Pengendalian Organisasi Yang Efektif - 201311217

advertisement
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
TUGAS KELOMPOK IV
( MATA KULIAH – PENGANTAR MANAJEMEN – GANJIL 2013)
MANAJEMEN PENGENDALIAN
ORGANINASI YANG EFEKTIF
( DOSEN : Ir. Jatmiko, MM., MBA )
Di Susun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Ade Sutisna
Alfath Rifai
Andy Prasetyo
Dessy Zaeny
Kusnandar
Nuan Anggreyani
Safriyah Lia Lestari
201312084
201312069
201312300
201311103
201311454
201311217
201312299
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
2013
2013
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas izin, rahmat
dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah dengan judul
“Pengendalian Organisasi Yang Efektif” ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas
kelompok pertama di semester pertama kami untuk mata kuliah Pengantar Manajemen.
Kami mengucakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
proses penyusunan makalah ini, khususnya kepada dosen Pengantar Manajemen Ir. Jatmiko,
MM., MBA, yang bersedia membimbing dan mengarahkan kami dalam penyusunan makalah ini.
Kami berharap agar makalah ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca
dan penulis yang lain dan menjadi acuan yang baik dan berkualitas.
2
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar ......................................................................................................................... 2
2. Daftar Isi ................................................................................................................................... 3
3. BAB I : PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang ................................................................................................................... 4
4. BAB II : PEMBAHASAN
II. Pengertian Pengendalian Manajemen ............................................................................... 6
III. Langkah-langkah Pengendalian yang Efektif ................................................................... 7
IV. Tujuan Pengendalian yang Efektif .................................................................................... 8
V. Ciri-ciri Pengendalian yang Efektif .................................................................................. 9
VI. Jenis-jenis Pengendalian yang Efektif ............................................................................ 11
VII. Macam-macam Pengendalian yang Efektif .................................................................... 13
5. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 23
6. DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 24
3
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar belakang masalah
Pada zaman yang modern ini sering kali kita jumpai permintaan pasar yang mengalami
pasang surut dalam artian ada kalanya permintaan pasar naik dan ada kalanya permintaan
pasar menurun. Itu semua dapat menyebabkan keuntungan dan kerugian disaat yang
berbeda. Misalnya disaat permintaan pasar rendah maka saat itu kita akan mengurangi
pemasokan barang dagangan sementara karyawan kita tetap dengan penghasilan yang tidak
berubah sehingga akan ditemui “ lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan “. Itu juga
dapat menyebabkan suatu perusahaan melakukan pemecatan ( PHK ) terhadap beberapa
karyawan. Sebaliknya disaat permintaan pasar naik maka suatu perusahaan akan menambah
pemasokan barang dagangan bahkan disaat permintaan pasar melonjak naik sangat tinggi
seatu perusahaan akan menambah pula karyawannya agar suatu produksi barang dapat
dikerjakan secara efektif dan efisien.
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian
dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien
berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan
jadwal. Diantara beberapa fungsi manajemen adalah pengendalian. Pengendalian berusaha
untuk mengevaluasi apakah tujuan dapat dicapai, dan apabila tidak dapat dicapai dicari
faktor penyebabnya, dengan demikian dapat dilakukan tindakan perbaikan. Dengan adanya
pengendalian juga dapat memungkinkan manajer untuk mendeteksi penyimpangan dari
4
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
perencanaan tersebut tepat pada waktunya dalam melakukan tindakan perbaikan sebelum
penyimpangan menjadi
jauh. Penggorganisasian dengan menggunakan prosedur
pengendalian dapat membantu suatu perusahaan dapat mencapai sasarannya dan
menggunakan sumberdaya yang ada secara efisien. Pengendalian yang efektif juga dapat
diterapkan agar perusahaan tetap dapat bertahan didalam pasar global yang sifatnya
musiman dan tak menentu. Pengendalian juga untuk memastikan aktivitas yang sebenarnya
sesuai atau tidak dengan aktivitas yang direncanakan.
Oleh karena masalah-masalah diatas, maka kita perlu belajar mengenai bentuk
pengendalian-pengendalian yang efektif agar kita tidak terjebak dalam zaman yang sekarang
sudah dikenal dengan globalisasi pasar (pasar global).
