Makalah Botani Taksonomi Tumbuhan - Blog UB

advertisement
MAKALAH BOTANI
Taksonomi tumbuhan
Untuk memenuhi tugas botani SEMESTER 1
Oleh :
KELOMPOK 3
Anggota:
Safira Nugrahani Tuasikal (105040201111143 / J)
Yurike Triesia Oktariana (105040201111156 / J)
Nobyka Almayda Syach S. (105040201111157 / J)
Rahmawan Yulianto (105040201111155 / J)
Gabryna Auliya N. (105040201111156 / J)
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
AGROEKOTEKNOLOGI
MALANG, 2010
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Syukur alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT kami
panjatkan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya. Dan
terima kasih pada Ibu Nurul Aini atas perkuliahan tentang bab ini.
Penulisan makalah botani yang berjudul ”
Taksonomi Tumbuhan” dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya, walaupun dalam
proses selanjutnya masih ada kekurangan- kekurangan yang harus
diperbaiki.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah yang kami
rancang tidaklah sempurna dan jauh dari kesempurnaan, karena
sebagai manusia kami banyak kekurangan. Namun kami telah berusaha
sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini. Oleh
karenanya kami sebagai penulis makalah ini memohon kritik dan saran
yang bersifat membangun dari semua pihak agar kekurangan yang ada
dalam laporan ini dapat diperbaiki dan disempurnakan.
Semoga laporan yang telah kami selesaikan dapat bermanfaat
bagi pembaca dan kalangan umum dan Allah SWT selalu menunjukkan
kepada kami yang benar dan yang salah sesuai dengan keadaan yang
sesungguhnya.
Sekian Terima kasih.
Malang, Agustus 2010
Penulis
Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran,
penyimpanan
contoh,
pengelompokan
pemerian,
(klasifikasi),
dan
pengenalan
penamaan
(identifikasi),
tumbuhan.
Ilmu
ini
merupakan cabang dari taksonomi.
Klasifikasi
1. Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok
dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun
takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki.
2. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi
berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan
tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu.
3. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih
rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson
yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya.
4. Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson
yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang
mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah
tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.
5. Dalam
taksonomi
tumbuhan
istilah
yang
digunakan
untuk
menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula
tingkat takson (kategori).
6. Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem
klasifikasi buatan, sistem klasifikasi alam, dan sistem klasifikasi
filogenetik.
7. Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi
tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem
habitus, periode sistem numerik, periode sistem alam, dan periode
sistem filogenetik.
Berdasarkan Kalsifiksainya dibagi menjadi :
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Family
Genus
Species
 Dalam plant kingdom, divisi yang paling penting adalah
• Thallophites
• Bryophytes
• Pteriophytes
• Spermatophytes
Taksonomi Tumbuhan Rendah (Cryptogamae = tumbuhan spora)
Tahun 1880 diperkenalkan suatu sistem yang membagi Cryptogamae
menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta.

Ciri :
-
Sel telah berinti, tetapi belum berdeferensiasi (belum punya berkas
pengangkut)
- Sporangia dan gametagianya belum diselubungi oleh dinding sel.
 Thallophyta (tumbuhan talus): terdiri dari dua anak kelas Algae dan
Fungi dibedakan dari Bryophyta dan Pteridophyta berdasarkan pada
struktur alat penghasil spora dan gamet serta perkembangan zigotnya.
Berdasarkan kemajuan ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian
fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikroskop elektron, maka klasifikasi
algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada: pigmentasi, hasil
fotointesis, flagelasi, sifat fisik dan kimia dinding sel, ada atau tidak
adanya inti sejati.
Atas dasar hal tersebut, Smith (1955) membagi algae menjadi; Divisi:
Chlorophyta,
Rhodophyta
Euglenophyta,
dan
Pyrrophyta,
Cyanophyta.
Chrysophyta,
Pyrrophyta,
Phaeophyta,
Chrysophyta,dan
Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae); Cyanophyta termasuk
Monera
Algae mempunyai bermacam-macam bentuk tubuh:
Bentuk uniseluler: bentuk uniseluler yang berflagela dan yang tidak
berflagela.
Bentuk multiseluler
Reproduksi
Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora,
stadium pamela.
Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami,
aplanogami, autogami.
Divisi:

