undangan pasar modal adalah suatu inf

advertisement
105
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Informasi yang menyesatkan menurut peraturan perundangundangan pasar modal adalah suatu informasi yang tidak
menyampaikan fakta material secara benar atau tidak memuat
informasi tentang fakta material sesuai dengan ketentuan di
bidang pasar modal. Menurut pasal 93 Undang-Undang. No. 8
Tahun 1995 tentang Pasar Modal melarang seseorang yang
dengan
cara
apapun
untuk
membuat
pernyataan
atau
memberikan keterangan yang secara material tidak benar atau
menyesatkan, yang dapat mempengaruhi harga saham di Bursa
Efek.
2. Tindakan Bapepam jika ada informasi yang menyesatkan adalah:
a. Mengadakan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap
Pihak dalam hal terjadi peristiwa yang diduga merupakan
pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal dan atau
peraturan pelaksanaanya;
b. Memberikan sanksi administratif atas pelanggaran UndangUndang Pasar Modal termasuk pelanggaran terhadap prinsip
keterbukaan (full disclosure). Sanksi administratif berupa:
106
1) peringatan tertulis;
2) denda yaitu untuk membayar sejumlah uang tertentu;
3) pembatasan kegiatan usaha;
4) pembekuan kegiatan usaha;
5) pembatalan persetujuan; dan
6) pembatalan pendaftaran.
Pemberian sanksi oleh Bapepam tersebut pernah dilakukan
terkait dengan kasus PT. PGN pada tahun 2007, dimana di
dalam kasus tersebut ada 3 (tiga) hal yang dihadapi oleh
PT. PGN mulai dari pelanggaran prinsip keterbukaan
(disclosure) hingga insider trading. Pelanggaran prinsip
disclosure dilakukan terhadap keterlambatan penyampaian
laporan kepada Bapepam dan masyarakat tentang peristiwa
material, dimana dalam kasus ini PT. Gas Negara terlambat
melaporkan fakta atas penundaaan proyek pipanisasi yang
dilakukan oleh PT. PGN dan keterlambatan pelaporan
keterbukaan informasi tersebut sebanyak 35 (tiga puluh
lima) hari sedangkan ketentuan didalam pasal 86 ayat (2)
UU No 5 tahun 1995 tentang Pasar Modal menyatakan
terkait dengan laporan tentang peristiwa material tersebut
yang dapat mempengaruhi harga efek selambat-lambatnya
pada akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya
peristiwa tersebut dan akibatnya PT. PGN dikenai sanksi
107
administrative berupa denda sebesar Rp 35.000.000,- (tiga
puluh lima juta rupiah).
3. Upaya Hukum Investor Jika Menjadi Korban dari Informasi yang
Menyesatkan adalah melakukan penuntutan atas kelalaian direksi
dan komisaris untuk kerugian yang dialami oleh perseroan yang
menyebabkan kerugian pada pemegang saham. Hal ini sesuai
dengan Pasal 97 ayat 3 UU No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas. Proses pengajuan gugatan dalam Pasar
Modal,
apabila ada suatu transaksi dari Pasar Modal yang
melanggar Pasal 111 UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal,
maka pihak ketiga atau para pihak yang merasa dirugikan dapat
meminta pertanggungjawaban kepada pihak terkait dengan
mengajukan gugatan secara perdata ke Badan Arbitrase Pasar
Modal Indonesia (BAPMI).
Terkait dengan hal tersebut diatas dapat kita lihat juga dalam
kasus PT. PGN dimana adanya keterangan material yang tidak
benar tentang rencana volume gas yang dapat dialirkan melalui
proyek SSWJ (South Sumatera West Java). Fakta itu sudah
diketahui atau sewajarnya diketahui oleh direksi, yang kemudian
seharusnya keterangan itu disampaikan kepada publik, namun
tidak disampaikan sehingga Bapepam-LK menjatuhkan sanksi
administrasi berupa denda sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima
milyar rupiah) kepada Direksi PT. PGN.
108
4. Adanya pemahaman yang kurang dari investor selaku konsumen
pasar modal akan aturan-aturan hukum terkait pasar modal
merupakan kendala atau kelemahan yang menjadi salah satu
faktor tidak adanya atau sedikitnya para investor yang melakukan
upaya hukum akibat adanya kerugian yang mereka alami
disebabkan informasi yang menyesatkan ditambah pengetahuan
aparat penegak hukum yang kurang dan aturan hukum yang tidak
menjelaskan
dengan
tegas
unsur-unsur
yang
menjadi
pelanggaran sehingga hal tersebut juga menjadi salah satu
kelemahan penegak hukum yang harus diperbaiki.
B. Saran-saran
1. Melalui sistem disclosure, diharapkan tindakan-tindakan yang
merupakan distorsi dalam kegiatan penawaran den perdagangan
Iefek dapat dicegah atau dideteksi sedini mungkin. Setidaknya
masyarakat
pemodal
yang
berkepentingan
mempunyai
kesempatan untuk mengambil keputusan investasi berdasarkan
informasi yang lengkap dan akurat, sehingga dapat berlangsung
mekanisme pasar merupakan hasil proses alokasi sumber daya
secara efisien. Disisi lain, penetapan aturan main dengan standar
minimal tertentu dalam kegiatan penawaran dan perdagangan
efek akan mendorong setiap pihak yang berkepentingan untuk
lebih hati-hati sehingga tidak hanya dapat menghindarkan diri dari
kerugian, tetapi juga tidak merugikan pihak lain. Kedua aspek ini
109
perlu diawasi pelaksanaannya dan sistem pengawasan tersebut
perlu
didukung
oleh
mekanisme
penegakan
aturan
yang
memadai.
2. Secara yuridis prinsip keterbukaan tersebut, yang secara tegas
dapat dilihat di dalam peraturan-peraturan di pasar modal, adalah
menyangkut kewajiban-kewajiban untuk menyampaikan informasi
material, kewajiban pelaporan keuangan, dan kewajiban lainnya
yang dirasakan perlu dan dapat mempengaruhi jalan usaha
perseroan. Prinsip keterbukaan tersebut secara yuridis memiliki
derajat hukum sanksi sangat berat karena prinsip keterbukaan
tersebut
memang
bersifat
fundamental.
Diharapkan
fungsi
Bapepam dalam proses go public tugasnya menurut undangundang berkewajiban memperhatikan kelengkapan, kecukupan,
objektifitas, kemudahan untuk dimengerti dan kejelasan dokumen
pernyataan pendaftaran untuk memastikan bahwa pernyataan
pendaftaran telah memenuhi prinsip "keterbukaan".
Download