5
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
BAB II
PEMBAHASAN
II. Pengertian Pengendalian Manajemen
Dalam definisi Robert J. Mokler menerangkan arti pengendalian manajemen yaitu:“
pengendalian manajemen adalah usaha sistematis untuk menetapkan standar prestasi kerja
dengan tujuan perencanaan, untukk mendesain sistem umpan balik informasi, untuk
membandingkan prestasi yang sesungguhnya dengan standar yang telah ditetapkan terlebih
dahulu, untuk menetapkan apakah ada devasi dan untuk mengukur signifikasinya, serta
mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua sumber daya
perusahaan digunakan dengan cara seefektif dan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan
perusahaan.”
Dalam satu definisi lain , pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa aktifitas
yang dilakukan sesuai dengan aktifitas yang direncanakan. Sistem pengendalian manajemen
dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral
science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan
dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsiasumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu mengejawantahkan /
menerjemahkan antara lain :
a. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan secara efisien,
efektif, dan produktif.
b. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.
c. Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.
6
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen,
makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.
Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah ke
berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi. Jadi sitem
pengendalian manajemen dapat diterapkan pada berbagai bentuk organisasi, sebab
hakikatnya setiap organisasi mempunyai komponen sama, yaitu :
W = Work (Pekerjaan)
E = Employe (Tenaga Kerja)
R = Relationship (Hubungan)
E = Environment (Lingkungan)
III. Langkah-langkah pengendalian yang efektif menurut Robert J. Mockler membagi
pengendalian menjadi empat langkah yaitu :
1. Menetapkan standar dan metode untuk pengukuran kinerja
Penetapan standar dan metode untuk pengukuran kenerja bisa mencakup standar dan
ukuran untuk segala hal, mulai dari target penjualan dan produksi sampai pada
catatan kehadiran dan keamanan pekerja.
2. Mengukur prestasi kerja
Seperti semua aspek pengendalian, pengukuran adalah proses yang berulang-ulang
dan terus menerus. Frekuensi pengukuran tergantung pada tipe aktifitas yang diukur.
7
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
3. Membandingkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Membandingkan prestasi kerja adalah membandingkan hasil yang telah diukur
dengan target atau standar yang telah ditentukan. Apabila kinerja sesuai dengan
standar, manajer berasumsi bahwa segala sesuatunya telah berjalan secara terkendali.
4. Mengambil tindakan korektif atau perbaikan
Tindakan ini dilakukan manakala kinerja rendah di bawah standar dan analisis
menunjukkan perlunya diambil tindakan. Tindakan perbaikan dapat berupa
mengadakan perubahan terhadap satu atau beberapa aktifitas dalam operasi
organisasi atau terhadap standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
IV. Tujuan Pengendalian
Salah satu alasan pengendalian di perlukan adalah rencana yang paling baik sekalipum
dapat memyimpang.tetapi pengendalian juga membantu manajer memonitor peribahan
lingkungan dan pengaruhnya pada kemajuan organisasi.dengan kecepatan perubahan dalam
lingkungan organisasi pada tahun tahun belakangnan ini ,aspek pengendalian ini semakin
lama semakin penting.proses yang salah ditemuikan,dan proses itu dikoreksi untuk
menghilangkan kesalahan.karyawan diberi wewenang untuk memeriksa dan memperbaiki
pekerjaan mereka sendiri.
Menghadapi perubahan-perubahan adalah bagian tak terhindarkan dari lingkungan
organisasi manapun.fungsi pengendalian membantu manajer dalam menjawab ancaman dan
kesempatan yang dihasilkan,dengan membantu manajer mendeteksi perubahan yg
mempengaruhi produksi dan jasa organisasi.
8
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
1. Menciptakan siklus yg lebih cepat.
Mengetahui permintaan pelanggan untuk desain,mutu,atau waktu penyerahan yg lebih
baik merupakan satu hal. Steingraber memproyeksikan bahwa kecepatan itu dapat
menjadi standar pada tahun 1990-an ,terutama pesanan yg dicatat.pelangaan saat ini
bukan hanya mengharapkan kecepatan,tetapi produksi dan jasa yg disesuaikan.
2. Menambahkan nilai
Waktu siklus yg dipercepat merupakan salah satu carauntuk mendapatkan daya
saing.menambah nilai adalah cara yg lain,di dukung oleh pakar manajemen jepang
kenichi ohmae.
