan untuk dijadikan objek
pengamatan. Dalam materi translasi misalnya, siswa dapat diberi tugas
untuk mengamati kegiatan yang ada di sekitar sekolah yang ada
hubungannya dengan pergeseran. Guru juga dapat mennghadirkan
permainan catur di dalam kelas, sehingga siswa dapat mencermati translasi
dengan lebih cermat dan mendalam. Dengan cara pengamatan yang
bervarisasi, siswa akan lebih antusias dalam pembelajaran dan mengurangi
rasa mengantuk dan bosan ketika mempelajari matematika.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
154
b) Menanya
Dalam pembelajaran pertemuan keempat, siswa tidak mengajukan
pertanyaan di depan kelas. Guru memancing siswa untuk bertanya dengan
mengajukan pertanyaan. Dalam 4 kali pembelajaran, guru telah berusaha
untuk memancing untuk bertanya, namun siswa tetap tidak mengajukan
pertanyaan. Dalam tahapan menanya, guru perlu mengkomunikasikan
kepada siswa pentingnya menanya. Guru perlu menekankan kepada siswa
bahwa dengan bertanya, siswa menunjukkan rasa ingin tahunya akan
sesuatu
yang
akan
dipelajarinya,
bukan
justru
menunjukkan
ketidaktahuannya. Rasa kepercayaan diri siswa perlu dibangun dalam
kegiatan menanya. Siswa terkadang mersa minder ketika akan mengajukan
pertanyaan. Siswa mengatakan bahwa budaya yang ada adalah ketika
siswa mengajukan pertanyaan, teman-teman kelas akan mengatakan
bahwa dirinya bodoh karena tidak paham. Guru perlu membangun
pengertian yang positif tentang tahapan menanya, sehingga budaya
menganggap penanya sebagai orang yang bodoh tidak berkembang. Siswa
perlu dilatih untuk membuat pertanyaan. Terkadang ketika siswa ingin
menanyakan
suatu
hal,
siswa
merasa
kebingungan
bagaimana
menyampaikan hal itu kepada orang lain. Siswa perlu belatih bagaimana
membuat pertanyaan, membangun keberanian untuk bertanya, dan siswa
perlu menemukan sesuatu hal yang ingin ditanyakannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
155
c) Mengumpulkan informasi
Dalam tahap mengumpulkan informasi pertemuan keempat, guru telah
memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan informasi dengan baik. Proses
pengumpulan informasi dilakukan dilakukan oleh siswa selama proses
tanya jawab dengan guru di dalam kelas. Siswa mencatat hal-hal penting
yang akan digunakan untuk menarik suatu kesimpulan. Proses
pengumpulan informasi berlangsung di dalam kelas. Hal yang menarik
dari pertemuan keempat adalah, siswa mengumpulkan informasi tidak
hanya saat tanya jawab secara klasikal, tetapi juga ketika dalam kelompok
kecil. Guru meminta siswa untuk berkelompok dalam menjawab suatu
permasalahan yang diberikan. Dalam hal ini, siswa diberikan kebebasan
untuk berdiskusi dengan kelompoknya dan menggunakan berbagai sumber
belajar yang dimiliki. Guru memantau aktivitas dan membantu siswa
dalam mengumpulkan informasi dengan cara berkeliling ke kelompokkelompok.
Dalam
implementasi
pendekatan
saintifik
pada
pembelajaran
matematika, guru dapat menciptakan kegiatan yang beragam untuk
aktivitas mengumpulkan informasi, sehingga siswa dapat mengumpulkan
informasi dari mana saja. Guru dapat menciptakan pembelajaran di luar
kelas misalnya di perpustakaan, laboratorium komputer maupun dari
lingkungan sekitar sekolah, sehingga pembelajaran menjadi bervariasi dan
siswa dapat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
156
d) Mengasosiasi/ Menalar/ Mengolah Informasi
Dalam pembelajaran pertemuan keempat, siswa mengolah informasiinformasi yang telah dikumpulkan dari proses tanya jawab dan diskusi.
Proses penalaran dilakukan di dalam kelompok-kelompok kecil. Guru
membantu siswa dalam proses penalaran/ asosiasi/ mengolah informasi
dengan berkeliling ke setiap kelompok. Kegiatan ditindaklanjuti dengan
aktivitas siswa mengajukan jawabannya. Jawaban yang diusulkan siswa
ini masih belum tentu kebenarannya. Guru dan siswa lain akan
mengonfirmasi jawaban secara bersama-sama. Hal ini tampak dalam
transkrip berikut ini:
G
S
G
: “Yok kita bahas jawaban temanmu. Ada titik B, kemudian
sudah diketahui bayangannya. Untuk mencari besarnya translasi,
maka bagaimana caranya?”
: “Bayangan dikurangi asal”
: “Ya betul, a didapat dari 1 – 4 = - 3, b dapat dari 3 – 5,
sehingga diperoleh
a = -3 , b = -2. Betul nggih?”
Dalam transkrip tersebut tampak bahwa guru memberikan suatu masalah
kepada kelompok siswa, kemudian siswa mengajukan jawaban atas
masalah tersebut. Guru dan siswa lain mengonfirmasi kebenaran jawaban
siswa tersebut. Kegiatan ini selaras dengan aktivitas metode ilmiah
menurut Stephen S. Carey (2011), yaitu peneliti menguji kebenaran dari
penjelasan yang diajukan sebelumnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
157
e) Mengkomunikasikan
Secara keseluruhan, kegiatan mengkomunikasikan telah terlaksana
dalam
setiap
pertemuan.
Guru
memfasilitasi
siswa
untuk
memgkomunikasikan jawaban dan pendapatnya dengan baik. Siswa
mengungkapkan pendapatnya pada diskusi kelompok dan dalam
pembelajaran secara klasikal di kelas. Komunikasi yang dilakukan oleh
siswa masih dominan pada komunikasi tertulis.
Dalam kegiatan mengkomunikasikan jawabannya, guru juga memberi
kesempatan siswa atau kelompok lain untuk mengungkapkan jawaban atau
cara yang berbeda. Guru bersikap terbuka terhadap pendapat siswa yang
beragam. Hal ini tampak dalam cuplikan transkrip video berikut ini:
G : “Ada yang punya jawaban lain? Semua sama? Yok, kita
tanggapi hasil pekerjaan temanmu. Apabila titik A (2,3)
menjalani translasi sejauh (1,2). Berarti titik (2,3) kita geser ke
mana dulu?” [Siswa tidak menanggapi, menandakan bahwa
siswa tidak memiliki alternatif jawaban lain]
Aktivitas mengkomunikasikan gagasan maupun jawaban secara lisan
masih perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlaksana misalnya dengan
aktivitas
mempresentasikan
strategi
penyelesaian
masalah/
soal.
Komunikasi secara lisan akan membuat siswa melatih kepercayaan diri
akan gagasannya dan membantu siswa dalam merangkai kata-kata
sehingga gagasan yang masih ada dalam angan-angan dapat tersampaikan
ke orang lain dengan baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
158
3) Kegiatan Penutup
Secara kuantitatif, kesesuaian pelaksanaan kegiatan penutup dengan
pembelajaran
menggunakan
pendekatan
saintifik
adalah
Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
25
%.
pada kegiatan
penutup pertemuan keempat adalah 50 %. Kegiatan penutup yang tidak
terlaksana adalah:
3.1)
Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan guru
mengonfirmasi jawaban siswa
3.2)
Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini
Faktor penghambat terlaksananya kegiatan di atas adalah waktu pembelajaran
yang tidak cukup untuk menarik kesimpulan bersama dan merefleksikan
pembelajaran pada hari tersebut. Pada bagian selanjutnya, akan dibahas
pelaksanaan kegiatan penutup pada pertemuan keempat secara kualitatif.
Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan arahan kepada siswa
tentang pelaksanaan ulangah harian pada pertemuan selanjutnya. Pada pertemuan
keempat, guru tidak mengajak siswa untuk melakukan refleksi dan menarik
kesimpulan pembelajaran pada hari tersebut. Pada kegiatan penutup, perlu
dilaksanakan kegiatan refleksi pembelajaran. Hal ini guna mengetahui perasaan
apa yang dialami siswa, kendala yang ditemui oleh siswa, dan apakah siswa
merasa cocok dengan pembelajaran yang telah dipersiapkan oleh guru. Dengan
adanya refleksi, guru dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan
menciptakan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
159
Kegiatan menarik kesimpulan di akhir pembelajaran perlu dilakukan di
setiap pertemuannya. Hal ini bertujuan agar siswa mendapatkan intisari
pembelajaran. Kegiatan ini juga dapat digunakan oleh guru untuk memantapkan
pengetahuan siswa yang telah diperoleh selama pembelajaran. Dalam kegiatan
penutup, kegiatan refleksi dan penarikan kesimpulan tidak pernah dilaksanakan
oleh guru, meskipun telah dipersiapkan dalam RPP. Hal ini dikarenakan waktu
pembelajaran yang tidak mencukupi. Guru perlu lebih memperhatikan alokasi
waktu pembelajaran, agar kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan
dengan baik, demi terciptanya pembelajaran yang lebih baik lagi.
1. Hasil Belajar Siswa
Secara kuantitatif, hasil belajar siswa menunjukkan bahwa 57,6% siswa telah
mencapai predikat amat baik dalam tes tertulis materi transformasi. Siswa yang
memperoleh kategori baik sebesar 18,2%. Siswa yang memperoleh predikat cukup
sebesar 15,1% dan siswa yang mecapai predikat kurang adalah sebesar 9,1%.
Berikut akan dibahas hasil belajar siswa dalam mempelajari materi
transformasi secara kuantitatif dan kualitatif untuk setiap indikator.
a. Indikator: Siswa dapat menentukan kedudukan suatu titik/ bangun datar pada
koordinat Cartesius dan menggambar bangun datar pada bidang koordinat
Secara kuantitatif, siswa yang mencapai predikat amat baik untuk indikator 1
adalah 75,7%. Siswa yang mencapai predikat baik sebesar 6,1%. Siswa yang
mencapai predikat cukup sebesar 3% dan siswa yang mencapai predikat kurang
adalah sebesar 15,1%. Berdasarkan jawaban siswa, siswa mengerjakan dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
160
cara menggambar sumbu koordinat terlebih dahulu, kemudian menentukan titiktitik yang diketahui. Ada 6 siswa yang masih kebingungan dalam menggambarkan
titik, yaitu siswa masih kurang tepat dalam menentukan absis atau ordinat dari
suatu titik, hal ini membuat siswa salah dalam menjawab bangun datar yang
terbentuk dari empat titik yang diketahui. Dalam menjawab bangun datar yang
terbentuk, masih ada 1 siswa yang tidak dapat membedakan persegi panjang dan
persegi.
b. Indikator: Siswa dapat menentukan hasil pencerminan suatu titik terhadap
sumbu x, sumbu y, garis y = x, garis y = -x, garis x = h, dan garis y = k.
Secara kuantitatif, siswa yang mencapai predikat amat baik untuk indikator 2
adalah 18,2%. Siswa yang mencapai predikat baik sebesar 24,2%. Siswa yang
mencapai predikat cukup sebesar 12,1% dan siswa yang mencapai predikat kurang
adalah sebesar 45,4%.
Berdasarkan strategi siswa dalam menjawab, sebagian besar siswa menjawab
soal nomor 2 dan 3 dengan langsung menuliskan jawaban tanpa menuliskan
langkah penyelesaian. Siswa cenderung langsung menggunakan rumus hasil
pencerminan. Sebagian besar siswa mengerjakan dengan menuliskan jawaban
singkat. Pada soal nomor 2, ada 2 strategi jawaban siswa yang muncul, yaitu
1) siswa menentukan hasil pencerminan dengan cara langsung menggunakan
rumus pencerminan terhadap sumbu x dan terhadap sumbu y
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
161
2) siswa menentukan hasil pencerminan dengan cara menggambarkan titiktitik pada bidang kartesius, kemudian mencerminkannya terhadap sumbu x
dan terhadap sumbu y.
Pada soal nomor 3, ada 2 strategi jawaban yang muncul, yaitu:
1) siswa menentukan hasil pencerminan dengan cara langsung menggunakan
rumus pencerminan terhadap garis y = x dan garis y = -x.
2) siswa menentukan hasil pencerminan dengan cara menggambar pada
bidang kartesius
Pada soal nomor 4, ada 7 siswa yang menjawab dengan cara menuliskan
langkah-langkah yang ditempuh dalam mencari bayangan hasil pencerminan.
Dalam menjawab soal nomor 2 sampai dengan 4, semua siswa menjawab dengan
cara langsung menggunakan rumus pencerminan. Dari berbagai jawaban siswa
yang muncul, tidak ada siswa yang menarik kesimpulan jawaban.
c. Indikator: Siswa dapat menentukan hasil translasi (pergeseran) suatu titik
Secara kuantitatif, siswa yang mencapai predikat amat baik untuk indikator 3
adalah 66,6%. Siswa yang mencapai predikat baik sebesar 6,1%. Siswa yang
mencapai predikat cukup sebesar 9,1% dan siswa yang mencapai predikat kurang
adalah sebesar 18,2%.
Berdasarkan jawaban siswa pada soal nomor 5, diperoleh 2 strategi siswa
dalam menjawab, yaitu:
1) Siswa menentukan titik akhir dengan cara melakukan dua kali translasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
162
2) Siswa menjumlahkan vector translasi terlebih dahulu, lalu menentukan titik
akhir
Pada soal nomor 5, tidak ada siswa yang menarik kesimpulan jawaban.
Pada jawaban soal nomor 6, semua siswa menjawab dengan cara
menggambarkan titik awal terlebih dahulu pada bidang koordinat. Ada 2
strategi siswa dalam menentukan titik akhir hasil translasi, yaitu:
1) Siswa menggambarkan pada bidang koordinat untuk menentukan titik
akhir
2) Siswa langsung menambahkan setiap titik asal dengan vector translasi
Dari jawaban-jawaban siswa yang diperoleh, ada 3 siswa yang menarik
kesimpulan jawaban dengan tepat.
d. Indikator:
Siswa
memiliki
keterampilan
dalam
mengerjakan
soal
pengembangan dari materi translasi
Secara kuantitatif, siswa yang mencapai predikat amat baik untuk indikator 4
adalah 72,7%. Siswa yang mencapai predikat baik sebesar 9,1%. Siswa yang
mencapai predikat cukup sebesar 12,1% dan siswa yang mencapai predikat kurang
adalah sebesar 6,1%.
Pada soal nomor 7, ada 2 strategi siswa dalam menjawab, yaitu:
1) Siswa menggunakan rumus awal translasi yaitu, x’ = x + a dan y’ = y + b,
kemudian siswa melakukan manipulasi aljabar untuk memperoleh nilai a dan
b.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
163
2) Siswa langsung melakukan perhitungan dengan cara mengurangkan titik akhir
dengan titik awal
Dari jawaban-jawaban siswa yang diperoleh, ada 8 siswa yang menarik
kesimpulan jawaban dengan tepat.
Pada jawaban soal nomor 8, semua siswa menjawab dengan strategi yang
sama, yaitu dengan langsung mengurangkan titik akhir dengan vector translasi,
sehingga diperoleh titik awal. Dari jawaban-jawaban siswa, ada 9 siswa yang
menarik kesimpulan jawaban dengan tepat.
2. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian terletak pada wawancara dan soal tes hasil
belajar. Keterbatasan terkait wawancara adalah hasil wawancara tidak
dapat digunakan untuk melihat pengaruh pembelajaran dengan
pendekatan saintifik terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan
waktu wawancara yang sudah memungkin untuk diadakan wawancara
lanjutan
untuk
mengetahui
apakah
pembelajaran
matematika
mempengaruhi hasil belajar siswa terkait aspek kognitif/ pengetahuan.
Keterbatasan penelitian terkait dengan hasil belajar adalah soal-soal
evaluasi hasil belajar yang diujikan masih terbatas pada soal rutin,
sehingga tidak dapat dilihat kemampuan berpikir kritis yang dicapai
oleh siswa. Hal ini dikarenakan materi pembelajaran dan latihan soal
yang diberikan dalam pembelajaran terbatas pada soal-soal rutin.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian yang dilaksanakan pada kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi
menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran yang dilakukan selama empat kali pertemuan
berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa kegiatan yang tidak
terlaksana karena keterbatasan waktu dan respon siswa yang kurang
mendukung. Hasil presentase keterlaksanaan pembelajaran yang
dihitung sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu
sebesar 72,7 %. Pembelajaran diawali dengan salam dan apersepsi
materi untuk mempersiapkan siswa dalam awal pembelajaran. Secara
keseluruhan, guru telah menerapkan pembelajaran saintifik dengan
lima langkah, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mongolah informasi/ menalar/ mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.
Secara keseluruhan, kegiatan menanya dan mengolah informasi masih
kurang maksimal dalam empat kali pembelajaran yang dilakukan.
Aktivitas tersebut kurang tampak dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran diakhiri dengan pemberian tes evaluasi pembelajaran,
pembahasan, dan penyampaian agenda pada pertemuan selanjutnya.
Dalam
perencanaan
pembelajaran,
guru
telah
merencanakan
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan baik
164
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
165
dan lengkap dalam memunculkan langlah-langkah pendekatan
saintifik, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Namun, dalam
pelaksanaan, guru kurang dapat memberikan pancingan kepada siswa
agar melaksanakan langah-langkah saintifik yang dilakukan. Hal ini
menyebabkan guru lebih dominan dalam melaksanakan langkahlangkah pendekatan saintifik. Guru terlihat siap dalam melaksanakan
pembelajaran, sedangkan siswa masih belum siap sepenuhnya dalam
mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
2. Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan
pendekatan saintifik memperoleh rata-rata nilai 81. Presentase hasil
belajar siswa dengan predikat amat baik sebesar 57,6 %, presentase
hasil belajar siswa dengan predikat baik sebesar 18,2 %, presentase
hasil belajar siswa dengan predikat cukup sebesar 15,1 %, dan
presentase hasil belajar siswa dengan predikat kurang sebesar 9,1 %.
Sebagian besar siswa belum menjawab dengan sistematis, dan masih
ada siswa yang kurang teliti. Hasil belajar siswa yang tinggi ini belum
pasti menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa seperti yang
ada dalam pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Hal ini disebabkan
karena soal tes masih terbatas soal rutin yang bukan merupakan soal
kontekstual.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
166
B. Saran
Saran yang dapat peneliti sumbangkan sehubungan dengan penelitian
analisis pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi dengan
pendekatan saintifik Kurikulum 2013 di kelas VII SMP Negeri 2 Wedi
tahun ajaran 2015/2016 adalah sebagai berikut:
1. Bagi Calon Guru
Calon guru dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam
penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika, sehingga
pembelajaran akan lebih efektif dan efisien bagi guru dan siswa.
2. Bagi Guru
a. Guru diharapkan dapat lebih kreatif lagi dalam memfasilitasi
dan melibatkan siswa dalam langkah-langkah pembelajaran
dengan
pendekatan
saintifik,
sehingga
pelaksanaan
pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik sungguh
terimplementasikan di sekolah dengan baik.
b. Guru
diharapkan
dapat
melakukan
evaluasi
terhadap
pelaksanaan pembelajaran di kelas agar dapat mengetahui
penghambat pelaksanaan pembelajaran saintifik Kurikulum
2013 di kelas dan dapat menciptakan suatu penyelesaian dari
kendala yang ada.
c. Aktivitas dalam kegiatan mengamati dapat ditingkatkan dengan
cara membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil,
dimana setiap kelompok diberikan tugas untuk mengamati
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
167
suatu hal secara cermat. Guru perlu menjelaskan rambu-rambu
dalam kegiatan mengamati yang akan dilakukan. Kemudian,
setiap kelompok saling bertukar informasi hasil pengamatan
guna memperkaya ilmu.
d. Aktivitas dalam kegiatan menanya dapat ditingkatkan dengan
cara menggunakan metode inkuiri Suchman. Langkah pertama,
guru menampilkan suatu fenomena yang berkaitan dengan
materi.
Setiap
kelompok
diberikan
kesempatan
untuk
mengajukan satu pertanyaan secara bergantian, dan guru hanya
menjawab ya/tidak, kemudian, guru memunculkan fenomena
yang lebih mengarahkan siswa untuk mengamati lebih
mendalam sehingga siswa mampu mengajukan pertanyaan
yang bermakna.
e. Aktivitas
kegiatan
menggumpulkan
informasi
dapat
ditingkatkan dengan kegiatan mengumpulkan informasi di luar
kelas, misalnya di perpustakaan, di laboratorium komputer
maupun di lingkungan sekolah lainnya. Metode yang
digunakan dalam mengumpulkan informasi dapat lebih
bervariatif lagi selain menggunakan metode tanya jawab dan
melalui buku teks.
f. Aktivitas kegiatan mengolah informasi/ menalar/ mencoba
dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemandirian
siswa dalam menalar. Guru dapat membuat LKS yang akan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
168
dikerjakan siswa dalam kelompok dalam rangka mengolah
informasi dan meminimalkan bantuan guru.
g. Aktivitas
pada
kegiatan
mengkomunikasikan
dapat
ditingkatkan dengan aktivitas komunikasi secara lisan. Siswa
mengkomunikasikan secara lisan strategi jawaban yang
digunakan dan tidak hanya jawaban akhir saja. Hal ini akan
membantu siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri dalma
mengungkapkan gagasannya.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya dapat melakukan beberapa hal berikut,
misalnya:
a. penelitian dengan tema pengaruh pembelajaran matematika
pendekatan saintifik Kurikulum 2013 terhadap prestasi atau
hasil belajar siswa.
b. penelitian dengan menggunakan soal-soal kontekstual
untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam
pembelajaran matematika pendekatan saintifik Kurikulum
2013.
c. penelitian
tentang
analisis
faktor-faktor
penghambat
pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan
saintifik
Kurikulum
mengatasinya.
2013,
disertai
dengan
cara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid dan Chaerul Rochman. 2014. Pendekatan Ilmiah dalam
Implementasi Kurikulum 2013. Bandung : Remaja Rosdakarya
Abdul Majid. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Interes Media.
Akbar Sa’dun. Instrumen Perangkat Pembelajaran. 2013. Bandung:PT. Remaja
Rosdakarya.
Ali Hamzah dan Muhlisrarini. 2014. Perencanaan dan Strategi Pembelajaran
Matematika. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Andi Prastowo.2014. Panduan Kreatif
Membuat Bahan Ajar Inovatif.
Yogyakarta: Diva Press.
BSNP. 2006. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.
Daryanto.
2014.
Pendekatan
Pembelajaran
Saintifik
Kurikulum
2013.
Yogyakarta: Gava Media.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Donald Ary, et al. 2010. Introduction to Research in Education (8th ed). Canada:
Wadsworth Cengage Learning.
169
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
170
Himpunan Perundang-undangan RI tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2008.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Beserta Penjelasannya.
Bandung: Nuansa Aulia.
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad
21. Bogor: Ghalia Indonesia
Ismail, dkk. 2003. Kapita Selekta Pembelajaran Matematika. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Juliansyah Noor. 2011. Metode Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya
Ilmiah. Jakarta:
Prenada Media Group.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Materi
Pelatihan Guru: Implementasi Kurikulum 201 (SMP/MTs.: Matematika).
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian
Pendidikan
dan
Kebudayaan
Republik
Indonesia.
2013.
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan
Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian
Pendidikan
dan
Kebudayaan
Republik
Indonesia.
2013.
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan
Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian
Pendidikan
Permendikbud
dan
No.
Kebudayaan
81A
Tahun
Republik
2013
Indonesia.
tentang
2013.
Implementasi
Kurikulum.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.
Yogyakarta: Kanisius.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
171
Muri Yusuf. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian
Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nana Sudjana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.
Ramaja Rosdakarya.
Negoro, St. dan B. Harahap. 2010. Ensiklopedia Matematika. Bogor: Ghalia
Indonesia.
Ngalim Purwanto. 2009. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nusa Putra. 2011. Penelitian Kualitatif: Proses Dan Aplikasinya. Jakarta:
Indeks.
Nusa Putera. 2011. Penelitian Kualitatif: Proses & Aplikasi. Jakarta: Indeks.
Oemar Hamalik. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Peter Kosso. 2011. A Summary of Saintific Method. London New York: Springer
Dordrecht Heidelberg.
Purwoto. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: UNS Press.
Rangkuti, Freddy. 2009. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus
Integrated Marketing Communication. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ridwan Abdullah Sani. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi
Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.
Roy Hollands. 1983. Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee
Colloge of Education. Jakarta: Erlangga.
Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor :
Ghalia Indonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
172
Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Edisi Revisi.
Jakarta: Rineka Cipta
Stephen S. Carey. 2011. A Beginner’s Guide to Scientific Method, Fourth Edition.
Wadsworth, Cengage Learning.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D.Bandung: ALFABETA.
Sukardjono. 2001. Filsafat dan Sejarah Matematika. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.
Surya Dharma. 2004. Manajemen Kinerja: Falsafah, Teori, dan Penerapannya.
Jakarta: Program Pascasarjana FISIP.
Susanta. 1990. Geometri Transformasi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
W. S. Winkel. 1989. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.
W.S. Winkel. 2009. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Yunus Abidin. 2014. Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum
2013. Bandung: Refika Aditama.
Yunus Abidin. 2013. Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum
2013. Bandung: Refika Aditama.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L1
LAMPIRAN A
A.1
Surat Ijin Penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L2
A. 2
Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L3
A. 3
Validitas Soal Tes Uji Coba
1. Uji Validasi Butir Soal Nomor 1a
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
3
4
4
1
2
4
4
1
2
1
3
1
2
4
2
4
3
4
4
2
55
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
48
80
72
11
16
48
80
8
32
5
51
9
32
84
32
80
57
72
84
30
931
X2
9
16
16
1
4
16
16
1
4
1
9
1
4
16
4
16
9
16
16
4
179
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,804316
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 1a memiliki
tingkat koefisien korelasi yang tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L4
2. Uji Validasi Butir Soal Nomor 1b
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
1
1
1
14
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
16
20
18
0
8
12
20
0
16
0
17
0
0
21
0
20
19
18
21
15
241
X2
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
1
1
1
14
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,619078
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 1b memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L5
3. Uji Validasi Butir Soal Nomor 2a
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
14
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
16
20
18
11
0
0
20
0
16
0
0
9
16
21
0
20
19
18
21
15
240
X2
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
14
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,595978
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 2a memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L6
4. Uji Validasi Butir Soal Nomor 2b
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
1
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
1
1
1
11
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
16
20
18
0
0
0
20
0
16
0
17
0
0
21
16
0
0
18
21
15
198
X2
1
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
1
1
1
11
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,631959
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 2b memiliki
tingkat koefisien korelasi yang tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L7
5. Uji Validasi Butir Soal Nomor 3a
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
1
1
0
1
0
10
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
X2
0
20
0
11
0
0
20
0
16
0
0
0
16
21
16
20
19
0
21
0
180
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
1
1
0
1
0
10
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,571629
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 1a memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L8
6. Uji Validasi Butir Soal Nomor 3b
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
12
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
X2
0
20
0
0
0
0
20
0
16
0
17
0
16
21
16
20
19
18
21
15
219
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
12
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,764923
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 3b memiliki
tingkat koefisien korelasi yang tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L9
7. Uji Validasi Butir Soal Nomor 4a
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
15
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
X2
0
20
18
11
8
0
20
8
16
0
17
0
16
21
16
20
19
18
21
0
249
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
15
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,47671
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 4a memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L10
8. Uji Validasi Butir Soal Nomor 4b
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
1
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
13
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
16
20
18
0
0
12
0
0
0
0
17
9
16
21
16
20
19
18
21
0
223
X2
1
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
13
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,534868
Atas dasar taraf signifikansi 5% untuk N = 20 dituntut 𝑟𝑥𝑦 = 0,444.
Koefisien validitas yang diperoleh adalah 𝑟𝑥𝑦 = 0,534868
𝑟𝑥𝑦 = 0,534868 > 0,444
Jadi, taraf validitas soal nomor 4b ternyata signifikan pada taraf
signifikansi 5% dan termasuk cukup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L11
9. Uji Validasi Butir Soal Nomor 5
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
2
2
1
2
1
2
2
1
2
0
2
0
1
2
1
2
2
2
2
2
31
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
32
40
18
22
8
24
40
8
32
0
34
0
16
42
16
40
38
36
42
30
518
X2
4
4
1
4
1
4
4
1
4
0
4
0
1
4
1
4
4
4
4
4
57
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,691521
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 5 memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L12
10. Uji Validasi Butir Soal Nomor 6
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
2
3
3
2
1
1
3
2
2
3
3
2
3
3
3
3
3
2
3
3
50
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
32
60
54
22
8
12
60
16
32
15
51
18
48
63
48
60
57
36
63
45
800
X2
4
9
9
4
1
1
9
4
4
9
9
4
9
9
9
9
9
4
9
9
134
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,552309
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 6 memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L13
11. Uji Validasi Butir Soal Nomor 7
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
2
2
2
1
0
1
2
1
2
0
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
32
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
32
40
36
11
0
12
40
8
32
0
34
9
32
42
32
40
38
36
42
30
546
X2
4
4
4
1
0
1
4
1
4
0
4
1
4
4
4
4
4
4
4
4
60
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,900063
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 7 memiliki
tingkat koefisien korelasi yang tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L14
12. Uji Validasi Butir Soal Nomor 8
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
TOTAL
X
Y
3
2
3
2
2
2
3
2
2
1
2
3
3
3
3
3
3
2
3
2
49
𝑟𝑥𝑦 =
16
20
18
11
8
12
20
8
16
5
17
9
16
21
16
20
19
18
21
15
306
XY
48
40
54
22
16
24
60
16
32
5
34
27
48
63
48
60
57
36
63
30
783
X2
9
4
9
4
4
4
9
4
4
1
4
9
9
9
9
9
9
4
9
4
127
Y2
256
400
324
121
64
144
400
64
256
25
289
81
256
441
256
400
361
324
441
225
5128
𝑛.∑ 𝑋𝑖 𝑌𝑖 − (∑ 𝑋𝑖 )(∑ 𝑌𝑖 )
√𝑛.∑ 𝑋𝑖 2 −(∑ 𝑋𝑖 )2 .√𝑛.∑ 𝑌𝑖 2 −(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑟𝑥𝑦 = 0,597981
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.7, diperoleh bahwa soal nomor 8 memiliki
tingkat koefisien korelasi yang cukup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L15
A. 4
Reliabilitas Soal Tes Uji Coba
Variansi Tiap Soal
𝑆𝑖2 =
∑ 𝑋–
(∑ 𝑋𝑖 )2
𝑛
𝑛
2
𝑆1𝑎
= 1,3875
2
𝑆1𝑏
= 0,21
2
𝑆2𝑎
= 0,21
2
𝑆2𝑏
= 0,2475
2
𝑆3𝑎
= 0,25
2
𝑆3𝑏
= 0,24
2
𝑆4𝑎
= 0,1875
2
𝑆4𝑏
= 0,2275
𝑆52 = 0,4475
𝑆62 = 0,45
𝑆72 = 0,44
𝑆82 = 0,3475
𝑆𝑖2 = 4,645
𝑆𝑡2 =
∑ 𝑌𝑖2 –
= 22,31
(∑ 𝑌𝑖 )2
𝑛
𝑛
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L16
𝑛
𝑆𝑖2
] [1 − 2 ]
𝑟𝑡𝑡 = [
𝑛−1
𝑆𝑡
= 0,833471
Apabila dibandingkan dengan tabel Interpretasi Besarnya Koefisien
Korelasi pada tabel 3.8, diperoleh bahwa soal tes uji coba memiliki
tingkat koefisien korelasi yang tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L17
LAMPIRAN B
B. 1
Lembar Telaah RPP
Lembar Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
No
Komponen RPP
Hasil penelaahan dan skor
1
A.
1.
Identitas Mata Pelajaran
2
3
Tidak
Kurang
Sudah
Ada
Lengkap
Lengkap
Tidak
Sesuai
Sesuai
sesuai
sebagian
seluruhnya
Satuan pendidikan,
kelas, semester,
program/ program
keahlian, mata pelajaran
atau tema pelajaran,
jumlah pertemuan
B.
1.
Perumusan Indikator
Kesesuaian dengan
SKL, KI, dan KD
2.
Kesesuaian penggunaan
kata kerja operasional
dengan kompetensi
yang diukur
3.
Kesesuaian dengan
aspek sikap,
pengetahuan, dan
keterampilan
C.
Pemilihan Materi Ajar
1.
Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
Catatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L18
2.
Kesesuaian dengan
alokasi waktu
D.
Pemilihan Sumber
Belajar
1.
Kesesuaian dengan KI
dan KD
2.
Kesesuaian dengan
materi pembelajaran
3.
Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
4.
Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
E.
Pemilihan Media
Pembelajaran
1.
Kesesuaian dengan
materi pembelajaran
2.
Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
3.
Kesesuaian dengan
karakteristik peserta
didik
F.
Model Pembelajaran
1.
Kesesuaian dengan
pendekatan saintifik
G.
Skenario Pembelajaran
1.
Menampilkan kegiatan
pendahuluan, inti, dan
penutup dengan jelas
2.
Kesesuaian kegiatan
dengan pendekatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L19
saintifik
3.
Kesesuaian penyajian
dengan sistematika
materi
4.
Kesesuaian alokasi
waktu dengan cakupan
materi
H.
Penilaian
1.
Kesesuaian dengan
teknik dan bentuk
penilaian autentik
2.
Kesesuaian dengan
indikator pencapaian
kompetensi
3.
Kesesuaian kunci
jawaban dengan soal
4.
Kesesuaian pedoman
penskoran dengan soal.
Jumlah Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L20
B. 2
Lembar Observasi Pembelajaran
Lembar Observasi Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik
Aspek yang diamati
Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi
1
Guru mengaitkan materi pembelajaran
dengan pengalaman peserta didik atau
pembelajaran
2
Guru mengajukan pertanyaan
menantang
3
Guru menyampaikan manfaat materi
pembelajaran
4
Guru mendemonstrasikan sesuatu yang
terkait dengan materi pembelajaran
Penyampaian Kompetensi dan Rencana
Kegiatan
5
Guru menyampaikan kemampuan yang
akan dicapai peserta didik
6
Guru menyampaiakan rencana kegiatan
misalnya individual, kerja kelompok,
melakukan observasi
Kegiatan Inti
7
Guru mampu menyesuaikan materi
dengan tujuan pembelajaran
8
Guru mampu mengaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan,
perkembangan IPTEK dan kehidupan
nyata
9
Guru mampu menyampaikan
Ya
Tidak
Catatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L21
pembahasan materipembelajaran dengan
tepat
10
Guru mampu menyampaikan materi
secara sistematis
Penerapan Strategi Pembelajaran yang
Mendidik
11
Guru melaksanakan pembelajaran yang
sesuai dengan kompetensi yang akan
dicapai
12
Guru memfasilitasi kegiatan yang
memuat komponen eksplorasi, elaborasi
dan konfirmasi
13
Guru melaksanakan pembelajaran yang
runtut
14
Guru mampu menguasai kelas
15
Guru melaksanakan pembelajaran yang
bersifat kontekstual
16
Guru melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan
positif
17
Guru melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan alokasi waktu yang
direncanakan
Penerapan pendekatan saintifik
Mengamati
18
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengamati
19
Guru menentukan objek pengamatan
sesuai dengan KD yang dipelajari
20
Guru menentukan aspek-aspek yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L22
perlu diamati oleh peserta didik sesuai
dengan indikator pembelajaran
21
Guru menyampaikan serangkaian
kegiatan yang harus dilakukan peserta
didik selama kegiatan pengamatan
22
Guru memberikan pengantar yang dapat
menarik minat siswa untuk mengamati
sumber belajar yang disediakan guru.
Menanya
23
Guru memberikan bantuan dan melatih
siswa agar dapat mengajukan
pertanyaan.
24
Guru mendorong, memancing, dan
menantang peserta didik untuk bertanya
dengan memberikan pertanyaan
mengapa dan bagaimana
25
Guru memberikan kejelasan ramburambu kepada para siswa tentang materi
pertanyaan yang harus diajukan oleh
peserta didik (relevansi dengan tujuan
pembelajaran, pertanyaan yang
kompleks)
26
Guru menampung dan menyeleksi
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
oleh siswa sesuai dengan rambu-rambu
yang telah ditentukan
27
Guru menetapkan pertanyaan yang
layak untuk didiskusikan kemungkinankemungkinan jawabannya
Mencoba/ mengumpulkan informasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L23
28
Guru merancang, mempersiapkan,
menentukan, dan menyediakan sumbersumber belajar lanjutan.
29
Guru meminta peserta didik untuk
mengumpulkan sejumlah informasi
dalam rangka menjawab pertanyaanpertanyaan yang telah diajukan
Mengasosiasi/ mengolah/ menalar
30
Guru mengarahkan siswa agar dapat
mengidentifikasi, mengklasifikasi, atau
menghubunghubungkan data/informasi
yang diperoleh.
31
Guru memberikan penjelasan mengenai
bentuk-bentuk hubungan logis agar
siswa menghasilkan simpulan yang
mengarah pada pencapaian tujuan
pembelajaran.
32
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengolah informasi maupun fakta-fakta
yang telah dikumpulkan menjadi sebuah
rumusan kesimpulan sesuai dengan
masalah yang diajukan
33
Guru memfasilitasi siswa untuk
menerapkan (mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
Mengkomunikasikan
34
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengomunikasikan hasil pekerjaannya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L24
35
Guru memberi kesempatan peserta didik
untuk menyampaikan hasil kegiatan
belajar kepada orang lain secara lisan
atau tertulis
Pemanfaatan sumber belajar/ media dalam
pembelajaran
36
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
pembelajaran
37
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan media pembelajaran
38
Guru menghasilkan pesan yang menarik
39
Guru melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan sumber belajar dan
pembelajaran
40
Guru melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan media pembelajaran
Pelibatan peserta didik dalam
pembelajaran
41
Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
42
Guru merespon positif pastisipasi
peserta didik
43
Guru menunjukkan sikap terbuka
terhadap respons peserta didik
44
Guru menunjukkan hubungan antar
pribadi yang kondusif
45
Guru menumbuhkan keceriaan atau
antusiasme peserta didik dalam belajar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L25
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat
dalam pembelajaran
46
Guru menggunakan bahasa lisan secara
jelas dan benar
47
Guru menggunakan bahasa tulis yang
baik dan benar
Kegiatan penutup
Penutup pembelajaran
48
Guru melakukan refleksi atau
kesimpulan dengan melibatkan peserta
didik
49
Guru memberikan tes secara lisan atau
tertulis
50
Guru mengumpulkan hasil kerja sebagai
bahan portofolio
51
Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan tugas pengayaan
Jumlah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L26
B. 3
Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Lembar Observasi terhadap aktivitas peserta didik
No
Aktivitas Peserta didik
Mengamati
1
Peserta didik mampu mengamati dalam
pembelajaran
2
Peserta didik mengamati objek pengamatan sesuai
dengan KD yang dipelajari
3
Peserta didik mengamati aspek-aspek yang perlu
diamati oleh peserta didik sesuai dengan indikator
pembelajaran
4
Peserta didik mengikuti serangkaian kegiatan
pengamatan yang telah dirancang oleh guru
Menanya
5
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dari
hal-hal yang ditemukan selama proses pengamatan
6
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dari
kata kunci yang diajukan oleh guru
7
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan yang
kompleks (bukan menuntut jawaban ya/tidak)
8
Peserta didik mampu bersikap santun dalam
mengajukan pertanyaan
Mencoba/ mengumpulkan data
9
Peserta didik mengumpulkan sejumlah informasi
atau fakta dalam rangka menjawab pertanyaan dari
permasalahan yang diajukan sebelumnya.
Mengasosiasi/ mengolah/ menalar
10
Peserta didik mengolah informasi/fakta-fakta yang
telah dikumpulkan menjadi sebuah rumusan
Ya
Tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L27
kesimpulan, sesuai dengan masalah yang diajukan
sebelumnya.
11
Peserta didik menerapkan (mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu persoalan
ke persoalan lain yang sejenis atau yang berbeda
Mengkomunikasikan
12
Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil
pekerjaannya di depan orang lain secara jelas dan
komunikatif secara lisan atau tertulis
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran
13
Peserta didik memanfaatkanan sumber belajar dan
pembelajaran
14
Peserta didik berpartisipasi dalam pemanfaatan
media pembelajaran
15
Peserta didik berpartisipasi aktif melalui interaksi
guru, peserta didik, sumber belajar
16
Peserta didik menunjukkan hubungan antar pribadi
yang kondusif
17
Peserta Didik menunjukkan sikap antusias dalam
belajar
18
Peserta didik melakukan refleksi atau kesimpulan
dengan melibatkan peserta didik
19
Peserta didik menyelesaikan tes secara lisan atau
tertulis
20
Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai
bahan portofolio
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L28
B. 4
Lembar Wawancara
Narasumber: Guru
1) Hal-hal apa saja yang anda siapkan sebelum pelaksanaan pembelajaran?
2) Bagaimana alur pembelajaran yang ibu lakukan?
3) Metode pembelajaran apa yang anda gunakan untuk memancing keaktivan
siswa?
4) Bagaimana bentuk keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar ?
5) Bagaimana aktivitas siswa ketika mengamati? (apakah mengikuti instruksi
yang ada?, bagaimana ibu memastikan bahwa siswa mengamati sesuai
dengan instruksi?)
6) Apakah siswa dapat mengajukan pertanyaan? Bagaimana memancing agar
siswa bisa bertanya? (apabila siswa tetap tidak mau bertanya bagaimana?)
7) Bagaimana aktivitas siswa ketika mencoba/ mengumpulkan data?
8) Bagaimana siswa mengasosiasi/ mengolah informasi yang telah diperoleh?
Apakah siswa dapat menyimpulkan sendiri?
9) Bagaimana cara siswa mengomunikasikan hasil pekerjaan? Apakah siswa
mengkomunikasikan secara lisan atau tertulis? (lebih banyak lisan/ tertulis?
Mengapa?)
10) Apa kesulitan siswa (yang anda amati) dalam mempelajari materi
transformasi dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013?
11) Kesulitan apa yang ditemui dalam melaksanakan pembelajaran transformasi
menggunakan pendekatan saintifik?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L29
12) (konfirmasi mengapa ada tahapan aktivitas yang belum terlaksana? Jika
ada)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L30
Narasumber: Siswa
1) Bagaimana keaktifan kalian di kelas?
2) Apa kesulitan yang kalian hadapi selama mempelajari transformasi?
3) Apakah kalian mengetahui pendekatan saintifik? Apabila mengetahui, apa itu
pendekatan saintifik?
4) Menurut kalian, bagaimana cara guru mengajar?
5) Apakah cara mengajar guru bervariasi?
6) Apakah kalian melakukan kegiatan
7) Apakah cara mengajar guru berbeda dari cara mengajar guru pada saat kalian
duduk di sekolah dasar (SD) ?
8) Bagaimana pemahaman kalian terhadap
materi transformasi?
Kalau
dipresentasekan berapa persen memahami materi?
9) Adakah manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi transformasi, baik
dari segi materi maupun proses pembelajarannya?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L31
B. 5
RPP
RENCANA PE LAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah
: SMP Negeri 2 Wedi
Mata Pelajaran
: Matematika
Kelas/Semester
: VII / 2
Materi Pokok
: Transformasi
Sub Materi
: Bidang Koordinat, Refleksi,
Translasi
Alokasi Waktu
: 5 × 40 menit
A. Kompetensi Inti
1.1
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.2
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya
1.3
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
1.4
Mencoba,
mengolah,
dan
menyaji
dalam
ranah
konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat)
dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam sudut pandang/teori
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L32
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar:
1.1
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung
jawab,responsif, dan tidak mudah menyerahdalam memecahkan
masalah.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika
serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang
terbentuk melalui pengalaman belajar.
2.3 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya
teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitassehari-hari.
3.7 Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat Cartesius.
3.9 Memahami konsep transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan, rotasi)
menggunakan objek-objek geometri.
4.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan,
rotasi) dalam memecahkan permasalahan nyata.
Indikator Pencapaian Kompetensi:
Peserta didik diharapkan dapat:
1.1.1 Bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika
1.1.2 Serius dalam mengikuti pembelajaran matematika
2.2.1 Menunjukkan rasa ingin tahu, aktif dalam kerja kelompok
2.2.2 Mementingkan kepentingan kelompok daripada kepentingan
sendiri
2.2.3 Menghargai keputusan kelompok untuk mencapai tujuan
2.2.4 Mendorong orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan
3.7.1 Menjelaskan pengertian koordinat
3.7.2 Menentukan kedudukan suatu titik/ bangun datar pada koordinat
Cartesius
3.7.3 Menggambar bangun datar pada bidang koordinat
3.9.1 Menentukan hasi refleksi (pencerminan)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L33
3.9.2 Menentukan hasil translasi (pergeseran)
4.6.1 Menyelesaikan permasalahan nyata yang berhubungan dengan
refleksi
4.6.2 Menyelesaikan permasalahan nyata yang berhubungan dengan
translasi
C. Materi Pembelajaran
 Koordinat Cartesius
 Translasi
Translasi
atau
pergeseran
adalah
suatu
transformasi
yang
memindahkan setiap titik pada sebuah bidang berdasarkan jarak dan
arah tertentu. Misalkan x, y, a, dan b adalah bilangan real, translasi titik
A (x, y) dengan T(a,b) adalah menggeser absis x sejauh a dan
menggeser ordinat y sejauh b, sedemikian hingga diperoleh A’(x + a, y
+

