No. SP 40/DKSN/OJK/IV/2017 SIARAN PERS TINGKATKAN

advertisement
No. SP 40/DKSN/OJK/IV/2017
SIARAN PERS
TINGKATKAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN PADA BIDANG
PERZAKATAN NASIONAL, OJK JALIN KERJA SAMA DENGAN BAZNAS
__________________________________________________________________________________
Jakarta, 20 April 2017. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini melakukan
penandatangan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) guna
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, yakni dengan cara mendorong
pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara non tunai, antara
lain melalui Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusi
(Laku Pandai).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK)
oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Ketua BAZNAS
Bambang Soedibyo di Jakarta. Ruang lingkup Nota Kesepahaman tersebut
meliputi peningkatan literasi keuangan kepada pemangku kepentingan di bidang
perzakatan nasional, dan peningkatan inklusi keuangan atas produk dan layanan
lembaga jasa keuangan kepada pemangku kepentingan di bidang perzakatan
nasional.
Bersamaan dengan penandatanganan NK ini juga ditandatangani NK antara
BAZNAS dengan UNDP sebagai salah satu implementasi dari MoU antara OJK
dengan UNDP yang telah ditandatangani pada tanggal 30 Agustus 2016 untuk
mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebagai bentuk implementasi dari Nota Kesepahaman di atas, dilakukan juga
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait sinergi pengembangan
inklusi zakat (zakat inclusion) dengan program literasi dan inklusi keuangan yang
sejalan dengan pencapaian SDGs. Tindak lanjut dari MoU ini adalah dibentuknya
pilot project penyaluran zakat secara non tunai melalui agen LAKU PANDAI di
daerah Jambi, NTB dan NTT. UNDP berperan dalam mendorong Bank
Pembangunan Daerah (BPD) dalam menyalurkan zakat yang diterima untuk
kepentingan program sosial di daerah masing-masing antara lain penyediaan air
bersih dan listrik demi tercapainya SDGs.
Zakat inclusion merupakan suatu program yang dirancang guna memasyarakatkan
zakat secara luas sehingga kegiatan berzakat dapat lebih mudah diakses atau
dilakukan oleh masyarakat.
Acara penandatanganan NK dihadiri juga oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang
Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono, Gubernur
Jambi Zumi Zola, dan Asistant Secretariat General United Nations/Regional Director
United Nations Development Programme Hao Liang Xu, serta Country Director UNDP
Indonesia Christophe Bauhet.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen,
Kusumaningtuti dalam sambutannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan
sinergi program zakat inclusion dengan program literasi dan inklusi keuangan
adalah untuk meningkatkan pemerataan pendapatan, pelayanan keuangan bagi
kelompok masyarakat yang belum memiliki akses keuangan dan program
pengentasan kemiskinan secara nasional berbasis dana zakat”
Lebih lanjut Kusumaningtuti menjelaskan bahwa melalui sinergi dimaksud,
diharapkan dapat lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui
penggunaan produk dan layanan jasa keuangan seperti pemanfaatan Agen
Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai)
untuk pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat dalam
pencapaian target SDGs khususnya terkait dengan pengentasan kemiskinan dan
pengurangan kesenjangan.
***
Untuk Informasi lebih lanjut:
Anggar B. Nuraini, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Telp:
021-29600000, Email: [email protected], www.ojk.go.id
Download