Penurunan Fertilitas di Negara Berkembang

advertisement
Kuliah I Mencakup:
1.Perkembangan Fertilitas di berbagai negara
2.Teori Kingsley Davis & Judith Blake
3.Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas
menurut Jones & Ronald Freedman
4.Pola dan Perbedaan Fertilitas Menurut Latar
Belakang Karakteristik
1. Perkembangan Fertilitas di
Berbagai Negara
(Negara-negara Maju dan Berkembang)
Transisi Demografi di Negara2 Maju
• Pada abad ke 17 dan 18 kesehatan dan kondisi
kehidupan diperbaiki di Eropa, sanitasi publik
mengurangi kejadian penyakit
• Transisi demografi di Eropa, Amerika Utara dan di
negara2 lain terjadi pada abad ke 19 dan permulaan
abad ke 20
• Di negara maju telah terjadi “completed the
demographic transition”->fertilitas dan mortalitas
pada tingkat yang rendah, natural increase kecil
• Tahap perubahan di suatu negara bervariasi tergantung
pada budaya yang ada, perkembangan ekonomi dan
faktor2 lain
Penurunan Fertilitas di Negara Maju
• Angka fertilitas menurun hampir di semua negara maju, selama
abad 19.
• Di Amerika, th.1800 TFR = 7 per wanita, menurun jadi 4 per
wanita pada permulaan abad 20, setelah tahun 1900, menurun
menjadi 2 per wanita
• Setelah PD II, TFR di negara maju sekitar 2,8, terjadi baby
boom, pada th 1970an TFR menurun seiring dengan tren adanya
penundaan perkawinan, banyak perceraian,meningkatnya
persentase wanita yang masuk Perguruan Tinggi, bekerja diluar
rumah
• Th 1980 an TFR menurun lagi menjadi kurang dari 2,1 per
perempuan.Pada tahun 2000, TFR tetap dibawah 2,1 hampir di
semua negara maju
• Ada pula TFR 1,2 atau kurang di negara2 Czech, Italia, Spanyol
Perkembangan Fertilitas di Negara Maju
(lanjutan)
• Fertilitas rendah yang berkelanjutan di negara
Eropa dan negara maju tidak nampak di teori
“klasik transisi demografi”, dimana dianggap
bahwa fertilitas akan stabil pada replacement
level dan pertumbuhan penduduk akan ada
ditempat yang sama pada jangka panjang.
Ternyata fertilitas rendah akan menuju
penurunan jumlah penduduk jika tidak ada
immigrasi yang besar
Amerika Serikat
• Amerika Serikat negara maju yg jumlah
penduduknya terbanyak ketiga, mempunyai TFR
lebih tinggi daripada negara2 maju lain selama 25
tahun terakhir. Banyak suku dan etnik di Amerika
dan immigrasi dari negara2 dimana keluarga besar
merupakan norma (tidak semua). Setelah turun
dibawah 1,8 pada pertengahan th 1970 an, TFR di
Amerika menjadi sekitar 2,0 pada dekade terakhir.
Kondisi Kependudukan di Negara Maju
Saat Ini
• Di negara yang telah mempunyai fertilitas
rendah sudah memasuki apa yang disebut
sebagai “second demographic transition”
dimana fertilitas turun dibawah 2 anak. Transisi
ini berhubungan dengan pendidikan yang lebih
tinggi dan kesempatan kerja untuk perempuan,
ketersediaan kontrasepsi yang efektif,
pergeseran dari perkawinan formal, diterimanya
kelahiran anak diluar perkawinan,
meningkatnya individualime dan materialisme.
Negara2 Eropa
• Di negara2 Eropa, penduduk muda
menurun karena telah lama mengalami lowfertility. Pertumbuhan yang stagnant atau
bahkan menurun.