3. Untuk mempermudah delgasi kerja tim
Kecenderungan kotemporer ke arah manajemen partisipatif juga meningkatkan kebutuhan
untuk mendelegasikan wewenang dan mendorong karyawan untuk bekerja sama dalam
satu tim.di bawah sistem partisipatif yg baru,manajer menyampaikan standarnya,tetapi
kemudian membiarkan karyawan,baik bekerja sendiri maupun dalam tim,untuk
menggunakan kreativitasnya sendiri untuk memutuskan bagaimana memecahkan
masalahkerja tertentu. Kemudian proses pengendealian membiarkan manajer memonitor
karyawan tanpa menghambat krearivitas karyawan atau terlibat dalam pekerjaan.
9
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
V. Ciri-ciri sistem pengendalian yang efektif.
Sistem pengendalian yang dapat diandalkan dan efektif mempunyai karakteristik tertentu
yang sifatnya relatif. Akan tetapi, sebagian besar dari sistem pengendalian diperkuat oleh
ciri-ciri seperti berikut ini.
1. Akurat. Informasi tentang hasil prestasi kerja harus akurat. Mengevaluasi ketepatan
informasi yang diterima merupakam salah satu tugas pengendalian paling penting yang
dihadapi manajer.
2. Tepat waktu. Informasi hendaknya segera dimanfaatkan untuk pengambilan tindakan
yang tepat terhadap suatu masalah agar menghasilkan perbaikan.
3. Objektif dan komprehensif. Informasi yang akan digunakan untuk pengawasan harus
dapat dipahami dan dianggap objektif. Sistem informasi yang sulit dipahami akan
mengakibatkan kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
4. Dipusatkan pada titik pengendalian strategis. Pengendalian hendaknya dipusatkan
pada area di mana kemungkinan terjadinya penyimpangan relatif banyak, juga pada area
di mana tindakan koreksi dilaksanakan dalam waktu serta tempat yang tepat hingga
efektif.
5. Ekonomis. Biaya pengendalian hendaknya lebih sedikit atau paling banyak sama dengan
keuntungan yang diperoleh dalam sistem itu. Caranya ialah bahwa pengeluaran
hendaknya minimal dengan hasil yang hendaknya optimal.
6. Realistis dari organisasi. Sistem pengendalian harus dapat di gabungkan dengan realitas
organisasi.
10
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
7. Fleksibel. Dewasa ini hampir semua organisasi berada pada lingkungan yang tidak stabil
sehingga perubahan-perubahan yang terjadi perlu diantisipasi. Bentuk antisipasi ini perlu
didampingi dengan pengawasan agar jalannya organisasi tetap sesuai dengan harapan.
8. Perspektif
dan
operasional.
Sistem
pengawasan
yang
efektif
harus
dapat
mengidentifikasikan tindakan korektif apakah yang perlu diambil. Informasi harus
sampai dalam bentuk yang biasa di tangan orang-orang yang bertanggung jawab untuk
mengambil tindakan yang diperlukan itu.
9. Diterima oleh anggota organisasi. Yang ideal ialah bahwa sistem pengendalian dapat
menghasilkan perstasi kerja yang tinggi di kalangan para anggota organisasi dengan
membangkitkan perasaan bahwa mereka memiliki otonomi, tanggung jawab, dan
kesempatan untuk mencapai kemajuan. Terlalu banyak pengendalian yang ketat kerap
kali mengakibatkan berkurangnya kepuasaan maupun motivasi para karyawan. Efek
negatif semacam ini harus diperhatikan jika efisiensi dalam sistem pengendalian telah
tercapai.
VI. Jenis-jenis Pengendalian Manajemen
1. Pengendalian pencegahan (preventive controls)
Pengendalian
pencegahan
dimaksudkan
untuk
mencegah
terjadinya
suatu
kesalahan.
Pengendalian ini dirancang untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan sebelum kejadian itu
terjadi. Pengendalian pencegahan berjalan efektif apabila fungsi atau personel melaksanakan
perannya. Contoh pengendalian pencegahan meliputi: kejujuran, personel yang kompeten,
pemisahan fungsi, review pengawas dan pengendalian ganda. Sebagaimana peribahasa
mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati” demikian pula dengan pengendalian.
Pengendalian pencegahan jauh lebih murah biayanya dari pada pengendalian pendeteksian atau
11
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
korektif. Ketika dirancang ke dalam sistem, pengendalian pencegahan memperkirakan kesalahan
yang mungkin terjadi sehingga mengurangi biaya perbaikannya. Namun demikian, pengendalian
pencegahan tidak dapat menjamin tidak terjadinya kesalahan atau kecurangan sehingga masih
dibutuhkan pengendalian lain untuk melengkapinya.
