Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
ARTIKEL
REPRESENTASI DISKRIMINASI ETNIS TIONGHOA
DALAM MEMOAR MELLOW YELLOW DRAMA
KARYA AUDREY YU JIA HUI
Oleh:
KHUSNIAR MUSLI ARDHI
11.1.01.07.0055
Dibimbing oleh :
1. Dr. Sujarwoko, M. Pd.
2. Drs. Sempu Dwi Sasongko, M. Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2017
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
SURATPERNYATAAN
ARTIKEL SKRIPSI TAHUN2017
Yang bertanda tangandibawahini:
Nama Lengkap
: Khusniar Musli Ardhi
NPM
: 11.1.01.07.0055
Telepun/HP
: 083805384312
Alamat Surel (Email)
:[email protected]
Judul Artikel
: Representasi Diskriminasi Etnis Tionghoa dalam
Memoar Mellow Yellow Drama Karya Audrey Yu Jia
Hui
Fakultas – Program Studi
: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
NamaPerguruan Tinggi
: Universitas Nusantara PGRI Kediri
Alamat PerguruanTinggi
: Jl. Kh. Achmad Dahlan No. 76 Mojoroto Kediri
Denganinimenyatakanbahwa:
a. artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan bebas
plagiarisme;
b. artikel telah diteliti dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dosen Pembimbing I dan II.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabiladikemudian hari
ditemukan ketidak sesuaian data dengan pernyataan ini dan atau ada tuntutan dari pihak lain,
sayabersedia bertanggungjawabdan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengetahui
Kediri, 18 Agustus 2017
Pembimbing I
Pembimbing II
Penulis,
Dr. Sujarwoko, M. Pd.
NIDN. 0730066403
Drs. Sempu Dwi Sasongko, M. Pd.
NIDN.0708026001
Khusniar Musli Ardhi
NPM. 11.1.01.07.0055
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 1||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
REPRESENTASI DISKRIMINASI ETNIS TIONGHOA
DALAM MEMOAR MELLOW YELLOW DRAMA
KARYA AUDREY YU JIA HUI
Khusniar Musli Ardhi
11.101.07.0055
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
[email protected]
Dosen Pembimbing 1: Dr. Sujarwoko, M. Pd.
Dosen Pembimbing II: Drs. Sempu Dwi Sasongko, M. Pd.
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
ABSTRAK
Memoar Mellow Yellow Drama merupakan salah satu karya Audrey Yu Jia Hui. Memoar ini
menceritakan kisah hidup yang dialami oleh penulisnya, tetapi hal-hal yang diceritakan adalah fakta
atau kejadian yang dialami oleh etnis Tionghoa sebagai salah satu etnis bangsa Indonesia. Etnis Tionghoa sebagai anak bangsa ternyata mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan diskriminasi etnis Tionghoa yang meliputi: (a) gambaran etnis Tionghoa di Indonesia yang meliputi ciri-ciri fisik dan non fisik, kehilangan identitas, putus asa, serta terombang-ambing, (b)representasi diskriminasi etnis Tionghoa meliputi bentuk diskriminasi langsung dan diskriminasi tidak langsung, (c) sikap etnis Tionghoa terhadap diskriminasi meliputi menghindari kerusuhan
dan memberikan gagasan.Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan tindak dis-kriminasi terhadap masyarakat etnis Tionghoa dikaji dengan sosiologi sastra, khususnya sosiologi
karya sastra. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini yaitu: Pertama, gambaran etnis Tionghoa di Indonesia meliputi
ciri-ciri etnis Tionghoa di Indonesia, etnis Tionghoa kehilangan identitas budaya pada Orde baru, etnis
Tionghoa merasa putus asa, dan menjadi terombang-ambing. Kedua, representasi diskriminasi yaitu
diskriminasi langsung, yang dialami etnis Tionghoa terjadi sepanjang Orde Baru, seperti terjadi pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa yang dilakukan secara sistematis, kekerasan dan perampasan, serta kekerasan verbal dengan menyebut etnis Tionghoa dengan sebutan “Cina” dengan maksud
menghina dan melecehkan etnis Tionghoa. Diskriminasi tidak langsung, didapatkan etnis Tionghoa
melalui kebijakan pemerintah Orde baru yang mengambil langkah asimilasi budaya. Ketiga, sikap masyarakat Tionghoa terhadap diskriminasi. Tindakan yang dilakukan dalam menyikapi diskriminasi
adalah menghindar dan mengungsi terutama bagi mereka yang tidak mengalami kerusuhan secara
langsung serta memberikan ide dan gagasan.Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka disarankan sebagai berikut; (1) Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi pengembangan ilmu sastra,
khususnya kajian sosiologi sastra sebagai salah satu bentuk analisis terhadap karya sastra yang di dalamnya memberikan kontribusi berbagai nilai yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. (2) Penelitian
ini hanya terbatas mengenai tindak diskri-minatif yang diterima oleh masyarakat etnis Tionghoa yang
berada di dalam me-moar Mellow Yellow Drama. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian selanjutnya
terhadap memoar ini dengan menggunakan pendekatan atau sudut pandang yang lain yang menarik.