• Tantangannya –pekerja yang sedikit
harus mensupport pension dan sosial
security penduduk lansia
Transisi Demografi di Negara2
Berkembang
• Terjadi pada pertengahan abad 20, yaitu sekitar
1950 an, dimana mulai tersedia pelayanan
kesehatan modern, perbaikan nutrisi, perluasan
jaringan transportasi,diantara faktor2 lainnya 
menyumbang ke penurunan Mortalitas yang
cepat, sementara fertilitas masih relatif tinggi 
sehingga terjadi “peledakan penduduk” di
negara2 sedang berkembang.
Transisi Demografi Di Negara2 Berkembang
• Di negara berkembang transisi demografi
pada tahap intermediate-> fertilitas dan
mortalitas menurun pada berbagai rate,
tetapi relatif masih tinggi, dibandingkan
dengan negara2 maju
• Tahap perubahan di suatu negara
bervariasi tergantung pada budaya yang
ada, perkembangan ekonomi dan faktor2
lain
Penurunan Fertilitas di Negara Berkembang
• Pada awal abad 20, yaitu th 1900 negara2 di
Asia, Afrika, dan negara Amerika Latin, masih
dalam tahap “predemographic transition”
dimana fertilitas dan mortalitas masih sangat
tinggi
• Negara Mexico (sebagai gambaran negara2
berkembang). Setelah tahun 1900, angka
kematian menurun dengan sangat cepatmungkin karena praktek dan pengetahuan
mengenai kesehatan masyarakat meluas dengan
cepat, dan tersedia secara meluas.
Negara Mexico
• Penurunan mortalitas dengan fertilitas yang masih
tinggi, angka pertumbuhan Mexico meningkat dari
1% pada permulaan th 1900 menjadi 2,7 % pada
tahun 1950an. Penduduk Mexico menjadi 2 kali
lipat dari 14 juta menjadi 26 juta dalam periode
1900-1950.
• Kebijakan untuk menurunkan fertilitas, perbaikan
komunikasi,transportasi serta penyebaran
informasi KB fertilitas menurun pada tahun
1970an
Penurunan Fertlitas di Negara Berkembang
(lanjutan)
• Th. 1950an, TFR di negara berkembang 6,2 , di Afrika
6,7 dan 5,9 di Asia dan Amerika Latin&Karibia.
Fertilitas tinggi, mortalitas menurun,  ledakan
penduduk.
• Th. 1960an mendapat perhatian luas, ada usaha
Internasional untuk memperlambat pertumbuhan
penduduk dengan menurunkan fertilitas.
• Fertilitas menurun, tetapi jalan menuju fertilitas yang
lebih rendah bervariasi. Th 2003 TFR di Asia 2,6 <
separoh TFR th.1950an, Amerika latin dan Karibia 2,7
dari 5,9 pd th 1950
Penurunan Fertilitas di Negara Berkembang
(Lanjutan)
• China pada th 2003 TFR=1,7, jauh lebih rendah
dari negara2 Asia.
• China telah mengalami “Completed Transition”
fertilitas dibawah replacement level. Negara
Brazil, CostaRica,Korea dan Thailand juga
mempunyai TFR dibawah 2,1. Laju dari struktur
penduduk muda menjamin pertumbuhan
berkelanjutan dari negara2 ini.Ada Population
Momentum.
Negara “Middle Group”
• Sebagian terbesar negara berkembang yang
merupakan 53% penduduk dunia –
merupakan “Middle Group” dimana TFR
turun dari 6 anak per wanita setelah th
1960an, tetapi tetap mempunyai fertilitas
diatas 2,1 anak. Yang masuk dalam
kelompok ini adalah Bangladesh,
Indonesia,India,Pakistan dan Philipina dan
Amerika Latin
Penurunan Fertilitas di Negara Berkembang
(lanjutan)
• Di negara2 ini fertilitas masih tinggi
• Guatemala,Bolivia, Haiti dan Paraguay TFR
masih tinggi th.2003 antara 4,1- 4,7 anak per
perempuan slm masa reproduksi
• Negara Sub Saharan Afrika fertilitas tinggi,
meskipun telah ada penurunan. Mali, Nigeria,
Uganda fertilitas juga masih tinggi.