2. Pengendalian deteksi (detective controls)
Sesuai dengan namanya pengendalian deteksi dimaksudkan untuk mendeteksi suatu kesalahan
yang telah terjadi. Rekonsiliasi bank atas pencocokan saldo pada buku bank dengan saldo kas
buku organisasi merupakan kunci pengendalian deteksi atas saldo kas. Pengendalian deteksi
biasanya lebih mahal daripada pengendalian pencegahan, namun tetap dibutuhkan dengan alasan:
Pertama, pengendalian deteksi dapat mengukur efektivitas pengendalian pencegahan. Kedua,
beberapa kesalahan tidak dapat secara efektif dikendalikan melalui sistem pengendalian
pencegahan sehingga harus ditangani dengan pengendalian deteksi ketika kesalahan tersebut
terjadi. Pengendalian deteksi meliputi review dan pembandingan seperti: catatan kinerja dengan
pengecekan independen atas kinerja, rekonsilasi bank, konfirmasi saldo bank, kas opname,
penghitungan fisik persediaan, konfirmasi piutang/utang dan sebagainya.
3. Pengendalian koreksi (corrective controls)
Pengendalian koreksi melakukan koreksi masalah-masalah yang teridentifikasi oleh pengendalian
deteksi. Tujuannya adalah agar supaya kesalahan yang telah terjadi tidak terulang kembali.
Masalah atau kesalahan dapat dideteksi oleh manajemen sendiri atau oleh auditor. Apabila
masalah atau kesalahan terdeteksi oleh auditor, maka wujud pengendalian koreksinya adalah
dalam bentuk pelaksanaan tindak lanjut dari rekomendasi auditor.
12
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
4. Pengendalian pengarahan (directive controls)
Pengendalian pengarahan adalah pengendalian yang dilakukan pada saat kegiatan sedang
berlangsung dengan tujuan agar kegiatandilaksanakan sesuai dengan kebijakan atau ketentuan
yang berlaku. Contoh atas pengendalian ini adalah kegiatan supervisi yang dilakukan langsung
oleh atasan kepada bawahan atau pengawasan oleh mandor terhadap aktivitas pekerja.
5. Pengendalian kompensatif (compensating controls)
Pengendalian kompensatif dimaksudkan untuk memperkuat pengendalian karena terabaikannya
suatu aktivitas pengendalian. Pengawasan langsung pemilik usaha terhadap kegiatan pegawainya
pada usaha kecil karena ketidak-adanya pemisahan fungsi merupakan contoh pengendalian
kompensatif.
VII. Macam-macam pengendalian :
1. Pengendalian Antisipatif ( freeforwort) / pengendalian pendahuluan/ pengendalian
prefentif.
Pengendalian ini berfokus pada manusia, bahan baku, sumberdaya keuangan yang
mengalir kedalam organisasi. Tujuannya adalah untuk mencegah masalah /
mengantisipasi resiko yang mungkin timbul ketika organisasi menjalankan tugas.
Pengendalian ini dapat dilihat dalam pemilihan dan perekrutan karyawan baru, inspeksi
bahan baku, pembatasan perekrutan hanya dari lulusan perguruan tinggi tertentu.
13
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
2. Pengendalian bersama ( concurrent control)
Pengendalian dilakukan berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan. Tujuan dari
pengendalian ini untuk memastikan bahwa aktifitas kerja memberikan hasil yang tepat.
Pengendalian bersama meliputi self – control , dimana karyawan menetapkan
pengendalian bersama atas perilaku mereka sendiri. Misalnya dalam operasi manufaktur
dengan menggunakan alat tertentu karyawan mengukur apakah item-item yang tengah
diproduksi sesuai dengan standar kualitas atau tidak. Jika mereka melihat standar
kualitas tidak sesuai dengan satandar maka mereka akan melakukan koreksi atau
memberitahu orang yang tepat bahwa ada masalah yang harus ditangani.
3. Pengendalian umpan balik ( feedback control)
Kadang-kadang disebut juga pengendalian setelah kejadian atau pengendalian output.
Berfokus pada output organisasai , khususnya kualitas dari produk akhir. Langkah –
Langkah Pengendalian Umpan Balik
a. Membentuk standar kinerja.
