alat pengukur resistansi, konduktivitas, dan total dissolved solids air

advertisement
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS
AIR DENGAN TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN
TOTAL DISSOLVED SOLIDS AIR DENGAN
TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer – UKSW
Jalan Diponegoro 52-60 Salatiga – 50711
Email: [email protected]
INTISARI
Pada makalah ini diusulkan sebuah teknik yang memanfaatkan port dari mikrokontroler sebagai
pembangkit gelombang kotak bolak-balik dengan cara dorong-tarik (push-pull) untuk mengukur
resistansi (elektrik), konduktivitas (elektrik), dan Total Dissolved Solids (TDS) air. Pengujian
dilakukan dengan menggantikan Rsensor dengan R sebesar ½ k, 1k, 2k, 3k, 4k ohm. Ralat yang
diperoleh dari kombinasi resistor sebesar 0,45%. Pengujian terhadap air yang diberi penambahan
garam dapur didapatkan ralat 1,61% terhadap TDS-3 buatan HM-Digital.
Kata kunci: Resistan, Konduktivitas elektrik, Total Dissolved Solids, Push-Pull
1. PENDAHULUAN
Kadar garam yang tinggi akan berdampak buruk pada kehidupan manusia, tanaman
pangan, dan kehidupan di air tawar [1], oleh karenanya perlu diatur. Batas pencemaran air
limbah dibedakan dalam lemah (200 mg/L), menengah (500 mg/L), dan kuat (700 mg/L) [1].
Salah satu cara untuk mengukur kadar garam yang terlarut di dalam air adalah dengan mengukur
resistansi elektrik dan Total Dissolved Solids-nya.
Ada kaitan yang jelas antara mengukur resistansi (elektrik), konduktivitas (elektrik), dan
TDS air. Jika dilihat dari satuannya berturut-turut adalah ohm ( ), mho( ), dan part per million
(ppm). Satuan mho adalah seper-ohm atau siemen (S). Sedangkan satuan TDS dapat diperoleh
dengan persamaan:
131
Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 2 Oktober 2012 Hal 131 – 140
TDS (ppm) = fk x S x 1.000.000
(1)
Di mana fk adalah konstanta yang tergantung dari larutan. Untuk larutan NaCl nilainya adalah
0,5 [2].
Resistansi air yang mengandung garam tidak dapat diukur dengan menggunakan ohmmeter arus searah. Hal ini karena air dan NaCl tersusun dari molekul-molekul dwi kutub yang
jika mendapat arus searah, maka pada molekul-molekul ini akan diarahkan dan ion Na+ akan
tertarik ke kutub negatif, sedangkan ion Cl- ke kutub positif. Akibatnya hasil pengukuran ini
tidak mencerminkan resistansi larutan karena hasilnya selalu berubah-ubah.
Teknik pengukuran yang umum dilakukan adalah dengan memberi tegangan dua arah
(AC). Dengan teknik ini maka molekul-molekul air dan ion-ion Na+ dan Cl-, relatif tetap pada
tempatnya jika frekuensi yang digunakan berorde beberapa kilo hertz. Frekuensi yang rendah,
dapat menyebabkan molekul air dan ion-ion Na+ dan Cl- sempat mengadakan perubahan susunan
sehingga resistansi yang diukur kurang sesuai dengan kenyataan.
Pin 1 =
Tinggi
V1
Rs1
A
Probe Sensor
MIKROKONTROLER
Pin 2 = Rendah
V2
Rs2
B
R
air
Gambar 1. Diagram kotak model yang diusulkan.
air
Pada makalah ini diusulkan sebuah teknik yang memanfaatkan dua pin dari port
mikrokontroler sebagai pembangkit gelombang kotak dengan cara dorong-tarik (push-pull).
Modelnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Dorong atau tarik dipandang dari pin1.
Dorong yaitu saat pin 1 bernilai tinggi (High) melewati suatu resistan larutan (R) yang terhubung
secara seri dengan pin 2 yang bernilai rendah (Low). Definisi tarik adalah sebaliknya, arus keluar
dari pin 2, melewati R dan masuk ke pin 1.