Negara2 Yang Fertilitasnya Masih Tinggi
• Transisi di Timur Tengah (termasuk Afrika Utara
dan sebagian Asia Barat) tidak jelas, Fertilitas
masih tinggi, walau telah ada penurunan
mortalitas yang besar, Tetapi budaya tradisional di
negara seperti Yaman, senang dengan keluarga
besar, fertilitas tetap tinggi.
• Iran fertilitas menurun pada dekade terakhir dari
6,7 pada th 1986 menjadi 2,5 pada tahun 2003. Di
Arab proses penurunan fertilitas lambat dari 7
pada th 1960 menjadi 3,5 pada th 2003.
Keadaan Penduduk di negara berkembang
• Pertumbuhan penduduk di negara
berkembang di dunia - di daerah
urban di negara2 ini akan menyerap
paling banyak pertambahan
penduduk.Pertumbuhan yang pesat
diantara penduduk miskin,ada ledakan
penduduk muda
Kebijakan Kependudukan Pemerintah
• Di negara berkembang misalnya mendukung
KB, program kesehatan reproduksi,usaha
memperbaiki status perempuan, perempuan dapat
menentukan jumlah anak yang diinginkan
• Di negara maju seperti Eropa dan Jepang,
promosi persamaan gender di tempat kerja,
mempermudah beban mengurus anak, mendorong
perempuan untuk mau mempunyai banyak anak
• Kebijakan publik dan program untuk
mempengaruhi trend penduduk sangat kompleks
dan bermacam-macam
Perubahan Demografi
• Perubahan demografi sering membutuhkan
waktu bertahun-tahun untuk membuktikannya 
hal ini menyulitkan untuk meprediksi :
- Bagaimana kegiatan2 sekarang akan
mempengaruhi jumlah dan distribusi penduduk
dimasa yang akan datang
- Apakah perubahan kecil dalam
kecenderungan melahirkan anak mempunyai
implikasi yang besar untuk jumlah penduduk
dimasa yang akan datang
Abad 20 dan Penduduk Dunia
Pada abad ke 20 telah terjadi, perubahan sosial
dan teknologi penurunan Fertilitas dan Mortalitas.
Jumlah penduduk pada awal abad, th. 1900 ->
1,6M dan pada akhir abad menjadi 6,1 M. Di
negara maju dari th 1950 – 2000  0.8 M
menjadi 1.2 M. Sementara di negara berkembang
dari h 1950 – 2000  1.7 M menjadi 4.9 M
Abad 20 dipandang sebagai suatu keberhasilan
yang menakjubkan untuk kesehatan manusia.
Mortalitas menurun, harapan hidup meningkat di
negara2 maju, kemudian juga di negara2
berkembang.
Bagaimana pendapat tentang
kecenderungan penduduk mendatang
• Kita telah ada di Abad 21
• Walaupun fertilitas menurun diberbagai negara
tetapi penurunan mortalitas yang cepat terjadi
pertumbuhan yang tidak dapat diperkirakan di
negara2 berkembang, karena jumlah yang lahir
jauh melebihi jumlah kematian
• Pertumbuhan penduduk di negara berkembang
terus berlanjut
• Negara2 yang mempunyai sedikit anak, fertilitas
rendah jumlah penduduknya menurun  seperti
negara2 Eropa
Pertumbuhan Penduduk Terkonsentrasi di Negara2
Berkembang
(UN Pop.Division, WPProspects, The 2008 Revision, medium variant 2009)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
1950
1970
1990
MoreDC
2010
Less DC
2030
2050
Penduduk Muda (15-24)th, menjadi lebih banyak dan terkonsentrasi di Africa dan Asia.