Kata kunci: Representasi, diskriminasi, etnis Tionghoa, memoar, sosiologi sastra.
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 2||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
I.
LATAR BELAKANG
Indonesia, memoar ini juga merupakan
Pengarang menciptakan karya sastra
bentuk pengakuan liku-liku kehidupan
berdasarkan pengalaman dan penelitian
anak bangsa yang terpinggirkan. Kecintaan
tentang peristiwa dalam khayalan maupun
Audrey terhadap Pancasila dan kebhineka-
kenyataan yang ada di sekitarnya. Penga-
an Indonesia justru membawanya hidup di
rang selalu berusaha menyajikan hasil kar-
luar negeri. Posisi yang jauh dari negara
yanya agar menarik perhatian pembaca ya-
aslinya namun hal itu tidak menyurutkan
itu dengan menghubungkan masalah yang
semangat patriotismenya. Dia tidak ingin
terjadi di lingkungan pengarang dan ling-
disebut Tionghoa karena dia adalah warga
kungan masyarakat. Salah satu pengarang
negara Indonesia berketurunan Tionghoa.
yang peka dan kreatif menulis fakta tragedi
Memoar memiliki sifat non imaji-
nasional yang patut diperhatikan adalah
natif. Sebuah tulisan yang berpretensi
Audrey Yu Jia Hui. Audrey lahir dengan
memberikan kebenaran universal. Memoar
nama Maria Audrey Lukito lahir bertepat-
hanya menunjukkan tafsir satu sisi dari pe-
an dengan “May day”, merupakan anak
nulis, menunjukkan bagaimana dunia di-
prodigal dan jenius pada usia 16 S-1 teraih
pandang dari sudut yang begitu personal.
dengan gelar summa cum laude, di the co-
Sebuah memoar lebih bersifat memberi
llege of william and mary, Virginia, Ame-
motivasi daripada instruksi. Jadi pembaca
rika Serikat. Kehadiran Audrey Yu Jia Hui
yang selanjutnya memiliki kewajiban un-
dengan tulisanya yang memberi angin se-
tuk mencari-cari intisari dari kisah-kisah
gar kepada hubungan Tionghoa dan warga
hidup yang terdapat dalam memoar.
asli Indonesia untuk mengerti bagaimana
Sebagai salah satu karya sastra es-
negara meperlakukan etnis Tionghoa di
tetis memoar dapat menjanjikan nuansa
masa lalu dan di masa sekarang agar sema-
keindahan bagi pembacanya. Memoar juga
kin membuka mata menatap posisi etnis
merupakan tulisan mengandung ide besar
Tionghoa di masa demokrasi. Karya lain
buah pikiran, pengalaman berharga, per-
dari Audrey yang juga membahas tentang
timbangan-pertimbangan, penyesalan, pe-
Tionghoa maupun Patriotisme diantaranya
rasaan dan sebagainya.
adalah Patriot (2011), Chinese is Fun
Salah satu cara memahami memoar
(2013), hingga Mencari Sila ke Lima
adalah dengan cara merepresentasikannya.
