Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi Volume 9, No.1, Tahun 2014 20

advertisement
ANALISIS EFEKTIFITAS PENERIMAAN PAJAK HOTEL, PAJAK REKLAME
DAN PAJAK PENERANGAN JALAN TERHADAP EFEKTIFITAS
PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI LAMPUNG
Rifki Sudibyo, Indra Pahala
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
This research objectives were to know Effectiveness of Hotel Tax, Advertisement Tax,
and Street Lighting Tax on Effectiveness of Local Original Income (PAD). The factors
that were tested in this research are Hotel Tax, Advertisement Tax, and Street Lighting
Tax as independent variable, whereas Local Original Income (PAD) as dependent
variable. Sample of this research are 10 Regency/ City in Lampung Province (20082012). This research used the secondary data and the method teqhnique of sample
selection with purposive sampling. The tool of analysing data is multiple linear
regression at significancy 5%. As a result of testing hypothesis partially on
Advertisement Tax and Street Lighting Tax had a positive effect significant on Local
Original Income (PAD). However, no evidence was found that the hotel tax has
significant results, although the positive effect on Local Original Incame (PAD).
Keywords : Hotel Tax, Advertisement Tax, Street Lighting Tax, Local Original Income
(PAD), Local Tax, Tax Effectiveness.
untuk melaksanakan pembangunan bagi
I. PENDAHULUAN
Pajak adalah penerimaan pemerintah
seluruh rakyat Indonesia. Pajak dipungut
yang paling sentral, hal ini dikarenakan
dari
sumbangan
pajak
anggaran
menjadi salah satu kewajiban yang dapat
pemerintah
sangatlah
besar. Pajak
dipaksakan penagihannya. Pembangunan
merupakan
salah
bagi
satu
sumber
penerimaan Negara yang digunakan
warga
nasional
Negara
Indonesia
Indonesia
pada
dan
dasarnya
dilakukan oleh masyarakat bersama-
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
20
sama pemerintah. Oleh karena itu peran
atau badan yang akan mengiklankan
masyarakat
produknya
dalam
pembiayaan
dengan
menggunakan
pembangunan harus terus ditumbuhkan
pemasangan reklame sebagai salah satu
dengan
kesadaran
alat promosi. Setiap orang pribadi atau
kewajibannya
Badan yang bertindak untuk dan atas
meningkatkan
masyarakat
tentang
membayar pajak.
namanya sendiri atau untuk dan atas
Dari beberapa komponen pajak
nama
pihak
lain
yang
menjadi
daerah diatas yang dikelola oleh Provinsi
tanggungannya yang menyelenggarakan
Lampung, penulis tertarik untuk meneliti
Reklame (Peraturan Daerah Kota Bandar
Pajak Hotel, Pajak Reklame, dan Pajak
Lampung, 2011). Dalam hal ini berarti
Penerangan Jalan yang ada di Provinsi
tidak menutup kemungkinan Provinsi
Lampung. Tanpa masyarakat sadari
Lampung memiliki potensi yang besar
akhir-akhir ini di Provinsi Lampung
untuk
mulai banyak hotel-hotel baru didirikan,
sektor pajak reklame.
hal ini dikarenakan sektor pariwisata
memperoleh
Selain
pajak
pendapatan
hotel
dan
dari
pajak
Provinsi Lampung sedang berkembang
reklame, komponen pajak daerah lainnya
sehingga banyak pelancong baik dari
yang menarik untuk diteliti adalah pajak
dalam
Provinsi
penerangan jalan. Pajak penerangan
berkunjung
jalan ini sangat dibutuhnkan bagi semua
tempat-tempat
orang yang akan melakukan aktivitasnya
maupun
Lampung
untuk
dari
luar
beramai-ramai
menikmati
pariwisata yang terdapat di Provinsi
pada
Lampung.
penerangan jalan umum akan sangat
Tidak hanya itu, secara kasat mata
malam
membantu
hari.
Fungsi
kelancaraan
dari
kegiatan
banyak juga reklame jenis outdoor
ekonomi
maupun indoor dalam bentuk poster,
Lampung, sehingga masyarakat yang
spanduk,
billboard
akan menjalankan usahanya pada malam
raksasa terdapat hampir di sepanjang
hari tidak akan terganggu oleh masalah
jalan
penerangan.
baliho,
Provinsi
hingga
Lampung.
