BAB 2 LANDASAN TEORI

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Desain Industri
Desain industri lahir diperkirakan di Eropa Barat pada tahun 1990-an.
Beberapa perusahaan Jerman, termasuk AEG, suatu perusahaan elektrikal yang besar,
menugaskan para ahli teknik dan arsitek untuk mendesain bermacam-macam produk
untuk manufaktur. Pada mulanya, pengaruh para desainer Eropa ini pada industri
sangat kecil. Namun kerja mereka menghasilkan teori-teori akhir yang mempunyai
pengaruh dan bentuk yang saat ini dikenal sebagai desain industri. Teori Eropa awal
tentang desain industri, seperti pergerakan Bauhaus, pergi diluar semata-mata
fungsionalisme. Mereka menekankan pentingnya geometri, ketepatan, kemudahan,
dan ekonomi dalam mendesain produk. Secara singkat, desainer Eropa mula-mula
percaya bahwa sebuah produk harus didesain “ dari dalam ke luar “ . Bentuk harus
mengikuti fungsi.
Konsep awal desain industri di Amerika Serikat mempunyai perbedaan yang
nyata. Pada awalnya desainer Eropa adalah arsitek dan ahli teknik. Sementara
desainer Amerika terdiri atas desainer teater dan ilustrator-artis. Tidaklah
mengherankan desainer industri di Amerika Serikat berkecimpung pada jasa
penjualan dan periklanan. Karena eksterior produk merupakan yang terpenting
sedangkan bentuk dalamnya tidaklah terlalu penting. Para perintis desain industri
14
Amerika Serikat, termasuk Walter Dorwin Teague, Norman Bel Geddes, dan
Raymond Loewy, menekankan streamlining dalam produk desainnya. Tren ini adalah
bukti terbaik produk-produk AS pada tahun 1930-an. Dari pulpen sampai ke kereta
bayi beroda empat didesain dengan menggunakan bentuk tanpa fungsi aerodinamis.
Hal itu adalah sebagai usaha menciptakan daya tarik produk. Industri mobil
menyediakan contoh lain. Bentuk mobil-mobil Eropa tahun 1930-an cukup sederhana
dan halus, sedangkan mobil-mobil AS pada masa yang sama dirancang dengan
bentuk tanpa fungsi seperti sirip-sirip ekor dan gigi bersepuh krom.
Namun menjelang tahun 1970-an, desain Eropa berpengaruh kuat terhadap
pemikiran desain industri orang Amerika, sebagian besar melalui kerja Henry
Dreyfuss dan Elliot Noyes. Tingkat persaingan yang semakin tinggi di pasaran
memakasa perusahaan untuk mencari cara untuk memperbaiki dan membuat
perbedaan produk mereka. Semakin banyak perusahaan yang menerima gagasan
bahwa peran desain industri diperlukan untuk semata-mata meningkatkan bentuk dan
penampilan. Cerita-cerita kesuksesan seperti Bell, Deere, Ford, dan IBM, secara
efektif menerapkan desain industri di berbagai tempat usaha dari perusahaan
konsultasi kecil sampai perusahaan-perusahaan manufaktur yang besar.
Perhimpunan Desainer Industri Amerika (IDSA) mendefinisikan desain
industri sebagai “jasa profesioanal dalam menciptakan dan mengembangkan konsep
dan spesifikasi guna mengoptimalkan fungsi-fungsi, nilai, dan penampilan produk
serta sistem untuk mencapai keuntungan yang mutual antara pemakai dan produsen”.
Definisi ini cukup luas untuk memasukkan kegiatan dari semua produk tim
15
pengembangan . Kenyataannya desainer industri memfokuskan diri pada bentuk dan
interaksi pemakai produk. Dreyfuss (1967) membuat daftar lima tujuan penting.
Desainer-desainer industri dapat membantu tim untuk mencapainya ketika
mengembangkan produk-produk baru :
•
Kegunaan : Hasil produksi manusia harus selalu aman, mudah digunakan,
dan intuitif. Setiap ciri harus dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan
pemakainya mengetahui fungsinya.
•
Penampilan : Bentuk, garis, proporsi, dan warna digunakan untuk
menyatukan produk menjadi satu produk yang menyenangkan.
•
Kemudahan
pemeliharaan
:
Produk
harus
juga
didesain
untuk
memberitahukan bagaimana mereka dapat dirawat dan diperbaiki.
•
Biaya-biaya rendah : Bentuk dan ciri memegang peranan besar dalam biaya
peralatan dan produksi. Karena itu, hal ini harus diperhatikan secara bersamasama oleh tim.
•
Komunikasi : Desain produk harus dapat mewakili filosofi desain perusahaan
dan misi perusahaan melalui visualisasi kulitas produk.