(2015). Maka sangatlah menarik untuk
Representasi adalah sebuah proses sosial
dijadikan objek penelitian.
yang berhubungan dengan pola hidup dan
Memoar berjudul Mellow Yellow
budaya masyarakat tertentu yang memung-
Drama ini merupakan buku keenam. Se-
kinkan terjadi sebuah perubahan konsep-
lain memotret kehidupan etnis Tionghoa di
konsep ideologi dalam bentuk konkret me-
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
lalui pandangan hidup masyarakat. Repre-
an tersebut menekankan bahwa karya sas-
sentasi merupakan perbuatan yang mewa-
tra dalam sosiologi sastra merupakan pan-
kili; keadaan diwakili; apa yang mewakili;
dangan sastrawan terhadap lingkungan so-
perwakilan (KBBI, 1994: 836). Jadi repre-
sialnya dan merupakan sebuah respon
sentasi dipakai sebagai cara memaknai
pengarang terhadap perubahan sosial.
gambaran yang akurat atau realita terdis-
Peneliti tertarik mengkaji memoar
torsi. Sesuai pendapat Stuart hall bahwa re-
Mellow Yellow Drama karya Audrey Yu
presentasi harus dipahami dari peran aktif
Jia Hui dengan pendekatan sosiologi sastra
dan kreatif orang memaknai dunia
untuk merepresentasikan hubungan memo-
(https://sosiologibudaya.wordpress.com//2
ar tersebut dengan masyarakat sosial yang
011/03/23/representasi/).
tersurat maupun tersirat dalam teks memo-
Memoar Mellow Yellow Drama
ar Mellow Yellow Drama yaitu diskrimina-
karya Audrey memiliki garis besar masa-
si etnis Tionghoa. Representasi diskrimina-
lah yaitu diskriminasi yang mengikuti per-
si etnis Tionghoa dalam penelitian ini me-
jalanan Indonesia dan dialami oleh warga
liputi gambaran etnis Tionghoa di Indone-
negara etnis Thionghoa mulai era kolonial,
sia, bentuk diskriminasi yang dialami etnis
era kemerdekaan, era orde baru, era refor-
Tionghoa, dan sikap etnis Tionghoa terha-
masi, hingga era pasca reformasi. Menurut
dap diskriminasi yang merupakan garis be-
Theodorson dan Theodorson (1979:115-
sar masalah dalam memoar Mellow Yellow
116) diskriminasi adalah perlakuan yang
Drama karya Audrey Yu Jia Hui
tidak seimbang terhadap perorangan, atau
II.
kelompok berdasarkan sasuatu, biasanya
METODE
Pendekatan penelitian bermanfaat
berifat kategorikal, atau atribut-atribut
mengarahkan kajian atau penelitian agar
khas seperti berdasarkan ras, kesuku bang-
lebih mudah dalam menganalisis. Selain
saan, agama, keanggotaan kelas-kelas sosi-
itu, pendekatan yang dilakukan secara te-
al.
pat akan mencapai tujuan dan sasaran yang
Sosiologi sastra merupakan pende-
diharapkan.Pendekatan yang digunakan
katan terhadap sastra yang mempertim-
dalam penelitian ini adalah pendekatan so-
bangkan segi-segi kemasyarakatan. Pende-
siologis. Pendekatan sosiologis tepat digu-
katan tersebut dilatarbelakangi oleh fakta
nakan karena pendekatan tersebut dilatar-
bahwa keberadaan karya sastra tidak terle-
belakangi oleh fakta bahwa keberadaan
pas dari realitas sosial yang terjadi dalam
karya sastra tidak terlepas dari realitas so-
masyarakat (Wiyatmi, 2004: 98). Pernyata-
sial yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 1||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
selaras dengan pernyataan Ratna (2015:
simpulan berdasarkan isi atau dokumen
61), bahwa pendekatan sosiologis memiliki
yang termanifestasikan
implikasi metodologis berupa pemahaman
III. HASIL DAN KESIMPULAN
mendasar mengenai kehidupan manusia
dan masyarakat.