b),
secara
notasi
dilambangkan
dengan:
Refleksi
Refleksi atau pencerminan adalah satu jenis transformasi yang
memindahkan setiap titik pada suatu bidang dengan mengggunakan
sifat bayangan cermin dari titik-titik yang dipindahkan.

Rotasi
Rotasi atau perputaran adalah transformasi yang memindahkan suatu
titik ke titik lain dengan perputaran terhadap titik pusat tertentu. Rotasi
terhadap titik O(0,0) sebesar 90 dirumuskan dengan:

Dilatasi
Dilatasi atau perubahan skala adalah suatu transformasi yang
memperbesar atau memperkecil bangun tetapi tidak mengubah
bentuk. Dilatasi dengan pusat O(0,0) dan faktor skala k dan dilatasi
dengan pusat P(p,q) dan faktor skala k.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L34
D. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan
: Saintifik (scientific)
Model
: Kooperatif
Metode
: Diskusi, Tanya jawab, dan Penugasan.
E. Alat dan Sumber Pembelajaran
Alat
: LCD, LKS, Penggaris, buku milimeter blok
Sumber
: Buku Siswa Matematika kelas VII Kemendikbud
2013
F. Langkah- langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (3 JP)
Kegiatan
Pendahuluan
Alokasi
Deskripsi Kegiatan
Waktu
1. Guru memberi salam dan salah satu siswa memimpin doa 10 menit
bersama.
2. Guru
mengondisikan
kelas,
agar
kondusif
untuk
mendukung proses pembelajaran dengan cara meminta
peserta didik membersihkan papan tulis dan merapikan
tempat duduk, menyiapkan buku pelajaran dan buku
referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
3. Guru mengajak peserta didik untuk proaktif dalam
pembelajaran yang dilaksanakan.
4. Guru memberi penjelasan tentang cakupan materi yang
akan dipelajari
Inti
Mengamati
100
1.
Siswa mengamati tentang koordinat Cartesius
menit
2.
Siswa mencermati permasalahan sehari-hari yang
berkaitan dengan pengertian koordinat, misalnya gambar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L35
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
di peta, radar pesawat terbang, permainan catur, dll
3.
Siswa mencermati permasalahan sehari-hari yang
berkaitan dengan koordinat Cartesius.
Menanya
1. Siswa menanya bagaimana menggambar di koordinat
kartesius?
Menggali Informasi
3.10 Guru membagikan LKS
3.11 Siswa mengamati LKS tentang sistem koordinat
kartesius
3.12 Guru mengajak siswa untuk menggali informasi
tentang koordinat kartesius
3.13 Siswa mengerjakan latihan soal di LKS agar lebih
paham
3.14 Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan
latihan soal dalam LKS.
Mengasosiasi
1. Merumuskan cara menggambar suatu koordinat di
bidang kartesius
2. Membahas atau mengenal sistem koordinat lainnya
(missal koordinat polar)
Mengkomunikasikan
1. Perwakilan siswa mempresentasikan hasil diskusi
mereka
2. Siswa lain menanggapi jawaban temannya
Alokasi
Waktu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L36
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
3. Guru mengonfirmasi jawaban siswa
Penutup
1. Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan 10 menit
guru mengonfirmasi tanggapan siswa
2. Guru memberikan PR kepada siswa
3. Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini
4. Siswa mengerjakan post test
5. Guru menginfokan agenda pada pertemuan yang akan
datang kepada siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L37
Pertemuan 2 (2 JP)
Kegiatan
Pendahuluan
Alokasi
Deskripsi Kegiatan

Waktu
Guru mengkondisikan kelas dalam suasana kondusif 10 menit
untuk berlangsungnya pembelajaran.