Pada th 1950, Asia/Pas 54% = 248juta, More DC 30%=138 juta, Africa 9%=43juta dan
Am.Latin/Car 7%= 32 juta.
Pada th.2050, diperkirakan, AsPas 53% = 639 juta, More DC 11% = 134juta,
Africa 29%= 348 juta, Am.Lat/Car 7%= 87%
7
11
7
9
30
29
54
53
More DC
AsPas
Africa
AmLat,Car
More DC
AsPas
Africa
Amlat/Car
Realitas Demografi
• Apakah akan mengalami ledakan penduduk atau
penurunan fertilitas ? Keduanya -> Ada
kecenderungan yang berlawanan pertumbuhan
penduduk dan penurunan penduduk – memerlukan
kebijakan yang berbeda dan ketidakpastian.
• Realitas demografi lebih kompleks dan tidak menentu
daripada perkiraan dikotomi.
• Harus memperhatikan jumlah penduduk menurut
umur, pendidikan, dan karakteristik lainnya untuk
mempelajari hubungan antara perubahan penduduk
dengan kecenderungan ekonomi, lingkungan dan
politik
TFR di Beberapa Negara Maju dan Negara
Berkembang Th. 2011
• Negara Maju: Amerika Serikat, Inggris,
Perancis 2,0 Kanada 1,7 Italia 1,5 Spanyol 1,4
German 1,4 Negara Eropa Timur 1,5 (Czech,
Bulgaria, Hongaria 1,3)
• Negara Berkembang: Nigeria 5,7 Ghana 4,1
Uganda 6,4 Zimbabwe 4,1 Mexico 2,3 Argentina
2,4 India 2,6 Indonesia 2,3 Thailand 1,6
• Negara NIC (New Industrial Country) China
1,5 Jepang 1,4 Korea selatan 1,2 Singapura 1,2
2.Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Fertilitas
Menurut
Kingsley Davis & Judith Blake
Kerangka sebab akibat:
Intermediate var./Variabel antara /Proximate Determinants.
adalah: faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi
fertilitas
Faktor-faktor lain misalnya variabel sosial ekonomi dan
budaya akan mempengaruhi fertilitas secara tidak
langsung dengan melalui intermediate variables/var. antara
/Proximate Determinants
Faktor Sosial
Ekonomi dan
Budaya
Intermediate Var/
Proximate Determinant
Fertilitas
Tahap-tahap Proses Reproduksi
Dalam proses reproduksi ada 3 tahap yaitu:
• Tahap Hubungan kelamin (Intercourse)
• Tahap konsepsi(Conseption) - Pembuahan
• Tahap Gestasi (Gestation) – Masa kehamilan
Faktor-faktor yang langsung mempunyai
kaitan dengan ketiga tahap reproduksi
disebut variabel antara/Intermediate
Variable
Variabel Antara/Intermediate Variable
1.Umur Kawin Pertama
2.Selibat permanen (proporsi wanita yang tidak
pernah melakukan hub. Seksual)
3.Lamanya periode reproduksi (freq divorce,
janda, re married)
4.Abstinence sukarela /voluntary abstinence
(postpartum,terminal,occasional,gestitional,mestru
al)
5.Abstinence terpaksa /involuntary abstinence
(impotence,illness and temporary
seperation/migrant labour)
6.Frekuensi intercourse
Variabel Antara/Intermediate Variable
(Lanjutan)
7. Ketidak suburan yang disengaja /voluntary sterility
(vasektomi,tubektomi)
8.Ketidak suburan yang tidak disengaja /involuntary
sterility (postpartum infecundability,terminal)
9.Kontrasepsi
10.Induced abortion /mortalitas janin yang
disengaja/voluntary foetal abortion
11.Spontaneous abortion /mortalitas janin yang tidak
disengaja/ involuntary foetal abortion/miscarriages
Tiga Tahap Reproduksi dan Variabel Antara
yang Mempengaruhi Fertilitas
1. Variable intercourse (hubungan kelamin) dipengaruhi oleh: Umur memulai hubungan kelamin (Umur kawin pertama) –
Selibat permanen – Lamanya periode reproduksi – Abstinensi
sukarela – Abstinensi terpaksa – Frekuensi hub. kelamin
2. Variable Conception (pembuahan) dipengaruhi oleh –
Kesuburan/ketidak suburan yang disengaja –
Kesuburan/ketidaksuburan tidak disengaja - Kontrasepsi
3. Variable gestation (kehamilan), dipengaruhi oleh
- Mortalitas janin yang tidak disengaja/spontaneous/keguguran
- Mortalitas janin yang disengaja/di gugurkan/aborsi
Nilai negatif atau positif terhadap fertilitas
Ke 11 variabel antara masing-masing dapat
mempunyai akibat negatif/minus atau positif/plus
terhadap fertilitas.