Penelitian ini tergolong jenis pene-
Berdasarkan hasil analisis diskriminasi dalam memoar Mellow Yellow Drama
karya Audrey Yu Jia Hui dapat disimpul-
litian kualitatif. Hal ini dapat dibuktikan
kan hal-hal sebagai berikut: (a) gambaran
berdasarkan pada fakta-fakta berikut: Per-
etnis Tionghoa di Indonesia yang meliputi
tama, data berupa data kualitatif yaitu kali-
ciri-ciri fisik dan non fisik, kehilangan
mat-kalimat teks memoar Mellow Yellow
identitas, putus asa, serta terombang-am-
Drama karya Audrey Yu Jia Hui. Kedua,
bing; (b) representasi diskriminasi yang
instrumen berupa manusia yaitu diri pene-
meliputi bentuk diskriminasi langsung dan
liti sebagai instrumen penelitian. Ketiga,
bentuk diskriminasi tidak langsung yang
tujuan penelitian berupa deskriptif yaitu
dialami etnis Tionghoa, dan (d) sikap etnis
mendeskripsikan bentuk diskriminasi yang
Tionghoa terhadap diskriminasi yang meli-
terdapat dalam memoar Mellow Yellow
puti mengungsi untuk menghindari keru-
Drama karya Audrey Yu Jia Hui.
suhan dan memberikan gagasan.
Teknik pengumpulan data penelitian
ini adalah dokumentasi.Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data
A. Gambaran Etnis Tionghoa di
Indonesia
Etnis Tionghoa sebagai anak bang-
yang menggunakan sumber data berbentuk
sa ternyata mendapatkan perlakuan yang
dokumen. Teknik ini dilakukan dengan ca-
diskriminatif. Hal ini mudah didapatkan
ra membaca berulang-ulang memoar, khu-
etnis Tionghoa karena mereka memiliki
susnya yang berhubungan dengan aspek
ciri-ciri yang berbeda dari suku-suku asli
yang diteliti yaitu gambaran etnis Tiong-
nusantara. Perbedaan tersebut meliputi: ciri
hoa, representasi diskriminasi berupa dis-
fisik, menggunakan bahasa Mandarin, ber-
kriminasi langsung dan tidak langsung, dan
profesi sebagai pedagang. Perlakuan dis-
sikap etnis Tionghoa terhadap diskriminasi
kriminatif yang dialami membuat etnis
yang dialami. Data yang telah terkumpul
Tionghoa di Indonesia menjadi putus asa
kemudian dianalisis secara deskriptif de-
dan terombang-ambing.
ngan teknik analisis konten atau kajian isi.
Kajian isi memersoalkan isi yang termanifestasikan. Jadi, peneliti akan menarik
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 2||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
1) Ciri-ciri Etnis Tionghoa di
Indonesia
Etnis Tionghoa di Indonesia dapat
2) Kehilangan Identitas Budaya
Identitas adalah jati diri yang dimiliki
sesorang yang diperoleh sejak lahir hingga
dikenali melalui ciri-ciri yang membeda-
melalui proses interaksi yang dilakukan se-
kan antara etnis Tionghoa dengan suku-
tiap hari dalam kehidupannya yang kemu--
suku asli nusantara. Ciri-ciri tersebut dapat
dian membentuk pola khusus untuk men-
dibedakan menjadi dua yaitu ciri fisik dan
definisikan tentang orang tersebut. Sedang-
non fisik.Etnis Tionghoa di Indonesia da-
kan budaya adalah cara hidup yang ber-
pat dikenali melalui ciri-ciri fisiknya. Etnis
kembang dan dimiliki seseorang atau seke-
Tionghoa memiliki warna kulit yang cen-
lompok orang dan diwariskan dari generasi
derung lebih putih daripada penduduk lo-
ke generasi. Maka identitas budaya adalah
kal dan memiliki mata yang lebih kecil.
pengertian suatu karakter khusus yang me-
Hal ini sesuai dengan data berikut:
lekat dalam suatu kebudayaan sehingga bi-
(01)
“Bagaimana orang lain bisa tahu
bahwa aku keturunan Tionghoa jika
aku tidak memberitahu mereka. Papa
dan Mama memberitahuku bahwa
keturunan Tionghoa memiliki kulit
yang lebih putih dan mata yang lebih
kecil dari penduduk asli.”