Guru bersama dengan siswa membahas PR pada
pertemuan yang lalu

Guru
memberikan
memahami
Refleksi
motivasi
dan
tentang
pentingnya
mengaitkannya
dalam
kehidupan sehari-hari.
Apersepsi:

Guru menanyakan kepada siswa “pernahkah bercermin?”

Guru menampilkan video anak kecil sedang bercermin/
guru membawa cermin ke dalam kelas.
Inti
 Siswa mengamati apa yang dilakukan anak kecil tesebut, 60 menit
bagaimana sifat bayangan yang tampak pada video
tersebut, dan lain-lain.
 Siswa melihat bayangan yang dihasilkan di cermin.
 Siswa bertanya tentang jenis bayangan yang terbentuk dari
cermin datar, bisa juga siswa menanyakan bayangan yang
terbentuk dari cermin cekung (dari sendok misalnya).
 Siswa lain menjawab pertanyaan temannya
 Guru mengonfirmasi jawaban siswa
 Guru mengajak siswa menggali informasi tentang sifat
bayangan yang dihasilkan oleh refleksi suatu garis.
 Siswa mengamati dan menggali informasi dari contoh 3.1
dan contoh 3.2
 Guru mengajak siswa memahami tentang refleksi pada
bidang koordinat.
 Refleksi pada sumbu x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L38
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
 Siswa mengamati contoh 3.3 halaman 103
 Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang
menentukan bayangan apabila suatu titik direfleksikan
terhadap sumbu x
 Siswa menggali informasi dari contoh 3.3 halaman 103
dengan membaca, diskusi, dan tanya jawab
 Siswa menggambarkan bayangan yang dihasilkan dari
pencerminan terhadap sumbu x
 Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap sumbu x
 Refleksi pada sumbu y
 Siswa mengamati contoh 3.4 halaman 103
 Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang
menentukan bayangan apabila suatu titik direfleksikan
terhadap sumbu y
 Siswa menggali informasi dari contoh 3.4 halaman 103
dengan me mbaca, diskusi, atau tanya jawab
 Siswa menggambarkan bayangan yang dihasilkan dari
pencerminan terhadap sumbu y
 Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap sumbu y
 Refleksi terhadap titik O(0,0)
 Siswa mengamati contoh 3.5 halaman 104
 Siswa menanyakan hal yang belum diketahui tentang
menentukan bayangan apabila suatu titik direfleksikan
terhadap titik asal O(0,0)
 Siswa menggali informasi dari contoh 3.5 halaman 104
dengan membaca, diskusi, dan tanya jawab
 Siswa menggambarkan hasil pencerminan suatu titik
terhadap titik asal O(0,0)
Alokasi
Waktu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L39
Kegiatan
Alokasi
Deskripsi Kegiatan
Waktu
 Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap titik asal
O(0,0)

Refleksi terhadap sumbu y=x

Siswa menggambarkan garis y=x

Siswa mengamati contoh 3.6 pada halaman 104

Siswa menanya dengan kata kunci, koordinat bayangan,
sumbu koordinat, dan titik asal.

Siswa menggali informasi dari contoh 3.6 dengan
membaca, diskusi, dan tanya jawab

Siswa menggambarkan bayangan yang dihasilkan jika
suatu titik direfleksikan terhadap garis y=x
 Siswa
mengerjakan
latihan
soal dari LKS
secara
berkelompok
 Siswa mengomunikasikan hasil pekerjaannya
 Guru dan siswa lain menanggapi jawaban siswa tersebut
 Guru mengonfirmasi jawaban siswa.
Penutup
6. Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan 10 menit
guru mengonfirmasi tanggapan siswa
7. Guru memberikan PR kepada siswa
8. Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini
9. Guru menginfokan agenda pada pertemuan yang akan
datang kepada siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L40
Pertemuan ke-3 (3 JP)
Kegiatan
Pendahuluan
Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
Guru mengkondisikan kelas dalam suasana kondusif 10 menit
untuk berlangsungnya pembelajaran.

Guru bersama dengan siswa membahas PR pada
pertemuan yang lalu
Apersepsi:

Guru mengajak siswa mengingat kembali tentang cara
menentukan bayangan suatu titik yang direfleksikan
terhadap sumbu x, terhadap sumbu y dan terhadap titik
O(0,0), terhadap garis y=x
Inti

Refleksi terhadap garis y=-x
100

Siswa membuat garis y=-x
menit

Siswa menggambarkan bayangan yang dihasilkan dari
titik yang direfleksikan terhadap garis y=-x

Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap garis
y=-x

Refleksi terhadap garis yang sejajar sumbu x

Siswa menggambarkan contoh garis yang sejajar dengan
sumbu x

Siswa mengamati contoh 3.10

Siswa bertanya apabila menemui kesulitan ketika
memahami contoh 3.10

Siswa menggali informasi dari contoh 3.10 dengan
membaca, diskusi, dan tanya jawab

Siswa menggambarkan hasil pencerminan suatu titik
terhadap garis yang sejajar sumbu x

Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap garis
yang sejajar dengan sumbu x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L41
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan

Refleksi terhadap sumbu y

Siswa menggambarkan contoh garis yang sejajar dengan
Alokasi
Waktu
sumbu y

Siswa mengamati contoh 3.11

Siswa bertanya apabila menemui kesulitan ketika
memahami contoh 3.11

Siswa menggali informasi dari contoh 3.11 dengan
membaca, diskusi, dan tanya jawab

Siswa menggambarkan hasil pencerminan suatu titik
terhadap garis yang sejajar sumbu y

Siswa menyimpulkan hasil pencerminan terhadap garis
yang sejajar dengan sumbu

Siswa mengerjakan latihan soal dari LKS secara
berkelompok
Penutup

Siswa mempresentasikan jawabannya

Siswa lain dan guru menanggapi jawaban siswa tersebut

Guru mengonfirmasi jawaban siswa

Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan 10 menit
guru mengonfirmasi tanggapan siswa

Guru memberikan PR kepada siswa

Siswa mengerjakan post-test

Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini

Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari di
pertemuan selanjutnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L42
Pertemuan 4 (2 JP)
Kegiatan
Pendahuluan
Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
Guru mengajak siswa untuk membahas PR pada 10 menit
pertemuan yang lalu
Apersepsi:

Guru memberikan semangat kepada siswa dalam belajar
matematika

Guru mengajak siswa mengamati translasi dalam
kehidupan sehari-hari

Guru meminta siswa untuk maju ke depan kelas

Guru menentukan titik awal siswa

Guru meminta siswa berjalan 3 langkah ke depan

Guru menyajikan Video Paskibraka

Guru menanyakan kepada siswa tentang apa yg
dilakukan oleh siswa dan apa yang diperoleh dari video
tersebut.
Inti

Setelah mengamati, siswa mengungkapkan apa yang 60 menit
diperoleh dari pengamatan tadi.

Guru mengonfirmasi apa itu translasi

Guru mengajak siswa untuk mengamati contoh 3.12 di
halaman 111 buku siswa

Siswa mencoba mengomunikasikan gambar 3.13 dan
3.14 dengan kata-katanya sendiri

Siswa menanyakan apa yang ingin diketahuinya tentang
translasi/ pergeseran pada bidang koordinat.

Guru mengajak siswa berdiskusi tentang jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan tersebut

Guru mengajak siswa menggali informasi

Siswa mengamati gambar 3.15 halaman 113
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L43
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
Guru mengajak siswa memahami makna dari gambar
pergeseran tersebut

Siswa mengamati gambar 3.16

Guru menanyakan berapa pergeseran yang dialami oleh
bidang tersebut.

Siswa mengamati contoh 3.15 dan gambar 3.19

Siswa berdiskusi dengan teman sebangku tentang
jawaban dari contoh 3.15 tersebut.

Guru memastikan apakah siswa telah memahami tentang
konsep translasi atau belum

Siswa mengerjakan latihan soal secara kelompok
(diskusi), latihan 3.2 halaman 116
Penutup

Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya

Siswa lain dan guru menanggapi jawaban siswa tersebut

Guru mengonfirmasi jawaban siswa

Siswa diminta menyimpulkan hasil temuan barunya, dan 10 menit
guru mengonfirmasi jawaban siswa

Guru memberikan PR kepada siswa

Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini

Guru menginfokan agenda pertemuan selanjutnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L44
Pertemuan ke-5 (3 JP)
Ulangan Harian
Kegiatan
Pendahuluan
Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
Guru mengajak siswa untuk membahas PR pada 10 menit
pertemuan yang lalu
Apersepsi:

Guru memberikan semangat kepada siswa dalam belajar
matematika
Inti
1 jam pelajaran pertama

100
Siswa secara berkelompok mengerjakan latihan soal dari menit
LKS

Siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya

Siswa lain dan guru menanggapi jawaban siswa tersebut

Guru mengonfirmasi jawaban siswa
2 jam pelajaran selanjutnya siswa mengerjakan Ulangan
Harian 1
Penutup

Siswa mengumpulkan lembar jawaban ulangan

Guru menginfokan agenda pertemuan selanjutnya
10 menit
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L45
G. Penilaian
No. Kompetensi
1.
KI 1 dan
Teknik
Instrumen
Keterangan
Observasi

Lembar observasi
Terlampir
Tes tertulis

Pilihan ganda
Terlampir

Uraian

Tugas (mandiri
KI 2
2.
KI 3
atau kelompok)
3.
KI 4
Proyek

Terlampir
Lembar laporan
tugas praktik

Lembar laporan
tugas proyek
Lampiran
Penilaian KI 1
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
(LEMBAR OBSERVASI)
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi.
Observasi
merupakan
teknik
penilaian
yang
dilakukan
secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan instrument yang berisi
sejumlah indikator perilaku yang diamati. Pada jenjang SMP/MTs,
kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1:
Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L46
B. Petunjuk Pengisian
Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian
sikap spiritual peserta didik.Caranya, guru memberitanda cek (√) pada kolom
skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan
kriteria sebagai berikut.
4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan.
3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukannya.
2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukannya.
1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya.
C. Lembar Observasi
Kelas
: ….
Semester
: ….
TahunAjaran
: ….
Periode Pengamatan
: Tanggal … s.d. ….
No
Aspek Pengamatan
1
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu.
2
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan .
3
Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi.
4
Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan.
5
Melaksanakan ibadah keseharian baik yang diwajibkan maupun yang dianjurkan
sesuai dengan agama yang dianutnya.
Jumlah Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L47
Lembar Observasi
2 3
4
5
Keterangan
1
Nilai
Peserta Didik
Rerata Skor
No.
Pengamatan
Nama
Jumlah
Aspek
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Dst
Guru Mata Pelajaran
Isbakdiyati, S. Pd.
NIP.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L48
Penilaian KI 2
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL
(LEMBAR OBSERVASI)
A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Observasi.
Sikap
sosial yang dikembangkan pada Kompetensi Inti 2 di jenjang SMP/MTs
meliputi:
a. jujur
b. kreatif
c. disiplin
d. tanggung jawab
e. toleransi
f. gotong royong
g. santun
h. responsif
i.
pro aktif
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai.
B. Petunjuk Pengisian
Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian
sikap sosial peserta didik.Caranya, guru memberitanda cek (√) pada kolom
skor sesuai sikap sosial yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria
sebagai berikut.
4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan.
3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukannya.
2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukannya.
1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L49
Guna memudahkan penilian, guru dapat membaca indikator tiap-tiap aspek
sosial sebagai berikut.
Tabel Daftar Deskripsi Indikator
Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
 Tidak menyontek dalam
1. Jujur
adalah perilaku dapat dipercaya
dalam perkataan, tindakan, dan
mengerjakan ujian/ulangan.
 Tidak menjadi plagiat
(mengambil/menyalin karya orang
pekerjaan.
lain tanpa menyebutkan sumber).
 Mengungkapkan perasaan apa
adanya.
 Menyerahkan kepada yang
berwenang barang yang
ditemukan.
 Membuat laporan berdasarkan
data atau informasi apa adanya.
 Mengakui kesalahan atau
kekurangan yang dimiliki.
 Menghasilkan ide/karya
2. Kreatif
Kemampuan
seseorang
untuk
melahirkan sesuatu yang baru,
inovatif yang
dipublikasikan/dipasarkan.
baik berupa gagasan maupun
 Menghasilkan ide/karya inovatif
karya nyata, baik dalam bentuk
untuk kalangan sendiri/ skala
karya baru maupun kombinasi
kecil.
dengan hal-hal yang sudah ada,
yang
belum
sebelumnya.
pernah
ada
 Memodifikasi dan
menggabungkan beberapa
ide/karya untuk menghasilkan
gagasan/karya baru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L50
Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
 Mencoba membuat ide/karya
dari contoh yang sudah ada.
3. Disiplin
adalah tindakan yang
 Datang tepat waktu.
menunjukkan perilaku tertib dan
 Patuh pada tata tertib atau aturan
patuh pada berbagai ketentuan
dan peraturan.
bersama/ sekolah.
 Mengerjakan/mengumpulkan
tugas sesuai dengan waktu yang
ditentukan.
 Mengikuti kaidah berbahasa tulis
yang baik dan benar.
4. Tanggungjawab
adalah sikap dan perilaku
seseorang untuk melaksanakan
tugas dan kewajibannya, yang
seharusnya dia lakukan, terhadap
diri sendiri, masyarakat,
 Melaksanakan tugas individu
dengan baik.
 Menerima resiko dari tindakan
yang dilakukan.
 Tidak menyalahkan/menuduh
lingkungan (alam, sosial dan
orang lain tanpa bukti yang
budaya), negara dan Tuhan Yang
akurat.
Maha Esa.
 Mengembalikan barang yang
dipinjam.
 Mengakui dan meminta maaf atas
kesalahan yang dilakukan.
 Menepati janji.
 Tidak menyalahkan orang lain
untuk kesalahan tindakan kita
sendiri.
 Melaksanakan apa yang pernah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L51
Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
dikatakan tanpa disuruh/diminta.
5. Toleransi
adalah sikap dan tindakan yang
menghargai keberagaman latar
belakang, pandangan, dan
keyakinan.
 Tidak mengganggu teman yang
berbeda pendapat.
 Menerima kesepakatan meskipun
berbeda dengan pendapatnya.
 Dapat menerima kekurangan
orang lain.
 Dapat mememaafkan kesalahan
orang lain.
 Mampu dan mau bekerja sama
dengan siapa pun yang memiliki
keberagaman latar belakang,
pandangan, dan keyakinan.
 Tidak memaksakan pendapat atau
keyakinan diri pada orang lain.
 Kesediaan untuk belajar dari
(terbuka terhadap) keyakinan dan
gagasan orang lain agar dapat
memahami orang lain lebih baik.
 Terbuka terhadap atau kesediaan
untuk menerima sesuatu yang
baru.
6. Gotongroyong
adalah bekerja bersama-sama
dengan orang lain untuk
mencapai tujuan bersama dengan
saling berbagi tugas dan tolong
menolong secara ikhlas.
 Terlibat aktif dalam bekerja bakti
membersihkan kelas atau sekolah.
 Kesediaan melakukan tugas sesuai
kesepakatan.
 Bersedia membantu orang lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L52
Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
tanpa mengharap imbalan.
 Aktif dalam kerja kelompok.
 Memusatkan perhatian pada
tujuan kelompok.
 Tidak mendahulukan kepentingan
pribadi.
 Mencari jalan untuk mengatasi
perbedaan pendapat/pikiran antara
diri sendiri dengan orang lain.
 Mendorong orang lain untuk
bekerja sama demi mencapai
tujuan bersama.
7. Santun
adalah sikap baik dalam
pergaulan baik dalam berbahasa
maupun bertingkah laku. Norma
kesantunan bersifat relatif,
artinya yang dianggap
baik/santun pada tempat dan
waktu tertentu bisa berbeda pada
tempat dan waktu yang lain.
 Menghormati orang yang lebih
tua.
 Tidak berkata-kata kotor, kasar,
dan takabur.
 Tidak meludah di sembarang
tempat.
 Tidak menyela pembicaraan pada
waktu yang tidak tepat.
 Mengucapkan terima kasih setelah
menerima bantuan orang lain.
 Bersikap 3S (salam, senyum,
sapa).
 Meminta ijin ketika akan
memasuki ruangan orang lain atau
menggunakan barang milik orang
lain.
 Memperlakukan orang lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L53
Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
sebagaimana diri sendiri ingin
diperlakukan.
8. Responsif

Tanggap terhadap kerepotan
Adalah kesadaran akan tugas
pihak lain dan segera
yang harus dilakukan dengan
memberikan solusi dan atau
sungguh-sungguh. Kepekaan
pertolongan.
yang tajam dalam menyikapi

berbagai hal yang dihadapinya
dan kepahaman makna
kegiatan sekolah dan/atau social.

tanggungjawab yang harus
dipikul adalah ciri utama
kepribadiannya.
9. Pro aktif
Berperan aktif terhadap berbagai
Bergerak cepat dalam
melaksanakan tugas/kegiatan.

Berfikir lebih maju terhadap
segala hal.

Berinisiatif dalam bertindak
Adalah sikap seseorang yang
terkait dengan
mampu membuat pilihan dikala
tugas/pekerjaan atau sosial.
mendapatkan stimulus.

Seseorang yang bersikap proaktif
mampu memberi jeda antara
peluang yang ada.

datangnya stimulus dengan
keputusan untuk memberi
Mampu memanfaatkan
Memiliki motivasi untuk terus
maju dan berkembang.

Fokus pada hal-hal yang
respon. Pada saat jeda tersebut
memungkinkan untuk diubah
seseorang yang proaktif dapat
atau diperbaik.
membuat pilihan dan mengambil
respon yang dipandang terbaik
bagi dirinya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L54
C. Lembar Observasi
Kelas
: ….
Semester
: ….
TahunAjaran
: ….
Periode Pengamatan
: Tanggal … s.d. ….
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Dst
Klaten,
Maret 2016
Guru Mata Pelajaran Matematika
Isbakdiyati, S.Pd.
NIP.
Nilai
Rerata Skor
Jumlah
Pro aktif
Responsif
Ket.
Santun
Gotong Royong
Toleransi
Didik
Jujur
a
Disiplin
Pesert
Kreatif
No
Sikap
Tanggung Jawab
Nama
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L55
B. 6 Soal Tes
Soal Ulangan Harian
1. Diketahui titik A (4,3), B(-2,3), C(-2,-1), D(4,-1).
a. Gambarkan titik-titik tersebut ke dalam bidang koordinat!
b. Hubungkan titik A, B, C,D. Bangun datar apakah yang terbentuk?
2. Diketahui titik A (-3,-2). Tentukan bayangan dari titik A apabila:
a. Direfleksikan terhadap sumbu x!
b. Direfleksikan terhadap sumbu y!
3. Diketahui titik B (3,-5). Tentukan bayangan dari titik B apabila:
a. Direfleksikan terhadap garis y = x!
b. Direfleksikan terhadap garis y = - x!
4. Diketahui titik P (5,2). Tentukan bayangan dari titik P apabila:
a. Direfleksikan terhadap garis x = 5!
b. Direfleksikan terhadap garis y = - 3 !
3
5. Titik A (4,-1) ditranslasikan sejauh ( ) kemudian ditranslasikan sejauh
1
2
( ). Tentukan bayangan dari titik A.
2
6. Sebuah segitiga ABC dengan titik A (3,5), B (2,-1), C (4,7) ditranslasikan
2
sejauh ( ). Tentukan bayangan yang terbentuk!
4
𝑎
7. Titik A (-2,5) ditranslasikan oleh ( ) menghasilkan bayangan A’ (4,6).
𝑏
Tentukan nilai a dan b!
2
8. Titik A (x,y) ditranslasikan sejauh ( ) menghasilkan bayangan A’ (8,3).
1
Tentukan nilai x - 2y!
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L56
Kunci Jawaban
1. a.
1. b. persegi panjang
2. Titik A (-3,-2), bayangan dari titik A, apabila
a. Direfleksikan terhadap sumbu x, A’ terletak di (-3, 2)
b. Direfleksikan terhadap sumbu y, A’ terletak di (3, -2)
3. Titik B (3,-5), bayangan dari titik B, apabila
a. Direfleksikan terhadap sumbu y=x, B’ terletak di (-5, 3)
b. Direfleksikan terhadap sumbu y=-x, B’ terletak di (5, -3)
4. Titik P (5, 2), bayangan dari titik P apabila
a. Direfleksikan terhadap sumbu x = 5, P’ terletak di (5,2)
b. Direfleksikan terhadap sumbu y = -3, P’ terletak di (5, -8)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L57
3
5. Titik A (4,-1) ditranslasikan sejauh ( ) menghasilkan bayangan (7, 0),
1
2
kemudian ditranslasikan sejauh ( ) menghasilkan (9,2). Bayangan
2
dari titik A adalah (9,2)
6. Sebuah segitiga ABC dengan titik A (3,5), B (2,-1), C (4,7)
2
ditranslasikan sejauh ( ) menghasilkan A’(5,9), B’(4,3), C’(6,11)
4
𝑎
7. Titik A (-2,5) ditranslasikan oleh ( ) menghasilkan bayangan A’
𝑏
(4,6). Tentukan nilai a dan b!
-2 + a = 4
a=6
5+b=6
b=1
2
8. Titik A (x,y) ditranslasikan sejauh ( ) menghasilkan bayangan A’
1
(8,3). Tentukan nilai x - 2y!
x+2=8
x=6
y+1=3
y=2
x + 2y =
6 - 2.2 = 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L58
B. 7
Nilai Soal Tes
No 1a 1b
2a
1
4
1
0
2
4
1
1
3
3
1
1
4
4
1
1
5
4
1
1
6
4
1
1
8
1
1
0
9
4
1
1
10
3
0
1
11
4
1
0
12
1
1
0
13
4
1
1
14
4
1
1
15
1
0
1
16
1
0
0
18
4
1
1
19
1
1
0
20
4
1
1
21
4
1
0
22
4
1
1
23
4
1
1
24
4
1
0
25
4
1
1
26
4
1
1
27
4
1
0
28
4
1
1
29
4
1
0
30
4
1
1
31
4
1
1
32
4
0
0
33
4
1
1
34
4
1
0
4
1
1
2b 3a
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
3b 4a 4b 5a
1
1
0
2
0
0
0
0
1
1
0
2
0
0
0
2
1
1
1
2
1
1
1
2
1
0
0
2
1
1
0
2
1
1
0
2
1
1
0
2
1
0
0
2
1
0
0
2
1
1
1
2
1
1
0
2
1
0
0
1
1
1
0
2
1
1
0
2
1
1
1
2
1
1
0
1
0
0
0
2
0
0
0
2
1
1
0
2
1
1
0
2
1
1
0
2
0
1
0
2
1
1
1
2
1
0
0
2
1
1
1
2
1
1
1
2
0
1
0
2
1
0
0
2
0
1
0
2
0
0
0
2
6
3
3
3
3
3
3
0
3
0
2
0
3
3
3
1
3
0
3
2
3
3
3
2
3
3
3
0
3
3
3
3
3
1
7
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
1
2
0
1
2
2
2
2
2
0
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
1
8
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
2
Skor
Nilai
18
86
15
71
19
90
18
86
20
95
21
100
10
48
20
95
13
62
17
81
10
48
19
90
19
90
12
57
10
48
20
95
12
57
21
100
16
76
14
67
18
86
18
86
19
90
20
95
18
86
20
95
15
71
19
90
21
100
16
76
19
90
17
81
14
67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L59
LAMPIRAN C
C. 1
Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran
Lembar Observasi Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik
Aspek yang diamati
Pertemuan
Pendahuluan
1
2
3
4




x

x
X

x
x
X


X
X

x
X
X
X
x
X
X






x

Apersepsi dan Motivasi
1
Guru mengaitkan materi pembelajaran
dengan pengalaman peserta didik atau
pembelajaran
2
Guru mengajukan pertanyaan
menantang
3
Guru menyampaikan manfaat materi
pembelajaran
4
Guru mendemonstrasikan sesuatu yang
terkait dengan materi pembelajaran
Penyampaian Kompetensi dan Rencana
Kegiatan
5
Guru menyampaikan kemampuan yang
akan dicapai peserta didik
6
Guru menyampaiakan rencana kegiatan
misalnya individual, kerja kelompok,
melakukan observasi
Kegiatan Inti
7
Guru mampu menyesuaikan materi
dengan tujuan pembelajaran
8
Guru mampu mengaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan,
perkembangan IPTEK dan kehidupan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L60
nyata
9
Guru mampu menyampaikan




















pembahasan materipembelajaran dengan
tepat
10
Guru mampu menyampaikan materi
secara sistematis
Penerapan Strategi Pembelajaran yang
Mendidik
11
Guru melaksanakan pembelajaran yang
sesuai dengan kompetensi yang akan
dicapai
12
Guru memfasilitasi kegiatan yang
memuat komponen eksplorasi, elaborasi
dan konfirmasi
13
Guru melaksanakan pembelajaran yang
runtut
14
Guru mampu menguasai kelas