Dengan
khususnya
Tidak
di
hanya
Provinsi
bagi
bertambahnya jenis reklame yang bisa
masyarakat yang akan melakukan usaha
dimanfaatkan oleh pihak perusahaan
pada malam hari, manfaat lain juga
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
21
dapat
dirasakan
oleh
masyarakat
sebagai
pendapatan
pengguna jalan. Mereka tidak akan
daerah
yang
kesulitan berkendara karena sepanjang
peraturan
jalan yang mereka lalui sudah terpasang
peraturan perundang-undangan. Menurut
penerangan jalan.
UU Nomor 25 Tahun 1999, definisi dari
Penelitian
tentang
Analisis
yang
dipungut
daerah
Pendapatan
Asli
diperoleh
berdasarkan
sesuai
dengan
Daerah
adalah
Efektifitas Pajak Hotel, Pajak Reklame,
penerimaan yang diperoleh dari sumber-
dan Pajak Penerangan Jalan terhadap
sumber
Efektifitas Pendapatan Asli Daerah di
dipungut
Provinsi Lampung untuk memberikan
perundang-undangan
yang
bukti empiris sebagai berikut : (1) Untuk
Pendapatan
Daerah
yang
mengetahui
selanjutnya
PAD
adalah
efektifitas
Pajak
Hotel
dari
wilayah
sendiri
berdasarkan
Asli
disingkat
yang
peraturan
berlaku.
terhadap efektifitas Pendapatan Asli
pendapatan yang diperoleh daerah yang
Daerah (PAD) di Provinsi Lampung. (2)
dipungut berdasarkan peraturan daerah,
Untuk
definisi ini dinyatakan oleh Darise
mengetahui
efektifitas
Pajak
Reklame terhadap efektifitas Pendapatan
Asli
Daerah
(PAD)
Lampung.
(3)
efektifitas
Pajak
Untuk
di
(2008:135).
Provinsi
mengetahui
Penerangan
Efektifitas
Jalan
Efektifitas yaitu hubungan antara
terhadap efektifitas Pendapatan Asli
output dan tujuan atau dapat juga
Daerah (PAD) di Provinsi Lampung.
dikatakan merupakan ukuran seberapa
jauh tingkat output tertentu, kebijakan
II. KAJIAN PUSTAKA DAN
dan prosedur dari organisasi. Efektivitas
PENGEMBANGAN HIPOTESIS
juga
Kajian Pustaka
keberhasilan suatu operasi pada sektor
Pendapatan Asli Daerah
publik sehingga suatu kegiatan dikatakan
Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun
2004 tentang perimbangan keuangan
antara pemerintah pusat dan daerah,
pendapatan asli daerah didefinisikan
berhubungan
dengan
derajat
efektif jika kegiatan tersebut mempunyai
pengaruh besar terhadap kemampuan
menyediakan
pelayanan
masyarakat
yang merupakan sasaran yang telah
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
22
ditentukan (Simanjuntak dalam Dewi,
yang
dkk., 2013).
berdasarkan peraturan perundangan yang
Selanjutnya
(2002)
dalam
Handayani
bahwa
menurut
Indrakusuma
(2011)
efektivitas
Mardiasmo
dan
mengemukakan
digunakan
seimbang,
berlaku
dapat
dipaksakan
digunakan
penyelenggaraan
untuk
pemerintah
dan
pembangunan daerah (Sugianto,2008).
untuk
mengukur keberhasilan hubungan antara
Pajak Hotel
hasil pungutan suatu pajak dengan
tujuan atau target yang telah ditetapkan.
Dari beberapa pendapat di atas
Menurut Siahaan (2005;300) Pajak
Hotel adalah bangunan yang khusus
disediakan bagi orang untuk dapat
mengenai efektifitas, dapat disimpulkan
menginap/isitirahat,
bahwa efektifitas adalah suatu ukuran
pelayanan, dan atau fasilitas lainnya
yang menyatakan seberapa jauh target
dengan dipungut bayaran, termasuk
(kuantitas,kualitas dan waktu) yang telah
bangunan
dicapai oleh manajemen, yang mana
dikelola, dan dimiliki oleh pihak yang
target tersebut sudah ditentukan terlebih
sama,
dahulu. Hal ini sesuai dengan pendapat
perkantoran.
yang dikemukakan oleh Hidayat (1986)
H1:
dalam Wardani,
dkk.