(MYD, 2011: 33)
Data (01) menunjukkan bahwa etnis Tionghoa di Indonesia dapat dikenali
melalui ciri-ciri fisik yaitu warna kulit dan
mata. Etnis Tionghoa memiliki warna kulit
yang cenderung lebih putih dan mata yang
lebih kecil dari penduduk asli Indonesia.
Etnis Tionghoa juga dapat dikenali melalui
bahasa. Bagi orang Tionghoa, bahasa Indonesia adalah bahasa pertama (nasional) dan
bahasa Mandarin merupakan bahasa ibu.
Selain itu, mayoritas etnis Tionghoa berprofesi sebagai wirausaha.
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
sa dibedakan antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain
(http://makhinoaruma.blogspot.co.id/2014/
05/identitas-budaya.html?m:1 ). Etnis
Tionghoa kehilangan identitas budaya mereka pada Orde baru, seperti nama Tionghoa dan bahasa Mandarin. Kebanyakan
orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia
tidak memiliki nama Tionghoa yang sah.
Hal itu disebabkan karena citra orang
Tionghoa yang sangat negatif pada waktu
itu, segala sesuatu yang ada hubungannya
dengan Tiongkok dianggap berbahaya.
(04)
“Kaumku, warga tionghoa, telah
kehilangan banyak hal sepanjang
Orde Baru: nama Tionghoa, bahasa
mandarin, kesadaran, dan
kebanggaan budaya. Namun disisi
lain, aku melihat keberadaan kami
sebagai bagian dari Bhineka Tunggal
Ika. Itu artinya, kami harus
simki.unpkediri.ac.id
|| 3||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
menjunjung persatuan di tengah
keberagaman.”
(MYD-2014: 21)
Data di atas menunjukkan bahwa se-
Data di atas menunjukkan bahwa
etnis Tionghoa mengalami krisis kepercayaan diri karena terlalu putus asa sebagai
panjang Orde Baru, etnis Tionghoa telah
etnis yang mengalami diskriminasi. Ia me-
kehilangan identitas budaya atau jati diri
rasa malu dan tidak berguna. Tanpa adanya
mereka sebagai etnis Tionghoa. Selain ke-
dukungan dari keluarga dan orang-orang
hilangan nama Tionghoa, penggunaan hu-
terdekat, ia merasa tidak lagi memiliki ke-
ruf Mandarin secara publik dilarang oleh
percayaan pada diri sendiri.
negara, sekolah-sekolah dilarang menga-
4) Terombang-ambing
jarkan bahasa mandarin meskipun mayori-
Terombang-ambing menurut Ka-
tas siswa di sekolah tersebut adalah Tiong-
mus Besar Bahasa Indonesia (1994: 703)
hoa bahkan sekolah Tionghoapun harus
yaitu “terbawa-bawa ke sana kemari; tidak
ditutup.
berketentuan (nasibnya dsb)”. Etnis Tiong-
3) Putus Asa
hoa di Indonesia adalah masyarakat mino-
Putus asa merupakan kondisi kejiwa-
ritas yang terabaikan. Hak-haknya seperti
an yang merasa dan menganggap bahwa
hal nya tiga pilar etnis Tionghoa yaitu or-
apa yang diinginkan tidak bisa tercapai
ganisasi, media massa, dan sekolah, terka-
atau kondisi batiniah yang menganggap
lahkan oleh kepentingan-kepentingan poli-
adanya kesenjangan antara apa yang di-
tik masyarakat mayoritas. Sehingga
inginkan dengan apa yang dialaminya.Et-
etnisTionghoa hampa tanpa identitas
nis Tionghoa merasa putus asa karena terus
budaya, tetap dianggap asing meski telah
mengalami diskriminasi. Keputusasaan ter-
merela-kan kebudayaan aslinya, kesulitan
sebut membuat etnis Tionghoa mengalami
melan-jutkan pendidikan, dan pada saat
krisis kepercayaan diri dan pudarnya gai-
terjadi kerusuhan mereka harus mengungsi
rah hidup.
untuk menyelamatkan diri.