Chlorophyta,

Phaeophyta,

Rhodophyta,

Chrysophyta,

Cyanophyta.
1. Divisi: Chlorophyta
Ciri-ciri
1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten,
khlorofil terdapat
dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau
2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang,
lensa, bulat, pita, spiral
4. Sel mempunyai 2 atau 4 flagela sama panja5g.
5. Dinding sel mengandung selulose.
6. Perkembangbiakan: aseksual dengan Zoospora dan seksual dengan
anisogami
Tempat hidup
Sebagian besar ( ± 90%) merupakan algae air tawar terdapat pula di
tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan
dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).
2. Divisi Phaeophyta
Ciri-ciri
-Tubuh selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen,
lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai
beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup di lautan daerah
beriklim dingin.
-
Bersel banyak dan berwarna pirang (fikosantin)
-
Kromatofora mengandung klorofila, karotin dan xantofil,
fikosantin.
Tempat hidup
Sebagian besar hidup di laut hanya ada beberapa jenis saja yang hidup
di air tawar.
3. Divisi Rhodophyta (ganggang merah)
Ciri-ciri
1. Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose . Rhodophyceae
tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.
2. Pigmen Khlorofil: terdiri dari khlorofil a, karotenoid, fikoeritrin dan
fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris. - karoten Pigmenpigmen tersebut terdapat dalam kloroplas
3. Cadangan makanan berupa tepung floride (hasil polimerase dari
glukosa) dan terdapat diluar khloroplas.
4. Talus Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang
uniseluler. Talus yang multiseluler berbentuk filamen silinder ataupun
helaian.
Talus
umumnya
melekat
pada
substrat
dengan
perantaraan alat pelekat.
5. Habitat : laut yang dalam
4. Divisi :Chrysophyta
Ciri-ciri :
-
Bersifat uniselular, dindin sel terdiri atas pektin yang lunak
-
Selnya berinti, kromatofora mengandung klorofil a, karotin, santofil
dan sutu karotenoid yang menyerupai fikosantin.
-
Sebagian besar bersifat autotrof, kecuali yang tidak berwarna :
heterotrof.
-
Tempat hidup : air laut dan air tawar (sering melekat pada
tumbuhan air).
FUNGI (jamur, cendawan)
Ciri-ciri:
-
Tidak berklorofil : tidak berfotosintesis
-
Tubuhnya mempunyai benang-benang hifa
-
Perkembangbiakan : vegetatif : dengan spora, generatif, dengan
isogami, anisogami, oogami, gametangiogami dan somatogami
-
Hidup secara heterotrof sebagai saprofit atau parasit
-
Jarang hidup di air, kebanyakan di daratan.
Tumbuhan lumut (Bryophyta)
merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio
Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, "lumut").
Tumbuhan ini tingkatannya lebih tinggi dari Thallophyta dengan

habitus yang ber-macam2.
-
Warna hijau 9klorofil a dan b)
-
Selnya berdinding terdiri dari selulosa
-
Alat kelamin terdiri atas anteridium dan arkegonium
- Terdiri dari lumut daun (musci) dan lumut hati (hepaticae)

organ penyerap haranya adalah rizoid (: "serupa akar"). Daun
tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan
tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain
mampu tumbuh.
Perkembangbiakan
Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya.
Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap
gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan
demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu
tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.
Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel
kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua
organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan.
Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma
berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju
arkegonium untuk membuahi ovum.
Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri
karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan
berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit
akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian
ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis.
Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi
suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh
meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan
Pteridophyta / Filicophyta (Tumbuhan paku / paku-pakuan )
Daur hidup (metagenesis) :
-
Daur hidup tumbuhan paku : pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua
fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita
lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk
generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium
(prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna
hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai
penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun.
-
Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab.
Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ
penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium
(archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan
mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid
berpindah menuju archegonium.
-
Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang
tumbuh
menjadi tumbuhan paku Setelah terjadi pembuahan (zigot berkembang),
protalium hilang
Morfologi
-
Akar yang tumbuh pertama tidak dominan, disusul akar lain yang
tumbuh dari batang
-
Batang bercabang, menggarpu
-
Dapat berbentuk semak , pohon sampai beberapa meter.
-
Ukuran daun bervariasi sampai 6 m;pada umumnya berdaun
majemuk;”
tipe
daun
kecil,
tidak
bertangkai
dan
hanya
mempunyai satu tulang daun, tersusun rapat menurut garis spiral
(Lycopsida=paku kawat)”.
Perkembangbiakan : vegetatif : spora
- Sporangium dan spora terdapat pada daun-daun khusus : sporofil
(sering terkumpul membentuk alat yang menyerupai bunga pada
Spermatophyta).
Berdasarkan klasifikasi baru (Smith et al., 2006), tumbuhan paku dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
Divisio: Lycophyta dengan satu kelas: Lycopsida.
Divisio: Pteridophyta dengan empat kelas :

Psilotopsida, mencakup Ophioglossales.