Ke 11 variabel antara tersebut ada dalam setiap
masyarakat, dan masing-masing variabel dapat
menurunkan/minus atau mempertinggi/positif
terhadap fertilitas.
Variable Intercource
Dipengaruhi oleh: - UKP – Selibat permanen –
Lamanya periode reproduksi – Abstinensi
sukarela – Abstinensi terpaksa – Frekuensi hub.
kelamin  Pola Perkawinan+ Hubungan
seksual
*Hampir di semua masyarakat kelahiran terjadi dalam
perkawinan
*Tipe Perkawinan di negara Amerika Latin dan
Carabian,dimana ada legally married dan consensual
unions. Ada pula cohabitation, mis di AS, swedia dll.
Lanjutan Variable Intercourse
*UKPmempengaruhi jumlah tahun seorang
perempuan terpapar kemungkinan mempunyai
anak
*Selibat Permanentetap lajang selama hidupnya,
indikator nya proporsi mereka yang berusia (4549)
*Abstinensi Sukarelapostpartum, terminal,
occasional, gestational,menstrual
*Abstinensi terpaksa  sakit, impotensi, tidak bisa
melakukan karena terpisah (suami/isteri menjadi
buruh migran)
Variable Conception (pembuahan)
Dipengaruhi oleh
- Ketidak suburan yang disengaja/ voluntary
sterility -vasektomi dan tubektomi
- ketidaksuburan tidak disengaja -postpartum
infecundability, terminal, sterilitas/infecundity,
Kontrasepsi
Lanjutan Variable Conception
*Postpartum infecundability – seorang perempuan
setelah melahirkan ada periode tidak haid/tidak ada
ovulasi – periode postpartum amenorhae
*Sterilitas/infecundity- natural dan pathological
(infertil karena STD)
*Kontrasepsi – alat dan metode steroid untuk
menghambat konsepsi, mencegah sperma mencapai
ovum.