(2011)
memperoleh
lainnya
kecuali
yang
oleh
Terdapat
menyatu,
pertokoan
pengaruh
dan
pada
yang
efektifitas Pajak Hotel terhadap
menjelaskan bahwa efektifitas adalah
efektifitas Pendapatan Asli Daerah
suatu ukuran yang menyatakan seberapa
Provinsi Lampung.
jauh target (kuantitas, kualitas dan
waktu) telah tercapai. Dimana makin
Pajak Reklame
besar persentase target yang dicapai,
Sesuai
makin tinggi efektifitasnya.
dengan
Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 1 angka 26
dan 27, Pajak Reklame adalah pajak atas
Pajak Daerah
penyelenggaraan reklame. Sedangkan
Pajak daerah adalah iuran wajib
yang dimaksud dengan reklame adalah
yang dilakukan oleh pribadi atau badan
benda, alat, perbuatan atau media yang
kepada daerah tanpa imbalan langsung
bentuk dan corak ragamnya dirancang
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
23
untuk
tujuan
komersial
keuangan derah yang terdapat di BPK
menganjurkan,
(Badan Pemeriksa Keuangan) pusat pada
mempromosikan, atau untuk menarik
tahun 2008-2012 ada sebanyak 14
perhatian umum terhadap barang, jasa,
Kabupaten/ Kota. Data yang digunakan
atau badan, yang dapat dilihat, dibaca,
dalam
didengar, dirasakan, dan atau dinikmati
sekunder berupa Laporan Keuangan
oleh umum.
Daerah yang diperoleh dari Badan
memperkenalkan,
H2: Terdapat
pengaruh
efektifitas
Pajak
pada
Reklame
penelitian
ini
adalah
Pemeriksa
Keuangan.
penggunaan
sampel
terhadap efektifitas Pendapatan
bergantung
Asli Daerah Provinsi Lampung.
persyaratan, seperti :
data
Adapun
lebih
kepada
lanjut
pemenuhan
1. Seluruh kabupaten/ kota di Provinsi
Lampung yang telah dikukuhkan
Pajak Penerangan Jalan
Menurut Ahmad Y (2008:56) dalam
sejak tahun 2008-2012.
Nurzanah menyatakan bahwa Pajak
2. Seluruh kabupaten/ kota di Provinsi
Penerangan Jalan adalah pajak atas
Lampung yang telah menyerahkan
penggunaan
data
tenaga
listrik,
dengan
laporan
keuangan
berupa
ketentuan bahwa di wilayah daerah
Laporan Realisasi APBD (LRA)
tersebut tersedia penerangan jalan yang
tahun
rekeningnya dibayar oleh pemerintah
Pemeriksa Keuangan.
2008-2012
ke
Badan
daerah.
H3 :
Terdapat
pengaruh
pada
efektifitas Pajak Penerangan Jalan
B. Variabel dan Pengukurannya
1. Variabel Tidak Bebas (Dependent
terhadap efektifitas Pendapatan
Variable)
Asli Daerah Provinsi Lampung.
Menurut
Pendapatan
Darise
Asli
Daerah
yang
PAD
adalah
III. METODE PENELITIAN
selanjutnya
A. Data dan Sampel
pendapatan yang diperoleh daerah yang
Berdasarkan objek penelitian yang
akan
diteliti,
jumlah
data
laporan
disingkat
(2008:135)
dipungut berdasarkan peraturan daerah.
Sedangkan menurut UU Nomor 25
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
24
Tahun 1999, definisi dari Pendapatan
termasuk jasa terkait lainnya dengan
Asli Daerah adalah penerimaan yang
dipungut bayaran, yang mencakup juga
diperoleh
dari
motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma
wilayah
sendiri
berdasarkan
sumber-sumber
yang
peraturan
dari
dipungut
perundang-
pariwisata,
pesanggrahan,
rumah
penginapan dan sejenisnya, serta rumah
kos dengan jumlah kamar lebih dari
undangan yang berlaku.
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi
sepuluh.