Besaran arus yang melewati R dapat diketahui dengan menambahkan dua buah resistor
secara seri pada masing-masing ujung probe sensor (Rs1 dan Rs2) atau dengan cara mengukur
132
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS
AIR DENGAN TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
arusnya secara langsung. VA dan VB diukur dengan ADC untuk mendapatkan VAB. Dengan
rumus pembagi tegangan yang diperlihatkan pada Persamaan (2), dapat diperoleh R (resistan air)
pada Persamaan (6).
VAB = R/ (R+Rs1+Rs2) x V12
(2)
VAB x (R+Rs1+Rs2) = R x V12
(3)
VAB x (Rs1+Rs2) = R x V12 - VAB x R
(4)
VAB x (Rs1+Rs2) = R x (V12 - VAB)
(5)
R = VAB x (Rs1+Rs2) / (V12 - VAB)
(6)
Dari nilai R yang telah dihitung, dapat dicari nilai konduktivitasnya yaitu:
S=1/R
(7)
dan TDSnya sesuai Persamaan (1).
2. KAJIAN PUSTAKA
Ada banyak alat ukur TDS yang beredar salah satunya adalah TDS-3 (tipe saku) yang
dibuat oleh HM-Digital. Alat ukur ini tidak dapat dikenali cara kerjanya. Bagian yang terlihat
adalah sensor konduktivitas yang berupa garpu dua mata, dan sensor temperatur. Keluarannya
berupa penampil LCD 3 digit. Beberapa spesifikasinya adalah jangkauan ( 0 – 999 ppm) untuk
resolusi 1 dan ( 0 – 9999 ppm) 10 ppm, serta memiliki akurasi (
2 %) [3].
Alat ukur yang lain yang dibuat amatir [4] diperlihatkan pada Gambar 2, menunjukkan
secara jelas rangkaian yang direalisasikan. Rangkaian ini terdiri dari blok osilator pembangkit
tegangan bolak-balik dengan menggunakan teknik wien-bridge. Keluarannya diumpankan pada
gain-loop yang bagian masukannya dihubungkan dengan sensor. Dengan teknik ini, jika
konduktivitasnya tinggi maka keluaran dari gain-loop (A0) juga tinggi sebanding dengan
perubahan konduktivitas masukannya.
Sinyal keluaran perlu dijaga supaya tidak terbebani dengan menambahkan non inverting
amplifier. Keluaran bolak-balik dari non inverting amplifier perlu disearahkan jika akan
dihubungkan dengan volt-meter DC atau dengan analog-to-digital converter (ADC) pada sebuah
mikrokontroler. Untuk menjaga keamanan port mikrokontroler dari kerusakan karena tegangan
di luar karakteristik port, maka perlu diberi tambahan diode-clamp pada bagian akhir.
133
Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 2 Oktober 2012 Hal 131 – 140
Alat ini masih memerlukan tambahan detektor temperatur. Temperatur akan
mempengaruhi nilai dari TDS sesuai dengan rumus [2]:
TDS (t) = TDS {1 + α (t-25 )}
Di mana:
TDS(t) = TDS pada sembarang temperatur t (°C)
TDS
= TDS pada temperatur 25°C
α
= koefisien temperatur dari larutan air sebesar 0,0214
t
= suhu larutan dalam °C
134
(8)
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS
AIR DENGAN TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
Osilator Jembatan Wien
High-impedance Non Inverting Amplier -
| Sensor
AC-DC
|
Gain-loop
- Clamping
Gambar 2. Rangkaian TDS dengan osilator Wien-bridge [2].
135
Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 2 Oktober 2012 Hal 131 – 140
Alat ukur ini cukup sulit untuk ditera karena ada tiga potensiometer yang harus diatur.