Desainer industri merupakan salah satu program universitas yang ditempuh
selama 4-5 tahun. Program itu mempelajari seni pahat dan bentuk, mengembangkan
gambar, presentasi, dan membuat mode dan mendapatkan pemahaman dasar tentang
material, teknik manufaktur, dan pengerjaan akhir. Dalam praktek industri, desainer
mendapatkan tambahan pembahasan tentang teknik industri dasar, lanjutan
16
manufaktur/proses-proses pabrik, dan praktek umum pemasaran. Kemampuan mereka
untuk mengekspresikan ide-idenya secara visual menunjang untuk mengembangkan
konsep yang berguna bagi tim. Walaupun ide-ide desainer industri dapat menciptakan
sebagian besar sketsa konsep, model, dan pahatan awal yang digunakan oleh tim
melalui proses pengembangan berasal dari seluruh anggota tim.
2.1.1
Pentingnya Desain Industri untuk Suatu Produk
Kebanyakan produk di pasaran diperbaiki dengan beberapa cara atau dengan
desain industri yang baik. Semua produk yang digunakan, dioperasikan, atau dilihat
oleh orang-orang amat bergantung pada ID untuk mencapai kesuksesan komersial.
Dengan adanya pemikiran ini, akan mudah menilai pentingnya desain industri
terhadap suatu produk tertentu. Untuk menjelaskan pentingnya desain industri ada
dua dimensi yaitu ergonomik dan estetis. Perhatikan kita menggunakan bentuk jamak
ergonomik untuk menampung semua aspek suatu produk yang berhubungan dengan
sisi manusia. Semakin penting setiap dimensi terhadap kesuksesan suatu produk,
semakin tergantung pula produk tersebut terhadap desain industri. Oleh karena itu,
dengan menjawab serangkaian pertanyaan dalam setiap dimensi kita dapat secara
kualitatif menilai pentingnya desain industri.
17
2.1.2
Kebutuhan-kebutuhan ergonomik
Kebutuhan-kebutuhan ergonomik dari desain industri terdiri dari :
•
Seberapa penting kemudahan pemakaian? Kemudahan pemakaian
mungkin sangat penting untuk produk-produk yang sering digunakan, seperti
sebuah fotokopi kantor, dan produk-produk yang jarang digunakan, seperti
alat pemadam kebakaran. Kemudahan pemakaian akan lebih diperlukan jika
produk mempunyai beberapa ciri atau cara mengoperasikannya yang mungkin
membingungkan dan menyebabkan frustasi pemakainya. Ketika kemudahan
pemakaian menjadi kriteria yang penting, desainer industri perlu menjamin
bahwa ciri-ciri produk secara efektif dapat memberitahukan fungsi-fungsinya.
•
Seberapa pentingnya kemudahan perawatan? Jika produk perlu diperbaiki
secara berkala, kemudahan perawatan menjadi penting. Sebagai contoh,
seorang pemakai harus dapat membersihkan kertas yang terjepit dalam sebuah
printer atau mesin fotokopi dengan mudah. Sekali lagi, adalah penting bahwa
ciri-ciri suatu produk untuk memberitahukan prosedur perawatan/perbaikan
kepada pemakainya. Bagaimanapun, dalam banyak kasus, penyelesaian yang
lebih, diperlukan untuk memenuhi perawatan secara keseluruhan.
•
Berapa banyak interaksi pemakai yang diperlukan untuk fungsi-fungsi
produk? Secara umum, semakin banyak interaksi pemakai dengan produk,
produk akan semakin tergantung pada desain industri. Sebagai contoh,
pegangan pintu biasanya hanya membutuhkan satu interaksi, sedangkan
18
sebuah komputer yang mudah dibawa membutuhkan selusin atau lebih
interaksi. Semua ini harus dipahami benar oleh desainer industri. Lebih jauh,
setiap interaksi mungkin membutuhkan suatu pendekatan desain yang berbeda
dan atau riset tambahan.
•
Berapa pembaruan yang interaksi pemakai perlukan? Suatu antarmuka
pemakai memerlukan perbaikan terhadap desain yang telah ada yang secara
relatif akan mudah dipahami untuk didesain, seperti tombol-tombol pada
mouse komputer desktop generasi yang akan datang. Semakin banyak
pembaruan pada interfase pemakai mungkin memerlukan riset yang
substansial dan studi kemungkinan, seperti jalur bola yang dibuat di dalam
pada komputer notebook PowerBook Macintosh pertama.
•
Apa pokok permasalahan keamanan? Semua produk mempunyai
pertimbangan keamanan. Untuk beberapa produk, hal ini dapat menghasilkan
tantangan yang nyata bagi tim desain. Sebagai contoh, perhatian keamanan
pada desain boneka anak lebih menonjol dibandingkan sebuah mouse
komputer baru.