Menurut
Siahaan
pokok
(2005:305)
Daerah, Hasil pengelolaan kekayaan
besaran
Pajak
Hotel
yang
daerah yang dipisahkan dan Lain-lain
terhutang secara umum dapat diukur
PAD yang sah. Dengan demikian, PAD
dengan rumus sebagai berikut:
dapat diukur dengan rumus sebagai
berikut:
Sedangkan
menurut
Abdul
Halim
(2001:129) di dalam jurnal Nugraha dan
Sedangkan menurut Abdul Halim
(2001:129), untuk menghitung efektifitas
Triantoro (2004), efektifitas Pajak Hotel
dapat diukur dengan rumus:
Pendapatan Asli Daerah dapat diukur
dengan rumus:
b. Pajak Reklame
Sesuai
dengan
Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2009
2. Variabel Bebas (Independent Variable)
Reklame
a. Pajak Hotel
Sesuai
dengan
Pasal 1 angka 26 dan 27, Pajak
Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 1 angka 20
dan 21, Pajak Hotel adalah pajak atas
pelayan yang disediakan oleh hotel.
Sedangkan yang dimaksud dengan hotel
adalah fasilitas penyedia jasa penginapan
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
adalah
penyelenggaraan
Sedangkan
yang
pajak
atas
reklame.
dimaksud
dengan reklame adalah benda,
alat, perbuatan atau media yang
bentuk
dan
corak
ragamnya
dirancang untuk tujuan komersial
25
memperkenalkan, menganjurkan,
rekeningnya dibayar oleh pemerintah
mempromosikan,
untuk
daerah. Suatu kegiatan dikatakan efektif
umum
jika
menarik
atau
perhatian
kegiatan
tersebut
mempunyai
atau
pengaruh besar terhadap kemampuan
badan, yang dapat dilihat, dibaca,
menyediakan pelayanan masyarakat yang
didengar, dirasakan, dan atau
merupakan sasaran yang telah ditentukan
dinikmati
(Simanjuntak dalam Dewi, dkk., 2013).
terhadap
barang,
jasa,
oleh
umum.
Siahaan
(2005:305)
Menurut Siahaan (2005:414) besaran
besaran pokok Pajak Reklame
pokok Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang
yang terhutang secara umum
terhutang secara umum dapat diukur
dapat
dengan rumus sebagai berikut:
Menurut
diukur
dengan
rumus
sebagai berikut:
Sedangkan menurut Syafri Daud
Sedangkan menurut Abdul
dalam Abdul Halim (2001:155-156) di
Halim (2001:129) di dalam jurnal
dalam jurnal Nugraha dan Triantoro
Nugraha dan Triantoro (2004),
(2004), efektifitas Pajak Penerangan
efektifitas Pajak Reklame dapat
Jalan dapat diukur dengan rumus:
diukur dengan rumus:
C. Model Penelitian
c. Pajak Penerangan Jalan
Menurut Ahmad Y (2008:56) dalam
Nurzanah
menyatakan
bahwa
Pajak
Keterangan:
Penerangan Jalan adalah pajak atas
Y
= Pendapatan Asli Daerah
penggunaan
dengan
X1
= Pajak Hotel
ketentuan bahwa di wilayah daerah
X2
= Pajak Reklame
tersebut tersedia penerangan jalan yang
X3
= Pajak Penerangan Jalan
tenaga
listrik,
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
26
β1, β2, β3
= Koefisien Regresi
Tulang Bawang Barat baru dikukuhkan
e
= error
oleh Provinsi Lampung sebagai bagian
dari kabupaten/ kota yang terdapat di
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Terdapat 14 kabupaten/ kota di
Lampung
sehingga tidak
dijadikan sampel. Oleh karena itu,
A. Statistik Deskriptif
Provinsi
Provinsi Lampung
yang
dijadikan
jumlah sampel keseluruhanmenjadi 10
kabupaten/
kota
yang
terdapat
di
populasi, untuk diteliti. Namun pada
Provinsi Lampung dalam lima periode
tahun 2010-2012, Kab. Pesawaran, Kab.
berjumlah 50.
Pringsewu, Kab. Mesuji, dan Kab.
Pajak Hotel
Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
Pendapatan Asli Daerah
Valid N (listwise)
Std.
N Minimum Maximum
Mean
Deviation
50
48.00
400.50 130.8662
69.26487
50
11.10
257.98 121.7110
48.91974
50
81.38
188.84 120.0268
20.90459
50
10.29
163.78 96.8356
33.08352
50
nilai signifikansi Kolmogorov smirnov Z
B. Hasil Uji Asumsi Klasik
hipotesis
> 0,05, sehingga dapat disimpulkan
dilakukan, terlebih dahulu akan diuji
bahwa residual dalam model regresi
beberapa
uji
berdistribusi normal. Deteksi adanya
normalitas, uji multikolinearitas, uji
autokorelasi bisa dilihat dari besaran
heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Durbin
Uji normalitas data dilakukan dengan
heteroskedastisitas dengan Uji Glejser.