15
Guru melaksanakan pembelajaran yang
X
x
X





Guru melaksanakan pembelajaran sesuai 











bersifat kontekstual
16
Guru melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan
positif
17
dengan alokasi waktu yang
direncanakan
Penerapan pendekatan saintifik
Mengamati
18
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengamati
19
Guru menentukan objek pengamatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L61
sesuai dengan KD yang dipelajari
20
Guru menentukan aspek-aspek yang

x
x

x
x
x

x
x
x








x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
perlu diamati oleh peserta didik sesuai
dengan indikator pembelajaran
21
Guru menyampaikan serangkaian
kegiatan yang harus dilakukan peserta
didik selama kegiatan pengamatan
22
Guru memberikan pengantar yang dapat
menarik minat siswa untuk mengamati
sumber belajar yang disediakan guru.
Menanya
23
Guru memberikan bantuan dan melatih
siswa agar dapat mengajukan
pertanyaan.
24
Guru mendorong, memancing, dan
menantang peserta didik untuk bertanya
dengan memberikan pertanyaan
mengapa dan bagaimana
25
Guru memberikan kejelasan ramburambu kepada para siswa tentang materi
pertanyaan yang harus diajukan oleh
peserta didik (relevansi dengan tujuan
pembelajaran, pertanyaan yang
kompleks)
26
Guru menampung dan menyeleksi
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
oleh siswa sesuai dengan rambu-rambu
yang telah ditentukan
27
Guru menetapkan pertanyaan yang
layak untuk didiskusikan kemungkinan-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L62
kemungkinan jawabannya
Mencoba/ mengumpulkan informasi
28
Guru merancang, mempersiapkan,

x
x
x


x
x




X



X


x




menentukan, dan menyediakan sumbersumber belajar lanjutan.
29
Guru meminta peserta didik untuk
mengumpulkan sejumlah informasi
dalam rangka menjawab pertanyaanpertanyaan yang telah diajukan
Mengasosiasi/ mengolah/ menalar
30
Guru mengarahkan siswa agar dapat
mengidentifikasi, mengklasifikasi, atau
menghubunghubungkan data/informasi
yang diperoleh.
31
Guru memberikan penjelasan mengenai
bentuk-bentuk hubungan logis agar
siswa menghasilkan simpulan yang
mengarah pada pencapaian tujuan
pembelajaran.
32
Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mengolah informasi maupun fakta-fakta
yang telah dikumpulkan menjadi sebuah
rumusan kesimpulan sesuai dengan
masalah yang diajukan
33
Guru memfasilitasi siswa untuk
menerapkan (mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu
persoalan kepada persoalan lain yang
sejenis atau yang berbeda
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L63
Mengkomunikasikan
34
Guru memfasilitasi peserta didik untuk














X

mengomunikasikan hasil pekerjaannya
35
Guru memberi kesempatan peserta didik
untuk menyampaikan hasil kegiatan
belajar kepada orang lain secara lisan
atau tertulis
Pemanfaatan sumber belajar/ media dalam
pembelajaran
36
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar dan
pembelajaran
37
Guru menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan media pembelajaran
38
Guru menghasilkan pesan yang menarik
x
X
X

39
Guru melibatkan peserta didik dalam




x
X

x














pemanfaatan sumber belajar dan
pembelajaran
40
Guru melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan media pembelajaran
Pelibatan peserta didik dalam
pembelajaran
41
Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru,
peserta didik, sumber belajar
42
Guru merespon positif pastisipasi
peserta didik
43
Guru menunjukkan sikap terbuka
terhadap respons peserta didik
44
Guru menunjukkan hubungan antar


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L64
pribadi yang kondusif
45
Guru menumbuhkan keceriaan atau