Dalam rencana strategik menajer mendefinisikan tujuan yang spesifik untuk
departemen fungsional, Yang melibatkan standar kinerja yang dibandingkan
dengan aktifitas organisasi. Standar kinerja bisa meliputi ” penurunan tingkat
penolakan dari 15 menjadi 3 persen” ”menaikkan pengembalian atas investasi ke 7
persen”atau ”mengurangi tingkat kecelakaan menjadi 100.000 jam kerja
karyawan”.
14
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
Menajer harus menilai secara hati-hati apa yang akan mereka ukur dan bagaimana
mereka akan mendefinisikannya. Khususnya saat organisasi akan memberikan
balas jasa pada karyawan atas pencapaian standar. Standar tersebut harus
mencerminkan aktifitas tang memberi kontribusi pencapaian startegi perusahaan
secara keseluruhan. Standar harus didefinisikan secara jelas agar manajer dan
karyawan dapat menentukan apakah aktifitas mereka mengarah ketarget. Standar
harus dipahami oleh orang yang bertanggung jawab meraihnya.
b. Mengukur kinerja aktual
Sebagain besar organisasi membuat laporan formal menyangkut ukuran kinerja
kuantitatif yang ditinjau manajer setiap hari, tiap minggu, atau bulan. Ukuran ini
dihubungkan dengan standar yang telah ditetapkan dalam langkah pertam diatas.
Contoh, jika target atas pertumbuhan penjualan , organisasi harus memiliki cara
untuk mengumpulkan dan melaporkan data-data penjualanJ Jika organisasi telah
mengidentifikasikan ukuran - ukuran yang tepat, pemeriksaan atas laporan tersebut
secara reguler akan membantu manajer mengetahui apakah yang dilakukan
organisasi telah berjalan sebagai mana mestinya.
c. Membandingkan kinerja denga standar
Ketika manajer membaca laporan atau inspeksi kefabrik, dia mengidentifikan
apakah kinerja aktual memenuhi, melampaaui atau tidak mencapai standar. Jika
15
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
kinerja
aktual
menyimpang
dari
standar
manajer
,
manajer
2013
harus
menginterprediksikan penyimpangan ini. Menajer diharapkan menggali dan
mencari penyebab masalah. Jika tujuan penjualan menaikkan jumlah penjualan
sebesar 10 % dan seorang tenaga penjual hanya mampu meraih kenaikan 8%,
mengapa ia gagal meraih target ? Barangkali beberapa klien bisnisnya bangkrut,
para pesaing menambah tenaga penjualan didaerah area yang sama.atau dia
membutuhkan pelatihan agar bisa membujuk klien dengan cara yang lebih aktif.
Manajer harus menyelidiki setiap penyimpangan untuk memahami faktor yang
mempengaruhi kinerja tersebut.
d. Mengambil tindakan korektif
Jika kinerja menyimpang dari satndar, manajer harus menentukan perubahanperubahan apa yang diperlukan. Dalam pendekatan pengendalian tradisional yang
bersifat ”top down ” manajer menggunakan wewenang formal untuk melakukan
perubahan yang diperlukan. Sebaliknya menajaer yang menggunakan pebdekatan
pengendalian partisipatif akan bekerkjasama dengan karyawan untuk menentukan
tindalkan korektif yang diperlukan.
Patut disadari bahwa sebaik apapun manajemen merancang suatu sistem pengendalian
manajemen dalam organisasi, kelemahan atau keterbatasan dapat terjadi. Kunci utamanya
ada pada manusia. Beberapa keterbatasan yang dapat diidentifikasikan antara lain sebagai
berikut.
16
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
1. Kurang matangnya suatu pertimbangan (judgement)
Efektivitas pengendalian seringkali dibatasi oleh adanya keterbatasan manusia dalam
pengambilan keputusan. Suatu keputusan diambil oleh manajemen umumnya didasarkan
pada pertimbangan-pertimbangan yang antara lain mencakup informasi yang tersedia,
waktu yang ada dan beberapa variabel lain baik internal maupun eksternal (lingkungan).
2. Kegagalan menerjemahkan perintah
Pengendalian telah didesain dengan sebaik-baiknya, namun kegagalan dapat terjadi yang
disebabkan adanya pegawai (staf) yang salah menerjemahkan suatu perintah. Kesalahan
dalam menerjemahkan suatu perintah dapat disebabkan dari ketidaktahuan atau
kecerobohan pegawai yang bersangkutan. Terjadinya kegagalan dapat lebih parah jika
kegagalan
menerjemahkan
perintah
dilakukan
oleh
seorang
pimpinan.