One Sample Kolmogorov Smirnov test.
Model ini lolos uji asumsi klasik (lihat
Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa
lampiran).
Sebelum
pengujian
asumsi
klasik
yaitu
Watson.
Pendeteksian
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
27
C. Analisa Regresi dan Pengujian Hipotesis
Coefficientsa
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
B
Std. Error
Beta
t
-7.625
31.663
-.241
.040
.065
.085 .626
.205
.095
.303 2.168
Sig.
.811
.534
.035
.391 2.792
.008
Model
1
(Constant)
Pajak Hotel
Pajak Reklame
Pajak Penerangan
.618
.221
Jalan
a. Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah
2. Pengujian hipotesis kedua (H2)
1. Pengujian hipotesis pertama (H1)
yang
Hipotesis kedua (H2) yang diajukan
diajukan pada penelitian ini menyatakan
pada penelitian ini menyatakan bahwa
bahwa Pajak Hotel memiliki efektifitas
Pajak
terhadap Pendapatan Asli Daerah pada
terhadap
Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung
Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung
periode tahun 2008-2012. Berdasarkan
periode tahun 2008-2012. Berdasarkan
hasil uji t yang disajikan dalam Tabel
hasil uji t yang disajikan dalam Tabel
4.9, variabel Pajak Hotel memiliki
4.9, Pajak Reklame memiliki thitung =
thitung= 0,644 dengan tingkat signifikansi
2,121
sebesar 0,534. Hal ini menunjukan
sebesar 0,035. Hal ini menunjukan
bahwa ttabel > thitung (1,671 > 1,025) dan
bahwa ttabel < thitung (1,671 < 2,121) dan
nilai signifikansi variable 0,534 > 0,05.
nilai signifikansi variabel 0,035 < 0,05.
Sehingga hipotesis yang diajukan tidak
Sehingga
diterima dan dapat disimpulkan bahwa
diterima dan dapat disimpulkan bahwa
Pajak Hotel berpengaruh positif tidak
Pajak
signifikan terhadap Pendapatan Asli
berpengaruh positif signifikan terhadap
Daerah.
Pendapatan Asli Daerah.
Hipotesis
pertama
(H1)
Reklame
memiliki
Pendapatan
dengan
Reklame
Asli
tingkat
hipotesis
efektifitas
signifikansi
yang
sudah
Daerah
diajukan
efektif
dan
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
28
pengujian
3. Pengujian hipotesis ketiga (H3)
Hipotesis ketiga (H3) yang diajukan
dan
analisis
yang
dilakukan dalam penelitian ini, maka
pada penelitian ini menyatakan bahwa
kesimpulan
Pajak
diantaranya adalah sebagai berikut:
Penerangan
Jalan
memiliki
telah
yang
dapat
diambil
efektifitas terhadap Pendapatan Asli
1. Hasil pengujian hipotesis secara
Daerah Kabupaten/ Kota di Provinsi
parsial menunjukkan bahwa Pajak
Lampung periode tahun 2010-2012.
Reklame dan Pajak Penerangan Jalan
Berdasarkan hasil uji t yang disajikan
memiliki
dalam Tabel 4.9, Pajak Penerangan Jalan
terhadap Pendapatan Asli Daerah
memiliki thitung = 2,853 dengan tingkat
pada Kabupaten/ Kota yang terdapat
signifikansi sebesar 0,008. Hal ini
di Provinsi Lampung periode 2008-
menunjukan bahwa ttabel < thitung (1,671 <
2012. Akan tetapi tidak ditemukan
2,853) dan nilai signifikansi variabel
bukti bahwa Pajak Hotel memiliki
0,008 < 0,05. Sehingga hipotesis yang
hasil
diajukan diterima dan dapat disimpulkan
Pendapatan
bahwa Pajak Penerangan Jalan sudah
Kabupaten/ Kota yang terdapat di
efektif
Provinsi Lampung periode 2008-
dan
berpengaruh
positif
signifikan terhadap Pendapatan Asli
Daerah.
hasil
yang
yang
signifikan
Asli
signifikan
terhadap
Daerah
pada
2012.