x











x

X

x

X

x




antusiasme peserta didik dalam belajar
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat
dalam pembelajaran
46
Guru menggunakan bahasa lisan secara
jelas dan benar
47
Guru menggunakan bahasa tulis yang
baik dan benar
Kegiatan penutup
Penutup pembelajaran
48
Guru melakukan refleksi atau
kesimpulan dengan melibatkan peserta
didik
49
Guru memberikan tes secara lisan atau
tertulis
50
Guru mengumpulkan hasil kerja sebagai
bahan portofolio
51
Guru melakukan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan tugas pengayaan
Jumlah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L65
C. 2
Transkrip Video Pembelajaran
TRANSKRIP VIDEO
PERTEMUAN PERTAMA
Rabu, 23 Maret 2016
Keterangan:
G
: Guru
S
: Siswa
SS
: Semua Siswa
SB
: Sebagian Siswa
B
: Guru bersama siswa
A.
1. G
: “Yang akan kita bahas adalah transformasi. Di sini akan kita mulai
tentang koordinat kartesius. Untuk koordinat kartesius, anak-anak
dalam mempelajari koordinat kartesius sangat penting sekali karena
ini penting untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak-anak sudah
pernah melihat permainan catur itu ya”
2. SB : “Nggih”
3. G : “Arahnya, arahnya kemana aja itu?”
4. B : “Kiri, kanan, maju, mundur, gitu nggih?
5. G : “Bentuknya L juga biasa nggih? Nah itu nanti akan kita bahas
mengenai koordinat kartesius. Mungkin di SD anak-anak sudah
sedikit mempelajari tentang koordinat kartesius. Anak-anak sudah
mengenal garis mendatar? Atau disebut garis apa itu?” [Siswa
terlihat kebingungan dan tidak menjawab pertanyaan guru]
6. G : “Mendatar adalah garis horizontal”
7. SB : “Horizontal” [Siswa mengatakan bersama ketika guru mengatakan
horizontal]
8. G : “Sedangkan yang ke atas tegak itu?”
9. SS : “Vertikal”
10. G : “Jadi anak-anak, kalo misalnya ya, misalnya kita ambil salah satu
anak” [Guru melihat ke sekeliling kelas untuk mencari anak agar
maju ke depan]
11. G : “Silakan untuk maju, yok mbak.” [Guru menunjuk salah satu siswi
untuk maju ke depan kelas. Siswa yang ditunjuk langsung mau untuk
maju ke depan kelas tanpa mengelak]
12. G : “Coba anak-anak ini, berada di sini nggih. Anak ini bisa geser
dengan sesuai arah, misalnya geser ke kanan, maju, ke belakang, ke
kiri, gitu nggih”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L66
13. SB : “Nggih”
14. G : “Coba kalau misalnya dari mbaknya ini, ini kita misalkan titik
koordinat. Gesernya dengan melihat itu ya, kotak ubin di lantai itu
ya, supaya itu ya, persis seperti papan berpetak. Iya, to?”
15. SS : “Nggih”
16. G : “Coba sekarang silakan mbak geser ke kanan 2 langkah” [siswi
yang di depan kelas memperagakan apa yang diperintahkan oleh
guru]
17. G : “Gesernya pas sesuai ubin keramik itu nggih, 2 langkah. Kalo pada
koordinat kartesius, itu kalau geser ke arah kanan kiri itu,
menunjukkan sumbu x apa sumbu y?”
18. SB : “Sumbu x”
19. G : “Sumbu x ya?. Ini gesernya kemana”
20. SB : “Ke kanan”
21. G : “Kalo ke kanan berarti x nya gimana?”
22. B : “Positif”
23. G : “Coba maju dua langkah, mbak” [Mengatakan, kepada siswi yang
berada di depan kelas]
24. G : “Kalo maju ke depan gini, merupakan sumbu apa?”
25. SB : “Sumbu y”
26. G : “Sumbu y, kalau maju berarti tandanya?”
27. SS : “Positif”
28. G : “Positif nggih?. Nah, sekarang ke kiri tiga langkah, mbak”
29. G : “Itu yang diitung apanya? y atau x nya?”
30. SS : “x”
31. G : “Positif apa negatif?”
32. SS : “Negatif”
33. G : “Kemudian silakan kamu mundur ke belakang 4 langkah. Nah, ini
yang dihitung apanya? y apa x?”
34. SS : “y”
35. G : “Positif apa negatif?”
36. SS : “Negatif”
37. G : “Kalo kita akan meletakkan suatu titik pada bidang koordinat, nanti
dengan cara apa? Kita buat sumbu mendatar dan sumbu vertical.
Nah, pas perpotongan antara sumbu vertical dengan sumbu
horizontal merupakan titik koordinat. Jadi, nanti arah pergerakan
mbaknya nati bias kita gambar ke bidang koordinat. Sudah jelas?”
38. SB : “Jelas”
39. G : “Jadi kalau y nya ke atas?”
40. SS : “Positif”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L67
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
G
52. G
53. G
54. G
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
G
SB
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
B
66. G
67. SS
68. G
69. SS
70. G
: “Yang ke bawah?”
: “Negatif”
: “Yang ke kanan?”
: “Positif”
: “Yang ke kiri?”
: “Negatif”
: “Jadi, x arahnya kemana?”
: “Ke kanan dan ke kiri”
: “Kalo y arahnya?”
: “Ke atas dank e bawah”
:“Jadi, untuk mempelajari bidang koordinat tujuannya apa?
Tujuannya agar kalian bisa menentukan titik koordinat pada bidang
koordinat”
: “Yok, anak-anak silakan berkelompok empat-empat.” [Siswa
berpindah tempat untuk berkelompok. Selanjutnya guru membagikan
LKS ke setiap kelompok]
: “Sekarang kamu cermati LKS biar lebih jelas” [Siswa mengamati
LKS secara berkelompok]
: “Coba sekarang kamu lihat di LKS. Jadi, di sini untuk pengertian
koordinat kartesius, kamu cermati dulu. Nanti kalo ada kesulitan
ditanyakan.”
: “Jadi disitu ada titik koordinat. Gambarnya ke arah mana?”
: “Kiri”
: “Kiri?”
: “Kanan”
: “Kanan nggih. Berapa langkah?”
: “Dua”
: “Kemudian y nya 3. Kita lanjutkan ke mana?”
: “Ke atas”
: “berapa langkah?”
: “Tiga
: “Jadi mempunyai titik koordinat (2,3)” [Guru sambil menggambar
di papan tulis]
: “Perpotongan sumbu x dan sumbu y ini kita namakan pangkal ...?”
: “Koordinat”
: “Untuk mengetahui titik mempunyai titik koordinatnya berapa,
menghitungnya dari pangkal koordinat. Jadi kalo misalnya, dari
pangkal koordinat ke arah kanan berarti x nya … ? ”
: “Positif”
: “Kalo x nya ke kiri negatif, nggih?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L68
71.
72.
73.
74.
75.
76.
SB
G
SB
G
SS
G
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
G
SB
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
G
SS
G
90. B
91. G
92. SB
93. G
94. SB
95. G
96. SB
97. G
98. SB
99. G
100. SS
101. G
102. SB
103. G
104. SB
105. G
: “Nggih”
: “Y nya ke atas berarti?”
: “Positif”
: “Kemudian y kea rahbawah?”
: “Negatif”
: “Coba dilihat di materi, anak-anak mengalami kesulitan apa tidak?
Kalau ada, ditanyakan saja. Tidak?” [Guru menunggu respon siswa
dan tidak ada respon]
: “Ada kesulitan nggak?”
: “Tidak bu”
: “Jadi misalnya ini titik (-3,1), ini menghitungnya darimana?”
: “Pangkal koordinat”
: “Ke arah mana?”
: “Kiri”
: “Berapa langkah?”
: “Tiga”
: “Kemudian dilanjutkan ke arah mana?”
: “ Atas”
: “Berapa langkah?”
: “Satu”
: “Berarti di sini nggih. Ini mempunyai koordinat berapa?” [Guru
sambil menggambarkan]
: “(-3, 1)”
: “Kemudian kita melihat disitu titik berapa itu?”
: “(2, 3)”
: “Berarti dari pangkal koordinat itu arahnya gimana?”
: “Ke kanan”
: “Berapa langkah?”
: “Dua”
: “Kemudian ke arah mana?”
: “Atas”
: “Berapa langkah?”
: “Tiga” [Guru sambil menggambarkan di papan tulis]
: “Ya, jadi koordinatnya?”
: “(2,3)”
: “Dua ini menghitungnya dari pangkal koordinat. Karena positif,
maka menghitungnya ke ?”
: “Kanan”
: “Tiga ini menghitungnya juga dari pangkal koordinat. Karena
positif maka ke ?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L69
106. SB : “Atas”
107. G : “Yang depan ini biasanya disebut absis. Yang belakang namanya
ordinat. Jadi titik (2,3) ini mempunyai absis 2 dan ordinat 3, maka
mempunyai koordinat ?”
108. B : “(2,3)”
109. G : “Ada kesulitan? Silakan tanya nggih” [Guru berjalan ke arah
siswa, untuk berinteraksi dengan siswa]
110. G : “Nggak ada?” [Guru menunggu respon siswa dan memancing
siswa untuk bertanya]
111. G : “Jadi titik A itu mempunyai absis berapa?”
112. SS : “Dua”
113. G : “Ordinat berapa?”
114. SS : “Tiga”
115. G : “Koordinat berapa?”
116. SS : “(2,3)”
117. G : “Oke, sudah jelas semuanya?”
118. SS : “Sampun”
119. G : “Sekarang saya yang tanya. Misalnya, saya meletakkan titik disini.
Berapa koordinatnya?”
120. SB : “(0,6)”
121. G : “Berapa?”
122. SS : “(0,6)”
123. G : “Berarti x = 0, y = 6 ? Betul gak? Yang sebelah sana gimana? Betul
apa salah yang itu? Kamu punya pendapat gimana? Yok, coba dilihat
jawaban temannya di papan tulis benar apa salah?” [Guru menunjuk
siswa untuk mengonfirmasi jawaban. Guru mendekati siswa agar
semakin jelas terdengar jawaban siswa tersebut]
124. G : “Yok, bener apa salah?” [siswa tidak ada tanggapan, sehingga
guru mengulang pertanyaannya]
125. SB : “Salah”
126. G : “Salahnya dimana? Yang 0 apanya? x atau y?”
127. SB : “y nya”
128. G : “Coba lihat titiknya lagi. Ini kan titiknya terletak di sumbu x kan
ya, jadi tidak ke atas, tidak ke bawah. Jadi hanya ke kanan, ke kanan
berapa ini?”
129. SB : “6”
130. G : “y nya 0, tidak ke atas, tidak ke bawah, jadi itu (0,6) terbalik ya,
seharusnya berapa?”
131. SB : “(6,0)”
132. G : “Sekarang berkelompok ya” [Guru membagi nomor kelompok]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L70
133. G
: “Kalau tidak ke kiri tidak ke kanan yang 0 apanya?” [Guru teringat
akan suatu hal, kemudian kembali mengajak diskusi terlebih dahulu,
sebelum bekerja dalam kelompok]
134. SS : “x”
135. G : “Jadi titik ini koordinatnya?”
136. SS : “(0,5)”
137. G : “Coba sekarang kita meletakkan disini, berapa koordinatnya?”
138. S : “(0,-4)”
139. G : “Ada yang punya pendapat lain?”
140. S : “(-4, 0)
141. G : “Coba kalau titiknya di sini, yang tidak geser apanya?”
142. SB : “ke kanan ke kirinya”
143. G : “Berarti tidak ke kanan tidak ke kiri ya? Apanya yang 0 kalau tidak
ke kanan maupun ke kiri?”
144. SB : “x yang 0”
145. G : “x nya 0, brarti nanti koordinatnya (0,…). Lalu ini titiknya
digesernya ke bawah sejauh 4, jadinya ordinat -4. Maka titik ini
koordinatnya ?”
146. SB : “(0, -4)”
147. G : “Anak-anak, biasanya ketika menentukan koordinat titik yang
terletak di sumbu x, atau sumbu y memang terkadang salah. Kamu
lihat saja misalnya titik disini, ini yang tidak bergerak x-nya apa ynya? Y yo?”
148. SB : “Y”
149. G : “Ini kan tidak ke atas, tidak ke bawah. Jadi titik ini hanya ke kiri.
Oke sudah?”
150. SB : “Mpun”
151. G : “Titik ini berapa koordinatnya?”
152. SB : “(3, 0)”
153. [Selanjutnya guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan soal secara
berkelompok. Ketika siswa berkelompok, guru berkeliling untuk
memantau kegiatan siswa dan membantu siswa dalam diskusi
kelompok. Kemudian, guru meminta perwakilan setiap kelompok
untuk mengerjakan di papan tulis. Guru dan siswa bersama-sama
mengonfirmasi jawaban di papan tulis]
154. G : “Titik C mempunyai koordinat berapa?”
155. SB : “(-2, 7)”
156. G : “Setuju?”
157. SB : “Setuju”
158. G : “Titik D mempunyai koordinat berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L71
159. SB
160. G
161. SB
162. G
163. G
164. SB
165. G
166. SB
167. G
168. G
169. SB
170. G
171. SS
172. G
173. SB
174. G
175. SB
176. G
177. SB
178. G
179. SS
180. G
181. SS
182. G
183. SS
184. G
185. SS
186. G
187. SB
188. G
189. SB
190. G
191. SB
192. G
193. SB
: “(-5, 5)”
: “Setuju?”
: “Setuju”
: “Betul nggih. Yok bisa memberikan applause untuk temannya”
[hanya sebagian sedikit siswa yang bertepuk tangan sebagai
apresiasi untuk hasil pekerjaan temannya]
: “Tepuk tangannya bersama-sama nggih. Selanjutnya, titik E. Titik
E mempunyai koordinat berapa? ”
: “(-7, 1)”
: “Setuju?”
: “Setuju”
: “Betul nggih? Betul” [Guru mengajak siswa untuk memberikan
applause terhadap hasil pekerjaan siswa yang benar tersebut]
: “Titik F, titik F mempunyai koordinat berapa?”
: “(-8, 3)”
: “Titik F mempunyai koordinat (-8, 3), setuju?”
: “Tidak”
: “Tadi kelompok berapa ini yang menjawab tadi?”
: “Kelompok 6”
: “Yok, kelompok 6 coba kamu lihat. Titik F mempunyai koordinat (8,3). Setuju?”
: “Tidak”
: “Setujunya berapa?”
: “(-8, -3)”
: “Setuju?”
: “Setuju”
: “Yok dilihat, titik H mempunyai koordinat berapa?”
: “(1, -6)”
: “Setuju?”
: “Setuju”
: “Betul ya?”
: “Nggih”
: “Titik J mempunyai koordinat berapa?”
: “(6, -4)”
: “ Setuju?”
: “Setuju”
: “Titik K?”
: “(7, -2)”
: “Trus titik yang belum tadi? Titik I ya? Berapa?”
: “(4, -7)”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L72
194. G : “Setuju?”
195. SB : “Setuju”
196. G : “Kemudian, gambarkan titik berikut pada bidang koordinat” [Siswa
melanjutkan mengerjakan LKS. Guru berkeliling untuk memantau
aktivitas siswa dan membantu siswa apabila mengalami kesulitan]
197. G : “Sudah nggih? Sekarang kita bisa mengambil kesimpulan untuk
koordinat, apabila kita meletakkan titik pada bidang koordinat. Kalau
sumbu x positif, dari pangkal koordinat, arahnya kemana?
198. SB : “Ke kanan”
199. G : “Kalau negatif arahnya kemana?”
200. SB : “Ke kiri”
201. G : “Untuk sumbu y arahnya kemana?”
202. SB : “Ke atas dan ke bawah”
203. G : “Kalau ke atas nanti nilainya?”
204. SB : “Positif”
205. G : “Kalau ke bawah nanti nilainya?”
206. SB : “Negatif”
207. G : “Sekarang saya beri soal, dikerjakan jangan contekan. Kerjakan
sendiri-sendiri”
[Siswa mengerjakan post-test secara mandiri. Pembelajaran ditutup dengan
membahas soal post-test]
208. G
: “Untuk pertemuan selanjutnya, dipelajari tentang refleksi atau
pencerminan nggih?”
209. SS : “Nggih”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L73
TRANSKRIP VIDEO
PERTEMUAN KEDUA
Senin, 28 Maret 2016
Keterangan:
G
: Guru
S
: Siswa (individu)
SS
: Semua Siswa
SB
: Sebagian Siswa
B
: Guru bersama siswa
B.
1. G
2. SS
3. G
4. SS
5. G
6. SS
7. G
8. SS
9. G
10. SS
11. G
12. G
13. G
14. SB
15. G
16. SB
17. G
18. SB
19. G
20. SS
21. G
22. SS
: “Ass. Wr. Wb.”
: “Wass. Wr. Wb.”
: “Selamat siang”
: “Selamat siang”
: “Masih semangat?”
: “Masih”
: “Ada yang tidak hadir? Siapa?”
: “Anggista”
: “Kenapa?”
: “Sakit”
: “Baik, kita lanjutkan tentang transformasi. Sebelumnya, saya bertanya
tentang meletakkan titik pada bidang koordinat, masih ingat nggih?
Petak-petaknya keliatan nggak dari belakang?” [Guru menuju ke papan
tulis berpetak]
: “Coba kalau kita meletakkan titik disini, titik A, ya. Coba titik A
mempunyai koordinat berapa, mas? Lainnya diam ya” [Guru menunjuk
salah satu siswa untuk menjawab]
: “Yok, yang sini berapa koordinat titk A?” [Guru menunjuk siswa di
bagian sisi yang lain]
: “(4, -2)”
: “(4, -2). Sudah betul?”
: “Betul”
: “Titik di sini berapa?”
: “(2, -2)”
: “Titik di sini?”
: “(7, -2)”
: “Titik di sini?”
: “(-2, -2)”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L74
23. G
24. SB
25. G
26. SB
27. G
28. G
29. G
30. SB
31. G
32. SB
33. G
34. G
35. SB
36. G
37. SB
38. G
39. SB
40. G
41. G
42. SB
43. G
: “Yang selalu sama apanya?”
: “ -2”
: “ -2, nggih? Berarti y nya selalu?”
: “Sama”
: “Jadi anak-anak masih ingat ya tentang koordinat. Sekarang kita mulai
lanjutkan tentang transformasi yaitu refleksi. Kata lainnya pencerminan,
sama nggih. Sekarang yang B nggih, kemarin yang A tentang
koordinat” [Guru sambil menuliskan judul sub materi hari ini di papan
tulis]
: “Jadi anak-anak, dalam kehidupan sehari-hari anak-anak tidak asing lagi
tentang pencerminan. Kalau mau berangkat ke sekolah, anak-anak
mesti bercermin terlebih dahulu. Untuk apa to itu?” [beberapa siswa
menjawab tetapi tidak terlalu jelas dan lantang suaranya]
: “Bercermin untuk melihat bayangan kamu, ya gak?”
: “Nggih”
: “Ya, ini saya bawakan cermin. Ini cermin apa ini? Ada cermin datar, ada
cermin cembung, cermin cekung” [Guru mengeluarkan cermin kecil]
: “Datar”
: “Ini cermin datar. Yang akan kita pelajari adalah cermin datar. Ya kalau
kamu bercermin, coba” [Guru mengarahkan cermin ke beberapa siswi
agar siswi dapat melihat bayangannya]
: “Coba, sifat-sifat bayangannya gimana?”
: “Terbalik”
: “Terbalik? Jarak benda dengan bayangan gimana?”
: “Sama”
: “Sama nggih? Bayangannya gimana? Maya nggih?”
: “Nggih”
: “Bayangan dengan bendanya sama tidak besarnya? Sama nggih. Nah,
sekarang jarak benda mbak’e dengan bayangan ini gimanasama nggih.
Terus, nanti kalau kita tarik suatu garis, garisnya selalu gimana?” [Guru
mengambil penggaris untuk mengilustrasikasn hasil bayangan dari
cermin datar agar memudahkan siswa dalam memahami materi
pencerminan]
: “Misalkan ini sebarang cermin nggih. Kita letakkan benda di sini. Terus
bayangannya nanti gimana?”
: “Kanan”
: “Misalkan itu sebagai cerminnya nggih? Kita akan bercermin. Tadi
titiknya di sini, akan kita cerminkan terhadap garis ini. Coba letak
bayangannya nanti dimana? Piye carane? Yo, carane piye? Caranya
gimana? Yo, gimana nanti bayangannya? Yo, carane piye?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L75
44. G
45. B
46. G
47. SB
48. G
49. SB
50. G
: “Jarak bayangan dengan jarak benda kan …”
: “Sama”
: “Apa ngukurnya gini?”
: “Bukan”
: “Gimana?”
: “Tegak lurus”
: “Ya, betul-betul tegak lurus. Ini harus bener-bener tegak lho, ini
membentuk sudut siku-siku.” [Guru menunjuk sudut siku-siku pada
penggaris segitiga yang digunakan untuk menggambar]
51. G : “Ini kita ukur, ini kita tarik begini, ini harus betul-betul tegak lurus. Ini
kita perpanjang ke sana (ke kanan), terus kita ukur sama jaraknya. Jadi,
kalau kamu bercermin, gambar kamu, kamu dengan bayangan kamu,
jaraknya selalu apa?”
52. SB : “Sama”
53. G : “Kalau kita tarik garis, garis ini selalu tegak … ?”
54. SB : “Tegak lurus”
55. G : “Bisa kamu lihat pada buku paketmu masing-masing, halaman 117.
Coba kamu lihat halaman 117” [Guru mengambil buku paket di atas
meja guru dan membuka halaman 117]
56. G : “Pencerminan terhadap suatu garis. Jadi misalnya kita meletakkan suatu
titik, yaitu titik A , di sini akan kita cerminkan terhadap garis, misalnya
ini garis l , tadi sifat-sifat pencerminan: jarak benda dengan bayangan
sama, kalau kita tarik garis selalu tegak lurus. Ini untuk pemcerminan
terhadap suatu garis. Coba kamu lihat pada halaman 117. Kamu lihat
contoh 3.1 dan gambar 3.3 itu kamu lihat”
57. G : “Ini ada titik p kemudian kita cerminkan terhadap garis apa itu, l nggih?
Maka bayangannya dapat kamu lihat disitu. Jarak benda dengan
bayangannya gimana itu? Sama nggih? Lalu, kalau kita tarik ini betulbetul tegak lurus. Coba kamu lihat contoh 3.1. 3.1 kamu lihat, itu ada
garis AB, direfleksikan terhadap garis apa itu? l nggih. Direfleksikan
terhadap garis l maka nanti bayangannya dapat kamu lihat caranya
gimana? Dari titik A kita tarik kemana itu? Kita tarik kemana itu? Pada
gari l itu, bayangannya adalah A’, B’. Untuk mendapatkan A’ gimana
caranya? Yo, piye carane?”
58. G : “Itu ada garis AB nggih. Misalnya, ini ada garis AB. Akan kita
cerminkan terhadap garis l, ini terhadap garis dulu ya, ini akan kita
cerminkan terhadap garis l.” [Guru menggambarkan garis AB di papan
tulis dengan penggaris]
59. G : “Coba nanti letak bayangan garis AB nanti terletak dimana? Jadi A’ nya
terletak dimana nanti? Di sini kita tarik ke bawah nggih, kalo ini kita
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L76
buat jaraknya sama nggih? Kalau kita tarik ke bawah sama, harus betulbetul apa? Tegak. Ini bayangan titik A. kemudian titik B juga kita tarik
ke bawah tegak lurus garis l. Maka, bayangannya mana? Jadi bayangan
garis AB, kalau kita cerminkan terhadap garis l, maka bayangannya
adalah A’B’. Caranya gimana? Jaraknya selalu sama dan tegak lurus.
Nah, itu pencerminan terhadap suatu garis.” [Guru menggambarkan
titik A’ dan B’, dan garis A’B’ di papan tulis]
60. G : “Itu ada segitiga. Coba bangun segitiga itu apabila kita cerminkan
terhadap garis l , terus bayangannya dimana? Yok coba salah satu anak
tolong maju ke depan” [siswa tampak tidak ada yang mau maju ke
depan kelas]
61. G : “Udah jelas? Jelas belum?”
62. SB : “Sudah” [lalu kemudian ada salah satu siswa maju ke depan kelas untuk
menggambarkan bayangan segitiga tersebut]
63. G : “Ya, coba kamu lihat bayangannya. Ya, jadi apabila bangun ini kita
cerminkan terhadap suatu garis, maka bayangannya adalah, misalnya
ini segitiga ABC nggih, berarti ini bayangannya adalah A’, B’, dan C’.
Saged? Dong nggih?”
64. SB : “Nggih”
65. G : “Jadi nanti jarak A ke garis cermin, dengan A’ ke garis cermin, semua
titik kamu tarik ke garis l, dan menariknya harus betul-betul tegak lurus.
[Guru menggambarkan garis bantu putus-putus agar siswa mampu
memaknai dalam menarik tegak lurus terhadap suatu garis]
66. G : “Sudah jelas belum? Untuk pencerminan terhadap suatu garis. Sekarang
kita lanjutkan pencerminan pada bidang koordinat. Nah, sekarang
refleksi terhadap bidang koordinat. Refleksi atau pencerminan itu sama
nggih. Nah kita lanjutkan yang pertama refleksi terhadap sumbu x”
[Guru menuliskan judul “Refleksi terhadap bidang koordinat”]
67. G : “Bisa dilihat pada halaman 119. Itu refleksi terhadap sumbu x,pada
bidang koordinat. ” [Guru membawa buku paket matematika]
68. G : “Dapat kamu cermati dalam halaman 119 coba” [siswa mengamati
halaman 119. Guru menggambar di papan tulis berpetak sumbu
koordinat]
69. G : “Letakkan titik A di sini. Titik A ini mempunyai koordinat berapa?
Misalnya kita mempunyai titik A, titik A itu koordinatnya berapa?
[siswa nampak pasif dalam menjawab, sehingga guru mengulangi
pertanyaan]
70. SB : “(3,2)”
71. G : “Coba titik A itu (3,2) akan kita cerminkan terhadap sumbu x, terus
nanti letak bayangannya dimana?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L77
72. SB : “(3, -2)”
73. G : “Ini kita tarik jadi ini letak bayangan titik A’ yaitu A’ dengan koordinat
berapa?”
74. SB : “(3, -2)”
75. G : “Coba misalnya kita mempunyai titik di sini. Titik B di sini. Titik B ini
mempunyai koordinat berapa?”
76. SB : “( -3, 4)”
77. B : “( -3, 4)”
78. G : “( -3, 4) nggih, coba nanti letak bayangannya dimana?”
79. SB : “( -3, -4)”
80. G : “Berapa?”
81. SB : “(-3, -4)”
82. G : “Kita tarik dari sini nggih. Kita buat sama nggih. Jadi nanti letak
bayangannya adalah di sini nggih. B’ dengan koordinat berapa?”
83. SB : “( -3, -4)”
84. G : “( -3, -4). Ini apabila kita cerminkan terhadap sumbu x”
85. G : “Coba sekarang kamu lihat. Tadi titik A. Titik A tadi koordinatnya
berapa? (3, ?)”
86. SB : “2”
87. G : “Apabila kita cerminkan terhadap sumbu x ya, maka bayangannya
adalah berapa tadi?”
88. B : “(3, -2)”
89. G : “Kemudian titik B tadi berapa?”
90. SB : “( -3, 4)”
91. G : “(-3, 4) kita cerminkan terhadap sumbu x , bayangannya berapa?”
92. SB : “( -3, -4)”
93. G : “Coba misalnya ini titik C nggih, titik C misale (2, -5), misale. Ini kita
cerminkan terhadap sumbu apa?”
94. SB : “x”
95. G : “ Berapa? Berapa ini kira-kira”
96. SB : “(2,5)”
97. G : “(2,5) nggih? Bisakah kamu mencari bayangan apabila dicerminlan
terhadap sumbu x tanpa gambar? Bisa nggih? Yo, misale ( -5, 8) misale,
akan kita cerminkan terhadap sumbu x, maka bayangannya adalah?”
98. SB : “( -5, -8)”
99. G : “Coba bayangane pira mas?” [Guru menunjuk siswa untuk menjawab]
100. S : “( -5, -8)”
101. G : “ ( -5, ? )”
102. SB : “ -8”
103. G : “(-5, -8). Jadi kalau suatu titik kita cerminkan terhadap apa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L78
104. SB : “x”
105. G : “Maka yang berubah apanya? Yang berubah y. Ini absis, ini ordinat.
Atau yang berubah y. y-nya berubah, yo? Berubahnya gimana? Positif
jadi negatif, negatif jadi positif, yang berubah itu nggih. Kalau misalnya
ada titik ini, x-nya tetep nggih, yang berubah apanya?” [Guru
memberikan jawaban pertanyaannya kepada siswa karena siswa pasif
menjawab]
106. SB : “y”
107. G : “Wes mudeng? Mudeng to?”
108. SB : “Nggih”
109. G : “Jadi titik (x, y) kita cerminkan terhadap sumbu x, maka bayangannya
dimana?”
110. SB : “(x, -y)”
111. G : “Ya, (x, -y). Mpun jelas nggih? Sekarang kita lanjutkan refleksi
terhadap sumbu y. Sumbu y yang mana?” [Guru menuliskan judul
“Refleksi terhadap sumbu y” di papan tulis]
112. SB : “Yang tegak”
113. G : “Yang tegak nggih. Coba kamu cermati di situ. Ini ada titik A nggih?”
114. SB : “Nggih”
115. G : “Titik A nggih, itu salah cetak. Bukan B. Yang pencerminan terhadap
sumbu y yang halaman 119. Itu ada titik, titik apa itu? Titik A itu (3, ?)?
2 nggih? (3,2). Dicerminkan terhadap apa itu? ”
116. SB : “y”
117. G : “Terhadap y nggih. Terhadap sumbu y. Maka bayangannya adalah A’
tadi menjadi berapa itu?”
118. SB : “( -3, 2)”
119. G : “(-3, 2). Yo dilihat semuanya pada buku paket halaman berapa itu?”
120. SB : “Nggih”
121. G : “119. Titik A, koordinatnya berapa itu? (3,2) akan kita cerminkan
terhadap sumbu apa itu?”
122. SB : “y”
123. G : “Disitu bayangannya berapa itu?”
124. SB : “(-3,2)”
125. G : “( -3, 2). Kemudian titik apalagi itu?
126. SB : “B”
127. G : “Berapa koordinatnya?
128. SB : “(1, -3)”
129. G : “(1, -3) kita cerminkan terhadap sumbu y. Bayangannya berapa itu?”
130. SB : “( -1, -3)”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L79
131. G
132.
133.
134.
135.
SB
G
SB
G
136.
137.
138.
139.
140.
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
SB
G
SB
G
SB
G
SB
G
SB
G
SB
G
SB
G
150.
151.
152.
153.
154.
155.
156.
G
S
G
S
G
SB
G
157. G
158. SB
159. G
160. S
161. G
: “( -1, -3). Coba kamu cermati itu. Titik itu kalau dicerminkan terhadap
sumbu y, yang berubah apanya?”
: “y”
: “y? yang berubah apanya?”
: “x”
: “x? yang berubah depan to ini? Lha nek dicerminkan terhadap sumbu
y yang berubah apanya? x”
: “x”
: “Positif jadi apa?”
: “Negatif”
: “Yang belakang?”
: “Tetap”
: “Tetap nggih?”
: “Nggih”
: “Jadi misalnya C ( -3, -5) dicerminkan terhadap sumbu y”
: “(3, -5)”
: “Berapa?”
: “(3, -5)”
: “Jadi kalau D (x, y) dicerminkan terhadap sumbu y nanti D’ (-x, ?)?”
: “y”
: “Ya, itu kalau kita cerminkan terhadap sumbu y. Udah nggih? Ada
kesulitan? Tidak nggih?” [Tidak ada respon dari siswa]
: “Udah jelas?”
: “Udah”
: “Sekarang refleksi terhadap apa”
: “Titik asal”
: “Titik Asal atau pangkal …?”
: “Pangkal koordinat”
: “Refleksi terhadap titik asal, yaitu (0,0)” [Guru sambil menuliskan
judul “Refleksi terhadap titik asal (0,0)”]
: “Kamu lihat pada halaman 120. Titik A (3,2). Kemudian kita
cerminkan terhadap titik asal, ini. Terus gimana, bayangannya gimana?
Ini kita tarik ke sana ya. Kita tarik. Berapa? ( -3, -2). Kemudian kita
letakkan titik B, titik B berapa itu? (3, -1) gini nggih? Letak
bayangannya dimana? ”
: “( -3, 1)”
: “Jadi kalau terhadap titik titik asal, titik A (3,2) dicerminkan terhadap
titik pangkal jadi berapa bayangannya?”
: “( -3, -2)”
: “Kemudian titik B (3, -1) bayangannya berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L80
162.
163.
164.
165.
S
G
S
G
166.
167.
168.
169.
S
G
SB
G
170. G
171.
172.
173.
174.
175.
176.
177.
G
SB
G
SB
G
B
G
178. S
179. G
180. G
181.
182.
183.
184.
SB
G
SB
G
185. SB
186. G
: “( -3, 1)”
: “Anak-anak bisa mengambil kesimpulan?”
: “Bisa”
: “Bisa. Kalau titik (x, y) dicerminkan terhadap titik asal bayangannya
berapa?”
: “( -x, -y)”
: “Ada kesulitan nggak?”
: “Tidak ada”
: “Tidak? Ya, oke kalo gitu. Sekarang pencerminan terhadap garis y = x
nggih?” [Guru sambil menuliskan judul di papan tulis]
: “Yo anak-anak, siapa yang ingin membantu saya membuat garis y = x
? Yo garise piye y = x ? jadi, ordinatnya sama dengan absisnya. Yok
siapa, tolong dibuatkan coba. Garis y = x, bisa nggak?” [Seorang siswi
secara sukarela maju ke depan untuk menggambarkan garis y = x]
: “Yok, coba kamu lihat. Kita akan membuat garis y = apa?”
: “x”
: “Garis y = x. Kamu lihat pada halaman 121. Di situ ada titik apa itu? ”
: “K, L, M, N”
: “K-nya berapa itu titik K?”
: “(1, 3)”
: “Ya, titik K adalah (1,3). Kemudian titik K ini akan kita cerminkan
terhadap garis y = apa?”
: “x”
: “Yo, titik K’ terletak dimana? Di situ dapat kamu lihat, bayangannya
dimana itu? Yo, letak bayangannya dimana? Terhadap garis y = x ini
lho ya. Berapa? Coba mas, kamu buat mas.” [Siswa mencoba
mengungkapkan pendapat tetapi suara sangat pelan, sehingga guru
menunjuk salah satu siswa untuk menjawab]
: “Udah betul bayangannya? Ini kan harus jaraknya sama nggih, ditarik
tegak lurus terhadap garis, jadi letak bayangannya disitu nggih.
Kemudian kita letakkan titik L. L berapa koordinatnya?”
: “( -3, 3)”
: “(-3, 3) di sini nggih?”
: “Nggih”
: “Kemudian dicerminkan terhadap garis y = x. Coba letak bayangannya
dimana?”
: “(3,-3)”
: “Yok, coba kamu mbak” [Guru menunjuk salah satu siswi untuk
menggambarkan L’. Salah seorang siswi menggambarkan
bayangannya di papan tulis]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L81
187. G
188. SB
189. G
190.
191.
192.
193.
SB
G
S
G
194. SB
195. G
196. SB
197. G
198. SB
199. G
200.
201.
202.
203.
SB
G
SB
G
204. SB
205. G
206. G
207. G
208. SB
209. G
210. SB
211. G
212. G
: “Yak, caranya kita tarik garis dari titik ini ke sini nggih? Jaraknya
selalu sama dan tegak lurus. Ya, ini terhadap garis y = x. Jadi refleksi
terhadap garis y = x, misalnya tadi titik K nggih, titik K tadi berapa? ”
: “(1,3)”
: “(1,3) nggih. Dicerminkan terhadap garis y = x, maka bayangannya
tadi dimana?”
: “(3,1)”
: “Kemudian titik L tadi berapa?”
: “(-3,3)”
: “( -3, 3) dicerminkan terhadap garis y = x, maka bayangannya terus
jadi gimana?”
: “(3, -3)”
: “(3, -3). Tanpa gambar bisakah kamu mencari dan meletakkan
bayangan?”
: “Bisa”
: “Misale, titik M ( -5,10) akan kita cerminkan terhadap garis y = x.