3. Pengabaian manajemen
Suatu pengendalian intern dapat berjalan efektif apabila semua pihak atau unsur dalam
organisasi mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah melaksanakan tugas dan
fungsinya sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. Meskipun suatu
organisasi memiliki pengendalian manajemen yang memadai sekalipun, pengendalian
tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya jika staf atau bahkan seorang pimpinan
mengabaikan pengendalian. Pengabaian tersebut terjadi karena adanya kepentingan di
luar kepentingan organisasi, seperti kepentingan pribadi seorang pimpinan. Sebagai
contoh, seorang pejabat pembuat komitmen melakukan penunjukan langsung atas sebuah
pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan pelelangan terbatas. Ia mengabaikan
17
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
ketentuan dengan tujuan memperoleh kick back (suap) yang besar dari rekanan yang
ditunjuk langsung tersebut.
4. Adanya Kolusi
Kolusi adalah salah satu ancaman dari pengendalian yang efektif. Pemisahan fungsi
telah dilakukan namun jika manusianya melakukan suatu persekongkolan untuk
kepentingan pribadi atau kepentingan tertentu selain organisasi, maka pengendalian
yang sebaik apapun tidak akan dapat mendeteksi atau mencegah terjadinya suatu
tindakan yang merugikan organisasi. Sebagai contoh, konsultan pengawas atas suatu
proyek melakukan kolusi dengan pihak kontraktor yang melaksanakan pembangunan
suatu proyek dengan cara memberikan peluang terjadinya penyimpangan dalam
spesifikasi. Hal ini dapat terjadi jika pemimpin proyeknya kurang aktif melakukan
pengecekan
Adapun unsur-unsur yang harus diperhatikan agar pengendalian berjalan dengan baik yaitu,
1. Lingkungan Pengendalian
Manajemen dan staf harus menciptakan dan memelihara lingkungan dalam organisasi
yang menetapkan perilaku positif dan dukungan terhadap pengendalian manajemen dan
kesadaran manajemen. Lingkungan pengendalian akan efektif bila suatu lingkungan
dengan orang-orang yang berkompeten memahami tanggung jawabnya, batasan
kewenangannya, memiliki pengetahuan yang memadai, memiliki kesadaran yang penuh
dan komitmen untuk melakukan apa yang benar dan yang seharusnya. Mereka juga
18
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
berkomitmen untuk mematuhi kebijakan dan prosedur organisasi berikut standar etika
dan perilaku.
2. Penilaian Risiko
Risiko adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengekspresikan ketidakpastian
tentang kejadian dan/atau dampaknya yang dapat memiliki efek atas pencapaian tujuan
organisasi). Manajemen dalam upayanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus
memahami adanya hambatan, tantangan, kerugian, dan kesulitan lain yang dapat
berpotensi tidak tercapainya tujuan dimaksud. Hal-hal yang menghalangi pencapaian
tujuan tersebut disebut risiko. Manajemen memiliki kepentingan untuk mengenal risiko
dan mempersiapkan strategi, taktik, program dan kegiatan dalam menyikapi risiko yang
mungkin akan dihadapinya Penilaian risiko adalah suatu proses dalam mengidentifikasi
dan menganalisis risiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan organisasi dan
menentukan
respon
yang
sesuai
dalam
menghadapi
risiko
tersebut.
3. Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko,
penetapan dan pelaksanaan kebijakan serta prosedur, untuk memastikan bahwa tindakan
mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif. Kebijakan dan prosedur tersebut
harus ditetapkan dan dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa tindakan-tindakan yang
dijalankan oleh manajemen mengarah pada pencapaian tujuan secara efektif.
Pengertian yang lebih luas dari kegiatan pengendalian mencakup bukan hanya kebijakan
19
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
dan prosedur tetapi juga teknik dan mekanismenya. Teknik merupakan penjelasan yang
lebih rinci dari prosedur sedangkan mekanisme menjelaskan siapa dan bagaimana
menjalankan teknik tersebut.