2. Pajak
Hotel
berpengaruh
tidak
signifikan terhadap Pendapatan Asli
Daerah. Hasil ini dapat dibuktikan
V. Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini memiliki tujuan untuk
dengan thitung= 0,644 dan tingkat
mendapatkan bukti empiris mengenai
signifikansi sebesar 0,534. Dengan
analisis efektifitas Pajak Hotel, Pajak
demikian, hipotesis yang diajukan
Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan
dalam
terhadap efektifitas Pendapatan Asli
Penerimaan
Daerah. Sampel penelitian ini adalah
Kabupaten/ Kota tidaklah sama,
Kabupaten/
setiap
Kota
yang
terdapat
di
variabel
pajak
daerah
ini
daerah
memiliki
ditolak.
setiap
prioritas
Provinsi Lampung pada periode 2008
pajak daerah mana yang paling
sampai 2012. Berdasarkan Berdasarkan
berpotensi
untuk
menghasilkan
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
29
penerimaan yang besar untuk daerah
masyarakat. Tentu saja hal tersebut
mereka.
berdampak pada penerimaan pajak
Banyak
faktor
yang
mengindikasikan Pajak Hotel di
reklame
Provinsi
sehingga pendapatan pajak reklame
Lampung
tidak
efektif
terhadap Pendapatan Asli Daerah,
di
Provinsi
Lampung,
menjadi meningkat.
salah satunya adalah pelanggaran
4. Pajak Penerangan Jalan berpengaruh
terhadap masalah perizinan. Akibat
signifikan terhadap Pendapatan Asli
pelanggaran
Pemerintah
Daerah. Hal tersebut terbukti bahwa
Daerah Provinsi Lampung secara
Pajak Penerangan Jalan memiliki
tidak langsung mengalami kerugian
thitung
lantaran
signifikansi sebesar 0,008. Oleh
tersebut,
mengalami
kebocoran
Pendapatan Asli Daerah.
3. Pajak
Reklame
=
2,853
dengan
tingkat
karena itu, hipotesis yang diajukan
berpengaruh
diterima. Pajak Penerangan Jalan
signifikan terhadap Pendapatan Asli
merupakan salah satu jenis pajak
Daerah. Berdasarkan hasil uji t,
daerah yang memiliki penerimaan
Pajak Reklame memiliki thitung =
tertinggi dibandingkan pajak-pajak
2,121 dengan tingkat signifikansi
daerah
sebesar 0,035, sehingga hipotesis
penerimaan Pajak Penerangan Jalan
yang diajukan diterima. Provinsi
disebabkan oleh penerimaan dari
Lampung mengalami perkembangan
pajak tersebut sudah sesuai dengan
dari tadi tahun ke tahun dalam
potensi riil yang dimiliki sehingga
bidang
pertumbuhannya cenderung tinggi.
pembangunan.
Dengan
perkembangan yang ada, masyarakat
lainnya.
Tingginya
5. Dengan melihat nilai F = 3,825 dan
berlomba-lomba mendirikan usaha
nilai
mereka masing-masing. Agar usaha
mengindikasikan
atau produk mereka dikenal oleh
simultan atau bersama-sama variabel
masyarakat
independen
berpengaruh
signifikan
terhadap
berlomba-lomba
luas,
merekapun
memakai
jasa
signifikansi
sebesar
0,016,
bahwa
secara
secara
variabel
reklame untuk memasarkan usaha
dependen. Hal ini dikarenakan oleh
atau
nilai
produk
mereka
kepada
tersebut
lebih
kecil
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
30
dibandingkan dengan nilai α yang
diharapakan bisa melakukan diantaranya
sebesar 0,05 atau 5%.
adalah:
1. Mengganti
alat
ukur
efektifitas
dengan kontribusi. Karena kontribusi
A. Keterbatasan Penelitian
Didalam menyusun penelitian ini,
merupakan instrumen penting untuk
ada beberapa keterbatasan yang dialami
melihat
keberhasilan
peneliti yaitu diantaranya :
Daerah
dalam
1. Penelitian ini hanya menggunakan
penerimaan pajak agar sesuai dengan
satu alat ukur yaitu efektifitas dari
potensi riil yang dimiliki oleh daerah
semua variabel.
tersebut.