Equisetopsida

Marattiopsida

Polypodiopsida (=Pteridopsida, Filicopsida)
Kelas Psilotopsida
Bangsa Ophioglossales
Suku Ophioglossaceae (termasuk Botrychiaceae, Helminthostachyaceae)
Bangsa Psilotales
Suku Psilotaceae (termasuk Tmesipteridaceae)
Kelas Equisetopsida [=Sphenopsida]
Bangsa Equisetales
Suku Equisetaceae
Kelas Marattiopsida
Bangsa Marattiales
Suku Marattiaceae (termasuk Angiopteridaceae, Christenseniaceae,
Danaeaceae, Kaulfussiaceae)
Kelas Polypodiopsida [=Filicopsida, Pteridopsida]
Bangsa Osmundales
Suku Osmundaceae
Bangsa Hymenophyllales
Suku Hymenophyllaceae (termasuk Trichomanaceae)
Bangsa Gleicheniales
Suku
Gleicheniaceae
Stromatopteridaceae)
(termasuk
Dicranopteridaceae,
Suku Dipteridaceae (termasuk Cheiropleuriaceae)
Suku Matoniaceae
Bangsa Schizaeales
Suku Lygodiaceae
Suku Anemiaceae (termasuk Mohriaceae)
Suku Schizaeaceae
Spermatophyta
-
Tingkat perkembangan yang paling tinggi
-
Telah menghasilkan biji: tumbuhan berbiji
-
Biji berasal dari bunga : tumbuhan berbunga (Anthophyta)
-
Dibagi
menjadi
2
sub
divisi:
(Spermatophyta)
tumbuhan
berbiji
telanjang
(Gymnospermae) dan berbiji tertutup = bakal biji terbungkus oleh
karpela/daun buah (Angiospermae)
-
Angiospermae terdiri dari dua kelas : Dicotyledoneae (tumbuhan
biji belah/memiliki dua daun lembaga) dan Monocotyledoneae (
mempunyai satu daun lembaga)
Sepuluh besar suku tumbuhan menurut banyaknya jenis adalah sebagai
berikut:
Asteraceae atau Compositae (suku kenikir-kenikiran): 23.600 jenis
Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan): 21.950
Fabaceae atau Leguminosae (suku polong-polongan): 19.400
Rubiaceae (suku kopi-kopian): 13.183
Poaceae, Glumiflorae, atau Gramineae (suku rumput-rumputan): 10.035
Lamiaceae atau Labiatae (suku nilam-nilaman): 7.173
Euphorbiaceae (suku kastuba-kastubaan): 5.735
Cyperaceae (suku teki-tekian): 4.350
Malvaceae (suku kapas-kapasan): 4.225
Araceae (suku talas-talasan): 4.025
Orchidaceae, Poaceae, Cyperaceae dan Araceae adalah monokotil.
Kesepuluh suku di atas mencakup beragam jenis tumbuhan penting
dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang pertanian, kehutanan
maupun industri.
Suku
rumput-rumputan
jelas
merupakan
suku
terpenting
karena
menghasilkan berbagai sumber energi pangan bagi manusia dan ternak
dari padi, gandum, jagung, juwawut, tebu, serta sorgum. Suku polongpolongan menempati tempat terpenting kedua, sebagai sumber protein
nabati dan sayuran utama dan berbagai peran budaya lain (kayu,
pewarna, dan racun). Suku nilam-nilaman beranggotakan banyak
tumbuhan penghasil minyak atsiri dan bahan obat-obatan.
Beberapa suku penting lainnya dalam kehidupan manusia adalah :
- Solanaceae (suku terong-terongan), sebagai sumber pangan
penting
terutama sayuran
- Cucurbitaceae (suku labu-labuan), sebagai sumber sayuran penting
- Brassicaceae atau Cruciferae (suku sawi-sawian), sebagai sumber
sayuran dan minyak pangan penting
- Alliaceae (suku bawang-bawangan), sebagai sumber sayuran bumbu
penting
- Piperaceae (suku sirih-sirihan), sebagai sumber rempah-rempah penting.
- Arecaceae atau Palmae (suku pinang-pinangan), sebagai pendukung
kehidupan penting masyarakat agraris daerah tropika
- Rutaceae (suku jeruk-jerukan), Rosaceae (suku mawar-mawaran), dan
Myrtaceae (suku jambu-jambuan) banyak menghasilkan buah-buahan
penting. Tumbuhan berbunga juga menjadi pemasok sumberdaya alam dalam
bentuk kayu, kertas, serat (misalnya kapas, kapuk, and henep,
manila), obat-obatan (digitalis, kamfer), tumbuhan hias
maupun terbuka), dan berbagai daftar panjang kegunaan lain.
serat
(ruangan
Download