Bayangannya dimana?”
: “(10, -5)”
: “Kalau kita letakkan titik N (x,y) dicerminkan terhadap garis y = x,
maka bayangannya dimana?”
: “(y,x)”
: “Kira-kira sudah jelas belum? Ada kesulitan?”
: “Tidak”
: “Kalau tidak ada, sekarang silakan berkelompok seperti biasanya.
Anak-anak bawa LKS ini tidak?”
: “Bawa”
: “Yok sekarang kerja kelompok” [Siswa secara berkelompok
mengerjakan LKS dalam kelompok. Guru berkeliling untuk memantau
aktivitas siswa dan membantu siswa apabila mengalami kesulitan.
Kemudian perwakilan kelompok mengerjakan soal di papan tulis]
: “Yok silakan maju titik A, titik B, titik C, titik D.” [Siswa
mengkomunikasikan jawabannya di papan tulis]
: “Titik A (1,1) direfleksikan terhadap sumbu y, bayangannya A’(-1,1).
Betul?”
: “Betul”
: “Titik B (6, -2) direfleksikan terhadap sumbu y, bayangannya
B’(-6,-2). Betul?”
: “Betul”
: “Ya, betul. Yang berubah x nya ya”
: “Titik C (4,6) direfleksikan terhadap sumbu y, bayangannya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L82
213. SB
214. G
215. G
216.
217.
218.
219.
SB
G
SS
G
220. SB
221. G
222. SB
223. G
C’(-4,6). Betul?”
: “Betul”
: “Jadi D (x,y) dicerminkan terhadap sumbu y bayangannya (-x,y)”
: “Yok sekarang lihat pekerjaan kelompok 6. Titik A (-1,-4)
dicerminkan terhadap garis y = x, bayangannya A’(4, -1), betul?”
: “Tidak”
: “Yang betul berapa?”
: “(-4,-1)”
: “Titik B (4,-2) dicerminkan terhadap garis y = x, bayangannya
B’(-2,4), betul?”
: “Betul”
: “Yok lihat pekerjaan temanmu. Titik C (5,2) apabila dicerminkan
terhadap garis y = x menghasilkan C’(2,5), betul?”
: “Betul”
: “Yok PRnya, nanti ada PR nggih. Halaman 127, kamu kerjakan nomor
1 dan 3. Lalu besok kita pelajari refleksi y = -x, x = h, dan y = k
nggih.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L83
TRANSKRIP VIDEO
PERTEMUAN KETIGA
Rabu, 30 Maret 2016
Keterangan:
G
: Guru
S
: Siswa
SS
: Semua Siswa
SB
: Sebagian Siswa
B
: Guru bersama siswa
C.
1.
G
: “Mari kita lanjutkan kemarin sampai pada apa? Pencerminan
terhadap apa?”
2. B : “Y sama dengan X”
3. G : “Ya Y sama dengan X (menulis di papan tulis). Coba ini titik A dua
koma tiga kita cerminkan terhadap garis Y sama dengan X. Coba
bayangkan nanti berapa koordinatnya?”
4. SS : “Tiga koma dua”
5. G : “Acungkan jari salah satu” [Guru melihat sekeliling kelas untuk
menunjuk anak yang akan menjawab]
6. G : “Yak…berapa?”
7. S : “Tiga koma dua”
8. G : “Tiga koma dua (sambil menulis di papan tulis). Betul?”
9. SS : “Betul”
10. G : “Coba satu lagi (sambil menulis di papan tulis). Sekarang kamu liat
titik B min lima koma empat kita cerminkan terhadap garis Y sama
dengan X, maka bayangannya adalah… Yok mbak berapa
jawabannya? [Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab]
11. S
: “Empat koma min lima”
12. G
: “Empat koma min lima (sambil menulis di papan tulis) . Betul?”
13. SS : “Betul”
14. G
: “Sudah jelas nggih?”
15. SS : “Sudah”
16. G : “Sekarang kita lanjutkan pencerminan terhadap garis Y sama
dengan min X. Coba anak-anak bisa mencermati pada buku paket
halaman seratus dua puluh.
17. G : “Sekarang kita akan mencerminkan suatu titik atau suatu bangun
ke garis Y sama dengan min X. Bagaimana kamu membuat garis Y
sama dengan min X? Jadi kalau garis Y sama dengan min X,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L84
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
mestinya kamu meletakkan titik-titik dulu ya. Titik- titik yang
memenuhi garis Y sama dengan min X, ini kalau titik X kita ambil
satu terus Y nya berapa supaya garis itu persamaannya adalah Y
sama dengan min X? X nya kita ambil satu, Y nya berapa? (siswa
tidak ada yang menjawab) X nya satu Y nya berapa?
18. SB : “Min satu”
19. G : “Min satu. Kan Y sama dengan min X, berarti kita meletakkan titiktitik yang memenuhi persamaan ini dulu ya. Satu koma?”
20. SS : “Min satu”
21. G : “Dua koma?”
22. SS : “Min dua”
23. G : “Tiga koma?”
24. SS : “Min tiga”
25. G : “Min satu koma?”
26. SS : “Satu”
27. G : “Min dua koma?”
28. SS : “Dua”
29. G : “Dan seterusnya ya. Nah titik-titik ini lalu kita hubungkan
(menghubungkan titik-titik yang ada di papan tulis). Garis ini
memenuhi persamaan Y sama dengan min X. Sekarang kamu
perhatikan pada gambar 3.9. Ini ada bangun. Bangun apa itu? (siswa
diam tidak menjawab)”
G
: “Bangunnya adalah bangun KLMN. Keempat titik itu kita
hubungkan, kemudian akan kita cerminkan terhadap garis Y sama dengan
min X. Coba titik K. K itu koordinatnya berapa itu?”
SS : “Satu koma min lima”
G
: “Ya titik K koordinatnya adalah satu koma min lima. Disini
nggih?”
SB : “Nggih”
G
: “Kemudian akan kita cerminkan pada garis apa itu?”
SB : “Y sama dengan min X”
G
: “Coba kita bayangannya nanti gimana? Coba [menunjuk salah
seorang siswa untuk maju]”
SB : “(-1,5)” [kemudian salah satu siswa maju ke depan kelas untuk
mennentukan bayanganya]
G
: “Titik K(1,-5) dicerminkan terhadap y = -x. coba salah satu syarat
pencerminana apa?” [Siswa diam]
G
: “Titik asal ke garis, dan bayangan ke garis jaraknya sama nggih.
Kemudian apalagi? Titik asal dan garis terhadap cermin ini nanti gimana?
Tegak lurus ya? Nah coba lihat yang di papan tulis sudah betul belum?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L85
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
SB : “Belum”
G
: “Yo, coba bayangannya gimana?” [guru menunjuk siswa lain untuk
menggambarkan bayangan titik K]
G
: “Sekarang coba kita lihat. Jarak titik K ke garis, dengan K’ ke garis
sama tidak?”
SB : “Sama”
G
: “Tegak lurus apa gak?”
SB : “Nggih”
G
: “Jadi bayangannya betul di sini nggih? Berapa?”
SB : “(5,-1)”
G
: “Yo, selanjutnya titik L koordinatnya berapa?”
SB : “(-2,3)”
G
: “Kita cerminkan terhadap garis y = -x. Letak bayangannya dimana?
Yo, kamu letakkan bayangannya” [Guru menunjuk salah satu siswa]
G
: “Bayangannya adalah L’ (-3,2). Ada yang punya pendapat yang
lain?”
S
: “(3,-2)”
G
: “Boleh ya kalau punya pendapat yang lain. Coba kamu letakkan di
papan tulis L’nya” [siswa menggambarkan di papan tulis alteratif
jawabannya]
G
: “Coba sekarang kita lihat yang L’(3,-2). Yang setuju siapa?” [Tidak
ada siswa yang setuju]
G
: “Ini kita lihat apa L’ ini apakah menunjukkan hasil cerminan dari (2,3)? Ini kalau L’ di sini, sama saja ini tidak bercermin nggih?”
SB : “Nggih”
G
: “Coba sekarang kamu lihat, jarak bayangan dengan titik asal sama
tidak?”
SB : “Sama”
G
: “Tegak lurus tidak?”
SB : “Tegak lurus”
G
: “Berarti ini betul apa salah?”
S
: “Betul”
G
: “Jadi, bayangan L adalah L’ (-3,2) nggih”
SB : “Nggih”
G
: “Sekarang, coba tanpa menggambar. Misalnya titik (15, -20)
dicerminkan terhadap garis y= -x. Bayangannya dimana?
S
: “(20,-15)”
G
: “Setuju?”
SB : “Setuju”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L86
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
G
: “Nah sekarang, misalnya, (x,y), apabila kita cerminkan terhadap
terhadap garis y= -x, bayangannya dimana?”
SB : “(y, -x)” [Siswa terlihat kebingungan]
G
: “(1, -5) bayangannya jadi (5,-1). 1 jadi apa?”
SB : “-1”
G
: “-5 jadi apa?”
SB : “5”
G
: “Jadi kalau (x,y) dicerminkan terhadap garis y= -x, jadi apa?”
SB : “(-y, -x)”
G
: “Sudah jelas?”
SB : “Sudah”
G
: “Ada pertanyaan?”
SB : “Tidak”
G
: “Kalau tidak ada, sekarang kita lanjutkan ke refleksi terhadap garis
yang sejajar sumbu x. Kamu cermati buku halaman 125” siswa maju
menggambarkan garis yang sejajar terhadap sumbu x si papan tulis.
G
: “Sekarang coba buatkan garis yang sejajar sumbu x” [salah satu
siwa menggambarkan ke papan tulis]
G
: “Coba kamu lihat, X ini nggih. Y ini nggih. Kita membuat garis
sejajar sumbu X. Misalnya dibuat seperti ini sejajar sumbu X nggak?”
SS : “Nggih”
G
: “Kalau ini?”
SS : “Nggih”
G : “Garis yang sejajar sumbu X itu kamu lihat letak-letak
koordinatnya. Misalnya kita disini, ini koordinat berapa tho ini?
[sambil menunjuk sebuah titik koordinat yang tergambar di papan
tulis]”
SB : “Nol koma dua”
G
: “Disini?”
SB : “Satu koma dua”
G
: “Disini?”
SB : “Dua koma dua”
G
: “Disini?”
SB : “Tiga koma dua”
G
: “Disini?”
SB :“Empat koma dua”
G
: “Yang sama apanya?”
SB : “Y”
G
: “Yang sama Y nya tho?
SB : “Nggih”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L87
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.
126.
127.
128.
129.
130.
G
: “Nah berarti garis ini mempunyai persamaan Y sama dengan dua.
Nah sekarang kalau misalnya kita meletakkan suatu titik. Misalnya disini.
Berapa koordinatnya?”
SS : “Tiga koma empat”
G
: “Kalau misalnya akan kita cerminkan ke garis Y sama dengan dua,
gimana bayangannya? Mestinya kita tarik nggih dari titik asal ke X”
SB : “Nggih”
G
: “Ditarik tegak lurus, diteruskan sampai jarak yang sama nggih.
Sampai koordinat berapa ini?”
SB : “Tiga koma nol”
G
: “Coba kita coba lagi. Kalau titik disini koordinatnya berapa?”
SS : “Min tiga koma satu”
G
: “Coba bayangannya berapa?”
SS : “Min tiga koma tiga”
G
: “Min tiga koma tiga. Disini nggih?”
SS : “Nggih”
G
: “Sekarang kamu liat yang tetap apane? ”
SB : “X”
G
: “X nya nggih? Kalau Y nya berubah”
SB : “Nggih”
G
: “Tadi titik A dengan koordinat tiga koma empat, kita cerminkan
pada garis Y sama dengan dua, maka bayangannya adalah berapa?”
SB : “Tiga koma nol”
G
: “Sekarang titik B tadi berapa?”
SB : “Min tiga koma satu”
G : “Dicerminkan terhadap garis Y sama dengan dua, maka
bayangannya?”
SB : “Min tiga koma tiga”
G : “Ini yang tidak berubah X nya nggih, yang berubah Y nya, dari
empat jadi nol, dan dari satu jadi tiga. Gimana kesimpulannya? Bisa
nggak mengambil kesimpulan. Gimana hayo?”
G : “Coba misalnya kita meletakkan lima koma tiga. Ini akan kita
cerminkan pada garis Y sama dengan 2. Disini nggih?”
SB : “Nggih”
G
: “Bayangannya disini nggih?”
SB : “Nggih”
G
: “Berapa?”
SB : “Lima koma satu”
G : “Gimana kesimpulannya? Coba kamu liat, ini disini empat, disini
berapa?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L88
131.
132.
133.
134.
135.
136.
SB
G
SB
G
SB
G
137.
138.
139.
140.
SB
G
SB
G
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
150.
SB
G
SB
G
SS
G
SB
G
SB
G
tulis]
SB : “Nggih”
G
: “Paham tidak ni ?”
SB : “Paham”
G : “Jadi misalnya D (a,b) kita cerminkan terhadap garis y = h. H itu
berapa saja bias nggih. Maka nanti bayangane nanti piye carane?
Yang tetap apanya?”
SB : “a”
G
: “a tetap nggih?”
SS : “Nggih”
G
: “Terus belakang gimana?
SB : “Dua kali H kurangi B”
G : “Jadi kalau kita cerminkan terhadap garis y = h, yang tetap
apanya?. Yang berubah apanya?”
S
: “Absis tetap, ordinat berubah bu”
G : “Berubahnya gimana?
SB : “ Ini y kalikan dua kurangi b?”
G
: “Sudah jelas?”
151.
152.
153.
154.
155.
156.
157.
158.
159.
160.
161.
162.
163.
164.
: “ Nol”
: “Kalau kita liat jaraknya empat kali nggih?”
: “Nggih”
: “Jaraknya dua sama dua, jadinya empat nggih?”
: “Nggih”
: “Ini dicerminkan terhadap garis Y sama dengan dua, jaraknya nanti
lipat dua kali nggih? Iya tho? Dua kali dua berapa?”
: “Empat”
: “Kalau mulainya dari empat berarti kita kurangi berapa?”
: “Empat”
: “Tadi kan dua kali dua sama dengan empat, jadi empat dikurangi
empat. Seperti itu nggih?”
: “Nggih”
: “Coba yang ini, dua kali dua sama dengan?”
: “Empat”
: “Dikurangi satu berapa?”
: “Tiga” [Guru sambil menunjuk di papan tulis]
: “Tiga nggih?”
: “Nggih”
: “Selanjutnya dua kali dua lagi berapa?”
: “Empat”
: “Empat dikurangi tiga, satu nggih?” [menunjuk tulisan di papan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L89
165.
166.
S
G
167.
168.
S
G
169.
170.
SB
G
171.
172.
173.
174.
175.
176.
177.
178.
179.
180.
SB
G
S
G
SB
G
SB
G
SB
G
181.
G
182.
183.
184.
185.
186.
187.
188.
189.
190.
191.
S
G
SB
G
SB
G
S
G
SB
S
: “Sudah”
: “Diingat-ingat. Yang berubah absisnya. Ya, misalnya kita punya
titik lagi, A (-8, -3) dicerminkan terhadap y = 5, A’ dimana?”
: “(-8, )”
: “Yo, bayangannya berapa itu? Ada yang (-8,7), ada yang (-8, 13).
Yok kamu lihat itu. Siapa yang (-8,7), angkat tangan? Siapa yang (-8,
13), angkat tangan? Yang tidak angkat tangan?” [Siswa yang setuju
dengan jawaban di papan tulis mengangkat tangannya]
: “Bingung”
: “Yok, kamu lihat ini rumusnya. Ini menggantikan 2 yang tadi
nggih. 2 x 5 = ?”
: “10”
: “Dikurangi berapa?”
: “ -3”
: “Menjadi 10 + 3 nggih?”
: “Nggih. 13 bu”
: “Jadi yang betul (-8, ?)”
: “ -13”
: “Sudah jelas?”
: “Sudah”
: “Kalau sudah, begitu ya untuk pencerminan terhadap garis sejajar
sumbu x, misalnya garis y = 2, ya. Sekarang kita lanjutkan refleksi
terhadap garis sejajar sumbu y. Coba saya minta tolong buatkan garis
sejajar sumbu y. Ayok siapa yang mau bantu saya?” [Salah satu
siswi menggambarkan garis yang sejajar sumbu y di papan tulis]
: “Kamu lihat itu, garis itu sejajar sumbu y ya? Sekarang kita lihat
koordinat titik-titik yang terletak pada garis ini. Ini koordinatnya
berapa? ”
: “ (3,1)”
: “Ini berapa?”
: “(3,2)”
: “Ini berapa?”
: “(3,3)”
: “Yang sama apanya?”
: “x”
: “x nya berapa?”
: “3. Berarti, garis ini mempunyai persamaan”
: “x = 3”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L90
192.
G
193.
194.
SB
G
195.
196.
197.
G
SB
G
198.
199.
S
G
200.
G
201.
202.
203.
204.
SB
G
SB
G
205.
206.
207.
208.
209.
210.
211.
212.
SB
G
SB
G
SB
G
SB
G
213.
214.
215.
216.
217.
218.
S
G
SB
G
S
G
: “Lha sekarang misalny kita meletakkan suatu titik, kemudian akan
kita cerminkan terhadap garis x = 3. Misalnya kita meletakkan titik
di sini. Titik A ini koordinatnya berapa itu?”
: “(1,3)”
: “Coba kamu cerminkan terhadap garis x = 3, letak bayangannya
dimana? Yok maju yok, silakan siapa yok” [Salah satu siswa maju
ke depan kelas untuk menggambarkan letak A’]
: “Ada yang punya pendapat yang lain?”
: “Tidak, bu. Sama”
: “Ya, kita cek dulu jaraknya sama atau tidak. Jarak ini dengan ini
sama nggih? Jarak titik asal dan bayangan terhadap garis cermin
sama, dan tegak lurus. Jadi, titik A kalau kita cerminkan terhadap
garis x = 3 hasilnya A’ (5,3), dah betul nggih?”
: “Nggih”
: “Yok sekarang coba misalkan titik B (2,-3) dicerminkan terhadap
garis x = 3, bayangannya dimana?” [Salah satu siswa maju ke depan
kelas untuk menjawab di papan tulis]
: “Ya, coba kamu lihat. Titik asal dengan bayangan jaraknya sama
atau tidak? Tegak lurus tidak?”
: “Iya bu”
: “Berarti ini betul apa salah?”
: “Betul”
: “Ya sekarang kita lihat, kita bias mengambil suatu kesimpulan.
Tadi titik A berapa tadi?”
: “(1,3)”
: “Dicerminkan terhadap garis x = 3, bayangannya dimana?”
: “(5,3)”
: “Titik B berapa?”
: “(2, -3)”
: “Dicerminkan terhadap x = 3, bayangannya dimana?”
: “(4, -3)”
: “Coba kita lihat , kalau kita cerminkan terhadap garis x = 3, yang
tetap apanya?”
: “y”
: “x-nya berubah ya, berubahnya gimana?”
: “3 kali 2 kurangi 1”
: “Apa berlaku untuk B?”
: “Ya”
: “Jadi misalnya, titik C (20, 15), tanpa memakai gambar,
dicerminkan terhadap garis x = 3, bayangannya di mana?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L91
219.
220.
221.
222.
223.
224.
225.
226.
227.
228.
229.
230.
231.
232.
233.
234.
235.
236.
237.
238.
239.
240.
241.
242.
243.
244.
245.
246.
247.
248.
249.
S
G
S
G
: “(-14, 15)”
: “2 kali 3 = 6, dikurangi 20”
: “- 14”
: “Sekarang kita bias mengambil suatu kesimpulan apabila titik D
(a,b) kita cerminkan terhadap garis x = k misalkan, coba nanti
bayangannya di mana?”
SB : “(k dikali 2 dikurangi a, b)”
G
: “Ya, jadi (2k-a, b). Betul nggih. Oke, jelas semuanya?”
SB : “Sampun jelas”
G
: “Yo, sekarang berkelompok seperti biasanya yo. Kerjakan latihan
di LKS ya” [Siswa berkelompok untuk mengerjakan latihan soal di LKS.
Guru berkeliling selama siswa berdiskusi kelompok].
G
: “Yang sudah selesai ditulis jawabannya di depan yo” [Perwakilan
kelompok mengerjakan si papan tulis]
G
: “Yo kita lihat. Titik A (-2, -3) dicerminkan terhadap garis apa? Y
sama dengan apa?” [Siswa tidak merespon pertanyaan guru, sehingga
guru menanyakan berkali-kali pertanyaan yang sama]
S
: “ –x”
G
: “Tadi titiknya berapa?”
S
: “(2, 3)”
G
: “Terus bayangannya menjadi berapa?”
S
: “(-2, 3)”
G
: “Benar apa salah? Yok, kegiatan 4 nomor 4 kamu lihat semuanya
yok”
G
: “Titik B berapa?”
S
: “(6, -1)”
G
: “Dicerminkan terhadap garis y sama dengan apa?”
S
: “ –x”
G
: “Bayangannya dimana itu?”
S
: “(1,6)”
G
: “Betul apa salah?”
SB : “Salah”
G
: “Yang betul bayangannya berapa untuk A’?”
SB : “(-3, -2)”
G
: “Ya, betul. Kemudian untuk B’ nya yang betul berapa?”
SB : “(1, -6)”
G
: “Sekarang (-5, 2) dicerminkan terhadap garis y = -x, bayangannya
dimana?”
S
: “(-2, 5)”
G
: “Betul? Betul tidak?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L92
250.
251.
252.
253.
254.
255.
256.
257.
258.
259.
260.
261.
262.
263.
264.
265.
266.
267.
268.
269.
270.
271.
272.
273.
274.
275.
276.
277.
278.
279.
280.
281.
S
: “Betul”
G
: “Ya, betul nggih. Kemudian P (a,b) dicerminkan terhadap garis y =
-x, bayangannya di mana?”
SB : “ (-b, -a)”
G
: “Sekarang nomor 5. Dicerminkan terhadap apa itu?”
S
: “Garis x = 3”
G
: “Tadi yang berubah apanya?”
SB : “x”
SB : “y”
G
: “Yang berubah x ya? Coba lihat gambar ini. Ini garis x = 3, yang
tetap apanya?”
S
: “y”
G
: “Yang berubah?”
S
: “x”
G
: “Yok kamu lihat disitu tadi berapa?”
S
: “(7, -2)”
G
: “Dicerminkan terhadap garis x = 3 nggih? 2 kali 3 sama dengan 6,
dikurangi 7?”
S
: “1”
G
: “Betul?”
S
: “Betul”
G
: “(1, -3) betul?”
S
: “Betul”
G
: “Kemudian P (a,b) dicerminkan terhadap garis x = 3, b-nya tetap,
jadinya (2 kali 3 dikurangi a, b). Coba sekarang nomor 6, dicerminkan
terhadap y = 2. Yang berubah apanya?”
S
: “y”
G
: “A (3,2) dicerminkan terhadap garis y = 2. 3-nya tetap. 2 kali 2
berapa? 4 dikurangi (-2), 4 – (-2) hasilnya?”
S
: “6”
G
: Berarti bayangannya (3, 6) betul?”
S
: “Betul”
G
: “Kemudian ini titik P (a,b) dicerminkan terhadap garis y = 2,
bayangannya dimana?”
S
: “(a, 2.2 – b)”
G
: “Coba kita lihat lagi. Ada ralat ya ini ya. Untuk x = h ya ini ya. Jadi
ini tadi x = apa?”
S
: “h”
G
: “Jadi setelah dicerminkan terhadap x = h, bayangannya dimana?”
S
: “(2h – a, b)”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L93
282.
283.
284.
285.
286.
287.
288.
289.
290.
291.
292.
293.
294.
295.
296.
297.
G
: “kemudian ini kita lanjutkan. P (a, b) dicerminkan terhadap garis y
= apa ini?”
S
: “h”
G
: “Maka bayangannya dimana?”
SB : “(a, 2h –b)”
G
: “Betul nggih?”
SB : “Nggih”
G
: “Yok, sekarang kembali ke tempat duduk masing-masing, kita akan
mengerjakan soal mandiri dulu” [Guru menuliskan soal di papan tulis,
kemudian siswa langsung menjawab di kertas masing-masing]
G
: “Nomor 1. Titik A (-2,3) itu kita cerminkan terhadap sumbu x.
Kalau kita cerminkan terhadap sumbu x, yang tetap apanya?”
SB : “x”
G
: “x-nya tetap? Yang berubah apa?”
SB : “y”
G
: “x-nya tetap, y-nya berubah, jadi bayangannya adalah berapa?”
SB : “(-2,-3)”
G
: “Ya betul. Yang salah dicoret yok. Yok kita lihat nomor 2, Yok
perhatikan nomor 2. Semuanya perhatikan soal nomor 2. Titik B (-3,5)
dicerminkan terhadap garis y = x, bayangannya adalah?” [Guru mengajak
siswa untuk membahas soal post-test]
G
: “Yo, siapa yang betul semua angkat tangan?” [Siswa mengangkat
tangan]
G
: “Ya, jadi itu mengenai pencerminan. Untuk pertemuan minggu
depan, dipersiapkan materi translasi atau pergeseran”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L94
TRANSKRIP VIDEO
PERTEMUAN KEEMPAT
Senin, 11 April 2016
Keterangan:
G
: Guru
S
: Siswa
SS
: Semua Siswa
SB
: Sebagian Siswa
B
: Guru bersama siswa
D.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
1.G : “Assalamualaikuam Wr. Wb.”
SS : “Walaikumsalam Wr. Wb.”
G : “Selamat siang”
SS : “Siang”
G : “Masih semangat?”
SS : “Masih”
G : “Ada yang tidak hadir?”
SS : “Nihil”
G : “Kemarin sampai pada refleksi. Kita mengingat sebentar tentang
refleksi. Titik P misalnya (2,3), kita cerminkan terhadap sumbu x,
maka bayangannya adalah berapa? Silakan angkat tangan. Berapa
mbak?”
S : “(2,-3)”
G : “Betul nggih. Nah, sekarang titik P (-3,5) dicerminkan terhadap
sumbu y. Yok, Aldi, bayangannya dimana?”
S : “(3, 5)”
G : “Jadi nanti kalau dicerminkan terhadap sumbu x yang tetap apa?”
SB : “x”
G : “Yang tetap x nggih. Y-nya berubah tanda nggih? Kalau
dicerminkan terhadap sumbu y yang tetap apanya?”
SB : “y”
G : “Yang berubah x-nya ya? Berubah tanda nggih?”
SB : “Nggih”
G : “Sekarang kita lanjutkan ke translasi. Coba kamu lihat paket
halaman 129. Coba kamu cermati gambar 3.12. Ada gambar apa
itu?”
SB : “Drum-band”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L95
21. G
22. SB
23. G
24. S
25. G
26. SB
27. G
28. S
29.
30.
31.
32.
33.
G
S
G
S
G
34. SB
35. G
36. S
37. G
38.
39.
40.
41.
SB
G
SB
G
42. SB
43. G
: “Kalau kamu melihat drum-band, itu orang-orangnya bias geser
nggih? Bisa pindah tempat dengan cara mungkin kadang maju,
mundur, mungkin kanan, kiri. Gitu nggih?”
: “Nggih”
: “Nah, untuk pergeseran, kalau misalnya kita berbaris begitu, lalu
bergeser, arahnya sama tidak? Jaraknya sama tidak?”
: “Sama”
: “Jadi kalau kita memindahkan sesuatu, dengan arah sama, jaraknya
juga sama, maka itu dinamakan apa?”
: “Translasi”
: “Jadi, translasi itu apa?”
: “Pergeseran titik atau garis, atau bangun dengan jarak dan arah
yang sama”
: “Coba kamu lihat di gambar 3.12. Itu ada segitiga apa itu? ”
: “Segitiga siku-siku”
: “Segitiga siku-siku apa?”
: “ABC”
: “Segitiga siku-siku ABC itu di gambar 3.13 menjadi A’, B’, C’,
yang ukuran dan bentuknya sama seperti ABC, Berarti segitiga ABC
itu mengalami apa?”
: “Pindah tempat”
: “Coba kamu lihat pada halaman sebaliknya. Bagaimana untuk
menentukan letak bangun setelah menjalani translasi? Sekarang bisa
kamu cermati pada halaman 130. Itu segitiga ABC ditranslasikan
sejauh berapa? Bagaimana cara mengetahuinya?”
: “A pindah ke A’, terus diukur bu”
: “Ya, A pindah ke A’ dengan jarak tertentu, arahnya juga tertentu.
Ya, sekarang kamu lihat kalau B pindah ke B’, dan C pindah ke C’,
arahnya sama tidak dengan arah A pindah ke A’?”
: “Sama”
: “Jaraknya sama tidak?”
: “Sama”
: “Jadi, C ke C’ kalau kita hubungkan, ini juga arahnya sama,
jaraknya sama”. Begitu juga B ke B’. Iya atau tidak?”
: “Ya, bu.”
: “Kalau kita tarik garis AA’, BB’,CC’, pasti ketiga garis tersebut
sejajar. Sekarang coba kita lihat, segitiga ABC ini akan kita
translasikan, tetapi ini belum pada bidang koordinat ya. Segitiga
ABC ini akan kita geser sehingga letak titik A di sini. Gimana
caranya?”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L96
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
S
G
S
G
S
G
S
G
52. SB
53. G
54.
55.
56.
57.
SB
G
SB
G
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
SS
G
S
G
SB
G
SS
G
SB
G
SB
G
70. SB
71. G
72. SB
: “Digaris bu”
: “Ya, kita tarik A ke A’. Kemudian C ke C’, gimana caranya?”
: “Digaris juga”
:“Menarik garisnya gimana? Sembarang?”
:“Tidak”
: “Terus gimana nariknya?”
: “Sejajar”
: “Ya, sejajar dengan jarak dan arah yang sama. Kalau misalnya ini
jaraknya sekian, C ke C’ juga sekian dan sejajar dengan AA’.
Menggambar supaya sejajar gimana? Kalau kamu punya penggaris
segitiga ada dua, kita tarik sejajar begini ya. Lalu gimana BB’? ”
: “Ditarik sejajar juga”
: “Ya, kita tarik sejajar dengan AA’, dan CC’ ya. Maka bayangannya
dimana? Tinggal dihubungkan saja ya titik-titiknya menjadi segitiga
A, B’, C’. Nah, itu ya pergeseran. Arahnya sama dan jaraknya sama.
Sekarang kita lanjutkan translasi pada bidang koordinat. Coba kamu
cermati contoh 3.15. Ini suatu bangun yang kita letakkan pada
bidang koordinat. Titik apa saja itu?”
: “D, E, F, G”
: “Titik D koordinatnya berapa?”
: “(1,2)”
: “D mengalami translasi sejauh berapa supaya menghasilkan
bayangan (-4,1). Titik D menjalani translasi kemana dulu ini? ”
: “Ke kiri”
: “Berapa langkah?”
: “5”
: “Kalau ke kiri berarti negatif ya”
: “Ya”
: “Kemudian ke mana?”
: “Ke bawah”
: “Berapa langkah?”
: “3”
: “Kalau ke bawah berarti?”
: “Negatif”
: “Berarti perindahannya (-5,-3). Coba lihat ini. Titik D (1,2)
ditranslasikan sejauh (-5,-3). Itu maksudnya x-nya digeser sejauh
berapa?
: “-5”
: “y-nya digeser sejauh berapa?”
: “-3”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L97
73. G
74.
75.
76.
77.
78.
79.
SB
G
SB
G
SB
G
80. SS
81. G
82. SB
83. G
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
S
G
SB
G
SB
G
SB
G
92.
93.
94.
95.
96.
G
SB
G
SB
G
97. G
98. SB
99. G
100. SB
101. G
: “Bayangannya adalah (-4, -1). Sekarang titik E koordinatnya
berapa?”
: “(3,1)”
: “Ditranslasikan sejauh (-5,-3) menghasilkan bayangan di mana?”
: “(-2,-2)”
: “Kemudian titik F, berapa koordinatnya?”
: “(4, -1)”
: “Menjalani translasi sejauh (-5,-3) menghasilkan bayangan di
mana?”
: “(-1,-4)”
: “Coba kamu cermati di situ masing-masing titiknya, satu per satu.
Apakah kamu bisa tanpa gambar untuk mencari bayangannya?”
: “Bisa”
: “Misale yok, P (20,15) ditranslasikan sejauh (-5,4). Coba
bayangannya di mana?”
: “(15,11)”
: “Betul. Jadi titik awal ditambah dengan besar perpindahannya ya?”
: “Ya”
: “Sudah paham?”
: “Sudah”
: “Ada pertanyaan?”
: “Tidak”
: “Yok,sekarang coba ini. Titik A (2,3) menjalani translasi sebesar
(-5,-3) bayangannya di mana?” [Guru menunjuk salah satu siswi
untuk mengerjakan di papan tulis]
: “2 + (-5) = berapa?”
: “-3”
: “3 + (-3) = berapa?”
: “0”
: “Satu soal lagi ya. B (-3,5), menjalani translasi sebesar (2,3) maka
bayangannya dimana?” [Guru menunjuk salah satu siswa untuk
mengerjakan di papan tulis]
: “Bayangannya adalah (-1,8). Betul?”
: “Betul”
: “Caranya gimana? Misalnya kita punya P(x,y) ditranslasikan sejauh
(a,b) maka bayangannya bagaimana?”
: “(x +a, y + b)”
: “Ada kesulitan? Silakan tanya ya” [Guru berjalan ke arah siswa,
untuk berinteraksi dengan siswa]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L98
102. G
103. G
104. G
105. SB
106. G
107. S
108. G
109. SB
110. G
111. SB
112. G
113. SB
114. G
115. SB
116. G
117. SB
118. G
119. SB
120. G
121. SB
122. G
123. SB
124. G
125. SB
126. G
127. SB
: “Yok, sekarang kita berkelompok ya. Kerjakan LKS halaman 44.
Kamu letakkan titik A, di situ sudah ada sumbu x, sumbu y. sekarang
semuanya letakkan titik A (2,3). Kemudian ditranslasikan sejauh
(1,2). Kemudian dilanjutkan translasi sejauh (-5,3). Tentukan
bayangan titik A setelah menjalani 2 kali translasi. Yok, silakan
didiskusikan dulu dengan teman sekelompoknya.” [Siswa bekerja
dalam kelompok. Guru berkeliling untuk memantau aktivitas siswa
dan membantu siswa apabila mengalami kesulitan]
: “Silakan kelompok siapa yang mau maju” [Salah satu siswi
langsung mengangkat tangannya]
: “Ada yang punya jawaban lain? Semua sama? Yok, kita tanggapi
hasil pekerjaan temanmu. Apabila titik A (2,3) menjalani translasi
sejauh (1,2). Berarti titik (2,3) kita geser ke mana dulu?” [Siswa
tidak menanggapi, menandakan bahwa siswa tidak memiliki
alternative jawaban lain]
: “Kanan”
: “Berapa langkah?”
: “Satu”
: “Terus ke mana?”
: “Atas”
: “Berapa langkah?”
: “Dua”
: “Berarti A’ berapa?”
: “(3,5)”
: “Lalu dilanjutkan ke translasi (-5,3). Berarti A’ kamu geser ke
mana?”
: “Ke kiri”
: “Berapa langkah”
: “Lima”
: “Selanjutnya geser ke mana?”
: “Ke atas”
: “Berapa langkah?”
: “Tiga”
: “Lalu, bayangan dari A’, yaitu A’’ di mana?”
: “(-2, 8)”
: “Yang lainnya sudah?”
: “Sudah”
: “Coba sekarang, bisakah tanpa gambar kamu mencari bayangannya
apabila ditranslasikan sampai 2 kali?”
: “Bisa”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L99
128. G
129. SB
130. G
131. SB
132. G
133. G
134. G
135. S
136. G
137. SB
138. G
139. G
140. SB
141. G
142. SB
143. G
144. SB
145. G
146. SB
147. G
148. SB
: “Gimana caranya?”
: “((2 + 1 + (-5)) , (3 + 2 + 3))”
: “Sudah jelas?”
: “Sudah bu”
: “Sekarang coba kerjakan soal ini. Titik B (4,5) ditranslasikan
sejauh T (a,b) menghasilkan bayangan di B’ (1,3). Tentukan nilai a
dan b!. Yok coba didiskusikan dengan kelompoknya” [Siswa
berdiskusi sementara guru berkeliling untuk memantau aktivitas
siswa dan membantu siswa apabila mengalami kesulitan]
: “Yok, silakan maju ke depan alah satu kelompok” [salah satu siswi
berinisiatif mengajukan diri tanpa ditunjuk]
: “Yok kita bahas jawaban temanmu. Ada titik B, kemudian sudah
diketahui bayangannya. Untuk mencari besarnya translasi, didapat
darimana?”
: “Bayangan dikurangi asal”
: “Ya Betul, a didapat dari 1 – 4 = - 3, b didapat dari 3 – 5, sehingga
diperoleh a = -3 , b = -2. Betul nggih?”
: “Nggih”
: “Nah, sekarang kalau misalnya yang ditanyakan 2a + b
bagaimana?” [Salah satu siswi maju ke depan untuk mengerjakan di
papan tulis]
: “2 dikalikan (-3) + (-2) bener nggih?”
: “Nggih”
: “Hasilnya (-8) bener nggih?”
: “Nggih”
: “Siapa yang masih belum jelas? Ada pertanyaan? ”
: “Tidak”
: “Nah, kalau tidak ada pertanyaan, besok rabu kita ulangan nggih?”
: “Materinya apa bu?”
: “Materinya dari bidang koordinat sampai hari ini, translasi.
Dipersiapkan ya”
: “Nggih bu”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L100
C. 3
Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Lembar Observasi terhadap aktivitas peserta didik
No
Aktivitas Peserta didik
Pertemuan
Mengamati
1
Peserta didik mampu mengamati dalam
1
2
3
4




