Lintas Budaya Pertemuan 4

advertisement
Psikologi
Lintas Budaya
“Kepribadian”
Pendahuluan
• Pada ranah sosial 
budaya
lahir
ketika
manusia
bertemu
dengan manusia lainnya
dan
membangun
kehidupan
bersama
yang lebih dari sekedar
pertemuan-pertemuan
insidental.
• Semua
tata
nilai,
perilaku,
dan
kepercayaan
yang
dimiliki
sekelompok
individu
itulah
yang
disebut budaya.
•Pada ranah individual 
budaya diawali ketika
individu-individu bertemu
untuk
membangun
kehidupan
bersama
dimana individu-individu
tersebut
memiliki
keunikan masing-masing
dan
saling
memberi
pengaruh.
• Ketika
budaya
sudah
terbentuk,
setiap
individu
merupakan
agen-agen
budaya
yang
memberi
keunikan,
membawa
perubahan,
sekaligus
penyebar.
• Individu-individu
membawa
budayanya
pada
setiap
tempat
dan
situasi
kehidupannya
sekaligus
mengamati
dan
belajar
budaya lain dari individuindividu lain yang berinteraksi
dengannya  budaya sangat
mempengaruhi
perilaku
individu.
Ciri Sifat antar Budaya
Universal
Milik Bersama
Sifat-sifat umum yang melekat
pada setiap budaya, kapan
pun dan di mana pun budaya
itu berada.
Budaya
bukanlah
milik
perseorangan.
Dalam
catatan-catatan etnografi,
tidak pernah ditemukan
budaya si A atau Pak A.
Yang ada adalah budaya
suku bangsa X, budaya
masyarakat
bangsa
Y,
budaya
Nasional
dan
sebagainya.
• Berfungsi
untuk
Membantu
Manusia
Diteruskan atau
Diwariskan melalui
Proses Belajar
•Manusia
mempunyai
kebutuhan
bersama,
baik
yang bersifat biologis maupun
psikologis.
•Budaya  pedoman hidup
untuk memenuhi kebutuhankebutuhan hidup manusia
(kebutuhan primer/sekunder).
Semua budaya diteruskan dan
diwariskan dari satu generasi
ke generasi berikutnya melalui
proses belejar, bukan
diwariskan secara biologis.
Adaptif
Etnosentris
Kebudayaan adalah suatu
mekansime yang dapat
menyesuaikan diri (dari
budaya luar yang masuk).
Etnosentrisme
cenderung
memandang rendah orangorang atau budaya yang
dianggap asing, mengukur
dan
membandingkan
budaya
asing
dengan
budayanya sendiri.
Dinamis
Integratif
Kebudayaan tidak bersifat
statis, ia selalu berubah atau
bersifat
dinamis.
Tanpa
adanya “pengaruh/intervensi”
dari kebudayaan lain atau
asing pun, ia akan berubah
seiring berlalunya waktu.
Unsur-unsur sosial atau budaya
yang disatukan dan dikaitkan
satu sama lain sebagai hasil
dari
proses
menyeluruh
pengendalian
terhadap
konflik dan penyimpangan
dalam
suatu
sistem
kemasyarakatan tertentu.
Kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat
papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut
masyarakat yang bukan warga papua
pedalaman, memakai koteka mungkin adalah
hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga
pedalaman papua, memakai koteka dianggap
sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap
sebagai suatu kebanggan.
Budaya
Barat
Budaya
Timur
Penelitian perbandingan antara masyarakat
Barat (Eropa-Amerika) dan masyarakat Timur
(Asia).
Orang-orang Barat cenderung melihat diri
mereka dalam kaca mata personal individual
sehingga seberapa besar prestasi yang
mereka raih ditentukan oleh seberapa keras
mereka bekerja dan seberapa tinggi tingkat
kapasitas mereka (locus of control internal).
 Sebaliknya, orang Asia yang locus of
control kepribadiannya cenderung eksternal
melihat keberhasilan mereka dipengaruhi oleh
dukungan orang lain ataupun lingkungan.
Locus of Control
Sebuah konsep yang dibangun oleh Rotter (1966) yang
menyatakan bahwa setiap orang berbeda dalam bagaimana
dan seberapa besar kontrol diri mereka terhadap perilaku dan
hubungan mereka dengan orang lain serta lingkungan.
Perkembangan
Kepribadian
Kepribadian manusia selalu berubah sepanjang
hidupnya dalam arah-arah karakter yang lebih jelas
dan matang. Perubahan-perubahan tersebut sangat
dipengaruhi lingkungan dengan fungsi–fungsi bawaan
sebagai dasarnya. Stern menyebutnya sebagai Rubber
Band Hypothesis (Hipotesa Ban Karet).
Seseorang diumpamakan sebagai
ban karet dimana:
• faktor-faktor genetik menentukan
sampai mana ban karet tersebut
dapat ditarik (direntangkan)
• faktor
lingkungan
menentukan
sampai seberapa panjang ban karet
tersebut
akan
ditarik
atau
direntangkan.
 Dari hipotesa di atas dapat
disimpulkan bahwa budaya memberi
pengaruh
pada
perkembangan
kepribadian seseorang.
Perubahan-perubahan
yang
terjadi
pada
seorang
anak
yang
tinggal
bersama
orangtua ketika beranjak
dewasa tentunya sangat
berbeda
dengan
perubahan-perubahan
yang terjadi pada anak
yang tinggal di panti
asuhan.
Perluasan Kesadaran
“Altered States of Consciousness”
• Suatu kondisi dimana sensasi, persepsi, kognisi, dan
emosi dirubah  perubahan dalam melakukan sensasi,
mempersepsi, memikirkan, dan merasakan.
• Hal ini merupakan modifikasi hubungan individual
kepada self, body, sense of identity, and environment
of time, space, or other people.
• Altered state of consciousness (ASC)  kondisi demam,
kekurangan tidur, kondisi lapar, kekurangan oksigen,
pembiusan atau trauma kecelakaan.
• Secara intensif, ASC dapat juga dicapai melalui hypnosis,
meditasi, berdoa, yoga atau dzikir. Kadang-kadang ASC
juga dapat dicapai melalui penggunaan obat-obatan,
racun tanaman ataupun zat psikoaktif seperti LSD,
marijuana, dll.
•Charles Tart, ASC  suatu perubahan kualitatif dalam keseluruhan pola
dari fungsi mental, seperti misalnya orang yang mengalami merasa
bahwa kesadarannya secara radikal berbeda dari fungsinya yang
biasa
• Metzner juga menambahkan bahwa perubahan yang terjadi adalah
perubahan dalam berpikir, merasakan, dan mempersepsi yang memiliki
awal, durasi, dan akhir. Perubahan ini yang dapat diukur adalah :
A disturbed time sense (gangguan perasaan tentang
waktu), percepatan waktu atau “time standing still”.
Perceptual change (perubahan perseptual), visual dan akustik.
Body image change (perubahan gambaran tubuh), seperti
sensasi mengambang atauterbang atau experiencing bodyboundaries dissolved (mengalami batas tubuh yang lenyap).
Alteration thinking (pemikiran yang lebih), multi asosiasi,
perasaan kreativitas yang meningkat, atau pemikiran magis.
Download