(09)
“Ternyata inferior complex itu tetap
menumpuk dan berkerak di hatiku.
Saat aku ber cermin di kaca, aku
tidak bisa melihat “gadis cantik”
yang banyak orang puja-puji. Aku
hanya menemukan wajah Tionghoa
yang memalukan dan tidak berguna.”
(MYD, 2011: 101)
B. Representasi Diskriminasi Etnis
Tionghoa
Representasi diskriminasi dalam
memoar Mellow Yellow Drama karya
Audrey Yu Jia Hui terbagi menjadi dua
bentuk, yaitu diskriminasi langsung dan
diskriminasi tidak langsung. Diskriminasi
langsung yang dialami etnis Tionghoa ter-
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 4||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
jadi sepanjang Orde Baru. Pada Mei 1998
Sedangkan diskriminasi tidak
terjadi kerusuhan anti-Tionghoa besar-
langsung didapatkan etnis Tionghoa
besaran. Terjadi perlakuan tidak adil terha-
melalui kebijakan pe-merintah Orde baru
dap perempuan-perempuan Tionghoa. Me-
yang mengambil langkah asimilasi budaya.
reka telah mengalami pemerkosaan hanya
Kebijakan tersebut mengakibatkan etnis
karena mereka keturunan Tionghoa,
Tionghoa harus kehilangan identitas, kesa-
bahkan hal tersebut dilakukan secara
daran dan kebanggan terhadap budaya me-
sistematis.
reka. Etnis Tionghoa harus mengganti na-
(28)
“Banyak perempuan Tionghoa telah
diperkosa hanya karena mereka
keturunan Tionghoa, dan para suami
atau ayah mereka tidak dapat
melindungi mereka. Keturunan
Tionghoa di Indonesia telah menjadi
sasaran dalam lingkaran kekerasan
etnis selama puluhan tahun.”
(MYD, 2011: 45)
Etnis Tionghoa juga mengalami
kekerasan dan perampasan seperti banyak
orang di tembak, banyak orang yang hilang
tak tentu keberadaannya, rumah-rumah di
serbu, dijarah dan dibakar. Selain itu,
mereka juga mengalami kekerasan verbal.
Mereka dilecehkan dengan sebutan rasis
yaitu menyebut etnis Tionghoa dengan
sebutan “Cina". Istilah “Cina” digunakan
dengan maksud untuk melecehkan dan
menghina minoritas Tionghoa.
Ketidaksukaan orang Pribumi pada etnis
Tionghoa juga diungkapkan secara lisan
bahwa etnis Tionghoa dianggap tidak
pantas memiliki rasa cinta kepada negara,
mereka masih dianggap bagian asing dari
bangsa Indonesia.
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
ma mereka menjadi nama yang “lebih Indonesia”. Mereka dilarang mempelajari
dan menghidupi budaya Tionghoa serta bahasa Mandarin. Sekolah-sekolah Tionghoa
harus ditutup. Sekolah berbahasa Indonesia
dilarang mengajarkan bahasa Mandarin
meski sebagian besar muridnya adalah
Tionghoa.
(42)
“Aku diwejangi untuk tetap “hatihati” sebab aku orang Tionghoa. Aku
belum ngeh, kenapa orang-orang
sesuku denganku paranoid waktu itu.
Pasti ada sesuatu yang buruk dan
memalukan dari ke-Tionghoan-an
kami. Orang Tionghoa harus ganti
nama. Sekolah-sekolah Tionghoa
ditutup. Budaya dan bahasa tak boleh
dipelajari dan dihidupi. Kerusuhan
setiap saat, siap berubah menjadi
monster yng memangsa kami bulatbulat.”