-banyaknya yang menggunakan kontrasepsi
-bagaimana use-effectiveness kontrasepsi itu sendiri
Variable gestation (kehamilan)
Dipengaruhi oleh
-mortalitas janin yang tidak disengaja/ spontaneous
/keguguran/involuntary abortions –involuntary foetal
mortality,miscarriages dan stillbirth
- mortalitas janin yang disengaja/digugurkan/
voluntary abortions/induced abortions – illegal
dibeberapa negara, diatur oleh undang-undang
3.Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Fertilitas
Menurut Jones (1977) & Freedman (1975)
Simple Framework for Fertility Analysis (Freedman
1975,Jones 1977)
Struktur Sosial
Ekonomi, mis:
Tk kesehat,KB,
Tk pembangun
Tk pendidikan&
Fasilitas
Lingkungan:
Perbedaan
regional dan
geografis
Karakteristik
sosial ekon:
status migrasi
agama,suku,
pendidikan
dan income
Karakeristik
Biososial:
Nutrisi&kes
kematian bayi dan
anak
Perilaku yg
berhub dgn
besar, struktur
dan formasi
kel: ideal
family size, sex
pref, biaya anak
Pengetahuan
dan perilaku
terhadap
kontrasepsi
Proxim
ate
Deter
minant
variable
F
e
r
t
i
l
i
t
y
Pola &Perbedaan Fertilitas
Menurut Latar Belakang
Karakteristik
Latar Belakang/Karakteristik Fertilitas
• Sikap dan norma terhadap –Ideal family size – Son
preference – KAP keluarga berencana
• The economics of children – analisis fertilitas pada
teori micro economi
• Nilai Anak
• Perbedaan Fertilitas diperhatikan dari :
–
–
–
–
Fertilitas dan status ekonomi
Fertilitas dan pendidikan
Fertlitas dan tempat tinggal
Fertilitas dan Pekerjaan
Ideal Family Sizes & Son Preference &KAP
Keluarga Berencana
• Pertanyaan:Menurut i/b/s berapa jumlah ideal anak yang
dipunyai
• Rata2 jumlah ideal anak tampak dalam kel masyarakat
yang mempunyai norma keluarga “besar dan kecil”
• Son Preference – memilih mempunyai anak laki2
• Banyak masyarakat, alasan mempunyai anak laki-laki –
ekonomi, sosial dan agama
• KAP KB, mel pertanyaan – apakah pernah mendengar,
apakah mengetahui ….dan apakah pernah menggunakan
suatu metode kontrasepsi
The Economics of Children
• Analisis fertilitas “Teori ekonomi Mikro”->
anak seperti durable goods (mobil, TV dll) yang
memberikan kepuasan dalam periode jangka panjang
• Teori “Consumer Behaviour” individu (disini orang tua)
-> memp sumber2 terbatas dan berusaha
memaksimalkan kepuasan dengan cara memilih diantara
barang2 yang berbeda.
• Pilihan mereka dipengaruhi oleh macam barang dan
income
• Pendekatan lain, relevan di negara berkembang,
mempunyai anak merupakan barang investasi atau
assets ekonomi
Biaya Anak
• Jika anak merupakan durable goods atau investment goods->
perlu mempertimbangkan biaya anak ada 2 macam:
1.biaya langsung/direct cost 2. Opportunity cost
Di negara maju, ada pandangan “hanya secara economi, anak
bukan investasi yang baik di negara maju.Biaya mengurus dan
membesarkan anak tinggi sementara keuntungan ekonomi rendah
Di negara berkembang, kebalikannya, biaya ekonomi rendah,
khususnya di daerah perdesaan dan kondisi anak tidak sekolah.
Dari usia muda dapat membantu penghasilan rumah tangga, dan
jika ortu menjadi tua, anak akan membantu ekonomi mereka
Teori Caldwell 1976 “ Wealth flows Theory of Fertility Decline”
Nilai Anak/ Value of Children
*Ferilitas tidak dapat dijelaskan hanya dgn teori
ekonomi, tetapi penting dilihat dari sisi non
ekonomi dan biaya anak.
*Nilai anak,definisi  sebagai kumpulan sesuatu
yang baik dimana orang tua menerima karena
mempunyai anak
Kategori Nilai Anak
• Positif general values- emotional benefits, economic
benefits dan securiy,self-enrichment and development
and achieving adult status, identification of children,
family cohesiveness and continuity
• Negative general values – emotional costs, economic
costs, restriction or opportuniy costs, phisical demands,
family costs
• Large family values- sibling relationship, sex
preverence, child survival
• Small family values – maternal health, societal costs
Pola dan Perbedaan Fertilitas
Fertility analysis umumnya variable umur dan lamanya
perkawinan digunakan sebagai control.