x











x
x
x
X
x
x
x
X
x
x
x
X
x
x
x
X








pembelajaran
2
Peserta didik mengamati objek pengamatan sesuai
dengan KD yang dipelajari
3
Peserta didik mengamati aspek-aspek yang perlu
diamati oleh peserta didik sesuai dengan indikator
pembelajaran
4
Peserta didik mengikuti serangkaian kegiatan
pengamatan yang telah dirancang oleh guru
Menanya
5
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dari
hal-hal yang ditemukan selama proses pengamatan
6
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan dari
kata kunci yang diajukan oleh guru
7
Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan yang
kompleks (bukan menuntut jawaban ya/tidak)
8
Peserta didik mampu bersikap santun dalam
mengajukan pertanyaan
Mencoba/ mengumpulkan data
9
Peserta didik mengumpulkan sejumlah informasi
atau fakta dalam rangka menjawab pertanyaan dari
permasalahan yang diajukan sebelumnya.
Mengasosiasi/ mengolah/ menalar
10
Peserta didik mengolah informasi/fakta-fakta yang
telah dikumpulkan menjadi sebuah rumusan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L101
kesimpulan, sesuai dengan masalah yang diajukan
sebelumnya.
11








X



X

x
X




Peserta didik menunjukkan hubungan antar pribadi 






X



X

x

X

x

X
Peserta didik menerapkan (mengembangkan,
memperdalam) pemahaman atas suatu persoalan
ke persoalan lain yang sejenis atau yang berbeda
Mengkomunikasikan
12
Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil
pekerjaannya di depan orang lain secara jelas dan
komunikatif secara lisan atau tertulis
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran
13
Peserta didik memanfaatkanan sumber belajar dan
pembelajaran
14
Peserta didik berpartisipasi dalam pemanfaatan
media pembelajaran
15
Peserta didik berpartisipasi aktif melalui interaksi
guru, peserta didik, sumber belajar
16
yang kondusif
17
Peserta Didik menunjukkan sikap antusias dalam
belajar
18
Peserta didik melakukan refleksi atau kesimpulan
dengan melibatkan peserta didik
19
Peserta didik menyelesaikan tes secara lisan atau
tertulis
20
Peserta didik mengumpulkan hasil kerja sebagai
bahan portofolio
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L102
C.4
Keterlaksanaan Pembelajaran (Perbandingan RPP dengan Pelaksanaan)
Perbandingan antara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
di kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi Tahun Ajaran 2015/2016
Pertemuan ke-1
Hari/ Tanggal : Rabu, 23 Maret 2016
Waktu
Tahap
Pelaksanaan
: 07.00 – 08.50
RPP
5. Guru memberi salam
dan salah satu siswa
memimpin
doa
bersama.
6. Guru mengondisikan
kelas, agar kondusif
untuk
mendukung
proses pembelajaran
dengan cara meminta
peserta
didik
membersihkan papan
tulis dan merapikan
Pendahuluan
tempat
duduk,
menyiapkan
buku
pelajaran dan buku
referensi yang relevan
serta alat tulis yang
diperlukan.
7. Guru mengajak
peserta didik untuk
proaktif dalam
pembelajaran yang
dilaksanakan.
Terlaksana
Ya
Tidak
Catatan


Terlaksana sebagian.
Siswa menyiapkan
buku pelajaran, dan
buku-buku yang
relevan. Guru
menanyakan
kehadiran siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L103
8. Guru memberi
penjelasan tentang
cakupan materi yang
akan dipelajari
JUMLAH

3
Terlaksana dengan
baik. Guru
menjelaskan
kompetnsi setelah
mempelajari materi
ini.
1
Mengamati
Inti
1. Siswa mengamati
tentang koordinat
Cartesius di LKS
2. Siswa mencermati
permasalahan seharihari yang berkaitan
dengan pengertian
koordinat, misalnya
gambar di peta,
radar pesawat
terbang, permainan
catur, dll.
3. Siswa mencermati
permasalahan
sehari-hari yang
berkaitan dengan
koordinat Cartesius.
Menanya
1. Siswa menanya
bagaimana
menggambar di
koordinat kartesius?

Terlaksana

Guru memberitahu
kepada siswa tentang
penggunaan bidang
koordinat dalam
kehidupan sehari-hari

Guru memancing
siswa untuk
mengingat tentang
permainan catur

Siswa tidak
mengajukan
pertanyaan, sehingga
guru lebih banyak
bertanya, dengan
tujuan agar siswa
menanya. Guru
bertanya tentang
bagaimana unsureunsur dalam
koordinat kartesius
dan bagaimana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L104
menggambarkan titik
pada bidang
kartesius?
Menggali Informasi
1. Guru membagikan
LKS
2. Siswa mengamati
LKS tentang sistem
koordinat kartesius
3. Guru mengajak
siswa untuk
menggali informasi
tentang koordinat
kartesius
4. Siswa mengerjakan
latihan soal di LKS


5. Siswa bekerja dalam
kelompok untuk
menyelesaikan
latihan soal dalam
LKS
Mengasosiasi

3.

4.
Merumuskan cara
menggambar suatu
koordinat di bidang
kartesius
Membahas atau
mengenal sistem
koordinat lainnya
(misal koordinat
polar)
Mengkomunikasikan


Siswa mengerjakan
dalam kelompok
diskusi berisi 4 orang
per kelompok

Guru memancing
siswa untuk
berpendapat tentang
bagaimana
menggambar suatu
koordinat di bidang
kartesius
Tidak terlaksana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L105
4.
5.
Perwakilan siswa
mempresentasikan
hasil diskusi
mereka
Siswa lain
menanggapi
jawaban temannya
6.
Guru
mengonfirmasi
jawaban siswa
JUMLAH
1. Siswa mengerjakan
tes evaluasi
Penutup
2. Mengevaluasi
seluruh rangkaian
aktivitas
pembelajaran dan
hasil-hasil yang
diperoleh untuk
selanjutnya secara
bersama menemukan
manfaat langsung
maupun tidak
langsung dari hasil
pembelajaran yang
telah berlangsung
3. Memberikan umpan
balik terhadap
proses dan hasil
pembelajaran



11
3

Terlaksan. Hasil dari
test evaluasi langsung
dikoreksi bersama
sehingga dapat
diketahui siswa yang
masih mengalami
kesulitan


Tidak terlaksana.
Perwakilan kelompok
menuliskan jawaban
di papan tulis
Guru mengajak siswa
untuk menanggapi
jawaban siswa lain di
papan tulis. Guru
berperan lebih
dominan daripada
siswa
Terlaksana dengan
baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L106
4. Memberi tugas
rumah atau
pekerjaan rumah
5. Menginformasikan
rencana kegiatan
pembelajaran untuk
pertemuan
berikutnya.
6. Menutup kegiatan
pembelajaran
dengan berdoa
bersama sesuai
dengan agama dan
kepercayaannya
masing-masing.
JUMLAH


Terlaksana. Guru
meminta siswa untuk
mempelajari tentang
refleksi atau
pencerminan.

4
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L107
Perbandingan antara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
di kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi
Pertemuan ke-2
Hari/ Tanggal : Senin, 28 Maret 2016
Waktu
Tahap
Pelaksanaan
: Jam ke- 5 sampai jam ke-6
RPP
1. Guru
mengkondisikan
kelas dalam
suasana kondusif
untuk
berlangsungnya
pembelajaran.
2. Guru bersama
dengan siswa
Pendahuluan
membahas PR
pada pertemuan
yang lalu
3. Guru
memberikan
motivasi tentang
pentingnya
memahami
Refleksi dan
mengaitkannya
dalam kehidupan
sehari-hari.
Apersepsi:
Terlaksana
Ya Tidak

Catatan
Terlaksana. Guru
meminta siswa untuk
mengambil kapur dan
membersihkan sampah
yang berserakan di sekitar
meja dan kursinya. Guru
juga meminta siswa untuk
membersihkan papan
tulis agar dapat
digunakan dengan baik.


Motivasi tidak diberikan.
Tetapi guru mengaitkan
refleksi dengan
kehidupan sehari-hari.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L108
Inti
1. Guru
menanyakan
kepada siswa
“pernahkah
bercermin?”
2. Guru
menampilkan
video anak kecil
sedang
bercermin/ guru
membawa cermin
ke dalam kelas.
JUMLAH
1. Siswa mengamati
apa yang
dilakukan anak
kecil tesebut,
bagaimana sifat
bayangan yang
tampak pada video
tersebut, dan lainlain.
2. Siswa melihat
bayangan yang
dihasilkan di
cermin.
3. Siswa bertanya
tentang jenis
bayangan yang
terbentuk dari
cermin datar, bisa
juga siswa
menanyakan
bayangan yang
terbentuk dari
cermin cekung
(dari sendok
misalnya).
4. Siswa lain
menjawab


4
1

Siswa mengamati
bayangan yang dihasilkan
dari proses bercermin
dengan cermin yang telah
dibawa oleh guru

Terlaksana

Tidak terlaksana. Guru
yang menanyakan tentang
bagaimana hasil
bayangan yang dihasilkan
oleh cermin datar?

Tidak terlaksana. Yang
terlaksana siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L109
pertanyaan
temannya
5. Guru
mengonfirmasi
jawaban siswa
6. Guru mengajak
siswa menggali
informasi tentang
sifat bayangan
yang dihasilkan
oleh refleksi suatu
garis.
7. Siswa mengamati
dan menggali
informasi dari
contoh 3.1 dan
contoh 3.2
8. Guru mengajak
siswa memahami
tentang refleksi
pada bidang
koordinat
Refleksi pada sumbu x
9. Siswa
mengamati
contoh 3.3
halaman 103
10. Siswa
menanyakan hal
yang belum
diketahui tentang
menentukan
bayangan apabila
suatu titik
direfleksikan
terhadap sumbu
x
11. Siswa menggali
informasi dari
contoh 3.3
menanggapi pertanyaan
guru secara klasikal







PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L110
halaman 103
dengan
membaca,
diskusi, dan
tanya jawab
12. Siswa
menggambarkan
bayangan yang
dihasilkan dari
pencerminan
terhadap sumbu
x
13. Siswa
menyimpulkan
hasil
pencerminan
terhadap sumbu
x
Refleksi pada sumbu y
14. Siswa
mengamati
contoh 3.4
halaman 103
15. Siswa
menanyakan hal
yang belum
diketahui tentang
menentukan
bayangan apabila
suatu titik
direfleksikan
terhadap sumbu
y
16. Siswa menggali
informasi dari
contoh 3.4
halaman 103
dengan
membaca,
diskusi, atau


Terlaksana. Siswa
menyimpulkan dengan
bimbingan guru melalui
penemuan terbimbing



Tidak ada pertanyaan dari
siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L111
tanya jawab
17. Siswa
menggambarkan
bayangan yang
dihasilkan dari
pencerminan
terhadap sumbu
y
18. Siswa
menyimpulkan
hasil
pencerminan
terhadap sumbu
y
Refleksi terhadap titik O(0,0)
19. Siswa
mengamati
contoh 3.5
halaman 104
20. Siswa
menanyakan hal
yang belum
diketahui tentang
menentukan
bayangan apabila
suatu titik
direfleksikan
terhadap titik
asal O(0,0)
21. Siswa menggali
informasi dari
contoh 3.5
halaman 104
dengan
membaca,
diskusi, dan
tanya jawab
22. Siswa
menggambarkan
hasil

Terlaksana

Terlaksana

Terlaksana


Tidak ada pertanyaan
yang muncul dari siswa
Terlaksana
Terlaksana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L112
pencerminan
suatu titik
terhadap titik
asal O(0,0)
23. Siswa
menyimpulkan
hasil
pencerminan
terhadap titik
asal O(0,0)
Refleksi terhadap sumbu y=x
24. Siswa
menggambarkan
garis y=x
25. Siswa
mengamati
contoh 3.6 pada
halaman 104
26. Siswa menanya
dengan kata
kunci, koordinat
bayangan, sumbu
koordinat, dan
titik asal.
27. Siswa menggali
informasi dari
contoh 3.6
dengan
membaca,
diskusi, dan
tanya jawab
28. Siswa
menggambarkan
bayangan yang
dihasilkan jika
suatu titik
direfleksikan
terhadap garis
y=x

Terlaksana

Terlaksana

Terlaksana

Tidakada pertanyaan dari
siswa

Terlaksana

Terlaksana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L113
29. Siswa
mengerjakan
latihan soal dari
LKS secara
berkelompok
30. Siswa
mengomunikasik
an hasil
pekerjaannya
31. Guru dan siswa
lain menanggapi
jawaban siswa
tersebut

32. Guru
mengonfirmasi
jawaban siswa
JUMLAH
1. Siswa diminta
menyimpulkan
hasil temuan
barunya, dan guru
mengonfirmasi
tanggapan siswa
2. Guru memberikan
PR kepada siswa
Penutup
3. Siswa
merefleksikan
pembelajaran pada
hari ini
4. Guru menginfokan
agenda pada
pertemuan yang
akan datang
kepada siswa
JUMLAH


Terlaksana. Siswa
mengkomunikasikan
dengan cara tertulis di
papan tulis
Terlaksana. Guru
mengajak siswa lain
untuk menanggapi
jawaban siswa lain. Guru
meminta siswa mengganti
jawabannya apabila
terjadi kesalahan
pengerjaan
Terlaksana

26
6
Kesimpulan dilakukan di
setiap bahasan. Tidak ada
kesimpulan akhir yang
dibahas bersama

Terlaksana
Tidak terlaksana


2
Terlaksana
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L114
Perbandingan antara rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
dengan pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
di kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi
Pertemuan ke-3
Hari/ Tanggal : Rabu, 30 Maret 2016
Waktu
: Jam ke-1 sampai jam ke-3
Tahap
Pelaksanaan
Pendahuluan
RPP
1. Guru
Terlaksana
Ya
Tidak
Terlaksana. Kelas telah
dalam keadaan kondusif
untuk pembelajaran

mengkondisikan
kelas dalam suasana
kondusif untuk
berlangsungnya
pembelajaran.
2. Guru
bersama
dengan
siswa
membahas PR pada
pertemuan yang lalu
Apersepsi:
1. Guru mengajak
siswa mengingat
kembali tentang cara
menentukan
bayangan suatu titik
yang direfleksikan
terhadap sumbu x,
terhadap sumbu y
dan terhadap titik
O(0,0), terhadap
garis y=x
JUMLAH
2
Refleksi terhadap garis y=-x
1. Siswa membuat garis
y=-x
Catatan


Inti

1
Terlaksana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L115

2. Siswa
menggambarkan
bayangan
yang
dihasilkan dari titik
yang diref leksikan
terhadap garis y=-x
3. Siswa menyimpulkan
Terlaksana. Bantuan
hasil
pencerminan
guru masih sangat
terhadap garis y=-x
dominan
Refleksi terhadap garis yang sejajar sumbu x
4. Siswa
menggambarkan
contoh garis yang
sejajar
dengan
sumbu x
5. Siswa
mengamati
contoh 3.10
6. Siswa
bertanya
Siswa tidak
apabila
menemui
mengajukan
kesulitan
ketika
pertanyaan
memahami contoh
3.10
7. Siswa
menggali
Terlaksana
informasi dari contoh
3.10
dengan
membaca, diskusi,
dan tanya jawab
8. Siswa
Terlaksana
menggambarkan
hasil pencerminan
suatu titik terhadap
garis yang sejajar
sumbu x
9. Siswa
Terlaksana. Bantuan
menyimpulkan
guru dalam menarik
hasil pencerminan
kesimpulan masih
terhadap garis yang
sangat dominan
sejajar
dengan
sumbu x
Refleksi terhadap sumbu y







PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L116
10. Siswa
menggambarkan
contoh garis yang
sejajar
dengan
sumbu y
11. Siswa mengamati
contoh 3.11
12. Siswa
menggali
informasi
dari
contoh 3.11 dengan
membaca, diskusi,
dan tanya jawab
13. Siswa
menggambarkan
hasil pencerminan
suatu titik terhadap
garis yang sejajar
sumbu y
14. Siswa
menyimpulkan
hasil pencerminan
terhadap garis yang
sejajar
dengan
sumbu
15. Siswa mengerjakan
latihan soal dari
LKS
secara
berkelompok
16. Siswa
mempresentasikan
jawabannya

17. Siswa lain dan guru
menanggapi
jawaban siswa
tersebut





Terlaksana. Guru
mengajak siswa
menyimpulkan, tetapi
bantuan guru masih
sangat dominan


Tidak terlaksana.
siswa
mengkomunikasikan
jawaban secara
tertulis di papan tulis
Terlaksana. Guru
mengajak siswa lain
untuk mengonfirmasi
jawaban yang telah
dituliskan oleh siswa
lain di papan tulis.
Siswa menanggapi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L117
18. Guru
mengonfirmasi
jawaban siswa
JUMLAH
1. Siswa
diminta
menyimpulkan hasil
temuan barunya, dan
guru mengonfirmasi
tanggapan siswa
2. Guru
memberikan
PR kepada siswa
3. Siswa mengerjakan
tes evaluasi
secara klasikal.
Terlaksana

16
2

Penarikan kesimpulan
dilakukan di setiap
akhir pembahasan.