(MYD, 2011: 48)
Data di atas menunjukkanbukti
bahwa asimilasi budaya pada massa Orde
Baru membuat etnis Tionghoa kehilangan
nama Tionghoa dan bahasa Mandarin. Selain aturan penggantian nama, mempelajari
segala sesuatu mengenai Tionghoa juga disimki.unpkediri.ac.id
|| 5||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
larang. Dengan dalih agar mereka aman
gara dapat terjalin harmonis sehingga tidak
terhindar dari kerusuhan.
ada lagi perlakuan diskriminasi yang dila-
C. Sikap Etnis Tionghoa Terhadap
kukan kelompok mayoritas dan negara pa-
Diskriminasi
Diskriminasi adalah perbuatan yang
tidak adil. Hal ini dilakukan oleh kelom-
da etnis Tionghoa.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan
pok mayoritas terhadap kelompok minori-
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa re-
tas. Perlakuan diskriminasi sangat menya-
presentasi etnis Tionghoa dalam memoar
kitkan sehingga timbul penyikapan-penyi-
Mellow Yellow Drama meliputi: (a) gam-
kapan dari kelompok yang menjadi korban
baran etnis Tionghoa di Indonesia yang
diskriminasi. Etnis Tionghoa menyikapi
meliputi ciri-ciri fisik dan non fisik, kehi-
diskriminasi tersebut dengan menghindari
langan identitas, putus asa, serta terom-
kerusuhan yang terjadi dan memberikan
bang-ambing; (b)representasi diskriminasi
ide-ide dan gagasan mengenai kebijakan
etnis Tionghoa meliputi bentuk diskrimi-
pemerintah.
nasi langsung dan diskriminasi tidak lang-
(50)
“Pemerintah kita sedang dalam
krisis, Audrey. Situasi di Jakarta
sangatlah tegang. Apa yang mungkin
terjadi disana juga bisa terjadi disini.
Kita harus mengungsi ke Bali supaya
aman,” Jelasnya.”
(MYD, 2011: 42)
sung; dan (c) sikap etnis Tionghoa terha-
Data di atas menunjukkan tindakan
faatkan bagi pengembangan ilmu sastra,
dap diskriminasi meliputi menghindari kerusuhan dan memberikan gagasan
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka disarankan sebagai berikut;
(1) Penelitian ini diharapkan dapat diman-
yang dilakukan etnis Tionghoa dalam me-
khususnya kajian sosiologi sastra sebagai
nyikapi diskriminasi yang berujung keru-
salah satu bentuk analisis terhadap karya
suhan adalah dengan menghindar dan
sastra yang di dalamnya memberikan kon-
mengungsi terutama bagi masyarakat yang
tribusi berbagai ni-lai yang bermanfaat ba-
tidak mengalami kerusuhan secara lang-
gi kehidupan manusia. (2) Penelitian ini
sung. Selain hal tersebut,etnis Tionghoa ju-
hanya terbatas mengenai tindak diskrimi-
ga memberikan gagasan berupa kritik ter-
natif yang diterima oleh masyarakat etnis
hadap pemerintah yang selama ini memer-
Tionghoa yang berada di dalam memoar
lakukan etnis Tionghoa secara diskrimina-
Mellow Yellow Drama. Oleh karena itu,
tif. Dengan kritik tersebut diharapkan hu-
perlu adanya penelitian selanjutnya terha-
bungan antara etnis Tionghoa dengan ne-
dap memoar ini dengan menggunakan pen-
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 6||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
dekatan atau sudut pandang yang lain yang
menarik.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi
Karya Sastra. Bandung: Sinar baru
Algensindo.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aruma, Makhino. 2014. Identitas
Budaya.Artikel, (Online), tersedia:
http://makhinoaruma.blogspot.co.id/
2014/05/identitas-budaya.html?m:1,
diunduh 15 Juli 2017.
Damono, Sapardi Djoko. 1979.Sosiologi
Sastra Sebuah Pengantar Ringkas.
Jakarta: Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi
Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Media Pressindo.