2.1.3
Kebutuhan-kebutuhan Estetis
Kebutuhan-kebutuhan ergonomik dari desain industri terdiri dari :
•
Apakah diferensiasi produk visual diperlukan? Produk dengan market dan
teknologi yang stabil sangat tergantung pada desain industri untuk
19
menciptakan daya tarik estetis dan tentunya diferensiasi visual. Sebaliknya
produk seperti internal disk drive komputer, yang dibedakan oleh kinerja
teknologinya lebih sedikit tergantung pada desain industri.
•
Seberapa penting gengsi kepemilikan, kesan, dan mode? Persepsi pelanggan
terhadap suatu produk sebagian didasarkan oleh daya tarik estetis. Produk
yang menarik mungkin diasosiasikan dengan mode dan kesan yang tinggi.
Pada akhirnya hal itu akan menciptakan perasaan gengsi yang tinggi pada
pemiliknya. Hal ini mungkin berlawanan dengan suatu produk yang terlihat
dan terasa kasar atau konservatif. Ketika karakteristik seperti itu penting,
desain industri akan memainkan peranan penting dalam menentukan
kesuksesan akhir.
•
Akankah suatu produk estetis memotivasi tim? Suatu produk yang
mempunyai daya tarik estetis dapat membangkitkan perasaan bangga di antara
para staf desain dan manufaktur. Kebanggaan tim dapat memotivasi dan
menyatukan setiap orang yang berhubungan dengan proyek. Konsep awal
desain industri memberikan tim suatu visi konkrit terhadap hasil akhir usaha
pengembangan.
Untuk mendemonstrasikan metode ini, kita dapat mengajukan pertanyaan di
atas untuk menilai pentingnya desain industri dalam pengembangan Motorola
StarTAC. Tabel 2.1 memperlihatkan hasil-hasil dari analisis seperti ini. Kita
menemukan bahwa ergonomik dan estetis sangat penting untuk StarTAC. Jadi desain
20
industri benar-benar memegang peranan penting dalam menentukan faktor
kesuksesan produk yang dianggap kritis.
Tabel 2.1 Penilaian Tingkat Kepentingan Desain Industri untuk StarTAC♣
Kebutuhankebutuhan
Ergonomik
Level Kepentingan
Rendah
Menengah
Penjelasan peringkat
Tinggi
StarTAC sangat penting
Kemudahan
untuk telepon yang dapat
Pemakaian
dibawa
kemanapun.
Mungkin sering digunakan
secara berkala, diperlukan
untuk situasi darurat, dan
dapat
dioperasikan
oleh
pengemudi mobil ketika
menyetir. Fungsi produk
harus
mampu
memberitahukan
melalui
desainnya.
Kemudahan
♣
Sumber : Perancangan & Pengembangan Produk, Ulrich hal.204.
Seperti
banyak
produk
21
Perawatan
elektronik
integrated
lainnya produk itu hanya
memerlukan
sedikit
perawatan.
Kuantitas Interaksi
Terdapat banyak interaksi
Pemakai
pemakai seperti mengganti
baterai,
dialing,
memprogram
ciri-ciri,
mengirim dan menerima
panggilan.
Pembaruan
Keputusan
Interaksi
berhubungan
Pemakai
beberapa
pelanggan
desain
yang
dengan
interaksi
dipermudah
seperti keypad nomor. Pada
keypad terdapat data faktor
manusia
yang
dimensi-dimensi
mendikte
dasar.
Bagaimanapun antarmuka
22
lainnya seperti tutup engsel
yang
melipat
dan
membuka telepon, cukup
berbeda
dari
model
terdahulu dan karenanya
memerlukan
studi
yang
teliti.
Keamanan
Terdapat
banyak
permasalahan
pokok
keamanan
pada desain industri untuk
dipertimbangkan
StarTAC
itu
Bagaimanapun
pelanggan
telepon
seluler
sejak
pada
sejumlah
perlengkapan
aksesori
didesain
keamanan,
sendiri.
menggunakan
otomobil,
perlu
oleh
untuk
kenyamanan,
dan operasi bebas-tangan.
23
Estetis
Diferensiasi
Ketika
StarTac
Produk
diperkenalkan
terdapat
ratusan
model
telepon
seluler
di
pasaran.
Penampilannya (termasuk
ukuran
dan
sangatlah
bentuknya)
penting
untuk
diferensiasi.
Gengsi
StarTAC
dimaksudkan
kepemilikan,
untuk menjadi produk yang
mode atau kesan
terlihat
bergengsi
untuk
pebisnis dan komunikasi
perorangan
publik.
secara
pada
area
StarTAC
harus
fisik
terlihat
menarik untuk penggunaan
sehari-hari.
24
Motivasi Tim
Pembaruan
bentuk
StarTAC berubah menjadi
inspirasi penting untuk tim
pengembangan
dan
mengandung nilai jual bagi
manjemen senior.
Download