4. Informasi dan Komunikasi
Informasi adalah data yang telah diolah, yang dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah atau
perusahaan
Agar informasi yang diidentifikasi dan dilaporkan adalah informasi yang berkualitas,
maka informasi tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut.
a.Sesuai kebutuhan, yaitu informasi yang diperlukan telah tersedia.
b.Tepat waktu, yaitu informasi tersedia ketika diperlukan.
c.Mutakhir, yaitu informasi yang terkini, telah tersedia.
d.Akurat, yaitu informasi yang diperoleh adalah benar.
e.Dapat diakses, yaitu informasi dapat diperoleh dengan mudah oleh pihak-pihak yang
terkait.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dengan menggunakan
simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung untuk
mendapatkan umpan balik. Efektivitas dari komunikasi terlihat dari umpan balik yang
ditunjukkan oleh pihak yang menerima pesan. Umpan balik itu akan menunjukkan
apakah telah terjadi kesamaan pemahaman atas makna pesan yang disampaikan.
20
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
5. Pemantauan
Pengendalian
2013
Intern
Pemantauan pengendalian intern adalah tindakan pengawasan yang dilakukan oleh
manajemen dan pegawai lain yang ditunjuk atas pelaksanaan tugas sebagai penilaian
terhadap kualitas dan efektivitas sistem pengendalian intern. Pemantauan terhadap
sistem pengendalian intern bertujuan untuk meyakinkan bahwa pengendalian telah
berjalan sebagaimana yang diharapkan dan diperbaiki sesuai dengan kebutuhan.
Aspek pemantauan pengendalian intern mencakup penilaian kegiatan rutin, seperti
supervisi, review atas transaksi yang terjadi guna memastikan apakah kegiatan
operasional telah sesuai dengan sistem dan prosedur pengendalian yang telah ditetapkan.
Pemantauan pengendalian intern dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara:
a. Pemantauan Berkelanjutan (on-going monitoring)
Pemantauan atas pengendalian intern yang sedang berjalan menyatu pada kegiatan
rutin dan berulang. Pemantauan ini mencakup setiap komponen sistem pengendalian
manajemen dan kegiatan untuk mencegah terjadinya kondisi yang tidak lazim, tidak
etis, tidak ekonomis, tidak efisien dan tidak efektif dalam pelaksanaan kegiatan
b. Evaluasi yang Terpisah (separate evaluations)
Evaluasi terpisah adalah penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan
dengan standar pengukuran yang ada atau yang telah disepakati. Ruang lingkup dan
frekuensi evaluasi yang terpisah bergantung pada penilaian risiko dan efektivitas
prosedur pemantauan yang sedang diterapkan. Evaluasi ini bermanfaat untuk
21
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
memusatkan secara langsung kepada efektivitas pengendalian pada suatu waktu
tertentu dan dapat berbentuk penilaian mandiri (self assessment).
c. Tindak Lanjut
Tindak lanjut atas temuan audit dilakukan untuk memastikan bahwa temuan audit dan
review lainnya segera diselesaikan. Hal hal yang harus dilakukan organisasi dalam
tindak lanjut atas temuan audit adalah sebagai berikut.
1. Organisasi memiliki mekanisme untuk memastikan adanya penyelesaian atas
temuan hasil audit dan review lainnya dengan segera.
2. Pimpinan organisasi tanggap atas temuan-temuan dan rekomendasi audit dan
review lainnya yang bertujuan memperkuat sistem pengendalian manajemen.
3. Organisasi melakukan tindak lanjut yang sesuai dengan temuan dan rekomendasi
audit serta review lainnya
22
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
BAB III
KESIMPULAN
VIII. Kesimpulan
Jadi intinya dalam suatu perusahaan perlu adanya pengendalian yang efektif dan efisien,
untuk meminimalisir segala kemungkinan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada
perusahaan tersebut, agar manajer dapat mengevaluasi efektifitas kegiatan perencanaan,
pengorganisasian dan memimpin.
23
Pengendalian Organisasi Yang Efektif
2013
DAFTAR PUSTAKA
 Sumber: Materi Diklat BPKP – 2009
 Jawwad, Ahmad Abdul.Manajemen Team work. 2006.Bandung : PT. Syaamil Cipta Media.
 Wikipedia.org
 Marquardt, Michael. 1996. “Building The Learning Organization”.
 http://estisaridewi.blogspot.com/2011/04/tugas-2-efektifitas-efesiensi.html
 MANAJEMEN JILID 2, JAMES A.F. STONER
 http://globalonlinebook1.blogspot.com/2013/06/sistem-pengendalian-yang-efektif.html
24
Download
Study collections