Dari penelitian2 yang pernah dilakukan ternyata
pengaruh beberapa faktor penentu fertilitas tidak
seperti yang ditemukan dalam generalisasi dibawah
ini misalnya:
Fertlitas dan status ekonomi, mereka yang mempunyai
status ekonomi rendah, mempunyai fertilitas tinggi
Fertilitas dan Pendidikan, makin tinggi pendidikan
menghasilkan fertilitas lebih rendah
Fertilitas dan tempat tinggal- mereka yang tinggal di
perdesaan mempunyai fertilitas yang lebih tinggi
Fertilitas dan pekerjaan – wanita yang bekerja mempunyai
fertilitas lebih rendah
Fertilitas dan Status ekonomi
Hull dan Hull (1977) di pedesaan Jawa Tengah,
isteri yang mempunyai suami berpenghasilan
tinggi mempunyai anak terbanyak. Setelah
dipelajari data proximate det. (perceraian,
voluntary abstinence,breastfeeding), disimpulkan
bahwa perbedaan ini benar. Isteri yang kurang
mampu di desa tsb. mempunyai perkawinan yang
tidak stabil, menyusui lebih lama, dan berasosiasi
dengan postartum abstinence
Fertilitas dan Pendidikan
Cohrane (1979), pendidikan wanita meningkatkan UKP, di
beberapa negara menurunkan probability pernah
kawin,mempunyai hubungan positif terhadap perilaku
KB,pengetahuan kontrasepsi yang lebih baik dan
komunikasi suami isteri
Hawthron (1972)-dalam masyarakat yang peduli
KB,tinggal di urban,pendidikan lebih tinggi dari rata2,
income lebih tinggi dari rata2 income, pendidikan
mempunyai efek pada explanatory var. yang lain seperti
perilaku terhadap ideal family size, biaya serta
keuntungan dari anak
Fertilitas Dan Pendidikan
Di beberapa negara seperti Indonesia, Hull (1977)
wanita tanpa pendidikan dan wanita berpendidikan
SMP mempunyai rata2 fertilitas lebih rendah
dibandingkan dengan wanita yang berpendidikan SD.
Hal ini terjadi juga di Nigeria dan Sembajwe
Supraptilah Bondan, data SFMI 1973, hubungan ant.
tingkat pendidikan dan fertilitas berbeda antara satu
daerah dengan daerah lain.
DHS (1991) memperlihatkan pola huruf U terbalik,
wanita tanpa pendidikan mempunyai rata2, 3,3
kelahiran, pendidikan beberapa th di SD 3,5 kelahiran
dan tamat SD 3,1 kelahiran
Fertilitas dan Tempat tinggal
Di beberapa negara, Bangladesh, Indonesia, Pakistan dan Sri
Lanka perbedaan fertilitas lebih sedikit di urban di: dengan
rural.
Di Indonesia DHS (1987) memperlihatkan fertilitas di perkotaan
lebih rendah di: kan dengan di perdesaan. TFR di urban 2,8 dan
di rural 3,6
Di Afrika 1970 an, di Kongo,Gabon, Upper Volta, Zaire fertilitas
di urban lebih tinggi di:kan di rural. Dijelaskan bahwa fasilitas
kesehatan di urban yang lebih baik mendorong menurunnya
sterilitas. Di Nigeria, fertilitas lebih tinggi di Lagos daripada di
rural. Postpartum abstinence di Nigeria berhubungan dengan
praktek lamanya menyusui, sementara di urban wanita
cenderung menyusui lebih pendek periodenya.
Fertilitas dan Pekerjaan
Ukuran yang digunakan berbeda-beda, jenis
pekerjaan, lapangan pekerjaan, status pekerjaan
Haryati Hatmadji, data Supas II, wanita yang
mengurus rumahtangga saja cenderung
mempunyai anak lebih banyak di:kan wanita
yang bekerja.(bekerja, mencari pekerjaan,
mengurus rumah tangga).Dikatakan pula bahwa
perbedaan jumlah anak antara wanita bekerja
dan yang mengurus rumah tangga lebih besar di
kota daripada di desa.
Download