Fulthoni, et, al. 2009. Memahami
Diskriminasi. Jakarta: ILRC.
Hui, Audrey Yu Jia. 2011. Mellow Yellow
Drama. Yogyakarta: Bentang.
Liliweri, Alo. 2005. Prasangka dan
Konflik. Yogyakarta: LKiS.
Moleong, J. Lexy. 2011. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Rachman, Rio Febriannur. 2014.
Representasi Diskriminasi Etnis
Tionghoa dalam Film Babi Buta
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
yang Ingin Terbang. Skripsi. Tidak
dipublikasikan. Surabaya: FISIP
UNAIR.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Sastra dan
Cultural Studies: Representasi Fiksi
dan Fakta. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
_____. 2011. Paradigma Sosiologi sastra.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
_____. 2015. Teori, Metode, dan Teknik
Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Semi, Atar. 1990. Metode Penelitian
Sastra. Bandung: Angkasa.
Siswantoro. 2005. Metode Penelitian
Sastra: Analisis Psikologis.
Surakarta: Muhammadiyah
University Press.
Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media:
Sebuah Pengantar Analisis
Wacana, Analisis Semiotik dan
Analisis Framing. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Sosiologibudaya. 2011. Representasi
Budaya. Artikel, (Online), tersedia:
https.//sosiologibudaya.worldpress.c
om//2011/03/23/representasi/,
diunduh 10 Desember 2016
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&d.
Bandung: Alfabeta.
Suryadinata, Leo. 2010. Etnis Tionghoa
dan Nasionalisme Indonesia. Jakarta:
Kompas.
simki.unpkediri.ac.id
|| 7||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Tan, Herman. 2015. Tionghoa Info.
Siapakah Tionghoa Indonesia.
Artikel. (Online),
tersedia:http://www.tionghoa.info/sia
pakah-orang-tionghoa-indonesia/,
diunduh 10 Desember 2016.
______, 2014. Tionghoa Info.
Diskriminasi Etnis Tionghoa di
Indonesia pada Masa Orde Lama dan
Orde Baru. Artikel. (Online),
tersedia:
http://www.tionghoa.info/diskrimina
si-etnis-tionghoa-di-indonesia-padamasa-orde-lama-dan-orde-baru/,
diunduh 15 Juli 2017.
Teeuw, A. 1991. Membaca dan Menilai
Sastra. Jakarta: Gramedia.
Undang-undang Republik Indonesia Pasal
1 Ayat (3) Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia (Human
Rights Law). 2004. Jakarta: PT
Armas Duta Jaya.
Unsyiah, Sosiologi. 2011. Keberadaan
Etnis Tionghoa. Artikel,
(Online),tersedia:
http://sosiologiunsyiah2010.wordpre
ss.com/2011/04/20/makalah-makalah
keberadaan-etnis-tionghoa/. Diunduh
pada 11 Mei 2014.
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990.
Teori Kesusastraan. Diterjemahkan
dalam Bahasa Indonesia oleh
Melani Budianta. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Wikipedia.2013. Tionghoa Indonesia.
Artikel,(Online),
tersedia:https://id.wikipedia.org/wiki
/Tionghoa-Indonesia#Asal_kata,
diunduh 10 Desember 2016.
____, 2007. Sikap. Artikel. (Online),
tersedia:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/sikap
, diunduh 15 Juli 2017.
Wiyatmi. 2004. Pengantar Kajian Sastra.
Yogyakarta: FBS, UNY.
Yulianingsih, Arifiani. 2015. Diskriminasi
Terhadap Masyarakat Etnis
Tionghoa dalam Novel Miss Lu
Karya Naning Pranoto (Tinjauan
Sosiologi Sastra). Skripsi. Tidak
dipublikasikan. Yogyakarta: FBS
UNY.
simki.unpkediri.ac.id
|| 8||
Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10 Tahun 2017 ISSN : AAAA-AAAA
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Khusniar Musli Ardhi | 11.1.01.07.0055
FKIP – Program Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia
simki.unpkediri.ac.id
|| 1||
Download

A REPRESENTASI DISKR DALAM MEMOAR