Masing-masing untuk mengatur amplitudo osilator wien-bridge, kalibrasi penguatan, dan
pengaturan offset tegangan. Kalibrasi penguatan akan membuat offset tegangan berubah, dan
setelah pengaturan offset tegangan perlu dilakukan pengaturan penguatan lagi. Hal ini yang
membuat alat ukur ini memerlukan beberapa kali pengaturan kalibrasi. Agak kontras dengan cara
kalibrasi TDS-3 yang hanya dengan mengubah nilai satu potensiometer saja.
3. PERANCANGAN
Pada Gambar 3 ditunjukkan sebagian rangkaian sistem mikrokontroler ATmega 8535/32
untuk memperjelas ide yang dimaksud. Sensor terhubung dengan PA0 dan PA1 sebagai masukan
ADC0 dan ADC1. ADC yang digunakan pada ATmega ini adalah tipe Successive Approximation
10 bit dengan referensi AVCC.
Pembangkit tegangan push-pull
dikeluarkan oleh PB0, dan PB1. Spesifikasi sensor
konduktivitas yang digunakan adalah sensor dengan konstanta satu yang memiliki jangkauan 5 –
1000 ppm. Sedangkan untuk sensor suhu digunakan LM35 yang menghasilkan tegangan
sebanding dengan suhu dikali dengan 10 mV. Nilai tegangan dari port B saat berlogika tinggi
dan rendah perlu diukur untuk mengetahui rentang tegangan yang dikeluarkan oleh PB0-PB1.
Gambar 3. Bagian Sensor TDS, push-pull, dan pembatas arus (Rseri=1k)
Langkah percobaan dari model ini adalah sebagai berikut:
1. Inisialisasi (UART, ADC, PORT B, R=1k/0,1%) dan variabel yang digunakan.
2. Atur JDA = Tinggi (H) dan JDB = Rendah (L)
3. Ambil dan simpan nilai konversi dari ADC0, dan ADC1
136
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS
AIR DENGAN TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
4. Set JDB = H dan JDA = L
5. Ambil dan simpan nilai konversi dari ADC0, dan ADC1
6. Ambil nilai konversi keluaran LM35 di ADC2.
7. Hitung Nilai Resistan (R) sesuai dengan persamaan (6 )
8. Hitung nilai Konduktan (1/R)
9. Hitung nilai TDS(t) dengan persamaan 1.
10. Hitung TDS yang dikalibrasi dengan suhu 25 oC sesuai Persamaan 8.
11. Tampilkan di LCD, dan kirim melalui UART. Ulangi langkah 2.
12. Ganti R dengan nilai-nilai ½ k, 2k, 3k, dan 4k. Ulangi langkah 1.
Perhitungan R dari Gambar 3 dapat diperoleh dari Persamaan-persamaan (9) hingga (13).
V01
= R x VHL/ (2k + R)
(9)
V01 x (2k + R) = R x VHL
(10)
R x VHL
(11)
= 2k x V01 + R x V01
R (VHL – V01) = 2k x V01
R
= (2k x V01) / (VHL – V01)
(12)
(13)
Di mana:
V01 = selisih tegangan yang diperoleh dari ADC0 dan ADC1.
VHL = selisih tegangan yang diperoleh dari VH- VL dari Port B.
2k = pembatas arus (Rs1=1k dan Rs2=1k) yang mengalir keluar dan masuk Port B.
R = resistan yang dicari.
137
Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 2 Oktober 2012 Hal 131 – 140
LM-35 +
ISOLATOR
PROBE
Gambar 4. Modul realisasi rangkaian Gambar 1, Rs1 dan Rs2 diletakkan di bawah PCB.
Gambar 4 menunjukkan modul pengujian yang telah dibuat. Resistor Rs1 dan Rs2 yang
masing-masing bernilai 1k diletakkan pada sisi solder. Probe yang digunakan memiliki nilai k=1.
LM35 dan isolator dicelupkan ke dalam air. Pin-pin LM35 dicat untuk melindungi pin-pin LM35
dari kontak secara elektrik.