Terlaksana. Hasil tes
evaluasi langsung
dikoreksi sehingga
dapat diketahui siswa
yang masih merasa
kesulitan. Guru
meminta siswa yang
masih kesulitan untuk
mengerjakan ulang di
papan tulis dengan
bimbingan guru
sebagai cara untuk
meningkatkan
pemahaman siswa
Penutup
4. Siswa merefleksikan
pembelajaran pada
hari ini
5. Guru menyampaikan
materi yang akan
dipelajari di
pertemuan
selanjutnya
JUMLAH


4
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L118
Perbandingan antara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan pelaksanaan pembelajaran matematika materi transformasi
di kelas VII A SMP Negeri 2 Wedi
Pertemuan ke-4
Hari/ Tanggal : Senin, 11 April 2016
Waktu
: Jam ke-7 sampai jam ke-8
Tahap
Pelaksanaan
Pendahuluan
RPP
1. Guru mengajak siswa
untuk membahas PR
pada pertemuan yang
lalu
Apersepsi:
1. Guru memberikan
semangat kepada
siswa dalam belajar
matematika
2. Guru mengajak siswa
mengamati translasi
dalam kehidupan
sehari-hari
3. Guru meminta siswa
untuk maju ke depan
kelas
4. Guru menentukan titik
awal siswa
5. Guru meminta siswa
berjalan 3 langkah ke
depan
6. Guru menyajikan
Video Paskibraka
7. Guru menanyakan
kepada siswa tentang
Terlaksana
Ya
Tidak
Catatan



Terlaksana,
yaitu dengan
barisan
kelompok
marching band




PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L119
Inti
apa yg dilakukan oleh
siswa dan apa yang
diperoleh dari video
tersebut.
JUMLAH
1. Setelah
mengamati,
siswa mengungkapkan
apa yang diperoleh
dari pengamatan tadi.
2. Guru mengonfirmasi
apa itu translasi
3. Guru mengajak siswa
untuk
mengamati
contoh
3.12
di
halaman 111 buku
siswa
4. Siswa mencoba
mengkomunikasikan
gambar 3.13 dan 3.14
dengan kata-katanya
sendiri
5. Siswa
menanyakan
apa
yang
ingin
diketahuinya tentang
translasi/ pergeseran
pada bidang koordinat.
6. Guru mengajak siswa
berdiskusi
tentang
jawaban
dari
pertanyaan-pertanyaan
tersebut
7. Siswa
mengamati
gambar 3.15 halaman
113
8. Guru mengajak siswa
memahami makna dari
gambar
pergeseran
tersebut
9. Siswa
mengamati
gambar 3.16
1
6









PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L120
Penutup
10. Guru
menanyakan
berapa
pergeseran
yang dialami oleh
bidang tersebut.
11. Siswa
mengamati
contoh
3.15
dan
gambar 3.19
12. Siswa
berdiskusi
dengan
teman
sebangku
tentang
jawaban dari contoh
3.15 tersebut.
13. Siswa
mengerjakan
latihan soal secara
kelompok (diskusi),
latihan 3.2 halaman
116
14. Siswa
mempresentasikan
hasil pekerjaannya
15. Siswa lain dan guru
menanggapi jawaban
siswa tersebut
16. Guru mengonfirmasi
jawaban siswa
JUMLAH
1. Siswa
diminta
menyimpulkan hasil
temuan barunya, dan
guru mengonfirmasi
jawaban siswa
2. Guru memberikan PR
kepada siswa
3. Siswa merefleksikan
pembelajaran pada
hari ini
4. Guru menginfokan
agenda pertemuan
selanjutnya







12
4




Terlaksana.
Agenda
selanjutnya
adalah Ulangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L121
Harian
JUMLAH
2
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L122
C. 5
Transkrip Wawancara
Narasumber: Guru
P
: Peneliti
G
: Guru
E.
1. P
: “Hal-hal apa saja yang anda siapkan sebelum pelaksanaan
pembelajaran?”
2. G
: “RPP, silabus, karena ini transformasi, jadi saya meminta ke
kepala sekolah untuk ditambah papan tulis berpetak mbak.
3. P
: “Bagaimana alur pembelajaran yang ibu lakukan?”
4. G
: “Sesuai kurikulum 2013 mbak, ada pendahuluan, inti, penutup.
Saya juga mengikuti 5M, mengamati, menanya, mencoba,
mengasosiasi, mengkomunikasikan”
5. P
: “Metode pembelajaran apa yang anda gunakan untuk memancing
keaktifan siswa?”
6. G
: “Metode diskusi dan Tanya jawab mbak”
7. P
: “Bagaimana bentuk keterlibatan siswa dalam proses belajar
mengajar?”
8. G
: “Dalam diskusi kelas, Tanya jawab, maju ke depan untuk
membantu guru, misalnya menggambarkan garis y = x, juga dalam
mengerjakan latihan soal di papan tulis”
9. P
: “Bagaimana aktifitas siswa ketika mengamati? (apakah mengikuti
instruksi yang ada?, bagaimana ibu memastikan bahwa siswa
mengamati sesuai dengan instruksi?)
10. G
: “Pada dasarnya siswa telah dapat mengamati mbak. Mengamati
buku, video, juga mengamati lingkungan sekitar sesuai yang saya
arahkan. Saya memastikan siswa mengamati dengan cara
berkeliling untuk berkomunikasi langsung dengan siswa secara
personal.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L123
11. P
: “Apakah siswa dapat mengajukan pertanyaan? Bagaimana
memancing agar siswa bisa bertanya? (apabila siswa tetap tidak
mau bertanya bagaimana?)
12. G
: “Siswa disini memang belum terbiasa untuk mengungkapkan
gagasan begitu mbak. Jika diberi kesempatan untuk bertanya,
siswa kurang inisiatif dan kurang dapat berpikir kreatif dalam
bertanya. Saya sudah seringkali memancing siswa untuk bertanya,
tetapi hasilnya siswa malah tetap hening begitu. Akhirnya saya
yang bertanya kepada siswa supaya siswa terbiasa dengan
berbagai jenis pertanyaan, dengan tujuan agar siswa mampu untuk
menciptakan pertanyaan. Karena dengan bertanya, menunjukkan
rasa ingin tahu siswa. Mungkin ada siswa yang telah membaca
materi selanjutnya, sehingga timbul rasa penasarannya, sehingga
lebih siap dalam bertanya. Lalu, pernah siswa mengatakan kepada
saya bahwa apabila bertanya, kadang justru diledekin sama
teman-teman yang lain. Hal ini membuat siswa malu dan kadang
minder untuk bertanya.”
13. P
: “Bagaimana aktivitas siswa ketika mencoba/ mengumpulkan
data?”
14. G
: “Siswa lebih sering mengumpulkan data dari buku mbak.
Biasanya buku paket. Informasi-informasi yang dicari yang ada
hubungannya dengan materi dan tentunya untuk menjawab
pertanyaan yang seharusnya diajukan siswa. Tapi karena kadang
tidak ada pertanyaan yang muncul dari siswa, saya jadi yang
bertanya dan siswa mengumpulkan informasi dari sumber yang
tersedia untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan.
15. P
: “Bagaimana siswa mengasosiasi/ mengolah informasi yang telah
diperoleh? Apakah siswa dapat menyimpulkan sendiri?”
16. G
: “Siswa mengolah informasi dengan diskusi kemudian siswa juga
menerapkan informasi yang diperoleh. Untuk proses penarikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L124
kesimpulan, siswa belum mampu untuk menyimpulkan sendiri.
Masih perlu banyak bantuan guru dan pancingan dari guru.
17. P
: “Bagaimana cara siswa mengomunikasikan hasil pekerjaan?
Apakah siswa mengkomunikasikan secara lisan atau tertulis? (lebih
banyak lisan/ tertulis? Mengapa?)”
18. G
: “Siswa sudah mampu mengkomunikasikan hasil pekerjaannya
mbak. Lebih banyak secara tertulis. Hal ini dikarenakan siswa
belum terbiasa untuk berkomunikasi secara lisan. Siawa masih
merasa kurang percaya diri. Saya mengamati, siswa itu sebenarnya
mampu
untuk
mengungkapkan
jawabannya
secara
lisan
(mempresentasikan begitu) tapi kadang siswa bingung untuk
mengungkapkan apa yang dipikirkan.”
19. P
: “Apa kesulitan siswa (yang anda amati) dalam mempelajari
materi transformasi dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013?
20. G
: “Siswa kurang inisiatif mbak, misalnya dalam bertanya. Siswa
juga kurang mampu untuk mengungkapkan gagasan secara lisan.
Untuk materi sebenarnya tidak terlalu kesulitan siswanya, karena
setiap saya Tanya, jawabnya sudah paham. Hasil post-test juga
bagus-bagus. Tapi ya itu, nanti begitu sudah mid atau UKK siswa
bingung lagi, karena banyak materinya, bingung rumusnya yang
mana, kadang juga lupa rumus. Siswa masih cenderung mudah
untuk menghafal mbak.
21. P
: “Kesulitan apa yang ditemui dalam melaksanakan pembelajaran
transformasi menggunakan pendekatan saintifik?
22. G
: “Dalam pembelajaran seluruhnya, kadang respon dari siswa itu
mbak. Ketika saya ingin siswa bertanya, tapi tidak ada siswa yang
bertanya. Tapi untuk keaktifan siswa sudah baik mbak, siswa
sudah inisiatif dalam mengajukan diri menjawab di depan tanpa
dipaksa. Sarana dan prasarana juga menjadi kendala mbak,
misalnya papan berpetak itu harus saya minta diadakan dulu, baru
ditambahkan di sekolah. Lalu LCD mbak. LCD di sini ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L125
beberapa, tetapi yang berfungsi baik hanya 1. Jadi kadang ketika
mau menggunakan, berbarengan dengan guru lain, harus mengalah
salah satu, atau booking dulu dari jauh hari biar ga dipake. Kadang
ruang kelas itu tidak kondusif mbak. Karena menggunakan
kurikulum 2013, kadang suara dari kelas sebelah itu terlalu gaduh
dalam bermain atau berdiskusi, sehingga membuat suara saya
kurang jelas terdengar.”
23. P
: “Ketika ada PR mengapa jarang dibahas bu?
24. G
: “Menurut saya PR itu pekerjaan di rumah. Jadi menambah latihan
siswa. Bila siswa bertanya, berarti ada kesulitan PRnya, kalau
tidak, berarti tidak ada kesulitan mbak. Terkadang saya juga lupa
untuk membahas PR mbak kalau tidak ada siswa yang bertanya.”
25. P
: “Ketika mengkomunikasikan jawaban, mengapa tidak dicoba
untuk secara lisan seperti presentasi begitu bu? Supaya siswa
belajar berbicara di depan umum?”
26. G
: “Karena masih sulit mengungkapkan pendapat mbak, ketika
ditanya saja sedikit yang menjawab. Sehingga kadang justru
buang-buang waktu kalau nunggu siswa mau untuk menjelaskan ke
teman-temannya. Tapi nanti akan saya coba ketika tidak mengajar
kelas 7.”
27. P
: “Kegiatan menyimpulkan dan refleksi sebagian besar tidak
terlaksana, mengapa ya bu?”
28. G
: “Karena waktu yang tidak cukup mbak. Sudah bel, tapi untuk
materi saja cukup, sedangkan untuk menyimpulkan dan refleksi
sudah habis duluan waktunya.”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L126
Narasumber: Siswa
F.
1. P
: “Bagaimana keaktifan kalian di kelas?”
2. S1
: “Saya jarang aktif mbak, maju juga jarang kalo ga ditunjuk”
3. S2
: “Saya biasanya maju gitu mbak. Kadang ditunjuk, kadang maju
sendiri kalo bisa”
4. S3
: “Saya jarang mbak, biasanya kalo ditunjuk aja”
5. P
: “Apa kesulitan yang kalian hadapi selama mempelajari
transformasi?”
6. S1
: “Ngantuk, bosen, suara gurunya kurang keras mbak sampe
belakang, kadang lupa materi sebelumnya”
7. S2
: “Ngantuk, tapi jelasinnya mudah dimengerti”
8. S3
: “Ngantuk mbak kalo siang-siang, saya kurang bias memahami
bahasa ibunya mbak”
9. P
: “Apakah kalian mengetahui pendekatan saintifik? Apabila
mengetahui, apa itu pendekatan saintifik?”
10. S1
: “Nggak tahu mbak”
11. S2
: “Nggak tahu juga mbak”
12. S3
: “Nggak tahu juga mbak”
13. P
: “Menurut kalian, bagaimana cara guru mengajar?”
14. S1
: “Biasa aja mbak, diskusi, kelompok-kelompok gitu”
15. S2
: “Bosen mbak, tapi pas diskusi seru”
16. S3
: “Enak mbak, ada diskusi kelompok, jadi bias Tanya temen-temen,
saling ngajarin”
17. P
: “Apakah cara mengajar guru bervariasi?”
18. S1
: “Tidak mbak”
19. S2
: “Tidak mbak”
20. S3
: “Sama aja mbak tiap pertemuan kayak gitu”
21. P
:
“Apakah kalian
melakukan kegiatan
pembelajaran?
22. S1
: “Mengamati gambar di buku itu mbak”
mengamati dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L127
23. S2
: “Mengamati atau mencermati gitu mbak biasanya disuruh guru”
24. S3
: “Kalo disuruh mengamati ya mengamati mbak”
25. P
:
“Apakah
kalian
melakukan
kegiatan
menanya
dalam
pembelajaran?
26. S1
: “Gak pernah nanya mbak”
27. S2
: “Sama mbak, ga pernah tanya”
28. S3
: “Saya juga belum pernah bertanya mbak”
29. P
: “Apakah kalian melakukan kegiatan mengumpulkan informasi
dalam pembelajaran?”
30. S1
: “Mengumpulkan informasi tu gimana mbak?”
31. P
: “Seperti membaca dari buku, mengumpulkan informasi dari
oenjelasan guru, lalu nanti untuk itarik kesimpulannya?”
32. S1
: “Oh iya mbak, biasanya Bu Is Tanya jawab mbak pas ngajar, jadi
ya kita mengumpulkan informasi dari situ.”
33. S2
: “Sama mbak”
34. S3
: “Pas penjelasan Bu Is mbak, diperhatikan trus nanti dicatet”
35. P
: “Apakah kalian melakukan kegiatan mencoba soal baru atau
menerapkan materi untuk mengerjakan soal dalam pembelajaran?
36. S1
: “Selalu mbak kalau itu, biasanya di kelompok, trus dibahas
bareng”
37. S2
: “Selalu mbak, kelompokan gitu, trus nanti kadang ada tes juga”
38. S3
: “Selalu ada latihan soal mbak, PR juga selalu dikasih”
39. P
: “Apakah kalian melakukan kegiatan mengkomunikasi dalam
pembelajaran?
40. S1
: “Biasanya maju ke depan gmbak, nulis jawaban, trus nanti
dibahas bareng
41. S2
: “Ya gitu mbak, sama kayak gitu”
42. S3
: “Nulis ke papan tulis mbak”
43. P
: “Apakah cara mengajar guru berbeda dari cara mengajar guru
pada saat kalian duduk di sekolah dasar (SD)?”
44. S1
: “Dulu di SD gak ada diskusi-diskusi mbak”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L128
45. S2
: “Sama aja mbak, dulu di SD sering diskusi-diskusi kelompok
juga”
46. S3
: “Lebih banyak diskusi kelompok mbak sekarang”
47. P
: “Bagaimana pemahaman kalian terhadap materi transformasi?
Kalau dipresentasekan berapa persen memahami materi?”
48. S1
: “Lumayan mbak. Ya 70 % mbak”
49. S2
: “Lumayan mbak, 85 %”
50. S3
: “Lumayan mbak, 75 %”
51. P
: “Adakah manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi
transformasi, baik dari segi materi maupun proses pembelajarannya?”
52. S1
: “Jadi lebih bisa tentang transformasi”
53. S2
: “Bisa tahu transformasi mbak”
54. S3 : “Bisa tambah pinter mbak”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 6
No
1
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 1
Jawaban
Deskripsi Jawaban
 Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
 Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
 Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
2
 Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
 Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
 Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
3



Siswa salah dalam menggambarkan 3 titik pada bidang kartesius
Siswa tidak menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
L129
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
5



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
6



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar



Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa tidak menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
7
8
9
L130
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10



Siswa salah dalam menggambarkan 2 titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa salah dalam menyebutkan bangun datar yang terbentuk
11



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
12



Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
L131
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
14



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
15



Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa salah dalam menyebutkan bangun datar yang terbentuk
16



Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa tidak menyebutkan bangun datar yang terbentuk



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
17
18
L132
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19



Siswa salah dalam menggambarkan 3 titik pada bidang kartesius
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
20



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
21
22
23
L133
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
25



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
26



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
27



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
L134
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
29



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
30



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
31



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
L135
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa tidak menyebutkan bangun datar yang terbentuk
33



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
34



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
35



Siswa menggambarkan titik-titik pada bidang kartesius dengan benar
Siswa menghubungkan titik-titik koordinat dengan tepat
Siswa mampu menyebutkan bangun datar yang terbentuk dengan benar
L136
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 7
No
1
2
3
4
5
6
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 2
Jawaban Siswa
Deskripsi Jawaban
 Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
 Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
 Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
 Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
L137
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
8

9



10


11


12


13


Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa dalam menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
L138
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14


15


16


17
18


19


20


21
22

Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa mampu salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap sumbu y
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
L139
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23


24


25


26


27


28


dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
L140
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29


30


31




32


33


34


Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
menggunakan gambar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y dengan
menggunakan gambar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
L141
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35


dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu x
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap sumbu y
dengan benar
L142
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 8
No
1
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 3
Jawaban Siswa


2


3


4


5


Deskripsi Jawaban
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
L143
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6


7
8


9


10


11


12


Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
L144
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13


14


15


16


17
18


sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
L145
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19


20


21
22



23


24


Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa menggunakan gambar untuk menentukan hasil
pencerminan
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
L146
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25


26


27


28


29


30


Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
L147
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31


32


33


34


35


Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = x dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan terhadap
sumbu y = - x
L148
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 9
No
1
Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 4
Jawaban Siswa


2


3


4


5


Deskripsi Jawaban
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
L149
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6



7
8


9


10


Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
L150
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11


12


13



14


15


Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
L151
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16


17
18


19


20


21
22



Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menggunakan gambar dalam menentukan hasil
pencerminan terhadap garis x =5 dan terhadap garis
y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
L152
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23


24


25



26



27


terhadap garis y = -3
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
L153
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28



29


30



31


32

terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis y = -3 dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
L154
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33



34


35


Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa menuliskan langkah menjawab menggunakan
rumus hasil pencerminan terhadap garis x = h dan y = k
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa mampu menentukan hasil pencerminan terhadap
garis x = 5 dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis x = 5
Siswa salah dalam menentukan hasil pencerminan
terhadap garis y = -3
L155
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 10 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 5
No
1
Jawaban



2

3





4



Deskripsi Jawaban
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi pertama
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi kedua
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
L156
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5



6
7
8



9



10


dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
L157
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11



12



13



14


dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
L158
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15



16



17
18



19


dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi kedua
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
L159
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20



21
22

23




24



dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menjumlahkan besar translasi terlebih dahulu
Siswa mampu menentukan hasil translasi dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
L160
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25



26

27




28



dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menjumlahkan hasil translasi terlebih dahulu
Siswa mampu menentukan hasil translasi dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
L161
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29



30



31
32



33



Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
L162
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34



35



dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
mentranslasikan sebanyak dua kali
Siswa mampu menentukan hasil translasi pertama
dengan benar
Siswa mampu menentukan hasil translasi kedua
dengan benar
L163
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 11 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 6
No
1
Jawaban Siswa


Deskripsi Jawaban
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
L164
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2


3


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
L165
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4


5



Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menari kesimpulan jawaban dengan benar
L166
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6



7
8


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan benar
Siswa menggambarkan titik-titik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa tidak menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
L167
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9


10


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
L168
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11



12


13


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi titik A
dengan besar translasi (2,4)
Siswa mampu menentukan hasil translasi dengan besar
translasi (2,4) dengan benar
Siswa menggambarkan titiktitik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa tidak menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
L169
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14



15


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
L170
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16


17
18


Siswa menggambarkan titik-titik yang diketaui pada
bidang koordinat
Siswa tidak menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
L171
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19


20



21



Siswa menggambarkan titik-titik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa tidak menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi titik A
dengan besar translasi (2,4)
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik B dan C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L172
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22

Siswa menentukan hasil translasi titik A, B, C dengan
besar translasi (2,4) dengan benar
23

Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik yang
diketahui
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)


24


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L173
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25



26


Siswa menentukan hasil translasi dengan menggambarkan
pada bidang koordinat
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi dari titik A
dengan besar translasi (2,4)
Siswa mampu menentukan hasil translasi dari titik A
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L174
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27


28


Siswa menggambarkan titik-titik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L175
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29


30


Siswa menggambarkan titik yang diketahui pada bidang
koordinat
Siswa tidak menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L176
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31


32


33


Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menggambarkan titik-titik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa menentukan hasil translasi dengan cara
menggambar pada bidang kartesius
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
L177
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34


35


Siswa menggambarkan titik-titik yang diketahui pada
bidang koordinat
Siswa mampu menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4) dengan benar
Siswa salah dalam menggambarkan titik-titik yang
diketahui
Siswa salah dalam menentukan hasil translasi titik A, B, C
dengan besar translasi (2,4)
L178
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 12 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 7
No
1
2
Jawaban Siswa
Deskripsi Jawaban
 Siswa mencari vektor translasi dengan menggunakan rumus
translasi, kemudian melakukan manipulasi aljabar
 Siswa mampu menentukan vektor translasi (a,b) dengan benar


3


4


Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
L179
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5

6




7
8


9


10


Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa salah dalam menentukan vektor translasi
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
L180
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11


12


13


14


15


Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa salah dalam menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa salah dalam menentukan vektor translasi
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
L181
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16



17
18



19



20



21


Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
L182
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22


23


24

25


26


27


28




Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa salah dalam menentukan vektor translasi
Siswa salah dalam menarik kesimpulan
L183
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29


30


31

32



33


34



35



Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa menarik kesimpulan dengan tepat
Siswa menentukan vektor translasi (a,b) dengan cara
mengurangkan hasil translasi dengan titik awal.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
Siswa tidak menuliskan langkah yang ditempuh dalam
menentukan vector translasi.
Siswa mampu menentukan vektor translasi dengan benar
L184
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
C. 13 Deskripsi Jawaban Siswa Soal Nomor 8
No
1
2
Jawaban







3



Deskripsi Jawaban
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
L185
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4



5



6



7
8



Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
L186
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
10
11








12

13






Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa tidak menentukan titik awal
Siswa tidak menentukan nilai x-2y
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
L187
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14



15
16



17
18




19



Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa salah dalam menentukan titik awal
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
L188
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20


21

22





23
24
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa salah dalam menentukan titik awal
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar



25
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar



Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
L189
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26

27



28




29



30







Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa salah dalam menentukan titik awal
Siswa salah dalam menentukan nilai x-2y
Siswa salah dalam menarik kesimpulan
L190
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31

32



33






34

35






Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa menentukan nilai x-2y dengan benar
Siswa menarik kesimpulan jawaban dengan tepat
Siswa menentukan titik awal dengan cara mengurangkan
titik akhir dengan vektor translasi
Siswa menentukan titik awal dengan benar
Siswa tidak menentukan nilai x-2y
L191
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
L192
Download