2. Koefisien determinasi yang masih
Pemerintah
mencapai
target
2. Koefisien determinasi sebesar 14,7
tergolong rendah pada penelitian ini
%
mencerminkan
masih
lemahnya
banyak faktor dari komponen Pajak
kemampuan
ketiga
variabel
Daerah yang mampu menjelaskan
menjelaskan
Pendapatan Asli Daerah pada suatu
independen
dalam
variasi variabel dependen.
menunjukkan
masih
terdapat
provinsi. Contohnya di Provinsi
3. Penelitian ini hanya menggunakan 5
Lampung, masih terdapat beberapa
tahun pengamatan, yaitu tahun 2008
komponen
dan 2012 dan jumlah sampel yang
Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak
masuk ke dalam penelitian ini hanya
Mineral Bukan Logam dan Batuan,
terfokus pada Pajak Hotel, Pajak
Pajak Air Tanah, Pajak Sarang
Reklame, dan Pajak Penerangan
Burung Walet, Pajak Bumi dan
Jalan pada seluruh Kabupaten/ Kota
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan,
yang terdapat di Provinsi Lampung.
dan Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan
Bangunan,
Daerah
karena
seperti
setiap
provinsi memiliki komponen Pajak
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang
ada, maka saran yang dapat diberikan
kepada
Pajak
penelitian
berikutnya
Daerah yang beragam.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan
bisa memperluas sampel penelitian
dengan menambah jumlah periode
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
31
tahun
penelitian
dan
wilayah
penelitian agar hasil penelitian lebih
akurat dan mencerminkan keadaan
yang sebenarnya.
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
32
DAFTAR PUSTAKA
Pendapatan Asli Daerah di Kota
Darise,
Nurlan.
2008.
Akuntansi
Keuangan
Daerah
(Akuntansi
Nurzanah,
Tati
S.
2012.
Jurnal
Sektor Publik). Jakarta : PT.
Akuntansi.
Indeks.
Pendapatan Pajak Reklame dan
Dewi, Elsa K, dkk. 2013. Jurnal
Akuntansi.
Analisis
Potensi
Penerimaan dan Efektifitas Pajak
Penerangan Jalan di Kota Bukit
Abdul.
2001.
Akuntansi
Keuangan Menengah. Jakarta :
Salemba Empat.
Indrakusuma,
Pajak
Pengaruh
Penerangan
Terhadap
Jalan
Penerimaan
Pajak
Daerah di Kota Tasikmalaya.
Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung
Nomor 01 Tahun 2011 Tentang
Tinggi.
Halim,
Bandung.
Pajak Daerah.
Siahaan, Marihot P. 2005. Pajak Daerah
dan Retribusi Daerah. Jakarta :
Arieyani
W
dan
Handayani, Herniwati R. 2011.
Potensi
Penerimaan
Efektifitas
Pajak
dan
Penerangan
PT. Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang
Republik
Indonesia
Nomor 28 Tahun 29 Tentang
Pajak
Daerah
dan
Retribusi
Daerah.
Jalan Kota Semarang.
L.N, Nugraha dan Triantoro, Avrian.
2004. Jurnal Ilmu Administrasi
Vol IV No 1. Analisis Efektifitas
Pajak Hotel dan Restoran dan
Kontribusinya
terhadap
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
33
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Uji Normalitas
Skewness Kurtosis
N
Statistic
Unstandardized
Residual
Valid N (listwise)
50
Skewness
Kurtosis
Statistic Std. Error Statistic Std. Error
-.608
.337
.325
.662
50
Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz
ed Residual
N
50
a,b
Normal Parameters
Mean
.0000000
Std.
29.59747852
Deviation
Most Extreme
Absolute
.092
Differences
Positive
.077
Negative
-.092
Kolmogorov-Smirnov Z
.092
Asymp. Sig. (2-tailed)
.200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
Tolerance
VIF
1
Pajak Hotel
.951
1.052
Pajak Reklame
.889
1.125
Pajak Penerangan Jalan
.889
1.125
a. Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
34
Uji Heterokedastisitas
Model
1
(Constant)
Pajak Hotel
Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients
Coefficients
Std.
B
Error
Beta
t
Sig.
38.93
19.892
1.957 .056
1
-.035
.041
-.129 -.868 .390
-.043
.059
-.110 -.719 .476
-.055
.139
-.061 -.395 .695
a. Dependent Variable: Abres
Uji Autokorelasi
Model
1
R
.447a
Model Summaryb
Adjusted R
Std. Error of
R Square
Square
the Estimate
.200
.147
30.54737
DurbinWatson
1.914
a. Predictors: (Constant), Pajak Hotel, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan
b. Dependent Variable: Pendapatan Asli Daerah
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Volume 9, No.1, Tahun 2014
35
Download