4. PENGUJIAN
Tabel 1. Hasil pengujian dengan RX ½ k, 1k, 2k, 3k, 4k ohm
No
VAB
V01
RX
µ mho
TDS(t)
RX-MM
Ralat %
1
1,0
4,876
498
2.007
1.003
499
-0,20
2
1,6
4,891
1.000
1.000
500
999
0,10
3
2,5
4,911
2.006
499
249
1997
0,45
4
3,0
4,922
3.006
333
166
2997
0,30
5
3,3
4,930
4.014
249
125
4000
0,35
Pengujian dilakukan dengan menggantikan R sensor dengan R sebesar ½ k (498), 1k
(1000), 2k (2006), 3k (3006), 4k (4014) ohm. Resistor yang digunakan adalah seri maupun
paralel dari Resistor 1k/ 0,1%. Tabel 1 menunjukkan hasil pengukuran dengan alat yang dibuat
(RX) dan dengan multimeter ¾ digit Constant 89 (RX-MM). Ralat yang didapatkan adalah
0,45%. Alat juga menghasilkan turunan dari RX yaitu konduktan elektrik (µ S) dan TDS(t)
(ppm).
138
ALAT PENGUKUR RESISTANSI, KONDUKTIVITAS, DAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS
AIR DENGAN TEKNIK DORONG-TARIK
Darmawan Utomo
Pengujian juga dilakukan untuk sensor yang tidak tercelup ke dalam air. Pada saat tidak
tercelup ke air, hambatan yang ada adalah hambatan udara dan dielektrik. Nilai R yang terukur
1,9x106 – 2x106 ohm karena selisih VHL – V01 yang sangat kecil.
Pengujian di dalam air dilakukan dengan mengambil air dari keran PDAM Surakarta dan
memberi tambahan garam halus. Ralat diperoleh dengan membandingkan hasil dari alat sendiri
terhadap TDS-3 buatan HM-Digital dengan TDS-3 sebagai acuan. Tabel 2 memperlihatkan
hasilnya. Ralat yang didapatkan dari pengujian ini adalah 1,61%.
Tabel 2. Hasil pengujian alat ukur TDS yang dibuat terhadap TDS-3.
No
Keterangan
TDS-Alat Sendiri
TDS-3
Ralat %
1 Air PDAM
112
113
-0,88
2 Penambahan Garam I
189
186
1,61
3 Penambahan Garam I I
261
260
0,38
4 Penambahan Garam III
394
390
1,03
Hasil ini juga menunjukkan tingkat linearitas antara alat sendiri dengan TDS-3. Kalibrasi
TDS-3 terhadap larutan tertentu dilakukan dengan memutar sebuah resistor variabel. Akibatnya
penguatannya akan berubah. Pada alat sendiri, kalibrasi dapat dilakukan dengan memberi faktor
pengali sesuai dengan hasil pembandingan yang didapatkan.
5. KESIMPULAN
Telah ditunjukkan sebuah teknik dorong-tarik pengukuran resistan, konduktivitas
elektrik, dan TDS melalui pin port yang tegangannya diukur dengan ADC mikrokontroler. Ralat
yang diperoleh dari pengujian resistor 1k/0,1% dan kombinasi seri dan paralel (½k, 1k, 2k, 3k,
4k) sebesar 0,45%. Alat ini juga berhasil diimplementasikan untuk mengukur TDS air yang
diberi tambahan garam. Ralat alat ini terhadap TDS-3 sebesar 1,61 %.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penelitian ini didanai dari Penelitian Internal UKSW dengan nomor kontrak 001/SPKPB/PRV/XII/2011.
139
Techné Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 2 Oktober 2012 Hal 131 – 140
DAFTAR PUSTAKA
1. Miroslav R. and Vladimir N. B., “Practical Environmental Analysis, 2nd Ed.”,
Cambridge: Royal Society of Chemistry Publishing, 2006.
2. Coleparmer, “Conductivity Theory and Technical Tips”, coleparmer.com/TechLibrary
Article/78, 2006.
3. HM-Digital, “TDS Meter 3, Water Quality Tester User Guide”, HM Digital Inc.
4. Anonim, “EC/TDS/PPM Meter On Limited Budget”, octiva.net/projects/ppm/, 2007
140
Download